The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Kelas10_Teknologi_Pangan_Jilid_1

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by tlogosadangmtsm, 2022-09-26 17:42:56

Teknologi Pangan Jilid 1 SMK

Kelas10_Teknologi_Pangan_Jilid_1

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 142

lampung.litbang.deptan.go.id/www.michael www.sabah.edu.my/ practicalaction.org
bach.de
e. Kakao
d. Kopi
Biji kakao yang aman untuk
Biji kopi yang akan disimpan disimpan adalah biji yang
sebaiknya berupa biji yang dipanen mempunyai kadar air 6-7% dan
tua dan cukup kering. Tanda biji keadaannya bersih. Agar biji dalam
kopi yang kering adalah permukaan penyimpanan kondisinya tetap
biji keras, halus, dan mengkilap, baik, sebaiknya disimpan dengan
serta bebas dari sisa daging buah. menggunakan kemasan dan di
Cara pengeringan buah kopi dapat tempat yang bersuhu 30oC serta
dilakukan dengan dua cara yaitu kelembaban relatif 74%. Sedangkan
pengeringan atau pengolahan cara suhu minimal yang diijinkan sekitar
basah dan pengolahan cara kering. 25oC pada kelembaban yang sama.

Pengolahan cara basah dilakukan Biji kakao kering mudah sekali
menyerap uap air. Oleh sebab itu
dengan cara melumatkan bagian kemasan karung yang dipergunaan
untuk penyimanan biji dipilih yang
daging buah dengan fermentasi. anyamannya lebih rapat dan
mempunyai permukaan halus atau
Biji yang dihasilkan kemudian licin. Dalam jumlah yang tidak banyak
biji dapat dikemas dengan kaleng,
dikeringkan. Pengolahan cara kering seperti menyimpan biji kopi kering.

yaitu daging buah sedikit f. Teh

dilumatkan (dihancurkan) Daun teh dipetik dari tanaman
Camellia sinensis L. Kuntze,
kemudian dijemur, setelah kering biji memiliki kandungan tanin dan
aktivitas enzim yang tinggi.
dipisahkan dengan bagian daging Komposisi kimia daun teh sangat
berpengaruh kepada mutu bubuk
buah keringnya. teh yang dihasilkan yang
dipengaruhi oleh reaksi-reaksi
Pengolahan cara kering dilakukan kimia selama proses pengolahan.

10-14 hari dapat menghasilkan biji

yang siap panen. Biji yang telah

kering dikemas dengan

menggunakan karung beras atau

goni untuk disimpan. Biji yang

disimpan sebaiknya telah

dibersihkan dari sisa daging buah

karena bagian daging buah akan

mudah lembab sehingga dapat

mengundang cendawan gudang.

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 143

Ada beberapa jenis teh Tabel 4.6. Komposisi kimia daun
teh dan teh hitam
berdasarkan proses

pengolahannya yaitu teh hijau, teh

hitam dan teh oolong. Teh hijau Daun Teh
segar hitam
dibuat dengan cara Komponen (%) (%)

menginaktivasi enzim oksidase 34

atau fenolase yang ada di pucuk Selulosa dan 34 16
serat kasar 1
daun teh segar, dengan cara 0.25
18
pemanasan atau penguapan 4

menggunakan uap panas sehingga Protein 17

oksidasi enzimatik terhadap Klorofil 1.5

katekin dapat dicegah. Teh hitam

diperoleh dari fermentasi daun teh Pati 8.5

hijau, dan teh oolong merupakan Tanin 25

teh semifermentasi.

Mineral 4

Daun teh mengandung 30-40 % (Adiwilaga dan Insyaf 2005)

polifenol, sebagian besar dikenal

sebagai catechin. Catechin adalah

antioksidan yang kuat, lebih kuat

daripada vitamin E, C, dan

betakaroten. Beberapa jenis

catechin pada teh, yaitu

epigallocatechin-gallate (EGCG),

epigallocatechin (EGC),

epicatechin-gallate (ECG),

gallocatechin, dan epicatechin

(EC). Komposisi daun teh

sangatlah kompleks, lebih dari 400

komponen kimiawi telah

diidentifikasi terkandung dalam

daun teh terdiri dari bahan-bahan

anorganik, ikatan-ikatan nitrogen,

karbohidrat dan turunannya,

polifenol, pigmen, enzim dan

vitamin.Keberadaan senyawa ini

dipengaruhi oleh faktor tanah, blog.halcyontea.com/?p=62

iklim, dan usia daun teh ketika Selain komponen tersebut di atas,
teh juga mengandung kafein. Jika
dipetik. dikonsumsi secara berlebihan,
dapat menyebabkan beberapa
gangguan seperti insomnia,
berdebar hati dan ketidakaturan
detak jantung. Namun kandungan
kafein dalam teh masih tetap lebih

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 144

rendah jika dibandingkan dengan
kopi atau minuman ringan bersoda.
Selain kafein, antioksidan flavonoid
yang terdapat dalam teh
menghambat penyerapan zat besi
dari unsur-unsur tumbuhan seperti
sayur dan buah. Namun, zat besi
dari daging tidak terpengaruh
penyerapannya.

Teh mengandung senyawa en.wikipedia.org
thearubigens yang menyebabkan
warna coklat gelap pada teh hitam. g. Cengkeh
Karena proses fermentasi, teh
hitam hanya mengandung 3-10 Tanaman cengkeh penghasil
persen catechin, sedangkan teh minyak atsiri berupa minyak
hijau kandungan catechinnya cengkeh, miliki beberapa nama
masih sangat tinggi (30-42 latin yaitu Eugenia Aromatica,
persen). Dalam proses pembuatan Eugenia Crropyta TUMB, Jambosa
teh hitam, catechin dioksidasi caryophylus Spengel.
(difermentasi) menjadi theaflavins,
thearubigens, dan oligomer
lainnya. Theaflavins bertanggung
jawab terhadap munculnya flavor
(rasa) yang khas pada produk teh
hitam.

Banyak manfaat teh (teh hijau) Komponen utama minyak cengkeh
bagi kesehatan seperti membantu adalah eugenol (80%) dan sisanya
membakar lemak, melindungi hati kariofilin serta seskuisterpen,
dari hepatitis, mencegah diabetes, tergantung jenis, umur dan tempat
keracunan makanan, menurunkan tumbuh tanaman cengkeh yaitu
tekanan darah dll. Kandungan rata-rata 5-6%, Minyak cengkeh
senyawa polifenol pada teh bisa diekstraksi dari bunga, buah,
berperan sebagai pencegah batang dan daun, dengan cara
kanker. Daun teh hijau yang telah destilasi uap atau ekstraksi.
dikeringkan mempunyai 40% Beberapa senyawa turunan
kandungan polifenol. Polifenol eugenol seperti: isoeugenol,
merupakan hasil metabolisme vanillin, etil vanillin. Eugenol
sekunder dari tanaman, memiliki termasuk senyawa alam yang
efek antioksidan yang sangat kuat, menarik karena mengandung
mampu menetralkan radikal bebas beberapa gugus fungsional yaitu
sebagai penyebab kanker. allil, fenol dan eter. Berdasarkan
strukturnya eugenol terdiri dari
gugus alil yang dapat dirubah
secara kimia menjadi bermacam-

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 145

macam gugus fungsional seprti kandungan minyak yang cukup
reaksi adisi, reaksi hidrasi,
isomerisasi dan oksidasi. Sehingga tinggi. Cara menyimpan jenis biji-
eugenol dapat diubah menjadi
bahan dasar pembuatan senyawa bijian ini disarankan agar
yang lebih berdaya guna.
menjemur bahan sehigga dicapai
Eugenol merupakan cairan tidak
berwarna atau kuning pucat bila tingkat kekeringan yang maksimal.
kena cahaya matahari akan
berubah menjadi coklat kehitaman Kadar air biji-bijian yang aman
dengan aroma yang khas. Minyak
cengkeh dapat larut dalam etanol untuk penyimpanan sekitar 15%.
70 atau 90% serta eter, memiliki
berat jenis (25oC) 1.014-1.054 dan Tingkat kekeringan biji kacang-
indeks bias (20oC) sebesar 1.528-
1.537) kacangan ditentukan dengan cara

Berdasarkan SNI 1976 cengkeh melihat kekeringan permukan kulit
dikelompokkan dalam 3 jenis mutu
yaitu mutu I, II, dfan III dengan biji. Permukaan kulit biji yang
kriteria berwarna coklat, bau tidak
apek, benda asing maksimal 0.5% kering akan mengkilap. Biji kacang
b/b, persentase gagang cengkeh 1,
3, 5% b/b. Cengkeh inferior 2, 2, hijau dan kedelai yang kering
5%b/b, cengkeh rusak negatif,
kadar air 14, 14, 24% b/b, dan umumnya kulitnya cukup keras dan
kadar minyak atsiri 20, 18, dan
16%. tebal.

www.germes-online.com Tempat penyimpanan untuk kacang-
kacangan hampir sama dengan
tempat penyimpanan beras dan
memperhatikan keadaan bahan
dalam penyimpanan seperti
temperatur dan kelembaban,
sirkulasi udara, serta penyusunan
kemasan.

Menyimpan biji untuk Benih

Hasil pertanian berupa biji-bijian
yang akan dijadikan benih tanaman
meliputi semua jenis biji untuk
keperluan konsumsi ditambah biji
tanaman sayur seperti cabe, terung,
tomat, mentimun, kol, wortel, seledri,
bayam, bawang putih selada dan
biji dari tanaman buah-buahan. Biji
tanaman buah-buahan umumnya
diperlukan untuk membuat
perbanyakan tanaman secara
vegetatif sebagai batang bawah.

h. Kacang-Kacangan Biji-bijian yang akan dijadikan benih
tanaman memiliki karakter yang
Biji kacang-kacangan seperti kacang sama dengan biji-bijian untuk
hijau, kacang merah, kacang keperluan konsumsi. Kadar air bahan
tanah, dan kedelai merupakan pangan cukup tinggi menyebabkan
jenis biji yang mempuyai biji akan berkecambah atau dapat

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 146

mengalami kerusakan. Dua untuk konsumsi, perubahan
lingkungan, tempat penyimpanan
kejadian ini perlu diperhatikan dapat berpengaruh pada kandungan
air biji untuk benih yang
karena berkaitan dengan kualitas selanjutnya akan mendatangkan
permasalahan. Agar kondisi biji
biji dan ketahanan simpan biji. tidak banyak terpengaruh oleh
perubahan temperatur atau
Faktor yang dapat mendorong kelembaban lingkungan benih
sebaiknya dikemas dengan
timbulnya kerusakan benih dalam kemasan kedap udara seperti
aluminium foil atau kantong plastik
penyimpanan selain kadar air dan selanjutnya disimpan dalam
kaleng atau kemasan kaca tertutup
bahan, juga karena biji belum kemudian disimpan ditempat yang
kering dan sejuk.
masak fisiologis dan adanya
Penyimpanan dengan kantong
pengaruh serangan serangga. plastik tidak aman karena ada
beberapa serangga gudang yang
Agar mutu benih dapat terpelihara mampu merusak kemasan plastik.
Jika hanya tersedia kantong plastik
sampai jangka waktu yang lama, saja, maka benih harus
dimasukkan ke dalam plastik,
perlu diupayakan cara dicampur dengan abu dapur atau
pasir steril.
penyimpanan dan perlakuan benih

sebelum benih disimpan.

Biji-bijian yang dipergunakan sebagai 4.4.2. Umbi
benih umumnya jumlahnya terbatas
sehingga cara penanganannya Umbi merupakan akar atau
lebih mudah dibandingkan dengan
biji untuk keperluan konsumsi. pangkal batang yang membesar.
Prinsip penyimpanannya sama
dengan biji-bijian untuk dikonsumsi Umbi tersebut ada dua yaitu
yaitu biji disimpan dalam keadaan
sama dengan biji-bijian kering. Biji berdasarkan ada tidaknya mata
kering yang sudah dipisahkan dari
daging buah atau kotoran lain, tunas. Umbi yang tidak dapat
kemudian dikemas untuk disimpan.
Cara lain untuk menyimpan biji digunakan untuk berkembang biak,
sebagai benih adalah dengan
mencampurkan biji dengan pasir contohnya ketela pohon, wortel
kering dengan perbandingan 3:1
atau 1: 5. Selain itu kita dapat dan umbi, sedangkan yang
mengemas dengan botol yang
bagian dasarnya dan atasnya bertunas dapat digunakan untuk
ditutup dengan abu, pasir halus,
sekam sehingga bahan berada di berkembangbiak, contohnya
antaranya. Dengan cara seperti ini
serangga, hama diharapkan tidak bawang merah, bawang putih, ubi
dapat masuk ke dalam botol dan
kadar air bahan tetap dapat jalar dan kentang.
dipertahankan.

Tempat penyimpanan sangat besar Teknik menyimpan umbi hampir
pengaruhnya terhadap keutuhan sama dengan menyimpan produk
bahan simpanan. Seperti biji-bijian sayuran dan buah-buahan segar.

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 147

Prioritas utama diarahkan untuk Cara lain untuk menyimpan umbi
memelihara bahan agar tidak rusak bawang dengan dengan cara
karena gangguan serangga, menggantungkan bawang ikatan di
patogen dan lingkungan. atas perapian dapur. Secara
bertahap asap dapur akan
mengeringkan kulit umbi sehingga
umbi dapat awet untuk disimpan.

www.ukcps.co.uk/www.netbsd.org

Bawang Merah dan Bawang Putih

Bawang merah dan bawang putih www.wkfarm.8m.com
disimpan dalam keadaan telah
dikeringkan. Proses pengeringannya Kentang
berbeda dengan pegeringan biji-
bijian. Dasar pengeringan pada Umbi kentang hasil panen
umbi bawang adalah membuang sebaiknya secepat mungkin
atau menguapkan air yang diamankan dari pengaruh cahaya
terkandung dibagian kulit umbi matahari dan segera diangkut ke
atau bagian leher batang (ujung tempat penampungan untuk
umbi). Kandungan air dalam umbi dikeringkan. Pisahkan umbi yang
sendiri sedapat mungkin harus rusak karena penyakit, serangga
tetap dipertahankan, jangan atau rusak akibat luka fisik. Jika
sampai menguap. Dalam cuaca umbi hasil panen dibiarkan terkena
cerah, proses pengeringan cahaya matahari, kulit umbi akan
memerlukan 1-2 minggu. berubah menjadi kehijauan. Jaringan
kulit yang berwarna hijau ini
Umbi bawang dapat disimpan mengandung zat solonium yang
dalam bentuk ikatan bersama dapat membahayakan konsumen
dengan bagian daun yang telah (bersifat racun). Oleh karena itu
mengering atau dalam bentuk umbi untuk mengeringkan permukaan
pipilan tanpa menyertakan daunnya. kulit ubi cukup dilakukan dengan
Dalam bentuk pipilan umbi kering mengangin-anginkan di udara
kulit ini dapat disimpan dalam tong terbuka yang sejuk selama 4-7 hari.
berventilasi. Berat ikatan umbi
bawang merah sekita 3-4 kg. Penyimpanan umbi kentang
Bawang ikatan disimpan dalam diarahkan untuk mencegah
keadaan menggantung di udara kehidupan cendawan atau bakteri
dalam tempat penyimpanan. pembusuk, menunda terjadinya

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 148

pertunasan dan menghindari
kerusakan umbi bagian dalam
(endosperm).

Tempat penyimpanan umbi yang neocassava.blogspot.com
paling baik adalah di dalam
ruangan yang berkelembaban 85- Ubi jalar
100% dan bersuhu 3,3-15,6 oC,
suhu maksimum 18,3oC. Dalam Ubi jalar atau ketela rambat
kondisi penyimpanan seperti ini mempunyai kulit yang cukup tipis
permukaaan kulit bahan akan tetap sehingga mudah sekali rusak
dalam keadaan kering dan proses karena gesekan atau oleh
pertunasan dapat dihambat. Namun serangga. Prinsip menyimpan ubi
petani di pedesaan menyimpan jalar dapat disamakan dengan
kentang dengan kondisi seperti menyimpan kentang, yaitu kulit luar
tersebut akan cukup merepotkan harus dalam keadaan kering.
dan memerlukan ruang khusus dan Pengeringan ubi jalar dapat
harga yang mahal. menggunakan panas matahari.
Setelah itu ubi baru disimpan dengan
Meski demikian ada cara cara dionggokkan atau dikemas.
menyimpan umbi kentang yang
lebih paraktis dan mudah tetapi Menyimpan ubi jalar dalam bentuk
hasilnya tidak sebaik seperti cara onggokan di lantai, sebaiknya dialasi
di atas. Umbi hasil panen plastik atau karung. Karena cuaca di
secepatnya dibawa ke tempat Idonesia lembab basah, maka
penampungan yang kering dan pada malam hari permukaan
teduh, hindarkan kotak dengan onggokan sebaiknya ditutup
sinar matahari. Umbi yang telah dengan plastik atau bahan lain
dikeringakan anginkan ini kemudian untuk menghindari embun malam.
dikemas menggunakan tong Penyimpanan ubi jalar dapat dalam
berventilasi. Tong tersebut disusun bentuk kemasan. Setelah permukaan
secara bertumpuk. Antara satu kering ubi jalar dikemas dengan
kemasan dengan yang lainnya karung goni atau karung beras
terdapat lubang atau jarak untuk yang anyamannya rapat dan tidak
pertukaran udara segar. Cara lain sobek-sobek. Lapisan atas ditutup
adalah dengan membiarkan umbi dengan selapis tanah kering setebal
diatas lantai dan usahakan agar 1-6 cm dan diupayakan agar dapat
udara segar tetap dapat mengalir menutupi seluruh permukaan karung,
ke semua permukaan bahan setiap kemudian lapisan tanah sedikit
saat. dipadatkan. Biarkan kemasan
karung disimpan dalam keadaan
permukaan terbuka dan lapisan
tanah dipermukaan cukup menjadi
pelindung.

