Chairani Hanum
TEKNIK
BUDIDAYA
TANAMAN
JILID 2
SMK
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional
Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional
Dilindungi Undang-undang
TEKNIK
BUDIDAYA
TANAMAN
JILID 2
Untuk SMK : Chairani Hanum
: TIM
Penulis
Perancang Kulit
Ukuran Buku : 18,2 x 25,7 cm
HAN HANUM, Chairani.
a
Teknik Budidaya Tanaman Jilid 2 untuk SMK oleh Chairani
Hanum ---- Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah
Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan
Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.
xi. 280 hlm
Daftar Pustaka : A1-A14
Glosarium : B1-B5
Indeks : C1-C6
ISBN : 978-979-060-057-7
Diterbitkan oleh
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2008
KATA SAMBUTAN
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan
karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan
Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen
Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan
Nasional, pada tahun 2008, telah melaksanakan penulisan
pembelian hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis untuk
disebarluaskan kepada masyarakat melalui website bagi siswa
SMK.
Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan
Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk
SMK yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam
proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional Nomor 12 tahun 2008.
Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada
seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta
karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk
digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK di
seluruh Indonesia.
Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada
Departemen Pendidikan Nasional tersebut, dapat diunduh
(download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi
oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat
komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang
ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkannya soft copy ini
akan lebih memudahkan bagi masyarakat untuk mengaksesnya
sehingga peserta didik dan pendidik di seluruh Indonesia maupun
sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan
sumber belajar ini.
Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini.
Selanjutnya, kepada para peserta didik kami ucapkan selamat
belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya.
Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya.
Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.
Jakarta,
Direktur Pembinaan SMK
KATA PENGANTAR
Buku Teknik Budidaya Tanaman ini disusun berdasarkan kurikulum
berbasis kompetensi. Buku ini berisikan materi pokok teknik budidaya
tanaman dengan metode penyajiannya sesuai dengan indikator hasil
belajar pada sekolah menengah kejuruan.
Isi buku ini dibagi atas 4 (empat ) bagian, yang masing-masing bagian
terdiri dari beberapa bab. Bagian I terdiri dari 3 bab yaitu bab
Pendahuluan, Pertumbuhan dan Perkembangan (Bab II), serta
Fotosintesis dan Respirasi (Bab III). Bagian satu dari buku ini mencoba
membahas awal dari kehidupan dan proses dasar metabolisme tanaman.
Sedangkan bagian dua mencoba mengulas sumber hara dan air bagi
tanaman bagaimana mereka memperoleh kedua sumberdaya alam ini,
mentranslokasikannya serta menggunakan untuk kelangsungan
hidupnya.
Bagian tiga dari buku ini mencoba memaparkan syarat tumbuh masing
masing kelompok tanaman yaitu tanaman hortikultura, tanaman pangan
dan tanaman perkebunan. Bagian ini berisi ulasan bagaimana pedoman
teknis budidaya masing-masing kelompok tanaman. Walaupun tidak
seluruh tanaman di muat teknik budidayanya dalam buku ini setidaknya
ketiga bab ini dapat mewakili untuk menuju sistem pertanian yang
berkelanjutan, dengan menghasilkan produk unggulan secara kualitas
dan kuantitas.
Akhir dari buku ini mencoba teknik budidaya alternatif dengan
menggunakan media tanam bukan tanah, sistem ini akan memberikan
pilihan utama pada peningkatan mutu bahan pangan yang dihasilkan
tanpa harus bergantung pada media tanam tanah semata. Pertanian
organik yang digalakkan akhir-akhir ini merupakan solusi untuk
memecahkan masalah peningkatan produksi pertanian disatu sisi dan
pencemaran lingkungan disisi lainnya.
Buku ini dirancang agar peserta didik yang membacanya dapat belajar
sendiri tidak harus bergantung pada tatap muka di depan kelas. Pada
awal setiap bab dimuat pendahuluan untuk dapat lebih memudahkan
pemahaman terhadap isi dari bab tersebut.
Ilustrasi dan gambar yang digunakan dalam buku ini juga diharapkan
dapat membantu siswa mempelajari dan mempraktekkan secara baik dan
benar.
iv
Pada akhirnya keberhasilan proses relajar mengajar tidak hanya
tergantung pada sarana dan prasarana yang canggih, akan tetapi dituntut
untuk setiap peserta didik menekuni dan mencari tahu setiap
permasalahan-permasalahan yang belum diketahui dari ilmu tersebut.
Kepada editor dan Depdiknas beserta seluruh staffnya yang telah
berupaya untuk menyempurnakan dan menerbitkan buku ini sehingga
terbit dan layak baca, kami mengucapkan tarimakasih. Kami juga sangat
mengharapkan saran dan kritik untuk lebih menyempurnakan isi buku ini
sehingga sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan.
Semoga kita mendapatkan ilmu yang bermanfaat, dan manfaat dari ilmu
tersebut
Penulis
v
DAFTAR ISI
KATA SAMBUTAN .......................................................................... iii
KATA PENGANTAR ........................................................................ iv
DAFTAR ISI ...................................................................................... vi
BUKU JILID 1
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Pengertian ................................................................... 1
1.2 Tindakan Budidaya Tanaman ..................................... 2
1.3 Aspek dan Lingkup Teknik Budidaya Tanaman .......... 3
1.3.1. Aspek Budidaya Tanaman .......................................... 3
1.3.2. Lingkup Budidaya Tanaman ........................................ 4
1.3.3. Produk Budidaya Tanaman ......................................... 5
1.4 Potensi Sumber Daya Alam Indonesia ........................ 7
1.5 Peningkatan Produktivitas ........................................... 9
1.6 Rangkuman ................................................................. 10
1.7 Tugas .......................................................................... 10
BAB 2 PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
2.1 Definisi Pertumbuhan dan Perkembangan .................. 13
2.2 Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan ............ 13
2.3 Perkecambahan Benih ................................................ 16
2.3.1. Hipogeal ...................................................................... 16
2.3.2. Epigeal ........................................................................ 17
2.4 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan ....... 17
2.4.1. Genetik ........................................................................ 17
2.4.2. Curah Hujan ................................................................ 17
2.4.3. Keadaan Tanah ........................................................... 18
2.4.4. Suhu ............................................................................ 19
vi
2.4.5. Cahaya Matahari ......................................................... 19
2.4.6.
2.4.7. Hara ( Nutrisi Tanaman) dan Air 20
2.5
2.6 Hormon Tumbuhan ..................................................... 20
2.7
BAB 3 Pengukuran Pertumbuhan .......................................... 22
3.1
3.2 Rangkuman ................................................................. 22
3.3
3.4 Evaluasi ....................................................................... 23
3.4.1.
3.4.2. FOTOSINTESIS DAN RESPIRASI
3.5
3.6 Definisi Fotosintesis dan Respirasi ............................. 24
3.7
3.8 Fotosintesis Pada Tumbuhan ...................................... 25
3.9 Daun dan Kloroplast .................................................... 26
3.10
3.11 Lintasan Pada Fotosintesis ......................................... 27
BAB 4 Reaksi Terang ............................................................. 27
4.1 Reaksi Gelap ............................................................... 29
4.2
4.2.1. Fotosintesis Pada Alga dan Bakteri ............................ 30
4.2.2.
4.2.3. Faktor-Faktor Yang Menentukan Laju Fotosistesis ..... 30
4.2.4.
4.2.5. Penggunaan dan Penyimpanan Hasil Fotosintesis ..... 31
4.3
Respirasi dan Faktor Yang Menentukan Laju
Respirasi ..................................................................... 31
Penemuan ................................................................... 33
Rangkuman ................................................................. 34
Soal ............................................................................. 35
TRANSPOR AIR SERTA FOTOSINTETAT
TANAMAN
Pengantar .................................................................... 38
Mekanisme Pergerakan Air ......................................... 39
Difusi ........................................................................... 40
Osmosis ...................................................................... 40
Tekanan Kapiler .......................................................... 41
Tekanan Hidrostatik .................................................... 42
Gravitasi ...................................................................... 43
Mekanisme Tanaman Mengambil Air .......................... 43
vii
4.4 Mekanisme Membuka dan Menutupnya Stomata ....... 45
4.5 Transpor Fotosintetat Melalui Floem ........................... 47
4.6 Evaluasi ....................................................................... 49
BAB 5 HARA TANAMAN DAN TANAH SEBAGAI
PENYEDIA HARA
5.1 Hara Tanaman ............................................................ 50
5.1.1. Unsur Hara Esensial ................................................... 50
5.1.2. Keseimbangan Hara .................................................... 64
5.1.3. Analisis Kebutuhan Hara ............................................. 64
5.2 Tanah Sebagai Penyedia Hara ................................... 66
5.2.1. Proses Pembentukan Tanah ....................................... 66
5.2.2. Profil Tanah .................................................................. 68
5.2.3. Tekstur dan Struktur Tanah ......................................... 69
5.2.4. Kimia Tanah ................................................................ 69
5.3 Bahan Organik Tanah ................................................. 72
5.4 Evaluasi ....................................................................... 73
BAB 6 PUPUK DAN PENGELOLAAN PUPUK
6.1 Pengenalan Pupuk ...................................................... 75
6.1.1. Unsur-Unsur Pupuk ..................................................... 75
6.1.2. Klasifikasi Pupuk ......................................................... 76
6.2 Pupuk Buatan .............................................................. 78
6.2.1. Sifat Umum Pupuk Buatan .......................................... 78
6.2.2. Pupuk Nitrogen ............................................................ 80
6.2.3. Pupuk Posfat ............................................................... 86
6.2.4. Pupuk Kalium .............................................................. 88
6.2.5. Pupuk Kalsium, Magnesium Belerang dan Unsur
Mikro ............................................................................
6.2.6.
6.3 Pupuk Majemuk ........................................................... 90
Faktor Yang Mempengaruhi Macam dan Jumlah
Pupuk Yang Harus Diberikan Dalam Tanah ............... 93
viii
6.3.1. Jenis Macam Tanaman Yang Akan Dipupuk .............. 94
6.3.2.
6.3.3. Keadaan Kimia Tanah ................................................. 95
6.4
6.4.1. Keseimbangan Hara .................................................... 95
6.4.2.
6.5 Metoda Aplikasi Penempatan Pupuk .......................... 95
6.5.1.
6.5.2. Penempatan Pupuk Cairan ......................................... 95
6.6
6.6.1. Pupuk Padat ................................................................ 96
6.6.2.
6.7 Inspeksi dan Pengendalian Pupuk .............................. 97
6.7.1.
6.7.2. Nilai Ekonomi Pupuk ................................................... 97
6.7.3.
6.8 Pergerakan Pupuk Dalam Waktu ................................ 98
BAB 7 Penyimpanan dan Pengawasan Mutu Pupuk ............. 101
7.1
7.2 Penyimpanan Pupuk ................................................... 101
7.3
7.4 Pengawasan Mutu Pupuk ........................................... 102
7.5
Manajemen Pupuk dan Pemupukan ........................... 103
7.5.1.
