The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Jurnal Belajar dan Hasil Aktivitas Belajar Biologi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by alfajrdzulfiqar, 2021-06-12 10:22:48

Portofolio Biologi Afif Dzulfiqar Al-Fajr (XI IPA 4)

Jurnal Belajar dan Hasil Aktivitas Belajar Biologi

Keywords: Portofolio

B. Uji Iodin/Lugol = karbohidrat

No. Bahan Makanan Reagen Perubahan Warna setelah dicampur

yang diuji/warna penguji/warna Biru Tua Kehitaman
Kuning
1. Nasi Lugol/ Coklat Biru Kehitaman
Biru Kehitaman
2. Pisang Lugol/ Coklat Kuning

3. Roti Lugol/ Coklat

4. Singkong Lugol/ Coklat

5. Kuning Telur Lugol/ Coklat

C. Uji Biuret = protein Reagen Perubahan Warna setelah dicampur
No. Bahan Makanan penguji/warna
yang diuji/warna Biuret/ Biru Kuning
1. Tempe Biuret/ Biru Ungu
2. Putih Telur Biuret/ Biru Ungu
3. Kuning Telur Biuret/ Biru Ungu Muda
4. Susu Biuret/ Biru Biru
5. Pisang

D. Uji Lemak Warna kertas koran Perubahan warna setelah
No. Bahan Makanan ditetesi pada kertas koran
yang diuji/warna Coklat Transparan/Terdapat noda
1. Kemiri Coklat Transparan/Terdapat noda
2. Margarin Coklat Tidak ada
3. Seledri Coklat Tidak ada
4. Wortel Coklat Tidak ada
5. Pepaya

146

VI. Pembahasan

1. Lugol digunakan untuk menguji apakah suatu makanan mengandung karbohidrat
(amilum) atau tidak. Bila makanan yang kita tetesi lugol menghitam, maka
makanan tersebut mengandung karbohidrat. Semakin hitam berarti makanan
tersebut banyak kandungan karbohidratnya.

2. Biuret adalah reagen yang digunakan untuk menguji kandungan protein. Bila
bahan makanan itu mengandung protein maka setelah bereaksi dengan biuret akan
menghasilkan warna ungu.

3. Benedict adalah reagen yang digunakan untuk menguji kandungan glokusa pada
bahan makanan jika hasil reaksi tersebut menghasilkan warna merah bata. Hal itu
terjadi ketika reagen benedict dicampurkan dan dipanaskan dengan glukosa, di
mana glukosa memilikielektron untuk diberikan, tembaga (salah satu kandungan di
reagen benedict) akan menerima elektron tersebut dan mengalami reduksi sehingga
terjadilah perubahan warna.

4. Kertas buram/koran adalah bahan penguji pada kandungan lemak. Karena kertas
buram mudah menyerap air/minyak jadi sangat cocok untuk pengujian ini.

147

VII. Jawaban Pertanyaan

1. Apakah warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung karbohidrat
setelah
diuji dengan:
a) Larutan benedict? b) Larutan iodin/lugol?

2. Apakah warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung protein setelah
diuji dengan biuret?

3. Jelaskan perbandingan kandungan karbohidrat pada ke 5 bahan makanan yang diuji!
4. Jelaskan perbandingan kandungan lemak pada ke 5 bahan makanan yang diuji!
5. Jelaskan proses pencernaan karbohidrat, protein, dan lemak!

Jawab
1. Larutan benedict akan menghasilkan warna merah bata sedangkan larutan iodin atau
lugol akan menghasilkan warna biru hingga biru tua apabila makanan tersebut
mengandung karbohidrat

2. Makanan yang mengandung protein akan menjadi warna ungu apabila diuji dengan
larutan biuret

3. Dari kelima bahan yang diuji nasi, roti, dan singkong memiliki karbohidrat, pada
percobaan ini singkong, nasi, serta roti juga mengandung glukosa didalamnya. Namun
tidak semua yang mengandung karbohidrat juga mengandung glukosa, contohnya
sayuran bayam yang mengandung karbohidrat namun memiliki sedikit atau tidak ada
glukosa didalamnya.

4. Kemiri, margarin, wortel, seledri, pepaya memiliki kandungan lemak yang berbeda.
Dari uji coba diatas, wortel, seledri, serta pepaya tidak mengandung lemak karena tidak
terdapat bekas pada kertas koran. Kemiri dan margarin terdapat bekas noda pada kertas
koran menunjukkan bahwa terdapat kandungan lemak pada makanan tersebut.

148

5. Pencernaan Karbohidrat : karbohidrat setelah dicerna di usus akan diserap
oleh dinding usus dalam bentuk monosakarida. Monosakarida akan dibawa oleh aliran
darah sebagian besar menuju hati dan sebagian lainnya dibawa ke sel jaringan tertentu
untuk menjalani proses metabolisme. Dalam hati, monosakarida mengalami proses
sintesis yang menghasilkan glikogenm dioksidasi menjadi CO2 dan H2O, atau
dilepaskan pada bagian tubuh yang memerlukan.

Pencernaan Protein : Di dalam tubuh protein diubah menjadi asam amino

oleh enzim-enzim (pepsin, tripsin, kemotripsin, kaboksi peptidase, dan amino

peptidase). Protein yang telah dipecah menjadi asam amino kemudian diabsorpsi

melalui dinding usus halus dan sampai ke pembuluh darah. Setelah diabsorpso dan

masuk kedalam pembuluh darah, asam amino tersebut sebagian besar langsung

digunakan oleh jaringan dan sebagian lain mengalami proses pelepasan gugus amin di

hati (deaminasi protein). Protein tidak dapat disimpan di dalam tubuh, sehingga

kelebihan protein akan segera dibuang atau diubah menjadi zat lain.

