The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Tujuan dari penyusunan RPJP 2020-2039 adalah termanfaatkannya KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh sebagai instrumen pembelajaran kediklatan sesuai kelompok kompetensi dan kebutuhan pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan serta sebagai dasar pencapaian kinerja BPLHK P. Siantar

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Suci Arisa Purba, 2024-05-29 22:44:41

Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) Tahun 2020-2039 KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh

Tujuan dari penyusunan RPJP 2020-2039 adalah termanfaatkannya KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh sebagai instrumen pembelajaran kediklatan sesuai kelompok kompetensi dan kebutuhan pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan serta sebagai dasar pencapaian kinerja BPLHK P. Siantar

Keywords: RPJP 2020-2039,KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh,BPLHK P. Siantar

94 nis flora dan fauna arbon 5. Inventarisasi potensi wisata sial nflik 1. Penataan areal kerja 2. Pembentukan KTH 3. Pemberdayaan/pembinaan KTH 4. Pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) 5. Pembentukan kelompok Pemanfaatan Air 6. Pembentukan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) 7. Pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) 8. Pembuatan papan interpretasi 9. Pembuatan papan informasi nis burung ta siswa siswi SMKK mahasiswa USU/USI 1. Penataan areal kerja 2. Pembuatan jalur interpretasi 3. Inventarisai dan monitoring satwa 4. Pembuatan shelter osial AS 1. Penataan areal kerja 2. Pemeliharaan demplot 3. Inventarisasi HHBK 4. Pemanfaatan HHBK nis pohon sial 1. Penataan areal kerja 2. Pemeliharaan demplot 3. Inventarisasi HHBK 4. Pemanfaatan HHBK s asi an pengamanan 1. Penataan areal kerja 2. Pembuatan jalur interpretasi 3. Inventarisai dan monitoring satwa 4. Pemasangan camera trap 5. Pembuatan tower pengamatan nis utan 1. Penataan areal kerja 2. Pembuatan demplot ITSP 3. Pemeliharaan demplot


4. Kurpet 16 Pengembangan vegetasi 2 1. Pengenalan jen2. PUP 3. Inventarisasi hu4. Kurpet 5. Ekowisata 6. KSDAE 17 Pengamatan satwaliar 3 1. Konservasi jeni2. Kader konserva3. Perlindungan d4. Ekowisata 18 Pengamatan satwaliar 4 1. Konservasi jen2. Kader konserva3. Perlindungan d19 Camping ground 1. Bina Cinta Alam2. Ekowisata 3. KTA 4. DAS 5. Kader konserva20 Pengembangan Ekowisata 1. Jasa lingkunga2. Pemandu Wisa3. Valuasi SDA 4. Pengenalan jen5. Kurpet 6. Bina Cinta Alam


95 4. Inventarisasi HHBK 5. Pemanfaatan HHBK nis utan 1. Penataan areal kerja 2. Pembuatan demplot ITSP 3. Pemeliharaan demplot 4. Inventarisasi HHBK 5. Pemanfaatan HHBK s asi an pengamanan 1. Penataan areal kerja 2. Pemasangan camera trap 3. Patroli gabungan 4. Pembuatan canopy trail is asi dan pengamanan 1. Penataan areal kerja 2. Pemasangan camera trap 3. Patroli gabungan 4. Inventarisasi dan monitoring satwa m asi 1. Penataan areal kerja 2. Pembuatan camping ground 3. Perawatan camping ground 4. Pembuatan toilet umum 5. Pengembangan ekowisata 6. Pembuatan playing ground n ata nis flora fauna m 1. Pembuatan fasilitas outbond 2. Pembuatan sarana ekowisata 3. Pembuatan papan interpretasi 4. Pembuatan papan informasi 5. Pemeliharaan fasilitas outbond dan sarana ekowisata 6. Pembuatan playing ground 7. Pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis)


21 Komplek sarana dan prasarana 1. Budidaya lebah2. Penyuluhan 3. HHBK 22 Arboretum 1. KSDAE 2. Kebakaran Huta3. Konservasi jen4. Wisata Alam 5. Pengenalan jen6. Pengukuran Ka7. Lokasi praktek 8. Lokasi praktek 9. Pengguna lain 23 Pengembangan lebah madu 1. Budidaya lebah2. Penyuluhan 3. HHBK 24 Konservasi Tanah 1. KTA 2. Kebakaran huta3. RHL 25 Pengamatan satwaliar 2 1. Konservasi jeni2. Kader konserva3. Perlindungan d


96 8. Pembuatan shelter 9. Pembuatan jalur interpretasi 10. Inventarisasi potensi wisata h madu K 1. Pembuatan fasilitas outbond 2. Pembuatan tourism information centre 3. Pembuatan toilet umum 4. Pembuatan bangunan koleksi tanaman hias 5. Pembuatan bengkel kerja (workshop) 6. Pembangunan bak penampungan air bersih 7. Renovasi sarana-prasarana 8. Revitalisasi jalan an is nis flora dan fauna arbon siswa siswi SMKK mahasiswa USU/USI 1. Penataan areal kerja 2. Pusat penyelamatan satwa 3. Pemeliharaan arboretum 4. Pembuatan demplot tanaman obat (simplisia) h madu 1. Penataan areal kerja 2. Pemeliharaan demplot an 1. Penataan areal kerja 2. Pemeliharaan demplot is asi an pengamanan 1. Penataan areal kerja 2. Pemasangan camera trap 3. Patroli gabungan 4. Inventarisasi dan monitoring satwa 5. Pembuatan menara pengamatan


26 Pemanfaatan 2 1. Pemanenan ka2. HHBK 3. Pengelolaan hu4. Ganis PHPL Produksi 6 Pemberdayaan masyarakat 1 1. Penyuluhan 2. HHBK 3. Perhutanan Sos4. Manajemen Kon5. KTH 7 Pemberdayaan Masyarakat 2 1. Penyuluhan 2. HHBK 3. Perhutanan Sos4. Manajemen Kon5. KTH


