• Tulis bagian bagiannya pada lembar kerja
• Simpukan apa yang dapat diambil dari percobaan ini
Gambar
Sistem Pencernaan
D. Hasil Pengamatan
Bagian Bagian utama saluran pencernaan pada manusia adalah:
a. Rongga mulut
b. Kerongkongan
c. Lambung
d. Usus besar
e. Usus halus
f. Anus
E. Pembahasan
Sistem pencernaan pada tubuh terjadi secara mekanis (penghancuran makanan dengan bantuan
gigi dan gerakan dinding lambung) dan kimiawi (penghancuran makanan dengan bantuan enzim
yang dapat mengubah makanan menjadi sari makanan) setelah itu terjadi Penyerapan Nutrisi dan
Pembuangan Kotoran (Proses Penyingkiran).
F. Kesimpulan
Sistem pencernaan manusia adalah sebuah sistem penting yang membantu manusia dalam
mencerna makanan dan minuman yang dikonsumsinya menjadi zat yang lebih mudah dicerna
oleh tubuh dan diambil berbagai kandungan penting di dalamnya yang bermanfaat untuk organ
dalam dan bagian tubuh secara keseluruhan.
Hal ini terjadi karena adanya proses perubahan makanan dan penyerapan sari makanan yang
berupa nutrisi- nutrisi yang dibutuhkan tubuh dengan bantuan enzim yang memecah molekul
makanan kompleks menjadi sederhana sehingga mudah dicerna tubuh.
Sistem Pencernaan Manusia dimulai dari Proses memasukan makanan ke dalam mulut (Injesti),
Proses mengubah makanan menjadi kecil dan lembut (dikunyah) oleh gigi (Pencernaan
mekanik), Proses mengubah molekul makanan kompleks menjadi sederehana oleh enzim, asam,
‘bile’ dan air (Pencernaan Kimiawi). Penyerapan Nutrisi dan Pembuangan Kotoran (Proses
Penyingkiran).
Laporan Praktikum IPA Modul 5. 1
PERCOBAAN 1: TITIK LEBUR ES
Sebagaimana pada diagram /grafik proses mencairnya es -25 °C menjadi air, terdapat proses di mana
suhu es tidak mengalami kenaikan walaupunpemanasan masih berlangsung. Pada garis 0°C ↔0°C terjadi
prosespeleburan dengan energi laten (tersembunyi).
Tujuan
1. menguji bahwa titik lebur es adalah 0°C
2. menguji bahwa titik didih air adalah 100°C
Alat dan bahan 2-3 buah.
1. Es batu 1 kg
2. Thermometer 2 buah.
3. Bejana kaca 2 buah.
4. Pengaduk/sendok kecil 2 buah.
5. Bunsen/lampu spiritus 2 buah.
6. Kasa 2 buah.
7. Tripot 2 buah.
8. Static 2 buah.
Tahapan Kegiatan
Perhatikan rangkaian gambar dan petunjuk kegiatan di bawah ini:
1. Isilah bejana kaca dengan bongkahan es yang telah dihancurkan.
2. Panaskan bejana dengan nyala api yang kecil dan aduklah pelan-pelansecara terus menerus
sampai mencapai suhu 100°C.
3. Perhatikan perubahan bongkahan es dalam bejana dan perhatikan juga perubahan suhu yang
tertera pada termometer.
4. Catat setiap ada perubahan suhu dan perubahan wujud pada kertas kerja.
Hasil pengamatan:
1. Suhu es sebelum dipanaskan adalah -7
2. Kenaikan suhu es
Tabel 5.1
Data kenaikan suhu es
No 2 menit ke Kenaikan Suhu pada Keterangan
1 suhu termometer
0oC Es melebur (dari padat ke cair)
11 0oC 40o C Proses pencairan kemudian mulai
memanas
22 33o C 83 O C Suhu air meningkat, keluar gelombang air
97 o C Timbul suara air mendidih
33 43 O C 100 o C Titik didih air maksimum
44 14 o C
55 3oC
. Pembahasan
Kami mengisi bejana kaca dengan bongkahan es yang telah dihancurkan kemudian bejana tersebut
dipanaskan dengan nyala api dari Bunsen. Setelah itu diamati setiap perubahan suhu pada bongkahan es
dalam bejana kaca tersebut tiap 2 menit sekali. Dan hasil pengamatan tertuang pada tabel 5.1.
Kesimpulan
a. Titik lebur es pada suhu 0o C
b. Titik didih air maksimum 100o C, namun kadang sebelum 100 o C sudah mendidih.Hal ini karena
pengaruh suhu udara lingkungan. Bila semalin tinggi/panas cuacanya maka akan lebib cepat mendidih.
Jawaban Pertanyaan
1. Memang benar perubahan wujud es menjadi cair disebabkan karena pemanasan. Hal ini terjadi es
menyerap panas maka suhunya naik hingga terjadi proses peleburan dari padat ke cair.
2. Pada saat thermometer menunjukkan skala 0o C, pemanasan masih terus berlangsung, pada saat
inilah terjadi proses peleburan dengan energi laten (tersembunyi)
3. Bongkahan es dan air suhunya tetap 0o C walau terjadi pemanasan terus menerus. Hal ini terjadi
karena masih ada bongkahan es yang belum mencair.
4. Suhu air dapat berubah mencapai suhu 100o C terjadi pada 2 menit ke -11 atau 8 menit setelah
pemanasan.
Laporan Praktikum IPA Modul 5. 2
PERCOBAAN 2: PERUBAHAN WUJUD PADAT MENJADI GAS DAN SEBALIKNYA
Benda (zat) wujud padat bisa langsung berubah menjadi gas pada suhukamar tanpa mengalami wujud cair
terlebih dahulu. Sebaliknya, gas (uap) dapat Iangsung didinginkan menjadi padat tanpa mengalami wujud
cair terlebih dahulu.
Tujuan:
1. menguji bahwa benda padat dapat Iangsung menjadi gas;
2. menguji bahwa benda gas dapat Iangsung menjadi cair.
Alat dan Bahan secukupnya.
1. Yodium kristal secukupnya.
2. Kapur barus secukupnya.
3. Parafin
3 buah.
4. Tabung reaksi 3 buah.
5. Penjepit tabung 2 buah.
6. Bunsen/lampu spiritus
Tahapan Kegiatan
Rangkailah alat dan bahan yang telah disediakan seperti tampak pada gambar di bawah ini.
1. Masukkan beberapa butir salah sate kristal ke dalam sebuah tabung reaksi.
2. Panasi tabung reaksi tersebut dengan Bunsen atau lampu spiritus.
3. Amati apa yang terjadi dengan kristal yang ada di dasar tabung.
4. Perhatikan gambar di bawah ini.
Hasil pengamatan
Tabel 5.2
No Kristal Mencair dulu Ya atau Langsung menguap Ya atau Keterangan
tidak tidak
Tidak Menguap – mencair
1. Yodium Tidak Tidak Mencair – menguap
2. Kapur Ya Ya Mengkristal -
barus menguap
3. Parafin Tidak
Pembahasan
Bahan – bahan berupa kristal seperti yodium, kapur barus, paraffin di masukkan kedalam tabung reaksi
yang berbeda – beda. Lalu msing – masing tabung reaksi dipanaskan diatas Bunsen. Hasilnya ditulis pada
tabel 5.2.