Pencernaan Lemak : Di dalam tubuh lemak akan dihidrolisis menjadi

asam lemak dan gliserol dengan bantuan enzim lipase. Proses ini berlangsung dalam

saluran pencernaan. Sebelum diserap usu, asam lemak akan beraksi dengan garam

empedu. senyawa tersebut akan diserap jonjot usus dan akan terurai menjadi asam

lemak dan garam empedu. Asam lemak tersebut akan bereaksi dengan gliserol

membentuk lemak. Kemudian, diangkut oleh pembuluh getah bening usus menuju

pembuluh getah bening dada kiri.

Lemak dikirim dari tempat penimbunannya ke hati dalam bentuk lesitin untuk
dihidrolisis menjadi asam lemak dan gliserol. Selanjutnya, gliserol akan diubah
menjadi gula otot atau glikogen. Asam lemak akan diubah menjadi asetil koenzim.

149

VIII. Kesimpulan

Karbohidrat merupakan senyawa yang terdiri atas karbon, hidrogen, dan oksigen. Dari hasil
uji diatas dapat disimpulkan bahwa makanan yang mengandung karbohidrat apabila
ditetesi oleh benedict akan bewarna biru hingga biru tua.

Lemak meliputi senyawa heterogen termasuk lemak dan minyak. Tersusun dari atom
karbon, hidrogen, dan oksigen. Lemak/minyak terdiri atas gabungan gliserol dengan asam
lemak. Pada hasil uji diatas, apabila makanan yang mengandung lemak diuji pada kertas
koran akan menyisakan noda bekas.

Protein tersusun dari aton karbon, hidrogen, oksigen, dan nitrogen. Serta merupakan zat
terpenting bagi pertumbuhan dan perkembangan. Hasil uji diatas menunjukkan apabila
makanan mengandung protein akan barubah warna menjadi ungu bila diteteskan dengan
biuret.

150

IX. Daftar Pustaka

1. Aulia Sari, Nurul. Laporan Praktikum Uji Makanan (Kesehatan dan gizi2). Slideshare.net
2. Ajim, Nanang. 2016. Pencernaan Karbohidrat Protein dan Lemak Dalam Tubuh.

Mikirbae.com
3. Santoso, Hadian. 2018. Uji Makanan dengan Lugol, Benedict, Biuret, Kertas Minyak.

docplayer.info
4. Luthfia, Vina. 2013. Laporan Praktikum Uji Bahan Makanan. Blogspot.com
5. Destandra, C., N. Laras A., E. Purwanti dan D. Alif P. 2011. Laporan Praktikum Biologi

Semester Genap Tahun Ajaran 2010/2011 Uji Makanan. Scribd
6. Setiawan, Samhis. 2020. Pengujian Zat Makanan – Jenis, Fungsi, Persyaratan, Alat dan

Bahan, Cara Kerja, Data, Hasil Pengujian. Gurupendidikan.co.id

X. Lampiran

-

151

G. PORTOFOLIO 2

BIOLOGI KELAS XI

PORTOFOLIO

Oleh :
Afif Dzulfiqar Al-Fajr

Puspani, M.Pd

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur
Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan
Tahun 2020

152

153

154

155

156

157

158

2.7 BAB VII SISTEM PERNAPASAN
A. JURNAL 1

Nama : Afif Dzulfiqar Al-Fajr
Kelas : XI IPA 4
Materi : Sistem Pernapasan

Jurnal :
Tanggal 29 januari 2021. Pertemuan diawali dengan bu puspa crosscheck kehadiran. Bu

puspa menyampaikan beberapa informasi yang akan disampaikan kepada kelas XI IPA 4.
Selanjutnya bu puspa menyampaikan hasil ulangan. Lalu juan carlos memulai presentasi untuk
mengawali bab 7. Lalu cendy menjelaskan apa itu pernapasan, dan dilanjutkan oleh pendapat albert
dari IPA 5. bu puspa menjelaskan bahwa bu puspa bangga kepada albert karena walaupun dia
remedial, dia maju lebih awal untuk menjelaskan pendapatnya. Lalu bu puspa menjelaskan kalau
kita menghirup udara yang kita tidak tahu apa saja yang ada di udara tersebut. Sumber oksigen
bagi manusia adalah tumbuhan. Lalu fungsi sistem pernapasan di slide ada 9, engeline menjelaskan
fungsi dari sistem pernapasan tersebut dilanjutkan oleh aaliyah, oasis, dan thezar. Oksigen
diperlukan untuk kegiatan metabolisme didalam tubuh, dan CO2 mendominasi sisa dari kegiatan
metabolisme tubuh sehingga harus dibuang, uap udara bisa dibarengi keluarnya CO2 agar tubuh
bisa menjaga suhu serta ada beberapa tambahan dari bu puspa.

Dilanjutkan dengan saluran dan organ pernapasan, lalu nadia menjelaskan urutan dari awal
hingga akhir hidung, laring, trakea, bronkus, bronkiolus, dan paru-paru. Lalu juan menjelaskan
fungsi hidung, dilanjutkan sakhi memberikan penjelasan lebih dalam lagi tentang hidung, namun
dilanjutkan oleh boeih agar lebih jelas, dilanjutkan dengan penjelasan oleh bu puspa. Lalu bu puspa
memberi pesan agar babnya dipelajari, dan memberikan sedikit informasi lagi. Dan pembelajaran
kali ini diakhiri.

