The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Luthfia Amalia, 2023-03-09 12:09:46

Fall for You

By Jyeayash

100 “Basi ah, apa sih” tanggap Azriel sambil tertawa menganggap ucapan Ezra adalah racauannya saja, namun di hati Azriel pun menjadi terfikirkan tentang apa yang Nayyira rasakan. “Dikasih taunya ni orang ya”


101 Other People Should Know About You Setelah Azriel dan Nayyira sampai rumah, yang dilakukan Azriel adalah mengikuti langkah Nayyira. Azriel punya niat untuk mempertanyakan kejadian yang membuat dirinya merasa janggal dengan tingkah laku Nayyira hari ini, lagi-lagi setelah bertemu dengan Nataka. “Dek, Abang mau ngomong” ucap Azriel menahan pintu yang Nayyira ingin buka. Nayyira tau kemana arah pembicaraan ini maka dari itu Nayyira tidak menggubris omongan Azriel. Namun dengan cepat Azriel mencegat pergerakan Nayyira. “Bang, ada apa sih?” Azriel langsung membuka pintu kamar Nayyira, menarik Nayyira agar masuk ke dalam kamarnya begitu pun dengan Azriel “Bersihin badannya abis dari luar, 15 menit lagi Abang balik kesini dan mau nanya sesuatu sama kamu” tegas Azriel yang langsung meninggalkan kamar Nayyira. Tubuh Nayyira gemetar, jika Azriel sudah seperti itu berarti Azriel sedang tidak main-main dan Azriel butuh kejelasan serta kejujuran dari Nayyira. Apakah ini saatnya Nayyira mengungkapkan masalahnya dengan Nataka atau Nayyira pura-pura tidak ada masalah dan mengatakan semuanya baik-baik saja? Nayyira tidak memperdulikannya, ia harus bergegas agar ketika Azriel kembali ia sudah membersihkan badannya.


102 Sementara Azriel sudah menyimpan banyak pertanyaan, akhirakhir ini Nayyira banyak perubahan bahkan yang signifikan. Nayyira seperti seseorang yang ia tidak kenal. Kini Nayyira sedang duduk di tepi kasur, sementara Azriel duduk di kursi rias Nayyira di sebelah kasurnya. Hanya keheningan, Azriel menunggu kesadaran Nayyira untuk mengaku atau meminta maaf terlebih dahulu. Namun Nayyira menunggu pertanyaan apa yang akan Azriel lontarkan padanya. “Katanya mau ngomong” buka Nayyira hati-hati. Azriel menghembuskan nafasnya kasar “Coba aja jelasin ada apa sama kamu hari ini?” “Aku? Aku kenapa?” Nayyira tidak faham dengan pertanyaan Azriel, sekaligus menutupi masalah dirinya. “Mau sampe kapan jadi orang asing di mata Abang? Kamu tuh udah gak kaya Nay yang Abang kenal tau gak? Kamu sekarang jadi seenaknya, jadi suka kasar ke orang” Azriel kini memulai keluh kesahnya pada Nayyira. “Hah? Engga ah” “Nay, cukup ya! Abang tau kamu sadar sama perubahan kamu!” Azriel memang terlihat sangat serius sekarang, bahkan sepertinya Azriel tidak suka ketika Nayyira bersikap acuh “Apa pemicu kamu kaya gini? Siapa yang merubah kamu?”


103 “Bang, aku gak berubah sama sekali” Azriel diam, mencoba untuk tenang menghadapi Nayyira dan dia juga tidak ingin Mama Papa mendengar perdebatan ini “Nataka penyebabnya?” pertanyaan Azriel sukses membuat Nayyira menjadi diam seribu bahasa, tidak ada pengelakkan lagi dari mulut Nayyira. “Bang, kok tiba-tiba Kak Nataka?” kini Nayyira mengubah nada suaranya, merendah dan tidak ada perasaan merasa benar dalam pengucapannya. Azriel tersenyum “Bener ternyata karena dia, Abang dari tadi mikir sejak kapan kamu kaya gini. Abang curiga kamu marahin Abang di depan temen Abang karena kamu lagi berantem sama Nataka. Hari ini tingkah kamu hampir sama kasarnya ketika kamu liat Nataka jalan bareng Jasmin” ungkap Azriel yang telah menyadari penyebabnya Nayyira menjadi berubah. Mendengar itu membuat Nayyira kembali memuncak, ia sudah mencoba untuk tidak mengingat kejadian hari ini namun Azriel memancing dirinya agar semakin terlihat bahwa Nataka lah penyebabnya. “Kamu gak suka Nataka jalan sama Jasmin, kamu nyindir Nataka berbohong bahkan orang yang gak bisa dipercaya” kini Azriel seakan mengintimidasi Nayyira, membiarkan Nayyira menjadi marah karena perkataannya “Kenapa? Kamu suka sama Nataka? Bertepuk sebelah tangan?” Nayyira kini menangis, dengan mudahnya Azriel mengatakan hal yang nyatanya bukan seperti itu. Menjadikan dirinya seseorang yang jahat di dalam kondisi ini.


104 “Kecewa karena Nataka ternyata lebih milih Jasmin?” Azriel terus menerus tanpa henti memojokkan Nayyira, bukan karena tidak sayang justru ini yang bisa Azriel lakukan agar Nayyira dapat cerita ke dirinya. “STOP!!!” Nayyira setengah berteriak, air matanya sudah mengalir deras “Cukup Abang menilai aku sebagai orang yang jahat disini!” Azriel hanya menaikkan bahunya, kini ia bersandar di kursi Nayyira “Ya coba aja untuk membela diri” “Dari Kak Nataka nginep disini dia udah ngutarain yang dia pengen deket sama aku! Aku nanya apa hubungan dia sama Jasmin, karena Abang tau? Dia ngakunya Jasmin itu temen lamanya! Temen lama apa yang sampe segitunya? Kalau mata Abang masih sehat, Abang bisa liat gerak-gerik dia tadi sama sekali gak mencerminkan pertemanan!! Dia bahkan menyanggupi buat jaga jarak sama Jasmin itu, tapi Abang juga liat hari ini apa yang dia lakuin ke aku!!” Nayyira dengan emosi mengungkapkan semuanya. Sesuai dengan keinginan Azriel “Dia udah bohongin aku 3x Bang! Dia selalu berdalih kalau mereka hanya temen” Azriel terdiam, ternyata selama ini Nayyira memiliki masalah yang cukup berat baginya. Azriel tau seberat apa Nayyira untuk melawan permasalahannya di masa lalu, kini Nayyira pun berada di situasi yang hampir sama” “Abang masih nilai aku yang jahat? Seharusnya Abang kasian sama aku! Aku sengaja gak mau kasih tau ke Abang supaya kalian gak ada kecanggungan satu sama lain” Nayyira terus mengutarakan amarahnya “Bahkan dia pernah jadiin Abang sebagai alasan untuk


105 ninggalin aku, yang dia bilang Abang terlalu baik lah sampe dia gak pantes untuk punya hubungan sama aku” Azriel langsung memeluk Nayyira, sudah cukup pengakuan mengejutkan dari Nayyira yang selama ini ditutupi olehnya. Azriel bukan seseorang yang mudah marah dan menjauh karena satu masalah “Nay, maafin Abang ya” ucapnya pelan. “Kalau iya emang perlakuan aku tadi gak pantes, seenggaknya Kak Ezra ngebantu aku buat nyampein apa yang aku rasain ke Kak Nataka” “Iya Abang faham, maafin Abang ya yang gak ngerti dan gak peka sama keadaan kamu” Azriel mengeratkan pelukannya pada Nayyira “Abang gak akan ngebangun suasana canggung sama Nata, Abang akan bersikap seakan-akan gak ada apa-apa” sambungnya. “Aku tu gak mau Kak Nataka jadi menjauh sama Abang sama Kak Ezra karena aku tau kedekatan kalian, aku gak mau karena aku kalian jadi renggang” “Terus mau kamu apa sekarang?” Azriel mungkin akan membantu apapun keinginan Nayyira. Namun Nayyira menggeleng “Aku udah selesai sama Kak Nataka, aku udah gak bisa harus terus-terusan dijadiin nomor dua sama dia dan aku gak mau bersaing sama wanita manapun jadi lebih baik aku yang mundur” Azriel kini semakin merasa bersalah, ia mengetahui saat Nayyira bahkan sudah menyerah mendapatkan Nataka.