Kesimpulan
· Yodium, kapur barus, dan paraffin termasuk benda padat.
· Yodium bila dipanasi akan mengkristal lalu menguap.
· Kapur barus bila dipanasi akan mencair dulu baru kemudian menguap.
· Parafin jika dipanasi akan mengkristal timbul bau menyengat lalu menguap.
· Benda dapat langsung berubah menjadi gas pada suhu kamar tanpa melalui proses mencair dulu.
Jawaban Pertanyaan
1. Jika uap atau gas tersebut didinginkan maka akan membeku.
2. Salju yang ada di atmosfer wujudnya tetap salju (kumpulan gas atau awan yang mencapai titik jenuh
dan mengkristal.Bila turun ke bumi akan berupa butiran – butiran es / bunga salju).
Laporan Praktikum IPA Modul 5. 3
PERCOBAAN 3: PERUBAHAN WUJUD CAIR MENJADI GAS
Benda cair akan menjadi gas bila dipanaskan sampai mencapai lebih dam titik didih. Sebaliknya, gas akan
menjadi cair apabila didinginkan. Untuk memahami perubahan wujud cair menjadi gas dan sebaliknya daps
dilakukan percobaan penguapan dan pendinginan.
Tujuan
1. Menguji perubahan zat cair menjadi wujud gas.
2. Menguji perubahan zat gas menjadi wujud cair.
Alat dan Bahan 2 buah.
1. Tabung reaksi 2 buah.
2. Gabus penutup 1 meter.
3. Pipa plastik kecil (1/2 inci) 1 buah.
4. Termometer 1 buah.
5. Bunsen/lampu spiritus 1 buah.
6. Bejana 1 buah.
7. Ketel uap 1 buah.
8. Tripot
Tahapan Kegiatan
1. Ambil air secukupnya ke dalam ketel uap atau teko, kemudian tutup rapat dengan gabus yang telah
dilengkapi pipa plastik dan termometer.
2. Hubungkan pipa plastik dengan tabung reaksi sebagai penampung uap air.
3. Masukkan tabung reaksi ke dalam bejana yang telah diisi dengan air dingin.
4. Panasi air dalam ketel uap sampai mendidih.
5. Amati pergerakan uap air melalui pipa yang mengalir ke tabung reaksi.
6. Perhatikan gambar rangkaian di bawah ini.
.Pembahasan
Bahan dan alat distel sedemikian rupa, lalu air dingin dimasukkan dalam ketel, ditutup rapat dengan
gabus yang telah diberi lubang pipa plastic kemudian diberi plastisin agar tidak ada udara yang masuk
dalam ketel. Pipa plastic dihubungkan ke tabung reaksi dalam bejana kaca yang berisi air dingin. Nyalakan
Bunsen untuk memanaskan ketel kemudian diamati pergerakan uap air melalui pipa plastic yang mengalir
ketabung reaksi serta perubahan suhunya dicatat seperti pada hasil pengamatan diatas.
Kesimpulan
Benda cir yang dipanaskan akan berubah menjadi gas sampai lebih dari titik didih. Dan benda akan
berubah menjadi cair jika didinginkan.
Jawaban Pertanyaan
1. Pada suhu lebih kurang 90 ketel mulai mengeluarkan uap air.
2. Uap / gas yang mengalir melalui pipa dan masuk ke tabung reaksi berubah menjadi air karena
terjadi perubahan suhu. Suhu diketel lebih panas disbanding suhu pipa plastik (terjadi proses
pengembunan ).
Laporan Praktikum IPA Modul 5. 1
PERCOBAAN 1: TITIK LEBUR ES
Sebagaimana pada diagram /grafik proses mencairnya es -25 °C menjadi air, terdapat proses di mana
suhu es tidak mengalami kenaikan walaupunpemanasan masih berlangsung. Pada garis 0°C ↔0°C terjadi
prosespeleburan dengan energi laten (tersembunyi).
Tujuan
1. menguji bahwa titik lebur es adalah 0°C
2. menguji bahwa titik didih air adalah 100°C
Alat dan bahan 2-3 buah.
1. Es batu 1 kg
2. Thermometer 2 buah.
3. Bejana kaca 2 buah.
4. Pengaduk/sendok kecil 2 buah.
5. Bunsen/lampu spiritus 2 buah.
6. Kasa 2 buah.
7. Tripot 2 buah.
8. Static 2 buah.
Tahapan Kegiatan
Perhatikan rangkaian gambar dan petunjuk kegiatan di bawah ini:
1. Isilah bejana kaca dengan bongkahan es yang telah dihancurkan.
2. Panaskan bejana dengan nyala api yang kecil dan aduklah pelan-pelansecara terus menerus
sampai mencapai suhu 100°C.
3. Perhatikan perubahan bongkahan es dalam bejana dan perhatikan juga perubahan suhu yang
tertera pada termometer.
4. Catat setiap ada perubahan suhu dan perubahan wujud pada kertas kerja.
Hasil pengamatan:
1. Suhu es sebelum dipanaskan adalah -7
2. Kenaikan suhu es
Tabel 5.1
Data kenaikan suhu es
No 2 menit ke Kenaikan Suhu pada Keterangan
1 suhu termometer
0oC Es melebur (dari padat ke cair)
11 0oC 40o C Proses pencairan kemudian mulai
memanas
22 33o C 83 O C Suhu air meningkat, keluar gelombang air
97 o C Timbul suara air mendidih
33 43 O C 100 o C Titik didih air maksimum
44 14 o C
55 3oC
. Pembahasan
Kami mengisi bejana kaca dengan bongkahan es yang telah dihancurkan kemudian bejana tersebut
dipanaskan dengan nyala api dari Bunsen. Setelah itu diamati setiap perubahan suhu pada bongkahan es
dalam bejana kaca tersebut tiap 2 menit sekali. Dan hasil pengamatan tertuang pada tabel 5.1.
Kesimpulan
a. Titik lebur es pada suhu 0o C
b. Titik didih air maksimum 100o C, namun kadang sebelum 100 o C sudah mendidih.Hal ini karena
pengaruh suhu udara lingkungan. Bila semalin tinggi/panas cuacanya maka akan lebib cepat mendidih.
Jawaban Pertanyaan
1. Memang benar perubahan wujud es menjadi cair disebabkan karena pemanasan. Hal ini terjadi es
menyerap panas maka suhunya naik hingga terjadi proses peleburan dari padat ke cair.
2. Pada saat thermometer menunjukkan skala 0o C, pemanasan masih terus berlangsung, pada saat
inilah terjadi proses peleburan dengan energi laten (tersembunyi)
3. Bongkahan es dan air suhunya tetap 0o C walau terjadi pemanasan terus menerus. Hal ini terjadi
karena masih ada bongkahan es yang belum mencair.
