The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by eibhors.alpenda, 2021-11-01 07:08:41

PELANGI NUSANTARA DI BUMI WITARAGA

Editor : Irma Fajarwati, M.Pd.

Luar Biasa Berdampak dalam Sanubari Kita

kesibukannya tetap mau berkoordinasi dengan kelompok kami
dan berusaha menyelesaikan tugas-tugas yang telah menanti.
Ada rekan seperjuangan sesama guru yang luar biasa
semangatnya. Saya sadar bukanlah saya yang berkontribusi
besar, tapi dari merekalah saya benar-benar banyak belajar.
Sangatlah patut kalau saya mengatakan mereka juga guru saya.

Adapun yang berkesan menurut saya adalah hari terakhir
sebelum hari penutupan kegiatan, yakni penyelenggaraan micro
teaching yang meskipun via daring, Namun semua menunjukkan
performa terbaiknya. Dan akhirnya yang paling berkesan adalah
malam gembira Gimana hasil kerja kami berupa video ternyata
bisa menghibur kakak-kakak peserta yang lain dan diapresiasi
dengan sangat baik. Ketika kami mengerjakan video tersebut
sama sekali tidak terpikir atau bertujuan untuk diapresiasi
sedemikian. Kami hanya mencoba untuk menampilkan yang
terbaik dari kami. Kami mengangkat tema sastra Karena itulah
yang bisa mewakili karakter kelompok kami yang sangat
beragam. Sastra yang kami angkat adalah pantun, karena pantun
adalah warisan asli Nusantara cara yang ada di berbagai daerah
dengan bermacam sebutannya. Kak Tiko dan kak Joko
menampilkan pantun berbalas karena mewakili kebudayaan
antara Indonesia, khususnya wilayah yang didominasi etnik
Melayu, dengan yang ada di Malaysia. Kakak Atin dan saya
menampilkan parikan yang merupakan bentuk pantun yang
berkembang yang di Jawa, khususnya Jawa Timur. Kami juga
menampilkan tarian lenso yang meskipun kami kurang Luwes
dalam Gerakan tubuh, tapi kami berusaha menampilkan
semaksimal mungkin.

Yang paling membanggakan bagi kelompok kami adalah, 2
anggota kami ditunjuk secara spontan untuk membacakan Pakta
integritas dalam acara renungan malam. Pakta integritas yang
berupa sajak, yang dalam maknanya, diiringi dengan keheningan
malam dan lampu yang Temaram, membawa kami hanyut dalam

91

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

suasana yang sangat mengharukan. Saya pribadi pun tak kuasa
menahan air mata dari Gejolak di dalam dada.

Lalu apa yang kami peroleh dari sini? Apakah hanya sekedar
ijazah? Betapa sangat ruginya kami kalau ilmu dan pengalaman
yang kami peroleh dan alami dalam dua pekan ini hanya diartikan
selembar kertas saja. Ternyata ilmu yang sejati adalah ilmu yang
bermanfaat bagi lainnya. Dan ini berlaku pula untuk kami sebagai
pembina kepada anak didik kami. Kegiatan ini memang daring,
tetapi serasa luring, dan kami sudah merasa sebagai satu
keluarga. Bagaimanapun juga, perpisahan memang terasa
menyakitkan bahkan walaupun kami semua belum pernah
bertatap muka langsung dan saling berjabat tangan.

Terlalu banyak untuk bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Pelatihku, Terima kasih atas bimbingan darimu, semoga ilmu
yang kudapatkan tidak hanya bermanfaat untuk diriku namun
juga kepada mereka yang lain di sekitarku. Kakak Kakakku,
kawan-kawan sekelompokku, rekan-rekan seperjuanganku, kita
memang belum pernah berjabat tangan, namun entah kenapa
kalian terasa dekat dalam hatiku yang paling dalam. Kuharap, ini
bukanlah pertemuan terakhir kita. Ingatlah, bahwa setidaknya
kita telah pernah saling mewarnai perjalanan hidup kita dengan
saling berkomunikasi yang meskipun hanya sebentar tetapi
berdampak luar biasa dalam Sanubari kita. Semoga Tuhan
kembali mempertemukan kita lagi. Jangan lupakan kami.

92

Bringing the Good Into the (H)Eart

Karya: Muji Prihatin

Hari itu mentari tersipu malu menampakkan dirinya pada
dunia. Kudengar kicuan burung ibu kos yang berdendang
mengiringi aktivitas pagi di hari Jumatku. Hari ini
istimewa; kusiapkan seragam kebanggaanku yang telah ku
setrika dengan rapi, lalu kugantung di depan kamar kosku. Cepat
aku beranjak karena tak ingin terlambat.

Sampai di sekolah tercintaku, aku Di sekolah terindahku aku
mengawali hariku dengan berdoa bersama siswa-siswaku.
kemudian bergegas aku mengikuti kegiatan KML pada pukul
7.30 WIB. Aku sangat senang, pasti aku mendapat teman yang
banyak juga ilmu yang bermanfaat nantinya. Aku bergabung
dengan Zoom meeting yang diadakan oleh panitia.

Pertama, di pagi hari kami diingatkan untuk mempersiapkan
diri mengikuti kegiatan KML 2021. Kemudian pada pukul 07.30
kami diminta untuk join Zoom untuk memulai kegiatan pertama
di KML kali ini. 30 menit berlalu, pukul 08.00 upacara pembukaan
KML dimulai. Saya sangat senang juga deg-degan, karena pasti
akan ada banyak kejutan selama KML ini. Benar saja, tugas-tugas
yang bertujuan untuk melatih kami datang dengan indah dan
menari pada kami. Kembali ke Upacara pembukaan, ini berjalan
khidmat. Upacara yang di pandu oleh kak Nurma ini Muji Prihatin
36 Penegak Lenso Kak Anam Kak Anjar dan Kak Faishal Minggu,

93

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

21 Maret 2021berjalan lancar. Pembina upacara pembukaan kali
ini adalah kak Heri, ka Kwarcab Kota Malang. Pada amanat, kak
Heri berpesan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan di
masa pandemi, serta untuk melaksanakan kegiatan dengan baik
dan penuh tanggung jawab.

Selesai Upacara, kami pun berpindah ke materi selanjutnya
Orientasi Kursus. Kak Endik, selaku pimpinan Kursus juga Ketua
Pusdiklatcab Kota Malang, memberikan gambaran mengenai
KML. Mengenai tujuan, Proses, dan tata caranya. Materi Ini
sangat menarik dan bermanfaat tentunya. Untuk upacara
pembukaan, ini memupuk rasa nasionalis saya, mengenang jasa
dan perjuangan pahlawan yang telah gugur serta pentingnya
memiliki rasa terimakasih dan memiliki pada tanah air ini. Melalui
orientasi KML, refleksi saya lebih pada tujuan saya mengikuti
KML ini. Agar apa yang saya dapat disini nanti demi kemajuan
anak didik yang akan meneruskan kepemimpinan Indonesia di
masa mendatang.

Berlanjut pada materi Dinamika kelompok, kami pun diberi
arahan sebentar kemudian diminta fokus pada WA grup.
Beberapa hal yang kami lakukan pada materi kali ini adalah; 1)
mengubah foto profil WA dan nama menjadi nama panggilan, 2)
menyanyikan lagu “happy ya yaya” dalam bahasa daerah masing-
masing kemudian mengirimkannya dalam bentuk Voice Note, 3)
Menemukan 9 nama tarian daerah dari 1 gambar teka-teki, 4)
menemukan kelompok dengan cara melihat foto kami yang di
bawahnya sudah ada nama tarian daerah. Kemudian kami
diminta berdiskusi dan menentukan ketua kelompok. Selanjutnya
kami diberi tugas untuk membuat yel- yel, membuat kolase foto
kelompok, membuat kontrak belajar yang dihias. Bergegas kami
pun membentuk WA grup kelompok kemudian berdiskusi dan
mengerjakan tugas. Pada materi dinamika kelompok, aku sadar
bahwa sungguh karakter manusia itu beragam dan
menyatukannya adalah hal yang tidak mungkin, namun
bagaimana cara agar kita bisa menahan ego demi tujuan

94

Bringing the Good Into the (H)Eart

bersama. Tidak berjalan mendahului, pun tidak berada di
belakang. Setelah istirahat, kami lanjut pada materi Fundamental
Gerakan Pramuka

Kami diajari tentang mengelola serta memfasilitasi kegiatan
satuan dengan menggunakan metode kepramukaan dalam
proses pendidikan kepramukaan sehingga menghasilkan gugu
depan unggul, karena harapan akhir dari pendidikan
kepramukaan adalah HIDUP MATI BAHAGIA, seperti yang di
katakan oleh Baden Powell. Sebagai Pembina Gugus depan harus
memiliki cita-cita menjadi gugus depan unggul, menjadi contoh
untuk yg lain. kami diberi tahu mengenai standar aspek untuk
menjadi gugus depan. Kemudian kami diberi tugas yang pertama
kami diminta untuk membuat video singkat tentang cara mudah
menghafal metode kepramukaan, yang kedua kami diminta
untuk membuat visualisasi dalam bentuk gambar bercerita
tentang proses pendidikan kepramukaan sesuai golongan. Kami
pun langsung berkelompok kemudian berdiskusi untuk membagi
tugas. Lalu, pada pukul 18.00 WIB kami diminta bertemu oleh
pendamping pelatih serta asisten pendamping pelatih untuk
memberikan beberapa arahan agar kami semakin kompak dan
mendapatkan hasil yang maksimal.

Di sini, aku disadarkan bahwa banyak hal yang masih perlu
kupelajari dan terapkan dari gerakan pramuka. Betapa
sesungguhnya semua sudah diatur sedemikian rapi pada gerakan
pramuka.

Pembinaan oleh pelatih pendamping, disini aku paham
bahwa saya tidak boleh merasa tinggi dari orang lain. Aku pun
masih butuh bimbingan dari “orang yang mengerti lebih dulu”.
sehingga apa-apa yang dilakukan atau apa yang akan dilakukan
akan lebih baik jika dikonsultasikan lebih dulu.

Hari kedua Aku mulai dengan senang hati, Seperti biasa aku
berangkat sekolah dengan seragam kebanggaanku. langsung
Aku menuju kelasku dimana biasanya aku melakukan aktivitas
dari Petang hingga petang. Namun sebelum itu aku

95

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

melaksanakan ibadah salat subuh di kosku. lanjut aku
membiasakan diri untuk merapikan tempat tidur Kemudian
melakukan senam ringan di pagi hari yang kurekam aktivitas
kukemudian kukirim pada peldam ku.

Materi pertama hari ini adalah administrasi satuan dan
atribut Pramuka yang disampaikan oleh kak Halim. Disini aku
tahu tujuan materi ini adalah agar kita tahu bagaimana mengelola
administrasi Gudep, mengetahui jenis-jenis administrasi dan
mengetahui serta mengenal tanda atribut Pramuka. hal ini sudah
diatur ada keputusan Kwarnas nomor 231 tahun 2007 tentang
petunjuk penyelenggaraan Gugus Depan. ini aku mendapatkan
banyak hal seperti apa saja Gugus Depan lengkap itu kemudian
Apa itu Gudep luar biasa juga apa-apa saja yang perlu dalam
pembentukan Gudep. disini aku juga tahu peranku sebagai
pembina itu seperti apa pada Penegak, Bagaimana struktur yang
benar dan bagaimana menyelenggarakan mugus. kali ini tugas
yang diberikan cukup berat tapi karena kelompokku sangat
kompak tidak terasa kami bisa menyelesaikannya dengan baik.

