The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

"Dasar Ilmu Gizi" adalah sebuah panduan komprehensif yang membahas prinsip-prinsip dasar ilmu gizi. Dalam buku ini, pembaca akan dibawa dalam pemahaman yang mendalam tentang berbagai aspek penting terkait gizi, termasuk nutrisi, metabolisme, dan kebutuhan gizi bagi tubuh manusia.
Penulisnya mungkin menjelaskan berbagai konsep dasar, seperti macronutrien (karbohidrat, protein, dan lemak) dan mikronutrien (vitamin dan mineral), serta peran masing-masing dalam menjaga kesehatan tubuh. Buku ini juga bisa membahas topik-topik seperti kebutuhan nutrisi pada berbagai tahap kehidupan, dari bayi hingga lanjut usia, serta masalah-masalah kesehatan yang terkait dengan gizi seperti obesitas, malnutrisi, dan gangguan makan.
Dengan gaya penulisan yang jelas dan mudah dipahami, buku ini bisa menjadi sumber pengetahuan yang berharga bagi siapa pun yang tertarik untuk memahami dasar-dasar ilmu gizi dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by PERPUSTAKAAN CV. CAHAYA BINTANG CEMERLANG, 2024-05-22 08:28:15

DASAR ILMU GIZI

"Dasar Ilmu Gizi" adalah sebuah panduan komprehensif yang membahas prinsip-prinsip dasar ilmu gizi. Dalam buku ini, pembaca akan dibawa dalam pemahaman yang mendalam tentang berbagai aspek penting terkait gizi, termasuk nutrisi, metabolisme, dan kebutuhan gizi bagi tubuh manusia.
Penulisnya mungkin menjelaskan berbagai konsep dasar, seperti macronutrien (karbohidrat, protein, dan lemak) dan mikronutrien (vitamin dan mineral), serta peran masing-masing dalam menjaga kesehatan tubuh. Buku ini juga bisa membahas topik-topik seperti kebutuhan nutrisi pada berbagai tahap kehidupan, dari bayi hingga lanjut usia, serta masalah-masalah kesehatan yang terkait dengan gizi seperti obesitas, malnutrisi, dan gangguan makan.
Dengan gaya penulisan yang jelas dan mudah dipahami, buku ini bisa menjadi sumber pengetahuan yang berharga bagi siapa pun yang tertarik untuk memahami dasar-dasar ilmu gizi dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Keywords: DASAR ILMU GIZI

189 mengingatkan jadwal vaksin bayi, turut memperhatikan dan membantu istri memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi. f. Konsumsi Vitamin A pada masa nifas (2 kali berturut-turut, dengan jeda minimal 24 jam, yakni segera setelah melahirkan dan paling lambat 6 minggu setelah melahirkan untuk memastikan agar bayi mendapatkan vitamin A dari ASI). g. Konsumsi TTD selama masa nifas (setelah melahirkan) Rasional: Anemia yang terjadi selama nifas (kadar hemoglobin <10gr/dl) akan menurunkan kualitas hidup dan produktivitas akibat menurunnya kecerdasan atau kemampuan kognitif, meningkatkan risiko komplikasi seperti perdarahan, infeksi, depresi pasca melahirkan, hingga menyebabkan kematian. Oleh karena itu, konsumsi TTD setelah melahirkan dianjurkan agar terhindari dari berbagai risiko kersehatan tersebut. Anjuran Praktis : 1) Konsumsi TTD bersamaan dengan makan untuk meningkatkan penyerapan


190 2) Konsumsi TTD bersama dengan makanan atau minuman yang mengandung vitamin C untuk meningkatkan penyerapan zat besi. 3) Minum setelah makan malam sebelum tidur; jangan diminum dengan teh atau kopi atau susu. 4) Minum teh, kopi atau susu jangan berdekatan waktunya dengan waktu makan 5) Jika dengan mengkonsumsi TTD, tinja menjadi hitam, tidak perlu khawatir karena tidak membahayakan h. Batasi konsumsi kopi atau minuman berkafein lainnya Konsumsi minuman mengandung kafein, seperti teh dan kopi pada ibu menyusui dapat memberikan efek diuretik (sering buang air kecil), sehingga jika dikonsumsi berlebihan, dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil, meningkatkan risiko dehidrasi, tekanan darah, dan denyut jantung. Selain itu, kafein juga merupakan salah satu penghambat penyerapan beberapa zat gizi tertentu, salah satunya zat besi. Dengan demikian, seperti ibu hamil, ibu menyusui juga dianjurkan untuk menghindari


191 konsumsi kafein atau paling banyak setara dengan 1-2 cangkir kopi/hari sebagai batas aman.


