The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Perpustakaan Brawijaya E-Books, 2022-09-25 22:50:04

Sains untuk Biodiversitas Indonesia

by Tim Penulis

BAB II - MEGABIODIVERSITAS: KADO ALAM UNTUK INDONESIA

Brothers 1985; Gaither et al. 2009; selama masa permukaan laut rendah,
Crandall et al. 2008; Vogler et al. dengan fauna lautan ini menyimpang
2008; Yasuda et al. 2009). Meskipun selama periode isolasi. Demikian juga
terdapat semakin banyak studi filogeni model pusat spesiasi atau dikenal
di Samudra Hindia dan Samudra pusat asal-usul menjelaskan bahwa
Pasifik, hanya sedikit yang mencoba pusat keanekaragaman hayati tropis
mengidentifikasi elemen-elemen termasuk kawasan segitiga karang
spesifik di Kepulauan Indo-Melayu adalah kawasan pengekspor spesies,
yang bertanggung jawab membangun kemungkinan didorong oleh fraktur
dan memelihara penghalang ini: Indo- populasi hasil kompleksitas geologi
Pacific Barrier. dan heterogenitas habitat ditambah
dengan persaingan ketat. Meski
Tiga model yang diajukan di kawasan demikian ketiga model tersebut masih
ini bisa jadi tidak cukup menjelaskan menjadi hipotesis yang tidak berhenti
bagaimana kekayaan biodiversitas untuk terus dikaji.
perairan segitiga karang. Model
pusat akumulasi menjelaskan bahwa Model umpan balik bahkan
tingginya jumlah spesies di kawasan menyatakan bahwa ketiga model di
segitiga karang merupakan hasil atas berlaku untuk suatu wilayah
spesiasi di lokasi pinggiran dengan biodiversity hotspot. Distribusi ikan
penyebaran takson baru ke dalam karang sejalan dengan model ini,
kawasan segitiga karang, karena mengingat banyaknya biodiversitas
adanya isolasi di habitat periferal di kepulauan-kepulauan sekeliling
ini, serta pola arus dan angin. Model kawasan segitiga karang berasal dari
pusat tumpang-tindih menjelaskan Indo-Pasifik tengah. Energi kinetik
bahwa keanekaragaman spesies yang dari suhu permukaan laut yang terus-
tinggi di kawasan segitiga karang menerus tertahan kemungkinan juga
sebagian karena tumpang-tindih merupakan faktor yang membentuk
fauna yang berbeda dari Samudra pola kekayaan spesies laut
Hindia dan Samudra Pasifik. Hipotesis (Sanciangco et al. 2013).
ini didasarkan pada premis bahwa
adanya mekanisme isolasi Indo- Kawasan biodiversitas laut memang
Pacific Barrier, yang memisahkan merupakan muasal spesies-spesies,
Samudra Hindia dan Samudra Pasifik namun kepulauan-kepulauan

51

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

Gambar 2.9 Distribusi global dan tingkat biodiversitas tiga ekosistem kunci di wilayah pesisir dan laut, yakni ekosistem
terumbu karang, hutan bakau, dan padang lamun. Perairan Indonesia memiliki biodiversitas paling tinggi di dunia untuk ketiga
ekosistem tersebut (UNEP-WCMC (2001). United Nations Environment World Conservation Monitoring Center. Annual report).
52

BAB II - MEGABIODIVERSITAS: KADO ALAM UNTUK INDONESIA

terpencil, laut-laut marjinal, dan ini, yang tidak hanya menjadi rumah
wilayah pesisir yang tandus, juga bagi ikan-ikan dan spesies-spesies
berkontribusi secara keseluruhan terancam punah, namun juga sebagai
dalam kekayaan biodiversitas. pelindung pantai dan tempat penting
Luasnya wilayah perairan dangkal penyimpanan karbon.
dan panjang garis pantai di Indo-
Pasifik merupakan manifestasi dari Dari ketiga ekosistem ini, yang
sejarah geologis yang panjang, yang kajiannya paling sedikit adalah
terjadi bersamaan dengan tumbukan- padang lamun. Padahal di kawasan
tumbukan tektonik di wilayah ini— segitiga karang, lamun tumbuh
kompleksitas geografis ini tentunya paling banyak dan luas, melewati
mengarah pada diversifikasi spesies. batas-batas geografis dan mampu
hidup bersama spesies-spesies lain.
Sejumlah peristiwa tektonik tersebut Luas padang lamun Indonesia paling
tidak hanya membentuk habitat unggul di antara negara-negara Asia
perairan dangkal yang luas dalam Tenggara, yaitu lebih dari 150 ribu
periode yang berbeda-beda, namun hektar, rumah bagi seperempat jenis
juga mempertahankannya. Biota- lamun dunia atau setara 60 spesies.
biota lain pembentuk habitat seperti Lamun merupakan satu-satunya
padang lamun dan hutan bakau tumbuhan berbunga yang mampu
juga sangat tinggi biodiversitasnya hidup terbenam di laut, tetapi juga
di kawasan ini. Bersama terumbu dapat tumbuh pada berbagai macam
karang dan padang lamun, hutan jenis substrat di perairan laut
bakau berperan penting mendukung dangkal.
keberlangsungan hidup banyak
spesies dan membentuk ekosistem Bakau juga tak kalah unik. Bakau
yang kompleks. menggabungkan ciri tumbuhan darat
dan laut, toleran terhadap garam,
Triad ekosistem. Begitu julukan serta dapat beradaptasi dengan
untuk tiga ekosistem kunci: padang kondisi miskin oksigen. Dengan
lamun, terumbu karang, dan hutan sistem akar napas, bakau bahkan
bakau (lihat Gambar 2.9). Kekayaan dapat melakukan metabolisme
biodiversitas kawasan segitiga secara anaerob. Bakau tersebar di
karang bertumpu pada tiga ekosistem seluruh lautan tropis dan subtropis,

53

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

serta tumbuh hanya pada pantai Tercatat 202 jenis tumbuhan bakau
yang terlindung dari gelombang. di Indonesia, meliputi 89 jenis pohon,
Bila pantai acap tergerus ombak, 5 jenis palma, 19 jenis pemanjat, 44
benih bakau tidak mampu tumbuh jenis herba tanah, 44 jenis epifit,
sempurna dan menancapkan dan 1 jenis paku. Dari jenis-jenis
akarnya. bakau tersebut, sebanyak 43 spesies
merupakan bakau sejati, selebihnya
Hutan bakau di Indonesia tumbuh bakau ikutan.
dan tersebar hampir di sepanjang
kawasan pesisir, terkonsentrasi Ekosistem bakau memiliki manfaat
pada kawasan pesisir pulau-pulau sangat besar pada siklus daerah
besar, yaitu Sumatra, Kalimantan, pesisir secara keseluruhan, antara lain
Sulawesi, Halmahera, Jawa, dan sebagai tempat asuh, mencari makan,
Papua. Pada pulau-pulau besar dan berkembang biak bagi beberapa
terdapat aliran sungai yang besar spesies satwa. Bakau juga ampuh
dan pada umumnya terbentuk sebagai penghalang erosi pantai dan
delta pada muara sungai yang gempuran ombak, menyuburkan
berkontribusi pada pertumbuhan tanah, penghasil kayu dan nonkayu,
dan perkembangan hutan bakau. serta untuk pendidikan dan rekreasi.
Hal tersebut tidak terjadi pada
pulau-pulau kecil atau gugusan Biodiversitas
pulau, seperti Kepulauan Tanimbar, di Perairan Tawar
Kepulauan Aru, Kepulauan Kei,
Kepulauan Natuna, atau Kepulauan Dengan 17 ribu pulau, Indonesia
Riau. Hutan bakau di pulau kecil memiliki beragam ekosistem perairan
hanya berupa gerumbulan tipis tawar, antara lain danau, sungai,
dengan struktur sederhana, bahkan dan rawa. Meskipun belum ada
seringkali berupa tegakan tunggal data pasti, namun jumlah danau,
saja (Pramudji 2004). sungai, maupun rawa di Indonesia
diperkirakan mencapai ratusan,
Indonesia mempunyai tutupan hutan bahkan ribuan untuk sungai dan
bakau terluas, yaitu 26-29% dari rawa. Luas perairan tawar Indonesia
tutupan bakau global, yang banyak diperkirakan mencapai 13,85 juta
tersebar di Kalimantan dan Sumatra. hektare.

54

BAB II - MEGABIODIVERSITAS: KADO ALAM UNTUK INDONESIA

Untuk ikan air tawar, Indonesia Spesies ikan di Sistem Danau Malili
memiliki kepadatan ikan tawar hanya memiliki sedikit kemiripan
tertinggi di dunia, yaitu 0,6 dengan ikan-ikan di Danau Poso,
spesies per 1.000 km2, melampaui yang berjarak 80 km. Sistem Danau
Brasil (0,37 spesies/1.000 km2) Malili lebih banyak memiliki spesies
dan Republik Demokratik Kongo endemik karena kelima danaunya
(0,48 spesies/1.000 km2) (Hubert saling terhubung walau masing-
et al. 2015). Sebagaimana populasi masing memiliki keunikan, dengan
manusianya, Jawa juga merupakan pengalaman radiasi yang berbeda
hunian yang padat bagi spesies ikan pada tiap danau. Malili memiliki 33
tawar, yaitu 1,7 spesies/1.000 km, spesies endemik (dari 36 spesies)
melebihi Kalimantan yang hanya sedangkan Danau Poso memiliki
1,2 spesies/1.000 km2. Di wilayah 9 spesies endemik dari 10 spesies.
Paparan Sunda ini terdapat 899 Terisolasinya perairan Danau Malili
spesies ikan air tawar, yang hampir dari perairan tawar lainnya juga
setengahnya (430) bersifat endemik. mendorong tingginya endemisitas
Untuk endemisitas, Sulawesi masih ikan di sana.
merajai dengan 50% (56 spesies) ikan
tawar endemik (Dahruddin et al. Kalimantan adalah kisah yang
2016). berbeda. Tidak memiliki danau purba,
tapi Kalimantan memiliki beberapa
Sulawesi, lagi-lagi, tidak hanya danau laut, suatu tubuh air di
ganjil di laut dan darat, namun daratan yang tetap mempertahankan
juga di perairan air tawarnya. karakter lautnya melalui jalur sempit
Danau-danau purba maupun bawah laut. Umur danau laut-danau
danau-danau barunya seolah laut ini masih muda, yakni 7.000-
berlomba memamerkan keunikan 12.000 tahun, dan jumlahnya hanya
endemisitasnya. Demikian juga sekitar 200 danau di dunia, tersebar
sungai-sungai, baik sungai terutama di Vietnam, Palau, dan
penghubung danau purba maupun Indonesia.
sungai-sungai di pulau-pulau sekitar
Pulau Sulawesi. Danau Kakaban dan Danau Maratua
di Kalimantan Timur adalah contoh
yang terkenal dengan keunikan

55

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

spesiesnya. Kakaban merupakan
danau laut terbesar dengan luas 5
km2, dengan dinding karang setinggi
50 meter yang memerangkap air
laut sehingga menjadi danau, dan
menjadikannya sebagai danau paling
terisolasi di Indonesia. Keragaman
genetisnya sangat tinggi dan tidak
ditemukan di tempat mana pun di
dunia. Bahkan keunikan spesies
di Kakaban tidak ditemukan di
danau-danau sekitarnya yang hanya
berjarak 6 km, membuktikan bahwa
Danau Kakaban terisolasi tidak
hanya secara fisik, namun juga
biologis (Becking et al. 2013).

Danau-danau laut Indonesia memiliki
flora dan fauna dengan keragaman
tinggi, dengan tingkat endemisitas
yang juga tinggi. Danau-danau ini
memberikan konteks spatio-temporal
yang sangat jelas untuk penelitian
ekologi dan evolusi laut.

