The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

"Dasar Ilmu Gizi" adalah sebuah panduan komprehensif yang membahas prinsip-prinsip dasar ilmu gizi. Dalam buku ini, pembaca akan dibawa dalam pemahaman yang mendalam tentang berbagai aspek penting terkait gizi, termasuk nutrisi, metabolisme, dan kebutuhan gizi bagi tubuh manusia.
Penulisnya mungkin menjelaskan berbagai konsep dasar, seperti macronutrien (karbohidrat, protein, dan lemak) dan mikronutrien (vitamin dan mineral), serta peran masing-masing dalam menjaga kesehatan tubuh. Buku ini juga bisa membahas topik-topik seperti kebutuhan nutrisi pada berbagai tahap kehidupan, dari bayi hingga lanjut usia, serta masalah-masalah kesehatan yang terkait dengan gizi seperti obesitas, malnutrisi, dan gangguan makan.
Dengan gaya penulisan yang jelas dan mudah dipahami, buku ini bisa menjadi sumber pengetahuan yang berharga bagi siapa pun yang tertarik untuk memahami dasar-dasar ilmu gizi dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by PERPUSTAKAAN CV. CAHAYA BINTANG CEMERLANG, 2024-05-22 08:28:15

DASAR ILMU GIZI

"Dasar Ilmu Gizi" adalah sebuah panduan komprehensif yang membahas prinsip-prinsip dasar ilmu gizi. Dalam buku ini, pembaca akan dibawa dalam pemahaman yang mendalam tentang berbagai aspek penting terkait gizi, termasuk nutrisi, metabolisme, dan kebutuhan gizi bagi tubuh manusia.
Penulisnya mungkin menjelaskan berbagai konsep dasar, seperti macronutrien (karbohidrat, protein, dan lemak) dan mikronutrien (vitamin dan mineral), serta peran masing-masing dalam menjaga kesehatan tubuh. Buku ini juga bisa membahas topik-topik seperti kebutuhan nutrisi pada berbagai tahap kehidupan, dari bayi hingga lanjut usia, serta masalah-masalah kesehatan yang terkait dengan gizi seperti obesitas, malnutrisi, dan gangguan makan.
Dengan gaya penulisan yang jelas dan mudah dipahami, buku ini bisa menjadi sumber pengetahuan yang berharga bagi siapa pun yang tertarik untuk memahami dasar-dasar ilmu gizi dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Keywords: DASAR ILMU GIZI

39 pangkal laring. Laring diselaputi oleh membrane mukosa yang terdiri dari epitel berlapis pipih yang cukup tebal sehingga kuat untuk menahan getaran-getaran suara pada laring. Fungsi utama laring adalah menghasilkan suara dan juga sebagai tempat keluar masuknya udara. Pangkal tenggorok disusun oleh beberapa tulang rawan yang membentuk jakun. Pangkal tenggorok dapat ditutup oleh katup pangkal tenggorok (epiglotis). Pada waktu menelanmakanan, katup tersebut menutup pangkal tenggorok dan pada waktu bernapas katumembuka. Pada pangkal tenggorok terdapat selaput suara yang akan bergetar bilaadaudara dari paru-paru, misalnya pada waktu kita bicara. Gambar 11 Laring


40 e. Bronkus Tenggorokan (trakea) bercabang menjadi dua bagian, yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. Struktur lapisan mukosa bronkus sama dengan trakea, hanya tulang rawan bronkus bentuknya tidak teratur dan pada bagian bronkus yang lebih besar cincin tulang rawannya melingkari lumen dengan sempurna. Bronkus bercabang-cabang lagi menjadi bronkiolus. Batang tenggorokan bercabang menjadi dua bronkus, yaitu bronkus sebelah kiri dan sebelah kanan. Kedua bronkus menuju paru-paru, bronkus bercabang lagi menjadi bronkiolus. Bronkus sebelah kanan (bronkus primer) bercabang menjadi tiga bronkus lobaris (bronkus sekunder), sedangkan bronkus sebelah kiri bercabang menjadi duabronkiolus. Cabang-cabang yang paling kecil masuk ke dalam gelembung paru-paru atau alveolus. Dinding alveolus mengandung kapiler darah, melalui kapiler-kapiler darahdalam alveolus inilah oksigen dan udara berdifusi ke dalam darah. Fungsi utama bronkusadalah menyediakan jalan bagi udara yang masuk dan keluar paru-paru.


41 Gambar 12 Bronkus f. Bronkiolus Bronkiolus merupakan percabangan bronkus yang terdapat dalam paru-paru. Jumlah cabang pada bronkiolus sesuai dengan jumlah lobus (gelambir) pada paru-paru. Pembagiannya adalah pada paru-paru sebelah kanan terdapat 3 lobus dan paru-paru kiri terdapat 2 lobus.


42 Gambar 13 Bronkiolus g. Paru-Paru Paru-paru terletak di dalam rongga dada bagian atas, di bagian samping dibatasi oleh otot dan rusuk dan di bagian bawah dibatasi oleh diafragma yang berotot kuat. Paru-paru ada dua bagian yaitu paru-paru kanan (pulmo dekster) yang terdiri atas 3 lobus dan paruparukiri (pulmo sinister) yang terdiri atas 2 lobus. Paruparu dibungkus oleh dua selaput yang tipis, disebut pleura. Selaput bagian dalam yang langsung menyelaputi paru-paru disebut pleura dalam (pleura visceralis) dan selaput yang menyelaputi rongga dada yang bersebelahan dengan tulang rusuk disebut pleura luar (pleura parietalis). Paru-parutersusun oleh bronkiolus,


43 alveolus, jaringan elastik, dan pembuluh darah. Bronkiolustidak mempunyai tulang rawan, tetapi ronga bronkus masih bersilia dan di bagian ujungnya mempunyai epitelium berbentuk kubus bersilia. Setiap bronkiolus terminalis bercabang-cabang lagi menjadi bronkiolus respirasi, kemudian menjadi duktusal veolaris. Pada dinding duktus alveolaris mangandung gelembung-gelembung yang disebut alveolus. Gambar 14 Paru-Paru Sistem pernapasan manusia bekerja sama dengan sistem peredaran darah untuk mengantarkan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh dan membuang karbon dioksida dan produk limbah lainnya.


