1
Departemen Regional-KPwDN
RDG KELEMBAGAAN TW III - 2021
KONTRIBUSI KPwDN TERHADAP KINERJA 2EG, SERTA
STRATEGIZING DAN PENGUATAN FUNGSI KPwDN
JAKARTA, 2 November 2021
Materi ini disusun oleh Departemen Regional dan didukung oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri
BAGIAN 1
OVERVIEW KELEMBAGAAN
KPwDN Tw III 2021
Pandemi COVID-19 yang melandai didukung dengan sejumlah opportunities kelembagaan KPwDN, serta pengelolaan risiko yang terjaga berdampak terhadap capaian kinerja 2EG yang optimal... 3
PENINGKATAN VAKSINASI & RESPON & IMPLEMENTASI RESPON & IMPLEMENTASI PENGUATAN DIGITALISASI,
HERD IMMUNITY, COVID-19 BLUEPRINT/FRAMEWORK/ FLAGSHIP NASIONAL DAN
STRATEGIC GUIDANCE KEBIJAKAN BI DAERAH, MANAGING CoE SISTEM & TEKNOLOGI, SERTA
DRIVEN MELANDAI
KPwDN Berkontribusi sebanyak23 dari 27 (85,2%) DIGITAL MINDSET (a.l CBS, WMS)
Vaksin 1 Pegawai KPwDN: 97,66% blueprint/frameworkKebijakan BI Hasil Survei:
Vaksin 2 Pegawai KPwDN: 95,64% Innovation = 4,6 mjd 4,9 (meningkat)
81 Flagship 39 Dihadiri ADG TEMA Pariwisata: 5 Investasi: 6 4,5 4,7 Colloaboration = 4,5 mjd 4,9 (meningkat)
Events 42 Tidak Dihadiri ADG UMKM: 37 Digital: 10 Tech Savy = 4,4 mjd 4,4 (stabil)
Eksyar: 18 Ekspor: 5 2020 2021
OPPORTUNITIES KONTRIBUSI KPwDN TERHADAP BAURAN KEBIJAKAN KELEMBAGAAN TRIWULAN III-2021 RISIKO
KELEMBAGAAN KPwDN KELEMBAGAAN KPwDN
Penanganan COVID-19 yang efektif dan KINERJA EFEKTIF KINERJA EFISIEN KINERJA BERTATA KELOLA
Implementasi New Lifestyle
Replikasi Success Story KPwDN TRACKING SBP, PS DAN IKU REALISASI ANGGARAN (55,36%) 9 RISIKO UTAMA BI Berlangsungnya PPKM level 3 dan 4
(CUKUP RENDAH) pada awal Tw III-2021
Managing flagship nasional dan daerah (5 SBP Berstatus NORMAL, TIER A (56,88%) TIER C (53,80%)
12 PS Berstatus NORMAL) TIER B (54,16%) TIER D (56,78%) RISIKO BERDASARKAN PS Readiness KPwDN dalam
Penguatan implementasi blueprint/ (CUKUP RENDAH) implementasi blueprint/ framework/
framework/ guidance kebijakan BI EWC IKU PERSON TO JOB FIT (82%) guidance kebijakan BI
Perluasan digitalisasi bisnis proses dan IMPLEMENTASI SGo (99,00%)
digital mindset (60 IKU NORMAL, 1 IKU WASPADA) FUNGSI 1 (95%) FUNGSI 4 (84%) Readiness KPwDN dalam
FUNGSI 2 (84%) FUNGSI 5 (97%) PENGADAAN BARANG/JASA (98,81%) implementasi sistem dan teknologi
Pengembangan SDM berkelanjutan IKU at RISK FUNGSI 3 (66%) FUNGSI 6 (74%) PENGAMANAN (98,84%) (termasuk digital mindset)
PSBI (98,75%)
(TIDAK ADA IKU at RISK) FE/FSI (82%) KEUANGAN INTERN (99,60%)
CAPAIAN KINERJA (75,86) FUNGSI 1 (71%) FUNGSI 4 (94%)
FUNGSI 2 (79%) FUNGSI 5 (77%)
(26 IKU – accelerated, 35 IKU – on track) FUNGSI 3 (75%) FUNGSI 6 (99%)
STRATEGI PENGUATAN
KELEMBAGAAN KPwDN
STRATEGI PENGELOLAAN KPwDN STRATEGIZING & REFOCUSSING FUNGSI KPwDN
GUARDING/ LEADING PS, IKU, SUSTAINING CONTINUITY STRATEGIZING PELAKSANAAN TUGAS PENGUATAN REFOCUSSING
FLAGSHIP KPwDN KPwDN FUNGSI KPwDN
• Readiness KPwDN • Risk Mapping OUTCOME 3S
• Respon & Implementasi • Pengembangan SDM • Self Governance (SGo)
Blueprint/ framework/ • Managing CoE 5 PRINSIP STRATEGIZING 1. Streamlining • Pengelolaan Uang Rupiah
guidance kebijakan BI Business Proc.
UMKM: 4,01 (Mature) Hub. Investor KPw RIRU: Hub. Investor KPw non 1. End-to-end Process 4. Uniqueness/ • Penyusunan REKDA (PUR)
• Penyusunan pedoman Eksyar: 3,63 (Mature) 4,70 (Very Mature) RIRU: 2,60 (Less Mature) 2. Cross-cutting Antar PS Karakteristik Wilayah 2. Sinergizing
3. Enhancement Program strategi BI di • DigitalisasiSP
5. Readiness/ Tier daerah • Pengawasan SP di Daerah • Penguatan Riset
EKD: 3,40 (Ample) Manaj. Kinerja: 4,34 (Very Mature) Kerja KPwDN
3. Sustaining
Institution (KPw)
BAGIAN 2
HIGHLIGHT KINERJA
2EG KPwDN
2.1 Tracking Capaian SBP, PS dan IKU
2.2 Kontribusi KPwDN terhadap IKU at Risk BI 2021
2.3 Capaian Kinerja KPwDN Triwulan III-2021 (termasuk di 3 fungsi)
2.4 Highlight Fungsi Pengembangan UMKM & Eksyar
2.5 Highlight Fungsi Digitalisasi Sistem Pembayaran
2.6 Highlight Fungsi PUR
2.7 Managing CoE – Strategi 3OK
2. HIGHLIGHT KINERJA 2EG KPwDN 5
2.1 Tracking Capaian SBP, PS, Dan IKU
Kontribusi KPwDN pada Kinerja Efektif tercatat optimal. Hal ini ditunjukkan dengan 5 SBP KPwDN dan seluruh kontribusi PS yang diproyeksikan pada status “normal”
di akhir tahun 2021. Hal tersebut sebagai dampak positif dari berbagai kegiatan flagship KPwDN yang mendukung capaian kinerja seperti FEKDI, GBBI, GBWI, KKI, dan
FESYar. Selain itu, sinergi dan kolaborasi antara KPwDN dan Kantor Pusat turut mendukung akselerasi pencapaian kinerja di KPwDN.
TRACKING SBP KPwDN 2020-2025 KONTRIBUSI IKU KPwDN 2021 THD PROYEKSI CAPAIAN PS
Sampai dengan triwulan III-2021, capaian SBP KPwDN diproyeksikan 42 IKU BI 26 IKU BI (61,9%) 61 IKU KPwDN
tercapai optimal pada akhir 2021. Hal ini ditunjukkan dengan proyeksi
seluruh SBP berstatus normal. 23 IKU Performance Memiliki keterlibatan dgn IKU KPwDN 51 IKU Satker (83,6%) 50 IKU High Impact (81,9%)
19 IKU Monitoring 10 IKU Manajemen (16,4%) 11 IKU Less Impact (18,0%)
Capaian yang optimal dimaksud sebagai dampak positif dari berbagai 13 IKU Performance 13 IKU Monitoring
kegiatan flagship KPwDN yang mendukung capaian kinerja seperti FEKDI, (56,2% thd total IKU P) (68,42% thd total IKU M)
GBBI, GBWI, KKI, dan FESYar. Selain itu, sinergi dan kolaborasi antara
KPwDN dan Kantor Pusat turut mendukung akselerasi pencapaian kinerja di PS Q2 Inflasi VF 7 PS Q2 Sinergi 4 PS Q2 Inklusi 7
KPwDN. 1 Q3 2 2 Q3 Kebijakan 2 3 Q3 Keuangan 2
Q2 Q3 P-Q4 P-Q4 P-Q4 7 P-Q4
1
Inflasi Volatile Food dan Bahan Pangan Penguatan asesmen pada Berbagai kegiatan pengembangan
diproyeksikan mengalami peningkatan subtitusi impor dan ekspor UMKM diproyeksikan masih akan
signifikan yang terkendali. pariwisata terhambat dampak pandemi.
PS Q2 - PS Q2 Akseptansi PS Q2 Transaksi 2
4 Q3 - 5 Q3 Non Tunai 6 Digital -
Sinergi Q3
P-Q4 Pengawasan P-Q4 P-Q4
Sinergi kebijakan dan Perlunya penguatan alignment Perlunya peningkatan kesiapan Pemda
pengawasan utk menjaga SSK program kerja terkait implementasi dan Stakeholders daerah dalam
transaksi non tunai. mendukung akselerasi transaksi digital
PS Q2 Pembiayaan 1 PS Q2 Aktivitas 5 PS Q2 5Efektivitas Keb.
7 Q3 non 1 8 Q3 Usaha - 9 Q3
perbankan Syariah P-Q4 Internasional
P-Q4 P-Q4
Awareness stakeholders daerah Berbagai kegiatan Akselerasi promosi investasi dan 1
terkait pembiayaan ekonomi perdagangan di tengah pandemi
daerah pengembangan EKSyar
terus meningkat
PS Q2 4 -PS Q2 PS Q2 Engagement
10 Q3 11 Q3 12 Q3 Stakeholders &
Keterangan : Prognosa 2021 berdasarkan Pencapaian hingga Triwulan III - 2021 Kesiapan Presentase Tata Kelola* 8
P-Q4 SDM BI Proses Bisnis P-Q4 2
Pengembangan SDM KPwDN P-Q4 Digital
: Status Normal : Status Waspada telah direncanakan dengan - Implementasi digitalisasi - Proses tata kelola telah diperkuat
bisnis proses di KPwDN dengan KPwDN Self Governance yang
optimal untuk mendukung akan diperluas implementasinya.
11 11 IKU KPw yg memberikan less tercapainya BI 4.0
impact thd IKU BI
50 40 IKU KPw dan 10 IKU Manajemen yg * Terdapat 1 IKU di PS 12 yang diproyeksikan berada dalam status Waspada, yakni terkait realisasi anggaran PSBI
memberiikan high impact thd IKU BI
2. HIGHLIGHT KINERJA 2EG KPwDN 6
2.2 Kontribusi KPwDN Terhadap IKU At Risk BI 2021
Berdasarkan kontribusi KPwDN thd IKU at risk BI, tidak terdapat IKU KPwDN yang berstatus At Risk seiring dengan proyeksi EWC akhir tahun Tahun
2021 yang optimal. Hal tersebut dipengaruhi oleh penguatan alignment program kerja Satker KP, KPwDN dan peningkatan Maturity Level
KPwDN, serta monitoring dan evaluasi IKU KPwDN berkelanjutan agar dapat tercapai dengan optimal dan above target. 2021
IKU BI – At Risk IKU KPwDN – At Risk Indikator IKU At Risk KPwDN:
Q1 Q2 Q3 Q1 Q2 Q3 P-Q4 1. Memiliki HiHgihghIImmppaactct dgn IKU Performance dan Monitoring BI Wide berstatus At Risk ;
10 IKU 14 IKU 4 IKU 2. Diproyeksikan berada pada status Waspada di akhir 2021
6 IKU 4 IKU - IKU - IKU
BI - WIDE Kontribusi IKU KPwDN terhadap IKU at Risk BI IKU at Risk KPwDN
Q1 Q2 Q3 P-Q4
PS Nama IKU BI IKU at Risk BI IKU BI yang memiliki IKU KPwDN Dampak thd EWC Akhir
keterlibatan dgn IKU IKU BI Tahun 2021
Q1 Q2 Q3 KPwDN
PS 1 1. Inflasi Inti – Tidak memiliki keterlibatan VCR 2. Inflasi IHK 1. % Efektivitas koordinasi pengendalian inflasi daerah High Impact Normal
dengan IKU KPwDN 2. % Peningkatan Produksi Klaster Ketahanan Pangan High Impact Normal
2. Inflasi IHK – Memiliki keterlibatan VCR dgn
IKU KPwDN (IKU Monitoring BI Wide)
3Pa. Fnagsainlitasi Kerja sama Perdagangan Antar Daerah Komoditas Ketahanan High Impact Normal
4. Implementasi Digital Farming High Impact Normal
5P.aInmgapnlementasi Kerja sama Perdagangan Antar Daerah Komoditas Ketahanan High Impact Normal
6. Fasilitasi Digital Farming High Impact Normal
7AD. KGuBailditaansgAnalisis/asesmenterkait ek keuangan daerah yg disampaikan kpd High Impact Normal
8. Tersedianya asesmen di KPwDN Less Impact Normal
9. Kualitas Data Pangan Daerah Less Impact Normal
PS 2 3. Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan 11. Peningkatan 37. Jumlah Inisiasi linkage antar pelaku usaha syariah High Impact Normal
(PDB) (IKU Monitoring BI Wide) – Tidak Aktivitas Usaha dan 38. Implementasi usaha pesantren dan UMKM Syariah High Impact Normal
memiliki keterlibatan VCR dengan IKU KPwDN Pembiayaan Syariah 39. Implementasi Korporatisasi UMKM Syariah (a.l Herbitren) High Impact Normal
40. Fasilitasi InfrastrukturPendukung Industri Halal High Impact Normal
PS 8 4. Peningkatan Aktivitas Usaha & Pembiayaan 41. Peningkatan Pemahaman Pelaksanaan Prog. Edukasi/ Kampanye Eksyar High Impact Normal
Syariah – Memiliki Keterlibatan Value Chain
Result (VCR) dgn IKU KPwDN (IKU Monitoring
BI Wide)
2. HIGHLIGHT KINERJA 2EG KPwDN 7
2.3 Capaian Kinerja KPwDN Triwulan III -2021 (termasuk di 3 fungsi)
Secara umum, kinerja KPwDN di Triwulan III 2021 berada pada capaian yang relatif menggembirakan. Hal tersebut didukung dengan capaian 26 IKU (39,4%) accelerated dan 35 IKU
(60,6%) on track. Bahkan pada IKU yang high impact terhadap IKU BI, 24 IKU (60,0%) diantaranya memiliki capaian accelerated. Hal ini tidak terlepas dari sinergi DR bersama dengan
satker KP dan KPwDN yang terus memantau dan memonitor capaian kinerjanya sehingga dapat tercapai optimal di akhir tahun.
CAPAIAN KPwDN
Tw III 2021
ACCELERATED
26 IKU (39.4%)
ON TRACK
35 IKU (60.6%)
51 IKU SATKER
40 IKU High Impact
Accelerated 20 IKU (50.0%)
On Track 20 IKU (50.0%)
11 IKU Less Impact
Accelerated 2 IKU (18.2%)
On Track 9 IKU (81.8%)
10 IKU MANAJEMEN
10 IKU High Impact
Accelerated 4 IKU (40.0%)
On Track 6 IKU (60.0%)
NORMAL WASPADA SIAGA AWAS IKU KPw yg memberikan IKU KPw yg memberikan Sumber : EKB KPwDN Tw III 2021, diolah - IKU Less Impact
high impact thd IKU BI less impact thd IKU BI
2. HIGHLIGHT KINERJA 2EG KPwDN 8
2.3 Capaian Kinerja KPwDN Triwulan III -2021 (termasuk di 3 fungsi) - lanjutan
Capaian kinerja KPwDN yang optimal juga terjadi pada 3 fungsi di KPwDN yaitu UMKM & Eksyar, digitalisasi SP dan PUR. Secara spesifik, dari 25 IKU yang tercatat
pada 3 fungsi dimaksud, 15 IKU diantaranya atau sebesar 60,0% tercatat accelerated, bahkan seluruh IKU tersebut berada pada status “normal” di akhir tahun.
OVERALL CAPAIAN KPwDN
25 IKU Terkait UMKM &
EKSYAR, Digitalisasi
SP, dan PUR
23 IKU (92%) High Impact
Accelerated 14 IKU (60.9%)
On Track 9 IKU (39.1%)
2 IKU (8%) Less Impact
Accelerated 1 IKU (50.0%)
On Track 1 IKU (50.0%)
IKU KPwDN berstatus At Risk
NORMAL SIAGA
WASPADA AWAS
IKU KPw yg memberikan high impact thd IKU BI
IKU KPw yg memberikan less impact thd IKU BI
KLASIFIKASI IKU KPwDN
IKU KPwDN diklasifikasikan
high impact apabila :
Merupakan Output dalam VCR BI
Menjadi komponen dlm
perhitungan formula IKU BI
Memberikan dukungan
signifikan thd penyusunan
kebijakan BI
Sumber : EKB KPwDN Tw III 2021, diolah
2. HIGHLIGHT KINERJA 2EG KPwDN 9
2.4 Highlight Fungsi Pengembangan UMKM & Eksyar
Fungsi UMKM dan Eksyar telah memenuhi kaidah 2EG dengan capaian 12 IKU (66,67%) accelerated dan 6 IKU (33,33%) on-track pada triwulan III - 2021. Pengelolaan SDM dan
Keuangan pun tercatat optimal dengan tata kelola yang terjaga, serta readiness pengembangan UMKM dan EKSYAR yang telah mencapai mature. Selanjutnya, keberhasilan KPwDN
Kalimantan Timur dan Aceh juga dapat menjadi success story bagi daerah lain.
KINERJA EFEKTIF KINERJA EFISIEN KINERJA BERTATA KELOLA
EWC AKHIR 2021 PENGELOLAAN ANGGARAN MANAGING GOVERNANCE CoE
18 IKU 18 (100,0%) 0 (0,0%) ANGGARAN 2021 Kenaikan/Penurunan Realisasi Anggaran • Dalam pelaksanaan CoE, KPwDN tetap
29,5% Berdasarkan menerapkan mitigasi risiko yang maksimal
BERSTATUS NORMAL BERSTATUS WASPADA Rp 141 Milyar termasuk menjaga risiko reputasi.
Natural Akun (NA) terbesar
▼10,2% dibandingkan 2020 • Menjaga komunikasi yang efektif dengan
No. NA % Q3’20 % Q3’21 stakeholders di daerah dalam rangka
menjaga governance pelaksanaan CoE
CAPAIAN Q3-2021 1. Honor 58,40 118,46
(▲) • KPwDN telah melaksanakan pedoman
REALISASI Q3’2021 Sinergi Flagship Event (SFP) KPwD 2021
yang menyelaraskan pelaksanaan kegiatan
59,46% 2. Peny. 92,23 98,85 (▲) GBBI, GBWI, FEKDI, KKI, dan FESyar.