4. Suhu air dapat berubah mencapai suhu 100o C terjadi pada 2 menit ke -11 atau 8 menit setelah
pemanasan.
Laporan Praktikum IPA Modul 5. 2
PERCOBAAN 2: PERUBAHAN WUJUD PADAT MENJADI GAS DAN SEBALIKNYA
Benda (zat) wujud padat bisa langsung berubah menjadi gas pada suhukamar tanpa mengalami wujud cair
terlebih dahulu. Sebaliknya, gas (uap) dapat Iangsung didinginkan menjadi padat tanpa mengalami wujud
cair terlebih dahulu.
Tujuan:
1. menguji bahwa benda padat dapat Iangsung menjadi gas;
2. menguji bahwa benda gas dapat Iangsung menjadi cair.
Alat dan Bahan secukupnya.
1. Yodium kristal secukupnya.
2. Kapur barus secukupnya.
3. Parafin
3 buah.
4. Tabung reaksi 3 buah.
5. Penjepit tabung 2 buah.
6. Bunsen/lampu spiritus
Tahapan Kegiatan
Rangkailah alat dan bahan yang telah disediakan seperti tampak pada gambar di bawah ini.
1. Masukkan beberapa butir salah sate kristal ke dalam sebuah tabung reaksi.
2. Panasi tabung reaksi tersebut dengan Bunsen atau lampu spiritus.
3. Amati apa yang terjadi dengan kristal yang ada di dasar tabung.
4. Perhatikan gambar di bawah ini.
Hasil pengamatan
Tabel 5.2
No Kristal Mencair dulu Ya atau Langsung menguap Ya atau Keterangan
tidak tidak
Tidak Menguap – mencair
1. Yodium Tidak Tidak Mencair – menguap
2. Kapur Ya Ya Mengkristal -
barus menguap
3. Parafin Tidak
Pembahasan
Bahan – bahan berupa kristal seperti yodium, kapur barus, paraffin di masukkan kedalam tabung reaksi
yang berbeda – beda. Lalu msing – masing tabung reaksi dipanaskan diatas Bunsen. Hasilnya ditulis pada
tabel 5.2.
Kesimpulan
· Yodium, kapur barus, dan paraffin termasuk benda padat.
· Yodium bila dipanasi akan mengkristal lalu menguap.
· Kapur barus bila dipanasi akan mencair dulu baru kemudian menguap.
· Parafin jika dipanasi akan mengkristal timbul bau menyengat lalu menguap.
· Benda dapat langsung berubah menjadi gas pada suhu kamar tanpa melalui proses mencair dulu.
Jawaban Pertanyaan
1. Jika uap atau gas tersebut didinginkan maka akan membeku.
2. Salju yang ada di atmosfer wujudnya tetap salju (kumpulan gas atau awan yang mencapai titik jenuh
dan mengkristal.Bila turun ke bumi akan berupa butiran – butiran es / bunga salju).
Laporan Praktikum IPA Modul 5. 3
PERCOBAAN 3: PERUBAHAN WUJUD CAIR MENJADI GAS
Benda cair akan menjadi gas bila dipanaskan sampai mencapai lebih dam titik didih. Sebaliknya, gas akan
menjadi cair apabila didinginkan. Untuk memahami perubahan wujud cair menjadi gas dan sebaliknya daps
dilakukan percobaan penguapan dan pendinginan.
Tujuan
1. Menguji perubahan zat cair menjadi wujud gas.
2. Menguji perubahan zat gas menjadi wujud cair.
Alat dan Bahan 2 buah.
1. Tabung reaksi 2 buah.
2. Gabus penutup 1 meter.
3. Pipa plastik kecil (1/2 inci) 1 buah.
4. Termometer 1 buah.
5. Bunsen/lampu spiritus 1 buah.
6. Bejana 1 buah.
7. Ketel uap 1 buah.
8. Tripot
Tahapan Kegiatan
1. Ambil air secukupnya ke dalam ketel uap atau teko, kemudian tutup rapat dengan gabus yang telah
dilengkapi pipa plastik dan termometer.
2. Hubungkan pipa plastik dengan tabung reaksi sebagai penampung uap air.
3. Masukkan tabung reaksi ke dalam bejana yang telah diisi dengan air dingin.
4. Panasi air dalam ketel uap sampai mendidih.
5. Amati pergerakan uap air melalui pipa yang mengalir ke tabung reaksi.
6. Perhatikan gambar rangkaian di bawah ini.
.Pembahasan
Bahan dan alat distel sedemikian rupa, lalu air dingin dimasukkan dalam ketel, ditutup rapat dengan
gabus yang telah diberi lubang pipa plastic kemudian diberi plastisin agar tidak ada udara yang masuk
dalam ketel. Pipa plastic dihubungkan ke tabung reaksi dalam bejana kaca yang berisi air dingin. Nyalakan
Bunsen untuk memanaskan ketel kemudian diamati pergerakan uap air melalui pipa plastic yang mengalir
ketabung reaksi serta perubahan suhunya dicatat seperti pada hasil pengamatan diatas.
Kesimpulan
Benda cir yang dipanaskan akan berubah menjadi gas sampai lebih dari titik didih. Dan benda akan
berubah menjadi cair jika didinginkan.
Jawaban Pertanyaan
1. Pada suhu lebih kurang 90 ketel mulai mengeluarkan uap air.
2. Uap / gas yang mengalir melalui pipa dan masuk ke tabung reaksi berubah menjadi air karena
terjadi perubahan suhu. Suhu diketel lebih panas disbanding suhu pipa plastik (terjadi proses
pengembunan ).
Laporan Praktikum IPA Modul 5. Konduksi
PERCOBAAN I: KONDUKSI
Sepotong besi dipanaskan pada salah satu ujungnya, dan ujung yang lainnya kita pegang.
Tidak lama kemudian tangan akan merasakan panas. Hal ini disebabkan kalor atau panas dari api
berpindah dari ujung besi yang dipanasi ke ujung besi yang dipegang. Pada perpindahan kalor ini
tidak ada bagian besi yang ikut berpindah.
Tujuan
1. Membuktikan bahwa kalor/panas dapat berpindah melalui cara konduksi.
2. Mengetahui beberapa bahan sebagai konduktor panas yang baik.
Alat dan Bahan .;
1. Tripot
2. Bunsen/lampu spiritus 1 buah.
3. Cakram konduksi 1 buah.
4. Lilin warna/malam 1 buah.
secukupnya.
Tahapan Kegiatan
1. Ambil empat bagian Jilin /malam dan letakkan masing-masing di ujuag logam pada cakram
konduksi.