192 BAB X KEBIJAKAN GIZI A. Kebijakan Pemerintah terkait Gizi Pemerintah Indonesia memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui berbagai kebijakan yang bertujuan untuk memastikan akses terhadap makanan bergizi, meningkatkan edukasi gizi, dan mendukung program-program intervensi gizi. Berikut beberapa contoh kebijakan pemerintah terkait gizi: 1. Peningkatan Akses Terhadap Makanan Bergizi a. Ketahanan Pangan Pemerintah fokus pada ketahanan pangan nasional untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal ini dilakukan melalui berbagai program seperti pengembangan pertanian, infrastruktur pangan, dan distribusi pangan. b. Subsidi Pangan Pemerintah memberikan subsidi pangan kepada masyarakat kurang mampu untuk membantu mereka membeli makanan bergizi. Contohnya adalah subsidi beras dan gas elpiji.


193 c. Pengembangan Diversifikasi Pangan Pemerintah mendorong diversifikasi pangan untuk meningkatkan konsumsi buah-buahan, sayur-sayuran, dan protein hewani. Hal ini dilakukan melalui edukasi dan program-program seperti pemberian bibit dan pelatihan pertanian. 2. Peningkatan Edukasi Gizi a. Kampanye Gizi Seimbang Pemerintah gencar melakukan kampanye gizi seimbang untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat dan bergizi. Kampanye ini dilakukan melalui berbagai media seperti televisi, radio, dan media sosial. b. Pengembangan Pendidikan Gizi Pemerintah mengintegrasikan edukasi gizi ke dalam kurikulum sekolah untuk membekali anak-anak dengan pengetahuan tentang gizi yang tepat sejak usia dini. c. Penyuluhan Gizi Pemerintah melalui tenaga kesehatan dan kader kesehatan memberikan penyuluhan gizi kepada masyarakat di tingkat komunitas. Penyuluhan ini membahas berbagai topik terkait gizi, seperti pola


194 makan sehat, gizi ibu dan balita, dan pencegahan stunting. 3. Dukungan Program-Program Intervensi Gizi a. Penanggulangan Kekurangan Gizi Pemerintah fokus pada penanggulangan kekurangan gizi pada anak-anak, seperti stunting dan wasting. Hal ini dilakukan melalui berbagai program seperti pemberian makanan tambahan dan edukasi kepada orang tua. b. Promosi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Pemerintah mendorong kesehatan ibu dan anak melalui program KIA yang menyediakan layanan kesehatan dan edukasi gizi bagi ibu hamil dan menyusui, serta anak-anak balita. c. Pemberian Makanan Bergizi di Sekolah Pemerintah memberikan makanan bergizi di sekolah untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anakanak usia sekolah. 4. Penguatan Kelembagaan dan Regulasi a. Pembentukan Badan Pangan Nasional Pemerintah membentuk Badan Pangan Nasional untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antarkementrian dalam upaya ketahanan pangan dan gizi.


195 b. Pengembangan Regulasi Gizi Pemerintah terus mengembangkan dan memperkuat regulasi terkait gizi untuk memastikan implementasi kebijakan yang efektif. c. Peningkatan Kapasitas Tenaga Kesehatan dan Kader Gizi Pemerintah meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dan kader gizi untuk memberikan edukasi dan intervensi gizi yang tepat kepada masyarakat. 5. Dampak Positif Kebijakan Gizi a. Penurunan Angka Kekurangan Gizi Kebijakan pemerintah terkait gizi telah menunjukkan dampak positif dalam menurunkan angka kekurangan gizi pada anak-anak. b. Peningkatan Status Gizi Masyarakat Status gizi masyarakat secara keseluruhan terus meningkat, ditandai dengan semakin banyaknya anak-anak yang memiliki berat badan dan tinggi badan ideal. c. Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat Menjaga pola makan sehat dan bergizi dapat membantu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan menurunkan angka penyakit kronis.