106 Di situasi yang lain, Ezra sedang mencoba menguak dari sisi Nataka. Ezra merasa perlakuan Nayyira bukan tanpa alasan. Sudah pasti alasan Nayyira berperilaku seperti itu adalah Nataka. “Lu apain Nayyira, Nat?” Ezra tidak ingin berbasa-basi, Ezra tau Nataka yang pandai berkelit. “Apain apa? Bang, gua akuin emang gua deket sama Nayyira. Gua tertarik sama dia, gua pengen kenal dia lebih dalam” “Dalam tujuan apa? Main-main? Cewek yang lu ajak jalan hari ini, yang Ajri liat itu pacar lu kan?” segala tuduhan ingin Ezra alamatkan pada Nataka. “Mana mungkin gua mau main-main sama Nayyira? Gua ngehormatin Bang Azri, gua gak sejahat itu Bang” Nataka hanya menjawab setengah pertanyaan Ezra, Nataka sama sekali terlihat tidak ingin menjawab perihal Jasmin pada Ezra. “Ya terus cewek itu siapa? Gua yakin gak hari ini doang kan lu kepergok sama Nayyira jalan sama tu cewek” Nataka menyandarkan kepalanya ke kursi mobil, ia tidak mungkin menceritakan semuanya pada Ezra dalam kondisi seperti ini “Iya gua akuin juga kalau Nayyira berkali-kali ngeliat gua sama Jasmin” “Oh Jasmin namanya” Ezra kini membuang arah pandangannya “Anak mana?” “Temen seangkatan Nayyira”


107 “Lu gila ya Nat? Gua gak ngerti maksudnya lu deketin Nayyira tu apa, sedangkan lu juga ngedeketin orang yang jelas-jelas kapan aja bisa ketemu sama Nayyira” Ezra kini tidak percaya dengan kelakuan Nataka. “Bang, gua juga udah jelasin ke Nayyira kalau Jasmin cuma temen lama gua” “Nat, gua orang yang ngenalin lu ke Ajri loh ya secara gak langsung gua juga yang bikin lu kenal sama Nayyira sampe segininya kalau lu bikin hubungan kita berempat jadi renggang awas aja” ancam Ezra. “Gua bakal ngomong ke Bang Azri, gua pun udah usaha untuk nyelesaiin masalah ini sama Nayyira tapi dianya nolak Bang” tak berhenti-berhentinya Nataka menjelaskan apapun pada Ezra. “Udah, biarinin Nayyira tenangin dirinya percuma dia juga pasti lagi kecewa banget sama lu” jelas Ezra “Dan gua minta lu pilih antara Jasmin atau Nayyira, kalau sekiranya emang hati lu mau sama Nayyira lu selesaiin sama Jasmin gimana pun caranya dan begitu juga sebaliknya tanpa harus ada keributan antara mereka” “Bang, gua udah selesai sama Nayyira, dia udah mutusin untuk berenti sampe sini aja disaat gua sama dia bahkan belum ada hubungan apa-apa” Ezra mengusap wajahnya “Kalau gak inget temen gua, udah gua cekek lu sebel banget rasanya” ucapnya melihat Nataka dengan sinis “Selesaiin masalahnya secara dewasa! Jangan malu-maluin gua” “Iya Bang, gua usahain”


108 The Truth from You Hari ini Azriel banyak merenung tentang Nayyira, memikirkan bagaimana ia harus bersikap di depan Nataka bagaimana pun juga Nataka adalah teman baiknya. Tidak ada rasa marah atau kecewa untuk Nataka, namun sangat disayangkan jika memang Nataka memainkan perasaan Nayyira. Tiba-tiba saja Ezra menelfon Azriel, memberitahu yang dirinya sedang dalam perjalanan menuju rumah Azriel karena Ezra pun ingin berbicara perihal semalam antara dirinya dan Nataka. Azriel menyuruh Ezra langsung masuk ke dalam kamarnya saja, Azriel tidak ingin kedatangan Ezra diketahui Nayyira. Dalam 10 menit Ezra sudah berada di kamar Azriel, masuk secara diam-diam karena Ezra takut pergerakannya diketahui Nayyira mengingat kamar Azriel dan Nayyira berhadapan. “Jri, sumpah gua gak paham sama jalan pikiran si Nata” ucap Ezra yang baru saja masuk namun sudah membuat kehebohan. Azriel hanya memberikan isyarat pada Ezra untuk menjaga suaranya “Lu sejak kapan tau Nay deket sama Nataka?” “Dari pas dia nginep disini, dia nanya-nanya tentang Nayyira tapi gua mikirnya ya namanya orang baru kenal kan? Terus tiba-tiba gua liat dia lagi ngobrol sama Nayyira jadi gua curiga deh Nata lagi deketin Adek lu” jelas Ezra. “Terus kenapa gak kasih tau gua?”


109 “Ya gua cuma curiga-curiga doang Jri, lu kan tau firasat gua meleset mulu” Ezra sangat menyayangkan instingnya “Gua juga kiranya mereka berdua gak akan sejauh ini” “Semalem lu ngomong apa ke Nataka? Atau dia ada ngomong sesuatu gak tentang Nayyira?” Azriel terus memberikan pertanyaan pada Ezra. “Ya dia ngakuin kalau lagi deketin Nay, dia juga ngakunya Jasmin itu temen lamanya cuma ya gua gak tau tuh mereka temenan sejak kapan” Kepala Azriel rasanya pening, ia ingin mempertemukan Nayyira dan Nataka agar masalah ini diselesaikan secara baik-baik oleh mereka berdua “Jra, lu tau villa keluarga gua kan?” Ezra mengangguk “Lu gak pernah ajak gua kesitu ih, padahal gua udah temenan sama lu dari awal masuk SMA” “Yuk kesana, lu ajak Nataka nanti gua ajak Nay” Kini Ezra menggeleng “Gak!! Gak!! Gak!! Jangan ngada-ngada! Mau ngapain bawa Nata bawa Nayyira segala? Kan lu tau mereka lagi gak baik-baik aja” “Justru itu, kita kan gak tau bisa aja nanti disana mereka berdamai” tujuan Azriel bukan untuk mempersatukan mereka kembali, tapi setidaknya tidak ada dendam atau masalah dalam diri Nayyira “Nanti malem ajak Nataka main, Jra” “Ih gua takut deh sama rencana lu, lu yakin banget mereka bakal selesaiin ini baik-baik? Nay sekarang emosian loh kalau sama


110 Nataka” Ezra masih mengingat dengan jelas kejadian semalam, betapa Nayyira terlihat sangat sinis pada Nataka. “Udah coba aja, masalah emosinya Nay ntar gua yang urus deh” Azriel sebenarnya belum sepenuhnya yakin dengan rencananya, tapi hanya ini rencana yang terlintas dalam fikirannya. Ezra mau tidak mau memberitahukan pada Nataka bahwa Azriel ingin bicara dengannya, Ezra sengaja mengatakan seperti itu untuk memancing Nataka masuk ke dalam rencana Azriel. Sementara Azriel kini tengah pergi ke halaman belakang, dimana tempat Papa nya berada. Sebelum melancarkan rencananya, Azriel memastikan mendapatkan persetujuan dari Papa untuk memakai villa namun dengan alasan untuk bersenang-senang bersama Nayyira, Nataka dan Ezra. Sudah pasti Azriel akan menutupi masalah ini. “Ada maunya nih pasti” ucap Papa saat melihat Azriel yang baru sampai ambang pintu. Azriel pun langsung berjalan menuju ayunan di dekat Papa nya “Sejak kapan sih Pa, Iel datengin Papa pas ada maunya?” “Selalu” ledek Papa. Sebelum mengutarakan keinginannya Azriel melihat sekeliling memastikan tidak ada siapapun kecuali dirinya dan Papa. Tidak ada yang boleh tau tentang ini “Pa, aku boleh gak pake villa?”


111 Papa yang mendengar permintaan Azriel pun langsung menoleh “Tuh kan ada maunya” Papa tak henti meledek Azriel “Mau sama siapa emangnya kesana? Berapa lama?” “Hmm paling aku, Nay, Ezra, Nata dan kurang lebih 3 hari 2 malem” jawab Azriel yakin. “Nay itu jangan dibiarinin cewek sendiri gitu loh” Papa sedikit melarang bukan karena tidak percaya Azriel tidak menjaganya, namun karena Papa takut jika Nayyira akan bosan tidak ada teman bicara apalagi dalam waktu 3 hari tersebut. Azriel menimbang-nimbang, memikirkan siapa yang bisa diajak menemani Nayyira “Oke, kalau Nay ada temennya gimana?” “Boleh, Papa kasih kuncinya nanti malem” akhirnya tanpa kesulitan apapun Azriel mendapat persetujuan untuk melancarkan rencananya. Setelah berbicara dengan Papa, Azriel langsung kembali menuju kamarnya mengingat ada Ezra disana dan belum diberi suguhan apapun, namun saat Azriel masuk ke dalam ia melihat Ezra sedang makan di dalam kamarnya “Lu bisa-bisaan ya makan disini, dapet darimana?” “Order lah, gua gak dikasih makan abisnya disini” jawab Ezra “Lagi juga Nay gak keluar kamar jadi aman deh gak ketauan gua ada disini” tambahnya. Azriel menyesal bergegas kembali ke kamar hanya karena ada Ezra di kamarnya “Gua udah dapet persetujuan ni dari Papa, tapi


