The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Fahrudin Ali Fikri, 2020-12-23 22:13:03

1. Buku Konstruksi Bangunan_1 2013

1. Buku Konstruksi Bangunan_1 2013

Gambar 4-8 : Beberapa Model Atap Spandek (Sampel Produk)
92

Berikut ini dapat dilihat data teknis, spesifikasi tentang ketebalan beserta data
berat masing-masing jenis atap spandek per kilogram panjang dan luas, yang
diambil dari salah satu produk yang beredar di pasaran.

Spesifikasi Atap Spandek “XX”

Nama Produk : “XX”

Bahan Dasar : Baja Hi-Ten G550, & Baja Soft G300

Sumber Bahan : Zincalume AZ 150, Abadi AZ 100

Lapis Lindung : Zinc-Aluminium; Prepainted Zinc-Aluminium 150

gr/m2, Prepainted Zinc-Aluminium 100 gr/m2

Warna : Colorbond, Pelangi, Gemilang

Gelombang : 5 Gelombang

Lebar Effektif : 750 mm

Tebal standar : 0.20 mm BMT atau 0.25 mm TCT

0.25 mm BMT atau 0.30 mm TCT

0.30 mm BMT atau 0.35 mm TCT

0.35 mm BMT atau 0.40 mm TCT

0.40 mm BMT atau 0.45 mm TCT

0.45 mm BMT atau 0.50 mm TCT

Panjang : Ukuran sesuai kebutuhan, Maksimal 12 m

Tabel : Data teknis spandek tebal dan berat

 (Thickness after Coated)

93

3. Atap Genteng

3.1 Genteng tanah tradisional

Jenis bahan penutup atap genteng tradisional terbuat dari bahan dasar tanah

liat melalui proses percetakan dan pembakaran sampai sempurn, ini

disebabkan karena bahan ini mempunyai daya tolak panas, dingin , tahan

lama, tidak memerlukan banyka perawatan serta harganya relative murah.

Genteng tanah liat tradisional banyak digunakan pada bangunan-bangunan

yang ada di daerah tropis maupun daerah yang berhawa lembab, di dsa desa

di sekitar pulau Jawa jenis penutup atap genteng sudah popular sajk dahulu.

Genteng jenis ini biasa sering disebut genteng S karena mempunyai

penampang pelintang seperti huruf S. genteng S mempunyai ukuran :

1) Panjang : 28 – 36 cm

2) Lebar : 20 – 25 cm

3) Tebal : 0,8 – 1 cm

4) Dalam lengkungan : 4 – 5 cm

Genteng tanah liat membutuhkan rangka untuk pemasangannya, dalam ilmu
konstruksi disebut dengan struktur rangka atap atau konstruksi rangka atap,
pemasangan genteng ini dipasang pada atap miring.Genteng menerapkan
sistem pemasangan saling mengunci dan mengikat (inter-locking), dan
biasanya pemasangan dimulai dari paling bawah. Warna dan penampilan
genteng ini akan berubah seiring waktu yang berjalan. Biasanya akan tumbuh
jamur di bagian badan genteng.

Adapun keunggulan jenis penutup genteng tanah liat tradisional, antara lain
adalah;

a) Mudah didapat
b) Kuat menahan air hujan
c) Murah harganya
d) Kedapa air dan anti rayap
Kekurangan jenis penutup atap genteng tanah liat tradisional, yaitu;
a) Mudah ditumbuhi jamur dan lumut

94

b) Mudah retak
c) Dalam pemasangannya membutuhkan waktu yang lebih banyak

karena bentuknya yang dicetak satu persatu.
d) Tidak cocok untuk bangunan didaerah yang bersalju

3.2 Genteng Keramik

Bahan dasarnya tetap keramik yang berasal dari tanah lia, namun genteng ini
telah mengalami proses finishing yaitu lapisan glazur pada permukaannya.
Lapisan ini dapat diberi warna yang beragam dan melindungi genteng dari
lumut. Umurnya bisa 20 – 50 tahun. Aplikasinya sangat cocok untuk hunian
modern di perkotaan, dengan permainan atap genteng berbagai macam
model/bentuk atap.

Gambar 4-9 :AplikasiAtap Genteng Keramik Pada Bangunan

Adapun keunggulan jenis penutup Genteng Keramik, antara lain adalah;
a) Bentuknya sudah lebih modern
b) Kedap air dibandingkan atap tanah liat tradisional
c) Kuat dibandingkan genteng tanah liat tradisional karena telah melalui
proses finshing, dan tahan lama 20-50 tahun
d) Mengkilat, karena bagian luarnya dicat. Sehingga rumah terlihat apik
e) Mudah didapatkan di pasaran
f) Sesuaidi daerah panas maupun basah (hujan)
g) ukurannya lebih besar dari genteng biasa sehingga bisa menghemat
95

Kekurangan jenis penutup atap Genteng Keramik, yaitu;
a) Dalam pemasangannya membutuhkan waktu yang lebih banyak
karena bentuknya yang dicetak satu persatu.
b) Tidak cocok untuk bangunan didaerah bersalju
c) Terkadang cat yang digunakan untuk melapisi genteng terkelupas,
sehingga pada bagian gentengnya ditumbuhi lumut.

3.3 Genteng Beton
Bentuk dan ukurannya hampir sama dengan genteng tanah tradisional, hanya
bahan dasarnya adalah campuran utama beton, yaitu campuran semen PC
dan pasir, kemudian diberi lapisan tipis yang berfungsi sebagai pewarna dan
kedap air. Sebenarnya atap ini bisa bertahan dalam waktu yang sangat lama,
tetapi lapisan pelindungnya hanya akan bertahan antara 30 tahun hingga
40tahun.

Gambar 4-10 :Berbagai Tipe Atap Genteng Beton
Bentuk atap beton, hampir sama dengan bentuk genteng pada umumnya,
hanya saja berbagai produsen memproduksi genteng beton dengan
model/tipe dengan karakteristik masing-masing, baik itu bentuk, warna dan
spesifikasinya. Untuk aspek komersil, produsen genteng beton membuat cirri
dan keunggulan khusus, seperti dirancang khusus dengan bobot yang relatif

96

ringan, warna yang menarik, model atau tipe genteng, seperti tipe S, M, atau
tipe plat vertical, plat batu, dan lain lain tergantung produsen yang member
nama sesuai dengan karakteristik masing-masing produksi.. Berbagai cara
guna menarik dan merangsang konsumen agar membeli genteng beton yang
di variasi dengan model cekungan, warna, atau kemudahan pemasangan.

Perlu dipahami, bahwa setiap genteng memiliki kelebihan dan kekurangan,
begitupun dengan genteng beton, beberapa karakteristik genteng beton yang
dapat menjadi panduan pemeriksaan visual, yaitu:

1) Bobot; Genteng beton lebih berat dibandingkan genteng keramik;
2) Presisi; Genteng Beton memiliki tingkat presisi yang lebih baik,

dikarenakan proses pembuatan genteng beton tidak mengalami
pembakaran sehingga kemungkinan deformasi pada genteng sangat
kecil, selain itu desain genteng ini memungkinan proses pemasangan
lebih cepat.
3) Harga; Harga genteng beton relatif lebih murah dibandingkan dengan
genteng keramik, karena isi/m2 genteng beton lebih sedikit
dibandingkan genteng keramik
4) Warna; Warna genteng beton mungkin tidak sekuat warna genteng
keramik berglazur, karena genteng beton umumnya mengalami
pewarnaan dengan menggunakan cat minyak atau coating, tetapi
beberapa produsen ada yang mengklaim dapat menghasilkan coating
yang tahan lama. Perbedaan harga karena perbedaan warna genteng
hampir tidak ada, hanya kualitas coating/cat yang mebedakan harga
dari genteng beton, jadi kita dapat lebih fleksibel menyesuaikan warna
dengan selera kita tanpa mengganggu budget awal.
5) Daya serap air; Genteng beton juga lebih mudah/rentan terhadap
rembesan untuk pemakaian jangka panjang, apalagi jika coating/cat
nya sudah terkelupas, hal ini akan berpengaruh pada beban atap pada
saat hujan karena pada kondisi ini daya serap genteng terhadap air
sangat tinggi.
6) Model; Model banyak tipe, khususnya model flat lebih cocok dengan
desain minimalis, hal in dikarenakan bentuk dan desain genteng ini
murni flat dan lebih presisi.

97

Gambar 4-11 : Spesifikasi Genteng Beton Model M (Sampel)
Selain dari karakteristik diatas kita dapat melihat dari sisi proses pembuatan
genteng itu sendiri, pada genteng beton yang memiliki bahan dasar campuran
beton. yang proses pengeringannya bergantung pada persenyawaan antara
semen sebagai perekat dengan campuran beton. ditambah dengan press
mesin pada saat pencetakan yang menjadi faktor utama kepadatan beton dari
pada genteng itu sendiri.

