KEMAJEMUKAN AGAMA DAN KEPERCAYAAN
3. lanjutan ..
Guru meminta pada siswa untuk menemukan makna dari video pembelajaran yang
terkait dengan kemajemukan agama dan kepercayaan dan dokumen gereja tentang
Nostra Aetate artikel 1 dan 2.
4. Mengasosiasi :
Siswa menuliskan makna /pesan bagi dirinya.
5. Mengkomunikasikan :
Siswa diminta mengungkapkan secara lisan makna/pesan dari Nostra Aetate 1 dan 2
dan Video Pembelajaran tersebut
Guru memberikan penegasan atas apa yang telah dikomunikasikan selama proses
pembelajaran sehingga siswa menemukan makna bagi hidupnya.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 147
KEMAJEMUKAN AGAMA DAN KEPERCAYAAN
Penegasan :
1. Allah menghendaki kepada manusia sebagai
citraNya agar hidup saling menghargai,
saling mengasihi dalam kebersamaannya
untuk menyalurkan kasih Allah .
1. Agama dan kepercayaan bukanlah Allah.
Agama dan keprcayaan adalah jalan menuju
Allah yang satu dan sama bagi semua
manusia.
1. Gereja Katolik mendukung terwujudnya
persaudaraan sejati termasuk kepada yang
berbeda agama dan kepercayaan melalui
dialog karya
1. Sebagai remaja juga dipanggil dan dilibatkan
Allah untuk membangun persaudaraan sejati
dikalangan remaja melalui cara : berteman
dengan semua orang, tidak membedakan
agama dan kepercayaan, saling membantu
dalam hidup sehari-hari, mengahrgai ajaran
agama dan kepercayaan, saling mengucapkan
hari besar agama , dll
1. Cara menyikapi intoleren :
a. Harus rajin belajar dan mendalami ajaran
agama sehingga tidak jatuh pada
pemahaman yang dangkal, fanatik dan mau
menang sendiri. Sikap yang mau menang
sendiri seringkali menimbulkan konflik
dengan sesama yang berbeda agama.
b. Mengamalkan ajaran agama dengan
perbuatan baik yang nyata di masyarakat
ketimbang berdebat soal ajaran agama.
Contoh : ikut kerja bakti, mengadakan bakti
sosial, membantu korban bencana alam
(banjir, longsor)
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 148
KEMAJEMUKAN AGAMA DAN KEPERCAYAAN
Penegasan :
6. Cara mewujudkan toleransi :
a. Adanya sikap saling menghargai
perbedaan agama dan
keyakinan
b. Tidak saling menjelek-jelekan satu sama
lain
c. Saling memberi menyapa, dan
melakukan kegiatan sosial
bersama-sama yang bermanfaat bagi sesame
7. Alasan sering terjadi konflik antarumat beragama
1. Sikap fanatisme yang berlebihan
terhadap agamanya sehingga
menganggap agamanya yang paling benar ,
agama lain dianggap salah
2. Agama orang lain dianggap sebagai
ancaman bagi kelangsungan hidup
agamanya
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 149
KEMAJEMUKAN AGAMA DAN KEPERCAYAAN
Penilain :
1. Jelaskan penyebab timbulnya konflik antarumat beragama !
2 Jelaskan pentingnya toleransi antarumat beragama !
3 Jelaskan usaha untuk menjaga kerukunan antarumat beragama !
4 Jelaskan ajaran Gereja tentang kebersamaan antarumat beragama !
.
Penugasan :
1. Buatlah karya kartu ucapan kepada
teman yang merayakan hari besar sesuai
agamanya
2. Buatlah refleksi tertulis terkait dengan
pemberian ucapan kepada teman yang
merayakan hari besar agamanya
.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 150
KEMAJEMUKAN AGAMA DAN KEPERCAYAAN
Refleksi
Para siswa diminta untuk duduk dengan rileks diirngi dengan musik instrumentalia.
Guru menegaskan melalui refleksi yang disampaikan pada siswa sbb:
Anak-anak yang dikasihi Tuhan…bangsa Indonesia adalah bangsa yang penuh berkat.
Betapa tidak Allah begitu banyak memberikan berkat berupa suku, bahasa, agama , ras
serta sumber daya alam yang begitu melimpah. Kekayaan yang dimiliki oleh bangsa
Indonesia berupa suku, bahasa, agama, ras, serta kekayaan alam
Anak-anakku yang terkasih. Allah yang telah menciptakan manusia secitra atau
segambar dengan diriNya dipanggil untuk bekerja bersama Allah dalam membangun
dunia ini. Melalui keluarga yang baik maka akan melahirkan generasi yang baik dan
masyarakat yang baik pula dalam pembentukkan nilai-nilai persaudaraan sejati melalui
penghargaan terhadap agama dan kepercayaan lain dalam hidup bersama.
Semoga kalian semua mampu mempersiapkan diri dalam menanggapi panggilan hidup
kalian di masa depan yang diawali dari diri sendiri dan mulai sekarang.