56

BAB II - MEGABIODIVERSITAS: KADO ALAM UNTUK INDONESIA
57

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

III

EKONOMI
BIODIVERSITAS
INDONESIA

Tidak ada rencana cadangan karena
kita tidak punya Planet Cadangan – Ban Ki-Moon

58

BAB II - MEGABIODIVERSITAS: KADO ALAM UNTUK INDONESIA
59

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

Biodiversitas Indonesia memiliki ekosistem hutan di area ini. Yang
potensi besar bagi pembangunan menjadi fokus pengamatan adalah
ekonomi. Aneka spesies memiliki relasi antara jarak hutan serta
nilai ekonomi yang tinggi seperti keanekaragaman lebah polinator dan
untuk bahan pangan, bahan obat hasil buah kopi arabika. Diperkirakan
dan kosmetik, bioenergi hingga bahwa hutan memberikan jasa
ekowisata. polinasi 46 euro per hektare, dan
setiap tahun nilainya mencapai
Besarnya hubungan antara 470 euro per hektare. Konversi
biodiversitas dan perekonomian hutan yang terus berlangsung
dapat dilihat dari contoh berikut. meningkatkan risiko hilangnya jasa
Perkebunan kopi skala kecil di polinasi ini dan memberi dampak
sekitar Taman Nasional Lore Lindu, kerugian finansial yang nyata bagi
Sulawesi Tengah, memberikan petani kecil. Jasa polinasi memang
gambaran tentang nilai ekonomis terus turun, yang mengakibatkan
jasa polinasi atau penyerbukan. turunnya hasil kopi sampai sebesar
Hubungan antara lebah dan 18% dan pendapatan bersih petani
pertanian kopi yang terjalin melalui kopi juga merosot sampai 14% per
polinasi dimungkinkan oleh hektare.

Pada Sumber Hayati,
Ekonomi Bertumpu

Sesungguhnya potensi ekonomi kualitas yang dapat menguntungkan
berbasis hayati sangat bertumpu secara ekonomi.
pada keseimbangan ekosistem.
Kualitas dan kuantitas suatu Penyerbukan atau polinasi sangat
hasil bumi, kopi misalnya, penting bagi sejumlah besar
sangat ditentukan oleh kondisi tanaman dan terbukti meningkatkan
lingkungan sekitarnya. Diperlukan hasil dan mutu produksi tanaman
keseimbangan sistem alam untuk pangan (lihat Klein et al. 2007).
menghasilkan kopi dalam jumlah dan Polinasi dilakukan melalui

60

BAB III - EKONOMI BIODIVERSITAS INDONESIA

Perubahan Iklim
dan Jasa Ekosistem
dalam Secangkir Kopi

Di masa silam, Indonesia memang Kini kopi dari berbagai daerah di
penghasil kopi yang penting di dunia. Indonesia telah mendapatkan kembali
Bermula dari abad ke-17, tepatnya penggemar, bahkan hingga ke
pada 1696, benih kopi arabika pertama mancanegara. Kopi gayo, kopi toraja,
yang dibawa Belanda mulai ditanam kopi malabar, dan sangat boleh jadi akan
di Jawa. Majalah Tempo (Mei 2018) bertambah daftarnya. Tapi sejarah pahit
pernah mengangkat bahwa 15 tahun kopi di masa lalu itu bisa saja terulang.
setelah penanaman itu, Bupati Cianjur
Aria Wira Tanu mengirimkan sekitar Rentannya perkebunan kopi terhadap
empat kuintal kopi ke Amsterdam. Kopi kuasa alam adalah kenyataan yang tak
itu segera menjadi primadona. Sejak itu bisa dienyahkan. Artikel di majalah Time
kopi asal Jawa populer dengan sebutan (Juni 2018), bertajuk “Your Morning
Java coffee. Bibit kopi unggulan ini pun Cup of Coffee is in Danger. Can the
melanglang buana ke Prancis, Karibia, Industry Adapt in Time?”, mengingatkan
Suriname, bahkan ke tanah jajahan bagaimana perubahan iklim memengaruhi
negara-negara Eropa di Amerika Tengah. berbagai sendi kelangsungan
Sayangnya kedigdayaan kopi Jawa tak perkebunan kopi. Kenaikan suhu rata-
bisa bertahan. rata bumi meningkatkan kemunculan
berbagai penyakit pada tanaman kopi
Pamor kopi surut setelah pada 1880 dan mengancam keberadaan serangga
muncul serangan penyakit karat daun penyerbuk. Belum lagi konversi hutan
akibat cendawan mematikan Hemileia kian menambah ancaman tersebut. Jasa
vastatrix. Jawa jadi kehilangan potensi ekosistem lewat polinasi berisiko hilang
ekspor hingga ratusan ribu ton kopi. dan mengintai penghidupan para petani
Pasar dunia sempat goyah. kopi, terutama petani kecil.

61

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

perantara binatang seperti burung, menghitung nilai ekonomi sebuah
kelelawar, atau serangga, tetapi lahan perkebunan atau pertanian.
lebah adalah polinator dominan. Untuk memahaminya, mula-mula
Tingkat dan kualitas polinasi tanaman diperlukan pemahaman mengenai
pertanian, yang pada gilirannya konsep ekosistem beserta aspek-aspek
menentukan hasil serta mutu produksi di dalamnya.
pertanian, dimungkinkan oleh
seberapa beragamnya polinator— Ekosistem adalah suatu komunitas
keanekaragaman yang merupakan organisme hidup bersama
jasa pengaturan ekosistem hutan dengan komponen tak hidup
(Richards 2001). Semakin jauh jarak di lingkungannya—udara, air,
antara hutan atau habitat alam dan mineral tanah—yang berinteraksi,
lahan pertanian, semakin berkurang berhubungan timbal-balik, sebagai
jumlah dan keragaman spesies lebah satu sistem. Semua organisme
polinator yang singgah di bunga dalam satu ekosistem itulah, secara
tanaman (Steffan-Dewenter dan keseluruhan, yang disebut sebagai
Tscharntke 1999; Ricketts et al. 2008). suatu keanekaragaman hayati,
dengan makna luas meliputi jumlah,
Nilai ekonomi ekosistem dan kelimpahan, komposisi genotif,
keanekaragaman hayati melalui populasi, kelompok fungsional,
manfaat penyerbukan (jasa dan kekayaan pola “keruangan”
ekosistem) yang muncul dari sebagaimana ditunjukkan oleh mozaik
ekosistem hutan (struktur, proses, habitat dan lanskap (Diaz et al. 2006).
dan fungsi ekosistem), bergantung
pada keberadaan beragam lebah Seluruh aspek dalam ekosistem
(keanekaragaman spesies), yang memegang peran penting dan
berdampak terhadap ekonomi berinteraksi sehingga menampilkan
petani kopi. Polinasi adalah satu beragam fungsi, baik yang bersifat
contoh saja dari jasa ekosistem yang fisik seperti infiltrasi air; kimiawi
merupakan hasil interaksinya dengan seperti proses oksidasi; maupun
biodiversitas dalam ekosistem. biologis seperti fotosintesis. Berbagai
fungsi ini menghasilkan jasa
Menakar nilai biodiversitas dan ekosistem—lihat kasus kopi di atas—
ekosistem memang tak sesederhana yakni sumbangan ekosistem secara

62

BAB III - EKONOMI BIODIVERSITAS INDONESIA

Jenis Jasa Ekosistem dan Contoh Jasa Ekosistem

Gambar 3.1 Tipologi jasa ekosistem dan contoh berbagai jasa terkait provisi, regulasi, pendukung, dan kultural (disarikan dari
Constanza et al. 1997 dan De Groot et al. 2012).

63

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

langsung maupun tidak langsung Keanekaragaman tanaman juga
bagi kesejahteraan manusia (TEEB akan menekan jumlah, daya hidup,
2010). Sebagian peneliti memaknai kesuburan, serta keragaman spesies
jasa ekosistem sebagai “kontribusi invasif. Pada gilirannya, hal ini
alam bagi manusia” (Pascual et akan menurunkan risiko kerusakan
al. 2017). Biodiversitas, dalam tanaman akibat wabah.
kaitan ini, berperan memengaruhi
kapasitas untuk menghasilkan jasa Ekosistem laut pun menunjukkan
ekosistem. Jasa-jasa ekosistem kecenderungan serupa. Semakin
dapat dikelompokkan dalam tipologi beragam spesies di dalamnya,
berikut, yaitu jasa penyediaan, jasa semakin produktif ekosistem itu.
pengaturan, jasa pendukung, dan jasa Keanekaragaman hayati berperan
kultural (lihat Gambar 3.1). signifikan di balik berfungsinya
ekosistem laut dalam. Peran ini
Kondisi suatu ekosistem sangat di antaranya berupa kemampuan
bergantung pada keanekaragaman menggunakan produksi utama dari
hayati. Karakter setiap spesies beserta zona fotik, yaitu zona perairan
distribusi dan kelimpahannya akan laut yang dapat ditembus cahaya
memengaruhi ekosistem. Semakin matahari; memanfaatkan serta
beragam spesies yang menghuni mendaur ulang senyawa organik
suatu ekosistem, semakin produktif yang tersimpan di dasar laut;
pula ekosistem itu karena spesies di serta mengarahkan limbah laut ke
dalamnya saling melengkapi. Sebagai organisme di tingkat trofik yang
contoh, produksi tanaman bergantung lebih tinggi dalam rantai makanan
pada keragaman spesies yang (Danovaro et al. 2008).
hidup di dalam tanah. Peningkatan
produksi tanaman dipengaruhi oleh Pemahaman terhadap aspek-aspek
bertambahnya lepasan zat hara hasil yang berkaitan dengan ekosistem
dekomposisi oleh mikroorganisme dan keragaman hayati, serta jasa
(Van der Heijden et al. 2006). ekosistem yang dihasilkannya,
Sebaliknya, keanekaragaman memungkinkan penautannya dengan
tanaman dapat meningkatkan aspek ekonomi dan dampaknya bagi
kesuburan tanah dan kekayaan kesejahteraan manusia. Hal ini bisa
jenis mikrob (Balvanera et al. 2006). dilihat dalam Gambar 3.2.

64

BAB III - EKONOMI BIODIVERSITAS INDONESIA

Gambar 3.2 Keanekaragaman hayati dalam integrasi ekosistem dan ekonomi (sumber: Adaptasi dari Heines-Young dan Potschin
(2010) dan TEEB (2011) dengan modifikasi dan tambahan).

Pendekatan pemikiran seperti dan pengukurannya dapat saja
yang ditunjukkan pada Gambar mengambil berbagai bentuk.
3.2 tersebut menekankan bahwa Kedua, pengukuran kuantitatif atas
keanekaragaman hayati itu sendiri keanekaragaman hayati dirancang
bukanlah jasa ekosistem, melainkan untuk tujuan yang berbeda dan
bergantung pada struktur dan spesifik, misalnya pembeda skala
proses ekosistem yang dihasilkan keanekaragaman hayati (global
makhluk hidup dan interaksinya atau lokal); tujuan berbeda
dengan materi abiotik atau benda- membuahkan ukuran dan hasil yang
benda tak hidup (Heines-Young dan juga berlainan. Ketiga, meskipun
Potschin 2010). Perlu digarisbawahi jasa ekosistem kerap meningkat
bahwa upaya membangun tautan seiring dengan meningkatnya
antara ekosistem dan ekonomi serta keanekaragaman hayati, kekuatan
keanekaragaman hayati di dalam dan bentuk relasi antara jasa
penautan itu mengandung sejumlah ekosistem dan keanekaragaman
keterbatasan. hayati, serta ukuran penjelas paling
baik (best predictor) dari jumlah
Pertama, keanekaragaman hayati dan mutu jasa ekosistem, dapat saja
merupakan konsep multidimensi bervariasi, bergantung pada jasa
sehingga wujud penggambaran ekosistem yang sedang dikaji.