Gambar4-12 :Spesifikasi Genteng Beton Model Flat (Sampel)
Beberapa kelemahan, jenis penutup Genteng beton, antara lain adalah;

1) Tidak memiliki proteksi jadi jika terkena hujan dan panas lebih cepat
berjamur dan lumut

2) Harganya lumayan mahal
3) Untuk menyusun genteng beton lebih lama
4) Tidak cocok di daerah yang bersalju
5) Bobot, berat sehingga memerlukan rangka atap yang kuat

98

3.4 Genteng Aspal (Bitumen)

Bahan meterial yang satu ini terbuat dari
campuran lembaran bitumen yaitu turunan
aspal dan bahan kimia lain, di pasaran sering
juga genting jenis ini disebut dengan genteng
bitumen atau atap bitumen.
Bahan aspal dikenal sebagai bahan atau material yang bersifat viskos atau
padat, berwarna hitam atau coklat, yang mempunyai daya lekat (adhesif), dan
mengandung hidokarbon yang dihasilkan dari minyak bumi (aspal alam) dan
terlarut dalam karbondisulfida. Aspal telah digunakan selama ribuan tahun
sebagai bahan waterproofing karena sifatnya yang mampu menyesuaikan
terhadap fluktuasi suhu, dan dapat bersifat sebagai perekat, sebagai filter
karna sifat yang cair pada suhu tertentu dapat mengisi rongga yang kosong
dan bersifat kedap air (waterproof).

Gambar 4-14 :BerbagaiBentuk Atap Genteng Aspal (Bitumen)

Berbeda dengan genteng yang dikenal umum, seperti genteng beton atau
tanah liat, genteng aspal masih belum banyak dikenal orang, dan di pasaran
juga masih jarang, dan pengguna juga masih sedikit. Genteng ini terbuat dari
campuran bubuk kertas, serat organik, resin, dan aspal, genteng ini memiliki
bobot lebih ringan dibandingkan dengan genteng tanah liat, beton, atau
keramik, bobotnya sekitar 4 kg/m2, tentu lebih ringan dibandingkan dengan

99

atap genteng yang berat satuannya bisa mencapai 4 kg-8 kg. Bobot yang
ringan ini dapat menjadi salah satu keunggulan genteng aspal, dengan bobot
yang ringan, konstruksi atap pun dihemat. Selain itu genting ini sangat lentur
dan tahan air, karena kita ketahui bahwa spal berfungsi sebagai waterproofing
hingga membuat atap tahan bocor.

Teknik pemasangan genting ini sama seperti memasang sirap pada
umumnya, genteng aspal ini adalah sirap versi modern, pemasangannya
sama dari bawah ke atas. Bentuk genteng aspal atau atap bitumen
bermacam-macam, tergantung pabrik yang produksi, di pasaran ditemui
berbagi bentuk atap bitumen, yaitu;

1) Atap Bergelombang, bentuknya seperti seng gelombang;
2) Atap Datar, bentuknya seperti atap sirap, atau berbentuk lembaran;
3) Atap Genteng, bentuknya seperti atap genteng.

Gambar 4-15 :BentukAtap Genteng Aspal (Bitumen) Model Singel

Berbagai pabrik di Indonesia telah memproduksi genteng jenis ini, dengan
model, ukuran serta warna yang beragam. Genteng aspal bitumen ada yang
dikombinasi dengan bahan berbagai macam yang tujuannya memperkuat
serta memperindah tampilan, seperti kombinasi material fiber dan aspal, dan
kombinasi dengan batuan berwarna yang menghasilkan paduan warna serasi.
Prodk genteng seperti ini, menghasilkan genteng yang flexible, dapat
dipasang dalam berbagai bentuk dan ragam motif. Pemasangan atap dapat
dipasang dalam kondisi kemiringan yang ekstrim.Kemudian ada berbagai
model juga yang diproduksi oleh pabrikan, seperti model datar bertumpu pada
multipleks yang menempel pada rangka, multipelks dan rangka dikaitkan

100

dengan bantuan sekrup. Ada juga model genteng aspal yang dilem ke papan,
untuk jenis kedua, model bergelombang, ia cukup disekrup pada balok
gording.

Adapun keunggulan jenis penutup Genteng Aspal (bitumen), antara lain
adalah;

1) Kekuatan; Tahan terhadap api, air, suhu dan rayap;
2) Pemasangan; Kemiringan pemasangan dapat dipasang pada

kemiringan yang landai 22,5° sampai 90°, mudah dan praktis
pemsngannya;
3) Warna; Memiliki warna yang beragam, serta terlindungai anti pudar
dan anti jamur;
4) Bobot; Bobot ringan dibanding genteng keramik dan beton.

Beberapa kelemahan, jenis penutup Genteng Aspal (bitumen), antara lain
adalah;

1) Harga mahal;
2) Sulit didapat di setiap toko;
3) Tidak cocok digunakan didaerah panas

3.5 Genteng Metal

Genteng metal terbuat dari lembaran metal
yang diproses degan bahan pelapis, pada
permukaan bagian atas dilapisi dengan butiran
pasir dan aspal yang direkatkan, kemudian
difinishing dengan cat, dan dibentuk seperti
genteng, dengan ukuran tertentu.
Ukuran genteng metal, bervariasi, ada yang dibuat lebih besar dari genteng
tradisonalt, yakni sekitar 60–120 cm, dengan ketebalan 0,3 mm. Pemasangan
genteng ini tidak jauh beda dengan genteng dari tanah liat, karena memiliki
ukuran yang lebih lebar maka dapat mempercepat waktu pemasangan pada
sebuah bangunan. Genteng jenis ini biasanya memerlukan sekrup untuk
pemasangannya agar tidak mudah terbawa angin karena bobotnya yang

101

ringan. Pilihan warna genteng metal yang tersedia sangat variatif dan
menarik, kombinasi warna atap dan dinding bangunan dapat menciptakan
estetika dan arsitektur yang indah.

Gambar 4-17 : Komposisi Bahan Genteng Metal (Sampel Pabrikan)
Teknik pemasangan genteng metal pada prinsipnya sam dengan
pemasangan genteng tradisonal atau genteng keramik, bedanya terdapat
pada perekatan/pemakuan, dimana biasanya dilekatkan menggunakan
sekrup, paku, atau pengunci khusus. Bentuknya lembaran, mirip seng,
genteng ini ditanam pada balok gording rangka atap, menggunakan sekrup.
Bentuk lain berupa genteng lembaran. Pemasangannya tidak jauh berbeda
dengan genteng tanah liat hanya ukurannya saja yang lebih besar. Ukuran
yang tersedia bervariasi, 60-120cm (lebar), dengan ketebalan 0.3mm dan
panjang antara 1.2-12m.Karena ukurannya lebih lebar dan ber variasi, tentu
letak dan kedudukan konstruksi pendukung, seperti reng akan berbeda
jaraknya, misalnya untuk ukuran lebar 80 cm dan panjang 77cm akan
menyesuaikan. Pemasangan akan lebih cepat, karena lembaran yang lebih
luas, teknik penempelan dilakukan dengan cara menempatkan genteng di
atas reng yang telah disiapkan, kemudian tempelkan menggunakan paku. Ada
pemasangan genteng jenis ini yang lebih praktis, karena pabrik sudah
melengkapi dengan pengunci khusus atau paku, di samping ukurannya yang
lebar dan panjang sesuai produk/pesanan, akan mempercepat proses
pengerjaan. Pada pemasangan genteng metal yang harus diperhatikan

102

adalah bagian atas dan bawah genteng tidak sama, sehingga perlu
diperhatikan posisinya. Sehingga perlu diperhatikan pemasangan lembaran
pada sayap kanan dengan pemasangan lembaran pada sayap kiri. Cara
pemotongan genteng metal hanya dapat dilakukan dengan memakai gunting
besi, dan lihat posisi yang dipotong untuk bagian atas genteng dimana
gording terpasang.
Berikut beberapa keunggulan menggunakan genteng metal pada bangunan,
yaitu;

1) Kekuatan; Dilapisi bahan anti karat, pasir dan tahan terhadap api, air,
suhu dan rayap;

2) Pemasangan; mudah dan praktis pemasangannya karena berbentuk
lembaran perpaduan seng dengan genteng;

3) Warna; Memiliki warna yang beragam dan tahan lama;
4) Bobot; Bobot ringan dibanding genteng tradisonal, keramik dan beton;
5) Teknologi baru yang membuat genteng tidak menimbulkan panas dan

tidak mudah terbakar.
6) Dilapisi bahan anti lumut sehingga tidak perlu khawatir untuk

mengecet ulang yang tentunya memerlukan biaya tambahan

Gambar 4-18 : Aksesoris Bahan Genteng Metal (Sampel Pabrikan)

103

Berikut beberapa kekurangan menggunakan genteng metal pada bangunan,
yaitu;

1) Mahal bila dibandingkan dengan bahan genteng tradisonal dan seng;
2) Pemasangan tidak rapi akan menimbulkan efek tambal dan tidak indah

dilihat;
3) Kemampuan insulasi panas dan kebisingan yang ditimbulkan pada

waktu hujan, masih belum sebaik genteng keramik dan genteng beton;
4) Menyerap panas.

