E. PENEGUHAN
d. Berdasarkan Kitab Suci dan tradisi, Konsili mengajarkan bahwa Gereja yang sedang
mengembara ini perlu untuk keselamatan, yakni Kristus. Ia hadir bagi kita dalam
tubuh-Nya yakni Gereja. (Lumen Gentium art. 14).
e. Secara singkat iman Kristiani dirumuskan dalam syahadat/Credo atau Pengakuan Iman.
Dalam Credo terungkaplah iman Gereja akan Tritunggal Maha Kudus. Kunci
pemahaman akan Tritunggal terletak pada iman bahwa Allah sejak semula
berkeinginan menyelamatkan manusia, dan tindakan penyelamatan itu paling nyata
dalam diri Yesus Kristus. Namun tidak berhenti disitu, sebab setelah Yesus Kristus
wafat dan bangkit serta naik ke surga, Allah tetap bekerja menyelamatkan manusia
berkat Roh Kudus yang dicurahkan pada setiap orang.
f. Dalam hidup sehari-hari iman kita kepada Allah harus kita wujudkan melalui setiap
perkataan dan perbuatan baik kita. Beberapa hal yang dapat kita lakukan agar iman
kita semakin berkembang misalnya:
⮚ Selalu mengikuti Perayaan Ekaristi pada hari Minggu dan hari-hari yang
diwajibkan
⮚ Melakukan doa pribadi maupun doa bersama dalam keluarga
⮚ Terlibat secara aktif dalam kegiatan rohani di lingkungan
⮚ Membaca dan menghayati isi Kitab Suci
⮚ Mengikuti kegiatan koor, misdinar, atau lector
⮚ Terlibat dalam karya sosial kemasyarakatan
⮚ Menerima sakramen tobat
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 45
IX
F. REFLEKSI
Anak-anakku yang terkasih,
orang beriman Kristiani sejati adalah orang yang hidup dan tindakannya diwarnai dan
dimotivasi oleh iman Kristianinya.
Dan bukan sekedar oleh alasan keagamaan yang cenderung lahiriah. Seorang yang
beriman Kristiani adalah seorang yang religius,
yaitu orang yang selalu menyadari bahwa seluruh peristiwa hidupnya merupakan karya
Kristus yang menyelamatkan.
Lantas bagaimana dengan diri kita?
Apakah kita sudah menjadi seorang Kristiani yang sejati?
Apakah iman Kristiani, menjadi penuntun langkah hidup kita sehari-hari?
Sudahkah hidup kita diwarnai iman Kristiani?
Ataukah hanya sekedar menjadi identitas?
Kita hening sejenak…kita refleksikan semua itu dalam hati kita… (hening)
Semoga hidup semakin berpadanan dengan kehendak Kristus sendiri.
Amin.
G. EVALUASI
Pengetahuan
1. Jelaskan makna hidup beriman kristiani berdasarkan pengalaman hidup yang telah
dijalani!
2. Jelaskan aspek-aspek penting dalam hidup beriman!
3. Temukan ciri-ciri beriman dan buah-buah iman menurut Kitab Suci Yakobus 2: 14-26
dan dokumen Gereja Lumen Gentium art. 14!
4. Jelaskan usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk mengembangkan iman!
5. Berilah 4 contoh pengalaman mewujudkan iman!
Ketrampilan
Peserta didik membuat sebuah doa iman
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 46
IX
G. DOA PENUTUP
Allah Bapa sumber kekuatan iman kami,
Kami beryukur kepadaMu karena Engkau telah mewariskan iman dan cinta yang begitu
besar kepada kami. Semoga Engkau berkenan menguduskan kami dan membinging
langkah hidup kami, agar iman kamipun juga tumbuh dan berkembang sesuai dengan
kehendakMu. Ajarilah kami untuk dapat hidup semakin menyerupai Engku sebagai satu-
satunya jalan kebenaran, menuju hidup abadi bersama dengan Dikau di surga. Ajarilah
kami untuk selalu menjadi lilin yang menyala dimanapun berada sehingga dapat
menerangi dunia dengan apa yang bisa kami buat. Demi Kristus yang hidup dan
berkuasa bersama Engkau, dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala abad. Amin.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 47
IX
E. IMAN DAN KEBERSAMAAN DALAM JEMAAT
Kompetensi Dasar Indikator
3.2 Memahami praktik hidup 3.2.7 Menceritakan pengalaman terlibat dalam kelompok
beriman kristiani dalam kegiatan umat beriman.
Gereja Katolik.
3.2.8 Menjelaskan peranan keluarga, lingkungan dan
paroki sebagai wadah untuk mengembangkan iman
3.2.9 Menemukan hal-hal penting dari cara hidup jemaat
perdana berdasarkan Kitab Suci (Kis 2:41-47)
3.2.10 Menerapkan kegiatan-kegiatan dalam Gereja
Katolik untuk mengembangkan iman di dalam
keluarga, lingkungan, dan paroki.
4.2 Melakukan aktivitas 4.2.2 Membuat refleksi secara tertulis usaha untuk
memperkembangkan iman.
(misalnya mengucapkan doa
syahadat/ menuliskan
refleksi/ menyusun doa/
mengikuti kegiatan di
lingkungan) yang berkaitan
dengan praktik hidup beriman
kristiani.
Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik dapat menceritakan pengalaman terlibat dalam kelompok kegiatan umat beriman
2. Peserta didik dapat menjelaskan peranan keluarga, lingkungan dan paroki sebagai wadah untuk
mengembangkan iman
3. Peserta didik dapat menemukan hal-hal penting dari cara hidup jemaat perdana berdasarkan Kitab
Suci (Kis 2:41-47)
4. Peserta didik dapat menerapkan kegiatan-kegiatan dalam Gereja Katolik untuk mengembangkan
iman di dalam keluarga, lingkungan, dan paroki.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 48
IX
A. Pengantar
Iman pertama-tama dan terutama menyangkut hubungan manusia dengan Allah. Dalam
iman manusia menyadari dan mengakui bahwa Allah yang tak terbatas memasuki hidup
manusia yang serba terbatas, menyapa dan memanggilnya. Iman berarti jawaban atas
panggilan Allah, penyerahan pribadi kepada Allah yang menjumpai manusia secara
pribadi juga.
Dalam iman manusia menyerahkan diri kepada Sang Pemberi Hidup. Hidup beriman
memperlihatkan dua aspek, yakni aspek pribadi dan aspek sosial. Di satu pihak, iman
merupakan hubungan pribadi kita masing-masing sebagai individu dengan Allah. Di
lain pihak, iman kita tidak mungkin berkembang tanpa kehadiran orang lain entah
sebagai pribadi atau sebagai komunitas/kelompok jemaat. Maka iman tidak hanya
menyangkut relasi pribadi antara manusia dengan Allah, tetapi juga menyangkut relasi
kita dengan umat beriman yang lainnya.
Iman kita akan semakin berakar, bertumbuh, dan berbuah dengan baik melalui
perjumpaan dan kehadiran pribadi atau jemaat yang lain. Iman kita bertumbuh dan
berkembang karena peran umat, baik dalam keluarga, lingkungan, maupun wilayah /
stasi dan paroki. Sebagai remaja Katolik yang tumbuh dalam iman, harapan dan kasih
kitapun dapat ikutt ambil bagian dalam keterlibatan dalam hidup menggereja dan
memasyarakat sehingga iman sungguh-sungguh dapat diwujudkan dalam kehidupan
nyata. Pada hari ini, kita akan belajar tentang “Iman dan Kebersamaan dalam Jemaat.
Dengan mengembangkan iman secara personal dan sosial kita dapat menjadi pengikut
Kristus yang dewasa dan semakin menyerupai Dia Sumber Keselamatan Sejati.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 49
IX
A. Doa Pemuka
Allah Bapa yang Maha Baik,
Kami bersyukur kepada-Mu, Engkau telah mengangkat kami menjadi anak-anakMu.
Ajarilah kami untuk selalu mengembangkan iman baik secara personal maupun
social. Pada saat ini kami akan belajar tentang materi iman dan kebersamaan dalam
jemaat. Semoga dengan pembelajaran ini kami semakin mampu untuk terlibat dalam
kehidupan menggereja dan masyarakat, sehingga iman kami semakin, tumbuh,
berakar kuat dan berbuah dalam pelayanan terhadap sesame dan terlebih bagi
kemuliaan-MU. Semua ini kami haturkan kepada-Mu Demi Kristus, Tuhan dan Juru
Selamat kami, yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa, Amin.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 50
IX
B. Mengamati Gambar
Perhatikan
Gambar berikut!
1
2
3 51
4
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas
B. Menggali Pengalaman
Belajar dari Beato Carlo Acutis, Menjadi Kudus di Usia Muda
Carlo Acutis
Seorang Remaja Katolik
Carlo Acutis adalah seorang remaja Katolik yang lahir pada 3 Mei 1991 di London,
Inggris. Saat ia berusia sekitar 5 tahun, Andrea Acutis (Mama) dan Antonia Salzano
(Papa) memutuskan untuk pindah ke Milan, Italia.
