Lembaran baru yang lebih indah 41 selalu menjadi sejarah sepanjang masa di simpan dalam hati dengan berbikai cinta yang abadi insyallah dan pasti. Biarkan cinta abadi dan tak luntur di bawa masa dan bperkembangan zaman yang berubah-ubah tak menentu arah,biarkalah ini semua mengalir seperti air sungai yang berjalan dengan perlahan sehingga sampai pada titik lautan yang biru terlihat meskipun bekas itu masih ada dan sering datang di saat dia tidak di undang. Tapi percayalah itu akan pudar dengan sendrinya mengikuti derasnya air tadi.Intinya jalani dengan sabar,sabar dan tetap sabar. Hidup masih Panjang tantanganpun masih membentang ke depan banyak yang masih kita harus lewati bersama setiap waktu dan setiap saat selalu berpegangan tangan sehingga kuncinyapun di temukan berdua. Lembaran baru biarkan tetap baru,putih se putih kertas kosong yang belum kotor oleh sebuah goresan pena, yaaaaaa Allah jaga lindungi, persatukan dengan perekat yang paling mahal dan lengketnya tak tertandingi, jangan berikan dia cobaan yang tak bisa dia jalani, kokohkan pertahanannya,selalu beri akhir yang menyenangkan serta bisa di lewati dengan mudah.
42 IPP KADUR Januari 2023 PROFIL PENULIS Rina panggilan keseharian perempuan energik dengan ciri khas kumis tipis dan lesung pipi ini.Ia lahir di kota kecil Bernama PAMEKASAN 15- 11-1983,40tahun silam.Tak muda emang umurnya tapi Ia tidak kalah dengan remaja umur 18thunan,Ia pernah belajar di SDN BARKOT 7 (1993),SMP NEGERI 5 (1999),SMA NEGERI 2 (2002),Kkemudian ia melanjutkan ke perguruan tinggi UNIVERSITAS KANJURUHAN MALANG (2004 – 2006),UNIVERSITAS TERBUKA (2007 – 2009). Perempuan yang mengabdi sebagai Guru Sekolah Dasar pada tahun 2008 sampai saat ini,bersyukur sekrang ia di angkat sebagai PNS dan di tempatkan di tempat ia mengajar kali pertama, Ia aktif di KKG sekolah sebagai sekretaris, aktif sebagai ibu kepala dusun. Serta aktif di komunitas RX KING 135 cc. Dengan tekat dan semangat ia berusaha mempunyai buku meski hanya sekadar kolom dan essay.
Lembaran baru yang lebih indah 43 Support systemlah yang menjadi kekuatanku membuka lembaran baru Oleh: Amalia Susanti, S. Pd “Seberapa jauh dirimu lari dari keadaan, jika hal tersebut yang akan membawamu ke Takdirnya, maka terimalah ia dengan penuh kasih sayang dan cinta, karena itu semua adalah support system terbaik dalam hidupmu” *** enjadi seorang CEO tak pernah terbayang dalam benaknya. Pramudia, putra tunggal dan pewaris PT. Dirgantara Corporation. Walaupun secara biologis dialah sang penerus perusahaan, tetapi dirinya belum terlatih untuk menjadi seorang pemimpin perusahaan besar. Sepeninggal sang ayah, dirinyalah yang harus meneruskan mimpi besar keluarganya, membangun dan mempertahankan kejayaan perusahaan di tangannya. Mayuna, nyonya dirga, yang tak lain adalah ibu dari Pramudia sangat berharap perkembangan perusahaan pada putra semata wayangnya. “Nak, ditanganmulah ayahmu menitipkan semua ini!” ucap Mayuna pada Pramudia setelah sang pengacara membacakan ahli waris keluarga Dirgantara. M
44 IPP KADUR Januari 2023 “Walaupun masih ada ibu. Akan tetapi, ibu yakin dirimu bisa mengelolanya dengan baik.” lanjutnya. “Dengan restu dan doamu, bismillah saya siap memimpin perusahaan ini!” jawab Pramudia. Walau dihati kecilnya masih terbesit ‘mampukah aku menggapai semua mimpumu, yah’ ucapnya lirih. Semua seperti mimpi, setelah kecelakaan maut yang menimpa sang ayah, yang mengharuskan dirinya melanjutkan tongkat kepemimpinan perusahaan. Pramudia termasuk seorang anak yang cerdas, terbukti dari hasil nilai ujian disekolahnya selama ini dan dirinya juga bisa menyelesaikan pendidikannya melalui jalur akselerasi. Diusianya yang baru genap 20 tahun tersebut memaksanya untuk memulai lembaran baru. Jika dulu ketika ayahnya masih hidup, ketika mau diajak untuk sesekali bergabung dalam kegiatan perusahaan selalu saja menolak. Namun sekarang, mau tidak mau dirinyalah yang harus mengatur dan mengelolanya dengan baik. “Tuan muda tetap akan kami sampai mahir betul mengelola perusahaan.” ucap pak Bahrud, asisten pribadi sang ayah. “Mohon bantu Pramudia, pak Bahrud.” sahut Mayuna dengan wajah penuh harap. “Terima kasih atas kepercayaan keluarga besar Dirgantara kepada kami, bu” jawab pak Bahrud.
Lembaran baru yang lebih indah 45 “Kami tetap akan selalu mendampingi tuan muda sebagaimana pelayanan kami kepada pak Dirgantara.” lanjutnya. “Saya siap belajar kepada semua pengurus perusahaan, pak” jawab Pramudia dengan sopan. Ruangan tersebut kembali sunyi setelah usai acara penunjukan ahli waris perusahaan tersebut. Pak Bahrud beserta karyawan lainnya selalu menampingi dan membantu Pramudia dalam mengelola perusahaannya. Waktu begitu cepat berlalu, tak terasa perusahaan semakin maju ditangan sang CEO muda tersebut. Semua berkat doa, dukungan serta support system orang-orang disekitarnya, dirinya tidak akan berarti apa-apa tanpa mereka.
46 IPP KADUR Januari 2023 Profil Penulis AMALIA SUSANTI, Lahir di Pamekasan, 09 Juni 1987. Mengenyam pendidikan di SDN Ponteh 1 (1999), SMPN 1 Larangan (2002), SMKN 1 Pamekasan (2005), D-2 UT (2008) dan S-1 UT (2011). Mengajar di SD Negeri Sana Tengah I, Pasean, Pamekasan sejak tahun 2009 hingga Januari 2022, dan mendapat amanah baru sebagai guru dan Kepala SD Negeri Kertagena Tengah 4 sejak awal tahun 2022, serta aktif dalam komunitas “Dhu’remmek” (Abhundhu’ Rembâgghâ Mekkasân). Penulis bisa dihubungi di Nomer: 083228136054 atau E-mail: [email protected] dan [email protected] .