65

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA
66

BAB III - EKONOMI BIODIVERSITAS INDONESIA
67
Gambar 3.3 Contoh nilai ekonomi di beberapa wilayah di Indonesia.

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

Secara umum, ekonomi biodiversitas mencapai 99 juta jiwa (Gambar
mungkin belum terlalu dirasakan 3.4). Kajian-kajian yang dilakukan
manfaatnya oleh masyarakat di Kalimantan dan Sumatra
Indonesia, padahal nilai ekonominya tentang hubungan antara ekonomi
sangat tinggi (lihat Gambar 3.3). masyarakat dan ekosistem dalam
Sektor pertanian, kehutanan, dan bentuk pendapatan tunai dan
perikanan baru menyumbang nontunai juga menunjukkan tingkat
11% produk domestik bruto (PDB) ketergantungan yang cukup tinggi
Indonesia. Namun, jika ditilik dari perekonomian rumah tangga
lebih mendalam, ketiga sektor pada jasa yang disediakan ekosistem
perekonomian itu merupakan (Angelsen et al. 2014; Fitriani dan
tumpuan mayoritas masyarakat Mumbunan 2018).
miskin di Indonesia, yang jumlahnya

Gambar 3.4 Ketergantungan perekonomian pada jasa ekosistem di Indonesia dan Brasil: Sumbangan sektoral bagi ekonomi,
pangsa ekonomi masyarakat miskin, dan jumlah penduduk miskin yang bergantung pada jasa ekosistem (Gambar dimodifikasi
dari TEEB 2010).

68

BAB III - EKONOMI BIODIVERSITAS INDONESIA

Dalam Tabel 3.1 berikut diperlihatkan nonkayu (non-timber forest products/
distribusi dari berbagai jasa NTFP) dalam skenario konservasi
ekosistem di Taman Nasional juga lebih kecil dibanding yang
Gunung Leuser menurut skenario- dimanifestasikan dari skenario
skenario terpilih berupa deforestasi, penggunaan sumber daya hutan
konservasi, dan penggunaan sumber secara terbatas dan terpilih.
daya hutan secara terbatas dan Bagaimanapun, skenario konservasi
terpilih. Nilainya dinyatakan dalam tetap unggul secara ekonomi.
juta dolar Amerika (periode 2000-
2030). Menurut skenario-skenario Tampak dari angka-angka itu betapa
itu dapat dilihat bahwa skenario pentingnya biodiversitas dalam
konservasi di Taman Nasional mendukung perekonomian, tetapi,
Gunung Leuser membuahkan nilai pada saat yang sama, perubahan
ekonomi paling tingagi dalam wujud yang dialaminya pun nyata.
jasa-jasa ekosistem ketimbang nilai Perubahan kondisi biodiversitas
ekonomi dari penggunaan terpilih ini sebagian besar disebabkan oleh
sumber daya hutan dan, apalagi, aktivitas manusia, dan terkait erat
deforestasi. dengan proses ekosistem serta cara
manusia memanfaatkan sumber daya
Dari segi jasa ekosistem, nilai alam.
ekonomi tertinggi dalam skenario
konservasi berasal dari pasokan
air—nilainya sekitar seperempat
dari seluruh jasa ekosistem yang
dikaji. Kemudian diikuti oleh
pertanian, pencegahan banjir, serta
listrik tenaga air dan pariwisata.
Dapat dipahami bahwa dalam
skenario konservasi, nilai ekonomi
dari pertanian bakal lebih kecil
dibandingkan dengan nilai ekonomi
dari skenario deforestasi (36%
dari seluruh nilai ekonomi). Nilai
ekonomi dari produk kehutanan

69

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

Tabel 3.1 Perbandingan nilai pengaruh deforestasi, konservasi, dan penggunaan terpilih (dalam juta dolar AS) pada ekosistem
Taman Nasional Gunung Leuser periode 2000-2030 menggunakan berbagai teknik valuasi ekonomi. (Van Beukering et al. 2003).
70

BAB III - EKONOMI BIODIVERSITAS INDONESIA

Ekonomi
Sirkuler

Diperlukan upaya mencari cara yang pengisian/penambahan, reproduksi,
lebih bijak dalam memanfaatkan ataupun ketika didaur ulang.
sumber daya alam, termasuk
keanekaragaman hayatinya, secara Salah satu bentuk ekonomi sirkuler
berkelanjutan. Pembangunan, adalah pengembangan konsep
bagaimanapun, harus sesuai dengan “green building” atau konsep
daya dukung bumi. Situasi yang bangunan ramah lingkungan, yang
ada merupakan panggilan yang juga dikenal sebagai Leadership in
sudah mendesak untuk mengubah Energy and Environmental Design
pendekatan ekonomi linear, yang (LEDD). Bangunan berkelanjutan
bertumpu pada eksploitasi alam atau bangunan hijau ini merupakan
demi kepentingan jangka pendek hasil dari falsafah desain yang
yang kerap merugikan ekosistem, berfokus pada peningkatan efisiensi
menjadi ekonomi sirkuler, yang penggunaan sumber daya, termasuk
lebih menyeimbangkan kepentingan energi, air, dan material, sembari
ekonomi dengan ekologi. mengurangi dampak pembangunan
terhadap kesehatan manusia dan
Ekonomi sirkuler adalah suatu sistem lingkungan. Dalam konsep ini semua
ekonomi di mana produk dan jasa bahan bangunan menggunakan
diperdagangkan melalui siklus yang materi yang bukan sekali pakai atau
tertutup, ditandai dengan desain dapat digunakan kembali, diperbarui,
yang bersifat regeneratif, dengan dan dapat didaur ulang (Buys &
tujuan utama mempertahankan Hurbissoon 2011).
sebanyak mungkin nilai suatu
produk, bagiannya ataupun Filosofi dan pendekatan sirkuler
materialnya. Ini berarti tujuannya seperti ini memungkinkan
adalah menciptakan suatu sistem terwujudnya keseimbangan antara
yang memungkinkan produk atau kepentingan ekonomi dan ekologi.
material yang bertahan lama dan
optimal dalam pemakaian ulang,

71

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

Potensi Biodiversitas
untuk Pembangunan Ekonomi

Keterkaitan antara keanekaragaman di Indonesia, seperti anoa, burung
hayati dan kebutuhan pokok maleo, dan burung cenderawasih.
manusia sulit disangkal. Hal tersebut Inilah kandidat kuat duta wisata-
berlaku di mana pun, terlebih di duta wisata Indonesia, bersama flora-
Indonesia. Sebagai negara tropis, flora endemik lainnya.
yang di tanahnya tumbuh berbagai
jenis tanaman, Indonesia dapat Ekowisata menggabungkan
mempelajari lebih mendalam peran pariwisata dengan komitmen
dan kegunaan tanaman-tanaman terhadap alam dan tanggung
itu bagi kehidupan manusia dalam jawab sosial. Sebagai wujud dari
beraneka macam bidang. Sumber pembangunan berkelanjutan,
daya alam yang boleh dikatakan tak ekowisata memberi perhatian
terbatas ini merupakan peluang besar yang proporsional kepada aspek
bagi masyarakat untuk membuka lingkungan, sosial, dan ekonomi.
usaha, hampir apa pun jenisnya. Belakangan pelancongan ini
Contohnya adalah industri pariwisata terhitung populer di seluruh dunia.
(ekowisata), industri pangan, Pariwisata alam dapat berupa
industri obat, dan energi. perjalanan menyaksikan kehidupan
liar, petualangan, atau sekadar
Ekowisata menikmati alam. Berbeda dari
pariwisata alam, kehidupan liar, dan
Komodo dan orang utan, siapa tak petualangan, yang menitikberatkan
kenal. Sebagai ikon pariwisata alam kegiatan rekreasinya, ekowisata
Indonesia, ketenaran dua satwa lebih bertumpu pada keuntungan
ini tak diragukan lagi. Namun, konservasi dan masyarakat di
Indonesia memiliki banyak duta wilayah yang dikunjungi (Brandon
wisata lain yang dapat mendongkrak 1996).
minat wisatawan untuk berkunjung
menikmati keindahan alam Angka tentu lebih bisa bicara.
Indonesia. Ada banyak hewan eksotis Wisatawan di berbagai taman

72

BAB III - EKONOMI BIODIVERSITAS INDONESIA

nasional di Amerika Serikat Pada skala global, khususnya di
mencapai lebih dari 2,5 miliar orang negara berkembang seperti Indonesia,
dan di Cina lebih dari 1 miliar orang. ekowisata dapat dijadikan solusi
Bila dijumlahkan, wisatawan yang mengatasi masalah dalam upaya
mengunjungi kawasan konservasi konservasi. Penggunaan pariwisata
di seluruh dunia mencapai lebih sebagai alat mencapai tujuan
dari 8 miliar orang. Nilai bisnis dari manajemen konservasi semakin
kegiatan ekowisata ini mencapai 600 diterima di berbagai negara. Hal
miliar dolar AS per tahun. Pariwisata ini terlihat dari kian meningkatnya
kategori ini memang telah menjadi minat mengunjungi kawasan wisata
industri raksasa, dan 10% ekonomi alam (Hulme dan Murphee 2001).
dunia merupakan hasil dari industri Di Rwanda, misalnya, menyaksikan
ini (Supriatna 2014). gorila merupakan salah satu kegiatan
ekowisata, yang menjadi sumber
Ekowisata dapat berkontribusi besar devisa. Tarif per hari untuk melihat
bagi konservasi keanekaragaman gorila gunung bervariasi, antara
hayati. Mula-mula, berkat 120-150 dolar AS per wisatawan.
penghasilan langsung dari Bila pengeluaran-pengeluaran
wisatawan berupa pembayaran uang untuk hotel, transportasi, pemandu,
masuk kawasan, pajak, dan lainnya, makan, dan cendera mata
kegiatan ini dapat menjadi sumber dijumlahkan, setiap wisatawan dapat
dana konservasi. Bagi masyarakat menghabiskan ribuan dolar (Vedder
di sekitar kawasan konservasi, & Weber 1990).
ia juga bisa menjadi penghasilan
alternatif. Penggiat lingkungan Di Indonesia yang memiliki 54 taman
dan pemerintah pun memiliki nasional, wisata kehidupan satwa
alasan tepat untuk upayanya, yakni liar masih sangat terbatas, misalnya
melestarikan keanekaragaman hanya di Taman Nasional Tanjung
hayati dan pengembangan kawasan Puting, Taman Nasional Komodo,
secara lestari. Selain itu, pebisnis dan Taman Nasional Bali Barat.
yang terlibat dalam konservasi Itu pun belum jelas berapa tarif
dapat melakukan kegiatan berbasis per hari untuk melihat orang utan
ekonomi di kawasan konservasi Kalimantan, komodo, dan jalak Bali.
(Honey 1999).

