Segores Kenangan Tunas Kelapaku
dengan melipat kertas dan disobek hingga menjadi 12/10
sobekan kertas menjadi persegi yang kemudian ditulis atas
perintah kakak Pelatih. Dimateri yang kedua semua peserta
ditugaskan untuk menonton video lewat Youtube dan tidak lupa
untuk like dan serta subscribe chanelnya. Sesaat sambal santai
tiba-tiba kak Nurma yang senang dengan kejutan
mengejutkanku lagi dengan perintah bagai prajurit komando.
Kak Nurma memerintahkan untuk mencari ranting dan batu
kerikil untuk disusun sebagai sandi dan tiba-tiba saya divideo call
dengan kaget tetapi saya juga tetap melaksanakan tugas dengan
baik. Dan kegiatan hari ini ditutup dengan materi strategi
pencapaian SKU, SKK, dan SPG. Kemudian saya dihubungi oleh
kak Robi karena belum mentransfer biaya KML. Sebenarnya aku
gak enak dengan kakak-kakak Panitia namun aku belum sempat
untuk mentransfer sesampainya di rumah sekitar isya’ dengan
kondisi gerimis aku nekat mencari BRI Link dengan niat untuk
segera mentransfer namun gagal karena toko sudah ditutup
berharap besok bisa mentransfernya.
Minggu, 14 Maret 2021. Hari ini aku berniat berangkat pagi
karena selain ingin bertemu adik-adik Saka Bakti Husada aku juga
ingin segera mentransfer tanggunganku. Tujuan pertamaku
adalah di toko BRI Link namun masih tutup aku langsung
melanjutkan perjalanan ke Pangkalan SBH Mantingan untuk
menemani dalam kegiatan pertemuan latihan rutin. Saat di
pangkalan aku tidak bisa mengikuti kegiatan dengan baik karena
wifi disana mati karena kondisi mati lampu sedangkan pulsaku
juga habis.
Jum’at 19 Maret 2021, merupakan hari ke empat aku
mengikuti kegiatan KML ini. Ya, rasa capek, ngantuk, semangat
yang mulai menurun pasti ada. Namun, aku ingat kata-kata kak
Robi bahwa Boden Powell itu mempunyai julukan Impeesa yang
artinya serigala yang tak pernah tidur yang bisa kita maknai
bahwa seorang pramuka itu harus siap bila mana dibutuhkan
sewaktu-watu dari situ aku semangat kembali untuk mengikuti
41
Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga
kegiatan ini. Hari ini aku mendapatkan materi tentang Tata
laksana perkemahan dan api unggun materi yang menarik untuk
dipelajari sayang untuk aku lewatkan. Tepat jam 10.00 ada
perintah untuk mendirikan Tenda namun aku masih belum
mendirikan tenda padahal teman-teman sudah mendirikan
tendanya. Pada pukul 10.37 aku baru memaksakan
pembangunan tenda di area sekolahan dengan alasan untuk
menguji kemampuanku sendiri. Tenda yang aku gunakan tenda
jadul dengan kapasitas 10 orang. Dengan menggunakan 2
tongkat dan 8 patok aku harus bisa mendirikannya sendiri
sebagai tantangan bagi diriku sendiri. Ternyata aku berhasil
mendirikan tendaku dengan dapat menyelesaikannya pada pukul
11.13 menit. Kemudian aku istirahat karena sebentar lagi ada
kegiatan ibadah sholat Jumat. Setelah selesai menyelesaikan
kewajiban sholat Jumat. Aku memulai kegiatan materi Zoom di
dalam tenda hawa yang sangat panas kemudian ditambah
dengan tubuh yang gerah sekali kelarlah tetesan-tetesan
keringat dari tubuhku tapi aku harus tetap bertahan dengan
semangat didada. Tiba-tiba kejadian yang tidak direncanakan
datang. Hujan mengguyur tendaku sehingga aku harus
terpontang panting untuk lari kesana kemari untuk
menyelamatkan barang-barang yang ada di tenda. Sang surya
sudah berada di ufuk barat itu pertanda hari sudah mulai petang
dan aku harus kembali pulang ke rumah.
Keesokan harinya, Sabtu 20 Maret 2021 aku melaksanakan
kegiatan KMLku yang ke lima. Diawali dengan pagi hari aku sudah
dimadrasah dan sudah siap melaksanakan materi Zoom di hari ini.
Namun gangguan pun datang tara… sinyal tersendat-sendat
sehingga kurang begitu nyaman saat menerima materi namun ya
begitulah risiko ketika kita melaksanakan kegiatan daring. Tapi
untung saja kak Nurma memberikan materinya lewat video yang
gangguan pada saat sapaan pagi hari hehehe. Hari ini materinya
sangat menarik yaitu Ragam Pertemuan Pramuka sesuai
Golongan dan Management Resiko gimana keren kan?. Pada sesi
42
Segores Kenangan Tunas Kelapaku
management resiko kita terbagi menjadi beberapa kelompok dan
diberikan tugas untuk menjadi Panitia pada kegiatan Jambore
Nasional. Tentunya ini adalah sebuah tantangan karena kita
harus dituntut bekerja cepat dan tepat karena setelah sudah
didiskusikan oleh masing-masing kelompok kita harus segera
mempresentasikannya lewat Zoom. Banyak terjadi interaksi
disana, terjadi saling tanya jawab antara Pelatih dan Peserta.
Sangat seru sekali namun kita terbatas oleh waktu dan
kumandang azan pun telah terdengar di telingaku tibalah
waktunya untuk melaksanakan kegiatan ishoma.
Aku kembali online setelah melakukan rangkaian kegiatan.
Jam 13.00 tepat semua peserta melaksanakan Post Test yang
terakhir dengan dikomandoi oleh kak Luluk. 1 jam berlalu
kelompok mangengket kembali bertemu di Zoom untuk
melaksanakan kegiatan praktik membina. Semua yang sudah
melaksanakan praktik membina di evaluasi oleh Kak Endik.
Semua pasti memiliki kelebihan dan kekurangan saat melatih
disitulah kami tidak berhenti belajar untuk memperbaiki diri
untuk menjadi Pembina Mahir yang Hebat.
Petang pun tiba Kak Evi selaku pelatih pendamping kami
merasa kebingungan karena ke 3 teman kami belum
melaksanakan tugas sedangkan ijazah harus dicetak malam itu
juga dan nilai harus lengkap. Aku hanya terfokus pada
penampilan video yang harus diedit karena sudah jam 18.00
teman-teman baru mengirimkan filenya. Sesekali aku melihat
grup WA melihat apakah teman kami sudah menyelesaikan
tugasnya atau belum. Tak terasa aku dapat menyelesaikan video
penampilan kelompokku dengan waktu 45 menit. Kemudian aku
bergegas mencari sinyal untuk mengirim file ke kak Robi namun
belum juga dibuka, ya sudahlah tidak apa-apa aku langsung
bersiap-siap pergi ke toko mencari wifi. Jam 19.00 mulailah
malam gembira, pada mala mini aku sangat terkesan karena ada
kegiatan api unggun, penampilan-penampilan dari kelompok,
serta malam yang mengharukan dan hening yang membuat
43
Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga
peserta meneteskan air mata. Sungguh kegiatan yang luar biasa
meski jauh terasa dekat itulah Pramuka.
Minggu, 21 Maret 2021 kita berkumpul lewat aplikasi Zoom
kembali untuk menantikan saat yang kita tunggu. Hari ini adalah
kegiatan open forum diaman peserta saling bergantian untuk
menanyakan materi yang masih belum jelas. Aku bangga bisa
mengikuti kegiatan KML yang diadakan oleh Pusdiklat Witharaga
Kota Malang ini. Mereka memiliki Pelatih-Pelatih yang handal.
Ingin rasanya aku bisa menjadi bagian dari mereka. Namun, aku
tersadar aku memiliki Pusdiklat sendiri di kota Ngawi yang harus
kukembangkan dengan ilmu-ilmu yang telah kudapatkan dari
Pusdiklat Witharaga ini. Suatu saat aku ingin bertemu dengan
Pelatih-Pelatihku dari Malang tapi bukan jadi seorang peserta
namun, menjadi seorang pelatih yang hebat seperti mereka yang
ada di Malang. Terima kasih semua Pelatih dan kakak-kakak
panitia, aku terkesan dan aku bangga. Mungkin ini cerita
membosankan bagimu. Namun, inilah segores kenangan tunas
kelapaku yang akan kukenang sampai nanti aku menjadi pelatih
nanti. Akan kuhargai prosesku tanpa melupakan perjalananku.
Salam dari Ngawi, Salam Pramuka.
44
Aku Pasti Bisa
Karya: Eko Justanti Rerawati
Hari itu aku menerima telepon dari teman dari Jakarta yang
bisa kupastikan akan berkisah dan bercerita tentang
Pramuka. Dia satu-satunya teman dalam no di
phonebook yang kalau telepon tak jauh-jauh dari cerita atau
obrolan tentang Pramuka dan kami hampir selalu gayeng keting
ngobrol tentang Pramuka dari A – Z, dari ujung Utara – Selatan,
pokoknya seru deh…! Dan benarlah dia kabari saya bahwa saya
telah dia daftarkan KML di Kwarcab Malang.
Sejak saya memutuskan memilih hidup sebagai biarawati
maka Pramuka yang dari SD sudah saya geluti sebagai kegiatan
yang mengasyikkan tidak lagi bisa saya ikuti dengan intensif. Jika
saya diutus di institusi sekolah maka bersentuhan dengan
Pramuka. Sehingga ketika dikabari bahwa saya didaftarkan pada
KML secara daring dari Kwarcab Malang menjadi sebuah berita
yang menyukakan hati meskipun sedikit ‘berlari-lari’ karena
informasi saya terima pada injury time H-a acara.
Saya orang yang suka tantangan dan hal-hal yang tak
terduga dalam dunia Pramuka membuat rasa penasaran dan
benak penuh tanya muncul menunggu hari H itu tiba. Penasaran
saya mulai terjawab saat membaca informasi pada Whatsapp
Group (WAG) KML tertera informasi bahwa media
elektronik/sosial yang digunakan begitu beragam dari Zoom
Meeting, WAG, Google Classroom, Google Form, dan masih
banyak lagi. Saya sempat resah karena ada aplikasi yang belum
45
Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga
pernah saya coba sekalipun yakni Google Classroom karena
selama ini sekolah kami menggunakan platform yang lain.
Seorang Pramuka adalah pribadi yang pantang menyerah
dalam segala situasi dan tantangan maka saya berkata pada diri
sendiri, “aku pasti bisa”. Bagai berselancar di dunia maya, mulai
hari berselancar memasuki Kursus Mahir Pembina Lanjut dari
Kwarcab Malang dengan segala keribetan, keasyikan yang tak
kalah seru jika dilakukan secara real di lokasi kursus.
Pengalaman mengikuti KML daring (dalam jaringan) serasa
luring (luar jaringan) sungguh memberi banyak hal baru dari
wawasan baru, ketrampilan kepramukaan, kawan baru dalam
jejaring secara internasional dan masih banyak lagi yang tak bisa
saya tuliskan detail di sini.
