The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

KTSP 2013 SMA 1 SULANG 2022-2023

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by kangwarson, 2023-02-08 17:13:10

KTSP 2023

KTSP 2013 SMA 1 SULANG 2022-2023

144 Kompetensi Dasar : 3.1 Menjelaskan ruang lingkup biologi (permasalahan pada berbagai obyek biologi dan tingkat organisasi kehidupan), melalui penerapan metode ilmiah dan prinsip keselamatan kerja. Indikator Soal : 1. Peserta didik mampu menyebutkan cabangcabang biologi yang berhubungan dengan informasi yang diberikan 1. Peserta didik mampu menjelaskan urutan tingkat organisasi kehidupan Pertanyaan : 1. Salah satu penyakit degeneratif pada manusia usia lanjut (manula) adalah diabetes mellitus yang berkaitan dengan menurunnya fungsi pankreas untuk menghasilkan insulin. Sebutkan cabang-cabang biologi yang berhubungan dengan penyakit tersebut. Penugasan Penugasan adalah pemberian tugas kepada peserta didik untuk mengukur dan/atau meningkatkan pengetahuan. Penugasan yang digunakan untuk mengukur pengetahuan (assessment of learning) dapat dilakukan setelah proses pembelajaran sedangkan penugasan yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan (assessment for learning) diberikan sebelum dan/atau selama proses pembelajaran. Penugasan dapat dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik tugas. Penugasan lebih ditekankan pada pemecahan masalah dan tugas produktif lainnya. Rambu-rambu penugasan. 1) Tugas mengarah pada pencapaian indikator hasil belajar. 2) Tugas dapat dikerjakan oleh peserta didik, selama proses pembelajaran atau merupakan bagian dari pembelajaran mandiri. 3) Pemberian tugas disesuaikan dengan taraf perkembangan peserta didik. 4) Materi penugasan harus sesuai dengan cakupan kurikulum.


145 5) Penugasan ditujukan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik menunjukkan kompetensi individualnya meskipun tugas diberikan secara kelompok. 6) Pada tugas kelompok, perlu dijelaskan rincian tugas setiap anggota kelompok. 7) Tampilan kualitas hasil tugas yang diharapkan disampaikan secara jelas. 8) Penugasan harus mencantumkan rentang waktu pengerjaan tugas. Contoh penugasan Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Kelas/Semester : XI /1 Tahun Pelajaran : …… /……. Kompetensi Dasar: 3.1. Menganalisis keterampilan gerak salah satu permainan bola besar serta menyusun rencana perbaikan. Indikator: Menganalisis taktik dan strategi (pola menyerang dan bertahan) permainan sepakbola. Rincian tugas: 1. Amatilah/tontonlah pertandingan sepak bola di lapangan/televisi /internet, atau media lain! 2. Perhatikan taktik dan strategi yang muncul, baik pertahanan maupun penyerangan dalam pertandingan tersebut! 3. Buatlah laporan hasil pengamatanmu dengan tampilan yang menarik dan menggunakan bahasa Indonesia yang benar sehingga mudah dipahami. Laporan meliputi pendahuluan (tujuan penyusunan laporan, nama pertandingan, tempat, waktu, dan tim yang bertanding) dan pelaksanaan (hasil pengamatan taktik dan strategi permainan). 4. Laporan diserahkan selambat-lambatnya satu minggu setelah pemberian tugas.


146 Contoh rubrik penilaian laporan tugas Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Tabel 36 Contoh Rubrik Penugasan Kriteria Skor Indikator Pendahuluan 5 Memuat: (1) tujuan penyusunan laporan, (2) nama pertandingan, (3) tempat, (4) waktu, dan (5) tim yang bertanding 4 Memuat tujuan dan 3 dari 4 butir lainnya 3 Memuat tujuan dan 2 dari 4 butir lainnya 2 Memuat tujuan dan 1 dari 4 butir lainnya 1 Tidak memuat tujuan penyusunan laporan, ada salah satu atau lebih dari 4 butir lainnya 0 Tidak memuat tujuan dan 4 butir lainnya Pelaksanaan 4 Taktik dan strategi pertahanan dan penyerangan diulas dengan lengkap 3 Taktik atau strategi pertahanan dan penyerangan diulas dengan lengkap 2 Taktik atau strategi pertahanan atau penyerangan diulas dengan lengkap 1 Taktik dan strategi pertahanan dan penyerangan diulas tidak lengkap Kesimpulan 4 Terkait dengan pelaksanaan tugas dan ada saran untuk perbaikan penugasan berikutnya yang feasible 3 Terkait dengan pelaksanaan tugas dan ada saran untuk perbaikan penugasan berikutnya tetapi kurang feasible 2 Terkait dengan pelaksanaan tugas tetapi tidak ada saran 1 Tidak terkait dengan pelaksanaan tugas dan tidak ada saran


147 Tampilan laporan 4 Laporan rapi dan menarik, dilengkapi cover dan foto/gambar 3 Laporan rapi dan menarik, dilengkapi cover atau foto/gambar 2 Laporan dilengkapi cover atau foto/gambar tetapi kurang rapi atau kurang menarik 1 Laporan kurang rapi dan kurang menarik, tidak dilengkapi cover dan foto/gambar Keterbacaan 4 Mudah dipahami, pilihan kata tepat, dan ejaan semua benar 3 Mudah dipahami, pilihan kata tepat, beberapa ejaan salah 2 Kurang dapat dipahami, pilihan kata kurang tepat, dan beberapa ejaan salah 1 Tidak mudah dipahami, pilihan kata kurang tepat, dan banyak ejaan yang salah Tabel 37 Contoh Pengolahan Hasil Penugasan No Nama Skor Jumlah skor Nilai Pendahuluan Pelaksanaan Kesimpulan Tampilan Keterbatasan 1 Adi 4 2 2 3 3 14 70 Keterangan: Skor maksimal = Jumlah skor tertinggi setiap kriteria. Pada contoh di atas, skor maksimal = 5+4+4+4+4 = 21. Nilai tugas = Pada contoh di atas nilai tugas Adi = x 100 = 66,67 Dibulatkan menjadi 70


148 2) Penilaian Keterampilan Penilaian keterampilan dapat dilakukan dengan berbagai teknik antara lain penilaian praktik/kinerja, proyek, portofolio, atau produk. Teknik penilaian lain dapat digunakan sesuai dengan karakteristik KD pada KI-4 mata pelajaran yang akan diukur. Instrumen yang digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubrik. Skema penilaian keterampilan dapat dilihat pada gambar berikut. Gambar 4.4 Skema Penilaian Keterampilan Penjelasan Gambar 4.4 sebagai berikut. 1) Penilaian Unjuk kerja/kinerja/praktik Penilaian unjuk kerja/kinerja/praktik dilakukan dengan cara mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian ini dapat digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu seperti: praktikum di laboratorium, praktik ibadah, praktik olahraga, presentasi, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, dan membaca puisi / deklamasi. Penilaian unjuk kerja / kinerja / praktik perlu mempertimbangkan hal-hal berikut. a) Langkah-langkah kinerja yang perlu dilakukan peserta didik untuk menunjukkan kinerja dari suatu kompetensi.


149 b) Kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai dalam kinerja tersebut. c) Kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas. d) Kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak, sehingga dapat diamati. e) Kemampuan yang akan dinilai selanjutnya diurutkan berdasarkan langkah-langkah pekerjaan yang akan diamati. Pengamatan unjuk kerja/kinerja/praktik perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. Misalnya untuk menilai kemampuan berbicara yang beragam dilakukan pengamatan terhadap kegiatankegiatan seperti: diskusi dalam kelompok kecil, berpidato, bercerita, dan wawancara. Dengan demikian, gambaran kemampuan peserta didik akan lebih utuh. Contoh untuk menilai unjuk kerja/kinerja/praktik di laboratorium dilakukan pengamatan terhadap penggunaan alat dan bahan praktikum. Untuk menilai praktik olahraga, seni dan budaya dilakukan pengamatan gerak dan penggunaan alat olahraga, seni dan budaya. Dalam pelaksanaan penilaian kinerja perlu disiapkan format observasi dan rubrik penilaian untuk mengamati perilaku peserta didik dalam melakukan praktik atau produk yang dihasilkan. Contoh penilaian kinerja/praktik Mata Pelajaran : Biologi Kelas/Semester : XI/2 Tahun Pelajaran : …….. / ……… Kompetensi Dasar : 4.7 Menyajikan laporan hasil uji zat makanan yang terkandung dalam berbagai jenis bahan makanan dikaitkan dengan kebutuhan energi setiap individu serta teknologi pengolahan pangan dan keamanan pangan Indikator Soal : Peserta didik dapat melakukan uji zat makanan yang terkandung dalam berbagai


150 jenis bahan makanan dan membuat laporan poses pengujian mulai dari persiapan, pelaksanaan, dan hasilnya. Tabel 38 Contoh Rubrik Penilaian Kinerja Biologi Kriteria Skor Indikator Persiapan (Skor maks = 3) 3 Pemilihan alat dan bahan tepat 2 Pemilihan alat atau bahan tepat 1 Pemilihan alat dan bahan tidak tepat 0 Tidak menyiapkan alat dan/atau bahan Pelaksanaan (Skor maks = 7) 3 Merangkai alat tepat dan rapi 2 Merangkai alat tepat atau rapi 1 Merangkai alat tidak tepat dan tidak rapi 0 Tidak membuat rangkaian alat 2 Langkah kerja dan waktu pelaksanaan tepat 1 Langkah kerja atau waktu pelaksanaan tepat 0 Langkah kerja dan waktu pelaksanaan tidak tepat 2 Memperhatikan keselamatan kerja dan kebersihan 1 Memperhatikan keselamatan kerja atau kebersihan 0 Tidak memperhatikan keselamatan kerja dan kebersihan Hasil 3 Mencatat dan mengolah data dengan tepat Kriteria Skor Indikator (Skor maks = 6) 2 Mencatat atau mengolah data dengan tepat 1 Mencatat dan mengolah data tidak tepat 0 Tidak mencatat dan mengolah data 3 Simpulan tepat 2 Simpulan kurang tepat 1 Simpulan tidak tepat


151 0 Tidak membuat simpulan Laporan (Skor maks = 3) 3 Sistematika sesuai dengan kaidah penulisan dan isi laporan benar 2 Sistematika sesuai dengan kaidah penulisan atau isi laporan benar 1 Sistematika tidak sesuai dengan kaidah penulisan dan isi laporan tidak benar 0 Tidak membuat laporan Contoh pengisian format penilaian kinerja/praktik Biologi. Tabel 39 Contoh Pengolahan Penilaian Kinerja No Nama Skor Juml skor (19) Persiapan Nilai (3) Pelaksanaan (7) Hasil (6) Laporan (3) 1 Adi 3 5 4 2 14 74 ... ... ... ... ... ... ... ... Keterangan: Skor maksimal = jumlah skor tertinggi setiap kriteria. Pada contoh di atas, skor maksimal = 3 + 7 + 6 + 3 = 19. Skor perolehan Nilai praktik = = 100 Skor maksimal Pada contoh di atas nilai praktik Adi = x 100 = 73,68 (dibulatkan menjadi 74). Pada penilaian kinerja dapat diberikan pembobotan untuk aspek yang dinilai, misalnya persiapan 20%, pelaksanaan dan hasil 50%, dan pelaporan 30%. Sehingga hasil penilaian Adi sebagai berikut.


