The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by farid aljunairi, 2023-04-05 00:47:38

Meninggalkanmu Adalah takdir Yang Harus Kugapai Untuk Membuka Lembaran Baru Yang Lebih Indah

E Book ini adalah kumpulan cerpen dari semua anggota IPP kadur

Keywords: #cerpenedisi3

Meninggalkanmu Adalah Takdir Yang Harus Kugapai Untuk Membuka Lembaran Baru Yang Lebih Indah IPP Kadur, dkk


Meninggalkanmu Adalah Takdir Yang Harus Kugapai Untuk Membuka Lembaran Baru Yang Lebih Indah Penulis: IPP Kadur, dkk Editor: Amin Sakir, S.Pd. SD | Farid Al Junairi, S.Pd Penata Letak: Moh.Siri, S.E Desain Sampul: Ria Puspita Rani, S.Pd Copyright Pustaka IPP Kadur, 2023 Edisi 3 Cetakan Pertama, Januari 2023 Diterbitkan oleh : Pustaka IPP Kadur Anggota IPP Kadur Dicetak : RumahPrint Didistribusikan Oleh : Pustaka IPP Kadur


i Kata Pengantar Pergulatan hidup tidak selalu berjalan mulus. Laju kehidupan seperti musim yang terus berganti. Ada kalanya berada di atas, ada kalanya pula berada di bawah. Maka, hampir mustahil jika ada manusia yang memiliki alur hidup satu warna saja. Tuhan telah mengatur takdir hidup manusia sesuai kehendak Nya. Namun demikian, setiap peristiwa tidak terjadi di ruang hampa. Apa yang terjadi saat ini merupakan akibat dari peristiwa sebelumnya dan akan mejadi sebab bagi peristiwa berikutnya. Maka, menjadi penting untuk pandai memetik hikmah dari setiap peristiwa, termasuk hikmah di balik peristiwa pahit yang kita alami. Peristiwa pahit bukan menjadi alasan untuk menyerah, karena di dalam setiap penderitaan selalu tersedia jalan keluar. Namun,


ii jalan keluar itu tidak datang tiba-tiba. Jalan itu harus diusahakan bahkan diperjuangkan dengan cara-cara yang tidak mudah. Buku ini meramu kisah-kisah heroik dan mengesankan tentang bagaimana berjuang membuka lembar baru buku kehidupan setelah keluar dari zona kegelapan. Semoga buku ini menjadi inspirasi bagi pembaca agar tetap bisa menjaga semangat di dalam keadaan paling menderita sekalipun, lalu berani bangkit kembali untuk menggapai masa depan yang lebih indah. Amin Sakir IPP Kadur-Pamekasan


iii DAFTAR HADIR Kata pengantar ……………………………… iii Daftar Isi ……………………………………... iv 1. Pintu Purna Yang mengintip (Sri Wahyuni Andayani) …………… 1 2. Meninggalkanmu Adalah Takdir Yang harus Kugapai untuk Membuka Lembaran Baru Yang lebih Indah (Amin Sakir, S. Pd.SD) ……………… 4 3. Takkan Siap Tanpamu Tapi Esok Akan Berlalu Tanpa Permisi (Farid Al Junairi, S.Pd) ……………. 9 4. Sambut Aku, Seorang Lugu (Moh. Siri) ……………………. 13 5. Cinta Dalam Asa (Ria Puspita Rani) …………………. 17 6. Memilih Pergi untuk Kisah yang Baru karena Bertahan Terlalu Menyakitkan (Yuliana Ningsih) …………………. 23


iv 7. Rencana Tuhan Selalu Indah dan Penuh kejutan (Yuliana Ningsih) ………………….. 28 8. Amanah Di Akhir tahun (Nurul Zuis Ning prihatin) ………… 32 9. Antara Lima Ribu Dan Lima Juta (Sri Hartatik) ……………………….. 36 10. Lembaran Yang Kumau Tetap Bersamamu (Rina Firdaus) …………………….. 40 11. Support Systemlah Yang Menjadi Kekuatanku Membuka Lembaran Baru (Amalia Susanti) ………………….. 43 12. Venice, Kumohon Menghilanglah Bersama Gelap (Oleh: Fifin Handayani) …………… 47 13. Cinta tak Harus Tinggal (Nurul Sufiati) ………………………. 52 14. Kutinggalkan Pesonamu, Demi Asaku (Muawanatun) ……………………… 58


v 15. Kecewa (Luluk Maghfiroh) …………………… 62 16. Bangkit, Merajut Asa (Rahmawati) ………………………… 66 17. Maaf Kuharus Merelakanmu (Isnawati) …………………………… 70 18. Hadirmu Bagai Dalam Mimpi (Saudatur Radiyah) ……………….. 76 19. Lembaran Yang Baru (Ibrahim) …………………………… 80 20. Sujud Di Keheningan Malam (Musdalifah) ………………………. 84 21. Meninggalkan Yang Lebih Indah Menuju Yang Lebih Indah (Karmiyanti) ………………………. 88 22. Merubah Nasib Untuk Menggapai Takdir (Mutmainnah) ……………………. 94 23. Serdaduku (Zuyyinah) ………………………. 100 24. Semangat Mengabdi Dan Berkarya (Evi Fatimah) …………………… 105


vi 25. Habis Gelap Terbitlah Terang (Wahdi Saleh) ……………………… 112 26. Ayah Atau Kamu (Agus Sucipto Nafik) ……………… 116 27. Kuraih Mimpi Saat Kutinggalkan Dirimu (Endang, S.Pd) …………………… 123 28. Sejarah Ditulis Dengan Tinta Emas Yang Syarat Makna (Herlin Yustiana) ………………….. 127 29. Kejujuran (Kholis Efendi) …………………….. 131 30. Terbang dalam Sayap Patah (Mohammad Arifin) ……………….. 136 31. Titik Balik Keluarga (Nur Hasni Tanti Ulip) …………….. 141 32. Mengukir Asa Menjemput Indahnya Mentari (Sohepah) …………………………. 146 33. Selamat Tinggal Tahun 2022 Selamat Berbahagia Tahun 2023 (Ahmadi) …………………………… 149


vii 34. Lembaran Baru Di Waktu Senja (Hanipah) ………………………….. 154 35. Secercah Harapan Di Masa depan (Sudahman) ………………………. 157 36. Takdir Mengantarku Kembali Pada Sosok Yang Sama Dengan Rasa Yang Tidak Berbeda (Titin Sulaihah) ……………………. 160 37. Mimpi Sakti Seorang Muslimah (Usfatul Hasanah) ………………… 167 38. Cinta Dan Cita-Cita (Isnaini kamil) …………………….. 171 39. Aku Bukanlah Sakura, Tapi Hirata Dari Desa Konoha (Zainur Rahman) …………………. 174


