7) Kadar air bebas adalah jumlah air yang dicampur ke dalam beton untuk
mencapai konsistensi tertentu, tidak termasuk air yang diserap oleh
agregat;
8) Faktor air semen adalah angka perbandingan antara berat air bebas dan
berat semen dalam beton;
9) Slump adalah salah satu ukuran kekentalan adukan beton dinyatakan
dalam mm ditentukan dengan alat kerucut abram (SNI 03-1972-1990
tentang Metode Pengujian Slump Beton Semen Portland);
10) Pozolan adalah bahan yang mengandung silica amorf, apabila dicampur
dengan kapur dan air akan membentuk benda padat yang keras dan
bahan yang tergolongkan pozolan adalah tras, semen merah, abu
terbang, dan bubukan terak tanur tinggi
11) Semen Portland-pozolan adalah campuran semen Porland dengan
pozolan antara 15%-40% berat total camnpuran dan kandungan SiO +
2
Al O +Fe O dalam pozolan minimum 70%;
23 23
12) Semen Portland tipe I adalah semen Portland untuk penggunaan
umum tanpa persyaratan khusus;
13) Semen Portland tipe II adalah semen Portland yang dalam
penggunaannya memerlukan ketahan terhadap sulfat dan kalor hidrasi
sedang;
14) Semen Portland tipe III adalah semen Portland yang dalam
penggunaannya memerlukan kekuatan tinggi pada tahap permulaan
setelah pengikatan terjadi;
15) Semen Portland tipe V adalah semen Portland yang dalam
penggunaannya memerlukan ketahan yang tinggi terhadap sulfat;
16) bahan tambah adalah bahan yang ditambahkan pada campuran bahan
pembuatan beton untuk tujuan tertentu.
42
Setelah membaca seluruh bahan bacaan di atas, pahamilah seluruh
isinya, bila ada yang belum kamu pahami betul, Tanya dan
diskusikan dengan temanmu.
Bila temanmu juga tidak paham, tanyakan kepada gurumu
Selanjutnya, cari dan temukan bahan bangunan yang belum pernah
kamu lihat baca dan komunikasikan kepada seluruh temanmu.
C. Adukan Beton
Perlu diketahui kekuatan beton sangat bervariasi sesuai dengan komposisi
yang digunakan. Menurut SNI 7394 -2008 tentang Tata Cara Perhitungan
Harga Satuan Pekerjaan Beton Untuk Konstruksi Bangunan Gedung.Selain
komposisi teknikadukan adonan beton juga mempengaruhi kualitas beton itu
sendiri. Adukan beton dapat dilakukan dengan beberapa 2 cara,yaitu;
pengadukan manual dan pengadukan dengan molen. Cara pengadukan beton
secara manual adalah sebagai berikut;
1. Lakukan pencampuran bahan beton di atas bak dengan dasar lantai dari
papan kayu atau dari pasangan yangdiplester, ini dilakukan agar kotoran
atau tanah tidakmudah tercampur;
2. Lakukan pencampuran dan pengadukan di tempat terlindung atap,
terlindung dari panas matahari dan hujan;
3. Lakukan pencampuran adonan dengan perbandinganvolume. Yang lazim
digunakan di lapangan adalah denganmembuat kotak takaran untuk
perbandingan volume pasir, semen,dan kerikil/spilt;
4. Lakukan urutan pencampuran adukannya yaitu pasir dengan semen
dahulu, yangsudah ditakar dicampur kering di dalam bak pengaduk, lalu
43
kerikil/spilt dituangkan dalam bak pengaduk kemudian diaduk sampai
merata. Setelah adukan merata, tuangkan air sesuai kebutuhan,
aduksampai campuran merata dan sesuai dengan persyaratan.
Gambar 2-2 : Adukan Beton
Untuk pengadukan menggunakan molen, prinsip dasarnya sama dengan
pengadukan secara manual, hanya proses pencampuran bahan adukan beton
dilakukan di dalam molen yang terus menerus berputar.Hasil adukan beton
dengan menggunakan molen lebih baik dan lebihmerata dibandingkan dengan
proses pengadukan secara manual atau tangan. Pengadukan beton secara
manual, agar mencapai mutu yang baik, disyaratkan sebagai berikut;
a) Lakukan pengadukan beton dengan mesin pengaduk(molen), mesin
pengaduk sebaiknya dilengkapi dengan alat-alat yangdapat mengukur
dengan tepat jumlah agregat, semen, dan airpencampur;
b) Kontrol kekentalan adukan beton terus menerus dengan jalan memeriksa
slumppada setiap campuran beton yang baru, besarnya slumpdijadikan
petunjuk untuk menentukan jumlah air pencampur yangtepat sesuai
dengan faktor air semen yang diinginkan;
c) Lakukan waktu pengadukan bergantung pada kapasitas molen, volume
adukan, jenis dan susunan butir agregat, dan nilai slump, secara umum,
waktu pengadukan minimal dua-tiga menit setelah semua bahan-bahan
dimasukkan ke dalam molen, dan setelah selesai, adukan beton harus
memperlihatkan susunan warna yang merata.
44
Untuk memperoleh hasil maksimal mutu beton, tidak kalah penting dari hal
hal yangtelah dibicarakan di atas adalah tentang pelaksanaan pengecoran
beton. Saran dalam pelaksanaan pengecoran dijelaskan sebagai berikut
ini;
a) Pastikan pengecoran beton harus dapat mengisi semua ruangan
cetakandengan padat dan dapat membungkus tulangan;
b) Lakukan adukan beton ditusuk-tusuk dengan sepotong kayu, bambu
atau besi, untuk menghasilkan beton yang padat dan tidak keropos,
selama proses pengecoran berlangsung, dan juga bagian
cetakandipukul-pukul dengan palu dari kayu, untuk keperluan
pemadatan, pada pengecoran beton dapat juga di pakai alat penggetar
(vibrator). Pemakaian alat penggetar tersebut harus dilakukan dengan
hati-hati agar tidak mengenai bajatulangan yang dapat mengubah
kedudukan tulangan;
c) Lakukan pembuatan pembatas atau mistar pengukur ketebalan untuk
pengecoran lantai yang luas, tebal lantai dapat ditentukandengan
membuat mistar pengukur ketebalan yang terbuat darikayu dan diberi
kaki, bagian bawah mistar pengukur dibuat rata dantingginya sama
dengan tebal lantai yang dicor, pada waktupengecoran telah mencapai
tebalnya, mistar pengukur dapatdi pindah tempatnya;
d) Lakukan pengecoran terus menerus sampai selesai, bila hal tersebut
tidak memungkinkan, pengecoran dapat dihentikan padatempat-
tempat tertentu yang tidak membahayakan, dengan membuat
sambungan cor yang sesuai dengan persyaratan teknis.
1. Pekerjaan Pengecoran Beton
Pekerjaan pengecoran beton, adalah kegiatan melaksanakan penuangan
adukan beton menjadi wujud bangunan. Pembentukan wujud bangunan
sesuai gambar rencana, dikerjakan dengan mengerjakan bagian bagian
bangunan, untuk pekerjaan beton seperti pembuatan pondasi, pembuatan
sloof, pembuatan ring balok, lantai dan lain sebagainya. Pembuatan beton
dengan bentuk yang diinginkan, dibantu dengan cetakan beton, atau istilah
tukang disebut dengan bekisting.
45
Berikut ini diberikan pedoman pelaksanaan pengecoran beton, yaitu:
1) Persiapan;
a) Lakukan pemeriksaan posisi beton decking dan atau kaki tulangan
apakah telah dapat memberikan kepastian posisi tulangan tidak akan
berubah selama dan setelah proses pengecoran dilakukan
b) Lakukan pemeriksaan sudut-sudut dan sambungan dari acuan beton,
apakah terdapat celah yang dapat mengakibatkan keluarnya air
semen. Bila ditemukan, celah agar segera ditutup
c) Lakukan pemeriksaan kekokohan dari acuan beton apakah mampu
menahan beban dari adukan beton yang belum mengeras (untuk
menghindarkan lendutan akibat beban adukan)
d) Sambungan, permukaan beton lama yang nantinya berhubungan
dengan hasil pengecoran harus mempunyai permukaan kasar dan
telah disapu dengan spesi adukan semen yang sesuai dengan
campuran beton baru
e) Periksa mix design campuran beton yang akan dipergunakan, batasan
proporsi takaran campuran sesuai kebutuhan.
f) Periksa kelayakan alat penggetar (internal atau external vibrator)
g) Periksa peralatan tremie atau drop bucket untuk pengecoran di bawah
air
h) Periksa kebersihan area yang akan di cor dari kotoran – kotoran yang
ada
i) Permukaan sebelah dalam acuan yang nantinya menempel dengan
beton harus dibasahi dengan air atau diolesi minyak yang tidak
meninggalkan bekas
2) Pelaksanaan Pengecoran Beton
a) Lakukan pengecoran hanya diperbolehkan pada siang hari, kecuali
diizinkan dilaksanakan pada malam hari
b) Pengecoran tidak boleh dilakukan pada kondisi cuaca seperti berikut
Hujan, air hujan langsung mengenai area pengecoran
Temperature melebihi 30° C
Lengas nisbi dari udara kurang dari 40%
46
Tingkat penguapan melampaui 1,0 kg/m2/jam (pengecoran
masih dapat dilakukan dengan penambahan admixture yang
sesuai dengan kondisi tempat pekerjaan)
c) Pengecoran dilakukan segera setelah selesai pengadukan dan
sebelum beton mulai mengeras
d) Pengecoran beton harus dilanjutkan tanpa berhenti sampai dengan
sambungan konstruksi (construction joint) yang telah disetujui
sebelumnya atau sampai pekerjaan selesai. Hal ini dimaksudkan
agar tercapainya homogenitas beton secara keseluruhan untuk
menjamin sifat kedap air
e) Jarak jatuh bebas ke dalam cetakan harus pada ketinggian kurang dari
150 cm, apabila melebihi dapat menyebabkan segregasi spesi
beton. Serta tidak diperkenankan menimbun beton dalam jumlah
banyak di suatu tempat dengan maksud untuk kemudian
meratakannya sepanjang acuan
f) Lakukan slump test (test kekentalan adukan beton) selama
pelaksanaan pengecoran untuk menjamin agar nilai air semen tetap
sesuai dengan mix design
g) Lakukan pemadatan dengan menggunakan alat penggetar (internal
atau external vibrator). Hal ini dilakukan agar semua sudut-sudut
terisi , sela-sela di antara dan di sekeliling tulangan terpenuhi tanpa
menggeser kedudukan tulangan tersebut membuat agar permukaan
menjadi rata dan halus, mengeluarkan gelembung-gelembung
udara dan mengisi semua rongga. Cacat beton yang bisa
ditimbulkan dari hal ini adalah terbentuknya sangkar kerikil.