152 Tabel 40 Contoh Pengolahan Penilaian Kinerja Menggunakan Bobot No Nama Skor Juml skor (19) Persiapan Nilai (3) Pelaksanaan (7) Hasil (6) Laporan (3) 1 Adi 3 5 4 2 14 75 Keterangan: Persiapan = xx 20 = 20 Pelaksanaan dan hasil = xx 50 = 34.6 Laporan = x 30 = 20 3 Jumlah skor = 20 + 34.6 + 20 = 74.6 (dibulatkan menjadi 75) 2) Penilaian proyek Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan, yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi mulai dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan, dan penyajian data. Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan mengaplikasikan, inovasi dan kreativitas, kemampuan penyelidikan dan kemampuan peserta didik menginformasikan matapelajaran tertentu secara jelas. Penilaian proyek dapat dilakukan dalam satu atau lebih KD, satu mata pelajaran, beberapa mata pelajaran serumpun atau lintas mata pelajaran yang bukan serumpun. Penilaian proyek umumnya menggunakan metode belajar pemecahan masalah sebagai langkah awal dalam pengumpulan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktifitas secara nyata. Pada penilaian proyek setidaknya ada empat hal yang perlu dipertimbangkan yaitu pengelolaan, relevansi, keaslian, inovasi, dan kreativitas. 3 3 9 13 2 3


153 a) Pengelolaan yaitu kemampuan peserta didik dalam memilih topik, mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan. b) Relevansi yaitu kesesuaian topik, data, dan hasilnya dengan KD atau mata pelajaran. c) Keaslian yaitu proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karya sendiri dengan mempertimbangkan kontribusi guru dan pihak lain berupa bimbingan dan dukungan terhadap proyek yang dikerjakan peserta didik. d) Inovasi dan kreativitas yaitu proyek yang dilakukan peserta didik terdapat unsur-unsur baru (kekinian) dan sesuatu yang unik, berbeda dari biasanya. Contoh Penilaian Proyek Mata Pelajaran : Sosiologi Kelas/Semester : XI / 1 Tahun pelajaran : …… / ……. Kompetensi Dasar : 4.4. Melakukan penelitian sosial yang sederhana untuk mengenali ragam gejala sosial dan hubungan sosial di masyarakat. Indikator Soal : Peserta didik mampu merumuskan masalah sosial di sekitarnya, mencari informasi, mengolah informasi, dan menyajikan informasi mengenai permasalahan sosial yang terjadi pada masyarakat di lingkungan sekitarnya. Rumusan tugas proyek: a) Lakukan penelitian mengenai permasalahan sosial yang berkembang pada masyarakat di lingkungan sekitar tempat tinggalmu, misalnya pengaruh keberadaan pasar modern (mall) bagi masyarakat sekitarnya (kamu bisa memilih masalah lain yang sedang berkembang di lingkunganmu). b) Tugas dikumpulkan sebulan setelah hari ini. Tuliskan rencana penelitianmu, lakukan, dan buatlah laporan. Laporan sekurang-


154 kurangnya memuat latar belakang, perumusan masalah, cara pengumpulaninformasi/data, kelengkapan data, penyajian informasi, pengolahan data, dan simpulan. Dalam membuat laporan perhatikan sistematika laporan, penggunaan bahasa, dan tampilan laporan. Tabel 41 Contoh Rubrik Penilaian Proyek o Aspek Skor 1 Perencanaan: Latar Belakang (tepat = 3, kurang tepat = 2, tidak tepat = 1) Rumusan masalah (tepat = 3, kurang tepat = 2, tidak tepat = 1) 1-3 1-3 2 Pelaksanaan: a. Pengumpulan data/informasi (akurat = 3, kurang akurat = 2, tidak akurat = 1) b. Kelengkapan data (lengkap= 3, kurang lengkap = 2, tidak lengkap = 1) c. Pengolahan dan analisis data (sesuai = 3, kurang sesuai = 2, tidak sesuai = 1) d. Simpulan (tepat = 3, kurang tepat = 2, tidak tepat = 1) 1-3 1-3 1-3 1-3 3 Pelaporan hasil: a. Sistematika laporan (baik = 3, kurang baik = 2, tidak baik = 1) b. Penggunaan bahasa (sesuai kaidah= 3, kurang sesuai kaidah = 2, tidak sesuai kaidah = 1) c. Tampilan (menarik= 3, kurang menarik= 2, tidak menarik= 1) 1-3 1-3 1-3 Skor maksimal 27 Skor perolehan Nilai proyek = x 100 Skor maksimal


155 Tabel 42 Contoh Pengolahan Penilaian Proyek Sosiologi No Nama Skor Juml skor (27) Persiapan Nilai (6) Pelaksanaan (12) Laporan (9) 1 Intan 6 8 9 23 85 Keterangan: Skor maksimal = jumlah skor tertinggi setiap kriteria. Pada contoh di atas, skor maksimal = 6 + 12 + 9 = 27. Skor perolehan Nilai proyek = x 100 Skor maksimal Pada contoh nilai proyek Intan = x 100 = 85,19 (dibulatkan menjadi 85). Pada penilaian proyek dapat juga diberi pembobotan berbeda, misalnya perencanaan 20%, pelaksanaan 40%, dan pelaporan 40%. Sehingga hasil penilaian Intan sebagai berikut. Tabel 43 Contoh Pengolahan Penilaian Proyek Menggunakan Bobot No Nama Skor Juml skor (27) Persiapan Nilai (6) Pelaksanaan (12) Laporan (9) 1 Intan 6 8 9 23 87 Keterangan: 6 Persiapan = x 20 % = 20 6 8 Pelaksanaan = x 40 % = 26,7 12 9 Laporan = x 40% = 40


156 9 Jumlah skor = 20 + 26,7 + 40 = 86,7 (dibulatkan menjadi 87) 3) Produk Penilaian produk melibatkan keterampilan konkret yang meliputi penilaian kemampuan peserta didik membuat produk-produk teknologi dan/atau seni, seperti: makanan (contoh: tempe, kue, asinan, baso, dan nata de coco), pakaian, sarana kebersihan (contoh: sabun, pasta gigi, cairan pembersih, dan sapu), alat-alat teknologi (contoh: adaptor ac/dc dan bel listrik), hasil karya seni (contoh: patung, lukisan, dan gambar), dan barang-barang terbuat dari kain, kayu, keramik, plastik, atau logam. Pengembangan produk meliputi 3 (tiga) tahap dan setiap tahap perlu diadakan penilaian yaitu: a) Tahap persiapan, meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dalam merencanakan, menggali, mengembangkan gagasan, dan mendesain produk. b) Tahap pembuatan produk (proses), meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dalam menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan teknik. c) Tahap penilaian produk (appraisal), meliputi: penilaian produk yang dihasilkan peserta didik sesuai kriteria yang ditetapkan, misalnya berdasarkan tampilan, fungsi, dan estetika. Penilaian produk biasanya menggunakan cara analitik atau holistik. a) Cara analitik, yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan (tahap: persiapan, pembuatan produk, penilaian produk). b) Cara holistik, yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk, biasanya dilakukan hanya pada tahap penilaian produk.


157 Tabel 44 Contoh Format Penilaian Produk Mata Pelajaran : Kimia Nama Proyek : Membuat Sabun Nama Peserta didik : ____________________Kelas :________ No Aspek * Skor ** 1 2 3 4 1. Perencanaan Bahan 2. Proses Pembuatan a. Persiapan Alat dan Bahan b. Teknik Pengolahan c. K3 (Keamanan, Keselamatan dan Kebersihan) 3. Hasil Produk a. Bentuk Fisik b. Bahan c. Warna d. Pewangi e. Kebaruan Total Skor * Aspek yang dinilai disesuaikan dengan jenis produk yang dibuat ** Skor diberikan tergantung dari ketepatan dan kelengkapan perencanaan, proses, dan hasil. Semakin lengkap dan tepat perencanaan, proses, dan hasil, semakin tinggi perolehan skor. 1 = tidak baik 2 = kurang baik 3 = baik 4 = sangat baik 4) Penilaian portofolio Portofolio merupakan penilaian berkelanjutan berdasarkan kumpulan informasi yang bersifat reflektif-integratif yang menunjukkan


158 perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Ada beberapa tipe portofolio yaitu portofolio dokumentasi, portofolio proses, dan portofolio pameran. Pendidik dapat memilih tipe portofolio sesuai dengan karakteristik kompetensi dasar dan/atau konteks mata pelajaran. Pada akhir suatu periode, hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh pendidik bersama peserta didik. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, pendidik dan peserta didik dapat menilai perkembangan kemampuan peserta didik dan terus melakukan perbaikan. Dengan demikian portofolio dapat memperlihatkan perkembangan kemajuan belajar peserta didik melalui karyanya. Portofolio peserta didik disimpan dalam suatu folder dan diberi tanggal pembuatan sehingga perkembangan kualitasnya dapat dilihat dari waktu ke waktu. Portofolio dapat digunakan sebagai salah satu bahan penilaian. Hasil penilaian portofolio bersama dengan penilaian lainnya dipertimbangkan untuk pengisian rapor/laporan penilaian kompetensi peserta didik. Portofolio merupakan bagian dari penilaian autentik, yang secara langsung dapat merepresentasikan sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik. Penilaian portofolio dilakukan untuk menilai karya-karya peserta didik secara bertahap dan pada akhir suatu periode hasil karya tersebut dikumpulkan dan dipilih bersama oleh guru dan peserta didik. Karya-karya terbaik menurut pendidik dan peserta didik disimpan dalam folder dokumen portofolio. Pendidik dan peserta didik harus mempunyai alasan yang sama mengapa karya-karya tersebut disimpan di dalam dokumen portofolio. Setiap karya pada dokumen portofolio harus memiliki makna atau kegunaan bagi peserta didik, pendidik, dan orang tua peserta didik. Selain itu, diperlukan komentar dan refleksi dari pendidik, dan orangtua peserta didik. Karya peserta didik yang dapat disimpan sebagai dokumen portofolio antara lain: karangan, puisi, gambar/lukisan,surat penghargaan/piagam, foto-foto prestasi, dan sejenisnya. Dokumen portofolio dapat menumbuhkan rasa bangga bagi peserta didik sehingga dapat mendorong untuk mencapai hasil belajar yang lebih baik. Pendidik dapat memanfaatkan portofolio untuk mendorong peserta didik mencapai sukses dan membangun kebanggaan diri. Secara tidak langsung, hal ini berdampak pada peningkatan upaya


