The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku ini berjudul khazanah ekoleksikon Ke-batar-an Orang Timor Kabupaten Malaka. Bidang utama kajian ini adalah ekolinguistik yang mengungkap ke-batar-an. Buku yang ada di hadapan pembaca ini merupakan sebuah karya penting di dalam disiplin ilmu Ekolinguistik. Selain karena karya ini menyajikan sebuah model kajian ekolinguistik yang penting dan berguna. Buku ini menyajikan model analisis koleksikon ke-batar-an orang Malaka berdasarkan perspektif ekolinguistik

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by PERPUSTAKAAN CV. CAHAYA BINTANG CEMERLANG, 2023-10-02 23:14:29

KHAZANAH EKOLEKSIKON KE-BATAR-AN

Buku ini berjudul khazanah ekoleksikon Ke-batar-an Orang Timor Kabupaten Malaka. Bidang utama kajian ini adalah ekolinguistik yang mengungkap ke-batar-an. Buku yang ada di hadapan pembaca ini merupakan sebuah karya penting di dalam disiplin ilmu Ekolinguistik. Selain karena karya ini menyajikan sebuah model kajian ekolinguistik yang penting dan berguna. Buku ini menyajikan model analisis koleksikon ke-batar-an orang Malaka berdasarkan perspektif ekolinguistik

Keywords: Maria Nahak

3 atar-anAntargenerasi GTTF Tingkat Pemahaman Responden maja 25 th) Dewasa (26-45 th) Tua (46-65 th) C D A B C D A B C D - - 50 - - - 50 - - - - - 50 - - - 50 - - - - - 50 - - - 50 - - - - - 35 4 3 13 20 15 5 10 - - 26 4 10 10 50 - - - - - 50 - - - 50 - - - - - 50 - - - 50 - - - - - - - 50 50 - - - - - - 50 50 - - - - - - - - 50 - - - 50 - - - - - - - - - 50 50 50 - - - - - - - - - 50 50 50 - - - - - - - - - Teks dan Ekoteks KE-BATAR-AN Masyarakat Malaka di Timor, Nusa Tenggara Timur


4 Batar dadus ‘tongkol’ .bahan pembakar pengganti bahan bakar gas, bahan kerajinan bahan kuliner, pakan ternak 50 - 5 Batar fuk ‘rambut jagung’ - ana 10 3 6 Musan ‘biji’ Makanan lokal orang Malaka manfaat bagi 50 - Musan bot ‘biji besar’ kesehatan, benih jagung untuk upacara ritual hamis batar. 50 -- Musan kiik ‘biji Makanan lokal orang Malaka benih, ritual 50 25kecil’ hamis Musan mean ‘biji Makanan lokal orang Malaka makanan lokal 25 - merah’ GTTF, benih/bibit, ritual - Musan modok ‘biji kuning’ Makanan lokal GTTF, dan Bermanfaat bagi kesehatan. 50 17Musan mutin ‘biji putih’ 50 107 Batar makerek ‘biji mutiara’ Makanan lokal sehari-hari, cemilan Makan lokal GTTF, kuliner 25 12- 8 Batar ainaruk ‘sorgum’ Makanan lokal GTTF dan kuliner orang Timor, NTT 5 - 84


- - 50 - - - 50 - - - 16 21 30 17 3 - 50 - - - - - 50 - - - 50 - - - -- -- -- -- -- -- 50 50 -- -- -- 5 4 16 50 - - - 50 - - - - - - - - - 50 - - - - - - - - - 50 - - - 7 8 10 45 2 1 1 50 - - - 5 10 20 10 10 10 50 - - - 3 20 50 - - - 50 - - - - - 50 - - - 50 - - - - - 50 - - - 50 - - - Maria M. Namok Nahak


9 Batar lai ‘jagung Makaanan lokal, sebagai makanan saat ritual 15 - berumur pendek’ jagung GTTF dan sebagai kuliner orang Malaka,Timor NTT 1010 Batar fai hedik Makanan lokal orang Malaka, dan 50 5 ‘jagung bose’ dihidangkan saat ritual hamis GTTF 6 11 Batar daan ‘jagung katemak’ Makanan lokal orang-oarang tua GTTF 50 50 - - 12 Batar fulin ‘pulir jagung’ Makanan khas lokal GTTF dan sebagai kuliner di Malaka 15 - 2 13 filun ‘lemet jagung’ Makanan khas lokal orang Malaka dan juga sebagai kuliner orang Malaka 2 5 14 etu kakaur ‘bubur jagung’ Jagung yang ditumbuk/dipipih/ alat yang digunakan batu, lesung, dan mesin mesin 50 - penggiling. 15 batar sonan ‘jagung goreng’ 50 - 16 batar tunun ‘jagung bakar’ batar ikis 25 50 85


- - 50 - - - 50 - - - 5 15 30 16 4 - 50 - - - 15 18 30 5 15 - 50 - - - 10 32 50 - - - 50 - - - - - 50 - - - 50 - - - - - 50 - - - 50 - - - 5 15 30 5 5 10 50 - - - - - 50 - - - 50 - - - - - - - - - 50 - - - Teks dan Ekoteks KE-BATAR-AN Masyarakat Malaka di Timor, Nusa Tenggara Timur


50 17 18 19 Batar abut ‘akar jagung’ Abut matak ‘akar mentah’ Abut maran ‘akar kering’ Akar sebagai obat batu ginjal dan batuk berdarah. Pada saat ritual hamis jagung yang diritualkan harus memiliki akar yang utuh. 15 50 50 50 20- - - Keterangan: A: Sangat tahu B: Tahu C: Sedikit tahu D: Tidak tahu sama sekali Rumus persentase: Jumlah Responden Jumlah Responden per Kategori Usia 86


0 5 - - - 3 - - - 50 50 50 50 - - - - - - - - - - - - 50 50 50 50 - - - - - - - - - - - - X 100 Maria M. Namok Nahak