2. Letakkan cakram konduksi di atas tripot.
3. Panasi cakram konduksi tepat di antara sambungan keempat logam.
4. Perhatikan susunan alat dan bahan pada Gambar 5.9.
Hasil Pengamatan
Tabel 5.3
Pengamatan terhadap lilin
No Jenis Lilin mencair Lilin mencair Lilin mencair Lilin mencair
ketiga
bahan pertama kedua keempat
√ √
1 Besi
2 Tembaga √ √
3 Kuningan
4 Aluminium
Pembahasan
Dari hasil percobaan, teryata tembaga lebih cepat menghantarkan panas, sehingga lilin
cepat meleleh. Disusul kemudian kuningan, aluminium dan terakhir besi.Lilin mudah meleleh
karena terkena panas yang dihantarkan oleh logam – logam tersebut. Peristiwa ini disebut
konduksi yaitu perpindahan panas melalui zat perantara (konduktor)
Jawaban pertanyaan
1. Dari keempat bahan logam (konduktor) yang paling baik menghantarkan panas adalah
tembaga, sebab tembaga yang paling cepat melelehkan lilin tersebut, dan sifat tembaga yang
mudah terurai bila dipanaskan.
2. Antara tembaga dan kayu yang paling baik sebagai konduktor adalah tembaga, sebab
tembaga lebih cepat terurai bila dipanaskan sehingga lebih cepat pula menghantarkanpanas,
sedangkan kayu sangat lambat terurainya dan lebih bersifat isolator daripada konduktor.
3. Logam-logam dalam percobaan ini dapat menghantarkan panas karena sifatnya yabg
mudah terurai bila terkena panas dan menyerap panas yang mengenainya, sehingga logam lebih
mudah menghantarkan kalor/panas.
LAPORAN PRAKTIKUM IPA MODUL 5
KALOR PERUBAHAN WUJUD ZAT DAN PERPINDAHANNYA PADA
SUATU ZAT
KEGIATAN PRAKTIKUM 2
PERPINDAHAN DAN PERTUKARAN PANAS PADA SUATU ZAT
PERCOBAAN 3 : KONVEKSI DALAM AIR
A. Tujuan
Membuktikan bahwa konveksi dapat terjadi didalam zat cair ( air )
B. Alat dan Bahan
1. Bejana kaca 1 buah
2. Serbuk Gergaji secukupnya
3. Tripot 1 buah
4. Lampu Spiritus 1 buah
5. Kasa 1 buah
C. Dasar Teori
Konveksi adalah proses dimana panas dipindahkan oleh gerak massa melekul-melekul dari
suatu tempat ke tempat lain. Konveksi terjadi karena pemanasan yang mengakibatkan
perbedaan massa jenis antara bagian zat yang panas dan bagian zat yang dingin.
Konveksi melibatkan gerak molekul-molekul pada jarak yang besar. Konveksi merupakan
mekanisme utama perpindahan panas dalam fluida di sekitar kita. Konveksi terjadi secara
alami atau paksa .
Dalam konveksi alami gaya apung suatu fluida yang dipanaskan mengarahkan gerakannya.
Bilamana fluida (gas atau cair ) dipanaskan, bagian itu mengembang dan mempunyai massa
jenis lebih rendah dibandingkan sekelilingnya sehingga bergerak naik. Dalam konveksi paksa
, pompa atau peniup mengarahkan fluida yang dipanaskan ke tujuannya . Laju Q/t dimana
benda memindahkan fluida ke sekitarnya kira0kira sebanding dengan luas penampang A
benda yang bersentuhan dengan fluida dan perbedaan temperature T antara keduanya
dengan h ( koefisien konveksi ) yang tergantung pada bentuk dan arah benda. Peristiwa
konveksi dapat ditunjukkan juga pada kegiatan arus konveksi dalam air. Pemanasan air
dalam bejana yang telah dicampur dengan serbuk gergaji akan menunjukkan bagaimana
pergerakan konveksi dalam air terjadi.
D. Cara Kerja
1. Mengisi bejana dengan air sampai hampir penuh
2. Mencampurkan sedikit serbuk gergaji kedalam bejana air dan diaduk sampai merata
3. Panaskan bejana dan selanjutnya amati serbuk gergaji yang ada dalam air
4. Amati serbuk – serbuk dalam bejana saat mulai dipanaskan dan seterusnya.
Mencatat perubahan apa saja dan pergergerakan apa saja yang terjadi dalam bejana.
5. Mencatat hasil pengamatan
E. Hasil Pengamatan
Sebelum Panas Mulai Panas
Sebelum dipanaskan serbuk gergaji ada Pada suhu 40 C serbuk gergaji tersebut mulai bergerak
yang di dasar gelas ada pula yang berputar-putar, yang tadinya diatas turun ke bawah
berada di atas gelas yang tadinya di bawah naik ke atas.
Pada suhu 80 C pergerakan serbuk gergaji semakin
cepat.
F. Pembahasan
Bejana kaca diisi air sampai hamper penuh, kemudian dicampur dangan sedikit serbuk gergaji,
diaduk sampai merata. Bejana dipanaskan dan diamati pergerakan serbuk gergajinya:
1. Saat bejana belum panas serbuk gergaji yang ada di dasar ada pula yang berada dipermukaan
air.
2. Saat bejana mulai memanas hingga air didalamnya mendidih, serbuk-serbuk gergaji tersebut
bergerak berputar-putar mengitari aliran air, yang semula berada diatas berputar kebawah,
begitupun sebaliknya secara acak.
3. Massa jenis air yang berada di bawah setelah dipanaskan menjadi lebih kecil
dibandingkan dengan massa jenis air yang ada di atas sehingga moleku-molekul air yang
tadinya di bawah (dekat dengan api) akan naik ke atas, ini dapat dilihat dari pergerakan
serbuk gergajinya.
G. Kesimpulan
Dari percobaan tersebut dapat disimpulkan bahwa pada air yang mendidih terjadi peristiwa
konveksi yaitu perpindahan panas karena perbedaan massa jenis antara bagian zat yang
panas bagian zat yang dingin. Hal ini diperlihatkan oleh serbuk gergaji dari bawah keatas
begitupun sebaliknya mengikuti aliran air secara acak
VII. Pertanyaan
1. Tak lama setelah bejana dipanasi, apa yang terjadi dengan serbuk – serbuk tersebut!
Jawab : Yang terjadi adalah serbuk – serbuk gergaji didalamnya akan bergerak naik
turun mengikuti aliran air yaitu dari bawah keatas berputar terus
2. Mengapa serbuk pada posisi di atas gerak turun dan sebaliknya? Beri penjelasan dengan
menggunakan hubungan volume, massa jenis,dan kaitannya dengan suhu T
Jawab : serbuk gergaji bergerak karena pengaruh perubahan suhu dan massa jenis. Suhu
air yang semakin naik membuat partikel air bergerak dan karena itu serbuk gergaji ikut
bergerak bersama bergeraknya partikel air. Besarnya energi konveksi (laju konveksi)
ditentukan oleh persamaan berikut.
Q = hxAx T
t
Keterangan :
Q = Kalor
h = Koefisien konveksi
t = Waktu
A = Luas penampang
T = Suhu ( Kelvin )
LEMBAR KERJA (LAPORAN)
MODUL 5 PRAKTIKUM 3 : PERUBAHAN PANAS PADA SUATU ZAT
1. Perubahan Panjang ( muai panjang)
I. Tujuan
Menguji pemuaian suatu logam dan perubahan pertambahan panjang logam karena
pengaruh panas.
