The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Perpustakaan Brawijaya E-Books, 2022-09-25 22:50:04

Sains untuk Biodiversitas Indonesia

by Tim Penulis

BAB VI - KEBIJAKAN STRATEGIS: PENGARUSUTAMAAN SAINS BIODIVERSITAS INDONESIA

Kebijakan Indonesia dalam Upaya
Mengarusutamakan Biodiversitas

Upaya pengarusutamaan sains Pembangunan Berkelanjutan atau
biodiversitas ke dalam kebijakan Sustainable Development Goals
publik telah dimulai sejak awal 1990- (SDGs) yang disepakati oleh 193
an, melalui penyusunan, adopsi, dan negara pada 21 Oktober 2015 sebagai
penerbitan Rencana Aksi Biodiversitas ambisi pembangunan bersama
atau Indonesia Biodiversity Action hingga 2030. Agenda pembangunan
Plan (IBAP) yang kemudian diubah berkelanjutan untuk kemaslahatan
menjadi Rencana Aksi Strategi manusia dan planet bumi dengan 17
Keanekaragaman Hayati Indonesia tujuan dan 169 capaian yang terukur
(Indonesia Biodiversity Strategy ini dibuat untuk menjawab tuntutan
and Action Plan/IBSAP) pada 2003, dalam mengatasi kemiskinan,
demi memberikan peran lebih besar kesenjangan, dan perubahan iklim
kepada daerah sesuai Undang- dalam bentuk aksi nyata. Caranya
Undang Otonomi Daerah. Pada 2015, dengan menetapkan rangkaian
strategi dan rencana aksi ini kembali target yang bisa diaplikasikan secara
dimutakhirkan menjadi IBSAP 2015- universal serta dapat diukur dalam
2020. Namun hingga 2019 ketika menyeimbangkan tiga dimensi
dokumen ini terbit, IBSAP 2015-2020 pembangunan berkelanjutan, yaitu
belum juga memiliki dasar hukum sosial, ekonomi, dan lingkungan.
yang kuat, tidak dilengkapi petunjuk
teknis jelas yang memungkinkan Dengan pendekatan pembangunan
implementasinya, serta belum berkelanjutan ini, pola pikir dalam
menjadi rujukan dalam riset terkait pengarusutamaan kebijakan terkait
biodiversitas. segala kegiatan manusia terhadap
biodiversitas, baik yang berdampak
Momentum untuk mengintegrasikan positif ataupun negatif, perlu diubah
IBSAP 2015-2020 dalam perencanaan dari pendekatan triple bottom line
dan kegiatan seluruh sektor menjadi pendekatan nested logic (lihat
pembangunan adalah Tujuan Gambar 6.1)

151

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

Mengarusutamakan
Biodiversitas dalam
Kebijakan Publik

Indonesia merupakan salah satu negara Indonesia. Pada 2003, Rencana Aksi
pertama yang menyusun Rencana Strategi Keanekaragaman Hayati
Aksi Biodiversitas atau Indonesian Indonesia (Indonesian Biodiversity
Biodiversity Action Plan (IBAP). Strategy and Action Plan/IBSAP)
Rencana ini diadopsi pada 1991 dan telah disusun. IBSAP 2003 melakukan
diterbitkan tahun 1993. Pada tahun perubahan penting dalam bentuk
2014, Indonesia turut mengesahkan pemberian kesempatan yang lebih luas
United Nations Convention on untuk partisipasi pemangku kepentingan
Biological Diversity (UNCBD) dalam dan tanggung jawab yang lebih besar
bentuk Undang-Undang Nomor 5 untuk pengelolaan keanekaragaman
Tahun 1994. Namun komitmen untuk hayati di tingkat provinsi dan
mengimplementasikan Undang- masyarakat. Selain itu, Undang-
Undang ini masih kurang. Rencana Undang tentang Otonomi Daerah
Aksi tersebut juga cenderung berfokus dan Desentralisasi tahun 1999 juga
pada konservasi kawasan lindung dan memberi peran, tugas ,dan tanggung
konservasi spesies dan hanya sedikit jawab utama pada pemerintah provinsi
rencana aksi terkait pengelolaan dan kabupaten dalam perencanaan,
biodiversitas lainnya. pelaksanaan, serta pengelolaan sumber
daya alam. Menurut Undang-Undang
Pada tahun 2001, pemerintah Indonesia ini, pengelolaan dan konservasi
memutuskan untuk meninjau kembali keanekaragaman hayati sangat
keberhasilan dan kelemahan IBAP serta bergantung pada keseriusan pemerintah
mengevaluasi keefektifan kebijakan daerah. Dalam perkembangan setelah
nasional dan kondisi kelembagaan untuk itu, Undang-undang Nomor 23 tahun
konservasi biodiversitas. Selanjutnya 2014 tentang Pemerintah Daerah
pemerintah mencoba mengidentifikasi mengambil kembali sebagian tanggung
hambatan terhadap perlindungan jawab dari kabupaten dan sekarang
keanekaragaman hayati dan pilihan memusatkan tata kelola hutan di tingkat
untuk konservasi serta mendefinisikan provinsi.
strategi yang sesuai dengan realitas
sosial dan ekonomi baru yang dihadapi

152

BAB VI - KEBIJAKAN STRATEGIS: PENGARUSUTAMAAN SAINS BIODIVERSITAS INDONESIA

Selanjutnya pada 22 April 2015, IBSAP 2015-2020 ditujukan bagi
Indonesia memperkenalkan Strategi dan semua pemangku kepentingan agar
Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati dapat menjadi pedoman perumusan
Indonesia yang baru dan telah direvisi kebijakan, perencanaan pelestarian dan
atau IBSAP 2015-2020. Pemerintah pemanfaatan di bidang biodiversitas,
Indonesia pun telah merancang strategi serta menjadi acuan bagi pelaksanaan
sektoral lima tahun (2015-2019) program dan kegiatan di bidang
dengan prioritas dalam reformasi pembangunan lainnya, baik di sektor
pengelolaan hutan, melestarikan pemerintah, swasta, maupun organisasi
keanekaragaman hayati, memperkuat masyarakat sipil di tingkat pusat maupun
hak-hak masyarakat lokal yang daerah.
bergantung pada hutan dan tindakan
penegakan hukum. Hingga saat ini, IBSAP 2015-2020
belum memiliki dasar hukum yang kuat.
Protokol Nagoya mengenai akses pada IBSAP ini pun belum memiliki petunjuk
sumber daya genetik dan pembagian teknis yang jelas dalam implementasinya
keuntungan yang adil dan seimbang dan belum menjadi pedoman nasional
juga telah memiliki dasar hukum yang dalam mengelola biodiversitas. Sebagai
kuat melalui Undang-Undang Nomor contoh, Rencana Induk Riset Nasional
11 Tahun 2013 tentang Pengesahan (RIRN) yang selayaknya mendukung
Nagoya Protocol on Access to Genetic riset biodiversitas tidak menjadikan
Resources and the Fair and Equitable IBSAP 2015-2020 sebagai acuan.
Sharing of Benefits Arising from Tentu saja ini menjadi kontraproduktif.
their Utilization to the Convention on Sebagai pembanding, Strategic Plan
Biological Diversity. IBSAP 2015-2020 for Biodiversity 2011-2020 dan Aichi
berisi strategi nasional serta rencana Biodiversity Targets telah diadopsi
aksi pengelolaan biodiversitas Indonesia di bawah Convention on Biological
yang meliputi aspek-aspek yang relevan Diversity (CBD) yang telah diterima
dengan isu biodiversitas serta agenda sebagai kerangka kerja global untuk
prioritas pembangunan nasional penyusunan prioritas aksi terkait
dalam beberapa tahun ke depan. keanekaragaman hayati.

153

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

Pendekatan triple bottom line kita tetap memandang ketiga
membenturkan secara dikotomis dimensi ini secara terpisah (Gambar
kepentingan ekonomi dan ekologi, 6.1-a). Akibatnya pertumbuhan
sedangkan pendekatan nested logic ekonomi dimaksimalkan, tetapi
melihat perlunya keseimbangan dampak terhadap biodiversitas dan
antara kepentingan ekonomi dan lingkungan masih terabaikan. Untuk
ekologi. Meskipun temuan-temuan mengimplementasikan IBSAP 2015-
di bidang sains berkelanjutan 2020 dan mencapai target SDGs pada
semakin menunjukkan hubungan 2030, dibutuhkan pendekatan yang
antara dimensi sosial, ekonomi, dan bergerak menuju nested logic seperti
lingkungan (Gambar 6.1), tetapi pada dalam ilustrasi di Gambar 6.1-b.
praktiknya, paradigma pembangunan

(a) (b)

Gambar 6.1 Perubahan pola pengelolaan dari triple bottom line (a) menuju nested logic (b)

Konsep triple bottom line ini menunjukkan tiga dimensi
mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan
keuntungan ekonomi, kualitas yang saling terhubung melalui
lingkungan, dan keadilan sosial irisan, namun hakikatnya tetap
(Elkington 1998). Ketiga lingkaran terpisah. Pendekatan nested logic

154

BAB VI - KEBIJAKAN STRATEGIS: PENGARUSUTAMAAN SAINS BIODIVERSITAS INDONESIA

menunjukkan pemahaman bahwa target global untuk mengurangi
ekonomi dan masyarakat adalah laju kehilangan keanekaragaman
bagian di dalam biosfer (Folke et hayati yang disepakati 196 negara.
al. 2016, Rockström & Sukhdev Aichi Biodiversity Targets yang
2016). Karenanya pertumbuhan memuat 20 target keanekaragaman
sosio-ekonomi haruslah tumbuh hayati yang dicanangkan pada
dalam batas kemampuan biosfer. 2010 lalu, merupakan target-target
Hilangnya biodiversitas akan keanekaragaman hayati yang telah
menurunkan integritas biosfer yang disepakati oleh negara-negara pihak
mengakibatkan biosfer tidak dapat pada Conference of the Parties (CoP)
memberikan jasa ekosistem. Ekonomi ke-10 Convention on Biological
adalah bagian dari masyarakat, dan Diversity yang diselenggarakan di
keduanya adalah bagian dari biosfer. Nagoya, Prefektur Aichi, Jepang.
Dengan kata lain, pemenuhan Di antara target itu adalah, yang
kebutuhan ekonomi dan sosial hanya pertama, paling lambat pada
bisa dilakukan di dalam batas-batas 2020 masyarakat sadar akan nilai
planet bumi. biodiversitas dan melakukan
langkah-langkah untuk melestarikan
Pendekatan nested logic juga dan menggunakan biodiversitas
akan memungkinkan pencapaian secara berkelanjutan.
Aichi Biodiversity Targets, yaitu

Kebijakan bakau dalam dekade terakhir di
Berbasis Bukti Asia Tenggara termasuk Indonesia
selain akuakultur dan persawahan,
Pengarusutamaan biodiversitas juga perkebunan kelapa sawit
ke dalam kebijakan berkaitan erat (Richards & Friess 2015). Padahal
dengan perumusan dan pelaksanaan hutan bakau menawarkan sejumlah
kebijakan berbasis bukti. Ada jasa ekosistem termasuk peran
banyak contoh mengenai pentingnya pentingnya sebagai gudang
kebijakan berbasis bukti terkait
konservasi biodiversitas. Misalnya,
pendorong utama deforestasi hutan

155

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

penyimpanan karbon jangka panjang menjajaki menggunakan evidence-
yang bermanfaat untuk mitigasi based policy dalam perumusan
perubahan iklim (Murdiyarso et al. rencana pembangunan jangka
2015). Temuan-temuan seperti ini menengah (RPJMN 2020-2024).
dapat melandasi kebijakan publik Upaya ini merupakan bagian
yang akan diambil dan dirumuskan dari pengejawantahan regulasi
terkait tata guna lahan. yang memerintahkan dokumen
perencanaan pembangunan sebagai
Pengembangan metode analisis objek dari Kajian Lingkungan Hidup
pengambilan contoh jarak jauh Strategis (KLHS). Untuk pertama
untuk mengakomodasi data dari kalinya dalam sejarah Indonesia,
perangkap kamera (Howe et al. intervensi-intervensi kebijakan
2017), memungkinkan dilakukannya berbagai bidang pembangunan untuk
analisis perubahan jumlah spesies. RPJMN ini akan diuji terhadap
Dengan kombinasi data satelit daya dukung dan daya tampung
dan darat, para peneliti berhasil lingkungan serta sumber daya,
memetakan beberapa indikator yang didefinisikan antara lain
distribusi monyet, termasuk zona melalui daya tampung dan daya
aktivitas manusia (Bush et al. dukung biodiversitas. Upaya ini
2017). Pemetaan tersebut dapat tentu saja akan sangat bergantung
menunjukkan respons spesies pada ketersediaan serta mutu data
terhadap perubahan lingkungan, dan sains biodiversitas, baik di
baik yang terjadi secara alami mapun tingkat nasional maupun di tingkat
dengan campur tangan manusia, ekoregion di seluruh tanah air.
yang dapat dikomunikasikan kepada
pengambil kebijakan terkait.

