251 "Ra!" Sapa Azhaf. "Ini, buat mu" Sorot mata mereka bertemu dalam momen yang singkat, menciptakan kebahagiaan di tengah keindahan alam Bromo.
252 "H-h-hah?" "K-k-kenapa buat aku ?" Tanya Zikra, dengan wajah kebingungan. Zikra terkejut dan tersenyum dengan penuh kebahagiaan. Kelembutan bunga Edelweiss menggambarkan perasaan Azhaf, yang ingin menyampaikan keindahan perasaannya kepada Zikra. "Gapapa, ambil aja Ra" "Aku suka sama pacarnya malioboro hartigan." "yaa, kamu Ra" Dengan senyuman malu-malu, Azhaf akhirnya berani untuk menyatakan perasaan sebenarnya kepada Zikra. "Zha..." Belum satu kata ia lontarkan Azhaf langsung memotong pembicaraan Zikra kepadanya. "Ambil aja Ra, hehehe." "Simpen yaa, jawabannyamah nanti aja" Ucap Azhaf.
253 Kesempurnaan momen tercipta saat Zikra menerima bunga tersebut dengan senyuman terima kasih. "Makasihh yaa Zhaf" Katanya sambil tersenyum. Momen ini menciptakan memorabilia romantis di antara keindahan alam Gunung Bromo, dan mereka berdua. Waktu itu menjadikan titik puncak perjalanan mereka yang penuh dengan mimpi yang sudah tercapai satu per satu. Dengan bunga Edelweiss sebagai simbol kebahagiaan di tangan Zikra, Azhaf dan Zikra bersamasama menyaksikan keindahan matahari terbit di puncak Bromo. Mereka duduk berdekatan, melihat langit perlahan berubah warna, menciptakan suasana yang romantis dan penuh makna. Tak ada kata-kata yang diucapkan, tetapi mata mereka saling bertemu dan senyuman berbicara banyak. Keajaiban alam yang mereka saksikan menjadi latar belakang untuk momen berharga ini. Azhaf merasa bahagia dan bersyukur bisa berbagi momen yang indah ini bersama Zikra. Mereka berdua merajut kenangan yang tak akan terlupakan di
254 puncak Bromo, bersama matahari yang perlahan muncul dan menyinari awal cerita mereka.
255 “Tetapi, perasaanku, tetap saja, kepadamu. Hari baik yang dulu. Sudah baik padaku. Terimakasih, Aku suka, padamu.” -Voor Dilan#II: Itu Akan Selalu
256 11 Midnight Malioboro, With You Setelah melewati hari pertama dan kedua studi tour yang penuh petualangan, Azhaf dan temantemannya merasa seperti telah menjalani setengah pengalaman yang luar biasa. Dari perjalanan bus yang riuh, hingga keindahan sunrise di Bromo, setiap momen yang sudah di lewatkan telah meninggalkan kesan mendalam dalam perjalanan mereka semua. Pagi tadi Azhaf sudah sampai di kota istimewa indonesia, dirinya sudah melangkahkan kakinya di atas kota Yogyakarta. Azhaf merasa bahagia di saat ini, inilah pengujung acara yang akan memunculkan rasa rindu
257 yang berat baginya. Mimpi Azhaf bentar lagi akan terwujud di depan matanya. Menurutnya, Yogyakarta setara dengan ke indahnya kota Bandung. Sore hari melangkah tenang di Yogyakarta, sementara matahari perlahan tenggelam dan memberikan warna oranye ke arah langit. Perjalanan menuju Malioboro dan pusat kota, menjadi semakin ramai dengan aktivitas warga dan wisatawan yang bersiap-siap menjelang malam. Lampu-lampu jalan mulai menyala, menciptakan atmosfer romantis dan penuh kehidupan di sepanjang trotoar. Warung kaki lima dan pedagang kaki lima mulai buka, menawarkan aneka kuliner lezat dan oleh-oleh khas Jogja. Di tengah-tengah keramaian, seni jalanan seperti musik jalanan dan penjual lampion turut memeriahkan suasana. Keindahan bangunan-bangunan bersejarah yang terang benderang di Yogyakarta, semakin menonjol ketika malam mulai menjelang. Di saat itu, Azhaf masih duduk di bangku depan bersama Bu Petti, merasakan kehangatan kota tersebut, siap mengeksplor lebih lanjut keajaiban Yogyakarta di malam hari.