4. Atap Beton

Atap beton, adalah plat yang terbuat dari bahan beton atau beton bertulang,
yang difungsikan sebagi atap dan biasanya merupakan atap datar. Banyak
digunakan pada rumah-rumah modern minimalis dan kontemporer.Atap beton
memiliki bobot yang berat, oleh karena itu untuk pembuatan perlu
perencanaan oleh ahli untuk perhitungan konstruksi akibat beban beban yang
dipikul serta pengaruh gaya-gaya yang bekerja. Banyaknya kasus runtuhnya
konstruksi pembuatan plat beton pada bentangan yang panjang dan luas,
dikarenakan perencanaan yang kurang teliti. Konstruksinya yang kuat
memungkinkan untuk mempergunakan atap ini sebagai tempat beraktifitas
seperti menjemur pakaian dan bercocok tanam dengan pot atau aktivitas lain
yang dapat dipikul oleh konstruksi.

Pemsangan plat beton yang difungsikan sebagai lantai, tebal minimum adalah
12 cm, dengan menggunakan tulang besi beton 2 lapis, menggunakan besi
beton diameter 10 mm berjarak 10 cm pada lokasi momen maksimum, dan
diameter 10 mm berjarak 20 cm pada lokasi momen minimum. Untuk plat
beton yang difungsikan sebagai atap, tebal minimum plat adalah 7 cm dengan
tulangan besi beton 1 lapis, jarak antara tulangan beton adalah 2 x tebal plat
atau 20 cm, diambil nilai yang terkecil, sebagai bahan referensi tebal plat 7 cm
maka jarak tulangan 2 x 7 cm = 14 cm, maka yang dipakai berjarak 14 cm.
Akan tetapi penerapan dilapangan biasanya menggunakan tulangan pokok
diameter 8mm jarak 10 cm, sedangkan tulangan pembagi diameter 6 mm
berjarak 10 cm. Kemudian untuk plat konsol (cantilever) lebar bentang yang

104

direkomendasikan maksimum 100 cm, bila lebih dari itu sebaiknya struktur
dihitung oleh ahli dibidangnya, hal ini untuk mencegah runtuh dan tidak
kokohnya plat beton.

Kebocoran pada atap beton sering sekali terjadi, untuk itu perlu perencanaan
yang teliti dan perlu pengawasan pada pengecoran dan pemakaian
waterproofing pada lapisan atasnya. Untuk mencegah kebocoran, keruntuhan,
dan berfungsi melindungi ruangan dari panas matahari dan hujan pembuatan
atap beton harus memenuhi syarat-syarat yaitu yang ditentukan. Dalam hal
ini dalam pelaksanaan pekerjaan bangunan atap merupakan penentu berhasil
atau tidaknya pekerjaan atap seperti bocor atau tidaknya bangunan atap.
Pelaksanaan pekerjaan atap beton, secara teknis terbuat dari beton bertulang,
dimana pekerjaan terdiri dari dua bagian, yaitu pekerjaan adukan beton dan
pekerjaan pembesian (tulangan) beton.

Susunan campuran adukan untuk atap beton harus kedap air, artinya
perbandingan campuran yang digunakan biasanya diambil 1 PC : 1 1/2 PS : 2
1/2 KR oleh tukang di lapangan disebut campuran beton kental. Pemakaian
air dalam adukan beton untuk bangunan atap hendaknya diambil secukupnya
saja artinya paling banyak terbatas pada sifat adukan beton dapat dikerjakan
dan tidak boleh memakai air yang berlebih-lebihan yang dapat mengakibatkan
adukan beton menjadi sangat cair. Pada adukan beton yang sangat cair
dapat mengakibatkan beton setelah menjadi keras akan dapat dengan mudah
ditembus oleh air. Air yang digunakan untuk adukan beton harus air tawar dan
bersih atau memenuhi syarat penggunaan air sebagai campuran beton,
demikian pula bahan tambahan pasir dan krikil harus juga bersih dari segala
kotoran. Hal ini dimaksudkan agar mutu beton dapat terjamin baik terhadap
kekuatan maupun terhadap sifat tahan tembus air (kedap air).

Berikut beberapa keunggulan menggunakan Atap Plat Beton, pada bangunan,
yaitu;

1) Kekuatan;kekuatannya sangat besar, karena merupakan campuran
pasir,krikil,semen dan air

2) Bobot; Bobot berat

105

3) bahan-bahan penyusunnya mudah di dapatkan di pasaran
4) Model atap datar sehingga pada bagian atap bisa dilakukan aktivitas

lain (menjemur,menaruh pot,dll)
5) Tahan terhadap hempasan angin
6) Bisa digunakan di daerah panas dan hujan
Berikut beberapa kekurangan menggunakan Atap Plat Beton, pada bangunan,
yaitu;
1) Harga bahan-bahan lebih mahal
2) Waktu pembuatan dan pengeringannya relative lama
3) Sering terjadi kebocoran pada plat beton, jadi harus di proteksi dengan

waterproofing pada bagian atas plat.
4) Jika kurang perawatan maka akan tumbuh jamur dan lumut

5. Atap Kaca

Pemakaian atap kaca semakin popular untuk mendapatkan penerangan alami
dalam rumah pada siang hari. Biasa dipakai pada bagian rumah yang tidak
mendapatkan cahaya langsung dari jendela atau sebagai aksen yang
melengkapi design sebuah rumah. Penggunaan atap kaca pada area depan
bangunan, atau teras bangunan menjadi area yang modern, sebagai tempat
bersantai dan menikmati pemandangan di sekitar tanpa harus berpikir
tentang cuaca yang ada baik hujan ataupun sinar matahari. Bentuknya pun
bermacam macam, ada yang berbentuk lembaran kaca atau genteng kaca
sesuai kebutuhan, dan tersedia dalam berbagai warna, walaupun tampaknya
kaca bening masih merupakan pilihan terpopuler saat ini. Sebuah atap kaca
dengan warna yang terang dapat menambahkan sentuhan individualitas dan
gaya untuk, rumah kantor atau toko. Sedangkan untuk model dam macam
atap, dapat dipilih jenis serta model atap datar, atap pelana, melengkung, flat
memanjang dan kombinasi dengan bahan penutup atap lain yang banyak di
jual di pasaran, dan tersedia dalam berbagai ukuran dan gaya permukaan.

Penggunaan atap kaca biasanya diaplikasikan pada atap carport atau
ruangan yang membutuhkan sinar alami dan cahaya segar, namun jika kita
menginginkan sesuatu yang berbeda, kita bisa menggunakannya pada ruang

106

lain, seperti kamar mandi. Mengaplikasikan atap kaca pada kamar mandi
dapat memberikan sensasi yang unik, hal lain pastikan bukaan pada kamar
mandi dapat mengakomodasi sirkulasi udara yang optimal, juga panas yang
masuk melalui atap kaca. Dalam pemasangannya, kita harus memperhatikan
beberapa pedoman agar tahan cuaca, gunakan kaca berketebalan minimal
10mm. Konstruksi atap sebaiknya landai, dengan kemiringan sekitar 2-3
derajat, rangka bisa terbuat dari besi pelat siku dengan jarak antar batang
penahan kaca sekitar 50cm. Perawatan kaca jenis ini sangat mudah, cukup
dengan membersihkannya secara rutin dengan air dan gosok kaca
menggunakan lap yang direndam cairan sabun.

Berikut beberapa keunggulan menggunakan Atap Kaca, pada bangunan,
yaitu;

1) kedap air
2) bisa digunakan di daerah panas dan hujan
3) bagian rumah dapat tersinari matahari secara alami
4) tidak perlu menyalakan lampu di siang hari
5) hemat listrik
6) bebas rayap
7) tahan terhadap hempasan angin
8) mudah didapatkan di pasaran
Berikut beberapa keunggulan menggunakan Atap Kaca, pada bangunan,
yaitu;
1) jika malam hari tidak bisa di tutup dan tidak akan berguna
2) harganya mahal
3) tidak bisa di daur ulang

6. Atap Polycarbonate

Atap Polycarbonate dikenal orang di lapangan sebagi canopy, atap ini
berbentuk lembaran yang besar sehingga dimungkinkan untuk luasan yang
besar tanpa sambungan. Polycarbonate adalah bentuk atap berongga
transparan yang biasa digunakan untuk atap garasi, tempat jemuran, penutup
atap kanopi, gazebo, carport, skylight, bahkan atap jembatan penyeberangan.

