The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

MEMUDAHKAN PENDIDIK UNTUK MEMBUKA RPP DIMANA SAJA

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by musdalifa ifha, 2023-09-03 16:13:27

RPP E-BOOK BAHASA INDONESIA

MEMUDAHKAN PENDIDIK UNTUK MEMBUKA RPP DIMANA SAJA

Keywords: RPP E-BOOK BHS. INDONESIA

C. Penugasan Mandiri Bacalah teks drama monolog berikut. Seandainya kalian menjadi tokoh dalam teks tersebut, perankan oleh kalian sesuai dengan karakter dalam tokoh itu. Lalu berlatihlah untuk memerankan tokoh. Perhatikan oleh kalian perihal kejelasan lafal, volume, dan tekanan suara. Aku kini berada di sekolah tingkat menengah (SMA). Pada tempat inilah aku memiliki banyak sekali pengalaman. Mulai dari teman yang baik, guru yang terkadang cerewet dan juga pujaan hatiku. Semuanya hal tersebut selalu membuatku tersenyum. Yah !!! hari-hari menyenangkan itulah yang sedang kujalani saat ini. Mereka selalu mendukung keinginanku demi kemajuan hidupku. Bagiku, mereka adalah sosok hangat, baik, menyenangkan dan juga lembut. Namun, ada pepatah mengatakan selimut yang terlalu lembut, hangat, dapat membuat badan sang pemakai akan terasa panas, terbakar, bahkan bisa membuatnya menjadi melempuh. Euuuuh !! Ya Tuhanku … saat ini kuikhlaskan air mata ini yang membasahi seluruh jiwa dan ragaku. Mereka adalah orang-orang yang hampir setiap hari membuatku tersenyum, walaupun di satu sisi, mereka juga memiliki kekurangan. D. Latihan Soal Bacalah teks drama berikut ini! Di sebuah kelas SMA, 4 orang siswa yang sedang bahagia. Namun kondisi berubah ketika mereka mendapatkan kabar bahwa besok akan ujian. Rena : “Eh kalian udah belajar buat ulangan besok?” Roy : “Belum” Zainal : “Astaga, Innalillahi”. Rena : “Apa? Kalau nilai ulangannya jelek bisa dihukum.” Zainal : “Paling-paling hukumannya juga cuma lari keliling lapangan bola 10 kali doang”. Ren : “Bukan! Kali ini hukumannya serem, harus ikut pelajaran tambahan setiap pulang sekolah. Kamu sudah belajar, Rin?” (Melirik ke arah Ririn). Ririn : “Sudah dong, Ririn (sambil menunjuk-nunjuk bangga ke dirinya sendiri)”. Singkat cerita, kemudian mereka bertaruh. Siapa yang nilai ujiannya paling tinggi, maka akan dianggap menang dan bisa memerintah orang yang kalah. Ririn berusahakeras untuk belajar, sedangkan Roy berjuang keras untuk membuat contekan di kertas kecil. (Saat Ujian) Pak Asep : “Baik anak-anak, silahkan buka lembar soalnya sekarang!” Ririn : “Bismillah”. Roy : “Soal ini kan gampang sekali. Kalau gini kan gak akan ketahuan”. Pak Asep :” Bapak keluar dulu, ingat jangan nyontek atau bertanya pada temannyaya. Dan satu lagi, jangan ribut”. (keluar kelas). Roy : “Rencana B dimulai” (menyilangkan kaki dan melihat kertas contekan di atas sepatunya). Roy : “Ah, bukan yang ini” (bingung) Roy : “Ah yang ini nih!” (sambil mengeluarkan kertas contekan dari dasi).


Roy : “Selesai” (sambil merebahkan diri di kursi, tersenyum puas sambil melirik teman-temannya yang lain belum selesai mengerjakan). Akhirnya ulangan selesai, dan Pak Asep membagikan kertas hasil ujian kepada semua siswanya. Pak Asep : “Ini hasil ujian kalian”. (sambil membagikan kertas). Ririn :” Hore! Nilaiku 85”. (tersenyum puas) Zainal : “Hahahaha, aku dapat 65. Lumayan ujian kemarin cuma 60”. Roy : “Lhah Pak, kok nilai ujian saya cuma 50”? Pak Asep : “Sebab soal nomor 11–20 di balik kertas gak kamu isi. Roy : “Apa? Masih ada soal lagi?” Ririn : “Hahahaha, kamu kalah Roy! Dengan ini saya perintahkan kamu gak nyontek lagi waktu ujian”! (sambil menunjuk-nunjuk Roy dengan tertawa lepas). Pak Asep :” Apa? Jadi kamu kemarin nyontek? Oke, kalau begitu nilai kamu saya kurangi 5 poin lagi!” Roy : “Aduuuh, apes benar aku ini” (mengucek-ngucek rambut) Akhirnya, Roy menyadari kesalahannya dan berjuang keras untuk belajar. Dia tidakpernah menyontek saat ujian lagi. 1. Berdasarkan cerita teks drama tersebut, sebutkan watak tokoh dalam drama itu! 2. Apa tanggapan kalian terhadap tokoh Roy, pada teks drama di atas! 3. Apa tanggapan kalian terhadap tokoh Ririn, pada teks drama di atas!


Kunci jawaban soal latihan: 1. Watak tokoh pada teks drama. a. Pak Asep : baik dsn tegas b. Rena : mudah panik c. Roy : tidak jujur, tidak teliti d. Zainal : mudah percaya diri e. Ririn : percaya diri, rajin belajar, percaya diri 2. Tokoh Roy adalah tokoh siswa yang tidak baik untuk ditiru, karena sebagai siswakita harus rajin belajar agar di saat akan berlangsung ulangan/ujian harus siap dan percaya diri untuk sangggup menjalaninya. 3. Tokoh Ririn adalah tokoh siswa yang baik untuk ditiru. Ririn mempunyai karakteryang baik, rajin belajar dan percaya diri. Ketika akan diadakan ulangan, Ririn sudah mempunyai persiapan dalam menghadapi ulangan tersebut, sehingga ia percaya diri dalam menjalani ulangan. E. Penilaian Diri Berilah tanda centang (√) pada format di bawah ini sesuai dengan jawabankalian! No. Pernyataan Penilaian Ya Tidak 1 Saya sangat senang belajar memerankan drama 2 Penjelasan materi memerankan drama pada modulini bagi saya sangat jelas 3 Saya memahami tentang memerankan drama 4 Saya mampu memahami memerankan drama 5 Saya mampu memerankan drama 6 Saya dapat menyelesaikan latihan/tugas dengan semangat 7 Latihan soal yang diberikan sangat membantu kejelasan saya dalam memahami memerankan drama 8 Bahasa yang digunakan dalam modul ini sangat komunikatif 9 Semua kegiatan pembelajaran yang diberikan padamodul sangat bermanfaat bagi kehidupan saya 10 Banyak hal baru yang saya dapatkan dari belajar memerankan drama teks drama


EVALUASI Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan memilih jawaban yangpaling tepat! Bacalah teks drama berikut ini ! Tampak Ken Arok tidur di suatu tempat yang agak tinggi, sesuatu yang dapat dibayangkan penonton sebagai batu besar atau cabang pohon dan sebangsanya. Tita, sahabat, dan pembantu Ken Arok berdiri di suatu tempat sambil mengamati ke arah rombongan pedagang yang akan datang. Beberapa orang, antara tiga sampai lima orang pendekar, berada di dekatnya juga tampak mengawasi dan gelisah. Pendekar 1 : “Tita, bisakah dia tidur seperti itu?” Tita : (tersenyum) “Apa salahnya dia tidur?” Pendekar 1 : “Ya, tidak ada salahnya. Tapi, rasanya tidak pantas saja. Orang lain sedang gelisah dan tegang, tetapi dia enak tidur” Tita : “ Kalau kau takut, kami tidak memaksamu ikut perjalanan ini.” Pendekar 1 : “Asal kau tahu saja, aku tidak takut.” Tita : “Barangkali, kau tidak mempercayainya?” Pendekar 1 : (ragu-ragu) “Tidak. Dia begitu terkenal, tidak mungkin dia bersikap sembrono.” Tita : (tersenyum) “Kau mungkin tidak akan pernah bisa memahaminya. Dia bukan manusia. Sekarang, tenanglah dan kembali berjaga.” 1. Konflik yang terdapat dalam kutipan naskah tersebut adalah . . . A. Pendekar 1 melihat Ken Arok tertidur. B. Tita tidak membangunkan Ken Arok. C. Ken Arok tidur di tengah kegelisahan. D. Pendekar 1 tidak bertugas dengan benar. E. Pendekar 1 tidak mempercayai Ken Arok. 2. Latar tempat dari cerita dalam naskah drama tersebut adalah . . . A. hutan B. rumah C. gunung D. kamar E. jalan Bacalah teks berikut! Polisi : “Sebelum dia meninju Tuan, apa yang dilakukannya di sini, sampai Tuan tadi menelepon kami?” Kamaen : “Menghina nona itu. Saya tidak tahu bagaimana menghinanya, Cuma ketika saya di sini, kedapatan mereka sedang bertengkaran kata. Sebagai orang di sini, saya lalu menyuruh orang itu pergi meninggalkan tempat ini. Tapi malah membantah, sampai terpaksa saya menelepon polisi. Polisi : (kepada Ani) “Nona dihina bagaimana oleh orang itu?


Ani : “Sebenarnya orang itu sudah sering datang di sini, tapi tidak selalu datang untuk belanja. Begitu pula tadi, datangnya hanya untuk duduk di atas meja. Ketika saya cela perbuatannya, dia malah terus mencela pekerjaan saya, caranya seperti di rumah sendiri terhadap bujangnya dengan mengeluarkan kata-kata yang tak patut dikatakan.” Polisi : “Apa katanya kepada nona?” Ani : “Bahwa saya disini menjual kecantikan, bahwa saya di sini jadi pendusta, penipu. Lagipula ia berkata dengan marah-marah.” 3. Karakter tokoh Ani dalam petikan teks drama tersebut . . . A. Tak mengenal takut B. Suka memberontak C. Menjaga martabat D. Selalu menggugat E. Keras kepala 4. Konflik yang dialami tokoh Ani dalam naskah tersebut adalah . . . A. Menegakkan kehormatan keluarga pemilik rumah makan. B. Menghadapi perbuatan di luar batas susila secara verbal. C. Menjaga martabat sebagai perempuan baik-baik. D. Menghindarkan diri dari kesalahpahaman. E. Melawan fitnah terhadap dirinya. 5. Cermati percakapan dalam drama berikut! Amir : “Di, kita berangkat sekolah sekarang.” (Amir bangkit di depan pintu, kemudian Dodi mendekat) Dodi : “Maaf, Mir, tunggu sebentar.” (Dodi menyuruh Amir duduk) Amir : “Sebentar, apa lagi yang akan kau kerjakan?” Dodi : “Biasa, mengisi dua kolam mandi setiap hari.” Amanat cuplikan drama di atas yakni …. A. Berangkat sekolah harus lebih pagi. B. Bekerjalah sebaik mungkin C. Jadilah anak yang rajin D. Selesaikan pekerjaan di rumah dengan baik E. Belajarlah yang rajin 6. Tidak menyerupai biasanya, Anton berpakaian begitu rapi sore itu keluar dari rumahnya. Terlihat pula ia membawa sesuatu di tasnya. Langkah kakinya begitu gagah menuju rumah Tika. Di rumah Tika sudah banyak teman-teman yang datang. Mereka berkumpul di tepi kolam renang. Rupanya Tika sedang merayakan ulang tahunnya. Begitu melihat Anton, Tika pribadi menyambut penuh keceriaan. Tika : “Selamat datang, Anton. Aku kira kau tidak akan datang.” Anton : “Untukmu selalu saja ada waktu luang.” (matanya memandang 17 lilin di tengah kolam renang). Tika : “Ah, sanggup saja kamu. Aku jadi tersanjung.” Anton : “Tika …. “ (memberikan sesuatu kepada Tika) Tika : “Terima kasih. Ini niscaya sesuatu yang istimewa.”


Latar kawasan perayaan ulang tahun Tika yakni …. A. di rumah Anton B. di rumah Tika C. di tepi kolam renang D. di tengah kolam renang E. di waktu sore hari Bacalah kutipan drama berikut! Samin : “Fred, jangan cepat-cepat bahaya!” Fredi : “Alaa, malam begini sepi, tak apa!” (Samin menyusul dan menariknya mundur.) Samin : “Kita berhenti dulu!” Fredi : “Ah! Lebih cepat sampai ke alamatnya kan lebih baik!” Samin : “Ingat yang aku bawa surat penting!” Fredi : “Justru itu!” Samin : “Pokoknya berhenti, Fred! Aku tidak mau ambil risiko tertangkap Belanda.” Fredi : “Baik, Min! Kau yang pegang komando.” 7. Konflik yang terdapat dalam penggalan drama di atas adalah.... A. terjadinya pertengkaran antara Sarmin dan Fredi B. keinginan berhenti untuk beristirahat C. perebutan pemegang komando tugas D. kekhawatiran akan keselamatan surat penting E. ketakutan berjalan di malam hari 8. Tokoh Samin pada penggalan drama di atas adalah bersifat.... A. penyabar B. ambisius C. semangat D. hati-hati E. tanggung jawab 9. Suasana yang tergambar dalam drama di atas adalah.... A. sepi B. tegang C. terburu-buru D. takut E. gelisah 10.Bacalah penggalan teks drama berikut! Muncul Sangkuriang dengan beberapa anak buahnya. Sangkuriang : “Pertapa, tidakkah Anda melihat seorang wanita cantik berlari-lari ke tempat ini?” Sang Prabu : “Tadi saya melihat ibumu berdiri di depanku” Sangkuriang : “Hai, ocehan apa pula ini?” (anak buah Sangkuriang tertawa) Sang Prabu : “Dayang Sumbi adalah ibu kandungmu, Sangkuriang.” Sangkuriang : “Mereka berkomplot, kawan-kawan.” (anak buah Sangkuriang tertawa lagi). “Janganlah ikut campur, hai pertapa. Anda tidak punya kepentingan dalam perkara ini.” Sang Prabu : “Saya sangat berkepentingan dalam perkara ini, Sangkuriang.” Sangkuriang : “Berkepentingan? Wah, wah, wah, belakangan ini banyak sekali pertapa yang tak dapat mengendalikan lidahnya, kawan-kawan.” (anak buah tertawa lagi)


