The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Luthfia Amalia, 2023-03-09 12:09:46

Fall for You

By Jyeayash

150 Alina duduk di kursi kamar itu “Nanti malem aku mau pergi sama Flo, gak tau dia mau ngapain tapi ya aku temenin aja” Ucapan Alina membuat pergerakan Nataka berhenti, ternyata Azriel dan Ezra benar-benar merencanakan ini semua. Di lain sisi, Nataka merasa gugup karena tidak tau harus memulai darimana saat nanti bersama Nayyira dan juga ia takut menyakiti hati Nayyira karena membawa Alina disaat permasalahan dengan dirinya belum selesai. “Naka, aku lagi ngomong loh” Alina membuyarkan Nataka. “Iya, yaudah temenin aja” jawab Nataka seadanya. Tanpa aba-aba, Alina memeluk Nataka saat mereka berdua di dalam kamar. Tentu saja membuat Nataka merasa risih, ada sedikit penolakan dari Nataka namun Alina semakin mengeratkan pelukannya. “Heh!!” suara itu membuat Alina dan Nataka menoleh, tanpa disadari rupanya Kenzie tengah membuka pintu dan memergoki mereka sedang berpelukan, dengan cepat Kenzie menutup pintu agar tidak ada yang melihatnya “Ngapain kalian berdua? Dah gila ya ngambil kesempatan disini?” Alina merasa Kenzie merusak suasana memutar bola matanya “Ken, aku sama Naka itu udah gede” Jawaban Alina berhasil membuat Nataka dan Kenzie tercengang “Terus kenapa kalau udah gede? Bebas peluk cium dan selebihnya?” tanya Kenzie memajukan badannya yang ditahan oleh Nataka.


151 “Kamu mending pergi deh Al, aku mau ngomong sama Kenzie dan aku juga gak nyangka sama jawaban kamu loh Al” ungkap Nataka. Tanpa perlawanan Alina pun pergi dari kamar Nataka yang tanpa disengaja dilihat oleh Nayyira. “Lu udah gak waras ya, Bang?” Kenzie kini leluasa untuk mengeluarkan kata-kata “Cewek yang lu suka tuh bukan kaya Kak Alina banget loh!” Kenzie benar, walaupun Nataka terlihat digemari banyak wanita dan termasuk popular di sekolah tapi Nataka tidak menyukai wanita yang terlalu terang-terangan bahkan seberani itu. “Duh Ken gua juga gatau deh kenapa jadi rumit begini” tanggap Nataka. “Gua jadi curiga, lu beneran sayang emangnya sama Kak Alina?” tanya Kenzie yang akhirnya membuat Nataka sedikit berfikir. Nataka tidak menanggapi pertanyaan Kenzie “Bang Azri ngajak makan di luar, mandi sana siap-siap gak enak kalau harus ditunggu orang” “Nat, gabung aja di mobil kita toh deket juga kok” ajak Azriel. Nataka menyetujuinya namun karena keputusannya itu membuat Alian merengut, ia ingin bersama Nataka tanpa ada banyak orang tapi Nataka malah mengiyakan ajakan Azriel.


152 “Lu mau ikut gak? Kalau engga, lu jalan sendiri” Floella memang terlihat bercanda, tapi Alina menatapnya dengan sinis. Di dalam mobil, Nayyira sibuk melamun disaat seisi mobil saling tertawa. Nayyira terbayang kembali yang ia lihat tadi, apa yang Alina lakukan di dalam kamar Nataka bahkan sebelumnya Kenzie masuk ke kamar tersebut. Haruskah ia tanyakan nanti malam? Tapi Nayyira kini sudah tidak memiliki kedekatan apapun dengan Nataka. “Kok bengong?” ucap Azriel mencubit pipi Nayyira dengan dua jarinya. Nayyira tersadar dan menoleh ke belakang “Abang ih aku malu mana banyak orang gini” Azriel tersenyum miring “Kamu aja suka cium Abang, masa cuma dicubit malah malu” Dengan cepat Nayyira menutup mulut Azriel sebelum semakin yang bukan-bukan akan keluar dari mulut Abangnya itu “Beda suasana itu” Di tengah-tengah pembicaraan Nayyira dan Azriel akan ada yang selalu memperhatikan diam-diam dan tersenyum, dia adalah Nataka. Baginya melihat Nayyira bersama Azriel seperti melihat sisi manja Nayyira yang terkadang ia tunjukkan ketika mereka sedang berdua. Sementara Kenzie yang juga memperhatikan tingkah Nataka yang seperti menyembunyikan senyumnya memegang lengan Nataka dan memberikan ponselnya.


153 Nataka melihat ke arah ponsel Kenzie “Abang suka kan sama Kak Yira?” secara keseluruhan, Nataka lebih terkejut ketika nama Yira ada disana, baginya masih belum terbiasa ada orang lain memanggil nama Nayyira dengan sebutan yang sama dengan dirinya. “Apa tuh?” Alina menoleh ke arah ponsel Kenzie juga, namun dengan cepat Kenzie mematikan layar ponselnya “Ih Kenzie kenapa sih? Aku kan mau tau juga” Ezra mendengar rengekan Alina langsung menegurnya agar diam, Ezra malas mendengar suara Alina. Nataka dan Kenzie kini saling memandang satu sama lain, bagaimana bisa Kenzie secepat ini membaca situasi? Nayyira membaca pesan dari Nataka sesaat ponselnya bergetar, ia menoleh ke arah Azriel sekilas lalu membalas pesannya. Kini mereka sudah sampai di tempat yang dimaksud Azriel dan setelah semuanya turun dari mobil Kenzie menghampiri Ezra agar Nataka tidak menyuruh Kenzie tetap berada di dekatnya. Tanpa butuh waktu lama Ezra mengerti gerak-gerik Kenzie. Nataka Nanti aku mau ngomong ya sama kamu Nayyira Iya Kak, nanti malam ya


154 “Abis berantem lu ya sama Abang lu?” tebak Ezra yang dianggukkan oleh Kenzie “Dah ntar malem ikut gua aja sama Ajri kita pergi beli oleh-oleh” bukan tanpa alasan Ezra mengajak Kenzie, ini rencana yang baru terlintas di fikiran Ezra bahkan Azriel pun tidak tau. Kenzie tanpa curiga telah masuk dalam perangkap Ezra pun dengan sumringah mengiyakan ajakan Ezra. “Bagus!” jawab Ezra “Yang begini gini yang gampang diculik ni” gumam Ezra yang tidak bisa didengar Kenzie. Kini Kenzie berlalu berjalan ke arah Azriel “Bang, nanti emang mau pergi sama Bang Ezra?” Azriel mengerutkan dahinya, memikirkan apa yang direncakan Ezra tanpa sepengetahuannya “I..Iyaa, ikut ntar ya” jawabnya masih dalam tidak tau apapun. Sementara Nayyira dan Floella sudah duduk rapih di meja makan menunggu yang lain, tidak lupa Nayyira menceritakan yang ia lihat tadi ke Floella. Tentu saja membuat Floella terkejut, fikirannya kini berfikir yang bukan-bukan. “Nay, bukannya pesen duluan gitu atau tanyain Nataka mau makan apa malah ngerumpi” Azriel menggelengkan kepalanya melihat Nayyira dengan manis duduk tanpa memesan apapun. “Aku gak bisa mesennya, biasanya kan Abang atau Mama” jawab Nayyira acuh.


155 Nayyira melihat ke arah Nataka, apa urusannya dengan Nataka jika dirinya bersikap apapun ke Azriel. Nayyira tidak membalas pesan dari Nataka. “Flo, nanti kita jadi pergi kan?” tanya Alina pada Floella yang mencuri perhatian Nayyira dan Nataka. Floella mengangguk bukan karena menjawab pertanyaan Alina tapi karena ia melihat Nataka yang sedang mengucapkan kata “Thank you” tanpa ada suara. Nayyira tidak salah mengajak Floella, ia tau kalau teman sebangkunya ini masih merasa marah pada Alina tapi karena semata ingin membantu Azriel dan Ezra maka ia rela pergi bersama Alina. “Abang, gua diajak Bang Ezra pergi bertiga sama Bang Azriel. Mau ikut?” bisik Kenzie. Nataka berfikir sejenak, jika Floella mengajak Alina pergi dan Ezra mengajak Kenzie pergi juga bersama Azriel maka di dalam villa itu hanya tersisa dirinya dan Nayyira. Dengan cepat, Nataka menggeleng sambil tersenyum penuh arti. “Tapi boleh kan gua pergi?” tanya Kenzie memastikan. “Boleh, boleh banget” jawab Nataka lagi-lagi tersimpan arti dari suaranya. Nataka Jangan galak-galak sama Abangnya, Yir


156 Selepas makan Kenzie menghampiri Nayyira, untuk memberitahukan kejadian tadi pagi dimana Nataka melarangnya untuk mendekati Nayyira. Menurut Kenzie ini sangat aneh, karena Nayyira bukan siapa-siapa untuk Nataka dan ucapan Nataka cukup mengganggu fikirannya. Nayyira yang mendengar aduan dari Kenzie pun ikut merasakan keanehan dari Nataka, hak apa ia melarang Kenzie? Kini Nataka berada di dalam kamarnya setelah Kenzie pergi baru 5 menit yang lalu, ia akan menunggu sebentar lagi untuk memastikan semuanya sudah pergi. Namun pintu kamarnya terketuk, Nataka pun membukakannya rupanya Nayyira. “Kak, mau dibikinin teh atau kopi buat nemenin ngobrolnya?” tanya Nayyira sedikit canggung karena ia menghindari kontak mata dengan Nataka. Nataka tersenyum, sudah lama ia tidak berbicara berdua bersama Nayyira “Kopi boleh” jawabnya yang melihat salah tingkah Nayyira “Aku tunggu ya di taman sebelah” Nayyira mengangguk dan tersenyum “Tunggu bentar ya” Kini mereka berpencar dengan perasaan yang sama-sama merasakan degup jantung kencangnya. Mereka seakan lupa tujuan mereka adalah menyelesaikan masalah.


