mengendalikan keseimbangan kalsium dan fosfat dalam tubuh dengan
mekanisme berikut.
o Stimulasi aktivitas osteoklas.
o Pengaktifan vitamin D.
o Stimulasi reabsorbsi kalsium dari tubulus ginjal.
4. Adrenal
Terletak di kutub atas ginjal, bewarna kuning, dan tertanam pada jaringan
diaposa.
Kelenjar adrenal bagian medula
o Adrenalin
Meningkatkan frekuensi jantung, metabolisme, dan konsumsi oksigen.
o Noradrenalin
Meningkatkan tekanan darah dan menstimulasi otot jantung.
Kelenjar adrenal bagian korteks
o Aldosteron
Mengatur keseimbangan air dan elektrolit melalui pengendalian kadar
natrium dalam darah.
o Glukokortikoid
Memengaruhi metabolisme glukosa, protein, lemak, serta menjaga
membran lisosom sehingga mencegah kerusakan jaringan.
o Gonadokortikoid
Sebagai prekursor pengubahan testosteron dan esterogen oleh jaringan
lain.
5. Pankreas
Organ berbentuk pipih terletak di bagian bawah lambung. Pankreas sebagai
endokirin menghasilkan hormon sebagai berikut
196
o Glukagon
Dihasilkan oleh sel alfa. Berfungsi sebagai meningkatkan penguraian
glikogen hati menjadi glukosa.
o Insulin
Dihasilkan oleh sel beta. Berfungsi menurunkan metabolisme lemak dan
protein, menurunkan kadar gula darah, serta meningkatkan sintesis protein
dan lemak.
o Somastostatin
Dihasilkan oleh sel delta. Berfungsi sebagai penghalang hormon
pertumbuhan dan penghambat sekresi glukagon dan insulin.
o Polipeptida pankreas
Merupakan hormon pencernaan yang dilepaskan setelah makan.
6. Pineal
o Terletak di langit-langit otak
o Menghasilkan melatonin (untuk pelepasan gonadotropin dan menghambat
produksi melanin.
7. Timus
o Terdiri atas 2 lobus bewarna kemerah-merahan
o Terletak di bagian posterior teraks di atas jantung
o Menghasilkan timosin untuk pengendalian perkembangan sistem imunitas
8. Ovarium
o Menghasilkan hormon esterogen dan progesteron
o Testis menghasilkan testosteron
o Plasenta menghasilkan gonadotropin korion, esterogen, progesteron, dan
somatotropin.
197
ABNORMALITAS
1. Abnormalitas sekresi GH (growth hormone)
➢ Kerdil (Dwarfism)
➢ Gigantisme
➢ Akromegali
2. Abnormalitas sekesi tiroid
➢ Hipotiroidisme
➢ Hipertiroidisme
3. Abnormalitas sekresi PTH
➢ Hiperparatiriodisme
➢ Hipoparatiriodisme
4. Abnormalitas sekresi kelenjar adrenal
➢ Hiposekresi
➢ Hipersekresi
5. Abnormalitas sekresi kelenjar pankreas
Definisi insulin menyebabkan diabetes militus. Diabetes militus dapat disebabkan oleh
faktor genetik, obesitas, penyakit autoimun, virus, lingkungan, ekonomi, dan budaya.
198
2.10 BAB X SISTEM REPRODUKSI
A. JURNAL
Nama : Afif Dzulfiqar Al-Fajr
Kelas : XI IPA 4
Materi : Sistem pertahanan tubuh
Jurnal :
Tamggal 5 mei 2021, pada pertemuan kali ini, Bu Puspa memulai dengan membahas nilai
ulangan pada materi sebelumnya, lalu setelah itu Bu Puspa melanjutkan materi BAB yang baru
yaitu sistem reproduksi. Dengan menggunakakan PPT Bu Puspa membahas mulai dari alat
kelamin pria dan wanita hingga proses fertilisasi yaitu bertemunya sperma dengan ovum.