Doa Penutup
Allah Bapa yang penuh kasih kami mengucap syukur atas penyertaanMu selama kami
belajar tentang materi kemajemukan agama dan kepercayaan, berbeda tetapi tetap
satu . Melalui materi ini kami sungguh menyadari bahwa Engkau sungguh baik hati
kepada kami sebagai masyarakat Indonesia. Kekayaan budaya, bahasa, sumber alam
termasuk agama ada di bangsa kami. Bantulah kami dengan terang Roh kudusMu agar
membimbing kami semua untuk mempersiapkan diri sebagai generasi muda Indonesia
yang mampu mewujudkan cita-cita Bangsa yaitu adil dan sejahtera. Semoga rahmat
dan berkatMu, Kau turunkan ke atas pemimpin bangsa Indonesia sehingga mampu
mewujudkan Indonesia yang adil, sejahtera dan tetap satu. Doa ini kami sampaikan
kepadaMu Tuhan kami Yesus Kristus yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang
segala masa, amin
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 151
B. SIKAP GEREJA KATOLIK TERHADAP AGAMA DAN
KEPERCAYAAN LAIN:
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.8 Memahami ajaran Gereja 3.8.5 Menjelaskan sikap yang baik antar umat beragama
tentang persaudaraan 3.8.6 Menjelaskan sikap Gereja katolik terhadap agama
sejati dengan penganut
agama dan kepercayaan non kristiani dan kepercayaan lain
lain 3.8.7 Menjelaskan sikap Gereja Katolik terhadap agama
kristiani yang lain
3.8.8 Menjelaskan usaha –usaha yang dapat dilakukan
yang mencerminkan sikap saling menghormati
4.8 Melakukan aktivitas (misal 4.8.3 Melakukan aktivitas (misalnya membuat karya yang
: mengucapkan selamat berkaitan dengan penghargaan terhadap agama dan
hari raya kepada teman kepercayaan lain (menggambar, menyanyikan,
yang berbeda agama , wawancara atau membacakan puisi, dll)
wawancara dengan teman
yang berbeda agama 4.8.4 Membuat refleksi tertulis terkait dengan gambaran
adanya penghargaan terhadap agama dan
kepercayaan lain
Tujuan Pembelajaran
• Melalui model pembelajaran saintifik, siswa mampu memahami persaudaraan sejati
dengan penganut agama dan kepercayaan lain sesuai dengan ajaran Gereja .
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 152
SIKAP GEREJA KATOLIK TERHADAP AGAMA DAN
KEPERCAYAAN LAIN
Pengantar
Pada materi ini kalian akan mendalami tentang sikap
Gereja katolik terhadap agama dan kepercayaan lain.
Dalam praktik hidup bersama dengan penganut agama
lain dan kepercayaan Gereja katolik bersikap terbuka
untuk mendialogkan segala sesuatu dengan mereka.
Sikap Gereja Katolik dalam berelasi dengan agama prti
Kristen diatur dalam Dokumen Konsili Vatikan II yaitu
Unitatis Redintegratio, artikel 1 (Gereja Katolik
mendukung upaya pemulihan kesatuan segenap umat
Kristen) . Gereja Katolik juga mempunyai sikap
terhadap Agama dan lain dan kepercayaan , hal ini
diajarkan dalam Nostra Aetate artikel 2, Gereja katolik
tidak menolak apa pun yang benar dan suci dalam
agama-agama lain serta mengajak seluruh umat katolik
untuk mengadakan kerjasama dan dan dialog dengan
agama lain dan kepercayaan guna mewujudkan
kehidupan yang harmonis , rukun dan damai.
Maka sebagai remaja dan Generasi muda bangsa
diharapkan mempunyai pola pikir yang positif, benar,
jelas sehingga tidak ragu untuk menjalin kerjasama dan
dialog dengan remaja yang beragama lain dan
kepercayaan sehingga terwujudlah kedamian,
kerukunan serta kesehjateraan bagi seluruh rakyat
Indonesia.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 153
SIKAP GEREJA KATOLIK TERHADAP AGAMA DAN
KEPERCAYAAN LAIN
Doa Pembuka
Allah Bapa yang Mahabaik, kami
mengucap syukur atas rahmat kehidupan
yang kami terima dari padaMu . Sekarang
kami mau belajar tentang materi sikap
Gereja terhadap agama lain dan
kepercayaan . Melalui Gereja katolik
menghayati iman dan panggilan kami
sebagai orang kristiani untuk menjadi
tanda kehadiranMu yang menyalamatkan
dalam berelasi dengan agama lain dan
kepercayaan. Melalui Gereja katolik kami
sebagai umatnya didorong untuk
mewujudkan persaudaraan sejati dengan
mereka yang berbeda agama dan
kepercayaan sehingga kerinduan Allah
untuk mewujudkan KerajaanNya di dunia
sungguh dapat terwujud melalui karya
dialog diantara kami semua sebagai umat
beragama dan kepercayaan . Doa ini kami
panjatkan kehadiratMu dengan
perantaraan Kristus Tuhan penyalamat
kami yang hidup dan meraja kini dan
sepanjang segala masa,amin.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 154
SIKAP GEREJA KATOLIK TERHADAP AGAMA DAN
KEPERCAYAAN LAIN
Ajaran Gereja Katolik
Dokumen Konsili Vatikan II, Unitatis
Redintegratio artikael 1 dan 3
..
.Sikap Gereja Katolik terhadap mendorong untuk berdialog kehidupan dan karya
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 155
SIKAP GEREJA KATOLIK TERHADAP AGAMA DAN
KEPERCAYAAN LAIN
Menyimak Video
1. Mengamati
Siswa aktif menemukan pesan dari video tentang sikap gereja
terhadap gereja-gereja Kristen
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 156
SIKAP GEREJA KATOLIK TERHADAP AGAMA DAN
KEPERCAYAAN LAIN
Ajaran Gereja Katolik
Ajaran Gereja Katolik tentang
hubungan antarumat beragama
Nostra Aetate artikel 1 dan 2
.
