89 5. Memberi rasa kenyang dan kelezatan Lemak memperlambat sekresi asam lambung dan memperlambat pengosongan lambung, sehingga lemak member rasa kenyang lebih lama. Disamping itu lemak member tekstur yang disukai dan member kelezatan khusus pada makanan. 6. Sebagai pelumas Lemak merupakan pelumas dan membantu sisa pencernaan. 7. Memelihara suhu tubuh Lapisan lemak di bawah kulit mengisolasi tubuh dan mencegah kehilangan panas tubuh secara cepat, dengan demikian lemak berfungsi juga dalam memelihara suhu tubuh. 8. Pelindung organ tubuh Lapisan lemak yang menyelubungi organ-organ tubuh, seperti jantung, hati, dan ginjal membantu menahan organ-organ tersebut tetap di tempatnya dan melindunginya terhadap benturan dan bahaya lain. Lemak dapat dibedakan menjadi empat jenis yaitu: 1. Lemak Jenuh
90 Ditemukan pada produk hewani seperti daging merah, mentega, dan keju. Konsumsi lemak jenuh berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. 2. Lemak Tidak Jenuh Tunggal Ditemukan pada minyak zaitun, alpukat, dan kacangkacangan. Lemak tidak jenuh tunggal umumnya dianggap baik untuk kesehatan jantung. 3. Lemak Tidak Jenuh Ganda Ditemukan pada minyak ikan, kacang kenari, dan biji chia. Lemak tidak jenuh ganda, terutama omega-3 dan omega-6, penting untuk kesehatan jantung dan otak. 4. Lemak Trans Ditemukan pada makanan olahan dan gorengan. Konsumsi lemak trans berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Kebutuhan lemak harian setiap orang berbeda-beda, tergantung pada beberapa faktor seperti: Usia: Anak-anak dan remaja membutuhkan lebih banyak lemak per kilogram berat badan dibandingkan orang dewasa. Berat Badan: Orang dengan berat badan yang lebih besar membutuhkan lebih banyak lemak total.
91 Tingkat Aktivitas: Orang yang aktif secara fisik membutuhkan lebih banyak lemak untuk energi. Kondisi Kesehatan: Beberapa kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit jantung atau diabetes, mungkin memerlukan modifikasi asupan lemak. Umumnya, pedoman gizi seimbang merekomendasikan konsumsi lemak sekitar 20-35% dari total asupan kalori harian. Lemak jenuh: Batasi konsumsi lemak jenuh hingga kurang dari 10% dari total kalori harian. Lemak trans: Hindari konsumsi lemak trans sebisa mungkin. Lemak tidak jenuh tunggal dan ganda: Konsumsi lemak tidak jenuh tunggal dan ganda dalam jumlah sedang hingga tinggi. D. Serat Serat, meskipun tidak termasuk dalam kategori makronutrien seperti karbohidrat, protein, dan lemak, merupakan komponen penting dalam diet seimbang. Serat dikategorikan sebagai karbohidrat kompleks yang tidak dapat dicerna oleh tubuh, namun memiliki banyak manfaat penting untuk kesehatan.
92 1. Fungsi Utama Serat a. Menjaga Kesehatan Pencernaan Serat membantu melancarkan pencernaan, mencegah sembelit, dan menjaga kesehatan usus. Serat larut membantu menyerap air dan membentuk massa tinja yang lunak, sedangkan serat tidak larut membantu menambah massa tinja dan mendorong gerakan usus. b. Menjaga Kadar Gula Darah Serat membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah, sehingga membantu menjaga kadar gula darah stabil dan mencegah lonjakan gula darah setelah makan. c. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung Serat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL ("kolesterol jahat") dalam darah, sehingga dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung. d. Menjaga Rasa Kenyang Serat dapat membantu Anda merasa kenyang lebih lama, sehingga dapat membantu mengontrol nafsu makan dan berat badan ideal.
93 e. Mencegah Kanker Tertentu Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi serat yang tinggi dapat membantu menurunkan risiko kanker kolorektal dan kanker lainnya. 2. Jenis-jenis Serat a. Serat Larut Larut dalam air dan membentuk gel di usus. Contohnya: o Beta-glucan (terdapat pada oat, barley) o Pektine (terdapat pada apel, pir, jeruk) o Gum guar (terdapat pada kacang arab) b. Serat Tidak Larut Tidak larut dalam air dan menambah massa tinja. Contohnya: o Selulosa (terdapat pada gandum utuh, sayuran) o Lignin (terdapat pada biji-bijian, kacangkacangan) 3. Kebutuhan Serat Kebutuhan serat harian setiap orang berbeda-beda, tergantung pada beberapa faktor seperti: Usia: Anak-anak dan remaja membutuhkan lebih banyak serat per kilogram berat badan dibandingkan orang dewasa.