44 Gangguan pada sistem pernapasan manusia dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain: Infeksi bakteri, virus, atau jamur Alergi Asma Penyakit paru-paru obstruktif kronis (PPOK) Kanker paru-paru D. Sistem Peredaran Darah Tubuh manusia memiliki sistem peredaran darah yang berperan untuk mengalirkan nutrisi dan oksigen ke seluruh bagian tubuh. Namun, tidak hanya menyalurkan ke dua zat tersebut. Masih banyak lagi fungsi lain yang dimiliki oleh sistem peredaran darah manusia, untuk lebih memahaminya simak penjelasan berikut. Sistem peredaran darah atau yang dalam dunia medis lebih dikenal dengan sistem kardiovaskular merupakan suatu sistem yang berguna untuk menyalurkan berbagai zat penting, seperti nutrisi dan oksigen, dari jantung ke seluruh tubuh. Selain berperan sebagai penyalur zat, sistem peredaran darah pada manusia juga memiliki fungsi penting lain, yaitu mengeluarkan zat karbon dioksida sisa proses metabolisme tubuh melalui paru-paru, menyalurkan hormon ke seluruh bagian tubuh,


45 menyalurkan suhu tubuh secara merata, mempertahankan kinerja sistem organ di dalam tubuh, dan membantu tubuh untuk pulih dari penyakit. 1. Organ dalam Sistem Peredaran Darah Manusia Sistem peredaran darah manusia tersusun atas organ-organ yang berperan dalam pengangkutan darah di dalam tubuh. Adapun organ penyusun sistem peredaran darah pada manusia, meliputi: a. Jantung Jantung merupakan organ vital di tubuh manusia yang bertugas sebagai pemompa darah ke seluruh tubuh. Organ ini terletak di antara paru-paru, di tengah dada, tepatnya di bagian belakang sisi kiri tulang dada. Jantung memiliki ukuran yang sedikit lebih besar dari kepalan tangan. Di dalam jantung terdapat empat ruangan yang terbagi menjadi dua bilik (ventrikel) dan dua serambi (atrium). Serambi dan bilik kiri jantung berisi darah bersih yang kaya akan oksigen, sedangkan bilik dan serambi kanan berisi darah kotor. Selain memiliki empat ruangan, jantung juga mempunyai empat katup yang berguna untuk menjaga supaya darah tetap mengalir ke arah yang benar. Detak jantung orang


46 normal berkisar antara 60-100 kali per menit. Namun ada pengecualian, misalnya pada atlet yang bugar, detak jantungnya bisa di bawah 60 kali per menit. b. Pembuluh darah Pembuluh darah merupakan sistem peredaran darah berbentuk tabung otot elastis atau pipa yang berfungsi membawa darah dari jantung ke bagian tubuh lain, ataupun sebaliknya. Pembuluh darah bisa dibedakan menjadi dua, yaitu pembuluh nadi (arteri) dan pembuluh balik (vena). 1) Arteri Merupakan pembuluh darah yang berfungsi membawa darah keluar dari jantung, baik ke seluruh tubuh maupun ke paru-paru. Darah yang dialirkan pembuluh arteri mengandung banyak oksigen, kecuali pada arteri pulmonalis, yang khusus membawa darah kotor untuk dialirkan ke paru. Darah bersih yang dipompa keluar dari jantung akan melalui pembuluh darah utama (aorta) dari bilik kiri jantung. Aorta ini kemudian bercabang menjadi pembuluh darah yang lebih kecil (arteri), yang menyebar ke seluruh bagian tubuh.


47 2) Vena Merupakan pembuluh darah yang berfungsi membawa darah kembali ke jantung, dari seluruh tubuh atau dari paru-paru. Vena cava membawa darah kotor yang mengandung karbon dioksida dari seluruh tubuh, yang kemudian akan dialirkan ke paru-paru untuk ditukar dengan oksigen melalui proses pernapasan. Sedangkan vena pulmonalis (vena paru) membawa darah bersih yang kaya oksigen dari paru-paru menuju jantung. c. Darah Darah adalah komponen terpenting dari sistem peredaran darah. Darah memiliki fungsi sebagai pembawa nutrisi, oksigen, hormon, antibodi, serta berbagai zat lainnya, dari dan ke seluruh tubuh. Darah manusia terdiri dari beberapa bagian, yang meliputi plasma darah dan sel-sel darah. 1) Plasma darah, merupakan cairan berwarna kekuningan pada darah yang bertugas membawa zat-zat penting, seperti hormon, protein, dan faktor pembekuan darah. 2) Sel darah merah (eritosit), sebagai pembawa oksigen dan karbon dioksida.


48 3) Sel darah putih (leukosit), membantu mempertahankan tubuh dari infeksi virus, kuman, jamur, dan parasit. 4) Keping darah (trombosit), dibutuhkan tubuh untuk membantu proses pembekuan darah. 2. Mekanisme Sistem Peredaran Darah Manusia Sistem peredaran darah manusia dapat terbagi menjadi tiga, yakni sirkulasi sistemik, sirkulasi pulmonal, dan sirkulasi koroner. Ketiga sirkulasi ini saling bekerja sama untuk memastikan kelangsungan hidup manusia. a. Sirkulasi sistemik: Sirkulasi sistemik merupakan sirlukasi darah yang mencakup seluruh tubuh. Sirkulasi ini berlangsung ketika darah yang mengandung oksigen mengisi serambi kiri jantung melalui vena pulmonalis, usai melakukan pelepasan karbon dioksida di paru-paru. Kemudian, darah yang sudah berada di serambi kiri diteruskan ke bilik kiri, untuk selanjutnya disalurkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah utama (aorta). Darah yang dipompa melewati aorta akan terus mengalir hingga ke bagian paling tepi di seluruh area tubuh. Setelah


49 menyalurkan berbagai zat yang dibawanya ke sel-sel tubuh, darah akan mengalir kembali menuju serambi kanan jantung untuk mengalami proses pembersihan darah. b. Sirkulasi pulmonal: Sirkulasi pulmonal (paru), ini merupakan sirkulasi darah dari jantung menuju paruparu, dan sebaliknya. Sirkulasi ini berlangsung saat darah yang mengandung karbon dioksida dari sisa metabolisme tubuh kembali ke jantung melalui pembuluh vena besar (vena cava). Lalu, memasuki serambi kanan dan diteruskan ke bilik kanan jantung. Selanjutnya, darah yang sudah berada di bilik kanan akan dialirkan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis, untuk melakukan pertukaran gas karbon dioksida dengan oksigen. Setelah itu, darah bersih yang kaya oksigen akan memasuki serambi kiri jantung melalui vena pulmonalis. c. Sirkulasi coroner: Sama seperti organ tubuh lain, jantung juga membutuhkan asupan oksigen dan nutrisi supaya dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Darah yang menutrisi jantung akan dialirkan melalui arteri koroner ke otot-otot jantung. Maka dari itu, sumbatan pada arteri koroner bisa mengurangi


50 aliran oksigen dan nutrisi ke otot jantung, sehingga meningkatkan risiko terkena serangan jantung. 3. Gangguan pada Sistem Peredaran Darah Jika aliran darah terganggu, maka organ tubuh akan mengalami kerusakan dan menimbulkan berbagai penyakit lain yang lebih serius. Kelainan sistem peredaran darah bisa disebabkan oleh beberapa faktor, baik berupa kelainan bawaan lahir maupun penyakit yang didapatkan setelah lahir. Berikut daftar penyakit yang bisa mengganggu sistem peredaran darah, di antaranya: Tekanan darah tinggi (hipertensi). Aterosklerosis. Penyakit jantung koroner. Gagal jantung. Aneurisma aorta. Gangguan irama jantung (aritmia). Kelainan otot jantung (kardiomiopati) Penyakit jantung bawaan. Gangguan ginjal yang menyebabkan fungsi enzim renin bermasalah.


