The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by eibhors.alpenda, 2021-11-01 07:08:41

PELANGI NUSANTARA DI BUMI WITARAGA

Editor : Irma Fajarwati, M.Pd.

Sanksi Pelanggaran Pasal 113 Undang-Undang Nomor 28

Tahun 2014 tentang Hak Cipta, sebagaimana yang telah diatur

dan diubah dari Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002,

bahwa:

(1) Setiap Orang yang dengan tanpa hak melakukan pelanggaran hak ekonomi
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf i untuk Penggunaan Secara
Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau
pidana denda paling banyak Rp100.000.000 (seratus juta rupiah).

(2) Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang
Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 9 ayat (1) huruf c, huruf d, huruf f, dan/atau huruf h untuk Penggunaan
Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan/
atau pidana denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

(3) Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang
Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 9 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf e, dan/atau huruf g untuk Penggunaan
Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/
atau pidana denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

(4) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang
dilakukan dalam bentuk pembajakan, dipidana dengan pidana penjara paling lama
10 (sepuluh) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp4.000.000.000,00
(empat miliar rupiah).

Antologi Kisah Peserta KML
Pusdiklatcab Witaraga 278

Editor:
Irma Fajarwati, M.Pd.

Antologi Kisah Peserta KML Pusdiklatcab Witaraga 278

Edisi Pertama
Copyright @ 2021

ISBN 978-623-6130-69-8
14,8 x 21 cm
158 h.

cetakan ke-1, 2021

Editor:
Irma Fajarwati, M.Pd.

Penerbit
Madza Media
Anggota IKAPI: No.273/JTI/2021
Kantor I: Jl. Pahlawan, Kanor, Bojonegoro
Kantor II: Jl. Bantaran Indah Blok H Dalam 4a Kota Malang
[email protected]
www.madzamedia.co.id

Dilarang mengutip sebagian atau seluruh isi dengan cara apapun,
termasuk dengan cara penggunaan mesin fotocopy tanpa izin sah

dari penerbit.

Sekapur Sirih

Salam Pramuka,
Saya menyambut baik diterbitkannya kumpulan literasi hasil
karya peserta Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan
Witaraga 278 yang berjudul: Pelangi Nusantara di Bumi
Witaraga. Sungguh merupakan karya yang luar biasa, karena
ditulis dengan ‘jiwa’, berdasarkan pengalaman nyata masing-
masing penulis selama mengikuti KML yang pelaksanaannya
secara virtual.
Kumpulan literasi yang dibukukan ini akan membuka
wawasan pembacanya tentang makna sebuah kebersamaan,
berbagi ilmu, saling menghargai, saling membantu, pantang
putus asa, kepercayaan diri, dan semangat membara menggapai
asa menjadi pembina mahir.
Dan bagi pembaca yang belum pernah merasakan
gemblengan Witaraga melalui kursus, buku ini dapat dijadikan
sebagai motivasi, bahwa ada “nilai lebih” yang disajikan oleh
Pusdiklatcab Witaraga pada setiap kegiatan, khususnya
penyelenggaraan kursus.
Semoga yang sederhana ini dapat menginspirasi dan
bermanfaat. Teruslah membina dengan penuh kesetiaan,
keikhlasan dan penuh tanggung jawab.
Karmanye Vadikaraste Mafalesu Kadatjana. (Kerjakanlah
Tugasmu Dengan Rasa Tanggung Jawab tanpa menghitung-
hitung untung rugi).

Malang, Maret 2021

Ketua Kwartir Cabang Kota Malang

Drs. Heri Sunarko, M.Si.

i

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

Lebih dari 20 tahun saya menikmati keindahan SMA Katolik
Frateran, tempat saya menjadi guru matematika. Rutin, setiap
pagi menikmati kesegaran, keasrian dan keindahan sekolah yang
ramah. Namun, setelah sekian lama, serasa tidak ada
istimewanya. Biasa saja.

Hingga suatu saat seorang teman menggunakan drone
untuk memotret sekolahku itu. Tidak hanya foto, gambar
bergerak pun didapatnya. Dari ketinggian yang berbeda. Dari
sudut yang berbeda. Hasilnya membuat saya takjub. Lebih dari
kata indah. Tak pernah terlihat sebelumnya oleh siapapun
penghuninya. Muncul ide-ide liar kami untuk mengexplore
penampakan baru dari suatu sosok lama yang dihuni sekian lama.
Muncul kesadaran baru. Terbit kembali rasa bangga yang akhir-
akhir ini luruh.

Drone yang sama, dalam wujud buku Pelangi Nusantara di
Bumi Witaraga, telah memberikan sudut pandang baru bagi
peserta KML Witaraga 278. Yang semula biasa saja terasa luar
biasa. Yang semula linier vision menjad 3D vision. Para pelatihnya
pun mampu membuka diri akan fenomena ini. Membuka diri akan
sudut pandang yang baru, yang berbeda, mampu memunculkan
ide-ide segar dan penghayatan lebih dalam akan hakikat
Pramuka Sejati.

Ada yang menyoroti konten KMLnya, beberapa membidik
sistem kursusnya. Bahkan ada yang membahas ketulusan dan
keikhlasan panitianya. Tidak sedikit yang memperoleh
pembelajaran justru dari situasi dan kondisi kelompoknya yang
jatuh bangun. Sangat inspiratif. Singkatnya, bagaikan drone,
sosok KML yang sederhana, yang lahir dari Ikhlas Bhakti,
sungguh menakjubkan jika di sorot dari berbagai visi pandang

ii

Kata Pengantar

dan dikelola dengan cara yang berbeda. Dari sudut yang tidak
terpikirkan sebelumnya.

Kepada para pembaca buku ini saya persilakan Anda
menikmati sudut demi sudut pandang yang dipotret oleh para
visionernya. Anda akan merasakan sensasi yang luar biasa akan
sebuah sosok Kursus Mahir Lanjutan. Sungguh Anda akan takjub
seperti yang saya rasakan dan banyak peserta alami. Sangat
menginspirasi.

Kepada para kontributor, saya ucapkan terima kasih atas
kerelaan Anda berbagi sensasi yang telah Anda alami dari hasil
memotret KML dari sudut pandang Anda. Semoga KML ini tidak
hanya menumbuhkan sekedar kesan yang mendalam, tapi
jadikanlah sebuah starting point untuk inovasi baru dan lebih
nyata dalam berbakti pada Ibu Pertiwi melalui Gerakan Pramuka.

Akhirnya saya ucapkan selamat kepada para kreator dan
editor sehingga buku ini berhasil tercetak dan terwujud menjadi
buku yang menginspirasi. Semoga dengan munculnya buku ini
akan melahirkan buku-buku lain yang mampu membakar
semangat para Pembina Pramuka untuk meningkatkan mutu
Pendidikan Kepramukaan.

Terima kasih dan Salam Pramuka.

Dionysius Endik Iswanto

Kapusdiklatcab Witaraga Kota Malang

iii

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

Sekapur Sirih..................................................................................... i
Kata Pengantar................................................................................ ii
Daftar Isi .......................................................................................... iv
Pancarona KML Witaraga

Karya: Ade Dian Firdiana ................................................................ 1
Sinyal oh Sinyal

Karya: Albertus Sri Wardoyo .......................................................... 6
Sinar Persaudaraan dari Pusdik Witaraga 2021

Karya: Angela Merici Tari Christian............................................. 11
Akhirnya, Aku Bisa Bertahan

Karya: Anyta Kusumawati............................................................. 14
KML Pusdik Witaraga, Waw Keren!

Karya: Astutik .................................................................................. 16
Kakak..., Ikhlas Baktimu Akan Selalu Kami Ingat

Karya: Bayu Sulistyo Pratomo, S.Pd. .......................................... 19
KML Pusdiklatcab Witaraga, Luar Biasa!

Karya: Bella Dina Fitrasari,S.Pd.................................................... 26
Kesanmu Begitu Mendalam Pusdik Witaraga 2021

Karya: Benyamin Kabul Mulyono ................................................ 29
Pernak-Pernik KML Ku

Karya: Debrina Rahmawati ........................................................... 33
Segores Kenangan Tunas Kelapaku

Karya: Diky Renaldi ........................................................................ 39
Aku Pasti Bisa

Karya: Eko Justanti Rerawati........................................................ 45
Sebuah Catatan Penting KML

Karya: Fa’is Baisuni......................................................................... 48

iv

Daftar Isi

Di Tempat Inilah Kami Dipersatukan
Karya: Dr. H. Febriandi Efda Putra .............................................. 51

Terbangun dari Tidur
Karya: Florentina Arini Wahyuningrum,S.Pd. ........................... 55

Goresan Kata
Karya: Gaby Rosa Ramadhani...................................................... 58

KML Daring Rasa Luring
Karya: Hendra Andri Parningotan, S.Pd..................................... 62

Perjalananku Di Witaraga
Karya: Ihsan Makin,S.Pd.,M.Pd.I.................................................. 67

Kursus Mahir Tingkat Lanjutan
Karya: Irfan Efendi.......................................................................... 71

Kursus Mahir Lanjutan (KML) Ikhlas Bakti 2021
Karya: Jawad Bahonar ................................................................... 74

Wujudkan Bangsa Berkarakter Melalui Gerakan Pramuka
Karya: M. Retno Mustikasari ........................................................ 81

Kenangan Mai Lutfi
Karya: Mai Lutfi Su’aidah, S.Pd.................................................... 85

Luar Biasa Berdampak dalam Sanubari Kita
Karya: Mirza Rachmad Pratama .................................................. 88

Bringing the Good Into the (H)Eart
Karya: Muji Prihatin........................................................................ 93

Pengalamanku Mengikuti KML
Karya: Nadhiya Noor Thoyyibah................................................101

KML Daring Rasa Luring, Bikin Kita Tujuh Keliling
Karya: Priyo Anggoro ..................................................................105

Pengalamanku Mengikuti KML Pusdik Witaraga 2021
Karya: Rr. Sri Kartikowati ............................................................110

Pengalaman yang Indah
Karya: Rusma Tamami Ayuliana ................................................118

v

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

Mimpi dan Harapanku Pada Gugus Depan Rintisan SLB A, B, D
Negeri Kedungkandang Kota Malang

Karya: Rusmiati Junianingsih, S.Pd. ..........................................124
Sungguh, Tak Terbayang

Karya: Serafina ..............................................................................126
Rasa Asam, Pahit, Manis dari Daring Sampai

Karya: Siti Nurchayati ..................................................................131
Pengalaman Saya Mengikuti KML Online

Karya: Sri Sulistyowati .................................................................135
Jangan Pernah Berhenti Belajar

Karya: Sugeng Ginanjar...............................................................139
KML Bianglala Luar Biasa

Karya: Surya Dwi Yulianti ............................................................142
Tetap Semangat!!