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 149

budiboga.blogspot.com karena kulitnya cukup tebal. Kulit
gabus yang tebal dan kulit luar
Cara lain menyimpan ubi jalar yang kasar dapat melindungi
adalah dengan membiarkannya bagian daging ubi. Jika ingin
berada di dalam tanah dikebun dan menyimpan ketela pohon dapat
permukaan bedeng tanah sedikit dilakukan dengan cara seperti
dipadatkan agar serangga hama menyimpan ubi jalar secara
tidak dapat menembus. Ubi jalar tradisional. Karena ketela pohon
diambil secara bertahap sesuai dapat disimpan dalam betuk utuh
keperluan. dengan batangnya atau ubi
dilepaskan dari tandannya dengan
Di luar negeri, ubi jalar dapat luka sayatan dibuat seminimal
menjadi komoditas cukup penting mungkin (tidak banyak permukaan
karena diperlukan untuk makan umbi yang luka).
ternak. Untuk persedian (stock) di
luar negeri ubi disimpan dalam www.kapanlagi.com/karantina.deptan.go.id/
ruang pendingin.
Wortel dan Kol
warintek.bantulkab.go.id
Wortel dan kubis memiliki banyak
Ubi kayu/Singkong
kesamaan dalam hal
Menyimpan ubi kayu (ketela pohon)
setelah panen umumnya tidak penyimpanannya karena
banyak mengalami kesulitan
kandungan airnya yang tinggi dan

mudah rusak yang ditandai dengan

terbentuknya lendir di permukaan

dan berulat. Sayur ini dapat

disimpan dengan cara

dionggokkan di atas lantai yang

dialasi kertas kering atau karung.

Diusahakan tumpukan tidak telalu

tinggi agar bagian bawah

tumpukan mendapat udara segar

dalam jumlah yang cukup.

Ruang penyimpanan diusahakan
mampu melindungi bahan dari
pengaruh luar yang ekstrim,
terutama sinar matahari dan uap air.
Ventilasi udara juga diperhatikan,
cahaya dan lampu merupakan
salah satu faktor penting yang

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 150

harus diperhitungkan. Apabila disimpan selma 4 bulan. Ubi yang
penyimpanan dilakukan di cool belum kering daya tahan hanya 1-2
storage, wortel dan kubis dapat minggu saja setelah itu akan
bertahan cukup lama. Hal ini busuk.
dikarenakan suhu dan kelembaban
ruang dapat diatur sesuai dengan Ketahanan bahan dalam simpanan
yang dikehendaki. Umbi kentang ditentukan oleh banyak faktor,
yang disimpan dalam ruang bersuhu seperti suhu dan kelembaban ruang
3,3-15,6oC dengan kelembaban (teknik penyimpanan), gangguan
90-99% dapat bertahan selama 7 serangga dan patogen serta
bulan dengan kehilangan berat lingkungan penyimpanan yang
6,97% (umbi yang dipanen tua) dapat memacu umbi untuk
dan 9,89% (umbi yang dipanen bertunas. Pada pnyimpanan yang
agak muda). Ubi kayu, ubi jalar, kol dilakukan secara tradisional, faktor-
dan wortel yang disimpan pada faktor tersebut umumnya sulit
suhu 13-16oC dan kelembaban 85- dikendalikan, terutama suhu dan
90% memiliki umur simpan sampai kelembaban sehigga jangka waktu
berbulan-bulan 6-12 bulan. simpan umbi menjadi pendek.
Pengendalian kerusakan umbi
Untuk skala petani, penyimpanan berupa timbulnya kerusakan
dengan coolstorage akan sulit untuk karena pembusukan (busuk lunak,
dilakukan. Selain alasan ekonomi, busuk hitam, busuk kering dan
hal ini juga tidak memberi berlendir), pertunasan (umbi) dan
keuntungan secara ekonomi serangga. Cara yang dapat
karena daya jual produk bukan dilakukan untuk mencegah
komoditas unggulan yang memiliki timbulnya kerusakan bahan adalah
nilai ekonomis yang tinggi. dengan mengeringkan permukaan
Ketahanan hasil panen yang kulit secara baik (kulit bahan harus
disimpan secara tradisional lebih benar-benar kering), menyimpan di
banyak dipengaruhi oleh faktor alam. tempat yang keadaannya sejuk,
Ubi jalar, wortel, dan kentang, yang kering dan terlindung dari panas.
disimpan secara tradisional hanya Untuk menghambat pertunasan ubi
tahan 1-2 bulan bahkan mungkin jalar, dapat disemprot dengan
juga lebih pendek lagi. Artinya menggunakan senyawa kimia
setelah bahan disimpan selama 2 seperti maleic hydrazide, atau
bulan biasanya sudah mulai thiourea 0,5-40%.
menampakkan berbagai bentuk
kerusakan dan kelainan. Umbi Pengendalian terhadap pembusukan
bawang merah dalam keadaan hanya dapat dilakukan dengan
kering kulit jika disimpan dalam cara membuang umbi yang busuk
ruang yang bersuhu 26-29oC dan dan upayakan agar permukaan
kelembaban 70-78%, waktu bahan tetap kering (aerasi lancar).
simpanya mencapai bulan dengan Jika dianggap perlu dapat dibantu
kualitas tetap prima. Jika suhu dengan kipas angin untuk
ruang 30-33oC dan kelembaban 70- memperlancar sirkulasi udara di
80%, bawang merah hanya tahan dalam ruang penyimpanan.

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 151

kerusakan ini saling
mempengaruhi sehingga akan
membentuk kerusakan yang lebih
serius.

Cara menyimpan produk tepung-

tepungan adalah dengan

mengemasnya. Jenis kemasan

yang dipergunakan tergantung

jenis bahan dan lamanya tepung

akan disimpan. Terigu, tapioka dan

tepung beras yang akan disimpan

www.nouriche.com dalam waktu yang cukup lama dan

volumenya cukup besar, dapat

dikemas dengan menggunakan

4.4.3. Tepung karung atau kantong lain seperti

kantong terigu. Penggunaan

Produk pertanian yang berupa kemasan ini cukup efektif untuk
tepung merupakan hasil olahan
biji-bijian atau daging buah kering melindungi bahan dari gangguan
yang dihaluskan sehingga menjdi
tepung atau bubuk. Contohnya udara yang lembab. Uap air yang
tepung beras (beras ketan/beras
biasa) tepung maizena, tepun ada di ruang penyimpaan akan
terigu, tepung tapioka, sagu, kopi
bubuk, kakao dan bumbu yang diserap oleh kemasan sehingga
dihaluskan (lada, ketumbar, pala,
kunyit, jahe, merica) Karena isinya akan terlindungi. Bahan
butiran tepung sangat halus,
permukaan bidangnya menjadi yang berupa bubuk seperti kopi
sangat lebar. Hal ini menyebabkan
bahan bersifat higroskopis, yaitu bubuk, kakao, teh halus dan
mudah sekali menjadi lembab
karena mudah menyerap uap air. bumbu halus sebaiknya dikemas
Aroma dan cita rasa bahan juga
menjadi sangat menyolok. dengan kemasan yang dapat

ditutup rapat atau kedap udara,

contohnya kaleng, botol kaca,

plastik kedap udara, atau

aluminium foil. Kemasan seperti itu

diperlukan untuk mencegah aliran

udara dari luar ke dalam kemasan.

Sebaiknya kemasan diberi selapis

kertas sebagai media untuk

menangkal kemungkinan adanya

embun yang menempel di

Penyimpanan tepung/bubuk permukaan kemasan, agar embun

bertujuan mencegah timbulnya ini tidak dapat mempengaruhi isi

kerusakan bahan bersifat fisik kemasan.

maupun kualitatif (mutu). Ketahanan bahan yang disimpan
secara tradisional berbeda untuk
Berkurangnya kualitas adalah satu- setiap jenis komoditasnya. Terigu
dan tapioka mutunya sudah mulai
satunya bentuk kerusakan yang menurun setelah disimpan 3 bulan.

harus dihindari. Namun dalam

kenyataannya dua bentuk

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 152

Tepung beras dan maizena hanya berupa rimpang antara lain jahe,
lengkuas, kunyit, temulawak,
bertahan kurang dari 1 bulan. Kopi temuireng, kencur, ganyong, dan
iles-iles. Bahan-bahan ini akan
bubuk dan kakao bubuk dalam tumbuh subur jika kondisi
lingkungannya cukup lembab dan
keadaan yang kedap udara dapat tersedia cukup air. Beberap jenis
rimpang, seperti jahe dan
disimpan dalam waktu lebih dari 1 sebangsanya akan bertunas jika
masa istirahat (dorman) sudah
tahun, terlebih lagi jika dicampur terlampaui. Sifat seperti ini dapat
dimanfaatkan untuk menyimpan
dengan bahan pengawet. Bumbu- bahan tersebut sehingga jangka
waktu penyimpanannya dapat lebih
bumbuan halus kering panjang.

ketahanannya juga sangat terbatas,

jika tanpa bahan pengawet. Dengan

demikian penyimpanan modern,

kemungkinan umur simpan tepung

dapat lebih lama.

Agar bahan dapat lebih tahan dalam Rimpang tanaman yang disimpan
tempat penyimpanan, pastikan mempunyai dua maksud, yaitu
bahwa bahan telah kering untuk membuat bibit atau
sempurna dan terbebas dari persediaan pasar. Secara
kehidupan serangga. Terigu atau tradisional cara menyimpan
bubuk dikemas setelah keadaan rimpang yang akan dipergunakan
bahan sudah dingin. Jika dalam sebagai bibit, adalah menyimpan
keadaan masih hangat sudah pada suhu antara 13-14oC. Bila
dikemas, bahan akan mengeluarkan suhunya di atas 13oC, rimpang
uap air dalam kemasan. Akibatnya akan segera bertunas. Bila
bahan menjadi lembab dan akan suhunya dibawah 13oC, maka
tumbuh cendawan penyebab bau tunas akan mati sehingga gagal
pengap. Untuk menghindari hal untuk dijadikan bibit.
tersebut bahan disimpan dalam
keadaan cukup kering dengan
kemasan yang tepat.

Untuk penyimpanan tradisonal,

rimpang dibersihkan dari segala

kotoran yang melekat. Setelah itu

rimpang dikeringkan dengan

mengangin-anginkan sampai

dicapai keadaan kulit yang kering.

Rimpang dengan permukaan kulit

www.indomedia.com/ www.sedap- kering selanjutnya dihamparkan
sekejap.com
pada rak penyimpanan dengan
4.4.4. Rimpang
ketebalan 15-25 cm. Jika volume
Rimpang merupakan batang yang
tumbuh di dalam tanah dan bahan cukup banyak rak dibuat
membesar. Produk pertanian
bersusun dengan masing-masing

rak dibuat jarak agar udara segar

dapat leluasa masuk ke sela-sela

bahan.

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 153

Sebelum penyimpanan, rimpang pertunasannya akan terhambat.

jahe dapat diberi perlakuan terlebih Lamanya kemampuan

dahulu, yaitu dengan mencelupkan menghambat proses pertunasan

rimpang pada larutan parafin. tergantung bahan itu sendiri.

Caranya, mula-mula rimpang Rimpang jahe yang belum

dibersihkan dari tanah dan kotoran disimpan telah diberi lapisan

lainnya kemudian dikeringkan parafin tahan 3 bulan. Untuk

dengan mengangin-anginkan. pengendalian kerusakan dalam

Cairan parafin dipanaskan sampai bentuk kebusukan dan pertunasan
65-85oC. Rimpang yang telah
atau oleh cendawan, maka

kering dicelupkan kedalam parafin langkah awal yang dilakukan

sampai seluruh permukaan adalah menjaga sirkulasi udara

rimpang diselimuti parafin. agar tetap kontinyu selama

Keringkan rimpang dan simpan disimpan.

kering dalam kardus.

Rimpang jahe segar untuk saat ini 4.4.5. Daging Buah dan
lebih banyak disimpan dengan Bahan Kering
cara diasinkan atau diawetkan
dengan larutan penyangga. Produk pertanian berupa daging
Rimpang diawetkan setelah bagian
kulit luarnya dikupas bersih. Untuk buah dan bahan kering yang
tujuan keperluan pembuatan obat,
beberapa jenis rimpang disimpan dimaksud adalah hasil proses
dalam keadaan kering yang dicacah.
Keadaan tempat penyimpanan pengeringan dari bagian buah,
untuk rimpang yang cukup ideal
adalah ruang bersuhu 25-35oC bunga dan daun. Seperti kopra,
dengan kelembaban tinggi.
gaplek, tembakau, cengkeh, dan

kayu manis yang memiliki nilai

essensial yang cukup potensial

untuk dikembangkan.

Penyimpanan yang benar untuk

bahan ini harus diperhatikan,

Penyimpanan secara tradisional karena dalam kenyataannya petani
banyak dipengaruhi oleh faktor
lingkungan. Rimpang jahe dan menyimpan kopra dan gaplek
beberapa rimpang lainnya setelah
dipanen dari tanaman yang tua, selalu dihadapkan pada bagian
akan berhenti tumbuh untuk
sementara waktu (kira-kira 2-4 persoalan yang dapat mengancam
minggu). Sifat seperti ini dapat
dimanfaatkan untuk mengatur atau mutu bahan. Ancaman utamanya
menunda pertunasan dengan cara
mengatur kelembaban bahan itu berupa susut berat dan susut mutu
sendiri dan kelembaban
lingkungan. Jika permukaan akibat serangan serangga dan
rimpang kering maka jangka waktu
simpannya lama. Biasanya selama patogen gudang.
rimpang keadaannya kering
Kopra

Sebelum disimpan kopra sudah
harus dalam keadaan kering
dengan kadar air 5-6%. Kelapa
segar sebagai bahan baku untuk
membuat kopra memiliki kadar air

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 154

sebesar 50-55%. Kadar air Gaplek

sejumlah ini harus diturunkan

hingga mencapai kadar air yang Gaplek adalah produk dari ketela

dikehendaki. Ada tiga cara yang pohon yang dikeringkan dan dapat

dapat dilakukan untuk disimpan dalam waktu yang cukup

mengeringkan daging buah kelapa lama. Penyimpanan dalam bentuk

segar, yaitu penjemuran dengan gaplek ini umumnya dengan kadar

matahari, pengasapan (dengan air 9-10%. Untuk mencapai kadar

arang) dan pemanasan secara air yang rendah ini cukup sulit

tidak langsung (udara panas karena itu proses pengeringan

buatan). harus dilakukan secara bertahap.

Lama pengeringan dengan Pada tahap awal penyimpanan
penjemuran sangat tergantung
pada cuaca. Apabila cahaya kadar air bahan 14-15% sudah
matahari cukup terik, kopra
keadaannya sudah kering dalam 2- cukup untuk penyimpanan
4 hari. Cara pengasapan sangat
tergantung pada besar kecilnya sementara, selanjutnya
sumber api penghasil asap panas.
Pengeringan dengan udara panas dikeringkan lagi sampai kadar air
buatan yang suhu awalnya 70-
80oC (10 jam), selanjutnya suhu yang sudah dicapai.
diturunkan secara bertahap
menjadi 60-65oC, dalam waktu Untuk mencapai proses
sekitar 18-24 jam sudah dapat
menghasilkan kopra bermutu baik, pengeringan, bahan dapat dijemur
kadar air 5-6% dan warnanya putih
bersih. setelah diiris tipis. Cara seperti ini

dapat mengeringkan bahan

terutama bagian tengah (sampai

kepusat bahan). Kerusakan yang

biasa tejadi pada gaplek dalam

penyimpanan umumnya

disebabkan oleh serangga yang

dapat menurunkan berat. Susut

berat bahan dalam penyimpanan

Petani umumnya menyimpan dapat terjadi karena bahan dasar
kopra dalam bentuk setengah
lingkaran (1 kelapa dibelah dua). gaplek belum cukup tua
Ada cara lain yang lebih praktis
dan aman yaitu menyimpan kopra (kandungan patinya maksimal)
dalam bentuk cacahan (1 buah
kelapa dibagi 8) dengan cara Kerusakan ini dapat menjadi
demikian kopra menjadi lebih
mudah dikemas dan dapat sumber kerusakan gaplek yang
membantu mempercepat proses
pengeringan karena dalam proses lainya. Oleh karena itu cara yang
pengolahan nantinya kopra juga
akan dihancurkan. baik untuk menyimpan gaplek

adalah dengan memisahkan

gaplek yang terbuat dari bahan

yang belum tua dengan yang

dipanen tua.