Lanjut ke materi ke-2 mengenai program kerja dan program
latihan yang disampaikan oleh kak Kipo. disini aku sadar bahwa
segala sesuatu yang dirapikan akan menjadi lebih baik dan jelas
daripada Sesuatu yang hanya berjalan begitu saja. Kemudian hal
kedua yang kuambil dari materi ini adalah seperti pepatah Jawa
yang berkata Ajining raga ana ing busana, Pepatah ini sangat
sesuai dengan atribut kepramukaan karena kita bisa melihat
pengalaman seseorang pramuka dari atribut yang ia kenakan.
Sore hari kami lanjut berkoordinasi bersama kelompok Kemudian
kami membagi tugas untuk mengerjakan tugas kelompok agar
semuanya terangkum Apik dan benar. lanjut kami koordinasi
bersama pelatih pendamping untuk Persiapan malam gembira
dan yel-yel. Ketiga aku mulai lagi aku mulai dengan salat subuh
Kemudian senam Upin Ipin yang telah kami sepakati bersama
kelompok. Seperti biasa aku berangkat sekolah kemudian
melakukan aktivitas pagi bersama siswa-siswa aku. Lanjut aku

96

Bringing the Good Into the (H)Eart

mengenai problematika dan strategi pengelolaan Gugus Depan.
Materi kali ini disampaikan oleh kak Winarto.

Aku mendapat beberapa ilmu seperti bagaimana indikator
Gugus Depan unggul kemudian menuju Gugus Depan unggul
kita harus mengadakan beberapa hal misalnya lomba yang sesuai
dengan petunjuk penyelenggaraan Gugus Depan. di sini kami
diminta untuk mengidentifikasi problematika yang ada di gugus
depan kami masing-masing. yang pertama permasalahan pada
Gugus Depan yang kedua permasalahan pada peserta didik dan
yang terakhir kami diminta untuk mencari solusi dari
permasalahan yang ada di gugus depan kami masing-masing.
Diibaratkan jika satu Gudep tidak kompak maka kita tidak bisa
sampai tujuan dengan waktu yang kita inginkan. di sisi lain meski
memilih Q&A pengetahuan maupun keterampilan yang biasa saja
namun mereka kompak maka mereka akan lebih mudah menuju
tujuan mereka. Maka solusi yang paling mutakhir untuk
permasalahan yang ada di gugus depan adalah dengan cara
mugus. kami pun mendapat tugas untuk menyiapkan rencana
mugus dalam bentuk proposal. Tugas ini bersifat individu. Dari
materi ini saya dapat mengambil hikmah bahwa segala
permasalah pasti bisa diselesaikan. Akan selalu ada
permasalahan di setiap lapangan, disini gugus depan, seperti di
sekolah saya yaitu kurang linear antara program sekolah dengan
program pramuka, serta aturan sekolah yang membatasi gerak
pramuka. Terlebih sekolah saya berada pada bawah yayasan
yang bisa dibilang ketat terhadap administrasi dan aturan.
Namun, setelah dari KML ini saya akan berusaha lebih untuk
membuat gudep disekolah kami lebih baik dengan cara pertama,
mengadakan Mugus. Hikmah selanjutnya yang bisa saya petik
adalah cara meyakinkan kama bigus untuk menyetujui kegiatan-
kegiatan kepramukaan adalah dengan membuat program kerja
dan program latihan yang jelas dan merujuk pada SKU. Solusi
utama untuk permasalahan gudep adalah komunikasi.

97

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

Materi kedua disampaikan oleh Kak Evi Marti, mengenai
ragam keterampilan kepramukaan. banyak sekali yang saya
dapat di sini mengenai kegiatan-kegiatan apa saja yang bisa kita
pakai dalam melatih adik- adik pembina Pramuka, namun harus
tetap dikemas dengan SKESOSIF (Spiritual, Emosional, Sosial,
Intelektual, Fisik).

Kami diberi tugas untuk mempraktikkan salah satu kegiatan
yang cocok untuk melatih kami di masing-masing tingkatan.
karena saya di penegak maka saya diberi pilihan untuk
mempraktikkan salah satu dari keterampilan tenaga seperti
kegiatan petualangan, Survival, kemah terapung, atau bisnis plan
plus produk.

Pelajaran yang dapat saya petik adalah jenis keterampilan
pramuka ada sangat banyak, tinggal bagaimana pembina bisa
mengemas suatu kegiatan yang bisa meningkatkan keterampilan
peserta didik namun tetap menerapkan MK. Sebagai pembina
juga harus bisa melihat kondisi yang ada di lapangan sehingga
bisa memanfaatkan media dan menetapkan kegiatan yang
menarik. Tidak ada alasan untuk pembina tidak memberikan
kegiatan yang menarik seperti survival atau mountanering untuk
penegak, jika pembina tidak bisa, maka bisa bekerja sama dengan
pemateri dari luar atau dari peserta didik yang menguasai materi.
Lanjut sore hari saya pun mengerjakan tugas-tugas yang ada
lanjut berkoordinasi dengan kelompok maupun pendamping
sehari ketiga ini namun cuaca di Malang kurang baik jadi saya
mendapat sedikit kendala masuk angin karena hujan angin
kemudian tugasnya cukup membuat kita berpikir berat. Saya pun
memutuskan untuk membuat bisnis plan mengambil makanan
sederhana yaitu puding yang saya buat dari jagung saya padukan
dengan yang modern yaitu susu. Semalam suntuk saya membuat
proposal kemudian pagi hari di hari Senin saya harus mengajar
sampai sore dan saya baru sempat teks video jam 2 itupun masih
salah salah salah sini dan lain sebagainya masih dipanggil untuk
rapat, yang baru menyala menyelesaikan pada jam lima sore.

98

Bringing the Good Into the (H)Eart

saya edit video kemudian baru sempat mengumpulkan 20 menit
setelah deadline.

Hari keempat setelah menjalani aktivitas seperti biasanya.
mulai dengan salat kemudian merapikan kamar tidurku lanjut
dengan senam dan Saya berangkat sekolah seperti biasa. aku
melakukan kegiatan pagi bersama anak-anak lanjut ke materi
KML. Materi pertama hari ini disampaikan oleh kak Wage dan kak
Halim mengenai tata laksana perkemahan yang dimoderatori
oleh kak Nurma. Aku mengerti banyak hal dari sini seperti
mempersiapkan hal-hal apa saja sebelum berkemah seperti
survei lokasi pembentukan panitia pembelajaran packing serta
memperhatikan Cuaca dan musim. Aku juga tahu hakikat
berkemah sebenarnya yaitu untuk tercapainya tujuan pendidikan
kepramukaan menjaga dan memelihara lingkungan mengetahui
tata cara berkemah yang baik dan benar serta menerapkan
PDKMK. Perkemahan adalah sebuah miniatur rumah tangga.
Selama berkemah harus menerapkan kode kehormatan, seperti
cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Materi selanjutnya
yaitu sejarah api unggun. Pendiri kepanduan/bapak kepanduan
dunia, yaitu Baden Powell, bersama dengan pemuda dan pemudi
melaksanakan suatu kegiatan perkemahan di hutan. Di Hutan
banyak binatang dan cuaca dingin, untuk mengatasi masalah
tersebut, maka dibuatlah api unggun. Api juga sebagai penerang,
penting bagi kita para pembina untuk memberikan pemahaman
pada Pesdik, bahwa api adalah alat pendidikan.

Di sini saya juga mendapat banyak sekali ilmu mengenai
makna kiasan dari api unggun kemudian hal-hal yang perlu
diperhatikan sebelum mengadakan kegiatan api unggun
kemudian model-model api unggun. Materi pertama hari ini
adalah ragam pertemuan Pramuka yang disampaikan oleh kak
norma. Nurma aku Aku tahu banyak mengenai kegiatan atau
pertemuan Pramuka yang ada baik di Siaga penggalang maupun
Penegak yang hal tersebut akan menjadi bekal bagi kami nanti
untuk mengajar materi kedua mengenai manajemen risiko oleh

99

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

Kak Juli Kipo kami diberi materi sedikit tentang risiko Kemudian
kami diminta untuk simulasi dengan cara membuat suatu
kepanitiaan untuk menyiapkan acara pesta siaga dan Jambore
Ranting. singkat cerita Di Hari ini kelompok kami lenso diminta
untuk merefleksi kemudian kami melakukan hal yang sebaik
mungkin. Lanjut ke malam hari acara malam gembira dan suatu
kebanggaan saya diberi amanah untuk membacakan Pakta
integritas pada malam itu cara membacanya dengan penuh
penghayatan semoga tidak mengecewakan dan lanjut kami harus
mengerjakan tugas-tugas juga. KML ini ditutup dengan Minggu
pagi acara bersama-sama saya mendapatkan banyak sekali
pengetahuan pengalaman juga teman dari KML ini 1 kata untuk
ke email ini hebat luar biasa.

100

Pengalamanku Mengikuti KML

Karya: Nadhiya Noor Thoyyibah

Hari pertama KML dilaksanakan pada tanggal 11 Maret
2021. Dari Refleksi yang saya dapat pada hari ini banyak
sekali dari kakak yang menyampaikan, tetapi yang saya
tangkap satu yaitu mengenai penugasan yang kurang menentu
dalam pengumpulan tugasnya. Sehingga banyak peserta KML
merasa kebingungan dengan tugas dan pengumpulannya.

Kegiatan pagi ini dimulai dari acara pembukaan kegiatan
KML dilanjutkan dengan kegiatan materi KML dengan materi
pertama oleh kak Endik. Setelah penyampaian Materi 1
dilanjutkan dengan pembagian kelompok oleh kak Nurma dan
dilanjutkan dengan menyampaikan tugas, pengisian pre-test dan
dilanjutkan dengan materi ke 2 yang disampaikan oleh kak Rarida
dan setelah penyampaian materi dilanjutkan dengan sholat
Jum’at dan istirahat. Kemudian setelah sholat Jum’at dilanjutkan
dengan kegiatan refleksi dan dilanjutkan dengan penutupan
kegiatan pada hari pertama.

Kegiatan hari kedua dimulai pada pukul 07.42 dengan
dilaksanakannya dengan tepat waktu kemudian dilakukan
dengan kegiatan menyanyi bersama kemudian dilakukan dengan
perwakilan kelompok disuruh menyanyi dan melakukan apa yang
sedang kakak-kakaknya suruh.

101

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

Kegiatan selanjutnya dilanjutkan dengan materi yang
disampaikan oleh Kak Halim dengan materi Administrasi gugus
depan, Tanda Atribut seragam pramuka kemudian dilakukan
dengan beberapa ice breaking. Kemudian dilanjutkan dengan
kegiatan materi ke-2 dengan kegiatan materi dari Kak Nurma
dengan materi Strategi Pencapaian SKU,SKK,SPG. Kegiatan ini
tersebut berjalan dengan penugasan yang sangat mendadak dan
membutuhkan konsentrasi yang baik, karena tugasnya sangat
menguras pikiran kita kakak-kakak peserta KML. Kemudian
dilanjut pada pukul 16.00 refleksi dan resume hingga pukul 16.30
lebih kegiatan tersebut. mencapaikan materi yang sudah
disampaikan dari materi awal hingga materi akhir atau materi
yang kedua. Selain materi juga menyampaikan tugas apa saja
yang harus dikerjakan dengan kelompok maupun tugas yang
dilakukan dengan cara individu.

Kegiatan hari ketiga dimulai pukul 07.00 pagi dengan kondisi
orang yang masuk Zoom meeting hanya 4 orang saja. Setelah
pukul 07.30 WIB dilanjutkan dengan kegiatan penyampaian
resume oleh peserta hingga penyampaian selesai pukul 07.49
baru dilanjutkan dengan materi yang disampaikan oleh kak
Winarto yang saya sadari beliau adalah kepala sekolah di tempat
saya membina yaitu SDN Tunjungsekar 1 Kota Malang,
penyampaian materi dilakukan dengan cara bertukar pikiran
dengan peserta yang membuat materi di Zoom tidak
membosankan. Kemudian setelah penyampaian materi dilakukan
dengan penyampaian tugas yang dibuat oleh individu.

