The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ummyfadillah4, 2022-06-22 04:52:07

Hasil Pratikum Pembelajaran IPA di SD (SEKOLAH DASAR)

Pratikum Pembelajaran IPA Di sekolah Dasar

Keywords: Assalammualikum,Chairani 1902090002 Jihan Mahdina 1902090012 Tazkia Aulia Sirait 1902090210 Ummy Fadillah 1902090194

HASIL PRATIKUM PEMBELAJARAN IPA
DI SEKOLAH DASAR

Disusun Oleh:
1. Chairani (1902090002)
2. Jihan Mahdina (1902090012)
3. Ummy fadillah (1902090194)
4. Tazkia Aulia Sirait (1902090210)

Dosen Pengampu :
Indah Pratiwi,S.Pd.,M.Pd
FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
PRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATRA UTARA

LEMBAR KERJA MAHASISWA
MODUL 1. MAKHLUK HIDUP
Judul Percobaan : Ciri-ciri Makhluk Hidup

A. TUJUAN PERCOBAAN
Mengamati ciri-ciri makhluk hidup yang ada disekitar tempat.

B. ALAT DAN BAHAN
1. Alat-alat tulis
2. Tabel pengamatan
3. Alam sekitar

C. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Menyiapkan alat- alat tulis dan tabel pengamatan yang diperlukan .
2. Keluar kelas atau kelingkungan sekitar kampus.
3. Tentukan lebih kurang 20 makhluk hidup (10 hewan dan 10 tumbuhan (yang anda
kenal namanya)).
4. Catat namanya pada tabel pengamatan.
5. Amati ciri-ciri dari setiap makhluk hidup yang telah anda catat tersebut, dengan
cermat.
6. Membubuhkan tanda (V) sesuai yang anda amati, pada tabel hasil pengamatan.

D. HASIL PENGAMATAN

Ciri – ciri makhluk hidup
No Nama Makhluk Hidup

12345

1 Semut √√√√√

2 Kupu-kupu √√√√√

3 Jangkrik √√√√√

4 Cicak √√√√√

5 Kucing √√√√√

6 Anjing √√√√√

7 Laba-laba √√√√√

8 Burung Pipit √√√√√

9 Cacing √√√√√

10 Tawon / Lebah √√√√√

11 Pohon Mangga √√√√√

12 Lidah Buaya √√√√√

13 Pohon Nangka √√√√√

14 Anggrek √√√√√

15 Pohon Cemara √√√√√

16 Lidah Mertua √√√√√

17 Gelombang Cinta √√√√√

18 Pohon Rambutan √√√√√

19 Kumis Kucing √√√√√

20 Palem √√√√√

a.gambar hewan



b. gambar tumbuhan

E. PEMBAHASAN
Tumbuhan maupun hewan memiliki ciri-ciri yang sama yaitu bergerak dan

bereaksi terhadap rangsang, bernafas, perlu makan, tumbuh, dan berkembang. Hewan dan
tumbuhan sama-sama bergerak namun gerakannya berbeda. Tumbuhan bergerak dan
bereaksi terhadap rangsang secara pasif tidak bergerak dan terbatas pada bagian tubuh
tertentu sementara hewan bergerak secara aktif dapat berpindah tempat dan mempunyai
alat gerak. Hewan dan tumbuhan sama-sama melakukan pernafasan. Jika Pada tumbuhan
oksigen masuk melalui stomata dan lentisel, sedangkan oksigen masuk ke dalam tubuh
hewan melalui organ pernafasan. Hewan dan tumbuhan memerlukan makan dan air,
hanya saja saja berbeda bentuk dan prosesnya. Tumbuhan makan dengan melakukan
fotosintesis, sedangkan hewan memakan bentuk yang sudah jadi. Hewan dan tumbuhan
sama-sama tumbuh dan berkembang, bertambah ukuran tinggi dan besar maupun
beratnya.

F. KESIMPULAN
Makhluk hidup yaitu tumbuhan dan hewan memiliki ciri-ciri yang sama meliputi

bergerak dan bereaksi terhadap rangsangan, bernapas, makan, tumbuh dan berkembang,
namun karena tumbuhan dan hewan mempunyai struktur yang berbeda maka terdapat
beberapa hal yang membedakannya antara tumbuhan dan hewan seperti proses bergerak
dan bernafas.

G. JAWABAN PERTANYAAN
1. Apakah tumbuhan memenuhi ciri-ciri gerak dan bereaksi terhadap rangsang?
Iya, tumbuhan dapat bergerak dan bereaksi terhadap rangsang, meskipun gerakannya
sangat terbatas pada bagian tubuh tertentu sebagai contoh Putri Malu apabila di

sentuh hanya daunnya yang akan menutup menanggapi rangsangan. Kemudian
tumbuhan juga bergerak tumbuh mengikuti arah datangnya cahaya.

2. Jelaskan persamaan dan perbedaan ciri kehidupan pada hewan dan tumbuhan?
a. Persamaan ciri kehidupan pada hewan dan tumbuhan yaitu bergerak dan bereaksi
terhadap rangsang, bernafas, memerlukan makan, serta dapat tumbuh dan berkembang.

b. Perbedaan ciri kehidupan pada hewan dan tumbuhan :

No Tumbuhan Hewan

1 Reaksi lambat, terbatas dan pasif, umummya Reaksi cepat, simultan dan aktif, serta

menetap atau bergerak sebagian tubuh. dapat berpindah-pindah dan memiliki

alat gerak.

2 Tidak memiliki alat pernapasan khusus, oksigen Umummya memiliki alat pernapasan

masuk melalui stomata dan lentisel khusus/ organ pernafasan.