7.5.2. Manajemen Hara N 103
7.5.3.
7.6 Manajemen Pupuk P 104
7.6.1. Manajemen Kalium 105
7.6.2.
Evaluasi 105
SUMBER AIR BAGI PERTANIAN (IRIGASI)
Pengertian Irigasi ........................................................ 106
Air Permukaan Tanah ................................................. 106
Air Tanah ..................................................................... 108
Daerah Aliran Sungai (DAS) ....................................... 109
Sistem Pengambilan dan Pemberian Pengairan Bagi
Lahan Pertanian .......................................................... 111
Klasifikasi Air Pengairan .............................................. 112
Beberapa Cara Dalam Pengambilan Air Pengairan .... 115
Beberapa Cara Pemberian Air Pengairan ................... 117
Prinsip-Prinsip Dasar Dalam Pemilihan Sistem
Pertanian ..................................................................... 120
Keadaan Topografi Karakteristik Lahan Serta Tanah .. 121
Derajat Peresapan Air Ke Dalam Tanah ..................... 122
ix
7.6.3. Ketebalan Water Table ................................................ 123
7.6.4. Kemantapan Top Soil .................................................. 123
7.6.5. Perbedaan Sistem Pertanaman .................................. 123
7.7 Sistem dan Bentuk-bentuk Jaringan Pengairan .......... 126
7.7.1. Prinsip-Prinsip Dasar Penataan Jaringan Pengairan .. 127
7.7.2. Bendungan .................................................................. 128
7.8 Sistem Pengaliran Kelebihan Air ................................. 130
7.9 Ketepatgunaan Pengairan Untuk Mencukupi
Kebutuhan Air Pada Lahan Pertanian ......................... 136
BUKU JILID 2
BAB 8 TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN PANGAN
(PADI,JAGUNG, KEDELAI)
8.1 Teknik Budidaya Padi .................................................. 138
8.2 Teknik Budidaya Jagung ............................................. 169
8.3 Teknik Budidaya Kedelai ............................................. 185
BAB 9 TEKNIK BUDIDAYA HORTIKULTURA
9.1 Pendahuluan ............................................................... 193
9.2 Pembagian Hortikultura ............................................... 194
9.3 Fungsi Hortikultura ...................................................... 194
9.4 Pengendalian Lingkungan Untuk Tanaman
Hortikultura .................................................................. 195
9.5 Perbanyakan Tanaman Hortikultura ............................ 197
9.6 Teknik Budidaya Sayuran ........................................... 209
9.6.1. Teknik Budidaya Kentang ........................................... 219
9.6.2. Teknik Budidaya Tomat ............................................... 231
9.6.3. Teknik Budidaya Cabai ............................................... 241
9.6.4. Teknik Budidaya Paprika ............................................. 250
9.6.5. Teknik Budidaya Bawang Merah ................................. 252
9.6.6. Teknik Budidaya Jahe ................................................. 259
9.6.7. Teknik Budidaya Seledri .............................................. 273
9.6.8. Teknik Budidaya Wortel .............................................. 277
x
9.7 Teknik Budidaya Tanaman Buah-Buahan ................... 281
9.7.1. Teknik Budidaya Rambutan ........................................ 285
9.7.2. Teknik Budidaya Jeruk ................................................ 299
9.7.3. Teknik Budidaya Mangga ............................................ 310
9.7.4. Teknik Budidaya Pepaya ............................................. 315
9.7.5. Teknik Budidaya Pisang .............................................. 321
9.8 Teknik Budidaya Tanaman Hias ................................. 333
9.8.1. Teknik Budidaya Anggrek ........................................... 341
9.8.2. Teknik Budidaya Mawar .............................................. 389
9.8.3. Teknik Budidaya Anthurium ........................................ 393
9.8.4. Teknik Budidaya Adenium ........................................... 395
9.8.5. Teknik Budidaya Begonia ............................................ 397
9.8.6. Teknik Budidaya Bonsai .............................................. 399
9.8.7. Teknik Budidaya Rumput ............................................ 413
BUKU JILID 3
BAB 10 TEKNIK BUDIDAYA PERKEBUNAN
10.1 Teknik Budidaya Tembakau ........................................ 424
10.2 Teknik Budidaya Kakao ............................................... 438
10.3 Teknik Budidaya Kelapa Sawit .................................... 470
10.4 Teknik Budidaya Teh ................................................... 481
10.5 Teknik Budidaya Karet ................................................ 488
BAB 11 TEKNIK BUDIDAYA HIDROPONIK 509
BAB 12 PERTANIAN ORGANIK 535
DAFTAR PUSTAKA A
INDEX B
GLOSARIUM C
DAFTAR TABEL DAN GAMBAR D
xi
BAB VIII Steund berasal dari Afrika
TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN Barat.
PANGAN Padi yang ada sekarang ini
(PADI,JAGUNG,KEDELAI) merupakan persilangan antara
Oryza officinalis dan Oryza
8.1. Teknik Budidaya Padi sativa f spontania. Tanaman padi
yang dapat tumbuh baik di
a. Botani Tanaman daerah tropis ialah indica,
sedangkan japonica banyak
Berdasarkan literatur Grist diusahakan di daerah sub tropis
(1960), padi dalam sistematika (Pustaka Bogor, 2005).
tumbuhan diklasifikasikan ke
dalam Divisio Spermatophyta, Berdasarkan literatur Aak (1992)
dengan Sub divisio akar adalah bagian tanaman
Angiospermae, termasuk ke yang berfungsi menyerap air dan
dalam kelas Monocotyledoneae, zat makanan dari dalam tanah,
Ordo adalah Poales, Famili kemudian diangkut ke bagian
adalah Graminae, Genus adalah atas tanaman. Akar tanaman
Oryza Linn, dan Speciesnya padi dapat dibedakan atas :
adalah Oryza sativa L.
1. Radikula; akar yang
Menurut D.Joy dan tumbuh pada saat benih
E.J.Wibberley, tanaman padi berkecambah. Pada
yang mempunyai nama botani benih yang sedang
Oryza sativa dan dapat berkecambah timbul
dibedakan dalam dua tipe, yaitu calon akar dan batang.
padi kering yang tumbuh di lahan Calon akar mengalami
kering dan padi sawah yang pertumbuhan ke arah
memerlukan air menggenang bawah sehingga
dalam pertumbuhan dan terbentuk akar tunggang,
perkembangannya sedangkan calon batang
akan tumbuh ke atas
Genus Oryza L. meliputi lebih sehingga terbentuk
kurang 25 spesies, tersebar di batang dan daun.
daerah tropik dan sub tropik
seperti Asia, Afrika, Amerika, 2. Akar serabut (akar
dan Australia. adventif); setelah 5-6 hari
terbentuk akar tunggang,
Menurut Chevalier dan Neguier akar serabut akan
padi berasal dari dua benua ; tumbuh.
Oryza fatua Koenig dan
Oryza sativa L berasal dari 3. Akar rambut ; merupakan
benua Asia, sedangkan jenis bagian akar yang keluar
padi lainnya yaitu Oryza stapfii dari akar tunggang dan
Roschev dan Oryza glaberima akar serabut. Akar ini
144
merupakan saluran pada coklat, sedangkan akar yang
kulit akar yang berada di baru atau bagian akar yang
luar, dan ini penting masih muda berwarna putih.
dalam pengisapan air
maupun zat-zat Padi termasuk golongan
makanan. Akar serabut tumbuhan Graminae dengan
biasanya berumur batang yang tersusun dari
pendek sedangkan beberapa ruas. Ruas-ruas itu
bentuk dan panjangnya merupakan bubung kosong.
sama dengan akar
serabut. Pada kedua ujung bubung
kosong itu bubungnya ditutup
4. Akar tajuk (crown roots) ; oleh buku. Panjangnya ruas
adalah akar yang tumbuh tidak sama. Ruas yang
dari ruas batang terpendek terdapat pada pangkal
terendah. Akar tajuk ini batang. Ruas yang kedua, ruas
dibedakan lagi yang ketiga, dan seterusnya
berdasarkan letak adalah lebih panjang daripada
kedalaman akar di tanah ruas yang didahuluinya.
yaitu akar yang dangkal
dan akar yang dalam. Pada buku bagian bawah dari
Apabila kandungan udara ruas tumbuh daun pelepah yang
di dalam tanah rendah, membalut ruas sampai buku
maka akar-akar dangkal bagian atas.
mudah berkembang.
Tepat pada buku bagian atas
Gambar 48. Pertumbuhan akar ujumg dari daun pelepah
padi memperlihatkan percabangan
dimana cabang yang terpendek
Bagian akar yang telah dewasa menjadi ligula (lidah) daun, dan
(lebih tua) dan telah mengalami bagian yamg terpanjang dan
perkembangan akan berwarna terbesar menjadi daun kelopak
yang memiliki bagian auricle
pada sebelah kiri dan kanan.
Daun kelopak yang terpanjang
dan membalut ruas yang paling
atas dari batang disebut daun
bendera.
Tepat dimana daun pelepah
teratas menjadi ligula dan daun
bendera, di situlah timbul ruas
yang menjadi bulir padi.
145
Pertumbuhan batang tanaman tunas orde kedua. Biasanya dari
padi adalah merumpun, dimana tunas-tunas orde pertama ini
terdapat satu batang yang menghasilkan tunas-tunas
tunggal/batang utama yang orde kedua ialah tunas orde
mempunyai 6 mata atau sukma, pertama yang terbawah sekali
yaitu sukma 1, 3, 5 sebelah pada batang tunggal/ utama.
kanan dan sukma 2, 4, 6 sebelah
kiri. Dari tiap-tiap sukma ini Pembentukan tunas dari orde
timbul tunas yang disebut tunas ketiga pada umunya tidak terjadi,
orde pertama. oleh karena tunas-tunas dari
orde ketiga tidak mempunyai
Gambar 49 Pertumbuhan daun ruang hidup dalam kesesakan
padi dengan tunas-tunas dari orde
pertama dan kedua.
Tunas orde pertama tumbuhnya
didahului oleh tunas yang Padi termasuk tanaman jenis
tumbuh dari sukma pertama, rumput-rumputan mempunyai
kemudian diikuti oleh sukma daun yang berbeda-beda, baik
kedua, disusul oleh tunas yang bentuk, susunan, atau bagian-
timbul dari sukma ketiga dan bagiannya.
seterusnya sampai kepada
pembentukan tunas terakhir Ciri khas daun padi adalah
yang keenam pada batang adanya sisik dan telinga daun.
tunggal. Hal inilah yang menyebabkan
Tunas-tunas yang timbul dari daun padi dapat dibedakan dari
tunas orde pertama disebut jenis rumput yang lain.
Adapun bagian-bagian daun padi
adalah
- Helaian daun ; terletak
pada batang padi dan
selalu ada. Bentuknya
memanjang seperti pita.
Panjang dan lebar
helaian daun tergantung
varietas padi yang
bersangkutan.