Lembaran baru yang lebih indah 47 Venice, Ku Mohon Menghilanglah Bersama Gelap Oleh: Fifin Handayani Perkara meninggalkan Venice dengan seluruh keramahan penduduk serta keindahannya adalah hal yang sama sekali tak bisa aku tepis. Bismillah, sekali lagi aku harus berterimakasih pada takdir indah ini. *** enja belum begitu gelap saat aku sedikit terburu-buru memasuki gerbang Marco Polo Venice Airport, Italia. Bbbrrrrrr!!!! Venice on January, sumpah jangan ditanya seberapa dinginnya. Kadang harus melawan suhu di bawah 0 derajat Celcius. Aku masih sempat merapikan long coat kesayangan berwarna latte yang sore ini kebetulan aku mix and macth dengan bawahan rok putih dan sepatu boots hitam matt serta pashmina yang sengaja aku semat ala fashion blogger kesukaanku Dian Pelangi. “Cieeee si paling Dian pelangi, jangan ditekuk gitu donk mukanya, asem tau!!” Hibur Mirna, sahabatku yang sejak awal menjadi saksi hidupku menjadi seorang mahasiswa pascasarjana di salah satu kampus ternama di kota Venesia. Sebuah kota teromantis di Italia, hingga saat ini aku putuskan untuk kembali ke Indonesia setelah suamiku yang S
48 IPP KADUR Januari 2023 asli penduduk Italia, memilih untuk hidup bersama wanita idaman lainnya. Astaghfirullah!!! Aku menyeka sepatuku dengan tisu saku yang tadi sempat kotor terkena cipratan lumpur saat menunggu taksi yang mengantarku menuju bandara. Yahhh, aku memutuskan untuk menetap di Indonesia kembali bersama orang tuaku setelah satu-satunya lelaki yang sempat aku rela pertaruhkan hidup dan matiku untuk mendapat restu dari orang tuaku dulu, kini ternyata memilih untuk hidup bersama wanita pilihannya. Kami bercerai dan hidupku kacau berantakan. Mungkin saja aku tak akan sekuat sekarang jikalau tidak ada malaikat kecil yang sedang duduk di sampingku sekarang. Shanum, bidadari kecil berusia 2 tahun bermata biru dan berambut pirang sedikit wavy mirip sekali dengan daddynya. Allah!!! Aku hancur sehancur-hancurnya. Bagaimana bisa gadis semungil ini sudah merasakan getirnya broken home. “Heyy, Ra... Are you okay? sepatumu gapapa kan, jangan-jangan perasaanmu yang berantakan ne?” ledek Mirna mengagetkanku. “Sorry… I am okay Really okay” Balasku dengan senyum yang dipaksakan sambil menyeka air mata yang tak terasa mengalir begitu saja, deras tak terbendung. “Kamu yakin?” Tanya Mirna sambil memelukku. “Mir, terimakasih sudah selalu ada buat aku selama ini, do’ain aku sama Shanum ya!” Suaraku parau terbata
Lembaran baru yang lebih indah 49 menahan isak yang kembali kutumpahkan di pelukan Mirna. Seaka n tak ada keperihan yang lebih menyakitkan dari ini. “Ssssstttt jangan cengeng ah, ga kasian kamu sama Shanum?” Mirna menatapku dan memegang pundakku, berkaca-kaca, aku tahu dia berusaha menahan diri untuk tidak menangis di hadapanku, ingin membesarkan hatiku saja. “Mommy….!!!” Seru Shanum seraya menghambur ke pelukanku. Hal yang membuatku semakin deras menumpahkan air mata. Entah apa yang ada di pikirannya, yang pasti suatu saat nanti dia akan faham apa yang sebenarnya terjadi dan Shanum kecil kelak akan didewasakan oleh keadaan. Tumbuhlah besar Shanum. Mommy yakin setelah ini akan ada Pelangi indah yang mengelilingi masa depanmu. “Ra, ngelamun terus? Tuh, bagasimu ready” Baikbaik ya di Indonesia. “Thank you ya, Mir. Udah nganterin aku” Aku memeluknya erat dan menangis sekali lagi. “Dah ah, keep smile donk!!! Tuhan ga salah milih pundakmu”. Aku termangu dalam pikiran yang tak menentu, overthinking, insecure dan entah apalagi yang memenuhi otakku. Bagaimanapun juga, tak ada satu orangpun perempuan yang mau rumah tangganya berantakan dan harus fighting menjadi single parent bagi anak-anaknya.
50 IPP KADUR Januari 2023 Hanya bisa meyakini, akulah wanita pilihan yang sudah Allah pilih menjadi peran dalam skenario terbaik dari-Nya. “The end of January, Venice Italy”
Lembaran baru yang lebih indah 51 PROFIL PENULIS Penulis yang hobi mendengarkan music dan fotografi ini memiliki nama asli Fifin Handayani. Lahir di salah satu Kabupaten di Jawa Timur, Pamekasan menjadi tempat kelahirannya pada 16 April 1986. Saat ini penulis beralamat di Dusun Mengkaan 2, RT.002/RW.005 Desa Kertagena Laok – Kadur. Memiliki riwayat Pendidikan dari SDN Kertagena Laok 2 dan MTs Al Falah Sumber Gayam kemudian melanjutkan ke tingkat atas di MAN 1 Jungcangcang Pamekasan. Penulis dapat dihubungi di rumahnya atau melaui email [email protected]. Demi kesempurnaan tulisannya, kirimkan saran dan kritik untuk penulis di alamat Email di atas atau di no HP 089524271911.
52 IPP KADUR Januari 2023 Cinta Tak Harus Tinggal Oleh: Nurul Sufiati,S.Pd.Sd usucikan raga ini sebelum ku menunaikan subuh yang kudus. Seperti kemarinkemarin sebelum sang Anurika dengan jingganya yang khas dan sebelum tetesantetesan embun berjatuhan d helai daun daun yang hijau, ku mulai hari ini dengan 2 rakaatku sebagai bentuk pujaku dan kewajibanku padaNya. Kulipat sajadahku setelah menyelesaikan rangkaian dzikir dan doa. Perlahan kuhampiri jendela kamarku, fajar sudah mulai menyingsing dan embun-embun sudah mulai mengering di atas rumput-rumput yang menghijau. Ku hirup dalam-dalam udara pagi ini terasa lebih sejuk dari pagi kmarin, mungkin karena semalam hujan telah mengguyur kota tercintaku. Sejenak kupejamkan mata sambil ku lafadzkan hamdalah “Alhamdulillah hirabbil alamiin “. Ku langkahkan kakiku menuju salah satu tempat favorit di rumahku, dapurku tercinta. Kulihat ibuku sedang memasak, ku hampiri beliau. “Bu, masak Menu apa pagi ini?“ tanyaku. “Nasi goreng“ jawab ibu. “Wow enak nich keliatannya“. lanjutku. “Pasti, ibu bikin ini super pedes sesuai seleramu” jawab ibu. K
Lembaran baru yang lebih indah 53 Ibu memang koki terbaik patut di acungi 2 jempol buat ibuku. Akhirnya 2 piring nasi goreng Super pedas kesukaanku tersaji d atas meja makan untuk kusantap bersama ibu tercinta. Kami berdua makan dalam diam hanya suara sendok yang bersentuhan dengan piring yang sesekali terdengar. “La, hari ini kamu sudah langsung ngajar di SDN Tunas Bangsa?” tanya ibuku. “Iya bu, hari ini saya akan kesana untuk menyerahkan SK saya ke kepala sekolah disana sekaligus perkenalan dengan rekan-rekan guru disana”. “Alhamdulillah semoga kamu betah ya mengajar disana“. “Aamiin” jawabku. Kulihat jam dinding menunjukkan jam 06.00 segera kuselesaikan sarapanku lanjut kumenuju kamar mandi untuk membersihkan diriku sebelum berangkat ke tempatku mengajar di SDN Tunas Bangsa. Ini hari pertamaku mengajar disekolah ini. Kemarin lusa saya mendapat surat mutasi untuk mengabdi di sekolah tersebut. Ku panjatkan seribu-ribu rasa syukur akhirnya saya bisa di tugaskan mengajar yang dekat dengan tempat tinggalku. Setelah memakai seragam kuberdiri depan cermin sambil ku gelar kerudungku menutupi mahkotaku. Ku perhatikan penampilanku agar terlihat cukup baik karena akan bertemu dengan orang-orang baru.