Satu pengalaman yang sangat mengesankan gegara
mengerjakan tugas video menarik sedangkan aplikasi di laptop
saya sudah jadul maka on the spot langsung install aplikasi terkini
untuk membuat dan mengedit video dan kerjakan tugas dengan
aplikasi tersebut. Puji Tuhan, usaha tak khianati hasil, tugas yang
serahkan memperoleh apresiasi yang baik dari kakak-kakak
pelatih. Ternyata dalam keadaan mendesak Tuhan itu memberi
manusia kemampuan untuk mengalahkan kelembaman diri agar
dia berkembang lebih menjadi manusia.
Namun jadi lengkaplah pengalaman saya saat hari terakhir
hari mengalami kendala saat sesi praktik mengajar. Kesepakatan
dengan pelatih dalam grup semua praktik mengajar dikirim
dalam bentuk video tapi saya mengalami kendala yang sangat
fatal karena terkendala pada peralatan android. Sehingga segala
daya upaya dan kemampuan IT yang terbatas untuk mencari
jalan agar semua tugas yang telah dibuat dari sejak dini hari tak
sia-sia. Akhirnya “aku bisa” terbukti permasalahan pun bisa
teratas dengan baik meski harus berjibaku dengan segala daya.
Pengalaman berjejaring merupakan bagian menarik lainnya
yang tak kalah seru dengan segala keseruan pengalaman dengan
segala tugas dan materi yang ada dalam kursus. Nah…keseruan
46
Aku Pasti Bisa
saat bertemu dalam ruang meeting maya saat semua kepingin
ngobrol tapi di awal-awal masih jaim ee… tapi hari kedua sudah
mulai seru karena ‘pembajakan’ ruang meeting terjadi untuk
ngobrol untuk saring olok dan canda sebagai bumbu keseruan di
tengah padatnya tugas pribadi maupun dan kelompok.
Puncaknya pada Malam Gembira yang seru. Ternyata dalam
jaringan pun mampu membuat kita bisa saling berdialog yang tak
kalah seru dengan perjumpaan nyata. Semoga perjumpaan nyata
dapat terwujud saat waktu memungkinkan kelak.
Akhirnya Puji Syukur karena atas Berkat dan Rahmat Allah,
semua ini pasti tak lepas dari karya dan penyelenggaraan-Nya
Sang Penguasa waktu kita semua.
47
Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga
Karya: Fa’is Baisuni
Rasa keingin tahuan dan selalu ingin terus berlatih dan
berkembang menjadi salah satu tiang pokok yang
mendorong saya hingga harus memutuskan untuk
mengikuti kegiatan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat
Lanjutan ini. Sekalipun pada dasarnya keinginan untuk ikut KML
tidak dengan model daring, KML ini mematahkan anggapan yang
semula model daring dirasa akan garing, ternyata yang saya
dapatkan adalah daring serasa luring.
Hari pertama diawali dengan upacara pembukaan kursus
yang khidmat dilanjutkan dengan materi awal, pemaparan
orientasi kursus oleh ketua Pusdiklatcab Witaraga kota malang.
Peserta yang mengikuti KML ini saya kira hanya sebatas
wilayah malang dan sekitarnya saja, ternyata jauh dari dugaan.
Pesertanya dari berbagai daerah di Indonesia dan bahkan ada
yang dari luar negeri seperti Malaysia dan Jepang. Ini akan
menjadi pengalaman yang seru. Hari pertama ditutup dengan
refleksi harian setelah sebelumnya mengikuti materi Dinamika
Kelompok, Kontrak Belajar dan fundamental.
Pada hari kedua ini, saya mendapat pengalaman yang cukup
berharga, terutama dalam pembuatan struktur gugus depan.
Dimana struktur gugus depan yang tercantum dalam UU n0.231
tahun 2007 dengan pemaparan dan contoh yang disampaikan
pelatih berbeda. Hingga akhirnya saya menemukan jawabannya
dari para pelatih-pelatih yang memberikan penjelasan secara
48
Sebuah Catatan Penting KML
detail alasan mengapa antara struktur dalam UU dan contoh
yang disampaikan pemateri berbeda.
Dari materi ke dua, yang di sampaikan kak Kipo mengenai
penyusunan progja dan proglan gugus depan dalam videonya
juga cukup dimengerti, sekalipun perlu pengulangan.
Dan materi ke tiga strategi pencapaian SKU-SKK-SPG, saya
baru menyadari bahwa SKU-SKK adalah hak dari peserta didik
yang harus kita berikan. Karena selama ini SKU maupun SKK
dalam hampir sering terlupakan dalam setiap pembelajaran
kepada peserta didik. Termasuk juga cara menakar menu SKU
yang mana sebelum ini, saya sering menakarnya dari sudut
pandang kemampuan dan pengalaman saya, sehingga kesan
yang dihasilkan terkesan mempersulit dalam penempuhan.
Setelah tiga hari mengikuti kegiatan KML ini, lebih-lebih
pada hari ketiga ini. Lagi-lagi saya mendapatkan ilmu baru,
metode baru, cara pandang baru terkait menjadi seorang
Pembina yang benar-benar membina. Dari materi pertama yang
disampaikan oleh Kak Winarto, yang dapat saya ambil adalah
cara menemukan problem solving dalam pengelolaan gugus
depan. Sedangkan dari materi kedua yang disampaikan oleh Kak
Evi, saya menemukan cara melatih peserta didik dengan
keterampilan baru.
Hari ke 4 kegiatan KML ini ada beberapa catatan penting
yang harus bisa saya aktualisasikan dalam pembinaan di gugus
depan setelah mengikuti KML ini.
Tapak tenda atau pengaturan tenda yang mungkin
sebelumnya sudah pernah saya lakukan baik semasa menjadi
peserta didik maupun mendampingi peserta didik, namun secara
teori dan penganalisaan seperti apa harusnya tapak tenda yang
AMAN, NYAMAN dan MENYENANGKAN baru kali ini saya
dapatkan. Sehingga apa yang saya dapatkan ini, akan menjadi
evaluasi dan pembenahan untuk kedepannya.
Rencana membina, lagi-lagi tentang perencanaan, skenario
dan persiapan. Ini benar-benar menjadi kitab dari seorang
49
Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga
Pembina dalam membina peserta didik. Pengalaman membina
mungkin sudah tidak bisa dibilang sedikit bagi saya yang sudah
mulai ikut belajar membina sejak SMA, tapi ilmu dan cara
membina baru saya dapatkan setelah ikut KMD. Dan di KML kali
ini pengembangan dan teori baru bisa saya dapatkan.
Hari ke 5 KML ini, manajemen risiko menjadi cerita pokok
hari. Karena praktik yang diterapkan terus berlanjut sampai
menjelang malam. Yang dapat diperoleh adalah bagaimana
memanage sebuah kegiatan dengan minimal risiko. Materi ini
bagi saya pribadi merupakan sebuah kecakapan penting bagi
seorang pembina, dimana nantinya pembina akan menjadi garda
terdepan yang bertanggung jawab terhadap peserta didik.
50
Di Tempat Inilah Kami Dipersatukan
Karya: Dr. H. Febriandi Efda Putra
Jauh sebelum hari H pelaksanaan KML yaitu tanggal 12
Maret 2021 menjadi hari yang selalu membuat jantung
menjadi deg deg kan dan menyebabkan denyut nadi ini
menjadi takikardi alias berpacu dengan cepatnya alias saking deg
degan.
Cemas jelas, takut iya, deg degan pasti... hahahaha... campur
aduk deh, kayak gado-gado yang sering kumakan... semakin
mendekati Jumat tanggal 12 Maret itu, semua rasa itu semakin
menjadi-jadi. Alhasil malam sebelum hari pembukaan KML
menjadi insomnia deh... hehhehe... bah kacau jadi punya panda
deh besok pagi... tapi ya sudah lah... show must go on..
Akhirnya hari yang dinanti itu tiba... yah Jumat, 12 Maret
2021. dengan mencoba untuk menenangkan diri. mencoba
mengikuti acara pembukaan ini... yah perlahan lahan tapi pasti
ketegangan itu mulai turun.. Mulai bisa membawa relaks dan
mengurangi rasa cemas yang sudah bercampur aduk…
Acara pembukaan pun selesai... dinamika kelompok beres
dilalui...dan setelah dinamika kelompok saya mempunyai
pengalaman pribadi dan berkesan sekali... heehhehhe...
sebelumnya minta maaf dulu ye buat kakak peldam saya yang
kece nan gaol gitu loh yaitu kak Rinto. Mungkin karena
semalaman kemarin kurang lalok bahasa orang minang alias
51
Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga
insomnia, maka jadi agak eror terjadilah seperti yang ada di ss
ini... hihihi….
Buset deh, awal aja dah kena semprot ama kak peldam...
hehhehe... akibat insomnia ini... dapat WA dengan tulisan BESAR
semua, yang ada dalam benak “Buset gawat peldam gw
ngamuk... Dan gw kenapa ga bisa baca dengan baik” ...Rasanya
mendapatkan chat kayak jantung mau keluar dari tubuh dan
kayak naik jet coster di Dufan dan tinggal dilemparkan aja ke laut
ancol… tapi berusaha sok cool menghadapinya walaupun dag dig
dug serrrr... wkwkkwkwk… ga disangka ga dinyana, setelah
beberapa jam berkomunikasi di chat wa group ternyata ,ehhh
pikiran itu berubah 180 derajat... image “GALAK” td hilang
dengan sendirinya... wkwkwkkw... Peldam yang kata anak muda
Gaol banget gtu loh, asik, ngayomi banget seperti adik dan kakak
plus ditambah lagi dengan asisten peldamnya juga seperti itu…
Jadi benar kita harus mendalami dulu baru bisa memberikan
penilaian ya... wkwkkwk... jadi jangan liat buku dari sampulnya.
Betapa beruntungnya saya dapat grup yang bahasanya sealiran...
hehheheh.....
Hari pertama sangat panjang buat saya... maklum deh ya
baru hari pertama gitu loh... mana dapat kejutan manis dari Kak
Rinto... disuruh mewakili group untuk refleksi... What??? tp ya
sudah lah ya... Dengan modal sok nekat ya maju aja... hehhehe...
coba dulu... hasil mah belakangan... Beragkatttt….. wkwkkwkw...
masih perlu adaptasi dengan situasi, tugas-tugas yang waktu
penyerahannya mepetnya minta ampun... dan mana banyak pula
itu... wkkwkwkw….
Jadi ini ya yang dirasakan anak sekolah atau mahasiswa yang
daring... wkwkkwk…
Dalam otak itu hanya ada satu kata untuk hari pertama
“Tugas, tugas, dan Tugas”...
Buset deh jam 23.30 masih berkutat dengan tugas, tugas.
Mantap jiwa deh hari pertama ya…
52
Di Tempat Inilah Kami Dipersatukan
Hati ini selalu berbisik, kejutan apalagi ya, tugas apa lagi ya,
disuruh ngapain lagi ya…. wkwkkw. Maafkan otak ini ya kakak
kakak ku... pizz. Hari hari selanjutnya berjalan berbagai kejutan
disana sini banyak terjadi... yah jantung ini kayak naik jet coster
lagi deh... yah kalau ga kuat mah tinggal pingsan dan dikasih
oksigen... hehhehe intermezo aja kak... Kekeluargaan juga mulai
sangat terasa, baik dari sesama peserta, peserta dengan
pemateri dan panitia.
