The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by farid aljunairi, 2023-04-05 00:47:38

Meninggalkanmu Adalah takdir Yang Harus Kugapai Untuk Membuka Lembaran Baru Yang Lebih Indah

E Book ini adalah kumpulan cerpen dari semua anggota IPP kadur

Keywords: #cerpenedisi3

Lembaran baru yang lebih indah 91 "Insya Allah rabu ada wisuda.kamu sih....terburu-buru kluar padahal kamu khan cita-cita mau wisuda disini dulu baru pindah ke tempat baru." "Selamat ya? Moga sukses!" jawab najma "Coba kalo ada kamu, pasti nanti kamu yang terbaik!" "Sudahlah...Mungkin memang bukan takdirku" Setelah selesai bercerita, najmapun menutup handphonenya. najma langsung murung wajahnya.Dalam hatinya berkata "benar kata iza, seandainya ia tidak terburuburu pindah pasti sekarang akan wisuda.Tapi sudahlah aku harus konsentrasi disini.Pasti Allah punya skenario lain.Kata ibu aku harus serius dan konsentrasi biar cita-cita dan targetku tercapai." Hari yang diceritakan iza datang, banyak foto juga vidio dikirim ke handphone najma.Najma sedih dan merasa menyesal kenapa dia terburu-buru pindah sehingga tidak jadi wisuda.padahal seandainya ia wisuda hari ini akan jadi hari yang indah baginya. pada hari itu najma menangis dan menyesal harus berada ditempat baru. Dua hari setelah kejadian itu, ditempat yang baru Najma mendapat kabar gembira bahwa dia bisa mengikuti wisuda dan sekarang harus masuk karantina selama dua bulan untuk memantapkan acara wisuda.Sungguh senang


92 IPP KADUR Januari 2023 hati Najma, luka hatinya terobati dengan kabar itu dan najma berjanji akan berusaha maksimal dalam karantina itu. Selama dua bulan. Najma serius dan tak kenal lelah belajar di karantina.Semua dia lakukan demi cita-citanya dan tujuannya untuk membahagiakan orang tuanya. Hari yang ditunggu telah tiba, acara wisuda itupun dilaksanakan. Setelah di tes dan melakukan ujian di depan juri akhirnya penobatan wisuda yang terbaik. Waktu dan moment yang sangat ditunggu. Dan dengan tepuk tangan yg riuh nama Najma dipanggil sebagai yang terbaik. Dia sangat bersyukur menjadi terbaik dari ratusan anak yang menginginkannya hal itu beda dengan tempat dia sebelum ke tempat baru ini, hanya puluhan anak saya. Ratusan pasang mata bangga melihat Najma, seorang putri cantik yang dengan sabar meninggalkan keindahan yang diimpikan menuju tempat yang lebih indah sehingga membuat orangtuanya bangga dan orang-orang sekitarnya bahagia. Najma berkata dalam hatinya dia tidak menyesal meninggalkan masa lalunya yang indah menuju masa depannya yang lebih indah.Moga Allah selalu meridhoi langkah Najma dalam kehidupan di dunia ini.


Lembaran baru yang lebih indah 93 Profil Penulis Penulis memiliki nama asli Karmiyanti. Biasa di panggil dengan nama Ibu Miya, saat ini berprofesi sebagai Guru di SD Kadur 4. Dengan motto penyemangat: Jadikan masa lalumu kenangan Indah dan Masa depanmu ubah menjadi lebih indah. Penulis dapat dihubungi melalui No.telephone 082301067832


94 IPP KADUR Januari 2023 Merubah Nasib untuk Menggapai Takdir Penulis: Mutmainnah. ehidupan di dunia ini ibarat roda yang selalu berputar. Adakalanya kita berada di atas dalam arti kita berada dalam keadaan bahagia penuh suka cita. Namun suatu ketika kita akan berada di bawah dengan perasaan sedih penuh duka nestapa. Romantika kehidupan diwarnai oleh berbagai macam persoalan hidup yang harus dihadapi. Manusia hidup bersama dengan takdir yang telah targariskan, namun dapat merubah garis hidupnya jika dia mau merubahnya. Sebagaimana firman Allah: “Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum (manusia) sampai dia mau marubahnya sendiri.” Imron, seorang bocah kecil hidup bersama orang tuanya di sebuah desa terpencil. Sebuah rumah sempit menjadi tempat berlindung dari panas dan dingin dimana dia tinggal bersama orang tua dan sembilan orang saudaranya. Bukan hal yang mudah bagi kedua orang tuanya yang hanya seorang petani untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Rangkaian kesedihan dan penderitaan menjadi menu harian yang harus dihadapi. Namun, dengan berbekal ikhlas dan K


Lembaran baru yang lebih indah 95 semangat, kedua orang tuanya rela bekerja banting tulang memeras keringat demi masa depan anak-anaknya. Imron kecil yang sudah tertempa pedihnya keadaan, menjelma menjadi pribadi yang tangguh dan pantang menyerah. Dia sadar betul dengan kondisi ekonomi orang tuanya. Sejak duduk di bangku sekolah dasar sampai SMA Imron sudah membuktikan diri sebagai sosok yang giat dan rajin belajar. Imron berjanji pada dirinya sendiri, betapun sulitnya ekonomi dia tidak boleh putus sekolah dan harus menjadi siswa yang berprestasi. Dia tidak ingin pengorbanan orang tuanya sia-sia. “Bu, ijinkan aku melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Aku ingin kuliah kedokteran.” Imron nekat meminta ijin orang tuanya setelah lulus SMA. Sedikit gila, dia seperti kehilangan nalar demi meraih citacitanya. Kesulitan ekonomi keluarga yang sebenarnya sudah dia pahami terpaksa diabaikan. “Nak, ibu dan bapak bangga padamu. Bangga sekali. Tapi keadaan ekonomi kita tidak mungkin membiayai pendidikanmu.” Suara lembut ibunya terdengar pasrah menyerah pada keadaan. “Tapi Bu, aku iri dengan Rudi, tetangga sebelah kita yang sudah mendaftar ke fakultas kedokteran,” sanggah Imron kurang sepakat dengan jawaban ibunya.


96 IPP KADUR Januari 2023 “Iya Nak, kami tahu itu. Tapi siapa dia dan siapa kamu? Ibarat langit dan bumi.” Bapaknya menimpali dengan wajah menunduk tak mampu membendung kesedihan. Imron tidak bisa melanjutkan kata-kata. Ucapan bapaknya seperti alarm yang mengembalikan kesadarannya tentang siapa dirinya. Dia hanya bisa diam dengan sesak memenuhi rongga dadanya kemudian bangkit dari kursi meninggalkan perbincangan dengan langkah gontai menuju kamarnya. Imron tidak mau menyerah. Masih ada Tuhan yang bisa dijadikan tempat bergantung. Jika Tuhan berkehendak, segala sesuatu menjadi mungkin. Malam sudah memasuki sepertiga akhir. Titik-titik air bekas wudhu masih menempel di wajah Imron. Sarung, baju koko, dan kopiah hitam membungkus tubuhnya. Dengan sajadah terkalung di leher dia menembus dinginnya malam melangkah menuju masjid sekira 200 meter dari rumahnya. Dengan solat hajat dan istikharoh Imron mengadukan nasibnya kepada Tuhan. Dia lantunkan doa penuh husyuk agar Tuhan mendengar pintanya dan mohon diberi petunjuk. Masih dengan kaki bersimpuh di atas sajadah, antara sadar dan tidak, Imron bermimpi sedang berada di lereng gunung yang akan dia daki. Tiba-tiba sepasang tangan menahannya dari belakang. “Kamu jangan memaksakan diri mendaki gunung saat ini. Cuaca sangat buruk.” Suara yang dia kenal terdengar dari belakang punggung. Terlihat kakak sulungnya yang mengingatkannya saat dia menoleh.


