The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Perpustakaan Brawijaya E-Books, 2022-09-25 22:50:04

Sains untuk Biodiversitas Indonesia

by Tim Penulis

Buku ini dipersembahkan untuk memperingati
150 tahun terbitnya The Malay Archipelago karya Alfred Russel Wallace

Sains untuk Biodiversitas Indonesia

Copyright ©2019 Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia
Agustus 2019

236 halaman, ukuran 17,5 x 24 cm

Diterbitkan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia
Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia
Gedung Perpustakaan Nasional RI, lantai 17-18
Jalan Medan Merdeka Selatan No. 11 Jakarta Pusat
Email: [email protected]
www.aipi.or.id

ISBN 978-602-61626-5-6

Tidak untuk diperjualbelikan

Sampul depan: Heimlo Studio
Tata letak dan desain: Heimlo Studio

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA
Pasal 2
1. Hak Cipta merupakan hak eksklusif bagi Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk

mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya, yang timbul secara otomatis setelah suatu
ciptaan dilahirkan tanpa mengurangi pembata san menurut peraturan perundang-undangan
yang berlaku.

KETENTUAN PIDANA
Pasal 72
1. Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual

kepada umum suatu Ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima)
tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
2. Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak memperbanyak penggunaan untuk kepentingan
komersial suatu Program Komputer dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima)
tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Didukung oleh
Terima kasih

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

Tim Penulis
dan Sekretariat

TIM PENULIS Jamaluddin Jompa—Ketua
Alan F. Koropitan
Berry Juliandi
Lisman Suryanegara
Roby Muhamad
Sonny Mumbunan
Sudirman Nasir
Tika Y. Sukarna
Vanny Narita
Budhi M. Suyitno
Jatna Supriatna
Sangkot Marzuki


SEKRETARIAT Hasnawati Saleh—Direktur Studi
Uswatul Chabibah—Editor
Anggrita D. Cahyaningtyas (sampai September 2018)
—Penulis & Hubungan Media
Rahayu Dwi Sulistyowati
Shita Azalia

6

DAFTAR ISI

Daftar Isi

PENGANTAR 10

I. APA DAN MENGAPA BIODIVERSITAS 16
Biodiversitas dalam Konteks Indonesia 20
Isu-isu Strategis 22
Sains untuk Biodiversitas Indonesia 25
Si Buta dari Amboina 26

II. MEGABIODIVERSITAS: KADO ALAM UNTUK INDONESIA 28
Pendorong Fisik untuk Biodiversitas Indonesia 30
Perspektif Paleontologi dan Evolusi 30
Danau Purba Impian Wallace 33
Variabilitas Iklim dan Pola Arus Laut 38
Biodiversitas Terestrial 39
Endemisitas Fauna Terestrial 45
Biodiversitas Laut dan Ekosistem Perairan Umum Daratan 48
Indonesia sebagai Pusat Biodiversitas Kelautan Dunia 48
Biodiversitas di Perairan Tawar 54

III. EKONOMI BIODIVERSITAS INDONESIA 58
Pada Sumber Hayati, Ekonomi Bertumpu 60
Perubahan Iklim dan Jasa Ekosistem dalam Secangkir Kopi 61
Ekonomi Sirkuler 71
Potensi Biodiversitas untuk Pembangunan Ekonomi 72
Ekowisata 72
Great Barrier Reef: Nilai Suatu Harta Karang 75
Bioekonomi Pangan 76
Pencarian Obat 78
Rayuan Afrodisiak Nusantara: Untuk Ekonomi yang Lebih Perkasa 79
Ramuan Nobel Tu Youyou 84
Energi Alternatif 85

7

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

IV. ANCAMAN, TANTANGAN, DAN UPAYA KONSERVASI 88
Menilik Kondisi Biodiversitas dalam Laporan IPBES 91
Tantangan terhadap Biodiversitas 92
Deforestasi Tanpa Kendali 92
Eksploitasi yang Kelewatan 94
Lingkungan yang Kian Tercemar 95
Lautan Plastik 97
Nyok Kite Bebersih Kali Sentiong Pake Mikrob! 99
Perubahan Iklim Global 100
Spesies Asing Invasif 102
Ancaman terhadap Kesehatan dan Kehidupan Manusia 105
Konservasi Biodiversitas 109
Kearifan Lokal dalam Pemeliharaan Biodiversitas 111

V. SAINS DAN TEKNOLOGI GARDA DEPAN UNTUK 114
BIODIVERSITAS INDONESIA 117
Prioritas Sains dan Teknologi untuk Biodiversitas Indonesia 119
Sains untuk Ekowisata dan Konservasi 120
Sains untuk Penemuan Obat dan Bioprospeksi
Sains untuk Eksplorasi Laut Dalam: Kehidupan di Lingkungan 127
yang Ekstrem
Pengembangan Sains dan Teknologi untuk Mendukung Biodiversitas 129
Indonesia 130
Sains untuk Bioenergi 132
Eksplorasi Potensi Ekonomi Mikrob
Biomimikri: Alam Takambang Jadi Guru—Inspirasi Alam 135
untuk Inovasi Teknologi 138
Big Data untuk Biodiversitas Indonesia 143
Pendidikan Biodiversitas Melalui Sains Warga 145
Sains untuk Memahami dan Mengantisipasi Perubahan Iklim
Mendokumentasikan Spesimen Biodiversitas Indonesia: Bekal 146
Pembelajaran Masa Depan

8

DAFTAR ISI

VI. KEBIJAKAN STRATEGIS: PENGARUSUTAMAAN SAINS 148
BIODIVERSITAS INDONESIA 151
Kebijakan Indonesia dalam Upaya Mengarusutamakan Biodiversitas 152
Mengarusutamakan Biodiversitas dalam Kebijakan Publik 155
Kebijakan Berbasis Bukti 157
Indonesia dengan Satu Basis Data Biodiversitas 158
Pendanaan Berkelanjutan untuk Sains Biodiversitas Indonesia
Kebijakan Indonesia dalam Pendanaan Lingkungan Hidup dan 158
Konservasi Biodiversitas 162
Pendanaan Sains Biodiversitas Indonesia 164
Universitas Riset 166
Riwayat Amerika Serikat Bertransformasi Menjadi Negara Adidaya 169
Kolaborasi Internasional dan Berbagi Manfaat Bersama 173
Rumah Kliring

VII. REKOMENDASI 176
Prioritas Investasi Nasional dalam Pemanfaatan dan Pengelolaan
Biodiversitas 178
1. Pengembangan Ekowisata Berbasis Sains 178
2. Bioprospeksi untuk Penemuan Obat dan Energi 180
3. Eksplorasi Laut Dalam 182
Mengembangkan Sains dan Teknologi untuk Biodiversitas Indonesia 183
Mengembangkan Sains dan Teknologi untuk Memahami Sifat-
sifat Dasar Megabiodiversitas Indonesia 183
Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Upaya Mengelola
Biodiversitas yang Produktif dan Berkelanjutan 186
Meningkatkan Pemanfaatan dan Nilai Ekonomi Keunggulan
Biodiversitas Indonesia 188
Mengembangkan dan Meningkatkan Efektivitas Konservasi dan
Tata Kelola Biodiversitas 191
Pengembangan Sumber Daya Manusia 192
Kelembagaan dan Pendanaan 194

DAFTAR PUSTAKA 198
GLOSARIUM 225
LAMPIRAN 232

9

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

Pengantar

Penyusunan Sains untuk Biodiversitas Indonesia ini
berangkat dari (kegelisahan atas) keberhasilan dokumen
yang diterbitkan AIPI sebelumnya, SAINS45: Agenda
Ilmu Pengetahuan Indonesia Menyongsong Satu Abad
Kemerdekaan. Penyusunan SAINS45 yang melibatkan para
alumni kegiatan Frontiers of Sciences yang difasilitasi
AIPI dalam rentang 2014-2016 menjadi tonggak sejarah
lahirnya Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) pada
2016. Para ilmuwan muda yang tergabung dalam ALMI
ini bekerja keras di dalam organisasi yang masih sangat
muda tersebut, berupaya berkontribusi untuk negeri yang
kekayaannya merupakan laboratorium dunia yang tak henti
menginspirasi.

Ketika SAINS45 diadopsi oleh Dana Ilmu Pengetahuan
Indonesia (DIPI) sebagai area fokus penelitian dalam
pendanaan penelitian pertamanya, kami sadar bahwa
SAINS45 sungguh telah menjadi sebuah dokumen hidup
seperti impian kami. SAINS45 juga diperkenalkan di
bangku-bangku sekolah lewat para anggota ALMI. Doktor-
doktor muda terkemuka yang sedang berada di puncak
karier ini kembali ke sekolahnya lewat inisiatif ALMI
bertajuk Scientist Goes to School. Mereka memperkenalkan
sains dan pentingnya ilmu pengetahuan, sembari membawa
buku SAINS45 dan mengajak para remaja Indonesia
bermimpi untuk Indonesia. Para ilmuwan muda ini bak
pendakwah yang menyeru kepada generasi muda untuk
senantiasa berpijak dan melandaskan pikir pada sains dan
ilmu pengetahuan, serta menjadikan bumi Indonesia ini
ladang karya yang harus dirawat dan dijaga untuk dunia.
SAINS45 senantiasa bergulir dan tak berhenti menjadi
dokumen mati.