Contoh-contoh di atas
menggambarkan kebijakan
berbasis bukti untuk konteks-
konteks spesifik dan sektoral.
Dalam konteks perencanaan
pembangunan nasional yang lintas
sektor, pemerintah Indonesia sudah

156

BAB VI - KEBIJAKAN STRATEGIS: PENGARUSUTAMAAN SAINS BIODIVERSITAS INDONESIA

Indonesia Menuju
Satu Basis Data
Biodiversitas

Satu Data adalah sebuah inisiatif dari herbarium dan museum yang
pemerintah Indonesia untuk berada di luar negeri, serta data lain
meningkatkan interoperabilitas dari Global Biodiversity Information
dan pemanfaatan data pemerintah. Facility (GBIF), National Herbarium
Pemanfaatan data pemerintah tidak of the Netherlands (NHN), dan Fish
terbatas pada penggunaan internal Database. Namun masih banyak lagi
antarinstansi, tetapi juga sebagai data biodiversitas yang tidak tercatat
bentuk pemenuhan kebutuhan data dalam IBSAP 2015-2020. Untuk
publik bagi masyarakat. Melalui Satu mikrob, misalnya, terdapat setidaknya
Data, pemerintah Indonesia mendukung 16 koleksi kultur mikrob Indonesia selain
dan berupaya penuh melakukan koleksi mikrob LIPI di InaCC, yaitu di
pembenahan data pemerintah Balitvet Culture Collection, Biofarma
Indonesia. Data tersedia dalam format Culture Collection, Biogen Culture
terbuka dan mudah digunakan dengan Collection, BPPT Culture Collection,
tujuan meningkatkan transparansi dan dan ITB Culture Collection. Jika data
akuntabilitas pemerintah, serta untuk biodiversitas ini dapat menjadi satu
meningkatkan partisipasi masyarakat data, terlebih jika digabung dengan
dalam mengawal pembangunan. data pemanfaatan ekonomi serta
kearifan lokal terkait biodiversitas,
Basis data biodiversitas Indonesia maka satu data biodiversitas Indonesia
yang terpadu dalam Satu Data akan ini akan menjadi satu modal besar
menjadi suatu terobosan besar bagi pembangunan bangsa dan
dalam pengelolaan biodiversitas. negara secara berkelanjutan. Dengan
Saat ini data awal biodiversitas yang kebijakan dan pengelolaan yang tepat,
digunakan di dalam IBSAP 2015- biodiversitas Indonesia yang selama ini
2020 adalah data jenis flora, fauna, menjadi keunggulan komparatif bangsa
dan mikrob yang berasal dari Pusat Indonesia dapat secara bertahap
Penelitian Biologi - LIPI (Indonesian menjadi keunggulan kompetitif yang
Biodiversity Information System/IBIS). unik.
Data ini lalu digabung dengan data

157

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

Pendanaan Berkelanjutan
untuk Sains Biodiversitas Indonesia

Dalam aspek pendanaan, perlu Untuk konteks Indonesia, salah
dibedakan antara pendanaan untuk satu kajian awal tentang pendanaan
konservasi biodiversitas dengan sektor publik untuk lingkungan
pendanaan untuk sains biodiversitas, hidup menemukan bahwa
walaupun sains biodiversitas, pengeluaran di sektor lingkungan
misalnya berupa kegiatan riset, justru sebagian besar tidak untuk
dapat menjadi unsur dari kegiatan kegiatan terkait lingkungan hidup,
konservasi biodiversitas. Di sinilah sementara itu banyak kegiatan
terdapat banyak tantangan. Secara yang terkait lingkungan hidup
umum, informasi dan analisis ditemukan di sektor-sektor lain
pendanaan untuk konservasi (Vincent et al. 2002). Kajian ini juga
biodiversitas belum memadai. menunjukkan bahwa dibandingkan
Sementara itu, informasi dan analisis negara-negara ASEAN yang sama-
terkait pendanaan untuk sains sama mengalami krisis ekonomi
biodiversitas masih sangat terbatas, tahun 1998, pengeluaran Indonesia
kalau bukan tidak ada. Bahkan di untuk lingkungan hidup turun lebih
tingkat global, biaya finansial yang besar dari segi besaran anggaran dan
diperlukan untuk menghentikan proporsi terhadap PDB.
laju kepunahan keanekaragaman
hayati dan menjaga situs penting Kajian lebih baru melihat
biodiversitas, boleh dibilang belum pembiayaan keanekaragaman
diketahui secara pasti, meskipun hayati dengan menggunakan
upaya untuk menaksir biaya finansial data pembiayaan nonpemerintah,
tersebut telah mulai dilakukan. secara khusus pinjaman/utang dan
hibah (Ekayana 2017). Pembiayaan
Kebijakan Indonesia tersebut berasal dari lembaga donor
dalam Pendanaan multilateral dan bilateral serta
Lingkungan Hidup dan lembaga lain di luar kategori ini, ini
Konservasi Biodiversitas sejak 2006 sampai 2016. Dalam kurun
waktu ini, pemerintah Indonesia

158

BAB VI - KEBIJAKAN STRATEGIS: PENGARUSUTAMAAN SAINS BIODIVERSITAS INDONESIA

mendapatkan pinjaman/utang dalam empat kelompok pengeluaran,
sebesar 252,8 juta dolar Amerika dan yakni pengendalian mutu
hibah sebesar 43 juta dolar Amerika lingkungan, pengendalian polusi,
untuk pembiayaan yang terkait pengelolaan sumber daya alam,
dengan keanekaragaman hayati. dan proyek riset lingkungan hidup
Struktur pinjaman ini menunjukkan (Vincent et al. 2002). Secara umum,
bahwa pinjaman/utang merupakan struktur ini juga berlaku dalam
bagian terbesar pembiayaan sistem keuangan publik di Indonesia,
nonpemerintah kita (85%). Lihat termasuk bagi sebagian riset terkait
tabel 6.1 untuk rincian lebih lanjut. konservasi biodiversitas, khususnya
riset biodiversitas terestrial.
Untuk kelompok pinjaman, pinjaman
multilateral merupakan jenis Pemerintah telah menyusun IBSAP
pinjaman terbesar, diikuti oleh 2015-2020 untuk mendanai berbagai
pinjaman bilateral dan komersial kegiatan biodiversitas. IBSAP 2015-
dengan proporsi yang tidak terpaut 2020 mengajukan tiga langkah
jauh. Adapun untuk pembiayaan untuk pendanaan biodiversitas.
berbentuk hibah berasal dari skema Pertama, berpedoman pada IBSAP
bilateral dan multilateral, serta 2015-2020 dan rencana aksi. Kedua,
korporasi dan NGO. Sebagian besar mengembangkan mekanisme,
pembiayaan, baik utang maupun kriteria, dan indikator kerja sama
hibah, terkait dengan pengelolaan kegiatan dan pendanaan; dan ketiga,
dan pemeliharaan biodiversitas. pembentukan lembaga pembiayaan
Sementara pembiayaan yang terkait keanekaragaman hayati. Peraturan
dengan riset dan sains biodiversitas, Pemerintah Nomor 46 Tahun 2017
terutama yang rencana aksi IBSAP tentang Instrumen Ekonomi untuk
untuk penelitian, pengelolaan data, Lingkungan Hidup memberikan
dan dokumentasi keanekaragaman kerangka regulasi penting terhadap
hayati masih sangat terbatas. langkah-langkah pendanaan
biodiversitas. Operasionalisasi
Di negara seperti Thailand dan langkah lebih lanjut diperlukan
Malaysia, pengeluaran publik untuk untuk pendanaan sains biodiversitas.
lingkungan hidup distrukturkan

159

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

Tabel 6.1 Pengeluaran nonpemerintah (pinjaman dan hibah) terkait keanekaragaman hayati, 2006-2016
160

BAB VI - KEBIJAKAN STRATEGIS: PENGARUSUTAMAAN SAINS BIODIVERSITAS INDONESIA

Sumber: Data Kementerian Keuangan, disarikan dari Ekayana (2017). Tabel oleh S. Mumbunan.

161

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

Pendanaan Sains ilmuwan Indonesia yang potensial
Biodiversitas Indonesia berkontribusi secara substantif dalam
penciptaan ilmu pengetahuan untuk
Untuk menyandarkan ekonomi ekonomi yang inovatif.
Indonesia pada sains biodiversitas,
salah satu hal mendasar dan Meski terdapat sejumlah perbaikan
membutuhkan terobosan besar di beberapa hal, namun teroboson
serta dukungan politik yang kuat besar masih sangat dibutuhkan agar
adalah investasi infrastruktur ilmuwan Indonesia dapat berdiri
keuangan berupa sistem pendanaan sama tegak dengan ilmuwan-
riset yang otonom, berkelanjutan, ilmuwan dunia, membangun rasa
dan lentur terhadap siklus APBN, percaya diri sebagai bangsa yang
memungkinkan riset tahun jamak bermartabat. Kebutuhan mendasar
untuk mendanai berbagai riset ini telah terabaikan begitu lama.
strategis sains garda depan. Riset Akibatnya adalah lemahnya budaya
dasar menciptakan pengetahuan baru ilmiah di perguruan tinggi kita.
dan dapat mendorong tumbuhnya Dibutuhkan terobosan besar dan
industri yang inovatif. Selain dukungan politik yang kuat untuk
rendahnya jumlah investasi dalam membalikkan hal ini.
riset, tidak adanya sistem pendanaan
yang baik di skala nasional Kerja sama pendanaan dengan
menjadi salah satu penyebab mitra penelitian luar negeri
utama rendahnya produktivitas bersama peneliti dalam negeri
ilmuwan Indonesia, baik dari jumlah perlu didorong, terutama untuk
dan kualitas publikasi maupun penelitian skala besar dan
dari segi paten (Brodjonegoro & tahun jamak, yang diharapkan
Greene 2012). Ilmuwan Indonesia berdampak besar bagi pemajuan
mengalami belenggu birokratisasi sains biodiversitas Indonesia.
sains yang menghambat kreativitas Sebagai contoh adalah pendanaan
mereka. Dana yang sedikit pun Deutsche Forschungsgemeinschaft
dikelola melalui sistem yang (DFG) untuk penelitian antara
rumit yang menciutkan keinginan Universitas Goettingen dengan

162

BAB VI - KEBIJAKAN STRATEGIS: PENGARUSUTAMAAN SAINS BIODIVERSITAS INDONESIA

Institut Pertanian Bogor dan prakarsa semacam itu tidak
Universitas Tadulako, Sulawesi serta-merta menjamin mobilisasi
Tengah, dalam kajian perubahan pendanaan untuk kegiatan riset dan
pola biodiversitas di lanskap konservasi. Mobilisasi pendanaan
tropis Sulawesi, yang berubah membutuhkan waktu, misalnya
untuk kasus sejumlah tanaman, sampai syarat-syarat pemungkin
artropoda, dan vertebrata. Komunitas (enabling conditions) tersedia.
biodiversitas relevan yang dikaji
termasuk rotan, briofita, serangga, Prakarsa Heart of Borneo (HoB)
herbivora, semut, parasitoid, laba- yang mencakup kawasan bernilai
laba, lebah, kumbang, kupu-kupu, konservasi tinggi di Kalimantan
burung, amfibi, reptil, dan tikus, dapat dijadikan contoh (Van
serta implikasi sosial-ekonomi Paddenburg 2012). Peningkatan
dari perubahan lanskap terhadap belanja langsung di sektor kehutanan
komunitas ini (lihat Clough et al. dari kabupaten yang menjadi bagian
2010). Mobilisasi pendanaan bersama Heart of Borneo belum signifikan. Di
untuk penelitian skala besar dan tingkat lokal, pembiayaan kegiatan
tahun jamak akan semakin relevan konservasi biodiversitas terestrial
untuk menopang kajian-kajian sektor publik lazimnya berada di
strategis dan berbiaya mahal, seperti belanja sektor kehutanan. Dengan
kajian biodiversitas di lingkungan kata lain, menjadi bagian atau
ekstrem seperti laut dalam. tidak dari prakarsa Heart of Borneo
belum memengaruhi belanja sektor
Prakarsa internasional atau regional kehutanan sebuah kabupaten di
dalam konservasi biodiversitas dapat dalam kawasan Heart of Borneo.
dijadikan modal dalam memobilisasi Keadaan pendanaan seperti ini
pendanaan untuk kegiatan riset dapat membatasi kemampuan dalam
biodiversitas, selain kegiatan melaksanakan atau mendukung
konservasi keanekaragaman hayati. kegiatan riset biodiversitas
Akan tetapi perlu dicatat bahwa pada skala lokal.
menjadi bagian dari prakarsa-