Sikap Gereja Katolik
Nostra Aetate artikel 1:
Gereja Katolik secara nyata mendukung terciptanya persaudaraan sejati dalam kehidupan
bersama termasuk dengan mereka yang berbeda agama dan kepercayaan baik melalui dialog
kehidiupan maupun dialog karya karena semua bangsa meruapakan satu masyarakat
mempunyai satu asal , sebab Allah menempatkan seluruh manusia di bumi dan semua manusia
mempunyai tujuan akhir yang satu Allah.
Nostra Aetate , artikel 2:
Gereja Katolik tidak menolak apapun yang benar dan suci dalam agama-agama lain.
Gereja Katolik juga mengajak seluruh umatnya agar dengan bijaksana dan penuh cinta
kasih untuk mengadakan dialog karya dan kerjasama dengan agama lain dan
kepercayaan agar terwujdlah suasana kehiduapan yang harmonis, rukun dan damai.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 157
SIKAP GEREJA KATOLIK TERHADAP AGAMA DAN
KEPERCAYAAN LAIN
Menyimak Video
1. Mengamati
Siswa aktif menemukan pesan dari video tentang sikap Gereja Katolik
terhadap agama lain dan kepercayaan
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 158
SIKAP GEREJA KATOLIK TERHADAP AGAMA DAN
KEPERCAYAAN LAIN
2. Menanya :
Guru menanyakan pada siswa rumusan pertanyaan sesuai dengan IPK
Materi Pertanyaan :.
1. Jelaskan sikap yang baik antar umat beragama !
2. Jelaskan sikap Gereja katolik terhadap agama non kristiani dan kepercayaan lain !
3. Jelaskan sikap Gereja Katolik terhadap agama kristiani yang lain !
4. Jelaskan usaha –usaha yang dapat dilakukan yang mencerminkan sikap saling
menghormati !
3. Mengeksplorasi :
Siswa menyampaikan pendapatnya terhadap video dan pertanyaan di atas yang berkaitan
sikap Gereja Katolik terhadap agama dan kepercayaan lain
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 159
SIKAP GEREJA KATOLIK TERHADAP AGAMA DAN
KEPERCAYAAN LAIN
3. Mengeksplorasi :
Guru meminta pada siswa untuk membaca dan merenungkan ayat emas terkait dengan
menggapai cita-cita
4. Mengasosiasi :
Siswa menuliskan makna /pesan bagi dirinya
5. Mengkomunikasikan :
Siswa diminta mengungkapkan secara lisan makna/pesan dari Unitatis Redintegratio
artikel 1 dan 3 dan Nostra Aetate artikel 1 dan 2
Guru memberikan penegasan atas apa yang telah dikomunikasikan selama proses
pembelajaran sehingga siswa menemukan makna bagi hidupnya
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 160
SIKAP GEREJA KATOLIK TERHADAP AGAMA DAN
KEPERCAYAAN LAIN
Penegasan :
1. Sikap Gereja Katolik
Nostra Aetate artikel 1:
Gereja Katolik secara nyata mendukung terciptanya persaudaraan sejati dalam kehidupan
bersama termasuk dengan mereka yang berbeda agama dan kepercayaan baik
melalui dialog kehidiupan maupun dialog karya karena semua bangsa meruapakan satu masyarakat
mempunyai satu asal , sebab Allah menempatkan seluruh manusia di bumi dan semua manusia
mempunyai tujuan akhir yang satu Allah.
Nostra Aetate , artikel 2:
Gereja Katolik tidak menolak apapun yang benar dan suci dalam agama-agama lain.
Gereja Katolik juga mengajak seluruh umatnya agar dengan bijaksana dan
penuh cinta kasih untuk mengadakan dialog karya dan kerjasama
dengan agama lain dan kepercayaan agar terwujdlah suasana kehiduapan yang
harmonis, rukun dan damai.
2. Gereja Katolik menjalin persaudaraan sejati dengan mengembangkan hubungan yang
baik dengan agama lain dan kepercayaan melalui forum-forum dialog karya , seperti
membangun rumah ibadat bersama, mengamankan ketika salah satu agama
merayakan hari besar keagamaan.
2. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mewujudkan hubungan baik dengan agama lain
dan kepercayaan :
a. tidak mempersoalkan atribut keagamaan yang dalam pergaulan bersama
b. menggunakan istilah agama pada tempatnya
c. tidak mengucilkan pengabut agama lain dalam pergaulan
d. memotivasi teman yang beda agama
e. bersedia dilibatkan dalam kepanitiaan hari besar keagamaan
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 161
SIKAP GEREJA KATOLIK TERHADAP AGAMA DAN
KEPERCAYAAN LAIN
1. Jelaskan sikap yang baik antar umat beragama !
2. Jelaskan sikap Gereja katolik terhadap agama non kristiani dan kepercayaan lain !
3. jelaskan sikap Gereja Katolik terhadap agama kristiani yang lain !
3. Jelaskan usaha –usaha yang dapat dilakukan yang mencerminkan sikap saling
menghormati !
