i RENCANA PENGELOLAAN JANGKA PANJANG (RPJP) TAHUN 2020-2039 KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS (KHDTK) HUTAN DIKLAT PONDOK BULUH Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM BALAI DIKLAT LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN PEMATANGSIANTAR 2019
PETA SITUASI KHDTK HUTAN DIKLAT PONDOK BULU
iii UH
1 RINGKASAN EKSEKUTIF Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BDLHK) Pematangsiantar mendapat kewenangan untuk mengelola Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus berdasarkan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: 1030/Menhut-VII/KUH/2015 Tanggal 20 April 2015 tentang Kawasan Hutan Produksi Tetap dan Hutan Lindung, ditetapkan sebagai Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Hutan Diklat Pondok Buluh seluas 1.272,70 Ha. Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh harus didesain sebagai hasil konstruksi sosial agar mampu memberikan manfaat ekologi, ekonomi, sosial dan budaya serta menjamin legitimasi keberadaannya secara jangka panjang. Dalam pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Selain pemangku kawasan, keterlibatan pihak-pihak lain dalam perencanaan pengelolaan partisipatif yang berorientasi pada upaya mewujudkan pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh merupakan keharusan. Guna mewujudkan pengelolaan yang baik maka diperlukan Rencana Pengelolaan yang baik. Tujuan dari penyusunan Rencana Pengelolaan Dua Puluh Tahun KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh adalah termanfaatkannya KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh sebagai instrumen pembelajaran kediklatan sesuai kelompok kompetensi dan kebutuhan pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan serta sebagai dasar pencapaian kinerja Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pematangsiantar. Data Kegiatan Penyusunan Rencana Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh bersumber dari data primer dan data sekunder. Data primer ini diperoleh dengan melakukan pengambilan data secara langsung di lapangan baik untuk kegiatan pengambilan data potensi satwa dan
2 tumbuhan maupun pengambilan data sosial-ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan. Pengambilan data primer dilakukan secara langsung di lapangan, untuk pengambilan data flora dan fauna metode yang digunakan adalah stratified systematic sampling with random start. Selain data lapangan, sumber data primer yang digunakan dalam penyusunan Rencana Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh juga diperoleh dari kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan dialog multipihak. Pengumpulan data dan informasi dilakukan melalui pemeriksaan dan analisis data dan informasi yang menggunakan data sekunder, baik berupa dokumen-dokumen internal/eksternal pengelola Hutan Diklat, peraturan perundang-undangan yang terkait pengelolaan KHDTK, laporan, data statistik, studi pustaka, peta-peta dan sebagainya. Data dan informasi yang dikumpulkan diantaranya meliputi profil desa sekitar hutan, sehingga diperoleh data sosial budaya masyarakat sekitar hutan, seperti jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin, jumlah penduduk berdasarkan kelompok umur, mata pencarian masyarakat sekitar hutan diklat, serta tekanan penduduk agraris. Berdasarkan hasil analisis ditemui 67 jenis vegetasi yang terdapat di seluruh plot sampling, yang terdiri dari 44 jenis tingkat pohon, 25 jenis untuk tingkat tiang, 25 jenis untuk tingkat pancang dan 30 jenis untuk tingkat semai. Dari hasil analisis diperoleh bahwa vegetasi yang mendominasi di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh adalah Medang.Jenis fauna yang terdapat di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh berdasarkan dari hasil pengamatan di lapangan pada waktu dilakukan kegiatan inventarisasi maupun kegiatan dalam pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh dan informasi masyarakat setempat yang berdasarkan suara, jejak maupun kotoran ditemukan jenis-jenis binatang diantaranya Rusa, Harimau Tutul, Harimau Sumatera, Babi Hutan, Kijang, Beruang,
3 Kera, Siamang, Kancil, Kambing Hutan, Ular, Biawak, Kadal, Lipan, ikan jurung (ihan batak) dan beberapa jenis burung. Analisis SWOT dilakukan melalui identifikasi dan diskusi faktorfaktor internal dan eksternal yang mempengaruhi serta perlu dipertimbangkan dalam rangka mewujudkan sasaran pengelolaan hutan diklat selama kurun waktu 20 (dua puluh) tahun ke depan. Dari hasil Analisis SWOT Penyusunan Rencana Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh tersebut, dihasilkan beberapa strategi dengan menggabungkan kekuatan (S) dan Peluang (O). Strategi SO meliputi : 1. Optimalisasi pemanfaatan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh sebagai sarana diklat dengan melibatkan multipihak. 2. Optimalisasi pemanfaatan potensi keanekaragaman hayati KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh sebagai alternatif ekowisata dan pemanfaatan jasa lingkungan dalam mendukung pengembangan Danau Toba 3. Optimalisasi peran masyarakat dan stakeholder lainnya dalam pengamanan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh diimplementasikan kedalam kesatuan pengelolaan hutan terkecil sesuai fungsinya. Berkaitan dengan unit pengelolaan ini, KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluhakan dibagi menjadi petak pengelolaan terkecil yang disesuaikan dengan kondisi riil kawasan. Pembagian petak tidak selamanya mempunyai luasan yang sama serta tidak akan mengelompok menjadi satu. Untuk mempermudah pengelolaan jangka panjang 2020-2039 pembagian petak di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh menjadi 26 petak. Visi Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pematangsiantar adalah “Terwujudnya Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh sebagai laboratorium alam
4 pendidikan dan pelatihan terbaik di Indonesia secara lestari dengan melibatkan multipihak “. Untuk mewujudkan visi di atas, maka dirumuskan misi pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh adalah : 1. Mewujudkan penataan potensi KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh sebagai show window pengelolaan hutan lestari; 2. Mengembangkan potensi kawasan untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan lingkungan hidup dan kehutanan secara professional; 3. Meningkatkan kerjasama kemitraan dengan berbagai pihak dalam rangka optimalisasi pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh; 4. Melestarikan keanekaragaman hayati melalui implementasi praktik pengelolaan hutan dalam mendukung pengembangan ekowisata; 5. Meningkatkan patroli dan pengamanan di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh sebagai upaya menjaga kelestarian hutan.
5 KATA PENGANTAR Penyusunan Rencana Pengelolaan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2020-2039 merupakan kegiatan Pengelolaan yang memuat beragam data dan informasi guna pelaksanaan kegiatan dua puluh tahun ke depan, dan diharapkan penyusunan Rencana Pengelolaan Kawasan Hutan Diklat Pondok Buluh (RP KHDTK) dapat digunakan sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan pengelolaan KHDTK HDPB selama dua puluh tahun kedepan. Tersusunnya Rencana Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh merupakan kerjasama Tim Penyusun yang terdiri dari Widyaiswara BDLHK Pematangsiantar dan Pengelola KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh yang diketuai oleh Kepala Seksi Sarana Evaluasi Diklat. RP KHDTK Tahun 2020-2039 menguraikan beberapa hal, antara lain; pendahuluan, deskripsi kawasan, visi dan misi pengelolaan hutan, metode pengumpulan dan analisis data, analisis dan proyeksi, kelembagaan, pembinaan pengawasan dan pengendalian, evaluasi dan pelaporan serta penutup. Kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan rencana pengelolaan ini kami ucapkan terimakasih. Kepala BDLHK Pematangsiantar, Manahan Simangunsong, S. Hut.T, M.Sc NIP. 19750520 199403 1 001
6 DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN............................................................... ii PETA SITUASI KHDTK HUTAN DIKLAT PONDOK BULUH................. iii RINGKASAN EKSEKUTIF ............................................................. 1 KATA PENGANTAR..................................................................... 5 DAFTAR ISI............................................................................... 6 DAFTARTABEL........................................................................... 9 DAFTAR GAMBAR....................................................................... 11 DAFTAR TERLAMPIR.................................................................. 12 BAB I. PENDAHULUAN................................................................ 13 A. Latar Belakang ................................................................. 13 B. Tujuan ............................................................................ 15 C. Sasaran ........................................................................... 16 D. Ruang Lingkup ................................................................. 17 E. Batasan Pengertian ........................................................... 17 BAB II. DESKRIPSI KAWASAN ..................................................... 21 A. Risalah Wilayah KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh .............. 21 B. Sejarah KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh.......................... 25 C. Potensi Wilayah KHDTK..................................................... 27 C.1. Topografi dan Iklim.................................................... 27 C.2. Potensi Flora Fauna ................................................... 29 C.3. Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK).................................. 32 C.4. Jasa Lingkungan........................................................ 32 C.5. Kondisi Sarana Prasarana ........................................... 34 D. Sosial Budaya Masyarakat Sekitar KHDTK.........................38 E. Kondisi posisi KHDTK dalam perspektif tata ruang wilayah dan pembangunan daerah ................................................. 47 F. Isu Strategis, kendala dan permasalahan............................. 48 BAB III. VISI DAN MISI PENGELOLAAN HUTAN............................. 50