Karya: Wilhelmus Werong, S.S...................................................144
Pramuka Selalu di Hati

Karya: Wisnu Febri Susanto, S.Pd. ............................................146
Profesional Itu tidak Mengejar Nilai

Karya: Slamet Supriyanto. ..........................................................146

vi

Pancarona KML Witaraga

Karya: Ade Dian Firdiana

Sebelum mengikuti KML ini awalnya saya ragu apakah saya
mampu mengikuti KML ini, beberapa kali kakak pembina
pendamping kami waktu KMD, mengajak dan memberikan
semangat kepada saya untuk dapat mengikuti KML kali ini, pada
saat itu sebenarnya saya ragu, terus terang karena pada waktu
yang sama saya juga mengikuti kegiatan diklat online selama 4
hari kamis sampai dengan minggu, namun akhirnya saya merasa
yakin akan mampu mengikuti keduanya dengan sarana yang
memadai, sehingga kedua-duanya dapat saya ikuti dengan baik.

Pagi itu sekitar pukul 3.30 kumulai terbangun seperti
biasanya melaksanakan segala aktivitas ibadah, mengharap
keribaan sang Kuasa, setelah aktivitas diri selesai pagi ini aku
bergegas bersiap-siap karena pukul 07.30 Kursus Pembina
Pramuka tingkat lanjutan segera dimulai, karena sudah janjian
dengan teman, aku pun segera menuju ke sekolah kupacu
sepeda merahku agak santai karena jalanan Jumat pagi ini juga
terasa agak lenggang, sampai sekolah temanku sudah datang
ternyata, dan sudah menyalakan komputernya sambil
mendengarkan lantunan lagu dari Youtubenya dengan seperti
biasa yang didengarkan lagu-lagu lawas tahun 90an, kusapa
temanku dengan salam, kami sudah siap dan tampil cantik
dengan memakai seragam kebanggaan kami yaitu seragam
Pramuka, hehehe. Sebelum acara pembukaan dimulai aku pun

1

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

bergegas menyalakan laptop silverku yang selalu menemani dan
setia membantu segala pekerjaanku sebagai guru, dan tak lama
kemudian acara pun berlangsung diawali dengan upacara
pembukaan kemudian dilanjutkan pengenalan kursus yang di
sampaikan oleh Kak Endik, kursus pramuka kali ini memang
sedikit berbeda di mana peserta KML kali ini terdiri dari berbagai
macam profesi ada dokter, ada juga dosen, wiraswasta, dan ada
guru yang mendominasi, selain dari berbagai profesi KML kali ini
juga terdiri dari berbagai daerah bahkan negara, keren banget
kan? bahkan ada teman kami yang dari jepang tepatnya di kota
Osaka selain itu juga ada kakak yang berasal dari Kuala Lumpur,
wuhhh seru berbagai daerah dari Indonesia bahkan Papua,
Pekanbaru, bali, lampung dan beberapa daerah di Jawa Timur.
Memang dimasa pandemi Covid ini dengan banyak kegiatan
yang dilakukan secara daring sehingga semua kegiatan bisa di
ikuti semua orang dari belahan dunia.

KML dimulai di awal acara pembukaan memang tidak ada
bayangan kepada kami bahwa acara pembukaan sudah ada
tugas untuk membuat resume tentang kegiatan upacara,
padahal saya terus terang tidak fokus mengikuti kegiatan
upacara pembukaan tadi karena kegiatan kursus saya ikuti di
sekolah dan pagi ini disekolah sangat ramai karena ada beberapa
kelas yang luring..

Setelah kak Endik memberikan pengarahan tentang Kursus
saya dan teman pun paham bahwa semua kegiatan di setiap
sesinya akan ada tugas dan kami pun lupa tidak memfoto kami
yang sedang ikut upacara hahaha kita terlena dengan
Pusdiklatcab Kota Malang sehingga kami lupa untuk mengambil
foto akhirnya tangan ini pun mulai bergerilya mulai mengechat
beberapa teman untuk meminta foto kegiatan upacara tadi yang
barusan dilakukan dan akhirnya kami pun dapat, yess.

Memulai KML ada games dari Kak Nurma untuk membagi
kita semua menjadi kelompok ternyata foto yang diminta kak
Nurma kemarin untuk mengacak kita semua di bagi kelompok

2

Pancarona KML Witaraga

ternyata saya kebagian kelompok Jaipong dan kita pun mulai
membuat grup kecil kelompok jaipong ternyata grup kita semua
berasal dari Jawa Timur bahkan Malang menguasai hehehe. Kita
pun berkenalan via dunia maya dengan kakak pelatih
pendamping dan juga asisten pelatih pendamping yang kami
tentunya baik-baik dan hebat-hebat. Wuhhhh senang rasanya
hari ini banyak kenalan teman-teman baru yang hebat-hebat dan
sedikit menularkan rasa optimisme dan rasa semangat..

Hari kedua pun tiba seperti biasa sejak aktivitas pagi semua
kita dokumentasikan ada sih perasaan risih ketika kita harus
melaporkan ibadah kita hari ini tetapi demi tugas semua harus
dilaporkan saya pun tepis perasaan risih itu dan meminta anakku
yang ke dua untuk memfotokan ketika bundanya lagi solat dia
pun tanya kenapa harus difoto buat apa akhirnya kujelaskan
semua dia pun paham pokoknya saya bilang selama 5 hari
kedepan aa (pangilan orang sunda kepada anak laki-laki) siap-
siap bunda suruh untuk jadi fotografer dadakan dia pun ketawa
hahahahaha.

Sabtu pagi pun kembali saya mengikuti kursus di sekolah
karena menemani teman dan kita pun janjian akan melakukan
senam bersama sebelum acara dimulai nanti, kembali sepeda
merahku menemani dengan setia perjalananku ke sekolah Sabtu
pagi ini pun jalanan agak lengang sepertinya orang-orang masih
enggan untuk beraktivitas di jalan, namun tidak untukku pagi ini
tetap semangat ke sekolah untuk mengikuti kursus KML hari
kedua

Sesampai di sekolah aku pun langsung bersiap senam di luar
ruangan kali ini senam kita gemufamire, dilanjut dengan cardio
dance sekitar 25 menit senam selesai kita pun kembali ke dalam
kantor, suasana sekolah sangat sepi hanya kita berdua saja, tentu
saja karena memang hari Sabtu adalah hari libur tentunya semua
guru tidak ke sekolah. Hari kedua ini kita belajar tentang
organisasi dan administrasi gudep dan juga mengenal atribut
kepramukaan materi ini sebenarnya sudah diberikan waktu KMD

3

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

kemarin namun sayang ketika KMD kita tidak diberikan filenya
tapi Alhamdulillah KML kali ini semua file bisa di copy peserta
uhhhh senang sekali mendapatkan materi kepramukaan yang
langsung dari para ahlinya para pelatih Witaraga yang keren-
keren.

Yang menarik hari ini adalah tugas dari kak Nurma kita
diberikan tugas dari voice note WA tentang yang berhubungan
dengan mencari jejak dengan diberikan waktu yang sangat
singkat wuhhh seru sekali walaupun kita kayak dikejar-kejar
angsa yang lagi marah tambah cepet tapi seruuuuuu karna
semuanya cepet-cepetan wow.. hari ini walau capek sangat
senang sekali setelah selesai refleksi saya pun pulang untuk
menjumpai si cantikku yang seharian ditinggal bundanya di
sekolah sabar ya cantikkkkk (anak ragil).

Minggu kedua dalam Kursus KML ini pun kembali saya ikuti
penuh semangat, hari ke empat kegiatannya pun seru sekali
karena hari ini kita praktik mendirikan tenda dan berkegiatan di
tenda namun sayang siang hari ini di malang hujan deras
sehingga waktu zoom kita tidak bisa dilakukan di luar ruangan,
yess seru sekali dan agak capek tapi seru tetap semangat, tibalah
menginjak Hari yang ke 5 kita akan praktik membina, dan belajar
apa saja ragam pertemuan pramuka yang terdiri siaga,
penggalang, penegak ataupun pandega, kemudian yang dilanjut
tentang belajar manajemen risiko, Alhamdulillah saya pun
semakin paham apa yang sudah dijelaskan Kakak-kakak Pelatih
Witaraga. Dan akhirnya malam gembira pun datang semua grup
atau kelompok menampilkan beberapa atraksi semua kelompok
menampilkan yang terbaik dan sangat fantastis dengan ide-ide
kreatif yang ditunjukkan para peserta, saya sungguh salut untuk
semua peserta yang sangat kreatif.

Banyak hal yang saya bisa ambil dari kegiatan KML ini
semuanya sangat berharga dan setelah kegiatan KML ini semoga
saya selaku Pembina dapat membina kepada adik-adik kita nanti
lebih baik lagi akhir kata terimakasih banyak semua ilmu dan

4

Pancarona KML Witaraga

pengalamannya dari kakak pelatih semua
Sahabat akan tetap menjadi sahabat selamanya……………..

5

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

Karya: Albertus Sri Wardoyo

PSalam Pramuka.
roses pembelajaran yang berpusat kepada pendidik
(teacher centered), di mana pendidik menganggap dirinya
sebagai gudang ilmu pengetahuan (store of knowledge)
sudah menjadi kamus kuno. Baden Powell telah mengalihkan
proses pembelajaran menjadi proses pembelajaran yang
berpusat kepada peserta didik (ask the boys-students centered).

Sepertinya proses pembelajaran kami seharusnya berubah
mengikuti kaidah yang sudah lama digagas oleh Lord Baden
Powell ini. Padahal Beliau sudah mengingatkan para Pembina
pramuka untuk beralih para peserta didik supaya proses
pembelajaran lebih memenuhi kebutuhan dan minat mereka.

Ketidaksiapan kami selaku pembina ini kami rasakan pada
kegiatan Kursus Mahir Pembina Pramuka yang kami ikuti secara
daring dari Pusdiklat Witaraga kota Malang Jawa Timur 2021 ini.

Kegiatan upacara pembukaan yang semestinya menjadi hal
yang sakral, berbeda saat dilakukan secara tatap muka dengan
secara daring. Harapan yang tinggi untuk mendapatkan kesan
yang begitu mendalam saat harus mengikuti kegiatan
pembukaan Kursus Pembina Pramuka Mahir Lanjut secara bila di
luar jaringan tampaknya sulit diraih secara daring. Ada suatu
kerinduan untuk mengenal kakak-kakak panitia dan peserta dari
seluruh penjuru kota yang ada di Indonesia bahkan kak yang dari
luar negeri -yang biasanya bisa ditemui langsung, sekarang

6

Sinyal oh Sinyal

hanya melalui foto dan video. Kegiatan yang seharusnya berjalan
lancar dan tepat waktu menjadi mundur karena adanya kendala
belum bias bergabungnya kakak-kakak yang mengalami
kesulitan sinyal/jaringan.