Di usia remaja, dia didiagnosis menderita penyakit leukimia. Luar biasanya, dia
justru mempersembahkan semua penderitaan sakitnya itu untuk Tuhan, Paus
Benediktus XVI, dan Gereja.
Sama halnya dengan remaja laki-laki pada umumnya, Carlo Acutis begitu suka
sepakbola dan bermain video game. Tidak hanya itu, penyuka dunia programming
ini menggunakan keahliannya untuk membangun situs yang memuat katalog
mukjizat Ekaristi di seluruh dunia.
Dalam websitenya, ia mengatakan, ”Semakin kita sering menerima Ekaristi, semakin
kita menyerupai Yesus, sehingga di Bumi ini kita akan merasakan surga.”
Tahun 2006, tepatnya pada 12 Oktober, Carlo wafat dan dimakamkan di Asisi atas
permintaannya, karena cintanya kepada Santo Fransiskus Asisi.
Tahun 2020, tepatnya pada 10 Oktober sungguh menjadi sukacita besar umat Katolik
seluruh dunia, khususnya bagi kaum muda di mana seorang remaja bernama Carlo
Acutis dibeatifikasi di Asisi, Italia.
Dalam sejarah Gereja, pertama kalinya pada abad ke-20 atau zaman milenial, ada
Beato termuda “Carlo Acutis” yang ditetapkan oleh Paus Fransiskus sebagai
“Pelindung Internet.”
Carlo Acutis juga yang mempopulerkan istilah “Ekaristi adalah Jalan tol menuju ke
surga.”
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 52
IX
Dokumentasikan Mukjizat
Banyak sekali keistimewaan dan keteladanan suci dalam diri Carlo Acutis. Di usia
mudanya, dia meminta orangtuanya untuk membawanya berziarah ke tempat-tempat para
kudus dan ke situs-situs mukjizat Ekaristi.
Dia juga memiliki cinta khusus kepada Tuhan dan Bunda Maria, lewat doa Rosario serta
berdevosi. Doa memiliki waktu hening/adorasi, mengaku dosa setiap minggu, rajin
mengikuti Ekaristi setiap hari. Bahkan kekudusan dan kesucian hidupnya dapat membawa
pertobatan mendalam bagi Ibunya, yang sebelumnya kurang terlalu taat, menjadi rajin
mengikuti Ekaristi.
Tidak hanya itu, kecintaanya dan kepeduliannya pada sesama membuatnya rela memakai
tabungannya untuk menolong orang miskin. Bahkan, dia juga dikenal suka membela anak-
anak di sekolahan yang di-bully, khususnya anak – anak disabilitas.
Dan, ketika ada orangtua dari temannya akan bercerai, dia justru membawa temannya itu
masuk ke dalam keluarganya.
Hal yang menajubkan sekaligus membuatnya jadi Beato adalah kesaksian mukjizat
penyembuhan seorang anak kecil di Brazil. Anak tersebut sembuh dari penyakit kanker
pankreas berkat doa perantaraan melalui Carlo Acutis.
Refleksi untuk Semua
Carlo Acutis hanya hidup selama 15 tahun saja. Rentang waktu hidup Carlo begitu singkat bukan?
Namun, Carlo Acutis mampu mengisi waktu hidupnya yang singkat dengan berbagai hal yang
positif, bermakna serta berbuah yang tidak hanya dirasakan oleh keluarganya saja, melainkan
sesamanya.
Terkadang dalam hidup ini, banyak orang muda terlelap bahkan sampai terlena oleh berbagai
kesibukan dan kesenangan pribadi sampai kita menomorduakan Tuhan. Tak jarang, sebagai orang
muda, kita sulit sekali membatasi kesenangan pribadi dan belajar untuk mengutamakan Tuhan
dalam keseharian rutinitas hidup.
Aku pun pernah berada di situasi, di mana kesibukan rutinitas, bahkan hidup dalam dunia
kesenanganku sendiri, seperti menonton film hingga lupa waktu.
Itu sampai pernah membuatku bangun kesiangan hingga menjadi alasan tidak pergi ke gereja
untuk merayakan ekaristi. Selain itu juga lupa berdoa, bahkan malas membaca kitab suci atau
buku – buku rohani.
Tidak heran, ketika itu aku terjebak dalam kebosanan dan kejenuhan rutinitas hidup, rasanya hati
ini pun seperti tanaman kering, lalu menjadi layu karena tidak adanya keseimbangan antara
kesenangan pribadi dan hidup rohani.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 53
IX
Jadilah Pembawa Berkat
Carlo Acutis walaupun dia seorang remaja yang usianya masih muda, tapi hidupnya
sungguh membawa berkat.
Hingga saat ini, Apakah hidup kita semua sudah menjadi berkat? Kita orang muda
harusnya bisa menjadi pembawa dan penyalur berkat Tuhan baik itu di tengah keluarga,
lingkungan pergaulan, maupun komunitas.
Berbagai cara bisa kita lakukan untuk membagi berkat. Intinya, lakukanlah seperti
teladan Carlo Acutis terhadap keluarga dan sesamanya.
Tidak mudah memang menjadi pembawa berkat. Pasti banyak rintangan dan godaan.
Tapi, percayalah dan selalu mohon doa perantaraan Beato “Carlo Acutis” agar
memampukan kita sebagai orang muda untuk mengupayakan sesuatu yang lebih agar
semakin banyak orang yang merasakan berkat Tuhan lewat apa yang kita perbuat.
Beato “Carlo Acutis” ditetapkan sebagai “Pelindung Internet.” Gelar yang sungguh
istimewa dan membanggakan pasti untuk seorang remaja muda.
Bagaimana tidak? Biasanya orang muda, termasuk aku sering menggunakan internet
untuk browsing game, gosip ter-update, atau bahkan film – film terbaru.
Berbanding 180 derajat dengan Carlo Acutis yang justru menggunakan internet untuk
sesuatu hal positif, bermakna dengan mewartakan mujizat ekaristi di seluruh dunia
melalui website-nya. Dia mampu mematahkan anggapan bahwa internet itu tidak
selalu berdampak negatif saja dalam kehidupan era modern. Justru, internet bagi
kaum muda sekarang ini harusnya bisa menjadi lahan efektif dan efisien untuk
mewartakan sukacita keselamatan dan Kerajaan Allah di dunia milenial ini.
Tidak hanya itu, lewat penderitaan sakit yang dialaminya, Carlo Acutis juga mengajak
kita semua, terutama untuk kaum milenial agar berani mempersembahkan apapun yang
kita miliki dan rasakan untuk Tuhan, Gereja, serta sesama agar nama Tuhan semakin
dimuliakan.
Nah sahabat muda, jangan khawatir dan takut untuk bisa menjadi kudus dan suci dalam
usia muda. Itu bukan sekadar mimpi, melainkan sudah tergenapi dalam diri Beato “Carlo
Acutis”. Intinya, jalan menjadi kudus dan suci itu bukan sesuatu yang mustahil untuk
diperjuangkan dan dicapai bersama Allah.
Carlo Acutis bukan seorang yang berdoa dan berkaya dalam sebuah biara, namun hanya
seorang remaja muda seperti pada umumnya yang dipilih Allah untuk menyatakan
rencana-Nya pada kita semua.
Yolanda Aprilia adalah kontributor katolikana di Jember
https://www.katolikana.com/2020/10/16/belajar-dari-beato-carlo-acutis-menjadi-kudus-di-usia-
muda/
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 54
IX
Pertayaan penalaman kisah Beato Carlo Acutis
1. Ceritakanlah secara singkat tentang kisah Beato Carlo Acutis dengan bahasamu
sendiri!
2. Apa yang menarik dari kisah Beato Carlo Acutis ini?
3. Mengapa ia dinobatkan sebagai Beato Carlo Acutis?
4. Apa yang dapat kita teladan dari kisah Beato Carlo Acutis dalam kehidupan sehari-
hari?
5. Sanggupkan kita menjadi berkat bagi sesama? Bagaimana caranya?
Carlo Acutis/Foto:rcdoworg
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 55
IX
C. MEMBACA KITAB SUCI
Cara Hidup Jemaat yang Pertama
(Kisah Para Rasul 2: 41-47)
41Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu
jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. 42Mereka bertekun dalam pengajaran
rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan
roti dan berdoa. 43Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan
banyak mujizat dan tanda. 44 Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap
bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, 45dan selalu ada dari
mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang
sesuai dengan keperluan masing-masing. 46Dengan bertekun dan dengan sehati mereka
berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-
masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,
47sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan
menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan
.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 56
IX
D. DISKUSI KELOMPOK
BAHAN DISKUSI KELOMPOK
1. Jelaskan cara hidup jemaat perdana berdasarkan Kitab Suci (Kis 2:41-47)
2. Bagaimana cara hidup Jemaat Perdana tersebut dilaksanakan dalam Gereja saat ini?
3. Jelaskan peranan keluarga, lingkungan dan paroki sebagai wadah untuk
mengembangkan iman!