II. Alat dan bahan
1) Kawat tembaga 1mm sepanjang 50 cm
2) Kawat nikelin 1 mm sepanjang 50 cm
3) Statis 1 buah
4) Spiritus secukupnya
5) Pemberat/anak timbangan 50 gr dan 100 gr masing-masing 1 buah
6) Kapas secukupnya
7) Penggaris 1 buah.
III. Langkah percobaan
1) Gantungkan kawat tembaga pada statis sedemikian rupa.
2) Ikatkan beban 50 gr atau 100 gr pada salah satu ujung kawat yang lain.
3) Diantara panjang kawat, ikatkan kapas sebanyak 3 buah.
4) Berikan batasan pada kawat dengan dasar lantai ± 10 cm.
5) Basahi kapas dengan spiritus, kemudian bakarlah kapas tersebut.
6) Ulangi kegiatan dengan menggunakan jenis kawat yang lain.
7) Ukurllah berapa perubahan panjang dari masing-masing kawat saat
dibakar/dipanasi?
8) Perhatikan gambar dibawah ini!
Kapas sebelum
Dibakar
Beban 50gr
Atau 100gr
Batas batas
karet
IV. Pertanyaan
1) Di antara logam-logam (kawat) tersebut yang mengalami pertambahan panjang
paling besar adalah? Mengapa demikian!
Dari logam-logam tersebut yang mengalami pertambahan panjang paling besar
adalah nikelin, karena nikelin terbuat dari bahan yang paling elastis diantaranya
tembaga dan kawat.
2) Manakah yang akan mengalami pertambahan panjang paling besar antara kawat
tembaga dengan kawat nikel? Berikan penjelasan secara singkat.
Kawat nikelin mengalami pertambahan panjang lebih besar dibanding tembaga
karena bahan nikelin lebih elastis daripada tembaga sehingga lebih cepat
memuai.
V. Data pengamatan
No Pertambahan panjang Keterangan
. Jenis logam 0,2 cm Beban 100 gram
1. Tembaga 0,4 cm Beban 100 gram
0,1 cm Beban 100 gram
2. Nikelin
3. Kawat
VI. Pembahasan/kesimpulan
Berdasarkan data percobaan, dapat disimpulkan bahwa makin elastis jenis
logam, yang semakin panjang pertambahannya ( pemuaiannya ) adalah nikelin.
2. Pemuaian Zat Cair
I. Tujuan
Menguji bahwa zat cair (air) jika dipanasi akan memuai. Pemuaian zat cair ini sering
juga dikatakan sebagai pemuaian volume.
II. Alat dan bahan
1) Botol minuman bekas 1 buah
2) Pewarna secukupnya
3) Sedotan minuman
4) Baskom aluminium/ember 1 buah
5) Plastisin/lilin malam secukupnya
6) Termometer
III. Langkah percobaan
1) Campurkan pewarna (bebas) dengan air secukupnya.
2) Masukkan cairan berwarna tersebut ke dalam botol bekas (usahakan botol
berwarna putih bening) sampai penuh.
3) Tutuplah botol tersebut dengan lilin.
4) Jangan lupa pada waktu menutup botol dengan lilin sertakan sedotan minuman
(usahakan sedotan berwarna bening).
5) Selanjutnya masukkan botol tersebut ke dalaam baskom atau ember yang telah diisi
dengan air panas.
Pipa sedotan minuman
Air memuai melaui pipa
Lilin sebagai penyumbat
botol berisi cairan merah
Air panas
IV. Pertanyaan dan Jawaban Pertanyaan
1) Pada percobaan yang dilakukan ada berapa proses perpindahan kalor atau
panas?
Pada percobaan pemuaian zat cair, terjadi proses perpindahan kalor
a. Dari air di baskom ke air warna dalam botol.
b. Dari air warna di botol ke pipa ( sedotan air minum )
c. Dari air di baskom ke udara luar.
d. Dari air di baskom ke baskom tersebut.
2) Apa yang terjadi pada larutan dalam pipa jika air dalam ember didinginkan?
Jika air di baskom/ember didinginkan, maka tidak akan terjadi pemuaian.
V. Pembahasan
1) Suhu larutan merah sebelum dimasukkan ke dalam air panas adalah 27° C.
2) Suhu air panas dalam baskom adalah 87° C
3) Ketinggian air panas dalam baskom 1 : 4,2 cm.
Ketinggian air yang merambat pada pipa dari lilin adalah:
1 menit pertama : 1 cm.
1 menit kedua : 2,5 cm
1 menit ketiga : 2,1 cm
1 menit keempat: 1,5 cm
1 menit kelima : 1,2 cm
4) Ketinggian maksimum air yang merambat pada pipa adalah 2,5 cm, setelah mencapai
waktu 1menit kedua.
5) Suhu akhir pada pipa setelah mencapai ketinggian akhir adalah 48° C.
6) Suhu akhir air dalam baskom/ember saat larutan pada pipa mencapai tinggi
maksimum adalah 61° C
Pembahasan:
Botol yang telah diisi air berwarna merah dengan suhu 27° C ditutup dengan
plastisin dengan sedotan air minum ditengahnya. Botol tersebut dimasukan
dalam baskom yang berisi air panas (87° C). Dalam waktu 5 menit air merambat
pada pipa dari plastisin dengan ketinggian berubah-ubah. Setelah 5 menit suhu air
dalam baskom menurun menjadi 61° C. Hal ini disebabkan karena ada
perpindahan kalor / panas dari air dibaskom ke air dalam botol lalu ke pipa dan
adanya perpindahan kalor dari air dibaskom keluar (ke udara bebas).
VI. Kesimpulan
Pada percobaan zat cair, terjadi perpindahan kalor yaitu :
1. Dari air di baskom ke air warna dalam botol.
2. Dari air warna di botol ke pipa ( sedotan air minum ).
3. Dari air di baskom ke udara luar.
4. Dari air di baskom ( aluminium ) ke baskom tersebut
3. Pemuaian Benda Gas
I. Tujuan
Menguji pemuaian benda gas
II. Alat dan bahan
1) Botol minuman bekas 1 buah
2) Lilin 1 buah
3) Sedotan minuman 1 buah
4) Baskom/ember
5) Lilin mainan/malam
III. Langkah percobaan
1) Dengan cara yang sama pada percobaan pemuaian zat cair, rakitlah alat dan bahan
yang telah disiapkan.
2) Perbedaan pada percobaan ini tidak perlu menggunakan larutan pewarna yang
dimasukkan ke dalam botol.
3) Siapkan air dingin (bukan air es) ke dalam ember/baskom.
4) Perhatikan gambar di bawah ini!
Percobaan 1.
Gelembung udara yang keluar
dari pipa
umbat pipa yang terendam di dalam air
Percobaan 2
lilin sebagai penyumbat
balon
keadaan balon sebelum botol kosong
botol dimasukkan ke dalam air
Air panas
IV. Pertanyaan dan Jawaban Pertanyaan
Coba jelaskan proses terjadinya ledakan balon dan ban kendaraan lengkap dengan
keterkaitannya antara volume suhu dan tekanan!