Lembaran baru yang lebih indah 1 Pintu Purna Yang Mengintip Oleh: Sri Wahyuni Andayani, S.Pd – Korwilbidikbudcam Kadur uara petir itu begitu menggelegar, sontak mengagetkannya dalam sujud sepertiga malam yang sengaja diabdikan untuk pemilik kekuasan langit dan bumi. Hujan yang sengaja berpasangan dengan angin kencang mengantarnya pada salam kedua. Seketika Sari terlintas pengabdian yang telah di jalani selama puluhan tahun. Menjadi bagian dari dunia Pendidikan merupakan bagian terindah dalam hidup ini, mengamalkan ilmu yang selama ini dimilikinya. Ribuan harapan semoga menjadi secercah amal bisa menjadikan sinar di akhirat kelak. Kembali disadari, profesi yang dibanggakannya dengan penuh keikhlasan ini telah berada di ujung bakti. Yahhh …. masa purna telah mengucap salam padanya. Masa yang akan dilalui terlepas dari kewajiban negara. Berat rasanya jika membayangkannya, melepaskan aktivitas, berpisah dengan teman sekantor yang cukup lama bersama, meninggalkan meja kerja. Jika bisa kupilih maka ingin rasanya bercengkrama lebih lama dengan mereka. Namun, hidup terus berjalan dan kita hanyalah pelaksana tugas dan harus bertanggung jawab terhadap peran masing masing. s


2 IPP KADUR Januari 2023 Ceklek, Tiba-tiba pintu terbuka. “Kenapa Ibu menagis?” tanya seorang Wanita yang membersamainya selama ini. “Tidak apa-apa, Ibu hanya terharu dan bersyukur atas anugerah Tuhan selama ini” “Oh Saya pikir Ibu bersedih” “Tidak, terima kasih ya!” Wanita yang selama ini membantunya menyiapkan kebutuhan, kemudian berlalu dari pandangan. Rasa syukur dan sujud pada sang ilahi Robbi, sampai detik ini masih berkesempatan mengabdi sampai sejauh ini, sejauh pintu purna yang mulai terbuka. Di dunia Pendidikan ini metitipkan darmanya pada kehidupan. Kini dia akan menghadapi kewajiban hakiki yang lebih utama dari penggilan negara, kewajiban yang bisa dilaksanakan dengan totalitas tanpa menabrak dingding waktu duniawi. Tuhan memberinya kesempatan yang sungguh indah untuk mengabdi padanya sepanjang fajar tanpa takut ada yang harus didahulukan, bersujud di ujung senja dengan rona jingga yang begitu indah, pengabdian di sepertiga malam. Sudah terbayangkan indahnya berlama-lama dengan-MU ya Rabb, mengucap asma-MU pada kedua tangan yang sengaja ditengadahkan untuk mengharap ridho-MU. “Kadur… nama daerah yang akan terus terkenang telah membesarkan namaku, terima kasih untuk waktumu yang tak lekang”


Lembaran baru yang lebih indah 3 Profil Penulis Perempuan yang mengabdikan dirinya di dunia Pendidikan ini memiliki Nama asli Sri Wahyuni Andayani. Saat ini menjabat sebagai Korwilcambidikbudcam Kadur. Dengan semangat yang tak pernah lekang oleh waktu, dirinya selalu berusaha memperjuangkan wilayah yang semula orang memandang sebelah mata hingga saat kini mulai mengenalnya karena beberapa prestasi dan kontribusinya di dunia Pendidikan. Diujung pengabdiannya, dia masih berharap bisa memberikan yang terbaik termasuk mengambil bagian untuk menulis di antologi cerpen IPP Kadur. Semoga langkahnya dapat menjadi suntikan semangat untuk Kepala Sekolah dan Guru di Kecamatan Kadur untuk berkontribusi didunia Pendidikan dalam usaha pengembangan budaya literasi di Kabupaten Pamekasan.


4 IPP KADUR Januari 2023 Meninggalkanmu Adalah Takdir Yang harus Kugapai untuk Membuka Lembaran Baru Yang lebih Indah Oleh: Amin Sakir, S. Pd.SD uara-suara yang dilantunkan malam memainkan nada seolah tanpa irama. Teraduk dalam oskestrasi kidung alam seperti larik-larik mantera yang hanya bisa dicerna oleh jiwa-jiwa nirmala karena kedekatan pada Sang Maha Pencipta. Kebahagiaan yang baru kupetik tadi pagipun tidak membantuku memahaminya. Namun, suara-suara sakral itu semakin jauh mengalun, merasuk ke dalam relung dada, memantik gelombang rasa hingga anganku berjingkat pada bayangan sekerat luka perpisahan yang tak kuasa kutepis, kala itu. Jujur kuakui, aku pernah membenci kegagalan tatkala dipaksa pasrah menerima getirnya luka perpisahan dengan perempuan yang dulu aku memilihnya dengan alasan cinta. Begitu getirnya luka yang digoreskan sehingga tanpa kusadari lalu aku menyebutnya dengan penghianatan. Sebuah kata yang mungkin tidak pantas diucapkan karena kegagalan tetaplah kegalan yang tidak mesti dicarikan pesakitan. Dan pada puncaknya mesti diakhiri dengan kata pemakluman. Bagiku, empat tahun bukanlah waktu yang singkat untuk menghianati diri dengan tetap tersenyum meski jejak S


Lembaran baru yang lebih indah 5 goresan luka masih membasah. Hingga akhirnya takdir mempertemukanku dengan perempuan asing yang hatinya tulus dipersembahkan untukku. Dan itu adalah kamu, Magdalena Zlavetskova. Perempuan cantik pengungsi perang asal Ukraina. Perjumpaanku denganmu menjadi setetes air kehidupan yang menyulut kembali tungku pengharapan tatkala kejamnya sepi nyaris meranggaskan singgasana hati. Entah keberanian dari mana yang mendorongku, saat aku putuskan untuk melingkarkan cincin di lentik jari manismu. Padahal kamu adalah perempuan asing yang tidak pernah kukenali sebelumnya. Bukan juga perempuan yang pernah kutemui dalam mimpi-mimpiku. Hanya selembar foto di medsos itu yang kujadikan petunjuk untuk mengenalimu. Semesta tahu itu, tapi angin telah membawa hembusan takdir lalu mengantar kita sepakat menorehkan tinta di atas lembaran baru buku kehidupan. Dan aku yakini takdir itu tidak pernah salah ketika dia datang menyapa. Pagi tadi, matahari menyembul di tepi khatulistiwa mengusir kabut yang menggantung di celah mega. Cahayanya seumpama kilau lentera menyegarkan bungabunga yang baru terjaga dari mimpi buruknya. Untuk pertama kalinya, kupandangi wajahmu sampai titik paling sempurna. Sebentuk rupa yang bagiku belum hafal aku kenali. Duh gusti, wajahmu menunduk menghindari tatapan mata yang saling beradu. Pipimu menebar aura merah jambu, malu-malu.