87 Teks dan Ekoteks KE-BATAR-AN Masyarakat Malaka di Timor, Nusa Tenggara Timur Leksikon-leksikon yang terdapat pada tabel di atas adalah bagian-bagian yang ada pada batar GTTF.Leksikon-leksikon tersebut sangat diketahui oleh semua responden dari kedua generasi baik dewasa maupun tua, tetapi tidak demikian halnya pada generasimuda. Pengetahuan dari masing-masing leksikon dapat diuraikansebagai berikut. Berdasarkan tabel 6.1 diketahui bahwa dari seluruh responden sebanyak 50 orang (100%) responden tua menjelaskan sangat memahami tentang jagung dan bagian-bagian dari batar ‘jagung, mulai dari proses pemilihan, pengumpulan, sampai pada proses pengolahan batar ‘jagung’.Selanjutnya, sebanyak 39 orang (79%) dari responden dewasa menjawab A, yaitu sangat tahu tentangbatar karena sebagian masih aktif dalam kegiatan pertanian batar ‘jagung’ Responden remaja sebanyak 19 orang (38%) yang menjawab A, yaitu sangat tahu tentang leksikon tersebut. Fenomena ini, disebabkan olah interaksi, interelasi, dan interdependensi terhadap leksikon tersebut rendah, dan tidak adanya transfer pengetahuan dari generasi pendahulu, serta tergantikannya fungsi entitas tersebut oleh leksikon lain, seperti musan ‘biji’, musan bot ‘biji besar’ musan kiik ‘biji kecil’. Berdasarkan di atas diketahui bahwa dari 50 responden usia 46-65 tahun, 100% yang menjawab sangat tahu. Untuk responden 25-45 tahun, 56% atau 28 orang menjawab sangat tahu. Rendahnya tingkat pemahaman responden remaja terhadap leksikon filun, disebabkan oleh sedikitnya keterlibatan mereka dalam proses pembuatan batar filun ‘lemet jagung’ . Hal itu dibuktikan dengan persentase sebesar 30% atau 15 orang yang menjawab A atau sangat tahu. Tingkat pemahaman terhadap leksikon filun untuk ketigakelompok responden, yaitu masing-masing, responden remaja sebanyak 4 orang atau 8% yang menjawab sangat tahu; responden dewasa sebanyak 23 orang atau 46% yang sangat tahu leksikon tersebut; dan responden tua 100% yang menawab sangat tahu. Dilihat rendahnya tingkat pemahaman responden remaja sebesar 8%, artinyabahwa sebagian besar dari mereka tidak tahu atau tidak pernah mendengar leksikon tersebut. Hal ini, terjadi karena tidak adanya transfer pengetahuan dari generasi pendahulu menyebabkan responden remaja tidak paham dan tidak pernah mengenal leksikon bagian ke-bataran tersebut. Tabel di atas terlihat tingkat pemahaman responden terhadap kelompok leksikon filun ‘lemet jagung’, makerek ‘ biji mutiara’, fuk ‘rambut’, ainaruk ‘sorgum’, abut ‘akar’, etu kakaur ‘bubur jagung’ sangat bervariasi dalam arti bahwa entitasentitas tersebut ada yang tingkat pemahaman dari ketiga kelompok responden mencapai 100%, tetapi ada juga yang di bawah 50% khususnya oleh kelompok responden remaja. Rendahnya tingkat pemahaman responden remaja terhadap leksikon-leksikon tersebut karena interaksi yang rendah terhadap entitas-entitas acuannya, serta tergantikannya fungsi entitas-entitas tersebut oleh leksikon lain, seperti filun ‘lemet jagung’, makerek ‘ biji mutiara’, fuk ‘rambut’, ainaruk ‘sorgum’, abut ‘akar’, etu kakaur ‘bubur jagung’. Selain itu, responden remaja tidak mengetahui adanya jenis jantan dan betina pada bagian-bagian batar‘jagung’.


88 Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa tingkat pemahaman yang tinggi terhadap leksikon musanditunjukkan oleh kelompok responden tua sebesar 100%, kemudian diikuti responden dewasa sebesar 60%, sedangkan responden remaja menunjukkantingkat pemahaman yang sangat rendah sebesar 20% menjawab sangat tahu tentang leksikon kain, musan, dan tahan. Fenomena ini menunjukkan bahwa seluruh responden tua dan sebagian besar responden dewasa masih aktif berinteraksi dengan ekologi pertanian jagung (batar). Oleha Etnis Malaka. Rendahnya tingkat pemahaman pada kelompok remaja disebabkan oleh ketidakbermanfaatan entitas ini pada kehidupan modern mereka saat ini dan tidak adanya transfer pengetahuan dari generasi pendahulu ke generasi berikutnya.


8Tabel Tingkat Pemahaman Leksikon Antargenerasi GTTF(mBamhafantin) kdeabnatar-Aanlat No Leksikon Makna Remaja (15-24 th) Bahasa Tetun Fehan Bahasa Latin A B C D1. Saasan rai Fictile Periuk dari tanah liat/gerabah, untuk memasak/merebus jagung ritual (lulik) - - 20 302. Barfai instrument a ad rice Nyiru, alat yang digunakan untuk menampi beras/jagung / membersihan ampas jagung atau alat untuk menyimpan bahan sesajian 10 4 - 363. Tanasak Ibi victimas Anyaman inke,tempat untuk menyimpan bahan sajian pada saat ritual hamis ‘makan jagung muda bersama’ 50 - - -


9 Tingkat Pemahaman Responden Dewasa (25-45 th) Tua (46-65 th) D A B C D A B C D 15 - - 35 25 - - - 50 - - - 50 - - - 50 - - - 50 - - -


912. Tahatur Cementari i Tajak, alat yang digunakan oleh petani untuk membersihkan rumput 12 4 7 2713. Tudik Cultro Alat untuk mengiris daun/bahan sejajian 50 - - - 14. Surik Samurai samurai, Alat pusaka yang disimpan di dalam rumah adat 19 14 7 104. Koba Siros locum Anyaman yang terbuat dari bahan daun lontar guna untuk mearuh siri dan pinang. 13 16 3 18 5. Alu Feriente desuper pilo Alat penumbuk jagung yang terbuat dari kayu tua. 8 - - 42 6. Nesun Caemento Lumpang, Tempat menumbuk jagung bose 10 12 19 9 7. Aisuak Ligna gabled Alat yang digunakan untuk melubangi tanah di kebun seblum menanam benih jagung 17 9 - 24 8. Hudi tahan Musa sapientum fixa folium Daun pisang berfungsi sebagai alat menyimpan sesajian 50 - - - 9. Taha Mitte falcem Alat yang digunakan untuk memotong jagung ritual 50 - - - 10. Baliun Gloriabitur secures Alat yang digunakan untuk membelah kayu 26 8 3 13 11. Bestarai Hoe Pacul, alat pertanian tradional yang digunakan oleh petani untuk memacul tanah sat penyiangan jagung ( batar) 16 9 6 19 90