Acara 59,96 (▲)
PS IKU KPw Status Summary
▲dibandingkan realisasi
Q3’2020 sebesar 35,04% 3. Konsumsi 40,85
PS 1 3 IKU • 2 IKU Accelerated
14• 1 IKU On Track
IKU (66,67%) PENGELOLAAN SDM
PS 3 8 IKU • 6 IKU Accelerated Accelerated
• 2 IKU On Track 4 IKU (33,33%) Aspek Kuantiatif Aspek Kualitatif
PS 8 5 IKU • 4 IKU Accelerated 83% 87%
FORMASI EFEKTIF-FORMASI SAAT INI (FE/FSI) PERSON TO JOB FIT
• 1 IKU On Track On Track Generasi Segmen Jabatan Jalur Rekrutmen
PS 9 2 IKU 2 IKU Accelerated 16% 84% 47% 53% 31% 69%
Gen X Millenial
Officer Non Officer PCPM Non PCPM
READINESS KPwDN SUCCESS STORY
EKSYAR UMKM AVERAGE INDEX 2021: MATURE [4,01] EKSYAR Key Success Program UMKM Key Success Program
KPw BI Prov. Aceh KPw BI Prov. Kaltim
[naik 0,14 poin dibandingkan 2020 sebesar 3,87] • Program kemandirian ekonomi berbasis masjid dan pesantren, • Mengedepankan prinsip sinergi, kolaborasi, inovasi dan integrasi
sertifikasi halal dan pengembangan HVC
AVERAGE INDEX 2021: MATURE [3,63] P• rogPrraogmraUmnyagnggudlaiknembangkan bersifat win-win program
• Sinergi dengan berbagai stakeholders daerah seperti Pemda,
[naik 0,16 poin dibandingkan 2020 sebesar 3,47] MES, Ponpes, serta BKM Aceh • Akademi Ekspor Kaltim (AEK)
• Kelas BME untuk kurasi UMKM potensial ekspor
• Penguatan riset dan edukasi • Program Pemberdayaan Perempuan korban KDRT/ Rentenir subsitence
• Program pemberdayaan UMKM naik kelas \melalui program BEST
Outcome dan Indikator Keberhasilan
Outcome dan Indikator Keberhasilan
• 20 Ponpes dg 44 unit usaha dan + 12.940 santri
• Pemberdayaan ekonomi masjid dgn 4 unit usaha • Scalling up UMKM di tiap kategori (sukses, digital, ekspor)
• Modul Khutbah Eksyar • Capaian IKU UMKM 2021 Kaltim: Accelerated
• Implementasi Qanun LKS
2. HIGHLIGHT KINERJA 2EG KPwDN 10
2.5 Highlight Fungsi Digitalisasi Sistem Pembayaran
Fungsi digitalisasi SP memiliki 3 IKU dengan capaian pada triwulan III-2021 adalah 2 IKU berstatus accelerated dan 1 IKU berstatus on-track. Sebagaimana fungsi yang lain,
pengelolaan SDM dan keuangan terpantau optimal, didukung dengan tata kelola yang baik, serta readiness ekonomi digital yang berada pada level Ample. Selanjutnya, KPwBI
Provinsi Sumut dapat menjadi lesson learned bagi daerah lain dalam melakukan strategi perluasan akuisisi merchant QRIS dan TP2DD.
KINERJA EFEKTIF KINERJA EFISIEN KINERJA BERTATA KELOLA
EWC AKHIR 2021 PENGELOLAAN ANGGARAN TP2DD
3 IKU
3 (100,0%) 0 (0,0%) ANGGARAN 2021 Kenaikan/Penurunan Realisasi • Risiko kewenangan dalam program kerja TP2DD (termasukanggaran) antara
4,9% Anggaran Berdasarkan KPwDN dan Pemda. Hal ini telah dimitigasi melalui koordinasi yang intensif
BERSTATUS NORMAL BERSTATUS WASPADA Rp 31 Milyar antara KPwDN dan Pemda terkait.
Natural Akun (NA) terbesar
▲12,0% dibandingkan 2020 • Dalam rangka menjaga complianceimplementasi TP2DD, KPwDN bersama DR,
No NA % Q3’20 % Q3’21 DKSP, Pemda, dan Kemendagri telah mengimplementasimekanisme
koordinasi secara perioik.
.
• Dalam akselerasi pembentukan TP2DD KPwDN mengacu pada aspek hukum
CAPAIAN Q3-2021 REALISASI Q3’2021 1. Peny. 408,23 106,74 yang tertuang dalam Kepres No. 3 tahun 2021.
Acara (▼)
• Implementasi perluasan elektronifikasi pasca pembentukan TP2DD sesuai
PS IKU KPw Status Summary 79,09% 2. Suvenir 121,40 88,18 (▼) dengan ketentuan PP No 12 tahun 2019.
81,45 (▼)
PS 5 Implementasi Accelerated 2 IKU (66,67%) ▼dibandingkan realisasi 3. Honor 99,97 QRIS
penggunaan QRIS di Q3’2020 sebesar 115,27%
daerah On-track Accelerated • Mitigasi risiko implementasi QRIS di lingkungan Pemda melalui koordinasi lintas
PENGELOLAAN SDM stakeholder
% Implementasi 1 IKU (33,33%)
elektronifikasi Aspek Kuantiatif Aspek Kualitatif • Menjaga governance dalam akselerasi akusisi merchant QRIS melalui penerapan
PS 6 transaksi di daerah Non-Disclosure Agreement dengan Penyelesaian Transaksi Elektronik Nasional
89% 64% (PTEN)
FORMASI EFEKTIF-FORMASI SAAT INI (FE/FSI) PERSON TO JOB FIT • Implementasikan guidance terkait sosialisasi dan edukasi serta koordinasi dengan
para stakeholders untuk menjaga tata kelola perluasan akuisisi merchant QRIS.
Terbentuknya TP2DD Accelerated On Track Generasi Segmen Jabatan Jalur Rekrutmen
28% 65% 7% 67% 33% 41% 59%
Gen X Millenial Gen Z Officer Non Officer PCPM Non PCPM
READINESS KPwDN SUCCESS STORY
EKONOMI KEUANGAN DIGITAL KPw BI Prov Sumut Pembentukan TP2DD & Perluasan ETP Perluasan Implementasi QRIS
AVERAGE INDEX 2021: AMPLE [3,40] • Per 28 Okt 2021, telah terbentuk 32 TP2DD (dengan rincian 1 provinsi, 8 kota • Capaian target akusisi merchant QRIS Prov. Sumut per 1 Oktober 2021 telah
dan 23 kabupaten) mencapai 95,7% atau sebanyak 465.813 dari 486.500 merchant
[naik 0,10 poin dibandingkan 2020 sebesar 3,30]
Top 5 KPwDN 2021 • Strategi pembentukan TP2DD dilakukan melalui sosialisasi kepada Pemda, • Key strategies perluasan QRIS 12 juta merchant dilakukan melalui:
BPD dan OPD terkait, serta mempublikasikan tulisan di media cetak dan a. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi berkala di seluruh wilker Sumut
BANTEN, NTB, ACEH, SUMUT, BALIKPAPAN online b. Peningkatan sinergi program dgn PJP dan stakeholders daerah
c. Kolaborasi antar KPwDN dan K/L dalam implementasi di kawasan DPSP
• Melakukan rapat koordinasi dan pendekatan kepada Pimpinan Daerah Toba
melalui pola komunikasi top-down d. Fokus pada capaian Quota Chasing dan Vibes Dvelopment
• Memberikan apresiasi melalui launching TP2DD bersama Gubernur
2. HIGHLIGHT KINERJA 2EG KPwDN 11
2.6 Highlight Fungsi Pengelolaan Uang Rupiah (PUR)
Fungsi Pengelolaan Uang Rupiah (PUR) memiliki capaian 4 IKU (100%) on-track pada triwulan III - 2021. Untuk pengelolaan SDM dan keuangan pun sudah tercatat
efisien dengan menjaga tata kelola. Pada triwulan kali ini, KPw BI Prov. Jateng dapat menjadi lesson learnet bagi KPwDN lain dalam melakukan Pengelolaan Uang
Rupiah, termasuk dalam mencapai target IKU.
KINERJA EFEKTIF KINERJA EFISIEN KINERJA BERTATA KELOLA
EWC AKHIR 2021 PENGELOLAAN ANGGARAN 1. Dalam rangka mitigasi risiko reputasi terkait pemenuhan
4 IKU kebutuhan uang layak edar (ULE), KPwDN melakukan review
4 (100,0%) 0 (0,0%) ANGGARAN 2021 Kenaikan/Penurunan Realisasi Anggaran proyeksi kebutuhan uang secara bulanan bersama perbankan,
Berdasarkan pembinaan kepada PJPUR terkait setting parameter MSUK untuk
6,5% BERSTATUS NORMAL BERSTATUS WASPADA Rp 142 Milyar meningkatkan kualitas sortasi. Selain itu, KPwDN juga
Natural Akun (NA) terbesar memperkuat kerja sama layanan penukaran dengan perbankan
▲17,9% dibandingkan 2020 dan instansi lainnya.
No NA % % Q3’21
Q3’20 2. Sebagai upaya mitigasi risiko operasional, KPwDN berkoordinasi
. dengan Satker Mitra KP melakukan pemeliharaan berkala mesin
perkasan serta memperluas Self Governance di area PUR.
CAPAIAN Q3-2021 REALISASI Q3’2021 1. Pengolah 69,32 53,49 (▼)
47,22 (▲) 3. KPwDN menjaga governance area kas melalui kepatuhan
46,18% an uang 45,93 (▲) (compliance) pelaksanaan prosedur dan tata tertib, serta
melakukan review CCTV secara berkala.
PS IKU KPw Status Summary ▲dibandingkan realisasi 2. Peny. Pihak 0,00
Q3’2020 sebesar 45,08% 4. Dalam rangka penguatan tata kelola dan peningkatan
- IKU (-%) ke-3 pemahaman pegawai PUR terkait prosedur perkasan dan UPAL,
dilakukan peningkatan kompetensi pegawai melalui capacity
Ketepatan proyeksi On-track Accelerated 3. Honor 43,89 building.
EKU
4 IKU (100,0%) PENGELOLAAN SDM
Optimalisasi PUR dgn On-track
PS 5 menggunakan MSUK-R On Track Aspek Kuantiatif Aspek Kualitatif
Kelayakan Uang On-track 77% 100%
Rupiah Edar
FORMASI EFEKTIF-FORMASI SAAT INI (FE/FSI) PERSON TO JOB FIT
Tingkat Pemenuhan On-track Generasi Segmen Jabatan Jalur Rekrutmen
Kebutuhan Uang
16% 84% 19% 81% -% 100%
Gen X Millenial
Officer Non Officer PCPM Non PCPM
SUCCESS STORY Ketepatan EKU Realisasi Soil Level
(Q3’2021) (Semester I-2021)
Pengolahan MSUK UPB: 122% | UPK: 100% UPB: 91% | UPK: 123% UPB: 11,33| UPK: 10,97
(Q3’2021)
• Melakukan sosialisasi standard kualitas soil level dan
• Mengoptimalkan kinerja mesin yaitu pengolahan harian MSUK-R • KPw BI Jateng memiliki inovasi dgn menetapkan Mitra
(Selasa, Rabu, Kamis) dengan 2 buah M7 @650 brood dan 1 IKU PUR (teller perbankan) dgn koordinasi rutin untuk melakukan pemantauan thd 3 perbankan (Mandiri, Niaga
buah C4S @230 brood sehingga modal harian 1.530 brood memantau realisasi proyeksi perbankan.
selama 6,5 jam dan BCA), serta kepada 10 PJPUR terkait parameter
• Sementara hari Senin dan Jumat, modal harian @2.115 brood mesin sortasi uang kertas dan penyediaan uang di ATM
dgn lembur selama 4 jam. Untuk UPK saat ini masih diolah dgn
HUM • Menjajaki kerjasama layanan dgn BPR, PT PS dan
KPw BI Prov Jawa Tengah Pegadaian
2. HIGHLIGHT KINERJA 2EG KPwDN 12
2.7 Managing CoE - Strategi 3 (OK)
Berdasarkan evaluasi terhadap implementasi CoE s.d 30 September 2021, penyelenggaraan 55 events oleh KPwDN dapat terlaksana dengan lebih efisien, hal ini tercermin dari
penggabungan rata-rata 4 event menjadi 1 event yang pada akhirnya berdampak pada penghematan man hour. Rata-rata rasio outcome dibanding biaya diketahui sebesar 9,08x,
namun masih terdapat ruang perbaikan mengingat belum seluruhnya event yang dilaporkan mampu merealisasikan outcome yang lebih tinggi dibandingkan biaya yang dikeluarkan.
Kedepan, optimalisasi CoE akan didorong melalui penyempurnaan guidance terkait penyusunan range besaran anggaran dan SDM dibanding besaran target outcome.
s.d 30 September 2021
55 P2 U S22 17 I1 D8 E5 Sasaran Outcome: BAURAN DIGITALISASI REPUTASI
events events events events events KEBIJAKAN INDONESIA
events events PEMULIHAN
EKONOMI
Optimalisasi Outcome: Optimalisasi Pencapaian IKU: Optimalisasi Sumber Daya:
Transaksi Penjualan Exhibition: Total Biaya Rasio Outcome/Biaya >1x Lainnya Event Organizer
Rp52,98 miliar 42.59% 17.79% 39.50%
Rp52,26 miliar Rata-rata Biaya per Event Publikasi
Rp981,19 juta Rasio 4.43%
Transaksi Penjualan E-Commerce:: Rasio Outcome/Biaya Outcome
terhadap Honor Komposisi
Rp1,49 miliar 9,08 x Pengisi Biaya
Biaya Acara
Transaksi Penjualan Ekspor Total SDM terlibat 13.64%
987 orang Rasio Outcome/Biaya < 1x
Rp1,13 miliar 57.41% Logistik dan
Rata-rata SDM per Event Perlengkapan
Business Matching Pembiayaan: 18 orang
24.65%
Rp412,25 miliar
Hasil Survei Persepsi Stakeholders Terhadap Flagship Events KPwDN Lesson Learned & Rekomendasi
Business Matching Ekspor:
Mitra Non Tidak Kurang Cukup Tidak Kurang Lesson Learned : (1) Event dengan realisasi biaya yang besar tidak
Rp13,88 miliar Pemda Bagus Bagus Bagus Berdampak Berdampak serta merta mampu membukukan capaian outcome yang besar; (2)
22.82% 0.26% 0.64% 7.18% Pengukuran efisiensi event belum dapat dioptimalkan mengingat
Onboarding UMKM Pelaku 0.38% 2.05% Cukup belum adanya penyampaian rencana anggaran dan alokasi sumber
Usaha daya pada saat pendaftaran event; dan belum adanya acuan besaran
1.500 UMKM 51.15% Berdampak anggaran dan alokasi sumber daya terhadap target outcome ideal.
13.59%
UMKM QRIS: Rekomendasi : Penyempurnaan guidance terkait: (1) kewajiban
Jumlah Mitra LN Kualitas Bagus Dampak Event penetapan besaran anggaran pada perencanaan pelaksanaan event
1.287 UMKM Responden 0.13% Penyelenggaraan 28.72% terhadap oleh KPwDN; (2) penyusunan range besaran anggaran dan SDM vs
besaran target outcome, dan; (3) konversi pengukuran target non
UMKM LOLOS KURASI: 780 Event perekonomian nominal terhadap outcome.
daerah &
2.864 UMKM Orang
kinerja usaha
Sangat Sangat Berdampak
bagus Berdampak 33.21%
63.21%
Pemda/Instansi 50.77%
25.90%
BAGIAN 3
STRATEGI PENGUATAN
KELEMBAGAAN KPwDN
3.1 Strategi Pengelolaan KPwDN
3.1.1 Guarding/Leading PS, IKU, dan Flagship
a. Respon & Implementasi Blueprint/ framework/ guidance kebijakan BI
b. Managing Calendar of Event (CoE)
c. Pengembangan SDM (dengan fokus utama 3 fungsi dan Digital Mindset)
3.1.2 Sustaining Continuity
a. Readiness KPwDN
b. Implementasi Self Governance (SGo)
3.2 Strategizing & Refocussing Fungsi KPwDN
3.2.1 Strategizing Pelaksanaan Tugas KPwDN
3.2.2 Penguatan Refocussing Fungsi KPwDN
3. STRATEGI PENGUATAN KELEMBAGAAN KPwDN – 3.1 STRATEGI PENGELOLAAN KPwDN 14
3.1.1 Guarding/Leading PS, IKU, dan Flagship – a. Respon & Implementasi Blueprint/Framework/Guidance Kebijakan BI
Strategi pengelolaan KPwDN jangka menengah panjang juga diperkuat melalui asesmen respon KPwDN terhadap blueprint dan framework. Berdasarkan asesmen yang telah kami lakukan
pada setiap Blueprint/framework, dirumuskan 3 langkah penguatan kelembagaan yaitu (1) Peningkatan sinergi secara vertical dan horizontal serta penguatan aligment (2) Peningkatan
kapasitas SDM melalui capacity building dan optimalisasi Repository Knowledge, serta (3) Optimalisasi daya dukung sistem dan informasi dalam rangka menjaga governance sekaligus
meningkatkan efisiensi bisnis proses.
PS 1 & 2 PS 3 & 4
PS 5 & 6 PS 7 PS 8 PS 9
PS 10 & 11
PS 12 BI-WIDE KONTRIBUSI
27 23KPwDN
85,2%
3. STRATEGI PENGUATAN KELEMBAGAAN KPwDN – 3.1 STRATEGI PENGELOLAAN KPwDN 15
3.1.1 Guarding/Leading PS, IKU, dan Flagship – b. Managing Calendar of Event (CoE): Strategi 5M
KPwDN telah berupaya menyelenggarakan events dengan menyinergikan berbagai kebijakan BI sesuai paket Sinergi Flagship Events yang telah ditetapkan. Namun demikian, seiring
dengan tingginya antusiasme dan kreativitas KPwDN, maka dalam implementasinya masih ditemukan beberapa deviasi, baik terkait managing events, managing content, managing
scale, managing governance, maupun managing communications, Hal ini menjadi lesson learned guna penyempurnaan guidance dan penguatan implementasi CoE ke depannya.
Implementasi CoE oleh KPwDN Managing Events Managing Content
Event CoE non ADG, namun realisasinya dihadiri ADG 1 CoE belum menjadi acuan KPwDN dalam Belum meratanya pemahaman KPwDN terkait konsep paket
Event Non CoE namun dihadiri oleh ADG. 3 menyelenggarakan flagship events di wilayahnya. sinergi flagship, tercermin dari masih adanya deviasi tema dan
Event Non CoE, disetujui dihadiri ADG, namun realisasinya batal dihadiri ADG 2 Masih terdapat penyelenggaraan events selain yang konten events terhadap kategori paket Sinergi Flagship Events yang
Event CoE dihadiri ADG namun tidak dihadiri SU atau pejabat negara (Menteri) telah didaftarkan di CoE, yang bahkan meminta dipilih oleh KPwDN.
Event CoE Non ADG namun dihadiri pejabat negara (Menteri) 2 kehadiran ADG, atau mengundang pimpinan/pejabat
Event Fesyar dihadiri Wapres 5 negara. Managing Governance
Event Road to Fesyar dihadiri ADG dan Menteri 1
Perubahan Nama Event 4 Masih terdapat perubahan-perubahan terhadap Belum kuatnya awareness KPwDN untuk menyampaikan
Pergeseran Jadwal Event 4 events yang didaftarkan di CoE baik berupa laporan hasil pelaksanaan flagship events maksimal H+15
perubahan nama events a.l akibat permintaan setelah pelaksanaan acara.
3 stakeholders (Pemda), maupun pergeseran jadwal, yang
a.l dipengaruhi oleh dampak PPKM dan ketersediaan Belum seragamnya pemahaman KPwDN terhadap konten
jadwal VVIP. pelaporan hasil pelaksanaan flagship events, yang mencakup
output/outcome, realisasi biaya, alokasi SDM, keterkaitan dengan
Managing Scale pencapaian IKU satker, dampak terhadap perekonomian daerah
dan atau Kinerja pelaku usaha yang terlibat, dll.
Menguatnya tendensi KPwDN untuk melibatkan
ADG/Menteri dan pejabat negara yang menjadi mitra Managing Communications
satker KP dalam berbagai kegiatan flagship KPwDN,
sehingga skala acara menjadi tidak sesuai dengan yang Belum adanya kesamaan persepsi terhadap CoE diantara satker
telah ditetapkan di CoE. Hal tersebut ditengarai KP, sehingga events yang mengharapkan kehadiran ADG, namun
dipengaruhi oleh berkembangnya persepsi KPwDN tidak terdapat di CoE dan tidak disetujui oleh DR, tetap dapat
terhadap korelasi antara kehadiran ADG/Menteri terhadap dilangsungkan dan diajukan ke ADG melalui approval satker KP
kinerja KPwDN (process context). lainnya.