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 155

4.4.6. Sayuran dan Buah-Buahan

Ada empat macam faktor penting air bahan akan mudah diuapkan

yang mungkin dialami sayuran dan secara kontinyu. Khusus sayuran,

buah segar dalam penyimpanan, dua jam setelah dipetik kandungan

1). kondisi bahan tetap baik jika airnya sudah berkurang sekitar

disimpan dalam tempat atau ruang 10%. Bila kandungan air terus

dingin. 2). Jika disimpan dalam berkurang kemungkinan sayuran

ruang yang terlalu dingin, maka akan layu dan berkerut. Apabila

bahan akan rusak (beku). 3). Jika sayuran segar untuk keperluan

bahan disimpan dalam ruang yang konsumsi lokal, kehilangan

hangat atau panas bahan akan kandungan air sebesar 10% tidak

menjadi layu atau keriput. 4). banyak mempengaruhi terhadap

Bahan mengalami kerusakan penampilan fisik bahan. Namun,

berupa kerusakan fisiologis dan jika untuk keperluan ekspor,

pembusukan. Semua faktor kehilangan kandungan air awal

tersebut memberi gambaran sebesar 10% sudah menjadi

bahwa menyimpan produk ancaman yang cukup serius. Air

hortikultura ini tidak dapat yang telah menguap tersebut tidak

disamakan dengan cara mungkin digantikan atau

menyimpan bahan lainnya. dikembalikan. Oleh karena itu,

penanganan pascapanen sayuran

Sayuran dan buah-buahan segar dan buah segar sangat
memiliki kandungan air yang cukup
tinggi, yaitu sekitar 60-98%. Dalam berpengaruh terhadap
lingkungan atmosfer yang kering,
keberhasilan penyimpanan.

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 156

Langkah-langkah yang perlu tomat, cabe, mentimun, gambas),
sayuran ubi (kentang, wortel,
diperhatikan sebelum menyimpan lobak,) dan sayuran bunga (bunga
kol). Semua jenis sayuran tersebut
produk pertanian segar meliputi umumnya berupa bahan yang
kandungan airnya cukup tinggi dan
cara dan waktu panen serta cepat mengalami kelayuan serta
kebusukan.
penanganan pascapanennya.
Sayuran segar kebanyakan dipanen
Apabila produk akan disimpan, dan langsung dipasarkan tanpa
dilakukan penyimpanan. Oleh
panen harus dilakukan secara hati- karena itu perlakuan pasca panen
kadang tidak diperlukan secara
hati sehingga tidak menimbulkan lebih teliti. Jika akan disimpan,
diperlukan sortasi hasil dan
kerusakan fisik. Panen sebaiknya penanganan yang lebih baik.
Penanganan ini penting terutama
dilakukan saat cahaya matahari jika menyangkut volume hasil yang
lebih banyak dengan tingkatan
tidak terik dengan tujuan untuk kualitas yang berbeda.

menghindari penguapan air dari Sayuran daun lebih mudah
mengalami kerusakan dibandingkan
bahan. Misalnya sayuran daun, sayuran lainnya. Komoditas
sayuran ini kadang terpaksa harus
sebaiknya dipanen pagi hari harus disimpan dengan cara
ditumpuk dilos pasar atau di
sebelum matahari terbit, kemudian rumah. Bila keadaan lingkungan
relatif kering, penumpukan bahan
secepatnya diamankan ditempat yang demikian tidak banyak
mendatangkan kerugian. Akan
terlindung. Sayuran yang dipetik tetapi jika keadaan lingkungan
lembab (musim hujan), kerusakan
buahnya (terung, cabai, mentimun) bahan tidak dapat dielakkan.
Sayuran akan berlendir dan
dipanen pada waktu pagi atau sore membusuk dengan cepat. Untuk
mencegah kejadian seperti ini
hari karena saat itu kesegarannya maka perlu diupayakan cara
penyimpanan yang baik.
sedang pada puncaknya.
Secara umum, menyimpan produk-
Selanjutnya hasil panen tersebut produk sayuran yang paling
sederhana adalah dengan
ditempatkan pada lokasi terlindung menempatkan bahan di tempat

dari sinar matahari.

murnii.multiply.com

Sayuran

Sayuran segar, berdasarkan
bentuknya dapat dikelompokkan
kedalam 4 macam, yaitu sayuran
daun (kol, caisin, seledri, daun
bawang, kucai, lettuce, kangkung,
bayam), sayuran buah (terung,

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 157

yang bersih, kering, dan dapat diterapkan pada semua jenis
sayuran dalam penyimpanan.
kelembaban lingkungan yang Menyimpan bahan segar dalam
kantong atau karung yang kedap
sama dengan kelembaban bahan. udara dapat memperburuk
keadaan. Bahan akan mudah
Cara ini ditempuh untuk berair karena respirasi, suhu
lingkungan akan naik dan
menghindari kehilangan mendorong kerusakan bahan.
Jika akan menyimpan sayuran
kandungan air bahan secara dengan kemasan, gunakan kemasan
yang memungkinkan terjadinya
berlebihan. Untuk menghindari kontak antara bahan dengan udara
lingkungannya. Kemasan tersebut
proses pembusukan pada sayuran misalnya keranjang plastik, atau
keranjang bambu. Jika tidak
dan buah, bahan disimpan dalam mempergunakan kemasan, sayuran
dapat disimpan dengan cara
keadaan permukaan kulitnya menghamparkan di rak-rak
penyimpanan. Penyimpanan sayur
kering. Kering disini artinya dalam bentuk curah atau
dihamparkan relatif lebih aman
permukaan kulit bebas dari air dibandingkan dikemas.

permukaaan yang menempel. Cara Sayuran segar dapat disimpan
dalam kotak stereafoam dan diberi
mengeringkan cukup diangin- es batu sebagai pendingin untuk
menjaga kesegarannya. Kemasan
anginkan. ini umum dipergunakan untuk
menyimpan rebung (asparagus,
Menjaga kesegaran dan menghindari bambu), paprika, lettuce dan
pembusukan bahan merupakan sayuran lain yang memiliki nilai
dua sasaran utama dalam usaha ekonomi cukup tinggi. Penggunaan
penyimpanan bahan segar. Bahan rak-rak sebagai media penyimpanan
yang keadaannya lembab dan sangat baik diterapkan untuk
kotor akan mendorong timbulnya sayuran berupa buah dan umbi.
pembusukan yang lebih cepat. Untuk sayuran daun lebih baik
Proses pembusukan bahan diawali menggunakan kemasan keranjang
dengan semakin meningkatnya bambu atau disusun pada lantai
suhu bahan dalam tempat dekat sumber air. Pengaturan
penyimpanan. Meningkatnya suhu sirkulasi udara mutlak harus
dan timbulnya bau pengap terpenuhi. Jika dianggap perlu
merupakan tanda terjadinya awal dapat dibuat sirkulasi udara buatan
proses pembusukan, yang mudah dengan menggunakan kipas angin
dikenali. Dalam keadaan basah untuk membantu menyebarkan
dan hangat, cendawan dan bakteri udara segar ke seluruh bagian
pembusuk akan cepat berkembang
dan aktif merusak sehingga bahan
akan menjadi cepat rusak.

Cara yang paling mudah untuk
menghindari timbulnya uap pada
masa bahan dalam penyimpanan
yaitu dengan menyimpan bahan
secara hamparan atau onggokan.
Tinggi (ketebalan) tumpukan perlu
dipertimbangkan, maksudnya agar
udara segar dapat mengenai
permukaan bahan sehigga
mengusir panas yang ada. Cara ini

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 158

permukaan bahan. Hal ini dan umur simpannya lebih
dimaksudkan agar timbulnya udara
panas yang berlebihan dapat panjang. Kelembaban udara yang
segera ditanggulangi.
disukai adalah 85-100% dan

sayuran lebih menyukai

kelembaban yang baik rendah dari

Sayuran buah yang bersifat 80%. Sirkulasi udara harus
klimaterik seperti cabai dan tomat
disimpan dalam keadaan buah dilengkapi ventilasi untuk masuk
belum masak penuh. Cabai dipetik
setelah tua dan mempunyai warna dan keluarnya udara segar dalam
hitam kemerahan. Tomat dipetik
setelah berwarna kemerahan. Hasil ruang penyimpanan, serta
panenan secepatnya diamankan
dan dikeringanginkan agar kebersihan/sanitasi tempat menyimpan
permukaan kulitnya bebas dari air
yang menempel. Selama dalam bebas dari hama/binatang
tempat penyimpanan, sayuran
buah ini akan mengalami proses pengerat dan serangga perusak.
pemasakan menuju masak penuh.
Prosedur penanganan
pascapanen sayuran

a. Pemanenan

Semua sayuran daun dipanen

secara manual, tetapi pemanenan

Penyimpanan bahan hasil panen dengan alat-alat digunakan pada
ini dapat dikelompokkan menjadi
tiga macam yaitu: (1). Tempat beberapa sayuran, seperti seledri
penyimpanan tradisional berupa
lantai dan ruang dekat sumber air dan partsley. Sistem mekanik telah
atau tempat lain yang keadaannya
terlindungi. (2) Tempat menyimpan dikembangkan untuk selada,
model yang diperbaharui berupa
bangunan khusus yang dilengkapi seledri kubis dan kol kembang
dengan rak-rak penyimpanan. (3)
Tempat penyimpanan modern tetapi tidak digunakan secara
berupa ruang dingin atau ruang
bertekanan rendah. komersil. Sebagai ukuran

pemanenan adalah kematangan,

dan kekompakkan jaringan

sayuran.

Faktor-faktor yang perlu Sayuran batang kebanyakan
dipanen secara manual dengan
diperhatikan dalam menyiapkan cara memotong batang sepanjang
23 cm setelah muncul di
tempat penyimpanan sayuran permukaan tanah. Sayuran bunga
juga dipanen secara manual.
segar adalah temperatur ruangan Demikian juga pada broccoli.
(25-29oC). Ada beberapa

komoditas yang memerlukan suhu b. Kegiatan di ruang packing

tertentu dalam penyimpanan

optimal yaitu rebung asparagus (2- Semua jenis sayuran tidak di
4oC), kol/kubis (0-1oC), mentimun packing di lapangan, tetapi
(7oC), tomat (13oC), cabai (13oC) diletakkan dalam kontainer, dibawa
dan paprika (2-4oC). Dalam kondisi ke ruang packing dipilih, diukur, di
packing ke dalam kotak karton,
seperti ini bahan dapat lebih awet

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 159

didinginkan, dan ditempatkan pada kol kembang), diberi lapisan
ruang dingin untuk menunggu
diangkut atau langsung diangkut lilin atau kontainer kayu untuk
dengan truk yang memiliki ruang
dingin dan kemudian dibawa ke mempertahankan perlakuan
pasar. Dibandingkan dengan
pengepakan di lapangan, hidrocooling, pengepakan
pengepakan di ruang packing lebih
sangat tidak efisien energi, dalam packing es ataupun
menyebabkan banyak kerusakan
yang timbul dan mengurangi hasil pemberian es pada bagian atas
yang dapat dipasarkan. Oleh karena
beberapa hal tersebut membuat selama transportasi.
metode pengepakan dalam ruang
packing menjadi lebih mahal. c. Pendinginan

Kegiatan di ruang packing digunakan Metode pendinginan sangat
untuk mempersiapkan pemasaran bervariasi pada setiap komoditi,
dan kegiatan tersebut meliputi : metode pendinginan yang sering
ƒ Pemotongan, untuk lebih rapi/ digunakan meliputi :
ƒ vacuum cooling untuk selada,
kompak dan pembersihan
dengan air yang mengandung bayam, kol kembang, kubis
chlorin (konsentrasi 200 ppm) Cina, kubis dan sayuran daun
ƒ Pemilihan, untuk mengurangi lainnya.
produk-produk yang tidak ƒ hydro-vac cooling (modifikasi
sempurna vacuum cooling) untuk seledri
ƒ Pengukuran, dalam banyak dan sayur daun lainya.
kasus pengukuran adalah ƒ hydrocooling, untuk selada,
subjektif dan dilakukan secara seledri, bayam, bawang
manual ƒ packing-icing, temasuk liquid-
ƒ Pengepakan secara individu icing, untuk brokoli, bayam,
(kol kembang) atau dalam bawang.
beberapa kasus dilakukan ƒ room cooling, utamanya untuk
prepacking khusus (brocoli dan kubis serta beberapa sayuran
lainnya.
ƒ forced-air cooling utamanya
untuk kol kembang dan
beberapa penggunaan terbatas
sayuran daun dan batang
lainnya.

Tebel 4.2. Kondisi penyimpanan yang optimum untuk sayuran umbi
daerah tropis

Komoditi Suhu (oC) RH (%) Umur simpan

Singkong 5-8 41-46 80-90 2-4 mg

Ginger 12-14 53.6-57.2 65-75 <6 bln

Ubi jalar 12-14 53.6-4.59 85-90 <6 bln

Lobak/talas 13-15 55.4-59 85-90 <4 bln

Yam/gadung 13-15 55.4-59 Mendekati 100 <6 bln

Sumber : Kartasapoetra, 1994

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 160

Buah-Buahan

Buah-buahan dapat rasa, meningkatnya kandungan

dikelompokkan kedalam 2 jenis gula, serta menurunnya

yaitu buah klimeterik dan kandungan pati. Contoh buah

nonklimaterik. Buah yang klimaterik yaitu mangga, pepaya,

klimaterik merupakan semua jenis pisang cempedak, kesemek. Buah

buah-buahan yang terus non klimaterik adalah jenis buah

mengalami perubahan fisiologi, yang tidak mengalami proses

terutama dalam proses pemasakan fisiologis meski telah dipetik dari

(pematangan), meskipun buah pohon. Contoh sayuran buah

telah dipetik. Proses perubahan (mentimun, terung dan gambas)

fisiologi ditandai dengan dan pertimbangan penanganan

perubahan struktur daging buah, lepas panen buah klimeterik dapat

warna kulit buah, aroma dan cita dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.3. Pertimbangan lepas panen yang berkaitan dengan buah
klimaterik

Pemanenan Pilih maturitas terbaik untuk jenis buah kultivar tertentu
Pilih buah yang tidak cacat
Hindarkan dari buah yang busuk/ rusak

Transit Tentukan suhu terendah untuk jenis kultivar agar
konsentrasi ethilen minimal yang dipergunakan
Jaga kehilangan air seminimal mungkin

Pematangan Pilih suhu yang mampu memberikan penampilan yang
terbaik dengan flavor yang ternikmat

Distribusi Distribusikan buah pisang yang sudah diberi ethilen dan
mulai matang
Hindarkan buah yang rusak dan busuk

Sumber :Kartasapoetra, 1994

Hampir semua buah-buahan proses pemasakan buah akan
termasuk ke dalam kelompok buah berlangsung secara bertahap.
klimaterik. Secara alami, jika buah Pemasakan buah memerlukan
yang dipetik berumur tua, dan udara dan menghasilkan gas CO2.
disimpan dalam kodisi normal, Apabila gas CO2 bereaksi dengan

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 161

air (H2O) maka akan terbentuk Upaya yang dapat ditempuh untuk
etilen (C2H4), yang dikenal sebagai
hormon pemacu pemasakan buah. menyimpan buah-buahan secara
Oleh karena itu apabila buah
sedang mengalami pemasakan, umum yaitu dengan cara mengatur
kandungan etilen di sekitar masa
bahan akan semakin meningkat. tingkat kemasakan buah,
Hal ini tidak terjadi pada buah non
klimaterik. Konsentrasi gas etilen di mengeringkan permukaan kulit
udara normal hanya 0,01 ppm,
dalam ruang atau tempat buah dan menyusun buah dalam
penyimpanan buah klimaterik
konsentrasi gas etilen sebanyak tumpukan yang aman. Contohnya,
0,1-1 ppm sudah dapat memicu
proses pemasakan buah. buah pisang disimpan masih dalam

betuk tandannya, dan disusun agar

udara segar dapat mengenai

semua bagian permukaan buah.

Syarat utama dalam penyimpanan

buah adalah tempat/ ruang harus

bersih, sejuk, vetilasi dan sirkulasi

udara lancar dan terhindar dari

panas matahari secara langsung.