163

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

Universitas pengetahuan untuk menjawab
Riset berbagai tantangan, kebutuhan
masyarakat, dan ketidakpastian
"Sebagian besar ekonomi masa masa depan.
depan lahir di berbagai laboratorium
universitas riset."—Laporan Untuk mendukung riset dan inovasi
European Molecular Biology biodiversitas demi meraih daya saing
Organization (EMBO 2007) kompetitif, Indonesia membutuhkan
sumber daya manusia yang terdidik.
Universitas riset dapat didefinisikan Dalam dunia yang berubah cepat,
sebagai universitas yang kegiatan universitas riset adalah bagian
utamanya melakukan riset berkelas mendasar dari infrastruktur
dunia yang ditandai dengan besarnya pendidikan guna memenuhi
jumlah mahasiswa pascasarjana, kebutuhan ini.
kolaborasi dengan ilmuwan
internasional dalam skala yang Universitas riset memiliki peran unik
substantif, serta praktik keunggulan dan tak tergantikan dalam lanskap
dalam berbagai lini aktivitasnya. pendidikan. Selain menghasilkan
Di negara maju, universitas penelitian dan memberikan beasiswa,
riset menghimpun bakat-bakat universitas riset juga melakukan
terbaik dari seluruh dunia untuk pengembangan ekonomi dan bantuan
mengembangkan suatu ide dan teknis untuk komunitas, negara,
gagasan riset garda depan. dan bangsa. Sementara lembaga lain
mungkin menangani kebutuhan ini
Universitas riset adalah aset nasional secara individual, universitas riset
yang vital dalam menentukan masa menjawab kebutuhan ini bersama-
depan sebuah bangsa, salah satu sama secara efektif, efisien, dan
pilar utama ekonomi berbasis ilmu semurah mungkin.
pengetahuan (NSF 2012). Universitas
riset merupakan sumber utama Universitas riset memulai penelitian
keahlian berkualitas tinggi yang
dibutuhkan dalam pembangunan
serta sebagai mesin pencipta ilmu

164

BAB VI - KEBIJAKAN STRATEGIS: PENGARUSUTAMAAN SAINS BIODIVERSITAS INDONESIA

mendasar yang mendorong sains garda depan di berbagai
penemuan ilmiah dan teknologi. bidang untuk pemeliharaan dan
Universitas riset menghasilkan pemanfaatan lingkungan hidup.
sumber daya manusia yang Termasuk dalam pengembangan
mumpuni, memiliki daya analisis studi mengenai ekonomi sirkuler
yang kuat serta adaptif dan kreatif yang menyeimbangkan kepentingan
terhadap perubahan. Universitas ekologi, sosial dan ekonomi.
riset sekaligus memperkuat budaya Netherlands Institute of Ecology
ilmiah di perguruan tinggi. Mereka (NIOO) adalah salah satu lembaga
mendidik dan melatih tenaga di bidang lingkungan hidup
kerja terampil masa depan serta dalam lingkup WUR yang bukan
mempersiapkan pengajar di sekolah. saja menjadi lembaga penelitian
Mereka melengkapi generasi terkemuka tetapi bahkan
pemimpin berikutnya dengan mengembangkan percontohan sebuah
pengetahuan, keterampilan, dan lembaga dengan pendekatan ekonomi
empati untuk memimpin dalam sirkuler di mana tak ada bahan yang
konteks abad ke-21. Akhirnya terbuang, tetapi semua diproses
yang paling penting, universitas kembali menjadi energi. WUR dan
riset adalah pelayan dan repositori NIOO di Belanda telah menginspirasi
pengetahuan manusia. banyak orang di negeri itu dan dunia
internasional mengenai penelitian
Wageningen University and garda depan dan lintas disiplin
Research (WUR) di Belanda adalah dalam bidang lingkungan hidup yang
salah satu contoh universitas riset berguna bagi pengembangan ilmu
dengan fokus dan perhatian kuat pengetahuan dan masyarakat.
pada lingkungan hidup, pertanian,
kehutanan, maupun kelautan.
WUR menjadi salah satu pusat
riset terkait lingkungan hidup kelas
dunia, tempat peneliti dari beraneka
bangsa meneliti berbagai aspek
lingkungan hidup, mengembangkan
penelitian lintas disiplin terkait
lingkungan hidup dan memanfaatkan

165

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

Riwayat Amerika Serikat
Bertransformasi Menjadi Negara Adidaya

“...tanpa kemajuan sains, tak ada Frontier—A Report to the President by
pencapaian yang dapat menjamin Vannevar Bush, Director of the Office of
kesehatan, kemakmuran, dan keamanan Scientific Research and Development,
sebagai bangsa di dunia modern...” V. July 1945, yang disarikan sebagai
Bush, Science. The Endless Frontier, berikut:
1945. 1. Perang terhadap penyakit. Untuk
terus mempertahankan kemajuan di
Pada 1944, satu tahun sebelum Perang bidang kedokteran, pemerintah perlu
Dunia II berakhir, Presiden Roosevelt memberikan dukungan pendanaan untuk
meminta rekomendasi dari Dr. Vannevar penelitian dasar kedokteran di berbagai
Bush, ketika itu Direktur Kantor fakultas kedokteran dan universitas.
Penelitian Ilmiah dan Pengembangan, 2. Keamanan nasional. Melanjutkan riset
untuk mentransformasikan keunggulan sains dan teknologi kemiliteran dalam
sains dan teknologi perang ke tujuan kondisi damai dengan keterlibatan
damai pascaperang bagi kemajuan dan kontrol oleh ilmuwan sipil melalui
Amerika Serikat. Surat Presiden organisasi yang bekerja dekat dengan
Roosevelt menanyakan empat hal Angkatan Darat dan Angkatan Laut
penting, yakni: AS, namun didanai oleh Kongres
1. Bagaimana ilmu pengetahuan yang dan memiliki kekuatan jelas untuk
bersifat sangat rahasia selama perang menginisiasi riset militer yang akan
dapat segera dibuka ke publik/dunia membantu dan memperkuat militer.
untuk kemajuan bersama; 2. Bagaimana 3. Menciptakan kesejahteraan umum.
kegiatan riset kedokteran tetap dapat Untuk menciptakan lapangan kerja,
dilanjutkan untuk memerangi penyakit; 3. harus mendorong lahirnya berbagai
Bagaimana pemerintah dapat membantu perusahaan dan industri yang
pelaksanaan riset oleh organisasi menghasilkan produk yang lebih
publik dan privat; dan 4. Apakah baik dengan harga terjangkau. Untuk
dapat mengusulkan program untuk itu diperlukan riset ilmiah mendasar
menghasilkan bibit-bibit generasi muda sebagai modal ilmiah dengan cara
mumpuni di bidang sains untuk dapat menghasilkan tenaga kerja terlatih di
terus memajukan dunia riset berkualitas bidang sains sebagai motor utama
tinggi Amerika Serikat di masa depan? penciptaan ilmu pengetahuan baru
dan aplikasinya untuk berbagai tujuan
Jawaban Dr. Bush tertuang dalam praktis. Memperkuat pusat-pusat riset
dokumen berjudul Science, The Endless dasar terutama di perguruan tinggi dan

166

BAB VI - KEBIJAKAN STRATEGIS: PENGARUSUTAMAAN SAINS BIODIVERSITAS INDONESIA

lembaga penelitian yang mengabdikan meski di tengah kecamuk perang
diri untuk riset untuk memperluas ilmu sipil, pada 1862 Kongres Amerika
pengetahuan garda depan, menciptakan mengeluarkan kebijakan strategis, suatu
sistem yang kondusif untuk penciptaan terobosan besar untuk mendukung
ilmu pengetahuan baru dan kurangnya sebesar-besarnya kemitraan antara
tekanan untuk menghasilkan sesuatu negara federal, negara bagian, institusi
yang berwujud dalam jangka waktu pendidikan tinggi, dan industri, guna
singkat. Cara paling penting pemerintah menciptakan universitas yang bertumpu
untuk dapat mempromosikan riset pada pendidikan yang memenuhi
industri dengan meningkatkan aliran kebutuhan praktis serta riset yang
ilmu pengetahuan baru melalui menopang Amerika Serikat menjadi
dukungan atas riset dasar, dan pemimpin dunia di bidang pertanian
membantu perkembangan bakat-bakat dan industri. Hasil dari keputusan besar
baru dalam dunia sains. Dibutuhkan ini antara lain berupa Revolusi Hijau di
lembaga baru untuk mendukung bidang pertanian yang menyediakan
program-program riset jangka panjang pangan pada penduduk dunia dan
dengan dana stabil. Lembaga ini industri manufaktur yang menjadi
harus menghargai kebebasan berpikir mesin ekonomi Amerika Serikat pada
di mana kebijakan kontrol internal, abad ke-20. Ini semua mengantarkan
personal, dan metode, serta cakupan Amerika Serikat pada demokrasi, serta
riset diserahkan kepada institusi tempat terciptanya kelas menengah terdidik
riset tersebut dilaksanakan. Lembaga yang menjadikannya bertransformasi
tersebut bertanggung jawab penuh menjadi salah satu negara terkuat di
secara langsung kepada presiden dan dunia.
melalui presiden, program-programnya
dipertanggungjawabkan kepada
Kongres.

Inilah cikal bakal lahirnya berbagai
lembaga pendanaan riset dasar di
Amerika Serikat yang telah meletakkan
dasar bagi kelanjutan kemajuan sains
dan teknologi di negara tersebut.
Lebih dari delapan dekade sebelumnya,

167

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

Model universitas riset dalam manusia untuk pertama kali di bulan,
cerita tersebut sebenarnya berasal serta melakukan revolusi sains dan
dari masa Reformasi Prusia tahun teknologi dalam eksplorasi ke dalam
1809. Seorang politisi pendidikan tubuh sendiri berupa penyusunan
Prusia, Wilhelm von Humboldt, genom manusia secara menyeluruh,
mendirikan universitas riset yang telah mengantar pada berbagai
pertama di dunia yang kini bernama kemajuan di bidang kedokteran
Humboldt University of Berlin, dan kesehatan masyarakat. Selain
dengan dukungan Raja Friedrich itu, berbagai teknologi baru
Wilhelm III. Universitas ini sangat seperti komputer, internet, GPS,
intensif melakukan riset sains prosedur medis, serta farmasi telah
serta menyatukan prinsip utama berkontribusi secara signifikan
pengajaran dan riset dalam kegiatan dalam kemajuan dan kesejahteraan
para staf akademiknya. Universitas masyarakat Amerika Serikat dan
riset ini kemudian menjadi model dunia (National Research Council
universitas serupa di seluruh Eropa 2012).
dan di Amerika Serikat.
Terobosan kebijakan dalam
Setelah Perang Dunia II usai, seperti menciptakan universitas riset serta
diuraikan di atas, Kongres lagi-lagi perangkat infrastruktur riset seperti
mengambil terobosan besar berupa lembaga pendanaan otonom sebagai
kebijakan strategis untuk sekali lagi aset nasional telah membawa
memperkuat kemitraan tersebut. Amerika Serikat menjadi negara
Kongres melakukan investasi dengan ekonomi dimotori oleh
besar di bidang riset mendasar inovasi. Negara ini unggul dalam
dan pendidikan pascasarjana yang percaturan ide dan gagasan, produk,
berbasis riset untuk membangun serta proses menghasilkan industri
universitas riset terkemuka di dunia, baru dan lapangan kerja.
memasok lulusan yang terdidik,
serta penguatan inovasi sains dan Universitas riset telah menjadikan
teknologi. Kemitraan riset yang besar perguruan tinggi Amerika Serikat
ini telah memungkinkan Amerika sebagai simpul pertemuan bakat-
Serikat memenangkan Perang bakat ilmiah terbaik dunia, sebuah
Dingin, menempatkan jejak kaki reputasi yang dibangun dengan

168

BAB VI - KEBIJAKAN STRATEGIS: PENGARUSUTAMAAN SAINS BIODIVERSITAS INDONESIA

desain besar yang strategis. universitas riset yang didirikan
Universitas riset adalah aset dengan program awal hanya berupa
nasional, rumah bagi penciptaan ilmu studi pascasarjana yang berfokus
pengetahuan dan kapabilitas serta pada riset. Indonesia semestinya
kapasitas SDM yang mumpuni, yang dapat belajar dari negara-negara
menjadi tumpuan bagi dunia bisnis, tersebut untuk menyiapkan diri
pemerintah, maupun masyakarat melakukan transisi ekonomi dengan
umum untuk menghadapi berbagai menjadikan megabiodiversitas
ketidakpastian di masa depan. serta kekayaan alamnya sebagai
modal utama pembangunan
Dalam tingkatan yang berbeda, ekonomi berbasis sains, teknologi,
Universitas Mahidol di Thailand dan inovasi untuk menjadikannya
dan Australian National University bertransformasi sebagai negara maju.
di Canberra, Australia, merupakan

Kolaborasi Internasional
dan Berbagi Manfaat Bersama

Tak ada satu laboratorium atau Di satu pihak, peran kuat pemerintah
kelompok riset di negara maju Indonesia dalam konservasi dan
sekalipun yang cukup canggih eksploitasi sumber daya alam
untuk mencakup semua aspek topik diabadikan dalam Pasal 33 (3)
riset biodiversitas yang kompleks. Undang-Undang Dasar, yang
Kolaborasi riset merupakan keharusan mengatur bahwa “bumi, air, dan
dalam sains modern. Untuk Indonesia kekayaan alam yang terkandung di
yang kaya dengan biodiversitas dalamnya dikuasai oleh negara dan
tapi relatif miskin dalam sains dan dipergunakan untuk sebesar-besar
teknologi, kerja sama internasional kemakmuran rakyat”. Peran kuat
menjadi suatu keniscayaan. Melalui negara juga tercermin dalam sejumlah
kerja sama internasional, transfer perangkat undang-undang pendukung
ilmu pengetahuan dan teknologi dan aturan turunan untuk memastikan
serta penguatan budaya ilmiah dapat perlindungan biodiversitas seperti
dipercepat. sumber daya genetik (Tabel 6.2).