Siswa Teman Guru
199
B. PORTOFOLIO
Tidak ada tugas portofolio pada BAB X SISTEM REPRODUKSI
2.11 BAB XI SISTEM PERTAHANAN TUBUH
A. JURNAL
Nama : Afif Dzulfiqar Al-Fajr
Kelas : XI IPA 4
Materi : Sistem pertahanan tubuh
Jurnal :
Hari ini tanggal 7 mei 2021 merupakan jurnal terakhir. Hari ini bu puspa meminta kepada
semua murid untuk membahas apapun yang ada di bab sistem pertahanan tubuh. Semua
siswa/siswi akan mendapatkan gilirannya dengan sistem, absen pertama ipa 4 dilanjut dengan
absen pertama ipa 5 dan selanjutnya. Topik yang akan dibicarakan adalah sistem pertahanan tubuh,
serta apa yang sudah dibicarakan tidak boleh dibicarakan ulang oleh teman selanjutnya. Dimulai
dari aaliyah yang menjelaskan tentang pengertian sistem pertahanan tubuh dan diakhiri dengan
adastra dikarenakan sempat terlewati. Selanjutnya, bu puspa memberikan 10 soal untuk
mendapatkan nilai tambahan yang dapat dijawab oleh semua siswa. Diakhir meeting, bu puspa
menyampaikan penutup untuk menutup pembelajaran hari ini serta mengingatkan portofolio.
200
B. PORTOFOLIO
Menuliskan 62 kalimat yang berisi penjelasan tentang pertahanan tubuh oleh seluruh murid
kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 :
1. Aaliyah : Sistem imunitas adalah sistem pertahanan yang berperan dalam
mengenal, menghancurkan, serta menetralkan benda asing atau sel abnormal yang
berpotensi merugikan tubuh.
2. Albert : Fungsi sistem pertahanan tubuh yaitu adalah mempertahankan
tubuh dari pathogen incvasive (virus dan bakteri), melindungi tubuh terhadap suatu
agen dari lingkungan eksternal, menyingkirkan sel-sel yang sudah rusak, mengenali
dan menghancurkan sel abnormal.
3. Adastra : Alat yang menghalangi dalam imiunitas bawaan seperti kulit, air
mata, mukus. Mereka berfungsi untuk mencegah luka peradangan setelah terjadi luka
atau infeksi.
4. Aldinan : Mekanisme pertahanan tubuh pertahanan spesifik merupakan
sistem kompleks yang memberikan respons imun terhadap antigen yang spesifik.
5. Afif : Pertahanan nonspesifik dibagi menjadi 4, yaitu 1. Pertahanan fisik,
kimia dan mekanis terhadap agen infeksi, 2. Fagositosis, 3. Inflamasi (peradangan), 4.
Zat mikroorganisme nonspesifik yang diproduksi tubuh.
6. Aldinan : Pertahanan fisik, kimia, dan mekanis terhadap agen infeksi : kulit
yang sehat dan utuh, membrane mukosa, cairan tubuh yang mengandung zat kimia anti
mikroba, pembilasan oleh air mata, dan urin.
7. Alfonsus : Kemampuan tubuh untuk menahan atau menghilangkan benda
asing serta sel-sel abnormal disebut imunitas (kekebalan).
8. Alya Herliyani : Inflamasi adalah reaksi lokal jaringan terhadap infeksi atau cedera.
9. Alya Rahimah : Zat antimikroba nonspesifik yang diproduksi tubuh dapat bekerja
tanpa adanya interaksi antigen dan antibodu sebagai pemicu, contoh: interferon dan
komplemen.
10. Andi Ailman : komponen respons imunitas spesifik ada 2: antigen dan antibodi
11. Alya Sakila : Di dalam interaksi antibodi dan antigen, terdapat fiksasi
komplemen yaitu aktivasi sistem komplemen (protein serum) oleh antibodi, yang jika
201
terjadi infeksi, protein pertama dalam rangkaian protein komplemen diaktifkan,
kemudian memicu aktivasi protein-protein berikutnya, hasilnya merupakan virus dan
sel-sel patogen yang mengalami lisis.
12. Ashaz : Hipersensitivitas bergejala gatal-gatal, ruam, mata merah, sulit
bernapas, kram berlebihan, dll.
13. Aurelia : Interaksi antibodi dan antigen ada fiksasi komplemen, netralisasi,
aglutinasi, dan presipitasi.