Dalam penyimpanan buah

klimaterik, peristiwa yang Masa simpan buah yang
ditempatkan di suhu ruang dan
dikehendaki kebalikan dari proses sedikit tertutup, buah yang dipetik tua
100% akan masak penuh setelah
pemasakan. Artinya selama disimpan 8-10 hari. Jika dipetik
dalam keadaan belum masak penuh
penyimpanan, diharapkan proses dan sirkulasi udara berlangsung
baik secara kontinyu, daya tahan
pemasakan buah klimaterik dapat buah lebih lama, tetapi kurang dari
3 minggu. Pada kasus lain buah
dihambat kelangsungannya yang diperlakukan dengan pelapisan
menggunakan parafin, lilin, atau
sehingga bahan dapat disimpan bahan kimia lain dapat memberikan
umur simpan yang lebih lama.
untuk jangka waktu yang cukup

lama. Selain itu penyimpanan juga

bertujuan untuk mencegah

pembusukan buah.

Cara menyimpan buah

Penanganan pascapanen buah Memelihara buah di tempat
yang akan disimpan memegang penyimpanan sama dengan
peran yang sangat penting. Bila menyimpan sayuran segar. Bentuk
akan disimpan, buah yang telah kerusakan yang dialami oleh buah-
dipetik harus segera disimpan di buahan berupa keadaan kelewat
tempat yang teduh terlindung dari masak, pembusukan buah dan
sinar matahari dan kelembaban kerusakan akibat suhu dingin
yang tinggi. Jika dibiarkan pada (pembekuan, reaksi pencoklatan)
suhu 37oC, akan timbul bintik-bintik Dalam ruang pendingin proses
hitam dan proses pematangan kerusakan tersebut sampai batas-
awal terpacu. Jika disimpan dalam batas tertentu dapat dikendalikan,
suhu udara normal (suhu kamar) sedangkan dalam penyimpanan
buah akan masak tidak normal. Buah sederhana umumya lebih sulit
hasil panen sebaiknya ditangani dikendalikan.
dan dilindungi agar lingkungan
tidak banyak berpengaruh.

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 162

Mencegah kerusakan buah dapat menjadi beragam produk untuk
dilakukan dengan cara perlakuan meningkatkan umur simpan dan
kimiawi, seperti pada pisang meningkatkan nilai ekonomisnya
dengan menggunakan fungisida. serta merupakan komoditas ekspor
Perlakuan tersebut tujuannya yang dapat mendatangkan devisa.
untuk membunuh cendawan yang
ada pada pisang. Jika tidak Panen buah mangga sebaiknya
diperlakukan, permukaan buah
pisang umumnya akan berbercak dilakukan pada saat sebagian buahnya
hitam atau coklat yang dapat
mempercepat pembusukan. yang telah dewasa berada pada

Cara lain untuk mencegah tingkat masak optimal, yang dapat
kerusakan adalah dengan
mengatur sirkulasi udara segar diketahui karena buah menunjukkan
agar dapat berlangsung lancar.
Sirkulasi udara yang lancar tanda-tanda sebagai berikut :
menjadikan permukaan kulit bahan
tetap kering dan kandungan gas ƒ kulit dan buah yang berbentuk
etilen ditekan sampai jumlah yang
paling kecil dibawah (0,1-1ppm). wajar, tidak terserang penyakit,
Dengan cara menggantikan gas
etilen dengan udara segar, maka telah berwarna hijau pekat,
proses pemasakan buah dapat
dihambat. atau kekuning-kuningan atau

agak jingga

ƒ pada beberapa buah, kulit

tampak mengkilat, berlapis lilin

ƒ bagian buah yang terbawah

benar-benar telah memadat.

sedang bagian tengahnya bila

diketut-ketuk dengan jari agak

nyaring

ƒ pada beberapa buah hampir

penuh dengan bintik-bintik

coklat, bukan terserang gigitan

larva, hama/kutu.

ƒ umur masak buah seperti

mangga arum manis

dinyatakan masak optimal

setelah berumur antara 93-107

hari, mangga golek 75 hari-85

hari.

marketing.sragenkab.go.id Perlakuan-perlakuan dalam

a. Buah Mangga penanganan sementara buah

Buah mangga memiliki arti ekonomis setelah panen meliputi penyortiran
yang cukup penting karena banyak
dibutuhkan. Selain karena rasanya tidak hanya berdasarkan ukuan
yang enak, juga merupakan
sumber vitamin C dan A. Buah tetapi juga berdasarkan rusak
mangga dapat memberikan cukup
keuntungan bagi petani, dapat diolah tidaknya buah dan tingkat

kematangannya. Buah yang telah

disortir selanjutnya dicuci dan

dibersihkan agar tidak ada kotoran,

cendawan ataupun telur-telur hama

dan penyakit yang menempel.

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 163

Perlakuan yang benar-benar harus daerah yang curah hujannya lebih
dari 760 mm pertahun, pada
diperhatikan selanjutnya adalah berbagai macam tanah yang terairi
dengan baik, dengan keasaman
menyiapkan agar produk tanaman (pH) tanah 5,9-6,5. Buah yang
masak disukai konsumen karena
ini tetap dalam keadaan segar. rasanya manis lezat dengan aroma
yang khas, dan merupakan sumber
Untuk itu perlu perlakuan vitamin A dan C.

pendinginan secara alami dan Penanganan pascapanen buah
nenas tujuannya adalah untuk
secara mekanis dengan mendapatkan buah nenas yang
segar, masak dan dapat
menempatkan buah pada tempat dikonsumsi dengan baik. Untuk itu
perlakuan dan penanganan harus
dan ruangan yang terkendali diperhatikan agar tidak sampai
menimbulkan kerusakan pada
dengan baik dan teratur pada suhu buah. Termasuk dalam perlakuan-
perlakuan itu dimulai saat
dan kelembaban yang tepat yaitu pemetikan. Pemetikan nenas
8-10oC dan RH 85-90%. dalam kondisi terlalu muda
ataupun terlalu tua akan
Suhu optimal untuk pematangan menghasilkan nenas yang bermutu
rendah. Dalam pemetikan
mangga setelah panen berbeda hendaknya jangan sampai buah
menjadi rusak, dan demi keperluan
tergantung kultivarnya. Demikian ekspor buah sebaiknya dipetik
yang benar-benar tengah dalam
halnya dari daerah produksi satu proses pemasakan. Pemetikan
sebaiknya menggunakan pisau
ke daerah produksi lainnya. tajam dan uah nenas jangan
sampai dilempar ke gerobak.
Thomas (1975) melaporkan hasil Dengan cara demikian aktivitas
fisiologis yang merugikan dapat
penelitian terhadap jenis mangga dicegah, sementara penyimpanan
hasil panen dalam ruang dingin
Alfonso di India, bahwa suhu sampai temperatur 0oC dapat
penyimpanan di bawah 25oC akan menghambat semua aktivitas
fisiologis
merugikan terhadap
Pemanenan buah nenas dalam
pengembangan pigmen karotenoid suatu kebun hendaknya dilakukan
apabila rata-rata buah nenas telah
pada mangga selama proses menunjukkan tanda tanda sebagai
berikut :
pematangan.

www.freefoto.com

b. Buah Nenas

Nenas banyak tumbuh di berbagai
daerah di tanah air terutama
daerah yang suhunya antara 25-
30oC, di dataran rendah maupun

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 164

ƒ mata demi matanya berjarak dimakan langsung tanpa diolah,
agak lebar, berbentuk mendatar
sedang tepinya membundar dijadikan sayur, dijadikan minuman

ƒ bagi jenis buah yang menguning segar dan dijadikan selai, permen
warnanya menjadi kuning
sedang jenis lainnya warna dan produk olahan lainnya. Buah
hijaunya telah menjadi agak
gelap atau bercampur warna tomat banyak mengandung vitamin
hijau tua dengan warna agak
kuning kemerah-merahan. A dan C. Tanamannya tumbuh

ƒ Mengeluarkan aroma yang khas baik di daerah-daerah yang

Penanganan hasil panen selalu beriklim panas dapat
dimulai dengan melakukan sortasi,
pengemposan untuk menciptakan menyesuaikan pada keadaan yang
warna yang seragam menggunakan
CaCO2 (karbit) sehingga gas etilen berbeda-beda, tetapi pada
dan asetilen berperan aktif dalam
proses tersebut, dan memberikan kelembaban yang eksesif dan
warna yang cukup seragam.
Perlakuan selanjutnya meliputi temperatur yang sangat tinggi hasil
pengepakan ke dalam peti-peti kayu
kering yang konstruksinya dibuat buahnya akan kurang atau
jarang-jarang untuk aerasi dan
memperhitungkan juga jenis alat menurun.
angkutnya agar sedikit mungkin
terhindar dari kerusakan mekanik Tujuan penanganan lepas panen
oleh benturan atau gesekan
selama perjalanan. adalah untuk mendapatkan hasil

tomat yang segar, tidak cacat dan

menarik untuk dipasarkan sebagai

hasil tomat yang berkualitas tinggi.

Penanganan tomat tahap pertama

meliputi kegiatan saat pemetikan

hasil, dalam melakukan

pemanenan buah tomat

hendaknya diperhatikan apakah

tujuan pemasaran atau untuk

tujuan pengolahan-pengolahan

khusus, seperti pengalengan,

pembuatan miuman sari buah,

selai dsb.

semuacinta.blogspot.com Panen untuk tujuan pemasaran
segar tentunya harus dilakukan
c. Buah Tomat pada saat buah tomat berada
dalam kondisi sedikit di bawah
Buah tomat dimanfaatkan dalam masak, dengan demikian pada
keadaan masih segar, dapat waktu buah tomat itu sampai di
pasar kedaannya masak dan
masih segar. Sedangkan jika
panen untuk tujuan pengolahan
(industri) keadaan buah tomat
harus telah masak dengan warna
kulit buah berwarna merah. Panen
sebaiknya menggunakan gunting
agar buah yang masih muda atau
berwarna hijau tidak ikut terambil

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 165

atau berjatuhan, tetapi dengan diharapkan agar sesampainya di
tanganpun bisa asalkan dilakukan tujuan, buah telah masak segar
dengan hati-hati. Kulit buah tomat dengan sifat dan warna yang
terutama yang telah masak sangat menarik. Dengan penyusunan
tipis sehingga mudah sekali rusak. demikian diharapkan pula agar
berlangsungnya proses fisiologis
Para petani umumnya kurang enzimatis dan kimiawi dalam buah
selama pengepakan tidak sampai
memperhatikan cara-cara panen menimbulkan kerusakan.

tersebut sehingga kadang-kadang

buah masih muda pun dipetik

sekaligus. Akibatnya kerusakan Pengangkutan/transportasi juga
perlu diperhatikan, baik ke pasar
fisiologis tidak dapat dihindarkan lokal atau ke tempat pengolahan
(industri) dengan syarat ditutup
lagi. Untuk itu penting diketahui terpal agar tidak terkena
panas/hujan, dan bila memerlukan
tahapan-tahapan penanganan perjalanan yang lama sebaiknya
dimasukkan ke tempat yang
buah selepas penen yaitu : diengkapi alat pendingin.

Sortasi, hasil panen yang baik

(dengan memperhatikan tujuan

pamasaran segar atau

pengolahan). Setelah dipanen

buah dikumpulkan di ruang d. Advokat

penyimpanan sementara untuk

dipilih dan dipisah-pisahkan. Kalau Tingkat kematangan buah pada

untuk tujuan pemasaran segar saat dipanen sangat penting

yang berwarna agak kemerahan, diperhatikan untuk tujuan

dikelompokkan berdasar penyimpanan buah advokat. Waktu

kesamaan ukuran. Hasil sortasi ini pemetikan optimum sangat

dicuci dan dibersihkan, selanjutnya dipengaruhi oleh lama waktu

ditiriskan untuk mengeringkan air penyimpanan yang diinginkan.

yang masih menempel. Umur buah yang terlalu tua harus

dihindarkan, sebab akan

Untuk tujuan pengolahan (industri) memberikan flavor (aroma) dan

yang berwarna merah dan tekstur yang kurang baik pada

keadaannya telah masak pematangan.

dikumpulkan sampai tahap

penirisan dilakukan proses Usaha-usaha penentuan

penyemprotan untuk kematangan buah untuk dipanen

membersihkan dari segala kotoran. secara obyektif belum diperoleh.

Selanjutnya dikemas dalam peti Biasanya indeks panen yang

kayu yang kedua sisinya cukup digunakan adalah ukuran buah,

berventilasi dengan terlebih dahulu warna dsb, yang diperoleh

dialasi daun pisang segar yang berasarkan pengalaman petani.

bersih. Penyusunan/penempatan

demikian mengingat buah tomat

masih dalam keadaan sedikit di

bawah masak optimal dan

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 166

sl.biotrop.org

e. Pisang

Buah pisang biasanya dipanen commons.wikimedia.org

pada waktu masih berwarna hijau f. Sitrus/Jeruk

dengan tingkat kematangan yang Indeks kematangan untuk buah
jeruk bervariasi antar varietas.
berbeda. Apabila akan Cara yang paling mudah dilakukan
adalah berdasarkan perubahan
ditransportasikan jarak jauh, warna (dari hijau menjadi kuning).
Tetapi kesulitannya ada beberapa
biasanya buah dipanen pada varietas jeruk yang tidak mudah
berubah warna, sehingga perlu
waktu buah masih agak muda (75- dilakukan uji rasa.

80% kematangan) dengan sudut- Standar indeks kematangan buah
jeruk yang berlaku di Filipina
sudut buah yang masih kelihatan. didasarkan atas perubahan warna,
kadar padatan terlarut, kadar
Buah seperti ini akan matang kira- asam, perbandingan kadar
padatan dan asam serta kadar sari
kira dalam waktu 3 minggu. Untuk buah (rata-rata 50%).

pengangkutan jarak pendek

biasanya pisang dipanen pada

saat 85-95% matang, yaitu ketika

buah telah berkembang penuh

tetapi sudut-sudut buah masih

sedikit kelihatan. Buah seperti ini

akan matang dalam waktu 1-2

minggu. Untuk pemasaran lokal,

sebaiknya pemanenan dilakukan

saat buah telah lebih tua, yang

akan matang dalam waktu kurang

dari 1 minggu.

Indeks panen yang digunakan safarouk.fotopages.com
dapat bervariasi antar petani dan
antar daerah. Untuk menentukan g. Anggur
saat panen yang tepat, sebaiknya
digunakan gabungan kriteria- Untuk buah anggur, indeks panen
kriteria tersebut, misalnya yang umum digunakan adalah
hilangnya penampakan sudut-
sudut buah (fullnees of finger),
ukuran buah, dan jumlah hari
setelah keluarnya bunga sampai
buah menjadi tua.

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 167

berdasarkan kadar padatan Buah yang akan dijual atau
terlarut. Disamping itu beberapa ditransportasikan pada jarak jauh
sifat fisik juga digunakan untuk harus dipanen waktu kuitnya msih
menentukan saat pemanenan, keras dan belum mengeluarkan
misalnya tekstur daging buah, aroma, tetapi daun pada tangkai
warna kulit, serta pembentukan buah harus sudah berubah warna
flavor dan aroma yang khas. menjadi kuning dan durinya sudah
terbentuk sempurna serta terpisah
jauh satu sama lainnya. Pada
tingkat kematangan ini daging
buahnya agak keras dan berwarna
kuning pucat.

i. Duku

juandanza.blogdrive.com Buah duku dianggap telah cukup
tua bila semua buah dalam satu
h. Nangka tangkai berwarna kuning tanpa ada
yang berwarna hijau.Timbulnya
Beberapa macam indeks yang bintik-bintik coklat pada kulit buah
dan menghilangnya daun pada
biasa digunakan untuk buah,dapat juga merupakan indeks
kematangan. Biasanya petani
menentukan waktu panen terbaik membiarkan buah duku sampai
tingkat kematangan lebih lanjut
buah nangka adalah: (over mature) karena rasanya akan
lebih manis.
ƒ bunyi yang ditimbulkan bila

buah dipukul-pukul dengan jari

ƒ menguningnya daun pada

tangkai buah

ƒ duri buah telah terbentuk

dengan sempurna dan terpisah

jauh satu sama lain

ƒ duri dapat ditekan dengan jari

ƒ timbunya aroma buh yang khas

Pemetikan buah juga tergantung web.ipb.ac.id
apakah untuk konsumsi sendiri
atau untuk dijual ke pasar. Biasanya j. Pepaya
buah untuk konsumsi langsung
harus dipanen bila kulitnya telah Bila diinginkan untuk pemasaran
agak lunak, daun pada tangkai lokal buah pepaya sebaiknya
buah telah berubah menjadi dibiarkan dipohon sampai tingkat
oranye dan telah timbul aroma kematangan ”firm-ripe” yang
khas. Pada tingkat kematangan ini
daging buah agak berair.