Lembaran baru yang lebih indah 97 Imron percaya apa yang dialaminya adalah petunjuk dari Tuhan, sehingga dengan ikhlas dia mengubur impiannya untuk kuliah di faklutas kedokteran. Sebagai orang yang beriman Imron yakin ini bukan akhir dari segalanya. Pasti akan ada skenario Tuhan yang lebih indah untuk dirinya. Tidak terasa satu tahun berlalu. Masa yang sangat menyiksa bagi Imron yang telah menelantarkan dirinya menjadi pengangguran. Satu-satunya kegiatan yang bisa dia lakukan untuk mengisi waktu adalah membantu orang ruanya di sawah. Menanam, merawat, dan memanen hasil jika beruntung. Kesabaran Imron berbuah manis dengan kejaiban takdir yang menghampirinya. Setelah satu tahun menganggur, hadir secercah harapan saat dia mendengar ada pembukaan pendaftaran masuk perguruan tinggi dengan program study bernama Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Sebuah program study yang hanya ditempuh dalam kurun dua tahun. Waktu yang relatif pendek sehingga tidak perlu mengeluarkan banyak biaya. Klop sekali untuk memadukan antara keinginan dengan kemampuan ekonomi orang tuanya. Tak berpikir panjang Imron kembali meminta ijin kepada orang tuanya dan dengan segala pertimbangan akhirnya restu orang tua pun tergenggam. Imron melahap kembali buku-buku pelajaran yang sudah lama dia tinggalkan. Hari-harinya diisi dengan belajar dan belajar sampai hari ujian masuk perguruan tinggi tiba.


98 IPP KADUR Januari 2023 Setelah menunggu berapa minggu Imron dinyatakan lulus dan berhak menyandang status sebagai mahasiswa. Meskipun bukan menjadi mahasiswa kedokteran tapi tak dipungkiri rasa bangga menyelimuti hatinya ketika dia merasa setara dengan teman-temannya yang lain dapat mengenyam pendidikan di perguruan tinggi hingga lulus. Tuhan berjanji akan mempermudah jalan hidup seseorang menuju takdirnya masing-masing. Dan keajaiban takdir masih berlanjut untuk Imron. Setelah lulus dari PGSD dia dianugrahi amanah untuk memulai lembar baru kehidupannya menjadi seorang guru PNS di sekolah dasar. “Ya Allah, akan aku syukuri semua nikmat-Mu dengan mengabdikan diri sepenuh hati pada tugas dan tanggung jawabku saat ini.” Air mata Imron tak terbendung di atas sajadah kenangan, tempat bersimpuhnya dulu, saat dia merayu Tuhan untuk menuntunnya menuju takdir terbaik.”


Lembaran baru yang lebih indah 99 Profil Penulis Penulis adalah seorang perempuan yang mengabdikan dirinya sebagai guru SD di Pamoroh 1, profesi yang sangat dicintainya. Menjadi seorang didik baginya merupakan pekerjaan yang dapat mengantarkannya untuk memberikan transfer ilmu yang dikuasainya kepada anak didiknya sehingga dapat bermanfaat kelak. Perempuan yang lahir di pamekasan pada tanggal ke Sembilan di bulan januari tahun 1983 dapat di hubungi melalui nomor telepon 085746570657.


100 IPP KADUR Januari 2023 SERDADUKU Penulis: Zuyyina, S.Pd.SD ulepas rasa rinduku melalui video call di setiap waktu yang telah ku sepakati dengannya. Hanya itu yang bisa kulakukan karena jarak yang memisahkan aku dengan anak sulungku yang tengah mengabdi di kota lain. Dan setiap kali kuakhiri panggilanku, bening di mata tak kuasa aku bendung. Begitu juga saat ini. Kuseka air mataku sembari menghimpun kembali kenangan saat si Sulung memulai perjuangannya. Setelah melalui proses panjang selama kurang lebih tiga setengah tahun dan dengan usaha tanpa mengenal putus asa, akhirnya anak sulungku sukses mewujudkan cita - citanya menjadi seorang anggota TNI-AD. Ketika itu, setelah dinyatakan lulus di Panpus Malang, Si Sulung harus menjalani pendidikan dasar di SECATA RINDAM V BRAWIJAYA Magetan selama lima bulan. Aku sekeluarga mengantarnya hanya sampai pintu gerbang. Dari depan pintu gerbang kulihat Si Sulung memakai atasan putih dan bawahan hitam, melangkah pasti bersama ratusan peserta lainnya. Terdengar suara dari pengeras suara menghimbau supaya semua siswa masuk ke area lapangan SECATA. Satu-persatu peserta masuk setelah sebelumnya K


Lembaran baru yang lebih indah 101 diperiksa atau digeledah tasnya. Peserta tidak boleh membawa HP. Peluk cium dan tetesan air mata haru melepas langkahnya menuju lapangan tempat upacara pembukaan yang tidak bisa dilihat oleh keluarga yang mengantar. “Bu, titip adik di rumah dan jangan lupa doakan aku. Ibu juga jangan lupa jaga kesehatan” Pinta Si Sulung sambil mencium tangan sebelum meninggalkanku dan keluarga lain. Hanya air mata yang mewakili rasa haru melepasnya pergi. Lima bulan berlalu tanpa terasa, tibalah saat upacara pelantikan. Dengan perasaan berbunga-bunga aku dan kelarga kembali berangkat menuju Magetan. Tubuh yang sedikit lemas karena bertepatan dengan bulan puasa tidak aku pedulikan. Bayanganku hanya ingin segera tiba kembali di tempat Si Sulung menempuh pendidikan. Kudengar dari panitia setelah upacara pelantikan selesai peserta diperbolehkan bertemu dengan orang tuanya. Sayang sekali, upacara pelantikan itu tidak bisa aku saksikan karena kami harus tetap berada di luar. Setelah menunggu dengan sabar, momen yang kutunggu tiba. Pintu gerbang dibuka dan seketika terlihat pemandangan mengharukan. Ratusan orang berhamburan di lapangan. Orang tua siswa dan anaknya saling mencari. Akupun tak mau kalah, ikut berlari mencari Si Sulung. Sulit dikenali karena postur tubuh semua siswa hampir sama dan memakai seragam yang sama. Tak berapa lama akhirnya