54 IPP KADUR Januari 2023 Sekelebat bayangan hari kemarin berlintas di benakku. Acara lepas pisah disekolahku yang lama. Betapa disana saya selama 3 tahun sudah bersama-sama dengan orang-orang hebat. Mereka telah mengajarkanku banyak hal padaku. Sejak aku di tempatkan bertugas disana pada awalnya aku sempat was-was dan merasa takut berhadapan dengan para guru senior. Tapi ternyata mereka sangat welcome dan super baik terhadap aku yang benar-benar orang baru di dunia pendidikan. Sumpah ilmu pendidikanku masih benar-benar minim. Alhamdulillah rekan-rekan guru disana banyak membimbing dan mengajariku serta memberikan masukanmasukan yang sangat berarti. Apalagi murid-murid disana selalu bikin aku kangen. Mereka rajin belajar dan patuh terhadap guru. Sungguh berat sebenarnya aku meninggalkan tempatku mengajar, tapi aku harus mengambil keputusan ini demi ibuku yang sudah mulai menua. Kalo aku tidak pindah kerja ibuku harus sendirian di rumah. Maka keputusan ini harus ku ambil demi ibuku. Aku tersadar dari lamunanku ku lirik jam tanganku. Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 06.30 WIB. Segera ku selesaikan merias penampilanku. Kurasakan detak jantungku memacu dengan cepat, deg-degan menuju tempat mengajar yang baru, dalam hati bertanya -tanya apakah
Lembaran baru yang lebih indah 55 rekan gurunya sebaik tempat mengajar yang lama, apakah murid-murid juga sebaik di tempat yang lama. Kulajukan sepeda motorku dengan pikiran was-was yang masih berkecamuk di benakku. Sepuluh menit kemudian sampailah saya di SDN Tunas bangsa. Ku parkir sepeda motorku sambil ku edarkan pandangan mencari dimana letak ruang guru dan kepala sekolah. Setelah terlihat ku langkahkan kakiku menuju kesana. Ku ucapkan salam. “Assalamualaikum”. “Waalaikumsalam “serentak para rekan-rekan guru disana menjawab. Dengan penuh senyuman mereka mempersilahkan saya untuk duduk. Saya menyampaikan apa yang menjadi maksud dan tujuan saya datang kesekolah ini. Alhamdulillah mereka menyambutku dengan baik dan siap menerimaku sebagai rekan guru. Ku ucap syukur dalam hati “alhamdulillah lega rasanya bisa di pertemukan lagi dengan orang-orang hebat dan baik. Rasa was-wasku hilang seketika musnah seiring rasa kekeluargaan yang tercipta. Jadi teringat sama murid-murid dan rekan guru d sekolah yang lama. Ku ucapkan maaf dalam hati, “Maafkan ibu ya harus meninggalkan kalian, bukan ibu tidak cinta kalian tapi ibu harus pergi demi menyongsong cinta di tempat ini”. Ternyata rasa cinta yang dalam kepada kalian tak mampu membuatku untuk tetap tinggal. Terima kasih atas
56 IPP KADUR Januari 2023 semua ilmu, cinta, kasih dan kebersaman yang telah kalian ajarkan kepadaku.
Lembaran baru yang lebih indah 57 PROFIL PENULIS Wanita yang hobby traveling ini selalu mencoba kuliner terbaru di kotanya dengan menuliskan dalam beberapa reviewnya. Lahir di Pamekasan, 27 Nopember 1982 Pemilik nama Nurul Sufiati memperoleh gelar S.Pd. SD dari Universitas Terbuka. Berdomisili di Desa Artodung Pamekasan. Memulai mengajar di SDN Tagangser Laok 1 pada Tahun 2006-2009 dan SDN Sokalela (2009-Sekarang). Penulis bisa dihubungi di nomor telepon 082338465450/087850789227 dan Email [email protected]
58 IPP KADUR Januari 2023 KU TINGGALKAN PESONAMU, DEMI MIMPI DAN ASAKU Oleh: Muawanatun ubuhnya terkulai lemas seakan jiwa terlepas dari raganya. Pandangan mata Nina terlihat kosong. Kejadian naas telah merenggut nyawa suaminya. Namun sepenuhnya Nina menyadari kejadian itu atas kehendakNYA. Hari demi hari bulan dan tahunpun berganti begitu cepat. Memang tidak mudah baginya menjadi single parent, Nina tidak ingin hidupnya bergantung pada orang lain. “Tiada guna meratapi Nasib, pikirnya. Demi menjalani hidup yang lebih baik, Nina rela bekerja serabutan, bahkan setiap hari berkeliling kampung untuk memasarkan dagangannya. Keyakinan hatinya suatu saat nanti entah kapan, ia dapat membahagiakan orang tua dan anak-anaknya. Suatu ketika Nina berencana pergi ke Kota untuk membeli pesanan pelanggan. Seperti mendapatkan petunjuk, dia bertemu dengan salah satu kerabat dekat, Nina menanyakan kabar dan apa kesibukannya saat ini, ternyata dia baru saja daftar masuk Perguruan Tinggi. “Akhir pendaftaran kapan”? tanya Nina. “Kabarnya besok Bak!” Jawab Arin. T
Lembaran baru yang lebih indah 59 Entah kenapa Nina begitu tertarik dan berniat untuk melanjutkan sekolah lagi. Tanpa berpikir panjang begitu sampai dirumah, Nina langsung menyiapkan berkas yang diperlukan untuk mendaftar. Demi masa depan yang lebih cerah, Nina rela menguras tabungannya. Dua tahun telah berlalu Pendidikan yang nina tempuh telah usai, teman-teman Nina banyak yang melanjutkan S1. Namun apalah daya untuk melanjutkan, Nina tidak memiliki biaya. Satu tahun kemudian Nina diajak temannya untuk mengikuti tes CPNS. Sembari menyeka air mata. “Saya tidak punya sayap untuk mendaftar Vit!” kata Nina. “Saya siap mengantarkan kamu Bak!” ujar Vita. Semua kelengkapan administrasi beserta bank soal sebagai referensi untuk dipelajari di rumah, disiapkan oleh Vita. Akhirnya dengan bantuan temannya itu, Nina mau ikut tes CPNS. Harapan terbesarnya dapat membahagiakan kedua orang tua dan anak-anaknya. Walaupun ibu dari Vita sendiri sempat mencibir, kalau ijazah yang mereka miliki tidak dapat diandalkan. Rencana Allah tiada yang tahu. Atas kuasa Nya, beberapa bulan kemudian, pengumuman kelulusan CPNS, Nina ke kota. “Koran… Koran…” teriak penjual koran. “Jawa Posnya Pak! satu” kata Nina. “Jawa Pos nya habis Bak!” ujar penjual koran. Berselang satu jam HP Nina berdering, Kring…kring…
60 IPP KADUR Januari 2023 “Alhamdulillah kamu lulus dik!” kata sepupu Nina. Tanpa menunggu sampai ke rumah, Nina melakukan sujud syukur. “Terima kasih Ya Robb atas Rahmat Mu saya mampu melewati masa sulit ini” ucap Nina dalam hati. “Usaha Tidak Akan Menghianati Hasil”
Lembaran baru yang lebih indah 61 PROFIL PENULIS Perempuan yang lahir di daerah pesisir Talang Siring pada Tahun 1980. Oleh kakeknya dia diberi nama Muawanatun yang berarti “yang dapat dipercayai”, uun adalah panggilan kesehariannya”. ia anak keempat dari empat bersaudara,,satu kakak perempuan dan dua kakak laki-laki. Terlahir di lingkungan dan keluarga dengan keadaan yang sangat sederhana tidak menyurutkan semangatnya untuk terus menjadi yang terbaik. Saat ini penulis mengabdi di SDN Kertagena Laok 2 Kadur. Penulis dapat di hubungi melalui Nomor telephone 087863000086.