Volume dalam balon dan ban kendaraan jika mengalami pemanasan maka udara di
dalam balon dan ban kendaraan akan mengembang. Pengembangan udara
didalam balon dan ban kendaraan menekan seiring dengan pemuaian yang terjadi.
Jika pemuaian terjadi terus menerus maka balon dan ban kendaraan tidak akan
mampu menahannya akhirnya balon dan ban kendaraan akan meletus.
V. Data pengamatan
No. Cara pertama Keterangan
1. Sebelum botol dipanaskan, apa yang terlihat dalam air? air masih tenang
Setelah botol dipanaskan, apa yang terlihat dalam air air tampak
2. bergelembung
Kira-kira berapa lama setelah pemanasan timbul gelembung 8 menit 12 detik
3. air.
No. Cara kedua Keterangan
1. Sebelum botol dimasukkan ke dalam air panas keadaan balon kempes
balon.
balon mengembang
2. Setelah botol dimasukkan ke dalam air panas posisi
balon. 3
menit
3. Lama pemuaian gas dalam botol diperkirakan.
Suhu maksimun air saat botol dimasukkan dalam ember. suhu ± 90° C
4.
VI. Pembahasan dan Kesimpulan
Pembahasan:
Dari percobaan pertama kita dapat buktikan bahwa pemuaian benda gas terlihat pada
gelembung-gelembung air dalam baskom/ember dan pada percobaan kedua
terbukti dengan adanya balon yang semula kempes karena adanya pemuaian
benda gas balon menjadi mengembang.
Kesimpulan:
Dari kedua percobaan tersebut sesuai dengan pengamatan kesimpulan yang dapat
diambil adalah benda gas akan memuai jika dipanaskan/diberi panas (kalor).
LEMBAR KERJA (LAPORAN)
MODUL 5 PRAKTIKUM 3 : PERUBAHAN PANAS PADA SUATU ZAT
1. Perubahan Panjang ( muai panjang)
I. Tujuan
Menguji pemuaian suatu logam dan perubahan pertambahan panjang logam karena
pengaruh panas.
II. Alat dan bahan
1) Kawat tembaga 1mm sepanjang 50 cm
2) Kawat nikelin 1 mm sepanjang 50 cm
3) Statis 1 buah
4) Spiritus secukupnya
5) Pemberat/anak timbangan 50 gr dan 100 gr masing-masing 1 buah
6) Kapas secukupnya
7) Penggaris 1 buah.
III. Langkah percobaan
1) Gantungkan kawat tembaga pada statis sedemikian rupa.
2) Ikatkan beban 50 gr atau 100 gr pada salah satu ujung kawat yang lain.
3) Diantara panjang kawat, ikatkan kapas sebanyak 3 buah.
4) Berikan batasan pada kawat dengan dasar lantai ± 10 cm.
5) Basahi kapas dengan spiritus, kemudian bakarlah kapas tersebut.
6) Ulangi kegiatan dengan menggunakan jenis kawat yang lain.
7) Ukurllah berapa perubahan panjang dari masing-masing kawat saat
dibakar/dipanasi?
8) Perhatikan gambar dibawah ini!
Kapas sebelum
Dibakar
Beban 50gr
Atau 100gr
Batas batas
karet
IV. Pertanyaan
1) Di antara logam-logam (kawat) tersebut yang mengalami pertambahan panjang
paling besar adalah? Mengapa demikian!
Dari logam-logam tersebut yang mengalami pertambahan panjang paling besar
adalah nikelin, karena nikelin terbuat dari bahan yang paling elastis diantaranya
tembaga dan kawat.
2) Manakah yang akan mengalami pertambahan panjang paling besar antara kawat
tembaga dengan kawat nikel? Berikan penjelasan secara singkat.
Kawat nikelin mengalami pertambahan panjang lebih besar dibanding tembaga
karena bahan nikelin lebih elastis daripada tembaga sehingga lebih cepat
memuai.
V. Data pengamatan
No Pertambahan panjang Keterangan
. Jenis logam 0,2 cm Beban 100 gram
1. Tembaga 0,4 cm Beban 100 gram
0,1 cm Beban 100 gram
2. Nikelin
3. Kawat
VI. Pembahasan/kesimpulan
Berdasarkan data percobaan, dapat disimpulkan bahwa makin elastis jenis
logam, yang semakin panjang pertambahannya ( pemuaiannya ) adalah nikelin.
2. Pemuaian Zat Cair
I. Tujuan
Menguji bahwa zat cair (air) jika dipanasi akan memuai. Pemuaian zat cair ini sering
juga dikatakan sebagai pemuaian volume.
II. Alat dan bahan
1) Botol minuman bekas 1 buah
2) Pewarna secukupnya
3) Sedotan minuman
4) Baskom aluminium/ember 1 buah
5) Plastisin/lilin malam secukupnya
6) Termometer
III. Langkah percobaan
1) Campurkan pewarna (bebas) dengan air secukupnya.
2) Masukkan cairan berwarna tersebut ke dalam botol bekas (usahakan botol
berwarna putih bening) sampai penuh.
3) Tutuplah botol tersebut dengan lilin.
4) Jangan lupa pada waktu menutup botol dengan lilin sertakan sedotan minuman
(usahakan sedotan berwarna bening).
5) Selanjutnya masukkan botol tersebut ke dalaam baskom atau ember yang telah diisi
dengan air panas.
Pipa sedotan minuman
Air memuai melaui pipa
Lilin sebagai penyumbat
botol berisi cairan merah
Air panas
IV. Pertanyaan dan Jawaban Pertanyaan
1) Pada percobaan yang dilakukan ada berapa proses perpindahan kalor atau
panas?
Pada percobaan pemuaian zat cair, terjadi proses perpindahan kalor
a. Dari air di baskom ke air warna dalam botol.
b. Dari air warna di botol ke pipa ( sedotan air minum )
c. Dari air di baskom ke udara luar.
d. Dari air di baskom ke baskom tersebut.
2) Apa yang terjadi pada larutan dalam pipa jika air dalam ember didinginkan?
Jika air di baskom/ember didinginkan, maka tidak akan terjadi pemuaian.
V. Pembahasan
1) Suhu larutan merah sebelum dimasukkan ke dalam air panas adalah 27° C.
2) Suhu air panas dalam baskom adalah 87° C
3) Ketinggian air panas dalam baskom 1 : 4,2 cm.
Ketinggian air yang merambat pada pipa dari lilin adalah:
1 menit pertama : 1 cm.
1 menit kedua : 2,5 cm
1 menit ketiga : 2,1 cm
1 menit keempat: 1,5 cm
1 menit kelima : 1,2 cm
4) Ketinggian maksimum air yang merambat pada pipa adalah 2,5 cm, setelah mencapai
waktu 1menit kedua.
5) Suhu akhir pada pipa setelah mencapai ketinggian akhir adalah 48° C.