169

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

Tabel 6.2 Undang-undang pendukung dan aturan turunan berkaitan dengan sumber daya genetik.
170

BAB VI - KEBIJAKAN STRATEGIS: PENGARUSUTAMAAN SAINS BIODIVERSITAS INDONESIA

Pada dasarnya, pemerintah bertugas dan sebagainya. Untuk dapat
untuk mencari, mengumpulkan, memanfaatkan megabiodiversitas
menggunakan dan melakukan Indonesia, riset dasar yang dapat
konservasi sumber daya genetik dipercepat dengan kerja sama
tanaman. Namun warga negara ilmuwan internasional mutlak
Indonesia atau badan usaha dapat perlu. Pencarian senyawa berharga
diberi lisensi untuk pencarian dan bernilai komersial merupakan
dan pengumpulan. Pencarian dan aktivitas transnasional saling
pengumpulan sumber daya genetik membutuhkan. Aktivitas ini
hanya diperbolehkan untuk tujuan kerapkali melibatkan institusi di
pemuliaan tanaman dan dapat negara kaya sumber genetik dengan
dilakukan oleh pihak asing hanya institusi dari negara kaya teknologi
dalam rangka kolaborasi penelitian dan kemampuan komersialisasi
dengan mitra kerja Indonesia. sumber genetika.
Ekspor sumber daya genetik hanya
diperbolehkan untuk spesies tertentu Access and Benefit Sharing (ABS)
dan untuk tujuan penelitian dalam disusun untuk menjamin kesetaraan
pemuliaan tanaman, di mana antara berbagai pihak yang bermitra
pertukaran sumber daya semacam itu dalam meneliti dan memanfaatkan
dipertimbangkan. Akses peneliti dan biodiversitas. United Nations
institusi asing bergantung pada izin Convention on Biological Diversity
penelitian dan isinya. (UNCBD) yang diadopsi pada 1992
merupakan instrumen internasional
Keseimbangan yang baik antara pertama yang bukan hanya memiliki
kepentingan nasional dan kemajuan tujuan konservasi dan penggunaan
bersama umat manusia sangat biodiversitas yang berkelanjutan,
diperlukan. Begitu pula perangkat tetapi juga pembagian manfaat yang
regulasi yang mendorong tumbuhnya adil dan merata dari penggunaan
kerja sama lintas sektoral dalam biodiversitas tersebut. Indonesia
skala internasional untuk bersama- mengesahkan UNCBD pada 1994
sama menjawab berbagai tantangan dalam bentuk Undang-Undang No.
global seperti kerusakan ekosistem, 5 Tahun 1994. Selanjutnya melalui
ancaman kepunahan berbagai Undang-Undang No. 11 Tahun 2013
spesies, ketidakpastian iklim, tentang Pengesahan Nagoya Protocol

171

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

on Access to Genetic Resources and Peraturan yang memengaruhi
the Fair and Equitable Sharing of penerapan, prior informed consent,
Benefits Arising from Their Utilization dan prosedur pembagian keuntungan
to the Convention on Biological dirancang untuk menjamin
Diversity, Indonesia memastikan transparansi, partisipasi pemangku
bahwa ABS pada sumber daya kepentingan, dan pembagian manfaat
genetik dan pembagian keuntungan yang adil. Namun, hukum Indonesia
yang adil dan seimbang telah memiliki prosedur yang relatif
memiliki dasar hukum yang kuat. panjang dan rumit. Prinsip kehati-
hatian seperti yang tercermin dalam
Praktik penerapan ABS ini jauh aturan-aturan tersebut memang
dari sederhana. Di antaranya diperlukan, tapi aturan yang terlalu
karena dalam bioprospeksi, yakni banyak dan cenderung tumpang-
upaya eksplorasi biodiversitas tindih akan menghambat upaya
untuk mendapatkan sumber daya kolaborasi internasional dalam
genetik dan biokimia yang bernilai melakukan penelitian-penelitian
komersial, pengetahuan tradisional terkait biodiversitas. Hal ini membuat
yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia kurang kompetitif
adat dan masyarakat lokal adalah dibandingkan dengan negara-negara
informasi yang memberikan petunjuk tetangga, karena pengguna (dalam
tentang sifat sumber genetik yang hal ini negara-negara maju dengan
berpotensi dikomersialisasikan. sains dan teknologi yang tinggi) akan
Dalam hal ini ABS adalah alat lebih memilih untuk berinvestasi di
untuk mempromosikan keadilan negara-negara yang relatif “tidak
di tingkat antarnegara, sementara rumit” aturan-aturannya. Kita perlu
peran pengetahuan tradisional ini menyeimbangkan aspek kehati-
pun menuntut adanya peraturan di hatian dengan aspek perlunya
tingkat pemerintah daerah dan pusat. mendukung kolaborasi internasional
Masyarakat adat dan masyarakat dalam mengembangkan penelitian-
lokal pemilik pengetahuan ini berada penelitian mengenai biodiversitas
di dalam suatu negara, dan hak kita.
mereka, yang tunduk pada norma
hak asasi manusia internasional, Walaupun peran mutlak kolaborasi
diatur oleh undang-undang nasional. internasional dalam penelitian

172

BAB VI - KEBIJAKAN STRATEGIS: PENGARUSUTAMAAN SAINS BIODIVERSITAS INDONESIA

biodiversitas telah disadari kerja sama yang setara karena
sepenuhnya, banyak keluhan dari banyak dari ilmuwan Indonesia telah
ilmuwan Indonesia maupun mitra terbelenggu oleh beban administrasi
internasionalnya tentang sulitnya dalam jangka waktu panjang
menjalin kerja sama. Keluhan sehingga telah tertinggal dalam
yang sering terdengar antara lain perkembangan ilmu pengetahuan
birokratisasi yang berlebihan terkini; dan banyak penelitian yang
untuk mendapatkan izin penelitian, tidak jadi dijalankan hanya karena
melibatkan banyak sekali lembaga dianggap terlalu sensitif (Shetty et
dan kantor pemerintah pusat dan al. 2014).
daerah; sulitnya menemukan mitra

Rumah Kliring

Alam, lingkungan, beserta terpadu. Pada tataran cara pandang,
megabiodiversitas Indonesia adalah biodiversitas cenderung didekati,
public goods yang merupakan diorganisasikan, dan distrukturkan
bagian ekosistem global. Untuk sebagai sebuah sektor, padahal
itu seyogianya dikelola dan biodiversitas bersifat lintas sektor.
dimanfaatkan untuk menciptakan Pada tataran tata cara, mekanisme
kemakmuran bersama umat manusia. yang ada membatasi pihak yang
Isu megabiodiversitas sangatlah satu dengan yang lain untuk berbagi
kompleks. Pendekatan lintas sektoral dan bertukar informasi. Sekat-sekat
dalam pengelolaan dan pemanfaatan ini dapat ditemukan di banyak
biodiversitas merupakan sebuah tempat seperti antarkementerian/
keharusan. lembaga, antar universitas, antar
lembaga penelitian, antar kelompok
Kegiatan terkait biodiversitas masyarakat sipil yang bergerak di,
Indonesia, baik riset maupun atau mendalami, biodiversitas.
pengelolaan biodiversitas seringkali
masih dijalankan oleh berbagai pihak Bahkan sekat-sekat ini dapat pula
secara terpisah, terpecah, dan belum ditemukan dalam sebuah institusi,

173

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

intrakementerian/lembaga. Rasa mana pengaturan-pengaturan rumah
memiliki yang terlalu besar dan kliring sepadan dengan persoalan
ego sektoral menjadi pemicu utama yang hendak diselesaikan, yakni
munculnya batasan-batasan tersebut, penanganan biodiversitas Indonesia
sekaligus memperuncingnya. Cara tanpa sekat dan bersifat lintas
pandang ini secara signifikan sektor serta lintas pihak. Rumah
menjadi penghambat upaya kliring lebih memungkinkan untuk
pengarusutamaan dan pelaksanaan melampaui batas-batas institusi,
riset dan pengelolaan biodiversitas termasuk mandat dan yurisdiksi
Indonesia. dan pergelutan kuasa internal
dibandingkan proses dan mekanisme
Salah satu terobosan untuk formal yang ada saat ini. Dengan
menjembatani sekat-sekat tersebut demikian, rumah kliring ini dapat
adalah melalui mekanisme informal berperan sebagai simpul penghubung
berbentuk rumah kliring. Disebut pengetahuan sekaligus sarana
mekanisme informal karena struktur mengurai kemandekan akibat proses
dan proses dari rumah kliring dan mekanisme formal.
ini didorong oleh kebutuhan-
kebutuhan untuk mengatasi Sejumlah fungsi yang mungkin
persoalan biodiversitas secara diperankan suatu rumah kliring,
terpadu. Proses dan struktur yang antara lain, berbagi pengetahuan
muncul merupakan hasil dari nilai- secara lintas disiplin (intra dan inter)
nilai yang muncul dari para peserta ilmu alam, sosial, dan humaniora;
dan berbasis konsensus bersama. tukar-menukar informasi dan data
Rumah kliring tidak memiliki melalui alur yang tidak kaku dan
regulasi formal. Struktur dan formal; membahas rancangan
prosesnya sedemikian rupa sehingga dan rumusan kebijakan maupun
memungkinkan terjadi pertukaran kebijakan yang ada terkait
informasi secara vertikal dan biodiversitas Indonesia baik darat
horizontal tanpa memandang asal maupun laut; mendorong upaya
institusi, eselon, dan hierarki, baik di akumulasi pengetahuan, misalnya
lembaga publik maupun swasta. melalui evidence summit atau call
Rumah kliring ini menunjukkan for evidence untuk biodiversitas
institutional fit (Young 2002) di Indonesia, serta ikut mengupayakan

174

BAB VI - KEBIJAKAN STRATEGIS: PENGARUSUTAMAAN SAINS BIODIVERSITAS INDONESIA

kelahiran dan pengelolaan jurnal masa awal penyusunan dokumen
yang menjadi wadah bagi literatur IBSAP, proses yang berlangsung
abu-abu biodiversitas Indonesia; berhasil mempertemukan lebih dari
melahirkan para kampiun masa 100 organisasi biodiversitas. Kita
depan yang memiliki kemampuan pernah pula memiliki Lembaga
mengapresiasi kompleksitas dan Biologi Nasional, terutama sebelum
signifikansi biodiversitas Indonesia; lembaga ini distrukturkan seperti
menjembatani proses pendanaan sekarang ini. Hari-hari ini kita
dan kolaborasi penelitian dan juga menyaksikan organisasi-
penanganan biodiversitas Indonesia, organisasi besar yang bergerak
termasuk kolaborasi internasional dalam konservasi lingkungan
mengingat biodiversitas Indonesia dan pengelolaan sumber daya di
merupakan properti publik global. Indonesia mengorganisasikan diri ke
dalam Forum Komunikasi Konservasi
Salah satu unsur sangat penting Indonesia (FKKI), yang antara lain
adalah bahwa sebuah rumah kliring menjajaki kemungkinan pertukaran
perlu difasilitasi oleh sekelompok informasi dan data antar organisasi.
tokoh atau pihak yang dihargai Modalitas seperti ini dapat dijadikan
para peserta karena dedikasi dan pembelajaran sekaligus rujukan
integritas mereka yang tinggi bagi unsur-unsur penyusun dan
bagi biodiversitas Indonesia, baik pemungkin rumah kliring untuk
dari segi pengetahuan maupun biodiversitas Indonesia.
tindakan. Lebih dari itu, mereka
dianggap netral oleh para peserta
dan dipandang mampu merangkul
sebanyak mungkin pihak, sehingga
dapat menjadi fasilitator bagi semua.
Kepemimpinan tersebut merupakan
kunci bagi keberhasilan rumah
kliring ini.