7 A. Visi ................................................................................. 50 B. Misi................................................................................. 50 BAB IV. METODE PENGUMPULAN DAN ANALISIS DATA................. 54 A. SURVEY LAPANGAN.......................................................... 54 A.1 Flora dan Fauna ......................................................... 55 A.2 Sosial Ekonomi Masyarakat .......................................... 59 A.3. Persepsi Masyarakat Terhadap Keberadaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh......................................... 62 A.4. Peran multipihak (stakeholder) dalam pengelolaan kolaboratif ............................................................64 B. DESK STUDY.................................................................... 66 C. Analisis data SWOT (Strenghts, Weaknesses, Opportunities, Threaths)......................................................................... 68 BAB. V. ANALISIS DAN PROYEKSI................................................ 70 A. Analisis Data dan Proyeksi Kondisi KHDTK........................... 70 A.1. Analisis Vegetasi........................................................ 70 A.2. Fauna....................................................................... 75 A.3 Persepsi Masyarakat Sekitar KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh........................................................... 75 A.4 Hasil Analisis SWOT .................................................... 81 B. Strategi Pengelolaan dan Pengembangan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh.......................................................... 90 C. Perencanaan Program dan Kegiatan Diklat LHK yang akan dilakukan di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh.................... 92 D. Jenis dan Tahapan Kegiatan untuk Menunjang Program yang Dilakukan KHDTK ............................................................. 107 E. Penataan Blok dan Petak Sesuai Arah Program dan Kegiatan Pokok Diklat Kehutanan..................................................... 113 F. Rencana Pemanfaatan Hutan dan Pembangunan Sarana Prasarana ........................................................................ 113 F.1 Rencana Pemanfaatan Hutan untuk Menunjang Pengelolaan KHDTK .................................................. 113
8 F.2 Rencana Pembangunan Sarana dan Prasarana KHDTK .... 117 G. Arah Pembiayaan.............................................................. 122 H. Sumber Pembiayaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh ....... 137 BAB. VI KELEMBAGAAN.............................................................. 138 A. Struktur Organisasi ........................................................... 138 B. Sumber Daya Manusia....................................................... 140 B.1. Jumlah dan Jenis SDM Pengelola KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh........................................................... 140 B.2. Kompetensi SDM Pengelola KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh ...................................................................... 140 C. Penguatan Kelembagaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh. 141 BAB VII. PEMBINAAN, PENGAWASAN, DAN PENGENDALIAN.......... 144 BAB VIII. EVALUASI DAN PELAPORAN.......................................... 145 BAB IX. PENUTUP ................................................................... 147 DAFTAR PUSTAKA...................................................................... 148
9 DAFTARTABEL Tabel 1. Blok dan Petak yang terdapat di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh............................................................. 22 Tabel 2. Luas Kabupaten Simalungun menurut Ketinggian (Ha).... 28 Tabel 3. Data Curah Hujan dan Suhu Rata-Rata Kabupaten Simalungun................................................................ 29 Tabel 4. Jenis Burung yang terdapat di KHDTK HUtan Diklat Pondok Buluh............................................................. 30 Tabel 5. Potensi Obyek Wisata di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh ........................................................................ 32 Tabel 6. Data Luas Wilayah, Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk .................................................................. 38 Tabel 7. Batas Administrasi Kecamatan...................................... 40 Tabel 8. Desa di sekitar KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh.......... 41 Tabel 9. Penduduk menurut jenis kelamin Desa Pondok Buluh...... 41 Tabel 10. Penduduk menurut jenis kelamin Desa Selamat Tahun 2017 ......................................................................... 42 Tabel 11. Jumlah penduduk menurut jenis kelamin Desa Dolok Parmonangan............................................................. 42 Tabel 12. Daftar jumlah populasi yang dijadikan sampel penelitian untuk kuesioner.......................................................... 63 Tabel 13. Skala Likert persepsi masyarakat terhadap fungsi hutan KHDTK Pondok Buluh.................................................. 64 Tabel 14. Model Matriks SWOT................................................... 69 Tabel 15. Indeks Nilai Penting Tingkat Pohon, Tiang, Pancang dan Semai di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh .................. 70
10 Tabel 16. Spesies aves yang ditemukan di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh............................................................ 75 Tabel 17. Frekuensi responden berdasarkan tingkat persepsi masyarakat sekitar hutan terhadap KHDTK Pondok Buluh 75 Tabel 18. Hubungan antara Tingkat Umur dengan Tingkat Persepsi Masyarakat Sekitar Hutan Terhadap KHDTK Pondok Buluh ........................................................................ 78 Tabel 19. Hubungan antara Tingkat Pendidikan dengan Tingkat Persepsi Masyarakat Sekitar Hutan Terhadap KHDTK Pondok Buluh............................................................. 79 Tabel 20. Skoring dan Pembobotan Faktor Kekuatan..................... 84 Tabel 21. Skoring dan Pembobotan Faktor Kelemahan .................. 85 Tabel 22. Skoring dan Pembobotan Faktor Peluang....................... 86 Tabel 23. Skoring dan Pembobotan Faktor Ancaman..................... 87 Tabel 24. Analisis SWOT............................................................ 89 Tabel 25. Rencana Program dan Kegiatan Kediklatan LHK yang akan Dikembangkan.................................................... 93 Tabel 26. Jenis dan Tahapan Kegiatan yang akan Dilaksanakan ..... 108 Tabel 27. Arah Pembiayaan Rencana Pengelolaan KHDTK HDPB 2020-2039................................................................. 122 Tabel 28. Kondisi Pegawai Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pematangsiantar Berdasarkan Pendidikan Pada Tahun 2019 ....................................................... 140
11 DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Pembagian Blok dan Petak, serta Batas-Batas KHDTK HDPB ...................................................................... 23 Gambar 2. Panjang Jalan di KHDTK HDPB ................................... 24 Gambar 3. Luas Tutupan Lahan Berupa Hutan di KHDTK HDPB...... 25 Gambar 4. Luas Tutupan Lahan Non-Hutan di KHDTK HDPB.......... 25 Gambar 5. Tahapan Pencapaian (Milestones) Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh......................................... 51 Gambar 6. Peta Kerja Inventarisasi Potensi KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh........................................................... 54 Gambar 7. Desain sampling wilayah............................................ 56 Gambar 8. (a) Desain klaster berbentuk persegi ukuran 100 m x 100 m untuk hutan lahan kering, sedangkan ukuran 50 m x 50 m untuk hutan rawa dan mangrove; (b) Desain Plot Sampling........................................................... 58 Gambar 9. Struktur Organisasi Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BDLHK) Pematangsiantar ......................... 139
12 DAFTAR TERLAMPIR 1. Wilayah KPH 2. Peta Administrasi Wilayah 3. Peta Daerah Aliran Sungai 4. Peta Geologi 5. Peta Iklim 6. Peta Lereng 7. Peta Potensi Flora 8. Peta Tutupan Lahan 9. Peta Tanah 10.Peta Pembagian Petak 11.Peta Potensi Wisata 12.Peta Kesesuaian KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh dengan RTRW Simalungun 13.Peta Kerja 14.Peta Kerja Klaster 1 15.Peta Kerja Klaster 2 16.Peta Kerja Klaster 3
13 BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Balai Diklat Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Pematangsiantar memiliki Hutan Diklat seluas 1.272,70 Ha. Secara administratif pemerintahan Hutan Diklat Pondok Buluh terletak di Desa Pondok Buluh, Desa Siatasan dan Desa Dolok Parmonangan, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, Propinsi Sumatera Utara. Hutan Diklat Pondok Buluh pada awalnya ditetapkan sebagai Hutan pendidikan dan pelatihan melalui Surat Keputusan Dirjen Kehutanan Nomor 34/Kpts/DJ/I/1993 tanggal 8 Pebruari 1983 seluas 800 Ha. Pada tahun 1998 terdapat penambahan areal hutan pendidikan seluas 300 Ha berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 398/Kpts-II/1988 tanggal 4 Agustus 1988. Kegiatan rekonstruksi batas telah dilakukan beberapa kali, diantaranya pada tahun 1998 oleh Sub BIPHUT Pematangsiantar sepanjang 22 Km dengan jumlah pal sebanyak 220 buah. Kemudian pada tahun 2003 dilakukan kembali rekonstruksi batas sepanjang 12,055 Km dengan jumlah pal batas sebanyak 120 buah dengan luas 295,40 Ha sesuai dengan Berita Acara Tata Batas Kawasan Hutan Pendidikan dan Pelatihan Pondok Buluh pada kelompok Hutan Sibatuloteng Reg. 2/SM pada tanggal 17 Nopember 2003. Rekontruksi batas yang terakhir dilakukan pada tahun 2015. Pada tahun 2015 hutan diklat Pondok Buluh ditetapkan sebagai Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus melalui Surat Keputusan Nomor SK.1030/Menhut-VII/KUH/2015 tanggal 20 April 2020 tentang penetapan kawasan hutan produksi tetap dan kawasan hutan lindung sebagai kawasan hutan dengan tujuan khusus hutan Pendidikan dan Pelatihan Pondok Buluh seluas 1.272,70 Hektar. Pasal 8 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan menyebutkan bahwa pemerintah dapat menetapkan kawasan hutan