62 IPP KADUR Januari 2023 Kecewa Oleh: Luluk Maghfiroh, S.Pd ahaya itu terlihat tatkala terdengar indah kata bintang menjanjikan sebuah penghidupan. Dari waktu ke waktu setitik kepastianlah yang diharapkan. Dalam kesunyian satu doa yang dilantunkan berulang-ulang, hingga cahaya bersinar terang menjadi penghidupan yang bukan hanya diatas awan dan hentakannya pun dirasakan oleh seluruh makhluk bumi yang kadang kala memberi sedikit banyak celotehan. Apapun terlihat buram di depan, entah hati yang harus diikuti ataukah logika yang terkadang bisa mematahkan semua keteguhan yang sudah tertata rapi dari awal. Cinta berkata bahwa semua budak harus bersujud kepadanya, termasuk logika. Hati adalah penentu utama dalam hal ini. Tidak banyak himpunan awan hitam ingin menutupi cahaya itu, sekeras itu juga hati melucuti logika dari kokohnya harapan. Sesekali bintang meyakinkan bahwa diri nya mampu memberikan cahaya terang, namun semua tidak nampak. Berulang kali logika bermain dan hati selalu menjadi wasit perdamaian dilubuk sana. Aku merasakan kehangatan cahaya itu, tapi tiap kali aku tak melihat usahanya C
Lembaran baru yang lebih indah 63 memberikan sinar. Mulai bimbang. Entah awan hitam dibiarkan mendekatinya ataukah memang tidak ada keinginan untuk menghindar dan bersinar? Coretan kecewa yang tertulis dalam bulatnya hati membunuh logika, acap kali hati mulai berpikir apa yang sedang dilakukan, kesalahan apa yang sudah ditawarkan. Hati mulai goyah dan sering berseteru dengan logika. Sampai pada titik bintang membiarkanku redup dan tak bercahaya. Sekali saja ia tak bertanya bagaimana caraku bertahan hidup tanpa cahayanya. Keadaan itu melemahkanku, lumpuh dan tak berdaya. Kemarau hampir tiba, sedikit demi sedikit awan hitam mulai berpulang dan bintang datang menawarkan kembali janjinya. Hati dan logika menerima dengan perasaan biasa saja. Teramal tidak ada penghidupan bahagia di kejauhan sana. Luka kecewa terasa berat sekali untuk hati maafkan. Seakan langit tak mendengar keluh yang diderita. Semua terlihat kejam tanpa ada peduli sedikitpun. Terasa sendiri dan tak punya sandaran. Logika meronta dan beberapa kali berucap hati salah tak pernah mendengarkan pendapatnya. Sangat geram melihat bintang yang ingin tapi tak pernah menunjukkan cahaya nya terang untuk jenis kaktus sepertiku. Yang kokoh dengan penghidupanku dan bisa bertahan diri dengan duri halusku. Hanya saja tak bisa bersuara dengan jelas apa yang sedang melukai tubuhku.
64 IPP KADUR Januari 2023 Dalam angan sinar yang ia miliki mampu memahami resah yang diderita, tapi angan tinggallah angan. Ruang dan jarak terasa semakin luas dan jauh meninggalkan luka. Roda waktu berjalan dengan cepat dan memupuskan semua harapan. Hingga malam menyapa dan bertanya mengapa tubuhku mulai lapuk seakan tak bernyawa. Wahai harapanku, tak mengapa jika memang tanpa pembuktian dan secuil usaha, sudah terdengar gemuruh janji dari penghidupan yang kau kabarkan. Namun aku tak bisa membiarkan tubuh ini lemah dan lapuk untuk keindahan tuanku. Seyogyanya aku adalah milik tuan yang masih mengharapkan cahaya. Pilihan yang menyakitkan dan membuat tubuh semakin tak berdaya adalah melepaskan kata “iya” dari penghidupan yang engkau janjikan. Duri yang menjadi benteng pertahanan tubuhku locot satu persatu. Isak tangis dari cercahan sinar cahaya itu membuat teriang-iang pada pendengaranku. Namun kaktus harus berdiri dalam penghidupannya tanpa cahaya. Pelan-pelan belajar menopang tubuhnya yang lapuk agar bisa kekar kembali. Mulai terbiasa dengan kegelapan tanpa cahaya bintang di malam hari. Aku memilih untuk dihidupi oleh tuanku dan meninggalkan harapan-harapan yang hanya terkabarkan. Sekarang aku harus bisa hidup tanpa penghidupan dari cahaya yang tidak pasti, membuka dan memulai lembaran baru dengan harapan yang lebih indah di kemudian hari.
Lembaran baru yang lebih indah 65 PROFIL PENULIS Penulis memiliki nama asli Luluk Maghfiroh, S.Pd. dilahirkan di Pamekasan 21 Januari 2000. Ia merupakan penulis pemula yang belajar merangkai kenangan melalui tulisan sederhana berharap dapat berguna bagi pembacanya. Perempuan yang mengabdikan dirinya di SDN GAGAH – Kadur ini dapat di hubungi melalui nomor telepon 085334865121.