Dalam derajat tertentu, cikal bakal
rumah kliring telah muncul di
Indonesia. Sebagai contoh, pada

175

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

VII

REKOMENDASI

Lihatlah lebih dekat ke alam, maka kau akan memahami segalanya lebih baik
– Albert Einstein

176

BAB VII - REKOMENDASI
177

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

Paradigma Indonesia kaya yang biodiversitas kita belum secara
hanya menekankan kuantitas optimal dimanfaatkan untuk
kekayaan alam, termasuk kesejahteraan rakyat dan kemajuan
biodiversitas, melenakan dan bangsa. Saatnya kita mengambil
berujung pada eksploitasi alam langkah strategis dengan paradigma
untuk tujuan ekonomi jangka baru berbasis sains dan teknologi
pendek. Di tengah keberlimpahan untuk mengelola biodiversitas
ini, kita miskin ilmu pengetahuan, secara lebih cerdas, produktif, dan
fakir teknologi, dan minim modal berkelanjutan.
sosial sehingga kekayaan alam dan

Prioritas Investasi Nasional
dalam Pemanfaatan dan
Pengelolaan Biodiversitas

“Dalam bidang lingkungan hidup dan ekonomi berbeda, yakni sedang,
biodiversitas, di mana pemerintah besar, dan sangat besar.
sebaiknya berinvestasi?” Itulah
pertanyaan penting yang perlu kita 1. Pengembangan Ekowisata
jawab. Sejumlah prioritas investasi Berbasis Sains
nasional memiliki level tantangan
dan kebutuhan investasi berbeda Pengembangan ekowisata memang
yang mencerminkan ambisi dan telah dirintis oleh pemerintah,
komitmen politik para pengambil namun dukungan sains dan
kebijakan. Terdapat tiga kegiatan teknologi akan menghasilkan
utama yang dapat dijadikan prioritas dampak ekonomi yang lebih besar
investasi nasional berbasis sumber dan berkesinambungan. Indonesia
daya hayati, yaitu ekowisata, memiliki banyak sekali spesies
bioprospeksi untuk penemuan obat endemik dan kharismatik yang dapat
dan bioenergi, serta eksplorasi laut dikelola sebagai paket ekowisata
dalam. Ketiga prioritas investasi dunia. Selain komodo dan orang
ini juga memiliki potensi dampak utan, kita juga memiliki babirusa

178

BAB VII - REKOMENDASI

dan berbagai macam burung khas khususnya dari negara-negara maju.
Indonesia. Burung maleo, misalnya, Pendekatan komprehensif yang
memiliki keunikan biologis yang memadukan ekowisata dengan
dapat dikemas menarik. Telur burung upaya konservasi dan pusat riset
ini berukuran hingga lima kali biodiversitas dapat meningkatkan
lipat telur ayam dan dapat menetas kesadaran, penghargaan, serta
dalam timbunan pasir tanpa dierami. kepedulian terhadap alam, nilai-nilai
Seluk-beluk burung maleo ini dan peninggalan sejarah dan budaya
upaya konservasi spesies kharismatik setempat (eco-heritage). Selain
dengan pendekatan sains dan membawa kepada kesejahteraan
teknologi dapat menarik segmen masyarakat lokal, upaya ini sekaligus
khusus wisatawan pecinta sains dan dapat menguatkan sains, teknologi,
lingkungan. dan budaya ilmiah Indonesia.

Potensi ekowisata kita sangat Kita juga memiliki potensi besar
besar dan seharusnya dikelola dalam pengembangan wisata eco-
secara lebih optimal sebagaimana heritage. Kekayaan megabiodiversitas
Cina sukses mengembangkan dan Indonesia telah menginspirasi
memperkenalkan panda kepada lahirnya berbagai terobosan
dunia. Cina sukses mengemas besar ilmu pengetahuan dunia.
upaya konservasi panda menjadi Ilmuwan-ilmuwan legendaris dunia
paket ekowisata. Kita pun dapat menghasilkan magnum opus dan
melakukan hal serupa. Konservasi meninggalkan jejak berharga di
spesies endemik dan kharismatik Indonesia. Pada abad ke-19, Alfred
seperti komodo, anoa, babirusa, Russel Wallace melahirkan teori
dan berbagai jenis burung dapat evolusi dan biogeografi modern,
dikemas menjadi industri ekowisata. Franz Junghuhn merintis upaya
Pemaparan secara menarik dengan aklimatisasi tanaman, dan Eugene
pendekatan berbagai bidang sains Dubois menemukan fosil Homo
dalam upaya konservasi spesies- erectus di Sangiran. Jauh di abad
spesies kharismatik dapat menjadi ke-17, Rumphius merintis lahirnya
daya tarik wisatawan dengan minat taksonomi dan botani tropis dari
khusus dan daya beli tinggi. Jumlah Ambon. Warisan-warisan mereka
wisatawan jenis ini semakin besar, dapat dihidupkan dan dikelola

179

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

sebagai aset wisata bernilai mendongkrak dampak ekonomi dari
ekonomi tinggi, tidak kalah dari penemuan obat dan sumber bioenergi.
industri ekowisata Galapagos yang
mengandalkan jejak Charles Darwin. Kekayaan alam Indonesia mencakup
lebih dari 10% tanaman dunia yang
Keterpaduan dukungan pemerintah dapat menjadi sumber utama obat-
baik pusat maupun daerah, obatan. Pasar obat tradisional pun
perguruan tinggi dan lembaga tumbuh cukup pesat (Kementerian
riset lingkungan hidup, sektor Perindustrian 2017). Saintifikasi
swasta, dan masyarakat setempat jamu selaku upaya modernisasi guna
menjadi sangat penting. Karena meningkatkan nilai ekonomi telah
itu hal yang mendesak dilakukan diatur dalam peraturan Kementerian
adalah pemetaan potensi ekowisata, Kesehatan sebagai pembuktian ilmiah
pemetaan kelembagaan beserta melalui penelitian berbasis pelayanan
kekuatan dan kelemahannya, kesehatan.
pemetaan koordinasi antarlembaga,
serta pemetaan potensi dan kendala Pemanfaatan sains dan teknologi
pendanaan untuk pengembangan terkini, dikombinasikan dengan
ekowisata. pengetahuan dari naskah-naskah
kuno dapat membuka jalan bagi
2. Bioprospeksi untuk pengembangan obat-obat herbal yang
Penemuan Obat dan Energi sudah distandarkan, fitofarmaka,
hingga penemuan zat aktif untuk
Indonesia memiliki lebih dari 30.000 obat baru. Langkah ini bahkan
tanaman obat, 4.000 di antaranya telah membuahkan hadiah Nobel
memiliki rekam jejak turun- Kedokteran yang diraih ilmuwan
temurun sebagai bahan pembuat Cina, Tu Youyou, pada 2015, atas
jamu. Namun untuk obat, hampir penemuan artemisinin sebagai
seluruh bahan bakunya masih antimalaria. Penelitian tersebut
diimpor. Indonesia juga dikaruniai bermula dari pengumpulan dan
keragaman mikroorganisme yang pencarian ribuan resep ramuan herbal
dapat mengkonversi energi matahari berumur 1.700 tahun untuk melacak
menjadi sumber energi alternatif. zat-zat yang berpotensi memiliki sifat
Investasi untuk bioprospeksi dapat antimalaria.

180

BAB VII - REKOMENDASI

Perkembangan sains data tanaman obat ini perlu didukung
dan teknologi informasi dapat dengan kemampuan yang mumpuni
mempercepat upaya pencarian dalam bidang fitokimia, farmakologi
obat baru dari naskah-naskah molekuler, uji praklinik dan klinik,
kuno. Upaya ini telah dimulai oleh serta translasi hasil studi menjadi
Mayo Clinic di Amerika Serikat obat. Studi farmakogenetik dan
yang memanfaatkan karya akbar farmakogenomik manusia Indonesia
Rumphius, Herbarium Amboniense, dengan etnik yang beragam juga
untuk mengembangkan antibakteri sangat diperlukan untuk mengetahui
dari ekstrak pohon atun (Atuna respons tubuh terhadap obat, terkait
racemosa). Kitab yang ditulis efektivitas dan keamanannya. Salah
Rumphius pada abad ke-17 tersebut satu tantangan kesehatan yang kita
mencatat tanaman-tanaman obat hadapi adalah munculnya resistensi
tradisional di Ambon berikut agen penyakit terhadap obat yang
khasiatnya. ada, munculnya kuman dan penyakit
baru serta berbagai penyakit
Pengumpulan data berskala metabolisme terkait gaya hidup
nasional secara sistematik dan yang juga terus menuntut pencarian
berkesinambungan dari naskah- alternatif obat baru.
naskah kuno dan tradisi lisan
Nusantara berpotensi menjadi Di bidang energi, Indonesia dan
lumbung pengetahuan awal tentang beberapa negara di Asia Tenggara
sistem pengobatan tradisional telah mencoba mengembangkan
dari berbagai suku di Indonesia. bioenergi berbasis biodiesel dan
Pengetahuan dan kearifan lokal bioetanol. Namun sejumlah studi
masyarakat dalam bentuk tradisi menunjukkan upaya itu layu
lisan perlu didokumentasikan sebelum berkembang karena harga
sebelum punah. Upaya pencarian yang tak bersaing, kompetisi
obat baru lewat pendekatan seperti dengan pertanian untuk pangan,
ini akan berjalan lebih cepat lagi dan isu alih fungsi lahan. Idealnya,
berkat pesatnya perkembangan sains kita membutuhkan sumber energi
dan teknologi seperti kecerdasan terbarukan yang bersifat climate
buatan. Peningkatan kapasitas positive, yakni menghasilkan energi
dalam penapisan dan klasifikasi sekaligus mengurangi jumlah karbon

181

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

dari atmosfer. Indonesia sebagai terpecahkan. Padahal 90% laut
negara kepulauan terbesar di dunia Indonesia adalah laut dalam. Inilah
memiliki potensi mengembangkan ruang kehidupan tanpa cahaya
bioenergi dari fotosintesis mikroalga matahari dengan suhu amat ekstrem
guna menyerap energi matahari serta tekanan sangat tinggi. Dalam
menjadi biomassa, bioetanol, atau lingkungan ini aneka makhluk
bahkan carbon-negative hydrogen. hidup ternyata dapat berkembang,
Meningkatkan efisiensi dan kinerja meski sulit diterima nalar manusia.
fotosintesis merupakan tantangan Ada yang tak bermata, ada yang
besarnya. Namun, perkembangan ilmu sekadar pendar-pendar cahaya,
pengetahuan saat ini memungkinkan ada pula yang tinggal di celah
untuk mendesain ulang fotosintesis gunung api bawah samudra. Belum
secara substantial. lagi berbagai jasad renik yang
hidup dan berinteraksi di sana.
Untuk mencapai tujuan ini diperlukan Pemahaman mengenai mekanisme
sistem terpadu antar pemangku hidup makhluk-makhluk unik nan
kepentingan, termasuk badan mencengangkan ini dapat mengantar
pemerintahan, komunitas lokal kita pada pengetahuan baru yang tak
dan global, lembaga riset, lembaga terpikirkan sebelumnya. Dasar laut
hukum, organisasi kesehatan, dan juga memendam harta karun seperti
industri. Hal serupa juga dibutuhkan mineral-mineral berharga.
terkait bioprospeksi untuk bionergi.
Integrasi ini diperlukan untuk Dunia misterius ini jauh lebih dekat
mengoptimalkan upaya pemanfaatkan ketimbang luar angkasa. Namun
potensi ekonomi biodiversitas kita memiliki pengetahuan lebih
Indonesia dalam pelacakan sumber banyak mengenai ruang angkasa
obat-obatan dan energi baru sekaligus dibanding laut dalam. Eksplorasi laut
menjaga keberlangsungan pelestarian dalam adalah sebuah momentum
biodiversitas. yang memerlukan ikhtiar raksasa.
Tantangannya memang besar,
3. Eksplorasi Laut Dalam namun menjanjikan imbalan yang
luar biasa. Eksplorasi laut dalam
Kedalaman samudra menyimpan akan menyumbang pengetahuan
misteri yang hingga kini belum baru, inovasi teknologi, serta potensi

182

BAB VII - REKOMENDASI

keuntungan ekonomi sangat besar pengetahuan, inovasi, dan teknologi
seperti yang terjadi pada eksplorasi baru yang akan mendorong industri
ruang angkasa pada 1960-an kimia, obat-obatan, dan energi baru.
yang dipelopori Amerika Serikat. Dan di planet ini, tak ada negara lain
Eksplorasi laut dalam juga sebanding dianugerahi laut sekaya Indonesia.
dengan eksplorasi ke dalam tubuh
manusia dengan menguraikan secara Pemetaan kekuatan dan kelemahan
total informasi genetik melalui sumber daya manusia, kelembagaan,
Human Genome Project. Proyek ini dan potensi pendanaan untuk
juga menghasilkan lompatan besar mendukung ikhtiar akbar ini sangat
dalam dunia sains dan teknologi diperlukan. Penguatan sumber daya
kedokteran dan kesehatan, beserta manusia dengan mendorong lebih
keuntungan ekonomi yang amat banyak generasi muda Indonesia
besar dari teknologi pencegahan, untuk mempelajari laut dalam hingga
diagnostik, dan pengobatan hasil dari tingkat doktoral serta terlibat dalam
terobosan Human Genome Project penelitian-penelitian internasional
tersebut. Eksplorasi laut dalam juga sangat penting.
juga berpotensi besar menghasilan

Mengembangkan Sains dan Teknologi
untuk Biodiversitas Indonesia

Bagaimanapun, Indonesia tetap Mengembangkan Sains
harus berinvestasi dalam sains dasar dan Teknologi untuk
dan teknologi untuk dapat mengelola Memahami Sifat-sifat Dasar
kekayaan biodiversitasnya secara Megabiodiversitas Indonesia
lestari dan mendapatkan manfaat
ekonomi sebesar-besarnya. Selain 1. Membuat Penelitian yang Lebih
itu, diperlukan peningkatan berbagai Komprehensif Melalui Pengembangan
faktor pendukung seperti ekosistem Observasi dan Pemodelan yang Tepat.
riset, kelembagaan, dan sumber daya Pemahaman yang lebih mendalam
manusia. mengenai sifat-sifat dasar