10

PENGANTAR

Untuk menjaga supaya dokumen ini senantiasa hidup dan
menjadi inspirasi, tak hanya bagi masyarakat umum, namun
juga bagi para pemangku kebijakan, kami sadar SAINS45
perlu dimaksimalkan melalui dokumen lain. Penyusunan
Sains untuk Biodiversitas Indonesia merupakan sebuah upaya
untuk memperkuat dampak SAINS45 sekaligus memperkuat
ALMI itu sendiri, dengan menjadi anggota Komite Studi Sains
untuk Biodiversitas Indonesia.

Sains untuk Biodiversitas Indonesia adalah dokumen yang
berusaha menerjemahkan sebagian inspirasi di dalam
SAINS45 menjadi rekomendasi yang lebih siap dikembangkan
sebagai kebijakan. Dokumen ini tetap berangkat dari
pertanyaan-pertanyaan yang diajukan di dalam SAINS45,
namun memfokuskan pada pentingnya riset dasar untuk
pembangunan berkelanjutan dalam upaya menguatkan
ekonomi. Sains untuk Biodiversitas Indonesia mengajak
pemerintah bertransisi dari pembangunan ekonomi berbasis
sumber daya alam menjadi ekonomi berbasis sains—yang
akan mengarah pada transformasi Indonesia sebagai negara
maju pada 2045. Untuk dapat melakukan transisi dan
transformasi tersebut, dokumen ini berfokus pada kekayaan
biodiversitas Indonesia, sebagai keunggulan komparatif yang
belum banyak digali, dengan memperkuat kontribusi sains
dan teknologi untuk memaksimalkan manfaatnya. Sebagai
dokumen rekomendasi kebijakan, buku ini dapat menjadi
dasar pengembangan agenda riset nasional.

Sains untuk Biodiversitas Indonesia terdiri atas tiga bagian
utama yang sekaligus merupakan mandat komite studi
yang tertuang dalam Statement of Tasks (Pernyataan Tugas)
sebagai acuan penyusunan dokumen yang mutlak dipatuhi.

11

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

Tiga bagian utama tersebut, pertama, mengidentifikasi
kekayaan biodiversitas Indonesia sekaligus mengidentifikasi
tantangan-tantangan besarnya sehingga sains dapat
menyumbangkan solusi. Kedua, memformulasikan
suatu strategi kebjiakan berbasis sains untuk mencapai
Sustainable Development Goals (SDGs) untuk kehidupan
di bawah air dan daratan, maupun kehidupan di antara
keduanya. Dan yang ketiga adalah mengidentifikasi
intervensi prioritas dan usulan-usulan langkah
pengembangan dan rencana implementasi. Dokumen ini
juga memberikan skala prioritas dan ambisi, serta dampak
ekonomi dan sains yang ditimbulkan dari masing-masing
prioritas.

Ketiga bagian yang juga bagian dari Statement of Tasks
komite studi tersebut menjadi acuan proses penjaminan
mutu dokumen Sains untuk Biodiversitas Indonesia ini.
Edisi konsultasi dokumen ini telah dikirimkan kepada 265
anggota jejaring ilmuwan muda Indonesia dan mengundang
mereka untuk memberikan masukan, komentar, dan kritik
atas kepatuhan dokumen ini terhadap Statement of Tasks.
Sebanyak 41 orang mengirimkan kritik dan saran yang
sangat berharga bagi dokumen ini—kami sangat berterima
kasih kepada 41 pengulas sejawat tersebut. Tanggapan
komite studi atas masukan dan kritik dari para pengulas
sejawat juga telah dinilai memadai oleh tim monitor.
Kami berterima kasih kepada tim monitor sehingga buku
ini berhasil memenuhi proses putaran terakhir dari upaya
penjaminan mutu dokumen AIPI, untuk sekali lagi,
memastikan bahwa dokumen ini patuh kepada mandat
Statement of Tasks.

12

PENGANTAR

AIPI beruntung telah mendapatkan dukungan dari berbagai
pihak yang bersama-sama berusaha mewujudkan dokumen
ini. ALMI merupakan pendukung utama penyusunan
Sains untuk Biodiversitas Indonesia, yang hadir sebagai
12 anggota komite studi. USAID Indonesia sejak awal
dukungannya dalam penyusunan SAINS45 telah melihat
pentingnya dokumen ini sebagai bentuk translasi SAINS45.
Melalui National Academy of Sciences (NAS), USAID
Indonesia melanjutkan dukungannya karena percaya bahwa
Sains untuk Biodiversitas Indonesia merupakan dokumen
penting bagi para pengambil kebijakan untuk menyusun
suatu agenda kebijakan nasional berbasis sains demi
pembangunan ekonomi berkelanjutan, yang juga sejalan
dengan agenda dunia. AIPI sangat berterima kasih atas
kepercayaan tersebut, khususnya kepada Dr. Clara Davis.

Hibah dari The Scientific Programme Indonesia-the
Netherlands of the Royal Netherlands Academy of Arts
and Sciences (KNAW), memungkinkan terlaksananya
program pengayaan untuk dokumen ini di Belanda pada
September 2018. Terima kasih atas dukungan yang diberikan
NIOO-KNAW (The Netherlands Institute of Technology),
Wageningen University, dan De Jonge Akademie (DJA),
serta The Royal Netherlands Institute of Southeast Asian
and Caribbean Studies (KITLV) dalam program tersebut.
Terima kasih khusus kami berikan kepada Profesor Louise
Vet, Profesor Marten Scheffer, Dr. Sikko Visscher, dan Dr.
Lisa Becking. Tak lupa terima kasih kami untuk Sekretariat
Negara yang atas dukungannya telah memungkinkan
pertemuan-pertemuan penting dalam proses penyusunan
dokumen ini terselenggara. Kami juga berterima kasih
kepada Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan

13

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

Indonesia (LIPI) yang telah menyampaikan masukan
berharga untuk dokumen ini.
Kehadiran Tempo Institute memberi warna yang berbeda
dalam dokumen ini. Sebagaimana SAINS45 juga mendapat
sentuhan Tempo, demikian juga penyusunan Sains untuk
Biodiversitas ini. Tanpa berkali-kali pertemuan dengan
Tempo, buku ini akan menjadi dokumen kering yang
membosankan. Kotak Cerita dalam buku ini yang disajikan
dengan cara bertutur populer dan berbeda dari gaya bahasa
naskah utamanya merupakan bukti pengaruh Tempo. Kami
berterima kasih atas budi baik kawan-kawan Tempo yang
senantiasa memantik keberanian kami berbahasa dan
bercerita.
Dokumen ini tak akan pernah terbit tanpa tekad dan
komitmen kuat sekretariat: direktur studi, editor, penulis
dan hubungan media, serta staf lainnya. Kerja sama yang
baik dari semua belah pihak telah memungkinkan Sains
untuk Biodiversitas Indonesia terbit pada waktunya. Untuk
itu, AIPI mengucapkan terima kasih tak terhingga. Selamat
membaca.

14

PENGANTAR
15

I

APA DAN
MENGAPA
BIODIVERSITAS

Seperti apakah Indonesia di tahun 2045, satu abad setelah kemerdekaan?
Apakah Indonesia sudah berhasil bertransformasi menjadi negara maju?
Bukankah Indonesia memiliki keunggulan keanekaragaman hayati luar biasa
sebagai modal untuk mencapainya?



SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

Memajukan kesejahteraan umum memanfaatkannya secara optimal,
dan mencerdaskan kehidupan maka kekayaan alam hayati pun
bangsa adalah dua cita-cita luhur dapat tergerus seiring waktu, seperti
yang dideklarasikan para pendiri kekayaan mineral, minyak bumi, dan
bangsa sebagai dasar bernegara. gas.
Setelah lebih dari 70 tahun merdeka,
Indonesia berhasil meningkatkan Kita juga harus melihat kekayaan
kesejahteraan rakyat sehingga alam dari keragamannya, yaitu
menjadi negara berpendapatan keragaman flora, fauna, dan mikrob,
menengah. Kini Indonesia tiba baik di darat dan di laut, yang
di persimpangan jalan: apakah disebut sebagai biodiversitas, sebagai
terjebak dalam perangkap negara salah satu kunci meningkatkan
berpendapatan menengah, atau kesejahteraan rakyat. Biodiversitas
melejit menjadi sebuah negara maju. ini harus dikelola secara cerdas dan
berkelanjutan serta dimanfaatkan
Kita memiliki modal besar berupa secara optimal agar Indonesia dapat
alam dan manusia yang potensial meningkatkan taraf kesejahteraan
membawa bangsa ini menjadi bangsa rakyat sekaligus menjadi negara
maju yang disegani di dunia. Jika maju. Indonesia dapat mengambil
itikad kuat dan modal dasar telah inspirasi dari alam untuk melakukan
kita miliki, maka pertanyaannya inovasi teknologi masa depan.
adalah strategi apa yang akan Kekayaan hayati Indonesia
membawa kita menuju Indonesia sesungguhnya dapat menjadi modal
maju? utama untuk bertransformasi dari
negara yang mengandalkan sumber
Alam dan manusia Indonesia adalah daya (resource-based society) menjadi
modal utama pembangunan. Namun, negara yang mengandalkan ilmu
pengelolaannya di abad ke-21 ini pengetahuan, sains, dan teknologi
membutuhkan paradigma baru. (knowledge-based society). Seiring
Kekayaan alam hayati Indonesia dengan itu, sumber daya manusia
memang melimpah dan merupakan yang mumpuni pun dapat dibangun.
keunggulan komparatif kita,
tetapi apabila tidak dikelola secara
cerdas dan berkelanjutan serta

18

BAB I - APA DAN MENGAPA BIODIVERSITAS

Ketika Georg Eberhard Rumphius Indonesia memberikan definisi
mendokumentasikan flora dan fauna yang tidak jauh berbeda, yakni
di Maluku pada pertengahan abad “keseluruhan keanekaragaman
ke-17, lema “biodiversitas” belum makhluk yang diperlihatkan suatu
dikenal. Baru tiga abad kemudian daerah mulai dari keanekaragaman
pada 1968, ahli konservasi Raymond genetik, jenis, dan ekosistemnya.”
F. Dasmann memperkenalkan istilah
biodiversitas dalam buku berjudul A Iklim, geologi, hidrologi, ekologi,
Different Kind of Country. dan proses evolusi merupakan
faktor-faktor yang menghasilkan
Biodiversitas atau keanekaragaman keanekaragaman hayati serta
hayati memang seringkali dipahami menjadikannya senantiasa berubah.
secara berbeda. Biodiversitas bagi Beberapa perubahan berlangsung
petani mungkin berupa aneka ragam alami dan lambat, namun bisa
benih yang mereka tanam di ladang. terjadi lebih cepat dan luas akibat
Bagi anak-anak, biodiversitas bisa aktivitas manusia. Sebagai contoh,
jadi merupakan binatang-binatang perubahan iklim, bencana alam,
lucu di hutan liar yang mereka lihat polusi lingkungan, introduksi spesies
di gawai. Lain lagi bagi pedagang baru, pembabatan hutan, eksploitasi
satwa liar: biodiversitas adalah berlebih, dan hilangnya spesies
komoditi bernilai tinggi. tertentu.

Untuk mengerti konsep biodiversitas Lebih jauh lagi, keanekaragaman
secara utuh, kita perlu memahaminya hayati dapat dipahami melalui
dalam berbagai tingkatan, mulai komponen-komponen hierarkinya—
dari tingkat gen, spesies, komunitas, gen, spesies, dan ekosistem. Di
ekosistem, bahkan planet. Oleh sebab tingkat terkecil, keanekaragaman
itu, The Convention of Biological genetik adalah sumber utama
Diversity mendefinisikannya sebagai keanekaragaman hayati di semua
“keragaman seluruh makhluk hidup tingkatan. Semakin beragam variasi
baik di darat, laut dan perairan, genetik dalam suatu spesies, akan
serta lingkungan lainnya, termasuk menjadikannya lebih mampu
keragaman spesies, antarspesies, dan bertahan menghadapi ancaman serta
ekosistem”. Kamus Besar Bahasa perubahan. Setiap spesies akan

19

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

mengembangkan dan mengumpulkan yang besar karena kemampuannya
perbedaan genetik yang memberi beradaptasi terhadap lingkungan
keuntungan dalam ketahanan tertentu, termasuk kemampuan
hidup. Besaran perbedaan genetik beradaptasi di tingkat genetik
di dalam dan di antara spesies dapat terhadap berbagai ragam karakter
menunjukkan laju evolusi dan habitat. Dalam suatu ekosistem,
memetakan hubungan filogenetik di terdapat hubungan saling
antara makhluk hidup. Jumlah gen ketergantungan di antara berbagai
yang unik serta ciri morfologi dan populasi dan spesies. Hilangnya
fisiologi yang dikodekannya seiring populasi atau kepunahan suatu
waktu akan bertambah dalam garis spesies mengurangi daya dukung
keturunan. Inilah penggerak evolusi. kemampuan ekosistem untuk
spesies lain yang hidup di sana.
Variasi di antara populasi adalah Inilah mengapa keanekaragaman—
hasil adaptasi terhadap kondisi dalam berbagai tingkatan—harus
ekologis setempat. Suatu populasi senantiasa dijaga.
dapat mempunyai nilai konservasi

Biodiversitas dalam
Konteks Indonesia

Sebagai negara kepulauan terbesar di keras dengan jumlah terbanyak di
dunia, Indonesia memiliki keunikan dunia. Lima belas persen terumbu
dan keunggulan dibandingkan karang dunia hidup di Indonesia,
pusat-pusat biodiversitas lain. lengkap dengan ribuan jenis ikan
Gabungan biodiversitas daratan dan karang, jauh melebihi kekayaan
lautan, termasuk jasad reniknya, laut Australia, Hawai’i, dan Karibia.
menjadikan Indonesia negara dengan Bahkan, di perairan bagian selatan
biodiversitas terkaya di planet Kepulauan Maluku, diperkirakan
bumi. Di laut, Indonesia berada di jumlah ikan karangnya mencapai
jantung kawasan segi tiga karang 28% dari jumlah ikan karang global
yang memiliki spesies karang (Limmon et al. 2018).

20

BAB I - APA DAN MENGAPA BIODIVERSITAS

Berbagai studi di bidang genetika fittest sebagai dasar seleksi alam
dan arkeologi menunjukkan yang membuatnya menjadi penemu
pentingnya bumi Indonesia dalam teori evolusi bersama Charles
proses kompleks migrasi dan evolusi Darwin. Dokumentasi Rumphius
manusia. Biodiversitas Indonesia membuka cakrawala keilmuan botani
yang tinggi dan unik merupakan tropis dan berkontribusi besar dalam
kontribusi dari banyak faktor. Posisi pengembangan sistem penamaan
geografis, iklim tropis, kompleksitas ilmiah pada abad ke-18 oleh Carolus
bentang alam, isolasi wilayah dalam Linnaeus, yang dikenal sebagai
waktu lama, pergerakan lempeng Linnaean taxonomy.
tektonik, hingga luas wilayah
memengaruhi proses evolusi. Evolusi Naskah Rumphius digali oleh peneliti
jutaan tahun di habitat tertentu, di Mayo Clinic Amerika Serikat untuk
baik di darat maupun perairan, pencarian obat (Buenz et al. 2006).
telah menghasilkan ekosistem yang Rumphius juga mencatat khasiat
menunjang keseimbangan alam, kacang hijau sebagai anti penyakit
termasuk kehidupan manusia. beri-beri, meskipun tanaman ini
Evolusi kreativitas umat manusia belum dibudidayakan di Maluku
yang menghasilkan peradaban kunci pada saat itu. Dua ratus tahun
seperti teknologi menyeberangi laut kemudian, di Jakarta, waktu itu
terlihat pada lukisan-lukisan kuno di masih bernama Batavia, laboratorium
berbagai tempat di Nusantara. yang dipimpin Christiaan Eijkman
menemukan vitamin B1 sebagai anti
Biodiversitas Indonesia telah beri-beri dari kulit air beras, yang
pula menginspirasi penemuan- menandai era baru vitamin dalam
penemuan ilmiah besar dunia. dunia kedokteran. Atas terobosan ini,
Di abad ke-19, Alfred Russel Eijkman dianugerahi Hadiah Nobel
Wallace mendokumentasikan Kedokteran pada 1929.
keanekaragaman hayati dari
berbagai penjuru tanah air. Wallace Kini vitamin serta suplemen menjadi
menuliskan kisah kupu-kupu di bisnis miliaran dolar. Di Amerika
Bantimurung, Sulawesi Selatan, Serikat, angka penjualannya
sampai The Ternate Paper yang mencapai 37 miliar dolar setahun
bercerita mengenai survival of the (National Institutes of Health 2016).