97 yu utan lestari 1. Penataan areal kerja 2. Inventarisasi HHBK 3. Pemanfaatan HHBK 4. Pembuatan demplot HHBK Pinus dan Aren sial nflik 1. Penataan areal kerja 2. Pembentukan KTH 3. Pemberdayaan/pembinaan KTH 4. Inventarisasi HHBK 5. Pemanfaatan HHBK 6. Pemeliharaan HHBK 7. Pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) 8. Pembentukan kelompok Pemanfaatan Air 9. Pembentukan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) 10. Pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) 11. Patroli gabungan 12. Pembuatan papan interpretasi 13. Pembuatan papan informasi sial nflik 1. Penataan areal kerja 2. Pembentukan KTH 3. Pemberdayaan/pembinaan KTH 4. Inventarisasi HHBK 5. Pemanfaatan HHBK 6. Pemeliharaan HHBK 7. Pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) 8. Pembentukan kelompok Pemanfaatan Air 9. Pembentukan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) 10. Pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) 11. Patroli gabungan 12. Pembuatan papan interpretasi 13. Pembuatan papan informasi


8 Ekowisata 1 1. Jasa lingkungan2. Pemandu Wisat3. Valuasi SDA 4. Pengenalan jen5. Kurpet 6. Bina Cinta Alam14 Resolusi konflik 2 1. Manajemen kon2. GIS 3. Perlindungan P4. Penyuluhan 5. Kebakaran huta


98 n ta nis flora fauna m 1. Pembuatan fasilitas outbond 2. Pembuatan sarana ekowisata 3. Pembuatan papan interpretasi 4. Pembuatan papan informasi 5. Pemeliharaan fasilitas outbond dan sarana ekowisata 6. Pembuatan playing ground 7. Pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) 8. Pembuatan shelter 9. Pembuatan jalur interpretasi 10. Inventarisasi potensi wisata nflik Pengamanan an 1. Penataan areal kerja 2. Patroli gabungan 3. Penanaman bersama 4. Pembuatan papan interpretasi 5. Pembuatan papan informasi


99 Penjelasan Rencana Program dan Kegiatan yang akan Dikembangkan 1. Petak 1 : Jalur Tracking Dengan kelerengan yang tidak terlalu curam, areal ini sesuai untuk dijadikan salah satu jalur tracking. Tutupan lahan yang berupa hutan lahan kering sekunder bercampur dengan hutan tanaman, menjadikan areal ini sesuai untuk digunakan sebagai lokasi praktik siswa SMK Kehutanan, maupun mahasiswa kehutanan. 2. Petak 2 : Pemanfaatan 1 Berdasarkan tutupan lahannya, areal ini didominasi tegakan Pinus dengan diameter > 30 cm. Oleh karena itu, areal ini sangat sesuai dijadikan lokasi praktik kediklatan seperti GANIS PHPL, serta demplot pengelolaan HHBK khususnya getah Pinus. 3. Petak 3 : Resolusi Konflik Areal ini memiliki tutupan lahan berupa semak belukar, dan berbatasan langsung dengan areal ladang milik masyarakat. Oleh karena itu, area ini sesuai dimanfaatkan sebagai laboratorium alam pendidikan terkait resolusi konflik. 4. Petak 4 : Agroforestry Areal ini merupakan perladangan yang digarap oleh masyarakat sekitar dengan perjanjian yang disepakati oleh pengelola KHDTK. Penggunaan lahan saat ini berupa tanaman semusim seperti Kopi, Cabe, Palawija, dll. Areal ini bisa dimanfaatkan sebagai lokasi praktik agroforestry, sekaligus pembinaan KTH/masyarakat. 5. Petak 5 : Konservasi Areal ini memiliki tutupan lahan berupa hutan lahan kering sekunder, dengan beberapa aliran anak sungai. Area ini sesuai dijadikan laboratorium alam untuk bidang konservasi, yang meliputi pencegahan kebakaran hutan, konservasi jenis, pengenalan jenis flora dan fauna, pengukuran karbon, dan sebagainya.


100 6. Petak 6 : Pemberdayaan Masyarakat Areal ini berbatasan langsung dengan permukiman masyarakat Dusun Dolok Seribu, dan memiliki fungsi kawasan sebagai Hutan Produksi. Oleh karena itu, lokasi ini dapat dijadikan laboratorium alam terkait pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. 7. Petak 7 : Pemberdayaan Masyarakat 2 Areal ini berbatasan langsung dengan perkebunan masyarakat yang tegakannya di dominasi oleh Eucalyptus sp. Dengan kondisi kawasan yang rawan dengan aktifitas perladangan masyarakat, maka areal ini dijadikan petak pemberdayaan masyarakat. 8. Petak 8 : Ekowisata 1 Berdasarkan tutupan lahan yang berupa hutan lahan kering sekunder, serta beberapa anak sungai yang melintasi, area ini sesuai untuk dijadikan laboratorium alam pengembangan ekowisata. 9. Petak 9 : Pemberdayaan Masyarakat 3 Areal ini berbatasan langsung dengan ladang atau perkebunan masyarakat di Desa Pondok Buluh. Masyarakat juga memanfaatkan air bersih secara langsung dari dalam kawasan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh. Oleh karena itu, areal ini sesuai untuk dijadikan laboratorium alam pemberdayaan masyarakat. 10. Petak 10 : Pengamatan Satwaliar 5 Areal ini memiliki tutupan lahan berupa hutan lahan kering sekunder secara keseluruhan. Karena kondisi hutan yang cukup lebat, lokasi ini sesuai untuk dilakukan kegiatan konservasi sumberdaya hutan, salah satunya adalah pengamatan burung. Diketahui pula, dari hasil inventarisasi fauna yang telah dilakukan, KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh memiliki potensi keanekaragaman jenis burung yang tinggi. 11. Petak 11 : Agroforestry 2 Areal ini telah dimanfaatkan sebagai lokasi agroforestry, dengan penanaman tanaman semusim di sela-sela tegakan pohon.


101 12. Petak 12 : MPTS Berdasarkan tutupan lahannya, areal ini berupa semak belukar dan cukup terbuka dari tutupan tajuk pohon. Areal ini sangat sesuai untuk dikembangkan menjadi areal penanaman atau pengkayaan tanaman, salah satunya sebagai demplot MPTs (Multi Purposes Trees). 13. Petak 13 : Pengamatan Satwaliar 1 Berdasarkan hasil pengamatan lapangan, lokasi ini merupakan habitat beruang madu. Tutupan hutan yang cukup lebat menjadikan lokasi ini sesuai untuk area pengamatan satwa, maupun kegiatan konservasi sumberdaya alam hutan lainnya. 14. Petak 14 : Resolusi konflik 2 Areal ini berbatasan langsung dengan perusahaan Hutan Tanaman, sehingga dapat dijadikan sebagai laboratorium alam dan lokasi praktik resolusi konflik. 15. Petak 15 : Pengembangan Vegetasi 1 Di areal ini terdapat Petak Ukur Permanen (PUP) yang dibentuk oleh BPKH Wilayah I Medan. Dengan tegakan Meranti yang cukup banyak, maka lokasi ini sesuai untuk dijadikan laboratorium alam inventarisasi hutan. 16. Petak 16 : Pengembangan Vegetasi 1 Areal ini memiliki tutupan lahan berupa hutan lahan sekunder dengan kondisi tegakan yang cukup baik. Untuk itu diharapkan pada areal ini dapat dikembangkan menjadi demplot pohon Sampinur, yang merupakan tanaman endemik dari Sumatera Utara. 17. Petak 17 : Pengamatan Satwaliar 3 Areal ini memiliki topografi berbukit-bukit, dengan kelerangan yang cukup curam. Berdasarkan hasil pengamatan lapangan, diketahui bahwa areal tersebut merupakan habitat kera ekor panjang. Oleh