14. Boeih : Jenis imunitas terhadap kekebalan tubuh Imunitas aktif dan
imunitas pasif, imunitas aktif ada alami dan buatan, imunitas pasif ada alami dan
buatan juga.
15. Brandon : Pertahanan Spesifik (Adaptif) dapat dibedakan menjadi 2 macam,
yaitu imunitas yang diperantarai oleh antibodi dan imunitas yang diperantarai oleh sel.
16. Cantika : Sel sel yg terdapat dalam respons imunitas ada sel B, sel T.
makrofag, sel pembunuh alami.
17. Candyle : Faktor yang memengaruhi sistem pertahanan tubuh yaitu Genetik
(keturunan), Fisiologis, Stress, Usia, Hormon, Olahraga, Tidur, Nutrisi, Pajanan zat
berbahaya, Racun tubuh, Penggunaan obat-obatan.
18. Deswita : mekanisme respon imunitas seluler ada 2 yaitu, ekstraseluler (jika
antigen dicerna oleh makrofag) dan intraseluler (jika antigen menginfeksi sel).
19. Dwi : tanda-tanda lokal respons inflamasi, yaitu kemerahan, panas,
pembengkakan. nyeri, atau kehilangam fungsi.
20. Dicky : Mekanisme Ekstraseluler atau jika antigen dicerna oleh makrofag:
antigen ditelan makrofag, makrofag membentuk molekul MHC kelas II, MHC kelas II
menangkap peptide antigen, Sel T penolong mengaktivasi makrofag.
21. Elvina : Makrofag dapat dibedakan menjadi 3 yaitu makrofag jaringan ikat,
makrofag dan prekursornya, dan sistem fagosit mononukleus.
22. Dina : Imunitas dibagi menjadi beberapa, Imunitas pasif adalahjika
antibody dari satu individu dipindahkan ke individu lainnya. imunitas pasif buatan
adalahmelalui injeksi antibody dalam serum yang dihasilkan orang atau hewan.
23. Engeline : Gangguan sistem pertahanan tubuh meliputi hipersensitivitas,
penyakit autoimun dan imunodefisiensi.
202
24. Faisal : fagositosis memiliki beberapa jenis makrofag, yaitu makrofag
jaringan ikat atau histiosit, makrofag dan prekusomya atau monosit, dan sistem
makrofag mononukleus.
25. Fajar Hamdan : Pertahanan non spesifik terbagi menjadi 3 yaitu pertahanan fisik
kimia dan mekanis, fagositosis, inflamasi, dan zat anti mikroba nonspesifik yang
diproduksi oleh tubuh.
26. Fani : Faktor yg mempengaruhi sistem pertahanan tubuh yaitu genetik,
fisiologis, stress, usia, hormon, olahraga, tidur, dan nutrisi.
27. Farren : Gangguan sistem pertahanan tubuh seperti hipersensitivitas,
penyakit auto imun, imunodefisiensi.
28. Gabriel : Sistem pertahanan tubuh spesifik yaitu limfosit. Limfosit ada 2
macam yaitu Limfosit B dan Limfosit T.
29. Gina : Sel sitotoksik adalah sel pembunuh aktif yang menghancurkan sel.
30. Gita : Mekanisme respon humoral melibatkan aktivasi sel B yang akan
menghasilkan antibody dalam plasma darah dan limfa.
31. Ivan : Sel pembunuh alami atau natural killer, Sel ini berperan dalam
menghancurkan sel kanker, virus, jamur, dan parasit lainnya.
32. Juan : Hipersensitivitas atau alergi adalah peningkatan sensitivitas atau
reaktivitas terhadap antigen yang pernah dipajankan atau dikenal sebelumnya, pada
umumnya terjadi pada beberapa orang saja dan tidak terlalu membahayakan tubuh.
33. Je Ivan : Penyakit auto imunitas adalah kegagalan system imunitas untuk
membedakan sel tubuh dengan sel asing sehingga system imunitas menyerang sel tbuh
sendiri.
34. Louis : Imunodefisiensi, adalh kondisi menurunnya keefektifan sistem
imunitas atau ketidakmampuan sistem imunitas untuk merespon antigen. Contoh:
defisiensi imun kongenital dan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome).