157 Tidak begitu lama Nataka menunggu, Nayyira sudah datang memegang minumannya dan pesanan Nataka tadi di masing-masing tangannya. Nataka melihat kedatangan Nayyira, bukan mengambil minuman yang di tangan Nayyira tapi justru Nataka memeluk Nayyira yang membuat Nayyira terkejut. “Kenapa Kak?” tanya Nayyira di tengah rasa terkejut dan heran dengan pergerakan Nataka. Nataka diam, tidak ada suara lagi diantara mereka “Sebentar aja Yir, sebentar” kini Nataka membuka suara, suara yang bergetar. “Loh Kakak gak lagi nangis kan?” Nayyira masih dalam posisi memegang gelas di kedua tangannya, Nayyira tidak bisa melihat wajah Nataka bahkan untuk meletakkan gelasnya pun tidak bisa. “Aku kangen banget berdua sama kamu, Yir” ucap Nataka melepaskan pelukannya, betul dugaan Nayyira kalau Nataka menangis. Nayyira buru-buru meletakkan gelas ditangannya lalu mendudukkan Nataka di sebelahnya “Kenapa harus nangis sih, Kak?” ledek Nayyira, padahal ia pun rasanya ingin menangis. Nataka tertawa sambil menghapus air matanya “Aku baru ngerasain kehilangan kamu banget setelah kamu mutusin buat udahin semuanya” “Kan Kakak sekarang udah ada Alina”


158 “Engga Yir, kamu beda sama Alina” jawab Nataka “Aku juga gak tau kenapa bisa sejauh ini sama Alina” Nayyira cukup bingung, bagaimana bisa Nataka mengatakan itu “Terus kenapa bisa sekarang sama Alina?” Kini Nayyira menyesal sudah bertanya seperti itu, rasanya tidak pantas menanyakan hal tentang hubungan mereka. “Panjang ceritanya, intinya aku minta maaf banget ya Yir kalau selama kita deket selalu bikin kamu kecewa dan selalu bikin air mata mu keluar” jawab Nataka memandang dalam mata Nayyira “Sekarang aku malah yang nangis karena kamu, aku juga kecewa sama diri aku gak bisa ngelanjutin ke hal yang lebih jauh sama kamu” Nayyira mengalihkan pandangannya, bukan ini yang ingin Nayyira dengar “Kak, udah ya aku gak apa-apa kok” untuk kesekian kalinya Nayyira berbohong lagi perihal hatinya. “Gak Yir, kamu pasti marah dan benci banget sama aku ya?” Nataka menundukkan kepalanya “Seenggaknya aku emang nunjukkin kalau Jasmin bukan siapa-siapa aku, kan?” Betul juga, kalau Jasmin adalah pacar Nataka seperti yang Nayyira fikirkan maka ia tidak akan berpacaran dengan Alina. Tapi yang menjadi pertanyaan Nayyira sekarang adalah kenapa Alina bisa menjadi kekasihnya tanpa harus sabar menunggu seperti yang dipinta oleh Nataka saat dekat dengan Nayyira? “Iya Kak, maaf ya kalau aku hari itu terlalu emosi dan ngomong yang gak ngenakin ke Kakak” jawab Nayyira yang menepis fikiran buruknya barusan.


159 Nataka menggenggam tangan Nayyira “Aku minta setelah ini jangan pernah ngejauh dari aku ya, walaupun ada Alina tapi tolong jangan anggep aku gak ada karena aku bener-bener ngerasa jahat banget Yir sama kamu kalau kamu bersikap begitu” “Aku usahain ya Kak” jawab Nayyira yang tidak semudah itu untuk terbiasa melihat Nataka jika bersama Alina “Kak, aku minta Kakak jangan larang Kenzie untuk deket sama aku ya” “Kenzie bilang ke kamu?” Nayyira mengangguk “Kenzie cuma mau bertemen sama aku, gak lebih dari itu kok” Dengan segala pertimbangan Nataka membolehkan Kenzie dekat lagi dengan Nayyira. “Kalian ngapain berduaan disini? Yang lain kemana?” Alina tibatiba memergoki Nataka dan Nayyira dengan nada marah. Nataka tidak terkejut, tidak juga berniat untuk menghalangi Alina “Jangan drama bisa gak Al?” Nayyira cukup terkejut mendengar ucapan dari Nataka, selama ia mengenalnya tidak pernah berbicara sedingin itu ke wanita. “Terus bisa gak jelasin kenapa kalian malah berduaan? Lu juga ya Nay, lu kan tau Naka itu pacar gua dan lu bukan siapa-siapanya” kini Alina malah menjadikan Nayyira sebagai sasarannya “Oh atau lu udah merasa deket sama Kenzie terus sekarang mau deketin Naka juga?” tuduh Alina.


160 “Al, gak kaya gitu” Nayyira bahkan tidak ingin melawan Alina. “Lu salah Al, bahkan Nay lebih dulu kenal Kak Nataka dibandingkan lu” kini Floella ikut masuk dalam perdebatan ini “Lu inget pas kita mergokin Nayyira sama cowok di depan kelas dan lu tanya siapa cowok itu? Jawabannya itu Kak Nataka! Jadi lu bisa simpulin gimana deketnya Kak Nataka sama Nay” Tanpa disadari Azriel, Ezra dan Kenzie yang baru sampai pun mendengar ucapan Floella. Mereka tau kalau suasana saat ini tidak baik-baik saja. “Kamu hutang penjelasan ke aku, Naka” ucap Alina yang pergi masuk ke kamarnya. Nayyira kini merasa tidak enak pada Alina “Kak, maafin aku ya” Nataka tersenyum lalu menggeleng “Engga, bukan salah kamu Yir” “Yira?” Kenzie membatin dalam hatinya, kenapa Nataka memanggil Nayyira dengan sebutan yang sama dengan dirinya?


161 Complicated Because of You Setelah liburan singkat, Nayyira mencoba untuk berdamai dengan keadaan bagaimanapun juga Nataka adalah teman dari Azriel, Nayyira akan mencoba melupakan Nataka perlahan walau kejadian dimana mereka berdua di villa itu malah membuatnya berat untuk melupakan Nataka. Pagi ini Nayyira tengah menyusuri lorong lantai tiga sekolahnya, namun langkahnya terhenti disaat ia melihat Nataka bersama Alina berada di depan kelasnya, Nayyira tetap berjalan dengan kepala yang tertunduk untuk menghindari kontak mata dengan dua orang tersebut, ia tidak ingin merusak mood pagi harinya karena hal sepele. “Pantes si Alina demen banget masang badan di depan kelas sebulan ini” ucap Floella saat Nayyira sudah duduk di sebelahnya. Nayyira memberikan isyarat untuk diam, sudah cukup baginya memikirkan Nataka yang sama sekali tidak terlihat memikirkan dirinya. Tidak lama dari itu, Alina terlihat masuk ke dalam kelas dan duduk di belakang Nayyira. Kini Nayyira rasanya sesak, tidak ingin berurusan lagi dengan Alina. “Nay” panggil Alina yang membuat Nayyira memutarkan badannya “Naka udah ceritain semuanya ke gua perihal yang di villa, ternyata kalian deket karena lu Adek temennya doang ya?”