102 karena itu, direncanakan pada lokasi ini akan dibangun canopy taril dan menara pengamatan satwa. 18. Petak 18 : Pengamatan Satwaliar 4 Berdasarkan hasil pengamatan lapangan, pada lokasi ini ditemukan satwa Trenggiling. Oleh karena itu, area ini akan dikembangkan menjadi petak habitat trenggiling yang sekaligus menjadi lokasi bagi penelitian maupun pendidikan tentang satwa ini. 19. Petak 19 : Camping Ground Areal ini memiliki tutupan lahan berupa hutan lahan kering sekunder dengan tegakan yang mendominasi adalah Pinus. Di area ini juga terdapat aliran sungai, sehingga dapat dijadikan sumber air bersih. Karena tegakan Pinus memiliki keindahan alam, serta lantai hutan yang relative bersih, maka lokasi ini sangat sesuai dijadikan lokasi camping. 20. Petak 20 : Pengembangan Ekowisata Lokasi ini berdekatan dengan fasilitas Asrama/penginapan yang ada di KHDTK HDPB. dengan tutupan hutan yang masih baik, area ini berpotensi untuk dijadikan objek ekowisata, maupun paket wisata pendidikan yang menarik. 21. Petak 21 : Komplek Sarana dan Prasarana Sarana dan Prasarana yang ada saat ini, maupun yang akan dikembangkan dikemudian hari akan difokuskan pada area ini. Area ini juga akan menjadi lokasi pengembangan wisata edukasi HHBK, maupun kegiatan outbond. 22. Petak 22 : Arboretum Areal ini merupakan demplot Arboretum yang saat ini telah terbentuk dengan luasan ± 2 Ha. Kedepannya akan dilakukan pengkayaan jenis dan penambahan Demplot tanaman obat.


103 23. Petak 23 : Lebah Madu Areal ini merupakan tempat dilakukannya pengembangan budidaya Lebah Madu yang saat ini telah dilaksanakan. 24. Petak 24 : Konservasi Tanah Pada lokasi ini, telah dikembangkan demplot Konservasi Tanah. Namun, kondisinya saat ini kurang terpelihara. Untuk itu, kedepannya dapat dikembangkan prasarana konservasi tanah dan air di area ini, sekaligus menjadi laboratorium alam pendidikan dan pelatihan bidang konservasi tanah dan air. 25. Petak 25 : Pengamatan Satwaliar 2 Berdasarkan pengematan lapangan, pada lokasi ini terdapat sarang burung Rangkong. Oleh karena itu area ini akan dikembangkan menjadi demplot habitat burung Rangkong, sekaligus menjadi laboratorium alam kediklatan pengamatan satwa burung Rangkong, serta wisata edukasi habitat burung Rangkong. 26. Petak 26 : Pemanfaatan 2 Areal ini memiliki tutupan lahan berupa Tegakan Pinus, sehingga sesuai untuk dijadikan area pemanfaatan getah Pinus, maupun sebagai laboratorium alam kediklatan terkait PHPL dan HHBK. Jenis kegiatan yang akan dikembangkan juga mengacu pada hasil dialog multipihak dan FGD yang telah dilaksanakan. Hasil dari kegiatan dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara Dapat menjadikan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh sebagai lokasi pengamatan satwa liar, serta lokasi pelepasliaran satwa endemik. 2. Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser Mendukung dilakukannya pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh secara kolaboratif, karena sangat menjanjikan untuk


104 menghasilkan sarana pengelolaan yang lengkap untuk kediklatan. Peran serta dapat dilibatkan dalam proses penyusunan Rencana Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh. 3. Balai Perhutanan Sosial dan Kelola Lingkungan Wilayah Sumatera Dapat membantu sosialisasi kepada masyarakat sekitar KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh, mengenai Perhutanan Sosial. BPSKL Wilayah Sumatera akan memfasilitasi masyarakat (KTH) dalam memanfaatkan KHDTK Hutan Diklat Pondok sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pada akhirnya BDLHK Pematangsiantar dan BPSKL Wilayah Sumatera akan bekerjasama menyediakan Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan (Kulin KK) bagi masyarakat/KTH di sekitar kawasan KHDTK HDPB. 4. Kementerian PPN/Bappenas Mendukung peningkatan sarana dan prasarana KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh sebagai fasilitas untuk pengembangan SDM Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Hal ini sejalan dengan fokus pembangunan Indonesia 5 tahun kedepan, yaitu pengembangan SDM. 5. Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara Mendukung pengelolaan kolaboratif KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh, dengan turut serta melakukan kolaborasi pengamanan kawasan hutan. 6. Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Dapat membantu melakukan pengamanan hutan kolaboratif, serta pengamanan gangguan hutan. 7. SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru Fungsi hutan produksi yang ada di dalam kawasan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh menjadi tempat yang strategis untuk menjadi lokasi praktik siswa pada jurusan Teknologi Hasil Hutan. Kedepannya diharapkan ada MoU terkait dengan hal tersebut.