- Pelepah daun (upih) ;
merupakan bagian daun
yang menyelubungi
batang, pelepah daun ini
berfungsi memberi
dukungan pada bagian
ruas yang jaringannya
146
lunak, dan hal ini selalu Daun pertama pada batang
terjadi keluar bersamaan dengan
timbulnya tunas (calon daun)
- Lidah daun ; lidah daun berikutnya. Pertumbuhan daun
terletak pada perbatasan yang satu dengan daun
antara helai daun dan berikutnya (daun baru)
upih. Panjang lidah daun mempunyai selang waktu 7 hari,
berbeda-beda, dan 7 hari berikutnya akan
tergantung pada varietas muncul daun baru
padi. Lidah daun lainnya.banyaknya daun padi
duduknya melekat pada hingga terbentuknya malai.
batang. Fungsi lidah
daun adalah mencegah Gambar 50 Bagian daun
masuknya air hujan di tanaman padi
antara batang dan
pelepah daun (upih). Sekumpulan bunga padi
Disamping itu lidah daun (spikelet) yang keluar dari buku
juga mencegah infeksi paling atas dinamakan malai.
penyakit, sebab media air Bulir-bulir padi terletak pada
memudahkan cabang pertama dan cabang
penyebaran penyakit. kedua, sedangkan sumbu utama
malai adalah ruas buku yang
Daun yang muncul pada saat terakhir pada batang.
terjadi perkecambahan Panjang malai tergantung pada
dinamakan coleoptile. koleoptil varietas padi yang ditanam dan
keluar dari benih yang disebar cara bercocok tanam. Dari
dan akan memanjang terus sumbu utama pada ruas buku
sampai permukaan air. koleoptil
baru membuka, kemudian diikuti 147
keluarnya daun pertama, daun
kedua dan seterusnya hingga
mencapai puncak yang disebut
daun bendera, sedangkan daun
terpanjang biasanya pada daun
ketiga.
Daun bendera merupakan daun
yang lebih pendek daripada
daun-daun di bawahnya, namun
lebih lebar daripada daun
sebelumnya. Daun bendera ini
terletak di bawah malai padi.
Daun padi mula-mula berupa
tunas yang kemudian
berkembang menjadi daun.
yang terakhir inilah biasanya Bunga padi adalah bunga
panjang malai (rangkaian bunga) telanjang artinya mempunyai
diukur. perhiasan bunga. Berkelamin
dua jenis dengan bakal buah
Panjang malai dapat dibedakan yang diatas. Jumlah benang sari
menjadi 3 ukuran yaitu malai ada 6 buah,tangkai sarinya
pendek (kurang dari 20 cm), pendek dan tipis,kepala sari
malai sedang (antara 20-30 cm), besar serta mempunyai dua
dan malai panjang (lebih dari 30 kandung serbuk. Putik
cm). mempunyai dua tangkai
putik,dengan dua buah kepala
Jumlah cabang pada setiap putik yang berbentuk malai
malai berkisar antara 15-20 dengan warna pada umumnya
buah, yang paling rendah 7 buah putih atau ungu (Departemen
cabang, dan yang terbanyak Pertanian, 1983).
dapat mencapai 30 buah
cabang.
Jumlah cabang ini akan
mempengaruhi besarnya
rendemen tanaman padi varietas
baru, setiap malai bisa mencapai
100-120 bunga (Aak, 1992).
Gambar 51 Malai padi Gambar 52 Bunga padi
Komponen-komponen (bagian)
bunga padi adalah:
- kepala sari
- tangkai sari,
- palea (belahan yang
besar),
148
- lemma (belahan yang Diatas karyiopsis terdapat dua
kecil), kepala putik yang dipikul oleh
masing-masing tangkainya.
- kepala putik,
Lodicula yang berjumlah dua
- tangkai bunga. buah, sebenarnya merupakan
daun mahkota yang telah
Buah padi yang sehari-hari kita berubah bentuk.
sebut biji padi atau butir/gabah, Pada waktu padi hendak
sebenarnya bukan biji melainkan berbunga, lodicula menjadi
buah padi yang tertutup oleh mengembang karena menghisap
lemma dan palea. cairan dari bakal buah.
Buah ini terjadi setelah selesai Pengembangan ini mendorong
penyerbukkan dan pembuahan. lemma dan palea terpisah dan
Lemma dan palea serta bagian terbuka. Hal ini memungkinkan
lain yang membentuk sekam benang sari yang memanjang
atau kulit gabah (Departemen keluar dari bagian atas atau dari
Pertanian, 1983). samping bunga yang terbuka
tadi. Terbukanya bunga diikuti
Jika bunga padi telah dewasa, dengan pecahnya kandung
kedua belahan kembang serbuk, yang kemudian
mahkota (palea dan lemmanya) menumpahkan tepung sarinya.
yang semula bersatu akan
membuka dengan sendirinya Sesudah tepung sarinya
sedemikian rupa sehingga ditumpahkan dari kandung
antara lemma dan palea terjadi serbuk maka lemma dan palea
siku/sudut sebesar 30-600. menutup kembali. Dengan
berpindahnya tepung sari dari
Membukanya kedua belahan kepala putik maka selesailah
kembang mahkota itu terjadi sudah proses penyerbukkan.
pada umumnya pada hari-hari
cerah antara jam 10-12, dimana Kemudian terjadilah pembulaian
suhu kira-kira 30-320C. yang menghasilkan lembaga dan
endosperm. Endosperm adalah
Di dalam dua daun mahkota penting sebagai sumber
palea dan lemma itu terdapat cadangan makanan bagi
bagian dalam dari bunga padi tanaman yang baru tumbuh
yang terdiri dari bakal buah (Departemen Pertanian, 1983)
(biasa disebut karyiopsis). Jika
buah padi telah masak, kedua Peristiwa jatuhnya tepung sari
belahan daun mahkota bunga yang menempel pada kepala
itulah yang menjadi pembungkus putik disebut penyerbukan.
berasnya (sekam). Penyerbukan ini berlangsung
antara jam 09.00-11.00 pagi.
149
Padi mengadakan penyerbukan tepat untuk dipanen (Andoko,
sendiri, namun dapat terjadi pula 2002).
penyerbukan silang.
Secara umum pemasakan bulir
Kemungkinan terjadinya pada tanaman padi terbagi atas
penyerbukan silang secara empat stadia, yaitu :
alamiah pada padi jenis cere 0-
0,9 % sedangkan untuk jenis 1. Stadia masak susu (8-10
bulu 0-2,9 %. hari setelah berbunga
merata)
Pembuahan merupakan
kelanjutan dari penyerbukan. 2. Stadia masak kuning (7
Pada proses pembuahan ini, hari setelah masak susu)
pollen (serbuk sari) yang
menempel pada kepala putik 3. Stadia masak penuh (7
dengan bantuan cairan yang ada hari setelah masak
pada kepala putik, akan kuning
berkecambah atau memanjang
hingga bertemu dengan indung 4. Stadia masak mati (6 hari
telur, yang akhirnya setelah masak
menghasilkan lembaga dan penuh)(Aak, 1992).
endosperm.
Secara umum ada tiga stadia
Endosperm merupakan sumber proses pertumbuhan tanaman
makanan cadangan bagi padi dari awal penyemaian
tanaman padi yang baru tumbuh hingga pemanenan :
(berkecambah), terdiri dari zat
tepung yang diliputi oleh selaput 1. Stadia vegetatif ; dari
protein, disamping itu juga perkecambahan sampai
mengandung zat-zat anorganik terbentuknya bulir. Pada
(Aak, 1992). varietas padi yang
berumur pendek (120
Secara umum padi dikatakan hari) stadia ini lamanya
sudah siap panen bila butir sekitar 55 hari,
gabah yang menguning sudah sedangkan pada varietas
mencapai sekitar 80 % dan padi berumur panjang
tangkainya sudah menunduk. (150 hari) lamanya
sekitar 85 hari.
Tangkai padi merunduk karena
sarat dengan butir gabah bernas. 2. Stadia reproduktif ; dari
terbentuknya bulir sampai
Untuk lebih memastikan padi pembungaan. Pada
sudah siap panen adalah varietas berumur pendek
dengan cara menekan butir lamanya sekitar 35 hari,
gabah. Bila butirannya sudah dan pada varietas
keras berisi maka saat itu paling
150
berumur panjang sekitar yaitu sampai
35 hari juga. terbentuknya bulir, saat
padi berumur 52 hari.
3. Stadia pembentukan
gabah atau biji ; dari 5. Stadia 4 ; stadia saat
pembungaan sampai mulai terbentuknya bulir,
pemasakan biji. Lamanya lamanya sekitar 10 hari,
stadia sekitar 30 hari, atau sampai padi
baik untuk varietas padi berumur 62 hari.
berumur pendek maupun
berumur panjang. 6. Stadia 5 ; perkembangan
bulir, lamanya sekitar 2
Apabila ketiga stadia dirinci lagi, minggu, saat padi sampai
maka akan diperoleh sembilan berumur 72 hari. Bulir
stadia. Masing-masing stadia tumbuh sempurna
mempunyai ciri dan nama sampai terbentuknya biji.
tersendiri. Stadia tersebut
adalah: 7. Stadia 6 ; pembungaan,
lamanya 10 hari, saat
1. Stadia 0 ; dari mulai muncul bunga,
perkecambahan sampai polinasi, dan fertilisasi.
timbulnya daun pertama,
biasanya memakan 8. Stadia 7 ; stadia biji berisi
waktu eskitar 3 hari. cairan menyerupai susu,
bulir kelihatan berwarna
2. Stadia 1 ; stadia bibit, hijau, lamanya sekitar 2
stadia ini lepas dari minggu, yaitu padi
terbentuknya duan berumur 94 hari.
pertama sampai
terbentuk anakan 9. Stadia 8 ; ketika biji yang
pertama, lamanya sekitar lembek mulai mengeras
3 minggu, atau sampai dan berwarna kuning,
pada umur 24 hari. sehingga seluruh
pertanaman kelihatan
3. Stadia 2 ; stadia anakan, kekuning-kuningan. Lama
ketika jumlah anakan stadia ini sekitar 2
semakin bertambah minggu, saat tanaman
sampai batas maksimum, berumur 102 hari.
lamanya sampai 2
minggu, atau saat padi 10. Stadia 9 ; stadia
berumur 40 hari. pemasakan biji, biji
berukuran sempurna,
4. Stadia 3 ; stadia keras dan berwarna
perpanjangan batang, kuning, bulir mulai
lamanya sekitar 10 hari, merunduk, lama stadia ini
151
sekitar 2 minggu, sampai
padi berumur 116 hari
(Sudarmo, 1991).
Dibawah ini (Gambar 53)
diberikan tahapan pertumbuhan
padi yang dimulai dari
perkecambahan sampai padi
dewasa.
Gambar 53 Proses perkecambahan padi
152
Disamping berbatang tinggi
varietas itu cenderung memiliki
tunas samping (side shoots)
(Hohnholz, 1986).
