The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

“PUT Mandiri dan Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik” agar
dapat menjadi inspirasi bagi politeknik-politeknik lainnya

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Budi Santoso, 2020-07-14 12:39:21

PUT Mandiri & Unggul Praktik Baik di 5 Politeknik

“PUT Mandiri dan Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik” agar
dapat menjadi inspirasi bagi politeknik-politeknik lainnya

Keywords: PUT Mandiri & Unggul

Pusat Unggulan Teknologi

Mandiri & Unggul

Praktik Baik di 5 Politeknik

Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi

PUT MANDIRI & UNGGUL:
PRAKTIK BAIK DI LIMA POLITEKNIK

©2018 oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi

Dilarang melakukan penggandaan dan/atau menduplikasi seluruh dan/atau
sebagian dari buku ini tanpa izin dari pencipta atau pemegang hak cipta.

Penasihat:
Prof. Intan Ahmad, Ph.D.

Pengarah:
Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani, M.P.

Penanggung Jawab:
Kokok Haksono, Dipl. Ing., M.A.

Penulis:
Abiratno, S.T., M.S.E.M.

Editor:
Mohamad Adriyanto Epik Finilih

Analis Data:
Sofa Nurdiyanti Siti Horiah

Desain Sampul:
Nikky Almon

Penata Letak Isi:
Umay Humairoh

Narasumber:
Iwan Harianton, M.Eng. (Polman Bandung)
Mohammad Nurdin, S.T., M.B.A. (Polman Bandung)
Otto Purnawarman, S.T., M.T. (Polman Bandung)
Ir. Jul Endawati, M.Sc. (Polban)
Edi Satriyanto, S.Si, M.Si. (PENS)
Danis Maulana, M.B.A. (PPNS)
Dr. Purnamawati, S.Pi., M.Si. (Polnep)
Harianto Dipl. Ing. HTL. (PMU PEDP)

Foto-foto:
Nikky Almon, Dokumen Penulis,
Dokumen Politeknik Penerima PEDP, Dokumen PEDP

Cetakan I, November 2018
ISBN: 978-602-6470-08-9

Diterbitkan oleh
Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi

Sanksi Pelanggaran
Pasal 72 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002
Tentang Hak Cipta

Barang siapa dengan sengaja melanggar dan tanpa hak melakukan perbuatan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 49 Ayat (1) dan Ayat (2)
dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau
denda paling sedikit Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau denda pidana paling lama
7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 5.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual
kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran hak cipta atau hak terkait
sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5
(lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

iiiPUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik

DAFTAR ISI

SAMBUTAN 1
Direktur Jenderal Pembelajaran
dan Kemahasiswaan, Kemenristek BAB I
Dikti: PUSAT UNGGULAN TEKNOLOGI
Prof. Intan Ahmad, Ph.D. FOKUS PROGRAM PEDP
V A. Kiprah PEDP terhadap Peningkatan
PENGANTAR
Direktur Proyek Pengembangan Kualitas Politeknik di Indonesia
Pendidikan Politeknik Indonesia B. Upaya dan Capaian PEDP
(PEDP): C. PUT sebagai Fokus Peningkatan
Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani, M.P.
VII Pendidikan Politeknik

PRAKATA:
Project Manager PEDP:
Kokok Haksono, Dipl.Ing., M.A.
IX

DAFTAR SINGKATAN
XII

17 79
BAB II
MEMAKNAI PERAN PUT BAGI
POLITEKNIK

A. PUT sebagai Motor Peningkatan BAB IV
Kualitas Politeknik MENJAWAB PROBLEM DUNIA KERJA

B. Rumusan Rencana Strategis PUT A. Metode Pembelajaran Polman Bandung:
C. Operasional PUT Production Based Education (PBE)
D. Key Performance Indicator untuk PUT
E. Sektor Prioritas Peminatan dan Prodi B. Hubungan yang Erat dengan Industri
C. Sistem Manajemen yang Mapan
Politeknik yang Membangun PUT D. Melibatkan Dosen, Mahasiswa dan Teknisi
F. Audit Teknologi di Lima PUT
dalam Konsultansi
55 E. Inovasi Tiada Henti
BAB III F. Pengelolaan Hak Kekayaan Intelektual
FOKUS DAN PILIHAN G. Sistem Penjaminan Mutu
KOMPETENSI TEKNOLOGI PUT H. PUT sebagai Pusat Pelayanan Teknologi
A. Politeknik Elektronika Negeri

Surabaya: Seberapa Canggihkah
“Canggih”?

B. Politeknik Elektronika Negeri
Surabaya: Teknologi High End Vs Low
End

iv PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik 109

97

BAB V BAB VI
ALIH TEKNOLOGI BUKAN ALUMNI ADALAH ASET
ANGAN-ANGAN
A. Konsep Pembelajaran Teaching
A. Inovasi Pengembangan Infrastruktur Factory di PPNS
Jalan Ramah Lingkungan
B. Program Sertifikasi
B. Pengembangan Kerjasama Internasional C. Rencana Strategis PUT PPNS
C. Sinergi dengan Politeknik Negeri Bali D. Unit Layanan Bisnis & Jasa Produksi
D. Polban Berfokus Menghasilkan SDM E. Unit Kerjasama Industri, Institusi,

Berkualitas dan Internasional
E. Software Tekla yang Diperkenalkan F. Kekuatan Alumni

Alumni

129

BAB VIII
FAKTOR-FAKTOR KEUNGGULAN PUT

A. Kualitas dan Relevansi Pendidikan Vokasi
B. Audit Teknologi PUT
C. Praktik Baik di Polman Bandung dan PENS

BAB VII 149
TECHNOLOGY POSITIONING
173
A. Politeknik Negeri Pontianak: BAB IX
Potensi Daerah Negeri Bumi MENUJU PUT MANDIRI & UNGGUL
Khatulistiwa
A. Penguatan Kelembagaan PUT untuk Lebih
B. Peralatan Pelacak DNA Berorientasi Pasar
C. Mencari Celah Pemanfaatan
D. Antrean Calon Pengguna Jasa B. Berfokus pada Konvergensi Teknologi
E. Permagangan Berbekal Hubungan C. Konsultansi sebagai Pintu Masuk DUDI ke

Baik Kampus
F. Akreditasi Laboratorium D. Menjaga Kualitas Sertifikasi
E. Memperkuat Jejaring dan Sinergi dengan
187
DAFTAR PUSTAKA Alumni

vPUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik

SAMBUTAN

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemenristekdikti

Tidak terasa 6 (enam) tahun sudah Proyek
Pengembangan Politeknik Indonesia atau
Polytechnic Education Development Project
(PEDP) berlangsung. Perjalanan yang tidak
singkat dan tentunya penuh perjuangan
sejak diluncurkan pada tahun 2013 lalu.
Sebuah pencapaian yang patut dirayakan
dengan memanjatkan puji syukur ke
hadirat Tuhan YME atas keberhasilan yang
diraih oleh politeknik-politeknik penerima
dana hibah PEDP.

Berkat kerja sama pendanaan dari ADB (Asian Development Bank) dan
Pemerintah Kanada proyek PEDP ini dapat terselenggara hingga saat ini. ADB
menggelontorkan dana pinjaman sebesar 75 juta dolar AS untuk membiayai
investasi peralatan, jasa konsultansi, program pengembangan, penelitian, dan
lokakarya. Adapun Pemerintah Kanada memberikan dana hibah sebesar 5 juta
dolar Kanada untuk kegiatan peningkatan kapasitas tenaga kependidikan.
Pemerintah Indonesia sendiri pun telah menggulirkan dana pendamping sebesar
16,7 juta dolar AS untuk manajemen proyek keuangan, pajak, dan biaya lainnya.
Dana sedemikian besar tentu mengharapkan keberhasilan yang maksimal pula.

Secara keseluruhan, PEDP dapat dikatakan sukses mengantarkan
peningkatan mutu politeknik dan relevansinya terhadap kebutuhan dunia
usaha dan dunia industri (DUDI) di lima sektor prioritas, yaitu agroindustri,
energi/pertambangan, manufaktur, pariwisata, dan infrastruktur. Salah satu
tolok ukur kesuksesan PEDP adalah keberhasilan politeknik mengembangkan
Pusat Unggulan Teknologi (PUT) atau Centre of Technology (COT) di kampus
politekniknya masing-masing.

Pusat Unggulan Teknologi memang merupakan salah satu upaya yang
dilakukan PEDP untuk meningkatkan mutu dan relevansi dari program studi
yang ada di politeknik-politeknik Indonesia dengan membangun kolaborasi
antarprogram studi melalui kemitraan dengan industri. Pusat Unggulan Teknologi
(PUT) yang dibangun di tiap politeknik penerima hibah PEDP ini nantinya akan
menjadi tempat kajian dan penerapan teknologi yang manfaatnya juga akan

vi PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik

dirasakan masyarakat dan industri. Berikut ini beberapa contoh politeknik yang
bisa dikatakan menuai keberhasilan dalam membangun dan mengelola PUT-
nya, antara lain Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Politeknik
Manufaktur Negeri Bandung (Polman Bandung), Politeknik Negeri Bandung
(Polban), Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), dan Politeknik Negeri
Pontianak (Polnep), sehingga pantaslah didokumentasikan dalam sebuah buku
yang berjudul “PUT Mandiri dan Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik” agar
dapat menjadi inspirasi bagi politeknik-politeknik lainnya.

Upaya dan perjuangan yang dilakukan politeknik-politeknik tersebut
dalam mengembangkang PUT-nya layak untuk mendapatkan apresiasi setinggi-
tingginya. Dengan dibukukannya perjalanan politeknik-politeknik tersebut
dalam membentuk hingga mengembangkan PUT diharapkan dapat memberikan
inspirasi bagi politeknik-politeknik di seluruh Indonesia untuk terus berusaha
keras dan tetap bersemangat membangun PUT-nya masing-masing. Hal yang
masih merupakan kekurangan dapat menjadi bahan pembelajaran dan evaluasi.
Adapun hal-hal yang menjadi terobosan serta berjaya, semoga menjadi pemicu
bagi politeknik-politeknik lainnya untuk tetap semangat mengembangkan PUT-
nya, sehingga mampu menyetarakan diri dengan negara-negara lain yang lebih
maju pendidikan vokasinya.

Mari kita rayakan berjayanya politeknik di Indonesia dengan langkah pasti
pada tahun-tahun mendatang, baik untuk meningkatkan kualitas maupun
kuantitas pendidikan vokasi di Indonesia. Selamat membaca dan terinspirasi.