3) Perawatan Beton
Perawatan beton adalah pekerjaan menjaga agar mutu beton yang dihasilkan
baik, dengan menjaga permukaan beton segar selalu lembab, sejak adukan
beton dipadatkan sampai beton dianggap cukup keras. Kelembaban
permukaan beton itu harus dijaga untuk menjamin proses hidrasi semen
berlangsung dengan sempurna. Kelembaban permukaan beton menambah
beton lebih tahan cuaca, dan lebih kedap air. Setelah dilakukan pengecoran,
47
langkah yang baik agar mutu beton terjamin, seperti membasahai permukaan
beton sebelum pembongkaran bekisting, menutup permukaan beton bila
hujan daang. Selanjutnya beberapa cara perawatan beton yang biasa
dilakukan dan untuk dapat dipedomani,antara lain yaitu;
a) Lakukan perawatan setelah beton mulai mengeras dengan
menyelimutinya dengan bahan yang dapat menyerap air. Lembaran
bahan harus dibuat jenuh dalam waktu paling sedikit 3 hari. Perawatan
beton juga dapat dilakukan dengan uap ataupun secara chemical.
b) Apabila digunakan acuan kayu, acuan tersebut harus dipertahankan
basah pada setiap saat sampai dibongkar.
c) Lalu lintas ataupun penambahan beban selain beban sendiri tidak
diperkenankan sampai beton berumur 7 hari setelah pelaksanaan
pengecoran.
d) Pada lantai beton yang difungsikan sebagai lantai aus harus dirawat
setelah permukaannya mulai mengeras dengan cara ditutup oleh
lapisan lembab setebal 5 cm paling sedikit 21 hari.
Waktu pembongkaran biasanya 28 hari setelah selesai pengecoran, setelah
masa waktu itu barulah dikatakan beton itu kering atau masak. Pada bagian-
bagian konstruksi di mana akibat pembongkaran cetakan dan bekisting akan
bekerja beban-beban yang lebih tinggi daripada beban rencana, maka
cetakan dan bekisting dari bagianbagian konstruksi itu tidak boleh dibongkar
selama keadaan tersebut tetap berlangsung. Kemudian bagian-bagian
konstruksi yang keropos harus segera diperbaiki dengan melakukan
penambalan. Selama 24 jam sesudah selesai dicor, beton harus dilindungi
terhadap pengaruh hujan lebat, air mengalir, getaran. Selama duabelas hari
setelah dicor harus dilindungi terhadap panas matahari. Cara perlindungannya
adalah dengan menutup permukaan beton, menggunakan pasir basah,
menutup dengan karung-karung basah, atau menyirami dengan air secara
periodik.
Langkah selanjutnya adalah, melakukan evaluasi terhadap pengecoran beton,
dimana kegiatan ini adalah pasca pengecoan, yang fungsinya memeriksa
48
hasil pengecoran yang dilakukan. Beberap pedoman daan langkah yang
dapat dilakukan sebagai evaluasi pengeoran, yaitu;
a) Periksa permukaan beton hasil pengecoran, hasil pengamatan dan
penyebabnya, perhatikan kondisi beton, seperti;
Perhatikan adanya retak
Pori besar,akibat bahan (batu,kayu, dll)
Permukaan berpasir
b) Tes uji sampel beton dilakukan untuk setiap mutu beton dan untuk
setiap jenis komponen struktur yang dicor terpisah pada tiap hari
pengecoran. Setiap pengujian minimum harus mencakup empat
benda uji, dengan maksud sebagai berikut :
a) Benda uji pertama di uji/test pembebanan kuat tekan sesudah 3
hari
b) Benda uji kedua di uji/test pembebanan kuat tekan sesudah 7
hari
c) Benda uji ketiga di uji/test pembebanan kuat tekan sesudah 14
hari
d) Benda uji keempat di uji/test pembebanan kuat tekan sesudah
28 hari
2. Pekerjaan Bekisting Beton
Pekerjaaan beton yang membutuhkan bentuk, dikerjakan membutuhkan
bekisting (cetakan) dan tiang acuan (perancah) merupakan pekerjaan yang
membutuhkan ketelitian, walaupun sifatnya konstruksinya sementara.
Bekisting ialah suatu konstruksi sementara yang di dalamnya atau di
atasnya dapat di stel baja tulangan dan sebagai wadah dari adukan beton
yang dicorkan sesuai dengan bentuk yang kita dikehendaki. Cetakan
beton harus dapat menahan berat baja tulangan, adukan beton yang
dicorkan, pekerja-pekerja pengecor beton dan lain sebagainya, sampai
beton mengeras, sehingga dapat menahan berat sendiri dan sebagian dari
beban kerja. Pada cetakan/bekisting biasanya terdiri dari bidang-bidang
bagian bawah dan samping, papan-papan bagian bawah dari cetakan yang
49
tidak terletak langsung di atas tanah harus dipikul oleh gelagar-gelagar
acuan, sedangkan gelagar acuan itu harus di dukung oleh tiang-tiang
acuan. Gelagar acuan dan tiang acuan adalah suatu konstruksi sementara,
yang gunanya untuk mendukung cetakan beton.
Gambar 2-3 : Bekisting Dari Kayu
Ada beberapa persyaratan dalam mendesain suatu struktur, yang harus
dipenuhi dari konstuksi bekisting untuk pekerjaan beton, yaitu:
1) Kuat, yaitu bagaimana kekuatan/kokoh material bekisting seperti balok
kayu tidak patah ketika menerima beban yang bekerja.
2) Kaku, syarat kekakuan yaitu bagaimana meterial bekisting tidak
mengalami perubahan bentuk atau deformasi, sehingga tidak ada
perubahan bentuk desain beton.
3) Stabil; Syarat tabilitas konstruksi bekisting harus terpenuhi, dimana balok
bekisting dan tiang/perancah goyang, dan tidak runtuh tiba-tiba akibat
gaya yang bekerja.
Pekerjaan adonan beton yang dicorkan sesuai dengan bentuk yang
dikehendaki, kekokohan bekisting maupun perancah harus dapat menahan
berat seluruh beban yang diakibatkan oleh konstruksi tersebut, baik itu beban
sementara dan tetap. DI Jakarta, sering terdengar runtuhnya bangunan
konstruksi beton, banyak ahli memperkirakan hal itu terjadi kurang telitinya
terhadap pernacah yang dipasang. Bisa dibayangkan bahan bahan yang
dipikul perancah, sperti besi tulangan, adukan beton yang terdiri dari spilt,
50
pasir semen dan air ditambah lagi pekerja, tentu beban yang ditimbulkan
‘berat’.
Gambar 2-4 : Bekisting Dengan Gelagar
Untuk pekerjaan beton yang akan difinishing dengan plesteran, papan acuan
tidak perlu dihaluskan, tetapi bila pekerjaan beton tidak memerlukan finishing,
maka permukaan acuan harus licin. Untuk pekerjaan tersebut biasnya
digunakan acuan dari multipleks, plywood, atau pelat baja. Papan acuan dan
tiang perancah yang digunakan biasanya dari kayu yang harganya murah dan
mudah dikerjakan.Juga dapatdipergunakan pelat-pelat baja, pelat seng
bergelombang, plywood danlain sebagainya. Meskipun acuan dan perancah
dibuat dari kayu yangmurah, tetapi kayunya harus cukup baik dan tidak boleh
terlalu basah,sebab kayu yang terlalu basah akan mudah melengkung dan
pecah.Ukuran papan acuan biasanya adalah tebal 2-3 cm dan lebarnya 15-
20cm. Untuk perancah biasanya digunakan kasau 4/6 atau 5/7 cm,
namunbanyak juga yang menggunakan perancah dari bambu.Perkembangan
yang terjadi dewasa ini, banyak digunakan acuan yang telah siap rakit, papan
acuan dari pelat baja, sedang perancahnya menggunakan scaffolding frame.
Pembongkaran bekisting dan perancah dapat dilakukan dengan syarat bahwa
beton telah matang, telah melewati masa kekerasan.Cara pembongkaran
cetakan dan bekisting dilakukan sebagai berikut, bekisting dan perancah
hanya boleh dibongkar apabila bagian konstruksi tersebut telah mencapai
kekuatan yang cukup untuk memikul berat sendiri dan beban-beban
pelaksanaan yang bekerja padanya.
51
Gambar 2-5 : Scafolding Frame
Tugas :
Buatlah rangkuman tentang materi Beton, dari mulai pemilihan
dan syarat-sayarat bahan campuran, perbandingan campuran,
adukan, dan pengecoran beton di lapangan.
Komunikasin kepada teman mu,apa yang telah kamu tulis dalam
rangkuman tersebu.
52
GLOSSARY
Acian, adalah campuran semen dengan air, yang digunakan untuk
menjadikan permukaan plesteran menjadi rata dan licin
Carport; adalah pelataran halaman rumah yang didesain dari berbagai
bahan bangunan dan taman dan berfungsi ganda, yaitu sebagai taman,
tempat pejalan kaki, dan ada juga yang digunakan sebagai garasi.
Eksterior, maksudnya adalah pekerjaan dan penggunaan pada bagian
luar bangunan.
Interior, maksudnya adalah pekerjaan dan penggunaan pada bagian
dalam bangunan.
KW, adalah singkatan kwalitas, menyatakan material bangunan sesuai
dengan kwalitasnya.
Lantai adalah bagian dasar sebuah bangunan dari bagian bangunan,
yang berfungsi sebagai tempat berpijak sehingga memberikan
kenyamanan dan memberi nilai estetika suatu ruang.
Mobilisasi, adalah pergerkan atau pengangkutan peralatan dan material
bangunan ke lokasi pekerjaan, dan untuk mengembalikannya lagi
disebut demobilisasi.
Material, bahan dasar
Nat, adalah jarak keramik dengan pasangan keramik lain, atau jarak
antara pasangan yang berisi adukan penghubung.
Plestera, adalah pasangan dinding yang terdiri dari semen, pasir
pasang dan air.
PVC, adalah polyvinyl chloride, yaitu jenis bahan plastic.
Parkit (Parquet); Bahan lanrai yang terbuat dari bahan kayu solid dan
atau olahan yang tipis yang disatukan menggunakan alat perekat
khusus, memiliki pola tertentu yang artistic dan estetik.
Vinil, disebut juga dengan veneer, yaitu bahan lantai berbentuk laminasi 53
A. Pendahulaun
Lantai pada bangunan memiliki berbagai berfungsi, sebagai fungsi utama
yaitu dasar berpijak dalam dan memberikan kenyamanan ketika berjalan di
atasnya, juga sebagai arsitektur ruangan bangunan. Ragam pendapat tentang
pengertian lantai, kita sepakati untuk tulisan ini, bahwa lantai adalah bagian
dasar sebuah bangunan, yang memiliki befungsi sebagai dasar pijakan, dan
memiliki nilai estetika pada bangunan. Ketika orang berjalan di atas lantai,
maka karakter yang muncul adalah orang tersebut senang, lantai kuat, dan
memunculkan suasana menyenangkan. Lantai rumah digunakan untuk
meletakkan barang-barang seperti kursi, meja, almari, dan sebagainya serta
mendukung berbagai aktivitas seperti berjalan, duduk di lantai, dan lain-lain.
Sisi lain di bangunan biasa, beban yang diterima oleh lantai kadang cukup
besar, misalnya ketika kita memindahkan benda berat seperti almari dengan
cara menyeretnya.
Lantai memiliki berbagai berfungsi mulai sebagai fungsi utamanya yaitu
sebagai alas pijakan kaki sehingga memberikan kenyamanan ketika berjalan
di atasnya, sampai dengan memberi nilai estetika suatu ruang dalam
bangunan sehingga dapat menambah nilai jual bangunan tersebut. Karena
fungsi setiap ruang dalam hunian beragam, maka beragam pula desain
lantainya. Syarat bahan lantai di antaranya adalah: aman, awet, kuat, tahan
lembab, mudah dibersihkan dan menyerap panas. Material penutup lantai
yang bersifat hangat adalah: karpet, parket, gabus, karet, sedangkan material
bersifat dingin adalah: marmer, keramik, granit .