183

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

megabiodiversitas Indonesia yang fokus dalam pengembangan
memerlukan upaya komprehensif big data serta layanan untuk
dari hulu hingga hilir. Sifat-sifat kepentingan riset. Pada akhirnya,
dasar seperti bagaimana bermacam sistem pemantauan terintegrasi
spesies hidup bersama, saling dan pusat kompilasi data lapangan
berinteraksi dan memengaruhi satu dapat diasimilasi dengan pemodelan
sama lain dalam ekosistem yang numerik tingkat tinggi. Tujuannya
dinamis, memerlukan pemantauan adalah memahami biodiversitas dan
yang cermat dan berkesinambungan. memodelkan skenario perubahan
masa depan di Bumi Maritim
Di tataran hulu, pembangunan Indonesia—variabilitas iklim, proses-
sistem pemantauan terintegrasi proses di laut, perubahan lahan, serta
dapat meliputi pengembangan sensor sistem hidrologi.
satelit mikro dan stasiun lapang,
baik di darat maupun laut. Di laut 2. Meningkatkan Pemahaman
misalnya, pemantauan dapat berbasis tentang Keseimbangan Ekosistem
anjungan lepas pantai ataupun demi Keberlangsungan Perlindungan
terapung lainnya. Pemantauan dan Spesies Endemik dan/atau Terancam
pengambilan sampel di daratan dan Punah.
lautan, seperti ekspedisi reguler di Salah satu keunikan biodiversitas
berbagai ekosistem hutan, pelayaran Indonesia adalah tingginya
riset berkala di lokasi-lokasi yang tingkat endemisitas, yaitu spesies
kaya dan sensitif—seperti perairan yang hanya dapat ditemukan di
upwelling dan terumbu karang— Indonesia. Pola sebaran endemisitas
maupun dengan teknologi nirawak, ini pun berbeda-beda pada
sangat dibutuhkan. wilayah biogeografi yang berbeda.
Setiap wilayah memiliki ragam
Pada tataran hilir, semua data spesies berbeda, yang seringkali
yang terkumpul dari upaya terancam punah. Karena itulah
pemantauan di atas memerlukan penelitian-penelitian tentang peran
pengolahan lanjutan berbasis grid keseimbangan ekosistem perlu
spasial (horizontal dan vertikal) dilakukan di wilayah biogeografi
dalam beberapa level data. Hal ini yang berbeda-beda ini.
memerlukan manajemen satu data

184

BAB VII - REKOMENDASI

Dalam hal endemisitas, misalnya, pada makhluk hidup untuk dapat
Indonesia memiliki spesies burung bertahan dan menyesuaikan dengan
jelajah terbatas (< 50.000 km2) perubahan lingkungan. Proses ini
dengan jumlah tertinggi di dunia. unik dan melibatkan berbagai faktor
Paparan Sunda memiliki biodiversitas yang hingga kini belum seluruhnya
tinggi namun endemisitas rendah; dipahami. Penelitian-penelitian
Kawasan Wallacea memiliki untuk memahami pola adaptasi,
biodiversitas rendah namun baik di tingkat organisme, populasi,
endemisitas tinggi; sedangkan maupun ekosistem, mendesak
Paparan Sahul memiliki biodiversitas dilakukan sehingga kita mampu
tinggi dengan endemisitas sedang. melestarikan berbagai organisme
Perbedaan tingkat endemisitas ini dalam perubahan lingkungan
menunjukkan perlunya prioritas yang sangat cepat dalam beberapa
penentuan wilayah dalam penelitian- dasawarsa ini. Penelitian dapat
penelitian yang akan dilakukan diprioritaskan di berbagai lingkungan
jika sumber daya yang dimiliki ekstrem atau dinamis seperti di laut
terbatas. Bias data juga terjadi dalam maupun gunung berapi.
untuk spesies yang terancam punah.
Kebanyakan data berasal dari fauna 4. Memperkuat Bank Spesimen
dan flora daratan, karena penelitian- Biodiversitas Indonesia
penelitian lebih banyak dilakukan Spesimen dari biodiversitas
pada jenis organisme daratan ini. Indonesia mempunyai nilai
Perlu eksplorasi lebih intensif untuk ekonomi sangat besar. Diperlukan
organisme lain di habitat perairan suatu depositori koleksi spesimen,
yang kemungkinan juga terancam baik mikroorganisme, tumbuhan,
punah. maupun hewan, dengan standar
internasional (biobank) untuk
3. Memahami Pola Adaptasi menyimpan aset tersebut dengan
Biodiversitas terhadap baik. Biobank seperti ini hendaknya
Perkembangan Global dan juga menyimpan spesimen klinis dari
Perubahan Iklim. manusia seperti sisa jaringan/sel,
Adaptasi adalah suatu proses biopsi, sel punca, dan sebagainya,
perubahan tubuh atau bagiannya yang merupakan sumber daya
yang dapat diturunkan yang terjadi genetik yang dapat dilihat secara

185

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

genomik/metagenomik, proteomik, 1. Meningkatkan Kesadaran
transkriptomik, metabolomik, dan Masyarakat akan Pentingnya
sebagainya. Biodiversitas
Biodiversitas Indonesia memenuhi
Upaya-upaya serius yang perlu semua kriteria sebagai modal
dilakukan, antara lain: dasar bagi kelangsungan hidup
a. Penguatan database spesimen dan keunggulan komparatif
bangsa. Ironisnya, literasi publik
biodiversitas yang efektif dan akan biodiversitas masih sangat
mudah diakses. rendah. Padahal dukungan
b. Penguatan kelembagaan dengan masyarakat sangat penting untuk
meningkatan kualitas sumber menjadikan biodiversitas sebagai
daya manusia dan anggaran untuk arus utama dalam kebijakan.
pengelolaan tempat penyimpanan. Karena itu, komunikasi strategis
c. Penguatan jejaring antara untuk menggalang dukungan
lembaga pengelola bank spesimen, publik terhadap segala hal yang
inventor, dan pengguna, sehingga mendukung pengelolaan dan
koleksi spesimen terus bertambah, pemanfaatan biodiversitas sebaiknya
jumlah paten meningkat, dan menjadi prioritas. Langkah
pemanfaatan spesimen semakin pertama yang perlu dilakukan
tinggi, baik untuk pengembangan adalah mengkampanyekan konsep
sains maupun tujuan biodiversitas secara umum,
komersialisasi. biodiversitas Indonesia, dan potensi
d. Diseminasi informasi mengenai ekonominya. Untuk generasi muda,
keberadaan Bank Spesimen informasi terkait biodiversitas harus
Biodiversitas di kalangan disampaikan dengan menarik.
peneliti, akademisi, industri, dan Melatih guru di sekolah dasar hingga
masyarakat umum. sekolah menengah untuk mampu
menanamkan ketertarikan dan rasa
Meningkatkan Partisipasi ingin tahu mengenai biodiversitas
Masyarakat dalam Upaya secara umum serta biodiversitas
Mengelola Biodiversitas Indonesia dan manfaatnya, juga
yang Produktif dan sangat diperlukan.
Berkelanjutan

186

BAB VII - REKOMENDASI

2. Mengembangkan Kearifan Lokal Diperlukan kondisi dan strategi
Masyarakat adat di berbagai belahan khusus untuk mempertahankan dan
dunia, termasuk di Indonesia, memanfaatkannya sebagai penjaga
umumnya memiliki ketergantungan biodiversitas. Namun demikian,
dan kedekatan lebih pada alam untuk kearifan lokal harus senantiasa
bertahan hidup. Hal inilah yang ditinjau ulang dalam dunia yang
menghasilkan perilaku, kebiasaan, terus berubah.
dan budaya penghargaan terhadap
alam beserta segala isinya, baik di 3. Mengembangkan Sains Warga
darat maupun di laut. Penghargaan dan Data Komputasi
tersebut mewujud dalam berbagai Era big data, teknologi komputasi,
bentuk pengetahuan, kearifan, sikap, dan ilmu kuantitatif membuka
ritual, tradisi, ataupun seperangkat kesempatan melakukan intervensi
aturan adat sebagai produk budaya, dan penerapan aplikasi yang inovatif,
fisik maupun nonfisik, harfiah, terutama melalui biodiversitas
maupun simbolis. Indonesia yang kaya dan potensial.
Bagaimana mengintegrasikan
Aneka budaya dan kearifan dalam komponen multidimensi dari
tradisi masyarakat tersebut memang observasi ilmiah dengan sejarah
bersifat lokal. Namun makna kearifan lokal, kondisi sosial
dan implikasi produk budayanya budaya, kebijakan ekonomi dan
mempunyai prinsip dasar sama, pemerintahan, untuk memenuhi
yaitu penghormatan kepada alam kebutuhan manusia yang terus
dan pelestarian keanekaragaman berkembang dan berubah, namun
hayati sebagai penopang kehidupan, tetap harmonis dengan alam?
termasuk sebagai penyedia makanan
dan obat-obatan. Bertambahnya Diperlukan pembentukan sistem
jumlah penduduk, meningkatnya kolaborasi, perekaman data,
mobilitas manusia, dan tingginya infrastruktur komputasi intensif,
hasrat mengeksploitasi alam proses berbagi dan analisis data yang
untuk keuntungan ekonomi terintegrasi. Dengan demikian, arus
sebesar-besarnya merupakan informasi dapat bermanfaat untuk
tantangan bagi kearifan lokal merancang intervensi permasalahan
tersebut untuk tetap bertahan. dan pemanfaatan sumber

187

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

biodiversitas yang inovatif. Sains warga dapat dilakukan bersama
warga dengan dukungan kecerdasan perguruan tinggi setempat dan/
buatan merupakan terobosan utama atau lembaga riset.
era big data yang diharapkan dapat c. Pelatihan guru untuk
dikembangkan untuk membantu memasukkan muatan
pelacakan, pendataan, dan pemetaan biodiversitas dalam mata
biodiversitas secara lebih efisien pelajaran yang mereka ampu.
melalui otomasi observasi skala Para guru diberikan keahlian
besar. Pendekatan ini diharapkan dasar pengumpulan data atau
dapat dibangun sebagai program literatur terkait biodiversitas
awal pemanfaatan inovatif serta metodologi pengajaran yang
sumber biodiversitas nasional dan memadai dan mudah dilakukan.
pelestariannya.
Meningkatkan Pemanfaatan
Untuk mendukung sains warga, dan Nilai Ekonomi
diperlukan juga penguatan muatan Keunggulan Biodiversitas
biodiversitas dalam kurikulum Indonesia
sekolah, yang meliputi:
a. Pemetaan kurikulum secara lintas 1. Pemanfaatan dan Pengusahaan
Jasa Ekosistem
sektoral untuk menempatkan Pemanfaatan dan pengusahaan
topik biodiversitas sebagai tema ekonomi dari jasa ekosistem akan
lintas disiplin dalam pendidikan sangat bergantung pada terjaganya
sejak TK hingga SMA. Matriks modal alam, termasuk biodiversitas,
yang dihasilkan diharapkan yang menyusun ekosistem dan
cukup dalam dan memberikan menghasilkan jasa ekosistem.
perspektif luas mengenai Pemanfaatan jasa ekosistem
biodiversitas dalam semua mata perlu memastikan daya dukung
pelajaran yang terintegrasi dan daya tampung ekosistem
dengan pendidikan karakter. agar tidak menimbulkan biaya
b. Proyek aksi lokal sebagai dan beban. Misalnya, hilangnya
percontohan sains warga dengan sumber pendapatan—tunai dan
memasukkan tema biodiversitas— nontunai—dari jasa ekosistem,
khususnya biodiversitas lokal penurunan ketahanan pangan, atau
daerah tersebut. Koordinasi sains

188

BAB VII - REKOMENDASI

memburuknya kualitas kesehatan Peraturan Pemerintah No. 46 tahun
masyarakat yang hidupnya 2017 tentang Instrumen Ekonomi
bergantung pada hutan, sungai, atau Lingkungan Hidup, perlu selekasnya
laut. Pengusahaan jasa ekosistem dijalankan agar kita mengetahui
yang berkelanjutan sekaligus bernilai stok fisik dan nilai moneter berbagai
ekonomi tinggi akan ditentukan jasa ekosistem kita di hutan, danau,
oleh inovasi-inovasi yang memberi gambut, bakau, dan laut.
nilai tambah dan meningkatkan
efisiensinya. 2. Inspirasi Teknologi dari Alam:
Mengembangkan Sains Biomimikri
Inovasi tersebut berlaku untuk Biomimikri adalah pendekatan
teknologi tepat guna dan rendah yang menggunakan sistem alam
dampak. Akses pendanaan, insentif sebagai model untuk memecahkan
fiskal, dan sertifikasi berkelanjutan masalah yang dihadapi manusia,
diperlukan untuk mengembangkan terutama dalam desain produk.
produk berbasis jasa ekosistem serta Dengan mempelajari sistem alam,
berwawasan biodiversitas. Selain kita dapat lebih memahami bahwa
itu, pengelolaan berupa model usaha alam sebenarnya sudah menyediakan
terpadu dengan pengelolaan lanskap solusi atas masalah yang dihadapi.
untuk konservasi atau restorasi Penelitian-penelitian lintas disiplin
ekosistem, misalnya terumbu karang perlu dilakukan agar kita dapat
atau lahan gambut, dapat didukung secara efisien memanen pengetahuan
melalui koperasi/badan usaha desa yang telah disediakan alam untuk
atau Kesatuan Pengelolaan Hutan/ meningkatkan kesejahteraan
KPH Konservasi. manusia lewat berbagai produk dan
inovasi mutakhir.
Di tingkat ekonomi yang lebih
makro, pemanfaatan dan Atap Teater Esplanade di Singapura
pengusahaan ekonomi jasa yang meniru kulit buah durian
ekosistem tidak bisa tidak harus adalah salah satu contoh aplikasi
memperhatikan ketersediaan dan biomimikri dalam bidang arsitektur.
perubahan jasa ekosistem. Neraca Atap teater berduri laksana durian
sumber daya alam dan jasa ekosistem itu dibuat bukan sebagai hiasan
sebagaimana dimandatkan dalam semata untuk menarik wisatawan,

