The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by 19968, 2021-06-14 10:37:42

Portofolio Biologi Fani Citra Hati

Portofolio Biologi Fani Citra Hati

Kulit adalah lapisan luar yang menutupi area tubuh

 Fungsi kulit
• Eksresi
• Perlindungan
• Pengaturan suhu tubuh
• Metabolisme
• Komunikasi

 Struktur kulit
• Epidermis terdiri atas stratum korneum, stratum lusidum (sel-sel pipih), stratum

granulosum (prekursor pembentukan keratin) stratum spinosum dan stratum
baslis/germinativum (terdapat melanosit yang menghasilkan pigmen melanin)
• Dermis, terdiri atas lapisan papilar (jaringan ikat areolar renggang) dan lapisan
retikuler (jaringan ikat ireguler).
• Hipodermis (subkutaneus),mengikat kulit dengan organ di bawahnya,
mengandung sel lemak, pembuluh darah, dan ujung saraf.
 Kelenjar pada kulit
• Kelenjar keringat, di lapisan dermis.

• Ekrin, kelenjar sederhana, meluas ke seluruh tubuh.
• Apokrin, kelenjar besar dan bercabang dengan penyebaran terbatas pada

bagian tubuh tertentu.
• Kelenjar sebaseus

• Mengeluarkan sebum yang biasanya dialirkan ke foliker rambut. Sebum

adalah campuran lemak, zat lilin, minyak, dan pecahan sel.
 Kontrol pengeluaran keringat

• Pengeluaran keringat diatur oleh hipotalamus di otak.
• Jika darah yang melewati hipotalamus melebihi batas normal (panas),

rangsangan tersebut diteruskan oleh saraf simpatis ke kulit.
• Pembuluh darah melebar, aliran darah di kulit meningkat, terjadi konduksi

panas, dan panas terbuang.

197

• Pengeluaran keringan dipengaruhi oleh: lingkungan, aktivitas tubuh, emosi, dan
kondisi psikis.

 Ganguan pada kulit
Berbagai macam kondisi dan penyakit dapat menyebabkan gangguan pada fungsi

kulit. Jenis-jenis gangguan kulit tersebut meliputi:
1. Eksem (dermatitis), radang kulit akibat faktor keturunan, emosi dan stres, atau
kontak dengan senyawa alergen.
2. Kadas/kurap, bercak merah karena infeksi jamur.
3. Kudis, gatal akibat infeksi tungau dan kutu air.
4. Athlete’s foot, infeksi jamur di sela-sela jari kaki.
5. Vitiligo, gangguan pigmentasi kulit.
6. Jerawat, radang kulit atau pori-pori tersumbat akibat infeksi bakteri,
perubahan hormonal, atau kotoran.
7. Pruvitus kutanea, gatal karena iritasi saraf sensoris perifer.
8. Kalvus, penyakit mata ikan karena virus/bakteri dan gesekan terus-menerus

198

199

Jurnal belajar

1. Apa yang dibicarakan dengan guru, teman-teman di kelas?

Pada hari Jumat tanggal 26 Maret 2021, kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 belajar biologi bab
9 bersama Bu Puspa, hari ini adalah pertemuan yang ke-1. Pertama-tama, Bu Puspa membahas
tentang hasil ulangan harian bab kemarin. Lalu, Bu Puspa membahas materi pada bab ini, yaitu
sistem koordinasi yang terdiri dari 3 hal, antara lain sistem saraf, sistem hormon, dan sistemindra
yang merupakan satu kesatuan. Bu Puspa bertanya kepada Louis tentang apa itu sistem koordinasi.
Louis pun menjawab, sistem koordinasi adalah sistem yang berfungsi untuk melancarkan dan
melakukan gerakan tubuh. Setelah itu, Bu Puspa meminta perwakilan 1 orang untuk berpendapat
mengenai jawaban Louis dan Engeline menjawab bahwa ia setuju dengan jawaban Louis. Lalu,
Bu Puspa menjelaskan bahwa fungsi sistem koordinasi yaitu mengkoordinasikan dan mengatur
dimana terjadinya gerakan yang bersumber karena adanya rangsangan. Setelah itu, Bu Puspa
membahas tentang sel saraf (neuron). Struktur terkecil dari sistem saraf adalah sel saraf (neuron).
1 neuron yang bergabung dengan neuron lain dan membetuk kumpulan disebut berkas, dan
bergabung lagi menjadi sistem saraf. Sistem saraf ada 2, yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf
tepi. Neuron berdasarkan fungsinya dibagi 3, yaitu neuron sensor, motor, dan konektor.
Sedangkan, berdasarkan strukturnya dibagi 3, yaitu neuron multipolar, bipolar, dan unipolar.
Setelah dijelaskan semua, tak lama kemudian, pembelajaran pada hari ini pun berakhir.
Kesan dan Pesan :

Untuk pembelajaran daring online hari ini berjalan dengan sangat lancar dan tidak ada
hambatan. Selalu ingat nasehat dari Bu Puspa yaitu kita harus mempersiapkan diri mulai sekarang
kemana kita mau melanjutkan dan harus benar-benar dipertimbangkan. Semoga teman-teman bisa
mengerti atau memahami tentang materi yang telah dijelaskan pada hari ini dan bermanfaat bagi
kita semua.

200

Jurnal belajar

1. Apa yang dibicarakan dengan guru, teman-teman di kelas?

Pada hari Rabu tanggal 31 Maret 2021, kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 belajar biologi bab 9
bersama Bu Puspa, hari ini adalah pertemuan yang ke-2. Pada pertemuan kali ini, kita tidak
melakukan pertemuan seperti biasanya. Melainkan, pembelajaran hari ini dilakukan melalui grup
WhatsApp. Hari ini tidak ada Google Meet dikarenakan Bu Puspa sedang melakukan workshop.
Jadi, pada pertemuan kali ini, Bu Puspa memberi tugas kepada siswa kelas XI IPA 4 dan XI IPA
5 untuk membuat analisis struktur, fungsi, dan pengelompokan terhadap Sel Saraf (Neuron),
Sistem Saraf Pusat (SSP), dan Sistem Saraf Tepi (SST). Jadi, Neuron merupakan unit fungsional
sistem saraf, berukuran panjang sekitar 39 inci, serta terdiri atas bagian badan sel, dendrit, dan
akson (neurit). Lalu, Sistem saraf pusat (SSP) meliputi otak (serebral), dan sumsum tulang
belakang (medula spinalis). Sedangkan, sistem saraf tepi (SST) terdiri atas jaringan saraf yang
berada di luar otak dan di luar medula spinalis. Sistem ini meliputi saraf kranial yang berasal dari
otak dan saraf spinal yang berasal dari medula spinalis. Pada sistem saraf tepi terdapat ganglion
(ganglia = jamak), yaitu struktur lonjong yang mengandung badan sel neuron dan sel glia yang
ditunjang oleh jaringan ikat. Jadi, pada jam pelajaran biologi hari ini digunakan untuk mengerjakan
tugas mandiri yang telah diberikan.
Kesan dan Pesan :

Pada pertemuan kali ini, pembelajaran hari ini sudah berjalan dengan baik walaupun hanya
melalui grup WhatsApp. Semoga pembelajaran kedepannya dapat berjalan lebih baik lagi dan
semoga apa yang diberikan atau disampaikan dapat bermanfaat. Dan juga, semoga siswa-siswi
dapat mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh Bu Puspa dengan baik dan benar, sehingga
dapat membuat Bu Puspa senang dan bangga.

201

Jurnal belajar

1. Apa yang dibicarakan dengan guru, teman-teman di kelas?

Pada hari Rabu tanggal 7 April 2021, kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 belajar biologi bab 9
bersama Bu Puspa, hari ini adalah pertemuan yang ke-3. Pada pertemuan kali ini, kita tidak
melakukan pertemuan seperti biasanya. Melainkan, pembelajaran hari ini dilakukan melalui grup
WhatsApp, dikarenakan Bu Puspa sedang ada kegiatan dari Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan (Kemendikbud). Jadi, pada pertemuan kali ini, Bu Puspa memberi tugas mandiri di
Google Classroom untuk membuat analisis struktur dan fungsi sistem hormon. Jadi, sistem
endokrin (hormon) adalah sekumpulan kelenjar dan organ yang memproduksi hormon. Hormon
(Yunani, horman = yang menggerakkan) adalah senyawa organik pembawa pesan kimiawi di
dalam aliran darah menuju ke sel-sel atau jaringan tubuh. Hormon hanya dapat memengaruhi sel-
sel target yang memiliki reseptor khusus. Pengaruh hormon terhadap jaringan tubuh tersebut dapat
terjadi dalam waktu singkat (beberapa detik) hingga beberapa tahun. Jumlah hormon dalam aliran
darah hanya sedikit jika dibandingkan dengan jumlah glukosa atau kolesterol. Sistem endokrin
berinteraksi dengan sistem saraf berfungsi mengatur aktivitas tubuh seperti metabolisme,
homeostasis (misalnya pengendalian tekanan darah dan kadar gula darah), pertumbuhan,
perkembangan seksual dan siklus reproduksi, siklus tidur, serta siklus nutrisi. Jadi, pada jam
pelajaran biologi hari ini digunakan untuk mengerjakan tugas mandiri yang telah diberikan.
Kesan dan Pesan :

Pada pertemuan kali ini, pembelajaran hari ini sudah berjalan dengan baik walaupun hanya
melalui grup WhatsApp. Semoga pembelajaran kedepannya dapat berjalan lebih baik lagi dan
semoga apa yang diberikan atau disampaikan dapat bermanfaat. Dan juga, semoga siswa-siswi
dapat mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh Bu Puspa dengan baik dan benar, sehingga
dapat membuat Bu Puspa senang dan bangga.

