KURIKULUM OPRASIONAL
SATUAN PENDIDIKAN
SMP NEGERI 11 CILEGON
TAHUN PELAJARAN
2022 / 2023
DINAS PENDIDIKAN KOTA CILEGON
SMP NEGERI 11 CILEGON
Perum Warnasari, Lebak Denok - Cilegon
Telp. (0254) 312709
SMP NEGERI 11 CILEGON
”BERAKHLAK MULIA, TANGGUH, BERPERILAKU
HIDUP SEHAT DAN BERBUDAYA LINGKUNGAN
SERTA BERPRESTASI BERLANDASKAN IMTAK
DAN IPTEK”.
TAHUN 2023
ii
PENGESAHAN
KURIKULUM SMP NEGERI 11 CILEGON
Setelah mengalami revisi, penyesuaian dengan Kurikulum 2013 dan memperhatikan
pertimbangan dari Komite Sekolah, dengan ini Kurikulum SMP Negeri 11 Cilegon
disahkan untuk diberlakukan mulai Tahun Pelajaran 2022 – 2023.
Ditetapkan Cilegon
Di : 12 Juli 2023
Tanggal :
Menyetujui Mengesahkan
Komite Sekolah, Kepala Sekolah,
Bambang Mintarso Muhatta, S.Pd
Ketua Penata/III C
NIP. 19790210 200604 1 010
Mengetahui
Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon,
Dra. HJ. HENI ANITA S, M.Pd
Pembina Utama Muda/IVC
NIP 19680225 199303 2 005
iii
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan
kekuatan pikiran serta berbagai kemudahan lainya, akhirnya kami berhasil menyelesaikan
penyusunan Program Kurikulum sebagai acuan bagi penyelenggaraan proses pendidikan
di SMP Negeri 11 Cilegon.
Program ini disusun sebagai acuan bagi SMP Negeri 11 Cilegon dalam mengembangkan
kurikulum serta memberikan arah bagi penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Penyusunan program ini telah melalui beberapa tahapan yang sangat panjang dan
memperhatikan berbagai pertimbangan untuk mendapatkan sebuah konsep yang layak
dan tepat sesuai dengan kondisi lingkungan dimana SMP Negeri 11 berada dengan tetap
mengacu pada UU No. 20 tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional, PP RI No. 19
tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Permen Diknas No. 22 tahun 2007
tentang Standar Isi dan Permen Diknas No. 23 tahun 2007 tentang Standar Kompetensi
Lulusan, serta Panduan Penyusunan KTSP yang disusun BSNP.
Kurikulum SMP Negeri 11 Cilegon terdiri dari Tujuan Pendidikan, Struktur dan Muatan
Kurikulum, Kalender Pendidikan, Silabus semua mata pelajaran, contoh Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) serta Profil Sekolah yang memberikan informasi
lengkap tentang Sejarah SMP NEGERI 11 Cilegon, Kondisi Fisik sekolah, Managemen,
Sarana, Kepegawaian, Prestasi sekolah dan Rencana Pengembangan Jangka Pendek dan
Menengah.
Kami menyadari bahwa dalam menyusun program ini masih jauh dari kesempurnaan,
untuk itu kritik dan saran yang membangun dari semua pihak sangat diharapkan demi
penyempurnaan dan kemajuan SMP Negeri 11 Cilegon.
iv
REVIEW
Usaha penyempurnaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMP Negeri 11
Cilegon terus dilakukan guna mencapai hasil yang terbaik. Tahap penyempurnaan ini
dilakukan melalui evaluasi diri, mengidentifikasi kendala yang disesuaikan dengan
keadaan sekolah untuk menentukan tindakan yang akan dilakukan.
Hasil dari evaluasi diri yang dilakukan pada tahun lalu, maka saat ini Kurikulum
SMP Negeri 11 Cilegon melakukan perubahan pada beberapa elemen, yaitu pada
Sistematika, Struktur Kurikulum, dan Pengaturan Beban Belajar. Pada prinsipnya
content yang ada pada Kurikulum SMP Negeri 11 Cilegon sudah dibuat mengikuti acuan
dari SNP, namun sistematikanya masih harus disesuaikan dengan kebutuhan yang ada,
misalnya dengan penambahan Bahasa Daerah (Babasan) sebagai muatan lokalnya.
Kurikulum SMP Negeri 11 Cilegon menyesuaikan pada elemen Strutur
kurikulumnya meliputi pada: SKL; kompetensi lulusan yang harus dicapai oleh Peserta
didik meliputi kompetensi Sikap, Pengetahuan dan Keterampilan, Standar Isi; materi
yang disediakan mengalami penambahan (adanya mata pelajaran Prakarya) dan
pengurangan (mata pelajaran TIK dan Muatan Lokal yang mengintegrasi dengan mata
pelajaran lainnya), Standar Proses; melalui pendekatan scientific, inquiry dan discovery,
Project based learning, dan cooperative learning, Standar Penilaian; pencapaian hasil
belajar Peserta Didik akan dilaporkan melalui bentuk deskripsi.
Mempertimbangkan kondisi saat ini yang tengah berada dalam masa pandemi
covid-19, maka dalam beberapa hal pada penyelanggaraan KBM, kurikulum SMP Negeri
11 Cilegon ini berusaha beradaptasi dengan kondisi tersebut, antara lain tetap
menggunakan masker dan sering mencuci tangan serta memantau suhu tubuh saat
memasuki lingkungan sekolah.
v
DAFTAR ISI
Halaman Judul ............................................................................................ i
Halaman Pengesahan .................................................................................. iii
Kata Pengantar ............................................................................................ iv
Review ....................................................................................................... v
Daftar Isi ..................................................................................................... vi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .................................................................... 1
A.1. Kondisi Ideal ............................................................... 2
A.2. Kondisi Nyata .............................................................. 4
A.3. Potensi dan Karakteristik Satuan Pendidikan ............... 6
B. Kerangka Dasar, Landasan Filosofis, Landasan Teoritis, dan Landasan
Yuridis ................................................................................ 11
C. Tujuan dan Acuan Penyusunan Kurikulum .......................... 19
D. Prinsip Pengembangan Kurikulum SMP Negeri 11 Cilegon .. 27
E. Pencapaian Kompetensi ……………………………………... 30
F. Konsep Kurikulum Darurat .................................................. 33
BAB II VISI, MISI DAN TUJUAN
A. Tujuan Pendidikan Sekolah Menengah ................................
B. Visi ....................................................................................... 34
C. Misi ..................................................................................... 34
D. Tujuan Satuan Pendidikan ................................................... 34
35
BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM 37
A. Struktur Kurikulum .............................................................. 37
1. Kelompok Mata Pelajaran .............................................. 39
2. Beban Belajar ................................................................ 48
B. Muatan Kurikulum .............................................................. 48
1. Mata Pelajaran ............................................................... 50
2. Muatan Lokal ................................................................. 60
3. Kegiatan Pengembangan Diri ......................................... 105
4. Ketuntasan Belajar .........................................................
vi
5. Kenaikan Kelas .............................................................. 112
6. Kelulusan ....................................................................... 125
7. Pendidikan Kecakapan Hidup ........................................ 136
8. Pendidikan Berbasis Keuntungan Lokla dan Global ……. 139
BAB IV KALENDER PENDIDIKAN 145
A. Awal Tahun Pelajaran .......................................................... 146
B. Alokasi Waktu ..................................................................... 149
C. Penetapan Kalender Pendidikan ........................................... 150
D. Waktu Belajar ....................................................................... 150
E. Libur Sekolah ......................................................................
BAB V PENUTUP .................................................................................. 151
LAMPIRAN – LAMPIRAN
1. SK TIM Pengembang Kurikulum
2. Contoh RPP setiap mata pelajaran
3. Hasil Analisis Konteks
4. Hasil Validasi Dinas Pendidikan Kota Cilegon
vii
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Perhatian dan konsentrasi pemerintah terhadap sektor pendidikan saat ini sangat
besar. Keinginan yang besar untuk mencapai pendidikan yang standar dan
bermutu mendorong pemerintah untuk melahirkan Standar Nasional Pendidikan,
yang menjadi acuan bagi satuan pendidikan dalam melaksanakan pendidikan,
dengan harapan agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga
negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu
berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan
peradapan dunia.
Dalam pengembangannya tantangan internal yang dihadapi antara lain terkait
dengan kondisi pendidikan dikaitkan dengan 8 (delapan) Standar Pendidikan
Nasional Pendidikan, selain itu terkait dengan perkembangan penduduk Indonesia
dilihat dari pertumbuhan penduduk usia produktif. Saat ini jumlah penduduk
Indonesia usia produkti (15 – 64 tahun) lebih banyak dari usia tidak produktif
(anak-anak berusia 0 – 14 tahun dan orang tua berusia 65 tahun keatas). Jumlah
penduduk usia produktif ini akan mencapai puncaknya pada tahun 2020-2035
pada saat angkanya mencapai 70%. Oleh sebab itu tantangan besar yang dihadapi
adalah bagaimana mengupayakan agar sumberdaya manusia usia produktif yang
melimpah ini dapat ditransformasikan menjadi sumberdaya manusia yang
memiliki kompetensi dan keterampilan melalui pendidikan agar tidak menjadi
beban.
Tantangan eksternal antara lain terkait dengan arus globalisasi dan berbagai isu
yang terkait dengan masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi dan
informasi, kebangkitan industri kreatif dan budaya, dan perkembangan pendidikan
di tingkat internasional. Arus globalisasi akan menggeser pola hidup masyarakat
dari agraris dan perniagaan tradisional menjadi masyarakat industri dan
perdagangan modern seperti dapat terlihat di World Trade Organization (WTO),
Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) Community, Asia-Pacific
Edisi Mandiri Belajar : 1
Economic Cooperation (APEC), dan ASEAN Free Trade Area (AFTA).
Tantangan eksternal juga terkait dengan pergeseran kekuatan ekonomi dunia,
pengaruh dan imbas teknosains serta mutu, investasi, dan transformasi bidang
pendidikan. Keikutsertaan Indonesia di dalam studi International Trends in
International Mathematics and Science Study (TIMSS) dan Program for
International Student Assessment (PISA) sejak tahun 1999 juga menujukkan
bahwa capaian anak-anak Indonesia tidak menggembirakan dalam beberapa kali
laporan yang dikeluarkan TIMSS dan PISA. Hal ini disebabkan antara lain
banyaknya materi uji yang ditanyakan di TIMSS dan PISA tidak terdapat dalam
kurikulum Indonesia.
A. 1. Kondisi Ideal
Untuk mengetahui seberapa besar kendala yang akan dihadapi serta
alternatif pemecahan apa yang akan diambil, maka perlu di identifikasi seperti apa
kondisi pendidikan masa datang. Berikut harapan-harapan terhadap kondisi
sekolah di masa datang yang dikondisikan dengan Standar Nasional Pendidikan:
1) Standar Kompetensi Lulusan, Pencapaian Indikator Siswa memperoleh
pengalaman belajar untuk menumbuhkan keimanan, bertakwa kepad Tuhan
yang maha esa, berakhlak mulai, berkebinekaan global, bergotong royong,
mandiri, bernalar kritis dan kreatif sebagai perwujudan dari profil pelajar
Pancasila, kemudian dapat menunjukan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar
dan aman. Siswa belajar mandiri dengan mengacu pada prinsip diversifikasi
yaitu menggunakan pemanfaatan lingkungan dan berbagai sumber belajar
lainnya, serta berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara efektif dan
santun. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang cukup agar mampu
menguasai pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih
tinggi, pengalaman belajar untuk melaksanakan ajaran agama dan akhlak
mulia, berkebinekaan globlal, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis dan
kreatif sesuai dengan profil pelajar pancasila.
