Bab 4 | Menjawab Problem Dunia Kerja 85
Gambar 4.6 Sinergi Peralatan dan SDM.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
B. Hubungan yang Erat dengan Industri
Cooperative 3-2-1 based education berarti Polman Bandung bermitra dengan
industri untuk melaksanakan pendidikan D3 vokasi dengan 3 semester
pertama (semester 1, 2, dan 3) program pendidikan dasar yang dilaksanakan
di kampus Polman Bandung, 2 semester kedua (semester 4 dan 5 ) disebut
Program Praktik Industri yang diselenggarakan langsung di lapangan, dan
1 semester terakhir program pemantapan yang kembali dilaksanakan di
kampus Polman Bandung.
Melalui pendekatan ini mahasiswa akan mendapatkan keuntungan
berupa pengalaman untuk melatih keterampilan yang secara nyata
diperlukan oleh industri. Di lain pihak dengan adanya industri ini,
Polman Bandung akan dapat mengevaluasi program pendidikannya agar
menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan
industri terkini. Dengan kegiatan magang industri selama 1 (satu) tahun
penuh mahasiswa akan mendapatkan pengalaman kerja nyata dalam
rangka membangun pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja. Di sisi lain
kegiatan magang industri selama 1 (satu) tahun tersebut dapat memberikan
masukan informasi bagi Polman Bandung tentang tingkat teknologi yang
diterapkan industri saat ini, di samping juga dapat membantu pihak industri
dalam mengisi posisi kerja pada level teknis ahli. Lebih dari 100 industri
selama 10 tahun terakhir ini telah berperan dalam kegiatan magang industri
ini dengan kecenderungan yang selalu meningkat.
86 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
C. Sistem Manajemen yang Mapan
Sejak tahun 2002, seluruh program studi yang diselenggarakan Polman
Bandung memperoleh nilai akreditasi “A” dari Badan Akreditasi Nasional
Pendidikan Tinggi (BAN-PT) Departemen Pendidikan Nasional. Sertifikat
ISO 9001-2000 bagi Polman Bandung merupakan Sertifikat ISO pertama
yang diberikan kepada perguruan tinggi negeri di Indonesia dan sekarang
menjadi Sertifikat ISO 9001-2015. Hal ini menegaskan usaha keras Polman
Bandung untuk terus berada di garis depan dalam mengembangkan dan
meningkatkan mutu pendidikan nasional guna menghasilkan sumber daya
manusia yang kompeten, cerdas, disiplin, dan profesional.
Pada tahun 2002 Polman Bandung terpilih sebagai salah satu pusat
dari 5 (lima) pusat dalam program Indonesia German Institut (IGI) yang
membina 4 (empat) institusi, yaitu P3TKINM, BLKI Serang, STT Tekstil, dan
SMKN 6. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kompetensi
dan produktivitas industri kecil menengah.
Gambar 4.7 Polman Bandung menyelenggarakan pembelajaran berorientasi praktik.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
Bab 4 | Menjawab Problem Dunia Kerja 87
Gambar 4.8 Pembelajaran berorientasi praktik.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
D. Melibatkan Dosen, Mahasiswa, dan Teknisi
dalam Konsultansi
Untuk meningkatkan peran dalam aplikasi teknologi bagi industri kecil,
Polman Bandung menjalin kerja sama dengan Yayasan Indonesia Baru di
Ceper, Klaten, yang bertujuan untuk memperkuat industri kecil menengah
pengecoran logam di Ceper. Pada tahun ajaran 2003/2004, tepatnya bulan
September 2003, didirikanlah Politeknik Manufaktur Ceper, Solo.
Kerja sama di bidang pendidikan semakin memperkuat posisi
Polman Bandung sebagai pionir pendidikan tinggi politeknik. Pada tahun
1985 Polman Bandung dipercaya oleh PT INCO-Sumitomo Sarwoko,
Sulawesi Selatan, untuk mengembangkan INCO-Sumitomo Training
Centre yang saat ini telah menjadi Akademi Teknik Sarwoko. Begitu pula
pada tahun 1995, PT TIMAH, Pulau Bangka, menunjuk Polman Bandung
untuk mengembangkan Politeknik Manufaktur Timah. Dan pada awal
tahun 2009, Polman Bandung kembali mendapat kepercayaan sebagai
konsultan perencana pada pendirian politeknik. Dalam melakukan praktik
konsultansi, Polman Bandung melibatkan tidak hanya tenaga dosen, tetapi
juga mahasiswa dan teknisi.
88 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
E. Inovasi Tiada Henti
Kegiatan penelitian dilakukan untuk mempertajam dan meningkatkan
kemampuan Polman Bandung dalam pengembangan penerapan teknologi
manufaktur, sementara kegiatan pengabdian kepada masyarakat menjadi
ajang penerapan teknologi yang sudah dikuasai untuk menjawab persoalan-
persoalan teknologi yang ada dimasyarakat dan industri.
Bentuk kedua kegiatan tersebut yang sudah terjalin, di antaranya:
1. Pengembangan Mobile River Water Treatment (M-RWT), kaji
eksperimental pada prototipe Mobile Water Treatment RWT-01
untuk mitigasi bencana.
2. Pembuatan pressing tool untuk komponen otomotif (Plate Side
Member FR RH/LH, Support Clutch Pedal, dan Cover Disk Brake
Dust) di PT NTC.
Gambar 4.9 Inovasi tiada henti.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
Bab 4 | Menjawab Problem Dunia Kerja 89
Gambar 4.10 Pembuatan API 682/23 test plan untuk mechanical seal.
Sumber Foto: PUT Polman Bandung
3. Pengembangan produk Steel Casting Cam Sprocket pada alat berat
ekskavator batu bara sebagai produk substitusi di PT Bukit Asam.
4. Pengembangan produk Steel Casting Track Link pada alat berat
excavator batu bara sebagai produk substitusi di PT Bukit Asam.
5. Pengembangan produk Steel Casting Diafragma pada mesin industri
semen di PT Semen Padang.
6. Perancangan mesin dan komponen untuk PT CCSI (Communication
Cable System Indonesia).
7. Pengembangan roda kereta api dengan BPPT.
8. Pengembangan turbin dan kontrol generator untuk pembangkitan
listrik atas bantuan dari Medco Energy.
9. Perbaikan sistem produksi dan evaluasi pemesinan untuk produk
spiral wound gasket di PT Jeil Fajar Indonesia.
10. Pembuatan Gel Line Automation di PT. Johnson & Son.
11. Rekayasa dan pengembangan Gio-Traktor dan Water Treatment
Modular di SMK SMTI Pontianak.
90 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
12. Konsultansi dan rekayasa otomasi proses cutting length untuk Bar Mill
di PT Krakatau Wajatama.
13. Pengembangan proses quenching untuk Bar Mill di PT Krakatau
Wajatama.
14. Pembuatan API 682/23 test plan untuk mechanical seal dari PT. Trigraha
Sealisindo.
F. Pengelolaan Hak Atas Kekayaan Intelektual
Sentra HaKI Polman Bandung didirikan atas dorongan Ristekdikti guna
melindungi karya-karya hasil penelitian dari para akademisi dan praktisi
yang dipergunakan oleh industri tetapi tidak mendapatkan perlindungan
yang memadai. Sehingga, bukti-bukti karya profesional staf seringkali tidak
dapat diperlihatkan secara ilmiah yang berdampak pada terhambatnya
pengakuan jabatan fungsional staf. Renstra Dikti 2003-2010 dengan
paradigma barunya juga telah menginspirasi Polman Bandung untuk
segera memberikan perlindungan terhadap karya-karya institusi sebagai
barometer pengukuran kinerja perguruan tinggi. Sentra HaKI Polman
Bandung secara informal telah dibentuk pada tahun 2004, dengan program
memberikan pendidikan HaKI kepada mahasiswa melalui pendalaman mata
kuliah bidang Pengembangan Sistem Manufaktur, Konsep Teknologi, dan
Kewirausahaan. Wadah ini akhirnya secara formal terwujud pada tanggal
30 Oktober 2007, dengan Surat Keputusan Direktur tentang Pendirian
Sentra HaKI Polman Bandung Nomor 2/N10.1.14/KEP/LL/10.2007.
1. Bimbingan Pengembangan Produk
Sentra HaKI Polman Bandung memberikan pelayanan bimbingan
pengembangan produk dengan sarana dan prasarana desain
yang canggih, perangkat lunak analisis yang mutakhir, peralatan
laboratorium logam, serta laboratorium sistem kendali yang handal.
2. Konsultasi Drafting HaKI
Sentra HaKI Polman Bandung memberikan jasa pendampingan
penyusunan drafting HaKI dengan menelusuri paten, merek, desain
industri, dan hak cipta untuk memberikan gambaran keberhasilan
pengajuan HaKI di Indonesia atau negara-negara lain sebagai target
pemasaran karya intelektual pemohon.
Bab 4 | Menjawab Problem Dunia Kerja 91
3. Komersialisasi HaKI
Sentra HaKI Polman Bandung selalu mengembangkan jaringan
informasi dan kemitraan untuk menemukan para investor terhadap
HaKI yang dititipkannya. Komersialisasi HaKI merupakan target Sentra
HaKI Polman Bandung dalam operasinya melayani para inventor dan
investor.