105 8. Balai PDASHL Asahan Barumun Sejalan dengan program pengembangan jenis pohon macadamia dan pengolahannya menjadi jenis kuliner tertentu, maka dapat dibuat demplot macadamia di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh, dengan bantuan bibit dan teknik pembibitan dari BPDASHL Asahan Barumun. 9. PT. Toba Pulp Lestari Melihat potensi burung yang terancam punah di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh, bisa dibuat penangkaran burung Rangkong, atau jalur pengamatan burung tersebut. Dibutuhkan juga pembangunan home stay yang memadai. Untuk keberlanjutan rencana ini dibutuhkan FGD lebih lanjut. 10. KPH Wilayah II Pematangsiantar Melakukan sinkronisasi dalam tataran perencanaan yang sudah tertuang dalam RPHJP KPHP Unit XII Simalungun, terutama di daerah yang berbatasan langsung dengan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh, agar dalam pelaksanaannya bisa saling mendukung dan melengkapi. Selain itu, KPH Wilayah II Pematangsiantar juga dapat bekerjasama dalam melaksanakan kegiatan misalnya patroli pengamanan hutan bersama, pemberdayaan masyarakat sekitar hutan melalui KTH binaan KPH, dan lain-lain. 11. Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aek Nauli Dapat memberikan masukan dalam penyusunan Rencana Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Kolaboratif, berdasarkan pengalaman pengelolaan KHDTK Aek Nauli. 12. Balai Pengelolaan Hutan Produksi Wilayah II Medan Mendukung untuk dibangunnya laboratorium khusus untuk sarana pengukuran dan pengujian hasil hutan, baik untuk kayu bulat maupun


106 kayu olahan, bahkan bila memungkinkan sekaligus laboratorium untuk pengawetan kayu jenis tertentu. 13. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Simalungun Akan mendukung dan membantu pengembangan ekowisata di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh, sesuai dengan fungsi/tugas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. 14. Dinas Pariwisata Kota Pematangsiantar Dapat mempromosikan keberadaan wisata alam di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh. Namun terlebih dahulu perlu dipenuhi sarana dan prasarana, seperti jalan, toilet, tempat duduk, tempat sampah, serta tempat bermain anak-anak. Untuk melengkapi sarana tersebut, dapat dilakukan dengan dukungan dana CSR perusahaan atau Bank yang ada di Pematangsiantar dan Simalungun. 15. Dinas Lingkungan Hidup Pematangsiantar Mendukung pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh secara kolaboratif, dapat dilakukan diskusi lanjutan untuk menentukan jenis kegiatan yang dapat dikembangkan disana. 16. SMA Negeri 5 Pematangsiantar Sangat mendukung kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan lingkungan bagi anak sekolah. Diharapkan ada paket kegiatan pendidikan lingkungan bagi anak sekolah. 17. Nagori/Desa Siatasan Siap berperan aktif dalam pengamanan hutan partisipatif, dan bersedia mengikuti program pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan. 18. Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara Dukungan pelaksanaan penelitian dan pembuatan demplot, sebagai lokasi praktik manajemen hutan oleh dosen dan mahasiswa, serta laboratorium inventarisasi hutan.


107 19. Universitas Simalungun Kerjasama penelitian mahasiswa S1/S2, lokasi magang hutan alam, serta lokasi magang ekowisata. D. Jenis dan Tahapan Kegiatan untuk Menunjang Program yang Dilakukan KHDTK Berdasarkan visi, misi, tujuan dan permasalahan pokok dalam pengelolaan serta analisis lingkungan strategis, maka arah program dan kegiatan pokok yang akan dilakukan di KHDTK HDPB dalam kurun waktu 20 Tahun (2020-2039) sebagaimana tercantum pada Tabel 26.


Tabel 26. Jenis dan Tahapan Kegiatan yang akan DilaksanNO Sasaran Program 1 Pengoptimalkan pemanfaatan KHDTK Hutan Diklat sebagai sarana diklat dengan melibatkan multipihak 1.1.Tata Kelola Kawasan 111111.2.Peningkatan Fasilitas sarana dan Prasarana 1111111111111111


108 nakan Jenis Kegiatan Volume .1.1. Penataan Areal Kerja 2 Paket .1.2. Pemeliharaan Batas Kawasan 9 Kegiatan .1.3. Pemeliharaan pal batas kawasan 10 Kegiatan .1.4. Pembuatan Papan Larangan 50 Buah .1.5. Rekonstruksi tata batas 4 Kegiatan .2.1. Renovasi Kantor 5 Paket .2.2. Renovasi Asrama 5 Paket .2.3. Renovasi ruang kelas 4 Paket .2.4. Renovasi ruang makan 1 Paket .2.5. Revitalisasi jalan 10 Paket .2.6. Revitalisasi talud penahan jalan 4 Paket .2.7. Revalitasi arboretum (trek, papan interpretasi) 3 Paket .2.8. Pembuatan Film Dokumenter KHDTK 3 Paket .2.9. Penyusunan Buku 10 Judul .2.10.Pembuatan Bengkel Kerja/ workshop 4 Unit .2.11.Pembuatan Fasilitas outbound 4 Paket .2.12.Pembuatan demplot 5 Paket .2.13.Pembuatan camping ground 1 Paket .2.14.Pembuatan tourist information centre 1 Paket .2.15.Pembuatan toilet umum 2 Paket .2.16.Pembuatan shelter 5 Paket


1111111111.3.Penyusunan Model Kelembagaan Kolaboratif 1111


109 .2.17.Pembuatan menara pengamatan 3 Paket .2.18.Pembuatan pusat penyelamatan satwa 1 Paket .2.19.Pembuatan bangunan untuk koleksi tanaman hias 1 Paket .2.20.Pembuatan bangunan untuk koleksi tanaman obat/simplisia 1 Paket .2.21.Pembangunan playing ground 5 Paket .2.22.Pembuatan bak penampungan air bersih 1 Paket .2.23.Pengadaan kamera trap 20 Unit .2.24.Pembuatan canopy trail 1 unit .2.25.Pemeliharaan demplot dan arboretum 100 kegiatan .3.1.Pembentukan KTH 3 kali 1.3.3. Pembentukan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) 3 Kali 1.3.4. Pembentukan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) 3 kali .3.5. Pembentukan Kelompok Pemanfaatan Air 3 Kali


1.4.Peningkatan partisipasi stakeholder/multipihak 111.412 Pengoptimalan pemanfaatan potensi keanekaragaman hayati KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh sebagai alternatif ekowisata dan pemanfaatan jasa lingkungan dalam mendukung pengembangan Danau Toba 2.1Pengelolaan HHBK 222.2.Peningkatan fasilitas pendukung pengembangan ekowisata 222222.3 Pengembangan kegiatan ekowisata 2