0 50 - - - 50 - - - 50 - - - 50 - - - 35 15 - - 47 3 - - 21 10 5 14 26 8 10 6 33 4 5 8 35 6 7 2 32 8 4 6 46 4 - - 43 1 6 - 47 2 1 - 50 - - - 50 - - - 50 - - - 50 - - - 36 10 4 - 46 3 1 - 34 13 - 3 40 10 - - Teks dan Ekoteks KE-BATAR-AN Masyarakat Malaka di Timor, Nusa Tenggara Timur


915. Hanek Inclina hydrian Kendi, dari tanah liat untukmemasak air/menyimpan air minum 21 10 5 1416. Kalabuk Puer cocoes Buah kelapa muda 20 3 - 3717. Manu tolun Ovo gallinaceo Telur ayam kampong yang digunakan untuk acara ritual hamis 50 - - - 18. Manu aman Masculum pullum Ayam kampung jantan yang sajikan untuk bahan sesajian 50 - - 1819. Krau Bubalus Kerbau hitam untuk disemblih dalama upacara syukuran tebe bei mau 30 - - 5020. Fuik Folium betel Daun Siri digunakan untuk ritual batar 50 10 3 2521. Bua Ntut areca Buah pinang digunakan untuk ritual batar 50 - - 3722. Ahu Whiting Kapur untuk makan siri pinang 50 - - - 23. We Aqua Air, digunakan untuk memercik para umat atau peserta ritual hamis 50 - - - 24. Tua Tenebitur planta capitis Sopi kepala, dipakai sebagai bahan sesajian ritual 35 16 - 4025. Manu ran Sanguine m oullum Darah air yangdigunakan oleh tuah adat untuk memercik alat pertanian 50 - - 5026. Komak Cornhusk Kulit jagung, dignnakan untuk 50 9 7 3091


1 41 3 - 6 50 - - - 28 1 3 8 34 15 - 1 50 - - 50 - - - - 50 - - - 50 - - - 15 10 14 11 22 8 18 2 23 18 - 9 39 9 2 - 30 14 1 5 42 6 - 2 50 - - - 50 - - - 50 - - - 50 - - - - - 6 4 50 - - - - - - - 50 - - - 19 19 8 4 24 16 7 3 Maria M. Namok Nahak


927. Fatuk Lapis Batu, biasa terdapat di kebun atau depan rumah adat mengandung nilai sacral/mitos. 50 13 2 5 28. Tais mane Materiae retorta sarung, digunakan untuk pembungkus bahan sesajian pada saat ritual membuka lahan baru 40 10 - - 92


2 50 - - - 50 - - - 43 7 - - 45 5 - - Teks dan Ekoteks KE-BATAR-AN Masyarakat Malaka di Timor, Nusa Tenggara Timur


29. Tali akar Funem Tali dari daun lontar, digunakan untuk mengikat jagung 35 6 12 1930 Nesun Caemento Lesung, alat tradional seperti lumpang dgunakan untuk menumbuk jagung. 20 - - 3031 Batar Frumentu m Jagung, bahan sesajian/persembahan ritual hamis 50 - - - Keterangan: A. Tahu, kenal, dan referennya masih banyak B. Tahu, kenal, dan referennya sedikit/langka C. Tahu, kenal, dan referennya sudah hilang/punah D. Sama sekali tidak tahu atau tidak kenal 93


41 4 - 5 47 2 1 - 30 - - 20 40 5 5 - 50 - - - 50 - - - Maria M. Namok Nahak Teks dan Ekoteks KE-BATAR-AN Masyarakat Malaka di Timor, Nusa Tenggara Timur


94 Maria M. Namok Nahak Grafik Tingkat Pemahaman Leksikon Bahan dan Alat (Mamfatin) Ke-batar-an GTTF Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui secara terperinci mengenai pemahaman responden tentang leksikon bahan dan alat ke- batar-an. Tingkat pemahaman terhadap leksikon-leksikon tersebut menunjukkan persentase yang sangat bervariasi pada ketiga kelompok responden. Penjelasannya dapat diuraikan sebagai berikut. Dari hasil tes leksikal terlihat bahwa tingkat pemahaman ketiga kelompok responden terhadap leksikon ke-batar-an, masing- masing kelompok tua84.19% untuk usia 46-65, kelompok dewasa72.19%, dan kelompok muda 15-24 sebesar Rendahnya pemahaman responden remaja disebabkan oleh kurangnya interaksi terhadap ke-bataran atau mereka tidak aktif tidak bermanfaat bagi mereka. Leksikon sasananjuga telah tergantikan fungsinya dengan lekskon lain yang terkonsep baik di benak genersi muda sepertipanci‘periuk yang terbuat dari aluminium’ sebagai wadah untuk memasak batar ‘jagung’.Untuk tempat air minum, saat ini sudah ada leksikon seperti ember, dandang, gelas plastik atau aluminium’. Berdasarkan tabel 6.3 diketahui bahwa dari 50 responden usia15-24 tahun, 24% atau 12 orang menjawab A. Untuk responden usia 25-45 tahun dan kelompok usia 46- 65 tahun yang menjawab A, masing-masing sebesar 26 % dan 28%. Tingkat pemahaman yang rendah oleh kelompok responden remaja menunjukkan rendahnya interaksi terhadap pertanian ke-batar-an. Dari data yang diperoleh dapat diketahui bahwa pemahamanketiga kelompok responden tentang leksikon mamfatinrendah. Hal tersebut, terjadi karena benda ini sudah sangat langka keberadaannyadan penggunaannya sudah digantikan dengan alat penerangan lain. Misalnya, penggunaan lilin atau lampu semprong dari minyak tanah atau lampu listrik. Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa dari 50 respondenusia 15-24 tahun, 90,00 84,19 80,00 72,19 70,00 66,58 60,00 50,00 40,00 30,00 20,00 10,00 0,00 37,61 Remaja Dewasa Tua 9,887,86 4 ,58 6,063,631,35 12,13 1,03 Sangat Paham Paham Cukup Tidak Tahu Paham