159 peserta didik untuk mencapai tujuan individualnya. Di samping itu pendidik merasa lebih mantap dalam mengambil keputusan penilaian karena didukung oleh bukti-bukti autentik yang telah dicapai dan dikumpulkan peserta didik. Agar penilaian portofolio menjadi efektif, pendidik dan peserta didik perlu menentukan ruang lingkup penggunaan portofolio antara lain sebagai berikut: a) Setiap peserta didik memiliki dokumen portofolio sendiri yang memuat hasil belajar pada setiap mata pelajaran atau setiap kompetensi. b) Menentukan jenis hasil kerja/karya yang perlu dikumpulkan/disimpan. c) Pendidik memberi catatan (umpan balik) berisi komentar dan masukan untuk ditindaklanjuti peserta didik. d) Peserta didik harus membaca catatan pendidik dengan kesadaran sendiri dan menindaklanjuti masukan pendidik untuk memperbaiki hasil karyanya. e) Catatan pendidik dan perbaikan hasil kerja yang dilakukan peserta didik diberi tanggal, sehingga dapat dilihat perkembangan kemajuan belajar peserta didik. Rambu-rambu penyusunan dokumen portofolio. a) Dokumen portofolio berupa karya/tugas peserta didik dalam periode tertentu, dikumpulkan dan digunakan oleh pendidik untuk mendeskripsikan capaian kompetensi keterampilan. b) Dokumen portofolio disertakan pada waktu penerimaan rapor kepada orangtua/wali peserta didik, sehingga mengetahui perkembangan belajar putera/puterinya. Orangtua/wali peserta didik diharapkan dapat memberi komentar/catatan pada dokumen portofolio sebelum dikembalikan ke sekolah. c) Pendidik pada Kelas berikutnya menggunakan portofolio sebagai informasi awal peserta didik yang bersangkutan. 3) Penilaian Sikap Penilaian sikap dilakukan oleh semua guru mata pelajaran, guru BK, dan wali Kelas, serta warga sekolah. Teknik penilaian sikap dijelaskan pada skema berikut.


160 Gambar 4.1. Skema Penilaian Sikap Berikut penjelasan Gambar 4.1 1) Observasi Sikap dan perilaku keseharian peserta didik direkam melalui pengamatan dengan menggunakan format yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati, baik yang terkait dengan mata pelajaran maupun secara umum. Pengamatan terhadap sikap dan perilaku yang terkait dengan mata pelajaran dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran berlangsung, seperti: ketekunan belajar, percaya diri, rasa ingin tahu, kerajinan, kerjasama, kejujuran, disiplin, peduli lingkungan. Cara berikutnya adalah pengamatan selam berada di sekolah atau di luar sekolah selama perilakunya dapat diamati. Contoh: Format pengamatan sikap dalam laboratorium IPA: No Nama Perilaku yang dinilai Skor Ket Bekerja sama Rasa ingin tahu Disiplin Peduli lingku ngan 1 2 3 Observasi dalam penilaian sikap peserta didik merupakan teknik yang dilakukan secara berkesinambungan melalui pengamatan


161 perilaku. Asumsinya setiap peserta didik pada dasarnya berperilaku baik sehingga yang perlu dicatat hanya perilaku yang sangat baik (positif) atau kurang baik (negatif) yang muncul dari peserta didik. Catatan hal-hal sangat baik (positif) digunakan untuk menguatkan perilaku positif, sedangkan perilaku kurang baik (negatif) digunakan untuk pembinaan. Hasil observasi dicatat dalam jurnal yang dibuat selama satu semester oleh guru mata pelajaran, guru BK, dan wali Kelas. Jurnal memuat catatan sikap atau perilaku peserta didik yang sangat baik atau kurang baik, dilengkapi dengan waktu terjadinya perilaku tersebut, dan butir-butir sikap. Berdasarkan jurnal semua guru yang dibahas dalam rapat dewan guru, wali Kelas membuat predikat dan deskripsi penilaian sikap peserta didik selama satu semester. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan penilaian sikap dengan teknik observasi: a) Jurnal digunakan oleh guru mata pelajaran, guru BK, dan wali Kelas selama periode satu semester. b) Jurnal oleh guru mata pelajaran dibuat untuk seluruh peserta didik yang mengikuti mata pelajarannya. Jurnal oleh guru BK dibuat untuk semua peserta didik yang menjadi tanggung jawab bimbingannya, dan jurnal oleh wali Kelas digunakan untuk satu Kelas yang menjadi tanggung jawabnya. c) Hasil observasi guru mata pelajaran dan guru BK dibahas dalam rapat dewan guru dan selanjutnya wali Kelas membuat predikat dan deskripsi sikap setiap peserta didik di Kelasnya. d) Perilaku sangat baik atau kurang baik yang dicatat dalam jurnal tidak terbatas pada butir-butir sikap (perilaku) yang hendak ditumbuhkan melalui pembelajaran yang saat itu sedang berlangsung sebagaimana dirancang dalam RPP, tetapi dapat mencakup butir-butir sikap lainnya yang ditanamkan dalam semester itu, jika butir-butir sikap tersebut muncul/ditunjukkan oleh peserta didik melalui perilakunya. e) Catatan dalam jurnal dilakukan selama satu semester sehingga ada kemungkinan dalam satu hari perilaku yang sangat baik dan/atau


162 kurang baik muncul lebih dari satu kali atau tidak muncul sama sekali. f) Perilaku peserta didik selain sangat baik atau kurang baik tidak perlu dicatat dan dianggap peserta didik tersebut menunjukkan perilaku baik atau sesuai dengan norma yang diharapkan. Tabel 45 Contoh format dan pengisian jurnal guru mata pelajaran Nama Satuan Pendidikan : SMA N 1 Sulang Tahun pelajaran : ………………….. Kelas/Semester : ….. / ……………. Mata Pelajaran : ………………….. No. Waktu Nama Kejadian/ Perilaku Butir Sikap Pos/ Neg Tindak Lanjut Jika seorang peserta didik menunjukkan perilaku yang kurang baik, guru harus segera menindaklanjuti dengan melakukan pendekatan dan pembinaan, secara bertahap peserta didik tersebut dapat menyadari dan memperbaiki sendiri perilakunya sehingga menjadi lebih baik. Tabel 4.2 dan Tabel 4.3 berturut-turut menyajikan contoh jurnal penilaian sikap spiritual dan sikap sosial yang dibuat oleh wali Kelas dan/atau guru BK. Satu jurnal digunakan untuk satu Kelas jangka waktu satu semester. Table 46 Jurnal Penilaian Sikap Spiritual yang dibuat guru BK atau wali Kelas Nama Satuan Pendidikan : SMA N 1 Sulang Tahun pelajaran : ………………….. Kelas/Semester : ….. / …………….


163 No Waktu Nama Kejadian/ Perilaku Butir Sikap Pos/ Ne g Tindak lanjut Tabel 47 Jurnal Penilaian Sikap Sosial yang dibuat guru BK atau wali Kelas Nama Satuan Pendidikan : SMA N 1 Sulang Tahun pelajaran : ………………….. Kelas/Semester : ….. / ……………. No Waktu Nama Kejadian/ Perilaku Butir Sikap Pos/ Neg Tindak lanjut d. Manfaat Hasil Penilaian Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilakukan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik pada semua mata pelajaran sebagai capaian pembelajaran. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan adalah proses pengumpulan informasi/data tentang capaian pembelajaran peserta didik dalam aspek pengetahuan dan aspek keterampilan yang dilakukan secara terencana dan sistematis. Penilaian bertujuan untuk menilai pencapaian Standar Kompetensi Lulusan untuk semua mata pelajaran, dalam bentuk penilaian akhir dan ujian sekolah. Dalam melaksanakan penilian hasil belajar oleh satuan pendidikan perlu dilakukan beberapan langkah berikut. 1) Menyusun perencanaan penilaian tingkat Satuan Pendidikan meliputi: penilaian akhir semester, penilaian akhir tahun, ujian sekolah dan ujian sekolah berstandar nasional.


164 2) Penilaian akhir semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada akhir semester. Cakupan penilaian meliputi indikator-indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut. 3) Penilaian akhir tahun adalah kegiatan yang dilakukan oleh satuan pendidikan pada akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket. Cakupan materi pada penilaian akhir tahun meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester genap saja, atau seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester ganjil dan semester genap pada tingkatan Kelas yang sama 4) Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) adalah kegiatan pengukuran capaian kompetensi siswa terhadap standar kompetensi lulusan untuk mata pelajaran tertentu dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar. 5) Ujian Sekolah (US) adalah kegiatan pengukuran dan penilaian capaian kompetensi siswa terhadap standar kompetensi lulusan untuk mata pelajaran yang tidak diujikan dalam USBN. Ujian Sekolah dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan. Pelaksanaannya diatur dalam POS Ujian Sekolah dan POS Ujian Sekolah Berstandar Nasional. Kebijakan tingkat satuan pendidikan menetapkan : 1) Menentukan KKM dengan memperhatikan standar kompetensi lulusan, karakteristik peserta didik, karakteristik mata pelajaran, serta guru dan kondisi satuan pendidikan melalui rapat dewan guru. 2) Menentukan kriteria kenaikan Kelas bagi satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket melalui rapat dewan guru. 3) Menentukan kriteria program pembelajaran melalui rapat dewan guru bagi satuan pendidikan yang menggunakan sistem kredit semester. 4) Menentukan nilai akhir sikap spiritual dan sosial sebagai bahan pertimbangan kelulusan melalui rapat dewan guru dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh semua guru mata pelajaran, wali Kelas, dan guru BK.


