Bab 2 | Memaknai Peran PUT bagi Politeknik 35
Tabel 2.2 Daftar Politeknik dan PUT yang Dibentuknya
No Politeknik Sektor Nama PUT
1 Politeknik Negeri Padang Pertambangan Pusat Unggulan Teknologi
2 Politeknik Pertanian Negeri Agroindustri Tambang Batubara
Agroindustri Pusat Unggulan Teknologi
Payakumbuh Infrastruktur Kelapa Sawit (PUT-KS)
3 Politeknik Negeri Lampung Manufaktur Pusat Unggulan Teknologi
4 Politeknik Negeri Bandung Agroindustri Hilir Karet
5 Politeknik Manufaktur Negeri Pusat Unggulan Teknologi
Agroindustri Infrastruktur (Jalan)
Bandung Pertambangan Pusat Pengembangan Power
6 Politeknik Negeri Jember Train Otomotif
Pertambangan Teknologi Proses dan
7 Politeknik Negeri Pontianak Agroindustri Pengemasan Pangan
8 Politeknik Negeri Samarinda (Packaging Center)
Manufaktur Pusat Unggulan Teknologi
9 Politeknik Negeri Ujung Budi Daya Perikanan
Pandang Pariwisata Pusat Unggulan Teknologi
Agroindustri Pertambangan dan Industri
10 Politeknik Negeri Manado Infrastruktur Pengolahan Batubara
Teknologi Pendukung Sektor
11 Politeknik Negeri Ambon Manufaktur Pertambangan Nikel
Infrastruktur Pusat Unggulan Kayu
12 Politeknik Negeri Bali Kelapa dan Produk-Produk
13 Politeknik Pertanian Negeri Agroindustri Turunannya
Manufaktur Pusat Unggulan Teknologi
Kupang Rekayasa Alat & Mesin
14 Politeknik ATMI Surakarta Pertanian Skala Menengah
Pusat Unggulan Teknologi
15 Politeknik Caltex Riau Pariwisata
16 Politeknik Negeri Jakarta Pabrik Pakan Mini/Small Scale
Feed Industry
17 Politeknik Negeri Jember Pusat Teknologi Plastik untuk
18 Politeknik Elektronika Negeri Mendukung Komponen Alat
Transportasi
Surabaya Pusat Unggulan Teknologi
Otomasi
Pusat Unggulan Teknologi
Infrastruktur (PUTI) -
Jembatan
Agroindustri Makanan
Minuman Berbasis Pisang
Center of Technology
Development Applied Telematic
Creative Industry
36 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
No Politeknik Sektor Nama PUT
19 Politeknik Negeri Jakarta Manufaktur Pusat Unggulan Teknologi
Otomasi Industri berbasis TIK
20 Politeknik Perkapalan Negeri Manufaktur Pusat Unggulan Teknologi
Surabaya Pembangunan Kapal Kecil
Infrastruktur Center of Technology Logistic
21 Politeknik POS Indonesia and Supply Chain Management
1. Sektor Manufaktur
a. Data Politeknik di Sektor Manufaktur
Sektor manufaktur sebagai penyokong utama perekonomian
nasional, memegang peranan yang sangat penting sehingga
mendapat prioritas dari pemerintah. Politeknik tidak dapat
dipisahkan dari pengembangan manufaktur secara nasional karena
kebutuhan tenaga-tenaga ahli diperoleh dari jalur pendidikan
ini. Dari 19 (sembilan belas) politeknik yang sudah membentuk
PUT-nya, terdapat 6 (enam) politeknik yang berada di sektor
manufaktur. Namun, yang akan diperbandingkan datanya hanya
3 (tiga) politeknik saja, karena berkaitan dengan pembahasan
berikutnya, yang akan mengupas kiprah ketiga politeknik tersebut.
Berikut ini data yang menggambarkan politeknik-politeknik di
sektor manufaktur.
Tabel 2.3 Politeknik Sektor Manufaktur
No Politeknik Nama PUT Sektor Jml Jml Jml
Dosen Mhs Prodi
Tetap
Pusat
Polman Pengembangan Manu
1 Bandung Power Train faktur 98 987 15
Otomotif
Center of
Technology
Development Manu
2 PENS Applied faktur 175 3.164 30
Telematic
Creative Industry
Pusat Unggulan Manu
Teknologi faktur
3 PPNS Pembangunan 131 2.639 14
Kapal Kecil
Bab 2 | Memaknai Peran PUT bagi Politeknik 37
b. Data Rasio Dosen Vs Mahasiswa di Politeknik Manufaktur
Grafik 2.1 Rasio Dosen Tetap/Mahasiswa di Politeknik Sektor Manufaktur
Polman PENS PPNS
Bandung
Berdasarkan grafik rasio di atas, tampak bahwa ketiga politeknik
tersebut memiliki rasio antara dosen dengan mahasiswa yang
berada pada rentang ideal. Polman Bandung merupakan politeknik
yang paling ideal rasionya, yaitu 1:10, sedangkan PPNS memiliki
rasio terbesar yaitu 1:20.
c. Data Jenjang D1 di Politeknik Manufaktur
Grafik 2.2 Prodi Jenjang D1 di Politeknik Sektor Manufaktur
Polman PENS PPNS
Bandung
Grafik di atas menggambarnya banyaknya program studi jenjang
D1 yang dikembangkan oleh setiap politeknik. Berdasarkan
analisis, tampak bahwa PENS memiliki program studi jenjang D1
terbanyak diperbandingkan dengan Polman Bandung dan PPNS.
38 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
d. Data Jenjang D2 di Politeknik Manufaktur
Grafik 2.3 Prodi Jenjang D2 di Politeknik Sektor Manufaktur
Polman PENS PPNS
Bandung
Berdasarkan grafik di atas, ketiga politeknik memiliki kesamaan,
yaitu sama-sama tidak mengembangkan program studi pada
jenjang D2.
e. Data Jenjang D3 di Politeknik Manufaktur
Grafik 2.4 Prodi Jenjang D3 di Politeknik Sektor Manufaktur
Polman PENS PPNS
Bandung
Untuk politeknik terbanyak yang menyelenggarakan program studi
jenjang D3, diduduki oleh Polman Bandung. Berdasarkan grafik di
atas, tampak bahwa Polman Bandung telah mengembangkan 7
(tujuh) program studi pada jenjang D3, disusul berikutnyanya oleh
PENS 6 (enam) program studi, dan terakhir PPNS sebanyak 4
(empat) program studi.
Bab 2 | Memaknai Peran PUT bagi Politeknik 39
f. Data Jenjang D4 di Politeknik Manufaktur
Grafik 2.5 Prodi Jenjang D4 di Politeknik Sektor Manufaktur
Polman PENS PPNS
Bandung
Berdasarkan grafik program di atas, tampak bahwa PPNS adalah
politeknik yang paling banyak mengembangkan program studi
pada jenjang D4, diperbandingkan dengan Polman Bandung dan
PENS. Hingga data ini dikeluarkan, PPNS telah mengembangkan
10 (sepuluh) program studi pada jenjang D4.
g. Data Jenjang S2 di Politeknik Manufaktur
Grafik 2.6 Prodi Jenjang S2 di Politeknik Sektor Manufaktur
Polman PENS PPNS
Bandung
Melihat grafik di atas, terlihat bahwa baru PENS yang memiliki
program studi di jenjang S2. Pencapaian yang patut mendapatkan
penghargaan, bahwa PENS merupakan satu-satunya politeknik
yang telah memiliki jenjang S2 di bidang manufaktur.
40 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
Secara umum, PPNS merupakan politeknik yang cukup banyak
mengembangkan program studi di berbagai jenjang, tampak bahwa
PENS hampir memiliki semua program studi di setiap jenjang D1, D3,
D4, bahkan hingga S2. Hal ini juga terlihat dari jumlah mahasiswa
PENS yang paling banyak, sejumlah 3.164 diperbandingkan dengan
Polman Bandung dan PPNS.
2. Pariwisata
Green Tourism merupakan sebuah konsep pengembangan wisata
dengan berbasis pada lingkungan sekitar. Politeknik Negeri Bali
(PNB) adalah politeknik penerima hibah program PEDP yang sedang
bersemangat mengembangkan konsep tersebut sebagai Pusat
Unggulan Teknologi (PUT). PNB memiliki fokus di sektor pariwisata,
saat ini tengah mengembangkan konsep Green Tourism berdasarkan
kearifan lokal (local wisdom), tri hita karana (tiga sebab kebahagiaan)
yang merupakan konsep hidup yang mempertahankan hubungan
keseimbangan antara Tuhan, alam lingkungan, dan sesama manusia.
Gambar 2.8 Kesenian tradisional sebagai bagian
Green Tourism yang dikembangkan oleh PNB.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
Bab 2 | Memaknai Peran PUT bagi Politeknik 41
Dampak yang ditimbulkan dari PUT politeknik ini sangat luar
biasa, baik bagi masyarakat sekitar maupun turis mancanegara yang
berkunjung. Adapun nilai tambah yang diperoleh masyarakat sekitar
adalah mampu memanfaatkan potensi lokal untuk menjadi daya Tarik
wisatawan. Green Tourism yang dikembangkan PNB diinterpretasikan
sebagai kultur yang berkembang di masyarakat lokal. Alat ukur yang
standar memang belum ada sehingga konsep Green Tourism yang
dibawa dari kampus ke kampung lebih pada upaya memperkuat
dan menginovasi apa yang ada di kampung tersebut. Saat ini, pihak
kampus sedang membuat nilai standar sebagai tolok ukur program
Green Tourism agar mudah diadopsi oleh kampung lainnya.