66 IPP KADUR Januari 2023 Bangkit, Merajut Asa! Oleh: Rahmawati itemani secangkir teh hangat di atas meja, Bayu seakan masih belum percaya bahwa ia sudah sebulan berada di ruang barunya. Ruang kerja di kantor cabang ini berukuran mungil. Berbeda jauh dengan kantor pusat yang luas dan bonafit, walaupun jarak tempuh dari rumahnya cukup menghabiskan waktu. Kenangannya bersama pimpinan dan rekan kerjanya masih sering terlintas. Maklumlah, karena ia sudah sewindu lebih bersama mereka merajut angan dan citanya di kantor pusat. Namun, permintaan kepala divisi yang tak mampu ia tolak untuk menerima amanah baru di kantor cabang. Kantor cabang memerlukan tenaga yang kompeten seperti Bayu karena kantor ini sedang proses berkembang. Kepala divisi sangat yakin Bayu bisa mengembangkan sayapnya disini. Adaptasi dengan karyawan dan juga pimpinan barunya sudah ia lakukan. Bayu mencoba membuat program baru yang sekiranya sesuai dengan kondisi kantor cabang. Ia memaparkan rencana kerjanya itu dihadapan pimpinan dan juga rekan kerjanya. Sayangnya program barunya itu belum mendapat restu dari pimpinan. Padahal rekan kerjanya sudah D
Lembaran baru yang lebih indah 67 sangat setuju dan mendukung. Bayu mulai memutar otak, memikirkan ada apa dengan kantor cabang ini. Tanda tanya besar dalam pikirannya. Padahal menurut pemikirannya, kantornya ini jauh lebih bisa berkembang andai mau membuka diri pada perubahan dunia usaha. Selang sepuluh hari ia mengajukan programnya. Ia mengajukan program lain yang harapannya bisa diterima dan disetujui, terutama oleh pimpinannya. Tak disangka, program yang levelnya dibawah dari program yang sebelumnya juga tak diindahkan. Bayu berpikir keras. Kantor cabang ini tak akan bisa berkembang jika pimpinan tetap kolot pada perubahan. Ternyata sang pimpinan memang kurang mahir dalam hal manajemen kerja. Beliau dipilih menjadi pimpinan karena putra dari pimpinan yang sebelumnya. Anggaplah ada sedikit kolusi di tempat kerja Bayu ini. Bayu menyandarkan bahunya pada kursi goyang di ruang kerjanya sembari menenangkan pikirannya sejenak. Pikirannya sedang berkecamuk. Ia seolah ingin kembali ke kantor pusat yang amat menghargai buah pikirannya. Bayu menekan remot TV. Tak lama kemudian, televisi menyala dan ada tayangan reality show saat itu. Acara ini menghadirkan seorang pemuda yang sudah melewati masa-masa sulit mengajar di daerah pedalaman yang minim fasilitas. Ia sukses memberantas buta huruf setelah 10 tahun. Bayu serasa terinspirasi pada pemuda ini. Ia tak kenal lelah berusaha sampai satu dekade. Bayu berpikir bahwa dia
68 IPP KADUR Januari 2023 masih gagal dua kali menyentuh hati pimpinan pada program kerjanya. Ia masih punya banyak waktu untuk terus berupaya mengembangkan kantor cabang ini seperti yang diamanahkan oleh kepala divisi. Bayu harus bangkit kembali merajut asa. Merajut asanya agar sang pimpinan lebih membuka diri dan tidak terus tenggelam pada masa lalunya di kantor pusat.
Lembaran baru yang lebih indah 69 PROFIL PENULIS Penulis yang memiliki nama lengkap Rahmawati ini merupakan salah satu guru di SD Negeri Bungbaruh 2 Kec. Kadur Kab. Pamekasan. Wanita yang lebih akrab disapa Rahma atau Eti ini lahir di Bojonegoro 9 Mei 1988. Penulis pernah mengenyam pendidikan D2 PGSD di Universitas negeri Malang dan melanjutkan S1 PGSD di Universitas Terbuka. Menulis merupakan pengalaman baru yang menyenangkan. Menuangkan buah pikiran dalam tulisan menjadikan penulis lebih bisa berekspresi. Bergabung dengan IPP Kadur membuat penulis lebih percaya diri untuk berkarya. Semoga karya penulis mendapatkan tempat di hati para penikmat karya torehan pena. Penulis dapat dihubungi melalui nomor telephone 081931626392
70 IPP KADUR Januari 2023 Maaf, Ku Harus Merelakanmu Oleh: Isnawati ari bersejarah itu masih membekas rapi dalam Pustaka kenangan hidupku, hari yang paling berharga dalam hidupku. Kita memutuskan untuk menjalani kehidupan ini bersama-sama. Seseorang yang sudah cukup lama mengisi hati dan pikiranku. Saat kamu berjanji dihadapan Tuhan dan Ayahku berjanji bahwa kamu akan menjagaku, membimbingku serta memuliakanku. Masih teringat dengan jelas, suaramu yang merdu melafadzkan akad dihadapan penghulu. Rasa haru menghampiri diriku, air mata menetes dari kedua mata indahmu. Sekalipun aku belum pernah melihat hal itu terjadi padamu sebelumnya. Kamu terlihat lebih mempesona dengan air mata di pipimu. Akupun ikut larut dibuatnya sampai tak terasa buliran air mata juga mengalir. Aku yakin air mata itu menunjukkan kesungguhanmu padaku. Betapa berartinya akad ini untukmu dan untuk kita. Saat itupun, hatiku berkata, "jangan menyia-nyiakan orang ini. Orang ini benar-benar tulus mencintaimu", Aku berjanji pada diri sendiri untuk selalu menemanimu sampai tua nanti. Mas Agus, begitu aku memanggilmu. Nama yang biasa tetapi luar biasa memenuhi hati ini. Nama itu telah H
Lembaran baru yang lebih indah 71 menempati ruang tersendiri di dalam hati. Betapapun aku ingin menghapusnya, nama itu tetap ada di sana untuk selamanya. Masa-masa indah sebagai pengantin baru kita lalui bersama. Hal ini terasa lebih indah karena kita hanya pacaran setelah menikah. Kasih sayangmu membuatku menjadi wanita yang sempurna. Aku tidak pernah tau bahwa kamu juga mempunyai perasaan yang sama denganku sampai kamu menghadap ayah dan melamarku. Aku merasa tuhan sangat baik terhadapku. Mengirim seseorang yang sangat Aku inginkan menjadi jodohku. Aku tak berhenti bersyukur, melompat kegirangan sewaktu kamu melamar. Meskipun kini, semua itu hanya seperti mimpi indah yang pernah hadir dalam hidupku. Tepat dihari kesebelas pada bulan pertama, Kau telah mengubah hidup kita, Mengubah masa depan kita, membuatku hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan serta penyesalan. Seandainya aku tidak egois, seandainya aku lebih perhatian terhadapmu. Mungkin ini tidak akan pernah terjadi pada kita. Aku larut dalam penyesalan yang mendalam. Malam itu, Kamu baru saja pulang dari tempat kerjamu. Aku yang sudah bosan seharian menunggu dirumah, merengek untuk makan malam diluar bersamamu. Kamu menolaknya, tetapi
72 IPP KADUR Januari 2023 aku terus saja merengek. Entah apa yang ada di benakku malam itu. Sampai akhirnya kamu luluh dan mengiakan ajakanku. Kamu selalu saja seperti itu. Seakan - akan aku adalah anak kecil yang harus dimanja dan disayang. Aku tidak sempat melihat wajah lelahmu waktu itu. Mungkin keinginanku sudah menutup mataku. Kamu masih sempat tersenyum saat memasangkan helm dikepalaku. Seandainya Aku tahu apa yang akan terjadi, Aku hanya akan puas melihat senyummu untuk mengobati rasa bosan itu. Udara jalanan terasa sangat dingin, banyak toko yang sudah mulai tutup. Aku hanya memegang bajumu dari belakang memastikan bahwa Aku tidak akan terjatuh saat kamu memacu sepeda dengan cepat. Gerimis mulai jatuh kemudian disusul hujan yang tiba-tiba deras. Sepada mulai melaju dengan cepat, Kamu menyuruhku berpegangan lebih erat. Aku merunduk dibelakang punggungmu. tetesan hujan itu terasa sakit di wajahku. Daa...r. tiba-tiba aku mendengar suara yang sangat nyaring di telinga. Setelah itu, aku tidak tahu apa yang telah terjadi. Sayup-sayup aku mendengar suara ibu memanggil namaku. Saat aku membuka mata kembali, Ibu sudah ada di
Lembaran baru yang lebih indah 73 sampingku. Kepalaku sangat pusing, aku tidak tahu penyebabnya. Tangisan Ibu membuatku bingung. “Kenapa aku ada disini?” kata yang pertama ku ucap. "Sabar ya Nak, sabar ya sayang. Kamu kuat, kamu kuat anakku". Ibuku menguatkan disebelahku. Aku melihat sekeliling, tapi seseorang yang aku cari tidak pernah muncul disana. Akupun bertanya, "Ibu, Mas Agus mana?" Seingatku, aku pergi makan malam bersama mas Agus. "Mas Agus mana Bu” “Kenapa kakiku sakit?". Ibu masih saja menangis, "Maafkan Ibu anakku, kamu mengalami kecelakaan saat pulang, motor yang kamu kendarai bersama suamimu menabrak mobil yang sedang parkir di pinggir jalan. Jangan banyak gerak dulu, kakimu patah, sedangkan suamimu.... Suamimu.... Dia...Dia….". Ibu tidak lagi melanjutkan kata-katanya, Ibu hanya terus saja menangis. Aku berpaling ke arah Ayah, beliau hanya menunduk dan tidak berani memandangku. Tiba-tiba air mata ku menetes begitu saja tanpa perintah.