162 Nayyira menahan nafasnya, apakah kini ia tidak salah dengar? Memang benar Nayyira dekat dengan Nataka karena Azriel, tapi apakah hanya itu yang Nataka jelaskan pada Alina? “Gua minta banget ya Nay, demi pertemanan gua sama lu jangan terlalu deket sama Naka” pinta Alina. Sontak Nayyira memegang tangan Floella yang juga ikut mendengar ucapan Alina dari awal, bahkan Floella tidak kalah terkejutnya dengan pernyataan Alina. “Engga kok, Al” jawab Nayyira pelan “Gua juga gak pernah ketemu Kak Nataka di luar sekolah berduaan gitu” Alina mengangguk “Bagus deh, kejadian kemarin dari lu pertama liat dan tau gua pacarnya Naka sampe kita pulang, segala perlakuan lu ke gua yang cuek itu tenang aja gua gak permasalahin kok” Nayyira terlalu lelah mendengar suara Alina yang tidak ingin dia dengar, tanpa ambil pusing Nayyira membalikkan badannya lagi membelakangi Alina. “Kesannya kaya Nay jahat banget ya, Al?” ucap Floella sesudah percakapan singkat tadi atau bisa dibilang serangan kecil dari Alina untuk Nayyira. Alina menaikkan kedua alisnya “Gua sih gak ngomong Nayyira jahat, cuma masa iya tiga hari gua kaya gak dianggep ada ditambah tiba-tiba ngeliat Nayyira sama pacar gua berduaan disaat semuanya pergi”


163 “Kan lu yang tiba-tiba muncul gak izin atau apa ke Kak Azriel, kasarnya mah ya lu gak diajak” Floella mungkin bisa lebih berkata kasar jika ia tidak ingat saat ini ia berada. “Naka kok yang bilang mau pergi, ya emang salah kalau gua ikut?” Alina masih merasa dirinya benar terus menerus melawan perkataan Floella. Baru Floella ingin menanggapi Alina, tapi Nayyira menarik tangan Floella agar pergi menjauh sementara dari Alina. Tidak sangka ternyata Alina bisa bersikap lain hanya karena seorang lelaki, lagilagi Nataka membuat wanita mempercayainya tanpa tahu kebenaran yang sesungguhnya. “Flo, gua minta tolong banget jangan ditanggepin lagi si Alina” pinta Nayyira di depan kelas. Floella melipat tangannya “Dia itu gak tau kebenarannya kaya apa terus nilai lu seakan perusak, apa dia gak malu nantinya kalau tau yang sebenernya?” “Yaudah makanya diem aja, gimanapun Alina pacar Kak Nataka” Nayyira menatap jauh ke depan dan terlintas sedikit kejadian di malam itu bersama Nataka. “Masalah lu sama Kak Nataka udah selesai?” Nayyira mengangguk “Kita anggep aja udah selesai, ternyata emang harus berakhir masing-masing begini”


164 Tidak ada niatan dari Floella untuk menanyakan lebih jauh, baginya keputusan yang diambil Nayyira sudah dengan pertimbangan yang matang dan sudah tepat. Jam istirahat kali ini dihabiskan Nataka bersama Azriel dan Ezra seperti biasa, mereka mencoba melupakan hal tidak menyenangkan di malam terakhir liburan mereka kemarin. Ezra pun tidak mempermasalahkan lagi segalanya atas permintaan Azriel. Tanpa befikir panjang, Nayyira pergi ke kantin bersama dengan Floella. Sesampainya di sana dapat ia lihat Azriel lalu menghampiri tiga orang yang sesekali mendapat lirikan dari para wanita. Azriel memutuskan untuk tidak menutupi lagi kalau Nayyira adalah Adiknya agar membuat Nayyira merasa nyaman dan membiarkan semuanya mengetahui secara perlahan. “Abang” Nayyira memanggil Azriel tapi Ezra dan Nataka ikut menoleh ke arahnya “Mana katanya mau jajanin” Azriel hanya menyuruhnya duduk “Mau apa emang?” “Uangnya aja mana? Nanti aku beli sendiri” Nayyira ingat bagaimana ia tahu kalau Azriel hanya perlu memesan dari tempat duduknya, berbeda dari yang lain. Azriel Sini ke kantin, Abang jajanin


165 “Yaudah ayo sama Abang” ucap Azriel bangun dari duduknya “Flo mau ikut juga?” tawarnya kini. Floella menggeleng, ia mempunyai rencana tersendiri yang Azriel rasanya jika tahu tidak akan terima dengan ceritanya ini. “Bentar ya Flo” Setelah melihat Azriel dan Nayyira pergi, Floella mulai merubah mimik wajahnya lalu menatap Nataka dengan sinis. Jika tidak ingat saat ini ia berada di kantin, sudah Floella maki Nataka tanpa mementingkan Nataka lebih tua darinya. “Kenapa lu Flo?” orang yang pertama menyadari tatapan Floella adalah Ezra “Masih kesel sama Nataka?” Nataka yang merasa namanya disebut Ezra, menoleh ke arah Floella “Eh sorry ya kalau masih gak terima sama perilaku gua” ucap Nataka merendahkan nadanya. “Gak!” jawab Floella yang malah sedikit menaikkan nadanya “Gua udah lupain tu kejadian gak enak di villa kemarin karena permintaan Nay, tapi kejadian gak enak tadi pagi gak bisa gua lupain” oceh Floella. Ezra seperti mendapat berita baru, ia mendekatkan badannya ke arah Floella agar mendengar segala ocehan Floella dan mengetahui ada kejadian apa tadi pagi yang ia tidak tahu. “Maksudnya tadi pagi?” tanya Nataka heran.


166 Floella mencari keberadaan Nayyira, memastikan ia masih belum kembali ke tempat duduknya “Cewek lu itu ngomongnya ngelantur, tau gak?” Keterkejutan terlihat dari wajah Nataka dan Ezra, mereka kira masalah ini sudah selesai tapi justru sepertinya ini adalah awal mula permasalahan antara Nataka, Nayyira dan Alina. “Ngomong apa ceweknya Nata?” Ezra sepertinya lebih ingin tahu daripada Nataka. “Dia nyuruh Nayyira ngebatasin pertemanan mereka, bahkan dia menilai Nayyira tu jahat karena udah cuekin dia selama di villa kemarin itu” jelas Floella “Kalau orang normal ya harusnya sadar diri, seenggaknya nanya alasan Nayyira cuekin dia itu apa” tambah Floella yang semakin emosi. “Hah??” Ezra tidak menyangka dengan apa yang didengarnya, jika Azriel tahu yang Floella ceritakan maka Ezra tidak bisa membayangkan apa yang akan Azriel perbuat “Ajri tau gak masalah ini?” Floella menggeleng “Nay juga gak mau kalau Abangnya tau, makanya gua minta banget nih sama kalian jangan sampe Kak Azriel tau masalah ini tapi gua gak bisa nerima sendirian apalagi gua ngedenger ocehan si Alina yang merasa memiliki Kak Nataka banget” Nataka menggebrak meja pelan, seakan menyuruh untuk menghentikan obrolan ini karena ia melihat Nayyira dan Azriel mendekat ke mejanya. Ezra pun kembali ke tempat duduknya dan bersikap seperti tidak terjadi apa-apa.


167 “Seru ni obrolannya” Azriel menyadari ada gelagat aneh disaat dia datang. Ezra tertawa canggung “Ngobrolin yang kemarin doang, biasalah kita ini orang jarang healing jadi diobrolin mulu” Tanpa ada curiga Azriel ikut tertawa “Kapan-kapan lagi juga boleh” “Gak usah ajak Alina” celetuk Floella yang membuat Nayyira dengan otomatis memegang tangan Floella “Bener kan? Dia itu tamu gak diundang!” ucapnya memandang Nayyira. “Maaf ya, Kak” Nayyira kini merasa tidak enak dengan Nataka “Pas ada pembagian saringan mulut, Flo ini gak kedapetan jadinya gini sekata-kata banget” Nataka bukannya marah, justru tertawa mendengar ucapan Nayyira “Gak apa-apa kok, justru aku yang gak enak udah tiba-iba bawa Alina” “Udah sih jangan diinget mulu, mau sampe kapan gak enaknya?” tanggap Azriel. Nataka hanya tersenyum dan menunduk, memikirkan segala perkataan Floella tadi, ia tidak menyangka akan separah ini masalahnya bahkan Alina berani menyerang Nayyira saat dirinya tidak ada. Jika boleh jujur, Nataka tidak memiliki rasa terhadap Alina. Nataka memulai hubungan dengan Alina semata-mata untuk memudahkan dirinya menjauh dari Nayyira, namun justru malah semakin mengkhawatirkan Nayyira. Nataka harus menyelesaikan masalah ini tanpa menambah masalah.


168 Another Fact from You “Abang, pulang sekolah nanti langsung pulang atau mau mampir dulu?” tanya Kenzie saat melihat Nataka sudah duduk di meja makan dan tengah sarapan. Nataka diam sebentar “Mau main sih sama Bang Ezra, kenapa emangnya?” tanya balik Nataka. Kenzie menggeleng lalu mengeluarkan ponselnya dengan ceria. “Mau ikut? Ada Bang Azri juga” tawar Nataka “Lu pulang lebih awal dari gua kan? Ntar gua balik dulu deh jemput lu” Lagi-lagi Kenzie menggeleng “Gak usah, Bang” tolaknya yang masih sibuk memainkan ponselnya. Nataka mengajak Kenzie bukan tanpa alasan, Nataka yakin disana nanti akan membawa Nayyira karena ia merasa Kenzie sangat dekat dengan Nayyira dan ia ingat permintaan Nayyira untuk membiarkan Kenzie dekat dengan Nayyira. Di lain tempat Nayyira sedang bersiap untuk berangkat ke sekolah karena Azriel sudah teriak-teriak dari bawah. Dia berjalan di lorong lantai dua rumahnya, ponselnya bergetar. Kenzie Kak Yira, ini aku Kenzie. Nanti pulang sekolah boleh ketemu gak?


