The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

KURIKULUM OPRESIONAL SATUAN PENDIDIKAN SMP NEGERI 11 CILEGON TAHUN PELAJARAN 2022-2023

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by alifatoni82, 2022-08-23 21:23:45

KURIKULUM OPRESIONAL SATUAN PENDIDIKAN

KURIKULUM OPRESIONAL SATUAN PENDIDIKAN SMP NEGERI 11 CILEGON TAHUN PELAJARAN 2022-2023

Keywords: kurikulum opresional pendidikan

b. dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis
aneka sumber belajar;

c. dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan
pendekatan ilmiah;

d. dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis
kompetensi;

e. dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu;
f. dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju

pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi;
g. dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif;
h. peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills) dan

keterampilan mental (softskills);
i. pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan

peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat;
j. pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan

(ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun
karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses
pembelajaran (tut wuri handayani);
k. pembelajaran yang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat;
l. pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru,
siapa saja adalah siswa, dan di mana saja adalah kelas;
m. pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan
efisiensi dan efektivitas pembelajaran; dan
n. pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta
didik.

Karakteristik pembelajaran pada setiap satuan pendidikan terkait erat pada
Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi. Standar Kompetensi Lulusan
memberikan kerangka konseptual tentang sasaran pembelajaran yang harus
dicapai. Standar Isi memberikan kerangka konseptual tentang kegiatan belajar
dan pembelajaran yang diturunkan dari tingkat kompetensi dan ruang lingkup
materi.

Edisi Mandiri Belajar : 43

Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan, sasaran pembelajaran mencakup
pengembangan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dielaborasi
untuk setiap satuan pendidikan.

Ketiga ranah kompetensi tersebut memiliki lintasan perolehan (proses
psikologis) yang berbeda. Sikap diperoleh melalui aktivitas “menerima,
menjalankan, menghargai, menghayati, dan mengamalkan”. Pengetahuan
diperoleh melalui aktivitas “mengingat, memahami, menerapkan,
menganalisis, mengevaluasi, mencipta”. Keterampilan diperoleh melalui
aktivitas “mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta”.

Karaktersitik kompetensi beserta perbedaan lintasan perolehan turut serta

mempengaruhi karakteristik standar proses. Untuk memperkuat pendekatan

ilmiah (scientific), tematik terpadu (tematik antarmata pelajaran), dan tematik

(dalam suatu mata pelajaran) perlu diterapkan pembelajaran berbasis

penyingkapan / penelitian (discovery/inquiry learning). Untuk mendorong

kemampuan peserta didik untuk menghasilkan karya kontekstual, baik

individual maupun kelompok maka sangat disarankan menggunakan

pendekatan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan

masalah (project based learning). Rincian gradasi sikap, pengetahuan, dan

keterampilan sebagai berikut;

SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
Menerima Mengingat Mengamati
Menjalankan Memahami Menanya
Menghargai Menerapkan Mencoba
Menghayati Menganalisis Menalar
Mengamalkan Menyaji
Mengevaluasi Mencipta
-

Beban belajar yang digunakan oleh SMP Negeri 11 Cilegon adalah sistem
paket sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sistem Paket adalah sistem
penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan
mengikuti seluruh program pembelajaran dan beban belajar yang sudah
ditetapkan untuk setiap kelas sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku
pada satuan pendidikan. Jam pembelajaran di SMP Negeri 11 untuk setiap
mata pelajaran pada sistem paket dialokasikan sebagaimana tertera dalam
struktur kurikulum. Pengaturan alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran yang

Edisi Mandiri Belajar : 44

terdapat pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun ajaran dapat

dilakukan secara fleksibel dengan jumlah beban belajar yang tetap. Pada

Sistem Paket, beban belajar setiap mata pelajaran dinyatakan dalam Satuan

Jam Pembelajaran, yang dimaksudkan untuk mencapai standar kompetensi

lulusan dengan memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik.

Pengaturan beban belajar di SMP Negeri 11 Cilegon menggunakan

sistem paket yang didasarkan pada struktur dan muatan kurikulum dan

disesuaikan dengan kondisi pandemi dengan alokasi waktu sebagai berikut:

1. Beban belajar tetap adalah 22 jam pelajaran/minggu untuk siswa kelas VII

dan VIII dan kelas IX

2. Setiap mata pelajaran mendapatkan beban jam belajar yang sama yaitu 2

jam pelajaran setiap minggu (1 pertemuan), terkecuali untuk bimbingan TIK

dan BK yang hanya 1 jam pelajaran tiap minggunya

3. Alokasi waktu belajar 40 menit tiap 1 jam pelajaran.

4. Alokasi waktu sebanyak 80 menit dimanfaatkan oleh guru untuk melakukan

pembelajaran secara daring melalui google classroom. Pembelajaran dapat

dilakukan secara daring sinkronus maupun daring asinkronus.

5. Selama masa pandemic, program pengembangan diri yang dilaksanakan

hanya kegiatan pramuka. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring setiap hari

sabtu selama 80 menit.

Beban belajar Peserta didik di SMP Negeri 11 Cilegon dialokasikan dalam

struktur kurikulum, disajikan pada tabel berikut:

Kelas Satu jam tatap Jumlah jam Minggu Efektif waktu
muka (menit) pembelajaran per tahun ajaran pembelajaran

per minggu per tahun

VII, VIII DAN IX 40 22 33 726 jam 29040
(menit)

Pelaksanaan proses pembelajaran SMP Negeri 11 Cilegon selama masa
Pandemi, diatur sebagai berikut:
1. Proses pembelajaran dilaksanakan secara daring sampai dengan adanya

kebijakan dari pihak terkait untuk dapat melaksanakan tatap muka.
2. Hari Pembelajaran dilaksanakan Senin sampai dengan Jum’at

Edisi Mandiri Belajar : 45

3. KBM hari Senin sampai dengan Jum’at dimulai pukul 07.30 WIB – 08.50
WIB untuk mapel pertama, pukul 09.00 WIB – 10.20 WIB untuk mapel
kedua dan pukul 10.30 WIB – 11.50 WIB

4. Kegiatan pembelajaran daring dilaksanakan melalui aplikasi google
classroom dan pelaksanaannya dilakukan baik secara daring sinkronus
(melalui google meet ataupun zoom) maupun daring asinkronus.

5. Bagi peserta didik yang mengalami kendala dalam pelaksanaan
pembelajaran secara daring, pembelajaran daring dilakukan di sekolah
dengan menggunakan fasilitas sekolah.

6. Kegiatan pembelajaran tidak harus memenuhi tuntutan kompetensi (KI-
KD) pada kurikulum, tetapi lebih ditekankan pada pengembangan karakter,
kecakapan hidup (life skill), akhlak mulia, ubudiyah, kemandirian dan
kesalehan sosial lainnya.

7. Kegiatan pengembangan diri (pramuka) dilaksanakan secara daring setiap
hari sabtu selama 2 jam pelajaran yaitu mulai pukul 08.00 WIB - 09.20
WIB.

Tiga komponen beban belajar, yaitu: (1) tatap muka; adalah kegiatan
pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik dengan
pendidik. Selama masa pandemic kegiatan tatap muka langsung diganti dengan
tatap muka online (2) penugasan terstruktur; adalah kegiatan pembelajaran
yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang
dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu
penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik. Penugasan
terstruktur termasuk kegiatan perbaikan, pengayaan, dan percepatan. (3)
kegiatan mandiri tidak terstruktur; adalah kegiatan pembelajaran yang berupa
pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh
pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaiannya diatur
sendiri oleh peserta didik.
Alokasi waktu untuk beban penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak
terstruktur bagi peserta didik di SMP Negeri 11 Cilegon menetepkan
maksimum 50% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pelajaran
yang bersangkutan. Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan

Edisi Mandiri Belajar : 46

potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi. Langkah-
langkah yang dapat dilakukan pendidik dalam penugasan terstruktur dan
kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah sebagai berikut:
a. Fase pemberian tugas. Tugas yang diberikan kepada peserta didik

hendaknya mempertimbangkan:
1) Tujuan yang akan dicapai.
2) Jenis tugas yang jelas dan tepat sehingga peserta didik mengerti apa yang

ditugaskan tersebut.
3) Sesuai dengan kemampuan peserta didik.
4) Ada petunjuk/sumber yang dapat membantu pekerjaan peserta didik.
5) Sediakan waktu yang cukup untuk mengerjakan tugas tersebut.
b. Langkah pelaksanaan tugas
1) Diberikan bimbingan/pengawasan oleh pendidik.
2) Diberikan dorongan sehingga peserta didik mau bekerja
3) Diusahakan/dikerjakan oleh peserta didik sendiri, tidak menyuruh orang

lain
4) Dianjurkan agar peserta didik mencatat hasil-hasil yang ia peroleh

dengan baik dan sistematik.
c. Fase mempertanggungjawabkan tugas

1) Laporan peserta didik baik lisan/tertulis dari apa yang telah dikerjakan.
2) Ada tanya jawab/diskusi kelas.
3) Penilaian hasil pekerjaan peserta didik baik dengan tes maupun nontes

atau cara yang lainnya.

Bentuk Pelaksanaan tugas terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
dilaksanakan secara perorangan maupun kelompok. Kerja kelompok
mempunyai arti yang sangat penting untuk mengembangkan sikap bergotong-
royong, tenggang rasa, persaingan sehat, kerjasama dalam kelompok dan
kemampuan memimpin. Jenis tugas disesuaikan dengan jumlah anggota
kelompok, sehingga tugas benar-benar dapat dilakukan secara kelompok.
Langkah-langkah pelaksanaan tugas meliputi tiga kegiatan pokok, yaitu:
persiapan, pelaksanaan, dan penilaian. Persiapan dilakukan oleh guru dengan
cara menyiapkan, merencanakan bahan atau materi yang akan ditugaskan

Edisi Mandiri Belajar : 47

kepada peserta didik. Kemudian menginformasikan tugas tersebut kepada
peserta didik disertai penjelasan yang menyangkut pelaksanaan tugas tersebut.
Pelaksanaan dilakukan oleh peserta didik, yaitu peserta didik mulai
mengerjakan tugas tersebut secara perorangan maupun kelompok seperti yang
dikehendaki guru. Penyelesaian tugas tersebut dapat dalam satu kali tatap
muka (1 minggu) atau dalam beberapa kali tatap muka (beberapa minggu)
dan/atau ditentukan oleh peserta didik.
Kurikulum ini terdiri dari program umum yang meliputi sejumlah mata
pelajaran wajib diikuti seluruh peserta didik, dan program pilihan meliputi
mata pelajaran yang menjadi ciri khas keunggulan daerah berupa mata
pelajaran muatan lokal. Untuk kelas VII, VIII dan IX mata pelajaran yang
wajib diikuti pada program umum berjumlah 11 (sebelas).
Pengaturan beban belajar menyesuaikan dengan alokasi waktu yang telah
ditentukan dalam struktur kurikulum dan menyesuaikan dengan kondisi
pandemi yang terjadi saat ini.
Pembelajaran tatap muka dapat dilakukan jika sudah mendapat ijin dari pihak
terkait dan kondisi dilingkungan sekolah memungkinkan. Untuk dapat
melaksanakan pembelajaran tatap muka, sekolah harus menerapkan protokol
keksehatan dan melakukan pengelolaan kelas yang baik. Dibawah ini standar
protokol kesehatan yang diterapkan jika pembelajaran tatap muka
memungkinkan dilakukan.