74 IPP KADUR Januari 2023 Saat itu aku sadar, orang itu sudah tidak ada lagi di dunia ini. Rasanya, ingin mati saja. Kenapa hal ini harus terjadi padaku. Hampir saja aku mendapati diriku menentang Tuhan. Tahun pertama kepergianmu sangatlah sulit bagiku. Kenapa kamu harus pergi begitu cepat, bagaimana dengan mimpi-mimpi kita. Aku putus asa, aku tidak tahu harus berbuat apa. Katanya waktu bisa mengobati semuanya. Tapi kenapa lukaku masih saja menganga. Hatiku sangat sakit karena aku tidak bisa melupakanmu. Butuh waktu yang lama untuk merelakanmu. Butuh beberapa tahun hingga Aku mulai sadar dan ikhlas melepasmu. Tuhan lebih sayang kepadamu. Ini adalah takdir kita. Ini yang terbaik untuk Kita. Terimakasih atas segalanya, Terimakasih sudah pernah ada dalam hidupku. Maaf, Aku harus rela melepasmu. Kini, Aku harus melanjutkan hidup. Masa depan yang indah masih menunggu. Membuka lembaran baru tanpamu. Namun percayalah, Kamu masih selalu ada disana. Di sebuah tempat di dalam hatiku. --The End—
Lembaran baru yang lebih indah 75 Profil Penulis Penulis adalah seorang Wanita Bernama Isnawati, lahir 16 April 1987 di Desa Polagan, Kabupaten Pamekasan, Madura. Penggiat Literasi ini telah menamatkan pendidikan di SDN Polagan 1, MTs Miftahul Qulub, SMAN 3 Pamekasan dan Universitas Negeri Jember. Tehitung Maret 2022, Ia diamanahkan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai guru kelas di SDN Pamoroh 1 Kecamatan Kadur. Wanita yang murah senyum ini tergabung dalam anggota IPP (Ikatan Pangajar Penulis) Kecamatan Kadur. Karya Pertamanya bersama IPP Kadur adalah sebuah cerpen berjudul Ibu Tunggal yang telah diterbitkan oleh IPP Kadur pada Desember 2022 di dalam Buku Kumpulan Karya Guru berjudul “Tenggelamnya Luka Dalam Sorot Mata Penuh Makna Hingga Sayatannya Musnah Berbalut Cinta Paling Sempurna”. Cerpen ini adalah karya keduanya. Apabila para pembaca ingin mengenal lebih jauh mengenai penulis, para pembaca bisa menghubungi penulis melalui E-mail : [email protected]. Atau melalui IG Penulis @isna.w_fun.
76 IPP KADUR Januari 2023 Hadirmu Bagai dalam Mimpi Oleh: Saudatur Radiyah ayup-sayup terdengar suara adzan subuh, mata ini masih terasa berat untuk dibuka, apalagi masih merasakan nikmatnya tidur dengan guling yang masih ada dipelukanku, apalagi hangatnya selimut yang menyelimuti tubuhku. "Nak bangun, waktunya sholat subuh" Tiba-tiba aku mendengar suara dari balik pintu kamarku, "Nak bangun” selang beberapa menit kalimat itu diulanginya lagi karena memang tidak ada jawaban dariku. Antara sadar dan tidak, aku merasa aneh mendengar suara itu. Ya, suara itu seperti suara ibuku, "Apakah barusan aku bermimpi" aku bicara pada diri sendiri sambil menepuk-nepuk pipiku sendiri. "Ah…, mungkin itu hanyalah mimpi, ibu kan ada di Kalimantan." Lamunanku mengajakku kembali menarik selimut, tapi saat itu juga suara tadi terdengar lagi. "Nak bangun, waktunya sholat subuh" sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar tidurku. Seketika rasa ngantukku sirna, aku biarkan suara itu tanpa jawaban, seraya aku turun dari tempat tidur dan S
Lembaran baru yang lebih indah 77 membuka pintu setelah kesekian kalinya aku mendengar panggilan itu. (Krek, krek) ku buka kunci pintu kamarku, dan ternyata itu benar-benar ibu, ku kucek-kucek mataku tanda tak percaya kalau yang aku lihat itu adalah ibu. "Kenapa lama membuka pintunya, ibu dari tadi memanggil kamu tapi tidak ada jawaban" katanya sambil memegang pundak ku. "Iiiiibu…, kok ada disini, bukannya ibu di Kalimantan….?" "Ya, Tapi kan kamu yang jemput ibu kemarin di bandara". Seketika itu juga aku terlepas dari amnesiaku, aku benar-benar lupa kalau ibu sudah pulang, mungkin karena terlalu lama aku hidup tanpa ibu. Ya, 10 tahun ibu merantau ke Kalimantan. Tanpa kata-kata lagi ku peluk ibu yang masih mengenakan mukenah. "Maaf ibu, aku lupa kalau ibu sudah pulang." Jawabku dalam pelukannya. "Ya sudah, ayo mandi dan solat subuh! Ibu mau siapsiap masak dulu". Dari tempat sholat, ku mencium aroma harum rempah-rempah bumbu ikan yang sedang digoreng. " Mmmmm…. nikmatnya…., Aroma ini bisa aku cium lagi setelah sekian lama tak bisa aku nikmati" sambil ku hirup
78 IPP KADUR Januari 2023 aroma itu dalam-dalam. Bersamaan dengan itu terdengar suara ibu yang memanggilku. "Nak, ayo sarapan dulu. Ikan, sayur dan sambalnya sudah ada dimeja makan, ibu masih mau menyapu di halaman". "Ya bu" jawabku sambil menuju ke meja makan. Di dekat meja makan bukannya duduk dan menikmati masakan ibu, tapi malah tak terasa air mataku menetes. Biasanya terkadang aku telat bangun dan melewatkan solat subuh. Aku harus mengambil langkah seribu untuk menyiapkan sarapan, mencuci piring, ngulek bumbu, goreng ikan, masak nasi dan berbagai macam kegiatan yang kulakukan di dapur ini sebelum aku berangkat mengajar, semuanya serba terburu-buru. Tapi pagi ini beda, aku bagaikan seorang putri raja, bangun tidur sudah siap tersaji sarapan yang lezat. Rumah sudah bersih dan dapur sudah tertata rapi. Sungguh aku bagaikan hidup di dunia dongeng. Ini adalah lembaran baru dalam hidupku. Setelah 10 tahun, kini aku merasakan suasana berbeda. Bagaikan ku membuka lembaran baru dalam hidupku. Sungguh…, ibuku adalah surga dunia akhiratku.