159

Siswa Teman Guru

160

B. JURNAL 2
Nama : Afif Dzulfiqar Al-Fajr
Kelas : XI IPA 4
Materi : Sistem Pernapasan
Jurnal :

Tanggal 3 februari 2021, diawal bu puspa mengabsen siswa yang hadir dan tidak hadir
serta memberikan sedikit informasi. Bu puspa sempat terkendala jaringan diawal meeting, namun
di akhir bu puspa sudah memiliki jaringan yang bagus. Penjelasan pertama tentang laring
dilakukan oleh Deswita, dia menjelaskan di bagian laring ada jakun, epiglotis, dan pita suara serta
tambahan penjelasan lainnya. Seperti biasa bu puspa selalu menambahkan materi dari apa yang
sudah dijelaskan. Dilanjutkan dengan penjelasan tentang trakea, apabila ada sesuatu kotoran yang
masuk melewati silia, itu akan terkumpul dan keluar berupa dahak atau ingus. Lalu penjelasan
bronkus mengapa memiliki diameter lebih besar daripada trakea (karena akan menuju paru-paru).
Lalu paru-paru ada pembungkusnya yaitu pleura. Selanjutnya bagaimana mekanisme dalam
bernafas, jangan masih berdiam diri di ruangan ber-AC karena tidak bagus untuk tubuh maka harus
membiarkan sirkulasi udara masuk ke dalam ruangan dengan cara membuka pintu. Lalu bu puspa
mengajak siswa/I untuk praktek bernafas. Pada saat inspirasi ada 5 hal yang terjadi paru-paru (bu
puspa meminta adastra untuk menjelaskan, tapi digantikan oleh andi) 1. Tulang rusuk terangkat,
2. Rongga dada membesar (udara masuk), 3. Diafragma berkontraksi, 4. Otot interkostal
berkontraksi, 5. Tekanan di paru-paru mengecil. Ketika ekspirasi, terjadi hal yang sama namun
terbalik (dijelaskan oleh rania). Lalu cendy menjelaskan kalau frekuensi adalah kemampuan benda
untuk melakukan suatu gerakan dalam satu satuan-waktu. Dan diakhir ada penjelasan tentang
faktor yang mempengaruhi pernafasan (dijelaskan engeline), namun ada sedikit yang tidak
dijelaskan bu puspa yaitu ketinggian tempat karena waktu sudah habis.

161

Siswa Teman Guru

162

C. JURNAL 3
Nama : Afif Dzulfiqar Al-Fajr
Kelas : XI IPA 4
Materi : Sistem Pernapasan
Jurnal :

Tanggal 5 februari 2021, hari ini bu puspa akan menjelaskan tentang transport oksigen dan
karbondioksida didalam darah, melihat kapasitas udara yang dapat ditampung oleh paru-paru (ada
11 istilah), bahaya merokok, gangguan pernapasan lainnya, dan teknologi mengatasi gangguan
pernapasan. Diawali dengan transport oksigen dan karbondioksida di dalam darah. Pada penjelasan
kali ini jaringan bu puspa kurang bagus sehingga saya tidak bisa mendengar lebih jelas apa yang
bu puspa jelaskan. Penjelasan yang saya dapatkan adalah oksigen masuk ke dalam tubuh, masuk
melalui hidung hingga ke alveolus, di alveolus terjadi pertukaran oksigen dengan co2 di peredaran
darah. Dilanjutkan dengan penjelasan mengenai transport oksigen, jason ditunjuk oleh bu puspa
untuk membaca tentang transport oksigen. Namun dikarenakan jaringan yang tidak mendukung,
akhirnya pembelajaran biologi terhambat 30 menit.

Transport co2 melalui plasma darah yang mengambil dari seluruh tubuh ke alveolus,
bereaksi dengan hemoglobin, berikatan dengan hco3^-1. Ada 11 istilah volume yang dapat
ditampung oleh paru-paru, lali ada 10 murid yang menjelaskan. Selanjutnya bu puspa menjelaskan
bahya merokok, perokok pasif lebih berbahaya daripada. Lalu cendy menjelaskan kalau perokok
pasif bisa berbahaya karena kandungan yang terdapat pada asap rokok tersebut ada hembusan dari
orang tersebut. Lalu yang terakhir bu puspa pesan untuk mempelajari gangguan pernapasan. Dan
pertemuan kali ini diakhiri.

163

Siswa Teman Guru

164

D. JURNAL 4
Nama : Afif Dzulfiqar Al-Fajr
Kelas : XI IPA 4
Materi : Sistem Pernapasan

Jurnal :
Hari ini tanggal 10 februari 2021, merupakan ulang tahun pak eddy kepala sekolah SMAN-

1 Balikpapan. Bu puspa meminta semua murid untuk membuka kameranya, dan bu puspa meminta
kita semua untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada pak eddy. Bu puspa meminta aaliyah
dari kelas IPA 4 untuk memimpin ucapan selamat ulang tahun. Lalu kita mengucapkan selamat
ulangtahun kepada pak eddy namun gagal beberapa kali. Lalu ada saat dimana kita sudah kompak
semua mengucapkan secara bersamaan, dan bu puspa mengirim rekamannya ke grup kelas ipa 4.
Dan diakhiri dengan bu puspa menanyakan siapa yang sudah membuat video rekaman namun
belum ada yang membuatnya serta memberikan sedikit informasi tentang tugas analisis
pencemaran udara.