4. Skema Pembiayaan
Sentra HaKI Polman Bandung memiliki akses terhadap berbagai
jenis pendanaan. Pendanaan daripemerintah, pendanaan dari Sentra
HaKI Polman Bandung, dan pendanaan dari masyarakat. Pendanaan
pemerintah bersumber dari pemerintah termasuk Departemen
Teknis dan Insentif HaKI Non-Departemen. Pendanaan Sentra HaKI
Polman Bandung disiapkan dari anggaran Sentra HaKI yang berasal
dari penerimaan Sentra HaKI Polman Bandung. Besarnya anggaran ini
Gambar 4.11 Praktik kerja secara tim.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
92 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
ditentukan dalam rapat pimpinan Polman Bandung dan mekanisme
kontrol budget internal. Pendanaan masyarakat termasuk insentif
yang diberikan perusahaan besar untuk membina usaha-usaha di
bawahnya serta donatur/investor umum yang memiliki kepedulian
dalam memajukan karya-karya nasional.
5. Cara Sentra HaKI Bekerja
Sentra HKI Polman Bandung mempunyai program rutin yaitu program
pendidikan HaKI, secara terjadwal masyarakat umum dan sivitas
akademika dapat mengakses program ini mulai tahun 2008 dengan
biaya yang sangat terjangkau.
G. Sistem Penjaminan Mutu
Politeknik Manufaktur Negeri Bandung sebagai pelopor pendidikan tinggi
terapan di Indonesia selalu berusaha meningkatan kualitas pendidikan,
yang tertuang dalam visi, misi, serta tujuan Politeknik Manufaktur Negeri
Bandung. Untuk mencapai visi, misi, dan tujuan tersebut, sebagai bentuk
dari pelayanan Tri Dharma perguruan tinggi yang berkualitas, profesional,
serta kompetitif, diperlukan ketersediaan standar mutu yang mampu
mengakomodasi stakeholders baik dari kalangan profesi, pengguna lulusan,
ataupun masyarakat umum. Oleh karenanya, Politeknik Manufaktur
Negeri Bandung menetapkan standar isi yang akan menjadi tolok ukur
bagi Pimpinan Politeknik Manufaktur Negeri Bandung, Pimpinan Jurusan,
Pimpinan Program Studi, maupun dosen.
Penjaminan mutu merupakan suatu proses yang memastikan bahwa
semua karakteristik dan kinerja sesuai dengan standar/harapan/persyaratan
melalui dokumen akademik, dokumen mutu, dan audit/evaluasi. Secara
umum, pengertian penjaminan mutu (quality assurance) pendidikan tinggi
adalah:
1. Proses penetapan dan pemenuhan standar mutu pendidikan secara
konsisten dan berkelanjutan sehingga pelanggan memperoleh
kepuasan.
2. Proses untuk menjamin agar mutu lulusan sesuai dengan kompetensi
yang ditetapkan/dijanjikan, sehingga mutu dapat dipertahankan
secara konsisten dan ditingkatkan secara berkelanjutan.
Bab 4 | Menjawab Problem Dunia Kerja 93
Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) bertujuan antara lain:
1. Menjamin tercapainya tujuan pendidikan tinggi dalam mencerdaskan
kehidupan bangsa, memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi
dengan menerapkan nilai humaniora serta pembudayaan dan
pemberdayaan bangsa Indonesia yang berkelanjutan.
2. Menjamin agar pembelajaran pada program studi, penelitian, dan
pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Polman
Bandung mencapai mutu sesuai dengan kriteria yang ditetapkan
dalam Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
3. Mendorong agar mutu pembelajaran, penelitian, dan pengabdian
kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Polman Bandung
dapat melampaui kriteria yang ditetapkan dalam Standar Nasional
Pendidikan Tinggi secara berkelanjutan
4. Kebijakan Mutu adalah naskah/dokumen/buku yang berisi definisi,
konsep, tujuan, strategi dan berbagai standar mutu.
5. Pedoman Mutu adalah naskah/dokumen/buku yang berisi mekanisme
perencanaan, penerapan, pengendalian, dan pengembangan atau
peningkatan standar mutu, pedoman atau petunjuk/intruksi kerja bagi
pemangku kepentingan internal yang harus menjalankan mekanisme
tersebut.
6. Standar Mutu adalah naskah/dokumen/buku yang berisi minimum 8
(delapan) standar mutu khusus bagi pendidikan tinggi sebagaimana
diatur dalam PP No. 19 Tahun 2005 tentang SNP.
7. Dokumen Formulir Mutu adalah naskah/dokumen/buku yang
berisi berbagai formulir yang berfungsi sebagai instrumen untuk
merencanakan, menerapkan, mengendalikan, dan mengembangkan
standar mutu. Formulir yang telah diisi disebut sebagai rekaman mutu
yang berfungsi sebagai bukti pelaksanaan kegiatan.
H. PUT sebagai Pusat Pelayanan Teknologi
Pusat Unggulan Teknologi (PUT) yang ada di Politeknik Manufaktur
Negeri Bandung memiliki area fokus pada peralatan transportasi.
Polman Bandung mengembangkan teknologi gearbox untuk utility
vehicle atau kendaraan serbaguna. Selain itu, PUT Polman Bandung
juga menyasar alat angkut, baik untuk barang ataupun manusia.
Gearbox adalah produk unggulan untuk kendaraan serbaguna yang bisa
94 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
dimanfaatkan mengangkut orang di pedesaan atau perkebunan. Gearbox
atau teknologi yang dibuat di PUT Polman Bandung menekankan pada
teknologi murah dan ramah lingkungan.
Tujuan PUT Polman Bandung membangun PUT adalah agar
memberikan kontribusi aktif dalam menyiapkan SDM yang memiliki
kompetensi unggul dalam penerapan teknologi industri manufaktur alat
angkut. Karya-karya teknologi inovatif juga menjadi produk unggulan yang
mendukung pengembangan industri manufaktur alat angkut sebagai salah
satu sektor industri strategis.
Sejauh ini, langkah strategis yang telah dilakukan Polman Bandung
sudah dalam tahap membuat desain, menyiapkan mesin produksinya,
dan pembuatan prototipe gearbox, sudah menyiapkan targetnya adalah
menguasai teknologi pembuatan gearbox dan punya dokumen enginering.
Targetnya, produk unggulan tersebut bisa ditawarkan ke pihak-pihak yang
tertarik untuk membuatnya menjadi produk massal.
Untuk pengembangan selanjutnya, Polman Bandung memiliki Unit
Pelayanan Masyarakat (UPM). Fokusnya, menarik industri ke dalam
Gambar 4.12 PUT sebagai sentra layanan teknologi.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
Bab 4 | Menjawab Problem Dunia Kerja 95
Gambar 4.13 Proses desain dan pengujian di Lab.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
96 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
institusi. Dosen berlaku seperti perencana, sementara pelaksananya bisa
tenaga pendidikan ataupun mahasiswa. Tergantung tingkat kesulitan yang
dikerjakan.
Dampaknya memang penting untuk peningkatan kualitas lulusan.
Apalagi tantangannya sekarang sudah berupa rapid dan efisiensi. Kualitas
produk harus terpenuhi, tapi dipercepat waktunya. Jadi, rapid atau cepat
sudah menjadi tren selanjutnya di bidang teknologi manufaktur.
Selain pembuatan gearbox, banyak juga pesanan pembuatan proyek
lain dari pihak industri. Pada tahun 2017 lalu ada sekitar 300-an order yang
diterima Polman Bandung dari industri. Jumlah tersebut adalah order baru
bukan pesanan ulang.
BAB 5
ALIH
TEKNOLOGI
BUKAN
ANGAN-ANGAN
98 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
Gambar 5.1 Kampus Polban..
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
Bab 5 | Alih Teknologi Bukan Angan-Angan 99
Pusat Unggulan Teknologi Infrastruktur (PUTI) bernaung di bawah Jurusan
Teknik Sipil Politeknik Negeri Bandung. Jurusan Teknik Sipil merupakan salah
satu dari empat jurusan yang pertama kali ada sejak berdirinya Polban pada tahun
1982. Pada waktu itu Polban masih bernama Politeknik ITB, karena berada dalam
naungan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang membuka program pendidikan
diploma (tiga tahun) dalam bidang teknik/rekayasa. Dalam perkembangannya,
sejak tahun akademik 2006/2007, Politeknik Negeri Bandung mengembangkan
program pendidikan sarjana terapan, salah satunya dengan membuka program
studi D4 Perancangan Jalan dan Jembatan (Jurusan Teknik Sipil).
Tujuan utama PUTI adalah untuk menjadi pusat pengembangan penelitian
terapan mutakhir, serta sebagai pusat layanan konsultasi teknologi dan
pelatihan di bidang infrastruktur jalan. Visi yang diemban PUTI adalah “menjadi
pusat unggulan teknologi infrastruktur yang inovatif sesuai dengan kebutuhan
masyarakat dan industri, serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan”
yang diterjemahkan menjadi misi “mengembangkan ilmu pengetahuan dan
teknologi infrastruktur jalan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Sejalan
dengan visi menjadi pusat unggulan, PUTI membentuk tim di bidang perbaikan
dan pemeliharaan jalan, teknologi konstruksi, dan pengendalian kualitas bahan
perkerasan. Setiap area fokus dikelola oleh koordinator yang ahli di bidangnya.
PUTI diharapkan dapat memberikan kontribusi baik di tingkat lokal, nasional,
maupun secara regional, dalam rangka pengembangan infrastruktur jalan ramah
lingkungan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Dalam perkembangannya bidang
yang diprioritaskan meliputi perbaikan dan pemeliharaan jalan, teknologi
konstruksi, dan pengendalian kualitas bahan perkerasan.
