Pengambilan Contoh h) Untuk jumlah kemasan
dalam lot 201 atau
Contoh diambil secara acak dari lebih, contoh yang
jumlah kemasan seperti terlihat diambil 15.
berikut ini. Tiap kemasan diambil
contoh sebanyak 10 kg dari Petugas pengambil contoh harus
bagian atas, tengah dan bawah. memenuhi syarat yaitu orang
yang berpengalaman atau dilatih
Contoh tersebut dicampur lebih dahulu dan mempunyai
merata tanpa menimbulkan ikatan dengan badan hukum.
kerusakan, kemudian dibagi
menjadi empat dan dua bagian Pengemasan
diambil secara diagonal.
Cara ini dilakukan beberapa kali Kentang dikemas dengan
sampai contoh mencapai 10 kg. keranjang atau bahan lain
dengan berat netto maksimum
b) Untuk jumlah kemasan 80 kg dan ditutup dengan
dalam lot 1 sampai 3, anyaman bambu kemudian diikat
contoh yang diambil dengan tali rotan/bahan lain. Isi
semua. kemasan tidak melebihi
permukaan.
c) Untuk jumlah kemasan
dalam lot 4 sampai 25, Di dalam keranjang atau
contoh yang diambil 3.
kemasan diberi label yang
d) Untuk jumlah kemasan
dalam lot 26 sampai 50, bertuliskan :
contoh yang diambil 6.
- Nama barang.
e) Untuk jumlah kemasan - Jenis mutu.
dalam lot 51 sampai - Nama/kode
100, contoh yang
diambil 8. perusahaan/eksportir.
- Berat netto.
f) Untuk jumlah kemasan - Produksi Indonesia.
dalam lot 101 sampai - Negara/tempat tujuan.
150, contoh yang
diambil 10.
g) Untuk jumlah kemasan
dalam lot 151 sampai
200, contoh yang
diambil 12.
230
9.6.2. Teknik Budidaya lunak, bentuknya tidak
Tomat
teratur.
a. Deskripsi
- Tomat Apel
(Lycopersicum pyriforme)
buah bulat, kuat dan
Tanaman tomat merupakan sedikit keras seperti buah
tanaman perdu semusim,
berbatang lemah dan basah. apel, tumbuh baik di
Daunnya berbentuk segitiga.
dataran tinggi
Bunganya berwarna kuning.
- Tomat kentang
(Lycopersicum
grandifolium) buah bulat,
Buahnya buah buni, hijau waktu padat, lebih besar dari
muda dan kuning atau merah
waktu tua. Berbiji banyak, tomat apel, daun lebar
berbentuk bulat pipih, putih atau
krem, kulit biji berbulu. agak rimbun.
Perbanyakan dengan biji Beberapa varietas tomat yang
kadang-kadang dengan setek sekarang sedang dikembangkan
batang cabang yang telah tua. adalah sebagai berikut:
Tomat umumnya dibudidayakan
pada lahan kering atau pada
lahan sawah.
Tanaman ini tidak membutuhkan
persyaratan khusus, akan tetapi
menghendaki tanah yang
gembur.
Tanaman ini dapat
dibudidayakan secara
monokultur maupun dengan
sistem multiple cropping.
b.Varietas Tomat
Jenis-jenis Tomat
- Tomat biasa
(lycopersicum commune)
buahnya bulat pipih,
231
Mirah
x Potensi hasil 30-35
ton/ha
x Rasa manis masam
x Buah bulat agak lonjong
x Umur panen 55-59 hari
x Cocok untuk dataran
rendah
x Daya simpan 8 hari
x Toleran terhadap
penyakit layu bakteri
232
Opal c.Manfaat
x Potensi hasil 30-50 Tomat termasuk sayuran buah
ton/ha yang sangat digemari. Banyak
sekali penggunaan buah tomat,
x Rasa manis masam antara lain sebagai bumbu
x Buah lonjong sayur, lalap, makanan yang
x Umur panen 58-61 hari diawetkan (saus tomat), buah
x Cocok untuk dataran segar, atau minuman (juice).
rendah Selain itu, buah tomat banyak
x Daya simpan 9 hari mengandung vitamin A, Vitamin
x Toleran terhadap C, dan sedikit vitamin B.
penyakit layu bakteri d. Syarat Tumbuh
Zamrud Tomat secara umum dapat
ditanam di dataran rendah,
x Potensi hasil 30-45 medium, dan tinggi, tergantung
ton/ha varietasnya.
x Rasa manis asam Namun, kebanyakan varietas
x Buah bulat tomat hasilnya lebih memuaskan
x Umur panen 59-61 hari apabila ditanam di dataran tinggi
x Daya simpan 8 hari yang sejuk dan kering sebab
x Cocok untuk dataran tomat tidak tahan panas terik
dan hujan.
rendah
x Toleran terhadap Suhu optimal untuk
penyakit layu bakteri pertumbuhannya adalah 23°C
pada siang hari dan 17°C pada
malam hari.
Tanah yang dikehendaki adalah
tanah bertekstur liat yang banyak
mengandung pasir. Dan, akan
lebih disukai bila tanah itu
banyak mengandung humus,
gembur, sarang, dan
berdrainase baik. Sedangkan
keasaman tanah yang ideal
untuk pertumbuhannya adalah
pada pH netral, yaitu sekitar 6-7.
233
e. Pedoman Budidaya Bila telah diperoleh, sebaiknya
benih disemaikan dahulu
Bibit dan Persemaian sebelum ditanam pada
bedengan yang tetap.
Benih tomat dapat langsung
diperoleh dari suplier atau Bedengan persemaian dibuat
disiapkan sendiri. dengan ukuran lebar antara 0,8-
1,2 m dengan panjang sekitar 2-
Sebetulnya menyiapkan sendiri 3 m, dan tinggi sekitar 20-25 cm.
benih tomat yang baik tidaklah
terlalu sukar. Caranya adalah Jarak antarbarisan adalah 5 cm.
sebagai berikut: Bedengan yang telah dibentuk
diberi pupuk kandang seminggu
1. Buah tomat dipilih yang sebelum tanam sebanyak 5 kg
per m2 dan pupuk Urea dua hari
sehat, tidak cacat, dan sebelum tanam sebanyak 30 g
per m2.
matang penuh dari
Setelah bedengan persemaian
varietas yang unggul. siap diolah, bibit tomat dapat
segera disebar.
Buah yang telah dipilih
Untuk satu ha pertanaman,
selanjutnya diperam benih yang dibutuhkan adalah
sekitar 300 - 400 gram. Pada
selama tiga hari sampai persemaian diberi lindungan
yang dapat berupa atap rumbia
warna buah berubah atau pelepah pisang.
menjadi merah gelap dan Persemaian disiram setiap pagi
dan sore. Bila bibit telah
lunak. Kemudian bijinya mencapai tinggi antara 7-10 cm,
yaitu dalam waktu 2 minggu
dikeluarkan bersama setelah disebar, bibit itu dapat
segera dipindahkan ke tempat
lendirnya. penyapihan.
2. Biji beserta lendir Penyapihan berguna untuk
difermentasi selama 3 menyeleksi bibit yang bagus dan
hari sampai lendir dan sebagai latihan hidup bagi
airnya terpisah dari biji. tanaman muda. Tempat
penyapihan dapat berupa
3. Biji yang telah terpisah polybag atau bumbung dari
tadi segera dicuci dan pelepah pisang. Bibit dibiarkan di
dijemur selama kurang
lebih 3 hari atau hingga
kadar airnya kurang lebih
6%.
4. Biji yang telah kering
dapat langsung disemai
atau disimpan.
234
tempat penyapihan sampai lahan dapat ditanami sebanyak
berumur 1 bulan dengan tinggi 20.900-28.600 bibit.
sekitar 15 cm dan telah berhelai
daun 3 atau 4. Setelah itu, f.Teknik Pemeliharaan Tomat
tanaman dapat dipindahkan ke
tempat penanaman yang tetap. Faktor-faktor yang perlu
diperhatikan tanaman dalam
Sebelum penanaman dilakukan, pemeliharaan tomat,
sebaiknya lahan disiapkan yaitu:
dahulu. Lahan yang telah dipilih
segera diolah. Guna mencegah Penyiraman
nematoda yang merugikan, kita
dapat memberikan Nemagon Penyiraman dilakukan bila
sebagai fumigan tanah 2 atau 3 selama pertumbuhan tanaman
minggu sebelum tanam. jatuh pada musim kemarau yang
Kemudian lahan itu dibuat berkepanjangan (sesuai dengan
bedengan dengan lebar antara kebutuhan). Hal ini dilakukan
1,4-1,6 meter dan jarak antar secara hati-hati agar tanaman
bedengan sekitar 20 cm. Lubang tidak rusak dan diusahakan
penanaman segera dibuat di penyiraman tanaman pada pagi
atas bedengan itu dengan luas dan sore hari.
sekitar 15-20 cm sedalam 70-80
cm. Pemupukan
Agar tanah cukup subur, perlu Pupuk yang diperlukan untuk
ditambahkan pupuk kandang tanaman tomat adalah :
sebanyak 0,5-1 kg untuk setiap
lubang. Banyaknya pupuk a. Pupuk kandang dengan
kandang untuk 1 ha lahan
adalah sekitar 20-30 ton. Lahan dosis 10-20 ton per
yang telah diolah sebaiknya
didiamkan dahulu selama 1 hektar atau 0,5-1 kg per
bulan agar diperoleh cukup sinar
matahari, kemudian barulah tanaman, yang diberikan
digunakan.
seminggu sebelum
Selanjutnya bibit yang telah
disapih ditanam pada bedengan tanam.
yang telah disiapkan dengan
jarak antartanaman sekitar 50-60 b. Untuk pupuk TSP
cm. dengan dosis 2,5 - 3
kwintal per hektar atau
Setiap bedengan berisi dua baris 10-15 gram per tanaman,
tanaman. Sehingga setiap ha yang diberikan seminggu
sebelum tanam.
c. Pupuk Urea diberikan
bersamaan saat tanam
235
dengan dosis 1 kwintal Penyiangan dan Pembumbunan
per hektar atau 4-5 gram
per tanaman. Sedangkan Penyiangan dan pembubunan
dilakukan secara bersamaan
pemupukan Urea untuk setelah tanaman berumur kira-
kira 1 bulan, yaitu dengan cara
susulan dilakukan 4 membabat atau mencabut
rerumputan, kemudian tanah di
minggu setelah sekitar tanaman dibumbun pada
tanaman.
pemupukan pertama
dengan dosis sama
seperti pemupukan
pertama.
d. Cara pemberian pupuk Pemberian Mulsa
baik pupuk dasar
maupun susulan, yaitu Pemberian mulsa utuk menjaga
diletakkan melingkar di agar tanah tetap gembur,
sekeliling tanaman mengurangi penguapan, dan
dengan jarak 10-15 cm, menekan pertumbuhan
kenudian ditutup dengan rerumputan.
tanah.
e. Pemupukan dilakukan Mulsa yang digunakan yaitu
sisa-sisa tanaman atau rumpur-
pada saat awal atau akhir rumput kering. Caranya yaitu
mulsa diletakkan di
musim hujan dan juga
disesuaikan dengan
tingkat kesuburan tanah Pengajiran
setempat.
Penyulaman Pengajiran untuk menghindari
agar tanaman tomat tidak rebah
dan memudahkan pemeliharaan.