Gambar 54 Padi dewasa Gambar 55.Pertumbuhan
Varietas IR64 di lahan sawah
b.Varietas Unggul Padi
Varietas pada tanaman Varietas padi yang akan
digunakan haruslah memiliki ciri-
padi mempunyai pengaruh besar ciri :
terhadap tingkat produktivitas. Di
negara-negara subtropis - Dapat beradaptasi
umumnya dibudidayakan dengan iklim dan tipe
varietas japonica. tanah setempat
Ciri yang paling khas dari - Cita rasanya disenangi
varietas itu adalah butirnya bulat, dan memiliki harga yang
batang tidak terlalu panjang, tinggi di pasaran lokal
serta berdiri kokoh. Sedangkan
di daerah tropis yang iklimnya - Daya hasil tinggi
terpengaruh oleh angin muson
varietas utama yang - Toleran terhadap hama
dibudidayakan adalah varietas dan penyakit
indica yang berbatang tinggi.
- Tahan rebah (IRRI,
2004).
153
Varietas unggul merupakan varietas unggul (Pustaka
salah satu komponen teknologi Deptan, 2006).
budidaya padi yang mudah
diadopsi petani. Pemanfaatan Varietas Hasil
Rekayasa Bioteknologi
Varietas unggul berperanan
penting dalam peningkatan hasil, Pada umumnya tanaman
perbaikan dan diversifikasi mutu, memiliki perbedaan fenotip dan
dan penekanan kehilangan hasil genotip yang sama. Perbedaan
karena gangguan hama, varietas cukup besar
penyakit, maupun cekaman mempengaruhi perbedaan sifat
lingkungan. dalam tanaman. Keragaman
penampilan tanaman terjadi
Kondisi agro-ekosistem lahan akibat sifat dalam tanaman
pertanaman padi di Indonesia (genetik) atau perbedaan
sangat beragam, demikian juga lingkungan kedua-duanya.
selera konsumen terhadap mutu
beras. Perbedaan susunan genetik
merupakan salah satu faktor
Kendala produksi terutama hama penyebab keragaman
dan penyakit bersifat dinamis, penampilan tanaman.
dapat berubah karakter populasi,
ras, atau strainnya. Kondisi Program genetik merupakan
tersebut menuntut penyediaan suatu untaian susunan genetik
varietas unggul yang juga yang akan diekspresikan pada
beragam dan dinamis satu atau keseluruhan fase
pertumbuhan yang berbeda dan
Varietas unggul yang dilepas dapat diekspresikan pada
dalam beberapa tahun terakhir berbagai sifat tanaman yang
memiliki keunggulan yang relatif mencakup bentuk dan fungsi
berbeda. Hal ini tentu tanaman dan akhirnya
memberikan peluang yang lebih menghasilkan keragaman
luas bagi petani dalam memilih pertumbuhan tanaman (Sitompul
varietas yang akan dan Guritno, 1995).
dikembangkan.
Hasil penelitian dan
Ada beberapa aspek yang perlu pengembangan Badan Tenaga
mendapat pertimbangan dalam Nuklir Nasional (BATAN) dalam
menentukan pilihan, misalnya bidang pertanian, khususnya
potensi hasil, umur tanaman, pada jenis tanaman padi hingga
ketahanan terhadap hama dan tahun 1999 ini ialah berjumlah 6
penyakit, mutu beras, selera (enam) varietas yaitu:
konsumen, dan kondisi daerah
pengembangan. Bagi peneliti, - Atomita I
aspek tersebut memang menjadi
pertimbangan dalam merakit - Atomita II,
154
- Atomita III, warna aleuron, warna
endospermia, dan komposisi pati
- Atomita IV pada endospermia.
- Padi gogo (lahan kering) x Beras "biasa" yang
Situgintung, serta padi berwarna putih agak
Cilosari. transparan karena hanya
memiliki sedikit aleuron,
Enam varietas padi unggul hasil dan kandungan amilosa
penelitian dan pengembangan umumnya sekitar 20%.
Pusat Penelitian dan Beras ini mendominasi
Pengembangan Teknologi Isotop pasar beras.
dan Radiasi (P3TIR-BATAN)
tersebut memiliki keunggulan x Beras merah, akibat
dibidang varietas asal aleuronnya mengandung
(induknya). gen yang memproduksi
antosianin yang
Keunggulan padi hasil pemuliaan merupakan sumber
dengan radiasi adalah: warna merah atau ungu
- produksinya tinggi x Beras hitam, sangat
langka, disebabkan
- tahan wereng coklat aleuron dan endospermia
memproduksi antosianin
- tahan penyakit hawar dengan intensitas tinggi
daun, dan umurnya sehingga berwarna ungu
genjah. pekat mendekati hitam,
- Disamping keunggulan x Ketan (atau beras ketan),
tersebut juga masih berwarna putih, tidak
memiliki keunggulan transparan, seluruh atau
spesifik yang dimiliki oleh hampir seluruh patinya
padi varietas Atomita II merupakan amilopektin
tahan terhadap lahan
bergaram, varietas x Ketan hitam, merupakan
Cilbsari tahan terhadap versi ketan dari beras
hama penggerek batang hitam.
dan rendemen cukup
tinggi (BATAN, 2000). Beberapa jenis beras
mengeluarkan aroma wangi bila
c. Macam dan warna beras ditanak (misalnya 'Cianjur
Pandanwangi' atau 'Rajalele').
Warna beras yang berbeda-beda
diatur secara genetik, akibat Bau ini disebabkan beras
perbedaan gen yang mengatur melepaskan senyawa aromatik
yang memberikan efek wangi.
155
Sifat ini diatur secara genetik dan tekstur nasi (lengket,
dan menjadi objek rekayasa lunak, keras, atau pera).
genetika beras.
d.Anatomi beras
Di antara komponen teknologi
yang dihasilkan melalui Beras sendiri secara biologi
penelitian, varietas unggul adalah bagian biji padi yang
memang lebih nyata terdiri dari
sumbangannya terhadap
peningkatan produksi padi x aleuron, lapis terluar
nasional. yang sering kali ikut
terbuang dalam proses
Akan tetapi, keunggulan suatu pemisahan kulit,
varietas dibatasi oleh berbagai
faktor, termasuk penurunan x endospermia, tempat
ketahanannya terhadap hama sebagian besar pati dan
dan penyakit tertentu. Setelah protein beras berada, dan
dikembangkan dalam periode
tertentu hingga saat ini x embrio, yang merupakan
Departemen Pertanian telah calon tanaman baru
melepas lebih dari 175 varietas (dalam beras tidak dapat
unggul padi yang sebagian besar tumbuh lagi, kecuali
dihasilkan oleh Puslitbang dengan bantuan teknik
Tanaman Pangan. kultur jaringan). Dalam
bahasa sehari-hari,
8.1.4. Kandungan beras embrio disebut sebagai
mata beras.
Sebagaimana bulir serealia lain,
bagian terbesar beras e.Kegunaan Beras
didominasi oleh pati (sekitar 80-
85%). Beras juga mengandung Beras dimanfaatkan terutama
protein, vitamin (terutama pada untuk diolah menjadi nasi,
bagian aleuron), mineral, dan air. makanan pokok terpenting
Pati beras dapat digolongkan warga dunia.
menjadi dua kelompok:
Selain itu, beras merupakan
x amilosa, pati dengan komponen penting beras kencur
struktur tidak bercabang dan param. Minuman yang
populer dari olahan beras adalah
x amilopektin, pati dengan arak dan Air tajin.
struktur bercabang.
Dalam bidang industri pangan,
Komposisi kedua golongan beras diolah menjadi tepung
pati ini sangat menentukan beras. Sosohan beras (lapisan
warna (transparan atau tidak) aleuron), yang memiliki
156
kandungan gizi tinggi, diolah f.Syarat Tumbuh
menjadi tepung rice bran.
f.1Iklim
Bagian embrio juga diolah
menjadi suplemen dengan Padi dapat tumbuh dalam iklim
sebutan tepung mata beras. yang beragam, tumbuh di daerah
Untuk kepentingan diet, beras tropis dan subtropis pada 45o LU
dijadikan sebagai salah satu dan 45o LS dengan cuaca panas
sumber pangan bebas gluten dan kelembaban tinggi dengan
dalam bentuk berondong. musim hujan 4 bulan.
Data survey pada MT 2002/03 di Rata–rata curah hujan yang baik
12 propinsi penghasil padi adalah 200 mm/bulan atau
membuktikan sekitar 90% dari 1500-2000 mm/tahun. Padi
9,2 juta ha lahan sawah telah dapat di tanam di musim
ditanami varietas unggul baru. kemarau atau hujan. Pada
musim kemarau produksi
Dari sekitar 80 varietas padi meningkat asalkan irigasi selalu
yang telah berkembang di tersedia. Di musim hujan,
petani, beberapa varietas walaupun air melimpah produksi
banyak digunakan seperti IR64, dapat menurun karena
Way Apoburu, Ciliwung, penyerbukan kurang intensif.
Memberamo, dan Ciherang,
masing-masing dengan luas Di dataran rendah padi
tanam 4,20 juta ha, 0,80 juta ha, memerlukan ketinggian 0 – 650
0,62 juta ha, 0,43 juta ha, dan m dpl dengan temperatur 22 –
0,41 juta ha. Di Jawa Barat, luas 27 oC sedangkan didataran tinggi
areal tanam varietas Ciherang 650-1500 mdpl dengan
pada MT 2002/03 menduduki temperatur 19 – 23 oC.
urutan kedua setelah IR64,
masing-masing 18% dan 33% Tanaman padi memerlukan
dari total areal pertanaman padi penyinaran matahari penuh
di sentra produksi nasional ini. tanpa naungan. Angin juga
berpengaruh terhadap
Di antara varietas unggul yang pertumbuhan tanaman padi yaitu
telah berkembang di petani, IR64 dalam penyerbukan dan
paling lama bertahan karena pembuahan tetapi jika terlalu
hasil dan mutu berasnya tinggi. kencang akan merobohkan
Sebenarnya, Ciherang adalah tanaman
hasil persilangan antara varietas
IR64 dengan varietas/galur lain. Temperatur sangat
Sebagian sifat IR64 juga dimiliki mempengaruhi pengisian biji
oleh Ciherang, termasuk hasil padi. Temperatur yang rendah
dan mutu berasnya yang tinggi. dan kelembaban yang tinggi
pada waktu pembungaan akan
mengganggu proses pembuahan
157
yang mengakibatkan gabah 3. Ketinggian daerah yang
menjadi hampa. cocok untuk tanaman
padi adalah daerah
Hal ini terjadi akibat tidak antara 0-650 meter
membukanya bakal biji. dengan suhu antara 26,5
Temperatur yang juga rendah 0C – 22,5 0C, daerah
pada waktu bunting dapat antara 650-1500 meter
menyebabkan rusaknya pollen dengan suhu antara 22,5-
dan menunda pembukaan 18,7 0C masih cocok
tepung sari (Luh, 1991). untuk tanaman padi.