169 Nayyira berniat memberitahukan perihal Kenzie pada Azriel, ia tidak ingin kesalahannya menutupi masalah dari Azriel terulang kembali. Hanya kepada Azriel yang ingin Nayyira beritahukan. “Abang, nanti pulang aku mau main ya sama Kenzie” ucap Nayyira setengah berbisik pada Azriel. “Main kemana? Kok bisa sama Kenzie?” Nayyira hanya tertawa pelan “Nanti aja ceritanya” jawabnya. Ada keanehan pada Nayyira yang dirasa Azriel, tidak mungkin jika Nayyira kini beralih ke Kenzie fikirnya. Apalagi mereka baru bertemu kemarin untuk pertama kalinya. Dengan kesibukan Azriel yang memikirkan Nayyira dan Kenzie, ia berjalan ke teras untuk bersiap pergi sekolah dan menunggu Nayyira selesai sarapan. “Nay, kamu dari kapan deket sama Kenzie? Terus Naka tau kalian saling tuker kontak?” baru saja Nayyira keluar, Azriel sudah menyerbunya dengan berbagai pertanyaan. “Masuk dulu, di jalan aja ceritanya” jawab Nayyira langsung masuk ke mobil yang diikuti dengan cepat oleh Azriel “Jadi gini, pas pulang kemarin dari villa itu tiba-tiba Kenzie nyamperin aku buat minta nomor jadinya aku kasih deh” jelasnya. “Nata gimana?” Nayyira Boleh dong, nanti kabarin lagi aja ya


170 “Kenzie sih sempet ngadu ke aku kalau dia dilarang untuk deket sama aku” Azriel heran mendengarnya “Atas dasar apa?” Nayyira menaikkan bahunya “Tanya aja sama temen Abang itu” jawabnya meledek “Tapi aku udah bilang sama Kak Nataka untuk biarinin aku deket sama Kenzie dan Kak Nataka bolehin kok” Tiba-tiba Azriel memikirkan banyak hal, bukan ia tidak yakin dengan Nayyira tapi ia takut akan ada masalah-masalah baru setelah kedekatan Nayyira dan Kenzie apalagi setelah ia tahu Nataka melarang Kenzie untuk dekat dengan Nayyira. Azriel yakin, Nataka membolehkan saat dengan Nayyira hanya agar terlihat Nataka tidak mempermasalahkannya. “Abang, aku turun disini aja ya itu ada Flo” ucap Nayyira membuyarkan fikiran Azriel. “Selesai main langsung pulang, jangan malem-malem” pesan Azriel sebelum Nayyira membuka pintu mobil yang mendapat anggukan dari Nayyira. Sepulang sekolah dapat Nayyira lihat Kenzie dari kejauhan, sengaja Nayyira meminta Kenzie tidak menjemputnya di area sekolah. Nayyira tidak ingin Nataka tahu pertemuan ini. “Kak Yira” panggil Kenzie yang menyadari Nayyira mendekat ke arahnya.


171 Nayyira pun melambaikan tangannya dan berlari kecil “Jadi kita mau kemana nih?” tanya Nayyira yang tidak menghilangkan senyumnya setiap berbicara dengan Kenzie. “Kakak maunya kemana?” sebetulnya alasan Kenzie yang terkesan mendadak mengajak Nayyira bertemu memang tanpa alasan, hanya ingin jalan berdua dengan Nayyira. “Oke, aku tau tempat yang bagus buat ngobrol” ucap Nayyira setelah menimbang-nimbang. Di dekat sekolah Nayyira memang banyak tempat sekedar berbincang yang menyediakan minuman dan cemilan yang selalu diminati anak-anak sekolah. Nayyira rasa itu tempat yang tepat untuk mereka. “Jadi udah ketemu ni, terus mau apa?” tanya Nayyira Kenzie diam sejenak “Pengen ngobrol aja, kan kemarin kaya gak ada waktu lama buat ngobrol” jawabnya cengengesan “Ada yang mau Kakak ceritain gak? Tentang Abang gitu?” Nayyira tertegun “Kak Nataka gak ada ngomong apa-apa sepulang dari liburan kemarin?” kini Nayyira malah balik bertanya. “Engga tuh” jawab Kenzie yang entah kenapa membuat Nayyira sedikit kecewa “Kakak di sekolah aman-aman aja kan? Soalnya kemarin Kak Alina kaya mempermasalahkan banget kejadian malem terakhir kita di villa, Kak” Kini Nayyira faham kenapa dirinya mendapat perkataan tidak enak dari Alina kemarin pagi “Ya biasa lah itu mah, tandanya Alina sayang sama Kak Nataka dong” jawabnya.


172 “Oh berarti Kakak tadi abis diocehin sama Kak Alina ya?” tanya Kenzie yang menyimpulkan omongan Nayyira barusan. Nayyira tertawa “Gak apa-apa, Ken” tidak bisa ditepis jika Kenzie ini memang pandai membaca suasana dan mengartikan perkatan “Kak Nataka jangan sampe tau ya” pesannya. Kenzie mendengus “Kalaupun Abang tau, ya bukan dari aku” Nayyira tiba-tiba ingin tahu tentang Nataka “Ken, kamu tau gak siapa aja cewek yang deket sama Kak Nataka?” Tanpa berfikir panjang Kenzie mengangguk “Kadang aku iseng tanya ke Abang pacarnya siapa aja” “Terus? Siapa aja emang?” Nayyira harus mendengarnya dengan baik. “Gak terlalu inget sih, tapi sebelum pacaran sama Kak Alina ada cewek namanya Kak Jasmin” jawab Kenzie yang begitu lancar menjawab pertanyaan Nayyira. Nama itu sudah lama tidak Nayyira dengar “Jasmin? Kamu tau orangnya gak?” Nayyira masih berharap bukan Jasmin yang ia kenal. Kenzie menggeleng “Dia kan seangkatan sama Kakak, seharusnya Kakak yang lebih kenal kan?” Kenzie betul-betul tidak tahu apa yang terjadi antara Nayyira, Nataka dan Jasmin. Hancur sudah fikiran dan hati Nayyira, selama ini pengakuan Nataka adalah Jasmin hanya teman lamanya tapi baru saja Nayyira


173 dengar dari Adik Nataka kalau Jasmin adalah sepasang kekasih di masa itu. “Terus Kakak deket sama Abang pas kapan?” Kenzie mulai berfikir, karena jarak antara Nataka pisah dengan Jasmin dan Nataka menjadi kekasih Alina sangat dekat. Nayyira terdiam “Kemungkinan besar pas Kak Nataka sama Jasmin” jawabnya dengan nada lemas. “Maksudnya? Kakak kenal Kak Jasmin?” Kenzie masih tidak mengerti dengan Nayyira. “Singkatnya gini, Kak Nataka deket sama aku dan pacaran sama Jasmin di waktu yang sama” jelas Nayyira “Masalah aku kenal Jasmin atau engga, jawaban ku iya aku kenal karena aku beberapa kali mergokin Kak Nataka jalan dan natap Jasmin di depan aku bahkan aku sering berantem cuma karena Jasmin” tambahnya mempertegas. “Terus kenapa Kakak masih mau sama Abang?” tanya Kenzie lagi. Nayyira menatap Kenzie “Karena Abang kamu itu ngakunya dia sama Jasmin cuma bertemen, Ken” jawabnya. Kini Kenzie dan Nayyira diam beribu bahasa, mereka sibuk dengan hal yang benar-benar mereka tidak duga. Sementara itu di lain tempat Nataka, Azriel dan Ezra seperti biasa berkumpul. Ada keheranan dari Nataka, tidak seperti biasanya Azriel datang sendiri karena selalunya ada Nayyira di sampingnya.


174 “Nayyira gak ikut” ucap Azriel yang seakan mengerti dengan sorot mata Nataka. Merasa ketahuan, Nataka pun menunduk lalu tersenyum malu. “Heh! Inget lu udah berpunya tu perempuan ribet” celetuk Ezra yang mendapat tepukan dari Azriel “Sorry deh, emang gimana sih ceritanya kok lu bisa pacaran sama temen sekelas Nay sih?” Nataka melirik Azriel, memastikan apakah ini waktu yang tepat untuk menceritakan pada mereka. Respon Azriel hanya mengangguk seakan lagi-lagi memahami keraguan Nataka “Setelah Nayyira bilang udah gak mau nerusin proses kita lagi, gua jadi suka lewat di kelas Nayyira berharap ketemu sama dia” Nataka terdiam, rasanya untuk menyambung cerita ini sulit baginya ditambah ia mengingat cerita Floella kemarin. “Terus lu ketemunya sama Alina itu mulu? Dan jadi suka sama dia karena sering ketemu?” tebak Ezra. Nataka mengangguk, mengiyakan tebakan Ezra “Tapi gua makin kesini jadi mikir, gua tulus sayang ke Alina atau sekedar alesan aja biar bisa ketemu Nayyira” Nataka mencoba untuk terbuka dengan Azriel dan Ezra, ia tidak ingin semakin mengecewakan mereka. “Gak bisa gitu, Nat” tanggap Azriel “Gua keberatan kalau emang Adek gua jadi alesan lu buat jadian sama Alina” Ezra pun mengiyakan “Coba renungin baik-baik, cari jawabannya pake hati lu” saran Ezra.