Pada kurikulum merdeka SKL yang di harapkan lebih mengarah pada
profil pelajar pancasila (keimanan, bertakwa kepada Tuhan yang maha esa,
berakhlak mulai, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar
Edisi Mandiri Belajar : 2
kritis dan kreatif). Siswa juga diharapkan memiliki kemampuan literasi dan
numerasi yang mahir.
2) Standar Isi, pencapaian indikator Materi ajar sesuai dengan kurikulum 2013
darurat dengan menambahkan kaidah kaidah yang terdapat pada kurikulum
merdeka, sesuai dengan SKL (profil pelajar pancasila, berimanan, bertakwa
terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, berkebinekaan global, bergotong
royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif), relevan dengan kebutuhan siswa.
3) Standar Proses, RPP dikembangkan sesuai dengan SKL dan standar isi serta
menambahkan kaidah - kaidah kurikulum merdeka untuk memenuhi memenuhi
aspek kualitas, Sekolah menyerap lulusan peserta didik dari jenjang sebelumnya,
PBM yang dikembangkan menunjukan karakter jujur, disiplin, bertanggungjawab,
dan menghargai orang lain, mengembangkan kemampuan berkomunikasi efektif
dan santun, serta kreatifitas peserta didik, PBM mengembangkan budaya dan
kemandirian belajar di sesuaikan dengan profil pelajar pancasila.
4) Standar Penilaian: Pencapaian Indikator Penilaian dilakukan secara holistik
dan berkesinambungan untuk efisiensi PBM, sesuai dengan kompetensi yang
diukur, Assesmen dilakukan berdasarkan penjaminan mutu, Analisis hasil
assesmen untuk perbaikan PBM dengan menerapkan aspek keadilan, transparansi
dan akuntabilitas.
5) Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Jumlah guru yang memiliki
kualifikasi & sertifikat sesuai SNP, mengajar sesuai bidang studinya bekerja
secara efektif dan efisien dalam melaksanakan pembelajaran yang bermutu.
6) Standar Pengelolaan, Sekolah memiliki rumusan visi dan misi yang dipahami
oleh semua komponen sekolah, memiliki dokumen perencanaan yang berkualitas,
mencakup peningkatan PBM, tenaga kependidikan, dan sarpras; yang dijalankan
secara konsisten Semua guru dan komponen sekolah terlibat dalam pelaksanaan
program sekolah yang dimuat dalam perencanaan, Pelaksanaan perencanaan
sekolah di evaluasi berdasarkan capaian indikator, Kepala sekolah melakukan
Edisi Mandiri Belajar : 3
supervisi kualitas PBM dan memberikan saran perbaikan, serta Komite
berkontribusi efektif terhadap peningkatan mutu sekolah.
7) Standar Sarana dan Prasarana, Rasio ruangan cukup, Sarana dan prasarana
digunakan secara efisien dan efektif untuk pelaksanaan PBM yang berkualitas
serta dirawat/dipelihara secara teratur.
8) Standar Pembiayaan, Perencanaan pembiayaan dilakukan sesuai aturan dan
berbasis data, Pembiayaan untuk PTK, sarpras, dan pengelolaan dilakukan secara
proporsional, baik secara efisien dan efektif untuk meningkatkan mutu sekolah
dan PBM yang berkualitas, serta Penggunaan dan pelaporan pendanaan dilakukan
secara akuntabel.
A. 2. Kondisi Nyata
Kurikulum berfungsi sebagai pedoman bagi guru dalam melaksanakan
proses pembelajaran. Bagi kepala sekolah dan pengawas, kurikulum oprasional
satuan pendidikan itu berfungsi sebagai pedoman dalam melaksanakan supervisi
atau pengawasan. Bagi orang tua, kurikulum oprasional satuan Pendidikan itu
berfungsi sebagai pedoman dalam membimbing anaknya belajar di rumah.
Sedangkan bagi masyarakat, kurikulum operasional satuan pendidikan itu
berfungsi sebagai pedoman untuk memberikan bantuan bagi terselenggaranya
proses pendidikan di sekolah.
Kondisi nyata saat ini di SMP Negeri 11 Cilegon masih harus terus
meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan mengupayakan
peningkatan kualitas pemenuhan delapan standar pendidikan juga meningkatkan
nilai capaian pada rapot pendidikan yang bersumber dari hasil Assesmen Nasional
(AN) dan survey lingkungan.
SMP Negeri 11 Cilegon merupakan salah satu sekolah yang mempunyai
kurikulum operasional satuan pendidikan yang mengacu pada Standar Nasional
Pendidikan untuk penjaminan mutu. Hal ini tertuang dalan analisis kondisi
sekolah, (analisis rapot Pendidikan) saat ini yang meliputi:
Edisi Mandiri Belajar : 4
1) Standar Kompetensi Lulusan, Pencapaian Indikator Siswa memperoleh
pengalaman belajar untuk menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri
dan bertanggung jawab dan menujukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar dan
aman, belajar mandiri menggunakan pemanfaatan lingkungan dan berbagai
sumber belajar lainnya, serta berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara
efektif dan santun masih rendah, Sekolah memiliki prestasi yang ditunjukan
dengan tingkat kelulusan dan nilai hasil capaian pada rapot pendidikan. Siswa
memperoleh pengalaman belajar yang cukup agar mampu menguasai pengetahuan
untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, pengalaman belajar
untuk melaksanakan ajaran agama dan beriman, Bertakwa terhadap Tuhan yang
maha esa, akhlak mulia, mandiri, berkebinekaan globlal, gotong royong, bernalar
kritis, kreatif, sesuai dengan profil pelajar Pancasila. Capaian ketujuh pilar profil
Pancasila tersebut menunjukan hasil yang masih rendah.
2) Standar Isi, pencapaian indikator Materi ajar sesuai dengan kurikulum
nasional, sesuai dengan SKL (membentuk karakter, mengembangkan kreatifitas,
mengembangkan kemampuan komunikatif, mengembangkan budaya dan
kemampuan belajar sesuai dengan profil pelajar pancasila), relevan dengan
kebutuhan siswa nilai capaiannya masih rendah
3) Standar Proses, RPP sudah mulai dikembangkan sesuai dengan SKL dan
standar isi serta menambahkan kaidah-kaidah kurikulum merdeka untuk
memenuhi aspek kualitas, Sekolah cukup menyerap lulusan peserta didik dari
jenjang sebelumnya, PBM yang dikembangkan belum menujukkan karakter jujur,
disiplin, bertanggungjawab, dan menghargai orang lain, mengembangkan
kemampuan berkomunikasi efektif dan santun, serta kreatifitas peserta didik,
PBM sudah mengembangkan budaya dan kemandirian belajar sesuai dengan
profil pelajar pancasila.
4) Standar Penilaian: Pencapaian Indikator Penilaian sudah dilakukan secara
holistik dan berkesinambungan untuk efisiensi PBM, sesuai dengan kompetensi
yang diukur, assesmen dilakukan berdasarkan penjaminan mutu, Analisis hasil
assesmen untuk perbaikan PBM dengan menerapkan aspek keadilan, transparansi
dan akuntabilitas masih kurang.
Edisi Mandiri Belajar : 5
5) Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Jumlah guru yang memiliki
kualifikasi & sertifikat sesuai SNP, mengajar sesuai bidang studinya bekerja
secara efektif dan efisien dalam melaksanakan pembelajaran yang bermutu cukup.
Akan tetapi masih banyak guru yang belum aktif dalam mengikuti pelatihan yang
terdapat pada aplikasi info GTK maupun PMM.
6) Standar Pengelolaan, Sekolah sudah memiliki rumusan visi dan misi yang
dipahami oleh semua komponen sekolah, memiliki dokumen perencanaan yang
berkualitas, mencakup peningkatan PBM, tenaga kependidikan, dan sarpras; yang
dijalankan secara konsisten Semua guru dan komponen sekolah sudah ikut terlibat
dalam pelaksanaan program sekolah yang dimuat dalam perencanaan,
Pelaksanaan perencanaan sekolah di evaluasi berdasarkan capaian indikator,
Kepala sekolah sudah melakukan supervisi kualitas PBM dan memberikan saran
perbaikan, serta Komite berkontribusi efektif terhadap peningkatan mutu sekolah.
7) Standar Sarana dan Prasarana, Rasio ruangan, Sarana dan prasarana cukup
dan sesuai yang digunakan secara efisien dan efektif untuk pelaksanaan PBM
yang berkualitas serta dirawat/dipelihara secara teratur cukup.
8) Standar Pembiayaan, Perencanaan pembiayaan mulai dilakukan sesuai aturan
dan berbasis data, Pembiayaan untuk PTK, sarpras, dan pengelolaan sudah
dilakukan secara proporsional, efisien dan efektif untuk meningkatkan mutu
sekolah dan PBM yang berkualitas, serta Penggunaan dan pelaporan pendanaan
dilakukan secara akuntabel.
A. 3. Potensi dan karakteristik satuan pendidikan
Pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi, dan derasnya arus era globalisasi,
memiliki dampak positif dan negatif terhadap peradaban manusia dewasa ini.
Pendidikan memiliki keterkaitan erat dengan globalisasi, pendidikan tidak
mungkin menisbikan proses globalisasi yang akan mengantarkan pada masyarakat
global. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah mengembangkan
pendidikan yang berwawasan kebinekaan global. Pendidikan yang berwawasan
kebhinekaan global akan menekankan pada pembahasan materi yang mencakup
diantaranya :
Edisi Mandiri Belajar : 6
a. Adanya saling ketergantungan diantara masyarakat dalam negeri maupun
dunia.
b. Adanya perubahan yang akan terus berlangsung dari waktu ke waktu.
c. Adanya perbedaan kultur antara masyarakat atau kelompok-kelompok dalam
masyarakat, oleh karena itu perlu adanya upaya untuk saling memahami
budaya lain.
Pendidikan berwawasan kebhinekaan global juga tentunya satu paket
dengan kemajuan IPTEKnya terutama teknologi komunikasi yang semakin
mempercepat budaya asing kedalam berbagai sendi kehidupan bangsa kita.
Kondisi tersebut diatas tentu saja menuntut tanggung jawab dunia pendidikan
untuk mengarahkan peserta didik agar tetap menjunjung tinggi budaya bangsa
(kebhinekaan global) dan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain.
Masalah lain yang dihadapi oleh bangsa Indonesia dalam dunia pendidikan
saat ini adalah rendahnya kualitas sumber daya manusia yang tengarai akibat
rendahnya kualitas pendidikan. Oleh karena itu pemerintah dengan segala daya
dan upaya melakukan berbagai perbaikan di bidang pendidikan.
Lahirnya Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
nasional dan Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan, merupakan langkah bangsa Indonesia dalam mewujudkan
reformasi dibidang pendidikan. Dengan diterbitkannya peraturan perundang-
undangan tersebut dan peraturan-peraturan lainya memberikan arah dan pijakan
yang jelas bagi segenap bangsa Indonesia dalam upaya memajukan dan
meningkatkan kualitas pendidikan.