51 Gangguan pada sistem peredaran darah bukanlah hal yang dapat dianggap remeh. Kondisi-kondisi ini memerlukan penanganan medis segera. Oleh karenanya, penting bagi manusia untuk selalu menerapkan pola hidup sehat, seperti rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, menjaga berat badan ideal, dan melakukan pemeriksaan medis ke dokter secara berkala, supaya terhindar dari berbagai penyakit akibat terganggunya sistem peredaran darah. Di dalam tubuh kita terdapat sistem peredaran darah yang bertugas membawa nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh. Jika membicarakan sistem peredaran darah tidak mungkin terlepas dari jantung. Jantung adalah organ tubuh yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh. Setiap menitnya, jantung bisa memompa sekitar lima sampai enam liter darah. Total dalam sehari ia bisa memompa 7.000 - 8.000liter darah. Dalam jantung ada empat bagian utama, yaitu serambi kanan, serambi kiri, bilik kanan, dan bilik kiri. Serambi kanan bertugas untuk menerima darah yang mengandung karbon dioksida dari seluruh tubuh. Serambi kiri tugasnya menerima darah yang mengandung oksigen dari paru-paru. Bilik kanan berperan untuk memompa darah yang mengandung


52 karbon dioksida ke paru-paru. Bilik kiri perannya memompa darah yang mengandung oksigen ke seluruh tubuh. Sistem peredaran darah manusia terbagi dua, yaitu peredaran darah besar dan peredaran kecil. a. Peredaran Darah Besar Sistem peredaran darah besar dikenal juga dengan nama peredaran darah sistemik. Sistem peredaran darah ini bermula ketika bilik kiri jantung memompa darah yang mengandung oksigen dan nutrisi melalui aorta (arteri utama) ke seluruh tubuh. Jika kadar oksigen dalam darah sudah rendah atau hanya tersisa karbondioksida, maka darah akan terkumpul di pembuluh darah. Kemudian masuk ke serambi kanan jantung dan masuk ke bilik kanan jantung. Pada sistem peredaran darah besar ada dua pembuluh darah yang bekerja. Pertama, vena cava superior yang bertugas membawa darah dari kepala dan lengan menuju jantung. Kedua, vena cava inferior yang membawa darah dari perut dan kaki menuju jantung. Jadi, peredaran darah besar bekerja dari jantung ke seluruh tubuh, kemudian kembali lagi ke jantung. b. Peredaran Darah Kecil


53 Sistem peredaran darah kecil sering juga disebut dengan peredaran darah pulmonal. Sistem peredaran darah kecil bermula saat darah di bilik kanan jantung yang rendah oksigen dipompa oleh arteri pulmonalis menuju paru-paru. arteri pulmonalis adalah pembuluh darah yang bertugas membawa darah ke paru-paru. Pada sistem peredaran kecil ini karbon dioksida yang ada dalam darah dilepaskan ke saluran paru, dan akan keluar saat kita membuang nafas. Saat mengeluarkan karbon dioksida, kita akan menghirup oksigen baru yang akan masuk ke aliran darah. Kemudian mengalir melalui vena paru-paru dan serambi kiri jantung menuju bilik kiri jantung dan memulai kembali sistem perderan darah besar. Jadi peredaran darah kecil bekerja dari jantung ke paru-paru, lalu kembali lagi ke jantung. E. Sistem Ekskresi Ada zat-zat sisa metabolisme yang harus dikeluarkan dari tubuh karena apabila zat tersebut tidak dikeluarkan maka akan menjadi racun bagi tubuh. Proses pengeluaran sisa-sisa metabolisme yang sudah tidak diperlukan lagi oleh tubuh ini disebut dengan ekskresi. Zat sisa metabolisme


54 yang harus dikeluarkan oleh tubuh adalah CO2, air, garamgaram dan senyawa nitrogen yang disebut urea. Sistem ekskresi manusia terdiri atas alat-alat ekskresi. Organ-organ ekskresi manusia berupa ginjal, kulit, hati, dan paru-paru. 1. Ginjal a. Letak Ginjal Ginjal terletak di bagian belakang cavum abdominalis di belakang peritonium, yang melekat pada dinding belakang abdomen (Gambar 15). Bentuk ginjal seperti biji kacang, jumlahnya ada dua buah kiri dan kanan, ginjal kiri lebih besar dari ginjal kanan dan pada umumnya ginjal laki-laki lebih panjang dari ginjal wanita. Setiap ginjal orang dewasa beratnya kira-kira 150 gram dan kira-kira seukuran kepalan tangan.


55 Gambar 15 Penampang Melintang Ginjal dan Nefron b. Fungsi Ginjal. Ginjal memiliki beberapa fungsi : 1) Membuang sisa metabolisme seperti urea, asam urat, kreatinin, keratin, obat-obatan, dan zat lain yang bersifat racun.


56 2) Menjaga keseimbangan air dalam tubuh dengan mengatur volume plasma darah dan volume air. 3) Mengatur kandungan elektrolit dengan menyaring zat-zat kimia yang masih berguna bagi tubuh (nutrium, fosfor, dan kalium) dan mengembalikannya ke saluran peredaran darah. 4) Menjaga asam basa cairan darah dengan mengatur pH plasma dan cairan tubuh dengan mengekskresikan urin yang bersifat basa atau asam. 5) Menjaga tekanan osmosis dengan cara mengatur ekskresi garam-garam, yaitu membuang jumlah garam yang berlebihan dan menahan garam apabila jumlahnya berkurang. 6) Menjalankan fungsi sebagai hormon dengan menghasilkan zat-zat berikut : a) Eritropoientin (EPO) yang merangsang sumsung tulang membuat sel-sel darah merah (Eritrosit) b) Renin membantu tekanan darah c) Kalsitriol merupakan bentuk aktif vitamin D yang membantu penyerapan kalsium dan menjaga keseimbangan kimia dalam tubuh.