202

Jurnal belajar

1. Apa yang dibicarakan dengan guru, teman-teman di kelas?

Pada hari Jumat tanggal 9 April 2021, kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 belajar biologi bab 9
bersama Bu Puspa, hari ini adalah pertemuan yang ke-4. Pada pertemuan kali ini, kita tidak
melakukan pertemuan seperti biasanya. Melainkan, pembelajaran hari ini dilakukan melalui grup
WhatsApp, dikarenakan guru-guru SMA Negeri 1 Balikpapan sedang melakukan kerja bakti di
sekolah. Jadi, Bu Puspa memberi tugas mandiri di Google Classroom untuk membuat analisis
struktur dan fungsi 5 indera sebagai sistem koordinasi manusia. Jadi, sistem indra ada 5, yaitu
indra penglihat (mata), indra pembau (hidung), indra pengecap (lidah), indra pendengar (telinga),
dan indra peraba (kulit). Jadi, mata adalah sistem optik yang memfokuskan berkas cahaya pada
fotoreseptor dan mengubah energi cahaya menjadi impuls saraf. Lalu, hidung (nasal) sebagai indra
pembau (penciuman) memiliki komoreseptor olfaktori yang berfungsi menerima rangsangan
berupa bau atau zat kimia yang berbentuk gas. Setelah itu, lidah sebagai indra pengecap memiliki
kemoreseptor berupa kuncup pengecap (taste bud). Lalu, telinga berfungsi sebagai indra pendengar
yang mampu mendeteksi gelombang bunyi atau suara, serta berperan penting dalam keseimbangan
dan menentukan posisi tubuh. Setelah itu, kulit sebagai indra peraba memiliki beberapa reseptor
sensor untuk mentransduksi stimulus dari lingkungan menjadi impuls saraf. Jadi, pada jam
pelajaran biologi hari ini digunakan untuk mengerjakan tugas mandiri yang telah diberikan.
Kesan dan Pesan :

Pada pertemuan kali ini, pembelajaran hari ini sudah berjalan dengan baik walaupun hanya
melalui grup WhatsApp. Semoga pembelajaran kedepannya dapat berjalan lebih baik lagi dan
semoga apa yang diberikan atau disampaikan dapat bermanfaat. Dan juga, semoga siswa-siswi
dapat mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh Bu Puspa dengan baik dan benar, sehingga
dapat membuat Bu Puspa senang dan bangga.

203

Jurnal belajar

1. Apa yang dibicarakan dengan guru, teman-teman di kelas?

Pada hari Jumat tanggal 16 April 2021, kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 belajar biologi bab 9
bersama Bu Puspa, hari ini adalah pertemuan yang ke-5. Bu Puspa melanjutkan materi yaitu
tentang sistem saraf pusat. Bu Puspa meminta perwakilan untuk menjelaskan mengenai sistem
saraf pusat dan Aaliyah menjelaskan bahwa sistem saraf pusat meliputi otak dan sumsum tulang
belakang yang keduanya memiliki lapisan pelindung jaringan ikat yang disebut meninges.
Meninges terdiri dari 3 lapisan, yaitu pia meter (terdalam), araknoid (tengah), dan dura meter
(terluar). Otak dan sumsum tulang belakang memiliki substansi abu-abu dan substansi putih. Lalu,
Bu Puspa menunjuk Ghina untuk menjelaskan tentang otak. Ghina menjelaskan tentang bagian
otak yang pertama yaitu serebrum (otak besar) dan area fungsional korteks serebral. Setelah itu,
Bu Puspa mempersilahkan kelas XI IPA 4 untuk menambahkan penjelasan Ghina dan Rania pun
melengkapinya. Bagian otak yang kedua adalah diensefalon yang terdiri dari 3 bagian, yaitu
talamus, hipotalamus, epitalamus. Bagian otak yang ketiga adalah sistem limbik (rinensefalon)
yang merupakan cincin struktur-struktur otak depan yang mengelilingi otak dan saling
berhubungan melalui jalur-jalur neuron yang rumit. Bagian otak keempat adalah mesensefalon
(otak tengah) yang merupakan bagian otak pendek yang menghubungkan pons dan serebelum
dengan serebrum. Bagian otak kelima adalah pons varolii (jembatan varol) yang berfungsi untuk
mengatur frekuensi dan kekuatan bernapas. Bagian otak keenam adalah serebelum (otak kecil)
yang merupakan bagian otak yang sangat berlipat dan berfungsi untuk mempertahankan
keseimbangan, kontrol gerakan mata, meningkatkan tonus otot, dan lainnya. Bagian otak ketujuh
adalah medula oblongata yang berfungsi dalam pengendalian frekuensi denyut jantung, tekanan
darah, pernapasan, dan lainnya. Bagian otak yang terakhir adalah formasi retikuler yang berfungsi
untuk memicu dan mempertahankan kewaspadaan serta kesadaran. Lalu, Bu Puspa meminta
perwakilan untuk menjelaskan tentang sumsum tulang belakang dan Engeline mengajukan diri.

204

Sumsum tulang belakang bagian luar berwarna putih, sedangkan bagian dalam berwarna abu-abu
dan berbentuk seperti huruf H. Struktur bagian dalam terbagi menjadi 4 bagian, yaitu tanduk abu-
abu posterior (dorsal), tanduk abu-abu anterior (ventral), tanduk lateral substansi abu-abu, dan
komisura abu-abu. Sedangkan, struktur bagian luar terbagi menjadi funikulus (kolumna) anterior
(ventral), posterior, ventrolateral, dan lateral. Setelah itu, Bu Puspa bertanya tentang persamaan
dan perbedaan utama dari otak dan sumsum tulang belakang dan Thezar pun menjawab
persamaannya yaitu sama sama memiliki substansi abu-abu dan substansi putih. Lalu, Bu Puspa
bertanya apakah komposisi antara sunstansi abu-abu dan putih sama atau berbeda dan Aaliyah
menjawab komposisi dari substansi abu-abu dan putih sama, hanya letaknya yang berbeda karena
otak yang mengontrol gerakan sadar dan medula spinalis yang mengontrol gerakan refleks. Bagian
yang paling banyak berperan adalah substansi abu-abu. Lalu, Bu Puspa bertanya bagaimana alur
atau proses antara otak atau medula spinalis yang berhubungan dengan gerak refleks dan sadar.
Lalu, Candyle menjawab skema terjadi gerak sadar, yaitu datangnya rangsangan, diterima oleh
reseptor, dilanjutkan oleh sel saraf sensorik, diteruskan ke otak, diteruskan ke saraf motorik,
diteruskan ke efektor sehingga terjadinya tanggapan atas rangsangan yang datang. Sedangkan,
skema terjadinya gerak refleks, yaitu datangnya rangsangan, diperoleh reseptor, diteruskan ke sel
saraf sensorik, diteruskan ke sel saraf perantara/konektor, diteruskan ke sel saraf motorik,
diteruskan ke efektor sehingga terjadi tanggapan. Perbedaan alurnya, yaitu gerak sadar akan
dibawa ke otak kemudian dilanjutkan ke sel saraf motorik, sedangkan gerak refleks dibawa ke
sumsum tulang belakang. Setelah itu, Bu Puspa bertanya apakah bisa terjadi salah membawa yang
harusnya ke otak malah ke sumsum tulang belakang atau sebaliknya dan Engeline menjawab tidak
bisa salah. Misalnya, jika kita ingin melakukan gerak refleks dan impuls dikirim ke otak, otak
membutuhkan waktu lebih lama untuk menanggapinya. Sehingga, tidak akan pernah terjadi salah
pengiriman. Tetapi, yang bisa terjadi adalah terlambat atau terlalu cepat dalam memberikan
respon. Setelah dijelaskan semua, tak lama kemudian, pembelajaran pada hari ini pun berakhir.

Kesan dan Pesan :

Untuk pembelajaran daring online hari ini berjalan dengan sangat lancar dan tidak ada
hambatan. Semoga teman-teman bisa mengerti atau memahami tentang materi yang telah
dijelaskan pada hari ini dan bermanfaat bagi kita semua.

205

Jurnal belajar

1. Apa yang dibicarakan dengan guru, teman-teman di kelas?

Pada hari Rabu tanggal 28 April 2021, kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 belajar biologi bab 9
bersama Bu Puspa, hari ini adalah pertemuan yang ke-6. Pertama-tama, Bu Puspa melanjutkan
materi yaitu tentang sistem endokrin (hormon). Lalu, Bu Puspa menunjuk Adastra untuk
menjelaskan tentang hipofisis. Setelah itu, Bu Puspa bertanya apa hubungannya dengan sistem
koordinasi dan Aaliyah menjawab Lalu, Bu Puspa membahas tentang tiroid dan menunjuk Rania
untuk menjelaskan. Tiroid (kelenjar gondok) Setelah itu, Bu Puspa mempersilahkan yang lain
untuk berbicara dan Engeline mengajukan diri. Engeline menjelaskan tentang paratiroid (kelenjar
anakgondok). Lalu, Bu Puspa meminta perwakilan siswa untuk menjelaskan tentang pankreas
dan Afif mengajukan diri. Pankreas. Setelah itu, Bu Puspa melengkapi penjelasan Afif dan
mempersilahkan untuk bertanya. Lalu, Afif bertanya tentang adrenal, pineal, timus, ovarium,
testis, dan plasenta yang belum dibahas. Kemudian, Bu Puspa menjelaskan, Bu Puspa meminta
Candyle untuk menyebutkan kata penting dari adrenal, pineal, dan timus. Candyle menjelaskan
bahwa adrenal terbagi menjadi 3 dan setiap bagian menghasilkan hormon yang berbeda-beda.
Pineal menghasilkan melatonin yang berpengaruh dalam pelepasan gonadotropin dan
menghambat produksi melanin. Timus menghasilkan timosin yang berfungsi untuk pengendalian
perkembangan sistem imun. Setelah itu, Bu Puspa membahas tentang indra dan meminta
perwakilan 5 anak untuk berbicara. Lalu, Candyle mengajukan diri untuk menjelaskan mengenai
indra penglihat (mata). Mata merupakan sistem optik yang memfokuskan berkas cahaya pada
fotoreseptor dan mengubah energi cahaya menjadi impuls saraf. Bagian mata, yaitu aksesori dan
struktur mata. Mekanisme mata untuk melihat, yaitu cahaya yang dipantulkan oleh benda
ditangkap oleh mata, kemudian menembus kornea dan diteruskan melalui pupil, Intensitas
cahaya yang diatur pupil akan diteruskan menembus lensa mata ke retina. Lalu, daya akomodasi
lensa mata mengatur cahaya agar jatuh tepat di bitnik kuning retina. Kemudian, pada bitnik