Kegiatan pretes merupakan kegiatan berikutnya yang harus
kami ikuti. Hal ini membuat sedikit cemas, mengingat sudah
cukup lama tidak membaca materi. Walaupun posisi saya sebagai
Pembina namun bila tidak diimbangi dengan membaca materi
maka akan banyak materi yang terlupakan terlebih pengetahuan
umum tentang Pramuka yang jarang diketahui. Hal ini terbukti
saat harus menjawab pertanyaan yang sebagian besar materi
belum pernah diketahui. Waktu yang terbatas juga membuat
pekerjaan menjadi terburu-buru untuk dipikirkan dan mengingat-
ingat materi yang lama.

Materi orientasi kursus dan Jam pimpinan tidak sepenuhnya
bias diterima di tempat saya entah karena sinyal atau gangguan
lain. Suara menggema dan berdengung sehingga materi tidak
dapat ditangkap dengan jelas. Hal ini menjadi suatu kendala juga
saat penyampaian materi yang kami ikuti secara daring ini.

Materi Dinamika Kelompok dan Kontrak Kerja [fundamental
1] cukup variatif disampaikan, serta yel-yel yang diharapkan
memompa semangat kami untuk segera memahami, mengingat
perintah yang disampaikan meskipun kadang tidak mudah
dipahami mengingat sinyal yang kurang bagus. Kegiatan yang
berlangsung cepat sehingga dibutuhkan konsentrasi yang begitu
besar.

Materi Fundamental 2 Gerakan Pramuka juga cukup jelas
dan sistematis namun saat Tanya jawab, tidak semua pertanyaan
mendapat jawaban secara tuntas. Resume dan Refleksi menjadi
materi penutup yang cukup mudah dipahami. Namun kendala
terkendala mati lampu karena hujan yang turun begitu deras
membuat sebagian khususnya anggota kelompok kami yang dari
Bandar Lampung tidak bisa mengikuti kegiatan Resume dan
Refleksi melalui meeting Zoom ini.

7

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

Kegiatan pembiasaan harian menjadi hal yang berbeda saat
dilakukan secara tatap muka dengan secara daring. Kami tetap
berharap mendapatkan pengalaman baru sehingga berkesan
yang begitu mendalam. Kegiatan kami mulai dengan mengikuti
kegiatan pagi dengan doa pagi dan senam. Semangat itu muncul
ketika melihat teman-teman begitu semangat datang ke sekolah
lebih awal. Kami berharap kami bisa lebih siap mengikuti kursus
ini [dan belajar dari pengalaman hari pertama].

Setelah itu Kegiatan meeting Zoom disampaikan oleh Kak H.
Abd. Halim yang memaparkan tentang organisasi dan
administrasi gugus depan. Ini menjadi materi lama yang tetap
selalu baru karena penerapan di lapangan masih belum
dijalankan dengan baik pada Gudep pangkalan sekolah kami.
Sehingga hal ini menjadi acuan untuk mencoba mengarsipkan
administrasi dan mengelola struktur organisasi dengan lebih baik
lagi ke depannya sehingga Sanggar Pramuka yang ada di sekolah
lebih semarak tidak hanya saat mau mengikuti kegiatan atau ada
kegiatan intern.

Kegiatan Dinamika Kelompok dan Strategi Pencapaian SKU-
SKK SPG serta Pramuka Garuda tetap kami ikuti dengan
semangat. Karena kak Nurma sebagai Pemateri juga selalu
bersemangat membimbing kami dan kami mulai tergopoh-
gopoh mengikuti setiap langkah yang diberikan pemateri. Kami
pun sudah mulai penat dengan penugasan dan situasi [daring
yang terasa cukup lama].

Resume dan Refleksi menjadi materi penutup yang cukup
mudah dipahami. Namun kendala mati lampu karena hujan yang
turun begitu deras setiap sore membuat kami sebagian anggota
kelompok tidak bisa mengikuti kegiatan Zoom meeting.

Kegiatan pembiasaan harian menjadi rutinitas yang akhirnya
mulai terbiasa walaupun baru tiga hari. Doa pagi di lanjutkan misa
Hari Minggu Pra Paskah ke IV memungkinkan kami untuk
menggali modal semangat untuk memaknai setiap kegiatan rutin
setiap hari. Senam pagi/olah raga masih belum terbiasa

8

Sinyal oh Sinyal

dilakukan setiap hari. Kalaupun dilakukan seminggu tiga kali akan
menjadi pembiasaan kami. Karena waktu yang kadang terbatas
waktu bila harus dilakukan setiap pagi hari. Pembiasaan ini
mendorong kami untuk mengambil kesan untuk harus
melakukannya sebagai kegiatan pagi yang bermanfaat dimulai
dari senam bersama teman-teman ataupun keluarga, di sekolah
sekaligus untuk melaksanakan koordinasi [briefing]. Walaupun
doa pagi dan briefing biasa kami lakukan setiap hari bersama
kepala sekolah sebelum memulai kegiatan KBM.

Melangkah ke kegiatan Zoom meeting dengan Kak Winarto
sebagai pemateri. Kak Win memaparkan tentang Problematika
Pengelolaan Gugus Depan. Materi ini menjadi sekali lagi materi
lama yang terbarukan. Apalagi penggunaan Jam board untuk
berkomunikasi. Walaupun bukan hal baru menggunakan papan
interaktif dengan Microsoft Office 365. Namun penggunaan
aplikasi Jam board baru hari ini kami lakukan. Cukup menarik.
Kami terdorong untuk mencoba dan mengelola Gugus Depan
dengan lebih baik ke depannya sehingga kegiatan Pramuka yang
ada di sekolah lebih semarak tidak hanya kegiatan yang
monoton.

Materi Ragam Kegiatan Kepramukaan tetap kami ikuti
dengan semangat. Karena Pemateri/kak Evi juga selalu
bersemangat membimbing kami dengan lagu dan tarian
dilanjutkan dengan penugasan sesuai situasi dan tingkatan.
Contoh-contoh kegiatan yang diungkapkan cukup menarik
walaupun semua telah dilakukan di sekolah kami. Seperti tingkat
Penegak yaitu survival, atau perencanaan kewirausahaan.
Walaupun materi ini sama dengan materi pelajaran di SMA,
namun bisa juga diterapkan untuk mengisi kegiatan Pramuka.
Begitu juga menanak nasi dengan menggunakan bambu. Tetapi
kami diberi pilihan untuk tidak melakukan kegiatan ini,
mengingat bahan kegiatan seperti bambu tidak mungkin dapat
dilakukan dalam waktu singkat dan mengingat agak sulit
mendapatkan bambu [jika tidak pesan terlebih dahulu sehari

9

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

sebelumnya]. Kami tidak boleh kalah dengan ada kendala sinyal
juga cukup membuat kami harus mengatasi kesulitan ini untuk
mengikuti instruksi dari pemateri dengan baik. Setelah
berkoordinasi dengan asisten peldam- Kak Alma, Puji Tuhan kami
diberikan kelonggaran untuk menyelesaikan materi ini sampai
hari selanjutnya.

Pertemuan diakhiri dengan Resume dan Refleksi menjadi
materi penutup dengan mengikuti Zoom meeting, mencermati
refleksi kelompok Gambyong dan memikirkan strategi
penyelesaian tugas dengan sebaik-baiknya. Penyampaian materi
pelaksanaan kegiatan pramuka dalam setiap golongan S/G/T
dengan berbagai tantangannya. Pengaplikasian ragam kegiatan
bergantung pada keadaan dan kemampuan pangkalan. Resiko
pastinya dipertimbangkan dari Pembina dan pengampu
kebijakan.

Malam gembira berlangsung cukup meriah dan luar biasa.
Kemampuan peserta, namun demikian belum sepenuhnya
terkuak dan tergali maksimal. Pakta integritas walaupun
dilaksanakan secara daring, mengesan dan terasa merasuk ke
hati sanubari. Kami sebagai Pembina diharapkan mampu
menempatkan diri sebagai membina dan mengembangkan
mental, fisik, intelektual, emosional dan sosial sesuai dengan
golongannya sehingga peserta didik mampu berperan positif
dalam masyarakat lingkungannya. Sebagai Pembina, tugas dan
panggilan kami adalah menerapkan kepemimpinan yang dijiwai
dan bersumber pada Prinsip Dasar Kepramukaan dan Kode
Kehormatan Pramuka.

10

Sinar Persaudaraan dari Pusdik Witaraga 2021

Karya: Angela Merici Tari Christian

Kegiatan upacara pembukaan menjadi hal yang berbeda
saat dilakukan secara tatap muka dengan secara daring.
Hal ini memberikan kesan yang begitu mendalam saat
harus mengikuti kegiatan pembukaan Pramuka secara daring.
Namun di satu sisi ada suatu kerinduan untuk mengenal kakak-
kakak dari seluruh penjuru kota yang ada di Indonesia yang
biasanya bisa ditemui langsung sekarang hanya melalui foto dan
video. Kegiatan yang seharusnya berjalan lancar dan tepat waktu
menjadi mundur karena adanya kendala belum bisa
bergabungnya kakak-kakak yang mengalami kesulitan
sinyal/jaringan.

Kegiatan pretest merupakan kegiatan berikutnya yang harus
kami ikuti. Hal ini membuat sedikit cemas, mengingat sudah
cukup lama tidak membaca materi. Walaupun posisi saya sebagai
Pembina namun bila tidak diimbangi dengan membaca materi
maka akan banyak materi yang terlupakan terlebih pengetahuan
umum tentang Pramuka yang jarang diketahui. Hal ini terbukti
saat harus menjawab pertanyaan yang sebagian besar materi
belum pernah diketahui. Waktu yang terbatas juga membuat
pengerjaan menjadi terburu-buru untuk dipikirkan dan
mengingat-ingat materi yang lama.

11

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

Untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, wawasan, dan
keterampilan tentang kepramukaan, Kwartir cabang gerakan
pramuka Kota Malang menyelenggarakan Kursus Pembina
Pramuka Mahir Tingkat Lanjut (KML) tahun 2021 dengan
menggunakan metode daring. Kegiatan ini di ikuti kurang lebih
sekitar 60 peserta yang berasal dari beberapa provinsi di
Indonesia dan bahkan diikuti oleh beberapa peserta yang tinggal
di luar negara Indonesia. Kegiatan KML daring ini terbagi ke
dalam 2 sesi. Sesi pertama dilaksanakan tanggal 12 – 14 Maret
2021 dan sesi ke dua dilaksanakan tanggal 19 – 21 Maret 2021.
Kursus Mahir Lanjut (KML) dilaksanakan untuk membekali para
Pembina Pramuka tentang pengetahuan lanjutan dan
pengalaman praktis membina dan mengelola satuan Pramuka di
Gugus Depan.

