The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by 19968, 2021-06-14 10:37:42

Portofolio Biologi Fani Citra Hati

Portofolio Biologi Fani Citra Hati

Jurnal belajar

Jumat, 22 Januari 2021

Pada hari Jumat tanggal 22 Januari 2021, di pertemuan yang ke lima ini kami
kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 tidak mengikuti pembelajaran biologi secara daring
Karena hari ini sedang diadakan acara Campus Fair oleh alumni angkatan 57.
Namun, Bu Puspa memberikan kami tugas mandri melalui WhatsApp. Tugas
yang Bu Puspa berikan berupa membuat laporan praktikum. Kami tidak
melakukan pratikum sendiri, melainkan kami hanya melakukan studi pustaka dan
membuat laporan praktikum dari apa yang kami dapatkan. Laporan praktikum
yang kami buat merupakan uji bahan makanan menggunakan benedict, biuret,
iodin, dan kertas koran. Kami akan melakukan studi pustaka tentang ada
tidaknya karbohidrat. glukosa, protein, atau lemak dalam makanan yang akan
diuji. Bu Puspa juga memperpanjang deadline pengumpulan tugas sampai hari
senin di google classroom. Bu puspa juga memberitahu bahwa hari senin tanggal
25 januari 2021 akan dilakukan ulangan bab 6 yaitu pencernaan makanan jam
14.00 - 15.00 wita

P e s a n & k e s a n………………………………………………………

Saya merasa sedikit sedih karena kami tidak bisa melakukan praktikum
secara langsung dan hanya melalui studi pustaka karena keadaan yang
tidak mendukung. Namun saya mengerti dan saya akan berusaha
semaksimal mungkin untuk tetap melakukan pembelajaran semaksimal
mungkin.

147

148

BIOLOGI KELAS IX
PORTOFOLIO

Oleh

Nama / kelas : Fani Citra Hati/ X IPA 4
Guru Mapel : Puspani,M.Pd

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN
TAHUN 2021

149

Portofolio 1 a
Sistem Pencernaan

 Makanan harus mudah dicerna
 Sebagian besar jenis makanan harus dimasak terlebih dahulu agar mudah

dicerna, seperti daging dan ikan. Namun, beberapa jenis makanan lainnya
bisa dikonsumsi langsung dalam keadaan mentah, seperti buah-buahan
dan sayur lalapan.

 Higenis
 Makanan tidak mengandung bibit penyakit dan zat-zat aditif yang
membahayakan kesehatan tubuh

 Makananan yang dimakan mengandung zat gizi (nutrisi)
 Dengan jumlah yang mencakupi sesuai yang dibutuhkan tubuh seperti
mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, garam-garam mineral,
dan air

 Makanan harus mengandung kalori
 Dengan jumlah yang mencakupi kebutuhan tubuh

 Penghasil energi.
 Pemeliharaan dan perbaikan sel-sel tubuh yang telah rusak atau tua.
 Pengaturan metabolisme tubuh.
 Penjaga keseimbangan cairan tubuh.

No Zat makanan Fungsi Sumber Makanan Pengelompokan

 Sumber energi utama bagi  Glukosa,  Monosakarida  glukosa,

tubuh ditemukan pada fruktosa, galaktosa
 Pengatur metabolisme lemak Disakarida  sukrosa, laktosa,
 Menghemat protein sebagian buah - 
 Membantu pengeluaran feses maltosa
buahan seperti Polisakarida pati, yang

anggur. 

1. Karbohidrat  Pati, terdiri dari dua tipe, yaitu :
karbohidrat • Amilosa

simpanan yang • Amilopektin

dihasilkan oleh

tanaman

 Fruktosa,

ditemukan

150

dalam madu.

Sukrosa, dapat

diperoleh dari

tanaman tebu,

bit serta

sebagian

sayuran/buahan

 Laktosa, gula

yang ditemukan

pada susu.

 Maltosa,

ditemukan pada

biji

berkecambah,

 Selulosa,

merupakan

komponen

dinding sel

yang disebut

serat yang

ditemukan

dalam sereal

(biji bijian),

sayuran dan

buah buahan

 Glikogen,

tersimpan pada

hati dan otot

hewan.

 Sumber energi yang lebih  Lemak nabati,  Asam lemak jenuh
contohnya Asam laurat, asam palmitat,
efektif
 Perlindungan, minyak zaitun, asam stearat

penyekatan/isolasi minyak nabati,  Asam lemak tak jenuh
 Perasaan kenyang, turut minyak kelapa.
 Asam oleat, asam linoeat,
membangun jaringan tubuh minyak biji
 Penyedia vitamin larut lemak asam limolenat
2. Lemak  Menghemat protein kapas, dan
3. Protein
minyak jagung

 Lemak hewan

(gajih), berasal

dari berbagai

hewan seperti

sapi, kambing ,

ungags, telur

dan susu.

 Menghasilkan jaringan baru  Daging  Asam amino esensial
 Menggantikan protein yang berwarna  Asam amino esensial bersyarat
merah seperti
hilang daging sapi,  Asam amino tidak esensial
 Pembuatan protein baru dengan

fungsi khusus kambing
 Sumber energi, mengatur  Ikan daging

keseimbangan air unggas, telur,

151

 Memelihara kenetralan tubuh susu, kerang,
 Pembentukan antibodi, dan
dan keju.
mengangkut zat-zat gizi.
 Kelompok

kacang-

kacangan dan

hasil

pengolahannya,

contohnya

kedelai (tahu

dan tempe),

kacang hijau,

kacang merah

dan kacang

panjang.

 Sebagai koenzim dan  Produk  Vitamin yang larut dalam air
biokatalisator yang mengatur  Vitamin B1, B2, B3, B5,
proses metabolisme, mengandung B6, B11, B12, Vitamin H,
Vitamin C
daging sapi Vitamin yang larut dalam
lemak Vitamin A, Vitamin
(Vitamin B3). D, Vitamin E, Vitamin K

 Ikan (Vitamin  Mineral makro  Na, Cl, K,
Ca, P, Mg, S
B1) Mineral mikro Fe, F,Zn, I,
Se, Mn, Cu, Cr, Mo, Co
 Sayuran

berdaun hijau

(Vitamin B6)

4. Vitamin  Telur (Vitamin
5. Mineral 
 B12)

 Susu

(Vitamin A).

Kacang

(Vitamin B2 )

Kacang kedelai

(Vitamin K).

Minyak ikan

COD (Vitamin

K)

 Zat pembangun dan pengatur  Klorida, Ikan, 

yang berperan dalam udang, kerrang,

pemeliharaan fungsi tubuh pada daging, telur, 
garam, acar dan
tungkat sel, jaringan, organ, dan

fungsi tubuh secara zaitun masak.

keseluruhan.  Natirum, Ikan,

Udang,

kerrang,

daging, telur

 dan garam.
Kalium, Buah –

buahan

terutama

pisang,

sayuran,

kentang, daging

152

 Pelarut dan pengangkut zat-zat dan kacang –
kacangan
gizi, oksigen, hormon, dan sisa  Kalsium, Telur,
susu dan
metabolisme. produk
 Katalisator reaksi-reaksi di olahannya
termasuk keju,
dalam sel dan organ. yoghurt.
 Pelumas dalam persendian dan  Phospor, Ikan,
ayam, beras,
tulang-tulang. biji – bijian,
 Pengatur suhu tubuh. telur, kacang
 Pelindung organ tubuh dan tanah, kacang
hijau.
janin dalam kantong ketuban.  Magnesium,
 Pembangun/penyusun jaringan Sayuran
berdaun
tubuh. hijau,jagung,
apel, kacang –
kacangan,beras.
 Air mineral

6. Air

153

Portofolio 1 b
Sistem Pencernaan

No Organ Proses yang Terjadi Fungsi Gambar Organ
Pencernaan
Tempat terjadinya proses  Tempat masuknya
1. Mulut pencernaan makanan secara makanan serta udara

2. Faring 1. Mekanik → oleh gigi  Berkomunikasi
2. Kimiawi → oleh saliva  Pencernaan
yang mengandung amilase  Makanisme
(ptialin) yang
pertahanan tubuh
 Mengunyah makanan

berfungsi untuk  Respirasi,
menghaluskan makanan Menelan,
Makanan yang telah
dihancurkan di mulut oleh  Resonansi suara
gigi kemudian melewati  Artikulasi
faring sebelum memasuki
kerongkongan.

3. Kerongkongan Menggerakkan makanan dari  Menelan makanan,

(Esofagus) faring ke lambung dengan  Mencegah benda asing
gerakan peristaltik. masuk ke perut,

 Menghasilkan gerak

peristaltik,

 Mencegah laju cairan

dari perut.

4. Lambung Pencernaan mekanik  Sebagai tempat

(Ventrikulus) dilakukan oleh otot-otot menyimpan

lambung yang mengolah  Mencerna makanan

makanan menjadi bubur baik secara mekanik

makanan (kim). Dinding maupun kimiawi

lambung terdiri dari sel-sel

kelenjar yang bertujuan

sebagai kelenjar pencernaan

menghasilkan getah

lambung. Getah lambung

terdiri dari : asam lambung

(HCl), pepsin dan enzim

renin.