73

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

Panduan mengenai berbagai ongkos Di beberapa daerah yang menjadi
masuk ke kawasan konservasi dan tempat pendaratan penyu, di
turunannya baru diterbitkan pada antaranya Taman Nasional Meru
2014 melalui Peraturan Pemerintah Betiri, Kepulauan Derawan, Tanjung
No. 12 Tahun 2014 tentang Jenis dan Benoa, dan Sukabumi selatan, telah
Tarif Penerimaan Negara Bukan dikembangkan pariwisata berbasis
Pajak yang Berlaku pada Kementerian satwa liar. Sayangnya belum ada
Kehutanan. Peraturan ini dilengkapi satu daerah pun yang berhasil
pula dengan Peraturan Pemerintah secara memuaskan memadukan
No. 46 Tahun 2017 tentang Instrumen kegiatan tersebut dengan ekologi.
Ekonomi dari Lingkungan Hidup, Padahal, bila dikelola dengan baik,
yang dapat dijadikan rujukan bagi pelancongan berbasis satwa liar
pengembangan harga ekowisata. dapat menjadi sumber pemasukan
bagi daerah dan negara. Di Kosta
Sebagai negara dengan 50 ekosistem, Rika, umpamanya, hampir 10% dari
termasuk hutan dan pantai tempat pemasukan negara berasal dari
penyu bertelur, serta jalur migrasi penghasilan wisata alam liar (Fennel
satwa liar, Indonesia merupakan 2007).
wilayah yang sangat cocok untuk
ekowisata satwa liar. Daya tarik Proyek Tamar-Ibama di Brasil adalah
utama pariwisata ini adalah contoh lain dari konservasi satwa liar
kemampuannya menjadi pengganti laut yang sukses. Di sini pariwisata
keuntungan yang hilang dari kegiatan alam berbasis satwa liar digunakan
perburuan dan, pada saat yang sama, sebagai pengganti perburuan satwa
kontribusinya bagi upaya konservasi liar laut. Proyek ini berhasil berkat
satwa liar. Manfaat lainnya adalah partisipasi masyarakat lokal dalam
munculnya pembangunan di kawasan kegiatan edukasi, pelatihan pemandu
wisata, pendidikan dan kesadaran wisata, dan festival. Selain itu, para
terhadap lingkungan, pemeliharaan pemburu telur satwa liar pun lantas
terhadap identitas budaya, dan dipekerjakan menjadi anggota tim
kesempatan potensial untuk patroli dan petugas yang melindungi
meningkatkan taraf hidup penduduk sarang satwa liar. Cara-cara yang
setempat, serta melindungi satwa liar ditempuh ini bukan saja menjadikan
dan habitat alaminya. pariwisata alam berbasis satwa liar

74

BAB III - EKONOMI BIODIVERSITAS INDONESIA

Great Barrier Reef:
Nilai Suatu
Harta Karang

Australia sungguh beruntung dianugerahi penyelaman. Terdapat pula nilai “tidak
gugusan terumbu karang Great Barrier langsung” sebesar 23,8 miliar dolar
Reef. Selain bernilai ekologi penting, nilai Australia atau disebut “nilai merek”.
ekonominya pun sangat besar. Lembaga “Nilai merek” ini memiliki makna bahwa
Konsultan Keuangan, Deloitte Access meskipun banyak warga Australia tidak
Economics, pada tahun 2017 menghitung sempat mengunjungi gugusan karang
nilai ekonomi Great Barrier Reef sebesar ini, namun mereka meyakini nilai tinggi
56 miliar dolar Australia atau sekitar 564 kawasan ini. Laporan Deloitte juga
triliun rupiah dan berperan sangat besar menyatakan bahwa nilai total Great Barrier
dalam mendukung kegiatan ekonomi Reef 12 kali lebih besar dibandingkan
negara tetangga itu. Perhitungan tersebut Sydney Opera House, gedung
didasarkan pada “nilai ekonomi, sosial, pementasan seni kebanggaan Australia.
dan ikon” dari gugus terumbu karang yang
masyhur tersebut. Menurut Deloitte, Great Namun, laporan Deloitte menyatakan pula
Barrier Reef menyumbang pula 6,4 miliar bahwa di balik tingginya nilai ekonomi
dolar Australia atau 64 triliun rupiah untuk itu, diperlukan upaya konservasi yang
perekonomian Australia dan menyediakan lebih besar terhadap gugusan batu
64.000 lapangan kerja. Penilaian karang tersebut. Beberapa tahun terakhir,
tersebut didasarkan pada penelitian dan kawasan tersebut mengalami ancaman
penggunaan berbagai sumber ekonomi pemutihan terkait peningkatan suhu air
selama enam bulan yang dilengkapi dan akibat berkurangnya alga di kawasan
dengan survei terhadap 1.500 orang dari itu. Sebagai salah satu ekosistem alam
11 negara. yang paling kaya dan kompleks di dunia,
Great Barrier Reef memang tak terhingga
Laporan Deloitte menggunakan nilainya dan tak tergantikan. Pemerintah
pemodelan ekonomi dan mengeluarkan dan masyarakat Australia pun sangat
estimasi bahwa gugus batu karang itu intensif memasang citra ‘tak terhingga
bernilai 29 miliar dolar Australia untuk nilainya dan tak tergantikan’ bagi Great
pariwisata dan 3,2 miliar dolar Australia Barrier Reef.
untuk tujuan rekreasi seperti rekreasi

75

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

Indonesia sebagai jantung segitiga karang ikan karang di Australia dan Karibia.
dunia juga memiliki gugusan terumbu Potensi ekowisata berupa harta karang
karang yang tak kalah nilainya dari Great ini perlu digarap secara serius dengan
Barrier Reef. Sebutlah Raja Ampat, dukungan sains dan teknologi untuk
Bunaken, Wakatobi, Takabonerate, dan pengelolaan dan pemanfaatan yang
masih banyak lagi. Bahkan jenis ikan lestari.
karang di Indonesia jauh melebihi jenis

sebagai kegiatan yang bermanfaat berkelanjutan. Pelibatan masyarakat
mendatangkan pemasukan sangat penting karena, pada
menggantikan perburuan, tetapi juga dasarnya, masyarakat setempat kerap
menyediakan komunitas di bidang memiliki pengetahuan tentang alam,
konservasi satwa liar laut untuk budaya, serta daya tarik pariwisata
menjaga kelestariannya. daerahnya. Pelibatan masyarakat
dapat dilakukan mulai dari tingkat
Indonesia jelas memiliki potensi perencanaan hingga ke tingkat
industri ekowisata yang sangat pengelolaan, seperti misalnya yang
besar, khususnya yang terkait dilakukan di Taman Nasional Gunung
dengan pemandangan alam dan Halimun-Salak, Jawa Barat.
kehidupan liar. Sebuah survei
terhadap wisatawan mancanegara Bioekonomi Pangan
yang mengunjungi Indonesia
mendapatkan hasil, di antaranya, Laju pertumbuhan penduduk yang
hampir 60% menyatakan tertarik semakin bertambah bermuara
pada keindahan alam Indonesia ke satu konsekuensi yang tak
(Supriatna 2014). Tantangannya, terelakkan: besarnya permintaan
belum ada perhatian yang berfokus sumber pangan, sandang, dan papan.
pada pengembangan wisata Indonesia merupakan negara yang
kehidupan liar dari pemerintah, pesat pertumbuhan penduduknya
pengembang, lembaga swadaya sekaligus beruntung memiliki
masyarakat, dan pakar pariwisata. keanekaragaman hayati yang
Padahal, ekowisata memiliki tiada duanya. Keanekaragaman
kemampuan membangun pariwisata sumber pangan, yang terkandung
rakyat yang ramah lingkungan dan di situ, bisa terlihat dari tingginya

76

BAB III - EKONOMI BIODIVERSITAS INDONESIA

keanekaragaman makanan pokok modern, tapi pengembangan sistem
penduduk Indonesia. Terdapat sekitar produksi kontemporer menimbulkan
370 tanaman penghasil sayur, 400 konversi lahan besar-besaran
tanaman penghasil buah, dan 55 yang juga berakibat hilangnya
penghasil rempah tersebar di seluruh keanekaragaman hayati. Demi
kepulauan. memenuhi persediaan pangan
yang terus bertambah, perlu suatu
Vitalnya keanekaragaman hayati cara inovatif dan dapat diterima,
dalam ketahanan pangan dan yang dapat memadukan konservasi
gizi ditegaskan oleh badan PBB, keanekaragaman hayati dan produksi
Organisasi Pangan dan Pertanian pangan.
(FAO). Keanekaragaman itu, yang
terwujud berkat berjuta hubungan Dalam industri, hanya komoditas
antarspesies, merupakan faktor tertentu yang dikembangkan
tak tergantikan dalam ekosistem, dalam skala besar. Namun, di
tempat produksi makanan seluruh sisi lain, mempertahankan ragam
dunia bergantung. Penurunan varian pangan lokal juga esensial
biodiversitas bakal merepotkan untuk membangun ketahanan dan
manusia; kemampuannya untuk kedaulatan pangan. Keanekaragaman
beradaptasi dalam ekosistem dan dapat menjaga dan meningkatkan
menghadapi tantangan baru, kesuburan tanah, juga mengurangi
seperti meningkatnya populasi dan dampak serangan hama dan
perubahan iklim, dapat merosot. penyakit. Keanekaragaman makanan,
Keanekaragaman sumber pangan dan yang didasarkan atas beranekanya
ketahanan pangan merupakan satu sistem pertanian, menyediakan gizi
tahap yang pada dirinya terkandung dan peluang kesehatan yang lebih
tujuan mempertahankan keragaman baik, dengan manfaat tambahan
hayati. berupa membaiknya produktivitas
dan kehidupan manusia. Tak
Sering kali pertanian dan kalah strategis, keanekaragaman
keanekaragaman hayati hayati dapat berperan dalam upaya
dianggap sebagai ranah terpisah. mengatasi dampak perubahan
Keanekaragaman hayati memang iklim—sehingga menguatkan daya
mendasari sebagian besar pertanian tahan ekosistem. Tentu saja, berbagai

77

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

manfaat keanekaragaman hayati Pengobatan menggunakan jamu dapat
pertanian—dimanifestasikan pada menjadi contoh. Warisan budaya ini
skala ekologis dan kelompok manusia bisa dijumpai di berbagai daerah, tetapi
yang berbeda, juga lintas pandangan sulit ditepis bahwa tradisi jamu identik
dan kelompok politik—memerlukan dengan budaya Jawa. Kesan ini tak
pendekatan lintas sektor. Ini berlebihan. Masyarakat Jawa memang
diperlukan dalam upaya menilai telah menggunakan jamu sejak masa
kembali peran keanekaragaman Mataram Kuno, kurang lebih 12 abad
hayati pertanian dalam produksi silam. Bahan utama jamu berupa herbal
pangan yang berkelanjutan dan aman diwariskan turun-temurun, terutama
(Frison et al. 2011). melalui tradisi lisan.

Pencarian Obat Dokumentasi awal jamu dibuat oleh
Jacobus Bontius (1592-1631), seorang
Tanaman, hewan, dan dokter Belanda, yang pada awal abad
mikroorganisme merupakan ke-17 bekerja di Batavia. Tak lama
perpustakaan raksasa senyawa kimia kemudian Georg Eberhard Rumphius
yang dapat dimanfaatkan untuk mendokumentasikan secara lebih
pengembangan obat. Sebanyak 50% komprehensif pengobatan tradisional
sumber obat di Amerika Serikat berbasis herbal di Ambon pada abad
berasal dari tumbuhan, hewan, dan ke-17.
mikroorganisme, juga 80 persen
dari populasi dunia bergantung Beberapa pengetahuan lain tentang
pada obat-obatan yang berasal tanaman obat di Nusantara berlaku
dari alam (Chivian 2008). Peluang seperti rahasia umum saja. Misalnya,
Indonesia untuk memanfaatkan tanaman-tanaman yang sejak dulu
biodiversitasnya dan menjadi dipercaya memiliki efek afrodisiak atau
unggul di bidang obat sangat besar. meningkatkan hasrat dan kemampuan
Upaya ini dapat dimulai dengan seksual, misalnya pasak bumi maupun
memanfaatkan pengetahuan purwaceng di Jawa, dan kayu sanrego
masyarakat tentang tanaman obat di Sulawesi Selatan. Sebagian dari
(etnobotani) yang telah digunakan tanaman ini telah diolah menjadi jamu
dari generasi ke generasi. atau suplemen dan memiliki potensi
pasar yang besar.