Penugasan :
1. Buatlah karya yang berkaitan dengan penghargaan terhadap agama Kristen dan
kepercayaan lain (menggambar, menyanyikan, wawancara atau membacakan puisi,
dll)
2. Buatlah refleksi tertulis terkait dengan gambaran adanya penghargaan terhadap
agama dan kepercayaan lain
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 162
SIKAP GEREJA KATOLIK TERHADAP AGAMA DAN
KEPERCAYAAN LAIN
Refleksi
Anak-anak yang terkasih, setelah kalian menyimak dan menyadari sikap Gereja Katolik dalam
membangun persaudaraan sejati dengan umat kristiani di luar Katolik, Agama lain dan
kepercayaan semoga membantu kalian untuk memahami sikap Gereja Katolik untuk
mewujudkan persaudaraan sejati dalam hidup sehari-hari. Kekayaan agama yang dimiliki
Bangsa Indonesia harus dikelola yang baik sebagai potensi yang ada dan berkembang dalam
masyarakat Indonesia . Semoga dengan sikap saling terbuka, menghargai dan saling
menghormati keberagaman, keberbedaan justru membuat kita sebagai masyarakat Indonesia
memahami kehendak Allah sendiri kepada seluruh bangsa manusia di dunia. Sebagai remaja
kalian juga dituntut untuk membangun persaudaraan sejati diantara kalian yang berbeda agama
dan kepercayaan. Mari, tunjukkan perbuatan yang baik dari kalian sehingga kehadiran Allah
yang menyelamatkan dapat dirasakan, dialami semua orang.
Doa Penutup : Kesatuan umat Kristen ,
Allah Bapa yang maha pengasih , melalui Yesus puteraMu , Kau hadirkan keselamatan bagi
umat manusia. Melalui GerejaMu pula kami semua Kau undang masuk dalam persekutuan
kasih denganMu. Kami mohon berkatilah seluruh Gereja yang ada di dunia ini, persatukanlah
umat kristiani di dunia ini agar bersama-sama meujudkan dan menyalurkan kasihMu yang
begitu besar kepada manusia. Utuslah Roh kudusMu untuk membimbing kami semua agar
satu sama lain dengan penuh kerendahanhati lebih mengutamakan kasih dan persaudaraan
sejati dari pada perbedaan pandangan yang justru memisahkan kasihMu dalam berelasi
sebagai umat Kristen. Semoga kaum muda Kau satukan untuk menjadi pelopor gerakan
persatuan umat Kristen di mana saja kami berada sehingga karya keselamatanMu sungguh
nyata kami alami, rasakan dan bersama-sama kami wujudkan dalam hidup yang penuh
persaudaraan sebagai saudara seiman. Doa ini kami panjatkan dalam nama Tuhan kami Yesus
Kristus yang hidup dan meraja kini dan sepanjang segala masa, amin.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 163
C. KEBERSAMAAN ITU INDAH
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.8 Memahami ajaran Gereja 3.8.9 Menjelaskan mensharingkan pengalaman
tentang persaudaraan kebersamaan dengan teman yang berbeda agama
sejati dengan penganut
agama dan kepercayaan 3.8.10 Menjelaskan pandangan Gereja Katolik tentang
lain berdialog antarumat beragama
3.8.11 Menjelaskan kegiatan positif yang dapat dilakukan
untuk mewujudkan hidup dalam kebersamaan
3.8.12 Menemukan pesan dari Injil Matius 8: 5-13 terkait
dengan hidup dalam kebersamaan
4.8 Melakukan aktivitas (misal 4.8.5 Melakukan aktivitas (misalnya membuat karya yang
: mengucapkan selamat berkaitan dengan kebersamaan itu indah (poster,
hari raya kepada teman menggambar, menyanyikan, membacakan puisi, dll)
yang berbeda agama ,
Wawancara dengan teman 4.8.6 Membuat refleksi tertulis terkait dengan gambaran
yang berbeda agama kebersamaan itu indah
Tujuan Pembelajaran
• Melalui model pembelajaran saintifik, siswa mampu memahami persaudaraan sejati
dengan penganut agama dan kepercayaan lain sesuai dengan ajaran Gereja .
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 164
KEBERSAMAAN ITU INDAH
Pengantar
Kebersamaan itu indah judul dari pelajaran ini
bukanlah kiasan atau slogan hiasan kata . Namun
judul ini justru mengajak kita semua untuk
menyadari pentingnya membangun persaudaraan
sejati dalam hidup bersama dengan umat beragama
lain dan kepercayaan. Seperti yang diajarkan Yesus
bahwa orang katolik dipanggil untuk menjadi
sakramen dalam hidup bersama. Sakramen adalah
tanda kehadiran Allah yang menyelamatkan .
melalui hidup beragama kita hendaknya
mencerminkan perilaku yang baik, saling
menghargai, saling melengkapi sehingga sebagai
sesama manusia menjadi saudara dengan
menjunjung tinggi persaudaraan sejati dalam hidup
bersama.
Maka dalam sub bab ini tentang kebersamaan itu
indah memotivasi diri sebagai remaja agar terus
memperjuangkan hidup dalam kebersamaan agar
semakin banyak orang mengalami sejahtera, nerasa
aman dan nyaman di negaranya sendiri dan bangga
terhadap bangsa dan Negara kita Indonesia.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 165
KEBERSAMAAN ITU INDAH
Doa Pembuka
Allah Bapa yang Maha baik, kami
mengucap syukur atas rahmat kehidupan
yang kami terima dari padaMu . Sekarang
kami mau belajar tentang materi
Kebersamaan itu indah melalui pelajaran
hari ini kami mau memahami
kehendakMu tentang indahnya hidup
bersama dengan saudara yang beragama
lain dan kepercayaan. Dengan
mewujudkan hidup bersama yang rukun
dan damai kami boleh mewartakan
kebaikanMu pada sesama kami. Pada
kesempatan yang baik ini pula kami
berdoa untuk para pemimpin agama agar
terus mengupayakan keteladanan dalam
hidup sehingga mampu menginpirasi
hidup umatnya sehingga melakukan
perbuatan yang baik dalam hidup
bersama. Doa ini kami hunjukkan
kehadiratMu dengan perantaraan Kristus
Tuhan penyalamat kami yang hidup dan
meraja kini dan sepanjang segala
masa,amin.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 166
KEBERSAMAAN ITU INDAH
Menyimak Video
1. Mengamati
Siswa aktif menemukan pesan dari video yentang kebersamaan itu
indah
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas IX 167
KEBERSAMAAN ITU INDAH
Membaca Kitab Suci:
Orang beriman kristiani menemukan
kehendak Allah melalui Kitab Suci.