Untuk mendukung hal tersebut, salah satu upaya PNB adalah
dengan menjaga kualitas pembelajaran di kampus. Berdasarkan Grafik
2.6, PNB memiliki rasio dosen dan mahasiswa yang cukup ideal, yaitu
1 dosen untuk menangani 12,8 mahasiswa. PNB juga telah memiliki
hampir seluruh jenjang pendidikan, baik D1, D2, D3, maupun D4. PNB
sebagai satu-satunya politeknik penerima proyek PEDP yang fokus
pada bidang pariwisata bisa dikatakan telah memiliki semua sarana
dan prasarana yang mendukung pegembangan PUT-nya.
3. Infrastruktur dan Pariwisata
a. Data Politeknik di Sektor Infrastruktur dan Pariwisata
Politeknik Negeri Bandung (Polban), Politeknik ATMI Surakarta,
Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), dan Politeknik POS Indonesia
(Poltek Pos) merupakan politeknik-politeknik yang fokus PUT-nya
di bidang infrastruktur. Sayangnya, data untuk Politeknik ATMI
Surakarta tidak bisa diperoleh, sehingga hanya 3 (tiga) politeknik
yang akan diperbandingkan data-datanya.
Politeknik Negeri Bandung (Polban) adalah contoh politeknik
proyek PEDP yang berhasil membangun PUT pada bidang
infrastruktur. Polban mengembangkan PUT dengan berfokus
pada jasa konstruksi dan manajemen jembatan serta jalan ramah
lingkungan. Hal ini sejalan dengan visi dari Politeknik Negeri
Bandung itu sendiri, yaitu menjadi innovation driving force atau
penggerak pembaruan dalam teknologi masa depan. Visi ini
bertujuan agar Polban dapat berperan aktif dalam penguatan
ekonomi nasional.
42 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
Output dari fokus pembangunan PUT Polban adalah
jasa, yaitu jasa training, memberi rekomendasi maintenance
infrastruktur jalan, training investigasi, dan konsultasi tentang
infrastruktur jalan berwawasan lingkungan. Latar belakang
dilahirkannya produk jasa ini karena kurang pedulinya pihak terkait
terhadap maintenance jalan raya di Indonesia yang sudah dibangun
dengan susah payah. Hasil yang diharapkan adalah memberikan
kontribusi langsung dengan memberikan pemecahan masalah dari
permasalahan teknologi konstruksi maupun kajian pemeliharaan
pada infrastruktur yang sudah ada maupun yang akan dibangun.
Adalah Politeknik Negeri Bali (PNB) merupakan satu-satunya
politeknik yang membangun PUT di bidang pariwisata. PNB juga
memiliki kerja sama dengan Polban untuk mengembangkan PUT
pariwisata dan infrastruktur. Sehingga dengan alasan itulah,
pembahasaan PUT sektor infrastruktur dan pariwisata dikaji secara
bersamaan. Berikut ini data dari keempat politeknik tersebut.
Tabel 2.4 Politeknik Sektor Infrastruktur dan Pariwisata
No Poli Nama PUT Sektor Jml Jml Jml
teknik Infra- Dosen Mhs Prodi
Pusat Unggulan st ruktur Tetap 5.736 43
1 Polban Teknologi Infra- 7.109 42
Infrastruktur st ruktur 496
2 PNJ (Jalan) Infra- 371 2.994 11
Pusat Unggulan struktur 4.365 22
3 Poltekpos Teknologi Pariwisata 92
4 PNB Infrastruktur 340
(PUTI) -
Jembatan
Center of
Technology
Logistic and
Supply Chain
Management
Pusat Unggulan
Teknologi
Pariwisata
Bab 2 | Memaknai Peran PUT bagi Politeknik 43
b. Data Rasio Dosen Tetap Vs Mahasiswa di Sektor
Infastruktur dan Pariwisata
Grafik 2.7 Rasio Dosen Tetap Vs Mahasiswa di Sektor Infastruktur dan Pariwisata
Polban PNJ PoltekPos PNB
Polban merupakan salah satu politeknik yang memfokuskan
dirinya ke dalam sektor infrastruktur. Rasio dosen tetap dengan
mahasiswa yang ada sangat ideal dan kecil, yaitu 1 dosen untuk
11 mahasiswa. Tentu ini akan mempengaruhi pada kegiatan
pembelajaran yang diselenggarakan di kelas. Rasio antara dosen
dengan mahasiswa tertinggi ditempati oleh Poltek Pos, yaitu 1:32.
PNB yang merupakan stau-satunya politeknik di bidang pariwisata,
memiliki rasio dosen dan mahasiswa yang masih tergolong ideal,
yaitu 1:12,8.
c. Data Jenjang D1 di Sektor Infrastruktur dan Pariwisata
Grafik 2.8 Jenjang D1 di Sektor Infrastruktur dan Pariwisata
Polban PNJ PoltekPos PNB
Berdasarkan grafik di atas, tampak bahwa Polban satu-satunya
politeknik yang tidak memiliki program studi pada jenjang D1.
PNB merupakan politikenik yang paling banyak mengembangkan
program studi bidang pariwisata di jenjang D1, yaitu sebanyak 4
(empat) program studi, sedangkan PNJ dan Poltek Pos sama-sama
baru memiliki 2 program studi di jenjang D1.
44 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
d. Data Jenjang D2 di Sektor Infrastruktur dan Pariwisata
Grafik 2.9 Jenjang D2 di Sektor Infrastruktur dan Pariwisata
Polban PNJ PoltekPos PNB
Untuk jenjang D2, posisi program studi terbanyak ditempati oleh
PNJ. PNJ menjadi politeknik yang terbanyak memiliki program
studi pada jenjang D2, yaitu sebanyak 7 (tujuh). Peringkat kedua
ditempat oleh Polban. Tercatat Polban memiliki 5 (lima) program
studi pada jenjang D2, sedangkan PNB memiliki 3 program studi
pada jenjang D2 ini. Sementara itu, Poltek Pos ternyata tidak
memiliki program studi pada jenjang D2 ini.
e. Data Jenjang D3 di Sektor Infrastruktur dan Pariwisata
Grafik 2.10 Jenjang D3 di Sektor Infrastruktur dan Pariwisata
Polban PNJ PoltekPos PNB
Berdasarkan grafik di atas, tampak bahwa keempat politeknik
memiliki program studi pada jenjang D3. Politeknik Negeri Bandung
merupakan politeknik yang paling banyak mengembangkan
program studi pada jenjang D3, yaitu sebanyak 18 program studi,
disusul oleh PNJ yang telah memiliki 14 program studi pada jenjang
D3. Sementara itu PNB telah memiliki 9 (Sembilan) program studi
dan Poltek Pos sebanyak 5 program studi jenjang D3.
Bab 2 | Memaknai Peran PUT bagi Politeknik 45
f. Data Jenjang D4 di Sektor Infrastruktur dan Pariwisata
Grafik 2.11 Jenjang D4 di Sektor Infrastruktur dan Pariwisata
Polban PNJ PoltekPos PNB
Tampak pada grafik, Polban dan PNJ masing-masing telah
memiliki 18 program studi pada jenjang D4. Sementara itu Poltek
Pos baru memiliki 4 (empat) program studi dan PNB memiliki 6
(enam) program studi.
g. Data Jenjang S2 di Sektor Infrastruktur dan Pariwisata
Grafik 2.12 Jenjang S2 di Sektor Infrastruktur dan Pariwisata
Polban PNJ PoltekPos PNB
Suatu pencapaian yang baik sekali, bahwa Polban dan PNJ telah
mampu mengembangkan program studi S2 (magister terapan)
untuk bidang infrastruktur. Tampak bahwa Polban telah memiliki 2
(dua) program studi jenjang megister, sedangkan PNJ baru memiliki
1 (satu) program studi. PNB sebagai satu-satunya politeknik yang
fokus di bidang pariwisata hingga data ini digunakan belum
memiliki program studi S2.
46 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
4. Agroindustri
a. Data Politeknik di Sektor Agroindustri
Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) merupakan satu contoh
politeknik yang sukses membangun Pusat Unggulan Teknologi
(PUT) di sektor agroindustri. Keberadaan Unit Produksi Budi
Daya Ikan dan Pakan, dan Laboratorium Rujukan PUT sebagai
pusat unggulan teknologi menjadi harapan yang besar dalam
penguatan dan pengembangan kapasitas pada Program Studi
Budi Daya Perikanan. Unit produksi didirikan untuk menjembatani
proses pendidikan dengan kondisi nyata di dunia kerja dengan
mendukung kegiatan praktik sesuai dengan kompetensi khusus
yang diamanahkan oleh kurikulum program studi. Unit produksi
ini juga berperan dalam menghasilkan produk berupa benih
ikan unggul, calon induk dan induk ikan unggul, produksi ikan-
ikan konsumsi, produksi pakan ikan ramah lingkungan dengan
memanfaatkan bahan baku lokal, mengembangkan produk obat-
obatan, probiotik ramah lingkungan, dan pakan alami untuk
diaplikasikan dalam usaha budi daya perikanan. Selain berorientasi
pada produksi, juga menjadi wadah pelatihan budi daya ikan,
manajemen dan pembuatan pakan ikan, serta sertifikasi serta uji
kompetensi bagi mahasiswa dan personel budi daya perikanan.