Hari kedua dah terbiasa dengan ritme seperti ini...
hahhahha… di KML ini saya mendapatkan sebuah kejutan
walaupun lagi break KML... sangat jelas sama saya, hari Kamis,
18 maret 2021 lagi enak2 nyetir mobil... ada pesan masuk eh WA
masuk dink… setelah dibuka dapat WA Cinta dari Kak Norma...
nah ini bunyi nya... baca sendiri aja ya di ss... hehhehhe…
Buset deh... dalam otak yang terbayang kenapa gw ya?
apakah kak norma tau diriku sebagai andu, atau karena sering
berkonsultasi selama sesi pertama 1 dengan kak norma selain
sama peldam dan aspeldam… yah tantangan lagi deh...
hehhehhe... udah maju aja lah… atau karena para pelatih percaya
ama gw kale ya... ehhh gerrr amat lu feb…. wkwkkwkwk... garansi
nya aku lulus KML yo kak Norma... hihihi... pizzz kak…
Minta maaf dulu lah buat kak Robby yang sering kena usilin
ama gw... maaf yo kak Robby... hehhehe... salamannyo jarak jauh
kan lagi korola eh korona kak... hahhaha... pesannya 1 nyo kak e,
Rajin mandi atuh kak, kalo ga mandi nanti terjadi musim baru di
Pekanbaru ya itu polusi udara transferan dari Malang... wedus
gembel nya bromo ato semeru sampe ke Pekanbaru loh kak ee…
Sesi kedua yah datang juga akhirnya dah mulai terbiasa iya...
tugas.. tugas dan tugas... mah biasa…. wkkwkwkkw... tarik aja….
tapi hari KML ke 5, Sabtu 20 Maret 2021 merupakan hari KML
terberat dalam perjalanan ini terutama dari Jam 08.30-12.00...
duh waktu yang sama kuharus jadi moderator acara webinar
nasional yang diadakan oleh gudepku dan jadi peserta KML...
dengan agak sedikit segan minta izin peldam... dan alhamdulillah
53
Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga
diberikan izin mengikuti 2 acara sekaligus... hehhehhe... arigato
kak Rinto... hehhehe... pasti bisa…
Tugas kayaknya udah biasa deh mendekati penutupan. Ujian
praktik membina juga udah. Post test alhamdulillah lancar.
Malam pun datang... disinilah nusantara dipersatukan...
Keakraban semakin terasa... terima kasih kakak-kakak
semuannya…
Mohon maaf kalau ada yang salah, maaf kan ya...
wkwkkwkw…
selamat malam, salam pramuka...
54
Terbangun dari Tidur
Karya: Florentina Arini Wahyuningrum, S.Pd.
Hari-hariku mulai diusik laporan. Ya aku ditugaskan dari
sekolah untuk mengikuti KML, sebenarnya sudah lama
aku diminta untuk mengikuti kegiatan ini, namun selalu
kutunda karena aku sadar lama tidak berkecimpung di dunia
pramuka. Lulusan KMD sejak 1992, waktu itu aku masih
semangat hingga cita-cita polwan mengusik pikiranku. Namun
itu dulu, dulu sekali dan lama kutinggalkan, karena saat polwanku
tertinggal dalam mimpi, aku merangkul anak-anak SLB C yang
setiap pramuka bernyanyi dan menari, saling menghibur
ceritanya. Mereka sedang bermain, aku pun
senang….Membentuk lingkaran, tepik tunggal, tepuk ganda, topi
saya bundar, lari pegang hidup….. pembelajaran yang
terintegrasi dalam permainan-permainan. Tak kutemukan lagi
tenda, tali dan dapur bersama mereka, karena mereka mampu
latih saja.
Seiring perjalanan waktu kira-kira 2006 tahun yang lalu, aku
pun dianugerahi tunarungu yang kucintai hingga sekarang,
mereka sangat mandiri hingga kuterlena dengan Kursus Mahir
Dasarku. Dengan bantuan video, mereka cukup mampu
membuat berbagai macam ikatan, simpul, dan keterampilan
pramuka yang lain seperti semaphore dan sandi-sandi. Tugasku
mendampingi mereka, hanya mendampingi dan selalu melihat
rumus di buku saat koreksi, karena ada temanku yang lebih
mampu. Ya Tuhan betapa bodohnya aku, meninggalkan sesuatu
55
Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga
yang indah hanya memilih menyiapkan perlengkapan, dana dan
belanja ini itu tanpa terlibat sesuatu yang indah dan
mengasyikkan.
Aku pun akhirnya tetap dan harus menyusun narakarya
dengan kemampuanku saat itu, dengan bimbingan kepala
sekolah dan teman-teman jadilah sebuah narakarya sebagai
syarat mengikuti KML. Ya KML… Kursus Mahir Lanjutan. Saat
pembukaan dan materi yang disampaikan selalu disampaikan
bahwa kita akan menjadi calon Pembina. Pembina, Pembina yang
harus mampu jadi kepala rumah tangga gudep. Khayalanku pun
melayang kembali, melihat kemampuan peserta didikku aku
yakin mereka mampu diajak maju seperti yang disampaikan
pelatih-pelatih Witaraga. Meski banyak yang tidak kukuasai tapi
aku tertarik dengan model pembelajaran kepramukaan.
Memberikan pembelajaran dengan bermain, dengan suka ria
namun martabat luhur terselip dan tersampaikan di dalamnya.
Metode kepramukaan, ranah dalam sesosif, tri satya, dasa darma.
Di dalam semua itu terdapat martabat luhur yang harus kita
miliki, kita sampaikan kepada semua orang.
Hari demi hari kulalui mengikuti KML daring serasa luring, ya
betul serasa luring, bagaimana tidak pagi-pagi aku ditelepon
Kakak peldamku untuk melakukan aktivitas pagi. “ Selamat pagi
kak, segera lakukan aktivitas pagi divideo 30 detik mulai dari
sekarang” “Siap kak”. Aku pun gopoh, “siap siap siap itu yang aku
sampaikan. Segera kulakukan aktivitas yang ada di depanku dan
minta tolong anak-anakku memvideo. Hahaha... lucu aku
membayangkan peristiwa pagi itu, padahal aku sudah senam
pagi, tinggal ngirim… tak piker nanti sajalah setelah nyapu
sekalian ngadep laptop dan WA. Hari itu mulailah aku gopoh
minta difoto setiap kegiatan… ya meskipun tidak selalu, ya aku
kurang suka. Ada positifnya sih, pagi-pagi aku jadi keluar rumah
untuk senam pagi, karena viewnya harus beda. Nah yang paling
seru adalah mendirikan tenda, aku yang selama ini hanya
memegang tongkatnya, narik tendanya, maku pasaknya, hari ini
56
Terbangun dari Tidur
disuruh mendirikan sendiri, dibantu kak Kasma aku pun
mendirikan tenda dom mini, tapi ternyata aku gak bisa, sampai
aku di bentak-bentak kak kasma “Yu salah, masuk pipa tarik,
masuk pipa tarik” hahaha wajahku yang oon tampak dalam video,
karena semua kegiatan harus mengirim video. Syukurlah tenda
bisa berdiri bersama diriku hahaha. Kegiatan yang kuanggap
mengerikan lagi adalah membina. Meskipun aku setiap hari
mengajar, tapi lebih banyak individu. Kami membina teman
sendiri secara bergantian, tapi mulai pagi kulihat sudah repot
dengan daring dan tugas masing-masing. Akhirnya kami
menyampaikan intinya saja, rencana mengajar tidak bisa kami
wujud nyatakan karena kegupuhan kami masing-masing. “maaf
ya Kak Rinto, Kak Fu , Kak rudi, Kak Hakim… HPnya error
sehingga tidak bergabung dalam Zoom membina. Tapi saya
yakin kedisiplinan kakak kakak, juga kakak Pelatih sangat
bermanfaat bagi saya, saya akan berusaha mewujudnyatakan
dalam pembelajaran di sekolah dan di gudep YPTB.
Pembelajaran kakak sangat bermanfaat bagi kami pribadi, terima
kasih karena telah membagikan ilmu dan pengalaman kakak
kepada kami semua. Kak Norma yang tegas dan penuh ide, Kak
Evi yang lembut, tegas, Kak Farida, Kak Kipo yang lucu dan pinter,
Kak Robi, kak halim, kak Wage… dan kakak-kakak yang lain yang
kaya ide dan kreatif. Terima Kasih atas semuanya. Doakan kami
yang berniat menjadi lebih baik untuk diri kami pribadi, untuk
peserta didik kami, untuk gudep kami. Semoga dengan doa dan
bimbingan panjengan semua kami mampu mewujudkan niat niat
kami menjadi serigala yang tidak pernah tidur, berguna bagi
sesama kami dimanapun berada. Satyaku kudarmakan, Darmaku
Kubaktikan.
Salam Pramuka.
57
Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga
Karya: Gaby Rosa Ramadhani
KML dua ribu dua puluh satu
Sudah lama ditunggu-tunggu
Bukan untuk terlihat nomor satu
Tapi disini tempatnya menimba ilmu
Sistemnya daring
Tugasnya bikin pusing
Tapi banyak informasi penting
Yang gak dijual di pasar Blimbing
Materinya menarik
Penyampaiannya pun asyik
Pesertanya unik-unik
Apalagi kuisnya, duuuuuh bikin panik
Semua dinilai dan tercatat
Gak sempat cari duplikat
Jadwalnya kan padat
Jadi yaa harus cermat
Kadang berasa lelah
Sampai-sampai semangat pun patah
Tapi ingat, harus lillah
Supaya dapat berkah
Kak Nurma sudah jadi idola
58
Goresan Kata
Pemecah suasana
Pembuka mata di saat kantuk melanda
Idenya? Kok yaa ada-adaaa saja
Waaah, ada Kak Endik
Senyumnya manis bak buah persik
Cerdas, Lembut, juga Asyik
Gak salah kalau jadi Kapusdik
Cermin pramuka dari pelatih
Menimbulkan pikiran yang jernih
Percaya bahwa pasti ada kebaikan yang diraih
Jika kaki terus melangkah walau tertatih
Pantang menyerah
Begitu slogannya
Pantas saja khalayak berkata
Pramuka = serba bisa
Disinilah tempat orang-orang hebat
Disinilah tempat orang-orang yang kuat
Tanpa berpikir “apa yang saya dapat?”