78

BAB III - EKONOMI BIODIVERSITAS INDONESIA

Rayuan Afrodisiak tongkat ali (Eurycoma longifolia) di
Nusantara: Sumatra dan Kalimantan, maupun
untuk Ekonomi sanrego (Lunasia amara) di Sulawesi
yang Lebih Perkasa Selatan, adalah contoh tanaman yang
masyhur sejak dulu dipercaya sebagai
afrodisiak. Asia memang telah lama
dikenal sebagai benua yang kaya bahan
afrodisiak.

Apa yang lebih menghantui kaum pria Beberapa naskah kuno maupun tradisi
selain loyo di ranjang? Dari panglima lisan di berbagai suku di bumi Indonesia
perang yang beringas, penguasa kabilah merekam aneka tanaman maupun bagian
luas, hingga seorang jelata di balik kamar dari hewan yang diolah untuk menambah
berkelambu lusuh berwajah melas, gairah gairah seksual. Serat Centhini dari tanah
seksual adalah kebanggaan selain salah Jawa, Lontara Pabbura dan Lontara
satu kunci hubungan yang langgeng dan Assikalabineang dari Bugis merupakan
waras. beberapa contoh. Jika dulu tanaman
herbal diolah dengan cara tradisional
Jauh sebelum kita mengenal ‘viagra’ atau yang merepotkan, kini kemasan dan
pil biru, raja-raja Jawa adalah pengguna tampilannya kian menarik dan praktis,
setia obat-obatan herbal penjaga berupa jamu herbal atau pil. Keuntungan
gairah seksual untuk dapat menunaikan ekonomi dari industri jamu, termasuk
kewajiban serta memuaskan istri dan jamu penambah gairah seksual, sangat
selir yang jumlahnya tak cukup dihitung signifikan. Menurut Kementerian
dengan jari tangan. Alam Nusantara yang Perindustrian, Indonesia menempati
subur dikaruniai berbagai jenis tumbuhan urutan ke-4 sebagai produsen jamu atau
(dan hewan) yang dipercaya mampu herbal di dunia setelah Cina, India, dan
mendongkrak hasrat seksual atau yang Korea Selatan.
dikenal sebagai afrodisiak.
Keuntungan ekonomi afrodisiak tidak
Tumbuhan seperti purwaceng (Pimpinella main-main. Pangsa pasarnya besar, dan
pruatjan) di Jawa, pasak bumi atau selama seks masih dilakukan manusia,
permintaannya akan senantiasa abadi
sepanjang masa.

Viagra, misalnya, selama 20 tahun sejak
dipasarkan, permintaannya tak pernah
loyo. Sepanjang 2010-2012, Pfizer,

79

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

produsen Viagra—yang sebenarnya obat ditingkatkan menjadi jamu tersaintifikasi
jantung, dengan kandungan sildenafil maupun fitofarmaka.
sitrat—melaporkan pendapatan yang
diperoleh melalui obat kuat ini rata-rata Penggunaan sains dan teknologi
2 milyar dolar Amerika Serikat. Pesaing mutakhir memungkinkan pula penemuan
beratnya, Cialis (tadafil), bahkan lebih zat aktif berdampak afrodisiak dari
hebat lagi dengan pendapatan 2,3 milyar purwaceng, pasak bumi, maupun
dolar Amerika Serikat pada 2015. sanrego.

Tidakkah Indonesia yang alamnya Jika mendiang Hugh Hefner yang ketika
dikaruniai tanaman bahan baku obat berusia 84 bahkan menjuluki Viagra
penambah gairah seksual ngiler dengan sebagai “pembantu kecil Tuhan”—yang
angka-angka fantastis tersebut? Belum ia konsumsi rutin sebelum bercinta—
lagi banyaknya tenaga kerja yang kenapa tidak kita ciptakan sendiri si
terserap, serta penelitian terkait seksologi “pembantu kecil Tuhan” khas Nusantara?
yang kian mendapat tempat. Dengan Bukan hanya gairah seksual terus
sains dan teknologi garda depan, jamu- membara, ekonomi Indonesia pun akan
jamu penambah gairah seksual itu dapat berdiri lebih perkasa.

Orang Indonesia pertama yang Kesehatan mengambil alih
serius menaruh perhatian pengelolaannya sejak 1963 dan
pada tanaman obat adalah RM kini namanya menjadi Balai Besar
Santoso Soerjokoesumo. Di awal Penelitian dan Pengembangan
kemerdekaan ia mulai merintis Tanaman Obat dan Obat Tradisional.
Kebun Koleksi Tanaman Obat di
Tawangmangu, Jawa Tengah, Sejak 2010 pemerintah mendorong
yang bertujuan melestarikan, modernisasi obat-obatan tradisional,
membudidayakan, dan misalnya melalui program saintifikasi
mengembangkan tanaman obat jamu. Kini terdapat lebih dari 32 ribu
tradisional Indonesia. Pada 1948 ramuan herbal dari 2.848 spesies
ia menyerahkan koleksi tanaman tanaman obat (Laporan Ristoja,
obatnya kepada negara. Koleksi Kementerian Kesehatan 2017).
ini lalu dikelola oleh Lembaga Tujuh ramuan dilaporkan telah
Eijkman dan diberi nama Hortus melewati fase uji acak terkendali
Medicus Tawangmangu. Kementerian dan telah digunakan di klinik

80

BAB III - EKONOMI BIODIVERSITAS INDONESIA

milik Kementerian Kesehatan. aktifnya untuk obat modern, tetap
Ini merupakan langkah awal dan menjadikannya obat tradisional tapi
contoh keberhasilan modernisasi dengan kaidah pengobatan modern,
obat tradisional yang terintegrasi atau mengarahkannya menjadi
dengan layanan kesehatan, suatu suplemen kesehatan. Indikasi
upaya terpadu dari hulu ke hilir. Hal dini secepatnya diperlukan untuk
semacam ini tentu membutuhkan memutuskan arah pengembangan
investasi sains dan teknologi modern, obat tradisional.
sehingga dapat menghasilkan produk
dengan kaidah-kaidah pengobatan Potensi pasar obat tradisional
modern. Misalnya, jaminan kualitas, terhitung besar dan kebutuhannya
keamanan, takaran terstandardisasi, di tingkat global terus meningkat.
dan seterusnya. Produk yang Mayoritas penduduk di berbagai
dihasilkan pun diharapkan negara di Asia dan Afrika masih
berpotensi komersial dan dapat bergantung pada cara pengobatan
bersaing di pasar global. tradisional. Laporan WHO 2013
menyatakan bahwa potensi pasar
Modernisasi sebetulnya bukan di Cina diperkirakan mencapai 83,1
satu-satunya ikhtiar. Terdapat juga triliun dolar AS pada 2012. Di Korea,
peluang untuk mengidentifikasi pengeluaran untuk obat tradisional
senyawa aktif yang terkandung sekitar 4,4 triliun dolar AS pada
dalam ramuan herbal tradisional 2004 dan naik menjadi 7,4 triliun
dan mengembangkannya menjadi dolar AS pada 2009. Laporan yang
fitomarmaka dan obat modern. Harus sama juga mengungkapkan bahwa
dipahami bahwa sebagian besar di Amerika Serikat pengeluaran
obat tradisional bekerja berdasarkan pribadi untuk pengobatan tradisional
interaksi dan sinergi beberapa pada 2008 mencapai 14,8 triliun
senyawa. Ini berbeda dengan obat dolar AS. Berapa perdagangan
modern yang bekerja berdasarkan obat tradisional di negeri jamu dan
senyawa aktif. Di sinilah tantangan rempah ini? Hanya 3 triliun rupiah.
menjadikan obat tradisional menjadi Namun ini sebetulnya merupakan
obat modern. Pengembangan obat peluang sekaligus tantangan untuk
herbal tradisional harus memilih mendorong pengembangan obat
antara mengisolasi senyawa tradisional menjadi industri suplemen

81

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

kesehatan atau bahkan obat modern. dikembangkan menjadi obat hanya
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, 1:10.000, tak ubahnya mencari jarum
Indonesia tak bisa bekerja sendiri. di tumpukan jerami.
Berlimpahnya pengetahuan obat-
obatan dan sistem pengobatan Selain itu, kualitas lingkungan
tradisional saja belum cukup. hidup juga harus terus dijaga untuk
Bagaimanapun industri obat modern mendapatkan bahan obat yang
berbiaya mahal lebih banyak berada berkualitas. Pencemaran lingkungan
di negara maju. Karena itulah dan perubahan iklim merupakan
diperlukan kerja sama antara negara tantangan besar yang berakibat
berkembang dan negara maju untuk turunnya keanekaragaman hayati.
mengeksplorasi dan mengoptimalkan Seiring waktu, penutur tradisi lisan
manfaat obat-obatan tradisional. obat tradisional di berbagai suku di
Pengembangan obat tradisional dapat Indonesia pun berkurang.
dilakukan di beberapa tingkatan,
yakni jamu, jamu saintifik, obat Cina adalah salah satu negara yang
herbal terstandar, fitofarmaka, masyhur dengan obat tradisionalnya.
hingga isolasi komponen aktif. Setiap Pada 2017, pemasukan Cina dari
kenaikan tingkat membutuhkan penjualan obat tradisional mencapai
investasi yang semakin besar, 34 triliun dolar AS dengan jumlah
namun imbal hasilnya juga tak kecil industri sebanyak 1.368 unit.
(Gambar 3.3). Pesatnya industri obat tradisional
Cina tak lepas dari investasi dan
Tantangan lain yang harus kebijakan pemerintah dalam sektor
diingat bahwa pengembangan pelayanan kesehatan, tingginya
obat tradisional menjadi obat insiden penyakit kronik, aplikasi lain
modern memerlukan teknologi dari obat tradisional, serta perubahan
penapisan massal tingkat tinggi persepsi masyarakat tentang obat
untuk menemukan senyawa yang tradisional Cina (GF Securities 2016).
bermanfaat. Rasio keberhasilan
menemukan molekul yang bisa

82

BAB III - EKONOMI BIODIVERSITAS INDONESIA

Gambar 3.5 Perbandingan kebutuhan investasi dan pendapatan pemanfaatan biodiversitas untuk obat

83

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

Ramuan Nobel
Tu Youyou

Pada 2015, Komite Nobel kenal lelah, demi kesehatan umat
menganugerahkan Hadiah Nobel manusia—pencarian yang dilakukan di
Kedokteran kepada Profesor Tu Youyou. “perpustakaan” raksasa pengobatan
Ilmuwan asal Negeri Tirai Bambu itu tradisional Cina.
dianggap berjasa atas penemuan
artemisinin, zat antimalaria yang berasal Penemuan Tu tidak lepas dari peristiwa
dari tanaman apsintus manis (Artemisia perang yang mengoyak Vietnam pada
annua). Di Cina, artemisin dikenal 1960-an. Saat itu tentara Vietnam
dengan sebutan lokal qinghao. tengah menghadapi gempuran pasukan
Amerika Serikat. Namun, muncul
“Pengobatan tradisional (Cina) serangan lain yang tak kalah ganas,
merupakan sumber daya yang kaya, yaitu malaria. Penyakit yang menular
namun ia membutuhkan pemikiran lewat gigitan nyamuk tersebut menjelma
mendalam untuk eksplorasi dan menjadi penyebab kematian terbesar
improvisasi,” ujar Tu Youyou dalam tentara Vietnam, melebihi serangan
pidato penganugerahan Nobelnya. tentara Amerika Serikat.
Pidato pada 2015 itu bukan saja
membuka prestasi Tu ke khalayak Pada 1964, pemerintah Vietnam Utara
internasional, tapi juga cerita mengenai yang berhaluan komunis mendekati
sebuah pencarian panjang, tak pemimpin Cina, Mao Zedong, dan