STANDAR PROTOKOL KESEHATAN PENANGANAN COVID-19
PADA AREA INSTITUSI PENDIDIKAN

1. Kepala Sekolah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan/atau
gugus tugas Covid-19 setempat untuk mengetahui rencana atau kesiapan
sekolah setempat dalam menghadapi masa endemic COVID-19;

2. Menyediakan sarana untuk cuci tangan menggunakan air dan sabun atau
pencuci tangan berbasis alkohol di berbagai lokasi strategis di sekolah
sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan;

Edisi Mandiri Belajar : 48

3. Menginstruksikan kepada warga sekolah melakukan cuci tangan
menggunakan air dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol, dan
perilaku hidup bersih sehat (PHBS) lainnya seperti: makan jajanan sehat,
menggunakan jamban bersih dan sehat, Olahraga yang teratur, tidak
merokok, membuang sampah pada tempatnya;

4. Membersihkan ruangan dan lingkungan sekolah secara rutin (minimal 1
kali sehari) dengan desinfektan, khususnya handel pintu, saklar lampu,
komputer, meja, keyboard dan fasilitas lain yang sering terpegang oleh
tangan. Memonitor absensi (ketidakhadiran) warga sekolah, Jika diketahui
tidak hadir karena sakit dengan gejala demam/ batuk/ pilek/ sakit
tenggorokan/ sesak napas disarankan untuk segera ke fasilitas kesehatan
terdekat untuk memeriksakan diri;

5. Memberikan himbauan kepada warga sekolah yang sakit dengan gejala
demam/ batuk/ pilek/ sakit tenggorokan/ sesak napas untuk mengisolasi
diri dirumah dengan tidak banyak kontak dengan orang lain;

6. Tidak memberlakukan hukuman/sanksi bagi yang tidak masuk karena
sakit, serta tidak memberlakukan kebijakan insentif berbasis kehadiran
(jika ada). (dalam hal ini bukan kewenangan Kementerian Kesehatan untuk
menetapkan, sehingga Kementerian Kesehatan tidak memberikan
masukan);

7. Jika terdapat ketidakhadiran dalam jumlah besar karena sakit yang
berkaitan dengan pernapasan, Kepala sekolah berkoordinasi dengan Dinas
Kesehatan dan/atau Gugus tugas Covid-19 setempat;

8. Mengalihkan tugas pendidik dan tenaga kependidikan yang absen kepada
tenaga kependidikan lain yang mampu;

9. Pihak sekolah harus bisa melakukan skrining awal terhadap warga
pendidikan (Siswa,guru, tenaga kependidikan dan tenaga lainnya) yang
punya keluhan sakit, untuk selanjutnya diinformasikan dan berkoordinasi
dengan Dinas Kesehatan dan/atau Gugus Tugas Covid-19 setempat untuk
dilakukan pemeriksaan lebih lanjut;

10. Memastikan makanan yang disediakan di sekolah merupakan makanan
yang sehat sudah dimasak sampai matang dan Halal;

Edisi Mandiri Belajar : 49

11. Menghimbau seluruh warga sekolah untuk tidak berbagi makanan,
minuman, termasuk peralatan makan, minum dan alat musik tiup yang
akan meningkatkan risiko terjadinya penularan penyakit;

12. Menginstruksikan kepada warga sekolah untuk menghindari kontak fisik
langsung (bersalaman, cium tangan, berpelukan, dsb).

13. Menunda kegiatan yang mengumpulkan banyak orang atau kegiatan di
lingkungan luar sekolah (berkemah, studi wisata).

14. Melakukan skrining awal berupa pengukuran suhu tubuh terhadap semua
tamu yang datang ke sekolah oleh petugas khusus.

15. Warga Sekolah dan keluarga yang berpergian ke daerah lain dan negara
dengan transmisi lokal Covid-19 (Informasi daftar negara dengan transmisi
lokal COVID-19 dapat diakses di www.covid19.kemkes.go.id) dan
mempunyai gejala demam atau gejala pernapasan seperti batuk/pilek/sakit
tenggorokan/sesak napas diminta untuk tidak melakukan pengantaran,
penjemputan, dan berada di area sekolah.

B. MUATAN KURIKULUM
1. Mata Pelajaran
Mata pelajaran merupakan materi bahan ajar berdasarkan landasan keilmuan
yang akan dibelajarkan kepada peserta didik sebagai beban belajar melalui
metode dan pendekatan tertentu.

Pada bagian ini sekolah mencantumkan mata pelajaran, muatan lokal, dan
pengembangan diri beserta alokasi waktunya yang akan diberikan kepada
peserta didik. Kurikulum SMP Negeri 11 Cilegon terdiri dari 11 mata
pelajaran untuk kelas VII, VIII dan IX, serta pengembangan diri yang harus
diberikan kepada peserta didik.

Dalam rangka meringankan kesulitan pembelajaran di masa pandemi,
Pemerintah menyiapkan dukungan kebijakan pelaksaan kurikulum di masa
khusus, yakni satuan pendidikan dapat 1) tetap menggunakan kurikulum
nasional; 2) menggunakan penyederhanaan kurikulum dalam kondisi khusus
yang disusun oleh Kemendikbud; dan 3) melakukan penyederhanaan

Edisi Mandiri Belajar : 50

kurikulum secara mandiri. Kemendikbud juga menyediakan modul-modul
pembelajaran untuk PAUD dan SD yang diharapkan membantu proses belajar
dari rumah dengan mencakup uraian pembelajaran berbasis aktivitas untuk
guru, orang tua, dan peserta didik.

SMP Negeri 11 Cilegon pada masa pandemi ini membuat kebijakan untuk
menggunakan kurikulum dalam kondisi khusus yang disusun oleh
Kemendikbud. Pada kurikulum ini terdapat penyederhanaan kompetensi dasar
yang harus dicapai oleh peserta didik. Hal ini bertujuan untuk meringankan
kesulitan pembelajaran yang dihadapi oleh peserta didik dikarenakan
pembelajaran berlangsung secara daring. Dalam kondisi khusus, satuan
pendidikan tidak diwajibkan menuntaskanseluruh capaian kurikulum untuk
kenaikan kelas dan kelulusan.

Berikut disajikan Muatan Kurikulum SMP Negeri 11 Cilegon

Kelompok A 2 2 2
1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 2 2 2
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 2 2
3. Bahasa Indonesia 2 2 2
4. Matematika 2 2 2
5. Ilmu Pengetahuan Alam 2 2 2
6. Ilmu Pengetahuan Sosial 2 2 2
7. Bahasa Inggris
Kelompok B 2 2 2
2 2 2
1. Seni Budaya 2 2 2
2. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
3. Prakarya 2 2 2
4. Muatan lokal

a. Bahasa Daerah

C. Pengembangan Diri, dilaksanakan di luar jam intra kurikuler 2*)
Jumlah 22 22 22

Catatan :

a. *) Ekuivalen 2 jam pembelajaran, tetapi dilaksanakan di luar jam intra
kurikuler.

b. Seluruh Mata pelajaran sudah terintegrasi Adiwiyata

c. Pengaturan waktu belajar diatur sebagaimana tercantum dalam tabel
berikut ini:

Edisi Mandiri Belajar : 51

2. Muatan Lokal
Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler mata pelajaran pada satuan
pendidikan yang berisi muatan dan proses pembelajaran untuk
mengembangkan potensi dan keunikan lokal yang dimaksudkan untuk
membentuk pemahaman peserta didik terhadap keunggulan dan kearifan di
daerah tempat tinggalnya, dan merupakan bagian integral dari struktur
kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Kebijakan
nasional yang berkaitan dengan dimasukkannya muatan lokal dalam
standar isi (SI) dilatar belakangi oleh kenyataan bahwa Negara Kesatuan
Republik Indonesia terdiri atas berbagai daerah yang beragam kondisi
geografis, sumber daya alam, dan masyarakatnya (sumber daya
manusianya) dengan latar belakang sejarah dan budaya yang berbeda-
beda. Substansi muatan lokal ditentukan oleh sekolah, tidak terbatas pada
mata pelajaran Keterampilan, tetapi juga mata pelajaran lainnya.
Muatan kurikulum SMP Negeri 11 Cilegon meliputi sejumlah mata
pelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun
mulai Kelas VII sampai dengan Kelas IX.

Edisi Mandiri Belajar : 52

2.1. Jenis dan Strategi Pelaksanaan Muatan Lokal
Pengembangan muatan lokal SMP Negeri 11 Cilegon dilakukan oleh
tim pengembang kurikulum dengan melibatkan unsur komite sekolah
serta pihak lain yang terkait.
Menyikapi kondisi tersebut, SMP Negeri 11 Cilegon perlu
memberikan wawasan yang luas kepada peserta didik tentang
kekhasan yang ada di lingkungannya melalui pembelajaran muatan
lokal.
Mata pelajaran muatan lokal bertujuan untuk memberikan bekal
pengetahuan, keterampilan dan perilaku kepada peserta didik agar
mereka memiliki wawasan yang mantap tentang keadaan lingkungan
dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai/aturan yang
berlaku di daerahnya dan mendukung kelangsungan pembangunan
daerah serta pembangunan nasional, lebih jelas lagi agar peserta
didik dapat:
a. Mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam,
sosial, dan budayanya,
b. Memiliki bekal kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan
mengenai daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun
lingkungan masyarakat pada umumnya,

Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilai-nilai/aturan-
aturan yang berlaku di daerahnya, serta melestarikan dan
mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka
menunjang pembangunan nasional.

Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler, oleh karena itu, satuan
pendidikan harus menyusun dan mengembangkan Standar
Kompetensi Lulusan (SKL), kompetensi dasar (KD), perangkat
pembelajaran (Silabus dan RPP), serta perangkat penilaian, dan
menetapkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) untuk muatan lokal
yang dilaksanakan.

Edisi Mandiri Belajar : 53

Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan
kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah,
termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak sesuai menjadi
bagian dari mata pelajaran lain dan atau terlalu banyak sehingga
harus menjadi mata pelajaran tersendiri. Substansi muatan lokal
ditentukan oleh sekolah, tidak terbatas pada mata pelajaran
Keterampilan, tetapi juga mata pelajaran lainnya.

Berdasarkan hasil identifikasi yang telah dilakukan dalam langkah
awal, satuan pendidikan dapat menentukan jenis mata pelajaran
muatan lokal. Kegiatan pembelajaran dirancang agar materi
pembelajaran muatan lokal dapat memberi bekal pengetahuan,
keterampilan, dan perilaku kepada peserta didik. Dengan demikian,
peserta didik memiliki wawasan yang luas tentang keadaan
lingkungan dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan nilai-
nilai/aturan yang berlaku dan mendukung kelangsungan
pembangunan daerah serta pembangunan nasional.