Jakarta, November 2018
Direktur Jenderal Belmawa,

Prof. Intan Ahmad, Ph.D.

viiPUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik

PENGANTAR

Direktur Proyek Pengembangan Pendidikan Politeknik Indonesia

Merupakan kebanggaan bagi saya untuk
dapat mempersembahkan sebuah buku
yang berjudul “PUT Mandiri & Unggul:
Praktik Baik di Lima Politeknik”. Karena itu
artinya Proyek Pengembangan Politeknik
Indonesia atau Polytechnic Education
Development Project (PEDP) telah
meraih keberhasilan dalam upayanya
meningkatkan kualitas politeknik-
politeknik di seluruh Indonesia.

Sebagai program kemitraan bersama antara Asian Development Bank
dan Pemerintah Canada, PEDP bekerja sama dengan 34 institusi politeknik
di seluruh Indonesia untuk secara inovatif meningkatkan akses dan kualitas
pendidikannya. Adapun salah satu upaya yang ditempuh adalah membangun dan
mengembangkan Centre of Technology (COT) atau Pusat Unggulan Teknologi.

PUT dibangun dengan tujuan untuk mengembangkan laboratorium
sebagai tempat belajar kerja mahasiswa, yang dibuat seperti kondisi nyata di
industri, dengan harapan dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi
sesuai dengan SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia), standar
industri, atau standar internasional. Selain itu, PUT juga diharapkan menjadi
tempat kajian dan penerapan teknologi yang manfaatnya juga akan dirasakan
masyarakat dan industri. Adapun bentuk PUT yang dapat dikembangkan oleh
politeknik, antara lain dalam bentuk pusat penelitian riset terapan (applied
research centre), teaching industry, teaching factory, atau training centre.

Adalah Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Politeknik
Manufaktur Negeri Bandung (Polman Bandung), Politeknik Negeri Bandung
(Polban), Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), dan Politeknik Negeri
Pontianak (Polnep) merupakan sebagian kecil dari politeknik yang telah berhasil
membangun dan mengembangkan PUT sesuai dengan fokus program studinya
masing-masing. Keberhasilan ini patut mendapatkan penghargaan yang setinggi-
tingginya, karena untuk meraihnya harus menempuh perjuangan dan perjalanan

viii PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik

yang panjang, sehingga layak kiranya pencapaian-pencapaian yang diraih kelima
politeknik tersebut direkam dalam buku ini.

Kelima politeknik ini merupakan sebagian contoh dari politeknik-politeknik
yang telah berhasil membangun dan mengembangkan PUT-nya masing-masing.
Harapan saya, praktik baik ini dapat menjadi inspirasi bagi politeknik-politeknik
lainnya di seluruh Indonesia untuk terus bekerja keras dan pantang menyerah
dalam membangun PUT sesuai dengan fokusnya masing-masing. Jika tahun ini
ada politeknik yang belum berhasil mengembangkan PUT-nya, maka tetaplah
semangat untuk dilanjutkan di tahun berikutnya.

Praktik baik kelima politeknik tersebut dalam membangun, mengelola,
dan mengembangkan PUT-nya bukan merupakan titik akhir, justru merupakan
titik awal bagi politeknik-politeknik tersebut untuk terus maju dan bersiap
menghadapi tantangan globalisasi serta Revolusi Industri 4.0. Kepada kelima
politeknik di atas, tetaplah bekerja keras dan teruslah memperbaiki diri, sebarkan
praktik-praktik baik yang telah diraih agar semakin banyak politeknik-politeknik
yang berhasil membangun PUT-nya.

Akhirnya, saya menyambut baik kehadiran buku “PUT Mandiri & Unggul:
Praktik Baik di Lima Politeknik”, karena di dalamnya menggambarkan jejak, kiprah,
dan gerak perkembangan yang terjadi pada politeknik penerima program PEDP
dalam upayanya membangun PUT. Semoga kehadiran buku ini dapat menjadi
bagian dari sosialisasi tentang keberadaan dan kemajuan yang dicapai politeknik
kepada khalayak umum.

Jakarta, November 2018
Direktur PEDP

Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani, M.P.

ixPUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik

PRAKATA

Project Manager PEDP

Politeknik diharapkan menjadi institusi
pendidikan utama yang dapat membentuk
pribadi-pribadi yang profesional, terampil
dalam mengaplikasikan pengetahuan,
siap kerja, tepat waktu dalam memenuhi
kebutuhan pasar tenaga kerja, dan inovatif
dalam sepak terjangnya.

Kehadiran Revolusi Industri 4.0 yang
berbasis pada penggunaan teknologi
informasi merupakan tantangan yang
harus siap dihadapi oleh politeknik, agar

lulusannya mampu bersaing di dunia kerja yang penuh persaingan. Tentunya
usaha politeknik dalam peningkatan kualitas ini perlu daya dukung dari berbagai
pihak. Program Polytechnic Education Development Project (PEDP) dilaksanakan
untuk meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan politeknik sebagai upaya
untuk menjawab tantangan dan kebutuhan industri. Salah satu upaya PEDP
adalah membangun kolaborasi antarprogram studi dan membentuk Pusat
Unggulan Teknologi (PUT) atau Centre of Technology (COT) melalui kemitraan
dengan industri.

Tentu bukan perkara mudah bagi politeknik untuk mendirikan dan
mengembangkan PUT-nya. Perlu komitmen dan kerja keras hingga PUT-nya
dapat berdiri, berkembang, dan menjadi tempat belajar kerja, yakni sebagai
pusat penelitian riset terapan (applied research centre), teaching industry,
teaching factory, atau training centre. Upaya kelima politeknik ini perlu diberikan
penghargaan yang setinggi-tingginya. Oleh karena itu, selayaknya upaya dari
kelima politeknik ini didokumentasikan sebagai catatan perjalanan, perjuangan,
dan kerja keras kelima politeknik ini dalam mengembangkan PUT-nya.

Maka itu, dengan bangga saya persembahkan buku “PUT Mandiri & Unggul:
Praktik Baik di Lima Politeknik” yang didalamnya tergambarkan upaya-upaya yang
ditempuh kelima politeknik dalam membangun dan mengembangkan PUT-
nya masing-masing. Memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki, disertai
dengan kerja keras dan semangat, membuat kelima politeknik ini layak untuk
dijadikan sebagai salah satu contoh keberhasilan PEDP dalam membangun PUT

x PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik

di politeknik. Namun bukan berarti politeknik-politeknik lain dinyatakan tidak
berhasil atau gagal, melainkan lebih pada cakupan pembahasan yang dilakukan
memang perlu untuk disampaikan dan diharapkan dapat menginspirasi
politeknik lainnya.

Lebih jauh saya berharap buku ini dapat bermanfaat bukan hanya sebagai
dokumentasi, melainkan juga sebagai bahan evaluasi yang penting untuk
pelaksanaan program serupa pada masa yang akan datang, sekaligus memberikan
inspirasi bagi seluruh politeknik yang ada di Indonesia, agar mampu dan berhasil
mengembangkan PUT-nya masing-masing.

Saya ucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah bahu membahu,
bersama-sama saya menjalankan Program Polytechnic Education Development
Project (PEDP) hingga saat ini. Semoga buku ini memberikan inspirasi dan
harapan untuk tindak lanjut di masa depan.

Semoga buku ini bermanfaat bagi pembaca semua.

Jakarta, November 2018
Project Manager PEDP,

Kokok Haksono, Dipl.Ing., M.A.

xiPUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik

xii PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik

DAFTAR SINGKATAN

AAS Absorption Atomic Spectrophotometer

ADB Asian Development Bank https://www.adb.org

ATMI Politeknik ATMI Surakarta http://www.atmi.ac.id/

Baristand Balai Riset dan Standardisasi Industri https://www.baristandpontianak.net

BLU Badan Layanan Umum

CDC Career Development Centre

CNC Computer Numerical Control

COT Centre of Technology; Pusat Unggulan Teknologi (PUT)

CTS Credit Transfer System

DNA Deoxyribo Nucleic Acid

DUDI Dunia Usaha dan Dunia Industri

GT Gross Tonnage

IAB Industrial Advisory Board

IBE Industrial Based Education

IoT Internet of Things

IQF Indonesia Qualification Framework

KKNI Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia

KPI Key Performance Indicator

LNS Learning Network System; Sistem Jaringan Pembelajaran

LSP Lembaga Sertifikasi Profesi

MP3EI Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi

Indonesia

M.Tr. Magister Terapan

OEE Overall Equipment Effectiveness

OHS Order Handling System

OJT On the Job Training

P3M Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

PASTI Profesional, Aplikatif, Siap kerja, Tepat waktu, Inovatif

PDB Produk Domestik Bruto

PBE Production Based Education

PCB Printed Circuit Board

PCR Politeknik Caltex Riau https://pcr.ac.id/

PEDP Polytechnic Education Development Project

PENS Politeknik Elektronika Negeri Surabaya https://www.pens.ac.id/

xiiiPUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik

PJP Pusat Jasa dan Produksi

PLC Programmable Logic Controller

PMU Project Management Unit; Unit Pengelola Proyek

PNB Politeknik Negeri Bali http://www.pnb.ac.id/

PNJ Politeknik Negeri Jakarta https://www.pnj.ac.id/

PNP Politeknik Negeri Padang http://www.pnp.ac.id/

PNUP Politeknik Negeri Ujung Pandang https://www.poliupg.ac.id/

Polban Politeknik Negeri Bandung https://www.polban.ac.id/

Polije Politeknik Negeri Jember http://www.polije.ac.id

Polimdo Politeknik Negeri Manado http://www.polimdo.ac.id/

Polinela Politeknik Negeri Lampung https://www.polinela.ac.id/

Politani Kupang

Politeknik Pertanian Negeri Kupang http://politanikoe.ac.id/

Politani Payakumbuh

Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh http://politanipyk.academia.edu/

Polman Bandung

Politeknik Manufaktur Negeri Bandung http://www.polman-bandung.ac.id

Polnam Politeknik Negeri Ambon https://www.polnam.ac.id/

Polnep Politeknik Negeri Pontianak https://www.polnep.ac.id

Polnes Politeknik Negeri Samarinda http://www.polnes.ac.id/

PoltekPos Politeknik POS Indonesia http://poltekpos.ac.id/

PPK-BLU Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum

PPNS Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya https://ppns.ac.id/

PPS Pengembangan Program Studi

PUT Pusat Unggulan Teknologi

PUTI Pusat Unggulan Teknologi Infrastruktur

PVB Pembelajaran Vokasi Berkelanjutan

RPL Recognition of Prior Learning; Rekognisi Pembelajaran Lampau

SKKNI Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

SOP Standard Operating Procedure

TC Technological Convergence

TF Teaching Factory

TI Teaching Industry

TS Tracer Study

TUK Tempat Uji Kompetensi

UPM Unit Pelayanan Masyarakat

UPIS Unit Pembenihan Ikan Sentral

xiv PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik

BAB 1

PUSAT UNGGULAN
TEKNOLOGI FOKUS
PROGRAM POLYTECHNIC

EDUCATION
DEVELOPMENT PROJECT

(PEDP)

2 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik

A. Kiprah PEDP terhadap Peningkatan Kualitas
Politeknik di Indonesia

Politeknik sebagai salah satu lembaga pendidikan vokasi, saat ini
menghadapi tantangan berat. Perubahan lingkungan, teknologi, ekonomi,
dan politik telah mengubah paradigma dalam pengelolaan organisasi
penyelesaian pekerjaan. Pekerjaan skala kecil yang dilakukan secara
individu hingga pekerjaan raksasa dalam industrialisasi membutuhkan
tenaga-tenaga terampil yang memiliki kemampuan, keterampilan, dan
keahlian mengoperasikan peralatan-peralatan untuk mempercepat waktu
dan hasil akhir yang memuaskan.