Penyulaman dilakukan bila ada Ajir dipasang pada saat tanaman
tanaman yang mati atau berumur 1 bulan atau tanaman
pertumbuhannya kurang baik, mencapai tinggi kira-kira 40 cm.
dan diusahakan agar bibit Ajir dapat digunakan seperti
tanaman pengganti harus subur banbu atau tali.
pertumbuhannya serta masih
seumur dengan tanaman yang Pemangkasan
diganti.
Pemangkasan dimaksudkan
agar dapat diperoleh buah yang
besar dan cepat masak.
Pemangkasan dilakukan sekali
atau dua kali sebulan yaitu
dengan cara memangkas bagian
236
pucuk atau cabang ketiga pada Penyakit dan Jenis Penyakit
batang pokok, atau cabang Pengendalian
kelima pada kedua cabang yang
dibiarkan hidup. Pemangkasan - Penyakit Lanas: Cabut
tanaman tomat dapat dilakukan dan buang tanaman yang
dengan dua cara yaitu terserang
pemangkasan tunas muda dan
pemangkasan batang. Tanaman - Rhizoetonia dan Phytium
tomat yang telah mempunyai sp.: Semprot dengan
lima dompolan buah harus Dithane M -45 0,2%.
dipotong pucuk batangnya dan
tunas-tunasnya agar buah dapat Kutu kebul (Bemisia tabaci)
menjadi besar dan cepat masak. Nimfa dan serangga dewasa
Tinggalkan dua atau tiga tunas mengisap cairan sel pada daun.
yang berada di samping atau di Serangga aktif sepanjang hari
sebelah bawah dompolan buah dengan gejala serangan : timbul
yang kelima itu. bercak nekrotik pada daun.
Tanaman inang : cabai, tomat,
Dompolan yang berdaun atau kacang panjang, tembakau, dll.
berbuah lebih perlu dipangkas
dan dipetik agar tomat yang
dikehendaki (lima dompolan)
tidak terhalang pertumbuhannya.
Hama dan Penyakit
Adapun jenis hama dan penyakit
yang sering menyerang tanaman
tomat yaitu :
Hama
- Ulat tanah coklat:
Kumpulkan larva,
kemudian musnahkan
atau disemprot dengan
Diptrek 95 SL atau
Dusban 20 EC, dengan
dosis 0,1 %.
- Ulat buah: Semprot
dengan Diazinon 60 EC,
dengan dosis 0,2 %.
237
Ulat buah
(Helicoverpa armigera)
Penyakit rebah kecambah
(Rhyzoctona solani dan
Phythium spp.
Bercak daun alternaria
(Alternaria solani)
Penyebab : jamur A. solani
Gejala serangan : pada awal
serangan timbul bercak-bercak
kecil berwarna coklat pada daun
bagian bawah.
Tanaman inang : cabai, tomat,
semangka, kentang, dll.
238
Penyebab : jamur R. solani dan
Phythium spp.
Gejala serangan : terdapat luka
pada pangkal batang yang akan
menyebabkan patahnya batang.
Tanaman inang : cabai, tomat,
semangka, dll.
239
g.Panen dan Pasca Panen Sedangkan untuk pemasaran ke
tempat yang jauh atau untuk di
Panen tomat dilakukan sesuai ekspor, buah sebaiknya dipetik
dengan tujuan pemasarannya sewaktu masih berwarna hijau,
sehingga perlu diperhitungkan tetapi sudah tua benar. Atau 8-
lama perjalanan sampai ke 10 hari sebelum menjadi masak
tempat tujuan. (berwarna merah).
Sebaiknya tomat berada di Umur petik tergantung varietas
pasaran pada saat masak tomat yang ditanam dan kondisi
penuh, tetapi tidak boleh terlalu tanaman.
masak karena akan busuk.
Umumnya buah tomat dapat
dipanen pertama pada waktu
berumur 2 atau 3 bulan setelah
tanam.
Panen dilakukan beberapa kali,
yaitu antara 10-15 kali pemetikan
buah dengan selang 2-3 hari
sekali.
Pemetikan dapat dilakukan pagi
atau sore hari. Dan, diusahakan
buah yang dipetik tidak jatuh
atau terluka.
Karena hal ini dapat menurunkan
kualitas dan dapat menjadi
sumber masuknya bibit penyakit.
Pada saat masak penuh itulah
tomat memperlihatkan
penampilannya yang terbaik.
Jika tujuan pemasaran adalah
pasar lokal yang jaraknya tidak
begitu jauh, dapat ditempuh
dalam beberapa jam, panen
sebaiknya dilakukan sewaktu
buah masih berwarna kekuning-
kuningan.
240
9.6.3. Teknik Budidaya Cabai Buah cabe ini selain dijadikan
a. Pendahuluan sayuran atau bumbu masak juga
Cabe (Capsicum Annum var mempunyai kapasitas
longum) merupakan salah satu
komoditas hortikultura yang menaikkan pendapatan petani.
memiliki nilai ekonomi penting di
Indonesia. Disamping itu tanaman ini juga
berfungsi sebagai bahan baku
Cabe merupakan tanaman perdu industri, yang memiliki peluang
dari famili terong-terongan yang eksport, membuka kesempatan
memiliki nama ilmiah Capsicum kerja.
sp. Cabe berasal dari benua
Amerika tepatnya daerah Peru Gambar 97 Tanaman cabe
dan menyebar ke negara-negara
benua Amerika, Eropa dan Asia b. Jenis-jenis cabe
termasuk Negara Indonesia.
Saat ini telah banyak benih cabe
Tanaman cabe banyak ragam hibrida yang beredar di pasaran
tipe pertumbuhan dan bentuk dengan nama varietas yang
buahnya. Diperkirakan terdapat beraneka ragam dengan
20 spesies yang sebagian besar berbagai keunggulan yang
hidup di Negara asalnya. dimiliki.
Masyarakat pada umumnya
hanya mengenal beberapa jenis
saja, yakni Cabe besar, cabe
keriting, cabe rawit dan paprika.
Secara umum cabe memiliki
banyak kandungan gizi dan
vitamin. Diantaranya Kalori,
Protein, Lemak, Kabohidarat,
Kalsium, Vitamin A, B1 dan
Vitamin C.
Selain digunakan untuk
keperluan rumah tangga, cabe
juga dapat digunakan untuk
keperluan industri diantaranya,
Industri bumbu masakan, industri
makanan dan industri obat-
obatan atau jamu.
241
Beberapa jenis cabe yang telah Lembang-1
dirilis adalah: Jet set, Arimbi,
Buana 07, Somrak, Elegance x Potensi hasil 9 ton/ha
081, Horison 2089, Imperial 308 x Cocok untuk dataran
dan Emerald 2078.
tinggi
Dan untuk cabe hibrida keriting
diantaranya, Papirus, CTH 01, c.Syarat Tumbuh
Kunthi 01, Sigma, Flash 03,
Princess 06 dan Helix 036, dan Tanah
untuk cabe rawit hibrida adalah
Discovery. - Tanah berstruktur remah/
gembur dan kaya akan
Tanjung-1
bahan organik.
x Potensi hasil 18 ton/ha
x Warna buah merah - Derajat keasaman (PH)
x Panjang buah 10 cm tanah antara 5,5 - 7,0
x Cocok untuk dataran
- Tanah tidak becek/ ada
rendah genangan air
x Toleran terhadap hama
- Lahan pertanaman
pengisap daun
terbuka atau tidak ada
Tanjung-2
naungan.
x Potensi hasil 12 ton/ha
x Cocok untuk dataran Iklim
rendah
- Curah hujan 1500-2500
mm pertahun dengan
distribusi merata.
- Suhu udara 16° - 32 ° C
- Saat pembungaan
sampai dengan saat
pemasakan buah,
242
keadaan sinar matahari Persemaian
cukup (10 - 12 jam).
Sebelum tanam di tempat
d.Pedoman Teknis Budidaya permanen, sebaiknya benih
disemai dulu dalam wadah
Penyiapan Benih semai yang dapat berupa bak
plastik atau kayu dengan
Benih cabe dapat dibuat sendiri ketebalan sekitar 10 cm yang
dengan cara sebagai berikut: dilubangi bagian dasarnya untuk
pengaturan air(drainase).
- Pilih buah cabe yang Persiapannya adalah sebagai
matang (merah) berikut:
- Bentuk sempurna, segar 1. Isikan dalam wadah
- Tidak cacat dan tidak semai media berupa
terserang penyakit.
tanah pasir, dan pupuk
kandang dengan
- Kemudian keluarkan perbandingan 1 : 1.
bijinya dengan mengiris Untuk menghilangkan
buah secara memanjang gangguan hama berikan
Curater 3 G takaran 10
- Cuci biji lalu dikeringkan. 10 gr/m2. Media ini
disiapkan 1 minggu
- Kemudian pilih biji yang sebelum penyemaian
bentuk, ukuran dan benih.
warna seragam,
permukaan kulit bersih, 2. Benih yang akan
tidak keriput dan tidak ditanam, sebelumnya
cacat. direndam dalam air
hangat (50 derajat
Bila kesulitan membuat sendiri, Celcius) selama
benih cabe dapat dibeli di toko semalam. Lebih baik lagi
pertanian setempat. bila diberi zat pengatur
tumbuh seperti Atonik.
Benih yang akan ditanam 3. Tebarkan benih secara
diseleksi dengan cara merendam merata di media
dalam air, biji yang terapung persemaian, bila mungkin
dibuang. beri jarak antar benih 5 x
5 cm sehingga waktu
tanaman
dipindah/dicabut, akarnya
tidak rusak. Usahakan
243
waktu benih ditanam Pembibitan ini bertujuan untuk
diatasnya ditutup selapis meningkatkan daya adaptasi dan
tipis tanah. Kemudian daya tumbuh bibit pada saat
letakkan wadah semai pemindahan ke tempat terbuka
tersebut di tempat teduh di lapangan atau pada polybag
dan lakukan penyiraman
secukupnya agar media Pemindahan bibit baru dapat
semai tetap lembab. dilakukan setelah berumur 30-40
hari.
Pembibitan
1. Benih yang telah Persiapan Media Tanam
berkecambah atau bibit dalam Polybag
cabe umur 10-14 hari
(biasanya telah tumbuh 1. Siapkan polybag tempat
sepasang daun) sudah penanaman yang berlubang
dapat dipindahkan ke kiri kanannya untuk
tempat pembibitan. pengaturan air.
2. Masukkan media tanam ke
2. Siapkan tempat dalamnya berupa campuran
pembibitan berupa tanah dengan pupuk
polybag ukuran 8 x 9 cm kandang 2 : 1 sebanyak 1/3
atau bumbungan dari volume polybag. Tambahkan
bahan daun pisang Furadan atau Curater 3G 2-
sehingga lebih murah 4 gr/tanaman untuk
harganya. Masukkan ke mematikan hama
dalamnya campuran pengganggu dalam media
tanah, pasir dan pupuk tanah.
kandang serta
tambahkan Curater 3 G. 3. Masukkan campuran tanah
dan pupuk kandang ke
3. Pindahkan bibit cabe ke dalam polybag setinggi 1/3
nya.
wadah pembibitan
dengan hati-hati. Pada
saat bibit ditanam di 4. Tambahkan pupuk buatan
sebagai pupuk dasar yaitu 10
bumbungan, tanah di gr SP 36, 5 gr KCl dan 1/3
bagian dari campuran 10 gr
sekitar akar tanaman Urea + 20 gr ZA per tanaman
(2/3 bagiannya untuk pupuk
ditekan-tekan agar sedikit susulan). Kemudian siram
dengan air agar pupuk larut
padat dan bibit berdiri dalam tanah.
tegak. Letakkan bibit di
tempat teduh dan sirami
secukupnya untuk
menjaga kelembabannya.