165 5) Melaporkan hasil penilaian semua mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada orang tua/wali peserta didik dalam bentuk buku laporan pendidikan (Rapor). 6) Melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota. 7) Menentukan kriteria kelulusan ujian sekolah dan kriteria kelulusan dari satuan pendidikan melalui rapat dewan guru. 8) Menentukan kelulusan peserta didik dari ujian sekolah sesuai dengan kriteria yang ditetapkan satuan pendidikan. 9) Menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan melalui rapat dewan guru sesuai dengan kriteria minimal sebagai berikut. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran. Memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik. Lulus ujian sekolah dan ujian sekolah berstandar nasional. Menerbitkan ijazah setiap peserta didik yang lulus dari satuan pendidikan Penilaian akhir yang dimaksud adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada akhir semester dan/atau akhir tahun, sedangkan ujian sekolah adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari suatu satuan pendidikan. Cakupan penilaian akhir semester adalah seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester ganjil, sedangkan cakupan materi pada penilaian akhir tahun meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester genap. Materi ujian sekolah meliputi KD yang merepresentasikan pencapaian SKL. a. Penilaian Oleh Guru Penilaian hasil belajar oleh pendidik adalah proses pengumpulan informasi/data tentang capaian pembelajaran peserta didik dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara terencana dan sistematis. Penilaian hasil belajar oleh pendidik di SMA dilaksanakan untuk memenuhi fungsi formatif dan sumatif dalam bentuk penilaian harian dan dapat juga dilakukan penilaian tengah semester. Penilaian tengah semester merupakan penilaian yang dilakukan oleh pendidik yang cakupan materinya terdiri atas beberapa KD dan Panduan.


166 Pelaksanaannya tidak dikoordinasikan oleh satuan pendidikan. Penilaian harian dapat berupa ulangan, pengamatan, penugasan, dan/atau bentuk lain yang diperlukan yang digunakan untuk: 1) mengukur dan mengetahui pencapaian kompetensi peserta didik; 2) menetapkan program perbaikan dan/atau pengayaan berdasarkan tingkat penguasaan kompetensi; 3) memperbaiki proses pembelajaran; dan 4) menyusun laporan kemajuan hasil belajar. Laporan penilaian sikap oleh pendidik disampaikan dalam bentuk predikat (sangat baik, baik, cukup, atau kurang) dan dilengkapi dengan deskripsi. b. Mekanisme dan Prosedur Pelaporan Mekanisme penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan sebagai berikut : 1) Menyusun perencanaan penilaian tingkat Satuan Pendidikan meliputi: penilaian akhir semester, penilaian akhir tahun, ujian sekolah dan ujian sekolah berstandar nasional. Penilaian akhir semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada akhir semester. Cakupan penilaian meliputi indikator-indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut. Penilaian akhir tahun adalah kegiatan yang dilakukan oleh satuan pendidikan pada akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket. Cakupan materi pada penilaian akhir tahun meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester genap saja, atau seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester ganjil dan semester genap pada tingkatan Kelas yang sama Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) adalah kegiatan pengukuran capaian kompetensi siswa terhadap standar kompetensi lulusan untuk mata pelajaran tertentu dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar. Ujian Sekolah (US) adalah kegiatan pengukuran dan penilaian capaian kompetensi siswa terhadap standar kompetensi lulusan untuk mata


167 pelajaran yang tidak diujikan dalam USBN. Ujian Sekolah dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan. Berdasarkan pengertian diatas, bahwa mata pelajaran yang diujikan dalam USBN dan US adalah seluruh mata pelajaran berdasarkan struktur kurikulum Kelas XII sesuai kurikulum yang berlaku pada aspek pengetahuan dan keterampilan yang diatur dalam POS Ujian Sekolah dan POS Ujian Sekolah Berstandar Nasional. Ketentuan lebih lanjut mengenai US dan USBN diatur dalam POS US dan POS USBN yang masing-masing dibuat oleh satuan pendidikan dan Direktorat Jenderal terkait. 2) Menentukan KKM dengan memperhatikan standar kompetensi lulusan, karakteristik peserta didik, karakteristik mata pelajaran, serta guru dan kondisi satuan pendidikan melalui rapat dewan guru. 3) Menentukan kriteria kenaikan Kelas bagi satuan pendidikan yang menggunakan system paket melalui rapat dewan guru. 4) Menentukan kriteria program pembelajaran melalui rapat dewan guru bagi satuan pendidikan yang menggunakan sistem kredit semester. 5) Menentukan nilai akhir sikap spiritual dan sosial sebagai bahan pertimbangan kelulusan melalui rapat dewan guru dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh semua guru mata pelajaran, wali Kelas, dan guru BK. 6) Melaporkan hasil penilaian semua mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada orang tua/wali peserta didik dalam bentuk buku laporan pendidikan (Rapor). 7) Melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota. 8) Menentukan kriteria kelulusan ujian sekolah dan kriteria kelulusan dari satuan pendidikan melalui rapat dewan guru. 9) Menentukan kelulusan peserta didik dari ujian sekolah sesuai dengan kriteria yang ditetapkan satuan pendidikan. 10) Menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan melalui rapat dewan guru sesuai dengan kriteria minimal sebagai berikut. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran.


168 Memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik. Lulus ujian sekolah dan ujian sekolah berstandar nasional. 11) Menerbitkan ijazah setiap peserta didik yang lulus dari satuan pendidikan. 3. Kriteria Kenaikan Kelas a. Konsep Kriteria kenaikan Kelas berdasarkan ketuntasan hasil belajar pada setiap mata pelajaran baik sikap, pengetahuan maupun keterampilan. Ketuntasan belajar pada kenaikan Kelas adalah ketuntasan dalam kurun waktu 1 (satu) tahun. Jika terdapat aspek pengetahuan dan keterampilan, mata pelajaran yang tidak mencapai KKM pada semester ganjil atau genap, maka: 1) dihitung rerata nilai berdasarkan aspek mata pelajaran semester ganjil dan genap. 2) nilai rerata setiap aspek dibandingkan dengan KKM pada mata pelajaran tersebut. Jika hasil pada nilai rerata lebih dari nilai KKM, maka aspek mata pelajaran tersebut dinyatakan TUNTAS, dan sebaliknya jika nilai rerata kurang dari nilai KKM, maka aspek mata pelajaran tersebut dinyatakan BELUM TUNTAS. Selanjutnya jika rerata kedua aspek tuntas dan nilai sikap baik maka mata pelajaran tersebut dikatakan TUNTAS, dan sebaliknya minimal 1 (satu) aspek tidak tuntas maka mata pelajaran tersebut dikatakan BELUM TUNTAS Berikut contoh analisis ketuntasan untuk kenaikan Kelas.


169 Berdasarkan data pada tabel diperoleh data untuk bahan penentuan keputusan sebagai berikut: 1) Dengan memperhatikan KKM pada semester 1, terdapat 3 mata pelajaran tidak tuntas terdiri atas Bahasa Indonesia, Matematika, dan PJOK. 2) Pada semester 2, terdapat 2 mata pelajaran tidak tuntas yaitu Bahasa Indonesia dan PJOK. 3) Untuk mengetahui banyaknya ketuntasan yaitu merata-ratakan nilai setiap aspek pada mata pelajaran yang sama. Pada contoh kasus di atas, a) Nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia semester 1 pada aspek pengetahuan = 60 dan semester 2 aspek pengetahuan = 60, rerata =60 (belum tuntas). Semester 1 pada aspek keterampilan = 65 dan semester 2= 65, reratanya= 65 (tuntas). Maka mata pelajaran Bahasa Indonesia belum tuntas. b) Nilai mata pelajaran Matematika semester 1 pada aspek pengetahuan = 58 dan semester 2 aspek pengetahuan = 65, reratanya =62 (belum tuntas). Semester 1 pada aspek keterampilan = 65 dan semester 2= 65, reratanya= 65 (tuntas). Maka mata pelajaran Matematika belum tuntas. c) Nilai mata pelajaran PJOK semester 1 pada aspek pengetahuan= 64 dan semester 2 aspek pengetahuan= 70, reratanya =67 (tuntas). Semester 1 pada aspek keterampilan= 63 dan semester 2= 65, reratanya= 64 (belum tuntas). Maka mata pelajaran PJOK belum tuntas. d) Kesimpulan: jumlah mata pelajaran yang tidak tuntas adalah 3 (tiga) yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan PJOK. Nilai aspek Sikap adalah Baik, maka peserta didik yang bersangkutan diputuskan TIDAK NAIK KELAS. b. Kriteria Kenaikan Kelas SMA N 1 Sulang Mengacu pada buku Panduan Penilaian dari Direkstorat Kementrian Pendidikan dan rapat dewan guru telah ditetapkan kriteria kenaikan sebagai berikut : Kriteria Kenaikan Kelas XI dan XII (kurikulum 2013) : Peserta didik Kelas XI dapat naik Kelas XII apabila telah memenuhi syarat sebagai berikut :


170 1) Menyelesaikan seluruh program pembelajaran dalam dua semester pada tahun pelajaran yang diikuti dengan memiliki hasil belajar yang diperoleh dari penilaian oleh Pendidik, pada kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan. 2) Peserta didik dinyatakan tidak naik Kelas apabila yang bersangkutan tidak hadir tanpa keterangan (alpha) lebih dari 10% / 12 (duabelas) kali pada semester 1 dan 10% / 12 (duabelas) kali pada semester 2. 3) Ketuntasan Belajar Minimal (KBM) domain Sikap = Baik (B), domain Pengetahuan dan Keterampilan = 65 (C) untuk semua mata pelajaran pada semester 1 dan 2. 4) Nilai semester 1 yang belum tuntas, harus dituntaskan di semester 2 pada tahun pelajaran 2021/2022 melalui remidial. 5) Tidak memiliki lebih dari 2 (dua) mata pelajaran yang masing-masing capaian pengetahuan dan/atau ketrampilan dibawah KBM. Apabila ada mata pelajaran yang tidak mencapai KBM pada semester ganjil dan atau semester genap, maka ketuntasan mata pelajaran diambil dari rata-rata nilai setiap aspek mata pelajaran pada semester ganjil dan genap 6) Predikat kegiatan ekstrakurikuler wajib pendidikan kepramukaan minimal CUKUP sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh satuan pendidikan. 4. Kriteria Kelulusan a. Konsep Sesuai dengan ketentuan PP 19/2005 jo PP 32/2013 Pasal 72 Ayat (1), peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: 1) Menyelesaikan seluruh program pembelajaran; 2) Memperoleh nilai sikap minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan; 3) Lulus ujian sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. 4) Dalam pelaksanaan Ujian Sekolah, satuan pendidikan wajib membuat Prosedur Operasional Standar (POS) sebagai rujukan teknis dalam