Kadangkala fungsi lantai dilain tempat, diperlukan untuk kekuatan, lantai
seperti sebuah pabrik atau bengkel yang memikul serta terjadinya mobilisasi
dan demobilisasi peralatan berat, maka fungsi lantai disini adalah untuk
ketahanan atau kekuatan aktivitas yang berlangsung di ruangan tersebut.
Lantai pabrik kimia, atau pabrik logam akan membutuhkan spesifikasi lantai
yang sesuai dengan aktivitas yang dilakukan di ats lantai tersebut. Beda lagi
dengan pembuatan lantai kamar mandi, disini dibutuhkan lanytai yang kedap
air, sehingga air tidak merembes dari lantai kamar mandi, demikian juga
54
degan pembuatan lantai untuk saran olahraga, diperlukan lantai yang kasar,
dan membuat ornag tenang melakukan aktivitas olahraga, tdiak licin dan
harus benar-benar rata.
Selain lantai yang kita kenal di dalam ruanagn, sekolah, gedung, pabrik
maupun bangunan ruangan lain, pada bangunan dikenal juga istilah “lantai
kerja”, pembuatan lantai ini adalah merupakan pekerjaan yang biasa
dilakukan dalam konstruksi bangunan. Seperti contoh pembuatan pondasi,
kemungkinan turunnya elevasi lantai kerja dapat terjadi, bila elevasi lantai
kerja turun, maka saat pengecoran pondasi, elevasi pondasi juga akan turun
mengikuti lantai kerja. Guna menghindari penurunan elevasi, , maka perlu
dilakukan perkuatan dengan membangun lantai kerja yang kuat kokoh dan
stabil. Biasanya lantai kerja dibuat adalah sebagai tahap pekerjaan awal
melaksanakan pekerjaan pondasi, pekerjaan beton dan pekerjaan lain yang
membutuhkan pemerataaan atau penguatan dasar konstruksi diatasnya.
Lantai kerja biasanya dibuat dari adukan semen dengan pasir, tetapi ada juga
yang menggunakan adukan beton, ketebaan lantai kerja biasanya setebal 10 -
15 cm.
Beberapa pertimbangan pembuatan lantai kerja bangunan, berkaitan dengan
fungsi lantai itu sendiri, antara lain, yaitu;
1) Sebagai dasar pekerjaan awal pada pekerjaan pondasi dan beton
guna memudahkan pekerjaan selanjutnya.
2) Sebagai dasar dan dudukan penyetelan tulangan besi, dan
menghindari lumpur serta tidak ratanya tanah permukaan
3) Menahan gaya angkat (up-lift force) tanah di bawahnya.
4) Leveling tanah permukaan tempat kerja, untuk memastikan
miring/datarnya lokasi
Demikian juga bila kita lihat pembuatan lantai beton, baik itu untuk keperluan
rumah, gedung, pabrik, landasan kapal terbang atau yang lain sesuai dengan
kebutuhan spesifikasinya. Pembuatan pelat lantai beton, biasanya dibuat
pada lantai tingkat, yaitu dengan pengecoran pelat lantai beton, kemudian
diatasnya dapat di finishing menggunakan material penutup seperti keramik,
papan parkit, karpet dan lain sebagainya.
55
Perhatikan dan amati lantai yang ada di sekitar
mu, kemudian pahami mengapa lantai tersebut
dibuat demikian beri alasan (estetika) ?
Atau alasan lain, yang menjadi pertimbangan menurut pemahaman mu.
Lantai kamar hotel, dibuat dari kain karpet, karena beberapa alasan (alasan
atau pertimbangan estetika/keindahan) antara lain;
1) Lembut (dari bahan kain/beludru)
2) Memiliki motif yang indah
3) Warna bermacam-macam
4) Motif dan warna dapat disesuaikan dengan motif dinding atau plafon
5) Kesan mewah
6) Dapat dibersihkan dengan cepat menggunakan vacum cleaner
7) Dapat diganti dalam waktu cepat sesuai musim/momen ( sesuai
keinginan).
Demikian beberapa pertimbangan orang menngunakan karpet pada lantai
kamar hotel, selanjutnya lakukan pengamatanmu terhadap lantai di sekitar
mu, dan apa alasan atau pertimbangannya, buatkan beberapa alasan, baik itu
fungsi, estetika dan lain sebagainya..
Pengamatan Lantai : ..........................................................................
Alasan dipilih dari bahan tersebut, menurut saya karena
pertimbangan/alasan;
............................................................................................................
............................................................................................................
............................................................................................................
Lantai carport mobil, dibuat orang dari beton sebagai lapisan
dasar kemudian di finishing menggunakan plester+acian
semen, karena pertimbangan alasan, antara lain;
56
1) Bahan Beton sebagai lapisan dasar, agar lantai
tersebut kuat dan kokoh memikul beban mobil yang
parkir di carport tersebut
2) Finishing dari bahan plester+acian; karena posisi
carport di luar, kena hujan/panas, fungsinya hanya
sebagai keindahan sisi luar dan parkir, cukup hanya
finishing plesteran + aci dengan tekstur kasar, sehingga
perawatan tidak begitu dibuthkan.
3) Tidak membutuhkan bahan/material keramik atau
marmer, ini disesuaikan dengan fungsi lantai carport.
Dengan alasan dan pertimbangan di atas, beri penjelasan pertimbangan
apa saja untuk lantai bagian kiri dan alasan isian pada bagian kanan,
diagram di bawah ini, beri alasan olehmu.
Lantai ruangan Kantor ......:
Dibuat dari keramik, agar terlihat bersih , dan Keramik disusun
siku pada sudut-sudutnya, untuk penempatan perabot indah dan
tidak miring.
Beri alasan yang lain sesuai pemahamn mu, mengapa ornag membuat
lantai kamar mandi dari keramik ?
.............
.............
.............
.............
.............
57
B. Material Lantai Bangunan
Pada saat kita memasuki sebuah bangunan, entah itu berupa rumah, toko,
kantor restaurant, gedung pertemuan maupun sebuah hall, atau apapun itu,
kita akan selalu menginjak lantai bangunan itu. Untuk mendapatkan lantai
yang sesuai dengan kebutuhan bangunan kita tanpa meninggalkan unsur
estetika, perlu sekali kita mengetahui macam-macam lantai. Berikut ini adalah
beberapa jenis material lantai dengan beragam karakteristiknya sebagai
pertimbangan aplikasi pada ruang, yaitu:
1. Plesteran (concrete)
2. Keramik
3. Marmer
4. Granit
5. Mozaik
6. Kayu
7. Batu
8. Karpet
58
1. Lantai Plesteran
Plesteran (concrete) adalah termasuk bahan beton, jenis material ini tergolong
paling sederhana dan paling murah, karena diperlakukan seperti saat
memplester dinding dan diaci hingga halus. Namun perbedaan dengan
perlakuan pada dinding adalah dilakukan langkah penggosokan lantai hingga
halus dan mengkilap. Warna yang ditimbulkan sama dengan warna semen-
pasir dan cenderung lebih gelap. Pada beberapa penerapan yang dilakukan
dengan merata (covering) pada luas ruang, memiliki kelemahan ketika terjadi
retak tidak dapat diganti dengan material dan harus ditambal.Tambalan yang
muncul secara estetika terlihat tidak bagus. Namun penerapan dengan modul,
akan mengurangi resiko tambalan yang berdampak pada tidak sedapnya
pandangan estetika.
2. Lantai Keramik
Keramik pada awalnya berasal dari bahasa Yunani, keramikos yang artinya
suatu bentuk dari tanah liat yang telah mengalami proses pembakaran. Lantai
keramik atau ubin keramik adalah bahan penutup (finishing) lantai dari bahan
keramik.Tujuan pemasangan ubin keramik selain sebagi penutup lantai
adalah menambah kekuatan lantai, mempermudah pemeliharaan dan
kebersihan lantai, serta mendekorasi ruangan.Selain fungsi-fungsi tersebut,
efek pemasangan keramik lantai juga bisa menghadirkan atmosfer tertentu
pada ruangan, tergantung jenis dan corak keramik yang dipilih.
Jenis material keramik sangat lazim digunakan.Keramik punya fleksibilitas
pakai tinggi dan dapat diaplikasikan pada hampir seluruh bagian rumah.Selain
kuat, lantai rumah dari bahan keramik juga tidak membutuhkan pemolesan
dan mudah dalam perawatannya. Kesan material keramik adalah hangat.
Saat ini beragam tekstur keramik yang dijual di pasaran, yang secara visual
mirip dengan jenis material lain. Misalnya: keramik bertekstur marmer, granit,
kayu, batu, bata dan sebagainya.
59
Hasil produksi pabrik tentang mutu keramik dipasaran dikenal istilah “KW”,
banyak toko menyebutnya sebagai singkatan dari “Kwalitas”, artinya dalam (1)
satu kotak keramik KW1 berisi keramik kualitas paling baik dan dari pabrik
tidak ada kerusakan atau tidak ada yang cacat (reject), dikenal istilah dari
mulai KW1, KW2, KW3 dan seterusnya. Kadang kw juga menunjukkan presisi
ukuran dan juga kehalusan, misalnya dalam satu kardus/dus kw3 , didapat
kualitasnya lebih rendah, seperti warna tidak sama persis sama, ukuran
berselisih antara satu dengan lainnya.
Jenis keramik yang ada di pasaran berbagai merek, corak serta ukuran,
keramik bila dilihat dari penggunaan bahan dan proses pembuatan dikenal
dalam dalam dua jenis keramik, yaitu; keramaik tradisional dan keramik
modern.
1) Keramik Tradisional; Keramik tradisional yaitu keramik yang dibuat
dengan manual, dan menggunakan bahan alam, seperti kuarsa, kaolin,
yang termasuk keramik ini adalah barang pecah belah (dinnerware),
keperluan rumah tangga (tile, bricks), dan untuk industri (refractory).
2) Keramik modern; Keramik modern (Fine ceramics advanced ceramic,
engineering ceramic, techical dikenal juga denga istilah keramik halus
ceramic) adalah, keramik yang dibuat dengan menggunakan oksida-
oksida logam atau logam, seperti: oksida logam (Al2O3, ZrO2, MgO,dll).
Penggunaannya elemen pemanas, semikonduktor, komponen turbin, dan
pada bidang medis.
Berdasarkan perletakkannya, jenis keramik dikenal dalam dua jenis, yaitu:
Keramik Interior dan keramik eksterior. Bila anda belanja ke toko, dan
mencoba konsultasi dengan pemilik took, biasanya akan membedakan
keramik berdasarkan penggunaannya, keramik tersebut mau digunakan di
luar atau di dalam. Hal tersebut lazim ditanyakan, sama halnya kita akan
membeli cat tembok, pemilik toko selalu menanyakan penggunaannya.
Keramik interior senantiasa terlindung dari hujan, dan sinar matahari
langsung, oleh karena itu biasanya digunakan jenis ubin keramik polos atau
dekoratif sesuai dengan fungsi ruang serta kesan yang diharapkan. Khusus
ruang-ruang interior dengan kegiatan menggunakan peralatan yang
60
menghasilkan panas serta adanya bahan-bahan kimia, seperti laboratorium ,
dapur dan sebagainya maka gunakan ubin keramik yang resisten terhadap
bahan-bahan pewarna, asam-basa, dan lemak, sehingga cairan yang tumpah
dilantai dapat dengan mudah dibersihkan dan tidak merusak ubin keramik,
serta resisten tinggi terhadap suhu tinggi. Jenis kermaik yang memenuhi
kualitas tersebutanata lain keramik yang berglazur dan glossy. Sedang untuk
ruang untuk kegiatan basah, seperti kamar mandi, tempat cuci gunakan
keramik berglasur dengan tekstur pada permukaannya, sehingga tidak licin
pada waktu basah dan mudah dibersihkan Keramik dinding juga lazim dipakai
untuk kamar mandi, jenis yang cocok adalah keramik dinding berglasur, kilap
yang resisten terhadap bahan-bahan kimia serta mudah dibersihkan.