Mari membaca Injil Matius 8: 5-13
"
8:5 Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia
dan memohon kepada-Nya:
8:6 "Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat
menderita."
8:7 Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya."
8:8 Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di
dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
8:9 Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku
berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang
lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia
mengerjakannya."
8:10 Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang
mengikuti-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak
pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel.
8:11 Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan
duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan
Sorga,
8:12 sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang
paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."
8:13 Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: "Pulanglah dan jadilah kepadamu
seperti yang engkau percaya." Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.
Pertanyaan :
1. Bagaimana sikap Yesus terhadap permintaan perwira romawi agar Yesus
menyembuhkan hambanya yang sakit keras ?
2. Mengapa sikap Yesus demikian ?
3. Pesan apa yang dapat kalian petik dari kisah tersebut ?
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 168
KEBERSAMAAN ITU INDAH
2. Menanya :
Guru menanyakan pada siswa rumusan pertanyaan sesuai dengan IPK
Materi Pertanyaan :.
1. Sharingkan pengalaman kebersamaan dengan teman yang berbeda agama!
2. Jelaskan pandangan Gereja Katolik tentang berdi;aog antarumat beragama !
3. Jelaskan kegiatan positif yang dapat dilakukan untuk mewujudkan hidup
dalam kebersamaan
4. Jelaskan pesan dari Injil Matius 8: 5-13 terkait dengan hidup dalam
kebersamaan
3. Mengeksplorasi :
Siswa menyampaikan pendapatnya terhadap video dan pertanyaan di atas yang berkaitan
dengan menjadi Imam .
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 169
KEBERSAMAAN ITU INDAH
3. Mengeksplorasi :
Guru meminta pada siswa untuk menyimak video dan menemukan makna termasuk
dari Injil Matius 8: 5-13
4. Mengasosiasi :
Siswa menuliskan makna /pesan bagi dirinya
5. Mengkomunikasikan :
Siswa diminta mengungkapkan secara lisan makna/pesan dari Injil injil Matius 8: 5-13
Guru memberikan penegasan atas apa yang telah dikomunikasikan selama proses
pembelajaran sehingga siswa menemukan makna bagi hidupnya
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 170
KEBERSAMAAN ITU INDAH
Penegasan :
1. Kegiatan yang dapat dilakukan sebagai orang beragama dalam hubungan dengan umat
beragama lain dan kepercayaan adalah : saling mengucapkan selamat hari besar agama
dan kepercayaan, bisa diawali dalam keluarga yang perkawinannya campur beda agama,
ke tingkat lingkungan RT/RW atau pun yang lebih luas
2. Ketika terjadi bencana umat katolik menjadi pelopor untuk melakanakan kegiatan sosial
dengan melibatkan seluruh unsur yang ada, baik terkait agama, suku dan ras serta
golongan, juga baik melibatkan kaum muda sebagai penggeraknya.
3. Menjadi anggota kepanitian hari besar agama, misalnya : Banser ikut menjaga
keamanan saat umat kristiani menjalankan ibdah di hari besar keagamaannya : Natal,
Paskah dll
4. Matius 8: 5-13 , mengajarkan pada kita tentang keterbukaan dan kerendahatian dari
perwira Romawi untuk memohon kepada Yesus agar anak buah perwira Romawi yang
sedang sakit.
5. Pesan yang dapat diambil dari sikap Yesus yang menyembuhkan hamba perwira romawi
adalah sikap terbuka untuk menolong sesame yang membutuhkan, membangun
persaudaraan sejati tanpa memandang agama , suku, dan ras serta golongan.
6. Umat katolik di Indonesia dan dunia dipanggil untuk dapat memberikan kesaksian iman
nya pada Yesus dengan perbuatannya dalam pergaulan hidup sehari-hari.
7. Kegiatan yangb dapat dilakukan dengan umat yang beragama lain dan kepercayaan
adalah : melaksanakan kegiatan sosial bersama, doa untuk perdamaian bersama,
melakukan dialog kehidupan dan dialog karya.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 171
KEBERSAMAAN ITU INDAH
Penilian
1. Jelaskan mensharingkan pengalaman kebersamaan dengan teman yang berbeda
agama !
2. Jelaskan pandangan Gereja Katolik tentang berdialog antarumat beragama !
3. Jelaskan kegiatan positif yang dapat dilakukan untuk mewujudkan hidup dalam
kebersamaan !
4. Jelaskan pesan dari Injil Matius 8: 5-13 terkait dengan hidup dalam kebersamaan !
Penugasan :
1. Buatlah karya yang berkaitan dengan kebersamaan itu indah (poster,
menggambar, menyanyikan, membacakan puisi, dll)
2. Buatlah refleksi tertulis terkait dengan gambaran kebersamaan itu indah
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 172
KEBERSAMAAN ITU INDAH
Refleksi
Para siswa diminta untuk duduk dengan rileks diirngi dengan musik instrumentalia.
Guru menegaskan melalui refleksi yang disampikan pada siswa.