Tentu saja masih banyak faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap dunia
pendidikan kerena pendidikan tidak berdiri sendiri. Menyelesaikan masalah-
masalah pendidikan juga harus di barengi dengan penyelesaian masalah-masalah
dibidang lain, antara lain perbaikan ekonomi masyarakat, penyediaan lapangan
pekerjaan, penambahan anggaran pendidikan, peningkatan partisipasi masyarakat
terhadap dunia pendidikan dan lain lain. Oleh karenanya pengembangan
kurikulum, merupakan bentuk responsibility satuan pendidikan terhadap
kebutuhan masyarakat dan bangsa dalam membangun generasi masa depan yang
multikompleks. Secara pedagogis, kurikulum merupakan rancangan pendidikan
Edisi Mandiri Belajar : 7
yang memberi kesempatan untuk peserta didik mengembangkan potensi dirinya
dalam suatu suasana belajar yang menyenangkan dan sesuai dengan kemampuan
dirinya, untuk memiliki kualitas yang diinginkan masyarakat dan bangsanya.
Secara yuridis, kurikulum juga merupakan suatu kebijakan publik yang
didasarkan kepada filosofis bangsa dan keputusan yuridis di bidang pendidikan.
Bagian yang tidak terpisahkan dalam pengembangan kurikulum adalah
aspek Evaluasi, evaluasi merupakan hal yang urgen pada satuan pendidikan yang
dilakukan secara berkala, evaluasi dilakukan untuk mengukur kegiatan yang
dilakukan selama proses pengembangan dokumen, proses implementasi terhadap
hasil kurikulum. Evaluasi terhadap hasil kurikulum untuk menentukan
ketercapaian tujuan kurikulum dalam mengembangkan kualitas potensi peserta
didik sebagaimana yang dinyatakan dalam tujuan pendidikan pada satuan
pendidikan.
Dunia Pendidikan kini dihadapkan pada suatu persoalan baru yaitu
hadirnya wabah Corona Virus Disease atau lebih dikenal dengan nama virus
korona atau covid-19 yang pertama kali terdeteksi muncul di cina tepatnya di
kota Wuhan Tiongkok pada akhir tahun 2019, mendadak menjadi teror
mengerikan bagi masyarakat dunia, terutama setelah merenggut nyawa ratusan
orang dalam waktu yang relatif singkat. Hampir kurang lebih 200 negara di dunia
terjangkit virus korona termasuk Indonesia.
Berbagai upayapun telah dikerahkan yang menguras energi bangsa dalam
rangka pencegahan, pengobatan dan sebagainyapun telah dilakukan dalam
memotong mata rantai penyebaran virus corona, dari pembuatan regulasi
kebijakan oleh pemerintah mulai dari Penerapan Sosial Berskala Besar (PSBB),
penggunaan masker, membiasakan cuci tangan dengan sabun di air
mengalir/Hansanitizer, menjaga imunnitas tubuh, jaga jarak (Psychal distancing),
menghindari kerumunan banyak oarang dalam satu tempat (social distancing),
Isolasi mandiri hingga lockdown di beberapa wilayah termasuk kota-kota besar di
negera kita sudah dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus korona.
Kehadiran pandemi Corona Virus Disease (covid-2019), menyingkapkan
sejumlah persoalan genting yang menghantui bangsa ini, meluluhlantakkan sendi-
sendi kehidupan bangsa hingga melahirkan problem socio-cultural multi dimensi
Edisi Mandiri Belajar : 8
baik politik, sosial, budaya, ekonomi hingga ketahan mental baik fisik maupun
sprirtual yang harus segera diatasi karena menyangkut keberlangsungan hidup
dan kemandirian jati diri bangsa termasuk didalamnya layanan pendidikan pada
sekolah secara khusus.
Bahwa saat ini seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
terdampak penyebaran Covid-19. Selain itu di beberapa daerah di wilayah
Indonesia terdapat juga yang terdampak musibah atau bencana lain walaupun
bersifat lokal. Dalam kondisi apapun, negara berkewajiban melindungi segenap
bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum
dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu negara berkewajiban
mencarikan jalan keluar keberlangsungan pendidikan di sekolah. Menyadari letak
geografis wilayah Indonesia sebagai daerah kepulauan dengan keadaan yang
berbeda-beda, perlu dirumuskan regulasi yang dapat menjadi solusi agar kegiatan
pembelajaran tetap dapat dilaksanakan dengan baik di tengah kondisi darurat
apapun. Sebab Belajar tidak pernah mengenal kata berhenti, dalam kondisi
apapaun tanpa menganal ruang dan waktu. Namun dalam kondisi darurat,
kegiatan pembelajaran tidak bisa berjalan secara normal seperti biasanya, namun
demikian siswa harus tetap mendapatkan layanan pendidikan dan pembelajaran.
Dalam rangka meringankan kesulitan pembelajaran di masa pandemi,
Pemerintah menyiapkan dukungan kebijakan pelaksaan kurikulum di masa
khusus, yakni satuan pendidikan dapat 1) tetap menggunakan kurikulum
nasional; 2) menggunakan penyederhanaan kurikulum dalam kondisi khusus
yang disusun oleh Kemendikbud; dan 3) melakukan penyederhanaan kurikulum
secara mandiri. Kemendikbud juga menyediakan modul-modul pembelajaran
untuk PAUD dan SD yang diharapkan membantu proses belajar dari rumah
dengan mencakup uraian pembelajaran berbasis aktivitas untuk guru, orang tua,
dan peserta didik.
Pada masa darurat Covid-19, sekolah telah menyiapkan sejumlah strategi
dan program guna mendukung pelaksanaan kegiatan pembelajaran di tengah
kondisi darurat sesuai dengan kondisi dan kreatifitas serta kemampuan sekolah.
Mulai menugaskan siswa belajar dari rumah dengan bimbingan dari guru dan
Edisi Mandiri Belajar : 9
orang tua hingga bentuk-bentuk lain yang membuat keberadaan siswa tetap
terlayanan pada kebutuhan belajaranya sesuai dengan batas kemampuan yang
ada. Kegiatan pembelajaran tidak hanya dilaksanakan sepenuhnya di sekolah,
tetapi siswa dapat belajar dari rumah. Kegiatan pembelajaran yang semula lebih
banyak dilaksanakan secara tatap muka antara guru dengan siswa di kelas, kini
berubah menjadi pembelajaran jarak jauh secara daring (dalam jaringan) dan
luring (luar jaringan). Upaya-upaya tersebut dalam rangka mengoptimalkan
layanan pendidikan di sekolah di masa darurat
Dari hasil evaluasi pelaksanaan pembelajaran jarak jauh, diketahui bahwa
belum semua sekolah dapat menjalankan kegiatan pembelajaran jarak jauh secara
online/daring (dalam jaringan) secara penuh, dan sebagian besar
menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh secara luring (luar jaringan).
Beberapa kendala ditemukan antara lain; keterbatasan SDM, keterbatasan sarana
berupa laptop atau HP yang dimiliki siswa, kesulitan akses internet dan
keterbatasan kuota internet siswa yang disediakan orang tuanya, dan sebagainya.
Selain itu pelaksanaan pembelajaran jarak jauh selama masa darurat Covid-19
antara satu sekolah dengan sekolah yang lainnya sangat bervariasi, sesuai dengan
persepsi dan kesiapan masing-masing sekolah.
Implementasi Kurikulum Darurat pada Sekolah, terutama jenjang SMP
menuntut adanya perubahan paradigma pada perencanaan pembelajaran,
pelaksanaan pembelajaran dan penilaian hasil belajar. Kegiatan
pembelajaran tidak hanya dilaksanakan sepenuhnya di sekolah, tetapi siswa dapat
belajar dari rumah. Kegiatan pembelajaran yang semula lebih banyak
dilaksanakan secara tatap muka antara guru dengan siswa di kelas, kini berubah
menjadi pembelajaran jarak jauh secara daring (dalam jaringan) dan luring (luar
jaringan). Kegiatan belajar dari rumah menuntut adanya kolaborasi, partisipasi
dan komunikasi aktif antara guru, orang tua dan siswa menjadi satu kesatuan
yang saling mendukung, dengan prinsip bahwa semua kita adalah guru, semua
kita adalah murid dan semua tempat adalah kelas, nampaknya menjadi oase
ditengah dahaga akan prestasi anak bangsa.
Edisi Mandiri Belajar : 10
Belajar dari rumah tidak sekedar memenuhi tuntutan kompetensi (KI-KD)
pada kurikulum, tetapi lebih ditekankan pada pengembangan karakter, kecakapan
hidup (Life skill), akhlak mulia, dan kemandirian siswa. Guru harus lebih kreatif
dan inovatif dalam menyajikan materi pelajaran dan memberi tugas kepada siswa,
agar terwujud pembelajaran yang bermakna, inspiratif dan menyenangkan agar
siswa tidak mengalami kebosanan belajar dari rumah.
Kegiatan pembelajaran dalam satu tahun pelajaran ini harus berjalan,
sedangkan terjadi kondisi darurat yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai
masa darurat, maka pembelajaran masih harus tetap berjalan dan dilaksanakan
walaupun tidak bisa dilaksanakan sebagaimana kondisi normal biasanya,
pembelajaran tersebut perlu dilaksanakan dengan mengacu program tatakelola
tertentu yang disebut kurikulum darurat pada sekolah.
Atas berkat rahmat dan kasih sayang Nya kini kondisi tersebut sudah mulai
berangsur membaik. Sudah barang tentu akibat dari kondisi tersebut terjadi
penurunan kualitas pendidikan, baik dari segi nilai pengetahuan maupun nilai
karakter siswa. Untuk mengantisipasi hal tersebut maka pemerintah membuat
kurikulum baru untuk menyesuaikan dengan kondisi baru setelah melalui kondisi
darurat, yaitu kurikulum merdeka dengan berbagai pilihan yaitu 1. Mandiri
belajar, 2. Mandiri berubah 3. Mandiri berbagi
Berdasarkan latar belakang tersebut, agar kegiatan pembelajaran pada
masa peralihan dapat berjalan dengan baik dan optimal, maka SMP Negeri 11
Cilegon telah menyusun kurikulum pada sekolah, sebagai acuan sekolah dalam
menyelenggarakan pembelajaran di masa peralihan yaitu dari kurikulum K13
yang disesuaikan kepada kurikulum merdeka Point 1. Mandiri belajar yaitu masih
menggunakan Kurikulum 13 tetapi sudah memasukkan kaidah - kaidah
kurikulum merdeka pada Tahun Pelajaran 2022/2023.
Kurikulum peralihan/Kurikulum merdeka Point 1. Mandiri belajar pada
SMP Negeri 11 Cilegon ini disusun oleh Tim Pengembang Kurikulum (TPK)
sekolah dengan melibatkan unsur; guru, konselor, komite sekolah, Kepala
Sekolah, praktisi pendidikan, pengawas pembina dan unsur stakeholder lainnya.
Edisi Mandiri Belajar : 11
Dokumen kurikulum ini meliputi ; Pendahuluan, konsep kurikulum darurat,
pembelajaran masa darurat, langkah-langkah pemblajaran pada masa darurat,
penilaian hasil belajar pada masa darurat dan Penutup.
B. KERANGKA DASAR, LANDASAN FILOSOFIS, LANDASAN
TEORITIS, DAN LANDASAN YURIDIS
1. Landasan Filosofis
Landasan filosofis dalam pengembangan kurikulum menentukan kualitas
peserta didik yang akan dicapai kurikulum, sumber dan isi dari kurikulum,
proses pembelajaran, posisi peserta didik, penilaian hasil belajar, hubungan
peserta didik dengan masyarakat dan lingkungan alam di sekitarnya.