107

Perencanaan atap polycarbonate sudah sangat bervariasi dan bisa
digabungkan dengan berbagai material lain seperti kayu, besi, beton dan
sebagainya. Atap polycarbonate ini menjadi pilihan untuk membuat atap
carport karena cepat pemasangannya, murah, dan tidak sulit seperti
pembuatan konstruksi atap lainnya. Pada dasarnya konstruksi atap
polycarbonate adalah konstruksi atap ringan karena bobot polycarbonate
sangat ringan. Pemasangan polycarbonate mudah dan cepat, namun
harganya memang lebih mahal dari atap-atap lainnya.

Pemeriksaan visual untuk memilih kualitas polikarbonat (polycarbonate)
adalah dengan menekan kuat dengan jari penampang berongga pada
lembaran polikarbonat, jika berkualitas jelek maka konstruksi berongga
polikarbonat yang ditekan tadi tidak akan kuat menahan tekanan jari
('penyok'). Pemeriksaan dengan cara pada beberapa merk polikarbonat yang
berbeda lebih disarankan lagi anda lakukan test ini pada polikarbonat dengan
harga yang termahal dan pada harga yang termurah untuk lebih jelas melihat
perbedaannya. Dipasaran ada beberapa macam merk polycarbonate,
diantaranya ; Lexan, Twinlite, Starlite, Solarlite, Carbolux, Lexan Carboron,
GE, Molydex, X-Lite, Cladian Plast, dan masih banyak lagi merk lainnya.

Gambar 4-19 : Bentuk Atap Polycarbonate

Berikut beberapa keunggulan menggunakan Atap polycarbonate, pada
bangunan, yaitu;

1) Bahan material yang kuat dan kokoh serta ringan
108

2) Dapat meredam radiasi matahari, dan dapat digunakan di daerah
panas dan hujan

3) Flexible, Dicetak dalam bentuk lembaran sehingga dapat dengan
mudah dipakai jika luasan yang diperlukannya besar

4) Lebih cepat dalam pemasangannya
5) Mudah didapatkan dipasaran
6) kedap air
7) Modelnya simple dan elegan untuk penutup atap maupun pagar
8) Tersedia berbagai warna, bahkan ada yang transparan

Berikut beberapa kekurangan menggunakan Atap polycarbonate, pada
bangunan, yaitu;

1) Mahal
2) Digunakan pada bangunan tambahan seperti flapon
3) Terdapat unsur plastic sehingga sulut di daur ulang

7. Atap Asbes

Asbes atau asbestosadalah campuran mineral silikat yang memiliki serat
kristal diantaranya asbestiform, fibrosa tipis kristal, theinhalasi dari serat
asbes. Asbes menjadi semakin populer di kalangan produsen dan
pembangun pada saat ini karena penyerapan suara, kekuatan tarik rata-rata,
dan ketahanan terhadap panas, listrik dan kerusakan kimia. Asbes yang
digunakan dalam beberapa produk untuk tahan panas, dan di masa lalu
digunakan pada oven listrik dan kabel kompor listrik untuk
perusahaan insulasi listrik pada suhu tinggi, dan di dalam bangunan untuk
yang tahan api dan isolasi sifat, kekuatan tarik fleksibilitas, dan ketahanan
bahan kimia.Aplikasi yang lebih modern dari asbes memanfaatkan ketahanan
kimia dan sifat penguat serat untuk menghasilkan produk asbes semen yang
diperkuat termasuk pipa, lembaran, dan herpes zoster yang digunakan dalam
konstruksi bangunan.

Beberapa jenis asbes seperti aktinolit, amosite, anthophyllite, crocidolite,
tremolite, dan cempaka, dan jenis yang dikenal sebagai amfibol memiliki

109

serat yang sangat kuat dan kaku, dan dapat ber efek pada bahaya kesehatan.
Serat asbes Amphibolic dapat menembus jaringan tubuh, terutama di paru-
paru, dan akhirnya menyebabkan tumor untuk berkembang.Jenis asbes,
chrysotile, dikenal sebagai serpentin. Serat nya jauh lebih lembut dan lebih
fleksibel daripada asbes amphibolic, dan efeknya lebih kecil pada jaringan
tubuh. Sepertinya saat ini banyak orang sudah mengetahui bahwa atap rumah
yang terbuat dari bahan asbes merupakan bahan bangunan yang dapat
menimbulkan penyakit, sisi risiko ini menjadi pertimbangan kelemahan atap
asbes. Tetapi pertimbangan lain, karena bahan atap asbes mempunyai
banyak keuntungan, diantaranya, seperti bahannya ringan, tidak mudah rusak
atau jebol, rumah menjadi lebih terasa sejuk karena sifat asbes yang tidak
menyerap panas dari matahari dan tentunya juga harganya yang cenderung
lebih murah dibandingkan bahan bangunan, kemudian mudah di dapat karena
hampir semua toko bahan bangunan menjualnya.

Gambar 4-20 : Konstruksi Rangka Atap Asbes Gelombang

Atap asbes yang baik adalah yang diproduksi sesuai dengan Standar
Nasional Indonesia, dan ketetapan perdagangan di Indonesia, setiap produksi
yang standar harus memiliki ciri logo SNI pada setiap lembarnya.
Pemeriksaan visual atap asbes, seperti permukaan yang licin, warna, bentuk
dan tinggi gelombang yang seragam, mempunyai keseragaman warna,
bentuk dan tinggi gelombang yang seragam, tidak cacat atau bocor.Atap
asbes saat ini banyak digunakan untuk bangunan-bangunan yang luas,

110

maupun bangunan rumah sederhana, seperti gudang, pabrik, sekolah dan
rumah rumah di pedesaaan.

Gambar 4-21 : Urutan Pemasangan Atap Asbes Gelombang
Sepesifikasi asbes yang dapat dijelaskan, adalah seperti berikut ini;
 ukuran panjang standard, 300, 2.700, 2.400, 2.100, 1.800 mm, dan

Panjang yang dibuat atas pesanan 1.500, 1.200, 1.000 mm
 Lebar efektif 1.000 mm
 Lebar keseluruhan1080 mm
 Tebal 6 mm
 Jarak gelombang 145 mm
 Tumpangan samping 80 mm
 Tinggi gelombang 50 mm
 Berat rata-rata :Lembaran pada kelembaban normal 13 kg/m, Lembaran

yang dijenuhkan 15,5 kg/m
Teknik pemasangan atap asbes, bahwa pada gelombang-gelombang
lembaran atap pada kedua belahan harus tepat pada satu jalur. Baris atas
harus di cut dalam hubungannya dengan nok paten gelombang.
Berikut ini adalah contoh spesifikasi atau data teknis, asbes gelombang yang
diperoleh dari sample produk sebuah pabrikan.

111

Tabel Data Teknis Atap Asbes Gelombang

Adapun keunggulan jenis penutup atapAsbes, antara lain adalah;
a. Tahan panas
b. Mampu meredam suara
c. Anti rayap
d. Kedap air
e. Mudah didapatkan di pasaran
f. Harganya murah

Kekurangan jenis penutup atap Asbes, yaitu;
a. Terdapat bahan mineral Amosite dan crocidolite yang dapat
menyebabkan penyakit paru-paru
b. Dapat menyebabkan penyakit kulit akibat serat-serat yang ada pada
asbes

Gambar 4-22 : Tumpangan Lebar da Penempatan Paku

112

Gambar 4-23 : Tumpangan Panjang

Gambar 4-24 : Posisi Pemasangan Atap Asbes Gelombang
Pada pemasangan seng asbes, semua tumpangan akhir harus terletak diatas
gording atau kayu dan paku pancing/sekrup terletak pada as tumpangan.
Sedangkan tumpangan samping 80 mm satu gelombang, jarak maksimum
antara gording dengan gording 1250 mm, tetapi jarak yang sebenarnya
tergantung panjang lembaran dan tumpangan akhir yang dikehendaki.
Pemasangan pada gording kayu untuk lembaran yang tidak rangkap
digunakan sekrup galvanisir 90 x 6 mm dengan ring metal yang digalvanisir
berbentuk segi empat juga ring karet. Bila lembaran rangkap digunakan
sekrup 100 x 6 mm dengan ring metal dan ring karet sebaiknya ring karet di
sekat dengan asbes seal. Pada waktu pengeboran lubang untuk pemasangan

113

sekrup lebih besar 2 mm dari pada diameter sekrup, pemasangan pada
gording besi menggunakan paku pancing diameter 6 mm. Panjang paku
pancing 90 mm lebih panjang dari pada tingginya profil gording dan panjang
ulir minimum 40 mm untuk menerima ring dan mur. Disamping itu juga harus
menggunakan ring metal segiempat yang di galvanisir dengan ring karet dan
asbesseal.