165

Siswa Teman Guru

166

E. PORTOFOLIO
167

168

169

170

2.8 BAB VIII SISTEM EKSKRESI
A. JURNAL 1

Nama : Afif Dzulfiqar Al-Fajr
Kelas : XI IPA 4
Materi : Sistem Ekskresi

Hari ini tanggal 19 februari 2021, bu puspa mengawali pembelajaran dengan memberikan
bimbingan bagi siswa/siswi kelas XI. Bu puspa mengatakan bahwa terus berusaha dan pertahankan
nilai apabila sudah bagus pada saat ulangan. Hari ini ada 2 orang yang tidak masuk ke meet
alfonsus izin dan adastra. Bu puspa menelfon adastra untuk masuk ke meet biologi. Lalu dimulai
penjelasan ekskresi oleh bu puspa, yaitu pengeluaran zat sisa karena apabila menumpuk akan
mengganggu metabolisme tubuh dan fungsi organ didalam tubuh. Ada 4 organ eksresi yaitu ginjal,
paru-paru, hati, dan kulit. Saya sempat bermasalah pada jaringan, namun tidak lama. Dilanjutkan
dengan pembagian absen 1 ginjal 2 hati 3 kulit seterusnya hingga absen terakhir. Lalu bu puspa
cek apabila siswanya sudah mengetahui pembagiannya atau belum. Lalu buatlah analisis tentang
sistem eksresi yang sudah dibagikan. Penjelasannya harus jelas serta menarik perhatian orang
untuk orang tersebut memiliki rasa ingin tahu lebih lanjut. Dan pelajaran biologi kali ini diakhiri.

171

Siswa Teman Guru

B. JURNAL 2

Nama : Afif Dzulfiqar Al-Fajr

Kelas : XI IPA 4

Materi : Sistem Ekskresi

Hari ini tanggal 26 februari 2021, diawali denga bu puspa membahas tentang SNM-PTN
dan memberikan sedikit informasi. Hari ini penjelasan tentang kulit diawali dengan Candyle mulai
dari pengertian, struktur, fungsi dan lain sebagainya. Bu puspa mengatakan candyle sudah
memaparkan secara komplit. Lalu deswita menambahkan penyakit kulit. Lalu ada engeline
menambahkan contoh dari faktor pengeluaran keringat. Dilanjutkan dengan nadia menjelaskan
lebih dalam tentang fungsi kulit. Shofa menambahkan cara mencegah penyakit kulit. Lalu saya
menjelaskan bahwa faktor pengeluaran keringat juga dipengaruhi oleh kondisi tubuh. Lalu ada
aldian menjelaskan tentang epidermis. Lalu bu puspa bertanya kepada aldian yang mana yang
paling penting dari kelima bagian epidermis. Dilanjutkan dengan bu puspa menambahkan sedikit
materi. Dan minggu depan akan dilanjutkan materi tentang kulit atau pindah ke materi ginjal. Dan
pelajaran biologi kali ini diakhiri.

172

Siswa Teman Guru

C. JURNAL 3
Nama : Afif Dzulfiqar Al-Fajr
Kelas : XI IPA 4
Materi : Sistem Ekskresi

Hari ini tanggal 3 maret 2021 saya telat masuk pelajaran biologi. Diawali dengan bu puspa
mengatakan bahwa ada 5 struktur dan yang paling berperan dalam proses yang dilakukan ginjal
adalah parenkim dilanjutkan penjelasan lebih lanjut oleh bu puspa. Lalu ailman mempresentasikan
struktur ginjal. Bu puspa meminta seseorang untuk menjelaskan gambar ginjal yang
dipresentasikan, dan albert menerangkan ditambah penjelasan oleh dwi. Bu puspa menerangkan

173

lebih lanjut tentang ginjal. Lalu ada gambar struktur nefron. Ada alyaa herliani yang menjelaskan
tentang pembentukan urine dilanjutkan penjelasan oleh bu puspa. Lalu oasis menjelaskan
bagaimana awal hingga hasil filtrasi. Lalu ada penjelasan oleh alfonsus tentang reabsorpsi. Dwi
menjelaskan dimana reabsorpsi terjadi ditambah penjelasan oleh bu puspa. Lalu ada boeih dan
aurelia yang menjealskan tentang augmentasi seperti biasa bu puspa menambahkan penjelasannya.
Lalu ada dicky menjelaskan yang terjadi setelah masuk ke tubulus kolektivus dan dwi
menambahkan seberapa banyak kita bisa menampung di kantung kemih sebelum mengirimkan
sinyal ke otak untuk buang air. Lalu bu puspa memberikan sedikit materi dan informasi. Dan
pembelajaran kali ini selesai.

Siswa Teman Guru

174

D. JURNAL 4
Nama : Afif Dzulfiqar Al-Fajr
Kelas : XI IPA 4
Materi : Sistem Ekskresi

Tanggal 5 maret 2021. Diawali dengan bu puspa mengatakan bahwa hari ini melanjutkan
membahas tentang ginjal, bu puspa memberikan kesempatan bagi yang belum mendapatkan nilai
untuk berbicara. Thezar menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan urine.
Dilanjutkan dengan ruth menjelaskan karakteristik urine, dilanjutkan dengan bu puspa
memperjelas apa yang telah disampaikan. Lalu ada faishal ridho berbicara tentang hormon ADH.
Lalu bu puspa bertanya mengapa hormon adh harus dikeluarkan.faishal menjawab pertanyaan bu
puspa tersebut. Lalu ada insulin dijelaskan oleh gita dan farren. Bu puspa masih belum mendapat
jawaban mengapa insulin berpengaruh pada pembentukan urine. Je ivan menjawab apabila
kekurangan insulin maka glukosa akan tinggi dan reabsorpsi terganggu, akan menyebabkan
kencing manis. Lalu marcell menjawab bahwa apabila gula darah tinggi maka ginjal akan bekerja
lebih kerasa, apabila kekurangan insulin maka gula darah tinggi. Lalu andri diminta untuk
menjelaskan namun dia mengatakan masih belum lengkap. Lalu rafli dwi menjelaskan bagaiman
sistem renin. Lalu ada nanda estiningtyas menjelaskan analisisnya tentang sistem renin. Lalu raina
menjelaskan faktor eksternal yang mempengaruhi produksi urine. lalu ada raisya yang
menjelaskan karakteristik urine. ditambah penjelasan lebih lanjut oleh bu puspa. Diakhiri dengan
bu puspa mengatakan kata penutup.