Materi KML disajikan dengan daring menggunakan media
Zoom. Di dalam kegiatan tersebut, Pembina Pramuka gugus
depan dilatih dan dididik untuk dapat menjadi seorang Pembina
Pramuka yang kreatif, disiplin, dan bertanggungjawab melalui
serangkaian materi kepramukaan yang harus diikuti. Kursus yang
merupakan kursus perdana dimana kegiatan ini dilakukan secara
virtual, bahkan praktik pun juga menggunakan metode virtual.
Banyak kendala yang dirasakan, baik dari tugas maupun dari segi
Pembina dan peserta. Tugas yang diberikan terkadang kurang
bahkan sulit dikerjakan terlebih instruksi yang diberikan kurang
jelas, instruksi membuat proposal mugus contohnya, ketika
peserta sudah membuat proposal tersebut kemudian melihat
nilainya ternyata jauh berbeda dengan apa yang diharapkan.
Kedua pembagian kelompok yang menurut saya kurang pas. Ada
beberapa kelompok yang dari satu pangkalan sekolah, ada 5
anggota yang menjadi 1 kelompok tetapi yang 1 yang dipisah,
alangkah baiknya jika peserta sudah mengisi form pendaftaran
juga bisa dijadikan 1 kelompok supaya bisa menumbuh
kembangkan pangkalan dengan baik terlebih dalam kursus ini.

12

Sinar Persaudaraan dari Pusdik Witaraga 2021

Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada kakak
Pembina, telah memberikan banyak pelajaran berharga untuk
kami. Banyak hal yang kami dapatkan, untuk pengembangan
selanjutnya catatan terpenting adalah kami disini juga bukan
orang-orang pandai, kami hanya mencari ilmu untuk
pengembangan pramuka di pangkalan kami, alangkah baiknya
jika kegiatan tersebut juga melihat tingkat usia kami, karena ada
beberapa pendamping, tugas, dan instruksi yang membawa kami
seperti layaknya anak kecil. Kami disini membutuhkan ilmu,
bukan kemauan dan keputusan dari pendamping yang harus
terus menerus kami ikuti, karena kami juga memiliki hak dan
kewajiban.

Teruntuk kakak peldam (kak Anam, kak anjar dan kak Faisal)
thank you so much karena sudah mendampingi saya dan juga
kelompok lenso dengan penuh antusias, dengan penuh
kesabaran, selalu memberikan arahan terbaik untuk kami, dan
juga selalu mengingatkan tugas kami. terimakasih atas
pendampingan dan masukkan yang sudah diberikan kepada
kami, sehingga kelulusan kami dari KML ini juga termasuk
campur tangan kakak peldam. tak ada kasih yang melebihi kasih
kepada saudaranya sendiri.

Untuk kelompok Lenzo, kelompok internasional yang
terdaebakkk, meskipun saya terpental dari pangkalan Lampung
karena yang 5 menjadi 1 kelompok hanya saya sendiri yang
berada dikelompok lain. Terimakasih atas sinar persaudaraan
yang muncul, kerjasama yang begitu solid, tidak ada percekcokan
sama sekali. baru kali ini saya hanya bertemu secara virtual tapi
terasa sudah bertemu lama. kak Tiko yang sudah kami anggap
sebagai kakak dosen tercinta kami, kak Joko ketua yang sangat
bertanggungjawab, kak Mirsa sang jagoan pengeditan, kak
Slamet sang jawara jepang kami, kak Atin dan kak Nadya yang
seumuran:D. we love youuuuu guys….

Bandar Lampung, 2021

13

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

Karya: Anyta Kusumawati

Pengalaman saya mengikuti KML ini sangat luar biasa, dan
memang berbeda dengan kegiatan daring yang dilakukan
oleh Pusdiklatcab lainnya. Saya sangat senang bisa
mengikuti KML ini karena saya jadi bisa mengenal kakak-kakak
pelatih Pusdiklatcab Kota Malang yang sangat hebat luar biasa,
walaupun saya belum bisa berjumpa secara langsung. Kakak-
kakak pelatih sangat jelas dan memang benar-benar memahami
materi yang disampaikan.

Gaya atau cara yang digunakan oleh kakak pelatih sangat
beragam, sehingga saya tidak bosan dan sangat antusias Ketika
menyimak dan mengerjakan tugas yang disampaikan. Pada hari
pertama saya masih kaget karena yang biasanya kalau kegiatan
daring itu tidak seperti luring, saya benar-benar istilahnya
gelagapan. Hari pertama juga membuat saya sedikit ragu dalam
membuat tugas berkelompok, karena pada hari pertama itu
teman-teman masih sangat individual dan belum aktif dalam
bermusyawarah. Saya juga sempat marah pada diri sendiri Ketika
mendapat tugas yang begitu banyaknya, tetapi setelah saya piker
dan saya renungkan, saya menyesal karena kegiatan ini lama-
lama menyenangkan benar-benar mengajarkan kita bagaimana
bertanggung jawab akan penyelesaian tugas dan disiplin dalam
membagi waktu.

Di hari kedua saya mulai sudah bisa beradaptasi dengan
teman satu kelompok dan juga dengan tugas yang diberikan. Di

14

Akhirnya, Aku Bisa Bertahan

hari kedua saya sedikit merasa bingung, bagaimana bisa tugas
yang diberikan itu banyak, tetapi saya juga jadi ketua bidang IT
KMD G di Pusdiklatcab Purworejo, saya sempat berpikir untuk
mengundurkan diri dari KML ini, karena saya tidak yakin bisa
meneruskan sampai hari terakhir, saya tidak bisa berpikir
bagaimana ini caranya tugas bisa selesai, tugas kuliah selesai dan
saya juga bisa menjalankan tugas saya sebagai panitia.

Setelah saya bercerita kepada teman-teman saya, mereka
memberi semangat dan meyakinkan saya bahwa pasti bisa
menjalankan dan menyelesaikan semuanya. Selanjutnya, saya
merenung dan berdoa meminta petunjuk apakah saya ini bisa
atau harus meninggalkan salah satu. Kemudian saya bertanya
kepada bapak dan ibu saya, akhirnya beliau menyemangati saya
dan sangat mendukung, itu semua membuat saya semakin yakin
untuk bisa menjalankan semua kegiatan.

Setelah saya menjalankan KML ini ternyata tidak terasa
sudah hari kelima, saya tidak menyangka bahwa bisa bertahan
sampai hari ini. Semoga KML pusdiklatcab Kota Malang
kedepannya bisa lebih baik, dan menjadi teladan Pusdiklatcab
lainnya dalam berkegiatan.

15

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

Karya: Astutik

Hari Jum’at 12 Maret 2021 adalah hari pertama saya
mengikuti kegiatan KML yang diadakan oleh pusdiklat
Witaraga kota malang. Ada rasa penasaran
bagaimanakah nantinya KML yang dilakukan secara daring yang
baru pertama kali saya ikuti, apakah sama atau berbeda dengan
pelatihanan2 yang lain yang pernah saya ikuti. Upacara
pembukaan KML di awali dengan menyanyikan lagu kebangsaan
Indonesia Raya dilanjutkan dengan sambutan kepala pusdiklat
Witaraga dan ketua panitia KML 2021 dan diakhiri dengan doa.
Acara kemudian dimulai dengan materi pertama yaitu dinamika
kelompok dimana kami para peserta KML yang berasal dari
berbagai daerah bahkan dari luar negara dan banyak yang tidak
kenal satu sama lain diacak dan dikumpulkan dalam
grup/kelompok2 kecil. Dari grup kecil itulah kami banyak belajar
mengenal satu sama lain, saling membantu saat ada anggota
yang kesulitan, saling berdiskusi dan bekerjasama untuk
menyelesaikan tugas2 kelompok dan banyak lagi.

Sebagai pembina di gugus depan kami selalu dituntut untuk
selalu menimba ilmu demi peningkatan kualitas gugus depan
kami. Di KML ini saya banyak mengetahui bagaimana
pengelolaan gugus depan yang baik, bagaimana menyusun
rencana membina yang baik, bagaimana cara memberikan
ketrampilan pramuka , bagaimana menyusun mugus, bagaimana

16

KML Pusdik Witaraga, Waw Keren!

menyusun manajemen risiko dan masih banyak lagi ilmu yang
lainnya.

Hal yang paling menyenangkan bagi peserta didik dalam
pembinaan kepramukaan adalah pada saat berkemah. Disekolah
kami setiap tahunnya selalu mengadakan perkemahan namun
karena kondisi pandemi maka giat berkemah tahun lalu
ditiadakan dan itu membuat kami para pembina merasakan
kerinduan akan perkemahan dan kerinduan itu sedikit tersalurkan
dengan adanya praktik mendirikan tenda walaupun tanpa
adanya peserta didik kami. Kemudian kami juga banyak sharing
dengan teman2 bagaimana membina pramuka saat peserta didik
harus belajar di rumah karena pengalaman saya sejak belajar
daring anak2 agak malas melakukan latihan dengan berbagi
macam alasan capek,bosan,terhambat kuota,orangtua tidak
mendampingi dan sebagainya, nah saat materi problematika
pengelolaan gugus depan saya mendapat ide2 bagaimana
caranya membangun kembali minat anak2 untuk aktif dalam
latihan pramuka lagi walaupun secara daring.

Ada lagi pengalaman yang menarik saat KML yaitu saat ada
tugas secara kelompok untuk menyajikan sebuah pertunjukan
yang akan ditampilkan saat acara api unggun. Saya yang kurang
cekatan dalam IT sungguh berterimakasih kepada teman2
kelompok Jaipong yang sangat baik dan solid sehingga kreasi
yang dibuat perindividu dapat dijadikan satu menjadi sebuah
pertunjukan seni virtual yang bagus dan keren dan saya lihat
kelompok yang lainnya juga sangat bagus karya seni virtualnya.

Kemudian pengalaman baru lagi saya rasakan saat acara api
unggun virtual dilakukan. Tadinya saya pikir tidak akan
seseru/sekhidmat kalau kita lakukan acara api unggun secara
langsung tapi ternyata kakak pelatih Witaraga mampu
mengemas acara api unggun virtual dengan sangat apik, mulai
dari awal sampai renungan yang sama serunya sama khidmatnya
dengan acara api unggun secara langsung. Dan saya merasakan
keharuan/emosi dari setiap peserta saat sesi renungan.

17

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

Sekali lagi saya haturkan terimakasih kepada kakak pelatih
Witaraga semuanya yang sudah memberikan pengalaman baru
bagi saya bukan hanya ilmu yang sangat bermanfaat namun juga
memperkaya tali silahturahmi di antara para peserta KML.

Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan
rahmatnya kepada kakak pelatih sekalian...dan tidak lupa saya
mohon maaf jika ada yang kekurangan kami sebagai peserta KML
tahun ini. Selamat berjuang kakak-kakak untuk mengamalkan
ilmu yang telah kita dapatkan saat KML di medan yang
sesungguhnya. Sukses buat kita semua semoga Tuhan yang
maha Esa selalu melimpahkan kesehatan dan kebahagiaan bagi
kita semua dan mudah-mudahan kita dipertemukan lagi dilain
kesempatan... Salam Pramuka!!!