258 "Zhaf," Ucap Bu Petti. "Setiap perjalanan di Malang hingga Malioboro, jangan sampai terlewat chapter bareng dia di sana. Masukin semua ke novel mu nantinya, semua itu berharga pada akhirnya." Sorot mata Azhaf terlihat sangat senang, binar mata kebahagiaannya mulai terlihat di waktu itu. "Siap, Bu" Jawab Azhaf dengan antusias. "Oh iyaa, saya duduk di bangku belakang dulu yaa bu." Tanpa jawaban dari Bu Petti, ia langsung beranjak dari kursi depan, ia melangkahkan kakinya ke arah kursi miliknya. Di saat itu kursi belakang sangat sepi, hanya ada beberapa temannya yang sedang mengobrol dengan suasana tenang. Dengan duduk di kursi yang nyaman, dia merasa ingin merenung dan menikmati momen sendirian. Azhaf lalu mengambil headsetnya, dan mulai memutar salah satu lagu dengan penuh antusiasme, untuk menemani kesendirian senjanya. Dirinya
259 mendengarkan salah satu lagu yang sangat berkesan, dengan berjudul Sesuatu Di Jogja. Lagu-lagu yang dipilihnya membawa atmosfer Jogja langsung ke telinga dan hatinya. Ia meresapi setiap melodi, terbawa dalam suasana yang khas dari lagu-lagu tersebut. Dengan mata tertutup, Azhaf merenung tentang petualangan seru yang telah mereka lalui di Malioboro nantinya. Saat Azhaf masih mendengarkan music syahdu yang ada di dalam pikirannya, dirinya mendapatkan sebuah nontifikasi dari Zikra. Azhaf pun tak segansegan untuk melambaikan tangannya di saat itu. "Walah pacaran ini mah mal" Belum berapa lama Azhaf melambaikan tangan, dari belakang dirinya di teriaki oleh Irsyad dan temantemannya. "SUHAAHHAHA, CANTIK BANGET CAD" Selang berapa menit dirinya melihat paras wajah Zikra. Akhirnya ia menutup gorden dekat kursinya. Azhaf terlihat kegirangan di saat itu, dirinya tak tahan lagi untuk melompatkan diri ke arah bawah lantai bis. Teman-temannya melihat Azhaf dengan kebingungan di saat itu.
260
261 "Goblok, goblok." Ucap Ikmal. Perjalanan berlanjut, dan senja pun perlahan memudar menjadi malam. Azhaf merenung sejenak, mengamati perubahan suasana dari senja yang indah menjadi kegelapan malam. Lampu-lampu di sepanjang jalan kota semakin bersinar, menciptakan panorama yang memesona. Dalam perjalanan ini, Azhaf merasa berada di antara dua dunia, di mana siang dan malam saling berjalan bersama. Meskipun senja telah berlalu, keindahan malam Yogyakarta membawa pesona baru yang menunggu untuk dijelajahi. Dengan perasaan campur aduk, Azhaf menyambut setiap momen yang tercipta dalam perjalanan malamnya di kota istimewa ini. Akhirnya bis pun berhenti di dekat Malioboro, memulai perjalanan malam yang penuh kebahagiaan. Azhaf dan teman-temannya turun dari bus dengan semangat, siap melanjutkan eksplorasi mereka di jantung kota Yogyakarta yang begitu hidup.