Sang Prabu : “Saya tak dapat membiarkan anak menikah dengan ibukandungnya sendiri.” Sangkuriang : “Bagaimana Anda tahu bahwa Dayang Sumbi ibu kandungku?” Sang Prabu : “Karena aku adalah kakekmu, Sangkuriang. Dayang Sumbi adalahanak kandungku. Sangkuriang : “Kawan-kawan, tidakkah keterlaluan kalau dalam dua hari saya menemukan dua kerabat sekaligus?” (anak buah tertawa) (kepada Sang Prabu) “Memang Anda pun keterlaluan, mempermainkan orang yang sungguhsungguh seperti saya. Anda sedang main sandiwara, menyesal sekali, saya tidak tertarik. Saya sedang memikirkan hal lain. Sekarang, jangan halangi jalanku! (mengibaskan Sang Prabu hingga terjatuh ke samping. Dayang Sumbi yang tidak terlindung lagi segera mencabut tusuk kondenya lalu mengarahkan bagian yang runcing ke arah jantungnya) Tema dalam penggalan naskah drama tersebut adalah . . . A. Kisah tak sampai antara bangsawan dan putri kerajaan. B. Kisah seorang anak yang membutuhkan kasih sayang seorang ibu dan kakeknya. C. Kisah cinta terlarang antara seorang anak yang mencintai ibu kandungnya sendiri layaknya seorang kekasih. D. Kisah perjuangan seorang anak yang mencari keberadaan ibu kandung dan kakek kandungnya. Kis Kunci Jawaban 1. C 2. A 3. C 4. B 5. A 6. C 7. D 8. E 9. B 10. C E. ah patriotisme seorang prajurit yang setia terhadap kerajaannya


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Madrasah : MA YPPI Bulukumba Alokasi Waktu : 2 x 45 menit Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia KD : 3.19 dan 4.19 Kelas/semester : XI/Genap Pertemuan : ke-1 s.d. ke-4 Materi : Struktur dan Kaidah Kebahasaan Teks D Drama Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.19 Menganalisis isi dan kebahasaan drama yang dibaca atau ditonton 3.19.1 Menganalisis struktur drama yang dibaca atau ditonton 3.19.2 Menganalisis kaidah kebahasaan drama yang dibaca atau ditonton 4.19 Mendemonstrasikan sebuah naskah drama dengan memerhatikan isi dan kebahasaan 4.19.1 Merancang naskah drama 4.19.2 Mendemonstrasikan drama sebagai seni pertunjukan dengan memperhatikan tata panggung, kostum, tata musik, dan sebagainya. 4.19.3 Memberikan tanggapan terhadap pementasan drama kelompok lain. A. Tujuan Pembelajaran B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi N. Melalui pembelajaran tatap muka, peserta didik diharapkan mampu: 1. Menganalisis struktur drama yang dibaca atau ditonton 2. Menganalisis kaidah kebahasaan drama yang dibaca atau ditonton 3. Merancang naskah drama 4. Mendemonstrasikan drama sebagai seni pertunjukan dengan memperhatikan tata panggung, kostum, tata musik, dan sebagainya. 5. Memberikan tanggapan terhadap pementasan drama kelompok lain. C. Materi Pembelajaran L. 1. Materi Esensial a. Pengertian drama b. Pengertian teater c. Struktur drama d. Teknik dan langkah-langkah merancang teks drama e. Teknik dan langkah-langkah pementasan drama f. Mendemonstrasikan drama 2. Materi Remedial Mendemonstrasikan drama 3. Materi Pengayaan a. Pengertian drama b. Pengertian teater c. Struktur drama d. Teknik dan langkah-langkah merancang teks drama e. Teknik dan langkah-langkah pementasan drama


Pertemuan ke-1 Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pendahuluan Peserta didik memberi salam, dan berdoa. Guru mengecek kehadiran peserta didik Guru mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan Guru menyampaiakn bentuk penilaian sikap dan pengetahuan. Kegiatan Inti Kegiatan Literasi Mengamati : Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, dan membaca bahan bacaan terkait materi tentang struktur teks drama Guru menjelaskan materi pembelajaran tentang struktur teks drama Menanya : Peserta didik bertanya jawab dan berdiskusi tentang materi struktur teks drama Berpikir Kritis Mencoba : Guru memberikan kesempatan terhadap peserta didik untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin tentang struktur teks drama yang belum dipahami Guru memberikan beberapa pertanyaaan tentang hal-hal yang berkaitan dengan struktur teks drama Bacalah drama yang berjudul “Keong Emas”! Analisislah strukur teks drama yang berjudul “Keong Emas”! Berikan tanggapan Anda berdasarkan teks drama yang berjudul “Lomba Masak” dan “Naik Kelas”! F. Langkah-Langkah Pembelajaran 1. Media : Visual, lembar kerja siswa, dan LCD proyektor 2. Alat/Bahan : Spidol, papan tulis, laptop, dan infocus 3. Sumber belajar : Kosasih, Engkos. 2018. Cerdas Berbahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga. Rosidi, Imran, dkk. 2012. Bahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas XI. Sidoarjo: Masmedia. Suyono. 2007. Cerdas Berpikir Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Ganeca Exact. Buku referensi yang relevan Internet D. Metode Pembelajaran d 1. Pendekatan : Scientific learning 2. Model Pembelajaran : Discovery Learning 3. Metode Pembelajaran : Ceramah, tanya jawab, diskusi , dan penugasan E. Media, Alat/Bahan, dan Sumber Belajar


Kerja Sama Menalar : Peserta didik mendiskusikan tentang data berkenaan dengan struktur teks drama yang telah dibaca Peserta didik mengumpulkan informasi tentang data berkenaan dengan struktur teks drama yang telah dibaca Peserta didik menyajikan hasil pekerjaannya Peserta didik saling memberikan catatan saran dan tanggapan terhadap pekerjaan teman Komunikasi Menyajikan/mengomunikasikan Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan Kreativitas Menyajikan/mengomunikasikan Guru bersama peserta didik mengevakuasi dan menyimpulkan materi tentang struktur teks drama yang telah dibaca Peserta didik diberi kesempatan untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami tentang data berkenaan dengan struktur teks drama yang telah dibaca Penutup Guru bersama peserta didik melakukan refleksi tentang kegiatan pembelajaran dengan memberikan pertanyaan sebagai berikut: Bagaimana kesan pembelajaran hari ini? Apa manfaat pembelajaran hari ini? Guru memberikan penilaian Guru mnginformasikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya Guru memberikan penguatan dan motivasi kepada peserta didik untuk tetap semangat belajar Guru mengajak peserta didik untuk berdoa Pertemuan ke-2 Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pendahuluan Peserta didik memberi salam, dan berdoa. Guru mengecek kehadiran peserta didik Guru mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan Guru menyampaiakn bentuk penilaian sikap dan pengetahuan. Kegiatan Inti Kegiatan Literasi Mengamati : Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati video drama dan membaca bahan bacaan terkait materi tentang kaidah kebahasaan teks drama Menanya : Peserta didik bertanya jawab dan berdiskusi tentang kaidah kebahasaan teks drama Berpikir Kritis Mencoba : Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami Guru memberikan beberapa pertanyaaan tentang hal-hal yang berkaitan dengan kaidah kebahasaan drama Bacalah kembali drama yang berjudul “Keong Emas! Analisislah kaidah kebahasaan berdasarkan drama yang berjudul “Keong Emas”!


Kerja Sama Menalar : Peserta didik mendiskusikan tentang kaidah kebahasaan teks drama Peserta didik mengumpulkan informasi tentang kaidah kebahasaan teks drama berdasarkan drama yang telah dibaca Peserta didik menyajikan hasil pekerjaannya Peserta didik saling memberikan catatan saran dan tanggapan terhadap pekerjaan teman Komunikasi Menyajikan/mengomunikasikan Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan Kreativitas Menyajikan/mengomunikasikan Guru bersama peserta didik mengevakuasi dan menyimpulkan materi tentang kaidah kebahasaan teks drama yang telah dibaca Peserta didik diberi kesempatan untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami tentang kaidah kebahasaan teks drama yang telah dibaca Penutup Guru bersama peserta didik melakukan refleksi tentang kegiatan pembelajaran dengan memberikan pertanyaan sebagai berikut: Bagaimana kesan pembelajaran hari ini? Apa manfaat pembelajaran hari ini? Guru memberikan penilaian Guru mnginformasikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya Guru memberikan penguatan dan motivasi kepada peserta didik untuk tetap semangat belajar Guru mengajak peserta didik untuk berdoa Pertemuan ke-3 Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pendahuluan Peserta didik memberi salam, dan berdoa. Guru mengecek kehadiran peserta didik Guru mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan Guru menyampaiakn bentuk penilaian sikap dan pengetahuan. Kegiatan Inti Kegiatan Literasi Mengamati : Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, dan membaca bahan bacaan terkait materi tentang teknik merancang teks drama berdasarkan isi dan kaidah kebahasaaan drama yang tepat Guru menjelaskan materi pembelajaran tentang teknik merancang teks drama berdasarkan isi dan kaidah kebahasaaan drama Menanya : Peserta didik bertanya jawab dan berdiskusi tentang teknik merancang teks drama berdasarkan isi dan kaidah kebahasaaan drama yang tepat Berpikir Kritis Mencoba : Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami Guru memberikan beberapa pertanyaaan tentang hal-hal yang berkaitan dengan informasi yang terdapat dalam materi teknik merancang teks drama


Rancanglah teks drama sesuai dengan isi dan kaidah kebahasaan teks drama! Kerja Sama Menalar : Peserta didik mendiskusikan tentang teknik merancang teks drama berdasarkan isi dan kaidah kebahasaaan drama Peserta didik mengumpulkan informasi tentang teknik merancang teks drama Peserta didik menyajikan hasil pekerjaannya Peserta didik saling memberikan catatan saran dan tanggapan terhadap pekerjaan teman Komunikasi Menyajikan/mengomunikasikan Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan Kreativitas Menyajikan/mengomunikasikan Guru bersama peserta didik mengevakuasi dan menyimpulkan materi tentang teknik merancang teks drama berdasarkan isi dan kaidah kebahasaaan drama yang tepat Peserta didik diberi kesempatan untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami tentang teknik merancang teks drama berdasarkan isi dan kaidah kebahasaaan drama yang tepat Penutup Guru bersama peserta didik melakukan refleksi tentang kegiatan pembelajaran dengan memberikan pertanyaan sebagai berikut: Bagaimana kesan pembelajaran hari ini? Apa manfaat pembelajaran hari ini? Guru memberikan penilaian Guru mnginformasikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya Guru memberikan penguatan dan motivasi kepada peserta didik untuk tetap semangat belajar Guru mengajak peserta didik untuk berdoa Pertemuan ke-4 Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pendahuluan Peserta didik memberi salam, dan berdoa. Guru mengecek kehadiran peserta didik Guru mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan Guru menyampaiakn bentuk penilaian sikap dan pengetahuan. Kegiatan Inti Kegiatan Literasi Mengamati : Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, dan membaca bahan bacaan terkait materi tentang teknik pementasan drama Guru menjelaskan materi pembelajaran tentang teknik pementasan drama Menanya : Peserta didik bertanya jawab dan berdiskusi tentang teknik pementasan drama Berpikir Kritis Mencoba :


Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami Guru memberikan beberapa pertanyaaan tentang drama Demonstrasikanlah teks drama yang Anda rancang sebelumnya sebagai seni pertunjukan dengan memperhatikan tata panggung, kostum, tata musik, dan sebagainya. Berilah tanggapan Anda terhadap pementasan drama kelompok lain! Kerja Sama Menalar : Peserta didik mendiskusikan tentang pementasan drama kelompok lain Peserta didik mengumpulkan informasi tentang teknik pementasan drama yang tepat Peserta didik menyajikan hasil pekerjaannya Peserta didik saling memberikan catatan saran dan tanggapan terhadap pekerjaan teman Komunikasi Menyajikan/mengomunikasikan Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan Kreativitas Menyajikan/mengomunikasikan Guru bersama peserta didik mengevakuasi dan menyimpulkan tentang teknik pementasan drama yang tepat Peserta didik diberi kesempatan untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami tentang teknik pementasan drama yang tepat Penutup Guru bersama peserta didik melakukan refleksi tentang kegiatan pembelajaran dengan memberikan pertanyaan sebagai berikut: Bagaimana kesan pembelajaran hari ini? Apa manfaat pembelajaran hari ini? Guru memberikan penilaian Guru mnginformasikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya Guru memberikan penguatan dan motivasi kepada peserta didik untuk tetap semangat belajar Guru mengajak peserta didik untuk berdoa 1. Penilaian a. Sikap : Obseravasi saat pembelajaran tentang keaktifan,partisipasi, kerja sama, kemandirian, dan komunikatif b. Pengetahuan : Tes uraian dan penugasan tentang isi dan kaidah kebahasaan drama c. Keterampilan : Menulis naskah drama dan mendemonstrasikannya G. Penilaian Hasil Pembelajaran


Bulukumba, 04 Januari 2023 Mengetahui, Kepala MA YPPI Bulukumba Guru Mata Pelajaran Ashadi Cahyadi, S.Pd., M.Pd. Musdalifa, S.Pd., M.Pd. Nip. 198101102007101001 No. Aspek yang Dinilai Skor Maksimum 1. Peserta didik merancang naskah drama dan mendemonstrasikan drama sebagai seni pertunjukan dengan memperhatikan tata panggung, kostum, tata musik, dan sebagainya dengan sangat lengkap dan benar. 91 - 100 2. Peserta didik merancang naskah drama dan mendemonstrasikan drama sebagai seni pertunjukan dengan memperhatikan tata panggung, kostum, tata musik, dan sebagainya dengan lengkap dan benar. 79 - 90 3. Peserta didik merancang naskah drama dan mendemonstrasikan drama sebagai seni pertunjukan dengan memperhatikan tata panggung, kostum, tata musik, dan sebagainya dengan cukup lengkap dan benar. 67 - 78 4. Peserta didik merancang naskah drama dan mendemonstrasikan drama sebagai seni pertunjukan dengan memperhatikan tata panggung, kostum, tata musik, dan sebagainya dengan kurang lengkap dan benar. ≤ 64 2. Instrumen Penilaian (terlampir) a. Pertemuan pertama b. Pertemuan kedua c. Pertemuan ketiga d. Pertemuan keempat 3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan a. Remedial Bagi peserta didik yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM), maka guru bisa memberikan soal tambahan. b. Pengayaan 1) Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). 2) Guru memberikan soal pengayaan sesuai dengan materi pembelajaran.


Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Drama Uraian Materi 1. Pengertian Drama Secara umum, drama adalah sebuah karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dan memiliki maksud untuk menampilkan sebuah pertunjukkan yang diperankan oleh aktor. Sedangkan pengertian drama menurut para ahli sebagai berikut : a. Menurut Moultoun, drama merupakan kisah hidup yang dilukiskan dalam sebuah pertunjukan gerak. b. Menurut Ferdinand Brunetierre, drama merupakan sebuah seni yang dapat menghasilkan sebuah gerakan dan aksi yang dapat dipertontonkan. c. Menurut Budianta, drama merupakan alur cerita sastra yang mempertontonkan penampilan fisik secara lisan atau dialog yang dilakukan antar pemain. d. Menurut Tim Matrix Media Literita, drama yaitu sebuah bentuk cerita yang menggambarkan kisah kehidupan manusia melalui perilaku tokoh yang dipentaskan. e. Menurut Seni Handayani, drama merupakan sebuah komposisi yang dihasilkan dari seni sastra dan seni pertunjukan, sehingga menciptakan dua jenis drama, yaitu drama dalam bentuk tertulis dan drama dalam bentuk pertunjukkan. f. Menurut Wildan, drama merupakan komposisi yang dilahirkan dari beberapa cabang seni, sehingga drama dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu drama bentukteks tertulis dan drama dalam bentuk dipentaskan. g. Menurut Anne Civardi, drama merupakan kisah yang ditampilkan melalui kata- kata dan diperagakan dengan gerak. 2. Ciri-Ciri Drama a. Memiliki konflik. b. Dalam drama pasti ada aksi yang harus dimainkan. c. Harus dilakonkan/diperagakan. d. Waktu drama harus kurang dari tiga jam. e. Tidak ada pengulangan dalam satu masa. 3. Tujuan Drama a. Sebagai sarana bagi masyarakat di semua kalangan. b. Memperoleh pengetahuan tentang seni teater.


c. Sebagai media untuk mengembangkan bakat mengenai estetika. 4. Manfaat Drama a. Dapat meningkatkan rasa percaya diri seseorang dan meningkatkan nilai sosial seseorang. b. Memberikan kesempatan untuk berkreasi dalam drama. c. Dapat mengontrol emosi dengan baik. d. Dapat lebih menghargai pendapat orang lain dengan lebih baik. e. Dalam dunia pendidikan, drama digunakan sebagai sarana edukasi yang baik dan menyenangkan. 5. Jenis-Jenis Drama Drama dapat dikelompokan menjadi 3 bagian, yaitu : berdasarkan penyajian kisahdrama, berdasarkan sarana, dan berdasarkan keberadaan naskah. a. Berdasarkan penyajian kisah Berikut beberapa jenis drama berdasarkan penyajian kisah drama, yaitu : 1) Tragedi, yaitu drama yang memiliki alur cerita kesedihan 2) Komedi, yaitu drama yang memiliki alur cerita tentang kelucuan para tokoh 3) Tragekomedi, yaitu drama yang dipadukan antara drama tragedi dan komedi 4) Opera, yaitu drama yang dilakukan dengan cara dinyanyikan sembari diiringi dengan musik 5) Melodrama, yaitu drama yang dilakukan ketika berdialog sembari diiringimusik 6) Farce, yaitu drama yang berupa dagelan, tetapi tidak keseluruhan adegandalam farce sama dengan dagelan 7) Tablo, yaitu drama yang tokohnya lebih mengutamakan gerak, para tokohtidak melakukan dialog hanya melakukan berbagai gerakan saja. 8) Sendratari, yaitu perpaduan antara drama dengan seni tari. b. Berdasarkan sarana Jenis drama berdasarkan sarana dapat dibedakan menjadi berikut : 1) Drama panggung, yaitu drama yang dilakukan atau dipentaskan diataspenggaung sepenuhnya. 2) Drama radio, yaitu drama yang hanya bisa didengar. 3) Drama televisi, yaitu drama yang memiliki kemiripan dengan drama panggung, hanya saja drama ini berada di televisi. 4) Drama film, yaitu drama yang biasanya menggunakan layar lebar sebagai medianya. 5) Drama wayang, yaitu drama yang biasanya diiringi dengan pagelaran wayang. 6) Drama boneka, yaitu pemeran drama ini tidak dimainkan oleh aktor secara langsung, melainkan menggunakan media boneka untuk pemerannya. c. Berdasar keberadaan teks naskah Jenis drama berdasarkan keberadaan teks naskah dapat dibedakan menjadiberikut : 1) Drama tradisional, yaitu drama yang dilakukan secara otodidak atau tidak menggunakan na 6. Istilah-Istilah dalam Drama a. Monolog adalah percakapan seorang pemain dengan dirinya sendiri. b. Skenario adalah susunan garis-garis besar lakon drama yang akan diperagakan para pemain. c. Backdrop adalah layar paling belakang. Kain yang dapat digulung atau dinaik-turunkan dan membentuk latar belakang panggung.


d. Mimik adalah ekspresi gerak-gerik wajah untuk menunjukkan emosi yang dialami pemain.. e. Gestur adalah gerak-gerak besar, yaitu gerakan tangan, kaki, kepala, dan tubuh pada umumnya yang dilakukan pemain. f. Bloking adalah aturan berpindah tempat dari tempat yang satu ke tempat yang lain agar penampilan pemain tidak menjemukan. g. Akting adalah gerakan-gerakan yang dilakukan pemain sebagai wujud penghayatan peran yang dimainkannya. h. Wawancang adalah kata-kata atau kalimat yang harus diucapkan oleh tokoh dalam drama. i. Kramagung Kramagung adalah petunjuk perilaku, tindakan, atau perbuatan yang harus dilakukan oleh tokoh. 7. Struktur Drama a. Prolog (Adegan Pembuka) Prolog berisi kata-kata pembuka, pengantar, ataupun latar belakang cerita. Prolog biasanya disampaikan oleh dalang atau tokoh tertentu. b. Dialog (Percakapan) Dialog berisi percakapan antartokoh yang terjadi dalam cerita. Dialog harus memenuhi dua tuntutan yaitu : dialog harus turut menunjang gerak laku tokohnyadan dialog yang diucapkan di atas pentas lebih tajam dan tertib daripada ujaran sehari-hari. Dalam dialog terdapat beberapa struktur yaitu : 1) Orientasi Orientasi berisi perkenalan para tokoh yang menyatakan situasi cerita tertentu. Orientasi juga berisi tentang pengajuan konflik yang akan dikembangkan dalam bagian utama cerita tersebut dan ada kalanya membayangkan resolusi yang akan dibuat dalam cerita itu. 2) Komplikasi Komplikasi adalah bagian mengembangkan konflik. Dalam bagian ini pelaku utama menemukan rintangan-rintangan antara dia dan aneka kesalahpahaman dalam perjuangan untuk menanggulangi rintangan-rintanganini. 3) Klimaks Klimaks adalah puncak konflik yang terjadi di dalam cerita yang dialami oleh tokoh utama 4) Resolusi Resolusi adalah bagian dimulainya penyelesaian dan pemecahan masalah yangsudah dihadapi oleh sang tokoh. c. Epilog (Adegan Akhir) Epilog adalah bagian akhir atau bagian penutup dari sebuah drama. Epilog biasanya berisi tentang kesimpulan dan pesan yang bisa diambil dari cerita dramatersebut. 8. Unsur Intrinsik Drama Unsur Intriknsik Drama Unsur- unsur tersebut, diantaranya sebagai berikut: j. Tema Tema adalah gagasan pokok atau juga ide yang mendasari pembuatan dari sebuah drama. Tema yang biasa diangkat dalam drama tersebut, melingkupi: masalah percintaan, kritik sosial, kemiskinan, kesenjangan sosial, penindasan, keluarga yang retak, patriotisme, perikemanusiaan, ketuhanan, dan renungan hidup. k. Tokoh Tokoh merupakan orang yang berperan dalam sebuah drama. Tokoh tersebut dapat dibedakan sebagai berikut: 1) Berdasarkan sifatnya, tokoh diklasifikasikan diantaranya sebagai berikut : a) Tokoh protagonis, yakni tokoh utama yang mendukung cerita. b) Tokoh antagonis, yakni tokoh penentang cerita. c) Tokoh tritagonis, yakni tokoh pembantu, baik untuk tokoh protagonis maupun untuk tokoh antagonis.


2) Berdasarkan perannya, tokoh diklasifikasikan menjadi tiga (3), yakni sebagai berikut: e) Tokoh sentral, yakni tokoh-tokoh yang paling menentukan dalam sebuah drama. Tokoh sentral adalah penyebab dari terjadinya konflik. Tokohsentral tersebut meliputi tokoh protagonis serta juga tokoh antagonis. f) Tokoh utama, yakni tokoh pendukung ataupun penentang tokoh sentral bisa juga sebagai perantara dari tokoh sentral. Dalam hal ini ialah tokoh tritagonis. g) Tokoh pembantu, yakni tokoh-tokoh yang memegang peran sebagai pelengkap atau tambahan dalam rangkaian cerita l. Perwatakan/Penokohan Perwatakan/penokohan merupakan penggambaran sifat batin seseorang tokoh yang disajikan di dalam suatu cerita. Perwatakan tokoh-tokoh dalam drama itu digambarkan dengan melalui dialog, ekspresi, atau tingkah laku sang tokoh. Watakdari para tokoh itu digambarkan dalam tiga dimensi (watak dimensional) sebagai berikut : 1) Keadaan fisik, diilustrasikan dengan melalui umur jenis kelamin, ciri-ciri tubuh, cacat jasmani, ciri khas yang menonjol, raut muka, kesukaan, tinggi/pendek, suku bangsa, kurus/ gemuk, atau suka senyum/cemberut. 2) Keadaan psikis, ini melingkupi watak, kegemaran, standar moral, temperamental, ambisi, psikologis yang dialami, mental, dan keadaan emosi. 3) Keadaan sosiologis, ini melingkupi jabatan, pekerjaan, kelas sosial, ras, agama, dan ideologi. Cara pengarang menampilkan watak tokoh bisa secara langsung atau tidak langsung. 3) Secara langsung (analitik) Pengarang menampilkan watak tokoh secara langsung dijelaskan di dalam teks cerita. 4) Secara tidak langsung (dramatik) Pengarang menampilkan watak secara tidak langsung lewat: a) Dialog antartokoh/ percakapan tokoh b) Pikiran tokoh c) Reaksi atau tanggapan tokoh lain d) Lingkungan tokoh e) Keadaan fisik tokoh m. Alur Alur merupakan rangkaian peristiwa dan konflik yang menggerakkan jalan cerita. Alur drama mencakup bagian-bagian pengenalan cerita, konflik awal, perkembangan konflik, penyelesaian. 1) tahapan awal, pada tahapan awal ini merupakan tahapan pengenalan tokoh- tokoh cerita serta perwatakan, latar, dan lain sebagainya. 2) pemunculan konflik, tahap selanjutnya penonton diajak pada pengenalan konflik. Pada tahap ini, konflik yang merupakan bumbu agar suatu drama lebihmenarik akan terjadi. Konflik- konflik ini tentunya melibatkan semua pemain (tokoh). Dalam tahap ini pula penonton akan mengenal alur dari cerita yang dibuat. 3) komplikasi, tahap komplikasi atau tahap peningkatan konflik, semakin banyak insiden-insiden terjadi. Beberapa konflik pendukung akan terjadi un Epilog adalah kata penutup yang mengakhiri pementasan. Isinya, biasanya berupa kesimpulan atau ajaaran yang bisa diambil dari tontonan drama yang baru saja disajikan.


4) Klimaks, merupakan tahapan puncak dari konflik yang ada. Di tahapan ini merupakan tahap puncak dari ketegangan yang terjadi mulai dari awal cerita. 5) Resolusi, merupakan tahap yang menujukan jalan keluar dari setiap konflik yang ada. Teka teki pada setiap konflik yang terjadi pada awal- awal cerita akan terungkap pada tahap ini. Sering kali, perwatakan yang asli dari setiap tokoh akan muncul di tahapan ini. 6) Akhir, pada tahap ini adalah bagian the ending of the story, dalam tahap ini semua konfiks telah terpecahkan dan merupakan akhir dari cerita. Macam-macam plot dalam suatu cerita yaitu: 4) Alur maju (progresif), set cerita berjalan maju, mulai dari masa kini ke masa yang akan datang. 5) Alur mundur (regresif), kebalikan dari alur progresif. Set cerita berjalan mundur, yang mana masa kini adalah sebuah hasil dari konflik-konflik yang terjadi pada masa lalu. 6) Alur campuran, alur cerita yang mencampurkan masa kini dengan masa lalu dan juga dengan masa depan. Di sebut juga alur bolak- balik. Cerita dengan alur ini mengungkakan konflik yang belum selesai dari masa lalu, masa sekarang, dan penyelesaian di masa depan. Saling terkait satu sama lain. n. Setting atau Latar Setting ataupun tempat kejadian cerita sering disebut juga sebagai latar cerita Setting melingkupi tiga dimensi, antara lain sebagai berikut. 1) Setting tempat merupakan tempat terjadinya cerita di dalam sebuah drama, Setting tempat tidak dapat berdiri sendiri. Setting tempat tersebut berhubungan dengan setting ruang serta waktu. 2) Setting waktu merupakan waktu/zaman/periode sejarah terjadinya cerita di dalam sebuah drama. 3) Setting suasana merupakan suasana yang mendukung terjadinya cerita. Setting cerita tersebut dapat didukung dengan tata suara atau juga tata lampu saat pementasan drama. o. Sudut Pandang Sudut pandang merupakan cara pandang yang dipergunakan pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh, tindakan, latar, dan berbagai peristiwa yang membentuk cerita. Sudut pandang adalah posisi dari mana pengarang bercerita apakah dia bertindak langsung dalam bercerita atau sebagai pengobservasi yang berdiri di luar cerita. Sudut pandang terdiri atas: 1) Sudut pandang orang pertama atau akuan a) Aku sebagai tokoh utama b) Aku sebagai tokoh sampingan 2) Sudut pandang orang ketiga atau diaan a) Orang ketiga serba tahu b) Orang ketiga terbatas atau pengamat p. Amanat atau Pesan Pengarang Amanat merupakan pesan yang disampaikan oleh pengarang kepada para pembaca atau penonton dengan melalui karyanya (termasuk drama). Amanat tersebut memiliki sifat kias subjektif dan umum, sedangkan untuk tema bersifat lugas, objektif, serta juga khusus. Amanat drama itu selalu berhubungan dengan tema drama. Amanat juga menyangkut nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat yang disampaikan secara implisit.


Nilai-nilai yang diambil antara lain : 1) Nilai moral, yaitu aspek yang berhubungan dengan perilaku, perbuatan baikatau buruk. Nilai moral merupakan pesan moral dari perilaku tokoh 2) Nilai estetika, yaitu aspek keindahan yang melekat pada karya sastra, misalnya pengkalimatan, diksi, penggunaan alur yang variatif. 3) Nilai sosial, yaitu aspek yang berhubungan dengan hubungannya dimasyarakat sebagai makhluk sosial 4) Nilai budaya, yaitu aspek yang berhubungan dengan adat istiadat, budaya yang berlaku di suatu daerah. 5) Nilai agama, yaitu aspek yang berhubungan dengan keagamaan (religi) atau keyakinan kepada Tuhan. q. Dialog (Percakapan) Ciri khas naskah drama tersebut berbentuk cakapan atau dialog, Di bawah ini merupakan beberapa hal yang berkaitan dengan dialog dalam naskah drama. 1) Dialog tersebut harus mencerminkan percakapan sehari-hari, karena di dalam drama itu merupakan mimetik (tiruan) dari kehidupan sehari-hari. 2) Ragam bahasa dalam dialog drama tersebut menggunakan bahasa lisan yang komunikatif serta juga bukan ragam bahasa tulis. 3) Diksi (pilihan kata) yang digunakan di dalam sebuah drama juga harus berhubungan dengan konflik serta plot. 4) Dialog dalam naskah drama tersebut juga harus bersifat estetis, artinya adalah memiliki bahasa yang indah. 5) Dialog juga harus dapat mewakili tokoh yang dibawakan, baik itu wataksecara psikologis, sosiologis, ataupun juga fisiologis. r. Konflik Konflik merupakan pertentangan atau juga masalah dalam drama. Konflik tersebut dibedakan menjadi dua, konflik eksternal dan internal. 1) Konflik eksternal merupakan sebuah konflik yang terjadi antara tokoh dengan sesuatu yang berada di luar dirinya. 2) Konflik internal merupakan konflik yang terjadi antara tokoh dengan dirinya sendiri. 9. Unsur Ekstrinsik Drama Unsur ekstrinsik merupakan unsur yang datang dari luar namun mempengaruhi sebuah cerita yang disajikan. Artinya, unsur-unsur ekstrinsik tidak terlibat pada jalannya cerita, namun keberadaan unsur ini sangat mempengaruhi perkembangan sebuah cerita. Oleh karena itu, dapat dijumpai kasus sebuah drama yang terbengkalai dikarenakan oleh faktor ini. Yang termasuk unsur ekstrinsik sebuah drama yaitu: a. Faktor ekonomi, b. Faktor politik c. Faktor sosial-budaya d. Faktor pendidikan


e. Faktor kesehatan f. Faktor psikologis pemain dan kru g. Kebijakan pemerintah, dan lain sebagainya.