Anak-anakku yang terkasih. Allah telah memanggil manusia yang merupakan citraNya
untuk ikut ambil bagian dalam karya keselamatan Allah, melalui cara : menguduskan ,
menggembalakan dan mewartakan kabar gembira bagi semua orang agar memperoleh
keselamatan. Remaja juga dipanggil Allah untuk menjadi imam, maka masa remaja
merupakan masa persiapan yang paling tepat bagi kalian untuk mewujudkan cita-cita
menjadi Imam , suatu cita-cita yang mulia bagi terwujudnya kerajaan Allah melalui
hidup bakti yang dilaksanakannya sebagai Imam.
Semoga kalian semua mampu mempersiapkan diri dalam menanggapi panggilan hidup
kalian di masa depan dengan cara rajin belajar, setia dalam mengerjakan tugas dan
tanggungjawabnya dan disiplin dalam hidup doa. Semoga kalian menanggapi panggilan
Allah untuk menjadi rekan kerja Allah sebagai Imam-imam masa kini demi
pengembangan kerajaan Allah.
Doa Penutup : Kebersamaan itu indah
Allah Bapa Pengasih dan penyanyang, Engkau sungguh besar, maha kaya, maha pemilik
segala ciptaanMu, Kami bersyukur karena Engkau telah menciptakan bumi dan segala
isinya dengan keanekaragaman yang ada , itu semua menunjukkan kuasaMu. Setelah
kami belajar tentang kebersamaan itu indah maka kami sadar bahwa bumi dan segala
isinya perlu kami usahakan bersama tanpa sekat agama, suku, ras. Engkau
menghendaki agar kami saling menghargai, saling melengkapi dan saling bekerja sama
untuk mengushakan kedamaian, kesehjateraan dan keadilan bagi seluruh rakyat
Indonesia. Utuslah roh kudusMu agar menggerakkan hati kami untuk mewujudkan dan
menyalurkan kasihMu bagi sesame kami. Doa ini kami panjatkan kepadaMu, karena
Engkaulah Tuhan dan pengantara kami yanbg hidup dan berkuasa kini dan sepanjang
segala masa,amin.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 173
BAB Sekolah Menengah Pertama
ORANG BERIMAN MEMBANGUN MASA DEPAN
6
A. CITA-CITA DEMI MENGGAPAI MASA DEPAN
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.9 Memahami pandangan
3.9.1 Menjelaskan pengertian cita-cita
masyarakat dan gereja 3.9.2 Menjelaskan alasan pentingnya cita-cita bagi masa
tentang pentingnya cita-cta
depannya
4.9 Menuliskan gambaran cita- 3.9.3 Merumuskan cara mencapai cita-citanya
cita masa depan 3.9.4 Menemukan faktor –faktor yang mendukung
keberhasilan dalam mencapai cita-cita
3.9.5 Menemukan hambatan-hambatan yang ada dalam
mewujudkan cita-cita
3.9.6 Menjelaskan sikap yang harus dimiliki sebagai orang
beriman dalam mewujudkan cita-cita
4.9.1 Melakukan aktivitas (misalnya menceritakan
gambaran cita-citanya melalui menggambar profesi
atau menmbuat diskripsi tentang cita-citanya
4.9.2 Membuat refleksi tertulis terkait gambaran cita-cita
masa depannya
Tujuan Pembelajaran
Melalui model pembelajaran saintifik tentang cita-cita menggapai masa depan, siswa mampu
menemukan cita-cita dalam hidupnya.
174
CITA-CITA DEMI MENGGAPAI MASA DEPAN
Pengantar
Setiap orang memiliki impian dalam hidupnya. Impian itu merupakan
gambaran masa depan yang ingin diwujudkan dalam hidupnya. Gambaran masa
depan dalam hidup seseorang itulah yang disebut dengan cita-cita. Ketiaadan
gambaran masa depan dalam hidup seseorang akan membuat hidup tidak jelas dan
sulit untuk menggapainya. Namun, apabila kalian memiliki cita-cita akan
membantu kalian dalam mewujudkannya.
Pada bab ini kalian diajak menemukan cita-cita atau arah hidupmu .
Cita-cita yang ingin kalian wujudkan membantu kalian untuk menemukan jati
dirimu dan dan sekaligus menegaskan arah panggilan hidup kalian. Tanpa cita-
cita seseorang tidak jelas arah hidupnya. Dengan cita-cita yang kalian temukan
dalam dirimu maka kalian juga akan terus belajar bagaimana cara mewujudkan
atau menggapai cita-cita kalian.
Allah juga mempunyai cita-cita
Dari bab ini kalian akan mempelajari 3 sub tema yaitu :
A. Cita-cita menggapai masa depan
B. Sakramen Perkawinan
C. Sakramen Tahbisan
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 175
CITA-CITA DEMI MENGGAPAI MASA DEPAN
Doa Pembuka
Allah Bapa yang baik, kami mengucap
syukur atas segala kebaikan dan
kemurahanMu. Engkau telah
memberikan kepada kami talenta yang
dapat kami kembangkan guna
mewujudkan cita-cita.
Bimbinglah kami dengan terang Roh
kudusMu agar kami setia dalam
mewujudkan cita-cita masa depan
kami.