102 IPP KADUR Januari 2023 kami bertemu Si Sulung. Peluk cium dan tangis kami kembali pecah. Rasa rindu yang kupendam selama berbulan-bulan kini terobati. “Syukurlah, kamu sehat dan tampak gagah,” ucapku antara bahagia dan bangga. “Iya, Bu. Alhamdulillah, berkat doa ibu dan bapak,” jawab Si Sulung haru. Tak lama berselang Si Sulung memberi kabar akan berangkat ke kota Bandung melanjutkan pendidikan kecabangannya di PUSDIKKAV Bandung, karena Si Sulung diterima di Cabang Kavaleri. Ku hanya bisa berdoa dari rumah agar dia diberi kesehatan dan kelancaran dalam pendidikannya. Aku tidak bisa mendampinginya ke Bandung. Untuk melepas rindu dan menanyakan kabar ku sempatkan melakukan vido call dengannya setiap akhir pekan. Tibalah saatnya upacara penutupan di Pusdikkav Bandung. Kami sekeluarga berangkat ke Bandung untuk menyaksikan upacara penutupan dari dekat. Meski cuma sebentar aku bisa bertemu Si Sulung setelah upacara selesai. Dia harus segera kembali ke kelas untuk menerima pengumuman penempatan. Pilihannya cuma dua, di Sidoarjo atau di Bali. Aku menunggu dengan perasaan cemas dan tidak berhenti berdo’a, hingga kebahagiaanku membuncah ketika Si Sulung datang membawa kabar dia ditempatkan di Sidoarjo


Lembaran baru yang lebih indah 103 “Alhamdulillah ya Allah, atas segala karunia-Mu”. Pekikku di dalam hati seraya memeluknya. Mengenakan baju doreng dan baret berwarna hitam, kulihat Si Sulung bersiap menuju kota Sidoarjo. Mataku kembali membasah. “Betapa gagahnya.” gumamku lirih. "Selamat bertugas serdaduku", Buktikan baktimu! Semoga sehat selalu dan senantiasa dalam lindungan Allah Yang Maha Kuasa. Kami bangga padamu. Kami selalu merindukanmu.”


104 IPP KADUR Januari 2023 Profil Penulis Lulusan SDN Montok 3 ini bernama Zuyyina, S.Pd.SD. Dia lahir di desa Montok, sebuah desa kecil di belahan timur kota Pamekasan. Perempuan yang lahir pada tanggal 07 Juli 1971 ini berprofesi sebagai guru di sekolah dasar. Sepanjang karirnya sebagai guru dia telah merasakan pindah dari satu sekolah ke sekolah lainnya. Sejak tahun 2015 sampai saat ini takdir melabuhkannya di SDN Gagah Kecamatan Kadur Kabupaten Pamekasan. Perempuan dua anak ini dapat dihubungi melalui nomor : +62 823-3812-0066


Lembaran baru yang lebih indah 105 SEMANGAT MENGABDI DAN BERKARYA Oleh: Evi Fatimah, S.Pd.I ragung, nama desa yang tidak akan pernah aku lupakan dalam sejarah hidupku. Letaknya, berada di belahan utara wilayah kecamatan Guluk-Guluk Kabupaten Sumenep. Pada tahun 2008 lalu, di desa itulah aku dan beberapa teman seangkatan dari INSTIKA melaksanakan Kuliah Kerja Nyata.Tugas kampus yang memaksa kami untuk tinggal di sana berbaur dengan masyarakat selama beberapa bulan Tak terasa waktu tiga bulan berlalu dan masa pengabdian kami berakhir. Meski ada perasaan sedih, tapi kami harus meninggalkan desa itu dan kembali ke pondok. Ke pondok? Ya, aku dan teman lainnya adalah anak-anak yang tinggal di pondok. Kami semua mondok di Pesantren AnNuqayyah Guluk-Guluk meski tinggal di wilayah yang berbeda-beda. Ada beberapa wilayah pondok yang bernaung di bawah pesantren An Nuqayah. Aku sendiri dan satu temanku bernama Warda tinggal di wilayah pondok bernama Lubangsa Selatan. Dari namanya, wilayah pondok ini memang berada di bagian paling selatan. Tepat berada di bawah kaki bebukitan. Selesai KKN, tugas berikutnya segera menyusul. Menyusun skripsi. Ya, etape perkuliahan terakhir yang B


106 IPP KADUR Januari 2023 katanya paling sulit dilalui. Rasa cemas dan kuatir mulai melanda pikiranku. Bayanganku, mungkinkah aku bisa menggarap skripsi di pondok dengan peralatan yang seadanya. Tidak ada komputer apalagi laptop. Pikiranku segera melayang mencari cara. Akhirnya aku putuskan untuk mengambil cuti saja dari pondok. Awalnya aku kuatir tidak akan mendapat ijin terutama dengan statusku yang menjadi wakil ketua pengurus di pondok. Tugas-tugasku menjadi pengurus pondok tentu tidak mudah diganti orang lain. Namun dengan modal nekat, bersama Warda temanku, kuberanikan diri menghadap ketua pondok yang kami biasa menyebutnya pengasuh. Alahmdulillah, meski agak berat akhirnya ijin cuti aku kantongi. Rasa syukurku makin meluah, bagaimana tidak, sebuah komputer telah tersedia di rumah. Bayanganku, setibanya di rumah aku akan menyewa komputer di rental saja, karena di rumah belum ada computer. Tapi, ada manusia baik yang sudah menyediakannya. Orang itu tak lain dan tak bukan adalah kakak perempuanku sendiri. Mbak Anis namanya. Salah satu manusia terbaik yang pernah aku kenal. Tapi sayang, Tuhan terlalu cepat memanggilnya kembali. Semoga dia mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Dengan komputer hadiah dari Mbak Anis aku garap skripsiku dari awal hingga akhir. Bab demi bab aku kerjakan


Lembaran baru yang lebih indah 107 dengan senang hati hingga akhirnya selesai. Setelah beberapa kali revisi aku dinyatakan lulus dalam ujian skripsi dan berhak menyandang gelar sarjana. Setelah wisuda, komputer itu tidak lagi sering kupakai. Paling hanya kugunakan mendengarkan musik untuk mengisi waktu senggang. Sayang juga sebenarnya, dia hanya menjadi seonggok barang yang kurang berdaya guna. Setelah beberapa kali rusak karena jarang dipakai akhirnya komputer itu dibawa Mbak Anis ke kota Batu tempat suaminya bertugas. Setelah itu, bertahun-tahun lamanya aku tidak bersentuhan lagi dengan komputer. Barulah setelah aku diterima menjadi guru sukarelawan di sebuah sekolah dasar, keberadaan komputer kembali aku butuhkan. Pikirku, dengan komputer atau laptop aku bisa lebih mudah menyiapkan perangkat ajar dan kebutuhan mengajar lainnya. Saking kepengennya, dengan menyisihkan uang belanja aku berhasil membeli laptop meski bekas. Tapi begitulah resiko membeli barang seken, hanya selang beberapa bulan, laptop yang kubeli mati total. Sebelas Januari adalah tanggal lahirku, tanpa diingatkan biasanya suamiku tercinta selalu mengucapkan selamat disertai doa-doa. Sebuah ugkapan kecil namun selalu kutunggu. Tapi entah kenapa tahun ini kalimat-kalimat indah yang terkemas dalam rangkaian doa itu tak kunjung kuterima.