35. Khanza : Sindrom sistem johnson, penyakit kulit dan mukosa yang
berbahaya dan dapat mengakibatkan kematian. Sel-sel kulit bagian epidermis
mengelupas dan memisahkan diri dari dermis dengan gejala bercak kemerahan.
203
36. Marcell : Imunisasi polio merupakan vaksin yang digunakan untuk
melindungi tubuh dari gangguan poliomyelitis atau infeksi polio. Vaksin polio ini
sangat penting untuk upaya mencegah penularan.
37. Madinah : Jenis imunisasi dan penyakit yg dicegah.
38. Modestine : Tujuan akhir inflamasi adalah untuk mengisolasi, menghancurkan,
menginaktifkan agen penyerang, membersihkan sel-sel debris, serta mempersiapkan
proses penyembuhan dan perbaikan jaringan.
39. Andri : Memiliki jumlah paling banyak
40. Salman : Antigen adalah zat yang merangsang respons imunitas, terutama
dalam menghasilkan antibody. Terdiri atas determinan antigen dan hapten.
41. Fawwaz : salah satu faktor yg mempengaruhi yaitu tidur. Jika kurang,
menyebabkan perubahan pada jaringan sitokin yang dapat menurunkan imunitas
seluler, kekebalan tubuh melemah.
42. Oasis : imunisasi DPT yaitu imunisasi untuk difteri, pertusis (batuk rejan),
dan tetanus Yg diberikan pada bayi usia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan. Pemberian yang
ke-4 adalah pada usia 18 bulan, dan pemberian yang terakhir pada usia 5 tahun. Dosis
yang diberikan yakni satu kali suntikan setiap jadwal imunisasi.
43. Rafli : Salah satu gangguan sistem pertahanan tubuh adalah defisiensi
imun, tidak memiliki sel B dan sel T sejak lahir. Penderita harus tinggal di tempat yg
streril.
44. Oriza : kekebalan tubuh ada dua. Aktif: kekebalan yg dihasilkan oleh
tubuh sendiri dimana jika seseorang sakit karna terinfeksi patogen, tubuh akan
membuat antibodi. Pasif: kekebalan yang diperoleh setelah mendapat antibodi dari luar
contohnya kekebalan tubuh bayi yang didapat dari air susu ibu.
45. Rafli Dwi : magnesium diketahui dapat mendukung sistem kekebalan tubuh
yang sehat. selain itu, magnesium juga dapat membantu menjaga otot normal dan
fungsi saraf, menjaga irama jantung agar tetap stabil, menjaga tulang yang kuat,
mengatur tingkat gula darah, mengatur tekanan darah.
46. Zinedine : Respons kekebalan humoral melibatkan aktivasi sel B yang akan
menghasilkan antibodi dalam plasma darah dan limfa.
204
47. Raisya : Imuno defisiensi adalah salah satu penyakit sistem pertahanan
tubuh Yaitu kondisi menurunnya keefektifan sistem imunitas atau ketidakmampuan
sistem imunitas untuk merespomn antigen. Ada 2 jenis imuno defisiensi, yaitu
defisiensi imun kongenital dan AIDS.
48. Nadia : Vaksin adalah patogen yg mati atau dilemahkan atau toksin yg
telah diubah.
49. Rania : Imunisasi PCV yaitu untuk mencegah penyakit radang selaput
otak, infeksi darah, dan radang paru-paru.
50. Nanda : Salah satu faktor yg memengaruhi adalah nutrisi seperti vitamin
dan mineral yang diperlukan dalam pengaturan system imunitas. DHA dan asam
arakidonat mempengaruhi maturase atau pematangan sel T. Protein diperlukan dalam
pembentukan immunoglobulin dan komplemen.
51. Naura : Pencegahan terbaik untuk stevens johnson adalah tidak
mengonsumsi oabt2an sembarangan dan lebih baik memberitahukan kepada dokter
jika memiliki alergi terhadap suatu jenis obat, makanan, atau bahan-bahan kimia
tertentu.
52. Ruth : Salah satu program imnusisasi adalah Hep A untuk mencehmgah
Hep A. Hep A adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Hep A.
