The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ummyfadillah4, 2022-06-22 04:52:07

Hasil Pratikum Pembelajaran IPA di SD (SEKOLAH DASAR)

Pratikum Pembelajaran IPA Di sekolah Dasar

Keywords: Assalammualikum,Chairani 1902090002 Jihan Mahdina 1902090012 Tazkia Aulia Sirait 1902090210 Ummy Fadillah 1902090194

3. Benang kasur panjang 3 cm
4. Karet gelang
5. Cara Kerja
1. Percobaan bentuk dan jenis gelombang
a. Ambil slinki, merentangkan diatas lantai yang licin. Kemudian mengikat salah satu ujung
slinki pada tiang yang cukup kokoh untuk menahannya atau dipegang oleh salah satu teman atau
anggota kelompok. Ujung yang lainnya di pegang sendiri.
b. Usikan ujung slinki yang sedang di pegang dengan cara menggerakan ujung slinki
dengan cepat kekiri dan kekanan seperti gambar.
c. Amati gelombang yang terjadi pada slinki. Menyelidiki apa yang terjadi pada slink dan
apa gelombang itu? Usikan lagi ujung slinki berulang-ulang seperti langkah (b). Mengamati arah
getar (arah usikan) dan arah rambat gelombang. Gelombang yang terjadi ini disebut gelombang
tranversal. Kemudian mengamati bagaimana arah getar dan arah rambat gelombang tranversal
tersebut.
d. Ikatkan karet gelang ditengah-tengah slinki. Lalu mengusikkan lagi ujung slinki yang
sedang dipegang secara berulang-ulang. Kemudian mengamati karet gelang tersebut ketika
gelombang berjalan, apakah ikut berindah karet gelang tersebut? Adakah energy yang merambat
melalui pegas? Dan darimana asalnya?
e. Lakukan percobaan dari langkah (a) sampai dengan langkah (e) sekali lagi. Kemudian
slinki diganti kabel listrik. Menyamakan hasilnya dengan menggunakan slinki. Menyebutkan
perbedaannya jika ada.
f. Ambil slinki, merentangkan diatas lantai yang licin serta mengikatkan salah satu
ujungnya pada tiang yang kokoh dan ujung yang lain dipegang sendiri. Kemudian mengusikan
ujung slinki yang sedang dipegang secara berulang-ulang dengan cara menggerakan ujung slinki
dengan cepat kebelakang dan kedepan. Amati arah getar (arah usikan) dan arah rambat
gelombang-gelombang yang terjadi adalah gelombang longitudinal.
g. Apa perbedaan antara gelombang transfersal dan gelombang longitudinal?

6. Data Hasil Pengamatan dan Pembahasan

Slinki tanpa Karet Slinki dengan Karet

Slinki diganti Kabel
Hasil Peengamatan menunjukkan, Pada saat slinki diusik dengan cara menggerak-

gerakkan ujung slinki,terlihat adanya suatu rambatan atau gelombang.
Pembahasan
1. Slinki direntangkan diatas lantai yang licin,salah satu ujungnya dipegang sendiri dan ujung

yang lain dipegang teman.Lalu slinki diusik ujungnya dengan cara menggerakkan ujung
slinki dengan cepat kekiri lalu kekanan sehingga terjadi rambatan pada slinki yang
membentuk gelombang.
Gelombang adalah gerakan merambat pada suatu benda yang diberi energi.
2. Percobaan dilakukan beberapa kali sampai dapat diamati dan dilihat arah usikan dan
rambat gelombangnya.Ternyata arah usikan tegak lurus dengan arah rambatannya.Hal demikian

disebut gelombang transversal,yakni gelombang yang arah getarannya tegak lurus pada arah
rambatan gelombangnya.
3. Percobaan kedua diberi karet gelang ditengah-tengah slinki lalu ujung slinki yang
dipegang diusik secara berulang-ulang,ternyata karet gelang tersebut ikut berpindah bersama
gelombang,dan juga karet gelang berpindah karena adanya energi yang merambat melalui
slinki.Energi ini berasal dari usikan slinki (pada saat ujung slinki digerakkan ).
4. Percobaan ketiga,slinki diganti dengan kabel listrik. Langkahnya sama yaitu diberi usikan
diujung kabel,sedang ujung yang lain diikatkan pada tiang atau dipegang salah seorang
teman.Ternyata hasilnya berbeda dengan slinki. Bedanya adalah pada kabel listrik tidak muncul
gelombang.Pada saat diberi gelang dibagian tengah kabel,ternyata karet gelang tidak berubah
atau berpindah,berarti tidak ada energi pada kabel listrik tersebut.

5. Pada percobaan ini diamati arah usikan dan rambatannya (gelombang).Ternyata arah
usikan searah dengan arah rambatannya. Maka gelombang ini dinamakan Gelombang
Longitudinal.
6. Perbedaan antara gelombang transfersal dengan gelombang longitudinal adalah pada arah
rambatannya yaitu bila transfersal tegak lurus sedangkan longitudinal searah rambatannya.
7. Kesimpulan
1. Gelombang transfersal adalah gelombang yang arah getarannya tegak lurus dengan arah
rambatannya.
2. Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah getarannya searah dengan arah
rambatannya.
3. Perbedaan antara gelombang transfersal dan gelombang longitudinal terletak pada arah
rambatannya yaitu bila transfersal tegak lurus sedangkan longitudinal searah rambatannya.

1. Percobaan 2 sifat pemantulan gelombang
2. Tujuan

Untuk mengamati sifat pemantulan gelombang
3. Dasar teori

Jika gelombang melalui suatu hambatan/rintangan misalnya benda padat, maka
gelombang tersebut akan dipantulkan. Pemantulan gelombang pada ujung tetap akan
mengalami perubahan bentuk/fase. Akan tetapi pemantulan gelombang pada ujung bebas
tidak mengubah bentuk/fase.
4. Alat dan bahan
1. Slinki
2. Benang
3. Kerikil
5. Langkah kerja
1. Lakukan percobaan tersebut dikolam, dibak air atau bejana yang berisi air. Jatuhkan

kerikil diatas permukaan air yang ada didalam bak cucian. Kemudian mengamati
gelombang yang terjadi dipermukaan air. Bagaimana bentuk gelombangnya, kemudian
memperhatikan sisi bak yang dikenai gelombang. Dan menentukan apakah ada
gelombang yang dipantulkan?
2. Rentangkan slinki sejauh 1,5m. Ikat ujung slinki pada tiang dimana ujung tidak boleh
bergeser (disebut ujung terikat)
3. Kemudian memegang dan menggetarkan ujung slinki yang lain cukup satu kali sampai
membentuk ½ gelombang. Setelah itu mengamati perambatan ½ gelombang sampai
gelombang hilang. Apakah gelombang dapat dipantulkan? Mengamati bagaimana fase
gelombang pantul dan gelombang asalnya?
4. Mengikat ujung slinki yang sebelumnya terikat pada tiang dengan benang yang
panjangnya 150cm sehingga ujung slinki dapat bergerak bebas oleh karena itu disebut
dengan slinki ujung bebas.

5. Pegang ujung slinki yang lain dengan tangan, kemudian menggetarkannya sampai
membentuk setengah gelombang. Setelah itu mengamati perambatan setengah panjajng
gelombang, bagaimana fase gelombang pantul dibanding gelombang asalnya.