110 .4.1. Koordinasi dengan multipihak tentang pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh 40 Kali .4.2 Penyusunan Kesepakatan Pengelolaan KHDTK bersama multipihak 4 Kegiatan 4.3. Mengikutsertakan tenaga pengelola KHDTK dalam kegiatan diklat 20 Kali .4.4. Peningkatan SDM Pengelola KHDTK melalui kegiatan magang/workshop/studi banding/ seminar 20 Kali .1.1 Inventarisasi HHBK 4 Kali .1.2 Pemanfaatan HHBK dengan melibatkan multipihak 20 kali .2.1. Inventarisasi potensi wisata 5 kali .2.2. Pembuatan jalur Interpretasi 6 Kegiatan .2.3. Pembuatan sarana ekowisata 5 Kegiatan .2.4. Pembuatan papan interpretasi (papan penunjuk jalan, papan peringatan, papan larangan, papan informasi) 60 paket .2.5. Pengadaan peralatan outbond .3.1. Pembuatan program kegiatan wisata berdasarkan obyek wisata yang terdapat di KHDTK HDPB 15 Paket


222.22.4. Pembuatan media informasi sebagai sarana promosi ekowista KHDTK 2222.5.Pelibatan multipihak dalam pengelolaan ekowisata di KHDTK HDPB 2223 Pengoptimalkan peran 3.1.Peningkatan 3


111 .3.2 Inventarisasi dan monitoring satwa 5 Kegiatan .3.3 Pembentukan tim pengelola kegiatan ekowisata 3 Kegiatan 3.4 Menyelenggarakan pelatihan tentang pemanduan wisata bagi masyarakat 5 Kali .3.5 Membuat kegiatan wisata pendidikan bagi anak sekolah di KHDTK HDPB 15 Kegiatan .4.1 Pembuatan film documenter tentang ekowisata KHDTK HDPB 1 Kegiatan .4.2 Pembuatan booklet/leaflet terkait ekowisata di KHDTK HDPB 20 paket .4.3 Pembuatan papan mading di KHDTK HDPB 2 Buah .5.1 Pelibatan masyarakat dalam mempromosikan ekowisata KHDTK HDPB 15 Kegiatan .5.2 Mengembangkan ekonomi masyarakat dan pemberdayaan masyarakat setempat dengan menciptakan produkproduk lokal. 5 Kegiatan .5.3 Mengembangkan kerjasama pengembangan ekowisata dengan pihak lain (instansi pemerintah, NGO, instansi pendidikan, pemegang izin usaha, dan masyarakat setempat). 10 Kegiatan .1.1. Sosialisasi tentang keberadaan dan 10 kali


masyarakat dan stakeholder lainnya dalam menjaga KHDTK HDPB kesadaran, komitmen dan peran serta stakeholder arti penting KHDTK HDPB 33333.2.Meningkatkan kerjasama dengan multipihak dalam penyediaan sarana prasarana pengamanan hutan 33.3.Meningkatkan keterlibatan multipihak dalam menjaga kelestarian kawasan hutan 333


112 batas kawasan KHDTK HDPB .1.2. Memberikan penyuluhan terkait pengamanan hutan kepada masyarakat sekitar KHDTK HDPB 20 kali .1.3 Pembinaan KTH 60 kali .1.4 Pembinaan POKDARWIS 60 Kali .1.5 Pembinaan MMP 60 Kali .2.1.Menyusun proposal untuk penambahan sarana dan prasarana pengamanan kepada instansi terkait (NGO, pemegang izin usaha) 2 Kegiatan .3.1. Melaksanakan patroli gabungan 20Kali .3.2 Melaksanakan kegiatan penanaman bersama di KHDTK HDPB 15 Kali .3.3 Melaksanakan kerjasama pelatihan pengamanan hutan/kebakaran hutan 21 K a l i


113 E. Penataan Blok dan Petak Sesuai Arah Program dan Kegiatan Pokok Diklat Kehutanan Unit pengelolaan adalah suatu sistem manajemen untuk lebih mengoptimalkan pengelolaan yang diimplementasikan kedalam kesatuan pengelolaan hutan terkecil sesuai fungsinya. Berkaitan dengan unit pengelolaan ini, KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluhakan dibagi menjadi petak pengelolaan terkecil yang disesuaikan dengan kondisi riil kawasan. Pembagian petak tidak selamanya mempunyai luasan yang sama serta tidak akan terkumpul menjadi satu. Untuk mempermudah pengelolaan jangka panjang 2020-2039, KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh dibagi menjadi 2 blok sebagaimana fungsi kawasan yaitu Blok Lindung dan Blok Produksi Tetap. Blok tersebut kemudian dibagi menjadi petak-petak sebanyak 26 petak. Pembagian petak dalam pengelolaan sebagaimana terlampir pada Peta Pembagian Blok KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh. F. Rencana Pemanfaatan Hutan dan Pembangunan Sarana Prasarana F.1 Rencana Pemanfaatan Hutan untuk Menunjang Pengelolaan KHDTK Rencana pemanfaatan hutan untuk menunjang pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh sesuai dengan fungsi KHDTK yaitu: 1. Sebagai laboratorium alam dalam pendidikan, pelatihan dan penelitian KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh memiliki potensi yang cukup besar. Berbagai jenis flora dan fauna tumbuh dan berkembang di dalam kawasan hutan tersebut. Beberapa jenis flora yang banyak dijumpai di lapangan diantaranya Pinus, Meranti, Puspa, Rasamala, Sampinur, HapasHapas, Aren, Kemenyan, Bambu, Medang, Mayang, Anggrek hutan dan lain sebagainya. Dari pengamatan dan informasi dari masyarakat sekitar


114 hutan, jenis-jenis satwa yang terdapat di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh diantaranya monyet, siamang, rusa, burung elang, lipan, biawak, burung balam, ular, kadal, babi hutan, ayam hutan, burung enggang, rusa, trenggiling dan lain-lain. Dari potensi-potensi yang terdapat di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh perlu adanya pengelolaan yang baik. Dengan pengelolaan yang baik diharapkan mampu memberikan peningkatan pemanfaatan KHDTK sebagai laboratorium alam dalam pendidikan, pelatihan dan penelitian. 2. Sebagai lokasi pengembangan hutan dengan melibatkan multipihak Berdasarkan Permen LHK No 15 Tahun 2018 Tentang KHDTK pasal 19 ayat 3 bahwa dalam pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh dapat melibatkan pihak-pihak lain melalui kerjasama. Kerjasama ini harus melihat dari status fungsi kawasan hutan. KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh memiliki status fungsi kawasan hutan lindung dan hutan produksi tetap. Bentuk kerjasama yang dapat dilakukan pada hutan produksi meliputi; 1) pemanfaatan kawasan, 2) pemanfaatan dan pemungutan HHBK, 3) pemanfaatan jasa lingkungan dan wisata alam. Sedangkan pada hutan lindung bentuk kerjasama yang dapat dilakukan adalah; 1) pemanfaatan jasa lingkungan dan wisata alam dan 2) pemungutan HHBK. Berdasarkan dari aturan tersebut maka dalam pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh tidak menutup kemungkinan bisa melibatkan multipihak. Dengan adanya pelibatan multipihak diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam pengembangan pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh.