Gambar 3-1 : Keramik Lantai
Keramik Eksterior; Untuk lantai eksterior dan sering kena hujan dan sinar
matahari secara langsung disarankan pilih jenis keramik tahan perubaha
cuaca, ditandai dengan daya serap air rendah, permukaan berglazur, tidak
mengkilap (berkesan suram), karena jenis warna kusam tidak sensitive
terhadap abrasi/goresan. Jenis keramik untuuk eksterior dipasaran dikenal
dengan embossed (tidak rata). Khusus untuk tangga baik tangga interior
maupun eksterior digunakan ubin khusus yaitu ubin keramik yang tidak licin,
seperti keramik yang bertekstur atau dapat dipilih juga aksesoris keramik
lantai yang memang khusus untuk dipasang pada anak tangga, yang bernama
bullnose dan stepnose.Tipe ini pada permukaan terdapat granulagranula yang
menimbulkan efek anti slip.
Sifat Keramik, adapun sifat sifat keramik sebagai bahan bangunan, antara lain
yaitu; a) Mudah pecah, Sifat yang umum dan mudah dilihat secara fisik pada
kebanyakan jenis keramik adalah britle atau rapuh, hal ini dapat kita lihat pada
61
keramik jenis tradisional seperti barang pecah belah, gelas, kendi, gerabah
dan sebagainya, coba jatuhkan piring yang terbuat dari keramik bandingkan
dengan piring dari logam atau melamin, pasti keramik mudah pecah,
walaupun sifat ini tidak berlaku pada jenis keramik tertentu, terutama jenis
keramik hasil sintering; dan campuran sintering antara keramik dengan
logam; b) Tahan suhu tinggi Sebagai contoh keramik tradisional yang terdiri
dari clay, flint dan feldfar tahan sampai dengan suhu 1200 C, keramik
engineering seperti keramik oksida mampu tahan sampai dengan suhu 2000
C.; c) Kekuatan tekan tinggi, sifat ini merupakan salah satu faktor yang
membuat penelitian tentang keramik terus berkembang; dan d) Keunggulan
keramik antara lain yaitu, kaya akan ragam jenis, corak, tekstur, harga dan
bahan pembentuk (batu alam, granit, marmer), kekuatan fisik tinggi (lebih
tinggi dari parket), warna tahan sangat lama, serta mudah dalam
membersihkannya, permukaannya anti air (daya serap airnya kecil) sehingga
mudah dalam pemeliharaan dan cara membersihkan) dan tahan terhadap
goresan pisau dan juga tahan panas (api).
2.1 Pemasangan Lantai Keramik
Sebelum memasang lantai keramik diatas dasar adukan beton, ada beberapa
hal yang harus diperhatiakn dan dilakukan, yaitu menghitung secara akurat
lantai keramik yang dibutuhkan.Kemudian pastikan dasar lantai atau tanah
sudah padat dan rata. Pertama tama buatlah gambar desain pola lantai dan
62
lajur pemasangan arah horizontal, vertikal atau diagonal luas ruang untuk
membantu menghitung secara detail kebutuhan keramik lebihkan sekitar 5 %
untuk persediaan, bila waktu pemasangan pasang ada yang rusak, dan
cadangan apabila ada kerusakan dikemudian hari, disebabkan stok terbatas
dan selang bebrapa waktu kemungkinan tidak diproduksi lagi. Dan pastikan
lantai keramik yang datang dan akan dipasang sesuai kode, ukuran warna
yang dipesan. Perlu diperhatikan juga, sebelum memasang keramik ada
baiknya di rendam dalam air dulu. Hal ini akan membuat keramik menjadi
lebih elastis dan pada saat pemasangan dapat dengan mudah menempel.
Perhatikan kualitas keramik. Jika ia keramik kw 1 maka tak ada masalah,
namun jika ia merupakan kw 2 atau 3 akan susah memasang untuk presisi.
Untuk itu nat keramik harus longgar karena masing-masing keramik memiliki
selisih 0,2-0,5 mm, hingga keramik tidak saling bertubrukan.
Pemasangan keramik sebagai lantai, dapat dilakukan langkah langkah
sebagai berikut;
1) Tumpuk keramik yang akan dipasang dekat dengan pemasangan;
2) Bilaskan semen yang sudah dicampuri air sedikit ke bawah keramik, hal ini
akan membuat daya rekat keramik ke adukan benar-benar lengket.
3) Adukan dan permukaan dasar lantai beton harus benar-benar bersih.
Adukan harus benar-benar homogen atau semen, pasir dan air sudah
sudah diaduk sehingg benar-benar bercampur dengan baiik dan dasar
lantai yang akan dipasang harus bersih dari kerikil, batu atau ganjalan-
ganjalan lain yang akan membuat rongga di bawah keramik.
4) Ketuk keramik yang baru dipasang dan pastikan tidak ada yang kopong
atau bagian dasar yang berongga. Karena keadaan demikian akan
membuat keramik lepas di kemudian hari. Periksa apakah ketinggiannya
sudah sama rata dengan benang yang ditarik untuk menentukan
ketinggian lantai.
5) Nat keramik dipasang belakangan. Jangan pasang semen oker atau nat
pada sisi keramiksaat itu juga. Biarkan lantai keramik yang telah terpasang
selama 2 atau 3 hari. Hal ini akan membuat sisa udara yang mengendap
akan keluar melalui bagian nat yang belum ditutup. Setelah itu baru diberi
63
semen nat dan jangan lupa membersihkan nat yang masih kosong dari
kotoran yang mengendap.
6) Amankan areal keramik yang baru dipasang dari lalu lalang orang selama
2-3 hari. Jangan biarkan lantai keramik akan ambles karena adukan
dibawahnya masih belum kuat untuk dibebani.
7) Periksa hasil pemasangan. Periksa kembali semua lantai keramik yang
telah terpasang dengan memukul atau ketukan-ketukan dengan batang
kayu pada permukaan satu lantai keramik, kemudian lakukan pada lantai
keramik berikutnya dan seterusnya. Pastikan dibawah lantai keramik yang
terpasang semuanya padat terisi adukan dan tidak ada yang kopong.
Dalam sebuah areal pemasangan seukuran 3 x 3 m biasanya terdapat 3-5
keramik yang kopong. Untuk itu segera bongkar keramik tersebut dan
ulangi pemasangannya.
8) Membuat Jarak Nat; Menggunakan plastik spacer Cara yang lazim
digunakan untuk menetukan/mengatur jarak nat adalah dengan plastic
spacer yang banyak dijual di toko-toko keramik. Ukurannya bermacam-
macam, memberikan banyak pilihan penentuan lebar nat. Plastic spacer
tersebut ditempatkan disamping (atas), dan dapat dengan muda
dilepaskan dan dipasang kembali. Pemakaiannya sangat fleksibel.
Menggunakan papan kayu Cara lain untuk menentukan lebar nat adalah
dengan menggunakan penanda dari kayu. Lebar nat ditandai dengan
pensil atau yang lainnya. Pemakaian dengan cara ini fleksibel sekali tetapi
dalam aplikasinya mungkin lebih sulit. Pemasangan keramik dinding
biasanya dipergunakan paku yang dipasang benang yang direntangkan
dari satu sisi kesisi berikutnya untuk ketepatan pemasnagan dan
menyeragamkan lebar nat
3. Lantai Marmer
Marmer adalah batuan kristalin kasar yang berasal dari batu gamping atau
dolomit. Marmer yang murni berwarna putih dan terutama disusun oleh
mineral kalsit. Marmer atau batu pualam merupakan batuan hasil proses
metamorfosa atau malihan dari batu gamping. Pengaruh suhu dan tekanan
64
yang dihasilkan oleh gaya endogen menyebabkan terjadi rekristalisasi pada
batuan tersebut membentuk berbagai foliasi mapun non foliasi.
Marmer banyak disukai karena lebih memiliki karakter dan berkelas mewah,
tekstur dan pola yang tidak teratur serta persediaan alam yang terbatas
menjadikan material ini. Material marmer memiliki kesan dingin dan
kuat.Kelemahan marmer adalah memiliki pori-pori relatif besar. Marmer yang
berpori-pori relatif besar membutuhkan perawatan ekstra. Hal ini karena
marmer mudah menyerap cairan dan layaknya karpet, meninggalkan noda
jika tidak cepat dibersihkan. Selain mahal harganya, marmer juga mahal
dalam perawatannya dan diperlukan cara khusus untuk membersihkannya.
Pantaslah jika marmer merupakan material lantai yang berkelas dan mewah,
sehingga hanya pengguna yang memiliki dana berlebih yang sanggup
mengaplikasikannya dalam hunian.
4. Lantai Granit
Batu granit, terbentuk dari hasil pembekuan magma berkomposisi asam
yang membeku di dalam dapur magma, sehingga batu ini merupakan jenis
batu beku dalam, massa jenis sekitar 2,2 – 2,3 gram/cm3 , warnaputih, abu-
abu, atau campuran keduanya.Batuan ini banyak di temukan di daerah
pinggiran pantai dan di pinggiran sungai besar ataupun di dasar sungai.Batu
Granit dapat digunakan sebgai ; Batu bahan bangunan, monument, bahan
dekorasi dan bahan tegel.
Material lantai Granit adalah jenis batuan intrusif, felsik, igneus yang umum
dan banyak ditemukan, granit kebanyakan besar, keras dan kuat, dan oleh
karena itu banyak digunakan sebagai batuan untuk konstruksi. Lantai dengan
material granit merupakan jenis lantai paling keras dibandingkan dengan
lantai marmer maupun lantai teraso. Granit memiliki pori-pori yang lebih rapat,
sehingga memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk dimasuki air dan
kotoran.Granit memiliki kesan dingin dan berkesan kokoh. Batuan granit
diperoleh dari bukit atau gunung granit. Namun sejalan dengan
65
perkembangan teknologi, saat ini juga telah disediakan granit buatan dengan
motif yang lebih beraneka dan harga yang lebih murah.
5. Lantai Mozaik
Mozaik (mosaic) memiliki bentuk, desain, dan warna yang beragam.Ada yang
berbentuk kotak siku, bulat, kotak lengkung, dan segi enam.Model lainnya
berupa kembangan, dekoratif, serta acak.Variasi warnanya sampai ratusan,
mirip dengan color card dari cat.Inilah yang membuat mozaik menjadi bahan
pencitraan elemen rumah. Mozaik bisa menjadi lantai kamar mandi, back
panel dapur, pelapis saniter, hingga dinding dan lantai kolam renang.Selain
pada elemen bangunan, mozaik juga dapat diaplikasikan sebagai aksen pada
sekat ruangan atau sebagai pengikat antar kepingan adalah jejaring berbahan
nilon, mirip benang Jaring berperan sebagai pengikat sekaligus perekat
kepingan mozaik.
Gambar 3-2 : Lantai Mozaik
Selain fungsinya beragam, inovasi mosaic kini terus berkembang dan makin
menawan dari bentuk, warna, bentuk serta motif dan dapat dikombinasikan
dengan bahan lantai lain. Dari pembentukannya, mosaic adalah jenis keramik
tile yang dibentuk dari potongan-potongan keramik berukuran kecil (mosaic),
dalam aplikasinya dirangkai membentuk pola tertentu sesuai dengan desain
yang diinginkan. Mosaic sangat fleksibel untuk diolah menjadi aneka desain,
sesuai dengan berbagai gaya interior, baik minimalis, klasik maupun modern.