6. Hasil pengamatan dan pembahasan

Slinki digerakkan satu arah Batu setelah dimasuk ke air
Pada saat kerikil dijatuhkan ke atas air yang berada didalam bak gelombang yang dihasilkan
mirip gelombang transversal dimana arah gelombang tegak lurus dengan arah rambatannya. Dan
dibagian pinggir/sisi bak yang dikenai gelombang, gelombng dipantulkan kembali.
Pada slinki yang salah satu ujungnya diikat kuat pada tiang dan digetarkan ujung lainnya
dengan tangan sampai membentuk ½ gelombang, ternyata gelombang dpat dipantulkan dan fase
gelombang berlawanan arah dengan gelombang aslnya. Sementara pada slinki yang salah satu
ujungnya diikat dengan longgar/tali panjangnya 150cm, sehingga slinki dapat bergerak bebas
ternyata fase gelombang pantul dan gelombang asalnya adalah sama.
7. Kesimpulan

1. Gelombang yang terjadi di air dapat dipantulkan kembali
2. Ujung slinki yang terikat kuat, gelombang datang dan gelombang pantulnya fase

gombang berlawanan arah.
3. Ujung slinki yng terikat bebas, gelombang datang=gelombang pantulnya.

3. PERCOBAAN GELOMBANG STASIONER

a. Hasil Pengamatan
Pada saat rangkaian diujicobakan / dinyalakan maka akan terjadi gelombang pada tali

yaitu tali bergetar naik turun.

b. Pembahasan
1. Catudaya dipasang pada tegangan 6 volt. Massa beban gantung yang digunakan 75
gram.Tegangan tali sama dengan massa beban dibagi panjang tali yaitu:

µ : M : 75 gram : 50
l 1.5 m

T = m.g = 0,075 . 10 = 0,75 N
2. Pada saat catudaya dihidupkan pewaktu detik digeser ke arah katrol meja secara perlahan
sampai timbul gelombang stasioner pada tali, ternyata muncul gelombang stasioner terlihat
berjalan, karena ada energi dari catudaya dan terjadi perpaduan gelombang pada gelombang
stasioner.
3. Panjang gelombang dapat diukur pada tali tersebut yaitu:
λ1 : 2l Dengan n : 1,2,3

n
λ2 : 2l : 2.1,5 m : 3 : 3

n1 1 1

λ1 = 2. 1,5 : (1) = 3 m
λ2 = 2. 1,5 : (2) = 1,5 m
λ3 = 2. 1,5 : (3) = 1 m

3. Catudaya diamati beban ditambah menjadi 100 gram. Maka tegangan
talinya adalah: T : m : 100 gr : 68

l 1.5 m

T2 = m.g = 0,1 . 10 = 1 N
µ2 = m : l = 0,1 : 1,5 = 0,07
4. Catudaya dihidupkan,pewaktu ketik digeser hingga timbul kembali gelombang tali.Maka
panjang gelombang (λ2) dapat dihitung:
λ2= m =2.1,5 =3 =1,5

l22
5. Beban ditambah menjadi 125 gr.Tegangan tali pada massa tersebut adalah:
T = m = 125 gr = 83

l 1.5 m
T3 = m.g = 0,125 . 10 = 1,25 N
6. Catudaya dihidupkan hingga timbul gelombang pada tali maka panjang gelombangmya 3(λ3)
adalah:
λ3= m =2.1,5 =3 =1

l 33
7. Perbandingan panjang gelombang λ λ1, 2 dan λ3 = 3 : 1,5 : 1

c. Jawaban pertanyaan
1. Batu yang dilemparkan ke kolam menyebabkan terjadinya gelombang dipermukaan
air.Gelombang ini merupakan gelombang transversal,karena arah getarannya tegak lurus
terhadap arah rambatannya.
2. Cahaya merupakan gelombang elektromagnetik,maka cahaya merambatkan partikel-partikel
yang bermuatan positif dan negatif dengan frekuensi gelombang pendek dan gelombangnya
bergerak lurus kesemua arah.
3. Bentuk gelombang yang buat oleh tali sebagai berikut

4. Hal itu dilakukan untuk menjaga elastisitas tali yang bisa menimbulkan gelombang dengan
daya tertentu.
5. Jika panjang gelombang berbeda, maka frekuansinya tetap atau sama.

B. KEGIATAN PRAKTIKUM GETARAN DAN BUNYI

1. PERCOBAAN GETARAN BENDA PADA PEGAS
Hasil pengamatan mengukur getaran benda pada pegas

Tabel 6.1
Massa Benda = 100 gram

Percobaan ke Waktu 20 getaran (sekon) Periode (sekon) Frekwensi (hertz)

1 12,88 0,644 1,56

2 12,96 0,648 1,55

3 13,03 0,651 1,54

4 13,08 0,654 1,53

5 13,17 0,658 1,52

T = 0,65 sekon
F = 1,54 HZ

Hasil pengamatan pengaruh massa terhadap frekwensi

Tabel 6.2

Massa benda Percobaan ke Waktu 20 getaran Periode Frekwensi Hertz
(hertz)
(gram) (sekon) (sekon) 1,37 1,37
1,37 1,37
1 14,55 0,73 1,37 1,37
1,37 1,37
2 14,65 0,73 1,37 1,37
150 3 14,68 0,74

4 14,67 0,73

5 14,63 0,73

1 12,86 0,64 1,55 1,55
2 12,40 0,62 1,61 1,61
200 3 12,73 0,64 1,55 1,55
4 12,89 0,64 1,55 1,55
5 13,08 0,65 1,52 1,52
12,25 0,61 1,64 1,64
1 12,04 0,60 1,67 1,67
2 11,94 0,60 1,67 1,67
250 3 11,10 0,56 1,79 1,79
4 10,87 0,54 1,85 1,85
5 10,68 0,53 1,89 1,89
10,06 0,56 1,79 1,79
1 9,58 0,48 2,09 2,09
2 9,38 0,46 2,17 2,17
300 3 8,17 0,40 2,50 2,50
4
5

Pembahasan:
Getaran benda pada pegas dengan massa benda yang sama,dan waktui getaran yang sama pula
yaitu 20 kali serta periodenya juga sama meskipun terdapat selisih waktu yang sangat kecil
namun dianggap sama.Sedangkan getaran benda pada pegas pada massa benda yang
berbeda,maka akan menghasilkan waktu dan frekwensi yang berbeda pula.

Kesimpulan:
Getaran benda pada pegas,periode dan frekwensinya dipengaruhi oleh massa benda.

2. PERCOBAAN GETARAN BENDA PADA AYUNAN (BANDUL SEDERHANA)
a. Hasil pengamatan

Tabel 6.3

Panjang tali(f) = 100 cm (tetap)

Beban (gr) 10 T (s) T periode (s) f frekuensi (Hz)

20 20,71 10 : 2,07 207,1 : 0,48

30 20,16 10 : 2,02 201,6 : 0,50

40 19,57 10 : 1,96 195,7 : 0,51

50 19,03 10 : 1,90 190,3 : 0,53

60 19,49 10 : 1,95 194,9 : 0,51

70 20,58 10 : 2,06 205,8 : 0,49

80 20,69 10 : 2,07 206,9 : 0,48

90 21,46 10 : 2,15 214,6 : 0,47

100 20,79 10 : 2,08 207,9 : 0,48

Tabel 6.4

Massa beban (m) = 60 gram (tetap)

Beban tali (l) (cm) 10 T (s) T periode (s) T2

100 19,61 10 : 1,96 384,5 : 0,51

90 18,18 10 : 1,82 330,5 : 0,55

80 17,76 10 : 1,78 315,4 : 0,56

70 16,17 10 : 1,62 261,5 : 0,62

60 15,19 10 : 1,52 230,7 : 0,66

50 14,10 10 : 1,41 198,8 : 0,71

40 12,45 10 : 1,25 155,0 : 0,80

30 10,17 10 : 1,02 103,4 : 0,98

20 7,98 10 : 0,78 63,7 : 1,28

Massa benda = 60 gr (tetap)

b. Pembahasan
Beban / bandul digantungkan pada seutas benang di tiang setinggi +1,5 m.kemudian benda
ditarik dari kedudukan setimbang (0) dengan tangan kiri dan sudut penyimpangan 100 (titik A)
selanjutnya dilepas dan dihitung kembalinya ke titik A selama 10 hitungan dan dicatat waktunya.
Percobaan ini dilakukan berulang-ulang dengan mengganti beban.
Pada percobaan kedua menggunakan beban yang sama yaitu 60 gr dengan mengubah panjang
tali dari 20 cm sampai 60 cm.
c. Kesimpulan
1. Periode dan frekuensi bandul dipengaruhi oleh beban.
Periode dan frekuensi bandul dipengaruhi oleh panjang tali.