6) Suhu akhir air dalam baskom/ember saat larutan pada pipa mencapai tinggi
maksimum adalah 61° C
Pembahasan:
Botol yang telah diisi air berwarna merah dengan suhu 27° C ditutup dengan
plastisin dengan sedotan air minum ditengahnya. Botol tersebut dimasukan
dalam baskom yang berisi air panas (87° C). Dalam waktu 5 menit air merambat
pada pipa dari plastisin dengan ketinggian berubah-ubah. Setelah 5 menit suhu air
dalam baskom menurun menjadi 61° C. Hal ini disebabkan karena ada
perpindahan kalor / panas dari air dibaskom ke air dalam botol lalu ke pipa dan
adanya perpindahan kalor dari air dibaskom keluar (ke udara bebas).
VI. Kesimpulan
Pada percobaan zat cair, terjadi perpindahan kalor yaitu :
1. Dari air di baskom ke air warna dalam botol.
2. Dari air warna di botol ke pipa ( sedotan air minum ).
3. Dari air di baskom ke udara luar.
4. Dari air di baskom ( aluminium ) ke baskom tersebut
3. Pemuaian Benda Gas
I. Tujuan
Menguji pemuaian benda gas
II. Alat dan bahan
1) Botol minuman bekas 1 buah
2) Lilin 1 buah
3) Sedotan minuman 1 buah
4) Baskom/ember
5) Lilin mainan/malam
III. Langkah percobaan
1) Dengan cara yang sama pada percobaan pemuaian zat cair, rakitlah alat dan bahan
yang telah disiapkan.
2) Perbedaan pada percobaan ini tidak perlu menggunakan larutan pewarna yang
dimasukkan ke dalam botol.
3) Siapkan air dingin (bukan air es) ke dalam ember/baskom.
4) Perhatikan gambar di bawah ini!
Percobaan 1.
Gelembung udara yang keluar
dari pipa
umbat pipa yang terendam di dalam air
Percobaan 2
lilin sebagai penyumbat
balon
keadaan balon sebelum botol kosong
botol dimasukkan ke dalam air
Air panas
IV. Pertanyaan dan Jawaban Pertanyaan
Coba jelaskan proses terjadinya ledakan balon dan ban kendaraan lengkap dengan
keterkaitannya antara volume suhu dan tekanan!
Volume dalam balon dan ban kendaraan jika mengalami pemanasan maka udara di
dalam balon dan ban kendaraan akan mengembang. Pengembangan udara
didalam balon dan ban kendaraan menekan seiring dengan pemuaian yang terjadi.
Jika pemuaian terjadi terus menerus maka balon dan ban kendaraan tidak akan
mampu menahannya akhirnya balon dan ban kendaraan akan meletus.
V. Data pengamatan
No. Cara pertama Keterangan
1. Sebelum botol dipanaskan, apa yang terlihat dalam air? air masih tenang
Setelah botol dipanaskan, apa yang terlihat dalam air air tampak
2. bergelembung
Kira-kira berapa lama setelah pemanasan timbul gelembung 8 menit 12 detik
3. air.
No. Cara kedua Keterangan
1. Sebelum botol dimasukkan ke dalam air panas keadaan balon kempes
balon.
balon mengembang
2. Setelah botol dimasukkan ke dalam air panas posisi
balon. 3
menit
3. Lama pemuaian gas dalam botol diperkirakan.
Suhu maksimun air saat botol dimasukkan dalam ember. suhu ± 90° C
4.
VI. Pembahasan dan Kesimpulan
Pembahasan:
Dari percobaan pertama kita dapat buktikan bahwa pemuaian benda gas terlihat pada
gelembung-gelembung air dalam baskom/ember dan pada percobaan kedua
terbukti dengan adanya balon yang semula kempes karena adanya pemuaian
benda gas balon menjadi mengembang.
Kesimpulan:
Dari kedua percobaan tersebut sesuai dengan pengamatan kesimpulan yang dapat
diambil adalah benda gas akan memuai jika dipanaskan/diberi panas (kalor).
LEMBAR KERJA (LAPORAN)
MODUL 5 PRAKTIKUM 3 : PERUBAHAN PANAS PADA SUATU ZAT
1. Perubahan Panjang ( muai panjang)
I. Tujuan
Menguji pemuaian suatu logam dan perubahan pertambahan panjang logam karena
pengaruh panas.
II. Alat dan bahan
1) Kawat tembaga 1mm sepanjang 50 cm
2) Kawat nikelin 1 mm sepanjang 50 cm
3) Statis 1 buah
4) Spiritus secukupnya
5) Pemberat/anak timbangan 50 gr dan 100 gr masing-masing 1 buah
6) Kapas secukupnya
7) Penggaris 1 buah.
III. Langkah percobaan
1) Gantungkan kawat tembaga pada statis sedemikian rupa.
2) Ikatkan beban 50 gr atau 100 gr pada salah satu ujung kawat yang lain.
3) Diantara panjang kawat, ikatkan kapas sebanyak 3 buah.
4) Berikan batasan pada kawat dengan dasar lantai ± 10 cm.
5) Basahi kapas dengan spiritus, kemudian bakarlah kapas tersebut.
6) Ulangi kegiatan dengan menggunakan jenis kawat yang lain.
7) Ukurllah berapa perubahan panjang dari masing-masing kawat saat
dibakar/dipanasi?
8) Perhatikan gambar dibawah ini!
Kapas sebelum
Dibakar
Beban 50gr
Atau 100gr
Batas batas
karet
IV. Pertanyaan
1) Di antara logam-logam (kawat) tersebut yang mengalami pertambahan panjang
paling besar adalah? Mengapa demikian!
Dari logam-logam tersebut yang mengalami pertambahan panjang paling besar
adalah nikelin, karena nikelin terbuat dari bahan yang paling elastis diantaranya
tembaga dan kawat.
2) Manakah yang akan mengalami pertambahan panjang paling besar antara kawat
tembaga dengan kawat nikel? Berikan penjelasan secara singkat.
Kawat nikelin mengalami pertambahan panjang lebih besar dibanding tembaga
karena bahan nikelin lebih elastis daripada tembaga sehingga lebih cepat
memuai.
V. Data pengamatan
No Pertambahan panjang Keterangan
. Jenis logam 0,2 cm Beban 100 gram
1. Tembaga 0,4 cm Beban 100 gram
0,1 cm Beban 100 gram
2. Nikelin
3. Kawat
VI. Pembahasan/kesimpulan
Berdasarkan data percobaan, dapat disimpulkan bahwa makin elastis jenis
logam, yang semakin panjang pertambahannya ( pemuaiannya ) adalah nikelin.
2. Pemuaian Zat Cair
I. Tujuan
Menguji bahwa zat cair (air) jika dipanasi akan memuai. Pemuaian zat cair ini sering
juga dikatakan sebagai pemuaian volume.
II. Alat dan bahan
1) Botol minuman bekas 1 buah
2) Pewarna secukupnya
3) Sedotan minuman
4) Baskom aluminium/ember 1 buah
5) Plastisin/lilin malam secukupnya
6) Termometer
III. Langkah percobaan
1) Campurkan pewarna (bebas) dengan air secukupnya.
2) Masukkan cairan berwarna tersebut ke dalam botol bekas (usahakan botol
berwarna putih bening) sampai penuh.