21

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

Di Indonesia, lembaga riset biodiversitas. Itu baru contoh di
pasar Euromonitor International darat. Laut Indonesia juga surga
memperkirakan penjualan suplemen beraneka ragam biota laut yang
vitamin dan diet tahun 2018 belum banyak diidentifikasi, alih-alih
mencapai 20,74 trilliun rupiah, naik diketahui manfaatnya. Lebih jauh
dari tahun sebelumnya, sekitar 20,11 lagi, Indonesia dengan keragaman
triliun rupiah. genetik manusia serta kearifan
lokalnya terkait kekayaan alam
Contoh di atas menunjukkan merupakan laboratorium alam ideal
bagaimana sains dan teknologi untuk upaya penemuan obat, pangan,
memberi nilai tambah yang jauh kosmetik, dan sebagainya.
lebih besar dari nilai aslinya pada

Isu-isu renik yang tak kasat mata,
Strategis merupakan hal mutlak. Data
keanekaragaman hayati, baik
Kekayaan biodiversitas Indonesia secara historis dan biogeografis,
merupakan aset yang sangat penting masih jauh dari memadai.
bagi kemajuan ekonomi, ketahanan Data yang kini tersedia pun
pangan, dan daya saing bangsa. Isu- masih terbatas, tersebar, belum
isu strategis berikut harus mendapat terstandardisasi, serta belum
perhatian yang lebih serius dan oleh terbuka. Data biodiversitas
karena itu menjadi tema utama dari Indonesia di lembaga publik
buku ini: sebagian besar masih dihasilkan
dan dikelola menggunakan
1. Pengetahuan mengenai pendekatan proyek dengan
kekayaan biodiversitas keberlanjutan yang cenderung
Indonesia yang memadai. rendah. Ketersediaan data
Untuk mendapatkan manfaat terkait keanekaragaman
dari kekayaan biodiversitas kita, hayati merupakan prasyarat
memiliki data lengkap mengenai
keanekaragaman hayati di darat
dan di laut, termasuk jasad

22

BAB I - APA DAN MENGAPA BIODIVERSITAS

mendasar dalam pengembangan pemerintah telah menetapkan
pengetahuan serta pemanfaatan kawasan lindung atau kawasan
biodiversitas Indonesia. konservasi baik di darat maupun
di laut, aktivitas masyarakat dan
2. Perwujudan potensi keuntungan industri masih sangat banyak
biodiversitas Indonesia yang yang menyebabkan degradasi
optimal. habitat dan mengancam
Kekayaan dan keunikan punahnya berbagai spesies.
biodiversitas Indonesia dapat Kepunahan suatu spesies akan
menjadi modal utama Indonesia berdampak pada menurunnya
bertransformasi menjadi ketahanan spesies lain yang
negara maju. Pengetahuan kemudian berakibat negatif
tentang potensi pemanfaatan pada keragaman hayati secara
dan nilai ekonominya, juga keseluruhan. Oleh karena itu,
pengelolaan secara strategis pengetahuan, kesadaran, dan
serta berkesinambungan, partisipasi publik terhadap
akan mendongkrak potensi pentingnya perlindungan dan
biodiversitas, misalnya untuk pemanfaatan berkelanjutan dari
penemuan obat, ekowisata, dan kekayaan biodiversitas harus
energi terbarukan. ditingkatkan.

3. Mitigasi kerusakan berbagai 4. Penguatan sains dan teknologi
ekosistem penting dan ancaman terkait konservasi dan
kepunahan berbagai spesies. pemanfataan biodiversitas untuk
Kerusakan habitat dan daya saing bangsa.
kepunahan berbagai jenis biota Sains dan teknologi yang kuat
terus terjadi akibat perilaku mutlak diperlukan sebagai
manusia. Kebijakan-kebijakan pengungkit inovasi yang
pemerintah dan penerapannya menempatkan Indonesia dalam
baik di tingkat nasional maupun peta kemajuan ilmu pengetahuan
daerah masih belum mampu dunia. Biodiversitas Indonesia
melindungi biodiversitas mampu menopang kemajuan
Indonesia dari kerusakan dalam berbagai bidang, antara
dan kepunahan. Walaupun lain, penemuan spesies baru,

23

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

kekayaan genetika, teknologi seperti melalui Indonesian
biomimikri, bioprospeksi Biodiversity Strategic Action Plan
penemuan obat dan biomaterial (IBSAP 2015-2020) yang berfokus
baru, eksplorasi potensi laut pada upaya-upaya konservasi
dalam, perubahan iklim, dan lingkungan. Kearifan lokal dalam
lingkungan. Kompetensi dan menjaga keanekaragaman hayati
infrastruktur yang meliputi sains sebenarnya juga telah tercermin
dasar dan terapan termasuk dari kehidupan berbagai
pengelolaan big data perlu masyarakat adat di Nusantara
diperkuat. yang sejak berabad silam hidup
harmonis dengan alam. Lebih
5. Pengarusutamaan sains dari 700 kelompok etnis di
biodiversitas dalam perumusan Indonesia menggantungkan
berbagai kebijakan terkait. hidup dari sumber daya alam
Biodiversitas dan lingkungan di sekitarnya untuk memenuhi
harus menjadi arus utama kebutuhan pangan, air, sandang,
kebijakan pembangunan. Alam serta obat-obatan. Mereka
beserta jasa ekosistemnya memiliki perilaku, kebiasaan,
adalah fondasi yang menunjang budaya, dan aturan-aturan
keberlangsungan hidup adat terkait penghargaan dan
di muka bumi, sehingga pengelolaan alam beserta aneka
pertumbuhan sosial ekonomi ragam isinya, baik di darat
harus mengindahkan kelestarian maupun di laut. Ini merupakan
alam. Dengan demikian, semua contoh yang baik di mana
kebijakan pembangunan harus kepentingan ekologi, ekonomi
menempatkannya sebagai dan masyarakat tumbuh sesuai
pertimbangan utama, dengan dengan daya dukung biosfer.
pendekatan berwawasan ilmu Tantangannya adalah bagaimana
pengetahuan atau berbasis sains. kita dapat memanfaatkan
kearifan lokal tersebut untuk
Pemerintah telah berupaya kemajuan Indonesia dengan
menyusun berbagai dokumen perubahan sosial yang sangat
untuk mendukung pelestarian cepat ini serta bagaimana
keragaman hayati Indonesia menjaga keberlangsungannya?

24

BAB I - APA DAN MENGAPA BIODIVERSITAS

Sains untuk
Biodiversitas Indonesia

Buku Sains untuk Biodiversitas kesadaran masyarakat akan
Indonesia merupakan salah satu pentingnya biodiversitas.
upaya untuk lebih memahami
biodiversitas sebagai keunggulan Buku ini merupakan lanjutan
komparatif yang dimiliki Indonesia. dari buku SAINS45—Agenda
Buku ini mengupas pentingnya sains Ilmu Pengetahuan Indonesia:
dan sains apa yang dibutuhkan Menyongsong Satu Abad
untuk mengelola biodiversitas Kemerdekaan (AIPI 2016). Di dalam
kita secara lebih produktif dan SAINS45 yang merangkum 45
berkelanjutan. pertanyaan ilmiah mendasar di mana
sains dapat memberikan sumbangsih
Ketujuh bab dalam buku ini bagi upaya memajukan negara dan
menjabarkan apa itu biodiversitas, bangsa Indonesia, tema biodiversitas
biodiversitas apa yang kita miliki di darat dan di lautan memang
dan bagaimana biodiversitas itu cukup menonjol. Buku Sains untuk
terbentuk; potensi keuntungan Biodiversitas Indonesia ditujukan,
dari biodiversitas kita; ancaman, antara lain, untuk menjawab
tantangan, dan upaya konservasi pertanyaan pemerintah mengenai
biodiversitas; sains garda depan yang di bidang apa seharusnya negara
diperlukan untuk mengoptimalkan mengalokasikan investasi strategis
manfaat biodiversitas; serta demi kemajuan bangsa.
bagaimana mengarusutamakan sains
dalam kebijakan terkait biodiversitas. Semoga buku ini menjadi pemicu
Buku ini ditutup dengan sejumlah dan pemandu bagi negara untuk
rekomendasi penting dalam mengadakan program investasi
pengelolaan biodiversitas Indonesia, strategis pada bidang-bidang kunci
misalnya, pengembangan ekowisata, yang akan mentransformasikan
penguatan bioprospeksi untuk keunggulan komparatif
penemuan obat dan energi, eksplorasi (biodiversitas) kita menjadi
laut dalam, serta penguatan keunggulan kompetitif bangsa.