Akselerasi digitalisasi melalui pelaksanaan berbagai event Belum meratanya pemahaman KPwDN terhadap hal-hal yang
virtual mendorong banyaknya acara lokal yang menjadi concern KP (a.l frekuensi undangan kepada menteri
diupayakan menjadi skala nasional, a.l mengundang tertentu), dan prosedur koordinasi dalam menjalin komunikasi
lintas satker/stakeholders di BI dan KPwDN, sehingga dengan Kementerian/Lembaga di tingkat nasional.
terjadi redundansi/multiple events yang berlangsung
secara bersamaan dengan tema yang hampir serupa.
Belum adanya aturan eksplisit dalam CoE mengenai hal
tersebut.
3. STRATEGI PENGUATAN KELEMBAGAAN KPwDN – 3.1 STRATEGI PENGELOLAAN KPwDN 16
3.1.1 Guarding/Leading PS, IKU, dan Flagship – b. Managing Calendar of Event (CoE): Flagship Event KPwDN Berkelanjutan Dihadiri ADG
13 Flagship BI & 2 UPI 4 USD 13 UEPS 4 EP I 4 U E PEksotisme Lombok dihadiri ADG
Sinergi K/L
KKJ dihadiri ADG 4 (fisik) 6 (fisik) . GBI (live virtual)
GBI (live virtual)
1. [11 Jan] Art Bali-GBBI (Bali) 1. [16 Sep] Grebeg 1. [18 mar] Angkringan 1. [22 mar] Exotic Tenun Fest (NTT) 1. [3 mar] Forum Pinisi Sultan 1. [3 Mar] Eksotisme Lombok
2. [20 Feb] Beli Kreatif Dana Toba - GBBI UMKM (DIY) QRIS (Jateng) 2. [3 Apr] Karya Kreatif Jabar (Sulsel) (NTB)
(Sumut) 2. [29 Sep] Akselerasi 2. [21 Jun] Pekan (Jabar) dihadiri bersama Bp GBI 2. [5 Ags] Aceh Sharia Festival 2. [27 Jul] Fesyar KTI (Gto)
3. [3 Mar] Eksotisme Lombok–GBBI(NTB) Digitalisasi Pasar Ekonomi Syariah – 3. [9 Apr] Digitalisasi Wisata Sungai (Aceh) 3. [23 Ags] Gebyar Melayu
4. [16 Mar] Jelajah Jambi (Jambi) Tradisional (Solo) PEKSYAR (Sulbar)
5. [3 Apr] Karya Kreatif Jabar-GBBI (Jabar) (Kalsel) 3. [3 Okt] Festival Kopi Papua Pesisir Seri 2 (Kepri)
6. [26 Mei] Festival Joglosemar – GBBI 3. [10 Nov] Central 3. [1 Sep] Sapta Mitra 4. [2 Mei] UMKM Gayeng (Jateng) (Papua) 4. [9 Sep] Lampung Begawi
Java Investment Pantura (Tegal) 5. [7 Jun] Saprahan Khatulistiwa
(Jateng) Summit (Jateng)- 4. [6 Okt] Bali Jagadhita (Lampung)
7. [10 Juni] Raja Ampat E-Festival : tentative 4. [27 Sep] Fesyar Jawa (Kalbar) Culture Week (Bali) 5. [11 Nov] Ayomi Wisata di
(Jatim) dihadiri oleh 6. [24 Jun] Pesona Tambun Bungai
Voyage to Digital Community (Papbar) ADG 3 5. [Des] West Java Economist Sultra (Sultra)
8. [18 Juni] Kemilau FLOBAMORA – GBI (Kalteng) Society (WJES) (Jabar)
5. [16 Nov] Jogja 7. [10 Ags] Fesyar Sumatera (Riau)
(NTT) Berwakaf 2021 (DIY) 8. [23 Ags] Pamor Borneo (Kalsel) Telah dilaksanakan
9. [4 Ags] Lokal Keren Jatim –GBBI (Jatim) 9. [30 Ags] Jakarta Creative Festival
10.[26 Ags] Urban Economy Festival- 6. [24 Nov] Digital Kito : Event yang dihadiri oleh lebih dari 1 ADG
Galo (Sumsel) (DKI)
GBBI (Sulut) 10.[17 Sep] Karya Kreatif Sumut
11.[8 Sep] Karya Kreatif Aceh-GBBI JUMLAH JUMLAH
(Sumut) KEHADIRAN ADG EVENT
(Aceh) 11.[29 Sep] Explore Babel (Babel)
12.[12 Okt] Kaltim Paradise of the East- 12.[11 Okt] Karya Kreatif Banten 40 kali 45 Event
GBBI (Kaltim) (Banten)
13.[21 Okt] West Java Investment 13.[25 Okt] Seru Sriwijaya (Sumsel)
Summit (Jabar) PUSI DE
14.[21 Nov] UMKM Katong-GBBI
(Maluku)
15.[Des] Diskonesia – GBBI (DKI Jakarta)
* Termasuk penyelenggaraan GBBI di 6 wilayah (Bali, Sumut, NTB, Jatim, NTT, & DKI) sebagai bagian dari dukungan KPwDN thd Pariwisata UMKM & Ekraf Syariah Investasi Digitalisasi Ekspor
Movement Manager GBBI
3. STRATEGI PENGUATAN KELEMBAGAAN KPwDN – 3.1 STRATEGI PENGELOLAAN KPwDN 17
3.1.1 Guarding/Leading PS, IKU, dan Flagship – c. Pengembangan SDM: Postur SDM KPwDN (per September 2021)
Dibandingkan dengan posisi Q1 2021 jumlah pemenuhan SDM menurun dari 83% menjadi 82%, namun demikian hal ini telah sejalan dengan arah KPwDN 4.0 di mana akan terjadi efisiensi
SDM sebagai akibat dari digitalisasi proses bisnis pada unit kerja. Di samping itu jika dilihat dari aspek kualitas, prosentase person to job fit berada di atas 80% yang menggambarkan bahwa
latar belakang dan kompetensi pegawai sudah mendukung untuk pelaksanaan tugas sesuai dengan jabatan yang diampu saat ini, khususnya Unit PUR. Faktor yang mempengaruhi kesesuaian
person to job fit adalah pengembangan pegawai dan kebijakan mutasi/rotasi di KPwDN.
Total Pegawai: 2467** Dukungan SDM : Aspek Kualitas *
SIFAT JABATAN GENERASI PERSON TO JOB FIT 368(82%) 79(18%) 347(82%) 74(18%)
Baby Boomers (3) per fungsi Q1 2021 Q3 2021
Perumusan KEKDA
0% 100 (89%) 93 (95%%)
26%
Implementasi KEKDA 103 (82%) 97 (84%)
Gen X (646)
40% Implementasi Kebijakan SP 70 (72%) 65 (66%)
Officer (988) 60% Implementasi Pengawasan SP 25 (93%) 21 (84%)
Non Officer 72% 2% Implementasi PUR 36 (97%)
(1479) Gen Z (38) Tahun Lahir: 35 (74%)
32 (91%)
Milenial (1780) Gen Z (di atas 1997) Manajemen Intern 38 (75%)
Milenial (1981 – 1996)
Gen X (1965 – 1980)
Boomers (sebelum 1965 *M – DD (Non KaKPw): 421 orang
A - AM : 1987 orang
Dukungan SDM : Aspek Kuantitas DD (KaKPw) – DE : 59 Pegawai A-AM dan DD (KaKPw) – DE tidak diperhitungkan dalam P2JF
FE/FSI per fungsi Q1 2021 2506 Q3 2021 2467 Pegawai setingkat DD Kepala Perwakilan, D, dan DE tidak masuk dalam P2JF karena
(83%) (82%) merupakan level pimpinan dan dianggap memiliki kapabilitas diseluruh JF
Perumusan KEKDA Pegawai setingkat A-AM tidak masuk dalam P2JF karena dalam tahap eksplorasi
Impl. KEKDA 244 (77%) 226 (71%) branding
Impl. Kebijakan SP
Impl. Pengawasan SP 439 (73%) 473 (79%) BOOSTER PERSON TO JOB FIT – Q3 2021
Impl. PUR
Manajemen Intern 202 (73%) 207 (75%)
113 (101%) 105 (94%) Pengembangan Kebijakan Mutasi
Pegawai KPwDN dan Rotasi
846 (78%) 837 (77%)
662 (106%) 619 (99%)
**HRIS September 2021
3. STRATEGI PENGUATAN KELEMBAGAAN KPwDN – 3.1 STRATEGI PENGELOLAAN KPwDN 18
3.1.1 Guarding/Leading PS, IKU, dan Flagship – c. Pengembangan SDM: Postur SDM KPwDN pada 3 Fungsi KPwDN
Pemenuhan formasi efektif pada fungsi pengembangan UMKM & Eksyar dan digitalisasi SP telah melebihi 80%, namun untuk fungsi PUR berada pada level 77%. Di samping
itu, person to job fit fungsi pengembangan UMKM & Eksyar dan PUR telah melebihi 80%, sehingga diharapkan dapat lebih optimal dalam menjalankan tugas dan fungsi
KPwDN, namun demikian fungsi implementasi kebijakan SP masih perlu perhatian. Secara umum SDM pada 3 fungsi tersebut telah melaksanakan pengembangan yang sesuai
dengan pelaksanaan tugas dan fungsinya, namun masih dapat diarahkan agar topik-topik PMK tersebut memiliki porsi yang lebih besar.
PENGEMBANGAN UMKM & EKSYAR DIGITALISASI SP PENGELOLAAN UANG RUPIAH
FE/FSI (Kuantitas) 80% FE/FSI (Kuantitas) 80% FE/FSI (Kuantitas) 80%
208 (83%) 118 (89%)
831 (77%)
PERSON TO JOB FIT (Kualitas) PERSON TO JOB FIT (Kualitas) PERSON TO JOB FIT (Kualitas)
40 (87%) 9 (64%) 31 (100%)
UMKM 23% 172 CBS 18% 97 CBS 29% 618
Digital Economy 14% Digital Economy 17% Operational Cash… 23%
10% 12% 8 75 22% 126
Leadership 9% Leadership 12% PPNO - PUR 19 68
Kebanksentralan 6% 16 19 Sistem Pembayaran 10% S2 S1/D4 D1/D2/D3 SLTA/SM ELP 4%
4% 1 6% 3% S2 S1/D4 D1/D2/D3 SLTA/SM
ELP 4% Kebanksentralan 6% 1 Pendidikan Sistem Pembayaran 3%
PPNO - MI 3% S2 S1/D4 D1/D2/D3 SLTA/SM ELP 2% Leadership 2% Pendidikan
PPNO - Statistik 3% 2% S3 Komunikasi 2%
3% Pendidikan PPNO - SP 2% 2%
TI Sistem Keuangan 12% Digital Economy 1%
Komunikasi 21% Teknologi Informasi Sistem Anggaran
Ekonomi Regional 8%
Teknis Lainnya MDBI
Lainnya Lainnya Lainnya
Pengembangan Pengembangan Pengembangan
3. STRATEGI PENGUATAN KELEMBAGAAN KPwDN – 3.1 STRATEGI PENGELOLAAN KPwDN 19
3.1.1 Guarding/Leading PS, IKU, dan Flagship – c. Pengembangan SDM: Hasil Survei Digital Mindset
Kesiapan KPwDN dalam hal digitalisasi didukung dari aspek formasi dan pengembangan SDM KPwDN. Dari sisi formasi, 73.69% SDM KPwDN merupakan Gen Z dan Millenials yang diharapkan memiliki
akseptansi lebih tinggi terhadap digitalisasi sehingga dapat mendorong tercapainya KPwDN 4.0. Sedangkan dari sisi pengembangan SDM KPwDN, dari total 3708 pegawai yang mengikuti PMK (IHT
BINS, IHT Satker, PMK Retail), 22% atau sejumlah 813 pegawai mengikuti topik digitalisasi. Hal ini menunjukkan relatif tingginya minat pegawai KPwDN untuk mendukung kesiapan KPwDN dalam hal
digitalisasi. Hal tersebut juga didukung oleh peningkatan digital mindset yang ditunjukkan melalui survei terhadap pegawai KPwDN dari 4.5 menjadi 4.7 (skala 5).
FORMASI SDM KPwDN PENGEMBANGAN SDM KPwDN
Boomers (0.12%) Gen Z (1.54%) 813 (22%) peserta Topik PMK
3 orang 38 orang mengikuti topik digital
• Dari total 2467 pegawai KPwDN, 1818 Digital Economy 334
Leadership
Formasi SDM (73.69%) di antaranya merupakan Gen Z (38 121
KPwDN orang / 1.54%) dan Millenials (1780 orang / Teknologi Informasi 119
Komunikasi 97
2467 orang 72.15%). Hal ini menunjukkan kesiapan 60
KPwDN dalam hal acceptance digitalisasi. Teknis Lainnya 33
• Berdasarkan Tier, seluruh Tier KPwDN 3708 Digital Central Banking 23
Peserta PMK* 12
memiliki porsi jumlah SDM dari Gen Z dan Sistem Pembayaran 11
Millenials lebih besar dibandingkan dengan Sistem Keuangan 3
Gen X dan Boomers. KPwDN Tier C porsi Inklusi Keuangan
Keprotokolan
jumlah SDM Gen Z dan Millenials lebih besar
dibandingkan dengan ketiga Tier lainnya.
Gen X (26.19%) Millenials (72.15%)
646 orang 1780 orang
HASIL SURVEI DIGITAL 3 DIMENSI DIGITAL MINDSET • Dari total 3708 pegawai KPwDN yang mengikuti PMK, 813 (22%) di
MINDSET KPwDN antaranya merupakan topik digitalisasi, sementara 2895 (78%)
4.9 4.9 • Innovation: Keterbukaan untuk lainnya merupakan topik yang berfokus pada substansi 6 fungsi
4.7 melakukan inovasi produk & KPwDN. Hal ini menunjukkan tingginya minat pegawai dalam
rangka mendukung kesiapan KPwDN dalam mengimplementasikan
4.5 layanan digitalisasi dari sisi kompetensi.
4.6 4.5 4.4 4.4 • Collaboration: Keterbukaan untuk • Adapun topik digitalisasi lainnya meliputi Komunikasi, Digital
Masih meningkatkan kualitas kemitraan Central Banking, Sistem Pembayaran, Sistem Keuangan, Inklusi
dan berkolaborasi Keuangan, Keprotokolan, dan kompetensi teknis lainnya.
terbuka
• Tech Savy: Keterbukaan untuk *)Pegawai KPwDN dapat mengikuti lebih dari 1 topik pengembangan
ruang untuk
peningkatan mengadopsi teknologi baru dgn
tetap menjalankan proses
2020 2021 INOVATION COLLABORATION TECH SAVY mitigasi risiko
2020
Sumber: Survei DSDM 2021 Sumber: Survei DSDM 2020 2021
3. STRATEGI PENGUATAN KELEMBAGAAN KPwDN – 3.1 STRATEGI PENGELOLAAN KPwDN 20
3.1.2 Sustaining Continuity – a. Readiness KPwDN
Berbagai upaya yang dilakukan DR bersama dengan satker mitra KP dalam mendorong kesiapan KPwDN dalam melaksanakan program kerja membuahkan hasil. Hal ini terlihat dari peningkatan level
readiness KPwDN, terutama pada fungsi pengembangan UMKM & eksyar, ekonomi dan keuangan digital, serta fungsi hubungan investor. Selanjutnya, dalam rangka menilai kesiapan KPwDN secara
lebih komprehensif, DR telah menyusun readiness baru di 2021 yaitu fungsi manajemen kinerja, dengan hasil yaitu Very Mature. Sementara itu, 2 readiness lain yakni terkait dengan self governance dan
SDM saat ini masih dalam proses penyusunan.
PENGEMBANGAN UMKM PENGEMBANGAN EKSYAR EKONOMI & KEU. DIGITAL HUBUNGAN INVESTOR
Model: Malcom Balridge (adjusted) Model: Malcom Balridge (adjusted) Model: Mutula Brakel (adjusted) Model: Guiding Principle Promosi Inv. & Perdagangan (adjusted)
Model: Guiding Principle Promosi Investasi RIRU (adjusted)
AVERAGE INDEX KPwDN non RIRU 2021: LESS MATURE [2,30]
AVERAGE INDEX 2020: MATURE [3,87] AVERAGE INDEX 2020: MATURE [3,47] AVERAGE INDEX 2020: AMPLE [3,30] AVERAGE INDEX KPwDN non RIRU 2021: LESS MATURE [2,60]
AVERAGE INDEX 2021: MATURE [4,01] AVERAGE INDEX 2021: MATURE [3,63] AVERAGE INDEX 2021: AMPLE [3,40] Top 5 KPwDN 2021 (Non RIRU)
ACEH, KALSEL, GORONTALO, SUMBAR, JAMBI
Top 5 KPwDN 2021 Top 5 KPwDN 2021 Top 5 KPwDN 2021
GTO, RIAU, KALSEL, JEMBER, BENGKULU RIAU, BABEL, JEMBER, KALSEL, TEGAL BANTEN, NTB, ACEH, SUMUT, BALIKPAPAN AVERAGE INDEX KPwDN RIRU 2020: VERY MATURE [4,70]
SUPPORTING
MANAJEMEN KINERJA SELF GOVERNANCE KPwDN
Model: SUMBER DAYA MANUSIA
- Project Management Maturity Model, PMBOK 5th Ed (adjusted)
- PADG Organisasi KPwDN (UTPJ PM KPwDN), Metodologi : [1] Survey Self Assessment KPwDN [2] In-Depth Interview KPwDN
- The Office of Strategy Management (Harvard Business Review)
Top 5 KPwDN 2021 AVERAGE INDEX 2021: VERY MATURE [4,34]
PAPUA, BENGKULU, DIY, SULSEL, RIAU
3. STRATEGI PENGUATAN KELEMBAGAAN KPwDN – 3.1 STRATEGI PENGELOLAAN KPwDN 21
3.1.2 Sustaining Continuity – b. Implementasi Self Governance (SGo)
Pada triwulan II 2021, empat area worksheet KPwDN Self Governance (SGo) telah diimplementasikan pada sebagian besar KPwDN. Rata-rata tingkat penerapan Self
Governance menunjukkan nilai yang tinggi yaitu area Pengadaan Barang/Jasa mencapai angka 98%, Pengamanan mencapai angka 98%, PSBI mencapai angka 98%, dan
Keuangan Intern mencapai angka 99%. Namun demikian, masih terdapat KPwDN yang perlu didorong agar tingkat implementasi semakin baik, utamanya pada area
Pengamanan dan PSBI.
Pengadaan Barang/Jasa Rata-rata tingkat Implementasi Self Governance (98,81%) • Tingkat implementasi area pengadaan barang/jasa meningkat Telah disiapkan tiga area
dibandingkan triwulan sebelumnya dari 97,66% menjadi 98,56%. KPwDN SGo pada area
91,30% LSM Pelaksana dan penyelia semakin rutin menerapkan worksheet SGo pada Pengelolaan Aset, Pengelolaan
PMS proses bisnis sehari-hari. Uang Rupiah, & Pengawasan SP.
42 dari 46 PBR
KPwDN PDG • Beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian di area ini adalah Pengelolaan Aset
kelengkapan dokumen pengadaan (penggunaan SP3, penandatanganan
: Sudah menyampaikan BN oleh panitia pengadaan, upload dokumen pada ERP, pembuatan kontrak
: Belum menyampaikan PG pelaksanaan pengadaan). KPwDN telah melakukan upaya tindak lanjut
PKP yang diperlukan untuk melakukan perbaikan terhadap hal-hal tersebut.
Pengamanan BDL
SR • Tingkat implementasi area pengamanan meningkat dibandingkan
91,30% DKI triwulan sebelumnya dari 94,95% menjadi 98,46%. KPwDN secara tepat
TSM waktu telah menyampaikan laporan bulanan pengamanan serta
42 dari 46 SM ketertiban penggunaan worksheet SGo.
KPwDN TGL
SLO • Beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian di area ini adalah
: Sudah menyampaikan YK penginputan dokumentasi ESS melalui aplikasi BI-RMS serta kelengkapan
: Belum menyampaikan SB dokumen review CCTV baik harian maupun mingguan. KPwDN telah
JR melakukan upaya tindak lanjut yang diperlukan untuk melakukan
PSBI KD perbaikan terhadap hal-hal tersebut.