196 Tantangan dan Peluang: a. Ketidakmerataan Akses Pangan Masih terdapat ketimpangan akses terhadap makanan bergizi di beberapa wilayah di Indonesia. b. Perilaku Makan yang Kurang Sehat Masih banyak masyarakat yang memiliki kebiasaan makan yang kurang sehat, seperti konsumsi makanan olahan, tinggi gula, dan lemak jenuh. c. Keterbatasan Dana Keterbatasan dana menjadi salah satu tantangan dalam implementasi kebijakan gizi secara menyeluruh. Meskipun terdapat beberapa tantangan, pemerintah terus berkomitmen untuk memperkuat kebijakan gizi dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia. Dengan kerjasama dan partisipasi aktif dari semua pihak, diharapkan Indonesia dapat mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) terkait gizi, yaitu bebas dari kelaparan dan mencapai ketahanan pangan, serta memastikan akses terhadap makanan yang bergizi bagi semua orang.


197 B. Program-program Gizi Nasional dan Internasional Mencapai gizi seimbang bukan hanya tugas individu, tetapi juga membutuhkan upaya kolektif dari berbagai pihak, baik di tingkat nasional maupun internasional. Berikut beberapa program gizi nasional dan internasional yang bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap makanan bergizi, edukasi gizi, dan intervensi gizi: 1. Program Gizi Nasional: a. Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi (GNPPG) Program ini bertujuan untuk menurunkan angka stunting dan meningkatkan status gizi balita di Indonesia. Program ini dilaksanakan melalui berbagai intervensi, seperti pemberian makanan tambahan, edukasi gizi, dan koordinasi antar-sektor. b. Program Pangan Keluarga (P2K) Program ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan gizi di tingkat rumah tangga. Program ini memberikan edukasi tentang pola makan sehat, diversifikasi pangan, dan pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam tanaman pangan. c. Program Stunting Nasional


198 Program ini merupakan program prioritas nasional yang bertujuan untuk menurunkan angka stunting hingga 14% pada tahun 2024. Program ini dilaksanakan melalui berbagai intervensi, seperti edukasi gizi, pemberian makanan tambahan, dan peningkatan akses terhadap layanan kesehatan. 2. Program Gizi Internasional: a. Sustainable Development Goals (SDGs) 2 Zero Hunger Tujuan SDGs ini adalah untuk mengakhiri kelaparan dan mencapai ketahanan pangan, serta memastikan akses terhadap makanan yang bergizi bagi semua orang. b. World Health Assembly (WHA) Global Nutrition Targets 2025 Target global ini bertujuan untuk meningkatkan status gizi ibu dan anak, serta menurunkan angka stunting dan wasting. c. The Lancet Child Survival Series: Countdown to 2030 Seri ini merupakan sebuah inisiatif global yang bertujuan untuk memantau kemajuan dalam mencapai target global terkait kesehatan anak, termasuk target gizi.


199 3. Peran Penting Program Gizi: a. Meningkatkan Akses Terhadap Makanan Bergizi Program gizi membantu memastikan akses masyarakat terhadap makanan yang bergizi dan aman, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, menyusui, dan anak-anak. b. Meningkatkan Edukasi Gizi Program gizi memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat dan bergizi, serta cara memilih dan mengolah makanan yang baik. c. Mendukung Intervensi Gizi Program gizi menyediakan intervensi gizi yang tepat untuk mengatasi masalah kekurangan gizi, seperti stunting dan wasting. d. Mendorong Kerjasama dan Koordinasi Program gizi mendorong kerjasama dan koordinasi antar-sektor untuk mencapai tujuan bersama dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.


200 BAB XI TANTANGAN DAN ISU TERKINI DALAM ILMU GIZI A. Tantangan Gizi Global Di era modern ini, gizi masih menjadi isu krusial yang dihadapi dunia. Meskipun telah banyak kemajuan dalam beberapa dekade terakhir, masih banyak orang di seluruh dunia yang mengalami kekurangan gizi, kelaparan, dan obesitas. Tantangan gizi global ini kompleks dan multidimensi, dan membutuhkan solusi yang komprehensif dan berkelanjutan. 1. Tantangan Gizi Global Utama Beberapa Tantangan Gizi Global Utama, antara lain: a. Kekurangan Gizi Jutaan orang di seluruh dunia, terutama anak-anak, masih menderita kekurangan gizi kronis (stunting) dan wasting (penurunan berat badan yang parah). Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan jangka panjang, seperti keterlambatan perkembangan, sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan peningkatan risiko penyakit kronis.