154

5. Pankreas Pankreas mensekresikan  Memproduksi hormon
getah pankreas yang dan enzim untuk
6. Hati mengandung enzim-enzim menghancurkan
7. Empedu sebagai berikut: makanan di dalam
perut
1) Amilase yaitu enzim
Untuk menghancurkan
yang bertujuan racun di dalam darah,
Menghasilkan protein,
mengubah zat tepung Hingga membantu
proses pencernaan
(amilum) menjadi

gula yang lebih

sederhana (maltosa).

2) Lipase yaitu enzim

yang bertujuan

mengubah lemak

menjadi asam lemak

dan gliserol.

3) Tripsin adalah enzim

yang mengubah

protein dan pepton

menjadi dipeptida

dan asam amino yang

mudah diserap oleh

usus halus.

4) Tripsinogen

merupakan enzim

yang belum aktif,

maka harus

diaktifkan menjadi

tripsin oleh

enterokinase.

Pankreas juga memproduksi

insulin dan meneruskannya

langsung ke aliran darah.

Insulin adalah hormon utama

dalam tubuh untuk

metabolisme gula.

Empedu dari hati yang 

dikeluarkan ke usus halus

juga memainkan peran 

penting dalam mencerna 

lemak dan beberapa vitamin.

Hati juga berfungsi

mendetoksifikasi bahan

kimia berbahaya atau

beracun.

Kantong empedu berfungsi  Membantu kerja
menyimpan dan memekatkan fungsi enzim
pencernaan
empedu dari hati, dan

kemudian melepaskannya ke

155

dalam usus dua belas jari di  Berperan sebagai
usus kecil untuk membantu pengencer lemak
menyerap dan mencerna
lemak.  Membantu fungsi
enzim lipase

 Mengeluarkan racun
dalam tubuh

8. Usus Halus Usus halus adalah tabung  Penyerapan Nutrisi
(Intestinum berotot sepanjang 22 kaki Menghasilkan Zat
Tenue) Penting untuk Tubuh
atau sekitar 8,25 meter yang Penetralan Makanan
9. Usus Besar Berperan dalam
(Kolon) berfungsi memecah makanan  Imunitas
menggunakan enzim yang 
10. Anus dilepaskan oleh pankreas dan

empedu dari hati. Usus

lambung menjadi tempat

penyerapan sari makanan

dan tempat terjadinya proses

pencernaan yang paling

panjang.

 Tempat penyerapan air  Menyerap Air
dan elektrolit Menyerap Vitamin

 Memproduksi mukus  Mengurangi
 Tempat bakteri Keasaman
 Mengeluarkan zat sisa
 Menyerap Makanan
berupa feses Yang Tidak Di Serap
Usus Halus
Tempat keluarnya sisa hasil
pencernaan (defekasi) yaitu  Memperkuat Sistem
feses Kekebalan Tubuh

 Memadatkan Feses
Melindungi Sistem
Pencernaan

 Untuk melakukan
proses defekasi feses.
Defekasi merupakan
proses membuang
kotoran sisa
pencernaan dalam
bentuk feses

156

Uji Bahan Makanan

Tujuan:

1. Menjelaskan proses pencernaan bahan makanan seperti karbohirat, lemak, dan protein
2. Menguji bahan makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, dan protein

Alat dan Bahan: 11. Larutan Benedict
1. Tabung reaksi 12. Larutan Biuret
2. Rak tabung reaksi 13. Kertas Koran
3. Gelas ukur 14. Nasi, roti, kentang, jagung, ubi
4. Penjepit 15. Tahu, tempe, telur, susu, kacang
5. Kaki tiga 16. Minyak goreng, mentega
6. Kawat kassa 17. Alat tulis menulis (kertas, pulpen,
7. Pembakar Spiritus pensil, spidol, isolasi)
8. Korek api
9. Pipet
10. Lempengan mortal

Cara Kerja:

A. Uji Benedict (uji glukosa/karbohidrat monosakarida)
1. Haluskan nasi dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan.
2. Tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
3. Masukkan 5 ml larutan benedict ke dalam tabung reaksi.
4. Tambahkan 0,5 ml larutan hasil penggerusan nasi tersebut di atas.
5. Beri label “uji benedict: nasi” pada tabung reaksinya.
6. Amati warna sebelum dipanaskan.
7. Panaskan tabung reaksi yang berisi larutan benedict dan larutan nasi tersebut di atas selama
5 menit dan dinginkan .
8. Amati perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan. Apabila dalam
makanan terdapat karbohidrat/gula monosakarida, larutan akan berwarna kuning
kehijauan dan terbentuk endapan merah bata.
9. Lakukan hal yang sama untuk kentang, roti, dan jagung.
10. Bandingkan hasil uji benedict untuk bahan-bahan makanan tersebut (nasi, roti, kentang,
dan jagung)

B. Uji Iodin/Lugol (uji amilum/karbohidrat polisakarida)
1. Haluskan nasi dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan dan
tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
2. Masukkan 5 ml larutan hasil penggerusan bahan makanan ke dalam tabung reaksi.
3. Beri label “uji iodin: nasi” pada tabung reaksi.
4. Amati warna larutan.
5. Tambahkan 2 tetes larutan iodin.
6. Amati perubahan warna yang terjadi setelah ditetesi larutan iodin (apabila warna menjadi
hitam atau kebiruan, bahan makanan yang diuji mengandung amilumkarbohidrat)
dan catat pada tabel hasil pengamatan.
7. Lakukan hal yang sama untuk kentang, roti, dan jagung.

157

8. Bandingkan hasil uji benedict untuk bahan-bahan makanan tersebut (nasi, roti, kentang,
ubi, dan jagung)

C. Uji Biuret (uji protein)
1. Haluskan tempe dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan.
2. Tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
3. Masukkan 1 ml larutan hasil penggerusan tempe tersebut ke dalam tabung reaksi.
4. Tambahkan setetes demi setetes larutan biuret sambil dikocok hingga tercapai warna
maksimum (tidak terjadi perubahan warna lagi).
5. Amati perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan. Jika warna
berubah ungu berarti bahan makanan mengandung protein.
6. Lakukan hal yang sama pada tahu, telur, dan susu.
7. Bandingkan hasil percobaan untuk tiap bahan makanan yang diuji.

D. Uji Lemak
1. Bentuklah kotak 5x5 cm pada kertas koran.
2. Teteskan larutan bahan makanan yang akan diuji pada kotak-kotak kertas koran tersebut.
3. Perhatikan perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan. Apabila
kertas koran menjadi buram/transparan, berarti bahan makanan mengandung lemak.

Hasil Pengamatan Reagen Warna setelah dicampur
penguji/warna
A. Uji Benedict Sebelum Setelah dipanaskan
Bahan Benedict/
Benedict/ dipanaskan
No. Makanan yang Benedict/
diuji/warna Benedict/ Biru Orange
Benedict/
1. Nasi Biru Agak Orange
2. Kedelai
3. Putihtelur Biru Kuning kecoklatan
4. Pisang
5. kemiri Biru Coklat kehitaman

Biru Coklat gelap

B. Uji Iodin/Lugol Reagen Perubahan Warna setelah

No. Bahan penguji/warna dicampur
Makanan yang
diuji/warna Iodin/ Biru Kehitaman
Iodin/ Putih kecoklatan
1. Roti Iodin/ Hitam
2. Kedelai Iodin/ Biru kehitaman
3. Ubi Iodin/ Coklatkehitaman
4. Nasi
5. Pisang

158

C. Uji Biuret

No. Bahan Reagen Perubahan Warna setelah
Makanan yang
diuji/warna penguji/warna dicampur

1. Putih telur Biuret/ Ungu
2. Susu Biuret/ Ungu
3. pisang Biuret/ Tidak berubah
4. Tempe Biuret/ Setengah ungu
5. Kedelai Biuret/ Setengah ungu

D. Uji Lemak

No. Bahan Warna kertas koran Perubahan warna
Makanan yang setelah ditetesi pada
diuji/warna Abu-abu kertas koran
Abu-abu Transparan
1 Margarin Abu-abu
Abu-abu Sedikit Transparan
2 Tempe Abu-abu
Sedikit Transparan
3 Kuningtelur
Transparan
4 Ikan
Transparan
5 Kacang

Pembahasan :

Benedict adalahLarutan yang di pakai untuk menguji adanya kandungan glukosa (gula)
pada makanan. Apabila bahan makanan yang ditetesi dengan larutan benedict berubah
menjadi warna merah bata.

Lugol menguji adanya kandungan amilum (karbohidrat) pada makanan. Apabila
makanan yang ditetesi berubah warna menjadi biru tua atau biru kehitaman berarti
menandakan bahwa makanan tersebut mengandung amilum atau karbohidrat.

Biuret digunakan untuk menguji protein di dalam makanan. Apabila makanan ditetesi
dengan larutan biuret makanan berubah warna menjadi unggu, maka hal ini menunjukan
makanan tersebut mengandung protein.

Kertas buram Bahan makanan yang mengandung lemak akan membuat kertas buram
menjadi transparan jika dioleskan pada kertas buram.