25

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

Si Buta dari Amboina

Georg Eberhard Rumphius, ahli Bagaimana Rumphius mengidentifikasi
tumbuhan kelahiran Jerman, tahun berbagai tanaman dalam keadaan
1627, menghabiskan hidupnya di buta? Ia pasti menggunakan seluruh
Maluku dan meninggal di Ambon pancaindranya selain mata: menggigit,
pada 1702. Rumphius perlu waktu menghidu, meraba, dan mendengarkan
hampir setengah abad untuk cerita orang-orang di sekitarnya. Istri
mendokumentasikan keanekaragaman dan anaknya setia membantu Rumphius
hayati Maluku. Dalam magnum opusnya, mencatat temuan-temuannya.
Herbarium Amboinense, yang terdiri
dari 12 jilid, Rumphius mencatat 1.200 Rumphius mencatat nama semua
spesies, 140 di antaranya diidentifikasi tumbuhan di Maluku dalam bahasa
hingga tingkat genus. Karya besarnya lokal dan Latin, berikut ciri-ciri dan
yang lain mencatat berbagai hewan khasiatnya. Ia menggambarkan ciri-ciri
laut, antara lain kerang, udang, kepiting, tumbuhan itu seperti memindahkan
bahkan landak laut, dalam kitab bertajuk piksel demi piksel citra yang diambil
D’Amboinsche Rariteitkamer. kamera dalam format HDR. Sungguh
sangat detail. Berdasarkan ciri-ciri itu,
Rumphius adalah Beethoven dalam ia kemudian memberi nama Latin dan
dunia yang berbeda: sains. Ia dalam mengelompokkannya.
keadaan buta karena glaukoma ketika
menulis Herbarium Amboinense, seperti Tak hanya itu, Rumphius juga mencari
halnya Beethoven dalam keadaan tahu khasiat dari tanaman-tanaman
tuli ketika menggubah beberapa tersebut. Bagi Eropa waktu itu, informasi
komposisinya yang abadi hingga kini. ini sangat berharga. Eropa di Zaman
Renaisans sudah tahu banyak tentang
Bagaimana Beethoven yang tuli gejala penyakit, tapi tidak memiliki cukup
menemukan nada yang tidak ia dengar, pengetahuan soal obat. Masa Rumphius
lalu menenunnya menjadi melodi? adalah saat Eropa mencari obat-obat

26

BAB I - APA DAN MENGAPA BIODIVERSITAS

Georg Eberhard Rumphius
(Hanau, Jerman, 1 November 1627-
Ambon, Hindia Belanda, 15 Juni 1702)

itu ke negeri Timur. Rumphius menulis, karyanya setelah 40 tahun Rumphius
misalnya, khasiat kacang hijau sebagai mangkat. Alasannya semata ketakutan
penyembuh beri-beri, dua abad sebelum pemerintah Hindia-Belanda bahwa karya
Christiaan Eijkman dan Gerrit Grijns Rumphius memuat informasi yang dapat
mengidentifikasi defisiensi sebagai membahayakan Belanda. Begitulah.
penyebab penyakit dan menemukan
khasiat yang sama pada ari-ari beras lalu Barangkali itu pula kesamaan lain antara
mengisolasi zat aktifnya, yang kemudian Rumphius dan Beethoven. Beethoven
dinamai vitamin B. Laboratorium tempat tak pernah dapat mendengar karyanya
mereka bekerja itu kini menjadi Lembaga dimainkan, Rumphius tak melihat
Biologi Molekuler Eijkman, Jakarta. karyanya diterbitkan. Dan karya kedua
manusia besar ini masih hidup hingga
Tak berlebihan jika Herbarium kini. Für Elise dan karya Beethoven
Amboinense disandingkan dengan lain masih dimainkan hingga kini, buku
Systema Naturae, maha karya Carolus Rumphius juga masih dipelajari. Mayo
Linnaeus, atau bisa jadi malah lebih Clinic, lembaga riset medis papan
hebat. Sama-sama mengusulkan tata atas dunia yang bermarkas di Amerika
cara penamaan binomial pada tanaman, Serikat, tengah menggali catatan
buku Rumphius sebenarnya kelar 50 Rumphius untuk mencari tanaman
tahun lebih dulu dari buku Linnaeus. berkhasiat obat. Karya akbar yang ditulis
Bila Linnaeus dikenal sebagai Bapak di Tanah Air hampir tiga abad silam ini,
Taksonomi, maka kejadiannya mirip mengundang pemuda Indonesia untuk
Wallace yang melakukan penelitian juga turut membukanya.
mengenai persebaran hewan dan
evolusi di bumi Nusantara, namun
Charles Darwin lebih dikenal sebagai
Bapak Evolusi. Dalam kasus Rumphius,
Belanda baru menerbitkan 12 jilid

27

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

II

MEGABIODIVERSITAS:
KADO ALAM
UNTUK INDONESIA

Terbentang di sabuk khatulistiwa, Indonesia memiliki keanekaragaman hayati
yang sangat kaya. Sejarah pembentukannya yang unik menjadikan negeri dengan
tujuh belas ribu pulau ini dianugerahi biodiversitas yang berlimpah.
Modal alam ini perlu dipahami sehingga dapat dikelola secara lestari.

28

BAB II - MEGABIODIVERSITAS: KADO ALAM UNTUK INDONESIA
29

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

Pendorong Fisik untuk
Biodiversitas Indonesia

Perspektif Paleontologi yang jamak ditemukan di Lombok
dan Evolusi tidak terlihat di Bali, yang hanya
terpisah selat sempit? “Selat Lombok
“Kini kita tiba di Pulau Sulawesi, yang ini lebarnya hanya 15 mil, dan kita
dalam banyak hal merupakan pulau hanya memerlukan waktu dua jam
paling menakjubkan dan menarik di untuk menyeberangi dua tempat yang
kepulauan ini, atau bahkan di seluruh memiliki perbedaan [fauna] sangat
planet, mengingat tidak ada pulau lain besar di muka bumi ini; sebegitu
yang memiliki keganjilan sebanyak ini berbedanya selayaknya perbedaan
untuk dipecahkan.”—AR Wallace. hewan-hewan di Eropa dan Amerika,”
renung Wallace.
Dalam petualangannya di Kepulauan
Nusantara pada abad ke-19, Alfred Wallace adalah orang pertama yang
Russel Wallace—penemu teori menyadari perbedaan mencolok
evolusi makhluk hidup bersama antara fauna Indonesia bagian barat
Charles Darwin—tercengang dengan dengan timur, Kalimantan dengan
perbedaan yang sungguh menyolok, Sulawesi, dan antara Bali dan Lombok.
terutama dalam hal persebaran Untuk menandai perbedaan ini,
hewan-hewan. Di kepulauan ini tidak pada 1859 Wallace menarik garis
hanya ditemukan hewan-hewan khas antara Bali dan Lombok, serta antara
Asia dan Australia, namun juga hewan Kalimantan dan Sulawesi. Kemudian
yang bukan Asia maupun Australia. pada 1896, Richard Lydekker juga
Terlebih di Sulawesi, yang bahkan menengarai perbedaan fauna antara
muasal spesies-spesies endemiknya Papua dan Kepulauan Maluku
masih memantik perdebatan sejak 150 ke barat. Sebagaimana Wallace,
tahun lalu. Lydekker menarik garis maya untuk
menandainya. Wilayah di antara garis
Persebaran hewan di Nusantara ini maya yang dibuat Wallace dan garis
membuat Wallace bertanya-tanya: Lydekker inilah yang kini disebut
mengapa tidak ditemukan kuskus Kawasan Wallacea (Gambar 2.1).
di Sumatra? Mengapa kakaktua

30

BAB II - MEGABIODIVERSITAS: KADO ALAM UNTUK INDONESIA
31
Gambar 2.1 Kawasan Wallacea, terentang antara Garis Wallace dan Garis Lydekker.

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

Seperti dugaan Wallace, perbedaan Sabuk Ofiolit Sulawesi Timur, dan
fauna menyolok tadi ternyata Sabuk Metamorf Sulawesi Tengah,
disebabkan oleh sebaran maupun dengan dua potongan lempeng yang
posisi daratan dan lautan yang lebih kecil, yaitu Banggai-Sula di
senantiasa bergerak akibat timur laut dan Blok Tukang Besi atau
pergeseran lempeng sejak awal Kepulauan Wakatobi di tenggara.
proses pembentukan bumi. Kekayaan
biodiversitas di bumi Indonesia Geologi kepulauan Indonesia dan
merupakan manifestasi dari pola Filipina pada umumnya, serta
pergerakan tersebut. Secara geografis, kawasan Wallacea pada khususnya,
Kepulauan Indonesia merupakan adalah ranah paling pelik di muka
wilayah paling dinamis yang bumi. Serangkaian peristiwa abiotik
dipengaruhi oleh pergeseran lempeng, akibat pergerakan lempeng tektonik
iklim, dan pola arus laut. Ketiganya justru membentuk alam biotik, yang
berkontribusi pada kekayaan lantas mendorong kemunculan pusat
biodiversitas dan kompleksitasnya. biodiversitas di Tanah Air.