A. Inovasi Pengembangan Infrastruktur Jalan
Ramah Lingkungan
Secara khusus, PUTI akan bekerja untuk mencapai tujuan strategis yaitu
pengembangan infrastruktur jalan ‘hijau’. Infrastruktur hijau dan area
terbuka hijau yang dirancang dengan baik dan kreatif menawarkan banyak
manfaat dan dapat mendukung banyak agenda atau perencanaan dengan
membantu mengembangkan masyarakat dan menjaga area-area yang
berkelanjutan, menarik perhatian masyarakat dan juga mendatangkan
bisnis, mendukung gaya hidup sehat dan mendorong terciptanya perilaku
masyarakat yang berkontribusi terhadap lingkungan, ekonomi, dan
kehidupan sosial.
100 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
Peralatan yang didapatkan dari PEDP benar-benar dirasakan
manfaatnya. Jumlah peralatannya cukup banyak, karena saat pengajuan
semua peralatan terkait dengan infrastruktur jalan, mulai dari material, layer-
layer dari yang bawah sampai ke atas. Namun dalam praktiknya, sebagian
dari peralatan memang difokuskan untuk ditempatkan di laboratorium,
sebagai sarana pembelajaran. Apabila dalam perkembangannya, teknologi
tersebut menarik minat industri, itu menjadi manfaat tambahan yang
dapat diberikan oleh Polban.
Pola fikirnya adalah, sebagai politeknik diharapkan dapat menciptakan
inovasi terlebih dahulu, baru setelah mewujud menjadi produk dapat
didiseminasikan kepada industri secara lebih luas.
Inovasi yang dikembangkan masih berjalan tahapannya, dan
diharapkan pada tahun 2019 telah dapat menghasilkan green road. Semua
aspek yang ada kaitannya dengan green road dikembangkan sampai tahun
2019. Aspek green yang dimaksudkan adalah jalan ramah lingkungan, yang
dimulai dari permodelan ilmu material, lalu dimonitor dari sisi material layer
permukaan jalan. Layer permukaan jalan telah dikembangkan pada skala
laboratorium, dan siap untuk dikembangkan secara skala lapangan. Dalam
pengujian skala lab dipergunakan peralatan dari PEDP. Selanjutnya akan
Gambar 5.2 Alat Pile Integrity Test.
Sumber: PUT Polban
Bab 5 | Alih Teknologi Bukan Angan-Angan 101
Gambar 5.3 Alat Uji Titik Lembek Aspal.
Sumber: PUT Polban
Gambar 5.4 Alat Pemadat Marshall Otomatis. Gambar 5.5 Alat Uji Permeabilitas.
Sumber: PUT Polban Sumber: PUT Polban
102 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
dilakukan pengembangan ke lapisan tanah basah. Diharapkan pada tahun
2019, permodelan lapangan telah selesai dan dapat ditawarkan kepada
industri dan mitra-mitra lain, seperti pemerintah daerah.
Konsep green road infrastucture adalah membuat jalan yang tidak
tergenang air karena sifat bahan yang dipakai berongga (porous pavement).
Riset yang dilakukan adalah permodelan beton porous. Sedangkan untuk
lapisan-lapisan di bawahnya masih mengikuti standar-standar yang umum,
dan belum menghasilkan inovasi-inovasi lain.
Selain sisi material beton permeable pavement yang berfokus pada
porous pavement, surface, dan subsurface materials pada tahun 2017 lingkup
penelitian diperluas pada aspek storm water management dan environment.
Cita-cita riset ini adalah membantu mengatasi daerah-daerah urban yang
makin padat dan tidak lagi mempunyai green space yang cukup. Daerah
urban seperti Bandung, yang sebagian wilayahnya masih sering tergenang
banjir, diharapkan tetap dapat mengelola fungsi-fungsi ruang terbuka
hijaunya dengan menggunakan pendekatan teknologi. Dengan adanya
teknologi green road ini akan mampu membantu pengelolaan lingkungan,
yang pada gilirannya secara ekonomi akan membantu daerah, karena
saat banjir ekonomi daerah juga akan ikut terganggu. Manfaat lainnya
dari sistem teknologi ini adalah, air akan mengalir kembali ke tanah
sehingga dapat menjaga permukaan air tanah. Pengembangan teknologi
ini dikerjasamakan dengan salah satu mitra industri (PT Kuisangkan)
yang merupakan penghasil produk-produk beton impermeable. Produk
yang permeable secara fisik kurang menarik, namun secara fungsi sangat
bermanfaat. Karena itu sedang diupayakan cara untuk memberi tampilan
fisik yang menarik, dan pada saat yang bersamaan mempunyai nilai jual
yang ekonomis.
Tantangan Kota Bandung relatif unik, karena space yang tersisa tidak
lagi banyak memberikan alternatif pemecahan. Untuk daerah Selatan
Bandung, sisa ruang terbuka sudah sangat terbatas, jalannya pun kecil-kecil,
sehingga area pengembangannya tidak luas. Lebih mudah untuk mendesain
lahan baru, seperti Kota Baru Parahyangan, yang masih mempunyai lahan
yang sangat luas, sehingga dapat ditata dari awal. Isu keterbatasan lahan
inilah yang kemudian memunculkan ide-ide seperti yang disebutkan di atas.
Untuk menambah nilai ramah lingkungannya, material green road
dibuat dari material limbah sebagai pengganti semen yang berasal dari
limbah fly ash. Fly ash adalah limbah PLTU yang memakai bahan bakar
batu bara. Sisa debu-debu kecil yang tersisa dapat dibuat bata. Ada
Bab 5 | Alih Teknologi Bukan Angan-Angan 103
pula bahan dari limbah pabrik alumina. PLTU yang saat ini bekerja sama
ditampung limbahnya adalah PLTU Suryalaya di Merak, Banten. Banyak
sekali ketersediaan bahan baku tersebut, bahkan mereka kesulitan untuk
membuangnya. Sehingga untuk sementara ini bahan tersebut didapatkan
secara cuma-cuma. Green road infrastructure dari sisi produknya porous,
dan berbahan baku dari bahan limbah atau recycled.
Pengembangan lain adalah aspek desain, mulai dari lebar jalan dan
jarak pandang. Pada tahun 2019 baru akan ada pengembangan lampu
penerangan jalan. Dari pengalaman waktu pengembangan produk cukup
lama. Ada banyak tahapan yang harus dilalui, dan perlu dilakukan diskusi
dengan pihak industri untuk mengetahu aspek ekonomis pemanfaatannya.
Dari sisi PUTI, pekerjaan ini lebih merupakan bagian dari pengabdian
masyarakat. Dari sisi HAKI nya, pada tahun 2017 telah dilakukan pengajuan
hak intelektual untuk material yang digunakan.
Gambar 5.6 Praktik mahasiswa Polban.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
104 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
B. Pengembangan Kerja Sama Internasional
Kerja sama-kerja sama internasional telah banyak dilakukan sejak awal
proyek. Salah satunya adalah dengan VTT Research Centre. VTT merupakan
pusat riset milik pemerintah Finlandia yang mengembangkan storm water
management untuk negara mereka. Namun tentu kondisinya berbeda
dengan di Indonesia. VTT Research Centre lebih fokus karena memiliki 4
musim. Beberapa aspek yang diperhatikan kondisi saat musim dingin, dan
perubahan yang terjadi terhadap materialnya. Di Indonesia kondisi tersebut
tidak ada. Itulah sudut pandang yang berbeda dari VTT Research Centre
dengan kita, sehingga perlu dilihat dari sisi yang berbeda. Saat ini kerja
sama dengan VTT telah diikat dengan MOU. Kerja sama yang dilakukan
tidak hanya sebatas pengajaran tetapi juga kegiatan simposium.
Selain dengan VTT, untuk green infrastructure dilakukan kerja sama
dengan Pusan National University, Korea. Setelah selesai pengujian di
lapangan barulah akan didiskusikan pengembangan lebih lanjut, termasuk
pengaturan HAKI-nya. Namun terkait HAKI agaknya tidak terlalu merisaukan
karena aspek yang diteliti adalah aspek struktural, sehingga pasti dari sisi
Gambar 5.7 Penandatanganan MoU sebagai Authorized Training Centre Tekla.
Sumber: PUT Polban
Bab 5 | Alih Teknologi Bukan Angan-Angan 105
desain sangat berbeda. Mereka tidak mengembangkan material, mereka
hanya mengambil produk-produk setempat, itulah yang mereka uji. Lain
halnya dengan Polban yang membuat dan mengembangkan material.
C. Sinergi dengan Politeknik Negeri Bali
Polban juga tengah mengembangan kerja sama dengan Politeknik Negeri
Bali (PNB) sebagai bentuk kemitraan dengan politeknik lain berupa
pengembangan produk yang sifatnya lintas disiplin. Pada awalnya akan
diadakan joint research penerapan apa yang kita kembangkan sendiri lalu
diaplikasikan di Desa Pingit di Bali. Desa tersebut merupakan desa binaan
PNB.
Untuk kerja sama dengan industri dalam negeri, PUTI Polban juga
bekerja sama dengan PT Semen Indonesia dan PT Holcim yang telah
memproduksi beton porous. Masing-masing produsen mempunyai ramuan
sendiri. Holcim menggunakan beton monolit, yang berbeda dengan beton
paving yang dikembangkan PUTI. Produk Holcim cukup laris dan sempat
dipakai di Gelora Bung Karno (GBK) untuk pelaksanaan Asian Games yang
baru lalu.
Kerja sama swasta lainnya adalah dengan pihak Amberhouse dengan
target dapat melaksanakan produksi. Geosystem juga membantu Polban
untuk mendukung tahap pengembangan, dalam bentuk bantuan in-kind
dalam bentuk material seperti material geotextile.