3.PERCOBAAN BENDA BERGETAR SEBAGAI SUMBER BUNYI

a. Hasil Pengamatan

No. Panjang mistar yang menonjol (cm) Menimbulkan bunyi Keterangan
Ya Tidak

1. 25 √ Bunyi terdengar keras
2. 20 √ Bunyi agak keras
3. 15 √ Bunyi lemah
4. 10 √ Bunyi sangat lemah
5. 5 √ Hampir tak terdengar

b. Pembahasan
Mistar plastik yang diletakan diatas meja dan salah satu tepinya ditonjolkan melebihi bibir meja,
kemudian ujung mistar digetarkan dandilakukan sebanyak 5 kali dengan panjang tonjolan yang
berbeda. Mistar yang lebih pendek (tonjolannya) lebih cepat getarannya, sedangkan yang lebih
panjang lebih lambat sehingga mempengaruhi bunyi yang dihasilkan.

c. Kesimpulan
1.Getaran dapat menimbulkan bunyi.
2.Bunyi merambat melalui udara.

4. PERCOBAAN RESONANSI BUNYI

a. Resonansi Ayunan Bandul.

Tabel 6.6

Pengamatan Resonansi Ayunan Bandul

No. Bandul A Bandul B Bandul C

1. Digerakan sebentar Beresonansi cepat Beresonansi lambat

2. Digerakan agak lama Resonansi makin lambat Resonansi makin lambat

Pembahasan
Panjang bandul A dan B adalah 30 cm. Bandul C + 40 cm. Bandul A digerakan dengan cara
menarik ke samping sejauh 5 cm tegak lurus dengan mistar, lalu dilepaskan. Maka bandul B dan
C berayun (beresonansi).
Bandul A digerakan lagi dengan mengamati yang lebih lama, ternyata makin lama bandul A
berayun, makin lama pula resonansi pada bandul B dan C dan makin lambat, melambat pula
resonansinya.
Kesimpulan
1.Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda oleh pengaruh getaran benda yang
lain.

2.Syarat terjadinya resonansi adalah jika bunyi tersebut terdengar keras dibandingkan dengan
bunyi asalnya.

b. Resonansi Bunyi pada Kolom Udara

Tabel 6.7

Pengamatan resonansi bunyi pada kolom udara

Resonansi K2 Panjang kolom udara (l) Suhu (T) Keterangan

1(satu) 3 m 280 C Celupan gelas ke-1

2(dua) 5 m 280 C Celupan gelas ke-2

Pembahasan

Kami celupkan tabung kaca kedalam bejana berisi air hingga hampir tengelam. Lalu digetarkan

sebuah garputala diatas tabung kaca perlahan-lahan tabung kaca ditarik sambil didengarkan,

ternyata ada dengungan.Kegiatan ini diulangi beberapa kali lagi.

Cepat rambat udara

V = 331 x 0,320256

V = 106,604
Panjang kolom udara pada resonansi f adalah – x = ¼ λ

Panjang kolom udara pada resonansi II adalah
l2 + x = ¾ λ
l2 – l3 = ¾ - ¼ = ½ λ
λ = 2 (l2-l1)
λ= 2 (5-3)
λ=2x2m
λ=4m

Kesimpulan :
Panjang gelombang bunyi di udara diperoleh dari pengurangan kolom udara pada resonansi
kedua dikurangi panjang gelombang bunyi diudara pada resonansi pertama.

Jawaban Pertanyaan
1. a. Periode adalah waktu yang dibutuhkan oleh suatu gelombang penuh untuk melewati suatu
titik tertentu.

b. Frekuensi adalah jumlah gelombang yang melewati suatu titik tiap satuan waktu (biasanya
per sekon).
2.frekuensi merupakan hasil kali antara, periode dengan waktu getaran.
3. Faktor yang mempengaruhi periode dan frekuensi pada pegas adalah massa benda (m).
Faktor yang mempengaruhi periode dan frekuensi pada bandul ayunan adalah panjang tali dan
massa benda.

4. Beberapa pegas yang berbeda elastisitasnya (kelentingannya) masing-masing digantungkan
pada sebuah statis. Pada masing-masing pegas tersebut digantungkan benda yang massanya
sama. Jika semua pegas itu digetarkan maka frekuensinya berbeda-beda karena elastisitas pegas
mempengaruhi periode, waktu gatar dan panjang gelombang.
5. a. Bandul pada ayunan dapat disebut getaran, karena bandul yang satu akan menggerakan
bandul yang lainnya.

b. Cara yang baik dalam mengukur waktu ayunan adalah tangan kiri memegang stopwatch
sementara tangan kanan mengayunkan bandul. Pada hitungan ketiga stopwatch dihidupkan
bersamaan tangan kanan mengayunkan bandul.
6. frekuensi getaran yang ditimbulkan berbeda karena rangkaian percobaannya juga berbeda.
7. Bunyi ditimbulkan oleh getaran suatu benda.
8. Medium yang bisa menyampaikan bunyi ke telinga pendengar adalah melalui perambatan
udara.
9. a. Resonansi adalah peristiwa turut bergetarnya suatu benda karena pengaruh getaran benda
lain.
b. Syarat terjadinya resonansi adalah jika bunyi tersebut terdengar lebih keras dari bunyi aslinya
10. Panjang pada resonansi kedua = 35 cm.
11. Dalam percobaan ruang tertutup, ternyata suhu udara pada saat itu adalah 70C. Maka cepat
rambat bunyi pada tempat tersebut adalah
V = 331 x 0,160128

= 53,062 m/s

LEMBAR KERJA
PRAKTIKUM KONSEP DASAR IPA DI SD MODUL 7

OPTIK

KEGIATAN PRAKTIKUM I

SIFAT CAHAYA

1. Pemantulan Cahaya

a. Pemantulan cahaya pada cermin datar

1. Gambar jalannya berkas sinar pada cermin

datar

2. Besar sudut datang ( i ) dan sudut pantul (r) i = r
Tabel 7.1

No i (derajat) r (derajat)

1. 30o 30o
2. 45o 45o
3. 55o 55o
4. 60o 60o
5. 75o 75o

3. Sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin datar
• Sama / maya / tidak nyata
• Sama besar
• Sama tegak
• Jarak benda ke cermin = jarak bayangan ke cermin (S = S1)

b. Pemantulan cahaya pada cermin cembung

1. Gambar jalannya berkas sinar pada cermim

cembung

2. Sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin cembung
• Maya / tidak nyata
• Sama tegak
• Diperkecil

c. Pemantulan cahaya pada cermin cekung

1. Gambar jalannya berkas sinar pada cermin cekung

• Benda di ruang

I

• Benda di ruang II

• Benda di ruang III

• Benda di ruang M
• Benda di ruang F

Sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin cekung

• Benda di ruang I : Maya, tegak, diperbesar
• Benda di ruang II : Nyata, terbalik, diperbesar
• Benda di ruang III : Nyata, terbalik, sama besar
• Benda di M : Nyata, terbalik, diperkecil
• Benda di F : Tidak terjadi bayangan karena berkas sinar pantul merupakan

sinar sejajar atau bayang berada jauh tak terhingga.