175

Siswa Teman Guru

E. JURNAL 5
Nama : Afif Dzulfiqar Al-Fajr
Kelas : XI IPA 4
Materi : Sistem Pernapasan
Jurnal :

Hari ini tanggal 10 maret 2021. Diawali dengan elvina menjelaskan pengertian, fungsi dan
seperti biasa bu puspa meluruskan apa yang elvina jelaskan tentang letak hati. Modestine
menjelaskan lebih jelas dimana letak hati tersebut. Lalu penjelasan tentang fungsi hati oleh rania,
bu puspa mengatakan bahwa peran hati tidak kalah penting dari ginjal dan kulit. Ditambah

176

penjelasan lebih lanjut oleh bu puspa. Lalu ada alya rahimah yang menjelaskan tentang proses
yang ada didalah hati yang berhubungan dengan alat ekskresi yaitu salah satunya pemecahan
eritrosit. Lalu bu puspa ada menjelaskan tentang lomba biologi yang sedang diadakan, dan kelas
XI IPA 4 diwakilkan oleh samuel dan juan c. lalu bu puspa menanyakan tentang pertukaran pelajar
kepada candyle. Pelajaran sempat terhenti karena bu puspa menerima telefon. Dilanjutkan oleh
oriza menjelaskan tentang penyakit pada hati, seperti biasa dilanjutkan oleh bu puspa menjelaskan
lebih lanjut tentang penyakit hati. Diakhiri dengan bu puspa memberikan informasi kapan
kepastian ulangan akan diberitahu di WA.

Siswa Teman Guru

177

F. JURNAL 6
Nama : Afif Dzulfiqar Al-Fajr
Kelas : XI IPA 4
Materi : Sistem Ekskresi
Jurnal :

Hari ini tanggal 12 maret 2021. Bu puspa sedang ada rapat mengenai ujian akhir kelas 12,
jadi kelas kita diberi tugas tentang analisis sistem eksresi hati, ginjal, dan kulit. Tugas tersebut
dikumpul di google classroom dengan akun belajar.id.

Siswa Teman Guru

G. JURNAL 7
Nama : Afif Dzulfiqar Al-Fajr

Kelas : XI IPA 4
Materi : Sistem Ekskresi

Hari ini 17 maret 2021, bu puspa menginfokan bahwa ulangan akan dilaksanakan pada hari
senin 22 maret 2021. Bu puspa memberikan kesempatan bagi yang belum menyampaikan materi
untuk menyampaikannya agar mendapatkan nilai. Yang pertama ada yuniar menjelaskan tentang

178

jenis kulit. Dilanjutkan oleh alya sakila menjelaskan tentang keratinasi kulit. Lalu ada fani yang
menjelaskan tentang hati. Lalu ashaz menjelaskan tentang struktur kulit. Dilanjutkan oleh madinah
menjelaskan tentang luka bakar pada kulit, bu puspa menjelaskan berdasarkan pengalaman bahwa
luka bakar jangan langsung kena air, diamkan saja. Lalu jesen menjelaskan bagaimana cara
mendiagnosis penyakit hati. Gabriel menjelaskan jenis penyakit pada kulit. Ghina menjelaskan
tentang faktor-faktor yang merusak hati. Lalu khansa menjelaskan cara mengatasi gangguan hati.
Lalu zinedine menjelaskan tentang ligamen yang ada di hati. Lalu ivan menjelaskan penyakit pada
kulit yaitu kapalan. Rafi menjelaskan tentang prosess pengeluaran keringat. Lalu modestine
menjelaskan tentang bagian penting pada hati. Dilanjutkan dengan rizky adhelia yang menjelaskan
mengapa tangan bisa berkerut apabila terkena air. Lalu naura menjelaskan tentang penyakit hati
sirosis. Juan menambahkan penjelasan tentang enzim pada hati. Samuel menjelaskan gejala pada
hati. Diakhir bu puspa menjelaskan tentang tugas yang diberikan tanggal 12 maret.

Siswa Teman Guru

179

H. POROTOFOLIO
Ginjal
1. Ginjal merupakan organ utama yang memproduksi urine,
2. Berjumlah sepasang terletak dibawah hati dan limpa,
3. Ginjal sebelah kanan terletak sedikit ke bawah dibandingkan ginjal kiri.
Fungsi Ginjal :
1. Pengeluaran zat sisa organik (urea, asam urat, pengeluaran zat sisa organik, produk
penguraian hemoglobin dan hormon).
2. Pengeluaran zat racun.
3. Pengaturan keseimbangan asam-basa melalui ekskresi ion hidrogen, bikarbonat , dan
amonium.
4. Menjaga tekanan darah.
5. Mengatur produksi sel darah merah dalam sumsum tulang.
6. Mengendalikan konsentrasi nutrisi darah.
7. Mengubah vitamin D inaktif menjadi vitamin D aktif.
Struktur Ginjal
1. Lobus ginjal.
2. Hilus (Hilum).
3. Sinus ginjal.
4. Parenkim ginjal.
a. Korteks
1) Tersusun atas nefron yang merupakan untuk struktural dan fungsional terkecil. Nefron
tersusun dari komponen vaskuler dan komponen tubuler.