115 3. Sebagai lokasi pemberdayaan masyarakat sekitar KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Peran serta masyarakat sangat penting dalam pengelolaan hutan secara lestari. Berhasilnya pencapaian tujuan-tujuan pembangunan memerlukan keterlibatan aktif dari masyarakat pada umumnya. Tidak saja dari pengambil kebijaksanan tertinggi, para perencana, pegawai pelaksana operasional, tetapi juga dari petani, nelayan, buruh, pedagang kecil, pengusaha, dan lain-lain. Selain memberikan informasi yang berharga kepada para pengambil keputusan, peran serta masyarakat akan mereduksi kemungkinan kesedian masyarakat untuk menerima keputusan. Peran serta masyarakat merupakan faktor penting dalam pembangunan sehingga hampir semua negara mengakui adanya kebutuhan akan partisipasi dalam semua proses pembangunan. Hal ini terlihat dengan munculnya konsep pembangunan dari bawah yang melibatkan peran serta masyarakat (bottom up) untuk mengimbangi modus konsep pembangunan dari atas (top down). Salah satu kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dapat dilakukan di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh adalah kegiatan penyuluhan. Contoh kegiatan penyuluhan di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh adalah budidaya lebah madu, pemanfaatan aren, budidaya jamur tiram, sosialisasi peraturan terkait pengamanan hutan kepada masyarakat, dan pengembangan generasi lingkungan. 4. Pengelolaan KHDTK secara mandiri dengan memanfaatkan 10% dari luas KHDTK Berdasarkan hasil observasi lapangan dan kajian dari hasil penelitian dan laporan yang ada KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh memiliki potensi yang cukup besar. Potensi tersebut terlihat dari kondisi flora fauna yang masih cukup baik. Di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh


116 terdapat potensi HHBK yang cukup melimpah seperti aren, bambu, getah pinus dan rotan. Selain HHBK KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh juga memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan. Berdasarkan potensi tersebut maka pengelola KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh dapat memanfaatkan HHBK dan jasa lingkungan yang ada di dalam kawasan sesuai dengan Permen LHK No 15 Tahun 2018 sebesar 10% dari luas KHDTK guna mewujudkan pengelolaan KHDTK yang mandiri. Bentuk pemanfaatan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh meliputi pembangunan jaringan jalan, instalasi listrik, jaringan air, gedung dan bangunan penunjang kegiatan KHDTK, pembuatan demplot, peningkatan fasilitas ekowisata, pembuatan jalur interpretasi, pemanfaatan HHBK dan pemanfaatan jasa lingkungan. 5. Sebagai salah satu alternatif pengembangan ekowisata di Sumatera Utara KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh memiliki potensi wisata maupun pendidikan yang dapat dikelola dengan baik sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh, serta mendukung otoritas Danau Toba sebagai destinasi wisata yang mendunia. Potensi yang teridentifikasi antar lain memiliki bentang alam yang baik, memiliki flora fauna yang khas atau langka, topografi yang menantang serta aliran sungai yang bersih dan jernih. Potensi yang ada dapat dikembangkan melalui kegiatan ecotourism seperti jalan santai melalui jalur tracking, camping, birdwatching, serta wisata air. Untuk mengembangkan kegiatan tersebut diperlukan peningkatan fasilitas penunjang yang memadai.


117 6. Sebagai sumber benih atau plasma nutfah Berdasarkan citra lansat KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh memiliki tutupan lahan di atas 90% dan data hasil inventarisasi menunjukkan keanekaragaman flora di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh. Dengan adanya keanekaragaman flora di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh maka sangat berpotensi dalam penyediaan sumber benih tumbuhan atau plasma nutfah. Salah satu bentuk upaya penyediaan benih tanaman pada KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh adalah dengan membuat demplot persemaian. Demplot persemaian yang berisi tanaman MPTS seperti meranti, jengkol, aren, durian dan tanaman lainnya. Persemaian juga digunakan untuk menampung bibit-bibit dari luar yang akan didistribusikan untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat di sekitar KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh. Mengingat hal tersebut maka diperlukan peningkatan sarana penunjang dalam pengelolaan demplot persemaian. 7. Sebagai lokasi pengembangan sistem hidrologi yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Di dalam KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh terdapat anak sungai yang alirannya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Pada lokasi sekitar sungai juga akan dibangun DAM pengendali yang berfungsi sebagai penahan aliran sungai agar tidak mudah terjadi erosi. Pembuatan DAM pengendali merupakan salah satu bentuk pengelolaan DAS yang terdapat di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh. F.2 Rencana Pembangunan Sarana dan Prasarana KHDTK Dalam KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh terdapat sarana dan prasarana yang dapat digunakan selama kegiatan pendidikan dan


118 pelatihan, baik kegiatan di kelas maupun di lapangan serta fasilitas pendukung lainnya, antara lain : Gedung Kantor 1 unit, Asrama dengan kapasitas 60 Orang, dilengkapi dengan Dapur, Ruang Makan, Musholla, Gazebo dan sarana Olah Raga, Ruang Kelas 2 unit @ Kapasitas 30 Orang, Model Petak Percontohan/Demplot yang berhubungan dengan Penyelenggaraan Diklat (Persemaian, Demplot MPTS, Demplot Lebah Madu, Arboretum, Demplot Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), Demplot Pengawetan Tanah, Demplot Agroforestry, Camping Ground, Jalur Interpretasi dan Tracking, dan Fasilitas Outbond. 8.1 Asrama (kapasitas 60 orang) Di dalam kawasan hutan diklat terdapat fasilitas asrama dengan kapasitas untuk 60 orang. Dalam asrama tersebut telah dilengkapi dengan beberapa fasilitas, seperti tempat tidur, almari, meja belajar dan kamar mandi dalam. Selain itu, di sekitar ruang asrama tersebut juga dilengkapi dengan ruang dapur dan ruang makan, serta ada juga fasilitas olahraga, diantaranya tenis meja dan bola volly. Semua fasilitas yang ada di dalam ruang asrama tersebut dalam kondisi baik. Setiap ada kegiatan diklat yang melakukan kegiatan praktek lapangan di dalam KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh, para peserta menginap di dalam asrama tersebut. Guna menunjang kegiatan pemebelajaran, di sekitar ruang asrama juga terdapat ruang kelas dan kantor sehingga setiap kegiatan diklat yang dilaksanakan di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh dapat berjalan dengan baik dan optimal. 8.2 Demplot MPTS Pemanfaatan Kawasan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh sebagai sarana praktik pendidikan dan pelatihan juga dapat digunakan sebagai tempat budidaya pohon serbaguna atau tanaman MPTS. Multipurpose Tree Species (MPTS) adalah sistem pengelolaan lahan dimana berbagai jenis kayu ditanam dan dikelola, tidak saja untuk menghasilkan kayu, akan