No Jarak Benda (cm) Jarak Bayangan (cm)

1. 5.5 cm 5 cm
2. 5 cm 5 cm
3. 4 cm 5,5 cm
4. 1,5 cm 3 cm

2.

2. Pembiasan Cahaya

a. Gambar jalannya berkas sinar pada balok

kaca

No Sudut datang (i) Sudut bias (r)

1. 30o 19,47o
2. 53o 30o
3. 60o
4. 77,1o 35,26o
40,53o

b. Sifat bayang yang dibentuk oleh lensa cekung
Maya, tegak, diperkecil (m = 0.4 kali) dan terletak diantara O dan F1

c.
No Jarak Benda (cm) Jarak Bayangan (cm)

1 20 cm 8 cm
2 15 cm 6 cm
3 10 cm 4 cm
4 5 cm 2 cm

Sifat bayang yang dibentuk lensa cekung Maya, tegak, diperkecil (m = 0.4 kali) dan
terletak diantara O dan F1
d. Sifat bayangan yang dibentuk lensa cekung
Maya, tegak, diperkecil (m = 0.4 kali) dan terletak diantara O dan F1
e. Sifat bayangan yang dibentuk lensa cekung
Maya, tegak, diperkecil (m = 0.4 kali) dan terletak diantara O dan F1

3. Percobaan Difraksi, Interferensi dan Dispersi
• Pembahasan

Cahaya adalah energi berbentuk gelombang elekromagnetik yang kasat mata dengan
panjang gelombang sekitar 380–750 nm.[1] Pada bidang fisika, cahaya adalah radiasi
elektromagnetik, baik dengan panjang gelombang kasat mata maupun yang tidak. Cahaya
adalah paket partikel yang disebut foton.

Kedua definisi di atas adalah sifat yang ditunjukkan cahaya secara bersamaan sehingga
disebut "dualisme gelombang-partikel". Paket cahaya yang disebut spektrum kemudian
dipersepsikan secara visual oleh indera penglihatan sebagai warna. Bidang studi cahaya
dikenal dengan sebutan optika, merupakan area riset yang penting pada fisika modern.
Cahaya mempunyai 4 besaran dalam optika klasik:

1. Intensitas
2. Frekuensi atau panjang gelombang
3. Polarisasi
4. Fasa

dan sifat optik fisis:

1. Interferensi
2. Difraksi
3. Dispersi
4. Polarisasi

Difraksi adalah penyebaran gelombang, contohnya cahaya, karena adanya halangan.
Semakin kecil halangan, penyebaran gelombang semakin besar. Dispersi adalah peristiwa
penguraian cahaya polikromarik (putih) menjadi cahaya-cahaya monokromatik (me, ji, ku,
hi, bi, ni, u) pada prisma lewat pembiasan atau pembelokan. Hal ini membuktikan bahwa
cahaya putih terdiri dari harmonisasi berbagai cahaya warna dengan berbeda-beda panjang
gelombang. Interferensi adalah interaksi antar gelombang didalam suatu daerah.
Interferensi dapat bersifat membangun dan merusak. Bersifat membangun jika beda fase
kedua gelombang sama sehingga gelombang baru yang terbentuk adalah penjumlahan dari
kedua gelombang tersebut.

• Kesimpulan

Difraksi adalah penyebaran gelombang, contohnya cahaya, karena adanya halangan.
Semakin kecil halangan, penyebaran gelombang semakin besar. Dispersi adalah peristiwa
penguraian cahaya polikromarik (putih) menjadi cahaya-cahaya monokromatik (me, ji, ku,
hi, bi, ni, u) pada prisma lewat pembiasan atau pembelokan. Hal ini membuktikan bahwa
cahaya putih terdiri dari harmonisasi berbagai cahaya warna dengan berbeda-beda panjang
gelombang. Interferensi adalah interaksi antar gelombang didalam suatu daerah.
Interferensi dapat bersifat membangun dan merusak. Bersifat membangun jika beda fase
kedua gelombang sama sehingga gelombang baru yang terbentuk adalah penjumlahan dari
kedua gelombang tersebut. Cahaya adalah energi berbentuk gelombang elekromagnetik
yang kasat mata dengan panjang gelombang sekitar 380–750 nm.[1] Pada bidang fisika,
cahaya adalah radiasi elektromagnetik, baik dengan panjang gelombang kasat mata
maupun yang tidak. Cahaya adalah paket partikel yang disebut foton.

Jawaban Pertanyaan

1. Warna-warna cahaya yang dipancarkan oleh lampu TL adalah Merah, biru, kuning dan
violet atau ungu.

2. Difraksi adalah penyebaran gelombang, contohnya cahaya, karena adanya halangan.
Semakin kecil halangan, penyebaran gelombang semakin besar, Dispersi adalah peristiwa
penguraian cahaya polikromarik (putih) menjadi cahaya-cahaya monokromatik (me, ji,
ku, hi, bi, ni, u) pada prisma lewat pembiasan atau pembelokan. Hal ini membuktikan
bahwa cahaya putih terdiri dari harmonisasi berbagai cahaya warna dengan berbeda-beda
panjang gelombang sedangkan Interferensi adalah interaksi antar gelombang didalam
suatu daerah. Interferensi dapat bersifat membangun dan merusak. Bersifat membangun
jika beda fase kedua gelombang sama sehingga gelombang baru yang terbentuk adalah
penjumlahan dari kedua gelombang tersebut.

KEGIATAN PRAKTIKUM II

LENSA CEMBUNG DAN CERMIN CEKUNG

1. Lensa Cembung
No Jarak Benda (cm) Jarak Bayangan (cm)

1. 3 cm 2 cm
2. 2 cm 2 cm
3. 2 cm 3 cm
4. 1 cm 2 cm

2. Cermin Cekung
No Jarak Benda (cm) Jarak Bayangan (cm)

1. 5,5 cm 5 cm
2. 4,5 cm 5 cm
3. 4 cm 5,5 cm
4. 1,5 cm 3 cm

Jawaban pertanyaan

1. Jarak fokus lensa cembung : 1,5 cm

2. Kekuatan lensa (p)
P=
=
Jarak fokus cermin cekung = 2,5 cm

KEGIATAN PRAKTIKUM 3

MATA
I.Bintik Buta (1) dan (2)

a. Hasil Pengamatan
Tabel Hasil Pengamatan Bintik Buta (1)

No Jarak Gambar A dari Dengan fokus pada tanda positif (+) maka tanda Keterangan

mata anda bundaran hitam

1. 60 cm Tampak jelas
2. 59 cm Tampak jelas
3. 58 cm Tampak jelas
4. 57 cm Tampak jelas
5. 56 cm Tampak jelas

Tabel Hasil Pengamatan Bintik Buta (2)

Dengan fokus pada tanda positif (+) maka :