175 “Bang, yang bisa gua yakinin sekarang gua masih selalu inget sama Nayyira” Nataka tidak sanggup lagi menahannya “Gua sayang sama Nayyira, tapi gua yakin Nayyira gak akan mau lagi sama gua” Azriel kini merasa kasian pada Nataka “Kalau emang lu sayang sama Nay, selesaiin sama Alina baik-baik” ucapan Azriel memang seperti egois yang seakan Adiknya harus bahagia, tapi tujuan Azriel adalah agar Nataka tidak perlu berbohong tentang perasaannya. “Begitupun kalau emang lu ternyata sayang sama Alina, lu harus lepasin Nayyira untuk deket sama siapapun termasuk Kenzie” tambah Ezra. Nataka tersentak, apakah ini akhir dari cerita dirinya dan Nayyira? Haruskah merelakan Nayyira bersama Kenzie? “Gua butuh ketegasan lu sebagai lelaki, Nat” ucap Azriel “Kalau lu ngecewain Nayyira pas masalah kalian sama Jasmin, kali ini tolong jangan kecewain Nayyira lagi dan juga Alina” pintanya. Kini Nataka semakin bimbang, ia harus berfikir jernih tanpa harus mendengar dari pihak manapun, ia butuh keputusan murni dari hatinya.


176 Should I Accept You? “Yira… sini liat aku dulu” “Apa sayang?” “Ih asik dipanggil sayang” “Nay, kebiasaan tidur sore-sore” ucap Azriel menggoyangkan tubuh Nayyira karena ia sudah mengetuk berkali-kali pintu kamar Nayyira namun tidak ada jawaban dari dalam. Merasa ada yang membangunkannya, Nayyira mengerjapkan matanya “Jam berapa sih emangnya?” “Jam 6 lewat tu liat” jawab Azriel menunjuk jam dengan dagunya. Nayyira pun ikut melihat jam di dinding kamarnya “Yaudah makasih ya Abang ku udah dibangunin” Tiba-tiba ponsel Nayyira bordering, ia melihat layar ponselnya dan terlihat nama Nataka menelfon. Nayyira mengangkat panggilannya tepat di depan Azriel. “Kenapa, Kak?” buka Nayyira yang membuat Azriel mendekatkan tubuhnya untuk mengetahui siapa yang menelfon. “Hah? Sekarang banget?” tanya Nayyira setelah mendengar Nataka berbicara disebrang sana. Nayyira merasa risih dengan perlakuan Azriel “Bentar ya Kak” ia melihat sinis ke arah Azriel “Apasih Bang? Nguping aja” “Ih itu siapa nelfon segala?” tanya Azriel akhirnya.


177 “Kak Nataka” jawab Nayyira, yang pasti didengar oleh Nataka. Azriel merebut ponsel Nayyira “Ada apa, Nat?” Nataka sedikit terkejut mendengar Azriel yang kini berbicara dengannya “Itu Bang, pengen ngajak Nayyira keluar sebentar” Sementara Nayyira yang sudah tau Nataka mengajaknya pergi, sudah bergegas berjalan ke kamar mandi dan membiarkan Azriel yang berbicara dengan Nataka. “Boleh, tapi Nayyira baru bangun masih bau” Azriel meledek Nayyira. Nataka tertawa mendengarnya “Iya gak apa-apa, tapi gua bentar lagi mau sampe rumah lu sih” “Masuk aja kalau udah sampe, Nat” “Oke Bang” Panggilan diputus oleh Azriel setelahnya “Buru Nay, Nata bentar lagi sampe tu” teriak Azriel tepat di depan kamar mandi lalu pergi untuk menunggu Nataka. Mendengar teriakan Azriel, Nayyira dengan cepat menyelesaikan mandinya. Tidak terlintas perihal apapun ketika Nataka mengajaknya bertemu, Nayyira menyetujuinya karena ini adalah kali pertama Nataka mengajak Nayyira pergi hanya berdua. “Nay, ini Nata udah dateng” teriak Azriel samar-samar.


178 Nayyira geram rasanya karena Nayyira tidak bisa diburuburukan “Ya biarin aja sih suruh tunggu, ngajaknya aja dadakan” gerutu Nayyira di dalam kamar. Sementara itu Azriel menemani Nataka dan bertanya maksud dan tujuan Nataka mengajak Nayyira pergi malam-malam, mengingat pulang sekolah tadi Nayyira pergi bersama Kenzie yang membuat Azriel berfikir kalau Nataka ingin berbincang tentang Kenzie pada Nayyira. “Gua pengen ngomong tentang gua sama Alina ke Nayyira, Bang” itu jawaban Nataka yang membuat Azriel heran. “Terus hubungannya apa sama Nay?” Nataka terdiam, melirik ke arah pintu kamar Nayyira yang terlihat masih tertutup “Gua udah mutusin buat fokus sama Nayyira” Azriel cukup terkejut mendengarnya “Secepet itu Nat lu untuk memutuskan suatu pilihan? Lu yakin gak akan ada orang yang bakal merasa tersakiti setelah ini?” Nataka mengangguk “Gua yakin, Bang” Tidak semudah itu Azriel mempercayai omongan Nataka, tapi Azriel rasa tidak ada salahnya untuk memberi Nataka kesempatan kedua untuk mendekati Nayyira jika mengingat sepertinya Nayyira pun masih memiliki rasa terhadap Nataka.


179 “Oke kalau itu emang udah jadi keputusan lu, gimana pun nanti resikonya gua harap lu hadapin sampe selesai” pesan Azriel tepat sebelum Nayyira berjalan ke arah mereka. “Ayo, Kak” Nayyira memutus pembicaraan antara Nataka dan Azriel, tanpa berbasa-basi Nayyira berpamitan pada Azriel. “Jangan dibawa sampe malem-malem ya, Nat” pesan Azriel lagi, yang mendapat anggukan dari Nataka. Lagi-lagi Nayyira yang menentukan tempatnya, tidak begitu jauh dari rumah agar Nataka nanti pulang tidak terlalu malam juga. “Dalam rangka apa nih emangnya ngajak keluar?” tanya Nayyira “Biasanya ngajak pacar mulu” yang disambung dengan sindiran. Nataka hanya tertawa “Ya kan sekarang pengen ngomongnya sama kamu, Yir” jawabnya “Oh iya, kok Kenzie manggil kamu Yira juga sih?” Nayyira hanya menaikkan bahunya “Ikatan batin kalian mungkin, ya aku gak bisa ngelarang juga” Hening setelah perbincangan singkat mereka, Nataka tidak tahu harus memulai dari mana sedangkan Nayyira pun tidak tahu apa yang ingin Nataka sampaikan padanya. “Ternyata aku yang jahat ya, Kak?” tanya Nayyira setelah mengingat pengakuan Kenzie tadi siang. Nataka heran dengan ucapan Nayyira “Jahat apanya?”


180 “Ternyata aku yang jadi orang ketiga di hubungan Kakak sama Jasmin” Ini diluar rencana Nataka, bahkan tidak ada niat Nataka untuk membahas tentang Jasmin pada Nayyira “Maksudnya apa, Yir?” “Kak, aku udah tau” Nayyira mencoba mengontrol emosinya “Kakak pacaran sama Jasmin pas deket sama aku kan?” Nataka merasa sedang menghadapi masalah baru yang tidak diduga, tapi dia tidak boleh mengecewakan Azriel untuk kesekian kalinya “Maafin aku, Nay” hanya itu yang keluar dari mulut Nataka. Nayyira tersenyum, tidak perlu ada yang disesali lagi sepertinya setelah mendengar kata maaf dari Nataka justru dirinya yang merasa bersalah terlalu jahat pada Jasmin “Lain kali jangan gitu ya Kak, kalau emang Kakak udah gak sayang sama Jasmin sampe akhirnya Kakak beralih ke aku seenggaknya selesaiin dulu semuanya sama Jasmin” “Semisal aku udah selesaiin semuanya, apa kamu mau sama aku?” tanya Nataka yang selalu menatap dalam mata Nayyira. Jawaban Nayyira hanya anggukkan kepalanya “Mungkin, asal Kakak juga jujur ke aku” “Aku udah selesai sama Alina, terus kamu mau balik lagi sama aku?” tanya Nataka langsung masuk ke dalam point yang ingin dia sampaikan sejak tadi. Nayyira membelalakan matanya “Kenapa bisa? Kalian ada masalah?”