Tanaman padi dapat hidup 4. Sinar matahari diperlukan
dengan baik di daerah yang untuk berlangsungnya
berhawa panas dan banyak proses fotosintesis,
mengandung uap air. Dengan terutama pada saat
kata lain, padi dapat hidup baik tanaman berbunga
di daerah beriklim panas yang sampai proses
lembab. pemasakan buah. Proses
pembungaan dan
Pengertian iklim ini menyangkut kemasakan buah
curah hujan, temperatur, berkaitan erat dengan
ketinggian tempat, sinar intensitas penyinaran dan
matahari, angin, dan musim. keadaan awan.
1. Tanaman padi 5. Angin mempunyai
membutuhkan curah pengaruh positif dan
hujan yang baik, rata-rata negatif terhadap tanaman
200 mm/bulan atau lebih, padi. Pengaruh
dengan distribusi selama positifnya, terutama pada
4 bulan. Sedangkan proses penyerbukan dan
curah hujan yang pembuahan. Pengaruh
dikehendaki per tahun negatifnya adalah
sekitar 1500-2000 mm. penyakit yang
disebabkan oleh bakteri
2. Tanaman padi dapat atau jamur dapat
tumbuh baik pada suhu ditularkan oleh angin, dan
230C ke atas, sedangkan saat terjadi angina
di Indonesia pengaruh kencang pada saat
suhu tidak terasa, sebab tanaman berbunga, buah
suhunya hamper konstan dapat menjadi hampa
sepanjang tahun. Adapun dan tanaman roboh.
salah satu pengaruh
suhu terhadap tanaman 6. Pada musim kemarau
padi yaitu kehampaan peristiwa penyerbukan
pada biji. dan pembuahan tidak
terganggu oleh hujan,
158
sehingga persentase tanah dapat dijadikan lahan
terjadinya buah lebih tergenang air. Padahal dalam
besar dan produksi sistem tanah sawah, lahan harus
menjadi lebih baik. tetap tergenang air agar
f.2Tanah kebutuhan air tanaman padi
tercukupi sepanjang musim
Padi sawah ditanam di tanah tanam.
berlempung yang berat atau Oleh karena itu, jenis tanah yang
tanah yang memiliki lapisan sulit menahan air (tanah dengan
keras 30 cm dibawah permukaan kandungan pasir tinggi) kurang
tanah. Menghendaki tanah cocok dijadikan lahan
Lumpur yang subur dengan persawahan.
ketebalan 18 – 22 cm.
Keasaman tanah antara pH 4,0 – Sebaliknya, tanah yang sulit
7,0. Pada padi sawah, dilewati air (tanah dengan
penggenangan akan mengubah kandungan lempung tinggi)
pH tanam menjadi netral (7,0). cocok dijadikan lahan
Pada prinsipnya tanah berkapur persawahan. Kondisi yang baik
dengan pH 8,1 – 8,2 tidak untuk pertumbuhan tanaman
merusak tanaman padi tetapi padi sangat ditentukan oleh
akan mengurangi hasil produksi beberapa faktor, yaitu posisi
topografi yang berkaitan dengan
Tanah sawah yang mempunyai kondisi hidrologi, porisitas tanah
persentase fraksi pasir dalam yang rendah dan tingkat
jumlah besar, kurang baik untuk keasaman tanah yang netral,
tanaman padi, sebab tekstur ini sumber air alam, serta
mudah meloloskan air. Pada kanopinas modifikasi sistem
tanah sawah dituntut adanya alam oleh kegiatan manusia.
Lumpur, terutama untuk
tanaman padi yang memerlukan g. Teknik budidaya padi
tanah subur, dengan kandungan sebatang
ketiga fraksi dalam perbandingan
tertentu. Produksi padi nasional pada
bulan Desember 1997 adalah
Sifat tanah sangat berbeda-beda 46.591.874 ton yang meliputi
dan hal ini berhubungan dengan areal panen 9.881.764 ha. Hasil
keadaan susunan tanah atau produksi padi sawah dapat
struktur tanahnya. Air dan udara mencapai 6-7 ton/ha, sedangkan
yang tidak dapat beredar di untuk padi gogo produksi hanya
dalam tanah dapat mencapai 1-3 ton /ha
menyebabkan kondisi tanah (Reghawanti, 2005).
tidak baik, contohnya tanah liat.
Sampai dengan tahun 2005,
Tidak semua jenis tanah cocok Indonesia masih mengalami
untuk areal persawahan. Hal ini defisit pangan utama, untuk padi
dikarenakan tidak semua jenis sebesar 2,5 juta ton, kedelai 1,5
159
juta ton, gula 1,7 juta ton, Cara tersebut menghemat air,
sedangkan pangan lainnya karena padi tidak digenangi
mengalami surplus. Ini layaknya di persawahan. Air
menunjukkan bahwa dalam 5 hanya digunakan untuk menjaga
tahun ke depan Indonesia masih kelembaban tanah agar akar
harus memacu produksi pangan padi dapat tumbuh dengan baik
untuk mengurangi defisit. karena pada dasarnya padi
bukan tanaman air.
Untuk memenuhi kebutuhan
pangan yang terus meningkat, Hal ini dimaksudkan agar suplai
lahan sawah beririgasi tetap oksigen ke akar cukup sehingga
menjadi andalan bagi produksi padi menjadi sehat dan
padi nasional. Program berkembang membentuk
intensifikasi yang dicanangkan karakter-karakter morfologi yang
sejak sekitar tiga dekade lalu mendukung peningkatan
pada awalnya mampu produktivitas tanaman padi.
meningkatkan produksivitas dan
produksi padi secara nyata. Dalam sistem SRI penggunaan
pupuk organik merupakan salah
Tetapi sejak dekade terakhir satu faktor pembeda
produksivitas padi cenderung dibandingkan dengan sistem non
melandai, bahkan ada yang SRI.
menurun di beberapa lokasi.
Disamping itu produk yang
Intensifikasi budidaya padi harus dihasilkan dari budidaya atau
terus diupayakan. Salah satu peternakan yang menggunakan
metode yang diterapkan adalah pupuk organik lebih disukai
SRI (The System Of Rice masyarakat.
Intensification) yang pertama kali
dikembangkan oleh Henri De Alasannya, produk tersebut lebih
Laulanie di Madagaskar pada aman bagi kesehatan. Di
tahun 1980. negara-negara maju,
masyarakatnya mulai beralih
SRI adalah sistem intensifikasi mengkonsumsi produk yang
padi yang menyinergikan tiga dihasilkan secara organik.
faktor pertumbuhan padi untuk
mencapai produktivitas maksimal Pupuk organik cair atau padat
yaitu; yang diaplikasikan pada
budidaya tanaman atau
1) maksimalisasi jumlah anakan peternakan memiliki nilai jual
yang lebih tinggi (Parnata,
2) pertumbuhan akar, 2004).
3) suplai hara, air, oksigen. Hasil metode SRI sangat
memuaskan. Di Madagaskar,
pada beberapa tanah tak subur
160
yang produksi normalnya 2 antar-spesies dan dalam
ton/ha, petani yang berbagai struktur tumbuhan dan
menggunakan SRI memperoleh juga bervariasi antar siang dan
hasil panen lebih dari 8 ton/ha, malam selama periode
beberapa petani memperoleh 10 pertumbuhan.
– 15 ton/ha, bahkan ada yang
mencapai 20 ton/ha. Tumbuhan menggunakan air
Sedangkan, di daerah lain kurang dari 5 % air yang diserap.
selama 5 tahun, ratusan petani Sisanya hilang ke atmosfer
memanen 8-9 ton/ha. melalui transpirasi dari daun
tumbuhan.
Metode SRI minimal
menghasilkan panen dua kali Kebutuhan air untuk pengolahan
lipat dibandingkan metode non tanah sampai siap tanam (30
SRI maupun metode lain yang hari) mengkonsumsi air 20% dari
biasa diterapkan oleh petani. total kebutuhan air untuk padi
sawah dan fase bunting sampai
Petani tidak harus menggunakan pengisian bulir (15 hari)
masukan luar untuk memperoleh mengonsumsi air sebanyak 35
manfaat SRI. Metode ini juga %.
bisa diterapkan untuk berbagai
varietas yang biasa dipakai Berdasar data tersebut
petani. sebetulnya sejak tanam sampai
memasuki fase bunting tidak
Semua unsur potensi dalam membutuhkan air banyak,
tanaman padi dikembangkan demikian pula setelah pengisian
dengan cara memberikan kondisi bulir.
yang sesuai dengan
pertumbuhan mereka (Berkelaar, Oleh karenanya 15 hari sebelum
2005). panen, padi tidak roboh dan
ditinjau dari aspek pemberian air
Perpaduan antara pemakaian memang tidak perlu lagi.
varietas unggul padi sawah dan
pemberian pupuk organik cair Budidaya padi yang diterapkan
pada sistem penanaman SRI dengan konsep penghematan air
diharapkan dapat mengatasi yaitu penggenangan hanya
permasalahan masih rendahnya dilakukan selama 25 hari yaitu
produksi padi, selain itu juga pada saat padi mengalami masa
diharapkan dapat bunting (pengisian malai).
mengembangkan pertanian Konsep hemat air ini menjadi
berkelanjutan yang berwawasan acuan pada SRI (budidaya padi
lingkungan. sebatang), dan konsep ini sangat
mendukung keoptimalan
Air sangat perlu bagi kehidupan pertumbuhan dan
tumbuhan. Kandungan air perkembangan padi karena bibit
tumbuhan bervariasi sesuai umur muda tumbuh lebih baik
161
dalam kondisi aerob / tidak Metode ini mampu menghemat
tergenang (berdasarkan riset penggunaan benih padi sampai
jepang > 30 tahun), 80 %.
mikroorganisme tanah lebih baik
untuk perakaran (pada tanah Jika biasanya untuk satu hektar
macak–macak /tidak tergenang), lahan diperlukan benih sekitar 50
jumlah sel aerenchym akar padi kg, dengan SRI hanya
sawah yang tergenang sangat diperlukan 8-10 kg.
kecil, sedangkan pada tanah
yang tidak tergenang sangat Produktivitas yang selama ini
tinggi, dan hama padi sawah rendah ( 4-5 ton/ha ) dapat
(keong mas) lebih terkendali. didongkrak dengan penerapan
SRI yang telah dilakukan di
Pengefisienan penggunaan air di beberapa provinsi dan telah diuji
petakan dapat dilakukan dengan secara statistik dapat mencapai
mengairi sawah dalam keadaan 10 ton/ha.
macak-macak. Setelah tanaman
padi berumur 14 hari sampai Selain bertujuan untuk
periode bunting tidak meningkatkan produksi,
memerlukan air yang banyak. penerapan metode SRI ternyata
mengandung konsep pertanian
Kebiasaan petani menggenangi yang berkelanjutan dan
sawahnya sampai 5 cm bahkan berwawasan lingkungan.
lebih karena petani tidak
membayar air yang digunakan Metode SRI lebih sedikit
tersebut, sehingga cenderung menggunakan pupuk kimia serta
bermewah-mewah dengan air. sangat dianjurkan menggunakan
pupuk organik seperti pupuk
Berdasar hasil penelitian kandang, kompos, pupuk hijau
menggunakan air pada padi serta biomassa ( jerami ).
sawah menunjukkan bahwa
sawah yang digenangi setinggi 5 Teknik penanaman diawali
cm sejak tanam sampai bunting dengan pengolahan tanah,
tidak memberikan perbedaan pembibitan, penanaman,
hasil gabah dengan sawah yang pemupukkan, pengendalian
diairi macak-macak. hama, penyakit, dan gulma, dan
diakhiri dengan panen. Berikut
Hanya biasanya sawah yang ini adalah tahapan teknik
diairi macak-macak populasi penanamannya sesuai dengan
gulma lebih banyak terutama urutan dari atas kebawah.
rumput-rumput berdaun sempit.