57 c. Proses Pembentukan Urine Proses pembentukan urine terjadi di dalam nefron. Proses pembentukan urine meliputi filtrasi (penyaringan zat-zat sisa yang beracun), reabsorpsi (penyerapan kembali), dan augmentasi (pengeluaran zat sisa yang tidak diperlukan lagi oleh tubuh). a) Filtrasi Pembentukan urine diawali dengan filtrasi yang terjadi di glomerulus. Filtrasi berlangsung pada saat darah masuk ke nefron melalui arteriola aferen. Pada saat melalui arteriola aferen ini, tekanan darah relative cukup tinggi, sedangkan tekanan darah di arteriola eferen relative cukup rendah. Kondisi ini terjadi karena diameter arteriola aferen lebih besar dan ukurannya lebih pendek dibandingkan dengan arteriola eferen. Keadaan inilah yang menyebabkan terjadinya filtrasi. Pada saat itu, berliter-liter darah didorong ke ruang glomerulus yang berukuran kecil lalu ke dalam lumen kapsula Bowman. Di glomerulus terdapat sel-sel endothelium kapiler yang berpori (podosit), membran basiler, dan epitel kapsul Bowman, yang dapat mempermudah proses filtrasi


58 yaitu tekanan hidrostatik dan tekanan osmotik. Kapiler yang berpori dan selsel kapsula yang terspesialisasi bersifat permeabel terhadap air dan zat-zat terlarut kecil tetapi tidak terhadap sel darah atau molekul besar seperti protein plasma. Pada proses filtrasi ini sel-sel darah, trombosit, dan sebagian besar protein plasma disaring dan diikat agar tidak turut dikeluarkan. Sementara itu, zat-zat kecil terlarut dalam plasma seperti glukosa, asam amino, natrium, kalium, klorida bikarbonat, garam lain, dan urea melewati saringan dan menjadi bagian dari endapan. Hasil saringan tersebut merupakan urine primer (filtrate glomerulus). Jadi, urine primer komposisinya masih serupa dengan darah tetapi tidak mengandung protein dan tidak mengandung elemen selular di antaranya sel darah merah. Cairan filtrasi dari glomerulus ini akan masuk ke tubulus dan mengalami reabsorpsi. b) Reabsorpsi Proses reabsorpsi adalah proses penyerapan kembali zat-zat yang masih berguna bagi tubuh. Pada proses ini terjadi reabsorpsi zat-zat berikut:


59 a) Reabsorpsi air Pada keadaan normal, sekitar 99% air yang menembus membrane filtrasi akan diabsorpsi sebelum mencapai ureter. Reabsorpsi di tubulus kontroktus proksimal dilakukan secara pasif melalui proses osmosis yang disebut reabsorpsi obligat. Sebaliknya, reabsorpsi air di tubulus kontroktus distal dilakukan secara aktif yang disebut dengan reabsorpsi fakultatif. Reabsorpsi fakultatif terjadi tergantung pada kebutuhan yang dipengaruhi oleh hormon antidiuretik (ADH) yang disekresikan oleh kelenjar hipofisis. Jika tubuh terlalu banyak mengandung air, air tidak direabsorpsi. Tetapi jika kandungan air dalam tubuh sedikit, maka terjadilah reabsorpsi. Apabila sekresi hormon antidiuretik dari kelenjar hipofisis sangat berkurang, maka reabsorpsi air akan dihambat. b) Reabsorpsi zat tertentu Reabsorpsi zat-zat tertentu dapat terjadi secara transport aktif dan difusi. Zat-zat yang mengalami transport aktif pada tubulus proksimal yaitu ion Na+ , K + , PO 4- , NO 3- ,


60 glukosa, dan asam amino. Ion-ion khususnya ion Na+ mengalami difusi dari sel tubulus menuju pembuluh kapiler. Difusi ini terjadi karena adanya perbedaan konsentrasi ion di dalam dan di luar sel tubulus. Difusi tersebut dapat meningkat karena permeabilitas sel tubulus yang tinggi terhadap ion natrium. c) Reabsorpsi zat yang penting bagi tubuh Zat-zat penting bagi tubuh yang secara aktif direabsorpsi yaitu protein, asam amino, glukosa, asam asetoasetat. Zat-zat tersebut direabsorpsi secara aktif di tubulus proksimal sehingga tidak akan ditemukan lagi di lengkung Henle. Setelah terjadi reabsorpsi, maka tubulus akan menghasilkan urine sekunder. Pada urine sekunder ini zat-zat yang masih diperlukan tidak akan ditemukan lagi. Sebaliknya, konsentrasi zat-zat sisa metabolisme yang bersifat racun akan bertambah, misalnya ureum dari 0,03% dalam urine primer dapat mencapai 2% dalam urine sekunder.


61 c) Augmentasi Augmentasi adalah proses penambahan zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh ke dalam tubulus kontroktus distal. Peristiwa ini juga disebut sekresi tubular. Sel-sel tubulus mensekresi ion hydrogen (NH3 - ) dan ion kalium (K+ ) ke dalam lumen tubulus melalui proses difusi. Ion-ion ini kemudian menyatu dengan urine sekunder. Penambahan ion hidrogen sangat penting untuk menjaga keseimbangan pH dalam darah. d. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah Dan Terbentuknya Urine 1) Cuaca Apabila cuaca panas, cairan tubuh lebih banyak dikeluarkan dalam bentuk keringat sedangkan apabila cuaca dingin cairan tubuh akan dikeluarkan dalam bentuk urine. 2) Jumlah air yang diminum Apabila banyak minum air, maka jumlah urin yang dikeluarkan juga meningkat. 3) Hormon Antidiuretik (ADH) Hormon ADH menjadi faktor internal yang berperan dalam menentukan jumlah pengeluaran


62 urin. Target hormon ADH adalah tubulus distal dan saluran pengumpul. ADH menyebabkan perubahan-perubahan yang menjadikan epitelium lebih permeabel terhadap air. Peningkatan reabsorpsi air yang dihasilkan akan memekatkan urin, mengurangi volume urin, dan menurunkan osmolaritas darah kembali ke 300 mOsm/L. d) Psikologis Psikologis sangat berpengaruh terhadap pengeluaran urin. Orang yang sedang cemas, aktivitas metabolismenya akan lebih cepat sehingga akan lebih sering mengeluarkan urine. 5. Alkohol dan kafein Alkohol dapat menghambat pelepasan ADH. Seseorang yang banyak minum alkohol dan kafein maka jumlah urin akan meningkat. 2. Hati Hati adalah organ yang paling besar di dalam tubuh manusia, warnanya cokelat dan beratnya lebih kurang 1,5 kg yang terletak di bagian atas dalam rongga abdomen di sebelah kanan bawah diafragma. Ada dua lapisan utama hati yaitu permukaan atas berbentuk


63 cembung terletak di bawah diafragma dan permukaan bawahnya tidak rata dan memperlihatkan lekukan fisura transversus. Gambar 16 Hati Pada Manusia Hati mempunyai dua jenis peredaran darah yaitu vena porta dan arteri hepatika. Hati menghasilkan empedu sekitar 1 liter empedu setiap hari. Empedu dibentuk di sela-sela kecil di dalam hati. Empedu mengalir melalui saluran hepatika kiri dan kanan dari kedua lobus hati. Empedu mengandung garam-garam empedu sebagai pengemulsi untuk membantu dalam digesti dan absorpsi lipid. Kantong empedu menampung sekitar 50 ml empedu. Empedu disekresikan dalam dua