3 Dapat menyusun makanan sendiri dan makanan Makan makhluk hidup lain dan makanan
diambil dalam bentuk gas dan cair melalui diambil dalam bentuk padat dan cair
fotosintesis

4 Berlangsung selama hidupnya ada di daerah Tumbuh dan berkembang dalam masa
tumbuh tertentu, bentuk tubuhnya menyebar tertentu.
dan bercabang, jumlah bagiannya tak tentu

5 Pembuahan terjadi di dalam alat perkembang Pembuahan terjadi di dalam tubuh

biakan betina. Umumnya jumlah anak banyak maupun luar tubuh, umummya jumlah

tidak dipelihara induk dan dilindungi induk. anak terbatas dipelihara dan dilindungi.

LEMBAR KERJA MAHASISWA
MODUL 1. MAKHLUK HIDUP
Judul Percobaan : Gerak pada Tumbuhan

1. Tujuan
a. mengamati gerak seismonasti
b. mengamati gerak niktinasi
c. mengamati gerak geotropisme negatif pada tumbuhan

2. Alat dan Bahan
a. Seismonasti dan Niktinasti
1. Tanaman putri malu dalam pot 1 buah
2. Kotak dari karton warna hitam atau kardus dilapisi kertas hitam 1 buah
3. Stop Watch atau jam tangan 1 buah
4. Alat-alat tulis dan penggaris

b. Geotropisme
1. Pot berukuran kecil 2 buah
2. Tanah yang subur secukupnya
3. Biji kacang merah secukupnya
4. Air secukupnya

3. Cara Kerja
a. Seismonasti

1. Menyediakan alat dan bahan yang diperlukan seperti pot yang berisi tanaman
putri malu, lembar kerja, alat-alat tulis, dan penggaris.

2. Menyiapkan tanaman putri malu yang sudah tumbuh segar didalam pot.
3. Meletakkan putri malu dalam pot tersebut diatas meja, beri sentuhan halus

menggunakan penggaris dan hitung berapa waktu yang dibutuhkan putri malu
tersebut untuk menutup daunnya menggunakan stop watch.
4. Mencatat hasil pengamatan pada Lembar Kerja.
5. Setelah daun putri malu kembali seperti semula, kemudian melakukan seperti
kegiatan (3) namun dengan sentuhan sedang. Begitu kemudian dilanjutkan
dengan sentuhan hingga kasar dan hitung waktu yang dibutuhkan.

b. Niktinasti
1. Menyediakan 2 pot tanaman putri malu (pot A dan pot B)
2. Pot A diletakkan pada tempat terbuka (mendapat cahaya), sedang pot B ditutup
kotak karton (gelap)

3. Pot B dibiarkan tertutup selama kurang lebih setengah jam. Kemudian
membuka tutup kotak karton dengan hati-hati (tidak sampai tersentuh
tanamannya)

4. Mengamati apa yang terjadi pada daun putri malu pada kedua pot tersebut.
5. Mencatat hasil pengamatan pada lembar kerja/tabel pengamatan

c. Geotropisme
1. Menyediakan 2 pot (A dan B) yang sudah ditanami kacang merah
2. Meletakkan pot A tegak dan pot B rebah/horizontal
3. Melakukan pengamatan tiap pagi dan sore sampai sekitar 1 minggu
4. Mencatat hasil pengamatan pada lembar kerja

4. Tempat dan Tanggal Pengamatan
a. Tempat : Lingkungan sekitar Rumah
b. Tanggal : 3-9 Oktober 2019

5. Dasar Teori
Gerak Pada Tumbuhan
a. Taksis : pindah tempat seluruh tubuh dari tumbuhan. Tumbuhan bersel
b. Nasti : gerak sebagian tubuh tidak tergantung arah datangnya rangsang.
c. Tropisme : gerak sebagian tubuh dengan arah dipengaruhi datangnya rangsang.

1. Tropisme Positif : arah gerak menuju datangnya rangsangan
2. Tropisme negatif : arah gerak menjahui datangnya rangsangan

6. Pengamatan

1. Seismonasti dan Niktinasti

a. Pengamatan Seismonasti

Tabel 1.2

Hasil Pengamatan Seismonasti

No. Jenis Sentuhan Reaksi Daun Ket
1 HPaalduas Putri Malu
Dari pangkal daun ke ujung, hanya anak daun di Waktu cukup
ujung saja yang mengatup/melipat lama

2 Sedang Seluruh daun menutup Waktu agak
3 Kasar cepat
Arah gerak daun dengan sentuhan kasar pada ujung
daun akan melipat dari ujung hinga pangkal daun Waktunya
dengan cepat. cepat

b. Pengamatan Niktinasti

Tabel 1.3

Hasil Pengamatan Niktinasti

No. Pot Putri Malu Reaksi Daun
Mula-mula ½ jam kemudian

1. Di lekatkkan di tempat terang membuka Tetap membuka

2. Ditutup dengan kotak karton kedap cahaya membuka menutup

c. Pengamatan Geotropisme
Tabel 1.4

Hasil Pengamatan Geotropisme Negatif

POT KET

A -------
Batang tumbuh tegak

B +++++++

7. Pembahasan
a. Seismonasti

Seismonasti adalah gerak pada tumbuhan karena adanya rangsangan berupa
getaran. Daun putri malu akan menutup bila disentuh. Perlakuan sentuhan yang
berbeda, pengaruhnya juga berbeda. Jika sentuhan halus, proses menutupnya
lambat. Bila disentuh dengan sedang, reaksinya agak cepat menutup. Dan jika
disentuh dengan kasar akan dengan cepat menutup daun dan tangkainya. Reakei ini
terjadi akibat perubahan tiba-tiba dalam keseimbangan air yang terjadi pada bantal
daun yang kehilangan tekanan air sehingga daun maupun tangkai mengatup.

b. Niktinasti
Niktinasi merupakan gerak nasti yang disebabkan oleh suasana gelap,

sehingga disebut juga gerak tidur. Selain disebabkan oleh suasana gelap, gerak tidur
daun-daun tersebut dapat terjadi akibat perubahan tekanan turgor di dalam
persendian daun.Pengamatan niktinasti pada tumbuhan putri malu, dengan
menyimpan putri malu di tempat terang atau terbuka dan membandingkannya
dengan putri malu yang diletakkan di tempat tertutup atau kedap cahaya. Pada
tumbuhan putri malu yang berada di tempat kedap cahaya, daun-daun putri malu
tersebut mulai mengatup. Hal-hal yang menyebabkannya sama seperti yang terjadi
pada saat gerak tidur pada tumbuhan putri malu.