180

2) Ada 800.000-1.500.000 nefron yang disatukan oleh jaringan ikat pada setiap ginjal yang
normal.
1. Komponen vaskuler
Terdiri atas aferen, glomerulus, arteriola eferen, dan kapiler peritubuler.
2. Komponen tubuler
Terdiri atas kapsul bowman, tubulus kontortus proksimal dan distal, lengkung henle naik dan
turun, dan duktus kolektivus.
b. Medula
1) Terdiri atas 15 - 16 massa triangular (tiga sisi) yang disebut piramida ginjal, yang akan
berhubungan dengan saluran pengumpulan urine.
5. Pelvis ginjal
Merupakan rongga perluasan ujung proksimal (bagian atas) ureter dan memilki 2 hingga 3 kaliks
major. Setiap kaliks major bercabang lagi menjadi 8-18 kaliks minor yang langsung menutupi
papila ginjal. Kaliks minor berfungsi menampung urine yang terus menerus keluar dari papila.

Proses Pembentukan Urine :
1. Filtrasi glomerulus
• Cairan yang difiltrasi akan melewati membran glomerulus yang mampu menahan sel darah
dan protein plasma, lalu air dan molekul berukuran kecil akan melewati membran glomerulus.
• Membran glomerulus tersusun dari tiga lapisan, yaitu dinding kapiler, membran basal, dan
lapisan dalam kapsul bowman.
• Filtrasi glomerulus merupakan proses pasif yang terjadi karena: tekanan darah kapiler
glomerulus, tekanan osmoid koloid plasma, dan tekanan hidrostatik kapsul bowman.
• Ciri cirinya: mengandung air dan zat zat terlarut, hampir tidak mengandung protein plasma,
kandungan albumin kurang dari 1% dan tidak mengandung elemen seluler.

181

2. Reabsorpsi tubulus
• Merupakan proses penyerapan kembali zat yang dibutuhkan oleh tubuh.
• Dapat terjadi secara aktif maupun pasif.
• Tubulus mereabsorpsi sekitar 99% dari air yang terfiltrasi, 100% gula terfiltrasi, dan 99,5%
garam terfiltrasi.
• Zat yang masuk ke plasma di dalam kapiler peritubuler, selanjutnya masuk ke sistem vena
dan jantung untuk diedarkan kembali.
• Zat yang diabsorpsi: ion-ion natrium, ion klorin, glukosa, air, urea, dan ion anorganik.
• Urine yang dihasilkan disebut urine sekunder.
3. Augmentasi (sekresi tubulus)
• Merupakan transpor aktif yang memindahkan zat zat tertentu dari darah dalam kapiler
peritubuler, keluar melewati sel-sel tubuler menuju ke cairan tubuler, dan masuk ke dalam urine.
• Augmentasi terjadi di tubulus kontortus proksimal, tubulus kontortus distal, dan duktus
kolektivus.
• Augmentasi meliputi :
o Ion hidrogen, amonia, kreatinin, asam hipurat, obat-obatan tertentu, dan zat-zat kimia
asomg disekresikan kedalam tubulus secara aktif.
o Sekresi ion kalium yang dikontrol oleh hormon aldosteron.

Hati
Hati berfungsi sebagai alat ekskresi karena membantu fungsi ginjal dengan cara memecah
beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, serta asam urat yang akan
diekskresikan ke dalam urine.
• Hati memiliki berat sekitar 1,5-2,0 kg.

182

• Terdiri atas 2 lobus besar yang dibatasi oleh jaringan ikat ligamen dan falsiformis (lobus
kanan dan kiri).
• Hati dibungkus oleh jaringan ikat padat Kapsula Hepatika.
• Setiap lobus terdiri atas sejumlah lobulus yang berbentuk poligonal yang dipisahkan oleh
kapsula hepatika, disebut Kapsula Glison.
FUNGSI HATI (menghasilkan zat berikut)
• Empedu
Membantu pencernaan lemak dengan cara mengemulsikan lemak.
• Tromboprotein
Hormon glikoprotein yang mengendalikan produksi keping darah oleh sumsum tulang belakang.
• Albumin
Komponen plasma darah.
• Agiotensinogen
Berperan dalam peningkatan tekanan darah.
• Enzim arginase
Mengubah arginin menjadi ornitin dan urea.
• Enzim glutamat oksaloasetat transferase, glutamat piruvat transferase, dan laktat
dehidrogenase
• Menyimpan glikogen, lemak, zat besi, zat tembaga, serta vitamin A, D, B12
• Mengaktifkan vitamin D
• Fagosit bakteri yang dilakukan oleh makrofag sel kupffer
• Degradasi hormon insulin dan beberapa hormon lainnya
• Degradasi amonia menjadi urea

183

KULIT
Kulit merupakan lapisan tubuh yang paling luar. Menutupi area tubuh sekitar 1,67 m2 dan berat
sekitar 4,5 kg pada laki-laki dengan berat 75 kg
Kulit memiliki beberapa fungsi :
1. Ekskresi
mengeluarkan lemak dan keringat.