119 tetapi juga daun-daunan dan buah-buahan yang dapat digunakan sebagai bahan makanan ataupun pakan ternak. Tanaman-tanaman yang digunakan dalam MPTS adalah jenis tanaman buah-buahan yang mempunyai fungsi ganda dan mempunyai persyaratan tertentu antara lain: cocok dengan tempat tumbuh dan mempunyai nilai ekonomi/pasar yang tinggi, serta dapat dipungut hasil/buahnya tanpa menebang pohonnya. 8.3 Demplot Lebah Madu Pembuatan demplot lebah madu dimaksudkan sebagai sarana praktik diklat dan pelatihan lingkungan hidup dan kehutanan. Selain itu demplot ini juga bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan serta kesejahteraan masyarakat melalui budidaya lebah madu yang dilakukan. Luas areal demplot lebah madu yaitu 1 Ha yang terdiri dari bangunan untuk stup lebah madu serta tanaman pakan. 8.4 Persemaian Untuk menunjang kelancaran penyelenggaran diklat, di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh juga dilengkapi dengan adanya demplot persemaian. Demplot ini terletak berdekatan dengan kompleks asrama sehingga pelaksanaan kegiatan praktek dapat berjalan secara optimal 8.5 Arboretum Sebagai wahana dalam menunjang pelaksanaan diklat, KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh juga memiliki arboretum, yang berada di sekitar kompleks asrama. Arboretum ini dapat digunakan sebagai sarana pemebelajaran dalam berbagai jenis diklat, seperti diklat pengenalan jenis pohon. Dengan keberadaan arboretum ini, diharapkan dapat mempermudah peserta diklat dalam memahami dan mengenal secara langsung beberapa koleksi jenis pohon yang terdapat di dalam arboretum tersebut.


120 8.6 Demplot Pengawetan Tanah Dalam rangka meminimalisir erosi dan longsor, di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh juga memiliki demplot pengawetan tanah. Demplot ini sangat bermanfaat dalam mendukung pelaksanaan diklat konservasi tanah. Dengan adanya demplot ini, maka peserta diklat dapat melihat dan mempraktekkan secara langsung proses pembuatan atau perlakuan dalam pengawetan tanah. 8.7 Demplot Agroforestry Agroforestry merupakan salah satu jenis diklat yang diselengggarakan di Balai Diklat Kehutanan Pematangsiantar. Diklat ini sangat penting bagi petugas kehutanan maupun masyarakat di sekitar kawasan hutan. Pelatihan agroforestry memberikan gambaran dan teknis pengelolaan hutan yang mampu mendorong tingkat perekonomian masyarakat sekitar kawasan, yaitu adanya nilai tambah bagi masyarakat. Sebagai contoh dan wahana dalam kegiatan praktek, maka di dalam KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh telah dikembangkan demplot agroforestry yang terletak tidak jauh dari komplek asrama. 8.8 Camping Ground Salah satu manfaat yang bisa diperoleh dari keberadaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh adalah keindahan alam yang tak ternilai harganya. Dengan kondisi hutan yang ada pada saat ini, banyak berbagai pihak yang memanfaatkan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh untuk kegiatan camping. Di dalam kawasan tersebut, telah tersedia area camping ground, yang dapat dimanfaatkan oleh khalayak umum. Lokasi dari area camping ground ini cukup strategis, karena dekat dengan aliran sungai yang cukup bersih dan jernih airnya.


121 8.9 Jalur Tracking Selain beberapa sarana dan prasarana tersebut, KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh juga dilengkapi dengan adanya jalur tracking. Jalur tersebut telah banyak dimanfaatkan oleh berbagai kalangan masyarakat sebagai wahana untuk meningkatkan kebugaran fisik dan juga dapat dimanfaatkan sebagai wisata alam. Dengan keberadaan jalur tracking tersebut, kita dapat menikmati indahnya pemandangan alam di area tersebut, serta dapat juga menikmati kicauan burung dan beberapa satwa lain yang ada di dalam kawasan tersebut.


NO Strategi Program Jenis Kegiatan Volume Penajawana K1 Pengoptimalkan pemanfaatan KHDTK Hutan Diklat sebagai sarana diklat dengan melibatkan multipihak 1.1. Tata Kelola Kawasan 1.1.1. Penataan Areal Kerja 2 Paket 1. Batas blok 2. Petak Ka. KSS WI Pere Staf1.1.2. Pemeliharaan Batas Kawasan 9 Kegiatan Ka. KSS WI Pere Staf1.1.3. Pemeliharaan pal batas kawasan 10 Kegiatan 1. Pal 1 s/d 25 2. pal 26 s/d 50 3. Pal 51 s/d 75 4. Pal 76 s/d 100 5. Pal 101 s/d 125 6. Pal 126 s/d 150 7. Pal 151 s/d 175 8. Pal 176 s/d 200 9. Pal 201 s/d 225 10. Pal 226 s/d 250 Ka. KSS WI Pere Staf1.1.4. Pembuatan Papan Larangan 50 Buah 1. Papan informasi KHDTK 15 Buah Ka. KSS WI G. Arah Pembiayaan Tabel 27. Arah Pembiayaan Rencana Pengelolaan KHD


122 anggung b/Pelaksa Kegiatan Waktu dan Anggaran 2 0 2 0 2 0 2 1 2 0 2 2 2 0 2 3 2 0 2 4 2 0 2 5 2 0 2 6 2 0 2 7 2 0 2 8 2 0 2 9 2 0 3 0 2 0 3 1 2 0 3 2 2 0 3 3 2 0 3 4 2 0 3 5 2 0 3 6 2 0 3 7 2 0 3 8 2 0 3 9 Balai SED Pokja encanaan f KHDTK Balai SED Pokja encanaan f KHDTK Balai SED Pokja encanaan f KHDTK Balai SED Pokja DTK HDPB 2020-2039