8. Kesimpulan
a. Sentuhan halus pada daun putri malu menyebabkan gerak menutup daun dengan
pelan.
b. Tumbuhan putri malu yang berada di tempat kedap cahaya, daun-daun putri malu
tersebut mulai mengatup. Sedangkan tumbuhan putri malu yang berada di tempat terang,
daunnya tetap membuka.

c. Tujuan putri malu mengatupkan daunnya ialah sebagai alat untuk pertahanan diri
dan hewan-hewan yang akan mengkonsumsinya dan untuk melindungi simpanan
airnya dan penguapan yang dikarenakan oleh angin.

d. Kacang tanah dalam pot yang diletakkan horizontal, batangnya akan membengkok ke
atas dan menjauhi tanah. Peristiwa ini disebut geotropisme negative.

9. Jawaban pertanyaan
1. Sebutkan dua jenis tanaman lain yang dapat melakukan niktinasi! Jelaskan alasan
memilihnya!
Jawab:
Polong-polongan seperti bunga merak dan daun kupu-kupu. Daun-daun tersebut
akan menutup pada malam hari dan akan membuka kembali jika matahari terbit.

2. Apa perbedaan antara niktinasi dengan seismonasti pada percobaan yang telah
dilakukan? Jelaskan!

Jawab:
a. Niktinasti : gerak daun putri malu dipengaruhi rangsang dari cahaya
b. Seismonasti : gerak putri malu dipengaruhi rangsang sentuhan

3. Pada percobaan geotropisme yang telah dilakukan sebenarnya juga telah membuktikan
adanya gerak fototropisme, mengapa? Jenis fototropisme apakah yang terjadi? Jelaskan!

Jawab :
Pada percobaan geotropisme di atas sekaligus membuktikan fototropisme karena
arah tumbuh batang menuju ke arah cahaya matahari. Jenis fototropisme yang
terjadi adalah fototropisme positif karena arah tumbuh batang menuju sumber
rangsang cahaya.

LEMBAR KERJA (LAPORAN) PRAKTIKUM IPA di SD
PDGK 4107

EKOSISTEM DARAT DAN PERAIRAN
Judul Percobaan Ekosistem Darat
A. Tujuan
Membandingkan komponen yang terdapat pada ekosistem darat alami dan buatan.

B. Alat dan Bahan
1. Alat Tulis
2. Kaca pembesar
3. Barometer
4. Lingkungan sekitar

C. Cara Kerja
1. Menentukan Ekosistem darat alami di sekitar tempat tinggal
2. Mengamati komponen abiotik meliputi suhu udara, pencahayaan, angin dan jenis/warna
tanah
3. Mencatat data pada tabel dalam lembar kerja
4. Mengamati komponen biotik, meliputi makhluk hidup yang ada di sekitar
5. Mencatat jenis tumbuhan sebagai produsen yang ada dengan nama latinnya
6. Mencatat hewan yang ada, baik yang tetap maupun yang singgah, termasuk hewan-
hewan yang berukuran kecil
7. Mencatat data pada lembar kerja
8. Membuat kesimpulan umum tentang perbedaan pada kedua system tersebut.

D. DasarTeori
Semua organism yang hidup di alam harus berinteraksi baik dengan lingkungannya (alam).
Organisme hidup dalam sebuah system yang ditopang oleh berbagai komponen yang saling
berhubungan dan saling berpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung. Ekosistem
merupakan hubungan timbale balik antara komponen biotic dengan komponen abiotik.
Komponen biotic terdiri dari makhluk hidup yang hidup di ekosistem tersebut. Sedangkan
komponen abiotik meliputi udara, air, dan tanah. Ekosistem juga dibagi menjadi 2 yaitu
ekosistem alami dan buatan

A.KEGIATAN PRAKTIKUM 1: EKOSISTEM DARAT

E. Hasil Pengamatan
Komponen Abiotik ekosistem darat alami

No Komponen abiotik Kondisi/keadaan

1 Batu Tidak Bergerak

2 Pasir Tidak Bergerak

3 Tanah Tidak Bergerak

4 Cahaya Terang

5 Air Keruh, tidak jernih

• Komponen Biotik ekositem darat alami

No Jenis tumbuhan Jenis hewan Pengurai

1 Bunga kertas Kupu-kupu Cacing tanah, bakteri

2 Bunga soka Kupu-kupu Cacing tanah, bakteri

3 Pohon jambu Burung Cacing tanah

4 Pohon belimbing Ulat Belatung

5 Pohon mangga belalang Cacing tanah

• Komponen abiotik ekosistem darat buatan

No Komponen abiotik Kondisi/keadaan

1 Vas bunga Tidak bergerak

2 Tanah merah Tidak bergerak

3 Kolam Tidak bergerak

4 Air Jernih

5 Angin Semilir

• Komponen biotikekosistem darat buatan

No Jenis tumbuhan Jenis hewan Pengurai

1 Bayam Capung Jamur

2 Sawi Burung Jamur

3 Lumut Katak Bakteri

4 Pohon Pepaya Ulat Jamur

5 Rumput teki Belalang Bakteri

F. Pembahasan
Komponen ekosistem darat buatan dan ekosistem darat alami lebih banyak

ekosistem darat buatan. Hal ini dapat dilihat dari tabel diatas.
G. Kesimpulan

Ekosistem darat buatan tidak selalu memiliki komponen penyusun yang lengkap
seperti ekosistem darat alami.
H. Jawaban Pertanyaan

Perbedaan yang tampak jelas antara ekosistem darat dan ekosistem perairan
dalam percobaan 1 adalah ekosistem darat lebih banyak jumlahnya.