159

Pertanyaan :
1. Apakah warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung karbohidrat setelah
diuji dengan:

a) Larutan benedict?
b) Larutaniodin/lugol?
2. Apakah warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung protein setelah
Diuji dengan biuret?
3. Jelaskan perbandingan kandungan karbohidrat pada ke 5 bahan makanan yang diuji!
4. Jelaskan perbandingan kandungan lemak pada ke 5 bahan makanan yang diuji!
5. Jelaskan proses pencernaan karbohidrat, protein, dan lemak!

jawaban
1. A. warna yang terjadi adalah merah bata untuk menunjukan bahwa makanan
mengandung glukosa
B. warna yang terjadi adalah biru tua atau biru kehitaman yang menandakan
bahwa makanan tersebut mengandung amilum atau karbohidrat.
2. Jika makanan yang di tetesi biuret akan berubah warna menjadi warna ungu

3. Perbandingan yang terjadi adalah bahan makanan yang berubah warna menjadi
merah bata terdapat banyak kandungan karbohidrat.

4. perbandingan yang terjadi adalah ketika perubahan warna menjadi sedikit
transparan berarti mengandung sedikit lemak dan ketika perubahan warna menjadi
banyak berarti mengandung banyak lemak yang tinggi.

5. Di mulut oleh enzim ptyalin atau amilase. Amilum diubah menjadi disakarida,
usus halus oleh enzim disakarida diubah menjadi monosakarida Protein:
1. Lambung menjadi protein diubah menjadi pepton oleh pepsin
2. Usus halus menjadi pepton dipecah sebagai asam amino oleh erepsin dan
tripsin Lemak: usus halus menjadi lemak di emulsi oleh bilus, lalu emulsi
lemak di pecah menjadi asam lemak & gliserol oleh lipase pankreas dan
lipase usus.

160

Kesimpulan
Dapat di simpulkan bahwa bahan makanan yang di tetesi dengan benedict akan berubah
warna menjadi merah bata karena di dalamnya terkandung glukosa atau gula, bahan
makanan yang di tetesi lugolakan berubah warna menjadi biru tua karena terdapat
kandungan karbohidrat, bahan makanan yang di tetesi biuret akan berubah warna menjadi
ungu karena terdapat protein di dalamnya.

Daftarpustaka
https://www.google.com/search?safe=strict&rlz=1C1CHBD_idID895ID895&sxsrf=ALe
Kk01wQ04uRuQnOjqKbOLNkjtz1b0G2w%3A1611416572736&ei=_EMMYMmmLIz
Uz7sPg4ChkAo&q=biuret+adalah&oq=biu&gs_lcp= Campbel, N. A., J. B. Reece, L. A.
Urry, M. L. Cain, S. A. Wasserman, P. V. Minorsky and R. B. Jackson. 2008. Biology
Eight Edition. San Fransisco: Pearson Benjamin Cumming
CgZwc3ktYWIQARgAMgQIABBDMgcIABCxAxBDMgQIABBDMgQIABBDMgIIA
DIECAAQQzIFCAAQsQMyAggAMgIILjIICAAQsQMQgwE6BAgjECdQrkJYt0ZguFh
oAHABeACAAc8BiAHuA5IBBTAuMi4xmAEAoAEBqgEHZ3dzLXdpesABAQ&sclie
nt=psy-ab

Lampiran
https://idschool.net/smp/uji-makanan-amilum-glukosa-protein-dan-lemak/

161

162

Jurnal belajar

Jumat 29 januari 2021

Pada hari Jumat, 29 Januari 2021 di pertemuan yang Pertama bab ke tujuh ini
kami XI IPA 4 dan XI IPA 5 kembali mengikuti pembelajaran biologi secara
daring (google meet) Kami akan mempelajari tentang Sistem Pernapasan. Bu
Puspa sudah memberikan kami bahan ajar berupa file PPT di grup WhatsApp
tentang materi yang akan Bu Puspa bahas. Pertama - tama Bu puspa ingin
menyampaikan informasi kepada kelas XI-IPA 4 bahwa OSIS SMANSA meminta
bantuan sumbangan untuk musibah banjir di Kalimantan Selatan dan untuk
teman-teman kita yang telah ditinggalkan oleh ayahnya. Lalu Bu Puspa meminta
XI IPA 4 untuk mengumpulkan pas foto SMA 3 x 4 dengan backround biru yang
akan diperlukan untuk data diri di rapot. Bu Puspa bangga dengan hasil
ulangan kami dan beliau memberikan motivasi untuk harus mempertahankan
dan meningkatkan lagi belajarnya. Bu Puspa memulai pembelajaran Pertama-
tama, Bu Puspa bertanya, Apakah pernapasan itu? Candyle dan Albert
menjelaskan pendapat mereka apa itu pernapasan. Selanjutnya, Engeline
menjelaskan fungsi sistem pernapasan kemudian ditambahkan oleh Aaliyah,
Oasis dan Thezar. Lalu Bu Puspa menambahkan penjelasan dari teman-teman.
Lanjut, Bu Puspa ingin kami membacakan urutan organ sistem pernapasan.
Madinah menyebutkannya tetapi dalam Bahasa Indonesia, Bu Puspa meminta
untuk menyebutkannya dalam Bahasa Inggris, Nadia bersedia menyebutkan
dalam Bahasa Inggris. Ia menyebutkan urutan organ sistem pernapasan,
antara lain: Nose, Larynx, Trachea, Bronchus, dan Lung. Lanjut ke fungsi organ
sistem pernapasan, Juan menyebutkan fungsi organ hidung. Sakhi

163

menjelaskan fungsinya dan Boeih XI- menambahkan penjelasan Sakhi.
Dikarekanakan waktu pembelajaran Biologi sudah habis, pertemuan hari ini
cukup sampai pada fungsi organ sitem pernapasan pada hidung pertemuan
diakhiri.

P e s a n & k e s a n………………………………………………………

Pembelajaran kali ini sangatlah menyenangkan dikarenakan
pembelajaran terjadi komunikasi antar guru dan murid namun juga
kondusif. Penjelasan dari teman dan Bu Puspa sangat mudah
dimengerti.

164

Jurnal belajar

Rabu, 03 Februari 2021

Pada hari Rabu, 03 Februari 2021 di pertemuan yang kedua di bab ke tujuh ini
kami XI IPA 4 dan XI IPA 5 kembali mengikuti pembelajaran biologi secara
daring (Google Meet) Pembelajaran hari ini dimulai dari membahas organ
laring. Deswita bersedia menjelaskan organ tersebut. Lalu ditambahkan oleh
Bu Puspa. Laring ada 3 bagian, yaitu: bagian tulang rawan, ligamen, dan
membran. Di laring terdapat jakun, pita suara, dan katup epiglotis. Lanjut, ke
organ trakea. Trakea tersusun oleh tulang rawan seperti cincin. Di dalam
trakea terdapat lapisan bersilia, yang berfungsi untuk menggiring udara masuk
ke paru-paru dengan tetap terus menyeleksi kotoran. Kotoran yang masuk ke
trakea akan membentuk ingus atau dahak yang akan memberikan rasa gatal.
Lanjutke organ brongkus, brongkus masih terdapat lapisan bersilia dan
tersusun oleh tulang rawan. Di brongkus terdapat cabang-cabang disebut
brongkiolus. Di ujung brongkiolus terdapat gelembung disebut alveolus. Di
alveolus terjadi pertukaran O2 dan CO2 secara difusi. Difusi adalah pertukaran
zat dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Paru-paru memiliki
konsentrasi lebih tinggi dibandingkan dengan peredaran darah. Kemudian
lanjut ke bagian mekanisme bernapas. Satu kali menghirup itu sama dengan
satu kali inspirasi dan satu kali mengeluarkan itu sama dengan satu kali
ekspirasi. Bu Puspa meminta kami untuk menghirup dan mengeluarkan napas
bersama-sama. Setelah melakukan hal tersebut, Bu Puspa meminta Adastra

165

untuk menyebutkan 5 hal yang terjadi atau yang kita rasakan saat inspirasi.
Namun dikarenakan Adastra terkendala oleh jaringan sehingga tidak
mendengar lebih jelas. jadi, dialihkan ke Ailman. Saat inspirasi ada 5 hal
yang terjadi, yaitu tulang rusuk terangkat, rongga dada membesar, otot
intercostal bereaksi, tekanan paru-paru mengecil, dan diafragma berkontraksi
menjadi datar. Lanjut ke proses ekspirasi, Rania menyebutkan 5 hal yang
terjadi saat ekspirasi, yaitu tulang rusuk turun kembali, rongga dada mengecil,
otot inercostal luar berelaksasi, tekanan paru-paru menjadi besar, diafragma
berelaksasi menjadi melengkung kembali. Kemudian lanjut ke bagian frekuensi
pernapasan. Frekuensi pernapasan adalah kemampuan bernapas dalam satu
satuan waktu. Engeline menyebutkan 7 faktor frekuensi pernapasan, yaitu
jenis kelamin, umur, suhu tubuh, posisi dan aktivitas tubuh, emosi, rasa sakit,
dan ketakutan, status kesehatan, dan ketinggian tempat. Lalu Bu Puspa
menambah penjelasan dari masing-masing faktor frekuensi pernapasan
pertemuan diakhiri.

P e s a n & k e s a n………………………………………………………

Pembelajaran kali ini sangatlah menyenangkan dikarenakan
pembelajaran terjadi komunikasi antar guru dan murid namun juga
kondusif. Penjelasan dari teman dan Bu Puspa sangat mudah
dimengerti.