64 tahap oleh hati yaitu disekresikan oleh sel-sel hepatosit hati yang mengandung sejumlah besar asam empedu, kolesterol, dan zat-zat organik lain. Lalu empedu disekresikan ke dalam kanalikuli biliaris. Produksi empedu terintegrasi dengan tugas hati yang lain seperti penghancuran sel darah merah yang tidak berfungsi lagi. Produk sampingan penguraian sel darah merah berupa pigmen-pigmen empedu akan dibuang dari tubuh bersama feses. a. Fungsi Hati Hati mempunyai fungsi sebagai berikut: 1) Hati sebagai tempat menyimpan energi Hati menyimpan energi dalam bentuk glikogen. Glikogen dibentuk dari suatu jenis zat gula yang disebut glukosa. Ketika kadar gula dalam darah tinggi, melalui proses glikogenesis, hati mengkombinasi molekul-molekul glukosa yang tersusun dalam rantai yang panjang menjadi glikogen. Ketika kadar glukosa dalam darah lebih rendah dari kebutuhan tubuh, hati mengubah glikogen menjadi glukosa.


65 2) Hati menyimpan vitamin-vitamin Hati mengambil vitamin dari aliran darah yang diangkut oleh pembuluh portal hepatik. Hati kemudian mengumpulkan dan menyimpan persediaan vitamin A, B, D, E, dan K. Vitamin ini dapat disimpan hingga dua sampai empat tahun. 3) Hati sebagai pabrik kimia tubuh Beberapa protein penting yang ditemukan di dalam darah dihasilkan oleh hati. Salah satu dari protein ini yaitu albumin. Albumin berfungsi membantu ketersediaan kalsium dan unsur-unsur penting lain dalam aliran darah. Albumin juga membantu pergerakan air dari aliran darah ke jaringan tubuh. Selain albumin, hati juga memproduksi globin. Globin turut membentuk hemoglobin yang merupakan pembawa oksigen dalam sel darah merah. Jenis protein lain yang ditemukan dalam hati yaitu globulin. Globulin yaitu sekelompok protein yang didalamnya terdapat antibodi. Globulin ini berperan sebagai sistem pelengkap dari sistem kekebalan tubuh yang berkombinasi dengan antibodi melawan mikroorganisme yang menyerang tubuh. Selain itu, globulin juga


66 merupakan komponen kunci dari membrane sel yang mengangkut lemak dalam aliran darah ke dalam jaringan tubuh. Zat kimia lain yang dihasilkan oleh hati yaitu fibrinogen dan prothrombin. Zat kimia ini membantu menyembuhkan luka dan membantu darah membentuk zat pembeku dan kolesterol. 4) Hati sebagai pembersih atau detoksifikasi Hati membantu membersihkan zat-zat beracun, seperti obat dan alkohol dari aliran darah dengan cara menyerap zat-zat berbahaya tersebut lalu menetralkannya menggunakan cairan empedu. e) Hati memproduksi cairan empedu Fungsi hati dalam sistem ekskresi yaitu menghasilkan empedu secara terus-menerus. Hati setiap harinya mampu menghasilkan empedu 800- 1.000 ml. empedu mengandung air, asam empedu, garam empedu, kolesterol, fosfolipid (lesitin), zat warna empedu (pigmen bilirubin, biliverdin), dan beberapa ion. Empedu berasal dari penghancuran hemoglobin dari eritrosit yang telah tua. Hemoglobin akan diuraikan menjadi hemin, zat besi, dan globin. Zat besi dan globin akan disimpan


67 di dalam hati, kemudian dikirim ke sumsum tulang merah untuk pembentukan antibody atau hemoglobin baru. Sementara itu, hemin akan dirombak menjadi bilirubin dan biliverdin. Bilirubin dan biliverdin ini merupakan zat warna bagi empedu dan mengandung warna hijau biru. Zat warna tersebut di dalam usus akan mengalami oksidasi menjadi urobilin sehingga warna feses dan urine menjadi kekuningan. Empedu ini berperan mencerna dan mengabsorpsi lemak dalam usus, mengaktifkan lipase, mengubah zat yang tidak larut dalam air menjadi zat yang larut dalam air, serta membentuk urea dan amoniak. c. Struktur Hati Hati terdiri atas dua lobus utama, yaitu lobus kiri dan kanan, dengan posisi sedikit saling menindih. Lobus kanan memiliki dua lobus yang salah satunya berukuran lebih kecil. Setiap lobus terdiri dari banyak lobulus. Lobulus merupakan unsur terkecil yang menyusun hati. Struktur lobulus berbentuk persegi enam, dengan panjang 1 mm. Bagian luar hati diselaputi oleh kapsula hepatika. Dalam jaringan hati terdapat beberapa pembuluh darah, yaitu arteri


68 hepatika dan vena portal hepatika. Arteri hepatika mengangkut 30% darah dari jumlah total darah di hati. Darah ini berasal dari percabangan aorta sehingga darah yang diangkut merupakan darah kaya oksigen. Darah yang diangkut vena portal hepatika mengangkut 70% dari jumlah total darah yang ada di hati. Darah ini mengangkut sari-sari makanan dari usus halus. Pembuluh yang mengangkut darah keluar dari hati yaitu vena hepatika. Pertemuan antara pembuluh arteri hepatika dan vena portal hepatika membentuk sinusoid. Pada sinusoid terjadi spesialisasi sel yang membentuk sel kupffer. Sel ini bertugas memfagositosis organisme asing atau zat-zat berbahaya. 3. Kulit Kulit merupakan lapisan terluar yang membungkus seluruh permukaan tubuh manusia. Pada permukaan kulit bermuara kelenjar keringat dan kelenjar mukosa. Kelenjar keringat mengekskresikan zat-zat sisa. Zat-zat sisa yang dikeluarkan melalui pori-pori kulit berupa keringat. Keringat tersusun dari air dan garam-garam mineral terutama garam dapur (NaCl) yang merupakan


69 hasil metabolisme protein. Kulit memiliki daya regenerasi yang besar. Jika sel kulit terluka maka sel-sel dalam dermis melawan infeksi lokal kapiler dan jaringan ikat yang bergenerasi sehingga terbentuk parut. Gambar 17 Penampang Kulit Manusia a. Fungsi Kulit Kulit mempunyai fungsi sebagai berikut: 1) Proteksi Kulit berfungsi melindungi organ tubuh dari kontak mekanis yang dapat menyebabkan cedera. Kulit melindungi tubuh dari kontak yang berupa sengatan panas. Sel-sel melanosit yang terdapat pada kulit mempunyai fungsi penting dalam


70 melindungi tubuh dari bahaya paparan sinar UV. Sementara itu, produksi keringat dan minyak pada kulit membuat lapisan kulit bersifat asam. Kondisi ini berfungsi melindungi tubuh dari infeksi jamur dan bakteri. 2) Absorpsi Kulit yang sehat memiliki kemampuan untuk menyerap larutan yang mudah menguap. Kulit memiliki fungsi penting dalam proses respirasi jaringan. Hal ini karena sifat permeabilitas kulit terhadap O2, CO2, dan uap air. 3) Regulator Suhu Kulit melakukan fungsi ini dengan cara memproduksi keringat dan mengkontraksikan pembuluh darah dalam kulit. 4) Penentu Warna Kulit Warna kulit salah satunya ditentukan oleh kandungan melanosit pada kulit. 5) Pembentukan Vitamin D Vitamin D dibentuk dari provitamin D dengan bantuan sinar matahari.