Bukan hanya Polnep, politeknik yang memfokuskan diri pada
sektor agroindustri. Terdapat politeknik-politeknik lainnya yang
juga memfokuskan PUT-nya pada sektor industri. Tersebutlah
Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP), Politeknik
Negeri Lampung (Polinela), Politeknik Negeri Jember (Polije),
Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani Kupang), Politeknik
Negeri Manado (Polimdo). Berikut ini data dan profil politeknik-
politeknik tersebut.
Tabel 2.5 Politeknik Sektor Agroindustri
No Politeknik Nama PUT Jml Dosen Jml Jml
Tetap Mhs Prodi
1 Politani Pusat Unggulan 153 1.567 11
Payakumbuh Teknologi Kelapa
Sawit (PUT-KS)
2 Polinela Pusat Unggulan 158 2.612 20
Teknologi Hilir
Karet
Bab 2 | Memaknai Peran PUT bagi Politeknik 47
No Politeknik Nama PUT Jml Dosen Jml Jml
Tetap Mhs Prodi
3 Polije Teknologi Proses 241 7.020 22
dan Pengemasan
4 Polnep Pangan 268 4.695 22
(Packaging 152 2.976 12
5 Politani Center) 301 4277 19
Kupang Pusat Unggulan
Teknologi
6 Polimdo Budidaya
Perikanan
Pabrik Pakan
Mini/Small Scale
Feed Industry
Kayu Kelapa dan
Produk-Produk
Olahannya
b. Data Rasio Dosen Tetap Vs Mahasiswa di Sektor
Agroindustri
Grafik 2.13 Rasio Dosen Tetap Vs Mahasiswa di Sektor Agroindustri
Politani Polinela Polije Polnep Politani Polimdo
Payakumbuh Kupang
Grafik di atas menggambarkan rasio dosen terhadap mahasiswa
pada keenam politeknik yang termasuk ke dalam sektor
agroindustri. Berdasarkan informasi pada grafik di atas, tampak
Politani Payakumbuh dan Polimdo memiliki rasio yang paling
ideal, yaitu 1:10 dan 1:14. Sementara untuk Polinela, Polnep, dan
Politani Kupang rasio dosen dan mahasiswanya terhitung cukup
ideal. Polije merupakan politeknik yang rasio dosen dengan
mahasiswanya paling besar, yaitu 1 dosen untuk 29 mahasiswa.
Walaupun demikian, rasio yang dimiliki Polije saat ini masih
termasuk dalam kategori aman.
48 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
c. Data Jenjang D1 di Sektor Agroindustri
Grafik 2.14 Jenjang D1 di Sektor Agroindustri
Politani Polinela Polije Polnep Politani Polimdo
Payakumbuh Kupang
Berdasarkan grafik di atas, ternyata hanya Polnep yang memiliki
program studi pada jenjang D1. Sementara untuk kelima politeknik
lainnya tidak memilikinya. Tentunya pengembangan jenjang ini
juga melihat pada kebutuhan politeknik dan kondisi dan minat
dari lingkungan sekitar.
d. Data Jenjang D3 di Sektor Agroindustri
Grafik 2.15 Jenjang D3 di Sektor Agroindustri
Politani Polinela Polije Polnep Politani Polimdo
Payakumbuh Kupang
Berdasarkan data yang digambarkan pada grafik di atas, tampak
bahwa ketersediaan program studi pada jenjang D3 hampir merata
di seluruh politeknik. Polinela merupakan politeknik terbanyak
yang memiliki program studi pada jenjang D3, yaitu sebanyak 17
program studi, disusul dengan Polimdo sebanyak 11 program studi,
kemudian Politani Payakumbuh, Polije, dan Polnep yang masing-
masing sudah memiliki 9 (Sembilan) program studi. Sementara di
Politani Kupang tersedia 8 (delapan) program studi pada jenjang
D3 ini.
Bab 2 | Memaknai Peran PUT bagi Politeknik 49
e. Data Jenjang D4 di Sektor Agroindustri
Grafik 2.16 Jenjang D4 di Sektor Agroindustri
Politani Polinela Polije Polnep Politani Polimdo
Payakumbuh Kupang
Polije dan Polnep merupakan politeknik yang memiliki program
studi jenjang D4 sektor agroindustri terbanyak dibandingkan
politeknik lainnya, yaitu masing-masing 12 program studi. Polinela
dan Polimdo sama-sama memiliki 8 (delapan) program studi
jenjang D4. Sementara politeknik yang paling sedikit program
studi jenjang D4-nya adalah Politani Payakumbuh. Hal ini karena,
di Politani Payakumbuh masih memprioritaskan pengembangan
program studi jejang D3-nya.
f. Data Jenjang S2 di Sektor Agroindustri
Grafik 2.17 Jenjang S2 di Sektor Agroindustri
Politani Polinela Polije Polnep Politani Polimdo
Payakumbuh Kupang
Untuk politeknik-politeknik yang bergerak di bidang agroindustri,
baru Polije yang memiliki program studi jenjang magister
terapan, sedangkan politeknik-politeknik lainnya belum
mengembangkannya. Adapun magister terapan yang sudah
dikembangkan Polije adalah Program Studi Agribisnis.
50 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
g. Data Rasio Dosen Tetap Vs Mahasiswa Program Studi
Agribisnis
Grafik 2.18 Rasio Dosen Tetap Vs Mahasiswa Program Studi Agribisnis
Politani Polinela Polije Polnep Politani Polimdo
Payakumbuh Kupang
Program studi Agribisnis merupakan salah satu program studi yang
selalu ada di hampir seluruh politeknik agroindustri. Adapun rasio
dosen agribinis terhadap mahasiswa yang paling ideal ditempati
oleh Politani Payakumbuh, yaitu sebesar 1:9,7. Rasio dosen
agribisnis dengan mahasiswa tertinggi ditempati oleh Politani
Kupang, yaitu 1 dosen untuk sekitar 27 mahasiswa.
h. Program Studi Teknologi Pertanian Terkait
Grafik 2.19 Rasio Dosen Tetap Vs Mahasiswa Program Studi Teknologi Pertanian
Terkait
Politani Polinela Polije Polnep Politani Polimdo
Payakumbuh Kupang
Program studi berikutnya yang juga hampir ada di seluruh politeknik
sektor agroindustri adalah Teknologi Pertanian Terkait. Tampak
pada grafik di atas, keenam polteknik umumnya memiliki program
studi tersebut. Rasio antara dosen teknologi pertanian dengan
mahasiswa yang paling ideal dimiliki oleh Politani Payakumbuh,
yaitu sebesar 1:9,6, sedangkan yang tertinggi ditempati oleh
Polije, yaitu sebesar 1:33,6.
Bab 2 | Memaknai Peran PUT bagi Politeknik 51
Secara keseluruhan, politeknik-politeknik yang fokus di sektor
industri hampir memiliki seluruh jenjang studi, mulai D1 sampai
S2. Kesamaan yang dimiliki oleh keenam politeknik tersebut, yakni
tidak ada yang memiliki jenjang studi D2.
5. Pertambangan
a. Data Politeknik di Sektor Pertambangan
Sektor pertambangan merupakan satu dari lima sektor yang
menjadi prioritas dalam program PEDP. Politeknik Banjarmasin
(Poliban) menunjukkan komitmen yang kuat terhadap
pengembangan sektor pertambangan walaupun politeknik ini
belum berhasil membangun PUT-nya.
Namun, dalam pengembangan program studinya Poliban
benar-benar memanfaatkan hibah dari program PEDP ini. Dana
tersebut lebih terkonsentrasi pada Program Studi Pertambangan
dibandingkan dengan program studi lainnya. Hal tersebut terjadi
karena Poliban sedang fokus meningkatkan kualitas Program
Studi Pertambangan. Secara umum dana PEDP dimanfaatkan
untuk procurement (pengadaan barang), pengembangan kapasitas,
pengembangan program, dan Teaching Factory. Sarana lain yang
meningkat dengan adanya proyek PEDP adalah bertambahnya
peralatan baru di Laboratorium Pengujian Batubara, Laboratorium
Pemanfaatan Batubara, Laboratorium Geologi, serta perlengkapan
baru K3 Workshop Teknik Pertambangan. Sebagian ruang kelas
Program Studi Pertambangan juga mendapat kesempatan untuk
direnovasi.
Itu sekelumit perjuangan dan usaha dari Poliban dalam
membangun dan mengembangkan Program Studi Pertambangan,
guna menjadi pondasi pembangunan PUT di waktu yang akan
datang. Selain Poliban, terdapat 3 (tiga) politeknik pertambangan
lainnya yang telah berhasil membangun PUT-nya. Mereka adalah
Politeknik Negeri Padang (PNP), Politeknik Negeri Samarinda
(Polines), dan Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP). Ketiga
politeknik ini berhasil mengembangkan PUT sesuai dengan
fokusnya masing-masing. Berikut ini data dan profil ketiga
politeknik tersebut.
