The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by farid aljunairi, 2023-04-05 00:47:38

Meninggalkanmu Adalah takdir Yang Harus Kugapai Untuk Membuka Lembaran Baru Yang Lebih Indah

E Book ini adalah kumpulan cerpen dari semua anggota IPP kadur

Keywords: #cerpenedisi3

Lembaran baru yang lebih indah 141 TITIK BALIK KELUARGA Oleh: Nur Hasni Tanti Ulip amaku Dea, kehidupan yang kujalani selama ini begitu penuh lika liku, Aku sendiri tidak mengerti apa yang kuinginkan saat ini. Ini bukan sekedar tentang Dea yang pernah terluka, atau tentang cerita pahit yang tak pernah bisa terlupa. Sebelum aku dilahirkan, ibu dan bapakku mengangkat anak karena mereka belum bisa mempunyai keturunan, Ayah mengangkat ponakannya sendiri yang bernama Fendi, Ayah ibuku bahagia karena sudah ada pelita dalam kehidupan mereka. Hari- hari mereka lalui dengan bahagia dan tiga tahun berlalu lahirlah Dea anak yang cantik dan imut. Itulah aku. Sampai suatu hari anggota keluargaku bertambah lagi, aku memiliki adik laki laki namanya Farhan lengkaplah kebahagiaan Ayah dan ibuku. Aku senang karena memiliki kakak dan adik, kami menjalani hidup dengan penuh kebahagiaan. Pekerjaan ayahku sebagai pegawai negeri dan ibuku sebagai ibu rumah tangga. Sedangkan kakakku Fendi kerja di kantor ayahku sebagai pegawai honorer. Pada suatu hari, masalah itu muncul. Seorang teman yang tidak suka dengan kakakku tiba-tiba membawa Narkoba N


142 IPP KADUR Januari 2023 dan zat adiktif (sabu-sabu) ke suatu tempat bersama Kak Ferdi. Ia kemudian terjebak permainan temannya membawa barang haram dan ditangkap aparat kepolisian. Kami sekeluarga tidak tahu soal ini, dalam fikiran kami tidak tersbesit bahwa kejadian semacam ini akan menimpa Kak Ferdi. Barulah menjelang Maghrib, seorang petugas polisi yang juga tetanggaku mengetuk pintu rumah mengabarkan bahwa kakakku sudah diamankan di kantor polisi. Jelas kami semua kaget dan menangis karena tidak percaya kalau anak kebanggaan ayah akan tertimpa kemalangan seperti ini. Belajar dari kehidupan tentang kakak Ferdi yang dirundung kemalangan karena bukan ulah sendiri, melainkna karena tipu daya temanya. Sudah berbulan-bulan kakak Ferdi di penjara, akhirnya bisa dinyatakan bebas serta bisa memulai hidup baru. Kami bahagia melihat kepulangan dia ke rumah waktu itu, dia pun berjanji untuk hati hati dalam mencari sircle pertemanan yang positif, dan itu bisa dilakukan dengan cara menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua. Ibarat kaca yang sudah pecah, nama baik keluarga sudah menjadi bahan cibiran tetangga dan sulit diperbaiki, kami menerima dan kami akan berubah lebih baik. Tibalah aku masuk ke Perguruan Tinggi Keperawatan di Pamekasan, akan kubuktikan kepada orang-orang yang telah memandang keluargaku dengan pandangan sebelah mata dan hina. Kembali aku teringat pesan ayah di sore itu.


Lembaran baru yang lebih indah 143 “Nak, apapun yang terjadi pada kita adalah ujian, berat tidaknya tergantung kita menyikapinya” “Ya” aku hanya mengiyakan tanda setuju. “Kalau aku mau jadi orang sukses maka jadilah anak yang membanggakan kedua orang tua” Kembali beliau menambahkan. Aku masih bergeming tak menjawab apapun. Entahlah, hidup kadang bukan tentang benar atau salah, bukan selalu tentang bahagia dan susah, apalagi menjadi apa yang orang orang lain pikirkan. Hidup ini adalah tentang bagaimana kita menentukan pilihan yang akan membawa kita pada suka maupun duka. Jika saat ini kita ditakdirkan hiudp berduka, cara terbaik adalah dengan bersabar. Sebaliknya, jika saat ini kita ditakdirkan untuk bahagia, jangan lupa bersyukur. Hidup sesederhana itu. Memang benar bahagia lebih baik daripada duka, Tapi bukankah bahagia itu butuh perjuangan? Dan bila saat ini rasa bahagiaku sudah tergantung tinggi diujung bianglala, rasanya bahagia akan menjadi seperti retorika kehidupan. Pada detik ini Aku berjanji pada diri sendiri untuk tidak akan pernah mengecewakan ayah dan ibu, Dengan menjadi anak yang mandiri dan bisa membanggakan mereka berdua. Saat ini aku sudah memilih cara untuk sampai ke sana, Ke pulau bahagia karena semua orang berhak bahagia, namun dengan cara yang berbeda. Pada akhirnya, waktulah yang akan berbicara. Mungkin waktu akan melukis bahagia dengan menjadi


144 IPP KADUR Januari 2023 sebuah diorama kehidupan yang bahagia. Kisahku ini mungkin akan jadi akhir cerita, mungkin juga tidak untuk selamanya. Ah rasanya akan lelah bila menerka-nerka dan terlalu digdaya bila menentukan sendiri jalan ceritanya, sedangkan aku hanyalah pelakon, sedangkan sutradaranya adalah Yang Maha Kuasa. Mari mainkan saja perannya, dan akhir kisah biarlah menjadi rahasia.