4. Bagaimana cara mengembangkan iman secara personal dan sosial dalam kehidupan
sehari-hari?
5. Berilah contoh bentuk-bentuk kegiatan dalam Gereja Katolik yang dapat
mengembangkan iman mulai dalam keluarga, lingkungan, dan paroki?
Hasil diskusi :
1.
2.
3.
4.
5.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 57
IX
E. PENEGUHAN
1. Iman merupakan bentuk penyerahan diri manusia kepada Allah secara total dan
menyeluruh. Iman seseorang dapat berkembang secara personal dan sosial. Iman
seseorang dapat berkembang Iman secara personal (pribadi) menyangkut relasi manusia
dengan Allah. Sedangkan iman secara sosial adalah iman yang berkembang bersama
dengan orang lain atau jemaat.
2. Iman kita akan semakin berkembang dewasa dan berkembang dengan baik melalui
perjumpaan dan kehadiran pribadi atau jemaat yang lain. Iman kita bertumbuh dan
berkembang karena peran umat, baik dalam keluarga, lingkungan, maupun wilayah,
paroki maupun masyarakat secara luas.
a. Keluarga merupakan tempat yang pertama dan terutama dalam perkembangan
iman anak. Karena orang tua telah menyalurkan kehidupan kepada anak-anak,
terikat kewajiban amat berat untuk mendidik anakk mereka. Maka orang tualah
yang harus diakui sebagai pendidik mereka yang pertama dan utama. (bdk.
Gravissimum Educationis art. 3). Keluarga merupakan Gereja Kecil dimana
dalam keluarga kita menghadirkan kasih Allah yang menyelamtkan. Melalui
bimbingan orang tua kita juga semakin mengenal dan memahami kebiasaan
hidup Kristiani. Anggota keluarga yang lain juga ikut berperan dalam
mengembangkan iman kita, sehingga iman kita dapat tumbuh subur dalam
keluarga yang semua anggota keluarga saling mendukung dalam kehidupan
beriman.
b. Lingkungan / Wilayah merupakan kumpulan keluarga-keluarga Kristiani yang
tinggal berdekatan dalam suatu blok / cluster/ perumahan atau wilayah tertentu.
Keluarga-keluarga Kristiani dalam lingkungan sering mengadakan pertemuan
untuk berdoa bersama, mengadakan pendalaman iman maupun pendalaman
kitab suci, mengadakan kegiatan latihan koor, dan pertemuan untuk
meningkatkan karya pelayanan sosial kepada keluarga-keluarga Kristiani
maupun kepada warga sekitar pada umumnya. Dalam kegiatan di lingkungan
tersebut mereka juga saling membagi pengalaman iman, belajar mendalami
kitab suci sehingga iman kita pun semakin diteguhkan dan dikuatkan. Maka jika
kita berperan secara aktif dalam berbagai kegiatan lingkungan tersebut maka
kita yakin bahwa iman kita akan semakin berkembang berkat keterlibatan kita
maupun berkat peran serta saudara seiman.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 58
IX
E. PENEGUHAN
a. Paroki merupakan kumpulan jemaat Allah atau pembagian wilayah jemaat
gereja dalam suatu keuskupan tertentu. Paroki dipimpin oleh Pastor/Imam.
Kegiatan-kegiatan pengembangan iman yang dilaksanakan dalam paroki bersifat
lebih luas. Paroki dibentuk untuk mendorong jemaat labih aktif dan lebih
partisipatif dalam pelayanan gereja. Jemaat didorong untuk bersekutu tidak
terbatas pada hari dan ruang, tetapi juga dalam wilayah tinggalnya. Jemaat
diajak untuk saling memperhatikan mulai dari sesama jemaat di sekitar
rumahnya sampai ikut terlibat dalam kegiatan masyarakat secara luas. Jemaat
Allah diharapkan dapat menjadi garam dan terang dunia dimanapun kita berada.
3. Kegiatan-kegiatan pengembangan iman yang dilakukan mulai dari keluarga,
lingkungan, paroki, keuskupan tersebut pada prinsipnya sebagai perwujudan iman
kepada Yesus Kristus. Beberapa contoh kegiatan berikut ini dapat dijadikan acuan bagi
para remaja untuk ikut terlibat secara aktif dan sekaligus dapat memberi gambaran
kepada kita tentang pentingnya peran jemaat dalam pengembangan iman. Beberap
contoh kegiatan pengembangan iman tersebut, antara lain: Perayaan Ekaristi,
Pendalaman Iman/Pendalaman Kitab Suci, Ibadat Sabda, Lektor/lektris, Putra
Altar/Misdinar, Koor/paduan suara gereja, Legio Mariae, Doa Rosario, dll.
4. Beberapa kegiatan tersebut merupakan contoh kegiatan Gerejani yang dapat
dilakukan. Tentu saja masih banyak kegiatan Gerejani lainnya yang dapat diikuti untuk
menimba pengalaman iman jemaat demi pengembangan iman bersama. Kegiatan
semacam ini juga sudah dilakukan sejak masa Gereja Perdana. Kisah Para Rasul 2:41-47
secara jelas melukiskan cara hidup Gereja Perdana. Orang-orang yang mendengar
pengajaran para rasul menjadi percaya dan beriman kepada Yesus Kristus. Iman mereka
dinyatakan dengan kesediaan untuk menerima pembaptisan. Setelah dibaptis, mereka
selalu bertekun dalam pengajaran para rasul, bertekun dalam persekutuan, setiap hari
mereka berkumpul dalam Bait Allah, mereka memecahkan roti secara bergilir di rumah
masing-masing dan makan bersama-sama dengan gembira dan tulus hati. Selain itu,
mereka juga saling memperhatikan dan saling berbagi milik mereka sehingga tidak ada
yang kekurangan. Kehidupan yang dikembangkan dalam Gereja Perdana, hendaknya
menjadi inspirasi bagi kita untuk terlibat secara aktif dalam pengembangan iman jemaat
melalui peran serta kita dalam kegiatan kerohanian di keluarga, lingkungan maupun
Gereja setempat di mana kita berada.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 59
IX
F. REFLEKSI
Anak-anakku yang terkasih,
orang beriman Kristiani sejati adalah orang yang hidup dan tindakannya diwarnai dan
dimotivasi oleh iman Kristianinya.
Dan bukan sekedar oleh alasan keagamaan yang cenderung lahiriah. Seorang yang
beriman Kristiani adalah seorang yang religius,
yaitu orang yang selalu menyadari bahwa seluruh peristiwa hidupnya merupakan karya
Kristus yang menyelamatkan.
Lantas bagaimana dengan diri kita?
Apakah kita sudah menjadi seorang Kristiani yang sejati?
Apakah iman Kristiani, menjadi penuntun langkah hidup kita sehari-hari?
Sudahkah hidup kita diwarnai iman Kristiani?
Ataukah hanya sekedar menjadi identitas?
Kita hening sejenak…kita refleksikan semua itu dalam hati kita… (hening)
Semoga hidup semakin berpadanan dengan kehendak Kristus sendiri. Amin.
G. REFLEKSI
Pengetahuan:
1. Jelaskan cara hidup jemaat perdana berdasarkan Kitab Suci (Kis 2:41-47)
2. Bagaimana cara hidup Jemaat Perdana tersebut dilaksanakan dalam Gereja saat ini?
3. Jelaskan peranan keluarga, lingkungan dan paroki sebagai wadah untuk
mengembangkan iman!
4. Bagaimana cara mengembangkan iman secara personal dan sosial dalam kehidupan
sehari-hari?
5. Berilah contoh bentuk-bentuk keguatan dalam Gereja Katolik yang dapat
mengembangkan iman mulai dalam keluarga, lingkungan, dan paroki?
Ketrampilan:
Membuat refleksi secara tertulis usaha untuk memperkembangkan iman.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 60
IX
H. DOA PENUTUP
DOA HARAPAN
Allah, Bapa di surga, kasih setia-Mu kekal abadi. Engkaulah tumpuan hidup dan harapan.
Tanamkanlah dalam hatiku perharapan yang teguh akan kasih dan kebaikan-Mu;
pengharapan yang menjiwai seluruh hidup Putra-Mu Yesus Kristus. Berikanlah aku
pengharapan yang kuat karena yakin bahwa Engkau selalu besertaku. Semoga aku selalu
menyadarkan diri kepada-Mu dalam suka dan duka. Aku mohon pengharapan yang teguh
supaya aku tidak mudah putus asa dalam penderitaan dan kekecewaan.
Bapa, semoga pengharapan yang kuat selalu menjiwai seluruh hidupku. Dalam
pengharapan itu aku akan membangun hidup dan masa depanku. Dalam pengharapan itu
pula aku percaya akan memperoleh hidup abadi bersama Engkau. Ya Allah, teguhkanlah
pengharapanku. (Amin.)