52 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
Tabel 2.6 Politeknik Sektor Pertambangan
No Polit eknik Nama PUT Sektor Jml Jml Jml
Dosen Mhs Prodi
Tetap
Pusat Unggulan
Teknologi Pertam
1 PNP Tambang bangan 301 3873 20
Batubara
Pusat Unggulan
Teknologi
Pertambangan Pertam-
2 Polnes dan Industri bangan 249 3.825 23
Pengolahan
Batu Bara
3 PNUP Teknologi Pertam- 295 3.398 24
Pendukung bangan
Sektor
Pertambangan
Nikel
b. Data Rasio Dosen Tetap Vs Mahasiswa di Sektor
Pertambangan
Grafik 2.20 Rasio Dosen Tetap Vs Mahasiswa di Sektor Pertambangan
PNP Polnes PNUP
Berdasarkan grafik di atas, tampak ketiga politeknik memiliki rasio
dosen dengan mahasiswa yang hampir sama. Rasio dosen dan
mahasiswa antara PNP, Polnes, dan PNUP termasuk ideal, yakni 1
dosen rata-rata menangani 11 sampai 15 mahasiswa.
Bab 2 | Memaknai Peran PUT bagi Politeknik 53
c. Data Jenjang D3 di Sektor Pertambangan
Grafik 2.21 Jenjang D3 di Sektor Pertambangan
PNP Polnes PNUP
Ketiga politeknik yang termasuk ke dalam sektor pertambangan
di atas tidak memiliki jenjang studi D1 dan D2. Mereka
memprioritaskan pengembangan program studi pada jenjang D3.
Banyaknya program studi yang dikembangkan pun hampir sama,
yaitu 12 sampai 15 program studi. Tampak bahwa PNP, Polines,
dan PNUP memiliki perkembangan jumlah program studi yang
merata.
d. Data Jenjang D4 di Sektor Pertambangan
Grafik 2.22 Jenjang D4 di Sektor Pertambangan
PNP Polnes PNUP
54 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
Jenjang studi yang juga dikembangkan oleh PNP, Polnes, dan
PNUP adalah D4. Pada grafik di atas tampak ketiga politeknik
tersebut memiliki perkembangan dan banyak program studi pada
jenjang D4 yang hampir merata, yakni PNP dan Polnes memiliki 8
program studi, sedangkan PNUP memiliki 12 program studi.
F. Audit Teknologi di Lima PUT
Membangun dan mendirikan Pusat Unggulan Teknologi (PUT) di setiap
politeknik menjadi salah satu usaha mewujudkan sasaran yang ingin dicapai
dalam penyelenggaraan PEDP. Pada prosesnya PUT di politeknik menjadi
tempat kajian serta penerapan teknologi bagi mahasiswa, masyarakat, dan
juga dunia industri yang bekerja sama dengan PUT.
Lima politeknik tengah berusaha mengembangkan PUT-nya agar
menjadi PUT mandiri & unggul, yaitu Politeknik Manufaktur Bandung,
Politeknik Negeri Bandung, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya,
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, dan Politeknik Negeri Pontianak.
Seberapa jauh usaha yang telah dilakukan oleh kelima politeknik
akan dievaluasi dengan menggunakan audit teknologi, yakni kompetensi
teknologi yang meliputi fokus, peralatan, pengembangan dan ketersediaan
sumber daya manusia, konvergensi teknologi dan budaya kerja; kemampuan
memberikan solusi bagi dunia usaha dan dunia industri, meliputi inovasi,
inkubator bisnis, workshop, dan konsultansi; alih teknologi, meliputi
pelatihan, permagangan, kemitraan, manajemen HaKI, serta sertifikasi;
kanal teknologi, yang meliputi alumni, pemasok, komunitas, pengguna
industri, dan otoritas teknologi lainnya; serta technology positioning, yang
meliputi segmen pasar, produk atau jasa yang dihasilkan, daya saing, serta
keberlanjutan.
BAB 3
FOKUS DAN PILIHAN
KOMPETENSI
TEKNOLOGI PUT
56 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
Gambar 3.1 Kampus PENS.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
A. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya:
Seberapa Canggihkah “Canggih”?
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) merupakan satu-satunya
politeknik yang fokus membidangi teknik elektro. Sebagai perguruan tinggi
politeknik yang menyelenggarakan pendidikan vokasi, maka PENS memiliki
karakteristik pembelajaran yang menekankan pada praktik daripada teori.
Politeknik yang secara resmi berdiri sejak tahun 1988 ini, dikenal
banyak orang karena keunggulannya di bidang robotika. Tercatat 12 (dua
belas) kali PENS menjuarai Kontes Robot Indonesia (KRI). Bukan hanya
itu saja, PENS juga telah berhasil mengukuhkan dirinya sebagai politeknik
yang dikenal unggul di bidang teknologi informasi. Hal ini dibuktikan
dengan berhasilnya meraih penghargaan TeSCA untuk kategori politeknik
yang diselenggarakan oleh Telkom.
Keberhasilan demi keberhasilan yang diraih oleh PENS merupakan
hasil dari perjuangan panjang, kedisiplinan, serta komitmen yang tinggi
dari para pengajar dan tenaga kependidikan untuk mengembangkan
Bab 3 | Fokus dan Pilihan Kompetensi Teknologi PUT 57
PENS menjadi politeknik yang berdiri kukuh dan diperhitungkan. Teknik
pembelajarannya menjadi rujukan dari beberapa perguruan tinggi lainnya
dan lulusannya menjadi rebutan para industri besar.
Letak kampus PENS berdampingan dengan Politeknik Perkapalan
Negeri Surabaya, bahkan berada dalam satu kompleks dengan Institut
Teknologi Sepuluh November. Bukan tanpa sebab, karena memang awalnya
PENS merupakan bagian dari tubuh ITS.
Sejarah PENS bermula pada tahun 1985. PENS yang saat itu masih
merupakan sebuah politeknik elektronika yang berada di bawah naungan
ITS mendapatkan kunjungan dari Japan International Cooperation Agency
(JICA) untuk bantuan dan kerja sama teknik yang dikepalai oleh Prof.
Y. Naito dari Tokyo Institute of Technology. Pada tahun 1986 mereka
Gambar 3.2 Gedung PENS
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
58 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
melakukan pengamatan dan studi kelayakan terhadap PENS saat itu.
Hasilnya berbuah manis, yaitu JICA menyetujui untuk memulai kerja
sama teknik di tahun 1987 dengan mengirim 5 (lima) orang pengajar
Indonesia ke perguruan tinggi teknologi di Jepang. Kerja sama dengan
JICA pun terus berlanjut. ITS memetik buah dari kerja sama baik tersebut,
yaitu dengan secara resmi pemerintah Jepang melalui JICA memberikan
gedung kampus kepada pemerintah Indonesia lengkap dengan berbagai
peralatan pendidikan pada tanggal 15 Maret 1988. Maka sejak tanggal 2
Juni 1988, politeknik ini diresmikan dengan nama Politeknik Elektronika &
Telekomunikasi (PET)”, dan sejak itu pula tahun ajaran pun dimulai.
Sebelum dikenal dengan nama Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
sekarang ini, PENS telah mengalami beberapa kali perubahan nama. Pada
Juni 1991, Politeknik Elektronika & Telekomunikasi (PET) berubah namanya
menjadi ‘Politeknik Elektronika Surabaya (PES)’ dan masih merupakan
bagian dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS). Saat
itu perubahan nama tersebut dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan, yang sedang melakukan penataan ulang terhadap keberadaan
seluruh politeknik, institut, dan sebagian universitas di Indonesia.
Gambar 3.3 Gedung Kampus PENS.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
Bab 3 | Fokus dan Pilihan Kompetensi Teknologi PUT 59
Namun nama PES ini ternyata tidak berlangsung lama juga. Tahun
1996 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu kembali mengubah nama
politeknik ini menjadi “Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS)”.
Nama inilah yang bertahan hingga sekarang.
Secara sepintas, bentuk gedung PENS berbeda dengan gedung-
gedung di sekitar kompleks ITS lainnya karena didesain untuk tahan gempa.
Kampus yang merupakan hibah dari JICA ini terdiri dari 3 gedung utama,
yaitu Gedung D4, Gedung D, dan Gedung TC (Training Centre). Walaupun
bernama demikian, Gedung D4 tidak serta merta hanya digunakan oleh
mahasiswa program Diploma 4 begitu pula dengan gedung D3 tidak serta
merta hanya digunakan oleh mahasiswa program Diploma 3. Semuanya
digunakan secara bersama-sama oleh semua jurusan.
Sebagai politeknik di Indonesia yang pertama kali menyelenggarakan
S2 terapan, saat ini telah pula didukung oleh gedung pascasarjana yang
terdiri atas 12 lantai, terinci 11 lantai utama dan 1 lantai atap. Gedung ini
diresmikan oleh Mendikud RI pada waktu itu, yaitu Bapak Muhammad
Nuh pada tanggal 25 Desember 2013.