Dilanjutkan pada pukul 13.00 WIB penyampaian materi ke 2
Oleh kak Evi yang sangat menarik dan membuat keadaan tidak
membosankan. Setelah menyampaikan materi selesai dilanjutkan
dengan penyampaian tugas oleh kak Evi dengan penugasannya
disesuaikan oleh golongan masing-masing. Pukul 16.00
dilanjutkan dengan kegiatan refleksi dari peserta dan sekaligus
penutupan kegiatan hari ketiga.

102

Pengalamanku Mengikuti KML

Kegiatan pada pukul 16.00 WIB yaitu refleksi yang dilakukan
oleh salah satu kelompok. Penyampaian kembali materi yang
disampaikan dari awal dan lebih dipersempit pemaparannya.
Mulai dari pengetahuan yang sudah didapat sebelum dan
sesudah mengikuti KML itu merasa berbeda dari awal yang tidak
mengetahui hal yang sebenarnya kita tau tetapi hanya salah
pemahaman saja. Seperti halnya permasalahan dalam gugus
depan yang sering terjadi dan disini kita bisa mengetahui bagai
mana cara menyelesaikan permasalahan yang ada di gugus
depan.

Kegiatan hari keempat Pukul 07.30 WIB dimulai dengan
kegiatan resume yang disampaikan oleh salah satu peserta,
kemudian dilanjutkan dengan materi pertama yaitu oleh kak
Wage dan Kak Halim yang dipandu dengan kak Nurma
menyampaikan materi tentang Tata Letak Perkemahan, setelah
penjelasan dilanjutkan penugasan pembuatan tapak tenda dan
dilanjutkan dengan pembuatan api unggun dengan bahan
seadanya yang ada dilingkungan sekitar rumah atau kos.

Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan makan siang di
tenda yang sudah dibuat dan dilanjutkan dengan materi kedua
mengenai menyusun rencana membina dan media membina
yang disampaikan oleh kak Farida. Materi ini sangat menarik
karena dalam membina itu sangat diperlukan bagaimana caranya
membina di golongan siaga, penggalang, penegak.

Menata lingkungan sendiri itu merupakan salah satu dari
pembuatan tata letak tenda, kemudian materi yang kedua
mengenai pengajaran bagaimana cara mengajar agar peserta
didik itu saling memahami dan menarik perhatian peserta didik
(tidak membosankan).

Kegiatan hari kelima resume dimulai pada pukul 08.00 WIB
yang disampaikan oleh perwakilan dari salah satu peserta.
Setelah kegiatan resume dilanjutkan dengan kegiatan materi
yang disampaikan oleh kak Nurma mengenai bagaimana cara
membina ditingkat siaga hingga penegak. Dilanjutkan kegiatan

103

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

materi kedua yaitu materi kedua yang disampaikan oleh kak Tiko
tentang manajemen risiko, kemudian dilanjutkan dengan
kegiatan praktik membina yang dipandu langsung oleh peledam
dari kelompok masing-masing. Kemudian dilanjutkan dengan
refleksi yang dilakukan oleh kelompok lenso yang luar biasa
dalam penyampaiannya.

Dilanjutkan pada pukul 19.00 WIB kegiatan Unggun
Gembira yang dilakukan dengan penayangan penampilan dari
setiap kelompok masing-masing. Kegiatan tersebut berjalan
dengan khidmat dan banyak peserta yang antusias untuk
mengikutinya.

104

KML Daring Rasa Luring, Bikin Kita Tujuh keliling

Karya: Priyo Anggoro

Saat mendapatkan informasi tentang Kursus Pembina
Mahir yang diadakan oleh Kwartir Cabang Kota Malang ini
terbayang olehku webinar (seminar daring) yang selama ini
kuikuti. Santai, bisa sesukanya, mulai dari berpakaian sesukanya
karena mematikan kamera, menggunakan celana pendek, gak
terlalu fokus dan terikat dengan materi yang disampaikan dan
sebagainya yang menjadi ciri khas dari belajar daring.

Dengan antusias aku mulai mengurus berbagai persyaratan
yang diperlukan ke Gudep dan Kwarcab. Saat mengurus berbagai
persyaraktan tersebut beberapa Kakak-kakak di Gudep maupun
Kwarcab ada yang bertanya sambil tertawa, nyindir maksudnya,
Kak Priyo kok baru sekarang ngambil SIM (Surat Ijin Mengemudi)
nya, kan sudah lama bawa mobilnya. Ha ha ha, memang sejak
Kursus Pembina Mahir Dasar pertama yang kuikuti di tahun 1995
saat aku di Pandega aku tidak pernah melanjutkan pendidikan
kepramukaanku ke Kursus Pembina Mahir Lanjutan, sehingga
akhirnya untuk tetap dapat mengikuti perkembangan ilmu
kepembinaan akhirnya tahun 2018 kuulang kembali KMDku
melalui KMD yang diadakan teman-teman di Pusdiklatda Kwarda
Riau.

Suatu proses yang sangat sesuatu sekali saat itu, di saat
jabatanku sebagai Waka Kwarda Riau Bidang Abdimas dan LH

105

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

dengan tanda penghargaan Dharma Bakti serta Karya Bakti
tersemat di dada aku niatkan untuk kembali menempuh ulang
proses formalku menjadi pembina Pramuka dengan mengikuti
KMD bersama “calon” pembina-pembina lainnya. Ibarat ngurus
SIM di saat kita sudah terbiasa mengemudi kata Kakak-kakak
pelatih dan pengurus Pusdiklatda saat itu yang notabene
sebagian adalah adik-adikku saat di gudep dan pengurus kwartir.
Memang jujur kuakui berkali kesempatan untuk mengikuti KML
lewat di depan mataku. Kesibukan demi kesibukan dalam
pekerjaan dan ketidak cocokan waktu untuk dapat mengikuti
KML sering kali menjadi penyebab gagalnya aku ikut KML, walau
beberapa kali adik-adik dan kakak-kakak di Pusdikatda
menawarkanku ikut KML dengan berbagai kemudahan yang bisa
kudapatkan tanpa mengikuti dengan penuh proses pelatihannya.
Namun tetap harapan untuk benar-benar secara penuh
mengikuti pelatihan membuatku menolak hal tersebut.

Harapanku untuk mengikuti KML secara penuh waktu
dengan tetap tidak mengabaikan rutinitas dalam pekerjaan
menjadi terbuka ketika aku mendapatkan informasi tentang
Kursus Pembina Mahir lanjutan yang diadakan secara daring ini.
Terbayang olehku bisa ikut KML secara penuh dengan santai
seperti yang kubayangkan di atas tadi. Setelah melengkapi
seluruh persyaratan yang diperlukan aku segera mendaftar
melalui Whatsapp. Kak Roby menerima pendaftaranku dan aku
langsung dimasukkan dalam grup yang berisi calon-calon
peserta KML. Ternyata saat telah bergabung di grup ada salah
satu andalan daerah Kwarda Riau yang juga menjadi calon
peserta KML menyapa. Alhamdulillah ada yang kukenal juga
ternyata. Sampai di sini aku masih beranggapan proses pelatihan
di KML ini pasti lebih santai dan berpotensi membosankan.
Karena sekali lagi bayanganku dengan kegiatan webinar yang
sering kuiikuti sangat mempengaruhiku. Tibalah saat technical
meeting mendengarkan penjelasan dari tim pelatih. Penjelasan
tim pelatih saat itu mulai membuatku galau. Wah seperti apa

106

KML Daring Rasa Luring, Bikin Kita Tujuh keliling

pelatihan ini nanti, KML Luring mau didaringkan, gimana caranya
nih. Satu persatu pelatih menjelaskan bagaimana proses
dilakukan. Apa bisa ya, begitu pertanyaan yang muncul di
benakku hingga proses technical meeting selesai dilakukan.

Tibalah hari pelaksanaan, Jumat 12 Maret 2021. Hari itu aku
sengaja mengajukan ijin kepada pimpinan untuk tidak masuk
untuk mengikuti KML ini. Paska upacara pembukaan pelatihan
mulailah pemaparan dari para pelatih dilakukan. Yang tidak
disangka proses pemaparan secara langsung oleh pelatih melalui
aplikasi Zoom tidak mendominasi seluruh proses pelatihan,
penugasan demi penugasan yang diberikan silih berganti
mengharuskan kita melakukan kerja-kerja individu dan kerja-
kerja kelompok dengan menggunakan berbagai aplikasi
komunikasi yang ada. Chat di WA grup kelas, grup kelompok,
diskusi virtual di Zoom kelompok tidak berhenti-henti harus kita
respons. Lambat merespons alamat ketinggalanlah kita dari
proses pelatihan yang terus berjalan.

Penugasan pribadi yang setiap hari diberikan para pelatih,
mendokumentasikan aktivitas harian, mulai dari aktivitas ibadah
pagi, senam pagi, dan berbagai aktivitas harian kita yang
kemudian dikirimkan dalam bentuk foto dan video kepada pelatih
dan peserta lain di grup melalui aplikasi Whatsapp membuat aku
keteteran dan gagap proses. Sering kali aku terlupa
mendokumentasikan aktivitas-aktivitas tersebut. Tugas-tugas
yang dikerjakan baik pribadi maupun kelompok ini sangat-sangat
beragam dan melelahkan dalam penyelesaiannya, namun disisi
lain aku sangat bersemangat dan tertantang untuk
menyelesaikannya tepat waktu dan dengan hasil terbaik yang
akhirnya mengharuskanku setiap malam mengerjakannya hingga
dini hari.

Semangatku semakin kuat karena melihat hasil karya teman-
temanku peserta KML yang menyelesaikan tugas-tugasnya dan
ditampilkan dengan tampilan yang menarik. Selain para pelatih
yang menyampaikan materi pelatihan, para pelatih pendamping

107

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

dengan asisten pelatih pendamping tak kalah luar biasanya.
Setiap saat mereka memberi masukan dengan berkomunikasi
secara kelompok maupun langsung secara pribadi kepada
seluruh peserta. Kreativitas mereka dalam membuat dan
mendampingi saat menyelesaikan penugasan sangat membantu
sehingga hasil-hasil penugasan dapat diselesaikan dengan baik.

Keseriusan para pelatih, pelatih pendamping dengan asisten
pelatih pendamping mulai dari menyampaikan materi, memberi
penugasan, mendampingi penyelesaian tugas membuat tidak
ada satupun peserta bisa bersantai. Walaupun proses pertemuan
virtual melalui Zoom tidak sampai 4 jam perhari, namun kerja-
kerja menyelesaikan penugasan dengan didampingi pelatih
pendamping dengan asisten pelatih pendamping mengharuskan
kita bekerja dari bangun hingga tidur hingga tidur dan siaga 24
jam.

Situasi yang sebenarnya tidak terbayangkan dan tidak
kuharapkan mengingat sekali lagi aku mengikuti KML ini karena
menduga KML daring ini bisa kuiikuti dengan situasi yang lebih
santai. Namun para pelatih, pelatih pendamping dengan asisten
pelatih pendamping bersama seluruh peserta berhasil
membalikkan situasi itu semua. KML ini menjadi proses pelatihan
yang menarik, interaktif, produktif, merangsang kreativitas,
menantang, dan yang pasti jauh dari kata membosankan. Tiap
hari selalu ada kejutan-kejutan baru, baik dari sisi materi, metode
penyajian materi yang digunakan pelatih, penugasan yang
diberikan dan banyak lagi, membuat tanpa terasa lebih dari 5 hari
aku ikuti KML ini dengan kegairahan dan semangat yang
menggebu. Tak terasa saat menulis tugas ini sudah jam 01.00 di
hari Minggu tanggal 21 Maret, hari penutupan KML,
kebersamaan ini akan segera berakhir. Kesan sangat mendalam
kudapatkan dari pelatihan ini. Terimakasih pelatih, pelatih
pendamping, asisten pelatih pendamping dan teman-teman
peserta yang memberiku pengalaman berharga dengan
mengikuti KML ini. Kepada Kakak-kakak Pusdiklatcab Kota

108

KML Daring Rasa Luring, Bikin Kita Tujuh keliling

Malang, Kwarcab Kota Malang memang The Best. Kakak-kakak
telah berhasil menjadikan KML luar biasa, KML daring ini serasa
luring dan berhasil membuat kami tujuh keliling, terpontang-
panting tapi alhamdulillah tidak sampai terguling-guling...
Selamat pagi, Salam Pramuka...