162
Dengan irigasi macak-macak
sampai periode bunting, maka
air dapat dihemat
penggunaannya.
Pengolahan tanah Fase Pengisian biji
Penanaman hanya 1 tanaman Fase Pematangan
per lubang tanam
Tampilan gambar anakan Panen
maksikum, masa puncak
pertumbuhan vegetatif Sawah yang tidak digenangi air,
akan dapat mengurangi emisi
Awal fase pengisian biji gas CH4 (gas methan = gas
rumah kaca ) di atmosfer. Gas
methan akan teremisi ke
atmosfer dari tanah – tanah yang
tergenang
Berkelaar (2005)
mengemukakan bahwa terdapat
163
empat kunci penerapan SRI, menggenang membuat
yaitu : sawah menjadi hypoxic
(kekurangan oksigen) bagi
1. Bibit dipindah lapang akar dan tidak ideal untuk
(transplantasi) lebih awal pertumbuhan. Akar padi
Bibit padi ditransplantasi saat akan mengalami penurunan
dua daun telah muncul pada bila sawah digenangi air,
batang muda, biasanya saat hingga mencapai ¾ total akar
berumur 8-15 hari. Benih saat tanaman mencapai
harus disemai dalam petakan masa berbunga. Saat itu
khusus dengan menjaga akar mengalami die back
tanah tetap lembab dan tidak (akar hidup tapi bagian atas
tergenang air. Lebih banyak mati). Keadaan ini disebut
batang yang muncul dalam juga “senescence”, yang
satu rumpun, dan dengan merupakan proses alami, tapi
metode SRI lebih banyak menunjukkan tanaman sulit
bulir padi yang dihasilkan bernafas, sehingga
oleh malai. menghambat fungsi dan
pertumbuhan tanaman.
2. Bibit ditanam satu-satu Dengan SRI, petani hanya
daripada secara berumpun memakai kurang dari ½
kebutuhan air pada sistem
3. Jarak tanam yang lebar tradisional yang biasa
Pada prinsipnya tanaman menggenangi tanaman padi.
harus mendapat ruang cukup Tanah cukup dijaga tetap
untuk tumbuh. Hasil panen lembab selama tahap
maksimum diperoleh pada vegetatif, untuk
sawah subur dengan jarak memungkinkan lebih banyak
tanam 50 x 50 cm, sehingga oksigen bagi pertumbuhan
hanya 4 tanaman per m2. akar. Sesekali (mungkin
Dalam metode SRI seminggu sekali) tanah harus
kebutuhan benih jauh lebih dikeringkan sampai retak. Ini
sedikit dibandingkan metode dimaksudkan agar oksigen
tradisional, salah satu dari udara mampu masuk
evaluasi SRI menunjukkan kedalam tanah dan
bahwa kebutuhan benih mendorong akar untuk
hanya 7 kg/ha, dibanding “mencari” air. Sebaliknya,
dengan metode tradisional jika sawah terus digenangi,
yang mencapai 107 kg/ha. akar akan sulit tumbuh dan
menyebar, serta kekurangan
4. Kondisi tanah tetap lembab oksigen untuk dapat tumbuh
tapi tidak tergenang air dengan subur.
Secara tradisional
penanaman padi biasanya Selanjutnya Berkelaar (2005)
selalu digenangi air. Namun, menambahkan selain empat
sebenarnya air yang prinsip utama diatas, ada dua
164
praktek tambahan lain yang 2. Asupan Organik
sangat penting dalam metode
SRI. Petani disarankan untuk
menggunakan kompos, dan
Keduanya tidak berlawanan dan hasilnya lebih bagus.
telah lama dikenal oleh petani
dalam bercocok tanam. Kompos dapat dibuat dari
Sehingga untuk menerapkan macam -macam sisa tanaman
kedua praktek tambahan ini tidak (seperti jerami, serasah
terlalu sulit. tanaman, dan bahan dari
tanaman lainnya), dengan
Kedua praktek tambahan tambahan pupuk kandang bila
tersebut adalah : ada.
1. Pendangiran Daun pisang juga bisa
menambah unsur potasium,
Pendangiran (membersihkan daun-daun tanaman kacang-
gulma dan rumput) dapat kacangan dapat menambah
dilakukan dengan tangan atau unsur N, dan tanaman lain
alat sederhana. Pendangiran seperti Tithonia dan Afromomum
pertama dilakukan 10 atau 12 angustifolium, memberikan
hari setelah tranplantasi, dan tambahan unsur P.
pendangiran kedua setelah 14
hari. Minimal disarankan 2-3 kali Kompos menambah nutrisi tanah
pendangiran, namun jika secara perlahan-lahan dan dapat
ditambah sekali atau dua kali lagi memperbaiki struktur tanah.
akan mampu meningkatkan hasil
hingga satu atau dua ton per ha. Di tanah yang miskin jika tidak di
pupuk kimia, secara otomatis
Yang lebih penting dari praktek perlu diberikan masukan nutrisi
ini bukan sekedar untuk lain.
membersihkan gulma, tetapi
pengadukan tanah ini dapat Pedomannya: dengan hasil
memperbaiki struktur dan panen yang tinggi, sesuatu perlu
meningkatkan aerasi tanah. dikembalikan untuk
menyuburkan tanah.
Pendangiran ini membutuhkan
banyak tenaga, bisa mencapai Keuntungan dari SRI :
25 hari kerja untuk 1 ha. Tapi hal
ini tidak sia-sia karena hasil - Hasil-hasil yang lebih
panen yang diperoleh sangat tinggi, baik itu butiran
tinggi. maupun jerami.
- Mempersingkat umur
panen (± 10 hari).
165
- Pemakaian bahan kimia - Awalnya, SRI
lebih sedikit membutuhkan 50-100%
tenaga kerja (yang
- Kebutuhan air lebih terampil dan teliti) lebih
sedikit banyak, tapi lama
kelamaan jumlah ini
- Persen bulir sekam lebih dapat menurun.
sedikit
Walaupun metode ini masih
- Meningkatnya berat bulir perlu pengembangan lebih lanjut
akan tetapi dari hasil yang
- Tanpa perubahan ada diperoleh memperlihatkan
ukuran bulir harapan dapat meningkatkan
produksi pangan nasional.
- Tahan badai siklon
Dalam hal produksi beras
- Tahan dingin nasional maka beberapa upaya
yang dibutuhkan untuk
- Kesehatan tanah memelihara kapasitas
meningkat melalui sumberdaya pangan adalah
aktivitas biologis untuk memelihara kapasitas
melalui:
Pada SRI semua tampak ideal
untuk direalisasikan, tetapi a. Pembangunan dan
disamping itu juga memiliki rehabilitasi sistem irigasi,
keterbatasan, diantaranya : serta perbaikan pengelolaan
sumber daya air dalam
- SRI membutuhkan lebih rangka menyediakan air yang
banyak tenaga kerja per cukup untuk pertanian.
ha daripada metode Untuk itu perlu dilakukan : (i)
tradisional. perbaikan dalam pengaturan,
kelembagaan pengelolaan,
- Dengan SRI, diperlukan dan pemanfaatan
lebih banyak waktu juga sumberdaya air, seperti
untuk mengatur penatagunaan ruang/wilayah
pengairan sawah dan penerapan peraturan
dibandingkan cara lama. secara disiplin, oleh Pemda
dan Depdagri; (ii) fasilitasi
- Pendangiran juga pengelolaan sumber daya air
membutuhkan waktu dan pengairan oleh Meneg
lebih banyak bila sawah Kimpraswil; (iii) fasilitasi
tidak digenangi air terus. pemanfaatan lahan pertanian
secara produktif, efisien dan
ramah lingkungan oleh
Deptan; dan (iv)
pemanfaatan dan
166
pengawasan sumberdaya intensitas tanam. Upaya
lahan dan perairan oleh ini dilaksanakan secara
masyarakat. sinergis oleh institusi
penelitian,
b. Menekan berlanjutnya alih pengembangan dan
fungsi lahan beririgasi penyuluhan lingkup
kepada usaha non pertanian. Departemen Pertanian,
Hal ini menyangkut Ristek/BPPT, Perguruan
pengaturan/pembatasan Tinggi, dan
dengan sistem insentif yang Lembaga/Dinas Teknis
dilaksanakan secara lintas setempat yang
institusi antara lain: (i) melaksanakan alih
penetapan peraturan dan pengetahuan dan
penerapannya secara disiplin teknologi kepada
oleh Pemda dan BPN; (ii) masyarakat.
fasilitasi bagi pengembangan (iii) Upaya menyediakan
berbagai usaha masyarakat insentif untuk
berbasis pertanian oleh meningkatkan minat
Departemen Teknis; dan (iii) masyarakat
pengawasan oleh mengembangkan usaha
masyarakat sebagai pelaku pangan dilakukan
usaha. melalui: penyediaan
prasarana transportasi,
c. Membuka lahan pertanian komunikasi, perdagangan
baru pada lokasi-lokasi yang (Pemda, Kimpraswil,
memungkinkan dengan tetap Swasta); pelayanan
memperhatikan rencana tata administrasi perizinan
ruang wilayah dan kaidah- usaha produksi, industri,
kaidah kelestarian distribusi yang sederhana
lingkungan; yang difasilitasi dan cepat (Pemda);
oleh Pemda. pelayanankeuangan/per
modalan yang cepat dan
Upaya untuk memacu murah (Pemda, Swasta).
peningkatan produktivitas usaha
pangan mencakup : (iv) Di sisi permintaan,
upaya menurunkan
(i) penciptaan varietas konsumsi beras per
unggul baru, dan kapita dapat dilakukan
teknologi berproduksi melalui penggalakan
yang lebih efisien; program diversifikasi
pangan dengan
(ii) teknologi pasca panen pemanfaatan pangan
untuk menekan sumber kalori, protein,
kehilangan hasil; dan (iii) vitamin dan mineral yang
teknologi yang dapat diproduksi secara
menunjang peningkatan
167
lokal. Beberapa upaya
diantaranya adalah:
- Sosialisasi, pelatihan,
dan pendidikan sejak
usia sekolah, tentang
pola makan dengan gizi
seimbang dengan
sumber-sumber pangan
bervariasi; oleh lembaga-
lembaga pendidikan dan
pelatihan daerah dengan
dukungan dari pusat.