206

kuning, impuls cahaya disampaikan oleh saraf optik ke otak dan cahaya yang disampaikan ke
otak akan diinterpretasikan, sehingga kita bisa mengetahui apa yang kita lihat. Setelah itu,
Candyle membahas tentang adaptasi terhadap gelap dan terang. Setelah itu, Bu Puspa bertanya
apa saja bagian mata yang berperan dalam pengantaran impuls saraf dan Candyle menjawab
yang berperan adalah kornea, pupil, lensa mata, retina, bitnik kuning, dan diteruskan saraf optik
menuju otak. Lalu, Shofa mengajukan diri untuk menjelaskan tentang indra pendengar (telinga).
Telinga berfungsi sebagai indra pendengar yang mampu mendeteksi gelombang bunyi/suara,
serta berperan penting dalam keseimbangan dan menentukan posisi tubuh. Mekanisme
mendengar manusia, yaitu gelombang bunyi (getaran) ditangkap oleh daun kartilago telinga.
Lalu, menjalar ke kanal auditori eksternal (meatus) dan membentuk getaran pada membrane
tipanum. Setelah itu, menjalar ke osikel auditori (maleus, inkus, dan stapes) menuju fenestra
vestibuli. Lalu, terbentuk gelombang tekanan pada perilimfa skala vestibuli. Lalu, menjalar ke
skala timpani dan menyebabkan getaran pada membrane basilar. Lalu, sel-sel rambut
melengkung, memicu impuls saraf, dan menjalar ke serabut saraf vestibulokoklear. Setelah itu,
menjalar ke korteks auditori di otak dan bunyi diinterpretasikan. Shofa menjelaskan tentang
peranan telinga dalam keseimbangan. Setelah itu, Adhel mengajukan diri untuk menjelaskan
mengenai indra pembau (hidung). Mekanisme hidung, yaitu gas masuk ke hidung, larut pada
selaput mukosa, dan merangsang silia sel reseptor. Lalu, rangsangan diteruskan ke otak untuk
diolah dan jenis bau dapat diketahui. Setelah itu, Raisya menjelaskan tentang indra peraba
(kulit). Kulit terbagi mejadi 3 lapisan, epidermis (terluar), dermis, dan hipodermis (terdalam).
Kulit dapat menerima banyak rangsangan dari luar. Rangsangan yang bisa diterima bisa berupa
sentuhan panas, dingin, tekanan, dan rasa nyeri/sakit. Lalu, rangsangan tersebut diterima oleh sel
reseptor dan diteruskan ke otak. Lalu, diolah diotak dan otak menyuruh kita untuk menanggapi
rangsangan. Setelah itu, Bu Puspa kembali menambahkan tentang kulit. Rangsangan dari setiap
bagian kulit tidak sama, tergantung tempatnya. Setelah itu, Bu Puspa menjelaskan tentang indra
pengecap (lidah). Bu Puspa menggaris bawahi bahwa lidah terdapat papila, dan bagian-bagian
lain dalam rongga mulut yang berperan dalam sistem koordinasi. Bagian lidah ada 4, yaitu yang
merasakan manis, asin, pahit, dan asam. Setelah dijelaskan semua, tak lama kemudian,
pembelajaran pada hari ini pun berakhir.

207

Kesan dan Pesan :
Untuk pembelajaran daring online hari ini berjalan dengan sangat lancar dan tidak ada

hambatan. Semoga teman-teman bisa mengerti atau memahami tentang materi yang telah
dijelaskan pada hari ini dan bermanfaat bagi kita semua

208

209

MENGANALISI SISTEM KOORDINASI

Disusun oleh:

Nama / kelas : Fani Citra Hati/ IX IPA 4
Guru Mapel : Puspani,M.Pd

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR DINAS
PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN TAHUN
2020/2021

210

A. Sel Saraf (Neuron)

Neuron merupakan unit fungsional system saraf, berukuran Panjang sekitar 39 inci, serta terdiri
atas bagian sel, dendrit, dan akson (neurit).
 Badan sel (perikarion) berfungsi untuk mengendalikan metabolisme keseluruhan neuron.

Badan sel memiliki nucleus (inti) di tengah dan nekleolus yang menonjol. Nucleus tidak
memiliki sentriol dan tidak dapat bereplikasi. Sitoplasma mengandung badan Nissl, berupa
tumpukan reticulum endoplasma granuler dan ribosom yang berfungsi untuk sintesis
protein. Organel lain pada badan sel adalah badan Golgi, mitokondria, dan neurofibril.
 Dendrit merupakan julur ansitoplasma yang relative pendek, bercabang-cabang, dan
berfungsi untuk menerima implus (sinyal) dari sel lain untuk dikirim kan ke badan sel.
Neurofibril dan badan Nissl dari badan sel, memanjang kedalam dendrit.
 Akson merupakan juluran sitoplasma yang Panjang berkisar 1mm-1m atau cabang tunggal
berbentuk silindris yang berasal dari badan sel. Ujung akson bercabang-cabang seperti
ranting yang berfungsi untuk mengirimkan impluskesel neuron lainnya. Pada umumnya
akson di bungkus oleh subtansi lemak bewarna putih kekuningan yang disebut selubung
mielin.
Neuron tidak dapat membelah secara mitosis, tetapi serabutnya dapat beregenerasi jika badan
selnya masih utuh. Jika akson mengalami kerusakan berat, neurilemma (lapisan sel-sel
Schwann). Melakukan pembelahan mitosis untuk menutup luka

Berdasarkan fungsinya, neuron dibedakan menjadi 3 macam:
1. Neuron sensor (aferen), berfungsi untuk mengantarkan impuls dari organ sensor kepusat

saraf (otak atau sum-sum tulang belakang).
2. Neuron motor (eferen), berfungsi untuk mengantarkan impuls dari pusar sarafke organ

motor (otot/kelenjar).
211

3. Neuron konektor (interneuron), berfungsi untuk menghubungkan neuron yang satu
dengan yang lainnya.

Berdasarkan strukturnya (juluran sitoplasma), neuron dapat dibedakan menjadi 3 macam
yaitu:
1. Neuron multipolar, memilikisatu akson dan dua dendrite atau lebih. Contohnya, neuron
motor yang terdapat di otak dan medulla spinalis (sum-sum tulang belakang).
2. Neuron bipolar, memiliki dua juluran berupa dendrit dan akson. Contohnya, neuron pada
organ indra seperti mata, hidung dan telinga.
3. Neuro unipolar (pseudounipolar) merupakan neuron bipolar yang tampak hanya memiliki
satu juluran dari badan sel karena akson dan dendrite berfusi. Contohnya, neuron pada
emberio dan foto reseptormata.

B. SISTEM SARAF PUSAT (SSP)
System saraf meliputi otak (serebal) dan sum sum tulang belakang (medula spinalis). Otak
dilindungi oleh tulang tengkorak, sedangkan medulla spinalis dilindungi oleh ruas-ruas tulang
belakang. Pada otak maupun medulla spinalis terdapat lapisan pelindungan dari jaringan ikat
yang disebut meninges. Terdiri dari 3 lapisan, yaitu:
1. Pia mater adalah lapisan terdalam yang halus dan tipis, mengandung banyak pembuluh
darah, serta melekat pada otakatau medulla spinalis.
2. Arakanoid adalah lapisan tengah, mengandung sedikit pembuluh darah. Arakanoid
memiliki ruang subarkanoid yang berisi cairan serebrospinalis, pembuludara, dan
selaput jaringan penghubung yang mempertahankan posisi arkanoid terhadap pia mater
dibawahnya.
3. Dura mater adalah lapisan terluar, tebal dan kuat, serta terdiri atas dua lapisan. Pada
dura mater terdapat ruang subdural yang memisahkan dura meter dari arkanoid.
Lapisan yang terluar melekat pada permukaan dalam kranium.

212

A. OTAK
Otak manusia di perkirakan mecapai 2% dari keseluruhan berat tubuh, mengonsumsi
25% oksigen dan menerima 1,5% darah dari jantung. Otak tersusun dari 100 milyar
neuron yang terhubung oleh sinapsis membentukanya man kompleks

Bagian-bagian dari otak sebagai berikut:

1. Serebrum (otakBesar), mengisi bagian depan dan atas rongga tengkorak. Bagian
luanya tersusun dari substansi abu-abu yang disebut korteks serebral, sedangkan
bagian dalamnya tersusun dari substansi putih yang disebut nucleus basal.

2. Diensefalon (Otakdepan) Dibagimenjadibeberapabagian:
 Talamus berfungsi menerima dan meneruskan implus kekortek sotak besar,
serta berperan dalam system kesadaran dan control motor.
 Hipotalamus memiliki fungsi sebagai berikut:
- Mengendalikan aktifitas system saraf otonom atau tak sadar, seperti
Pengaturan frekuensi jantung, tekanan darah, suhu tubuh, homeostatis
dan pencernaan makanan
- Sebagai pusat pengaturan emosi
- Mempengaruhi keseluruhan system endokrin(hormone).
 Epitalamus, pita sempit jaringan saraf yang membentuk atap diensefalon dan
berperan dalam emosi. Epitalamus juga terdapat badan pineal yang berperan
dalam fungsi endokrin

3. Sistem Limbik (rinensefalon) adalah cincin struktur-struktur otak depan yang
mengelilingi otak dan saling berhubungan melalui jalur-jalur neuron yang rumit,
berfungsi dalam pengaturan emosi, mempertahankan kelangsungan hidup, pola
perilaku sosio seksual, motivasi, dan belajar.

4. Mesen sefalon (otak tengah)Mesen sefalon berfungsi sebagai jalur penghantar dan
213

pusat reflkes, sertameneruskaninformasi Penglihatan dan pendengaran.