Gambar 1.1 Politeknik mampu menjawab tantangan revolusi industri 4.0.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti

Kehadiran Revolusi Industri 4.0 yang berbasis pada penggunaan
teknologi informasi merupakan tantangan yang harus siap dihadapi oleh
politeknik, agar lulusannya mampu bersaing di dunia kerja yang penuh
persaingan. Untuk itu, kemampuan, keterampilan, dan keahlian seseorang
dalam bekerja merupakan hal yang sangat diutamakan oleh setiap lembaga
atau institusi agar performance yang mereka miliki semakin meningkat
sehingga berdampak pada perolehan keuntungan atau laba dari setiap
produksi.

Bab 1 | Pusat Unggulan Teknologi Fokus Program Polytechnic Education Development Project (PEDP) 3

Tidak dapat dipungkiri, saat ini dunia kerja membutuhkan personel-
personel yang berkualitas untuk menjalankan fungsi-fungsi manajemen dan
fungsi-fungsi produksi dengan baik. Peralatan dan perlengkapan sebagai
penunjang kinerja manusia saat ini telah mengadopsi perkembangan dan
kemajuan teknologi dengan kemampuan memadai (canggih) yang bertujuan
untuk memberikan hasil produksi semaksimal mungkin. Diperlukan tenaga
kerja yang terampil dan mumpuni untuk dapat menjalankan peralatan

Gambar 1.2 Politeknik sebagai salah satu pendidikan vokasi
diharapkan mampu menyumbang SDM yang berkualitas dan

siap pakai di industri.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti

dan perlengkapan tersebut. Terampil dan mumpuni yang dimaksud di sini
ialah tenaga kerja yang profesional, aplikatif, siap kerja, tepat waktu, dan
inovatif. Tidak semua jalur pendidikan dapat menghasilkan tenaga kerja
yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja di atas. Jalur pendidikan yang
tepat dan sangat relevan untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja tersebut
adalah pendidikan politeknik.

Politeknik merupakan satu bagian dari Sistem Pendidikan Nasional
khususnya pendidikan tinggi yang berusaha mengembangkan Sumber
Daya Manusia (SDM), melalui jalur pendidikan vokasi. Pendidikan vokasi
selalu berpartisipasi aktif menegakkan perekonomian bangsa dan negara,
melalui SDM yang mempunyai keterampilan yang praktis dan memadai.

4 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik

Program pendidikan politeknik merupakan jalur pendidikan vokasi pada
tingkat perguruan tinggi yang membekali lulusannya dengan keterampilan
yang didukung pengetahuan dasar teoretis yang cukup dan sikap disiplin
yang tangguh.

Indonesia sebagai salah satu negara yang sedang menggenjot
pertumbuhan ekonomi, dihadapkan pada situasi perekonomian dunia yang
memberlakukan pasar bebas. Setiap negara berusaha mengedepankan
produk-produk berkualitas untuk menembus pasar global. Kondisi demikian
menjadikan Indonesia harus memiliki daya saing di dunia internasional.
Sumber daya manusia berkualitas menjadi faktor yang sangat penting
untuk menggerakkan roda perekonomian di dalam negeri serta bersaing
dalam kompetisi di mancanegara. Dengan adanya pendidikan politeknik,
diharapkan sumber daya manusia Indonesia semakin berkualitas dan
berprestasi, bukan hanya di dalam negeri tetapi juga di dunia.

Perkembangan internet dan teknologi digital yang masif sebagai tulang
punggung pergerakan dan konektivitas manusia dengan mesin membuat
segala hal menjadi tanpa batas akibat penggunaan daya komputasi dan
data yang tanpa batas pula. Era ini akan mendisrupsi berbagai peran
dan aktivitas manusia, termasuk dalam bidang ilmu pengetahuan dan
teknologi serta pendidikan tinggi. Oleh sebab itu, politeknik harus mampu
meningkatkan kompetensi lulusannya agar mampu berkompetisi di abad
21 dan siap menghadapi Revolusi Industri 4.0 yang menuntut sumber daya
manusia adaptif, fleksibel, kreatif, inovatif, dan menguasai IT.

Permintaan yang semakin meningkat terhadap lulusan pendidikan
tinggi, melampaui jumlah ketersediaannya. Untuk itu, diperlukan relevansi
dan kesesuaian yang lebih baik antara pendidikan tinggi sebagai penyedia
sumber daya manusia dengan dunia industri sebagai penyerap tenaga kerja.
Diakui, kehadiran politeknik ternyata mampu memberikan warna dan
manfaat tersendiri bagi penyiapan tenaga kerja terampil di dunia usaha dan
dunia industri. Mereka memperoleh pasokan tenaga kerja yang siap kerja,
terampil, dan berusia muda. Namun, kontribusi yang diberikan politeknik
ternyata masih dianggap belum maksimal. Dunia industri membutuhkan
lebih banyak lagi lulusan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan
industri. Di sinilah politeknik dituntut untuk terus mengembangkan dan
meningkatkan kualitas lulusannya agar semakin lebih baik.

Tentunya usaha politeknik dalam peningkatan kualitas ini perlu daya
dukung dari berbagai pihak. Kehadiran proyek pengembangan pendidikan
politeknik atau Polytechnic Education Development Project (PEDP)

Bab 1 | Pusat Unggulan Teknologi Fokus Program Polytechnic Education Development Project (PEDP) 5

merupakan angin segar bagi politeknik. Melalui PEDP, politeknik memiliki
daya dukung untuk meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan
politeknik dalam pengembangan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan
pengusaha di industri-industri prioritas.

PEDP merupakan salah satu program yang dicanangkan pemerintah
dengan tujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan politeknik di
Indonesia. Lebih luasnya lagi, proyek yang berada di bawah wewenang
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti)
ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan mengembangkan kapasitas
pendidikan politeknik di Indonesia. Di dalam pelaksanaannya proyek ini
mengadopsi pendekatan terpadu, menangani prioritas akses yang merata,
hasil kerja lulusan, manajemen subsektor, kualitas program studi, dan
relevansi.

PEDP didukung pendanaannya melalui pinjaman dari ADB (Asian
Development Bank) dan hibah dari Pemerintah Kanada. Tidak semua
politeknik di Indonesia berkesempatan berpartisipasi dalam proyek PEDP
ini, namun hanya politeknik-politeknik yang memenuhi kriteria yang
mendapatkannya. Terdapat 34 institusi politeknik di seluruh Indonesia yang
berkesempatan berpartisipasi dalam PEDP untuk berinovasi memanfaatkan
setiap potensi yang dimiliki untuk maju dan berkembang.

Adapun politeknik-politeknik yang berpartisipasi tersebut dijabarkan
pada Tabel 1.1 berikut ini.

Tabel 1.1 Daftar Politeknik Penerima Proyek PEDP

No Politeknik Area Fokus

A Politeknik Penugasan (2013)  

1 Politeknik Negeri Padang (PNP) Teknik Pendukung untuk
Pertambangan Batubara

2 Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) Pertambangan Batubara
dan Pengolahan

3 Politeknik Pertanian Negeri Kupang Teknologi Pengolahan
(Politani Kupang) Pakan

4 Politeknik Negeri Bali (PNB) Pariwisata

5 Politeknik Negeri Ujung Pandang  Teknik Pendukung untuk
(PNUP) industri nikel

6 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik

No Politeknik Area Fokus

6 Politeknik Negeri Ambon (Polnam) Mesin agroindustri

7 Politeknik Negeri Lampung (Polinela) Industri pengolahan karet
(hilir)

8 Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) Budi daya ikan khusus

9 Politeknik Negeri Bandung (Polban) Konstruksi dan manajemen
jembatan dan jalan hijau
10 Politeknik Manufaktur Negeri Manufaktur peralatan
Bandung (Polman Bandung) transportasi
Pengolahan & kemasan
11 Politeknik Negeri Jember (Polije) makanan dan minuman
Teknologi pengolahan
12 Politeknik Pertanian Negeri kelapa sawit
Payakumbuh (Politani Payakumbuh) Pengolahan kayu kelapa dan
produk-produk turunannya
13 Politeknik Negeri Manado (Polimdo)  

B Batch-1 (Mid 2013) Industri kelautan

1 Politeknik Negeri Banyuwangi Penangkapan ikan dan
(Poliwangi) teknologi pengolahan
Pengolahan dan kemasan
2 Politeknik Pertanian Negeri Pangkep makanan
(Politani Pangkep)

3 Politeknik Negeri Malang (Polinema)

4 Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) Kelapa Sawit

5 Politeknik Negeri Lampung (Polinela) Pengolahan sabut kelapa

6 Politeknik Negeri Jember  (Polije) Makanan dan Minuman

7 Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) Infrastruktur

8 Politeknik ATMI Surakarta Industri Alat Angkut

9 Politeknik Caltex Riau (PCR) Teknologi Otomasi

Bab 1 | Pusat Unggulan Teknologi Fokus Program Polytechnic Education Development Project (PEDP) 7