Sumber : Puji Syukur nomer 22
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 61
IX
F. MARIA TELADAN HIDUP BERIMAN KRISTIANI
Kompetensi Dasar Indikator
3.2 Memahami praktik hidup 3.2.11 Menjelaskan kedudukan Maria dalam sejarah
beriman kristiani dalam keselamatan
Gereja Katolik.
3.2.12 Menjelaskan peran Maria dalam hidup dan karya
4.2 Melakukan aktivitas Yesus
(misalnya mengucapkan doa 3.2.13 Meneladan ketaatan Maria dalam melaksanakan
kehendak Allah
3.2.14 Menjelaskan bentuk-bentuk devosi kepada Maria
sebagai penghormatan Gereja kepada Maria Bunda
Allah
4.2.3 Melaksanakan salah satu devosi kepada Maria
sebagai teladan hidup beriman kristiani.
syahadat/ menuliskan
refleksi/ menyusun doa/
mengikuti kegiatan di
lingkungan) yang berkaitan
dengan praktik hidup beriman
kristiani.
Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik dapat menjelaskan kedudukan Maria dalam sejarah keselamatan.
2. Peserta didik dapat menjelaskan peran Maria dalam hidup dan karya Yesus
3. Peserta didik dapat meneladan ketaatan Maria dalam melaksanakan kehendak Allah
4. Peserta didik dapat menjelaskan bentuk-bentuk devosi kepada Maria sebagai
penghormatan Gereja kepada Maria Bunda Allah
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 62
IX
A. Pengantar
Kasih Allah kepada manusia sungguh luar baiasa. Allah telah menawarkan karya
keselamatan kepada manusia. Tawaran karya keselamatan ini menuntut untuk
ditanggapi dengan iman. Dalam menanggapi warta karya keselamatan Allah, maka kita
perlu meneladani Santa Perawan Maria yang telah bersedia menanggapi kehendak
Allah dengan penuh ketaatan iman yang sempurna. Untuk itu kita perlu memahami
peranan Maria dalam sejarah keselamatan
Bunda Maria dipanggil untuk melaksanakan rencana keselamatan Tuhan. Hal ini dapat
dilihat dalam Kitab Suci, di mana Bunda Maria memberikan jawaban yang tegas
terhadap tawaran Tuhan dengan berkata :”Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan;
jadilah padaku menurut perkataanmu itu”(Lk 1:38). Perkataan Maria merupakan
ungkapan hati terdalam yang dijadikan sikap dasar hidupnya. Hal ini tampak dari
perilaku Maria dalam menghadapi setiap peristiwa hidupnya. Maria percaya akan
Kerahiman Tuhan. Maria melihat segala-segalanya dengan iman. Bagi Maria, seperti
diungkapkan dalam surat Ibrani 11:1 : “iman merupakan dasar dari segala sesuatu yang
kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat”
Dari Injil Suci kita melihat bahwa pilihan Tuhan kepada Maria sebagai ibu yang
mengandung Putra Allah adalah tepat sekali, bahkan dalam diri Maria tidak ditemukan
cacat atau kekurangan sejak dikandung sampai akhir hidupnya. Salah satu rangkaian
perjalanan hidup yang dimiliki Maria adalah kunjungan Maria kepada Elisabet. Kata-
kata Maria kepada Elisabet yang sebelumnya menanyakan identitas dirinya, sehingga
Maria datang berkunjung kepada Elisabet, menunjukan suatu rangkaian iman
mendalam, yaitu kemampuan melihat karya Tuhan di dunia ini yang mengarah kepada
semua orang. Karya Tuhan ini perlu ditanggapi oleh manusia dan Maria adalah contoh
sempurna untuk itu. Anugerah utama untuk menyikapi Tuhan dengan baik adalah
Kehidupan Kekal yang merupakan tujuan akhir semua manusia. Maria, berkat hidupnya
di hadirat Tuhan, dimahkotai dengan Kemuliaan di surga. Maria memperoleh Anugerah
seindah itu diterimanya sehingga Maria mengandung Putra Allah.
Kesetiaan Maria terhadap imannya membuat Maria banyak kali menghadapi
kesengsaraan dan kesepian. Iman selalu memiliki aspek gelap dan aspek terang, tapi
Maria senantiasa melihat cahaya dalam kegelapan hidupnya. Maria merupakan teladan
orang beriman, karena ia sendiri merupakan buah penebusan Kristus.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 63
IX
A. Doa Pembuka
Menyanyikan lagu Ya Namamu Maria
ria
Ya namamu Maria, bunda yang kucinta
Merdu menawan hati, segala anakmu
Patutlah nama itu hidup di batinku
Dan nanti kuucapkan di saat ajalku
Ya nama yang keramat perisai hidupku
Dengan nama Maria aku pasti menang
Patutlah nama itu hidup di batinku
Dan nanti kuucapkan di saat ajalku
Bila hatiku risau dan dirundung duka
Kuingat nama Ibu yang pasti menghibur
Patutlah nama itu hidup di batinku
Dan nanti kuucapkan disaat ajalku
Dan nanti kuucapkan disaat ajalku
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 65
IX
B. Menggali Pengalaman
Jadi CEO Berkat Kekuatan Cinta
Seorang Ibu
SAHABAT KELUARGA- Pernahkah Anda membayangkan, seorang wanita negro dari
keluarga miskin di sebuah perkampungan kumuh di belantara kota metropolitan New
York, Amerika Serikat, berhasil menduduki jabatan puncak, sebagai Chief of Executive
(CEO), sebuah perusahaan kelas dunia dengan nilai asset lebih dari Rp300 triliun?
Kisah inspiratif ini berasal dari Ursula M Burns. Wanita kelahiran 20 September 1958 ini
tak pernah punya cita-cita ingin jadi CEO di sebuah perusahaan, apalagi perusahaan
kaliber dunia. Menyadari dia terlahir wanita, berkulit hitam alias negro dan berasal dari
keluarga miskin, saat kecil Burns hanya punya cita-cita ingin bekerja sebagai suster,
perawat, atau guru, tiga profesi yang menurutnya masih mungkin terjangkau.
Namun lain dengan Olga, Ibunya. Wanita asal Afrika dan menikah dengan lelaki dari
Panama, lantas kemudian berimigrasi ke AS ini sendirian, karena suaminya tak ingin
meninggalkan Panama, punya keinginan lain, yakni ingin Burns dan dua saudaranya
sukses, meninggalkan kemiskinan. Tinggal di sebuah apartamen sangat murah di
kawasan kumuh, di Manhattan, New York, Olga mengawasi ketiga anaknya sambil
bekerja mengasuh anak titipan dan menyeterika pakaian tetangga.
Olga selalu mendorong anak-anaknya untuk menjadi orang yang selalu belajar, menjadi
orang baik, dan meraih kesuksesan. Ia ingin Burns dan saudara-saudaranya untuk selalu
membuktikan kemampuan diri, tak peduli dari mana asal dan keturunan.
Dengan seutas senyum yang terus mengembang itu, ibunya tidak menunjukan kelelahan
akan pekerjaannya. Burns tak tahu, entah bagaimana caranya, ibunya berhasil
menyekolahkan anak-anaknya. Lewat ibunya, Burns belajar tentang arti hidup yang
diajarkan oleh ibunya. Ia menemukan kasih sayang dan ketulusan dari ibunya yang
sangat berdikari.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 66
IX
B. Menggali Pengalaman
Berkat cinta, motivasi, dan dorongan ibunya itulah, Burns menjadi bintang pelajar saat
sekolah di tingkat SMA pada tahun 1960-an. Talentanya menarik perhatian Xerox, sebuah
perusahaan penyedia layanan proses bisnis dan pengelolaan dokumen perusahaan besar di
dunia, yang lantas membantu beaya kuliah Burns di Polytechnic Institute of New York,
bahkan mempekerjakannya setelah ia menuntaskan kuliahnya. Di Xerox, Burns sangat
menonjol. Sehingga perkembangan kariernya begitu pesat. Hingga pada akhirnya ia
dipercaya memegang tampuk kepemimpinan sebagai seorang CEO pada 21 Mei 2009 dan
lantas menjadi chairman pada Mei 2010.
Burns mampu menjadi tonggak sejarah. Ia berhasil menobatkan dirinya sebagai perempuan
kulit hitam pertama yang menduduki posisi CEO di Xerox, yang merupakan perusahaan
Fortune 500 ranking ke 131 pada tahun 2013 kemarin. Tidak mengherankan jika Burns
dinobatkan oleh Majalah Forbes sebagai salah satu wanita paling berpengaruh di dunia,
yaitu di posisi ke-20 pada tahun 2009, lantas peringkat ke-17 pada 2011 dan ke-14 pada
2012. Pada 2014 lalu, Majalah Forbes menempatkan Burns pada ranking ke 22. .
Hasil Cinta Sang Ibu Dalam sebuah wawancara dengan Blomberg pada 2011 lalu, Burns
dengan tegas mengakui, perjalanan hidupnya sehingga mencapai posisi yang didambakan
banyak karyawan, merupakan hasil dari cinta yang diberikan ibunya sejak kecil hingga
dewasa. “Kehidupan ibu saya merupakan kisah inspiratif cinta yang takkan terbalas,
“ujarnya. Ia mengenang, waktu kecil, saat menyadari dirinya wanita, negro dan miskin,
ibunya mengatakan, “Pikirkan dimana kita dan bukan siapa kita”.