Hanya tau “kebaikan itu nikmat”
Warna-warni suasananya
Jauh-dekat pesertanya
Macam-macam masalahnya
Dikemas dalam 1 acara yang luar biasa
Pertemuan ini sudah tercatat
Dalam rencana Tuhan yang tak bisa diterka
Maka berilah kami rahmat
Agar bisa menjadi ladang pahala
Terimakasih Kakak Pelatih
Banyak ilmu yang engkau paparkan
Banyak semangat yang engkau kobarkan
59
Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga
Banyak bahagia yang engkau bagikan
Nasihat-nasihatmu yang tajam
Cukuplah untuk saya merenungkan
Tiadalah arti pembina tanpa siswa
Tiadalah arti tanda mahir tanpa siswa yang mencintai pramuka
Pramuka, hal yang dulu terlalu sulit saya pahami
Ternyata, sederhana
Pramuka, hal yang selalu saya enggani
Ternyata, mengasyikkan
Pramuka, hal ini pula yang membuka mata saya
Membuka hati dan pikiran saya
Untuk terus berusaha memperbaiki diri
Bukan hanya untuk kebaikan diri sendiri
Tapi untuk menjadikan siswa-siswa yang lebih berharga
Lebih membanggakan dan menjaga pramuka untuk Indonesia
Terimakasih Kakak Pelatih. Karena telah memberikan saya
jalan untuk mencintai pramuka. Karena telah memberikan
wawasan betapa indahnya pramuka itu. Karena telah membakar
semangat saya untuk menjadikan peserta didik yang berharga.
Sebagai guru, tentulah saya mencintai peserta didik saya.
Terlebih, mereka berkebutuhan khusus tunarungu. Banyak hal
yang mereka tidak pahami karena ketidakmampuan
mendengarnya. Hidup mereka yang sunyi. Tawa antar
sesamanya, yang mungkin sebenarnya mereka tidak pahami.
Menjadi tugas baru untuk saya.
Sebagai pembina, yang mungkin selama ini masih belum
difungsikan. Semoga, dengan hadirnya pramuka. Saya bisa
menambah kebahagiaan mereka. Saya bisa menambah nilai-nilai
positif dalam diri mereka. Supaya mereka juga mencintai
pramuka. Lebih percaya diri, lebih semangat, lebih bahagia.
Tiada kata selain terimakasih. Walaupun tidak bertatap
muka. Tapi nikmat yang dihadirkan luar biasa. Ada saudara yang
60
Goresan Kata
nun jauh disana, terasa dekat. Dari pagi hingga petang masih
saling menyapa.
Terimakasih para pembina-pembina hebat, peserta KML.
Banyak kebaikan yang bisa saya ambil dari kakak pembina. Rasa
persaudaraan ini semoga bisa membuka jalan untuk kita ke
depan nanti menjadikan peserta didik yang hebat-hebat. Peserta
didik yang memiliki hati yang suci, Peserta didik yang mampu
menjadi surya untuk peserta didiknya di kemudian hari.
61
Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga
Karya: Hendra Andri Parningotan, S.Pd.
Mengikuti KML Witaraga Ikhlas Bakti 2021 merupakan
sebuah pengalaman baru yang benar-benar berbekas
di hati saya. Diawali dengan beberapa kendala dan
permasalahan pada pendaftaran, puji Tuhan, saya dapat
menyelesaikan proses pendaftarannya tepat waktu. Technical
meeting KML ini merupakan sesuatu yang baru juga buat saya.
Karena pelaksanaannya daring, technical meeting yang
dilaksanakan sebelum kegiatan menambah pengalaman baru
bagi saya secara pribadi.
Bertemu dengan kakak-kakak pembina hebat lainnya yang
berasal dari berbagai daerah membuat saya merasa gugup pada
awalnya. Namun seiring berjalannya waktu, kedekatan dan rasa
kekeluargaan itu bertumbuh.
Hari pertama pun dimulai. Upacara pembukaan, pre-test
orientasi kursus dan jam pimpinan kami jalani. Kami mengikuti tes
awal dan mendapatkan briefing mengenai arah dan tata cara
pelaksanaan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjut oleh
Panitia Pelaksana. Materi utama pun mulai kami terima. Dinamika
kelompok dan kontrak kerja menjadi santapan pertama kami.
Melalui serangkaian kegiatan yang menarik yang dibuat oleh Kak
Nurma, kami pun dibagi menjadi beberapa kelompok. Saya pun
tergabung di dalam kelompok Gambyong bersama-sama dengan
Kak Agustina, Kak Bella, Kak Kasma, Kak Sulis, Kak Irfan dan Kak
Mat Rohim yang berasal dari daerah yang berbeda-beda. kak
62
KML Daring Rasa Luring
Jeremias dan kak Rustita pun ditetapkan selaku Pembina
Pendamping dan Asisten Pembina Pendamping.
Kegiatan pun dilanjutkan dengan materi Fundamental oleh
Kak Farida. Baru dua materi awal, namun sudah terasa begitu
banyak pengetahuan yang ditambahkan kepada kami terkait
kedua materi ini. Tugas-tugas pun mulai diberikan. Pada awalnya
terasa berat, namun kak Jeremias dan kak Rustita selaku
Pembina Pendamping dan Asisten Pembina Pendamping
menguatkan kami. Kata-kata motivasi dari mereka, baik yang
disampaikan melalui WA grup maupun yang disampaikan secara
langsung ketika group call maupun di Zoom meeting memacu
kami untuk terus berusaha melakukan yang terbaik dalam segala
sesuatu yang kami kerjakan.
Hari kedua pelaksanaan KML pun berlanjut, diawali dengan
Resume Kegiatan hari sebelumnya. Pengelolaan organisasi dan
Administrasi Gudep menjadi materi kami selanjutnya. Kak Halim
selaku pemateri kembali mengingatkan kami semua tentang
bagaimana seharusnya Gudep itu dikelola. Secara pribadi, ini
menjadi pemicu bagi saya untuk mencoba kembali dan berusaha
untuk mengelola segala kegiatan administrasi di Gudep saya
dengan lebih baik lagi. Karena sesudah membandingkan
bagaimana pengelolaan Gudep yang seharusnya dengan apa
yang kami lakukan di Gudep selama ini, perbedaannya sangat
jauh dan masih banyak yang belum terlaksana.
Materi berikutnya, Penyusunan Program Kerja dan Program
Latihan oleh kak Kipo. Media pembelajaran yang berbeda pun
kembali kami hadapi, dan metode ini menarik bagi saya. Kembali
kami ditantang untuk menyusun program kerja dan program
latihan yang sesuai dengan Tujuan Gerakan Pramuka, Syarat
Kecakapan Umum dan Syarat Kecakapan Khusus untuk dapat
dijalankan di Gudep masing-masing.
Strategi pencapaian SKU-SKK-SPG menjadi materi terakhir
kami di hari kedua ini. Satu hal yang paling saya ingat adalah
pesan dari Kak Kipo dan Kak Nurma, bahwa ujian SKU-SKK-SPG
63
Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga
janganlah dipersulit, sehingga adik-adik dapat
menyelesaikannya, namun jangan juga terlalu dipermudah,
sehingga adik-adik tidak berusaha menguasai keterampilan yang
diujikan melalui SKU-SKK-SPG tersebut. Refleksi menjadi
penutup kegiatan kami di hari kedua ini.
Hari ketiga dimulai. Problematika dan strategi pengelolaan
Gudep dan Pembinaan Peserta didik merupakan materi pertama
yang kami terima di hari itu. Pada materi ini, saya memahami
bahwa ternyata permasalahan yang kami hadapi di Gudep ini
juga terjadi hampir di seluruh Gudep lainnya. Kami pun diminta
untuk mencoba menetapkan cara penyelesaian masalah-
masalah tersebut. Disini kami juga mendapat pemahaman bahwa
apa pun masalahnya, maka MUGUS menjadi sarana pemecahan
masalah utama yang HARUS dilaksanakan di Gudep masing-
masing. Ini memang merupakan hal yang tidak pernah saya
pikirkan sebelumnya. Semoga kedepannya kami dapat
memperbaiki hal ini dan melaksanakan MUGUS sesuai ketentuan
yang berlaku.
Ragam keterampilan Pramuka (S/G/T/D) menjadi materi
terakhir kami di hari ini. Kembali proses pelaksanaan kegiatan
yang tidak biasa melalui media WA menjadi tantangan yang
menarik dan menyenangkan bagi kami. Kami juga diingatkan
bahwa selaku Pembina pun, kita perlu banyak berlatih sehingga
nantinya apa yang kita latih dapat kita tularkan ke adik-adik yang
kita bina sehingga mereka bisa lebih baik lagi dalam
melakukannya.
Kami mendapat 4 hari libur sesudah hari ketiga tersebut.
Kegiatan dilanjutkan pada hari Jumat, dan menjadi hari keempat
bagi kami dalam kegiatan KML ini. Tata Laksana Perkemahan dan
Api unggun serta Penyusunan Rencana Membina dan Media
Membina menjadi materi kami di hari keempat ini. Begitu banyak
pengetahuan baru yang saya dapatkan di hari ini. Bagaimana
mengatur perkemahan yang baik, apa saja bentuk api unggun
dan bagaimana mengatur sebuah kegiatan api unggun yang
64
KML Daring Rasa Luring
mendidik menjadi tambahan ilmu yang sangat berguna dan luar
biasa bagi saya secara pribadi.
Hari kelima kami masuki. Ragam pertemuan pramuka
menjadi materi pembuka di hari kelima ini. Kami mengingat
kembali kegiatan-kegiatan kepramukaan yang bisa kami lakukan
pada tingkat Gudep, Kwaran, kwarcab, kwarda maupun Kwarnas.
Manajemen Risiko merupakan materi selanjutnya. Kembali saya
terhenyak. Selama ini kami melakukan kegiatan, kami tidak
pernah memikirkan manajemen risiko. Ternyata ini merupakan
suatu keharusan guna meminimalisir risiko yang akan terjadi
serta cara penanganannya. Memang tidak semua dapat kita
prediksi, dan risiko selalu berubah sesuai dengan kondisi di
lapangan. Namun setidaknya, kita dapat meminimalisir risiko
yang akan kita hadapi ke depannya. Pada akhirnya, praktik
membina. Kami diminta mengumpulkan RML dan video
pelaksanaan pembinaan. Kak Nurma menjadi penilai bagi
kelompok kami. Secara pribadi saya mendapatkan banyak
masukan berharga tentang bagaimana menyusun dan
melaksanakan RML dengan lebih baik lagi ke depannya, dan saya
percaya semua peserta KML Wirabakti Ikhlas Bakti 2021
merasakan hal yang sama.
Malam ini merupakan malam terakhir. Panitia Pelaksana
menyusun sebuah kegiatan malam gembira yang tidak pernah
terpikirkan sebelumnya oleh saya secara pribadi. Sebuah api
unggun virtual menjadi simbol semangat yang membara di hati
kami masing-masing. Cahayanya menerangi hati kami yang sedih
mengingat perpisahan yang akan segera kita alami. Sesudah
upacara api unggun, kami semua mengikuti malam renungan
yang sangat berkesan. Pakta integritas yang kami nyatakan
secara pribadi menjadi penguat tekad kami untuk berbuat yang
terbaik bagi adik-adik kami sehingga mereka akan menjadi lebih
baik dari kami. Malam gembira diisi dengan berbagai penampilan
dari semua regu.