3) Tutuplah botol tersebut dengan lilin.
4) Jangan lupa pada waktu menutup botol dengan lilin sertakan sedotan minuman
(usahakan sedotan berwarna bening).
5) Selanjutnya masukkan botol tersebut ke dalaam baskom atau ember yang telah diisi
dengan air panas.
Pipa sedotan minuman
Air memuai melaui pipa
Lilin sebagai penyumbat
botol berisi cairan merah
Air panas
IV. Pertanyaan dan Jawaban Pertanyaan
1) Pada percobaan yang dilakukan ada berapa proses perpindahan kalor atau
panas?
Pada percobaan pemuaian zat cair, terjadi proses perpindahan kalor
a. Dari air di baskom ke air warna dalam botol.
b. Dari air warna di botol ke pipa ( sedotan air minum )
c. Dari air di baskom ke udara luar.
d. Dari air di baskom ke baskom tersebut.
2) Apa yang terjadi pada larutan dalam pipa jika air dalam ember didinginkan?
Jika air di baskom/ember didinginkan, maka tidak akan terjadi pemuaian.
V. Pembahasan
1) Suhu larutan merah sebelum dimasukkan ke dalam air panas adalah 27° C.
2) Suhu air panas dalam baskom adalah 87° C
3) Ketinggian air panas dalam baskom 1 : 4,2 cm.
Ketinggian air yang merambat pada pipa dari lilin adalah:
1 menit pertama : 1 cm.
1 menit kedua : 2,5 cm
1 menit ketiga : 2,1 cm
1 menit keempat: 1,5 cm
1 menit kelima : 1,2 cm
4) Ketinggian maksimum air yang merambat pada pipa adalah 2,5 cm, setelah mencapai
waktu 1menit kedua.
5) Suhu akhir pada pipa setelah mencapai ketinggian akhir adalah 48° C.
6) Suhu akhir air dalam baskom/ember saat larutan pada pipa mencapai tinggi
maksimum adalah 61° C
Pembahasan:
Botol yang telah diisi air berwarna merah dengan suhu 27° C ditutup dengan
plastisin dengan sedotan air minum ditengahnya. Botol tersebut dimasukan
dalam baskom yang berisi air panas (87° C). Dalam waktu 5 menit air merambat
pada pipa dari plastisin dengan ketinggian berubah-ubah. Setelah 5 menit suhu air
dalam baskom menurun menjadi 61° C. Hal ini disebabkan karena ada
perpindahan kalor / panas dari air dibaskom ke air dalam botol lalu ke pipa dan
adanya perpindahan kalor dari air dibaskom keluar (ke udara bebas).
VI. Kesimpulan
Pada percobaan zat cair, terjadi perpindahan kalor yaitu :
1. Dari air di baskom ke air warna dalam botol.
2. Dari air warna di botol ke pipa ( sedotan air minum ).
3. Dari air di baskom ke udara luar.
4. Dari air di baskom ( aluminium ) ke baskom tersebut
3. Pemuaian Benda Gas
I. Tujuan
Menguji pemuaian benda gas
II. Alat dan bahan
1) Botol minuman bekas 1 buah
2) Lilin 1 buah
3) Sedotan minuman 1 buah
4) Baskom/ember
5) Lilin mainan/malam
III. Langkah percobaan
1) Dengan cara yang sama pada percobaan pemuaian zat cair, rakitlah alat dan bahan
yang telah disiapkan.
2) Perbedaan pada percobaan ini tidak perlu menggunakan larutan pewarna yang
dimasukkan ke dalam botol.
3) Siapkan air dingin (bukan air es) ke dalam ember/baskom.
4) Perhatikan gambar di bawah ini!
Percobaan 1.
Gelembung udara yang keluar
dari pipa
umbat pipa yang terendam di dalam air
Percobaan 2
lilin sebagai penyumbat
balon
keadaan balon sebelum botol kosong
botol dimasukkan ke dalam air
Air panas
IV. Pertanyaan dan Jawaban Pertanyaan
Coba jelaskan proses terjadinya ledakan balon dan ban kendaraan lengkap dengan
keterkaitannya antara volume suhu dan tekanan!
Volume dalam balon dan ban kendaraan jika mengalami pemanasan maka udara di
dalam balon dan ban kendaraan akan mengembang. Pengembangan udara
didalam balon dan ban kendaraan menekan seiring dengan pemuaian yang terjadi.
Jika pemuaian terjadi terus menerus maka balon dan ban kendaraan tidak akan
mampu menahannya akhirnya balon dan ban kendaraan akan meletus.
V. Data pengamatan
No. Cara pertama Keterangan
1. Sebelum botol dipanaskan, apa yang terlihat dalam air? air masih tenang
Setelah botol dipanaskan, apa yang terlihat dalam air air tampak
2. bergelembung
Kira-kira berapa lama setelah pemanasan timbul gelembung 8 menit 12 detik
3. air.
No. Cara kedua Keterangan
1. Sebelum botol dimasukkan ke dalam air panas keadaan balon kempes
balon.
balon mengembang
2. Setelah botol dimasukkan ke dalam air panas posisi
balon. 3
menit
3. Lama pemuaian gas dalam botol diperkirakan.
Suhu maksimun air saat botol dimasukkan dalam ember. suhu ± 90° C
4.
VI. Pembahasan dan Kesimpulan
Pembahasan:
Dari percobaan pertama kita dapat buktikan bahwa pemuaian benda gas terlihat pada
gelembung-gelembung air dalam baskom/ember dan pada percobaan kedua
terbukti dengan adanya balon yang semula kempes karena adanya pemuaian
benda gas balon menjadi mengembang.
Kesimpulan:
Dari kedua percobaan tersebut sesuai dengan pengamatan kesimpulan yang dapat
diambil adalah benda gas akan memuai jika dipanaskan/diberi panas (kalor).
LAPORAN PRAKTIKUM IPA GELOMBANG
A. JENIS DAN BENTUK GELOMBANG (Kegiatan Praktikum 1)
1. Judul Percobaan 1: Jenis-Jenis Gelombang
2. Tujuan
Mengamati bentuk dan jenis gelombang transversal dan gelombang longitudinal.
3. Dasar Teori
Gelombang merupakan fenomena perambatan energi,yang dapat di kelompokkan berdasarkan
arah rambat dan medium perambatannya.Berdasarkan arah rambatnya,gelombang di bedakan
menjadi gelombang longitudinal dan gelombang transversal.Sedangkan medium perambatannya
gelombang di bedakan menjadi gelombang mekanik dan gelombang elektromagnetik.Selain itu
sifat-sifat umum gelombang dapat di bedakan menjadi 5 yaitu dapat di biaskan,dapat di
pantulkan,dapat di lenturkan,dapat di padukan dan dapat di kutubkan.sedangkan karakteristik
gelombang dapat di badakan yaitu periodik,terjadi karena getaran,merambat dan dapat di
nyatakan dalam bentuk persamaan.
4. Alat dan Bahan
1. Slinki
2. Kabel listrik, panjang 5 m ¢= 0,5cm