Lembaran baru yang lebih indah 145 Profil Penulis Ulip merupakan nama pena yang dimiliki oleh penulis. Bernama asli Nur Hasni Tanti Ulip. Perempuan ini merupakan salah satu penulis pemula yang lahir di Pamekasan pada tanggal 14 September 1981. Saat ini saya tinggal di Dusun Tambak RT/004 RW/020 Desa Blumbungan Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan. Aktifitas sehari hari menjadi tenaga pendidik di SDN BANGKES 04 Kecamatan Kadur. Meskipun tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang sastra dan literasi, namun memiliki ketertarikan dalam bidang menulis. Ketertarikan saya dalam menulis karena saya tergabung dalam Forum IPP (Ikatan Pendidik Penulis) Korwil Kadur. Untuk komunikasi lebih lanjut, penulis bisa dihubungi melalui WhatsApp (081939300778)


146 IPP KADUR Januari 2023 Mengukir asa menjemput indahnya Mentari Oleh: Sohepah elah hati terasa lidah terasa kaku untuk mengungkapkan kata demi kata membiarkan alam mempermainkan semuanya ssemangatpun hilang wajah wajah riang seakan terdampar tidak tahu wujudnya. Yach inilah hidup kadang diriku merasa bingung harus bgaimana kemana dan pada siapa aq harus bercerita tentang keunikannya yang kau toreh pada diruku saat ini. Sajadah Panjang dan air wuduk yg selalu membuat diriku merasa tenang ditengah malam aku ungkapkan semua sedih galau dan rasa marah yg berkecamuk di hatiku aku bisa menangis sejadi jadix mengungkapkan ap yg telah terjadi aku yakin engkau maha mengetahui dari semua skanario hidup yang telah menimpaku dan engkau maha pemberi jalan atas semua rasa sakit yang aku rasa karena aku slalu ingat dengan sabar dan solat kita bisa melewati semuanya. Hari demi hari aku lewati kehidupan ini aku mulai menata Kembali seseorang yang selalu ada dan selalu menjadi penyemangatku tidak ingin lepas dariku dia berjanji aku akan bersamamu kemanapun kamu pergi dia selalu tahu semua perjalanan hidupku meskipun itu pahit sekalipun karena dari dulu kami saling percaya dan saling terbuka tidak L


Lembaran baru yang lebih indah 147 ada rasa ingin menutupi sedikitpun bahkan Ketika badai itu datang menghantam keluarga kami dia selalu ada dan dia selalu berkata padaku..jangan takut kamu harus kuat orang orang itu selalu iri pada kita dan dari dulu selalu ingin menhancurkan kita.dialah suamiku orang yg selalu ada dan selalu tahu keadaan hatiku Permainan hidup ini hampir menghancurkan semua krn ulah mulut mulut jahil yang selalu ingin menusuk kami dari belakang dengan segala muslihatnya bahkan dengan cara cara yang licik pun dipergunakan…astaufirullah sungguh kejam kami berada di lingkungan para penyamun bahkan kami hampir terperosok kedalamnya tapi karena kami kuat dan allah selalu menjadi tumpuan kami akhirnya satu persatu persoalan hidup bisa kami lalui.tidak lepas dr itu kaulah yg banyak mempunyai peran suamiku Terimakasih bayak kau tetap percaya padaku di kehidupan ini dan aku akan selalu berdiri dibelakangmu menjadi penyemangat mu melewati manis pahitnya kehidupan biarlah senyum Bahagia kita mengubah dunia tp jangan biarkan fatamorgana dunia ini memporak porandakan kehidupan kita dg semua keegoisannya dan kita saling bergenggaman dengan erat menyongsong Mentari yang selalu tersenyum kepada kita dengan ikuti alur yang telah di tetapkan oleh-NYA.


148 IPP KADUR Januari 2023 Profil Penulis Pemilik nama Sohepah, Spd.SD terlahir dikota Pamekasan, 11 Juni 1986. Beralamat di Desa Pamaroh Kec. Kadur Kab. Pamekasan. Riwayat Pendidikan: SDN Pamaroh 3 Mts Al mujtama' MA Al Mujtama' D2 PGSD-STIT Raden Wijaya S1 UT Penulis dapat dihubungi di Nomer Telpon :087700944139


Lembaran baru yang lebih indah 149 SELAMAT TINGGAL TAHUN 2022 SELAMAT BERBAHAGIA TAHUN 2023 Oleh: Ahmadi enangan indah di tahun 2022 telah berlalu meninggalkan sejuta makna, tanpa boleh menunggu. Karena waktu yang sudah pulang tanpa datang kembali sehingga merasa kehilangan selamanya, tapi hanya bisa memikirkan dan merenunginya bagaikan kehilangan sang bidadari. Dan detik demi detik hanya bisa memohon kepada sang pencipta alam Semoga semua kisah pilu itu selalu di simpan dalam peti emas biar jadi mutifasi yang selalu diingat dan juga kisah kelabu di masa lalu jadi dorongan semangat yang bisa diperbaiki di tahun baru yang terang benderang dengan penuh sejuta harapan. Banyak kenangan yang tersimpan mungkin banyak pengalaman yang didapatkan tapi hasilnya selalu kurang puas, yang pernah terjadi anggaplah sebagai goresan laksana cermin kehidupan, demi kehidupan yang lebih baik di masa depan. Sejak awal tahun 2022 banyak sekali kejadian yang menimpa made, alhamdulillah detik-detik tahun 2022 akan berakhir. Harapan di tahun berikutnya lebih baik lagi. Beberapa hal yang masih terngiang dipikiran made beberapa ujian yang datang menghampiri, kegagalan dalam ekonomi, K