189

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

tetapi juga berfungsi sebagai panel akhirnya akan bermuara pada
aluminium yang mengikuti posisi pemanfaatan untuk keperluan
matahari. Atap berduri itu bertujuan pembangunan ekonomi. Pada
memantulkan kembali panas matahari tahap pemahaman, aspek-aspek
yang membantu menjaga kesejukan yang krusial adalah perikanan dan
dalam ruangan teater. Dalam hal ini, bioteknologi. Pemahaman struktur
aspek estetika, identitas lokal, dan dan sebaran biota laut dalam dapat
fungsi praktis digabungkan melalui difokuskan pada sebaran ikan di
sains dan seni. lapisan perairan sekitar lereng
benua yang kaya nutrisi, akibat
Alam memang menyediakan berbagai proses pertukaran vertikal yang
fenomena yang dapat mengilhami dibangkitkan oleh gelombang
kita untuk mengembangkan sains internal, khususnya di kedalaman
dan teknologi baru. Sejumlah 100-400 m. Tantangan selanjutnya
hewan seperti bintang laut memiliki adalah pengembangan alat tangkap
kemampuan meregenerasi dirinya. yang ramah lingkungan dan cocok
Beberapa jenis bintang laut mampu pada kondisi lereng benua. Untuk
menumbuhkan lengannya yang konteks bioteknologi kelautan,
terputus, bahkan pada beberapa jenis, eksplorasi sumber daya biologi di laut
potongan lengannya dapat tumbuh dalam, genetika biodiversitas serta
menjadi bintang laut utuh. Penelitian bakteri di kolom air, sedimen serta
lebih lanjut mengenai hal ini dapat ventilasi hidrotermal, memerlukan
mengantar kita pada pengetahuan perhatian dan keberpihakan,
baru mengenai proses regenerasi termasuk alokasi anggaran. Dengan
organ pada bintang laut. Akumulasi demikian, pengembangan produk-
pengetahuan baru ini potensial produk berbasis bioteknologi laut
mendorong inovasi dan teknologi dalam dapat menjadi andalan
pembuatan organ tubuh manusia yang ekonomi, khususnya terkait obat-
akan sangat berguna bagi kesehatan obatan masa depan dan material
manusia. maju, serta inspirasi teknologi
mutakhir yang inovatif.
3. Pemanfaatan Sumber Daya Laut
Dalam Secara Berkelanjutan 4. Pemanfaatan Keanekaragaman
Pemahaman sumber daya laut pada Hayati Lokal yang Berpotensi

190

BAB VII - REKOMENDASI

Mendukung Kedaulatan Pangan pengetahuan dan teknologi terkini.
Sumber pangan utama masyarakat Dalam kondisi normal, dengan
Indonesia adalah padi. Diperlukan mengatasi penyebab degradasi,
suatu upaya diversifikasi pangan kemungkinan besar ekosistem yang
dan pengembangan potensi rusak dapat pulih secara alami.
keanekaragaman hayati lokal Namun, dengan tingkat kerusakan
sebagai sumber pangan baru untuk pada beberapa kawasan sudah
mendukung kedaulatan pangan. sangat parah, pengembangan metode
Kontribusi sains diperlukan sebagai rehabilitasi yang efektif sudah sangat
antisipasi menghadapi perubahan mendesak.
iklim dan peningkatan jumlah
penduduk. Kemudian, untuk menjamin
keberlanjutan dan mempertahankan
Mengembangkan dan kualitas ekosistem kunci, diperlukan
Meningkatkan Efektivitas penguatan strategi pengelolaan,
Konservasi dan Tata Kelola pemanfaatan, dan konservasi.
Biodiversitas Pengelolaan kawasan konservasi
yang efektif merupakan salah
1. Restorasi dan konservasi satu kunci dalam menjamin
ekosistem kunci: hutan, bakau, keberlanjutan dan pemulihan
padang lamun, dan terumbu karang eksosistem, serta mempertahankan
Walaupun nilai sosial-ekonomi kekayaan biodiversitasnya. Untuk
dari ekosistem kunci—hutan, itu, diperlukan penguatan sains
bakau, padang lamun, dan terumbu dalam berbagai aspek. Biologi
karang—di Indonesia sangat besar konservasi, keterpaduan biososio-
serta dapat menjadi penopang ekologi, zonasi, serta proses adaptasi
daya saing bangsa dan ketahanan terhadap berbagai gangguan,
pangan, namun kerusakan pada baik alami maupun antropogenik,
ekosistem-ekosistem tersebut merupakan aspek-aspek yang harus
belum dapat diatasi dengan baik. dikuatkan. Selain itu, diperlukan
Untuk mempercepat pemulihannya, koordinasi yang baik antarlembaga.
diperlukan intervensi melalui Upaya konservasi yang efektif juga
restorasi ekosistem berbasis ilmu dapat menunjang pengembangan
ekowisata.

191

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

2. Interaksi dan dampak spesies yang sama dapat dikerahkan untuk
asing terhadap spesies lokal dan mengendalikan spesies asing
ekosistem invasif. Selain itu, pelaksanaan
Invasi spesies asing dapat undang-undang dan peraturan
mengancam ekosistem suatu tempat. terkait spesies asing invasif dapat
Salah satu cara efektif untuk lebih diefektifkan. Koordinasi antar
menghentikan perkembangannya pemegang mandat dalam penegakan
adalah memahami rute masuk dan hukum terkait invasi spesies asing
dampak apa saja yang mungkin harus dilakukan dan terintegrasi
ditimbulkan. Dengan demikian kita secara nasional, seperti yang telah
dapat merancang upaya pencegahan dilakukan Australia.
dan mitigasi dampak invasi spesies
asing. Pengembangan
Sumber Daya Manusia
Keterlibatan masyarakat luas secara
aktif dan pemangku kepentingan Butir-butir di atas sangat
pun sangat diperlukan. Masyarakat memerlukan kekuatan sumber daya
umum, staf di kawasan konservasi, manusia yang memiliki kompetensi
bandar udara, pelabuhan, stasiun, dan keterampilan mumpuni terkait
dan di terminal moda transportasi biodiversitas, khususnya di bidang-
lain, perlu mendapatkan informasi bidang strategis yang justru
dan pelatihan untuk memantau sumber daya manusianya sangat
pergerakan organisme, baik secara kurang. Taksonomi, bioinformatika,
aktif maupun pasif, terutama big data, genetika, dan keahlian
di habitat-habitat yang rentan teknologi maju lain memerlukan
terhadap kemunculan spesies invasif. penguatan sumber daya manusia
Masyarakat perlu didukung untuk untuk menopang pengelolaan dan
melakukan upaya pengendalian pemanfaatan biodiversitas Indonesia.
intensif. Sebagai bagian strategi
terpadu, mungkin perlu diterapkan Sebagai negara dengan
terlebih dulu penelitian menyeluruh keberlimpahan biodiversitas, kita
atas berbagai pilihan kontrol biologis. sangat kekurangan ahli taksonomi.
Keahlian seorang ahli taksonomi
Spesies pengendali dari kawasan dalam memberi deskripsi, nama,

192

BAB VII - REKOMENDASI

dan mengklasifikasikan suatu peluang penerapan aplikasi yang
spesies, sangat dibutuhkan. Hal ini inovatif dalam pengelolaan data
penting dalam pemahaman dasar sumber biodiversitas Indonesia.
terhadap biodiversitas dan upaya Kemampuan ini meliputi keahlian
konservasinya. Sedikitnya jumlah komputasi dan informatik dalam
ahli taksonomi di dunia, terlebih di penyimpanan data, pengelolaan,
Indonesia, diduga sebagai penyebab analisis, interpretasi, dan integrasi
rendahnya jumlah spesies baru yang data biodiversitas.
dideskripsikan para ilmuwan dalam
60-70 tahun terakhir. Dampaknya Sifat data biodiversitas yang luas,
sangat besar pada sains konservasi. kompleks, dan multidimensional
Sebagian besar spesies akan memerlukan perancangan program
punah bahkan sebelum sempat pelatihan integratif lintas disiplin
dideskripsikan. Alhasil, kita akan seperti biologi, ilmu sosial, ilmu
selalu tertinggal mengetahui jumlah komputasi, dan pendekatan
total spesies dalam biodiversitas kuantitatif. Dengan ini, diperlukan
kita. Pekerjaan taksonomi juga tidak lingkungan yang kondusif terhadap
hanya bertujuan akademik. Terdapat pertukaran ilmu yang bersifat
aspek ekonomi dalam kegiatan ini. terbuka dan kolaboratif agar dapat
Kita perlu mengetahui perbedaan memanfaatkan data biodiversitas
setiap spesies untuk mengetahui lintas disiplin, di mana pertukaran
spesies yang bernilai ekonomi dan informasi dapat digunakan secara
apa penyebabnya. Taksonomi akan optimal untuk menunjang terobosan
membantu pengelolaan dan budi inovasi berbasis sains biodiversitas.
daya berkelanjutan suatu spesies.
Sumber daya bidang bioinformatika Unsur genetika makhluk adalah
dan big data adalah kunci dalam unit fundamental dalam usaha
melacak, merekam, dan mentabulasi karakterisasi dan pelacakan
potensi kekayaan biodiversitas. keanekaragaman biodiversitas.
Usaha konservasi, pemanfaatan, dan
Diperlukan pengembangan sumber pengelolaan sumber biodiversitas
daya manusia dalam kemampuan tergantung pada pengukuran dan
teknologi komputasi dan ilmu pelacakan variasi unsur genetik level
kuantitatif untuk memanfaatkan genom individu hingga metagenomik

193

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

populasi. Terobosan teknologi terkini Pengelola Dana Pendidikan)
bidang genomik dan metagenomik maupun beasiswa yang dikelola
membuka potensi luas pemanfaatan berbagai kementerian/lembaga
sumber biodivesitas alam dalam untuk mendukung generasi muda
usaha penemuan zat/senyawa aktif menjalani pendidikan pascasarjana di
bagi inovasi industri farmakologi dan bidang-bidang strategis di atas perlu
industri terapan lainnya. Terutama dipertimbangkan.
adalah kemampuan pemanfaatan
teknologi pelacakan dan pemetaan Kelembagaan
keberagaman genetik komunitas dan Pendanaan
mikrob (mikrobiom) yang kini mulai
berkembang pesat dan berkontribusi 1. Sistem Pendanaan Kompetitif,
terhadap inovasi baru pengobatan Otonom, dan Berkelanjutan
penyakit, pertanian berkelanjutan, Sains biodiversitas untuk penelitian
budi daya perairan, dan intervensi dasar dan terapan serta untuk
pelestarian lingkungan. upaya konservasi dan restorasi
keanekaragaman hayati membutuhkan
Untuk menguasai teknologi maju, pendanaan dalam jumlah memadai
sumber daya manusia Indonesia dan sinambung. Besaran pendanaan
perlu didorong untuk menguasai dapat merujuk pada potensi yang
berbagai keahlian di atas. Hal ini disediakan oleh biodiversitas Indonesia
perlu dilakukan dalam berbagai secara langsung (misalnya, berupa
tataran, mulai dari keahlian untuk sumber daya kelautan dan kehutanan)
mengembangkan inovasi seperti maupun sebagai unsur pendukung
biorekayasa; pengembangan sains pembangunan perekonomian dan
yang memperhitungkan aspek pemungkin terciptanya kesejahteraan
etik dan legal; pengarusutamaan masyarakat. Kesinambungan
sains melalui komunikasi pendanaan diperlukan untuk
dan diplomasi sains, hingga memastikan akumulasi pengetahuan
kewirausahaan yang dikembangkan biodiversitas Indonesia bisa terjadi.
dari berbagai biodiversitas yang Besaran memadai dan kesinambungan
dimiliki Indonesia. Pemanfaatan pendanaan tersebut ditopang oleh
skema beasiswa yang kita miliki dukungan kelembagaan pendanaan
seperti beasiswa LPDP (Lembaga yang sepadan.