2.Papan Pencegahan Karhut 10 Buah 3.Papan Aturan KHDTK 15 Buah 4. Papan Petunjuk arah 10 Buah Adm Staf1.1.5. Rekonstruksi tata batas 4 Kegiatan 1. Tahap I, 5 K m 2. Tahap II, 10 K m 3. Tahap III, 5 Km 4. Tahap IV, 4,6 Km Ka. KSS WI Pere Staf1.2. Peningkatan Fasilitas sarana dan Prasarana 1.2.1. Renovasi Kantor 5 Paket 1. Perbaikan Dinding Kantor 2. Perbaikan Atap Kantor 3. Perbaikan Lantai Kantor 4. Perbaikan Toilet Kantor 5. Pemeliharaan Taman dan Halaman Kantor Ka. KSS KSB KSP Staf Piha1.2.2. Renovasi Asrama 5 Paket 1. Renovasi Kantor Blok I 2. Renovasi Kantor Blok II 3. Renovasi Kantor Blok III 4. Renovasi Kantor Blok IV 5. Renovasi Gerbang Asrama Ka. KSS KSB KSP StafPihak


123 ministrasi f KHDTK Balai SED Pokja encanaan f KHDTK Balai SED BTU PKD f KHDTK ak Ketiga Balai SED BTU PKD f KHDTK Ketiga


1.2.3. Renovasi ruang kelas 4 Paket 1. Renovasi Tembok Ruang Kelas 2. Renovasi Atap Ruang Kelas 3. Renovasi Lantai Ruang Kelas 4. Pengadaan Sarana dan Prasarana Ruang Kelas Ka. KSS KSB KSP Staf Piha1.2.4. Renovasi ruang makan 1 Paket Renovasi Atap plafon, dinding dan lantai ruang makan Ka. KSS KSB KSP Staf Piha1.2.5. Revitalisasi jalan 10 Paket 1. Peningkatan Kualitas Jalan I 500m 2. Peningkatan Kualitas Jalan II 500m 3. Peningkatan Kualitas Jalan III 500m Ka. KSS KSB KSP Staf Piha1.2.6. Revitalisasi talud penahan jalan 4 Paket 1.Peningkatan kualitas talud 100 m 2.Peningkatan kualitas talud 50 m Ka. KSS KSB KSP Staf Piha


124 Balai SED BTU PKD f KHDTK ak Ketiga Balai SED BTU PKD f KHDTK ak Ketiga Balai SED BTU PKD f KHDTK ak Ketiga Balai SED BTU PKD f KHDTK ak Ketiga


2.1.1. Revalitasi arboretum (trek, papan interpretasi) 3 Paket Membuat database koleksi pohon Membuat papan interpretasi arboterum Membuat jalur trek di dalam arboretum Ka. KSS KSB Staf Piha2.1.2. Penyusunan buku KHDTK 10 buku (Sejarah KHDTK, jenis pohon di arboretum, jenis burung, potensi wisata alam, HHBK) Ka. KSS WI Staf2.1.3. Pembuatan Film Dokumenter KHDTK 3 Paket Membuat film yang memuat : profil KHDTK, kegiatan diklat di KHDTK dan kegiatan lain Ka. KSS WI Staf2.1.4. Pembuatan Bengkel Kerja/workshop 4 Unit Workshop cuka kayu (PLTB) Workshop HHBK Workshop bokashi Workshop PKBR/PKGR Ka. KSS KSB WI danPem Staf BPH Piha


125 Balai SED BTU f KHDTK ak Ketiga Balai SED f KHDTK Balai SED f SSED Balai SED BTU Pokja RLPS manfaatan f KHDTK HP Wil II ak ketiga


2.1.5. Pembuatan Fasilitas outbound 4 Paket Pembuatan wall climbing, high rope, permainan halang lintang Ka. KSS WI danAdm Staf Piha2.1.6. Pembuatan demplot 5 Paket Pembuatan demplot bambu, kemenyan, aren, ITSP, pengukuran karbon Ka. KSS WI RLPPerePHK Staf2.1.7. Pembuatan camping ground 1 Paket Ka. KSS Staf Piha2.1.8. Pembuatan tourist information centre 1 Paket Ka. KSS Staf Piha2.1.9. Pembuatan toilet umum 2 Paket Ka. KSS Staf Piha2.1.10. Pembuatan shelter 5 Paket Shelter dibuat di camping ground, jalur trekking, air terjun, Ka. KSS Staf Piha


126 Balai SED Pokja PHKA ministrasi f KHDTK ak ketiga Balai SED Pokja S, encanaan, KA f KHDTK Balai SED f KHDTK ak ketiga Balai SED f KHDTK ak ketiga Balai SED f KHDTK ak ketiga Balai SED f KHDTK ak ketiga


2.1.11. Pembuatan menara pengamatan 3 Paket (akan dibuat di lokasi pengamatan satwa, jalur trekking, camping ground) Ka. KSS Staf Piha2.1.12. Pembuatan pusat penyelamatan satwa 1 Paket Ka. KSS Staf BBKSum Piha2.1.13. Pembuatan bangunan untuk koleksi tanaman hias 1 Paket Ka. KSS WI Staf Piha2.1.14. Pembuatan bangunan untuk koleksi tanaman obat/simplisia 1 Paket Ka. KSS Staf Piha2.1.15. Pembangunan playing ground 5 Paket (Taman dan jogging track) Ka. KSS Staf Piha2.1.16. Pembuatan bak penampungan air bersih 1 Paket Ka. KSS Staf Piha


127 Balai SED f KHDTK ak ketiga Balai SED f KHDTK KSDA mut ak ketiga Balai SED Pokja RLPS f KHDTK ak ketiga Balai SED f KHDTK ak ketiga Balai SED f KHDTK ak ketiga Balai SED f KHDTK ak ketiga


2.1.17. Pembuatan canopy trail 1 Paket Ka. KSS WI Staf Piha2.1.18. Pengadaan kamera trap 20 Unit Ka. KSS WI Staf Piha2.1.19. Pemeliharaan demplot dan arboretum 100 kegiatan Ka. KSS WI Staf1.3. Penyusunan Model Kelembagaan Kolaboratif 1.3.1 Pembentukan KTH 3 kali Dilakukan di tiga desa (Desa Pondok Buluh, Siatasan, Marihat Huta) Ka. KSS WI danAdm Staf1.3.2. Pembentukan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) 3 Kali Dilakukan di tiga desa (Desa Pondok Buluh, Siatasan, Marihat Huta) Ka. KSS WI RLPdanAdm DinaPariwKotaPemar/ Sima Staf


Click to View FlipBook Version