262 "Jalan-jalannya sampai jam 10 aja yaa" Teriak bang Faris yang sedang memberikan informasi. Dengan langkah-langkah yang penuh antusiasme, mereka mulai menyusuri Malioboro yang kini semakin ramai dan penuh warna di malam hari. Lampu-lampu yang menerangi toko-toko dan pedagang kaki lima menciptakan suasana yang magis dan mengundang untuk menjelajahi lebih lanjut. Saat dirinya sedang berjalan di tengah keramaian Malioboro, samar-samar dirinya melihat Zikra yang sedang berfoto di depan plang jalan Malioboro. Azhaf merasa sangat senang di saat itu, dirinya memahami sekali bahwa Zikra mempunyai mimpi yang akhirnya terwujud di malam ini. Dirinya berencana ingin menghampiri Zikra. Tetapi, tiba-tiba Azhaf merasa tepukan lembut di pundaknya. Ia berbalik dan melihat salah satu temannya yang tersenyum ramah di depan matanya. "Zhaf, ngeliat Zikra terus" "Dari jauh lagi" Ucap Arul sambil tertawa. "Hehehe, dia cantik Rul dari jauh." Jawab Azhaf, dengan matanya yang masih mengarah ke Zikra.
263 "Yo lah, jalan bareng aja kita. Jelajah semua jalan di sini." Ajak Arul dengan antusias. "Kayanya gue jalan sama Zikra deh Rul. Maaf yaa." Sontak Azhaf mengambil keputusan untuk tidak mengikuti Arul. Azhaf yang tadinya hanya berdiam di arah kejauhan, mulai melangkahkan kakinya ke arah Zikra. Di malam itu, suasana sejuk sangat terasa di dalam diri Azhaf, ia merasa sangat bahagia karena sudah menginjakan kakinya ke jalan yang sangat istimewa di matanya. Akhirnya Azhaf memberhentikan dirinya di depan hadapan Zikra. Sorot mata Azhaf dan Zikra bertemu di tengah hiruk-pikuk Malioboro yang cerah. Dalam momen waktu itu, dunia di sekitar mereka tampak redup, seakan hanya ada mereka berdua. Senyuman terlihat di wajah mereka, menjadi ungkapan rasa senang dan keceriaan yang tak terucapkan. Sorot mata yang penuh makna itu menciptakan ikatan yang semakin dalam di antara mereka dalam perjalanan studi tour yang penuh petualangan.
264
265 "Hai," Sapa Azhaf. "Udah foto sama pacarmu nih ceritanya" "Hehe, iyaa Zhaf" "Seneng, seneng, seneng banget aku" Zikra mengatakannya dengan terharu, dirinya terlihat mendapatkan puncak kebahagiaan di malam itu. Azhaf merasakan hal yang sama seperti Zikra. Dirinya memahami bahwa seorang yang baru saja mendapatkan hal yang selalu di inginkan oleh seseorang, seketika dapat terwujud di depan matanya. "Ra, jalan-jalan nelusurin malioboro yu. Kamu mau kah?" Dirinya terbawa suasana di saat itu, Azhaf tidak memikirkan lebih lanjut untuk mengajak Zikra secara tiba-tiba di saat itu.
266 "M-mau, ayoo." Zikra terkejut ketika mendengarkan ajakan Azhaf. Tetapi, dirinya menerima ajakan dari Azhaf dan mulai tersenyum seketika. Azhaf yang mendengarkan ajakannya di terima oleh Zikra, seluruh badannya seketika berhenti di saat itu. Malioboro terasa sangat indah dengan adanya Zikra di sampingnya, wajah Azhaf terlihat sangat bahagia. "Ayoo dong Zhaf, katanya mau jalan bareng" Teriak kesal Zikra. Azhaf yang masih diam saja di tempat itu, dirinya di teriaki oleh Zikra yang sudah berjalan berap meter darinya. Malam itu mereka berdua melanjutkan perjalanan malam mereka di sepanjang Malioboro. Mereka berdua menyusuri toko-toko yang menjual berbagai barang unik, mencicipi kuliner khas, dan menikmati pertunjukan seni jalanan yang memeriahkan suasana malam di kota istimewa ini. Dalam setiap langkah, Azhaf dan Zikra saling berbagi tawa dan cerita, menciptakan kenangan yang lebih dalam dalam perjalanan malam mereka. Jalanjalan yang diterangi lampu-lampu kota menciptakan