Struktur dan Kaidah Kebahasaan Drama A. Struktur Drama Drama memiliki beberapa struktur sebsgsi berikut. 1. Prolog (Adegan Pembuka) Prolog berisi kata-kata pembuka, pengantar, ataupun latar belakang cerita. Prolog biasanya disampaikan oleh dalang atau narator. 2. Dialog (Percakapan) Dialog berisi percakapan antartokoh yang terjadi dalam cerita. Dialog harus memenuhi dua tuntutan yaitu : dialog harus turut menunjang gerak laku tokohnyadan dialog yang diucapkan di atas pentas lebih tajam dan tertib daripada ujaran sehari-hari. Dalam dialog terdapat beberapa struktur yaitu : a. Orientasi Orientasi berisi perkenalan para tokoh yang menyatakan situasi cerita tertentu. Orientasi juga berisi tentang pengajuan konflik yang akan dikembangkan dalam bagian utama cerita tersebut dan ada kalanya membayangkan resolusi yang akan dibuat dalam cerita itu. b. Komplikasi Komplikasi adalah bagian mengembangkan konflik. Dalam bagian ini pelaku utama menemukan rintangan-rintangan antara dia dan aneka kesalahpahaman dalam perjuangan untuk menanggulangi rintangan-rintanganini. c. Klimaks Klimaks adalah puncak konflik yang terjadi di dalam cerita yang dialami oleh tokoh utama d. Resolusi Resolusi adalah bagian dimulainya penyelesaian dan pemecahan masalah yang sudah dihadapi oleh sang tokoh. 3. Epilog (Adegan Akhir) Epilog adalah bagian akhir atau bagian penutup dari sebuah drama. Epilog biasanya berisi tentang kesimpulan dan pesan yang bisa diambil dari cerita drama tersebut. B. Kaidah Kebahasaan Teks Drama Kaidah kebahasaan adalah aturan-aturan yang digunakan dalam membentuk kata dan kalimat sebagai ciri ataupun pembeda dengan jenis teks lainnya. Dalam naskah drama, terdapat 8 kaidah kebahasaan yang perlu kalian ketahui: 1. Berupa dialog 2. Kalimat Langsung Kalimat langsung adalah kalimat yang menirukan ucapan atau ujaran orang lain. Kalimat hasil kutipan pembicaraan seseorang persis seperti apa yang dikatakannya. Bagian ujaran/ucapan diberi tanda petik (“…”) dapat berupa kalimat perintah, berita, atau kalimat tanya. Ciri-Ciri Kalimat Langsung a. Bertanda kutip dalam bahasa tertulis. b. Intonasi: bagian kutipan bernada lebih tinggi dari bagian lainnya. c. Berkemungkinan susunan: pengiring/kutipan, kutipan/pengiring, kutipan/pengiring/kutipan d. Huruf pertama pada petikan langsung ditulis dengan menggunakan huruf kapital. e. Bagian kutipan ada yang berupa kalimat tanya, kalimat berita, atau kalimat perintah. f. Bagian pengiring dan bagian petikan langsung dipisah dengan tanda baca koma (,). Jika di dalam petikan langsung menggunakan kata sapaan, maka sebelum kata sapaan


diberi tanda baca koma (,) dan huruf pertama kata sapaan menggunakan huruf kapital. g. Kalimat langsung yang berupa dialog berurutan, wajib menggunakan tanda baca titik dua (:) di depan kalimat langsung. 3. Menggunakan tanda petik pada dialog 4. Menggunakan kata ganti orang ketiga pada bagian prolog atau epilog (dia, beliau, ia, - nya) 5. Menggunakan kata ganti orang pertama dan kedua pada bagian dialog (aku, saya, kami, kita, kamu) 6. Banyak menggunakan konjungsi temporal (sebelum, sekarang, setelah itu, mula-mula, kemudian) 7. Banyak menggunakan kata kerja yang menggambarkan suatu peristiwa (menyuruh, menobatkan, menyingkirkan, menghadap, beristirahat) 8. Banyak menggunakan kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh (merasakan, menginginkan, mengharapkan, mendambakan, mengalami) 9. Menggunakan kata sifat untuk menggambarkan tokoh, tempat, atau suasana (ramai, bersih, baik, gagah, kuat) 10. Kata seru Kata seru adalah Interjeksi atau kata seru adalah kata tugas yang mengungkapkan rasa hati pembicara. Untuk memperkuat rasa hati seperti rasa kagum, sedih, heran, dan jijik, orang memakai kata tertentu di samping kalimat yang mengandung maksud pokok. Di bawah ini diberikan beberapa jenis interjeksi dan contohnya. a. Interjeksi kejijikan: bah, cih, cis, ih, idih (idiih) b. Interjeksi kekesalan atau kecewa: brengsek, sialan, buset (busyet), keparat, celaka 11. Kalimat seru, suruhan, dan pertanyaan Kalimat dalam teks drama tidak lepas dari kalimat-kalimat seru, suruhan, pertanyaan (seperti: Ah, ya!, Ampun seribu ampun!, Bagus! Bagus! Atas dasar kekuatan!, Jangan khawatir, Jangan sampai mereka menjadi korban dari pancaroba perubahan, Sri…. Ratu Dara? Bagaimanakah keadaan mereka? Contoh Menganalisis Struktur Teks Drama Batu Menangis 1. Prolog Narator : Dahulu kala, hiduplah seorang janda miskin, Mak Daliyah namanya. Ia tinggal di sebuah gubuk reyot di pinggir hutan. Ia bekerja di ladang sempit peninggalan mendiang suaminya. Sepulang dari berladang, Mak Daliyah mencari kayu bakar di hutan. Kayu-kayu bakar itu kemudian dijualnya di perkampungan penduduk yang jauh dari tempat tinggalnya. Mak Daliyah mempunyai seorang anak gadis. cantika namanya. Sesuai namanya, wajah cantika amatlah cantik. 2. Orientasi Mak Daliyah : (kelelahan) cantika, anakku. Ibu lelah sekali. Tolong kamu masak, ya, untuk makan malam nanti. Cantika : (sedang bersolek di muka cermin) Memangnya Mak dari mana? (menyahut tanpa menoleh).


Mak Daliyah : Mak dari ladang, kemudian ke hutan, mencari kayu bakar, untuk dijual besok. Cantika : : Aduh, Mak. Lihat, anakmu sudah secantik ini, masa disuruh masak? nanti bau minyak, tangan jadi kotor. Susah, harus dandan lagi. (masih sibuk bersolek) 3. Komplikasi 5. Resolusi Mak Daliah : (berlinang air mata, berlutut dan bersatu) Ya, Tuhan, mohon sadarkan anak hamba. Berilah ia hukuman yang setimpal. Cantika : (mendadak tidak bisa bergerak) Aduh, adaapa dengan tubuhku? ) menatap kedua tangannya (dengan ngeri). Kenapa aku tidak bisa bergerak? (menatap Mak Daliyah penuh penyesalan dan menangis) Mak, ampuni aku! Ampuni aku! Ampuni kedurhakaan anakmu ini, Mak ( terus menangis hingga tak lagi bersuara dan tak bergerak). Epilog Narator : Semuanya telah terlambat bagi Cantika. Mak Daliyah hanya terdiam. Akhirnya seluruh tubuh Cantika berubah menjadi batu. Batu jelmaan Cantika itu terus meneteskan air seperti air mata penyesalan yang menetes dari matanya. Orang-orang yang mengetahui adanya air yang terus menetes dari batu itupun menyebutknya “Batu Menagis.” Mak Daliyah : (Menghela napas panjang) Memangnya kamu mau kemana? Mengapa kamu merias diri? Cantika : Tidak kemana-mana, tetapi aku suka berias saja. Lihatlah Mak, bukankah aku ini cantik? Ah, bukan. Aku bukannya cantik. tapi aku cantik sekali! (sambil terus mengedip-ngedipkan mata di depan cermin) Mak Daliah : Mak tahu kamu cantik. Tapi seharusnya kamu tidak boleh bicara begitu. Tak baik membangga-banggakan diri seperti itu. Cantika : Mengapa Mak? Aku memang cantik. mengapa aku tidak boleh mengakuinya? Mak Daliah : (menghela napas lagi) ya sudah. Yang penting kamu masak, ya. mak lelah sekali dan butuh istirahat. (duduk di kursi rotan dengan lemas). Cantika : Tidak mau! Pokoknya aku tidak mau! Mak Daliah : : (terdiam) Kalau begitu, biarkan Mak istirahat sebentar, ya. (ke kamar merebahkan diri). Narator: Keesokan harinya kedua ibu dan anak itu pergi ke pasar. Cantika memakai pakaian terbaik yang dimilikinya. Mak jalan di belakang, sedangkan cantika jalan di depan. 4. Klimaks Pemuda : Wahai, gadis cantik, apakah wanita berbaju lusuh yang berjalan di belakangmu itu, ibumu? Cantika : (memandang pemuda) Bu…bukan! itu cuma pembantuku! Mak Daliah : (terkejut dan sangat sedih) cantika, anakku! Aku ini ibumu, orang yang melahirkanmu. sungguh sangat durhaka jika engkau berani menganggapku sebagai pembantumu! sadarlah engkau, wahai anakku. Cantika : (mengeleng-geleng sambil menutup telinga) Tidak! Tidak! Malu, aku mengakui engkau sebagai ibuku. Malu! Lihat … aku gadis cantik seperti ini. Sementara engkau, dengan pakaianmu yang lusuh seperti itu mau mengakui sebagai ibuku. Pemuda itu pasti akan lari kalau aku mengakui engkau sebagai ibuku. Pokoknya TIDAK (berteriak)


Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat! 1. Analisislah unsurr intrinsik drama yang berjudul “Keong Emas’! 2. Anlisislh struktur drama yang berjudul “Keong Emas’! 3. Analisislh kaidah kebahasaan drama yang berjudul “Keong Emas’! KEONG EMAS Pada zaman dahulu di Kerajaan Daha, hiduplah seorang raja bernama Raja Kertamarta yang memiliki dua orang putri yang sangat cantik jelita. Putri nan cantik jelita tersebut bernama Candra Kirana dan Dewi Galuh. Kedua putri Raja tersebut hidup sangat bahagia dan serba kecukupan. Hingga suatu hari datanglah seorang pangeran yang sangat tampan dari Kerajaan Kahuripan ke Kerajaan Daha. Pangeran tersebut bernama Raden Inu Kertapati. Maksud kedatangannya ke Kerajaan Daha adalah untuk melamar Candra Kirana. Kedatangan Raden Inu Kertapati sangat disambut baik oleh Raja Kertamarta. Raja : “ Putriku, kemarilah!” ( Memanggil kedua putrinya) Kirana : ( Menghampiri) “ Ada apa, ayah?” Galuh : ( Datang menyusul di belakang Kirana) “ Apakah ayah juga memanggilku?” Raja : “ Iya, putriku. Ada yang ingin ayah sampaikan pada kalian berdua. Lusa, Raden Inu Kertapati dari kerajaan Kahuripan akan datang kemari.” Galuh : “ Lalu kenapa? Apa hubungannya dengan kami, ayah?” Raja : “ Ayah sudah membuat perjanjian dengan Ayah dari Raden Inu Kertapati, bahwa Ayah akan menikahkan salah satu putri Ayah dengan Raden Inu.” Galuh : ( Berbinar senang) “ Siapa diantara kami yang akan dinikahkan dengan Raden Inu, ayah?” Raja : “ Kami sudah sepakat untuk menikahkan Candra Kirana dengan Raden Inu.” Kirana : ( Tersenyum gembira dan memeluk Raja) “ Terima kasih, Ayah…Aku sangat bahagia sekali. Pernikahan ini adalah impianku sejak kecil” Raja : “ Benarkah putriku? Kalau begitu memang tidak salah, Ayah memilihmu sebagai calon isteri Raden Inu. Ayo, kita persiapkan segala sesuatunya untuk menyambut kedatangan Raden Inu.” TUGAS PERTAMA


Raja dan Candra Kirana meninggalkan ruangan yang kini hanya dihuni oleh Dewi Galuh . Meskipun Candra Kirana dan Ayahnya bahagia dengan pertunangan ini, ternyata Dewi Galuh mempunyai pendapat yang berbeda. Pertunangan itu ternyata membuat Dewi Galuh merasa iri. Kerena dia merasa kalau Raden Inu Kertapati lebih cocok untuk dirinya. Galuh : “ Aku tidak setuju dengan pertunangan ini! Kenapa harus Kirana yang dipilih dan bukan aku!? Padahal secara nyata jelas aku yang lebih cantik dari dia!! Huh, ini tidak adil! Hanya aku satu-satunya yang akan menjadi istri Raden Inu!! Hanya aku, bukan Kirana! Sekarang apa yang harus kulakukan?” ( Berpikir keras sembari mondar- mandir) Setelah berpikir keras Dewi Galuh akhirnya menemukan cara untuk menggagalkan pertunangan Kirana dan Raden Inu. Oleh karena itu Dewi Galuh lalu pergi ke rumah Nenek Sihir. Dia meminta agar nenek sihir itu menyihir Candra Kirana menjadi sesuatu yang menjijikkan dan dijauhkan dari Raden Inu. Nenek Sihir pun menyetujui permintaan Dewi Galuh, dan menyihir Candra Kirana menjadi Keong Emas, lalu membuangnya ke sungai. Galuh : “ Permisi!! Apa ada orang di sini!??” Penyihir : “ Silakan masuk gadis cantik, kemarilah…” Galuh : “ Hm, aku membutuhkan bantuanmu! Tolong bantu aku!” Penyihir : “ kamu ingin aku melakukan apa?” Galuh : “ Aku ingin pertunangan Kirana dengan Raden Inu dibatalkan!” Penyihir : ( Manggut-manggut) “ Baiklah aku mengerti maksudmu. Lalu kamu ingin aku melakukan apa untuk Kirana? Menyihirnya?? Sihir apa yang kamu inginkan? Galuh : “ Aku ingin kau menyihir Candra Kirana menjadi Sesuatu yang menjijikkan! Yang jelas aku ingin Kirana menderita!” Penyihir : “ Baiklah, aku akan menyihir Candra Kirana sehingga dia tidak dapat bertunangan dan menikah dengan Raden Inu!” Galuh : ( Tersenyum senang) “ Terimakasih atas bantuanmu, senang bekerja sama dengan penyihir sepertimu! Ini uang sebagai imbalannya. Penyihir : ( Menerima uang itu) “ Sekarang aku akan mempersiapkan kutukan untuknya…” Galuh : “ Kutunggu kabar darimu, penyihir!! ( meninggalkan rumah nenek sihir dan kembali ke Istana)