BJM
93,48% PTK • Tingkat implementasi Self Governance pada area PSBI meningkat
SMR dibandingkan triwulan sebelumnya dari 95,22% menjadi 98,45%. KPwDN
43 dari 46 BPP semakin memahami detail penyaluran PSBI melalui worksheet SGo.
KPwDN PLK
DPR • Beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian di area ini adalah
: Sudah menyampaikan KPA pemenuhan kelengkapan administrasi dokumen PSBI (dokumen
: Belum menyampaikan MKS pendukung pelaksanaan rapat hasil survei, tanda tangan pejabat atau
PAL pihak penerima PSBI dalam proposal pengajuan, FC rekening penerima
Keuangan Intern MO bantuan serta penggunaan materai). KPwDN telah melakukan upaya
MJU tindak lanjut yang diperlukan untuk melakukan perbaikan terhadap hal-
86,96% GTO hal tersebut.
AB
40 dari 46 MW • Area Keuangan Intern yang mulai diimplementasikan oleh KPwDN pada
KPwDN TT triwulan II. Tingkat implemerupakan tambahan worksheet mentasi Self
MDN Governance pada area Keuangan Intern menunjukkan nilai tinggi
: Sudah menyampaikan PWT (98,45%).
: Belum menyampaikan JAP
CN • Beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian di area ini adalah
KDI terdapat KPwDN yang memiliki rekening gantung belum diselesaikan dan
JB UM belum dipertanggungjawabkan sesuai dengan waktu yang ditentukan.
ML KPwDN telah melakukan upaya tindak lanjut yang diperlukan untuk
BNA melakukan perbaikan terhadap hal-hal tersebut.
SBG
Keterangan Warna : tinggi : sedang : rendah
Meliputi:
1. Pencatatan 4. Pemanfaata
n aset
Rata-rata tingkat Implementasi Self Governance (98,84%) aset Koreksi aset
Update
2. Pemeliharaa 5. atribut dan
lokasi aset
n aset 6.
3. Penghapusa
n aset
KDI
LSM
MDN
SBG
PMS
PBR
BTM
PDG
JB
BN
BDL
DKI
CN
TSM
SM
TGL
PWT
SLO
SB
JR
KD
BJM
PTK
SMR
BPP
PLK
DPR
KPA
MKS
MO
MJU
TT
JAP
MW
PAL
YK
GTO
SR
AB
PKP
BD
ML
Keterangan Warna : tinggi : sedang : rendah Pengelolaan Uang Rupiah
Rata-rata tingkat Implementasi Self Governance (98,75%) Meliputi: 5. Pengelolaan
khazanah
KDI 1. Implementasi
BNA aplikasi 6. Setoran/bayar
LSM perkasan an
MDN
SBG 2. Pengolahan 7. Klarifikasi uang
PMS MSUK palsu
PBR
BTM 3. Pengolahan 8. Pelaksanaan
SHUM remise
BN
BDL 4. Pemusnahan 9. Kas keliling
TSM MRUK
SM
PWT
SLO
YK
JR
BJM
PTK
SMR
BPP
PLK
DPR
MKS
MO
MJU
GTO
AB
TT
JAP
MW
DKI
SB
KD
JB
SR
PAL
ML
BD
CN
TGL
KPA
PDG
PKP
Keterangan Warna : tinggi : sedang : rendah
Pengawasan SP
Rata-rata tingkat Implementasi Self Governance (99,60%)
LSM Meliputi: KUPVA
PMS
PBR 1. Pengawasan 5. Pengawasan
BTM KUPVA PTD BB
PDG
2. Persetujuan 6. Perizinan PTD
JB KUPVA BB
BN
BDL 3. Perizinan 7. Pengawasan
DKI KUPVA Kas Titipan
BD
CN 4. Penertiban
TSM
SM
TGL
SLO
YK
JR
KD
BJM
PTK
BPP
PLK
KPA
MKS
PAL
MO
MJU
GTO
TT
JAP
MW
SR
SB
PWT
SMR
ML
KDI
MDN
AB
PKP
Keterangan Warna : tinggi : sedang : rendah
3. STRATEGI PENGUATAN KELEMBAGAAN KPwDN – 3.2 STRATEGIZING & REFOCUSSING FUNGSI KPwDN 22
3.2.1 Strategizing Pelaksanaan Tugas KPwDN Visi & Misi KPwDN
Visi & Misi
Bank Indonesia
TERCAPAINYA KINERJA KPwDN SECARA OPTIMAL DAN END STATE
SELARAS DENGAN PENCAPAIAN OUTCOME BI
Pelaksanaan
DS, IKU DAN PS BI 2021 REVISIT DS, IKU DAN PS BI 2022 tugas BI mampu
merepresentasika
31 12 35 42 CHALLENGE 24 12 36 41 ARAH KE DEPAN n keberhasilan
mandat UU dan
Destination IKU BI IKU BI yang merupakan cerminan Destination IKU BI mencerminkan mandat UU dipertanggung
Statement dari Pasal 7 UU BI tidak dapat Statement dan kontribusi thd nasional jawabkan kepada
61 dilaksanakan oleh BI sendiri stakeholders.
5 5 IKU BI mencakup hasil kerja BI yg
IKU KPwDN IKU BI belum cukup mengangkat bersifat breakthrough Memperkuat
SBP KPwDN berbagai breakthrough yang SBP KPwDN indikator
2020-2025 berdampak nasional 2020-2025 IKU BI disusun dgn memperkuat kerberhasilan BI
proses cascading thd IKU satker melalui reputasi
Keterkaitan IKU BI dg IKU satker positif dan
tidak selalu berkorelasi positif bersifat
KPwDN BI Program Sub PS Program Sub PS IKU BI breakthrough
STRATEGIZING Strategis
KPwDN BIStrategis 41-46 SUPPORT END
CASCADING KPwDN STATE BI-WIDE
CASCADING KPwDN 12 51
END STATE
12 80 Program Kerja Potensial IKU
Program Program Kerja Program Utama KPwDN* KPwDN* KPwDN mampu
Strategis Utama KPwDN Strategis menghasilkan
output yang
STRATEGIZING PELAKSANAAN KINERJA KPwDN selaras dengan
5 output KP dgn
HIGHLIGHT STRATEGIZING PELAKSANAAN mempertimbang-
TUGAS DAN KINERJA KPwDN kan tingkat
readiness dan
Sinergi dan Alignment antara satker KP dan KPwDN menjadi PRINSIP END-TO-END CROSS CUTTING ENHANCEMENT UNIQUENESS/ READINESS/ tiering KPwDN
salah satu key success factors. STRATEGIZING PROCESS ANTAR PS PROGRAM KERJA KARAKTERISTIK TIERING KPwDN
Tercapainya
Strategizing dilakukan dengan “5 prinsip strategizing” dan 3S WILAYAH kinerja KPwDN
expected “Outcome 3S”. secara optimal
OUTCOME STREAMLINING SINERGIZING SUSTAINING
Proses strategizing tetap memperhatikan guidance dari STRATEGIZING
satker lead guna menjaga tata kelola kinerja, dan diharapkan BUSINESS PROCESS STRATEGI BI DI DAERAH INSTITUTION (KPw)
dapat memberikan dampak terhadap outcome KPwDN.
Peningkatan efisiensi dan efektivitas bisnis Optimalisasi sinergi dan kolaborasi dalam Penguatan kelembagaan KPwDN sehingga
proses KPwDN dalam mencapai target kinerja mengimplementasikan strategi kebijakan BI dapat menjaga keberlansungan dan
di daerah dalam bentuk program kerja keberlanjutan program kerja BI di daerah
Intensifikasi pemanfaatan data science Managing event flagship di daerah Penguatan readiness KPwDN dalam
untuk meningkatkan predictive analysis melalui optimalisasi Calendar of rangka alignment Program Kerja
Satker Lead PS - KPwDN
dalam asesmen materi REKDA. Event
*) Jumlah Program Kerja Utama dan Potensial IKU KPwDN 2022 bersifat sementara dan akan diupdate seiring dengan finalisasi cascading Output dan Proses BI 2022 ke Satker
3. STRATEGI PENGUATAN KELEMBAGAAN KPwDN – 3.2 STRATEGIZING & REFOCUSSING FUNGSI KPwDN 23
3.2.2 Penguatan Refocussing Fungsi KPwDN: Strategi Efisiensi Proses Bisnis KPwDN
Peningkatan efisiensi proses bisnis dan proses kerja kritikal di KPwDN dilakukan melalui beberapa strategi utama. Sebagai contoh, pada proses bisnis penyusunan Rekda, strategi
dilakukan melalui penguatan SDM dan optimalisasi digitalisasi dalam proses bisnis pada saat pengumpulan data maupun penyusunan database. Sementara itu, strategi pada fungsi
digitalisasi SP dan pengawasan SP mengedepankan pada aspek enhancement sistem dan teknologi, serta replikasi roadmap. Selanjutnya pada area PUR, efisiensi kas keliling dan kas
titipan dapat dilakukan melalui pendelegasian kepada pihak lain yang memenuhi syarat.
STRATEGI EFISIENSI PENGAWASAN SP PENGELOLAAN PUR
PROSES BISNIS DAN PROSES KERJA FUNGSI 4 KPwDN FUNGSI 5 KPwDN
KRITIKAL KPwDN
PENGAWASAN, PERIZINAN, EFISIENSI RESOURCES PUR
PENYUSUNAN REKDA DIGITALISASI SP DAN CAPACITY BUILDING MELALUI PENDELEGASIAN
BERBASIS DIGITAL
FUNGSI 1 KPwDN FUNGSI 3 KPwDN TUGAS KEPADA PIHAK YANG
• Pengawasan (KUPVA BB dan MEMENUHI SYARAT
PROSES PENYUSUNAN REKDA DAN DIGITALISASI SISTEM UNTUK PJP BB) on site dan off site
PENGUMPULAN DATA MELALUI FGD MENDUKUNG EFISIENSI PROSES berbasis teknologi • Efisiensi utilisasi resources
SECARA VIRTUAL BISNIS DAN PENGUATAN GOVERNANCE (SDM, biaya, logistik) dan
• Proses bisnis penyusunan REKDA yang • Proses perizinan berbasis proses kerja melalui
dilakukan secara virtual sehingga • Replikasi ETPD dari KPw yang telah teknologi (penerapan e- pendelegasian kas keliling
mampu menghemat biaya penyusunan sukses kepada KPw lain untuk licensing) dan droping kas titipian
REKDA + 20%, meski terdapat potensi meningkatkan penerimaan retribusi kepada pihak yang
kendala a.l: communication noise, loss Pemda (contoh: replikasi QRIS KIR • Capacity building secara memenuhi syarat
of inteKrUaPctViAonBBmoment, dll. KPw Jabar ke Kpw Kota dibawahnya). virtual dalam rangka (perbankan, posindo,
• FGD, Survei dan Liaison yang dilakukan meningkatkan awareness APU PJPUR atau pihak lain).
secara virtual dalam rangka • Implementasi digitalisasi bisnis PPT bagi KUPVA BB dan PJP
pengumpulan data/informasi sehingga proses survei I-ETPD tahap 3 dari BB
mampu menimimalisasi biaya manual kesistem Kemendagri d/r
efisiensi proses kerja dan penguatan Dalam rangka efisiensi waktu,
governance (tepat sasaran). biaya, dan proses kerja
3. STRATEGI PENGUATAN KELEMBAGAAN KPwDN – 3.2 STRATEGIZING & REFOCUSSING FUNGSI KPwDN 24
3.2.2 Penguatan Refocussing Fungsi KPwDN: Penguatan Riset KPwDN
Departemen Regional bekerjasama dengan BINS dan sakter kebijakan a.l DKEM turut melakukan penguatan riset di daerah guna mendukung pendalaman asesmen
sektoral melalui penyelarasan riset KPwDN.
PENGUATAN RISET KPwDN SESUAI PENDALAMAN SEKTORAL
AREA PENGUATAARNESAEKPTEONRGALUATAN
PARIWISATA: Diversifikasi Fokus Pariwisata untuk Percepatan PEN
MAKROEKONOMI: Distribusi Komoditas Pangan untuk Menjaga Inflasi Daerah
PARIWISATA: Mendorong Sumber PertumbuhanEkonomi Baru (Pariwisata)
PERTAMBANGAN: Strategi Pengelolaan CAD Melalui Hilirisasi Tambang
SP/EKONOMI DIGITAL: Perluasan Transaksi Non Tunai untuk mendukung New Lifestyle
PERTANIAN: Penguatan Sektor Agro sebagai upaya Pemulihan Ekonomi di daerah
SSK: Peningkatan Intermediasi di daerah untuk memitigasi risiko Credit Crunch
PERTANIAN: Pengendalian Inflasi melalui dukungan Lumbung Pangan Indonesia
MAKROEKONOMI: Konektivitas dan Distribusi Antar Daerah
PETERNAKAN: Penguatan Sektor Peternakan (Sapi) d.r pengendalian inflasi
IND. PENGOLAHAN: Penajaman Asesmen Peran Kawasan Industri
PERTANIAN: Membangun Sumber PertumbuhanEkonomi Baru (Pertanian)
PERTANIAN: Membangun Sumber PertumbuhanEkonomi Baru (Pertanian)
PERTANIAN: Peningkatan Produktivitas Sektor Pertanian Melalui Teknologi
PERTANIAN: Pengelolaan CAD melalui Hilirisasi Kelapa
PARIWISATA: OptimalisasiSektor Pariwisata di daerah
MAKROEKONOMI: Pengendalian Inflasi melalui kecukupan stok pangan
PERKEBUNAN: Percepatan PEN melaluioptimalisasisektor prioritasperkebunan
SSK: Pemetaan KarakteristikMasyarakatdalam Melakukan Saving
SP/EKONOMI DIGITAL: PerluasanNon Tunai dan Peningkatan Kinerja Fiskal Daerah
Sumber: BIns, 2021
25
Departemen Regional-KPwDN
RDG KELEMBAGAAN TW III - 2021
TERIMA KASIH
JAKARTA, 2 NOVEMBER 2021
Materi ini disusun oleh Departemen Regional dan didukung oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri
26
Departemen Regional-KPwDN
RDG KELEMBAGAAN TW III - 2021
LAMPIRAN
JAKARTA, 2 NOVEMBER 2021
Materi ini disusun oleh Departemen Regional dan didukung oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri
RINGKASAN EKSEKUTIF 27
Pada triwulan III-2021, kontribusi KPwDN terhadap Bauran Kebijakan Kelembagaan tercatat optimal. Dari sisi kinerja efektif, tracking terhadap capaian SBP, PS dan
1 IKU, EWC IKU, IKU at Risk dan capaian kinerja tercatat relatif on-Track, dipengaruhi oleh beberapa strategic driven, diantaranya peningkatan vaksinasi dan COVID-
19 yang mulai melandai, serta didukung dengan respon dan implementasi blueprint/framework BI, penguatan digitalisasi, system dan teknologi serta pelaksanaan
flagship baik yang berskala nasional maupun daerah
Selanjutnya, kondisi lingkungan strategis KPwDN turut menjadi opportunity terhadap pencapaian kinerja 2EG KPwDN. Penanganan COVID-19 yang efektif, replikasi
2 success story pelaksanaan tugas KPwDN, managing pelaksanaan flagship dan implementasi pedoman yang telah diterbitkan oleh KP turut mengakselerasi
pencapaian kinerja efektif KPwDN. Sementara itu, perluasan digitalisasi bisnis proses dan pengembangan SDM secara berkelanjutan mampu meningkatkan
capaian kinerja efisien di KPwDN. Hal ini terlihat dimana terdapat peningkatan aspek kualitas SDM KPwDN yakni Person To Job fit, maupun efisiensi SDM yang
tercermin pada optimalitas FE/FSI
Di sisi lain, masih terdapat beberapa risiko yang menyelimuti kondisi kelembagaan KPwDN. Masih berlangsungnya PPKM di beberapa daerah berdampak terhadap
3 pencapaian realisasi anggaran yang masih perlu diakselerasi pada triwulan IV-2021. Selain itu, Kesiapan SDM terhadap implementasi sistem/teknologi di KPwDN
juga masih perlu ditingkatkan guna memperkuat efisiensi bisnis proses di KPwDN. Lebih lanjut, penguatan mitigasi risiko di KPwDN turut mendukung optimalisasi
kinerja bertata kelola. Hal tercermin dimana 9 risiko Utama BI di KPwDN, maupun risiko PS di KPwDN relatif rendah, dipengaruhi oleh penguatan tata kelola yang
dilakukan KPwDN seperti implementasi Self Governance.
Sebagai upaya penguatan kelembagaan di KPwDN, telah dirumuskan 4 strategi di KPwDN. Pertama, strategi pengelolaan KPwDN yang terdiri dari Guarding,
Leading PS, IKU dan Flagship, Kedua, sustaining continuity serta respon KPwDN terhadap blueprint/framework juga efisiensi dari pendekatan bisnis proses
4 diharapkan maupun menjaga kelembagaan KPwDN baik secara jangka pendek, maupun menengah dan panjang. Ketiga yakni strategizing pelaksanaan tugas
KPwDN guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan tugas BI di daerah. Keempat, penguatan refocussing fungsi KPwDN yang dilakukan a.l melalui
penguatan KEKDA berdasarkan asesmen sektoral, enhancement program kerja TPID, TP2DD, UMKM & Eksyar, serta transformasi komunikasi di KPwDN.
FRAMEWORK 28
Alur Pikir Pengelolaan Kelembagaan KPwDN
PREDIKAT KINERJA BI YANG TINGGI
MANDAT DAN KREDIBILITAS BI TERJAGA
BAURAN KEBIJAKAN Integrasi 4 Fungsi Strategis : Manajemen Strategis, Pengelolaan
KELEMBAGAAN Keuangan, Pengelolaan Risiko, Audit Internal
5 Fungsi Pendukung : SDM, SI, Aset, Legal, & Komunikasi
VISI & MISI KPwDN
STRATEGIC BUSINESS PLAN KPwDN 2020-2025
Kontribusi KPwDN dalam Pencapaian 12 PS, IKU, RKHA
PENCAPAIAN KINERJA PENGUATAN PERAN DALAM FLAGSHIP STRATEGIZING & REFOCUSSING KPwDN
Implementasi Kebijakan Utama di daerah – Operasionalisasi Kebijakan dan Tata Kelola di daerah – Proses Bisnis Area Kelembagaan di daerah
6 FUNGSI KPwDN
STRATEGI PENGELOLAAN KELEMBAGAAN KPwDN
GUARDING & LEADING MANAJEMEN STRATEGIS PENGELOLAAN KEUANGAN PENGELOLAAN RISIKO AUDIT INTERNAL
PS, IKU, dan FLAGSHIP SDM & BUDAYA KERJA HUKUM
ASET MAJOR PROJECT INFRASTRUKTUR (SI) KOMUNIKASI
SUSTAINING CONTINUITY
1 Maturity Level KPwDN 2 PEMETAAN RISIKO KPwDN 3 IMPLEMENTASI SGo
HIGHLIGHT KINERJA 2EG KPwDN 29
Highlight Fungsi Pengembangan Umkm & Eksyar
Fungsi UMKM dan Eksyar telah memenuhi kaidah 2EG dengan capaian 12 IKU (66,67%) accelerated dan 6 IKU (33,33%) on-track pada triwulan III - 2021. Pengelolaan SDM dan
Keuangan pun tercatat optimal dengan tata kelola yang terjaga, serta readiness pengembangan UMKM dan EKSYAR yang telah mencapai mature. Selanjutnya, keberhasilan KPwDN
Kalimantan Timur dan Aceh juga dapat menjadi success story bagi daerah lain.