Pada pemasangan aksesoris, seperti nok, untuk nok stel gelombang,pasang
semua rol dalam dahulu dengan susunan dari kanan kekiri baru kemudian di
susun rol luar dengan sayap menghadapkebelahan atap lain. Pada
tumpangan nok tak perlu dipotong (mitre cut), kemudian rol dalam harus
terpasang baik, sebelum rol luar, kencangkan sekrup melalui puncak
gelombang ke 2 dan 6. Pada Nok stel rata, dapat distel sudutnya dengan
sayap yang rata cocok untuk semua atap dengan kemiringan sampai
30º.Sangat cocok untuk jurai pada atap piramida, panjang efektif1000 mm,
lebar sayap 225 mm, tebal 6 mm. Pemasangan model nok ini harus disekat
dengan adukan semen dan pasir, pada jarak 50 mm dari tepi sayap rata nok.
Pasang dahulu rol dalam baik-baik baru rol luar kencangkan sekrup melalui
puncak gelombang ke 2 dan ke lembaran atap.

Pada nok paten gelombang, cara pemasangannya, bahwa pada gelombang-
gelombang lembaran atap pada kedua belahan harus tepat pada satu jalur.
Baris atas harus di mitre cut dalam hubungannya dengan nok patent
gelombang. Selanjutnya seperti pada nok yang lain pemasangannya. Pada
nok gigi gergaji, ini dapat distel dengan sayap gelombang, sayap vertikal rata
dan penutup ujung, nok Ini dapat dipakai untuk atap gigi gergaji kemiringan
terbesar 30º. Kemudian panjang efektif sayap bergelombang 1000 mm,
panjang efektif sayap rata 1700 mm, lebar sayap bergelombang 300 mm,
lebar sayap rata 300 – 450 mm dan tebal 6 mm.. Memasangnya harus dari
sayap yang bergelombang dan harus diskrup ke gording paling sedikit 3 buah
perlembar, penutup ujung gergaji ini dibuat disesuaikan terhadap panjangnya
sayap rata dari nok gigi gerigi.

114

Pada pemasangan konstruksi penutup asbes, dilakukan pedoman sepert
beriktu ini;
1. Penutup saluran bergelombang; Pemasangan Letaknya penutup saluran

dibawah deretan atap sehingga lidah menyentuh bagian dalam dinding
talang
2. Penutup ujung atas bergelombang; Sekrup dipasang melalui puncak
gelombang ke 2 dan ke 6 -Sambungan pada penutup ujung mundur 1
gelombang untuk menghindari penumpukan ketebalan lembaran.
3. Penutup sisi; Digunakan sebagai penghubung dinding vertikal dengan
lembaran atap yang arah puncak gelombangnya sejajar dengan dinding
vertikal.

 Panjang efektif 2400 mm
 Ukuran luas 75 x 250 x 50 mm
 Tebal 6 mm
Bila sisi yang 50 mm tak dapat menyentuh gelombang (lekuk) atap
misalnya mengganggu lebih baik dipotong/dikurangi.

Pada lisplang, dipersyaratkan seperti berikut ini;
1) Lisplang siku-siku; Lisplang untuk penghubung sudut atap dan
dinding. Panjang efektif2400 mm, Sayap rata 200 x 200 mm Tebal
250 x 250 mm Tebal 6 mm
2) Lisplang lengkung; Panjang efektif 2400 mm, Ukuran bagian225 x
100 x 25 mm, Tebal 4 mm

JURAI
Pada atap perisai, pertemuan antara bidang atap yang merupakan garis
miring menyudut disebut jurai bubungan miring.Pertemuan dari kedua bidang
yang menjorok kedalam disebut dengan jurai dalam atau jurai talang. Apabila
kita melihat suatu gambar tampak atas dari suatu rencana atap, maka
panjang jurai luar ataupun dalam belum merupakan suatu garis atau panjang
yang sebenarnya disini sangat penting sekali, untuk memesan kayu yang
diperlukan untuk jurai tersebut. Untuk mencari panjang sebenarnya dari balok
jurai pada prinsipnya digunakan dengan cara rebahan ataupun putaran seperti
dalam pelajaran ilmu proyeksi .

115

JURAI DALAM

Gambar 4-25: Jurai Dalam
Jurai dalam keadaannya berlawanan dengan jurai luar. Pada jurai luar air
mengalir dari jurainya tetapi pada jurai dalam air justru mengalir ke jurainya
untuk itulah pada jurai dalam harus dipasangi talang. Konstruksi jurai dalam
prinsipnya sama dengan jurai luar. Pemasangan balok diagonal agak sulit
sebab untuk mendapat tumpuan kedua ujung balok pincang tidak mudah,
jalan satu-satunya disunatkan/dihubungkan dengan balok atap yang terdekat.
Sedang untuk menghindari kesulitan pertemuan antara kuda-kuda dan bagian
bawah balok jurai dalam, maka letak kudakuda digeser 20 – 25 cm dari sudut
tembok. Pada jurai dalam bobot penutup atap menekan gording-gording serta
berusaha untuk memisahkan, maka disini perlu tumpuan untuk mencegah hal
tersebut. Pada ujung gording dibuatkan pern pendek 1 – 1,5 cm setebal
gording dan lebarnya ½ lebar gording, kedua sisi samping jurai dibuat takikan
berbentuk jajaran genjang, pen menyesuaikan bentuk ini. Diatas balok jurai
dalam dipasang papan tebal 2 cm untuk alas seng yang pada kedua sisinya
dibatasi reng.Seng biasa digunakan ialah jenis BWG 32.Papan talang dapat
dipasang pada titik usuk atau rata ataupun diatas usuk ataupun diatas usuk
tanpa takik.

116

C. Model Atap

Moodel atau bentuk atap akan menambah nilai keindahan dan artistik dari
bangunan itu..Desain model atap merupakan bagian yang berperan penting
dalam keindahan bentuk bangunan bahkan kadang kala atap menjadi suatu
ciri khas dari sebuah bangunan atau ciri khas daerah tertentu . Oleh karena itu
arsitek sering kali membuat bentuk atap yang aneh atau lain dari pada yang
lain. Bentuk bangunan arsetekturnya sangat dipengaruhi desain atap yang
dibuat, berbagai bentuk atau model atap saat ini banyak digunakan dalam
desain rumah, pada saat ini dikenal orang yang lagi trendi adalah model atap
minimalis.Untuk lebih mengenal bentuk atau model atap, berikut ini
ditampilkan model-model atap bangunan.

1 Atap Pelana

Gambar 4-26: Atap Pelana

Model atap pelana sangat sederhana, bidang atap initerdiri dari dua sisi yang
bertemu pada satu garis pertemuan yang disebut bubungan. Pada desain
rumah dengan gaya tradisional ataupun modern, atap pelana ini juga cocok.
Desain dari atap pelana tersebut memiliki kemiringan sekitar 35 derajat,
kemiringan tersebut dapat menciptakan daya serap radiasi dan panas dari
matahari amat bagus, juga guyuran dari hujan akan segera dengan mudah
mengalir. Bidang atap teridiri dari duasisi yang bertemu pada satu garis
pertemuan yang disebut bubungan, selain itu dalam pengerjaannya atap

117

pelana membutuhkan bahan yang sedikit karena konstruksinya lebih
sederhana, membuat proses pengerjaan atap pelana jadi lebih cepat.

2 Atap Perisai (Limas)

Gambar 4-27 : Atap Limas
Model atap perisai (limas) merupakan pengembang dari atap pelana, berupa
bidang yang miring pada semua sisinya, dan terbentuk dari dua bidang
segitiga dan dua bidang trapesium.Sudut yang digunakan pada atap perisai
sekitar 30 derajat - 40 derajat.Bidang atap teridiri dari dua sisi yang bertemu
pada satu garis pertemuan yang disebut dengan bubungan. Model atap ini
cukup sederhana, karena itu banyak dipakai untuk bangun bangunan atau
rumah sederhana di desa maupun di kota, karena bentuknya yang sederhana,
gampang membuatnya dan biayanya ekonomis. Bahan yang sering dipakai
pada atap model ini, adalah bahan yang berbentuk lembaran seperti asbes,
seng dan sebagainya.Model seperti ini dipilih dimaksudkan agar tidak banyak
diperlukan pemotongan atap untuk membuat sudut jurai luar.