66
Material Mozaik semakin populer untuk mempercantik elemen bangunan.
Mozaik terbuat dari porselen, kaolin, dan bahan khusus. Bahan-bahan khusus
tersebut dioven pada suhu 2.200ºC selama 24 jam.Daya tekannya mencapai
500kg/cm2. Berbentuk kepingan, mozaik dirangkai di atas jaring benang.
Ukuran keping bervariasi, ada yang 18 mm x 18 mm, 25 mm x 25 mm, 28 mm
x 28 mm, 35 mm x 35 mm , juga 50 mm x 50 mm. Masing-masing keping
memiliki tebal 3 mm - 4 mm.Mozaik memiliki bentuk, desain, dan warna
beragam. Ada yang berbentuk kotak siku, bulat, kotak lengkung, dan
segienam. Model lainnya berupa kembangan, dekoratif, dan acak.Variasi
warnanya sampai ratusan, mirip dengan color card dari cat.Inilah yang
membuat mozaik menjadi bahan pencitraan elemen rumah.Ia berupa
kepingan yang dapat mengubah tampilan lantai atau dinding menjadi indah.
Memasang mozaik perlu ketelitian, selain butuh nat tipis, berkisar 2mm-3mm,
mozaik juga perlu perlakuan khusus. Berikut ini beberapa pedoman cara
memasang mozaik, yaitu;
a. Siapkan alat dan bahan; Keramik mozaik dengan jumlah yang sesuai
luas bidang (biasanya keramik dijual dalam satu jaring berukuran 40cm
x40cm), 2. Semen instan atau semen berwarna putih, 3. Pengisi nat, 4.
Kape, 5. Trowel, 6. Ember semen, 7. Sikat berbahan nilon
b. Kondisi lantai dan dinding telah diaci rata, kemudian berikan lapisan
semen diatasnya dan ratakan, jangan terlalu tebal Letakkan lembaran
keramik mozaik diatasnya, diamkan selama 1/2 hari Isi antar keping
mozaik dengan nat, buatlah permukaan nat agak melengkung ke
bawah dan tidak terlalu rata agar terlihat lebih indah 30 menit setelah
pengisian nat, bersihkan mozaik dengan lap setengah basah Setelah
nat kering, (sekitar 2 jam) sikat permukaan mozaik, bersihkan dengan
kape jika ada sisa nat yang menempel di keramik
3) Mozaik tidak boleh direndam dalam air. Air dapat merusak dan
menghilangkan lem perekat pada jejaring di balik keping mozaik.
4) Tidak semua tukang keramik dapat memasang mozaik.
5) Nat mozaik cukup kecil berkisar 2mm-3mm. Oleh sebab itu, gunakan
pengisi nat khusus
67
6. Lantai Kayu
Perhatikan Gambar di bawah ini.
Rumah-rumah zaman dulu, umumnya lantai terbuat dari kayu, baik
itu bentuk kayu bulat atau papan yang di susun di atas balok atau
gelagar kayu. Banyak pertimbangan saat itu, salah satunya tentu
bahan kayu yang masih melimpah dan murah, contoh rumah model
panggung, tentu masih banyak hal yang melatar belakangi keadaan
tersebut itu ?
Perhatikan Gambar di bawah ini dan pahami.
Rumah modern, sekarang ini banyak juga yang menggunakan kayu
sebagai lantai, dikenal di pasaran sebagai lantai parkit (parquet),
orang menggunakannya tentu bukan karena alasan murah atau
bahan kayu masih melimpah. Apa pertimbangan orang zaman
sekarang menggunakan kayu sebagai lantai ?, dapatkah kamu
memberi pertimbangan atau alasannya?.
Pengertian lantai kayu, adalah lantai yang terbuat dari bahan kayu baik itu
kayu solid maupun kayu olahan yang dijadikan sebagai lantai bangunan pada
lantai dasar maupun lantai ingkat. Lantai kayu solid, yaitu dibuat dari bahan
kayu murni yang dibentuk menjadi kepingan papan, balok selanjutnya di
rangkai menjadi lantai. Lantai kayu olahan (engineered wood flooring) adalah
68
jenis produk lantai berbahan dasar kayu, baik itu berupa kepingan atau
lembaran yang selanjutnya dijadikan lantai. Lantai jenis kayu olahan berasal
dari proses produksi tertentu yang menggabungkan berbagai bahan mentah
seperti partikel kayu, perekat khusus, serta bahan tambahan melalui sistem
manufaktur yang dirancang secara khusus, dan tampilannya juga natural dan
menarik apalgi dipadu dengan jenis bahan lain. Akan tetapi, terdapat
perbedaan yang signifikan antara lantai kayu keras (hardwood) dan kayu
lunak (softwood), lantai kayu olahan digunakan secara luas karena harganya
yang lebih terjangkau. Lantai kayu keras terbuat dari kayu pohon non-konifer
seperti kayu, kenari, jati, dan lainnya, sedangkan lantai kayu lunak pada
umumnya terbuat dari kayu pohon konifer seperti kayu pinus. Lantai kayu
sering digunakan karena karakteristik fisik dan mekanisnya yang berbeda
dengan jenis lantai lain seperti dari bahan besi, keramik, marbel, PVC, dan
lain-lain.
Lantai kayu memiliki dimensi, ketebalan serta ragam yang berbeda, yang tiap
elemennya terbuat dari kayu solid dan diproses dari satu balok kayu. Ukuran
atau dimensi lantai kayu berbeda sesuai dengan kebutuhan dan hasil pabrik
produksinya. Secara umum terdapat tiga macam jenis lantai kayu, yaitu;
1. Papan Strip; Terbuat dari kayu solid dan dimensinya sama
2. Papan Plank; Terbuat dari kayu solid dan dimensinya berbeda, pada
ukuran lebar berbeda-beda
3. Papan Parkit (Parquet); Terbuat dari kayu solid dan olahan yang tipis
yang disatukan menggunakan alat perekat khusus, memiliki pola
tertentu yang artistic dan estetik.
Gambar 3-3: Macam Motif Lantai Kayu
69
Material lantai kayu, yang paling umum adalah lantai parket (parquette),kata
tersebut berasal dari kata parquetry. Material kayu memiliki kesan hangat dan
alami. Selain berasal dari kayu solid, bahan parket saat ini juga berasal dari
bahan non kayu seperti bamboo. Bila kita memiliki lantai parquet, berarti harus
siap dengan pemeliharaan yang kontinyu dan tidak dapat mengabaikan
adanya rayap yang akan menghabisi kayu-kayu tersebut secara diam-diam.
Untuk itu, persiapannyapun harus cukup matang, dan jangan pernah
menumpahkan cairan ke atas lantai Parquet untuk menjaga keawetannya.
Untuk itu lantai Parquet tidak boleh dipel dengan menggunakan air.
Untuk pemasangan kayu sebagai lantai, bila dilakukan di lantai dasar,
biasanya dipasang langsung pada beton dengan menggunakan bahan,
dipersyartkan kandungan kelembapan beton tidak mempengaruhi papan
menjadi melengkung dan memiliki celah (mencegah gapping). Untuk
pemasangan pada lantai bertingkat atau loteng, biasanya menggunakan balok
balok sebagai tempat tumpuan, dan dikenal dalam konstruksi sebagai balok
induk dan balok anak.
Gambar 3-4: Lantai Kayu
70
7. Lantai dari bahan kayu olahan
Bahan lantai jenis kayu olahan, terdiri dari dua atau lebih lapisan kayu dalam
bentuk papan dan biasanya tidak membutuhkan finishing (sanding), yaitu
pengampelasan dan penyelesaian setelah pemasangan. Inti lantai kayu
biasanya terbuat dari konstruksi lapisan kayu yang terdiri dari beberapa kayu
tipis yang direkatkan satu sama lain. Lantai seperti ini biasanya terdiri dari 2
atau 3 lapis, tergantung pada tujuan penggunaannya. Lapisan atas
merupakan kayu yang terlihat ketika lantai sudah terpasang, lapisan
ini direkatkan pada intinya sehingga lantai menjadi stabil, lapisan yang berada
di tengah berfungsi untuk mencegah gapping atau cupping. Bahan lantai kayu
olahan merupakan jenis lantai kayu yang paling umum digunakan karena
biaya pemasangannya yang rendah. Stabilitas lantai dicapai dengan
memastikan bahwa serat kayu pada tiap lapisan berada pada posisi tegak
lurus terhadap lapisan yang berada di bawah dan atasnya. Kayu tersebut
kemudian distabilkan lagi dengan tekanan diberikan pada intinya secara pada
panjang dan lebarnya.
Untuk finishing lantai kayu olahan, biasanya dilakukan pengampelasan untuk
mengkompensasi ketidakseimbangan pada kayu. Sering kali, lantai kayu
diselesaikan dengan menggunakan polyurethane dan minyak atau kombinasi
keduanya. Lantai yang diselesaikan dengan minyak (oil finished floors)
menggunakan minyak murni, untuk Lantai kayu resapan (impregnated wood
flooring) mengunakan resapan akrilik khusus untuk meningkatkan daya tahan
lantai kayu terhadap goresan dan kelembapan.
Beberapa keunggulan Lantai kayu olahan dibandingkan dengan kayu solid,
yaitu;
Ukuran dimensi yang presisi
Memiliki pola yang artistik
Pemasangan lebih mudah, dan perbaikan juga lebih mudah.
Selain jenis kayu olahan untuk lantai kayu, dikenal juga jenis lantai laminasi,
lantai vinil dan lantai veneer tetapi tidak diperlakukan sebagai lantai kayu
olahan (engineered wood flooring). Kayu laminasi menggunakan motif kayu
pada permukaannya, namun tidak terbuat dari kayu asli, lantai vinil terbuat
71
dari plastik yang dibentuk menyerupai kayu, sedangkan lantai veneer
menggunkan lapisan kayu tipis dengan inti yang tediri dari berbagai produk
kayu komposit yang berbeda, dan yang paling umum adalah papan berbahan
dasar kayu seperti MDF, sehingga lantai jenis ini memiliki ukuran lebih besar
dari papan kayu.
8. Lantai Batu Alam
Material batu alam juga sering dipakai sebagai bahan lantai, biasanya selain
di lantai, banyak juga dipakai di taman atau ditempel di tembok pagar, dan
dinding pada interior rumah. Pada bangunan, dapat dikatakan lantai
merupakan bagian paling dasar yang menjadi alas bangunan, posisi lantai
yang jarang menjadi perhatian sebetulnya dapat lebih mempercantik dan
membuat ruangan nyaman. Untuk pemilihan lantai tersebut dapat terlihat
artistik maka kenali dulu jenis bahan dan fungsi lantai tersebut, demikian pula
untuk pemilihan serta penggunaan batu alam untuk lantai dimaksud.
Beberapa Jenis lantai dari batu alam yang dikenal secara umum di pasaran,
yaitu berdasarkan letak, fungsi ruang, dan bahan. Berdasarkan letak ruang,
batu alam untuk lantai dibagi menjadi lantai batu untuk eksterior dan lantai
batu untuk interior.
1) Fungsi Interior; Untuk bagian interior lantai harus menggunakan batu
alam dengan karakter yang membuat ruangan hidup. Penggunaan
batu alam untuk lantai biasanya menggunakan finishing poles
(polished) dimana batu tampak seperti cermin. Jenis batu alam yang
dapat anda gunakan untuk interior adalah Andesit, Marmer, dan granit.