65
Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga
Hari keenam. Hari terakhir pelaksanaan kegiatan KML
Wirabakti Ikhlas Bakti 2021, kami bersiap-siap untuk mengikuti
upacara penutupan di hari ini. Izinkan saya, melalui tulisan ini,
menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya bagi
seluruh Panitia Pelaksana yang telah memberikan yang terbaik
dalam mengorganisir dan mengeksekusi kegiatan ini sehingga
berjalan dengan sangat baik, bagi pelatih kami yang luar biasa
atas pemberian pengetahuan yang dilakukan dengan cara-cara
baru yang sangat menarik. Terlebih khusus bagi Pembina
pendamping kami, Kak Jeremias dan Kak Rustita yang telah
berkenan mendampingi kami sepanjang pelaksanaan kegiatan
ini, dan kami berharap dapat terus menjalin komunikasi dan terus
menimba ilmu dengan kakak-kakak Pembina dan pelatih yang
ada di kota Malang ini. Secara pribadi saya menyampaikan terima
kasih yang mendalam atas kesempatan yang diberikan bagi kami
Pembina Pramuka yang berasal dari Supiori pada khususnya dan
Papua pada umumnya untuk mengikuti KML dari kota Malang ini.
Saya juga sadar, di sepanjang kegiatan ini, kami sering melakukan
kesalahan. Untuk itu saya mohon maaf yang sebesar-besarnya
apabila ada kata-kata atau perbuatan yang kami lakukan yang
menyakiti perasaan kakak-kakak sekalian.
Akhir kata, ini merupakan pengalaman yang sangat luar
biasa bagi saya secara pribadi. Pelaksanaan KML daring rasa
luring bukan hanya sekedar kata-kata saja, namun yang saya
rasakan selaku peserta daring, ini benar-benar tidak terasa
seperti daring tetapi seperti luring. Kiranya kakak-kakak panitia,
serta pelatih semuanya terus diberkati oleh Tuhan yang Maha
Kuasa dalam setiap langkah dan rencana kakak-kakak sekalian.
Semoga kita semua dilimpahi dengan hikmat dan kesehatan
sehingga kita dapat membina adik-adik kita menjadi penerus
bangsa yang luar biasa. Salam Pramuka!
66
Perjalananku Di Witaraga
Karya: Ihsan Makin, S.Pd., M.Pd.I
Sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan wawasan
Pembina Pramuka dalam membina peserta didik agar
tercapainya tujuan gerakan Pramuka, maka diperlukan
pendidikan dan latihan (kursus) untuk meningkatkan kualitas dan
kuantitas sehingga mengerti dan memahami serta ikut memiliki
gerakan Pramuka dalam rangka membantu baik moril maupun
materiil terhadap pelaksanaan pendidikan dan latihan di dalam
gerakan Pramuka. Kursus yang diadakan di Pusdik Witaraga ini
dari hari Jumat 12 Maret 2021 sampai dengan 14 Maret 2021
yang dilanjutkan kemudian dari hari Jumat 19Maret 2021 sampai
dengan 21 Maret 2021.
Kegiatan Kursus Pembina Pramuka Mahir tingkat Lanjutan
(KML) hari Jumat 12 Maret 2021, saya mulai dengan mengikuti
Upacara pembukaan. Upacara dalam kepramukaan bukanlah
sekedar suatu kegiatan seremonial yang penuh kekhidmatan
dengan berbagai acara prosesi dan orasi yang berlarut-larut serta
melelahkan. Upacara dalam kepramukaan adalah salah satu alat
proses pendidikan yang bertujuan pendidikan, tidak dirasakan
sebagai paksaan, dalam suasana khidmat menyenangkan,
nyaman, rekreatif, teratur, mengesankan, penuh persaudaraan
dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta upacara
Namun acara tersebut tidak dapat saya ikuti dengan sempurna
karena ada gangguan laptop yang tiba-tiba restart sendiri entah
kenapa. Namun sambil menunggu laptop loading kembali, saya
67
Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga
mengikuti upacara dengan Zoom di hand phone (HP). Setelah
upacara pembukaan saya mengikuti materi Orientasi Kursus dan
Jam Pimpinan, kemudian dilanjutkan materi dinamika kelompok
dan kontrak belajar.
Kegiatan ISOMA (Istirahat, Sholat, dan Makan) di hari
tersebut saya gunakan untuk sholat Jumat di masjid An-Nur
Kodim Trenggalek. Sepulang dari masjid saya istirahat sebentar
kemudian makan siang. Setelah makan siang saya mengikuti
materi Fundamental Gerakan Pramuka, kemudian refleksi dan
renungan, dan saya akhiri kegiatan dengan penyelesaian tugas.
Seperti halnya hari sebelumnya, kegiatan KML hari Sabtu 13
Maret 2021, saya mulai dengan menjalankan sholat subuh,
kemudian saya mencuci dan menjemur pakaian serta olah raga
pagi, mandi dan sarapan pagi. Mengikuti materi Organisasi dan
pengelolaan administrasi gudep dan pembinaan satuan. Acara
tersebut dapat saya ikuti dengan baik karena materi tersebut
memang kesukaan saya. Meskipun waktu untuk membahas
materi tersebut sampai menjelang dhuhur tetapi tidak terasa
kemudian dilanjut ISOMA.
Kegiatan ISOMA hari ini saya gunakan untuk sholat dhuhur
di rumah. Setelah sholat saya istirahat sebentar kemudian makan
siang. Setelah makan siang saya mengikuti materi Penyusunan
Program Gugus Depan, kemudian dilanjutkan materi Strategi
Pencapaian SKU-SKK-SKG.
Kegiatan KML hari Minggu 14 Maret 2021 saya mulai
dengan menjalankan sholat subuh berjamaah dengan anak laki-
laki saya kemudian saya lanjutkan membaca Al-Quran selama
kurang lebih 15 menit. Sekitar pukul 04.45 WIB saya mencuci
pakaian dan menjemurnya. Setelah itu olah raga pagi, mandi dan
sarapan pagi. Setelah siap-siap dan berbenah saya Mengikuti
Zoom dengan acara Meresume, dilanjutkan mengikuti materi
Problematika dan Strategi pengelolaan gugus depan, serta
Pembinaan peserta didik. Acara tersebut dapat saya ikuti dengan
baik karena materi tersebut memang kesukaan saya. Meskipun
68
Perjalananku Di Witaraga
waktu untuk membahas sampai menjelang dhuhur tetapi tidak
terasa kemudian dilanjut ISOMA.
Kegiatan ISOMA hari ini saya gunakan untuk sholat dhuhur
di rumah. Setelah sholat saya istirahat sebentar kemudian makan
siang. Setelah makan siang saya mengikuti materi Ragam
Ketrampilan Pramuka (S/G/T). Materi ini disampaikan oleh Kak
Evie Martiningsih.
Jumat 19 Maret 202. Kegiatan KML saya mulai dengan
menjalankan sholat subuh, kemudian saya lanjutkan membaca
Al-Quran selama kurang lebih 15 menit. Sekitar pukul 04.45 WIB
saya mencuci pakaian dan menjemurnya, setelah itu olah raga
pagi, mandi dan sarapan pagi. Setelah siap-siap dan berbenah
saya Mengikuti Zoom dengan acara Meresume, dilanjutkan
mengikuti materi Tata laksana perkemahan dan api unggun.
Acara tersebut dapat saya ikuti dengan baik karena materi
tersebut memang kesukaan saya. Meskipun waktu untuk
membahas sampai menjelang sholat Jumat tetapi tidak terasa
kemudian dilanjut ISOMA. Kegiatan ISOMA hari ini saya gunakan
untuk sholat Jumat di masjid An-Nur. Setelah sholat saya istirahat
sebentar kemudian makan siang. Setelah makan siang saya
mengikuti materi Penyusunan Rencana Membina dan Media
Membina.
Kegiatan KML hari ini Sabtu tanggal 20 Maret 2021 saya
mulai dengan menjalankan sholat subuh sendiri tidak berjamaah
dengan keluarga. Kemudian saya lanjutkan membaca Al-Quran
selama kurang lebih 15 menit. Sekitar pukul 04.45 WIB saya
mencuci pakaian juga Sajadah dan menjemurnya. Setelah selesai
menjemur, kemudian olah raga pagi, mandi dan sarapan pagi.
Setelah siap-siap dan berbenah saya Mengikuti Zoom dengan
acara meresume, dilanjutkan mengikuti materi Ragam
Pertemuan Pramuka sesuai golongan (S/G/T). Acara tersebut
dapat saya ikuti dengan baik, meskipun konsentrasi saya agak
terpecah karena harus menyiapkan pos test di siang harinya.
Meskipun waktu untuk membahas sampai pukul 10.00 WIB,
69
Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga
karena dilanjutkan dengan materi Manajemen Risiko, yang tidak
kalah menariknya hingga tidak terasa sampai ISOMA. Kegiatan
ISOMA hari ini saya gunakan untuk sholat dhuhur di rumah.
Setelah sholat saya istirahat sebentar kemudian makan siang.
Setelah makan siang saya mengikuti pos test kemudian
dilanjutkan praktik membina. Kemudian malamnya mulai pukul
19.00 sampai jam 22.00 WIB saya mengikuti acara malam
gembira.
70
Kursus Mahir Tingkat Lanjutan
Karya: Irfan Efendi
Setelah sebelumnya telah dilaksanakan Pra-KML pada
tanggal 10 Maret kemudian terlaksanalah kegiatan KML
selama enam hari yaitu pada tanggal 12, 13, 14 Februari,
sampai 19, 20, 21 Maret 2021. Peserta KMD berjumlah 60 orang
kurang lebih. Hampir 550% Peserta kemudian dibagi ke dalam
kelompok yaitu masing-masing kelompok akan diberikan
Pembinaan Pramuka Siaga dan Pramuka Penggalang dan
penegak. Jadi pada kegiatan KML ini terdapat 8 kelompok, yang
masing-masing kelompok diberi ciri dengan nama tarian. tarian
ini harus selalu dipakai peserta saat sedang kegiatan atau berada
pada daerah pelaksanaan KML karena ciri ini sebagai ciri
kelompok.
Pada hari pertama KML (Jumat,12 Maret) peserta
melaksanakan Pembukaan pada pukul 07.00 bertempat di
Kwartir Cabang Kota Malang. Setelah melaksanakan pembukaan,
para peserta mulai memasuki link virtual Zoom untuk pematerian.
Memasuki pukul 11.00, peserta diberikan waktu istirahat untuk
melaksanakan sholat dan jumatan bagi kaum laki-laki, lalu
kembali lagi ke kelas pada pukul 13.30 WIB. Kemudian pada
pukul 13.30 sampai pukul 17.00 peserta melaksanakan
pematerian di dalam virtual Zoom dengan materi dinamika
kelompok dan Kontrak belajar setelah itu peserta membacakan
Refleksi kegiatan Hari ke 1.
71
Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga
Memasuki hari kedua KML yaitu pada hari Sabtu tanggal 13
Maret 2021, pukul 07.00 peserta Membacakan Resume
Kegiatan Hari ke 1 Materi yang diberikan pada hari kedua ini yaitu
organisasi dan pengelolaan Gudep dan pembinaan satuan,
Penyusunan program gudep, Strategi pencapaian SKU-SKK-
SPG.