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 168

ditandai dengan adanya 4.5.1. Susu

perubahan warna pada ujung buah Susu merupakan bahan pangan
yang tersusun oleh zat-zat makanan
dari hijau menjadi kuning dengan proporsi seimbang, dari
sudut lain air susu dipandang
kemerahan. Buah yang dipanen sebagai bahan mentah yang
mengandung sumber zat-zat
pada saat tersebut akan matang makanan yang penting. Diperoleh
dari hasil pemerahan kelenjar
dalam waktu 4-5 hari. Indeks mamae sapi yang sehat, tanpa
atau dengan penambahan zat
panen lain yang bisa digunakan tertentu. Komposisinya terdiri atas
komponen utama air, dan sisanya
adalah total padatan terlarut. protein, lemak, hidrat arang,
mineral, dan vitamin.
k. Melon (Watermelon)
Sebagai bahan pangan, air susu
Tergantung dari varietasnya, dapat digunakan baik dalam
terdapat tiga kriteria yang biasanya bentuk asalnya sebagai satu
digunakan untuk menentukan kesatuan, maupun dari bagian-
kematangan buah melon : bagiannya. Banyak sekali masalah
ƒ Bunyi yang dikeluarkan waktu yang dihadapi dalam penanganan
susu baik dalam pengolahan,
buah dipukul dengan jari penyimpanan dan penggunaan air
ƒ Bagian buah yang terdapat di susu. Air susu dapat berasal dari
berbagai binatang baik dari
atas tanah berubah warnanya golongan ruminansia seperti sapi,
dari putih pucat menjadi kambing, domba, kerbau atau
kuning-krem kijang maupun dari hewan yang
ƒ tendoil yang terdapat bersama bukan kelompok ruminansia yaitu
buah telah mengkerut dan mati. kuda.

4.5. Penanganan Pasca Dengan pemuliaan (seleksi), kini
Panen Produk ternak-ternak dapat menghasilkan
Hewani air susu melebihi kebutuhan yang
diperlukan untuk peratan dan
Hasil-hasil pertanian dari produk pertumbuhan anaknya Oleh karena
hewani meliputi, air susu, madu, itu kelebihannya dapat digunakan
telur, dan daging. manusia untuk keperluan bahan
pangan. Zat-zat makanan yang
terdapat dalam air susu berada
dalam tiga keadaan yang berbeda
yaitu :

wwv.mercola.com

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 169

a. Sebagai larutan sejati, Tabel 4.3. Kompoosisi kimia air susu
misalnya karbohidrat, garam-
garam organik, vitamin-vitamin Komponen kimia Kadar (%)
dan senyawa-senyawa
nitrogen bukan protein, Air 87.0

b. Sebagai larutan koloidal, Lemak 3.9
terutama partikel-partikel yang
besar yang dapat memberikn Laktosa 4.9
efek Tyndal. Dalam golongan
ini termasuk protein, enzim, Protein 3.5
dan garam-garam yang terkait
dalam misel. Abu 0.7

c. Sebagai emulsi, seperti lemak Sumber : Buckle, et al. 2007
dan senyawa-senyawa yang
ada hubungannya dengan Kadar zat-zat yang terkandung
lemak misalnya gliserida- dalam air susu dapat bervariasi
gliserida. Lemak yang terdapat tergantung dari beberapa faktor
sebagai emulsi tersebut seperti spesies, individu, musim,
berbentuk globula-globula. makanan. Spesies hewan satu dapat
memberikan komposisi yang sangat
Susu sebagai hasil sekresi yang berbeda dengan spesies yang lain.
memiliki komposisi sangat berbeda Dalam satu spesies karena
dari komposisi darah yang terjadinya kelainan proses fisiologis
merupakan asal susu, misalnya dari satu individu ke individu yang
lemak susu, casein, laktosa yang lain dapat juga menghasilkan
disintesa oleh alveoli dalam komponen yang berbeda.
ambing, tidak terdapat di tempat
lain manapun dalam tubuh sapi. Disamping bahan utama diatas,
Sejumlah besar darah harus dalam air susu juga terkandung
mengalir melalui alveoli dalam bahan-bahan lain dalam jumlah
pembuatan susu yaitu sekitar 50 sedikit seperti asam sitrat, enzim-
kg darah yang dibutuhkan untuk enzim, fosfolipid, vitamin A,
menghasilkan 30 liter susu. vitammin B dan vitamin C. Susu
dari binatang selain sapi perah
Komposisi Air Susu yang digunakan sebagai sumber
susu dan komposisinya dapat
Air susu mengandung komponen dilihat pada Tabel 4.4.
gizi yang cukup komplek seperti
terlihat pada Tabel 4.3.

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 170

Tabel 4.4. Komposisi kimia susu dari berbagai sumber susu

Komposisi Kimia

Sumber Lemak Protein Laktos Abu Air
susu (%) (%) a (%) (%) (%)
87,81
Kambing 4,09 3,71 4,20 0,79 63,00
68,50
Ikan paus 22,24 11,9 1,79 1,66 82,44
89,86
Kelinci 13,60 12,95 2,40 2,55 80,60
34,00
Kerbau 7,40 4,74 4,64 0,78 87,10
87,60
Kuda 1,59 2,00 6,14 0,41

Domba 8,28 5,44 4,78 0,90

Anjing laut 54,0 12,00 Tidak ada 0,53

Sapi 3,9 3,40 4,80 0,72

Manusia 3,8 1,20 7,00 0,21

Sumber : Buckle, et al. 2007

Kandungan air Lemak atau lipid terdapat di dalam

Air yang terkandung dalam air susu dalam bentuk jutaan bola
susu berkisar antara 32-89%
dengan rataan 87,20%, perubahan kecil (globula). Butiran-butiran ini
persentase ini tergantung pada
naik turunnya bahan kering yang mempunyai daerah permukaan
terlarut di dalamnya. Air berfungsi
sebagai bahan pelarut zat-zat yang luas dan hal tersebut
penyusun air susu; bahan kering
didalam air susu terdapat dalam menyebabkan susu mudah dan
bentuk larutan koloid yaitu protein,
emulsi yaitu lemak dan sebagai cepat menyerap flavor asing.
larutan biasa yaitu laktosa,
albumin, mineral dan vitamin. Air Butiran-butiran ini
sangat penting sebagai bahan
segar dari bahan kering air susu mempertahankan keutuhannya
serta merupakan bahan encer
dengan bahan keringnya yang karena: 1). Tegangan permukaan
mudah dicerna.
yang disebabkan oleh ukuran yang
Lemak
kecil dan 2). Karena adanya suatu

lapisan tipis (membran) yang

membungkus butiran tersebut,

yang terdiri atas protein dan

posfolipid. Pembungkus ini

mencegah butiran lemak untuk

bergabung dan membentuk butiran

yang lebih besar. Kalau didiamkan

butiran butiran-butiran lemak ini

biasanya akan muncul ke

permukaan susu untuk membentuk

lapisan/krim. Bila susu atau krim

diaduk secara mekanis, lapisan

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 171

tipis sekeliling masing-masing susu yang sudah dipasteurisasi
butiran itu bergabung membentuk
masa lemak yang terpisah dari karena lipase yang dihasilkan oleh
bagian susu yang lain. Selain
protein, vitamin A, zat warna alami pertumbuhan mikroorganisme.
karoten, enzim-enzim tertentu
seperti posfatase, fosfolpid seperti Flavor seperti yang kurang enak
lecitin dan sterol, koleterol juga
berada pada lapisan tipis lemak disebabkan karena kondisi seperti
susu. Kira-kira 98-99% dari lemak
susu berbentuk trigliserida, yang suhu yang tinggi, keasaman,
tiga molekul asam lemaknya
diesterifikasi terhadap gliserol. adanya katalisator logam seperti
Monogliserida dan digliserida berisi
satu atau dua asam lemak yang tembaga, sinar ultraviolet dan sinar
dihubungkan pada gliserol dan
jumlahnya di dalam susu dapat matahari yang cenderung
mencapai 0,5% digliserida dan
0,04% monogliserida. Komposisi mempercepat oksidasi asam lemak.
lemak pada susu sapi 60-75%
bersifat jenuh dan 25-30% tidak Komponen mikro dari lemak susu
jenuh dan sekitar 4% merupakan antara lain adalah fosfolipid, sterol,
asam lemak polyunaturated. tokoferol (vitamin E), karoten dan
vitamin A dan D. Susu mengandung
Kerusakan yang dapat terjadi pada kira-kira 0,3% fosfolipid terutama
lemak susu merupakan sebab dari lesitin, sphingomielin dan sepalin.
berbagai perkembangan flavor yang Pada waktu susu dipisahkan
menyimpang pada produk seperti menjadi susu skim dan krim, kira-
ketengikan, yang disebabkan karena kira 70% dari posfolipid terdapat di
proses hidrolisis dari gliserida dan dalam krim. Posfolipid dapat dengan
pelepasan asam lemak seperti cepat teroksidasi di udara dan
butirat dan kaproat yang akibatnya ikut menyebabkan
mempunyai bau keras, khas dan penyimpangan cita rasa susu.
tidak menyenangkan, tallowiness Sterol utama yang terdapat di
yang disebabkan karena oksidasi dalam susu adalah kolesterol yang
asam lemak tak jenuh, flavor mencapai jumlah 0,015%.
teroksidasi yang disebabkan
karena oksidasi fosofolipid, amis/ Protein
bau seperti ikan yang disebabkan
karena oksidasi dan reaksi Protein susu terbagi menjadi dua
hidrolisa. Ketengikan terutama kelompok utama yaitu casein yang
ditimbulkan oleh enzim lipase yang dapat diendapkan oleh asam dan
terdapat secara alami dalam susu. enzim renin serta protein whey
Pasteurisasi dapat membuat enzim yang dapat mengalami denaturasi
menjadi inaktif, tetapi ketengikan oleh panas pada suhu kira-kira
masih dapat berkembang pada 67,5oC. Casein adalah protein
utama susu yang jumlahnya
mencapai kira-kira 80% dari total
protein. Casein terdapat dalam
bentuk casein kalsium (senyawa
kompleks dari kalsium posfat) dan
terdapat dalam bentuk partikel-
partikel kompleks koloid yang
disebut micelles. Partikel-partikel
casein dalam susu segar tampak

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 172

sebagai bulatan-bulatan yang meskipun prosedur-prosedur

terpisah dengan garis tengah pasteurisasi yang biasa tidak

sekitar 10-200 milimikron. banyak merusak sifat protein whey.

Pasteurtisasi nampaknya tidak Susu digunakan sebagai sumber

mengubah penyebaran casein. casein komersil, biasanya ke

Homogenisasi susu menyebabkan dalam susu skim atau susu dengan

sebagian dari partikel-partikel kandungan lemak yang sangat

casein menyatu dengan butiran rendah, ditambahkan asam untuk

lemak. Partikel-partikel casein ini mengendapkan sein. Sesudah

dapat dipisahkan dengan dipisahkan dari whey ”tahu” dari

sentrifugasi kecepatan tinggi atau kasein dicuci dengan air, ditiriskan,

dengan penambahan asam. dipres dipotong-potong dan

Pengasaman susu oleh kegiatan dikeringkan. Casein digunakan

bakteri juga menyebabkan sebagai garam kalsium untuk

mengendapnya casein. Bila memperbaiki sifat adukan dari krim

terdapat cukup asam yang dapat yang terbuat dari lemak tumbuh-

mengubah pH susu menjadi kira- tumbuhan yang dipergunakan

kira 5,2-5,3 akan terjadi sebagai bahan pelapis atas

pengendapan disertai dengan (topping) dan untuk memperbaiki

melarutnya garam-garam kalsium keseluruhan struktur asam krim

dan posfor yang semula terikat dan yoghurt. Casein dapat diubah

pada protein secara berangsur- menjadi lem (jika dibuat bersifat

angsur pada titik isoelektrik pH 4,6- basa dengan penambahan kapur,

4,7 casein diendapkan sehingga sodium karbonat, boraks, atau

bebas dari semua garam organik. triethanolamine), atau diubah

Sesudah pengendapan, casein menjadi suatu lapisan dalam

dapat dilarutkan kembali dengan pembuatan kertas atau suatu

menambah alkali asam, pada pH bahan pokok untuk pembuatan

8,5. Casein itu sendiri terdiri atas sejenis plastik yang digunakan

campuran sekurang-kurangnya untuk membuat kancing, hiasan,

tiga komponen protein yang diberi dan akhirnya juga digunakan

istilah casein alpha, betha dan dalam produksi tekstil yang bersifat

gamma. seperti wool.

Setelah lemak casein dihilangkan www.rileks.com/
dari susu, air sisanya dikenal akishmu.wordpress.com
sebagai whey. Kira-kira 0,5-0,7%
dari bahan protein yang dapat larut 4.5.2. Madu
tertinggal dalam whey yaitu
protein-protein laktalbumin dan
laktoglobulin. Laktalbumin berjumlah
kira-kira 10% dari protein susu
seluruhnya dan jumlahnya
merupakan kedua terbesar
sesudah kasein. Laktalbumin ini
mudah dikoagulasi oleh panas

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 173

Madu merupakan produk yang unik yang secara alamiah masih tetap
dari hewan, mengandung terdapat dalam sarang, 2). Madu
persentase karbohidrat yang tinggi, hasil ekstraksi, yaitu madu yang
tidak ada mengandung protein didapatkan melalui proses gravitasi
ataupun lemak. Nilai gizi madu atau pemusingan dari sarang lebah
sangat tergantung dari kandungan yang tidak dirusakkan, 3). Madu
gula-gula sederhana, fruktosa dan hasil perasan yaitu madu yang
glukosa. didapatkan setelah melewati
pemerasan dan penyaringan dari
Bahan pangan ini bersifat kental sarang lebah yang telah diremukkan.
dengan warna emas sampai gelap
diproduksi di dalam kandungan hanieliza.fotopages.com/
madu dari berbagai jenis tawon shw.fotopages.com
dari berbagai nektar bunga. Rasa
dan harumnya madu sangat 4.5.3. Ikan
dipengaruhi oleh jenis bunga asal
nektar bunga tersebut. Ikan merupakan bahan pangan
hewani yang berasal dan hidup di
Madu yang diproduksi secara perairan. Karena hidup di dalam air
komersial tidak diperoleh dari maka secara otomatis komponen
lebah liar tetapi dari domestic yang membentuk tubuh ikan
honey bees. Nektar tersebut banyak dipengaruhi keadaan
diperam sehingga menjadi madu perairannya. Ikan yang hidup di
dengan cara inversi sebagian perairan laut akan berbeda
besar dari gula sukrosa menjadi komposisinya dengan ikan-ikan
gula levulosa atau fruktosa dan yang hidup di perairan payau dan
dekstrosa (glukosa), diikuti dengan tawar.
penguapan air yang berlebihan
dengan ventilasi dari sayap yang Faktor-faktor yang mempengauhi
dihempas-hempaskan. mutu ikan sebagai ikan basah yang
baru ditangkap adalah :
Madu adalah nektar atau eksudat
gula dari tanaman yang a. Jenis ikan. Ada jenis ikan yang
dikumpulkan oleh lebah madu,
diolah dan disimpan didalam mudah sekali busuk, seperti
sarang madu dari lebah Apid
mellifera. Madu mempunyai sifat- lemuru, kerang-kerangan,
sifat yang secara optis dapat
memutar kekiri (levo rotary) bidang molusca dan crustacea dan
polarisasi, dan mengandung tidak
lebih dai 25% kadar air, 0,25% abu adapula yang tahan lama
dan 8% sukrosa.
seperti ikan bandeng, tuna,
Madu yang dijual di pasaran
dibedakan dalam 3 bentuk yaitu 1). dan cakalang
Madu dalam sarang, yaitu madu

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 174

b. Ukuran ikan. Umumnya ikan kematiannya banyak

yang ukurannya kecil lebih mengeluarkan tenaga untuk

cepat rusak dibandingkan melepaskan diri dari jeratan

dengan ikan-ikan yang alat tangkap dapat

berukuran besar. Hal ini mempercepat proses rigor

disebabkan karena ikan-ikan mortis dan pembusukan

yang berukuran kecil, dibandingkan dengan ikan

disamping luas tubuhnya yang diproses kematiannya

sempit, juga disebabkan dalam keaadaan tenang.

dagingnya masih belum

kompak, terutama pada ikan f. Cara penanganan. Pengangkutan

muda sehingga penguraian dan pendistribusian ikan

daging oleh kegiatan mikroba pascapenangkapan ikan

akan berlangsung cepat. sangat mempengauhi mutu

ikan. Ikan-ikan yang

c. Kondisi biologis. Ikan-ikan diperlakukan secara kasar dan

yang saat ditangkap dalam kurang hati-hati sehingga

keadaan kenyang akan lebih terjadi pelukaan dan lecet-lecet

cepat menjadi busuk pada tubuhnya akan lebih

dibandingkan dengan ikan cepat mengalami pembusukan

yang dalam keadaan lapar. dibandingkan dengan ikan

Pembusukan ini disebabkan yang diperlakukan secara baik.

oleh dari cepatnya isi perut dan Luka pada tubuh ikan akan

dinding perut mengalami menjadi pintu masuknya

penguraian dan pembusukan, mikroba dan mempercepat

mengingat isi perut merupakan prombakan pada daging ikan.

salah satu sumber mikroba.

d. Suhu air saat ikan ditangkap. Kesegaran ikan merupakan hal
yang sangat penting dalam industri
Suhu air akan berpengaruh perikanan karena menyangkut
kualitas produk agar dapat diterima
pada kecepatan pembusukan. oleh konsumen. Ikan tergolong ke
dalam produk yang cepat
Kalau ikan ditangkap pada mengalami pembusukan pada
suhu kamar. Mutu kesegaran ikan
suhu air yang tinggi akan mempunyai arti penting dalam
pemanfaatan sumber daya yang
mempercepat proses lebih rasional dan berdaya guna.

pembusukan dibandingkan

dengan ikan yang ditangkap

pada suhu rendah. Suhu yang

tinggi akan mempengaruhi

kecepatan perubahan

komposisi daging ikan. Faktor-faktor yang mempengaruhi
ikan cepat busuk yaitu faktor internal
e. Cara penangkapan dan (komposisi kimia ikan, umur ikan,
kematian, ikan yang ditangkap jenis ikan, ukuran ikan, jenis
dengan suatu jenis alat makanan saat ikan ditangkap, dan
tangkap tertentu (jala atau cara kematian ikan), faktor eksternal
pancing) yang dalam proses (suhu air saat ikan ditangkap,

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 175

daerah penangkapan, alat dikonsumsi, es yang digunakan
usahakan tidak cepat mencair.
penangkapan, cara penangkapan,

tersedianya air bersih dan es).