Sejarah alam yang rumit dan Sejarah pembentukan Kawasan
berkelindan ini tercermin Wallacea sudah bermula 200 juta
jelas di Sulawesi, yang proses tahun silam ketika di planet ini
pembentukannya melalui berbagai hanya terdapat dua benua raksasa:
tumbukan, subduksi, dan obduksi. Laurasia dan Gondwana. Laurasia
Sulawesi mewakili pertemuan antara terletak di belahan bumi utara,
margin gunung berapi dan berbagai terdiri atas Amerika Utara, Eropa,
potongan lempeng mikro yang dan sebagian besar benua Asia.
muncul dan bergabung di periode Sementara Gondwana di belahan
yang berbeda-beda. bumi selatan mencakup Antartika,
Australia, India, Amerika Selatan,
Sulawesi terbagi dalam tiga potongan Selandia Baru, Kaledonia Baru, serta
lempeng mikro yang menunjukkan sebagian Asia bagian timur dan
betapa gado-gado muasal pulau tenggara.
yang oleh Wallace bahkan dijuluki
“anomali”. Tiga potongan itu Busur Pada rentang 160 juta sampai 100
Plutono-vulkanik Sulawesi Barat, juta tahun silam, fragmen Asia

32

BAB II - MEGABIODIVERSITAS: KADO ALAM UNTUK INDONESIA

Danau Purba
Impian Wallace

Tak hanya AR Wallace, epos klasik Sistem Danau Malili dengan biota yang
Bugis I La Galigo pun mencatat luar biasa unik merupakan laboratorium
keganjilan Sulawesi. Di ujung selatan alam ideal untuk mempelajari evolusi
Soroako, sebuah kota tambang di dan spesiasi. Tidak hanya itu, sifat
Sulawesi Selatan, terletak Danau biogeokimia yang ganjil menjadikan
Matano, salah satu dari rangkaian danau rangkaian Danau Malili terisolasi dari
purba Malili. Sistem Danau Malili terdiri ekosistem akuatik lain tidak hanya
dari lima danau, yaitu Matano, Mahalona, secara geografis, namun juga ekologis.
Towuti, Masapi, dan Lontoa, yang semua
saling terhubung dengan sungai. Inilah Dari lima danau dalam Sistem Danau
rangkaian danau purba satu-satunya Malili, Matano merupakan yang tertua,
di dunia yang saling terhubung aliran dan terdalam (mencapai 590 m),
air. Berumur antara 1-4 juta tahun lalu, dengan konsentrasi zat besi paling

33

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

tinggi dari perairan tawar mana pun Petea, penghubung Matano dan
di muka bumi (Vaillant et al. 2011). Mahalona. Sungai Petea ini juga
Berbeda dengan saudaranya, Towuti membatasi distribusi kepiting air tawar.
sebagai yang terluas (560 km2, Pola yang sama juga berlaku pada
bandingkan dengan Matano yang udang.
hanya 164 km2) memiliki kekayaan
spesies tertinggi, 39 di antaranya Terbatasnya keberadaan suatu
endemik Danau Towuti. Tiap danau di spesies pada danau yang saling
Sistem Danau Malili memang memiliki terhubung menunjukkan adanya
endemisitas masing-masing. Saling penghalang-penghalang ekologis
terhubung namun memiliki endemisitas terhadap persebaran dan kolonisasi
masing-masing merupakan keanehan spesies, yang berlangsung hingga
yang menjadikan Malili sebagai kini. Kondisi fisik, kimiawi, biologis,
laboratorium alam impian. dan geografis merupakan aspek-
aspek yang berkontribusi dalam
Mengingat isolasi panjang yang pengelompokan spesies endemik
dialami danau-danau purba, tak ayal Malili. Tiap danau di Malili berbeda-
jika spesies-spesies endemik dalam beda usia pembentukannya, termasuk
ekosistem ini memiliki karakter berbeda. berbeda “pengalamannya”. Matano dan
Tapi Danau Malili sungguh istimewa. Towuti, misalnya, mengalami fluktuasi
Sejumlah spesies di rangkaian Danau ketinggian permukaan air, yang mungkin
Malili menunjukkan ciri baru secara menyebabkan perubahan-perubahan
morfologis dan perilaku yang khas dalam habitat maupun periode isolasi.
dalam kelompok taksonominya—yang
lagi-lagi, berlainan untuk tiap danau. Sistem Danau Malili, yang memiliki
Danau Mahalona dan Towuti, misalnya, endemisitas tiap danau termasuk
memiliki Calanoida dengan perbedaan pada sungai-sungai penghubungnya,
genetik yang besar. Sungguh aneh, merupakan sistem yang luar biasa
mengingat biasanya jenis plankton untuk studi evolusi. Kondisi fisik dengan
mudah tersebar pada ekosistem yang tingkat isolasi berbeda pada periode
terhubung. Contoh lain endemisitas yang juga berlainan menawarkan model
tiap danau adalah spesies ikan pelangi, alami ideal untuk penelitian spesiasi,
Telmatherina. Danau Matano memiliki yang dapat didekati melalui berbagai
10 spesies Telmatherina, sedangkan bidang, yaitu geologi, limnologi, ekologi,
Mahalona dan Towuti masing-masing genomik, serta antropogenik.
memiliki lima spesies Telmatherina,
namun Danau Masapi tidak dihuni Andai Wallace tidak melewatkan Danau
Telmatherina. Anehnya, Telmatherina- Malili.
danau juga tidak ditemukan di Sungai

34

BAB II - MEGABIODIVERSITAS: KADO ALAM UNTUK INDONESIA

bagian tenggara ini mengapung dan perairan Paparan Sunda dan Sahul
terisolasi di Samudra Tethys, lautan belum terbentuk. Pulau-pulau
kuno yang luas di antara Laurasia dan Sumatra, Jawa, serta Kalimantan,
Gondwana. Kemudian, sekitar 70 juta masih menyatu dengan Asia, dan
tahun lalu, lempeng yang membawa sebagian Laut Natuna sampai laut
Australia, Papua, Sulawesi timur, Jawa masih berupa daratan. Demikian
Seram, Timor, dan Tanimbar terpecah juga Papua masih menyatu dengan
dari lempeng Antartika—bagian yang Australia, Laut Arafura masih berupa
tersisa dari Gondwana—dan berlayar daratan, dan Teluk Carpentaria, masih
menuju utara. Dari Gondwana, berupa danau besar. Pasca-LGM,
Australia membawa bentuk-bentuk permukaan laut mengalami kenaikan
primitif satwa mamalia dan burung 125 meter, membentuk kepulauan
serta tumbuhan berbunga. seperti sekarang ini.

Sekitar 40 juta tahun lalu, fragmen Pembentukan pulau-pulau di Paparan
Asia bagian tenggara mencapai Sunda di bagian barat dan Paparan
wilayah khatulistiwa. Pada masa itu, Sahul di timur berdampak sangat
nusantara bagian barat telah berada kompleks terhadap biodiversitas
dalam posisi yang kurang lebih Indonesia. Di bagian tengah, terdapat
sama dengan hari ini. Semenanjung beberapa pulau yang disebut
Melayu telah bersatu dengan Laurasia sebagai Kepulauan Sunda Kecil,
(Gambar 2.2). Posisi inilah yang Pulau Sulawesi, Pulau Halmahera,
diperkirakan berfungsi sebagai batu Kepulauan Maluku, serta pulau-pulau
loncatan yang mangkus, sehingga kecil yang banyak dan dikelilingi
memungkinkan perpindahan dua arah perairan dalam. Laut Banda, misalnya,
antara biota benua Asia dan Australia, memiliki kedalaman kurang lebih
khususnya yang mampu melewati 7 km. Jelas tidak ada pulau yang
lautan. Di Pulau Sulawesi, misalnya, menghubungkan laut dalam antara
terjadi pertemuan antara berbagai Paparan Sahul dan Sunda. Proses-
kuskus yang khas Gondwana dan proses tersebut mendukung proses
babirusa yang khas Asia. isolasi, yang merupakan faktor paling
kuat dalam menentukan endemisitas
Pada 21 ribu tahun lampau di masa dan kekayaan spesies, sehingga
glasial maksimum terakhir (LGM), menjadi “bahtera Nuh” flora dan
fauna.