150 IPP KADUR Januari 2023 bisnis di tempat kerja mengalami kegagalan, kehilangan mertua untuk selama-lamanyayang selama ini menjadi tulang punggung keluarga. Hingga pada peraduan pada yang kuasa tentang keyakinan bisa melewati semua. Tak berhenti disitu ujian yang pada diri made. Sore itu ada HP bututku berdering, kudengar jelas suara anakku yang berada di pondok. “ Bapak” Sapanya “Ya nak, Ada Apa?” “Aku Ingin Pindah sekolah diluar, tidak mondok lagi! semua temenku sudah pindah semua” sedikit rengekan yang membuat sekujur tubuhku menjadi dingin. “Kenapa harus ikut-ikutan, kamu mondok untuk mencari ilmu agama agar kelak bisa bermanfaat” “Pokoknya aku tidak mau, kalau Bapak dan Ibu tetap mau Ahmad tetap di Pondok Pesantren, Ahmad mau minta uang dua juta untuk mentraktir teman agar aku punya teman disini” Aku masih belum menjawab, memikirkan uang darimana lagi ini, tiba-tiba Ibunya mengiyakan. “Asalkan kamu tetap belajar di Pondok Pesantren, Bapak dan Ibu akan sediakan uangnya”.


Lembaran baru yang lebih indah 151 *** Ya,Allah...betul sekali dugaanku . Ternyata anakku berubah lagi pikirannya. Sudah minta petunjuk kepada Allah sekolah yang terbaik. Mungkin sudah nasibnya anakku harus pindah sekolah. Lalu didaftarkan ke sekolah negeri. Anakku ingin masuk sekolah SMP Negeri. Ternyata daftar kesekolah negeri gagal. Padahal ceritanya ada jatah anak guru. Kenyataannya tetap bisa masuk kesekolah negeri asalkan ada uang 5 juta. Masalah baru muncul kalau harus memaksakan masuk ke SMPN dengan jalur lain karena pendaftaran sudah ditutup. Alhamdulillah masih ada teman dan saudara yang membantu keuanganku. Kalau uang yang dipakai modal dan dipinjamkan ke orang lain, dicicil dengan rutin mungkin Made tidak kelabakan harus mencari dana tambahan. Dari ke 4 masalah tersebut sudah mulai tertutupi. Mungkin dari permasalahanku ditahun 2022. Bisa dijadikan cermin juga olehku. Jadi manusia yang baik dimanfaatkan oleh orang yang tidak baik. Pengalaman di tahun 2022 akan ditutup dan dijadikan bahan contoh. Tahun baru 2023 telah tiba yang di warnai dengan lampu kelap kelip bagaikan bintang bertaburan menghiasi dan mewarnai angkasa raya, Kita sambut dengan riang gembira, Kita sambut dengan suka cita, Sambil menyimpan asa


152 IPP KADUR Januari 2023 semoga banyak peluang baik terbuka, Semoga hidup jadi makin bermakna senantiasa hidup bahagia dan sejahtera. Banyak harapan disematkan, Mungkin banyak cita-cita direncanakan, Mungkin banyak do'a yang dipanjatkan dengan satu harapan, semua bisa terkabulkan. Harapanku dan orang lain di tahun 2023. Segala permasalahan di masa lalu. Jangan cuma sampai terulang lagi. Baik harapan kesehatan, Rizki, karier dan keluarga. Semoga dalam keadaan baik dan sukses, Aamiin ya robbal Alamiin.


Lembaran baru yang lebih indah 153 Profil Penulis Penulis adalah seorang laki–laki pekerja keras, pantang menyerah dan tidak pernah putus asa dan juga berhati selembut salju yang mempunyai riwayat pendidikan di SDN Panaguan 1 dan melanjutkan sekolah menengah di SMPN 1 Larangan sampai SMAN 2 Pamekasan. Menempuh perguruan tinggi mulai dari D2 UNSURI SURABAYA melanjutkan S1 KANJURUHAN MALANG dan sekolah lagi S1 PGSD UNIVERSITAS TERBUKA dan mengabdi di SDN PAMAROH 2 Kini Dia bergabung dengan IPP Kadur ingin menambah wawasan dan pengetahuan demi memajukan pendidikan khususnya di lembaga kami dengan menulis cerita pentuk dengan judul “Selamat Tinggal Tahun 2022 dan Selamat Bebahagia Tahun 2023” Penulis dapat dihubungi di Nomer Telepon 085231502280.


154 IPP KADUR Januari 2023 LEMBARAN BARU DI WAKTU SENJA Oleh: Hanipah, S.Pd uanasa dingin pegunungan membuat segar dan adem menyusup kerelung hati. Kulangkahkan kaki menuju salah datu sekolah tempatku mengabdi, SDN Kertagena Tengah 4 nama yang selalu menjadi bagian doa dan pengabdianku. Sambutan hangat anak didikku menambah semangat untukku untuk mendidik mereka, meskipun sebagai seorang honorer yang mendapat bayaran jauh diatas kata layak. Tapi aku berusaha untuk selalu hadir kesekolah yang merupakan seatu keinginan untuk mengajar dan mendidik murid. Selain kubaktikan untuk keluarga juga dengan sisa hidupku ingin berguna untuk orang lain terutama anak didikku. Dua puluh satu tahun kejalani jadi guru GTT dengan segala duka duka, dengan gaji yang pas pasan ku berusaha tegar. Terkadang terasa berat untuk memenuhi kata Ikhlas. Kata yang tak semudah yang di ucapakan. Sesekali ada niatan untuk berhenti tapi amal baktiku juga akan berhenti, kadang ada perasaan iri ketika tanggal muda melihat teman guru pns tersenyum simpul dengan sengenggam uang di tangan, Ya Allah kapan aku seperti mereka, tapi aku percaya N