KINERJA EFEKTIF KINERJA EFISIEN KINERJA BERTATA KELOLA
EWC AKHIR 2021 PENGELOLAAN ANGGARAN MANAGING GOVERNANCE CoE
18 IKU 18 (100,0%) 0 (0,0%) ANGGARAN 2021 Kenaikan/Penurunan Realisasi Anggaran • Dalam pelaksanaan CoE, KPwDN tetap
29,5% Berdasarkan menerapkan mitigasi risiko yang maksimal
BERSTATUS NORMAL BERSTATUS WASPADA Rp 141 Milyar termasuk menjaga risiko reputasi.
Natural Akun (NA) terbesar
▼10,2% dibandingkan 2020 • Menjaga komunikasi yang efektif dengan
No. NA % Q3’20 % Q3’21 stakeholders di daerah dalam rangka
menjaga governance pelaksanaan CoE
CAPAIAN Q3-2021 1. Honor 58,40 118,46
(▲) • KPwDN telah melaksanakan pedoman
REALISASI Q3’2021 Sinergi Flagship Event (SFP) KPwD 2021
yang menyelaraskan pelaksanaan kegiatan
59,46% 2. Peny. 92,23 98,85 (▲) GBBI, GBWI, FEKDI, KKI, dan FESyar.
Acara 59,96 (▲)
PS IKU KPw Status Summary
▲dibandingkan realisasi
Q3’2020 sebesar 35,04% 3. Konsumsi 40,85
PS 1 3 IKU • 2 IKU Accelerated
14• 1 IKU On Track
IKU (66,67%) PENGELOLAAN SDM
PS 3 8 IKU • 6 IKU Accelerated Accelerated
• 2 IKU On Track 4 IKU (33,33%) Aspek Kuantiatif Aspek Kualitatif
PS 8 5 IKU • 4 IKU Accelerated 83% 87%
FORMASI EFEKTIF-FORMASI SAAT INI (FE/FSI) PERSON TO JOB FIT
• 1 IKU On Track On Track Generasi Segmen Jabatan Jalur Rekrutmen
PS 9 2 IKU 2 IKU Accelerated 16% 84% 47% 53% 31% 69%
Gen X Millenial
Officer Non Officer PCPM Non PCPM
READINESS KPwDN SUCCESS STORY
EKSYAR UMKM AVERAGE INDEX 2021: MATURE [4,01] EKSYAR Key Success Program UMKM Key Success Program
KPw BI Prov. Aceh KPw BI Prov. Kaltim
[naik 0,14 poin dibandingkan 2020 sebesar 3,87] • Program kemandirian ekonomi berbasis masjid dan pesantren, • Mengedepankan prinsip sinergi, kolaborasi, inovasi dan integrasi
sertifikasi halal dan pengembangan HVC
AVERAGE INDEX 2021: MATURE [3,63] P• rogPrraogmraUmnyagnggudlaiknembangkan bersifat win-win program
• Sinergi dengan berbagai stakeholders daerah seperti Pemda,
[naik 0,16 poin dibandingkan 2020 sebesar 3,47] MES, Ponpes, serta BKM Aceh • Akademi Ekspor Kaltim (AEK)
• Kelas BME untuk kurasi UMKM potensial ekspor
• Penguatan riset dan edukasi • Program Pemberdayaan Perempuan korban KDRT/ Rentenir subsitence
• Program pemberdayaan UMKM naik kelas \melalui program BEST
Outcome dan Indikator Keberhasilan
Outcome dan Indikator Keberhasilan
• 20 Ponpes dg 44 unit usaha dan + 12.940 santri
• Pemberdayaan ekonomi masjid dgn 4 unit usaha • Scalling up UMKM di tiap kategori (sukses, digital, ekspor)
• Modul Khutbah Eksyar • Capaian IKU UMKM 2021 Kaltim: Accelerated
• Implementasi Qanun LKS
HIGHLIGHT KINERJA 2EG KPwDN 30
Highlight Fungsi Digitalisasi Sistem Pembayaran
Fungsi digitalisasi SP memiliki 3 IKU dengan capaian pada triwulan III-2021 adalah 2 IKU berstatus accelerated dan 1 IKU berstatus on-track. Sebagaimana fungsi yang lain,
pengelolaan SDM dan keuangan terpantau optimal, didukung dengan tata kelola yang baik, serta readiness ekonomi digital yang berada pada level Ample. Selanjutnya, KPwBI
Provinsi Sumut dapat menjadi lesson learned bagi daerah lain dalam melakukan strategi perluasan akuisisi merchant QRIS dan TP2DD.
KINERJA EFEKTIF KINERJA EFISIEN KINERJA BERTATA KELOLA
EWC AKHIR 2021 PENGELOLAAN ANGGARAN TP2DD
3 IKU
3 (100,0%) 0 (0,0%) ANGGARAN 2021 Kenaikan/Penurunan Realisasi • Risiko kewenangan dalam program kerja TP2DD (termasukanggaran) antara
4,9% Anggaran Berdasarkan KPwDN dan Pemda. Hal ini telah dimitigasi melalui koordinasi yang intensif
BERSTATUS NORMAL BERSTATUS WASPADA Rp 31 Milyar antara KPwDN dan Pemda terkait.
Natural Akun (NA) terbesar
▲12,0% dibandingkan 2020 • Dalam rangka menjaga complianceimplementasi TP2DD, KPwDN bersama DR,
No NA % Q3’20 % Q3’21 DKSP, Pemda, dan Kemendagri telah mengimplementasimekanisme
koordinasi secara perioik.
.
• Dalam akselerasi pembentukan TP2DD KPwDN mengacu pada aspek hukum
CAPAIAN Q3-2021 REALISASI Q3’2021 1. Peny. 408,23 106,74 yang tertuang dalam Kepres No. 3 tahun 2021.
Acara (▼)
• Implementasi perluasan elektronifikasi pasca pembentukan TP2DD sesuai
PS IKU KPw Status Summary 79,09% 2. Suvenir 121,40 88,18 (▼) dengan ketentuan PP No 12 tahun 2019.
81,45 (▼)
PS 5 Implementasi Accelerated 2 IKU (66,67%) ▼dibandingkan realisasi 3. Honor 99,97 QRIS
penggunaan QRIS di Q3’2020 sebesar 115,27%
daerah On-track Accelerated • Mitigasi risiko implementasi QRIS di lingkungan Pemda melalui koordinasi lintas
PENGELOLAAN SDM stakeholder
% Implementasi 1 IKU (33,33%)
elektronifikasi Aspek Kuantiatif Aspek Kualitatif • Menjaga governance dalam akselerasi akusisi merchant QRIS melalui penerapan
PS 6 transaksi di daerah Non-Disclosure Agreement dengan Penyelesaian Transaksi Elektronik Nasional
89% 64% (PTEN)
FORMASI EFEKTIF-FORMASI SAAT INI (FE/FSI) PERSON TO JOB FIT • Implementasikan guidance terkait sosialisasi dan edukasi serta koordinasi dengan
para stakeholders untuk menjaga tata kelola perluasan akuisisi merchant QRIS.
Terbentuknya TP2DD Accelerated On Track Generasi Segmen Jabatan Jalur Rekrutmen
28% 65% 7% 67% 33% 41% 59%
Gen X Millenial Gen Z Officer Non Officer PCPM Non PCPM
READINESS KPwDN SUCCESS STORY
EKONOMI KEUANGAN DIGITAL KPw BI Prov Sumut Pembentukan TP2DD & Perluasan ETP Perluasan Implementasi QRIS
AVERAGE INDEX 2021: AMPLE [3,40] • Per 28 Okt 2021, telah terbentuk 32 TP2DD (dengan rincian 1 provinsi, 8 kota • Capaian target akusisi merchant QRIS Prov. Sumut per 1 Oktober 2021 telah
dan 23 kabupaten) mencapai 95,7% atau sebanyak 465.813 dari 486.500 merchant
[naik 0,10 poin dibandingkan 2020 sebesar 3,30]
Top 5 KPwDN 2021 • Strategi pembentukan TP2DD dilakukan melalui sosialisasi kepada Pemda, • Key strategies perluasan QRIS 12 juta merchant dilakukan melalui:
BPD dan OPD terkait, serta mempublikasikan tulisan di media cetak dan a. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi berkala di seluruh wilker Sumut
BANTEN, NTB, ACEH, SUMUT, BALIKPAPAN online b. Peningkatan sinergi program dgn PJP dan stakeholders daerah
c. Kolaborasi antar KPwDN dan K/L dalam implementasi di kawasan DPSP
• Melakukan rapat koordinasi dan pendekatan kepada Pimpinan Daerah Toba
melalui pola komunikasi top-down d. Fokus pada capaian Quota Chasing dan Vibes Dvelopment
• Memberikan apresiasi melalui launching TP2DD bersama Gubernur
HIGHLIGHT KINERJA 2EG KPwDN 31
Highlight Fungsi Pengelolaan Uang Rupiah (PUR)
Fungsi Pengelolaan Uang Rupiah (PUR) memiliki capaian 4 IKU (100%) on-track pada triwulan III - 2021. Untuk pengelolaan SDM dan keuangan pun sudah tercatat
efisien dengan menjaga tata kelola. Pada triwulan kali ini, KPw BI Prov. Jateng dapat menjadi lesson learnet bagi KPwDN lain dalam melakukan Pengelolaan Uang
Rupiah, termasuk dalam mencapai target IKU.
KINERJA EFEKTIF KINERJA EFISIEN KINERJA BERTATA KELOLA
EWC AKHIR 2021 PENGELOLAAN ANGGARAN 1. Dalam rangka mitigasi risiko reputasi terkait pemenuhan
4 IKU kebutuhan uang layak edar (ULE), KPwDN melakukan review
4 (100,0%) 0 (0,0%) ANGGARAN 2021 Kenaikan/Penurunan Realisasi Anggaran proyeksi kebutuhan uang secara bulanan bersama perbankan,
Berdasarkan pembinaan kepada PJPUR terkait setting parameter MSUK untuk
6,5% BERSTATUS NORMAL BERSTATUS WASPADA Rp 142 Milyar meningkatkan kualitas sortasi. Selain itu, KPwDN juga
Natural Akun (NA) terbesar memperkuat kerja sama layanan penukaran dengan perbankan
▲17,9% dibandingkan 2020 dan instansi lainnya.
No NA % % Q3’21
Q3’20 2. Sebagai upaya mitigasi risiko operasional, KPwDN berkoordinasi
. dengan Satker Mitra KP melakukan pemeliharaan berkala mesin
perkasan serta memperluas Self Governance di area PUR.
CAPAIAN Q3-2021 REALISASI Q3’2021 1. Pengolah 69,32 53,49 (▼)
47,22 (▲) 3. KPwDN menjaga governance area kas melalui kepatuhan
46,18% an uang 45,93 (▲) (compliance) pelaksanaan prosedur dan tata tertib, serta
melakukan review CCTV secara berkala.
PS IKU KPw Status Summary ▲dibandingkan realisasi 2. Peny. Pihak 0,00
Q3’2020 sebesar 45,08% 4. Dalam rangka penguatan tata kelola dan peningkatan
- IKU (-%) ke-3 pemahaman pegawai PUR terkait prosedur perkasan dan UPAL,
dilakukan peningkatan kompetensi pegawai melalui capacity
Ketepatan proyeksi On-track Accelerated 3. Honor 43,89 building.
EKU
4 IKU (100,0%) PENGELOLAAN SDM
Optimalisasi PUR dgn On-track
PS 5 menggunakan MSUK-R On Track Aspek Kuantiatif Aspek Kualitatif
Kelayakan Uang On-track 77% 100%
Rupiah Edar
FORMASI EFEKTIF-FORMASI SAAT INI (FE/FSI) PERSON TO JOB FIT
Tingkat Pemenuhan On-track Generasi Segmen Jabatan Jalur Rekrutmen
Kebutuhan Uang
16% 84% 19% 81% -% 100%
Gen X Millenial
Officer Non Officer PCPM Non PCPM
SUCCESS STORY Ketepatan EKU Realisasi Soil Level
(Q3’2021) (Semester I-2021)
Pengolahan MSUK UPB: 122% | UPK: 100% UPB: 91% | UPK: 123% UPB: 11,33| UPK: 10,97
(Q3’2021)
• Melakukan sosialisasi standard kualitas soil level dan
• Mengoptimalkan kinerja mesin yaitu pengolahan harian MSUK-R • KPw BI Jateng memiliki inovasi dgn menetapkan Mitra
(Selasa, Rabu, Kamis) dengan 2 buah M7 @650 brood dan 1 IKU PUR (teller perbankan) dgn koordinasi rutin untuk melakukan pemantauan thd 3 perbankan (Mandiri, Niaga
buah C4S @230 brood sehingga modal harian 1.530 brood memantau realisasi proyeksi perbankan.
selama 6,5 jam dan BCA), serta kepada 10 PJPUR terkait parameter
• Sementara hari Senin dan Jumat, modal harian @2.115 brood mesin sortasi uang kertas dan penyediaan uang di ATM
dgn lembur selama 4 jam. Untuk UPK saat ini masih diolah dgn
HUM • Menjajaki kerjasama layanan dgn BPR, PT PS dan
KPw BI Prov Jawa Tengah Pegadaian
OUTLINE 32
PEMBAHASAN Analisis baru di Q3’2021
01 02 03 04 05
KINERJA EFEKTIF KINERJA EFISIEN KINERJA BERTATA STRATEGI ISU STRATEGIS
KELOLA PENGELOLAAN KPwDN KELEMBAGAAN
1.1 Tracking Capaian SBP, PS dan 2.1 Analisis Anggaran KPwDN
IKU KPwDN 3.1. Tracking Risiko Utama BI di 4.1 Guarding/Leading PS, IKU, 5.1 Strategizing Pelaksanaan tugas
2.1.1 Realisasi Anggaran KPwDN KPwDN Flagship KPwDN KPwDN
1.2 Kontribusi KPwDN terhadap EWC Berdasarkan PS, Tiering, dan
IKU BI Natural Akun (termasuk di 3 3.2. Heatmap Sebaran Risiko 4.2 Sustaining Continuity 5.2 Penguatan Fungsi KPwDN
fungsi) KPwDN Berdasarkan PS melalui:
1.3 Kontribusi KPwDN terhadap IKU a. Penguatan KEKDA terutama
at Risk BI 2.1.2 Analisis 9 Boxes Capaian Kinerja 3.3. Jenis Risiko KPwDN asesmen sektoral sesuai
dan Realisasi Anggaran 3.4. Perkembangan Implementasi karakteristik daerah
1.4 Capaian Kinerja KPwDN tw III- b. Koordinasi reformasi
2021 (termasuk di 3 fungsi) 2.1.3 Prognosa dan Upaya Optimalisasi Self Governance di KPwDN struktural di daerah
Realisasi Anggaran 2021 3.5. Penguatan Tata Kelola KPwDN c. Penguatan ekonomi daerah
1.5 Prognosa Capaian IKU KPwDN di melalui KEKDA, TPID, TP2DD,
akhir 2021 (termasuk di 3 2.1.4 Rencana Anggaran KPwDN 2022 untuk Mengatasi Temuan UMKM dan eksyar
fungsi) Berulang d. Transformasi komunikasi (a.L
2.2 Analisis SDM KPwDN tema komunikasi)
1.6 Peningkatan Kinerja Efektif
Melalui Replikasi Success Story 2.2.1 Postur SDM KPwDN per September 5.3 Strategi efisiensi proses bisnis
KPwDN di 3 fungsi 2021 dan proses kerja kritikal KPwDN
BOX 1. Penguatan fungsi UMKM melalui 2.2.2 Analisis Kuantitas (FE/FSI) KPwDN 5.4.Asesmen Pendekatan Kinerja
Calendar of Event (COE) 2.2.3 Analisis Kualitas (Person to Job fit) Tata Kelola KPwDN
BOX 2. Perkembangan Vaksinasi di Daerah KPwDN
2.2.4 Analisis 9 Boxes Capaian Kinerja
BOX 3. Grand Strategi Penanganan COVID-
19 di KPwDN dan FE-FSI pada 3 Fungsi KPwDN
2.2.5 Analisis 9 Boxes Capaian Kinerja
BOX 4. Akselerasi Pencapaian Target PSBI
di KPwDN dan Person to Jobfit pada 3 Fungsi
KPwDN
2.2.6 Pengembangan SDM KPwDN
2.2.7 Analisis SDM pada 3 fungsi KPwDN
2.2.8 Hasil Survey Digital Mindset
BOX 5. Perkembangan Go Live CBS di KPwDN
BAGIAN 1
KINERJA EFEKTIF
1.1 Tracking Capaian SBP, PS dan IKU KPwDN
1.2 Kontribusi KPwDN terhadap EWC IKU BI
1.3 Kontribusi KPwDN terhadap IKU at Risk BI
1.4 Capaian Kinerja KPwDN tw III-2021 (termasuk di 3 fungsi)
1.5 Prognosa Capaian IKU KPwDN di akhir 2021 (termasuk di 3 fungsi)
1.6 Peningkatan Kinerja Efektif Melalui Replikasi Success Story KPwDN di 3 fungsi
BOX 1. Penguatan fungsi UMKM melalui Calendar of Event (CoE)
BOX 2. Perkembangan Vaksinasi di Daerah
BOX 3. Grand Strategi Penanganan COVID-19 di KPwDN
BOX 4. Akselerasi Pencapaian Target PSBI di KPwDN
1. KINERJA EFEKTIF 34
1.1 Tracking Capaian SBP, PS dan IKU KPwDN
Kontribusi KPwDN pada Kinerja Efektif tercatat optimal. Hal ini ditunjukkan dengan 5 SBP KPwDN dan seluruh kontribusi PS yang diproyeksikan pada status “normal”
di akhir tahun 2021. Hal tersebut sebagai dampak positif dari berbagai kegiatan flagship KPwDN yang mendukung capaian kinerja seperti FEKDI, GBBI, GBWI, KKI, dan
FESYar. Selain itu, sinergi dan kolaborasi antara KPwDN dan Kantor Pusat turut mendukung akselerasi pencapaian kinerja di KPwDN.
TRACKING SBP KPwDN 2020-2025 KONTRIBUSI IKU KPwDN 2021 THD PROYEKSI CAPAIAN PS
Sampai dengan triwulan III-2021, capaian SBP KPwDN diproyeksikan 42 IKU BI 26 IKU BI (61,9%) 61 IKU KPwDN
tercapai optimal pada akhir 2021. Hal ini ditunjukkan dengan proyeksi
seluruh SBP berstatus normal. 23 IKU Performance Memiliki keterlibatan dgn IKU KPwDN 51 IKU Satker (83,6%) 50 IKU High Impact (81,9%)
19 IKU Monitoring 10 IKU Manajemen (16,4%) 11 IKU Less Impact (18,0%)
Capaian yang optimal dimaksud sebagai dampak positif dari berbagai 13 IKU Performance 13 IKU Monitoring
kegiatan flagship KPwDN yang mendukung capaian kinerja seperti FEKDI, (56,2% thd total IKU P) (68,42% thd total IKU M)
GBBI, GBWI, KKI, dan FESYar. Selain itu, sinergi dan kolaborasi antara
KPwDN dan Kantor Pusat turut mendukung akselerasi pencapaian kinerja di PS Q2 Inflasi VF 7 PS Q2 Sinergi 4 PS Q2 Inklusi 7
KPwDN. 1 Q3 2 2 Q3 Kebijakan 2 3 Q3 Keuangan 2
Q2 Q3 P-Q4 P-Q4 P-Q4 7 P-Q4
1
Inflasi Volatile Food dan Bahan Pangan Penguatan asesmen pada Berbagai kegiatan pengembangan
diproyeksikan mengalami peningkatan subtitusi impor dan ekspor UMKM diproyeksikan masih akan
signifikan yang terkendali. pariwisata terhambat dampak pandemi.
PS Q2 - PS Q2 Akseptansi PS Q2 Transaksi 2
4 Q3 - 5 Q3 Non Tunai 6 Digital -
Sinergi Q3
P-Q4 Pengawasan P-Q4 P-Q4
Sinergi kebijakan dan Perlunya penguatan alignment Perlunya peningkatan kesiapan Pemda
pengawasan utk menjaga SSK program kerja terkait implementasi dan Stakeholders daerah dalam
transaksi non tunai. mendukung akselerasi transaksi digital
PS Q2 Pembiayaan 1 PS Q2 Aktivitas 5 PS Q2 5Efektivitas Keb.