Baginya, sang ibu adalah orang yang berjasa dalam hidupnya. Tanpa ragu Burns
mengatakan ibunya adalah orang yang pragmatis, fokus dan sangat praktis, dan sangat
berdikari. “Waktu kecil, kami memang miskin, akan tetapi kami tidak mengetahui
mengenai hal tersebut. Kami sama sekali tidak tahu seberapa besar masalah yang dihadapi
ibu kami untuk membesarkan kami bertiga, Saya hanya merasa bahwa ibu kami memiliki
kekuatan ajaib karena Ia merupakan seseorang yang sangat luar biasa, ‘ujarnya saat
berbicara pada YMCA Women Empowering Lunch di tahun 2009 mengenai masa
kecilnya.
Dikatakan Burns, ibunya selalu memberikan anak-anaknya kekuatan, kemauan dan cinta.
“Saya masih dapat mengingat perkataannya, bahwa saya bukanlah saya yang sebenarnya.
Jika saya berada pada tempat yang buruk, hal tersebut hanyalah sementara dan hal tersebut
tidak akan merubah inti dari apa yang dapat saya berikan untuk dunia,” kenangnya.
Sumber: https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/index.php?r=tpost/xview&id=3009
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 67
IX
B. Menggali Pengalaman
Pertanyaan pendalaman cerita
1. Apa yang menyebabkan Ursula M Burns berhasil dalam karier dan kehidupannya?
2. Apa peran ibunya dalam karir Ursula M Burns ?
3. Apa yang dapat kita teladan dari kisah Ursula M Burns ?
4. Apakah kalian juga menemukan tokoh-tokoh wanita hebat dalam Kitab Suci? Apa peran
mereka?
Memahami Ketaatan Bunda Maria dalam menanggapi kehendak Allah
14
25
36 68
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas
IX
C. MEMBACA KITAB SUCI (Lukas 1: 26-38)
Memahami Keteladanan Bunda Maria dalam Menanggapi Panggilan
dan Kehendak Allah
Lukas 1:26-38
26Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di
Galilea bernama Nazaret, 27kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang
bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. 28 Ketika malaikat itu
masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan
menyertai engkau.” 29Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam
hatinya, apakah arti salam itu. 30Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai
Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. 31Sesungguhnya engkau
akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau
menamai Dia Yesus. 32Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang
Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa
leluhur-Nya, 33dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-
lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” 34Kata Maria kepada malaikat
itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” 35Jawab
malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang
Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan
disebut kudus, Anak Allah. 36Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang
mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam
bagi dia, yang disebut mandul itu. 37Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” 38Kata
Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut
perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 69
IX
D. DISKUSI KELOMPOK
BAHAN DISKUSI KELOMPOK
1. Apa inti pesan Malaikat Gabriel yang disampaikan kepada Maria?
2. Bagaimana tanggapan Maria terhadap warta Malaikat Gabriel?
3. Risiko apa yang akan dihadapi Maria dalam menanggapi warta Malaikat tersebut?
4. Apa peran Maria dalam sejarah karya keselamatan Allah bagi manusia?
5. Teladan apa yang dapat kamu ambil dari sikap Maria tersebut?
Hasil diskusi :
1.
2.
3.
4.
5.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 70
IX
E. PENEGUHAN
• Perawan Maria menghayati ketaatan iman yang paling sempurna. Oleh karena Ia
percaya bahwa bagi Allah “tidak ada yang mustahil”, maka ia menerima
pemberitahuan dan janji yang disampaikan oleh malaikat dengan penuh iman dan
memberikan persetujuannya: “Lihatlah, aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku
menurut perkataanmu” (lih. Luk 1:26-38).
● Dengan sepenuh hati yang tak terhambat oleh dosa mana pun ia memeluk kehendak
Allah yang menyelamatkan. Dan membaktikan diri seutuhnya sebagai hamba Tuhan
kepada pribadi serta karya Puteranya, untuk di bawah Dia dan beserta Dia, serta
mengabdikan diri kepada misteri penebusan berkat rahmat Allah yang Mahakuasa.
Maria tidak secara pasif belaka digunakan oleh Allah, melainkan bekerja sama
dengan penyelamatan umat manusia dengan iman serta kepatuhannya yang bebas.
● Selama seluruh kehidupannya juga dalam percobaannya yang terakhir, ketika Yesus,
Puteranya wafat di kayu salib, imannya tidak goyah. Maria tidak melepaskan
imannya bahwa Sabda Allah: “akan terpenuhi”. Karena itu Gereja menghormati
Maria sebagai tokoh iman yang paling murni.
● Ketaatan iman yang sempurna yang ditunjukkan oleh Sang Perawan Maria harus
menjadi pedoman bagi kita dalam beriman. Dalam hidup sehari-hari kita harus
memandang setiap peristiwa hidup sebagai bagian dari rencana dan karya Allah yang
senantiasa berkendak menyelamatkan semua orang, disertai dengan sikap penyerahan
diri secara total kepada kehendak Allah. Dari hari ke hari hidup kita harus semakin
berpadanan dengan kehendak Allah sendiri.
● Devosi Maria adalah seluruh kebaktian kepada Santa Perawan Maria dengan bentuk
puji-pujian, hormat dan cinta dengan meneladani cara hidupnya sambil memohon
bantuan pengantaraan doanya. Contoh bentuk devosi kepada Bunda Maria: Doa
Rosario, Doa Malaikat Tuhan, Doa Novena 3 Salam Maria, Doa Koronka, Doa Legio
Maria, Litani Santa Maria, Ziarah Ke Goa Maria, Berdoa Kepada Patung Dan
Gambar Bunda Maria
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 71
IX
E. PENEGUHAN
Selain kita mengenal sosok Maria melalui Kitab Suci, Gereja Katolik juga memberikan
penghormatan khusus kepada Maria dengan menetapkan empat dogma yang
menyatakan hubungan pribadi Maria dengan Allah dan perannya dalam keselamatan
manusia. Melalui dogma ini kita sebagai orang beriman percaya bahwa Maria sebagai
Bunda Allah yang tetap perawan yang suci tanpa dosa yang setelah menyelesaikan jalan
hidupnya di bumi, ia dingkat tubuh dan jiwanya ke keagungan surga.
Nama Definisi Magisterium Isi Dogma
Pertama
'Keperawanan Maria
Keperawanan Selamanya Simbol pembaptisan Selamanya' berarti Maria
adalah seorang perawan
(Keperawanan Abadi) semenjak abad ketiga sebelum, selama dan
sesudah melahirkan.
Bunda Allah (Theotokos) Konsili Efesus (431)
Maria adalah benar-benar
Pembuahan Suci Ineffabilis Deus (Paus Bunda Allah karena
kesatuannya dengan
(Dikandung Tanpa Noda) Pius IX, 1854) Kristus, Putra Allah.
Pengangkatan Tubuh ke Munificentissimus Maria, pada saat dirinya
Surga (Diangkat ke Deus (Paus Pius XII, diciptakan, dijaga
Surga) 1950) kesuciannya dari dosa
asal.
Maria, setelah
menyelesaikan jalan
hidupnya di bumi,
diangkat tubuh dan
jiwanya ke keagungan
surga.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 64
IX
F. REFLEKSI
Anak-anakku yang terkasih,
Bunda Maria adalah seorang pribadi yang sempurna, terutama dalam menanggapi
panggilan Allah. “Lihatlah, aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu”
Kata-kata Bunda Maria ini, menunjukkan ketaatan iman yang sempurna. Bagaimana
dengan sikap kita, ketika menanggapi panggilan dan kehendak Allah?
Apakah selama ini, dalam menanggapai panggilan Allah aku sudah setia kepada-Nya?
Atau sebaliknya, aku masih tawar–menawar ketika kita mendapat panggilan Tuhan?
Sanggupkah kita penuh ketaatan iman, melaksanakan kehendak Allah?
Sudahkah hidup kita menjadi tanda keselamatan bagi sesama?
Dengan selalu berbuat baik? Berbelas kasih pada yang kekurangan?
Mau memberi penghiburan pada yang kesusahan?
Membantu teman yang kesulitan dalam belajar?
Kita hening sejenak. Refleksikan semua itu dalam hati ….(hening beberapa saat)…
Sekarang bukalah secara perlahan-lahan mata kalian!
Tuliskan hasil refleksimu ke dalam buku catatanmu!