Disamping itu mutu kesegaran juga

mempunyai arti penting bagi Pendinginan pada ikan-ikan segar

semua pihak yang terlibat, baik harus disesuaikan dengan fasilitas

dalam pembangunan dan dan jarak yang ditempuh, biaya

pembinaan perikanan maupun yang dibutuhkan dan jenis ikan

dalam pengusahaan hasil yang diinginkan. Untuk unit yang

perikanan yaitu dari produksi, tergolong lengkap pendinginan

pasca panen, pengolahan dilakukan dengan menggunakan

pemasaran hingga konsumsi. es kering (dry ice) yang dapat
menghasilkan suhu sampai 0oC,

Penanganan Ikan Segar atau menggunakan nitrogen cair.

Es juga berfungsi sebagai pencuci

Penanganan ikan segar sangat saat ikan didinginkan, air yang

memegang peranan penting, berasal dari cairan es akan

sebab tujuan utama penanganan menghanyutkan substansi-

ikan adalah mengusahakan agar substansi yang dibutuhkan oleh

kesegaran ikan setelah tertangkap mikroorganisme, sehingga

dapat dipertahankan selama pertumbuhan bakteri pembusuk

mungkin. Penanganan yang menjadi terhambat dan secara

dilakukan bukan berarti mencegah langsung dapat memperpanjang

proses pembusukan, tetapi kesegaran ikan sampai jangka

mempertahankan atau waktu tertentu.

memperlambat agar ikan itu tetap

dalam keadaan segar. Penanganan Ikan Segar di Kapal

Dalam penanganan ikan segar, Penanganan ikan di kapal atau

suhu lingkungan atau tempat perahu-perahu ikan merupakan

dimana ikan itu ditempatkan harus langkah pertama dalam

selalu diusahakan agar tetap penanganan ikan untuk diproses
rendah, mendekati 0oC, dan suhu
lebih lanjut, sebab dari sini mutu

ini harus selalu dijaga agar tetap ikan dapat ditentukan :

stabil. Begitu juga dengan hasil

laut lainnya harus tetap dijaga a. Penanganan ikan dari perahu

dengan baik, harus dihidarkan dari nelayan tradisonal

sinar matahari langsung. Fasilitas-fasilitas yang terdapat

Kekurangan es selama pada perahu sangat sederhana

pengangkutan tidak lagi bisa dan bahan pengawet seperti

mempertahankan suhu rendah, es balok dan es kering juga

maka proses pembusukan ikan mahal maka nelayan

menjadi lebih cepat, untuk itulah mengawetkan hasil tangkapannya

dalam setiap pengangkutan ikan, dengan merendam ikan dalam

pengemasan sebelum ikan air untuk mempertahankan

kesegaran ikan dan

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 176

menghindari kontak langsung pembusuk, sedang ikan
dengan sinar metahari untuk
mencegah oksidasi. Ada juga yang kecil tidak disiangi
nelayan yang menggunakan
pecahan es atau untuk dan hanya diproses sesuai
menahan laju pencairan es
dengan mencampur es dengan dengan permintaan pasar.
garam. Kondisi ikan saat
ditangkap banyak berontak ƒ Pencucian
akan mempercepat kondisi rigor
mortis, luka memar akibat alat Pencucian bertujuan untuk
tangkap dan kerusakan fisik
lainnya, akan mempercepat membersihkan ikan dari
pembusukan ikan karena
bakteri akan mudah masuk ke sisa-sisa darah akibat
dalam tubuh ikan melalui
permukaan kulit yang luka. proses penyiangan serta

membebaskan tubuh ikan

dari bakteri pembusuk.

Pencucian dilakukan dengan

air bersih yang mengalir,

dan penggunaan air dingin

sangat dianjurkan.

ƒ Pengaturan ikan dalam

palka/cool box
Segera setelah ikan
ditangkap, ikan harus
b. Penanganan ikan segar di dimasukkan ke palka.

kapal-kapal besar Bagian bawah palka sudah

Penanganan ikan di kapal bersih dan ditabuiri es/

besar umumnya lebih baik dan pecahan es setebal 20 cm.

sudah dipersiapkan sarana Ketika dipindahkan,

dan prasarananya yang lebih pemindahan ikan harus

lengkap. Kapal-kapal tersebut dilakukan dengan hati-hati

telah dilengkapi fasilitas yang dan cepat. Penyusunan

cukup memadai, karena ikan harus diatur

penangkapan ikan di laut berselang-seling antara ikan

dilakukan sampai berhari-hari dengan pecahan es. Tinggi

sehingga kesegaran ikan juga susunan sebaiknya hanya

harus dipertahankan. maksimum 1 m. Hal ini

Penanganan ikan segar dikapal untuk mengurangi resiko

meliputi tahapan sebagai berikut: ikan yang berada di bagian

ƒ Dressing (penyiangan ikan). bawah tidak tergencet/

Ikan dibersihkan dari menjadi gepeng untuk setiap

kotoran yang menempel 1 m, dan perlu diberi sekat.

saat diangkat dari perairan, ƒ Pendinginan
Pendinginan di dalam palka
selanjutnya ikan disortir dapat diatur sebagai berikut:

berdasarkan jenis dan - Palka sebelum dipakai

ukurannya. Penyiangan harus dalam keadaan

dilakukan pada ikan besar bersih. Pada sudut

dengan cara bawah dilengkapi lubang

menghilangkan isi perut pengeluaran. Bagian

dan insangnya, karena isi bawah isi hancuran es

perut ikan merupakan setebal 20 cm untuk

sumber mikroba

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 177

lama pelayaran 7 hari. Penanganan Ikan Segar pada
Untuk penambahan lama Waktu Transportasi
pelayaran 1 hari maka
lapisan es harus Agar ikan tiba ditujuan dalam

ditambah 2,5 cm. keadaan tetap segar, maka harus

- Penyusunan ikan digunakan sarana angkutan yang

dapat dilakukan tepat dan cepat dilengkapi unit
dengan cara perut ikan
menghadap ke bawah, pendingin yang bertujuan

tubuh ikan dikelilingi memperlambat proses pencairan

es setebal 4 cm dan es dengan cara memperlambat

tidak boleh menyentuh penetrasi panas dari luar. Wadah

dinding palka. pengangkutan bisa dari wadah

Penyusunan sampai berinsulasi seperti cool box dengan

mencapai tinggi 1 m unit pendingin/ refrigerator.

- Secara keseluruhan Penanganan Ikan di Tingkat
perbandingan es Pedagang
dengan ikan adalah
1:2, sudah dapat
menjamin suhu pendingin Selama penanganan ikan segar
rata-rata 0oC. ditingkat pedagang, ikan harus
tetap diperlakukan pada suasana
Penanganan Ikan Segar di dingin sehingga kesegarannya
Pelabuhan dapat dijaga,. Kondisi kebersihan
sarana dan prasarana juga
Beberapa hal yang perlu diperhatikan. Perlakuan seperti ini
akan menjamin kualitas ikan segar
diperhatikan pada penanganan sampai ke tangan konsumen.

ikan segar setelah sampai di

pelabuhan adalah mengusahakan

agar waktu melakukan

pembongkaran ikan tidak sampai

menimbulkan luka-luka pada

bagian kulit ikan, karena akan

mempercepat proses pembusukan.

Perlakuan yang hati-hati dan

cekatan harus mendapat prioritas. www.silose.com/www.pisangkremes.com

Penggunaan alat yang tajam dan 4.5.4. Telur

perlakuan kasar tidak diperbolehkan. Telur merupakan salah satu hasil
ternak terutama telur unggas yang
Untuk tetap menjaga kesegaran bernilai gizi tinggi seperti hasil
ikan maka suhu dingin harus tetap ternak lainnya, sebenarnya telur
dipertahankan karena kesegaran yang dihasilkan oleh hewan
ikan bersifat temporer, dan akan tertentu adalah digunakan untuk
berubah seiring berubahnya suhu.
Selain itu harus dihindari kontak
dengan sinar matahari secara
langsung.

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 178

kelanggengan hidupnya atau kayla2107.blogspot.com
sebagai alat berkembang biak.
Akan tetapi mengingat nilai gizi Perbedaan warna telur juga
yang tinggi maka telur dapat dipengaruhi oleh jenis induk, seperti
digunakan sebagai baha pangan. telur ayam berwarna putih, kuning
Telur merupakan hasil hasil sampai kecoklatan. Sedangkan
pembuahan sel telur pada hewan telur bebek berwarna biru langit.
betina oleh sperma dari hewan Kadang-kadang telur ada yang
jantan, sehingga telur merupakan berbintik-bintik hal ini disebabkan
calon hewan dewasa. Oleh kerena karena adanya kapang yang
itu telur mengandung bahan-bahan tumbuh pada permukaan kulit telur.
atau zat-zat yang sam dengan
induknya. Struktur Telur

Dari sekian banyak telur yang Telur terdiri dari tiga komponen
dihasilkan oleh berbagai hewan utama yaitu: kuning telur, putih
hanya beberapa jenis telur yang telur dan kulit telur beserta selaput
dapat dikonsumsi manusia yaitu pembungkusnya. Berdasarkan
antara lain telur ayam, bebek, puyuh berat rata-rata telur itik, persentase
dan telur penyu. Berdasarkan asal putih telur, kuningtelur dan kulit
hewannya, bentuk telur bermacam- telur masing-masing 57%,32%,
macam mulai dari hampir bulat dan 11%.
sampai lonjong. Ukuran bentuk telur
biasa dinyatakan dengan indeks Di dalam telur bagian kuning telur
perbandingan antara panjang dengan terdapat pada bagian yang paling
lebar dikalikan 100. Disamping itu dalam, diikat oleh putih telur
bentuk dan ukuran telur bermacam- melalui struktur jonjot berpilin yang
macam. Besar telurpun bervariasi, disebut khalaza. Kuning telur
ada yang berat ada pula yang ringan. dibungkus oleh suatu selaput
Pengaruh jenis hewan juga penting, (membran) yang disebut membran
seperti telur bebek lebih besar dari vitelina, sedangkan bagian luar
telur ayam dan warnanyapun putih telur dikelilingi oleh dua buah
berbeda-beda, faktor-faktor yang membran. Kedua membran ini
mempengaruhi besar telur terpisah sehingga membentuk
diantaranya: jenis hewan, umur, ruangan (rongga udara) yang
perubahan musim, waktu bertelur, merupakan rongga yang berfungsi
sifat turun temurun induk, umur
pembuahan, berat tubuh induk dan
makanannya.

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 179

sebagai tempat persendian udara beraturan bentuknya, peranan dari
pada saat embrio bernafas. Oleh pori-pori ini adalah untuk
karena itu letak embrio pada telur pertukaran gas. Semakin lama
dibelakang rongga udara. telur disimpan maka pori-pori kulit
telur yang terbuka akan semakin
a. Kulit telur banyak. Telur yang baru ditelurkan
permukan kulitnya berlendir dan
Telur unggas biasanya mempunyai lendir ini akan mengering dengan
kulit yang halus, kuat dan cepat sehingga membentuk
berkapur, faktor-faktor yang kutikula yang menutupi pori-pori
mempengaruhi ketebalan kulit telur kulit telur. Kutikula adalah
antara lain sifat turun temurun dari pembungkus terluar yang bersifat
induk, musim, makanan dan faktor transparan dan sangat tipis serta
fisiologis lainnya. Tebal kulit telur terbentuk oleh bahan ”mucin”
sangat bervariasi, tetapi umumnya suatu protein. Ketebalan kutikula
berkorelasi dengan besarnya telur. pada telur mencapai 0,03 mm,
Kekuatan dan ketebalan kulit telur sedangkan pada telur ayam
menjadi pelindung isi telur mencapai 0.005-0.01 mm. Sifat
terhadap serangan-serangan dari kutikula ini tidak mempunyai pori-
luar. Dalam kondisi lingkungan pori, namun dapat dilalui oleh gas
yang baik dan kulit tetap utuh CO2 yang bisa keluar dari isi telur.
maka isi telur akan aman dari
serangan mikroba, namun apabila Lapisan spons adalah bagian
ada sedikit saja keretakan atau
lubang pada kulit telur, maka isi terbesar dari kulit telur yang
telur akan sangat mudah terserang
mikroba. letaknya di bawah kutikula.

Strukturnya dapat dibedakan Lapisan ini terdiri dari protein yang
menjadi empat bagian yaitu
kutikula, lapisan bunga karang, berbentuk anyaman dan lapisan
lapisan mamila dan lapisan
membrana. Kerabang telur kapur yang terdiri dari kalsium
merupakan kerangka yang terdiri
dari bahan matrik organik yang karbonat, kalsium posfat,
tersusun berupa anyaman serabut
kolagen seperti protein dan bahan magnesium karbonat, magnesium
mineral yaitu sebagian besar terdiri
dari karbonat dan posfat dari posfat. Lapisan mamila adalah
kalsium dan magnesium serta
sebagian besar berupa kalsium lapisan yang terdiri dari jonjot-
karbonat. Permukaan kerabang
telur agak berbintik-bintik . jonjot kapur (mamilae). Lapisan ini

Pada permukaan kulit telur merupakan lapisan ketiga pada
terdapat pori-pori yang tidak
kulit telur yang tebalnya kurang

lebih sepertiga dari tebal kulit.

Lapisan selaput kulit telur
(membrana) terdiri dari dua
lapisan. Ketebalannya sekitar 65
mikron. Makin kearah bagian
tumpul makin tebal. Lapisan luar
melekaat erat pada kerabang telur
dan sulit dipisahkan.

b. Putih telur

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 180

Putih telur menempati 60% dari suatu proses pembuahan pada
seluruh telur. Bagian tersebut telur, sehingga kuning telur
dinamakan albumen. Umumnya merupakan bagian terpenting pada
40% dari putih telur merupakan telur Selain itu kuning telur penuh
cairan kental dan sisanya dengan zat-zat gizi tinggi yang
merupakan bahan setengan padat. berfungsi untuk menunjang
Putih telur dibagi menjadi 4 kehidupan embrio. Bentuk kuning
kelompok yaitu :lapisan encer luar telur hampir bulat, berwarna kuning
(23,2%), lapisan kental luar sampai jingga dan terletak
(57,3%), lapisan encer dalam ditengah-tengah telur.
(16.38%) dan lapisan kental dalam
(2.7%). Kuning telur terdiri dari lapisan-
Lapisan kental dalam ini lapisan yang berselang seling.
mengelilingi kuning telur seutuhnya. Lapisan yang tipis dan terang
Khalaza sebagai lapisan berphilin disebut ”ligh yolk layer”, sedangkan
akan mempertahakan kuning telur lapisan yang tebal dan kuning
agar tetap berada di tengah. Putih gelap disebut dengan ”dark yolk
telur bersifat alkalis dengan pH layer”. Bagian tengah sebagai
sekitar 7,6. pusat dari kuning telur disebut
”latebra” berwarna keputih-putihan.
Putih telur bersifat antibakteri yaitu Latebra jumlahnya 0,6% dari
suatu sifat yang dapat membunuh seluruh kuning telur, pH kuning
atau mencegah pertumbuhan telur sekitar 6, lebih asam dari
bakteri. Sifat ini disebabkan karena putih telur. Seluruh kuning telur
putih telur mempuyai pH yang dibungkus oleh suatu selaput yang
tinggi, adanya enzim lisozim dan disebut membran vitelina, yang
senyawa avidin yang mengikat mempuyai ketebalan 24 mikron,
biotin. Aktivitas enzim proteoliotik terbuat dari protein berbentuk
menyebabkan rusaknya struktur musin dan keratin. Sifat lapisan ini
serat dari ovomucin dan sangat kuat dan elastis.
berkurangnya elastisitas putih telur
sehingga putih telur menjadi rusak. Rongga Udara

c. Kuning telur Telur yang baru dikeluarkan oleh
induknya belum memiliki rongga
Pada permukaan kuning telur udara. Tetapi setelah 6-10 menit,
terdapat suatu bintik putih. Dalam rongga udara timbul dengan
keadaan tidak berlembaga disebut diameter 0,5-0,9 cm (0,1-0,2 cc
blastodisk (germ) dan dalam volume). Rongga udara ini
keadaan berlembaga disebut merupakan rongga yang terdapat
blastoderm. Blastodisk memiliki pada bagian tumpul isi telur dan
ukuran yang lebih kecil berfungsi sebagai pemberi udara
dibandingkan dengan blastoderm pada saat embrio bernafas. Oleh
yang pada telur fertil germ ini karena itu letak embrio pada telur
berkembang menjadi embrio, tepat dibelakang rongga udara.
khususnya yang dihasilkan oleh Rongga udara ini muncul akibat