171 pelaksanaan Ujian Sekolah. Tujuan penyusunan POS untuk mengorganisasikan pelaksanaan Ujian Sekolah yang efektif dan profesional, mewujudkan pelayanan yang berkualitas, memuaskan, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Berikut dijelaskan kriteria kelulusan Ujian Sekolah dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional serta kriteria kelulusan dari Satuan Pendidikan. 1) Kriteria Kelulusan Ujian Sekolah dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional. Peserta didik dinyatakan lulus Ujian Sekolah (US) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) apabila memenuhi kriteria sebagai berikut: a) Kelulusan US dan USBN ditentukan berdasarkan nilai Ujian Sekolah (NUS). b) NUS ditentukan berdasarkan batas minimal rata-rata semua mata pelajaran dan/atau batas minimal untuk setiap mata pelajaran yang diuji. Untuk SMA Negeri 1 Sulang : rata- rata semua mata pelajaran yang di-US-kan paling rendah 68 dan nilai US setiap mata pelajaran paling rendah 65. b. Kelulusan Tingkat Satuan Pendidikan Peserta didik dinyatakan lulus dari Satuan Pendidikan setelah memenuhi kriteria: a. menyelesaikan seluruh program pembelajaran; b. memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik; dan c. lulus ujian sekolah dan ujian sekolah berstandar nasional. Penjelasan : 1) Penyelesaian seluruh program pembelajaran untuk peserta didik SMA apabila telah menyelesaikan pembelajaran dari Kelas X sampai dengan Kelas XII 2) Nilai sikap/perilaku minimal baik ditentukan oleh satuan pendidikan dengan mempertimbangkan hasil penilaian sikap oleh pendidik. 3) Kriteria kelulusan peserta didik dari Ujian Sekolah untuk semua mata pelajaran ditetapkan oleh Satuan Pendidikan berdasarkan perolehan nilai US. 4) Kelulusan peserta didik dari SMA ditetapkan oleh setiap Satuan Pendidikan yang bersangkutan melalui rapat dewan guru. c. Kriteria Kelulusan SMA Negeri 1 Sulang Tahun Pelajaran 2022/2023 Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan apabila : 1) Menyelesaikan seluruh program pembelajaran


172 2) Memperoleh nilai sikap minimal baik untuk mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga dan kesehatan. 3) Lulus ujian sekolah Peserta didik dinyatakan lulus Ujian Sekolah apabila mendapatkan nilai minimal 65 (enam puluh lima) untuk setiap mata pelajaran yang diujikan dan rata-rata minimal untuk semua mata pelajaran = 68 (enam puluh delapan). Untuk mata pelajaran yang melaksanakan ujian praktek, Nilai Ujian Sekolah merupakan gabungan 50% ujian tulis dan 50% ujian praktek. 4) Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan formal ditentukan oleh satuan pendidikan berdasarkan rapat Dewan Guru. 5) Pengumuman kelulusan peserta didik akan diumumkan tanggal ..... 2023 d. Ujian Sekolah 1) Hasil Ujian Sekolah digunakan sebagai bahan pertimbangan kelulusan. 2) Nilai kelulusan, diperoleh dari : a) Nilai rata-rata Ujian Tulis dengan Ujian Praktek setiap mata pelajaran minimal 65. b) Nilai rata-rata semua mapel adalah minimal 68 e. Target Kelulusan Data hasil Ujian Sekolah peserta didik SMA Negeri 1 Sulang lima tahun terakhir : No Tahun Pelajaran Nilai Rata-rata Ujian Nilai Ujian Keterangan Sekolah Hasil Ujian Nasional 1 2016-2017 70,25 5,56 Kelulusan 100% 2 2017-2018 71,15 6,01 Kelulusan 100% 3 2018-2019 82,00 6,05 Kelulusan 100% 4 2019-2020 83,00 - Kelulusan 100% 5 2021/2022 83,68 - Kelulusan 100% 6 2022/2023 Target kelulusan tahun pelajaran 2022-2023 adalah : 1) Rata-rata Nilai Ujian Sekolah mencapai 85,00


173 2) Kelulusan 100% f. Program Peningkatan Kualitas Lulusan 1) Peningkatan Nilai Ujian : a) Koordinasi dengan guru maple Kelas XII untuk menyusun program peningkatan kualitas lulusan b) Mewajibkan anak memiliki materi, caranya : Diawali edaran/pemberitahuan Menyediakan blanko cek kepemilikan materi : Buku catatan, LKS, kumpulan soal. Cek dilakukan oleh guru maple. c) Bimbingan belajar : Membentuk kelompok belajar Membentuk tim pembimbing Membuat jadwal d) Tambahan jam (LES) : Menyusun jadwal Mengatur pelaksanaan e) Try Out Try Out berbasis kertas dan computer Semua maple US Soal disusun oleh guru maple Kelas XII dan pihak ketiga 2) Pemberdayaan Alumni a) Pendataan siswa yang melanjutkan dan tidak melanjutkan b) Program dan pelaksanaan Untuk siswa yang melanjutkan ke perguruan tinggi : - Pendataan jurusan dan perguruan tinggi yang diinginkan - Pembentukan Kelas bimbingan - Koordinasi dengan guru pembimbing (mapel / primagama / ganesa Jogja) Untuk siswa yang tidak melanjutkan : - Memberikan latihan ketrampilan : ekstra unggulan (komputer, menjahit, otomotif dan design grafis) - Bekerja sama dengan dunia kerja untuk memberikan informasi secepat dan sesering mungkin


174 BAB V PERATURAN AKADEMIK A. KETENTUAN KEHADIRAN MINIMAL 2. Setiap peserta didik harus berada di sekolah dari pukul 07.00 s.d. 15.30 untuk kegiatan KBM hari Senin, Selasa, Rabu dan Kamis. Untuk hari Jum’at mulai pukul 07.00 s/d 11.00 WIB bagi Kelas X dan pukul 07.00 s.d. 14.30 bagi Kelas XI dan XII 3. Peserta Didik wajib hadir di sekolah sekurangnya 5 menit sebelum bel berbunyi, sedangkan petugas piket harus datang jauh lebih awal. 4. Peserta Didik terlambat datang kurang dari 15 menit harus lapor kepada guru piket, untuk mendapat izin masuk Kelas, dengan tetap terkena konsekuensi. 5. Peserta Didik terlambat datang ke sekolah lebih dari 15 menit harus lapor kepada guru piket dan tidak diperkenan masuk Kelas pada pelajaran pertama dan dikenai konsekuensi 6. Pada waktu istirahat Peserta Didik dilarang berada di dalam Kelas dan bermain di parkiran sepeda motor 7. Pada waktu pulang Peserta Didik harus langsung pulang ke rumah kecuali yang mengikuti kegiatan tertentu sesuai tugas di bawah bimbingan guru pembimbing. 8. Peserta didik berhak mengikuti ulangan akhir semester bila persentase kehadiran peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran efektif pada setiap mata pelajaran minimal 75% dari jumlah hari belajar efektif pada tiap semester. 9. Peserta didik dinyatakan tidak naik Kelas apabila yang bersangkutan tidak hadir tanpa keterangan (alpha) lebih dari 10% / 12 (duabelas) kali pada semester 1 dan 10% / 12 (duabelas) kali pada semester 2. 10. Syarat kehadiran tersebut di atas tidak diperhitungkan bagi peserta didik yang tidak hadir disebabkan karena sakit, mengikuti kegiatan mewakili sekolah, mewakili pemerintah daerah ataupun mewakili Negara yang dibuktikan dengan surat ijin atau surat tugas 11. Kepada siswa yang masuk dalam butir ke-9 tidak ada perlakuan berbeda untuk kegiatan ulangan dan tugas-tugas dari guru. B. KETENTUAN REMIDIAL DAN PENGAYAAN 1. Ketentuan Remidial a. Ketentuan pelaksanaan remedial


175 1) Setiap peserta didik berhak mengikuti kegiatan remedial untuk memperbaiki prestasi belajar sehingga mencapai kriteria ketuntasan belajar yang ditetapkan oleh sekolah, 2) Pembelajaran remedial merupakan layanan pendidikan yang diberikan kepada peserta didik untuk memperbaiki prestasi belajarnya sehingga mencapai kriteria ketuntasan belajar yang ditetapkan oleh sekolah. Di SMA Negeri 1 Sulang pembelajaran remedial dilaksanakan apabila siswa yang tidak tuntas dalam satu Kelas lebih dari 50 %. 3) Pelaksanaan remedial hanya dilakukan terhadap peserta didik yang dalam penilaian proses dan hasil belajar yang diperolehnya baik pada satu Kompetensi Dasar, Standar Kompetensi maupun pada satu mata pelajaran belum mencapai KKM yang telah ditetapkan, 4) Hasil nilai remedial peserta didik yang telah tuntas ditulis oleh guru mata pelajaran pada kartu tanda mengikuti remedial diisi dan ditanda tangani oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan selanjutnya diserahkan kepada Waka Kurikulum, 5) Waka Kurikulum tidak berhak merubah nilai siswa yang belum menyerahkan kartu tanda telah mengikuti remedial sekalipun siswa yang bersangkutan telah mengikuti remedial 6) Pembelajaran remidial untuk siswa yang tidak tuntas dapat ditempuh melalui tutor sebaya, penugasan dan pembelajaran ulang yang diakhiri dengan remidial test. 7) Remedial test menggunakan soal yang sama khusus soal-soal yang tidak tuntas. 8) Nilai hasil remedial test siswa tidak melebihi hasil ulangan siswa yang tidak remidi. 9) Nilai siswa yang tidak remidi di tambah dengan 2 (dua), siswa yang remidi sekali tuntas nilainya ditambah 1 ( satu ), siswa yang remidi tuntas lebih 2 kali sampai 3 kali, nilai maximal sama dengan KKM. 10) Remedial test hanya berlaku untuk ulangan harian, ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester. 11) Remidial test paling lambat dilaksanakan 4 minggu setelah ulangan dan didasarkan pada nilai murni hasil ulangan ( belum diolah dengan nilai proses dan tugas ).