6 IPP KADUR Januari 2023 Memusnahkan hasratku untuk berpaling dan berharap pada selain dirimu. Di antara senyum dan ratusan tatapan mata, kumantapkan hati mengucapkan janji menyuntingmu dalam ikatan suci. Di hadapan Tuhan aku bersaksi, kamulah perempuan paling layak kupilih untuk mendampingi sisa usiaku hingga kelak ajal tiba. Gemuruh harapan melambung dari geletar bibir yang mengaminkan doa untuk dua manusia agar melangkah bersama dalam satu biduk rumah tangga. Dan tahukah kamu? Harapan-harapan itu adalah kita. Malam beranjak kian larut. Sembab, bulir-bulir bening di netraku melukis kebahagiaan yang tidak kuasa kualirkan dalam rangkaian kata-kata. Semua diksi menghilang saat buncahan bahagia tak bisa lagi aku tampung di dalam ceruk dada. Meluah dalam tangis karena bahagia itu telah nyata menggantung di kelopak jiwa. Meski lelah raga tak bisa kutampik, kuhayati semua kisah bahagia hari ini yang bagiku detik-detik waktunya berlalu begitu singkat, sebagai bentuk syukur atas kehendak Tuhan yang telah mengubah statusku menjadi orang yang memiliki tanggung jawab. Memuliakan perempuan cantik sepertimu, yang kini sedang terlelap di sampingku dengan wajah bening yang tak kunjung usai kukagumi. "Semoga kita menjadi pasangan bahagia di kehidupan dunia hingga akhirat kelak." Suaraku bergetar begitu dalam. Sangat dalam. Kubiarkan tanganku lincah


Lembaran baru yang lebih indah 7 menyibakkan rambut-rambut kecil yang terjurai menutupi keningnya yang basah. Pelan sekali, agar tak menyela mimpi indah yang tengah bermain di alam bawah sadarnya “Magda, goresan tinta yang telah termaktub di atas selembar buku nikah tadi pagi, menjadi prasasti megah yang akan mengikat jiwa dan raga kita. Sehingga hidup bahagia bersamamu selamanya menjadi takdir yang hendak kugapai seraya meninggalkan kisah masa lalu yang telah aku timbun dalam pusara kenangan.” Cahaya bulan yang membias di tepi jendela mengantarku mengakhiri malam dengan untaian senyum yang tak berkesudahan.


8 IPP KADUR Januari 2023 Profil Penulis Lelaki paruh baya yang tidak pernah lulus TK ini, oleh kedua orang tuanya disemati nama klasik tapi sarat muatan doa. Di Akte Kelahirannya tertulis nama : Amin Sakir. Saat ini, pria dua anak yang juga memiliki hobi olah raga ini mengabdikan ilmunya sebagai pendidik di SDN Kertagena Laok 1 Kecamatan Kadur Kabupaten Pamekasan. Penulis memiliki cita-cita mulia mengantarkan siswa-siswanya menjadi generasi literat dengan sejumlah program literasi yang telah dia lakukan. Beberapa karya sudah dihasilkan melalui goresan penanya, antara lain satu buku solo dan beberapa buku Antologi Cerpen dan Antologi Essai di antaranya: Pada Akhirnya Aku Tak Pernah Bisa Membenci Sosok yang Namanya Selalu Kusebut dalam Doa, Menyayangimu Tanpa Bisa Memiliki, 1001 Cara Menghadapi Teman Toxic, dan Perangi Suap dan Korupsi Sejak Dini. Penulis berharap karya-karyanya dapat menjadi teman setia bagi para pembacanya. Pria tidak berkacamata ini bisa dihubungi via email: [email protected] atau di nomor whatsapp : 081938133233, dan bisa dikunjungi langsung ke rumahnya.


Lembaran baru yang lebih indah 9 TAKKAN SIAP TANPAMU TAPI ESOK AKAN BERLALU TANPA PERMISI OLEH: Farid Al Junairi, S.Pd inginnya begitu menusuk kerongga dada yang masih setia dengan jaket buluk pemberian mantan kekasih yang selalu mengirimkan doa sucinya dalam tiap edisi lakon yang di sutradarai sang pemilik alam. Ternyata hari sudah pagi sinar mentari enggan menyapa hati yang berusaha mencari serpihannya diawal hari bersama mendung yang mungkin membuat beberapa orang kembali menarik selimutnya tapi tidak dengan Juna yang terlihat bermuram durja dan terkesan asyik dengan kesendiriannya di tepi Pantai Kuta yang mulai banyak pengunjung. Bayangan tentang rasa sedih tak berujung yang dirasakannya akan kehilangan sosok terkuat nan gagah dalam hidupnya beberapa hari yang lalu membuatnya ingin berlama-lama di bibir pantai yang penuh dengan hamparan pasir putih tersaji melengkapi birunya air laut yang sesekali menyapa ujung jemari kaki yang sengaja diselonjorkan. Tak jarang bulir bening mengalir melewati pelupuk sipitnya yang mulai lebam karena terlalu sering ia menyekanya hampir tiap detik. D


10 IPP KADUR Januari 2023 Sesekali hujatan kepada Tuhan dilontarkannya akan beberapa takdir yang tak mungkin dibendungnya, “Tuhan, Kenapa harus Papa yang Kau ambil? tidakkah engkau punya stok lain yang bisa mendahuluinya?” “Tuhan, Begitu tega dirimu memberikan takdir ini tanpa permisi! bukankah aku juga ciptaanmu?” “Tuhan, Kenapa Kau tak memberiku tanda atas semua ini? Engkau Jahat Tuhan, begitu jahat dan sangat jahat” “Arghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh”. Aku belum siap Tuhannnn…. teriakan Juna membuat dua orang turis manca negara di sebalah kanannya kaget dan bertanya-tanya dengan kalimat british, “Hii, any problem with you?” Suara itu tak membuat Juna menoleh bahkan dia kembali tertunduk sampai tetesan air langit membasahi rambut belah sampingnya yang mulai acak acakan. Seolah ada angin yang meniupkan energi positif dan membuatnya terbangun dan berbisik, “Saya kuat, Saya bisa Tuhan! Bantu saya melewati semua ini” “Jika ini memang takdirmu, berikan aku alasan untuk tetap dijalanmu” Kalimat yang menjadi pembuka pemikirannya untuk melewati masa sedihnya yang entah dimana ujungnya. Namun bayangan keluarga dan tanggung jawab mengharuskan Juna


Lembaran baru yang lebih indah 11 berdiri kokoh untuk bangkit dan berlari mengejar mimpi yang masih panjang dengan senyum Papanya yang sudah tenang di syurga. Banyak hal yang harus dilaksanakannya sesuai bisikan lelaki berbadan tegap di saat terakhir pengabdian hidupnya. Juna menyadari mimpi indahnya masih bersemayam akan tidurnya yang harus segera dibangunkan demi janjinya pada Papanya dikala sore hari tatkala mereka duduk berdua di teras rumahnya atau saat keduanya berada diperjalanan sembari menikmati Indahnya sore di keramaian kota. Hidup ibarat sebuah cerita yang dilakonkan dan setiap kita memiliki peran masing–masing yang tidak mungkin berjalan kebelakang, hidup tetap berjalan disaat engkau siap atau tidak siap maka setiap kejadian adalah pelajaran, entah pelajaran indah atau kau menganggapnya buruk. Tapi Tuhan memegang kendali atas kehidupan dan kita tak dapat memanipulasinya. Teruslah berjalan dengan kehidupan yang lebih baik tanpa harus melupakan kenangan yang telah tinggal. “Lautan mimpi disepertiga malam, dibuat dengan tersedu sedu dengan bayangan nyata”


12 IPP KADUR Januari 2023 Profil Penulis Maha suci Allah yang telah menciptakan pria tulen yang sejak kelahirannya nama lengkap Farid Al Junairi yang lahir di Kota Pamekasan 36 Tahun silam. Profesi Guru menjadi pilihan yang memantapkan hatinya untuk mengamalkan ilmu dan pengalaman yang dia miliki sebagai bentuk kontribusi didunia Pendidikan. Menulis menjadi kebutuhan dalam kesehariannya. Beberapa karya telah dibuatnya. Prestasi terbarunya dalam menulis adalah menjadi Runner Up Lomaba menulis Essay tingkat Kabupaten dan Beberapa karya yang tersaji dalam antologi antara lain, Rasa kehilangan atas perbincangan kita, semoga semesta mendengar doa kita, dan kumpulan puisi Bercengkrama Dengan Tuhan dan Tenggelamnya luka dalam sorot mata penuh makna, Pria ini berharap agar tulisannya dapat menyajikan menu yang menyenangkan bagi pembacanya. Pengarang dapat dihubungi melalui email [email protected] dan nomor whatsapp 082337304060.