G. EVALUASI
Pengetahuan:
1. Jelaskan kedudukan Maria dalam sejarah karya keselamatan Allah bagi manusia!
2. Jelaskan peran Maria dalam hidup dan karya Yesus!
3. Teladan apa saja yang dapat kamu ambil dari sikap Maria dalam menanggapi
panggilan Allah?
4. Jelaskan bentuk-bentuk devosi kepada Bunda Maria!
Ketrampilan:
Berdoalah Rosario bersama keluarga sebagai ungkapan syukur atas peran Maria dalam
karya keselamatan Allah.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 72
IX
G. DOA PENUTUP
SALAM MARIA
Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu.
Terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah Buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini sekarang dan
waktu kami mati. Amin.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 73
IX
BAB Sekolah Menengah Pertama
2 ORANG BERIMAN
HIDUP DI TENGAH MASYARAKAT
A. HAK DAN KEWAJIBAN SEBAGAI ANGGOTA
GEREJA
Kompetensi Dasar Indikator
3.3 Memahami ajaran 3.3.1 Menjelaskan ari hak dan kewajiban sebagai
Gereja dan Kitab Suci anggota Gereja
tentang hak dan 3.3.2 Menjelaskan konsekuensi baptis sebagai
kewajiban umat beriman anggota Gereja
Kristiani 3.3.3 Menjelaskan ari hak dan kewajiban sebagai
anggota Gereja, menurut hokum Gereja
4.3 Melakukan aktivitas 3.3.4 Menyebutkan beberapa kegiatan sebagai
(misalnya membuat anggota Gereja
jurnal/menuliskan
refleksi/merencanakan 4.3.1 Membuat rencana kegiatan untuk terlibat
kegiatan) yang berkaitan sebagai anggota Gereja
dengan kegiatan dalam
hidup menggereja
Tujuan Pembelajaran
1. Memahami arti hak dan kewajian
2. Memahami hak dan keajiban sebagai anggota Gereja
3. Memahami hak dan kewajiban sebagai konsekuensi baptis
4. Menjelaskan hak dan kewajian anggota Gereja menurut hokum gereja
5. Menginplementasikan hak dan kewajiban anggota Gereja dalam kehidupan menggereja
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 74
HAK DAN KEWAJIBAN SEBAGAI ANGGOTA GEREJA
A. Pengantar
Dalam bab sebelumnya kita sudah melihat bahwa arti keselamatan hanya
tertuju pada Allah. Yesus Kristus adalah puncak pemenuhan janji Allah, Ia hadir kedunia
untuk melepaskan umat manusia dari segala penderitaan. Kita sebagai umat manusia
menanggapinya dengan beragama dan beriman. Yesus Kristus diimani sebagai
penyelamat dan menjadikannya sebagai sumber keselamatan. Sabda Yesus, “Akulah
jalan, kebenaran dan hidup”.
Inilah yang menjadi kekhasan iman Kristiani dibandingkan iman dengan agama lain.
Walaupun Yesus telah wafat namun Ia tetap hadir didalam diri umat Kristiani melalui
Raoh Kudus.
Kehadiran Roh Kudus semakin meneguhkan iman para murid untuk
semakin terlibat dalam mewartakan karya keselamatan Allah. Kumpulan orang-orang
yang percaya itu membentuk suatu komunitas yang disebut Gereja. Salah satu aspek
hidup berkomunitas dalm persekutuan Gereja adalah adanya hak dan kewajiban.
Beriman Kristiani perlu mewujudkan hak dan kewajibannya dalam kehidupan
bermasyarakat. Hak dan kewajiban kita sebagai orang beriman adalah melaksanakan apa
yang menjadi kehendak-Nya, agar dengan demikian kita dapat (berhak) menikati
keselamatan seperti yang telah dijanjikan.
B. Doa Pembuka 75
Allah Bapa yang Maha pengasih dan penyayang, kami
bersuyur telah Engkau persatukan dalam terang iman-
Mu sehingga kami dapat tumbuh dan berkembang
sebagai anggota Gereja. Bapa, kami ingin menenal
Dikau dan memahami apa yang menjadi kehendak-Mu.
Semoga dalam pelajaran ini kami semakin memahami
hak dan kewajiban kami sebagai anggota Gereja dan
tidak semata-mata hanya menuntut apa yang menjadi
hak kami. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.
Amin
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas
HAK DAN KEWAJIBAN SEBAGAI ANGGOTA GEREJA
C. Mengamati Gambar
Gambar 1
Gambar 2
Gambar 3
D. Mendalami Gambar
Cermatilah gambar tersebut! Gambar manakah
yang merupakan hak dan kewajiban sebagai
anggota Gereja, dan berikan penjelasan kamu! Gambar 4
Tulislah dalam bentuk kolom dibawah ini. Penjelasan
Hak Penjelasan Kewajiban
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 76
HAK DAN KEWAJIBAN SEBAGAI ANGGOTA GEREJA
Beberapa contoh kegiatan diatas merupakan contoh hak dan kewajiban anggota Gereja.
Setiap anggota Gereja memiliki hak dan kewajiban agar hidup dan berkembang dalam
naungan Gereja. Sebelumnya kita harus pahami terlebih dahulu apa itu hak dan
kewajiban secara umum.
Pengertian Hak dan Kewajiban
Kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) Hak adalah kepunyaan, kewenangan,
kekuasaan yang benar atas sesuatu atau untuk menuntut sesuatu.
Sementara menurut Prof. Dr. Notonegoro adalah : Hak adalah kuasa untuk menerima
atau melakukan suatu yang semestinya diterima atau dilakukan melulu oleh pihak
tertentu dan tidak dapat dilakukan oleh pihat lain manapun juga yang pada prinsipnya
dapat dituntut secara paksa olehnya.
Dapat disimpulkan bahwa Hak adalah : kuasa untuk menerima atau melakukan
sesuatu yang mestinya kita terima atau bisa dikatakan sebagai hal yang selalu kita
lakukan dan orang lain tidak boleh merampasnya entah secara paksa atau tidak.
Kompasiana.com 77
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas
HAK DAN KEWAJIBAN SEBAGAI ANGGOTA GEREJA
Kewajiaban menurut kamus bersar bahasa Indonesia (KBBI) merupakan sesuatu yang
diwajibkan atau sesuatu yang harus dilaksanakan. Sementara menurut Prof. Dr.
Notonegoro Kewajiban adalah beban untuk memberikan sesuatu yang semestinya
dibiarkan atau diberikan melulu oleh pihak tertentu tidak dapat oleh pihak lain manapun
yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa oleh yang berkepentingan. Dapat
disimpulkan bahwa suatu hal yang wajib kita lakukan demi mendapatkan hak atau
wewenang kita
Kita telah melihat pengertian hak dan kewajiban secara umum. Sebagai anggota
Gereja, kita harus melaksanakan hak dan kewajiban secara sadar demi kesempurnaan
kita sendiri dan kita sendirilah yang akan menikmati. Maka marilah kita melihat apa
yang menjadi hak dan kewajiban kita sebagai anggota Gereja sehingga kita dapat
melaksanakannya dengan sepenuh hati dan bertanggung jawab.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 78
HAK DAN KEWAJIBAN SEBAGAI ANGGOTA GEREJA
1. Hak dan Konsekuensi sebagai Konsekuensi Babtis
Kitab Hukum Kanonik (KHK) Kanon 204 mengatakan bahwa dengan
permandian/ baptis, maka sudah menjadi anggota-anggota tubuh Kristus, dijadikan
umat Allah dan dengan caranya sendiri mengambil bagian dalam tugas Kristus sebagai
imam, nabi dan raja dan dipanggil untuk menjalankan pengutusan yang dipercayakan
Allah kepada Gereja untuk dilaksanakan di dunia.
Sebagai anggota Gereja kita memiliki hak dan
kewajiban yang sama dengan semua anggota
lainnya. Kita harus menghidupi hak dan
kewajiban secara aktif dan penuh tanggung
jawab terhadap hidup dan karya Gereja.
2. Kewajiaban Angota Gereja Menurut Lima Perintah Gereja
Kewajiban sebagai anggota Gereja Katolik secara jelas terdapat dalam lima
perintah Gereja.
1 • Rayakan hari raya yang disamakan dengan hari Minggu
• Ikutilah perayaan Ekaristi pada hari Minggu dan pada hari raya yang
2 diwajibkan; dan janganlah melakukan pekerjaan yang dilarang pada hari itu
3 • Berpuasa dan berpantanglah pada hari yang ditentukan
4 • Mengaku dosalah sekurang-kurangnya sekali setahun
5 • Sambutlah tubuh Tuhan pada masa Paskah
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 79
HAK DAN KEWAJIBAN SEBAGAI ANGGOTA GEREJA
Lima perintah Gereja dimaksudkan untuk memberi jaminan kepada umat beriman
syarat minimum yang harus dilakukan dalam hidup doa, hidup sacramental, komitmen
moral dan perkembangan cinta kepada Allah dan sesama
Kewajiban Anggota Gereja Menurut Hukum Gereja
Kewajiban sebagai anggota Gereja juga kita temukan dalam Kitab Hukum Kanonik
(KHK)
❖ Selalu membina persatuan dengan Gereja, juga dengan cara hidup masing-masing
(Kan.209:1). Setiap umat beriman kristiani diminta untuk selalu terlibat dalam
kegiatan Gereja.