35

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

50 Juta Tahun Lalu

25 Juta Tahun Lalu

36

BAB II - MEGABIODIVERSITAS: KADO ALAM UNTUK INDONESIA

1 Juta Tahun Lalu

Gambar 2.2 Pergerakan lempeng tektonik Asia Tenggara sejak 50 juta tahun lalu,
yang membentuk Pulau Sulawesi (Hall et al. 2002)

37

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

Variabilitas Iklim
dan Pola Arus Laut

Keanekaragaman biogeografi laut sepanjang periode ini walaupun sedang
yang mencerminkan kekayaan musim hujan (karena angin muson).
biodiversitasnya ditentukan antara Dan pada saat fase negatif ENSO atau
lain oleh keunikan posisi geografis, La Niña terjadi peningkatan curah
keberadaan pulau-pulau besar dan kecil, hujan. Meskipun ada kemiripan antara
batimetri, pola arus, dan variabilitas IOD dan ENSO di mana fase positif IOD
iklim. membawa kekeringan dan sebaliknya,
kedua fenomena yang melibatkan
Iklim maritim Kepulauan Indonesia interaksi laut dan atmosfer tersebut
dipengaruhi oleh beberapa pola iklim memiliki karakter masing-masing dan
yang berdetak pada skala waktu yang dapat terjadi di waktu yang berbeda.
bervariasi. Berada di bentang tropis,
variabilitas iklim musiman di Indonesia Dalam skala regional, arus laut
dipengaruhi oleh perubahan arah angin permukaan membawa biota, baik dari
muson yang membawa uap air dari perairan Pasifik Barat dan Hindia Timur,
daratan Asia Laut Cina Selatan di puncak maupun perairan Paparan Sunda dan
musim hujan (Januari-Februari). Dan Paparan Sahul. Implikasi pola arus laut
sebaliknya pada musim kering dengan ini yang pada akhirnya membentuk
puncaknya di bulan Juni-Agustus. keanekaragaman dan sebaran
Variabilitas iklim ini telah membentuk biogeografi laut dalam berbagai skala
pola kehidupan masyarakat Indonesia luasan.
seperti waktu bercocok tanam dan
melaut. Namun setiap 2-7 tahun, pola
iklim ini didisrupsi oleh fenomena
iklim El Niño Southern Oscillation
(ENSO) di Samudra Pasifik dan Indian
Ocean Dipole (IOD) di Samudra Hindia.
Pada fase positif ENSO atau El Niño,
mayoritas wilayah Indonesia mengalami
kekeringan pada puncak musim hujan

38

BAB II - MEGABIODIVERSITAS: KADO ALAM UNTUK INDONESIA

Biodiversitas pengetahuan. Penemuan orang
Terestrial utan Tapanuli, misalnya, membuka
jalur evolusi silsilah genus Pongo.
Bak kotak pandora, alam Indonesia Spesies ketiga dari genus Pongo ini
menyimpan kekayaan biodiversitas menguak distribusi dan perkawinan
yang kerap tak terduga. Sejak abad Pongo setelah meletusnya Gunung
ke-12 pun, pelancong Venesia, Marco Toba 75.000–100.000 tahun lalu. Tak
Polo, sudah dibuat terperangah hanya endemik di wilayah Tapanuli
dengan binatang-binatang ganjil (selatan, tengah, dan utara), sejarah
yang dilihatnya di Sumatra. Konon, evolusi Pongo tapanuliensis dapat
ia melihat unicorn. “Ada gajah- dilacak hingga 3,38 juta tahun lalu,
gajah liar di negeri ini, dan beberapa melengkapi sejarah kelompok Kera
unicorn, yang juga hampir sebesar Besar yang terdiri atas simpanse,
gajah. Binatang itu berambut seperti gorila, orang utan, dan bonobo.
kerbau, kakinya seperti gajah, dan
memiliki sebuah tanduk yang sangat Walau luas area daratan Indonesia
hitam dan tebal di tengah dahinya... hanya 1,28% dari luas daratan dunia
Terlihat monyet-monyet yang banyak (1,9 juta km2/148,9 juta km2), namun
sekali jumlah dan jenisnya. Alap- kekayaan biodiversitas di daratan
alap yang tubuhnya sehitam burung Indonesia merupakan salah satu yang
gagak pun jamak ditemukan.” tertinggi di dunia. Posisi geografis
(Marco Polo dan E. Latham 1958) yang sangat unik merupakan kunci
kekayaan berlimpah tersebut.
Makhluk fantastis yang dilihat Indonesia merupakan rumah
Marco Polo itu bisa jadi badak bagi 720 spesies mamalia, 36% di
bercula satu. Delapan abad kemudian antaranya merupakan mamalia
pada abad ke-21, para ilmuwan endemik. Sedikitnya 781 spesies
masih menemukan spesies baru, reptil dan 61 spesies primata hidup di
misalnya orang utan Tapanuli Tanah Air. Sementara jenis burung
(Pongo tapanuliensis) dan tarsius mencapai 1.800 spesies, menjadikan
Jatna (Tarsius supriatnai). Tanah
Indonesia tak pernah berhenti
memberi kejutan dalam ilmu

39

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

Indonesia berada pada urutan kelima dalam jumlah spesies tumbuhan
dunia yang memiliki kekayaan aves endemik terbanyak sejagat,
terbesar. Indonesia dan Brasil berbagi predikat
juara. Untuk tanaman berbunga
Sebagai negara beriklim tropis, (Spermatofita), Indonesia memiliki
daratan Indonesia adalah surga 19 ribu spesies tanaman berbunga,
biodiversitas flora, ketiga setelah yang menyumbang 8% dari total
Brasil dan Kolombia dengan spesies tanaman berbunga di dunia.
keanekaragaman jenis yang tinggi. Untuk tanaman berspora, Indonesia
Sebagian besar keanekaragaman menyumbang 9% dari total spesies
jenis yang tinggi ini disumbangkan paku-pakuan (Pteridofita) dunia.
oleh biodiversitas yang terdapat Indonesia juga dikaruniai ratusan
pada ekosistem hutan yang meliputi lumut (Briofita) dari kelas Hepaticae
hutan bakau, hutan rawa, hutan dan 21 spesies dari kelas Musci, yang
gambut, hutan pantai, hutan musim, mencakup 40% dari jumlah jenis
dan hutan hujan tropis. Bahkan global (Gambar 2.3-2.6).

40

BAB II - MEGABIODIVERSITAS: KADO ALAM UNTUK INDONESIA

Gambar 2.3 Perbandingan jumlah jenis flora Indonesia
dengan dunia (data diambil dari Widjaja et al. 2014).

41

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

Gambar 2.4 Perbandingan jumlah jenis fauna Indonesia dengan dunia (data diambil dari Widjaja 2014).
42

BAB II - MEGABIODIVERSITAS: KADO ALAM UNTUK INDONESIA
43

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

Dengan wilayah yang membentang Maluku, dan Sunda Kecil. Sebaran
dari Sabang sampai Merauke, terbesar untuk tanaman berbiji
dari Miangas hingga Pulau Rote, terbuka ada di Sulawesi, Sumatra,
berbagai kelompok flora tersebut dan Papua. Sementara itu, tanaman
tersebar di berbagai pulau. Paku- berbiji tertutup banyak terdapat
pakuan, misalnya, paling banyak di Kalimantan, diikuti gabungan
dijumpai di Sumatra, lalu diikuti kawasan Papua dan Maluku,
Kalimantan, Papua, Sulawesi, Jawa, Sumatra, dan Jawa.

Total Keanekaragaman
Tumbuhan Tinggi
Negara Megabiodiversitas

Gambar 2.5 Indonesia menempati posisi ketiga
setelah Brasil dan Kolombia dalam keanekaragaman
tumbuhan tinggi (Mittermeier et al. 1998).

Endemisitas Tumbuhan Tingkat Tinggi di Tingkat Global

Gambar 2.6 Indonesia dan Brasil berbagi predikat juara dalam tingkat endemisitas tumbuhan tingkat tinggi.
Sekitar 75% tumbuhan endemik ditemukan di dua negara ini (Mittermeier et al. 1998).

44

BAB II - MEGABIODIVERSITAS: KADO ALAM UNTUK INDONESIA

Endemisitas Fauna Terestrial terbanyak sejagat. Jumlahnya bahkan
lebih dari dua kali lipat ketimbang
Dibandingkan dengan tempat-tempat negara mana pun di dunia (Gambar 2.7).
lain, biodiversitas terestrial Indonesia
terbilang unik dengan tingginya Beberapa contoh fauna endemik
jumlah fauna darat endemik. Negeri Indonesia antara lain komodo, orang
ini memiliki sekitar tiga ribu spesies utan, owa Jawa, monyet Sulawesi, ikan
vertebrata, yang mencakup 10% dari pelangi dari famili Telmatherinidae,
total jenis hewan bertulang belakang dan lima spesies lebah madu dari genus
di dunia. Dari jumlah itu, separuhnya Apis. Sayangnya, sebagian besar fauna
merupakan spesies endemik. Untuk daratan tersebut terancam punah.
spesies burung dengan daerah jelajah Sebagai contoh, dari 117 spesies burung
terbatas, yang jangkauan terbangnya yang nyaris lenyap dari muka bumi,
tak sampai 50 ribu km2, misalnya, 66 jenis di antaranya adalah burung
Indonesia memiliki spesies endemik dengan jelajah terbatas.