166

Jurnal belajar

Jumat, 05 Februari 2021

Pada hari Jumat tanggal 05 Februari 2021, di pertemuan yang ketiga ini kami
kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 kembali mengikuti pembelajaran biologi secara
daring menggunakan (Google Meet). Sebelum memulai pembelajaran, seperti
biasanya, Bu puspa membacakan sub bab materi sistem pernapasan yang
akan dibahas hari ini. Pertama beliau membahas transport gas dan
pertukaran gas. Bu Puspa meminta Jesen untuk menjelaskan transpor
oksigen. Disaat Jesen ingin menjelaskan, tiba - tiba Bu Puspa terkeluar dari
ruang Google Meet. Setelah Bu Puspa kembali berada di ruang Google Meet,
Jesen mulai menjelaskan transport oksigen lalu ditambahkan oleh Bu Puspa. O2
terikat oleh hemoglobin (Hb) eritrosit membentuk oksihemoglobin (HbO2). Tak
lama kemudian Bu Puspa terkeluar lagi dari ruang Google Meet dikarenakan
jaringan beliau tidak stabil. Alhasil kami diberikan linkGoogle Meet baru dan
berjalan lancar. Lanjut ke transpor karbon dioksida. CO2 larut dalam plasma
darah, terikat oleh hemoglobin membentuk karbamino hemoglobin (HbCO2),
dan berbentuk bikarbonat. Kemudian lanjut ke bagian volume dan kapasitas
paru-paru. Kapasitas udara di paru-paru ada 10 yaitu:
1. Volume tidal (VT)  dijelaskan Aaliyah XI-IPA 4
2. Volume cadangan inspirasi (VCI)  dijelaskan oleh Candyle XI-IPA 4
3. Volume cadangan ekspirasi (VCE)  dijelaskan oleh Ghina XI-IPA 5
4. Volume residu (VR)  dijelaskan oleh Dwi XI-IPA 4

167

5. Kapasitas residu fungsional (KRF)  dijelaskan oleh Rania XI-IPA 4
6. Kapasitas inspirasi (KI)  dijelaskan oleh Afif XI-IPA 4
7. Kapasitas vital (KV)  dijelaskan oleh Engeline XI-IPA 4
8. Kapasitas total paru-paru (KTP) dijelaskan oleh Elvina XI-IPA 4
9. Volume respirasi per menit  dijelaskan oleh Madinah XI-IPA 5
10. Volume ekspirasi kuat dalam satu detik (VEK1)  dijelaskan oleh Thezar XI-

IPA 5
Lanjut ke bagian bahaya rokok bagi kesehatan. Di rokok terdapat 22 zat
berbahaya dan zat yang paling berbahaya adalah nikotin, tar, dan karbon
monoksida (CO). Candyle menjelaskan mengapa perokok pasif lebih
berbahaya, karena perokok pasif akan menghirup apa yang menjadi buangan
dari perokok aktif. Lalu ditambahkan oleh Bu Puspa, perokok pasif ketika
menghirup sesuatau yang bersumber dari asap senstitifitasnya sangat tinggi.
Dikarenakan waktu telah habis, Bu Puspa meminta kami untuk memahami
gangguan sistem pernapasan dan teknologi sistem pernapasan pertemuan
diakhiri.

P e s a n & k e s a n………………………………………………………

Pembelajaran kali ini sangatlah menyenangkan dikarenakan
pembelajaran terjadi komunikasi antar guru dan murid namun juga
kondusif. Penjelasan dari teman dan Bu Puspa sangat mudah
dimengerti.

168

Jurnal belajar

Rabu, 10 Februari 2021

Pada hari Rabu tanggal 10 Februari 2021, di pertemuan yang ke empat ini kami
kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 kembali mengikuti pembelajaran biologi secara daring
menggunakan Google Meet. Pertama - tama Bu Puspa meminta kami untuk
berpartisipasi dalam membuat video ucapan ulang tahun bersama-sama untuk
Pak Eddy selaku kepala sekolah. Bu Puspa meminta kami semua untuk
menyalakan kamera. Lalu, Bu Puspa meminta Aaliyah untuk menyampaikan
pesan kemudian diakhiri mengucapkan selamat tahun Pak Eddy bersama-sama.
Setelah beberapa kali mengulang dikarenakan kami tidak serentak, akhirnya di
percobaan terakhir berhasil. Bu Puspa mengirimkan kami video tersebut melalui
Whatsapp Group. Lalu Bu Puspa ingin mnginfokan kami mengenai tugas yang
telah Bu Puspa berikan, yaitu Jurnal Belajar dan tugas membuat laporan Analisis
Pencemaran Udara Terhadap Kelainan Organ Pada Sistem Pernapasan
Manusia. Bu Puspa bangga karena sudah banyak yang mengumpulkan tugas
tersebut padahal beliau belum menjelaskan tentang tugas tersebut. Kemudian, Bu
Puspa menyebutkan sistematika laporan analisis tersebut. Setelah itu Bu Puspa
mempersilahkan murid-muridnya untuk bertanya mengenai hal apa saja yang
masih dibingungkan dari tugas yang diberikan beliau. Jeivan bertanya, apakah
video presentasinya langsung di publikasikan ke YouTube? Bu Puspa menjawab
bahwa vidionya dikumpulkan terlebih dahulu di Google Classroom. Lalu Bu Puspa
akan memeriksa apakah video presentasi tersebut sudah pantas untuk

169

dipublikasikan. Lanjut, Aaliyah memberitahukan Bu Puspa bahwa hari Jum’at 12
Februari 2021 dilaksanakannya cuti bersama memperingati hari raya Imlek. Jadi,
untuk jurnal belajar hanya sampai hari ini. Ghina bertanya mengenai lembar
pengesahan. Bu Puspa meminta Juan untuk berbagi memberikan contoh. Tidak
lupa Bu Puspa menginfokan kami bahwa akan diadakannya ulangan harian Bab 7
Sistem Pernapasan pada hari Senin mulai pukul 14.00-15.00 WITA menggunakan
CBT SMANSA dengan soal sebanyak 25 soal pilihan ganda. setelah itu, Bu
Puspa mempersilahkan kami jika ada yang ingin menunjukkan hasil pengerjaan
tugas bisa ditampilkan dan konsultasi saat itu namun, tidak ada yang bersedia.
Sehingga, pertemuan diakhiri

P e s a n & k e s a n………………………………………………………

Pembelajaran kali ini sangatlah menyenangkan dikarenakan
pembelajaran terjadi komunikasi antar guru dan murid namun juga
kondusif. Penjelasan dari teman dan Bu Puspa sangat mudah
dimengerti.

170

171

LEMBAR PENGESAHAN

Judul : Dampak Asap Kebakaran

Hutan Oleh : Fani Citra Hati

Mengetahui, Balikpapan, 11 Februari 2021
Guru Biologi SMA Negeri 1 Balikpapan Siswa yang Bersangkutan,

Puspani, M.Pd Fani Citra Hati

NIP.19731010 200012 2 003 NIS. 19962

172

Asap Kebakaran Hutan yang Menggangu

Sistem Pernapasan Manusia

Tujuan :

1. Mengetahui dampak yang ditimbulkan dari pencemeran udara akibat kebakaran hutan
2. Mengetahui penyebab asap kebakaran hutan

Hasil analisis

a. Peristiwa pencemaran

Peristiwa pencemaran udara sudah banyak sekali terjadi di Indonesia seperti asap
kendaraan, asap pabrik dan salah satunya adalah asap kebakaran hutan. Kebaraan hutan
sudah sering terjadi di dunia dan Indonesia. Di Indonesia Ada enam Provinsi yang rutin
mengalimi kebakaran yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat,
Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan Akibatnya, udara di beberapa wilayah
provinsi tersebut mengalami pencemaran udara.

b. Penyebab pencemaran
1. Penyebab kebakaran hutan disebabkan oleh kondisi alam

Penyebab kebakaran hutan secara alami biasanya memiliki dampak yang tidak terlalu
luas. Kebakaran hutan akibat alam tidak akan menelan kerugian besar. Penyebab
kebakaran hutan yang disebabkan oleh alam bisa terjadi karena musim kemarau yang
panjang, sambaran petir, aktivitas vulkanik di gunung berapi dan ground fire atau
kebakaran didalam lapisan tanah gambut akibat kemarau panjang.

2. Penyebab kebakaran hutan akibat ulah manusia
 Pembukaan lahan
 Membuang puntung rokok sembarangan dan lupa mematikan api
 Pemburuan hewan liar
 Illegal Logging

c. Akibat pencemaran
 Efek jangka pendek Kesulitan bernapas, batuk, mual, iritasi mata dan kulit,
 Efek jangka panjang Meningkatnya jumlah penderita penyakit infeksi saluran
pernapasan atas (ISPA) dan kanker paru-paru.
 Terbunuhnya satwa liar dan musnahnya tanaman baik karena kebakaran,
 Menyebabkan banjir saat musim hujan dan kekeringan di saat musim kemarau.