- Pengembangan teknologi
pengolahan untuk
meningkatkan daya tarik
ekonomis dan fisik dari
berbagai bahan pangan
lokal/tradisional non
berasyang difasilitasi oleh
unit Litbang Departemen
Teknis, Deperindag,
Perguruan Tinggi dan
Swasta.
- Pengembangan industri
pengolahan dengan
bahan-bahan pangan
lokal oleh swasta yang
difasilitasi oleh Pemda
dan Deperindag.
168
8.2. Teknik Budidaya Jagung ditanam sebagai
penghasil bahan farmasi.
a. Botani Jagung
Berdasarkan bukti genetik,
(Zea mays L.) merupakan salah antropologi, dan arkeologi
satu tanaman pangan dunia diketahui bahwa daerah asal
yang terpenting, selain gandum jagung adalah Amerika Tengah
dan padi. Sebagai sumber (Meksiko bagian selatan).
karbohidrat utama di Amerika
Tengah dan Selatan, jagung juga Budidaya jagung telah dilakukan
menjadi alternatif sumber di daerah ini 10.000 tahun yang
pangan di Amerika Serikat. lalu, kemudian teknologi ini
dibawa ke Amerika Selatan
Penduduk beberapa daerah di (Ekuador) sekitar 7000 tahun
Indonesia (misalnya di Madura yang lalu, dan mencapai daerah
dan Nusa Tenggara) juga pegunungan di selatan Peru
menggunakan jagung sebagai pada 4000 tahun yang lalu.
bahan makanan pokok. Kajian filogenetik menunjukkan
bahwa jagung (Zea mays ssp.
Tanaman ini mempunyai fungsi mays) merupakan keturunan
banyak yaitu: langsung dari teosinte (Zea
mays ssp. parviglumis ).
a. Sumber karbohidrat
Dalam proses domestikasinya,
b. Pakan ternak (hijauan yang berlangsung paling tidak
maupun tongkolnya), 7000 tahun oleh penduduk asli
setempat, masuk gen-gen dari
c. Diambil minyaknya (dari subspesies lain, terutama Zea
biji) mays ssp. mexicana. Istilah
teosinte sebenarnya digunakan
d. Tepung (dari biji, dikenal untuk menggambarkan semua
dengan istilah tepung spesies dalam genus Zea,
jagung atau maizena), kecuali Zea mays ssp. mays.
Proses domestikasi menjadikan
e. Bahan baku industri (dari jagung merupakan satu-satunya
tepung biji dan tepung spesies tumbuhan yang tidak
tongkolnya). Tongkol dapat hidup secara liar di alam.
jagung kaya akan
pentosa, yang dipakai Hingga kini dikenal 50.000
sebagai bahan baku varietas jagung, baik ras lokal
pembuatan furfural. maupun kultivar.
f. Bahan farmasi, jagung Jagung merupakan komoditas
yang telah direkayasa andalan yang dirasakan
genetika juga sekarang mempunyai keunggulan
komparatif karena :
169
- Saat ini Indonesia masih tinggi 6m. Tinggi tanaman biasa
mengimpor jagung dalam diukur dari permukaan tanah
jumlah besar + 700.000 hingga ruas teratas sebelum
ton per tahun untuk bunga jantan.
keperluan industri pakan Meskipun beberapa varietas
ternak. dapat menghasilkan anakan
(seperti padi), pada umumnya
- Peluang pakan ternak jagung tidak memiliki
yang cukup besar di kemampuan ini.
Kalimantan Barat dan Akar jagung tergolong akar
saat ini Kalimantan Barat serabut yang dapat mencapai
masih mendatangkan kedalaman 8 m meskipun
jagung dari Semarang sebagian besar berada pada
(Jawa Tengah) sebesar + kisaran 2 m.
10.000 ton/tahun. Pada tanaman yang sudah
cukup dewasa muncul akar
- Ketersediaan Lahan adventif dari buku-buku batang
untuk pengembangan bagian bawah yang membantu
jagung di Kalimantan menyangga tegaknya tanaman.
Barat cukup besar yang
didukung dengan Gambar 56. Akar jagung
ketersediaan teknologi
dan SDM. Selain itu juga 170
adanya serta sudah
terbentuknya kemitraan
dengan swasta yaitu di
Sanggau Ledo (Kab.
Bengkawang)
b Deskripsi
Jagung merupakan tanaman
semusim (annual). Satu siklus
hidupnya diselesaikan dalam 80-
150 hari.
Paruh pertama dari siklus
merupakan tahap pertumbuhan
vegetatif dan paruh kedua untuk
tahap pertumbuhan generatif.
Tinggi tanaman jagung sangat
bervariasi. Meskipun tanaman
jagung umumnya berketinggian
antara 1m sampai 3m, ada
varietas yang dapat mencapai
Batang jagung tegak dan mudah stomata dikelilingi sel-sel
terlihat, sebagaimana sorgum epidermis berbentuk kipas.
dan tebu, namun tidak seperti
padi atau gandum. Terdapat Struktur ini berperan penting
mutan yang batangnya tidak dalam respon tanaman
tumbuh pesat sehingga tanaman menanggapi defisit air pada sel-
berbentuk roset. sel daun.
Batang beruas-ruas. Ruas
terbungkus pelepah daun yang
muncul dari buku. Batang jagung
cukup kokoh namun tidak
banyak mengandung lignin.
Gambar 57 Batang jagung Gambar 58 daun jagung
Daun jagung adalah daun Jagung memiliki bunga jantan
sempurna. Bentuknya dan bunga betina yang terpisah
memanjang. Antara pelepah dan (diklin) dalam satu tanaman
helai daun terdapat ligula. (monoecious).
Tulang daun sejajar dengan ibu
tulang daun. Tiap kuntum bunga memiliki
struktur khas bunga dari suku
Permukaan daun ada yang licin Poaceae, yang disebut floret.
dan ada yang berambut. Pada jagung, dua floret dibatasi
Stomata pada daun jagung oleh sepasang glumae (tunggal:
berbentuk halter, yang khas gluma).
dimiliki familia Poaceae. Setiap
Bunga jantan tumbuh di bagian
puncak tanaman, berupa
karangan bunga (inflorescence).
Serbuk sari berwarna kuning dan
beraroma khas.
171
Bunga betina tersusun dalam
tongkol. Tongkol tumbuh dari
buku, di antara batang dan
pelepah daun.
Pada umumnya, satu tanaman
hanya dapat menghasilkan satu
tongkol produktif meskipun
memiliki sejumlah bunga betina.
Gambar 59. Bunga jantan Gambar 61 Buah Jagung siap
Gambar 60 Bunga Betina panen
Beberapa varietas unggul dapat
menghasilkan lebih dari satu
tongkol produktif, dan disebut
sebagai varietas prolifik. Bunga
jantan jagung cenderung siap
untuk penyerbukan 2-5 hari lebih
dini daripada bunga betinanya
(protandri).
c. Perbaikan teknologi
produksi jagung
Untuk mengimbangi permintaan
akan produksi jagung maka
pemerintah menerapkan
beberapa paket teknologi intuk
meningkatkan peoduksi jagung.
Dibawah ini diberikan
merupakan alternatif pertanaman
jagung pada lahan kering yang
dikeluarkan Departemen
Pertanian.
172
Urutan kerja pada teknologi konsep pengendalian
budidaya ini adalah: hama terpadu (PHT).
7. Panen dan pasca
1. Pengolahan tanah panen, tanaman dipanen
sederhana atau tanpa apabila klobot berwarna
olah tanah (TOT). keputihan/coklat dan
mengering dengan biji
2. Varietas yang digunakan mengkilap dan kadar air
adalah bersari bebas 25-30 %.
(varietas Bisma) maupun Untuk lebih jelasnya perhatikan
hibrida sebanyak 20 urutan gambar berikut:
kg/ha, yang telah
diperlakukan ridomil, 173
benih ditugal dengan
jarak tanam 80 x 40 cm
dengan 2 biji /lubang .
3. Pemupukan sesuai
dengan rekomendasi
setempat, yaitu seluruh
pupuk SP-36, KCI dan
1/2 bagian Urea
diberikan bersamaan
tanam atau 7-10 hari
setelah tanam sebagai
pupuk dasar, dengan
cara ditugal 5 cm dari
lubang tanaman.
4. Pupuk susulan '/2 bagian
Urea diberikan pada
umur tanaman 1 bulan
setelah tanam, pupuk
diberikan dengan cara
tugal sedalam 5-10 cm
ditutup kembali.
5. Penyiangan dilakukan 2
kali yaitu umur 2 minggu
dan 4 minggu setelah
tanam sekaligus
membumbun.
6. Pengendalian hama
penyakit dilakukan
dengan menerapkan
Gambar 62 Urutan penanaman Gejala kahat hara yang timbul
jagung disebabkan karena
kebutuhannya tidak terpenuhi.
d.gejala kahat hara Hendaknya kebun dicek
beberapa kali selama satu
Beberapa gejala gejala kahat musim. Kahat hara yang dapat
satu atau lebih hara esensia dideteksi dini dapat diatasi
pada jagung dengan pemupukan dalam alur
di sisi tanaman. Andaikata tidak
Petani jagung harus belajar dapat diatasi dalam tahun ini,
mengenal gejala gejala kahat asal diketahui di mana masalah
satu atau lebih hara esensial tersebut timbul, maka sudah
yang diperlukan untuk merupakan informasi yang
pertumbuhan tanaman yang sangat berarti untuk
sehat untuk memperoleh hasil perencanaan pemupukan pada
yang menguntungkan. musim berikutnya.
Kita harus dapat menjadi dokter Daun tanaman yang sehat harus
untuk tanaman jagungmu berwarna hijau tua. Hal ini
sendirl. menunjukkan bahwa daun
tersebut berkadar klorofil tinggi
Melihat kebun secara teratur dan yang sangat dibutuhkan untuk
mengidentifikasi gejala dari menangkap sinar matahari untuk
suatu masalah merupakan aspek menghasilkan gula yang
penting dari budidaya tanaman. diperlukan untuk pertumbuhan
dan perkembangan tanaman.
Keuntungan optimum dari
investasi untuk produksi Kahat nitrogen
tergantung dari suplai hara yang
cukup selama pertumbuhan Kahat nitrogen (N) tidak mudah
tanaman. dideteksi waktu tanaman masih
muda. Namun bila berwarna
hijau kekuningan, maka
kemungkinan tanaman kahat N.
Bila kahat N dapat dideteksi dini,
pemberian pupuk N dalam alur di
sisi tanaman dapat mengatasi
masalah ini.
Setelah tanaman kira-kira
setinggi lutut, tingkat
pertumbuhan akan meningkat
yang diikuti dengan kebutuhan N
yang meningkat cepat.