2. Perlindungan
melindungi tubuh dari mikroorganisme.

3. Pengaturan suhu badan
mengatur suhu badan oleh kelenjar keringat.

4. Metabolisme
menyintesis vitamin D, dan menyimpan lemak sebagai sumber energi.

5. Komunikasi
Penerimaan stimulus lingkungan oleh reseptor kulit.
Terdapat beberapa struktur kulit :
1. Epidermis
Tersusun dari skuamosa dan mengalami keratinasi. Keratin berfungsi untuk melindungi
permukaan kulit. Epidermis terdiri atas 5 lapisan yaitu
a. Stratum korneum

184

b. Stratum lusidum
c. Stratum granulosum
d. Stratum spinosum
e. Stratum basalis

2. Dermis
a. Lapisan papilar
Jaringan ikat areolar renggang dengan fibroblas, sel mast, dan makrofag. Mengandung banyak
pembuluh darah dan reseptor sensor taktil.
b. Lapisan retikuler
Tersusun dari jaringan ikat ireguler yang rapat, kolagen, dan serat elastik.
3. Hipodermis
Lapisan yang mengikat kulit secara longgar dengan organ-organ yang terdapat di bawahnya.
Kelenjar Pada Kulit :
1. Kelenjar Keringat
a. Ekrin
Tersebar luas pada dahi, telapak tangan, kaki. Dapat membantu pendinginan melalui sekresi
keringat yang mengandung air
b. Apokrin
Tersebar pada bagian tubuh tertentu seperti genital, payudara, dan ketiak. Sekresi kelenjar dapat
berbau akibat bakteri
2. Kelenjar Subaseus
Terdapat kelenjar sebum yang dialirkan ke folikel rambut. Sebum merupakan campuran lemak,
zat lilin, dan pecahan sel. Berfungsi untuk pelembut kulit, pertahanan dari evaporasi, bakterisida.

185

Kulit sebagai pengatur panas
Terdapat beberapa cara agar panas dapat dikeluarkan
1. Pemancaran
Panas dikeluarkan ke udara sekitar
2. Pengaliran
Mengganti udara panas yang telah menyentuh tubuh dengan udara yang lebih dingin
3. Konduksi
Panas dipindahkan ke barang yang disentuh kulit
4. Penguapan
Panas dikeluarkan bersama keringat, lalu keringat menguap

Kontrol pengeluaran keringat
Pengeluaran keringat diatur oleh Hipotalamus di otak. Hipotalamus menghasilkan enzim
bradikinin yang berfungsi mempengaruhi pelebaran pembuluh darah dan kelenjar keringat
1. Darah yang melalui Hipotalamus melebihi batas normal (panas)
2. Rangsangan suhu panas tersebut diteruskan oleh saraf simpatis
3. Pembuluh darah melebar
4. Aliran darah di permukaan kulit meningkat, sehingga terjadi konduksi untuk membuang
panas yang ada dalam tubuh.
Apabila darah yang mengalir pada Hipotalamus lebih rendah dari batas normal (dingin), maka
yang terjadi adalah kebalikan dari yang terjadi dengan darah Hipotalamus melebihi batas normal.
Pengeluaran keringat dapat dipengaruhi beberapa faktor
1. Suhu lingkungan

186

2. Aktivitas tubuh
3. Emosi
4. Kondisi psikis
5. Kondisi tubuh

2.9 BAB IX SISTEM KOORDINASI
A. JURNAL 1

Nama : Afif Dzulfiqar Al-Fajr
Kelas : XI IPA 4
Materi : Sistem koordinasi
Jurnal :

Tanggal 26 maret 2021, diawal bu puspa mengaawali dengan sapaan hangat kepada semua
muridnya kelas ipa 4 dan 5. Memberikan info bagi kelas 12 dan kbc yang bebas memilih jurusan
dari SNMPTN. Bu puspa banyak memberikan infromasi mengenai apa yang harus dilakukan pada
saat masuk perguruan tinggi. Masuk ke sistem koordinasi ada sistem saraf, hormon dan sistem
indera serta ada bahasan tambahan mengenai napza (narkotika psikotropika dan zat adiktif). Yang
pertama penjelasan tentang sistem koordinasi. Struktur neuron ada badan sel (perikarion), dendrit,
dan akson, dilanjutkan penjelasan lebih lanjut oleh bu puspa. Ada penjelasan tentang akson
(juluran sitoplasma yang panjang) dan berfungsi untuk mengirim impuls ke neuron lain. Pelajaran
biologipun diakhiri setelah ada penjelasan tentang akson.

187

Siswa Teman Guru

B. JURNAL 2
Nama : Afif Dzulfiqar Al-Fajr
Kelas : XI IPA 4
Materi : Sistem koordinasi
Jurnal :

Hari ini ada tugas di classroom biologi untuk menggantikan pelajaran dikarenakan bu
puspa sedang ada workshop di sekolah.

188

Siswa Teman Guru

C. JURNAL 3
Nama : Afif Dzulfiqar Al-Fajr
Kelas : XI IPA 4
Materi : Sistem koordinasi
Jurnal

Hari ini, tanggal 7 april 2021 bu puspa sedang mengikuti kegiatan kemendikbud dan
pelajaran biologi kali ini diganti dengan tugas mandiri di google classroom.

189

Siswa Teman Guru

D. JURNAL 4
Nama : Afif Dzulfiqar Al-Fajr
Kelas : XI IPA 4
Materi : Sistem koordinasi
Jurnal :

Hari ini tanggal 9 april 2021 semua guru sedang mengadakan kerja bakti di sekolah,
sehingga meeting diganti dengan tugas di google classroom.

Siswa Teman Guru

190

E. JURNAL 5
Nama : Afif Dzulfiqar Al-Fajr
Kelas : XI IPA 4
Materi : Sistem koordinasi
Jurnal :

hari ini tanggal 16 april 2021 diawali dengan sapaan dari bu puspa mengenai tugas yang
telah dikumpul. Dilanjutkan dengan bu puspa memanggil raisya annisa untuk memberikan
penjelasan tentang sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Struktur dijelaskan oleh aaliyah, lalu
ada cara bekerjanya sumsum tulang belakang dan otak (dijelaskan oleh ghina ditambah oleh rania).
Dilanjutkan dengan sumsum tulang belakang dijelaskan oleh engeline. Lalu ada thezar
menjelaskan tentang perbedaan utama otak dan sumsum tulang belakang. Dilanjutkan oleh
penjelasan lebih dalam oleh bu puspa sendiri. Lalu ada aaliyah menjelaskan kalau otak mengontrol
gerakan sadar dan medula spinalis menggerakkan gerakan refleks. Cendyle menjelaskan gerak
sadar dan gerak refleks. Lalu bu puspa menjelaskan ada penyakit apabila seseorang telah
memproses suatu kegiatan diotak namun motoriknya melakukan hal lain. Lalu ditambahkan
penjelasan sedikit danpelajaran biologi diakhiri.