84

BAB III - EKONOMI BIODIVERSITAS INDONESIA

meminta bantuan Cina untuk memerangi dan meningkatkan taraf hidup jutaan
malaria. Mao saat itu menjawab, orang. “Kelompok Profesor Tu memulai
“Menyelesaikan masalah Anda sama dengan mencari resep-resep yang telah
dengan memecahkan masalah kami digunakan untuk mengobati demam.
sendiri.” Mereka mencari lebih dari 2.000 resep
dan mengumpulkan 640 resep untuk
Pada 1969, pemerintah Cina lantas evaluasi lebih lanjut dalam waktu tiga
meluncurkan Proyek 523, operasi bulan. Mereka kemudian melihat nama
rahasia yang dipimpin oleh Tu Youyou, masing-masing tanaman yang frekuensi
peneliti medis perempuan yang kala kemunculannya tinggi dalam resep-
itu usianya belum genap 40 tahun. resep.” (Su & Miller 2015).
Tu Youyou tidak perlu berkeliling
jauh dari negeri asalnya untuk Penemuan artemisinin merupakan
mendapatkan bahan yang diperlukan. contoh pemanfaatan pengetahuan
Ia mengumpulkan dan mencari bahan tradisional tentang sifat-sifat obat
mujarab dari ribuan resep ramuan herbal pada sumber alami sebagai titik awal
Cina yang berusia lebih dari 1.700 penting dalam penemuan obat baru.
tahun. Tu Youyou harus menemukan Karena itu penting untuk menggali
obat baru, karena parasit malaria yang naskah kuno serta pengetahuan dan
menjangkiti tentara Vietnam saat itu kearifan lokal sebagai pemandu.
telah kebal terhadap chloroquine. Selain itu, dokumentasi secara masif
Pencarian Tu Youyou membuahkan hasil tradisi pengobatan di berbagai suku
saat ia mengekstraksi artemisinin dari di Indonesia perlu dilakukan sebelum
apsintus manis, ramuan yang digunakan punah. Bukan tidak mungkin obat
dalam perawatan demam di Cina penyakit infeksi, penyakit yang berkaitan
selama lebih dari 2.000 tahun. dengan gaya hidup dan penyakit
degeneratif, dapat ditemukan setelah
Sejak ditemukan pada 1972, artemisinin gigih menggali lontar-lontar kuno
dan obat yang dibuat dari zat tersebut, Nusantara.
dihydroartemisinin, telah menyelamatkan

Energi Alternatif keanekaragaman hayati juga
memainkan peran dalam pasokan
Selain berperan penting dalam sumber energi terbarukan. Ini
memenuhi kebutuhan air bersih, merupakan keniscayaan mengingat
pangan, dan obat-obatan, persediaan sumber energi fosil dunia

85

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

kian menipis, termasuk di Indonesia karena isu pengalihan dan kompetisi
sebagai salah satu produsen minyak lahan dengan pertanian serta
bumi. Penggunaan energi minyak perkebunan untuk pangan.
bumi, batu bara, dan gas juga tidak
ramah lingkungan karena merupakan Jika isunya adalah lahan yang
sumber emisi gas rumah kaca dan terbatas, alga dapat menjadi
tidak mendukung mitigasi perubahan alternatif sumber energi terbarukan
iklim. Sumber-sumber energi karena dapat menghasilkan biodiesel
alternatif yang terbarukan dan ramah secara lebih efisien. Alga juga tak
lingkungan perlu segera ditemukan. membutuhkan lahan pertanian
Investasi riset strategis mendasar sehingga tak bersaing dengan
untuk menyiapkan energi terbarukan produksi pangan. Selain alga,
untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia memiliki beragam mikrob
perlu segera dilakukan. Selain energi yang berpotensi dikembangkan
matahari, panas bumi, dan energi menjadi penghasil bahan bakar
angin, bioenergi adalah salah satu terbarukan. Contohnya adalah
jawaban. sianobakteri, suatu filum bakteri
yang mampu mengubah energi
Dengan kekayaan alam melimpah, matahari menjadi bahan bakar bio
Indonesia berpotensi tidak hanya atau bahan energi listrik melalui
mencukupi kebutuhan energinya fotosintesis. Tantangannya adalah
sendiri, namun menjadi lumbung bagaimana menciptakan fotosintesis
bioenergi dunia. Berbagai upaya yang efektif, ekonomis, dan
untuk menghasilkan bahan pasokannya berkesinambungan,
bakar berbasis hayati telah mulai misalnya melalui fotosintesis buatan.
dilakukan. Sebagai negara penghasil Kekayaan keanekaragaman spesies
minyak nabati terbesar di dunia, dengan struktur sistem fotosintesis
Indonesia memiliki bahan baku yang unik karena tumbuh di
biodiesel beraneka ragam: asam lingkungan berbeda atau ekstrem,
lemak dari kelapa sawit, jarak pagar, dapat menginspirasi teknologi sel
kelapa, sirsak, srikaya, kapuk, surya yang mampu menangkap serta
dan alga. Namun tak semua upaya menyimpan energi cahaya secara
berjalan sukses, salah satunya lebih efisien dan efektif.

86

BAB III - EKONOMI BIODIVERSITAS INDONESIA

Residu makhluk hidup dan sampah biomassa—juga sekaligus penerapan
yang biasanya habis dibakar bisa jadi ekonomi sirkuler. Namun energi
pertimbangan lain sebagai sumber yang semestinya kita kembangkan
energi alternatif yang bersifat lokal. adalah yang tak mengeluarkan emisi
Keduanya merupakan bahan hayati karbon sehingga tidak memperparah
biomassa. Berbagai sampah organik pemanasan global. Salah satunya
dan limbah agroindustri merupakan adalah merekayasa mikroorganisme
bahan baku potensial pembuatan seperti mikroalga untuk menjadi
biomassa dan biogas melalui sumber energi positive climate, yang
pemanfaatan teknologi anaerobik, sekaligus mengurangi emisi karbon
yakni proses dekomposisi biomassa di dalam atmosfer.
secara mikrobiologis tanpa oksigen.
Hasilnya berupa gas metana dan
pupuk organik. Gas metana, yang
ramah lingkungan karena dapat
terbakar sempurna, bernilai ekonomi
tinggi dan dapat dimanfaatkan untuk
kebutuhan dapur rumah tangga
hingga penggerak turbin pembangkit
listrik.

Lebih menarik lagi, biomassa dapat
diolah menjadi bioarang, bahan bakar
dengan nilai kalori tinggi dan dapat
digunakan untuk kebutuhan sehari-
hari. Arang serupa, dalam bentuk
briket, juga dapat diproduksi dari
batok kelapa sawit guna memenuhi
kebutuhan industri. Untuk
kebutuhan energi rumah tangga,
beberapa daerah dan kelompok
masyarakat sudah menggalakkan
program konversi sampah menjadi

87

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

IV

ANCAMAN,
TANTANGAN,
DAN UPAYA
KONSERVASI

Jika kita mencemari udara, air, dan tanah yang membantu kita bertahan hidup
dengan baik, serta merusak keanekaragaman hayati yang menopang berbagai
sistem alam untuk berfungsi, tak ada uang dalam jumlah berapa pun yang dapat
menyelamatkan kita. – David Suzuki

88

BAB IV - ANCAMAN, TANTANGAN, DAN UPAYA KONSERVASI
89

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

Agar dukungan keanekaragaman ini, terutama di hutan-hutan tropis
hayati bagi kehidupan manusia yang menjadi rumah bagi setengah
awet, keanekaragaman hayati harus keanekaragaman hayati dunia, yang
senantiasa dipelihara, dijaga, dan pasti terjadi adalah kemiskinan
dilestarikan. Sains diperlukan untuk biologis-ekologis dan terancamnya
menghadapi tantangan dan ancaman kelangsungan hidup. Kesehatan
terhadap keanekaragaman hayati dan ketersediaan sumber makanan
yang justru kian besar. Kerusakan dan air adalah hal yang paling
dan kepunahan biodiversitas, di darat terkena dampak akibat kerusakan
maupun di laut, menjadi ancaman biodiversitas. Karena itu diperlukan
yang semakin nyata. Ancaman ini upaya konservasi yang bersifat
timbul akibat kerusakan habitat menyeluruh dan pengelolaan lintas
sebagai konsekuensi ulah destruktif sektoral.
manusia, seperti deforestasi,
pengambilan berlebihan, polusi, Lebih dari itu, dibutuhkan pula
invasi spesies asing, maupun adanya penguatan sains garda depan
perubahan iklim. Berbagai kegiatan untuk secara mendasar memahami
ekonomi yang bertujuan memenuhi fenomena-fenomena yang ada.
kebutuhan hidup manusia dan Misalnya, sains ekologi restorasi dan
industri lebih berfokus secara biologi konservasi; sains tata kelola
berlebihan untuk kepentingan jangka lingkungan; sains bioremediasi, sains
pendek. untuk menemukan material alternatif
dari plastik untuk mengatasi polusi
Kepunahan bukan hanya akan plastik; sains untuk meningkatkan
terjadi pada binatang besar, seperti kapasitas budi daya demi mengatasi
gajah atau harimau, tapi juga bisa eksploitasi berlebihan; sains untuk
menimpa mikroorganisme, serangga, memahami secara mendasar dampak
dan tumbuh-tumbuhan yang secara invasi spesies asing terhadap
mendasar berperan dalam jasa suatu ekosistem; dan sains untuk
ekosistem. Tanpanya, kelangsungan mengatasi zoonosis. Pengetahuan-
hidup manusia terancam. Dengan pengetahuan ini merupakan
laju kerusakan dan modifikasi prasyarat untuk mencegah kerusakan
atau alih fungsi lingkungan lebih jauh, yang juga mutlak
sebagaimana yang berlangsung saat diperlukan guna memitigasi dampak

90

BAB IV - ANCAMAN, TANTANGAN, DAN UPAYA KONSERVASI

Menilik Kondisi Biodiversitas
dalam Laporan IPBES

Laporan Global Assessment on perdagangan; inovasi teknologi; dan
Biodiversity and Ecosystem Services tata kelola global. Risiko dari keadaan ini
yang diterbitkan Intergovernmental terbilang besar. Sebagai ilustrasi, menurut
Science-Policy Platform on Biodiversity laporan ini, degradasi lahan menurunkan
and Ecosystem Services (IPBES) menjadi produktivitas area terestrial global sebesar
buah bibir. Berdasarkan laporan yang 23%, dan risiko terhadap hasil tanaman
draftnya terbit tahun 2019 ini, sekitar 1 pangan global senilai antara 235 miliar
dari 4 spesies dalam kelompok satwa dan sampai 577 miliar dolar AS akibat hilangnya
tumbuhan terancam, yang berarti sekitar 1 polinator. Sementara hilangnya habitat
juta spesies akan mengalami kepunahan. pantai dan terumbu karang meningkatkan
Jumlah tersebut tak sedikit dalam hitungan risiko hilangnya perlindungan jiwa dan hak
dekade, kecuali tindakan diambil untuk milik akibat banjir dan badai. Terdapat 100
mengurangi intensitas dari pendorong sampai 300 juta orang yang tinggal di zona
hilangnya biodiversitas. Terutama pesisir ini.
berlangsung dalam 50 tahun terakhir,
dampak manusia terhadap lingkungan IPBES adalah organisasi antarpemerintah
telah menyebabkan biodiversitas di planet yang didirikan untuk menjembatani sains
bumi merosot secara drastis. Hal ini tak dan kebijakan terkait isu biodiversitas
pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah dan jasa ekosistem. Kerapkali IPBES
umat manusia. disepadankan dengan IPCC, panel serupa
untuk isu perubahan iklim. Kelahiran IPBES
Menurut laporan komprehensif ini, secara berdasarkan resolusi Sidang Umum PBB
umum, pendorong langsung perubahan tahun 2010 yang meminta UNEP (United
alam dengan dampak paling besar Nations Environment Programme) untuk
secara global adalah, secara berurutan, mendirikan IPBES. Laporan Penilaian Global
perubahan guna lahan dan laut; eksploitasi terhadap Biodiversitas dan Jasa Ekosistem
langsung terhadap organisme; perubahan yang diterbitkan IPBES disetujui oleh Pleno
iklim; polusi; dan invasi spesies asing. IPBES tahun 2019 di Paris, Perancis.
Secara khusus, berdasarkan konteks, Laporan ini terdiri dari enam bab dan satu
untuk ekosistem terestrial dan perairan ringkasan untuk pembuat kebijakan, serta
umum daratan, perubahan guna lahan diharapkan menjadi landasan ilmiah bagi
berdampak paling negatif, sementara keputusan-keputusan politik dan sosial yang
untuk ekosistem laut, eksploitasi tercerahkan terkait kebijakan biodiversitas.
terhadap organisme khususnya perikanan Laporan ditulis secara kolaboratif oleh
berdampak paling negatif di antara para penulis berbagai bidang ilmu dan
pendorong langsung tersebut. Pendorong lintas-ilmu dari 50 negara, serta lebih dari
langsung ini dipicu oleh sekelompok 300 kontributor selama tiga tahun, dengan
pendorong tidak langsung yang termasuk menimbang lebih dari 15 ribu publikasi
pola produksi dan konsumsi; dinamika ilmiah dan laporan.
dan kecenderungan populasi manusia;
91

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

yang ditimbulkan. Selain itu, apa sahih, yang menempatkan kesehatan
pun kebijakan yang akan dipilih manusia, kesehatan lingkungan, dan
seharusnya berdasarkan bukti yang daya dukung bumi sebagai pusat.