173

d. Refleksi
Kebakaran hutan merugikan banyak orang gak hanya manusia tapi juga hewan dan
tumbuhan. Hutan menjadi gundul dan berkurangnya paru paru dunia. asap yang
ditimbulkan banyak sekali dampaknya untuk kesehatan sistem pernapasan manusia

e. Tindak Lanjut
Tidak membuang putung rokok di area hutan dan stop membuka lahan dengan cara
membakar hutan dan terakhir memperkuat kesadaran masyarakat untuk melindungi
hutan

Daftar pustaka

https://hot.liputan6.com/read/4410645/11-penyebab-kebakaran-hutan-ketahui-dampaknya-
bagi- lingkungan
https://regional.kompas.com/read/2019/09/23/14525191/apa-dampak-asap-kebakaran-hutan-
dan- lahan-bagi-tubuh-manusia?page=3
https://www.liputan6.com/bisnis/read/4043731/6-provinsi-alami-kebakaran-hutan-
terparah- tahun-ini
https://id.wikipedia.org/wiki/Kebakaran_liar

174

175

Jurnal belajar

Jumat, 19 Februari 2021

Pada hari Jumat, 19 Februari 2021 di pertemuan yang Pertama bab ke delapan
ini kami XI IPA 4 dan XI IPA 5 kembali mengikuti pembelajaran biologi secara
daring (google meet) Kami akan mempelajari tentang Sistem Eksresi. Ada 4
organ yang melakukan sistem ekskresi yaitu ginjal, paru-paru, hati, dan kulit.
Secara keseluruhan, 4 organ tersebut memiliki tanggung jawab untuk melakukan
fungsi-fungsi sistem ekskresi. Setelah itu, Bu Puspa memberikan tugas untuk
membuat hasil analisis sesuai dengan judul kita. Judul yang kita dapat sesuai
dengan urutan nomor absen yaitu seperti absen pertama menjelaskan tentang
ginjal, absen kedua menjelaskan tentang hati, absen ketiga menjelaskan tentang
kulit, dan seterusnya hingga absen terakhir. Tugas tersebut bisa dikerjakan
melalui tulis tangan di buku tulis atau diketik. Hasil analisis tersebut berisi
tentang struktur, fungsi, dan proses yang terjadi pada organ tersebut. Hasil
analisis tersebut harus singkat, jelas, padat, dan tidak kepanjangan. Setelah
dijelaskan semua, tak lama kemudian, pembelajaran pada hari ini pun berakhir.

P e s a n & k e s a n………………………………………………………

Pembelajaran kali ini sangatlah menyenangkan dikarenakan
pembelajaran terjadi komunikasi antar guru dan murid namun juga
kondusif. Penjelasan dari teman dan Bu Puspa sangat mudah
dimengerti.

176

Jurnal belajar

Jumat, 26 Februari 2021

Pada hari Jumat, 26 Februari 2021 di pertemuan yang Ke dua bab ke delapan
ini kami XI IPA 4 dan XI IPA 5 kembali mengikuti pembelajaran biologi secara
daring (google meet) Kami akan mempelajari tentang Sistem Eksresi. Pertama-
tama, Bu Puspa memberitahu bahwa Bu Puspa sudah membagi sesuai absen
yang menjadi judul dari setiap kelompok. Setelah itu, Bu Puspa memberi
kesempatan untuk menjelaskan materinya sesuai judul yang telah diberikan,
Candyle pun ingin mencobanya. Jadi, kulit merupakan organ terbesar dari
manusia. Lalu, kulit juga memiliki banyak fungsi seperti ekskresi, perlindungan,
pengaturan suhu badan, metabolisme, dan komunikasi. Kulit terdiri atas
beberapa lapisan, yaitu epidermis (lapisan paling luar), dermis, dan hipodermis
(subkutaneus). Setelah Candyle menjelaskan, Deswita ingin menjelaskan
tentang gangguan pada kulit. Gangguan pada hati, antara lain biang keringat
(miliaria), hiperhidrosis, anhidrosis, bromhidrosis, eksem (dermatitis), kadas
(kurap), kudis, Athelete’s foot, vitiligo, jerawat, pruvitus kutanea, dan kalvus.
Lalu, Deswita menjelaskan tentang teknologi sistem ekskresi pada kulit, antara
lain skin grafting (cangkok kulit). Setelah itu, Engeline dan Nadia ingin
menambahkan penjelasan tentang kulit. Lalu, Shofa juga menjelaskan tentang
cara untuk mencegah penyakit kulit, seperti menjaga kebersihan diri, tidak
berbagi barang pribadi dengan teman atau penderita penyakit kulit, menghindari
kebiasaan menggaruk kulit, menghindari kontak fisik dengan penderita penyakit
menular. Lalu, Afif dan Aldian juga melengkapi penjelasan tentang materi kulit.

177

Setelah dijelaskan semua, tak lama kemudian, pembelajaran pada hari ini pun
berakhir.

P e s a n & k e s a n………………………………………………………

Pembelajaran kali ini sangatlah menyenangkan dikarenakan
pembelajaran terjadi komunikasi antar guru dan murid namun juga
kondusif. Penjelasan dari teman dan Bu Puspa sangat mudah
dimengerti.

178

Jurnal belajar

Rabu, 3 Maret 2021

Pada hari Rabu, 3 Maret 2021 di pertemuan yang ketiga bab ke delapan ini
kami XI IPA 4 dan XI IPA 5 kembali mengikuti pembelajaran biologi secara
daring (google meet) Pertama-tama, kita langsung masuk ke penjelasan tentang
ginjal. Jadi, yang pertama jelasin adalah Aaliyah. Aaliyah menjelaskan tentang
definisi dan 8 fungsi pada ginjal. Thezar pun ingin bertanya tentang apa saja
pengeluaran zat sisa organik dan pengeluaran zat racun. Dwi pun menjawab
pengeluaran zat sisa organik bisa berupa urea, asam urat, amonia, dan lain-
lainnya, sedangkan pengeluaran zat racun biasanya seperti sisa-sia obat-obatan,
zat aditif makanan, polutan, dan lain-lain. Setelah itu, Dwi menjelaskan tentang
struktur pada ginjal. Lalu, Albert menjelaskan tentang gambar struktur pada
ginjal. Lalu, Alya Herliani menjelaskan tentang gambar struktur nefron. Lalu,
Oasis menjelaskan tentang filtrasi glomerulus. Lalu, Alfonsus menjelaskan
tentang reabsorpsi tubulus. Lalu, Boeih dan Aurel menjelaskan tentang
augmentasi. Lalu, Dicky menjelaskan tentang yang terjadi setelah dari duktus
kolektivus. Setelah dijelaskan semua, tak lama kemudian, Bu Puspa pun
mengakhiri pembelajaran biologi pada hari ini.

P e s a n & k e s a n………………………………………………………

Pembelajaran kali ini sangatlah menyenangkan dikarenakan
pembelajaran terjadi komunikasi antar guru dan murid namun juga
kondusif. Penjelasan dari teman dan Bu Puspa sangat mudah 179
dimengerti.

Jurnal belajar

Jumat, 5 Maret 2021

Pada hari Jumat, 5 Maret 2021 di pertemuan yang ke empat bab ke delapan
ini kami XI IPA 4 dan XI IPA 5 kembali mengikuti pembelajaran biologi secara
daring (google meet) Pada pertemuan kali ini, kita melanjutkan `pembahasan
tentang ginjal. Bu Puspa mempersilahkan siswa untuk melanjutkan materi yaitu
tentang faktor-faktor yang memengaruhi proses pembentukan urine. Jadi,
pembentukan urine dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor internal dibagi menjadi 3 yaitu hormon ADH, hormon insulin, dan sistem
renin-angiotensin- aldosteron. Fator eksternal dibagi menjadi 3 yaitu suhu
lingkungan, jumlah air yang diminum, dan alkohol. Lalu, Thezar ingin
menjelaskan faktor tersebut. Jadi, pembentukan urine dapat dipengaruhi yang
pertama adalah faktor internal. Di faktor internal, yang pertama adalah hormon
ADH. Hormon ADH (antidiuretic hormone) dihasilkan oleh hipotalamus dalam
otak. Yang kedua adalah hormon insulin. Hormon insulin dihasilkan oleh sel β
pada pankreas. Insulin berfungsi untuk menurunkan kadar glukosa darah dengan
cara menginisiasi penyerapan glukosa oleh sel. Yang ketiga adalah sistem renin-
angiotensin-aldosteron yang dihasilkan oleh aparatus juksta glomerulus untuk
merespons tekanan darah yang rendah, konsentrasi natrium rendah, dan
kehilangan air. Lalu, pembentukan urine dapat dipengaruhi yang kedua adalah
faktor eksternal. Di faktor eksternal, yang pertama adalah suhu lingkungan. Jika
suhu lingkungan panas, banyak mengeluarkan keringat, maka osmolaritas
darah meningkat, sekresi ADH meningkat, reabsorpsi air banyak, dan jumlah
urine sedikit. Yang kedua adalah jumlah air yang diminum. Jika banyak minum

180

air, maka osmolaritas darah menurun, sekresi ADH menurun, reabsorpsi air
sedikit, dan jumlah urine akan menjadi banyak. Yang ketiga adalah alkohol.
Alkohol dapat menghambat pembebasan ADH sehingga menyebabkan
kandungan air dalam urine berkurang, tubuh menjadi dehidrasi, dan rasa sakit.
Lalu, Ruth ingin membahas tentang karakteristik urine yaitu sifat fisik urine. Yang
pertama adalah volume urine dihasilkan orang dewasa yang sehat sekitar