Lembaran baru yang lebih indah 13 Sambut AKU, Seorang LUGU Oleh: Moh. Siri atahari menyapa dengan senyum indah menyinari jagat, pesonanya membuat terbelangak akan indahnya cakrawala, semilir angin menghiasi relung jiwa yang penuh dengan tanda tanya, sesekali angin menghembus menyentak badan yang seakan tak siap menerima kehadirannya. Jiwa berada diruang hampa yang tak mau bersahabat dengan suasana. Kegelisahan peristiwa durjana masa lalu menghiasi setiap tarikan nafas, bayangan masa depan menjadi suram entah seperti apa. Utas sedih tak menepi tampak dari hati yang sunyi terpancarkan sorot mata yang tak pasti, pengharapan masa depan dengan sejuta kisah pilu masa lalu, kegagalan, kesedihan bahkan alam pun hinggap tak bersama runyam di telinga dan dirasa tak adil (untuknya). Masa yang lalu dengan sejuta harap tak mungkin kembali lagi padaku dan mengukir cerita indah di masa itu. tentang jejak kelabu yang harus meraih angan bahkan sebuah cita baru. M


14 IPP KADUR Januari 2023 *** Kali ini dia memberanikan diri mendongakkan muka ke langit indah pagi itu, keindahannya seakan mengajak tuk mengukir oretan baru. Sesekali telinganya terhentak karena panggilan dan entah siapa...fan..., fan… (panggilan namanya) namun tidak dihiraukan karena sedang asyik bercengkrama dengan indahnya rona pagi kala itu. Dia terkejut tiba-tiba ada tangan wahyu menempel di bahu kanannya sembari berkata “fan, lagi mikirin apaan sih loh, pagi-pagi begini juga, dari tadi loh kupanggil, lagi mikirin apaan sih fan, sambil menatap ke arah langit yang tadi kupandangi”. “Gak ada yu” enggak mikirin apa-apa “Lagian kamu nich fan, pagi-pagi begini dah melamun aja, entar kesambet tau rasa luh fan. Pagi gini nih enaknya santai menikmati adonan kopi. “iya juga sih yu. Sembari wahyu menyodorkan kopinya. “Kamu gak kemana-mana fan hari ini? “Gak yu, emang mau kemana. Terus kamu sendiri ada acara kemana? “Sama fan, aku juga tidak ada acara, eh fan kalau boleh tau kamu lagi mikirin apaan sih, serius bangets tadi kayaknya”. “sebenarnya begini yu, aku berpikir seperti alam gak adil aja padaku!! “Loh kok gitu, kenapa emangnya fan?


Lembaran baru yang lebih indah 15 “meratapi tahun lalu, banyak harapan yang tak tercapai, padahal menurutku sudah yang terbaik yang aku lakukan yu”. “Halah, fan fan, gini nih jadinya kalau terlalu banyak angan-angan. Lo tuh harusnya bersyukur dengan yang sudah diperoleh bukan menyesali yang belum diperoleh” sambil memalingkan tatapannya dari wajahku. (Dia melanjutkan gumamnya) “Lagian yang belum kamu raih kemarin kan masih ada kesempatan tahun in fani, gitu aja repot kamu fan. Dia tersenyum dengan bahasa wahyu dalam benakku berkata. “Si wahyu mudah sekali ya mengatakan seperti itu, apa aku yang terlalu lugu? Tapi ada benarnya sih” Sejenak ku terdiam, “Fan, (sambil menyentuh lututku) kok diam sih lo fan, diajak bicara malah diam. pulang dulu ya”. “Oke, makasih yu” Entah apa yang telah merasuk relung jiwanya, setelah wahyu pergi dengan noktah motivasi, batinnya berkecamuk, pikiranku seakan menembus cakrawala angkasa melepas belenggu di masalalu. Harapan tak putus sampai jerat tersentak rantus hingga kuasa jagat menyambutnya beserta keluguan.


16 IPP KADUR Januari 2023 Profil Penulis Pria kelahiran Tahun 1983 dalam kesehariaannya lebih akrab dipanggil prabu dengan karakter yang suka guyon, jarang serius menjadi ciri khas pada dirinya. Pria ini bertempat tinggal di sebuah desa kecil disalah satu desa Kabupaten Pamekasan lebih tepatnya di desa Larangan Luar Larangan Pamekasan. Pendidikannya dimulai dari SD, SMP, SMA dan S1 dan saat ini sedang mengabdikan ilmunya di SDN. Bangkes 1 Kecamatan Kadur. Berhobi aplikasi, mencoba menguak arti hidup ini dengan melakukan banyak hal yang ia bisa dilakukan. Menginginkan agar hidupnya selalu bermanfaat baik untuk keluarga atau untuk masyarakat luas. Mejadi orang yang beruntung dunia akhirat adalah impiannya, berguna bagi masyarakat adalah harapannya dan beribadah adalah tujuan hidupnya. Pria ini bisa dihubungi di nomor telp 085232859896


Lembaran baru yang lebih indah 17 Cinta Dalam Asa Oleh: Ria Puspita Rani ermangu dalam diam seolah tak ada lagi yang bisa terhentakkan. Dalam wujud yang beku, tak bisa aku torehkan lagi rasa yang hilang. Melayang bagai kapas yang bertebaran, terhempas angin tanpa tau arah dan tujuan. Bukan tentang hati yang terpatahkan, bukan juga tentang cinta yang tak tau arah jalan pulang. Ini tentang aku dan masa depanku, citaku seakan telah pupus sirna bagai mentari yang kelam. Tanganku bergetar seakan duniaku berhenti berputar. Bagaimana tidak, pengumuman SNMPTN yang selama ini kutungutunggu tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Ku lihat berkali-kali di layar komputer, dan seakan tak percaya ketika muncul tulisan "Anda dinyatakan tidak lulus SNMPTN" . Air mata mulai bercucuran di pipiku, suara ramai disekelilingku seakan hening seketika. "sabar nak, masih banyak kesempatan yang menunggu" suara ayahku mengagetkanku. Bahkan aku sampai lupa, ayahku sedari tadi menemani di sampingku. Bibirku kaku dan tak mampu mengucapkan sepatah katapun, aku hanya bisa pasrah dan tak percaya. "Kenapa tuhan tak adil, jahat sekali mengabaikan T