7 Q3 non 1 8 Q3 Usaha - 9 Q3
perbankan Syariah P-Q4 Internasional
P-Q4 P-Q4
Awareness stakeholders daerah Berbagai kegiatan Akselerasi promosi investasi dan 1
terkait pembiayaan ekonomi perdagangan di tengah pandemi
daerah pengembangan EKSyar
terus meningkat
PS Q2 4 -PS Q2 PS Q2 Engagement
10 Q3 11 Q3 12 Q3 Stakeholders &
Keterangan : Prognosa 2021 berdasarkan Pencapaian hingga Triwulan III - 2021 Kesiapan Presentase Tata Kelola* 8
P-Q4 SDM BI Proses Bisnis P-Q4 2
Pengembangan SDM KPwDN P-Q4 Digital
: Status Normal : Status Waspada telah direncanakan dengan - Implementasi digitalisasi - Proses tata kelola telah diperkuat
bisnis proses di KPwDN dengan KPwDN Self Governance yang
optimal untuk mendukung akan diperluas implementasinya.
11 11 IKU KPw yg memberikan less tercapainya BI 4.0
impact thd IKU BI
50 40 IKU KPw dan 10 IKU Manajemen yg * Terdapat 1 IKU di PS 12 yang diproyeksikan berada dalam status Waspada, yakni terkait realisasi anggaran PSBI
memberiikan high impact thd IKU BI
1. KINERJA EFEKTIF 35
1.2 Kontribusi KPwDN Terhadap EWC IKU BI 2021 AGT
KPwDN berkontribusi pada 61 IKU Satker di tahun 2021, dimana 50 IKU (82,0%) diantaranya memberikan high impact terhadap capaian IKU BI-Wide. 2021
Pada akhir tahun, diproyeksikan terdapat 60 IKU (98,36%) berada pada status normal dan 1 IKU (1,64%) berada pada status waspada. Khusus pada IKU
berstatus waspada yakni terkait realisasi PSBI, DR bersama dengan KPwDN dan Satker Mitra telah bersinergi menyusun paket program guna
mengoptimalkan realisasi anggaran PSBI.
EARLY WARNING CAPAIAN (EWC) IKU KPwDN KLASIFIKASI
IKU KPwDN
EWC AKHIR TAHUN 2021
60 (98,36%) IKU 1 (1,64%) IKU IKU KPwDN
diklasifikasikan
Koord. Tier A Tier B Tier C Tier D HHiigh Immppaacctt thd
53 52 47 IKU BI apabila
57 53 memenuhi salah
1 11 1 satu dari kriteria
1 sbb:
58 54 54 53 48 1. Merupakan
“Output” dalam
61 KLASIFIKASI IKU VCR IKU BI
Longlist IKU 50 (82,0%) IKU High Impact thd 11 (18,0%) IKU Less Impact thd 2. Menjadi
KPwDN IKU BI Wide 11 (100,0%) IKU BI Wide komponen dalam
perhitungan
49 (98,0%) 1 (2,0%) - (-%) “Formula IKU BI”
51 (83,6%) IKU JENIS IKU 3. Memberikan
10(16,4%) IKU dukungan
IKU Satker 40 (78.4%) IKU IKU Manajemen 10 (100.0%) IKU signifikan
11 (21.6%) IKU - (-%) IKU terhadap
50 (98,04%) - (-%) penyusunan
1 (1,96%) 10 (100,0%) kebijakan BI
IKU terkait UMKM dan Eksyar IKU terkait Digitalisasi SP IKU terkait PUR
18 EWC AKHIR 2021 3 EWC AKHIR 2021 4 EWC AKHIR 2021
(29,5%) IKU 18 - (4,9%) IKU 3 - (6,5%) IKU 4 -
(100,0%) IKU (-%) IKU (100,0%) IKU (-%) IKU (100,0%) IKU (-%) IKU
PS#1, PS#3, KLASIFIKASI IKU Di 2 PS KLASIFIKASI IKU Di 1 PS KLASIFIKASI IKU
PS#8, PS#9
16 2 PS#5, PS#6 3 - PS#5 4 - NORMAL WASPADA
(88,8%) IKU (11,2%) IKU (100,0%) IKU (-%) IKU (100,0%) IKU (-%) IKU
High Impact Less Impact
thd IKU BI Wide High Impact Less Impact High Impact Less Impact SIAGA AWAS
thd IKU BI Wide thd IKU BI Wide thd IKU BI Wide
thd IKU BI Wide thd IKU BI Wide
IKU KPw yg memberikan IKU KPw yg memberikan IKU terkait UMKM & Eksyar IKU terkait Digitalisasi SP IKU terkait PUR
high impact thd IKU BI less impact thd IKU BI
1. KINERJA EFEKTIF 36
1.2 Kontribusi KPwDN Terhadap EWC IKU BI 2021 (LANJUTAN) AGT
KPwDN berkontribusi pada 61 IKU Satker di tahun 2021, dimana 50 IKU (82,0%) diantaranya memberikan high impact terhadap capaian IKU BI-Wide. Pada akhir 2021
tahun, diproyeksikan terdapat 60 IKU (98,36%) berada pada status normal dan 1 IKU (1,64%) berada pada status waspada. Khusus pada IKU berstatus waspada
yakni terkait realisasi PSBI, DR bersama dengan KPwDN dan Satker Mitra telah bersinergi menyusun paket program guna mengoptimalkan realisasi anggaran
PSBI.
No. IKU BI 2021 Kontribusi KPwDN Q1 Q2 Q3 Q4 No. IKU BI 2021 Nama IKU Q1 Q2 Q3 Q4 Klasifikasi
Kontribusi
PS #5 % Hasil temuan pemeriksaan penyelenggara SP yang ditindaklanjuti sesuai jatuh PS #9 4 KPwDN
tTeinmgpkoat kepuasan konsumen terhadap layanan perlindungan konsumen Bank 3 KPwDN KPwDN
25 Indonesia N/A 22 KUPVA &PTD 100 KUPVA &PTD 123 KUPVA &PTD 42 Tingkat keberhasilan pelaksanaan promosi investasi 5 KPwDN 4 KPwDN 13 KPwDN 13 KPwDN
Ketersediaan Net Risk assessment APU PPT di daerah 94% 2 KPwDN 3 KPwDN 10 KPwDN 10 KPwDN Kontribusi KPwDN
26 Ekonomi Keuangan Implementasi penggunaan QRIS di daerah 25% 94% ≥ 95% ≥ 95% 43 Tingkat keberhasilan pelaksanaan bilateral meeting d/r promosi investasi 5 KPwDN 16 KPwDN 16 KPwDN diklasifikasikan High
Digital (IKU P) Ketepatan Proyeksi EKU 104 komunitas 50% 75% 100% 25% 2 KPwDN 13 KPwDN 13 KPwDN Impact thd IKU BI
Optimalisasi PUR dg menggunakan MSUK-R 76,6% 44 Kebijakan Internasional Tingkat keberhasilan pelaksanaan promosi perdagangan 25% apabila memenuhi
87,4% (IKU P) 50% 75% 100% salah satu dari kriteria
27 Kelayakan Uang Rupiah Edar NN//AA 100% 54% 75% 100% sbb:
100% 45 Tingkat keberhasilan pelaksanaan bilateral meeting d/r promosi perdagangan
Akseptansi non tunai 100% 1. Merupakan
28 (IKU P) 1 laporan 301 komunitas 315 komunitas 315 komunitas 46 Kalitas data/informasi RIRU 100% “Output” dalam
143 TP2DD 100% VCR IKU BI
29 70,3% 80%≥6X7≥%100% 80%≥ X ≥100% •Persepsi Positif
N/A 84,8% 100% 100% N/A 2. Menjadi
30 Standar Kelayakan N/A UPB : 10 UPB : 10 47 Internasional (IKU P) Implementasi Compliance ISO 15489 15% komponen
31 Uang Rupiah (IKU P) N/A N/A UPK :8 UPK :8 •Peringkat BI (IKU 25% dalam
100% 100% 100% perhitungan
N/A M) 10% “Formula IKU
N/A 1 laporan 2 laporan 3 laporan BI”
289 TP2DD 300 TP2DD 320 TP2DD PS #10 100%
3 Hebitren 100% 3. Memberikan
32 Tingkat Pemenuhan Kebutuhan Uang 40 terhubung N/A ≥ 60% ≥ 60% •Kesiapan SDM BI 1144,,4447%% 100% 100% 100% dukungan
48 Memasuki Era Digital Penyampaian LKHPN – IKU Manajemen 100% signifikan dan
PS #6 6 UMKM 100% 100% 100% 100% secara langsung
(IKU P) 100% 100% 100% 100% (direct)
100% 100% 100% terhadap
33 % Implementasi Elektronifikasi transaksi di Daerah 49 •Kualitas Penyampaian Surat Pernyataan Tahunan – IKU Manajemen penyusunan
Transaksi Digital (IKU P) Pengembangan SDM Pengisian IKI – IKU Manajemen kebijakan BI-
Wide
34 Terbentuknya TP2DD 50 (IKU P)
IKU terkait PUR
PS #7 Kualitas Aset
51 Kelogistikan dan Fasker Penatausahaan Aset – IKU Manajemen
35 Pembiayaan Non Efektivitas literasi dan sosialisasi untuk mendorong pembiayaan ekonomi,
Perbankan (IKU M) termasuk infrastruktur, serta pengelolaan risiko (Fasilitas Kerja) (IKU M)
36 Kualitas analisis/assessmen terkait kesiapan korporasi potensial di daerah PS #12
terkait potensi pembiayaan ekonomi daerah, termasuk infrastruktur
N/A 100% 100% 52 Maturitas Tata Kelola BI Kualitas evaluasi, fasilitasi dan debottlenecking kinerja KPw Kab/Kota 50% N/A 100%
29% 60% 100%
53 (IKU P) Implementasi Self Governance KPwDN di area utama 47% 75% 100%
PS #8 •Tingkat
37 •Pengembangan Eksyar Jumlah insiasi linkage antar pelaku usaha syariah N/A Penyelenggaraan Penyelenggaraan 54 Engangement Kualitas komunikasi kebijakan KPwDN Provinsi
BI (IKU M)
27 baru FESYAR &RTF FESYAR &RTF Staekholders (IKU M)
32 eksisting
•Aktivitas Usaha dan 40 baru 50 baru 55 •Legal Mandat BI Efektivitas realisasi seluruh anggaran PSBI dibandingkan dengan rencana. 29% 70% 90%
38 Pembiayaan Syariah 75 eksisting 100 eksisting (IKU M)
Implementasi usaha pesantren dan UMKM Syariah 100%
(IKU M) 56 •WTP (IKU P) Penyelesaian tindak lanjut temuan audit (LKTBI & PDTT) – IKU Manajemen 100% 100% 100%
3300,,0077%% 100% 100%
•Tingkat Pemahaman 10 Hebitren 1105 HHeebbiittrreenn 15 Hebitren 57 •Sustainabilitas Penyampaian Laporan Pajak KPwDN– IKU Manajemen 100% 556,53%6% 85%≥ X ≥100%
thd Eksyar (IKU P) 81 terhubung 114060 tterhhuubbuunngg 100 terhubung 58 100% 100% 100%
39 Implementasi model korporatisasi UMKM Syariah (a.l) Hebitren Keuangan BI (IKU M) Realisasi Anggaran Satker– IKU Manajemen 100% 100% 100%
100% 100%
40 Fasilitasi Infrastruktur pendukung industri halal 96 UMKM 100 UMKM 100 UMKM 59 Pertanggungjawaban Uang Muka Kegiatan– IKU Manajemen
41 Tingkat Pemahaman thd Peningkatan pemahaman pelaksanaan program edukasi/kampanye ekonomi 76% 77% 80% 80% 60 Pertanggungjawaban Uang Muka PDDN– IKU Manajemen
Eksyar (IKU P) dan keuangan syariah
61 Ketepatan pembayaran transaksi keuangan – IKU Manajemen
NORMAL WASPADA SIAGA AWAS IKU KPw yg memberikan high IKU KPw yg memberikan less IKU terkait UMKM & Eksyar IKU terkait Digitalisasi SP
impact thd IKU BI impact thd IKU BI
1. KINERJA EFEKTIF 37
1.3 Kontribusi KPwDN terhadap IKU at Risk BI
Berdasarkan kontribusi KPwDN thd IKU at risk BI, tidak terdapat IKU KPwDN yang berstatus At Risk seiring dengan proyeksi EWC akhir tahun Tahun
2021 yang optimal. Hal tersebut dipengaruhi oleh penguatan alignment program kerja Satker KP, KPwDN dan peningkatan Maturity Level 2021
KPwDN, serta monitoring dan evaluasi IKU KPwDN berkelanjutan agar dapat tercapai dengan optimal dan above target.
IKU BI – At Risk IKU KPwDN – At Risk Indikator IKU At Risk KPwDN:
Q1 Q2 Q3 Q1 Q2 Q3 P-Q4 1. Memiliki HiHgihghIImmppaactct dgn IKU Performance dan Monitoring BI Wide berstatus At Risk ;
10 IKU 14 IKU 4 IKU 2. Diproyeksikan berada pada status Waspada di akhir 2021
6 IKU 4 IKU - IKU - IKU
BI - WIDE Kontribusi IKU KPwDN terhadap IKU at Risk BI IKU at Risk KPwDN
Q1 Q2 Q3 P-Q4
PS Nama IKU BI IKU at Risk BI IKU BI yang memiliki IKU KPwDN Dampak thd EWC Akhir
keterlibatan dgn IKU IKU BI Tahun 2021
Q1 Q2 Q3 KPwDN
PS 1 1. Inflasi Inti – Tidak memiliki keterlibatan VCR 2. Inflasi IHK 1. % Efektivitas koordinasi pengendalian inflasi daerah High Impact Normal
dengan IKU KPwDN 2. % Peningkatan Produksi Klaster Ketahanan Pangan High Impact Normal
2. Inflasi IHK – Memiliki keterlibatan VCR dgn
IKU KPwDN (IKU Monitoring BI Wide)
3Pa. Fnagsainlitasi Kerja sama Perdagangan Antar Daerah Komoditas Ketahanan High Impact Normal
4. Implementasi Digital Farming High Impact Normal
5P.aInmgapnlementasi Kerja sama Perdagangan Antar Daerah Komoditas Ketahanan High Impact Normal
6. Fasilitasi Digital Farming High Impact Normal
A7.DKGuBailditaansgAnalisis/asesmenterkait ek keuangan daerah yg disampaikan kpd High Impact Normal
8. Tersedianya asesmen di KPwDN Less Impact Normal
9. Kualitas Data Pangan Daerah Less Impact Normal
PS 2 3. Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan 11. Peningkatan 37. Jumlah Inisiasi linkage antar pelaku usaha syariah High Impact Normal
(PDB) (IKU Monitoring BI Wide) – Tidak Aktivitas Usaha dan 38. Implementasi usaha pesantren dan UMKM Syariah High Impact Normal
memiliki keterlibatan VCR dengan IKU KPwDN Pembiayaan Syariah 39. Implementasi Korporatisasi UMKM Syariah (a.l Herbitren) High Impact Normal
40. Fasilitasi InfrastrukturPendukung Industri Halal High Impact Normal
PS 8 4. Peningkatan Aktivitas Usaha & Pembiayaan 41. Peningkatan Pemahaman Pelaksanaan Prog. Edukasi/ Kampanye Eksyar High Impact Normal
Syariah – Memiliki Keterlibatan Value Chain
Result (VCR) dgn IKU KPwDN (IKU Monitoring
BI Wide)
1. KINERJA EFEKTIF 38
1.4 Capaian Kinerja KPwDN tw III-2021 (termasuk di 3 fungsi)
Secara umum, kinerja KPwDN di Triwulan III 2021 berada pada capaian yang relatif menggembirakan. Hal tersebut didukung dengan capaian 26 IKU (39,4%) accelerated dan 35 IKU
(60,6%) on track. Bahkan pada IKU yang high impact terhadap IKU BI, 24 IKU (60,0%) diantaranya memiliki capaian accelerated. Hal ini tidak terlepas dari sinergi DR bersama dengan
satker KP dan KPwDN yang terus memantau dan memonitor capaian kinerjanya sehingga dapat tercapai optimal di akhir tahun.
CAPAIAN KPwDN
Tw III 2021
ACCELERATED
26 IKU (39.4%)
ON TRACK
35 IKU (60.6%)
51 IKU SATKER
40 IKU High Impact
Accelerated 20 IKU (50.0%)
On Track 20 IKU (50.0%)
11 IKU Less Impact
Accelerated 2 IKU (18.2%)
On Track 9 IKU (81.8%)
10 IKU MANAJEMEN
10 IKU High Impact
Accelerated 4 IKU (40.0%)
On Track 6 IKU (60.0%)
NORMAL WASPADA SIAGA AWAS IKU KPw yg memberikan IKU KPw yg memberikan Sumber : EKB KPwDN Tw III 2021, diolah - IKU Less Impact
high impact thd IKU BI less impact thd IKU BI
1. KINERJA EFEKTIF 39
1.4 Capaian Kinerja KPwDN tw III-2021 (termasuk di 3 fungsi)
Capaian kinerja KPwDN yang optimal juga terjadi pada 3 fungsi di KPwDN yaitu UMKM & Eksyar, digitalisasi SP dan PUR. Secara spesifik, dari 25 IKU yang tercatat
pada 3 fungsi dimaksud, 15 IKU diantaranya atau sebesar 60,0% tercatat accelerated, bahkan seluruh IKU tersebut berada pada status “normal” di akhir tahun.
OVERALL CAPAIAN KPwDN
25 IKU Terkait UMKM &
EKSYAR, Digitalisasi
SP, dan PUR
23 IKU (92%) High Impact
Accelerated 14 IKU (60.9%)
On Track 9 IKU (39.1%)
2 IKU (8%) Less Impact
Accelerated 1 IKU (50.0%)
On Track 1 IKU (50.0%)
IKU KPwDN berstatus At Risk
NORMAL SIAGA
WASPADA AWAS
IKU KPw yg memberikan high impact thd IKU BI
IKU KPw yg memberikan less impact thd IKU BI
KLASIFIKASI IKU KPwDN
IKU KPwDN diklasifikasikan
high impact apabila :
Merupakan Output dalam VCR BI
Menjadi komponen dlm
perhitungan formula IKU BI
Memberikan dukungan
signifikan thd penyusunan
kebijakan BI
Sumber : EKB KPwDN Tw III 2021, diolah
1. KINERJA EFEKTIF 40
1.5 Prognosa Capaian IKU KPwDN 2021 (termasuk di 3 fungsi)
Kinerja KPwDN pada akhir 2021 diproyeksikan berada pada capaian yang optimal, yakni berada pada nilai 106,63. Hal tersebut sebagaimana terlihat bahwa dari 61 IKU
satker di KPwDN, 60 diantaranya diperkirakan tercapai melebihi target, dengan capaian tertinggi terutama pada PS 6, PS 8 dan dan PS 3. Capaian IKU yang
diproyeksikan optimal dimaksud berkontribusi positif terhadap capaian 26 IKU BI, terutama pada 14 IKU Performance dan 12 IKU Monitoring.
OVERALL CAPAIAN KINERJA KPwDN (IKU SATKER)
75,86 106,63
105.77 104.37 107.43 107.04 109.29 104.35 108.85 106.70 106.23
82.73 88.65 89.85 87.28 IKU 75,86
Manajemen
77.10 75.08 53.35
79.57 80.00
57.63
RKHA RKHA
PS 1 PS 2 PS 3 PS 4 PS 5 PS 6 PS 7 PS 8 PS 9 PS 10 PS 11 PS 12
: capaian saat ini (tw III-2021) : prognosa akhir tahun
61 IKU 60 IKU melebihi target 26 IKU BI
KPwDN
49 IKU (82%) 14 IKU Performance
Realisasi 11 IKU (18%) 12 IKU Monitoring
Anggaran PSBI*
1 IKU sesuai `target
1 IKU (100%)
*) Dalam rangka akselerasi pencapaian PSBI, DR bersama dengan KPwDN dan Satker Mitra telah
bersinergi menyusun paket program guna mengoptimalkan realisasi anggaran PSBI.