No Politeknik Area Fokus

10 Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) Industri Alat Angkut dan
Telematika

11 Politeknik  LPP Yogyakarta Teknologi pengolahan gula

12 Politeknik Mekatronika Sanata Makanan dan Minuman
Dharma (PMSD)  

C Batch-2 (2014)

1 Politeknik Negeri Medan (Polmed) Agroindustri

2 Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) Telematika

3 Politeknik Negeri Semarang (Polines) Telematika

4 Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Telematika
(PENS)

5 Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya Desain dan Manufaktur
(PPNS) Kapal Kecil dan Menengah

6 Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) Agroindustri

7 Politeknik Pertanian Negeri Kupang Pengembangan agro-
(Politani Kupang) forestry

8 Politeknik Pos Indonesia (Poltekpos) Manajemen logistik dan
supply chain

9  Politeknik Negeri Cilacap Manufaktur dan Otomasi
Industri

10 Politeknik Perdamaian Halmahera Pertanian dan Perikanan
(Padamara)

D Batch-3 (Mid 2014)  

1 Politeknik Negeri Batam (Polibatam) Industri Telematika
(Mikroelektronika)

2 Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Industri Perkapalan
Belitung (Polman Babel)

3 Politeknik Negeri Bandung (Polban) Industri Pengolahan
Makanan dan Minuman

8 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik

No Politeknik Area Fokus

4 Politeknik Negeri Banjarmasin Batubara (Pertambangan/
(Poliban) Energi)

5 Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Teknologi Pengolahan Hasil
(Politani Samarinda) Perkebunan

Politeknik yang berpartisipasi dalam program ini diharapkan mampu
membentuk dan menghasilkan sumber daya lulusan yang profesional,
terampil dalam mengaplikasikan pengetahuannya, siap kerja, inovatif, dan
mampu memenuhi kebutuhan pasar terutama di lima industri prioritas, yaitu
agroindustri, infrastruktur, pariwisata, manufaktur, dan pertambangan.

Melihat kebutuhan utama industri terhadap sumber daya maka
sasaran proyek PEDP berusaha untuk ikut serta dalam hal peningkatan
kegiatan belajar, peralatan penelitian, revisi kurikulum dengan penyesuaian
kebutuhan industri, pelatihan dosen, peningkatan fasilitas laboratorium,
sertifikasi, dan unit pengujian sebagai respon terhadap Indonesia
Qualification Framework (IQF).

Harapan yang ingin dicapai dari proyek ini adalah mewujudkan
pendidikan politeknik yang responsif terhadap kebutuhan pasar tenaga kerja
dan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan produktivitas di
sektor-sektor prioritas. Adapun strategi-strategi yang dikembangkan dalam
proyek ini, antara lain meningkatan penerimaan mahasiswa, memberikan
beasiswa kepada mahasiswa kurang mampu, dan memperkenalkan cara
baru untuk memperoleh keterampilan melalui Recognition of Prior Learning
(RPL).

Pendidikan merupakan hak yang harus dimiliki setiap warga masyarakat
dan menjadi tanggung jawab negara untuk memenuhi kebutuhan
pendidikan setiap individu dari mulai pendidikan dasar hingga pendidikan
tinggi. Pengelolaan pendidikan yang sistematis dengan jalur dan jenjang
terarah akan berdampak pada kualitas pendidikan di Indonesia. Peran
serta pemerintah sebagai pemangku kebijakan harus dapat memenuhi
aspek-aspek kebutuhan pendidikan bagi setiap warga negara. Selain itu,
pihak swasta, dan masyarakat umum serta investor dari dalam maupun
luar negeri yang konsern terhadap pendidikan seyogianya dapat dilibatkan
hingga berperan serta aktif untuk membangun pendidikan nasional yang
relevan dengan situasi dan kondisi serta perubahan zaman.

Bab 1 | Pusat Unggulan Teknologi Fokus Program Polytechnic Education Development Project (PEDP) 9

Membangun dan mendirikan Pusat Unggulan Teknologi di
setiap politeknik menjadi salah satu sasaran yang ingin dicapai dalam
penyelenggaraan PEDP. Pusat Unggulan Teknologi (PUT) ini merupakan
wahana pengembangan teknologi berbasis riset terapan di politeknik
untuk mendukung kegiatan pembelajaran yang relevan dan terkini dengan
melibatkan kerja sama industri guna menghasilkan inovasi yang berdaya
saing dan berkelanjutan. Semua itu dijalankan sesuai dengan area fokus
setiap politeknik menurut kondisi wilayah serta potensi sumber daya
alam yang dimiliki. Titik fokus yang diutamakan, yaitu sektor manufaktur,
infrastruktur, pariwisata, pertambangan, dan agroindustri.

B. Upaya dan Capaian PEDP

Mencetak dan melahirkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan,
keterampilan, dan keahlian menjadi arah dan tujuan pendidikan politeknik
di Indonesia. Para lulusan politeknik diharapkan tidak hanya menguasai
teori, tetapi siap bekerja sesuai dengan bidang yang ditekuninya selama
masa pendidikan.

Untuk memajukan kualitas keluaran pendidikan politeknik, pemerintah
melalui Kemenristekdikti menggagas Program Pengembangan Pendidikan
Politeknik (Polytechnic Education Development Project) atau PEDP yang
didukung pendanaannya oleh Asian Development Bank dan Pemerintah
Kanada sebagai cara untuk meningkatkan akses dan memperkuat relevansi
sistem pendidikan.

Secara garis besar tujuan dari PEDP meliputi empat aspek peningkatan,
yaitu
1. peningkatan mutu dan relevansi program studi di politeknik;
2. peningkatan akses dan kesetaraan pada lembaga-lembaga politeknik;
3. meningkatkan peran masyarakat dan industri dalam meningkatkan

daya saing lulusan; dan
4. memperkuat tata kelola dan penyelenggaraan pendidikan politeknik.

Mengacu pada empat tujuan adanya proyek PEDP untuk kemajuan
politeknik Indonesia, proyek PEDP telah melakukan upaya-upaya untuk
meningkatkan mutu dan relevansi program studi yang ada di politeknik-
politeknik Indonesia ini. Adapun upaya-upaya yang ditempuh adalah
sebagai berikut.

10 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik

1. Melakukan kolaborasi dengan industri dan asosiasi profesi untuk
menentukan standar kompetensi.

2. Mengembangkan kurikulum termasuk bahan ajar dan instrumen
penilaian yang disusun berdasarkan standar industri, Standar
Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), dan Kerangka
Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

3. Meningkatkan proses belajar mengajar, peralatan laboratorium serta
menerapkan sistem penjamin mutu.

4. Meningkatkan mutu para pengajar (dosen) melalui program kerja
sama dengan industri atau institusi pendidikan tinggi.

5. Meningkatkan jumlah lulusan yang tersertifikasi di bidangnya.
6. Mengembangkan Tempat Uji Kompetensi (TUK) dan Lembaga

Sertifikasi Profesi (LSP).
7. Mengembangkan rintisan program magister terapan.
8. Membangun kolaborasi antarprogram studi dan membentuk Pusat

Unggulan Teknologi (PUT/COT) melalui kemitraan dengan industri.

Selama ini politeknik telah memberi manfaat bagi bangsa terutama
dalam hal menyiapkan tenaga kerja terampil. Bagi peminatnya, pendidikan
vokasi dirasa mampu menjadi institusi alternatif pendidikan di Indonesia.
Namun, seiring pesatnya kemajuan teknologi, semakin dibutuhkan pula
upaya pengembangan politeknik agar lebih menyesuaikan kemajuan
industri. Berbagai upaya telah dilakukan politeknik untuk mengimbangi
tuntutan dan kemajuan industri. Hadirnya proyek PEDP bagi politeknik
dirasa sangat membantu mewujudkan harapan dan impian politeknik
untuk meningkatkan kualitasnya. PEDP boleh berbangga diri, bahwa
upaya-upayanya membantu mengembangkan politeknik selama ini telah
menorehkan keberhasilan. Sejak dicanangkannya tahun 2013 PEDP telah
menorehkan beberapa keberhasilan, sebagai berikut:
1. Kurikulum politeknik telah mengacu pada SKKNI dan KKNI.
2. Adanya penambahan jumlah mahasiswa baru.
3. Adanya pembukaan program studi baru.
4. Pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan TUK.
5. Para lulusannya memiliki sertifikasi kompetensi.
6. Menumbuhkan jiwa technopreneur.
7. Terciptanya jaringan industri dan alumni yang lebih luas.
8. Adanya akses beasiswa bagi mahasiswa yang kurang mampu.
9. Membangun dan mengembangkan Centre of Technology (COT).

Bab 1 | Pusat Unggulan Teknologi Fokus Program Polytechnic Education Development Project (PEDP) 11

Keberhasilan-keberhasilan proyek PEDP di atas bukan hanya dirasakan
dampaknya oleh para mahasiswa politeknik saja, namun juga dirasakan
dampak positifnya oleh para pengajar dan tenaga kependidikannya
(instrukturnya). Dampak positif yang dirasakan tersebut antara lain para
pendidik dan pengajar secara tidak langsung telah meng-uprade kemampuan
dan ilmunya sehingga kecakapan teknik dalam proses transfer teknologi
berjalan dengan baik dan penambahan kapasitas diri yang didapat melalui
pelatihan, workshop, atau kursus singkat.

Selama proyek PEDP ini berjalan, beberapa politeknik dirasa telah
menunjukkan hasil yang positif. Indikator keberhasilan yang ditunjukkan
adalah adanya peningkatan mutu dan relevansi sistem program studi
pendidikan politeknik, peningkatan akses dan kesetaraan dalam
mengikuti pendidikan, peningkatan peran masyarakat dan industri
dalam meningkatkan daya saing lulusan, dan peningkatan tata kelola
penyelenggaraan pendidikan.

C. PUT sebagai Fokus Peningkatan Pendidikan
Politeknik

Salah satu upaya yang dilakukan PEDP untuk meningkatkan mutu dan
relevansi program studi yang ada di politeknik-politeknik Indonesia
adalah membangun kolaborasi antar program studi dan membentuk
Pusat Unggulan Teknologi (PUT) atau Centre of Technology (COT) melalui
kemitraan dengan industri. PUT merupakan salah satu fokus program
unggulan PEDP. Melalui pembangunan PUT diharapkan program studi
dapat lebih fokus dalam mengembangkan potensinya, memberikan
kesempatan pada program studi untuk berinovasi, serta memberikan
peluang program studi untuk berkiprah bersama industri yang ada di
lingkungan masyarakat, sehingga pada akhirnya bisa memberikan hasil
keuntungan bagi program studi itu sendiri, terutama dihasilkannya lulusan
yang siap untuk diserap oleh industri.