No Jarak gambar A dari mata Garis Garis pendek tampak menyatu dengan garis
anda Pendek panjang

1. 60 cm Tampak
2. 59 cm jelas
3. 58 cm
4. 57 cm Tampak
5. 56 cm jelas

Tampak
jelas

Tampak
jelas

Tampak
jelas

b. Penjelasan :
Pada jarak tertentu, tanda bundaran hitam masih tampak terlihat jelas, akan tetapi jika
tanda bundaran hitam tersebut semakin dijauhkan dengan mata dan tentunya dengan
pengaturan jarak yang benar, maka tanda bundaran hitam tersebut semakin pudar dan
hilang. Hal ini terjadi karena lensa mata kita semakin memipih.
Untuk melihat bayangan benda tersebut agar terlihat jelas, maka benda tersebut harus
kita dekatkan lagi dengan mata kita. Demikian juga dengan garis pendek, semakin
terlihat jauh, seolah-olah garis pendek tersebut menyatu dengan garis panjang. Padahal
hal itu tidak terjadi.

c. Kesimpulan
Dalam keadaan mata normal, mata kita masih dapat melihat suatu benda dengan
sangat jelas.

d. Menjawab Pertanyaan
1. Karena lensa mata dengan legimen suspensori yang bertumpu pada otot siliari
mengendur (relaksasi) sehingga legimen suspensori menegang (kontraksi) yang
mengakibatkan lensa mata memipih sehingga mata kita tidak jelas melihat suatu
benda pada jarak tertentu.
2. Pada jarak yang cukup jauh Hal itu terjadi karena lensa mata yang bersifat
transparan dan elastis, akan melakukan akomodasi (berubah kecembungannya).
Lensa mata akan berbentuk pipih jika kita melihat objek yang jaraknya jauh dari
mata kita.

II. Iris (pupil) mata
1. Iris (Pupil) Mata pada Manusia

a. Hasil Pengamatan
• Bentuk pupil mata ketika lilin dinyalakan (pupil mengecil)

• Bentuk pupil mata ketika lilin dipadamkan (pupil melebar)

b. Pembahasan
Ketika lilin dinyalakan, bentuk pupil terlihat mengecil (memipih) dan setelah lilin
dipadamkan, pupil menjadi membesar (mencembung)

c. Kesimpulan
Mata kita mempunyai kemampuan untuk berakomodasi, yaitu kemampuan lensa mata
untuk mencembung dan memipih dalam melihat benda pada jarak tertentu.

d. Menjawab Pertanyaan
1. Ketika lilin dipadamkan, karena apabila lilin dipadamkan otot-otot pada iris akan
berkontraksi dan menyebabkan lubang pupil, melebur sehingga cahaya yang
masuk lebih banyak.
2. Fungsi pupil mata adalah mengatur cahaya yang masuk ke mata

2. Iris (Pupil) Mata pada Kucing
a. Hasil Pengamatan
A. Bentuk pupil mata kucing pada cahaya redup

B. Bentuk pupil mata kucing pada cahaya

terang

b. Pembahasan
Pada cahaya redup, bentuk pupil mata kucing terlihat normal dan pada keadaan gelap
akan membesar dan berbentuk bulat, sedangkan pada cahaya terang (disorot center)
bentuknya akan mengecil dan pipih.

c. Kesimpulan
Bentuk pupil mata kucing mempunyai daya akomodasi sama seperti pupil mata
manusia. Hanya bentuk dan kekuatan akomodasinya saja yang berbeda.

d. Menjawab pertanyaan
1. Masih terlihat normal, karena walaupun cahayanya redup. Keadaan ruangan tidak
begitu gelap, sehingga pupil mata kucing masih terlihat normal.
2. Bentuk pupil mata kucing ketika disorot dengan senter terlihat mengecil
(memipih). Hal ini dikarenakan cahaya yang masuk ke mata terlalu banyak,
sehingga untuk menguranginya dengan cara memipihkan (menciutkan) pupilnya.

LAPORAN PRAKTIKUM PERCOBAAN MUATAN LISTRIK

A. TUJUAN PERCOBAAN
1. Menunjukan adanya muatan listrik pada suatu benda, akibat yang timbul dari sifat
muatan

2. Memperlihatkan adanya gaya elektrostatika dua buah benda bermuatan
B. ALAT DAN BAHAN

1. Bola pingpong 2 buah
2. Benang jahit secukupnya
3. Lembaran wool dan nilon
4. Tas plastic
5. Isolasi
6. Sisir Plastik
7. Potongan kertas yang kecil-kecil
C. LANDASAN TEORI
Muatan listrik adalah muatan dasar yang dimiliki suatu benda, yang membuatnya
mengalami gaya pada benda lain yang berdekatan dan juga memiliki muatan listrik.
Simbol Q, digunakan untuk mengambarkan muatan. Satuan Q adalah coulomb, yang
merupakan 6.24 x 1018 muatan dasar. Terdapat 2 jenis muatan dasar yaitu muatan positif
dan muatan negatif. Muatan positif pada bahan dibawa oleh proton, sedangkan muatan
negatif oleh elektron. Oleh karena itu muatan materi/atom merupakan kelipatan dari
satuan Q dasar. Dalam atom yang netral, jumlah proton akan sama dengan jumlah
electron yang mengelilinginya.
D. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Gantunglah sebuah bola pingpong pada bagian pinggir meja dengan

menggunakan benang dan isolasi. Gosoklah tas plastik pada baju anda beberapa
kali, kemudian dekatkan pada bola pingpong. Amatilah apa yang terjadi!
2. Gosoklah sisir pada rambut anda beberapa kali, kemudian dekatkan pada
potongan-potongan kertas yang terletak diatas meja. Amatilah apa yang terjad!
3. Apa yang terjadi apapbila percobaan (2) dibiarkan dalam waktu yang cukup lama.
Berikan penjelasan!
4. Ikatlah kedua bola pingpong dengan benang, kemudian gantungkan ke bagian
pinggir meja (tempelkan dengan isolasi). Dekatkan kedua bola (jangan sampai
bersentuhan). Amati apa yang terjadi!
5. Gosoklah bola kiri dan kanan dengan kain wool, dekatkan keduanya. Amati apa
yang terjadi.
6. Lengkapi tabel hasil pengamatan anda. Apakah hasilnya “tolak-menolak” atau
“tarik-menarik”

E. HASIL PENGAMATAN

Bola pingpong kiri yang digosok Bola pingpong kanan yang digosok dengan
dengan
wool plastik nilon
Wool
Plastic Tolak menolak Tarik menarik Tarik menarik
Nilon
Tarik menarik Tolak menolak Tarik menarik

Tarik menarik Tarik menarik Tolak menolak

F. PEMBAHASAN
Berdasarkan percobaan diatas, (1)plastik yang digosok pada baju kemudian didekatkan
pada bola pingpong yang digantung maka akan terjadi tarik-menarik, (2)sisir yang
digosokkan pada rambut akan kemudian didekatkan pada potongan kertas akan tarik-
menarik, (3)dan apabila sisir dibiarkan dalam waktu yang cukup lama, maka sisir tidak
dapat menarik potongan-potomgan kertas, karena gaya listrik telah habis, (4)kedua bola
pingpong yang digantung berdekatan tidak ada reaksi, karena tidak mempunyai gaya
listrik (5)kedua bola pingpong kiri dan kanan gosokkan dengan kain wool kemudian
didekatkan maka kedua bola pingpong tersebut akan tolak menolak karena mempunyai
muatan listrik yang sama.
Berdasarkan pengamatan diatas, pada kedua bola pingpong (kanan dan kiri) yang
digosokkan dengan bahan yang sejenis (wool dengan wool, plastik dengan plastik, nilon
dengan nilon) maka akan tolak-menolak, hal ini karena mempunyai muatan listrik yang
sama. Apabila kedua bola pingpong (kanan dan kiri) yang digosokkan dengan bahan
yang berbeda jenis maka akan tarik menarik, karena mempunyai muatan listrik yang
berbeda.