108 IPP KADUR Januari 2023 “Ah, mungkin dia lupa,” pikirku, menghibur diri dan bersabar menunggu. Nihil, sampai keesokan harinya ucapan selamat yang kutunggu tak kunjung datang. Kuelus dadaku mengajaknya berdamai dengan kenyataan. Memang perih rasanya. Kuraih gawaiku mengisi story WA dengan lagu Band Gigi yang berjudul “Sebelas Januari”. Harapanku, suami tercinta segera membacanya dan menjadi alarm untuk mengingatkan keaalpaannya. Dan benar, lima menit setelahnya, dia membaca storyku. Tapi sama sekali tidak ada reaksi, padahal sudah terbayang kue tart @Dapoer Aizani yang biasa menjadi langganan kami jika ada keluarga yang ulang tahun sebagai penyempurna kebahagiaan. “Ya Allah, ada apa dengan suamiku?” batinku perih. Malam itu, kami sekeluarga asyik bercengkerama di teras rumah. Gelak tawa menghiasi perbincangan kami. Hanya suamiku yang tidak ada disitu. Selepas maghrib dia keluar karena ada urusan kerja ke salah satu temannya. Begitu dia tadi pamit waktu mau berangkat. Perbincangan berlanjut, kulihat jam yang terpajang di dinding hampir menunjuk angka sembilan. “Kok dia belum datang?” tanyaku dalam hati tertuju pada suamiku. “Ah, mungkin urusannya belum selesai,” aku berfikir positif. Kukembalikan lagi fokusku pada keseruan senda


Lembaran baru yang lebih indah 109 gurau yang masih berlangsung. Sesekali aku menimpali dengan kata-kata lucu yang mengundang tawa. Sesosok tubuh datang dengan tas ransel di punggungnya. Dia tidak bergabung dengan kami. Hanya sedikit kode yang bisa kutangkap memaksaku melebarkan langkah bergegas mengikutinya dari belakang ke arah kamar. “Selamat ulang tahun sayang” ucapnya, “Semoga bahagia selalu, menjadi istri solihah, dan menjadi ibu hebat untuk anak-anak kita” Aku tercekat, membiarkan tanganku tetap dalam genggamannya. Hampir tak percaya dengan yang kudengar barusan. Aku sudah hampir melupakannya. Tak terasa ada buliran bening menetes di sudut mataku merasakan kebahagiaan luar biasa ini. “Amin Ya Allah,” jawabku pendek mengaminkan doanya. “Ini hadiah dari Ayah,semoga bermanfaat.’ Ransel yang tadi kulihat di punggungnyya disedorkan ke arahku. “Ini apa, Yah?” Tanyaku penasaran. “Mama buka saja gih!” Perlahan kubuka ransel itu sedikit deg-degan. Mataku terbelalak tidak percaya, seperti mimpi saja. Ternyata isinya sebuah laptop. Benda yang selama ini aku impi-impikan. “Terima kasih,Yah,” ucapku penuh haru tanpa sadar tubuhku sudah menubruk tubuhnya. Aku peluk erat dia dengan rasa bangga.


110 IPP KADUR Januari 2023 Kuniatkan dalam hati, dengan laptop baru ini aku akan membuka lembaran baru dengan terus berkarya dan meningkatkan pengabdianku pada dunia pendidikan. Dunia yang kucintai dengan sepenuh hati. Suara dering gawai menghentikan lamunanku. Kulihat seorang kolega sesama guru PABP sedang memanggil. "Besok kita berangkat bareng ya. Jangan lupa bawa laptopnya." Suaranya di ujung telpon, mengingatkanku soal Bimtek Kurilulum Merdeka yang harus kami hadiri besok. "Oke, oke, siap!" jawabku singkat. Dengan senyum yang masih tersisa mengingat kenangan masa lalu, kumasukkan laptop yang sedari tadi aku pangku ke dalam tasnya. Charger dan sebuah colokan listrik juga aku persiapkan. Senyumku kembali terkembang bersiap mengikuti geliat perubahan dalam dunia pendidikan yang penuh tantangan.


Lembaran baru yang lebih indah 111 PROFIL PENULIS Penulis memiliki nama lengkap Evi Fatimah yang Lahir di Pamekasan, 11 Januari 1986. Perempuan ini beralamat di desa Kertagena Laok Kadur Pamekasan. Saat ini penulis mengabdi di SDN Kertagena Laok 2. Penulis dapat dihubungi melalui No HP. 081934425155


112 IPP KADUR Januari 2023 Habis Gelap Terbitlah Terang Oleh: Wahdi Saleh usun Nong pote salah satu dusun di kawasan pegunungan bagian dari Desa Kadur Kecamatan Kadur adalah tempat tinggalku. Aku terlahir di desa yang jauh dari keramaian. Namun terasa damai karena panorama alamnya yang menyejukkan. Aku tinggal di gubuk kecil berdinding gedek dan beratap ilalang. Keluarga kecilku terdiri dari bapak, ibu, aku dan adik perempuanku. Kami hidup dengan penuh kesederhanaan. Masyarakat di desa kami pada umumnya hanyalah petani dan kuli bangunan. Semenjak kecil aku dibesarkan di keluarga yang sederhana dan serba kekurangan. Bapakku seorang pekerja keras, beliau menggarap sawah di musim penghujan dengan menanam jagung dan singkong. Sedangkan pada musim kemarau menjadi kuli bangunan dan terkadang harus merantau ke daerah lain demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ibuku sebagai ibu rumah tangga yang tugasnya membantu bapak merawat anak-anak. Sedangkan aku dan adikku difokuskan untuk sekolah, belajar dan menuntut ilmu sebagai bekal nanti di masa depan. Ada sekelumit kisah di masa kecilku ketika usia sekolah mulai dari SD, SMP dan SMA. Aku memiliki teman D


Lembaran baru yang lebih indah 113 masa kecil yang sedusun bernama Aira. Kehidupan keluarga Aira berkecukupan, bisa dibilang termasuk orang kaya karena rumahnya lantai dua. Bapaknya pedagang sembako yang sukses di pasar Kadur, dan ibunya pedagang buah dan sayur. Aira merupakan anak tunggal yang hidup penuh kemewahan dan dimanja. Dia berparas cantik. Namun di sekolah aku yang selalu menjadi juara kelas, sehingga Aira pun mengagumiku. Singkat cerita kami punn tumbuh menjadi remaja dan akan menapaki nuansa baru dengan berbagai disiplin ilmu yang baru serta lebih menantang. Akhirnya kami pun lulus SMA, ada yang melanjutkan kuliah dan ada yang memilih langsung bekerja. Seperti halnya diriku yang memilih bekerja karena keterbatasan ekonomi. Punya kemampuan tapi terkendala biaya. Sementara Aira memilih kuliah di jurusan keperawatan. Tahun berganti, tiba-tiba keajaiban datang menghampiri dusun Nong Pote desa Kadur. Pada tahun 2022 munculnya seorang pengusaha rokok lokal yang sukses mendirikan pabrik. Hal itu mengubah keadaan ekonomi penduduk setempat yang semula bekerja sebagai petani dan kuli bangunan, sekarang beralih menjadi karyawan di pabrik tersebut. Pabrik rokok itu menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi pengangguran di dusun Nong Pote. Aku sendiri diterima di pabrik tersebut sebagai pengawas bagian pemasaran dengan gaji 10 juta/bulan. Dan juga mendapatkan mobil dinas avanza. Sehingga


114 IPP KADUR Januari 2023 kehidupanku mulai berubah dan bisa membahagiakan orang tuaku. Aku memutuskan melanjutkan kuliah jurusan manajemen. Setelah sukses aku memberanikan diri melamar Aira ke keluarganya. Aira sendiri sudah menjadi perawat di Puskesmas Kadur. Alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah karena orang tua Aira menerimaku. Akhirnya kami hidup bahagia di dusun Nong Pote.