95 Maria M. Namok Nahak 8% menjawab A, yaitu tahu, kenal, dan referennya masih banyak. Untuk responden usia 25-45 tahun dan usia 46-65 tahun masing-masing sebesar 38% dan 48% menjawab A. Dari data yang telah diperoleh, terihat bahwa pemahaman ketiga kelompok responden usia terhadap leksikonini sangat rendah. Hal tersebut dikarenakan sasanan raiini sudah jarang digunakan dalam ritual ke- batar-an. Tabel di atas diketahui bahwa pemahaman terhadap kedua leksion di atas, yaitu leksikon manu tolun,manu ran, dan tahasangat tinggi. Hal itu, dapat dilihat dari persentase antarkelompok usia masing-masing sebesar 62%, 100%, dan 100%; untuk leksikon manu tolunsebesar 80%, 86%, dan 90%. Tingginya persentase yang ditunjukkan oleh ketiga kelompok responden tersebut disebabkan oleh tingginya interaksi terhadap tumbuhan yang diacu dari kedua leksikon itu.Penggunaan leksikon-leksikon tersebut masih aktif dalam percakapan sehari-hari dan referensinya masih banyak ditemukan sehingga masih sangat baik terkonsep dalam benak para penutur. Tingkat pemahaman yang tinggi ditunjukkan oleh dua kelompok responden, yaitu responden usia 25-45 tahun dan usia 46- 65 tahun dengan persentase masingmasing sebesar 82% (baik) dan 94% (sangat baik). Hal ini disebabkan oleh tingginya interaksi terhadapmamfatindan mengetahui manfaat bagian dari batar , yaitu bijinya dapat digunakan di lingkungan kebataran. Kelompok responden usia 15-24 tahun hanya memiliki persentase sebesar 26% yang menjawab A, yaitu tahu, kenal, dan referensinya masih banyak. Rendahnya interaksi terhadap manfatinmenyebabkan leksikon sasanan rai tidak banyak dikenali. Aktivitas guyub tutur Tetun Fehan yang berhubungan denganke-batar-ansecara tidak langsung juga berhubungan dengan berbagai bahan dan alat yang digunakan untuk pertanian ke-batar-an. Mulai dari proses pratanan, tanam, panen, dan pascapanen, sampai proses akhir upacara ritual hamis batar. Terdapat beberapa alat yang biasa digunakan oleh guyub tutur Tetun Fehan untuk tujuan masing- masing. Salah satu adalah aisuak ‘tongkat dari kayu’ yang digunakanuntuk furi batar‘menanam jagung’ tujuannya untuk melubangi tanahhingga dalam berbentuk segi empat sebelum menanam batar ‘jagung’.sehingga benih yang ditanam tidak keluar dari lubang yang sudah ada benih jagung yang ditanam, sehingga tidak mudah dimakanoleh semut atau ayam pemakan benih jagung di sekitar lubang benih jagung. Aktivitas furi batar seperti itu, kini mulai ditinggalkan oleh generasi muda.Remaja-remaja tidak dilibatkan dalm aktivitas pekerjaan bertani. Berdasarkan survey di lapangan bahwa remaja-remaja dilibatkan dalam pekerjaan bertani kebun alakadarnya; artinya mereka tidak dibutuhkan tenaganya dalam aktivitas pertanianmenanam jagung. Aktivitas ini biasanya dapat dikerjaakan oleh orang-orang tua baik laki-laki maupun perempuan. Sebagai penutur bahasa Tetun Fehan dengan lingkungan ke-batar-an. Pengetahuan dan pemahaman tersebut kemudian dikodekan secara lingual dalam bentuk leksikon-leksikon yang terekam dalam pemikiranguyub tuturnya. Berikut disajikan tabel mengenai pengetahuan dan pemahaman antargenerasi GTTF terhadap beragamnya vegetasi tumbuhan yang


96 Maria M. Namok Nahak terdapat di lingkungan pertanian ke-batar-an. Tingkat Pemahaman Leksikon Tumbuhan (aihoris) Teks Kebatar-an Antargenerasi GTTF Gambar 6.4 Grafik Pemahaman Leksikon Tumbuhan (aihoris) 35,0 30,0 28,7 25,0 23,6 20,0 18,9 15,0 12,5 10,0 Remaja Dewasa Tua 5,0 3,8 1,7 2,1 1,32,82,3 4,4 1,3 0,0 Sangat Paham Paham Cukup Tidak Tahu Paham


9Tabel Tingkat Pemahaman Leksikon Tumbuhan (aihoris) Teks KNo. Leksikon aihoris ‘Tumbuhan’ (Flora) Makna Bahasa Indonesia (BI) Bahasa Latin A1. Nuhun pohon kelapa Cocoes lingo 502. Buahun pohon pinang Nut arboribus 503. Tuahun pohon waru Hibiscus tiliaceus 144. Hudihun pohon pisang Psidium guajava 505. Hashun pohon mangga Magno 506. 7. Nekehun pohon kapuk Ceiba pentandra 108. Batar Jagung Zea mays 509. Lakeruhun labu kuning Kukurbitu 7 10. Fehukaihun Ubi kayu singkong Cassava 5011. Fehuk uhi ubi hutan Silva pastika 4012. Lantorahun Pohon lamtoro Lamtora lingo 5013. Fehuk Keladi Taro 5014. Fehuk malae ketela/ubi jalar Yam 5015. Hedan Nanas Pineapple 4016. Auhun jenis bambu besar Quis fermentum 1297


7 Ke-batar-an Antargenerasi GTTF Tingkat Pemahaman Responden Remaja (15-24 th) Dewasa (25-45 th) Tua (46-65 th) A B C D A B C D A B C D 0 - - - 50 - - - 50 - - - 0 - - - 50 - - - 50 - - - 4 10 3 23 32 8 3 7 50 - - - 0 - - - 50 - - - 50 - - - 0 - - - 50 - - - 50 - - - - 3 0 11 6 23 17 7 13 13 30 11 4 5 0 - - - 50 - - - 50 - - - 20 2 21 30 9 - 11 50 - - - 0 - - - 50 - - - 50 - - - 0 5 5 - 50 - - - 50 - - - 0 - - - 50 - - - 50 - - - 0 - - - 50 - - - 50 - - - 0 - - - 50 - - - 50 - - - 0 10 - - 43 7 - - 45 5 - - 2 6 15 17 20 15 13 2 32 6 9 3 Maria M. Namok Nahak


917. Feuhun Pohon Ende Finis lingo 1618. Jatihun pohon jati Tectona 5019. Haehun Ilalang Ignites fenei tecti 2120. Moat Rumput Herba 1021. Fuikhun Pohon siri Iros lingo 5022. Halihun pohon beringin Peringin lingo 9 23 Kaut Tomat yang bijinya sangat kecil Tomatoes 5024 Fahimatak Terung Eggplant 5098