112 Nay gak dibolehin jadi cewek sendiri” ini berita baik untuk Ezra “Gua suruh Nay ajak siapa ya?” “Lah itu temen sebangku dia aja, udah deh cukup” saran Ezra. Memang di waktu tertentu Ezra ini cukup membantu, dia dapat berfikir lebih jauh daripada orang lain fikirkan. “Atau gak terserah Nay aja ya ajak siapa gitu” Azriel masih terus berfikir agar rencananya tidak menjadi sia-sia. Ezra masih sibuk dengan makanannya “Terserah” hanya itu jawabannya “Gua udah bilang ke Nata kalau lu mau ngobrol sama dia, lu jangan apa-apain dia ya” “Mau gua apain sih emangnya tu anak orang?” “Bang” sapa Nataka yang baru saja datang dan disambut senyuman oleh Azriel serta Ezra, sementara Nayyira yang tibatiba dipaksa ikut hanya menoleh saja “Mau ngomongin apa nih?” “Ini, gua to the point aja ya” Nataka harus segera memberitau rencananya “Jadi gua mau ajak kalian ke villa keluarga gua, ya anggep aja ini liburan singkat gitu” Nayyira hampir tidak mempercayai apa yang ia dengar “Bang? Udah bilang Papa emangnya?” Azriel dengan bangga mengangguk “Udah dong pokoknya semuanya aman, kalian tinggal bawa badan dan keperluan dirinya


113 masing-masing” dapat diketahui bahwa Azriel sukses membuat Nataka dan Nayyira tidak bisa berkata-kata “Untuk Nay, pesan Papa kita dibolehin pergi kalau kamu bawa temen mu buat nemenin kamu disana” “Jadi kalau aku gak mau bawa temen, berarti batal dong ya perginya” Nayyira menjawabnya dengan nyeleneh, dan langsung mendapat cubitan dari Azriel “Awwhh! Apa sih Bang?” “Jangan gitu ya tolong! Harap kerjasamanya! Kita disana selama 3 hari 2 malem” Azriel sama sekali tidak menghilangkan senyumannya. Nataka sudah yakin akan ada kecanggungan antara dirinya dan Nayyira, namun ia pun tidak tega untuk menolak ajakan dari Azriel “Bang, kalau gua bawa Adek gua gimana? Boleh?” bukan tanpa alasan, Nataka ingin setidaknya ada yang menemaninya ketika Azriel sedang sibuk bersama Ezra. Azriel semakin antusias “Jelas boleh! Biar makin rame Nat bawa aja” Di lain sisi, Nayyira mengernyitkan dahinya dan baru mengetahui jika Nataka memiliki Adik. Nayyira memikirkan siapa yang harus ia ajak, namun hanya Floella yang terlintas dalam fikirannya agar Nayyira tidak perlu menceritakan dari awal kejadian-kejadian yang akan terjadi nanti “Emang kapan?” tanya Nayyira malas. “Sebulan lagi lah ya” “HAH?!” justru malah Ezra yang kaget “Ngapain ngomong dari sekarang kalau taunya jalannya masih bulan depan?”


114 “Persiapan Jra” Ezra hanya berdecak sebal karena keinginannya untuk ke villa keluarga Azriel dan Nayyira harus tertahan selama sebulan. Sementara Nataka dan Nayyira hanya saling pandang memandang, mereka berdua enggan untuk saling berbincang bahkan untuk sekedar meyapa saja rasanya berat.


115 Someone with You Azriel telah menetapkan tanggal pergi yang kebetulan ada tanggal merah di dalam kalender di hari Jum’at, cocok seperti janjinya dengan Papa yang ingin memakai villa selama 3 hari 2 malam. Selama sebulan Azriel merancang bagaimana agar Nayyira dan Nataka menghabiskan banyak waktu berdua dan menyelesaikan masalah mereka secara baik-baik, Ezra pun ikut membantunya dari segala aspek. Nayyira sudah mengajak Floella untuk ikut menemaninya dan disetujui oleh Floella lagi-lagi saat dia tau akan ada Nataka disana, ia pun ingin melihat secara langsung gelagat Nataka setelah kejadian sebelum ini. Sementara Nataka berusaha keras agar hubungannya dengan Azriel baik-baik saja seperti biasanya. Hari ini Ezra dan Floella menginap di rumah Azriel karena permintaan Nayyira, bahkan Nataka pun diajak Nayyira agar esok pergi bersama dari rumah Azriel namun Nataka menolak dengan berbagai alasan yang menurut Nayyira sangat mengganjal. Tapi Nayyira sudah tidak terlalu memikirkan perkara dirinya dengan Nataka mengingat hubungan mereka selama sebulan ini memang sangat menjauh. “Nay” panggil Ezra saat Nayyira bergegas pergi ke kamarnya “Boleh ngobrol berdua gak?” Nayyira tanpa curiga apapun menganggukan kepalanya lalu mengikuti jalan Ezra yang mengarah ke taman belakang “Mau ngomong apa Kak?” “Lu tau tujuan Ajri ngajak kita pergi?”


116 “Emang ngajak jalan aja kan? Emang ada maksud yang lain?” Nayyira merasakan keanehan dari pertanyaan Ezra. “Besok lu bakal ketemu Nataka, dari pagi sampe malem dalam waktu 3 hari 2 malam” ucap Ezra menoleh ke Nayyira “Lu gak apaapa?” Nayyira tersenyum “Aku harus apa dong? Gak jadi pergi?” jawabnya meledek “Kalau ikut ego ku, aku gak mau pergi apalagi sampe ketemu sama Kak Nataka” Ezra merasa rencana Azriel akan sia-sia mendengar jawaban dari Nayyira, seakan tidak ada celah lagi untuk Nayyira dan Nataka seperti semula disaat mereka tidak memiliki perasaan satu sama lain “Ajri ngajak kita semua itu supaya lu sama Nata bisa selesaiin masalah kalian, itung-itung kita refreshing mengingat ini gak mudah buat lu dan Nata juga” “Gak mudah buat Kak Nataka?” Nayyira tertawa singkat “Justru mudah banget buat dia, mainin perasaan aku terus seneng-seneng sama Jasmin” “Nah ini yang dimaksud Ajri, lu harus denger penjelasan Nata kaya gimana” Ezra mencoba memberikan pengertian pada Nayyira “Kita gak tau sesusah apa Nata ngadepin ini, dia selama ini diem kan Nay? Selama ini juga kita gak tau usaha Nata buat deket sama lu, bisa aja emang Jasmin yang minta Nata untuk ada di deketnya dan Nata gak enak hati untuk nolak” segala apapun yang memungkinkan Ezra bisa bantu agar Nayyira mau berbicara dengan Nataka, Ezra ucapkan pada Nayyira.


117 Mendengar itu Nayyira sedikit merenung, memikirkan perkataan Ezra mungkin ada benarnya. Nayyira merasa memang dia lah yang sepertinya menjaga jarak dan menutup telinga dari apapun yang Nataka katakan padanya “Yaudah besok aku coba ngomong sama Kak Nataka, setelah itu aku akan seperti biasa lagi sama Kak Nataka” “Thanks ya Nay udah pahamin maksud gua” Ezra kini sedikit lega mengingat ini akan meringankan usaha Azriel. Nayyira pun mengangguk lalu meninggalkan Ezra yang masih ada di taman. Keesokan harinya, Nayyira dan Floella yang masih sibuk di dalam kamar merasa bahagia sekaligus gugup harus bertemu seseorang yang akan membuat banyak cerita bagi mereka berdua. “Nay, serius kah lu mau ngobrol berdua sama Kak Nataka?” tanya Floella setelah tau bahwa Nayyira bersedia untuk menyelesaikan masalah ini sampai tuntas, tanpa tau pembicaraan antara Nayyira dan Ezra semalam. Nayyira mengangguk “Udah sebulan Flo, gua gak enak sama Bang Iel takut dia merasa canggung buat main sama Kak Nataka dan dia juga takut gua mikir dia terlalu membela Kak Nataka” jawab Nayyira secara garis besar maksud dari perkataan Ezra. “Kalau lu udah merasa itu orang nanti tetep ngaku Jasmin temennya, tampol aja Nay” hasut Floella “Tapi emang lu udah


118 mutusin harus bersikap kaya gimana di depan Kak Nataka nanti dan setelah masalah ini selesai?” “Ya kalau gimana harus bersikap udah pasti bakal canggung, bohong Flo kalau gua bilang gak ada rasa sama Kak Nataka apalagi dia bahkan belum sempet gua milikin tapi harus ngerelain” Nayyira melakukan ini untuk kebaikan semuanya, keegoisannya hanya akan menjadi penghambat. “Nay, Flo ayo” teriak Azriel. Dengan cepat Floella dan Nayyira keluar dari kamar membawa koper kecil, Azriel yang melihatnya pun tidak heran melihat perlengkapan dua perempuan ini. Ezra pun memberitahukan kalau Nataka sedang menuju ke rumah Azriel. Papa selalu memberi pesan untuk menjaga kebersihan di sana dan saling menjaga satu sama lain karena ini kali pertama Azriel meminta menginap membawa teman-temannya ke villa. Setelah dirasa siap, Floella yang sedang berada di teras melihat kedatangan mobil Nataka lalu ada satu orang lelaki dan satu orang wanita yang tidak bisa Floella lihat dengan jelas turun dari mobil. Floella kembali masuk ke dalam dan mengatakan bahwa Nataka sudah datang namun ia membawa orang lain. “Itu Adeknya” jawab Ezra singkat. Floella terlihat bingung “Adeknya dua kah?” Kini kebingungan melanda Azriel, Nayyira bahkan Ezra. Pasalnya Adik Nataka yang mereka tau hanya satu.