5. Pons varolii (Jembatan varol) Merupakan jembatan penghubung bagian-bagian
otak. Berfungsi untuk mengatur frekuensi dan kekuatan bernapas.

6. Serebelum (otakkecil)Bagian terbesar kedua otak sebagai pusat keseimbangan dan
koordinasi gerak.

7. Medula Oblongata Merupakan penghubung otak ke sum-sum tulang belakang,
berfungsi mengatur denyut jantung, tekanan darah, frekuensi pernapasan, gerakan
alat pencernaan makanan, menelan, muntah,sekresi kelenjar pencernaan
makanan, serta mengatur gerak reflex seperti bersin, batuk, dan berkedip.

8. Forma siretikuler Berfungsi untuk memicu dan mempertahankan kewaspadaan
serta kesadaran.

B. MEDULA SPINALIS (SUMSUM TULANG BELAKANG)

Medula spinalis berbentuk silinder langsing yang memanjang dari batangotak medula oblongata
hingga ruas ke-2 tulang pinggang. Panjang medula spinalis sekitar 45 cm

dengan diameter 2 cm. Fungsinya mengendalikan berbabai aktivitas reflex dalam
tubuh, komunikasi antara otak dengan semua bagian tubuh, serta menghantarkan
rangsangan koordinasi antara otot dan sendi kesere belum.

Substansi abu-abu mengisi struktur dalam dan substansi putih mengisi struktur bagian
luar.

 Stuktur bagian dalam (substansi abu-abu)

Batang atas dan bawah dari struktur berbentuk huruf H, disebut tanduk atau kolumna
yang banyak mengandung badan sel, dendrite asosiasi, neuron eferen, dan akson tidak
bermielin.

1. Tanduk abu-abu posterior (dorsal), batang vertical atas, mengandung badan sel yang
menerima impuls melalui saraf spinal dari neuron sensor.

2. Tanduk abu-abu anterior (ventral), batang vertikal bawah, mengandung neuron
motor yang aksonnya mengirimkan impuls melalui saraf spinal keotot dan kelenjar.

3. Tanduk lateral substansi abu-abu, bagian antara tanduk posterior dan anterior,
mengandung badan sel neuron sistem saraf otonom (SSO)

4. Komisura abu-abu, menghubungkan substansi abu-abu sisi kiri dan kanan medula
spinalis.

214

 Struktur bagian luar (substansi putih)

Substansi putih tersusun dari akson yang bermielin. Bagian ini terbagi menjadi fani kulus
(kolumna) anterior (ventral), posterior, ventrolateral, dan lateral. Dalam funikulus
terdapat traktus (fasikulus) spinal, yaitu sebagai berikut :

1. Traktus sensor (asenden), berperan dalam penyampaian informasi dari tubuh keotak.

2. Traktur motor (desenden), berperan membawa impuls motor dark otak kemedula
spinalis dan dari saraf spinal menuju ketubuh.

C. SISTEM SARAF TEPI (SST)
Sistem saraf tepi (sistem saraf perifer) terdiri atas jaringan saraf yang berada di luar otak dan di
luar medula spinalis. Sistemini meliputi saraf kranial yang berasaldari otak dan saraf spinal

yang berasal dari medula spinalis. Pada sistem saraf tepiter dapat ganglion (ganglia = jamak),
yaitu struktur lonjong yang mengandung badan sel neuron dan sel glia yang ditunjang oleh
jaringan ikat.

1. Saraf Kranial (cranial nerve, CN) terdiri atas 12 pasang saraf. Sebagian besar tersusun dari
serabut sensori dan motor, beberapa saraf hanya tersusun dari serabut sensori.

NO NAMA SARAF KRANIAL FUNGSI
1 Saraf olfaktori Indra pemciuman
2 Saraf optik Indra penglihatan
3 Saraf okulomotor Implusdari dan keototmata
4 Saraf toklear Implusdari dan keototsadarmata
5 Saraf trigeminal
Impulsototmastikasi, wajah, hidung
dan mulut.

215

2.Saraf Spinal
Setiap saraf spinal terdiri atas satu radiks dorsal (posterior) dan ventral (anterior). Setiapradiks
yang memasuki atau meninggalkan korda membentuk 7 - 10 cabang radiks (rootlet). Radiks
dorsal terdiri atas kelompok serabut sensori yang memasuki korda, sedangkan radiks ventral
terdiri atas kelompok serabut motor dari korda. Bagian yang membesar pada radiks dorsal
disebut ganglion radiks dorsal yang mengandung neuron sensor. Sistem saraf eferen dibagi
menjadi sistem saraf somatik dan sistem saraf otonom. Sistem saraf somatic terdiri atas serat-
serat neuron motor yang terdapat pada otot rangka. Sementara itu, system saraf otonom terdiri
atas serat-serat yang terdapat pada otot polos, otot jancung, dan kelenjar. Sistem saraf otonom
dibagi menjadi dua jenis berdasarkan fungsinya, yaitu sistem saraf simpatis dan sistem saraf
parasimpatis.

 Sistem Saraf Simpatis
Seratsarafsimpatisberasaldarisegmentoraks dan lumbar medula spinalis. Sebagian
besarseratpraganglionsangatpendek, memilikisinapsis, dan memiliki badan sel neuron
pascaganglion yang berada di dalam ganglion pada rantai ganglion simpatis di
sepanjangkeduasisimedula spinalis. Seratpascaganglionpanjang. berasaldarirantai ganglion,
dan berakhir di organ efektor. Serataganglionmengeluarkanneurotransmiter, asetilkolin,
sedangkan serat pasca ganglion mengeluarkan noradrenalin (norepinefrin) sehingga disebut
serata drenergik. Baik asetilkolin maupun norepinefrin, berfungsi sebagai pembawa pesan
kimiawi.

 Sistem Saraf Parasimpatis
kranial (otak) dan Serat saraf para simpatis berasal dari areal sakrum (di bagian bawah
medula spinalis). Serat praganglion para simpatis lebih panjang dari pada serat pragang
lionsimpatis, karena tidak mencapai ganglion terminal di dalam atau di dekat organ efektor.
Serat pascaganglion sangat pendek dan berakhir di sel-sel organ. Serat pragang lion mau
pun pascaganglion pada system saraf parasimpatis mengeluarkan neurotransmiter yang
sama, yaitu asetilkolin sehingga disebut serat kolinergik.

216

BIOLOGI KELAS IX
PORTOFOLIO

Oleh

Nama / kelas : Fani Citra Hati/ IX IPA 4
Guru Mapel : Puspani,M.Pd

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN
TAHUN 2021

217

SISTEM HORMON

Sistem endokrin adalah sekumpulan kelenjar dan organ yang memproduksi hormon.
Hormon adalah senyawa organik pembawa pesan kimiawi di dalam aliran darah menuju ke sel
sel atau jaringan tubuh. Hormon hanya dapat memengaruhi sel sel target yang memiliki
reseptor khusus. Sistem endokrin berinteraksi dengan sistem saraf berfungsi mengatur aktivitas
tubuh seperti metabolisme, homeostasis (misalnya pengendalian tekanan darah dan kadar gula
darah), pertumbuhan, perkembangan seksual, dan siklus reproduksi, siklus tidur, serta siklus
nutrisi.
AA.. KARKAAKRTAEKRTISETRIKISTKIEKLEKNEJLAERNEJANRDO
ENDOKRIN
Kelenjar endokrin memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut

 Merupakan kelenjar buntu, karena tidak memiliki (duktus) Dan menyekresikan hormon
langsung ke dalam cairan disekitar sel sel.

 Pada umumnya menyekresi lebih dari satu jenis hormon, kecuali kelenjar paratiroid yang
hanya menyekresi hormon paratiroid

 Memiliki sejumlah sel sekretori Yang dikelilingi banyak pembuluh darah dan ditopang oleh
jaringan ikat.

 Masa aktivitas kelenjar endokrin dalam menghasilkan hormon berbeda beda, ada yang
seumur hidup contohnya: hormon metabolisme, dimulai pada masa tertentu contohnya:
hormon kelamin, atau bekerja sampai masa tertentu contohnya: hormon pertumbuhan.

 Sekresi hormon dapat distimulasi atau dihambat oleh kadar hormon lainnya dan senyawa
non hormon contohnya: glukosa dan kalsium dalam darah, serta impuls saraf.

BB.. KELKEENLEJANRJAERNEDNODKORKINRIDNADNASNEKSREKESRIEHSIOHROMROMNON
Hipofisis (pituitari), tiroid, paratiroid, Adrenal, pankreas, pineal, timus

Hipofisis (pituitari), organ berbentuk oval, melekat di bagian dasar Hipotalamus otak, sebesar
kacang, dan memiliki berat 0,5 g. Hipofisis terbagi menjadi tiga bagian yaitu, Lobusb anterior,
Intermedia, posterior

1. Hipofisis lobus anterior
menghasilkan beberapa hormon sebagai berikut. Hormon pertumbuhan (growth
hormonel GH) atau hormon somatotropin (STH) yang berfungsi untuk
 Mengendalikan pertumbuhan dan memperbanyak sel sel tubuh. Contoh pada
pertumbuhan tulang dan pertambahan masa otot rangka.
 Menyebabkan hati memproduksi Somato Medin yang berperan dalam
pertumbuhan tulang dan kartilago.
 Mempercepat laju Sintesis protein dengan cara meningkatkan pemasukan asam
Amino melalui membran sel.

218

 Menurunkan laju penggunaan karbohidrat oleh sel sel tubuh, sehingga
menambah kadar glukosa darah.

 Meningkatkan pemakaian lemak untuk energi.

Abnormalitas sekresi growth hormone/ GH
 Kerdil (dwarfism), jika kekurangan (hiposekresi) GH selama masa anak anak
sehingga pertumbuhan terhenti.
 Gigantisme, akibat kelebihan (hipersekresi) GH selama masa remaja sebelum
penutupan Cangkram epifisis yang menyebabkan pertumbuhan tulang panjang
berlebihan.
 Akromegali, pembesaran tulang yang tidak proporsional seperti penambahan
ketebalan tulang pipi pada wajah, serta pembesaran pada tangan dan
kaki.Akromegali terjadi akibat hipersekresi GH selama masa remaja setelah
penutupan cakram epifisis.