14 tertentu untuk tujuan khusus untuk penelitian dan pengembangan, pendidikan dan latihan, religi dan budaya dengan tidak mengubah fungsi pokok kawasan hutan berupa hutan konservasi, hutan lindung, atau hutan produksi. Hal ini diatur lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2010 Tentang Penelitian dan Pengembangan serta Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan, Pasal 55 ayat 2 menyatakan bahwa lembaga diklat kehutanan dapat menggunakan kawasan hutan dengan tujuan khusus untuk keperluan diklat kehutanan setelah ditetapkan oleh Menteri. Adapun dalam pengelolaan KHDTK Hutan Diklat menurut Pasal 58 pada peraturan pemerintah di atas dapat bekerja sama dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, dunia usaha, ataupun masyarakat. Sesuai dengan PP Nomor 12 tahun 2010, Pasal 57 yang menyebutkan bahwa Kawasan hutan dengan tujuan khusus dikelola oleh lembaga diklat kehutanan berdasarkan rencana pengelolaan hutan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, maka pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh didasarkan atas perencanaan yang terpadu dan memperhatikan kekhasan serta aspirasi daerah termasuk kearifan tradisional agar mampu memberikan pedoman dan arah guna menjamin tercapainya tujuan yang ditetapkan. Untuk itu dibutuhkan suatu sistem perencanaan yang dijalankan berdasarkan proses partisipasi publik yang berkesinambungan, agar tujuan pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh dapat dicapai. Sebagai KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh mengemban peran utama untuk peningkatan kualitas sumberdaya manusia lingkungan hidup dan kehutanan. Namun demikian dalam pengelolaannya tidak terlepas dari peran dan kepentingan para pihak (stakeholders). Oleh karena itu perlu dipikirkan suatu kerangka konseptual pengelolaan hutan diklat yang
15 holistik sehingga dapat memberikan manfaat sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan yang optimal bagi para pihak. Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh harus didesain sebagai hasil konstruksi sosial agar mampu memberikan manfaat ekologi, ekonomi, sosial dan budaya serta menjamin legitimasi keberadaannya secara jangka panjang. Dalam konteks ini, perencanaan pengelolaan partisipatif yang berorientasi pada upaya mewujudkan pengelolaan kolaboratif KHTDTK Hutan Diklat Pondok Buluh merupakan keharusan. Realitas objektif KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh sekarang menuntut upaya yang lebih besar, demokratis, transparan dan bertanggung-gugat (accountable) sejalan dengan upaya mewujudkan tata kelola kepemerintahan yang baik (good governance). Rencana pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh periode 2020-2039 disusun sebagai dasar dalam penyusunan rencana yang lebih operasional dan sebagai landasan bagi para pemangku kepentingan dalam menyusun program pengelolaan sesuai kewenangan, peran, dan kepentingan. B. Tujuan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh merupakan suatu sistem pengelolaan kawasan hutan yang bersifat menyeluruh dan terpadu guna meningkatkan pemanfaatan kawasan untuk kepentingan diklat. Penataan pengelolaan KHDTK Hutan Diklat secara terpadu dan menyeluruh tersebut harus memadukan berbagai aspek-aspek yang mempengaruhinya, sehingga optimalisasi pengelolaannya dapat tercapai sesuai dengan yang telah direncanakan. Tujuan dari pengelolaan diarahkan untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan KHDTK Hutan Diklat dan mengoptimalkan penggunaan site/tapak sesuai dengan peruntukan dan pemanfaatannya. Tujuan dari
16 pengelolaan Hutan Diklat Pondok Buluh adalah memberikan arahan dan acuan : 1. Pengelolaan sebagai laboratorium lapangan diklat lingkungan hidup dan kehutanan dalam rangka mewujudkan peningkatan kualitas sumber daya manusia lingkungan hidup dan kehutanan . 2. Untuk menjamin terlaksananya optimalisasi pemanfaatan untuk penelitian dan pengembangan kehutanan guna peningkatan pengurusan hutan dan peningkatan nilai tambah hutan dan hasil hutan. 3. Untuk pemanfaatan lainnya seperti untuk wisata minat khusus (edutourism), sarana penyuluhan, pemanfaatan jasa lingkungan, pemanfaatan HHBK, dan pemberdayaan masyarakat sekitar KHDTK. 4. Untuk meningkatkan kerjasama antar pihak dalam mewujudkan pengelolaan hutan secara lestari. C. Sasaran Sasaran penyusunan Rencana Pengelolaan Dua Puluh Tahun KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh adalah: 1. Tersedianya laboratorium lapangan diklat lingkungan hidup dan kehutanan dalam rangka mewujudkan peningkatan kualitas sumber daya manusia lingkungan hidup dan kehutanan. 2. Terlaksananya optimalisasi pemanfaatan untuk penelitian dan pengembangan kehutanan guna peningkatan pengurusan hutan dan peningkatan nilai tambah hutan dan hasil hutan. 3. Terlaksananya pemanfaatan lainnya seperti untuk wisata minat khusus (edutourism), sarana penyuluhan, pemanfaatan jasa lingkungan, pemanfaatan HHBK, dan pemberdayaan masyarakat sekitar KHDTK. 4. Terwujudnya kerjasama antar pihak dalam mewujudkan pengelolaan hutan secara lestari.
17 D.Ruang Lingkup Ruang lingkup rencana pengelolaan jangka panjang Hutan Diklat Pondok Buluh adalah : 1. Pengoptimalan pemanfaatan KHDTK Hutan Diklat sebagai sarana diklat dengan melibatkan multipihak 2. Pengoptimalan pemanfaatan potensi keanekaragaman hayati KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh sebagai alternatif ekowisata dan pemanfaatan jasa lingkungan dalam mendukung pengembangan Danau Toba sebagai destinasi wisata internasional 3. Pengoptimalan peran masyarakat dan stakeholder lainnya dalam menjaga KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh E. Batasan Pengertian 1. Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan; 2. Kehutanan adalah sistem pengurusan hutan yang berkaitan dengan hutan, kawasan hutan, dan hasil hutan yang diselenggarakan secara terpadu; 3. Kawasan hutan adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh Pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap; 4. Hutan lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah;
18 5. Hutan Diklat adalah Kawasan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) untuk pendidikan dan pelatihan tanpa merubah fungsi hutan; 6. Kolaborasi adalah Perpaduan dari unsur keinginan, keterikatan hidup, budaya, kepercayaan dan hukum adat, ikatan emosional, dan lain-lain terhadap hutan dan keberadaannya dalam memenuhi hajat hidup masyarakat secara umum; 7. Pengelolaan kolaboratif adalah Kemitraan antar lembaga, pemerintah, komunitas lokal dan pengguna sumberdaya, lembaga non pemerintah dan kelompok kepentingan lainnya dalam bernegosiasi dan menentukan kerangka kerja yang tepat tentang kewenangan dan tanggung jawab untuk mengelola daerah spesifik atau sumberdaya; 8. Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan suatu tindakan masa depan yang tepat melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia; 9. Perencanaan kehutanan adalah proses penetapan tujuan, penentuan kegiatan dan perangkat yang diperlukan dalam pengurusan hutan lestari untuk memberikan pedoman dan arah guna menjamin tercapainya tujuan penyelenggaraan kehutanan untuk sebesarbesarnya kemakmuran rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan; 10. Sistem perencanaan kehutanan adalah rangkaian penyusunan, penilaian dan penetapan jenis-jenis rencana kehutanan yang menyangkut substansi, mekanisme dan proses, dalam rangka mewujudkan rencana-rencana kehutanan yang sinergi, utuh dan menyeluruh serta menjadi acuan bagi pembangunan sektor kehutanan;
19 11. Pengelolaan hutan adalah kegiatan yang meliputi tata hutan dan penyusunan rencana pengelolaan hutan; pemanfaatan hutan; penggunaan kawasan hutan; rehabilitasi dan reklamasi hutan; perlindungan hutan dan konservasi alam; 12. Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat adalah upaya terpadu dalam penataan, pengembangan, pemanfaatan, pemeliharaan, pengawasan dan perlindungan serta pengendaliannya; 13. Rencana pengelolaan adalah panduan yang memuat tujuan, kegiatan dan perangkat yang diperlukan untuk pengelolaan kawasan; 14. Rencana pengelolaan hutan adalah suatu panduan yang memuat tujuan, kegiatan, dan perangkat yang diperlukan untuk pengelolaan kawasan hutan yang menjadi acuan bagi penyusunan rencana pengelolaan jangka pendek/ tahunan dan rencana-rencana teknis lainnya; 15. Unit pengelolaan adalah suatu sistem manajemen untuk lebih mengoptimalkan pengelolaan kawasan KHDTK Hutan Diklat yang diimplementasikan kedalam sistem pembagian blok/zona untuk kepentingan diklat dan pemanfaatan lainnya; 16. Petak adalah bagian wilayah KHDTK yang dibuat relatif permanen untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengelolaan; 17. Demonstrasi Plot (Demplot) adalah petak percontohan yang merupakan bagian dari petak dalam KHDTK Hutan Diklat yang memiliki luas tertentu untuk dijadikan dan diperuntukan sebagai lokasi praktik atau show windows serta dikelola sesuai dengan kondisi yang sebenarnya; 18. Perlindungan hutan adalah usaha untuk mencegah dan membatasi kerusakan hutan, kawasan hutan dan hasil hutan, yang disebabkan
20 oleh perbuatan manusia, ternak, kebakaran, daya-daya alam, hama dan penyakit, serta mempertahankan dan menjaga hak-hak negara, masyarakat dan perorangan atas hutan, kawasan hutan, hasil hutan, investasi serta perangkat yang berhubungan dengan pengelolaan hutan; 19. Rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) adalah upaya untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan sehingga daya dukung, produktifitas dan peranannya dalam mendukung sistem penyangga kehidupan tetap terjaga; 20. Pemanfaatan hutan adalah kegiatan untuk memanfaatkan kawasan hutan, memanfaatkan jasa lingkungan, memanfaatkan hasil hutan kayu dan bukan kayu serta memungut hasil hutan kayu dan bukan kayu secara optimal dan adil untuk kesejahteraan masyarakat dengan tetap menjaga kelestariannya; 21. Tata hutan adalah kegiatan rancang bangun unit pengelolaan hutan, mencakup kegiatan pengelompokan sumber daya hutan sesuai dengan tipe ekosistem dan potensi yang terkandung didalamnya dengan tujuan untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat secara lestari; 22. Kawasan lindung adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam dan sumber daya buatan; 23. Kawasan budidaya adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya buatan.