Pada tahun pelajaran 2022/2023 ini SMPN 11 Cilegon melaksanakan
muatan lokal Bahasa daerah Cilegon (bebasan) Untuk kelas VII, VIII
dan IX dengan beban jam belajar sebanyak 2 jam mata pelajaran.

2.2. Pengembangan muatan lokal di SMP Negeri 11 Cilegon
Pengembangan muatan lokal di SMP Negeri 11 Cilegon
memperhatikan beberapa prinsip pengembangan sebagai berikut:
a. Utuh
Pengembangan pendidikan muatan lokal dilakukan berdasarkan
pendidikan berbasis kompetensi, kinerja, dan kecakapan hidup.
b. Kontekstual
Pengembangan pendidikan muatan lokal dilakukan berdasarkan
budaya, potensi, dan masalah daerah.
c. Terpadu
Pendidikan muatan lokal dipadukan dengan lingkungan satuan
pendidikan, termasuk terpadu dengan dunia usaha dan industri.

Edisi Mandiri Belajar : 54

d. Apresiatif
Hasil-hasil pendidikan muatan lokal ditampilkan dalam bentuk
pertunjukkaan, lomba-lomba, pemberian penghargaan di level
satuan pendidikan dan daerah.

e. Fleksibel
Jenis muatan lokal yang dipilih oleh satuan pendidikan dan
pengaturan waktunya bersifat fleksibel sesuai dengan kondisi dan
karakteristik satuan pendidikan.

f. Pendidikan Sepanjang Hayat
Pendidikan muatan lokal tidak hanya berorientasi pada hasil
belajar, tetapi juga mengupayakan peserta didik untuk belajar
secara terus-menerus.

g. Manfaat
Pendidikan muatan lokal berorientasi pada upaya melestarikan dan
mengembangkan budaya lokal dalam menghadapi tantangan
global.

2.3 Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar Muatan Lokal Bahasa
Daerah (Bebasan)

Kompetensi Inti (KI) untuk mata pelajaran Bahasa Daerah sama
seperti mata pelajaran lainnya, yaitu :
a. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
b. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung

jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri,
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
c. Memahami pengetahuan (factual, konseptual, dan prosudural)
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak
mata.
d. Mencoba,mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret
(menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan

Edisi Mandiri Belajar : 55

membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung,
menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di
sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

1) Kompetensi Dasar (KD) Bahasa Daerah Kelas VII

Pelajaran ke Kompetensi Dasar Kompetensi Dasar
- Pengetahuan Keterampilan

1 3.1 Nelitini tulisan 4.1 Ngejelasaken isi

ngejelasaken (deskripsi) tulisan penjelasan

mengenai objek sepertos (deskripsi) objek sepertos

sekolah, tempat dolanan, sekolah, tempat dolanan,

makam wali- wali, makam wali-wali,

pelabuhan, lan lain laine pelabuhan lan lain laine

sing pernah di baca lan di sing pernah di waca lan di

pireng. pireng.

3.2 Ngelompokaken 4.2 Nyuguhaken data

susunan lan bagian lan pikiran lan perasaan

kebahasaan saking tulisan sing bentuke tulisan

ngejelasaken mengenai ngejelasaken (deskripsi)

objek sepertos sekolah, tentang objek sekolah,

tempat dolanan, tempat dolanan, makam

pelabuhan, makam wali- wali-wali, pelabuhan lan

wali, lan lain laine sing lain laine sing pernah di

pernah di waca lan di waca lan di pireng.

pireng.

2 3.2 Nelitini fungsi 4.2 Ngejelasaken isi

social, susunan teks lan tulisan sing ngejelasaken

unsur kebahasaan sing tentang gambar, nguningi

berhubungan sereng tugas tugas profesi,

kegiatan nyapa, kegiatan nyapa,

ngenalaken diri, ngenalaken diri,

ngenalaken wong sanes, ngenalaken wong sanes,

ngenalaken wong tua. ngenalaken wong tua.

Edisi Mandiri Belajar : 56

3 3.1 Nelitini tulisan 4.3 Damel cerita sing

nyeritakaken pengalaman ngejelasaken tentang

mengenai objek sepertos kegiatan kegiatan

sekolah, tempat dolanan, perdagangan sing wenten

makam wali-wali, ing pasar tradisional. Lan

pelabuhan, lan lain laine damel cerita sing asale

sing pernah di baca lan di saking gambar, sing isine

pireng. Lan ngejelasaken tentang

ngedongengaken kesenian gambar niku.

kendang, lan pencak silat,

serta ngedongengaken

kegiatan kegiatan sing

wenten ning pasar

tradisional.

4 3.4 Ngamati teks 4.4 Nulisaken bagian

narasi mengenai susunan bagian penting isi teks

badan menusa lan fungsi narasi mengenai susunan

fungsi organ badan, serta badan manusia lan fungsi

cara ngejaga kesehatan fungsi organ badan serta

badan. car acara ngejaga

kesehatan badan.

5 3.5 Nelitini tulisan, 4.5 Nyuguhaken data

struktur teks, lan unsur pikiran lan perasaan sing

kebahasaan sing bentuke tulisan

menyangkut mengenai ngejelasaken (deskripsi)

sejarah asal mula tentang objek-objek situs

kewentenan kesultanan tetinggale kesultanan

banten banten.

6 3.6 Nelitini tulisan 4.6 Ngederebeni

kelawan cara ngewaca, pemahaman lan bangkit

nulis, lan mirengaken nyuguhaken data secara

informasi mengenai cerita kontekstual terkait cerita

rakyat sing asale saking rakyat sing asale saking

cilegon. masyarakat cilegon, damel

Edisi Mandiri Belajar : 57

kata sifat, damel cerita
pendek tentang cerita
tokoh cilegon, sejarah
nami nami tempat atawa
kampung sing wenten ning
cilegon.

7 3.7 Nelitini fungsi 4.7 Nerjemahaken

social, struktur tulisan, kalimat saking Bahasa

sing ngisungi informasi Indonesia ing Bahasa jawa

mengenai nami nami cilegon terkait nami nami

dinten, nami nami bulan, dinten, nami nami bulan

sing wenten ning kalender sing wenten ing kalender

hijriyah, lan bedane hijriyah, lan bedane antara

kalender hijriyah sereng kalender hijriyah sereng

kalender masehi. Budaya kalender masehi. Budaya

atanapi kebiasaan atanapi kebiasaan

masyarakat cilegon sing masyarakat cilegon sing

berhubungan sereng bulan berhubungan sereng bulan

bulan ing kalender hijriyah bulan ing kalender

hijriyah.

8 3.8 Nelitini isi tulisan 4.8 Nulis puisi lan

prosa, narasi puisi ngewaca puisi berbahasa

berbahasa jawa cilegon, jawa cilegon sing

sing derebeni sifat ngederebeni sifat sifat

melankolis, romantic, romantis, halus, lan

halus, lan ngewakili nilai ngewakili nilai nilai

nilai karakter masyarakat karakter masyarakat

cilegon sing santun, cilegon sing santun, ramah,

ramah, wanten, lan taat ing wanten, lan taat ning

ajaran agama. ajaran agama

9 3.9 Nelitini tulisan 4.9 Damel tulisan
ngejelasaken mengenai ngejelasaken mengenai
objek dolanan tradisional objek dolanan tradisional
anak sing wenten ning anak sing wenten ning

Edisi Mandiri Belajar : 58

masyarakat cilegon masyarakat cilegon

sepertos, dolanan gobag, sepertos, dolanan gobag,

dolanan das-dasan, dolanan das-dasan,

dolanan kasti, dolanan dolanan kasti, dolanan

dingklang, dolanan dingklang, dolanan

susupan, dolanan gatik, susupan, dolanan gatik,

dolanan jangkung, lan lain dolanan jangkung, lan lain

laine. laine.

10 3.10 Nelitini tulisan 4.10 Ngedamelaken

ngejelasaken (deskripsi) tulisan ngejelasaken

mengenai napa saos (deskripsi) mengenai napa

kedaharan tradisional khas saos kedaharan tradisional

cilegon, ngenali kedaharan khas cilegon, ngenali

tradisional rabeg, praktek kedaharan tradisional

cara damel kue gipang, rabeg, praktek cara damel

praktek cara damel kue kue gipang, praktek cara

rengginang, praktek cara damel kue rengginang,

damel kue gegemblong. praktek cara damel kue

gegemblong

11 3.11 Nelitini isi tulisan 4.11 Damel tulisan
narasi tentang perlune narasi tentang perlune
ngebiasakaken ngewace ngebiasakaken ngewace
doa sederenge ngelakoni doa sederenge ngelakoni
kegiatan tiap dinten, kegiatan tiap dinten,
sepertos doa ayun sareh, sepertos doa ayun sareh,
doa tangi sareh, doa ayun doa tangi sareh,doa ayun
dahar, doa ngelebet ing dahar, doa ngelebet ing wc,
wc, lan doa doa sing liane. lan doa doa sing liane.

12 3.12 Nelitini tulisan 4.12 Damel tulisan

ngejelasaken (deskripsi) ngejelasaken (deskripsi)

mengenai kalimat berita, mengenai kalimat berita,

kalimat peringetan, kalimat peringetan, kalimat

kalimat anjuran, kata anjuran, kata ulang, kata

ulang, kata majemuk. majemuk.

Edisi Mandiri Belajar : 59

2) Kompetensi Dasar (KD) Bahasa Daerah Kelas VIII
Kompetensi Dasar Spiritual :
1.1 Menerima anugerah Tuhan Yang Maha Esa berupa bahasa
Jawe Cilegon sebagai bahasa Ibu yang mendukung bahasa
Indonesia sebagai bahasa persatuan dan kesatuan bangsa
1.2 Menerima anugerah Tuhan Yang Maha Esa berupa bahasa
Jawe Cilegon dengan Memanfaatkannya sebagai sarana
komunikasi/bahasa pergaulan etnik
Kompetensi Dasar Sosial :
2.1 Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri
dalam menyampaikan informasi atau menanggapi berbagai
hal/keperluan sesuai dengan tata krama Jawe Cilegon .
2.2 Menunjukkan perilaku berbahasa yang santun yang
ditunjukkan dengan ketepatan penggunaan ragam bahasa
bebasan jawe Cilegon
Kompetensi dasar pengetahuan dan kompetensi dasar
keterampilan diantaranya sebagai berikut :
Kompetensi Dasar Pengetahuan Kompetensi Dasar Keterampilan

3.1 Memahami isi teks cerita 4.1 Menceritakan kembali cerita

legenda. legenda.

3.2 Mengidentifikasi unsur unsur 4.2 Meyimpulkan isi berita yang
teks berita yang didengar dan didengar atau dibaca
dibaca

3.3 Menelaah struktur dan 4.3 Menyajikan data dan

kebahasaan teks berita yang informasi dalam bentuk berita

didengar atau dibaca secara lisan dan tulisan.