Kurikulum 2013 dikembangkan dengan landasan filosofis yang memberikan
dasar bagi pengembangan seluruh potensi peserta didik menjadi manusia
Indonesia berkualitas yang tercantum dalam tujuan pendidikan nasional.
Pada dasarnya tidak ada satupun filosofi pendidikan yang dapat digunakan
secara spesifik untuk pengembangan kurikulum yang dapat menghasilkan
manusia yang berkualitas. Berdasarkan hal tersebut, Kurikulum 2013
dikembangkan menggunakan filosofi sebagai berikut:
a. Pendidikan berakar pada budaya bangsa untuk membangun kehidupan
bangsa masa kini dan masa mendatang. Pandangan ini menjadikan
Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan budaya bangsa Indonesia
yang beragam, diarahkan untuk membangun kehidupan masa kini, dan
untuk membangun dasar bagi kehidupan bangsa yang lebih baik di masa
depan. Mempersiapkan peserta didik untuk kehidupan masa depan selalu
menjadi kepedulian kurikulum, hal ini mengandung makna bahwa
kurikulum adalah rancangan pendidikan untuk mempersiapkan kehidupan
generasi muda bangsa. Dengan demikian, tugas mempersiapkan generasi
muda bangsa menjadi tugas utama suatu kurikulum. Untuk
mempersiapkan kehidupan masa kini dan masa depan peserta didik,
Kurikulum 2013 mengembangkan pengalaman belajar yang memberikan
kesempatan bagi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang
diperlukan bagi kehidupan di masa kini dan masa depan, dan pada waktu
Edisi Mandiri Belajar : 12
bersamaan tetap mengembangkan kemampuan mereka sebagai pewaris
budaya bangsa dan orang yang peduli terhadap permasalahan masyarakat
dan bangsa masa kini.
b. Peserta didik adalah pewaris budaya bangsa yang kreatif. Menurut
pandangan filosofi ini, prestasi bangsa di berbagai bidang kehidupan di
masa lampau adalah sesuatu yang harus termuat dalam isi kurikulum untuk
dipelajari peserta didik. Proses pendidikan adalah suatu proses yang
memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi
dirinya menjadi kemampuan berpikir rasional dan kecemerlangan
akademik dengan memberikan makna terhadap apa yang dilihat, didengar,
dibaca, dipelajari dari warisan budaya berdasarkan makna yang ditentukan
oleh lensa budayanya dan sesuai dengan tingkat kematangan psikologis
serta kematangan fisik peserta didik. Selain mengembangkan kemampuan
berpikir rasional dan cemerlang dalam akademik, Kurikulum 2013
memposisikan keunggulan budaya tersebut dipelajari untuk menimbulkan
rasa bangga, diaplikasikan dan dimanifestasikan dalam kehidupan pribadi,
dalam interaksi sosial di masyarakat sekitarnya, dan dalam kehidupan
berbangsa masa kini.
c. Pendidikan ditujukan untuk mengembangkan kecerdasan intelektual dan
kecemerlangan akademik melalui pendidikan disiplin ilmu. Filosofi ini
menentukan bahwa isi kurikulum adalah disiplin ilmu dan pembelajaran
adalah pembelajaran disiplin ilmu (essentialism). Filosofi ini mewajibkan
kurikulum memiliki nama matapelajaran yang sama dengan nama disiplin
ilmu, selalu bertujuan untuk mengembangkan kemampuan intelektual dan
kecemerlangan akademik.
d. Pendidikan untuk membangun kehidupan masa kini dan masa depan yang
lebih baik dari masa lalu dengan berbagai kemampuan intelektual,
kemampuan berkomunikasi, sikap sosial, kepedulian, dan berpartisipasi
untuk membangun kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik
(experimentalism and social reconstructivism). Dengan filosofi ini,
Kurikulum 2013 bermaksud untuk mengembangkan potensi peserta didik
menjadi kemampuan dalam berpikir reflektif bagi penyelesaian masalah
Edisi Mandiri Belajar : 13
sosial di masyarakat, dan untuk membangun kehidupan masyarakat
demokratis yang lebih baik.
e. Negara menjamin seluruh lapisan masyarakat untuk mendapat layanan
pendidikan dan pembelajaran yang berkualitas, termasuk pada Masa
Endemi Covid-19 ;
f. Dalam rangka menjamin terselenggaranya pendidikan dan pembelajaran
di sekolah pada Masa Endemi Covid-19 perlu disusun Kurikulum
Oprasional Satuan Pendidikan pada Sekolah, dengan prinsip diversifikasi
sesuai dengan kondisi satuan Pendidikan potensi daerah dan peserta
didiknya agar proses pembelajaran berjalan secara efektif dan efisien.
Dengan demikian, Kurikulum 2013 menggunakan filosofi sebagaimana di atas
dalam mengembangkan kehidupan individu peserta didik dalam beragama,
seni, kreativitas, berkomunikasi, nilai dan berbagai dimensi inteligensi yang
sesuai dengan diri seorang peserta didik dan diperlukan masyarakat, bangsa
dan umat manusia.
2. Landasan Teoritis
Kurikulum 2013 dikembangkan atas teori “pendidikan berdasarkan standar”
(standard-based education), dan teori kurikulum berbasis kompetensi
(competency-based curriculum). Pendidikan berdasarkan standar menetapkan
adanya standar nasional sebagai kualitas minimal warganegara yang dirinci
menjadi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar
pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar
pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.
Kurikulum berbasis kompetensi dirancang untuk memberikan pengalaman
belajar seluas-luasnya bagi peserta didik dalam mengembangkan kemampuan
untuk bersikap, berpengetahuan, berketerampilan, dan bertindak.
Kurikulum 2013 menganut: (1) pembelajaan yang dilakukan guru (taught
curriculum) dalam bentuk proses yang dikembangkan berupa kegiatan
pembelajaran di sekolah, kelas, dan masyarakat; dan (2) pengalaman belajar
langsung peserta didik (learned-curriculum) sesuai dengan latar belakang,
karakteristik, dan kemampuan awal peserta didik. Pengalaman belajar
Edisi Mandiri Belajar : 14
langsung individual peserta didik menjadi hasil belajar bagi dirinya,
sedangkan hasil belajar seluruh peserta didik menjadi hasil kurikulum.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalah kurikulum tingkat satuan
pendidikan yang disusun dan dilaksanakan oleh satuan pendidikan pada masa
darurat dengan memperhatikan rambu-rambu ketentuan yang berlaku serta
kondisi keterbatasan masing-masing satuan pendidikan di masa darurat. Masa
darurat yang dimaksud bukan hanya pada masa darurat wabah Corona Virus
Disease (Covid-19), tetapi berlaku pula pada masa darurat karena terjadi
bencana alam, huru-hara dan sebagainya.
Kurikulum Darurat adalah kurikulum yang disusun dan dilaksanakan
oleh satuan pendidikan pada masa darurat. Oleh karena itu semua aspek yang
berkenaan dengan perencanaan pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan
penilaian hasil belajar disesuaikan dengan kondisi darurat yang terdapat dan
dirasakan oleh setiap satuan pendidikan sekolah. Mempertimbangkan kondisi
darurat setiap daerah dan sekolah berbeda, sesuai dengan kondisi dan
kebutuhan masing-masing. Pada masa darurat, seluruh siswa harus tetap
mendapatkan layanan pendidikan dan pembelajaran bermutu. Kegiatan
pembelajaran tidak hanya mengandalkan tatap muka antara guru dengan
siswa, tetapi siswa dapat melakukan belajar dari rumah dengan
bimbingan/pemantauan oleh guru dan orang tua
Secara implemetatif Kurikulum Darurat pada SMP Negeri 11
Cilegon menuntut adanya perubahan paradigma pada perencanaan
pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan penilaian hasil belajar. Kegiatan
pembelajaran tidak hanya dilaksanakan sepenuhnya di Sekolah, tetapi siswa
dapat belajar dari rumah. Belajar dari rumah tidak menekankan terpenuhinya
tuntutan kompetensi (KI-KD) pada kurikulum, tetapi lebih ditekankan pada
pengembangan karakter, kecakapan hidup (life skill), akhlak mulia,
kemandirian dan kecakapan sosial lainnya.
Dalam menyusun kurikulum darurat pada sekolah, sekolah dapat
melakukan modifikasi dan inovasi kurikulum sebelumnya, disesuaikan
dengan kondisi dan kebutuhan sekolahnya. Sekolah dapat melakukan
modifikasi dan inovasi dalam bentuk struktur kurikulum, beban belajar,
Edisi Mandiri Belajar : 15
strategi pembelajaran, penilaian hasil belajar dan lain sebagainya. Misalnya
dalam satu hari dibatasi hanya ada dua atau tiga mata pelajaran yang
diajarkan, terutama pada mata pelajaran kelompok A dan mata pelajaran
kelompok B .
Kurikulum darurat hanya diterapkan pada masa darurat. Bila kondisi sudah
normal, maka kegiatan pembelajaran di sekolah harus kembali dilaksanakan
secara normal seperti biasanya
3. Landasan Yuridis
Program Kurikulum ini disusun dengan memperhatikan :
1. Undang Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945
2. Undang-undang No. 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional
3. Undang-undang No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen
4. Undang-Undang No. 17 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Nasional
5. PP RI No. 19 Tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan,
sebagaimana telah diubah dengan PP No 13 Tahun 2013
6. Kesepakatan Bersama Kementrian Negara Lingkungan Hidup dengan
Departemen Pendidikan Nasional KEP 7/MENLH/06/2005 dan Nomor:
05/VI/KB/2005 tentang “Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan
Lingkungan Hidup”