Pembangunan PUT ini memiliki tujuan, yaitu mengembangkan
laboratorium sebagai tempat belajar kerja (teaching industry/teaching
factory), menetapkan kualifikasi kompetensi mahasiswa, serta
menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan SKKNI
(Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia), standar industri, atau
standar internasional.

12 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik

Gambar 1.3 Vending Machine nasi kotak merupakan hasil inovasi PUT PENS.
Sumber Foto: PUT PENS

Pusat Unggulan Teknologi (PUT) yang dibangun di tiap politeknik
penerima hibah PEDP ini nantinya akan menjadi tempat kajian dan
penerapan teknologi yang manfaatnya juga akan dirasakan masyarakat
dan industri. Beberapa politeknik yang dalam praktik pengelolaannya bisa
dikatakan cukup berhasil dalam membangun dan mengembangkan PUT-
nya, antara lain Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Politeknik
Manufaktur Negeri Bandung (Polman Bandung), Politeknik Negeri Bandung
(Polban), Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), dan Politeknik
Negeri Pontianak (Polnep).

Setiap politeknik tersebut fokus menyelenggarakan PUT-nya sesuai
dengan konsentrasi pendidikan dan program studinya. Contohnya
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), berhasil mengembangkan
PUT yang fokus pada produk inovasi teknologi yang berbasis industri (Centre

Bab 1 | Pusat Unggulan Teknologi Fokus Program Polytechnic Education Development Project (PEDP) 13

of Technology Development Applied Telematic Creative Industry), Politeknik
Manufaktur Negeri Bandung (Polman Bandung) berhasil mengembangkan
PUT Pusat Pengembangan Power Train Otomotif, Politeknik Negeri
Bandung (Polban) yang berhasil mengembangkan Pusat Unggulan
Teknologi Infrastruktur (Jalan), Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
(PPNS) yang fokus mengembangkan PUT Pembangunan Kapal Kecil, dan
Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) yang berhasil mengembangkan Pusat
Unggulan Teknologi Budi Daya Perikanan.

Gambar 1.4 Politeknik PPNS merupakan salah satu politeknik yang berhasil
mengembangkan PUT pembangunan kapal kecil.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti

Selain lima politeknik di atas, adalah Politeknik Jember yang juga
berhasil dan sukses mengembangkan PUT-nya. Politeknik Jember memiliki
PUT di bidang food processing. Pola yang ada telah terbentuk dengan
baik, sehingga ketika sebuah industri mengalami masalah atau berniat
melakukan pengembangan di bidang pengolahan makanan, mereka akan
meminta saran dan solusi dari sisi teknologi maupun sumber daya manusia
untuk pengembangan industri tersebut kepada PUT Politeknik Jember.

Kabar kesuksesan PUT juga datang dari Politeknik Caltex Riau yang
menjadikan lembaganya sebagai Pusat Unggulan Teknologi Automation
Centre. Harapannya di waktu yang akan datang, politeknik ini akan mampu
menjadi rujukan peningkatan SDM, menjadi solusi permasalahan teknologi
otomasi industri bahkan menjadi tempat produksi perangkat. Berbeda

14 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik

dengan Politeknik ATMI Surakarta yang berfokus pada pengembangan
teknologi plastik. Politeknik ini nantinya diharapkan berperan menjadi
pusat unggulan teknologi melalui pendidikan, pelatihan, penelitian,
dan pengembangan industri plastik Indonesia. Satu lagi politeknik yang
juga berhasil mengembangkan PUT-nya, yaitu Politeknik Pos Indonesia
(Poltekpos). Poltekpos fokus mengembangkan Pusat Unggulan Teknologi
Logistik dan Manajemen Rantai Pasokan (Centre of Technology Logistic and
Supply Chain Management).

Keberhasilan lain datang dari Pusat Unggulan Teknologi (PUT) adalah
telah dirintisnya kerja sama Politeknik Negeri Bali dan Politeknik Negeri
Bandung. Kolaborasi kedua politeknik tersebut adalah merencanakan
infrastruktur jalan Bali Green Tourism. Politeknik Negeri Bali membina
kampung “Green Tourism”, sementara infrastruktur berupa lintasan jalan
yang dapat terhindar dari storm water, dibangun oleh Politeknik Negeri
Bandung. Kolaborasi kedua politeknik ini dengan atas prakarsa PUT
memberikan manfaat yang jelas bagi masyarakat dan lingkungan.

Gambar 1.5 Pariwisata dikembangkan Politeknik Negeri Bali.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti

Bab 1 | Pusat Unggulan Teknologi Fokus Program Polytechnic Education Development Project (PEDP) 15

Pada dasarnya setiap politeknik penerima hibah PEDP sebelum
membentuk PUT harus melakukan kajian kurikulum, merevisi proses
pembelajaran dan penjaminan mutu untuk meningkatkan kualitas, serta
memastikan keselarasan antara kebijakan, proses pembelajaran, dan
standar-standar tersebut. Tujuannya agar PUT yang terbentuk menjadi
PUT yang memenuhi standar dan kebermanfaatannya dapat dirasakan
oleh mahasiswa, pengajar, industri, dan masyarakat.

Tuntutan tersebut menjadikan PUT harus mampu menjalankan mesin
dan orang dengan lebih efektif dan efisien. Efektivitas dan efisiensi tersebut
ditunjukkan dengan memberikan layanan yang baik dan menghasilkan
produk berkualitas yang memenuhi standar QCD (Quality Cost Delivery).
Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dapat menerima dan menggunakan
produk-produk hasil karya politeknik tersebut dan DUDI akan selalu
merujuk pada politeknik setiap kali membutuhkan penyelesaian masalah.

Hasil positif dari PUT tentunya tidak dapat tercapai tanpa disertai
kualitas sumber daya manusia. Oleh sebab itu, pendirian PUT harus

Gambar 1.6 Pariwisata dikembangkan Politeknik Negeri Bali.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti

16 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik

disertai penyediaan peralatan yang bagus dan relevan dengan kebutuhan,
melakukan pelatihan dosen agar kompeten dalam mengoperasikan
peralatan tersebut, maupun sebagai tempat berkonsultasi untuk
menemukan pemecahan masalah, dan mendidik mahasiswa menjadi
pribadi yang unggul, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun
perilaku. Dengan demikian, lulusan politeknik benar-benar dapat diserap
dan diterima oleh dunia industri.

Berkaca pada keberhasilan beberapa politeknik di atas dalam
mengembangkan PUT-nya, dan kesuksesan tersebut menjadi indikator
yang menunjukkan kualitas pendidikan politeknik tersebut, tidak ada
salahnya jika pembangunan PUT merupakan salah satu fokus peningkatan
kualitas pendidikan di politeknik. Terbukti, bagi politeknik yang berhasil
membangun PUT-nya dengan baik, maka performa politeknik tersebut
pun meningkat tajam yang ditandai dengan banyaknya mahasiswa baru
yang mendaftar masuk setiap tahunnya, serta yang paling utama adalah
banyaknya lulusan dari politeknik tersebut yang terserap sebagai tenaga
kerja di berbagai industri besar.

BAB 2

MEMAKNAI PERAN PUT
BAGI POLITEKNIK

18 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik

A. PUT sebagai Motor Peningkatan Kualitas
Politeknik

Kebutuhan sumber daya manusia berkualitas yang mampu beradaptasi
dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dapat
mengaplikasikannya dalam aktivitas produksi, menjadi hal yang tidak
dapat ditawar-tawar lagi saat ini. Dunia usaha dan dunia industri sebagai
penggerak perekonomian nasional tidak dapat menjalankan fungsi-
fungsinya apabila sumber daya manusia yang dimiliki tidak kompeten di
bidangnya.

Politeknik sebagai jalur pendidikan vokasional dalam jenjang
pendidikan tinggi memikul tanggung jawab sangat besar untuk memenuhi
kebutuhan tenaga kerja bagi dunia usaha dan dunia industri. Untuk
itu, politeknik-politeknik yang berpartisipasi dalam PEDP difokuskan
membentuk Pusat Unggulan Teknologi (PUT) agar sistem pendidikan yang
telah dirancang dan dibangun dapat ditingkatkan dengan pemanfaatan
ketersediaan sarana, prasarana, dan fasilitas yang memadai.

Pada dasarnya membentuk Pusat Unggulan Teknologi (PUT) melalui
kemitraan dengan industri merupakan fokus utama kegiatan peningkatan
aspek mutu dan relevansi pendidikan di politeknik. Terbentuknya PUT
pada setiap politeknik dirancang agar sesuai dengan lima sektor prioritas
peminatan dan program sudi yang terdapat di politeknik tersebut.

Secara umum, manfaat dan tujuan dibangunnya PUT yang telah
dirasakan politeknik adalah adanya peningkatan mutu sistem pendidikan.
Beberapa aspek peningkatan sistem pendidikan yang dimaksud, di
antaranya peningkatan kualitas proses pembelajaran, pemanfaatn
peralatan secara efektif (OEE), sistem penjamin mutu, kualitas tenaga
pendidik (dosen maupun instruktur), kerja sama dengan industri maupun
institusi pendidikan lain, dan daya saing alumni. Aspek-aspek tersebut
sejalan dengan tujuan utama yang ingin dicapai PUT, yaitu
1. agar pendidikan politeknik tetap relevan dengan kebutuhan industri;
2. lulusan politeknik memiliki keterampilan, kompetensi, dan sikap yang

relevan dengan kebutuhan industri; dan
3. peluang pendapatan untuk memperbaiki dan mempertahankan

layanan berkualitas dari politeknik.

Bab 2 | Memaknai Peran PUT bagi Politeknik 19

Peningkatan mutu proses pembelajaran serta kapasitas dosen telah
dirasakan kemajuannya di beberapa politeknik yang telah membangun
PUT. Berbagai program yang berkaitan dengan peningkatan kualitas
proses pembelajaran telah dilaksanakan, seperti pelatihan kompetensi,
workshop pengembangan diri, membangun sistem OEE (Overall Equipment
Effectiveness), ataupun kunjungan industri. Hal tersebut didukung dengan
pembelian dan penambahan sarana dan prasarana laboratorium yang
memadai sesuai dengan kebutuhan program studi. Contohnya, Politeknik
LPP Yogyakarta yang membangun PUT dengan membeli peralatan
laboratorium seperti sucromat, alat untuk mengetahui kadar nira, boiler
simulator, alat untuk mengetahui kadar gas dan peralatan las.