800 – 2.500 mL/hari. Yang kedua adalah berwarna kuning pucat sampai

dengan kuning tua. Urine yang masih segar tampak jernih, tetapi kalau
didiamkan beberapa saat pada ruangan terbuka, maka akan berubah menjadi
keruh. Hal ini terjadi karena perubahan urea menjadi amonia. Yang ketiga
adalah berat jenis urine 1,003 – 1,035 g/cm3, bersifat agak asam dengan pH
rata-rata 6, atau sekitar 4,7 – 8. Yang keempat adalah berbau khas, cenderung
berbau amonia setelah didiamkan, dipengaruhi oleh jenis makanannya. Pada
urine penderita diabetes, adanya aseton menimbulkan bau manis. Setelah itu,
Bu Puspa menjelaskan tentang faktor yang memengaruhi proses pembentukan
urine. Lalu, Faisal dan Gita melengkapi penjelasan tentang hormon ADH. Lalu,
Faren, Je Ivan, Marcel melengkapi penjelasan tentang hormon insulin. Lalu, Rafli
dan Nanda melengkapi penjelasan tentang sistem renin-angiotensin-aldosteron.
Lalu, Raina melengkapi penjelasan tentang faktor eksternal. Lalu, Raisya
melengkapi penjelasan tentang sifat fisik urine. Setelah dijelaskan semua, tak
lama kemudian, pembelajaran pada hari ini pun berakhir.

P e s a n & k e s a n………………………………………………………

Pembelajaran kali ini sangatlah menyenangkan dikarenakan
pembelajaran terjadi komunikasi antar guru dan murid namun juga
kondusif. Penjelasan dari teman dan Bu Puspa sangat mudah
dimengerti.

181

Jurnal belajar

Rabu, 10 Maret 2021

Pada hari Rabu, 10 Maret 2021 di pertemuan yang ke lima bab ke delapan
ini kami XI IPA 4 dan XI IPA 5 kembali mengikuti pembelajaran biologi secara
daring (google meet). Pada pertemuan kali ini, kita membahas tentang hati.
Pertama-tama, Bu Puspa mempersilahkan siswa yang mendapat judul hati.
Lalu, Elvina ingin menjelaskan tentang definisi hati. Dan menjelaskan tentang
fungsi hati. Lalu, Rania melengkapi penjelasan tentang fungsi dari hati. Bu Puspa
menjelaskan tentang hati dan mempersilahkan siswa untuk menjelaskan tentang
proses ekskresi pada hati. Lalu, Alya Rahimah ingin mencobanya. Jadi, proses di
dalam hati yang berhubungan dengan alat eskresi ada 2, yaitu proses
pemecahan eritrosit dan proses deaminasi. Setelah itu, Oriza membahas tentang
gangguan hati. Setelah itu, Bu Puspa memberitahu bahwa minggu depan akan
ada ulangan biologi bab 8 tentang sistem ekskresi. Bu Puspa akan memberitahu
jadwal ulangan biologi di WhatsApp. Setelah dijelaskan semua, tak lama
kemudian, pembelajaran pada hari ini pun berakhir.

P e s a n & k e s a n………………………………………………………

Pembelajaran kali ini sangatlah menyenangkan dikarenakan
pembelajaran terjadi komunikasi antar guru dan murid namun juga
kondusif. Penjelasan dari teman dan Bu Puspa sangat mudah
dimengerti.

182

Jurnal belajar

Jumat, 12 Maret 2021

Pada hari Jumat tanggal 12 Maret 2021, kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 belajar
biologi bab 8 bersama Bu Puspa, hari ini adalah pertemuan yang ke-6. Pada
pertemuan kali ini, kita tidak melakukan pertemuan seperti biasanya. Melainkan,
pembelajaran hari ini dilakukan melalui grup WhatsApp, dikarenakan guru-guru
SMA Negeri 1 Balikpapan sedang melakukan rapat untuk persiapan ujian. Jadi,
pada pertemuan kali ini, Bu Puspa memberi tugas kepada siswa kelas XI IPA 4
dan XI IPA 5 untuk membuat analisis terhadap organ ginjal, hati, dan kulit
sebagai organ sistem ekskresi manusia. Bu Puspa memberi tahu bahwa hasil
pekerjaan tersebut di kirim melalui Google Classroom menggunakan akun
kementrian yang belajar.id. Setelah diberikan informasi tersebut, Bu Puspa
memohon maaf karena Bu Puspa tidak melayani pertanyaan melalui WhatsApp
pribadi yang sehubungan dengan tugas yang telah diberikan, karena Bu Puspa
tidak mungkin harus menjawab ratusan siswa yang telah menanyakan tentang
tugas tersebut melalui WhatsApp pribadi. Lalu, Bu Puspa juga memberikan
informasi bahwa intinya kerjakan tugas yang telah diberikan menurut dengan
pemahaman masing-masing siswa, sehingga akan terlihat yang mana yang
benar-benar mengikuti atau tidak selama kita melakukan kegiatan belajar
mengajar ini. Jadi, pada jam pelajaran biologi hari ini digunakan untuk
mengerjakan tugas mandiri yang telah diberikan.

183

P e s a n & k e s a n………………………………………………………

Pada pertemuan kali ini, pembelajaran hari ini sudah berjalan dengan baik walaupun
hanya melalui grup WhatsApp. Semoga pembelajaran kedepannya dapat berjalan
lebih baik lagi dan semoga apa yang diberikan atau disampaikan dapat bermanfaat.
Dan juga, semoga siswa-siswi dapat mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh Bu
Puspa dengan baik dan benar, sehingga dapat membuat Bu Puspa senang dan
bangga.

184

Jurnal belajar

Rabu, 17 Maret 2021

Pada hari Rabu, 10 Maret 2021 di pertemuan yang ke tujuh bab ke delapan
ini kami XI IPA 4 dan XI IPA 5 kembali mengikuti pembelajaran biologi secara
daring (google meet). Pertama-tama, Bu Puspa memberi informasi bahwa akan
ada ulangan biologi bab 8 tentang sistem ekskresi yang dilaksanakan pada hari
Senin, pada tanggal 22 Maret 2021 pada pukul 14.00 sampai dengan 15.00.
Pada pertemuan kali ini, Bu Puspa memberikan kesempatan kepada siswa-siwi
yang belum menjelaskan atau menyampaikan pendapatnya sesuai dengan judul
masing-masing. Lalu, Bu Puspa meminta untuk menjelaskan dengan singkat,
jelas, dan tidak akan melakukan pembahasan. Bu Puspa juga meminta bagi
yang sudah mendapatkan nilai, cukup mendengarkan saja. Setelah itu, Yuniar
ingin menjelaskan tentang kulit. Jadi, kulit memiliki berbagai kategori, yaitu kulit
wajah normal, kering, berminyak, sensitif, dan kombinasi. Lalu, Alya Sakila ingin
menjelaskan tentang kulit, Alya membahas mengenai proses keratinisasi pada
kulit. Proses keratinisasi merupakan proses pembuatan keratin atau protein
keras anti air yang berfungsi untuk melindungi permukaan kulit. Proses
keratinisasi dipicu oleh beberapa faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Setelah itu, saya ingin menjelaskan tentang hati, sayai membahas tentang
struktur pada hati. Lalu, Ashaz ingin menjelaskan tentang kulit, Ashaz membahas
tentang struktur pada kulit. Setelah itu, Madinah ingin menjelaskan tentang kulit,
Madinah membahas tentang prinsip pertolongan pertama luka bakar. Lalu, Jesen
ingin menjelaskan tentang hati, Jesen membahas tentang bagaimana cara
mendiagnosis penyakit hati dan pencegahan penyakit hati. Setelah itu, Gabriel

185

ingin menjelaskan tentang kulit, Gabriel membahas tentang jenis penyakit pada
kulit. Lalu, Ghina ingin menjelaskan tentang hati, Ghina membahas tentang
faktor yang mempengaruhi kerusakan pada hati. Setelah itu, Khansa ingin
menjelaskan tentang hati, Khansa membahas tentang pengobatan pada
gangguan hati. Lalu, Zinedine ingin menjelaskan tentang hati, Zinedine
membahas tentang struktur pada hati yaitu mengenai ligamen. Setelah itu, Ivan
ingin menjelaskan tentang kulit, Ivan membahas tentang kapalan. Lalu, Rafi ingin
menjelaskan tentang kulit, Rafi membahas tentang proses pengeluaran keringat.
Setelah itu, Modestine ingin menjelaskan tentang hati, Modestine membahas
tentang struktur pada hati yaitu mengenai lobulus, saluran empedu, dan
pembuluh darah. Lalu, Rizky Adhelia ingin menjelaskan tentang kulit, Rizky
Adhelia membahas tentang penyebab tangan menjadi berkerut apabila terkena
air. Setelah itu, Naura ingin menjelaskan tentang hati, Naura membahas tentang
salah satu penyakit hati, yaitu sirosis hati. Lalu, Juan ingin menjelaskan tentang
hati, Juan membahas tentang enzim yang ada pada hati. Dan yang terakhir
adalah Samuel. Samuel ingin ingin menjelaskan tentang hati, Samuel membahas
tentang berbagai gejala gangguan fungsi hati yang harus kita waspadai. Setelah
dijelaskan semua, tak lama kemudian, pembelajaran pada hari ini pun berakhir.