94 Jenis Kelamin: Wanita umumnya membutuhkan lebih banyak serat dibandingkan pria. Tingkat Aktivitas: Orang yang aktif secara fisik membutuhkan lebih banyak serat. Kondisi Kesehatan: Beberapa kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit pencernaan, mungkin memerlukan modifikasi asupan serat. Umumnya, pedoman gizi seimbang merekomendasikan konsumsi serat sekitar 25-35 gram per hari. Wanita: 25 gram per hari Pria: 38 gram per hari
95 BAB IV MIKRO NUTRISI A. Vitamin Secara umum zat nutrisi memberikan energi yang mudah diserap dan memiliki bioavailabilitas tinggi. Zat gizi memiliki fungsi bagi tubuh diantaranya adalah untuk menyediakan energi, pembentukan struktur dan penyediaan zat molekul penting. Zat gizi terdiri atas makronutrien dan mikronutrien. Zat gizi makronitrien berfungsi untuk menyuplai energi dan zat esensial untuk pemeliharaan aktivitas tubuh. Zat gizi yang tergolong makronutrien adalah karbohidrat, protein dan lemak. Zat gizi mikronutrien merupakan zat gizi yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah yang sedikit. Zat gizi mikronutrien salah satunya adalah vitamin. Vitamin merupakan zat organik kompleks yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah yang sedikit, namun memiliki peran yang cukup penting. Vitamin tidak disintesis secara endogen oleh tubuh, tetapi diasingkan dalam jumlah kecil dari makanan. Secara total, tubuh membutuhkan 13 vitamin dalam jumlah yang cukup, dimana terdiri dari empat vitamin yang larut lemak (A, D, E, K) dan sembilan vitamin yang larut dalam air, terdiri dari
96 vitamin C dan delapan vitamin B: tiamin (B 1), riboflavin (B 2), niasin (B 3), asam pantotenat (B 5), vitamin B 6, folat (B 9) dan vitamin B 12. Vitamin adalah senyawa organik yang terdapat dalam jumlah sangat sedikit di dalam makanan dan sangat penting peranannya dalam reaksi metabolisme. Vitamin merupakan zat-zat organik kompleks yang dibutuhkan dalam jumlah sangat kecil dan pada umumnya tidak dapat dibentuk oleh tubuh. Oleh karena itu, harus didatangkan dari makanan. Vitamin termasuk kelompok zat pengatur pertumbuhan dan pemeliharaan kehidupan. Tiap vitamin mempunyai tugas spesifik di dalam tubuh. Karena vitamin adalah zat organik maka vitamin dapat rusak karena penyimpanan dan pengolahan. Fungsi utama vitamin adalah mengatur proses metabolisme protein, lemak, dan karbohidrat. Menurut sifatnya vitamin digolongkan menjadi dua, yaitu vitamin larut dalam lemak vitamin A, D, E, dan K, dan vitamin yang larut dalam air yaitu vitamin B dan C. Vitamin A pada umumnya terdapat di dalam hasil-hasil hewani seperti daging, susu, keju, kuning telur, hati, ikan dan telur. Hasil nabati pada umumnya tidak mengandung vitamin A tetapi mengandung zat dalam bentuk provitamin A yang dikenal sebagai beta karoten, misalnya di dalam
97 buah tomat, pepaya, wortel dan sayur-sayuran hijau. Semakin hijau daun semakin tinggi kadar karotennya. Wortel, ubi jalar dan waluh kaya akan karoten. Slada dan kol miskin karoten. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan buta ayam, pertumbuhan yang tidak normal pada saat anak-anak serta kelainan pada selaput mata dan selaput epitel. Vitamin A berperan menjaga agar kornea mata selalu sehat. Mata yang sehat mengeluarkan mukus, yaitu cairan lemak kental yang dikeluarkan sel epitel mukosa sehingga membantu mencegah terjadinya infeksi. Akan tetapi bila kekurangan vitamin A, sel epitel akan mengeluarkan keratin, yaitu protein yang tidak larut dalam air dan bukan mukus. Bila sel-sel epitel mengeluarkan keratin, sel-sel membran akan kering dan mengeras, hal ini dikenal dengan k paling mudah rusak. Disamping sangat larut dalam air, vitamin C mudah teroksidasi dan dipercepat oleh panas, sinar, alkali, enzim, oksidator, serta oleh katalis tembaga dan besi. Oksidasi akan terhambat apabila vitamin C dibiarkan dalam keadaan asam, atau pada suhu rendah. Vitamin C mudah rusak karena oksidasi terutama pada suhu tinggi dan vitamin ini mudah hilang selama pengolahan dan penyimpanan. Peranan utama vitamin C adalah dalam pembentukan
98 kolagen interseluler. Kolagen merupakan senyawa protein yang banyak terdapat dalam tulang rawan, kulit bagian dalam tulang, dentin, dan vascular endothelium. Asam askorbat sangat penting peranannya dalam proses hidroksilasi dua asam amino prolin dan lisin menjadi hidroksi prolin dan hidroksilisin. Kedua senyawa ini merupakan komponen kolagen yang penting. Penjagaan agar fungsi ini tetap mantap banyak dipengaruhi oleh cukup tidaknya kandungan vitamin C dalam tubuh. Peranannya adalah dalam penyembuhan luka serta daya tahan tubuh melawan infeksi dan stress, pengubahan asam folat menjadi bentuk yang aktif asam folinat, pembentukan hormon steroid, dari kolesterol. Vitamin C banyak terdapat pada bahan nabati sayur dan buah terutama yang segar karenanya sering disebut Fresh Food Vitamin. Bahan pangan yang merupakan bahan sumber vitamin C adalah jeruk, tomat, dan cabe hijau. Buah yang masih mentah lebih banyak kandungan vitamin C-nya. Semakin tua buah semakin berkurang kandungan vitamin C-nya. Buah jeruk baik yang dibekukan maupun yang dikalengkan merupakan sumber vitamin C yang tinggi. Demikian juga hal nya berries, nenas, dan jambu. Beberapa buah tergolong buah yang tidak asam seperti, pisang, apel, pear, dan peach, rendah
99 kandungan vitamin C-nya, apalagi bila produk tersebut dikalengkan. Kentang mengandung vitamin C walaupun dalam jumlah sedikit. Susu, biji-bijian dan daging sedikit sekali mengandung vitamin C. Bayam, brokoli, cabe hijau, dan kubis merupakan sumber yang baik, bahkan juga setelah dimasak. Kekurangan vitamin C menyebabkan kerapuhan dinding-dinding kapiler, gusi berdarah, gigi mudah tanggal, sariawan atau skorbut, dan penyakit pada sendi tulang. Gejalagejala penyakit skorbut ialah terjadinya pelembekan tenunan kolagen, infeksi, dan demam, timbul sakit, pelunakan, dan pembengkakan kaki bagian paha. Pada anak yang giginya telah keluar, gusi membengkak, empuk, dan terjadi perdarahan. Golongan vitamin B kompleks mencakup thiamin (vitamin B1), riboflavin (vitamin B2), niasin (asam nikotinat, niasin amida), pyridoxin (vitamin B6), asam pantotenat, asam folat, folasin (asam folat dan turunan aktifnya), sianokobalamin (vitamin B12), biotin dan choline. Semua vitamin dari golongan ini biasanya ditemukan di dalam bahan pangan yang sama seperti hati, ragi, dedak dari biji-bijian. Semua vitamin golongan ini dibutuhkan untuk kewajaran metabolisme dan untuk keaktifan enzim.