244
Penanaman di Lapangan Penanaman
- Siapkan bedengan yang 1. Pilih bibit cabe yang baik
dicampur dengan pupuk yaitu pertumbuhannya tegar,
kandang warna daun hijau, tidak
cacat/terkena hama penyakit.
- Jika pH tanah rendah (4-
5) maka lakukan terlebih 2. Tanam bibit tersebut di
dahulu pengapuran. polybag penanaman. Wadah
Pengapuran dilakukan media bibit harus dibuka dulu
bersamaan dengan sebelum ditanam.
pembuatan bedengan Hati-hati supaya tanah yang
sebarkan kapur, aduk menggumpal akar tidak
rata, biarkan selama 3 lepas.
minggu. Bila wadah bibit memakai
bumbungan pisang langsung
- Tutup bedengan dengan ditanam karena daun
mulsa plastik
tersebut akan hancur sendiri.
Tanam bibit bibit tepat di
- Gunakan kaleng yang bagian tengah, tambahkan
diberi arang untuk
melubanginya. media tanahnya hingga
mencapai sekitar 2 cm bibir
polybag.
- Pindahkan hati-hati bibit 3. Padatkan permukaan media
ke dalam lubang tanam. tanah dan siram dengan air
lalu letakkan di tempat
terbuka yang terkena sinar
matahari langsung.
Pemeliharaan
Penyiraman
Lakukan penyiraman
secukupnya untuk menjaga
kelembaban media tanah.
Gambar 98 Penanaman cabe
pada lahan terbuka
dengan menggunakan
mulsa plastik
245
Pemupukan menjadi tanda tak langsung
serangan kutu daun.
Lakukan pemupukan susulan : Pengendalian kutu daun (Myzus
Umur 30 hari setelah tanam : 5
gr Kcl per tanaman. persicae Sulz) dengan
Umur 30 dan 60 hari setelah
tanam : masing-masing 1/3 memberikan Furadan 3G
bagian dari sisa campuran Urea
dan ZA pada pemupukan dasar. sebanyak 60-90 kg/ha atau
sekitar 2 sendok makan/10 m2
area.
Perompesan Apabila tanaman sudah tumbuh
semprotkan Curacron 500 EC,
Perompesan adalah Nudrin 215 WSC, atau Tokuthion
500 EC. Dosisnya 2 ml/liter air.
pembuangan cabang daun di
bawah cabang utama dan buang
bunga yang pertama kali muncul. Serangan hama trips amat
berbahaya bagi tanaman cabai,
Pengendalian hama,penyakit, karena hama ini juga vektor
dan gulma pembawa virus keriting daun.
Hama Gejala serangannya berupa
bercak-bercak putih di daun
Untuk mengendalikan hama lalat karena hama ini mengisap cairan
buah penyebab busuk buah, daun tersebut. Bercak tersebut
pasang jebakan yang diberi berubah menjadi kecokelatan
Antraxtan. dan mematikan daun.
Sedang untuk mengendalikan Serangan berat ditandai dengan
serangga pengisap daun seperti keritingnya daun dan tunas.
Thrips, Aphid dengan insektisida Daun menggulung dan sering
seperti Curacron. timbul benjolan seperti tumor.
Jenis-jenis hama yang banyak Hama trips (Thrips tabaci) dapat
menyerang tanaman cabai dicegah dengan banyak cara
antara lain kutu daun dan trips. yaitu:
Kutu daun menyerang tunas - Pemakaian mulsa jerami
muda cabai secara bergerombol.
Daun yang terserang akan - pergiliran tanaman
mengerut dan melingkar. Cairan
manis yang dikeluarkan kutu, - penyiangan gulma atau
membuat semut dan embun rumputan pengganggu,
jelaga berdatangan. Embun dan menggenangi lahan
jelaga yang hitam ini sering
246
dengan air selama Gejala serangan keriting daun
beberapa waktu. adalah:
- Pemberian Furadan 3 G - bercak daun ialah
pada waktu tanam seperti bercak-bercak kecil yang
pada pencegahan kutu akan melebar
daun mampu mencegah
serangan hama trip juga. - Pinggir bercak berwama
Akan tetapi, untuk lebih tua dari bagian
tanaman yang sudah tengahnya. Pusat bercak
cukup besar, dapat ini sering robek atau
disemprot dengan Nogos berlubang.
50 EC, Azodrin 15 WSC,
Nuracron 20 WSC, - Daun berubah
dosisnya 2-3 cc/1.
kekuningan lalu gugur.
Penyakit
- Serangan keriting daun
Untuk penyakit busuk buah sesuai namanya ditandai
kering (Antraknosa) yang oleh keriting dan
disebabkan cendawan, gunakan mengerutnya daun, tetapi
fungisida seperti Antracol. Dosis keadaan tanaman tetap
dan aplikasi masing-masing obat sehat dan segar.
tersebut dapat dilihat pada
labelnya. Selain penyakit keriting daun,
penyakit lainnya dapat dicegah
Adapun jenis-jenis penyakit dengan penyemprotan fungisida
yang banyak menyerang cabai Dithane M 45, Antracol, Cupravit,
antara lain antraks atau patek Difolatan. Konsentrasi yang
yang disebabkan oleh cendawan digunakan cukup 0,2-0,3%.
Colletotricum capsici dan
Colletotricum piperatum, bercak Bila tanaman diserang penyakit
daun (Cercospora capsici), dan keriting daun maka tanaman
yang cukup berbahaya ialah dicabut dan dibakar.
keriting daun (TMV, CMVm, dan
virus lainnya). Pengendalian keriting daun
secara kimia masih sangat sulit.
Gejala serangan antraks atau
patek ialah bercak-bercak pada
buah, buah kehitaman dan
membusuk, kemudian rontok.
247
e. Panen dan Pasca Panen Pemetikan dilakukan dengan
Panen hati-hati agar
Panen cabai yang ditanam percabangan/tangkai tanaman
didataran rendah lebih cepat
dipanen dibandingkan dengan tidak patah. Kriteria panennya
cabai dataran tinggi.
saat ukuran cabai sudah besar,
Panen pertama cabai dataran
rendah sudah dapat dilakukan tetapi masih berwama hijau
pada umur 70-75 hari.
penuh.
Sedang di dataran tinggi panen
baru dapat dimulai pada umur 4- Penentuan umur panen
5 bulan.
Umur panen cabe biasanya 70-
Setelah panen pertama, setiap 90 hari tergantung varietasnya,
3-4 hari sekali dilanjutkan yang ditandai dengan 60% cabe
dengan panen rutin. sudah berwarna merah. Untuk
Biasanya pada panen pertama dijadikan benih maka cabe
jumlahnya hanya sekitar 50 kg. dipanen bila buah sudah menjadi
Panen kedua naik hingga 100 merah semua.
kg. Selanjutnya 150, 200, 250,
hingga 600 kg per hektar. Pemanenan
Setelah itu hasilnya menurun Pemanenan cabe dengan cara
terus, sedikit demi sedikit hingga memetik buah beserta tangkai
tanaman tidak produktif lagi. buahnya dan sebaiknya
dilakukan pada saat cuaca cera.
Tanaman cabai dapat dipanen Pemanenan pada saat hujan
terus-menerus hingga berumur akan menyebabkan kadar air
6-7 bulan. cabe menjadi lebih tinggi
sehingga cabe akan lebih cepat
Cabai yang sudah berwama busuk.
merah sebagian berarti sudah
dapat dipanen. Pascapanen
Ada juga petani yang sengaja Cabe yang telah dipetik
memanen cabainya pada saat diletakkan dalam keranjang
masih muda (berwarna hijau). bambu yang sudah dilapisi
dengan daun pisang. Dapat juga
digunakan goni yang terbuat dari
serat atau plastik. Hal ini untuk
mengurangi tercecernya cabe
dan menghindari kerusakan
mekanis.
Untuk selanjutnya siap diangkut
dan dipasarkan.
248
Bila cabe habis untuk kering bisa langsung dikemas
dikonsumsi, tidak perlu dilakukan dalam kantong plastik atau
pengeringan dan sebaliknya bila digiling untuk dijadikan bubuk.
produksi cabe melimpah dimana
konsumen tidak mampu untuk Kemudian simpan atau dikirim ke
menampung cabe ini, maka
perlu dilakukan pengeringan. daerah yang kurang produksi
cabenya sehingga penumpukan
cabe di suatu daerah pada saat
Pembuatan Cabe kering panen dapat teratasi.
Cabe yang masak dipilih yang
sehat dan mulus, kemudian
tangkainya dibuang selanjutnya
dicuci bersih agar bebas kotoran
dan pestisida.
Setelah bersih direndam dalam
larutan Natrium Bisulfit 0,2 %
yaitu dengan melarutkan 2 gram
NaBisulfit dalam 1 liter air panas
selama kurang lebih 6 menit,
sampai betul-betul terendam.
Perendaman ini untuk
mempertahankan warna cabe
kering agar tetap seperti semula.
Selesai perendaman, cabe
diangkat dan dicelupkan dalam
air dingin untuk menghentikan
pemanasan, lalu tiriskan dalam
tampah atau niru atau rak
bambu.
Kemudian dijemur di panas
matahari selama 7-10 hari
sampai kadar air 10% (supaya
lebih tahan lama, kadar air dapat
diturunkan lagi).
Pengeringan juga dapat
dilakukan dengan oven atau alat
pengering buatan.
Setelah pengeringan maka cabe
249
250
9.6.4. Teknik Budidaya
Paprika
Gambar 99 Buah cabe paprika
a. Pendahuluan b. Syarat Tumbuh
Paprika (Capsicum annuum) Di daerah tropis seperti
adalah sejenis cabai yang baru Indonesia, paprika hanya dapat
dikenal dan diusahakan di tumbuh dengan baik pada
Indonesia. dataran tinggi dengan ketinggian
sekitar 1.500 m dpl.
Buahnya besar dan gendut
seperti buah kesemek, rasanya Suhu yang diperlukan berkisar
tidak pedas tetapi sedikit manis. antara 18-23,5°C.
Benihnya banyak didatangkan
dari luar negeri, antara lain Tanah yang baik untuk
Jepang dan Taiwan. pertumbuhannya adalah tanah
subur dengan kelembapan
cukup dan pH 5,5-7.
250
251
c. Pedoman Budidaya perlu diperhatikan adalah
kelembaban tanahnya harus
Persemaian dijaga.
Seperti halnya cabai lain, paprika Untuk mengurangi penguapan
juga dikembangbiakkan dengan dari dalam tanah, tanah perlu
biji. ditutupi mulsa. Cara lain yang
biasa dilakukan petani di
Biji-biji itu harus disemaikan Lembang adalah tanah ditutupi
terlebih dahulu pada kotak atau plastik.
bedengan persemaian sebelum
ditanam di lapang. Panen dan Pasca Panen
Umur benih di persemaian Pada umur sekitar 18 minggu
antara 14-21 hari. sejak penyemaian hingga
penanaman, paprika sudah
Pengolahan tanah dan dapat dipanen.
penanaman
Namun, tidak menutup
Tanah yang akan digunakan kemungkinan umur panen lebih
dicangkul atau dibajak, singkat jika yang diusahakan
kemudian digemburkan. adalah jenis yang berumur
genjah.
Tanah itu dibuat bedengan
selebar 90 cm, tinggi 20-30 cm,
dan jarak antar bedengan 35 cm.