G. PERTANYAAN

1. Mengapa pada langkah (6) antara 2 bola tidak ada interaksi ?
Kedua bola pingpong tidak ada reaksi karena tidak mengandung muatan listrik.

2. Apakah bola pingpong pada langkah (6) memiliki muatan yang sejenis atau
berlawanan ?
Kedua bola pingpong bermuatan sejenis, sehingga saling menolak.
3. Jika terdapat 4 buah benda masing-masing A.B.C. dan D. Bila diketahui
benda A menarik B, B menarik C sedangkan C menarik D. Bila A muatan
negative tentukanlah jenis muatan benda B.C.D !

Terdapat 4 benda yaitu: A, B, C, dan D. Jika A menarik B, B menarik C, C
menarik D. Diketahui A bermuatan negatif maka:
B bermuatan positif
C bermuatan negatif
D bermuatan positif
4. Apa yang dapat anda simpulkan dari interaksi muatan yang sejenis
maupun muatan yang berlawanan?
Interaksi muatan sejenis adalah tolak menolak dan muatan berlawanan adalah
tarik menarik.
H. KESIMPULAN
Berdasarkan pengamatan diatas dapat disimpulkan bahwa, setiap benda yang memiliki
muatan listrik sejenis apabila didekatkan akan tolak-menolak, sedangkan benda yang
memiliki muatan berlawanan apabila didekatkan akan tarik-menarik

I. FOTO PRAKTIKUM



LAPORAN PRAKTIKUM PERCOBAAN ARUS DAN TEGANGAN LISTRIK

A. TUJUAN PERCOBAAN
1. Menjelaskan aliran arus dalam suatu rangkaian listrik
2. Menjelaskan pengaruh tegangan terhadap suatu rangkaian

B. ALAT DAN BAHAN
1. Baterai 1,5 volt 3 buah
2. Kabel penjepit secukupnya (merah dan hitam)
3. Bola lampu 2,5 volt – 3,6 volt/0,007A 3 buah
4. AVO meter 1 buah
5. Dudukan baterai 3 buah

C. LANDASAN TEORI
Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir dalam suatu rangkaian pada
satu waktu. Muatan listrik yang di maksud adalah electron. Menurut aturan arus listrik
mengalir dari positif ke negatif,sedangkan elektron mengalir dari negatif ke positif. Hal
ini karena aturan berpatokan bahwa electron berpindah dari negatif ke positif
meninggalkan hole dan mengisi hole yang baru maka seolah-olah hole tersebut bergerak
dari positif ke negative
Arus listrik merupakan satu dari tujuh satuan pokok dalam satuan internasional. Satuan
internasional untuk arus listrik adalah Ampere (A). Secara formal satuan Ampere
didefinisikan sebagai arus konstan yang, bila dipertahankan, akan menghasilkan gaya
sebesar 2 x 10-7 Newton/meter di antara dua penghantar lurus sejajar, dengan luas
penampang yang dapat diabaikan, berjarak 1 meter satu sama lain dalam ruang hampa
udara.
Tegangan listrik merupakan perbedaan potensial listrik antara dua titik pada suatu
penghantar atau rangkaian listrik Beda potensial adalah perbedaan jumlah elektron yang
berada dalam suatu arus listrik. Di satu sisi sumber arus listrik terdapat elektron yang
bertumpuk sedangkan di sisi yang lain terdapat jumlah elektron yang sedikit. Tegangan
direpresentasikan dalam persamaan dan skema dengan simbol huruf "V".
Arus dan tegangan adalah dua besaran fundamental dalam listrik. Tegangan adalah
penyebab dan arus adalah akibatnya. Tegangan antara dua titik sama dengan beda
potensial listrik antara titik-titik tersebut. Ini sebenarnya adalah gaya gerak listrik (GGL),
yang bertanggung jawab atas pergerakan elektron (arus listrik) melalui suatu rangkaian.
Aliran elektron yang dipaksa bergerak oleh tegangan adalah arus. Tegangan mewakili
potensi setiap Coulomb muatan listrik untuk bekerja.

D. ALAT DAN BAHAN
Percobaan 1 : Arus Listrik
1. Susunlah 3 buah baterai secara seri! Buatlah gambar rangkaiannya!
2. Hubungkanlah kabel merah pada kutub (+) dan kabel hitam ( - ).
3. Salah satu ujung kabel merah dan hitam yang telah terpasang bola lampu (dipilih
salah satu dari bola lampu 2,5 volt – 5,6 volt). Jika lampu menyala menandakan

adanya aliran arus dari kutub (+) menuju kutub ( - ). Tetapi jika belum menyala
periksalah penyebabnya
4. Besarnya arus listrik yang mengalir dalam rangkaian dapat menggunakan
ampermeter yang dipasang secara seri, catat besarnya. Tetapi jika tidak tersedia
AVO meter, nyala lampu sudah cukup membuktikan adanya arus yang mengalir.
5. Susunlah rangkaian seperti gambar berikut!

Tentukan apakah jenis bahan yang digunakan termasuk konduktor, dengan cara
mengisi hasil pengamatan.
Percobaan 2 tegangan listrik
1. Membuat rangkaian seperti gambar di bawah ini.

Tutuplah saklar S, kemudian amatilah apakah lampu menyala? Mengapa
demikian?
2. Kemudian membuat ragkaian seperti gambar berikut.

Setelah saklar S ditutup, apakah lampu (tidak menyala, menyala redup, menyala
lebih terang, menyala sangat terang) mengapa demikian?
3. Melanjutkan dengan membuat rangakian seperti gambar berikut.

Setelah saklar S ditutup, apakah lampu (tidak menyala, menyala redup, menyala
lebih terang, menyala sangat terang) mengapa demikian?
4. Melakukan hal yang sama pada langkah 1,2 dan 3 dengan melakukan 3 buah baterai yang
dirangkai secara seri.
5. Mengapa pada percobaan 2, 3 dan 4 nyala lampu berbeda
E. HASIL PERCOBAAN

F. PEMBAHASAN
Percobaan 1. Arus listrik

1. Kawat besi
Percobaan dengan kawat besi menggunakan lempengan besi sebagai saklar dan
lampu tetap menyala
2. Kawat tembaga
Percobaan dengan kawat tembaga sebagai saklar dan lampu tetap menyala
3. Sendok kawat
Setelah kabel merah pada kutub (+) dan kabel hitam ( - ) dirangkai dengan lampu
dan dihubungkan ke baterai menggunakan sendok kawat sebagai saklar dan lampu
tetap menyala.