8 6 8 7 19 29 14 2 5 50 - - - 0 - - - 50 - - - 50 - - - 1 12 7 10 29 13 2 6 50 - - - 0 6 9 25 19 9 13 9 50 - - - 0 - - - 50 - - - 50 - - - 6 19 16 20 15 13 2 50 - - - 0 - - - 50 - - - 50 0 - - - 50 - - - 50 - Teks dan Ekoteks KE-BATAR-AN Masyarakat Malaka di Timor, Nusa Tenggara Timur


99 Maria M. Namok Nahak Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa pemahaman responden antargenerasi tentang leksikon tumbuhan yang berada di lingkungan pertanian sangat paham tentang leksikon ke-batar- anyaitu kelompok responden usia 15-24 18,9%, usia 26-45 tahun 23,6%, dan usia 46-65 adalah 28,7% memberikan gambaran bahwa sebagian besar generasi muda GTTF masih memilki sejumlah kognisi atau pengetahuan leksikon yang memadai tentang berbagai jenistumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan bahan makanan, obat- obatan yang hidup di lingkungan ke-batar-an.Dari seluruh leskikon yang diujikan, terdapat jenis tumbuhan yang sama sekali tidak dikenali oleh responden remaja karena tidak pernah mendengar atau melihat tumbuhan tersebut sehingga tidak terkonsep dalam benak penutur usia remaja, seperti talas ‘keladi’, fehuk ui ‘ubi hutan. Dari persentase pemahaman tersebut, dapat diketahui bahwa responden usia 25-45 tahun dan usia 46-65 tahun memiliki pemahaman yang tertinggi. Tingkat Pemahaman Leksikon Hewan (lotuk) dalamTeks Kebatar-an Antargenerasi GTTF Gambar Grafik Pemahaman Leksikon Hewan (lotuk) Pemerolehan bahan-bahan untuk persembahan upacara ritual kebataran diperoleh dari beberapa hewani. Artinya, hewan yang secara alamiah tentunya menjadi tempat tinggal berbagai macam hewan baik yang bersifat spesifik karena hewan yang memang memiliki kedekatan dengan batar ‘jagung’itu sendiri.Untuk mengetahui tingkat pemahaman responden tentang hewan, diujikan 22 leksikon. Dari hasil penelitian diperoleh pengetahuan responden yang bervariasi antara kelompok usia seperti terlihat pada tabel berikut. 80,0 75,2 70,0 60,0 50,0 61,7 51,0 40,0 30,0 20,0 10,0 0,0 29,7 9,12,9 0 9,0 7,610,88,3 12,2 5,2 Remaja Dewasa Tua Sangat Paham Paham Cukup Tidak Tahu Paham


Tabel Tingkat Pemahaman Leksikon Hewan (lotuk) dalam Teks No. Leksikon BTF Bahasa Latin BL Makna R(1A 1. Busa Felis catus Kucing 50 2. Wani metan Dinoderus minutes Serangga kecil hitam yang berkulit keras berupa kumbang, suka makan kayu, jagung dsb 14 3. kakibat Seasehell Kerang laut bentuknya bulat 6 4 Kros Mare slugssisput Siput laut 5 Niki Vespertilio kelelawar 6 Toko Migale Tkek 4. isoptera serangga (seperti semut) pemakan dan perusak kayu 5 5. kakuk Strigiformes sejenis burung hantu 14 6. Ula batar Consumentur velut a tinea Gerayak’ Ulat jagung yang menyerang pucuk daun jagung pada waktu tanaman 9 7. smea Phyton Ular pito 50 100


Ke-batar-an Antargenerasi GTTF Tingkat Pemahaman Responden Remaja 15-24th) Dewasa (25-45 th) Tua (46-65 th) B C D A B C D A B C D - - - 50 - - - 50 - - - 18 8 10 37 - 9 4 41 2 5 2 20 - 24 19 8 13 10 29 14 2 5 3 - 42 24 14 3 6 38 2 8 2 - - 36 26 8 12 4 35 1 14 - 10 3 28 31 9 8 2 50 - - - - - - 50 - - - 50 - - - Maria M. Namok Nahak


8’ samodo Viridi serpens Ular hijau 50 9. kabebar Rhopalocera kupu-kupu 16 10 Ulu katar Brevi statura erat serpens ulat bertubuh pendek dan berbulu tebal. Jika jatuh mengenai badan manusia sangat gatal dan bengkakbengkak. 11 Krau Vitula eligans Sapi 50 12 Fahi Corvus Babi 50 13. Manu Chiroptera Ayam 50 14. Krau timur Erionota Kerbau 10 15. Kla’ek Caelifera Belalang 20 16. Nehek ulu bot Oecophylla Semut merah besar, semut rang-rang - 17. Ulat batar Ostrinia furnacalis Ulat jagung 20. samodo Sus scrofa vittatus Ular hijau 25 21. krawa Macaca fascicularis Monyet 50 22. Kikit Haliastus indus Burung elang 6 23. Nehek ulu bot Solenopsis Semut api 5 26. wani Coleoptera kumbang 10 101


- - - 50 - - - 50 - - - 6 9 19 27 5 10 8 30 16 2 2 - - - 50 - - - 50 - - - - - - - - - 50 - - - - - - - 50 - - 50 - - - - 4 10 26 50 - - - 50 - - - 9 10 11 37 - 10 3 50 - - - - - 50 40 7 - 3 47 1 1 1 - 36 38 10 - 2 40 3 - 7 10 7 6 32 16 2 - 36 10 4 - - - - 50 - - - 50 - - - - 10 19 11 9 11 27 - 19 4 3 - 48 35 7 5 5 37 10 - 3 - - 5 50 - - - 50 - - - Teks dan Ekoteks KE-BATAR-AN Masyarakat Malaka di Timor, Nusa Tenggara Timur


1027 lamin Passer Burung pipit 5 28 Asu Canen Anjing 50 29 Laho Rat Tikus 50 31 Ula rai vermis terram Ulat tanah 15 32 Wani Sitophilus zeamais motsch Kumbang bubuk 10 33 Lalar batar Atherigona sp Lalat bibit - 34 Ula Spodoptera sp Ulat gerayak - 35 ula nahat batar Heliotis armigera Penggerak tongkol - 36 Ula nahat batar Ostrinia fumacalis Penggerak batang - 37 Utu nahat batar tahan Mysus persicae Kutu daun 15 38 Ula tahan Prodenia litura Ulat daun 10 Keterangan: A. Tahu, kenal, dan referennya masih banyak B. Tahu, kenal, dan referennya sedikit/langka C. Tahu, kenal, dan referennya sudah hilang/punah D. Sama sekali tidak tahu ataupun tidak kenal 102