Pekanbaru, 21 Maret 2021 Jam 01.05 WIB

109

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

Karya: Rr. Sri Kartikowati

Di Universitas Riau tempat saya mendedikasikan karir dan
kehidupan saya selama ini sebagai tenaga pendidik atau
dosen di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)
Universitas Riau terdapat dua gugus depan Pramuka, nomor 08-
001 untuk putra dan nomor 08-002 untuk putri. Saya menjadi
Ketua gugus depan 08-002, yang telah saya emban sejak tahun
2013.

Lalu sejak kapan keterlibatan saya dalam dunia
‘kepramukaan’ itu dimulai?. Jawabannya, tak lama setelah saya
lulus Kursus Mahir Dasar (KMD) di tahun 2012. Mengikuti KMD
di tahun 2012 pun dengan ‘setengah hati’ dan karena adanya
tawaran dari pengurus gugus depan di tempat dua anak laki-laki
saya bersekolah. Lokasi gudep berada di dalam lingkungan suatu
perusahaan, telah memiliki bumi perkemahan sendiri lengkap
dengan segala fasilitasnya. Saya memang mendukung kegiatan
kepramukaan sejak lama, namun bentuk dukungan itu tidak lebih
kepada sikap dan tindakan yang bersifat supportive atau
auxiliaries sebagai ‘orang luar’ dari unsur orang tua, yang tidak
tahu sama sekali isi ‘perut’ organisasi kepramukaan. Itu sebabnya
kelulusan KMD saya dicanda gurau sebagai ‘mualaf’ masuk ke
dunia kepramukaan. Setelah lulus KMD, saya menjalani masa
Narakarya I sebagai Pembina yang langsung menjabat sebagai
Ketua gugus depan di Universitas Riau tempat saya bekerja

110

Pengalamanku Mengikuti KML Pusdik Witaraga 2021

melalui keputusan Mugus Gudep 08-001 dan 08-002 di tahun
2012.2

Di sinilah tulisan ini sesungguhnya dimulai yaitu narasi
tentang keikutsertaan saya sebagai peserta KML golongan
Penegak yang dilaksanakan pada tanggal 12, 13, dan 14 Maret
2021 dan pada tanggal 19, 20, 21 Maret 2021. Perlu saya tulis
bahwa yang dimaksud dengan ‘kesadaran penuh’ itu adalah
ketersediaan waktu dimana tanggal-tanggal tersebut telah
dialokasikan khusus untuk kegiatan KML dari segudang
kesibukan saya sebagai tenaga pendidik Rabu tanggal 10 Maret
2021 pukul 15.oo WIB merupakan hari yang mengawali kegiatan
KML, melalui kegiatan Technical meeting (TM). Pada acara TM,
peserta diberi penjelasan teknis, kelengkapan administrasi, dan
mengisi biodata. Pada saat TM ini diketahui ada 3 peserta KML
lain yang berasal dari kota Pekanbaru, sehingga total peserta dari
Pekanbaru Riau ada 4 orang. Saya pribadi merasa senang karena
ada kawan sesama pembina dari kota yang sama.

Perjalanan saya sebagai peserta dimulai ditanggal ini ketika
steering committee (Kak Nurma) memberi tugas pertama kepada
kami peserta untuk menulis resume atau membuat rangkuman
singkat tentang IMPEESA. Saya mulai gelisah apakah IMPEESA
itu, dan kegelisahan semakin bertambah setelah diketahui
sebagian besar peserta melaporkan telah menyerahkan tugas
resume IMPEESA itu kepada panitia.. Saya segera mencari tahu
apakah yang dimaksud dengan IMPEESA hingga panitia akhirnya
menyampaikan batas waktu penyerahan tugas tersebut di hari
Kamis tengah hari. Dengan rasa ‘berat’ saya mulai mencari tahu
di Internet. Tidak lama setelah berselancar di laman Oom Google
saya ketahui makna kata IMPEESA itu. Proses penelusuran kata
IMPEESA ternyata telah ‘membuka mata’ saya tentang sosok
Bapak Pandu Sedunia (Chief scout of the world) Baden-Powell;
sedangkan kata ‘impeesa di dalam dunia kepanduan dikenal
sebagai julukan (nickname) kepada Baden Powell orang yang
telah menoreh sejarah besar bagi Gerakan Kepanduan di dunia.

111

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

Yang ingin saya tulis dan tekankan di sini adalah dengan
proses penugasan seperti ini saya sangat berterimakasih kepada
panitia dengan cara penugasan yang diterapkan, yakni
menggunakan pendekatan pembelajaran orang dewasa. Orang
dewasa akan bersedia belajar manakala ia merasa membutuhkan
pengetahuan itu.

Hari pertama, Jumat 12 Maret 2021 kegiatan KML dimulai,
diawali dengan sesi Upacara Pembukaan. Tidak ada yang
istimewa pada sesi yang bersifat ceremonial ini, menurut saya,
namun ternyata saya keliru karena belakangan saya ketahui
bahwa serangkaian agenda di sesi pembukaan ini dijadikan satu
tugas bagi peserta. Sudah dapat dipastikan saya salah menjawab
sejumlah pertanyaan terkait upacara pembukaan ini, dan
mendapatkan nilai sangat rendah. Mengecewakan? Ya, sudah
pasti. Namun, bukankah pramuka itu tidak kenal rintangan!!.
Biarlah di awal penilaian ini kurang memuaskan, untuk kemudian
sistem penilaian pada mata latih yang lain akan saya kejar.
Jenjang KML adalah suatu proses, semuanya berproses,
kesuksesan harus melalui proses, tidak ada yang instan. Saya
sangat yakin dengan kata-kata bijak bahwa ‘kerjakeras melalui
proses tidak akan menghianati hasil’. Usai sesi pembukaan
dilanjutkan dengan sesi Orientasi Kursus oleh Kak Dionysius Endi
Iswanto yang akrab disapa dengan kak Endik. Pada sesi orientasi
ini Kak Endik menyatakan bahwa jenjang KML bertujuan
menyiapkan pembina (yang sudah lulus KMD) untuk menjadi
Ketua gugus depan atau telah memiliki kualifikasi menjadi ketua
gugus depan (gudep).

Mata latih berikutnya adalah Dinamika kelompok dengan
pelatih Kak Nurma yang sangat mumpuni dalam mengutak-atik
memaksimalkan aplikasi (app) WhatsApp. Alhasil, sistem buka
tutup (istilah kak Nurma di WAG Bianglala) telah menjadi saksi
bisu keriangan peserta mengikuti perintah yang diposting, Satu
kata untuk kegiatan ini. SERU !!. Setelah istirahat makan siang,
shalat duhur dan istirahat, agenda berikutnya adalah Memahami

112

Pengalamanku Mengikuti KML Pusdik Witaraga 2021

Fundamental Gerakan Pramuka, dengan pemateri Kak Farida.
Selanjutnya peserta sibuk dengan berdiskusi dan bersinergi
secara kelompok memenuhi tugas dari Kak Nurma dan Kak
Farida. Ada 2 butir refleksi yang dapat saya sampaikan yang
diambil dari kegiatan hari ini, yaitu: (1) Kegiatan Upacara
pembukaan, di saat Kak Pusdiklat menancapkan kapak di atas
sebongkah kayu, menyatakan bahwa simbol itu mencerminkan
kekuatan pihak2 yang terlibat dalam KML ini untuk secara serius
bekerja keras, sekeras kapak itu ditencapkan. (2) Penugasan yang
mulai menggerogoti karakter kami dalam satu kelompok
sekaligus menempa karakter kami. Karakter kesabaran,
Kerjasama secara tim, Toleransi, dan manajemen waktu.
Pertanyaannya apakah kami kelompok Lenso dan pribadi peserta
KML akan mampu memiliki dan mempertahankan karakter itu.
Waktu yang akan menjawab seiring dengan berlangsungnya
hari-hari pelatihan KML.

Hari ini Sabtu 13 Maret 2021 kegiatan KML meliputi
penyampaian sejumlah materi tentang Organisasi dan
Pengelolaan Administrasi Gudep dan Pembinaan Satuan,
Penyusunan Program Gudus Depan, Progja dan Prolat Pramuka
serta Strategi Pencapaian SKU-SKK-SPG yang disampaikan oleh
Kak Nurma.

Memasuki hari ke-3 KML, Minggu 14 Maret 2021 adalah hari
ke-3 bagi peserta Kursus Mahir Lanjut. Materi disampaikan oleh
Kak Drs. Winarto, M.Pd dan Kk Evi Martiningsih. Materi dari Kak
Win adalah tentang Problematika dan Strategi Pengelolaan
Gudep serta Pembinaan Peserta Didik. Penyampaian materi
diawali dengan ilustrasi ‘kemacetan’ yang terjadi di berbagai kota
di Indonesia; dilanjutkan dengan ilustrasi tentang lampu merah,
dengan mengajukan pertanyaan menarik ‘warna apa yang
disukai pengemudi’. Cara memulai pembelajaran seperti ini
sangat tepat terutama untuk pembelajaran orang dewasa.
Barulah kemudian masuk ke inti materi yaitu membuat
kesimpulan kecil bahwa semua itu adalah problem. Problem bagi

113

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

KBBI diartikan sebagai hal-hal yang masih belum terpecahkan
atau sesuatu yang harus diselesaikan. Jadi apa problem dalam
kepramukaan? Tiada lain untuk meraih gugus depan yang
unggul. Pada bagian penutup peserta KML diminta membuat
Rencana Mugus. Dingatkan pula, bahwa keberlangsngan suatu
organisasi akan dipenuhi oleh beberapa sikap manusia sebagai
bagian dari organisasi - yang ingin membantu, pura-pura
membantu, sengaja menjadi bebas, dan bahkan ada yang ingin
merusak secara nyata. Ini merupakan pekerjaan pemimpin.
Materi II dari Kak Evi Mintaningsih tentang Ragam Ketrampilan
pramuka (Siaga Penggalang dan Penegak) yang meliputi
Keterampilan spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik.
Ketrampilan pramuka dipelajari untuk survive dan dalam
kehidupan di masyarakat, diberikan sesuai denagn golongannya.
Peserta KLM diminta untuk membuat video dan keterampilan
penegak lainnya.

Setelah menjalani jeda selama 4 hari (Senin, Selasa, Rabu,
dan Kamis), kembali kami melanjutkan kegiatan KML pada hari ini
Jumat, 19 Maret 2021 kegiatan KML disampaikan materi: a. Tata
Laksana perkemahan dan api ungun, yang dilaksanakan dengan
model talkshow. b. Pemateri Kk Abdul Halim dan Kak Wage,
dengan moderator kk Nurma. c. Penyusunan Rencana Membina
dan Media Membina, dengan pemateri Kak Farida Diantara 2
penyampaian materi tersebut, ditugaskan kepada peserta untuk
mendirikan tenda, dan pada pelaksanaan materi ke-2, baik
pemateri maupun peserta melaksanakan kegiatannya di dalam
tenda Materi dari Kak Halim dan Kak Wage mencakup: Sejarah
perkemahan dimana pada saat Baden Powell melaksanakan
perkemahan itu ditujukan untuk kedisiplinan, ketahanan fisik dan
mental, serta kekompakan dalam regu, juga keterampilan
mencari jejak, mengirim pesan, mengamati hewan, dan
pertolongan pertama pada kecelakaan

Materi api ungun juga dibahas dalam materi ini. Tugas
mendirikan tenda bagi setiap peserta merupakan kegiatan yang

114

Pengalamanku Mengikuti KML Pusdik Witaraga 2021

exited. Saya pun tak mau ketinggalan Materi ke-2 dari Kak Farida.
Materi ini mencakup bagaimana seorang pembina
merencanakan kegiatan pelatihan kepada peserta didik secara
lebih terarah, teratur, terukur, dan terintegrasi. Kak Farida
menuangkan dalam suatu format rencana membina. Dengan
pola rencana pembinaan yang demikian diharapkan peserta KML
dapat menerapkan metode kepramukaan, pembinaan pada
program satuan, program mingguan, skenario kegiatan, dan
tolok ukur keberhasilan pencapaian SKU, SKK dan SPG. Selain itu
Kk Farida juga mengaitkan dengan term SKESOSIF (Spiritual,
Karakter, Emosional, Sosial, Intelektual, dan Fisik).