Berikanlah pupuk dasar pada
setiap lubang tanam.
Penanaman dapat dilakukan
setelah bedengan siap ditanami.
Jarak tanam yang digunakan
ada bermacam-macam,
tergantung jenisnya. Umumnya
orang menggunakan jarak tanam
50 x 50 cm.
Pemeliharaan
Pemeliharaan dilakukan sama
seperti pemeliharaan pada cabai
besar lainnya. Hanya saja yang
251
9.6.5. Teknik Budidaya b.Syarat Tumbuh
Bawang Merah
Bawang merah dapat tumbuh
a. Pendahuluan pada tanah sawah atau tegalan,
tekstur sedang sampai liat. Jenis
Bawang merah (Allium cepa) tanah Alluvial, Glei Humus atau
merupakan salah satu komoditas Latosol, pH 5.6 - 6.5, ketinggian
hortikultura yang sangat 0-400 mdpl, kelembaban 50-70
dibutuhkan oleh manusia. %, suhu 25-320C.
Tanaman ini digunakan sebagai Pengolahan Tanah
rempah dan obat. Kandungan Pupuk kandang disebarkan di
minyak atsirinya diduga dapat lahan dengan dosis 0,5-1 ton/
1000 m2, diluku kemudian digaru
menyebuhkan beberapa
(biarkan + 1 minggu)
gangguan kesehatan.
Dibuat bedengan dengan lebar
120 -180 cm. Diantara bedengan
pertanaman dibuat saluran air
(canal) dengan lebar 40-50 cm
dan kedalaman 50 cm.
Apabila pH tanah kurang dari 5,6
diberi Dolomit dosis + 1,5 ton/ha
disebarkan di atas bedengan
dan diaduk rata dengan tanah
lalu biarkan 2 minggu.
Untuk mencegah serangan
penyakit layu taburkan GLIO 100
gr (1 bungkus GLIO) dicampur
25-50 kg pupuk kandang
Gambar 100. Bawang marah matang, diamkan 1 minggu lalu
yang sudah taburkan merata di atas
dikeringkan siap bedengan. '
untuk dijual.
Pupuk Dasar
Berikan pupuk : 2-4 kg Urea + 7-
15 kg ZA + 15-25 kg SP-36
secara merata diatas bedengan
dan diaduk rata dengan tanah.
Atau jika dipergunakan Pupuk
252
Majemuk NPK (15-15-15) dosis Pemilihan bibit
± 20 kg/ 1000 m2 dicampur rata
dengan tanah di bedengan. Bibit bawang merah dipilih yang
c.Pedoman Teknis sehat : warna mengkilat,
kompak/tidak keropos, kulit tidak
luka dan telah disimpan 2-3
Pemilihan Lahan dan bulan setelah panen).
Pengolahan Tanah
1. Lahan Kering : Kultivar atau varietas yang
dianjurkan adalah :
Tanah dibajak dan dicangkul - Dataran rendah :
sedalam 20 cm kemudian Kuning, Bima Brebes,
diratakan. Dibuat bedengan Bangkok, Kuning
dengan lebar 1 - 2 m tinggi Gombong, Klon No. 33,
bedengan 25 cm dan jarak antar Klon No. 86.
bedengan 20-30 cm. - Dataran mediun atau
2. Lahan Sawah : tinggi :
Sumenep, Menteng, Klon
- Tanah dicangkul dan No. 88, Klon No. 33,
dibalik dua kali dengan
jarak waktu antara 5-7 Bangkok2.
hari
Pembuatan bedengan
- Sisa-sisa tanaman Pembuatan bedengan untuk
pertanaman bawang merah
sebelumnya (tanaman dilakukan sebagai berikut :
padi) dimusnahkan
- Dibuat bedengan - Pada Lahan bekas
dengan lebar 1,5-1,75 m, sawah dibuat bedengan
dibuat saluran air dengan lebar 1.50-1.75m.
sedalam 50-60 cm Diantara bedengan
dengan lebar parit 40-50 dibuat parit dengan lebar
cm. 0.5 m dan kedalaman 0.5
m. Tanah di atas
- Untuk pH tanah < 5,5 bedengan dicangkul
diberikan Kaptan/Dolomit
2 minggu sebelum tanam sedalam 20cm sampai
sebanyak 1,5 ton/ha
dengan cara disebar dan gembur.
diaduk rata diatas
bedengan. - Pada Lahan kering
Tanah dicangkul atau
dibajak sedalam 20 cm
sampai gembur. Dibuat
253
bedengan dengan lebar Pemupukan
1.20m dan tinggi 25 cm.
Pupuk dasar diberikan 1 minggu
- Jarak tanam bawang sebelum tanam yaitu 15-20
merah pada musim ton.ha pupuk kandang atau 5-10
kemarau 15x15 cm atau ton/ha kompos matang ditambah
15x20 cm, sedang pada 200 kg/ha TSP.
musim hujan 15x20 cm
atau 20x20 cm. Jika pH Pupuk disebar dan diaduk rata
tanah kurang dari 5.6,
dilakukan pengapuran sedalam lapisan olah.
dengan menggunakan
Kaptan atau Dolomit Jika umur simpan bibit yang
minimal 2 minggu
sebelum tanam dengan akan ditanam kurang dari 2
dosis 1-1.5 ton/ha.
bulan, dilakukan 'pemogesan'
(pemotongan ujung umbi) kurang
lebih 0.5 cm untuk memecahkan
masa dormansi dan
mempercepat pertumbuhan
Penanaman tunas tanaman.
Kemudian umbi bibit ditanam Pemupukan susulan dilakukan
dengan cara membenamkan pada umur 10-15 hari dan umur
seluruh bagian umbi. 30-35 hari setelah tanam. Jenis
Penyiraman dilakukan sesuai dan dosis pupuk yang diberikan
dengan umur tanaman : adalah : Urea 75-100 kg/ha, ZA
150-250 kg/ha, Kcl 75-100 kg/ha.
- umur 0-10 hari, 2 x/hari Pupuk diaduk rata dan diberikan
(pagi dan sore hari)
di sepanjang garitan tanaman.
- umur 11-35 hari, 1 x/hari
(pagi hari) Penyiangan minimal dilakukan
- umur 36-50 hari, 1 x/hari dua kali/musim, yaitu menjelang
(pagi atau sore hari)
dilakukannya pemupukan
susulan.
Jarak tanam : 20 cm x 15 cm Penyiraman
Umbi bibit yang siap tanam
dipotong ujungnya 1/3 bagian x Umur 0-10 hst : 2 kali
umbi. Kemudian ditanam dengan sehari pagi dan sore
cara membenamkan 2/3 bagian
umbi kedalam tanah. Sebelum x Umur 11-35 hst : 1 kali
dan sesudah tanam dilakukan sehari pada pagi hari
penyiraman.
x Umur 36-50 hst : 1 kali
sehari pada sore hari
x Umur 50 hst : 1 kali
sehari pagi atau sore hari
254
Pendangiran dan penyiangan b. Hama trip (Thrips sp.)
Dilakukan 2 kali pada umur 10- Gejala serangan hama thrip
15 hst dan 25-35 hst, bersamaan ditandai dengan adanya bercak
dengan pemberian pupuk putih beralur pada daun.
susulan
Penanganannya dengan
penyemprotan insektisida efektif,
Pengendalian OPT (Organisme misalnya Mesurol 50 WP atau
Pengganggu Tumbuhan)
Pegasus 500 EC.
Hama Penyakit
a.Hama ulat bawang Penyakit layu Fusarium
(Spodoptera spp).
Ditandai dengan daun
Serangan hama ini ditandai menguning, daun terpelintir dan
dengan bercak putih transparan
pada daun. pangkal batang membusuk. Jika
ditemukan gejala demikian,
tanaman dicabut dan
Pengendaliannya adalah : dimusnahkan.
- Telur dan ulat Penyakit otomatis atau
lalu antraknose
dikumpulkan
Gejalanya : bercak putih pada
dimusnahkan daun, selanjutnya terbentuk
lekukan pada bercak tersebut
- Pasang perangkap yang menyebabkan daun patah
atau terkulai. Untuk
ngengat (feromonoid mengatasinya, semprot dengan
fungisida Daconil 70 WP atau
seks) ulat bawang 40 Antracol 70 WP.
buah/ha
- Jika intensitas kerusakan
daun lebih besar atau
sama dengan 5 % per
rumpun atau telah
ditemukan 1 paket
telur/10 tanaman, Penyakit trotol
dilakukan penyemprotan Ditandai dengan bercak putih
pada daun dengan titik pusat
dengan insektisida berwarna ungu. Gunakan
fungisida efektif, antara lain
efektif, misalnya Antracol 70 WP, Daconil 70 WP,
untuk membasminya.
Hostathion 40 EC,
Cascade 50 EC, Atabron
50 EC atau Florbac.
255
Panen dan pascapanen atas, tujuannya untuk
mengeringkan bagian umbi dan
Panen sekaligus dilakukan pembersihan
umbi dari sisa kotoran atau kulit
Kriteria panen adalah jika > 60- terkelupas dan tanah yang
90 % daun telah rebah, pada
daerah dataran rendah terbawa dari lapangan.
pemanenan pada umur 55-70
hari, sedangkan pada dataran Kadar air 89 85 % baru disimpan
tinggi umur panen sekitar 70 -
90 hari. di gudang. Penyimpanan, ikatan
bawang merah digantungkan
Waktu panen : udara cerah,
pada rak-rak bambu. Aerasi
tanah tidak basah
diatur dengan baik, suhu gudang
26-290C kelembaban 70-80%,
sanitasi gudang.
Untuk konsumsi : ditandai
dengan kerebahan dan atau Untuk bawang konsumsi, waktu
panen ditandai dengan 60-70%
perubahan warna daun menjadi daun telah rebah, sedangkan
untuk bibit kerebahan daun lebih
kekuningan mencapai 60-70% dari 90%.
dataran rendah umur 50-60 hari
setelah tanam, dataran medium
umur 70-75 hst
Untuk bibit : ditandai dengan Panen dilakukan waktu udara
cerah. Pada waktu panen,
kerebahan daun lebih dari bawang merah diikat dalam
ikatan-ikatan kecil (1-1.5 kg/ikat),
90%,dataran rendah umur 65-70 kemudian dijemur selama 5-7
hari).
hst, dataran medium 80-90 hst
Hasil rata-rata : 10-12 t/ha
Pemanenan dilakukan dengan Setelah kering 'askip'
pencabutan batang dan daun-
daunnya. Selanjutnya 5-10 (penjemuran 5-7 hari), 3-4 ikatan
rumpun diikat menjadi satu
ikatan (Jawa:dipocong). bawang merah diikat menjadi
satu, kemudian bawang dijemur
dengan posisi penjemuran
Pasca Panen bagian umbi di atas selama 3-4
hari.