Judul Percobaan Ekosistem Perairan
A. Tujuan
Mengamati komponen-komponen yang terdapat dalam ekosistem perairan

B. Alat dan Bahan
1. Alat tulis
2. Kaca Pembesar
3. Barometer
4. Termometer

C. Cara Kerja
1. Menentukan satu ekosistem buatan
2. Mengamati komponen abiotiknya
3. Mengamati komponen biotiknya
4. Membuat kesimpulan secara singkat

D. DasarTeori
Ekosistem merupakan hubungan timbale balik antara komponen abiotik dengan komponen
biotik. Ekosistem dibagi menjadi 2 :

1. Ekosistem Darat, yaitu hubungan timbale balik antara komponen abiotik dengan
komponen biotik yang terjadi di lingkungandarat. Contoh : Sawah, Hutan Dan Taman

2. Ekosistem Perairan, yaitu hubungan timbale balik antara komponen abiotik dengan
komponen biotik yang terjadi di perairan. Contoh :Kolam, Laut, Danau, dan lain-lain.

Kedua Ekosistem tersebut ada yang alami dan buatan.

E. Hasil pengamatan

• Komponen abiotik ekosistem perairan

No Komponen Abiotik Kondisi/Keadaan

1 Suhu Sedang

2 Cahaya panas

3 Angin Sedang

4 Tanah Becek
5 Air Tersedia

• Komponen biotik ekosistem perairan

No Jenis Tumbuhan Jenis Hewan Pengurai

1 Kangkung Mikroba Air Tawar Siput

2 Genjer Cacing Bakteri

3 Enceng Gondok Katak Bakteri

4 Lumut Ular Jamur

5 Teratai Udang

F. Pembahasan
Hasil pengamatan pada ekosistem perairan antara komponen abiotik perairan dan
komponen biotik perairan lebih banyak komponen biotik perairan. Hal ini dapat dilihat
dari Tabel diatas.

G. Kesimpulan
Dari hasil pengamatan di dalam ekosistem perairan juga banyak terdapat bermacam –
macam jenis tumbuh – tumbuhan dan hewan, hanya saja berbeda nama dan jenisnya.

H. Jawaban pertayaan
Perbedaan yang tampak antara ekosistem darat dan ekosistem perairan adalah
ekosistem darat lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan ekosistem perairan.

3. Judul Percobaan : Rantai makanan, jaring aring makanan, dan piramida
ekologi

A. Tujuan
Menentukan rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan piramida ekologi dalam ekosistem darat
dan ekosistem perairan.
B. Atal dan Bahan

1. Alat tulis
2. Lingkungan sekitar

C. Cara Kerja

Ekosistem darat:
1. Memperhatikan data pada tabel 2.2 dan 2.4. kemudian membuat bagan rantai makanan
2. Menentukan jenis hewan pertama sebagai konsumen
3. Membuat bagan rantai makanan
4. Membuat jaring-jaring makanan
5. Mengelompokkan Komponen biotiknya menurut tingkat trofiknya
6. Membuat bagan piramida ekologi

Ekosistem perairan :
1. Membuat bagan rantai makanan dan jaring-jaring makanan berdasarka tabel.2.6
2. Mengelompokkan komponen biotik ke dalam tingkat trofik
3. Membuat bagan piramida ekologi
4. Membuat kesimpulan mengenai rantai makanan

D. DasarTeori
Rantai makanan berasal dari organism autrotofik, yaitu berupa tumbuh-tumbuhan. Organisme
yang memakan tumbuhan disebut Herbivora (konsumen sekunder), yang memekan herbivors
disebut karnivora (konsumen sekunder) dan yang memakan konsumen sekunder adalah
konsumen tersier.
Tingkatan organism dalam rantai makanan disebut tingkat trofik. Tingkat trofik pertama yaitu
produsen (tumbuhan). Kumpulan dari beberapa rantai makanan disebut dengan jaring-jaring
makanan. Dengan kata lain rantai makanan yang saling menjalin dengan kompleks.

E. Hasil Pengamatan

Rantai makanan 1 : => Ular => pengurai
Padi => Tikus

Rantai makanan 2 :

Padi => Belalang => Katak => Ular => pengurai

Rantai makanan 3 :
Padi => Ulat => Burung => pengurai
.
• Tingkat trofik komponen biotik pada ekosistem darat

No Tingkat trofik 2 3 4 Pengurai
1

1 Rumput Belalang Ayam Musang Bakteri

2 Kangkung Mikroba Siput Bakteri

3 DaunPisang katak Ular manusia Bakteri

4 Padi tikus Kucing Bakteri

5 Eceng Gondok katak Ular Bakteri

6 Daun jambu Ulat ayam manusia Bakteri

7 Padi belalang Burung Bakteri

8 Lumut Ulat Bakteri

9 Rumput kambing Manusia Bakteri

10 Genjer cacing ikan Bakteri

Bagan Piramida Ekologi Pada Ekosistem Darat

2. Ekosistem Perairan Ular => pengurai
Rantai makanan 1 :
Lumut => Ikan =>

Rantai makanan 2 : Katak => Ular => pengurai
Enceng gondok =>

Rantai makanan 3 : => ikan => Ular => pengurai
Lumut => ulat

Bagan jaring jaring makanan pada ekosistem perairan

No+ Tingkat trofik 2 3 4 Pengurai
1

1 Kangkung ulat ikan

2 Genjer cacing ikan

3 Teratai udang

4 Lumut ikan ular

5 Enceng gondok katak ular

6

7

8

9
10
Bagan piramida ekologi pada ekosistem perairan

F. Pembahasan
Dalam ekosistem terjadi interaksi antara komponen biotik dan abiotik, dimulai dari

matahari sebagai sumber energi utama, tumbuhan hijau menerima sebagian radiasi dan
mengubahnya sebagai makanan, maka tumbuhan di sebut produsen.Interaksi suatu
individu dengan lingkungannya terjadi untuk mempertahankan hidupnya.Perpindahan
energi yang berbentuk makanan dari mahluk hidup yang satu ke mahkluk hidup yang
lain melalui serangkaian urutan makanan dan dimakan dsebut rantai makanan

a) Tingkat trofik pertama / produsen
b) Tingkat trofik kedua / konsumen tingkat 1
c) Tingkat trofik ketiga / konsumen tingkat 2

G. Kesimpulan
Dari pengamatan dan data yang diperoleh dari percobaan dapat disimpulkan bahwa
didalam suatu ekosistem terjadi interaksi antar individu satu dengan yang lain, dalam
proses makan dimakan.Tujuan interaksi ini hanyalah untuk mempertahankan
kelangsungan individu tersebut.