Gambar 3.4 PENS dikenal sebagai kampus yang “tidak pernah tutup”
karena kegiatan belajar mengajar yang berlangsung hingga malam hari.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
60 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
Jalinan kerja sama dengan Jepang tidak berhenti, bahkan terus
berlanjut, ditandai dengan banyaknya pengajar politeknik yang dikirim ke
berbagai perguruan tinggi teknologi di Jepang dan sebaliknya, pengiriman
beberapa ahli dari Jepang ke politeknik ini. Mungkin inilah salah satu yang
menjadi ciri pembelajaran di PENS. PENS merupakan perguruan tinggi
yang meniru dan mengadopsi gaya pembelajaran Jepang yang memiliki
ciri praktikum tinggi di setiap semesternya. Bahkan di semester awal saja
mahasiswa telah dibebani mata kuliah sebanyak 18 hingga 20 SKS. Mata
kuliah yang lebih banyak menekankan pada praktikum, karena diharapkan
mahasiwa mampu menerapkan teori yang telah didapatkan secara
langsung.
Adopsi teknik pembelajaran Jepang, membuat PENS menjadi kampus
yang “tidak pernah tutup”, walaupun sudah larut malam atau bahkan pada
hari Sabtu dan Minggu. Kehidupan di kampus PENS berlangsung selama 24
jam. Kegiatan belajar mengajar normalnya berjalan mulai pukul 08.00 dan
berakhir pada pukul 16.30. Namun malam hari tidak membuat mahasiswa
berhenti beraktivitas, bahkan beberapa kegiatan memang diselenggarakan
pada malam hari. Pada malam hari berlangsung kegiatan belajar mengajar
untuk Program Lanjut (LJ) D3 ke D4. Pada hari Sabtu dan Minggu,
berlangsung kegiatan belajar mengajar untuk mahasiswa PJJ (Pendidikan
Jarak Jauh).
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
Bab 3 | Fokus dan Pilihan Kompetensi Teknologi PUT 61
Sampai pada tahun 2011, PENS masih menjadi bagian dari Institut
Teknologi Sepuluh November (ITS). Padahal jika dilihat dari strukturnya,
PENS sudah memiliki struktur yang lengkap serta PENS dan ITS merupakan
dua institusi yang berbeda. Merunut pada apa yang disampaikan oleh Prof.
Dr. Ir. Triyogi Yuwono, DEA selaku rektor ITS kala itu, “Masing-masing
punya struktur yang lengkap untuk bisa dikatakan sebagai sebuah lembaga.
Kalau PENS masih menjadi bagian dari ITS, ada anggapan bahwa ada
institusi di dalam institusi. Sebab, selama ini direktur PENS juga diangkat
Gambar 3.6 Kantor PUT PENS.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
rektor ITS. Selain itu, kalau masih bergabung, politeknik tersebut akan sulit
berkembang. Ndak bisa jadi BLU (badan layanan umum).”
Alasan tersebut menjadi hal yang paling mendasari perlunya
pemisahan antara PENS dengan ITS. Akhirnya setelah 24 tahun menjadi
bagian dari ITS, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya pun mandiri.
Kemandirian ini ditandai sejak nama PENS tidak lagi masuk ke dalam
statuta ITS. Bagi PENS, tahun 2012 adalah tahun dimulainya membuktikan
diri sebagai institusi yang mandiri dan berdikari. Pada tahun itu pula, masa
62 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
Gambar 3.7 Karya mahasiswa PENS.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
transisi dimulai dengan melakukan berbagai perubahan, yakni pembuatan
statuta baru bagi PENS dan termasuk pada perubahan status mahasiswa.
Mahasiswa yang masuk mulai tahun 2012 ke atas, bukan lagi sebagai
mahasiswa ITS, melainkan menjadi mahasiswa PENS.
Jauh sebelum itu, pemisahan PENS dari ITS memang sudah masuk
ke dalam perencanaan. Bahkan di beberapa kegiatan PENS dan ITS sudah
kerap dibedakan. Terbukti saat mengikuti ajang Kontes Robot Indonesia
tahun 2011, PENS dan ITS datang bersama masing-masing tim. Mereka pun
berkompetisi, dan bersaing bersama timnya masing-masing.
Pemisahan PENS dari ITS disambut dengan gembira. Walaupun
meninggalkan banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, tapi
pemisahan ini sesungguhnya, secara umum memberikan hal positif bagi
pertumbuhan pendidikan di Indonesia. Politeknik yang berdiri sendiri,
berdikari, dan mandiri di masa yang akan datang diperbolehkan untuk
mendirikan program pascasarjana, baik program master (S2) maupun
program doktor (S3). PENS telah menunjukkan kemampuannya, sebagai
politeknik pertama di Indonesia yang mampu menyelenggarakan program
pascasarjana S2 terapan.
Menjadi pusat unggulan pendidikan teknologi rekayasa di bidang
emergingteknologi dalam skala nasional maupun internasional merupakan
visi yang diusung PENS. Adapun misi-misi yang dijalankan PENS untuk
mewujudkan visi tersebut, antara lain:
Bab 3 | Fokus dan Pilihan Kompetensi Teknologi PUT 63
Gambar 3.8 Pembelajaran berorientasi praktik.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
• Menyelenggarakan pendidikan dengan menyediakan lingkungan dan
suasana akademik yang berkualitas untuk menghasilkan lulusan yang
profesional, berpikiran terbuka, kreatif dan berjiwa pemimpin, yang
siap bersaing di era global.
• Sebagai sumber daya politeknik nasional, berperan aktif dalam
pengembangan dan peningkatan sistem pendidikan politeknik di
Indonesia.
• Melaksanakan penelitian yang berorientasi penemuan, pengembangan,
kombinasi, atau integrasi dari beberapa teknologi yang sudah ada
sebelumnya, menjadi teknologi baru yang membawa kemaslahatan
masyarakat.
• Membangun dan mengimplementasikan nilai-nilai etika moral
akademis dan sosial masyarakat.
Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut PENS membenahi diri,
mulai dari kesiapan tenaga pengajar, tenaga pendidik, melengkapi sarana
dan prasarana, serta peralatan penunjang pembelajaran yang dibutuhkan
mahasiswa. Terpilihnya PENS menjadi salah satu politeknik penerima
hibah dana dari proyek PEDP memberikan angin segar, karena secara tidak
langsung PENS yang sedang haus perubahan dan giat-giatnya melakukan
inovasi mendapakan dukungan terbaik .
64 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
Selain dijabarkan dalam visi dan misi, harapan serta cita-cita PENS
juga diwujudkan dalam logonya yang berbentuk susunan bulatan berjumlah
sembilan buah. Susunan bulatan ini membentuk setengah bola dunia, di
mana tujuh buah berwarna biru dan dua buah berwarna kuning. Dipilihnya
tujuh buah bulatan ini, karena masyarakat percaya 7 sebagai angka
dianggap mampu melihat visi ke depan, sedangkan angka 2 merupakan
simbol bersinerginya dosen dan civitas akademika PENS dalam mendukung
prestasi dan kualitas mahasiswa.
Gambar 3.9 Logo Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Putik bunga teratai divisualisasikan ke dalam bentuk bulatan. Bunga
teratai merupakan bunga yang dapat tumbuh dalam kondisi apapun,
baik di tempat bersih maupun kotor, namun tetap dapat memancarkan
keindahannya. Filosofi ini memiliki makna sejatinya keindahan atau kualitas
seseorang justru akan teruji saat dia harus terus memancarkan keindahan
di tempat yang begitu sulit. Sementara putik merupakan intisari bunga,
yang artinya merupakan unsur pokok dari bunga. Hal ini dimaknai bahwa
perguruan tinggi PENS akan memberikan yang terbaik bagi masyarakat,
terutama dalam kiprahnya di bidang pendidikan, sedangka logo berbentuk
setengah bola dunia melambangkan harapan bahwa PENS tidak hanya
mampu memberikan warna dan kontribusi pada level lokal dan nasional
saja, namun juga pada tataran yang lebih luas yaitu level internasional.
Suhu tinggi dan panas matahari yang terik khas kota pejuang
tidak menyurutkan semangat bagi PENS untuk terus berkembang dan
menorehkan prestasi. Jargon JOSS yang merupakan akronim dari jujur,
orisinil, sopan dan santun menjadi pembangkit semangat dalam setiap
kegiatan yang dilaksanakan PENS.
Bab 3 | Fokus dan Pilihan Kompetensi Teknologi PUT 65
Saat ini PENS telah memiliki dan mengembangkan 29 program studi. 29
program studi yang aktif di PENS adalah program studi yang memiliki fokus
pada elektronika, mesin dan informatika, antara lain teknik mekatronika,
teknik sistem pembangkit energi, teknik telekomunikasi, teknologi game,
teknik multimedia dan broadcasting, dan lain-lain. Program studi yang
paling favorit dan diminati para mahasiswa adalah teknik informatika dan
teknik elektro industri. Kedua prodi tersebut memiliki jumlah mahasiswa
terbanyak di antara program studi lainnya.