3.4 mengidentifikas informasi teks 4.4 menyimpulkan informasi teks
iklan, slogan, atau poster (yang iklan, slogan, atau poster (yang
membuat bangga dan memotivasi ) membuat bangga dan memotivasi
dari berbagai sumber yang dibaca ) dari berbagai sumber yang

Edisi Mandiri Belajar : 60

dan didengar. dibaca dan didengar.

3.5 menelaah pola penyajian dan 4.5 menyajikan gagasan, pesan
kebebasan teks iklan, slogan, atau dan ajakan dalam bentuk iklan,
poster (yang membuat bangga dan slogan, atau poster secara lisan
memotivasi ) dari berbagai sumber dan tulisan
yang dibaca dan didengar.

3.6 Mengidentifikas unsur unsur 4.6 Menyimpulkan unsur unsur
pembangun teks puisi yang pembangun dan makna teks puisi
diperdengarkan atau yang dibaca yang diperdengarkan atau yang

dibaca

3.7 Menelaah unsur unsur 4.7 Menyajikan gagasan,

pembangun teks puisi ( perjuangan, perasaan, dan pendapat dalam

lingkungan hidup, kondisi sosial bentuk teks puisi secara tulis atau

dan lain lain) yang diperdengarkan tulisan dengan memperhatikan

atau yang dibaca unsur unsur pembangun puisi

3.8. Menganalisis fungsi sosial, 4.8 Menyusun teks tulis undangan
struktur teks, dan unsur kebahasaan resmi, dengan memperhatikan
dari teks undangan resmi, setengah fungsi sosial, struktur teks, dan
resmi dan tidak resmi sesuai unsur kebahasaan yang benar dan
dengan konteks penggunaannya sesuai konteks.

3.9 Memahami norma-norma yang 4.9 Mengampanyekan perilaku

berlaku dalam kehidupan sesuai normanorma yang berlaku

bermasyarakat dalam dalam kehidupan

menyampaikan pendapat

3.10 Menganalisis bentuk-bentuk 4.10 Menunjukkan contoh contoh
musyawarah dan menyampaikan kegiatan musyawarh kehidupan
pendapat dalam kegiatan di masyarakat.
masyarakat

3.11. Memahami kaidah kaidah 4.11 Menulis abjad pegon
penulisan abjad pegon yang benar sesuai dengan kaidah kaidah yang

Edisi Mandiri Belajar : 61

berlaku

3.12 memahami alat alat musik 4.12 memainkan salah satu seni

dan budaya/tradisi yang ada di budaya kota Cilegon secara

kota Cilegon berkelompok

3.13 memahami keunikan budaya 4.13. membuat cerita keunikan

dan tradisi yang ada dikota budaya dan tradisi yang ada

Cilegon dikota Cilegon

3. Kegiatan Pengembangan Diri

Secara konseptual, dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor
22 Tahun 2006 kita mendapati rumusan tentang pengembangan diri,
sebagai berikut :

Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh
oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada
peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai
dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan
kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau
dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat
dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan
diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan
dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan
pengembangan karir peserta didik.

Berdasarkan rumusan di atas dapat diketahui bahwa Pengembangan Diri
bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Dengan
sendirinya, pelaksanaan kegiatan pengembangan diri jelas berbeda dengan
pelaksanaan kegiatan belajar mengajar mata pelajaran. Seperti pada
umumnya, kegiatan belajar mengajar untuk setiap mata pelajaran
dilaksanakan dengan lebih mengutamakan pada kegiatan tatap muka di
kelas, sesuai dengan alokasi waktu yang telah ditentukan berdasarkan

Edisi Mandiri Belajar : 62

kurikulum (pembelajaran reguler), di bawah tanggung jawab guru yang
berkelayakan dan memiliki kompetensi di bidangnya. Walaupun untuk hal
ini dimungkinkan dan bahkan sangat disarankan untuk mengembangkan
kegiatan pembelajaran di luar kelas guna memperdalam materi dan
kompetensi yang sedang dikaji dari setiap mata pelajaran.

Sedangkan kegiatan pengembangan diri seyogyanya lebih banyak
dilakukan di luar jam reguler (jam efektif), melalui berbagai jenis kegiatan
pengembangan diri. Salah satunya dapat disalurkan melalui berbagai
kegiatan ekstra kurikuler yang disediakan sekolah, di bawah bimbingan
pembina ekstra kurikuler terkait, baik pembina dari unsur sekolah maupun
luar sekolah. Namun perlu diingat bahwa kegiatan ekstra kurikuler yang
lazim diselenggarakan di sekolah, seperti: (a). Kegiatan Keagamaan, (b).
Olah Raga Kesehatan, (c). Kesenian, (d). Kepemimpinan, (e). Kelompok
Belajar Mandiri.

Selama masa pandemi, tidak semua kegiatan pengembangan diri dapat
dilaksanakan. Kegiatan pengembangan diri yang tetap dilakukan selama
pandemic diantaranya yaitu kegiatan pramuka yang dilaksanakan secara
daring melalui google classroom setiap hari sabtu selama 2 jam pelajaran
yaitu dari pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 09.20 WIB

a. Ruang Lingkup dan Strategi Kegiatan Pengembangan Diri
Pengembangan diri di SMP Negeri 11 Cilegon dilakukan dengan
mengembangkan budaya dan karakter peserta didik sebagai pribadi,
anggota masyarakat di mana peserta didik berada, dan sebagai masyarakat
global yang memiliki daya saing. Pengembangan diri meliputi kegiatan
terprogram dan tidak terprogram. Kegiatan terprogram direncanakan
secara khusus dan diikuti oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan dan
kondisi pribadinya. Kegitan tidak terprogram dilaksanakan secara lansung
oleh pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah yang diikuti oleh semua
peserta didik.

Edisi Mandiri Belajar : 63

1.1. Pengembangan diri melalui Kegiatan Ekstrakurikuler
merupakan pengembangan potensi dan pengekspresian diri,
adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan diluar jam pelajaran.
Kegiatan ini dikoordinasikan di bawah wakil kepala urusan
kesiswaan selaku koordinator kegiatan ekstrakurikuler dalam bentuk
(Kerohanian, Kesenian, Olah Raga Kesehatan, Kelompok Belajar
Mandiri, dan Kepemimpinan, Kewirausahaan, IT, Peduli
Lingkungan Hidup, Pers, pengembangan bakat dan minat,
pengembangan kreativitas, pengembangan kompetensi dan
kebiasaan dalam kehidupan, pengembangan kemampuan kehidupan
keagamaan, pengembangan kemampuan sosial, pengembangan
wawasan dan perencanaan karir, pengembangan kemampuan
pemecahan masalah, dan kemandirian). Setiap peserta didik
diberikan kesempatan untuk memilih jenis ekstrakurikuler yang ada
di SMP Negeri 11 Cilegon. Segala aktifitas peserta didik berkenaan
dengan kegiatan ekstrakurikuler di bawah pembinaan dan
pengawasan guru pembina yang telah ditugasi oleh Kepala Sekolah
dan pelaksanaannya di luar jam pelajaran.

1.2. Pengembangan Diri Bidang Budaya dan Karakter Bangsa
Pengenbangan diri bidang budaya dan karakter kangsa dintegrasikan
ke dalam mata pelajaran, pengembangan diri, dan budaya sekolah.
Guru dan sekolah mengintegrasikan nilai-nilai yang dikembangkan
dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa ke dalam Kurikulum,
silabus dan RPP.
1.2.1. Prinsip dan pendekatan pengembangan diri bidang budaya dan
karakter bangsa.
Dalam mengembangkan budaya dan karakter bangsa
menggunakan prinsip-prinsip sebagai berikut :
1.2.1.1. Berkelanjutan mengandung makna bahwa proses
pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa
merupakan sebuah proses panjang dimulai dari awal
peserta didik masuk sekolah sampai selesai

Edisi Mandiri Belajar : 64

1.2.1.2. Melalui semua mata pelajaran, pengembangan diri,
bidang budaya sekolah dan karakter bangsa
mensyaratkan bahwa proses pengembangan nilai-nilai
budaya dan karakter bangsa dilakukan melalui setiap
mata pelajaran, dan dalam setiap kegiatan kurikuler
dan ekstra kurikuler. Berikut gambar memperlihatkan
pengembangan nilai-nilai :

MATA PELAJARAN

NILAI PENGEMBANGAN

DIRI

BUDAYA SEKOLAH

Pengembangan Nilai-nilai Pendidikan Budaya dan
Karakter Bangsa
Pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa
melalui berbagai mata pelajaran yang telah ditetapkan
dalam Standar Isi (SI), digambarkan sebagai berikut:

NILAI MP 1
MP 2
MP 3
MP 4
MP 5
MP6
MP .n

Pengembangan Nilai-nilai Budaya dan Karakter
Bangsa Melalui Setiap Mata Pelajaran.
1.2.1.3. Nilai tidak diajarkan tapi dikembangkan
mengandung makna bahwa materi nilai-nilai budaya
dan karakter bangsa bukanlah bahan ajar biasa.
Artinya, nilai-nilai tersebut tidak dijadikan pokok
bahasan yang dikemukakan seperti halnya ketika
mengajarkan suatu konsep, teori, prosedur, atau pun

Edisi Mandiri Belajar : 65

fakta seperti dalam mata pelajaran Agama Islam,

Bahasa Indonesia, PKn, IPA, IPS, Matematika,

Pendidikan jasmani dan kesehatan, Seni,

Ketrampilan, dan sebagainya.

1.2.1.4. Proses pendidikan dilakukan peserta didik secara

aktif dan menyenangkan. Prinsip ini menyatakan

bahwa proses pendidikan nilai-nilai budaya dan

karakter bangsa dilakukan oleh peserta didik bukan
oleh guru. Guru menerapkan prinsip ”tut wuri
handayani” dalam setiap perilaku yang ditunjukan

peserta didik. Prinsip ini juga menyatakan bahwa

proses pendidikan dilakukan dalam suasana belajar

yang menimbulkan rasa senang dan tidak

indoktrinatif.