267 suasana yang hangat, memberikan ruang untuk hubungan mereka berkembang dalam momen yang indah di Malioboro. Azhaf berhenti di tengah keramaian Malioboro ketika matanya tertuju pada seorang pedagang kaki lima yang menjajakan boneka alien yang unik. Dengan antusiasme, ia mendekati pedagang tersebut, tertarik dengan berbagai warna-warni dan bentuk boneka yang terpajang di meja. "RA, ADA BONEKA KESUKAAN MU" Teriak Azhaf kegirangan. "Manaa Zhaf" "EH, IYA." "ADA ALIEN, AAAAA" Di saat itu Wajah Zikra menggambarkan seorang anak kecil yang kegirangan ketika melihat bonea alien. Tanpa pikir panjang, mereka berdua berlari menuju penjual boneka itu. Dengan senyum, Azhaf bertanya kepada pedagang tentang cerita di balik boneka-boneka alien tersebut. Pedagang itu dengan senang hati bercerita,
268 menjelaskan bagaimana ia menciptakan setiap boneka dengan tangan sendiri. Azhaf pun merasa terpikat oleh keunikan dan kreativitas pedagang kaki lima ini di tengah hiruk-pikuk Malioboro yang sibuk. Dengan senyuman, Azhaf memutuskan untuk membeli satu boneka alien yang unik dari pedagang kaki lima untuk Zikra. Ia berharap boneka tersebut bisa menjadi suvenir kecil yang spesial dan mengingatkan Zikra pada momen yang menyenangkan di Malioboro. "ZHAF, MAKASIHH" Ucap Zikra, dengan dirinya yang masih bersemangat di malam itu. Pedagang dengan senang hati membungkus boneka alien itu, dan Azhaf melanjutkan perjalanannya dengan senang hati membawa hadiah kecil tersebut. Rasa bahagia dan keceriaan dalam memberikan suvenir di tengah perjalanan studi tour semakin mengisi hari mereka di kota istimewa Jogja. "Ra, duduk di situ yu" "Cape, kita ngobrolnya duduk aja" Ajak Azhaf, di saat itu dirinya sangat kelelahan karena kakinya terus menerus melangkah.
269 Tanpa jawaban dari Zikra, mereka berdua akhirnya duduk di tengah ramainya Malioboro. Beruntung bagi mereka berdua bisa menduduki kursi yang berdekatan dengan plang malioboro. Di saat itu Zikra sangat menikmati kesejukan malam dan hiruk-pikuk kehidupan di sekitar mereka. Dengan boneka alien yang dibeli oleh Azhaf diletakkan di pangkuannya, mereka berdua saling bertatap tatapan mata tanpa adanya satu katapun yang keluar dari mulut mereka. Walaupun begitu, mereka tetap menciptakan momen kebersamaan yang indah di kota istimewa Yogyakarta. Suara-suara jalanan, lampu-lampu kota yang bersinar, dan keramaian malam memberikan latar yang sempurna untuk memulai percakapan santai mereka. "Raa" Ucap serius Azhaf. "Iyaa, kenapa Zhaf" Sorot mata mereka bertemu di saat itu, menimbulkan moment keindahan di keramaian orang. Dengan hati yang berdebar, Azhaf memutuskan untuk bertanya tentang perasaannya lagi kepada Zikra, di belakang kursi belakang plang
270 Malioboro yang mereka duduki bersama. Dengan lembut, ia mengungkapkan pertanyaannya lagi. "Aku masih bingung, apa jawaban mu yang kemaren." "Aku kayanya bener-bener suka sama kamu, "Apakah kamu sudah ada jawaban?" Sorot mata Azhaf penuh harap, menunggu dengan antusias jawaban dari Zikra. "Zhaf, ak........" Zikra, dengan senyuman malumalu, memberikan jawabannya dengan terbata-bata "Iyaaaa, aku paham." "Gapapa Ra, cukup kamu udah ada di dunia, sudah membuat aku bahagia ko." Kata terakhir yang Azhaf ucapkan untuk Zikra. Suasana di kursi belakang plang Malioboro penuh dengan kelegaan dan kebahagiaan. Azhaf dan Zikra merasakan momen yang indah, dan perasaan mereka satu sama lain semakin menguatkan ikatan di antara mereka .
271
272
273
274