03 - - 45 10 - 15 25 50 - - - - - - 50 - - - 50 - - - - - - 50 - - - 50 - - - - - 35 45 - - 5 50 - - - - - 40 30 15 - 5 40 - - 10 - - 50 15 - - 35 35 - - 15 - - 50 5 - - 45 40 - - 10 - - 50 10 - - 40 35 - - 15 - - 50 10 - - 40 35 - - 15 5 6 14 50 - - - 50 - - - 6 3 21 10 5 6 19 50 - - - Maria M. Namok Nahak


103 Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui secara terperinci mengenai pemahaman responden antargenerasi tentang leksikon hewan yang berada di lingkungan ke-batar-an, yaitu 51% (sangat kurang), 10,8% (cukup baik), dan 12,9% (baik). Dari seluruh leksikonyang diujikan, terdapat satu leksikon hewan, yaitu nenek ulubot atau ‘semut merah besar’ yang sama sekali tidak dikenali oleh responden remaja karena tidak pernah mendengar atau melihat hewan tersebut sehingga tidak terkonsep dalam benak penutur usia remaja. Dari persentase pemahaman tersebut, dapat diketahui bahwa responden usia 46-65 tahun memiliki pemahaman yang tertinggi. Grafik Tingkat Pemahaman Leksikon Kealaman (Raiklaran) dalam Teks Ke-batar-an Antargenerasi GTTF Pada dasarnya, sifat interaksi manusia dengan alam semesta adalah hubungan timbal balik.Manusia sangat membutuhkan alam 120,0 100,0 96,8 88,2 80,0 71,4 60,0 53,4 0 9,8 40,0 Remaja Dewasa Tua 20,0 16,9 16,1 11,3 6,6 2,3 0,5 0,1 0,0 Sangat Paham Paham Cukup Tidak Tahu Paham


104 Maria M. Namok Nahak dan segala sumber daya yang ada di dalamnya untuk bertahan hidup.Sebaliknya, hutan menuntut manusia untuk melelstarikannya. Manusia sebagai makhluk memiliki keterkaitan dan ketergantungan terhadap alam dan lingkungannya.Untuk bisa mempertahankan kehidupannya, manusia membutuhkan lingkungan sekitar atau sumber daya alam.GTTF sebagai manusia yang memanfaatkan alam semesta untuk keberlanjutan pertanian secara tradisionalyang sudah dikenal lama.Adanya interdependensi antara alam dan lingkungan pertanian ke-batar-an memunculkan leksikon-leksikon bahasa Tetun Fehan berkaitan dengan alam yang turut memengaruhi keberadaan batar.Berikut data leksikon alam dalam bahasa Tetun Fehan. C. Deskripsi Leksikon Kealaman (Raiklaran) No. Leksikon BTF Bahasa Indonesia 1. Anin foho angin barat, menggambarkan jenis angina 2. Sae terbit, peristiwa dimana sisi teratas matahari muncul di atas cakrawala di timur 3. Loro sae Matahari terbit dari ufuk Timur 4. Loro monu sore hari, menggambarkan menunjukkan pukul 15.00 – 16.00 keadaan waktu yang 5. Weliman Sumber mata air yang mengalir sepanjang tahun. 6. Fulan mosu Bulan purnama 7. Wedik Kali bisa diairi untuk tanaman palawija 8. Loromatan matahari, salah satu benda angkasa yang menjadi titik pusat tata surya, berbentuk bulat berisi gas yang mendatangkan terang dan panas pada bumi di siang hari. 9. Benenai Sungai Benenai 10. Lorofalin kemarau panjang, menggambarkan keadaan musim yang sangat panas dengan jangka waktu yang panjang 11. Kloan Tanda-tanda alam turunnya hujan 12. Mameran Petir 13. Kokur Guntur pertanda memasuki musim hujan 14. Udan Hujan, menanam jagung saat hujan pertama tiba 15. Loromakas siang hari, menggambarkan menunjukkan pukul 11.00 – 14.00 keadaan waktu yang


105 No. Leksikon BTF Bahasa Indonesia 16. Fitun bintang, benda langit yang memancarkan cahaya terutama di malam hari 17. Kloan Langit gelap tandanya akan turun hujan 18. Terbit Fajar, selain itu, nama fajar adalah sebuah yayasan milik Bupati Pertama Kabupaten Malaka, Timor NTT 19. Fitun mai nosi foho leten bintang barat, tandanya adakhabar sukacita 20. We Air, merupakan unsur yang paling dalam kehidupan GTTF digunakan untuk upacara ritual hamis. Memercikkan air pada masyarakat yang hadir dalam ritual jagung. Fungsinya dapat menyucikan diri dari hal-hal yang kotor. 21. Sesewan oan pagi-pagi sekali 22. Loromonu Terbenam 23. Udan anin Hujan angin 24. Lalean Angkasa 25. Udan bot Hujan deras bisa mendatangkan banjir 26. Rai Tanah digunakan untuk menanam jagung 27. Fulan Bulan 28. Fulan monu bintang barat 29. Tasi nakali pertanda datangnya angin barat 30. Loro monu malam hari, menggambarkan keadaan waktu setelah matahari terbenam 31. Rai maran Tanah kering 32. Udan nanawa hujan reda 33. Udan basa Hujan angin membasahi rumah 34. Loro manas Matahari panas 35. Fulan mosu Bulan mulai muncul 36. Udan kiti-kitin hujan rintik-rintik atau gerimis 37. Loro makas siang hari, menggambarkan keadaan waktu yang menunjukkan pukul 11.00 38. Anin foho Angin dari barat 39. Anin tasi Angina dari laut