18 IPP KADUR Januari 2023 semua doa dan usahaku selama ini" Jeritku dalam hati. Oh UNEJ... Beserta mimpiku yang harus ku kubur jauh membuat sayapku patah dan tak mampu ku hempakkan lagi. Sudah satu Minggu dari pengumuman itu, aku tak mampu beranjakkeluar dari kamarku. Orang tuaku mulai risau, mereka sangat mencemaskanku. Entah apa yang mereka pikirkan, merasa iba denganku atau takut anak sulung yang diharapkannya pupus masa depannya. “Kamu harus maju, tidak boleh seperti ini, masih banyak Universitas diluar sana yang menantimu”. Ayahku duduk disampingku sembari menatapku dengan penuh keyakinan. “Males lah yah, terserah ayah saja pilihkan yang terbaik buatku”. Jawabku sambil menarik selimut di kasurku. “Baiklah, tetapi jangan pernah menyesal dengan pilihan ayah”. Ayah bergegas meninggalkan kamarku. Ku lihat HP yang ramai dengan bunyi group whatsapps, pasti ucapan selamat kepada teman-temanku yang keterima SNMPTN di kampus pilihannya. Males sekali rasanya membuka HP, apalagi membaca storynya temanteman yang memposting rasa bahagianya. Dua minggu berjalan, hidupku benar-benar terasa kacau. Aku melongo dijendela kamar, kulihat mentari pagi yang sinarnya sedikit masuk melalui celah horden kamarku. Tidak bisa terus seperti ini, aku harus semangat dan


Lembaran baru yang lebih indah 19 bangkit. Batinku terus bergejolak, pikiranku bercampur aduk. Aku beranjak berjalan perlahan dan melihat ayahku sedang duduk di ruang tamu, aku memberanikan diri menemuinya. Ayahku tersenyum dan ada secercah harapan besar di sudut matanya. “Gimana udah semangat lagi ?” Tanya ayah kepadaku. Dia hanya tersenyum sambil mengangguk. Hari senin, permulaan hari ini ku yakinkan dalam diri dan kumantapkan untuk ikut bersama ayah mendaftar di salah satu Universitas terbaik di Madura. Meskipun tidak sesuai dengan harapanku, tetapi aku sudah berjanji kepada ayah untuk mengikuti pilihan ayahku. Mobil terus berjalan, rasanya hatiku ingin menolak tetapi tak ada yang bisa kuperbuat lagi sekarang. Waktu terus berjalan, sudah 3 jam di perjalanan ku lirik jam tangan di pergelangan tanganku ternyata tiba-tiba mobil berhenti di salah satu universitas yang tidak asing namanya yaitu universitas trunojoyo madura. Meskipum tak semegah kampus ternama yang ada di surabaya, malang, Jember dan kota besar lainnya. Aku melihat kampus ini sedikit nyaman, dengan bangunanbangunan baru yang menjulang tinggi. Aku menghela nafas panjang, dan kurasakan ada suasana yang berbeda di kampus ini. Dari kejauhan terlihat sepupuku yang sudah melambaikan tangan menunggu kedatanganku dan ayah. Benar saja, mbak ima sudah 2 semester berada di kampus


20 IPP KADUR Januari 2023 ini. Dengan senyuman lembutnya, mbak ima mengantarkanku untuk mengikuti proses seleksi. Ku serahkan semua dokumen penting yang menjadi persyaratan dalam mengikuti tes, kali ini aku tidak usah repot-repot mengikuti tes tulis karena yang dibutuhkan hanya nilai raport saja. Dengan bangga aku serahkan seluruh dokumen. “RSMAN BI 1 Pamekasan” kata petugas yang menerima dokumenku, dia menatapku dengan penuh tanda tanya. Mungkin pak petugas ini berpikir, sekolah di SMA Favorit Pamekasan, kok malah milih kampus ini karena biasanya kampus ini akan menjadi pilihan terakhir ketika sudah tidak diterima di kampus lain yang menjadi tujuan. Setelah beberapa minggu, ternyata pengumumanpun muncul dan benar saja aku diterima di UTM dengan pilihan PGSD sesuai pilihan ayahku. Dengan perasaan sedikit senang, aku harus benar-benar menerima dan melanjutkan mimpiku di kampus ini. Tiba saatnya, ku mulai semuanya dengan lembaran yang baru. Langkah baru, harapan baru dan semangat baru harus aku jalani di kampus ini. Ku mulai aktivitasku dengan mengikuti beberapa kegiatan di organisasi kampus. Tak terasa 2 semesterpun dilalui, dan aku benar-benar hanyut menjadi mahasiswa di kampus ini. Ku jajaki seluruh kegiatan yang berbau organisasi, hingga akhirnya aku dipercaya menjadi salah satu ketua himpunan mahasiswa


Lembaran baru yang lebih indah 21 di prodi PGSD. Sungguh tidak bisa dipercaya, kampus inilah yang ternyata membuatku terbang jauh menapaki beberapa kampus favorit di Indonesia. UDAYANA, UNNES, UM, UMM, UNESA, UNEJ, dan beberapa kampus terkemuka lainnya. Sangat hebat sekali skenario tuhan masih memberiku secercah harapan dalam lara yang pernah berkubang dalam hati.


22 IPP KADUR Januari 2023 Profil Penulis Penulis bernama lengkap Ria Puspita Rani, dan akrab disapa pipit senja di berbagai tulisannya. Ia adalah seorang pendidik mudayang diangkat menjadi PNS pada tahun 2020 dan mengabdikan diri di salah satu instansi di kecamatan kadur yaitu di SDN Kertagena Tengah 4. Perempuan organisatoris waktu kuliah di Universitas Trunojoyo Madura ini, pernah menjadi demisioner Ketua HMP PGSD UTM 2015, Bendahara Umum Ikatan Mahasiswa Prodi PGSD se Jawa dan Bali dan aktif di beberapa organisasi kampus lainnya. Melalui pengalamannya waktu kuliah di bidang organisasi, pendidik muda ini sedang berusaha belajar merangkai setiap kata menjadi sebuah tulisan yang indah dan penuh makna. Hasratnya dalam kepenulisan, terlahir kembali setelah mengikuti pelatihan Sagu-Saku 2021 yang diadakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan. Saat ini ia juga menjadi pengurus IPP Kecamatan Kadur.


Lembaran baru yang lebih indah 23 Memilih Pergi untuk Kisah yang Baru karena Bertahan Terlalu Menyakitkan Oleh: Yuliana Ningsih erita ini berawal ketika aku lulus SMA. Temanku bernama Alfin menyatakan perasaannya padaku. Aku tidak percaya tapi, itu benar terjadi. Orang yang aku anggap sahabat benar-benar menembakku. Aku bingung mau bahagia atau sedih. Tapi, yang jelas pikiran dan perasaanku campur aduk. Setelah kejadian itu, aku mulai memikirkannya. Bukan sebagai seorang sahabat. Sepertinya perasaan itu mulai tumbuh. Mungkin aku juga menyukainya. Namun, dia tidak seperti kebanyakan cowok lainnya yang mendekatiku. Alfin berbeda. Kalau cowok lain saat PDKT mereka akan terus berusaha sampai cintanya diterima. Sedangkan Alfin sepertinya cuek. Dia seolah menginginkanku tapi, sikapnya seperti orang yang tidak peduli. Dia membuatku bingung. Dia bahkan mengirimkan pesan singkat hanya satu atau dua kali dalam seminggu. Bukan hanya itu, dia membuatku menunggu kabar darinya. Seharusnya aku tidak perlu peduli, kalau memang serius dia akan menghubungiku. Akan tetapi, justru aku yang ingin selalu menghubunginya. Setiap hari melihat status di Facebooknya. Seperti orang bodoh, ingin pergi menjauh tapi tidak pernah bisa. Menerima pesan singkat C