176 12) Khusus ulangan kenaikan Kelas tidak ada remedial test. 13) Hasil nilai remidi siswa yang telah tuntas ditulis pada blangko tanda mengikuti remidi yang disiapkan sekolah, diisi dan ditandatangani guru mata pelajaran 14) Wali Kelas tidak berhak merubah nilai siswa yang belum menyerahkan format tanda sudah mengikuti remidi. 15) Apabila sampai batas waktu yang ditentukan siswa belum remidi, guru mapel dapat menginput nilai siswa (nilai sebelum remidi) di e-raport. b. Waktu pelaksanaan remedial 1) Pelaksanaan remedial dapat dilakukan pada setiap akhir ulangan harian dan ulangan tengah semester, 2) Peserta didik yang nilainya belum mencapai KKM diberi kesempatan mengikuti remedial maksimal 3 (tiga) kali, 3) Batas waktu pelaksanaan remedial paling lambat sampai dengan akhir tahun pelajaran, 4) Apabila sampai batas waktu yang ditentukan siswa belum melaksanakan remedial, maka Waka Kurikulum atau guru mapel berhak menginput nilai siswa yang bersangkutan dengan nilai sebelum remedial secara permanen pada e-raport. c. Teknis pelaksanaan remedial 1) Pelaksanaan remedial juga dapat dilakukan setelah peserta didik mempelajari Kompetensi Dasar (KD) tertentu. 2) Mengingat indikator keberhasilan belajar peserta didik adalah tingkat ketuntasan dalam mencapai Standar Kompetensi (SK) yang terdiri dari beberapa Kompetensi Dasar (KD) maka pelaksanaan remedial dapat juga dilakukan setelah peserta didik menempuh tes SK yang terdiri dari beberapa KD. Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa SK merupakan satu kebulatan kemampuan yang terdiri dari beberapa KD. Peserta didik yang belum mencapai penguasaan SK tertentu maka perlu mengikuti program remedial. d. Bentuk pelaksanaan remedial dapat dilakukan peserta didik dengan cara : 1) Mengikuti pembelajaran ulang yang diberikan guru dengan metode dan media yang berbeda,


177 2) Mengikuti bimbingan secara khusus yang diberikan guru, misalnya melalui bimbingan perorangan dan atau kelompok, 3) Mengerjakan tugas-tugas latihan secara khusus yang diberikan oleh guru. 4) Mengikuti kegiatan tutorial yang diberikan oleh teman sejawat yang memiliki kecepatan belajar yang lebih baik sesuai dengan arahan yang diberikan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan. e. Hasil belajar yang menunjukkan tingkat pencapaian kompetensi melalui penilaian diperoleh dari penilaian proses dan penilaian hasil. Penilaian proses diperoleh melalui postes, tes kinerja, observasi, dan lain-lain. Sedangkan penilaian hasil diperoleh melalui ulangan harian, ulangan tengah semester, dan ulangan akhir semester. f. Jika peserta didik tidak lulus karena penilaian hasil maka peserta didik yang bersangkutan hanya mengulang tes tersebut dengan pembelajaran ulang jika diperlukan. Namun apabila ketidaklulusannya peserta didik akibat penilaian proses yang tidak diikuti (misalnya kinerja praktik, diskusi, presentasi) maka peserta didik harus mengulang semua proses yang harus diikuti. g. Nilai hasil remedial yang diperoleh peserta didik tidak melebihi nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan. 2. Ketentuan Pengayaan a. Ketentuan pelaksanaan pengayan 1) Pembelajaran pengayaan merupakan kegiatan peserta didik yang melampui persyaratan minimal yang ditentukan oleh kurikulum dan tidak semua peserta didik dapat melakukannya. 2) Pembelajaran pengayaan memberikan kesempatan bagi peserta didik yang memiliki kelebihan sehingga mereka dapat mengembangkan minat dan bakat serta mengoptimalkan kecakapannya. 3) Bentuk pengayaan dapat berupa belajar mandiri berupa diskusi, tutor sebaya, membaca dan lain-lain yang menekankan pada penguatan KD tertentu dan tidak ada penilaian di dalamnya. b. Teknis pelaksanaan pengayaan 1) Pelaksanaan pengayaan dapat dilakukan dalam bentuk : a) Belajar Kelompok.


178 Sekelompok peserta didik yang memiliki minat tertentu diberikan pembelajaran bersama pada jam pelajaran sekolah biasa sambil menunggu peserta didik lainnya yang mengikuti pembelajaran remedial karena belum mencapai ketuntasan. b) Belajar mandiri Peserta didik belajar secara mandiri mengenai sesuatu yang diminati. c) Pembelajaran berbasis tema Memadukan kurikulum di bawah tema besar sehingga peserta didik dapat mempelajari hubungan antara berbagai disiplin ilmu. d) Pemadatan kurikulum Pemberian pembelajaran hanya untuk kompetensi yang belum diketahui peserta didik. Dengan demikian tersedia waktu bagi peserta didik untuk memperoleh kompetensi baru atau bekerja dalam proyek secara mandiri sesuai dengan kapasitas maupun kapabilitas masingmasing. 2) Sekolah memfasilitasi peserta didik dengan kelebihan kecerdasan dan bakat istimewa dalam bentuk kegiatan pengembangan diri dengan kompetensi bidang sains, seni budaya, dan olahraga. 3) Penilaian hasil belajar kegiatan pengayaan dilakukan dalam bentuk portofolio dan dihargai sebagai nilai tambah dari peserta didik yang normal. C. KETENTUAN PEMANFAATAN LABORATORIUM DAN PERPUSTAKAAN 1. Penggunaan Ruang belajar b. Peserta didik berhak menggunakan ruang belajar sebagai sarana untuk mengikuti kegiatan pembelajaran pada jam belajar efektif, c. Peserta didik berhak menggunakan ruang belajar sebagai sarana untuk kegiatan diskusi, seminar dll yang dilaksanakan di luar jam belajar efektif dalam upaya peningkatan wawasan pengetahuan peserta didik, d. Penggunaan ruang belajar di luar jam belajar efektif harus dilaporkan serta mendapat ijin wakasek sarana, e. Dalam setiap penggunaan ruang belajar setiap peserta didik wajib menjaga dan memelihara kebersihan dan fasilitas yang ada dalam ruang belajar. 2. Penggunaan Laboratorium


179 a. Peserta didik berhak menggunakan laboratorium IPA (fisika, kimia, dan biologi), komputer dan bahasa sebagai sarana untuk melaksanakan kegiatan praktikum baik pada jam belajar efektif maupun di luar jam belajar efektif, b. Peserta didik berhak melaksanakan kegiatan praktikum di laboratorium IPA (fisika, kimia, dan biologi), komputer dan bahasa minimal 2 (dua) kali dalam satu semester sesuai dengan jadwal kegiatan praktikum yang disusun oleh ketua laboratorium, c. Peserta didik berhak menggunakan fasilitas yang ada dalam ruang laboratorium IPA (media pembelajaran, alat, dan bahan praktikum), komputer dan bahasa sebagai sarana untuk melaksanakan kegiatan praktikum, d. Penggunaan laboratorium IPA (fisika, kimia, dan biologi), komputer dan bahasa di luar jam belajar efektif untuk kegiatan praktikum harus dilaporkan serta mendapat ijin dari guru pembimbing, e. Setiap penggunaan laboratorium IPA (fisika, kimia, dan biologi), komputer dan bahasa oleh peserta didik baik pada jam belajar efektif maupun di luar jam belajar efektif harus dikoordinir dan diawasi oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan bersama-sama dengan petugas laboran, f. Dalam setiap penggunaan laboratorium IPA (fisika, kimia, dan biologi), komputer dan bahasa setiap peserta didik wajib menjaga dan memelihara kebersihan dan fasilitas yang ada dalam ruang laboratorium serta mematuhi tata tertib yang berlaku dalam penggunaan laboratorium IPA (fisika, kimia, dan biologi), komputer dan bahasa. 3. Penggunaan Perpustakaan a. Peserta didik berhak menggunakan perpustakaan sebagai sarana untuk menambah wawasan pengetahuan sesuai dengan waktu kunjungan yang ditetapkan oleh petugas perpustakaan, b. Peserta didik berhak mengikuti kegiatan pembelajaran di perpustakaan dengan bimbingan guru mata pelajaran yang jadwal pelaksanaannya diatur oleh ketua perpustakaan, c. Peserta didik berhak mengakses bahan ajar dari fasilitas internet yang tersedia di perpustakaan untuk kepentingan pembelajaran, d. Dalam setiap penggunaan perpustakaan peserta didik wajib menjaga dan memelihara kebersihan dan fasilitas yang ada dalam ruang perpustakaan serta mematuhi tata tertib yang berlaku dalam ruang perpustakaan


180 e. Peserta didik berhak membaca dan mencatat seluruh buku perpustakaan dan buku referensi lainnya di dalam ruang perpustakaan untuk kepentingan pembelajaran, f. Peserta didik berhak meminjam buku perpustakaan dan buku referensi lainnya sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku dalam peminjaman buku perpustakaan dan buku referensi yang telah ditetapkan sekolah, g. Dalam setiap penggunaan buku perpustakaan dan buku referensi lainnya peserta didik wajib menjaga dan memelihara kondisi buku yang digunakan. 4. Penggunaan Sarana dan Fasilitas Olahraga a. Peserta didik berhak menggunakan sarana dan fasilitas olahraga untuk kegiatan praktik mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan serta dikoordinir dan diawasi oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan, b. Penggunaan sarana dan fasilitias olahraga di luar kegiatan sebagaimana pada butir 1 harus dilaporkan serta mendapat ijin dari wakasek sarana, c. Dalam setiap penggunaan sarana dan fasilitas olahraga peserta didik wajib menjaga dan memelihara kondisi sarana dan fasilitas yang digunakan. 5. Penggunaan Sarana dan Fasilitas Internet a. Peserta didik berhak menggunakan sarana dan fasilitas internet untuk kegiatan yang menunjang pembelajaran, b. Peserta didik berhak mengakses bahan ajar dari internet untuk kegiatan pembelajaran, c. Peserta didik dilarang mengakses konten dari internet selain bahan ajar yang menunjang kegiatan pembelajaran d. Peserta didik berhak mengisi konten yang ada pada website sekolah (komentar positif, karya tulis, berita, dll) sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh admin website sekolah. 6. Penggunaan Media Lainnya a Peserta didik berhak menggunakan media lainnya yang tersedia di sekolah (LCD projector, tape recorder, alat musik, sound system, TV dll), untuk kepentingan pembelajaran, b Penggunaan setiap media tersebut pada butir 1 harus dilaporkan serta mendapat ijin dari wakasek sarana serta dikoordinir dan diawasi oleh guru pembimbing, c Dalam setiap penggunaan media peserta didik wajib menjaga dan memelihara kondisi media yang digunakan agar terhindar dari kerusakan