H. Jawaban Pertanyaan
1. Komponen yang sama terdapat pada ekosistem darat maupun ekosistem perairan
adalah ular, kata, dan bakteri.Sebab dai ketiga komponen yaitu ular, katak, dan bakteri
dapat hidup di ekosistem darat maupun perairan
2. Dari data yang diperoleh ternyata komponen biotik banyak terdapat pada
ekosistem darat. Karena ekosistem darat mempunyai bermacam-macam
ekosistem.Contoh : hutan, sawah, kebun.

LEMBAR KERJA MAHASISWA
Judul Percobaan : Pengaruh Deterjen Terhadap Perkecambahan

A. Tujuan
Mengamati pengaruh deterjen terhadap perkecambahan kacang hijau.

B. Alat dan bahan
1. Neraca analitik/ sendok teh 1 buah
2. Gelas kimia 600 ml 10 buah
3. Kertas saring
4. Kertas timah
5. Mistar
6. Kertas untuk label
7. Gelas kimia 1000 ml 1 buah
8. Air ledeng
9. Deterjen serbuk 1gram.

C. Prosedur Percobaan
• Sediakan larutan deterjen 100%, 50%, 25%, 12,50%, 6,25%, 3,10%, serta control air
ledeng. Lalu simpan cairan dengan gelas kimia beri label.

• Cara menyediakan larutan dapat dilihat pada percobaan 1
• Sediakan 6 gelas kimia lain, beri label control, I,II,III,IV,V, dan VI masing-masing diberi

lingkaran kertas saring.

• Masukkan kacang hijau ke dalam air pada gelas kimia. Buanglah kacang yang
mengapung.

• Ambil 10 butir lalu rendam dalam larutan I, 10 butir dalam larutan II,10 butir dalam
larutan III, 10 butir dalam larutan IV, 10 butir dalam larutan V, 10 butir dalam larutan VI
dan 10 butir dalam larutan control

• Aturlah kacang hijau dalam gelas kimia dengan label yang sesuai.

• Isilah gelas kimia yang telah diisi kacang hijau dengan larutan berlabel sama.

• Tutup kelima gelas dengan kertas timah sehingga tidak ada cahaya masuk.

• Lakukan pengamatan setelah 24 jam dan 48 jam. Ukur panjang akar dengan mistar.
Kacang hijau yang tidak tumbuh akar dianggap memiliki panjang akar = 0 mm.

• Buatlah grafik rata-rata pertumbuhan kecambah per konsentrasi setelah 24 jam dan 48
jam.\

D. Hasil Pengamatan

Tabel 2.10.
Pengaruh deterjen terhadap tumbuhan





E. Pembahasan
1. Pencemaran lingkungan menimbulkan banyak kerugian bagi manusia serta lingkungan.
Ada 4 tahap pencemaran
2. Pencemaran tidak menimbulkan kerugian, dilihat dari kadar dan waktu.
3. Pencemaran yang mulai menimbulkan gangguan pada komponen ekosistem
4. Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi yang fatal.
5. Pencemaran yang menimbulkan kematian, dari kadar yang tinggi.

F. Kesimpulan

Dari percobaan dapat disimpulkan bahwa kecambah pada kadar konsentrasi tertentu (rendah)
masih bisa mengalami pertumbuhan walaupun ada hambatan, tetapi pada konsentrasi tinggi
kecambah tumbuh namun tidak mengalami pertumbuhan dan pada akhirnya akan mati.

G. Jawaban Pertanyaan
1. Fungsi larutan 0 (control) : Sebagai pembanding dengan onsentrasi larutan deterjen dan
sebagai bukti bahwa larutan 0 (kontrol) adalah larutan yang paling baik dalam
pertumbuhan karena tidak mengandung deterjen.
2. Jika pada larutan 0 (control) ada kacang hijau yang mati, mungkin kacang hijau tersebut
bukan bibit unggul (mandul).

LEMBAR KERJA MAHASISWA
Judul Percobaan : Membuat Menu Makanan Berdasarkan 4 Sehat 5 Sempurna

A. Tujuan
Membuat menu makanan dari bahan makanan sederhana sesuai dengan slogan 4 sehat 5
sempurna.

B. Alat dan Bahan
1) Tempat plastik
2) Berbagai bahan makanan

C. Prosedur Percobaan
1) Siapkan bahan makanan yang diperlukan untuk membuat menu makanan

2) Dari bahan makanan tersebut buatlah menu sederhana yang memenuhi syarat 4 sehat 5
sempurna
3) Sebutkan masakan yang dihasilkan dari bahan makanan tersebut serta masukkan ke dalam
kolom yang sudah disediakan pada lembar kerja
4) Kelompokkan masing-masing bahan makanan tersebut ke dalam kolom yang sudah
disediakan dalam lembar kerja
5) Catat semua data masing-masing kelompok itu ke dalam kolom yang sudah disediakan dalam
lembar kerja
6) Simpulan apa yang diambil dari percobaan ini?