24 IPP KADUR Januari 2023 darinya membuatku sangat bahagia. Walaupun sekedar menyapa ”Hai… “Ada apa dengan diriku?”, kadang aku bertanya pada diri sendiri. Namaku Reva, setelah lulus SMA aku melanjutkan kuliah di salah satu Universitas Negeri di kotaku. Sedangkan Alfin melanjutkan kuliah di luar kota. Jadi, kita jarang bertemu. Aku dan Alfin menjalani hubungan tanpa status. Karena saat aku bertanya padanya, dia hanya bilang sayang padaku. Tapi, dia tidak mau ada status yang mengikat kita. Alasannya karena dia masih kuliah dan ingin mewujudkan cita-citanya. Dan bodohnya aku mau menjalani hubungan tanpa status itu, dan enggan untuk berpaling. Satu tahun kemudian, Alfin menghilang tanpa kabar. Dia tidak menghubungikulagi. Bahkan pesan singkat yang aku kirim tidak pernah dibalas. Teleponku juga tidak diangkat. Jika aku memang dianggap penting dia pasti memberikan kabar padaku sesibuk apapun dia. Akhirnya aku memutuskan untuk meninggalkannya. Aku mengirimkan pesan singkat yang mengisyaratkan ingin mengakhiri hubungan tanpa status yang kita jalani. Tapi, tetap saja tidak ada balasan. Aku berusaha melupakan Alfin. Tuhan mempertemukanku dengan seorang laki-laki bernama Rendi. Setelah cukup mengenal satu sama lain, aku dan Rendi memutuskan untuk bertunangan. Rendi orangnya baik, dan perlahan aku membuka hati untuknya. Meskipun


Lembaran baru yang lebih indah 25 awalnya Rendi hanya sebagai tempat pelarian. Tapi, sekarang aku mulai meyakinkan hatiku bahwa Rendi adalah yang terbaik. Dua bulan setelah aku bertunangan dengan Rendi, tanpa sengaja aku bertemu dengan Alfin. Sepulang kerja Rendi Menjemputku tapi, kita naik sepeda motor sendirisendiri. Tiba-tiba Alfin menyalip sepeda motorku. Aku hanya tertegun dan tidak menyapanya karena ada Rendi di belakangku. Aku dan Rendi masih berhenti untuk makan malam. Sedangkan Alfin sudah jauh di depan. Hpku terus bergetar, aku tahu itu telepon dari Alfin. Tapi, aku tidak berani mengangkatnya. Selesai makan aku dan Rendi langsung pulang. Setibanya dirumah aku terkejut, karena kata ibuku tadi Alfin mampir ke rumah. Dia menitipkan kado untukku. Aku sangat merasa bersalah. Aku tidak memberitahunya kalau aku sudah bertunangan. Aku berusaha meneleponnya tapi tidak ada jawaban. Akhirnya aku menceritakan semuanya lewat pesan singkat. Keesokan harinya Alfin meneleponku. “Kenapa kamu tidak menceritakan yang sebenarnya?”, tanya Alfin. “Bagaimana aku menjelaskan, kamu tidak ada kabar sama sekali”. Jawabku


26 IPP KADUR Januari 2023 “Aku sebenarnya sayang sama kamu tapi, aku masih berjuang. Tidak mungkin aku diterima oleh keluargamu jika keadaanku seperti ini “. Lanjut Alfin. “Bukannya aku pernah bilang untuk menunggu sampai kamu siap tapi, kamu tidak mau. Dan kamu tidak pernah memberikan kepastian. Aku minta maaf“. Kataku lagi. “Aku yang seharusnya minta maaf, semoga kamu bahagia dengan pilihanmu sekaarang “. Suara Alfin bergetar. “Terimakasih, semoga kamu juga bisa menemukan kebahagianmu “. Kataku terbata-bata. Aku matikan teleponnya karena aku tidak kuat lagi menahan air mata yang perlahan mengalir. Aku harus melupakan Alfin, menguburnya bersama kenangan yang pernah kita lalui. Biarlah dia menjadi cerita yang ku simpan sendiri. Aku harus merangkai lagi ceritaku bersama Rendi. Sebagai seseorang yang telah aku pilih menemani perjalanan hidupku. Aku tidak ingin mengecewakannya. Kan ku lukis kisah terbaik bersamanya.


Lembaran baru yang lebih indah 27 Profil Penulis Perempuan bernama lengkap Yuliana Ningsih, S.Pd. ini lahir di Pamekasan Madura, Jawa Timur pada 30 Juli 1994. Dia alumnus Universitas Terbuka jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar pada tahun 2016. Kini dia menjadi guru di SDN Kadur 5, Kec. Kadur, Pamekasan. Berkat pelatihan yang dia ikuti, kini dia semangat untuk belajar menulis. Menjadi seorang penulis tidak pernah ia bayangkan. Tapi, kesempatan itu datang dan membuatnya yakin untuk melakukannya.


28 IPP KADUR Januari 2023 RENCANA TUHAN SELALU INDAH DAN PENUH KEJUTAN Oleh: Winda Agustina, S.Pd. SD idup itu seperti permen nano-nano yang memiliki keanekaragaman rasa. Ada rasa manis, asam, asin bahkan juga pahit. Namun siapa yang menyangka keimanan bisa membendung keanekaragaman rasa itu bisa membuatnya menjadi selalu manis setiap saat. Malam bertaburkan bintang, beralaskan atap dan berselimutkan langit, dan dengan tangan memangku dagu menikmati suasana hati yang lagi gundah seperti suasana malam ini. “Apakah aku harus kabur dari rumah?” “Apakah ini jalan keluar terbaik “ Air mata ini tak bisa dibendung dengan segulung tisu yang ada dipangkuanku. Sejenak lamunanku terhenti saat siPutih memanggilku, seakan ia sangat mengerti akan isi hatiku. “Meong … meong… meong…” Suaranya penuh manja. Kupeluk dia erat-erat, sambil ku elus-elus bulu putih abu-abunya yang lembut. Sambil memandang kearah langit, Arini hanya bisa menangis sambil memeluk siputih. Ya, siputih adalah binatang kesayangan, dia bagaikan sahabatnya. Setiap hari dia sealu berada H


Lembaran baru yang lebih indah 29 disampingnya. Aku juga sering mencurahkan isi hatiku denganya. Berbicara dengannya menurutku lebih menyenangkan. Tentu saja, dia tidak seperti orang-orang pada umumnya, memberikan umpan balik saat diajak curhat. Tapi setidaknya dia bisa mendengar dan melegakan isi hatiku. “Shalat…Tiba-tiba aku teringat akan ceramah yang lagi kondang, namanya cukup kesohor. Ceramah itu pernah aku dengar saat aku membuka akun facebook. Video ustad itu muncul di facebookku. Kata shalat itu menjadi magnet yang menarik jiwa dan ragaku seperti benda logam kemudian melekat pada bagian manapun dari maget itu. segera ku pergi ke kamar mandi. Kusegerakan langkah membasuh diri dengan udhu lalu shalat, semua isi hati memaksa untuk ku ungkapkan kepada sang pemilik alam semesta. 2019, waktu dimana Tuhan memancarkan cahaya rezqiNya kepadaku. Seorang ibu yang telah risen dari kerjaanya mempunyai anak yang masih membutuhkan banyak biaya untuk susu dan popoknya. Sementara suaminya juga baru saja di PHK. Hutang warung sudah terlalu panjang untuk dibeberkan. Tidak pernah terbayangkan Arini kini terlepas dari semua masa pahitnya. Saudara dan kerabat pun sontak heran dan bertanya apa yang membuatnya bisa lolos menjadi seorang abdi negara. Ternyata janji Tuhan itu benar siapa yang datang kepadaku dan memohon dengan tulus maka akan dijawab pengaduanya. Hanya kita saja sering egois dengan


30 IPP KADUR Januari 2023 menganggap kebahagian hanya akan datang dalam bentuk yang kita inginkan, cara yang kita pikirkan. Padahal rencana Tuhan selalu indah dan penuh kejutan.