194

BAB VII - REKOMENDASI

Besaran dan kesinambungan kementerian/lembaga atau sektor/
pendanaan sains biodiversitas tematik terkait, maupun untuk
dapat ditautkan dengan dokumen kegiatan lintas kementerian/lembaga
perencanaan pembangunan seperti dan lintas sektor/tematik sebagai
Rencana Pembangunan Jangka bentuk integrasi pembiayaaan
Menengah Nasional (RPJMN). sains biodiversitas. Dibutuhkan
Penautan sangat diperlukan pula pelibatan pihak lain bukan-
terutama pada bagian pendanaan pemerintah dan pembiayaan inovatif,
kegiatan penelitian biodiversitas, seperti melalui pembiayaan investasi
yang kemudian akan diterjemahkan non-anggaran pemerintah, dalam
sebagai kebijakan, rencana, dan rangka memahami ketersediaan,
program pemerintah. Penautan ini kesenjangan, dan mobilisasi
semakin relevan mengingat mulai pendanaan sains biodiversitas.
RPJMN 2020-2024 nanti, untuk
pertama kalinya dalam sejarah Tidak kalah penting, pengelolaan
Indonesia kajian lingkungan hidup pendanaan dalam penguatan sains
strategis untuk menilai daya dukung dan teknologi terkait biodiversitas
dan daya tampung lingkungan, Indonesia memerlukan sejumlah
termasuk biodiversitas, menjadi faktor pendukung. Terutama adanya
melekat dalam dokumen perencanaan kelembagaan pendanaan yang
pembangunan kita seperti otonom, bertanggung jawab, dan
dimandatkan Undang-Undang. Sains diabdikan pada kebutuhan riset
biodiversitas dengan demikian bisa biodiversitas. Kelembagaan tersebut
menjadi prioritas pembangunan. bersifat mandiri terutama dalam
pengambilan keputusan terkait
Selain itu, pengelolaan dana kegiatan riset dan penyaluran
penelitian memerlukan lembaga pendanaan, pendanaan bersifat
yang otonom dengan pendanaan tahun jamak dan tidak terikat
yang kompetitif dan berkelanjutan terhadap siklus keuangan APBN
(Brodjonegoro & Greene 2012). (Brodjonegoro & Greene 2012).
Sebagai prioritas, diperlukan
mekanisme-mekanisme berupa Diperlukan juga faktor pendukung
pendanaan khusus untuk lain yang mendorong pendanaan
sains biodiversitas pada setiap kompetitif bagi kegiatan sains

195

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

biodiversitas berdasarkan tingkatan Indonesia, untuk menerobos batas-
dan cakupan penelitian. Seperti batas dan sekat-sekat formal
pendanaan jangka pendek (5-10 tersebut.
tahun) guna penelitian seperti rona
awal (baseline) untuk keperluan Peserta rumah kliring adalah
penelusuran dan pengawasan status mereka yang mendalami dan bergiat
biodiversitas tingkat spesies atau dengan riset dan pengelolaan
komunitas; pendanaan khusus dan biodiversitas Indonesia. Proses di
tertarget untuk mendorong dan dalam rumah kliring berlangsung
membangun kapasitas penelitian, tanpa memandang latar dan hierarki
seperti pembiayaan mahasiswa peserta, serta bersifat konsensus.
master dan doktoral dari kelompok Rumah kliring bisa menjadi
penelitian lintas disiplin terpilih; dan tempat dan wahana berbagi serta
pendanaan skala besar, misalnya akumulasi pengetahuan, pertukaran
pendanaan kawasan biosfer, koleksi data dan informasi, pembahasan
biologis dan basis data biodiversitas kebijakan, kelahiran para pemimpin
seperti bank spesimen, sejumlah biodiversitas masa depan, dan
riset garda depan dan strategis, serta pendanaan serta kolaborasi untuk
universitas riset. riset dan pengelolaan biodiversitas
Indonesia. Agar berjalan dan
2. Menghidupkan Rumah Kliring berkelanjutan, rumah kliring perlu
Biodiversitas Indonesia difasilitasi oleh pihak atau kelompok
Struktur dan proses terkait riset dan yang pemikiran dan/atau tindakan
pengelolaan biodiversitas yang ada mereka dihormati, berintegritas
saat ini menghadapi sekat-sekat tinggi, dan netral dari konflik
yang dipicu cara pandang sektoral kepentingan. Sebagai langkah
terhadap biodiversitas secara awal, diperlukan pembentukan
sektoral. Sejumlah hal baik mungkin tim ad hoc untuk menginisiasi
menjadi tidak atau lambat terwujud, pendirian rumah kliring biodiversitas
misalnya pertukaran data sampai Indonesia dengan melibatkan seluruh
pembelajaran antarlembaga. Dalam pemangku kepentingan, seperti
kondisi ini, perlu menghidupkan universitas, lembaga penelitian, LSM,
tata cara dan proses informal instansi pemerintah, dan industri.
berupa rumah kliring biodiversitas

196

BAB VII - REKOMENDASI

3. Kolaborasi Internasional berubah dengan cepat, universitas
Kolaborasi internasional merupakan riset, termasuk yang berfokus pada
hal esensial dalam aktivitas ilmiah bidang biodiversitas dan lingkungan
saat ini. Tidak ada satu laboratorium hidup, adalah prasyarat penting bagi
atau kelompok riset di negara maju penguatan sumber daya manusia di
sekali pun yang cukup canggih untuk bidang biodiversitas. Hal ini juga
mencakup semua aspek dari topik memungkinkan kita lebih optimal
riset biodiversitas yang kompleks. menggunakan sains dan teknologi
Oleh karena itu, Indonesia perlu dalam pengelolaan biodiversitas kita.
lebih meningkatkan dan memperkuat
kerja sama internasional, khususnya Universitas riset di bidang
dengan universitas atau lembaga biodiversitas sekaligus dapat
riset ternama di bidang yang terkait memperkuat budaya ilmiah di
biodiversitas. Untuk penelitian perguruan tinggi serta akan
yang sifatnya mendasar perlu mendorong literasi biodiversitas
difasilitasi kolaborasi internasional dan lingkungan hidup di kalangan
sebesar-besarnya guna mempercepat masyarakat. Universitas riset juga
kemajuan. Karena itu, dibutuhkan melatih sumber daya manusia dan
regulasi yang menyeimbangkan menghasilkan tenaga kerja mumpuni
keperluan menjaga keamanan di bidang biodiversitas yang dapat
biodiversitas kita dan kepentingan menjadi mitra pemerintah dan sektor
memfasilitasi kolaborasi riset swasta dalam mengembangkan
internasional. kebijakan berbasis bukti serta industri
terkait biodiversitas. Sejumlah negara
4. Universitas Riset seperti Amerika Serikat, Jerman,
Untuk mendukung rekomendasi- Belanda, maupun Australia memiliki
rekomendasi di atas, Indonesia pengalaman yang dapat kita pelajari
sangat membutuhkan lembaga dan adaptasikan dalam membangun
pendidikan tinggi yang kuat dan universitas riset, termasuk yang
sumber daya manusia yang mumpuni berfokus pada masalah lingkungan
di bidang biodiversitas. Dalam hidup dan biodiversitas.
dunia yang saling berhubungan dan

197

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

Daftar Pustaka

AAU, LERU, GO8, & C9. (2013). Hefei statements on the ten characteristics of
contemporary university announced by AAU, LERU, GO8 AND C9.

ActionAid, November 1999. ‘Trade Related Intellectual Property Rights and
Farmers Rights.’ A recipe for change. Food security – the key issues for the WTO
Ministerial Conference, Seattle.

AIPI. (2016). SAINS45. Agenda Ilmu Pengetahuan Indonesia Menyongsong Satu
Abad Kemerdekaan. Jakarta.

American Academy of Arts & Sciences. (2016). Public research universities.
Recommitting to Lincoln’s Vision: An Educational Compact for the 21st Century.
Cambridge.

Anders, K., Indriani, C., Ahmad, R., Tantowijoyo, W., Arguni, E., Andari, B.,
Jewell, N., Rances, E., O’Neill, S., Simmons, C. dan Utarini, A. (2018). The
AWED trial (Applying Wolbachia to Eliminate Dengue) to assess the efficacy
of Wolbachia-infected mosquito deployments to reduce dengue incidence in
Yogyakarta, Indonesia: study protocol for a cluster randomised controlled trial.
Trials, 19(1).

Angelo Samir Melim Miguel, Bianca Waruar Paulo Lobo, Érika Veríssimo da
Costa Figueiredo, Gisela Maria Dellamora-Ortiz, & Tathiana Souza Martins-
Meyer. (2013). Enzymes in Bakery: Current and Future Trends. INTECH Open
Access Publisher.

Angelsen, A., Jagger, P., Babigumira, R., Belcher, B., Hogarth, N., & Bauch, S. et
al. (2014). Environmental Income and Rural Livelihoods: A Global-Comparative
Analysis. World Development, 64, S12-S28. doi: 10.1016/j.worlddev.2014.03.006

Anna, Z. (2017). Economic valuation of whale shark tourism in Cenderawasih
Bay National Park, Papua, Indonesia. Biodiversitas, Journal of Biological
Diversity, 18(3). doi: 10.13057/biodiv/d180321

AR5 Synthesis Report: Climate Change 2014—IPCC. Diambil dari http://www.
ipcc.ch/report/ar5/

198

DAFTAR PUSTAKA

Arida, E., Sihotang, V., & Tihurua, E. (2014). Update on Indonesia’s Draft of
Invasive Alien Species. Bogor: Pusat Penelitian Biologi-LIPI.

Arifin, Z. (2005). Trend of Coastal Pollution in Jakarta Bay, Indonesia: Implication
to Fishery and Recreation Activities. Dalam Bilateral Worskhop on Costal
Resources Exploration and Conservation. Bali 13 – 14 Oktober 2004. p:16-21.

Armitage, D., Charles, A. dan Berkes, F. (2017). Governing the Coastal Commons:
Communities, Resilience and Transformation. London: Routledge.

Asaad I., Lundquist C.J., Erdmann M.V., Van Hooidonk R. dan Costello M.J. (2018)
Designating Spatial Priorities for Marine Biodiversity Conservation in the Coral
Triangle. Front. Mar. Sci. 5:400. doi: 10.3389/fmars.2018.00400

Asner, G., & Levick, S. (2012). Landscape-scale effects of herbivores on treefall
in African savannas. Ecology Letters, 15(11), 1211-1217. doi: 10.1111/j.1461-
0248.2012.01842.x

Audley-Charles, M., Ballantyne, P., & Hall, R. (1988). Mesozoic-Cenozoic rift-drift
sequence of Asian fragments from Gondwanaland. Tectonophysics, 155(1-4), 317-
330. doi: 10.1016/0040-1951(88)90272-7

Austin, H., Allen, M., Donohoe, B., Rorrer, N., Kearns, F., & Silveira, R. et
al. (2018). Characterization and engineering of a plastic-degrading aromatic
polyesterase. Proceedings Of The National Academy Of Sciences, 115(19),
E4350-E4357. doi: 10.1073/pnas.1718804115

Austin, K., González-Roglich, M., Schaffer-Smith, D., Schwantes, A. dan
Swenson, J. (2017). Erratum: Trends in size of tropical deforestation events signal
increasing dominance of industrial-scale drivers (2017 Environ. Res. Lett. 5
054009). Environmental Research Letters, 12(7), p.079601.

Austin, K., Schwantes, A., Gu, Y. dan Kasibhatla, P. (2019). What causes
deforestation in Indonesia?. Environmental Research Letters, 14(2), p.024007.

Baicha, Z., Salar-García, M., Ortiz-Martínez, V., Hernández-Fernández, F., de
los Ríos, A., & Labjar, N. et al. (2016). A critical review on microalgae as an
alternative source for bioenergy production: A promising low cost substrate
for microbial fuel cells. Fuel Processing Technology, 154, 104-116. doi: 10.1016/j.
fuproc.2016.08.017

199

SAINS UNTUK BIODIVERSITAS INDONESIA

Balvanera, P., Pfisterer, A., Buchmann, N., He, J., Nakashizuka, T., Raffaelli,
D., & Schmid, B. (2006). Quantifying the evidence for biodiversity effects
on ecosystem functioning and services. Ecology Letters, 9(10), 1146-1156. doi:
10.1111/j.1461-0248.2006.00963.x

Barkmann, J., Glenk, K., Handi, H., Sundawati, L., Witte, J-P., Marggraf, R.
(2007). Assessing Economic Preferences for Biological Diversity and Ecosystem
Services at the Central Sulawesi Rainforest Margin—a Choice Experiment
Approach. Dalam Tscharntke, T., Leuschner, C., Zeller, M., Guhardja, E.,
Bidin, A (Ed.), The Stability of Tropical Rainforest Margins, Linking Ecological,
Economic and Social Constraints of Land Use and Conservation (pp. 181-208),
Berlin: Springer Verlag Berlin.

Bauer, M., Petkova, K., & Boyadjieva, P. (2000). Public Knowledge
of and Attitudes to Science: Alternative Measures That May End the
“Science War”. Science, Technology, & Human Values, 25(1), 30-51. doi:
10.1177/016224390002500102

Beattie, A., Hay, M., Magnusson, B., De Nys, R., Smeathers, J., & Vincent,
J. (2010). Ecology and bioprospecting. Austral Ecology, 36(3), 341-356. doi:
10.1111/j.1442-9993.2010.02170.x

Becking, L., Erpenbeck, D., Peijnenburg, K. dan de Voogd, N. (2013).
Phylogeography of the Sponge Suberites diversicolor in Indonesia: Insights into
the Evolution of Marine Lake Populations. PLoS ONE, 8(10), p.e75996.

Bellard, C., Bertelsmeier, C., Leadley, P., Thuiller, W., & Courchamp, F. (2012).
Impacts of climate change on the future of biodiversity. Ecology Letters, 15(4),
365-377. doi: 10.1111/j.1461-0248.2011.01736.x

Benyus, J. (1998). Biomimicry. New York: Morrow.

BLM. (2019). Diambil dari https://businessleadersformichigan.com/

Bonnaud, E., Berger, G., Bourgeois, K., Legrand, J. dan Vidal, E. (2012).
Predation by cats could lead to the extinction of the Mediterranean endemic
Yelkouan Shearwater Puffinus yelkouan at a major breeding site. Ibis, 154(3),
pp.566-577.

200


Click to View FlipBook Version