119 “Satu cewek, satu cowok” tambah Floella. Ezra yang merasa ada yang tidak beres bergegas pergi ke teras yang diikuti oleh Azriel, Nayyira dan Floella. Wanita mana yang Nataka bawa? Jasmin kah? Namun kenapa Nataka tidak memberitaukan sebelumnya? Bukankah ini akan merusak rencana Azriel? “Lu bawa siapa?” tanya Ezra sinis pada Nataka saat melihat Nataka memasuki teras. Nataka terkejut baru saja ia datang, sudah mendapatkan pertanyaan dengan nada seperti itu “Bang, sabar dulu” “Lu ada emang omongan ke Ajri kalau mau bawa orang lain selain Adek lu?” tanya Ezra yang semakin mempertegaskan pertanyannya. Azriel hanya memegang pundak Ezra, rasanya tidak pantas menanyakan seperti itu takut jika Adik dari Nataka dan wanita itu mendengar. Sementara Nayyira dan Floella menjinjitkan kakinya sesekali melihat siapa wanita yang dibawa Nataka diam-diam. Nataka melihat ke belakang, memastikan pembicaraan saat ini tidak didengar dua orang tersebut “Iya sorry Bang gua gak bilang sebelumnya, dia minta ikut pun mendadak” Nayyira berhenti mencari tau siapa wanita itu setelah mendengar perkataan Nataka “Bisa gak sih kalau nyari alasan tu yang logis? Aku heran loh sama Kakak” ucapnya terbawa emosi. Azriel menepuk keningnya, bukan ini yang dia inginkan. “Siapa yang lu bawa? Tu perempuan lagi? Si Jasmin?” Ezra terus menerus memberikan pertanyaan pada Nataka.


120 “Bukan, Bang” jawab Nataka menatap Ezra dan Azriel bergantian “Tapi….” kini matanya menangkap Nayyira yang juga sedang terfokus padanya “Dia pacar gua” Hancur sudah rencana Azriel bahkan disaat mereka belum pergi. Jika Nataka membawa pacarnya, Azriel rasa hanya akan menambah masalah disaat Nayyira berbicara berdua dengan Nataka. Mungkin ini salah Azriel yang tidak melarang Nataka untuk membawa siapapun kecuali Adiknya. “Lu bawa pacar lu pas jalan sama temen-temen lu?” Ezra tidak menyangka dengan jawaban Nataka “Gak malu kah udah diajak jalan sama orang malah dijadiin kesempatan buat pacaran!” “Bang, sorry” hanya itu yang bisa Nataka katakan. Floella yang mendengar percakapan ini langsung menggenggam tangan Nayyira. Baru di kamar tadi Nayyira secara tidak langsung mengakui kalau dirinya masih menyayangi Nataka, namun baru saja Nayyira mendengar bahwa Nataka kini telah memiliki kekasih. “Apa gua suruh cewek gua untuk pulang aja?” Nataka kini berinisiatif yang bukan-bukan. Azriel menggeleng “Gak usah, udah gak apa-apa ikut aja” Ezra terkejut mendengarnya, dia tau betul bahwa rencana Azriel sudah gagal tapi ia masih mengizinkan Nataka membawa pacarnya? Sementara Nayyira paham kenapa Azriel membolehkannya, karena Nayyira tau bahwa Azriel tidak ingin dirinya akan dinilai menolak kedatangan seseorang.


121 “Bawa sini cewek lu” ucap Ezra menantang. “Kak” panggil Nayyira pada Ezra dan menggelengkan kepalanya tanda ia tidak bersedia “Kita aja yang nemuin ceweknya” Ezra yang sudah berada di ujung emosinya pun berjalan keluar gerbang ke tempat dimana mobil Nataka terparkir diikuti Nayyira dan Floella. Menyisakan Nataka dan Azriel saja. “Bang Azri, gua minta maaf ya gak seharusnya gua ngelakuin ini dan gua tau banget gua udah merusak rencana liburan lu” Nataka menunduk tidak berani berkontak mata dengan Azriel “Gua cuma ngasih kabar kalau gua mau liburan sama lu, Bang Ezra dan Adik lu tiba-tiba dia maksa gua untuk ikut” tambah Nataka. Azriel tidak tau harus menjawab apa, bohong jika Azriel tidak marah pada Nataka tapi jika ia mengungkapkan dan meluahkannya nanti akan berimbas pada suasananya. Azriel akan menganggap ini hanya sebagai liburan biasa, untuk rencananya mungkin akan ia fikirkan di lain waktu “Gak apa-apa Nat, cuma lain kali ngomong aja” Di lain tempat, Ezra berusaha menutupi emosinya karena kini ia tengah berhadapan dengan wanita yang dibawa Nataka “Siapa nama lu?” tanya Ezra datar. “Loh Alina?” Floella terkejut melihat teman sekelasnya kini di depan matanya, begitu juga Nayyira. Alina. Seseorang yang terkadang bergabung dengan Nayyira dan Floella dalam mengerjakan tugas atau sekedar pergi ke kantin. Seseorang yang sama sekali tidak terlintas akan diakui oleh Nataka sebagai kekasihnya.


122 “Jadi Adik temennya Naka itu Flo?” tanya Alina yang bahkan mengabaikan pertanyaan Ezra. Lagi. Nayyira mendengar panggilan itu walau dari orang yang berbeda. Kenapa Nataka tidak pernah memintanya untuk memanggil dengan sebutan yang sama? Apa harus menjadi kekasihnya dulu? “Bukan” jawab Nayyira yang tak melepaskan tatapannya dari Alina “Gua Adeknya” “Kalian kenal sama dia?” Ezra tidak faham apa yang sedang terjadi. Nayyira terdiam. Dua kali sudah Nataka membuat dirinya ada diposisi menyedihkan yang hanya bisa terdiam menghadapi situasi saat ini. Tanpa disadari Azriel sudah berada di sebelah Nayyira, merengkuh pinggang Nayyira. Azriel tau betul apa yang dirasakan Nayyira saat ini. “Oh ini Kakaknya Nayyira ya? Makasih ya Kak udah ngajak untuk jalan bergabung sama kalian” ucap Alina ramah. Ezra menatap Alina dengan sinis “Siapa yang ngajak emangnya? Cowok lu kan? Makasihnya ke dia aja” Jika harus jujur Azriel bingung harus berbuat apa, satu sisi Azriel ingin menenangkan Nayyira, di lain sisi Azriel rasanya ingin menutup mulut Ezra “Iya santai” hanya itu jawaban Azriel pada Alina.


123 “Bang, kenalin ini Adek gua namanya Kenzie” Nataka mencoba mengalihkan suasana dengan memperkenalkan Adiknya. Azriel tersenyum “Semoga betah ya liburan bareng kita” sambutnya “Yuk berangkat” ucap Azriel yang masih berada di samping Nayyira menguatkan Adiknya tersebut “Jra lu mau ikut di mobil siapa?” “Mobil lu lah, emang ada pilihan lain?” jawabnya menyindir bahwa ia tidak ingin satu mobil dengan Nataka.


124 Someone Else from You Di perjalanan Ezra terus menerus mengoceh meluahkan rasa tidak terima melihat tingkah Nataka. Sementara Nayyira dan Azriel sibuk dengan fikirannya masing-masing. Nayyira memikirkan bagaimana bisa Alina menjadi kekasih Nataka dan sejak kapan pula? Apakah semudah itu Nataka melepaskan Nayyira lalu berpindah hati dalam waktu satu bulan?. Azriel pun memikirkan bagaimana ia bisa membuat hubungan Nayyira dan Nataka baik kembali. “Gua gak habis fikir ya sama Nataka, pantes aja dia gak mau nginep di rumah lu Jri ternyata mau jemput ceweknya dulu kali” oceh Ezra. Floella yang mendengarnya pun sedikit terhasut “Siapa tau ceweknya malah nginep di rumah Kak Nataka dari semalem” “Jra” “Flo” Nayyira dan Azriel secara bersamaan menegur temannya, mereka sadar betul Nataka melakukan kesalahan tapi membuat cerita yang bukan-bukan adalah hal yang tidak baik. Terlebih untuk Nayyira, itu akan membuat dirinya berfikir yang semakin buruk terhadap Nataka. “Harusnya lu marah dong Jri” Ezra sepertinya lebih kecewa melihat tanggapan Azriel tadi “Dia kan bilangnya cuma sama si Kenzie kenapa tiba-tiba jadi manfaatin buat pacaran” gerutunya yang semakin membuat panas suasana.