71 6) Ekskresi Sebagai alat ekskresi kulit berfungsi mengeluarkan keringat. Kelenjar keringat menyerap air dan garam dari darah di pembuluh kapiler. Keringat yang dikeluarkan melalui pori-pori kulit akan menyerap panas tubuh sehingga suhu tubuh tetap stabil. Pada keadaan normal, tubuh mengeluarkan keringat sebanyak 50 ml setiap jam. Beberapa factor yang dapat memacu pengeluaran keringat antara lain aktivitas tubuh yang meningkat, suhu lingkungan yang tinggi, dan keadaan emosi. Emosi dapat merangsang saraf simpatetik untuk memperkecil pengeluaran keringat dengan cara mempersempit pembuluh darah. Pengeluaran keringat yang berlebihan karena terik matahari atau aktivitas tubuh yang tinggi, dapat menyebabkan tubuh kekurangan garam. Jika kadar garam dalam darah menurun dapat mengakibatkan kekejangan bahkan pingsan. b. Struktur Kulit Kulit merupakan organ terbesar dalam tubuh. Luas kulit sekitar 2 m2 ketebalan pada setiap bagian tubuh


72 berbeda-beda (0,5-5 mm) dan rata-rata ketebalannya 1-2 mm. berdasarkan strukturnya kulit terdiri dari tiga lapisan, yaitu epidermis (kulit ari), dermis (kulit jangat), dan hipodermis (jaringan ikat bawah kulit). 1) Epidermis Epidermis merupakan lapisan terluar dari kulit yang selalu mengelupas (kulit mati) yang mengandung pigmen. Epidermis terdiri atas beberapa lapis berikut: a) Stratum korneum (lapisan tanduk) Stratum korneum merupakan lapisan kulit yang paling luar, tersusun atas selsel mati yang bersifat keras, tahan terhadap air, dan selalu mengelupas (deskuamasi). Lapisan ini akan mengalami pembaruan selama proses keratinisasi (pembentukan zat tanduk/keratin). b) Stratum lusidum Stratum lusidum tersusun atas sel-sel yang tidak berinti dan berfungsi mengganti stratum korneum. c) Stratum granulosum Stratum granulosum tersusun atas sel-sel yang berinti dan mengandung pigmen melanin.


73 d) Stratum germinativum Stratum germinativum tersusun atas sel-sel yang selalu membentuk sel-sel baru ke arah luar. 2) Dermis Dermis terletak di bawah epidermis. Lapisan ini mengandung akar rambut, pembuluh darah, kelenjar, dan saraf. Kelenjar kulit mempunyai lobulus yang bergulung-gulung dengan saluran keluar lurus merupakan jalan untuk mengeluarkan berbagai zat dari badan. Kelenjar kulit ada dua jenis yaitu sebagai berikut: a) Kelenjar Sudorifera (kelenjar keringat) Kelenjar keringat tersebar luas pada sebagian besar permukaan tubuh. Saluran keringat dilapisi oleh sel-sel kubus bertingkat. Dibeberapa daerah tubuh seperti aksila, areola mamal, dan daerah sirkumanal, kelenjar keringat lebih besar daripada yang bertempat di telapak tangan. Kelenjar tersebut dari jenis apokrin yang memproduksi sekresi yang lebih pekat.


74 b) Kelenjar Sebacea (kelenjar minyak) Kelenjar sebacea berhubungan dengan folikel rambut. Kelenjar sebacea bermuara melalui saluran-saluran ke dalam ruang antara folikel rambut dengan batang rambut untuk melumasi rambut dan kulit yang berdekatan. Kelenjar keringat menghasilkan keringat yang di dalamnya terlarut berbagai garam, terutama NaCl. Keringat dialirkan melalui saluran kelenjar keringat dan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui pori-pori. Di dalam kantong rambut terdapat akar rambut dan batang rambut. Kelenjar minyak menghasilkan minyak yang berfungsi meminyaki rambut agar tidak kering. Rambut dapat tumbuh terus karena mendapat sari-sari makanan dari pembuluh kapiler di bawah kantong rambut. Di dekat akar rambut terdapat otot penegak rambut. 3) Hipodermis Hipodermis terletak di bawah dermis. Lapisan ini banyak mengandung lemak. Lemak berfungsi sebagai makanan cadangan, pelindung tubuh terhadap benturan, dan menahan panas tubuh.


75 4. Paru-Paru Manusia memiliki sepasang paru-paru yang terletak di rongga dada. Paruparu ini mempunyai fungsi utama sebagai alat pernapasan. Paru-paru mengekskresikan zat sisa metabolisme berupa karbon dioksida (CO2) dan uap air (H2O) sehingga organ ini juga berperan sebagai alat ekskresi. Karbon dioksida dan uap air berdifusi di dalam alveolus kemudian dikeluarkan melalui lubang hidung. Oksigen dari luar akan berdifusi dari alveolus ke dalam kapiler darah lalu diedarkan ke seluruh tubuh. Di dalam jaringan oksigen diperlukan untuk proses metabolisme, dan sisa metabolisme berupa karbondioksida dan uap air masuk ke dalam darah lalu dibawa ke jantung. Dari jantung darah yang membawa cukup banyak gas karbondioksida dibawa menuju paru-paru, lalu sampai di alveoli. Gas karbondioksida akan dikeluarkan melalui proses difusi. Lapisan epitel pada alveolus selalu lembab, baik oksigen maupun karbondioksida dapat larut dalam cairan ini. Pada saat kita melakukan ekspirasi, gas karbondioksida dan uap air akan dikeluarkan dari paru-paru.