D. Hasil Pengamatan



F. Pembahasan
Bahan makanan sayuran adalah segala sesuatu yang dapat dimasak dan diolah untuk
dihidangkan.
Bahan makanan dikelompokkan menjadi:
a Bahan makanan pokok
Bahan makanan yang sudah dimasak merupakan makanan utama
Contoh: Nasi, jagung, sagu, ubi, talas

b. Bahan makanan lauk-pauk : bahan makanan yang setelah diolah merupakan penerta dari
makanan utama.
Contoh: daging, telur dadar, perkedel

c. Bahan makanan sayuran : bahan makanan dari tumbuh-tumbuhan yang setelah diolah
merupakan penyerta makanan utama.
Contoh: sayur, sambal goreng, sayur lodeh, dll.

Buah-buahan : bahan makanan dari buah tumbuhan
Contoh: mentimun, pisang, jeruk, dll.

d. Minuman : merupakan pelepas dahaga
Contoh: susu segar, es campur

G. Kesimpulan
Zat makanan atau zat gizi adalah komponen-komponen yang terkandung pada bahan makanan.
Zat makanan yang diperlukan oleh tubuh adalah karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan
mineral.

GAYA LISTRIK STATIS
A. TUJUAN PRAKTIKUM

1. Untuk mengetahui adanya gaya listrik statis.
2. Untuk membuktikan adanya gaya listrik statis.

B. KAJIAN TEORI
Gaya listik adalah tarikan/dorongan yang ditimbulkan oleh benda-benda yang

bermuatan listrik. Ada 2 jenis muatan litrsik, yaitu : muatan listrik positif dan muatan
listrik negatif. Kekekalan muatan listrik menyatakan bahwa jika sejumlah muatan listrik
dengan jenis tertentu dihasilkan dalam suatu proses maka sejumlah listrik bermuatan
lawan jenisnya dihasilkan, sehingga jumlah muatan neto suatu sistem terisolasi adalah
nol.

Teori Listrik dibagi menjadi dua yaitu, listrik statis dan listrik dinamis. Listrik
statis adalah listrik yang tidak mengalir atau listrik yang muatan-muatan listriknya berada
dalam keadaan diam. Listrik statis merupakan bentuk listrik yang dihasilkan bila
beberapa benda digosokkan satu sama lain. Sedangkan listrik dinamis adalah muatan-
muatan arus listrik yang bergerak dan menghasilkan arus listrik. Peristiwa ini terjadi
karena proses pemberian muatan secara induksi (digosokkan) kepada isolator.
Kebanyakan atom atau molekul netral pusat muatan positif berimpit dengan muatan
negatif. Ketika isolator didekati oleh benda bermuatan positif, pusat muatan negatif
ditarik mendekati benda bermuatan positif. Ini menghasilkan muatan lebih negatif pada
sisi yang berdekatan dengan pemberi muatan. Gejala ini dikenal dengan sebutan
polarisasi. Pada keadaan ini muatan benda berlawanan jenis dengan polaritas muatan
induksi isolator. Muatan yang berbeda jenis menghasilkan gaya tarik menarik sehinga
isolator dapat menempel pada benda bermuatan listrik.

C. ALAT DAN BAHAN
1. Penggaris
2. Potongan-potongan kecil kertas
3. Rambut seseorang yang agak tebal dan kering

D. CARA KERJA
1. Gosokan penggaris plastik plastik ke rambut.
2. Kemudian dekatkan penggaris plastik itu ke potongan-potongan kertas kecil.
3. Amati apa yang terjadi.
4. Catat semua hasil pengamatan pada lembar kerja dan buatlah kesimpulan tentang
gaya listrik statis.

E. HASIL OBSERVASI

Penggaris dapat menarik potongan-potongan kertas karena semua benda-benda

tersebut bermuatan listrik. Muatan listrik tersebut berada dalam keadaan diam (statis),

oleh karena itulah disebut sebagai listrik statis. Listrik statis merupakan energi yang

dimiliki oleh benda bermuatan listrik.

No Keadaan penggaris Keadaan kertas

1 Netral sebeum digosok rambut Diam tak bergerak

2 Sesudah digosok ke rambut Bergerak/tertarik ke arah penggaris

F. PEMBAHASAN DAN JAWABAN PERTANYAAN
Untuk mengetahui adanya gaya listik statis, maka kita melakukan percobaan

dengan penggaris plastik, rambut kering dan agak tebal dan potongan-potongan kertas.
Setelah kita gosokkan atau kita penggaris rambut yang agak tebal dengan penggaris
plastik, kemudian kita dekatkan dengan potongan-potongan kertas, maka yang terjadi
adalah potongan-potongan kertas akan tertarik kearah penggaris plastik tersebut. Hal itu
disebabkan karena penggaris plastik sudah mengandung /bermuatan gaya
kelistrikan. Adanya gaya kelistrikan inilah yang membuat benda plastik dapat menarik
potongan-potongan kertas atau benda-benda kecil lainnya. Akan tetapi, tarikan tersebut
hanya berlangsung sementara (sebentar), hal itu terjadi karena benda plastik menjadi
tidak bermuatan listrik lagi.

Gaya apakah yang menyebabkan potongan kertas tertarik oleh penggaris plastik
yang digosokkan dengan rambut kering?

Jawab: gaya listrik statis.

G. KESIMPULAN
Penggaris plastik setelah digunakan untuk menyisir rambut kering, lalu

didekatkan pada potongan kertas kecil-kecil, maka kertas tersebut akan tertarik dan
menempel pada penggaris. Hal ini terjadi karena gesekan penggaris dengan rambut
mampu menghasilkan gaya listrik statis. Gaya listrik statis inilah yang menyebabkan
potongan kertas tertarik dan menempel pada ketas.

GAYA MAGNET
A. TUJUAN PRAKTIKUM

1. Untuk mengetahui bahwa magnet dapat menarik benda-benda tertentu
2. Untuk mengetahui jenis-jenis benda yang dapat ditarik magnet

B. KAJIAN TEORI
Magnet berasal dari kata “magnesia” yang artinya nama sebuah daerah kecil di

Asia. Dahulu, di tempat itulah orang pertama kali menemukan batu yang mampu menarik

besi. Batu itu kemudian di namakan magnet. Magnet tersebut tergolong magnet alam.