Hormon perangsang tiroid (tirotropin, thyroid stimulating hormone/ TSH)
Hormon TSH berfungsi meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan sel sel kelenjar
tiroid (kelenjar gondok), laju produksi hormonnya (tiroksin), dan metabolisme sel.
pajanan udara dingin dalam waktu lama akan merangsang produksi Tiroksin sehingga
mempercepat metabolisme untuk menghangatkan tubuh.

Hormon adrenokortikotropik atau kortikotropin (adrenocorticotropic hormone/ ACTH).
Hormon ACTH berfungsi merangsang kelenjar korteks Adrenal untuk menyekresi
glukokortikoid (hormon untuk metabolisme karbohidrat)

Hormon gonadotropin atau gonadotropik Yang mengatur fungsi gonad. Hormon
gonadotropin terdiri atas:

FSH (follicle stimulating hormone)
 Pada wanita: FSH berfungsi menstimulasi pertumbuhan folikel ovarium dan
memproduksi hormon estrogen.
 Pada laki-laki: FSH berfungsi menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan
spermatozoa dalam Tubulus seminiferus testis.

LH (iuteinizing hormone)
 pada wanita LH bekerjasama dengan FSH menstimulasi produksi estrogen. LH
berperan dalam ovulasi dan sekresi progesterone.

219

 Pada laki laki LH menstimulasi sel sel interstisial Tubulus seminiferus testis untuk
memproduksi androgen (testosteron).

Hormon prolaktin (PRL), Disekresikan pada saat hamil dan menyusui.

2. Hipofisis lobus intermedia (tengah)
menghasilkan endorfin dan melanocyte stimulating hormone (MSH). Hormon ini juga
dihasilkan di lobus anterior.
 Endorfin, zat penghilang nyeri alamiah, merespons stres, dan aktivitas seperti
olahraga.
 MSH, merangsang pembentukan pigmen dan penyebaran sel-sel penghasil
pigmen (melanosit) pada epidermis

3. Hipofisis lobus posterior
Menghasilkan hormon ADH (antidiuretik hormone) dan oksitosin.
 Antidiuretic Hormone (ADH) (menurunkan volume air yang hilang dalam urine)
 Oksitosin (menstimulasi kontraksi otot polos saat melahirkan dan pengeluaran
ASI pada ibu menyusui

C. C. KKEELLEENNJAJARRHHIPIPOOFFISISISIS

Kelenjar hipofisis atau pituitari adalah kelenjar yang berada di bawah hipotalamus
dan langsung berhubungan dengannya.

Kelenjar hipofisis menghasilkan hormon- hormon yang mengatur kerja kelenjar
dan hormon lain (master of glands).

1) Hipofisis lobus anterior (depan)

Hormon Bentuk Organ target Fungsi Defisiensi Kelebihan

Growth Hormone protein sel-sel tubuh mengatur pembelahan, dwarfisme gigantisme dan
(GH)/ Somatotrophic pertambahan volume, (cebol) akromegali
Hormone (STH) dan regenerasi sel

Thyroid Stimulating glikoprotein tiroid mengatur pembentukan penumpukan
tiroksin di kelenjar gondokan iodium
Hormone (TSH) korteks tiroid
adrenal
Adreno mengatur pembentukan
kelenjar susu hormon pada korteks penyakit Addison sindrom Chusing
Corticotrophic peptida adrenal
Hormone (ACTH)

Prolactin/ Lactogenic protein menghasilkan ASI di kurangnya berlebihnya
akhir masa kehamilan produksi ASI produksi ASI
Hormone

220

Gonadotrophic glikoprotein gonad mengatur pembentukan
Hormone (GTH) (ovarium/ gamet dan hormon seks
testis)

Gonado Trophic Bentuk Organ target Fungsi Defisiensi Kelebihan
Hormone (GTH)

Perempuan

Follicle Stimulating glikoprotein mengatur mandul kanker atau
perkembangan tumor ovarium
Hormone (FSH) folikel ovarium dan menstruasi
hormon estrogen berlebihan, terlambatnya
ovarium mudah luruhnya menstruasi,
menstimulasi ovulasi dinding rahim kuatnya dinding
Luteinizing glikoprotein bersama hormon rahim
Hormone (LH) estrogen dan
pembentukan
progesteron

Laki-laki

Follicle Stimulating glikoprotein mengatur mandul kanker atau
spermatogenesis pada tumor testis
Hormone (FSH) tubulus semini- ferus tidak munculnya
dan sel sertoli ciri kelamin munculnya ciri
testis sekunder kelamin sekunder
menstimulasi sel secara berlebihan
Interstitial Cell glikoprotein Leydig testis untuk
Stimulating menghasilkan
Hormone (ICSH) hormon testosteron

Hormon Bentuk Organ target Fungsi Defisiensi Kelebihan
peptida kulit albino melanisme
Melanocyte meningkatkan
Stimulating pigmentasi dengan
Hormone (MSH) butir melanin pada
kulit

Hormon Bentuk Organ target Fungsi Defisiensi Kelebihan
peptida kesulitan dalam mengurangi
Oxytocin membantu kontraksi melahirkan dan ekstensibilitas
peptida dinding rahim dinding rahim saat menghasilkan dan elastisitas
Anti-Diuretic ASI otot
Hormone (ADH)/ kelahiran
Vasopressin diabetes sedikit urin
tubulus mengatur perme- insipidus
kontortus abilitas tubulus dan
distal reabsorpsi air

221

TDir.oidT(IkReOleIDnj(aKrEgLoEnNdJoAkR),GteOrNdiDriOaKta) s folikel-folikel dalam dua lobus lateral yang terletak di bawah
laring. Kelenjar menghasilkan hormon tiroksin (tetraiodotironin/T sebanyak 90% dan triiodotironin
(T,) sebanyak 10% dari seluruh sekresitiroid. Hormon tersebut terbuat dari asam amino tirosin yang
mengandung iodin. Jika kekurangan iodin dalam waktu yang lama, tiroid akan membengkak (penyakit
gondok/goiter).

Menghasilkan hormon tiroksin yang berfungsi :

o Meningkatkan laju metabolisme sel,
o Menstimulasi konsumsi oksigen,
o Meningkatkan pengeluaran energi panas,
o Serta mengatur pertumbuhan dan perkembangan normal tulang, gigi, jaringan ikat, dan saraf) dan

triiodotironin

E. KELENJAR TIROID DAN PARATIROID

Kelenjar tiroid adalah kelenjar gondok yang terletak di depan trakea di bawah jakun.
Kelenjar paratiroid adalah kelenjar anak gondok yang berjumlah 4 buah dan menempel di
belakang kelenjar tiroid.
Kelenjar tiroid menghasilkan hormon triiodotironin (T3), tiroksin (T4), dan kalsitonin,
sedangkan kelenjar paratiroid menghasilkan parathormon (PTH).

Mekanisme pembentukan tiroksin:
1) TSH dari kelenjar hipofisis merangsang pembentukan tiroksin di kelenjar tiroid.
2) Triiodotironin menggunakan iodium dalam tubuh untuk membentuk tiroksin.

T3 + I d T4

Fungsi hormon tiroksin adalah mengatur metabolisme tubuh dengan mengkatalisis reaksi
kimia dalam tubuh.

Defisiensi iodium dapat menyebabkan gondokan, yaitu pembengkakan kelenjar tiroid
akibat penumpukan hormon tiroid.
Kelebihan iodium dapat menyebabkan gondokan pula, karena iodium menumpuk dalam
kelenjar tiroid.

Hormon kalsitonin dan parathormon adalah hormon yang bekerja secara antagonis.
Keduanya berfungsi untuk mengatur metabolisme kalsium dalam tubuh.

kalsitonin

Ca2+ darah  Ca2+ tulang

parathormon
Pengaturan kalsium oleh hormon kalsitonin:

222

1) Memacu penyimpanan kalsium di tulang.
2) Menurunkan konsentrasi kalsium di darah.

Pengaturan kalsium oleh parathormon:

1) Memacu pelepasan kalsium di tulang.
2) Meningkatkan konsentrasi kalsium di darah dengan:

 Mengatur absorpsi kalsium dari usus.
 Mengatur ekskresi kalsium di ginjal.
Efek defisiensi dan kelebihan hormon yang dihasilkan kelenjar tiroid dan paratiroid:

Hormon Defisiensi Kelebihan
Triiodotrionin
Tiroksin kretinisme, gondokan,
myxdema Graves disease

Kalsitonin defisiensi zat turunnya kadar
besi kalsium darah

Parathormon tetani, kejang tulang rapuh,
otot batu ginjal

FA.DREANDARELN(SAUL P(SRUAPRREANRAENLIASL/ISA/NAANKAKGIGNINJAJAL)L)

Adrenal (suprarenalis / kelenjar anak ginjal), terletak di kutub atas ginjal, berwarna kuning, dan
tertanam pada jaringan adiposa. Kelenjar adrenal terdiri atas korteks di bagian luar dan medula di
bagian dalam. Kelenjar adrenal bagian medula menghasilkan hormon:

 Adrenalin (epinefrin) meningkatkan frekuensi jantung, metabolisme, dan konsumsi oksigen.
 Noradrenalin (norepinefrin) meningkatkan tekanan darah dan menstimulasi otot jantung.

Adrenal bagian korteks menghasilkan hormon sebagai berikut

 Aldosteron mengatur keseimbangan air dan elektrolit.
 Glukokortikoid memengaruhi metabolisme glukosa, protein, lemak, dan menjaga membran

lisosom, dan
 Gonadokortikoid sebagai prekursor pengubahan testosteron dan estrogen oleh jaringan lain.

Abnormalitas sekresi kelenjar adrenal:

 Hiposekresi menyebabkan penyakit Addison, dengan gejala ketidakseimbangan natrium dan
kalium dalam darah sehingga kulit menghitam.