18

Kakak..., Ikhlas Baktimu Akan Selalu Kami Ingat

Karya: Bayu Sulistyo Pratomo, S.Pd.

Kegiatan KML hari pertama diawali dengan upacara
pembukaan, sebelum pelaksanaan upacara pembukaan
kami dan kakak-kakak pelatih saling bertegur sapa dan
menghangatkan suasana, dari perkenalan singkat dapat dilihat
bahwa peserta KML Witaraga tahun 2021 ini sangat beragam,
ada yang dari Sumatera, Sulawesi, Bali, hingga Papua, bahkan
dari mancanegara. Kegiatan dilanjutkan dengan pre-tes
(mengerjakan materi pramuka khususnya Penegak), orientasi
kursus dan jam pimpinan. Berlanjut pada sesi dinamika kelompok
dan membuat kontrak belajar. Setelah istirahat dan ibadah sholat
Jumat, kegiatan dilanjutkan dengan materi Fundamental
Gerakan Pramuka. Fundamental 1 mengenai proses pendidikan
Kepramukaan sesuai golongan, lalu Fundamental 2 mengenai
metode kepramukaan secara efektif. Berlanjut pada kegiatan
terakhir yaitu refleksi dan mengerjakan tugas-tugas yang
menjadi kewajiban kakak-kakak dalam KML Witaraga 2021.

Pelaksanaan KML hari pertama sangat menyenangkan,
meskipun saya secara pribadi sempat kehilangan fokus dan
tertinggalkan materi, karena di waktu bersamaan tepat setelah
mengikuti upacara pembukaan, saya ada kegiatan di Madrasah
tempat saya mengajar yaitu kewajiban mengajar kelas XII untuk
persiapan Ujian Madrasah. Kekurangan tersebut tertutupi oleh
kekompakan kelompok dan kemurahan hati kakak-kakak pelatih

19

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

dalam berbagi dan memperjelas Kembali materi atau tugas,
melalui Google Classroom maupun Whatsapp Grup. Materi-
materi yang telah disampaikan dan kesabaran kakak-kakak
pelatih dalam membimbing kami, membuat kami semakin
bersemangat untuk mengikuti kegiatan lebih serius lagi dan tidak
sabar menunggu hari berikutnya.

Pada KML hari kedua kegiatan berjalan semakin menarik dan
padat, kami diwajibkan merekam semua aktivitas kami dalam
satu hari mulai dari ibadah, senam, menyimak materi, dan saat-
saat koordinasi dengan sesama peserta maupun kakak
pendamping. Kegiatan hari ini saya awali dengan ibadah subuh,
lalu senam pramuka pagi dengan didokumentasikan. Setelah
sarapan, kami berganti seragam pramuka lengkap lalu mengikuti
kegiatan KML Witaraga melalui Aplikasi Zoom Conference.
Materi pertama adalah Materi Organisasi dan administrasi Gudep
dan pembinaan satuan, dilanjut materi Tanda Pengenal Gerakan
Pramuka oleh Kak Abdul Halim, yang disampaikan secara
menarik dan interaktif, ada permainan menulis kata kunci,
menyanyikan lagu, dan pertanyaan-pertanyaan seputar
organisasi dan administrasi gudep. Materi ditutup dan
dilanjutkan dengan berkoordinasi dengan kelompok dan
pendamping, terkait tugas membuat bagan organisasi,
administrasi gugus depan, dan denah ruang.

Materi kedua adalah Penyusunan program Gugus Depan
dan Strategi pencapaian SKU-SKK-SPG, oleh Kak Nurma, materi
yang sebetulnya sangat menarik namun sayang saya tidak bisa
mengikuti sampai tuntas karena harus berpindah lokasi ke
madrasah karena ada jadwal mengajar kelas XII yang tidak bisa
ditinggalkan, karena terkait dengan persiapan ujian madrasah
yang berlangsung minggu depan. Meskipun demikian saya tetap
berusaha mengikuti tugas-tugas yang diberikan dan
alhamdulillah masih sempat mendokumentasikan tugas dengan
baik. Selanjutnya saya berkoordinasi dengan kelompok dan mulai

20

Kakak..., Ikhlas Baktimu Akan Selalu Kami Ingat

mengerjakan tugas-tugas yang diberikan melalui grup maupun
Google Classroom.

KML Witaraga hari ketiga bertepatan dengan hari Minggu
tanggal 14 Maret 2021. Pada pelaksanaan hari ketiga saya
akhirnya bisa mengikuti rangkaian kegiatan secara utuh, berbeda
hanya dengan dua hari sebelumnya dimana saya masih
disibukkan dengan aktivitas lain seperti mengajar tatap muka dan
persiapan ujian di madrasah. Kegiatan diawali dengan sholat
subuh lalu senam yang didokumentasikan, berlanjut sarapan
untuk menjaga stamina, lalu berganti baju pramuka dan dengan
antusias mengikuti materi Zoom pertama hari ini.

Materi pertama yaitu tentang “Problematika dan strategi
pengelolaan Gugus Depan, serta pembinaan peserta didik” yang
disampaikan oleh Kak Drs. Winarto, M.Pd. Materi tersebut
berhasil disampaikan dengan sangat menarik dan interaktif, kami
diajak menganalisa problematika apa saja yang muncul pada
Gugus Depan dan juga pada peserta didik di lapangan.
Setelahnya kami diminta menulis pada “sticky note” pada
halaman “jamboard”. Penyampaian materi yang menuntut
keterlibatan langsung peserta seperti ini, dan menggunakan IT,
sangat bagus dan efektif bagi kami, serta membuktikan bahwa
pramuka itu berkembang dan bisa menyesuaikan diri dengan
perkembangan teknologi dan tetap bisa berdiskusi aktif
meskipun di tengah pandemi.

Selain diminta menyebutkan problematika yang ada di
Gudep dan yang ada pada peserta didik, kami juga berdiskusi
untuk mencari solusi terbaik mengatasi persoalan-persoalan
tersebut. Yaitu salah satunya yang paling efektif adalah melalui
Musyawarah Gugus Depan (MUGUS). Setelah selesai dengan
materi pertama kami kemudian melakukan koordinasi dengan
kelompok dan pelatih pendamping, untuk bekerjasama membuat
Rencana Kegiatan MUGUS serta membuat kolase Youtube
secara kolektif.

21

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

Materi selanjutnya dilanjutkan setelah Ishoma, dengan tema
tentang Ragam Keterampilan Pramuka, mulai dari Siaga,
Penggalang, dan Penegak, yang disampaikan dengan menarik
oleh Kak Evi Martiningsih. Kami berdiskusi tentang bagaimana
bentuk pelatihan yang telah kami lakukan selama ini di gudep
masing-masing, dan bagaimana tanggapan masyarakat terkait
aktivitas kepramukaan yang kita jalankan, serta jenis-jenis
keterampilan yang bisa dikembangkan lebih lanjut di masing-
masing gudep. Ditengah-tengah materi, kami diberikan tugas
untuk menyanyikan lagu dari Kak Evi dengan disertai Gerakan
dan harus divideokan sebagai bagian dari senam pagi besok pagi.
Materi berlanjut dengan penjelasan macam-macam
keterampilan yang bisa dikembangkan mulai dari siaga,
penggalang, penegak, dan kami ditugaskan secara individu untuk
membuat satu jenis keterampilan sesuatu tingkatan yang dipilih,
kemudian divideokan dan dikirim melalui Google Classroom.

Kegiatan hari ketiga berjalan cukup lancar, dan alhamdulillah
akhirnya bisa saya ikuti secara keseluruhan dari pagi hingga sore
jalannya kegiatan. Meskipun sepanjang kegiatan saya mungkin
belum bisa berpartisipasi secara aktif, namun secara keilmuan
insya Allah dapat saya serap dengan baik dan sangat bermanfaat
bagi pembinaan pramuka di gudep yang saya bina nantinya.

KML Witaraga hari keempat, yang bertepatan dengan hari
Jumat tanggal 19 Maret 2021, diawali dengan materi tentang
“Tata laksana perkemahan dan api unggun” yang disampaikan
oleh Kak H. Wage M. Materi dimulai dengan penjelasan bahwa
perkemahan adalah miniatur rumah tangga, dan terkait dengan
penataan lingkungan lokasi perkemahan, lalu dijelaskan
mengenai tujuan perkemahan, ragam perkemahan, sampai
dengan penjelasan mengenai api unggun sebagai alat
pendidikan. Materi selanjutnya dilanjutkan setelah ibadah sholat
Jumat, dengan tema tentang Penyusunan Rencana Membina
dan Media Membina.

22

Kakak..., Ikhlas Baktimu Akan Selalu Kami Ingat

Sayangnya pada materi kedua ini saya harus meninggalkan
Zoom dikarenakan ada undangan rapat dan workshop yang wajib
diikuti di madrasah tempat saya mengajar. Sehingga saya hanya
bisa berkoordinasi melalui WA grup dan dilanjut dengan
mengikuti atau menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan. Pada
sore harinya sepulang dari madrasah saya melakukan koordinasi
dengan kelompok dan pendamping melalui grup WA. Untuk
kemudian mengikuti kegiatan terakhir pada hari ini yaitu Refleksi
dan Renungan melalui Zoom. Malam harinya saya melanjutkan
mengerjakan tugas yang ada pada Google Classroom.
Pelaksanaan KML hari keempat sejatinya pasti sangat
menyenangkan, karena membahas mengenai materi
perkemahan dan penyusunan rencana membina yang tentunya
sangat bermanfaat bagi saya di gugus depan. Namun sayangnya
saya harus kehilangan fokus karena harus meninggalkan materi
Zoom disebabkan mengikuti rapat dan workshop di madrasah.
Saya secara pribadi mohon maaf, dan berterimakasih kepada
kakak-kakak yang ada di grup maupun kakak pelatih
pendamping, yang dengan kemurahan hati kakak-kakak tetap
semangat dan membagi lagi materinya di grup WA, serta
memperjelas tugas-tugas melalui Google Classroom maupun
Whatsapp Grup, sehingga saya setidaknya dapat menyusul
ketertinggalan pada hari ini.