7. Permendiknas RI No. 22 tahun 2006, tentang Standar Isi Pendidikan Dasar
dan Pendidikan Menengah
8. Permendiknas RI No. 23 tahun 2006, tentang Standar Kompetensi Lulusan
untuk Pendidikan Dasar dan Menengah
9. Permendiknas RI No. 24 tahun 2006, tentang Pelaksanaan SI dan Standar
Kompetensi Lulusan untuk Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
10. Permendiknas RI No. 6 Tahun 2007, tentang Perubahan Permendiknas No.
24 Tahun 2006 untuk Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
Edisi Mandiri Belajar : 16
11. PP RI No. 38 Tahun 2007, tentang Pembagian Wewenang antara
Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah
Kabupaten/Kota
12. Permendiknas RI No. 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi
Akademik dan Kompetensi Guru
13. PP RI No. 55 Tahun 2007, tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan
14. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 39 tahun
2008 tentang Pembinaan Kesiswaan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan
Menengah
15. Surat Edaran Nomor: 5901/D/KR/2009 tentang Kesiapan Sekolah
Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas dalam menerapkan
Informatika sebagai Mata Pelajaran pada Tahun Pelajaran 2019/2020
16. Buku Induk Pembangunan Karakter dari Kementrian Pendidikan Nasional
Tahun 2010
17. Perda Kota Cilegon No. 7 Tahun 2011 tentang Sistem Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan
18. Panduan Adiwiyata Tahun 2013 Implementasi Peraturan Menetri Negara
Lingkungan Hidup No. 02 Tahun 2009 tentang Pedoman Pelaksanaan
Program Adiwiyata
19. PP No 13 tahun 2015 perubahan kedua atas PP. No. 19 Tahun 2005
tentang Standar Nasional Pendidikan
20. PP RI tahun 32 tahun 2015, tentang Standar Nasional Pendidikan
21. Permen Dikbud No. 68 tahun 2013, tentang Kerangka Dasar dan Struktur
Kurikulum Sekolah Menengah Pertama/Sekolah Tsanawiyah
22. Permendikbud RI No. 58 tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 SMP dan
MTs
23. Permendikbud RI No. 61 tahun 2014 tentang Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
Edisi Mandiri Belajar : 17
24. Permendikbud RI No. 62 tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler
pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
25. Permendikbud RI No. 63 tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan
sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan
Menengah
26. Permendikbud RI No. 68 tahun 2014 tentang Peran Guru Teknologi
Informasi Komunikasi dan Guru Keterampilan Komputer dan Pengelolaan
informasi dalam Implementasi Kurikulum 2013
27. Permendikbud RI No. 79 tahun 2014 tentang Muatan Lokal K – 13
28. Permendikbud RI No. 103 tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan
Pembelajaran
29. Permendikbud RI No. 105 tahun 2014 tentang Pendampingan Kurikulum
2013 pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
30. Permendikbud RI No. 160 tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum
2006 dan Kurikulum 2013
31. Peraturan Bersama Dirjen Dikdas dan Dikmen Nomor : 5496/C/KR/2014
dan Nomor: 7915/D/Kp/2014 tentang Petunjuk Pelaksanaan Kurikulum
2006 dan Kurikulum 2013 jenjang Pendidikan Dasar dan Pendidikan
Menengah
32. PP RI Nomor 13 Tahun 2015 Tentang Perubahan Kedua PP RI Nomor 19
Tahun 2005 Tentang SNP sebagaimana telah diubah dengan PP RI
Nomor: 13 Tahun 2013
33. Permendikbud No. 61 tahun 2014 tentang Kurikulum Satuan Tingkat
Pendidikan (KTSP)
34. Permendikbud RI No. 63 tahun 2014 tentang Kepramukaan
35. Permendikbud RI No. 79 tahun 2014 tentang Mata Pelajaran Muatan
Lokal
36. Permendikbud RI No. 23 tahun 2015 tentang Gerakan Literasi Sekolah
(GLS)
Edisi Mandiri Belajar : 18
37. Permendikbud RI No. 35 tahun 2015 tentang Struktur Kurikulum 2013
SMP-MTs, yang mengubah Permendikbud No. 58 tahun 2014 tentang
Kurikulum 2013 yang belum mengatur muatan informatika pada Sekolah
Menengah Pertama/ Madrasah Tsanawiyah
38. Permendikbud RI No. 45 tahun 2015 tentang Peran Guru Telekomunikasi
Informasi dan Komonikasi (TIK)
39. Permendikbud RI No. 18 tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan
Sekolah Tahun Pelajaran 2019/2020
40. Permendikbud RI No. 20 tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan
Pendidikan Dasar dan Menengah
41. Permendikbud RI No. 21 tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar
dan Menengah
42. Permendikbud RI No. 22 tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan
Dasar dan Menengah
43. Permendikbud RI No. 23 tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan
Dasar dan Menengah
44. Permendikbud No. 4 tahun 2018 tentang Penilaian
45. Permendikbud No. 37 Tahun 2018 Tentang perubahan
Permendikbud Nomor 24 tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan
Kompetensi Dasar
46. Permendikbud No. 15 Tahun 2018 Tentang Pemenuhan Beban Kerja
Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah
47. Permendikbud No. 16 Tahun 2019 tentang perubahan atas Permendikbud
No. 46 Tahun 2016 Tentang Penataan Linieritas Guru Bersertifikat
Pendidik
48. Peraturan Presiden nomor 87 tahun 2019 tentang Penguatan Pendidikan
Karakter
49. Permendikbud No 16 Tahun 2019 tentang perubahan atas Permendikbud
No 46 tahun 2016 tentang penataan linieritas Guru Bersertifikat Pendidik
Edisi Mandiri Belajar : 19
50. Surat Edaran Mendikbud RI No. 4 Tahun 2020 tanggal 24 Maret 2020
tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat
Penyebaran Corronavirus Disease (COVID-19)
51. SKB Mendikbud, Menteri Agama, Menkes dan Mendagri Republik
Indonesia Nomor: 01/KB/2020, Nomor: 516 tahun 2020, Nomor:
HK.03.01/ Menkes/363/2020 dan Nomor: 440-882 tahun 2020, tentang
Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Pelajaran 2020 /2021 dan
Tahun Akademik 2020/2021 di masa Pandemi Corrona Virus Disease
2019 (COVID-19)
52. Keputusan Badan Penelitian Dan Pengembangan Dan Perbukuan Nomor
018 /H/KR/2020 Tentang Kompetensi inti dan Kometensi Dasar Pelajaran
Pada Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan
Dasar, Dan Pendidikan Menengah Berbentuk Sekolah Menengah Atas
Untuk Kondisi Khusus
53. Surat Edaran Sekjen Kemendikbud Nomor 15 Tahun 2020 tentang
Pedoman Penyelenggaraan Belajar dar Rumah dalam Masa Darurat
Penyebaran Corona Virus Disease (COVID -19)
54. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum Pada Satuan
Pendidikan Dalam Kondisi Khusus
55. Permendikbud No. 56/M/2022 Tentang Pedoman penerapan kurikulum
dalam rangka pemulihan pembelajaran (Kurikulum Merdeka)
56. Surat Keputusan Kepala SMP Negeri 11 Cilegon tentang Pembentukan
Tim Pengembang Kurikulum SMP Negeri 11 Cilegon Tahun Pelajaran
2022-2023
57. Hasil kesepakatan melalui musyawarah Tim Pengembang Kurikulum dan
guru SMP Negeri 11 Cilegon
C. TUJUAN DAN ACUAN PENYUSUNAN KURIKULUM
Kurikulum disusun sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan di SMP Negeri 11 Cilegon.
Edisi Mandiri Belajar : 20
Tujuan pengembangan kurikulum di SMP Negeri 11 Cilegon adalah tahapan atau
langkah untuk mewujudkan visi sekolah dalam jangka waktu tertentu dapat
diukur, dan terjangkau. Kurikulum 2013 dikembangkan dengan tujuan sebagai
berikut: 1. Ikut serta mewujudkan profil pelajar Pancasila yaitu: beriman,
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mandiri, gotong royong, berkebhinekaan
global, bernalar kritis dan kreatif ; 2. sekolah merupakan bagian dari masyarakat
yang memberikan pengalaman belajar terencana dimana peserta didik menerapkan
apa yang dipelajari di sekolah ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat
sebagai sumber belajar; 3. mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan
serta menerapkannya dalam berbagai situasi di sekolah dan masyarakat; 4.
memberi waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan berbagai sikap,
pengetahuan, dan keterampilan; 5. kompetensi dinyatakan dalam bentuk
kompetensi inti kelas yang dirinci lebih lanjut dalam kompetensi dasar mata
pelajaran; 6. kompetensi inti kelas menjadi unsur pengorganisasi (organizing
elements) kompetensi dasar, dimana semua kompetensi dasar dan proses
pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang dinyatakan dalam
kompetensi inti; kompetensi dasar dikembangkan didasarkan pada prinsip
akumulatif, saling memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched) antar
mata pelajaran dan jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal).
Adapun prinsip pengembangan Kurikulum SMP Negeri 11 Cilegon ini
dikembangkan mengacu pada SI dan SKL serta berpedoman pada panduan
penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP serta memperhatikan
pertimbangan Komite Sekolah. Sekolah Menengah Pertama SMP Negeri 11
Cilegon menggunakan Kurikulum 2013 yang dikembangkan berdasarkan prinsip-
prinsip sebagai berikut: 1. Kurikulum bukan hanya merupakan sekumpulan daftar
mata pelajaran karena mata pelajaran hanya merupakan sumber materi
pembelajaran untuk mencapai kompetensi Atas dasar prinsip tersebut maka
kurikulum sebagai rencana adalah rancangan untuk konten pendidikan yang harus
dimiliki oleh seluruh peserta didik setelah menyelesaikan pendidikannya di satu
satuan atau jenjang pendidikan, kurikulum sebagai proses adalah totalitas
pengalaman belajar peserta didik di satu satuan atau jenjang pendidikan untuk
menguasai konten pendidikan yang dirancang dalam rencana, dan hasil belajar
Edisi Mandiri Belajar : 21
adalah perilaku peserta didik secara keseluruhan dalam menerapkan perolehannya
di masyarakat. 2. Kurikulum didasarkan pada standar kompetensi lulusan yang
ditetapkan untuk satu satuan pendidikan, jenjang pendidikan, dan program
pendidikan Sesuai dengan kebijakan Pemerintah mengenai Wajib Belajar 12
Tahun maka Standar Kompetensi Lulusan yang menjadi dasar pengembangan
kurikulum adalah kemampuan yang harus dimiliki peserta didik setelah mengikuti
proses pendidikan selama 12 tahun. Selain itu sesuai dengan fungsi dan tujuan
jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah serta fungsi dan tujuan dari
masingmasing satuan pendidikan pada setiap jenjang pendidikan maka
pengembangan kurikulum didasarkan pula atas Standar Kompetensi Lulusan
pendidikan dasar dan pendidikan menengah serta Standar Kompetensi satuan
pendidikan. 3. Kurikulum didasarkan pada model kurikulum berbasis kompetensi
Model kurikulum berbasis kompetensi ditandai oleh pengembangan kompetensi
berupa sikap, pengetahuan, ketrampilan berpikir, ketrampilan psikomotorik yang
dikemas dalam berbagai mata pelajaran. Kompetensi yang termasuk pengetahuan
dikemas secara khusus dalam satu mata pelajaran. Kompetensi yang termasuk
sikap dan ketrampilan dikemas dalam setiap mata pelajaran dan bersifat lintas
mata pelajaran, diorganisasikan dengan memperhatikan prinsip penguatan
(organisasi horizontal) dan keberlanjutan (organisasi vertikal) sehingga memenuhi
prinsip akumulasi dalam pembelajaran.
Pengembangan Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan ( KOSP ) mengacu
pada standar nasional pendidikan ( SNP ) yang terdiri atas :
1. Standar Isi
2. Standar Proses mulai memasukkan kaidah-kaidah kurikulum merdeka
3. Standar Kompetensi Lulusan dengan memasukkan profil pelajar pancasila
4. Standar Tenaga Pendidik dan Kependidikan
5. Standar Sarana dan Prasarana
6. Standar Pengelolaan Sekolah
7. Standar Pembiayaan
8. Standar Penilaian Pendidikan
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) disusun agar dapat memberi
kesempatan peserta didik untuk :
Edisi Mandiri Belajar : 22
1. Belajar untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Belajar untuk Mandiri
3. Belajar untuk dapat bergotong royong (bekerja sama)
4. Belajar untuk bertoleransi (berkebhinekaan global)
5. Belajar untuk bernalar kritis
6. Belajar untuk kreatif
Kurikulum 2013 dikembangkan dengan penyempurnaan pola pikir sebagai
berikut:
1. pola pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran berpusat
pada peserta didik. Peserta didik harus memiliki pilihan-pilihan terhadap
materi yang dipelajari untuk memiliki kompetensi yang sama;
2. pola pembelajaran satu arah (interaksi guru-peserta didik) menjadi
pembelajaran interaktif (interaktif guru-peserta didik-masyarakat-lingkungan
alam, sumber/media lainnya);
3. pola pembelajaran terisolasi menjadi pembelajaran secara jejaring (peserta
didik dapat menimba ilmu dari siapa saja dan dari mana saja yang dapat
dihubungi serta diperoleh melalui internet);
4. pola pembelajaran pasif menjadi pembelajaran aktif-mencari (pembelajaran
siswa aktif mencari semakin diperkuat dengan model pembelajaran
pendekatan sains);
5. pola belajar sendiri menjadi belajar kelompok (berbasis tim);
6. pola pembelajaran alat tunggal menjadi pembelajaran berbasis alat
multimedia;
7. pola pembelajaran berbasis massal menjadi kebutuhan pelanggan (users)
dengan memperkuat pengembangan potensi khusus yang dimiliki setiap
peserta didik;
8. pola pembelajaran ilmu pengetahuan tunggal (monodiscipline) menjadi
pembelajaran ilmu pengetahuan jamak (multidisciplines); dan
9. pola pembelajaran pasif menjadi pembelajaran kritis.