Lembaran baru yang lebih indah 115 Profil Penulis Penulis yang mengabdikan dirinya sebagai Guru Sekolah Dasar Kadur 5 sejak tahun 2008, memiliki Nama Wahdi Saleh beralamat di Jalan Sersan Mesrul Iva dengan Riwayat Pendidikan: SDN Gladak Anyar 3, SMP 1 Pamekasan, SMA 5 Pamekasan dan menyelesaikan Pendidikan sarjana di Universitas Terbuka Penulis dapat dihubungi melalui Nomor Hp 085231933371.


116 IPP KADUR Januari 2023 Ayah Atau Kamu Oleh: Agus Sucipto Nafik ahir sebagai anak kedua ternyata tidak semudah yang dipikirkan setiap orang. Fitri namanya seorang perempuan lulusan Universitas terkemuka di kotanya. Memiliki beban pikiran yang tidak banyak orang alami, pasalnya di usianya yang tak lagi muda Fitri dituntut oleh keluarga agar cepat mencari pendamping. Bukan tidak menemukan pasangan tapi berkalikali calon yang dibawa untuk menemui orang tuanya tidak sesuai dengan kemauan orang tuanya. Pasalnya orang tuanya memiliki standar yang terlalu tinggi. Sehingga mengalami kesulitan mencari seseorang pria yang sesuai dengan kategori orang tuanya. Fitri seorang guru honorer di salah satu lembaga swasta di Kotanya. Hari Rabu, Fitri memiliki kewajiban untuk mengajar jam pertama. Jam 06.30 Fitri sudah sampai di sekolah, Seperti biasa Fitri duduk di kantor sembari membaca sebuah buku sebelum pelajaran dimulai. Tiba-tiba terdengar ketukan pintu dan sosok Pemuda muncul di depan pintu kantor. ”Assalamualaikum Wr Wb Terdengar panggilan salam dari luar” L


Lembaran baru yang lebih indah 117 ”Waalaikum Salam” Fitri bergegas menjawabnya dan berdiri” ”Ada perlu dengan siapa Pak” ”Saya Mahrus Bu, saya guru baru di sini! Saya menggantikan Pak yang harus pindah ke luar kota ikut keluarganya”. ”Silakan masuk Pak! Ini bangku Pak Udin”. Sembari Fitri menunjuk pada sebuah bangku dipojok Ruang guru di Sekolah. ”Terima kasih Bu”. Mahrus adalah lulusan Pondok pesantren. Selain ngajar di Sekolah tersebut dia juga ngajar di Madrasah. Pertemuan pertama mereka mulai saling mengenal dan menyukai satu sama lain. Meskipun dari keduanya belum terlontar ucapan cinta. Hampir tiap hari teman-temannya selalu mendekatkan mereka. Karena memang keduanya cocok dan sama-sama belum menikah. Siang yang terik memberanikan Mahrus untuk mengutarakan isi hatinya kepada Fitri. Dengan perasaan yang tak menentu, Mahrus menghela nafas menunggu jawaban Fitri. ”Sejak Pertama kita bertemu, aku merasakan hal yang berbeda. Merasa kita memiliki beberapa kesamaan dan sedikit perbedaan yang bisa dipadukan” ”Bolehkan aku mengenalmu lebih dekat, lebih dari sebagi teman?”


118 IPP KADUR Januari 2023 ”Hmmm” tanpa menjawab, Fitri hanya tersenyum pertanda mengiyakan permintaan Mahrus. Meskipun mereka sudah menyukai satu sama lain Mereka belum pernah jalan berdua bahkan makan berdua pun tidak pernah, mereka cuman sekedar bertemu di sekolah. Jika mereka berdua memiliki jam mengajar yang sama. ”Mas bagaimana kalau hubungan ini kita lanjutkan ke jenjang yang lebih serius” ucap Fitri. ”Iya, nanti sepulang sekolah Mas akan ke rumahmu menemui orang tuamu. Pulang sekolah Mahrus mengikuti Fitri dari belakang sampai ke rumahnya. Terlihat seorang laki-laki yang sedang duduk di depan rumah sambil membaca koran (orang tua fitri) kemudian Fitri langsung mendekati laki-laki tersebut dan mencium tangannya. Mahrus juga bersalaman kepada lakilaki tersebut. laki-laki tersebut mempersilahkan duduk Fitri dan Mahrus. ”Pak ini adalah teman mengajar saya di sekolah namanya Mahrus” terlihat raut wajah kurang enak dari orang tuanya si Fitri. Oh iya sana kamu buatkan minuman untuk dia dulu. Fitri beranjak dari duduknya dan pergi ke dapur untuk membuatkan minuman. ”Sudah lama mengajar”


Lembaran baru yang lebih indah 119 ”Sudah Pak” sambil menundukkan kepala Mahrus menjawab. ”Kamu lulusan dari mana dulu kuliahnya?” ”Saya lulusan pondok pesantren pak” Sedikit ragu menjawabnya ”Apa kamu memiliki hubungan khusus dengan fitri?” ”Sebaiknya kamu ahiri saja! Belum sempat dijawabnya, Bapaknya kembali berkata ”Fitri akan saya jodohkan dengan seorang polisi” ”Kami saling menyukai pak” Apa itu cinta? Apa kamu mampu menafkahi anak saya? Sedangkan kamu hanya guru Honorer. ”Insyaallah saya siap pak” Mahrus kembali meyakinkan ”Mulai detik ini, kamu tidak usah hubungi dia! Bulan depan akan saya nikahkan dia” Dengan langkah gontai, Mahrus keluar dari rumah Fitri. Perasaannya begitu berkecamuk. Betapa runtuhnya perasaan yang sudah tumbuh selama ini. Harus terhempas karena jawaban orang tua Fitri. ”Kemana Mahrus pak?” ”Sudah pulang”” ”Pak, anakmu ini semakin tua kalau setiap yang saya kenalkan selalu bapak tolak. Apa bapak gak malu anakmu ini perawan tua pak?”