❖ Semua orang beriman Kristiani, sesuai dengan kondisi khas masing-masing, harus
menjalani hidup yang suci dan menyumbangkantenaganya untuk memajukan
perkembangan Gereja serta kekudusannya yang tak berkesudahan. Maju
mundurnya Gereja tergantung pada partisipasi aktif dari seluruh umat. Umat
berkewajiban untuk memajukan Gereja dengan turut aktif mnyumbangkan tenga
dan kemampuannya untuk Gereja.
❖ Semua orang beriman Kristiani mempunyai kewajiban dan hak berjuang agar
warta Ilahi keselamatan makin menjangkau seumua orang dari segala zaman dan
diseluruh dunia. (Kan 211) hal berjuang ikut mewartakan karya keselamatan
Allah merupakan kewajiban sekaligus hak bagi seluruh umat beriman Kristiani
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 80
HAK DAN KEWAJIBAN SEBAGAI ANGGOTA GEREJA
❖ Kaum beriman Kristiani terikat kewajiban untuk membantu kebutuhan Gereja, agar
tersedia baginya apa yang perlu untuk ibadat Ilahi, karya kerasulan serta amal dan
nafkah yang wajar bagi pelayan rohani. Mereka juga terikat kewajiban untuk
memajukan keadilan sosial dan juga mengingat perintah Tuhan, membantu orang-
orang miskin dengan penghasilannya sendiri (Kan 222:1 dan 2)
❖ Kaum awam yang seperti semua orang beriman Kristiani berdasarkan permandian
dan penguatan, terkait kewajiabn umum dan mempunyai hak , baik sendiri sendiri
maupun tergabung dalam perserikatan, agar warta Ilahi keselamatan dikenal dan
diterima oleh semua orang di seluruh dunia; kewajiban itu makin mendesak dalam
keadaan-keadaan dimana Injil tak dapat didengarkan dan Kristus tak dapat dikenal
orang selain lewat mereka. (Kan 225:1)
Menjadi sangat jela sebagai anggota gereja hak dan kewajiban kita harus menghidupinya
dalam hidup doa, hidup moral, hidup sacramental dan terlibat secara aktif dalam karya
pelayanan Gereja.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 81
4. Hak sebagai Anggota Gereja Menurut Hukum Gereja
Hak umat Kristiani diatur dalam kanon 212 sampai dengan Kanon 219 ditambah
dengan Kanon 227, secara ringkas sebagai berikut:
❖ Dalam bidang liturgi : hak mendapatkan pelayanan rohani, mendapatkan
pelayanan sakramen, dan mengadakan sesuai ritus yang ditetapkan.
❖ Dalam bidang pewartaan : Hak mewartakan Injil dan mendapatkan pendidikan
Katolik
❖ Dalam kebebasan : untuk berserikat dan hak untuk memiliki status kehidupan
E. Mendalami Kitab Suci
Kebiasaan masyarakat lebih senang menuntut hak daripada kewajiban, padahal
hak dan kewajiban harus dilaksanakan secara seimbang. Marilah kita melihat
bagaimana pandangan Kitab Suci mengenai hak dan kewajiaban.
Bukan Memerintah Melainkan Melayani
(Markus 10:35-40)
Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata
kepada-Nya: "Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu
permintaan kami!" Jawab-Nya kepada mereka: "Apa yang kamu kehendaki Aku
perbuat bagimu?" Lalu kata mereka: "Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-
Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-
Mu." Tetapi kata Yesus kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa yang kamu
minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan
baptisan yang harus Kuterima? " Jawab mereka: "Kami dapat." Yesus berkata kepada
mereka: "Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan
dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima. Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku
atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada
orang-orang bagi siapa itu telah disediakan."
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 82
Yakobus dan Yohanes merasa telah berkorban mengikuti Yesus dengan
meninggalkan segala miliknya, maka mereka pantas menuntut haknya kepada
Yesus sebagai balas budi atas pengorbanan mereka selama ini. Namun jawab
Yesus menegaskan bahwa hak pasti akan diberikan oleh Allah bagi siapa pun yang
telah melaksanakan kewajiban. Dengan memahami berbagai macam hak yang kita
miliki sebagai anggota Gereja hendaknya kita semakin sadar untuk tidak menuntut
hak secara berlebihan seperti yang diperbuat Yakobus dan Yohanes. Namun perlu
disadari bahwa hak kita sebagai anggota Gereja akan terpenuhi apabila kita
melakukan kewajiban secara bertanggungjawab. “Carilah dahulu kerajaan Allah
dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan padamu”(Matius 6:33)
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 83
F. Pendalaman Materi
❖ Melalui baptis kita diangkat menjadi anak-anak Allah dan menjadi anggota
Gereja. Sebagai anggota Gereja kita dituntut terlibat secara aktif ambil bagian
dalam tugas dan karya Gereja dengan menjadi saksi tentang karya Tuhan Yesus
Kristus.
❖ Perlu disadari bahwa hak kita sebagai anggota Gereja akan terpenuhi apabila kita
melakukan kewajiban secara bertanggungjawab.
❖ Menjadi murid Yesus menuntut perubahan hati secara mendasar (metanoia),
pertobatan religius yang sering dilambangkan dengan meninggalkan segala milik,
bukan untuk menuntut dipenuhi haknya.
❖ Menjadi murid Yesus juga berarti ikut serta dalam tugas pelayanannya bersedia
mencintai orang lain dengan cinta penuh pengorbanan tanpa syarat dan tanpa
batas.
umma.id 84
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas
G. Refleksi
Melalui baptisan kita sudah termasuk kedalam anggota Gereja. Sebagai
anggota Gereja kita memiliki hak dan kewajiban untuk turut membantu Gerja
pula dalam perkembangannya. Sebagai angota Gereja sudahkah kita melakukan
apa yang menjadi kewajiban sebagai anggota Gereja, atau kita hanya lebih banyak
menuntut hak daripada kewajiban? Lalu bagaimana sikap kita dalam
melaksanakan kewajiban? Mari kita semua merenungkannya didalam hati kita.
H. Penugasan
1. Lakukanlah satu kegiatan yang berkaitan dengan kewajiban kamu sebagai
anggota Gereja yang bisa kamu lakukan di rumah ataupun di gereja.
2. Dokumentasikanlah kegiatan kamu tersebut dalam sebuah video
3. Jelaskan dalam video tersebut apa yang menjadi hak dan kewajiban kamu dalam
melakukan kegiatan tersebut.
4. Buatlah satu pesan yang menarik untuk mengajak semua orang yang menonton
video kamu agar terlibat aktif dalam kehidupan menggereja dan memahami hak
dan kewajiban sebagai anggota Gereja secara aktif dan bertanggungjawab.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 85
B. HAK DAN KEWAJIBAN ORANG BERIMAN
DALAM
MASYARAKAT
Kompetensi Dasar Indikator
3.4 Memahami latar 3.4.1 Menjelaskan berbagai hal hak masyarakat
belakang dan tujuan 3.4.2 Menjelaskan berbagai hak orang beriman dalam
serta pelbagai masyarakat
bentukpelayanan Gereja 3.4.3 Menjelaskan makna pesan Yeus tentang
ditengah masyarakat kewajiban orang beriman berdasarkan Injil (Matius
22:15-22)
4.4 Melakukan aktivitas 3.4.4 Menjelaskan isi pesan Gaudium et Spes art.1
(misalnya menceritakan sehubungan dengan kewajiaban orang beriman dalam
kembali/melakukan masyarakat
wawancara/menulis
refleksi/membuat kliping 4.4.1 Membuat hasil wawancara tokoh Katolik di
yang berkaitan dengan lingkungannya yang aktif terlibat dalam kegiatan
tokoh Katolik yang kemasyarakatan.
terlibat aktif dalam
kegiatan
kemasyarakatan.