100 Kekurangan vitamin B, menyebabkan penyakit beriberi. Tiamin (vitamin B1) bentuk murninya adalah tiamin hidroklorida. Tiamin tidak dapat disimpan banyak oleh tubuh, tetapi dalam jumlah terbatas dapat disimpan dalam hati, ginjal, jantung, otak, dan otot. Bila tiamin terlalu banyak dikonsumsi, kelebihannya akan dibuang melalui air kemih. Tiamin aktif dalam bentuk kokarboksilase dikenal sebagai tiamin pirofosfatasse (TPP). Pada prinsipnya tiamin berperan sebagai koenzim dalam reaksi-reaksi yang menghasilkan energi dari karbohidrat dan memindahkan energi membentuk senyawa kaya energi yang disebut ATP (Adenosin Trifosfat). Sumber tiamin yang baik sebetulnya bijibijian, seperti beras PK (pecah kulit) atau bekatulnya. Karena derajat penyosohan yang tinggi, bagian penting tersebut biasanya juga hilang dan kini dimulai usaha fortifikasi biji-bijian dengan tiamin. Daging, unggas, ikan, dan telur sumber vitamin B1, sayur dan buah kadar tiaminnya kecil. Vitamin B2 disebut riboflavin karena strukturnya mirip dengan gula ribosa dan juga karena ada hubungan dengan kelompok flaavin. Riboflavin yang larut dalam air memberi warna fluoresense kuning-kehijauan. Roboflavin sangat mudah rusak oleh cahaya dan sinar ultra violet, tetapi tahan
101 terhadap panas, oksidator, asam, dan sebaliknya sangat sensitif terhadap basa. Riboflavin merupakan komponen suatu enzim yang dikenal sebagai flavoprotein dan terlibat dalam reaksireaksi metabolisme intermediet. Kekurangan riboflavin timbul cheilosis dengan gejala retak-retak pada kulit di sudut-sudut mulut (bibir), kerak-kerak pada kulit, bibir, dan lidah, mulut makin sakit. Sumber riboflavin terutama berasal dari hasil ternak, hati, ginjal, dan jantung mengandung riboflavin dalam jumlah yang tinggi. Niasin atau niasin amida merupakan dua senyawa yang memiliki sifat biologis sama. Niasin amida banyak terdapat dalam jaringan ternak dan lebih larut dalam air, niasin larut sebagian dalam air panas. Vitamin ini tahan terhadap alkali, asam, panas, cahaya, dan oksidasi. Niasin sangat mudah diserap oleh usus kecil, dan beberapa cadangan dapat disimpan oleh tubuh. Triptofan merupakan precursor (pendorong pembentukan) niasin. Niasin berperan dalam reaksi enzimatik dalam tubuh atau metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yaitu koenzim I (Nicotinamide adenin dinucleotide = NAD) dan koenzim II (Nicotinamide adenine dinukleotide phosphate = NADP); keduanya berperan sebagai penerima hidrogen.niasin sangat
102 diperlukan agar suplai energi dalam jaringan tubuh berjalan normal. Kekurangan niasin mengakibatkan pelagra dengan gejala spesifik, sakit tenggorokan, lidah, dan mulut serta terjadi dermatitis semitrik pada pada bagian tubuh yang tidak tertutup seperti tangan, lengan, siku, kaki, kulit dan leher. Vitamin B6 terdiri dari kelompok piridina yang banyak kesamaannya satu dengan yang lain, yaitu piridoksin, piridoksal, dan piridoksamina. Vitamin B6 larut dalam air dan relatif stabil terhadap panas dan asam. Piridoksal akan rusak dalam larutan alkali, tetapi paling tahan terhadap pengaruh pengolahan dan penyimpanan. Vitamin B6 bertindak sebagai koenzim piridoksal fosfat bagi banyak reaksi enzim, dan sebagian besar terlibat dalam metabolisme asam amino (dekarboksilasi, transaminasi, dan perubahan triftopan menjadi niasin). Sumber utama vitamin B6 adalah daging, unggas, dan ikan, kentang, ubi jalar, dan sayur-sayuran, susu dan biji-bijian secara berurutan. Kekurangan vitamin B6 menyebabkan gejala kulit rusak, syaraf motorik terganggu, dan kelainan darah. Pada bayi sering terjadi kekurangan vitamin B6 karena mengkonsumsi susu kering yang tlh kehilangan vitamin B6; bayi tersebut menderita rangsangan syaraf, kejang, lemah
103 badan, dan sakit perut. Asam pantotenat secara komersial ditemukan dalam bentuk garam kalsium, larut dalam air, agak manis, dan stabil dalam pemasakan yang normal. Asam pantotenat merupakan bagian dari koenzim A yang berperan dalam metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein khususnya dalam produksi energi. Asam pantotenat juga terlibat dalam metabolisme asam lemak dan lipida lain. Sumber asam pantotenat terbanyak terdapat dalam royal jelly, suatu persediaan makanan yang terdapat di dalam sarang lebah bagi calon ratu, ratu dan calon pekerja. Biotin merupakan koenzim dari berbagai enzim yang ikut berpartisipasi dalam proses karboksilasi, dekarboksilasi, dan reaksi deaminasi. Biotin sangat diperlukan dalam sintesis asam lemak dan dalam reaksi fiksasi CO2 pada proses perubahan perurat menjadi oksaloasetat. Dalam siklus krebs (TCA cycle), biotin diperlukan bagi perubahan asam suksinat menjadi fumarat dan oksalosuksinat menjadi ketoglutarat. Sumber biotin terutama terdapat dalam saluran pencernaan karena mikroflora mampu membuatnya dalam jumlah yang cukup banyak. Disamping itu jeroan, kuning telur, dan khamir banyak mengandung biotin. Destiobiotin dan oksibiotin
104 merupakan senyawa yang aktif dalam ragi an bakteri. Biotin merupakan bagian penting dalam koenzim. Vitamin B12 adalah suatu vitamin yang sangat kompleks molekulnya, yang mengandung sebuah atom kobalt yang terikat mirip dengan besi terikat dalam hemoglobin, atau magnesium dalam klorofil. Vitamin B12 terdapat dalam beberapa bentuk, dan dikenal sebagai kobalamina; sianokobalamina merupakan salah satu bentuk yang paling aktif. Sianokobalamina larut dalam air, tahan terhadap panas, inaktif oleh cahaya, asam keras atau larutan alkali. Hanya sedikit yang hilang oleh cara pemasakan normal. Kini vitamin B12 dapat disintetis dan diproduksi dengan murah dari hasil samping reaksi fermentasi yang diperlukan dalam poduksi antibiotik seperti penisilin dan streptomisin. Vitamin B12 banyak terdapat pada hasil ternak terutama hati, sayuran daun komprey, oncom dari bungkil kacang tanah, produk fermentasi kedelai seperti tempe, tuco, dan kecap. Vitamin B12 berperan dalam menjaga agar sel-sel berfungsi normal terutama sel-sel saluran pencernaan, sistem urat syaraf, dan sumsum tulang. Dalam sumsum tulang koenzim vitamin B12 sangat diperlukan untuk sintesis DNA. Bila DNA tidak diproduksi, erothroblast tidak membelah diri tetapi membesar menjadi