Lembaran baru yang lebih indah 155 kepadaMu suatu saat Kau samakan aku serperti mereka. Biarlah manusia tak bisa memberi gaji yang kayak kepadaku aku percaya Kau memberiku riski dan kenikmatan melebihi mereka. Ternyata keluh kesahku terjawab pada hari selasa aku berangkat kesekolah sampai di depah sebuah sekolah SMP di Kecamatan Kadur, aku kecelakaan yang membuat lututku patah. Hampir satu tahun aku tak bisa ke sekolah. Selama berdiam diri di rumah ku habiskan waktu luangku dengan belajar latihan soal, belajar dan belajar semoga merubah nasib dari GTT menjadi PPPK. Semoga ada berubahan dengan nasibku.Waktu tes ternyata ada dan nyata dengan tongkat ku kuatkan untuk sampai ke tempat tesku salah satu SMA di kotaku dengan nama SMA 3 . Ya Allah terima kasih akhirnya Kau kabulkan juga nasibku. Aku lulus PPPK dengan usia umurku yang mulai senja. Ku ucap terima kasih padaMu Ya Allah dan para pemimpin negaraku yang telah membuka lembaran baru pada hidupku. Lembaran baruku dengan suka cita. Selamat tinggal GTT yang penuh duka dan penderitaan. Semuga para gtt di nusantara juga merasakan kelayakan dan kebahagiaan seperti yang ku alami, Terutama GTT yang ada di sekolahku semoga kesejateraanya juga bertambah.


156 IPP KADUR Januari 2023 PROFIL PENULIS Penulis yang memilki Nama Asli Hanipah, Adalah seorang ibu dengan empat orang anak. Usianya tak muda lagi dan sudah mencapai 54 tahun namun tak menyurutkan semangatnya untuk berkarya dan mendukung pengembangan literasi. Penulis adalah seorang pendidik yang mengabdikan dirinya di SDN Kertagena Tengah 4. Selama 21 tahun menjadi guru GTT, baru diangkat menjadi seorang Aparatur Sipil Negara dengan status PPPK tahun 2022. Semangat dalam mengajar, membuat terus berinovasi di dalam dunia pendidikan. Seorang ibu perawakan sabar dan teduh ini, biasa dipanggil dengan ibu hanipah baik di rumah maupun di sekolah. Penulis bisa dihubungi di instansi tempatnya mengajar dan di Nomor telephone.


Lembaran baru yang lebih indah 157 Secercah Harapan Di Masa Depan Oleh: Sudahman enar apa bunyi pepatah, bahwa kehidupan seperti roda berputar kadang diatas, kadang ada dibawah. Hidup ini bias berubah yang penting kita mau berusaha. Hal ini dialami seseorang yang bernama Junaidi yang biasa dipanggil Juned. Dia lahir dari keluarga miskin, tinggal di gubuk bambu bersama ayah dan ibu yang bermata pencaharian sebagai petani. Hidupnya yang miskin dan serba kekurangan selalu diterpa cemo’ohan teman bahkan tetangga yang lebih mapan dari segi ekonominya. Namun semua itu tidak membuat Juned dan orang tuanya patah semangat dalam hidup. Ayah dan ibu Juned bekerja keras sambil diiringi do’a berharap suatu saat anak satu-satunya Juned mampu merubah kehidupannya menjadi anak yang sukses dan disegani orang-orang dikampungnya. Hal itu terbukti setelah bertahun-tahun Juned mengenyam pendidikan dari sekolah dasar, sekolah menengah bahkan yang terakhir dia lulus sebagai Sarjana Tekhnik di Universitas Tekhnologi Surabaya dengan peringkat sangat baik. Hal ini membuat banyak perusahaan yang melirik dan ingin mengajak Juned bergabung dengan perusahaan. B


158 IPP KADUR Januari 2023 Tuhan maha kuasa dan maha mengabulkan apa yang menjadi permohonan hambaNya. Kini Juned bekerja di Perusahaan Listrik Negara di Jakarta dengan gaji yang dia terima tiap bulan Juned mampu membahagiakan ayah dan ibunya di kampung. Juned mampu mengubah lembaran baru dalam kehidupannya. Namun semua itu tidak membuatnya lupa diri dan sombong. Karena dia sadar, dirinya berasal dari keluarga yang kurang mampu. Dari hasil jerih payahnya dia ingat orang-orang di sekeliling yang sama-sama kurang beruntung. Kini Juned menjadi orang sukses yang dermawan.


Lembaran baru yang lebih indah 159 PROFIL PENULIS Pria paruh baya yang lahir bersamaan dengan tahun baru tanggal 1 januari 1971. Dia mengabdi di SDN Bungbaruh 1 sejak Tahun 1993 Sampai sekarang. Orangnya suka humor tetapi tidak glamor. Hidupnya sederhana tetapi terencana. Penulis memiliki nama lengkap Sudahman, S. Pd.SD. Penulis dapat dihubungi di nomor HP: 083850004517


160 IPP KADUR Januari 2023 Takdir Mengantarku Kembali Pada Sosok yang Sama dengan Rasa yang Tidak Berbeda. Oleh: Titin Sulaihah elintas kehidupan dalam sejarah, tatkala waktu terus beranjak. Berlayar menembus senja, kuberanikan diri menorehkan ukiran sejarahku dalam coretan tinta untuk mengabadikan dan mengukir momen hidup dalam lembaran kertas sebagai curahan hati yang gundah gulana untuk meniti lembaran hidup baru. Keluar dari kisah masa lalu untuk memasuki cerita baru. Perkenalkan, namaku Reina, gadi desa pendiam yang beranjak dewasa. Sudah dua setengah tahun aku mengais ilmu di salah satu Madrasah Aliyah Negeri yang berada di Kabupaten Pamekasan. Pagi itu, aku pergi ke sekolah dengan naik taksi membawa selaksa impian dalam benakku. Jam yang melingkar di pergelanganku sudah menunjuk 07.03 WIB. Tiga menit lewat dari jam masuk. Pintu gerbang sekolah sudah tertutup. Terlihat petugas piket sudah berada di depan ruang BK. Dengan harap-harap cemas aku dan dua temanku berdiri diluar pintu gerbang berharap petugas piket membukakan pintu. Sejurus kemudian dua orang guru yang terkenal kiler menatapi kami dengan wajah sisnis. Sorot matanya tajam tiada senyum sedikitpun. M