53. Patricia maulina : Program dan jenis imunisasi yaitu Campak untuk mencegah
terjadinya penyakit campak. Tifoid untuk mencegah penyakit tifus, dan Varisela untuk
mencegah penyakit cacar.
54. Samuel : Patogen dapat dengan cepat
55. Raina : Contoh alergen yaitu spora kapang, serbuk sari, rambut hewan,
kotoran serangga, karet lateks, obat-obatan, dan bahan makanan (telur, susu, kacang,
udang, dan kerang).
56. Raisha : Salah satu faktor yang mempengaruhi sistem pertahanan tubuh
adalah pajanan zat berbahaya seperti bahan radioaktif, pestisida, rokok, minuman
beralkohol, dan bahan pembersih kimia yang dapat menurunkan imunitas.
57. Skylenn : Dalam pertahanan spesifik adaptif terdapat sel-sel yang terlibat
dalam respons imunitas salah satunya adalah Makrofag, Makrofag adalah sel fagosit
205
besar dalam jaringan, yang berasal dari perkembangan sel darah putih, dan berfungsi
untuk menelan antigen atau bakteri untuk dihancurkan secara enzimatik.
58. Sakhi : Presipitasi/Pengendapan adalah pengikatan silang molekul-
molekul antigen yang terlarut dalam cairan tubuh.
59. Jason : Cara meningkatkan imunitas tubuh adalah perbanyak makan buah
dan sayur, berolahraga, istirahat cukup, hindari rokok dan alkohol, hindari stress.
60. Thezar : pada beberapa kasus stevens johnson disebabkan beberapa obat-
obatan seperti, penisilin, streptomisin, sulfonamida, tetrasiklin, metamizole, antalgin,
parasetamol, klorpromazin, karbamazepin, dan turunannya.
61. Wahyu : Struktur antibodi tersusun atas dua macam rantai polipeptida yang
identik dimana terdapat dua rantai ringan dan dua rantai berat. Keempat rantai pada
molekul antibodi dihubungkan oleh ikatan disulfida dan bentuk molekulnya
menyerupai huruf Y.
62. Yuniar : hormon bergantung pada jenis kelamin wanita memproduksi
hormon estrogen yang meningkatkan sintesis igGdan igA sehingga menjadi lebih
kebal terhadap infeksi daripada pria.
206
REFLEKSI
• PERISTIWA
Dalam pelajaran biologi diwajibkan untuk menulis jurnal dan membuat portofolio. Jurnal
biologi berisikan tetang apa yang terjadi/dibahas selama pembelajaran berlangsung dengan cara
diketik ataupun ditulis dengan tangan. Lalu portofolio merupakan tugas yang diberikan agar siswa
lebih memahami materi yang telah diberikan. Portofolio berisikan rangkuman dari materi yang
dibahas selama 1 bab tersebut. Portofolio dapat dibuat se-kreatif mungkin dengan menggunakan
Powerpoint, Word, Canva, dan bentuk presentasi lainnya.
• PERASAAN
Selama kegiatan pelajaran biologi ini beserta pembuatan jurnal dan portofolio, kegiatan ini
mempermudah kami para siswa untuk mempelajari materi yang telah diberikan pada saat KBM.
Saya sendiri merasa senang dikarenakan Bu Puspa mengajari kita untuk menulis apa yang telah
dilakukan untuk mempermudah mengingat.
• PEMBELAJARAN
Banyak hal yang dapat dijadikan pelajaran setelah belajar biologi 2 semester serta menulis
jurnal dan portofolio. Jurnal yang membantu saya mengingat karena berisi tentang apa yang terjadi
selama pembelajaran terjadi. Jurnal juga melatih kemampuan saya untuk menulis dan melatih
kemampuan saya dalam mengingat. Portofolio juga membantu saya untuk melatih kreativitas serta
memahami lebih dalam materi yang telah diberikan.
• PERUBAHAN
Saya merasakan perubahan disiplin dalam mengerjakan suatu hal, terlebih yang berkaitan
dengan pembelajaran. Saya diharuskan untuk tidak menunda pekerjaan dan mencari dengan teliti
apabila mencari di internet. Penggunaan Bahasa Indonesia yang tepat juga bermanfaat dalam
pembuatan portofolio ini.
207