Keunggulan dalam pemakaian atap perisai itu hampir semua dinding luar
terlindung dari panas terik matahari dan air hujan karena bentuknya yang
miring pada semua sisinya, dan arah angin yang menerpa rumah dibelokkan
ke atas sehingga mengurangi resiko kerusakan struktur dan kebocoran
berupa rembesam air, tetapi struktur dan konstruksinya lebih kompleks,
dibutuhkan perencanaa dan perhitungan yang lebih rumit dan lebih teliti.
Jumlah penutup atap yang cukup banyak mengakibatkan banyaknya
sambungan atap yang menimbulkan resiko kebocoran lebih besar.

118

3 Atap Datar

Gambar 4-28 : Atap Datar
Model Atap datar, dari segi pembuatannya paling sederhana, demikian juga
penampakannya, atap ini biasanya terbuat dari bahan beton yang di bentuk
atau di cor langsung di tempat. Kerugian pemakaian atap jenis ini bagi rumah
tinggal adalah kurang mampu mengalirkan air sehingga peluang bocor, akibat
genangan air yang tertahan.Risiko seringnya atap model datar ini bocor atau
rembes, maka pengerjaan adukan dan ketika pengecoran memrlukan ke hati-
hatian dan pengawasan oleh ahli di bidangnya.Atap datarbisaanya digunakan
untuk bangunan bertingkat, balkon yang bahannyabisa dibuat dari beton
bertulang, untuk teras bahannya dari asbes maupun sengyang tebal.Agar air
hujan yang tertampung bisa mengalir, maka atap dibuatmiring ke salah satu
sisi dengan kemiringan yang cukup.

4 Atap Sandar

Gambar 4-29: Atap Sandar

119

Model atap sandar biasa digunakan untuk bangunan bangunan tambahan
misalnya; selasar atau emperan, namun sekarang atap model ini juga dipakai
untuk rumah rumah modern. Atap sandar biasa disebut dengan atap tempel,
umumnya terdiri atas dua bidang atap miring, bagian tepi atasnya bersandar
atau menempel pada tembok bangunan. Konstruksi bentuk atap sandar
menggunakan konstruksi setengah kuda kuda untuk mendukung balok
gording, dan kemiringan atapnya dapat diambil 30 derajat atau 40 derajat bila
memakai bahan penutup dari genteng. Untuk bahan penutup dari semen
asbes gelombang dan seng gelombang kemiringan atapnya dapat diambil 20
derajat atau 25 derajat, yang pada pemasangannya tidak memerlukan reng

5. Atap Mansard

Model atap ini terdiri dari
dua atap yang terlihat
bersusunatau bertingkat.
Atap mansard jarang
digunakan untuk bangunan
rumah zaman sekarang ini,
dahulu juga hanya di bangun oleh pemrerintah Belanda, karena model atap
ini, adalah model atap dahulu ketika zaman penjajahan, yang dipengarhi
model dari eropah.

6. Atap Menara

Model atap menara hamper sama dengan atap tenda,
bedanya atap menara puncaknya lebih tinggi
sehingga kelihatan lebih lancip. Model atap ini
banyak kita jumpai pada bangunan gedung
khusus,seperti bangunan atap gereja, atap menara
masjid dan lain – lain.

Gambar 4-31 : Atap Menara

120

7. Atap Setengah Bola ( Kubah )

Bentuk atap melengkung setengah
bola. Model atap ini banyak kita
jumpai pada bangunan gedung khusus,
seperti bangunan atap gereja, atap
menara masjid dan lain – lain.

Gambar 4-32 : Atap Kubah

8 Atap Piramida Bentuk atap ini terdiri lebih
Gambar 4-34 : Atap Piramida
dari empatbidang yang

sama bentuknya. Bentuk

denahpada bangunan

dapat segi 5, segi 6, segi 8

dan seterusnya

9. Atap Gergaji

Gambar 4-35: Atap Gergaji

121

Model atap ini terdiri dari dua bidang atau lebih atap yang tidak sama
lerengnya. Atap ini biasanya digunakan untuk bangunan besar/luas, seperti
bangunan pabrik, gudang atau bengkel
10 Atap Tradisional (Daerah)

Gambar 4-36 : Atap Tradisional

122

GLOSSARY

Anisotrop, adalah sifat yang berbeda setiap arah, sementara isotrop adalah sifat
yang sama ke segala arah

Elastis atau elastisitas adalah kemampuan sifat suatu benda kembali ke
bentuk awalnya

Gording, adalah balok melintang yang berada di atas kaki kuda-kuda
menjadi tempat ikatan bagi usuk, dan posisi gording harus disesuaikan
dengan panjang usuk yang tersedia

Gaya tarik, adalah aksi menarik suatu batang, dan akibatnya batang ini
cenderung menjadi meregang atau bertambah panjang.

Gaya Tekan, adalah aksi mendorong suatu batang, akibatnya batang
ini cenderung untuk memperpendek atau menekan batang tersebut.

Homogen, adalah terdiri atas berbagai unsur yang sama, dan homogen
(homogeneous), yaitu keadaan suatu kumpulan, misalnya jaringan atau
larutan yang keadaan unsur-unsur penyusunnya serba sama

Jurai, adalah pertemuan sudut atap, jurai dibedakan menjadi jurai dalam
dan jurai luar

Kaso/Usuk, adalah balok/bilah kayu yang melintang diatas gording,
berfungsi menerima beban dari penutup atap dan reng dan
meneruskannya ke gording

Konstruksi atau struktur atap, adalah konstruksi bagian bangunan
yang menahan atau mengalirkan beban-beban dari atap, konstruksi atau
struktur atap terbagi menjadi rangka atap dan penopang rangka atap.

Penutup atap adalah elemen paling luar dari struktur atap, penutup atap
harus mempunyai sifat kedap air, bisa mencegah terjadinya rembesan
air selama kejadian hujan

Reng, adalah bilah/batang (kayu) yang melintang di atas kasau/kaso
dan berfungsi sebagai tempat menempatkan posisi genteng

Ring balok, adalah batang/balok yang diletakkan di bagian puncak
dinding dan berfungsi sebagai pendukung balok kuda-kuda

123

A. Pendahuluan

Pengertian konstruksi atau struktur atap adalah konstruksi bagian bangunan
yang menahan atau mengalirkan beban-beban dari atap, konstruksi atau
struktur atap terbagi menjadi rangka atap dan penopang rangka atap. Rangka
atap berfungsi menahan beban dari bahan penutup atap sehingga umumnya
berupa susunan balok dari kayu/bambu/baja secara vertikal dan horizontal,
kecuali pada konstruksi atau struktur atap dak beton. Berdasarkan posisi
konstruksi inilah maka muncul istilah gording, kasau dan reng.Susunan
rangka atap dapat menghasilkan lekukan pada atap (jurai dalam/luar) dan
menciptakan bentuk atap pada bangunan. Kemudian penopang rangka atap
adalah balok kayu yang disusun membentuk segitiga dan disebut dengan
istilah kuda-kuda, dna konstruksi yang berada dibawah rangka atap fungsinya
untuk menyangga rangka atap. Pengaku bagian atas kuda-kuda disangkutkan
pada balok bubungan,sementara kedua kakinya dihubungkan dengan kolom
konstruksi atau struktur untuk mengalirakan beban ke tanah, melalui balok
dan kolom

Konstruksi atap dengan penutup atap genteng dan seng untuk konstruksi atau
struktur, pada umumnya, atap terdiri dari tiga bagian utama yaitu struktur
penutup atap, gording dan rangka kuda-kuda. Rangka atap, yang terdiri dari
kuda-kuda, gording, usuk dan reng, beban-beban atap akan diteruskan ke
dalam fondasi melalui kolom dan atau balok.Komponen atap yang memiliki
profil paling kecil dalam bentuk dan ukurannya, posisinya melintang diatas
kasau. Kemudian reng berfungsi sebagai penahan penutup atap (genteng dan
lain-lain), fungsi lainnya adalah sebagai pengatur jarak tiap genteng agar rapi
dan lebih terikat, ,dan jarak antar reng tergantung pada ukuran genteng yang
akan dipakai.

Pada dasarnya konstruksia kuda–kuda terdiri dari rangkaian batang yang
membentuk segitiga. Dengan mempertimbangkan berat atap serta bahan
penutup atap, maka konstruksi kuda–kuda akan berbeda satu sama lain.
Setiap susunan rangka batang haruslah merupakan satu kesatuan bentuk
yang kokoh yang nantinya mampu memikul beban yang bekerja padanya

124

tanpa mengalami perubahan. Oleh karena itu dalam pembuatan konstruksi
atap harus memperhatikan syarat-syarat yang diberlakukan untuk konstruksi
atap sesuai SNI.