Lembaran baru yang lebih indah 161 Atas perintah dua orang guru itu petugas piket membukakan pintu buat kami. Kami diperbolehkan masuk namun hukuman sudah menunggu. Berdiri di tengah lapangan selama 10 menit sebelum diperbolehkan masuk ke ruang kelas. Tanganku gemetar menggenggam selembar surat panggilan dari BP yang diberikan oleh salah seorang guru piket. Detak jantungku tak karuan bercampur rasa penasaran. “Apa kesalahanku?” tanyaku dalam hati. Dengan perasaan cemas aku memenuhi panggilan ke ruang BP. Suara salam kupaksakan keluar dari bibirku yang gemetar dengan wajah menunduk. Dalam beberapa detik ruangan BP tetap hening dan menakutkan sebelum aku dipersilakan masuk oleh seorang guru perempuan. “Maaf Bu, apa ada kesalahan yang sudah saya lakukan sehingga dipanggil ke ruangan ini?” Aku bertanya mendahului dengan mata berkaca-kaca dan rasa takut yang mendera. “Tidak ada Nak. Kamu tidak melakukan kesalahan apapun, cuma ada seorang temanguru yang ingin berbicara dengan kamu. Kamu tidak keberatan, kan?” “Mohon maaf Bu, guru siapa?” Aku balik bertanya, persaannya sedikit lega setelah tahu diriku tidak bersalah apapun. Aku melirik dengan sudut mataku mengikuti gerakan kepala ibu BP yang mengangkat wajahnya menunjuk ke


162 IPP KADUR Januari 2023 sudut ruangan. “Ya, Allah!” Aku memekik kecil. Di sudut ruangan itu aku lihat guru killer yang menghukumku kemarin sedang duduk memegang gitar. Aneh, hatiku bertanya-tanya kenapa guru ini berubah menjadi begitu ramah, padahal sebelumnya tidak sekalipun senyumnya tampak di hadapan siswa. Benar-benar guru killer. Tapi untuk kali itu senyumnya selalu diumbar di ujung pertanyaan yang dia lontarkann. Aku menangkap sesuatu yang tersirat dari pertanyaan-pertanyaan yang dia sampaikan dan perubahan sikapnya. Sesuatu yang membuat hatiku cemas dan tidak aku inginkan. Tapi aku tidak berani mengungkapkannya saat itu. Aku hanya menjawab pertanyaan seadanya. “Ah, semoga hanya pikiran sesaat,” batinku menghibur diri. Bulan Mei menjadi cerita mendung dalam hidupku. Bagaimana tidak, tanpa sepengetahuanku, guru killer itu datang melamarku. Celakanya, kedua orang tuaku sudah merestui. Sebagai anak permepuan aku tidak mungkin menolak dan hanya bisa menumpahkan kesedihan dalam tangis. Dengan wajah murung cintin pertunangan itu dilingkarkan di jari manisku. Tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang bisa terlepas dari takdir, termasuk soal jodoh. Sehebat apapun menolaknya akhirnya aku hanya bisa pasrah dan menerima ketentuan dariNya. Lima bulan kemudian, Aku “terpaksa” menikah dengan guru killer itu. Impian yang selama ini kuinginkan untuk kuliah di perguruan tinggi di Malang


Lembaran baru yang lebih indah 163 pupuslah sudah. Namun status baru yang aku sandang tak mematahkan semangatku meneruskan pendidikan. Dengan dukungan dari suami, aku tetap melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi meskipun hanya di kota Pamekasan saja. Badai ujian kembali menimpaku. Belum genap tiga tahun, pernikahanku harus berakhir. Rumah tanggaku runtuh. Aku mantap bercerai dengan suamiku meski mungkin harus mengorbankan masa depan puteri semata wayangku yang masih berusia dua setengah tahun, kala itu. Kulewati hari-hariku menjadi single mother mengasuh putri kecilku yang masih balita. Aku dan mantan suamiku sepakat saling berbagi waktu mengasuhnya. Tak terasa putri kecilku sudah berusia empat setengah tahun. Dua tahun sudah hari perceraian itu berlalu. “Ya Allah, kuyakin takdir-Mu lebih baik dari semua yang aku inginkan. Beri aku kekuatan untuk memahami ini sebagai anugerah dari-Mu.” Kupanjatkan do’a di setiap malamku. Malam itu, sekira pukul 01. 00 WIB dini hari, tiba-tiba telpon genggamku berdering. Kulihat putriku masih tertidur pulas. Aku terima telpon dengan suara perlahan takut menggangu tidur si kecil. Tak kusangka yang menelponku adalah salah satu pihak keluarga mantan suamiku, memberi kabar bahwa ayah dari putriku masuk rumah sakit. Bagaimanapun aku tidak bisa menyembunyikan rasa kagetku karena dua hari yang lalu dia masih mengantar putri kecilnya ke rumah.