181 D. KETENTUAN MENGENAI LAYANAN KONSULTASI KEPADA GURU MAPEL, WALI KELAS DAN BIMBINGAN KONSELING 1. Layanan Konsultasi dengan Guru Mapel a. Setiap peserta didik berhak mendapat layanan konsultasi dengan guru mata pelajaran, b. Layanan konsultasi kepada guru mata pelajaran merupakan bagian dari program pengembangan diri yang secara khusus dimaksudkan untuk memberikan bimbingan kepada peserta didik agar siap dan mampu belajar secara efektif, mampu mengatasi hambatan dan kesulitan sesuai tuntutan kompetensi yang harus dicapai pada setiap mata pelajaran. c. Layanan dapat dilaksanakan pada jam pembelajaran maupun di luar jam pembelajaran sepanjang guru tidak sedang mengajar. d. Layanan dapat di luar jam sekolah sesuai kesepakatan guru dengan siswa dan tetap di lingkungan sekolah. e. Layanan konsultasi yang bersifat mendesak, dapat melalui telepon / hp dengan kesepakatan guru yang bersangkutan. 2. Layanan Konsultasi Wali Kelas a. Layanan konsultasi siswa dengan wali Kelas dapat dilaksanakan setiap saat di dalam jam pelajaran dan di luar jam pelajaaran. b. Layanan konsultasi siwa dengan wali Kelas dapat dilakukan melalui telepon/hp untuk hal-hal yang bersifat mendesak. 3. Layanan Bimbingan Konseling a. Seluruh siswa akan mendapatkan layanan bimbingan penuh dari BK. b. Siswa yang mempunyai kepentingan-kepentingan khusus dan mendesak, dengan seijin guru dapat meninggalkan pelajaran utnuk mendapat layanan bimbingan dari BK. c. BK menyiapkan jam-jam khusus untuk siswa yang akan berkonsultasi dan memerlukan bantuan konselor. d. Di luar jam efektif pembelajaran, BK menyiapkan layanan bimbingan untuk seluruh siswa sampai pukul 16.00 Wib. e. BK dan wali Kelas memantau siswa-siswi yang perlu dibimbing f. Jenis-jenis layanan akademik yang dapat diperoleh peserta didik dari Guru BK, meliputi :


182 1) Layanan Orientasi, yaitu layanan dalam bentuk kegiatan siswa baru ( MOS ). 2) Layanan informasi, yaitu layanan dalam bentuk pemberian informasi secara verbal dan atau non verbal, baik kepada siswa maupun orang tua murid. 3) Layanan Penguasaan Konten, yaitu layanan dalam bentuk kegiatan remedial,pengayaan, pemantapan, try out dll. 4) Layanan Penempatan dan Penyaluran, yaitu layanan dalam bentuk pembagian kelompk atau Kelas dan penyaluran potensi, minat dan bakat siswa agar mereka berprestasi secara optimal. 5) Layanan bimbingan kelompok, yaitu bimbingan secara klasikal dengan materi tentang tehnik membaca cepat, tehnik membuat ringkasan, tehnik menghafal dsb. 6) Layanan konseling kelompok, yaitu layanan dalam bentuk diskusi kelompok dimana setiap anggota kelompok berpartisipasi aktif membahas permasalahan yang telah mereka pilih sehingga setiap anggota kelompok dapat belajar dari pengalaman anggota kelompok lainnya. E. KETENTUAN MUTASI SISWA 1. Lingkup Mutasi Peserta Didik a. Peserta didik dapat mutasi dari/dengan sekolah yang sederajat. b. Peserta didik dapat mutasi dari satuan pendidikan Luar Negeri ke SMA Negeri 1 Sulang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 2. Mutasi Masuk a. Ketentuan Umum 1) Mutasi masuk peserta didik dapat dilaksanakan apabila daya tampung sekolah masih tersedia dengan memperhatikan ketentuan rasio Kelas. 2) Batas akhir mutasi masuk bagi peserta didik Kelas X dan XI, tanggal 22 Februari 2023. 3) Batas akhir mutasi masuk bagi peserta didik Kelas XII tanggal 31 Agustus 2022 4) Kepala Sekolah menetapkan keputusan tentang Pembentukan Panitia Mutasi Peserta Didik sesuai kebutuhan yang terdiri dari Pendidik dan Tenaga Kependidikan. 5) Pelaksanaan proses mutasi harus obyektif, transparan, akuntabel, adil dan tidak diskriminatif.


183 b. Persyaratan Umum 1) Surat permohonan mutasi masuk peserta didik ke SMA Negeri 1 Sulang dari orang tua bermaterai Rp 10.000,-. 2) Fotokopi Rapor yang telah dilegalisir Sekolah/Madrasah/PKBM dan menunjukkan Rapor asli. 3) Fotokopi ljazah SMP yang dilegalisir serta menujukkan dokumen asli 4) Fotokopi sertifikat akreditasi sekolah. 5) Surat keterangan dari sekolah asal bahwa peserta didik yang bersangkutan tidak sedang menjalani sanksi karena melakukan pelanggaran tata tertib sekolah. 6) Fotokopi Kartu Keluarga 7) Fotocopy Nomor lnduk Siswa Nasional (NISN). Khusus 1) Bagi peserta didik dari sekolah penyelenggara Kurikulum 2013 yang akan mutasi masuk ke SMA Negeri 1 Sulang (Kurikulum Merdeka) : a) Melampirkan persyaratan sebagai mana dimaksud pada butir b; b) Mengikuti seleksi dengan kurikulum Merdeka; c) Jika dinyatakan lulus dan diterima, sekolah harus mengadakan matrikulasi untuk beberapa mata pelajaran yang dianggap perlu; d) Pelaksanaan matrikulasi sekurang-kurangnya 30 (tigapuluh) hari efektif; 2) Calon peserta didik mutasi masuk dari SMA atau MA dengan peminatan yang sama/ada di SMA Negeri 1 Sulang 3) Nilai rapor tuntas untuk seluruh mapel dan nilai sikap minimal B untuk mata pelajaran PAI, PKn, Seni Budaya dan Penjasorkes Persyaratan bagi peserta didik berasal dari Satuan Pendidikan Negara lain : 1) Melampirkan persyaratan sebagaimana dimaksud pada butir 2 huruf a angka 1) sampai dengan angka 4). 2) Surat Keterangan dari Sekolah asal. 3) Surat Keterangan Penempatan Peserta Didik dari Direktur Jenderal yang menangani bidang pendidikan dasar dan menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.


184 4) Rekomendasi/Surat Keterangan Atase Pendidikan dan Kebudayaan dari Negara sekolah asal yang menerangkan bahwa sekolah tersebut terakreditasi Baik atau setara Baik. e. Mekanisme/Tata Cara Pelaksanaan Mutasi Masuk 1) Calon peserta didik bersama orang tua/wali datang ke SMA Negeri 1 Sulang meminta surat ijin/persetujuan mutasi dari Kepala Sekolah; 2) Calon peserta didik datang pada hari yang ditentukan dengan membawa persyaratan mutasi; 3) Calon peserta didik mutasi mendapatkan pembagian Kelas, NIS dan lainlain dokumen administrasi; f. Lain-lain 1) Kepala Sekolah membuat laporan mutasi masuk peserta didik yang diterima, kelengkapan berkas diperiksa/diketahui oleh pengawas dan diketahui oleh : Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III terkait untuk perpindahan (mutasi) masuk dari luar Provinsi Jawa Tengah; 2) Laporan/mutasi masuk sekaligus permohonan pengesahan dilakukan selambat-lambatnya 1 (satu) minggu setelah calon peserta didik dinyatakan diterima. 3) Sekolah mengirimkan tembusan persetujuan mutasi kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah up. Kepala Bidang terkait untuk diinput pada basis data. 3. Mutasi Keluar a. Surat keterangan persetujuan atau kesanggupan menerima dari sekolah yang yang dituju peserta didik yang mutasi keluar dari SMA Negeri 1 Sulang b. Surat keterangan pindah (mutasi) keluar dari SMA Negeri 1 Sulang ditandatangani Kepala Sekolah, diketahui Pengawas dan disahkan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan; c. Surat keterangan pindah (mutasi) keluar dalam SMA Negeri 1 Sulang ditandatangani Kepala Sekolah, diketahui Pengawas dan disahkan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan; d. Lampiran Surat Keterangan Pindah (mutasi) Keluar adalah : 1) Surat permohonan orang tua tentang mutasi keluar bermaterai Rp 6.000,00; 2) Fotokopi Rapor dan aslinya;


185 3) Fotokopi daftar nama peserta didik kolektif (daftar 8355); 4) Fotokopi sertifikat akreditasi sekolah; 5) Fotokopi Nomor lnduk Siswa Nasional (NISN) F. KETENTUAN PEMBERIAN PENGHARGAAN DAN KONSEKUENSI 1. Ketentuan Pemberian Penghargaan : a. Penghargaan adalah suatu apresiasi atas prestasi / dedikasi luar biasa / jasa yang telah ditunjukkan oleh guru, karyawan, peserta didik dan atau orang lain terkait tugas sekolah b. Pemberi penghargaan adalah Kepala SMA Negeri 1 Sulang c. Penerima penghargaan adalah guru, karyawan, peserta didik dan atau orang lain terkait tugas sekolah d. Penghargaan dapat berupa : 1) Uang 2) Piagam penghargaan 3) Benda lain sesuai kesepakatan warga sekolah e. Penghargaan diberikan kepada : 1) Guru / pembimbing lomba yang berhasil membawa kejuaraan bagi sekolah 2) Guru / karyawan yang melaksanakan tugas khusus yang membanggakan sekolah atau dalam kondisi darurat 3) Peserta didik yang menjuarai perlombaan atau kegiatan lain membawa nama baik / harus sekolah 4) Peserta didik yang meraih peringkat paralel 1, 2, 3 nilai raport semester ganjil dan atau genap f. Pemberian penghargaan untuk tugas tertentu adalah keputusan Kepala Sekolah 2. Ketentuan Penerapan Konsekuensi : a. Guru/karyawan mendapatkan konsekuensi indisipliner dalam bentuk tertentu dan melalui proses yang sesuai dengan norma dan peraturan yang berlaku b. Guru/karyawan mendapatkan konsekuensi apabila melanggar kode etik/norma/kesepakatan sekolah c. Peserta mendapatkan konsekuensi apabila melanggar aturan sekolah / dokumen kesepakatan dan diatur sesuai dengan ketentuan dokumen kesepakatan


186 d. Konsekuensi dapat berbentuk peringatan, penggantian kerugian, penghentian kesepakatan kerja. 3. Tujuan pemberian penghargaan dan pengenaan konsekuensi : a. Meningkatkan prestasi kerja guru, karyawan dan peserta didik yang sesuai dengan beban kerja dan tuntutan organisasi; dan b. Meningkatkan disiplin guru, karyawan dan peserta didik dalam melaksanakan tugas.