D. Polban Berfokus Menghasilkan SDM Berkualitas
Polban lebih berfokus pada upaya menghasilkan sumber daya manusia
terampil berkualitas dan pengembangan applied rieserach centre. Berbeda
dengan Polman Bandung, misalnya, yang lebih berorientasi kepada layanan
jasa teknologi dan pembuatan prototipe produk, PUTI Polban lebih
berfokus pada pengembangan sumber daya manusia dengan memfasilitasi
pelatihan-pelatihan. Hasil pelatihan ditularkan kepada mahasiswa dalam
bentuk pembelajaran, dan dapat pula ditawarkan kepada masyarakat atau
industri dalam bentuk pelatihan lagi.
Dari sisi lulusan, kualitas alumni Polban telah teruji dari waktu ke
waktu. Alumni Polban nyaris tidak mempunyai waktu tunggu untuk
mendapatkan pekerjaan, bahkan banyak mahasiswa yang sebelum wisuda
sudah diinden untuk bekerja. Artinya, semua lulusan terserap oleh dunia
usaha dan dunia industri.
106 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
E. Software Tekla yang Diperkenalkan oleh Alumni
Salah satu pelatihan ToT yang dapat dianggap berhasil adalah pelatihan
aplikasi perangkat lunak Tekla. Awalnya Polban hanya mengikuti pelatihan,
namun sekarang telah menjadi pusat pelatihannya. Saat ini sudah
termanfaatkan oleh mahasiswa maupun oleh pihak luar.
Gambar 5.8 Sertifikasi Tekla.
Sumber: PUT Polban
Gambar 5.9 Sertifikasi Tekla.
Sumber: PUT Polban
Bab 5 | Alih Teknologi Bukan Angan-Angan 107
Polban membeli software Tekla dengan proses proyek melalui jalur
alumninya yang telah bekerja pada vendor penyedia, dan tentunya harus
disertai pelatihan dan itu kemudian yang dikembangkan lagi koleh Polban
kepada mahasiswanya dan orang lain. Tekla merupakan software yang
dipakai di dunia konstruksi, umumnya oleh konsultan-konsultan struktur.
Saat ini, sebagian besar konsultan struktur menggunakan BIM (Building
Integrated Modeling), dan salah satu software BIM yang paling luas
digunakan adalah Tekla. Apabila mahasiswa Polban mempunyai sertifikasi
Tekla, yang dalam hal ini diotorisasi oleh Singapura, akan ada nilai lebih bagi
mahasiswa Polban tersebut untuk melamar ke perusahaan di Singapura.
Polban lebih menawarkan desain, jadi bentuknya lebih ke arah jasa.
Berbeda dengan Polman Bandung, misalnya yang mampu menawarkan
desain sampai menjadi prototipe. Untuk kasus Tekla misalnya, PUTI
Polban telah berhasil melatih puluhan orang, yang tidak hanya terbatas
pada mahasiswa, tetapi juga dari peserta umum.
Gambar 5.10 Sertifikasi Tekla.
Sumber: PUT Polban
108 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
Gambar 5.11 Sertifikasi Tekla.
Sumber: PUT Polban
Gambar 5. 12 Tim Instruktur Sertifikasi Tekla.
Sumber: PUT Polban
Sumber: PUT Polban
BAB 6
ALUMNI ADALAH ASET
110 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
Gambar 6.1 Kampus PPNS.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
PPNS adalah politeknik negeri satu-satunya yang bergerak di bidang pendidikan
vokasional perkapalan dan berorientasi pada marine manufacture. Tidak hanya
PENS, ternyata PPNS juga merupakan pecahan dari ITS. Gedung PPNS
berdampingan dengan gedung PENS dan masih berada satu kompleks dengan
ITS.
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) merupakan perguruan
tinggi penyelenggara pendidikan vokasi bidang perkapalan dan teknologi
penunjangnya. Sejarah berdirinya Politeknik Perkapalan adalah adanya
Program Nongelar PAT (Pendidikan Ahli Teknik) ITS Jurusan Teknik Perkapalan
111Bab 6 | Alumni adalah Aset
tahun 1979. Namun, karena perubahan struktur organisasi yang berlaku bagi
univerisitas/institut sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 5 Tahun 1980,
Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1981 dan Keputusan Presiden No.58
Tahun 1982 mengakibatkan program-program nongelar tadi pada tahun 1982
dikelompokkan menjadi Fakultas Nongelar Teknologi, yang di dalamnya memiliki
Jurusan Teknik Perkapalan.
Saat itu beberapa politeknik telah berdiri dan ternyata mendapatkan
respon yang baik dari masyarakat. Melihat hal itu, maka melalui program “loan
agreement” dengan World Bank tahun 1986, pemerintah melalui Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi menawarkan pembukaan politeknik baru di ITS.
Rektor ITS saat itu menerima tawaran tersebut dan tahun 1982 secara resmi
berdirilah Politeknik Perkapalan Surabaya-ITS, dengan nama Politeknik
Perkapalan Surabaya FNGT-ITS. Jika PENS mendapatkan hibah dari JICA, maka
PPNS mendapat hibah dari Pemerintah Jerman Barat melalui Gesellschaft fϋr
Technische Zusammenarbeit (GTZ) yang dialokasikan untuk pengembangan
Sumber Daya Manusia (SDM), melengkapi peralatan laboratorium yang ada,
dan technical assistance. Perjalanan panjang ditempuh oleh PPNS. Sebelumnya
politeknik ini pernah berganti nama menjadi Politeknik Perkapalan Surabaya,
kemudian diubah menjadi Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya. Dan pada
tahun 2014 Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya secara resmi dinyatakan
sebagai perguruan tinggi yang mandiri dan merupakan satu-satunya politeknik
negeri yang membidangi perkapalan.
Sebagai satu-satunya politeknik yang fokus membidangi perkapalan, PPNS
merasa PPNS merasa ketersediaan dan kecukupan sumber daya manusia yang
terampil di bidang maritim di Indonesia masih sangat rendah, terutama untuk
mengisi berbagai posisi di bidang pembuatan kapal.
Saat ini PPNS merupakan satu-satunya politeknik yang berfokus
pada teknologi pembuatan dan pembangunan kapal, kelistrikan kapal, dan
permesinan kapal. PPNS memiliki komitmen tinggi untuk mewujudkan fungsi
dan peran dalam penyediaan sumber daya manusia dan aplikasi teknologi
riset yang berkualitas di bidang maritim. Penerapan teknologi maritim dalam
lingkup lokal dan nasional telah dijalankan melalui implementasi riset terapan
dan pelayanan kepada masyarakat. PPNS merasa bahwa potensi sungai, laut,
dan danau di berbagai daerah di Indonesia dapat dikembangkan menjadi
pusat kegiatan ekonomi, serta transportasi air yang nyaman dan murah. Hal
tersebut nantinya akan bermanfaat bagi masyarakat karena masyarakat dapat
memperoleh kebutuhan dengan mudah, ekonomi dapat tumbuh dengan cepat
didorong oleh dinamika dan kreativitas PPNS dalam menciptakan inovasi
teknologi kemaritiman.
112 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
Berdasarkan hal tersebut di atas, PPNS menuangkannya dalam visi
“Menjadi politeknik unggul bereputasi global”. Berbagai misi PPNS siapkan guna
mewujudkan visi tersebut, antar lain:
• Melaksanakan program pendidikan vokasi dan penelitian terapan di
bidang teknologi kemaritiman, teknologi penunjang kemaritiman, serta
teknik keselamatan & kesehatan kerja (professionalism-sustainability).
• Berperan dalam kegiatan kemasyarakatan secara aktif dan produktif,
untuk mengembangkan teknologi kemaritiman, teknologi penunjang
kemaritiman, serta teknik keselamatan dan kesehatan kerja (good
governance-professionalism).
• Membangun masyarakat akademis berkualitas yang mampu
berkompetisi secara global (sustainability-professionalism).
• Membentuk jejaring kerja dengan sektor industri kemaritiman serta
berbagai institusi terkait untuk merealisasikan sistem pendidikan yang
komprehensif (good governance-sustainability).
• Mengintegrasikan pengembangan kepribadian dalam proses
pembelajaran dan atau kegiatan ekstra kurikuler untuk meningkatkan
keimanan dan ketakwaan pada Tuhan Yang Maha Esa serta kemuliaan
akhlak (moral value).
Saat ini PPNS memiliki 17 program studi. Beberapa program studi
unggulan yang memiliki banyak mahasiswa, di antaranya adalah Program Studi
Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Teknik Pengelasan. Program
studi yang dimiliki oleh PPNS antara lain, Manajemen Bisnis, Teknik Desain
Gambar 6.2 Gedung PPNS tampak depan.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
113Bab 6 | Alumni adalah Aset
Gambar 6.3 Gedung PPNS.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
dan Manufaktur, Teknik Kelistrikan Kapal, Teknik Keselamatan dan Kesehatan
Kerja, Teknik Otomasi, Teknik Pengelasan, Teknik Pengolahan Limbah, Teknik
Perancangan dan Konstruksi Kapal, Teknik Perpipaan, Teknik Permesinan Kapal,
Teknik Bangunan Kapal, Pengelasan, Permesinan dan Rancang Bangunan Kapal.
Adapun jenjang studi belajar yang digelar oleh PPNS terdiri atas D1, D3, dan D4.
Jumlah mahasiswa sampai tahun ajaran 2017/2018 di PPNS adalah sebanyak
2.998 mahasiswa, sedangkan, jumlah dosen tetap adalah 147 dosen. Rata-rata
rasio dosen tetap terhadap mahasiswa adalah 1:20. Angka tersebut termasuk
ke dalam angka ideal rata-rata rasio dosen tetap dan mahasiswa di antara
politeknik lainnya.