Berikut adalah pedoman atau syarat-syarat yang harus diperhatikan dalam
penentuan konstruksi rangka atap, yaitu;

1) Konstruksi atap harus kuat menahan berat sendiri dan tahan
terhadap beban-beban yang bekerja padanya.

2) Bentuk atap dapat menambah keindahan bangunan.
3) Bahan penutup atap harus sesuai dengan fungsinya, tahan terhadap

pengaruh cuaca., bersifat isolasi terhadap panas, dingin dan bunyi,
Rapat terhadap air hujan dan tidak tembus air, bersifat isolasi terhadap
panas, dingin dan bunyi, dan tidak mudah terbakar.
4) Kemiringan atau sudut atap harus sesuai dengan jenis bahan
penutupnya. Makin rapat jenis bahan penutupnya, maka
kemiringannya dapat dibuat lebih landai, seperti bahan dari seng,
kaca, asbes dan lain lainnya.
5) Bobot ringan dan mempunyai kedudukan yang kokoh setelah
dipasang.
6) Awet.

B. Konstruksi Rangka Atap

Konstruksi rangka atap adalah suatu bentuk konstruksi yang berfungsi untuk
menyangga penutup atap yang terletak di atas kuda-kuda. Penutup atap
adalah bagian paling atas bangunan yang memberikan perlindungan bagian
bawahnya terhadap cuaca, panas, hujan dan terik matahari. Fungsi rangka
atap yang lebih spesifik adalah menerima beban oleh bobot sendiri, yaitu
beban kuda-kuda dan bahan pelapis berarah vertikal kemudian
meneruskannya pada kolom dan pondasi, sertadapat berfungsi untuk
menahan tekanan angin muatan yang berarah horizontal. Jenis rangka atap
yang biasa ditemui di rumah-rumah adalah jenis rangka atap dari bahan kayu,
namun belakangan ini marak penyedia konstruksi atap berbahan baja ringan.

125

Kayu yang biasa digunakan untuk konstruksi rangka atap berbeda-beda
tergantung daerahnya. Jenis-jenis kayu tersebut antara lain: Kayu meranti,
Kayu merawan (sumatera) atau, damar putih (Kalimantan), Kayu mersawa
atau tenam (Palembang) atau keruing, sesawa (Riau), Kayu sintok/kapur
(Kalimantan Tenggara), Kayu berangan/tunggeureuk/saninten/ kihiur (Sunda),
dan lain sebagainya. Penggunaan bahan baja ringan sekarang ini sudah
masuk ke desa-desa, diyakini Struktur baja ringan mempunyai kelebihan
dalam hal umur pakai dan kekuatan, memang mempunyai perilaku yang
berbeda dibandingkan dengan struktur kuda-kuda kayu. Struktur kuda-kuda
baja ringan memiliki dimensi yang lebih tipis dibandingkan kuda-kuda kayu,
mulai dari ketebalan 0,75 mm hingga ketebalan 1 mm.

Perhitungan kuda-kuda rangka baja ringan amat berbeda dengan kayu, yakni
cenderung lebih rapat, semakin besar beban yang harus dipikul, jarak kuda-
kuda akan semakin pendek. Baja ringan memiliki derajat kekuatan tarik yang
tinggi yaitu sekitar 550 MPa, kekuatan tarik dan tegangan untuk rangka atap
ini untuk mengkompensasi bentuk atap baja yang tipis. Ketebalan baja ringan
untuk atap ringan berkisar dari 0,4mm – 1mm. Untuk struk rangka atap, profil
baja ringan yang biasa digunakan adalah profil C sebagai komponen struktur
utama, profil U biasanya untuk reng, dan profil-profil tambahan lain seperti
talang, dan sebagainya.

Berikut ini gambar beberapa rencana atap (denah), rencana rangka atap, jenis
konstruksi rangka atap untuk bahan genteng, dan seng, serta gambar detail
susunan rangka penutup atap.

126

Gambar 5-1: Sketsa Denah Atap Limas
127

Gambar 5-2 : Denah Atap dan Potongan Kuda-kuda
128

Gambar 5-3: Susunan Struktur Konstruksi Atap
Perhatikan susunan konstruksi atap pada gambar di atas, susunan dari
bagian atas bertuturt-turut adalah; 1) Penutup atap, 2) Balok reng, 3) Balok
Kaso, 4) Gording, dan terakhir 5) Kuda-kuda. Dari susunan konstruksi atap
tersebut, jelas diketahui bahwa penutup atap menggunakan jenis penutup
atap yang ukurannya relatif kecil dapat menggunakan jenis genteng.
Selanjutnya perhatikan detail gambar di bawah ini

Gambar 5-4: Susunan Genteng dan Kaso Gording

129

Gambar 5-5: Detai Susunan Rangka Atap Genteng

Perhatikan susunan konstruksi atap pada gambar di bawah ini, bahan
konstruksi adalah kayu, susunan dari bagian atas bertuturt-turut adalah; 1)
Balok gording, dan 2) Kaki kuda-kuda. Dari susunan konstruksi atap tersebut,
jelas diketahui bahwa penutup atap menggunakan jenis penutup atap yang
ukurannya relatif besar atau luas, dapat menggunakan jenis seng, asbes,
polycarbonate, dan spandek.

Gambar 5-6: Susunan Kaki Kuda-kuda dengan Gording

130

Gambar 5-7: Rencana Rangka Atap dan Penempatan Gording
131

Gambar 5-8 : Denah Atap

132

Gambar : Isometri Rencana Aangka Atap

Gambar 5-9: Rencana Aangka Atap Baja RIngan
133

1. Struktur Rangka Atap

Pengertian struktur atap adalah bagian bangunan yang menahan atau
mengalirkan beban-beban dari atap. Struktur atap terbagi menjadi rangka atap
dan penopang rangka atap, rangka atap berfungsi menahan beban dari bahan
penutup atap sehingga umumnya berupa susunan balok-balok (material kayu,
baja, beton,dll) secara vertikal dan horizontal –kecuali pada struktur atap dak
beton, angka atap ini maka muncul istilah konstruksi atau struktur lain, seperti;
gording, kasau/kaso dan reng. Susunan rangka atap dapat menghasilkan
lekukan pada atap (jurai dalam/luar) dan menciptakan bentuk atap tertentu.
Penopang rangka atap adalah balok kayu yang disusun membentuk segitiga,
disebut dengan istilah kuda-kuda. Kuda-kuda berada dibawah rangka atap,
fungsinya untuk menyangga rangka atap. Sebagai pengaku, bagian atas
kuda-kuda disangkutkan pada balok bubungan,sementara kedua kakinya
dihubungkan dengan kolom struktur untuk mengalirakan beban ke tanah.
Secara umum dikenal 4 jenis struktur atap yaitu: struktur dinding (sopi-sopi)
rangka kayu, kuda-kuda dan rangka kayu, struktur baja konvensional, struktur
baja ringan, selain itu itu ada pula struktur dari bahan beton yang biasa
digunakan untuk atap datar, dan kombinasi dari berbagai material, seperti
kombinasi baja dengan beton.

1.1 Penutup Atap
Penutup atap adalah elemen paling luar dari struktur atap, penutup atap harus
mempunyai sifat kedap air, bisa mencegah terjadinya rembesan air selama
kejadian hujan. Sifat tidak rembes ini diuji denganpengujian serapan air dan
rembesan. Struktur penutup atap merupakan struktur yang langsung
berhubungan dengan beban-beban kerja (cuaca) sehingga harus dipilihdari
bahan-bahan yang kedap air, tahan terhadap perubahan cuaca. Struktur
penutup yang sering digunakan antara lain; genteng, asbes, kayu (sirap),
seng, polycarbonat, plat beton, dan lain-lain. Pada bab terahulu telah
dijelaskan bahan atap, serta fungsi atap itu sendiri.

Penutup merupakan bagian yang menutupi atap secara keseluruhan sehingga
terciptalah ambang atas yang membatasi kita dari alam luar. Ada berbagai

134

pilihan penutup atap dengan pilihan bentuk dan sifat yang berbeda. Dua faktor
utama yang harus dipertimbangkan dalam pemilihannya adalah faktor
keringanan material agar tidak terlalu membebani struktur bangunan dan
faktor keawetan terhadap cuaca (angin,panas,hujan). Faktor lain adalah
kecocokan/keindahan terhadap desain rumah. Ukuran dan desain dari
penutup atap juga memberi pengaruh pada struktur, misalnya konstruksi
kuda-kuda, ukuran reng, dan sudut kemiringa serta desain bentuk atap yang
sekarang ini dikenal dengan atap minimalis.

1.2 Reng
Reng merupakan bilah/batang (kayu) yang melintang di atas kasau dan
berfungsi sebagai tempat menempatkan posisi genteng, sedangkan ring balok
diletakkan di bagian puncak dinding dan berfungsi sebagai pendukung balok
kuda-kuda. Reng yang berupa batang kayu berukuran 2/3 cm atau 3/5 cm
dengan panjang sekitar 3 m. Reng menjadi tumpuan langsung penutup atap
danmeneruskannya ke usuk/kaso. Pada atap dengan penutup dari
asbes,seng atau sirap reng tidak digunakan. Reng akan digunakan pada
atapdengan penutup dari genteng. Reng akan dipasang pada arah tegaklurus
usuk dengan jarak menyesuaikan dengan panjang dari penutupatapnya
(genteng).

1.3 Kaso (Usuk)
Kaso berfungsi menerima beban dari penutup atap dan reng dan
meneruskannya ke gording. Usuk terbuat dari kayu dengan ukuran 5/7cm dan
panjang maksimal 4 m. Usuk dipasang dengan jarak 40 s.d. 50cm antara satu
dengan lainnya pada arah tegak lurus gording. Usuk akanterhubung dengan
gording dengan menggunakan paku. Pada kondisitertentu usuk harus dibor
dahulu sebelum dipaku untuk menghindaripecah pada ujung-ujung usuk.

1.4 Gording
Gording membagi bentangan atap dalam jarak-jarak yang lebihkecil pada
proyeksi horisontal.Gording meneruskan beban dari penutupatap, reng, usuk,
orang, beban angin, beban air hujan pada titik-titik buhulkuda-kuda. Gording
berada di atas kuda-kuda, biasanya tegak lurus dengan arah kuda-

135

kuda.Gording menjadi tempat ikatan bagi usuk, dan posisi gording harus
disesuaikan dengan panjang usuk yang tersedia. Gording harus berada di
atas titik buhul kuda-kuda, sehingga bentukkuda-kuda sebaiknya disesuaikan
dengan panjang usuk yang tersedia. Bahan- bahan untuk Gording, terbuat
dari kayu, baja profil canalatau profil WF. Pada gording dari baja, gording satu
dengan lainnya akandihubungkan dengan sagrod untuk memperkuat dan
mencegah dar terjadinya pergerakan. Posisi sagrod diletakkan sedemikian
rupasehingga mengurangi momen maksimal yang terjadi pada
gordingGording kayu biasanya memiliki dimensi; panjang maksimal 4 m,tinggi
12 cm dan lebar 10 cm. Jarak antar gording kayu sekitar 1,5 s.d.2,5 m.
Gording dari baja profil canal (Iight lip channel) umumnya akanmempunyi
dimensi; panjang satu batang sekitar 6 atau 12 meter, tinggiantara 10 s.d. 12
cm dan tebal sekitar 2,5 mm. Profil WF akan memilikipanjang 6 s.d. 12 meter,
dengan tinggi sekitar 10 s.d. 12 cm dan tebalsekitar 0,5 cm.

1.5 Listplank
Listplank tirisan terbuat dari papan tegak yang dipasang pada ujung bawah
kasau sebagai pengikat ujung kasau. Listplank harus dilindungi terhadap
cucuran air ujan dan terhadap panas matahari agar tidak cepat lapuk.
Konstruksi rangka batang adalah konstruksi rangka yang terletak pada
sebuah bidang dan saling dihubungkan degan sendi pada ujungnya, sehingga
membentuk suatu bagian bangunan yang terdiri dan segitiga-segitiga. Pelapis
atap merupakan lapisan kedap air bisaanya terbuat dari seng, plastik, plat
semen berserat yang bisaanya diletakkan di atas kasau, Sedangkan penutup
atap nerupakan lapisan kedap terhadap resapan air hujan yang sering
digunakan dari bahan ijuk, rumbia, genteng, plat semen berserat, atau seng
bergelombang. Pada konstruksi kuda-kuda, terutama yang berkonstruksi
kayu, kemiringan dan bentuk atap sangat dipengaruhi prinsip konstruktif dan
bentuk konstruksi atap kayu.

1.6 Kuda-kuda Atap
Kaki kuda-kuda yaitu batang miring yang membentuk sudut kemiringan atap,
berfungsi sebagai tumpuan balok grading dan menopang beban gaya-gaya
yang timbul. Seperti pada kaki kuda-kuda bagian bawah akan timbul gaya

136

horizontal dan gaya vertikal yang harus ditahan oleh tembok pendukungnya.
Apabila akan membuat bangunan, pasti akan memerlukan penutup atap dari
berbagai bahan atau jenis atap, seperti misalnya genteng yang diletakkan di
atas reng dan usuk, kemudian di bawahnya dibuat struktur penyangga yang
biasa disebut kuda-kuda. Kuda-kuda merupakan penopang (iga-iga) yang
menyalurkan gaya tekan, sedangkan balok dasar pada kuda - kuda yang
berfungsi sebagai penahan dasar gaya tarik, serta tiang tengah (ander) yang
mendukung balok bubungan (molo)dan menerima gaya tekan. Semua
bangunan bila memiliki atap terutama yang miring, pasti memerlukan struktur
atau rangka atap sebagai struktur penahan beban beban yang timbul dari
berat sendiri, dan beban lain.

Mari kita lihat contoh kuda-kuda yang di buat dari bahan kayu, kuda-kuda
kayu tersusun dari rangkaian rangka batang kayu, yang terdiri dari: kaki
kuda-kuda, balok tarik, balok gantung, sokong, dan pengaku. Bentuk rangka
batang kuda-kuda kayu pada umumnya sederhana, dan kayu hanya efeftif
untuk sambungan tekan sehingga bentang kuda-kuda kayu dibuat tidak lebih
terlalu panjang, biasanya bentang kurang dari dari 9 m. Bentuk sambungan
simpul kuda-kuda kayu harus sesuai dengan gaya yang bekerja pada rangka
batang, yaitu apakah batang tarik atau batang tekan. Untuk batang tekan,
sambungannya berupa gigi dan pen alur, dan untuk sambungan batang tarik
dipergunakan takik dan baut. Penyambungan balok kuda-kuda kayu
menggunakan balok kunci atau klos gapit, yang diperkuat dengan baut
minimal 4 buah. Jarak antara baut minimum 7 diameter baut, sedangkan jarak
baut dengan muka kayu 7 kali diameter dan atau ≥10 cm. Bentuk dan ukuran
gigi menentukan kekuatan sambungan kaki kuda-kuda.

1.7 Jurai dan Sagord
Pada pertemuan sudut atap terdapat batang baja atau kayu atau framework
yang disebut jurai. Jurai dibedakan menjadi jurai dalam dan jurai luar. Sagrod
Sagrod adalah batang besi bulat terbuat dari tulangan polos dengan kedua
jungnya memiliki ulir dan baut sehingga posisi bisa digeser.

137

Gambar 5-10: Kaki Kuda-kuda Kayu
Mari kita lihat contoh kuda-kuda yang di buat dari bahan baja, konstruksi
kuda-kuda baja.Kuda-kuda baja cocok untuk atap yang bentangnya lebar,
diperbolehkan jarak bentang di atas 9 m. Karakter serta sifat baja yang kuat
menahan gaya tarik dan desak memungkinkan dikonstruksi lebih bervariasi
dan hemat bahan dari segia kauntitas, karena tidak membutuhkan profil-profil
yang besar dan banyak. Profil baja yang banyak dipergunakan untuk kuda-
kuda baja yaitu profil siku (L), untuk gording profil C atau U, dan untuk kolom
profil H atau I. Pada bentang ruang yang lebarnya lebih dari 10 m digunakan
kuda-kuda bentuk trapesium atau bentuk/model lain sesuai konstruksi,
bergantung pada lebar ruangnya Sambungan kuda-kuda baja cukup stabil
terhadap beban gaya batang, karena menggunakan baja simpul dan alat
sambung baut atau las.

Gambar 5-11: Kaki Kuda-kuda Baja

138

2. Bentuk Kuda-kuda
Gambar berikut ini, beberapa model atau tipe konstruksi kuda-kuda yang
lazim di gunakan, baik untuk konstruksi sederhana maupun konstruksi pada
bentang lebar/panjang, seperti gedung pertemuan, gudang, pabrik, hall, dan
lain sebagainya.

139

140

mbar 5-12 : Model Rangka Atap Ga
141


Click to View FlipBook Version