105 megablast. Kekurangan vitamin B12 menyebabkan pernicious anemia, suatu penyakit yang disebakan oleh keturunan, yaitu karena faktor intrinsik tidak diproduksi oleh tubuh, akibatnya vitamin B12 tidak diserap. Sumsum tulang tidak dapat memproduksi sel eritrosit yang normal, tetapi memproduksi dan memasukan sel makrosit ke dalam saluran darah. Karena itu daya angkut hemoglobin menjadi sangat terbatas. Akibatnya timbul anemia, pucat, gangguan perut, kurang berat dan glositis. Asam folat (folic acid) banyak terdapat dalam daun hijau gelap, hati, ginjal, khamir yang efektif untuk pengobatan anemia megaloblas pada wanita yang sedang mengandung. Folasin merupakan nama atau istilah yang digunakan bagi asam folat dan senyawa kimia lain yang memiliki keaktifan asam folat. Asam folat terdiri dari tiga komponen yang terikat menjadi satu gugusan pteridina, asam para amino benzoat, dan asam glutamat. Asam folat sedikit larut dalam air, mudah dioksidasi dalam larutan asam. Dan eka terhadap sinar matahari. Dalam larutannya bila disimpan dalam suhu kamar dan pemasakan yang normal, asam folat banyak yang hilang. Sebagian besar asam folat banyak disimpan dalam hati. Perubahan asam folat menjadi folasin terjadi dalam hati. Asam folinat
106 merupakan bentuk aktif dari asam folat, yang dalam perubahannya diperlukan asam askorbat. Asam folinat merupakan koenzim untuk beberapa sistem enzim. Kekurangan asam folat ditandai oleh gejala anemia, yaitu jumlah sel butir darah merah berkurang. 1. Fungsi Umum Vitamin Memproduksi Energi Beberapa vitamin berperan penting dalam proses metabolisme dan produksi energi dari makanan. Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh Vitamin berperan penting dalam menjaga fungsi sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit. Menjaga Kesehatan Jaringan Tubuh Vitamin membantu menjaga kesehatan kulit, rambut, mata, tulang, dan jaringan tubuh lainnya. Membantu Fungsi Otak dan Sistem Saraf Vitamin tertentu berperan penting untuk fungsi otak, memori, dan sistem saraf. Mencegah Penyakit Kronis Asupan vitamin yang cukup dapat membantu menurunkan risiko penyakit kronis tertentu, seperti penyakit jantung, stroke, dan kanker.
107 2. Kebutuhan Vitamin Kebutuhan vitamin harian setiap orang berbedabeda, tergantung pada beberapa faktor seperti: Usia: Bayi, anak-anak, remaja, wanita hamil dan menyusui, dan orang dewasa memiliki kebutuhan vitamin yang berbeda. Jenis Kelamin: Wanita hamil dan menyusui memiliki kebutuhan vitamin tertentu yang lebih tinggi. Kondisi Kesehatan: Beberapa kondisi kesehatan tertentu dapat meningkatkan kebutuhan vitamin. Umumnya, kebutuhan vitamin harian dapat dipenuhi dengan mengonsumsi makanan dari berbagai kelompok berikut: Buah-buahan Sayuran Biji-bijian utuh Kacang-kacangan Daging tanpa lemak Ikan Produk susu
108 B. Mineral Mineral, seperti vitamin, merupakan mikronutrien yang esensial bagi tubuh. Meskipun dibutuhkan dalam jumlah kecil, mineral memiliki peran krusial dalam berbagai fungsi vital tubuh. 1. Jenis-jenis Mineral Mineral diklasifikasikan menjadi dua kelompok utama berdasarkan kebutuhannya: Makromineral: Dibutuhkan dalam jumlah miligram (mg) per hari. Contohnya: kalsium, fosfor, magnesium, kalium, natrium, klorida. Mikromineral (Trace Elements): Dibutuhkan dalam jumlah mikrogram (µg) per hari. Contohnya: zat besi, zinc, tembaga, yodium, selenium, mangan. 2. Fungsi Umum Mineral a. Membentuk Struktur Tulang dan Gigi Kalsium, fosfor, dan magnesium penting untuk pembentukan dan pemeliharaan tulang dan gigi yang kuat. b. Menjaga Keseimbangan Cairan dan Elektrolit Natrium, kalium, dan klorida penting untuk menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh.
109 c. Membantu Fungsi Saraf dan Otot Kalsium, magnesium, dan kalium penting untuk fungsi saraf dan otot yang optimal. d. Mendukung Produksi Energi Magnesium, zat besi, dan tembaga berperan penting dalam produksi energi dari makanan. e. Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh Zinc, selenium, dan yodium penting untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. f. Membantu Proses Metabolisme Berbagai mineral, seperti zat besi, tembaga, dan manganese, berperan penting dalam berbagai proses metabolisme dalam tubuh. 3. Sumber Mineral yang Baik Kalsium: Susu, yogurt, keju, sayuran hijau (bayam, kale) Fosfor: Daging, unggas, ikan, kacang-kacangan, bijibijian Magnesium: Kacang-kacangan (almond, kacang kedelai), biji-bijian utuh, sayuran hijau (bayam, kale), pisang Kalium: Pisang, kentang, ubi jalar, bayam, alpukat
110 Natrium: Garam meja, makanan olahan Klorida: Garam meja, zaitun Zat besi: Daging merah, unggas, ikan, kacangkacangan, bayam Zinc: Daging merah, unggas, kacang-kacangan, bijibijian utuh Tembaga: Hati sapi, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, alpukat Yodium: Garam beryodium, ikan laut, rumput laut Selenium: Kacang Brazil, ikan laut, telur Mangan: Kacang-kacangan, biji-bijian utuh, bayam, oatmeal 4. Kebutuhan Mineral Kebutuhan mineral harian setiap orang berbeda-beda, tergantung pada beberapa faktor seperti: Usia: Bayi, anak-anak, remaja, wanita hamil dan menyusui, dan orang dewasa memiliki kebutuhan mineral yang berbeda. Jenis Kelamin: Wanita hamil dan menyusui memiliki kebutuhan mineral tertentu yang lebih tinggi. Kondisi Kesehatan: Beberapa kondisi kesehatan tertentu dapat meningkatkan kebutuhan mineral.