Tidak terasa KML Witaraga akhirnya memasuki hari kelima,
bertepatan dengan hari Sabtu tanggal 19 Maret 2021. Materi
pertama yaitu tentang “Ragam Pertemuan Pramuka sesuai
Golongan (S/G/T)” yang disampaikan oleh Kak Nurma. Materi
dimulai dengan penjelasan ragam pertemuan Pramuka golongan
Siaga, mulai dari Perkemahan sehari (Persari), Darma Wisata,
Permainan Bersama, Pesta Siaga yang bisa memuat kegiatan
Bazar Siaga, Hasta Karya, Pentas Seni, dan Karnaval. Kemudian
berlanjut pada penjelasan ragam pertemuan Pramuka
Penggalang, mulai dari Jambore, Gladian Pimpinan Regu, Lomba
Tingkat (LT), dan Penjelajahan. Terakhir adalah penjelasan

23

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

mengenai ragam pertemuan Pramuka Penegak, mulai dari
Raimuna, Gladian Pimpinan Satuan (Dianpinsat), Wirakarya,
Peran Saka, Pengembaraan, Kemah Bakti , dan sebagainya.
Masih banyak lagi ragam pertemuan untuk peserta didik.
Misalnya ada juga kegiatan LPK (Latihan Pengembangan
Kepemimpinan), KPDK (Kursus Pengelolaan Dewan kerja), Kursus
Instruktur Muda, Lokakarya, Sidang Paripurna, dan Muspanitera.
Ada juga ragam pertemuan seperti JOTA dan JOTI yang dapat
dilakukan pada tingkat Kwarran dan Kwarcab. Pertemuan ini
merupakan implementasi dari metode kepramukaan seperti
berkelompok dan berkompetisi.

Materi kedua adalah tentang “Manajemen Risiko (Menris)”
yang disampaikan oleh Kak Joeli Kipo. Risiko merupakan bagian
yang akan selalu ada dalam setiap kegiatan kehidupan manusia
sehari-hari. Yang dimaksud dengan manajemen risiko adalah
pengelolaan terhadap risiko yang mungkin akan terjadi. Baik
yang disadari maupun tanpa disadari, karena bahkan dengan
persiapan manajemen risiko, terkadang masih ada risiko lain yang
muncul yang harus kita hadapi. Pengelolaan manajemen risiko
dapat terjadi secara sadar, namun lebih sering tanpa disadari dan
dilakukan dengan cara yang tidak sistematis.

Materi kedua ditutup dengan simulasi kegiatan
menggunakan manajemen risiko perkemahan. Sebagai langkah
awal simulasi kakak-kakak diminta membuat susunan panitia
Jambore Ranting dan Pesta Siaga. Tugas masing-masing bidang
dalam kepanitiaan adalah merencanakan kegiatan dan
kebutuhan dengan memperhatikan aspek risiko yang
kemungkinan terjadi dan bagaimana cara mengantisipasi risiko.

Materi ketiga dilanjutkan setelah ishoma, yaitu terkait
“Praktik Membina”. Dalam praktik membina, kami mendapatkan
perbaikan dalam menyusun RML yang baik dan penguatan
mengenai pelaksanaan pembinaan agar sesuai dengan RML
yang kita susun. Dalam praktik membina kita didampingi oleh
pelatih pendamping yang senantiasa mengarahkan dan

24

Kakak..., Ikhlas Baktimu Akan Selalu Kami Ingat

memotivasi secara langsung, sehingga kita bisa menyelesaikan
tugas membuat RML yang baik, serta membuat video praktik
mengajar/membina dengan baik.

Pelaksanaan KML hari kelima kami lalui dengan penuh
semangat, penuh kesan yang mendalam serta penuh haru.
Khususnya pada saat pembacaan Pakta Integritas, karna seolah
menjadi pengingat bagi kita semua bahwa terdapat tanggung
jawab yang besar di pundak kita, dan harapan agar kita menjadi
pembina yang bisa menjalankan tugas dengan penuh tanggung
jawab terhadap peserta didik, agar menjadi generasi yang lebih
baik dimasa yang akan datang.

Kegiatan KML yang telah kita arungi mulai dari hari pertama
ditutup pada hari keenam, dengan upacara penutupan. KML
Witaraga meskipun dilangsungkan secara daring, namun jujur
sangat membekas di hati. Terlebih melihat kenyataan bahwa KML
ini dilaksanakan dengan ikhlas bakti, tapi kakak-kakak
pusdiklatcab Kota Malang tetap dengan semangat dan sepenuh
hati melatih kami serta mendampingi kami dengan sabar dan luar
biasa. Ikhlas bakti kakak-kakak akan selalu kami ingat, dan insya
Allah akan menjadi pahala yang terus mengalir. Aamiin.

25

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

Karya: Bella Dina Fitrasari,S.Pd.

KML-ku yang luar biasa indahnya, sebelum kuceritakan
tentang mu, kuceritakan terlebih dulu tentang masa
laluku:) . Ketika masih duduk di bangku SMP dan SMA,
saya menjadi anggota pramuka aktif, sering mengikuti berbagai
ajang kompetisi dan memperoleh beberapa penghargaan. Hal
tersebut menjadi pencapaian yang sangat luar biasa bagi saya.
Saya sangat betah berada di sanggar pramuka ketika pulang
sekolah tiba, rasanya sanggar pramuka menjadi tempat
ternyaman untuk singgah. Selama masih di bangku SMA, saya
juga aktif membantu membina di sekolah jenjang sekolah dasar.
Di dalam hati, saya ingin terus melanjutkan perjalanan saya
sebagai anggota pramuka yang setia.

Ketika sudah memasuki bangku kuliah, ternyata semangat
pramuka saya mendadak hilang. Saya bahkan merasa aneh ketika
melihat beberapa mahasiswa bergabung untuk menjadi anggota
pramuka, untuk apa? rasanya sudah tidak ada gunanya. Yang
saya tau, menjadi mahasiswa bukan saatnya lagi untuk
berkompetisi di bidang ekstrakurikuler seperti pramuka.
Sungguh pemikiran yang tidak pernah terlintas sebelumnya. Saya
yang dulu sangat mencintai pramuka, rasa itu hilang begitu saja.

Setelah menjadi mahasiswa yang sama sekali tidak tertarik
lagi dengan pramuka, saya diberikan kesempatan untuk

26

KML Pusdiklatcab Witaraga, Luar Biasa!

mengajar siswa ABK di YPTB Malang. Disana saya dipertemukan
dengan beberapa tenaga pendidik hebat yang ternyata ketika
sudah menjadi tenaga pendidik pun, masih aktif mengikuti
kegiatan pramuka, bahkan dengan percaya diri tanpa
menghiraukan usia, menggunakan baju pramuka kesana dan
kemari. Berkat beliau-beliaulah saya diberikan semangat,
didorong untuk kembali aktif di pramuka. Berat rasa hati ini untuk
mengikuti dorongan itu. Karna saya merasa sudah sangat penat
dengan berbagai aktivitas yang lainnya.

Bulan September 2020, masa pandemi covid 19 semakin
parah, di saat itulah saya memperoleh flyer tentang kegiatan
KMD di Surabaya yang akan dilaksanakan secara daring. Saya
terus-terusan didorong oleh tenaga pendidik di YPTB untuk
mengikutinya, padahal saya sangat-sangatlah tidak berminat lagi
pada kegiatan pramuka. Akhirnya dengan semangat yang terus-
menerus disampaikan oleh beliau kepada saya, saya
memutuskan untuk mengikuti kegiatan KMD di Surabaya secara
daring.

Kegiatan KMD tersebut sedikit demi sedikit memulihkan
perasaan saya tentang kepramukaan, saya sedikit mulai
menyukai pramuka kembali. Berkemah di depan rumah,
berjelajah ke sawah, membuat api unggun bersama dengan
keluarga dan tetangga, sungguh membawa saya ke memori
masa-masa sekolah.

Yang lebih luar biasanya lagi, tepat 6 bulan setelah KMD
yaitu pada bulan Maret, saya dipertemukan dengan fliyer KML
WITARAGA KOTA MALANG. Saat itu saya berasa dalam tekanan,
karena saya belum menyelesaikan Narakarya, sehingga dalam
waktu kurang lebih satu minggu saya menyusun Narakarya 1,
dan Alhamdulillah saya bisa bergabung dan mengikuti kegiatan
KML.

Kegiatan KML jauh dari ekspektasi saya, ekspektasi saya
kegiatannya begitu-begitu saja, karena pengalaman saya
mengkuti KMD secara daring juga, materinya menjenuhkan,

27

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

membosankan, dan merasa tidak mendapatkan apa-apa. KML ini
benar-benar dapat menumbuhkan jiwa pramuka saya yang
sudah tenggelam lama.

Saya dipertemukan dengan beberapa orang dari berbagai
sudut dunia. Saya dipersatukan dengan kelompok yang hebat
dan luar biasa, berasal dari Kota Malang, Garut, Bahkan sampai
Riau dan Papua. Kami sangat menjaga kekompakan kelompok,
supaya kegiatan KML dapat berkesan dan terlampaui dengan
baik.

Meskipun di awal mula kegiatan sampai pada pertengahan,
saya merasa sangat lelah dengan serangkaian kegiatan yang
nyaris tidak ada habisnya. Saya harus berbagi waktu untuk
mengajar, studi lanjut, dan kegiatan KML.

Dengan tekat dan semangat, alhamdulillah sampai pada
ujung kegiatan KML, saat inilah saya merasa sangat kehilangan,
dalam artian, saya mulai mencintai pramuka, dan semoga saya
dapat dipertemukan dengan kesempatan kepramukaan lainnya.
Senang sekali dapat berjumpa dalam acara yang luar biasa,
meskipun hanya secara daring. Harapan saya, semoga kita
dipertemukan di lain kesempatan.

28

Kesanmu Begitu Mendalam Pusdik Witaraga 2021

Karya: Benyamin Kabul Mulyono

Kegiatan upacara pembukaan menjadi hal yang berbeda
saat dilakukan secara tatap muka dengan secara daring.
Hal ini memberikan kesan yang begitu mendalam saat
harus mengikuti kegiatan pembukaan Pramuka secara daring.
Namun di satu sisi ada suatu kerinduan untuk mengenal kakak-
kakak dari seluruh penjuru kota yang ada di Indonesia yang
biasanya bisa ditemui langsung sekarang hanya melalui foto dan
video. Kegiatan yang seharusnya berjalan lancar dan tepat waktu
menjadi mundur karena adanya kendala belum bisa
bergabungnya kakak-kakak yang mengalami kesulitan sinyal/
jaringan.

Kegiatan pretest merupakan kegiatan berikutnya yang harus
kami ikuti. Hal ini membuat sedikit cemas, mengingat sudah
cukup lama tidak membaca materi . Walaupun posisi saya
sebagai pembina namun bila tidak diimbangi dengan membaca
materi maka akan banyak materi yang terlupakan terlebih
pengetahuan umum tentang Pramuka yang jarang diketahui. Hal
ini terbukti saat harus menjawab pertanyaan yang sebagian besar
materi belum pernah diketahui. Waktu yang terbatas juga
membuat pengerjaan menjadi terburu-buru untuk dipikirkan dan
mengingat-ingat materi yang lama.

29

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

Materi orientasi kursus dan Jam pimpinan tidak sepenuhnya
bisa diterima di tempat saya entah karena sinyal atau gangguan
lain. Suara menggema dan berdengung sehingga materi tidak
dapat ditangkap dengan jelas. Hal ini menjadi suatu kendala juga
saat penyampaian materi yang bersifat daring.