Keesokan harinya Candra Kirana pergi ke pasar membeli keperluan untuk menyambut kedatangan Raden Inu Kertapati besok. Sepulang dari pasar Kirana melewati sebuah sungai. Di sungai tersebut kirana dihadang oleh seorang perempuan tua yang buruk rupa. Perempuan tua itu adalah nenek sihir yang diperintah oleh Galuh untuk menyihir Kirana. Penyihir : “ Hwahahahaha!! Candra Kirana! Apa kabarmu, Hah? Kelihatannya kamu sangat senang hari ini? Hwahahaha…” Kirana : (terkejut) “ Siapa kamu? Kenapa kamu sangat buruk rupa?” Penyihir : “ Diam! Aku ke sini untuk menyihirmu menjadi keong!! Kirana : “ Kenapa kamu ingin menyihirku? Apa salahku?” Penyihir : “ Saudaramu yang menyuruhku untuk menyihirmu.” Kirana : “ Galuh? Tidak mungkin, kau pasti berbohong !” Penyihir : “ Untuk apa aku berbohong, itulah kenyataannya.” Kirana : “ Tapi kenapa Galuh melakukan itu?” Penyihir : “ Sudah ! jangan banyak omong ! terima saja nasibmu ! hahahaha.” ( mengucapkan mantra untuk menyihir Kirana menjadi Keong) Kirana : “ AAAAA!!!!” ( Berubah jadi keong emas) Penyihir : “ Hwahahaha!!!! Kamu hanya akan menjadi manusia pada waktu siang hari, tapi bila menjelang malam, kamu akan kembali menjadi keong!! Kutukan ini akan berakhir bila kamu bertemu dengan Raden Inu!! Hwahahaha…!!!” Candra Kirana telah dikutuk menjadi keong emas dan dibuang ke sungai hingga terdampar di Desa Dadapan. Suatu hari seorang nenek sedang mencari ikan dengan jala, dan keong emas terangkut dalam jalanya tersebut. Keong Emas itu lalu dibawanya pulang dan ditaruh di tempayan. Nenek : “ Oh, keong yang sangat cantik!! Aku akan membawanya pulang!” Setibanya dipondok, nenek itu meletakkan keong itu di tempat yang aman. Lalu dia beristirahat sejenak di kursi. Nenek : “ Sampai jam segini aku belum juga mendapatkan ikan. Aku harus mencari ikan lagi, kalau tidak mendapat ikan, aku mau makan apa?” ( Pergi keluar untuk mencari ikan). Nenek itu kembali mencari ikan di sungai. Kirana : “ Loh, kenapa aku bisa di sini? Oh iya, tadi ‘kan ada seorang nenek yang membawaku. Kasihan sekali nenek itu, untuk makan saja dia harus mencari ikan terlebih dahulu. Aku akan membuatkan makanan untuknya.” Hingga menjelang malam nenek itu tidak mendapat ikan seekorpun. Kemudian Nenek tersebut memutuskan untuk pulang saja, sesampainya di rumah ia sangat kaget, karena di meja sudah tersedia masakan yang sangat enak-enak. Si nenek bertanya-tanya pada dirinya sendiri, siapa yang memgirim masakan ini. Begitu pula hari-hari berikutnya si nenek menjalani kejadian serupa, keesokan paginya nenek ingin mengintip apa yang terjadi pada saat dia pergi mencari


ikan. Nenek itu lalu berpura-pura pergi ke sungai untuk mencari ikan seperti biasanya, lalu pergi ke belakang rumah untuk mengintipnya. Setelah beberapa saat, si nenek sangat terkejut. Karena keong emas yang ada ditempayan berubah wujud menjadi gadis cantik. Gadis tersebut lalu memasak dan menyiapkan masakan tersebut di meja. Karena merasa penasaran, lalu nenek tersebut memberanikan diri untuk menegur putri nan cantik itu . Nenek : “Siapakah kamu ini putri cantik, dan dari mana asalmu?” Kirana : ( Menoleh kaget) ” Aku….aku…aku Candra Kirana. Aku adalah putri kerajaan Daha yang disihir menjadi keong emas oleh nenek sihir utusan saudaraku karena merasa iri kepadaku” Nenek : ( Merasa iba) “ kasihan sekali dirimu, Nak…Nenek tidak tahu saudara macam apa saudaramu itu, hingga tega ingin mengutukmu! Tapi namanya manusia kalau sudah cemburu,…apapun dia lakukan! Ya, sudah…sementara kamu boleh tinggal di sini, Nak…” Kirana : “ Terimakasih, Nek…” Sementara itu pangeran Inu Kertapati tak mau diam saja ketika tahu candra kirana menghilang. Ia pun mencarinya dengan cara menyamar menjadi rakyat biasa. Nenek sihirpun akhirnya tahu dan mengubah dirinya menjadi gagak untuk mencelakakan Raden Inu Kertapati. Raden Inu Kertapati Kaget sekali melihat burung gagak yang bisa berbicara dan mengetahui tujuannya. Ia menganggap burung gagak itu sakti dan menurutinya padahal raden Inu diberikan arah yang salah. Raden Inu : (Terkejut) “siapa kau ?” Burung Gagak : “ Tenang anak muda, aku akan menunjukkan arah ke Desa Dadapan, di sana kamu akan bertemu dengan Candra Kirana.” Raden Inu : “ Darimana kau tahu tujuan perjalananku? Siapa kau sebenarnya?” Burung Gagak : “ Kau tidak perlu tahu siapa aku, ikuti saja petunjuk yang kuberikan.” Raden Inu : “ Baiklah, terima kasih atas pertolonganmu.” Setelah berjalan cukup jauh mengikuti petunjuk arah dari burung gagak, Raden Inu tidak juga menemukan Desa Dadapan. Diperjalanan Raden Inu bertemu dengan seorang kakek yang sedang kelaparan, diberinya kakek itu makan. Ternyata kakek adalah orang sakti yang baik Ia menolong Raden Inu dari burung gagak itu. Kakek : “ Tolonglah nak, sudah beberapa hari kakek tidak makan.” Raden Inu : “ oh, ini kek, ada sedikit makanan.” Kakek : “ Terima kasih anak muda. Janganlah kau mengikuti petunjuk Yang diberikan burung gagak tadi, dia sebenarnya adalah jelmaan nenek sihir, dia memberikan arah yang salah padamu.”


Raden Inu : “ Lalu apa yang harus kulakukan kek?” Kakek : “ Berjalanlah mengikuti aliran sungai ini, di ujung sana kau akan menemukan Desa Dadapan.” Raden Inu : “ Terima kasih kek, saya akan melanjutkan perjalanan ini.” Kakek : “ Pergilah anak muda, hati-hati dalam perjalananmu.” Raden Inu : “ Baiklah kek.” Setelah berjalan berhari-hari sampailah Raden Inu di desa Dadapan Ia menghampiri sebuah gubuk yang dilihatnya untuk meminta seteguk air karena perbekalannya sudah habis. Di gubukitu ia sangat terkejut, karena dia bertemu dengan Candra Kirana. Akhirnya sihir dari nenek sihir pun hilang karena perjumpaan itu. Raden Inu : “ Ah,…di sana ada pondok! Mungkin aku bisa numpang istirahat disana untuk sementara waktu dan setidaknya aku mendapat seteguk air. Aku merasa lelah sekali setelah berjalan sejauh ini.” Menghampiri pondok itu) “ Permisi!!…” Kirana : “ Iya, sebentar…” ( membuka pintu) Raden Inu : (Terkejut) “ Itukah kamu….Candra Kirana?” Kirana : “ Raden Inu? Kenapa bisa ada di sini?” Raden Inu : “ Ceritanya panjang, sudah berhari-hari aku mencarimu. Sekarang ayo kita pulang, ayahmu sudah menunggumu.” Kirana : “ Terima kasih banyak karena kamu sudah menyelamatkanku.” Dari dalam rumah terdengar suara nenek memanggil Kirana. Nenek : “ Siapa, Kirana?” Kirana : “ Oh, Nenek…kenalkan ini adalah Raden Inu yang Kirana ceritakan waktu itu. Dia menjemput Kirana untuk pulang Tapi, Kirana tidak tega meninggalkan Nenek sendirian.” Nenek : “ Tidak apa-apa, Kirana. Pulanglah, pasti kamu merindukan keluargamu.” Raden Inu : “ Begini saja, Nenek akan kita bawa ke Istana dan hidup bersama kita bila kita nanti menikah. Nenek, ayo kita pergi ke Kerajaan Daha.” Akhirnya Raden Inu memboyong Candra Kirana beserta nenek yang baik hati tersebut ke istana, dan Candra Kirana menceritakan perbuatan Dewi Galuh pada Baginda Kertamarta. Baginda minta maaf kepada Candra Kirana dan sebaliknya. Dewi Galuh lalu mendapat hukuman yang setimpal. Karena Dewi Galuh merasa takut, maka dia melarikan diri ke hutan. Pernikahan Candra kirana dan Raden Inu Kertapati pun berlangsung, dan pesta tersebut sangat meriah. Akhirnya mereka hidup bahagia.


Latihan Soal Bacalah penggalan teks drama di bawah ini. Teks drama dikutipkan dari drama Romeo dan Juliet karya William Shakespeare yang diterjemahkan oleh Trisno Sumardjo dan RM Palaka (2004: 91-92); Kutipan Teks Drama : ROMEO DAN JULIET (Karya William Shakespeare, diterjemahkan oleh Trisno Sumarjo) ………………………………………………………………………………… ROMEO Dia mengucapkan kata. Terus dan teruslah berkata, bidadari! Sebab malam ini engkau ratu yang terus berseri di ubun-ubunku laksana duta kahyangan bersayap mendatangi makhluk yang tak punya daya, hingga matanya memutih disebabkan takjub tak tertanggungkan. Ia jatuh telentang untuk melihat tatkala dia naik ke pundakan awan yang berarak lalu melayang-layang di awan-awan tertinggi JULIET O, Romeo, Romeo! Mengapa kau Romeo? Jangan akui keturunanmu dan namamu! Dan aku bukan lagi orang Capulet. Dengan begitu, kau bisa menjadi kekasihku. ROMEO Akankah aku terus mendengar, atau menyela bicara? JULIET Hanya namamu yang menjadi musuhku. Tapi engkau tetap dirimu sendiri di mataku, bukan Montaque. Apa itu “Montaque?” Ia bukan tangan, bukan kaki, bukan lengan, bukan muka, atau apapun dari tubuh seseorang. Jadilah nama yang lain! Apalah arti sebuah nama? Harum mawar tetaplah harum mawar, andaikan mawar bersalin dengan nama lain. Ia tetap bernilai sendiri, sempurna, dan harum mawar tanpa harus bernama mawar. Romeo, tanggalkan namamu. Untuk mengganti nama yang bukan bagian dari dirimu itu, ambillah diriku seluruhnya. ROMEO Janji itu mengikat dirimu! Jadikan aku kekasihmu, dan kuubah namaku, tak lagi Romeo. JULIET Orang macam apa ini yang diselubungi malam mendengarkan rahasiaku? ………………………………………………………………………………… Anak-anak hebat, tentunya kalian sudah mencermati dan memahami seluruh materi pada kegiatan pertama di atas. Tibalah kalian akan mengerjakkan tugas/latihan agar pemahaman dan keterampilan kalian maksimal. Ikuti instruksi tugas berikut dengan seksama! Analisilah isi teks drama di atas, lalu jawablah pertanyaan berikut! 1. Jelaskan Isi drama di atas! 2. Berdasarkan penyajiannya, termasuk ke dalam jenis apakah drama di atas, jelaskan! 3. Apakah amanat yang terkandung dalam drama di atas! Pembahasan dan Pedoman Penskoran Latihan Soal TUGAS KEDUA


N0 Soal Jawaban Soal Aspek yang Dinilai Skor 1 Isi drama Romeo dan Juliet: Menceritakan tentang kisah sepasang kekasih yaitu romeo dan Juliet. Mereka sangat saling mencintai dan memperjuangkan cintanya sampai mati. Peserta didik menjawab soal dengan tepat 3 Peserta didik menjawab soal kurang tepat 2 Peserta didik menjawab soal tidak tepa 1 N0 Soal Jawaban Soal Aspek yang Dinilai Skor 2 Drama Romeo dan Juliet temasuk ke dalam jenis; Tragedi. Karena drama tersebut ceritanya berakhir dengan kesedihan. Peserta didik menjawab soal dengan tepat 3 Peserta didik menjawab soal kurang tepat 2 Peserta didik menjawab soal tidak tepat 1 N0 Soal Jawaban Soal Aspek yang Dinilai Skor 3 Amanat drama Romeo dan Juliet, adalah: Sebagai sepasang kekasih, hendaklah kita dapat saling mencintai dengan tulus dan memegang janji untuk setia pada kekasihnya. Peserta didik menjawab soal dengan tepat 3 Peserta didik menjawab soal kurang tepat 2 Peserta didik menjawab soal. tidak tepat 1 skor yang diperoleh x 100 Nilai: ____________________ Skor maksimal Penilaian Diri Setelah kalian belajar melalui kegiatan pembelajaran satu, berikut diberikan tabel untuk mengukur diri kalian terhadap materi yang sudah kalian pelajari. Jawablah sejujurnya terkait dengan penguasaan materi, dan Isilah tabel refleksi diri terhadap pemahaman materi di tabel berikut dan centanglah (√). No Pertanyaan Ya Tidak 1. Apakah kalian telah memahami konsep drama? 2. Apakah kalian sudah dapat memahami hakikat drama? 3. Apakah kalian sudah memahami jenis-jenis drama? 4. Apakah kalian sudah dapat memahami isi sebuah teks drama? 5. Dapatkah kalian menjelaskan amanat yang terkandung dalam sebuah teks drama? 6 Dapatkah kalian menentukan jenis sebuah teks drama? Jika menjawab “TIDAK” pada salah satu pertanyaan di atas, maka pelajarilah kembali materi tersebut dan pelajari ulang kegiatan pembelajaran satu. Jangan putus asa untuk mengulang lagi.