181 “Aku gak bisa sama perempuan yang dengan gampangnya ngebentak orang lain tanpa tau fakta sebenarnya, bahkan kalau tau pun kayanya dia gak akan terima” jawab Nataka yang menjadikan ucapan Flo kemarin sebagai pertimbangan dan alasan yang kuat untuk dirinya memilih Nayyira. “Kakak gak nyakitin Alina kan?” “Yir, tolong lah emangnya penting tentang pera-“ “Penting, gimana pun juga Alina temen ku” potong Nayyira, dirinya tidak ingin egois hanya karena Nataka kembali padanya. Nataka terlihat frustasi “Dia udah bentak kamu, Yir” ucapnya terbawa emosi “Apa alesan aku buat pertahanin dia?” “Kak, Alina itu cuma salah paham sama kedekatan kita” bantah Nayyira “Kalau Kakak bisa jelasinnya secara baik-baik mungkin Alina bisa paham kok” Nataka menolak semua bantahan Nayyira “Engga, Yir” jawabnya tegas “Kamu gak tau gimana aku usaha untuk ngejelasin semuanya, kali ini aku jujur sama kamu kalau aku udah cerita gimana aku dan kamu ke dia tapi dia masih bisa bentak kamu kemarin” Nayyira mengernyitkan dahinya “Flo kasih tau Kakak kah?” tanya Nayyira, karena yang tau perihal itu hanya Flo. Nataka terpaksa mengakuinya “Iya, kamu tenang aja Bang Ajri gak tau tentang ini kok” Betul, Nayyira takut jika Azriel tau tentang masalah yang terjadi kemarin antara dirinya dan Alina.


182 “Yaudah, kalau emang Kakak merasa udah ngelakuin yang menurut Kakak itu paling baik” Nayyira tidak tau harus bagaimana bersikap menghadapi Nataka saat ini. Nataka kini kembali menghadap ke arah Nayyira “Yir, aku minta kamu balik lagi ya ke aku” pinta Nataka. Nayyira menghela nafasnya “Kakak baru putus loh sama Alina, apa kata Alina nanti kalau dia tau Kakak udah sama aku? Dipertimbangin baik-baik dulu ya, Kak” “Yir, aku serius sama kamu” Nataka mencoba meyakinkan Nayyira. “Iya, aku percaya” jawab Nayyira “Tapi nanti aja ya Kak bahas tentang kita nya” Sejujurnya Nayyira takut jika Alina semakin salah paham terhadap keputusan Nataka, ia tidak ingin Alina menyerangnya lagi karena berakhirnya hubungan mereka padahal Nayyira sendiri pun tidak tau apapun tentang mereka berdua.


183 Enough Things from You Pagi ini Nayyira awali dengan melamun akibat keputusan dan permintaan Nataka semalam, memikirkan apakah sudah tepat apa yang dipilih oleh Nataka? Apakah setelah ini akan baik-baik saja? “Yuk berangkat” ucap Azriel yang membuyarkan lamunan Nayyira, tentu saja Nayyira belum menceritakan perihal semalam pada Azriel. Tanpa bicara, Nayyira hanya mengangguk walau sebetulnya dalam hati Nayyira seperti memiliki firasat tidak baik untuk hari ini tapi Nayyira mencoba untuk menampik semuanya. Azriel pun merasakan adanya perubahan pada Nayyira semenjak Adiknya pulang bersama Nataka “Kaget karena Nata lebih milih kamu daripada Alina?” tebak Azriel. Nayyira menoleh ke arah Azriel “Bukan cuma itu sih, Bang” jawabnya “Kak Nataka minta aku untuk balik lagi sama dia” “Abang tau kok” tanggap Azriel “Terus keputusan kamu gimana?” Sungguh berat untuk Nayyira, kini ia ada di situasi yang serba salah dengan apapun keputusannya “Jahat gak sih kalau aku mengiyakan untuk sama Kak Nataka lagi?” “Jahat karena Nata baru putus sama Alina terus tiba-tiba dia udah sama kamu, gitu?” tebak Azriel lagi. Nayyira mengangguk “Makanya aku bilang untuk pertimbangin lagi, kalau emang Kak Nataka gak merubah keputusannya untuk


184 balik ke aku ya aku rasa gak ada salahnya kan untuk kasih kesempatan kedua untuk Kak Nataka?” Azriel tersenyum mendengar ucapan Nayyira “Abang setuju apapun keputusan kamu, asalkan kamu harus inget semua keputusan itu punya resiko jadi kamu harus terima resikonya” “Siap, Abang” jawab Nayyira “Maafin aku ya kali ini aku harus egois mentingin hati aku untuk milikin Kak Nataka sampe akhirnya dia akhirin hubungannya sama Alina dan mungkin sama Jasmin pun berakhir karena aku, Abang gak marah kan?” “Tunggu!” Azriel seperti mendengar hal yang baru “Hubungan sama Jasmin berakhir karena kamu? Emang apa hubungan Nata sama Jasmin?” Nayyira baru sadar ia keceplosan “Aku baru tau dari Kenzie kalau Jasmin ternyata pacar Kak Nataka pas lagi deket sama aku, dan Kak Nataka udah jelasin semuanya ke aku semalem” jelas Nayyira agar Azriel tidak salah paham pada Nataka. “Udah clear kan?” Azriel mencoba memastikan masalah yang satu itu sudah diselesaikan dengan cara yang terbuka. Nayyira mengangguk yakin “Abang gak marah?” kini Nayyira yang mencoba memastikan. “Engga, Abang cuma mantau aja, selama gak ada yang merasa keberatan dan tersakiti Abang gak harus campur tangan” jawabnya tanpa mengambil pusing dan mempercayai Nayyira bisa menghadapi semuanya sendiri.


185 “Hari ini aku ikut sampe parkiran ya” ucap Nayyira menyengir. Azriel hanya mengacak rambut Nayyira pelan. Nayyira kini duduk di kelasnya mengobrol dengan Floella dan juga teman kelas lainnya, tidak terlihat Alina di kelas bahkan tasnya saja tidak ada. “Belum dateng” ucap Floella yang memergoki Nayyira sedang menatap tempat duduk Alina “Gak masuk lebih baik” sambungnya. Nayyira dengan cepat memegang lengan Floella sebelum ada yang mendengar perkataan tidak mengenakannya. “Kalau mau marah mah gak apa-apa, Nay” bisik Floella seakan faham maksud Nayyira. Baru saja Nayyira ingin menjawab perkataan Floella yang semakin melantur, rambut panjang Nayyira ada yang menjambak dengan kencang. Orang di dalam kelas sontak diam serentak melihat kejadian itu. “Puas??!!!!” itu perkataan pertama yang dilontarkan oleh pelaku penjambakan rambut Nayyira. “Alina, lu udah gila ya? Malu tau gak diliat orang gini” bentak Floella yang mencoba membela Nayyira. Sementara Nayyira diam, ia tidak tahu harus seperti apa.


186 Alina kini menatap Floella dengan tatapan marah “Diem deh, temen lu yang sok cantik ini pantes dapet perlakuan yang gua lakuin sekarang” Nayyira kini menangis, ia tahu apa penyebab Alina sangat marah padanya. Tapi Nayyira rasa tidak pantas sampai bertindak sejauh ini, ia merasa sedang dipermalukan oleh Alina. “Kenapa diem aja? Merasa bersalah? Perasaan gua udah peringatin lu kemarin deh jangan deket-deket sama Naka, kok bisa ya setelah itu tiba-tiba Naka minta putus sama gua?” bentak Alina yang meninggikan suaranya dan juga mengencangkan cengkraman tangannya di rambut Nayyira. “Alina, jujur gua tau kalau kalian udah pisah” ucap Nayyira menahan sakit “Gua juga kaget Al” suara Nayyira lirih, air matanya kini sudah menetes. Floella merasa tidak bisa melawan Alina sendiri, ia pergi meninggalkan Nayyira yang masih dalam cengkaraman Alina. Floella berlari mengarah ke lantai satu, hanya Azriel yang bisa melindungi Nayyira saat ini dan secara kebetulan ada Nataka dan Ezra disana sedang berkumpul. “Kak, tolong” teriak Floella terlihat berlari dari kejauhan dengan muka paniknya “Kak, gua mohon tolongin Nayyira” jelas Floella. Mendengar nama Nayyira, tiga lelaki itu menunjukkan wajah yang tidak kalah paniknya. “Kenapa Adek gua?” Azriel lah yang pertama bersuara.


187 Floella mengatur nafasnya “Alina, Kak” tanpa dijelaskan lebih panjang, Nataka langsung berlari lebih dulu karena ia tau ada yang tidak beres di lantai tiga. “Kenapa Nayyira?” tanya Ezra, sedangkan Azriel mengikuti Nataka tidak lama. Floella kini duduk karena lelah berlari “Nay dilabrak sama Alina” Kini Ezra jadi orang yang terakhir berlari untuk menyelamatkan Nayyira setelah mendengar penjelasan Floella. Mau tak mau, Floella ikut berlari di belakang Ezra. Dapat Floella lihat kini Nayyira terduduk di lantai dengan rambut yang sudah sangat berantakan, kerah baju yang lusuh. Betapa terkejutnya Floella karena ia meninggalkan Nayyira tidak lama. “Al, cukup!!!” teriak Nataka menahan layangan tangan Alina yang mengarah pada Nayyira. Kini tubuh Nayyira dipeluk oleh Azriel, menaruh seluruh wajahnya di dalam dada Azriel, ia tidak sanggup menahan malu dengan kejadian ini. Alina menatap Nataka dengan amarah yang memuncak “Kenapa? Bener kan dugaan aku, kalau kamu itu putusin aku karena perempuan ini!” “Heh!! Jaga ya mulutnya!” kini Ezra ikut meneriaki Alina “Sebelum lu nyalahin Nayyira, lu mikir dulu perilaku lu yang barusan!” bentak Ezra yang membuat terkejut Nataka.