Tantangan
terhadap Biodiversitas

Kehidupan di dunia ini saling pembangunan dan kebutuhan
terhubung. Siapa saja, apa pun manusia, dengan tetap menjaga
juga, terkait secara langsung dan kelestarian alam (ekonomi sirkuler).
tidak langsung dengan dukungan
lingkungan yang sehat. Dalam Deforestasi Tanpa Kendali
kenyataannya kerusakan alam terus-
menerus terjadi. Alih fungsi hutan primer menjadi
lahan perkebunan dan pertanian,
Dapat dibayangkan ketika penduduk pemukiman, dan pertambangan
bumi saat ini berjumlah 8 miliar, merupakan tantangan serius bagi
semua membutuhkan makan, biodiversitas Indonesia. Alih fungsi
pakaian, dan tempat bernaung yang mestinya ditakar dengan baik,
layak. Semua, tentu saja, bergantung dengan perhitungan berdasarkan
pada apa yang disediakan oleh alam. sains, sehingga hutan tetap dapat
Ironisnya, upaya untuk memenuhi dimanfaatkan secara lestari. Jasa
kebutuhan-kebutuhan tersebut justru ekosistem memang merupakan suatu
menimbulkan kerusakan lingkungan, hal yang tak tampak langsung, tapi
mengancam kesehatan manusia, tak terganti dan bernilai ekonomi
dan untuk jangka panjang dan tinggi.
menengah akan merugikan secara
ekonomi. Karena itulah diperlukan Kementerian Lingkungan Hidup dan
pendekatan baru berdasarkan sains Kehutanan pada 2016 menyatakan
dan teknologi, yang didukung bahwa laju pembabatan hutan
kemauan politik yang kuat, mencapai 600-700 ribu hektare per
untuk menyelaraskan pemenuhan tahun. Forest Watch Indonesia (2016)

92

BAB IV - ANCAMAN, TANTANGAN, DAN UPAYA KONSERVASI

memiliki data yang berbeda, yaitu perkebunan sawit berkelanjutan,
1,13 juta hektare per tahun; hampir misalnya perkebunan sawit di
dua kali lipat angka pemerintah. lahan terdegradasi—30 juta hektare
Dengan data mana pun, musnahnya (Austin et al. 2017), mengurangi
hutan di berbagai daerah adalah ekstensifikasi, serta meningkatkan
fakta yang mencemaskan. Menurut intensifikasi. Edukasi petani sawit
Jaringan Kerja Penyelamatan Hutan diperlukan untuk meningkatkan
Riau, hutan alam di sana hanya kualitas hasil perkebunan sawit serta
tersisa 1,7 juta hektare atau 19% dari mencegah ekstensifikasi sawit.
total daratannya. Laju deforestasinya
mencapai 188 ribu hektare per tahun. Data yang dirilis International
Wajar bila diyakini daerah-daerah Union for Conservation of Nature
lain mengalami hal yang kurang- pada Desember 2013 menyebutkan
lebih sama. Dalam jangka menengah Indonesia berada di peringkat
dan panjang, kecenderungan ini keempat negara-negara dengan
bakal merugikan semua pihak. jumlah spesies terbanyak yang
terancam punah. Menurut data ini,
Punahnya berbagai spesies yang 1.206 spesies terancam hilang.
menjadi bagian dari keanekaragaman
hayati di Indonesia merupakan Kondisi ini perlu ditanggapi
akibat yang tak terelakkan dari secara serius. Bagaimanapun,
hilangnya habitat-habitat terkait keanekaragaman hayati adalah inti
deforestasi besar-besaran itu. Salah dari ekosistem dan keseimbangan
satu pendorong utama deforestasi alam; juga penyedia kebutuhan
Indonesia berasal dari perkebunan manusia—pangan, sandang, papan,
kelapa sawit (Austin et al. 2019). obat-obatan, dan lain sebagainya.
Dampak ekonomi dan sosial dari Ancaman terhadap keanekaragaman
sawit merupakan kontributor hayati semestinya menjadi pemikiran
terbesar dalam pembangunan bersama. Program-program
ekonomi, antara lain, pertumbuhan berkelanjutan yang berkaitan dengan
ekonomi, peningkatan pendapatan, pelestariannya harus senantiasa
pengentasan masyarakat miskin, dikembangkan dan mencakup
dan penciptaan lapangan kerja. Yang program jangka panjang.
diperlukan adalah jalan tengah dari Salah satu cara mengurangi dampak

93

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

buruk deforestasi adalah dengan populasi manusia masih relatif
menyambung hutan (reconnecting kecil, penggunaan sumber daya
forest) (Van Oosten 2013). Untuk itu untuk bertahan hidup pun rendah.
diperlukan pemahaman mendasar Setelah populasi manusia bertambah
tentang konektivitas hutan dan luas berlipat-lipat, permintaan akan
minimum tutupan hutan. Kesehatan sumber daya, termasuk pemanfaatan
hutan serta berbagai ekosistem di organisme, jadi melampaui batas
dalamnya atau yang bergantung keberlangsungannya. Pasar yang
padanya merupakan prasyarat membesar skalanya dan akses yang
dalam menciptakan lingkungan kian mudah, juga berkembangnya
yang produktif untuk pertanian dan teknik pemanfaatan sumber daya,
perkebunan. Jasa ekosistem hutan ikut memperburuk keadaan.
yang tak tergantikan dan bernilai Ancaman terhadap biodiversitas,
tinggi inilah yang perlu dipahami risiko punahnya suatu populasi
untuk pembangunan ekonomi jangka dan bahkan spesies, bakal tak
panjang. terhindarkan bila eksploitasi
berlebihan berlangsung terus-
Eksploitasi yang Kelewatan menerus.

Bila sumber daya terbarukan Eksploitasi berlebihan terjadi di darat
digunakan hingga ke titik tanpa maupun di laut. Di darat, misalnya,
imbal balik, saat itulah berlaku pengambilan secara berlebihan kayu
apa yang disebut eksploitasi ulin atau yang sering disebut sebagai
berlebihan. Istilah tersebut bulian atau kayu besi. Kayu khas
menggambarkan bagaimana suatu Kalimantan ini sangat kuat sehingga
populasi dimanfaatkan dengan laju banyak dimanfaatkan untuk
yang tak berkesinambungan akibat bahan bangunan, seperti rumah,
besarnya perbedaan antara kapasitas jembatan, dan perahu. Masalahnya,
reproduksi dan laju pemanfaatan pertumbuhan ulin sangat lambat.
atau kematiannya. Rata-rata pertumbuhan diameter
kayu ulin hanya 0,058 cm per tahun.
Memang benar semua organisme Bandingkan dengan pertumbuhan
membutuhkan sumber daya untuk rata-rata diameter pohon meranti,
hidup. Manusia tak terkecuali. Dulu misalnya, yang mencapai sekitar 1

94

BAB IV - ANCAMAN, TANTANGAN, DAN UPAYA KONSERVASI

cm per tahun, bahkan 2 cm dengan Lingkungan yang
perlakuan khusus. Selain kayu Kian Tercemar
ulin, kayu gaharu di Papua yang
digunakan sebagai salah satu bahan Kenaikan jumlah penduduk dan
pembuatan parfum, kosmetik, perubahan fungsi lahan yang
dan obat-obatan juga mengalami berkaitan dengan kegiatan manusia,
nasib serupa. Masih banyak spesies seperti pemukiman, pertanian,
lain yang mengalami eksploitasi dan industri merupakan faktor
berlebihan sebagaimana ulin dan yang lazim menjadi pemicu polusi
gaharu. lingkungan di Indonesia. Perubahan
lahan dan peningkatan beban
Di laut, eksploitasi berlebihan dapat pencemar, di antaranya limbah
berupa penangkapan berlebihan organik dan sedimen di sungai,
tanpa memperhatikan keseimbangan menimbulkan pencemaran perairan
ekologi laut. Penangkapan ikan darat dan laut.
dengan cara yang tidak ramah
lingkungan juga merusak ekosistem. Secara umum, terdapat lima jenis
Misalnya, penggunaan racun dan pencemar yang banyak dijumpai
bahan peledak yang dapat merusak akibat kegiatan manusia, yaitu
terumbu karang, serta penggunaan sedimen, logam berat, organik
pukat harimau atau sejenis jaring (eutrofikasi), plastik, maupun
berongga kecil yang menyebabkan penggunaan berlebihan pupuk
ikan-ikan kecil yang masih dalam dan pestisida. Pencemaran berat
tahap pertumbuhan ikut mati. terjadi di 75% sungai kita (Witono
2017). Berdasarkan status kualitas
Diperlukan sains untuk memahami air sungai selama periode 2007-
lebih mendalam biologi konservasi 2014, sungai-sungai di 17 provinsi
dari spesies-spesies di darat dan telah tercemar berat, yang meliputi
di laut dalam upaya mengatasi sebagian besar sungai di Jawa
eksploitasi berlebihan ini. Tak kalah (BPS 2017). Polusi di Laut Jawa,
penting, diperlukan penguatan riset misalnya, sebagian besar berasal
terkait eksploitasi berlebihan dan dari limbah kegiatan rumah tangga,
sosialisasi hasilnya secara luas ke pertanian, dan industri. Sedimentasi
pemangku kepentingan, pengambil dan limbah padat tergolong sumber
kebijakan, dan masyarakat umum.
95