Setelah manusia menguasai teknologi, maka dibuat magnet buatan. Berbagai benda dapat
ditarik oleh magnet tersebut. Tetapi hanya benda-benda tertentu yang mampu ditarik oleh
magnet.

Magnet dapat menarik benda-benda yang terbuat dari logam tertentu, seperti besi,
nikel, dan kobalt. Sedangkan benda lain tidak dapat ditarik oleh magnet karena tidak
mengandung salah satu dari logam tersebut.

C. ALAT DAN BAHAN
1. Magnet batang
2. Jarum jahit
3. Alumunium
4. Seng
5. Seutas benang jahit
6. Potongan plastik
7. Potongan kertas
8. Statif

D. CARA KERJA
1. Dekatkan magnet batang dengan bahan yang tersedia tetapi tidak sampai
bersentuhan.
2. Amati apa yang terjadi.
3. Masukan data dalam tabel pengamatan.

E. HASIL OBSERVASI

No Magnet Bahan Tertarik / Tidak tertarik

1 Magnet Jarum Tertarik

2 Magnet Aluminium Tidak tertarik

3 Magnet Seng Tertarik

4 Magnet Benang jahit Tidak tertarik

5 Magnet Plastik Tidak tertarik

6 Magnet Kertas Tidak tertarik

F. PEMBAHASAN
Untuk mengetahui bahan-bahan apa saja yang bisa/tidak tertarik oleh magnet,

maka kita lakukan percobaan seperti di atas. Hasil dari data pengamatan tersebut dapat
kita ketahui bahwa jarum jahit dan seng tertarik oleh magnet. Sedangkan aluminiun,
benang jahit, plastik, dan kertas tidak tertarik oleh magnet. Jarum jahit dan seng tertarik
mendekati magnet yang kita dekatkan .

Mengapa benda-benda logam yang kecil dapat ditarik oleh magnet batang ?
Jawab : karena benda-benda kecil tersebut mengandung sifat megnetis,
sehingga jika didekatkan dengan magnet batang, maka akan tertarik mendekati magnet
batang tersebut.

G. KESIMPULAN
Setelah kita melakukan percobaan dan mengetahui hasilnya, maka dapat kita

simpulkan bahwa magnet dapat menarik benda-benda tertentu yang terbuat dari besi,
nikel dan kobalt yang disebut benda magnetik. Sedangkan benda-benda yang lain tidak
tertarik oleh magnet dan disebut benda nonmagnetik.

GAYA GESEK
A. TUJUAN PRAKTIKUM

Untuk mengetahui adanya gaya gesek suatu benda (balok).

B. KAJIAN TEORI
Gaya gesek adalah gaya yang berarah melawan gerak benda atau arah kecenderungan

benda akan bergerak. Gaya gesek muncul apabila dua buah benda bersentuhan. Benda-benda
yang dimaksud di sini tidak harus berbentuk padat, melainkan dapat pula berbentuk cair,
ataupun gas. Gaya gesek antara dua buah benda padat misalnya adalah gaya gesek statis dan
kinetis, sedangkan gaya antara benda padat dan cairan serta gas adalah gaya Stokes.

C. ALAT DAN BAHAN
1. Meja kayu
2. Neraca pegas 1 buah
3. Balok kayu dengan 4 bahan sisi berbeda (kayu, plastik mika, busa, dan kain wool)

D. CARA KERJA
1. Letakkan sebuah balok kayu di atas meja kayu.
2. Kaitkan ujung neraca pegas pada balok.
3. Tariklah neraca pegas ke kanan perlahan – lahan dan catat penunjukan pada skala neraca
pegas (saat balok mulai bergerak).
4. Tarik terus sampai balok bergerak dan catat berapa gaya yang diperlukan untuk bergerak.

5. Ulangi langkah di atas dengan mengganti alas menggunakan sisi yang berbeda. Catatlah
perbedaan gaya yang ditunjukkan skala neraca pegas.

E. HASIL OBSERVASI

No. Keadaan balok Penunjukkan neraca pegas (Newton)

Alas kayu Alas mika Alas busa Alas wool

1 Sebelum bergerak 0 0 00

2 Saat bergerak 0,6 0,3 0,7 0,4

3 Sesudah bergerak 0,4 0,2 0,5 0,3

F. PEMBAHASAN
Pada saat balok kayu ditarik oleh neraca pegas dengan gaya yang kecil, balok kayu

belum bergerak karena adanya gaya gesek antara kubus dan permukaan meja yang melawan
gaya tarik.

Pada saat dibandingkan manakah yang lebih mudah menarik balok kayu yang
permukaannya kasar atau yang permukaanya halus, ternyata balok kayu yang permukaanya
kasar lebih mudah ditarik dari pada balok kayu yang permukaanya halus.

Kenapa balok di atas meja hanya bisa ditarik dengan gaya tertentu?
Balok di atas meja hanya dapat ditarik dengan gaya gesek karena semakin besar/luas
benda yang bergesekan semakin besar pula gaya gesek yang ditimbulkan berarti gerak benda
semakin terhambat.

G. KESIMPULAN

1. Gaya gesek terdapat pada dua benda yang saling bersentuhan.
2. Gaya gesek memiliki arah berlawanan dengan arah gerak benda.
3. Gaya gesek makin besar jika permukaan benda yang bersentuhan kasar dan gaya gesek

berkurang jika permukaan benda yang bersentuhan licin.

GAYA PEGAS
A. TUJUAN PRAKTIKUM

Untuk mengetahui adanya gaya pegas.

B. KAJIAN TEORI
Bila sebuah benda diregangakan oleh gaya, maka panjang benda akan bertambah.

Panjang atau pendeknya pertambahan panjang benda tergantung pada elastisitas bahan dari
benda tersebut dan juga gaya yang diberikannya. Apabila benda masih berada dalam keadaan
elastis (batas elastisitasnya belum dilampaui), beradasarkan hukum Hooke pertambahan
panjang (∆x) sebanding dengan besar gaya F yang meregangkan benda. Asas ini berlaku
juga bagi pegas heliks, selama batas elastisitas pegas tidak terlampaui (Umar, 2008).