1.2.2. Program Pengembangan Budaya dan Karakter Bangsa.

Pendidikan karakter bangsa di SMP Negeri 11 Cilegon

diintegrasikan pada semua mata pelajaran dengan nilai-nilai

karakter yang relevan dengan masing-masing mata pelajaran

tersebut, serta menerapkan keteladan yang dipraktekan dalam

kehidupan sehari-hari di sekolah. Pembentukan karakter

peserta didik melalui pembiasaan dan lingkungan guna

mengembangkan nilai-nilai karakter bangsa yang dilakukan

melalui kegiatan rutin, kegiatan spontan, kegiatan

terprogram, dan kegiatan keteladanan. Berikut uraian

kegiatan dalam rangka pembentukan budaya dan karakter

peserta didik di SMP Negeri 11 Cilegon;

1.2.2.1. Rutin, Kegiatan rutin merupakan kegiatan yang

dilakukan peserta didik secara terus menerus dan

konsisten setiap saat. Dalam pembinaan dan

pembentukan budaya dan karakter peserta didik

yang berbudi pekerti luhur dan berakhlak mulia serta

menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa

Edisi Mandiri Belajar : 66

terhadap Tuhan Yang Maha Esa, SMP Negeri 11
Cilegon melakukan kegiatan melalui (1) Upacara
bendera setiap hari Senin, (2) Sebelum pelajaran
dimulai dan setelah mengakhiri pelajaran setiap
kelas membaca do’a, (3) Menyimak bacaan surat
pendek dalam Al-Qur’an sebelum dimulai belajar,
(4) Membersihkan kelas serta halaman sebelum dan
sesudah belajar, (5) Membuang sampah pada tempat
yang telah disediakan di depan kelas masing-masing,
(6) Mengikuti semua pelajaran yang disampaikan
guru dengan tekun dan cermat, (7) Sholat berjamaah,
(8) Pemeriksaan kebersihan badan serta pakaian
sebelum masuk kelas, (9) Merawat dan Menyiram
tanaman yang ada dilingkungan kelas dan sekolah,
(10) Mengucapkan salam dan bersalaman bila
bertemu dengan guru, kepala sekolah dan stap tata
usaha, (11) Melaksanakan Imtaq pada setiap hari
jum’at mulai pukul 07.00 sampai dengan 08.00, (12)
Membaca buku di perpustakaan, (13) Pemeriksaan
kesehatan (minggu pertama setiap bulan)
1.2.2.2. Terprogram, untuk mendukung keterlaksanaan
pendidikan budaya dan karakter bangsa maka
sekolah harus dikondisikan sebagai pendukung
kegiatan tersebut. Sekolah harus mencerminkan
kehidupan sekolah yang mencerminkan nilai-nilai
dalam budaya dan karakter bangsa yang diinginkan.
Kegiatan yang dilakukan antara lain; (1) Kegiatan
keagamaan (Pesantren Kilat), (2) Pekan Kreativitas
dan olahraga antar kelas, (3) Peringatan hari-hari
besar nasional, (4) Karya wisata, darma wisata,
outing class / study tour

Edisi Mandiri Belajar : 67

1.2.2.3. Spontan, Kegiatan spontan yaitu kegiatan yang
dilakukan secara spontan pada saat itu juga.
Kegiatan ini dilakukan biasanya pada saat guru dan
tenaga kependidikan yang lain mengetahui adanya
perbuatan yang kurang baik dari peserta didik yang
harus dikoreksi pada saat itu juga. Program spontan
yang biasa dilakukan antara lain; (1) Memberi
salam, (2) Membuang sampah pada tempatnya, (3)
Membiasakan antri, (4) Membantu temannya yang
terkena musibah, (5) Berdiskusi dengan baik dan
benar, (6) Menghargai orang lain, (7) Menghargai
waktu

1.2.2.4. Teladan. Keteladanan adalah perilaku dan sikap
guru dan tenaga kependidikan yang lain dalam
memberikan contoh terhadap tindakan-tindakan
yang baik sehingga diharapkan menjadi panutan
bagi peserta didik untuk mencontohnya.di antaranya;
(1) Berpakaian rapih bersih, dan berdasi, (2) Khusus
hari Jum’at berpakaian ciri khas sekolah, (3) Tepat
waktu dalam segala hal, (4) Penampilan sederhana,
(6) Tidak merokok

1.2.3. Pengintegrasian dalam mata pelajaran. Pengembangan
nilai-nilai pendidikan budaya dan karakater bangsa
diintegrasikan dalam setiap pokok bahasan dari setiap mata
pelajaran. Nilai-nilai tersebut dicantumkan dalam silabus dan
RPP.

1.2.4. Budaya Sekolah. Budaya sekolah cakupannya sangat luas,
umumnya mencakup ritual, harapan, hubungan, demografi,
kegiatan kurikuler, kegiatan ekstrakurikuler, proses
mengambil keputusan, kebijakan maupun interaksi sosial
antar komponen di sekolah. Budaya sekolah adalah suasana
kehidupan sekolah dimana peserta didik berinteraksi dengan

Edisi Mandiri Belajar : 68

sesamanya, guru dengan guru, konselor dengan sesamanya,
pegawai administrasi dengan sesamanya, dan antar anggota
kelompok masyarakat sekolah. Interaksi internal kelompok
dan antar kelompok terikat oleh berbagai aturan, norma,
moral serta etika bersama yang berlaku di suatu sekolah.
Kepemimpinan, keteladanan, keramahan, toleransi, kerja
keras, disiplin, kepedulian sosial, kepedulian lingkungan, rasa
kebangsaan, dan tanggungjawab merupakan nilai-nilai yang
dikembangkan dalam budaya sekolah.

Edisi Mandiri Belajar : 69

PROGRAM PENDIDIKAN KARAK
TAHUN PELAJA

NO NILAI YANG TUJUAN KEGIATAN
DIKEMBANGKAN
Shalat Duhur Berjamaa
1. RELIGIUS Menanamkan sikap religi,
Sholat Dhuha
beriman dan bertaqwa Tadarus

kepada Allah SWT Doa awal dan akhir
pelajaran

Amaliah Ramadhan
Amaliah Qurban
Pesantren Kilat

Kegiatan 3S

PHBI/PHBN

Training ESQ

2 JUJUR Menanamkan sikap jujur Larangan menyontek da

dalam pikiran, perkataan dan sangsi berat untuk tindak

perbuatan menyontek

3 DISLIPIN dan Menanamkan sikap taat Datang tepat waktu

TANGGUNG terhadap aturan dan

JAWAB bertanggung jawab terhadap Belajar tepat waktu
segala tindakan Pelaksanaan tata tertib

sekolah

Mengerjakan PR dan

Tugas-tugas

Pramuka

Larangan Membawa H

KTER SMP NEGERI 11 CILEGON
ARAN 2022/2023

WAKTU SASARAN PENANGGUNG JAWAB

ah Setiap hari KBM Guru dan murid Guru agama, Rohis dan
Guru dan Siswa semua guru
Setiap 3 Minggu Hari Jum’at
Setiap hari Siswa Guru agama, dan semua guru
Guru dan Siswa Wali Kelas
Awal dan Akhir KBM Guru dan Siswa
Guru dan Siswa Wali Kelas dan Ketua Kelas
Bulan Ramadhan Panitia Ramadhan
Hari Raya Kurban Guru Panitia Qurban
Bulan Ramadhan Guru dan Siswa Guru dan Team
Pagi Hari Saat Penyambutan Seluruhnya
Guru dan Siswa
Murid Kordinator dan OSIS
Hari Besar Islam / Kelas 9
Kesiswaan
Nasional

Menjelang UNBK

an PH, PTS, PAS, TO, USBN dan Siswa Pengawas ruang
kan UNBK

Setiap hari sekolah Guru & Siswa Guru Piket
Guru & Siswa Wakasek Kurikulum, Guru
Setiap KBM
b Setiap hari sekolah Siswa Piket
n Kondisional Wakasek Kesiswaan
Siswa
Setiap sabtu Siswa Guru Mapel
HP Setiap hari sekolah Siswa Pembina Pramuka
Wakasek Kesiswaan

Edisi Mandiri Belajar : 70

NO NILAI YANG TUJUAN KEGIATAN
DIKEMBANGKAN
Perata
4 POLA HIDUP Hidup bersih dan sehat Anjuran buang sampah
BERSIH & SEHAT
pada tempatnya
5 DEMOKRATIS Berjiwa demokratis dalam Membiasakan pemilaha
kehidupan sampah organic dan no

6 PEDULI SOSIAL Menanamkan jiwa empati organic

DAN terhadap penderitaan orang Jumat Bersih

LINGKUNGAN lain dan berusaha untuk Pemilihan pengurus OS
secara demokratis
meringankannya serta
Pemilihan pengurus kel
menanamkan kepedulian secara demokratis

terhadap lingkungan Baksos Amaliah

7 LEADERSHIP DAN Menanamkan Jiwa Pengumpulan Zakat Inf
dan Shadaqah
MANDIRI Pemimpin dan melatih
Pengumpulan Infaq da
Kemandirian shadaqh

Pengumpulan Baksos
(Peduli Bencana)
Buka Bersama
LDKS

Pemilihan pengurus OS

WAKTU SASARAN PENANGGUNG JAWAB

Desember Siswa Pembina Pramuka
h Setiap hari sekolah Siswa dan Guru Wakasek Kesiswaan
an
on Setiap hari sekolah Siswa dan Guru Wakasek Kesiswaan

Setiap 3 minggu sekali Siswa dan Wali Wakasek Kesiswaan
SIS Oktober 2021 Kelas
las Juli 2021 Siswa Pembina Dan Pengurus OSIS

Awal masuk semester 1 Siswa Walikelas
faq Bulan Ramadhan Wakasek Kesiswaan dan
an Setiap hari Jum’at Siswa
s Kondisional Pembina OSIS
Siswa Guru agama, dan semua guru
Ramadhan 2022
September 2021 Siswa Pembina Imtaq
SIS Oktober 2021
Siswa Panitia
Siswa dan Guru Panitia Ramadhan
Pembina dan Pengurus OSIS
Siswa Pembina Dan Pengurus OSIS
Siswa

Edisi Mandiri Belajar : 71

Pengembangan diri diarahkan dalam pengembangan karakter peserta didik
yang ditujukan untuk mengatasi persoalan dirinya, persoalan masyarakat
di lingkungan sekitarnya, dan persoalan kebangsaan.

Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi
peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan
kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Memiliki posisi
sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik dengan
melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin
relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya
kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja.

b. Pelayanan Bimbingan Konseling
Pelayanan Bimbingan dan Konseling adalah kegiatan Guru Bimbingan
dan Konseling atau Konselor dalam menyusun rencana konseling,
melaksanakan, mengevaluasi proses dan hasil pelayanan bimbingan dan
konseling, serta melakukan perbaikan tindak lanjut memanfaatkan hasil
evaluasi. Pelayanan bimbingan dan konseling (BK), sebagai bagian dari
upaya pendidikan, pada satuan pendidikan merupakan usaha membantu
peserta didik dalam rangka pengembangan potensi mereka secara optimal.
Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor adalah guru yang
mempunyai tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh
dalam kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling terhadap sejumlah
peserta didik. Pelayanan Bimbingan Konseling selama masa darurat
(pandemic) dilakukan lebih banyak melalui komunikasi telephon, media
social, google meet maupun google classroom. Akan tetapi untuk kasus-
kasus tertentu yang memang membutuhkan tatap muka, maka peserta
didik akan dipanggil ke sekolah dan dilakukan konseling secara tatap
muka langsung dengan guru BK atau dapat juga dengan dilakukan
kunjungan oleh guru BK ke rumah peserta didik.
1) Komponen Layanan Bimbingan dan Konseling

Bimbingan dan konseling mencakup komponen-komponen berikut ini.
i. Jenis Layanan meliputi :

Edisi Mandiri Belajar : 72

a) Layanan Orientasi yaitu layanan bimbingan dan konseling yang
membantu peserta didik memahami lingkungan baru, seperti
lingkungan satuan pendidikan bagi siswa baru, dan obyek-obyek
yang perlu dipelajari, untuk menyesuaikan diri serta
mempermudah dan memperlancar peran di lingkungan baru yang
efektif dan berkarakter.

b) Layanan Informasi yaitu layanan bimbingan dan konseling yang
membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai
informasi diri, sosial, belajar, karir/ jabatan, dan pendidikan
lanjutan secara terarah, objektif dan bijak.

c) Layanan Penempatan dan Penyaluran yaitu layanan bimbingan
dan konseling yang membantu peserta didik memperoleh
penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas, kelompok
belajar, peminatan/lintas minat/pendalaman minat, program
latihan, magang, dan kegiatan ekstrakurikuler secara terarah,
objektif dan bijak.

d) Layanan Penguasaan Konten yaitu layanan bimbingan dan
konseling yang membantu peserta didik menguasai konten
tertentu, terutama kompetensi dan atau kebiasaan dalam
melakukan, berbuat atau mengerjakan sesuatu yang berguna
dalam kehidupan di sekolah/sekolah, keluarga, dan masyarakat
sesuai dengan tuntutan kemajuan dan berkarakter-cerdas yang
terpuji, sesuai dengan potensi dan peminatan dirinya.

e) Layanan Konseling Perseorangan yaitu layanan bimbingan dan
konseling yang membantu peserta didik dalam mengentaskan
masalah pribadinya melalui prosedur perseorangan.

f)Layanan Bimbingan Kelompok yaitu layanan bimbingan dan
konseling yang membantu peserta didik dalam pengembangan
pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar,
karir/jabatan, dan pengambilan keputusan, serta melakukan
kegiatan tertentu sesuai dengan tuntutan karakter yang terpuji
melalui dinamika kelompok.

Edisi Mandiri Belajar : 73

g) Layanan Konseling Kelompok yaitu layanan bimbingan dan
konseling yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan
pengentasan masalah yang dialami sesuai dengan tuntutan
karakter-cerdas yang terpuji melalui dinamika kelompok.

h) Layanan Konsultasi yaitu layanan bimbingan dan konseling yang
membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh
wawasan, pemahaman, dan cara-cara dan atau perlakuan yang
perlu dilaksanakan kepada pihak ketiga sesuai dengan tuntutan
karakter-cerdas yang terpuji.

i) Layanan Mediasi yaitu layanan bimbingan dan konseling yang
membantu peserta didik dalam menyelesaikan permasalahan dan
memperbaiki hubungan dengan pihak lain sesuai dengan tuntutan
karakter-cerdas yang terpuji.

j) Layanan Advokasi yaitu layanan bimbingan dan konseling yang
membantu peserta didik untuk memperoleh kembali hak-hak
dirinya yang tidak diperhatikan dan/atau mendapat perlakuan
yang salah sesuai dengan tuntutan karakter-cerdas yang terpuji.

ii. Kegiatan Pendukung Layanan meliputi:
a) Aplikasi Instrumentasi yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang
diri siswa dan lingkungannya, melalui aplikasi berbagai
instrumen, baik tes maupun non-tes.
b) Himpunan Data yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan
dengan pengembangan peserta didik, yang diselenggarakan secara
berkelanjutan, sistematis, komprehensif, terpadu, dan bersifat
rahasia.
c) Konferensi Kasus yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta
didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak
yang dapat memberikan data, kemudahan dan komitmen bagi
terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan, yang
bersifat terbatas dan tertutup.

Edisi Mandiri Belajar : 74

d) Kunjungan Rumah yaitu kegiatan memperoleh data, kemudahan
dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui
pertemuan dengan orang tua dan atau anggota keluarganya.

e) Tampilan Kepustakaan yaitu kegiatan menyediakan berbagai
bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam
pengembangan pribadi, kemampuan sosial, kegiatan belajar, dan
karir/ jabatan.

f) Alih Tangan Kasus yaitu kegiatan untuk memin-dahkan
penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian
dan kewenangan ahli yang dimaksud.

iii. Format Layanan meliputi:
a) Individual yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling yang
melayani peserta didik secara perorangan.
b) Kelompok yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling yang
melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika
kelompok.
c) Klasikal yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling yang
melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas rombongan
belajar.
d) Lapangan yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling yang
melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di
luar kelas atau lapangan.
e) Pendekatan Khusus/Kolaboratif yaitu format kegiatan bimbingan
dan konseling yang melayani kepentingan peserta didik melalui
pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan
kemudahan.
f) Jarak Jauh yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling yang
melayani kepentingan siswa melalui media dan/ atau saluran jarak
jauh, seperti surat dan sarana elektronik.

Edisi Mandiri Belajar : 75

2) Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling
a) Program Layanan
Dari segi unit waktu sepanjang tahun ajaran pada satuan
pendidikan, ada lima jenis program layanan yang disusun dan
diselenggarakan dalam pelayanan bimbingan dan konseling, yaitu
sebagai berikut :
i. Program Tahunan yaitu program pelayanan bimbingan dan
konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun ajaran
untuk masing-masing kelas rombongan belajar pada satuan
pendidikan.
ii. Program Semesteran yaitu program pelayanan bimbingan dan
konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang
merupakan jabaran program tahunan.
iii. Program Bulanan yaitu program pelayanan bimbingan dan
konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang
merupakan jabaran program semesteran.
iv. Program Mingguan yaitu program pelayanan bimbingan dan
konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang
merupakan jabaran program bulanan.
v. Program Harian yaitu program pelayanan bimbingan dan
konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu
minggu. Program harian merupakan jabaran dari program
mingguan dalam bentuk Satuan Layanan atau Rencana Program
Layanan dan/atau Satuan Kegiatan Pendukung atau Rencana
Kegiatan Pendukung pelayanan bimbingan dan konseling.

b) Penyelenggaraan Layanan
Sebagai pelaksana pelayanan bimbingan dan konseling, Guru
Bimbingan dan Konseling atau Konselor bertugas dan
berkewajiban menyelenggarakan layanan yang mengarah pada :
i. Pelayanan Dasar, yaitu pelayanan mengarah kepada
terpenuhinya kebutuhan siswa yang paling elementer, yaitu
kebutuhan makan dan minum, udara segar, dan kesehatan,

Edisi Mandiri Belajar : 76

serta kebutuhan hubungan sosio-emosional. Orang tua, guru
dan orang-orang yang dekat (significant persons) memiliki
peranan paling dominan dalam pemenuhan kebutuhan dasar
siswa. Dalam hal ini, Guru Bimbingan dan Konseling atau
Konselor pada umumnya berperan secara tidak langsung dan
mendorong para significant persons berperan optimal dalam
memenuhi kebutuhan paling elementer siswa.
ii. Pelayanan Pengembangan, yaitu pelayanan untuk
mengembangkan potensi peserta didik sesuai dengan tahap-
tahap dan tugas-tugas perkem-bangannya. Dengan pelayanan
pengembangan yang cukup baik siswa akan dapat menjalani
kehidupan dan perkembangan dirinya dengan wajar, tanpa
beban yang memberatkan, memperoleh penyaluran bagi
pengembangan potensi yang dimiliki secara optimal, serta
menatap masa depan dengan cerah. Upaya pendidikan pada
umumnya merupakan pelaksanaan pelayanan pengembangan
bagi peserta didik. Pada satuan-satuan pendidikan, para
pendidik dan tenaga kependidikan memiliki peran dominan
dalam penyelenggaraan pengembangan terhadap siswa. Dalam
hal ini, pelayanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan
oleh Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor selalu
diarahkan dan mengacu kepada tahap dan tugas perkembangan
siswa.
iii. Pelayanan Arah Peminatan/Lintas Minat/Pendalaman Minat
Studi Siswa, yaitu pelayanan yang secara khusus tertuju
kepada peminatan/lintas minat/pendalaman minat peserta didik
sesuai dengan konstruk dan isi kurikulum yang ada. Arah
peminatan/lintas minat/pendalaman minat ini terkait dengan
bidang bimbingan pribadi, sosial, belajar, dan karir dengan
menggunakan segenap perangkat (jenis layanan dan kegiatan
pendukung) yang ada dalam pelayanan Bimbingan dan
Konseling. Pelayanan peminatan/lintas minat/pendalaman

Edisi Mandiri Belajar : 77

minat peserta didik ini terkait pula dengan aspek-aspek
pelayanan pengembangan tersebut di atas.
iv. Pelayanan Teraputik, yaitu pelayanan untuk menangani
pemasalahan yang diakibatkan oleh gangguan terhadap
pelayanan dasar dan pelayanan pengembangan, serta
pelayanan peminatan. Permasalahan tersebut dapat terkait
dengan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kehidupan
keluarga, kegiatan belajar, karir. Dalam upaya menangani
permasalahan peserta didik, Guru Bimbingan dan Konseling
atau Konselor memiliki peran dominan. Peran pelayanan
teraputik oleh Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor
dapat menjangkau aspek-aspek pelayanan dasar, pelayanan
pengembangan, dan pelayanan peminatan.
v. Pelayanan Diperluas, yaitu pelayanan dengan sasaran di luar
diri siswa pada satuan pendidikan, seperti personil satuan
pendidikan, orang tua, dan warga masyarakat lainnya yang
semuanya itu terkait dengan kehidupan satuan pendidikan
dengan arah pokok terselenggaranya dan suskesnya tugas
utama satuan pendidikan, proses pembelajaran, optimalisasi
pengembangan potensi peserta didik. Pelayanan diperluas ini
dapat terkait secara langsung ataupun tidak langsung dengan
kegiatan pelayanan dasar, pengembangan peminatan, dan
pelayanan teraputik tersebut di atas.

c) Waktu dan Posisi Pelaksanaan Layanan
Semua kegiatan mingguan (kegitan layanan dan/ atau pendukung
bimbingan dan konseling) diselenggarakan di dalam kelas (sewaktu
jam pembelajaran berlangsung) dan/atau di luar kelas (di luar jam
pembelajaran).
c.1). Di dalam jam pembelajaran:
c.1.1). Kegiatan tatap muka dilaksanakan secara klasikal
dengan rombongan belajar siswa dalam tiap kelas untuk
menyelenggarakan layanan informasi, penempatan dan
penyaluran, penguasaan konten, kegiatan instrumentasi,

Edisi Mandiri Belajar : 78

serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di
dalam kelas.
c.1.2). Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua)
jam per kelas rombongan belajar per minggu dan
dilaksanakan secara terjadwal.

c.1.3). Kegiatan tatap muka nonklasikal diselenggarakan dalam
bentuk layanan konsultasi, kegiatan konferensi kasus,
himpunan data, kunjungan rumah, tampilan
kepustakaan, dan alih tangan kasus.

c.2). Di luar jam pembelajaran:
c.2.1). Kegiatan tatap muka non klasikal dengan siswa
dilaksanakan untuk layanan orientasi, konseling
perorangan, bimbingan kelompok, konseling kelompok,
mediasi, dan advokasi serta kegiatan lainnya yang
dapat dilaksana-kan di luar kelas.

c.2.2). Satu kali kegiatan layanan/pendukung bimbingan dan
konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran
ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka
dalam kelas.

c.2.3). Kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling di luar
jam pembelajaran satuan pendidikan maksimum 50%
dari seluruh kegiatan pelayanan bimbingan dan
konseling, diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan
satuan pendidikan.

d). Program pelayanan bimbingan dan konseling pada masing-masing
satuan pendidikan dikelola oleh Guru Bimbingan dan Konseling
atau Konselor dengan memperhatikan keseimbangan dan
kesinambungan program antar kelas dan antar jenjang kelas, dan
mensinkronisasikan program pelayanan bimbingan dan konseling
dengan kegiatan pembelajaran mata pelajaran dan kegiatan ekstra
kurikuler dengan mengefektifkan dan mengefisienkan penggunaan
fasilitas satuan pendidikan.