Tinggal 2 hari lagi kegiatan KML ini akan berakhir. Menjadi
hari yang penting hari ini karena kami peserta KML selain
menerima 2 materi Ragam Pertemuan Hari ini Sabtu 20 Maret
2021, kegiatan KML diawali dengan penyampaian Resume dari
Kelompok Kecak tentang materi yang dipelajari Jumat kemarin.
Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi ke-1, yaitu
ttg Ragam Pertemuan Pramuka Materi ke-2 tentang Manajemen
Risiko. Ruang Lingkup Risiko 1. Risiko strategik. Merupakan risiko
kegagalan perencanaan 2. Risiko Manajemen Admin kegiatan 3.
Risiko lingkungan 4. Risiko Waktu/Cuaca saat itu 5. Risiko
operasional 6. Risiko Teknis dan non teknis. 7. Risiko Sumber
daya manusia Setelah penyampaian materi, kegiatan
pembelajaran disampaikan dengan metode simulasi, sehingga
peserta pembina sebagai orang-orang yang terlibat dalam
simulasi tersebut dapat aktif dan dapat langsung merasakan
bagaimana suatu event dilaksanakan dengan meminimalisir
risiko yang dihadapi. Materi atau pengalaman yang tidak kalah
pentingnya adalah dilaksanakan post-test; dan Melakukan
pembinaan kepada peserta didik (dianggap offline) dan dinilai.
Seiring dengan pertambahan pengetahuan, perhatian saya lebih
kepada metode. Oleh karena itu catatan penting ini difokuskan
pada teknik penyampaian materi (how the material is delivered).
Pemateri (Kak Nurma) menggunakan app Whatsapp dengan

115

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

sangat maksimal padahal app Whatapp termasuk pada app an-
synchronize sehingga peserta merasakan kegairahan belajar dan
aktivitas yang luar biasa. Ini sangat istimewa karena kreativitas
pelatih yang mengkombinasikan audio dan visual.

Keadaan ini patut dipetik untuk kelak diterapkan di Gudep
asal, padahal di sisi lain Whatsapp itu app yang simpel, mudah
dipahami, dan familier bagi banyak orang, namun oleh pelatih
telah dimanfaatkan secara maksimal, meskipun kelemahan atas
lemahnya direct interaction antara Pembina dengan Peserta
didik tetap ada. Penggunaan WA dalam proses penyampaian
materi memberi kami inspirasi bahwa app apapun sesungguhnya
dapat digunakan secara menarik.8 Memetik Prinsip kehati2an.
Dari perspektif manajemen risiko, prinsip kehati2an dalam
penyelenggaraan kegiatan kepramukaan, ternyata bukan saja
berkenaan dengan safety dan safely, tetapi juga mencakup
banyak aspek, seperti facility, approval dari pihak authority
(berwenang), in-out flow system, dan committee readiness.
Prinsip kehati2an ini dirasa penting karena terkait masa depan
(sesuatu yang belum terjadi) yang hanya bisa diprediksi. Oleh
karena itu prinsip kehati2an penting untuk meminimalisir risiko –
keadaan yang harus ditanggung. Hal yang dipetik di atas
memberi pembelajaran atau inspirasi kepada kami untuk
menyelenggarakan kegiatan nanti di Gudep kami, terutama
apabila melibatkan banyak orang. Lesson plan Refleksi tentang
pentingnya suatu lesson plan (Rencana Membina). Dengan
lesson plan, pembina bisa secara maksimal menuangkan
imajinasi positifnya ke dalam bentuk aktivitas kegiatan di dalam
lesson plan. Lesson plan bersifat integrated, melalui tema, dan
ternyata secara tidak langsung telah mengaitkan berbagai
keterampilan peserta didik. Tidak parsial.

Dengan membawa keunggulan lesson plan yang disusun
kecara integrated ke gudep kami, bisa jadi akan membawa
perubahan pada semangat Pembina karena aktivitas dilakukan
secara terukur dan terarah post Test dan Ujian Membina Malam

116

Pengalamanku Mengikuti KML Pusdik Witaraga 2021

Gembira dan Pakta Integritas menjadi hal yang tak terlupakan di
antara memori yang selalu tersimpan. 9 Terimaksih kakak panitia,
kakak pelatih pendamping dan asisten pelatih pendamping.
Kerjasama ini selalu mengukir kerja-kerja kami dimasa
mendatang, terutama anggota kelompok Lenso atas Kerjasama
yang sangat harmonis di bawah pendampingan ketua kelompok
yang sangat sabar dan toleransi. Sukses untuk masa-masa
pengabdian untuk membentuk generasi mendatang yang lebih
baik. Aamiin Salam Pramuka Rr Sri Kartikowati, Pekanbaru, Riau
The end Cuplikan dari performance Kelompok Lenso.

117

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

Karya: Rusma Tamami Ayuliana

Kegiatan di mulai pada hari Jum’at, 12 Maret 2021 sampai
dengan 21 Maret 2021 yang terlaksana selama hari Jumat
sampai minggu selama 2 minggu. Kegiatan pertama di
mulai dengan upacara pembukaan secara virtual. Semua
kegiatan dilaksanakan secara virtual yang berpusat di
Pusdiklatcab Kota Malang yang diikuti oleh 52 peserta yang
tersebar di seluruh Indonesia mulai dari Papua sampai dengan
Batam, dan dari Negara Malaysia dan Jepang. Upacara di mulai
pada pukul 08.00 WIB yang saat ini di hadiri seluruh jajaran
pembina, pelatih, pelatih pendamping dan asisten pendamping
dan yang paling semangat adalah peserta yang sangat
bersemangat. Pada saat ini kak Endik selaku Kapusdiklatcab Kota
Malang sebagai pembina upacara.

Kemudian dilanjutkan dengan jam pimpinan yang di
sampaikan oleh kak Endik dan kak Esni selaku ketua pelaksana
yang mana beliau menjelaskan tentang gambaran kegiatan
kursus online ini. Meskipun secara online tetapi peserta tetap
mempraktikkan materi secara langsung kemudian hasilnya akan
di kirimkan ke media Google Classroom dengan pembatasan
waktu pengumpulan.

Setelah itu kegiatan pre-tes yang dipandu oleh kak Petrus.
Para peserta mengisi soal melalui media Google Form. Tujuan
dari kegiatan ini untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan

118

Pengalaman yang Indah

peserta terkait kegiatan dan pengelolaan pramuka. Kemudian
dilanjutkan materinya kak Nurma yaitu dinamika kelompok. Pada
aktivitas ini dilakukan media buka tutup grup WA. Pemateri akan
memberikan soal secara lisan di grup kemudian peserta akan
menjawabnya dengan cara mengirim di grup WA sebelum
pemateri menutup grup WA. Pada kegiatan ini seolah-olah
peserta diajak untuk kegiatan darma wisata/penjelajahan/
pengembaraan. Kemudian di akhir kegiatan peserta akan
menemukan teman satu regu yang telah ditentukan acak oleh
panitia. Nama-nama regu diambil oleh nama-nama tarian di
Indonesia, regu di sesuaikan dengan tingkatan yang dipilih,
kemudian ada kakak Pelatih pendamping dan dua asisten pelatih
pendamping dalam setiap regu. Tujuannya untuk membantu
mengkoordinir para peserta ketika diberikan tugas. Kemudian
diberikan tugas berupa membuat kolase foto dan kontrak belajar.
Tugas akan dikirim ke Google Classroom maksimal jam
21.00WIB.

Dilanjutkan istirahat siang sampai pukul 13.30 WIB karena
untuk menyesuaikan jam sholat Jumat dari Indonesia bagian
ujung barat.

Setelah itu jam 13.30 WIB sampai jam 15.30 penyampaian
materi oleh kak Farida dengan tema Fundamental Gerakan
Pramuka. Bagaimana menjadi seorang Ketua Gugus Depan yang
baik dan mampu menciptakan Gugus Depan yang unggul.
Dengan menerapkan 7 aspek penting. Metode kepramukaan
digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan gerakan pramuka.

Kemudian dilanjutkan penugasan sampai pukul 16.00 WIB.
Dilanjutkan dengan refleksi dan renungan. Refleksi di sampaikan
oleh kak Febri dari regu serimpi. Kemudian di tambahkan oleh kak
Esni dan Kak Halim untuk penyempurnaannya.

Pukul 16.15 WIB kegiatan di tutup oleh kak Robi sekaligus
memandu kegiatan selama 1 hari yang di bantu oleh kak Nurma.
Terakhir peserta akan diberikan tugas berupa pembuatan video
senam berdurasi 1 menit untuk esok pagi. Room Zoom di tutup

119

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

dilanjutkan penugasan oleh peserta bersama kelompok yang di
dampingi oleh Peldam dan asisten Peldam masing-masing
kelompok.

Pada hari kedua, kegiatan dimulai jam 07.42 WIB yang
dilakukan secara online. kegiatan hari ini dimulai dengan
penyampaian resume oleh kak Roki dari kelompok Tortor.
Resume oleh kegiatan selama satu hari pada hari kemarin. Pada
sesi ini di pandu oleh kak Robi dan kak Nurma.

Kemudian di lanjutkan dengan materi Organisasi dan
pengelolaan administrasi gudep dan pembinaan satuan serta
atribut pakaian yang disampaikan oleh kak Abdul Halim. Dimulai
jam 08.00 sampai 12.00 WIB. Tujuannya untuk mengetahui
bagaimana mengelola suatu gugus depan yang baik, baik yang
gugus depan lengkap maupun tidak lengkap. Kemudian atribut
dari pakaian dan tanda penghargaan yang digunakan.
Dilanjutkan dengan tugas untuk membentuk suatu gugus depan
yang ideal. Di sambung dengan jam istirahat siang.

Dilanjutkan materi penyusunan program gugus depan oleh
Kak Yuli Esmawanto melalui link You Tube. Di mulai jam 13.05
WIB. Dalam materi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana
cara membuat program kerja tahunan dan program kerja latihan
di gugus depan. Tujuannya agar apa yang menjadi tujuan
pendidikan pramuka tercapai. Kemudian dilanjutkan dengan
pemberian tugas. Kemudian dilanjutkan penugasan sampai pukul
16.00 WIB.

Dilanjutkan dengan refleksi dan renungan. Refleksi di
sampaikan oleh peserta dari regu zapin. Kemudian di tambahkan
oleh kakak peserta yang lain untuk penyempurnaannya.

Pukul 16.40 WIB kegiatan di tutup oleh kak Halim dan kak
Nurma. Terakhir peserta akan diberikan tugas berupa pembuatan
video senam berdurasi 1 menit untuk satu kelompok. Room
Zoom di tutup dilanjutkan penugasan oleh peserta bersama
kelompok yang di dampingi oleh Peldam dan asisten Peldam
masing-masing kelompok.