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 181

perbedaan suhu luar yang lebih Perubahan-perubahan yang
rendah dari suhu tubuh induknya Terjadi Selama Penyimpanan
yang bersuhu lebih tinggi. Telur

Komposi Kimia Telur

Bagian utama isi telur segar adalah Telur sebagai bahan makanan
air, kemudian menyusul bahan yang sangat labil, artinya mudah
organik terutama protein dan mengalami perubahan-perubahan
lemak dengan sejumlah kecil apabila tidak diperlakukan dengan
karbohidrat. Bahan anorganik baik, terutama bila masih dalam
terdapat kira-kira 1% dari isi telur keadaan mentah. Telur mentah
dan terdapat bahan lain dalam yang dibiarkan di udara terbuka
jumlah yang lebih kecil. (disimpan dalam suhu kamar)
dalam waktu yang lama akan
Elemen utama yang termasuk mengalami beberapa perubahan
dalam unsur kimia dari telur adalah seperti :
karbon, oksigen, nitrogen,
hidrogen, fosfor dan sulfur. Bahan Perubahan Bau dan Cita Rasa
kering telur ayam rata-rata
mengandung karbon 53%, oksigen Secara alamiah telur sebenarnya
20%, nitrogen 15%, hidrogen 7%,
fosfor 4% dan sulfur 1%, tidak berbau, akan tetapi selama
sedangkan komposisi kimia telur
itik dapat dilihat pada tabel 4.5. penyimpanan, telur dapat

menyerap bau-bauan disekitarnya

melalui pori-pori kulitnya. Telur

sangat cepat menyerap bau-bauan

Tabel 4.5. Komposisi Telur Itik luar terutama kalau dekat dengan

desinfektan, jamur, sayur, atau

Komposisi Telur itik buah busuk dan lain-lain. Dari

Kalori (kal) 187 faktor internal, bau dapat muncul

akibat pemecahan unsur-unsur

Protein (g) 11.8 kimia dari isi telur terutama dari

Lemak (g) 14.2 kerja mikroba dan akibat pengaruh

suhu tinggi. Sedangkan cita rasanya

Karbohidrat (g) 3.0 terutama kuning telur dijumpai rasa

Kalsium (mg) 68 yang khas dan berbeda-beda

Fospor (mg) 268 dengan cita rasa telur segar.

Besi (mg) 6.0 Perubahan pH

Vitamin A (µg) 180 pH normal pada putih telur segar
adalah 7,6-8,2, setelah 1 minggu
Vitamin B1(mg) 0.02 pH putih telur meningkat menjadi
9,0-9,7, kemudian untuk beberapa
Vitamin C (mg) 0.0 hari saat pH konstan dan bisa
turun kembali. Hal ini disebabkan
Air (g) 70.0

Sumber : Depkes RI, 2001

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 182

karena adanya kerusakan susunan Perubahan Indeks Putih Telur
kimia dalam telur.
Ideks putih telur merupakan
Penurunan Berat Telur perbandingan antara tinggi putih
telur (albumen) dengan rata-rata
Penurunan berat telur dapat terjadi lebar albumen terpendek dengan
terutama akibat penguapan air terpanjang. Pada telur segar nilai
yang berasal dari telur yang ini berkisar antara 0,050-0,174 dan
berlangsung secar kontinyu. dalam keadaan normal sekitar
Proses ini juga bisa diakibatkan 1,090-0,120. Selama penyimpanan
oleh penguapan gas dari dalam terjadi penurunan indeks putih telur
telur yang berasal dari pemecahan yang sangat dipengaruhi oleh
unsur-unsur kimia yang berasal suhu. Semakin rendah suhu
dari zat-zat organik isi telur. Gas- penyimpanan, maka semakin
gas tersebut antara lain CO2, rendah indeks putih telur tersebut.
Amonia, dan Nitrogen.
Perubahan Indeks Kuning Telur
Pembesaran Rongga Udara
Indeks kuning telur merupakan
Pembesaran rongga udara terjadi perbandingan antara tinggi dengan
akibat proses penguapan air dan garis tengah kuning telur. Indeks
ga-gas dari dalam telur. Biasanya kuning telur segar berkisar antara
rongga udara terbentuk 6-10 menit, 0,30-0,50, umumnya antara 0,39-
setelah dikeluarkan induknya dengan 0,45. Yang mempengauhi indeks
diameter sekitar 0,5-0,9 cm. kuning telur adalah berat kuning
Setelah 2 jam diameternya menjadi telur dan umur simpannya.
1,3-2,5 cm. Selama disimpan akan Semakin kecil beratnya, maka
menjadi semakin besar. semakin besar indeksnya dan
semakn lama disimpan maka
Penurunan Berat Jenis semakin menurun indeks kuning
telur tersebut.
Penurunan berat jenis terjadi
karena kehilangan berat telur Perubahan Nilai Haugh Unit (HU)
tersebut. Keadaan ini tampak jelas
bila telur terapung pada saat Haugh Unit merupakan suatu unit
dicelupkan ke dalam air. Setelah yang memberi korelasi antar tinggi
disimpan selama 3 bulan, berat putih telur yang ketal dengan berat
jenis akan turun sekitar 0,825. rata- telur. Semakin baik kualitas putih
rata berat telur ayam segar yang telur ditunjukkan oleh nilai HU yang
bentuknya normal sekitar 1,095 tinggi, pada telur yang baru keluar
dan yang tidak normal lebih rendah nilai HU bisa mencapai 100.
yaitu 1,088-1,090. Disamping itu
berat jenis juga dipengaruhi oleh Pengenceran Isi Telur
tebal kulit. Semakin tebal kulit
semakin besar berat jenisnya. Pengenceran isi telur terjadi untuk
telur yang telah lama disimpan
akibat pecahnya membran vitelina

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 183

yang membatasi putih dan kuning mudah masuk kedalam telur
telur sehingga kedua bagian ini sehingga berpengaruh buruk
bercampur. Keadaan ini dapat terhadap isi telur, walaupun banyak
diamati dengan menempatkan telur bakteri dan jamur yang dapat
yang sudah dipecahkan pada ditahan oleh selaput telur dan putih
bidang datar. Telur yang masih telur, tetapi ada juga yang sampai
segar mempunyai bagian putih dan kekuning telur dan berkembang
kuning yang tebal, sedangkan telur disana, sehingga mengakibatkan
yang lama disimpan ditandai telur menjadi bususk dan rusak.
dengan bentuknya yang lebar dan
rata. Terkontaminasinya telur oleh

Mikrobiologi Telur mikroba tergantung dari

Telur segar secara teoritis adalah kelembaban dan suhu tempat
telur yang baru saja dikeluarkan
oleh induknya, apabila disimpan penyimpanan serta hilangnya
dengan baik dapat dipasarkan
sebagai telur konsumsi dalam jangka lapisan kutikula pada permukaan
waktu dua sampai tiga minggu.
Sebagian besar telur yang baru kulit telur, sehingga mikroba
dikeluarkan induknya, bebas dari
mikroba baik pada kulitnya maupun mudah masuk kedalam telur dan
isi telur. Namun demikian kontak
telur dengan sarangnya atau berkembang biak. Jumlah mikroba
kotorannya dapat mengakibatkan
adanya perbedaan tekanan osmose pada setiap permukaan kulit telur
antara kuning telur dengan putih antara 102-107 atau rata-rata 105
telur. Perpindahan air dari putih
telur ke kuning telur juga diikuti koloni/ml, walaupun pada bagian
oleh masuknya mikroba ke kuning
telur sehingga akan merusak kuning permukaan kulit telur banyak
telur yang menyebabkan kuning
telur keadaannya menjadi lemah ditemui mikroba, tetapi tidak
dan akhirnya akan mudah pecah.
Telur yang disimpan akan mengalami semua bagian permukaan kulit
beberapa perubahan fisik maupun
kimiawi pada telur. Perubahan fisik telur banyak ditemui mikroba,
umumnya disebabkan karena
peguapan air dan gas-gas dari tetapi tidak semua mikroba akan
dalam telur, sedangkan perubahan
kimiawi umumnya disebabkan oleh mencemari isi telur. Hal ini
aktivitas mikroba dalam telur.
Semakin banyak pori-pori yang disebabkan karena telur
terbuka, penguapan dan penyusutan
isi telur akan semakin besar, mempunyai mekanisme
disamping itu bakteri dan jamur
pertahanan yang sangat kompleks.

Komponen yang memegang

peranan dalam hal ini adalah

kutikula, kerabang kulit telur,

selaput kulit telur,dan sifat

atibakteri pada telur yang dapat

membunuh atau mencegah

pertumbuhan bakteri sifat ini

disebabkan oleh karena putih telur

mempunyai pH yang tinggi dan

adanya enzim lisosim dan

senyawa avidin yang mengikat

biotin. Walaupn demikian tidak

berarti telur akan bebas dari

serangan mikroba yang dapat

membuat telur menjadi rusak.

Kerusakan dan kebusukan telur

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 184

akan dipercepat bila diletakkan mengawetkannya. Pengawetan
pada tempat yang lembab dan telur segar ini berguna untuk
kotor. mengatasi saat-saat harga telur
rendah, sehingga peternak tidak
Mikroba yang umum terdapat di mengalami kerugian. Cara-cara
yang dapat dilakukan untuk
dalam telur adalah jenis mengawetkan telur adalah:
menggunakan kulit akasia, minyak
Pseudomonas, Cladosporium, kelapa, parafin da kantong plastik.

Penicillium, dan Sporotrichum,

Bakteri-bakteri yang ada pada

permukaan kulit telur adalah:

Steptococcus, Staphylococcus, a. Menggunakan kulit akasia
Pengawetan dengan kulit
Micrococcus, Sarcina, Athrobacter, akasia dapat mempertahankan
kesegaran telur sampai sekitar
Bacillus Pseudomonas, Alkaligenes, 2 bulan. Caranya dengan
menumbuk kulit akasia dan
Flayobacterium, Cytopaga, Coli, merebusnya. Air rebusan ini
digunakan untuk merendam
aerogenes, Aeromona, Proteus, telur segar sebelum disimpan.
Untuk setiap 10 liter air
Serratia, sedangkan bakteri-bakteri diperlukan 80 gram serbuk kulit
akasia.
yang pernah diisolasi dari telur

yang busuk adalah Coli aerogenes,

Proteus, Aeromonas, Pseudomonas,

Alcaligenes serta Achromobacter.

Pada telur yang rusak atau busuk

biasanya mengandung campuran

mikroba yaitu campuran bakteri gram b. Menggunakan minyak kelapa

negatif dan bakteri gram positif Pengawetan telur dengan

dalam jumlah yang sedikit. Bakteri metode ini dapat

yang selalu ditemui pada telur yang memperpanjang umur simpan

rusak biasanya Pseudomonas telur sampai 3 minggu. Cara

fluorescens, Pseudomons pengawetannya dengan

maltophilia, Aeromonas,Hafnia dan memanaskan minyak kelapa

Citrobacter, sedangkan yang sampai mendidih dan

kadang-kadang dijumpai adalah didiamkan sampai dingin. Telur

Plavobacterium, Achromobacter, yang akan diawetkan

Cytopaga, Bacillus, Micrococcus, dibersihkan dahulu, kemudian

Streptococcus dan yang paling dicelupkan satu per satu dalam

jarang dijumpai adalah minyak tersebut. Telur

Pseudomonas aeruginosa. selanjutnya diangkat dan

ditiriskan, lalu disimpan dalam

Pengawetan Telur Segar rak-rak. Untuk setiap 1 liter

minyak kelapa dapat untuk

Daya simpan telur amat pendek, mengawetkan telur sekitar 70 kg.
maka perlu perlakuan khusus jika
akan disimpan lebih lama, c. Menggunakan parafin
terutama dalam bentuk segar.
Salah satu cara memperpanjang Dengan menggunakan parafin,
kesegaran telur adalah dengan
telur akan bisa diawetkan

hingga 6 bulan. Caranya dengan

membersihkan telur dengan

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 185

alkohol 96%. Sementara memakannya karena kandungan

parafin dipersiapkan dengan gizinya lengkap, sehingga

memanasakan parafin hingga keseimbangan gizi untuk hidup
50-60oC.
suhu Telur dapat terpenuhi. Daging dapat

dicelupkan selama 10 menit, diolah dengan cara dimasak,

telur selanjutnya diangkat, digoreng, dipanggang, disate,

ditiriskan dan disimpan dalam corned, sosis, dendeng, abon dll.

rak telur. Untuk 1 liter parafin Oleh karenanya daging dan hasil

dapat mengawetkan sekitar olahanya merupakan produk-

100 kg. produk makanan yang unik.

d. Menggunakan kantong plastik Daging didefinisikan sebagai

Pengawetan dengan kantong semua jaringan hewan dan semua

plastik hanya dapat memper- produk hasil pengolahan jaringan-

panjang umur simpan sampai jaringan tersebut yang sesuai

3 minggu, caranya adalah untuk dimakan serta tidak

dengan membersihkan telur menimbulkan gangguan kesehatan

terlebih dahulu, kemudian bagi yang memakannya. Organ-

masukkan dalam kantong organ misalnya hati, ginjal, otak,

plastik yang cukup tebal. paru-paru, jantung, limfa, pankreas,

Selama penyimpanan tidak dan jaringan otot termasuk dalam

boleh ada keluar masuk definisi daging. Berdasarkan

kantong. Oleh karena itu, keadaan fisiknya daging dapat

kantong harus ditutup rapat- dikelompokkan menjadi :

rapat, misalnya menggunakan ƒ daging segar yang dilayukan

patri kantong plastik elektrionik tanpa pelayuan

(sealer). ƒ daging segar yang dilayukan

kemudian didinginkan (daging

beku)

4.5.5. Daging ƒ daging segar yang dilayukan,

didinginkan, kemudian

dibekukan (daging beku)

ƒ daging masak

ƒ daging asap, dan

ƒ daging olahan

archive.wn.com/larashati.files. Daging yang dikonsumsi dapat
wordpress.com berasal dari sapi, kerbau, babi,
kuda domba, unggas, ikan dan
Daging adalah salah satu hasil organisme yang hidup yang hidup
ternak yang hampir tidak dapat di air dan didarat, serta daging
dipisahkan dari kehidupan hewan-hewan liar dan aneka
manusia. Selain penganekragaman ternak. Di Indonesia, daging yang
sumber pangan, daging dapat banyak dikonsumsi adalah daging
menimbulkan kepuasan atau sapi, domba, babi, dan kambing.
kenikmatan bagi yang Daging kuda juga dikonsumsi,
daging-daging tersebut sering

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 186

disebut daging merah, sedang dengan kealotan daging. Otot-otot
daging unggas yang banyak yang berasosiasi dengan tulang
dikonsumsi adalah daging ayam, yaitu berhubungan dengan
itik. Daging lainnya adalah daging kealotan daging. Otot-otot yang
yang berasal dari hewan-hewan berasosiasi dengan tulang yaitu
liar misalnya daging kijang dan otot-otot yang berhubungan
daging babi hutan. Daging yang dengan tulang, sering disebut otot
berasal dari oragnisme yang hidup skeletal. Otot skletal merupakan
di air yang paling banyak sumber utama dari jaringan otot
dikonsumsi dan tersedia dalam daging. Jenis otot-otot lain yaitu
jumlah besar adalah ikan. Daging otot-otot yang tidak berhubungan
udang, kepiting, dan kerang juga dengan tulang adalah otot jantung
dikonsumsi. Beberapa daging yang bergaris-garis melintang dan
lainya yang juga dikonsumsi otot halus yang merupakan
adalah daging-daging yang berasal komponen utama pembuluh darah,
darianeka ternak, misalnya daging saluran pencernan dan saluran
kelinci, burung puyuh dan merpati. reproduksi. Di dalam tubuh hewan
Daging juga dapat diperoleh dari terdapat lebih dari 600 otot yang
hasil budidaya bekicot, dan berbeda dalam hal bentuk, ukuran
beberapa jenis katak. dan aktivitasnya. Otot juga
Daging untuk dikonsumsi diartikan berbeda dalam hal hubungannya
sebagai otot tubuh hewan dengan tulang, tulang rawan atau
termasuk jaringan pengikat dan ligamentum, kandungan darah dan
bagian tubuh lainnya. Sedangkan saraf dan berhubungan dengan
”meat product” adalah keseluruhan jaringan-jaringan lain.
hasil pemotongan hewan termasuk
hasil ikutannya (tulang, kulit, bulu, Daging adalah komponen utama
kuku dan sebaginya). Otot hewan
berubah menjadi daging setelah karkas. Karkas juga tersusun dari
pemotongan karena fungsi
fisiologisnya telah berhenti. Otot lemak jaringan adipose, tulang,
merupakan komponen utama
penyusun daging. Daging juga tulang rawan, jaringan ikat dan
tersusun dari jaringan ikat, epitelia,
jaringan-jaringan saraf, pembulu tendon. Komponen-komponen
darah dan lemak. Jadi daging tidak
sama dengan otot. tersebut menentukan ciri-ciri

Otot adalah jaringan yang kualitas dan kuantitas daging.
mempunyai struktur dan fungsi
utama sebagai pengerak. Ciri Struktur Otot
suatu otot mempunyai hubungan
yang erat dengan fungsinya. Secara umum tubuh ternak
Karena fungsinya, maka jumlah tersusun dari tiga tipe jaringan
jaringan ikat berbeda diantara otot. yaitu otot, jaringan ikan fibrus, dan
Jaringan ikat ini berhubungan lemak adipose. Ketiga tipe jaringan
tersebut tersusun dari sel-sel
didalam matrik yang mengandung
serabut. Otot dan jaringan ikat
tersebut merupakan komponen
utama dari karkas ternak pedaging.