21 BAB II. DESKRIPSI KAWASAN A. Risalah Wilayah KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Secara geografis KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh (HDPB) terletak diantara 98º56'48” BT s/d 99º00'05” dan antara 2º43'36” LU s/d 2º46'49” LU. Berdasarkan administratif pemerintahan, areal KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh berada di Kecamatan Dolok Panribuan Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara. Berdasarkan wilayah pemangkuan hutannya termasuk dalam pengelolaan Kesatuan Pemangku Hutan Produksi (KPHP) Unit XII Sumatera Utara, dan dikelola oleh KPH Wilayah II Pematangsiantar. Dengan adanya penetapan sebagai KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh, maka pengelolaannya berada di Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pematangsiantar. KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh memiliki luas 1.272,7 Ha yang terbagi menjadi 2 Blok berdasarkan fungsi hutan yaitu Blok Lindung dan Blok Produksi. Blok Lindung memiliki luas 936,9 Ha dan merupakan kawasan hutan yang memiliki fungsi lindung. Blok Produksi merupakan kawasan hutan yang memiliki fungsi hutan produksi tetap dengan luas 335,8 Ha. Dalam kedua Blok tersebut terbagi lagi menjadi 26 petak, yang pembentukannya berdasarkan kondisi biofisik, potensi flora, fauna, dan jasling, serta sosial untuk memfasilitasi kegiatan kediklatan di BDLHK Pematangsiantar. Pada petak 3 dan 14, yaitu areal yang berbatasan langsung dengan PT.TPL Tbk, dijadikan petak Resolusi Konflik sebagai bahan pembelajaran dari overlap batas kawasan yang pernah terjadi. Sedangkan petak Pemberdayaan Masyarakat ditempatkan pada areal yang berbatasan langsung dengan perkebunan atau lahan pertanian milik masyarakat. Terdapat dua petak yang merupakan petak Pemanfaatan HHBK dan Jasa Lingkungan, terdapat pada Blok Lindung. Secara keseluruhan, pembagian petak pada KHDTK HDPB merupakan rencana lokasi pembelajaran dalam
22 kegiatan pendidikan dan pelatihan, serta tidak terdapat pemanfaatan hasil hutan kayu. Nama dan luas petak dapat dilihat pada Tabel 1. Gambaran pembagian blok dan petak, serta batas-batas KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh dapat dilihat pada Gambar 1. Tabel 1. Blok dan Petak yang terdapat di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Blok No Petak Nama Petak Luas Petak (Ha) Lindung 1 Jalur tracking 34,504 2 Pemanfaatan 1 39,312 3 Resolusi konflik 1 17,270 4 Agroforestry 1 7,702 5 Konservasi 83,904 9 Pemberdayaan Masyarakat 3 10,372 10 Pengamatan satwaliar 5 (burung) 107,060 11 Agroforestri 2 3,074 12 MPTS 5,921 13 Pengamatan satwaliar 1 (Beruang Madu) 275,691 15 Pengembangan meranti 49,843 16 Pengembangan Sampinur 56,194 17 Pengamatan satwaliar 3 (Kera ekor panjang) 91,045 18 Pengamatan satwaliar 4 (Trenggiling) 21,458 19 Camping ground 4,749 20 Pengembangan Ekowisata 32,605 21 Komplek sarana dan prasarana 2,196 22 Arboretum 4,651 23 Pengembangan lebah madu 1,694 24 Konservasi Tanah 3,591 25 Pengamatan Satwaliar 2 (Burung Rangkong) 118,799 26 Pemanfaatan 2 33,796 Produksi Tetap 6 Pemberdayaan masyarakat 1 2,781 7 Pemberdayaan Masyarakat 2 4,589 8 Ekowisata 1 238,750 14 Resolusi konflik 2 21,285
23 Gambar 1. Pembagian Blok dan Petak, serta Batas-Batas KHDTK HDPB Keterangan : Untuk informasi lebih detil lihat Peta Administratif dan Aksesibilitas KHDTK HDPB pada lembar lampiran. KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh dikelilingi dan berbatasan langsung dengan Nagori dan pemegang izin usaha pengelolaan hutan (PT. Toba Pulp Lestari Tbk). Secara lebih terinci batas KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh disajikan sebagai berikut : 1. Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Dolok Paarmonangan dan Desa Siatasan. 2. Sebelah Timur berbatasan dengan Jalan Lintas Sumatera dan Desa Pondok Buluh. 3. Sebelah Selatan berbatasan Desa Pondok Buluh, KHDTK Aek Nauli. 4. Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Pondok Buluh dan PT. TPL Tbk. KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh merupakan bagian hulu daerah Aliran Sungai (DAS) Bah Bolon. Sungai-sungai yang mengalir di wilayah ini adalah Bah Panomburan, Bah Pogos, Bah Kasindir dan Bah Lintong.
24 Sungai-sungai tersebut mengalir tersebar merata ke seluruh wilayah hutan diklat dan selalu berair sepanjang tahun. Terdapat tiga desa/nagori yang berbatasan langsung dengan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh, serta telah memanfaatkan air yang bersumber di KHDTK tersebut. KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh berada sekitar 25,8 km dari pusat kota Pematangsiantar dengan waktu tempuh ± 40 menit dengan menggunakan kendaraan minibus. Untuk mencapai fasilitas KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh (kompleks asrama) dari jalan utama telah tersedia jalan beraspal (hotmix) sekitar 1 km dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki ± 30 menit atau ± 5 menit dengan menggunakan minibus. Untuk mencapai demplot-demplot di dalam KHDTK HDPB, terdapat jalan setapak dengan lebar ± 3 meter, sepanjang ± 4,5 Km. Gambaran mengenai aksesibilitas di dalam KHDTK HDPB dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar 2. Panjang Jalan di KHDTK HDPB KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh memiliki tutupan lahan berupa hutan dengan total luas 1.216,4 Ha atau sebesar 95,57% dari luas total KHDTK HDPB. Luas hutan lahan kering sekunder merupakan jenis tutupan Asrama
25 lahan terbesar yaitu 1.147,8 Ha atau 90,2%. Hutan Tanaman Pinus seluas 53 Ha, dan Hutan Tanaman Eucalyptus seluas 15,6 Ha. Gambar 3. Luas Tutupan Lahan Berupa Hutan di KHDTK HDPB Tutupan lahan berupa non-hutan terdiri dari jaringan jalan, bangunan, padang rumput, semak belukar, perkebunan kopi, dan perkebunan lain. Gambar 4. Luas Tutupan Lahan Non-Hutan di KHDTK HDPB B. Sejarah KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BDLHK) Pematangsiantar mendapat kewenangan untuk mengelola Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus berdasarkan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: 1030/Menhut-VII/KUH/2015 Tanggal 20 April 2015 tentang Kawasan Hutan Produksi Tetap dan Hutan Lindung, ditetapkan 6.2 0.69 1.59 35.77 10.6 1.42 0 5 10 15 20 25 30 35 40 Luas (Ha) Luas (Ha) Hutan Sekunder Hutan Pinus
26 sebagai Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Hutan Pendidikan dan Pelatihan Pondok Buluh seluas 1.272,70 Ha. Sesuai dengan PP Nomor 12 tahun 2010, Pasal 57 yang menyebutkan bahwa Kawasan hutan dengan tujuan khusus dikelola oleh lembaga diklat kehutanan berdasarkan rencana pengelolaan hutan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, maka pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh didasarkan atas perencanaan yang terpadu dan memperhatikan kekhasan serta aspirasi daerah termasuk kearifan tradisional agar mampu memberikan pedoman dan arah guna menjamin tercapainya tujuan yang ditetapkan. Untuk itu dibutuhkan suatu sistem perencanaan yang dijalankan berdasarkan proses partisipasi publik yang berkesinambungan, agar tujuan pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh dapat dicapai. Sebagai KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh mengemban peran utama untuk peningkatan kualitas sumberdaya manusia lingkungan hidup dan kehutanan. Namun demikian dalam pengelolaannya tidak terlepas dari peran dan kepentingan para pihak (stakeholders). Oleh karena itu perlu dipikirkan suatu kerangka konseptual pengelolaan hutan diklat yang holistik sehingga dapat memberikan manfaat sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan yang optimal bagi para pihak. Hutan Diklat Pondok Buluh adalah kawasan hutan yang dimiliki oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan Pematangsiantar yang ditetapkan sebagai hutan pendidikan melalui Surat Keputusan Dirjen Kehutanan Nomor 34/Kpts/DJ/I/1993 pada tanggal 8 Pebruari 1983 dengan luas 800 Ha yang terletak di Kabupaten Simalungun Propinsi Sumatera Utara. Areal tersebut telah di rekonstruksi batasnya oleh Sub BIPHUT Pematangsiantar pada tahun 1998 dengan panjang 22 Km dengan jumlah pal sebanyak 220 buah.