Gambar 2.1 PUT Food Processing and Packaging milik
Polije merupakan sarana belajar mahasiswa.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti

Contoh lainnya lagi, yaitu Politeknik Negeri Jember (Polije) adalah
salah satu PTN vokasi unggulan yang mengoperasikan Pusat Unggulan
Teknologi (PUT) di bidang Food Processing and Packaging. Tujuan
dibentuknya PUT ini adalah untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa
terutama sebagai pendukung proses pembelajaran melalui praktikum. PUT
juga dapat berperan sebagai rujukan masyarakat dalam pemberdayaan dan

20 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik

pengembangan potensi UKM, yang difokuskan pada aspek standardisasi
proses produksi. Untuk selanjutnya, diharapkan PUT Food Processing
and Packaging ini akan menjadi ikon Polije, baik dalam aspek pusat
pengembangan industri, pusat pembelajaran bagi mahasiswa dari jenjang
diploma sampai pascasarjana serta pemecahan permasalahan secara teknis
maupun manajerial, terutama yang dihadapi oleh UKM.

Gambar 2.2 PUT Teknologi budi daya perikanan
di Politeknik Negeri Pontianak.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti

Pendirian Pusat Unggulan Teknologi Budi Daya Perikanan yang terletak
di Kelurahan Terusan, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah
menjadi konsentrasi Politeknik Negeri Pontianak. Di atas lahan seluas 11,5
hektar, Politeknik Negeri Pontianak membangun tambak sebagai unit
produksi PUT-nya. Program ini bertujuan menghasilkan produk-produk
berupa benih ikan unggul, calon induk dan induk ikan unggul, produksi
ikan-ikan konsumsi, produksi pakan ikan ramah lingkungan dengan
memanfaatkan bahan baku lokal, mengembangkan produk obat-obatan,

Bab 2 | Memaknai Peran PUT bagi Politeknik 21

probiotik ramah lingkungan, dan pakan alami untuk diaplikasikan dalam
usaha budi daya perikanan. Selain berorientasi pada produksi, juga menjadi
wadah pelatihan budi daya ikan, manajemen dan pembuatan pakan ikan,
serta sertifikasi serta uji kompetensi bagi mahasiswa dan personel budi
daya perikanan.

Diharapkan dengan adanya Pusat Unggulan Teknologi Budi
Daya Perikanan, hasil produksi pakan akan berlangsung secara kontinu
sehingga dapat memberikan motivasi lebih kepada para pembudi daya
ikan di Kabupaten Mempawah untuk mengembangkan usahanya. Selain
itu, program lain yang akan dilaksanakan adalah pembinaan terhadap para
kelompok tani budi daya ikan serta dilakukan kerja sama yang bersinergi
dengan pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan pemerintah
pusat.

Investasi pemerintah yang besar melalui program PEDP memerlukan
dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) yang andal agar kelengkapan fisik
itu tidak akan menjadi idle capacity. Untuk itu, dibutuhkan program-program
yang dapat meningkatkan mutu SDM. PUT yang didirikan politeknik-
politeknik penerima PEDP memberi ruang dan kesempatan lebih besar,
bukan hanya terbatas bagi para mahasiswa yang mengikuti pendidikan di
politeknik-politeknik tersebut saja, tetapi dapat memberdayakan potensi
masyarakat di wilayah sekitar.

Dengan mendesaknya kebutuhan kurikulum yang lebih relevan,
terbaru dan modern, secara tidak langsung membuat para tenaga pendidik
ikut mengalami peningkatan kapasitas kompetensi. Pengelola politeknik
mendorong dosen untuk kuliah lagi ke jenjang yang lebih tinggi, baik di
dalam maupun di luar negeri, mengadakan dan mengikuti seminar atau
workshop dengan sesama akademisi maupun dengan praktisi dari dunia
industri untuk menambah wawasan dan meng-update pengetahuan,
mengambil sertifikasi kompetensi sesuai dengan kurikulum yang diampu.

Untuk kerja sama yang dilakukan dengan industri dalam pembangun
PUT tidak hanya sebatas pada MoU saja, tetapi ada timbal-balik rekomendasi
perbaikan kurikulum, dan penempatan mahasiswa untuk kerja praktik.
Terjadinya simbiosis mutualisme antara politeknik yang mencetak lulusan-
lulusan berkualitas dan dunia industri yang membutuhkan tenaga kerja
terampil akan berdampak baik terhadap perekonomian, memberdayakan
masyarakat, sekaligus menipiskan angka pengangguran di wilayah sekitar.

Dengan program pengembangan SDM yang sistematis dan
berkelanjutan itulah maka tercipta proses pembelajaran yang berkualitas,
yang nantinya akan menghasilkan lulusan politeknik yang berkualitas

22 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik

pula. Setelah politeknik berhasil membangun Pusat Unggulan Teknologi,
ke depannya politeknik dapat mengembangkan PUT tersebut menjadi
memiliki Teaching Factory serta Inkubator Bisnis, sebagai wahana yang
sangat bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa sesuai
dengan kebutuhan industri selaku pihak pengguna alumni politeknik.

B. Rumusan Rencana Strategis PUT

Sinkronisasi antara politeknik dan industri merupakan satu keharusan
karena adanya hubungan yang saling membutuhkan. Lulusan politeknik
yang berkualitas tentu akan dengan sangat mudah mendapatkan pekerjaan.
Meskipun demikian, harus diakui bahwa sebagian besar lulusan yang telah
diterima bekerja memerlukan pelatihan ulang karena pengetahuan dan
keterampilan yang mereka miliki tidak memadai. Hal ini seringkali menjadi
kendala bagi industri karena harus mengeluarkan budget lebih untuk
mengadakan pelatihan ulang.

Permintaan tenaga kerja ke depan akan semakin meningkat karena
era pasar bebas yang membuka keran seluas-luasnya bagi industri dalam
suatu negara untuk memasarkan produk-produk yang dihasilkan ke
pasar dunia. Kualitas lulusan politeknik yang tersedia tidak semuanya
memiliki kompetensi memadai, disebabkan program pelatihan yang
sudah ketinggalan karena ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus
berkembang dan maju.

Komitmen PEDP dengan mengembangkan Pusat Unggulan Teknologi
(PUT) pada politeknik-politeknik memberi peluang untuk mengembangkan
kualitas para lulusannya. PUT membantu Direktorat Jenderal Pembelajaran
dan Kemahasiswaan menerapkan pendekatan terpadu untuk meningkatkan
kualitas program studi politeknik dan layanan pengembangan keterampilan
yang
1. memastikan relevansi dengan pemberi kerja,
2. memperluas akses bagi lulusan sekolah kejuruan dan lulusan lainnya

yang tertarik untuk mengembangkan keterampilan di tingkat lebih
tinggi,
3. membangun kapasitas staf pengajar dan administrator, dan
4. meningkatkan fasilitas dan peralatan untuk memberikan keterampilan
siap pakai yang lebih baik bagi para mahasiswa.

Bab 2 | Memaknai Peran PUT bagi Politeknik 23

Berdasarkan hasil amatan, PUT yang telah berjalan berdampak positif
karena sistem politeknik lebih mampu menghasilkan lulusan yang tanggap
terhadap kebutuhan pasar tenaga kerja dan mampu berkontribusi terhadap
peningkatan produktivitas pada sektor-sektor prioritas.

Pada dasarnya PUT sebagai rencana strategis pemerintah dalam
mengembangkan pendidikan tinggi di Indonesia memiliki tujuan umum, di
antaranya
1. meningkatkan inovasi dan riset terapan;
2. meningkatkan pendapatan keuangan politeknik;
3. melibatkan mahasiswa dalam kegiatan industri;
4. meningkatkan kemitraan dengan industri;
5. menciptakan lingkungan wirausaha bagi mahasiswa; dan
6. meningkatkan kompetensi dosen dan mahasiswa.

Turunan dari tujuan-tujuan tersebut adalah program kerja, di mana
dalam merancang program kerja tersebut, politeknik harus mengacu pada
rumusan rencana strategis PUT yang telah disusun sejak awal. Gambar
berikut menjelaskan secara rinci tentang rumusan rencana kerja strategis
PUT yang dibangun oleh politeknik penerima hibah PEDP.

Gambar 2. 3 Kerangka Kerja PUT

PUT sebagai bagian dari program kerja pemerintah dalam
mengembangkan perguruan tinggi memiliki landasan hukum yang mengikat,
yaitu Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang
Pendidikan Tinggi. Aturan tersebut tertuang jelas pada Pasal 80 paragraf 2
tentang Pola Pengembangan Perguruan Tinggi. Pasal tersebut menyatakan
bahwa pemerintah memiliki kewajiban untuk mengembangkan secara
bertahap pusat unggulan pada perguruan tinggi. Tujuannya adalah untuk
melaksanakan Tridharma perguruan tinggi demi mendukung kebutuhan
pembangunan nasional.

24 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik

Langkah untuk mengembangkan sumber daya manusia di bidang
teknologi, yaitu dengan meningkatkan upaya pemberdayaan dan
menyediakan tenaga ahli yang relevan dan berkompetensi pada bidangnya
dalam jumlah yang cukup. Tugas utama SDM dalam mengembangkan PUT
adalah untuk mengubah, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu dan
teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Harapannya, politeknik dapat memiliki sistem yang baik dalam
pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas,
berkualifikasi, kompetensi, dan memiliki kinerja yang sesuai dengan
persyaratan untuk melaksanakan tiga pilar pendidikan tinggi, yaitu
pembelajaran, penelitian, dan pengabdian.

Dalam hal merawat dan mengelola sarana dan prasarana, politeknik
harus dapat mempertanggungjawabkan investasi pemerintah yang besar
dari sisi penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana yang dananya
berasal dari dana hibah PEDP.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh politeknik agar pengelolaan
sarana dan prasarana dapat berjalan dengan baik, yaitu:
1. politeknik selalu meng-update database sarana dan prasarana (sarpras)

untuk pendataan;
2. membuat Standar Operasional (SOP) dan Loog Book penggunaan tiap

alat;
3. memberikan pendidikan maintenance pada mahasiswa;
4. merencanakan anggaran maintenance dengan baik dan efisien, agar

biaya perawatan alat jauh lebih rendah dari biaya perbaikan; dan
5. membangun sistem OEE (Overall Equipment Effectiveness).