Materi Dinamika Kelompok dan Kontrak Kerja cukup variatif
disampaikan hanya terlalu cepat untuk segera dipahami
mengingat perintah yang disampaikan kadang tidak mudah
dipahami mengingat sinyal yang kurang bagus. Kegiatan juga
berlangsung cepat sehingga dibutuhkan konsentrasi yang begitu
besar . Materi Fundamental Gerakan Pramuka juga cukup jelas
dan sistematis..

Kegiatan pembiasaan harian menjadi hal yang berbeda saat
dilakukan secara tatap muka dengan secara daring. Hal ini
memberikan kesan yang begitu mendalam saat harus mengikuti
kegiatan pagi yang dimulai dari doa pagi dan senam. Apalagi
melihat kawan-kawan begitu semangat datang ke sekolah pagi-
pagi.

Kegiatan meeting Zoom oleh Kak H Abd. Halim yang
memaparkan tentang organisasi dan administrasi gugus depan
menjadi materi lama yang tetap selalu baru karena penerapan di
lapangan masih belum dilakukan dengan baik pada Gudep
pangkalan sekolah kami. Sehingga hal ini menjadi acuan balik
untuk mencoba mengarsipkan administrasi dan mengelola
struktur organisasi dengan lebih baik kedepannya sehingga
Sanggar Pramuka yang ada di sekolah lebih semarak tidak hanya
saat ada kegiatan.

Kegiatan Dinamika Kelompok dan Strategi Pencapaian SKU
SKK SPG serta Pramuka Garuda tetap kami ikuti dengan
semangat. Karena Pemateri/ kak Nurma juga selalu bersemangat
membimbing kami yang sudah mulai penat dengan penugasan
dan situasi.

Resume dan Refleksi menjadi materi penutup yang cukup
mudah dipahami. Namun kendala mati lampu karena hujan yang

30

Kesanmu Begitu Mendalam Pusdik Witaraga 2021

turun begitu deras membuat sebagian anggota kelompok tidak
bisa mengikuti kegiatan Zoom meeting.

Kegiatan pembiasaan harian menjadi rutinitas yang akhirnya
mulai terbiasa walaupun baru tiga hari. Doa pagi mungkin sudah
terbiasa dilakukan dan sudah rutin setiap hari. Namun senam
atau olahraga masih belum terbiasa dilakukan setiap hari. Kadang
seminggu tiga kali menjadi hal biasa dan tidak setiap hari. Karena
waktu yang kadang terbatas bila harus pagi hari. Hal ini
memberikan kesan yang begitu mendalam saat harus mengikuti
kegiatan pagi yang dimulai dari senam bersama kawan disekolah
dan juga koordinasi. Walaupun briefing pagi biasa kami lakukan
setiap hari bersama kepala sekolah sebelum memulai pelajaran.
Apalagi melihat kawan-kawan begitu semangat datang ke
sekolah pagi-pagi.

Kegiatan meeting Zoom oleh Kak Winarto yang
memaparkan tentang Problematika Pengelolaan Gugus
Depan menjadi materi lama yang tetap selalu baru karena
penerapan di lapangan masih belum dilakukan dengan baik pada
Gudep pangkalan sekolah kami. Apalagi penggunaan Jamboard
untuk berkomunikasi. Walaupun bukan hal baru menggunakan
papan interaktif dengan Microsoft Office 365. Namun
penggunaan aplikasi Jamboard baru hari ini kami lakukan. Cukup
menarik. Sehingga hal ini menjadi acuan balik untuk mencoba
dan mengelola Gugus Depan dengan lebih baik kedepannya
sehingga kegiatan Pramuka yang ada disekolah lebih semarak
tidak hanya kegiatan yang monoton.

Materi Ragam Kegiatan Kepramukaan tetap kami ikuti
dengan semangat. Karena Pemateri/ kak Evi juga selalu
bersemangat membimbing kami yang sudah mulai penat dengan
penugasan dan situasi. Contoh2 kegiatan yang diungkapkan
cukup menarik walaupun semua telah dilakukan di sekolah kami.
Seperti tingkat Penegak yaitu survival, atau perencanaan
kewirausahaan. Selain hal itu menjadi materi pelajaran namun
juga diterapkan untuk mengisi kegiatan Pramuka. Begitu juga

31

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

menanak nasi dengan menggunakan bambu. Tetapi untuk
kegiatan yang membutuhkan bahan seperti bambu tidak
mungkin dapat dilakukan dalam waktu pendek mengingat agak
sulit mendapatkan bambu bila tidak pesan terlebih dahulu sehari
sebelumnya. Sempat ada missing karena pengaruh sinyal juga
cukup membuat kami agak kesulitan mengikuti materi dengan
baik. Untunglah diberikan kelonggaran waktu hingga besok sore
jadi bisa lebih leluasa menyiapkan bahan tanpa terburu-buru.

Resume dan Refleksi menjadi materi penutup yang cukup
mudah dipahami. Namun kendala mati lampu karena hujan yg
turun begitu deras membuat sebagian anggota kelompok tidak
bisa mengikuti kegiatan Zoom meeting dengan baik

32

Pernak-Pernik KML Ku

Karya: Debrina Rahmawati

Awal berangkat pergi KML hatiku gamang antara ya atau
tidak mengingat pekerjaan dikantor dan yang terpenting
adalah disertasi yang harus segera diselesaikan terkait
dengan tertundanya target penyelesaian penulisan. Saya yakin
dalam hati ketika mengikuti kursus pasti akan dipenuh dengan
seabreg penugasan. Mana mungkin saya menyelesaikan
semuanya dalam satu waktu di tengah semuanya dikejar
deadline.

Kegamangan itu kemudian dicerahkan oleh sosok pria yang
merupakan mantan pacar saya dan telah memberikanku 2 angel
dalam hidupku. Beliau mendorong saya untuk mengikuti KML ini.
Satu pesan yang disampaikan kepada saya dan mulai saya resapi
…..sudah waktunya belajar multitasking di tengah pressure yang
sangat tinggi. Jika kamu ingin menjadi besar maka harus melalui
proses ini. Wejangan itulah yang membuatku pergi membulatkan
tekad untuk mendaftar.

Rangkaian acara KML di hari pertama dilakukan dengan
upacara. Acara dibawakan oleh Kak Nurma. Prosesi awal dari
kegiatan tersebut adalah sambutan dari Kak Heri Sunarko (Ka.
Kwarcab kota Malang) dan Kak Esni selaku Binawasa. Acara yang
kedua adalah sambutan dari Ka. Pusdiklatcab yang kemudian
diberikannya bendera pelatihan dari Kapusdiklatcab kepada
pimpinan kursus yaitu Kak Halim yang menandakan bahwa
Kursus telah dibuka. Menginjak dari prosesi selanjutnya adalah

33

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

Pre test. Kegiatan ini dipandu oleh Kak Petrus. Soal yang
diberikan sangatlah beragam, bagi saya yang memang sebagai
anggota pramuka pandega yang baru saja aktif dalam kegiatan,
membutuhkan tenaga yang tinggi untuk belajar. Mengerjakan
sambil belajar… benar-benar metode kepramukaan banget
dalam batin saya. Setelah Kak Petrus memberikan pre test,
barulah Kak Nurma memberikan materi dinamika dan kontrak
belajar. Awal Kak Nurma memberikan gambar foto seluruh
peserta dan memberikan permainan untuk mengenal anggota
peserta lain. Pembagian kelompok berdasarkan nama-nama tari.
Saya saat itu mendapat nama kelompok Maengket. Disinilah awal
saya mulai berkenalan dengan Kakak- kakak lainnya. Ada yang
dari Ngawi, Melayu, bahkan sampai jauh diujung timur sana yaitu
Papua. Kami berusaha mengenal satu sama lain. Kegiatan ini
menuntut saya untuk beradaptasi dengan teman yang memiliki
karakter dan budaya yang berbeda. Mulailah saya mengenal.
Awal sih malu-malu, tetapi dengan penugasan yang berikutnya
diberikan oleh Kak Nurma membuat saya mau tidak mau
berinteraksi lebih intens dengan mereka. Kontrak belajar kita
buat bersama. Kami mematri dalam diri untuk selalu kompak
dalam menjalankan tugas yang ada. Tiap peserta dalam
kelompok saling bahu-membahu baik dalam penyelesaian tugas.
Materi berikutnya adalah materi fundamental. Saya ditempa
dalam materi ini bahwa melakukan kegiatan dalam pramuka
sangatlah berbeda dengan sistem pengajaran lainnya. Ciri khas
dalam metode kepramukaan harus dipegang teguh oleh seorang
Pembina. Penugasan penghafalan metode kepramukaan pun
diberikan dan harus dikerjakan oleh kami para peserta KML. Hari
pertama dalam kelompok kegiatan kami selalu diawasi oleh orang
dewasa yaitu Kakak Pendamping dan 2 orang asisten pelatih.
Pendamping kami adalah Kak Evi Marti dan asisten pelatih kami
adalah Kak Teguh dan Kak Heriyanto. Kegiatan untuk hari Senin
diakhiri oleh resume dan refleksi. Hari pertama perjalanan kursus
berjalan flawless… yess.

34

Pernak-Pernik KML Ku

Matahari terbit di hari Selasa, menandakan perjalanan
adventure KML dimulai lagi. Kegiatan di hari kedua diawali
dengan organisasi dan administrasi Gugus Depan. Hal yang
sangat membuat saya terhenyak adalah dalam mengelola Gugus
Depan tidak semudah yang dibayangkan. Ada berbagai
persyaratan yang ada salah satunya adalah membentuk struktur
organisasi, administrasi Gugus Depan, tempat atau ruangan
Gugus Depan dan lain sebagainya. Materi berikutnya berbicara
tentang program kerja. Disinilah mobilitas saya mulai agak
terganggu mengingat kegiatan tersebut dilakukan luring di
kantor tempat saya bekerja. Ketika penugasan mulai dilakukan di
saat yang bersamaan pula harus menyelesaikan tugas dari kantor
but menurut saya kata yang lagi ngetren di Tik
tok…”biasalah”…hehehe..semua peserta mengalami hal yang
sama pikirku. Anganku mengatakan Debi jangan jadi pribadi yang
naif..hellow…bangun-bangun dari pemikiran semacam itu.
Akhirnya penugasan itu pun saya lakukan dengan segala macam
situasi di kantor. Materi berikutnya adalah pencapaian SKU dan
SKK. Baru kusadari sebagai Pembina dan merangkap Ketua
Gugus Depan pun tidak asal-asalan dalam membina peserta
didik, harus dimanage dengan baik. Ilmu baru lagi…ilmu baru lagi
yang kudapat. Lanjut di sela materi tersebut kemudian ada
susulan materi dalam bentuk Youtube. Peserta seperti saya
diberikan simulasi tentang bagaimana program kerja itu
dibuat…ada progja Gugus Depan… ada program semester dan
ada prolat atau lebih dikenal dengan program Latihan. Kelompok
kami sempat bingung dalam membuatnya walaupun ada video
sebagai pedoman. Hehehe…mungkin inilah yang harus
dilewati..belajar bermula dari kebingungan. Kesulitan-kesulitan
tersebut mulai terjawab pada saat refleksi diri. Hari kedua off
yess.