120 IPP KADUR Januari 2023 ”Guru honorer tidak akan mampu membiayai kamu dan anak-anakmu kelak” dengan nada emosi ”Pak... rejeki dari Tuhan, kita wajib berusaha dan berdoa saja pak. ”Klo kamu masih bersikeras dengan pilihanmu. Silahkan pergi dari sini dan kamu tidak akan mendapatkan warisan bapak” Iya pak, nikah kan saja kami pak. Selama dua hari Fitri tidak keluar kamar, orang tuanya semakin panik takut terjadi apa-apa pada anaknya. Tok tok tok ketukan pintu kamar si Fitri: ”Nak Ayo keluar jangan mengurung diri di dalam kamar” ucap si bapak. ”Aku gak mau keluar Pak sampai Bapak mau menikahkan kami”. ”Masih kurang apa pilihan saya Pak, Dia ahli ibadah dia sudah kerja dan dia sudah berkomitmen untuk berusaha membahagiakan anakmu ini pak”. ”Kalau kamu masih keras kepala, Bapak akan menikahkan tapi kamu harus keluar dari rumah ini dan tidak akan mendapatkan warisan dari Bapak sepeserpun”. ”Saya tidak gila warisan Pak Saya hanya butuh restu dari bapak. nikahkan saya dan saya akan angkat kaki dari rumah ini pak”.


Lembaran baru yang lebih indah 121 ”Sekarang kamu telepon pacarmu yang kurang ajar itu. Nanti malam silakan ajak orang tuanya si brengsek ke sini. Bapak akan nikahkan dan kamu harus ikut mereka”. Tepat setelah adzan maghrib terdengar ucapan ”Assalamualaikum dari luar”. ”Silakan masuk ucap si bapak duduk”. Keluarlah Fitri dan langsung duduk di kursi. Berlangsunglah akad nikah yang penuh haru dan Tangis, Di mana setelah menikah Fitri harus meninggalkan rumah yang penuh kenangan dari dia lahir sampai saat ini. Sejak saat itu Fitri memulai kehidupan barunya bersama dengan Mahrus di rumah kecil. Dengan kehidupan yang sederhana. Sobat pembaca dari cerita ini kita dapat mengambil sebuah Hikmah. Stop Siti Nurbaya Biarkan orang menentukan jalan hidupnya Anda mungkin kaya. Bukan berarti bisa seenaknya Merasa tau masa depan Menilai orang dari penampilan. Kita manusia hidup bersebelahan Jangan sombong & dengki, karena itu sifat setan Harta dan tahta bukan segalanya Itu cobaan dari Yang Maha Kuasa Coba anda pikir Kalau perlu, mulailah berzikir Cukup siti nurbaya yang mengalami pahitnya dunia.


122 IPP KADUR Januari 2023 PROFIL PENULIS Penulis memiliki nama lengkap AGUS SUCIPTO NAFIK yang berprofesi sebagai Guru di SDN KERTAGENA TENGAH 3 KECAMATAN KADUR KABUPATEN PAMEKASAN. Penulis menempuh pendidikan di SDN MONTOK 1, SMP N 2 LARANGAN, SMA N 2 PAMEKASAN, UNIVERSITAS WR.SUPRATMAN, Pria kelahiran Pamekasan 15 Februari 1992 merupakan anak ke empat dari pasangan Ibu UMMAIDAH dan Ayah ABD.GAFUR. Saat ini penulis memiliki istri bernama VIVIN dan dua sosok jagoan kecil bernama AFIF & HANIF. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk semua orang. Penulis dapat dihubungi melalui nomor telepon 082330673351.


Lembaran baru yang lebih indah 123 Kuraih Mimpi Saat Kutinggalkan Dirimu Oleh: Endang, S.Pd alam pekat penuh kesunyian, langit gelap tak berbintang. Rintik hujan yang membasahi dedaunan menambah dinginnya malam. Waktu menujukkan sekitar pukul 02.30 dini hari. Di tengah kesunyian itu, tampak sebuah sepeda motor berhenti di depan sebuah rumah. Si pengendara yang merupakan seorang pemuda turun dari sepeda menuju rumah itu dan menggedor – gedor pintu dengan keras. “Bu..Ibu! Apa kau sudah tidur?” Teriaknya lantang memecah kesunyian. Pintu terbuka dan tampak seorang wanita paruh baya berdiri di depan pintu. “Kau baru pulang, nak?” “Darimana saja kamu?” tanya Wanita itu sembari memegang Pundak pemuda itu. Si pemuda itu menepis tangan ibunya kemudian melangkah masuk tanpa menjawab pertanyaan ibunya. Dan Tiba – tiba Bruk….!!! Pemuda itu terjatuh di lantai. “Astaghfirullahal Adzimm…!!! Kau mabuk lagi, Ris?” tanya ibunya sambil berusaha membopong anaknya. Lagi- lagi pemuda itu menepis tangan ibunya dan berusaha bangun dengan tubuh sempoyongan. M


124 IPP KADUR Januari 2023 “Ahhh…Ibu ini bawel amat. Minggir! Aku mau tidur!” katanya berlalu pergi meninggalkan sang ibu. Sosok pemuda ini namanya Haris. Pemuda yang kerjanya hanya mabuk–mabukan dan suka berhura–hura. Tak hanya itu, dia kerap kali menggaggu ketentraman para tetangganya dengan ulah bersama geng motornya. Hingga dia dianggap sebagai sampah masyarakat oleh orang-orang disekitarnya. Semenjak ayahnya meninggal, dia hanya tinggal berdua dengan ibunya. Ibunya hanya menjadi tukang jual kue keliling untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Namun Haris tak pernah peduli soal itu. Bahkan dia sering merampas uang hasil jualan ibunya dengan paksa hanya untuk berhura– hura dan mabuk–mabukan. Hingga suatu hari dia mengalami kecelakaan karena mengemudi saat mabuk. Akibat kecelakaan itu, salah satu kakinya harus diamputasi. Sejak kejadian itu, dia baru menyadari bahwa kebiasaanya selama ini dapat membawa dampak buruk baginya dan bagi orang lain. Semenjak saat itu, dia berjanji untuk tidak mabuk–mabukan dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Setelah kondisinya pulih, dia membuka usaha warung makan dirumahnya dibantu ibunya. Warungnya ramai di kunjungi orang. Makin hari warungnya semakin maju. Dia yang dulunya dianggap sampah masyarakat kini menjadi seorang pengusaha muda yang sukses. Dia bersyukur pada


Lembaran baru yang lebih indah 125 Tuhan karena telah membukakan jalan baginya hingga dia bisa membuka lembaran baru menuju kehidupan yang Bahagia.


126 IPP KADUR Januari 2023 Profil penulis Penulis muda ini memiliki Nama Endang. Sekarang mengabdi sebagai seorang guru di SDN Pamaroh 1. Wanita kelahiran Pamekasan, 26 Februari 1989 ini merupakan anak sulung dari 3 bersaudara. Penulis Menyelesaikan Pendidikan sarjananya di Universitas Terbuka pada tahun 2013. Ia mengawalai karir menulisnya sejak tergabung di Ikatan Pendidik Penulis (IPP) Kecamatan Kadur pada tahun 2022. Komunitas IPP ini menjadi wadah baginya untuk menumbuhkan minat dan bakatnya menjadi seorang penulis yang handal. Karya pertamanya berjudul “Wanita Hebat Pemilik Gudang Kasih Sayang“. Sebuah cerpen yang menceritakan segelumit kasih sayang seorang Ibu. Karya pertamanya tersebut telah dimuat di buku Antologi cerpen IPP Kadur Edisi kedua. Penulis dapat dihubungi Melalui emailnya [email protected] atau whatsappnya di nomor 082333707155.