76 a. Struktur paru-paru Paru-paru terletak di dalam rongga dada bagian atas. Paru-paru berjumlah sepasang, kiri dan kanan. Paruparu sebelah kanan terdiri atas tiga kelompok alveolus dan merupakan tiga belahan (3 lobus). Paru-paru sebelah kiri terdiri atas dua kelompok alveolus dan merupakan dua belahan paru-paru (2 lobus). Paruparu dibungkus oleh selaput tipis rangkap dua yang disebut saluran pleura. Saluran pleura berfungsi sebagai pelumas paru-paru. Cairan pleura mencegah terjadinya gesekan antara paru-paru dan dinding dada saat bernapas. Di dalam paru-paru, bronkus sebelah kanan bercabang tiga, sedangkan bronkus sebelah kiri bercabang dua, sama jumlahnya dengan jumlah lobus paru-paru. Cabang bronkus disebut bronkiolus. Oksigen masuk ke paru–paru (alveolus), darah pada alveolus mengikat O2 dan mengangkutnya ke sel-sel jaringan. Dalam jaringan, darah mengikat CO2 untuk dikeluarkan bersama H2O yang dikeluarkan dalam bentuk uap air. Ion H+ yang bersifat racun diikat oleh Hb, sedangkan HCO3- keluar dari sel darah merah dan masuk ke dalam plasma darah. Kedudukan


77 HCO3- digantikan oleh ion Cl- (klorida) dari plasma darah. Gambar 18 Penampang Paru-Paru Manusia


78 BAB III MAKRO NUTRISI A. Karbohidrat Sebagai penyuplai tenaga, Allah menjadikan dari pohon yang hijau adalah suatu energi. Karbohidrat memegang peranan penting dalam alam karena merupakan sumber energi utama bagi manusia dan hewan. Semua karbohidrat berasal dari tumbuhan melalui proses fotosintesis, zat hijau daun klorofil tanaman dengan bantuan sinar matahari mampu membentuk karbohidrat dari karbondioksida (CO2) berasal dari udara dan air (H2O) dari tanah karbohidrat yang dihasilkan adalah karbohidrat sederhana glukosa dan oksigen (O2) yang lepas di udara. Energi yang terbentuk disimpan dalam daun, batang, akar, biji, maupun buah yang akan dilepaskan melalui proses oksidasi makanan dalam tubuh. Selain itu sebagai zat tenaga pokok yang harus selalu tersedia. Sebab berperan sebagai penyuplai tenaga untuk bergerak dan bekerja. Bahan makanan yang mengandung karbohidrat meliputi: padi, gandum, jagung, sagu, kentang, singkong, ubi, talas, kacang hijau, pisang, papaya, dan sawo. Karbohidrat dibagi


79 menjadi dua golongan yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Karbohidrat sederhana terdiri atas: 1. Monosakarida Monosakarida sebagian besar dikenal sebagai heksosa, ada tiga jenis heksosa yang penting dalam ilmu gizi yaitu glukosa, fruktosa, dan galaktosa. Ketiga macam monosakarida ini mengandung jenis dan jumlah atom yang sama, yaitu 6 atom karbon, 12 atom hidrogen, dan 6 atom oksigen. Jenis heksosa lain yang kurang penting dalam ilmu gizi ialah manosa. Monosakarida yang mempunyai lima atom karbon disebut pentosa. 2. Disakarida Ada empat jenis disakarida, yaitu sukrosa atau sakarosa, maltosa, laktosa, dan trehalosa. Sukrosa atau sakarosa dinamakan juga gula tebu atau gula bit. Secara komersial gula pasir yang 99% terdiri atas sukrosa dibuat dari kedua macam bahan makanan tersebut melalui proses penyulingan dan kristalisasi. Bila dicernakan atau dihidrolis, sukrosa pecah menjadi satu unit glukosa dan satu unit fruktosa, yang disebut gula invert. Maltosa (gula malt) tidak terdapat di alam bebas. Maltosa terbentuk pada setiap pemecahan pati, seperti yang terjadi pada tumbuh-tumbuhan bila benih atau biji-


80 bijian berkecambah dan di dalam usus manusia pada pencernaan pati. Laktosa (gula susu) hanya terdapat dalam susu dan terdiri atas satu unit glukosa dan satu unit galaktosa. Laktosa adalah gula yang rasanya paling tidak manis (seperenam manis glukosa) dan lebih sukar larut daripada disakarida lain. Trehalosa seperti halnya maltosa, terdiri atas dua molekul glukosa dan dikenal sebagai gula jamur. Sebanyak 15% bagian kering jamur terdiri atas trehalosa. Maka dari itu trehalosa tidak begitu penting dalam ilmu gizi.14 3. Gula Alkohol Adapun gula alkohol terdapat terdapat di dalam alam dan dapat pula dibuat secara sintetis. Ada empat jenis gula alkohol yaitu sorbitol, manitol, dulsitol, dan inositol. Sorbitol terdapat di dalam beberapa jenis buah dan secara komersial dibuat dari glukosa. Sorbitol banyak digunakan dalam minuman dan makanan khusus pasien diabetes, seperti minuman ringan, selai dan kuekue. Tingkat kemanisan sorbitol hanya 60% bila dibandingkan dengan sukrosa. Pengaruhnya terhadap kadar gula darah lebih kecil daripada sukrosa. Manitol dan dulsitol adalah alkohol yang dibuat dari monosakarida manosa dan galaktosa. Manitol terdapat di


81 dalam nanas, asparagus, ubi jalar, dan wortel. Inositol merupakan alkohol siklis yang menyerupai glukosa. Inositol terdapat dalam banyak bahan makanan, terutama dalam sekam serealia. Bentuk esternya dengan asam fitat menghambat absorpsi kalsium dan zat besi dalam usus halus. 4. Oligosakarida Oligosakarida terdiri atas polimer dua hingga sepuluh monosakarida (oligo berarti sedikit). Ada empat jenis oligosakarida, yaitu rafinosa, stakiosa, verbaskosa, dan fruktan. Rafinosa, stakiosa, dan verbaskosa ialah oligosakarida yang terdiri atas unit-unit glukosa, fruktosa, dan galaktosa. Ketiga jenis ini terdapat di dalam biji tumbuhtumbuhan dan kacang-kacangan serta tidak dapat di pecah oleh enzimenzim pencernaan. Sedangkan fruktan adalah sekelompok oligo dan polisakarida yang terdiri atas beberapa unit fruktosa yang terikat dengan satu molekul glukosa. Fruktan terdapat di dalam serelia, bawang merah, bawang putih, dan asparagus.