Karakteristik Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 dirancang dengan karakteristik sebagai berikut:
Edisi Mandiri Belajar : 23
1. mengembangkan keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual dan
sosial, rasa ingin tahu, kreativitas, kerja sama dengan kemampuan intelektual
dan psikomotorik;
2. sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman
belajar terencana dimana peserta didik menerapkan apa yang dipelajari di
sekolah ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber
belajar;
3. mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta menerapkannya
dalam berbagai situasi di sekolah dan masyarakat;
4. memberi waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan berbagai sikap,
pengetahuan, dan keterampilan;
5. kompetensi dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti kelas yang dirinci lebih
lanjut dalam kompetensi dasar matapelajaran;
6. kompetensi inti kelas menjadi unsur pengorganisasi (organizing elements)
kompetensi dasar, dimana semua kompetensi dasar dan proses pembelajaran
dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang dinyatakan dalam
kompetensi inti;
7. kompetensi dasar dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif, saling
memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched) antarmatapelajaran dan
jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal).
Kurikulum oprasional satuan pendidikan disusun sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan di
SMP Negeri 11 Cilegon.
1. Tujuan Penyusunan Kurikulum SMP Negeri 11 Cilegon
Penyusunan kurikulum SMP Negeri 11 Cilegon ini digunakan sebagai
panduan dalam mengelola aktivitas penyelenggaraan kurikulum sesuai
kebijakan yang ditetapkan sekolah yang mengacu kepada amanat sistem
pendidikan nasional dan mengedepankan prinsip pengembangan kurikulum.
Pengembangan kurikulum SMP Negeri 11 Cilegon tahun pelajaran
2022/2023 mencakup hal-hal sebagai berikut:
Edisi Mandiri Belajar : 24
a. Untuk menjadi pedoman bagi SMP Negeri 11 (pendidik dan tenaga
kependidikan) dalam rangka penyelenggaraan pendidikan dan
pembelajaran yang bermutu, terukur, berkesinambungan dan dapat
dipertanggung jawabkan.
b. Untuk menjadi panduan bagi stakeholders (pemangku kepentingan)
dalam rangka ikut serta memberikan partisipasi maupun pengendalian/
kontrol untuk terwujudnya satuan pendidikan yang sehat, bermutu, dan
memenuhi harapan masyarakat.
c. Merencanakan kurikulum dan silabus, menjadwalkan proses
pembelajaran, dan memastikan efektivitas pelaksanaannya
d. Mengendalikan proses belajar mengajar dan memeriksa hasil proses
belajar mengajar secara keseluruhan berdasarkan spesifikasi dan standar
yang berlaku dan kebijakan yang ditetapkan dalam perencanaan
kurikulum. Melakukan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemenuhan
karakteristik produk pendidikan, yang merupakan revisi kurikulum tahun
2020/2021. Perbaikan dan pengendalian tetap dilaksakan terhadap hasil
proses belajar mengajar yang tidak sesuai dengan standar mutu dari
kurikulum yang ditetapkan.
e. Melakukan identifikasi riwayat belajar mengajar yang didasarkan pada
hasil analisis konteks analisis keunggulan lokal, terutama tenaga
pendidik dan sarana prasarana serta potensi peserta didik.
f. Sebagai pedoman implementasi SMP Negeri 11 Cilegon dalam
mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, agar mampu
melaksanakan peran dan fungsinya sebagai lembaga pendidikan formal
yang bermutu, sesuai harapan masyarakatnya.
g. Merealisasikan Undang Undang Republik Indonesia No.20 Tahun 2003
tentang sistem pendidikan nasional.
h. Merealisasikan Permendikbud No 56 Tahun 2022 tentang pedoman
penerapan kurikulum merdeka dalam rangka pemulihan pembelajaran
2. Tujuan Penyusunan Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan
Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan disusun sebagai pedoman
Edisi Mandiri Belajar : 25
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran pada masa endemi virus Covid-19
dan memasuki era baru untuk mencapai tujuan pendidikan di SMP Negeri 11
Cilegon dengan mempertimbangkan antara lain:
a. Pada masa endemi, seluruh siswa harus tetap mendapatkan layanan
pendidikan dan pembelajaran dari sekolah. Tetap menerapkan protocol
kesehatan, menjaga Kesehatan seluruh peserta didik dan seluruh warga
sekolah.
b. Kegiatan pembelajaran wajib mempertimbangkan terjaganya kesehatan,
keamanan,dan keselamatan civitas akademika sekolah baik pada aspek
fisik maupun psikologi;
c. Kurikulum oprasional satuan Pendidikan hanya diterapkan pada masa
endemic virus covid 19 memasuki masa era baru sudah barang tentu
dengan kebiasaan baru pula.
3. Acuan Penyusunan Kurikulum SMP Negeri 11 Cilegon
Kurikulum SMP Negeri 11 Cilegon bertujuan untuk mempersiapkan
manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan
warga negara sesuai dengan profil pelajar Pancasila yaitu beriman, bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa, mandiri, bergotong royong, berkebhinekaan
global, bernalar kritis dan kreatif mampu berkontribusi pada kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia. Secara lebih rinci
pengembangan kurikulum oprasional satuan pendidikan SMP Negeri 11
Cilegon memperhatikan acuan unsur-unsur sebagai berikut;
a. Pendidkan Agama. Kurikulum SMP Negeri 11 Cilegon dikembangkan
untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha
Esa, toleransi dan kerukunan umat beragama, serta memperhatikan
norma agama yang berlaku di lingkungan sekolah sesuai dengan
kompetensi yang diharapkan.
b. Peningkatan iman dan taqwa serta akhlak mulia. Keimanan dan
ketaqwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian
peserta didik secara utuh. Kurikulum yang disusun memungkinkan
semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan taqwa
serta akhlak mulia.
Edisi Mandiri Belajar : 26
c. Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai tingkat perkembangan
dan kemampuan peserta didik, dengan mengembangkan domain sikap,
pengetahuan, dan keterampilan secara seimbang. Kurikulum SMP
Negeri 11 Cilegon disusun dengan memperhatikan keragaman potensi,
minat, kecerdasan intelektual, sosial, emosional, spiritual, estetika dan
kinestetik peserta didik agar dapat berkembang secara optimal sesuai
dengan tingkat perkembangannya yang mencakup domain sikap,
pengetahuan, dan keterampilan.
d. Keragaman potensi dan karakteristik daerah serta kondisi sosial budaya
masyarakat Cilegon, memiliki keragaman potensi, kebutuhan, tantangan,
dan keragaman karakteristik lingkungan, oleh karena itu kurikulum SMP
Negeri 11 Cilegon memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan
lulusan yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan daerah,
terutama dalam bidang Seni dan peduli lingkungan, serta keterampilan
sesuai dengan tuntutan Kompetensi Dasar pada mata pelajaran muatan
lokal.
e. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional, dan dunia kerja. Kurikulum
SMP Negeri 11 Cilegon juga memuat kecakapan hidup untuk membekali
peserta didik memasuki dunia kerja sesuai dengan tingkat perkembangan
peserta didik dan kebutuhan dunia kerja, khususnya bagi mereka yang
tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi di antaranya ialah
program Mulok atau Pendidikan Berwawasan Lingkungan yang
terintegrasi dalam mata pelajaran.
f. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan dinamika
perkembangan global. Kurikulum SMP Negeri 11 Cilegon
dikembangkan agar peserta didik mampu bersaing secara global dan
dapat hidup berdampingan dengan bangsa lain dengan membekali peserta
didik dengan sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan
minatnya, agar mereka mampu mengembangkannya secara mandiri di
dunia nyata/kehidupan sehari-hari.
Edisi Mandiri Belajar : 27
g. Integrasi dengan Pendidikan Lingkungan Hidup yang berbasis ICT dalam
dokumen dan implementasinya baik dalam kegiatan pembelajaran di
kelas maupun dalam kehidupan sekolah dan kehidupan di luar sekolah.
h. Persatuan nasional, nilai-nilai kebangsaan, dan kesetaraan gender, serta
integrasi nilai-nilai karakter bangsa, serta menjaga keutuhan Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
i. Tercipta keselarasan antara pendidikan nasional dan internasional untuk
mengantarkan para siswa bersaing ditingkat nasional dan dunia. (Dengan
pendidikan berbasis Inggris Terpadu)
j. Penerapan kegiatan pembelajaran dengan mengembangkan model
pembelajaran PAIKEM pada proses dan hasil belajar bagi peserta didik
kelas untuk semua mata pelajaran pada tahun pelajaran 2014/2015,
dengan mancakup domain sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang
harus dikembangkan secara seimbang.
k. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. Kurikulum SMP Negeri
11 Cilegon dikembangkan mendorong wawasan dan sikap kebangsaan
dan persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam
Negara Kesatuan Republik Indonesia.
l. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat. Kurikulum SMP Negeri 11
Cilegon dikembangkan sesuai dengan visi, misi, tujuan, kondisi, dan ciri
khas satuan pendidikan, serta memperhatikan karakteristik sosial budaya
masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya.
m. Kesetaraan Gender. Kurikulum SMP Negeri 11 Cilegon diarahkan
kepada pendidikan yang berkeadilan dan mendorong
tumbuhkembangnya kesetaraan gender.
n. Integrasi Nilai-nilai Karakter Bangsa. Kurikulum SMP Negeri 11
Cilegon dikembangkan dengan mengitegrasikan nilai-nilai karakter
bangsa dalam dokumen dan implementasinya baik dalam pembelajaran
di kelas maupun dalam kehidupan sekolah ataupun dalam lingkungan
kehidupan di luar sekolah.
Edisi Mandiri Belajar : 28
D. PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM SMP NEGERI 11.
Kurikulum merupakan rancangan pendidikan yang merangkum semua
pengalaman belajar yang disediakan bagi peserta didik di sekolah. Dalam
kurikulum terintegrasi falsafah, nilai-nilai, pengetahuan dan perbuatan
pendidikan. Kurikulum SMP Negeri 11 Cilegon disusun oleh Kepala Sekolah,
para guru, dan unsur masyarakat yang berkepentingan. Rancangan ini
disusun dengan maksud memberi pedoman kepada para pelaksana pendidikan
dalam proses pembimbingan perkembangan murid, mencapai tujuan yang
dicita-citakan oleh murid sendiri, keluarga, maupun masyarakat.