164 IPP KADUR Januari 2023 Ku sempatkan menjenguknya ke rumah sakit. Kulihat ayah dari putri kecilku terbaring lemas dan memberi senyuman kepadaku dengan bibir pucatnya. Putri kecilku mendekat ke arahnya sambil memeluk dan menciumnya seolah memberi semangat. Tanpa sadar air mataku jatuh tak terasa melihat keakraban mereka berdua. Tak lama berselang mantan suamiku tak sadarkan diri lagi. Putri kecilku kembali mendekatinya. “Mama, ayah tidur ya?” tanyanya polos. Semua orang yang ada di ruangan itu menangis. Hanya doa dan harapan yang bisa terucap dari bibirku sambil mendekap putri kecilku. Keesokan harinya dokter memutuskan agar mantan suamiku dioperasi. Kuantar dia sampai di depan pintu ruangan operasi. Satu setengah jam berlalu. Alhamdulillah, menurut dokter dia sudah sadar kembali. Hari demi hari keadaan mantan suamiku semakin membaik. Wajah ceria putri kecilkupun muncul kembali. Setelah sembilan hari di rumah sakit, akhirnya dokter mengijinkan pasien dibawa pulang. Aku ikut mengantarnya sampai ke rumah. “Nak, ayah dari putrimu ini masih sayang kepadamu. Maukah kamu menerimanya kembali?” Pertanyaan yang tidak pernah aku sangka sebelumnya ini terucap dari bapak mertuaku saat aku berkemas pulang.


Lembaran baru yang lebih indah 165 Aku tercekat, kerongkonganku terasa kering. Aku hanya bisa menunduk sambil manatap si kecil yang sedang berada di pangkuan ayahnya. Hatiku berkecamuk antara menolak dan menerimanya kembali. Memang selama dua tahun aku tidak serumah dengannya tidak pernah sekalipun terucap kata cerai dari mantan suamiku. Hanya selembar surat cerai itu yang menjadi bukti. “Mama balikan sama ayah, ya!” rengek putri kecilku meruntuhkan keraguanku, hingga seketika itu juga kuberanikan diri untuk menerimanya kembali. “Ya” sekedar ku jawab putri kecilku dengan perasaan berserah pada takdir Tuhan untuk mengarungi hidup bersamanya lagi. Sungguh, takdir hidup yang begitu rumit sehingga aku menikah kembali dengan orang yang sama. Semoga dari peristiwa ini aku dapat memetik hikmah untuk hidup bahagia bersamanya kembali.


166 IPP KADUR Januari 2023 PROFIL PENULIS Perempuan yang dalam dunia mayanya mempunyai julukan”Titian Ilahi” ini lahir di kota Pamekasan pada tanggal 22 Mei 1987. Dia memiliki nama asli Titin Sulaihah. Saat ini dia mengabdikan diri sebagai guru di SDN Kertagena Laok 1 Kecamatan Kadur Kabupaten Pamekasan Guru muda yang menempuh pendidikan sarjananya di Universitas Terbuka ini memiliki hobi menulis sejak usia muda. Walaupun tulisan-tulisannya masih tersimpan di dalam buku diary. Disela-sela kesibukannya sebagai guru, dia juga aktif berorganisasi. Saat ini dia menjadi anggota Ikatan Pendidik Penulis (IPP) Kecamatan Kadur Kabupaten pamekasan. Perempuan bertahi lalat ini dapat dihubungi melalui email: titinsulaiha1987@gmail. com atau melalui nomor Whatsapp 083853936968.


Lembaran baru yang lebih indah 167 Mimpi Sakti Seorang Wanita Muslimah Oleh: Usfatul Hasanah agi yang cerah membuat aku semangat untuk memulai sebuah aktivitas. Kugendong tasku dan sepeda jadulku yang selalu setia menemaniku di kala suka dan duka, hilir mudik aktivitas semua masyarakat memenuhi jalanan. Aku berangkat jam 5.30 WIB dari Pamekasan untuk menuju kota bahari (Sampang), di sepanjang perjalanan dinginnya angin pagi membuatku lebih bersemangat untuk melangkah menuju 38 KM untuk mengabdi jadi guru sukarelawan atau GTT di kota Sampang. Tempat dimana mulai mengabdi dan menorehkan ilmuku, panas, hujan, banjirku lalui dengan penuh semangat. Jalan setapak yang begitu licin naik gunung turun gunung, jatuh ke sawah sering aku rasakan saat hujan melanda, seragam ceki yang penuh dengan lumpur dan sepatu yang seringku jinjing menjadi saksi perjuanganku, saling mendorong motor seringku lakukan untuk melewati jalan yang sangat ekstrim untuk sampai ke sekolah Sdi AlIsmailiyah,dusun Mokos Desa banjarbillah tambelangan, salah satu daerah di Kabupaten Sampang. Menjadi guru honorer hampir 14 tahun. mulai dari tahun 2005-2018 waktu itu aku masih kuliah D2 sampai lulus P


168 IPP KADUR Januari 2023 S1 di UT Pamekasan dan alhamdulilah aku lulus di tahun 2010 dengan IPK 2,93. Ya Allah sungguh besar perjuanganku hari- hariku kulalui dengan penuh semangat. Mempunyai semangat dan tekat yang kuat untuk mengubah nasib hidupku dan keluargaku untuk jadi lebih baik, serta do’a dari kedua orang tuaku yang tak pernah henti untuk mendo’akanku agar cita -citaku tercapai. Aku mulai ikut tes CPNS di Sampang pada tahun 2007, namun sayangnya tidak lulus, di tahun berikutnya aku ikut lagi di Pamekasan, namun belum lulus. Sampai 6 kali ikut tes CPNS belum lulus juga, itu semua adalah kesuksesan yang tertunda. berkat kedua orang tua yang sering mensuportku untuk terus mencoba dan mencoba lagi. pada tahun 2018 aku ikut tes CPNS di pamekasan karena aku ingin menetap di tanah kelahiran. Dan alhamdulilah Allah mendengar semua do’aku terutama do’a kedua orang tuanku. Aku lulus dengan ujian sistem CAT. Betapa gembiranya kedua orang tuaku mendengar kabar anaknya lulus CPNS sampai meneteskan air mata dan sujud syukur, alhamdulilah kehidupanku mulai berubah. Kesabaran akan membuahkan hasil yang tak terduga jika kita sabar dan ikhlas menjalaninya. Sungguh berat meninggalkan ini semua. Tapi tidak ada satu orangpun yang tahu rencana Allah.