201 b. Kelaparan Kelaparan akut dan kronis masih menjadi masalah di banyak negara, terutama di wilayah yang dilanda konflik, kemiskinan ekstrem, dan bencana alam. Faktor-faktor seperti perubahan iklim, ketidakstabilan politik, dan akses yang tidak memadai ke air dan sanitasi juga berkontribusi pada kelaparan. c. Obesitas Di sisi lain, obesitas dan kelebihan berat badan menjadi masalah yang semakin meningkat di banyak negara, terutama di negara maju dan negara berpenghasilan menengah. Hal ini dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, dan stroke. d. Mikronutrien Defisiensi Kekurangan mikronutrien seperti zat besi, vitamin A, dan yodium masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di banyak negara, terutama di negara berkembang. Defisiensi mikronutrien dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti anemia, rabun senja, dan gangguan kognitif.


202 e. Perubahan Iklim Perubahan iklim berdampak negatif pada ketahanan pangan dan gizi, dengan menyebabkan kekeringan, banjir, dan gagal panen. Hal ini dapat memperburuk kekurangan gizi dan kelaparan, terutama di negaranegara yang sudah rentan. f. Sistem Pangan yang Tidak Berkelanjutan Sistem pangan saat ini sering kali tidak berkelanjutan dan tidak adil, dengan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Penting untuk mengembangkan sistem pangan yang lebih berkelanjutan dan adil untuk memastikan akses terhadap makanan bergizi bagi semua orang. 2. Upaya Mengatasi Tantangan Gizi Global a. Meningkatkan Investasi dalam Gizi Diperlukan investasi yang lebih besar dalam program dan intervensi gizi untuk mengatasi kekurangan gizi, kelaparan, dan obesitas. b. Meningkatkan Ketahanan Pangan Meningkatkan ketahanan pangan melalui praktik pertanian berkelanjutan, diversifikasi pangan, dan pengurangan kehilangan dan pemborosan makanan. c. Meningkatkan Akses Terhadap Air dan Sanitasi


203 Akses yang memadai terhadap air bersih dan sanitasi sangat penting untuk kesehatan dan gizi yang baik. d. Meningkatkan Edukasi Gizi Edukasi gizi yang efektif penting untuk mendorong perilaku makan yang sehat dan bergizi, serta meningkatkan kesadaran tentang pentingnya gizi untuk kesehatan. e. Memperkuat Sistem Pangan Memperkuat sistem pangan untuk memastikan akses terhadap makanan bergizi, aman, dan terjangkau bagi semua orang. f. Mempromosikan Sistem Pangan yang Berkelanjutan Mengembangkan sistem pangan yang lebih berkelanjutan dan adil yang melindungi lingkungan dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Tantangan gizi global memang kompleks, namun bukan berarti tidak dapat diatasi. Dengan kerjasama dan komitmen dari semua pihak, kita dapat mencapai dunia di mana semua orang memiliki akses terhadap makanan bergizi dan hidup sehat.


204 B. Isu-isu Kontroversial Ilmu gizi merupakan bidang yang terus berkembang, dengan penelitian baru yang selalu muncul dan menantang pemahaman kita tentang makanan dan kesehatan. Hal ini dapat memicu munculnya isu-isu kontroversial yang diwarnai dengan perdebatan dan perbedaan pendapat di antara para ahli. Berikut beberapa isu kontroversial terkini dalam ilmu gizi: 1. Peran Lemak dalam Pola Makan Lemak jenuh vs lemak tak jenuh Terdapat perdebatan tentang batas konsumsi lemak jenuh dan jumlah ideal lemak tak jenuh dalam pola makan sehat. Beberapa ahli merekomendasikan untuk membatasi asupan lemak jenuh dan menggantinya dengan lemak tak jenuh tunggal dan ganda, sementara yang lain menyarankan bahwa lemak jenuh dari sumber makanan alami seperti daging dan produk susu tidak berbahaya seperti yang dipikirkan sebelumnya. Minyak kelapa Minyak kelapa, yang kaya akan lemak jenuh, telah menjadi bahan kontroversi karena beberapa penelitian menunjukkan hubungannya dengan peningkatan