125 “Kak Ezra” Nayyira mencoba membuat Ezra diam “Aku tau Kakak marah banget ya sama Kak Nataka? Aku, Flo, Bang Iel juga kok tapi nanti kita selesaiin setelah disana ya” jelasnya. “Mana bisa Nay” Ezra menampik penjelasan Nayyira “Pasti tu cewek nempel terus sama Nata” Nayyira tersenyum tipis “Iya nanti pasti ada waktunya buat dengerin penjelasan Kak Nataka” Azriel yang dari tadi hanya diam, kini ia ikut membuka suara “Gak perlu” ucapannya membuat seisi mobil jadi menoleh ke arahnya “Nata udah jelasin ke gua, dia tadinya cuma kasih kabar kalau mau nginep tapi ceweknya maksa ikut” Mendengar itu ada rasa ketidakpercayaan dalam hati Nayyira dan Floella, apakah Alina seposesif itu sampai ikut kemana Nataka pergi? Alina yang mereka kenal adalah perempuan yang pendiam, namun dibalik sifatnya ada hal yang tidak mereka duga. “Udah, anggep aja ini liburan dari capeknya kalian sekolah” keputusan Azriel membuat Ezra semakin kecewa dengan Nataka, Ezra tau bagaimana usaha Azriel dalam mematangkan rencananya namun harus rusak karena tingkah Nataka. Selanjutnya, keheningan menemani mobil Azriel. Berbeda dengan suasana di dalam mobil Nataka, tentu saja Alina merasakan kebahagiaan akan berlibur bersama kekasihnya yang baru saja meresmikan hubungannya baru-baru ini. Sementara Kenzie yang tidak suka melihat tingkah laku Alina hanya membuang pandangannya ke arah luar.


126 “Naka, aku seneng banget diajak jalan sama kamu” ucap Alina memegang tangan Nataka. “Diajak jalan apa maksa ikut jalan?” celetuk Kenzie. Nataka tidak mencoba untuk menghentikan Kenzie karena ia faham kenapa Kenzie tidak menyukai perilaku Alina saat ini. Mendengar celetukan Kenzie membuat Alina menoleh ke belakang “Aku beneran diajak kok sama Naka” yang dibalas dengan jelingan mata Kenzie. Nataka hanya berfikir bagaimana ia harus menghadapi Azriel dan Ezra nanti, jika mengingat tanggapan mereka sangat dingin padanya membuat Nataka merasa tidak enak. Nataka sadar seharusnya ia tidak mengizinkan Alina untuk ikut atau setidaknya ia bisa lebih tegas untuk menolak paksaan Alina. Sejak hari dimana Nayyira mengatakan tidak ingin melanjutkan usahanya untuk memiliki hubungan dengan Nataka, rasanya lain bagi Nataka. Tanpa Nayyira ketahui, Nataka selalu menunggu Nayyira di depan kelas hanya untuk berharap dapat melihat Nayyira secara dekat atau Nataka sengaja berjalan melewati kelas Nayyira agar dapat melihat sedang apa Nayyira di dalam kelas. Namun seiring berjalannya waktu yang lebih sering Nataka lihat adalah Alina, keluar masuk ke dalam kelas yang sama dengan Nayyira maka bisa Nataka pastikan bahwa Alina adalah teman sekelas Nayyira tapi itu tidak mengganggu Nataka untuk memperhatikan Nayyira dari jauh.


127 Satu hari, ketika Nataka memberanikan diri berlama-lama di depan kelas Nayyira semata-mata berharap Nayyira keluar kelas, tiba-tiba pundak Nataka ditepuk oleh seseorang yang sering ia lihat baru-baru ini. “Kak, kaya lagi nunggu orang” ucapnya. Nataka yang merasa ini bisa menjadi alasan agar ia semakin berlama-lama pun menanggapinya “Iya” singkat saja karena sebetulnya Nataka malas harus berbasa-basi dengan wanita lain, fikirannya sudah banyak masalah karena wanita. “Emang siapa? Anak kelas sini? Mau aku panggilin?” “Gak usah” larang Nataka “Udah lu disini aja, cuma tolong lu diem” sambung Nataka dengan nada ketus. “Kak, nama ku Alina” sangat mulus perkenalan dari Alina, di hari pertama ia berbicara dengan Nataka sudah menemaninya seperti ini. “Nataka” balasnya. Semenjak itulah, Nataka dan Alina lebih sering bertemu lalu menjadi dekat hingga tujuan Nataka datang ke kelas Nayyira bukanlah menunggu dan melihat Nayyira namun betemu dengan Alina. Selama ia di depan kelas Nayyira tidak sekalipun ia melihat keberadaan Nayyira dan juga Nataka tidak pernah menyebut nama Nayyira di depan Alina. Tidak perlu waktu yang lama, Alina yang memang sudah mengagumi Nataka sejak melihatnya berlalu lalang di depan


128 kelasnya pun mendapatkan hati Nataka. Kini Alina adalah kekasih dari Nataka, tanpa sepengetahuan Nayyira dan Floella pastinya. Bukan tanpa alasan Alina menyembunyikan hubungannya, memang itu permintaan dari Nataka yang disetujui oleh Alina. Kini mobil Nataka dan Azriel sudah terparkir di depan villa yang dimaksud Azriel dan diinginkan Ezra selama ini. Azriel memberitahukan bahwa terdapat empat kamar dan meminta untuk bersiap karena malam nanti Azriel ingin semuanya berkumpul. “Pokoknya gua sekamar sama lu ya Nay” bisik Floella agar Alina tidak mendengar suaranya. Nayyira pun mengangguk “Bang Iel, aku sama Flo pake kamar yang biasa aku tempatin ya” ucap Nayyira pada Abangnya. Azriel pun mengiyakan, kamar Nayyira memang tidak boleh diganggu gugat “Jra, mau sekamar sama gua apa Nata?” tawar Azriel. Ezra malas harus beramah-tamah membohongi hatinya, pertanyaan yang rasanya tidak perlu ditanyakan dan tidak perlu dijawab karena sudah jelas Ezra tidak mau sekamar dengan Nataka “Nata kan sama Adeknya, ya otomatis gua sama lu lah” “Terus gua sendirian gitu Nay?” kini Alina bertanya pada Nayyira, berharap Nayyira mengajaknya juga.


129 Floella mendengarnya menjadi kesal “Mau bertiga gitu? Gak muat! Lagi juga ini buat tidur, bukan buat tugas kelompok bertiga” jawabnya ketus. Nayyira rasanya ingin membungkam mulut Floella jika tidak ada Nataka dan Kenzie “Maaf ya Al” jawab Nayyira datar “Lu sendiri juga gak apa-apa kan?” “Ya gak apa-apa sih, cuma kalian punya temen tidur tapi gua sendiri” tanggap Alina dengan nada lesu. “Sendiri atau punya temen pun tidurnya merem Al, gak ada bedanya” jawab Floella lagi yang membuat Ezra menahan ketawa. Nayyira merasa tidak enak, takut membuat suasana canggung maka Nayyira bergegas menarik tangan Floella “Aku masuk dulu ya” sebelum semakin tidak terkontrol mulut dari Floella “Kenzie, enjoy aja ya kita semua seru kok” pesan Nayyira yang membuat Kenzie sedikit terkejut. “Yaudah yuk pada bersih-bersih terus istirahat, capek kan perjalanan jauh?” Azriel membubarkan yang saat ini tersisa, sebelum mulut Ezra sama parahnya seperti Floella. Di dalam kamar Azriel dan Ezra sudah dipenuhi dengan celotehan Ezra yang tidak ada habisnya sejak di rumah Azriel tadi. Bahkan Azriel sudah berkali-kali meminta Ezra untuk diam dan memaklumi Nataka tapi Ezra tidak sebaik dan semudah Azriel untuk memaafkan seseorang.


130 Begitu juga di kamar Nayyira dan Floella, namun Nayyira lebih banyak merenung tentang Alina dan Nataka seperti banyak sekali pertanyaan yang tidak bisa ditanyakan pada keduanya. Nayyira memutuskan untuk meninggalkan Floella untuk menenangkan fikirannya sejenak. Sementara di kamar Nataka dan Kenzie terjadi pertengkaran kecil, sudah sengaja Nataka tahan namun Kenzie terus memojokkan dirinya perihal Alina. “Gua ngerti perasaan temen-temen lu, gua aja gak terima pacar lu itu tiba-tiba ikut” ujar Kenzie yang baru meluahkannya. Nataka faham dengan kekecewaan Kenzie “Tapi tolong lah bersikap biasa aja di depan Alina, ntar suasananya jadi gak enak Ken” “Gua disuruh pahamin lu sama dia? Yang bener aja, Bang” Kenzie kini duduk berhadapan dengan Nataka, berharap agar Nataka tidak asal menjawab “Emang lu siapa minta dipahamin sama gua? Iya gak apa-apa lu minta begitu ke gua, terus gimana ke empat orang temen lu itu?” Nataka semakin pusing setelah mendengar ucapan Kenzie, memang ada benarnya kalau Nataka tidak boleh egois untuk meminta pengertian dari banyak orang atas kesalahannya, namun Nataka pun tidak tau harus melakukan apa. “Kalau sikap dia seenak dan sesukanya aja, jangan harap gua mau akrab sama cewek lu ya” itu perkataan terakhir Kenzie sebelum pergi keluar kamar meninggalkan Nataka yang masih terdiam.