Sarpras PUT politeknik sebaiknya tidak digunakan untuk kepentingan
pribadi atau proyek yang tidak terdaftar di UMP. Penyimpanan peralatan
harus terjaga dengan baik dan setiap pengguna harus bertanggung jawab
atas sarana yang digunakan. Mahasiswa harus dilibatkan langsung dalam
perawatan sarpras agar mereka memiliki rasa tanggung jawab. SDM
perawatan sarpras harus memiliki kompetensi yang memadai, bersikap
proaktif, serta mampu mendidik/melatih orang lain.

Data menunjukkan bahwa lebih dari 80% lulusan politeknik negeri
berhasil mendapatkan pekerjaan dalam kurun waktu kurang dari 6 (enam)
bulan setelah lulus. Namun, umpan balik dari pengusaha menunjukkan bahwa
sebagian besar lulusan perlu diberi pelatihan ulang karena pengetahuan
dan keterampilan yang dimiliki tidak sesuai dengan kebutuhan di tempat
kerja. Hal tersebut terjadi karena terbatasnya keterlibatan industri yang

Bab 2 | Memaknai Peran PUT bagi Politeknik 25

Gambar 2.4 Pusat Unggulan Teknologi PNJ.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti

26 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik

mengakibatkan kegagalan dalam memperbaiki kualitas buruk dan relevansi
pelatihan. Adanya program pembangunan PUT pada politeknik yang
tepat sesuai dengan rumusan rencana kerja strategis diharapkan mampu
mengatasi semua permasalahan ini.

C. Operasional Pusat Unggulan Teknologi (PUT)

Politeknik-politeknik yang telah membangun dan mendirikan Pusat
Unggulan Teknologi (PUT) di setiap kampusnya, bertanggung jawab
untuk menjalankan kegiatan operasionalnya secara berkesinambungan.
Perubahan institusional dan budaya berskala besar yang dibutuhkan untuk
keberlangsungan proyek ini membutuhkan lebih dari satu tahun. Untuk
itu, diperlukan perhatian dan penanganan yang terus-menerus dari instansi
terkait sehingga diperoleh hasil maksimal.

Sistem operasional Pusat Unggulan Teknologi yang dikembangkan
oleh politeknik mencakup peran, fungsi, tanggung jawab, pengoperasian,
sumber daya manusia, keunggulan kualitas, manajemen keuangan, dan
pendekatan pada inovasi. Setiap PUT diharapkan mampu untuk melayani
dua fungsi utama sebagai berikut:
1. Bekerja sama dengan dan atas bimbingan dari mitra industri lokal,

menyediakan lingkungan yang dapat mensimulasikan keadaan nyata
di Teaching Factory agar dapat menyediakan lingkungan belajar dan
mengajar yang bermanfaat bagi dosen dan mahasiswa.
2. Menyediakan tautan ke pendanaan eksternal yang dapat mendukung
politeknik beserta PUT-nya.

Pengembangan PUT yang dilaksanakan dengan kolaborasi antar
politeknik melalui eksperimen-eksperimen dengan memanfaatkan sumber
daya alam yang tersedia. Hal ini memberikan peluang dan kesempatan
baru bukan hanya bagi politeknik itu sendiri, tetapi juga bermanfaat bagi
masyarakat dan para pengguna akhir (end user). Data dan survei pemerintah
biasanya tidak cukup untuk menghasilkan produk dan layanan yang relevan
dan bernilai komersil. PUT harus didorong lebih untuk menggunakan
proses design-thinking dan menciptakan fokus pada pembelajaran tentang
pengguna akhir serta membuka peluang lebih besar yang bermanfaat bagi
semua pihak.

Keahlian yang terintegrasi dalam PUT dapat menciptakan
komersialisasi produk dan jasa baru seperti yang dijalankan oleh Politeknik
Ambon dan Kupang. Kolaborasi dilakukan melalui pertukaran keahlian

Bab 2 | Memaknai Peran PUT bagi Politeknik 27

dan pengembangan pasar baru untuk produk dan layanan PUT. Politeknik
Ambon dan Kupang dapat membuat perjanjian untuk membeli serta
mendistribusikan barang dan jasa yang dihasilkan oleh PUT masing-masing.
Kolaborasi kedua politeknik tersebut memberi manfaat ganda di mana
Politeknik Ambon mendapat pasar baru untuk mesin pertanian, sedangkan
Politeknik Kupang dapat menghasilkan pasar baru untuk pakan ternak.

Selain kolaborasi, kegiatan PUT juga dapat dilaksanakan melalui
bentuk kemitraan baru untuk pelatihan dan pengembangan. Peningkatan
sumber daya manusia menjadi fokus utama dalam kemitraan baru dengan
bantuan pengembang dari lembaga asing dan lembaga lokal.

1. Struktur Organisasi Pusat Unggulan Teknologi
(PUT)

Pendidikan terapan (applied education) menjadi inti dari proses
pembelajaran politeknik. Pendidikan terapan adalah pendidikan
dengan penerapan pengetahuan dan teknologi dari satu bidang
atau lebih untuk penyelesaian masalah praktis yang langsung
memengaruhi kehidupan sehari-hari. Dalam aktivitas pembelajaran
yang berlangsung, setiap politeknik diupayakan memiliki sarana dan
prasarana serta fasilitas yang memadai.

Konsekuensi dari pola pendidikan yang bersifat terapan,
mahasiswa perlu mendapatkan porsi praktik yang lebih banyak
daripada teori. Standar minimum yang biasa dipakai adalah enam
puluh persen praktik dan empat puluh persen teori. Bahkan di
beberapa politeknik, seperti Polman, porsi praktik ditingkatkan
mendekati tujuh puluh persen.

Selain ketersediaan sarana dan prasarana serta fasilitas,
mahasiswa politeknik dihadapkan dengan kasus riil yang terjadi di
dalam dunia industri. Hal ini dapat memberikan solusi terapan sesuai
kebutuhan industri. Iterasi dan perulangan semacam ini apabila terjadi
terus-menerus akan dapat membentuk keunggulan politeknik, dan
membentuk positive feedback, serta merangsang kasus industri untuk
selalu diselesaikan di dalam kampus. Iklim yang mendekati aktivitas
industri dalam proses pembelajaran menjadikan para mahasiswa
terbiasa dengan kondisi lingkungan kerja. Selain itu, kompilasi dalam
sistem manajemen pengetahuan dapat membentuk keunggulan
bukan lagi pada tingkat individu mahasiswa atau dosen, tetapi juga
berimbas pada tingkat lembaga.

28 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik

Pada dasarnya setiap politeknik memiliki struktur organisasi
kepengurusan. Struktur organisasi pada politeknik biasanya relatif
sederhana sehingga seluruh proses dalam pengambilan keputusan
dan pembuatan kebijakan tidaklah sulit dan cenderung relatif singkat.
Pada tahap awal PUT memang dikelola di bawah pengelolaan program
studi atau jurusan. Namun idealnya, organisasi pengembangan PUT
sebaiknya dilakukan oleh unit baru tertentu. Berikut adalah contoh
struktur organisasi PUT yang baik, yang berjalan di Polman Bandung.

POLITEKNIK

Gambar 2. 5 Bagan Organisasi PUT

Unit Pelayanan Masyarakat (UPM) yang merupakan unit bisnis
pada PUT. UPM merupakan unit pelayanan publik sekaligus unit yang
nantinya akan berkolaborasi dengan industri. UPM bertugas untuk
menangani semua masalah administrasi bisnis untuk PUT, membuat
quotation, faktur, perintah kerja, manajemen logistik, dan sebagainya.
Selain itu, UPM juga memiliki tugas berkomunikasi secara langsung
dengan pelanggan, koordinasi internal, membuat master schedule
bahkan juga melakukan promosi pelayanan teknologi, penelitian, dan
pengabdian. Hal tersebut dilakukan untuk efektifitas kinerja yang
baik pada PUT, karena sistem operasi PUT saat ini merupakan embrio
sistem operasi politeknik berbasis BLU di masa yang akan datang.

2. Teaching Factory

Sinkronisasi di PUT antara Competency Based Curriculum, Relevancy
and Sustainability, dan KKNI bisa berbentuk Teaching Factory, Project
Based Internship, dan Blended Action Learning. Namun, berdasarkan

Bab 2 | Memaknai Peran PUT bagi Politeknik 29

arahan dari Project Management Unit (PMU), PUT nantinya akan
difokuskan pada Teaching Factory (TF) sehingga desain PUT akan
difokuskan pada pembelajaran sistem produksi. Model pembelajaran
Teaching Factory adalah model pembelajaran yang biasa diterapkan di
sekolah kejuruan (SMK) berbasis produk atau jasa yang mengacu pada
standar dan prosedur yang berlaku di industri. Konsep dasar “factory to
Classroom” bertujuan untuk melakukan transfer lingkungan produksi
di industri secara nyata ke dalam ruang praktik belajar. Hal tersebut
sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi pengajaran
yang bisa digunakan ketika lulusan tersebut sudah berada di industri
nantinya.

Pembelajaran melalui Teaching Factory bertujuan untuk
menumbuhkembangkan karakter dan etos kerja (disiplin, tanggung
jawab, jujur, kerja sama, kepemimpinan, dan lain-lain) yang dibutuhkan
DUDI serta meningkatkan kualitas hasil pembelajaran dari sekadar
membekali kompetensi (competency based training) menuju ke
pembelajaran yang membekali kemampuan memproduksi barang/
jasa (production based training).

Pada politeknik yang membangun PUT, bagian praktik pada
kurikulum yang mengantarkan pada Teaching Factory akan disesuaikan
menjadi proses produksi atau layanan yang dibahas secara matang
oleh Kepala Program Studi di bawah pengawasan Wakil Direktur
Bidang Akademik (WD-1). Kedepannya, setiap politeknik harus
memiliki kesiapan untuk mengembangkan PUT berbasis Teaching
Factory secara efektif.

Gambar 2.6 PUT Politeknik Negeri Batam sukses mengembangkan
Teaching Factory.