Lembaran baru yang lebih indah 169 Profil Penulis Seorang Wanita bernama Usfatul Hasanah, S.Pd.SD lahir di Pamekasan, 05 Desember 1985. Ditakdirkan sebagai guru yang mengajar di SDN Bungbaruh 2, Kec. Kadur, Kab. Pamekasan. Merangkap menjadi ibu rumah tangga dengan 2 anak dan 1 suami. Selain mengajar ia juga bergabung dengan Ikatan Pendidik Penulis Kadur dan ini adalah ke dua kalinya menulis cerpen. Alhamdulilah semoga penulis lebih semangat lagi dalam karya tulis selanjutnya. Apabila para pembaca ingin mengenalnya mengenai kehidupan penulis, bisa menghubungi penulis melalui E-mail [email protected] .


170 IPP KADUR Januari 2023 Cinta dan Cita-cita Oleh: Isnaini Kamil erita yang tertuang dalam salah satu lembaran kisah perjalanan hidup saya namun, sampai sekarang masih memori terindah yang tidak terlupakan. Awal mula ketika saya masih remaja atau lebih tepatnya duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), dimana masih giatgiatnya menuntut ilmu. Dan yang menjadi faktor penyemangatnya adalah cinta. Karena cinta adalah bagian dari cita-cita, ibaratnya dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan semuanya saling membutuhkan dan saling ketergantungan. Seiring dengan berjalannya waktu, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan dan tak terasa tiga tahun ku tempuh pendidikan SMA hingga akhirnya berpredikat lulus. Mulailah ada rencana lepas pisah antara guru dan murid. Terbesit pula dalam anganku perpisahan dengan teman-temanku, yang sebagian memilih melanjutkan kuliah dan sebagian lagi memilih untuk bekerja. Ketika acara perpisahan dilaksanakan ada banyak nasihat dan wejangan yang disampaikan oleh kepala sekolah dan guru-guruku, salah satunya menjadi inspirasi dibenakku. Beliau mengatakan, c


Lembaran baru yang lebih indah 171 “Janganlah mengejar cinta karena terpesona akan paras wajah akan tetapi kejarlah cinta demi sebuah cita-cita mulia sehingga menjadi sukses“. Selama sekolah aku jatuh cinta pada seorang gadis yang menjadi bintang di sekolah. Banyak siswa yang mengagumi dan tergila-gila padanya. Sungguh keberuntungan berpihak padaku karena gadis itu menerima cinta yang aku ungkapkan. Suatu hari aku memberanikan diri untuk bertanya padanya. “Apa cita-citamu setelah lulus SMA?”, tanyaku. “Aku ingin menjadi istri yang setia dan ibu yang bijak untuk anak-anaknya nanti“. Jawabnya dengan polos. “Lalu apa cita-citamu?” “Aku juga ingin menjadi pemimpin yang baik dan berguna bagi keluarga, Bangsa dan Negara“, jawabku dengan penuh keyakinan. Akan tetapi, impian tak seindah realita. Ketika aku melanjutkan kuliah untuk mengejar cita-cita, cintaku lepas karena situasi dan kondisi yang tidak bisa diprediksi. Dia sang pujaan hati ternyata dilamar oleh pengusaha sukses. Tentu saja orang tuanya merestui daripada menunggu diriku yang belum jelas masa depannya. Akhirnya aku pun berusaha merelakan, walaupun sebenarnya sangat berat dan hampir membuatku depresi. Aku sadar bahwa cinta tidak harus memiliki dan juga butuh pengorbanan.


172 IPP KADUR Januari 2023 Sejak saat itu, aku fokus melanjutkan kuliah. Membuka lembaran baru demi cita-cita. Menjalani hidup yang lebih indah. Aku selesaikan kuliah dan menjadi pekerjaan. Ternyata, Tuhan mengabulkan doa-doaku selama ini. Aku mendapatkan pekerjaan yang aku cita-citakan dan mendapatkan pendamping hidup yang setia. Pasangan sekaligus sahabat dalam berbagi suka dan duka.


Lembaran baru yang lebih indah 173 Profil penulis Penulis memiliki Nama ISNAINI KAMIL.S.Pd.S.Sos yang lahir Pamekasan.19 Januari 1976 memiliki latar belakang pendidikan:SDN Pademawu barat 2 th 1988; SMPN 1 Pademawu th 1991; SMAN Galis Pamekasan th 1994; S 1 Administrasi Negara UNIRA th 1999; D2 PGSD UT th 2005; S 1 PGSD UT th 2020 Pria asli Madura ini biasa disapa dengan panggilan ISNAN berasal dari dusun mangunan desa pademawu timur kecamatan Pademawu kabupaten Pamekasan Madura Jawa timur Disamping berprofesi guru masih sempat bergabung dengan berbagai komoditas dan saat ini bergabung dengan ikatan pendidik penulis untuk menyalurkan bakatnya yang terpendam.menulis adalah hobinya semenjak memasuki dunia pendidikan.melalui IPPDia berharap untuk dapat menuangkan karya karyanya.untuk menghubunginya melalui email-nya [email protected] atau wa 085330167308