4. Kayu
Percobaan dengan kayu sebagai konduktor dan lampu tidak bisa menyala

5. Karet penghapus

Percobaan dengan karet penghapus pada kutub positif dan kutub negatif dirangkai
dengan lampu dihubungkan ke baterai menggunakan karet penghapus saklar dan
lampu tidak bisa menyala
6. Grafit
Percobaan dengan grafit lampu dan konduktor tidak bisa menyala karena tidak
dapat menghantarkan arus listrik
7. Kertas
Percobaan dengan kertas lampu dan konduktor tidak bisa menyala karena tidak
dapat menghantarkan arus listrik
8. Tas Plastik
Percobaan dengan tas plastik lampu dan konduktor tidak bisa menyala karena
tidak dapat menghantarkan arus listrik
9. Air Keran
Setelah kabel merah pada kutub (+) dan kabel hitam ( - ) dirangkai dengan lampu
dan dihubungkan ke baterai menggunakan kemudian dihubungkan ke air kran dan
lampu menyala. Hal ini karena air keran terdapat sedimen dan mineral
10. Air garam
Percobaan menggunakan air garam menghasilkan lampu menyala dan konduktor
juga menyala

Percobaan 2 : Tegangan Listrik

1. Pada rangakaian 1 jika saklar ditutup maka lampu tidak menyala, karena kutub
negatif pada baterai tidak terhubung pada kabel (tidak ada tegangan listrik).

2. Pada rangkaian 2 jika saklar ditutup maka lampu akan menyala redup, karena
hanya menggunakan 1 buah batu baterai (tegangan listrik sedikit).

3. Pada rangkaian 3 jika saklar ditutup maka lampu akan menyala lebih terang,
karena hanya menggunakan 2 buah batu baterai dan muatan listrik juga lebih
besar.

4. Jika rangkaian menggunakan 3 baterai maka nyala lampu akan sangat terang,
karena muatan listrik juga sangat besar.

G. PERTANYAAN
1. Dari hasil pengamatan anda. Jelaskan pengertian arus listrik dan tegangan listrik

Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang disebabkan dari pergerakan
electron-elektron, mengalir tiap satuan waktu. Arus listrik dapat diukur dalam
satuan coulomb/detik atau ampere dan alat yang digunakan untuk mengukur besar
arus listrik adalah amperemeter
Tegangan listrik adalah perbedaan potensial listrik antara dua titik dalam
rangkaian listrik dan dinyatakan dalam satuan volt. Besaran ini mengukur energy
potensial dari sebuah medan listrik yang mengakibatkan adanya aliran listrik
dalam sebuah konduktor listrik. Arah arus listrik di dalam suatu konduktor
mengalir dari tegangan tinggi menuju tegangan rendah,
2. Mengapa pada percobaan 1, bateri disusun secara seri ?
Pada percobaan I, baterai disusun seri agar nyala lampu bersinar terang
3. Jelaskan hubungan antara arus listrik dengan tegangan listrik !
Hubungan tegangan dan arus listrik adalah sebanding. Pada hambatan tetap, bila
kuat arus I bertambah besar, nilai tegangan V pun bertambah besar. Tetapi bila
kuat arus I berkurang, nilai tegangan V pun berkurang.

I=V I = arus listrik (ampere)

R V = tegangan listrik (volt)

R=V R = hambatan listrik (ohm)

I

V = I.R

4. Tentukanlah mana yang lebih tahan lama dengan menggunakan 3 buah
baterai yang disusun secara seri atau parallel ? mengapa demikian ?
Paralel baterainya lebih tahan lama karena muatan listrik yang mengalir lebih
sedikit sehingga menyebabkan nyala lampu redup.
5. Dari hasil percobaan 1 dan 2 buatlah kesimpulan anda tentang
a. Arus listrik

Arus listrik adalah muatan yang mengalir dari potensial tinggi ke potensial
rendah
b. Tegangan listrik

Tegangan listrik selalu berbanding lurus antara arus listrik dengan
hambatan listrik.
H. KESIMPULAN

Berdasarkan percobaan dan pengataman diatas dapat disimpulkan bahwa bahan-bahan
yang bisa dialiri arus listrik (menjadi konduktor) adalah lempeng besi, tembaga, seng, air
garam dan air kran. Sedangkan yang menjadi isolator kayu, karet penghapus, mata pensil
(grafit), kertas, dan tas plastik. Untuk percobaan tegangan listrik dapat disimpulkan
bahwa besarnya arus listrik selalu berbanding lurus dengan besarnya tegangan listrik dan
berbanding terbalik dengan besarnya hambatan. Tegangan listrik berbanding lurus antara
arus listrik dengan hambatan listrik.

I. FOTO PRAKTIKUM



LAPORAN PRAKTIKUM PERCOBAAN ENERGI LISTRIK

A. TUJUAN PERCOBAAN
Untuk mengetahui besarnya arus listrik dan daya yang digunakan

B. ALAT DAN BAHAN
1. Kawat tipis
2. Thermometer
3. Pentul korek
4. 3 buah baterai
5. Saklar

C. LANDASAN TEORI
Energi Listrik merupakan salah satu sumber kebutuhan manusia yang harus terpenuhi
untuk menghidupkan peralatan, perabotan dan benda benda lainnya yang membutuhkan
energi listrik agar dapat berfungsi. Energi listrik berasal dari muatan listrik yang
menyebabkan medan listrik statis atau gerakan electron dalam konduktor (penghantar
listrik) atau ion (positif atau negatif) dalam zat cair atau gas.
Energi listrik yang digunakan dalam alat listrik merupakan laju penggunaan energi (daya)
dikali dengan waktu selama alat tersebut digunakan. Dengan demikian daya dapat diukur
dengan rumus sebagai berikut :

W=Pxt

ket:

P = daya dalam watt

t = waktu dalam jam

W = Energi dalam watt jam

D. PROSEDUR PERCOBAAN
Percobaan Energi Listrik
1. Rangkailah alat seperti gambar di bawah ini (3 baterai dirangkai secara seri )
2. Tutuplah saklar S, kemudian biarkan beberapa saat

a. Amaati apa yang terjadi pada lilitan kawat
b. Setelah ± 2menit letakkan petul korek api itu pada lilitan kawat, apa yang terjadi ?
3. Bukalah saklar S, letakkan ujung thermometer pada lilitan kawat. Catat skala yang
ditunjukkan thermometer.

4. Tutuplah saklar S, kemudian setelah 2 menit catatlah skala yang
ditunjukkan thermometer.
5. Apakah ada kenaikan suhu pada skala thermometer setelah saklar ditutup ? Mengapa
demikian ?
E. HASIL PERCOBAAN
1. Lilitan kawat tidak mengalami reaksi sebab tidak terkena hantaran panas listrik.
2. Setelah dua menit diletakkan pentul korek api pada lilitan kawat ternyata pentul
korek api itu ikut panas dan bias terbakar.
3. Saklar s dibuka, thermometer menunjukan penurunan suhu.
4. Saklar s ditutup, termometer menunjukkan kenaikan suhu.
5. Setelah saklar ditutup pada termometer akan menunjukkan kenaikan suhu karena
adanya aliran listrik yang mengalir pada lilitan kawat.
F. PERTANYAAN
1. Perubahan energy apakah yang terjadi jika kita menggunakan setrika listrik.
Terjadi perubahan energi listrik menjadi energi panas (kalor)
2. Dua buah baterai masing-masing besarnya 1,5 Volt, 0,5 Ohm, dirangkai secara seri
kemudian dihubungkan dengan sebuah lampu yang mempunyai tekanan 2 Ohm. Hitunglah :
a. Besarnya arus listrik yang mengalir dalam rangkaian

I = V/R
= 3/2 = 1,5 A

b. Daya listriknya
P = V.I
= 3. 1,5
= 4,5 W

c. Energi listrik yang digunakan selama 1 menit
W=VIt
= P. T
= 4,5 . 60
= 180 J

3. Kesimpulan apa yang dapat diambil tentang percobaan energy listrik
Besarnya arus listrik selalu berbanding lurus dengan besarnya tegangan listrik dan
berbanding terbalik dengan besarnya hambatan. Tegangan listrik berbanding lurus
antara arus listrik dengan hambatan listrik.
G. KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa arus listrik bisa menimbulkan
panas, hal ini karena bertemunya arus listrik positif dan negatif dalam satu penghantar
(kawat lilitan )
H. FOTO PRAKTIKUM