120

Pengalaman yang Indah

Pada hari ketiga kegiatan dimulai pukul 07.00 pagi dengan
kondisi orang yang masuk Zoom meeting hanya 4 orang saja.
Setelah pukul 07.30 WIB dilanjutkan dengan kegiatan
penyampaian resume oleh peserta hingga penyampaian selesai
pukul 07.49 baru dilanjutkan dengan materi yang disampaikan
oleh kak Winarto, penyampaian materi dilakukan dengan cara
bertukar pikiran dengan peserta yang membuat materi di Zoom
tidak membosankan. Kemudian setelah penyampaian materi
dilakukan dengan penyampaian tugas yang dibuat oleh individu.

Dilanjutkan pada pukul 13.00 WIB penyampaian materi ke 2
Oleh kak Evi yang sangat menarik dan membuat keadaan tidak
membosankan. Setelah menyampaian materi selesai dilanjutkan
dengan penyampaian tugas oleh kak Evi dengan penugasannya
disesuaikan oleh golongan masing-masing. Pukul 16.00
dilanjutkan dengan kegiatan refleksi dari peserta dan sekaligus
penutupan kegiatan hari ketiga.

Kegiatan selama 3 hari pertama sangat mengasyikkan,
penuh dengan teka teki, meskipun sangat pusing karena banyak
tugas yang di deadline. Meskipun boleh lebih tetapi alangkah
lebih baiknya tugas bisa terselesaikan pada waktunya sehingga
bisa istirahat cukup untuk kegiatan dan tugas selanjutnya.
Selama 3 hari pertama juga banyak pengetahuan dan
pengalaman yang menarik. Mengetahui media online yang
sangat menarik untuk kegiatan pramuka di masa pandemi seperti
ini. Kita sebagai pembina juga akan tahu mengelola gugus depan
dengan baik sehingga menjadi gugus depan unggul yang
berkualitas.

Di sela waktu istirahat kami menyelesaikan tugas yang lain
seperti persiapan malam gembira dan tugas ketrampilan
pramuka dari kak Evie. Selain itu juga menyiapkan perlengkapan
untuk 3 hari selanjutnya seperti tenda, tali dan semapore. Selama
jeda kita juga standby grup WA karena sesuai instruksi pelatih
pendamping akan memberikan ‘surat cinta’ kepada peserta
sewaktu-waktu. Kita belajar dari ‘impessa’, di mana seorang

121

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

pramuka harus selalu waspada dalam segala kondisi. Tetap
terjaga dan selalu menyiapkan diri. Seru tetapi menegangkan dan
kita peserta tetap bersemangat mengikuti KML Bakti tahun 2021
di Pusdiklatcab Kota Malang

Pada hari ke empat pada minggu ke dua, kegiatan dimulai
pukul 07.30 yang dipandu langsung oleh kak Fu. Seperti biasa
dimulai dengan penyampaian resume oleh perwakilan beberapa
peserta. Kemudian dilanjutkan materi pertama pada jam 08.00
oleh kak Halim dan kak Wagih yang dipandu oleh kak Nurma.
Materi pertama adalah tata laksana perkemahan dan api unggun.
Kita diajarkan tentang sejarah dan kegunaan api unggun.
Termasuk konsep penataan dan isi perlengkapan tenda.
Kemudian di lanjutkan dengan memberikan tugas untuk
membuat video pendirian tenda di tempat peserta masing-
masing kemudian akan dikunjungi via VC oleh Peldam dan
Aspeldam masing-masing. Kemudian tugas selanjutnya
membuat konsep tata letak tenda dan kegiatan api unggun. Jam
09.00 WIB penugasan di mulai.

Dilanjutkan istirahat sampai jam 13.30 WIB. Kemudian
peserta diberikan tugas untuk makan siang di dalam tenda agar
lebih seru. Jam 13.30 materi dimulai dengan materi Penyusunan
Rencana membina dan media membina oleh kak Farida. Ketika
materi peserta wajib berada di dalam atau depan tenda. Pada
materi ini peserta diajarkan bagaimana untuk merancang sebuah
model latihan kegiatan pramuka yang matang. Kemudian ada
tugas analisis dari sebuah video singkat pengajaran. Materi
selesai sampai jam 15.56 WIB. Kemudian di lanjutkan dengan
resume oleh perwakilan peserta dan penyampaian tugas oleh kak
Endik. Kegiatan materi di tutup jam 16.30 WIB.

Pada hari ke lima kegiatan dimulai pukul 07.30 yang dipandu
langsung oleh kak Hakim. Seperti biasanya dimulai dengan
resume oleh perwakilan dari peserta. Kemudian dilanjutkan
dengan materi pertama yaitu Ragam Pertemuan Pramuka sesuai
golongan. Kemudian para peserta mendapatkan materi melalui

122

Pengalaman yang Indah

wa grup. Tanya jawab juga dilakukan via WA grup. Kemudian
dilanjutkan materi ke dua oleh kak Joeli Ismawanto dengan
materi Manajemen risiko. Selain materi peserta juga
mendapatkan tugas untuk mendesain sebuah panitia kegiatan
pramuka. Kegiatan sangat menarik karena peserta diminta
mendesain kegiatan dalam waktu yang singkat. Kemudian
dilanjutkan dengan penyelesaian tugas masing-masing bidang
kegiatan. materi selesai jam 11.30 WIB. Selanjutnya istirahat dan
peserta diminta mulai gabung Zoom jam 13.00. materi
selanjutnya adalah post test yang dipandu oleh kak Petrus.
Tujuannya adalah untuk mengetahui pengetahuan peserta
setelah mengikuti kursus ini. Post test dilakukan selama 1 jam,
selesai pukul 14.00 WIB. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan
praktik membina. Di mana setiap regu akan di uji oleh penilai 1
orang di luar Peldam dan Aspeldam. Kegiatan selesai jam 16.00
WIB. Terakhir di isi oleh kegiatan resume dan refleksi oleh regu
lenso. Refleksi disampaikan sampai jam 16.45 WIB. Jam istirahat
sampai pukul 19.00 WIB kemudian dilanjutkan malam gembira.

123

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

Karya: Rusmiati Junianingsih, S.Pd.

Tahun 2001 saya mulai mengajar di sekolah luar biasa ini
SLB ABD N Malang. Yang merupakan metamorfosis dari
sebuah yayasan. Muridnya penyandang kekhususan
hitrogen. Artinya semua kebutuhan kekeh ada, tuna netra, tuna
rungu, tuna grahita dan autis. Senang???. Nanti dulu... Belum
terpikir tentang pembelajaran pramuka. Karena saya berangkat
dari jurusan umum dan Allah memberi jalan rezeki dengan anak-
anak istimewa (begitu biasa kami menyebut murid murid)

Pramuka kami kenalkan baru beberapa tahun belakangan.
Dengan modal ilmu kepramukaan yang sangat minim. Saya
memberanikan diri untuk berinisiatif memberi warna beda belajar
pramuka ala ABK. Sering kali metode pembelajaran ketemu saat
belajar. Untuk anak normal tak ada masalah dengan aba-aba
suara keras. Tapi mereka yang tuna rungu bagaimana mereka
bisa tahu sedang mereka tuli? Dan meski keras untuk anak
tunagrahita yang sering hilang konsentrasi juga perlu cara lain
penerapnya. Itulah kenapa semakin lama semakin penuh
tantangan mengajar pramuka ABK.

124

Mimpi dan Harapanku Pada Gugus Depan Rintisan SLB A, B, D Negeri
Kedungkandang Kota Malang

Belum lagi dari segi manajemen kami kosong, Rata-rata
lembaga belum punya nomor gugus depan, belum terdaftar dan
tak tahu harus bagaimana.

Dan alhamdulillah 2019 baru punya nomor gudep setelah di
adakan KMD.

Belakangan kami dengar kabar pemburukan gugus depan
unggul. Apa lagi ini?? Harus bagaimana lagi ini?

Mimpi kami.. Sekolah punya gudep yang bermanajemen rapi
tertata dan terlaksana dengan tertip. Menjadikan anak-anak
berprestasi... Bisakah..??

Sebisanya kami lakukan dan sebisanya kami berikan.
Semoga Allah ridho dengan apa yang kami usahakan.

Kami siap belajar.. Insya Allah.

125

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

Karya: Serafina

Akhirnya setelah hampir 6 tahun dari terakhir aku
mengikuti kegiatan kursus Mahir dasar kepramukaan,
sekolah mengutusku menjadi wakil dari peserta Kursus
Mahir Lanjut. Terbayang sudah kegiatan yang padat, tugas-tugas
yang beruntun serta waktu tidur yang pendek akan menemani
hari-hariku dalam kegiatan ini. Apapun bentuknya nanti sudah
seharusnya aku tetap bersemangat untuk menghadapi
prosesnya.

Kegiatan upacara pembukaan menjadi hal yang berbeda
saat dilakukan secara tatap muka dengan secara daring. Hal ini
memberikan kesan yang begitu mendalam saat harus mengikuti
kegiatan pembukaan Pramuka secara daring. Namun di satu sisi
ada suatu kerinduan untuk mengenal kakak-kakak dari seluruh
penjuru kota yang ada di Indonesia yang biasanya bisa ditemui
langsung sekarang hanya melalui foto dan video. Kegiatan yang
seharusnya berjalan lancar dan tepat waktu menjadi mundur
karena adanya kendala belum bisa bergabungnya kakak-kakak
yang mengalami kesulitan sinyal/ jaringan.

Kegiatan pre-test merupakan kegiatan berikutnya yang
harus kami ikuti. Hal ini membuat sedikit cemas, mengingat
sudah cukup lama tidak membaca materi . Walaupun posisi saya
sebagai pembina namun bila tidak diimbangi dengan membaca
materi maka akan banyak materi yang terlupakan terlebih
pengetahuan umum tentang Pramuka yang jarang diketahui. Hal

126

Sungguh, Tak Terbayang...

ini terbukti saat harus menjawab pertanyaan yang sebagian besar
materi belum pernah diketahui. Waktu yang terbatas juga
membuat pengerjaan menjadi terburu-buru untuk dipikirkan dan
mengingat-ingat materi yang lama.

Materi orientasi kursus dan Jam pimpinan tidak sepenuhnya
bisa diterima di tempat saya entah karena sinyal atau gangguan
lain. Suara menggema dan berdengung sehingga materi tidak
dapat ditangkap dengan jelas. Hal ini menjadi suatu kendala juga
saat penyampaian materi yang bersifat daring.

Materi Dinamika Kelompok dan Kontrak Kerja cukup variatif
disampaikan hanya terlalu cepat untuk segera dipahami
mengingat perintah yang disampaikan kadang tidak mudah
dipahami mengingat sinyal yang kurang bagus. Kegiatan jg
berlangsung cepat sehingga dibutuhkan konsentrasi yang begitu
besar.

Materi Fundamental Gerakan Pramuka juga cukup jelas dan
sistematis namun saat tanya jawab, tidak semua pertanyaan
dapat terjawab dengan tuntas.

Resume dan Refleksi menjadi materi penutup yang cukup
mudah dipahami. Namun kendala mati lampu karena hujan yg
turun begitu deras membuat sebagian anggota kelompok tidak
bisa mengikuti kegiatan meeting Zoom.

Kegiatan pembiasaan harian menjadi hal yang berbeda saat
dilakukan secara tatap muka dengan secara daring. Hal ini
memberikan kesan yang begitu mendalam saat harus mengikuti
kegiatan pagi yang dimulai dari doa pagi dan senam. Apalagi
melihat kawan-kawan begitu semangat datang ke sekolah pagi-
pagi.

Kegiatan meeting Zoom oleh Kak H. Abd. Halim yang
memaparkan tentang organisasi dan administrasi gugus depan
menjadi materi lama yang tetap selalu baru karena penerapan di
lapangan masih belum dilakukan dengan baik pada Gudep
pangkalan sekolah kami. Sehingga hal ini menjadi acuan balik
untuk mencoba mengarsipkan administrasi dan mengelola

127

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

struktur organisasi dengan lebih baik kedepannya sehingga
Sanggar Pramuka yang ada disekolah lebih semarak tidak hanya
saat ada kegiatan.