Tabel Tingkat Pengetahuan Leksikon Kealaman(raiklarNo. Leksikon Makna Re(15-Bahasa Tetun Fehan Bahasa Latin A B1. Anin foho Zephyris spirantibus angin barat - 82. Sae Resurgemus Terbit 5 13. Lorosae Ortus Matahari terbit - -4. Loromalirin Post meridiem sore hari 12 15. Loromatan Sol Matahari 50 -6. Tinan Diu noctuque aestu kemarau panjang 2 97. Udan Pluviam Hujan 50 -8. Foho Montis Gunung 50 -9. Anin Ventm orientalem angin timur 50 -10. Loro makas Dies siang hari 50 -11. Malae Occidens Barat 8 212. Anin Ventum Angin 50 -13. Fitun Stella Bintang 50 -14. Lalean Coelom Langit 35 515. Terang/terbit Aurora Fajar 16 816. We Aqua Air 50 -106


ran) Antargenerasi GTTF Tingkat Pemahaman Responden emaja -24 th) Dewasa (25-45 th) Tua (46-65 th) B C D A B C D A B C D 8 17 25 38 6 2 4 40 9 1 - 11 13 21 24 14 3 9 35 6 7 2 - 50 16 7 17 10 33 7 1 9 19 5 14 27 11 5 7 43 - 6 1 - - 50 - - - 50 - - - 9 - 39 31 - 12 4 44 - 3 3 - - 50 - - - 50 - - - - - 50 - - - 50 - - - - - 50 - - - 50 - - - - - 50 - - - 50 - - - 2 5 35 25 7 11 7 50 - - - - - 50 - - - 50 - - - - - 50 - - - 50 - - - 5 2 8 41 2 5 2 50 - - - 8 7 19 29 14 2 5 50 - - - - - 50 - - - 50 - - - Maria M. Namok Nahak


17. Kloan Nubes Awan 35 -18. Sesawan Mane pagi-pagi sekali 50 -19. Loromonun Statuto Terbenam 50 -20. Lalean Spatium Angkasa 35 521. Rai Terram Tanah 50 -22. Fulan Mensis Bulan 50 -23. Rai kalan Noctis malam hari 50 -24. Loro tun Crepusculum senja hari 8 125. Nareis seisawan In mae menjelang pagi 12 126. Udan nanawa Pluviam hujan reda 20 527. Anin malirin Ventum angin sepoi-sepoi 5 228. Udan kitin-kitin Inquino hujan rintik-rintik 40 -29. Udan bot Vehementilssimo imbri Hujan deras 50 -30. loromakas Per diem siang hari 7 531. Kloan Nebula Kabut 15 1Keterangan: A. Tahu, kenal, dan masih sering digunakan B. Tahu, kenal, dan sudah jarang digunakan C. Tahu, kenal, dan sudah tidak pernah digunakan D. Sama sekali tidak tahu atau tidak kenal 107


5 10 50 - - - 50 - - - - - 27 13 10 - 50 - - - - - 50 - - - 50 - - - 5 10 - 22 6 2 20 27 3 18 2 - - 50 - - - 50 - - - - - 50 - - - 50 - - - - - 37 3 4 6 50 - - - 19 7 16 36 4 6 4 39 5 1 5 16 4 18 33 9 1 7 50 - - - 5 5 20 13 15 11 11 50 - - - 20 5 20 16 19 5 10 32 11 - 7 3 7 19 11 4 16 50 - - - - - 50 - - - 50 - - - 5 9 29 27 6 9 8 50 - - - 10 5 20 50 - - - 50 - - - Teks dan Ekoteks KE-BATAR-AN Masyarakat Malaka di Timor, Nusa Tenggara Timur


108 Maria M. Namok Nahak Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui secara terperinci mengenai pemahaman responden antargenerasi tentang leksikon alam pertanian ke-batar-an yaitu 16,1% (sangat kurang), 16,9% (cukup baik), dan 96,8% (sangat baik). Dari seluruh leksikon yang diujikan, terdapat sepuluh leksikon yang berkaian dengan alam yang sama sekali tidak diketahui dan dikenali oleh responden remaja karena tidak pernah mendengar penggunaan leksikon-leksikon tersebut sehingga tidak terkonsep dalam benak penutur usia remaja, seperti leksikon anin foho ‘anggin barat’ loro tun ‘senja hari’, anin malirin ‘angin aepoi-sepoi’, tinan naruk ‘kemarau panjang’ diketahui yang diketahui, dikenali, tetapi jarang dan bahkan sudah tidak digunakan lagi dalam percakapan sehari-hari oleh reesponden remaja, yaitu leksikon kloan ‘berawan’ udan kitin-kitin ‘hujan rintik-rintik’. Dari persentase pemahaman tersebut, dapat diketahui bahwa responden usia 46-65 tahun memiliki pemahaman yang tertinggi. Tingkat Pemahaman Leksikon Ritual (lulik) Grafik Tingkat Pemahaman Leksikon Ritual (lulik) Teks Ke-batar-an Antargenerasi GTTF 50,0 45,0 40,0 35,0 30,0 25,0 20,0 15,0 10,0 5,0 0,0 45,0 38,9 24,5 Remaja Dewasa 12,5 Tua 9,4 3,53,52,1 5,4 2,5 2,10,4 Sangat Paham Paham Cukup Paham Tidak Tahu


109 Teks dan Ekoteks KE-BATAR-AN Masyarakat Malaka di Timor, Nusa Tenggara Timur Ritual atau lulik dipercayai merupakan kebutuhan pokok identitas kultural dan status sosial manusia yang berbeda dengan sesamanya. Kepercayaan pada daya mistis ritual juga dapat menjadi sebuah media pemujaan, sebuah katalis yang mendekatkan dirinya dengan kekuatan di luar, yang salah satu fungsinya adalah sebagai pengokoh norma dan nilai budaya yang berlaku secara turun- temurun. Kebatar-anbagi guyub tutur Tetun Fehan dianggap bukan hanya tula sebagai ritual hamis, melainkanmengandung nilai magis karena ritual tulaitu sendiri memiliki hubungan dengan keberadaan manusia sesudah dia akhirat. Tulahanditerbangkan selama tujuh tujuh malam secara berturut-turut. Setelah itu, pada saat diturunkan GTTF melakukan upacara ritual sebelum hamis batar dengan meletakkan berbagai jenis makanan di troman ‘mesbah’ untuk menyampaikan rasa syukur atas hasil panen batar ‘jagung’ tahun ini. Berkaitan dengan itu, muncullah beberapa leksikon benda atau kegiatan yang digunakan dalam ritual hamis batar ‘makan jagung mauda secara bersama-sama’yang terdapat di dalam ritual. Pemahaman antargenerasi mengenai leksikon ritual tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.