205 kadar kolesterol jahat (LDL), sementara penelitian lain menunjukkan efek netral atau bahkan positif pada kesehatan jantung. 2. Peran Karbohidrat dalam Pola Makan Karbohidrat olahan vs karbohidrat kompleks Terdapat konsensus umum bahwa karbohidrat olahan seperti roti putih, pasta putih, dan gula tambahan harus dibatasi dalam pola makan sehat. Namun, ada perdebatan tentang peran karbohidrat kompleks seperti nasi merah, ubi jalar, dan kacang-kacangan, dengan beberapa ahli menyarankan untuk membatasinya juga, sementara yang lain merekomendasikannya sebagai bagian dari pola makan seimbang. Diet rendah karbohidrat Diet rendah karbohidrat, seperti diet ketogenik, telah menjadi populer dalam beberapa tahun terakhir, dengan klaim dapat membantu menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan metabolisme. Namun, penelitian tentang efek jangka panjang dan keamanan diet ini masih terbatas dan kontroversial.


206 3. Peran Protein dalam Pola Makan Sumber protein Terdapat perdebatan tentang sumber protein terbaik, dengan beberapa ahli merekomendasikan untuk fokus pada protein nabati seperti kacang-kacangan, bijibijian, dan kacang-kacangan, sementara yang lain menyarankan untuk memasukkan protein hewani seperti daging, unggas, dan ikan dalam jumlah sedang. Konsumsi protein tinggi Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi protein tinggi, terutama dari sumber hewani, dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung dan kanker. Namun, penelitian lain menunjukkan bahwa efek ini mungkin tergantung pada faktor lain seperti jenis protein, pola makan secara keseluruhan, dan gaya hidup. 4. Suplemen Gizi Efektivitas suplemen gizi Terdapat banyak suplemen gizi di pasaran yang menjanjikan berbagai manfaat kesehatan. Namun, bukti ilmiah tentang efektivitas banyak suplemen ini masih lemah atau tidak meyakinkan.


207 Keamanan suplemen gizi Beberapa suplemen gizi dapat berinteraksi dengan obat-obatan atau memiliki efek samping negatif. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi suplemen gizi apa pun. 5. Peran Makanan Modifikasi Genetik (GMO) Keamanan GMO Terdapat kekhawatiran tentang keamanan makanan yang dimodifikasi secara genetik (GMO), dengan beberapa orang menyuarakan keprihatinan tentang potensi efek negatifnya pada kesehatan manusia dan lingkungan. Labeling GMO Ada perdebatan tentang apakah makanan GMO harus diberi label untuk memberi tahu konsumen tentang kandungannya. Penting untuk dicatat bahwa isu-isu kontroversial ini masih dalam tahap penelitian dan pemahaman. Sebaiknya kita mendapatkan informasi dari sumber terpercaya dan berkonsultasi dengan ahli gizi untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan kebutuhan individu.


208 BAB XII KESIMPULAN A. Ringkasan dan Poin Penting 1. Definisi Gizi: Gizi merujuk pada zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan, perkembangan, dan fungsi yang optimal. Ini meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. 2. Fungsi Gizi: Gizi memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Karbohidrat, protein, dan lemak adalah sumber energi utama, sementara vitamin dan mineral membantu dalam berbagai proses metabolik dan fisiologis. 3. Pola Makan Seimbang: Pola makan yang seimbang dan mencukupi penting untuk memastikan tubuh mendapatkan nutrisi yang diperlukan. Ini melibatkan konsumsi berbagai macam makanan yang sehat seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, protein tanpa lemak, dan lemak sehat. 4. Dampak Gizi Buruk: Kekurangan gizi atau makanan yang tidak seimbang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kronis seperti obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker. Ini juga dapat


209 melemahkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko infeksi. 5. Pencegahan Penyakit melalui Gizi: Pola makan yang sehat dan gizi yang baik dapat membantu mencegah berbagai penyakit kronis. Menghindari makanan berbahaya, memantau asupan nutrisi, dan menjaga berat badan yang sehat adalah langkah-langkah penting dalam pencegahan penyakit. 6. Pengelolaan Penyakit Kronis: Bagi mereka yang sudah menderita penyakit kronis, pengelolaan pola makan yang tepat dapat membantu mengelola kondisi tersebut dan meningkatkan kualitas hidup. 7. Personalisasi Pola Makan: Masa depan ilmu gizi akan menekankan pentingnya pendekatan yang dipersonalisasi dalam merancang pola makan, mempertimbangkan kebutuhan gizi individu dan profil kesehatan masing-masing. 8. Inovasi Makanan Fungsional: Pengembangan makanan fungsional yang kaya akan zat gizi dan komponen bioaktif dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. 9. Pendidikan Gizi: Pendidikan tentang pentingnya gizi yang baik dan pola makan sehat akan semakin tersebar