P e s a n & k e s a n………………………………………………………

Pembelajaran kali ini sangatlah menyenangkan dikarenakan
pembelajaran terjadi komunikasi antar guru dan murid namun juga
kondusif. Penjelasan dari teman dan Bu Puspa sangat mudah
dimengerti.

186

187

 Pengertian Ginjal

Ginjal adalah organ utama yang memproduksi urine. Ginjal itu sepasang dan terletak di belakang
perut, sebelah kanan dan kiri dari tulang belakang, di bawah hati dan limpa.

 Fungsi Ginjal

• Mengeluarkan zat sisa organik dan racun.
• Mengatur keseimbangan konsentrasi ion-ion penting dalam tubuh.
• Mengatur keseimbangan asam-basa.
• Menjaga tekanan darah.
• Mengatur produksi sel-sel darah merah di dalam sumsum tulang.
• Mengendalikan konsentrasi nutrisi darah.
• Mengubah vitamin D yang inaktif menjadi aktif.

 Struktur Ginjal

Ginjal dilindungi oleh lapisan jaringan ikat, yaitu fasia renal (pembungkus terluar), lemak
perirenal dan lemak pararenal (bantalan ginjal), serta kapsul fibrosa (membran halus transparan
yang membungkus ginjal.

Ginjal memiliki beberapa bagian :

 lobus ginjal yaitu bagian yang menyusun ginjal
 hilus atau hilum yaitu cekungan pada sisi medial yang membentuk bukaan pada ginjal,
 sinus ginjal yaitu rongga yang berisi lemak yang membuka pada hilus, dan
 parenkim ginjal yaitu jaringan yang menyelubungi struktur sinus ginjal.

Di parenkim ginjal terbagi menjadi dua, yaitu korteks dan medula.

 Korteks terdiri oleh nefron. Nefron adalah unit struktural fungsional terkecil ginjal yang
berjumlah sangat banyak. Di dalam nefron terdapat dua komponen yaitu komponen
vaskuler dan komponen tubuler.
Komponen vaskuler terdiri dari glomerulus yaitu gulungan kapiler berbentuk

188

bundar yang bersamaan dengan kapsul bowman. Selanjutnya ada arteriola
aferen. Arteriola aferen membawa darah ke glomerulus, sedangkan yang
membawa darah dari glomerulus adalah arteriola eferen. Dari arteriola eferen,
akan menyambung ke kapiler peritubuler yang nanti akan berujung di vena
renalis.
komponen tubuler. Yang pertama adalah kapsul bowman. Kapsul bowman
bersama dengan glomerulus disebut korpuskel renalis. Fungsinya untuk filtrasi
plasma darah. Di dekatnya ada tubulus kontortus proksimal, yaitu saluran
berliku yang berfungsi untuk reabsorpsi tidak terkontrol. Dilanjut ke lengkung
henle. Lengkung henle ada dua yaitu desenden dan asenden. Dari tubulus
kontortus proksimal ke lengkung henle desenden kemudian asenden. Setelahnya
adalah tubulus kontortus distal berupa saluran berliku yang menjauhi kapsul
bowman. Fungsinya untuk reabsorpi terkontrol dan sekresi. Dari situ menuju ke
duktus kolektibitus yang nantinya akan ke pelvis ginjal.

 Medula, terdiri atas 15-16 massa tringular yang disebut peramida ginjal, yang tersusun dari
sistem tubulus berukuran mikroskopis. Sistem tubulus pada medula meliputi lengkung
henle, duktus kolektivus, dan duktus papilaris bellini.

 Bagian terakhir dari ginjal adalah pelvis ginjal.

 Proses Pembentukan Urine

Dalam proses pembentukan urine, terdapat tiga tahap yaitu filtrasi, reabsorpsi, dan augmentasi.
Tahap pertama adalah filtrasi yaitu proses penyaringan plasma bebas protein melalui kapiler
glomerulus ke dalam kapsul Bowman. Volume rata-rata plasma dalam tubuh itu sebesar 2,75
liter sedangkan tiap harinya terbentuk 180 liter filtrat glomerulus, jadi ginjal menyaring plasma
itu sampai 65 kali per harinya.

Ketika darah mengalir melewati membran glomerulus, hanya sel darah dan protein plasma yang
tertahan. Sedangkan seperti air dan zat terlarut di dalam air itu masih dapat masuk. Tubuh masih
ada membutuhkan zat-zat yang masuk tersebut seperti glukosa, klorida, natrium, dan sebagianya.
Sehingga filtrat glomerulus atau urine primer masih perlu dilanjutkan ke proses reabsorpsi.

189

Reabsorpsi adalah proses penyerapan kembali zat yang dibutuhkan. Terjadi di tubulus kontortus
proksimal, lengkung Henle, tubulus kontortus distal, dan tubulus kolektivus.Pada proses
reabsorpsi, zat yang diserap masuk ke kapiler peritubuler dan dikembalikan ke sistem peredaran
darah.Zat-zat tersebut adalah ion natrium, ion klorin, glukosa, air, urea, dan ion anorganik. Hasil
yang dihasilkan adalah urine sekunder.
Tahap terakhir adalah augmentasi yaitu transpor aktif yang memindahkan zat-zat tertentu dari
darah ke dalam urine.Semua zat yang masuk ke cairan tubuler dan tidak di reabsorpsi akan
dieleminasi ke dalam urine sesungguhnya. Tahap augmentasi terjadinya di kontortus proksimal,
tubulus kontortus distal, dan tubulus kolektivus. Untuk zat-zat yang dipindahkan adalah ion
hidrogen, amonia, kreatinin, asam hipurat, obat-obatan tertentu, dan zat kimia asing dan juga ion
kalium.

 Penyimpanan Eksternal Urine dan Berkemih

Urine dari duktus kolektivus ke pelvis renalis, ke ureter, kemudian ke vesika urinaria (kandung
kemih). Bentuk kandung kemih itu seperti buah pir terbalik dengan bentuk berlipat-lipat serta
struktur otot yang dapat meregang untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan urine.
Keinginan buang air kecil disebabkan isi urine dalam kandung kemih sudah mencapai 170 – 230
mL.Urine dari kandung kemih mengalir ke uretra kemudian melalui lubang luar dibuang keluar
tubuh. Peristiwa pembuangan urine ini disebut mikturisi.
 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Proses Pembentukan Urine
Terdapat dua faktor utaam yaitu faktor internal dan eksternal.
Faktor internal dipengaruhi oleh :

1. Hormon ADH yangberfungsimengontrol pengeluaran urine.
2. Hormon insulin yang berfungsi menurunkan kadar glukosa darah.
3. Sistem renin-angiotensin-aldosteron

190

Sedangkan faktor eksternal dipengaruhi oleh :

1. Suhu Lingkungan
2. Jumlah air yang diminum
3. alcohol dapat menghambat pembebasan ADH

 Karakteristik Urine

Sifat fisik urine adalah volume normal 800 – 2500 mL/hari, warna kuning pucat sampai kuning
tua, berat jenis 1,003 – 1,035 g/cm3, pH 4,7 – 8, bau khas amonia.

Komposisi urine adalah zat buangan nitrogen (urea, asam urat, dan kreatinin), benda keton, asm
hipurat, toksin, zat kimia asing, pigmen, enzim, vitamin, hormon, dan elektrolit.

Sedangkan untuk urine tidak normal adalah albumin, glukosa, sel darah merah, zat kapur, batu
ginjal, dan badan keton dengan jumlah berlebihan.

 Ganguan pada Ginjal

Berbagai macam kondisi dan penyakit dapat menyebabkan gangguan pada fungsi ginjal.
Jenis-jenis gangguan ginjal tersebut meliputi:

1. Glukosuria, ekskresi glukosa ke dalam urine.
2. Albuminuria, glomerulus gagal melakukan penyaringan protein.
3. Batu ginjal, adanya endapan senyawa kalsium dan asam urat pada rongga ginjal atau

kandung kemih.
4. Diabetes mellitus, banyaknya glukosa dalam urine karena kurangnya hormon insulin

untuk mengubah glukosa menjadi glikogen untuk disimpan di hati.
5. Diabetes insipidus, produksi urine berlebihan dan encer karena kekurangan hormon ADH.
6. Poliuria, kelebihan produksi air seni akibat rasa haus yang terus-menerus atau

mengonsumsi cairan yang bersifat diuretik.
7. Gagal ginjal (anuria), ginjal gagal memproduksi urine.
8. Uremia, darah banyak mengandung urea karena ginjal gagal membuang urea keluar dari

tubuh.
9. Nefritis, radang nefron karena infeksi bakteri Streptococcus sp.