Kegiatan Dinamika Kelompok dan Strategi Pencapaian SKU
SKK SPG serta Pramuka Garuda tetap kami ikuti dengan
semangat. Karena Pemateri/ kak Nurma juga selalu bersemangat
membimbing kami yang sudah mulai penat dengan penugasan
dan situasi.

Resume dan Refleksi menjadi materi penutup yang cukup
mudah dipahami. Namun kendala mati lampu karena hujan yg
turun begitu deras membuat sebagian anggota kelompok tidak
bisa mengikuti kegiatan Zoom meeting.

Kegiatan pembiasaan harian menjadi rutinitas yang akhirnya
mulai terbiasa walaupun baru tiga hari. Doa pagi mungkin sudah
terbiasa dilakukan dan sudah rutin setiap hari. Namun senam
atau olahraga masih belum terbiasa dilakukan setiap hari. Kadang
seminggu tiga kali menjadi hal biasa dan tidak setiap hari. Karena
waktu yang kadang terbatas bila harus pagi hari. Hal ini
memberikan kesan yang begitu mendalam saat harus mengikuti
kegiatan pagi yang dimulai dari senam bersama kawan disekolah
dan juga koordinasi. Walaupun briefing pagi biasa kami lakukan
setiap hari bersama kepala sekolah sebelum memulai pelajaran.
Apalagi melihat kawan-kawan begitu semangat datang ke
sekolah pagi-pagi.

Kegiatan meeting Zoom oleh Kak Winarto yang
memaparkan tentang Problematika Pengelolaan Gugus Depan
menjadi materi lama yang tetap selalu baru karena penerapan di
lapangan masih belum dilakukan dengan baik pada Gudep
pangkalan sekolah kami. Apalagi penggunaan Jamboard untuk
berkomunikasi. Walaupun bukan hal baru menggunakan papan
interaktif dengan Microsoft Office 365. Namun penggunaan
aplikasi Jamboard baru hari ini kami lakukan. Cukup menarik.
Sehingga hal ini menjadi acuan balik untuk mencoba dan
mengelola Gugus Depan dengan lebih baik ke depannya

128

Sungguh, Tak Terbayang...

sehingga kegiatan Pramuka yang ada disekolah lebih semarak
tidak hanya kegiatan yang monoton.

Materi Ragam Kegiatan Kepramukaan tetap kami ikuti
dengan semangat. Karena Pemateri/ kak Evi juga selalu
bersemangat membimbing kami yang sudah mulai penat dengan
penugasan dan situasi. Contoh2 kegiatan yang diungkapkan
cukup menarik walaupun semua telah dilakukan disekolah kami.
Seperti tingkat Penegak yaitu survival, atau perencanaan
kewirausahaan. Selain hal itu menjadi materi pelajaran namun
juga diterapkan untuk mengisi kegiatan Pramuka. Begitu juga
menanak nasi dengan menggunakan bambu. Tetapi untuk
kegiatan yang membutuhkan bahan seperti bambu tidak
mungkin dapat dilakukan dalam waktu pendek mengingat agak
sulit mendapatkan bambu bila tidak pesan terlebih dahulu sehari
sebelumnya. Sempat ada missing karena pengaruh sinyal juga
cukup membuat kami agak kesulitan mengikuti materi dengan
baik. Untunglah diberikan kelonggaran waktu hingga besok sore
jadi bisa lebih leluasa menyiapkan bahan tanpa terburu-buru.

Kegiatan membina dan praktiknya menjadi suatu hal yang
cukup berkesan, memang selama ini kegiatan Pramuka disekolah
relatif hanya mengalir tanpa ada hal-hal baru yang bisa diberikan
pada kakak-kakak penegak. Semua hanyalah rutinitas mingguan
yang selalu menjadi kegiatan bersama yang cukup melelahkan
karena waktu yang harusnya bisa digunakan untuk beristirahat di
rumah pernah masih dihabiskan di sekolah. Namun setelah
mengikuti Kursus ini, keinginan untuk memberikan hal baru yang
tidak monoton dan memberikan kesan menyenangkan menjadi
timbul kembali.

Tak terasa sudah hari Sabtu menjelang penutupan acara
kami jalani walaupun berat tapi aku dan kawan-kawan nyatanya
tetap bertahan disekolah hingga malam menjelang. Kutatap lagi
semboyan Baktiku kudarmakan darmaku kubaktikan demi
Indonesia yang lebih baik dan bermartabat. Kami siap berbakti
untuk negeri.

129

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga
130

Rasa Asam, Pahit, Manis dari Daring Sampai

Karya: Siti Nurchayati

Untuk mengikuti KML 2021 ini ada beberapa syarat yang
harus saya kumpulkan agar menjadi calon peserta KML
2021 . Syarat yang harus dipenuhi di antaranya harus
memiliki ijazah KMD, mengumpulkan Narakarya 1,

menyelesaikan administrasi. Setelah semua syarat terpenuhi

akhirnya saya dimasukkan di grub WA calon peserta KML 2021,

untuk mengkomunikasikan hal-hal yang berhubungan dengan

KML 2021 antara panitia dan peserta.

KML kali ini diikuti oleh peserta dari Sabang sampai

Merauke, dan ada juga peserta dari Malaysia dan Jepang. Peserta
berjumlah 59. Kursus dilaksanakan secara daring dengan ketua
panitia Kak Esni Trihaswari.

Hari I , Jumat 12 Maret 2021

Hari 1 kursus dibuka pada hari Jumat, 12 Maret 2021,
Diawali dengan upacara pembukaan KML. Upacara diikuti oleh
panitia dan peserta KML dengan khidmat. Kemudian dilanjutkan
dengan Jam Pimpinan dengan memberikan pengarahan untuk
peserta KML agar mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh.

Setelah itu kami sebagai peserta kursus mengikuti pre test
untuk mengetahui awal pemahaman peserta tentang
Kepramukaan. Setelah selesai pre test dilanjutkan materi
Dinamika Kelompok oleh Kak Nurma. Dalam memberikan materi

131

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

Kak Nurma melakukannya dengan berbagai kegiatan dan
permainan yang melatih konsentrasi , kecepatan, kecermatan
peserta. Saya sebagai peserta sangat antusias dalam mengikuti
kegiatan ini. Kemudian peserta membuat kontrak belajar secara
berkelompok . Materi selanjutnya mengelola serta memfasilitasi
kegiatan satuan dengan menggunakan metode kepramukaan
dalam proses Pendidikan kepramukaan sehingga menghasilkan
Gugus Depan unggul yang disampaikan oleh Kak Farida.
Kegiatan hari pertama ditutup dengan refleksi dan doa.

Hari II , Sabtu 13 Maret 2021
Hari ke 2 KML saya semakin bersemangat mengikutinya.
Hari ini saya awali dengan senam pagi disekolah dengan Kak Ade.
Setelah selesai senam saya mengikuti resume dan refleksi hari 1
oleh kelompok Tor Tor. Kegiatan dilanjutkan oleh Kak Abdul
Halim dengan memberikan materi tentang Organisasi dan
Administrasi Kesatuan dan mengenal Atribut Kepramukaan. Para
peserta KML sangat bersemangat karena materi diselingi dengan
permainan dan nyanyian-nyanyian. Di akhir materi Kak Abdul
Halim memberikan tugas yang harus dikerjakan dengan
kelompok . kami dalam kelompok zapin segera membagi tugas
agar segera mampu menyelesaikan tugas tepat waktu. Tak terasa
waktu istirahat sholat makan tiba, dan kami melakukannya
dengan senang hati.
Di sesi ke 2 setelah ishoma dilanjutkan penyampaian tugas
dari Kak Kipo yang berhalangan memberi materi. Setelah itu
Materi Strategi Pencapaian SKU-SKK-SPG oleh Kak Nurma. Disini
Kak Nurma memperlihatkan video tentang kerja sama supaya
dipahami oleh para peserta. Setelah diadakan interaksi lewat
virtual akhirnya Kak Nurma memberikan tugas lewat Grup WA
untuk melatih kecepatan, konsentrasi, ketepatan peserta dalam
penyelesaian tugas.

Hari III , Minggu 14 Maret 2021
Di hari ke 3 KML yang kebetulan jatuh di hari Minggu, saya
dan Kak Ade tetap berangkat ke sekolah untuk mengikuti daring

132

Rasa Asam, Pahit, Manis dari Daring Sampai

KML . Kegiatan kami awali dengan senam pagi. Setelah merasa
cukup kami masuk ke ruangan untuk segera mengikuti daring.
Daring KML diawali dengan resume hari ke 2 yang disampaikan
oleh kelompok Gambyong. Setelah penyampaian resume
dilanjutkan Materi oleh Kak Winarto tentang Problematika dan
Strategi Pengelolaan Gudep, serta Pembinaan Peserta.
Penyampaian materi oleh Kak Win menggunakan beberapa video
untuk mempermudah peserta dalam memahami materi yang
disampaikan. Setelah materi selesai Kak Win memberi tugas
Individu. Setelah Ishoma materi dilanjutkan Ragam Ketrampilan
Kepramukaan oleh Kak Evi Martini.

Hari IV, Jumat 19 Maret 2021
Kegiatan KML hari ke 4, saya awali dengan senam pagi
disekolah .Dilanjutkan dengan mengikuti resume dan refleksi hari
3 .Selanjutnya materi oleh Kak Wage Munawar tentang Tata
Laksana Perkemahan dan Api Unggun. Dalam materi ini kami
diberi tugas Individu untuk membuat Tapak Tenda dan
Menyusun acara dalam api unggun. Selanjutnya kami diminta
untuk mendirikan tenda. Acara selanjutnya pengerjaan tugas.
Setelah Ishoma dilanjutkan materi oleh Kak Farida, peserta KML
diminta mengikuti Zoom meet di dalam tenda atau di luar
ruangan yang memperlihatkan tenda yang didirikan.

Hari V, Sabtu 20 Maret 2021
Kegiatan KML hari ke 5, saya awali dengan senam pagi
disekolah dengan Kak Ade. Dilanjutkan dengan doa bersama dan
mengikuti resume dan refleksi hari ke 5 oleh Kelompok Kecak
yang diwakili oleh Kak Sherafina. Pada Saat sesi tanya jawab ada
pertanyaan dari Kaka De. Selanjutnya kegiatan beralih lewat WA
Grup dan dipandu oleh Kak Nurma, tugas diberikan dalam bentuk
yang sangat kreatif untuk melatih konsentrasi, kecepatan dan
ketepatan peserta dalam berpikir.

Kegiatan dilanjutkan dengan materi tentang Ragam
Pertemuan Pramuka sesuai Golongan, materi diberikan lewat WA
Grup . Selanjutnya Kakak Pembina mengajak kami ke Zoom lagi

133

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

untuk mengikuti materi Manajemen Risiko oleh Kak Kipo.
Selanjutnya Kak Kipo memberi tugas yang harus dikoordinasikan
dengan seluruh peserta untuk penyusunan kepanitiaan
Manajemen Risiko. Setelah itu terbentuklah team yang
membidangi bagiannya masing-masing. Saya masuk di Team
Giat Pendukung yang dipimpin Kak Wisnu. Selanjutnya peserta
bias Ishoma.

Setelah Ishoma peserta masuk kembali dan melakukan post
test. Kemudian saya melakukan koordinasi ke pelatih
pendamping untuk melaporkan bahwa sudah melakukan post
test agar segera dapat dilakukan penilaian praktik membina
secara video call. Praktik membina ini sangat seru buat saya
karena merupakan pengalaman baru . Setelah itu kegiatan
banyak dilakukan lewat wa grup untuk mengkoordinasikan tugas
bersama kelompok-kelompok kecil.