Penjemuran dengan alas Pada penjemuran tahap kedua
anyaman bambu (Jawa : gedeg). dilakukan pembersihan umbi
Penjemuran pertama selama 5-7 bawang dari tanah dan kotoran.
hari dengan bagian daun
menghadap ke atas, tujuannya Bila sudah cukup kering (kadar
mengeringkan daun. air kurang lebih 85 %), umbi
bawang merah siap dipasarkan
Penjemuran kedua selama 2-3 atau disimpan di gudang.
hari dengan umbi menghadap ke
256
Kriteria kualitas
Kriteria kualitas yang
dikehendaki oleh konsumen
rumah tangga adalah :
- Umbi berukuran besar
- Bentuk umbi bulat
- Warna kulit merah
keunguan
- Umbi kering askip
Sedangkan konsumen luar
(untuk ekspor) yang dikehendaki
adalah :
- Umbi berukuran besar
- Bentuk umbi bulat
- Wana kulit merah muda
- Umbi kering lokal
257
Tabel 14. Jenis hama penyakit pada bawang
No. Jenis hama/penyakit Golongan Nama Dagang Konsentrasi
Anjuran
1. Layu Fusarium di gudang Mankozeb Dithane M45 10 g/10 kg umbi
di lapang Antracol 70 WP 10 g/10 kg umbi
Propineb Benlate 50 WP 10 g/10 kg umbi
Antracol 70 WP
Benomil 2 g/l
3 g/l
2. Bercak ungu Propineb Daconil 70 WP 2 g/l
2 g/l
Klorotalonil Polyram M
2 g/l
Maneb Dithane M45 2 g/l
2 g/l
Mankozeb Antracol 70 WP 2 g/l
Daconil 70 WP 2 g/l
2 g/l
3. Otomatis atau Antraknosa Polyram M 2 g/l
2 g/l
Klorotalonil Dithane M45 2 g/l
Propineb Atabron 50 EC 0,5-1 ml/l
Maneb Nomolt 50 EC 2 ml/l
Mankozeb Cascade 50 Ec 2 g/l
Bactospeine WP
4. Ulat Bawang (Spodoptera Klorfluazuron Dipel WP
spp.)
Teflubenzuron Decis 25 EC
Flufenokzurona Pegasus 500 SC
B.thuringiensis Mesurol 50 WP
idem
Piretroid
5. Hama Thrips Benzoil Urea
(Thrips sp.) Merkaptodinetur
258
9.6.6. Teknik Budidaya Jahe Nama daerah jahe antara lain
halia (Aceh), beeuing (Gayo),
a.Pendahuluan bahing (Batak Karo), sipodeh
(Minangkabau), jahi (Lampung),
Jahe merupakan tanaman obat jahe (Sunda), jae (Jawa dan
Bali), jhai (Madura), melito
berupa tumbuhan rumpun (Gorontalo), geraka (Ternate).
berbatang semu. Jahe berasal b.Deskripsi
dari Asia Pasifik yang tersebar Tanaman ini merupakan
tanaman terna berbatang semu,
dari India sampai Cina. Oleh dengan tinggi 30 cm sampai 1
m, rimpang bila dipotong
karena itu kedua bangsa ini berwarna kuning atau putih.
disebut-sebut sebagai bangsa Daunnya sempit, panjang daun
15 – 23 mm, lebar 8 – 15 mm ;
yang pertama kali tangkai daun berbulu, panjang 2
– 4mm.
memanfaatkan jahe terutama
Bentuk lidah daun memanjang,
sebagai bahan minuman, bumbu panjang 7,5 – 10 mm, dan tidak
berbulu; sedangkan seludang
masak dan obat-obatan agak berbulu.
tradisional. Perbungaan berupa malai
tersembul dipermukaan tanah,
Jahe termasuk dalam suku berbentuk tongkat atau bundar
temu-temuan (Zingiberaceae), telur yang sempit, 2,75 – 3 kali
sefamili dengan temu-temuan lebarnya, sangat tajam.
lainnya seperti temu lawak
Panjang malai 3,5 – 5 cm, lebar
(Cucuma xanthorrizha), temu 1,5 – 1,75 cm.
hitam (Curcuma aeruginosa),
kunyit (Curcuma domestica), Tangkai bunga hampir tidak
kencur (Kaempferia galanga), berbulu, panjang 25 cm, rahis
lengkuas (Languas galanga) dan berbulu jarang
lain-lain.
Sisik pada gagang terdapat 5 – 7
buah, berbentuk lanset, letaknya
berdekatan atau rapat, hampir
tidak berbulu, panjang sisik
sekitar 3 – 5 cm.
259
Daun pelindung berbentuk sunti atau jahe emprit
bundar telur terbalik,
bundar pada ujungnya, tidak Ruasnya kecil, agak
berbulu, berwarna hijau cerah,
panjang 2,5 cm, lebarnya rata sampai agak
sekitar 1 – 1,75 cm.
sedikit menggembung.
Jahe ini selalu dipanen
setelah berumur tua.
Kandungan minyak
Mahkota bunga berbentuk atsirinya lebih besar
tabung 2 – 2,5 cm, helainya
agak sempit, berbentuk tajam, dari pada jahe gajah,
berwarna kuning kehijauan,
panjang 1,5 – 2,5 mm, lebar 3 – sehingga rasanya lebih
3,5 mm, bibir berwarna ungu,
gelap, berbintik-bintik berwarna pedas, disamping
putih kekuningan, panjang 12 –
15 mm. seratnya tinggi. Jahe ini
cocok untuk ramuan
obat-obatan, atau untuk
diekstrak oleoresin dan
minyak atsirinya.
Kepala sari berwarna ungu, 3. Jahe merah
dengan panjang 9 mm.
Rimpangnya berwarna
merah dan lebih kecil
c. Jenis-jenis Jahe dari pada jahe putih
kecil sama seperti jahe
Jahe dibedakan menjadi 3 jenis putih, jahe merah selalu
berdasarkan ukuran, bentuk dan
warna rimpangnya. dipanen setelah tua,
dan juga memiliki
kandungan minyak
Umumnya dikenal 3 varietas atsiri yang sama
jahe, yaitu :
dengan jahe kecil,
sehingga cocok untuk
1. Jahe putih/kuning besar ramuan obat-obatan.
atau disebut juga jahe
gajah atau jahe badak d. Manfaat Tanaman
Rimpangnya lebih
besar dan gemuk, ruas Rimpang jahe dapat digunakan
sebagai bumbu masak, pemberi
rimpangnya lebih aroma dan rasa pada makanan
seperti roti, kue, biskuit,
menggembung dari kembang gula dan berbagai
minuman. Jahe juga dapat
kedua varietas lainnya. digunakan pada industri obat,
minyak wangi, industri jamu
Jenis jahe ini bias tradisional, diolah menjadi
asinan jahe, dibuat acar, lalap,
dikonsumsi baik saat bandrek, sekoteng dan sirup.
berumur muda maupun
berumur tua, baik
sebagai jahe segar
maupun jahe olahan.
2. Jahe putih/kuning kecil
atau disebut juga jahe
260
Dewasa ini para petani cabe Suhu udara
menggunakan jahe sebagai
pestisida alami. Suhu optimum untuk budidaya
tanaman jahe antara 20-35 oC.
Dalam perdagangan jahe dijual
dalam bentuk segar, kering, jahe Media Tanam
bubuk dan awetan jahe.
Disamping itu terdapat hasil Tanaman jahe paling cocok
olahan jahe seperti: minyak astiri ditanam pada tanah yang subur,
dan koresin yang diperoleh gembur dan banyak
dengan cara penyulingan yang mengandung humus.
berguna sebagai bahan Tekstur tanah yang baik adalah
pencampur dalam minuman lempung berpasir, liat berpasir
beralkohol, es krim, campuran dan tanah laterik
sosis dan lain-lain.
Tanaman jahe dapat tumbuh
Adapun manfaat secara
pharmakologi antara lain adalah pada keasaman tanah (pH)
sebagai karminatif, anti muntah,
pereda kejang, anti pengerasan sekitar 4,3-7,4. Tetapi keasaman
pembuluh darah, peluruh
keringat, anti inflamasi, anti tanah (pH) optimum untuk jahe
mikroba dan parasit, anti piretik,
anti rematik, serta merangsang gajah adalah 6,8-7,0.
pengeluaran getah lambung dan
getah empedu. 5.3.
e. Syarat Tumbuh Ketinggian Tempat
Iklim Jahe tumbuh baik di daerah
tropis dan subtropis dengan
Tanaman jahe membutuhkan ketinggian 0 - 2.000 m dpl.
curah hujan relatif tinggi, yaitu Di Indonesia pada umumnya
antara 2.500-4.000 mm/tahun. ditanam pada ketinggian 200 -
600 m dpl.
Pada umur 2,5 sampai 7 bulan
atau lebih tanaman jahe f. Pedoman Budidaya
memerlukan sinar matahari.
Dengan kata lain penanaman Pembibitan
jahe dilakukan di tempat yang
terbuka sehingga mendapat Persyaratan Bibit
sinar matahari sepanjang hari.
Bibit berkualitas adalah bibit
yang memenuhi syarat mutu
genetik, mutu fisiologik
(persentase tumbuh yang tinggi),
dan mutu fisik. Yang dimaksud
dengan mutu fisik adalah bibit
yang bebas hama dan penyakit.
261
Oleh karena itu kriteria yang tumbuh sekitar 1 menit
harus dipenuhi antara lain: kemudian keringkan.
- Bahan bibit diambil Setelah itu dimasukkan kedalam
langsung dari kebun
(bukan dari pasar) peti kayu. Lakukan cara
- Dipilih bahan bibit dari penyemaian dengan peti kayu
tanaman yang sudah tua
(berumur 9-10 bulan). sebagai berikut: pada bagian
- Dipilih pula dari tanaman dasar peti kayu diletakkan bakal
yang sehat dan kulit
rimpang tidak terluka bibit selapis, kemudian di
atau lecet.
atasnya diberi abu gosok atau
Teknik Penyemaian Bibit
sekam padi, demikian
Untuk pertumbuhan tanaman
yang serentak atau seragam, seterusnya sehingga yang paling
bibit jangan langsung ditanam
sebaiknya terlebih dahulu atas adalah abu gosok atau
dikecambahkan.
sekam padi tersebut. Setelah 2-4
Penyemaian bibit dapat
dilakukan dengan peti kayu atau minggu lagi, bibit jahe tersebut
dengan bedengan.
sudah disemai.
Penyemaian pada peti kayu
Penyemaian pada bedengan
Rimpang jahe yang baru
dipanen dijemur sementara Buat rumah penyemaian
(tidak sampai kering), kemudian sederhana ukuran 10 x 8 m
disimpan sekitar 1-1,5 bulan. untuk menanam bibit 1 ton
Patahkan rimpang tersebut (kebutuhan jahe gajah seluas 1
dengan tangan dimana setiap ha). Di dalam rumah
potongan memiliki 3-5 mata penyemaian tersebut dibuat
tunas dan dijemur ulang 1/2-1 bedengan dari tumpukan jerami
hari. setebal 10 cm.
Selanjutnya potongan bakal bibit Rimpang bakal bibit disusun
tersebut dikemas ke dalam pada bedengan jerami lalu
karung beranyaman jarang, lalu ditutup jerami, dan di atasnya
dicelupkan dalam larutan diberi rimpang lalu diberi jerami
fungisida dan zat pengatur pula, demikian seterusnya,
sehingga didapatkan 4 susunan
lapis rimpang dengan bagian
atas berupa jerami.
Perawatan bibit
Perawatan bibitpada bedengan
dapat dilakukan dengan
penyiraman setiap hari dan
sesekali disemprot dengan
fungisida.