2) Fungsi Eksterior; Untuk bagian eksterior lantai harus menggunakan
batu alam yang berkarakter kuat dan tahan cuaca. Jenis batu alam
yang dapat anda gunakan untuk eksterior adalah Batu Andesit, Batu
Candi, dan Batu Templek .
72
Gambar 3-5 : Aplikasi Batu Alam Sebagai Lantai Bangunan
Material batu alam juga sering dipakai sebagai bahan lantai antara lain batu
kali lempeng dan batu salagedang. Biasanya selain di lantai, banyak juga
dipakai di taman atau ditempel di tembok pagar, dan dinding pada interior
rumah. Kedua jenis batu ini cukup tahan terhadap cuaca, meskipun mencari
tekstur batu yang kurang lebih seragam tidak mudah, ditambah lagi lebar nat
antar batunya tidak seragam, tapi hal itu justru menambah ruang menjadi
semakin natural.Material batu ini memiliki kesan segar.
Batu alam untuk perlengkapan lantai kamar mandi, selain berfungsi sebagai
fungsi estetika, juga sebagai fungsi kelayakan serta ketahanan akan air.
Kamar mandi dalam satu bangunan, merupakan salah satu bagian penting
dan bagian yang tidak terpiahkan dari komponen lain dari seluruh ruangan
dalam bangunan, terutama rumah tinggal. Desain amar mandi dengan lantai
dari batu alam memberikan kesan sensasi tersendiri, seakan membawa kea
lam segar, alam sejuk bila dipadu dengan orname serta warna yang segar,
terlebih dengan desain batu alam untuk kamar mandi yang dilengkapi dengan
73
berbagai ornament tumbuhan dan kesan kesegaran alam yang rileks
membawa suasana sempurna.
Penggunaan batu alam untuk kamar mandi yang dipadu dengan kesan alami,
akan membawa kesegaran tersendiri, apalagi dipadu dengan elemen
pelengkap kamar mandi yang lebih unik, antik dan dikombinasi dengan
dinding batu alam, tentu akan lebih fresing. Kamar mandi akan terlihat lebih
luas jika dipasangi batu alam baik dinding maupun lantainya, desain dinding
kamar mandi dengan jenis batu alam, baik itu berupa batu andesit, batu
paras, atau jenis batu lain yang ada di suatu daerah, seperti perpaduan batu
koral dari berbagai bentuk, ukuran serta warna yang diapadu dengann system
peralatan kran air yang manis, yang membawa seaakn berada di wilayah air
pegunungan, tentu akan lebih menarik.
Penggunaan batu alam untuk lantai teras rumah dan carport (Carport adalah
pelataran halaman depan rumah yang menghubungkan pintu pagar depan
rumah dengan teras ataupun garasi) atau taman, juga dapat didesain manis
dan alami, perpaduan batu alam jenis koral, andesit dengan warna serta corak
yang kental tentu menghadirkan suasana yang sempurna. Rumah-rumah
modern di kota-kota besar umumnya memiliki carport sehingga carport
sebagian yang tidak terpisahkan dari rumah. Batu alam dapat di gunakan
untuk berbagai macam desain lantai carport material itu seperti batu andesit,
batu koral, batu templek dan lain sebagainya. Posisi carport/teras umumnya
tidak terlindung dari panas atau hujan sehingga jenis batu yang di pilih harus
tidah mudah berlumut sehingga batu alam dengan karakter keras seperti
dapat menjadi pilihan untuk lantai carport, dan lantai taman atau teras luar.
9. Lantai Karpet
Lantai Karpet yang terbuat dari bahan kain, akan hangat bila digunakan,
umumnya dipakai dan digunakan di rumah untuk bagian kamar tidur dan
ruang keluarga, karpet juga diletakan di area ruang tamu. Lantai karpet bisa
melambangkan kemewahan dari penghuninya, tergantung dari karpet yang
digunakan, semakin mahal akan semakin mewah. Ada banyak alasan
74
mengapa dimasa kini orang memilih lantai yang ditutup oleh karpet. Diantara
alasan itu adalah: sebagai peredam suara, terutama untuk kantor dengan
pegawai-pegawai yang penuh kesibukan. Sementara untuk rumah, sebuah
keluarga yang mempunyai anak kecil akan lebih terasa aman bila memakai
karpet dibanding permukaan lantai yang keras seperti lantai marmer.
Disamping pemasangan yang mudah, banyak model corak, dan warna
perawatannya juga mudah, lantai dengan karpet dipilih karena keindahannya.
Saat ini sudah banyak sekali macam-macam karpet dengan macam-macam
harga sesuai jangkauan kita, yang mampu menambah keindahan ruangan.
Gambar 3-6: Lantai Karpet
Untuk pemakaian diruangan kantor yang banyak orang lalu lalang, disarankan
memakai jenis karpet Tile, sekaligus berfungsi sebagai peredam suara. Karpet
Tile adalah karpet yang sudah dibentuk potongan-potongan seperti lantai
keramik, sehingga pemasangan lebih mudah dan motif bisa disesuaikan
dengan keinginan kita karena bisa disusun dengan arah yang
berbeda.Keuntungan memakai karpet jenis Tile dibanding kapet gulungan
adalah, dengan mudahnya dapat kita bongkar pasang bila kita
menginginkannya. Beda dengan karpet jenis gulungan yang sekali
ditempatkan, akan sulit untuk di pindahkan ketempat lainnya.Material karpet
sering diapaki untuk lantai kantor, dan hotel hotel, lantai dengan berbahan
karpet kelihatan mewah dalam lantai yang luas, apalagi dikombinasi dengan
motif dan warna tertentu.
75
Saat ini penggunaan lantai karpet, banyak digunakan untuk sarana olah raga
seperti untuk lapangan sepak bola, lapangan futsal dan lain sebagainya.
Untuk lapangan futsal ada beberapa jenis karpet yang dikenal, dan biasa
digunakan yaitu :
1) Lantai Karpet Rumput Sintetis
2) Lantai Karpet Vinyl
3) Lantai Karpet Interlocking
Lantai rumput sintetis, jenis rumput sintetis paling banyak digunakan untuk
lapangan futsal karena dengan adanya rumput sintetis, mengurangi
kecelakaaan yang diakibatkan terjatuh, dan juga lebih mudah
perawatannya.Lantai karpet model rumput sintetis dilihat dari jenisnya lebih
dikenal dua macam, yaitu jenis sebagai rumput gajah, dan tipe rumput
jepang. Model rumput gajahsepintas hampir mirip dengan tali raffia, daun
rumput tipe ini lebarlebar, setelah pemakaian selama kurang lebih 1 - 2 bulan
akan pecah menjadi kecil kecil. Kemudian dikenal dengan tipe sebagai rumput
jepang, daun rumput tipe ini kecil-kecil, hampir menyerupai rumput asli dan
lebih natural. Tipe rumput rumput jepang belakangan lebih disukai oleh
masyarakat karena daya tahan nya lebih kuat dan permukaan rumput datar
sehingga lebih enak digunakan.
Lakukan pengamatan pada lapangan badminton di sekitarmu, kemudian buat
satu karangan tentang apa bahan lantai yang digunakan, dan coba buat
analisanya berdasarkan pemahanmu, mengapa demikian.
Panduan:
o Terbuat dari bahan apa lantai lapangan badminton ?
o Apa alasannya ?, beri penjelasan !
76
RANGKUMAN
Lantai pada bangunan memiliki berbagai berfungsi, sebagai fungsi
utama yaitu dasar berpijak dalam dan memberikan kenyamanan ketika
berjalan di atasnya, juga sebagai arsitektur ruangan bangunan. Salah
satu fugsi lantai rumah digunakan untuk meletakkan barang-barang
seperti kursi, meja, almari, dan sebagainya serta mendukung berbagai
aktivitas seperti berjalan, duduk di lantai, sampai dengan memberi nilai
estetika suatu ruang dalam bangunan sehingga dapat menambah nilai
jual bangunan tersebut. Kadangkala fungsi lantai, diperlukan untuk
kekuatan, lantai seperti sebuah pabrik atau bengkel yang memikul serta
terjadinya mobilisasi dan demobilisasi peralatan berat, maka fungsi
lantai disini adalah untuk ketahanan atau kekuatan aktivitas yang
berlangsung di ruangan tersebut.
Selain untuk fungsi kenyamanan dan keindahan, lantai dibutuhkan juga
untuk fungsi yang kedap air, sehingga air tidak merembes dari lantai
kamar mandi, demikian juga degan pembuatan lantai untuk saran
olahraga, diperlukan lantai yang kasar, dan membuat orang tenang
melakukan aktivitas olahraga, tdiak licin dan harus benar-benar rata.
Beberapa jenis material lantai dengan beragam karakteristiknya sebagai
pertimbangan aplikasi pada ruang, dikenal di bangunan, seperti; lantai
dari Plesteran (concrete), Keramik, Marmer, Granit, Mozaik, Kayu, Batu,
Karpet dan lain sebagainya. Mungkin banyak lagi bahan yang bisa
digunakan untuk lantai, tergantung kebutuhan dan bahan apa yang
dipakai, karena ada juga orang menjadikan lantai sebagai bahan seni,
sehingga mungkin akan memadukan berbagai bahan untuk dijadikan
lantai yang berniali seni yang tinggi.
Dalam pemilihan bahan lantai sebaiknya disesuaikan pada kebutuhan
fungsi bangunan, dan untuk rumah tinggal dipilih lantai yang memnuhi
persyaratan kesehatan, tidak kotor, tidak licin, lebih bagus bila
lantai kedap air. Jadi Pemilihan material lantai sangat penting, untuk
kenyamnana dan kesehatan.
77
GLOSSARY
Asbes, atau asbestosadalah campuran mineral silikat yang memiliki
serat kristal diantaranya asbestiform, fibrosa tipis kristal,
theinhalasi dari serat asbes
Atap adalah penutup bagian atas bangunan, yang berfungsi sebagai
penutup seluruh ruangan yang ada di bawahnya.
Atap beton, adalah plat yang terbuat dari bahan beton atau beton
bertulang, yang difungsikan sebagi atap dan biasanya merupakan atap
datar
Bitumen, material asapal turunan lain
BWG, Berasal dari “Birmingham Wire Gauge” Adalah standar seng
galvanis yang digunakan di Indonesia, setelah ada ketetapan dari
Departemen Perindustrian, istilah BWG tidak lagi digunakan. Untuk pelat
galvanize digunakan istilah Bjls yang artinya baja lapis seng. Apabila
pada pelat tersebut terdapat tulisan Bjls 30, itu menandakan bahwa
ketebalan pelat tersebut 0,30 mm; Bjls 40 ketebalan pelat tersebut 0,40
mm.
Polycarbonate; Polycarbonate adalah bentuk atap berongga transparan
dikenal orang di lapangan sebagi canopy, atap ini berbentuk lembaran
yang besar sehingga dimungkinkan untuk luasan yang besar tanpa
sambungan.
SNI, adalah Standar Nasional Indonesia
Spandek, jenis atap baja yang dibuat sedemikian rupa seperti halnya
seng gelombang namun bedanya spandek ini bentuknya menyudut, dan
spandek ini memakai lapisan zinkalume (merupakan perpaduan coating
antara, dengan aluminium dan silicon jauh lebih bags dari galvanis).