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Madrasah : MA YPPI Bulukumba Alokasi Waktu : 2 x 45 menit Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia KD : 3.20 dan 4.20 Kelas/semester : XI/Genap Pertemuan : ke-1 dan ke-2 Materi : Ulasan Buku Filsi D Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.20 Menganalisis pesan dari dua buku fiksi (novel dan buku kumpulan puisi) yang dibaca 3.20.1 Menganalisis pesan dari dua buku fiksi (novel dan buku kumpulan puisi) yang dibaca. 4.20 Menyusun ulasan terhadap pesan dari dua buku kumpulan puisi yang dikaitkan dengan situasi kekinian 4.20.1 Menyusun ulasan terhadap pesan dari dua buku fiksi yang dikaitkan dengan kondisi sekarang. 4.20.2 Mempresentasikan, menanggapi, memperbaiki hasil kerja dalam diskusi kelas. A. Tujuan Pembelajaran B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi O. Melalui pembelajaran tatap muka, peserta didik diharapkan mampu: 1. Menganalisis pesan dari dua buku fiksi (novel dan buku kumpulan puisi) yang dibaca. 2. Menyusun ulasan terhadap pesan dari dua buku fiksi yang dikaitkan dengan kondisi sekarang. 3. Mempresentasikan, menanggapi, memperbaiki hasil kerja dalam diskusi kelas. C. Materi Pembelajaran M. 1. Materi Esensial a. Pengertian fiksi dan nonfiksi b. Pengertian ulsan ulasan c. Pesan tersirat dan tersurat d. Langkah-langkah menyusun ulasan e. Struktur ulasan f. Kaidah kebahasaan ulasan g. Menyusun ulasan h. Kelebihan dan kekurangan ulasan 2. Materi Remedial a. Menyusun ulasan b. Kelebihan dan kekurangan ulasan 3. Materi Pengayaan a. Pengertian fiksi dan nonfiksi b. Pengertian ulsan ulasan c. Pesan tersirat dan tersurat d. Langkah-langkah menyusun ulasan e. Struktur ulasan f. Kaidah kebahasaan ulasan


Pertemuan ke-1 Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pendahuluan Peserta didik memberi salam, dan berdoa. Guru mengecek kehadiran peserta didik Guru mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan Guru menyampaiakn bentuk penilaian sikap dan pengetahuan. Kegiatan Inti Kegiatan Literasi Mengamati : Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, dan membaca bahan bacaan terkait materi tentang Guru menjelaskan materi pembelajaran tentang teknik menulis ulasan buku fiksi Menanya : Peserta didik bertanya jawab dan berdiskusi tentang ulasan buku fiksi Berpikir Kritis Mencoba : Guru memberikan kesempatan terhadap peserta didik untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin tentang ulasan buku fiksi yang belum dipahami Guru memberikan beberapa pertanyaaan tentang hal-hal yang berkaitan dengan ulasan buku fiksi Bacalah dua judul buku fiksi! Tulislah identitas buku fiksi ttersebut! Analisislah pesan-pesan yang terkandung dalam buku fiksi tersebut dengan menunjukkan bukti tekstualnya! F. Langkah-Langkah Pembelajaran 1. Media : Visual, lembar kerja siswa, dan LCD proyektor 2. Alat/Bahan : Spidol, papan tulis, laptop, dan infocus 3. Sumber belajar : Kosasih, Engkos. 2018. Cerdas Berbahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga. Rosidi, Imran, dkk. 2012. Bahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas XI. Sidoarjo: Masmedia. Suyono. 2007. Cerdas Berpikir Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Ganeca Exact. Buku referensi yang relevan Internet D. Metode Pembelajaran d 1. Pendekatan : Scientific learning 2. Model Pembelajaran : Discovery Learning 3. Metode Pembelajaran : Ceramah, tanya jawab, diskusi , dan penugasan E. Media, Alat/Bahan, dan Sumber Belajar


Kerja Sama Menalar : Peserta didik mendiskusikan tentang data berkenaan dengan pesanpesan yang terkandung dalam buku fiksi yang telah dibaca Peserta didik mengumpulkan informasi tentang data berkenaan dengan pesan-pesan yang terkandung dalam buku fiksi yang telah dibaca Peserta didik menyajikan hasil pekerjaannya Peserta didik saling memberikan catatan saran dan tanggapan terhadap pekerjaan teman Komunikasi Menyajikan/mengomunikasikan Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan Kreativitas Menyajikan/mengomunikasikan Guru bersama peserta didik mengevakuasi dan menyimpulkan materi tentang pesan-pesan yang terkandung dalam buku fiksi yang telah dibaca Peserta didik diberi kesempatan untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami tentang data berkenaan dengan pesan-pesan yang terkandung dalam buku fiksi yang telah dibaca Penutup Guru bersama peserta didik melakukan refleksi tentang kegiatan pembelajaran dengan memberikan pertanyaan sebagai berikut: Bagaimana kesan pembelajaran hari ini? Apa manfaat pembelajaran hari ini? Guru memberikan penilaian Guru mnginformasikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya Guru memberikan penguatan dan motivasi kepada peserta didik untuk tetap semangat belajar Guru mengajak peserta didik untuk berdoa Pertemuan ke-2 Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pendahuluan Peserta didik memberi salam, dan berdoa. Guru mengecek kehadiran peserta didik Guru mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan Guru menyampaiakn bentuk penilaian sikap dan pengetahuan. Kegiatan Inti Kegiatan Literasi Mengamati : Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati video drama dan membaca bahan bacaan terkait materi tentang teknik menyusun ulasan buku fiksi dan nonfiksi Menanya : Peserta didik bertanya jawab dan berdiskusi tentang teknik menyusun ulasan buku fiksi dan nonfiksi Berpikir Kritis Mencoba : Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami Guru memberikan beberapa pertanyaaan tentang hal-hal yang berkaitan dengan ulasan buku Bacalah kembali buku fiksi tersebut!


Susunlah ulasan pada setiap bagian penting isi buku fiksi tersebut secara proporsional! Kemukankanlah ulsan minimal satu paragraf pada setiap bagian buku fiksi yang dianggap menarik! Kemukankanlah kesan Anda setealh membaa buku fiksi tersebut! Kerja Sama Menalar : Peserta didik mendiskusikan tentang ulasan pada setiap bagian penting isi buku fiksi yang telah dibaca Peserta didik mengumpulkan informasi tentang ulasan pada setiap bagian penting isi buku fiksi yang telah dibaca Peserta didik menyajikan hasil pekerjaannya Peserta didik saling memberikan catatan saran dan tanggapan terhadap pekerjaan teman Komunikasi Menyajikan/mengomunikasikan Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan Kreativitas Menyajikan/mengomunikasikan Guru bersama peserta didik mengevakuasi dan menyimpulkan materi tentang ulasan pada setiap bagian penting isi buku fiksi yang telah dibaca Peserta didik diberi kesempatan untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami tentang ulasan pada setiap bagian penting isi buku fiksi yang telah dibaca Penutup Guru bersama peserta didik melakukan refleksi tentang kegiatan pembelajaran dengan memberikan pertanyaan sebagai berikut: Bagaimana kesan pembelajaran hari ini? Apa manfaat pembelajaran hari ini? Guru memberikan penilaian Guru mnginformasikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya Guru memberikan penguatan dan motivasi kepada peserta didik untuk tetap semangat belajar Guru mengajak peserta didik untuk berdoa 1. Penilaian a. Sikap : Obseravasi saat pembelajaran tentang keaktifan,partisipasi, kerja sama, kemandirian, dan komunikatif b. Pengetahuan : Tes uraian dan penugasan tentang menganalisis pesan dari dua buku fiksi (novel dan buku kumpulan puisi) c. Keterampilan : Menyusun ulasan terhadap pesan dari dua buku fiksi yang dikaitkan dengan kondisi sekarang. No. Aspek yang Dinilai Skor Maksimum 1. Peserta didik menyusun ulasan terhadap pesan dari dua buku fiksi yang dikaitkan dengan kondisi sekarang dengan sangat lengkap dan benar. 91 - 100 2. Peserta didik menyusun ulasan terhadap pesan dari dua buku fiksi yang dikaitkan dengan kondisi sekarang dengan lengkap dan benar. 79 - 90 G. Penilaian Hasil Pembelajaran


Bulukumba, 04 Januari 2023 Mengetahui, Kepala MA YPPI Bulukumba Guru Mata Pelajaran Ashadi Cahyadi, S.Pd., M.Pd. Musdalifa, S.Pd., M.Pd. Nip. 198101102007101001 No. Aspek yang Dinilai Skor Maksimum 3. Peserta didik menyusun ulasan terhadap pesan dari dua buku fiksi yang dikaitkan dengan kondisi sekarang dengan cukup lengkap dan benar. 67 - 78 4. Peserta didik menyusun ulasan terhadap pesan dari dua buku fiksi yang dikaitkan dengan kondisi sekarang dengan kurang lengkap dan benar. ≤ 64 2. Instrumen Penilaian (terlampir) a. Pertemuan pertama b. Pertemuan kedua c. Pertemuan ketiga d. Pertemuan keempat 3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan a. Remedial Bagi peserta didik yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM), maka guru bisa memberikan soal tambahan. b. Pengayaan 1) Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). 2) Guru memberikan soal pengayaan sesuai dengan materi pembelajaran.


KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MENGANALISIS PESAN DALAM BUKU FIKSI A. Uraian Materi 1. Pengertian Buku Fiksi Buku fiksi merupakan buku yang menyajikan kejadian atau peristiwa tentang kehidupan berdasarkan hasil dari rekayasa imajinasi pengarang. Kejadian-kejadian tersebut bukanlah kejadian yang sebenarnya, namun hanya sebatas rekaan atau khayalan belaka. Sedangkan buku non fiksi merupakan kebalikan dari buku fiksi. Dalam buku non fiksi menjelaskan kejadian yang sebenarnya terjadi, dan hasilnya berupa pendapat atau opini atau penelitian seorang penulis. Ide, gagasan atau ilham dari pengarang bisa saja bersumber dari fakta dalam kehidupan sehari-hari, namun fakta tersebut, telah diolah dan dikembangkan lebih lanjut berdasarkan kemampuan imajinasi pengarang. Meskipun kisah yang disajikan dalam buku fiksi seperti yang sebenarnya, buku fiksi tetap menyajikan peristiwa atau kejadian berdasarkan rekaan pengarang. Contoh beberapa buku fiksi seperti buku tentang anak, dongeng, novel, cerita pendek (cerpen), fabel, atau buku naskah drama. 3.21 Ciri-Ciri Buku Fiksi 1. Buku fiksi ditulis dengan mengunakan bahasa rekaan. 2. Banyak menggunakan kata yang bersifat konotatif. 3. Isi buku berupa cerita yang didalamnya mencakup alur, tema, tokoh, setting, sudut pandang dll. 3.22 Unsur-Unsur Buku Fiksi Sebuah buku fiksi seperti cerpen, novel, dongeng atau yang lainnya tentu dibangun oleh dua unsur yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah untuk yang membangun didalam cerita, sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur yang membangun diluar cerita. Unsur Intrinsik 1. Tema Merupakan pokok persoalan yang menjadi dasar atau inti dalam cerita. Tema memiliki peran penting sebagai ide yang paling mendasar dalam sebuah cerita. Ada beberapa jenis tema yang dapat membangun cerita seperti tema kejujuran, persahabatan, perjuangan, pendidikan, dan lain-lain. 2. Alur atau plot Merupakan jalinan peristiwa yang membangun cerita yang terdiri dari perkenalan, konflik, klimaks, dan anti klimaks. Alur terdiri dari alur maju


(sesuai dengan urutan), alur mundur (tidak sesuai dengan urutan), dan alur campuran (perpaduan alur maju dan alur mundur). 3. Amanat/pesan Merupakan pesan moral yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca. Amanat memiliki kaitan sangat erat dengan konflik. Oleh karena itu amanat dapat disampaikan secara tersirat maupun tersurat. 4. Sudut pandang Merupakan posisi pengarang dalam cerita. Seorang pengarang memiliki kebebasan untuk memposisikan dirinya dalam cerita. Pengarang bisamenggunakan kata ganti saya atau aku sebagai tokoh utama dan tokoh yang berada diluar seperti kata ganti dia atau dia. 5. Latar Merupakan keterangan yang menunjukan tempat, waktu dan suasana yang digunakan dalam cerita. Misalnya berkaitan dengan tempat (dirumah, sekolah, kantor), yang menunjukkan waktu (pagi hari, siang hari, sore hari, malam hari), sedangkan yang menunjukkan suasana yang dialami oleh tokoh (sedih, senang, gembira, terharu). 6. Tokoh Merupakan pelaku dalam cerita. Tokoh dapat dibagi menjadi tokoh antagonis (tokoh yang jahat), tokoh protagonis (tokoh yang baik), dan tokoh tritagonis (tokoh campuran). 7. Gaya bahasa Merupakan cara pengarang dalam menyajikan sebuah cerita. Khususnya terkait dengan penggunaan bahasa. Apakah banyak yang menggunakan bahasa yang bersifat konotasi atau bahasa denotasi. Unsur Ekstrinsik Unsur Ekstrinsik adalah elemen yang membangun karya sastra dari luar, seperti latar belakang penciptaan karya sastra, kisah hidup penulis, psikologi penulis, kondisi ekonomi Negara, kondisi politik Negara, serta kondisi sosial budaya. 3.23 Menentukan Pesan atau Amanat Cerita Pesan atau amanat adalah sebuah pesan moral dalam sebuah cerita atau karya lainnya yang ingin disampaikan oleh si penulis atau pengarang kepada para pembacanya. Menurut Waluyo (2006:29), jika tema memiliki kaitan dengan arti, maka sebuah amanat itu memiliki kaitannya dengan makna. Kemudian jikatema memiliki sifat yang sangat lugas, khusus dan objektif, maka amanat itu memiliki sifat kias, umum, dan subjektif. Pesan atau amanat dapat disampaikan secara langsung (tertulis) dan tidak langsung (tersirat). Amanat tersurat adalah amanat atau pesan yang secara jelas atau eksplisit dijabarkan melalui kata-kata dalam sebuah tulisan. Sedangkan amanat tersirat, yaitu amanat atau pesan yang dengan sengaja tidak dijabarkan secara tertulis dalam sebuah karya. Meskipun demikian, pesan ini bisa diketahui oleh pembaca dari alur cerita yang ada dalam tulisan tersebut. Jadi, amanat tersirat ini bersifat implisit atau tersembunyi, namun tetap bisa diketahui dari jalan ceritanya atau melalui dialog antartokoh cerita. Untuk menentukan amanat cerita dapat dilakukan dengan mengetahui ciri-ciri amanat sebagai berikut. 3. Amanat berisi saran, ajakan, atau imbauan.