27 Tahun 1998 terdapat penambahan areal hutan pendidikan seluar 300 Ha melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 398/KptsII/1988 tanggal 4 Agustus 1988 dan telah ditata batas oleh Sub BIPHUT Pematangsiantar pada tahun 2003 sepanjang 12, 055 Km dengan jumlah pal batas sebanyak 120 buah dengan luas 295,40 Ha sesuai dengan Berita Acara Tata Batas Kawasan Hutan Pendidikan dan Pelatihan Pondok Buluh pada kelompok Hutan Sibatuloteng Reg. 2/SM pada tanggal 17 Nopember 2003. Berdasarkan hasil rekonstruksi batas Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus Hutan Diklat Pondok Buluh yang dilaksanakan pada tahun 2015, maka Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia melalui Surat Keputusan Nomor SK.1030/Menhut-VII/KUH/2015 tanggal 20 April 2020 telah menetapkan kawasan hutan produksi tetap dan kawasan hutan lindung sebagai kawasan hutan dengan tujuan khusus hutan Pendidikan dan Pelatihan Pondok Buluh seluas 1.272,70 (seribu dua ratus tujuh puluh dua dan tujuh puluh perseratus) Hektar di Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara. C. Potensi Wilayah KHDTK C.1. Topografi dan Iklim KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh terletak pada ketinggian 501- 1250 meter di atas permukaan laut, dengan keadaan topografi berada pada tingkatan kelerengan landai, agak curam, dan curam dengan kemiringan antara 2-15%, 15-40% serta >40%. Secara umum, luas wilayah di Kabupaten Simalungun berdasarkan ketinggian dapat dilihat pada Tabel 2.
28 Tabel 2. Luas Kabupaten Simalungun menurut Ketinggian (Ha) No Kecamatan Ketinggian 0-50 51- 100 101-500 501- 1.000 1.001- 1.500 > 1.500 1 Silimakuta - - - 351 13.842 377 2 Pematang Silimakuta - - - - - - 3 Purba - - - 1.778 15.422 - 4 Haranggaol Horison - - - 1.658 1.792 - 5 Dolok Pardamean - - - 1.247 8.698 - 6 Sidamanik - - 2 7.643 711 - 7 P. Sidamanik - - - 2.352 10.167 - 8 Girsang S. Bolon - - - 898 10.572 830 9 Tanah Jawa - - 21.395 - - - 10 Hatonduhan - - 11.380 9.442 6.482 276 11 Dolok Panribuan - - 2.032 9.949 3.449 - 12 JorlangHataran - - 1.796 5.260 2.169 - 13 Panei - - 41 7.189 - - 14 PanombeianPanei - - 2.307 5.875 38 - 15 Raya - - 1.233 20.293 12.034 - 16 Dolok Silau - - 4.428 11.001 13.300 116 17 Silau Kahean - - 20.146 1.904 - - 18 Raya Kahean - - 1.6747 4.853 1.025 - 19 Tapian Dolok - - 1.1690 - - - 20 Dolok Batu Nanggar - 2.246 10.364 - - - 21 Siantar - - 7212 699 - - 22 Gunung Malela - - 10.897 - - - 23 Gunung Maligas - - 5.852 - - - 24 Hutabayu Raja 43 4.448 11.122 - - - 25 Jawa Ma Bah Jambi - - 7.372 - - - 26 Pematang Bandar 197 6.212 3.091 - - - 27 Bandar Huluan 2.876 4.342 3.017 - - - 28 Bandar 10.632 286 - - - - 29 Bandar Masilam 7.879 1.893 - - - - 30 BosarMaligas 8.598 13.731 7.111 - - - 31 Ujung Padang 14.093 6.262 1.995 - - - Kabupaten Simalungun 44.318 39.420 161.230 92.392 9.9701 1.599 Sumber : Badan Pusat Statistik Simalungun dalam angka Tahun 2016 Berdasarkan klasifikasi Schmith dan Ferguson, iklim di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh termasuk dalam tipe iklim A dengan curah hujan rata-rata 11 hari hujan setiap bulan dengan suhu udara rata-rata yaitu 22,10ºC. Menurut data curah hujan dan hari hujan Kabupaten Simalungun, curah hujan terbesar terjadi pada Bulan Nopember yaitu
29 sebanyak 16 hari, sedangkan curah hujan terkecil terjadi pada bulan Pebruari sebanyak 4 hari (Simalungun Dalam Angka Tahun 2016). Data curah hujan dan suhu harian rata-rata Kabupaten Simalungun dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Data Curah Hujan dan Suhu Rata-Rata Kabupaten Simalungun No Bulan Curah Hujan (mm) Hari Hujan (hari) Terpanjang Tidak Hujan (hari) Suhu RataRata Tahun 2015 (ºC) 1 Januari 148 12 6 21,80 2 Februari 56 4 13 21,40 3 Maret 139 7 8 22,60 4 April 211 9 10 22,50 5 Mei 339 16 2 22,30 6 Juni 153 7 15 22,10 7 Juli 84 8 8 21,80 8 Agustus 204 16 3 22,70 9 September 236 10 8 22,40 10 Oktober 211 11 8 22,70 11 Nopember 403 16 3 21,50 12 Desember - - - 21,50 Rata-Rata 198 11 22,10 Minimum 56 4 2 25,28 Maksimum 403 16 15 26,09 Sumber : Badan Meteorologi dan Geofisika (MRS) Pematangsiantar (Simalungun Dalam Angka Tahun 2016) C.2. Potensi Flora Fauna KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh memiliki potensi yang cukup besar. Berbagai jenis flora dan fauna tumbuh dan berkembang di dalam kawasan hutan tersebut. Beberapa jenis flora yang banyak dijumpai di lapangan diantaranya Pinus, Meranti, Puspa, Rasamala, Sampinur, HapasHapas, Aren, Kemenyan, Bambu, Medang, Mayang, Anggrek hutan dan lain sebagainya. Berdasarkan pengamatan dan informasi dari masyarakat sekitar hutan, jenis-jenis satwa yang terdapat di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh diantaranya monyet, siamang, rusa, burung elang, lipan, biawak,
30 burung balam, ular, kadal, babi hutan, ayam hutan, burung enggang, rusa, trenggiling dan lain-lain. Ada beberapa spesies burung yang ditemukan di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh pada saat dilakukan inventarisasi pengambilan data di lapangan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Yulia (2013), terdapat sekitar 77 jenis burung yang terdapat di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh sebagaimana Tabel 4. Tabel 4. Jenis Burung yang terdapat di KHDTK HUtan Diklat Pondok Buluh No Nama lokal Nama ilmiah Populasi 1 Bentet cokelat Lanius cristatus 33 2 Kicuit hutan Dendronanthus indicus 50 3 Apung tanah Anthus novaeseelandiae 33 4 Kedasi hitam Surniculus lugubris 83 5 Kadalan birah Phaenicophaeus javanicus 33 6 Luntur gunung Harpactes reinwardtii 50 7 Cekakak sungai Todirhamphus chloris 33 8 Pemadu-lebah asia Indicator archipelagicus 17 9 Paok Schneider Pitta schneideri 33 10 Sepah hutan Pericrocotus flammeus 17 11 Cipoh kacat Aegithina tiphia 33 12 Cica-daun kecil Chloropsis cyanopogon 33 13 Cucak kutilang Pycnonotus aurigaster 100 14 Empuloh janggut Alophoixus bres 50 15 Brinji gunung Iole virescens 67 16 Brinji bergaris Ixos malaccensis 17 17 Tangkar-uli sumatera Dendrocitta cinerascens 17 18 Cingcoang biru Brachypteryx Montana 50 19 Berkecet biru Erithacus cyane 33 20 Pelanduk asia Malacocinla abbotti 33 21 Berencet kerdil Pnoepyga pusilla 67 22 Sibia ekor panjang Heterophasia picaoides 17 23 Cikrak muda Seicerus grammiceps 50 24 Cikrak daun Phylloscopus trivirgatus 83 25 Ceret gunung Cettia vulcania 33 26 Cinenen kelabu Orthotomus ruficeps 67 27 Cinenen belukar Orthotomus atrogularis 100 28 Perenjak gunung Prinia atrogularis 67 29 Sikatan ranting Cyornis tickelliae 33 30 Burung madu polos Anthreptes simplex 33 31 Burung cabai tunggir cokelat Dicaeum everetti 33 32 Kacamata gunung Zosterops montanus 67 33 Bondol jawa Lonchura leucogastriodes 67 34 Burung gereja erasia Passer montanus 100 35 Uncal Loreng/merpati tanah Macropygia unchall 50
31 No Nama lokal Nama ilmiah Populasi 36 Bubut alang-alang/bubut kecil Centropus bengalensis 33 37 Wiwik uncuing Cuculus sepulclaris 50 38 Walet sapi Collocalia esculenta 83 39 Tapekong rangkang Hemiprocne comate 67 40 Kangkareng hitam Anthracoceros malayanus 33 41 Takur gedang Megalaima chrysopogon 33 42 Madi injap Psarisomus dalhousiae 33 43 Paok Pancawarna Pitta guajava 33 44 Layang-layang api Hirundo rustica 17 45 Cipoh jantung Aegithina viridissima 83 46 Cica-daun sumatera Chloropsis venusta 17 47 Merbah cerukcuk Pycnonotus goiavier 67 48 Merbah corok-corok Pycnonotus simplex 17 49 Brinji mata putih Iole olivacea 17 50 Munguk loreng Sitta azurea 50 51 Cingcoang cokelat Brachypteryx leucophrys 17 52 Ciu besar Pteruthius flaviscapis 17 53 Kerakbesi alis-hitam Acrocephalus bistrigiceps 17 54 Kacamata biasa Zosterops palpebrosus 33 55 Cekakak cina Halcyon pileata 17 56 Layang-layang rumah Delichon dasypus 67 57 Kapasan kemiri Lalage nigra 17 58 Caladi ulam Dendrocopus macei 17 59 Srigunting gagak Dicrurus annectans 17 60 Srigunting bukit Dicrurus remifer 83 61 Srigunting kelabu Dicrurus leucophaeus 67 62 Pijantung kecil Arachnothera longirostra 17 63 Sepah tulin Pericrorotus igneus 17 64 Takur tenggeret Megalaima australis 17 65 Cabai bunga api Dicaeum trigonostigma 17 66 Cucak kuning Pycnonotus melanicterus 17 67 Gagak hutan Corvus enca 17 68 Sikatan Biru Langit Cyornis caerulatus 17 69 Takur Gunung Megalaima monticola 17 70 Bentet Loreng Lanius tigrinus 17 71 Cica Kopi-Melayu Pomatorhinus montanus 17 72 Takur bukit Megalaima oorti 33 73 Elang Hitam Ictinaetus malayensis 50 74 Elang Brontok Spizaetus cirrhatus 50 75 Kicuit batu Motacilla cinerea 17 76 Kucica Kampung (kacer) Copsychus saularis 100 77 Pelanduk semak Malacocinla sepiarium 17