78
A. Pendahuluan
Atap adalah penutup bagian atas bangunan, yang berfungsi sebagai penutup
seluruh ruangan yang ada di bawahnya. Secara arsitektur bentuk atap
berpengaruh terhadap keindahan suatu bangunan dan pemilihan tipe atap
sebaiknya disesuaikan dengan lingkungan setempat dan proporsional
terhadap bangunan pada lingkungan tersebut. Atap harus ditopang konstruksi
yang kuat, jenis konstruksi atap tergantung jenis bahan penutup atap dan
bentuk atap yang akan digunakan.Jenis penutup atap saat ini banyak ragam
baik bahan maupun bentuk, desain serta warna, seperti dikenal secara umum
atap terbuat dari beton, atap seng, atap sirap, atap ilalang, atap genteng dan
lain sebagainya.
Jenis bahan penutup atap merupakan faktor yang sangat mempengaruhi
keserasian atap, dalam pemilihan jenis penutup atap ini ada beberapa kriteria
yang perlu diperhatikan antara lain seperti kondisi iklim setempat, seperti
misalnya untuk daerah panas sebaiknya menggunakan penutpu atap yang
menimbulkan efek sejuk seperti memakai atap genteng, bagaimana dengan
bentuk keserasian atau fungsi dari bangunan tersebut, kemudian bagaimana
dengan ketersediaan bahan penutup atap yang digunakan. Berikut ini adalah
pemilihan atap, yang didasarkan atas pilihan karakteristik lokasi dan jenis atap
yang digunakan;
1) Atap dari bahan bersifat isolasi terhadap panas, dingin dan bunyi
2) Atap yang berfungsi kedap (rapat) terhadap air hujan dan tidak tembus
air
3) Atap yang tahan terhadap perubahan bentuk akibat pergantian cuaca
4) Atap yang memerlukan sedikit perawatan, seperti tidak perlu cat
5) Atap yang tidak mudah terbakar
6) Atap yang memiliki bobot ringan.
7) Atap yang awet dan usian tahan lama.
Kemudian mengenai konstruksi rangka atap yang digunakan untuk jenis atap
genteng, biasanya digunakan rangka atap kuda-kuda. Rangka atap kuda–
kuda adalah suatu susunan rangka batang yang berfungsi untuk mendukung
79
beban atap termasuk juga berat sendiri dan sekaligus memberikan bentuk dan
jenis penutup pada atap. Pada dasarnya konstruksia kuda–kuda terdiri dari
rangkaian batang yang membentuk segitiga, dengan mempertimbangkan
berat atap serta bahan penutup atap, maka desain konstruksi kuda–kuda
akan berbeda satu sama lain. Setiap susunan rangka batang haruslah
merupakan satu kesatuan bentuk yang kokoh yang nantinya mampu memikul
beban yang bekerja pada konstruksi tanpa mengalami perubahan.
Beberapa syarat-syarat konstruksi atap yang harus dipedomani antara lain,
yaitu;
1) Konstruksi atap harus kuat menahan berat sendiri dan tahan terhadap
beban-beban yang bekerja padanya.
2) Pemilihan bentuk atap yang sesuai sehingga menambah keindahan
serta kenyamanan bagi penghuninya.
3) Bahan penutup atap harus sesuai dengan fungsi bangunan tersebut,
dan tahan terhadap pengaruh cuaca.
4) Sesuai dengan ciri khas arsitektur tradisional bangunan sekitar.
5) Kemiringan atau sudut atap harus sesuai dengan jenis bahan
penutupnya. Makin rapat jenis bahan penutupnya, maka
kemiringannya dapat dibuat lebih landai, seperti bahan dari seng,
kaca, asbes dan lain – lainnya.
B. Jenis Bahan Penutup Atap
Jenis bahan penutup atap sekarang ini banyak ragamnya, kita dengan mudah
menemukan berbagai macam jenis, merek atau tipe yang ada dipasaran. Saat
ini penutup atap merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam
sebuah bangunan, karena selain dari fungsinya, dari segi keindahan pun
terkadang juga perlu diperhitungkan. Penutup atap memiliki bermacam-
macam jenis materialnya, terbuat dari bahan apa dan bagiaman konstruksi
penopangnya, tergantung jenis dan benuknya. Berikut ini kita akan mengulas
berbagai macam material atap yang dapat digunakan untuk penutup
bangunan sesuai dengan desain dan kebutuhannya.
80
1. Atap Dari Bahan Tumbuhan
1.1 Atap Ilalang (Alang-alang)
Pemakaian atap ilalang atau alang-alang
untuk penutup atap suatu bangunan
banyak digunakan dipedesaan. Proses
pembuatannya, setelah dikeringkan,
ilalang dijalin sedemikian rupa
membentuk sisir,atap ilalang ini
dipasang pada atap suatu bangunan dengan cara diikat dengan tali bambu
atau dijepit dengan paku. Ilalang adalah atap yang terbuat dari bahan
tanaman, dalam lapisan yang tumpang tindih. Alang-alang yang dalam
bahasa Melayu sering disebut ilalang di Sumatera banyak terdapat di lahan
kosong, lahan perkebunan, di kebun, di lahan pertanian atau tegalan,
perkembangannya sangat cepat sebab daya produksinya secara generatif
maupun vegetatif amat efisien. Atap alang-alang sangat ramah lingkungan
karena menghasilkan limbah yang sangat kecil, dan sampah pasca
pemakaiannya dapat dikembalikan ke alam menjadi sampah organik. Atap
alang-alang juga menyerap panas matahari dengan sangat ideal sehingga
suhu ruangan dibawahnya menjadi sangat nyaman,sehingga tidak diperlukan
lagi Air Conditioner di dalam ruangan.
Jenis atap Ilalang adalah atap yang dipasang pada bangunan yang berbahan
alang-alang, atap ilalang disebut juga dengan atap alang-alang di daerah
tertentu, atap ini seringkali dipasang untuk membuat suasana yang natural
atau memberikan kesan alami pada bangunan dan selain untuk atap
bangunan rumah tradional atau rumah yang berada di desa, biasanya sering
digunakan pada tempat-tempat yang berhubungan dengan suasana alami,
seperti estetika pada restauran, villa, gazeboo, hotel atau penginapan untuk
memberikan kesan natural dan alami.
Adapun keunggulan jenis penutup atap Ilalang, antara lain adalah;
1) Mudah ditemukan, terutama di daerah pedesaan, dan bahanIni adalah
bahan atap yang paling umum , karena bahan yang tersedia.
2) Ramah lingkungan
81
Kekurangan jenis penutup atap Ilalang, yaitu;
1) Resiko mencegah kebakaran sangat kecil
2) Tidak tahan lama
3) Tidak kedap air
4) Sangat ringan sehingga tidak kuat menahan angin
1.2 Atap Rumbia
Rumbia atau disebut juga (pohon) sagu adalah nama sejenis palma penghasil
tepungsagu, di berbagai daerah di Sumatra dan Sulawesi adalah rumbieu,
rembie, rembi, rembiau, rambia, hambia, humbia, lumbia, rombia, rumpia, dan
diMaluku dikenal sebagai ripia, lipia, lepia, lapia, lapaia, hula atau huda, di
Jawa, ambulung, bulung, (am) bulu, tembulu (Jw.), bhulung (Md.), dan ki ray.
Jadi atap rumbia, adalah atap yang dibuat dari daun rumbia, yang diraju
menyerupai sisir menjadi satu kesatuan yang dapat berfungsi sebagai atap.
Atap Rumbia merupakan karya seni tradisional yang di kerjakan oleh
kalangan penduduk di pedesaaan, dan di tepi pantai, karna bahan bakunya
semua dari bahan alami dan rumbia biasanya tumbuh di rawa-rawa dan di
tepi pantai yang airnya payau. Atap rumbia sangat di butuhkan oleh
masyrakat pedesaan, karna masih bisa terjangkau dengan ekonomi mereka,
tetapi sekarang ini ternyata peminat atap rumbia bukan hanya di pedesaan,
melainkan sudah sampai pusat kota, yang banyak di gunakan untuk atap
gasebo dan rumah makan mewah yang membawa nuansa desa. Proses
pembuatan atap rumbia tidaklah mudah, butuh ekstra keras, bahan dikumpul
lalu di jahit dengan tangan, kemudian di jemur, dan siap untuk di pasarkan,
dan proses ini hanya mengikuti apa yang sudah mereka terapkan, dan itu
sudah standarisasi yang diterapkan turun temurun.
82
Gambar 4-2: Penutup Atap Rumbia
1.3 Atap Ijuk
Penggunaan atap ijuk saat ini
melambangkan bangunan rumah
tradisional, dan karakteristik spesial
yang membedakan arsitektur tradisional
dengan arsitektur modern, selain itu atap
ijuk juga mengandung suatu makna
suasana desa yang alami, penuh
Gambar 4-3: Atap Ijuk kedamaian.
Enau atau aren adalah jenis pepohonan palma, seperti kelapa (nyiur) dan
merupakan tanaman serba guna. Tumbuhan ini dikenal dengan pelbagai
nama seperti nau, hanau, peluluk, biluluk, kabung, juk atau ijuk (aneka nama
lokal di Sumatra dan semenanjung Malaya); kawung, akol, akel, akere, inru,
indu (bahasa-bahasa di Sulawesi); moka, moke, tuwa, tuwak (di Nusa
Tenggara), dan lain-lain. Asal muasal kata atap ijuk, karena dibuat dari ijuk
pohon aren, yang dihasilkan sebagai Serat berwarna hitam yang dihasilkan
dari pohon aren ini memang istimewa, karena bisa bertahan hingga ratusan
tahun.
Keistimewaan serat ijuk tidak hanya terletak pada sisi keawetannya saja,
masih ada lagi, serat ini tahan terhadap asam dan garam air laut, artinya ijuk
83
tidak mudah lapuk oleh asam dan garam air laut.Kita dapat melihat orang-
orang Sasak (dan wilayah pesisir di negeri ini) sampai sekarang masih
memanfaatkan ijuk, tidak hanya untuk atap, tapi juga untuk tali. Diketahui juga
ijuk adalah serat alami yang mampu mencegah kerusakan yang diakibatkan
oleh rayap tanah. Sifat ijuk yang elastis, keras, dan tahan air, menyebabkan
bahan alami ini sulit dicerna oleh organisme perusak serngga, seperti
rayap.Aplikasi penggunaan ijuk seklain untuk atap rumah tempo dulu,
sekarang ini banyak digunakan untuk keperluan lain, seperti pembuatan
rumah adat, pembuatan atap untuk villa, pembuatan atap gazebo, dan
penggunaan untuk budidaya ikan.
Dahulu kala, sebelum munculnya berbagai jenis atap modern, orang banyak
menggunakan atap ijuk, bahkan dari jenis atap ilalang, dan rumbia, ijuk adalah
bahan atap yang paling diminati dan tahan lama saat itu, dan merupakan
bahan atap mewah di zamannya. Penggunaan jenis atap ijuk saat ini sudah
tidak seperti sebanyak zaman tempo dulu, sekarang ini penggunaan atap ijuk
sudah pada tahap asesorie, sudah pada penggunaaan atap yang
mengandung estetika, yang banyak digunakan untuk rumah rumah gazebo,
rumah makan dan rumah rumah yang didesain bernuansa desa atau
bernuansa alam.
Pemeriksaan bahan ijuk yang bagus (berkualitas) untuk atap, dapat dilakukan
dengan visual yaitu;
1) Panjang; Bahan ijuk memiliki ukuran ijuk yang panjang, tebal dan
tekstur yang lebih kuat.