111 5. Efek Kekurangan Mineral Kekurangan mineral dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, tergantung pada jenis mineral yang kekurangan. Beberapa gejala umum kekurangan mineral meliputi: Kelelahan Lemas Gangguan fungsi otot dan saraf Gangguan pencernaan Kelemahan sistem kekebalan tubuh Pertumbuhan terhambat (pada anak-anak)
112 BAB V KEBUTUHAN GIZI A. Kebutuhan Gizi Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin Kebutuhan gizi setiap orang berbeda-beda, dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan. Berikut adalah panduan umum tentang kebutuhan gizi berdasarkan usia dan jenis kelamin: 1. Usia a. Bayi (0-12 bulan): ASI atau susu formula yang difortifikasi adalah sumber gizi utama untuk bayi. Konsultasikan dengan dokter anak untuk mengetahui kebutuhan gizi spesifik bayi Anda. b. Balita (1-3 tahun): Kebutuhan gizi balita meningkat pesat selama periode ini. Pastikan mereka mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya akan protein, karbohidrat kompleks, lemak sehat, vitamin, dan mineral. c. Anak-anak (4-8 tahun): Kebutuhan gizi anak-anak masih tinggi, dan penting untuk mendorong mereka makan berbagai macam makanan sehat.
113 d. Remaja (9-18 tahun): Remaja mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, sehingga kebutuhan gizi mereka juga meningkat. Pastikan mereka mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka. e. Dewasa (19-64 tahun): Kebutuhan gizi orang dewasa bervariasi tergantung pada tingkat aktivitas dan kondisi kesehatan. Pastikan untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan berolahraga secara teratur. f. Lansia (65+ tahun): Kebutuhan gizi lansia mungkin berkurang, tetapi penting untuk tetap mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit kronis. 2. Jenis Kelamin a. Pria: Pria umumnya memiliki massa tubuh dan otot yang lebih besar dibandingkan wanita, sehingga membutuhkan lebih banyak kalori dan protein. b. Wanita: Wanita membutuhkan lebih banyak zat besi, kalsium, dan folat dibandingkan pria, terutama selama masa kehamilan dan menyusui.
114 3. Kebutuhan Kalori Kebutuhan kalori harian bervariasi tergantung pada usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan. Berikut adalah perkiraan kebutuhan kalori harian untuk orang dewasa: Wanita: 1.600-2.400 kalori per hari Pria: 2.000-3.000 kalori per hari 4. Kebutuhan Protein Kebutuhan protein harian bervariasi tergantung pada usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan. Berikut adalah perkiraan kebutuhan protein harian untuk orang dewasa: Wanita: 0.8 gram protein per kilogram berat badan per hari Pria: 1 gram protein per kilogram berat badan per hari 5. Kebutuhan Karbohidrat Karbohidrat adalah sumber energi utama bagi tubuh. Kebutuhan karbohidrat harian bervariasi tergantung pada usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan. Umumnya, direkomendasikan untuk mengonsumsi 45-65% kalori harian dari karbohidrat.
115 6. Kebutuhan Lemak Lemak penting untuk kesehatan tubuh, tetapi penting untuk memilih jenis lemak yang tepat. Kebutuhan lemak harian bervariasi tergantung pada usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan. Umumnya, direkomendasikan untuk mengonsumsi 20- 35% kalori harian dari lemak. 7. Kebutuhan Vitamin dan Mineral Kebutuhan vitamin dan mineral harian bervariasi tergantung pada usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan. Pastikan untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral Anda. B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Gizi Kebutuhan gizi setiap orang berbeda-beda, dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling terkait. Berikut adalah beberapa faktor utama yang memengaruhi kebutuhan gizi: 1. Usia a. Bayi dan Balita: Membutuhkan lebih banyak kalori, protein, vitamin, dan mineral untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang pesat.
116 b. Anak-anak: Kebutuhan gizi terus meningkat hingga masa remaja untuk mendukung pertumbuhan dan aktivitas fisik yang tinggi. c. Dewasa: Kebutuhan gizi relatif stabil, namun dapat bervariasi tergantung pada tingkat aktivitas dan kondisi kesehatan. d. Lansia: Kebutuhan gizi mungkin berkurang seiring bertambahnya usia, namun penting untuk tetap mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit kronis. 2. Jenis Kelamin Pria: Umumnya memiliki massa tubuh dan otot yang lebih besar dibandingkan wanita, sehingga membutuhkan lebih banyak kalori dan protein. Wanita: Membutuhkan lebih banyak zat besi, kalsium, dan folat dibandingkan pria, terutama selama masa kehamilan dan menyusui. 3. Tingkat Aktivitas Orang yang aktif secara fisik: Membutuhkan lebih banyak kalori dan protein untuk mendukung aktivitas fisik yang tinggi.
117 Orang yang kurang aktif: Membutuhkan lebih sedikit kalori, namun tetap membutuhkan makanan bergizi seimbang untuk menjaga kesehatan. 4. Kondisi Kesehatan Kondisi kesehatan tertentu: Seperti penyakit kronis, infeksi, atau alergi makanan, dapat memengaruhi kebutuhan gizi dan jenis makanan yang perlu dikonsumsi. Kehamilan dan menyusui: Wanita hamil dan menyusui membutuhkan lebih banyak kalori, protein, vitamin, dan mineral untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. 5. Faktor Lainnya Genetik: Faktor genetik dapat memengaruhi metabolisme dan kebutuhan gizi seseorang. Kondisi lingkungan: Faktor lingkungan, seperti akses terhadap makanan bergizi dan air bersih, dapat memengaruhi status gizi seseorang.
118 C. Penilaian Status Gizi Penilaian status gizi merupakan langkah penting untuk mengetahui kondisi kesehatan dan mencapai berat badan ideal. Dengan mengetahui status gizi, Anda dapat menentukan langkah-langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan dan mencapai tujuan kesehatan Anda. a. Metode Penilaian Status Gizi Terdapat beberapa metode yang digunakan untuk menilai status gizi, antara lain: a. Antropometri Pengukuran Berat Badan Berat badan merupakan indikator umum status gizi. Pengukuran Tinggi Badan Tinggi badan digunakan untuk menghitung indeks massa tubuh (IMT). Pengukuran Lingkar Lengan Atas (LLA) LLA digunakan untuk menilai status gizi pada anak-anak. Pengukuran Lingkar Pinggang Lingkar pinggang dapat digunakan untuk menilai risiko penyakit kronis terkait obesitas.