32 C.3. Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Salah satu potensi yang dapat dijadikan sumber pendapatan masyarakat sekitar kawasan hutan adalah pohon aren dan bambu. Masyarakat sekitar kawasan mengambil nira dari pohon aren, yang dapat dijadikan sebagai minuman/tuak. Selain itu, masyarakat sekitar kawasan juga memanfaatkan/mengambil kayu bakar dan bambu yang dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan tambahan. C.4. Jasa Lingkungan Potensi jasa lingkungan yang terdapat di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh diantarnya adalah sumber air bagi masyarakat sekitar dan obyek wisata alam. Berdasarkan hasil inventarisasi potensi wisata yang dilakukan oleh Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pematangsiantar tahun 2017 terdapat obyek wisata yang berpotensi untuk dikembangkan. Hasil inventarisasi Nama, Lokasi dan Potensi Obyek Wisata yang ditemukan di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh sebagaimana tercantum pada Tabel 5. Tabel 5. Potensi Obyek Wisata di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh NO OBJEK WISATA DAN PENDIDIKA N KOORDINA T KONDISI TOPOGRA FI AKSES LINTA NG BUJUR KONDISI JALAN TRANSPORTASI WAKTU TEMPUH TITIK START SIMPANG PALANG 1 Pinus Cabang Empat 02°43'53,8" 98°57'30,1" Landai Jln setapak Jalan kaki 10 menit 2 Kolam penampungan 02°43'33,5" 98°57'35,5" Bergelombang Jln setapak Jalan kaki 75 menit TITIK START AIR TERJUN 1 Air terjun 02°43'52,2" 98°57'26,5" Landai Jln setapak Jalan kaki 3 menit 2 Selat Fatima 02°44'07,4" 98°57'38,2" Landai Jln setapak Jalan kaki 10 menit 3 Bunga sera-sera 02°46'08,9" 98°59'05,8" Landai Jln setapak Jalan kaki 20 menit TITIK START JALUR INTERPRETASI 1 Pohon induk mayang bolon 02°46'09,5" 98°59'08,4" Landai Paving block jalan kaki dan Sepeda motor 5 menit
33 2 Pohon induk jangkang 02°46'09,5" 98°59'09,7" Bergelombang Paving block jalan kaki dan Sepeda motor 10 menit 3 Pohon induk hoting batu 02°46'10,3" 98°59'12,0" Bergelombang Paving block jalan kaki dan Sepeda motor 13 menit 4 Pohon induk sampinur 02°46'10,7" 98°59'12,3" Bergelombang Paving block jalan kaki dan Sepeda motor 18 menit 5 Bonang sakuppal 02°46'13,6" 98°59'19,4" Landai Paving block jalan kaki dan Sepeda motor 20 menit 6 Meranti kuning 02°46'26,4" 98°59'28,7" Bergelombang Paving block jalan kaki dan Sepeda motor 25 menit TITIK START JOGLO 1 Pohon Kemenyan Putih 02°45'47,8" 98°58'57,7" Terjal (60%) Jalan setapak Jalan kaki 0 menit 2 Anak sungai Panomburan 02°45'53,5" 98°58'55,2" Curam Jalan setapak Jalan kaki 15 menit 3 Track harimau 02°45'56,9" 98°58'49,9" Terjal (80%) Jalan setapak Jalan kaki 45 menit 4 Punggung Unta 02°45'48,2" 98°58'40,4" Terjal (90%) Jalan setapak Jalan kaki 41 menit 5 Sungai 02°45'53,4" 98°58'37,2 Landai Jalan setapak Jalan kaki 30 menit 6 Gua 02°45'52,3" 98°58'37,2" landai Jalan setapak Jalan kaki 5 Menit TITIK START GUBUK MPTS 1 Spot pengawasan satwa 02°45'51,8" 98°58'16,3" landai Jalan setapak Jalan kaki 15 Menit 2 Air terjun 5 tingkat 02°45'38,1" 98°58'03,1" Curam Jalan setapak Jalan kaki 20 menit 3 Camping ground 02°45'38,1" 98°58'03,1" landai Jalan setapak Jalan kaki 20 Menit TITIK START CAMPING GROUND 1 Sungai kecil,dekat marihat dolok pal.273 02°45'27,4" 08°57'52,3" landai Jalan setapak jalan kaki dan Sepeda motor 10 menit 2 Hulu Sungai Kasindir 02°45'29,0" 98°57'55,5" landai Jalan setapak jalan kaki 15 menit 3 Hulu Sungai Kasindir 02°45'34,2" 48°58'02,1" landai Jalan setapak jalan kaki 10 menit TITIK START LIANG TOLPUS 1 Liang Tolpus 02°45'01,5" 98°58'18,9" Landai Jalan setapak Jalan kaki/sepeda motor 5 menit 2 Goa Liang Tolpus 02°45'10,6" 98°58'12,1" Terjal Jalan setapak Jalan kaki 20 menit 3 Sungai Bah Pogos 02°45'10,2" 98°58'10,3" Landai-Terjal Jalan setapak Jalan kaki 23 menit 4 Mata Air Liang Tolpus 02°45'13,6" 98°58'12,8" Terjal Jalan setapak Jalan kaki 43 menit
34 C.5. Kondisi Sarana Prasarana Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Hutan Diklat Pondok Buluh memiliki sarana dan prasarana yang dapat digunakan selama kegiatan pendidikan dan pelatihan, baik kegiatan di kelas maupun di lapangan serta fasilitas pendukung lainnya, antara lain: Gedung Kantor 1 unit, Asrama dengan kapasitas 60 Orang, dilengkapi dengan Dapur, Ruang Makan, Musholla, Gazebo dan sarana Olah Raga, Ruang Kelas 2 unit @ Kapasitas 30 Orang, Model Petak Percontohan/Demplot yang berhubungan dengan Penyelenggaraan Diklat (Demplot MPTS, Demplot Lebah Madu, Demplot Tanaman Obat, Persemaian, Arboretum, Demplot Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), Demplot Agroforestry, Camping Ground, Jalur Interpretasi dan Tracking, serta Fasilitas Outbond. C.5.1. Asrama (kapasitas 60 orang) Di dalam kawasan hutan diklat terdapat fasilitas asrama dengan kapasitas untuk 60 orang. Dalam asrama tersebut telah dilengkapi dengan beberapa fasilitas, seperti tempat tidur, almari, meja belajar dan kamar mandi dalam. Selain itu, di sekitar ruang 5 Air Terjun Bah Pogos 02°45'17,4" 98°58'12,1" Terjal Jalan setapak Jalan kaki 53 menit TITIK START TRACK PUSKESMAS 1 Cekdam 02°45'27,1" 98°58'29,8" bergelombang Jalan setapak Jalan kaki 5 menit 2 Titik Triangulasi 02°45'30" 98°58'23,6" Datar Jalan setapak Jalan kaki 10 menit 3 Sungai Bah Pogos 02°45'32,4" 98°58'16,5" Terjal (nyebrang sungai) Jalan setapak Jalan kaki 15 menit 4 Anak Sungai Aek Riddung 02°45'34,6" 98°58'16,5" Landai Jalan setapak Jalan kaki 18 menit 5 Hutan Pinus 02°45'34,6" 98°58'16,5" Landai Jalan setapak Jalan kaki 25 menit TITIK START RAMBUNG MERAH 1 Rambung Merah 02°46'06,6" 98°59'06,6" Landai Jalan setapak Jalan kaki 5 menit 2 Sungai Bah Pogos (960 mdpl) 02°46'05,1" 98°59'10,7" Terjal Jalan setapak Jalan kaki 25 menit
35 asrama tersebut juga dilengkapi dengan ruang dapur dan ruang makan, serta ada juga fasilitas olahraga. Guna menunjang kegiatan pembelajaran, di sekitar ruang asrama juga terdapat ruang kelas dan kantor sehingga setiap kegiatan diklat yang dilaksanakan di KHDTK HutanDiklat Pondok Buluh dapat berjalan dengan baik dan optimal. C.5.2. Persemaian Untuk menunjang kelancaran penyelenggaran diklat, di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh juga dilengkapi dengan adanya persemaian. Persemaian ini terletak berdekatan dengan kompleks asrama sehingga pelaksanaan kegiatan praktik dapat berjalan secara optimal. Selain digunakan sebagai media praktik lapang, di persemaian juga dilakukan pembibitan beberapa jenis tanaman lokal. Persemaian juga digunakan untuk menampung bibit-bibit dari luar yang akan didistribusikan untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat di sekitar KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh. C.5.3. Arboretum Sebagai wahana dalam menunjang pelaksanaan diklat, KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh juga memiliki arboretum, yang berada di sekitar kompleks asrama. Arboretum ini dapat digunakan sebagai sarana pemebelajaran dalam berbagai jenis diklat, seperti diklat pengenalan jenis pohon. Dengan keberadaan arboretum ini, diharapkan dapat mempermudah peserta diklat dalam memahami dan mengenal secara langsung beberapa koleksi jenis pohon yang terdapat di dalam arboretum tersebut.