 Hipersekresi menyebabkan peningkatan tekanan darah, cushings disesase ( kelemahan otot
serta penumpukan lemak di leher dan wajah), sindrom adrenogenitel (terjadi pubertas dini).

G. KELENJAR PANKREAS
Kelenjar pencernaan terdiri dari kelenjar lambung dan kelenjar usus.

223

Kelenjar lambung terdapat pada dinding lambung. Kelenjar lambung menghasilkan hormon
gastrin yang memacu pembentukan getah lambung pada daerah fundus lambung.
Kelenjar usus terdapat pada dinding usus. Kelenjar usus menghasilkan hormon berupa
hormon kolesitokinin dan sekretin.

1) Hormon kolesistokinin (CCK) berfungsi sebagai perangsang kelenjar empedu untuk
mengeluarkan cairan empedu.

2) Hormon sekretin (SCT) berfungsi sebagai perangsang pankreas dalam menghasilkan
getah pankreas.
o Pankreas adalah kelenjar ganda yang tersusun atas kelenjar endokrin berupa pulau
Langerhans, dan kelenjar eksokrin berupa sel-sel asiner yang menghasilkan getah
pankreas.
o Pulau Langerhans menghasilkan hormon glukagon pada sel α, sedangkan hormon
insulin pada sel β.
o Hormon glukagon dan insulin adalah hormon yang bekerja secara antagonis.
Keduanya berfungsi untuk mengatur metabolisme glukosa dalam tubuh.

glukagon
glikogen  glukosa

insulin

o Pengaturan glukosa oleh hormon glukagon dan insulin dilakukan dengan mekanisme
rest and digest:
3) Jika kadar gula darah rendah, maka glukagon merangsang hati untuk mengubah

glikogen menjadi glukosa ke darah.

4) Jika kadar gula darah tinggi, maka insulin:
 Merangsang sel hati dan sel lain untuk mengabsorpsi lebih banyak glukosa

 Meningkatkan laju respirasi seluler

 Merangsang sel lemak untuk mengubah glukosa menjadi lemak

Hormon Defisiensi Kelebihan
Gastrin sedikitnya getah gastrinoma,
lambung
maag

sindrom hiper-
Kolesistokinin autoimun gastrinemia

poliglandular

Sekretin kim tidak struktur kimia
ternetralkan kim rusak

Glukagon pengendapan tumor
protein pankreas

Insulin diabetes turunnya
mellitus kadar glukosa
darah

224

H. KELENJAR KELAMIN

Hormon Dihasilkan Organ target Fungsi Defisiensi Kelebihan
organ seks, pita
folikel de suara, pinggul, memunculkan ciri kelamin tidak munculnya
payudara, kulit, sekunder wanita,menstimulasi ciri kelamin
Estrogen Graaf, uterus ovulasi, menebalkan sekunder wanita, kanker atau
dipengaruhi endometrium mandul tumor ovarium
uterus
FSH

korpus terlambatnya
menstruasi,
Progesteron luteum, mempersiapkan kehamilan dan keguguran kuatnya dinding
dipengaruhi melahirkan rahim

LH

• Kelenjar kelamin terdiri dari ovarium (perempuan) yang terletak di rongga perut dan
testis (laki-laki) di daerah sekitar selangkangan.

• Ovarium adalah kelenjar kelamin yang menghasilkan hormon estrogen dan progesteron
• Testis adalah kelenjar kelamin yang menghasilkan hormon testosteron (androgen)

1) Ovarium (perempuan)

2) Testis (laki - laki)

Hormon Dihasilkan Organ target Fungsi Defisiensi Kelebihan
Estrogen sel sertoli, mengatur spermiasi munculnya ciri
dipengaruhi testis mandul, kelamin sekunder
FSH andropause wanita

organ seks, pita memunculkan ciri kelamin tidak munculnya kanker atau tumor
ciri kelamin testis, percepatan
Testosteron/ sel Leydig, sekunder pria, mengatur sekunder pria, pubertas
dipengaruhi suara, bahu, dada, mandul,
Androgen andropause,
ICSH spermatogenesis dan penurunan libido
otot, rambut,

spermiasi, menimbulkan
tulang, testis
dorongan seks, percepatan

pertumbuhan

6.I.PINPEINAELA(LEP(EIFPIISFIISSISSESREERBEBRRI)I)

Terletak di langit-langit otak, menghasilkan melatonin yang berpengaruh pada pelepasan
gonadotropin dan menghambat produksi melanin. Produksi melatonin terendah terjadi pada siang
hari dan terbesar pada malam hari.

J. TIMUS
Terdiri atas dua lobus berwarna kemerah-merahan, terletak di bagian posterior toraks di atas jantung.
Pada bayi yang baru lahir, bentuknya sangat kecil, hanya sekitar 10 gram. Ukurannya bertambah pada
masa remaja/pubertas, menjadi sekitar 30 - 40 gram. Namun, setelah dewasa berangsur-angsur
menyusut. Timus menghasilkan timosin untuk pengendalian perkembangan sistem imun.

225

PKl.asenPtLaASENTA
Menghasilkan hormon progesteron dan human charionik gonadotropin (HCG) yang berfungsi sama
dengan FSH dan LH

Gangguan yang terjadi pada sistem hormon:

1) Dwarfisme, kekerdilan akibat kekuranganGH.
2) Gigantisme, keraksasaan akibat kelebihan GH.
3) Akromegali, pertumbuhan tidak seimbang akibat kelebihan GH saat dewasa.
4) Kretinisme, kekerdilan dan keterbelakangan mental akibat kekurangan hormon tiroid.
5) Myxdema, rendahnya kecepatan metabolis- me tubuh akibat kekurangan hormon tiroid.
6) Gondokan, pembengkakan kelenjar tiroid akibat kelebihan hormon tiroid atau penumpukan iodium.
7) Morbus basedowi, hipermetabolisme akibat kelebihan hormon tiroid dengan gejala gugup, napas cepat tidak teratur,

dan mata terbelalak.
8) Graves disease, hipermetabolisme akibat kelebihan hormon tiroid yang menyebabkan penyakit autoimun.
9) Von Recklinghousen, keadaan dimana kadungan kapur dalam urin meningkat, sedangkan keadaan tulang menjadi

rapuh.
10) Addison, kerusakan korteks adrenal yang mempengaruhi produksi hormon kortison dengan gejala kelelahan, nafsu

makan berkurang, tekanan darah rendah.
11) Sindrom Chusing, kelebihan hormon kortison dengan gejala kelelahan, otot lemah, moonface, merah-merah pada

lengan, edema, menstruasi tidak teratur.
12) Tetani, turunnya kadar kapur dalam darah akibat kekurangan parathormon, memiliki gejala kejang otot, gelisah, dan

kesemutan.
13) Diabetes insipidus, penyakit beser atau sering buang air kecil karena kurangnya produksi ADH.
14) Albino, kekurangan pigmen melanin.
15) Melanisme, kelebihan pigmen melanin.
16) Hipergastrinemia, peningkatan hormon gastrin dan asam klorida dalam lambung.
17) Gastrinoma, tumor lambung akibat kelebihan hormon gastrin.
18) Diabetes mellitus, tingginya kadar glukosa dalam darah akibat sedikitnya hormon insulin yang dihasilkan

pankreas.Tingginya kadar glukosa dalam darah menyebabkan urin mengandung glukosa.

226

SSiisstteemm iinnddrraa

A. Pendahuluan

 Sistem indera adalah salah satu bagian dari sistem koordinasi yang merupakan penerima
rangsang atau reseptor.

 Alat Indra Reseptor Kepekaan Pengaturan indera adalah reseptor yang peka
terhadap retina (fovea fotoreseptor lobus rangsangan dan perubahan di
sekitarnya.
mata centralis) (cahaya) oksipetalis
organ kokti,
fonoreseptor lobus
telinga sel rambut, (suara) dan temporalis
otolith keseimbangan
saraf lobus
kemoreseptor parietalis
hidung olfaktori gas (bau)
lobus
lidah papilla kemoreseptor parietalis
cair (rasa)
kulit korpus saraf lobus
mekano/ parietalis
tangoreseptor
(sentuhan)

B. Mata

Mata berfungsi sebagai indra penglihatan (fotoreseptor).

Reseptor mata adalah fovea centralis pada retina, yang merupakan lapisan mata terdalam yang peka terhadap
cahaya.

Bola mata terdiri dari tiga lapisan:

1) Sklera (tunika fibrosa), lapisan terluar yang berwarna putih dan tidak bening.
2) Koroid (tunika vaskulosa), lapisan tengah yang mengandung pembuluh darah dan pigmen. Pembuluh darah

mensuplai nutrisi bagi mata dan pigmen berfungsi menyerap refleksi cahaya pada mata.
3) Retina (tunika nervosa), lapisan terdalam mata yang banyak mengandung sel-sel fotoreseptor, antara lain:

a. Sel kerucut (konus), peka terhadap intensitas cahaya tinggi dan warna.

Sel konus terdiri dari sel yang peka terhadap warna merah, biru dan hijau.

Sel konus menghasilkan iodopsin

berupa retinin untuk melihat saat terang.

b. Sel batang (basil), peka terhadap intensitas cahaya rendah dan tidak peka terhadap warna.

Sel basil menghasilkan rhodopsin berupa retinin dan opsin untuk melihat saat gelap.
Mata butuh adaptasi untuk
memproduksi rhodopsin saat gelap

227

 strurtuk bola mata

a. Kornea
Adalah bagian sklera yang bening dan dilindungi oleh lapisan konjungtiva yang melindungi
kornea dari gesekan.
Fungsi kornea adalah memfokuskan bayangan yang masuk ke mata.

b. Aqueous humor
Adalah cairan yang dihasilkan badan siliaris dan mengisi bagian depan lensa.
Fungsi aqueous humor adalah memberi nutrisi bagi kornea dan lensa, dan membiaskan cahaya
yang masuk ke mata.

c. Kanal Schlemm
Adalah pengatur volume aqueous humor dengan mengalirkannya ke pembuluh darah.

d. Pupil
Adalah jalan masuknya cahaya ke mata.

e. Iris (selaput pelangi)

Adalah bagian koroid yang mengatur diameter pupil yang mempengaruhi jumlah cahaya masuk.
Saat terang, iris akan mempersempit pupil, dan saat gelap, iris akan memperlebar pupil. Otot
yang mengatur diameter pupil adalah otot sfingter (sirkuler) dan dilator (radial).