210 luas di masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya memilih makanan sehat. B. Harapan untuk Masa Depan Ilmu Gizi Harapan untuk masa depan ilmu gizi sangatlah cerah, karena penelitian dan pengetahuan yang terus berkembang memungkinkan kita untuk lebih memahami peran penting gizi dalam kesehatan manusia. Berikut adalah beberapa harapan untuk masa depan ilmu gizi: 1. Pencegahan Penyakit: Semakin banyaknya penelitian tentang hubungan antara gizi dan penyakit membuka pintu untuk pengembangan strategi pencegahan yang lebih efektif. Dengan memahami bagaimana makanan dan nutrisi memengaruhi tubuh, kita dapat merancang intervensi yang lebih tepat untuk mencegah penyakit kronis seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung. 2. Personalisasi Pola Makan: Masa depan ilmu gizi akan semakin menekankan pentingnya pendekatan yang dipersonalisasi dalam merancang pola makan. Melalui kemajuan dalam genetika, teknologi sensor, dan analisis data, kita dapat mengidentifikasi kebutuhan gizi individu dan merancang pola makan yang sesuai dengan profil genetik dan kesehatan masing-masing individu.


211 3. Inovasi Makanan Fungsional: Pengembangan makanan fungsional yang kaya akan zat gizi dan komponen bioaktif dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Makanan fungsional dapat dirancang untuk memberikan manfaat tambahan seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan kesehatan pencernaan, atau mengurangi risiko penyakit tertentu. 4. Teknologi Digital dalam Pengawasan Gizi: Teknologi digital seperti aplikasi seluler, sensor pintar, dan perangkat pelacakan dapat membantu individu untuk memantau asupan makanan mereka dan mengidentifikasi kekurangan atau kelebihan gizi. Hal ini dapat membantu dalam memperbaiki kebiasaan makan dan mencapai pola makan yang lebih seimbang. 5. Pendidikan Gizi yang Lebih Luas: Pendidikan tentang pentingnya gizi yang baik dan pola makan sehat akan semakin tersebar luas di masyarakat. Melalui upaya pendidikan yang terus menerus, kita dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilih makanan sehat dan membuat pilihan makanan yang lebih baik.


212 Dengan terus berkembangnya pengetahuan dan teknologi dalam ilmu gizi, kita dapat berharap akan munculnya solusi yang lebih efektif dalam mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.


213 BAB XIII REFERENSI A. Daftar Pustaka 1. Almatsier, Sunita (2013). Prinsip dasar ilmu gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka. Anandita. 2. Bevelander, G., Judith A. R., dan Wisnu Gunarso. 1979. Dasar-Dasar Histologi Edisi Kedelapan. Jakarta: Erlangga. 3. Campbell, N. A dan Jane B. R. 2010. Biologi Edisi Kedelapan Jilid 3. Jakarta: Erlangga. 4. Departemen Gizi dan Kesehatan, Gizi dan Kesehatan Masyarakat, (Jakarta: Rajawali Press, 2014) 5. Fanzo, dkk. (2019). Global Nutriton Report. 6. Guyton & Hall. 1997. Fisiologi Kedokteran Edisi Kesembilan. Jakarta EGC. Syaifuddin. 2006. Anantomi Fisiologi. Jakarta: EGC. 7. Irianto, Djoko Pekik. (2006). Panduan Gizi Lengkap. Yogyakarta: Andi. 8. Kelly, F. (2014). Influence of Air Pollution on Respiratory Disease. European Medical Journal, 2, pp.96-103.