119 b. Klinis Pemeriksaan Fisik: Dokter dapat memeriksa tandatanda fisik kekurangan atau kelebihan gizi, seperti kelemahan otot, kulit kering, atau pembengkakan. Riwayat Kesehatan: Dokter akan menanyakan tentang riwayat kesehatan Anda, termasuk pola makan, aktivitas fisik, dan riwayat penyakit. c. Biokimia Pemeriksaan Darah: Pemeriksaan darah dapat mengukur kadar vitamin, mineral, protein, dan zat lain dalam darah yang terkait dengan status gizi. Tes Urin: Tes urin dapat mengukur kadar vitamin, mineral, dan zat lain dalam urin yang terkait dengan status gizi. d. Biofisik Impedansi Biolistrik (BIA): BIA dapat mengukur komposisi tubuh, seperti massa otot, massa lemak, dan air tubuh. Densitometri Tulang: Densitometri tulang dapat mengukur kepadatan tulang dan risiko osteoporosis.
120 2. Interpretasi Hasil Penilaian Hasil penilaian status gizi akan diinterpretasikan oleh dokter atau ahli gizi untuk menentukan status gizi Anda. Status gizi dapat dikategorikan sebagai: Kurang Gizi: Terjadi ketika tubuh kekurangan zat gizi penting. Gizi Normal: Tubuh memiliki cukup zat gizi penting untuk menjalankan fungsinya dengan baik. Kelebihan Gizi: Terjadi ketika tubuh memiliki kelebihan zat gizi penting, seperti lemak atau kalori. 3. Manfaat Penilaian Status Gizi Mendeteksi kekurangan atau kelebihan gizi Penilaian status gizi dapat membantu mendeteksi kekurangan atau kelebihan gizi pada tahap awal, sehingga dapat segera ditangani. Mencegah penyakit Kekurangan atau kelebihan gizi dapat meningkatkan risiko penyakit kronis, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, dan kanker. Penilaian status gizi dapat membantu mencegah penyakit ini dengan mengidentifikasi dan mengelola faktor risiko. Mencapai berat badan ideal
121 Penilaian status gizi dapat membantu Anda mencapai dan menjaga berat badan ideal, yang penting untuk kesehatan secara keseluruhan. Meningkatkan kualitas hidup Menjaga status gizi yang baik dapat meningkatkan kualitas hidup Anda dengan meningkatkan energi, stamina, dan mood.
122 BAB VI GIZI SEIMBANG A. Prinsip Gizi Seimbang Prinsip gizi seimbang merupakan landasan penting untuk mencapai kesehatan dan kualitas hidup yang optimal. Dengan menerapkan prinsip ini, Anda dapat memastikan tubuh Anda mendapatkan asupan gizi yang lengkap dan seimbang, sehingga dapat berfungsi dengan baik dan terhindar dari berbagai penyakit. 1. Prinsip gizi seimbang terdiri dari empat pilar utama yang saling terkait, yaitu: a. Mengonsumsi Makanan Beragam Konsumsi berbagai macam makanan dari semua kelompok makanan, termasuk: o Karbohidrat: Pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, gandum utuh, ubi jalar, dan kentang. o Protein: Konsumsi protein tanpa lemak dari sumber seperti daging ayam, ikan, telur, kacangkacangan, dan produk susu rendah lemak. o Lemak Sehat: Pilih lemak sehat dari sumber seperti alpukat, kacang-kacangan, minyak zaitun, dan ikan berlemak.
123 o Sayur dan Buah: Konsumsi minimal 5 porsi sayur dan buah setiap hari untuk mendapatkan vitamin, mineral, dan serat yang penting. b. Melakukan Aktivitas Fisik o Lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. o Pilih jenis aktivitas fisik yang Anda sukai dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda. o Aktivitas fisik dapat membantu membakar kalori, menjaga berat badan ideal, dan meningkatkan kesehatan jantung, paru-paru, dan tulang. c. Membiasakan Perilaku Hidup Bersih o Menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar. o Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum makan dan setelah beraktivitas. o Memasak makanan dengan cara yang higienis. o Menjaga kebersihan tempat penyimpanan dan pengolahan makanan. o Perilaku hidup bersih dapat membantu mencegah penyakit yang disebabkan oleh kuman dan bakteri.
124 d. Mempertahankan Berat Badan Ideal o Menjaga berat badan ideal dengan pola makan sehat dan aktivitas fisik yang teratur. o Hindari diet ekstrem dan pilihlah pola makan yang seimbang dan berkelanjutan. o Berat badan ideal dapat membantu mengurangi risiko penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, dan stroke. 2. Manfaat Menerapkan Prinsip Gizi Seimbang o Meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh. o Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. o Membantu mencapai dan menjaga berat badan ideal. o Meningkatkan kualitas hidup. o Mencegah penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, stroke, dan kanker. o Meningkatkan fungsi otak dan memori. o Meningkatkan mood dan energi. o Memperkuat tulang dan gigi. o Menjaga kesehatan kulit dan rambut.
125 B. Contoh Pola Makan Sehat Berikut adalah contoh pola makan sehat yang dapat diterapkan sebagai panduan untuk mencapai gizi seimbang: 1. Sarapan (7:00 - 8:00 pagi): Oatmeal dengan buah dan kacang-kacangan Oatmeal kaya akan serat dan karbohidrat kompleks yang membantu Anda merasa kenyang dan berenergi sepanjang pagi. Tambahkan buah-buahan segar seperti pisang, stroberi, atau blueberry untuk vitamin dan mineral. Kacang-kacangan seperti almond atau walnut memberikan protein dan lemak sehat. Telur rebus dengan roti gandum utuh dan alpukat Telur merupakan sumber protein yang baik untuk sarapan. Pilih roti gandum utuh untuk karbohidrat kompleks dan serat. Alpukat kaya akan lemak sehat dan vitamin E. Smoothie yogurt dengan buah dan sayur Smoothie merupakan pilihan sarapan yang cepat dan mudah. Campurkan yogurt rendah lemak dengan buah-buahan segar seperti pisang, bayam, atau kale untuk vitamin, mineral, dan serat.