PPNS adalah perguruan tinggi penyelenggara pendidikan vokasi bidang
perkapalan dan teknologi penunjangnya dan merupakan yang satu-satunya di
Indonesia. Tidak seperti universitas, pendidikan di politeknik memiliki ciri khas.
Politeknik memiliki dua konsep yang diimplementasikan dan memengaruhi
proses belajar mengajar di PPNS.
Teaching Factory disebut juga Production Based Learning atau pembelajaran
berbasis produksi. Mahasiswa akan belajar memproduksi dan melakukan
pekerjaan layaknya di industri.
114 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
Kurikulum dan materi perkuliahan disesuaikan dengan kebutuhan industri.
PPNS telah memiliki beberapa kerja sama dalam Industrial Advisory Board di
mana salah satu fungsi utamanya adalah pemutakhiran kurikulum agar tetap
mengikuti perkembangan teknologi yang digunakan di industri.
A. Konsep Pembelajaran Teaching Factory di PPNS
PPNS sebagai politeknik memiliki konsep tersendiri dalam
mengimplementasikan proses belajar mengajar. Salah satunya adalah
metode Teaching Factory. Teaching Factory yang juga merupakan tujuan
utama dibangunnya Pusat Unggulan Teknologi di PPNS ini adalah sebuah
metode pembelajaran berbasis program studi. Di sini mahasiswa diajarkan
langsung untuk memproduksi dan melakukan pekerjaan layaknya di industri
untuk menghasilkan produk inovasi teknologi. Kurikulum dan materi
perkuliahan disesuaikan dengan kebutuhan dan mengikuti perkembangan
teknologi industri.
Teaching Factory yang diterapkan adalah teaching factory galangan
kapal. Model pembelajaran yang memfasilitasi mahasiswa untuk belajar
seperti layaknya di industri kapal. Hal tersebut sejalan dengan visi dari PUT
yang dibangun, yaitu menjadikan PPNS sebagai pusat teknologi terkemuka
pengembangan pasar kecil di Indonesia. Untuk mewujudkan visi tersebut,
PPNS saat ini mulai berfokus pada program pembelajaran desain kapal,
pengembangan teknologi bidang kapal, material pembangunan kapal,
instrumen kapal pusat, membentuk jaringan dengan sektor industri
galangan kapal, pemerintah, dan pengguna kapal (customer).
Saat ini ada beberapa produk teknologi yang sedang dibuat oleh PUT
PPNS, di antaranya adalah kapal alumunium, kapal galangan rakyat, dan
sekoci. Kapal alumunium yang dibuat oleh PPNS adalah inovasi teknologi
kapal terbaru tanpa getaran, sehingga meningkatkan kenyamanan dan
keamanan pengguna. Kapal alumunium ini dibuat berbasis research, dimulai
dengan mendesain, simulasi, dan kemudian diproduksi. Kapal alumunium
yang dibuat PPNS ini memiliki daya tahan seperti kapal baja pada umumnya
namun lebih ringan, sehingga konsumsi energi lebih sedikit dan mesin yang
digunakan tidak banyak, hanya 100 Hp dan cukup dengan 2 mesin untuk
kapal yang besar tersebut.
Pembuatan prototype kapal ini pernah mengalami kegagalan, namun
karena berbasis research kegagalan tersebut justru menghasilkan teori baru
tentang teknik pengelasan kapal alumunium yang benar. Saat ini kapal
115Bab 6 | Alumni adalah Aset
tersebut belum bisa dibuat secara massal atau dipasarkan terlebih dahulu.
Hal ini karena keterbatasan segmen pasar dan juga beberapa penelitian
yang belum selesai.
Gambar 6.4 Kapal alumunium produk
teknologi yang dibuat PUT PPNS
berbasis research.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
Untuk pembuatan kapal galangan rakyat, yaitu fishing boat, PPNS
mencoba membuat fishing boat dengan kapasitas 9 GT, 15 GT, dan 30 GT.
Beberapa kapal berhasil dipasarkan di daerah tertentu. Inovasi pembuatan
kapal galangan rakyat ini tidak bertujuan untuk menghambat usaha kecil
menengah, namun untuk membantu para UKM galangan rakyat semakin
maju dengan kualitas kapal yang baik.
Walaupun tidak bermaksud untuk menghambat usaha galangan
kapal rakyat yang ada saat ini, namun kehadiran inovasi ini tidak seiring
dan seirama dengan kondisi masyarakat yang memiliki usaha galangan
kapal rakyat. Masyarakat belum siap untuk diajak membuat kapal
secara terstruktur dan sistematis, mulai dari mendesain, menggambar,
merancang, hingga membuat, yang di dalamnya memang memerlukan
kegiatan pengukuran dan perhitungan. Selama ini pengusaha UKM
galangan rakyat sudah merasa nyaman dengan alur yang sudah mereka
116 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
jalankan bertahun-tahun, dan mereka tidak menemukan masalah dengan
cara tersebut. Walaupun mereka mengakui bahwa kapal yang dihasilkan
PPNS jauh lebih baik dari kapal yang selama ini mereka buat. Di sinilah
terjadi ketidaksamaan (mismatch), yang menjadi kendala tersendiri bagi
PUT PPNS untuk mengembangkan dan mentransfer teknologi. Otomatis
hal ini juga menimbulkan kendala lanjutan, yaitu sedikitnya industri yang
dapat dijadikan tempat magang oleh para mahasiswa PPNS.
Selain membuat kapal kecil, PUT PPNS juga telah berhasil
mengembangkan dan membuat sekoci atau kapal cadangan. Sekoci buatan
PPNS sejauh ini telah memiliki hak merek dagang. Sekoci sudah dapat
dibuat massal sesuai dengan pesanan pelanggan. Customer kapal sekoci
milik PPNS adalah beberapa perusahaan pelayaran dalam maupun luar
negeri. Harga yang ditawarkan oleh PPNS memang lebih mahal daripada
sekoci buatan luar negeri, namun kualitas sekoci jauh lebih baik. Harga
Gambar 6.5 Kapal kecil buatan PPNS.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
pasaran adalah kendala pemasaran sekoci PPNS karena customer biasanya
lebih memilih sekoci yang harganya murah walau kualitasnya lebih rendah.
Hal tersebut dikarenakan sekoci adalah kapal yang jarang digunakan untuk
berlayar dan bersifat insidental.
117Bab 6 | Alumni adalah Aset
Banyaknya kendala sebenarnya berbanding lurus dengan besarnya
potensi pasar teknologi perkapalan, mengingat Indonesia adalah negara
maritim. Proses produksi yang dilakukan PPNS semata-mata bertujuan
untuk mengembangkan pengalaman manajemen, kualitas penelitian, dan
menambah jam terbang praktik mahasiswa.
Gambar 6.6 Sekoci buatan PPNS
sudah siap dibuat secara massal.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
Konsep teaching factory mengubah paradigma pendidikan di politeknik
karena membuat pembelajaran di sebuah sekolah diubah menjadi
berlandaskan praktik dan dibuat seperti keadaan di pabrik. Penerapan
konsep seperti ini membutuhkan dukungan finansial yang besar. Di sinilah
kucuran dana dari PEDP-ADB dimanfaatkan. Teaching factory mensyaratkan
peralatan yang memadai seperti layaknya di perusahaan, bukan sekadar
peralatan sekelas laboratorium untuk keperluan pembelajaran. Demikian
juga produk yang dihasilkan harus benar-benar terstandar dan dapat dijual.
Hasil kerja mahasiswa yang belum layak tidak diikutkan dalam
proses produksi. Mahasiswa akan melakukan training produksi kemudian
dilakukan penyaringan, sehingga mahasiswa yang nantinya terlibat dalam
118 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
job training proses produksi adalah mahasiswa yang berkompeten. Selama
proses produksi, mahasiswa mendapat bimbingan dari tenaga pengajar
yang terampil dan mumpuni. Dari mulai desain awal, proses produksi,
hingga uji produk, mahasiswa akan mendapatkan pengawasan dari PT Biro
Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI. Sehingga produk akan langsung
mendapatkan sertifikasi layak dari BKI.
BKI adalah lembaga resmi independen di bawah Kementerian
Perhubungan yang bertugas memeriksa dan mengaudit menyeluruh pada
kapal yang beroperasi di Indonesia. BKI adalah Badan Usaha Milik Negara
Indonesia yang ditunjuk sebagai satu-satunya badan klasifikasi nasional
untuk melakukan pengelasan kapal niaga berbendera Indonesia maupun
asing yang secara reguler beroperasi di perairan Indonesia. Mahasiswa
PPNS sebelum terjun ke Teaching Factory sebenarnya sudah mendapatkan
sertifikasi terlebih dahulu, di antaranya las, bubut, K3, dan lain-lain. Selain
ada sertifikasi lain yang didapatkan semasa SMA/SMK.
Eksistensi Teaching Factory di PPNS makin berkembang setelah
mendapat dukungan dana dari PEDP-ADB serta mendapat suntikan
penunjang lagi dari program nasional pemerintah berupa revitalisasi
politeknik pada tahun 2017.
Dari PEDP, PPNS menerima skema Batch-2 untuk bidang manufaktur
perkapalan, dengan amanat mengembangkan program studi manufaktur
perkapalan, membuka magister terapan, dan Pusat Unggulan Teknologi.
Dengan hadirnya Teaching Factory konsep pembelajaran politeknik
3-2-1 bisa teratasi. Konsep 3-2-1 adalah proses di mana tiap mahasiswa harus
melewati proses pembelajaran dengan rasio per bandingan tiga semester
belajar di dalam kelas, dua semester belajar praktik di perusahaan atau industri,
dan satu semester terakhir kembali ke kelas untuk menyusun tugas akhir.