Gambar 3.10 Inovasi mahasiswa di bidang robotika.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
PENS telah menyediakan semua jenjang studi, mulai dari D1 hingga
S2. Jumlah prodi yang tersedia pada masing-masing jenjang berbeda sesuai
dengan kapasitas dan kebutuhan, di antaranya D1 ada 8 program studi, D2
dan D3 masing-masing 6 program studi, D4 ada 8 program studi, dan S2
ada 2 program studi.
Hampir semua program studi yang dikembangkan PENS telah
terakreditasi ‘A’ dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT),
seperti yang dijelaskan pada tabel berikut ini.
66 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
Gambar 3.11 Desain PCB dengan teknologi Jerman .
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
Tabel 3.1 Data Akreditasi Program Studi di PENS
No Institusi Nilai
Akreditasi
1 Institusi PENS (2020)
A
2 Program Studi Teknik Elektronika D3 (2021) A
A
3 Program Studi Teknik Telekomunikasi D3 (2021) A
A
4 Program Studi Teknik Elektro Industri D3 (2021)
B
5 Program Studi Teknik Informatika D3 (2022)
A
6 Program Studi Teknologi Multimedia dan Broadcasting A
(2023) A
A
7 Program Studi Teknik Elektronika D4 (2020) A
A
8 Program Studi Teknik Telekomunikasi D4 (2021)
9 Program Studi Teknik Elektro Industri D4 (2021)
10 Program Studi Teknik Informatika D4 (2020)
11 Program Studi Teknik Mekatronika (2022)
12 Program Studi Teknik Komputer (2022)
Bab 3 | Fokus dan Pilihan Kompetensi Teknologi PUT 67
Program studi yang terbentuk menunjukkan tingkat spesialisasi yang
sangat tajam, menandakan telah terjadi latihan, siklus pemikiran, dan
konvergensi teknologi untuk menemukan solusi yang bersifat integratif
bagi industri, yang ditunjukkan dari munculnya program studi teknik
elektro industri.
Pengembangan prodi D4 juga menunjukkan pemahaman akan
kebutuhan keterampilan dan pasar. Lebih jauh lagi, PENS mengundang
praktisi dari dunia kerja untuk menjadi pengajar, dengan memberikan
sertifikat khusus mengajar untuk bidang tertentu yang berlaku secara internal
di PENS saja. Hal-hal di atas menyimpulkan telah terjadi pendalaman dan
fokus yang jelas atas area teknologi yang menjadi kompetensi lulusan PENS.
Fokus tersebut juga yang membuat PENS membangun PUT di sektor sektor
manufaktur tepatnya pada aplikasi kreatif industri elektronika.
Mengamati kembali visi PENS di atas, yakni “menjadi pusat unggulan
pendidikan teknologi rekayasa di bidang emerging technology dalam skala
nasional maupun internasional”, sangat jelas menyiratkan harapan PENS
Gambar 3.12 Praktik kerja mahasiswa untuk pembuatan PCB.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
68 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
Gambar 3.13 Pembuatan film PCB.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
Bab 3 | Fokus dan Pilihan Kompetensi Teknologi PUT 69
untuk berkontribusi dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat. Sehingga tatkala diberikan
tantangan untuk membangun Pusat Teknologi Unggulan, PENS pun langsung
menyanggupi dan segera menyiapkan diri untuk merealisasikannya. Apalagi
saat itu PENS telah memiliki sebuah pusat penelitian (research centre) yang
akan menjadi cikal bakal PUT di masa depan. PENS merupakan salah satu
dari sedikit politeknik yang memiliki pusat riset, bahkan tercatat sebagai
yang pertama.
Research centre ini menjalin kerja sama penelitian dengan perguruan
tinggi lainnya. Semua bentuk kerja sama ini tujuan akhirnya adalah membuat
produk yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ada beberapa produk yang telah dihasilkan oleh research centre
walaupun masih dalam skala kecil, misalnya robot edukasi yang meskipun
belum berteknologi tinggi tetapi sudah implementatif. Selain itu ada
kendaraan listrik, Segway dengan satu dan dua roda, serta skate board, alat
transportasi kota yang ringan dan praktis, serta desain smart city.
B. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya:
Teknologi High End Vs Low End
1. Sistem Integrator, Sebuah Jalan Pintas
Sesuai dengan visi dan misinya, keinginan PENS untuk fokus di bidang
riset dan inovasi teknologi begitu sangat tinggi. Untuk itu PENS telah
menyiapkan dengan matang konsep PUT sejak tahun 2012, yaitu
dengan membangun pusat penelitian (research centre) yang menjadi
cikal bakal berdirinya PUT Centre of Technology Development Applied
Telematic Creative Industry.
Gambar 3.14 PUT PENS diarahkan agar dapat
mengembangkan produk inovasi berbasis
industri kreatif yang disesuaikan dengan
kebutuhan pasar domestik dan internasional.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
70 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
PUT yang awalnya dibangun sebagai pusat penelitian tersebut,
saat ini menjadi sebuah ‘payung besar’ yang menaungi berbagai
kegiatan penelitian. Terdapat tujuh research centre dan 14 research
group penelitian yang tergabung di dalamnya. Selain itu, PUT juga
menjadi wadah penampung produk hasil karya tugas akhir mahasiswa.
Setelah menerima dana hibah proyek PEDP, PENS berbenah, tidak
hanya membangun PUT, namun juga Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP)
dan inkubator bisnis.
Pusat Unggulan Teknologi yang dibentuk ini akan digunakan
untuk pengembangan produk inovasi berbasis industri kreatif yang
disesuaikan dengan kebutuhan pasar domestik dan internasional. Di
dalam PUT ini juga dikembangkan teaching factory, bengkel (workshop),
inkubator bisnis PENS Sky Venture dan technopreneur.
PUT diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas
kelembagaan, sumber daya, dan jaringan iptek dalam bidang-
bidang prioritas spesifik agar terjadi peningkatan relevansi dan
produktivitas serta pendayagunaan iptek dalam sektor produksi
untuk menumbuhkan perekonomian nasional dan berdampak pada
peningkatan kesejahteraan masyarakat. Mengingat besarnya target
yang dikejar, maka dalam membangun PUT ini sangat dibutuhkan
sinergi yang baik antara alumni, mahasiswa, dan kampus.
Dalam mengupayakan sinergitas yang baik untuk membangun
PUT, PENS juga menyatukan berbagai komponen untuk bekerja
sama memenuhi kebutuhan pelanggan/order kerja. Sistem integrator
dibangun antara kampus, alumni, stakeholder, dan industri.
Peran alumni dalam pengembangan PUT dan politeknik
sangatlah kuat. PENS memulainya dengan membuat mapping minat
dan keberadaan alumni di industri. Alumni terbagi menjadi kelompok
pegawai industri dan alumni wirausaha (technopreneur). Sejauh ini
proporsi alumni yang bekerja di industri lebih banyak ketimbang alumni
yang terjun ke dunia usaha. Hal ini terjadi karena masih lemahnya minat
technopreneur dan banyaknya kendala wirausaha teknologi. Kampus
sering melibatkan alumni dalam kegiatan perkuliahan, contohnya adalah
dalam memberi pelatihan, mentoring, dan penyaluran mahasiswa baik
untuk kerja praktik maupun penyaluran kerja.
Lain halnya dengan alumni, lain pula kerja sama yang dibangun
bersama industri. Kerja sama yang dilakukan dengan industri sangat
mempertimbangkan kebermanfaatannya. PENS akan melakukan kerja
Bab 3 | Fokus dan Pilihan Kompetensi Teknologi PUT 71
sama dengan industri, apabila industri tersebut dapat memberikan
timbal balik positif bagi pendidikan di PENS. Timbal balik yang
diharapkan dapat berupa rekomendasi perbaikan kurikulum, bersedia
menjadi tempat saluran kerja pratik/magang, dan pengembangan
pendidikan lainnya.
Seperti kerja sama yang saat ini sedang dilakukan antara PENS
dengan Bukalapak. Kerja sama yang dilakukan adalah tentang
pengembangan kajian pengiriman barang menggunakan drone/
pesawat tanpa awak yang bisa mengirim barang melalui udara
dengan kapasitas berat sampai 50 kg. Contoh kerja sama lainnya
adalah dengan PT Indonesia Power, yaitu kerja sama melaksanakan
kajian tentang layanan automasi industri. Walaupun dinilai lebih
banyak kebermanfaatan kerja sama dengan pihak industri, namun ada
keterbatasan kerja sama yang dihadapi. Salah satunya adalah sulit dan
kecilnya anggaran yang akan dikeluarkan industri untuk melakukan
kajian di politeknik, hal tersebut dikarenakan kecilnya minat industri
terhadap bidang kajian. Industri lebih memilih untuk mengejar target
produksi ketimbang melakukan kajian ilmiah.
PENS sejauh ini telah menjalin kerja sama dan jaringan dengan
lebih dari 200 industri dan lembaga pendidikan research baik dari
dalam maupun luar negeri. Bagi PENS membuka jaringan dan kerja
sama seluas-luasnya adalah sama dengan menambah kesempatan
berkarya lebih luas lagi, sehingga PENS memiliki target untuk bisa
bekerja sama dengan lebih dari 400 industri atau lembaga. Selain
alumni dan industri, PENS juga melakukan kerja sama dengan pihak
stakeholder, yaitu Pemda dan Pemprov. Namun, sejauh ini kerja sama
yang dilakukan hanyalah sebatas workshop ilmiah dan sebagai tenaga
ahli.