126 2. Camilan pagi (10:00 - 11:00 pagi): Buah segar Buah-buahan segar seperti apel, jeruk, atau pir merupakan camilan yang sehat dan menyegarkan. Yoghurt rendah lemak Yogurt rendah lemak merupakan sumber protein dan kalsium yang baik. Pilih yogurt dengan tambahan buah-buahan atau granola untuk rasa yang lebih bervariasi. Segenggam kacang-kacangan Kacang-kacangan seperti almond, walnut, atau kacang tanah merupakan sumber protein, lemak sehat, dan serat yang baik. 3. Makan siang (12:00 - 1:00 siang): Nasi merah dengan ayam bakar dan sayur tumis Nasi merah merupakan sumber karbohidrat kompleks yang lebih baik dibandingkan nasi putih. Ayam bakar merupakan sumber protein tanpa lemak. Sayur tumis kaya akan vitamin, mineral, dan serat. Salad salmon dengan quinoa Salad salmon kaya akan protein, omega-3, dan serat. Quinoa merupakan sumber karbohidrat kompleks
127 yang baik. Tambahkan sayuran favorit Anda seperti bayam, tomat, atau mentimun. Sup lentil dengan roti gandum utuh Sup lentil kaya akan protein, serat, dan zat besi. Roti gandum utuh memberikan karbohidrat kompleks dan serat. 4. Camilan sore (3:00 - 4:00 sore): Edamame rebus Edamame merupakan sumber protein nabati yang baik. Rebus edamame dengan sedikit garam dan sajikan sebagai camilan sehat. Wortel dan hummus Wortel kaya akan vitamin A dan serat. Hummus merupakan sumber protein nabati dan lemak sehat yang terbuat dari kacang chickpeas. Buah kering Buah kering seperti kismis, kurma, atau aprikot merupakan camilan yang kaya akan vitamin, mineral, dan serat. 5. Makan malam (6:00 - 7:00 malam): Ikan panggang dengan ubi jalar dan brokoli
128 Ikan panggang merupakan sumber protein dan omega-3 yang baik. Ubi jalar kaya akan vitamin A dan serat. Brokoli kaya akan vitamin C dan serat. Tumis tofu dengan sayur dan nasi merah Tofu merupakan sumber protein nabati yang baik. Sayur-sayuran seperti paprika, jamur, atau buncis kaya akan vitamin, mineral, dan serat. Nasi merah merupakan sumber karbohidrat kompleks yang lebih baik dibandingkan nasi putih. Dada ayam panggang dengan salad quinoa Dada ayam panggang merupakan sumber protein tanpa lemak. Quinoa merupakan sumber karbohidrat kompleks yang baik. Tambahkan sayuran favorit Anda seperti bayam, tomat, atau mentimun. 6. Camilan malam (8:00 - 9:00 malam): Susu rendah lemak Susu rendah lemak merupakan sumber protein dan kalsium yang baik. Pilih susu tanpa gula tambahan. Secangkir teh herbal Teh herbal seperti chamomile atau peppermint dapat membantu Anda merasa rileks sebelum tidur. Sebutir apel Apel kaya akan vitamin C dan serat
129 BAB VII GANGGUAN GIZI A. Kurang Gizi Kurang gizi merupakan salah satu masalah kesehatan serius yang dapat menyerang siapa saja, terutama anakanak. Kurang gizi terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan cukup zat gizi penting untuk menjalankan fungsinya dengan baik. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti asupan makanan yang tidak memadai, penyakit, atau gangguan pencernaan. Gizi merupakan salah satu penentu kualitas sumber daya manusia. Akibat kekurangan gizi akan menyebabkan beberapa efek serius seperti kegagalan pertumbuhan fisik serta tidak optimalnya perkembangan dan kecerdasan. Akibat lain adalah terjadinya penurunan produktivitas, menurunnya daya tahan tubuh terhadap penyakit yang akan meningkatkan risiko kesakitan dan kematian. Keadaan kurang zat gizi tingkat sedang yang disebabkan oleh rendahnya asupan energi dan protein dalam waktu cukup lama yang ditandai dengan berat badan menurut umur (BB/U) yang berada pada <-2 SD sampai >- 3SD tabel baku WHO-NCHS. Gizi kurang adalah gangguan
130 kesehatan akibat kekurangan atau ketidakseimbangan zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan, aktivitas berpikir dan semua hal yang berhubungan dengan kehidupan. Kekurangan zat gizi adaptif bersifat ringan sampai dengan berat. Gizi kurang banyak terjadi pada anak usia kurang dari 5 tahun. Gizi buruk adalah kondisi gizi kurang hingga tingkat yang berat dan disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dari makanan sehari-hari dan terjadi dalam waktu yang cukup lama. Malnutrisi pada masa seribu hari pertama kehidupan akan memberikan dampak yang bersifat permanen dan jangka panjang, termasuk mempengaruhi tingkat kecerdasan dan produktivitas anak di masa yang akan datang. Dengan demikian, maka status gizi ibu prahamil, berat badan bayi baru lahir dan asupan nutrisi anak dari pertama dilahirkan sampai dengan usia dua tahun akan berpengaruh terhadap status gizi pada periode kehidupan selanjutnya. 1. Jenis-jenis Kurang Gizi a. Kurang gizi akut Terjadi dalam waktu singkat dan biasanya disebabkan oleh infeksi, diare, atau kurangnya asupan makanan. b. Kurang gizi kronis (stunting)
131 Terjadi dalam jangka panjang dan menyebabkan terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental anak. c. Kurang gizi marasmus Terjadi ketika tubuh kekurangan kalori dan protein secara keseluruhan. d. Kurang gizi kwashiorkor Terjadi ketika tubuh kekurangan protein, tetapi masih memiliki cukup kalori. 2. Gejala Kurang Gizi Gejala umum: Berat badan rendah, pertumbuhan terhambat, kelemahan otot, mudah lelah, rambut kering dan rontok, kulit kering dan kusam, sistem kekebalan tubuh lemah, mudah terserang penyakit. Gejala pada anak: Wajah terlihat cekung, tulang menonjol, perut buncit, diare kronis, sering menangis, apatis, dan tidak aktif. 3. Dampak Kurang Gizi a. Adanya penurunan berat badan Tanda tubuh kekurangan gizi yang pertama adalah penurunan berat badan. Penurunan berat badan tersebut dapat terjadi karena menurunkan
132 jumlah asupan makanan maupun nutrisi. Tetapi perlu diingat juga apabila penurunan berat badan belum tentu karena malnutrisi tetapi juga bisa disebabkan karena adanya penyakit tertentu. c. Sulitnya untuk konsentrasi Tidak hanya itu saja, seseorang yang kekurangan gizi ternyata juga akan lebih sulit untuk konsentrasi. Adapun kesulitan dalam konsentrasi tersebut biasanya juga disebabkan karena masalah kesehatan seperti mengalami anemia. d. Kulit menjadi lebih pucat Kulit yang pucat bukan hanya terjadi ketika anda sedang sakit saja, tetapi juga terjadi ketika tubuh anda kekurangan gizi atau mengalami malnutrisi. Adapun bagian yang paling terlihat biasanya adalah warna bibir dimana menjadi lebih pucat daripada biasanya. e. Mudah mengalami lelah Lelah memang menjadi salah satu kondisi yang sering terjadi tetapi apabila anda mudah mengalami lelah walaupun sedang menjalani aktivitas yang tidak berat, maka anda wajib berhati-
133 hati. Pasalnya mudah lelah juga bisa menjadi tanda apabila tubuh anda kekurangan gizi. f. Rambut kering dan rontok Bukan hanya kulit anda yang mengalami masalah, tetapi rambut juga akan lebih kering dan rontok ketika anda sedang mengalami malnutrisi ini. Biasanya malnutrisi tersebut juga akan menyebabkan rambut menjadi lebih coklat dibandingkan dengan biasanya. Selain di atas, masih ada tanda lainnya seperti nafsu makan dan minum yang berkurang, sering merasa sakit dengan proses penyembuhan lama, merasa lebih lemah dan pada anak biasanya mempunyai berat badan yang tidak bertambah. 4. Pencegahan Kurang Gizi Upaya pencegahan kejadian gizi buruk/kurang pada balita perlu dilakukan sedini mungkin, berikut pencegahan gizi buruk/ kurang: a. Penyiapan kesehatan dan status gizi ibu hamil dilakukan sejak masa remaja dan selanjutnya saat usia subur.