Lembaran baru yang lebih indah 127 Sejarah Ditulis Dengan Tinta Emas Yang Syarat Makna Oleh: Herlin Yulistina embilan tahun bukan waktu yang singkat di jalani oleh seorang duda. Menjalani hidup sendirian tanpa pendamping hidup. Tapi aku bukan laki-laki egois yang yang tidak harus sembarang memilih pendamping hidup. Kegagalan dalam rumah tangga menjadi pelajaran hidup berikutnya. Pasangan hidup yang tidak di dasari rasa cinta tidak akan di lalui dengan kebahagiaan. Tidak ada rasa kasih sayang, bersama seperti rasa pada seorang teman. Dan memenuhi semua kebutuhan karena status keluarga. Impianku untuk mendapatkan seseorang untuk menjadii pendamping hidupku yang sesuai dengan apa yang ku inginkan, yang selalu mendukung semua pekerjaan dan hobbyku, kini ku temukan, seorang janda tinggal jauh di pulau garam. Dan aku dari kota Dieng Wonosobo. Berawal dari sebuah chat yang nomernya ku dapati dari seorang teman. Ku beranikan diri untuk menyapanya di whatsapp. “Assalamualaikum” ku buka awal percakapan “Waalaikum salam”. Dia merespon salamku. Sejak dari itu percakapan terus berlanjut, Dia selalu curhat tentang kehidupannya di masa lalu. Dia mempercayai aku S


128 IPP KADUR Januari 2023 sebagai teman curhat bahkan Dia menganggapku sebagai kakaknya. Apapun keputusannya aku terima walau sebagai kakak. Hingga pada suatu hari, waktu itu aku berangkat keluar kota untuk dimintai memasrahkan nganten selama dua hari. Sebelum berangkat kuberi kabar padanya. Dia mengingatkan aku dengan hal- hal yang tidak pernah ku pikirkan. Dia nengingatkan tentang barang - barang yang harus dibawa. “Semua baju, jas, sepatu udah masuk koper?” tanyanya. “Iya sudah ada di koper semua, termasuk sisir,minyak rambut, kecuali handphone dan dompet ada di saku”. Jawabku! “Kamu punya tas slempang kecil? Klo punya lebih baik untuk sisir, minyak rambut, tisue, handphone, dompet dan sebagian masker taruh di tas slempang aja”. Berawal dari hal itu ku merasa dia perhatian, dan sebelumnya tidak pernah ku dapatkan. setelah lama kita berkomunikasi di whatsapp, ada rasa nyaman di antara kami ku beranikan diri untuk mengungkapkan sebenarnya isi hatiku. Dan Diapun juga menerima perasaan yang telah ku ungkapkan. Hubungan kami ini dI bawa ke hubungan yang lebih serius. Ku tak memikirkan jarak yang harus di tempuh, Ku


Lembaran baru yang lebih indah 129 datang ke kotanya untuk menemui Orangtuanya dan mengutarakan maksud kedatanganku. “Maksud kedatangannya saya kesini tidak lain,pertama silaturrohim, dan maksud yang kedua saya ingin melamar anak Bapak”. Alhamdulillah Orangtuanya menerima lamaran dan meminta untuk ada lamaran resmi dari keluarga. Seminggu dari itu Aku datang dengan keluarga untuk lamaran resmi. Dan di sepakati lima bulan lagi untuk melangsungkan pernikahan. Tahun yang indah pada 2022 Kami melangsungkan pernikahan. Hari itu sejarah berubah, saat di ucapkan Saya terima nikah dan kawinnya, sejarah di tulis dengan tinta emas yang syarat akan makna. Sejak itu Kami memulai lembaran baru. jarak tak membuat kami mengurangi kemesraan.karena di antara kami ada kesepakatan siapa yang sempat aku yang ke Madura atau dia yang ke wonosobo. Sesibuk apapun kami menyempatkan diri untuk memberi kabar. Dan yang membuat kami cocok yaitu kami mempunyai hobby dan profesi yang sama. Kami sama-sama berprofesi sebagai Master Of Caremony (MC).


130 IPP KADUR Januari 2023 PROFIL PENULIS Penulis pemula kelahiran Pamekasan tanggal 14 agustus 1980 Bernama Herlin Yulistina. Perempuan ini merupakan Guru PJOK yang mengajar pada sekolah di kecamatan Kadur Pamekasan. Selain mengajar Penulis ini juga seorang master of caremony (MC) dengan nama popul;aer YUlistina Herlin. Perempuan ini lulusan dari Universitas Budi Utomo Malang pada tahun 2010-. Perempuan ini juga bergabung di group PEPARI (persatuan pambiwara indonesia) dan di PAPANBARA (paguyuban panatacara Banjarnega). Krn karir MC nya meluas di daerah, Banjarnegara,wonosobo,Purbalingga,Pemalang dan Purwokerto.


Lembaran baru yang lebih indah 131 Kejujuran Oleh: Kholis Efendi atahari bersinar dengan cerahnya memaksaku membuka kembali lembaran masa di sekolah, Kenangan di otakku berputar, meliuk, seiring dengan kepulan kopi hangat yang sedang aku genggam. Saat ini aku adalah seorang pendidik di sebuah sekolah dasar. Ketika kulihat mereka di dalam kelas saat menghadapi ujian sekolah. Kuteringat saat masih duduk di bangku SD, aku belum mengerti tentang apa itu kejujuran. Belajar adalah kekuatan untuk bisa menjawab renteten soal yang diberikan. Tetapi pada kenyataannya aku tidak siap untuk menghadapinya. Pilihanku untuk berbohong dan jujur, hal itu yang aku hadapi saat aku menghadapi ujian sekolah kala itu. Waktu ujian, mereka banyak yang melakukan dengan berbagai cara. Ada yang menghitung M


132 IPP KADUR Januari 2023 kancing baju untuk menjawab, ada yang membawa catatan kecil hingga menyembunyikan buku di kolong meja untuk dicontek. ‘’Akbar apa kamu siap ujian hari ini?” “aku belum siap karena semalam tidak belajar” kata Feri teman sekelasku. “Sama Fer aku juga tadi malam tidak belajar”, “Bagaimana kalau kita mencontek saja nanti saat ujian?” dia mengeluarkan beberapa kertas kecil yang berisi catatan. Pada saat itu, aku masih belum percaya buah dari sebuah kejujuran. Akhirnya aku mengikuti saran temanku untuk mencontek jika menghadapi ujian. Waktu yang ditunggupun tiba, aku dan temantemanku begitu tegang saat menunggu hasil penilaian yang akan diberikan oleh guru kami.