191

Siswa Teman Guru

192

F. PORTOFOLIO

Afif Dzulfiqar Al-Fajr / Biologi / XI IPA 4 / Sistem Endokrin (Hormon)

Sistem endokrin adalah sekumpulan kelenjar dan organ yang memproduksi organ.

Hormon adalah senyawa organik pembawa pesan kimiawi di dalam aliran darah menuju ke
sel-sel atau jaringan tubuh.

Sistem endokrin berinteraksi dengan sistem saraf berfungsi mengatur aktivitas tubuh seperti
metabolisme, homeostasis, pertumbuhan, perkembangan seksual dan siklus reproduksi, siklus
tidur, serta siklus nutrisi.

A. Karakteristik Kelenjar Endokrin
➢ Merupakan kelenjar buntu.

o Karena tidak memiliki saluran (duktus) dan menyekresikan hormon langsung ke

dalam cairan di sekitar sel-sel.
➢ Menyekresi lebih dari satu jenis hormon.

o Kecuali kelenjar paratiroid yang hanya menyekresi hormon paratiroid.
➢ Memiliki sejumlah self sekretori yang dikelilingi banyak pembuluh darah dan

ditopang oleh jaringan ikat.
➢ Masa aktivitas kelenjar endokrin dalam menghasilkan hormon berbeda-beda.

o Seumur hidup (hormon metabolisme)

o Dimulai pada masa tertentu (hormon kelamin)

o Bekerja sampai masa tertentu (hormon pertumbuhan)
➢ Sekresi hormon dapat distimulasi atau dihambat oleh kadar hormon lainnya dan

senyawa nonhormon (ex : glukosa, kalsium) dalam darah serta impuls saraf

B. Kelenjar Endokrin dan Sekresi Hormon
1. Hipofisis
Merupakan organ berbentuk oval melekat di bagian hipotalamus otak, sebesar
kacang, dan memiliki berat 0,5 gram. Dibagi menjadi hipofisis lobus anterior,
intermedia, prosterior.

193

o Hipofisis lobus anterior
• Hormon pertumbuhan
✓ Mengendalikan pertumbuhan dan perbanyakan sel-sel tubuh
✓ Menyebabkan hati memproduksi somatomedin yang berperan dalam
pertumbuhan tulang dan kartilago
✓ Mempercepat laju sintesis protein
✓ Menurunkan laju penggunaan karbohidrat
✓ Meningkatkan pemakaian lemak untuk energi
• Hormon perangsang tiroid
✓ Berfungsi untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan sel
kelenjar tiroid, produksi hormon tiroksin, dan metabolisme sel
• Hormon adrenokrtikotropik
✓ Berfungsi merangsang kelenjar korteks adrenal untuk menyekresi
glukokortikoid
• Hormon gonadotropin
✓ Mengatur fungsi gonad
✓ FSH (follicle stimulatig hormone)
▪ Pada laki-laki, berfungsi menstimulasi pertumbuhan dan
perkembangan spermatoza dalam tubulus seminiferus testis.
▪ Pada perempuan, berfungsi menstimulasi pertumbuhan folikel
ovarium dan memproduksi hormon esterogen.
✓ LH (luteinizing hormone)
▪ Pada laki-laki, LH menstimulasi sel-sel interstisial tubulus
seminiferus testis untuk memproduksi testosteron (androgen)
▪ Pada perempuan, LH bekerjasama dengan FSH menstimulasi
produksi esterogen.
• Hormon prolaktin
Disekresikan pada saat seorang wanita sedang hamil dan menyusui.

194

o Hipofisis lobus intermedia
Menghasilkan endorfin dan melanocyte stimulating hormone
• Endorfin
Merupakan zat penghilang nyeri alamiah yang merespons pada
aktivitas dan stress.
• MSH
Merangsang pembentukan pigmen dan peneyebaran sel-sel
penghasil pigmen

o Hipofisis lobus prosterior
• ADH
Berfungsi meningkatkan volume air yang hilang dalam urine melalui
peningkatan reabsorpsi air dari tubulus kontortus distal dan duktus
kolektivus di ginjal.
• Oksitosin
Berfungsi menstimulasi kontraksi otot polos pada saat melahirkan
dan pengeluaran ASI pada ibu menyusui.

2. Tiroid
Terdiri atas folikel-folikel dalam dua lobus lateral yang terletak dibawah laring.
Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin yang berfungsi meningkatkan laju
metabolisme sel, menstimulasi konsumsi oksigen, meningkatkan pengeluaran
energi panas, serta mengatur pertumbuhan tulang, gigi, jaringan ikat, dan saraf.
o Hipoteroidisme
Penurunan sekresi hormon yang menyebabkan pernurunan metabolisme,
konstipasi, reaksi mental lambat dan peningkatan simpanan lemak.
o Hipertiriodisme
Sekresi hormon berlebihan menyebabkan peningkatan metabolisme, berat
badan menurun, gelisah, diare, frekuensi denyut jantung meningkat,
toksisitas hormon, dan penyakit Grave

3. Paratiroid
Terdiri atas 4 organ kecil berukuran sebiji apel dan terletak pada permukaan
belakang tiroid. Paratiroid menyekresi parathormon (PTH). PTH berfungsi

195


Click to View FlipBook Version