Jika gaya yang bekerja pada sebuah pegas dihilangkan, pegas tersebut akan kembali
pada keadaan semula. Robert Hooke, ilmuwan berkebangsaan Inggris menyimpulkan bahwa
sifat elastis pegas tersebut ada batasnya dan besar gaya pegas sebanding dengan pertambahan
panjang pegas. Dari penelitian yang dilakukan, didapatkan bahwa besar gaya pegas pemulih
sebanding dengan pertambahan panjang pegas.

C. ALAT DAN BAHAN
1. Karet Gelang
2. Penggaris
3. Beban 50 gr
4. Statif

D. CARA KERJA
1. Seutas karet gelang digantungkan pada statif.
2. Sebuah beban digantungkan pula pada ujung karet yang satunya lagi.
3. Beban ditarik ke bawah kemudian dilepaskan.

E. HASIL OBSERVASI

Karet gelang yang diberi beban bila ditarik ke bawah selama beberapa kali akan
bergerak kembali ke atas. Hal ini di sebabkan oleh kelenturan dan gaya dorong yang ada
pada karet gelang yang menimbulkan gaya pegas.

F. PEMBAHASAN
Dari hasil pengamatan gaya yang terjadi adalah gaya pegas, karena karet gelang

tersebut kembali ke bentuk semula (karet gelang merupakan benda yang elastic). Bila suatu
benda di kenai sebuah gaya dan kemudian gaya tersebut di hilangkan, maka benda akan
kembali ke bentuk semula, berarti benda itu adalah benda elastis. Namun pada umumnya
benda bila dikenai gaya tidak dapat dikembalikan ke bentuk semula walaupun gaya yang
bekerja sudah hilang. Benda seperti ini disebut benda plastis. Jadi benda elastic yang kembali
kebentuk semula mempunyai gaya pegas sedangkan benda plastis tidak mempunyai gaya
pegas.

Apa yang menyebabkan benda yang digantung pada karet gelang bila ditarik ke
bawah akan kembali ke atas?

Karena adanya gaya pegas pada benda elastis, yaitu karet gelang.

G. KESIMPULAN

Pada kegiatan, yang menyebabkan benda yang digantung pada karet gelang bila
ditarik kebawah kembali keatas adalah karena gaya pegas.

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, ternyata semakin besar gaya yang
bekerja pada suatu pegas, maka semakin besar pula pertambahan panjangnya. Hal ini juga
dipengaruhi oleh besarnya massa benda yang mempengaruhi besarnya gaya tarik pegas. Di
mana gaya tarik pegasnya berbanding lurus dengan massa benda. Besarnya konstanta pegas
tergantung dari pada jenis pegas yang bekerja.

Karet gelang yang diberi beban bila ditarik ke bawah selama beberapa kali lalu ke
kanan dan ke kiri. Hal ini di sebabkan oleh kelenturan dan gaya dorong yang ada pada karet
gelang yang menimbulkan gaya pegas

GAYA BERAT
A. TUJUAN PRAKTIKUM

Untuk mengetahui adanya gaya berat pada benda untuk bergerak.

B. KAJIAN TEORI
Gaya berat (gaya gravitasi) adalah suatu gaya yang bersifat menarik suatu benda

menuju benda lain. Segala benda dapat jatuh ke bumi karena bumi menarik benda
tersebut. Gaya tarik bumi dinamakan gaya gravitasi bumi. Benda jatuh bebas disebabkan
oleh gaya gravitasi bumi.

C. ALAT DAN BAHAN
1. Karet gelang
2. Penggaris
3. Beban (benda bermassa 50 gr, 100 gr, 150 gr, 200 grdan 250 gr)
4. Statif

D. CARA KERJA
1. Ambil seutas karet gelang, gantungkan salah satu ujungnya pada statif.
2. Ukur panjang karet gelang mula-mula.
3. Gantungkan pula sebuah beban pada ujung karet gelang.
4. Ukur panjang karet gelang.

5. Ulangi mengukur panjang karet gelang setiap penggantian beban yang lebih besar (5
macam beban).

6. Tulislah hasil pengukuran pada tabel pengamatan.

E. HASIL OBSERVASI

Panjang karet gelang mula-mula: 5,5 cm
Hasil Pengamatan gaya berat

No Massa beban (gr) Panjang karet gelang (cm)

1 50 6,5

2 100 8,5

3 150 13,5

4 200 17

5 250 20

F. PEMBAHASAN

Setelah kita melakukan percobaan di atas, maka dapat kita ketahui bahwa semakin berat
beban yang kita gantungkan, maka semakin panjang karet gelangnya. Semua itu disebabkan
karena gaya gravitasi yang terdapat pada benda tersebut juga semakin besar, jika beban yang
digantungkan juga besar.

Mengapa panjang karet gelang bertambah sesuai dengan bertambahnya beban yang
digantungkan?

Karena semakin besar/berat benda, maka gaya gravitasinya juga semakin besar. Sehingga
semakin besar gaya gravitasi buminya, maka gaya tarik bumi juga semakin besar yang
menyebabkan panjang karet semakin panjang.

G. KESIMPULAN

Dari pengamatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa semakin berat
beban yang diterima maka karet gelang akan semakin memanjang dikarenakan adanya gaya
berat (gaya gravitasi). Setiap benda mempunyai gaya berat (gravitasi). Besar gaya gravitasinya
tergantung berat benda tersebut.

LEMBAR KERJA MAHASISWA
MODUL 3

Judul Percobaan : Struktur Sistem Pencernaan

A. Tujuan
Dapat mengurutkan bagian bagian dari system pencernaan.

B. Alat dan Bahan
• Gambar sistem pencernaan
• Alat tulis

C. Prosedur Percobaan
• Perhatikan gambara sistem pencernaan
• Urutkan system pencernaan mulai dari mulut


Click to View FlipBook Version