1. KINERJA EFEKTIF 41
1.5 Prognosa Capaian IKU KPwDN 2021 (termasuk di 3 fungsi) - lanjutan
Prognosa pencapaian IKU KPwDN yang optimal di tahun 2021 turut didukung oleh prognosa capaian yang relatif tinggi di 3 Fungsi KPwDN (UMKM & Eksyar, Digitalisasi SP, dan
PUR). 3 Fungsi KPwDN dimaksud diproyeksikan akan tercapai optimal/ melebihi target sehingga berdampak positif terhadap pencapaian 10 IKU BI. Hal tersebut didukung oleh
implementasi sinergi program dan pedoman, frontloading beberapa kegiatan terutama UMKM, Eksyar, dan digitalisasi SP, serta sinergi dan koordinasi yang erat antara KPwDN
dengan satker KP dalam memonitor dan mengevaluasi capaian kinerja KPwDN.
PROGNOSA CAPAIAN KINERJA 3 FUNGSI KPwDN 25 IKU Terkait UMKM &
EKSYAR, Digitalisasi
109.38 107.93 107.56 Legend: SP, dan PUR 10 IKU BI
86.62 65.70
92.83 Accelerate On Track : capaian saat ini 23 IKU (92%) High Impact 6 IKU Performance
Accelerate : prognosa akhir tahun Melebihi Target 23 IKU (100%) 4 IKU Monitoring
2 IKU (8%) Less Impact
SP UMKM & Eksyar PUR Melebihi Target 2 IKU (100%)
FUNGSI PS JUMLAH IKU KRITERIA IKU PROGNOSA AKHIR TAHUN IKU BI KLASIFIKASI
KPW HIGH IMPACT LESS IMPACT MELEBIHI TARGET SESUAI TARGET
1. Monitoring
1 3 IKU 3 IKU - 3 IKU - 1. Inflasi IHK
1. Performance
3 8 IKU 6 IKU 2 IKU 8 IKU - 1. Pengembangan UMKM 2. Monitoring
8 5 IKU 5 IKU - 5 IKU 2. UMKM binaan BI
1. Monitoring
UMKM & EKSYAR 1. Pengembangan Eksyar BI 2. Monitoring
- 2. Aktivitas usaha syariah dan pembiayaan syariah 3. Performance
3. Tingkat pemahaman thd Eksyar 1. Performance
9 2 IKU 2 IKU - 2 IKU - 1. Kebijakan Internasional 1. Performance
Digitalisasi SP 5 1 IKU 1 IKU - 1 IKU - 1. Akseptansi non tunai 1. Performance
6 2 IKU 2 IKU 2 IKU - 1. Transaksi digital
1. Performance
PUR 5 4 IKU 4 IKU - 4 IKU - 1. Standar kelayakan uang edar
6 IKU Performance
Total 25 IKU 23 IKU 2 IKU 25 IKU - 10 IKU BI 4 IKU Monitoring
1. KINERJA EFEKTIF 42
1.6 Peningkatan Kinerja Efektif Melalui Replikasi Success Story KPwDN di 3 Fungsi – PENGEMBANGAN UMKM
Success Story Pengembangan UMKM: KPwDN Kalimantan Timur
Keberhasilan pengembangan UMKM KPw BI Kaltim bersumber dari solidnya sinergi, kolaborasi, inovasi dan integrasi pengembangan UMKM untuk mengakselerasi UMKM naik kelas. Dengan jumlah SDM yang terbatas (4
orang) serta rangkap pekerjaan di level teknis di tengah jumlah binaan UMKM yang relatif banyak di tambah scoping wilker yang sangat luas, KPw BI Kaltim mampu mendorong seluruh UMKM pada level 2, 3, dan 4
bekerjasama dengan berbagai pihak. Fokus utama pengembangan yang dilakukan oleh KPw BI Kaltim adalah peningkatan kapasitas UMKM, perluasan pasar dan penguatan pembiayaan yang dilakukan secara bersama-
sama dengan semua pihak. Tier B Model Bisnis Canvas Pengembangan UMKM KALTIM Program KPwBI 1
PROFIL Value Co- Sinergi , Kolaborasi dan Integrasi UMKM Naik Kelas 5 Penyelarasan 2
Creation (Subsistence, Sukses, Digital, Ekspor) Progam
Scale Up Program
PENGEMBANGAN UMKM
KPWBI KALIMANTAN TIMUR Key Partners • Pemda Prov dan Kab-Kot di Kaltim, PPEI Kemendag Tahapan Penyusunan
• Komunitas, Asosiasi, Perbankan, UMKM Binaan, Sinergi Action Plan &
Jumlah Jumlah Key 4 Kolaborasi Scheduling
SDM UMKM Activities Mitra, Potensial Binaan, KADIN, Dinas
Pemberdayaan Perempuan Evaluasi dan Monitoring 3
4orang 18 Key • Akademisi dan Ahli Pembinaan UMKM serta Debottlenecking
Resources Eksekusi Program
Ratio UMKM *Triwulan III Customer • Peningkatan kapasitas UMKM berdasarkan Capacity
UMKM & Segment kategorinya (kapasitas memulai Building Sinergi Penguatan Market
7,9Ratio UMKM usaha/sukses/digital/ekspor) Event Pembiayaan Expansion
4,5Pegawai
& Pegawai • Matchmaking dengan perbankan untuk pembiayaan
Kaltim Nasional + perluasan pasar dengan buyer potensial
Lv. • Menggiatkan promosi UMKM offline/online
UMKM
Lv. 3 4Lv. • Dukungan APBD, Anggaran berbagai pihak
termasuk BI (PSRU & PSBI)
1 2UMKM UMKM
Lv. • Dukungan tenaga ahli dari berbagai pihak Pihak : Pemda, PPEI/Pempus, Asosiasi Usaha, Perbankan, Komunitas, Akademisi, T. Ahli
UMKM • Dukungan channel & offtaker
Potensial Sukses Digital Ekspor UMKM Terseleksi yang memiliki Komitmen untuk maju Key Success: INDIKATOR Contoh Program
yang tinggi dan naik kelas KEBERHASILAN
2019 UMKM 4UMKM 3 3UMKM UMKM 1. Win-Win Program 1. Terbentuk program • Akademi Ekspor Kaltim (AEK): Export
Pengembangan UMKM Coaching Program (ECP) bersama PPEI
19 9UMKM 4UMKM (selaras/saling mendukung) yang selaras, dan Pemerintah Daerah kepada UMKM
dan bersifat Quick Win terintegrasi dan ekspor.
2020 |1| 4 9UMKM kolaboratif
18 1UMKM 2. Mengedepankan prinsip 2. Scaling Up UMKM • Kelas BME (Bagaimana Memulai Ekspor)
UMKM UMKM Goals UMKM Naik Kelas (sukses, digital dan ekspor) sinergi dan kolaborasi di tiap kategorinya dan PE (Pelatihan Ekspor) Untuk kurasi
sehingga Program KPwDN 3. Keterlibatan seluruh UMKM potensial ekspor
Rasio |0.3| |1| |2.3| Channel Komunikasi Intens baik secara formal (courtersy lebih Fleksibel dan Adaptif pihak dlm program
UMKM:SDM meeting/FGD) dan informal (grup whatsapp bersama dengan kepentingan • Program Pemberdayaan Perempuan
Cost UMKM dan pihak terkait) berbagai pihak Korban KDRT/Rentenir sub-sistence level
2020 Structures untuk menjadi new entry UMKM/ menjadi
Revenue Efektivitas dan efisiensi biaya operasional program Potensial/ Sukses (Momspreneur)
UMKM Digital UMKM Ekspor Stream pengembangan UMKM
• Biaya Operasional, tenaga ahli, event dan biaya lainnya. • Program Pemberdayaan UMKM naik kelas
Kopi : 0 Onboarding: 4 Kopi : 0 • Biaya UMKM terkait pengembangan usaha untuk menjadi UMKM Digital melalui program
Wastra : 0 QRIS : 4 Wastra : 2 BEST
Kriya : 0 Mobile banking: 4 Kriya : 3 mendukung program
Kuliner : 3 Internet banking: 4 Kuliner : 3 Tujuan Ekspor : OUT Sinergi, Kolaborasi dan Capaian IKU UMKM 2021 %Realisasi
Pangan: 1 EDC: 2 Pangan: 1 1. Eropa Outcome program tercapai dengan optimal COME Inovasi Pengembangan Anggaran PSRU
2. Asia Pendapatan UMKM Meningkat UMKM Kaltim naik kelas Kaltim: ACCELERATED 2021: -
3. Amerika
Support Pemberian Capacity Building kepada Pegawai di Fungsi UMKM dan juga sbg penyambung
komunikasi dengan arahan dan kebijakan DUPK
DR
1. KINERJA EFEKTIF 43
1.6 Peningkatan Kinerja Efektif Melalui Replikasi Success Story KPwDN di 3 Fungsi – PENGEMBANGAN EKSYAR
Success Story Pengembangan EKSYAR : KPwDN Aceh
Pegembangan EKSyar di KPwBI Aceh didukung oleh implementasi tiga pilar Blueprint kebijakan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah Bank Indonesia yang terdiri dari Pemberdayaan ekonomi produktif, Pendalaman pasar keuangan syariah, serta
Penguatan riset, asesmen, dan edukasi. Implementasi tiga pilar didukung oleh optimalisasi mapping SWOT EKSyar Aceh dan penguatan sinergi kolaborasi antara BI Aceh dengan stakeholders strategis pengembangan EKSyar di Aceh. Berbagai upaya yang
dilakukan menghasilkan outcome 20 pesantren binaan dengan 44 unit usaha, 4 pilot project pengembangan ekonomi masjid, Implementasi Qanun LKS, serta menghasilkan modul khutbah keuangan dan ekonomi syariah sebagai salah satu instrument
edukasi syariah di daerah. Success Story Pengembangan Ekonomi Syariah di Aceh
PROFIL Tier B Program Pengembangan Eksyar Aceh 2019-2021 Pengembangan Usaha
Syariah BI Aceh
• Edukasi Akad Perbankan Syariah Pemberdayaan Pendalaman Penguatan Riset,
PENGEMBANGAN EKSYAR Edukasi • Capacity Building pegawai Baitul Mal Ekonomi Pasar Keuangan Asesmen &
• Pelatihan Dewan Syariah Aceh Syariah Edukasi
Kemandirian • Sosialisasi Qanun LKS Syariah
Pesantren • Seminar wakaf bersama IAEI
KPWBI ACEH • Modul Khutbah pengembangan ekonomi masjid Hotel Syariah Peternakan
Jumlah Jumlah Usaha Ponpes • Telah dilaksanakan pengembangan unit usaha Ponpes,
diantaranya integrated farming, peternakan ikan lele,
Binaan/IKRA ayam, percetakan, AMDK, serta Mart. Gerakan Ekonomi BI sebagai tim Pengembangan modul
berbasis Pesantren perumusan Khutbah Keuangan dan
SDM • Pengembangan unit usaha di 4 Ponpes baru tahun Qanun LKS
2021, diantaranya jenis usaha integrated farming, dan Ekonomi Syariah
6 20/10orang peternakan lele.
Usaha Ponpes/UMKM Mart Pertanian
Ratio Pesantren/ UMKM Pemberdayaan Sosialisasi dan forum Sosialisasi dan edukasi
ekonomi masjid diskusi peluang dan Qanun LKS, Pelatihan
3,3-1,7& Pegawai Jatim tantangan peneraan
Pengembangan Qanun LKS di Provinsi Nadhir wakaf
Ratio Pesantren/ UMKM 1,5-2,1 • Pengembangan unit usaha Masjid Oman yang terdiri UMKM Syariah
& Pegawai Nasional dari: BMT dan Hotel, Aceh Restoran Percetakan
SWOT EKSyar Aceh Kemandirian • Pengembangan unit usaha kemandirian masjid di Key Success: Indikator keberhasilan
Ekonomi Masjid Masjid Raya Baiturrahman berupa gallery souvenir • Penguatan pemberdayaan ekonomi syariah melalui program kemandirian
Threats Strengths 1. Terbentuknya Kolaborasi
• Pengembangan unit usaha Masjid Baiturrahim berupa ekonomi berbasis masjid dan pesantren, penguatan UMKM syariah melalui Program antara BI dengan
• Kesiapan lembaga • Komitmen yang kuat dari otoritas, Pemerintah dan sentra Kuliner di objek wisata pantai Ulee Lheue Fasilitasi sertifikasi halal dan pengembangan infrastruktur HVC stakeholders daerah dlm
• Sinergi penguatan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dengan pengembangan eksyar
keuangan syariah dalam stakeholder • Pengembangan unit usaha Masjid Rahmatullah berupa berbagai stakeholder seperti Pemerintah Provinsi/Daerah, MES, Pondok
sentra kuliner di objek wisata pantai Lampuuk Pesantren, serta BKM di Aceh d.r. implementasi Qanun LKS serta mendorong 2. Terdapat unit usaha
penyediaan produk dan • Implementasi Qanun Aceh No. 11 Tahun 2018 pemanfaatan islamic social finance melalui optimalisasi peran Baitul Mal di Aceh percontohan kemandirian
• Penguatan riset, asesmen & edukasi melalui berbagai pelatihan dan sosialisasi ekonomi pesantren dan
layanan pengganti LK tentang lembaga Keuangan Syariah UMKM IKRA Aceh tahun 2020 terdapat 6 UMKM. Tahun 2021 eksyar di daerah masjid di Aceh
konvensional; • Pangsa perbankan syariah Aceh yang sangat besar Syariah - IKRA telah dilaksanakan tahapan kurasi, asesmen, dan upload
• Lambatnya perkembangan • indeks literasi keuangan syariah masyarakat profil UMKM terpilih (3 UMKM food dan 1 UMKM fashion)
ekonomi syariah di Aceh ke website IKRA, dan telah dilaksanakan tahap kurasi
karena rendahnya sebesar 18,64% lebih tinggi dibandingkan angka online terhadap 3 UMKM Food dan 1 UMKM Fashion.
nasional sebesar 8,93%
• Aceh memiliki MPU sebagai lembaga sertifikasi
perkembangan industri halal yang dapat dioptimalkan guna akselerasi HVC
halal, khususnya di sektor riil di Aceh • 20 Ponpes dengan 44 unit usaha dan + 12.940
santri
Opportunity Weakness Capaian IKU Anggaran
• Pemberdayaan ekonomi Masjid dengan 4 unit EKSyar 2020 Eksyar
• Mayoritas penduduk Aceh menganut agama Islam • Pemahaman masyarakat Infrastruktur • Fasilitasi sertifikasi halal kepada UMKM bekerja sama OUT usaha (Hotel, 2 Restaurant, dan gallery) Aceh: 2020
(98,54%), atau sekitar 5.288.885 jiwa. terhadap produk-produk Pendukung dengan PLUT dan MPU Aceh. COME MID Aceh:
syariah masih terbatas. Industri Halal • modul Khutbah Keuangan dan Ekonomi Syariah 100%
• Aceh memiliki 1.054 dayah/pondok pesantren (+ • Pelatihan Nadhir Wakaf d.r. optimalisasi penggunaan • Implementasi Qanun LKS
965.646 santri) dan + 4065 masjid dan 6855 • Minimnya variasi pembiayaan Optimalisasi Islamic social finance berbasis ekonomi produktif
mushalla Bank Syariah. Ziswaf Produktif Support Pemberian Capacity Building kepada Pegawai di Fungsi Eksyar dan juga sbg
• Fasilitasi Pengembangan Eksyar bersama dengan penyambung komunikasi dengan arahan dan kebijakan DEKS
• Jaringan BMA yang tersebar diseluruh kabupaten di • Kurang efisiennya Bank Baitul Mal Aceh DR
Aceh dapat menjadi peluang optimalisasi zakat Syariah menjalani
produktif yang memiliki potensi sebesar Rp 2.6 T usaha/operasional, usaha
jika dilihat dr PDRB Pengeluaran Konsums RT. dominasi oleh dana deposito.
1. KINERJA EFEKTIF 44
1.6 Peningkatan Kinerja Efektif Melalui Replikasi Success Story KPwDN di 3 Fungsi – DIGITALISASI SP
Success Story Digitalisasi SP : KPwDN Sumatera Utara (Capaian QRIS & TP2DD)
Capaian target QRIS di Sumatera Utara sebanyak 465.813 sebesar 95.7% per 1 Oktober 2021. Strategi quota chasing, vibes development, dan berbagai program perluasan masih terus
dilakukan untuk mendukung tercapainya target QRIS 12 Juta Merchant di Sumatera Utara. Selanjutnya, telah terbentuk 31 TP2DD di Sumatera Utara. Pembentukan TP2DD terus didorong
guna mengakselerasi perluasan digitalisasi daerah. Beberapa daerah seperti Kota Medan dan Kab. Dairi telah mengimplementasikan QRIS pada sebagian penerimaan pajak dan retribusi.
1. KINERJA EFEKTIF 45
1.6 Peningkatan Kinerja Efektif Melalui Replikasi Success Story KPwDN di 3 Fungsi – PENGELOLAAN UANG RUPIAH
Success Story PUR: KPwDN Prov Jawa Tengah Keberhasilan KPwBI Provinsi Jawa Tengah dalam mengelola 4 IKU PUR yaitu optimalisasi pengolahan MSUK, tingkat pemenuhan kebutuhan uang,
kualitas uang, dan ketepatan proyeksi EKU s.d. TW III 2021 didukung dengan upaya komunikasi antara BI dengan mitra PUR secara aktif dalam
Strategi de-bottlenecking Pengolahan MSUK pemenuhan permintaan penarikan perbankan untuk menyediakan Uang Rupiah layak edar di masyarakat. Terhadap ketepatan EKU guna mencapai
realisasi sesuai target, KPwBI Provinsi Jawa Tengah melakukan koordinasi rutin memantau realisasi proyeksi perbankan. Selanjutnya,terhadap
Optimalisasi kinerja mesin yaitu pengolahan harian optimalisasi pengolahan MSUK dilakukan melalui pemeliharaan mesin yang tertib berkoordinasi dengan teknisi untuk menjaga kondisi tetap prima.
MSUK R (Selasa, Rabu, Kamis) dengan 2 (dua) buah
M7 @650 brood dan 1 (satu) buah C4S @230 brood Realisasi Pengolahan MSUK Realisasi Pemenuhan Target IKU PUR
sehingga modal harian 1.530 brood selama 6,5 jam. TW III - 2021 Perbankan TW III - 2021
Sementara untuk hari Senin dan Jumat modal harian 1. Target pengolahan MSUK
@2.115 brood dengan lembur selama 4 jam. UPB UPK UPB UPK % Pengolahan UPB dan UPK dengan menggunakan
MSUK-R (UTLE: 100% dan ULE:20%) atau Utilisasi MSUK-
Pemeliharaan mesin senantiasa tertib dilakukan 122% 100% 100% 100% R 100% apabila jumlah Inflow UPB (UTLE:100% dan
berkoordinasi dengan teknisi. ULE:20%) melebihi kapasitas MSUK-R*
Realisasi Realisasi
Strategi de-bottlenecking Pemenuhan Kebutuhan Soil Level Semester I 2021 Ketepatan EKU TW III 2021 2. Tingkat Realisasi pemenuhan kebutuhan penarikan
Koordinasi dengan DPU paduaabnegrbagai kesempatan untuk Bank per kelompok denominasi
merumuskan terobosan dalam pemenuhan kebutuhan UPB UPK UPB UPK Realisasi pemenuhan dibandingkan permintaan
uang sesuai denominasinya. Selain itu, hubungan baik kebutuhan uang oleh perbankan, deviasi maksimal 10%.
dengan perbankan juga senantiasa diperkuat sebagai 11,33 10,97 91 % 123 %
upaya menjaga citra Bank Indonesia kepada stakeholders. 3. Kelayakan Uang Rupiah Edar (Soil Level Uang Layak
Key Success factors Pencapaian IKU PUR di KPwBI Provinsi Jawa Tengah Edar (ULE) Nasional)
Strategi de-bottlenecking Soil Level Range soil level: UPB: 8 – 10 dan UPK: 6 – 8
KPwBI Provinsi Jawa Tengah telah meminta proyeksi Kebutuhan Uang Perbankan
Sosialisasi standard kualitas uang kepada 3 perbankan selama satu tahun dalam rangka pemantauan IKU Outflow. Proyeksi perbankan 4. Tingkat Realisasi pemenuhan kebutuhan masyarakat
(Mandiri, CIMB Niaga dan BCA) dan 10 PJPUR terkait kemudian dikomunikasikan secara bulanan. terhadap uang kartal
setting parameter mesin sortasi uang kertas dan Realisasi UPB minimal 90% dan UPK minimal 80%
penyediaan uang di ATM. Sebagai DKW, KPwBI Provinsi Jawa Tengah melakukan review dan koordinasi
bulanan dg KPwBI Solo, Purwokerto, Tegal serta Yogyakarta. OUTCOME Pengolahan maksimal Soil level semester I
Menjajaki kerjasama layanan penukaran dengan BPR, mencapai target 2021 mencapai 11,33
PT POS dan Pegadaian. Kegiatan pembinaan kepada 10 PJPUR terkait dengan setting parameter MSUK berdampak pada kualitas (UPB) dan 10,97 (UPK)
untuk meningkatkan kualitas hasil sortasi.