Dengan pola ini diharapkan lulusan politeknik benar-benar menjadi
tenaga kerja terampil yang siap bekerja karena telah menjalani praktik lapangan
yang cukup lama. Tetapi dalam realitasnya tidak gampang mencari tempat
praktik untuk sekian banyak mahasiswa. Tidak semua perusahaan bersedia
ditempati mahasiswa praktik dalam tempo yang relatif lama, karena sebagian
dari mereka masih beranggapan kehadiran mahasiswa di perusahaan sedikit
banyak mengganggu proses produksi dan kegiatan bisnis mereka.
Banyaknya jumlah mahasiswa yang wajib berpraktik setiap tahunnya
juga menambah permasalahan di lapangan. Sebagai ilustrasi, jumlah
mahasiswa perangkatan PPNS mencapai 800 orang. Sungguh tidak mudah
mencarikan perusahaan tempat praktik bagi ratusan mahasiswa tersebut.
119Bab 6 | Alumni adalah Aset
Permasalahan berikutnya, kalaupun semua mahasiswa PPNS sudah
tertampung di perusahaan, belum tentu perusahaan tempat mereka
berpraktik itu memberikan keahlian yang sesuai sebagaimana digariskan
dalam kurikulum politeknik yang bersangkutan.
Di sinilah keberadaan Teaching Factory turut memberikan solusi.
Sebagian mahasiswa yang tidak terserap di perusahaan luar kampus,
dapat berpraktik di bengkel milik Teaching Factory. Kehadiran Teaching
Factory memiliki beberapa keuntungan, di antaranya keberadaan
pabrik di dalam kampus itu memungkinkan dirancang dan diterapkan
program praktik yang selaras dengan kehendak kurikulum. Sebagai
Gambar 6.7 Teaching Factory turut
memberika solusi sebagai tempat
mahasiswa praktik.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
contoh praktik pemasangan poros propeller pada kapal. Poros propeller
merupakan salah satu bagian terpenting dari instalasi penggerak kapal.
Putaran mesin ditransmisikan ke propeller melalui poros, maka poros
sangat memengaruhi kerja mesin bila terjadi kerusakan. Tidak setiap
mahasiswa yang praktik di perusahaan berkesempatan melihat dan
mengerjakan proses pemasangan poros propeller ini. Padahal keahlian
itu penting dimiliki. Mereka harus mengetahui bahwa kedudukan poros
propeller dengan mesin induk harus segaris atau harus dalam satu garis
sumbu. Pemasangan poros propeler mengharuskan sebuah kapal naik
dok, dan itu butuh biaya mahal.
120 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
Di Teaching Factory disiapkan program pembuatan sebuah kapal,
proyek ini kemudian dikeroyok sekian mahasiswa dari beberapa program
studi. Mahasiswa listrik mengerjakan sisi listriknya, mahasiswa program
studi las menggarap lasnya, dan mahasiswa program studi limbah kapal juga
berkontribusi dalam penanganan limbah. Dengan cara seperti ini, kegiatan
praktik menjadi terintegrasi, dan dapat diprogram berapa jumlah kapal
yang harus diproduksi dalam satu periode tertentu untuk mengakomodasi
jumlah mahasiswa yang membutuhkan tempat praktik kerja nyata.
B. Program Sertifikasi
Sumbangan terbesar PPNS adalah saat terlibat dalam penyusunan Standar
Kompetensi Nasional Bidang Perkapalan. Standar kompetensi ini merupakan
tolok ukur seseorang dikatakan kompeten secara nasional. Dampak dari
hal ini, PPNS mendapatkan kepercayaan dari beberapa perusahaan atau
instansi pemerintah (BUMN) untuk menyelenggarakan kerja sama terkait
dengan peningkatan kualitas dan kompetensi SDM. Salah satunya dengan
menyelenggarakan pelatihan atau training pengelasan yang benar.
Gambar 6.8 PPNS mendapatkan kepercayaan untuk
menyelenggarakan sertifikasi.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
121Bab 6 | Alumni adalah Aset
Adapun skema sertifikasi yang dikembangkan PPNS dapat diperhatikan
pada tabel berikut ini.
Tabel 6.1 Skema sertifikasi PPNS.
C. Rencana Strategis PUT PPNS
PPNS membuat strategi-strategi khusus untuk meningkatkan kapasitas
PUT yang dimilikinya. Strategi tersebut dibagi ke dalam strategi jangka
pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Strategi jangka pendek
adalah strategi yang diterapkan PPNS dalam mengembangkan PUT selama
0 – 2 tahun ke depan. Sedangkan strategi jangka menengah adalah strategi
yang dirancang untuk masa 2—3 tahun dan 3—5 tahun untuk strategi
jangka panjang.
Strategi jangka pendek terdiri dari dua strategi, di antaranya adalah
menstabilisasi tata kelola PUT yang baik dan sesuai dengan standar yang
telah ditetapkan dan kedua adalah meningkatkan kemampuan dalam
teknologi dan mendukung pembuatan kapal perahu kecil.
Strategi jangka menengah yang dilakukan PPNS adalah meningkatkan
kerja sama dengan pemerintah lokal, komunitas produsen, dan pengguna
perahu kecil, serta meningkatkan peran dalam menyediakan Standar
Kompetensi Tenaga Kerja Nasional (NLCS) yang terbuat dari FRP, kayu,
dan aluminium. Adapun strategi jangka panjang yang disiapkan PPNS
untuk PUT-nya adalah guna meningkatkan kemampuan dalam mengubah
teknologi pembuatan kapal kecil. Perluasan kerja sama di bidang teknologi
pembuatan kapal perahu kecil di kawasan ASEAN.
122 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
D. Unit Layanan Bisnis & Jasa Produksi
PPNS yang mempunyai bisnis inti di bidang pendidikan, juga melayani
masyarakat untuk bidang rekayasa, pengujian material dan perawatan
untuk peralatan industri. Adapun jenis pelayanan jasa dan produksi adalah
sebagai berikut:
1. Bidang Layanan Jasa
Jasa inspeksi dan uji instrumen
Wire rope test/inspection (range Æ6 mm—Æ64 mm).
Transformator oil test dan oil treatment
Load cell 35 ton, 50 ton dan 120 ton
Infrared
Water bag 5 ton dan 10 ton.
Boiler inspection
Heat and Gas Leak inspection
Material test (tensile, bending, impact, hardnesses, radiography,
ultrasonic, wall thickness, metallographic, komposisi kimia, viscosity,
corrosion, liquid penetrant, magnetic particle test and macroetching).
Vibration and noise test.
Theodolite (Leveling).
SEM–EDX.
Jasa Desain, Konsultasi, Survey dan Supervisi
Desain Steel Structure dengan software FEA MSC PATRAN.
Desain pipa dengan software Auto Piping.
Asbuilt drawing dan detail drawing dengan software AutoCAD.
Desain peralatan mekanik dengan software CATIA.
Desain SMK3.
Desain PLC programming.
Jasa survey konstruksi, permesinan dan K3.
Jasa pekerjaan permesinan
Poros dan perbaikan poros dengan spray metal.
Pembuatan komponen-komponen mesin dengan presisi tinggi yang
menggunakan mesin perkakas konvensional atau dengan CNC milling,
Wire Cut dan CNC lathe.
Desain Steel Structure dengan software FEA MSC PATRAN.
Jasa pekerjaan fabrikasi dan struktur baja.
123Bab 6 | Alumni adalah Aset
Rol plat dengan maksimum tebal 10 mm, rol profil siku dan H-beam,
roll pipa dengan Æ 2”, Æ 4” dan Æ 6”.
Bending dan potong plat dengan tebal maksimum 6 mm, panjang
2.400 mm.
Pengelasan dengan mesin-mesin las SMAW, GTAW, dan GMAW
Potong plat mild steel dengan tebal maksimum 20,0 mm dan potong
plat stainless steel dengan tebal maksimum 10,0 mm.
Pembuatan Conveyor, tangki, cyclone, box container dll.
Pembuatan alat-alat angkat seperti gantry crane, Jib crane, lifting boat
dll.
Fasilitas pendukung: Cutting machine, Roll machine, Bending machine
dan CNC flame cutting.
Jasa kelistrikan dan elektronika.
Pemrograman mikrokomputer
Pemrograman PLC
Desain Elektronika
Pekerjaan panel listrik
Reparasi motor listrik
2. Produksi
Kegiatan Produksi yang diselenggarakan oleh PJP Politeknik Perkapalan
Negeri Surabaya adalah produksi kapal-kapal kecil dari bahan kayu
dan fiber glass reinforced plastics (FRP). Politeknik Perkapalan Negeri
Surabaya memiliki Bengkel Non Metal yang menjadi pusat kegiatan
ini dilengkapi dengan fasilitas yang memadai. Kegiatan produksi kapal
juga melibatkan mahasiswa sehingga mereka memiliki pengetahuan
dan keterampilan praktis. Berbagai kapal yang pernah diproduksi,
antara lain:
• Kapal Patroli 8 m, 9m, 11m, dan 14m
• Speed Boat 4 m
• Kapal Kayu 6,5m, 7m, dan 13 m
• Water Bus Wisata “Catamaran “ 6,5 m kapasitas 22 orang
3. Kerja Sama PJP dan P3M
Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dan Pusat Jasa dan
Produksi hingga saat ini telah melakukan kerja sama Penelitian dan
Pengabdian Pada Masyarakat dengan berbagai macam industri
124 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
Gambar 6.9 Berbagai prestasi telah ditorehkan
mahasiswa PPNS.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
dan instansi, di antaranya Asian Development Bank, Kemendikbud,
Dikmenjur, Pemda Merauke, Kementrian Riset dan Teknologi, PT.