11Tabel Tingkat Pemahaman Leksikon Ritual (Lulik) Teks Ke-No. Leksikon Ritual Makna (BTF (Bahasa Tetun Fehan) BL (Bahasa Latin) A 1 Raiklaran Terra bumi/tanah 50 2 Loromatan Sol Matahari 50 3 Kuru agama Orantes pembacaan doa - 4 Kakaluk Fetish Jimat dalam bentuk siri pinang. Bisa juga tempat menaruh siri pinang bagi laki-laki terbuat dari benang asli. - 5. Koba In betel Tempat siri pinang - 6. Kakuluk Polus magni Tiang agung 7 7. Tatera Vitae Mengangkat 35 8. Tasi Aequor Laut 50 9. Lalean Coelom Langit 50 10. Maromak Deus Tuhan 50 11. Matabian Sol Matahari 50 12. Fukun Functione Tetuah adat 20 13. Liurai/nain Regem Raja 50


10 -batar-an Antargenerasi GTTF Tingkat Pemahaman Responden Remaja 15-24 th) Dewasa (25-45 th) Tua (46-65 th) B C D A B C D A B C D - - - 50 - - - 50 - - - - - - 50 - 50 - 50 - - - 31 19 - 47 3 - - 50 - - - 16 20 14 33 8 6 3 34 14 1 1 - 39 11 38 10 - 2 47 3 - - 10 15 18 20 15 13 2 43 7 - - - - 25 31 19 - - 50 - - - - - - 50 - - - 50 - - - - - - 50 - - - 50 - - - - - - 50 - - - 50 - - - - - - 50 - - - 50 - - - 15 20 5 20 15 10 5 50 - - - - - - 50 - - - 50 - - - Maria M. Namok Nahak


1114. Dato Prorex Wakil raja 15 15. Ata Servus Hamba 50 16. Hai/hai Ignis Api 50 17. Bitu ulun Caput mat Kepala tikar - 18. Odamatan rai Lotus ostium Pintu samping 25 19. Odamatan lor Et ante ianuam Pintu bagian depan 35 20. Lulik Ritual - 21. Kabir/koba Siros locum Tempat siri 21 22. Tula/sera Sacrorum Persembahan 9 23. Sasan rai Ex solo ollam Periuk dari tanah liat 15 24. Mana’ik Tributis serviens Hasil persembahan untuk raja/upeti - 25. Fuik Siros Siri 50 26. Moras Ill Sakit 50 27. Troman Ibi victimas Tempat sesajian 16 28. Surik Gladio Pedang 19 29. Loron tolu Tribus diebus 3 hari 23 30. Kalan tolu Tribus noctibus 3 malam 19 31. Kumu liman Foedans manus mengatupkan tangan saat berdoa - 32. Taka matan Opertis Menutup mata 2 33. Kose Praelino Oles 50 34. Manas Dingus Panas 50 35. Ulun Caput Kepala 50


11 18 9 7 34 14 2 - 50 - - - - - - 50 - - - 50 - - - - - - 50 - - - 50 - - - - - 50 50 3 - 41 7 2 - 15 8 2 50 35 10 5 50 - - - 10 3 2 40 7 2 - 50 - - - - - 50 50 - - - 50 50 - - - 11 13 5 48 2 - - 50 - - - 21 5 15 41 6 1 2 50 - - - 20 7 8 45 2 1 2 50 - - - - 18 32 35 11 4 - 42 5 3 - - - - 50 - - - 50 - - - - - - 50 - - - 50 - - - 14 10 10 30 16 4 - 50 - - - 13 9 9 35 8 7 - 47 3 - - 18 3 6 40 10 - - 50 - - - 17 6 8 42 8 - - 50 - - - - 21 29 18 16 11 5 33 12 3 2 6 20 22 31 9 7 3 41 7 2 - - - - 50 - - - 50 - - - - - - 50 - - - 50 - - - - - - 50 - - - 50 - - - Teks dan Ekoteks KE-BATAR-AN Masyarakat Malaka di Timor, Nusa Tenggara Timur


1136. Hirus Praecisus umbilicus tuus Pusar 50 37 Baboton Frontemque ostentans Kening 50 38 Liman Minibus Tangan 50 39 Tali akar Mater of funem margarita Tali gewang 35 40 We matan Maromak Aquae copia Sumber air pemali 35 41 Kesi Fascis Ikat 50 42 Babarak Filter Nyiru/tampi 50 43 Tanasak Anyaman dari lontar keracinan tangan. Tempat menyimpan siri pinang 34 44 Kakehe Fan Kipas 50 45 Nu kalabuk Cocos Buah kelapa yang masih muda 45 46 Diman Hastam Tombak 30 47 Foho Montis Gunung 50 48 Fehan Meridianam Selatan 50 49 Tasi Aequor Laut 50 50 Kona susar Clade Bencana, celaka 50 51 Fiar Credo Percaya 50 52 Halon/hakroan appeal Memohon 35 53 Koa Segmentum Menyayat/mengiris 50


12 - - - 50 - - - 50 - - - - - - 50 - - - 50 - - - - - - 50 - - - 50 - - - 15 7 3 40 - - 10 50 - - - 5 3 7 40 6 3 2 50 - - - - - - 50 - - - 50 - - - - - - 50 - - - 50 - - - 6 5 5 40 6 3 1 50 - - - - - - 50 - - - 50 - - - - - 5 50 - - - 50 - - - 10 4 1 36 8 3 1 50 - - - - - - 50 - - - 50 - - - - - - 50 - - - 50 - - - - - - 50 - - - 50 - - - - - - 50 - - - 50 - - - -- - - 50 - - - 50 - - - 6 3 6 45 3 1 1 50 - - - - - - 50 - - - 50 - - - Maria M. Namok Nahak


1154 Makoan Loquens Juru bicara 50 55 Batar fulin Spicas Bulir jagung 50 56 Batar troman frumentum Jagung untuk ritual 20 57 Batar kakuluk Ligature principle malum triticum Jagung yang diikat pada tiang utama (jagung pemali) 20 58 Batar matabian Frumentum maiore Jagung yang dikhususkan untuk arwah leluhur 30 59 Manutolun Ovum Telur 50 60 Troman Ubi sacra Tempat ritual - Keterangan: A. Tahu, kenal, dan masih sering digunakan B. Tahu, kenal, dan sudah jarang digunakan C. Tahu, kenal, dan sudah tidak pernah digunakan D. Sama sekali tidak tahu atau tidak kenal


13 - - - 50 - - - 50 - - - - - - 50 - - - 50 - - - 15 3 12 50 - - - 50 - - - 16 4 10 28 10 8 4 50 - - - 11 8 1 40 2 4 2 50 -- - - - - - 50 - - - 50 - - - - - 50 50 - - - 50 - - - Teks dan Ekoteks KE-BATAR-AN Masyarakat Malaka di Timor, Nusa Tenggara Timur


Click to View FlipBook Version