Sumber: http//petabatam.com/informasi-batam/
politeknik-batam, diunduh 20 November 2018

30 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik

Salah satu contoh politeknik yang PUT-nya telah berhasil
mengembangkan Teaching Factory adalah Politeknik Negeri Batam.
Teaching Factory yang dimiliki oleh Politeknik Negeri Batam difokuskan
pada bidang keilmuan elektronik mikro yang mampu menghasilkan
produk komersial berupa IC Packaging dan PCB hingga 6 layer.
Sampai dengan saat ini, perusahaan besar seperti Philips, Polytron,
serta beberapa perusahaan lokal sudah melakukan kerja sama melalui
pemesanan PCB untuk barang-barang elektroniknya. Selain itu,
beberapa lembaga pemerintahan seperti Kemenhan dan LIPI tengah
bekerja sama dalam pembuatan satelit, juga maskapai penerbangan
seperti Garuda dan Lion Air mempercayakan aircraft maintenance-nya
kepada Teaching Factory milik Politeknik Negeri Batam.

Harapannya, di waktu yang akan datang PUT-PUT yang saat
ini sedang dikembangkan oleh politeknik-politeknik penerima dana
hibah PEDP dapat berkembang menjadi Teaching Factory yang efektif
dan menghasilkan secara ekonomi seperti yang dilakukan oleh PUT
Politeknik Negeri Batam.

Keberhasilan Teaching Factory diukur dari dua kriteria yang sangat
penting. Pertama, tingkat utilisasi peralatan yang biasa dicatat dalam
bentuk Overall Equipment Effectiveness (OEE). OEE menunjukkan
proporsi pemakaian mesin, berapa lama terpakai, dan berapa lama
menganggur. Kedua, banyaknya kontrak kerja dengan industri yang
telah dilaksanakan. Informasi ini dapat dicek dari list order yang
rencananya akan terekam dalam sistem informasi manajemen. Sistem
ini dikenal sebagai Office Handling System (OHS).

Perbedaan kultur individu pada setiap kampus membentuk
sebuah ekosistem yang unik. Pimpinan dan manajemen memiliki
sejarah yang berbeda sehingga berpengaruh terhadap karakteristik
dan sifat antarindividu. Lingkungan tempat bernaung mereka pun
berbeda-beda sesuai dengan iklim dan kondisi wilayahnya masing-
masing. Oleh sebab itu, titik awal pengembangan PUT memiliki
keunikan tersendiri pada setiap kampus dalam upaya memfokuskan
apa yang dijadikan acuan pertama, kedua, ketiga, dan selanjutnya.

PUT berperan sebagai agen perubahan dalam konteks
pengembangan politeknik menjadi kawasan yang diminati dan
berdaya guna bagi segenap elemen kampus khususnya dan masyarakat
pada umumnya. PUT diibaratkan sebagai kendaraan pengirim
melalui transformasi kelembagaan yang berlangsung dalam inovasi

Bab 2 | Memaknai Peran PUT bagi Politeknik 31

dan kewirausahaan, pembelajaran terintegrasi dengan pekerjaan
yang sebenarnya di lingkungan produksi (“pembelajaran terintegrasi
kerja” di sebuah Teaching Factory), cara-cara baru pengajaran, dan
yang penting mengembangkan produk baru yang dapat berguna di
industri dan menghasilkan pendapatan guna mendukung PUT serta
institusinya.

Dalam pelaksanaan program, terdapat fasilitas-fasilitas dari
PEDP yang dapat digunakan oleh setiap politeknik yang mendirikan
PUT. Fasilitas yang disediakan oleh PEDP tersebut dimaksudkan
untuk mendukung pengembangan PUT dalam proses pembelajaran
dan produksi di Teaching Factory. Kedepannya setiap politeknik harus
memiliki kesiapan untuk melaksanakan PUT berbasis Teaching Factory
secara efektif dan efisien.

Kelengkapan sistem yang akan dijalankan dan ketersediaan sarana
prasarana serta fasilitas memadai menjadi syarat berhasilnya suatu
program. Begitupun juga dengan PUT yang telah didirikan di beberapa
politeknik unggulan merupakan mata rantai yang tidak terpisahkan
dari pengembangan PEDP. Di masa mendatang diharapkan seluruh
politeknik yang berada dalam naungan PEDP dapat mendirikan PUT
untuk kelangsungan program-program yang telah dicanangkan.

3. Job Orders

Dalam pengembangan pendidikan berbasis Teaching Factory di
PUT Polman Bandung, misalnya Job Orders atau perintah kerja
dikelola oleh Unit Pelayanan Masyarakat (UPM). PUT nantinya akan
mendapatkan dukungan terkait substansi teknologi dari semua ahli
yang dibutuhkan dari program studi yang diperlukan, sedangkan UPM
berhak mendapatkan dukungan terkait substansi bisnis dari PUT.

Pemasaran profesional dilakukan oleh sales engineer (tenaga
penjual yang memiliki pengetahuan teknis yang tinggi) yang dikelola
secara proaktif oleh UPM dengan dukungan PUT. Semua orang berhak
mendapat job-order/proyek dari instansi lain maka dari itu PUT harus
menghasilkan produk/jasa saleable yang dapat meningkatkan kualitas
dan nilai tambah dari proses dan produk. Jika tidak ada job-order, PUT
harus tetap memiliki saleable standart product agar praktik mahasiswa
tetap berjalan. Meskipun PUT memiliki fungsi Teaching Factory, PUT
tidak akan menjadi pabrik yang akan melakukan produksi massal,
karena produksi massal tetap dilakukan oleh pabrik komersial.

32 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik

D. Key Performance Indicator PUT

Indikator Kinerja Utama atau yang disebut dengan Key Performance Indicator
(KPI) adalah variabel yang digunakan untuk menilai keberhasilan kinerja
organisasi, dalam bahasan ini adalah PUT. Indikator kerja ini diperlukan
untuk menilai tingkat pencapaian tujuan, sasaran, dan strategi. Ukuran
penilaian dapat berupa kuantitatif atau kualitatif, menyesuaikan dengan
penggambaran tingkat pencapaian tujuan atau sasaran yang ditetapkan.
(BPKP-2000).

KPI merupakan bagian dari upaya peningkatan kinerja yang akan
dilakukan dengan kapabilitas/kapasitas/keadaan PUT dan penentuan
KPI sudah dilakukan terukur dengan pertimbangan. KPI dapat dinyatakan
sebagai kombinasi dari upaya peningkatan kinerja yang akan dilakukan
dengan kapabilitas/kapasitas/keadaan PUT sehingga penentuan KPI harus
dilakukan terukur dengan mempertimbangkan kondisi PUT. Berikut adalah
42 Indikator Kerja PUT.

Gambar 2.7 Pusat Unggulan Teknologi.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti

Bab 2 | Memaknai Peran PUT bagi Politeknik 33

Tabel 2.1. Key Performance Indicators PUT

CSF OBJEKTIF KPI/ INDIKATOR

1. Keunggulan 1. Manajemen 1. Surat komitmen tersedia dan efektif
Manajerial COT dan Unit 2. Champion perubahan ditunjuk dan efektif
terkait siap Sistem COT
menerapkan 3. Sistem COT disetujui
Teaching 4. SOP COT disetujui
Factory (TF) 5. Rencana bisnis yang telah dibuat siap

dilaksanakan
6. Workshop sosialisasi COT sudah dilaksanakan
7. Satuan kerja terkait siap mendukung operasi
8. Persiapan akreditasi A bagi program study terkait

Pembelajaran Sistem TF di Kampus
9. Ketersediaan bahan pembelajaran
10. Sistem evaluasi mahasiswa dan dosen/PLP

tersedia
11. Lembaga Sertifikasi Profesi – pihak-1 tersedia

Sistem Jaringan Pembelajaran (LNS)
12. Ada MoU atau sejenisnya yang effektif
13. Web 6 Poli terhubung

Kerja sama dengan AK dan SMK
14. Ada MoU atau sejenisnya yang effektif

2. Keunggulan 2. TF mampu Kesiapan Produksi
Teknis menghasilkan 15. Ketersediaan perancang produk
produk / jasa 16. Ketersediaan instrumen analisa pekerjaan
17. Ketersediaan instrumen pembagian kerja
18. Ketersediaan bahan kerja/logistik
19. Ketersediaan perencanaan kerja
20. Ketersediaan Lembar Kerja (Jobsheet)
21. Ketersediaan Sertifikat Produk
22. Ketersediaan Sistem Kendali Mutu
23. Ketersediaan Sistem Penjaminan Mutu

M&E
24. Ketersediaan instrument M&E

Produk Standar
25. Ketersediaan module dan Lembar Kerja Produk

standar

Produk Standar
26. Kesiapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja

34 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik

CSF OBJEKTIF KPI/ INDIKATOR

3. Keunggulan 3. Infrastruktur Kesiapan Sarana Prasarana (sarpras)
Sumber COT efektif 27. Ketersediaan Sarpras TF/TUK
Daya dan efisien 28. SOP penggunaan Sarpras tersedia
29. Ketersediaan Sertifikasi
4. Sumber daya 30. Ketersediaan Sistem Pemeliharaan
COT dapat 31. Ketersediaan bahan untuk barang dan jasa
melaksanakan Ketersediaan SDM yang diperlukan untuk
program COT Pembelajaran TF
dengan baik 32. Ketersediaan SDM

Ketersediaan Keunggulan Mutu (Quality Excellent-
QE)
33. Kebijakan Mutu COT
34. Sasaran Mutu COT
35. Organisasi COT
36. Staf
37. Order Handling System (OHS)
38. Overall Equipment Effectiveness (OEE)
39. Tersedia sistem evaluasi dan penghargaan

(reward)

4. Relevansi 5. Kompetensi Kolaborasi pengadaan produk/jasa
dengan lulusan 40. Satu produk terjual
masyarakat relevan dan 41. Satu jasa terjual
dan berkelanjutan Umpan balik
Kolaborasi sesuai dengan 42. Tersedia sistem umpan balik dari industri untuk
dengan kebutuhan
Industri pemangku kurikulum
kepentingan
luar

E. Sektor Prioritas Peminatan dan Program Studi
Politeknik yang Membangun PUT

Salah satu target besar yang ingin dicapai oleh PEDP adalah terbentuknya
Pusat Unggulan Teknologi/Centre of Technology oleh setiap politeknik
yang mendapatkan dana hibah dari PEDP. Terbentuknya PUT pada setiap
politeknik dirancang agar sesuai dengan sektor prioritas peminatan dan
program studi di politeknik tersebut. Adapun sektor-sektor yang difokuskan
adalah sektor manufaktur, infrastruktur, pariwisata, pertambangan, dan
agroindustri. Berikut ini daftar politeknik-politeknik beserta PUT yang
dibentuknya.


Click to View FlipBook Version