4. Untuk hal-hal yang baik, pembaca diajak/diimbau untuk melakukan (biasanya ditandai dengan kata kerja berpartikel –lah). Misalnya, pedulilah,bantulah, dsb. 5. Untuk hal-hal negatif, pembaca diimbau untuk tidak melakukan (biasanya ditandai dengan penggunaan kata jangan). Contoh 3. Amanat tersurat Kemudian Pak Balam menutup matanya kembali, dan memandang mencarimuka Wak Katok, dan ketika pandangan mereka bertaut, Pak Balam berkatakepada Wak Katok, “Akuilah dosa-dosamu, Wak Katok, dan sujudlah ke hadiratTuhan, mintalah ampun kepada Tuhan Yang Maha Penyayang dan MahaPengampun, akuilah dosadosamu, juga kalian, supaya kalian dapat selamatkeluar dari rimba ini, terjauh dari rimba ini, terjauh dari bahaya yang dibawa harimau ... biarlah aku yang jadi korban ...” (Harimau-Harimau, Muchtar Lubis) Amanat yang terkandung dalam kutipan tersebut adalah “Bertaubatlah danminta ampunan atas dosa yang telah diperbuat , pasti Tuhan akanmengampuninya, dan hidupmu akan selamat.” 4. Amanat tersirat Pak Balam kemudian terdengar berkata dengan suara seperti orang mengigau, ”Awas, harimau itu dikirim oleh Tuhan untuk menghukum kita yang berdosa – awas harimau – dikirim Allah – awas harimau – akuilah dosa-dosa kalian – akuilah dosa-dosa kalian – akuilah dosa-dosa kalian.” (Harimau-Harimau, Muchtar Lubis) Amanat yang tersirat dalam kutipan tersebut adalah ... Akui dan minta ampunlah atas dosa yang telah diperbuat karena Tuhan pasti akan membalas perbuatan dosa itu. Anak-anak hebat, bagus Kalian membaca secara cermat dan menyeluruh. Jangan hanya membaca sebagian ya, supaya Kalian tidak melewatkan informasi yang penting. Dari beberapa informasi yang telah kaliman pahami, yang akan menjadi bagian yang mendapat penekanan adalah bagian pesan atau amanat. Sesuai tuntutan kompetensi keterampilan yang akan Kalian tunjukkan adalah “Menyusun ulasan terhadap pesan dalam buku fiksi.” 4 Rangkuman 4.11 Pengertian buku fiksi => buku yang menyajikan kejadian atau peristiwa tentang kehidupan berdasarkan hasil dari rekayasa imajinasi pengarang. Kejadian- kejadian tersebut bukanlah kejadian yang sebenarnya, namun hanya sebatas rekaan atau khayalan belaka 4.12 Ciri-ciri buku fiksi 1. Menggunakan bahasa rekaan 2. Bersifat konotatif 3. Isi buku berupa cerita 4.13 Unsur-unsur intrinsik 1. Tema 2. Alur/plot 3. Amanat 4. Sudut pandang 5. Latar


6. Tokoh 7. Gaya bahasa 4.14 Unsur ekstrinsik 1. Latar belakang penulis, 2. Latar belakang politik, ekonomi, sosial dari negara 5 Penugasan Mandiri Anak-anak hebat, tentunya Kalian sudah mencermati dan memahami seluruh materi pada kegiatan pertama di atas. Tibalah Kalian akan mengerjakkan tugas/latihan agar pemahaman dan keterampilan Kalian maksimal. Ikuti instruksi tugas berikut dengan seksama! 5.11 Siapkan sebuah buku fiksi (pilih sesuai dengan minat atau ketertarikan Kalian terhadap sebuah judul buku fiksi). 5.12 Buku harus Kalian baca secara utuh/keseluruhan bukan hanya membaca sinopsis atau resensinya saja. Hendaknya Kalian jujur dengan apa yang Kalian lakukan. 5.13 Menuliskan identitas buku fiksi yang Kalian baca secara lengkap. 5.14 Mengidentifikasi pesan yang Kalian peroleh dalam cerita pada buku fiksi yang Kalian baca. 6 Latihan Soal Bacalah dengan saksama buku fiksi novel yang bisa kalian temukan di perpustakaansekolah atau unduh dari laman internet. Lalu buatlah ulasan atas novel tersebut menggunakan sistematika laporan membaca buku seperti berikut ini! Laporan Kegiatan Membaca Buku Fiksi 6.11 Identitas Buku Judul : Penulis : Penerbit : Alamat penerbit : _ _ Tahun terbit : Jumlah halaman : ISBN : 6.12 Pesan dalam Buku Contoh Kunci jawaban Buku fiksi yang dibaca adalah sebagai berikut: 3. Identitas buku Judul : Hujan Penulis : Tere Liye Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Alamat penerbit : Gedung Gramedia Blok I, Lt.5 Jalan Palmerah Barat 29-33 Jakarta 10270 Tahun terbit 2016 Jumlah halaman : 320 halaman ISBN : 978-602-03-2478-4


4. Amanat/pesan yang terdapat dalam cerita buku fiksi berjudul “Hujan” a. Persahabatan yang terjalin antara Lail dan Maryam seharusnya menjadi contoh untuk kita semua para pembaca novel ini. Persahabatan ini digambarkan saling membantu dan saling menguatkan dalam suka maupun duka. b. Memberikan pelajaran kepada pembaca terutama siswa SMA agar tidak terlalu cepat berpacaran karena masih bersekolah dan masih terlalu muda. Hail ini yang seharusnya dicontoh oleh siswa SMA. c. Ada pelajaran sabar dan mengendalikan emosi serta menerima yang sudah digariskan oleh Tuhan, sehingga karakter tokoh bisa kita ikuti seperliLail yang tabah menjalani hidup walau telah mengalami musibah yang merenggut nyawa keluarganya. d. Ada pelajaran berharga yang ditunjukkan oleh Lail dan Esok karena walaupun telah mengalami hidup yang berat tetapi masih tetap gigih mengejar cita-citanya. e. Karakter Wali Kota yang mengadopsi Esok menunjukkan karakter peduli sesama dan rela untuk membantu kehidupan Esok yang telah kehilangan seluruh keluarganya. f. Permasalahan yang dihadapi oleh beberapa tokoh menggambarkan ketabahan dan tidak putus asa. 7 Penilaian Diri Berilah tanda centang (√) pada format di bawah ini sesuai dengan jawaban kalian! No. PERNYATAAN PENILAIAN Ya Tidak 1 Saya sangat senang belajar tentang menganalisis pesan buku fiksi 2 Penjelasan materi menganalisis pesan buku fiksi pada modul ini bagi saya sangat jelas. 3. Saya memahami sistematika laporan membaca buku fiksi 4. Saya mengetahui unsur-unsur yang harus dilaporkan setelah membaca buku fiksi 5. Saya dapat menganalisis pesan-pesan yang disampaikan dalam buku fiksi yang saya baca 6. Saya dapat menyelesaikan latihan/ tugas dengan semangat . 7. Latihan soal yang diberikan sangat membantu kejelasan saya dalam memahami konsep menganalisis pesan-pesan buku fiksi 8. Bahasa yang digunakan dalam modul ini sangat komunikatif. 9. Semua kegiatan pembelajaran yang diberikan pada modul tentang menganalisis pesan-pesan buku fiksi bermanfaat untuk kehidupan saya. 10. Banyak hal baru yang saya dapatkan dari belajar menganalisis pesan-pesan buku fiksi


KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 MENYUSUN ULASAN TERHADAP PESAN SEBUAH BUKUFIKSI A. Uraian Materi Teks Ulasan 1. Pengertian ulasan Teks ulasan adalah sebuah teks yang berisi sebuah tafsiran ataupun komentar dengan tujuan untuk menilai ataupun menyampaikan kritik terhadap sebuah objek (bisa buku, drama, novel, puisi, film, atau lagu). Teks ulasan ini nantinya akan diterbitkan dan dijadikan tolak ukur bagi penikmat karya tersebut. 2. Jenis-jenis teks ulasan a. Teks ulasan informatif Teks ulasan jenis ini berisi gambaran singkat, padat, dan umum suatu karya. Resensi jenis ini tidak menyampaikan isi karya secara keseluruhan, namunhanya memaparkan bagian yang penting saja dan menekankan pada kelebihan dan kekurangan karya tersebut. b. Teks ulasan deskriptif Resensi jenis ini berisi gambaran detail pada tiap bagian suatu karya. Teks ulasan ini biasanya dilakukan pada suatu karya fiksi untuk mendapat gambaranjelas tentang manfaat, pentingnya informasi, dan kekuatan argumentatif yang dituangkan penulis pada sebuah karya. c. Teks ulasan kritis Resensi jenis ini berisi ulasan suatu karya secara terperinci dengan mengacu pada metode atau pendekatan ilmu pengetahuan tertentu. Teks ulasan ditulis secara objektif dan kritis bukan berdasar pandangan subyektif dari penulis resensi. Contoh: Resensi terhadap novel dengan menggunakan pendekatan sosiologi. 3. Ciri-ciri ulasan a. Memiliki Struktur yang Tetap Teks ulasan selalu memiliki struktur penulisan yang sama. Yakni terdiri dari bagian orientasi ulasan, tafsiran ulasan, evaluasi ulasan, dan yang terakhir adalah rangkuman keseluruhan ulasan. Struktur ini tidak boleh berubah urutannya dan menjadi salah satu ciri teks ulasan yang paling menonjol. b. Memberi informasi mengenai sebuah karya sastra


Teks ulasan harus selalu memberi informasi mengenai sebuah karya. Dari mulai identitas karya dan sinopsis keseluruhan karya tersebut. Biasanya, informasi yang dikeluarkan oleh pengulas didasarkan oleh sudut pandang subjektif yang tetap memuat fakta-fakta yang ada dalam karya atau produk tersebut. c. Memberikan pandangan atau opini Hal yang paling vital dalam sebuah teks ulasan adalah adanya pandangan atauopini pengulas terhadap objek yang diulas. Syarat pandangan atau opini ini adalah harus memakai sudut pandang subjektif tetapi tetap berpegang pada fakta yang ada di dalam karya. Opini yang dikeluarkan juga harus adil dan tidak boleh dikeluarkan berdasarkan kedekatan personal dengan si pembuat karya. d. Dibuat untuk memberi pandangan kepada khalayak Ciri lain dari sebuah teks ulasan adalah dibuat untuk memberikan gambaran kasar kepada khalayak, apakah karya tersebut perlu dilihat atau tidak. Inilah kenapa kritik sastra atau ulasan sangat mempengaruhi eksistensi sebuah karya di pasar. Sebab, ulasan yang baik tentu akan mengundang lebih banyak orang. Sedangkan ulasan yang buruk akan membuat orang berpikir dua kali soal objek yang diulas. 4. Struktur ulasan Seperti teks jenis lain, ulasan juga memiliki struktur sebagai berikut: a. Orientasi Orientasi merupakan bagian pertama yang menjelaskan tentang gambaran umum sebuah karya baik film, drama maupun sebuah buku yang akan diulas. Bagian orientasi memberikan penjelasan kepada pembaca mengenai apa yang akan diulas. b. Tafsiran Tafsiran merupakan bagian yang berisi penjelasan detail mengenai sebuah karya yang diulas, misalnya berisi tentang bagian-bagian suatu karya, keunikan, keunggulan, kualitas, dsb. c. Evaluasi Evaluasi merupakan bagian yang berisi pandangan dari pengulas mengenai hasil karya yang diulas. Evaluasi dilakukan setelah pengulas melakukan tafsiran secara cukup terhadap hasil karya tersebut. Pada bagian evaluasi ini pengulas akan menyebutkan bagian yang bernilai atau kelebihan dari karya tersebut. Ataupun bagian yang kurang bernilai atau kekurangan dari karya tersebut. d. Rangkuman Rangkuman merupakan bagian yang berisi kesimpulan dari ulasan terhadap suatu karya. Bagian ini juga memuat komentar penulis apakah hasil karya tersebut berkualitas atau tidak untuk ditonton atau dibaca. 5. Contoh Teks Ulasan Anak-anak hebat, kalian telah menuliskan identitas buku serta pesan-pesandalam buku fiksi yang kalian baca. Sekarang pada kegiatan kedua kalian akan menyusun ulasan terhadap pesan buku fiksi yang telah kalian baca. kalian akan menyusun ulasan dengan menekankan pada pesan yang kalian temukan pada buku tersebut. Cermati contoh teks ulasan kritis berikut.


Judul : Surat Kecil untuk Tuhan Nama Pengarang : Agnes Devanor Penerbit : Inandra Published, Jakarta Tebal : 232 Halaman Tahun Terbit 2008 Pesan yang terdapat pada novel Surat Kecil untuk Tuhan, antara lain; 3. Selalu berserah diri atau tawakal terhadap ketentuan yang telah Allah swt/Tuhan yang telah ditetapkan atas diri manusia. 4. Selalu memanjatkan doa untuk memohon segala sesuatu yang dibutuhkan, yang diinginkan ataupun hanya untuk menenangkan diri dari segala kesusahan. Ulasan terhadap pesan yang diperoleh dari membaca novel Surat Kecil untuk Tuhan. 2. Berserah merupakan istilah lain dari tawakal, dalam bahasa arab yang artinya bersandar. Berserah diri kepada Tuhan setelah melakukan usaha secara maksimal adalah arti dari Tawakal. Seseorang yang berusaha secara maksimal dalam menghadapi suatu keadaan, setelah itu dia menerima dengan ikhlas dan berserah diri kepada Tuhan atas apa yang akan dia dapatkan, orang seperti itu disebut bertawakal, maka ia termasuk kedalam golongan orang yang berakhlak mulia. Berserah diri merupakan salah satu bentuk iman kepada Tuhan. Berikut merupakan kutipan data yang menunjukkan tentang hal tersebut. Aku sadar kini aku mulai berserah diri kepada Tuhan untuk menjalani sisahidupku. Kutipan di atas merupakan bentuk pesan berserah diri atau tawakal Kekekepada Tuhan atas penyakit yang diberikan oleh Tuhan kepadanya. Dia berserah kepada Tuhan dengan apa yang telah dia alami dalam hidupnya. Sebelumnya dia telah berusaha untuk penyembuhan penyakitnya, dan sekarang ia serahkan semuanya kepada Tuhan, karena Keke percaya hanya kepada Tuhan ia dapat berserah setelah ia melakukan pengobatan semampu dia. Hal demikian merupakan bentuk berserah diri atau tawakal seorang manusia kepada Tuhannya. 3. Pada dasarnya seorang individu melakukan doa untuk memohon segala sesuatu yang dibutuhkan, yang diinginkan ataupun hanya untuk menenangkan diri dari segala kesusahan, namun sebenarnya doa mempunyai fungsi dan


kegunaan yang tak terhingga. Doa juga merupakan salah satu alat komunikasi manusia dengan Sang Pencipta. Dapat dikatakan bahwa setiap orang yang beragama pasti berdoa. Doa menjadibagian yang esensial dalam kehidupan manusia yang beragama akan selalu berdoa agar memperoleh keselamatan dan ketenangan. Doa merupakan peranan penting untuk kelangsungan dan perjalanan hidup manusia, untuk itu hampir disetiap perjalanan umat beragama, ia akan melakukan segala sesuatu agar ia memperoleh selamat dan sejahtera. Doa adalah permohonan kepada Tuhan. Sedangkan berdoa adalah mengucapkan doa kepada Tuhan yang disertai kerendahan hati untuk mendapatkan suatu kebaikan dan kemaslahatan yang berada di sisi-Nya. Hal tersebut dapat dilihat pada kutipan data berikut. Kalau sudah begini aku hanya bisa berdoa semoga saja Tuhan mengabulkan permohonanku. Aku hanya bisa berdoa kepada Allah semoga yang aku khawatirkan tidak terjadi. Kutipan di atas menunjukkan bahwa tokoh aku (Keke) sangat menggantungkan dirinya kepada Sang Pencipta. Ini merupakan moral yang dapat ditiru oleh pembaca. Dia tidak pernah lupa memanjatkan doa kepada Tuhan setelah dia merasa sudah melakukan yang terbaik dalam hidupnya,karena Keke percaya bahwa apapun yang akan dia kerjakan tidak akan bisa berjalan dengan baik tanpa campur tangan Tuhan. E. Rangkuman 1. Pengertian buku fiksi => buku yang menyajikan kejadian atau peristiwa tentang kehidupan berdasarkan hasil dari rekayasa imajinasi pengarang. Kejadian- kejadian tersebut bukanlah kejadian yang sebenarnya, namun hanya sebatas rekaan atau khayalan belaka 2. Ciri-ciri buku fiksi a. Menggunakan bahasa rekaan b. Bersifat konotatif c. Isi buku berupa cerita 3. Unsur-unsur intrinsic fiksi a. Tema b. Alur/plot c. Amanat d. Sudut pandang e. Latar f. Tokoh g. Gaya bahasa 4. Unsur ekstrinsik karya fiksi a. Latar belakang penulis, b. Latar belakang politik, ekonomi, dan sosial