188 “Kak, mending Kakak diem aja deh karena Kakak tu gak ada dipermasalahan ini!” tampik Alina yang sepertinya tidak takut pada Ezra. Nataka semakin yakin untuk memilih Nayyira setelah melihat langsung perlakuan Alina pada Nayyira “Sifat kamu buruk banget ya!” Nataka menghembuskan nafasnya berat “Alina Laquitta Yoshiko, aku tegesin sama kamu kalau aku mau kita berakhir sampe sini dan jujur aku kecewa banget sama kamu!” tegas Nataka. Alina menoleh pada Nataka “Apa maksud kamu?” “Masih bisa nanya apa maksudnya?” Ezra tertawa sinis “Sinting ni cewek kayanya, kesambet apa lu Nat bisa pacaran sama cewek modelan begini?” sindir Ezra yang mengenai hati Alina dan Nataka sekaligus. “Perlakuan kamu ke Nayyira yang bikin aku memantapkan keputusan untuk pisah sama kamu” ucap Nataka meninggi “Bahkan aku gak sudi ketemu lagi” sambungnya. Alina membelalakan matanya “Aku begini supaya kamu sadar aku segitu sayangnya ke kamu” Ezra bergidik ngeri “Sumpah ini cewek harus diperiksa kejiwaannya, mimpi buruk banget loh gua pernah liburan sama psikopat gila!” kini Ezra puas sudah mengutarakan kekesalannya “Pengen main tangan rasanya tapi takut sama gilanya”


189 “Cukup!!” Azriel akhirnya bersuara “Nat, tolong pegangin Nayyira” dalam kondisi seperti ini Azriel masih mempercayai Nataka untuk berada di sisi Nayyira. Menuruti perkataan Azriel, kini Nataka memeluk Nayyira dan memegang rambut Nayyira dengan pelan. “Dengerin gua! Karena lu gak berhak untuk ngebantah gua!” ucap Azriel yang kini sudah ada di depan mata Alina “Cewek yang lu jatohin harga dirinya itu Adek gua!!” bentak Azriel, ini kali pertama Ezra dan Nataka bahkan Nayyira melihat Azriel menaikkan suara dan membentak orang lain. “Then?” masih tidak terlihat ada penyesalan pada Alina. “Kalau nanti kedepannya lu gak akan setenang dulu, lu udah tau itu karena siapa” ancam Azriel Ezra melihat emosi Azriel akan semakin meninggi dengan cepat ia menarik lengan Azriel, memegang bahu Nataka agar keluar dari kerumunan yang semakin ramai “Pada bubar gak lu pada!” teriak Ezra “Awas lu ya ada yang videoin, nasibnya gua pastiin bakal sama kaya Alina” kini Ezra yang mengancam kerumunan entah dari kelas mana saja. Kini Nayyira ada di ruang kesehatan sekolah, dibantu Floella yang menyisirkan rambut Nayyira yang sesekali meringis kesakitan. Floella menunjukkan helaian rambut Nayyira rontok akibat jambakan Alina pada tiga lelaki yang sudah membantu Nayyira. “Banyak yang rontok ya?” tebak Nayyira dengan nada bercanda.


190 Tanpa menjawab apapun, Azriel memeluk Nayyira dan isak tangisnya terdengar dalam ruangan tersebut “Maafin Abang ya Nay” “Kok Abang minta maaf? Kenapa?” “Lagi-lagi Abang gak bisa lindungin kamu” ucap Azriel yang bergetar akibat tangisannya. Nayyira membalas pelukan Azriel “Aku justru makasih sama Abang udah dateng nyelametin aku bareng Kak Ezra, Kak Nataka” Bukan menjadi tenang, Azriel justru semakin menguatkan tangisannya. Rasa sakit di hati Azriel bukan karena rambut atau lebam pada tubuh Adiknya, tapi karena ia merasa gagal untuk menjadi seorang Kakak untuk Nayyira. “Udah ah gak boleh kaya anak kecil gitu” Ezra mengelus punggung Azriel “Liat tuh Nayyira aja masih bisa bercanda” ledeknya. “Iya nih Bang Iel malu tau diliatnya tuh” timpal Nayyira yang sebetulnya juga ingin menangis. “Kita pulang aja ya sekarang, kita ke dokter buat perika kamu” minta Azriel yang masih memeluk Nayyira. Tanpa bantahan, Nayyira mengiyakan permintaan Azriel karena ia faham kalau Azriel pasti sangat mengkhawatirkannya. Meskipun Nayyira membantah, Azriel tidak akan menerimanya.


191 Sementara Floella pun ikut menangis melihat Azriel yang begitu dalam memeluk Nayyira, seakan ikut merasakan sakit yang dirasakan Azriel. “Flo jangan nangis juga dong” kini Ezra mengalihkan ledekannya pada Floella. “Kak Nataka” panggil Nayyira yang melihat Nataka ada paling jauh darinya “Di depan Abang ku, Kak Ezra, Floella aku minta sama Kakak jangan deket sama aku lagi ya” Nataka terasa seperti ada sakit di dalam hatinya, sakit karena perbuatannya Nayyira harus menanggung semuanya bahkan kini ia harus merelakan Nayyira untuk pergi darinya lagi. “Udah, jangan diomongin masalah ini dulu” Azriel mencoba menghentikan Nayyira, bukan ini yang menjadi prioritasnya sekarang. Nataka menggeleng dengan Nayyira yang masih melihat ke arah Nataka, ia menolak permintaan Nayyira. Bukan ini yang Nataka inginkan, Nataka yakin masih bisa memperbaiki semuanya.


192 Thanks to Those Closest to You Ini adalah hari kedua Nayyira tidak masuk sekolah pasca kejadian yang melibatkan dirinya dan Alina, rasanya Nayyira tidak sanggup untuk berhadapan dengan Alina secepat ini. Azriel juga memintanya untuk istirahat yang cukup dan mereka memutuskan untuk menutupi semuanya dari Papa dan Mama dengan beralasan Nayyira hanya sedang kurang sehat. Sementara Nataka tidak berhenti untuk merenungi awal mula kesalahannya sampai menjadi sebesar ini bahkan mengorbankan seseorang yang ia sayangi, Nataka juga rasanya sudah sangat malu untuk ada di hadapan Azriel dan Ezra. “Abang kenapa?” tanya Kenzie yang kini ada di depannya sedang memperhatikannya. Nataka melihat sekilas ke arah Kenzie “Lu mau gua anter gak sekolahnya?” tanyanya mengalihkan pembicaraan. “Engga, lu aja lagi gak karuan gitu” jawab Kenzie yang memang sangat peka dengan perubahan Nataka “Masalah apalagi sekarang?” Nataka rasanya ingin menangis, emosinya kini sudah memenuhi hatinya dan fikirannya pun seakan buntu tidak tahu harus bagaimana untuk mencari jalan keluarnya “Engga, gua gak kenapanapa” jawab Nataka yang sangat jelas terlihat sedang berbohong. “Ada apa sama Kak Yira?” kini Kenzie memancing Nataka agar bercerita dengan mudah.


193 Tanpa menjawab Nataka justru kembali ke kamarnya, meninggalkan Kenzie yang matanya mengikuti arah pergi Nataka. Tanpa instruksi apapun, Kenzie mengikuti Nataka. “Cerita” ucap Kenzie yang sudah sampai di kamar Nataka, melihat Abangnya duduk di tepi kasur “Gua disini mungkin bisa ngebantu lu” Nataka mengusap wajahnya kasar “Yira kemaren dilabrak Alina” jawab Nataka yang suaranya bergetar “Dia lagi gak baik-baik aja, Ken” sambungnya. Yang Kenzie takutkan kini terjadi, dari sepulang berlibur hari itu memang Alina hanya melontarkan kata-kata yang tidak mengenakan, tapi Kenzie tidak membayangkan sampai sejauh ini Alina bertindak. “Terus lu gak ada tindakan apa-apa?” tanya Kenzie untuk memperjelas pernyataan Nataka. “Gua bisa apa? Yira bahkan minta gua untuk berenti deketin dia” jelas Nataka sedikit “Ini udah kedua kalinya dia ngomong kaya gitu ke gua, Ken” Kenzie kini tidak tahu harus bertindak seperti apa, satu sisi ia kasian pada Nataka sampai harus melalui hal yang berat namun satu sisi ia juga ikut merasa bersalah pada Nayyira. Ponsel Kenzie berdering, terlihat nama Ezra memanggil. “Abang lu mana? Ayo berangkat sama gua, gak boleh jadi pengecut gitu” ucap Ezra di sebrang sana.