174 IPP KADUR Januari 2023 Aku Bukanlah Sakura, Tapi Hinata dari Desa Konoha OLeh: Zainur Rahman ku adalah seorang ibu yang perfectionist. Segalanya ingin selalu sempurna. Sarapan suami dan anakku aku jaga betul. Aku tidak pernah mempercayakan masalah makanan pada asisten rumah tanggaku. Aku hanya memintanya bekerja untuk menyetrika pakaian kami sekeluarga. Jam 02.00 dini hari aku telah bangun dan mempersiapkan segala kebutuhan suami, dan anakku yang masih seorang. Pagi jam 06.00 semuanya sudah siap mulai dari sarapan, pakaian seragam suami dan anakku, sepatu dan tas keperluan mereka sudah berjejer rapi siap diambil. Akan tetapi, sebaliknya, jika mereka telat pulang, tanpa bertanya alasannya, aku selalu marah, terutama pada anakku yang baik, kalem, dan tak pernah melawanku ketika aku nasehati, marah, atau mencubitnya. Menerima perlakuan tak nyaman dariku, dia hanya diam, senyum, dan memelukku sambal menangis. Dia memang anakku yang sepesial. Sebut saja Aya. Muhammad Shalahuddin Al-Ayyubi. Aya masih kelas 5 SD, tapi pikirannya sok bijak dan sok dewasa. Dewasa dalam hal menyayangiku sebagai ibunya. Dan pada hari itu tidak biasanya si Aya terlambat pulang, aku A


Lembaran baru yang lebih indah 175 mulai marah. Kutanyakan pada anak kakakku, sepupu Aya. Nurin Namanya. Kelas 4 di SD yang sama. Biasanya mereka selalu berangkat dan pulang Bersama. “Nurin, mas Aya mu kemana kok terlambat pulang, Nak?” “Gak tau tante, tadi dia nyuruh aku pulang duluan sama temen-temen. Katanya Dia ada perlu”, Jawabnya. Hah, dewasa banget otaknya. Ada perlu jawabnya. Layaknya orang dewasa. Ada apa dengan si Aya? gumamku dalam hati. Aku mencoba mencarinya, tapi motor tidak ada di rumah, dan ada pekerjaan rumah yang tidak bisa aku tinggalkan. Jadi aku putuskan menunggu hingga jam 12.30. Jika si Aya tak datang, aku akan mencarinya. Jam sudah menunjukkan pukul 12.40 dan Aya tak kunjung pulang. Aku sudah mulai gelisah. Pikiranku bermacam-macam. Diperparah dengan isu penculikan anak yang terjadi akhir-akhir ini. Aku mencoba menelfon Ayahnya tapi tak ada jawaban. Mungkin dia sedang sibuk dengan pekerjaannya. Aku mulai gelisah, mulai marah, dan aku tak bisa kemana-mana karena aku sedang membuat roti pesanan orang yang akan diambil sore hari. Jam 12.50 si Aya belum juga datang. Panik dan marahku mulai memuncak. Tiba-tiba saja si Aya Nampak berlari-lari di jalan depan rumahku. Aku bersyukur kerena tidak terjadi apa-apa dengan Aya. Tapi marahku sudah memuncak. Aku ke dalam rumah, aku siapkan sapu lidi. Aku


176 IPP KADUR Januari 2023 tak mau dia mengulanginya lagi. Aku sudah menunggunya di depan pintu Rumah dengan rasa marah dan sapu lidi yang aku sembunyikan di balik badanku. Seperti biasa, aya datang dengan senyum dan memanggilku. “Mama.Aya pulang….”, sembari tersenyum. “Brak… bruk… brak….”, aku ayunkan sapu lidi di betisnya tanpa berkata apapun. Sontak saja, si Aya menangis meraung kesakitan. Tak biasanya dia menangis seperti ini. Dia menangis dan lari ke kamarnya. Dia menangis sangat lama. Dan akhirnya dia tertidur dengan masih memakai seragam dan tas yang masih ada dalam punggungnya. Sepatunya juga masih melekat pada kakinya. *** Jam 13.30 aku mencoba masuk ke kamar si Aya. Aya masih tertidur lelap dengan wajah yang nampak lusuh dengan air matanya yang hampir mengering. Aku tertegun melihatnya. Tak seharusnya aku memukulnya terlalu parah. Dalam hati yang sedikit menyesal, aku buka sepatu dan tasnya agar dia merasa nyaman tidurnya. Saat memegang tasnya, sepertinya ada sesuatu di dalam tasnya. Aku coba membuka tasnya. Ternyata sebuah kotak berwarna hijau ada di dalamnya. Akupun mengambilnya. Karena penasaran, aku buka isinya ternyata ada sebuah kertas putih yang dilipat dan


Lembaran baru yang lebih indah 177 sebuah kotak yang agak kecil berwana putih. Aku ambil kertas yang dilipat itu dan mencoba membukanya. “Darrrrrr!!!!!!!!!”, aku bagaikan disambar petir siang hari. Tulisan dalam dalam kertas itu adalah …. “SELAMAT ULANG TAHUN, MAMA…”. Aya belikan hadiah jilbab kesukaan mama dari tabungan uang jajan Aya. Maaf Aya terlambat pulang, karena tadi masih membeli jilbab Bersama bu Dewi wali kelasku Ma…” Tanpa berkata apapun aku bangunkan aya. Aku peluk seerat mungkin. Aku menangis. Aku meminta maaf karena tidak bertanya alasannya dia datang terlambat. Mulai hari ini aku menerima pelajaran berharga dari anakku. Marah tidak menyelesaikan masalah dan meminta orang lain menceritakan masalahnya adalah hal yang penting saat akan melakukan tindakan. Hari-hari berikutnya aku tidak akan mengulanginya lagi. Lembaran baru kehidupanku dimulai dari sini. Aku tahan sifat pemarahku sebelum mengetahui permasalahan dengan jelas. Trimakasih Anakku. Sekarang aku bukanlah Seorang Sakura yang pemarah, tapi Hinata yang lemah lembut dari Desa Konoha.


178 IPP KADUR Januari 2023 PROFIL PENULIS Penulis memiliki nama Zainur Rahman, adalah seorang Pria yang menyukai film Naruto dengan beberapa karakter peran di film tersebut. Saat ini penulis mengabdikan dirinya sebagai Guru di SDN Bangkes 1 Kec. Kadur.


Click to View FlipBook Version