134 b. Menerapkan pola hidup sehat bergizi seimbang untuk memenuhi kebutuhan gizi dan mencegah terjadinya Kekurangan Energi Kronis (KEK). c. Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). d. Mendapatkan konseling pranikah. e. Mencegah pernikahan dini dan kehamilan pada remaja. f. Meningkatkan kepesertaan Keluarga Berencana (KB). g. Menerapkan praktik higiene dan sanitasi personal serta lingkungan. h. Ibu hamil mendapat pelayanan antenatal care (ANC) terpadu berkualitas sesuai standar, penerapan standar pelayanan minimal, deteksi dini dan penanganan adekuat, pola hidup sehat dan gizi seimbang termasuk konseling. i. Peningkatan status gizi dan kesehatan, tumbuh kembang serta kelangsungan hidup anak melalui strategi Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) yang dilakukan dengan praktik “Standar Emas Makanan Bayi dan Anak”. 1) Inisiasi Menyusu Dini (IMD) 2) ASI Eksklusif (0-6 Bulan)
135 3) Pemberian MP ASI mulai usia 6 bulan 4) Pemberian ASI diteruskan sampai usia 2 tahun atau lebih. Selain itu, dilanjutkan dengan pemberian makan anak usia 24–59 bulan yang bergizi seimbang untuk memenuhi kebutuhan gizi bagi tumbuh dan kembang anak. Balita harus dipantau pertumbuhan dan perkembangannya secara rutin serta diberikan pola asuh yang tepat. Balita juga harus mendapatkan stimulasi perkembangan dan imunisasi lengkap sesuai dengan usianya seperti yang tercantum dalam buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). j. Penapisan massal untuk menemukan hambatan pertumbuhan dan perkembangan pada balita di tingkat masyarakat, dilakukan secara berkala melalui bulan penimbangan dengan target cakupan penapisan 100%. Bila ditemukan adanya masalah pertumbuhan seperti kenaikan BB tidak memadai, maka balita perlu dirujuk ke tenaga kesehatan. k. Perhatian khusus diberikan kepada bayi dan balita dengan faktor risiko akan mengalami kekurangan gizi, misalnya:
136 1) Bayi yang dilahirkan dari ibu dengan kurang energi kronis (KEK) dan/ atau ibu usia remaja, bayi yang lahir prematur, bayi berat lahir rendah (BBLR), kembar, lahir dengan kelainan bawaan. 2) Balita dengan infeksi kronis atau infeksi akut berulang dan adanya sumber penularan penyakit dari dalam/ luar rumah atau gangguan kekebalan tubuh. 3) Balita yang berasal dari keluarga dengan status sosio-ekonomi kurang. 4) Balita berkebutuhan khusus. 5) Balita yang berada di lingkungan yang terkendala akses air bersih, dan/ atau higiene dan sanitasi yang buruk. l. Dukungan lintas sektor seperti dalam pemenuhan kebutuhan air bersih dan/atau pengadaan jamban keluarga, serta lingkungan sehat dalam upaya pencegahan penyakit infeksi berulang seperti diare yang dapat mengakibatkan gizi buruk pada balita. 6. Peran Penting dalam Pencegahan dan Penanganan Kurang Gizi
137 Pemerintah Melakukan edukasi tentang gizi dan kesehatan, menyediakan akses makanan bergizi dan air bersih, dan meningkatkan layanan kesehatan. Masyarakat Menerapkan pola hidup sehat dan bergizi, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, dan berpartisipasi dalam program pencegahan dan penanganan kurang gizi. B. Kelebihan Gizi Kelebihan gizi, juga dikenal sebagai obesitas atau kegemukan, merupakan kondisi di mana tubuh memiliki kelebihan lemak tubuh yang dapat membahayakan kesehatan. Kelebihan gizi terjadi ketika asupan kalori melebihi kebutuhan kalori tubuh, sehingga kalori yang tidak terpakai disimpan sebagai lemak. Kegemukan/obesitas merupakan biang segala penyakit, mulai dari penyakit jantung koroner, darah tinggi, diabetes, stroke, dan lain-lain. Bila hal ini terjadi, tentu dibutuhkan biaya mahal untuk pengobatannya. Selain itu penyakit degeneratif seperti penyakit jantung dan pembuluh darah,
138 hipertensi, kanker. Serta penyakit lainnya berkaitan dengan gaya hidup dan proses menua. Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak berlebihan. Kegemukan dan obesitas dapat disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan yaitu pola makan yang tidak memenuhi prinsip gizi seimbang dan kurangnya aktivitas fisik. Kegemukan dan obesitas pada anak usia sekolah dan remaja berisiko berlanjut ke masa dewasa, dan merupakan faktor risiko terjadinya berbagai penyakit tidak menular seperti penyakit kardiovaskuler, diabetes mellitus, kanker, osteoartritis, dan lain lain. Pada anak usia sekolah dan remaja, kegemukan dan obesitas juga dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan yang sangat merugikan kualitas hidup anak seperti gangguan pertumbuhan tungkai kaki, gangguan tidur, sleep apnea (henti napas sesaat) dan gangguan pernapasan lain. Obesitas disebabkan oleh beberapa faktor seperti genetik, lingkungan, obat-obatan dan hormonal. Berdasarkan data Riskesdas tentang analisis survei konsumsi makanan individu sebesar 40,7% masyarakat Indonesia mengkonsumsi makanan berlemak, 53,1%