Otot sfingter Otot dilator

berbentuk cincin berbentuk jari-jari
kontraksi pada kontraksi pada
tempat terang tempat gelap

mempersempit pupil memperlebar pupil
(relaksasi iris) (kontraksi iris)

otot mata cepat lelah otot mata tidak lelah
dipengaruhi saraf dipengaruhi saraf
parasimpatik simpatik

228

f. Lensa mata

Adalah lensa bikonkaf bening dari serat protein. Daya akomodasi adalah kemampuan lensa mata

untuk mengubah kecembungan sehingga bayangan jatuh tepat pada retina.

g. Badan siliaris

Adalah kumpulan ligamen suspensor yang berfungsi mengubah cembung-cekung lensa mata

dengan kontraksi-relaksasi.

Kontraksi Relaksasi
ligamen ligamen

melihat jarak jauh melihat jarak dekat

ligamen tertarik ligamen terulur

lensa memipih lensa mencembung

lensa mata tidak lensa mata cepat
lelah lelah

h. Vitreous humor
Adalah cairan yang mengisi bagian belakang lensa mata (isi bola mata). Fungsi vitreous humor
adalah menjaga bentuk dan tekanan bola mata.

i. Makula lutea (bintik kuning)
Adalah bagian retina berpigmen kuning dan terdapat fovea sentralis yang mengandung sel
konus dan sangat peka dan tajam dalam menerima rangsangan cahaya.

j. Bintik buta
Adalah bagian yang tidak mengandung sel- sel fotoreseptor. Bintik buta adalah daerah awal saraf
optik meninggalkan bola mata.

k. Saraf optik (II)
Adalah saraf yang mengatur indra penglihatan.

 Jalannya rangsangan berupa cahaya ke otak:
1) Cahaya masuk ke mata melalui kornea, aqueous humor, pupil, lensa mata, vitreous

humor, lalu retina.

2) Cahaya diterima sel-selfotoreseptordiretina.
3) Pada retina, terbentuk bayangan nyata, terbalik, dan diperkecil.
4) Reseptor mengirim impuls ke saraf optik (II), lalu ke lobus oksipetalis otak untuk di interpretasikan menjadi

bayangan tidak terbalik.
 Otot-otot penggerak bola mata:

1) Otot rektus superior (ke atas)
2) Otot rektus inferior (ke bawah)
3) Otot rektus medial (ke dalam)
4) Otot rektus lateral (ke luar)
5) Otot oblikus superior (ke bawah sisi luar)
6) Otot oblikus inferior (ke bawah sisi luar)

229

 Struktur lain di sekitar mata:
1) Alis dan bulu mata, berfungsi menghindari mata dari air, benda asing dan kotoran.
2) Kelopak mata, terdiri dari lapisan konjungtiva dan otot orbikularis okuli, berfungsi untuk melindungi mata dan
memejamkan mata.
3) Aparatus lakrimalis, terletak di sudut mata, terdiri dari kelenjar lakrimal (air mata) dan saluran air mata.

Kelenjar lakrimal menghasilkan air mata yang berfungsi sebagai penjaga kelembapan mata, pembunuh
benda asing (enzim lisozim), dan membersihkan mata saat berkedip.

C. Telinga

 Telinga berfungsi sebagai indra pendengaran (fonoreseptor) dan pendeteksi keseimbangan
(ekuilibrium).

 Reseptor telinga untuk pendengaran adalah organ korti pada koklea, dan untuk
keseimbangan adalah otolith.

Struktur telinga: telinga dalam

a fg
i

cd h

be

telinga luar telinga tengah

a. Daun telinga (aurikula)

Berfungsi mengumpulkan suara masuk ke dalam telinga.
b. Saluran telinga

Berfungsi meneruskan suara ke telinga tengah. Saluran telinga menghasilkan serumen yang
berfungsi menggumpalkan kotoran.

c. Membran timpani (gendang telinga) Berfungsi meneruskan getaran suara ke tulang-tulang pendengaran.

d. Tulang-tulang pendengaran
Secara berurutan terdiri dari tulang martil (maleus), landasan (inkus), dan sanggurdi (stapes).
Berfungsi meneruskan getaran suara ke tingkap oval.

230

e. Saluran Eustachius
Adalah saluran yang berhubungan dengan tenggorokan yang berfungsi untuk
menyeimbangkan tekanan dalam dan luar.

f. Kanal semisirkuler (saluran 1/2 lingkaran) Terdiri dari tiga saluran yang mengandung cairan
endolimfe dan sel-sel reseptor keseimbangan berupa kupula yang dipengaruhi gerakan sel rambut.

g. Vestibula
Terdiri dari sakulus dan utrikulus yang mengandung cairan endolimfe dan sel-sel reseptor
keseimbangan berupa makula yang dipengaruhi gerakan otolith.

h. Koklea

Adalah saluran menggulung berisi cairan limfe yang terdiri dari tiga saluran:

1. Skala vestibular, berhubungan dengan tulang sanggurdi melalui tingkap oval.
2. Skala koklea (media), berada di antara skala vestibular dan timpani, dibatasi oleh membran Reissner

dan membran basilar.
3. Skala timpani, berhubungan dengan rongga timpani melalui tingkap bulat.

Skala vestibular dan timpani mengandung cairan perilimfe, dan skala koklea mengan-
dung cairan endolimfe dan reseptor suara.

231

i. Saraf auditori (VIII)

Adalah saraf yang mengatur indra pendengaran dan keseimbangan.

 Struktur fonoreseptor pada telinga berupa organ korti:

sel membran tektorial
rambut

membran saraf
basiler auditori (VIII)

Jalannya rangsangan berupa suara ke otak:

1) Getaran suara dari luar masuk melalui daun telinga, saluran telinga, membran timpani, dan tulang
pendengaran (martil, landasan, sanggurdi).

2) Getaran kemudian diterima tingkap oval dan masuk ke skala vestibular dan kemudian melingkari
koklea sampai menuju skala timpani dan ke luar melalui tingkap bulat.

3) Gerakan di atas menyebabkan membran basiler bergetar dan menyebabkan sel rambut pada organ
korti bersentuhan dengan membran tektorial.

4) Sel-sel reseptor kemudian mengirim impuls ke saraf auditori (VIII), lalu ke lobus temporalis otak untuk
diinterpretasikan sebagai suara.

Struktur reseptor keseimbangan pada telinga:

1) Kupula pada kanal semisirkuler
Terdapat sel-sel rambut yang peka terhadap gerakan memutar kepala. Arah gerakan kupula berlawanan
dengan arah gerakan kepala.

sel kupula
rambut

1) Makula pada vestibula
Terdapat batu otolith dan sel-sel rambut yang peka terhadap gerakan vertikal kepala berdasarkan gaya
gravitasi.

232

Jurnal belajar

1. Apa yang dibicarakan dengan guru, teman-teman di kelas?

Jawab : Dikarenakan kami akan segera melaksanakan ulangan akhir semester

setelah libur lebaran, pada pertemuan kali ini Bu Puspa banyak
membahas tentang hal itu. Dan Bu Puspa juga menyelipkan sedikit
review tentang ulangan harian bab lalu. Bu Puspa juga menjelaskan
tentang tugas akhir yang akan diberikan nanti, yaitu menggabungkan
semua portofolio dan jurnal selama satu tahun belajar biologi dan
menjilidnya. Tak hanaya itu, tetapi jurnal siswa yang terbaik akan
diletakkan di Perpustakaan SMAN 1 Balikpapan sebagai referensi
untuk adik-adik kelas kami kelak. Terlepas dari itu, hari ini kita akan
belajar tentang sistem reproduksi pada manusia. Seperti biasa satu
siswa diminta untuk mengshare screen presentasinya dan siswa yang
lain yang pada hari ini kebanyakan laki- laki memberikan penjelasan
yang kemudian ditambahkan oleh Bu Puspa.

233

1. Aaliyah : Sistem imunitas adalah sistem pertahanan yang berperan dalam mengenal, menghancurkan, serta
menetralkan benda asing atau sel abnormal yang berpotensi merugikan tubuh

2. Albert : Fungsi Sistem pertahanan tubuh yaitu mempertahankan tubuh dari patogen invasif, misalnya
virus dan bakteri, melindungi tubuh terhadap suatu agen dari lingkungan eksternal, menyingkirkan

sel sel yg sudah rusak akibat suatu penyakit atau cedera, dan mengenali dan menghancurkan sel abnormal
seperti kanker

3. Adastra : Alat yang menghalangi dalam imunitas bawaan, seperti kulit, air mata, mukus (cairan
lengket dan tebal yang disekresikan oleh membran dan kelenjar mukosa), dan air ludah.
Mereka berfungsi untuk mencegah laku peradangan setelah terjadi luka atau infeksi.

4. Aldinan : Mekanisme pertahanan tubuh pertahanan spesifik alamiah merupakah...

5. Afif : Pertahanan non spesifik ada 5 yaitu...

6. Aldian : Pertahanan fisik dan alamiah meliputi kulit yg sehat dan ...

7. Alfonsus : Kemampuan tubuh untuk menahan atau menghilangkan benda asing serta sel sel abnormal
disebut imunitas (kekebalan)

8. Alya Herliani : Inflamasi adalah...

9. Alya Rahimah : Zat antimikroba nonspesifik yang diproduksi tubuh dapat bekerja tanpa adanya
interaksi antigen dan antibodu sebagai pemicu, contoh: interferon dan komplemen

10. Andi Ailman : komponen ... ada 2 antigen dan antibodi

11. Alya Sakila : Zat antimikroba nonspesifik yang diproduksi tubuh dapat bekerja tanpa adanya interaksi
antigen dan antibodu sebagai pemicu, contoh: interferon dan komplemen

12. Ashaz : Hipersensitivitas...

13. Aurelia : Interaksi antibodi dan antigen ada fiksasi komplemen, netralisasi, aglutinasi, dan presipitasi.
234

14. Boeih : Jenis imunitas terhadap kekebalan tubuh...

15. Brandon : Pertahanan Spesifik (Adaptif) dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu imunitas yang
diperantarai oleh antibodi dan imunitas yang diperantarai oleh sel.