Sinergi ini diharapkan dapat membantu PUT PENS untuk lebih
memaksimalkan pemanfaatannya, sehingga tidak hanya sebagai
tempat praktik mahasiswa, tapi lebih jauh lagi bisa membangun
Teaching Factory.
72 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
Gambar 3.15 Business Matching PENS.
Sumber Foto: PUT PENS
Gambar 3.16 Mesin pembuat PCB 8 layer.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
Bab 3 | Fokus dan Pilihan Kompetensi Teknologi PUT 73
Gambar 3.17 Mesin printer 3 dimensi.
GambaSru3m.17bePrriFnotetor :3PDEimDPenKsei mBueantrainstPeEkdNiSk.ti
Sumber Foto: PEDP
2. Di Era Disrupsi, Apa yang Menjadi Daya Saing bagi
PUT PENS?
Selama ini PENS menjadi sumber daya politeknik di bidang elektronika
dan turunannya. Pusat Unggulan Teknologi (PUT) PENS menghasilkan
produk inovasi teknologi yang berbasis industri, misalnya adalah
memenuhi permintaan untuk membuat inovasi kebutuhan industri,
pengembangan inovasi kebutuhan layanan dan pekerjaan industri,
mengintegrasikan teknologi ke automation industri, industri
elektronik, dan robotik.
PUT PENS saat ini memiliki peralatan manufakturing motherboard
dan Printed Circuit Board (PCB), yaitu papan dasar yang menjadi
tempat menghubungkan komponen-komponen pada elektronik. PCB
yang mampu dibuat oleh PUT PENS adalah PCB dengan teknologi
Jerman yang dapat memproduksi PCB hingga 8 layer, sehingga bisa
memproduksi mini PCB seperti yang diaplikasikan pada handphone
dan alat elektronika lainnya. Produk lainnya yang juga dikembangkan
74 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
Gambar 3.18 Pembelajaran berorientasi praktik.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
oleh PUT PENS, antara lain Vending Machine nasi kotak dan printer
3 dimensi.Selain itu, PUT PENS juga berusaha memenuhi kebutuhan
layanan dan pekerjaan di industri, seperti yang sedang saat ini
dilakukan, yaitu kerja sama dengan PT JAI (Jatim Autocomp Indonesia).
Pengembangan yang dilakukan adalah tentang robot automation yang
diberi nama RIO. Robot ini mampu mengangkat beban sampai 700 kg
untuk memenuhi layanan di industri dengan membawa spare-part dari
station ke station lain.
Target pelaksanaan PUT pada akhirnya adalah membangun
teaching factory dan teaching industry. Teaching Factory yang telah
dilaksanakan oleh PENS adalah pelayanan pembuatan PCB untuk
kebutuhan masyarakat (eksternal) dan tugas mahasiswa (internal).
Sistem Teaching Factory yang selama ini dijalankan dirasa kurang mampu
menumbuhkan sikap technopreneur di mahasiswa. PENS kemudian
membuat inkubator bisnis yang dirasa dapat mengembangkan kualitas
mahasiswa, sehingga ketika lulus, mereka mampu bekerja mandiri
menjadi technopreneur atau pelaku usaha di bidang teknologi. Inkubator
bisnis teknologi tersebut kemudian disinergikan dengan Teaching
Factory untuk kemudian dapat membantu mengembangkan PUT.
Sky Venture merupakan inkubator bisnis PENS yang semula
bernama Training Centre. Lewat Sky venture, PENS mencoba
mendorong dan menyokong tumbuhnya Industri Kecil Menengah
(IKM) di Indonesia dengan mengembangkan technopreneur untuk
Bab 3 | Fokus dan Pilihan Kompetensi Teknologi PUT 75
mahasiswa dan alumni. Hal tersebut dilakukan selain untuk memenuhi
kebutuhan pasar juga untuk menjawab persaingan global yang semakin
ketat. Inkubator itu mendorong tumbuhnya pengusaha-pengusaha
muda yang mampu memenuhi kebutuhan domestik (local content)
maupun internasional. Dalam setahun, minimal lahir 800 produk
inovasi teknologi berupa software/hardware yang merupakan karya
tugas akhir mahasiswa dan 500 produk yang di-submit ke Ristekdikti
melalui Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM). Walaupun hanya 4%
produk yang berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut hingga bisa
diproduksi. Baru-baru ini PT Rocket Bos (BOSCH) datang meninjau
startup bisnis PENS dan berencana untuk mengajak kolaborasi. Inkubasi
bisnis ala PENS tersebut sudah menginspirasi banyak politeknik lain di
Indonesia.
Teaching industry yang dikembangkan oleh PENS berbasis RND
(research and development). RND tersebut didukung dengan desain
kurikulum pendidikan yang hampir 80% diisi oleh praktik. Teaching
Gambar 3.19 Praktik mahasiswa PENS.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
76 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
industry lebih menguntungkan PUT dikarenakan telah tersedianya
investor, dana, customer, dan marketable. Karena ada keterbatasan
workspace, maka sejauh ini hanya baru bisa melayani kerja sama dengan
23 tenant. Untuk mencapai Teaching Factory, PENS membangun proses
RND dari dasar, dari pembelajaran, packaging produk, mentoring,
membangun badan usaha, melakukan pemasaran, mencari investor,
dan membantu sinergi. Teknisnya adalah tenant memberikan proposal
pada PENS untuk kemudian PENS menyeleksi proposal yang sesuai.
PENS melakukan teaching industry mengacu pada roadmap
pemerintah untuk mendorong revolusi industri 4.0. Revolusi yang
diharapkan mampu memacu industri unggulan dalam negeri dan
berdaya saing global. Pesanan tenant yang sedang dikerjakan dan
dikembangkan adalah autobots tepat guna, 3D Printing, Ion Smart
(untuk mengontrol daya listrik), DIGIbook, penjernihan air dan
kesuburan tanah. Dalam skema kerjasama teaching industry, HAKI
nantinya akan menjadi milik mahasiswa dan industri tersebut. Selain
itu untuk menyiapkan SDM mahasiswa ataupun masyarakat umum
Gambar 3.20 Pembelajaran berorientasi praktik.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
Bab 3 | Fokus dan Pilihan Kompetensi Teknologi PUT 77
agar memperoleh sertifikasi kerja dari BNSP, telah disiapkan Lembaga
Sertifikasi Profesi (LSP) dibidang teknik elektronika dan teknologi
informasi dan komunikasi. Ada juga UKM baru khususnya di bidang
Emerging Technology.
Saat ini PUT sudah menjalankan kerja sama dengan beberapa
industri untuk mengembangkan produk ini, di antaranya, PT INTI,
PT LEN, PT Eforel, Inovative, komunitas inkubator bisnis alumni,
komunitas elektronika, dan komunitas robotika.
PENS merasa industri elektronika di Indonesia sulit berkembang.
Ada beberapa faktor penghambat, di antaranya adalah sulitnya bahan
pembuat elektronika, produk saingan yang ada di pasaran sudah
memiliki kualitas yang lebih bagus sehingga PENS sulit menjadi
kompetitor, biaya operasional yang tinggi, serta akses bahan baku yang
relatif sulit.
3. Inkubator Bisnis PENS Sky Venture dan Technopreneur
Dalam setiap tahun, PENS rata-rata melahirkan penelitian sekitar
60 penelitian lokal dan 40 penelitian yang didanai oleh Kementerian
Ristekdikti. Karya Tugas Akhir (TA) per tahun sekitar 800 judul dari
program studi D3 dan D4, sedangkan 30 judul dari program S2. Karya-
karya yang berlimpah tersebut menjadi sumber daya yang luar biasa
bagi PENS. Setiap karya-karya tersebut akan meningkat seiring
bertambahnya jumlah mahasiswa dan bertambahnya bantuan dan
dana hibah penelitian.
Pada mulanya, untuk mendukung tumbuhnya industri kecil
menengah (IKM) di Indonesia yang berlandaskan technopreneur, PENS
mendirikan Yayasan ELISTA. Yayasan ini berdiri dari tahun 1998—2006
berfungsi untuk pengembangan bisnis dan kerja sama industri.
Kemudian pada tahun lanjutan 2006—2013, didirikan EIC (EEPIS
Inovation Centre) sebagai pusat pengembangan inovasi teknologi
terapan, pelatihan dan sertifikasi. Namun dari tahun 2013—sekarang,
Sky Venture dan Inkubator menjadi pusat pengembangan kerja sama
dan sebagai Unit Pelaksana Teknis Inkubator Bisnis untuk membangun
start-up bisnis teknologi yang inovatif.
Pusat Unggulan Teknologi sebagai bengkelnya inkubator bisnis,
merupakan tempat workspace produksi produk inkubator bisnis
PENS Sky Venture. PENS Sky Venture diharapkan dapat mempercepat
pertumbuhan industri kecil menengah di bidang inovasi teknologi
terapan.