Kebutuhan 3, 4 kg N/ha/hari
adalah umum dan kebutuhan ini
174
meningkat dua kali lipat saat Kahat kalium
pertumbuhan maksimum. Bila N
tidak tersedia dalam jumlah Kahat kalium (K) dimulai dengan
cukup, maka warna ujung daun warna kuning atau kecoklatan
tua akan berubah menjadi sepanjang pinggir daun pada
kuning dan warna ini akan daun tua. Warna tersebut akan
berkembang sepanjang tulang berkembang ke arah tulang daun
daun utama. Karena N sifatnya utama dan pada daun-daun di
mobil dalam tanaman, gejala atasnya. Gejala umum kahat K
kahat N ini berangsur-angsur lainnya adalah warna coklat tua
akan merambah ke daun-daun di pada buku batang bagian dalam
atasnya. Daun tua kemudian dan dapat diketahui dengan
akan mati. Uji N jaringan mengiris batang secara
tanaman dapat dilakukan memanjang. Ukuran tongkol
dengan menggunakan indikator kadang-kadang tidak terlalu
kimia atau alat elektronik untuk dipengaruhi seperti halnya pada
membantu mengdiagnosis kahat kahat N dan P, tetapi biji-biji
N ini. Tanaman mati muda jagung pada ujung tongkol tidak
dengan tongkol yang kecil dan berkembang dan tongkol jagung
bijinya sedikit. banyak kelobotnya dengan biji
sedikit sebagai akibat kahat K.
Kahat fosfor Kalium juga merupakan faktor
utama dalam efisiensi
Kahat fosfor (P) umumnya sudah penggunaan air dan karena itu
tampak waktu tanaman masih pengaruh kekeringan akan lebih
muda. Gejala awal dimulai nyata bila tanaman kahat K. Saat
dengan daun yang berwarna kebutuhan maksimum
ungu-kemerahan. Tangkai yang menyebabkan serapan K lebih
lemah dan kecil tanpa tongkol banyak daripada N. Hal ini
atau tongkolnya kacil dan melilit - menunjukkan pentingnya
juga merupakan indikasi kahat P. kesuburan tanah yang tinggi
Suhu rendah dan udara kering untuk mencapai produksi yang
atau sangat basah pada awal menguntungkan.
pertumbuhan atau restriksi fisik
untuk pertumbuhan akar dapat Kahat hara lainnya
menyebabkan kahat P,
meskipun P dalam tanah cukup. Kecuali N, P dan K, kahat hara
Kahat P juga menyebabkan lainnya tidak sering dijumpai di
panen terlambat. Serapan P lapang, tetapi dapat merupakan
yang banyak per hari saat pembatas penting produksi.
pertumbuhan yang cepat Kahat belerang (S) tampak pada
menekankan pentingnya daun muda yang berwarna hijau
kesuburan tanah yang tinggi muda dengan pertumbuhan yang
yang mampu menyuplai hara P terhambat. Sering dijumpai pada
yang cukup. tanah berpasir atau tanah
dengan kadar bahan organik
175
rendah. Berbagai pupuk yang K tanah. Uji nitrat pada profil
mengandung S dapat digunakan tanah akan memberikan
untuk mengatasi masalah ini. informasi yang baik untuk arahan
pemupukan N di daerah di mana
Kahat magnesium (Mg) residu nitrat masih tersisa dari
menyebabkan timbulnya warna musim sebelumnya. Di daerah
keputihan sepanjang kanan kiri yang lebih
tulang daun pada daun tua
dengan warna merah keunguan Gejala Daun
sepanjang pinggir daun. Gejala
ini dapat merupakan indikasi Daun sehat mengkilat dan
bahwa tanahnya masam, berwama hijau tua bila tanaman
terutama timbul pada tanaman mendapat suplai hara yang
muda dengan pengolahan tanah cukup.
yang kurang intensif. Pemberian
dolomit dapat mengatasi Kahat FOSFOR daunnya
masalah kahat Mg ini pada berwarna ungu-kemerahan,
tahun-tahun berikutnya. Bila pH terutama pada tanaman yang
tidak merupakan masalah, maka masih muda.
sumber Mg lainnya seperti
Kalium-Magnesium-Sulfat dapat Kahat KALIUM ujung dan tepi
mengatasi kahat Mg ini. daunnya berwarna kekuningan
atau mengering.
Daun pucuk yang mengering
atau melilit merupakan indikasi Kahat NITROGEN dimulai
kahat tembaga (Cu). Kahat seng dengan wama kekuningan pada
(Zn) ditandai oleh garis-garis ujung daun dan berkembang
klorotik yang paralel dengan sepanjang tulang daun utama.
tulang daun utama pada daun
muda, ruas pendek dan tanaman Kahat MAGNESIUM
kerdil. Tanaman tanpa tongkol menyebabkan timbulnya garis-
atau tongkolnya steril pada garis keputihan sepanjang tulang
pertanaman dengan populasi daun dan seringkali timbul warna
tinggi yang mendapat pupuk ungu pada bagian bawah dari
cukup dapat disebabkan oleh daun tua.
kahat boron (B).
KEKERINGAN menyebabkan
Lahan masam mempengaruhi tanaman berwarna hijau-
serapan berbagai hara dan keabuan; daun-daun
dapat menyebabkan tanaman menggulung sebesar pensil.
kahat hara, meskipun tanaman
dipupuk cukup. Uji tanah perlu PENYAKIT Helminthosporium
dilaksanakan secara teratur dimulai dengan bercak kecil dan
untuk mengidentifikasi masalah- berangsur-angsur berkembang
masalah yang berkaitan dengan pada seluruh daun.
pH dan memonitor kadar P dan
176
Zat kimia kadang-kadang Gambar 63. Beberapa gejala
menyebabkan kerusakan pada batang jagung
1. Batang sehat mempunyai Gejala pada akar
ukuran normal. Batang
tersebut bila dipotong 1. Akar yang banyak dan
memanjang akan terlihat dalam dari tanaman
bagian dalam batang menunjukkan tanaman
berwarna keputihan dan sehat
sehat.
2. FOSFOR pada awal
2. Tanaman perlu dipupuk pertumbuhan
KALIUM apabila batang menyebabkan
dipotong menunjukkan wama perkembangan akar tidak
coklat pada bukunya. sempurna.
3. Kahat FOSFOR mempunyai 3. Cacing akar memakan
batang yang lemah dan kecil, akar halus dan membuat
kadang-kadang tanaman tanaman tidak tumbuh
tidak membentuk tongkol sempurna
atau tongkolaya kecil.
Perhatikan warna ungu pada
daun tua.
4. Tanaman jagung membentuk
ANAKAN bila tanaman
dipupuk terlalu banyak
Nitrogen pada awal
pertumbuhan.
5. Gejala serangan penyakit
pada batang juga
menyebabkan timbulnya
ikatan pembuluh yang
berwarna kehitaman pada
batang bagian atas dengan
warna yang lebih gelap pada
batang bagian bawah. Busuk
pada batang bagian dalam
menyebabkan tanaman
cepat mati dan batangnya
patah. Tongkolnya mengecil
177
4. Tanah masam 4
menyebabkan akar
bagian bawah berubah 5
warna dan busuk,
terutama pada akar Gambar 64. Beberapa gejala
penunjang yang tumbuh kerusakan pada akar jagung
pada buku ketiga dan
keempat. Gejala kekurangan, kelebihan
ataupun penyakit juga dapat
5. Kerusakan karena zat dlihat pada tongkol buah, seperti
kimia menyebabkan akar tertera diwah ini
tidak berkembang
1.TONGKOL NORMAL yang
Ciri-ciri kerusakan akar tanaman mendapat cukup pupuk dan
jagung seperti tersebut diatas berproduksi tinggi, beratnya
dapat dilihat pada gambar sekitar 150-225 gram. Ujung
berikut yang dimulai dari atas kelobot fidak penuh berisi biji.
dan seterusnya
2.TONGKOL BESAR yang
1 beratnya lebih dari225gram
dengan bijiyang memenuhi ujung
2 kelobot merupakan
indikasibahwa populasi tanaman
3 terlalu sedikit untuk mencapai
produksiyang menguntungkan.
3.TONGKOL KECIL
menunjukkan bahwa tanahnya
kurang subur, populasi tanaman
terlalu banyak atau ada masalah
lainnya.
178
4.KAHAT KALIUM menyebabkan Gambar 65 Beberapa gejala
ujung tongkol tidak berbiji penuh, kerusakan pada tongkol
bijinya jarang dan tidak
sempurna. Biji jagung kaya akan
karbohidrat. Sebagian besar
5.KAHAT FOSFOR mengganggu berada pada endospermium.
persarian dan pembentukan biji. Kandungan karbohidrat dapat
Tongkolnya kecil, sering mencapai 80% dari seluruh
bengkok dengan pembentukan bahan kering biji.
biji yang tidak sempuma.
Karbohidrat dalam bentuk pati
RAMBUT HIJAU saat tongkol umumnya berupa campuran
masak menunjukkan bahwa amilosa dan amilopektin.
tanaman terlalu banyak dipupuk
Nitrogen Pada jagung ketan, sebagian
besar atau seluruh patinya
UDARA KERING menyebabkan merupakan amilopektin.
pembentukan rambut yang Perbedaan ini tidak banyak
lambat; persarian tidak berpengaruh pada kandungan
sempuma pada saat gizi, tetapi lebih berarti dalam
pembentukan biji. pengolahan sebagai bahan
pangan.
179
Jagung manis tidak mampu 3. Hipertensi
memproduksi pati sehingga
bijinya terasa lebih manis ketika 4. Diabetes
masih muda.
5. Melancarkan ASI
Secara rinci kandungan zat apa
saja yang terdapat pada jagung 6. Rakhitis
adalah: gula, kalium, asam
jagung dan minyak lemak. 7. Batu empedu
Utrennya (buah yang masih 8. Cacar air
muda) banyak mengandung zat
protein, lemak, kalsium, fosfor, 9. Diare
besi, belerang, vitamin A, B1,
B6, C dan K. 10. Keguguran (rambut, daun
dan tongkol mudanya)
Rambutnya mengandung minyak
lemak, damar, gula, asam f. Teknik Budidaya Jagung
maisenat dan garam-garam Sukmaraga
mineral.
Produksi jagung dewasa ini tidak
Biji buah jagung biasanya di buat dapat memenuhi kebutuhan
tepung jagung (maizena). dalam negeri sehingga
diperlukan impor.
e. Manfaat dan kegunaan
Keadaan ini tidak dapat
Salah satu manfaat jagung dibiarkan karena akan
adalah diuretik (memperlancar merugikan para peternak yang
air seni) karena kandungan membutuhkan pakan, dimana
kaliumnya yang tinggi terutama jagung memegang peran 51 %
pada rambut dan tongkol sebagai bahan pokok
mudanya. pembuatan pakan.
Selain itu, kandungan thiamin Untuk mengatasi hal ini maka
bisa mengeringkan luka seperti dicarilah varietas jagung yang
misalnya luka pada cacar air. dapat berproduksi sampai 8,5
Kandungan fosfornya baik untuk ton/ha.
tulang dan gigi.
Oleh karena itu perlu suatu
Kegunaan jagung adalah: acuan teknologi budidaya jagung
sukmaraga, sehingga petani
1. Melancarkan air seni yang mencoba dan
mengembangkan jagung
2. Radang ginjal, batu ginjal sukmaraga dapat berhasil sesuai
potensial hasil dari jagung
tersebut.
180