Edisi Mandiri Belajar : 79

3) Pihak Yang Terlibat
Pelaksana utama pelayanan bimbingan dan konseling adalah Guru
Bimbingan dan Konseling atau Konselor. Penyelenggara pelayanan
bimbingan dan konseling di SMP Negeri 11 Cilegon adalah Guru
Bimbingan dan Konseling. Pelaksana Pelayanan Bimbingan dan
Konseling pada SMP Negeri 11 Cilegon.
a. Di SMP Negeri 11 Cilegon sudah tersedia 3 (dua) orang Guru
Bimbingan dan Konseling atau Konselor dengan rasio 1 : 260 (satu
Guru bimbingan dan konseling atau Konselor melayani 260 orang
siswa) pada tahun pelajaran 2022/2023.

b. Jika diperlukan Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor
yang bertugas dapat diminta bantuan untuk menangani
permasalahan peserta didik SD/MI dalam rangka pelayanan alih
tangan kasus.

Sebagai pelaksana utama kegiatan pelayanan bimbingan dan
konseling di SMP Negeri 11 Cilegon, Guru Bimbingan dan Konseling
atau Konselor wajib menguasai spektrum pelayanan pada umumnya,
khususnya pelayanan profesional bimbingan dan konseling, meliputi:
a) Pengertian, tujuan, prinsip, asas-asas, paradigma, visi dan misi

pelayana bimbingan dan konseling profesional
b) Bidang dan materi pelayanan bimbingan dan konseling, termasuk

di dalamnya materi pendidikan karakter dan arah peminatan siswa
c) Jenis layanan, kegiatan pendukung dan format pelayanan

bimbingan dan konseling
d) Pendekatan, metode, teknik dan media pelayanan bimbingan dan

konseling, termasuk di dalamnya pengubahan tingkah laku,
penanaman nilai-nilai karakter dan peminatan peserta didik.
e) Penilaian hasil dan proses layanan bimbingan dan konseling
f) Penyusunan program pelayanan bimbingan dan konseling
g) Pengelolaan pelaksanaan program pelayanan bimbingan dan
konseling
h) Penyusunan laporan pelayanan bimbingan dan konseling
i) Kode etik profesional bimbingan dan konseling
j) Peran organisasi profesi bimbingan dan konseling

Edisi Mandiri Belajar : 80

4) Strategi Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling
Strategi pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling terkait dengan
empat komponen program yaitu: (a) layanan dasar; (b) layanan
responsif; (c) perencanaan individual; dan (d) dukungan sistem.
a. Strategi untuk Layanan Dasar Bimbingan
a) Bimbingan Klasikal
Layanan dasar diperuntukan bagi semua peserta didik. Hal ini
berarti bahwa dalam peluncuran program yang telah dirancang
menuntut konselor untuk melakukan kontak langsung dengan
para peserta didik di kelas. Secara terjadwal, konselor
memberikan layanan bimbingan kepada para peserta didik.
Kegiatan layanan dilaksanakan melalui pemberian layanan
orientasi dan informasi tentang berbagai hal yang dipandang
bermanfaat bagi peserta didik.
Layanan orientasi pada umumnya dilaksanakan pada awal
pelajaran, yang diperuntukan bagi para peserta didik baru,
sehingga memiliki pengetahuan yang utuh tentang sekolah
yang dimasukinya. Kepada peserta didik diperkenalkan tentang
berbagai hal yang terkait dengan sekolah, seperti: kurikulum,
personel (pimpinan, para guru, dan staf administrasi), jadwal
pelajaran, perpustakaan, laboratorium, tata-tertib sekolah,
jurusan (untuk SLTA), kegiatan ekstrakurikuler, dan fasilitas
sekolah lainnya.
Layanan informasi merupakan proses bantuan yang diberikan
kepada para peserta didik tentang berbagai aspek kehidupan
yang dipandang penting bagi mereka, baik melalui komunikasi
langsung, maupun tidak langsung (melalui media cetak
maupun elektronik, seperti: buku, brosur, leaflet, majalah, dan
internet). Layanan informasi untuk bimbingan klasikal dapat
mempergunakan jam pengembangan diri. Agar semua peserta
didik terlayani kegiatan bimbingan klasikal perlu terjadwalkan
secara pasti untuk semua kelas.

Edisi Mandiri Belajar : 81

b) Bimbingan Kelompok
Konselor memberikan layanan bimbingan kepada peserta didik
melalui kelompok-kelompok kecil (5 s.d. 10 orang).
Bimbingan ini ditujukan untuk merespon kebutuhan dan minat
para peserta didik. Topik yang didiskusikan dalam bimbingan
kelompok ini, adalah masalah yang bersifat umum (common
problem) dan tidak rahasia, seperti: cara-cara belajar yang
efektif, kiat-kiat menghadapi ujian, dan mengelola stress.
Layanan bimbingan kelompok ditujukan untuk
mengembangkan keterampilan atau perilaku baru yang lebih
efektif dan produktif.

c) Berkolaborasi dengan Guru Mata Pelajaran dan Wali Kelas
Program bimbingan akan berjalan secara efektif apabila
didukung oleh semua pihak, yang dalam hal ini khususnya
para guru mata pelajaran dan wali kelas. Konselor
berkolaborasi dengan guru dan wali kelas dalam rangka
memperoleh informasi tentang peserta didik (seperti prestasi
belajar, kehadiran, dan pribadinya), membantu memecahkan
masalah peserta didik, dan mengidentifikasi aspek-aspek
bimbingan yang dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran.
Aspek-aspek itu di antaranya : (a) menciptakan sekolah dengan
iklim sosio-emosional kelas yang kondusif bagi belajar peserta
didik; (b) memahami karakteristik peserta didik yang unik dan
beragam; (c) menandai peserta didik yang diduga bermasalah;
(d) membantu peserta didik yang mengalami kesulitan belajar
melalui program remedial teaching; (e) mereferal
(mengalihtangankan) peserta didik yang memerlukan layanan
bimbingan dan konseling kepada guru pembimbing; (f)
memberikan informasi tentang kaitan mata pelajaran dengan
bidang kerja yang diminati peserta didik; (g) memahami
perkembangan dunia industri atau perusahaan, sehingga dapat
memberikan informasi yang luas kepada peserta didik tentang
dunia kerja (tuntutan keahlian kerja, suasana kerja, persyaratan

Edisi Mandiri Belajar : 82

kerja, dan prospek kerja); (h) menampilkan pribadi yang
matang, baik dalam aspek emosional, sosial, maupun moral-
spiritual (hal ini penting, karena guru merupakan “figur
central” bagi peserta didik); dan (i) memberikan informasi
tentang cara-cara mempelajari mata pelajaran yang
diberikannya secara efektif.

d) Berkolaborasi (Kerjasama) dengan Orang Tua
Dalam upaya meningkatkan kualitas peluncuran program
bimbingan, konselor perlu melakukan kerjasama dengan para
orang tua peserta didik. Kerjasama ini penting agar proses
bimbingan terhadap peserta didik tidak hanya berlangsung di
sekolah, tetapi juga oleh orang tua di rumah. Melalui
kerjasama ini memungkinkan terjadinya saling memberikan
informasi, pengertian, dan tukar pikiran antar konselor dan
orang tua dalam upaya mengembangkan potensi peserta didik
atau memecahkan masalah yang mungkin dihadapi peserta
didik.
Untuk melakukan kerjasama dengan orang tua ini, dapat
dilakukan beberapa upaya, seperti : (1) kepala sekolah atau
komite sekolah mengundang para orang tua untuk datang ke
sekolah (minimal satu semester satu kali), yang
pelaksanaannnya dapat bersamaan dengan pembagian rapor,
(2) sekolah memberikan informasi kepada orang tua (melalui
surat) tentang kemajuan belajar atau masalah peserta didik, dan
(3) orang tua diminta untuk melaporkan keadaan anaknya di
rumah ke sekolah, terutama menyangkut kegiatan belajar dan
perilaku sehari-harinya.

b. Strategi untuk Layanan Responsif
a) Konsultasi
Konselor memberikan layanan konsultasi kepada guru, orang
tua, atau pihak pimpinan sekolah dalam rangka membangun
kesamaan persepsi dalam memberikan bimbingan kepada para
peserta didik.

Edisi Mandiri Belajar : 83

b) Konseling Individual atau Kelompok
Pemberian layanan konseling ini ditujukan untuk membantu
para peserta didik yang mengalami kesulitan, mengalami
hambatan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya.
Melalui konseling, peserta didik (klien) dibantu untuk
mengidentifikasi masalah, penyebab masalah, penemuan
alternatif pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan
secara lebih tepat.
Konseling ini dapat dilakukan secara individual maupun
kelompok. Konseling kelompok dilaksanakan untuk membantu
peserta didik memecahkan masalahnya melalui kelompok.
Dalam konseling kelompok ini, masing-masing peserta didik
mengemukakan masalah yang dialaminya, kemudian satu sama
lain saling memberikan masukan atau pendapat untuk
memecahkan masalah tersebut.

c) Referal (Rujukan atau Alih Tangan)
Apabila konselor merasa kurang memiliki kemampuan untuk
menangani masalah klien, maka sebaiknya dia mereferal atau
mengalihtangankan klien kepada pihak lain yang lebih
berwenang, seperti psikolog, psikiater, dokter, dan kepolisian.
Klien yang sebaiknya direferal adalah mereka yang memiliki
masalah, seperti depresi, tindak kejahatan (kriminalitas),
kecanduan narkoba, dan penyakit kronis.

d) Bimbingan Teman Sebaya (Peer Guidance/Peer Facilitation)
Bimbingan teman sebaya ini adalah bimbingan yang dilakukan
oleh peserta didik terhadap peserta didik yang lainnya. Peserta
didik yang menjadi pembimbing sebelumnya diberikan latihan
atau pembinaan oleh konselor. Peserta didik yang menjadi
pembimbing berfungsi sebagai mentor atau tutor yang
membantu peserta didik lain dalam memecahkan masalah yang

Edisi Mandiri Belajar : 84

dihadapinya, baik akademik maupun non-akademik. Di
samping itu, dia juga berfungsi sebagai mediator yang
membantu konselor dengan cara memberikan informasi
tentang kondisi, perkembangan, atau masalah peserta didik
yang perlu mendapat layanan bantuan bimbingan atau
konseling.

c. Strategi untuk Layanan Perencanaan Individual
a) Penilaian Individual atau Kelompok (Individual or small-group
Appraisal)
Yang dimaksud dengan penilaian ini adalah konselor bersama
peserta didik menganalisis dan menilai kemampuan, minat,
keterampilan, dan prestasi belajar peserta didik. Dapat juga
dikatakan bahwa konselor membantu peserta didik
menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya, yaitu yang
menyangkut pencapaian tugas-tugas perkembangannya, atau
aspek-aspek pribadi, sosial, belajar, dan karier. Melalui
kegiatan penilaian diri ini, peserta didik akan memiliki
pemahaman, penerimaan, dan pengarahan dirinya secara
positif dan konstruktif.

b) Individual or Small-Group Advicement
Konselor memberikan nasihat kepada peserta didik untuk
menggunakan atau memanfaatkan hasil penilaian tentang
dirinya, atau informasi tentang pribadi, sosial, pendidikan dan
karir yang diperolehnya untuk (1) merumuskan tujuan, dan
merencanakan kegiatan (alternatif kegiatan) yang menunjang
pengembangan dirinya, atau kegiatan yang berfungsi untuk
memperbaiki kelemahan dirinya; (2) melakukan kegiatan yang
sesuai dengan tujuan atau perencanaan yang telah ditetapkan,
dan (3) mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukannya.