Negara-negara dengan Spesies Burung Jelajah Terbatas Tertinggi di Dunia

Gambar 2.7 Indonesia tak tertandingi sebagai rumah bagi burung-burung dengan jelajah terbatas, menengarai endemisitasnya.
(Stattersfield et al. 1998).

45

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

Pola sebaran kekayaan spesies namun endemisitas rendah. Di
dan endemisitas pada sejumlah Kawasan Wallacea, jumlah jenis
wilayah biogeografi Indonesia burung rendah namun tingkat
pun sangat berbeda (Gambar 2.8). endemiknya tinggi. Adapun Paparan
Untuk burung, misalnya, Paparan Sahul memiliki burung yang sangat
Sunda memiliki biodiversitas tinggi beragam dengan endemisitas sedang.

Gambar 2.8 Angka endemisitas dan kekayaan spesies di Asia Tenggara. Sumbu X menunjukkan persentase endemisitas,
sedangkan sumbu Y menunjukkan kelompok hewan/tumbuhan. Misalnya jumlah mamalia 73/329 di Indo-Burma, berarti 73
dari 329 mamalia merupakan endemik area tersebut, yang berarti 22,18% endemisitas sebagaimana ditunjukkan melalui panjang
batang (dimodifikasi dari Sodhi et al. 2004).

46

BAB II - MEGABIODIVERSITAS: KADO ALAM UNTUK INDONESIA
47

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

Biodiversitas Laut dan Ekosistem
Perairan Umum Daratan

Dikeluhkan banyak peneliti Coral Triangle atau segitiga karang
karena kekayaan biodiversitas memiliki 2.700 spesies ikan dan
perairan Indonesia yang ditengarai 600 spesies karang yang habitatnya
sekaya biodiversitas daratnya ini mencakup Filipina, Indonesia bagian
tak terdokumentasi dengan baik: timur, Papua, hingga Kepulauan
sesungguhnya seberapa kaya Solomon (Asaad 2018). Beragam
biodiversitas perairan Indonesia? Jika dan kayanya biodiversitas laut di
memang sungguh kaya, seberapa perairan Indonesia dan sekitarnya
besar kontribusi berbagai macam menjadikan wilayah ini sebagai
ekosistem di laut, pesisir, dan "segitiga karang dunia", bersama-
perairan umum terhadap kekayaan sama dengan Laut Karibia berbagi
biodiversitas perairan? Apakah reputasi sebagai biodiversity hotspot.
endemisitas di perairan Indonesia Tingginya tingkat biodiversitas
juga seunik makhluk-makhluk di perairan Indonesia tidak hanya
daratnya—atau bahkan lebih menggambarkan jumlah marga dan
ganjil? Bagaimana pola persebaran jenis berbagai biota laut. Namun
makhluk-makhluk yang sepertinya juga sejarah alam yang kompleks dan
lebih sedikit menghadapi batasan mencengangkan.
geografis ini? Apakah ada proses
isolasi untuk spesies laut dan lantas Lantas, apakah terbentuknya
bagaimana menentukan wilayah endemisitas spesies laut berbeda
biogeografis di luasnya samudra? dengan spesies darat? Bagaimana
suatu biodiversitas bisa berpusat
Indonesia sebagai Pusat hanya pada satu titik tertentu?
Biodiversitas Kelautan Dunia Mengapa, misalnya, dari sekitar 300
juta km2 luas lautan dunia, ikan
Perairan serta pesisir Indonesia lebih memilih berdiam di terumbu
dan sekitarnya (Indo-Pacific Coral karang perairan Indonesia? Dengan
Triangle) diakui merupakan pusat luas terumbu karang yang hanya
biodiversitas dunia. Kawasan mencakup 0,1% dasar laut, populasi

48

BAB II - MEGABIODIVERSITAS: KADO ALAM UNTUK INDONESIA

ikan kawasan segitiga karang ini populasi flora dan fauna di pulau-
mencakup sepertiga dari seluruh pulau ini tidak homogen. Banyak
spesies ikan dunia. studi yang telah mengungkapkan
adanya terobosan genetik yang tajam
Biodiversity hotspot tidak hanya melintasi Laut Jawa, yang membagi
merupakan tempat terbentuknya populasi menjadi utara (Pasifik) dan
spesies-spesies, namun juga tempat selatan (Hindia).
terakumulasinya biodiversitas dari
habitat-habitat sekitarnya, yang Aliran gen dapat didorong oleh
makin terancam aktivitas manusia. berbagai faktor, seperti arus dan
sejarah geologi suatu lokasi. Sejarah
Isolasi fisik bukan merupakan satu- geografis seperti kemunculan
satunya penyebab terbentuknya Paparan Sunda selama periode
spesiasi mengingat banyak spesies Pleistosen, kemungkinan merupakan
berubah mengikuti batas-batas faktor utama yang bertanggung
ekologis. Meskipun spesiasi di jawab atas aliran gen yang terbatas
ekosistem darat dan laut mengikuti secara historis antara Samudra
proses yang mirip, namun tetap Hindia dan Samudra Pasifik, yang
saja berbeda. Peluang terjadinya kemudian, mungkin telah memicu
isolasi geografis di lautan lebih kecil penyimpangan garis keturunan
ketimbang di darat, sehingga spesiasi di kedua samudra. Di Indonesia
lebih besar peluangnya terjadi timur, Halmahera Eddy (pusaran
karena batas-batas ekologis. arus Halmahera) dan Arus Lintas
Indonesia (Indonesian Throughflow)
Kepulauan Indo-Melayu sebagian kemungkinan merupakan kandidat
besar terdiri dari daratan yang luas yang membentuk hambatan
seperti Sumatra, Semenanjung biogeografis antara Indonesia timur
Thai-Melayu, Kalimantan, dan dan barat. Contoh lain, sirkulasi
Sunda Besar. Selama masa glasial air dan pusaran arus di ujung
maksimum terakhir (LGM), pulau- selatan Sumatra berperan dalam
pulau ini bersatu membentuk massa mempertahankan struktur genetik
daratan besar yang dikenal sebagai spesies bakau Rhizophora mucronata
beting Sunda. Terlepas dari asal-usul Lam. di Semenanjung Melayu dan
geologisnya yang serupa, struktur Sumatra.

49

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

Kawasan segitiga karang memiliki karang merupakan hasil spesiasi dari
sejarah panjang akumulasi spesies lokasi-lokasi sekelilingnya dengan
yang dapat dirunut hingga masa persebaran takson baru lanjutan
Miosen (20-12 juta tahun lalu), yang berkumpul di kawasan segitiga
yang terus berlanjut hingga masa karang. Pusat tumpang tindih lain
Pleistosen, Holosen, hingga kini. lagi. Menurut model ini, kekayaan
biodiversitas segitiga karang
Terdapat tiga model yang ditawarkan sebagian karena bertemunya fauna-
untuk menjelaskan kekayaan fauna khas dari Samudra Hindia dan
biodiversitas segitiga karang: pusat Samudra Pasifik.
spesiasi, pusat akumulasi, dan pusat
tumpang tindih. Atau bahkan model Indo-Pacific Barrier yang
umpan balik, yaitu suatu pusat memisahkan Samudra Hindia dan
biodiversitas yang mengalami ketiga Samudra Pasifik selama terjadinya
model di atas (Bowen et al. 2013). penurunan permukaan laut, pada
Perlu dicatat bahwa terdapat banyak masa isolasi menyebabkan fauna-
kombinasi batas dan perbedaan fauna dari kedua samudra ini
ekologis, dari yang tajam, samar, tersebar. Meskipun lokasi batas
atau yang muncul sesekali (arus Indo-Pacific Barrier yang tepat
laut, massa air, massa daratan masa diperdebatkan, banyak spesies
glasial) yang memengaruhi kekayaan menunjukkan diferensiasi genetik
biodiversitas. yang kuat antara populasi Samudra
Hindia dan Pasifik, termasuk botani
Model pusat spesiasi mengusung laut, seperti hutan bakau dari
teori bahwa pusat biodiversitas tropis genus Ceriops dan Gymnorrhiza
adalah pengekspor spesies, yang bruguiera (Urashi et al. 2013; Huang
kemungkinan besar diakibatkan oleh et al. 2008). Diferensiasi genetik
berbagai peristiwa geologis yang yang serupa antara populasi
kompleks dan heterogenitas habitat, kedua samudra tersebut juga telah
berkelindan dengan persaingan dibuktikan pada beragamnya
hidup yang sengit. Berbeda dengan hewan laut termasuk ikan karang,
pusat spesiasi, teori pusat akumulasi gastropoda laut Nerita albicilla,
menyatakan bahwa tingginya dan bintang laut mahkota duri
jumlah spesies di kawasan segitiga Acanthaster planci (Thresher &

50


Click to View FlipBook Version