131 Nayyira yang duduk di ayunan halaman depan sibuk mencari-cari lagu di dalam playlistnya, berharap dapaat membuang prasangka buruk pada Nataka. Jika difikirkan memang Nayyira lah yang sepertinya belum melupakan Nataka sepenuhnya, lihatlah Nataka saat ini bahkan berani membawa kekasihnya ke hadapan Nayyira, sedangkan Nayyira masih sibuk memikirkan Nataka dan sedikit berharap bisa memulai kedekatan lagi. “Kak?” seseorang memanggil Nayyira, membuat yang dipanggil menoleh “Lagi apa? Kok sendiri?” “Eh Kenzie, lagi nyari lagu nih” jawab Nayyira sambil tergelak kecil. “Emang lagunya kemana sampe dicari?” Kenzie mencoba membuat lelucon yang bisa membuat Nayyira terhibur “Kak, makasih ya udah ajak aku buat ikut jalan kesini” Nayyira melepas earphonenya, rasanya tidak sopan jika berbicara dengan seseorang dengan earphone di telinga “Ih malah seru kali makin banyak orang, toh kamu juga kan Adiknya Kak Nataka” “Kakak pernah deket ya sama Abang Naka?” tanya Kenzie tibatiba. Nayyira sedikit tertegun dari kesibukan kecilnya merapikan earphone di tangannya “Kata siapa?” Kenzie terkekeh “Keliatan dari raut Kakak pas liat Kak Alina sama Abang Naka” jawabnya “Oh iya, Abang dipanggil Naka sama


132 keluarganya atau yang deket banget sama Abang tapi cuma Bang Ezra yang manggil Nata” Selama ini Nayyira salah mengira, ternyata yang lebih special adalah panggilan “Nata” yang hanya Ezra dan Azriel saja yang memanggilnya dengan panggilan yang berbeda. “Ada apa emang sama raut wajah ku?” Kenzie memandang jauh ke depan “Ada rasa gak terima dari Kakak, tapi gak bisa berbuat apa-apa jadi aku bisa putusin kalau Kakak dulu cuma deket sama Abang Naka” Pandai betul Kenzie, fikir Nayyira. Mungkin wajah Nayyira yang terlalu terbaca oleh orang lain “Nama ku Nayyira” “Kak Yira” ucap Kenzie setelah tau nama Nayyira, tentu saja membuat Nayyira terkejut. Seakan membawanya kembali ke momen saat Nataka memanggilnya dengan sebutan yang sama “Boleh kan?” Nayyira mengangguk, tidak ada aturannya kan kalau hanya Nataka yang boleh memanggilnya dengan sebutan Yira? “Masalah aku deket sama Kak Nataka itu jangan sampe Alina tau ya” Kenzie heran dengan perkataan Nayyira “Loh kenapa? Biarin aja Kak Alina itu tau” “Jangan, kalaupun Alina tau ya harus dari mulut Kak Nataka sendiri” larang Nayyira “Aku gak mau ntar disangkanya ngakungaku atau malah jadi ganggu hubungan mereka”


133 Kenzie hanya mengiyakan, mungkin ada benarnya apa yang Nayyira katakan “Tapi emang Kak Yira gak apa-apa?” “Terus harus kenapa-napa?” jawab Nayyira tertawa “Ya gak apaapa lah, biarin aja Kak Nataka sama siapapun” bohong. Nayyira harus menyembunyikan perasaan dia yang sesungguhnya.


134 Try to Forget You Sesuai permintaan Azriel untuk berkumpul ketika malam hari, maka semuanya pun menuruti permintaannya. Kini mereka semua berkumpul di halaman belakang sibuk dengan tugasnya masingmasing, Azriel dan Nataka mempersiapkan alat-alat yang akan digunakan, Kenzie membantu Ezra membawa bahan makanan dari mobil, sementara para wanita menyiapkan makanan yang akan dibakar nanti. Tidak ada perbincangan yang berarti. Azriel sengaja meminta Nataka yang membantunya, Azriel tidak ingin terkesan menjauhi Nataka. “Kak Yira mau aku bantuin?” tanya Kenzie yang tiba-tiba ada di samping Nayyira. “Emang udah bantuin Kak Ezra nya?” Nayyira masih sibuk dengan tugasnya, tapi menanggapi Kenzie dengan baik. Kenzie menyengir “Udah dong, makanya aku nawarin diri ke Kakak” “Bantuin Alina aja gih, dia kerepotan kayanya” Nayyira bukan ingin menolak bantuan Kenzie, tapi akan ada perasaan tidak enak jika Kenzie lebih dekat dengannya daripada dengan Alina. “Nonono” jawab Kenzie menolak “Aku maunya bantuin Kak Yira” Nayyira pun tertawa “Iya boleh, bantuin siapin ini ya” Dengan sigap Kenzie menuruti Nayyira, entah kenapa Kenzie rasanya ingin dekat dengan Nayyira hanya karena berbicara singkat ketika siang tadi membuat Kenzie lebih nyaman


135 berinteraksi dengan Nayyira dibandingkan yang lainnya. Untungnya Nayyira menanggapi Kenzie dengan ramah, tidak membawa masalahnya dan Nataka pada Kenzie. “Ken, betah ya sama Nay” ledek Ezra. Begitupun dengan Ezra yang sudah bisa memisahkan emosinya ketika ada Kenzie, bagaimanapun juga Kenzie tidak bersalah dalam masalah ini. Kenzie semakin sumringah saat diledek Ezra “Betah, kan Kak Yira baik” jawabnya. “Dih, Yira Yira kesenengan si Nay punya nama panggil yang lain ntar” kini Ezra kembali dalam mode sinisnya, namun ini hanya gurauan saja. Nataka diam-diam memperhatikan tiga orang tersebut. Ada rasa kelegaan dalam dirinya saat melihat Kenzie menikmati suasana ini berkat Nayyira, setidaknya rasa bersalahnya pada Kenzie sedikit berkurang. “Aku iri! Kenapa Adek mu lebih deket sama Nayyira sih?” ucap Alina saat melihat Nataka tengah sibuk memerhatikan. Nataka langsung melihat ke sekelilingnya, takut Azriel mendengar perkataan Alina yang sedikit tidak mengenakan “Kenzie itu udah gede Al, biarin dia milih mau sama siapa” tanggapnya. “Tapi aku ini pacar kamu, kamu itu Abangnya dia masa malah deket sama yang bukan siapa-siapa kamu” Alina tidak tau sama sekali tentang kedekatan Nataka dan Nayyira.


136 “Apa ada larangannya Kenzie gak boleh deket sama Adek gua?” kini Azriel yang menanggapi Alina membuat Nataka terkejut, ketakutannya pun terjadi. Alina seperti tidak merasa dirinya salah sudah berkata seperti itu “Tapi harusnya Kenzie akrabnya sama aku dong, Kak” “Kenapa gak lu aja yang nyoba untuk deketin Kenzie supaya jadi akrab dan sesuai keinginan lu itu” Azriel menjawabnya tanpa memandang Alina sedikitpun. Untung saja Floella datang, menarik tangan Alina agar membantunya. Nataka meminta maaf pada Azriel atas perkataan Alina barusan. Azriel faham betul rasa iri Alina, tapi yang tidak dia terima adalah Alina membicarakan Nayyira di belakang dirinya tanpa tau apa yang sebenarnya sudah terjadi. Sesaat setelah semua makanan siap dihidangkan, Kenzie dengan cepat duduk di antara Nayyira dan Ezra karena menurutnya mereka berdua lah tempat ternyaman di kondisi saat ini. Nataka yang melihat tingkah Kenzie hanya dapat memb “Biarin Kak kalau Adeknya nempel sama Nay” Floella mencoba mendekati Nataka, meyakinkan bahwa tidak masalah jika Kenzie ingin bersama Nayyira. Nataka melihat Floella sekilas “Gak enak aja kalau Nayyira nanti ngerasa risih karena Kenzie terus nempel sama dia” jawab Nataka “Flo, kalau Nayyira cerita Kenzie bikin dia gak nyaman kasih tau ya ke gua biar gua juga bisa negur Kenzie”


137 Floella merasa aneh dengan perkataan Nataka karena siapapun bisa menilai bahwa Nayyira tidak masalah bahkan jika orang yang tidak mengenal akan mengira Kenzie adalah Adik Nayyira “Iya nanti coba iseng tanya ke Nay” jawab Flo sekenanya saja lalu meninggalkan Nataka. “Kenzie, gimana? Nyaman gak?” tanya Azriel. Jika diingat, satu hari ini Azriel belum mengajak Kenzie berbincang. “Nyaman, Kak” jawab Kenzie penuh dengan kebahagiaan terpancar dari wajahnya. Azriel tertawa kecil “Panggilnya Abang aja, kan Nata juga panggilnya Abang” “Ah iya Bang” Kini mereka sudah berkumpul dalam satu meja, Nayyira dan Kenzie sering kali tertawa dengan hal yang mereka berdua saja yang tau. Tentu saja ini membuat perhatian sekelilingnya. “Coba jujur, Nay udah kenal Kenzie dari sebelum kesini ya?” selidik Ezra. “Baru kenal tadi siang, Kak” jawab Nayyira tanpa menoleh ke Ezra. “Tapi kok kaya udah akrab banget” celetuk Alina. Entah kenapa setiap Alina membuka mulut, Azriel merasakan ketidak sukaannya “Akrab itu gak ngeliat waktu kali, kalau emang