Tujuan Pembelajaran
1. Memahami hak dan kewajiban sebagai warga masyarakat
2. Menjelaskan makna pesan Kitab Suci (Matius 22:15-22) kewajiban orang beriman
berdasarkan Injil
3. Menginplementasikan dalam kehidupan sehari-hari tentang kewajiban orang beriman hidup
ditengah masyarakat.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 86
HAK DAN KEWAJIBAN ORANG BERIMAN DALAM MASYARAKAT
A. Pengantar
Kabarcibaliung.com
Setiap orang Kristiani merupakan anggota Gereja sekaligus anggota
masyarakat. Suatu keadaan yang tidak terpisahkan, hidup sebagai anggota Gereja juga
hidup sebagai anggota masyarakat. Bagaimana kita bisa menjadi anggota Gereja yang
utuh dan menjadi warga masyarakat yang utuh?. Sebagai warga Gereja kita harus terlibat
dalam karya-karya Gereja dan sebagai warga masyarakat kita juga harus terlibat dalam
kegiatan masyarakat. Masyarakat merupakan kelompok manusia atau individu yang
secara bersama-sama tinggal di suatu tempat dan saling berhubungan. Biasanya,
hubungan atau interaksi ini dilakukan secara teratur atau terstruktur. Dengan adanya
kelompok sosial ini, setiap individu dapat salin berinteraksi dan membantu satu sama
lain. Menurut Ensiklik Gaudium et Spes art 22 disebut bahwa “pertumbuhan pribadi
manusia dan perkembangan masyarakat sendiri saling tergantung. Maka, setiap pribadi
dalam masyarakat harus tampil sebagai warga yang baik, sebagai pribadi yang sanggup
menghargai hak dan kewajiban pribadi yang lain di dalam masyarakat yang beradap.
Dengan demikian akan tercipta keseimbangan antara hak dan kewajiaban.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 87
B. Doa Pembuka
Allah Bapa
Hadirlah dalam diri kami melalui curahan Roh
Kudus-Mu agar kami dapat memahami materi
pelajaran hari ini, agar kami dapat mengenal apa
yang menjadi hak dan kewajiban kami sebagai
anggota Gereja hidup di tengah masyarakat.
Sebab Enggkaulah Allah yang berkuasa kini dan
sepanjang masa. Amin
C. Mengamati Video Yuk scan barcode ini!
Setelah menonton tayangan, silahkan untuk menjawab
pertanyaan-pertanyaan dibawah ini!
https://www.youtobe.com/watch?v=tiqDjR4bWCc
1. Jelaskan bagaimana tanggapan kamu tentang pandangan
masyarakat dalam video tersebut terkait hak dan kewajiban
sebagai warga negara.
2. Carilah dari media internet apa saja yang merupakan hak
dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia
3. Sebutkan tiga contoh hak dan kewajiban yang kamu miliki
sebagai pelajar ditengah masyarakat
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 88
Hak yang dimiliki warga negara
Hak-hak sebagai warga masyarakat antara lain: hak untuk hidup, hak untuk mendapat
perlindungan, hak untuk mendapat rasa aman, hak untuk mendapat nafkah, hak
mendapat kesempatan untuk berkembang, hak mendapatkan pendidikan, juga hak
untuk mengeluarkan pendapat
Kewajiban sebagai warga negara
Menjaga ketertiban umum, memelihara keamanan, mengupayakan kesejahteraaan,
memelihara kebersamaan dan kerukunan demi keharmonisan hidup bersama.
Hidup masyarakat merupakan sarana dan kesempatan yang baik untuk
menyeimbangkan antara hak dan kewajiban, bukan hanya untuk menuntut hak
semata dan mengabaikan kewajiban. Kewajiban terarah pada kepentingan yang
bersifat lebih luas daripada kepentingan pribadi
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 89
D. Mendalami Kitab Suci
Tentang Membayar Pajak Kepada Kaisar
(Matius 22:15-22)
Yuk scan barcode ini!
https://www.youtube.com/watch?v=RbpRmvYU6hI
Gaudium et Spes Art.1
KEGEMBIRAAN DAN HARAPAN, duka dan kecemasan orang-orang zaman
sekarang, terutama kaum miskin dan siapa saja yang menderita, merupakan
kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan para murid Kristus juga. Tiada
sesuatu pun yang sungguh manusiawi, yang tak bergema di hati mereka. Sebab
persekutuan mereka terdiri dari orang-orang, yang dipersatukan dalam Kristus,
dibimbing oleh Roh Kudus dalam peziarahan mereka menuju Kerajaan Bapa,
dan telah menerima warta keselamatan untuk disampaikan kepada semua orang.
Maka persekutuan mereka itu mengalami dirinya sungguh erat berhubungan
dengan umat manusia serta sejarahnya.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas IX 90
Di sini, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus, karena mereka tahu akan klaim
dari Yesus sebagai Mesias. Dan dalam pemikiran mereka, seorang Mesias adalah orang
yang membebaskan bangsa Israel dari penjajahan Romawi dan memulihkan Kerajaan
Israel di dunia. Jadi, mereka berharap bahwa Yesus akan menjawab “tidak perlu
membayar pajak kepada kaisar“, sehingga mereka kemudian dapat menangkap Yesus
dan menyerahkan-Nya kepada pemerintahan Romawi – karena menghasut rakyat untuk
tidak membayar pajak. Sangat jelas disini Yesus hendak menjelaskan pandangan-Nya
sebagai warga negara dimana setiap warga negara harus taat kepada negara , dan
ketaatan kepada negara itu didasarkan pada ketaatan kepada Allah sebagai wujud iman.
“berilah kepada kaisar, apa yang menjadi hak kaisar dan berikan kepada Allah, apa
yang menjadi hak Allah.”
Gaudium et Spes Art.1 menegaskan tentang bagaimana anggota Gereja menunjukan
sikap peduli dalam kebersamaan sebagai warga negara yang hidupnya pluralis
memiliki sikap solider terhadap penderitaan manusia tanpa pandang suku, ras maupun
agama.
Boombastis.com 91
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas
E. Refleksi
Kita merupakan anggota Gereja sekaligus warga masyarakat. Hal ini tidak dapat
terpisahkan. Kemajuan Gereja tergantung dari anggota Gereja dan bagaimana
keterlibatan anggota Gereja dalam masyarakat. Sebagai anggota Gereja kita perlu
menyadari apa yang menjadi kewajiban kita dalam masyarakat. Kewajiban yang
diberikan harulah dilakukan dengan penuh tanggung jawab agar tercipta
masyarakat yang damai dan sejahtera. Sebagai anggota Gereja dan warga
masyarakat apakah kita sering lebih aktif menuntut hak? Apakah dengan begitu
kita masih dapat disebut sebagai murid Kristus? Sebagai anggota Gereja
sekaligus warga masyarakat, kita perlu menyadari bahwa diri kita 100% Katolik
dan 100% Indonesia. Mencintai Gereja juga harus mencintai negara dan
masyarakatnya.
Renunganlenterajiwa.com
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 92
F. Penugasan
Wawancarailah salah satu tokoh masyarakat Katolik yang terlibat aktif dalam
pembangunan masyarakat atau sudah memberikan pengabdian atau karyanya bagi
bangsa dan Negara!. Buat dalam sebuah video singkat dan dalam video tersebut
terdapat singkat untuk mengajak orang banyak agar lebih peduli terhadap
kewajiban daripada menuntut hak!
G. Doa Penutup
Allah bapa yang maha pengasih hari ini kami telah
belajar bagaimana kami dapat saling mengasihi kepada
sesama melalui hak dan kewajiban yang kami miliki baik
dalam Gereja dan masyarakat. Mampukan kami untuk
lebih bertanggungjawab menjalankan kewajiban kami
sebagai anggota Gereja dan warga masyarakat dan tidak
semata-mata hanya menuntut hak. Semoga dalam
kehidupan sehari-hari kami dapat menerapkannya. Demi
Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 93
BAB
3
ORANG BERIMAN MENGHARGAI
MARTABAT MANUSIA
A. KELUHURAN MARTABAT MANUSIA
Kompetensi Dasar Indikator
3.5. Memahami sikap dan 3.5.1 Menyebutkan beberapa gagasan dalam
pandangan Gereja tentang masyarakat yang keliru tentang keluhuran
keluhuran martabat hidup martabat manusia
manusia 3.5.2 Menyebutkan contoh-contoh sikap
merendahkan terhadap martabat luhur manusia
3.5.3 Menyebutkan sikap-sikap Yesus yang
senantiasa berjuang menjunjung tinggi martabat
luhur manusia
3.5.4 Menjelaskan bahwa setiap manusia yang
meluhurkan martabat diri dan sesama berarti
meluhurkan Allah
4.5. Melakukan aktivitas 4.5.1 Menulis refleksi untuk menghargai
(misalnya menyusun kehidupan yang sudah diberikan oleh Tuhan
doa/menuliskan
refleksi/membuat
slogan/membuat aksi) yang
berkaitan dengan martabat
luhur hidup manusia
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini peserta didik diharapkan mampu menjelaskan
1. Gagasan masyarakat yang keliru tentang keluhuran martabat manusia
2. Contoh-contoh sikap merendahkan terhadap martabat luhur manusia
3. Makna manusia sebagai citra Allah
4. Menjelaskan bahwa setiap manusia yang meluhurkan martabat diri dan
sesamanya berarti meluhurkan Allah
5. Isi pesan Gaudium et Spes Art. 12 tentang keluhuran martabat manusia
6. Sikap-sikap Yesus yang senantiasa berjuang menjunjung tinggi martabat
luhur manusia melalui Galatia 5 : 16 – 26
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas IX 94