Lembaran baru yang lebih indah 79 PROFIL PENULIS Wanita pecinta bahasa ini memiliki nama Saudatur Radiyah, terlahir di Pamekasan pada tanggal 06 Januari 1985. Saat ini berdomisili di bumi Pamekasan tepatnya Desa Sokalelah bagian dari kecamatan Kadur. Riwayat pendidikannya dimulai dari SDN Sokalelah, SMP Negeri 1 Kadur, MA Matsaratul Huda. Lulusan Sarjana Bahasa Inggris di IKIP Budi Utomo malang ini memilih menempuh linieritas di Universitas Terbuka pada program bidang ilmu PGSD. Ditakdir sebagai guru yang mengajar di SDN Kadur 2, merangkap menjadi ibu rumah tangga dengan 2 putri dan 1 suami. Sebagai seorang guru, wanita satu ini ingin menyulap siswa-siswinya untuk mencintai dan gemar menulis. Memang belum ada karya tulis yang dibukukan. Puisi dan beberapa pengalaman pribadi tertata rapi di buku diary kebanggaannya. Ini adalah karya tulis pertama yang dipublish. Jika ada yang ingin menyumbangkan saran penulis bisa dihubungi di nomor 081999884243.
80 IPP KADUR Januari 2023 Lembaran Yang Baru Oleh: Ibrahim dara dingin setelah subuh terasa menusuk tulang. Cuaca masih belum terang benar. Kubiarkan lampu di kamar menyala. Sejak usai salat subuh tadi, kunyalakan laptop memeriksa tugastugas yang harus selesai hari ini atau satu dua hari ke depan. Memang, terkadang terasa begitu berat tugas dan tanggung jawabku sebagai abdi negara dengan permintaan data yang bertubi-tubi Belum selesai yang satu sudah datang permintaan berikutnya. Namun kubiarkan beban itu hilang bersama kepulan asap kopi yang sudah tersaji di meja. Beberapa kali aku terbatuk karena asap rokok yang aku isap. Ada rasa nyeri di sekitar dada ketika batuk tidak bisa kutahan. Rasa nyeri akibat rokok ini kerapkali memaksaku menyalahkan keadaan dan berharap waktu bisa terulang kembali agar aku bisa menata kehidupan dengan lebih baik. Sejenak kuhentikan memeriksa berkas, mataku menerawang jauh mengingat kisah masa-masa dimana aku memulai kebiasaan burukku. Dalam kehidupanku ada kebiasaan yang kurang baik dan sangat sulit untuk kutinggalkan. Awalnya, kebiasaan ini muncul karena seringnya aku berkumpul dengan temanU
Lembaran baru yang lebih indah 81 teman kuliah mengisi waktu senggang di tempat kosku. Tibatiba muncul ide dari salah seorang teman ijolan atau iuran untuk membeli rokok. Sejak saat itu aku mulai belajar merokok. Lambat laun kebiasaanku merokok semakin menggila, terutama saat mengerjakan tugas kuliah yang menguras pikiran dan tenaga. Suatu ketika, tanpa kusadari ibu kos melihatku sedang asyik merokok di depan kamar. “Him, kamu merokok ya Cong?” Dengan nada heran disertai logat Madura yang sangat kental beliau bertanya "Tidak Bu, saya hanya coba-coba saja.” Aku kaget , namun aku berusaha menjawab tenang. "Sudah Cong, kamu jangan merokok dulu, kasihan orang tuamu di rumah susah payah membiayai kuliahmu. Kalau kelak kamu sukses tidak apa-apa kamu merokok.” Beliau menasehatiku. Sejak saat itu perlahan aku meninggalkan kebiasaanku merokok. Namun, beberapa tahun kemudian, setelah lulus kuliah dan aku diangkat menjadi guru, kata-kata ibu kosku kembali terngiang. Kalimat terakhir dalam nasihatnya masih terekam kuat di ingatanku. Kata beliau, kalau sudah sukses aku boleh merokok. Kata-kata itu membuat hasrat merokokku kembali muncul dan makin tidakk terbendung. Akhirnya benteng pertahananku runtuh. Takdir untuk meninggalkan kebiasaanku merokok belum tergapai.
82 IPP KADUR Januari 2023 Ketika aku mengajar di SDN Palalang 1, mejaku di ruang guru berdekatan dengan meja ibu Devi yang mengajar di sana juga. Saat jam istirahat kebiasaan merokokku tetap tidak terelakkan. Asap rokokku mengepul menyusur area terutama bangku yang ditempati oleh beliau. "Berhentilah Pak, sampeyan merokok. Kata orang kalau sering menghirup asap rokok akan berbahaya bagi kesehatan tubuh.” Kata bu Devi tidak tahan dengan kepulan asap rokokku. "Ya Bu, saya berjanji akan berhenti merokok pada tanggal 9 bulan 9 tahun 2009.” Aku menjawab sekenanya diikuti senyum bercanda. “Beneran Pak, janji sampeyan itu?” sergah Bu Devi . “Iya Bu,” jawabku enteng. Tapi janji tinggallah janji, sampai lewat waktu yang kujanjikan. “Wah bagaimana sampeyan Pak, Kok masih tetap merokok?” Tegur Bu Devi saat waktu yang aku janjikan terlewati. “Entah sampai kapan aku mampu meninggalkamu?” batinku, sengaja tidak menggubris suara Bu Devi. “Ya Allah berikanlah aku jalan menggapai takdirmu untuk membuka lembaran baru dalam hidupku dengan meninggalkan kebiasaan merokok. Iam ready to no smooking.” Aamiin.