Malam harinya diadakan malam puncak kegiatan. Walaupun
dilakukan secara daring tapi kegiatan malam ini begitu seru dan
menyenangkan. Kegiatan dipandu dari aula Pusdiklatcab kota
malang. Diisi dengan tampilan-tampilan yang menarik dari grup
yang sudah dibentuk di awal kegiatan.

Kesan dan Pesan saya, KML di tengah pandemi covid ini
benar-benar luar biasa dan memberikan pengalaman baru buat
kami. Karena kami jadi mengenal banyak teman dari berbagai
daerah di Indonesia. Bahkan teman yang berada di Negara lain.
Mencari ilmu tanpa batas. KML 2021 ini telah kami lalui dengan
segala rasa asam manis pahit dari daring sampai luring.

Semoga ilmu yang sudah diberikan oleh Kakak-kakak
Pembina dapat kami aplikasikan ke peserta didik kami,
bermanfaat untuk kemajuan anak negeri. Semakin maju Pramuka
Indonesia.

Terima kasih banyak untuk panitia dan kakak-kakak pelatih .
Semoga apa yang kakak berikan ini menjadi catatan amal
kebaikan buat kakak semua. Aamiin...

SALAM PRAMUKA

134

Pengalaman Saya Mengikuti KML Online

Karya: Sri Sulistyowati

Saya adalah seorang pembina pramuka pada sebuah Gudep
Luar Biasa yang ada di Kota Malang. Saya sudah menjadi
guru lebih dari 30 tahun di SLB-B YPTB Malang. Sekolah
tempat saya mengabdi ini mendidik, mengasuh, dan membina
anak-anak berkebutuhan khusus, khusus anak tunarungu.
Jenjang pendidikan di sekolah ini dimulai dari kelas A hingga
kelas 12. Semenjak menjadi guru, saya dituntut untuk mampu
membimbing peserta didik dalam hal kepramukaan. Awalnya
karena tidak mempunyai dasar tertentu, maka saya menjadi
pembantu Pembina. Saya bahkan ikut belajar bersama peserta
didik tentang morse, semaphore, tali temali, baris berbaris,
bahkan aturan-aturan dalam upacara .

Setelah menjadi pembantu Pembina selama bertahun-
tahun, Pembina dari Gudep saya menyarankan agar saya
mengikuti pelatihan menjadi Pembina. Dengan restu dari kepala
sekolah, saya dan beberapa teman guru berangkat mengikuti
latihan KMD ( Kursus Mahir Dasar) pada tahun 2007. Sayangnya
saya hanya tahu teori dari buku-buku dan diktat yang saya
peroleh selama pelatihan. Saya menjadi seorang pramuka teori.
Saya belum mampu dilepas dan hidup mandiri di alam terbuka
dengan peralatan minim, perbekalan minim, keselamatan tidak

135

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

terjamin, dan hal-hal lain yang memerlukan keterampilan
bertahan hidup.

Saya merasa cukup karena sudah bisa mendirikan tenda
secara berkelompok, memasak di perkemahan, dan hal-hal
menyenangkan yang sifatnya rekreasi. Saya tidak menyadari,
tujuan utamanya bukan itu. Tujuan utamanya adalah, yuk, kita
bimbing peserta didik ini setahap demi setahap, selangkah demi
selangkah agar kelak mereka bisa survive di manapun berada, di
lingkungan apapun, bertemu dan bergaul dengan siapapun.

Saya selalu merasa semua akan baik-baik saja, anak-anak
akan selalu bisa makan dengan makanan yang disiapkan gurunya
di perkemahan. Kalau di rumah mereka akan selalu bisa minta
makanan kepada orangtuanya. Sehingga selama bertahun-tahun
dalam pola pikir saya, ketika berkemah, di mana anak-anak dilatih
bertahan hidup, kami para Pembina harus bersiap-siap
memudahkan mereka menjalani perkemahan ini. Mari kita bantu
mendirikan tendanya, mari kita bantu membuat camping craft-
nya, mari kita bantu memanajemen kerapian, kebersihan,
pengaturan waktu, dan sebagainya.

Dalam sebuah regu, sebagian anak dibimbing khusus
tentang tali temali, sebagian yang lain dibimbing tentang P3K,
yang lainnya morse, semaphore, sandi-sandi, demikian
seterusnya. Hal ini awalnya karena peserta didik kami adalah anak
berkebutuhan khusus yang kemampuannya terbatas disebabkan
tidak mendengar dan seringkali disertai hambatan lain. Beberapa
anak selain kurang atau tidak mendengar, mereka juga lambat
belajar, mengalami kesulitan belajar, low vision, bahkan memiliki
spektrum autisme. Keadaan itu yang mendasari para Pembina
memberikan materi tertentu hanya kepada anak tertentu. Hanya
satu dua anak saja yang mampu menguasai banyak keterampilan
secara merata. Namun setelah kami berdelapan (saya dan 7
orang teman guru dari Pangkalan YEPETEBE) mengikuti kegiatan
KML 2021 di Pusdik Witaraga dari hari Jumat 12 Maret 2021 s/d
Minggu, 14 Maret 2021 yang dilanjutkan kemudian dari hari

136

Pengalaman Saya Mengikuti KML Online

Jumat, 19 Maret 2021 s.d Minggu 21 Maret 2021 saya
menyadari pola pikir saya perlahan berubah. Saya tidak harus
menjadikan mereka ahli survival, tetapi saya tetap harus
memberikan mereka kesempatan untuk sungguh-sungguh
belajar. Mereka mungkin tidak sedang menghadapi situasi jatuh
di pedalaman hutan, tetapi mereka harus mencoba bekerja
dengan tangannya.

Pada era digital ini, semua memang serba mudah, namun
anak-anak tetap harus menguasai sistem analog. Bahkan ada
pesan dari Kak Nurma, lakukan ujian SKU–SKK sesuai
kemampuan peserta didik, bukan kemampuan Pembina atau
pengalaman Pembina. Pesan itu membuat saya sadar, bahwa
selama ini saya salah besar karena menganggap sia-sia mengajari
semua anak latihan pramuka secara rutin. Apalagi untuk
kelompok siaga, latihannya cuma belajar upacara, belajar baris,
bermain. Nggak seru! Mereka tidak bisa diajak bernyanyi, tidak
bisa menghafal Dwi Darma, tidak bisa seru-seruan berjoget.
Nanti yang dinilai apanya. Saya salah karena beranggapan, yang
perlu latihan pramuka hanya yang mau kemah saja. Jadi mereka
yang tidak mampu mengikuti ujian keterampilan di SKU lebih baik
tidak ikut latihan pramuka, toh acaranya cuma menyanyi dan
bertepuk seperti anak TK.

Akhirnya kalaupun melaksanakan latihan pramuka, tetap
dalam pikiran saya, membuang waktu belajar di kelas Sesudah
menjalani KML ini, saya sadar bahwa saya bisa mengembangkan
kepercayaan diri mereka, mengajarkan mereka banyak
tersenyum, dan belajar sambil bermain, melalui latihan pramuka
mingguan. Entah kenapa dahulu saya menganggap latihan
pramuka hanya menghabiskan waktu, padahal saya sudah lulus
KMD. Entah karena waktu yang lalu saya hanya fokus mencari
nilai, sementara jiwa utama pelatihan adalah membina karakter
calon Pembina.

Yang jelas saya bersyukur telah dimotivasi oleh Kak Esni
serta diberi kesempatan mengikuti KML ini oleh Kak Alma,

137

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

semoga setelah semangat membimbing para peserta didik
muncul dari hati, ada pendukungnya berupa kemampuan yang
mumpuni. Bukan cuma teori, yang bakal terlihat jelas di lapangan,
mana Pembina terampil dan mana Pembina yang masih nunak-
nunuk (bhs. Jawa). Ke depannya saya ingin berusaha lebih aktif
meningkatkan diri melalui kegiatan kepramukaan untuk para
Pembina, demi memajukan Gudep 01.355/01.356 menjadi
Gudep Luar Biasa (karena peserta didiknya adalah ABK) yang
benar-benar Luar Biasa (outstanding). Dengan semakin
banyaknya Pembina yang mengikuti KML kali ini, semoga
kegiatan kepramukaan di sekolah kami semakin maju, membawa
banyak manfaat bagi para peserta didik, membahagiakan
mereka, dan pada akhirnya akan membentuk karakter bangsa
Indonesia yang sesuai dengan Dasa Darma.

138

Jangan Pernah Berhenti Belajar

Karya: Sugeng Ginanjar

Kegiatan KML pada tahun 2021 ini ada yang berbeda,
berbeda karena saat melakukan pelatihan ini kami
memiliki teman yang banyak mulai dari Papua sampai dari
jepang kehadiran teman tersebut meski tidak secara langsung
bertemu sapa, namun melalui internet membuat yang jauh serasa
dekat dihati. Saya merasa gembira dan senang mengikuti
pelatihan KML ini, disini saya mendapatkan motivasi untuk diri
saya sendiri sebagaimana yang dialami teman-teman saat
mengikuti pelatihan.

Pada pelatihan tersebut banyak yang mengalami berbagai
gangguan teknis, misalnya ada yang sinyal hilang, mati lampu,
kurangnya penguasaan IT dan lain sebagainya, disini saya merasa
mendapat energi semangat dari teman-teman, energi ini
terpancar dari wajah teman-teman yang terlihat senyum ceria
tegur sapa walaupun dengan kendala dan kondisi yang dialami.

Awal mengikuti KML ini saya merasa tidak percaya diri
karena di Gudep kami adalah SLB baru awal terbentuk
kepengurusan kepramukaannya, hal ini yang membuat saya
merasa apakah saya bisa mengikuti pelatihan KML ini, saya
melihat tema-teman sepertinya mereka adalah orang-orang yang
hebat dan terlihat berpengalaman, tapi prasangka saya sangatlah

139

Pelangi Nusantara di Bumi Witaraga

salah teman-teman tersebut ialah orang yang sangat luar bisa
dan penuh semangat.

Hal ini yang membuat rasa percaya diri saya tumbuh kembali
meskipun banyak tugas yang harus dikerjakan dan dikejar waktu
saya sadar bahwa inilah proses yang harus dilalui agar proses ini
bermakna dan meresap pada diri dan hasil yang dinginkan ilmu
yang didapat bisa diamalkan sebagai bentuk pengabdian dan
janji selalu membimbing dan mengarahkan peserta didik agar
bisa menjadi insan yang bermatabat dan bisa membangun
negara ini menjadi lebih baik dari generasi saat ini, harapan besar
agar peserta didik bisa menjadi insan yang jauh lebih baik dari kita
pembinanya.

Kegiatan ini bisa berhasil dan bermakna sebab rahmat Tuhan
yang maha Esa yang senantiasa selalu memberikan nikmat sehat
dan kesempatan sehingga saya bisa mengikuti kegiatan ini mulai
awal sampai akhir ini, nikmat ini adalah suatu pemberian yang
sangat berharga bagi saya dikarenakan berkat nikmatnya di
tahun ini tepatnya 2021 pelaksanaannya 6 hari melalui daring
adalah peristiwa yang akan selalu saya ingat.

Ada yang membuat saya merasa berkesan ialah saya
diberikan materi oleh kakak-kakak pembina yang sangat luar
biasa, sabar, ikhlas dan selalu senantiasa memberi masukan agar
materi KML ini bisa tersampaikan meresap ke benak dan
sanubari, dalam membina para pembina menyampaikan dengan
berbagai macam metode pembelajaran, melalui metode yang
bermacam-macam kami bisa mengetahui tentang cara
menyampaikan materi dengan metode yang asyik, seru dan
menyenangkan.

Menurut saya materi yang disampaikan sangatlah bagus dan
benar-benar bermanfaat untuk bekal dalam membimbing
peserta didik ketika sudah kembali ke gudep masing-masing.

Namun yang namanya ada pertemuan pasti ada perpisahan
ini yang membuat saya merasa sedih, meskipun saya ingat
tugasnya begitu banyak saya merasa sangatlah kangen dengan

140


Click to View FlipBook Version