78 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
PENS Sky Venture bertujuan untuk menumbuhkan inovator dan
wirausaha baru berbasis teknologi. Untuk mewujudkan usahanya
tersebut, PENS Sky Venture memberikan fasilitas dan konsultasi,
meliputi aspek manajemen bisnis, legal, bengkel inkubasi, working
space, publikasi, dan akses pembiayaan. PENS Sky Venture sekaligus
menjadi media penghubung antara alumni dosen, mahasiswa, dan
masyarakat. Jumlah tenant yang dibina PENS Sky Venture saat ini
adalah 23 tenant.
PENS Sky Venture merupakan bengkel inkubator bisnis, tempat
workspace produksi produk inkubator bisnis. Di sini tersedia fasilitas
dan peralatan yang dapat digunakan oleh tenant untuk menunjang
hasil kerja tenant. Hal ini bertujuan untuk memudahkan tenant dalam
menjalin relasi dengan investor.
PENS Sky Venture juga membantu mendapatkan pendanaan
yang mudah dan mencukupi dari berbagai kalangan, baik kementerian
maupun investor swasta. Selain itu, PENS Sky Venture juga turut
memantau dan mengevaluasi segala progres setiap tenant.
Keberhasilan PENS Sky Venture tak lepas dari terjalinnya hubungan
baik dan menguntungkan bagi kedua belah pihak.
Mimpi besar PENS adalah menjadikan PENS Sky Venture
sebagai pusat inkubator bisnis sekaligus berupaya mengembangkan
kewirausahaan berbasis teknologi tepat guna untuk mahasiswa dan
alumni PENS. Hal tersebut dilakukan dengan melayani dan membantu
pengembangan bisnis alumni yang berbasis teknologi agar menjadi
usaha yang besar, mandiri dan mampu berkembang ke tingkat yang
lebih tinggi.
PENS tidak hanya mencetak tenaga yang terampil tetapi juga ikut
serta berkontribusi membangun industri teknologi. Karena keterlibatan
perguruan tinggi untuk memajukan UKM sangat diperlukan. Lewat
PENS Sky Venture, PENS ingin mencetak technopreneur dan minimal
dapat mewujudkan cita-cita alumninya untuk menjadi wirausahawan
yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain.
BAB 4
MENJAWAB PROBLEM
DUNIA KERJA
80 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
Gambar 4.1 Kampus Polman Bandung.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
Politeknik Manufaktur Negeri Bandung atau yang dikenal dengan nama Polman
Bandung merupakan pendidikan politeknik yang pertama didirikan di Indonesia.
Polman Bandung merupakan hasil kerja sama bilateral antara Pemerintah
Republik Indonesia dan Pemerintah Konfederasi Swiss. Pada awal perjanjian
Polman Bandung dikenal dengan nama Politeknik Mekanik PMS-ITB. Polman
Bandung berdiri sejak tahun 1976.
Kerja sama yang diberikan pihak Swiss adalah menyediakan bahan
pengajaran dan peralatan praktik, membangun bengkel dan menyediakan
tenaga ahli, sedangkan bantuan dari pihak Indonesia berupa membangun
gedung kuliah, administrasi, dan fasilitas penunjang lainnya, serta menyediakan
biaya operasional pendidikan. Sebagai pelaksana proyek dari pihak Indonesia
menunjuk Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai pelaksana dari pihak
Bab 4 | Menjawab Problem Dunia Kerja 81
Indonesia dan Swiss Contact (Yayasan bantuan teknis Swiss) sebagai pelaksana
dari pihak Swiss. Polman Bandung berkomitmen untuk membangun salah satu
bidang Teknologi Desain Manufaktur Terapan. Polman Bandung berkembang
atas pinjaman dana dari ADB dan Bank Dunia serta proyek-proyek hibah
kompetisi. Polman Bandung sudah menyandang akreditasi “A” sejak tahun
2002 untuk semua program studi. Pada tahun 2003, Polman Bandung meraih
sertifikat ISO 9001.
Polman Bandung memiliki visi untuk menjadi pusat keunggulan dan
pendidikan global dalam teknologi manufaktur terapan. Visi tersebut
diterjemahkan ke dalam misi menyediakan tenaga profesional manufaktur yang
berkualitas, terampil, dan terdidik, serta menyediakan program pendidikan/
pelatihan dalam teknologi manufaktur terapan melalui integrasi pendidikan dan
perusahaan manufaktur.
Saat ini jumlah program studi yang ada di Polman Bandung adalah 15 prodi.
Dari 15 prodi, ada 1 prodi yang sedang dalam pembinaan Menristekdikti, yaitu
Prodi Mekatronika D1. Prodi-prodi lainnya yang masih aktif adalah perancangan
manufaktur, teknik mesin dan manufaktur, teknologi rekayasa otomatis, teknik
pemeliharaan mesin dan prodi lainnya yang masing-masing prodi berfokus pada
sektor manufaktur. Lima belas rodi tersebut terbagi ke dalam empat jurusan,
yaitu Jurusan Teknik Manufaktur, Teknik Perancangan Manufaktur, Teknik
Pengecoran Logam, dan Teknik Otomasi Manufaktur dan Mekatronika.
Prodi yang paling populer dan memiliki jumlah mahasiswa yang paling
banyak adalah Prodi Teknik Mekatronika D3. Jumlah mahasiswa di Prodi
Teknik Mekatronika adalah 21 persen dari jumlah keseluruhan mahasiswa
Gambar 4.2 Rasio dosen tetap terhadap mahasiswa.
Sumber: Kemenristekdikti
82 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
Polman Bandung. Program studi yang didirikan pertama adalah Prodi Teknik
Pembuatan Perkakas Presisi, Teknik Pemeliharaan Mesin, serta Teknik Gambar
dan Perancangan dengan jenjang studi Diploma 3 (D3).
Jenjang pendidikan yang tersedia di Polman Bandung beragam, mulai dari
D1, D2, D3 dan D4. Untuk program pasca sarjana (strata 2, S2) belum tersedia
di Polman Bandung. Walaupun Polman Bandung menyediakan semua jenjang
pendidikan diploma tapi Polman Bandung lebih berfokus pada jenjang D3. Hal
ini terbukti dari jumlah prodi yang tersedia di D3, yaitu 7 dari 15 politeknik.
Tabel 4.1 Jumlah program studi di Polman Bandung berdasarkan jenjang.
Jenjang D1 D2 D3 D4
Prodi 2373
Saat ini jumlah mahasiswa yang belajar di Polman Bandung adalah 987
mahasiswa. Jumlah ini terbilang sedikit daripada jumlah mahasiswa politeknik
lainnya, padahal Polman Bandung adalah politeknik yang paling tua usianya.
Jumlah dosen tetap yang mengajar di Polman Bandung adalah 98 dosen.
Gambar 4.3 Production based education.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
Bab 4 | Menjawab Problem Dunia Kerja 83
Walaupun jumlah dosen yang mengajar pun terbilang lebih sedikit daripada
jumlah dosen di politeknik lainnya, rasio antara dosen dan mahasiswa terbilang
ideal daripada yang lain, yaitu 1 banding 10. Hal tersebut sangat baik untuk
sistem pendidikan di Polman Bandung.
Prodi yang paling ideal rasio antara dosen dan mahasiswa adalah teknik
pengecoran logam dan teknik pembuatan perkakas presisi. Teknik pengecoran
logam juga merupakan salah satu prodi yang diminati banyak mahasiswa.
A. Metode Pembelajaran Polman Bandung:
Production Based Education (PBE)
Berbeda dengan sistem pendidikan akademik yang bertujuan untuk
menyiapkan peserta didik agar mampu mengembangkan IPTEK di
masyarakat luas, pendidikan tinggi berbentuk politeknik adalah Pendidikan
Tinggi Vokasi (Vocational Oriented Higher Education) yang memiliki tugas
untuk menyiapkan peserta didik agar dapat langsung memasuki pasar kerja
sesuai dengan keahlian yang dimilikinya sesuai dengan arti kata vocational
yang bermakna keahlian.
Selain mendapat ilmu pengetahuan dan keterampilan, alumni Polman
Bandung juga dibekali dengan sikap kerja yang dibentuk selama mengikuti
Gambar 4.4 Pembelajaran berorientasi praktik.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti
84 PUT Mandiri & Unggul: Praktik Baik di Lima Politeknik
perkuliahan. Salah satu keunggulan yang dimiliki Polman Bandung dalam
menyiapkan lulusan yang siap untuk bekerja adalah suasana belajar yang di
padukan dengan suasana industri, sehingga lulusannya memiliki kesiapan
pengetahuan, keterampilan, kehadiran, dan sikap kerja.
Bahasa industri yang diciptakan adalah dengan menerapkan metode
pembelajaran yang dikenal sebagai Production Based Education (PBE).
Melalui metode PBE mahasiswa akan terlibat langsung dalam kegiatan
pengembangan dan pembuatan produk, baik standar maupun customized,
untuk keperluan industri yang terintegrasi dalam kurikulum pendidikan.
Metode pendidikannya adalah berbasis kerja sama industri (IBE-Industrial
Based Education) 3-2-1. Pendekatan cooperative 3-2-1 based education untuk
lebih menegaskan peran industri dalam membangun sumber daya manusia
profesional yang handal dan kompeten di bidangnya melalui program
magang industri.
Gambar 4.5 SDM yang kompeten, cerdas, disiplin, dan profesional.
Sumber Foto: PEDP Kemenristekdikti