Kokok ayam di hari ketiga tepatnya di hari minggu di kursus
KML mengajarkanku untuk selalu bersyukur dan pantang
menyerah. Materi pertama di hari ini adalah simulasi ketrampilan

35

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

Siaga, Penggalang dan Penegak. Simulasi ini membuat saya
semakin tahu bahwa dalam menyajikan membina pun harus
memperhatikan usia dari peserta didik. Saat itu materi
disampaikan oleh Kak Evi yang juga merupakan pendamping
kelompok saya. Penugasan simulasi penegak oleh Kak Evi
diarahkan khusus untuk giat penegak. Saat itu saya mengambil
business plan. Yaah alasan ini saya ambil adalah untuk
pengaplikasian suatu saat dapat diterapkan kepada peserta didik
saya di kampus Universitas Wisnuwardhana Malang. Materi
berikutnya adalah Problematika dan Pengelolaan Gugus Depan.
Materi ini disampaikan oleh Kak Winarto. Disinilah terdapat
proses curah pendapat antar seluruh peserta didik KML. Segala
problematika dan penyelesaiannya disampaikan menggunakan
media jamboard. Hemm asyik juga menurut saya cara yang
disampaikan Kak Winarto. Kak Winarko memberikan pesan
tersirat bahwa pandemi COVID tidak mematahkan kegiatan
pramuka. Tetap pelaksanaan membina secara daring pun dapat
dirasakan serasa luring…interaktif dan saling berbicara dari hati
ke hati sebagai seorang Pembina. Kegiatan di hari ketiga ditutup
dengan resume dan refleksi untuk merefresh ingatan kami
selama berkegiatan di hari itu. Ending di hari itu saya catat
sebagai pengingat bahwa pembekalan materi ini akan saya
terapkan di Gugus Depan untuk proyek ke depan….dan sampai
berjumpa di hari Jumat minggu depan karena jadwal KML yang
mengatur demikian.

Hari Jumat di tanggal 19 Maret 2021 saya bertemu kembali
dengan kelompok Maengket dan bersiap untuk menerima
penugasan yang berikutnya…tentunya juga merindukan
kegokilan-kegokilan yang ada membuat kami sekelompok
merasakan kangennya untuk bertemu kembali. Materi pertama
dalam KML ini adalah membicarakan terkait tapak tenda dan api
unggun. Materi ini ditampilkan Kak Wage dan Kak Halim melalui
wawancara yang dilakukan oleh Kak Nurma. Ilmu baru yang saya
dapat adalah pengetahuan baru tentang bagaimana mengatur

36

Pernak-Pernik KML Ku

tata laksana perkemahan di alam terbuka dengan
memperhatikan segala aspeknya. Penggunaan api unggun yang
saya ketahui hanya itu-itu saja kini berubah pandanganku bahwa
ada ilmu yang lebih luas lagi dalam menerapkan penggunaan api
unggun. Bentuk api unggun salah satunya disesuaikan juga
dengan ranting atau kayu yang kita dapat. Penugasan yang
kompleks tentang tata laksana perkemahan membuat aktivitas
saya semakin sibuk…dituntut untuk peka dengan segala hal
terkait dengan kondisi sekitar. Materi berikutnya adalah materi
mengajar. Materi ini disampaikan oleh Kak Farida. Hal yang baru
saya dapat adalah teori cara membina dengan cara mengajar
sebagai dosen sangatlah berbeda. Hal baru dapat saya terapkan,
metode kepramukaan menciptakan karakter pada diri saya untuk
membina lebih tulus dan tulus lagi. Sitem Among harus tetap
diasah dan metode kepramukaan lainnya yang saling kait
mengait. Kak Farida memberikan gambaran yang jelas
bagaimana menjadi seorang Pembina yang baik. Refleksi untuk
hari jumat yang saya alami ini menjadikan pengingat saya sebagai
Pembina yang sejati sepanjang hayat.

Hari kelima KML tepatnya jatuh pada hari Sabtu saya
diberikan ilmu bagaimana memperhatikan manajemen risiko
selama berkegiatan. Materi ini diberikan oleh Kak Kipo yang
memang ekspert di bidang tersebut. Penugasan tentang
memanage risiko di wilayah potensi risiko diberikan kepada
peserta KML dan sekalian merancang kepanitiaan serta segala
sesuatu yang terkait dengan penyelenggaraan perkemahan
tersebut. Rencana Acara Kemah Akbar didiskusikan oleh seluruh
peserta KML dengan diskusi dan koordinasi antar lini kepanitiaan.
Materi yang kedua adalah terkait dengan praktik membina.
Setiap peserta KML dihantarkan oleh peldam dalam menyajikan
materi membina sekaligus dinilai oleh Kapusdiklatcab. Banyak hal
yang bisa saya serap dari hasil refleksi membina. Kak Endik selaku
Kapusdiklatcab memberikan masukan yang luar biasa terkait
dengan mengajar melalui daring. Ada beberapa hal penyikapan

37

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

dalam membina melalui daring yang bisa saya terapkan nantinya
di kemudian hari. Malam harinya ada acara ulang janji menjadi
seorang Pembina. Momen ini adalah momen yang sangat
menyentuh. Emosi saya dibolak-balikkan…di sisi lain harus siap
menjadi Pembina Tangguh di sisi lain ada pertanyaan dalam
benakku yang paling dalam…bisakah aku memenuhi segala hal
yang kuucapkan dalam prosesi ulang janji ini….kepalaku
menunduk dan sekali-kali menerawang “mampukah saya di
tengah luasnya lautan dunia ini yang penuh dengan godaan-
godaan untuk tetap konsisten dengan apa yang saya ucapkan di
malam itu”. Sungguh beban berat dan penuh tantangan bagi
saya untuk memenuhi akad tersebut. Dengan lirih
kumembisikkan ke hatiku…bismillah.. Semoga Allah senantiasa
membimbing jalanku.

Hari keenam adalah penutupan. Kami seluruh peserta KML
melakukan acara Rencana Tindak Lanjut dan Pakta Integritas
disambung dengan upacara penutupan. Terima kasih untuk
pengalaman yang terindah di KML ini, kebersamaan di antara
peserta, pelatih dan panitia sangat melekat di hati. Semoga kita
tetap saling menjalin komunikasi selalu demi memajukan anak
bangsa. Pengabdian tiada akhir sepanjang hayat.

Salam Pramuka.

TTD

Debrina Rahmawati

38

Segores Kenangan Tunas Kelapaku

Karya: Diky Renaldi

Perkenalkan Namaku Diky Renaldi akrab dipanggil dengan
kak Diky, di selembar kertas ini aku akan menceritakan
kisah perjalananku selama mengikuti KML yang
diselenggarakan oleh Pusdiklatcab Kota Malang. Bagiku sebuah
mimpi aku bisa mengikuti KML ini, iya Kursus Pramuka Mahir
Lanjutan merupakan Kursus Lanjutan setelah Pembina sudah
mengikuti KMD terlebih dahulu dan tentunya sudah
menyelesaikan Narakarya I.

Cerita ini aku awali dengan aku memperoleh Informasi
mengenai kegiatan KML di salah satu media sosial WA. Dari situ
aku terasa ingin mengikutinya meski umurku baru 21 Tahun
tetapi aku tetap percaya diri untuk memperdalam ilmu
Kepramukaanku. Kemudian, aku mencoba menghubungi Panitia
KML yang ada di Malang dengan saya chat semua nomor yang
tertera dipamflet. Sebenarnya satu orang saja cukup hehehe…
namun karena terlalu semangat jadi aku hubungi semuanya agar
lebih cepat aku mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai
KML ini. Yang saya hubungi pertama kali adalah Kak Robi, namun
belum ada respons selama 1 jam aku menunggu mungkin karena
kesibukannya kali ya. Kemudian aku mencoba menghubungi kak
Nurma juga salah satu nomor yang tertera disana. Akhirnya, aku
mendapat balasan dari Kak Robi dan Kak Nurma. Dichat itu saya
mendaftarkan diri sebagai peserta KML tahun 2021 yang akan

39

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

diselenggarakan pada tanggal 12-14 Maret dan 19-21 Maret
2021.

Hari Pertama tanggal 12 Maret 2021, Tepatnya pada hari
Jum’at. Ketika aku mengikuti kegiatan KML ini aku harus berada
di Sekolahan karena kalau di rumahku jaringannya susah jadi aku
harus berada di sekolahan karena pakai wifi sehingga lebih stabil.
Aku berada di sekolahan dari jam 07.00 pagi sampai selesai
kegiatan berlangsung ya kira-kira jam 17.00 sorelah dan kalau
aku pulang sampai rumah sekitar magrib dan itu harus aku
lakukan saat mengikuti Kursus ini. Hari Pertama ini, aku kurang
begitu fokus pada saat mengikuti upacara pembukaan karena di
samping aku ikut Zoom aku juga menyimak anak didik saya yang
sedang belajar membaca dan ini antara tanggung jawab dan hak
yang harus aku kerjakan. Tetapi tidak apa-apa aku harus tetap
menjalani dengan rasa penuh tanggung jawab meski fokusku
terpecah jadi dua. Tiba-tiba aku dikejutkan oleh perintah kak
Nurma untuk menulis salah satu tarian yang ada di fotoku
dengan secepatnya aku mengambil sandal jepit sebagai tempat
untukku menulis. Hari pertama saja sudah seseru ini apa lagi
seterusnya. Tibalah waktunya Jum’atan aku bergegas mengikuti
kegiatan ibadah sebagai seorang muslim. Setelah selesai
beribadah aku kembali ke sekolahan kembali dan melanjutkan
makan siang. Sekitar jam 14.00 aku sangat ngantuk sekali saat
mengikuti materi siang hari sehingga aku memutuskan untuk
mematikan kamera Zoom dan aku tertidur di bawah meja kerjaku
dikantor dan terbangun jam 15.00 dan kulanjutkan kembali
Zoomku hehehe. Malam pun aku juga tidak beristirahat karena
harus mengerjakan tugas yang diberikan sama kakak Pelatih
hingga tertidur jam 23.00.

Sabtu, 13 Maret 2021. Aku menjalani kegiatan KML di hari
kedua. Pada hari kedua aku lebih bisa leluasa untuk mengikuti
kegiatan KML karena tidak begitu banyak tanggungan yang
harus saya kerjakan. Banyak yang aku pelajari dihari ini
diantaranya tentang materi administrasi satuan yang diawali

40


Click to View FlipBook Version