Pada hari ketiga KML, seperti biasa peserta membacakan
resume kegiatan., seperti biasa pada materi hari ke 3 yaitu
problematika dan strategi pengelolaan gudep serta pembinaan
peserta didik, Keterampilan Pramuka S/G/T dan refleksi kegiatan.
Hari ke empat Jumat (19/03/2021), seperti biasa peserta
peserta Membacakan Resume kegiatan. pada materi hari ke 3
yaitu problematika dan strategi pengelolaan gudep serta
pembinaan peserta didik, Keterampilan Pramuka S/G/T dan
refleksi kegiatan.
Pada hari ke 4 materi yang diberikan mengenai tata laksana
perkemahan dan api unggun, penyusunan rencana membina dan
media membina, lalu di lanjutkan pembacaan refleksi kegiatan
oleh kelompok.
Pada hari ke 5 materi ragam pertemuan pramuka sesuai
golongan S/G/T, manajemen risiko, praktik membina dan post tes
dan dilanjutkan refleksi kegiatan hari ke 5.
Pukul 19.30, peserta bersiap-siap untuk melaksanakan
malam gembira dan pakta int peserta stay di Zoom untuk malam
gembira. Peserta bernyanyi, dan bertepuk riang bersama dengan
pelatih mereka. Hingga tak terasa waktu pun menunjukkan pukul
22.00. peserta pun bersiap-siap membacakan pakta integritas
dan setelah itu peserta untuk tidur di tempat yang disediakan.
Alhamdulillah, acara demi acara kegiatan KML telah
terlaksana. Hingga akhirnya sampailah di penghujung acara yaitu
upacara penutupan. Sebelumnya, peserta telah melaksanakan
Forum Terbuka bertempat di Virtual Zoom. Di dalam forum
tersebut, disampaikan segala macam kritikan yang sifatnya
membangun serta pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan
72
Kursus Mahir Tingkat Lanjutan
peserta kepada pelatih terkait kegiatan KML. “Forum ini adalah
sebagai ajang evaluasi bagi kita (pelatih dan panitia) untuk
kedepannya lebih baik lagi.
73
Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga
Karya: Jawad Bahonar
Salam Pramuka…
PAssalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
erkenalkan nama saya JAWAD BAHONAR biasa dipanggil
kak Jawad di kalangan rekan-rekan pramuka dan Mas Jaw
panggilan yang familier dilingkungan pekerjaan. Sehari-
hari saya bekerja dan beraktivitas sebagai staf teknis di
Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kota Malang. Akan menjadi
terasa asing bagi pembaca sekalian, seorang pegawai KPU juga
beraktivitas sebagai seorang Pembina Pramuka?. Sedikit saya
ceritakan sebelum saya di KPU saya adalah seorang pengajar
disalah satu Sekolah Dasar Negeri dan Swasta di kota Malang
kurang lebih selama 13 tahun namun nasib berbicara lain saya
harus berpindah tugas di luar pendidikan. Bagi saya pribadi
mengabdi tidak harus di dunia pendidikan bahkan saya banyak
terbantu di pekerjaan yang saat ini karena ilmu yang saya dapat
selama di pramuka.
Saya menempuh Kursus Mahir Tk. Dasar pada tahun 2008
pada saat menempuh kuliah di D2 Pendidikan Guru Sekolah
Dasar (PGSD) Universitas Negeri Malang dan baru menempuh
Mahir Lanjutan di tahun 2021 ini. Jeda kurun waktu yang lama
tersebut bukan karena tidak ada NIAT untuk melanjutkan namun
KESEMPATAN yang tak kunjung ada bagi saya untuk
74
Kursus Mahir Lanjutan (KML) Ikhlas Bakti 2021
melanjutkannya. Pasca 2015 saya terlalu sibuk dengan tugas
kedinasan yang membuat saya menjadi pasif sebagai seorang
pramuka. Namun informasi kepramukaan tetap saya pantau dan
berusaha selalu up to date yang membuat saya tidak bisa lepas
dari kehidupan pramuka.
Melalui informasi dari seorang kawan yang juga seorang
pelatih di Pusdiklatcab Kota Malang bahwa akan diadakan Kursus
Mahir ini saya langsung memutuskan untuk mendaftar walaupun
sedikit banyak saya tertinggal jauh kemampuan secara teknik
selama pasif dari kepramukaan. Melalui Gugus Depan Kota
Malang 02399 Pangkalan Universitas Wisnuwardhana saya
mendaftarkan diri mengikuti Kursus Mahir ini. SESI I
Jum’at, 12 Maret 2021 Tiba saatnya di hari pertama kegiatan
kursus ini di mulai dengan Upacara Pembukaan yang dilakukan
secara Daring dan saya pun harus mengikutinya dari tempat saya
bekerja karena saya tidak mendapatkan izin cuti dari kantor
untuk mengikuti kegiatan ini. Akhirnya dengan penuh semangat
saya tetap ikuti kegiatan ini sembari melakukan pekerjaan di
kantor yang tidak bisa saya tinggalkan. Terus terang saya banyak
tertinggal mengikuti acara demi acara, informasi apa saja yang
disampaikan saya tidak bisa menyimak dengan baik di kegiatan
Upacara Pembukaan, Orientasi Kursus dan Jam Pimpinan Kursus.
Berlanjut ke materi selanjutnya pre test terkait kepramukaan
walaupun dengan terseok saya harus tetap mengerjakan tugas
tersebut. Menjadi tantangan tersendiri memang setelah sekian
lama tidak mengikuti kegiatan kepramukaan membuat sedikit
gugup dan dengan perasaan was-was bisa “mengerjakan atau
tidak ya?”
Dinamika kelompok adalah materi yang ditunggu-tunggu
karena dari sini saya bisa tahu saya bergabung dengan siapa saja
dari keseluruhan peserta berikut saya tahu siapa pelatih
pendamping saya. Pemetaannya cukup unik, kami diminta
menjawab menyusun kata (puzzle) dengan kata kunci jenis-jenis
tarian yang ada di Nusantara melalui grup Whatsapp yang
75
Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga
sebelumnya telah dibuat. Sampai akhirnya saya pun terjaring di
kelompok Serimpi dengan Pelatih Pendamping Kak Rinto
Widodo, Kak Fu Haryono dan Kak Rudi Hartono sebagai Asisten
Pelatih Pendamping.
Sebuah kehormatan saya dipilih menjadi Ketua Kelompok
yang artinya saya diberikan amanat untuk memimpin kelompok
kecil. Tidak muluk-muluk yang diinginkan, tetap fokus dan
menyampaikan yang terbaik dalam setiap penyelesaian tugas.
Seperti yang disampaikan Pembina saat upacara pembukaan
“Jadilah yang terbaik walaupun dimasa pandem”.
Sabtu, 13 Maret 2021 Mengawali kegiatan pagi dengan
selalu berolahraga, tetap melaksanakan rutinitas seperti biasanya
dan selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Pada hari ini
materi kursus hampir 95% adalah kegiatan manajerial
pengelolaan gugus depan dan banyak tugas yang dikerjakan
dengan kelompok masing-masing. Banyak ragam kegiatan dan
rekan-rekan peserta lain yang dapat kita adopsi untuk bisa kita
terapkan nanti di gugus depan sepulan dari kursus ini. Di
penghujung kegiatan hari ini kita menerima materi tentang
pencapaian Syarat Kecakapan Umum (SKU) yang mana
penugasannya melalui pesan singkat WA yang cukup
membuatku bingung dalam penyelesaiannya, ditambah lagi
betapa gugupnya saat kakak pelatih mengkonfirmasi apakah
benar kita melaksanakan penugasan tersebut dengan langsung
menghubungi peserta melalui video call.
Minggu, 14 Maret 2021 Pembiasaan mengawali kegiatan
kita setiap paginya, tetap dengan berolahraga, bersih diri dan
bersih lingkungan tetap kita jalankan. Pada materi pertama hari
ini masih dengan lanjutan kegiatan manajerial/pengelolaan
gugus depan melalui kegiatan Musyawarah Gugus Depan.
Setelah jam ishoma selepas dhuhur kita kembali menerima materi
terkait ragam ketrampilan pramuka S/G/T/D dimana narasumber
memberikan penugasan kepada masing-masing peserta yang
sesuai dengan golongan pembinaannya. Saya membina pramuka
76
Kursus Mahir Lanjutan (KML) Ikhlas Bakti 2021
penegak dan memilih menyampaikan Ketrampilan Kepramukaan
yaitu Menanak Nasi dalam tempurung Kelapa yang proses
dokumentasinya banyak menyita waktu. Karena keterbatasan
media penyimpanan video yang sangat besar akhirnya kita
menemukan solusi yaitu dengan mengunggahnya ke channel
Youtube atau akun Google Drive masing-masing peserta. Berikut
adalah link Youtube channel saya https://youtu.be/35-
CWZWaVnw, dimohon kepada kakak-kakak sekalian untuk LIKE,
SHARE and SUBSCRIBE ya !!!. SESI II Jum’at, 19 Maret 2021
Setelah 4 hari rehat kita berjumpa kembali di Jum’at ini dengan
ceria dan bahagia. Diawali dengan materi Tata Laksana
Perkemahan dan Api Unggun.
Materi yang ditunggu-tunggu setelah beberapa hari
mengikuti kursus tibalah saatnya kita diminta menyiapkan
perlengkapan utama dalam berkemah adalah sebuah tenda.
Banyak jenis dari tenda yang dipergunakan, mulai dari tenda
limas, tenda dome sampai dengan sebuah bivak yang dibuat oleh
masing-masing peserta kursus. Dan tak lupa kita diminta untuk
menghias lingkungan sekitar tenda tak lupa pula penugasan
terkait Tapak Kemah dan Menyusun Konsep Pelaksanaan
Upacara Penyalaan Api Unggun. Materi selanjutnya adalah
Penyusunan Rencana Membina dan Media Membina. Materi ini
dipersyaratkan dikuti oleh para peserta kursus dari dalam atau
depan tenda masing-masing peserta. Pada sesi ini kita diajarkan
mengemas kegiatan dan membuat skenario membina yang
sebelumnya kita tuliskan dalam Rencana Membina. Dari materi
ini kita sebenarnya adalah mempersiapkan diri untuk masuk ke
tahap praktik membina yang akan dilaksanakan keesokan
harinya. Dengan kesimpulan tugas membuat Rencana Membina
ini dipergunakan sebagai bahan acuan dalam praktik membina.
Sabtu, 20 Maret 2021 Selepas melaksanakan pembiasaan di pagi
hari, sholat, senam hingga menyempatkan sebentar walaupun
sekedar menanak nasi untuk keluarga di rumah. Rasa kantuk
77
Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga
belum sepenuhnya hilang karena semalam begadang
menyelesaikan tugas yang belum terselesaikan.