Semoga cita-cita yang kami
perjuangkan selaras dengan
kehendakMu, sebab Engkaulah Tuhan
kami, yang hidup dan berkuasa kini
dan sepanjang segala masa, amin
Sumber : Bisnis Tempo.co 176
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas
CITA-CITA DEMI MENGGAPAI MASA DEPAN
Mendalami Cerita
1. Mengamati
Siswa aktif menemukan pengalaman hidup sebagai orang beriman
penulis dalam memperjuangkan cita-citanya
Aku yakin bahwa semua anak cucu keluarga ini akan sukses dan juga akan
bahagia. Bukan juga itu, mereka juga akan menjadi orang kaya yang dermawan serta
peduli dengan sesama” Kalimat itu aku dengar langsung dari lisan pamanku yang kala
itu tengah berdiskusi dengan beberapa anggota keluargaku. Saat itu aku berada di
belakang, namun terdengar jelas apa yang mereka bicarakan dalam diskusi itu. Aku
yang masih berumur 9 tahun belum sepenuhnya bisa mencerna arti dari kalimat
tersebut, namun dalam pikiranku kalimat tersebut merupakan arti dari sebuah harapan.
Tidak lama dari kejadian itu berita duka pun datang kepada keluargaku. Nenek yang
selama ini telah merawat dan membesarkanku, kini telah pergi meninggalkan aku dan
keluarga kecil ini. Aku merasakan kesedihan yang mendalam ketika mendengar berita
itu. Aku pun merasa hal tersebut membuat semangatku untuk belajar dan melanjutkan
sekolah menjadi hilang, karena selama ini Neneklah yang selalu mengingatkan aku
untuk selalu belajar, agar aku bisa menjadi orang yang sukses di masa depan. Aku
teringat akan semua harapan dan impianku untuk memperbaiki nasib keluarga ini.
Lalu dalam renungan kesedihan itu aku berpikir bahwa aku masih mempunyai kedua
orang tuaku dan juga masih banyak anggota keluargaku yang peduli kepadaku, dan
mereka juga berharap banyak dari aku.
Dan dari sanalah kisah ini berawal. Selepas dari SD, aku pun melanjutkan ke
jenjang selanjutnya. Aku berniat untuk melanjutkan ke SMP favorit yang berada di
pusat kota. Aku berasal dari desa, dan saat itu yang aku punya hanyalah tekad yang
besar untuk bisa bersekolah di SMP yang favorit itu. Aku sadar bahwa tidak ada satu
pun sertifikat juara yang aku miliki selama berada di sekolah dasar dulu. Saat itu
hanyalah usaha dan doa yang bisa aku lakukan. Aku hanya punya mimpi besar untuk
bisa merubah nasib keluarga agar bisa menjadi lebih baik. Aku berharap dengan
bersekolah di sana, setidaknya langkah untuk merubah nasib itu menjadi maju satu
langkah. Aku juga ingin membuat almarhumah Nenek bangga terhadapku sebagai
cucu kedua, yang tengah berusaha untuk mencapai impian yang mulia dengan sebuah
kerja keras.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas IX 177
CITA-CITA DEMI MENGGAPAI MASA DEPAN
Mendalami Cerita
Baru saja aku merasakan kebahagian karena diterima di sekolah impianku,
kemudian datang lagi berita duka di keluargaku. Aku merasa banyak sekali beban
dan cobaan yang aku dapatkan setelah Nenek pergi. Sekarang orang yang selama ini
memberikan nafkah dan pengharapan bagi keluarga, ternyata harus dipanggil
terlebih dahulu oleh Yang Kuasa untuk menghadapNya. Padahal baru satu minggu
aku merasakan kebahagian, namun kini aku harus merasakan perasaan yang sama
seperti kisah 3 tahun lalu.
Kali ini benar-benar hancur hidup ini. Semangatku telah hilang, impianku
telah sirna dan teladanku kini telah tiada. Kini yang aku pikirkan adalah
kemustahilan untuk meraih semua impianku yang sudah ada. Kesedihanku tidak
bisa aku lupakan begitu saja, aku membutuhkan waktu yang cukup lama agar
kesedihan itu bisa terobati. Namun, ingat bagaimana kisah perjuangan seseorang
yang aku kagumi ketika beliau juga ditinggal pergi oleh ayah tercintanya, beliau
adalah B. J. Habibie. Aku mengambil hikmah dari apa yang aku hadapi dan rasakan
saat ini. Bahwa setiap apa yang dimiliki di dunia ini hanyalah titipan Sang Ilahi.
Semua itu bagaikan mimpi, yang bisa hadir dan pergi tanpa harus permisi. Di saat itu
pergi dan tidak kembali, aku pun harus bersabar karena Sang Ilahi memberikan arti
tersembunyi di dalam setiap cobaan yang aku hadapi. Aku tidak ingin larut dalam
kesedihan yang terlalu lama. Aku termotivasi oleh kisah Bapak B.J. Habibie yang
mengharuskan hidup itu seperti mata air yang memberi kehidupan bagi lingkungan
sekitarnya. Sejak saat itu tujuan hidupku bertambah satu, yaitu ingin membangun
negeri ini menjadi lebih maju lagi seperti apa yang diharapkan oleh beliau B. J.
Habibie.
Sejak kelas 1 SMP aku megikuti berbagai olimpiade sebagai langkah kedua untuk
bisa mewujudkan impianku. Satu tahun, dua tahun dan tiga tahun telah berlalu
dengan begitu cepat, namun masih belum ada satu prestasi yang aku capai kecuali
hanyalah rangking kelas. Namun, itu tidak pernah menutup usaha dan semangatku
untuk tetap bisa meraih cita- citaku. Hingga akhirnya di ujung masa SMP ku, sebuah
mimpi terpendam yang menjadi kenyataan. Tim adiwiyata sekolah yang aku pimpin,
berhasil membawa sekolahku menjadi juara adiwiyata bestari tingkat kota, yang
nantinya akan melajutkan ke tingkat provinsi dan jika lolos akan melaju ke tingkat
nasional untuk mendapatkan penghargaan sebagai sekolah adiwiyata nasional. Aku
merasa itu adalah hal yang setimpal dengan apa yang selama ini telah aku dan
timku korbankan. Waktu pelajaran, waktu berkumpul dengan keluarga, hingga telat
makan, kami korbankan demi hasil yang maksimal.