Dok Dan Perkapalan Surabaya (DPS) & PT. Trikarya Alam Shipyard, PT
MEDCO E&P Indonesia, Depnakertrans dan Dirjen Migas, PT. Alstom
Power Energy System Indonesia, PT. Lintech, PT. INKA, PT. Freeport,
GTZ German & Pemerintah Propinsi Nangroe Aceh Darussalam,
Departement Agama, Pemerintah kabupaten Lamongan dan PT.
INCO.
4. TUK Las (Tempat Uji Kompetensi Las)
a. L atar Belakang
TUK Las PPNS adalah Tempat Uji Kompetensi Pengelasan yang
telah mendapat lisensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi Las (LSP-
LAS). LSP-LAS merupakan Badan Hukum yang telah terakreditasi
125Bab 6 | Alumni adalah Aset
dan telah mendapat Lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi
(BNSP) No.: KEP-02/BNSP/I/2008 selaku badan yang diberi
wewenang pemerintah untuk menjamin Kompetensi Tenaga Kerja
di dalam maupun luar negeri dan merupakan badan resmi yang
dibentuk oleh Peraturan pemerintah No. 23/2004 atas perintah
UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
b. Skema Sertifikasi
Bagi individu yang telah mengikuti pelatihan di bidang
pengelasan dan/atau memiliki pengalaman di bidang pengelasan
dapat mengajukan permohonan uji kompetensi. Pelaksanaan
Sertifikasi Kompetensi didasarkan kepada unit-unit kompetensi
yang terdapat pada SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional
Indonesia), sub bidang pengelasan.
c. Lingkup Sertifikasi
• Sertifikasi Welder SMAW
• Sertifikasi Welder Non SMAW (GTAW, GMAW, FCAW, SAW,
OAW)
• Sertifikasi Welding Inspector (WI)
Gambar 6.10 Praktik pengelasan.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
126 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
E. Unit Kerjasama Industri, Institusi, dan
Internasional
Dalam rangka mewujudkan visi PPNS, “Menjadi politeknik unggul bereputasi
global”, maka pada awal tahun ajaran 2012/2013, PPNS membentuk unit
baru yang diberi nama unit pengembangan kerja sama internasional, yang
bertujuan untuk meningkatkan peran dan kualitas PPNS sehingga dapat
bersaing di dunia internasional.
Program-program yang menjadi target unit kerja sama internasional
antara lain:
1. Outbound Mobility Program: Mahasiswa/dosen/staf dapat mengikuti
program pertukaran pelajar/joint degree, ataupun kunjungan singkat ke
universitas/institusi luar negeri.
2. Program Joint Degree/Double Degree: Mahasiswa akan mendapat 2
ijazah, yakni dari PPNS dan perguruan tinggi luar negeri (PT-LN).
Mahasiswa akan mengikuti kuliah min. 1 tahun di PTLN.
3. Program Student Exchange: Mahasiswa dapat mengikuti kuliah 1-2
semester di PTLN, dan mahasiswa mendapatkan KHS hasil Credit
Transfer untuk dikonversi di PPNS.
4. Program Joint Conference: PPNS dan PTLN dapat menyelenggarakan
Joint International Conference.
5. Program International Training: Mahasiswa dapat melaksanakan
magang di perusahaan di LN.
6. Inbound Mobility Program: PPNS juga menerima mahasiswa/dosen/
staf dari luar negeri untuk berbagai program, seperti: pertukaran
pelajar, joint degree, ataupun research.
F. Kekuatan Alumni
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) membentuk pusat
pembinaan karir dan alumni untuk menjawab tantangan menghasilkan
lulusan yang kompeten sesuai kebutuhan dunia kerja. Termasuk adanya
Industrial Advisory Board yang memberikan berbagai masukan dan
terlaksananya tentang kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja.
Salah satu faktor yang membuat PPNS lahir dan terus berkembang
pesat sampai saat ini adalah pengaruh keterlibatan industri/stakeholder
dalam proses belajar mengajar. Wujud daripada itu, sejak berdirinya PPNS
dan menerapkan kurikulum yang berorientasi kepada kebutuhan industri/
127Bab 6 | Alumni adalah Aset
stakeholder tersebut melalui kurikulum link and match. Terkait dengan
kurikulum yang akan diajarkan kepada mahasiswa misalnya, bahwa dalam
proses penyusunan atau pengembangannya selalu melibatkan industri/
stakeholder. Di samping itu wujud peran serta nyata industri/stakeholder
yang lain bagi proses belajar mengajar di PPNS adalah kesediaan industri/
stakeholder sebagai mitra PPNS dalam kegiatan magang (OJT–On the Job
Training) mahasiswa. Oleh sebab begitu besar peran serta tersebut, maka
dibentuklah wadah yang berfungsi sebagai jembatan antara PPNS dengan
industri/stakeholder yang dikenal dengan istilah Dewan Penasehat Industri
atau Industrial Advisory Board (IAB).
Keberadaan IAB PPNS berfungsi untuk membantu memberikan
masukan, mengawasi dan mengontrol kinerja PPNS terkait dengan kualitas
lulusan yang dihasilkan. IAB mempunyai hak untuk menilai kualitas lulusan
PPNS dan segala hal yang terkait dengan pencapaian kualitas lulusan
tersebut, misal kurikulum, proses pembelajaran, fasilitas pembelajaran dan
bahkan kualitas tenaga pengajar.
Industrial Advisory Board (IAB) adalah suatu organisasi yang dibentuk
oleh PPNS dengan beberapa industri dalam rangka mewujudkan pendidikan
perguruan tinggi yang lulusannya dapat langsung bekerja tanpa menunggu
waktu terlalu lama. IAB berdiri karena kebutuhan agar kurikulum di PPNS
dapat disesuaikan dengan industri melalui kurikulum link and match.
Untuk mendorong keberhasilan mahasiswa memasuki dunia kerja dan
menghubungkan lulusan PPNS dengan dunia kerja maka telah dibentuk
Career Development Center atau pusat pengembangan karir PPNS (CDC
PPNS).
CDC PPNS menghubungkan antara lulusan politeknik dengan dunia
kerja, oleh sebab itu diharapkan menjadi pusat informasi dan pelatihan
pengembangan karir dalam mempersiapkan lulusan agar dapat diterima dan
mampu bersaing di dunia kerja. Selain layanan bimbingan karir, memberikan
informasi kerja, memfasilitasi rekruitmen, PPNS juga menyiapkan Tracer
Study, atau kegiatan penelusuran lulusan untuk mengetahui berbagai hal
kondisi alumni setelah bekerja. Termasuk pendataan posisi dan bidang
pekerjaan serta kesesuaian bidang studi dengan bidang kerja dan masukan
dari alumni untuk perbaikan mutu lulusan.
128 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
Gambar 6.11 Teaching Factory PPNS.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
BAB 7
TECHNOLOGY
POSITIONING
130 PUT Mandiri & Unggul:Praktik Baik di Lima Politeknik
Gambar 7.1 Kantor Utama Polnep
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) yang megah dan asri terletak di tepi jalan
utama (Jalan Ahmad Yani) Kota Pontianak. Tepatnya, bersebelahan dengan
hotel dan pusat perbelanjaan besar membuat Kampus Polnep terlihat sangat
kosmopolit. Kolam yang luas dengan ikon Polnep di depan kantor utama
menjadikan suasana kampus menjadi indah. Penataan yang asri dan modern
mendominasi bangunan kampus. Dari total lahan seluas 64.349,00 m2, kampus
induk Polnep menggunakan sebesar 21.299,26 m2 untuk bangunan dan gedung,
sisanya merupakan kawasan Zona Hijau dan sisa lahan seluas 43.049,74. Dari
data ini tercermin lingkungan Polnep masih asri dan memungkinkan untuk
pengembangan pembangunan kampus pada masa mendatang. Lorong panjang
menuju PUT bercatkan warna oranye biru yang kontras membuat perbincangan
siang hari itu tidak membosankan.
Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) berdiri berdasarkan Surat Keputusan
Direktur Jendral Pendidikan Tinggi nomor 80/DIKTI/KEP/1985. Pada awal
berdirinya Polnep memiliki nama Politeknik Universitas Tanjungpura dengan 3
jurusan, yaitu Teknik Sipil, Teknik Mesin, dan Teknik Elektro. Politeknik Untan
berdiri secara mandiri menjadi Politeknik Negeri Pontianak, berdasarkan Surat
Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 079/O/1997 tanggal 28
April 1997. Tanggal 28 April ini juga dijadikan hari Dies Natalis. Polnep merupakan
sistem Pendidikan Tinggi jalur profesional yang menekankan penguasaan
dan pengembangan Iimu Pengetahuan dan Teknologi untuk mendukung era
industrialisasi.