262
Setelah 2 minggu, biasanya Setelah itu tanah dibiarkan 2-4
rimpang sudah bertunas. Bila minggu agar gas-gas beracun
bibit bertunas dipilih agar tidak menguap serta bibit penyakit
terbawa bibit berkualitas rendah. dan hama akan mati terkena
Bibit hasil seleksi itu dipatah- sinar matahari.
patahkan dengan tangan dan
setiap potongan memiliki 3-5 Apabila pada pengolahan tanah
mata tunas dan beratnya 40-60 pertama dirasakan belum juga
gram. gembur, maka dapat dilakukan
pengolahan tanah yang kedua
Penyiapan Bibit sekitar 2-3 minggu sebelum
tanam dan sekaligus diberikan
Sebelum ditanam, bibit harus pupuk kandang dengan dosis
dibebaskan dari ancaman 1.500-2.500 kg.
penyakit dengan cara bibit
tersebut dimasukkan ke dalam Pembentukan Bedengan
karung dan dicelupkan ke dalam
larutan fungisida sekitar 8 jam. Pada daerah-daerah yang
Kemudian bibit dijemur 2-4 jam,
barulah ditanam. kondisi air tanahnya jelek dan
Pengolahan Media Tanam sekaligus untuk encegah
Persiapan Lahan
terjadinya genangan air,
Untuk mendapatkan hasil panen
yang optimal harus diperhatikan sebaiknya tanah diolah menjadi
syaratsyarat tumbuh yang
dibutuhkan tanaman jahe. Bila bedengan-bedengan engan
keasaman tanah yang ada tidak
sesuai dengan keasaman tanah ukuran tinggi 20-30 cm, lebar 80-
yang dibutuhkan tanaman jahe,
maka harus ditambah atau 100 cm, sedangkan anjangnya
dikurangi keasaman dengan
kapur. disesuaikan dengan kondisi
Pembukaan Lahan lahan.
Pengolahan tanah diawali Pengapuran
dengan dibajak sedalam kurang
lebih dari 30 cm dengan tujuan Pada tanah dengan pH rendah,
untuk mendapatkan kondisi sebagian besar unsur-unsur
tanah yang gembur atau remah hara didalamnya, Terutama
dan membersihkan tanaman fosfor (p) dan calcium (Ca)
pengganggu. dalam keadaan tidak tersedia
atau sulit diserap.
Kondisi tanah yang masam ini
dapat menjadi media
perkembangan beberapa
cendawan penyebab penyakit
fusarium sp dan pythium sp.
Pengapuran juga berfungsi
menambah unsur kalium yang
sangat diperlukan tanaman
263
untuk mengeraskan bagian Penanaman jahe secara
tanaman yang berkayu, tumpangsari dengan tanaman
merangsang pembentukan bulu- lain mempunyai keuntungan-
bulu akar, mempertebal dinding keuntungan sebagai berikut :
sel buah dan merangsang
pembentukan biji. - Mengurangi kerugian
yang disebabkan naik
Adapun dosis kapur yang turunnya harga.
dibutuhkan berdasarkan tingkat
kemasaman tanahnya adalah - Menekan biaya kerja,
sebagai berikut: seperti: tenaga kerja
pemeliharaan tanaman.
- Derajat keasaman < 4
(paling asam): kebutuhan - Meningkatkan
dolomit > 10 ton/ha. produktivitas lahan.
- Memperbaiki sifat fisik
- Derajat keasaman 5 dan mengawetkan tanah
(asam): kebutuhan akibat rendahnya
dolomit 5.5 ton/ha. pertumbuhan gulma
(tanaman pengganggu).
- Derajat keasaman 6 Praktek di lapangan, ada jahe
(agak asam): kebutuhan
dolomit 0.8 ton/ha. yang ditumpangsarikan dengan
6.3.
sayursayuran, seperti ketimun,
bawang merah, cabe rawit,
Teknik Penanaman dan buncis dan lain-lain. Ada juga
Pemeliharaan Tanaman
yang ditumpangsarikan dengan
palawija, seperti jagung, kacang
Penentuan Pola Tanaman tanah dan beberapa kacang-
kacangan lainnya.
Pembudidayaan jahe secara Pembuatan Lubang Tanam
monokultur pada suatu daerah
tertentu memang dinilai cukup Untuk menghindari pertumbuhan
rasional, karena mampu jahe yang jelek, karena kondisi
memberikan produksi dan air tanah yang buruk, maka
produksi tinggi. sebaiknya tanah diolah menjadi
bedengan-bedengan.
Namun di daerah, Selanjutnya buat lubang-lubang
kecil atau alur sedalam 3-7,5 cm
pembudidayaan tanaman jahe untuk menanam bibit.
secara monokultur kurang dapat
diterima karena selalu
menimbulkan kerugian.
Cara Penanaman
Cara penanaman dilakukan
dengan cara melekatkan bibit
264
rimpang secara rebah ke dalam Pembubunan
lubang tanam atau alur yang
sudah disiapkan. Tanaman jahe memerlukan
tanah yang peredaran udara dan
Periode Tanam air dapat berjalan dengan baik,
maka tanah harus digemburkan.
Penanaman jahe sebaiknya
dilakukan pada awal musim Disamping itu tujuan
pembubunan untuk menimbun
hujan sekitar bulan September rimpang jahe yang kadang-
kadang muncul ke atas
dan Oktober. Hal ini permukaan tanah.
dimungkinkan karena tanaman
muda akan membutuhkan air
cukup banyak untuk
pertumbuhannya. Apabila tanaman jahe masih
muda, cukup tanah dicangkul
Pemeliharaan Tanaman tipis di sekeliling rumpun dengan
jarak kurang lebih 30 cm. Pada
Penyulaman bulan berikutnya dapat
diperdalam dan diperlebar setiap
Sekitar 2-3 minggu setelah kali pembubunan akan
tanam, hendaknya diadakan
untuk melihat rimpang yang berbentuk gubidan dan sekaligus
mati. Bila demikian harus segera
dilaksanakan penyulaman gar terbentuk sistem pengairan yang
pertumbuhan bibit sulaman itu
tidak jauh tertinggal dengan berfungsi untuk menyalurkan
tanaman lain, maka sebaiknya
dipilih bibit rimpang yang baik kelebihan air.
serta pemeliharaan yang benar.
Pertama kali dilakukan
Penyiangan pembumbunan pada waktu
tanaman jahe berbentuk rumpun
yang terdiri atas 3-4 batang
semu, umumnya pembubunan
dilakukan 2-3 kali selama umur
tanaman jahe.
Penyiangan pertama dilakukan Namun tergantung kepada
ketika tanaman jahe berumur 2-4 kondisi tanah dan banyaknya
minggu kemudian dilanjutkan 3-6 hujan.
minggu sekali. Tergantung pada
kondisi tanaman pengganggu Pemupukan
yang tumbuh. Namun setelah
jahe berumur 6-7 bulan, Pemupukan Organik
sebaiknya tidak perlu dilakukan
penyiangan lagi, sebab pada Pada pertanian organik yang
umur tersebut rimpangnya mulai tidak menggunakan bahan kimia
besar. termasuk pupuk buatan dan
obat-obatan, maka pemupukan
265
secara organik yaitu dengan ton/ha. Pemupukan tahap kedua
digunakan pupuk kandang dan
menggunakan pupuk kompos pupuk buatan (urea 20
gram/pohon; TSP 10
organik atau pupuk kandang gram/pohon; dan ZK 10
gram/pohon), serta K2O (112
dilakukan lebih sering kg/ha) pada tanaman yang
berumur 4 bulan.
dibandingkan dengan kalau kita
menggunakan pupuk buatan.
Adapun pemberian pupuk Pemupukan juga dilakukan
kompos organik ini dilakukan dengan pupuk nitrogen (60
pada awal pertanaman pada kg/ha), P2O5 (50 kg/ha), dan
saat pembuatan guludan K2O (75 kg/ha). Pupuk P
sebagai pupuk dasar sebanyak diberikan pada awal tanam,
60 – 80 ton per hektar yang pupuk N dan K diberikan pada
ditebar dan dicampur tanah awal tanam (1/3 dosis) dan
olahan. sisanya (2/3 dosis) diberikan
Untuk menghemat pemakaian pada saat tanaman berumur 2
pupuk kompos dapat juga bulan dan 4 bulan.
dilakukan dengan jalan mengisi
tiap-tiap lobang tanam di awal Pupuk diberikan dengan
pertanaman sebanyak 0.5 – 1kg ditebarkan secara merata di
per tanaman. sekitar tanaman atau dalam
bentuk alur dan ditanam di sela-
Pupuk sisipan selanjutnya sela tanaman.
dilakukan pada umur 2 – 3
bulan, 4 – 6 bulan, dan 8 – 10
bulan.
Pengairan dan Penyiraman
Adapun dosis pupuk sisipan Tanaman Jahe tidak
sebanyak 2 – 3 kg per tanaman.
memerlukan air yang terlalu
Pemberian pupuk kompos ini banyak untuk pertumbuhannya,
biasanya dilakukan setelah
kegiatan penyiangan dan akan tetapi pada awal masa
bersamaan dengan kegiatan
pembubunan. tanam diusahakan penanaman
pada awal musim hujan sekitar
bulan September.
Pemupukan Konvensional Waktu Penyemprotan Pestisida
Selain pupuk dasar (pada awal Penyemprotan pestisida
penanaman), tanaman jahe
perlu diberi pupuk susulan kedua sebaiknya dilakukan mulai dari
(pada saat tanaman berumur 2-4
bulan). saat penyimpanan bibit yang
untuk disemai dan pada saat
pemeliharaan. Penyemprotan
pestisida pada fase
Pupuk dasar yang digunakan pemeliharaan biasanya
adalah pupuk organik 15-20
dicampur dengan pupuk organik
266
cair atau vitamin-vitamin yang yang terlalu lembab.
mendorong pertumbuhan jahe.
Pengendalian:
Hama dan penyakit
Hama Jaminan kesehatan bibit jahe;
- karantina tanaman jahe
Hama yang dijumpai pada yang terkena penyakit;
- pengendalian dengan
tanaman jahe adalah: pengolahan tanah yang
baik;
1. Kepik, menyerang daun - pengendalian fungisida
dithane M-45 (0,25%),
tanaman hingga Bavistin (0,25%)
berlubang-lubang.
2. Ulat penggesek akar,
menyerang akar
tanaman jahe hingga Penyakit busuk rimpang
menyebabkan tanaman
jahe menjadi kering dan Penyakit ini dapat masuk ke bibit
rimpang jahe melalui lukanya. Ia
mati. akan tumbuh dengan baik pada
suhu udara 20-25 derajat C dan
3. Kumbang. terus berkembang akhirnya
menyebabkan rimpang menjadi
Penyakit busuk.
Penyakit layu bakeri
Gejala: Gejala :
Mula-mula helaian daun bagian Daun bagian bawah yang
bawah melipat dan menggulung berubah menjadi kuning lalu layu
kemudian terjadi perubahan dan akhirnya tanaman mati.
warna dari hijau menjadi kuning
dan mengering. Kemudian tunas Pengendalian:
batang menjadi busuk dan - penggunaan bibit yang
akhirnya tanaman mati rebah. sehat;
Bila diperhatikan, rimpang yang - penerapan pola tanam
sakit itu berwarna gelap dan yang baik;
sedikit membusuk, kalau - penggunaan fungisida.
rimpang dipotong akan keluar
lendir berwarna putih susu Penyakit bercak daun
sampai kecoklatan.
Penyakit ini dapat menular
Penyakit ini menyerang tanaman dengan bantuan angin, akan
jahe pada umur 3-4 bulan dan masuk melalui luka maupun
yang paling berpengaruh adalah tanpa luka.
faktor suhu udara yang dingin,
genangan air dan kondisi tanah
267
Gejala: yang sehat yaitu memilih
bibit unggul yang sehat
Pada daun yang bercak-bercak bebas dari hama dan
berukuran 3-5 mm, selanjutnya penyakit serta tahan
bercakbercak itu berwarna abu- terhadap serangan hama
abu dan ditengahnya terdapat dari sejak awal
bintik-bintik berwarna hitam, pertanaman.
sedangkan pinggirnya busuk
basah. Tanaman yang terserang - Memanfaatkan
bisa mati. semaksimal mungkin
musuh-musuh alami.