194 Kenzie yang mendengar Ezra sambil menatap Nataka yang masih sulit mengendalikan emosinya semakin bingung “Bang Ezra dimana?” “Gua di depan rumah lu ini” Tanpa berfikir panjang Kenzie pergi menemui Ezra yang ada di depan rumahnya “Bang Ezra” panggil Kenzie. Ezra mencari keberadaan Nataka di belakang Kenzie, namun tidak ia temukan “Dikata Abang lu mana?” Kenzie ikut menoleh ke belakang “Di kamar” jawabnya setelah itu “Gua udah tau masalahnya, Bang” “Nah bagus kalau udah tau, gua jadi gak perlu jelasin panjang lebar lagi” Ezra menepuk pundak Kenzie yang sejajar dengannya “Lu mau ikut gua gak ntar liat Nayyira, kasian deh dia” ajak Ezra yang ingat betapa dekatnya Kenzie dengan Nayyira. Mendengar hal baik, Kenzie langsung mengiyakan ajakan Ezra “Ntar kabarin ya, Bang” “Iya gampang, buru panggil Abang lu” suruh Ezra kini “Sekalian ayo gua anterin lu” Kenzie bergegas masuk ke dalam rumahnya lagi untuk memanggil Nataka, baru ia ingin memanggil Nataka yang masih berada di dalam kamarnya tapi kini ia melihat Nataka sudah berjalan dengan lesu keluar dari kamarnya. “Ayo, gua anterin” ucap Nataka yang masih menawarkan diri untuk mengantarkan Kenzie.


195 “Gak usah, ada Bang Ezra di depan dia ngajakin bareng terus mau anterin gua juga” jelas Kenzie dengan nada yang berhati-hati. Nataka memberhentikan langkahnya, ia tidak menyangka jika Ezra masih mau menemuinya selepas kejadian yang Nataka rasa sudah mengecewakan Ezra. “Ayo, Bang” ajak Kenzie. Kenzie terus menerus memikirkan tentang kondisi Nayyira, separah apa kondisinya sampai membuat Nataka terlihat sangat bersalah. Kenzie ragu untuk menghubungi Nayyira, takut jika Nayyira tidak ingin diganggu oleh siapapun. Bahkan Kenzie menanyakan pada Ezra, tapi tentu saja Ezra melarang Kenzie untuk menghubungi Nayyira dengan alasan nanti pun akan bertemu. Sementara di sekolah Ezra ada perubahan sikap dari Nataka yang disadari oleh Azriel. Begitu juga antara Floella dengan Alina. “Tadi gua ke rumah si Nata, gua ajak Kenzie ke rumah Nayyira” ucap Ezra, kini ia sedang memperhatikan Azriel yang melamun. Azriel hanya mengangguk “Boleh, Nay pasti seneng dijenguk Kenzie” tanggapnya. Ezra merasa kasihan pada Azriel, dirinya juga tidak menyangka permasalahan ini akan semakin rumit “Jri, udah kenapa jangan direnungin terus” tegur Ezra.


196 “Gua mikir aja ini awal mula permasalahannya dari siapa? Setiap Nataka sama Nayyira udah balik kaya semula pasti ada aja gitu yang mau ngerusak” Hanya diam yang meliputi Ezra, ia tidak berhak untuk menyalahkan siapapun karena tidak ada yang menginginkan ini semua terjadi. Di waktu bersamaan, Floella menghampiri Azriel dan Ezra. “Kak, Nayyira gimana kondisinya?” tidak mungkin jika Floella tidak khawatir dengan kondisi Nayyira. Azriel hanya tersenyum tipis “Udah baik-baik aja kok, tapi masih takut buat masuk sekolah ketemu Alina terutamanya” Floella pun ikut merasa kasihan pada Azriel “Kak, maaf ya gua gak bisa nyelametin Nayyira pas diserang sama Alina” “Jangan ngomong gitu, justru gua berterima kasih banget sama lu” jawab Azriel dengan nada lemas “Lu berdua liat Nata gak?” Dengan kompak Ezra dan Floella menggeleng, “Gua cuma ketemu pas tadi nyamper sekolah doang, sampe sekolah udah kepisah sampe sekarang” Azriel langsung pergi menuju kelas Nataka yang berada di lantai dua, mencari keberadaan Nataka. Tentu saja diikuti Ezra dan juga Floella. Tanpa perlu usaha berlebih, Azriel dengan cepat bertemu dengan Nataka yang sedang merenung duduk di kursi lorong depan kelasnya.


197 “Nat” panggil Azriel, membuat yang dipanggil itu menoleh ke arah sumber suara. Sedikit ada rasa terkejut pada Nataka, saat ini ia melihat Azriel sedang berjalan ke arahnya “Kenapa, Bang?” Nataka berusaha untuk mengontrol rasa takutnya, ia takut jika Azriel akan memarahinya atas kejadian 2 hari yang lalu. “Kenapa lu ngehindar dari gua?” tanya Azriel, kini mereka duduk bersebelahan “Takut ngadepin gua?” Nataka dengan ragu mengangguk “Gua kaya udah gak bisa nahan malu gua di depan lu” jawab Nataka menjelaskan. Azriel menyeringai mendengar penjelasan Nataka “Sejak kapan lu punya rasa begitu? Kenapa juga tiba-tiba nyalahin diri sendiri?” “Bang, gua sadar penyebab dari semua masalah itu ya gua” ini yang ditakuti Nataka, ia hanya akan menyalahkan dirinya jika bertemu dengan Azriel. “Malem dimana lu minta izin untuk bawa Nayyira pergi keluar, gua udah bilang sama lu apapun keputusannya nanti lu harus tanggung resikonya sampe selesai” Azriel memang meminta itu ketika Nataka datang ke rumahnya. Nataka mengarahkan kepalanya pada Azriel “Iya Bang” “Yaudah, lu udah ambil keputusan kalau lu lebih milih Nayyira daripada Alina dan sekarang lu lagi nanggung resiko dari keputusan yang lu ambil” terang Azriel “Terus dengan lu menghindar, menghilang kaya gini namanya lagi nanggung resiko?”


198 Baru kali ini Ezra terdiam, tidak memotong pembicaraan antara Nataka dan Azriel seakan mengerti ini adalah hal yang membutuhkan keseriusan. “Kak Nataka, kalau emang Kakak mau perjuangin Nayyira lagi seharusnya omongan Nayyira yang minta Kakak berenti untuk deketin Nayyira itu gak usah difikirin” ucap Floella yang membuat semuanya menoleh ke arahnya “Gua yakin kok Nayyira gak sungguhsungguh sama omongannya” Azriel mengusap punggung Nataka “Tuh denger” tambahnya “Gua gak marah Nat sama lu, gimana pun juga ini udah jalannya kalian” “Nay” panggil Azriel dari ambang pintu “Liat nih siapa yang dating” Azriel membuka pintunya lebih lebar agar terlihat yang ia maksud. “Kak Yira” Kenzie selalu memanggil dengan ceria ketika bertemu dengan Nayyira. “Loh” Nayyira terlihat terkejut dengan keberadaan Kenzie “Kok bisa sih kamu dateng kesini?” Kenzie yang dipersilakan masuk oleh Azriel pun mendekat pada Nayyira “Dianter sama Bang Ezra” jawabnya menyengir. Azriel ikut senang karena melihat Nayyira tersenyum dengan kehadiran Kenzie “Abang tinggal bentar ya mau ganti baju” ucap Azriel yang berlalu meninggalkan Nayyira dengan Kenzie tanpa menutup pintu kamar Nayyira.


199 “Kamu tau aku gak masuk sekolah?” tanya Nayyira. “Iya, baru tau tadi pagi karena dikasih tau sama Bang Naka” jelas Kenzie singkat. Nayyira sedikit membelalakan matanya “Kak Nataka bilang apa?” “Ya bilang kalau Kak Yira dilabrak sama si nenek sihir itu” jawab Kenzie membuat lelucon “Kak, jujur aku kasian liat Abang jadi banyak diem” “Hibur dong Abangnya” Nayyira mendadak jadi terbayang Nataka “Nanti kalau pulang, bilang ke dia tuh jangan sedih-sedih” “Engga ah, aku emang kasian sama Abang tapi Kak Yira begini karena Abang” Kenzie kini lebih memihak Nayyira. “Gak boleh gitu” Nayyira mencegahnya “Gimana pun juga ini berat buat Kak Nataka” Kenzie menggeleng kuat “Gak! Pokoknya kalau bisa Kak Yira mending bener-bener lepasin Abang” tegas Kenzie “Abang tuh gak pantes buat Kak Yira, setiap kali Kakak sama Abang pasti deh Kakak selalu kena sakitnya” Nayyira tertawa kecil “Ini kan bukan karena Kak Nataka, tapi karena Alina tuh mantan Abang mu” “Ya tetep aja alasannya karena Abang” Kenzie tetap pada pernyataannya “Aku pengen Kakak jadi pacarnya Abang, tapi kalau Abang cuma bisanya nyakitin hati Kakak mending gak usah”


Click to View FlipBook Version