138 duaduanya nyambung mah” timpal Azriel yang membuat Alina terdiam. Kenzie menyetujui perkataan Azriel “Betul! Lagi juga aku mau orang yang bisa diajak ngobrol apapun” tambah Kenzie. Alina merasa tidak henti-hentinya diserang dan semuanya seakan membela Nayyira. Bahkan Nataka pun tidak berkutik ketika ada yang mencoba untuk menyangkal segala perkataan Alina. “Sehabis makan ini aku mau ngomong sama kamu” bisik Alina yang tidak mendapat respon apapun dari Nataka. Azriel terus melihat senyum dari bibir Nayyira ketika Adiknya itu bersama dengan Kenzie, terlintas dalam fikirannya jika Nayyira kemarin berani terbuka tentang kedekatannya dengan Nataka mungkin yang sedang tertawa bersamanya adalah Nataka. Namun dengan siapapun Nayyira bahagia, bagi Azriel itu pun kebahagiaannya juga. “Naka, aku gak tau ya apa salah ku disini” ucap Alina saat berhasil menarik Nataka menjauh. Nataka yang merasa ocehan Alina membuat menambah masalah bagi dirinya hanya mendengarnya sebagai angin lalu. Merasa tidak didengar, Alina mengarahkan tubuh Nataka mengarah berhadapan “Aku disini tuh mau kenal temen-temen kamu, mau lebih deket sama Adik kamu”


139 “Iya aku tau” tanggap Nataka “Semuanya butuh waktu kalau kamu mau akrab sama mereka” sambungnya meninggalkan Alina. Namun tiba-tiba Alina memeluk Nataka dari belakang “Kamu juga jangan dingin ke aku, kan disini cuma kamu yang bisa aku andelin” Tepat setelah Alina diam, Nataka menangkap pandangannya pada Nayyira yang kini berdiri tidak jauh dari dirinya dan Alina berdiri. Nataka membeku, otaknya tidak bisa berfikir jernih. Sementara Nayyira merasakan sesak di dadanya, lebih sesak ketika melihat Nataka dengan Jasmin. Namun, Kenzie tiba-tiba menyadarkan Nayyira dan menarik tangan Nayyira untuk masuk ke dalam. “Kenapa sih Kakak masih mikirin Abang?” tanya Kenzie yang sengaja menarik tangan Nayyira karena ia pun melihat Alina memeluk Nataka. Nayyira diam, tak tau harus menjawab apa karena dirinya sendiri pun tidak tau apa alasan Nataka masih ada dalam fikiran dan hatinya. “Kak, Abang aja dengan mudahnya udah pindah hati loh” Kenzie melihat Nayyira seperti tidak fokus, arah pandangnya tidak menentu. “Yaudah udah aku tau kok” jawab Nayyira menahan nangisnya “Aku juga gak tau aku harus apa, Ken” Kenzie sebetulnya tidak tega melihat Nayyira ada dalam perasaan yang tak menentu “Lupain Abang, Kak”


140 “Kalau semudah yang kamu omongin, aku udah lupain Kak Nataka” balas Nayyira “Nyatanya justru aku yang malah tersiksa” “Aku yakin, Kakak bakal bisa lupain Abang” gumam Kenzie “Daripada galauin Abang mending lari pagi sama aku yuk besok” ajaknya. Nayyira mengiyakan tanpa fikir panjang “Besok ketemu di depan gerbang aja ya” Berkat Nayyira, Kenzie kini sudah sangat menikmati liburan cuma-cuma ini. Bahkan Kenzie tidak berbicara dengan Nataka dari pertengkaran kecil tadi “Bener ya, Kak” “Bener, kalau gak bener gedor aja pintu kamar ku” canda Nayyira. Kenzie dan Nayyira memutuskan untuk masuk ke dalam kamar masing-masing. Rupanya di dalam kamar Nayyira sudah ada Floella yang sedang berbaring memainkan ponselnya. “Lu gak risih ditempelin terus sama Adeknya Kak Nataka?” tanya Floella to the point mengingat obrolan singkatnya dengan Nataka tadi. “Sama Kenzie? Risih? Engga tuh” jawab Nayyira masuk ke kamar mandi “Justru gua seneng aja gitu si Kenzie jadi nikmatin liburannya, padahal tanpa dia tau ini liburan berantakan gara-gara Abangnya” “Ya bener juga sih” betul dugaan Floella, tidak ada masalah bagi Nayyira jika didekati Kenzie memang fikiran Nataka saja yang


141 berlebihan “Tadi Kak Nataka mandangin lu mulu kalau lagi sama Kenzie” ucapnya sedikit berteriak. Tidak ada tanggapan dari dalam kamar mandi, hanya suara air yang berisik karena Nayyira sedang mencuci muka dan kakinya. “Dari kapan ya Alina jadi pacar Kak Nataka?” tiba-tiba fikiran itu baru terlintas dalam benak Floella “Bukannya Kak Nataka itu sama Jasmin ya?” “Flo” cegah Nayyira agar tidak perlu mengingat masalah Jasmin lagi “Jangan suka gitu, kita kan gak tau Kak Nataka sama si Jasmin hubungannya apa” “Dari cara dia ngebela dan memihak Jasmin mulu aja harusnya kita udah curiga kalau ada hubungan lebih antara mereka” kini Floella mulai seperti Ezra yang mencurigai apapun. Nayyira tidak ingin mengambil pusing “Masalah Kak Nataka ngeliatin gua sama Kenzie, ya biarin aja seenggaknya gua gak peduliin dia sama Alina” bohong lagi. Nayyira bahkan masih merasakan sesak setelah melihat Alina memeluk Nataka di hadapannya. Keesokan paginya Nayyira sudah menunggu Kenzie di tempat yang sudah dijanjikan, baginya masalah dengan Nataka tidak ada pengaruhnya pada Kenzie. Nayyira menganggap Kenzie adalah teman sebayanya, bukan Adik dari Nataka.


142 “Kak Yira, ayo” terlihat Kenzie berlari kecil menghampiri Nayyira “Udah nunggu lama ya?” Nayyira menggeleng “Baru kok” jawabnya sambil menyamakan langkah lari kecil dari Kenzie “Ken, aku boleh nanya gak?” “Apa tuh? Tentang Abang? Gak usah lah, disini kan cuma ada aku sama Kakak jadi gak usah bawa-bawa Abang” tolak Kenzie padahal belum tau apa yang ingin ditanyakan Nayyira. “Bukan! Emang segala hal harus ada nama dia?” “Terus mau nanya apa?” Kenzie jadi penasaran. “Kenapa manggil aku Yira?” tanya Nayyira yang masih membayangkan Nataka saat memanggilnya dengan sebutan yang sama. Kenzie terkikik “Perasaan kemarin udah ditanyain deh” memang Nayyira mempertanyakannya, tapi untuk alasan Nayyira masih belum mengetahuinya “Kan nama Kakak, lagi juga aku pengen beda aja dari yang lain” Nayyira kali ini terkejut, dia ingat betul alasan Nataka memanggilnya dengan sebutan Yira karena ingin berbeda dari Ezra dan Azriel. Kini ia pula mendengar alasan yang sama dari Kenzie. “Gak masalah kan, Kak?” Kenzie mencoba meyakinkan. “Ya engga lah, bebas mau manggil apa aja”


143 Sedang asiknya Kenzie dan Nayyira menikmati suasana pagi yang jarang mereka dapati di lingkungan rumah sambil bersenda gurau membuat mereka semakin merasakan keakraban satu sama lain. “Loh Kenzie lari pagi juga?” suara yang dikenal oleh Nayyira dan Kenzie berasal dari belakang, membuat mereka menoleh. Dugaan mereka betul, Alina sedang bersama dengan Nataka. “Iya, semalem aku ajak Kak Yira buat lari pagi” jawab Kenzie malas, bersamaan dengan Kenzie merasakan bajunya dipegang oleh Nayyira. Karena Kenzie mengerti maksud dari pergerakan Nayyira, dengan cepat Kenzie melepaskan pegangan Nayyira dan beralih dengan memegang lengan Nayyira. Tentu saja membuat Nataka terheran. Pertama, Kenzie memanggil panggilan yang sama dengan dirinya. Kedua, ada maksud apa Kenzie seperti memberikan perlindungan pada Nayyira “Harus sebegitunya?” ucap Nataka tiba-tiba Kenzie menaikkan alisnya “Ada masalah apa emangnya?” Nayyira merasa tidak baik jika berlama-lama berhadapan dengan Nataka dan Alina. Nayyira meminta Kenzie agar segera pergi dari tempat itu untuk melanjutkan perjalanannya. “Bang, gua duluan ya” ucap Kenzie menuruti permintaan Nayyira. Nataka yang tidak ingin bermasalah dengan Kenzie pun menganggukan kepalanya, lagi dan lagi Nataka berfikir untuk kenyamanan Kenzie disini dan kebahagiaan Nayyira yang pernah ia hilangkan.