Menghimbau perbankan untuk tidak menyetorkan uang 45uang beredar.
HCS dan membatasi penyetoran ULE. Untuk menjaring issue strategis pengedaran rupiah, KPwBI Provinsi Jawa Tengah
mengelola WAG Perbankan Karesidenan Pati dan Kedu, aktivitas WAG dimaksud SUPPORT DR • Koordinasi dengan KPwDN & DPU terkait
Strategi de-bottlenecking Ketepatan EKU untuk mengkoordinasikan antara lain kebutuhan uang, permasalahan upal, dan debottlenecking backlog MSUK.
informasi ketentuan terbaru di Bank Indonesia.
Inovasi dengan menetapkan mitra IKU PUR melalui • Mendorong KPwDN menyalurkan ULE sesuai
koordinasi rutin pemantauan realisasi proyeksi perbankan. dengan kualitas yg diharapkan
Aktivitas penarikan oleh masyarakat melalui perbankan
masih terbatas dan dibawah target karena masih adanya
PPKM.
BOX 1: PENGUATAN FUNGSI UMKM MELALUI CALENDAR OF EVENT (CoE) 46
Kerangka Evaluasi CoE
Dalam rangka mengoptimalkan implementasi kebijakan BI di daerah, penyelenggaraan Flagship Events oleh KPwDN dikoordinasikan dalam Calendar of Events (CoE) yang dijalankan
dengan strategi 3 (OK) dan prinsip 5M, guna mencapai outcome berupa dukungan terhadap pemulihan ekonomi , implementasi bauran kebijakan, perluasan digitalisasi dan penguatan
reputasi Indonesia. Di tahun 2021 terdapat 81 flagship events dalam CoE KPwDN, dengan 7 lingkup tema yaitu Pariwisatam UMKM & Ekraf, Eksyar, Investasi, Digitalisasi dan Ekspor.
CoE adalah bagian dari strategi internal STRATEGI & PRINSIP PENGELOLAAN FLAGSHIP EVENT DALAM KERANGKA CoE KPWDN
Bank Indonesia untuk menyinergikan
implementasi berbagai kebijakan BI Optimalisasi Outcome Managing Events OUTCOME
Optimalisasi Pencapaian IKU Managing Contents
melalui penyelenggaraan flagship events Pemulihan Ekonomi
KPwDN secara efektif, efisien dan Optimalisasi Sumber Daya Managing Scale Bauran Kebijakan
mengedepankan governance. Kemitraan Managing Governance
Kolaborasi Managing Communications Digitalisasi
DR menjadi orchestrator CoE KPwDN Reputasi Indonesia
yang memastikan optimalisasi Komunikasi Efektif
STRATEGI 3 (OK)
outcome penyelenggaraan flagship PRINSIP 5M
events oleh KPwDN.
Flagship Events KPwDN merupakan kegiatan KPwDN yang 81 39 DIHADIRI OLEH ADG 42 TIDAK DIHADIRI ADG
tercantum dalam Calendar of Events, yang memenuhi kriteria
PROFIL sebagai berikut: Flagship Events*) Tw I Tw II Tw III Tw IV Tw I Tw II Tw III Tw IV
CoE (i) bersifat berkelanjutan; 4 7 15 13 3 10 16 13
(ii) (selaras dengan kebijakan Bank Indonesia;
KPWDN (iii) berdampak ekonomi tinggi, dan
2021 (iv) melibatkan sinergi & kolaborasi dengan berbagai pihak.
Kategori Tema: PU S ID E IKU KPwDN UMKM 4 s.d 9 IKU
terkait tema Eksyar 3 s.d. 7 IKU
Pariwisata UMKM&Ekraf Eksyar Investasi Digitalisasi Ekspor SP Non Tunai
(5) (37) (18) (6) (10) (5) flagship Promosi LN (Investasi & 4 IKU
program: Perdagangan)
0 s.d. 4 IKU
BOX 1: PENGUATAN FUNGSI UMKM MELALUI CALENDAR OF EVENT (CoE) 47
Managing Calendar of Event (CoE) : Strategi 3 (OK)
Berdasarkan evaluasi terhadap implementasi CoE s.d 30 September 2021, penyelenggaraan 55 events oleh KPwDN dapat terlaksana dengan lebih efisien, hal ini tercermin dari
penggabungan rata-rata 4 event menjadi 1 event yang pada akhirnya berdampak pada penghematan man hour. Rata-rata rasio outcome dibanding biaya diketahui sebesar 9,08x,
namun masih terdapat ruang perbaikan mengingat belum seluruhnya event yang dilaporkan mampu merealisasikan outcome yang lebih tinggi dibandingkan biaya yang dikeluarkan.
Kedepan, optimalisasi CoE akan didorong melalui penyempurnaan guidance terkait penyusunan range besaran anggaran dan SDM dibanding besaran target outcome.
s.d 30 September 2021
55 P2 U S22 17 I1 D8 E5 Sasaran Outcome: BAURAN DIGITALISASI REPUTASI
events events events events events KEBIJAKAN INDONESIA
events events PEMULIHAN
EKONOMI
Optimalisasi Outcome: Optimalisasi Pencapaian IKU: Optimalisasi Sumber Daya:
Transaksi Penjualan Exhibition: Total Biaya Rasio Outcome/Biaya >1x Lainnya Event Organizer
Rp52,98 miliar 42.59% 17.79% 39.50%
Rp52,26 miliar Rata-rata Biaya per Event Publikasi
Rp981,19 juta Rasio 4.43%
Transaksi Penjualan E-Commerce:: Rasio Outcome/Biaya Outcome
terhadap Honor Komposisi
Rp1,49 miliar 9,08 x Pengisi Biaya
Biaya Acara
Transaksi Penjualan Ekspor Total SDM terlibat 13.64%
987 orang Rasio Outcome/Biaya < 1x
Rp1,13 miliar 57.41% Logistik dan
Rata-rata SDM per Event Perlengkapan
Business Matching Pembiayaan: 18 orang
24.65%
Rp412,25 miliar
Hasil Survei Persepsi Stakeholders Terhadap Flagship Events KPwDN Lesson Learned & Rekomendasi
Business Matching Ekspor:
Mitra Non Tidak Kurang Cukup Tidak Kurang Lesson Learned : (1) Event dengan realisasi biaya yang besar tidak
Rp13,88 miliar Pemda Bagus Bagus Bagus Berdampak Berdampak serta merta mampu membukukan capaian outcome yang besar; (2)
22.82% 0.26% 0.64% 7.18% Pengukuran efisiensi event belum dapat dioptimalkan mengingat
Onboarding UMKM Pelaku 0.38% 2.05% Cukup belum adanya penyampaian rencana anggaran dan alokasi sumber
Usaha daya pada saat pendaftaran event; dan belum adanya acuan besaran
1.500 UMKM 51.15% Berdampak anggaran dan alokasi sumber daya terhadap target outcome ideal.
13.59%
UMKM QRIS: Rekomendasi : Penyempurnaan guidance terkait: (1) kewajiban
Jumlah Mitra LN Kualitas Bagus Dampak Event penetapan besaran anggaran pada perencanaan pelaksanaan event
1.287 UMKM Responden 0.13% Penyelenggaraan 28.72% terhadap oleh KPwDN; (2) penyusunan range besaran anggaran dan SDM vs
besaran target outcome, dan; (3) konversi pengukuran target non
UMKM LOLOS KURASI: 780 Event perekonomian nominal terhadap outcome.
daerah &
2.864 UMKM Orang
kinerja usaha
Sangat Sangat Berdampak
bagus Berdampak 33.21%
63.21%
Pemda/Instansi 50.77%
25.90%
BOX 1: PENGUATAN FUNGSI UMKM MELALUI CALENDAR OF EVENT (CoE) 48
Managing Calendar of Event (CoE): Strategi 5M
KPwDN telah berupaya menyelenggarakan events dengan menyinergikan berbagai kebijakan BI sesuai paket Sinergi Flagship Events yang telah ditetapkan. Namun demikian, seiring
dengan tingginya antusiasme dan kreativitas KPwDN, maka dalam implementasinya masih ditemukan beberapa deviasi, baik terkait managing events, managing content, managing
scale, managing governance, maupun managing communications, Hal ini menjadi lesson learned guna penyempurnaan guidance dan penguatan implementasi CoE ke depannya.
Implementasi CoE oleh KPwDN Managing Events Managing Content
Event CoE non ADG, namun realisasinya dihadiri ADG 1 CoE belum menjadi acuan KPwDN dalam Belum meratanya pemahaman KPwDN terkait konsep paket
Event Non CoE namun dihadiri oleh ADG. 3 menyelenggarakan flagship events di wilayahnya. sinergi flagship, tercermin dari masih adanya deviasi tema dan
Event Non CoE, disetujui dihadiri ADG, namun realisasinya batal dihadiri ADG 2 Masih terdapat penyelenggaraan events selain yang konten events terhadap kategori paket Sinergi Flagship Events yang
Event CoE dihadiri ADG namun tidak dihadiri SU atau pejabat negara (Menteri) telah didaftarkan di CoE, yang bahkan meminta dipilih oleh KPwDN.
Event CoE Non ADG namun dihadiri pejabat negara (Menteri) 2 kehadiran ADG, atau mengundang pimpinan/pejabat
Event Fesyar dihadiri Wapres 5 negara. Managing Governance
Event Road to Fesyar dihadiri ADG dan Menteri 1
Perubahan Nama Event 4 Masih terdapat perubahan-perubahan terhadap Belum kuatnya awareness KPwDN untuk menyampaikan
Pergeseran Jadwal Event 4 events yang didaftarkan di CoE baik berupa laporan hasil pelaksanaan flagship events maksimal H+15
perubahan nama events a.l akibat permintaan setelah pelaksanaan acara.
3 stakeholders (Pemda), maupun pergeseran jadwal, yang
a.l dipengaruhi oleh dampak PPKM dan ketersediaan Belum seragamnya pemahaman KPwDN terhadap konten
jadwal VVIP. pelaporan hasil pelaksanaan flagship events, yang mencakup
output/outcome, realisasi biaya, alokasi SDM, keterkaitan dengan
Managing Scale pencapaian IKU satker, dampak terhadap perekonomian daerah
dan atau Kinerja pelaku usaha yang terlibat, dll.
Menguatnya tendensi KPwDN untuk melibatkan
ADG/Menteri dan pejabat negara yang menjadi mitra Managing Communications
satker KP dalam berbagai kegiatan flagship KPwDN,
sehingga skala acara menjadi tidak sesuai dengan yang Belum adanya kesamaan persepsi terhadap CoE diantara satker
telah ditetapkan di CoE. Hal tersebut ditengarai KP, sehingga events yang mengharapkan kehadiran ADG, namun
dipengaruhi oleh berkembangnya persepsi KPwDN tidak terdapat di CoE dan tidak disetujui oleh DR, tetap dapat
terhadap korelasi antara kehadiran ADG/Menteri terhadap dilangsungkan dan diajukan ke ADG melalui approval satker KP
kinerja KPwDN (process context). lainnya.
Akselerasi digitalisasi melalui pelaksanaan berbagai event Belum meratanya pemahaman KPwDN terhadap hal-hal yang
virtual mendorong banyaknya acara lokal yang menjadi concern KP (a.l frekuensi undangan kepada menteri
diupayakan menjadi skala nasional, a.l mengundang tertentu), dan prosedur koordinasi dalam menjalin komunikasi
lintas satker/stakeholders di BI dan KPwDN, sehingga dengan Kementerian/Lembaga di tingkat nasional.
terjadi redundansi/multiple events yang berlangsung
secara bersamaan dengan tema yang hampir serupa.
Belum adanya aturan eksplisit dalam CoE mengenai hal
tersebut.
BOX 1: PENGUATAN FUNGSI UMKM MELALUI CALENDAR OF EVENT (CoE) 49
Managing Calendar of Event (CoE): Flagship Event KPwDN Berkelanjutan Dihadiri ADG
13 Flagship BI & 2 UPI 4 USD 13 UEPS 4 EP I 4 U E PEksotisme Lombok dihadiri ADG
Sinergi K/L
KKJ dihadiri ADG 4 (fisik) 1. [3 mar] Forum Pinisi Sultan 6 (fisik) . GBI (live virtual)
GBI (live virtual) (Sulsel)
1. [3 Mar] Eksotisme Lombok
1. [11 Jan] Art Bali-GBBI (Bali) 1. [16 Sep] Grebeg 1. [18 mar] Angkringan 1. [22 mar] Exotic Tenun Fest (NTT) 2. [5 Ags] Aceh Sharia Festival (NTB)
2. [20 Feb] Beli Kreatif Dana Toba - GBBI UMKM (DIY) QRIS (Jateng) 2. [3 Apr] Karya Kreatif Jabar (Aceh)
2. [27 Jul] Fesyar KTI (Gto)
(Sumut) 2. [29 Sep] Akselerasi 2. [21 Jun] Pekan (Jabar) dihadiri bersama Bp GBI 3. [3 Okt] Festival Kopi Papua 3. [23 Ags] Gebyar Melayu
3. [3 Mar] Eksotisme Lombok–GBBI(NTB) Digitalisasi Pasar Ekonomi Syariah – 3. [9 Apr] Digitalisasi Wisata Sungai (Papua)
4. [16 Mar] Jelajah Jambi (Jambi) Tradisional (Solo) PEKSYAR (Sulbar) Pesisir Seri 2 (Kepri)
5. [3 Apr] Karya Kreatif Jabar-GBBI (Jabar) (Kalsel) 4. [6 Okt] Bali Jagadhita 4. [9 Sep] Lampung Begawi
6. [26 Mei] Festival Joglosemar – GBBI 3. [10 Nov] Central 3. [1 Sep] Sapta Mitra 4. [2 Mei] UMKM Gayeng (Jateng) Culture Week (Bali)
Java Investment Pantura (Tegal) 5. [7 Jun] Saprahan Khatulistiwa (Lampung)
(Jateng) Summit (Jateng)- 5. [Des] West Java Economist 5. [11 Nov] Ayomi Wisata di
7. [10 Juni] Raja Ampat E-Festival : tentative 4. [27 Sep] Fesyar Jawa (Kalbar) Society (WJES) (Jabar)
(Jatim) dihadiri oleh 6. [24 Jun] Pesona Tambun Bungai Sultra (Sultra)
Voyage to Digital Community (Papbar) ADG 3
8. [18 Juni] Kemilau FLOBAMORA – GBI (Kalteng)
5. [16 Nov] Jogja 7. [10 Ags] Fesyar Sumatera (Riau)
(NTT) Berwakaf 2021 (DIY) 8. [23 Ags] Pamor Borneo (Kalsel)
9. [4 Ags] Lokal Keren Jatim –GBBI (Jatim) 9. [30 Ags] Jakarta Creative Festival
10.[26 Ags] Urban Economy Festival- 6. [24 Nov] Digital Kito
Galo (Sumsel) (DKI)
GBBI (Sulut) 10.[17 Sep] Karya Kreatif Sumut
11.[8 Sep] Karya Kreatif Aceh-GBBI : Event yang dihadiri oleh lebih dari 1 ADG
(Sumut)
(Aceh) 11.[29 Sep] Explore Babel (Babel) JUMLAH JUMLAH
12.[12 Okt] Kaltim Paradise of the East- 12.[11 Okt] Karya Kreatif Banten KEHADIRAN ADG EVENT
GBBI (Kaltim) (Banten)
13.[21 Okt] West Java Investment 13.[25 Okt] Seru Sriwijaya (Sumsel)
Summit (Jabar) 40 kali 45 Event
14.[21 Nov] UMKM Katong-GBBI
(Maluku)
15.[Des] Diskonesia – GBBI (DKI Jakarta)
* Termasuk penyelenggaraan GBBI di 6 wilayah (Bali, Sumut, NTB, Jatim, NTT, & DKI) sebagai bagian dari dukungan KPwDN thd Movement Manager GBBI Telah dilaksanakan
BOX 2: PERKEMBANGAN VAKSINASI DI DAERAH 50
Vaksinasi COVID-19 di KPwDN dan IJK
Sampai dengan 1 Oktober 2021 seluruh KPwDN telah melaksanakan vaksinasi 1 dan 2, dengan capaian jumlah pegawai yang sudah divaksin 1 dan 2 masing-masing yaitu 6.836 orang (97,66%)
dan 6.695 orang (95,64%) dari total pegawai KPwDN. Jika kondisi vaksinasi pegawai dibandingkan dengan status risiko lokasi kedudukan kantor Bank Indonesia di daerah maka akan dihasilkan
9 boxes sebagaimana gambar dibawah ini. Secara umum seluruh KPwDN telah berada pada warna hijau tua yang mencerminkan bahwa level vaksinasinya tinggi dan mendekati tinggi, diikuti
oleh status risikonya yang rendah dan beberapa sedang.
Pegawai KPwDN: 7.000 orang Vaksinasi 1 Vaksinasi 2 9 Boxes Status Risiko Wilayah
berbanding Vaksinasi Pegawai di KPwDN
Sumatera Jawa Kalimantan Balinusra Sulampua Status Risiko KPwDN
520 orang 1.336 orang Tinggi Sedang Rendah 46
1.817 orang 2.527 orang 800 orang 450 100.00% 400 100.00% KPwDN
400 80.00% 350 80.00%
Vaksin 1: 6.836 orang (97,66%) 350 60.00% 300 60.00%
300 40.00% 250 40.00%
Sumatera Jawa Kalimantan Balinusra Sulampua 250 20.00% 200 20.00%
200 0.00% 150 0.00%
1.778 orang 2.477 orang 763 orang 515 orang 1.303 orang 150 100
(97,85%) (98,02%) (95,38%) (99,04%) (97,53%) 100
50 50
0
0
Vaksin 2: 6.695 orang (95,64%) < 60% 60% - 80% > 80%
Sumatera Jawa Kalimantan Balinusra Sulampua Jml V1 % V1 (rhs) Jml V2 % V2 (rhs) Prosentase Vaksinasi KPwDN based on Vaksinasi 2
1.762 orang 2.431 orang 727 orang 508 orang 1.268 orang : Prosentase vaksinasi > 80% : Prosentase vaksinasi 60 - 80% : Prosentase vaksinasi < 60%
(97,03%) (96,05%) (90,88%) (97,69%) (94,91%)
VAKSINASI IJK
TAHAP I 8rb peserta dosis I 7,5rb peserta dosis II TAHAP 3
TAHAP 2
Vaksinasi tahap 3 saat ini telah dalam proses permintaan kepada Kementerian Kesehatan secara
kolektif oleh OJK. Total permintaan vaksin tahap 3 mencapai 1,90 juga vaksin