5. Teks ulasan adalah sebuah teks yang berisi sebuah tafsiran ataupun komentar dengan tujuan untuk menilai ataupun menyampaikan kritik terhadap sebuah objek (bisa buku, drama, novel, puisi, film, atau lagu). 6. Jenis ulasan teriri atas teks ulasan informatif, teks ulasan deskriptif, dan teks ulasan kritis. 7. Ciri-ciri ulasan, antara lain; memiliki struktur yang tetap, memberi informasi mengenai sebuah karya sastra, memberikan pandangan atau opini, dibuat untuk memberi pandangan kepada khalayak. 8. Seperti teks jenis lain, ulasan juga memiliki struktur sebagai berikut: orientasi, tafsiran, evaluasi, rangkuman F. Penugasan Mandiri Anak-anak hebat, tentunya kalian sudah mencermati dan memahami seluruh materi pada kegiatan kedua di atas. Tibalah kalian akan mengerjakkan tugas agar pemahaman dan keterampilan kalian maksimal. Ikuti instruksi tugas berikut dengan seksama! 1. Siapkan hasih identifikasi identitas buku dan pesan buku fiksi yang telah Kalian kerjakan pada kegiatan kesatu. 2. Menyusun bagian-bagian penting ulasan yang akan ditulis. 3. Menyusun ulasan terhadap pesan yang kalian peroleh dalam cerita pada buku fiksi yang telah dibaca. Mengedit tulisan yang sudah kalian buat, dari segi isi, bahasa dan ejaan yang belum sesuai, sehingga menjadi tulisan yang menarik dan tepat G. Latihan Soal Bacalah penggalan cerpen di bawah ini! Waktu Holil anak Haji Zainuri sunat, aku masih amat kecil. Di kotaku belum ada listrik. Apalagi radio dan bioskop. Hiburan satu-satunya bagi anak-anak kecil di waktu sore hari ialah menonton orang memasang lampu petromaks yang dikerek di setiap perempatan jalan dan memburu-buru gangsir atau laron bilamana musimnya tiba. (Cerpen “Sunat” oleh Jajak M.D.) 7. Nilai paling dominan yang ditunjukan dari kutipan cerpen di atas yaitu . . . . A. Nilai sosial D. Nilai pendidikan B. Nilai agama E. Nilai estetika C. Nilai moral Bacalah penggalan cerpen “Robohnya Surau Kami berikut”! “Salahkah menurut pendapatmu, kalau menyembah Tuhan di dunia?” tanya Haji Saleh. “Tidak. Kesalahan engkau karena engkau terlalu mementingkan dirimu sendiri. Kau takut masuk neraka, karena itu kau taat bersembahyang. Tapi engkau melupakan kehidupan kaummu sendiri, melupakan kehidupan anak istrimu sendiri, hingga mereka kucar-kacir selamanya. Itulah kesalahanmu yang terbesar, terlalu egoistis, padahal engkau di dunia berkaum, bersaudara, semuanya, tapi engkau tak memperdulikan mereka sedikit pun. 8. Nilai moral yang terdapat pada penggalan novel tersebut adalah . . .


A. Manusia harus menghindari diri dari siksaan neraka. B. Semua manusia bersaudara jadi tidak boleh egois. C. Beribadah harus menjadi tujuan utama manusia. D. Beribadah sebuah keharusan, tetapi kehidupan keluarga jangan dilupakan. E. Anak dan istri ditinggalkan demi beribadah, itu adalah hal yang biasa. 9. Tema yang disoroti dari penggalan cerpen di atas adalah . . . . A. Tema Sosial D. Tema Jasmaniah B. Tema Ketuhanan E. Tema Organik C. Tema Egoik 10. Cermatilah penggalan novel berikut ini! Kemudian Pak Balam menutup matanya kembali, dan memandang mencari muka Wak Katok, dan ketika pandangan mereka bertaut, Pak Balam berkata kepada Wak Katok, “Akuilah dosa-dosamu, Wak Katok, dan sujudlah ke hadirat Tuhan, mintalah ampun kepada Tuhan Yang Maha Penyayang dan Maha Pengampun, akuilah dosa- dosamu, juga kalian, supaya kalian dapat selamat keluar dari rimba ini, terjauh dari rimba ini, terjauh dari bahaya yang dibawa harimau biarlah aku yang jadi korban . . .” (Harimau-Harimau, Muchtar Lubis) Amanat yang terkandung dalam kutipan novel tersebut adalah . . . . A. Bertaubatlah dan minta ampunan atas dosa yang diperbuat agar hidup selamat B. Semangtlah dalam menjalani hidup meski banyak cobaan yang silih-berganti C. Bersabarlah dalam menghadapi beraneka macam cobaan dalam hidup D. Saling mengingatkan antarteman apabila melakukan sebuah kesalahan E. Saling menghormati privasi orang lain yang memiliki perbedaan pandangan Resensi novel A Resensi Novel B Terlepas dari itu semua, novel Hujan karya Tere Liye ini sangatlayak untuk dibaca oleh semua jenis umur, baik remaja, dewasa maupun orang tua, serta dapat dibaca oleh semua lapisan masyarakat. Selain penggunaan bahasa yang mudah dipahami, novel ini juga mengandung nilai-nilai yang mampu memberikan banyakpelajaran berharga bagi pembacanya. Dalam novel Perahu kertas ini, penggambaran cerita banyak menggunakan setting tempat sehingga sangat berisiko pembaca akan menjadi bingung dalam memahami latar tempat cerita tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan pemahaman dankonsentrasi tinggi untuk para pembacanya. Pada beberapa bagian cerita, terhadap cerita yang monoton sehingga timbul kesan kurang menarik dan membosankan bagi pembaca. 11. Perbedaan yang terdapat pada kedua ulasan kutipan resensi novel di atas adalah . . . A. Resensi novel A mengulas tentang kelebihan novel, sedangkan resensi novel B mengulas tentang kekurangan novel. B. Resensi novel A mengulas tentang gaya bercerita yang mudah dipahami,sedangkan novel B mengulas tentang gaya bahasa dalam penulisan novel. C. Resensi novel A mengulas tentang jalinan alur yang mudah dipahami, sedangkan novel B mengulas jalian alur yang sulit di pahami. D. Resensi pada novel A hanya menggunakan satu setting, sedangkan resensi dalamnovel B mengungkapkan banyaknya setting yang digunakan dalam novel. E. Resensi novel A mengulas tentang berbagai kelebihan novel, sedangkan resensi novel B mengulas tentang penggunaan ragam bahasa yang mudah dipahami


Kunci Jawaban dan Pembahasan No. Kunci Jawaban Pembahasan 1. A Nilai yang dominan pada kutipan cerpen tersebut adalah nilai sosial. Nilai sosial merupakan nilai karya sastra yang dikaitkan dengan perilaku masyarakat dan hubungan sosial antar manusia atau antarindividu dalam kehidupan bermasyarakat.Jadi jawaban yang sesuai A, pada kutipan tersebut tergambar perilaku anak-anak ketika sore hari ketika daerah tersebut belum teraliri listrik, hiburan anak-anak di masyarakat tersebut melihat orang dewasa menyalakan lampu petromak. 2. D Nilai moral merupakan nilai –nilai yang mengacu pada baik buruknya tindakan manusia. Hal ini dapat dilihat dari seluruh aspek kehidupan manusia secara konkret yang teraktualisasi melalui tutur kata dan perbuatan yang dilakukan secara sadar atau mengerti lebih dulu tanpa paksaan atau tekanan dari orang lain. Nilai moral yang tampak pada kutipan teks cerita pendek tersebut adalah D yakni keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan batiniah ibadah dan tanggung jawab terhadap keluarga. Cerpen tersebut menyiratkan pesan melaluitokoh ciptaannya untuk tidak melalaikan tugasnya kepada keluarga 3. C Tema adalah gagasan , ide pokok, maupun pokok persoalan yang digunakan sebagai landasan/dasar cerita. Menurut Sipley tema dibedakan menjadi lima jenis, yaitu tema jasmaniah, sosial, ketuhanan, organik, dan egoik. Tema jasmaniah merupakan tema yang berhubungan atau fokus pada masalah dan konsisi fisik manusia. Tema Perasaan cinta termasuk dalam tema ini. Tema sosial merupakan tema yang berkaitan erat dengan berbagai hal yangberbau urusan sosial, kehidupan masyarakat, interaksi manusia dengan lingkungan sekitar, dan permasalahn sosial lainnya. Tema ketuhanan merupakan tema yang berkaitan erat dengan kekuasaan Tuhan yang tampak dalam setiap aktivitas manusia. Hal-hal yang bersifat magis masuk dalam tema ini. Tema organik merupakan tema yang mencakup berbagai macam hal yang berhubungan erat dengan moral dasar manusia seperti hubungan antar pria dan wanita, nasihat, dll. Sedangkan tema egoik merupakan tema yang berkaitan dengan sifat ego manusia dalam tema ini pengarang cenderung menampilkan keserahan dan ketamakan manusia. Jadi berdasarkan teori tersebut tema kutipan cerita tersebut dapat disimpulkan termasuk tema egoik, yang tampak padakeegoisan tokoh utama sehingga dia tidak memedulikan keluarganya. Jadi jawab yang tepat C 4. A Amanat merupakan pesan –pesan moral yang dapat diteladanioleh pembaca biasanya bersifat implisit atau tersembunyi, tetapi dapat diketahui dari jalan ceritanya. Pesan moral yang terdapat dalam kutipan novel tersebut terdapat pada pernyataan A yakni bertaubatlah dan minta ampunan atas dosa yang diperbuat agar hidup selamat. 5. A Kutipan resensi bagian A membahas aspek keunggulan ceritadari aspek keterbacaan, gaya bahasa, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Berbeda halnya dengan resensi


bagian B membahsa dari aspek kekurangan dari latar tempatdan alur cerita yang pada beberapa bagian monoton. Jadi, cukup jelas jawaban A F. Penilaian Diri Berilah tanda centang (√) pada format di bawah ini sesuai dengan jawaban kalian! No. PERNYATAA N PENILAIAN Ya Tidak 1 Saya sangat senang belajar tentang mengulas karya fiksi 2 Penjelasan materi mengulas karya fiksi pada modul Inibagi saya sangat jelas. 3. Saya memahami tentang isi dan struktur teks ulasan 4. Saya mampu menganalisis isi dalam teks ulasan 5. Saya mampu menganalisis struktur dalam teks ulasan 6. Saya dapat menyelesaikan latihan/ tugas dengansemangat . 7. Latihan soal yang diberikan sangat membantu kejelasan saya dalam memahami isi dan struktur teks ulasan 8. Bahasa yang digunakan dalam modul ini sangatkomunikatif. 9. Semua kegiatan pembelajaran yang diberikan padamodul sangat bermanfaat bagi kehidupan saya. 10. Banyak hal baru yang saya dapatkan dari belajar isi dan struktur teks ulasan


EVALUASI Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang Kalian anggap benar! 1. Kami adalah geng yang selalu bersama, susah atau senang. Duka atau tangis. Apapun kami lakukan bersama. Banyak hal yang nyaris tidak pernah kami lakukantanpa bersama. Karena kami adalah kelompok paling ngetop dan menghebohkandi sekolah kami. Tak kalah dari geng apapun. Karena kami punya motto biar kecil tapi cabe rawit. Biar masih SMP tapi kelakuan SMU hehe. (Surat Kecil untuk Tuhan – Ages D) Amanat yang terkandung dalam penggalan fiksi di atas adalah…. A. Hendaknya kita selalu setia kawan. B. Hendaknya kita selalu bersama-sama. C. Hendaknya kita selalu berkelompok D. Hendaknya kita selalumempunyai motto. E. Hendaknya kita punya kelakuan yang lebih maju. 2. Hari indah dan harapan yang Aku nanti akhirnya telah datang. Doaku selama ini telah didengarkan oleh Tuhan. Kesabaran dan keihklasan Aku menerima semua cobaan ini telah terbayar dengan kesembuhan. Kini, Aku bisa melakukan apapun untuk hidupku yang telah hilang. Aku ingin membalas segala rasa sedih yang kualami dengan keceriaan. (Surat Kecil untuk Tuhan – Ages D) Nilai yang terkandung pada penggalan fiksi di atas adalah …. A. nilai sosial B. nilai moral C. nilai ekonomi D. nilai budayah E. nilai religius 3. Walau akhirnya ia tahu ia terserang kanker ganas, ia pasrah dan tidak marah pada siapapun yang merahasiakan penyakit maut itu padanya. Ia memberikan senyum kepada siapapun dan menunjukkan perjuangannya bahwa dengan kanker diwajahnya ia masih mampu berprestasi dan hidup normal di bangku sekolah. Tuhan menunjukkan kebesaran hati dengan memberikan nafas panjang padanya untuk lepas dari kanker itu sesaat. (Surat Kecil untuk Tuhan – Ages D) Kalimat refleksi yang sesuai dengan penggalan kutipan fiksi di atas adalah … A. Aku sangat mengerti betapa kesedihan yang dialami tokoh itu. B. Selama ini aku kurang bersyukur, ternyata ada yang mempunyai beban lebihberat dariku. C. Semua yang dialami oleh manusi merupakan tanggung jawab masing-masing. D. Semoga tokoh tersebut dapat melaluihari-hariny dengan tetap bersyukur, tabah dan tetap semangat. E. Semoga Tuhan memberikan kemudahan dan kesabaran kepada tokoh penderita kanker pada cerita itu. 4. Pesawat Garuda jurusan Jakarta-Tokyo itu mendarat di Bandara Narita, pukul 11.00 waktu Tokyo. Akira menghirup napas dalam. Dirasakannya kesejukan udara


Click to View FlipBook Version