Lembaran baru yang lebih indah 83 Profil Penulis Pria yang memiliki semangat tinggi ini merupakan seorang kepala sekolah SDN Pamoroh 1 kecamatan Kadur. Memiliki nama Ibrahim, S.Pd.dengan Riwayat Pendidikan : SDN PAMAROH 2 Th. 1983 SMPN 2 Pamekasan Th. 1986 SMA 1 Pamekasan Th. 1989 - D2 PGSD Th. 2002 IKIP Surabaya. - S 1 PGSD: Universitas Terbuka Th. 2011 Penulis dapat dihubungi di nomer telpon 081216851143
84 IPP KADUR Januari 2023 SUJUD DI KEHENINGAN MALAM Oleh: Musdalifah esember bulan yang sangat ditunggu semua orang di dunia, bulan desember merupakan bulan penghujung tahun yang akan ada pergantian tahun . Penjual terompet, kembang api dan petasan dimana – mana. Demikian juga, Aditya seorang mahasiswa dari keluarga yang berkecukupan. Dia sudah mempunyai rencana dengan teman-temannya untuk merayakan pergantian tahun. Aditya merupakan anak sulung dari tiga bersaudara. Namun Bapaknya tidak pernah setuju dengan rencana anaknya. Saat Adit berada dirumah, bapak ingin bicara, Adit panggilnya. ”Begini nak, dari pada kamu menghabiskan waktu dipergantian tahun hanya untuk hura-hura atau senang– senang dengan temanmu, lebih baik kita berkumpul di rumah saja bersama keluarga, kapan lagi kita punya waktu bersama keluarga, sebagai anak tertua berilah contoh yang baik pada adik–adikmu” kata bapaknya. “Tapi saya punya rencana sendiri, pak” jawab adit. “Sebaiknya kamu pikirkan lagi, bukannya bapak melarang kamu bergaul dengan teman–temanmu”,ujar bapaknya. Namun adit tidak menjawab dan masuk kekamarnya. D
Lembaran baru yang lebih indah 85 Seiring malam yang begitu sunyi hanya dentingan jam dinding yang terus melantunkan suara yang begitu rincu,adit belum mampu memejamkan matanya , masih teringat dengan kata – kata bapaknya. Hatinya bimbang menentukan pilihan. Pagi begitu cerah. Adit menyambutnya dengan suka cita, dia membulatkan tekad untuk menghabiskan pergantian tahun baru bersama keluarga tercintanya. Adit memberi tahu bapaknya dan meminta maaf pada temannya. Surya telah pergi meninggalkan wajah bumi, perlahan warnanya telah mulai redup, Malam ini pergantian tahun, keluarga adit berkumpul diruang tamu, mereka saling bercengkrama, bersenda gurau menambah suasana bahagia. Adit sangat menikmati kebersamaan, kehangatan, ditengah keluarga tercintanya. Tak terasa jam menunjukkan pukul 22.00 wib, adit dan keluarganya masuk kekamar masing–masing. Adit mulai terlarut dalam alam mimpi yang telah membawa jiwanya jauh ke alam yang berbeda. Taaar...teeer….tooorr. Adit yang sedang pulas tidurnya terbangun mendengar suara petasan, Suara kembang api menambah semarak diluar sana serta bunyi terompet yang sangat riuh. Adit langsung keluar kamar dan segera mengambil wudu dikamar mandi. Adit melaksanakan salat tahajud, setelah selesai salat adit berdoa. Dia sujud syukur atas semua nikmat yang telah diberikan oleh allah s.w.t, nikmat
86 IPP KADUR Januari 2023 sehat, kebahagiaan, dan kasih sayang dari keluarga tercintanya, dan tak lupa dia berdoa untuk kedua orang tuanya agar selalu diberi kesehatan, kebahagiaan dan umur yang panjang. Dan di awal tahun baru ini adit bertekad membuka lembaran baru agar menjadi orang yang jauh lebih baik lagi dari tahun sebelumnya, lebih patuh pada orang tua dan lebih semangat mencari ilmu.
Lembaran baru yang lebih indah 87 PROFIL PENULIS Seorang Wanita yang menempuh Pendidikan dasarnya di SDN Kaduara barat 1 dan melanjutkan sekolah menengah di SMPN 1 Larangan sampai SMAN 2 Pamekasan. Mengabdi pada Sekolah Dasar Negeri Bungbaruh 1 setelah menyelesaikan beberapa rangkaian pendidikannya mulai dari Diploma II di UNSURI dan Sarjana di UHAMKA Jakarta. Penulis dapat dihubungi di Nomor Telepon (08175068575)
88 IPP KADUR Januari 2023 Meninggalkan Yang Indah Menuju Yang Lebih Indah Oleh: Karmiyanti atahari bersinar indah terasa tiada beban apapun untuk menyinari bumi.Walaupun mendung sesekali menutupi sinarnya, tapi akan tetap menerangi bumi dengan sinarnya. Semua kehidupan juga pasti akan ada cerita yang menghiasinya, kadang ada suka dan tak sedikit ada duka.Tapi walaupun ada suka dan duka, manusia akan terus memgalami kehidupan dan terus membuka dan mengisi hari - hari ke depan dengan yang lebih baik, dengan senyum yang semakin melebar dan dengan kemantapan hati yang semakin dewasa menuju kebenaran dan kenyataan hidup yang harus dijalani sampai manusia itu menutup mata untuk meninggalkannya. Hari itu.... "Ibu, jemput aku pulang. Aku tidak kerasan tinggal disini." suara isak tangis terdengar diseberang handphone ibu yaya. M
Lembaran baru yang lebih indah 89 "Iya nak, sabar insya Allah besok di jemput sama bapakmu.Coba sholat dan ngaji dulu biar hatimu tenang nak! siapa tahu Allah menunjukkan jalan biar kamu kerasan disana." Itulah jawaban ibu yaya menenangkan anaknya Najma yang sedang galau hatinya. Malam itu ibu yaya menceritakan ke suaminya kalo Najma tidak kerasan di tempat barunya dan ingin pindah lagi. Padahal baru sepuluh hari Najma ada di tempat baru itu. Kembali bapaknya Najma menenangkan ibu yaya yang ikutan galau.Malam itu terasa panjang bagi ibu yaya dan Najma karena hati mereka sama-sama resah dan galau. Suara kokok ayam memberitahukan bahwa hari sudah berganti dan perjalanan baru akan dimulai.Tepat pukul 6.30 setelah semua persiapan selesai, ibu yaya dan bapaknya Najma berangkat menuju ke tempat Najma.Dengan pikiran yang sudah mulai tenang bu yaya berangkat menuju tempat Najma. Sesampai di tempat Najma, tanpa menunggu lagi dan mencari kamar Najma, ibu yaya sudah di sambut Najma di depan gerbang.Langsung Najma memeluk ibunya dan isak tangispun pecah tak terbendung lagi bagai hujan deras yang langsung turun. Dengan sabar ibu yaya menuntun najma untuk duduk di halaman ruang kunjungan.
90 IPP KADUR Januari 2023 Bapaknya Najma dan Ibu yaya mengelus punggung Najma dengan sayang. "Sabar nak, khan kamu kemarin barusan pindah jadi biasa kalo gak kerasan dan masih mencari teman dan menyesuaikan suasana baru.Berpikir positif dan fokus pada tujuan kamu." Kata Ibu Yaya. "Untuk kesini butuh perjuangan dan biaya yang cukup besar.Kamu harus bisa menghadapi cobaan dan ujian ini.Jika kamu lulus maka kamu akan sukses nak."Tambah Bapaknya najma. Setelah tenang, akhirnya ibu yaya dan bapaknya Najma pulang menuju ke rumahnya dan berharap semoga Najma bisa bertahan dan sukses di tempat baru. Setelah beberapa bulan Najma pun sudah mulai kerasan dan mulai mempunyai teman dan menemukan dunianya. Pada pagi yang cerah najma menerima telpon dari seseorang "Wa'alaikum salam, siapa ini ya?" Jawab najma. "Aduh sudah lupa dengan teman lama ya?"suara di seberang sana. "Iza ya? Benar.ada apa? Kok jadi dag dik duk"