191

 Perngertian hati :

Hati bahasa Latinnya adalah hepar merupakan salah satu organ yang perannya sangat
vital dalam tubuh manusia. Organ yang berwarna cokelat ini memiliki berat sekitar 1,5-2,0
kilogram. Ia terletak di rongga perut kanan letaknya di rongga perut bagian kanan lebih
tepatnya di bawah diafragma dan hati ini merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh yang
beratnya mencapai 1,5 - 2 kilogram

 Fungsi hati :

Sebagai kelenjar, hati berfungsi untuk mengahsilkan antara lain sebagai berikut :
1. Empedu (untuk membantu pencernaan lemak)
2. Menghasilkan Trombopoietin (untuk mengendalikan produksi keping darah)
3. Albumin (yang merupakan komponen palsma darah)
4. Angiotensinogen (untuk peningkatan tekanan darah)
5. Enzim arginase (untuk mengubah arginin menjadi ornitin dan urea)
6. Enzim GOT / glutamat-oksaloasetat transferase (mengkatalisis perpindahan
gugus amino dari aspartat, kepada 2-oksoglutarat untuk menjadi L-glutamat dan
oksaloasetat)
7. Enzim GPT / glutamat-piruvat transferase (untuk mendiagnosis destruksi
hepatoseluler)
8. Enzim laktat dehidrogenase (yang membantu untuk memproduksi

energi) Adapun fungsi lain hati yaitu :

1. Menghancurkan Sel Darah Merah
2. Membersihkan Darah
3. Memproduksi dan Memetabolisme Protein
4. Degradasi amonia menjadi urea
5. Degradasi hormon insulin menjadi hormon lain
6. Fagosit bakteri
7. Menyimpan glikogen, lemak, zat besi, zat tembaga, dan vitamin A, D, dan B12

192

 Struktur hati

 Lobus kanan : Lobus ini berukuran enam kali lebih besar dibandingkan lobus kiri.
 Lobus kiri : Lobus yang berukuran lebih kecil dan lebih pipih dibanding lobus

kanan.
 Lobus kaudatus : Lobus ini terletak di belakang lobus kanan dan menyelimuti

meupun mengelilingi vena cava inferior atau pembuluh darah balik, yang
mengarah ke jantung.
 Lobus kuadrat : Lobus ini terletak di bawah lobus kaudatus dan terletak
mengelilingi kantung empedu.

Adapun ligamen pada organ hati yaitu : ligamen adalah penghubung dan
penyangga struktur hati

1. Ligamen falsiformis
Ligamen ini berbentuk seperti bulan sabit ini terletak di hati bagian depan, serta

berperan untuk memisahkan lobus kanan dan lobus kiri. Ligamen ini menyangga hati
bagian depan karena terhubung ke dinding perut bagian depan.
2. Ligamen koroner

Ligamen ini berada di bagian atas hati dan berlanjut hingga ke bagian bawah
diafragma dan berfungsi menyangga bagian atas hati.
3. Ligamen triangular

Ligamen triangular terbagi menjadi dua bagian, kiri dan kanan. Ligamen triangular
kiri merupakan gabungan dari ligamen koroner yang ada di puncak hati sebelah depan
maupun belakang. Ligamen ini menempel dari lobus kiri hingga ke diafragma. Sementara
itu, ligamen triangular kanan menempel dari lobus kanan hingga ke diafragma.
4. Lesser omentum

Lesser omentum menyangga hati dengan dua jenis ligamen, yaitu ligamen
hepatoduodenal yang menghubungkan hati dengan usus dua belas jari atau duodenum, serta
ligamen hepaogastric yang menghubungkan hati dengan lambung.

193

Selain lobus dan ligamen, adapun beberapa bagian hati yang memilki
peran penting, yaitu:

1. Lobulus :
Struktur hati bagian dalam jika dilihat secara mikroskopik sebenarnya akan

terlihat tersusun dari sekitar 100.000 unit lobulus berbentuk segi enam atau hexagonal.
Di dalam lobulus terdapat banyak pembuluh darah yang dikaitkan oleh saluran
bernama sinusoid.

Sinusoid terdiri dari dua macam sel utama, yaitu sel kupffer dan hepatosit. Sel
kupffer berperan dalam menyaring sel darah merah.Sementara itu, hepatosit adalah
sel yang berperan dalam hampir semua fungsi hati, mulai dari metabolisme,
pencernaan, hingga penyimpanan.

2. Saluran empedu

Di dalam hati juga terdapat saluran empedu, yang menghubungkan antara hati
dengan kantung empedu. Saluran ini jumlahnya cukup banyak dan susunannya
bercabang menyerupai pohon kemudian menyatu di bagian tertentu, membentuk
duktus hepatikus. Duktus hepatikus ini berperan sebagai saluran keluar masuknya
cairan empedu.

3. Pembuluh darah

Hati memiliki susunan pembuluh darah yang unik karena organ ini memiliki
sistem sendiri yang dinamakan hepatic portal vein system. Oleh karena itu, hati bisa
menyaring sel darah sebelum menyalurkannya ke seluruh tubuh dan
mengembalikannya ke jantung.

 Proses perombakan eritrosit di hati :
1. Sel-sel darah merah tua dirombak ke dalam hati. Hemoglobin yang berada di dalam
sel darah merah tersebut dihancurkan dan dipecah menjadi beberapa zat yaitu zat
besi (Fe), globin, dan heme.
2. Zat besi (Fe) dan globin dilakukan penyerapan kembali, Zat besi diserap kembali dan
disimpan di hati, sedangkan globin diambil sebagai bahan dasar pembentukan

194

hemoglobin baru. Heme sendiri dirombak untuk dirubah ke dalam bentuk bilirubin
dan biliverdin yang berwarna hijau kebiruan.
3. Bilirubin akan dimanfaatkan sebagai pewarna feses dan urine setelah diubah
menjadi urobilin dan biliverdin akan dimanfaatkan sebagai pewarna empedu yang
akan digunakan di kantong empedu.

 Proses siklus ornitin di hati :
1. Hati merubah zat amoniak (NH3) yang beracun menjadi urea (CO(NH₂ )₂ ). Urea ini
adalah produk akhir metabolisme dari protein dan akan diekskresikan dalam urin.
2. Bila hati telah memecah zat berbahaya dari darah, maka produk sampingannya akan
dikeluarkan atau diekskresikan ke dalam cairan empedu atau darah. Produk
sampingan berupa cairan empedu akan masuk ke dalam usus dan akan dibuang dari
tubuh dalam bentuk kotoran (feses). Sementara, produk sampingan darah akan
dialirkan ke ginjal untuk disaring, dan meninggalkan tubuh dalam bentuk air kencing
(urin).

 Gangguan pada Hati

Berbagai macam kondisi dan penyakit dapat menyebabkan gangguan pada fungsi hati.
Jenis-jenis gangguan hati tersebut meliputi:
1. Penyakit hati (liver), paling sering disebabkan oleh infeksi virus, Amoeba penyebab

disentri, cacing, plasmodium penyebab malaria, dan Toxoplasma sp.
2. Sirosis hati (cirrhosis) adalah berubahnya sel-sel hati menjadi jaringan ikat fibrosa,

sehingga kehilangan fungsinya. Sirosis dapat disebabkan oleh minuman keras, serta
hepatitis B dan hepatitis C.
3. Hemokromatosis adalah kelainan secara genetik yang menyebabkan tubuh terlalu
banyak menyerap zat besi dari makanan sehingga zat besi banyak tersimpan di dalam
organ-organ tertentu, seperti hati, jantung, dan pankreas.

Kanker hati, terjadi ketika sel hati mengalami mutasi sehingga tumbuh secara tidak
terkendali. Dalam beberapa kasus, infeksi kronis akibat virus hepatitis B dan C bisa
menyebabkan kanker hati. Selain beberapa penyebab yang telah disebutkan di atas,
gangguan hati juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, toksin atau racun, dan kelainan

195

genetik.
4. Perlemakan hati (fatty liver), penyakit ini ditandai dengan terlalu banyak lemak yang

tersimpan dalam hati. Akibatnya, hati mengalami peradangan yang dapat berkembang
menjadi jaringan parut permanen. Pada kondisi kronis, hati berisiko mengalami sirosis
dan memicu kegagalan hati. Perlemakan hati bisa dipicu oleh konsumsi minuman keras
(alcoholic fatty liver) atau sebab lain (non-alcoholic fatty liver disease/NAFLD), seperti
diabetes dan obesitas.
5. Penyakit kuning, penyakit ini disebabkan oleh kadar bilirubin (pigmen empedu) dalam
aliran darah yang melebihi batas normal. Tingkat bilirubin menjadi tinggi karena adanya
kelainan sel atau peradangan pada hati.
6. Kolestasis, terjadi ketika aliran cairan empedu dari hati berkurang atau tersumbat.
Cairan empedu dihasilkan hati guna membantu proses pencernaan. Aliran empedu
yang terhambat ini dapat menyebabkan penumpukan bilirubin dan memicu penyakit
kuning.
7. Hepatitis A, penyakit ini disebabkan oleh virus Hepatitis A yang dapat menyebabkan
peradangan hati. Cara penularannya adalah melalui feses, air, dan makanan yang
terkontaminasi virus tersebut.
8. Hepatitis B, merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B dan dapat
ditularkan melalui darah, cairan tubuh, atau luka yang terbuka. Hati yang terinfeksi virus
hepatitis B akan mengalami luka, kegagalan hati, dan bahkan kanker jika tidak ditangani
secepatnya.
9. Hepatitis C, disebabkan oleh virus hepatitis C yang dapat menyebabkan organ hati
mengalami pembengkakan. Hepatitis C yang bersifat kronis bisa mengakibatkan sirosis,
kegagalan hati, dan kanker hati.

196


Click to View FlipBook Version