82 Adapun karbohidrat kompleks terdiri atas: 1. Polisakarida Polisakarida ada tiga jenis, yaitu pati, dekstrin, dan glikogen. Pati merupakan simpanan karbohidrat dalam tumbuh-tumbuhan dan merupakan karbohidrat utama yang dimakan manusia di seluruh dunia. Pati terutama terdapat dalam padi-padian, biji-bijan, dan umbiumbian. Dekstrin merupakan produk antara pada pencernaan pati atau di bentuk melalui hidrolisis parsial pati. Dekstrin merupakan sumber utama karbohidrat dalam makanan lewat pipa (tube feeding). Glikogen dinamakan juga pati hewan karena merupakan bentuk simpanan karbohidrat di dalam tubuh manusia dan hewan, yang terutama terdapat di dalam hati dan otot. Dua pertiga bagian dari glikogen di simpan dalam otot dan selebihnya dalam hati. 2. Polisakarida nonpati (serat) Polisakarida nonpati (serat) menyatakan polisakarida dinding sel. Ada dua golongan serat, yaitu yang tidak dapat larut dan yang dapat larut dalam air. Serat yang tidak larut dalam air adalah selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Serat yang larut dalam air adalah pectin, gum, mukilase, glukan, dan algal. Fungsi karbohidrat yaitu


83 sebagai sumber energi, pemberi rasa manis pada makanan, karbohidrat penghemat energi bila tidak mencukupinya maka dengan protein yang mencukupinya, sebagai pengatur metabolisme lemak membantu mengeluarkan feses yang keras dan kering yang susah dikeluarkan dan membutuhkan peningkatan tekanan saluran cerna yang luar biasa untuk mengeluarkannya dan karbohidrat sebagai kebutuhan sehari-hari. Kebutuhan karbohidrat setiap orang berbeda-beda, tergantung pada usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan. Secara umum, pedoman gizi seimbang merekomendasikan konsumsi karbohidrat sekitar 45-65% dari total asupan kalori harian. Orang dewasa yang aktif: 45-65% dari total kalori Orang dewasa yang kurang aktif: 45-55% dari total kalori Atlet dan orang yang sangat aktif: 50-65% dari total kalori


84 B. Protein Istilah protein berasal dari bahasa Yunani proteos yang berarti utama. Protein adalah bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbesar tubuh sesudah air, didalamnya terdapat sumber asam-asam amino yang mengandung unsur-unsur C, H, O, dan N yang tidak dimiliki oleh lemak dan karbohidrat. Protein merupakan bagian penting dari tulang, otot, dan kulit. Bahkan setiap sel dalam tubuh kita terdapat protein. Protein mempunyai banyak fungsi, antara lain: 1. Sebagai zat pembangun, karena zat tersebut bahan dasar untuk membentuk semua sel jaringan tubuh, seperti kulit, darah, rambut, otot, dan seluruh organ-organ tubuh. 2. Sebagai zat pengatur keseimbangan cairan antara jaringan dan saluran darah di dalam sel. 3. Sebagai zat tenaga, karena protein yang tidak di cerna oleh tubuh mengubah menjadi energi. 4. Sebagai pembentukan antibodi, kemampuan tubuh untuk memerangi infeksi bergantung pada kemampuannya untuk memproduksi antibodi, terhadap organisme yang menyebabkan infeksi tertentu atau terhadap bahan-bahan asing yang memasuki tubuh.


85 5. Sebagai zat-zat gizi dari saluran cerna melalui dinding saluran cerna ke dalam darah, dari darah ke jaringanjaringan dan melalui membran sel ke dalam sel-sel. 6. Sebagai pengangkut keseimbangan air, distribusi cairan di dalam kompartemen-kompartemen harus di jaga dalam keadaan seimbang atau homeostasis. Keseimbangan ini diperoleh melalui sistem kompleks yang melibatkan protein dan elektrolit. 7. Sebagai sumber energi. Sebagai sumber energi, protein ekivalen dengan karbohidrat, karena menghasilkan 4 kkal/g protein. Sumber protein yang baik terdapat pada bahan makanan hewani, seperti telur, susu, daging, unggas, ikan, dan kerang. Sumber protein nabati terdapat pada kacang kedelai yang di olah menjadi tahu dan tempe, serta jenis kacang-kacangan yang lain. Jenis-jenis Protein: Protein Lengkap: Mengandung semua sembilan asam amino esensial yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh dan harus diperoleh dari makanan. Contoh: daging, unggas, ikan, telur, susu, dan produk olahan susu. Protein Tidak Lengkap: Tidak mengandung semua sembilan asam amino esensial. Namun, protein tidak lengkap dari sumber nabati yang berbeda dapat


86 dikombinasikan untuk melengkapi kebutuhan asam amino esensial. Contoh: kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran berprotein tinggi. Kebutuhan protein harian setiap orang berbedabeda, tergantung pada beberapa faktor seperti: Usia: Anak-anak dan remaja membutuhkan lebih banyak protein per kilogram berat badan dibandingkan orang dewasa. Berat Badan: Kebutuhan protein akan lebih tinggi pada orang dengan berat badan yang lebih besar. Tingkat Aktivitas: Orang yang aktif secara fisik membutuhkan lebih banyak protein untuk membangun dan memperbaiki jaringan otot. Kondisi Kesehatan: Beberapa kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit ginjal atau luka bakar, mungkin memerlukan peningkatan asupan protein. Umumnya, pedoman gizi seimbang merekomendasikan konsumsi protein sekitar 10-35% dari total asupan kalori harian. Dewasa kurang aktif: 0.8 gram protein per kilogram berat badan per hari Dewasa aktif: 1-1.2 gram protein per kilogram berat badan per hari


87 Atlet: 1.2-2 gram protein per kilogram berat badan per hari C. Lemak Lemak, sering disalahpahami, merupakan salah satu dari tiga makronutrien penting yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah cukup, bersama dengan karbohidrat dan protein. Lemak memiliki berbagai fungsi vital dalam tubuh, mulai dari menyediakan energi hingga mendukung fungsi otak dan hormon. Berdasarkan struktur kimia lemak diklasifikasikan menjadi lemak sederhana, lemak majemuk (posfolipid dan lipoprotein), dan derivat lemak (asam lemak dan sterol). Sumber utama makanan yang menghasilkan lemak antara lain, minyak nabati seperti minyak kelapa sawit, kelapa, kacang tanah, kacang kedelai, jagung, margarin, mentega, lemak daging hewan, dan ayam. Selain itu, kacangkacangan, biji-bijian, krim, susu, keju, dan kuning telur serta makanan berlemak atau bersantan juga sebagai sumber lemak. Sayur dan buah umumnya sedikit mengandung lemak, kecuali kelapa dan alpukat. Diantara fungsi lemak ialah sebagai berikut:


88 1. Sebagai sumber energi Lemak dan minyak merupakan sumber energi paling padat yang menghasilkan 9 kkal (kilokalori) setiap gram lemak. Sebagai simpanan lemak, lemak merupakan cadangan energi tubuh paling besar. Simpanan ini berasal dari konsumsi berlebihan salah satu atau kombinasi zat-zat energi (karbohidrat, lemak, dan protein). 2. Sumber asam lemak Lemak merupakan sumber asam lemak esensial yaitu asam linoleat dan asam linolenat 3. Alat angkut vitamin larut lemak Lemak mengandung vitamin larut lemak tertentu. Lemak susu dan minyak ikan laut tertentu mengandung vitamin A dan D dalam jumlah tertentu. Lemak membantu transportasi dan absorpsi vitamin lemak yaitu A, D, E, dan K. 4. Menghemat protein Lemak menghemat penggunaan protein untuk sintesis protein, sehingga protein tidak digunakan sebagai sumber energi.


Click to View FlipBook Version