214 9. Kementerian Kesehartan RI. 2016. Buku Lanjut Usia. Jakarta: Direktorat Kesga Kemenkes. 10. Kementerian Kesehatan RI. 2021. Pedoman Gizi Seimbang Ibu Hamil dan Ibu Menyuui. Jakarta: Direktorat Gizi Masyarakat. 11. Kennedy, J. (2012). Clinical Anatomy Series‐ Lower Respiratory Tract Anatomy. Scottish Universities Medical Journal., 1(2), pp.174‐179. 12. Mayangsari, Riska, dkk. (2022). Gizi Seimbang. Penerbit Widina Bakti Persada: Bandung 13. Permenkes, 2019. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 Tentang Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 14. PUSDATIN. 2017. Analisis Lansia di Indonesia. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI. 15. Proverawati, A., & Wati, E. K. (2011). Ilmu Gizi untuk keperawatan dan Gizi kesehatan. Nuha Medika. Yogyakarta. Supariasa, I Dewa Nyoman, dkk. (2012). Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC 16. UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan


215 17. Yayun Mu’tasimah, 30. Lihat juga, Sunita Almatsier, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2001). B. Sumber-Sumber Penelitian Terkait 1. Jurnal Ilmiah: Jurnal-jurnal ilmiah yang terkait dengan topik penelitian Anda bisa menjadi sumber yang sangat berharga. Pastikan untuk mencari jurnal-jurnal yang terindeks dan memiliki reputasi yang baik dalam bidang yang Anda minati. 2. Buku: Buku-buku teks dan referensi dari penulis terkemuka dalam bidang yang relevan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang topik Anda. 3. Konferensi dan Seminar: Materi presentasi dari konferensi dan seminar dapat memberikan wawasan terbaru tentang perkembangan dalam bidang penelitian Anda. 4. Tesis dan Disertasi: Tesis dan disertasi dari peneliti lain dapat menjadi sumber informasi yang berharga, terutama jika topiknya berkaitan dengan penelitian Anda.


216 5. Situs Web dan Repositori: Beberapa institusi dan organisasi memiliki repositori daring yang menyimpan publikasi ilmiah, makalah, dan data penelitian yang dapat diakses secara bebas. Pastikan untuk memeriksa sumber-sumber ini untuk mencari informasi yang relevan. 6. Pangkalan Data: Pangkalan data ilmiah seperti PubMed, Google Scholar, IEEE Xplore, dan lainnya dapat digunakan untuk mencari artikel, makalah, dan publikasi lainnya yang terkait dengan topik penelitian Anda. 7. Wawancara dengan Ahli: Menghubungi ahli atau peneliti yang memiliki keahlian dalam bidang yang Anda teliti dapat memberikan wawasan tambahan dan bantuan dalam memahami topik secara lebih mendalam.


217 BAB XIV LAMPIRAN A. Tabel Kebutuhan Gizi 1. Angka Kecukupan Energi, Protein, Lemak, Karbohidrat, Serat, dan Air yang Dianjurkan (Per Orang Per Hari) Tabel 1 Angka Kecukupan Energi, Protein, Lemak, Karbohidrat, Serat, dan Air yang dianjurkan (per orang per hari)


218 2. Angka Kecukupan Vitamin yang Dianjurkan (Per Orang Per Hari) Tabel 2 Angka Kecukupan Vitamin yang Dianjurkan (per orang per hari)


219 3. Angka Kecukupan Mineral yang Dianjurkan (per orang per hari) Tabel 3 Angka Kecukupan Mineral yang dianjurkan (per orang per hari)


220 B. Gambaran Anatomi Tubuh Manusia 1. Sistem Pencernaan Manusia


221 2. Sistem Pernapasan Manusia 3. Sistem Peredaran Darah Manusia


222 4. Sistem Ekskresi Manusia


223 Biodata Penulis Nama : Idris Tempat, Tanggal Lahir : Maros, 31 Desember 1964 Alamat : Lingk. Pakalu RT 006 RW 001 Kel. Kalabbirang Kec. Bantimurung Kab. Maros Sulawesi Selatan Email : [email protected] Telepon : 085398455990 Kode Pos : 90561 Pendidikan: 1. S1 Kesehatan Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tamalatea Makassar (Lulus 2004) 2. S2 Kesehatan Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tamalatea Makassar (Lulus 2010) 3. S3 Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup, Universitas Negeri Makassar (Lulus 2016) Pengalaman Kerja: 1. Nutrsionis (Pegawai) Puskesmas Bantimurung (1997- 2007) 2. Kepala Puskesmas Simbang (2007-2011) 3. Dosen (Ketua LP3M) STIK Tamalatea Makassar (2008- 2012) 4. Dosen (Plt. Ketua) STIK Tamalatea Makassar (2012) 5. Dosen (Wakil Ketua III) STIK Tamalatea Makassar (2012- 2016) 6. Dosen (Wakil Ketua) STIPAR Tamalatea Makassar (2012- 2014) 7. Dosen (Ketua Jurusan AKK) S2 STIK Tamalatea Makassar (2012-2014)