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 187

Karkas ternak daging tersusun berliku-liku yang saling menutupi

oleh kita-kira 600 jenis otot yang dalam garis sejajar dan lurus. Unit

berbeda ukuran dan bentuknya, dasar ini (sarkomer) dimana

berbeda pula susunan syaraf dan serabut tebalnya terdiri dari

persendian darahnya, serta (Hampir seluruhnya) protein miosin

melekatnya pada tulang, dan serabut tipis terdiri dari protein

persendian dan tujuan serta jenis aktin. Serabut-serabut ini

gerakannya. Akan tetapi otot panjangnya kira-kira 1-3um dan

mempunyai persamaan pola diameternya 6-16 µm.

struktur. Disekeliling urat daging, Struktur yang sangat halus inilah
yang dipakai dalam kontraksi/
terdapat jaringanpenghubung pengerutan dan relaksasi/
pengendoran otot selama ternak
epimisium yang melekat diantara masih hidup. Selama kontraksi,
serabut tipis menggeser bersama-
otot dan membaginya menjadi sama diantara serabut-serabut
tebal, sedangkan dalam keadaan
sekumpulan berkas otot, yang istirahat atau pengenduran
serabut-serabut itu menggeser
terdiri dari serat-serat yang berdiri keluar atau memisah.
Jadi struktur otot adalah jaringan
sendiri. Serat-serat ini panjangnya yang kompleks dan sangat halus,
jaringan penghubung yang
kira-kira beberapa sentimeter, mengandung protein aktin dan
miosin dalam cairan protein
tetapi garis tengahnya sekitar 10- sarkoplasma yang kompleks,
sarkoplasma tersebut mengandung
100 mm. Serat-serat ini dikelilingi pigmen otot dan bemacam-macam
bahan kompleks yang dibutuhkan
oleh suatu selubung yang lentur oleh otot dalam melakukan
fungsinya.
(sarkolema), tersusun dari protein

dan lemak, disekelilingnya terdapat

serangkaian tubule. Serat otot

tersusun atas sejumlah miofibril,

pada suatu larutan cairan pekat

bahan koloid (sarkoplasma).

Miofibril adalah bagian organel;

yang khas, terdapat pada jaringan

otot, yang bentuknya memanjang

merupakan barang silinder yang

bergaris tengan 1-2 µm, dengan

panjang yang sesuai dengan serta

daging yang mengandung kra-kira Komposisi Kima Daging

1000-2000 miofibril. Miofibril ini

diikat sehingga memberi bentuk Sebagian besar daging

yang melintang dan berlapis-lapis. mengandung air, protein lemak

Sarkoplasma, terdiri dari 75-80% dan juga mengandung karbohidrat

air, berisi campuran yang dan komponen organik. Komposisi

kompleks dari butiran kecil lemak, daging berbeda-beda tergatung

glikogen, ribosom, bahan-bahan dari jenis hewan, umur, jenis

nitrogen bukan protein dan bahan- kelamin, bagian mana daging yang

bahan anorganik. diambil, dan pengaturan gizi.

Miofibril terdiri dari serabut tipis Keragaman yang nyata dalam
dan tebal (miofilamen) yang komposisi lipid terdapat antara
membentuk suatu sistem yang

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 188

jenis tenak mamahbiak dan ternak Pemberian makanan protein

tidak memamah biak. Karena pelindung pada ternak memamah

adanya hidrogenasi yang biak telah digunakan akhir-akhir ini

disebakan oleh mikroflora didalam untuk meningkatkan tingkat asam

rumen. Protein adalah komponen lemak tak jenuh (polyansaturated)

bahan kering yang tersebar dari dalam daging sapi, kambing susu

daging. Nilai nutrisi daging yang dan hasil olahannya untuk

tinggi disebabkan karena daging memenuhi kebutuhan diit khusus

mengandung asam-asam amino pasien yang menderita gangguan

esensial yang lengkap dan jantung. Perbedaan jenis ternak

seimbang. Otot mengandung 75% telah menunjukkan pula adanya

air, dengan kisaran 68-80%, perbedaan dalam mioglobin, otot,

protein sekitar 12 % (16-22%), tetapi perbedaan yang besar

substansi-substansi non protein adalah dalam hal warna dari

yang larut 2,5% serta lemak sekitar mioglobin yang timbul karena

2,5% (1,5-13,0%) dan sangat keadaan kimiawinya. Seperti

bervariasi. Nilai kalori daging halnya hemoglobin, mioglobin juga

banyak ditentukan oleh kandungan dapat membentuk suatu senyawa

lemak intraselular di dalam tambahan yang dapat bereaksi

serabut-serabut otot yang disebut dengan oksigen dan

lemak marbling atau itramuskular. mengakibatkan perubahan warna.

Nilai kalori daging juga tergantung Meskipun oksihemoglobin terjadi

pada julah daging yang dimakan. hanya pada permukaan daging

Secra relatif kandungan gizi daging yang terkena udara, hal tersebut

dari berbagai bangsa ternak dan penting karena itulah warna yang

ikan berbeda, tetapi setiap 100 gram diinginkan oleh pembeli yaitu

daging dapat memenuhi kebutuhan warna merah cerah. Tingkat

zat gizi seeorang dewasa setiap kecerahan warna ditentukan oleh

hari sekitar 10% kalori, 50% tebalnya lapisan oksimioglobin

protein, 35% zat besi. 100% Fe dipermukaan atau ”darah” oksgen.

bila daging berasal dari hati dan Bagian ini lebih banyak terjadi

25-26% vitamin B komplek. Hati pada suhu rendah dan lebih kecil

banyak mengandung Fe, vitamin pada suhu tinggi. Oleh karena itu

A, B1 dan asam suksinat. Berbeda daging menjadi lebih merah cerah

dengan daging segar, daging bila disimpan dalam lemari

olahan mengandung lebih sedikit pendingin karena meningkatnya

protein, air dan lebih banyak lemak daerah oksigen pada darah.

dan mineral. Kenaikan persentase

mineral daging olahan disebabkan Hal yang sama akan terjadi jika
daging segar dibungkus dalam
karena penambahan bumbu- suatu lapisan tipis yang tidak
tembus oksigen. Oksigen dalam
bumbu dan garam, sedangkan bungkusan akan habis karena
adanya aktivitas biokimia dan
kenaikan nilai kalori disebabkan mikroorganisme aerobik dan
daging tersebut berubah warnanya
karena penambahan karbohidrat

dan protein dari biji-bijian, tepung

dan susu skim.

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 189

menjadi ungu yang kurang glikogen diubah menjadi asam
laktat. Proses ini adalah akibat dari
menarik, yang merupakan warna glikolisis anerobik yang berbeda
dengan pernafasan yang terjadi
dari mioglobin yang telah direduksi. pada ternak yang hidup, dan ini
merupakan proses eksoterm. Jelas
Mioglobin dapat mengalami bahwa besar perubahan itu dan
jumlah panas yang dihasilkan
oksodasi yang sesungguhnya sebagian besar oleh tingkat glikogen
dalam ternak pada waktu itu mati
menjadi metmioglobin yang Perubahan pH

berwarna coklat abu-abu,

disebabkan karena rusaknya

globin seperti yang terjadi pada

waktu memasak daging dan

metmioglobin ini bereaksi dengan

ion-ion nitrit sehingga

menghasilkan wana merah muda Perubahan pH sesudah ternak mati

yang stabil, yang merupakana pada dasarnya ditentukan oleh

warna daging yang diasin. kandungan asam laktat yang

tertimbun dalam otot, yang

Perubahan-perubahan yang selanjutnya ditentukan oleh kandungan
Terjadi Selama Penyembelihan
glikogen dan penanganan sebelum

penyembelihan. Walaupun demikian,

Setelah ternak disembelih, pH akhir yang tercapai mempunyai

persediaan oksigen ke otot terhenti beberapa pengaruh yang berarti

sebagai akibat berhentinya kerja dalam mutu daging, yaitu :

jantung dan aliran darah. Akibat ƒ pH rendah, berada sekitar pH

kedua, berhentinya aliran darah 5,1-6,1 menyebabkan daging

yang membawa persedian glikogen mempunyai struktur terbuka

tidak ada lagi di otot, dari hasil sisa yang sangat diinginkan untuk

metabolisme tidak dapat pengasinan daging: warna

dikeluarkan dari otot-otot. Jadi otot merah muda yang cerah yang

yang hidup itu mengalami disukai konsumen, flavor yang

perubahan besar sebagai akibat lebih disukai, baik dalam

penyembelihan. Perubahan- kondisi telah dimasak atau

perubahan yang terjadi diasin; dan stabilitas yang lebih

diperngaruhi oleh beberapa faktor : baik terhadap kerusakan akibat

mikroorganise.

Perubahan Suhu ƒ pH tinggi, berada sekitar pH

6,2-7,2 menyebabkan daging

Suhu permukaan karkas mulai pada tahap akhir mempuyai
menurun dari suhu darah ke suhu
sekitarnya atau dibawahnya, struktur yang tertutup atau
tergantung pada cara penanganan
sesudah penyembelihan. Walaupun padat dengan warna merah
demikian suhu jaringan yang ada
di dalam mungkin naik sebanyak 1- ungu tua, rasa kurang enak
2% tergantung pada besar kecilnya
ternak, sebagai akibat proses dan keadaan yang lebih
glikolisis sesudah kematian dimana
memungkinkan untuk

perkembangan mikroorganisme.

Jadi banyak faktor utama dari mutu
daging yang dapat diperbaiki oleh

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 190

pH yang rendah. Perkecualian dari kompleks lainnya. Salah satu hasil
hal ini adalah bila kemampuan
menahan air (water holding akhir proses biokimiawi ini adalah
capacity-WHC) dari daging
merupakan pertimbangan utama bahwa aktin dan miosin yang
seperti pada daging yang akan
digunakan dalam industri yang membentuk serabut tipis dan tebal
melibatkan proses penghancuran,
misalnya pada produk pasta dari sarkomer, bersatu,
daging atau pembuatan produk,
daging cacah, atau bila daging membentuk aktomiosin. Proses ini
akan dibekukan dan dijual dalam
kondisi dicairkan. Dalam kondisi bersifat dapat balik (reversible)
semacam ini, WHC merupakan
faktor mutu yang penting dalam pada otot yang masih hidup akan
alam hal ini diperbaiki oleh pH
yang tinggi. Hal ini disebabkan tetapi bersifat ireversible pada otot
karena potein sarkoplasma dari
otot sangat mudah rusak dalam yang sedang atau sudah mati.
suasana asam dan cenderung
untuk kehilangan titik isoelektrisnya Kecepatan perkembangan
daripada protein sarkoplasma pada
pH 5,4-5,5 untuk daging sapi. Jadi rigormortis dipengaruhi oleh
pada umumnya pH rendah lebih
disukai untuk mempertahankan beberapa faktor diantaranya
kebanyakan faktor mutu yang
penting pada daging, akan tetapi adalah :
bila daging dimaksudkan untuk
keperluan industri, dimana WHC ƒ Tingkat glikogen pada saat
adalah faktor yang paling penting,
maka pH tinggi lebih disukai. mati.

Bila tingkat glikogen rendah

rigor mortis cenderung untuk

berlangsung dengan cepat.

Tingkat perkembangan rigor

dapat dihubungkan dengan pH

akhir yang tercapai.

ƒ Suhu karkas

Kecepatan yang tinggi dari

perkembangan rigor,

sebanding dengan suhu yang

tinggi, yang mempercepat

hilangnya CP dan ATP otot.

Perkembangan rigor dan

reaksi-reaksi yang

Rigor Mortis berhubungan dengan hal ini

dapat mempunyai implikasi

Rigor mortis adalah istilah yang praktis dalam penanganan

dipakai untuk menunjukkan daging dan karkas sesudah

keadaan karkas menjadi kaku yang penyembelihan, misalnya: bila

terjadi antara 24-48 jam setelah otot dibekukan sebelum rigor

peyembelihan. Kekejangan atau mortis, dimana tingkat pH dan

hilangnya kelenturan ini ATP masih tetap tinggi, proses

merupakan akibat dari serentetan enzimatis yang ada sangkut

kejadian biokimia yang komplek, pautnya dengan rigor terhenti

peranannya menyangkut hilangnya dan akan tetap terhenti selama

creatif posfat (CP). Dan Adenosin penyimpanan dan dalam

Triposfat (ATP) dari otot, tidak keadaan beku. Apabila

berfungsinya sistem enzim pencairan terjadi (thawing),

cytocrom dan reaksi-reaksi proses enzimatis mulai lagi

Penanganan Pascapanen Produk Nabati dan Hewani 191

terjadi dan bersama-sama terdapat pengurangan cadangan
proses rigor (thaw rigor), gejala ATP secara cepat dan otot
thaw rigor adalah gejala dapat mengerut cukup banyak.
dimana otot mengerut sampai
pada taraf pengerutan yang ƒ Pencemaran oleh
cukup banyak dan pada waktu
juga mengeluarkan sejumlah Mikroorganisme
besar cairan dalam bentuk
tetesan yang berjumlah sampai Jumlah dan jenis
30-40% dari berat urat daging.
Hal ini mungkin tidak mikroorganisme yang mencemari
merugikan bila daging yang
sedang mencair dipotong- permukaan kerkas ditentukan
potong dan digiling dengan
bumbu-bubu yang lain, tetapi oleh pengelolaan sebelum
harus dihindari bila daging atau
karkas yang telah dipotong penyembelihan dan tingkat
akan dijual dalam kondisi beku
atau dicairkan. Jadi sebelum pengendalian higienis yang
dibekukan, harus diusahakan
untuk mendinginkan daging dilaksanakan selama penanganan
sampai kira-kira mencapai
suhu 15oC dan daging pada saat penyembelihan dan
dipertahankan pada suhu ini
agar proses rigor motrtis dapat pembersihan karkas.
berjalan sebelum produk itu
dibekukan. Pencemaran awal lebih dari
Gejala kedua, berhubungan
dengan thaw rigor adalah 99% disebabkan oleh bakteri
pengerutan dingin (cold
shortening) yang merupakan yang dapat hidup pada pada
bentuk pengerutan otot yang suhu 20oC. Populasi ini
tidak begitu hebat, terjadi bila
daging sebelum mengalami mengandung kurang dari1%
kejang, didinginkan sampai suhu
0-15oC. Pengerutan dingin organisme yang dapat hidup
yang menyebabkan pegerasan pada suhu -1oC, walaupn ragi
otot karkas dapat dikurangi
dengan tidak mendinginkan dan jamur terdapat lebih
karkas tersebut dibawah suhu banyak ada pada suhu -1oC
15oC sebelum proses rigor daripada disuhu 20oC.
selesai. Pada suhu diatas 15oC
otot cenderung untuk mengerut Organisme yang dapat hidup
dengan kecepatan yang pada suhu -1oC dari jenis bakteri
dipengaruhi oleh tingkatan
suhu. Pada suhu yang tinggi ada 4 yaitu Acromobacter

(90%), Micrococcus (7%),

Flavobacterium (3%) dan

Pseudomonas (1%), Jenis

jamur yang umum terdapat

adalah Penicillium, Mucor,

Cladosporium, Altenaria,

Sporotrichum dan Thammidium.

Dan jenis ragi terutamanya

terdiri dari Candida,

Geotrichoides dan Mycotosula.

Prosedur Teknologi
Pascapanen

Dalam penangaan pasca panen
dari berbagai keragaman hasil
pertanian yang diperoleh dengan
sifat dan karakter yang dimiliki oleh


Click to View FlipBook Version