36 C.5.4. Demplot MPTS Pemanfaatan Kawasan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh sebagai sarana praktik pendidikan dan pelatihan juga dapat digunakan sebagai tempat budidaya pohon serbaguna atau tanaman MPTS. Multipurpose Tree Species (MPTS) adalah sistem pengelolaan lahan dimana berbagai jenis kayu ditanam dan dikelola, tidak saja untuk menghasilkan kayu, akan tetapi juga daun-daunan dan buah-buahan yang dapat digunakan sebagai bahan makanan ataupun pakan ternak. Tanaman-tanaman yang digunakan dalam MPTS adalah jenis tanaman buah-buahan yang mempunyai fungsi ganda dan mempunyai persyaratan tertentu antara lain: cocok dengan tempat tumbuh dan mempunyai nilai ekonomi/pasar yang tinggi, serta dapat dipungut hasil/buahnya tanpa menebang pohonnya. C.5.5. Demplot Lebah Madu Pembuatan demplot lebah madu dimaksudkan sebagai sarana praktik diklat dan pelatihan lingkungan hidup dan kehutanan. Selain itu demplot ini juga bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan serta kesejahteraan masyarakat melalui budidaya lebah madu yang dilakukan. Luas areal demplot lebah madu yaitu 1 Ha yang terdiri dari bangunan untuk stup lebah madu serta tanaman pakan. C.5.6. Demplot Tanaman Obat Di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh terdapat potensi obatobatan yang berasal dari tanaman hutan baik berbentuk pohon maupun tanaman bawah, oleh karena itu untuk memberikan informasi jenis-jenis sebagian tanaman obat yang ada maka dibuat
37 demplot tanaman obat. Selain untuk memberikan informasi, demplot ini juga digunakan sebagai media praktek lapang diklat. C.5.7. Demplot Agroforestry Salah satu jenis diklat yang diselengggarakan di Balai Diklat LHK Pematangsiantar adalah diklat Agroforestry. Diklat ini sangat penting bagi petugas kehutanan maupun masyarakat di sekitar kawasan hutan. Diklat agroforestry memberikan gambaran dan teknis pengelolaan hutan dengan mengkombinasikan unsur lainnya yang mampu mendorong tingkat perekonomian masyarakat sekitar kawasan. Unsur lainnya ini berbentuk tanaman semusim atau tanaman pertanian yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat. Dengan dibuatnya demplot agroforestri di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh diharapkan mampu mewujudkan hal-hal tersebut. C.5.8 Camping Ground Salah satu manfaat yang bisa diperoleh dari keberadaan Kawasan Hutan adalah keindahan alam yang tak ternilai harganya. Dengan kondisi hutan yang ada pada saat ini, banyak berbagai pihak yang memanfaatkan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh untuk kegiatan camping. Di dalam KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh telah tersedia area camping ground, yang dapat dimanfaatkan oleh khalayak umum. Lokasi dari area camping ground ini cukup strategis, karena dekat dengan aliran sungai yang cukup bersih dan jernih airnya. C.5.9. Jalur Tracking Selain beberapa sarana dan prasarana tersebut, KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh juga dilengkapi dengan adanya jalur
38 tracking. Jalur tracking dimanfaatkan salah satu sebagai jalur untuk pengamatan flora dan fauna yang ada di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh. Selain itu jalur tracking tersebut juga dimanfaatkan oleh berbagai kalangan masyarakat sebagai wahana untuk meningkatkan kebugaran fisik dan juga dapat dimanfaatkan sebagai wisata alam. Dengan keberadaan jalur tracking tersebut, kita dapat menikmati indahnya pemandangan alam di area tersebut, serta dapat juga menikmati kicauan burung dan beberapa satwa lain yang ada di dalam kawasan tersebut. D. Sosial Budaya Masyarakat Sekitar KHDTK Secara administratif pemerintahan, KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh berada dalam Kecamatan Dolok Panribuan Kabupaten Simalungun. Berdasarkan sumber data kependudukan (Simalungun dalam Angka Tahun 2016), Kecamatan Dolok Panribuan berpenduduk sebanyak 18.411 jiwa, dengan kepadatan 124 jiwa/Km². Jumlah penduduk tersebut tersebar pada tujuh dusun, yaitu Dusun Simpang Kawat, Huta Baru, Marihat Dolok, Marihat Huta, Pondok Buluh, Naga dan Dusun Perumnas. Sebagian besar masyarakat Dolok Parmonangan berlatar pendidikan sekolah dasar dan mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani dan pedagang. Data jumlah penduduk dan kepadatan penduduk yang ada di Kabupaten Simalungun dapat dilihat pada Tabel 6. Tabel 6. Data Luas Wilayah, Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk NO Kecamatan Luas Wilayah (Km²) Jumlah Penduduk (Jiwa) Kepadatan Penduduk (Jiwa/Km²) 1. Silimakuta 74.16 16.083 217 2. Pematang Silimakuta 79.68 10.898 137 3. Purba 172.71 24.325 141 4. Haranggaol Horison 40.97 5.090 124 5. Dolok Pardamean 67,90 12.931 190 6. Sidamanik 80.88 27.750 343
39 NO Kecamatan Luas Wilayah (Km²) Jumlah Penduduk (Jiwa) Kepadatan Penduduk (Jiwa/Km²) 7. Pematang Sidamanik 137.80 16.703 121 8. Girsang Sipangan Bolon 129.89 14.956 115 9. Tanah Jawa 174.33 47.773 274 10. Hatonduhan 336.26 21.389 64 11. Dolok Panribuan 148.62 18.411 124 12. Jorlang Hataran 93.70 15.709 168 13. Panei 77.96 22.296 286 14. Panombeian Panei 73.74 19.587 266 15. Raya 261,56 25.965 99 16. Dolok Masagal 105,77 9.762 92 17. Dolok Silau 302.66 14.500 48 18. Silau Kahean 228.74 17.624 77 19. Raya Kahean 204.89 17.882 87 20. Tapian Dolok 119.89 41.572 347 21. Dolok Batu Nanggar 106.91 40.824 382 22. Siantar 73.99 66.743 902 23. Gunung Malela 96.74 35.042 362 24. Gunung Maligas 51.39 28.153 548 25. Hutabayu Raja 191.43 29.887 156 26. Jawa Maraja Bah Jambi 38.97 22.302 572 27. Pematang Bandar 88.16 31.714 360 28. Bandar Huluan 107.33 26.563 247 29. Bandar 100.69 69.680 692 30. Bandar Masilam 91.22 24.941 273 31. Bosar Maligas 285.88 40.797 143 32. Ujung Padang 228.49 41.376 181 Kabupaten Simalungun 4005,53 859.228 215 Sumber : BPS Prov Sumatera Utara (Simalungun Dalam Angka Tahun 2016) D.1. Wilayah Administrasi Secara Geografis, Kecamatan Dolok Panribuan terletak pada 02,81114 LU dan 99,0306 BT dengan ketinggian 800 Meter diatas permukaan laut. Luas Kecamatan adalah 154,30 Km2 dengan jumlah desa di Kecamatan sebanyak 15 desa yaitu Dolok Parmonangan, Negeri Dolok, Gunung Mariah, Marihat Dolok, Marihat Raja, Tiga Dolok, Bandar Dolok, Dolok Tomuan, Ujung Bondar, Siatasan, Pondok Buluh, Marihat Pondok, Marihat Marsada, Lumban Gorat dan Palia Naopat. Jarak kantor kecamatan ke pusat pemerintahan Kabupaten Simalungun
40 adalah 45 Km. Batas-batas wilayah administrasi Kecamatan Dolok Panribuan sebagaimana tercantum pada Tabel 7. Tabel 7. Batas Administrasi Kecamatan Batas-Batas Berbatasan dengan Utara Kecamatan Jorlang Hataran Timur Kecamatan Tanah Jawa dan Hotanduhan Selatan Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Barat Kecamatan Jorlang Hataran Sumber: Kecamatan Dolok Panribuan dalam Angka 2017 Kawasan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh berbatasan dengan 3 (tiga) desa yaitu Nagori Siatasan, Nagori Pondok Buluh dan Nagori Dolok Parmonangan Kecamatan Dolok Panribuan Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara. Luas masingmasing desa yang berbatasan dengan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh adalah sebagai berikut: 1) Luas Desa Pondok Buluh lebih kurang 15.60 Km2 . Desa Pondok Buluh secara Geografis terletak pada 800 meter di atas permukaan laut. Jarak Desa Pondok Buluh ke ibu kota kecamatan adalah 10 Km 2) Luas Desa Siatasan lebih kurang 7.3 Km2 . Desa Siatasan secara Geografis terletak pada 800 meter di atas permukaan laut. Jarak Desa Siatasan ke ibu kota kecamatan adalah 7 Km. 3) Luas Desa Dolok Parmonangan lebih kurang 34.38 Km2 . Desa Dolok Parmonangan secara Geografis terletak pada 800 meter di atas permukaan laut. Jarak Desa Dolok Parmonangan ke ibu kota kecamatan adalah 5 Km.