144 Selfish? Is You “Harus gak sih kita temuin Nayyira sama Nataka sekarang juga?” ucap Ezra yang sedang memakan roti dengan Azriel. Azriel yang hampir melupakan tujuan utamanya pun terdiam sejenak “Gak enak lah sama pacarnya Nata” “Emang si Alina itu siapa sih?” Ezra kembali malas membahas tentang perempuan yang dibawa Nataka. “Alina itu orang yang persis duduk di belakang Nayyira” jawab Floella yang baru saja keluar dari kamar dan tak sengaja mendengar perkataan Ezra. Tentu saja jawaban Floella membuat Azriel dan Ezra membelalakan matanya, bagaimana bisa Nataka berpacaran dengan teman kelas Nayyira selepas mengakhiri kedekatannya dengan Nayyira, bahkan masih ada masalah diantara mereka. “Gila ya si Nata! Kemaren Jasmin temen seangkatan Nayyira, sekarang temen sekelasnya Nayyira juga diembat” Oceh Ezra. Floella terheran “Emang Jasmin pacarnya Kak Nataka?” “Ya gak tau, intinya deket sampe bikin masalah sebegininya” jawab Ezra, namun tiba-tiba terlintas dalam fikirannya “Flo, lu bantuin kita dong” “Bantu apaan?”


145 “Bawa si Alina itu ngejauh dari Nataka sebentar aja gitu” pinta Ezra, menurutnya jika Flo membawa Alina pergi dengan alasan apapun asalkan tidak dengan Nataka maka memudahkan rencana ini. Floella yang tidak tau tentang rencana Azriel dan Ezra menolaknya, Alina memang temannya tapi untuk saat ini Floella butuh menurunkan emosinya. Namun, Ezra meyakinkan Floella dan menjelaskan maksud Ezra meminta tolong kepada Floella “Yaudah ntar gua ajak Alina pergi deh” “Nah Jri bisa nih rencana kita” Selepas lari pagi Nataka sudah menghadang Kenzie dan Nayyira di gerbang, Kenzie diminta untuk ikut dengan Nataka sementara Nayyira yang merasa tidak diperlukan berlalu meninggalkan dua bersaudara itu. Kenzie yang merasa tidak ada hal salah darinya pun mengikuti Nataka. “Lu ada hubungan apa sama Nayyira?” tanya Nataka tanpa basabasi. Kenzie tersenyum miring “Kenapa nanya gitu? Emang Abang ada hubungan apa sama Kak Yira sampe harus tau?” Deg. Nataka berusaha menyembunyikan rasa tertegunnya, mendengar nama yang biasa dia gunakan untuk Nayyira kini ia dengar dari mulut Adiknya sendiri “Yira? Siapa yang nyuruh lu manggil Nayyira dengan sebutan itu?” ucapnya dengan nada sedikit meninggi.


146 “Gak ada yang nyuruh, gua yang mau dan Kak Yira pun ngebolehin” jelas Kenzie yang tidak tau-menau. Nataka mulai terguncang hanya karena Kenzie memanggil nama yang sama dengan dirinya, dari sekian banyak orang yang mengenali Nayyira kenapa harus Kenzie? “Gua gak bertele-tele ya Ken, gua minta jauhin Nayyira” ucap Nataka memandang mata Adiknya. “Dengan alasan?” Kenzie cukup terkejut dan merasa aneh dengan larangan Nataka. Nataka tidak mungkin terang-terangan mengatakan masa lalunya dengan Nayyira pada Kenzie walaupun tanpa sepengetahun Nataka, Kenzie sudah mengetahuinya sedikit “Pokoknya jangan! Seenggaknya jangan terlalu deket dan akrab lah, ada Alina loh yang harusnya lu ajak ngobrol atau sekedar nanya hal biasa” “Ya alasannya apa? Gak ada orang tiba-tiba ngelarang, tiba-tiba nyuruh” Kenzie tidak semudah itu menuruti kata Nataka. Nataka tidak menjawab, kenapa saat-saat seperti ini ia selalu merasa kalah untuk membela diri. “Okey kalau gak tau apa alasannya, jadi gua gak perlu nuruti apa permintaan lu kan Bang?” ucap Kenzie setelah dirasa Nataka tidak ingin membuka mulutnya lagi “Satu lagi, gua gak semudah itu untuk deket sama cewek lu” sambungnya lalu meninggalkan Nataka.


147 Nayyira mencari keberadaan Floella untuk menceritakan kejadian tadi, namun ia melihat Floella tengah bersama dengan Alina. Tanpa fikir panjang Nayyira menghampiri mereka. “Ngomongin apa lu pada?” selidik Nayyira seperti mencurigai karena ia melihat Floella memberikan isyarat pada Alina untuk diam. “Darimana?” tanya Floella mengalihkan pembicaraan. Nayyira pun ikut duduk bersama Floella dan Alina “Lu gak liat ini gua keringetan? Abis lari ni sama Kenzie” Alina hanya melihat Nayyira melalui ujung matanya, dalam diri Alina masih belum bisa menerima karena Kenzie lebih dekat dengan Nayyira yang baru ditemuinya kemarin sedangkan Alina susah untuk dekat dengan Kenzie “Flo, ntar malem ya” ucap Alina langsung meninggalkan Nayyira dan Floella. “Ntar malem kenapa?” tanya Nayyira yang tidak mendengar rencana apapun untuk malam nanti. “Nay, sorry banget ya gua disuruh sama Kak Ezra buat pergi sama Alina” ucap Floella yang membuat Nayyira semakin heran. “Hah? Pergi kemana? Terus gua?” Floella melihat sekeliling memastikan Alina sudah menjauh dari mereka “Kak Ezra suruh gua pergi sama Alina supaya kepisah sama Kak Nataka, biar lu bisa selesaiin masalah kalian berdua” jelas Floella sedikit berbisik.


148 Kini Nayyira faham dan menyetujui rencana Ezra, setidaknya ini yang diinginkan Azriel jadi Nayyira bersedia untuk berbicara empat mata dengan Nataka “Usahain yang jauh perginya” ledek Nayyira sambil tertawa. Secara tiba-tiba Azriel datang “Flo, udah ngomong ke Nayyira?” Floella mengangguk menandakan semuanya sudah hampir sesuai rencana. “Nay, gunain waktu ini sebaik mungkin ya jangan demi Abang tapi demi baliknya kamu sama Nataka kaya dulu lagi” ucap Azriel memegang kepala Nayyira. “Itu Kak Nataka” ucap Floella melihat Nataka yang baru saja masuk ke ruang utama. Azriel pun langsung menghampiri Nataka, meminta Nataka untuk masuk ke dalam kamarnya karena Azriel ingin berbicara dengan Nataka. “Bang, lu masih marah ya karena gua bawa Alina?” tanya tibatiba Nataka tanpa tau maksud Azriel mengajaknya berbicara. Azriel heran dengan pertanyaan Nataka “Apaan sih? Gua gak sebocah itu pikirannya, tujuan gua juga bukan mau ngomongin itu Nat” “Terus ada apa, Bang?”


149 “Sebelumnya lu harus tau, gua ngajak lu jalan kesini karena ada maksud tertentu yang pasti berhubungan sama lu dan Nayyira” Azriel mulai menjelaskan maksud dari perjalanan ini. “Hah? Sorry Bang, sorry banget gua gak tau sumpah gua jadi merusak ya?” potong Nataka. “Bisa kan ya gua ngomong sampe abis dulu?” Azriel harus menyelesaikan pembicaraan ini dengan cepat, ia takut Kenzie atau Alina masuk ke kamar tanpa permisi “Awalnya iya memang gua gak suka sama keputusan lu yang tiba-tiba bawa pacar lu tanpa ngomong ke gua sampe akhirnya gua anggep ini sebagai liburan pendek biasa, tapi Ezra tadi pagi minta ke Flo untuk ajak Alina pergi supaya Alina bisa menjauh dari lu, jadi gua minta kalau lu punya masalah sama Nayyira selesaiin malam ini secara baik-baik ya gua gak mau kalian jadi canggung atau benci satu sama lain” jelas Azriel yang disimak baik oleh Nataka. Dengan tiba-tiba pintu kamar Nataka terketuk lalu terbuka, Alina dengan wajah ceria masuk ke dalam kamar Nataka dan terkejut ada Azriel disana “Loh Kak Azriel?” “Nanti siang makan di luar ya Nat” ucap Azriel yang langsung bangun dari duduknya, tidak mengindahkan ucapan Alina “Ajak ni cewek lu juga” sambungnya melewati Alina. Setelah melihat Azriel pergi menjauh Alina baru mendekati Nataka “Ngapain Kakaknya Nayyira datengin kamu?” “Dia kan temen ku, gak boleh?” tanya Nataka datar “Kamu sendiri ngapain kesini?”


Click to View FlipBook Version