Pengendalian : - Menggunakan varietas-
varietas unggul yang
Tindakan pencegahan maupun tahan terhadap serangan
penyemprotan penyakit bercak hama dan penyakit.
daun sama halnya dengan cara-
cara yang dijelaskan di atas. - Menggunakan
pengendalian
Gulma fisik/mekanik yaitu
dengan tenaga manusia.
Gulma potensial pada
pertanaman temu lawak adalah - Menggunakan teknik-
teknik budidaya yang
gulma kebun antara lain adalah baik misalnya budidaya
tumpang sari dengan
rumput teki, alang-alang, pemilihan tanaman yang
saling menunjang, serta
ageratum, dan gulma berdaun rotasi tanaman pada
setiap masa tanamnya
lebar lainnya. untuk memutuskan siklus
penyebaran hama dan
Pengendalian hama/penyakit penyakit potensial.
secara organik
Dalam pertanian organik yang - Penggunaan pestisida,
tidak menggunakan bahan-
bahan kimia berbahaya insektisida, herbisida
melainkan dengan bahan-bahan
yang ramah lingkungan biasanya alami yang ramah
dilakukan secara terpadu sejak
awal pertanaman untuk lingkungan dan tidak
menghindari serangan hama dan
penyakit tersebut yang dikenal menimbulkan residu
dengan PHT (Pengendalian
Hama toksik baik pada bahan
Terpadu) yang komponennya
adalah sbb: tanaman yang dipanen
ma maupun pada tanah.
- Mengusahakan Disamping itu penggunaan
pertumbuhan tanaman bahan ini hanya dalam keadaan
268
darurat berdasarkan aras bekerjanya cukup
kerusakan ekonomi yang
diperoleh dari hasil pengamatan. selektif. Aplikasi racun ini
terutama pada serangga
penghisap seperti wereng
Beberapa tanaman yang dapat dan serangga pengunyah
dimanfaatkan sebagai pestisida
nabati dan digunakan dalam seperti hama penggulung
pengendalian hama antara lain
adalah: daun (Cnaphalocrocis
medinalis). Bahan ini juga
efektif untuk
menanggulangi serangan
- Tembakau (Nicotiana virus RSV, GSV dan
tabacum) yang Tungro.
mengandung nikotin
untuk insektisida kontak - Bengkuang (Pachyrrhizus
erosus) yang bijinya
sebagai fumigan atau mengandung rotenoid
yaitu pakhirizida yang
racun perut. Aplikasi dapat digunakan sebagai
insektisida dan larvasida.
untuk serangga kecil
misalnya Aphids
- Piretrum
(Chrysanthemum - Jeringau (Acorus
cinerariaefolium) yang calamus) yang
mengandung piretrin rimpangnya mengandung
yang dapat digunakan komponen utama asaron
sebagai insektisida dan biasanya digunakan
sistemik yang menyerang untuk racun serangga
urat syaraf pusat yang dan pembasmi
aplikasinya dengan cendawan, serta hama
semprotan. Aplikasi pada gudang Callosobrocus.
serangga seperti lalat
rumah, nyamuk, kutu,
hama gudang, dan lalat Panen dan Pascapanen
buah.
Panen
- Tuba (Derris elliptica dan
Derris malaccensis) yang Ciri dan Umur Panen
mengandung rotenone
untuk insektisida kontak Pemanenan dilakukan
yang diformulasikan tergantung dari penggunaan
dalam bentuk hembusan jahe itu sendiri.
dan semprotan.
- Neem tree atau mimba Bila kebutuhan untuk bumbu
penyedap masakan, maka
(Azadirachta indica) yang tanaman jahe sudah bisa
ditanam pada umur kurang lebih
mengandung 4 bulan dengan cara
azadirachtin yang
269
mematahkan sebagian rimpang apabila tidak sempat dipanen
dan sisanya dibiarkan sampai pada musim kemarau tahun
tua. pertama ini sebaiknya dilakukan
pada musim kemarau tahun
Apabila jahe untuk dipasarkan berikutnya.
maka jahe dipanen setelah
cukup tua. Umur tanaman jahe Pemanenan pada musim hujan
yang sudah bisa dipanen antara menyebabkan rusaknya rimpang
10-12 bulan, dengan ciri-ciri dan menurunkan kualitas
warna daun berubah dari hijau rimpang sehubungan dengan
menjadi kuning dan batang rendahnya bahan aktif karena
semua mengering. Misal lebih banyak kadar airnya.
tanaman jahe gajah akan
mengering pada umur 8 bulan Perkiraan Hasil Panen
dan akan berlangsung selama
15 hari atau lebih. Produksi rimpang segar untuk
klon jahe gajah berkisar antara
Cara Panen 15-25 ton/hektar, sedangkan
untuk klon jahe emprit atau jahe
Cara panen yang baik, tanah sunti berkisar antara 10-15
dibongkar dengan hati-hati ton/hektar.
menggunakan alat garpu atau
cangkul, diusahakan jangan Pascapanen
sampai rimpang jahe terluka.
Selanjutnya tanah dan kotoran Penyortiran Basah dan
lainnya yang menempel pada Pencucian
rimpang dibersihkan dan bila
perlu dicuci. Sesudah itu jahe Sortasi pada bahan segar
dijemur di atas papan atau daun dilakukan untuk memisahkan
pisang kira-kira selama 1 rimpang dari kotoran berupa
minggu. Tempat penyimpanan tanah, sisa tanaman, dan gulma.
harus terbuka, tidak lembab dan
penumpukannya jangan terlalu Setelah selesai, timbang jumlah
tinggi melainkan agak disebar. bahan hasil penyortiran dan
tempatkan dalam wadah plastik
Periode Panen untuk pencucian.
Waktu panen sebaiknya Pencucian dilakukan dengan air
dilakukan sebelum musim hujan, bersih, jika perlu disemprot
yaitu diantara bulan Juni – dengan air bertekanan tinggi.
Agustus. Amati air bilasannya dan jika
masih terlihat kotor lakukan
Saat panen biasanya ditandai pembilasan sekali atau dua kali
dengan mengeringnya bagian lagi.
atas tanah. Namun demikian
270
Hindari pencucian yang terlalu pengering, pastikan rimpang
lama agar kualitas dan senyawa
aktif yang terkandung didalam tidak saling
tidak larut dalam air.
menumpuk.
Selama pengeringan harus
Pemakaian air sungai harus dibolak-balik kira-kira setiap 4
dihindari karena dikhawatirkan jam sekali agar pengeringan
telah tercemar kotoran dan merata. Lindungi rimpang
banyak mengandung tersebut dari air, udara yang
bakteri/penyakit. lembab dan dari bahan-bahan
disekitarnya yang bisa
mengkontaminasi. Pengeringan
Setelah pencucian selesai, di dalam oven dilakukan pada
tiriskan dalam tray/wadah yang suhu 50oC - 60oC.
belubang-lubang agar sisa air
cucian yang tertinggal dapat Rimpang yang
dipisahkan, setelah itu akan dikeringkan ditaruh di atas
tempatkan dalam wadah tray oven dan pastikan bahwa
plastik/ember. rimpang tidak saling menumpuk.
Setelah pengeringan, timbang
Perajangan jumlah rimpang yang dihasilkan
Jika perlu proses perajangan, Penyortiran Kering
lakukan dengan pisau stainless
steel dan alasi bahan yang akan Selanjutnya lakukan sortasi
dirajang dengan talenan.
Perajangan rimpang dilakukan kering pada bahan yang telah
melintang dengan ketebalan
kira-kira 5 mm – 7 mm. Setelah dikeringkan dengan cara
perajangan, timbang hasilnya
dan taruh dalam wadah memisahkan bahan-bahan dari
plastik/ember. Perajangan dapat
dilakukan secara manual atau benda-benda asing seperti
dengan mesin pemotong.
kerikil, tanah atau kotoran-
kotoran lain. Timbang jumlah
rimpang hasil penyortiran ini
(untuk menghitung
rendemennya).
Pengeringan Pengemasan
Pengeringan dapat dilakukan Setelah bersih, rimpang yang
dengan 2 cara, yaitu dengan kering dikumpulkan dalam
sinar matahari atau alat wadah kantong plastik atau
pemanas/oven. pengeringan karung yang bersih dan kedap
rimpang dilakukan selama 3 - 5 udara (belum pernah dipakai
hari, atau setelah kadar airnya sebelumnya).
dibawah 8%. pengeringan
dengan sinar matahari dilakukan Berikan label yang jelas pada
diatas tikar atau rangka
wadah tersebut, yang
271
menjelaskan nama bahan,
bagian dari tanaman bahan itu,
nomor/kode produksi,
nama/alamat penghasil, berat
bersih dan metode
penyimpanannya.
Penyimpanan
Kondisi gudang harus dijaga
agar tidak lembab dan suhu
tidak melebihi 30oC dan gudang
harus memiliki ventilasi baik dan
lancar, tidak bocor, terhindar dari
kontaminasi bahan lain yang
menurunkan kualitas bahan
yang bersangkutan, memiliki
penerangan yang cukup (hindari
dari sinar matahari langsung),
serta bersih dan terbebas dari
hama gudan
272
9.6.7. TEKNIK BUDIDAYA Daun seledri juga banyak
SELEDRI mengandung apiin, di samping
substansi diuretik yang
a.Klasifikasi bermanfaat untuk menambah
jumlah air kencing.
Kingdom: Plantae c. Deskripsi
Divisi: Magnoliophyta Terna tegak, tahunan, tinggi 25-
Kelas: Magnoliopsida 100 cm. Batang bersegi dan
Ordo: Apiales beralur membujur. Bunga
Famili: Apiaceae banyak, kecil-kecil, berwarna
Genus: Apium putih atau putih kehijauan.
Spesies: A. graveolens Dapat dibudidayakan di mana-
mana dari dataran rendah
b.Komposisi : sampai dataran tinggi, menyukai
tempat yang lembab dan subur.
Seledri mempunyai banyak Sering ditanam dalam pot.
kandungan gizi antara lain, (per
100 gr): Gambar 101. Seledri daun yang
ditanam dalam pot
a. kalori sebanyak 20 kalori,
b. protein 1 gram
c. lemak 0,1 gram
d. hidrat arang 4,6 gram
e. kalsium 50 mg
f. fosfor 40 mg
g. besi 1 mg
h. Vitamin A 130 SI
i. Vitamin B1 0,03 mg
j. Vitamin C 11 mg Dan 63%
bagian dapat dimakan.
273
Ada tiga kelompok seledri yang d. Manfaat
dibudidayakan:
Daun-daunnya digunakan
x Seledri daun atau seledri sebagai penambah aroma/rasa
iris (A. graveolens
Kelompok secalinum) pada masakan, juga sebagai
yang biasa diambil
daunnya dan banyak sayuran atau sebagai salad.
dipakai di masakan
Indonesia. Selain itu, tanaman ini banyak
mengandung vitamin A, C, dan
zat besi., dan berkhasiat sebagai
obat rematik.
x Seledri tangkai (A. e.Syarat Tumbuh
graveolens Kelompok
dulce) yang tangkai Seledri merupakan tanaman
dataran tinggi yang dapat
daunnya membesar dan tumbuh baik pada kisaran suhu
7-16° C. Tanah yang baik untuk
beraroma segar, areal penanamannya adalah
yang subur dan gembur dengan
biasanya dipakai sebagai pH 5,5-6,8.
komponen salad.