16. Cantika : Sel sel yg terdapat ada sel B, sel T, makro

17. Candyle : Faktor yang memengaruhi sistem pertahanan tubuh yaitu Genetik (keturunan), Fisiologis,
Stress, Usia, Hormon, Olahraga, Tidur, Nutrisi, Pajanan zat berbahaya, Racun tubuh,
Penggunaan obat-obatan

18. Deswita : mekanisme respon imunitas seluler

19. Dwi : tanda-tanda lokal respons inflamasi, yaitu kemerahan, panas, pembengkakan, nyeri, atau
kehilangam fungsi.

20. Dicky : Ekstraseluler atau jika ... Dicerna oleh makrofag adalah...

21. Elvina : Makrofag dapat dibedakan menjadi 3 yaitu makrofag jaringan ikat, makrofag dan
prekursornya, dan sistem fagosit mononukleus

22. Dina : Imunitas dibagi menjadi bbrp, yaitu ... Adalah..., Imunitas pasif adalah..., imunitas pasif buatan
adalah...

23. Enji : Kemampuan tubuh untuk menahan atau menghilangkan benda asing serta sel sel abnormal
disebut imunitas (kekebalan)

24. Faisal : fagositosis memiliki beberapa jenis makrofag, yaitu makrofag jaringan ikat atau histiosit,
makrofag dan prekusornya atau monosit, dan sistem makrofag mononukleus

25. Fajar Hamdan : Pertahanan non fisik terbagi menjadi 2

235

26. Fani : Faktor yg mempengaruhi sistem pertahanan tubuh yaitu genetik, fisiologis, stress, usia,
hormon, olahraga, tidur, dan nutrisi.

27. Farren : Gangguan sistem pertahanan tubuh

28. Gabe : Sistem pertahanan tubuh spesifik yaitu limfosit. Limfosit ada 2 macam yaitu Limfosit B dan
Limfosit T

29. Gina : sel T efektor ada tiga jenis, yaitu sel T sitotoksik, sel T penolong, sel T supresor

30. Gita : mekanisme respons imunitas humoral yaitu Antigen masuk ke tubuh -> dibawa ke limfosit B.
Aktivasi limfosit B -> proliferasi menghasilkan tiruan sel B. Tiruan sel B berdiferensiasi -> sel
plasma -> sekresi antibodi -> dibawa ke lokasi infeksi.

31. Ivan : ...Sel ini berperan dalam menghancurkan sel kanker, virus, jamur, dan parasit lainnya

32. Juan : Hipersensitivitas atau alergi adalah..

33. Je Ivan : Penyakit auto imunitas adalah kegagalan sistem imunitas untuk membedakan sel tubuh
dengan sel asing sehingga sistem imunitas menyerang sel tubuh sendiri Contohnya artritis
rematoid, penyakit grave, anemia pernisiosa, penyakit addison, sistem lupus
ertythematosus, diabetes melitus tergantung insulin(DM tipe 1) dan multiple sclerosis(MS,
penyakit neurologis kronis)

34. Louis : Imunodefisiensi, adalh kondisi menurunnya keefektifan sistem imunitas atau
ketidakmampuan sistem imunitas untuk merespon antigen. Contoh: defisiensi imun
kongenital dan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome)

35. Khanza : Sindrom sistem johnson dan penyakit kulit...

36. Marcell : Jenis imunisasi polio

236

37. Madinah : Jenis2 imunisasi dan penyakit yg dicegah.

38. Modestine : Tujuan akhir... Mengisolasi... dan perbaikan jaringan

39. Andri : .... Memiliki jumlah paling banyak...

40. Salman : Antigen, zat yang merangsang respons imunitas, terutama dalam menghasilkan antibodi. Terdiri
atas bagian determinan antigen (epitop) dan hapten

41. Fawwaz : salah satu faktor yang mempengaruhi yaitu tidur.

42. Oasis : imunisasi DPT yaitu imunisasi untuk ... Yg diberikan pada bayi usia...

43. Rafli : salah satu contoh defisiensi imun... Jadi hrs tinggal di tmpt yg streril

44. Oriza : Jenis kekebalan tubuh ada dua, aktif & pasif. Aktif: kekebalan yg dihasilkan oleh tubuh sendiri
dimana jika seseorang sakit karna terinfeksi patogen, tubuh akan membuat antibodi. Pasif:
kekebalan yang diperoleh setelah mendapat antibodi dari luar contohnya kekebalan tubuh bayi
yang didapat dari air susu ibu

45. Rafli Dwi : Salah satu mineral yg melimpah dalam tubuh adalah Mg. Fungsinya...

46. Zinedine : Respons kekebalan humoral melibatkan aktivasi sel B yang akan menghasilkan antibodi
dalam plasma darah dan limfa.

47. Raisa : Imuno difiensi adalah salah satu penyakit sistem pertahanan tubuh Yaitu kondisi menurunnya
keefektifan sistem imunitas atau ketidakmampuan sistem imunitas untuk merespons antigen.
Ada 2 jenis imunodefisiensi, yaitu defisiensi imun kongenital dan AIDS.

48. Nadia : Vaksin adalah patogen yg mati atau dilemahkan atau toksin yg telah diubah.

49. Rania : Imunisasi PCV yaitu untuk mencegah penyakit radang selaput otak, infeksi darah, dan radang

237

paru-paru.

50. Nanda : Salah satu faktor yg memengaruhi adalah nutrisi seperti... Mempengaruhi... Diperlukan...

51. Naura : Pencegahan terbaik untuk stevens johnson adalah tidak mengonsumsi oabt2an
sembarangan dan lebih baik memberitahukan kepada dokter jika memiliki alergi terhadap
suatu jenis obat, makanan, atau bahan-bahan kimia tertentu

52. Ruth : Salah satu program imunisasi adalah Hepatitis A untuk mencegah penyakit Hepatitis A.
Hepatitis A adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Hepatitis A

53. Patricia maulina : Program dan jenis imunisasi yaitu Campak untuk mencegah terjadinya penyakit
campak, Tifoid untuk mencegah penyakit tifus, dan Varisela untuk mencegah
penyakit cacar

54. Samuel : Patogen dapat dengan cepat....

55. Raina : Contoh alergen yaitu spora kapang, serbuk sari, rambut hewan, kotoran serangga, karet
lateks, obat-obatan, dan bahan makanan (telur, susu, kacang, udang, dan kerang).

56. Raisha : Salah satu pengaruh yaitu zat2 berbahaya yaitu...

57. Skylenn : Dalam pertahanan spesifik adaptif terdapat sel-sel yang terlibat dalam respons imunitas
salah satunya adalah Makrofag, Makrofag adalah sel fagosit besar dalam jaringan, yang
berasal dari perkembangan sel darah putih, dan berfungsi untuk menelan antigen atau
bakteri untuk dihancurkan secara enzimatik.

58. Sakhi : Pengendapan adalah...

59. Jason : Cara meningkatkan imunitas tubuh adalah perbanyak makan buah dan sayur, berolahraga,
istirahat cukup, hindari rokok dan alkohol, hindari stress
238

60. Thezar : pd bbrp kasus stevens johnson disebabkan bbrp obat2an sprti...
61. Wahyu : Struktur antibodi tersusun atas dua macam rantai polipeptida yang identik dimana terdapat

dua rantai ringan dan dua rantai berat. Keempat rantai pada molekul antibodi dihubungkan
oleh ikatan disulfida dan bentuk molekulnya menyerupai huruf Y.
62. Yuniar : hormon bergantung pada jenis kelamin wanita memproduksi hormon estrogen yang
meningkatkan sintesis igGdan igA sehingga menjadi lebih kebal terhadap infeksi daripada
pria.

239

Refleksi

Pada pembeljaran Biologi kelas XI IPA 4 Selama 1 tahun atau 2 semester yang dibimbing oleh
Ibu Puspani secara online melalui Google Meet ataupun Microsoft Teams. Selama pembelajaraan ini,
Ibu Puspa rajin memberikan tugas yaitu jurnal dan portofolio. Jurnal adalah rangkuman maupun
catatan mengenai apa yang dipelajari pada jam biologi. Sedangkan Tugas Portofolio adalah tugas -
tugas mengamati merangkum serta percobaan yang berhubungan dengan BAB yang dipelajari. Tugas
Jurnal dan portofolio tersebut dikerjakan, diketik lalu dikumpul melalui Google Classroom disertakan
juga batas pengumpulan juga oleh Ibu Puspani.

PERASAAN
Selama mengerjakan jurnal - jurnal serta portofolio ini, perasaan saya saat mengerjakan cukup

menyenangkan karena dapat mengisi waktu luang selama pandemic serta menjadikan saya produktif.

PEMBELJARAAN
Pembelajaraan yang saya dapat selama mengerjakan tugas - tugas ini yaitu saya dapat

menambah wawasan. Penyajian materi pada saat pembeljaraan yang diberikan Ibu Puspa pun tidak
membosankan seperti power point yang desainnya tidak membuat ngantuk saat memeperhatikan Bu
Puspa dalam menerangkan materi serta cara Ibu Puspa menerangkan materi pun mudah dimengerti
serta singkat dan jelas.

PERUBAHAN
Perubahan yang saya dapat selama pembelajaran ini adalah saya mampu mengatur waktu

seperti mengumpulkan tugas pada tempatnya mampu memanfaatkan waktu hal - hal yang positif
sperti mengerjakan tugas dan banyak mempejari serta memahami materi - materi yang sebelumnya
saya tidak mengerti.

Harapan saya adalah semoga pandemic COVID - 19 akan segera berakhir agar kita semua dapat
kembali belajar secara offline atau tatap muka yang secara efektif

240


Click to View FlipBook Version