224 8. Dosen Akademi Keperawatan Yapenas 21 Maros (2011- 2018) 9. Dosen Universitas Islam Makassar (2019-2024) 10. Anggota Senat Universitas Islam Makassar (2022-2023) 11. Dosen Universitas Muslim Indonesia (2024-sekarang) Penghargaan: 1. Satyalencana Karya Ssatya XXX Tahun (2017) Buku yang Diterbitkan: 1. “Kesehatan Lingkungan” (Buku, 2017) 2. “Biostatistik” (Buku 2020) 3. “Metodologi Penelitian dan Aplikasi” (Buku 2020) 4. “Stunting” (Buku 2022) 5. "Penerimaan Orang Tua Terhadap Anak Retardasi Mental" (Buku Ajar, 2020) 6. " Pengolahan Data Rancangan Penelitian" (kumpulan cerpen, 2023)


225 Biodata Penulis Nama : Dr. Andi Nursiah, SKM., M.Kes. Tempat, Tanggal Lahir : Makassar, 31 Desember 1967 Alamat : Lingk. Pakalu RT 006 RW 001 Kel. Kalabbirang Kec. Bantimurung Kab. Maros Sulawesi Selatan Email : [email protected] Telepon : 085256265437 Kode Pos : 90561 Pendidikan: 4. S1 Kesehatan Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tamalatea Makassar (Lulus 2008) 5. S2 Kesehatan Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tamalatea Makassar (Lulus 2010) 6. S3 Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup, Universitas Negeri Makassar (Lulus 2019) Pengalaman Kerja: 12. Nutrsionis (Pegawai) Puskesmas Bantimurung (1997- 2012) 13. Dosen Akademi Keperawatan Yapenas 21 Maros (2011- 2018) 14. Dosen Universitas Islam Makassar (2019-2024) 15. Dosen Universitas Muslim Indonesia (2024-sekarang) Penghargaan: 2. Satyalencana Karya Ssatya XX Tahun (2017)


226 3. Piagam Penyelesaian Studi S3 (2019) Buku yang Diterbitkan: 7. “Biostatistik” (Buku 2020) 8. “Metodologi Penelitian dan Aplikasi” (Buku 2020) 9. “Stunting” (Buku 2022) 10. " Penerimaan Orang Tua Terhadap Anak Retardasi Mental" (Buku Ajar, 2020) " Pengolahan Data Rancangan Penelitian" (kumpulan cerpen, 2023)


227 Biodata Penulis Nama : Dra. Nurhaedah, M.Kes Tempat, Tanggal Lahir : Sidrap, 06 Juni 1963 Alamat : Jl. Goa Ria Perumahan Griya Sudiang Permai Blok AIV/ No. 4 Email : [email protected] Telepon : 0851-4584-1963 Kode Pos : - Pendidikan: S1 Sastra Bahasa, Universitas Hasanuddin (1981-1988) S2 Promosi Kesehatan, STIKes Tamalate(2011-2013) Buku yang Diterbitkan: 16. Penulis buku di penerbit PT Larva Wijaya (2023) Penulis buku di penerbit CV. Cahaya Bintang Cemerlang (2023)


228 Biodata Penulis Nama : Nurhidayah Tiasya Sanas, S.Tr.Gz., M.Gz. Tempat, Tanggal Lahir : Makassar, 29 Agustus 1999 Alamat : Jalan Muh.Jufri Lr.7 No.23 Email : [email protected] Telepon : 082293343315 Kode Pos : 90216 Pendidikan: 1. Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Makassar (Lulus 2021) 2. S2 Ilmu Gizi, Universitas Hasanuddin Makassar (Lulus 2024) Pengalaman Kerja: 17. Nutritionis (K.a Unit Inst Gizi) RS Sandi Karsa (2021-2022) 18. K.a Laboratorium Gizi Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional (2024-Sekarang) Dosen Gizi Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional (2024-Sekarang).


229


Click to View FlipBook Version