Seledri umbi (A. graveolens f.Pedoman Budidaya
Kelompok rapaceum), yang
membentuk umbi di permukaan Persemaian
tanah; biasanya digunakan
dalam sup, dibuat semur, atau Seledri dikembangbiakkan
schnitzel. Umbi ini kaya
provitamin A dan K
dengan biji. Oleh karena itu,
untuk mendapat pertumbuhan
dan produksi yang baik, maka
harus ditunjang dengan benih
yang baik pula.
Beberapa jenis seledri seperti
parsley dan celery, bibitnya
umumnya didatangkan dari luar
negeri. Sebelum disemaikan,
sebaiknya biji seledri direndam
dalam air dengan suhu 50° C
selama 15 menit untuk
merangsang perkecambahan.
Gambar 102. Penampang Benih-benih ini kemudian
tangkai daun dari ditaburkan pada alur-alur dalam
seledri tangkai kotak atau bedeng persemaian.
Jarak antaralur 2 cm dan
dalamnya 1 cm. Alur lalu ditutup
274
setipis mungkin dengan tanah Hama dan Penyakit
agar mudah berkecambah. Hama
Pengolahan Tanah Hama yang sering menyerang
pertanaman seledri adalah
Pengolahan tanah dilakukan sebagai berikut.
sebelum tanaman di persemaian
dipindahkan ke lahan. Nematoda
Tanah dibajak atau dicangkul, Bagian tanaman yang diserang
diberi pupuk kandang sebanyak adalah akar sehingga tampak
15 ton/ha, digemburkan, serta berbintil-bintil besar atau kecil.
dibuat bedengan-bedengan. Keadaan ini akan mengganggu
Lebar bedengan lm dan aktivitas akar dalam penyerapan
panjangnya disesuaikan dengan air dan unsur-unsur hara yang
keadaan lahan. diperlukan tanaman. Serangan
yang berat pada saat tanaman
Bedengan-bedengan itu muda dapat menyebabkan
tanaman tumbuh kerdil. Hama ini
kemudian disiram dengan air dapat dikendalikan dengan
insektisida Curacron dengan
secukupnya, lalu didiamkan dosis 1,3 cc/liter air.
selama seminggu sehingga
reaksi-reaksi di dalam tanah
menjadi stabil.
Kutu Daun (Aphid)
Penanaman
Hama ini menimbulkan
Setelah berumur 2 minggu, bibit kerusakan pada daun. Daun
seledri sudah dapat dipindahkan
ke bedengan yang telah muda yang terserang menjadi
disiapkan. Jarak tanam yang
digunakan tergantung jenisnya, kuning dan akhirnya mengering.
tetapi umumnya digunakan jarak
tanam (40 x 40) cm. Akibatnya, pertumbuhan
tanaman terhambat. Hama ini
dapat diberantas dengan
insektisida Basudin 60 EC
dengan dosis 2 cc/1 air.
Pemeliharaan
Penyakit
Pemupukan
Penyakit pada seledri berupa
Selain penggunaan pupuk bercak-bercak klorosis dan
kandang sebagai pupuk dasar,
tanah juga perlu diberi pupuk nekrosis yang bisa meluas pada
susulan berupa pupuk buatan,
yaitu urea 435 kg/ha, TSP 400 daun dan tangkai daun. Pada
kg/ha, dan KCl 300 kg/ha.
bagian yang mengalami nekrosis
tampak bintik-bintik hitam.
Sedangkan pada tangkai daun
bercak cokelat tampak
memanjang. Penyakit ini
275
dinamakan late night yang
disebabkan oleh cendawan
Septoria sp.
Penyakit lain yang juga sering
menyerang adalah bakterial soft
rot yang disebabkan oleh
Erwinia carotovora. Penyakit ini
dapat dikendalikan dengan
penyemprotan Dhitane dengan
dosis 1,5 g/1 air.
Namun, jika tanaman telah
terserang, sebaiknya dicabut
dan dimusnahkan.
g.Panen dan Pasca Panen
Seledri mulai dapat dipanen
pada umur 6-8 minggu setelah
tanam.
Yang dipanen adalah daun yang
tidak terlalu tua dan tidak terlalu
muda.
Parsley dapat dipanen beberapa
kali hingga mencapai umur
maksimum 5 bulan, biasanya
satu tanaman dapat dipanen 6-
8.helai daun.
Sedangkan celery dipanen
dengan cara dipotong.
276
9.6.8. Teknik Budidaya Wortel dimakan mentah terasa renyah
dan agak manis.
Family Apiaceae
a.Deskripsi b.Syarat Tumbuh
Sayuran ini sudah sangat
dikenal masyarakat Indonesia Wortel merupakan tanaman
dan populer sebagai sumber vit. subtropis yang memerlukan
A karena memiliki kadar suhu dingin (22-24° C), lembap,
karotena (provitamin A). dan cukup sinar matahari.
Selain itu, wortel juga
mengandung vit. B, vit. C, sedikit Di Indonesia kondisi seperti itu
vit. G, serta zat-zat lain yang biasanya terdapat di daerah
bermanfaat bagi kesehatan berketinggian antara 1.200-
manusia. 1.500 m dpl.
Sosok tanamannya berupa
rumput dan menyimpan Sekarang wortel sudah dapat
cadangan makanannya di dalam ditanam di daerah berketinggian
umbi. 600 m dpl. Dianjurkan untuk
Mempunyai batang pendek, menanam wortel pada tanah
berakar tunggang yang bentuk yang subur, gembur dan kaya
dan fungsinya berubah menjadi humus dengan pH antara 5,5-
umbi bulat dan memanjang. 6,5.
Umbi berwarna kuning kemerah-
merahan, berkulit tipis, dan jika Tanah yang kurang subur masih
dapat ditanami wortel asalkan
dilakukan pemupukan intensif.
Kebanyakan tanah dataran tinggi
di Indonesia mempunyai pH
rendah. Bila demikian, tanah
perlu dikapur, karena tanah yang
asam menghambat
perkembangan umbi.
Pedoman Budidaya
Pengolahan Tanah
Tanah yang akan ditanami
wortel diolah sedalam 30-40 cm.
Tambahkan pupuk kandang
sebanyak 1,5 kg/m2 agar tanah
cukup subur. Bila tanah
termasuk miskin unsur hara
dapat ditambahkan pupuk urea
100 kg/ha, TSP 100 kg/ha, dan
KCl 30 kg/ha.
277
Selanjutnya dibuatkan bedengan Jika tanaman telah tumbuh
selebar 1,5-2 m dan panjangnya (antara 10-14 hari), jerami atau
disesuaikan dengan lahan. daun pisang segera diangkat.
Tinggi bedengan di tanah kering
adalah 15 cm, sedangkan untuk Pemeliharaan
tanah yang terendam, tinggi
bedengan dapat lebih tinggi lagi. Penyiraman
Di antara bedengan perlu
dibuatkan parit selebar sekitar Setelah tanaman tumbuh segera
25 cm untuk memudahkan
penanaman dan pemeliharaan dilakukan pemeliharaan.
tanaman.
Pemeliharaan pertama adalah
Penanaman
penyiraman yang dapat
Kebutuhan benih wortel adalah
15-20 g/10 m2 atau 15-20 kg/ha. dilakukan sekali sehari atau dua
Benih wortel yang baik dapat
dibeli di toko-toko tanaman atau kali sehari jika udara sangat
membenihkan sendiri dari
tanaman yang tua. J kering.
ika membeli, pilihlah benih yang Cara pemberian air yang lain
telah bersertifikat. Benih wortel ialah dengan jalan menggenangi
dapat langsung disebarkan parit di antara bedengan. Cara
tanpa disemai dahulu. seperti ini dapat dilakukan bila
terdapat saluran drainase.
Sebelumnya, benih direndam
dalam air sekitar 12-24 jam Penjarangan
untuk membantu proses
pertumbuhan. Kemudian, benih Tanaman yang telah tumbuh
dicampur dengan sedikit pasir, harus segera diseleksi. Caranya
lalu digosok-gosokkan agar cabutlah tanaman yang lemah
benih mudah disebar dan tidak atau kering, tinggalkan tanaman
melekat satu sama lain. Benih yang sehat dan kokoh. Tindakan
ditabur di sepanjang alur dalam ini sekaligus diikuti dengan
bedengan dengan bantuan alat penjarangan yang berguna untuk
penugal, lalu benih ditutupi tanah memberikan jarak dalam alur
tipis-tipis. dan menjaga tercukupinya sinar
matahari sehingga tanaman
Berikutnya, bedengan segera tumbuh subur.
ditutup dengan jerami atau daun
pisang untuk menjaga agar Penjarangan menghasilkan alur
benih tidak hanyut oleh air. yang rapi berjarak antara 5- 10
cm.
Pemupukan
Pemeliharaan selanjutnya
adalah pemupukan yang sudah
dapat dilakukan sejak tanaman
berumur dua minggu berupa 50
kg Urea/ha, disusul pemberian
278
kedua (1 atau 1,5 bulan kepompong. Umbi yang telah
kemudian) berupa urea terserang tidak dapat di perbaiki,
sebanyak SO kg/ha dan KCl 20 sebaiknya dicabut dan dibuang.
kg/ha.
Dosis dapat berubah sesuai Pencegahannya, saat tanaman
kondisi tanah dan rekomendasi wortel masih muda disiram
pemupukan yang ada. dengan larutan Polydo120 g
dicampur air sebanyak 100 liter.
Cara pemupukan adalah dengan Untuk lebih meyakinkan
menaburkan pupuk pada alur hasilnya, pemberian Polydol
sedalam 2 cm yang dibuat diulangi lagi 10 hari kemudian.
memanjang berjarak sekitar 5
cm dari alur tanaman. Ketika Semiaphis dauci
tanaman berumur satu bulan
perlu dilakukan penyiangan dan Serangan hama ini ditandai
pendangiran. Tujuannya agar
tanaman tidak terganggu oleh dengan terhentinya
gulma dan menjaga agar akar
tanaman tidak terkena sinar pertumbuhan, tanaman menjadi
matahari secara langsung.
kerdil, daun-daun menjadi
keriting, dan dapat
menyebabkan kematian. Hama
ini umumnya menyerang
tanaman muda sehingga
Hama dan Penyakit menyebabkan kerugian besar.
Hama perusak ini adalah
Hama serangga berwarna abu-abu
Ada beberapa hama yang
penting diketahui karena sering bernama Semiaphis dauci.
menyerang tanaman wortel di
Indonesia, di antaranya sebagai Pemberantasan dan
berikut.
pengendaliannya dilakukan
dengan menyemprotkan Polydol
20 g dicampur air 100 liter. Atau
Manggot-manggot (Psila rosae) dapat pula menggunakan
Metasyttox 50 g dicampur air
Umbi wortel yang terserang 100 liter.
memperlihatkan gejala
kerusakan (berlubang dan Penyakit
membusuk) akibat gigitan pada
umbi. Penyakit tanaman wortel yang
dianggap penting antara lain
Penyebab kerusakan ini adalah sebagai berikut.
sejenis lalat wortel yang disebut
manggot-manggot (Psila rosae). Bercak daun cercospora
Periode aktif perusakan adalah
saat larva lalat ini memakan Penyakit ini ditandai dengan
umbi selama 5-7 minggu bercak-bercak bulat atau
sebelum berubah menjadi memanjang yang banyak
279