Kelas merupakan tempat untuk melaksanakan dan menguji
kurikulum. Disana semua konsep, prinsip nilai, pengetahuan, metode, alat dan
kemampuan guru diuji dalam bentuk perbuatan yang akan mewujudkan
bentuk kurikulum yang nyata dan hidup. Perwujudan konsep, prinsip, dan
aspek-aspek kurikulum tersebut seluruhnya terletak pada guru. Oleh karena
itu gurulah pemegang kunci pelaksanaan dan keberhasilan kurikulum. Guru
sebenarnya perencana, pelaksana, penilai dan pengembang kurikulum
sesungguhnya. Pengembangan Kurikulum 2004 ini berpedoman pada prinsip-
prinsip berikut ini:
1. Berpusat pada potensi perkembangan kebutuhan dan kepentingan peserta
didik dan lingkungannya.
Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik
memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar
menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi
warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk
mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta
didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, kepentingan
peserta didik, dan tuntutan lingkungan, serta budaya dan karakter bangsa.
Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada
peserta didik.
Edisi Mandiri Belajar : 29
2. Beragam dan terpadu
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik
peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta
menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku,
budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender. Kurikulum
meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan
pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan
kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.
3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan
seni
Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan,
teknologi, dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu,
semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik
untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan,
teknologi, dan seni.
4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan
Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku
kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan
kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan,
dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan
pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan
akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.
5. Menyeluruh dan berkesinambungan
Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang
kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan
secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.
6. Belajar sepanjang hayat
Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan
pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum
mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal,
nonformal, dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan
Edisi Mandiri Belajar : 30
lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia
seutuhnya.
7. Seimbang antara kepentingan nasional dan daerah
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional
dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah
harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhinneka
Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia
(NKRI).
E. PENCAPAIAN KOMPETENSI
Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang menuntut kompetensi yang
bersifat multidimensi. Tuntutan kompetensi yang harus dicapai oleh peserta
didik tidak hanya terbatas pada ranah kognitif saja. Kurikulum 2013 juga
menuntuk pembentukan karakter peserta didik. Selain pembentukan nilai
karakter, kurikulum 2013 juga menuntut capaian kompetensi pada sikap
spiritual dan keterampilan (psikomotor). Hal ini diharapkan dapat membentuk
peserta didik menjadi manusia yang unggul. Tidak hanya cerdas dalam ilmu
pengetahuan, peserta didik juga diharapkan memiliki nilai, sikap, karakter, dan
keterampilan.
1. Pencapaian Kompetensi Sikap
Aspek sikap pada kurikulum 2013 merupakan kompetensi yang harus
dicapai dengan menanamkan karakter pada proses pembelajaran. Karakter-
karakter yang ditanamkan pada peserta didik sesuai dengan 7 karakter
yang sesuai dengan profil pelajar pancasila. Tuntutan terkait karakter-
karakter yang harus dimiliki peserta didik tersebut dirumuskan melalui
kompetensi inti pada masing-masing tingkat satuan Pendidikan. Legalisasi
kompetensi inti yang harus dicapai oleh peserta didik misalnya pada
peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan nomor 21 tahun 2016 yang
mengatur standar isi Pendidikan dasar dan menengah. Pada peraturan
Menteri tersebut dirumuskan berbagai kompetensi inti yang harus dicapai
Edisi Mandiri Belajar : 31
pada masing-masing satuan Pendidikan. Kompetensi inti yang dirumuskan
juga mencakup aspek sikap spiritual maupun sikap social.
Kompetensi sikap yang ingin dicapai diantaranya sesuai dengan
pendidikan karakter yang dicanangkan oleh pemerintah yang terdiri dari
sikap nasionalis, kemandirian, religius, integritas dan gotong royong.
Aspek Sikap yang dinilai meliputi: Spiritual, Jujur, Disiplin, Tanggung
Jawab, Toleransi, Gotong-royong, Santun, dan Percaya Diri. Penilaian ini
dilakukan melalui guru melalui observasi dan catatan jurnal, penilaian diri
oleh peserta didik dan penilaian antar teman.
Penilaian karakter ini dapat diamati selama kegiatan pembelajaran daring
baik itu ketika pembelajaran daring maupun ketika peserta didik
berkomunikasi dengan guru dan teman sejawat.
2. Pencapaian Kompetensi Pengetahuan
Penilaian pencapaian kompetensi pengetahuan merupakan bagian dari
penilaian pendidikan. Dalam lampiran Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar
PenilaianPendidikan dijelaskan bahwa penilaian pendidikan merupakan
proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur
pencapaian pencapaian kompetensi peserta didik yang mencakup:
penilaian otentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan,
ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan
ujian sekolah/madrasah.
Adapun penilaian pengetahuan dapat diartikan sebagai penilain potensi
intelektual yang terdiri dari tahapan mengetahui, memahami, menerapkan,
menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi (Anderson & Krathwohl,
2001). Seorang pendidik perlu melakukan penilaian untuk mengetahui
pencapaian kompetensi pengetahuan peserta didik. Penilaian terhadap
pengetahuan peserta didik dapat dilakukan melalui tes tulis, tes lisan, dan
penugasan. Kegiatan penilaian terhadap pengetahuan tersebut dapat juga
digunakan sebagai pemetaan kesulitan belajar peserta didik dan perbaikan
proses pembelajaran. Pedoman penilaian kompetensi pengetahuan ini
dikembangkan sebagai rujukan teknis bagi pendidik untuk melakukan
Edisi Mandiri Belajar : 32
penilaian sebagaimana dikehendaki dalam Permendikbud Nomor 66
Tahun 2013.
Penilaian kompetensi pengetahuan dapat dilaksanakan sebagai penilaian
proses, penilaian tengah semester dan penilaian akhir semester. Penilaian
proses dilakukan melalui ulangan harian dengan teknik tes tulis, tes lisan
dan penugasan yang diberikan selama proses pembelajaran berlangsung.
Cakupan ulangan harian diberikan oleh pendidik untuk seluruh indikator
dari satu kompetensi dasar. Ulangan tengah semester merupakan kegiatan
yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi
peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran.
Cakupan ulangan tengah semester meliputi seluruh indikator yang
merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut. Ulangan akhir
semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk
mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester.
Cakupan ulangan akhir semester meliputi seluruh indikator yang
merepresentasikan semua KD pada semester tersebut.
3. Pencapaian Kompetensi Keterampilan
Penilaian pencapaian kompetensi keterampilan merupakan penilaian yang
dilakukan terhadap peserta didik untuk menilai sejauh mana pencapaian
SKL, KI, dan KD khusus dalam dimensi keterampilan. SKL dimensi
keterampilan untuk satuan pendidikan tingkat SMP/MTs/SMPLB/Paket B
adalah lulusan memiliki kualifikasi kemampuan pikir dan tindak yang
efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang
dipelajari di sekolah dan sumber lain sejenis (Permendikbud 54 tahun 2013
tentang SKL). SKL ini merupakan tagihan kompetensi minimal setelah
peserta didik menempuh pendidikan selama 3 tahun atau lebih dan
dinyatakan lulus.
Cakupan penilaian dimensi keterampilan meliputi keterampilan peserta
didik yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/teori. Kelompok KD (Kompetensi Dasar) keterampilan
dirumuskan untuk mencapai kompetensi inti keterampilan (KI-4).
Rumusan kompetensi dasar dikembangkan dengan memperhatikan
Edisi Mandiri Belajar : 33
karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata
pelajaran. Ranah keterampilan diperoleh melalui aktivitas mengamati,
menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta.
Proses penilaian kompetensi keterampilan bisa dilakukan diantaranya
melalui penilaian praktik, penilaian produk, penilaian proyek dan penilaian
portofolio. Jenis penilaian yang digunakan disesuaikan dengan materi dan
kompetensi keterampilan yang ingin dicapai.
F. KONSEP KURIKULUM DARURAT
Kurikulum Darurat adalah kurikulum yang disusun dan dilaksanakan
oleh satuan pendidikan pada masa darurat. Oleh karena itu semua aspek yang
berkenaan dengan perencanaan pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan
penilaian hasil belajar disesuaikan dengan kondisi darurat yang terdapat dan
dirasakan oleh setiap satuan pendidikan sekolah. Mempertimbangkan kondisi
darurat setiap daerah dan sekolah berbeda, maka implementasi kurikulum
darurat setiap satuan pendidikan bisa berbeda-beda sesuai dengan kondisi dan
kebutuhan masing-masing.
Dalam menyusun kurikulum darurat, satuan pendidikan dapat
melakukan modifikasi dan inovasi KTSP, disesuaikan dengan kondisi dan
kebutuhan sekolahnya. Sekolah dapat melakukan modifikasi dan inovasi
dalam bentuk struktur kurikulum, beban belajar, strategi pembelajaran,
penilaian hasil belajar dan lain sebagainya. Misalnya dalam satu hari dibatasi
hanya ada dua atau tiga mata pelajaran yang diajarkan, terutama pada mata
pelajaran utama, peminatan dan sebagainya.
Pada masa darurat, seluruh siswa harus tetap mendapatkan layanan
pendidikan dan pembelajaran dari sekolah. Kegiatan pembelajaran tidak
hanya mengandalkan tatap muka antara guru dengan siswa, tetapi siswa dapat
melakukan belajar dari rumah dengan bimbingan/pemantauan oleh guru dan
orang tua. Belajar dari rumah tidak harus memenuhi tuntutan kompetensi (KI-
KD) pada kurikulum, tetapi lebih ditekankan pada pengembangan karakter,
akhlak mulia, ubudiyah, kemandirian dan kesalehan sosial lainnya.
Edisi Mandiri Belajar : 34
Kurikulum darurat hanya diterapkan pada masa darurat. Bila kondisi sudah
normal, maka kegiatan pembelajaran harus kembali dilaksanakan secara
normal seperti biasanya.
Edisi Mandiri Belajar : 35
BAB II
VISI, MISI DAN TUJUAN
A. TUJUAN PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH
Tujuan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama dirumuskan mengacu kepada
tujuan umum Pendidikan Nasional yaitu meningkatkan kecerdasan,
pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup
mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Sinergi antara berbagai aspek
manajemen sekolah dan partisipasi masyarakat sangat diharapkan dalam
upaya mencapai tujuan sekolah yang telah dirumuskan.
B. VISI SATUAN PENDIDIKAN
“Berakhlak mulia, tangguh, berperilaku hidup sehat dan berbudaya lingkungan
serta berprestasi berlandaskan imtaq dan iptek”
C. MISI SATUAN PENDIDIKAN
Untuk mencapai visi tersebut, perlu dirumuskan misi yang berupa kegiatan
jangka panjang dengan arah yang jelas. Berikut ini merupakan misi yang
dirumuskan beradasarkan visi tersebut.
1. Menumbuhkan sikap dan perilaku akhlak mulia yang bertakwa terhadap
Tuhan Yang Maha Esa
2. Membentuk sumber daya manusia yang beriman, bertakwa Terhadap
Tuhan Yang Maha Esa, mandiri, Kerjasama (gotong royong),
Berkebinekaan Global, bernalar kritis, kreatif sesuai dengan profil pelajar
pancasila
3. Meningkatkan kesadaran hidup sehat jasmani dan rohani dengan
membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat bagi seluruh warga sekolah
4. Meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab seluruh warga sekolah
terhadap kelestarian lingkungan dengan membudayakan 4R (Reuse,
Reduce, Recycle, Replace)
Edisi Mandiri Belajar : 36
5. Mengembangkan pengetahuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi,
Bahasa, olahraga, seni budaya sesuai dengan bakat, minat dan potensi
seluruh warga sekolah
6. Meningkatkan kompetensi dan daya saing dalam menghadapi era
globalisasi
D. TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN
SMP Negeri 11 Cilegon sebagai unit penyelenggara pendidikan berkewajiban
menyelenggarakan proses pembelajaran dan melayani kebutuhan masyarakat
akan pendidikan sebagaimana telah ditegaskan dalam Tujuan Pendidikan
Nasional sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas kehidupan
masyarakat dan menjawab tantangan masa depan.