Lembaran baru yang lebih indah 31 PROFIL PENULIS Winda Agustina adalah nama lengkap penulis buku ini. Lahir di Pasuruan tanggal 17 Agustus 1987. Lahir dari orang tua yang bernama Suwito dan salamah (alm). Penulis adalah anak pertama dari 4 bersaudara. Penulis tinggal di desa Kertagena Laok, Dusun Mengkaan3, Kecamatan Kadur. Penulis menempuh pendidikan dimulai dari SDN Parteker2, dilanjutkan ke MTS Parteker dan SMAN3 Pamekasan, hingga akhirnya bisa menempuh masa kuliah di universitas Terbuka. Sebagai guru di Sekolah Dasar Negeri, sekaligus ibu dari 3 anak. Juga termasuk istri dari serketaris desa Kertagena Laok. Kesibukanya tidak menyurutkan semangatnya untuk belajar menulis. Penulis mengucapkan rasa syukur yang sebesarbesarnya pada Allah SWT. atas terselesaikanya Cerpen yang berjudul “RENCANA TUHAN SELALU INDAH DAN PENUH KEJUTAN”. Semoga cerpen ini bisa terus menambahkan semangatnya untuk tidak lelah menggali pengalaman baru.


32 IPP KADUR Januari 2023 AMANAH DIAKHIR TAHUN Oleh: Nurul Zuis Ning Prihatin erjuta kenangan menempel kuat dibulan terakhir tahun ini, Desember menjadi salah satu bulan yang sangat ditunggu kehadirannya oleh semua kalangan, utamanya para remaja. Mengapa? Bukan suatu hal yang tabu bagi kita yang sudah hidup di zaman serba digital alias zaman modernisasi. Bulan terakhir dalam satu tahun menandakan bahwa kita akan memulai tahun yang baru. Banyak kita lihat malam pergantian tahun,para remaja sering berkumpul sembari membuat acara hanya untuk menunggu waktu 00.00 yang menandakan tahun yang baru tiba. Suara terompet serta kembang api ikut meramaikan malam itu menambah semaraknya penyambutan tahun baru, sosmed pun ramai dengan status harapan “semoga di tahun yang baru akan lebih baik dari tahun sebelumnya. Kamar yang penuh dengan alat medis, kontraksi yang semakin menjadi seakan menyumbat jalur oksigen menuju jantung, hanya sehelai tirai penghalang menutupi separuh badan. Saat jarum bius menancap dibagian tulang belakang 5 menit setelahnya separuh badan sudah tak kurasakan sakit sedikitpun. Bunyi goresan pisau terdengar jelas ditelinga, ”Ya Allah lancarkanlah proses caesar ini” ucapku lirih yang saat itu. B


Lembaran baru yang lebih indah 33 Lima belas menit berjalan sudah tidak merasakan apa–apa, para medis sambil berbincang–bincang masalah pasien sebelumnya yang sama–sama caesar, namun dengan kepiawaian para medis ibu dan bayinya terselamatkan. Desember 2014 Tepatnya hari ke–20, sabtu malam pukul 21.45 WIB kami sekeluarga diberi kebahagian dengan terdengarnya tangisan seorang bayi mungil yang sudah 4 tahun kami harapkan. “Alhamdulillah” dengan lantang ku ucapkan ketika tangisan serta ucapan selamat dari 6 orang tenaga medis yang menangani caesar waktu itu. “Selamat bu, anaknya laki–laki sehat dan normal tidak ada kekurangan apapun” ucapan dari dokter cantik paruh baya waktu itu. “Terima kasih dokter” dengan linangan air mata dan separuh tubuh yang masih mati rasa akibat pengaruh obat bius aku menyambut tangan dokter sambil menciumnya. Hati sudah tidak sabar ingin melihat kondisi bayi mungil, dan ingin segera menciumnya. Suara tangisan itu semakin kencang menggelegar diruangan itu saat bapaknya mengumandangkan adzan di telinga kanan dan iqomah di telinga kirinya. Menit ke - 30 proses caesar selesai sempurna aku keluar dari ruang operasi menuju kamar dimana semua keluarga sudah menunggu. “terima kasih ya kamu sudah berjuang untuk buah hati kita, 9 bulan 10 hari kamu menjalani dan 11 jam kamu


34 IPP KADUR Januari 2023 menahan kontraksi yang sakitnya tidak bisa ku bayangkan” bisikan lelaki yang saat itu sudah menjadi seorang bapak sambil mencium kening sembari meneteskan air mata. “ ya, aku minta maaf karena aku masih belum bisa melahirkan anak kita secara normal” rasa bahagia yang dibarengi kekecewaan karena aku dinyatakan harus caesar sebab keadaan bayi yang reksus. Desember yang tak bisa kami lupakan ucapan syukur yang tak henti – hentinya kami panjatkan. Seorang bayi mungil akan mengisi lembaran baru kami menuju 2015. Amanah menjadi orang tuapun akan kami rasakan, selama 4 tahun selalu menjadi harapan kami disetiap tahun baru, namun kali ini kami berharap bisa menjadi orang tua yang mampu menjaga amanah dari sang pecipta, serta mampu memberikan kebahagian kepada anak – anak kami kelak. Amin...amin...ya rabbal alamin.


Lembaran baru yang lebih indah 35 PROFIL PENULIS Wanita yang memiliki mata minimalis ini bernama NURUL ZUIS NING PRIHATIN, menjadi kebanggaan tersendiri dengan sikapnya yang dikenal supel, mudah bergaul, humoris dan selalu bisa membuat ramai suasana. Diusia yang ke-36 ini harapannya bisa menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain. Melalui beberapa organisasi kepenulisan seperti Sagu Saku, IPP kabupaten dan IPP Kecamatan, dia mencoba menambah pengetahuannya dalam bidang menulis, beberapa tips cerdas dalam menulis sebuah karya sastra pun sudah di pelajari dari para ahlinya. Namanya telah tertulis dibeberapa buku antologi terbitan dinas dan IPP kecamatan Kadur, saat ini masih berusaha merampungkan tulisannya menjadi buku solo. Ibu dari 2 orang buah hati ini selalu berharap menjadi panutan bagi anaknya dan bagi orang lain. Wanita ini bisa dihubungi di nomer ponselnya yang selalu setia dengan satu nomer ponsel saja “085259921155”