131Bab 7 | Technology Positioning
Gambar 7.2 Ikon Polnep
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
Tahun 1994, dibuka Jurusan Tata Niaga dengan Program Studi Akuntansi
dan Kesekretariatan dan Administrasi Perkantoran (selanjutnya, tahun 1997
menjadi Jurusan Akuntansi dan Jurusan Administrasi Bisnis). Tahun 1999, dibuka
Jurusan Teknologi Pertanian dengan Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil
Perkebunan (D3). Tahun 2002, dibuka Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan
dengan Program Studi Budi daya Perikanan (D3). Tahun 2003, bertambah dengan
Program Studi Teknologi Penangkapan Ikan (D3) dan Teknologi Pengolahan
Hasil Perikanan (D3). Tahun 2007 bertambah satu Program Studi yaitu Teknik
Elektronika (D3). Pada tahun 2008 Polnep kembali menambah Program Studi
Baru untuk jenjang D4 yaitu Teknik Perencanaan Perumahan dan Pemukiman,
Administrasi Instansi Pemerintahan dan Akuntansi Sektor Publik. Tahun 2009
membuka Program Studi Teknik Informatika (D3). Pada tahun 2010 kembali
membuka Program Studi Operator dan Peralatan berat jenjang (D1). Pada tahun
2013, Polnep membuka satu prodi yaitu Teknik Mesin (D4) dan pada tahun 2014
Polnep kembali membuka 2 (dua) prodi yaitu Budi daya Tanaman Perkebunan
(D4) dan Manajemen Perkebunan (D4). Terakhir, pada bulan Desember 2015
membuka dua prodi baru yaitu Arsitektur Bangunan Gedung (D4) dan Desain
Kawasan Binaan (D4).
Selain menyelenggarakan kelas reguler, Polnep juga membuka Program
Studi di luar Domisili (PDD), Tahun 2012 di Kota Singkawang membuka 2 (dua)
Prodi yaitu, Teknik Informatika (D2) dan Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan
(D2). Tahun 2013, membuka lagi di Kabupaten Polewali Mandar 2 (dua) Prodi
132 PUT Mandiri & Unggul:Praktik Baik di Lima Politeknik
yaitu, Teknik Pengolahan Hasil Perkebunan (D2) dan Teknik Mesin (D2). Terakhir
pada bulan Juli 2015 kembali membuka PDD di Kabupaten Kapuas Hulu 3 (tiga)
Prodi yaitu, Teknik Sipil (D3), Teknologi Budi daya Perikanan (D3), dan Teknologi
Pengolahan Hasil Perkebunan (D3).
Pada saat ini, Polnep memiliki delapan jurusan yang terdiri atas 8 (delapan)
program studi D4, 15 (lima belas) program studi D3, 4 (empat) program studi
D2 dan satu program studi D1. Status akreditasi tertinggi adalah B. Masing-
masing program studi tersebut secara terus-menerus bersinergi dengan seluruh
komunitas Polnep dalam rangka memberikan pelayanan maksimal kepada
peserta didik sehingga menghasilkan lulusan yang berkualitas, bertanggung
jawab, dan memberikan kontribusi dalam meningkatkan daya saing bangsa.
Polnep merupakan sistem Pendidikan Tinggi jalur profesional yang menekankan
penguasaan dan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk
mendukung era industrialisasi. Dengan jumlah mahasiswa sebanyak 5.528, Polnep
memiliki dosen tetap sebanyak 268 orang. Rasio antara dosen dan mahasiswa
ialah 1:21 membuat proses pembelajaran di Polnep berlangsung dengan efektif.
PUT Polnep berada pada lingkungan kampus Politeknik Negeri Pontianak.
Fasilitas PUT Polnep meliputi, pertama, gedung 3 lantai prasarana terintegrasi
untuk manajemen PUT, Laboratorium Rujukan PUT dan program studi budi
daya perikanan. Kedua, ruang manajemen PUT terdiri dari 1 ruang Kepala PUT,
satu ruang manajemen operasional PUT, satu ruang arsip dan administrasi PUT,
satu ruang rapat/pertemuan, dan satu ruang administrasi pelayanan umum
(front office). Ketiga, peruntukan ruang bagi manajemen program studi budi
daya perikanan terdiri dari satu ruang Kepala Laboratorium budi daya perikanan,
satu ruang Star dosen, satu ruang pelayanan administrasi, satu ruang rapat yang
dipergunakan bersama dengan ruang rapat PUT, satu ruang perpustakaan, satu
ruang laboratorium dasar budi daya perikanan, satu ruang laboratorium kimia.
PUT memiliki visi sebagai pusat inovasi budi daya perikanan, laboratorium
rujukan, dan konsultansi. Adapun misi PUT, pertama, meningkatkan kemampuan
dalam melakukan inovasi teknologi perikanan ikan yang produktif, adaptif,
dan efisien. Kedua, membangun dan mengembangkan unit produksi pakan
berkualitas dan ramah lingkungan dengan memanfaatkn bahan baku lokal.
Ketiga, mengembangkan unit produksi benih unggul serta ikan konsumsi yang
memenuhi kriteria keamanan pangan. Keempat, membangun, mengembangkan,
serta melaksanakan program pelatihan, uji kompetensi, dan sertifikasi profesi
bidang perikanan guna menghasilkan personel yang mampu mengembangkan
wirausaha secara mandiri, terampil dalam penerapan dan inovasi teknologi
perikanan. Kelima, meningkatkan layanan laboratorium untuk kualitas air,
lingkungan, dan kesehatan ikan.
133Bab 7 | Technology Positioning
PUT memiliki tujuh tujuan sebagai berikut: pertama, menghasilkan SDM
budi daya perikanan yang memiliki pengetahuan, wawasan, dan terampil dalam
budi daya ikan. Kedua, melaksanakan produksi pakan berkualitas dan ramah
lingkungan dengan memanfaatkan bahan baku lokal guna memenuhi kebutuhan
pembudi daya ikan lokal dan regional. Ketiga, menjadi pusat rujukan bagi
masyarakat dalam mendapatkan benih dan calon induk yang berkualitas unggul
dan percontohan dalam penerapan produks ikan yang baik. Keempat, menjadi
rujukan dalam pelayanan laboratorium yang akurat, efisien, dan memberikan
solusi terhadap permasalahan budi daya ikan. Kelima, menjadi tujuan pelatihan,
uji kompetensi, dan sertifikasi profesi bidang budi daya perikanan; serta studi
banding bagi sekolah, perguruan tinggi, Instansi pemerintah dan perusahaan-
perusahan dalam adopsi teknologi budi daya ikan. Keenam, mengembangkan
hubungan yang erat dengan industri untuk mendapatkan kesesuaian antara
kebutuhan keterampilan di industri dengan program penyelenggaraan
Pendidikan. Ketujuh, melaksanakan penelitian terapan untuk mengembangkan
dan meluaskan konsep dalam menunjang inovasi pembuatan pakan ikan,
pembenihan dan pembesaran ikan-ikan lokal khas Kalimantan Barat.
Laboratorium Rujukan PUT Polnep didirikan dengan tujuan memberikan
pelayanan bagi masyarakat luas, khususnya bagi para pembudi daya ikan.
Fungsi pelayanan yang diberikan dalam bentuk monitoring, surveillance
lingkungan dan penyakit ikan, dengan melakukan deteksi dini, dan respons lain,
serta pendampingan teknis budi daya ikan. Laboratorium rujukan budi daya
diupayakan mampu melakukan pengujian dan dicanangkan pada tahun 2018
mendapat sertifikasi ISO 17025 untuk berbagai parameter uji yang ditetapkan.
Pemenuhan sarana prasarana laboratorium dan peralatan uji terus dilakukan
guna pemenuhan persyaratan sertifikasi ISO 17025. Berbagai sarana yang telah
dimiliki Laboratorium rujukan budi daya Polnep, di antaranya adalah mobil
operasional (mobil laboratorium keliling), peralatan laboratorium uji kualitas
air, peralatan uji laboratorium kesehatan ikan dan lingkungan, dan peralatan
laboratorium nutrisi dan pakan ikan (uji proximat). Unit Budi Daya dan Produksi
Pakan PUT Polnep dipusatkan pengembangan dan keberadaannya di Wilayah
Kabupaten Mempawah dengan area lebih kurang 11,5 ha.
Unit Budi Daya dan Produksi Pakan PUT Polnep dikembangkan dari unit
workshop budi daya Perikanan Program Studi Budi daya Perikanan, yang peran
dan fungsinya dijadikan sarana pendidikan untuk pengembangan kompetensi
mahasiswa. Sistem pendidikan dan pembelajaran yang diterapkan adalah
Project Based Learning (PBL) yakni sistem pembelajaran yang menekankan
pada pemecahan masalah-masalah teknis budi daya yang aplikatif di lapangan,
134 PUT Mandiri & Unggul:Praktik Baik di Lima Politeknik
pembelajaran yang didasarkan pada kasus nyata dari aplikasi budi daya ikan yang
diterapkan. Berbagai produk inovasi yang dikembangkan pada unit produksi
perikanan budi daya PUT Polnep di antaranya adalah produk pakan ikan, produk
benih unggul, produk calon induk unggul, probiotik dan bahan imostimulan, dan
produk ikan konsumsi.
Dengan dikembangkannya workshop budi daya perikanan menjadi Unit
Budi Daya dan Produksi Pakan PUT Polnep, memiliki peran dan fungsi yang
semakin luas selain menjadi wadah pembentukan karakter dan kompetensi
mahasiswa menjadi ahli madya di bidang budi daya perikanan, juga memiliki
fungsi dalam pengembangan produk-produk inovasi perikanan budi daya.
A. Politeknik Negeri Pontianak: Potensi Daerah
Negeri Bumi Khatulistiwa
Kalimantan Barat memiliki sumber daya perikanan yang sangat potensial
untuk dikembangkan dan dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat,
baik yang berasal dari perairan tawar, payau, maupun laut. Salah satu bentuk
pengelolaan yang dilakukan oleh masyarakat agar sumber daya perikanan
tetap terjaga kelestariannya yaitu dengan melakukan kegiatan budi daya
Gambar 7.3 Lorong Kampus Polnep
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti