191
192
193
194
Beberapa keunggulan menggunakan almunium sebagai kusen, antara lain
yaitu;
1) Tahan Keropos; Kelebihan dari kusen yang terbuat dari aluminium
adalah tahan keropos, menggunakan kusen yang terbuat dari
aluminium, tidak perlu kuatir akan keropos karena rayap tidak suka
dan tidak bisa tinggal di kusen bahan aluminium.
2) Penyusutan; Kelebihan almunium adalah tahan lama, kusen yang
terbuat dari aluminium tidak mudah berubah, menyusut ataupun
melengkung karena perubahan cuaca.
3) Mobilisasi mudah; Kusen berbahan aluminium sangat mudah untuk
dipindahkan, berat kusen yang ringan tidak akan kesulitan untuk
mengangkat dan memindahkannya dari satu tempat ke tempat lain.
Selain itu, desain kusen yang terbuat dari bahan aluminium juga bisa
dipesan sesuai dengan keinginan.
Beberapa kelemahan menggunnakan almunium sebagai kusen, antara lain
yaitu;
1) Pemasangan dengan menggunakan sistem fischer, teknik ini
mengandalkan kekuatan sekrup fischer yang diborkan dan ditanam
bersama kusen merapat ke tembok sekeliling kusen pintu yang sudah
diplester rapi dan sangat akurat ukuran dan sudut siku-sikunya. Untuk
teknik pemasangan ini, apabila terjadi kesalahan dalam
pemasangannya maka dapat berakibat fatal, dan membuthkan
keahlian khusu bagi tukang.
2) Variasi bentuk yang terbatas, karena merupakan standart pabrik,
hanya terbatas pada bentuk tertentu saja.
3) Sambungan yang kurang baik pada siku atau kaca dapat
menyebabkan air hujan dapat masuk, karena itu faktor penyambungan
dan “sealant” atau karet penyekat antara kaca dan alumunium harus
dari bahan berkualitas dan tahan lama agar air tidak mudah masuk ke
dalam kusen atau ke ruangan. Pada dasarnya masalah sealant ini
tidak menimbulkan masalah pada kusen alumuniumnya karena bahan
alumunium tidak terpengaruh air.
195
Gambar 7-2: Gambar Rencana Kusen Pintu dan Jendela Almunium
Gambar 7-3 : Detai Potongan-1
196
Gambar 7-4: Detai Potogan-2
Gambar 7-5 : Detail Potongan-3
197
1. Konstruksi Sambungan Aluminium
Untuk mengerjakan suatu konstruksi aluminium diperlukan pengetahuan
tentang alat sambung dan cara menyambung. Dalam pekerjaan konstruksi
aluminium untuk bangunan gedung seperti ; kusen, daun pintu / jendela, dan
sebagainya pada umumnya menggunakan alat sambung berupa paku keling
rivet atau baut sekerup. Untuk hubungan konstruksi aluminium dengan
dinding tembok atau beton maka diperlukan fiser dari bahan plastik yang
ditanam dalam tembok atau beton. Fiser ditanam setelah bidang tembok atau
beton dilubangi dengan bor beton. Setelah fiser ditanam maka konstruksi
aluminium dapat ditempelkan dengan cara disekerupkan pada fiser tersebut
Gambar : Paku Keling dan Sekrup
Paku keling rivet terdapat dalam beberapa macam ukuran diameter ( d ),
pajang paku ( L ) juga terdapat beberapa macam. Namun yang banyak
digunakan adalah paku keling rivet dengan Ø 3 mm panjang 10 mm. Untuk
198
pemasangan engsel-engsel pintu maka digunakan diameter yang lebih besar.
Sedangkan diameter tangkai rivet juga terdapat dalam beberapa ukuran
tergantung diameter paku kelingnya, contoh ; untuk paku keling Ø 3 mm
tangkai rivetnya berdiameter 1½ mm, sedang untuk paku keling Ø 5 mm
tangkai rivetnya berdiameter 2 mm. Pada ujung tangkai rivet terdapat kepala
yang berfungsi sebagai penekan paku keling pada saat pengelingan rivet
berlangsung, sedangkan ujung tangkai lainnya sepanjang ± 30 mm
dimasukkan ke dalam alat rivet untuk dijepit dan ditarik sehingga kepala
tangkai menekan paku keling dilakukan berulang-ulang hingga tangkai putus
di bagian leher dan ujung paku membengkak dan mengancing sambungan
dengan kuat.
Gambar : Alat Rivet
Baut sekerup ada 2 ( dua ) macam :
1) Baut sekerup dengan ulir penuh sepanjang batang ( sepanjang L ). Baut
ini jenis inilah yang sering digunakan untuk penyambungan batang
aluminium. Terdapat berbagai macam ukuran diameter dengan panjang
199
yang bervariasi, namun yang umum digunakan adalah baut dengan
panjang ½” dan ¾” dengan diameter ± 3 mm.
2) Baut sekerup dengan ulir sepanjang 2/3 dari panjang baut ( sepanjang 2/3
L ). Baut ini biasanya dipakai untuk pemasangan konstruksi aluminium (
misalnya kusen ) menempel pada dinding tembok atau beton, juga untuk
memasang engsel daun pintu. Untuk pemasangan baut sekerup pada
tembok atau beton maka diperlukan alat tambahan yang disebut Fiser.
Fiser terbuat dari bahan plastik. Tembok atau beton yang akan disekerup
dilubangi terlebih dahulu dengan mesin bor beton, setelah itu fiser
dimasukkan kedalam lubang tersebut. Pemasangan baut sekerup
dikenakan pada fiser tersebut hingga mengancing dengan kuat.
1.1 Cara Memasang Paku Keling Rivet Pada Sambungan Aluminium
Untuk menyambung aluminium dengan paku keling rivet dilakukan dengan
langkah-langkah sebagai berikut :
1) Lukis ( tandai ) as lubang paku keling pada aluminium dengan tanda
center mark ( + ).
2) Buat lubang pada center mark tersebut sebagai tempat memasukkan
paku keling, menggunakan bor listrik untuk logam / besi.
3) Masukkan paku keling lengkap dengan tangkai rivetnya ke dalam
lubang tersebut
4) Pasang alat rivet ( tang rivet ) dengan posisi stang pengokang dalam
keadaan membuka dan tangkai paku keling masuk seluruhnya ke
dalam mur rivet , seperti gambar.
5) Lakukan gerakan mengokang dengan dua tangan beberapa kali
hingga kepala tangkai rivet mendesak ujung paku keling menjadi
membengkak dan mengancing sambungan, lakukan gerakan
mengokang tersebut sampai tangkai rivet putus terlepas dari paku
keling. ( Bila tang rivet masih baik maka dengan 2 @ 3 kali kokang
tangkai rivet sudah putus ).
6) Keluarkan potongan tangkai rivet yang masih berada di dalam alat
rivet dengan cara dijungkir seperti gambar berikut ini sambil stang
kokang digerak-gerakkan hingga potongan tangkai rivet terlepas
keluar.
200
Gambar : Sistem Rivet
1.2 Cara Memasang Baut Sekerup
Untuk menyambung aluminium dengan baut sekerup dilakukan dengan
langkah-langkah sebagai berikut;
1) Lukis ( tandai ) as lubang baut sekerup pada aluminium dengan tanda
center mark ( + ).
2) Buat lubang pada center mark tersebut sebagai tempat memasukkan baut
sekerup, menggunakan bor listrik untuk logam / besi. Diameter lubang
harus lebih kecil dari diameter baut sekerup yang akan dipasang, ini
dimaksudkan agar baut sekerup ketika disekrupkan dapat menggigit
aluminium dengan kuat.
201
3) Pasang baut sekerup pada lubang tersebut dengan cara diputar pakai
obeng sambil ditekan secukupnya hingga kepala baut sekerup menekan
pada aluminium yang disambung.
Untuk batang-batang aluminium yang dipasang menempel pada tembok atau
pada beton (misalnya kusen, rel rolling door, dan sebagainya) maka
pemasangannya menggunakan baut sekerup jenis ulir tidak penuh atau
panjang batang yang berulir 2/3 dari panjang baut, dan menggunakan fiser
yang ditanam pada tembok atau pada beton yang akan disekerup. Cara
memasangnya sebagai berikut :
1) Tentukan letak baut sekerup pada tembok / beton dan lukis ( tandai
) as lubang baut sekerup pada bidang tembok atau beton dengan
tanda center mark ( + ) menggunakan pensil.
2) Buat lubang pada center mark tersebut menggunakan bor beton
dengan diameter lubang disesuikan dengan diameter luar fiser
yang akan ditanam. Kedalaman lubang juga disesuikan dengan
panjang fiser.
3) Masukkan fiser kedalam lubang tersebut dengan cara ditekan /
dipukul hingga terbenam rata dengan permukaan tembok/beton.
4) Pasang batang aluminium yang telah dilubangi untuk tempat baut,
dan masukkan baut sekerup pada lubang tersebut ( ujung batang
baut sekerup harus tepat mengenai lubang pada fiser yang telah
ditanam pada tembok / beton. Lakukan penyekrupan baut dengan
cara diputar menggunakan obeng hingga menancap kuat dan
kepala baut sekerup sampai menekan batang aluminium.
C. Almunium Foil
Aluminium foil merupakan paduan aluminium yang dibuat dalam bentuk
lembaran tipis, dengan ketebalan aluminium foil berkisar 0,2 mm dan
mengandung sekitar 92% sampai 99% aluminium. Di pasaran aluminium foil
tersedia dalam berbagai ukuran dan karakteristik dan digunakan untuk
berbagai keperluan, seperti mengemas berbagai barang, dan untuk
kebutuhan konstruksi bangunan. Untuk keperluan bahan bangunan, jenis
202
alumunium foil, glasswool dan kawat ram saat ini merupakan material yang
digunakan sebagai pelengkap rangka atap, namun yang paling banyak
digunakan sebagai pelengkap rangka atap baja ringan adalah alumunium foil.
Penggunaan alumunium foil pada bangunan, yaitu pada pelapis bagian atas
atap, dapat berfungsi untuk menolak panas dan radiasi matahari. Pada siang
hari suhu ruangan dalam rumah lebih panas hal ini disebabkan karena
perpindahan panas dari radiasi panas atap ke bagian bawah atap. Salah satu
cara mengatasi hal tersebut adalah deengan menggunakan bahan almunium
foil, yaitu dipasang di bagaian bawah penutup atap (genteng), sehingga
radiasi panas matahari akan dipantulan kembali, sehingga suhu ruangan akan
terasa lebih sejuk hal ini tentu akan meringankan kerja dari alat pendingin
ruangan. Selain fungsi untuk mengurangi panas, almunium foil juga dapat
berfungsi sebagai mengurnagi terjadinya kebocoran, jika terjadi kebocoran
atap pada saat hujan air tidak langsung masuk kedalam ruang karena
dihalangi oleh alumunium foil.
Pertanyaan selanjutnya, dapatkah kamu mengidentifikasi fungsi lain almunium
foil pada bangunan ?
Beikan jawabanmu!:
........................................................................................................ ......................
........................................................................................................ ......................
........................................................................................................ ......................
Bah..a..n...a...l.u..m...u..n...iu...m....f.o...il..a...d..a...y..a..n...g...m...e...n..g..g..u..n...a..k..a..n...b...a..h..a..n....la...p..i.s..a..n...k..e..r..t.a..s..,..a..d...a...j.uga
yang plastik, dilihat dari bahan dasarnya tentu lebih kuat yang berbahan dasar
plastic tidak mudah sobek dibandingkan yang berbahan dasar kertas dan
sudah barang tentu alumunium berbahan dasar plastik lebih mahal harganya.
Bentuk Alumunium foil yang ada saat ini yaitu tipe satu sisi (single side) dan
dua sisi (double side). Single side lapisan hanya satu sisi bagian atas
sehingga akan tampak mengkilat dibagian atas dan buram dibagian bawah.
Double side lapisan pada dua sisi atas dan bawah sehingga tampak mengkilat
pada kedua sisi. Aluminium foil double side mempunyai kelebihan menolak
radiasi lebih efektif dan lebih kuat jika di banding dengan alumunium single
side.
203
Teknis pemasangan alumunium foil yaitu dengan cara di jepit antara reng dan
kaso pada konstruksi rangka atap, hal ini bisa dilakukan jika pemasangan
sebelum atau bersamaan dengan pemasangan reng. Pemasangan almunium
foil, sebaiknya dilakukan sebelum konstruksi rangka atap belum jadi, kondisi
akan sangat efektif. Pemasangan alumunium foil yang bagus adalah
pemasangan yang rata atau tidak menggelembung karena permukaan
alumunium foil yang rata akan lebih efektif menolak radiasi matahari dan lebih
efektif mencegah terjadinya kebocoran karena jika ada tetesan air maka air
akan langsung meluncur ke bawah sesuai dengan kemiringan atap tersebut.
204
GLOSSARY
Cat, adalah suatu massa yang pada suhu kamar berupa berupa zat cair
dan bila diulaskan pada permukaan suatu benda akan membentuk
lapisan padat kenyal.
Cat Air; Cat jenis ini berbasis air (water based), karena dibutuhkan
hanya air untuk melarutkannya.
Cat Minyak; Cat jenis ini berbasis minyak (solvent-based). Cat dengan
bahan dasar minyak, dapat dilarutkan dengan sejenis minyak atau
thinner
Element penyusun cat, adalah Pigment, Pigment extender / fille, Liquid
binder dan additive.
Pigment, adalah suatu bubuk pemberi warna yang yang diperoleh dari
batu-batuan mineral atau buatan (syntetic), ini menentukan ketahanan
cat.
Plamir, adalah bahan pelapis dinding sebelum cat agar permukaannya
rata dan halus, wujudnya seperti adonan, tidak encer juga tidak keras.
PH adalah tingkat keasaman atau kebasa-an suatu benda yang diukur
dengan menggunakan skala pH antara 0 hingga 14
Wall Sealler, adalah cat emulsi yang diformulasi sebagai lapisan dasar
pada permukaan semen, plester dan asbes, dapat digunakan untuk
melapisi permukaan yang telah diberi lapisan plamir, bangunan atau
permukaan kayu atau besi
Resin adalah unsur utama cat yang berbentuk cairan kental dan
transparan yang membentuk film atau lapisan setelah diaplikasi pada
suatu obyek dan mengering.
205
A. Cat Sebagai Bahan Bangunan
Pengertian Cat, adalah suatu massa yang pada suhu kamar berupa berupa
zat cair dan bila diulaskan pada permukaan suatu benda akan membentuk
lapisan padat kenyal. Cat dibuat dari bermacam-macam bahan dasar.Pada
dasarnya bahan dasar tersebut diaduk atau dicampur dengan perbandingan-
perbandingan tertentu dan untuk bermacam-macam tujuan. Ada banyak dan
beragam jenis dan tipe cat yang tersedia di pasaran, untuk lebih mudah
mengenal berbagai jenis cat tersebut, maka lebih mudah kita
mengklasifikasikannya dalam dua jenis, yaitu;
1. Cat Air; Cat jenis ini berbasis air (water based), karena dibutuhkan
hanya air untuk melarutkannya. Cat dengan bahan dasar air tidak
menghasilkan efek kimia yang tinggi dalam larutan sehingga cat ini
ramah lingkungan. Di pasaran cat dalam kelompok ini seperti cat
tembok, cat genteng, cat lukis, dan lain sebagainya.
2. Cat Minyak; Cat jenis ini berbasis minyak (solvent-based). Cat dengan
bahan dasar minyak, dapat dilarutkan dengan sejenis minyak atau
thinner. Cat ini dikategorikan sebagai cat yang tidak ramah lingkungan
karena dapat mengganggu kesehatan pernafasan manusia, karena
itulah pemakaian minyak dalam cat diminimalkan. Karena berbahaya,
produsen cat bangunan untuk hunian tidak lagi memproduksi cat jenis
ini, dan cat ini hanya diaplikasikan sebagai cat untuk keperluan
industri, otomotif, dan furniture.
Cat yang berkualitas minimal mempunyai empat fungsi yangharus dimiliki
diantaranya daya sebar, daya tutup, mudah dalampengaplikasiannya, dan
aman bagi kesehatan lingkungan. Memang semakin tinggi kualitas cat, maka
harganya pun akan semakin mahal,karena disamping keempat hal pokok
diatas, cat yang berkualitas akanmemiliki nilai tambah seperti daya tahan
terhadap cuaca, anti jamur, tidakmemudar mudah dibersihkan, dapat
menutupretak rambut serta tambahan pengharum.
Keberhasilan pengecatan,yang paling berpengaruh adalah kualitas atau mutu
bahan yang akandicat itu sendiri (terlepas dari kualitas cat yang dipakai).
206
Masalah yang sering timbul akibat dari kualitas mutu bahan yang akan dicat
jelekbiasanya adalah belang-belang seperti basah (bila kadar air dalam
bahanyang dicat terlalu tinggi), lapisan cat yang menggelembung.
Sedangkanbila yang dipakai adalah cat dengan kualitas rendah maka
masalah yang sering terjadi adalah pengapuran, atau warnanya luntur.Cat
juga harus aman dan ramah lingkungan. Saat ini di pasarmasih banyak dijual
produk yang tidak memperhatikan aspek-aspekkesehatan dan lingkungan,
karena bahan baku yang dipergunakan masihmengandung tambahan logam
merkuri (Hg) dan timah hitam tau timbal (Pb).Padahal kedua bahan tersebut
sangat berpotensi membahayakanmanusia jika secara terus menerus masuk
kedalam tubuh.
Dengan penjelasan di atas, secara umum klasifikasi cat, dibedakan menjadi
yaitu;
1) Water Based; Meliputi Cat tembok dan cat air
2) Solvent Based;Meliputi Cat mobil, cat besi, dan cat minyak
Kemudian, element penyusun cat, yaitu;
1) Pigment; Berfungsi menyediakan warnaContoh : Pigment Putih
(Titanium Dioxide) dan Pigment Kuning (Zinc Oxide)
2) Pigment extender / filler; Digunakan untuk membantu pigment utama
dan meningkatkan daya rekat, Contoh : Calcium Carbonat, Kaolin
Clay, dan Talc Powder
3) Liquid; sebagai pembawa elemen-elemen solid dimana dalam cat
tembok yang digunakan adalah air.
4) Binder; Digunakan untuk mengikat Pigment, merekatkan Cat Pada
Bidang dan membentuk Lapisan Film, Contoh : Acrylic, Vinyl Acrylic,
dan Styrene Acrylic
5) Additive; Digunakan sebagai :Thickener ; Menghasilkan kekentalan
tertentu, Menjaga kestabilan emulsi agar filler dan liquid tidak memisah
antifoam; mencegah timbulnya busa ada saat cat diaduk di
pabrik, pada saat cat diaduk dalam kemasannya dan pada saat
cat diaplikasikan di permukaan
Biocide ; mencegah timbulnya jamur di dalam kaleng/kemasan dan di
permukaan (tembok)
207
Cat digunakan mulai dari cat rumah, perabot rumah, dan berbagai peralatan
sampai kepada mobil. Gunanya, selain untuk menambah keindahan barang
yang dicat juga untuk melindungi bahan yang dicat dari karat, khususnya
logam. Mulai dari pagar besi, teralis dan sampai kepada perut kapal laut
ataupun tanker.
B. Cat Air (water based)
Penggunaan cat tembok saat ini mengarah pada sistim basis air, karena lebih
ramah lingkungan, proses membuatnya yang mudah dan tidak mudah
terbakar, selain itu tidak ber bau menyengat. Banayknya kebutuhan akan cat
tembok, sehingga banyak orang yang melirik untuk membuka usaha
pembuatan cat tembok, bisa dibuat home industri dirumah tanpa perlu lahan
yang luas, hal ini karena konsumsi pemakaian cat tembok ini sangat besar,
apalagi menjelang hari hari besar, seperti Hari Ulang tahun kemerdekaan,
persiapan acar pesta, idul fitri, natal dan Tahun Baru banyak orang
mempercantik rumahnya dengan mencat ulang tembok-temboknya. Saat ini
banyak juga proyek rumah – rumah baru saat ini memakai cat tembok buatan
home industri karena harga cat tembok buatan home industri bisa ditekan
lebih murah di banding dengan yang bermerk, Karena hasil dari cat tembok
yang bagus maka cat tembok home industri bisa bersaing dengan cat tembok
yang bermerk,sehingga bisa memperkecil biaya pengeluaran dan bisa
membuat harga rumah lebih murah.
Keunggulan Cat tembok, yaitu;
Bisa di buat sebagai industri rumahan.
Bahan-bahan mudah didapat di toko kimia
Pangsa pasar yang luas
Hasil produk murah
Hasil lebih tahan lama dan halus
Pembuatan cat tembok, yaitu berbahan dasar Calcium, pigmen, binder
(perekat), ditambah pemberat, Pengawet dan pewangi, air. Kemudian
persiapan alat alat yaitu: Mixer, Ember (wadah), pengaduk, timbangan, dan
208
gelas ukur. Cara membuatnya adalah ; Calcium diaduk dengan air sampai
rata, masukkan binder dan terus, kemudian aduk sampai menyatu, masukkan
pigmen aduk lagi, zat pemberat dimasukkan aduk terus terakhir, kemuudian
masukkan pengawet, pewangi aduk rata simpan dalam wadah tertutup.
Jenis cat tembok yang bagus untuk tembok seperti acrylic 100 persen yang
dibuat untuk kelas cat interior premium, lalu ada acrylic emulsion yang
merupakan gabungan dari acrylic 100 persen dan vynil versatic, dan yang
terakhir vinyl acrylic. Beberapa persiapan penting yang harus dilakukan
sebelum mengecat seperti membersihkan dahulu seluruh permukaan dinding
dari kotoran dan pastikan juga kondisi dinding tidak lembab, kerik seluruh
bekas cat lama hingga merata, bila perlu bersihkan dengan menggunakan
ampelas. Biasanya sebelum memulai pengecatan, tembok yang akan
dibubuhi cat dibersihkan hingga permukaannya seperti tampak baru.
1. Teknik Pengecatan Menggunakan Cat Tembok
Teknik dan melaksanakan pengecatan bangunan rumah dengan cat tembok,
dalam pengecatan, ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan, salah
satunya adalah mengetahui bahan dasar cat yang ingin digunakan, seperti
bahan perekatnya, bahan pewarna atau pigmen, bahan pelarut, eksten den
atau bahan pengisi. Semua bahan diatas bisa dibilang masih sangat ramah
lingkungan dan aman bagi kesehatan.Jika ingin mewarnai bagian luar,
sebaiknya gunakan cat tembok dengan dasar 100 persen acrylic emulsion.
Kandungan cat yang bagus selalu mengandung bahan dasar acrylic dengan
daya lekat yang kuat dan mampu mengikat partikel zat warna dengan
sempurna, sehingga warna lebih awet dan tidak cepat pudar. Keuntungan lain
dari pemakaian cat dengan kualitas yang baik adalah ketahanan lapisan cat
terhadap cuaca, lumut, jamur serta sengatan matahari atau perubahan cuaca.
Cat bermutu tinggi pasti lebih irit dibanding dengan cat yang bermutu rendah,
karena dua atau tiga lapisan saja tembok sudah bisa tertutup sempurna,
namun, jika anda menggunakan kualitas yang kurang baik, dibutuhkan
sedikitnya empat sampai lima lapisan.
209
Beberapa hal yang mempengaruhi keberhasilan pengecatan dinding tembok,
yang paling berpengaruh adalah kualitas atau mutu dinding itu sendiri terlepas
dari kualitas cat yang dipakai. Masalah yang sering timbul akibat dari kualitas
dinding yang jelek biasanya adalah belang-belang seperti basah, bila kadar air
dalam dinding terlalu tinggi. Sedangkan bila yang dipakai cat dinding dengan
kualitas rendah maka masalah yang sering terjadi adalah pengapuran,
warnanya luntur, dan kelihatan tidak cerah. Cat yang berkualitas minimal
mempunyai empat fungsi yang harus dimiliki diantaranya daya sebar, daya
tutup, mudah dalam pengaplikasiannya, dan aman bagi kesehatan
lingkungan. Memang semakin tinggi kualitas cat, maka harganya pun akan
semakin mahal, karena disamping keempat hal pokok diatas, cat yang
berkualitas akan memiliki nilai tambah seperti daya tahan terhadap cuaca, anti
jamur, tidak memudar, mudah dibersihkan, dapat menutup retak rambut serta
tambahan pengharum.
Secara umum teknik yang baik antara lain adalah mengikuti prosedur atau
langkah langkah sebagai berikut;
1) Pengecatan di lakukan pada siang hari, pada saat mathari terik/panas;
2) Pengecatan dimulai dari arah luar, mulai dari dekat jendela. menuju ke
ruang dalam;
3) Pengecatan total, lakukan mulai dari langit-langit yang diteruskan ke
dinding dekat kusen jendela, pintu-pintu, dan kemudian ke bagian
bawah;
4) Pengecatan gunakan tiga lapis sesuai dengan anjuran pencampuran;
5) Jangan mengecat pada suatu bidang yang lebar sekaligus, tetapi
batasi bidang pengecafan antara satu sampai dua meter persegi sekali
mengecat.
Langkah langkah pelaksanaaan pengecatan, sebelum proses pengecetan
adalah menyiapkan permukaan yang akan dicat. Pastikan permukaan dinding
bersih dan kering untuk mencegah terjadinya pengelupasan.Biasanya
memakan waktu 28 hari agar reaksi pengerasan semen pada plesteran beton
mengering dengan sempurna.Setelah permukaan tembok sudah benar-benar
210
kering, dan sebelum tembok di plamir, lapisi dulu tembok dengan Wall Sealer,
guna menetralisir PH semen agar sesuai dengan PH cat. Dengan wall sealer
Cat tidak mudah mengelupas dan warna cat tidak akan berubah dari warna
aslinya. Cat akan menjadi seperti kapur jika daya serap tembok masih
bekerja, untuk itu tembok harus dilapisi dengan Wall Sealer, namun jika untuk
alasan ekonomis anda dapat melarutkan satu sampai dua bungkus lem putih
dalam satu galon air kemudian kuaskan pada tembok sebelum tembok di cat.
Sebelum pengecatan dilakukan ada pekerjaan pendahuluan yaitu plamir
dinding.Plamir dinding terdiri dari 3 bagian bahan, yang pertama adalah
semen putih, lem putih, dan kalsium. Semua bahan tersebut mempunyai
fungsi masing- masing. Penggunaan kalium pada bahan plamir berfungsi
sebagai penambah volum dari plamir dan memudahkan penghalusan, namun
apabila terlalu banyak justru akan menyebabkan cat yang nanti kita kerjakan
menjadi kurang kuat. Sebagian kontraktor bangunan sudah tidak
menggunakan kalium sebagai campuran plamir, kecuali pada pekerjaan yang
memerlukan harga sangat hemat dan waktu penyelesaian yang relatif cepat.
Gambar 8-1: Pengecatan Tembok
Teknik melamir yang efektif adalah dengan menggunakan kapi (skrap) besar
atau bahan bekas dari pipa pvc yang dibuat kapi (skrap). Dengan
211
mengoleskan pada arah vertikal di dinding kemudian untuk lapis selanjutnya
pada arah horisontal, demikian seterusnya sampai dinding menjadi rata.
Lapisan yang kedua haruslah menunggu lapisan yang pertama kering
dahulu. Penghalusan menggunakan amplas dengan arah memutar.Alat
penghalus otomatis sebaik digunakan agar lebih cepat dalam pengerjaannya.
Setelah diplamir, dilakukan Pelapisan cat dasar atau alkali sealer.Sebelum
dilakukan pengecatan dengan cat tembok aplikasikan terlebih dahulu cat
dasar alkali sealer, yang berfungsi memberikan lapisan dibawah cat tembok
sehingga memperkecil kontak langsung dengan alkali tembok.Selain itu alkali
sealer berfungsi memberikan lapisan warna putih sehingga dapat
mempercepat penutupan warna cat tembok pada dinding.Alkali sealer
berbeda dengan cat putih. Penggunaan cat putih sebagai dasaran
pengecatan tidak akan menghindari kontak langsung alkali tembok dengan
cat, tetapi hanya berfungsi membantu daya tutup cat tembok saja.
Beberapa hal yang mempengaruhi keberhasilan pengecatan, yang paling
berpengaruh adalah kualitas atau mutu bahan yang akan dicat itu sendiri
(terlepas dari kualitas cat yang dipakai). Masalah yang sering timbul akibat
dari kualitas mutu bahan yang akan dicat jelek biasanya adalah belang-belang
seperti basah (bila kadar air dalam bahan yang dicat terlalu tinggi), lapisan cat
yang menggelembung. Sedangkan bila yang dipakai adalah cat dengan
kualitas rendah maka masalah yang sering terjadi adalah pengapuran, atau
warnanya luntur. Agar pengecatan dapat berhasil dengan baik, maka
beberapa langkah berikut perlu untuk diperhatikan, yaitu;
1) Pilih jenis cat yang tepat guna. Faktor nomor satu yang harus kita
tentukan adalah untuk bidang manakah cat itu akan digunakan, untuk
bidang interior atau untuk eksterior; untuk mendapatkan hasil
maksimal usahakan menggunakan produk cat yang tepat guna.
2) Gunakan produk yang transparan. Bandingkan beberapa produk cat,
baca keterangan/ aturan pemakaian dan yang tidak kalah pentingnya
data teknis yang ada pada kemasan masing-masing.
212
3) Tentukan pilihan warna. Satu hal yang juga perlu menjadi bahan
pertimbangan dalam memilih cat adalah tersedianya warna-warna
yang bisa memenuhi selera kita.
4) Hitung jumlah kebutuhan.Bila sudah bisa menentukan jenis cat, merek
serta warna cat yang akan gunakan, selanjutnya adalah menentukan
berapa banyak cat yang diperlukan untuk sebuah ruangan atau tempat
yang akan dicat.
Pemberian Cat Dasar, untuk tembok dibagi dua, yaitu cat dasar yang berupa
varnish dasar air yaitu cat tanpa pigmen dengan dasar emulsi acrylic 100%.
Cat dasar ini biasanya disebut Wall Sealer Water Base. Wall Sealer sangat
baik untuk tembok baru yang banyak retak rambut untuk mengisi celah-
celahnya dan untuk menguatkan lapisan cat lama yang mulai mengapur.
Kedua adalah cat dasar yang berupa cat tembok warna putih dengan dasar
emulsi acrylic 100% dan mempunyai daya tahan alkali yang tinggi, daya rekat
serta daya isi yang baik serta kadar bahan anti jamur cukup tinggi. Cat dasar
ini disebut Alkali Resisting Primer atau Undercoat Tembok. Cara
pemakaiannya adalah; encerkan cat sesuai dengan petunjuk pabrik, jangan
berlebihan, karenadapat menghilangkan fungsi cat dasar. Beri 1 atau 2 lapis
cat dasar.
Kemudian pelaksanaan pemberian cat akhir, dengan langkah sebagai berikut
ini;
1) Persiapan permukaan harus telah sempurna.
2) Bagian-bagian tembok yang tidak akan dicat, alat-alat rumah tangga
seperti kursi, meja, lantai sudah ditutup plastik atau kertas koran.
3) Siapkan alat alat pengecatan yang dibutuhkan, seperti kuas, roller, ember,
pengaduk, tangga, dan lain-lain.
4) Periksa kaleng cat, apakah sesuai dengan ketentuan pabrik. Catat nomor
batch (lot)nya.
5) Aduk cat sampai rata dan pengenceran sesuai dengan kebutuhan pabrik.
6) Selang waktu antara setiap lapis harus cukup lama. Secara teoritis adalah
2-4 jam, tetap sebaiknya minimal 8 jam atau semalam.
213
7) Ventilasi ruangan harus sebaik mungkin dan kalau dapat Pengecatan
dilakukan waktu cuaca terang dan kering.engenceran cat jangan langsung
didalam kalengnya, kecuali kalau dapat habis pada hari itu juga.
8) Tutup rapat-rapat kaleng yang yang masih ada sisa catnya untuk
menghindari pembusukan.
C. Cat Minyak (solvent based)
Cat minyak yaitu terbuat dari partikel-partikel pigmen warna yang disuspensi
dengan media minyak, Cat ini berbasis minyak, atau menggunakan
pengencer minyak, cat ini adalah banyak digunakan karena alasan warna
yang tajam dan tahan lama, mudah dalam penggunaan dan tehniknya, bisa
dengan mudah di explore dalam berbagai tehnik gaya lukis, bisa tehnik
transparant, opaque, maupun bertekstur, dan bisa pula di combine dengan
material lain, guna menghasilkan tehnik unik. Cat Minyak ini memberi efek
cerahyang sangat bagus pada suatu gambar ataupun lukisan serta
memberikan tesktur yang sangat bagus, terlebih kita tau bagaimana cara
pemakaiannya benar. Cat minyak ini sangat tahan lama ataupun awet namun
sangat mengengat bau dari cat ini.membutuhkan waktu lama untuk
menghilangkan bau cat ini.Cat minyak juga memiliki beberapa kekurangan,
diantaranya perlu proses pengeringan yang lama, sehingga terkadang
membutuhkan waktu yang lebih lama dalam proses melukis, kekurangan
lainya adalah kurang ramah lingkungan, dan berbau tajam.
Cat minyak berupa cairan yang kental, cat terdiri dari komponen resin,
pigment, solvent, dan additves yang apabila dicampurkan bersama akan
membentuk suatu konsistensi yang merata. Cat biasanya dilarutkan dengan
thinner, agar mudah penggunannya. Dalam hal ini cat tipe dua komponen,
ditambahkan dengan hardener. Komponen cat minyak adalah sebagai
berikut:
1. Resin (Zat perekat)
2. Pigment (Zat pewarna)
3. Solvent (Pengencer
214
4. Additif
Resin (Zat perekat); Resin adalah unsur utama cat yang berbentuk cairan
kental dan transparan yang membentuk film atau lapisan setelah diaplikasi
pada suatu obyek dan mengering. Kandungan resin mempunyai pengaruh
langsung pada kemampuan cat seperti misalnya: kekerasan, ketahanan
solvent serta ketahanan cuaca. Demikian pula berpengaruh atas kualitas akhir
misalnya tekstur, kilap (gloss), adhesi suatu cat, serta kemudahan
penggunaan diantaranya waktu pengeringan. Menurut tipe lapisan resin
dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
1) Thermoplastik Resin, pengeringan resin terjadi karena penguapan
solvent. Apabila dipanaskan thermoplastic resin akan melunak dan
akhirnya mencair. Jenis-jenis thermoplastic resin antara lain
:nitrocelluloce, cellulose acetat butylate, thermoplastic acrylic, dan
nylon. Resin tipe ini sering digunakan pada sistem pengecatan udara
2) Thermosetting Resin, jenis-jenisnya antara lain: amino alkyd,
ollyurethane dua komponen, thermosetting acrylic, dan epoxy resin.
Thermosetting resin hanya akan mengering dan mengeras jika
dipanaskan dan tidak akan melunak lagi oleh adanya pemanasan
kembali. Biasanya digunakan pada cat bakar, dimana cat ini
mempunyai daya tahan yang kuat terhadap cuaca dan mempunyai
kekerasan yang tinggi. Proses pengeringannya dilakukan diruang
oven.
Pigment (Zat pewarna); Pigment adalah suatu bubuk yang telah digiling
halus yang diperoleh dari batu-batuan mineral atau buatan (syntetic). Pigment
ini memberi warna dan daya tutup pada cat dan ikut menentukan ketahanan
cat. Pemberian zat warna pada cat tergantung pada fungsi catnya.Pada cat
dasar primer zat pewarna berfungsi membantu menahan karat.Zat warna
pada dempul membantu membentuk lapisan tebal dan mudah
diamplas.Sedangkan pada cat akhir zat warna memberikan efek pewarnaan
yang tahan lama. Pigment atau zat warna terbagi menjadi :
Pigment warna, berfungsi menambah warna pada cat dan menghasilkan daya
tutup pada permukaan yang dicat, berikut adalah fungsi pigmen, antara lain;
215
1) Pigment terang berfungai menambah wrana-warni metalik pada cat.
2) Pigment extender, berfungsi menambah kekuatan cat pada bodi,
menghasilkan viscositas dan mencegah pengendapan.
3) Pigment pencegah karat, dipergunakan terutama pada cat dasar untuk
membantu mencegah karat pada plat dasar.
4) Pigment flatting, digunakan untuk mengurangi kilap pada cat, terutama
pada cat jenis doof
Solvent (Pengencer) pada cat minyak.Solvent adalah suatu cairan yang
dapat melarutkan resin dan mempermudah pencampuran pigment dan resin
dalam proses pembuatan cat. Solvent sangat cepat menguap apabila cat
diaplikasi. Kegunaan solvent (thinner) ini untuk mengencerkan campuran
pigment (zat pewarna) dan resin (zat perekat) sehingga menjadi agak encer
dan dapat disemprotkan selama proses pengecatan. Thinner juga
menurunkan kekentalan cat sampai tingkat pengenceran tertentu yang tepat
untuk pengecatan dengan kuas, semprot atau roll.Thinner menguap sesaat
setelah cat disemprotkan, thinner akan menguap dan meninggalkan resin dan
pigment yang kemudian kedua zat tersebut akan membentuk lapisan yang
keras. Solvent berdasarkan kegunaannya dibedakan menjadi dua macam.
Solvent untuk cat lacquer (thermoplastic resin) disebut thinner dan solvent
untuk cat namel (thermosetting resin) disebut reducer.
Komponen pembentuk solvent (pengencer) meliputi :
1) Diluent, merupakan larutan yang membantu melarutkan resin lacquer.
2) Laten solvent, juga digunakan untuk mencampur pelarut yang baik,
hasilnya sama dengan pelarut yang berkualitas baik.
3) Solvent murni, adalah larutan yang mampu melarutkan sesuatu yang
mengakibatkan cairan tersebut masuk kedalam larutan. Solvent murni
melarutkan bahan residu dan binder
Additif; Additif adalah suatu bahan yang ditambahkan pada cat dalam jumlah
yang kecil untuk meningkatkan kemampuan cat sesuai tujuan atau aplikasi
cat.Berbagai tipe bahan yang ditambahkan pada cat dalam jumlah yang kecil
216
untuk meningkatkan kemampuan cat sesuai dengan tujuan atau aplikasi
cat.Zat additif berfungsi untuk :
1) mencegah terjadinya buih pada saat penyemprotan (anti foaming),
2) mencegah terjadinya pengendapan cat pada saat dipergunakan
(antisetting ),
3) meratakan permukaan cat sesaat setelah disemprotkan (flow additif),
4) menambah kelenturan cat, dll.
Material Thinner; Thinner dikenal juga dengan nama solvent yaitu suatu
pelarut yang membuat viscositas cat menjadi lebih mudah diaplikasi. Berbagai
tipe solvent dicampurkan bersamanya, untuk menyesuaikan kemampuan larut
thinner dan penguapannya.Material Hardener; Suatu bahan yang membantu
mengikat molekul di dalam resin, sehingga membentuk lapisan yang kuat dan
padat.
1. Teknik Pengecatan Menggunakan Cat Minyak
Pengecatan menggunakan cat minyak pada bangunan, antara lain untuk yang
berbahan besi, berbahan kayu dan juga bahan lain seperti almunium.
Pengecatan bisa langsung dari material mentah atau pengecatan ulang.
Pengecatan pada besi (pagar) tentunya memiliki kesulitan tersendiri karena
langsung bersentuhan dengan cuaca dan iklim sekitar dan juga rata-rata
pagar memiliki bidang yang cukup sulit saat pengecatan seperti pagar besi,
agar tahan lama dan terhindar dari karat.Cat agar tahan lama sebenarnya
tidak terlalu sulit, hanya dituntuk sabar karena beberapa prosesnya
membutuhkan waktu antara proses yang satu dengan lainya.
Berikut beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika akan memberi
lapisan cat pada besi, Bahan cat yang diperlukan yaitu;
1) Cat dasar (primer) dan cat antara (under coat) tidak boleh mengulit,
mengandung endapan, menggumpal, mengeras, adanya pemisahan
warna dan bahan asing lain dalam waktu 10 menit, dan mudah diaduk
menjadi campuran yang serba sama.
217
2) Cat tutup (top coat) menggunakan pengencer organik (alkyd, vinyl, epoxy,
minyak, phenolic, rubber base, polyurethan,dan acrilic) tidak boleh ada
gel, endapan keras kering, dan waktu pengeringan maksimum 6 jam
Cat primer adalah lapisan cat yang digunakan sebagai cat dasar permukaan
plat yang berfungsi untuk memberikan ketahanan terhadap karat, meratakan
adesi /daya lekat diantara metal dasar (sheet metal) dan lapisan (coat)
berikutnya.Primer digunakan dalam lapisan yang sangat tipis dan tidak
memerlukan pengamplasan. Dalam teknik pengecatan cat primer ada 4 jenis,
yaitu :
a) Wash primer, sering disebut etching primer, jenis ini terdiri dari bahan
utama vynil butyral resin dan zinchromate pigment anti karat, dengan
demikian primer ini mampu mencegah karat pada metal dasar.
b) Lacquer primer, terbuat dari bahan nitrocellulose dan alkyd resin.Cat
primer ini mudah dalam penggunaan dan cepat kering.
c) Urethane primer, terbuat dari bahan utama alkyd resin.Merupakan
resin yang mengandung polyisociate sebagai hardener. Cat primer
jenis ini memberikan ketahanan karat dan mempunyai daya lekat
(adhesi) yang kuat.
d) Epoxy primer, cat primer jenis ini mengandung amine sebagai
hardener. Komponen utama pembentuknya adalah epoxy resin. Epoxy
primer memberikan ketahanan terhadap karat dan mempunyai daya
lekat yang sangat baik.
Kemudian dikenal nama Cat warna/ Top coat, peranan dari pada cat warna
atau top coat adalah cat akhir yang memberi warna, kilap, halus bersamaan
dengan meningkatkan kualitas serta menjamin keawetan kualitas
tersebut.Pengecatan logam adalah pelapisan permukaan dengan bahan cat
untuk menahan karat, meniadakan warna dasar serta memberikan pandangan
yang indah dan merupakan pertahanan terhadap pengaruh pengaruh
destruktif terhadap cuaca.
Beberapa jenis cat minyak, yang baik untuk material pada bangunan, yaitu;
218
1. Cat besi alkyd sintetik; Cat ini mudah didapat ditoko bangunan dekat
rumah kita, harganya terjangkau dan mudah diaplikasikan karena cat
ini kering diudara dan mengandung pigmen titanium dioksida.
2. Cat Alumunium; Bukan berarti cat ini hanya digunakan untuk bahan
aluminium saja tapi juga bsia digunakan untuk logam jenis lainya
seperti besi. Warna yang tersedia hanya satu yaiut warna silver
aluminium.
3. Cat Epoxy; Cat ini cukup ampuh dan bisa dikitalkan untuk cat eksterior
karena tidak menguap kena panas dan kualitasnya lebih baik dari cat
sintetik.
4. Cat Duco; Cat duci lebih populer untuk pengecatan mobil atau motor
karena teksturnya ayng lebih halus sehinga pengecatannya
menggunakan spray bertekanan tinggi. Harganya juga mahal oleh
sebaba itu bisa dikatakan tidak banyak yang memakai cat ini untuk
pagar rumah, namun cat ini juga tahan terhadap panas.
5. Cat Efek; Cat efek adalah cat yang bisa menimbuklan bentuk warna
dan gradasi berbeda sehingga bisa berbentuk tekstur sepert igranit,
kesan antik, retak-retak atau lainya. Ini juga mulai populer
Dari beberapa jenis cat diatas sebaiknya kita menggunakan cat epoxy karena
lebih tahan terhadap cuaca meski sedikit mahal namun ketahananya memang
tidak diragukan lagi. Sedangakan bagi kita yang memiliki budget yang minim
cat jenis sintetik juga bisa dijadikan pilihan meski tidak tahan lama namun
cukup untuk mempercantik material bangunan.Setelah kita mengetahui jenis
cat yang akan kita pilih nantinya untuk mengecat pagar/besi rumah
kitaDengan memberi lapisan cat pada logam seperti besi, maka bisa
melindungi dan membuat besi menjadi lebih tahan lama, bebas karat, dan
tahan terhadap pengaruh cuaca ekstrim. Selain itu, lapisan cat juga bisa
memberikan kesan keindahan yang membuat ornamen besi terlihat menarik.
219
Gambar 8-2 : Pengecatan Bagian Bangunan
Pengecatan besi baru (belum pernah dicat); Adapun langkah yang harus
dilakukan dalam pengecatannya adalah;
1) Bersihkan karat dari permukaan besi dengan cara diamplas
permukaannya, dan bersihkan dari debu, minyak dan kotoran lainnya
yang ada dengan white spirit atau solvent kemudian di lap dengan kain
yang dibasahi dengan thinner terlebih dahulu.
2) Untuk besi baru: pergunakan cat dasar, dan biarkan kering
3) Besi yang sudah di beri cat dasar r, di amplas halus untuk sedikit
membuka permukaannya, dan bersihkan permukaannya dari debu dan
kotoran yang ada.
4) Pergunakan cat minyak, sebagai medium coat dan membuat lapisan
cat menjadi lebih tebal, dan biarkan kering.
5) Dan selanjutnya pergunakan cat (bisa Synthetic) sebagai cat akhir.
Pengecatan besi yang sudah pernah di cat ( Ulang ); Adapun langkah
yang harus dilakukan dalam pengecatannya adalah;
1) Apabila cat lama masih dalam keadaan baik, Amplas ringan untuk
sedikit membuka pori permukaannya agar cat yang akan diaplikasi
diatasnya dapat penetrasi dengan baik, bersihkan permukaan dari
kotoran, di kerok dengan sikat kawat atau sand blasting bagian cat
yang telah rusak, kemudian lapisi cat dasar.
220
2) Apabila cat lama sudah dalam keadaan rusak, terkelupas atau bahkan
sudah timbul karat, maka lakukan pengerokan terhadap cat lama
tersebut serta bersihkan dari debu, minyak atau kotoran lain yang ada
3) Kemudian besi yang sudah dibersihkan tersebut di aplikasi terlebih
dahulu denganb cat, sebagai cat dasar, biarkan kering, Cat kembali,
sebagai medium coat dan membuat lapisan cat menjadi lebih tebal.
Biarkan kering.
4) Dan selanjutnya lakukan pengecatan, sebagi cat akhir, lakukan proses
pengecatan yang benar agar hasil yang diperoleh sempurna.
Pengecata besi berkarat; Kita sekarang tentunya butuh cara mengecat
pagar apalagi pagar rumah kita sudah mengalami masalah karat. Berikut
adalah langkah kerja atau pedoman untuk melaksanakan pengecatan,
menggunakan cat minyak, untuk pagar besi yang telah “berkarat”pada
bangunan, yaitu;
1) Pertama, sediakan sarung tangan, kacamata dan masker kemudian cari
sumber karat yang ada pada pagar besi kita, kemudian bersihkan dengan
sikat kawat kemudian, lembabkan lap dengan mineral spirits sejenis
thinner tak berbau. Ganti lap kita jika sudah cukup kotor aar pekerjaan kita
tidak sia-sia.
2) Kedua, Cuci pagar dengan menggunakan air hangat yang diberi sabun
karena beberapa cat tidak bisa mentolerir minerat spirits. Gosok dengan
lap yang duberi abun kemudian bersihkan sisa sabun dengan penyemprot
air. Keringkan selama semalaman.
3) Ketiga, Sebelum menggunakan cat utama sebaiknya menggunakan cat
dasar primer sebagai pelapis anti karat, lakukan dengan cepat proses
pengecatannya. keringkan cat primer selama minimal satu hari sampai cat
tersebut benar-benar kering. Kemudian catlah dengan cat epoxy atau
sintetik tergantung cat yang kita beli. Keringkan dan lakukan pengecatan
kedua untuk mendapatkan hasil yang lebih memuaskan.
221
GLOSSARY
ACI, American Concrete Institute, yaitu organisasi dunia bidang
bangunan konstruksi beton, bidang kegiatan al: mengumpulkan dari
seluruh dunia tulisan-tulisan ilmiah hasil penelitian uji lapangan,
laboratorium; penemuan-penemuan baru dibidang teknologi rekayasa
struktur maupun pelaksanaan pembangunan yang telah diterbitkan
dalam majalah dan jurnal ilmiah ACI.
ASTM, American Society of Testing and Materials, merupakan
organisasi internasional sukarela yang mengembangkan standardisasi
teknik untuk material, produk, sistem dan jasa.
Beton adalah salah satu bahan bangunan yang komponen
penyusunnya campuran dari beberapa bagian material, yaitu agregat
kasar, agregat halus, semen dan air dengan komposisi tertentu untuk
mencapai kekuatan pada durasi waktu tertentu
FAS, adalah Faktor Air Semen yaitu perbandingan air dengan semen
Hidrolisis adalah reaksi kimia yang memecah molekul air (H2O)
menjadi kation hidrogen (H+) dan anion hidroksida (OH−) melalui suatu
proses kimia
PBI, adalah Peraturan Beton Indonesia
PC, adalah Portland Cement atau semen
Psr, adalah singakatan agregat pasir
Kr, adalah singkatan agregat kerikil
Ready mix concrete, merupakan beton siap pakai, salah satu bahan
bangunan yang paling banyak digunakan, campuran beton memiliki
proporsional secara tepat dan disesuaikan untuk berbagai macam
kondisi dan aplikasi.
Sistem Hidrolik adalah teknologi yang memanfaatkan zat cair, biasanya
oli, untuk melakukan suatu gerakan segaris atau putaran
SK SNI, adalah singkatan dari Standar Konsep Standar Nasional
Indonesia
222
A. Pendahuluan
Adukan adalah suatu campuran dari bahan pengikat dan bahan pengisi serta
air sampai konsisten tertentu. Bahan pengikat yang biasa dipakai adalah
semen (PC) dan kapur, sedangkan bahan pengisi adalah pasir atau tras.
Bahan-bahan tersebut harus memenuhi syarat yang telah ditentukan. Adukan
yang memakai semen (PC) mempunyai kekuatan adhesi yang besar akan
tetapi pengerjaannya agak sukar, sedangkan adukan yang menggunakan
bahan pengikat kapur kekuatan serta adhesinya rendah jika dibandingkan
menggunakan semen (PC), oleh karena itu sering dilakukan pencampuran
antara semen (PC). Jadi pengertian adukan di sini dapat diartikan suatu
campuran yang terdiri dari bahan pengikat dan bahan pengisi dengan
ditambah dengan air, sehingga menjadi suatu masa dengan konsistensi
tertentu.
Beberapa penyebab rusaknya suatu bangunan, salah satu di antaranya
adalah akibat dari penggunaan bahan-bahan pembentuk adukan yang tidak
lagi memenuhi syarat. Kemudian sifat adukan yang kuat ditentukan oleh sifat
kekuatan adhesi yang cukup, sedangkan untuk plesteran untuk luar harus
mempunyai sifat kedap terhadap air, untuk itu diperlukan campuran yang
berbeda-beda sesuai dengan jenis pekerjaan yang dikerjakan. Fungsi adukan
dalam pasangan tembok diantaranya adalah untuk; 1) Pengikat antar bata
yang satu dengan yang lainya, 2) Menghilangkan deviasi dari permukaan
bata, 3) Menyalurkan beban dari bata yang berada diatasnya, 4) Meratakan
permukaan tembok.
Pemberian sebutan atau jenis pada adukan sesuai dengan bahan dasar yang
dipakai dan penggunaannya dilapangan didasarkan atas volume
perbandingan bahan campuran yang digunakan. Bahan dasar dan
perbandingan campuran dari adukan yang akan digunakan untuk
suatubangunan, akan mempengaruhi kekuatannya maupun letak
penggunaannya. Sebagai contoh digunakan adukan dan campuran
perbandingan semen, pasir dan kerikil dengan perbandingan: 1 pc: 2 ps: 3kr
orang sering menyebutkan campuran ini adalah campuran adukan beton,
223
yang penggunaannya baik untuk konstruksi beton bertulang yang tahan
terhadap air. Bahan dasar tras, kapur dan pasir dinamakan spesi tras- kapur-
pasir dengan campuran perbandingan 1 : 2 : 4 biasanya digunakan untuk
pekerjaan plesteran dalam dan pekerjaan meratakan. Perbandingan untuk
campuran bahan-bahan dasar dari adukan berbeda-beda dan untuk itu
dipakai bagian takaran, karena sampaisaat ini masih sering digunakan.
B. Bahan Adukan
Karakteristik sifat bahan bangunan setiap daerah tidak selalu sama, hal ini
perlu dipahami utnuk perancangan adukan. Sebagai perbandingan bahwa
berat jenis dan berat satuan pasir dan batu pecah masing-masing daerah
diperoleh hasil yang berbeda. Sebagai contoh, pasir batu apung dari Pulau
Kalimantan mempunyai sifat, berat jenis dan berat satuan yang berbeda dari
pasir beton dari Jawa Barat dan pasir besi dari Cilacap Jawa Tengah. Pasir
beton di daerah Jawa Barat, diperoleh dari hasil tambang, bila di bandingkan
dnegan dari Sumatera Utara misalnya, diambil dari sungai. Secara teknis
bahan tersebut adalah bagian terpentinga campuran adukan, baik itu
campuran untuk adukan plesteran, dan adukan beton.
Untuk menjamin mutu adukan atau campuran, dapat digunakan pedoman
sesuai dengan SNI 03-6861.1-2002 (Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A,
bahan bangunan Bukan Logam). Kemudian untuk aturan mengenai tata cara
perancangan beton normal sudah diatur dalam Standart Nasional Indonesia
yaitu SNI 03-2834-2000 tentang Tata Cara Pembuatan Rancangan
Campuran Beton Normal yang merupakan pembaruan kode dari SNI 03-2834-
1993. Adukan berupa campuran beberapa material, yaitu agregat kasar,
agregat halus, semen dan air, untuk mencapai kekuatan tertentu maka
dilakukan dengan cara mengatur komposisi campuran material. Kekuatan
beton sangat bervariasi sesuai dengan komposisi yang digunakan. Menurut
SNI 7394 -2008 tentang Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan
Beton Untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan berikut contoh
komposisi adukan beton untuk beberapa jenis kekuatan beton.
224
Beberapa ketentuan atau persyaratan bahan bangunan untuk campuran
beton, antara lain yaitu:
1) SNI 03-2834-2000, Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal
2) SNI 03-6861.2-2002, Spesifikasi bahan bangunan - Bagian B: Bahan
bangunan dari besi/baja
3) SNI 03-3976-1995, Tata cara pengadukan pengecoran beton
4) SNI 03-2847-1992, Tata cara penghitungan struktur beton untuk bangunan
gedung
5) SNI 03-2445-1991, Spesifikasi ukuran kayu untuk bangunan rumah dan
gedung
6) SNI 03-2495-1991, Spesifikasi bahan tambahan untuk beton
7) SNI 03-6861.1-2002, Spesifikasi bahan bangunan - bagian A: Bahan
bangunan bukan logam
8) SNI 03-6861.3-2002, Spesifikasi bahan bangunan - Bagian C: Bahan
bangunan dari logam bukan besi
1. Air Untuk Adukan
Air yang akan digunakan untuk membuat suatu adukan harus memenuhi
syarat-syaratyang telah ditentukan dan banyaknya air yang akan digunakan
tergantungpada jenis pekerjaannya. Air untuk membuat adukan plesteran-
plesteran yangberwarna putih, tidak boleh mengandung bagian campuran (zat
pewarna) yangdapat merobah warna adukan. Air asin yang banyak
mengandung garam tidak baik.untuk adukan, karena dapat merusak ikatan
adukan sekaligus merusak tembok.Begitu pula air yang banyak mengandung
bahan-bahan busuk atau kotor sebaiknya jangan digunakan. Air· adukan
boleh mengandung bahan-bahan lain asal kadarnya sangat kecil. Apabila
terdapat keragu~raguan mengenai keadaan air yang akan dipakai,
disarankan untuk mengirimkan contoh air kelaboratorium bahan~bahan yang
telah diakui, untuk diperiksa air itu dapat dipakai atau tidak.
Dalam adukan untuk beton, fungsi air adalah untuk memicu proses kimiawi
semen sebagai bahan perekat dan melumasi agregat agar mudah dikerjakan.
Kualitas air yang digunakan untuk mencampur beton sangat berpengaruh
terhadap kualitas beton itu sendiri. Air yang mengandung zat-zat kimia
225
berbahaya, mengandung garam, minyak, dan bahan lain akan menyebabkan
kekuatan beton. Pada umumnya air yang dapat diminum dapat digunakan
sebagai campuran beton.Semen dapat berfungsi sebagai perekat apabila ada
reaksi dengan air. Oleh karena itu jumlah air yang dibutuhkan untuk proses
hidrasi semen harus cukup.
Pada adukan pembuatan beton air diperlukan dalam proses pengadukan
untuk melarutkan semen sehingga membentuk pasta yang bereaksi dengan
semen, kemudian mengikat semua agregat dari yang paling besar sampai
paling halus dan menjadi bahan pelumas antara butir-butir agregat agar dapat
mudah dikerjakan dalam proses pengadukan, penuangan, maupun
pemadatan. Pasta semen merupakan hasil reaksi kimia antara air dan semen
maka bukan perbandingan jumlah air terhadap total berat campuran yang
penting, tetapi justru perbandingan air dengan semen atau yang biasa disebut
Faktor Air Semen (FAS). Air yang berlebihan akan menyebabkan banyaknya
gelembung air setelah proses hidrasi selesai, sedangkan air yang terlalu
sedikit akan menyebabkan proses hidrasi tidak tercapai seluruhnya, sehingga
akan mempengaruhi penguatan beton.
Pada beton mutu tinggi atau sangat tinggi, faktor air semen dapat diartikan
sebagai rasio total berat air (water to cementious ratio), termasuk air yang
terkandung dalam agregat dan pasir terhadap berat total semen dan additive
cementious yang umumnya ditam-bahkan pada campuran beton mutu tinggi.
Untuk menghasilkan sebuah beton beton mutu tinggi FAS dalam beton harus
rendah. Untuk membuat beton bermutu tinggi faktor air semen yang
dipergunakan antara 0,28 sampai dengan 0,38. Sedangkan menurut (SNI 03-
6468-2000) beton mutu tinggi nilai faktor air semennya ada dalam rentang
0,2-0,5. Tujuan pengurangan FAS adalah untuk mengurangi seminimal
mungkin porositas beton yang dibuat sehingga dihasilkan beton berkekuatan
tinggi tinggi.
Karena air mempunyai peranan penting dalam pencampuran beton, maka air
tidak dapat ditambahkan sembarangan dalam pengadukan mortal, jadi harus
diingat faktor air semennya disesuaikan dengan kebutuhan dalam workability
serta mutu beton yang diinginkan. Dan yang perlu dicatat bahwa jumlah air
226
yang terlalu banyak dapat menyebabkan kekuatan beton menjadi
rendah.Untuk penggunaan air dalam adukan beton, secara umum air yang
dapat diminum dapat digunakan sebagai air pengaduk pada beton. Adapun
jenis-jenis air yang dapat digunakan untuk air pengaduk beton antara lain
adalah;
1) Air hujan, air hujan menyerap gas dan udara pada saat jatuh ke bumi.
Biasanya air hujan mengandung untur oksigen, nitrogen dan
karbondioksida.
2) Air Tanah. Biasanya mengandung unsur kation dan anion. Selain itu juga
kadang-kadang terdapat unsur CO2, H2S dan NH3.
3) Air permukaan, terdiri dari air sungai, air danau, air genangan dan air
reservoir. Air sungai atau danau dapat digunakan sebagai air pencampur
beton asal tidak tercemar limbah industri. Sedangkan air rawa atau air
genangan yang mengandung zat-zat alkali tidak dapat digunakan.
4) Air laut, air laut yang mengandung garam di atas 3 % tidak boleh
digunakan untuk campuran beton. Untuk beton pra tekan, air laut tidak
diperbolehkan karena akan mempercepat korosi pada tulangannya.
Sementara itu, penggunaan air untuk adukan beton, dipersyaratkan menurut
ACI 318-83, adalah sebagai berikut;
1) Air untuk beton harus bebas dari minyak, alkali, garam dan bahn-bahan
organik.
2) Air untuk beton pratekan atau yang dilekati alumunium, termasuk agregat
tidak boleh mengandung ion clorida. Untuk mencegah korosi, kadar klorida
setelah beton berumur 28 hari dibatasi sebagai berikut
3) Air harus bebas dari minyak, alkali, garam dan bahn-bahan organik, tidak
boleh mengandung ion clorida
2. Pasir
Pasir adalah agregat halus bahan beton, agregat halus adalah butiran halus
yang memiliki kehalusan 2mm – 5mm, dan menurut SNI 02-6820-2002 ,
agregat halus adalah agregat dengan besar butir maksimum 4,75 mm,
agregat halus merupakan agregat yang besarnya tidak lebih dari 5 mm,
227
sehingga pasir dapat berupa pasir alam atau berupa pasir dari pemecahan
batu yang dihasilkan oleh pemecah batu. Sementara itu, menurut SNI 1737-
1989-F , agregat adalah sekumpulan butir-butir batu pecah, kerikil, pasir,atau
mineral lainnya baik berupa hasil alam maupun hasil buatan. Pasir adalah
bahan batuan halus, terdiri dari butiran dengan ukuran 0,14-5 mm, didapat
dari basil desintegrasi batuan alam (natural sand) atau dengan memecah
(artificial sand).
Sebagai bahan adukan, baik untuk spesi maupun beton, maka agregat halus
harus diperiksa secara lapangan. Persyaratan agregat halus secara umum
menurut SNI 03-6821-2002 adalah sebagai berikut:
d) Agregat halus terdiri dari butir-butir tajam dan keras.
e) Butir-butir halus bersifat kekal, artinya tidak pecah atau hancur oleh
pengaruh cuaca. Sifat kekal agregat halus dapat di uji dengan larutan
jenuh garam. Jika dipakai natrium sulfat maksimum bagian yang
hancur adalah 10% berat. Sedangkan jika dipakai magnesium sulfat
f) Agregat halus tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5% (terhadap
berat kering), jika kadar lumpur melampaui 5% maka pasir harus di
cuci
Gradasi agregat adalah distribusi ukuran butiran dari agregat. Bila butir-butir
agregat mempunyai ukuran yang sama(seragam) volume pori akan besar.
Sebaliknya bila ukuran butir-butirnya bervariasi akan terjadi volume pori yang
kecil. Hal ini karena butiran yang kecil mengisi pori diantara butiran yang
besar, sehingga pori-porinya sedikit, dengan kata lain kemampatannya tinggi.
Pada agregat untuk pembuatan beton diinginkan suatu butiran yang
berkemampatan tinggi, karena volume pornya sedikit maka bahan pengiat
yang dibutuhkan juga sedikit. Menurut SK SNI T-15-1990-03 , kekasaran pasir
dapat dibedakan menjadi empat kelompok menurut gradasinya, yaitu :
5) Pasir Kasar
6) Pasir Agak Kasar
7) Pasir Agak Halus
8) Pasir Halus
228
Pemeriksaan pasir, sebagai bahan bangunan, yaitu dengan
cara penggenggaman, dilakukan denngan mengambil pasir dengan
kelembaban agak tinggi atau dalam kondisi agak basah (tapi jangan terlalu
basah), lalu digenggam kuat-kuat dan dilepas. Jika tetap menggumpal maka
kadar lumpur cukup tinggi, kandungan lumpur juga dapat terlihat di telapak
tangan. Kemudian dengan cara penenggelaman pasir dilakukan dengan
menggenggam pasir lalu memasukkan tangan ke dalam air jernih, lalu dibuka
dan digerak-gerakkan perlahan, dan akan terlihat partikel lumpur yang
terpisah dari pasir. Jika terdapat partikel yang mengambang atau mengapung,
maka perlu dicurigai kandungan organik yang cukup tinggi pada pasir. Berikut
ini dapat dilakukan pemeriksaan lapangan dengan cara sederhana.
Pemeriksaan kandungan bahan organik agregat halus (pasir) di lapangan;
d) Masukkan pasir dalam gelas atau botol bening
e) Campurkan larutan soda api 3%
f) Aduk atau kocok, lalu diamkan 24 jam
jika larutan menjadi berwarna coklat tua, mengindikasikan kandungan organik
dalam agregat cukup tinggi, Indikasi kandungan organik juga dapat terlihat jika
pasir ditenggelamkan dalam air jernih, yaitu apabila terlihat partikel
mengambang
Pemeriksaan kandungan lumpur agregat halus (pasir) di lapangan ada
beberapa cara, yaitu;
e) Peremasan atau penggosokan (tidak terukur)
f) Penggenggaman (tidak terukur)
g) Penenggelaman pasir di air jernih (tidak terukur)
h) Pengocokan (terukur)
Tiga pemeriksaan sederhana pertama merupakan pemeriksaan tidak terukur,
yang hanya dilakukan untuk pemeriksaan cepat ketika menerima material
atau melakukan inspeksi cepat. Cara peremasan atau penggosokan dilakukan
dengan mengambil pasir kering udara atau sedikit lembab lalu diremas-remas
dengan satu tangan atau digosok di antara dua telapak tangan, lalu dilihat
partikel yang menempel di telapak tangan, menunjukkan perkiraan kadar
lumpur yang terkandung dalam pasir.
229
3. Semen (Portland Cement/PC)
Semen adalah zat yang digunakan untuk merekat batu, bata, batako,
maupun bahan bangunan lainnya. Semen Portland (sering disebut sebagai
OPC (Ordinary Portland Cement) adalah jenis yang paling umum dari semen
dalam penggunaan umum di seluruh dunia karena merupakan bahan dasar
beton, plesteran semen, dan sebagian besarnon-nat khusus. Sejarah Semen
Portland dikembangkan dari semen alami yang terbuat di Inggris pada awal
abad kesembilan belas, dan namanya berasal dari kemiripannya dengan batu
Portland, jenis bangunan batu yang digali di Isle of Portland di Dorset, Inggris.
Penggunaan yang paling umum untuk semen Portland adalah dalam produksi
beton, yang terdiri dari agregat kerikil, pasir, semen, dan air. Sebagai bahan
konstruksi, beton dapat dicetak dalam hampir semua bentuk yang diinginkan,
dan sekali mengeras, dapat menjadi elemen struktur. Penggunaan Semen
Portland (PC) juga digunakan dalam mortar, yaitu campuran pasir denga air
saja. Adonan campuran semen dengan air dicampur dalam beberapa jam
dapat mengeras, dan semakin lama akan semakin sempurna kekerasannya.
Pada prinsipnya, kekuatan beton akan terus meningkat perlahan-lahan
selama air tersedia untuk hidrasi lanjutan, beton biasanya kering setelah
normalnya 21 hari, dan lama kelamaan akan mencapai titik kekerasan
maksimal.
Semen portland diklasifikasikan dalam lima tipe yaitu :
6) Tipe I (Ordinary Portland Cement); Semen Portland untuk penggunaan
umum yang tidak memerlukan persyaratn khusus seperti yang
dipersyaratkan pada tipe-tipe lain.Tipe semen ini paling banyak diproduksi
dan banyak dipasaran
7) Tipe II (Moderate sulfat resistance); Semen Portland yang dalam
penggunaannya memerlukan ketahanan terhadap sulfat atau panas
hidrasi sedang. Tipe II ini mempunyai panas hidrasi yang lebih rendah
dibanding semen Portland Tipe I. Pada daerah–daerah tertentu dimana
suhu agak tinggi, maka untuk mengurangi penggunaan air selama
pengeringan agar tidak terjadiSrinkege (penyusutan) yang besar perlu
ditambahkan sifat moderat “Heat of hydration”. Semen Portland tipe II ini
230
disarankan untuk dipakai pada bangunan seperti bendungan, dermaga
dan landasan berat yang ditandai adanya kolom-kolom dan dimana proses
hidrasi rendah juga merupakan pertimbangan utama
8) Tipe III (High Early Strength); Semen Portland yang dalam
penggunaannya memerlukan kekuatan yang tinggi pada tahap permulaan
setelah pengikatan terjadi.Semen tipe III ini dibuat dengan kehalusan yang
tinggi blaine biasa mencapai 5000 cm2/gr dengan nilai C3S nya juga
tinggi. Beton yang dibuat dengan menggunakan semen Portland tipe III ini
dalam waktu 24 jam dapat mencapai kekuatan yang sama dengan
kekuatan yang dicapai semen Portland tipe I pada umur 3 hari, dan dalam
umur 7 hari semen Portland tipe III ini kekuatannya menyamai beton
dengan menggunakan semen portlan tipe I pada umur 28 hari
9) Tipe IV (Low Heat Of Hydration); Semen Portland yang dalam
penggunaannya memerlukan panas hidrasi rendah. Penggunaan semen
ini banyak ditujukan untuk struktur Concrette (beton) yang massive dan
dengan volume yang besar, seprti bendungan, dam, lapangan udara.
Dimana kenaikan temperatur dari panas yang dihasilkan selama periode
pengerasan diusahakan seminimal mungkin sehingga tidak terjadi
pengembangan volume beton yang bisa menimbulkan cracking (retak).
Pengembangan kuat tekan (strength) dari semen jenis ini juga sangat
lambat jika dibanding semen portland tipe I
10) Tipe V (Sulfat Resistance Cement); Semen Portland yang dalam
penggunaannya memerlukan ketahanan tinggi terhadap sulfat. Semen
jenis ini cocok digunakan untuk pembuatan beton pada daerah yang tanah
dan airnya mempunyai kandungan garam sulfat tinggi seperti: air laut,
daerah tambang, air payau dsb
Pemeriksaan mutu semen, mungkin idak perlu kita bicarakan disini, karena
secara standar setiap produksi semen telah mengalami pengawasan uji mutu
dari pabrik.setidaknya, bila tidak ada penyimpangan dalam transportasi, setiap
semen yag dikirim dalam bentuk kemasan tertutup dari toko, dijamin pasti
sudah melewati uji mutu yang standar. Jadi perlu diawasi dan diperiksa
adalah campuran beton, dari material semen, pasir dan spilt.Untuk konstruksi
bangunan sederhana, seperti bangunan rumah tinggal, ruko, gedung
231
pertemuan, jalan beton, pemeriksaan semen dilapangan sangat jarang
dilakukan, karena semen portland yang beredardi pasaran sudah melalui
pengawasan yang ketat dari mulai instansi perindustrian, perdagangan dan
pengawasan mutu produk di Indonesia.
3.1 Bahan Utama Semen
Dalam konstruksi bangunan, sebutan untuk semen yang ada di pasaran di
sebut dengan sebutan portland cement (pc). Semen adalah suatu bahan
pengikat Hydrolis yang dapat mengeras dan membantu jika dicampur air,
yang berupa serbuk 'yang sangat halus berwama abu-abu. Adapun bahan
dasar semen (pc), adalah batu kapur (CaO), Silika (Si02 ), Alumina (Al2 0 3 ),
oxid besi (F.e~ 0 3) dan bahan-bahan lain dalam jumlah yang kecil seperti
trioxid belirang (S03 ), belerang (S) dan sebagainya,. Qxid besi bersama
alumina dan silika selalu terdapat dalam tanah liat, maka 'itu ia selalu terdapat
di dalam semen. Semen yang baik akan terdapat bahan-bahan utama seperti;
1) Kapur (CaO), 58-65%
2) Silika (Si02}, 20- 26%
3) Alumina (Al20 3), 5- 9%
4) Oxid-besi (Fe2 0 3), 1 - 5%
5) Magnesia (MgO), l- 4%
6) Trioxid-belirang (S0 3), 0,5- 2%
7) Belerang (S), 0- 2%
Kemampuan dari suatu bahan ikat untuk mengeras di dalam air ditentukan
oleh modulus-hidroliknya, yaitu perbandingan bahan-bahan utama seperti
antara CaO, Si02, Al2 03 dan Fe2 03. Pembuatan dan Pengikatan Semen
secara garis besarnya seperti berikut:
1) Pertama-tama bahan dasar tanah liat dan kapur dalam keadaan
.kering dengan perbandingan tertentu dicampur dan digiiing bersama-
sama sampai menjadi tepung halus.
2) Selanjutnya tepung halus ini dicampur dengan sedikit air sehingga
menjadi suatu massa yang basah yang disebut bubur (slurry) dengan
kadar airnya 35 - 40%. Slurry ini disimpan dalam tangki-tangki koreksi,
232
di mana komposisinya diatur dengan penambahan bahan-bahan
tambahan yang dianggap masih kurang.
3) Kemudian slurry yang ada dalam tangki dimasukkan ke dalam dapur
pembakaran dengan suhu berkisar i400°C dan gas panas yang keluar
dari ujung atas dapur akan memanasi dan mengeringkan slurry tadi,
sehingga menghasilkan batu keras dengan permukaan seperti kaca
yang disebut Klinker.
4) Klinker ini kemudian digiling hingga halus dan hila perlu ditambahkan
dengan bahan penghambat pengerasan berupa gips sebesar kurang
dari 3%, serta dihaluskan kembali bersama-sama dan terjadilah semen
Dalam perdagangan semen dimasukkan dalam kantong-kantong kertas
dengan kemasan tertentu dan berat tertentu juga, seperti satu sak berisi 40
kg, atau 50 kg. Semen sebagai hasil produksi pabrik yang banyak diperjual
belikan di took-toko, dapat digunakan sebagai; 1) Bahan pengikat dalam
pembliatan beton dengan campuran sesuai dengan kebutuhan, misalnya
dengan campuran: 1 semen : 2 pasir ; 3 kerikil dan bila untuk adukan plester
kedap air: 1 semen : 2 pasir; 2) Untuk pembuatan elemen-elemen bangunan,
seperti bahan .penutup atap genteng beton, atap semen asbes gelombang,
tegel, bataco/batu cetak; 3) Sebagai bahan pembuat bata atau bahan
bangunan lain.
4. Kapur
Di Indonesia, kapur dikenal juga sebagai bahan bangunan, yang digunakan
sebagai bahan ikat, dalam pembuatan tembok, pilar dan sebagainya. Sebagai
bahan ikat pada beton. Bila dipakai bersama-sama Semen Portland, sifatnya
menjadi lebih baik dan dapat mengurangi kebutuhan semen Portland. Sebagai
bahan ikat pada beton. Bila dipakai bersama-sama Semen Portland, sifatnya
menjadi lebih baik dan dapat mengurangi kebutuhan semen Portland. Kapur
dapat diklasifikasikan dalam beberapa jenis, yaitu:
· Kapur tohor (CaO)
· Kapur padam (Ca(OH)2)
· Kapur udara
· Kapur hidrolis
233
Kapur tohor atau kapur putih, atau dikenal pula dengan nama kimia kalsium
oksida (CaO), adalah hasil pembakaran kapur mentah (kalsium karbonat atau
CaCO3) pada suhu kurang lebih 90 derajat Celcius, jika disiram dengan air,
maka kapur tohor akan menghasilkan panas dan berubah menjadi kapur
padam. Kapur putih disebut juga kapur dengan kadar Kalsium tinggi, kapur
gemuk,kapur murni dan sebagainya. Kapur putih adalah kapur non-hidrolik
dengan kadar Kalsiumoxida yang tinggi jika berupa kapur tohor (belum
berhubungan dengan air) atau mengandung banyak Kalsium-hydroxida jika
telah disiram (direndam) dengan air.
Sifat-sifat kapur sebagai bahan bangunan (bahan ikat) antara lain yaitu:
1) Dapat mengeras dengan cepat dan mudah
2) Mempunyai ikatan yang bagus dengan batu atau bata.
3) Mempunyai sifat plastis yang baik (tidak getas)
4) Sebagai mortel, member kekuatan pada tembok.
5) Mudah dikerjakan.
6) Kapur dapat dipakai untuk keperluan bahan ikat pada mortel, bahan ikat
pada beton, sebagai batuan jika berbentuk batu kapur, dan sebagai bahan
pemutih.
Aplikasi penggunaan kapur sebagai campuran, adalah dalam pembuatan
adukan mortar dimana biasanya perbandingan komposisinya adalah 1 kapur :
1 pasir, dan biasanya campuran tersebut dignuakan untuk plesteran, namun
jarang dipergunakan, umumnya dipergunakan didaerah tertentu yang banyak
terdapat bahan kapur. Secara fisik kapur yang dipergunakan harus bersih dari
kandungan lainnya, berbutir tajam dan tidak tercampur oleh zat kimiawi
lainnya, dan dalam pencampuran dengan semen harus menggunaka air yang
bersih.
234
C. Adukan Beton
Beton adalah salah satu bahan bangunan yang komponen penyusunnya
campuran dari beberapa bagian material, yaitu agregat kasar, agregat halus,
semen dan air dengan komposisi tertentu untuk mencapai kekuatan pada
durasi waktu tertentu. Pada beton, bahan penyusun tersebut dicampur
dengan perbandingan tertentu sesuai dengan mutu beton, nilai slump, kondisi
lingkungan yang diinginkan pada suatu konstruksi bangunan. Bila sudah
dicampur bahan-bahan tadi akan menjadi suatu massa seperti seperti batuan,
karena terjadi reaksi kimia dari semen dan air.Membuat beton tidak
sesederhana yang kita sering lihat pada pembuatan bangunan sederhana,
hanya sekedar mencampurkan batu, pasir, semen dan air saja.
Campuran bahan/material untuk beton yang diinginkan adalah beton yang
baik, dalam arti memenuhi persyaratan yang berlaku pada SNI (Standart
Nasional Indonesia), ASTM (American Society of Testing and Materials) ACI
(American Concrete Institute) atau standart lainnya, karena tuntutan pekerjaan
pembetonan yang lebih tinggi, maka cara-cara memperoleh adukan beton
harus diperhitungkan dengan seksama.Beton ada berbagai macam jenisnya,
misal beton normal, beton ringan, beton berat, beton non pasir, beton kedap
air, beton massa, beton serat, Beton mutu tinggi HSC (High Streght
Concrete), Beton memadat sendiri SCC (Self Compacting Concrete)
Sifat adukan beton normal segar yang baik adalah mudah diaduk (workabilty),
mudah diangkut, mudah dituang, dapat dipadatkan, tidak ada kecenderungan
untuk terjadi pemisahan kerikil dari adukan beton(segregasi) maupun bleeding
(air bersama-sama semen akan bergerak ke atas permukaan adukan beton
segar yang baru saja dituang) sehingga mengakibatkan beton yang diperoleh
jelek. Beton yang baik adalah beton yang kuat, tahan lama/ awet kedap air,
tahan aus, sedikit mengalami perubahan volume (kembang /susutnya)
Untuk mencapai kekuatan tertentu maka dilakukan dengan cara mengatur
komposisi campuran material. Perlu ketahui kekuatan beton sangat bervariasi
sesuai dengan komposisi yang digunakan. Dalam konstruksi beton dikenal
235
perbandingan campuran juga menyatakan kuat mutu beton, istilah mutu
dengan symbol “K”, dimana K - XXX menyatakan karakteristik dari kuat tekan
beton yang digunakan. Karakteristik adukan beton beda-beda, tergantung
perbandingan campurannya, seperti ; K - 150 artinya kuat tekan betonnya 150
kg / cm2 dan K- 300 artinya kuat tekan betonnya 300 kg / cm2 , dan
seterusnya. Beton mutu K - 150 juga kira-kira setara dengan mutu beton fc' 15
MPa atau kuat tekan 15 MPa / m2, untuk mendapat kuat tekan beton ini,
tergantung campurannnya terutama semen dan air.
Sebagi contoh kita ambil beton dengan mutu K-XXX, adukan yang sesuai
dengan mutuu tersebut kira-kira perbandingan campuran antara semen : pasir
: agregat kasar : dan air sebesar 1 : 2 : 3 dan air. Kemudian untuk Beton K-
175 komposisi bahan yang benar dalam tiap meter kubiknya adalah 1 PC : 2
Ps : 3 KR :0,82 Air, pebandingan campuran ini di lapangan selalu disebut
orang dengan istilah adukan 1:2:3. Selain komposisi bahan Semen :Pasir :
Kerikil (Pc:Ps:Kr), hal yang tidak kalah pentingnya adalah faktor air,
penambahan kadar air di lapangan yang sangat berlebihan akan menurunkan
kualitas beton itu sendiri. Adapun perbandingan campuran beton seperti yang
dijelaskan di atas, yaitu;
1) Perbandingan Volume :
PC = (326/1250)/(326/1250) = 1
Ps = (760/1400)/(326/1250) = 2,08 dibulatkan menjadi 2
KR = (1029/1350)/(326/1250) = 2,92 dibulatkan menjadi 3
Air = (215/1000)/(326/1250) = 0,82
2) Perbandingan berat yang tercantun dalam SNI 7394 -2008 :
PC = 326 Kg
Ps = 760 kg
KR = 1029 Kg
Air = 215 Liter
Faktor air semen = 0,66
236
Gambar 9-1: Adukan Beton menggunakan Molen
Perhitungan volme bahan untuk adukan perbandingan beton 1 : 2 : 3, yaitu
Perbandingan Semen, Pasir dan Batu Split/Kerikil 1 : 2 : 3.
Pertanyaannya berpa volume bahan ..?
Pertama-tama kita harus mengetahui berapa bagian masing-masing item.
Semen : 1/6
Pasir : 2/6
Batu Split : 3/6
Jadi Semen mempunyai bagian 1/6 dari 1 m3 beton = 0,167 m3, Pasir
mempunyai bagian 2/6 dari 1 m3 beton = 0,333 m3, Batu Split/Kerikil
mempunyai bagian 3/6 dari 1 m3 beton= 0,5 m3.
1.Teknik Campuran Adukan Beton
Sekarang untuk pelaksanaannya bagaimana cara yang mudah untuk
membuat adukan beton sesuai dengan takaran tadi. Pemisalan dalam
membuat takaran. Takaran ini mengacu pada jumlah semen.Takaran
biasanya dibuat dari kayu yang biasa disebut Dolak. Dolak ini dibuat sesuai
dengan ukuran 1 (satu) sak semen (persegi). Jadi Takarannya menjadi :
Semen = 1 dolak, Pasir = 2 dolak dan Batu Split/Kerikil = 3 dolak.
237
Perencanaan duct beton mempunyai ukuran 3 x 5 m2 . Maka harus
mengetahui volume duct beton yang akan di buat. Misalkan perencanaan
dengan ketebalan 10 cm, maka volume beton yang dibutuhkan adalah 3 x 5 x
0,1 m3 = 1,5 m3.
Dari perbandingan beton tadi volume kebutuhan masing-masing material
adalah :
Semen = 1/6 x 1,5 m3 = 0,25 m3 atau jika dikonversi dalam satuan sak semen
= Volume Semen : Volume 1 sak semen (mis ukuran 1 sak semen 50 kg = 0,1
x 0,4 x 0,6 = 0,024 m3) = 0,25 : 0,024 = 10,416 sak semen @ 50 kg.
Pasir = 2/6 x 1,5 m3 = 0,5 m3.
Batu Split/ Kerikil = 3/6 x 1,5 m3 = 0,75 m3.
Untuk kekuatannya bagaimana ? Apakah adukan beton 1 : 2 : 3 memenuhi
syarat untuk kebutuhan pelaksanaan konstruksi duct beton ?
Untuk adukan beton 1 : 2 : 3 kurang lebih setara dengan Beton Mutu K-175
atau dengan kata lain mempunyai kuat tekan 175 kg / cm2, dimana cukup
untuk memenuhi syarat kondisi kekuatan duct beton. Jika ingin menentukan
kekuatan beton sesuai dengan SNI (Standard Nasional Indonesia) ias l
dengan adukan beton (site mix) dengan K-200 atau K-225 maka dapat
mengacu pada Buku SNI tentang Komposisi Adukan Beton.
Pengadukan beton dapat dilakukan dengan beberapa 2 cara,yaitu;
pengadukan manual dan pengadukan dengan molen.Cara pengadukan beton
secara manual adalah sebagai berikut;
1) Pengadukan beton dengan tangan harus dilakukan di atas bakdengan
dasar lantai dari papan kayu atau dari pasangan yangdiplester. Hal
tersebut dilakukan agar kotoran atau tanah tidakmudah tercampur dan
air pencampur tidak meluap keluar daricampuran.
2) Pengadukan beton dengan jumlah besar, sebaiknya dilakukandibawah
atap agar terlindung dari panas matahari dan hujan.
3) Pengadukan beton manual biasanya menggunakan
perbandinganvolume. Yang lazim digunakan di lapangan adalah
238
denganmembuat kotak takaran untuk perbandingan volume pasir,
semen,dan krikil.
4) Urutan pencampuran adukannya adalah; pasir dan semen yangsudah
ditakar dicampur kering di dalam bak pengaduk, lalu krikildituangkan
dalam bak pengaduk kemudian diaduk sampai merata.Setelah adukan
merata, tuangkan air sesuai kebutuhan, aduksampai campuran merata
dan sesuai dengan persyaratan.Untuk pengadukan menggunakan
molen, prinsip dasarnya samadengan pengadukan secara manual,
hanya proses pencampuran bahanadukan beton dilakukan di dalam
molen yang terus menerus berputar.
Hasil adukan beton dengan menggunakan molen lebih baik dan lebihmerata
dibandingkan dengan proses pengadukan secara manual. Pelaksanaan
pengecoran dimana proses pencampuran dan pengadukan beton dilakukan di
lapangan yaitu di lokasi kerja, disebut dengan istilah site mix., umumnya
pelaksanaan ini dilaksanakan dengan pertimbangan sebagai berikut;
1) Tidak ada nya beton ready mix di dekat lokasi
2) Akses jalan masuk yang tidak memungkinkan masuk kelokasi.
3) Biaya yang terlampau mahal bila mendatangkan dari luar kota.
4) Pertimbangan biaya yang lebih murah jika dibuat di lokasi.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk beton yang menggunakan site
mix adalah saat pencampuran dan pengadukan sering tidak merata baik dari
volume campuran maupun proses pengadukan yang tidak bagus, apalagi
dilakukan secara manual. Jika menggunakan mesin molen beton, mungkin
pencampuran akan didapatkan adukan yang lebih baik, tapi kadang
kesalahan penuangan material kedalam molen baik air ataupun material
lainnya ias menjadikan campuran kurang bermutu. Untuk mendapatkan
hasil maksimal di lapangan, perlu ahli dalam pelaksanaan dan pengawasan,
dan perlu memperhatikan standar pelaksanaan adukan dan campuran beton
mulai pemilihan material, pencampuran, pengadukan dan penuangan
berjalan dengan baik.
239
Ketentuan-ketentuan serta persyaratan pelaksanaan adukan beton dapat
dipedomani sebagai berikut ini;
(2) Bahan
a) Air; Air harus memenuhi SK SNI S-04-1989-F tentang Spesifikasi Air
sebagai Bahan Bangunan.
b) Semen; Semen harus memenuhi SK SNI S-04-1989-F tentang
pesifikasi Bahan Perekat Hidrolissebagai Bahan Bangunan.
c) Agregat; Agregat harus memenuhi SK SNI S-04-1989-F tentang
Spesifikasi Agregat sebagai BahanBangunan.
d) Bahan Tambahan untuk Beton; Bahan tambahan untuk beton harus
memenuhi SK SNI S-18-1990-03 tentang SpesifikasiBahan
Tambahan untuk Beton.
2. Peralatan; Peralatan yang digunakan harus memenuhi ketentuan berikut :
a) Semua peralatan untuk penakaran, pengadukan dan pengangkutan
beton harus dalam keadaan baik dan bersih;
b) Mesin pengaduk harus pada kecepatan yang direkomendasikan oleh
pabrik pembuat mesin tersebut;
c) Alat angkut yang digunakan dari tempat pengadukan ke tempat
pengecoran harus mampu menyediakan beton (di tempat
penyimpanan akhir) dengan lancar tanpa mengakibatkan terjadinya
segregasi dan tanpa hambatan yang dapat mengakibatkan hilangnya
plastisitas beton antara pengangkutan yang berurutan;
d) Alat pemadat yang digunakan harus disesuaikan dengan bentuk dan
jenis pekerjaan.
(3) Pelaksanaan
a) Persiapan; Sebelum pengecoran beton dilaksanakan, harus dilakukan
pekerjaan persiapan yangmencakup hal berikut :
Semua ruang yang akan diisi adukan beton harus bebas dari
kotoran;
Semua kotoran, serpihan beton dan material lain yang menempel
pada permukaan beton yang telah mengeras harus dibuang
sebelum beton yang baru dituangkan pada permukaan beton yang
telah mengeras tersebut;
240