2) Lidi; Lidi telah terkelupas dari Ijuk
Biasanya bahan ijuk yang berkualitas, kebayakan di ekspor ke luar negeri.
Bahan ijuk dari pohon nira/enau, selain untuk bahan atap, lidinya juga dapat
dipakai untuk pembuatan sapu lidi atau bahan lain.
Beberapa keunggulan menggunakan ijuk sebagai bahan penutpu atap,
antara lain yaitu;
1) Sejuk; Bisa memberikan efek sejuk di sekitar bangunan
84
2) Kesan Alami; Bisa memberi kesan alami dan tradisional pada
bangunan
3) Kuat: Tahan lama
4) Ramah Lingkungan
1.4 Atap Sirap
Atap sirap berasal dari kayu keras, dan
kayu awet, seperti kayu jati, belian, onglen
dan biasanya dari bahan kayu ulin, dan
dikenal juga dengan nama kayu besi atau
kayu bulian.
Gambar 4-4: Atap Sirap
Di daerah Kalimantan sejak dahulu sudah menggunakan bahan atapsirap,
karena kayu ulin berasal dari daerah Kalimantan dan memiliki ketahanan yang
sangat baik terhadap perubahan suhu, kelembaban, dan pengaruh air laut.
Selain untuk bahan atap, kayu ulin juga sering diapakai sebagai bahan
bangunan, seperti konstruksi rumah, jembatan, tiang listrik, bantalan kereta
api, dan perkapalan. Bahan atap sirap dibuat dengan cara membelah kayu
yang keras seperti menjadi lembaran lembaran yang mempunyai ukuran
tertentu. Ukuran-ukuran sirap ada beberapa macam seperti :
Ukuran besar : panjang 60 cm, lebar 8 @9 cm dan tebalnya 4 - 5 mm,
atau 1 lembar atap sirap biasanya (p x l x t) = 58 x 6 x 0,3 dan 58 x 6 x 0,5
(cm)
Ukuran kecil : panjang 40 cm, lebar 5 cm dan tebalnya 3 @ 4 mm
Atap sirap dari kayu ulin ini berwarna coklat kehitaman.lembaran tipis tersebut
dikemas dalam ikatan, namun lama kelamaan akan berubah menjadi cokelat
tua kehitam-hitaman. Kelebihan pengunaan bahan sirap adalah bahannya
cukup ringan dan bersifat isolisasi terhadap panas. Kelemahan penggunaan
bahan ini pemasangannya cukup sulit sehingga biaya yang akan digunakan
85
akan bertambah dan bila lembaran sirap belum cukup kering sudah di pasang
akan berubah bentuk menjadi cekung.
Berikut beberapa keunggulan menggunakan Atap Sirap kayu pada bangunan,
yaitu;
1) Bentuknya unik
2) Mudah didapatkan di pasaran
3) Harganya relative murah
4) Kekuatannya 20-50 tahun (sesuai dengan lingkungannya)
Berikut beberapa kekurangan menggunakan Atap Sirap kayu pada
bangunan, yaitu;
1) Jika tidak di proteksi maka air akan cepat menyerap
2) Rentan terhadap rayap
3) Serat-serat kayunya terkadang dimakan oleh burung
4) Kurang kuat terhadap terpaan angin
5) Tidak diproduksi perlembar sehingga dalam pemasangannya
dibutuhkan waktu yang lama
Mengeksplorasi, maksudnya adalah mengadakan penyelidikan terutama
mengenai sumber alam yang terdapat di suatu tempat.
Telah dijelaskan beberap jenis atap yang dipakai pada bangunan, dimana
fakta sejarah nenek moyang kita menggunakan bahan-bahan dari sumber
alam pohon atau dedaunan untuk dijadikan atap. Seperti dijelaskan di atas
bahan tersebut yaitu; pohon ilalang (alang-alang), daun pohon rumbia, bahan
ijuk dari pohon enau dan pohon kayu. Kesemua bahan jenis penutup di atas,
dengan teknik sederhana, sulam dapat merangkai bahan tersebut menjadi
berfungsi sebagai atap.
86
Sekarang tugas mu, menemukan fakta di sekitarmu atau menemukan dari
sumber bacaan lain, bahan apa saja sumber daya alam yang dapat dijadikan
bahan atap tanpa melalui proses pabrik atau proses teknologi yang sehingga
berfungsi menjadi atap.
Apa yang telah kamu peroleh dari hasil pengamatan dan pemahamanmu
tentang jenis atap dari sumber pohon atau dedaunan, sekarang kamu
komunikasikan kepada teman, apa yang kamu dapat dan perbincangkan agar
kamu lebih memahaminya.
Atap pada bangunan tradisional pada umumnya merupakan salah satu
karakteristik spesifikasi yang membedakan arsitektur tradisional satu dengan
lainnya, disamping itu, atap juga mengandung suatu makna, dan norma dalam
arsitektur suku (etnis). Proses pemilihan bahan, mulai menebang bahan dan
mengerjakan menjadi bahan atap memiliki pola yang menarik, demikian pula
pada proses pemasangan atap, memiki kaitan-kaitan yang khusus dengan
masalah-masalah kekerabatan dan lingkungan sosial. Jenis bahan penutup
atap yang banyak digunakan pada bangunan tradisional, seperti dijelaskan di
atas, dapat kamu jadikan sebagai bahan ekplorasi ilmiah mu, untuk menggali
dan memahami bahan atap dari sumber alam yang langsung dapat dijadikan
penutup atap.
87
2. Atap Bahan Logam
2.1 Seng
Seng (Belanda: zink), atau timah
adalah unsur kimia dengan lambang
kimia Zn, beberapa aspek kimiawi
seng mirip dengan magnesium, hal
ini dikarenakan ion kedua unsur ini
berukuran hampir sama. Selain itu,
keduanya juga memiliki keadaan
oksidasi +2. Seng merupakan unsur
paling melimpah di bumi, dan
Gambar 4-5 : Atap Seng
memiliki lima isotop stabil. Biji seng yang paling banyak ditambang
adalah sfalerit (sengsulfida), terdapat berbagai jenis senyawa seng yang
dapat ditemukan, seperti seng karbonat dan seng glukonat terdapat pada
suplemen makanan, seng klorida terdapat pada deodorant, seng
pirition terdapat padasampo anti ketombe, seng sulfida terdapat padacat
berpendar, dan seng metil ataupun seng dietil. .
Atap jenis seng sebenarnya dibuat dari lembaran baja tipis yang diberi
lapisan zinc (zincalume) secara elektrolisa. Tujuannya untuk membuatnya
menjadi tahan karat. Jadi, kata seng sebenarnya berasal dari bahan
pelapisnya. Jenis ini akan bertahan selama lapisan zinc (zincalume) ini belum
hilang, yang terjadi sekitar tahun ke-30-an. Setelah itu, atap akan mulai bocor
apabila ada bagian yang terserang karat. Seng adalah salah satu sekian
banyak bangunan yang sering digunakan sebagai penutup atap. Ukuran seng
datar yang digalvanisir ukuran tebal yang kurang dari 1 mm dinyatakan
dengan BWG.Ukuran seng gelombang biasa yang digalvanisir berkisar 760
mm x 1830 mm dengan beberapa macam tebal.
Mengenal Sifat fisik seng, Seng merupakan logam yang berwarna putih
kebiruan, berkilau, dan bersifat diamagnetik. Walau demikian, kebanyakan
seng mutu komersial tidak berkilau, seng sedikit kurang padat
88
daripada besi dan berstruktur kristal. Seng terdiri dari logam keras dan rapuh,
seng juga mampu menghantarkan listrik dibandingkan dengan logam-logam
lainnya, seng memiliki titik lebur (420 °C) dan tidik didih (900 °C) yang relatif
rendah. Jika seng terkena air hujan yang banyak mengandung garam akan
mudah berkarat, lagipula oleh jatuhnya air hujan akan menimbulkan suara
yang gaduh, serta tidak bersifat isolasi panas maupun dingin artinya bila
udara di luar panas atau dingin maka dalam ruangan akan terasa lebih panas
atau dingin. Kelebihannya bobotnya ringan, harganya murah, untuk
memasangannya mudah sekaligus dapat menghemat biaya.
Gambar 4-6 : Penutup Atap Seng
Berikut beberapa kelebihan dan kekurangan atap seng, antara lain yaitu;
1) Kelebihan; Pemasangan cepat dan mudah, ringan, penggunaan rangka
atap sediki.
2) Kekurangan; Sifatnya yang menahan panas kurang, mudah berkarat,
kurang menarik secara penampilan dan mudah terhempas angin, mudah
penyok.
2.2 Atap spandek (Spandex)
Atap spandek, jenis atap baja yang dibuat sedemikian rupa seperti halnya
seng gelombang namun bedanya spandek ini bentuknya menyudut.secara
prinsip hampir mirip dengan atap seng gelombang biasa, namun karena
89
bentuknya menyudut terkesan lebih manis. hal yang membedakan lain adalah
jenis pelapis yang dipakai. Atap seng gelombang memakai lapisan seng
sedangkan spandek ini memakai lapisan zinkalume.
Gambar 4-7 : Atap Spandek Pada Bangunan Rumah
Atap spandek terdiri dari jenis atap gelombang besar dan gelombang kecil
yang banyak diaplikasikan pada bangunan pabrik, perkantoran, gudang, dan
jenis atap spandek panjangnya dapat dipesan sesuai dengan permintaan.
Bahan dasar yang dipergunakan untuk material Atap Spandek antara lain,
baja lapis zinc (zincalume) yang merupakan baja lembaran lapis logam
paduan dengan komposisi Aluminium dan Seng. Komposisi ini memberikan
perlindungan yang prima sehingga Atap Spandek cocok untuk berbagai
aplikasi bangungan dan manufaktur. Baja lapis zinc (zincalume) memiliki
lapisan resin jernih yang membuat permukaannya mudah di cat, mencegah
goresan dan bercak tangan, dan lapisan pasivasinya menjamin
permukaannya yang keperak-perakan tetap terjaga, tampilannya yang
mengkilap memberikan daya pantul cahaya dan panas yang tinggi. Daya
tahan panasnya mencapai 315 derajat celcius tanpa mengalami perubahan
warna pada permukaannya, sehingga sangat cocok dipergunakan untuk atap
bangunan gudang, pabrik maupun bangunan yang besar/luas, lapis zinc
(zincalume) memberikan usia pakai 2 hingga 6 kali lebih lama dibandingkan
dengan baja lapis Galvanis pada aplikasi yang sama.
90
Untuk lebih memahami, jenis, model dan ukuran ata spandek berikut ini
disampakan data teknis, bentuk, ukuran daari atap spandek yang ada di
pasaran. Perlu di ingat, bahwa atap jenis ini tidak semua toko menjual, oleh
karena itu untuk penggunaan perlu pemesanan terlebih dhulu di toko atau
agen yang menjualnya.
Spesifikasi data atap spandek bermacam macam tergantung pabrik yang
memproduksi jenis atap tersebut. DI bawah ini dapat dilihat spesifikasi salah
satu atap spandek yang ada di jual di pasaran (sampel produk), yang memiliki
panjang 6-7 meter:
Bahan : Baja zincalume
Tebal : 0,30 – 0,35 – 0,45 mm, dan 0,50 mm
Panjang : Standar 6-7 meter
Lebar : 600mm, 672 mm, 720mm, 730mm, 750mm, 760mm, 780mm,
800mm, 30mm, 890mm, 925mm, 935mm, 960mm, 1000mm,
1040mm dan 1060mm
91