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

utama polutan yang melanda pesisir. bahkan mempengaruhi ekosistem
Sumber yang berbasis di daratan juga terumbu karang di Kepulauan Seribu.
memainkan peran penting di situ. Di kepulauan ini, luas tutupan
karang yang pada 1970-an mencapai
DKI Jakarta bisa dikemukakan 70-80% menyusut drastis pada 1995
sebagai contoh yang ekstrem. tinggal 15-30% (UNESCO 2006).
Mulai membangun secara intensif
pada 1970-an, provinsi ini segera Sumber polusi dari kegiatan
mengalami pertumbuhan urbanisasi industri ikut memperparah
yang amat pesat. Populasinya masalah lingkungan di Teluk
meningkat 93% selama periode 1971- Jakarta itu. Hal ini bisa terlihat
2005, menjadi 8,86 juta orang (BPS dari konsentrasi logam kromium
2017). Penambahan jumlah penduduk dan seng yang meningkat 2-3
yang berlangsung terus-menerus itu kali sejak 1965, padahal sebelum
berdampak pada perubahan fungsi 1960 terhitung stabil (Schoemar
lahan. Gambar satelit dari masa & Wahyono 2007). Ditemukan
1971 dan 2004 menunjukkan betapa pola intensifikasi konsentrasi
penggunaan lahan di ibu kota negara klorofil-a, serupa dengan yang
ini telah berubah sekitar 80%, dari terdapat di daerah pantai. Klorofil-a
daerah vegetasi menjadi kawasan adalah pigmen fotosintesis yang
perkotaan. Derajat pencemaran yang keberadaannya menggambarkan
ditimbulkan terlihat, misalnya, dari biomassa fitoplankton, yang berperan
peningkatan konsentrasi nitrat di mengubah zat anorganik menjadi
Teluk Jakarta, menjadi lima kali lipat zat organik, dalam suatu ekosistem
(Arifin 2005). Sedimentasi di lokasi perairan. Konsentrasi klorofil-a
yang sama bertambah tanpa henti, merupakan petunjuk betapa Teluk
dari 1970-an dan 1980-an, akibat Jakarta adalah tempat pembuangan
pengerukan pelabuhan, eksplorasi limbah cair, termasuk limbah rumah
pasir, dan konversi hutan bakau tangga, limbah industri, limbah
untuk reklamasi lahan, menjadi pertanian, dan limpasan perkotaan.
area pemukiman (UNESCO 2006). Pencemaran lingkungan akibat
Beban sedimen yang menggelontor penggunaan berlebihan pupuk dan
dari sungai-sungai pun mengubah pestisida dalam pertanian kita juga
lingkungan di muara dan pesisir,

96

BAB IV - ANCAMAN, TANTANGAN, DAN UPAYA KONSERVASI

Lautan Plastik inilah Indeks Kualitas Lingkungan Hidup
(IKLH) berfungsi. Indeks ini merupakan
Sampah plastik menghadapkan gabungan dari tiga indeks lain, yakni
manusia dengan persoalan pelik. Tapi kualitas udara, kualitas air, dan luas
kesadaran mengenai betapa seriusnya tutupan hutan. Kementerian Lingkungan
hal ini barangkali hanya bisa dimunculkan Hidup dan Kehutanan telah melaporkan
dengan kenyataan bagaimana sampah bahwa IKLH Indonesia pada 2017
plastik bermuara di tempat pembuangan angkanya sudah meningkat menjadi
paling akhirnya: laut. Inilah isu besar dalam 66,46 atau kategori cukup baik. Namun,
ekosistem laut. indeks DKI Jakarta berada di angka 35,78,
terburuk nasional atau dalam kelompok
Pada 2010, diperkirakan 275 juta ton waspada. Selain itu, DI Yogyakarta nilainya
limbah plastik dihasilkan di 192 negara 49,80, kondisinya sangat kurang baik.
pantai. Sebanyak 4,8 hingga 12,7 juta ton Enam provinsi lain masuk dalam kategori
dari jumlah ini memasuki laut. Indonesia kurang baik, yaitu Jawa Barat (50, 26),
berada di peringkat kedua setelah Cina Banten (51,58), Nusa Tenggara Barat
sebagai negara penghasil sampah plastik (56,99), Jawa Timur (57,46), Jawa tengah
terbesar di dunia. Serpihan plastik laut (58,15), dan Lampung (59,72) (KLHK
yang dihasilkannya setiap tahun mencapai 2018).
0,48-1,29 juta ton. Dalam lautan plastik ini
tersimpan bahaya besar, yakni mikroplastik Indonesia perlu mengambil langkah
dalam rantai makanan yang pasti kembali strategis untuk mengatasi polusi. Yang
ke manusia, serta kemampuan plastik mesti dilakukan adalah menguatkan
menyerap bahan polutan akan berdampak sains di bidang biomaterial, untuk
bagi keamanan pangan. menciptakan materi pengganti plastik, dan
bioremediasi, untuk mengurangi dampak
Dalam kondisi seperti ini menjadi penting pencemaran berbasis sumber daya
untuk memiliki semacam alarm, sebagai biologi. Namun, lebih penting lagi adalah
pemberi peringatan mengenai buruknya mengubah perilaku manusia.
pencemaran laut akibat perubahan
kualitas air dan perubahan lahan. Untuk

97

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

perlu mendapatkan perhatian serius. perbaikan tanah (Soil Amendment
Diperkirakan sekitar 69% tanah Program) dengan memperbaiki
di Indonesia dikategorikan dalam sifat biologi tanah menjadi sangat
kondisi rusak lantaran penggunaan mendesak. Tentu diperlukan juga
pupuk dan pestisida berlebihan (FAO upaya serius untuk mencerahkan
2016). Banyak petani di Indonesia dan memberdayakan petani kita
memberikan pupuk dalam takaran sehingga dapat menggunakan pupuk
besar karena mengira semakin dan pestisida secara lebih tepat dan
banyak pupuk, semakin tinggi bijaksana.
produksi yang dihasilkan. Padahal
yang terjadi adalah sebaliknya, Sains Bioremediasi,
tanah menjadi rusak dan kesehatan Penangkal Polusi
manusia terancam.
Mikrob adalah organisme
Sejumlah studi memperlihatkan mikroskopis, tak bisa dilihat dengan
bahwa pengunaan pupuk dan mata biasa, yang berperan penting
pestisida berlebihan merupakan salah dalam penyerapan karbon. Selain
satu faktor pemicu menurunnya itu, ia juga berperan besar di balik
serangga—spesies dengan fungsi proses metabolisme kolektif yang
ekologi sangat penting—di banyak bersifat pokok—termasuk fiksasi atau
negara (Sanchez-Bayo & Wyckhuys pengikatan nitrogen, metabolisme
2019). Pupuk dan pestisida metana, dan metabolisme sulfur—
berlebihan juga menjadikan biaya serta untuk mengendalikan siklus
produksi beras di Indonesia cukup biogeokimia global.
tinggi. Berdasarkan data FAO (2017),
rata-rata biaya produksi beras di Berbagai jenis mikrob memiliki
Indonesia sebesar Rp5.900 per kg, kemampuan mendaur ulang zat
jauh di atas Vietnam yang hanya polutan, misalnya bakteri, arkea, dan
Rp2.300 per kg, Australia Rp1.800 cendawan. Dalam daur ulang itu zat
per kg, dan Amerika Serikat hanya polutan dipecah menjadi senyawa tak
Rp900 per kg. berbahaya. Proses alami ini dikenal
sebagai bioremediasi. Keunggulan
Pemanfaatan sains dan teknologi mikrob adalah pertumbuhannya yang
untuk mendukung program sangat cepat dan dapat dimanipulasi

98

BAB IV - ANCAMAN, TANTANGAN, DAN UPAYA KONSERVASI

Nyok Kite Bebersih
Kali Sentiong
Pake Mikrob!

Pemerintah mulai bergerak untuk Penebaran dilakukan secara bertahap.
merehabilitasi sungai-sungai yang Penebaran pertama adalah penebaran
tercemar. Contohnya adalah inisiatif mikroorganisme bentuk padat
Kementerian Pekerjaan Umum dan dengan berat 2,5 kg sebanyak 500-
Perumahan Rakyat (PUPR) yang 600 bioblock di hulu Kali Sentiong.
menerapkan teknologi bioremediasi Kelebihan dari penebaran dengan cara
antara lain dengan melakukan tersebut adalah bakteri lama terurai
penebaran mikroorganisme di Kali sehingga masa tinggal bakteri bisa
Sentiong atau Kali Item, Jakarta. lebih panjang hingga tiga bulan. Namun
Penggunaan mikroorganisme dalam bakteri memerlukan masa adaptasi
bioremediasi bertujuan mengurangi untuk bereaksi aktif hingga delapan jam.
polutan dalam air dan bekerja perlahan
mematikan bau tidak sedap Kali Sementara penebaran kedua dalam
Sentiong. bentuk serbuk sebanyak puluhan karung
dan juga dalam bentuk cair sebanyak
Aliran Kali Sentiong yang antara lain 10.290 liter. Mikroorganisme ini akan
mengalir di Jakarta Pusat memang bekerja aktif sekitar satu jam setelah
menghasilkan bau tidak sedap penebaran. Penggunaan bioremediasi
karena adanya limbah domestik merupakan salah satu pilihan teknologi
yang mengandung senyawa organik. ramah lingkungan yang bersih, alami,
Teknologi bioremediasi merupakan dan mudah diaplikasikan untuk
pengembangan dari bidang bioteknologi perbaikan kualitas air. Bioremediasi
lingkungan dengan memanfaatkan juga bisa menjadi bagian dari operasi
proses biologi dalam mengendalikan pemeliharaan badan-badan air,
pencemaran tersebut. Mikroorganisme termasuk sungai, embung, waduk, dan
yang disebar memiliki tiga bentuk, danau.
yakni padat, serbuk, dan cair yang
penebarannya dilakukan di sejumlah
lokasi berbeda, pada 8-9 Agustus
2018.

(Diceritakan kembali dari https://bisnis.tempo.co/read/1116316/pupr-terapkan-
teknologi-bioremediasi-untuk-kali-item/full&view=ok)

99

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

sehingga sifat-sifat unggulnya saja kondusif bagi banyak makhluk
yang muncul. Bakteri, misalnya, hidup. Gas rumah kaca layaknya
sudah mulai dikerahkan untuk sebuah selimut yang bersifat
menyuburkan tanah di lahan gambut transparan bagi energi matahari
sehingga petani tak perlu membakar yang masuk namun menahan
lahan. Kebakaran pun terhindarkan. energi panas keluar. Laju CO2 di
Masih banyak potensi yang dapat atmosfer yang dipompa sejak era
dimanfaatkan dari mikrob. Misalnya, industrialisasi meningkat lebih cepat
pemanfaatan mikrob sebagai dibanding kemampuan alam untuk
pupuk hayati dan bioinsektisida menyerapnya kembali dalam siklus
untuk mencegah cemaran bahan alami karbon, sehingga menyebabkan
kimia yang berpotensi terbawa ke tingkat pemanasan yang tidak lagi
perairan atau lingkungan lain dan kondusif bagi berbagai spesies di
merusak keseimbangan ekosistem. bumi. Suhu rata-rata permukaan laut
Yang diperlukan mula-mula adalah global telah meningkat sebesar 0,110C
pemahaman terhadap sifat-sifat per dekade antara 1971 dan 2010
dasarnya. (IPCC 2013). Mencairnya es di kutub
dan naiknya permukaan laut sebesar
Perubahan Iklim Global 2,8-3,6 mm/tahun (IPCC 2013)
mengubah struktur dan sebaran
Perubahan iklim menjadi ancaman ekosistem pesisir, seperti bakau,
bagi biodiversitas. Penyebab lamun, dan terumbu karang.
perubahan iklim modern adalah
pemanasan global sebagai Selimut gas rumah kaca yang
konsekuensi dari laju konsentrasi gas mulanya membuat nyaman
rumah kaca oleh aktivitas manusia kehidupan di bumi kini terlalu
(IPCC 2013). Dalam konsentrasi tebal dan menjadi bumerang bagi
tertentu, gas rumah kaca seperti CO2, biodiversitas. Kenaikan suhu bumi
H2O, dan metana, telah menopang memiliki konsekuensi yang besar,
evolusi kehidupan di bumi. Tanpa khususnya dalam ranah mikro
gas rumah kaca, suhu rata-rata terhadap biota di darat maupun
bumi akan turun drastis dari rata- laut, yang kisaran toleransinya
rata 15º Celsius menjadi -18º Celcius, terhadap suhu sangat pendek.
turun sekitar 33º Celcius, yang tidak Ini dapat ditemukan di wilayah

100


Click to View FlipBook Version