Memang benar apa yang dikatakan peserta kursus bahwa
“Kursus Daring terasa Luring”. Kami seolah tak punya
kesempatan untuk sejenak berleha-leha tanpa segera
menyelesaikan penugasan dari kakak pelatih. Diawali dengan
materi Ragam Pertemuan Pramuka S/G/T/D oleh kak Nurma kita
diajak untuk sedikit bermain ketangkasan dalam menjawab
pertanyaan yang diberikan pelatih melalui pesan singkat. Kita
diminta mengelompokkan macam dan jenis pertemuan-
pertemuan sesuai golongan peserta didik yang terangkai dalam
sebuah syair/puisi. Adalah Joeli Esmawanto atau lebih akrab
disapa Kak Kipo melanjutkan penyampaian materi tentang
Manajemen Risiko. Yang mana menurut informasi bahwa materi
ini baru pertama kali disampaikan di kegiatan kursus ini. Sebuah
kebanggaan dan penghormatan kepada kak Kipo telah
menyampaikan materi ini kepada kami para peserta kursus.
Secara profesionalisme Manajemen Risiko ini dapat dijadikan
dasar pengambilan keputusan sebagai wujud tanggungjawab
secara administrasi dan legalitas. Dilihat dari Tingkat Risikonya
karena lingkungan kegiatan tidak bisa dikendalikan sepenuhnya
baik dalam kondisi dinamis maupun bervariasi. Karena itu pula
kondisi lingkungan bisa berubah tingkat risikonya serta tidak ada
jaminan bahwa kondisi lingkungan baik-baik saja, dan bahwa
kegiatan Pramuka yang menarik menantang di alam terbuka
tidak lepas dari RESIKO.
Tiba saatnya kita semua diuji wawasan dan kemampuan kita
dalam kegiatan post test dan Praktik Membina. Seberapa dalam
pengetahuan kepramukaan kita diukur melalui kegiatan post test
ini. Sedangkan praktik membina adalah kegiatan kita peserta
yang dinilai langsung oleh Pelatih Penilai mulai dari tahap
persiapan membina, perencanaan membina yang kita tuangkan
dalam Rencana Membina berikut skenario kita dalam
menyampaikan materi sampai dengan tahap evaluasi yang
78
Kursus Mahir Lanjutan (KML) Ikhlas Bakti 2021
disampaikan oleh Pelatih Pendamping terkait cara atau metode
yang kami pergunakan dalam membina peserta didik. Dengan
mengucap syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayahNYA kepada kami semua,
kelompok SERIMPI telah tuntas melaksanakan tugas dengan
baik walaupun masih ada satu dua orang anggota kami yang
tersendat karena masalah jaringan. Kegiatan praktik membina
ditutup dengan Resume dan Refleksi yang disampaikan oleh
kelompok LENSO.
Usai praktik membina kita rehat sejenak melepaskan penat
sebelum melanjutkan kegiatannya berikutnya yaitu Upacara Api
Unggun dan panggung gembira yang mana kami dari masing-
masing kelompok menampilkan berbagai macam bentuk
persembahan mulai dari tari, lagu-lagu sampai dengan
penampilan lainnya yang tak kalah serunya. Persembahan kami
kelompok serimpi dapat dinikmati di link berikut
https://youtu.be/jhK0-QUxpAQ . Pembuatan video
persembahan ini yaitu dengan cara menggabung-gabungnya
hasil suara kami dan beberapa video kita di delapan tempat
berbeda sesuai domisili anggota kelompok kami ditambah
asisten pendamping kami. Tak banyak kata yang bisa kami
sampaikan bahwa kegiatan kursus ini sangat berkesan bagi kami
kelompok SERIMPI dan bagi saya pribadi. Walaupun tidak saling
bertatap muka secara langsung namun hati ini terasa dekat.
Perasaan haru, gembira dan sedih bercampur menjadi satu
namun tetap dengan harapan semoga kelak kita semua akan
dipertemukan di kegiatan-kegiatan lainnya di masa mendatang.
Kegiatan ditutup dengan pembacaan Pakta Integritas dari
perwakilan peserta dan beberapa orang pelatih. Semoga kami
dapat menjalankan amanah ini dengan baik seperti ikrar yang
kami ucapkan. Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada
Pelatih Pendamping Kak Rinto Widodo, Asisten Pelatih
Pendamping Kak Fu Haryono dan Kak Rudi Hartono yang telah
dengan sabar mendampingi saya dan rekan-rekan peserta
79
Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga
kursus. Dengan harapan semoga sehat selalu dan ilmu yang
diperoleh ini bermanfaat bagi kemajuan Gerakan Pramuka.
Sampai jumpa di kegiatan selanjutnya…
<<< Salam Pramuka >>>
TTD
JAWAD BAHONA
80
Wujudkan Bangsa Berkarakter Melalui Gerakan Pramuka
Karya: M. Retno Mustikasari
Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi
pendidikan nonformal yang menyelenggarakan
pendidikan kepanduan di Indonesia. Kata "Pramuka"
merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti
Jiwa Muda yang Suka Berkarya. Tapi sebelum singkatan ini
ditetapkan, kata Pramuka asalnya diambil oleh Sultan
Hamengkubuwono IX dari kata "Poromuko" yang berarti pasukan
terdepan dalam perang. Pramuka merupakan sebutan bagi
anggota Gerakan Pramuka, yang meliputi; Pramuka Siaga (7-10
tahun), Pramuka Penggalang (11-15 tahun), Pramuka Penegak
(16-20 tahun) dan Pramuka Pandega (21-25 tahun). Kelompok
anggota yang lain yaitu Pembina Pramuka, Andalan Pramuka,
Korps Pelatih Pramuka, Pamong Saka Pramuka, Staf Kwartir dan
Majelis Pembimbing. Kepramukaan adalah proses pendidikan di
luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam
bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah,
praktis, efektif. Terwujudnya efektivitas pendidikan
kepramukaan membutuhkan Pembina Pramuka dalam jumlah
dan mutu yang memadai. Mencermati hal tersebut, maka perlu
dilakukan langkah-langkah sistematis dan terpadu untuk
81
Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga
meningkatkan jumlah Pembina Pramuka yang berkualifikasi
mahir.
Untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, wawasan, dan
keterampilan tentang kepramukaan, Kwartir cabang gerakan
pramuka Kota Malang menyelenggarakan Kursus Pembina
Pramuka Mahir Tingkat Lanjut (KML) tahun 2021 dengan
menggunakan metode daring. Kegiatan ini di ikuti kurang lebih
sekitar 60 peserta yang berasal dari beberapa provinsi di
Indonesia dan bahkan diikuti oleh beberapa peserta yang tinggal
di luar negara Indonesia. Kegiatan KML daring ini terbagi ke
dalam 2 sesi. Sesi pertama dilaksanakan tanggal 12 – 14 Maret
2021 dan sesi ke dua dilaksanakan tanggal 19 – 21 Maret 2021.
Kursus Mahir Lanjut (KML) dilaksanakan untuk membekali para
Pembina Pramuka tentang pengetahuan lanjutan dan
pengalaman praktis membina dan mengelola satuan Pramuka di
Gugus Depan.
Materi KML disajikan dengan daring menggunakan media
Zoom. Di dalam kegiatan tersebut, Pembina Pramuka gugus
depan dilatih dan dididik untuk dapat menjadi seorang Pembina
Pramuka yang kreatif, disiplin, dan bertanggungjawab melalui
serangkaian materi kepramukaan yang harus diikuti. Kursus ini
merupakan kursus perdana yang saya ikuti dengan metode
daring bahkan praktiknya pun juga menggunakan metode virtual.
Banyak kendala yang dirasakan, baik dari tugas yang diberikan
maupun dari segi Pembina dan peserta.
Untuk tugas, tugas yang diberikan menurut saya terlalu
banyak, belum selesai mengerjakan tugas yang satu, tugas yang
lainnya pun ikut menyusul. Meskipun daring saya tetap mengikuti
setiap sesi ini dengan baik dan sungguh-sungguh. Namun saya
merasakan kelelahan yang amat sangat karna beban tugas dan
curahan pikiran untuk mengerjakan tugas itu, kadang ada tugas
yang terlewat tidak dikumpulkan karna banyaknya tugas yang
masuk walaupun tugasnya ada yang dikerjakan secara
berkelompok namun secara pribadi saya harus tetap ikut terlibat
82
Wujudkan Bangsa Berkarakter Melalui Gerakan Pramuka
di dalamnya karna merupakan bentuk tanggungjawab kita
sebagai anggota kelompok.
Selanjutnya adalah masalah kenang-kenangan. Ada baiknya
jika peserta juga diberi kenang-kenangan oleh panitia yang bisa
panitia kelola dari biaya pendaftaran. Biaya pendaftaran jika
memang ini kursus online juga bukan dengan harga yang murah.
Ada baiknya panitia mengelola dari biaya pendaftaran itu untuk
kenang-kenangan kami peserta.
Panitia ketika awal memberikan pengumuman adanya
pembukaan/pendaftaran KML ada baiknya juga jika memberikan
susunan acara. Karena kami juga masih harus bekerja seperti
biasa di unit sekolah kami masing-masing dengan tuntutan tugas
yang sama, jadi setelah melihat rundown acara kami bisa
memperkirakan acara yang akan kami ikuti, terlebih banyak juga
peserta yang sudah berkeluarga dan memiliki anak. Kebanyakan
kami mengetahui rundown acara setelah kami melakukan
transaksi pendaftaran. Tugas yang begitu banyak sehingga tugas
sekolah dan rumah tidak bisa tertangani.
Untuk mengikuti acara KML ini kami juga ditunjuk dari
sekolah dan bukan atas kemauan pribadi kami sendiri, namun
dengan begitu kami tetap mengikuti dengan sungguh-sungguh
karna untuk kemajuan pangkalan gugus depan sekolah kami.
Kami disini mencari ilmu, bukan kemauan dan keputusan dari
pendamping yang harus terus menerus kami ikuti, karena kami
juga memiliki hak dan kewajiban. Alangkah baiknya jika kegiatan
tersebut juga melihat tingkat usia kami, karena ada beberapa
pendamping, tugas, dan instruksi yang membawa kami seperti
layaknya anak kecil, kami di suruh mengikuti aturan yang
semestinya kurang masuk akal. Terlebih untuk pendamping
harus bisa memilahkan mana yang masuk urusan pribadi mohon
kiranya dipahami dan tidak memaksakan kehendaknya sendiri.
Akhir kata saya ucapkan terimakasih untuk ilmu dan bekal
yang diberikan karena dapat menambah wawasan dan
pengetahuan saya tentang pramuka dan manfaatnya, Saya
83
Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga
mohon maaf atas kurangnya kesungguh-sungguhan saya dalam
melaksanakan kegiatan ini dan atas salah-salah kata yang saya
ucapkan di WA grup kecak. dan saya sangat mengapresiasi
positif kegiatan ini. Pesan saya wujudkan bangsa yang
berkarakter dan bermartabat melalui gerakan pramuka. Jangan
pernah kehilangan harapan, karna kondisi tidak menghalangi
kreativitas kita untuk terus berkembang.
SALAM PRAMUKA, SEMANGAT PRAMUKA!
84
Kenangan Mai Lutfi
Karya: Mai Lutfi Su’aidah, S.Pd
Sudah lama sekali saya ikut kegiatan pramuka, sejak di SMA
hingga saat ini di tingkat pramuka pandega, perasaan
senang dengan kegiatan pada saat ini kembali muncul.