LAPORAN PRAKTIKUM PERCOBAAN BENTUK MEDAN MAGNET
A. TUJUAN PERCOBAAN
Tujuan percobaan ini untuk menunjukkan bentuk medan magnet sebuah magnet batang
dengan serbuk-serbuk besi.
B. ALAT DAN BAHAN

1. Satu lembar karton putih
2. Satu buah magnet batang
3. Serbuk-serbuk besi secukupnya
C. LANDASAN TEORI
Magnet adalah suatu benda yang dapat menarik benda lain disekitarnya yang memiliki
sifat khusus. Setiap magnet memiliki sifat kemagnetan. Sifat kemagnetan adalah
kemampuan benda menarik benda-benda lain di sekitarnya. Hal ini dikarenakan pada
suatu magnet memiliki kutub utara dan kutub selatan sehingga bisa terjadi gerakan tarik
menarik atau tolak menolak dengan benda tertentu.

Medan magnet adalah ruang yang mengelilingi magnet di mana magnet masih memiliki
efeknya. Kekuatannya bervariasi bergantung pada jaraknya yaitu medan magnet pada
suatu titik berbanding terbalik dengan kuadrat jarak dari magnet. Besar medan magnet
tergantung pada kekuatan magnet. Medan magnet dapat ditunjukan dengan
menggunakan serbuk besi yang ditaburkan di atas kertas dan dapat pula menggunakan
kompas.

D. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Meletakkan sebuah magnet batang di atas meja.
2. Memegang selembar karton putih di atas magnet tersebut.
3. Menaburkan serbuk-serbuk besi secara merata di atas karton, kemudian mengetuk
karton itu secara perlahan beberapa kali.
4. Mengamati dan menggambarkan pola yang dibentuk serbuk-serbuk besi.
5. Membuat kesimpulan tentang medan magnet dari hasil pengamatan.

E. HASIL PENGAMATAN

(Gambar pola dengan 1 magnet serbuk besi rata & menyebar)

(Gambar pola dengan 2 magnet kutub selatan bertemu kutub selatan terlihat
ada rongga serbuk besi diantara kutub selatan)

(Gambar pola dengan 2 magnet kutub utara bertemu kutub utara terlihat ada
rongga serbuk besi diantara kutub utara)

(Gambar pola dengan 2 magnet kutub utara bertemu kutub selatan tidak
terlihat ada rongga serbuk besi diantara kutub utara dan selatan)

F. PERTANYAAN
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan medan magnet?
Medan magnet adalah suatu medan yang dibentuk dengan menggerakan muatan
listrik (arus listrik) yang menyebabkan munculnya gaya di muatan listrik yang
bergerak lainnya.
Medan magnet merupakan medan gaya yang berada di sekitar benda magnetik
atau di sekitar benda konduktor berarus. Medan magnet dapat digambarkan
dengan garis-garis gaya magnet yang selalu keluar dari kutub utara magnet dan
masuk ke kutub selatan magnet. Sementara di dalam magnet, garis-garis gaya
magnet memiliki arah dari kutub selatan magnet ke kutub utara magnet. Garis-
garis tersebut tidak pernah saling berpotongan. Kerapatan garis-garis gaya magnet
menunjukkan kekuatan medan magnet. Jika dua buah magnet dengan kutub yang
berbeda didekatkan maka akan memiliki medan magnet yang besar. Sementara
itu, jika dua buah magnet yang memiliki kutub sejenis didekatkan maka tidak
akan terjadi garis-garis gaya magnet yang membentuk medan magnet
2. Apakah sebuah magnet selalu memiliki kutub utara dan kutub selatan?
Berikan penjelasan!

Iya, setiap magnet memiliki kutub utara dan kutub selatan. Kutub utara magnet
akan selalu menghadap ke arah utara Bumi, dan kutub selatan magnet akan selalu
menghadap ke arah selatan bumi. Sehingga kutub utara magnet akan selalu
menghadap ke arah utara Bumi karena tertarik oleh kutub magnet selatan Bumi.

Sebaliknya kutub selatan Bumi sebenarnya adalah kutub magnet utara Bumi,
sehingga kutub selatan benda magnet selalu tertarik ke arah selatan.
3. Jelaskan 3 macam aturan untuk melukis garis-garis medan magnetik!
a. Garis garis gaya magnetik tidak pernah berpotongan.
b. garis garis gaya magnetik selalu keluar dari kutub Utara dan masuk ke kutub selatan.
c. tempat dengan garis garis gaya rapat menyatakan Medan magnetik kuat, sebaliknya
dengan garis garis gaya tentang menyatakan Medan magnetik lemah.
4. Gambarkanlah garis-garis medan magnet dari pasangan magnet batang
berikut.

G. KESIMPULAN
Dari percobaan dan pengamatan bentuk medan magnet di atas dapat disimpulkan bahwa
kutub magnet yang sama apabila di dekatkan akan saling tolak menolak. Sedangkan
kutub magnet yang berbeda di dekatkan akan saling tarik menarik hal ini di karenakan
oleh sifat magnet itu sendiri yang saling tarik menarik apabila dua kutub berbeda saling
berdekatan.

H. DAFTAR PUSTAKA
Rumanta, Maman. 2020. Praktikum IPA di SD. Penerbit Universitas Terbuka.
Tangerang Selatan.

LAPORAN PRAKTIKUM PERCOBAAN MENGAMATI GEJALA MEDAN
MAGNET

A. TUJUAN PERCOBAAN
Untuk menjelaskan pengaruh arus listrik terhadap medan magnet

B. ALAT DAN BAHAN
1. Kabel secukupnya
2. Empat buah baterai 1,5 volt
3. Bola lampu 2,5 volt – 3,6 volt/ 0,007A
4. Kompas
5. Kumparan tipis

C. LANDASAN TEORI
Medan magnet adalah daerah di sekitar magnet yang menyebabkan sebuah muatan yang
bergerak di sekitarnya mengalami suatu gaya. Medan magnet tidak dapat dilihat namun
dapat dijelaskan dengan mengamati pengaruh magnet pada benda lain.
Gejala kemagnetan merupakan peristiwa yang sudah umum dalam kehidupan sehari-
hari. Bumi merupakan magnet raksasa dengan kutub utara magnet bumi berada di dekat
kutub selatan bumi, dan kutub selatan bumi berada di dekat kutub utara bumi.
Arah medan magnetik dari sebuah kawat yang dialiri arus listrik dapat ditentukan
dengan menggunakan kaidah tangan kanan Oersted. Medan magnetik yang dihasilkan
oleh sebuah kawat penghantar sangat lah lemah, untuk menghasilkan medan magnetik
yang cukup kuat dapat digunakan kumparan berupa arus listrik.

D. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Menyusun peralatan seperti gambar di bawah ini. Dalam keadaan saklar S terbuka,
meletakkan penghantar di atas kompas pada posisi sejajar.

2. Mengalirkan arus listrik ke dalam penghantar dengan menutup saklar S. Arus mengalir
ditandai dengan menyalanya lampu. Menjawab pertanyaan berikut:
a. Apakah jarum kompas menyimpang? Mengapa demikian?


Click to View FlipBook Version