Lembaran baru yang lebih indah 133 Setelah ku terima laporan berupa raport dari wali kelas, lalu wali kelasku mengatakan bahwa nilaiku kurang memuaskan .Saat aku membuka raport itu aku melihat nilai pelajaran kurang memuaskan dan kurang dan masih dibawah rata-rata. Saat itu ku terdiam, anganku melayang teringat di saat aku ujian dan mencontek di salah satu mata pelajaran tersebut, kemudian hasilnya mendapat nilai yang tidak sesuai harapan. Tetapi berbeda dengan pelajaran yang aku kerjakan dengan usaha dan kemampuanku sendiri ternyata menghasilkan nilai yang baik. Lalu pengalaman ini aku aku terapkan untuk menghadapi ujian di kelas berikutnya. Ketika ujian nanti, diriku akan berusaha untuk belajar dan jujur dalam mengerjakan soal yang diberikan, sesulit apapun. Pada ujian kali ini materi yang telah aku pelajari dan yang diajarkan guruku di kelas semuanya keluar. Tanganku menuliskan jawaban di lembar jawaban dengan percaya diri tanpa suatu keraguan.


134 IPP KADUR Januari 2023 Pada saat pembagian raport aku kembali galau menunggu hasil yang akan diberikan nanti. Satu persatu wali kelas membacakan para siswa yang meraih peringkat tiga besar di kelas. Dari tiga besar itu aku meraih peringkat tiga. Peringkat yang belum pernah kubayangkan. bahagia dan haru aku rasakan pada waktu itu, atas kerja kerasku belajar selama ini tidak sia-sia. Senang rasanya mendengarnya. Anggapanku tentang kejujuran itu memang benar “apapun kalau kita lakukan dengan jujur itu membawa kita menuju kebahagiaan yang hakiki”. Kenangan itu akan selalu menjadi kisah inspirasi dalam kehidupanku dan akan aku tularkan buat anak didikku saat ini. Meskipun itu harus aku lupakan dan harus kutinggalkan. “Kejujuran memiliki kekuatan yang hanya sedikit orang yang bisa mengatasinya”


Lembaran baru yang lebih indah 135 Profil Penulis Penulis yang lahir di Pamekasan, 07 september 1975 memilili nama lengkap Kholis Efendi. Saat ini bekerja di lembaga pendidikan SDN Kertagena Tengah 2 Kecamatan kadur. Penulis yang mulai ketagihan menulis untuk berbagi kisah dengan orang lain merasa bangga menjadi bagian dari IPP Kadur. Cerpen ini merupakan karya antologi cerpen keduanya bersama IPP Kadur. Penulis dapat dihubungi melalui nomor telepon 081931633392


136 IPP KADUR Januari 2023 TERBANG DALAM SAYAP PATAH Oleh: Mohammad Arifin akdir mungkin sudah di atur, tapi setidaknya kita harus bisa bangkit dari keterpurukan. Kita tidak bisa hanya diam meratapi nasib yang sudah di jalani saat ini.Adakalanya berusaha bangkit merubah kehidupan yang pernah di alami untuk menuju kehidupan yang lebih baik. Buatlah keterpurukan dan hinaan ini menjadi motivasi kita untuk beranjak berdiri tegap menggapai kehidupan yang lebih baik. Ketika seorang Adik didatangi kakaknya dengan tangisan penyesalan dan keterpurukan. Saat itu sang adik tidak bisa berbuat banyak karena kehidupannya sekarang hanya pas-pasan untuk memenuhi kehidupan keluarganya. “Sekarang aku bingung, sudah tidak ada yang bisa ku perbuat, hutangku banyak dan aku harus membayar dalam waktu dekat ini” keluh sang kakak “Memangnya berapa hutang kamu” sang adik bertanya dalam ketidak mampuan. Sang adik tidak berani menyalahkan sang kakak karena adik tau kalau kebutuhan kakak banyak yang harus menghidupi beberapa keluarga karena anak- anaknya sudah bekerja semua dan tinggal ma sang kakak.usaha warungnya mgkin tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka.dan T


Lembaran baru yang lebih indah 137 sang kakak memang orangnya royal, dia sering membelikan adik-adiknya bahan pokok. “Anak-anakmu sudah tau masalah ini” tegas sang adik dan bagaimana dengan saudara yang lain apa mereka sudah tau”. “Aku belum berani cerita ma anak-anakku, Apalagi Hartataik (anak ketiga yang membantu ibunya di warung.Aku tidak mau penyakit asmanya kambuh krn mendengar cerita ini”. Jawab sang kakak. “Tapi bagaimanapun keadaanmu sekarang anakanakmu harus tau. Dan kamu tidak bisa menanggung beban kamu sendiri, maksudnya biar mereka juga ikut mikir, mgkn mereka bisa nyumbang solusi”. jelas sang adik. Akhinya sang adik meminta anak-anaknya untuk berkumpul dirumahnya, dia menceritakan semua yang kakaknya, ibu dari mereka saat ini mengalami masalah hutang yang dalam waktu dekat ini harus di lunasi.mendengar itu anak-anaknya kaget setengah tidak percaya. Tapi yang di kwatirkan dengan Hartatik tidak terjadi. Dia cuma kaget dan diam. “Kalau boleh tau pada siapa saja kamu berhutang bu” tanya Hartatik. Diceritakanlah oleh sang ibu kepada anak- anaknya. Dan setelah di tanya- tanya utang yang mendesak itu ibunya punya arisan yang katanya sudah dapat tapi uangnya belum di berikan karena masih punya utang.dari cerita itu akhirnya di


138 IPP KADUR Januari 2023 kupas tuntas. Dan sang adik tadi mengambil alih dan merunding kembali masalah kakaknya biar kembali padakehidupansebelumnya. “Begini, biar semuanya terselesaikan. Bagaimana untuk sementara warung Hartatik yang mengelola,Hartatik datangi orang-orang yang punya piutang kamu minta selang waktu pembayaran pada mereka. Kamu juga bilang kalau yang bertanggung jawab atas semua utang ibumu kamu yang betanggung jawab karena warung sudah kamu yang kelola. Dan masalah arisan km urus juga minta anter ke om Kus (adik ibu yang satunya)”. Solusi dari sang adik. Semua solusi d selesaikan oleh Hartatik, mereka yang di pinjami akhirnya menerima pengunduran waktu yang di minta Hartatik, begitu juga dengan arisan, setelah di urus ternyata masih ada sisa uang. Dan uang itu bisa untuk bayar utang. Sejak itu warung di kelola Hartatik,dengan manajemennya bisa mengembalikan kondisi warung seperti semula.semua utang-utang ibunya akhirnya terbayar semua. Kini warungnya semakin ramai. Ibunya juga ikut membantu di warung, dan Hartatik tetap memberi jatah ibunya dan tetap membantu saudara-saudaranya yang lain. Kini kehidupan Hartatik dan keluarganya sangat melebihi dari cukup. Apa yang di alami ibunya tidak membuat mereka terpuruk, justru mereka lebih gigih bekerja untuk memenuhi


Lembaran baru yang lebih indah 139 kebutuhan dan memajukan usahanya. Bahkan warungnya bisa dikatakan warung terlaris yang ada di kotanya.


140 IPP KADUR Januari 2023 PROFIL PENULIS Penulis pemula ini bernama MOHAMMAD ARIFIN, kelahiran Pamekasan tanggal 06 oktober 1975. Pria ini mengabdikan dirinya di sebuah SDN KERTAGENA TENGAH 4 kecamatan kadur sejak tahun 2011.


Click to View FlipBook Version