36 IPP KADUR Januari 2023 Antara Lima Ribu Dan Lima Juta Oleh: Sri hartatik ua pertemanan yang sangat unik, sebutlah namanya Balon dan Awan. Keduanya terlahir dari latar belakang keluarga yang berbeda. Balon dari keluarga yang sangat sederhana, sedangkan Awan berasal dari keluarga yang sangat kaya raya. Tetapi walaupun berbeda latar belakang keluarga, keduanya sangat memahami satu sama lain. Mungkin itulah keunikan mereka, walau berbeda kasta tetapi tidak menyurutkan semangat mereka utk selalu saling mensupport satu sama lain. Balon dan Awan seringkali membeli sesuatu secara bersama-sama. Dengan keadaan yang sangat berbeda, maka otomatis mereka membeli sesuatu yang berbeda pula. Secara kasar karena Balon hanya mempunyai uang pas-pasan, maka Balon hanya membeli semampunya saja. Akan tetapi sangat jauh berbeda dengan keadaan Awan yang mempunyai uang yang banyak. Awan membeli sesuatu dengan uangnya yang banyak. Tapi Balon senantiasa selalu bersemangat untuk terus melanjutkan warna-warni kehidupannya bersama sang sahabat yaitu Awan. Ketimpangan sosial itu tidak membuat Balon pesimis. Dia rela dan ikhlas menjadi seorang kuli walau D


Lembaran baru yang lebih indah 37 umurnya saat itu masih usia sekolah. Itulah yang membuat Awan semakin bangga kepada Balon sebagai sahabatnya. Walau Balon mempunyai sahabat yang kaya raya seperti Awan, tetapi Balan tidak serta merta mengandalkan kekayaan sahabatnya itu. Dia tetap bekerja keras untuk kehidupan dia selanjutnya. Balon membeli makanan seharga Lima ribu perak, sedangkan Awan bisa menghabiskan uang jutaan rupiah hanya untuk makan malam saja bersama keluarga besarnya. Awan bisa berbelanja barang-barang pribadinya seharga jutaan rupiah, tapi balon juga sudah cukup ikhlas dan bersyukur bisa memiliki suatu barang miliknya dengan harga lima ribu perak saja. Suatu ketika Balon dan Awan berbincang, saling bertanya tentang barang-barang yang dimiliki oleh masingmasing pribadi mereka. Awan mempunyai barang seharga lima juta rupiah, Balon dengan banggnya juga menuturkan barang pribadinya seharga lima ribu rupiah saja. Mereka sama-sama tertawa bahagia menceritakan jalan kehidupannya masing-masing. Beberapa tahun telah berlalu. Balon dan Awan terpisah benua karena Awan melanjutkan studi pendidikannya ke luar negeri. Balon juga sudah mulai berubah kehidupannya karena setelah lulus kuliah, Balon ikut tes seleksi penerimaan ASN (Aparatur Sipil Negara). Alhamdulillah kehidupan Balon berang-angsur semakin membaik dari pada kehidupan sebelumnya. Karena setelah dia lulus menjadi seorang ASN (Aparatur Sipil


38 IPP KADUR Januari 2023 Negara). Lika-lika kehidupan yang ia hadapi selama ini membuatnya semakin tegar menjalani kehidupannya. Lembaran baru sudah terpampang nyata untuk dijalani Balon. Kehidupan yang lebih baik, kehidupan yang lebih bermakna indah, kehidupan yang lebih berarti dari sebelumnya, tanpa melupakan sejarah kehidpannya yang dahulu yang mengajarkan dia banyak kenangan pahit dan manisnya kehidupan. Dahulu Balon merasakan bedanya dia dengan Awan, antara lima ribu dan lima juta. Sekarang dia sudah bisa merasakan bagaimana memiliki barang berharga juga walau harganya masih jauh di bawah kepemilikan Awan. Tapi Balon sangat bersyukur sudah bisa meniti kehidupannya sampai saat ini. Antara lima ribu rupiah dan lima juta rupiah telah mengubah nasib Balon menjadi lebih baik lagi. Kehidupan baru akan terus dijalani Balon demi amanah dan anugerah yang telah Allah SWT berikan kepada Balon. Tetap semangat para pejuang kehidupan yang lebih baik lagi. Arungi hari-hari kita dengan penuh semangat ikhlas dan sabar serta berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan keberkahan serta kebarokahan di dalam kehidupan kita.


Lembaran baru yang lebih indah 39 PROFIL PENULIS Perempuan ini sekarang mengabdi di SDN BUNGBARUH 2 KADUR. Ibu Tatik begitu sapaan yang biasa ditujukan kepadanya. Karena kemungilan tubuhnya, ibu yang satu ini seringkali dikira masih duduk di bangku SMA, padahal sudah mempunyai suami yang bernama MUH. SULHAN FAUZI, S.Pd serta 3 buah hati (SAIFI KHAFIF FAUZILLAH, SAUFA MAULIDI FAUZILLAH, SAFIYA HAZIQA FAUZILLA ). Keinginan serta semangat untuk terus mendalami dunia kepenulisan terus membara. Walaupun sebenarnya dia masih nol pengalaman di dalam dunia kepenulisan. Cerpen tentang IBU ini adalah karya ketiganya setelah karya yang pertamanya dalam lomba essay bulan kemarin. Tergabung dalam kepengurusan IPP (IKATAN PENDIDIK PENULIS) kecamatan KADUR membuat perempuan ini semakin bersemangat melalui karya kedua dalam antologi puisi pengurus IPP Kadur. Tak mau berhenti berkarya walau berjalan sangat tertatih dan mungkin dia masih belajar merangkak di dalam dunia tulis-menulis. Berharap kepada para senior di IPP Kadur agar terus memberi arahan serta bimbingan kepada Ibu yang satu ini yang sedikit punya hobi bernyanyi. Penulis juga bisa dihubungi melalui [email protected] atau via whatsapp ke nomor 087850266018 - 08233598507


40 IPP KADUR Januari 2023 “Lembaran Baru Kumau Tetap Bersamamu” Oleh: Rina Firdaus eperti awalnya saat akan melangkah biarlah yang lalu menjadi kenangan hemapas dan lepaaskan.Lembaran baru yang berawal dari awal kita melangkah perlahan tapi pasti,di saat itulah kita menjalani semua Bersama dan berpegangan tangan erat. Hidup itu seperti gula yang memiliki keanekaragaman rasa boleh pahit,boleh peddas dan manis.Namun siapa yang menyangka keimanan bisa membuatnya menjadi pahit setiap saat maha suci Allah jaga bisa menciptakan dimana rasa pahit yang melebihi pahitnya jamu itu menjadi manis dengan sekejapnya,manisnyapun bisa melebihi manisnya kmbang gula yang di jual oleh abangabang di jalanan.Hidup akan selalu bergerak dan akan meninggalkan seseorang yang teerjebak di dalam masa lalu yang berkepanajangan dan sulit move on. Terkadang rasa itu datang menhampiri dan enggan untuk meembuka lembaran baru tapi tetaplah berpandangan ke depan dan yakini kalua kita bisa melewatinya dengan perlahan tapi pasti.Sibukkanlah diri dengan ke sibukan di kantor. Rekreasi jalan-jalan dan sebagainya yang bisa di kerjakan dengan santai. Lembaran baruku denganmu aakan S


Click to View FlipBook Version