Edisi Mandiri Belajar : 85

d. Strategi untuk Dukungan Sistem
a) Pengembangan Professional
Konselor secara terus menerus berusaha untuk “meng-update”
pengetahuan dan keterampilannya melalui (1) in-service
training, (2) aktif dalam organisasi profesi, (3) aktif dalam
kegiatan-kegiatan ilmiah, seperti seminar dan workshop
(lokakarya), atau (4) melanjutkan studi ke program yang lebih
tinggi (Pascasarjana).
b) Pemberian Konsultasi dan Berkolaborasi
Konselor perlu melakukan konsultasi dan kolaborasi dengan
guru, orang tua, staf sekolah lainnya, dan pihak institusi di luar
sekolah (pemerintah, dan swasta) untuk memperoleh
informasi, dan umpan balik tentang layanan bantuan yang telah
diberikannya kepada para peserta didik, menciptakan
lingkungan sekolah yang kondusif bagi perkembangan peserta
didik, melakukan referal, serta meningkatkan kualitas program
bimbingan dan konseling. Dengan kata lain strategi ini
berkaitan dengan upaya sekolah untuk menjalin kerjasama
dengan unsur-unsur masyarakat yang dipandang relevan
dengan peningkatan mutu layanan bimbingan.
Jalinan kerjasama ini seperti dengan pihak-pihak (1) instansi
pemerintah, (2) instansi swasta, (3) organisasi profesi, seperti
ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia), (4)
para ahli dalam bidang tertentu yang terkait, seperti psikolog,
psikiater, dokter, dan orang tua peserta didik, (5) MGBK
(Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling), dan (6)
Depnaker (dalam rangka analisis bursa kerja/lapangan
pekerjaan).
c) Manajemen Program
Suatu program layanan bimbingan dan konseling tidak
mungkin akan tercipta, terselenggara, dan tercapai bila tidak
memiliki suatu sistem pengelolaan (manajemen) yang
bermutu, dalam arti dilakukan secara jelas, sistematis, dan
terarah. Berikut diuraikan aspek-aspek sistem manajemen
program layanan bimbingan dan konseling;

Edisi Mandiri Belajar : 86

c.1). Kesepakatan Manajemen
Kesepakatan manajemen atas program bimbingan dan
konseling sekolah diperlukan untuk mejamin
implementasi program dan strategi peluncuran dalam
memenuhi kebutuhana siwa dapat dilakukan secara
efektif. Kesepakatan ini menyangkut pula proses
meyakinkan dan mengembangkan komitmen semua pihak
di lingkungan sekolah bahwa program bimbingan dan
konseling sebagai bagian terpadu dari keseluruhan
program sekolah.

c.2). Keterlibatan Stakeholder
Komite Sekolah sebagai representasi masyarakat atau
stakeholder memerlukan penyadaran dan pemahaman
akan keberadaan dan pentingnya layanan bimbingan dan
konseling di sekolah.

c.3). Manajemen dan Penggunaan Data
Program bimbingan dan konseling komprehensif didukung
oleh data. Penggunaan data di dalam layanan bimbingan
dan konseling akan menjamin setiap peserta didik
memperoleh manfaat dari layanan bimbingan dan
konseling. Konselor harus menujukkan bahwa setiap
aktivitas diimplementasikan sebagai bagian dari keutuhan
program bimbingan dan konseling yang didasarkan atas
analisis cermat terhadap kebutuhan, prestasi, dan data
terkait peserta didik lainnya. Data yang diperoleh dan
digunakan perlu diadministrasikan dengan baik dan
cermat. Manajemen data dilakukan secara manual maupun
komputer. Dalam era teknologi informasi, manjemen data
peserta didik dilakukan secara komputer. Database peserta
didik perlu dibangun dan dikembangkan agar
perkembangan setiap peserta didik dapat dengan mudah
dimonitor. Penggunaan data peserta didik dan lingkungan
sekolah yang tertata dan dikelola dengan baik untuk

Edisi Mandiri Belajar : 87

kepentingan memonitor kemajuan peserta didik, akan
menjamin seluruh peserta didik menerima apa yang
mereka perlukan untuk keberhasilan sekolah. Konselor
harus cermat dalam mengumpulkan, menganalisis, dan
menafsirkan data. Kemajuan perkembangan peserta didik
dapat dimonitor dari : prestasi belajar, data yang terkait
dengan prestasi belajar, dan data tingkat penguasaan
tugas-tugas perkembangan atau kompetensi.
c.4). Rencana Kegiatan
Rencana kegiatan (action plans) diperlukan untuk
menjamin peluncuran program bimbingan dan konseling
dapat dilaksanakan secara efektif dan efesien. Rencana
kegiatan adalah uraian detil dari program yang
menggambarkan struktur isi program, baik kegiatan di
sekolah maupun luar sekolah, untuk memfasilitasi peserta
didik mencapai tugas perkembangan atau kompetensi.
c.5). Pengaturan Waktu
Berapa banyak waktu yang diperlukan untuk
melaksanakan layanan bimbingan dan konseling dalam
setiap komponen program perlu dirancang dengan cermat.
Perencanaan waktu ini didasarkan kepada isi program dan
dukungan manajemen yang harus dilakukan oleh konselor.
Porsi waktu untuk peluncuran masing-masing komponen
program dapat ditetapkan sesuai dengan pertimbangan
sekolah. Dalam Kurikulum SMP Negeri 11 Cilegon
Bimbingan dan Konseling Perkembangan, ditetapkan
waktu secara terjadwal untuk layanan bimbingan dan
konseling klasikal. Dan untuk pengaturan program
dilaksanakan, sebagai berikut:
(1) Layanan dasar (30-40%),
(2) Responsif (15-25%),
(3) Perencanaan individual (25-35%),
(4) Dukungan sistem (10-15%).

Edisi Mandiri Belajar : 88

c.6). Kalender Kegiatan
Program bimbingan dan konseling sekolah yang telah
dituangkan ke dalam rencana kegiatan dijadwalkan ke
dalam bentuk kalender kegiatan. Kalender kegiatan
mencakup kalender tahunan, semesteran, bulanan, dan
mingguan.

c.7). Jadwal Kegiatan
Program bimbingan dapat dilaksanakan dalam bentuk (a)
kontak langsung, dan (b) tanpa kontak langsung dengan
peserta didik. Untuk kegiatan kontak langsung yang
dilakukan secara klasikal di kelas (layanan dasar)
dialokasikan waktu terjadwal 2 jam pelajaran per-kelas
per-minggu. (mendapat legalitas pemerintah, dengan
terbitnya Peraturan Menteri Diknas No. 22 Tahun 2006,
tentang Standar Isi) Sementara kegiatan langsung yang
dilakukan secara individual dan kelompok dapat dilakukan
di ruang bimbingan, dengan menggunakan jadwal di luar
jam pelajaran. Adapun kegiatan bimbingan tanpa kontak
langsung dengan peserta didik dapat dilaksanakan melalui
tulisan (seperti buku-buku, brosur, atau majalah dinding),
kunjungan rumah (home visit), konferensi kasus (case
conference), dan alih tangan (referal).

c.8). Penyiapan Fasilitas
Fasilitas yang diharapkan tersedia di sekolah ialah ruangan
tempat bimbingan yang khusus dan teratur, serta
perlengkapan lain yang memungkinkan tercapainya proses
layanan bimbingan dan konseling yang bermutu. Ruangan
ditata sedemikian rupa sehingga di satu segi para peserta
didik yang berkunjung ke ruangan tersebut merasa senang,
aman dan nyaman, serta segi lain di ruangan tersebut dapat
dilaksanakan layanan dan kegiatan bimbingan lainnya
sesuai dengan asas-asas dan kode etik bimbingan dan

Edisi Mandiri Belajar : 89

konseling. Terkait dengan fasilitas bimbingan dan
konseling, disini dapat dikemukakan tentang unsur-
unsurnya, yaitu : (1) tempat kegiatan, yang meliputi ruang
kerja konselor, ruang layanan konseling dan bimbingan
kelompok, ruang tunggu tamu, ruang tenaga administrasi,
dan ruang perpustakaan; (2) instrumen dan kelengkapan
administrasi, seperti : angket peserta didik dan orang tua,
pedoman wawancara, pedoman observasi, format
konseling, format satuan layanan, dan format surat referal;
(3) Buku-buku panduan, buku informasi tentang studi
lanjutan atau kursus-kursus, modul bimbingan, atau buku
materi layanan bimbingan, buku program tahunan, buku
program semesteran, buku kasus, buku harian, buku hasil
wawancara, laporan kegiatan layanan, data kehadiran
peserta didik, leger BK, dan buku realisasi kegiatan BK;
(4) perangkat elektronik (seperti komputer, dan tape
recorder); dan (5) filing kabinet (tempat penyimpanan
dokumentasi dan data peserta didik).
c.9). Pengendalian
Pengendalian adalah salah satu aspek penting dalam
manajemen program layanan bimbingan dan konseling.
Pengendalian program bimbingan ialah: (a) untuk
mencipakan suatu koordinasi dan komunikasi dengan
seluruh staf bimbingan yang ada, (b) untuk mendorong
staf bimbingan dalam melaksanakan tugas-tugasnya, dan
(c) memungkinkan kelancaran dan efektivitas pelaksanaan
program yang telah direncanakan.

5) Tujuan Layanan Bimbingan dan Konseling
Adapun tujuan pemberian layanan bimbingan konseling ialah agar
siswa dapat :
a) Merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karir
serta kehidupannya di masa yang akan datang.

Edisi Mandiri Belajar : 90


Click to View FlipBook Version