Sekolah harus merumuskan arah dan kebijakan yang akan diterapkan pada
periode waktu tertentu. Arah dan kebijakan tersebut dituangkan dalam bentuk
Visi dan Misi sekolah yang merupakan acuan bagi penyelenggaraan kegiatan
pendidikan. Namun demikian Visi dan Misi tersebut harus tetap berada dalam
koridor kebijakan Pendidikan Nasional dengan memperhatikan dan
mempertimbangkan: potensi yang dimiliki sekolah, input peserta didik, serta
daya dukung sekolah.
Dalam merumuskan tujuan sekolah, pihak-pihak terkait yang memiliki
perhatian tinggi akan kemajuan sekolah dilibatkan untuk mendapatkan
kesepahaman tentang arah dan kebijakan pendidikan di SMP Negeri 11
Cilegon, sehingga hasil dari kebijakan itu benar-benar memenuhi harapan
masyarakat akan kebutuhan keterampilan dan kualitas hidup yang diharapkan.
Dalam menyelenggarakan proses belajar, SMP Negeri 11 Cilegon berupaya
menerapkan berbagai pendekatan yang selalu menekankan pada prinsip
learning by doing (belajar dengan terapan). Dengan pendekatan ini maka
tujuan SMP Negeri 11 Cilegon dirumuskan sebagai berikut :
Edisi Mandiri Belajar : 37
1. Terciptanya insan yang taat beribadah, berperilaku jujur, sopan santun dan
bertoleransi berlandaskan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang
Maha Esa
2. Terciptanya sumber daya manusia yang mandiri, aktif, kreatif, inovatif,
disiplin dan kerja keras sesuai dengan perkembangan iptek
3. Terbentuknya kesadaran hidup sehat jasmani dan rohani yang berwawasan
lingkungan
4. Tertanam kebiasaan perilaku hidup bersih dan sehat bagi seluruh warga
sekolah
5. Tertanam kebiasaan dan tanggung jawab seluruh warga sekolah terhadap
upaya pelestarian lingkungan
6. Terwujudnya kebiasan mengurangi (reduce) segala perilaku dan kegiatan
yang berlebihan, mengunakan kembali (reuse) benda-benda yang masih
bisa difungsikan, mendaur ulang (recycle) benda-benda yang masih bisa
difungsikan untuk tujuan efektif dan efisiensi, mengganti (replace) benda-
benda yang digunakan dengan yang ramah lingkungan.
7. Tercapainya prestasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, bahasa,
olahraga, seni budaya sesuai dengan bakat, minat dan potensi seluruh
warga sekolah
8. Terwujudnya sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing
dalam menghadapi era globalisasi
Edisi Mandiri Belajar : 38
BAB III
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM
A. STRUKTUR KURIKULUM
Struktur kurikulum memuat pola dan susunan Mata Pelajaran yang harus
ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.
Pada tahun pelajaran 2021/2022 SMP Negeri 11 Cilegon menerapkan
kurikulum 2013 pada semua jenjang kelas.
1. Kelompok Mata Pelajaran
a. Kompetensi Inti
Kompetensi inti dirancang seiring dengan meningkatnya usia peserta
didik pada kelas tertentu. Melalui kompetensi inti, integrasi vertikal
berbagai kompetensi dasar pada kelas yang berbeda dapat dijaga.
Rumusan kompetensi inti menggunakan notasi sebagai berikut:
1) Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual;
2) Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial;
3) Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan; dan
4) Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Menengah
Pertama/Sekolah Tsanawiyah dapat dilihat pada Tabel berikut.
Tabel 1: Kompetensi Inti Sekolah Menengah Pertama/Sekolah
Tsanawiyah
KOMPETENSI INTI KELAS KOMPETENSI INTI KELAS KOMPETENSI INTI KELAS
VII VIII IX
1. Menghargai dan 1. Menghargai dan 1. Menghargai dan
menghayati ajaran agama menghayati ajaran agama menghayati ajaran agama
yang dianutnya yang dianutnya yang dianutnya
2. Menghargai dan 2. Menghargai dan 2. Menghargai dan
menghayati perilaku jujur, menghayati perilaku jujur, menghayati perilaku jujur,
disiplin, tanggungjawab, disiplin, tanggungjawab, disiplin, tanggungjawab,
peduli (toleransi, gotong peduli (toleransi, gotong peduli (toleransi, gotong
Edisi Mandiri Belajar : 39
KOMPETENSI INTI KELAS KOMPETENSI INTI KELAS KOMPETENSI INTI KELAS
VII VIII IX
royong), santun, percaya royong), santun, percaya royong), santun, percaya
diri, dalam berinteraksi diri, dalam berinteraksi diri, dalam berinteraksi
secara efektif dengan secara efektif dengan secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam lingkungan sosial dan lingkungan sosial dan alam
dalam jangkauan pergaulan alam dalam jangkauan dalam jangkauan pergaulan
dan keberadaannya pergaulan dan dan keberadaannya
keberadaannya
3. Memahami pengetahuan 3. Memahami dan 3. Memahami dan
(faktual, konseptual, dan menerapkan pengetahuan menerapkan pengetahuan
prosedural) berdasarkan (faktual, konseptual, dan (faktual, konseptual, dan
rasa ingin tahunya tentang prosedural) berdasarkan prosedural) berdasarkan
ilmu pengetahuan, rasa ingin tahunya tentang rasa ingin tahunya tentang
teknologi, seni, budaya ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan,
terkait fenomena dan teknologi, seni, budaya teknologi, seni, budaya
kejadian tampak mata terkait fenomena dan terkait fenomena dan
kejadian tampak mata kejadian tampak mata
4. Mencoba, mengolah, dan 4. Mengolah, menyaji, 4. Mengolah, menyaji, dan
menyaji dalam ranah dan menalar dalam ranah menalar dalam ranah
konkret (menggunakan, konkret (menggunakan, konkret (menggunakan,
mengurai, merangkai, mengurai, merangkai, mengurai, merangkai,
memodifikasi, dan memodifikasi, dan memodifikasi, dan
membuat) dan ranah abstrak membuat) dan ranah membuat) dan ranah abstrak
(menulis, membaca, abstrak (menulis, (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, membaca, menghitung, menghitung, menggambar,
dan mengarang) sesuai menggambar, dan dan mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di mengarang) sesuai dengan dengan yang dipelajari di
sekolah dan sumber lain yang dipelajari di sekolah sekolah dan sumber lain
yang sama dalam sudut dan sumber lain yang yang sama dalam sudut
pandang/teori sama dalam sudut pandang/teori
pandang/teori
b. Kompetensi Dasar
Mata pelajaran yang disampaikan pada peserta didik terdiri dari 11 mata
pelajaran. Adapun cakupan setiap kelompok Mata pelajaran tersebut
adalah sebagai berikut :
No Mata Pelajaran
Kelompok A
1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
3. Bahasa Indonesia
4. Matematika
5. Ilmu Pengetahuan Alam
6. Ilmu Pengetahuan Sosial
Edisi Mandiri Belajar : 40
No Mata Pelajaran
7. Bahasa Inggris
Kelompok B
8. Seni Budaya
9. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
10. Prakarya
Pada masa darurat pandemi Covid 19 ini pemerintah mengeluarkan
kebijakan dalam rangka meringankan kesulitan pembelajaran di masa
pandemi. Pemerintah menyiapkan dukungan kebijakan pelaksaan
kurikulum di masa khusus, yakni satuan pendidikan dapat 1) tetap
menggunakan kurikulum nasional; 2) menggunakan penyederhanaan
kurikulum dalam kondisi khusus yang disusun oleh Kemendikbud; dan 3)
melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri. Kemendikbud juga
menyediakan modul-modul pembelajaran untuk PAUD dan SD yang
diharapkan membantu proses belajar dari rumah dengan mencakup uraian
pembelajaran berbasis aktivitas untuk guru, orang tua, dan peserta didik.
SMP Negeri 11 Cilegon pada masa pandemi ini membuat kebijakan untuk
menggunakan kurikulum dalam kondisi khusus yang disusun oleh
Kemendikbud. Pada kurikulum ini terdapat penyederhanaan kompetensi
dasar yang harus dicapai oleh peserta didik. Hal ini bertujuan untuk
meringankan kesulitan pembelajaran yang dihadapi oleh peserta didik
dikarenakan pembelajaran berlangsung secara daring. Dalam kondisi
khusus, satuan pendidikan tidak diwajibkan menuntaskanseluruh capaian
kurikulum untuk kenaikan kelas dan kelulusan.
2. Beban Belajar
Kegiatan Pembelajaran Sekolah pada masa darurat tetap
berpedoman pada kalender Pendidikan yang dikeluarkan oleh Dinas
Pendidikan Kota Cilegon. Pembelajaran dimulai bulan Juli 2021 dan berakhir
pada Juni 2022. Kegiatan pembelajaran selama masa pandemic (Darurat)
untuk sementara berlangsung secara daring sampai kondisi pandemic
berakhir dan dikeluarkan kebijakan baru oleh pihak terkait.
Edisi Mandiri Belajar : 41
Bila kondisi darurat sedang berlangsung dan ditetapkan sebagai
masa darurat oleh pemerintah maka proses pembelajaran di sekolah
mengikuti mekanisme kurikulum darurat yang ditetapkan pada sekolah.
Kegiatan pembelajaran bukan untuk mencapai ketuntasan kompetensi dasar
(KD) kurikulum semata, namum lebih menititikberatkan pada penguatan
karakter, praktek ibadah, peduli pada lingkungan dan kesalehan sosial
lainnya. Kegiatan pembelajaran masa darurat melibatkan guru, orang tua,
siswa dan lingkungan sekitar. Kegiatan pembelajaran harus dapat
mengembangkan kompetensi siswa pada aspek sikap, aspek pengetahuan dan
aspek keterampilan.
Kegiatan pembelajaran di Sekolah selama masa kedaruratan
diarahkan pada budaya menumbuhkembangkan kompetensi literasi bahasa,
literasi matematik, literasi sains, literasi media, literasi teknologi dan literasi
visual. Kegiatan pembelajaran yang dirancang guru harus dapat merangsang
tumbuhnya 4C (Critical thinking, Collaborative, Creativity dan
Communicative) pada diri siswa.
Kegiatan pembelajaran pada masa kedaruratan wajib
mempertimbangkan terjaganya kesehatan, keamanan,dan keselamatan civitas
akademika sekolah baik pada aspek fisik maupun psikologi warga sekolah.
Proses Pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan
secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta
didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi
prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan
perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Untuk itu setiap satuan
pendidikan melakukan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses
pembelajaran serta penilaian proses pembelajaran untuk meningkatkan
efisiensi dan efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan.
Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi maka prinsip
pembelajaran yang digunakan:
a. dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik mencari tahu;
Edisi Mandiri Belajar : 42