41 Rincian Luas desa-desa yang berbatasan dengan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh dapat dilihat pada Tabel 8. Tabel 8. Desa di sekitar KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Kecamatan Desa Luas (Ha) Rasio Terhadap Luas Kecamatan (%) Dolok Panribuan Pondok Buluh 15.60 10.50 Nagori Siatasan 7.30 4.91 Dolok Parmonangan 34.38 23.13 D. 2. Penduduk D.2.1. Desa Pondok Buluh Desa Pondok Buluh memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.318 jiwa dengan kepadatan penduduk 84.49 jiwa/Km2 . Rincian jumlah penduduk menurut jenis kelamin di Desa Pondok Buluh dapat dilihat pada Tabel 9. Tabel 9. Penduduk menurut jenis kelamin Desa Pondok Buluh Jenis Kelamin Jumlah (jiwa) Laki-laki Perempuan 681 637 Sumber: Kecamatan Pondok Buluh Dalam Angka Tahun 2017 D.2.2 Desa Siatasan Desa Siatasan Tahun 2016 memiliki jumlah penduduk sebanyak 860 jiwa dengan kepadatan penduduk 117.80 jiwa/km2. Rincian jumlah penduduk menurut jenis kelamin di Desa Siatasan dapat dilihat pada Tabel 10.
42 Tabel 10. Penduduk menurut jenis kelamin Desa Selamat Tahun 2017 Jenis Kelamin Jumlah (jiwa) Laki-laki Perempuan 434 426 Sumber: Data Sekunder Desa Siatasan Tahun 2017 D.2.3 Desa Dolok Parmonangan Desa Dolok Parmonangan memiliki jumlah penduduk sebanyak 2.833 jiwa dengan kepadatan penduduk 82.40 jiwa/km2 . Rincian jumlah penduduk menurut jenis kelamin di Desa Dolok Parmonangan dapat dilihat pada Tabel 11. Tabel 11. Jumlah penduduk menurut jenis kelamin Desa Dolok Parmonangan Jenis Kelamin Jumlah (jiwa) Laki-laki Perempuan 1.409 1.424 Sumber:Kecamatan Dolok Parmonangan Dalam Angka Tahun 2017 D. 3 Kepemilikan Lahan D.3.1 Desa Pondok Buluh Penggunaan Lahan yang terdapat di Desa Pondok Buluh diperuntukkan untuk lahan pertanian sawah (10 Ha), lahan pertanian non sawah (950 Ha) dan lahan non pertanian (600 Ha). Pemanfaatan lahan untuk berladang oleh masyarakat Desa Pondok Buluh sekitar 1 (satu) ha setiap KK per tahun. Terdapat beberapa warga desa yang mengusahakan lahan hutan untuk berladang. Alat yang digunakan untuk kegiatan perladangan di lahan hutan masih bersifat tradisional seperti kampak, parang dan beliung. Tanaman kehutanan yang diusahakan masyarakat Desa Pondok Buluh antara lain Jengkol, Durian, Kemenyan, dan
43 Aren (nira). Tanaman palawija yang diusahakan adalah Jagung, Cabai, Kopi, Kincung, Padi, dan Jahe.Hasil hutan kayu dan non kayu untuk konsumsi masyarakat (tidak dijual) yang diperuntukkan untuk obat-obatan dan pohon yang diperuntukkan untuk pembangunan rumah penduduk. Masyarakat desa memanfaatkan sumber air bersih untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari berasal dari KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh. D.3.2 Desa Siatasan Penggunaan lahan yang terdapat di Desa Siatasan diperuntukkan untuk lahan pertanian non sawah (690 Ha) dan lahan non pertanian (40 Ha). Alat yang digunakan untuk kegiatan perladangan di lahan hutan masih bersifat tradisional seperti kampak, parang dan beliung. Tanaman kehutanan yang diusahakan masyarakat Desa Siatasan antara lain Aren (nira dan kolang kaling), Karet, Rotan dan Bambu.Tanaman palawija yang diusahakan adalah Padi dan Kopi. Masyarakat desa memanfaatkan sumber air bersih untuk pemenuhan kebutuhan sehari-harinya berasal dari KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh. D.3.3 Desa Dolok Parmonangan Penggunaan lahan yang terdapat di Desa Dolok Parmonangan diperuntukkan untuk lahan pertanian sawah (780 Ha), lahan pertanian non sawah (458 Ha) dan lahan non pertanian (2200 Ha). Alat yang digunakan untuk kegiatan perladangan di lahan hutan masih bersifat tradisional seperti kampak, parang dan beliung. Tanaman kehutanan yang diusahakan masyarakat Desa Dolok Parmonangan antara lain Jengkol, Petai, Bambu, Aren (nira dan kolang kaling) dan Rotan.Tanaman palawija yang diusahakan adalah Kunyit, Jahe, Sirih, Cokelat, Karet, Kayu manis, Jagung, Cabai, Kopi, Kincung,
44 dan Padi.Hasil hutan kayu dan non kayu untuk konsumsi masyarakat (tidak dijual) yang diperuntukkan untuk perlengkapan rumah tangga dan lain-lain terdiri dari: Rotan yang diperuntukkan sebagai pengikat, Bambu, dan kayu bakar. Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa warga Desa Dolok Parmonangan menangkap burung dari KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh untuk diperjualbelikan.Masyarakat desa memanfaatkan sumber air bersih untuk pemenuhan kebutuhan seharai-harinya berasal dari KHDT Hutan Diklat. D. 4. Sosial Budaya D.4.1 Desa Pondok Buluh Masyarakat Desa Pondok Buluh memiliki sarana peribadatan yang terdiri dari 4 (empat) buah gereja protestan dan 2 (dua) buah gereja katolik. Hal ini menandakan bahwa secara budaya, masyarakat di Desa Pondok Buluh mayoritas beragama Kristen Protestan dan Katolik. Mata pencaharian pokok di Desa Podok Buluh adalah berkebun, hal ini ditunjukkan dengan jumlah petani kebun di desa ini 259 KK. Mata pencaharian terbanyak lainnya warga Desa Pondok Buluh yaitu sektor kehutanan 148 KK. Selain Aren (nira), komoditi tanaman pertanian juga didominasi oleh Jagung, Cabai, Kopi, Kincung, Padi dan Jahe. Pasar atau pekan sebagai media tempat jual beli warga Desa Pondok Buluh yaitu pasar di Desa Tiga Dolok. Selain pasar, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, di desa juga tersedia beberapa toko dan warung/kios. Hasil-hasil pertanian selain dijual ke pasar Tiga Dolok, warga juga memanfaatkan jasa pedagang pengumpul (agen) atau cukong untuk menjual hasil
45 pertaniannya. Sebagai media transportasi pengangkut hasil pertanian ke Pasar Tiga Dolok, warga Desa Pondok Buluh memiliki media transportasi mobil barang (pick up), dan sepeda motor. D.4.2. Desa Siatasan Masyarakat Desa Siatasan hampir 90 % sudah lama menetap di desa tersebut, sedangkan 10% sisanya merupakan warga pendatang. Penduduk pendatang ini dahulunya bermukim di Desa Siatasan dengan alasan mencari nafkah dan mereka memperoleh lahan garapan dari orang tua atau menggarap lahan masyarakat lainnya. Mata pencaharian pokok di Desa Siatasan adalah berkebun, dalam hal ini ditunjukkan dengan jumlah petani yang mengusahakan kebun di desa ini berjumlah 192 KK. Komoditi utama sebagai sumber pendapatan masyarakat di Desa Siatasan hampir 90% berasal dari penjualan nira aren. Sebagian kecil dari mereka menjadi pedagang serta bekerja sebagai PNS. Untuk sarana peribadatan, Desa Siatasan memiliki tempat peribadatan memiliki 6 (enam) buah gereja protestan dan 1 (satu) buah gereja katolik. Sama halnya dengan Desa Pondok Buluh, secara sosial budaya masyarakat Desa Siatasan mayoritas menganut agama Kristen Protestan dan Katolik. Warga Desa Siatasan melakukan jual beli di pasar di Desa Tiga Dolok. Selain pasar, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, di desa juga tersedia beberapa toko dan warung/kios. Hasil-hasil pertanian selain dijual ke pasar Tiga Dolok, warga juga memanfaatkan jasa pedagang pengumpul atau cukong untuk menjual hasil pertaniannya. Sebagai media transportasi pengangkut hasil pertanian ke Pasar Tiga Dolok, warga Desa