187 BAB VI KALENDER PENDIDIKAN Kalender pendidikan merupakan pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif, dan hari libur. Bagian penting yang perlu diperhatikan dalam perumusan kalender pendidikan adalah : A. KEGIATAN AWAL TAHUN Kurikulum tingkat satuan pendidikan pada setiap jenis dan jenjang diselenggarakan dengan mengikuti kalender pendidikan pada setiap tahun ajaran. Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur. Kalender pendidikan disusun dan disesuikan setiap tahun oleh sekolah untuk mengatur waktu kegiatan pembelajaran. Pengaturan waktu belajar mengacu kepada Standar Isi dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat, serta ketentuan dari pemerintah/pemerintah daerah. Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh matapelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri. Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus. Dari alokasi waktu tersebut di atas, kemudian dijabarkan kedalam Kalender Pendidikan Tahun Ajaran. Kalender Pendidikan SMA Negeri 1 Sulang disusun berdasarkan (terlampir): 1. Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah


188 2. Program Kegiatan SMA Negeri 1 Sulang. Permulaan tahun pelajaran 2022/2023 dimulai pada hari Senin tanggal 12 Juli 2022. Hari-hari pertama masuk sekolah berlangsung selama 3 (tiga) hari dengan pengaturan sebagai berikut: - Kelas X melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Peserta Didik (MPLS) - Kelas XI melaksanakan persiapan pembelajaran - Kelas XII melaksanakan persiapan pembelajaran B. PENGATURAN WAKTU BELAJAR EFEKTIF 1. Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun ajaran pada setiap satuan pendidikan. Berdasar kalender akademik tahun pelajaran 2021/2022, jumlah minggu efektif adalah : 36 minggu dengan rincian sebagai berikut : Table 48 Minggu efektif tahun pelajaran 2022-2023 NO SEMESTER BULAN, TAHUN JUMLAH MINGGU EFEKTIF 1 I JULI 2022 3 AGUSTUS 2022 4 SEPTEMBER 2022 5 OKTOBER 2022 4 NOVEMBER 2022 4 DESEMBER 2022 2 JUMLAH 22 2 II JANUARI 2023 4 FEBRUARI 2023 4 MARET 2023 4 APRIL 2023 2 MEI 2023 4 JUNI 2023 4 JUMLAH 22 JUMLAH DALAM 1 TAHUN 45


189 2. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu yang meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan lain yang dianggap penting oleh satuan pendidikan, yang pengaturannya disesuaikan dengan keadaan dan kondisi daerah. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan selama 5 (lima) hari, yaitu : Tabel 49 Jam Kegiatan Belajar Mengajar NO JAM SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT X XI XII X XI XII X XI XII X XI XII X XI XII 0 07.00 - 07.15 UPACARA & LITERASI LITERASI LITERASI LITERASI JUMAT BERSIH 1 07.15 - 08.00 KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM 2 08.00 - 08.45 KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM 3 08.45 - 09.30 KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM 4 09.30 - 10.15 KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM ISTIRAHAT 10.15 - 10.30 KBM KBM KBM 5 10.30 - 11.15 KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM 6 11.15 - 12.00 KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM ISTIRAHAT 12.00 - 12.20 KBM KBM 7 12.20 - 13.05 KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM 8 13.05 - 13.50 KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM 13.50 - 14.00 9 14.00 - 14.45 KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM 10 14.45 - 15.30 KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM KBM JUMLAH JAM 9 9 9 10 10 10 10 10 10 10 10 10 5 7 7 Jumlah jam efektif (KBM) dalam 1 minggu, Kelas X = jam Jumlah jam efektif (KBM) dalam 1 minggu, Kelas XI = 46 jam Jumlah jam efektif (KBM) dalam 1 minggu, Kelas XII = 46 jam C. PENGATURAN WAKTU LIBUR Penetapan waktu libur dilakukan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku tentang hari libur, baik nasional maupun daerah, yaitu : Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, dan/atau Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan. Peraturan Pemerintah Pusat/Provinsi dalam hal penentuan hari libur umum/nasional atau penetapan hari serentak untuk setiap jenjang dan jenis pendidikan.


190 Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antarsemester, libur akhir tahun ajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus. Alokasi waktu minggu efektif belajar, waktu libur, dan kegiatan lainnya tertera pada Tabel berikut ini. Tabel 50 Alokasi Waktu pada Kelender Pendidikan No Kegiatan Alokasi Waktu Keterangan 1. Minggu efektif belajar reguler setiap tahun (Kelas X-XI) Minimal 35 minggu Digunakan untuk kegiatan pembelajaran efektif pada setiap satuan pendidikan 2. Minggu efektif semester ganjil tahun terakhir setiap satuan pendidikan (Kelas XII Minimal 19 minggu 3. Minggu efektif semester genap tahun terakhir setiap satuan pendidikan (Kelas XII Minimal 16 minggu 4 Jeda tengah semester maksimal 2 minggu Satu minggu setiap semester 5. Jeda antarsemester maksimal 2 minggu Antara semester I dan II 6. Libur akhir tahun pelajaran maksimal 3 minggu Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun pelajaran 7. Hari libur keagamaan Maksimal 4 minggu Daerah khusus yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengaturnya sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran


191 No Kegiatan Alokasi Waktu Keterangan efektif 8. Hari libur umum/nasional Maksimal 2 minggu Disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah 9. Hari libur khusus Maksimum 1 minggu Untuk satuan pendidikan sesuai dengan ciri kekhususan masingmasing 10. Kegiatan khusus sekolah/madrasah Maksimum 3 minggu Digunakan untuk kegiatan yang diprogramkan secara khusus oleh sekolah/madrasah tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif D. PENGATURAN WAKTU PENILAIAN Kegiatan penilaian meliputi : 1. Penilaian Harian Mata Pelajaran dan Remidi-Pengayaan Dilakukan oleh guru mapel masing-masing setiap selesai 1 KD 2. Penilaian Tengah Semester I dan II Dikendalikan satuan pendidikan melalui panitia PTS. Waktu mengikuti Kaldik 3. Penilaian Akhir Semester 1 (Ganjil) 4. Penilaian Akhir Tahun 5. Ujian Sekolah NO JENIS PENILAIAN WAKTU 1 Penilaian Harian Juli 2022 s.d. Mei 2023 2 Penilaian Tengah Semester I 13 – 21 September 2022 *) 3 Penilaian Akhir Semester 1 29 Nov – 8 Des 2022 *) 4 Penilaian Tengah Semester II 23 – 31 Maret 2023 *) 5 Ujian Sekolah 14 – 22 Maret 2023 *) 6 Penilaian Akhir Tahun 2 – 10 Juni 2023 *) *) perkiraan


192 E. TABEL MATRIK JADWAL KEGIATAN SEKOLAH Rencana kegiatan sekolah tahun pelajaran 2020/2020 adalah sebagaimana tertera pada kaldik berikut ini. Tabel 51 Rencana kegiatan sekolah tahun pelajaran 2021/2022 No JENIS KEGIATAN PELAKSANAAN KETERANGAN 1 Rapat Koordinasi Guru, TU dan Kepala Sekolah Setiap Hari Senin Minggu ke 1 1 x 1 bulan 2 Rapat Koordinasi TU Setiap Hari Senin Minggu ke 2 1 x 1 bulan 3 Rapat Koordinasi Wali Kelas Setiap Hari Selasa Minggu ke 2 1 x 1 bulan 4 Rapat Koordinasi Koordinator Setiap Hari Sabtu Minggu ke 1 1 x 1 bulan 5 Rapat Koordinasi Pembina OSIS Setiap Hari Senin Minggu ke 1 1 x 1 bulan 6 Rapat Koordinasi Staf dan Wakil Setiap Hari Jumat Minggu ke 3 1 x 1 bulan 7 Rapat Kerja Sekolah 16 Juni 2022 8 Rapat Persiapan PPDB 10 Mei 2022 9 Penerimaan Peserta Didik Baru dan 14-24 Juni 2022 10 Seleksi 25 Juni 2022 11 Pengumuman Peserta Didik Baru 26 Juni 2022 12 Daftar ulang 28 Juni - 2 Juli 2022 13 Rapat Persiapan KBM Semester I 5 Juli 2022 14 Hari pertama masuk Tahun Pelajaran 2022/2023 11 Juli 2022


193 No JENIS KEGIATAN PELAKSANAAN KETERANGAN 15 Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Peserta didik Kelas X 11-13 Juli 2022 16 Pembekalan Kepramukaan untuk siswa klas X baru 14 Juli 2022 PTA 17 Hari Libur 1 Muharam 1444 H 30 Juli 2022 18 Peringatan Kemerdekaan RI 17 Agustus 2022 19 Rapat Pleno/Sosialisasi Komite Agustus 2022 20 Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2022 21 Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2022 22 Kegiatan Ulang Tahun SMA ke29 1 - 5 Oktober 2022 23 Libur peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW 8 Oktober 2022 24 Hari Pahlawan 10 Nopember 2022 25 Ulangan Semester 1 28 Nov- 9 Desember 2022 26 Remedial/Pengayaan 10 - 13 Desember 2022 27 Penulisan/Pencetakan Rapor 14 - 15 Desember 2022 28 Pembagian LHB Smt 1 / Rapat persiapan smt 2 16 Desember 2022 29 Libur Semester 1 19-30 Desember 2022 30 Libur Tahun Baru 2023 01 Januari 2023 31 Hari pertama semester 2 03 Januari 2023 32 Rapat Pembentukan Panitia US 10 Januari 2023 33 Uji Coba 1 (XII) 17 - 31 Januari 2023 34 Pembagian Nilai Uji Coba 1 2 Februari 2023 35 Uji Coba 2 (XII) 7 - 18 Februari 2023


Click to View FlipBook Version