Maklum saja, dari kesibukan saya menjadi mahasiswa saya masih
berkecimpung dalam kepramukaan, sebisa saya amalkan segala
ilmu di kepramukaan yang saya dapatkan kepada adik-adik.
Berawa dari informasi yang saya dapatkan dari salah satu
Pembina di MAN 2 Kota Malang, yang mengajak dan memotivasi
saya untuk ikut KML Online Witaraga kota Malang ini. Saya lihat
ada poster kegiatan KML yang di kirim oleh beliau dan tentu Saya
sangat tertarik karena pada tahun 2019 Saya juga mengikuti
KMD di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Jadi, dengan KML ini
Saya bisa memfokuskan tujuan ingin menjadi pembina golongan
apa? Dan buat yang anak pramuka banget, pasti pengen juga kan
ikut KMD dan KML, jadi pramuka bukan hanya sekadar ikut-
ikutan saja dan jujur lho, pramuka yang Cuma ikut-ikutan itu gak
keren dan beda rasanya.
Ternyata, KML Online ini diadakan oleh Kwarcab Kota
Malang, saya mengikuti kegiatan ini daring dari kota Kediri
memang agak jauh dan pasti ini akan full online. Jadi Saya tetap
berniat mengikutinya, walaupun agak sedih yak arena
harus online dan tidak bisa ikut offlinenya. Karena kegiatan
pramuka seperti ini memang lebih enak offline dan banyak sekali
kegiatan menarik yang tidak bisa dilaksanakan secara bersama.
85
Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga
KML Online ini dilaksanakan dari tanggal 12-14 Maret 2021
dan dilanjut 19-21 Maret 2021. Jadi memang dibagi menjadi 2
pekan berturut-turut dengan media kegiatan melalui
aplikasi Zoom, Whatsapp Grup dan Google Classroom.
Selama pelaksanaan dari pekan pertama, euforia yang
dirasakan di benak ini sangat sama dan mirip dengan kegiatan
offline. Walaupun mungkin kita akan tertawa sendiri, bernyanyi
sendiri dan melakukan sendiri di depan monitor. Tapi jujur, ini
sangat asyik bahkan bisa sekaligus menghibur diri sendiri.
Para pelatih yang ikut berkontribusi juga luar biasa keren,
karena ada Kak Nurma dan Kak Robby yang menemani selama
pendaftaran dan hingga kegiatan pada KML Online ini
berlangsung. Kakak dua ini sangat menginspirasi saya untuk
menjadi Pembina yang lebih baik. Owh iya walaupun kegiatan ini
online tapi tetap jam kursus serta Latihan keterampilan tetap
mengikuti seperti kegiatan offline sehingga Kami yang sudah
dibuat menjadi beberapa kelompok harus ekstra Kerjasama
untuk menyelesaikan semua tugas yang dibatasi waktu. Untuk
tugas sendiri lebih banyak dengan animasi video tentang
Gerakan Pramuka dan Kepramukaan, resume, refleksi serta tugas
Word dan PPT pada umumnya. Walaupun kegiatan KML ini full
online tapi kami juga merasakan seperti berada di dunia
perkemahan, kami peserta di tugaskan untuk mendirikan tenda
di tempat masing-masing. Tidak hanya mendirikan tenda saja,
akan tetapi juga melengkapi kelengkapan perkemahan.
Materi yang saya dapatkan banyak sekali diantaranya yaitu:
Dinamika Kelompok, Fundamental Gerakan Pramuka, organisasi
dan pengelolaan administrasi gudep dan Pembina satuan,
penyusunan program gugus depan, strategi pencapaian SKU-
SKK-SPG. Problematika dan strategi pengelolaan gugus depan
serta pembinaan peserta didik, ragam ketrampilan kepramukaan,
tata laksana perkemahan dana pi unggun, penyusunan media
membina dan media membina, ragam pertemuan pramuka
sesuai golongan. Manajemen risiko hingga kami melakukan
86
Kenangan Mai Lutfi
praktik membina dan yang terakhir kami lakukan post test
sebagai feedback dari pre test di hari pertama. Banyak ilmu yang
kami dapatkan selama kegiatan KML ini.
Peserta untuk semua golongan (siaga, penggalang dan
penegak) sangat banyak dan Kami dibagi lagi menjadi beberapa
kelompok kecil sehingga dibuat sama dengan dinamika
kelompok pada umumnya. Saya berada di kelompok serimpi
tegak satu yang luar biasa, anggota kami dari berbagai daerah,
bahkan ada yang dari Pekan Baru Riau. Peserta KML yang luar
biasa dari berbagai daerah, ada yang dari Jepang, Kuala Lumpur,
Bali, Jatim, Jabar dan daerah lainya dari penjuru Indonesia. Dan
itulah cerita Saya mengikuti kegiatan Kursus Pembina Pramuka
Mahir tingkat Lanjut yang diadakan oleh kwarcab kota Malang
ini, pengalaman dan pengetahuan yang didapat sangat berkesan
dan bermanfaat.
87
Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga
Karya: Mirza Rachmad Pratama
Saya punya keyakinan kalau di dunia ini tidak ada yang
namanya kebetulan, semuanya telah diatur oleh Yang
Maha Kuasa. Begitu juga dengan kepesertaan di KML ini.
Memang sebelumnya saya hendak mengikuti KML di tempat lain
yang juga sama-sama daring, tetapi kakak pembina sekaligus
rekan kerja, saya diarahkan untuk mengikuti KML yang
diselenggarakan oleh Pusdiklatcab Witaraga ini. Saya dari
Malang Kak, dan inilah awal mula dari petualangan saya.
Kakak, hari pertama mengikuti kegiatan ini, saya
mengikutinya langsung di Pusdiklatcab. Kebetulan jarak dari
rumah menuju Pusdiklatcab dapat saya tempuh tidak lebih dari
30 menit. Karena kegiatan ini adalah kegiatan daring, pastinya
semua peserta tidaklah berada di satu lokasi. Tapi siapa sangka
kalau ada beberapa peserta yang juga datang ke Pusdiklatcab. Di
sana akhirnya saya berkenalan dengan beberapa kakak-kakak
peserta juga. Baru sekali mengenal, saya sadar kalau mereka
bukanlah orang-orang biasa. Mereka adalah orang yang punya
komitmen besar terhadap Pramuka. Di hari pertama ini pula saya
terkejut, namun sekaligus merasa terhormat, karena saya
dipercaya oleh kak Nurma untuk menyerahkan Panji Pusdiklat
dalam upacara pembukaan.
88
Luar Biasa Berdampak dalam Sanubari Kita
Selanjutnya lebih mengejutkan lagi. Saya dikumpulkan
dalam satu kelompok. Namanya awal pembentukan kelompok,
pastilah saya tidak mengenal antara satu dengan yang lain.
Apalagi kegiatan ini diikuti secara daring, yang tidak ada tatap
muka sebelumnya, dan pesertanya bukan hanya dari Malang
saja. Saya baru sadar sekaligus baru tahu jika kegiatan ini diikuti
peserta seantero Nusantara. Bahkan ada yang dari luar negeri
juga. Mengetahui itu saja saya sudah merasa terhormat. Saya
masuk dalam kelompok LENSO.
Setelah pengarahan yang dengan kreativitas kakak-kakak
pelatih, walaupun melalui WhatsApp, membuat kami semua
sebagai peserta aktif mencari anggota masing-masing
kelompoknya, saya akhirnya menemukan anggota-anggota
kelompok saya. Awalnya saya mengira hanya 6 orang saja. Disitu
kemudian kami saling mengenal antar anggota. Seiring
perjalanan kegiatan, ternyata komunikasi menjadi semakin
intensif. Apalagi dengan mulai banyaknya tugas-tugas dari
materi yang harus kami selesaikan, dengan deadline yang sangat
sempit pula. Kami akhirnya berkolaborasi melalui bermacam-
macam media, termasuk Google Meet, WhatsApp, dan lain
sebagainya.
Tiap harinya menyimpan episode kejutan tersendiri.
Besoknya saya sadar bahwa seharusnya kelompok ini berjumlah
7 orang. Ada satu yang terlewatkan ternyata. Saya makin merasa
terhormat bahwa ternyata saya sekelompok dengan peserta dari
KBRI Kuala Lumpur, Kak Joko. Dan yang terlewatkan itu adalah
seorang peserta dari KJRI Osaka. Kak Slamet namanya. Saya juga
sekelompok dengan kak Tiko yang saya baru tahu ternyata beliau
adalah seorang lektor kepala di salah satu universitas di
Pekanbaru. Kemudian ada Kak Meri, seorang pengajar di Bandar
Lampung. Ada Kak Nadhya yang seorang mahasiswi asal
Ponorogo di kota Malang. Dan yang paling mengejutkan adalah
saya juga sekelompok dengan kakak saya yang ternyata dulu
89
Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga
pernah aktif juga di Gugus Depan Universitas Negeri Malang, kak
Atin namanya.
Kejutan tidak berhenti di situ saja. Saya mendapatkan
pelatih-pelatih pendamping di kelompok kami yang salah
satunya justru kakak yang merekomendasikan saya yaitu Kak
Anjar. Selain itu ada pula Kak Anam dan kak Faisal. Hari pertama
hingga hari ketiga kami lalui dengan sering berinteraksi melalui
media Google Meet. Dalam kesempatan selanjutnya Salah satu
tugas adalah kami harus menyusun video untuk ditampilkan pada
malam gembira nanti. Di situlah kreativitas kami muncul. Kami
sadar bahwa kami sebenarnya merepresentasikan kekayaan
Nusantara. Ada yang sedang berada di Malaysia, ada yang
berada di negara Jepang bahkan, ada yang dari wilayah Sumatera
tepatnya Riau dan Lampung, ada peserta yang berasal dari Jawa
Timur dan bukan hanya wilayah Malang saja, dan nama kelompok
kami mewakili budaya yang ada di Indonesia bagian timur.
Betapa kami ini sangat Nusantara sekali. Anggota kelompok kami
juga beragam, selain anggota-anggota yang beragama Islam,
ada juga yang beragama Katolik. Kami sadar bahwa kami ini
mewakili dan juga membawa Pancasila.
Makin hari makin banyak kejutan yang kami alami. Pelatih
pendamping kami mengatakan bahwa kelompok kami menjadi
sorotan dari kelompok lain karena kekompakannya. Bagaimana
mungkin anggota kami yang berasal dari banyak latar belakang
yang bisa bersatu dan kompak dalam mengerjakan tugas,
menampilkan persembahan kepada kelompok lain, dan lain
sebagainya. Di sini saya sadar bahwa kerendahhatian ternyata
membawa dampak yang sangat positif dan baik untuk semuanya.
Ada dosen yang mau bergabung dengan kami yang masih Junior,
bahkan membimbing kami yang sebenarnya kurang pantas
untuk mengganggu beliau dalam kegiatan akademiknya. Ada
staf diplomat yang mau menyisihkan waktunya untuk
mengarahkan kami dan berkenan menjadi pemimpin kelompok
kami. Ada pegawai konsulat jenderal yang meski dengan
90