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas IX 178
CITA-CITA DEMI MENGGAPAI MASA DEPAN
Mendalami Cerita
Hari itu adalah hari perpisahan sekaligus hari pengumuman bagi siswa-siswi
berprestasi. Perasaan tidak percaya kembali aku rasakan ketika namaku dipanggil
untuk pertama kali, sebagai salah satu penerima penghargaan siswa berdedikasi
pertama dalam sejarah yang pernah ada. Meskipun aku berharap mendapatkan
sebuah prestasi akademik dengan nilai tertinggi, namun aku sadar bahwa Allah
mempunyai hadiah lain untuk diriku. Sedikit gugup, aku menaiki panggung bersama
dengan Ibuku. Aku terharu karena akhirnya impian Ibuku untuk mendapatkan kata
“Selamat” secara langsung dari Kepala Sekolah di hadapan semua tamu undangan
pada saat perpisahan bisa aku wujudkan.
Lagi-lagi, kebahagian itu tidak berlangsung lama karena aku harus segera pergi
meninggalkan ibu, keluarga dan semua teman-temanku. Hal itu karena pesantren
adalah pilihanku untuk melanjutkan kisah perjalanan hidupku. Keinginan agar aku
menimba ilmu di pondok pesantren adalah juga keinginan ayah sekaligus amanah
terakhir dari beliau. Tujuan dari almarhum ayah kenapa aku harus tinggal di pondok
pesantren, adalah agar aku bisa mendapatkan ilmu yang seimbang antara ilmu
pengetahuan dan ilmu agama. Banyak teman-temanku yang kecewa karena
pilihanku itu.
Namun, aku katakan kepada mereka “Kawan, ini bukan masalah kebahagianku,
tetapi juga kebahagian ayah, ibu, keluarga dan semua orang yang ada dihidupku.
Aku yakin, apapun yang akan aku hadapi nanti pasti aku bisa melewati karena aku
telah mendapatkan ridho dari orang-orang yang aku sayangi dan insyallah aku bisa
sukses dan tetap bisa mengejar cita-citaku untuk keluarga dan negeri ini. Jangan
kalian halangi aku untuk memilih jalan ini, karena kalian dan aku tidak pernah tahu
apa yang direncanakan oleh Allah yang Maha Segalanya. Intinya, aku tetap akan
berusaha agar bisa sukses dengan jalan yang aku pilih ini. Kita saling mendoakan
saja kawan”. Pesan itu adalah salam perpisahan kepada teman-temanku yang
selama ini telah berjuang bersama-sama demi cita-cita yang mulia untuk keluarga
dan nusa bangsa. Dan saat itu juga lembar kehidupan baruku telah terbuka. Hidup
di pesantren adalah pilihanku untuk membahagiakan almarhum ayah, ibu serta
semua orang yang menaruh harapan kepadaku dan tidak lupa juga untuk bangsa
tercintaku.
Yayasan Tarakanita Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas IX 179
CITA-CITA DEMI MENGGAPAI MASA DEPAN
Mendalami Cerita
Di pesantren, aku bersekolah di SMA unggulan dengan waktu pendidikan hanya 2
tahun karena aku lolos program akselerasi. Padahal aku tidak pernah ada impian
untuk mengikuti program tersebut. Namun kakakku membuat timbul niat dan tekad
yang besar di hatiku untuk memilih jalan itu. “Dik, kamu ikut saja program itu. Kamu
jalani dulu tesnya. Masalah biaya itu urusan kakak. Berapapun biayanya akan kakak
carikan meski harus merelakan uang kuliah kakak untuk kamu. Itu semua agar kamu
bisa mempercepat waktu belajarmu satu tahun dan nantinya kamu juga bisa lebih
cepat membahagiakan ibu. Ingat dik, ayah sudah tidak ada, tinggal ibu saja yang kini
harus kita bahagiakan. Betapa bangganya ayah jika nanti melihat kamu bisa lulus
lebih cepat, lalu kuliah dan juga cepat lulus dari kuliah dan bekerja demi merubah
nasib keluarga kita.”
“iya kak, aku akan memberikan yang terbaik untuk ayah dan ibu. Aku ingin seperti
B. J. Habibie yang bisa menjadi mata air bagi semua orang dan bangsanya. Aku juga
ingin kuliah dan kalau bisa melebihi kakak. Kakak kan di ITS, maka aku harus di ITB
agar nanti keluarga kita bisa lebih cerah masa depannya kak. Terimakasih untuk
semua kak, aku akan buktikan jika aku bisa buktikan impianku itu”.
Sejak saat itu aku langsung berkata jika aku akan kuliah di ITB. Janji itu yang menjadi
penyemangat ketika semangat belajarku menurun. Semua jerih payah,
pengorbanan dan doa yang istiqomah telah membawa aku di tempat ini. Beribu-
ribu ucapan “Alhamdulillah” keluar dari lisan dan hatiku ketika aku melihat hasil
pengumuman SNMPTN. Semua itu karena usaha, doa, dan kekuatan dari sebuah
mimpi. Mungkin kisahku dengan BJ Habibie tidak lah sama, namun aku punya cita-
cita yang sama besarnya, yaitu membahagiakan kedua orang tua serta merubah
nasib keluarga dan bangsa. Dalam hidupku, menjadi mata air bagi kehidupan itu
adalah niat yang mulia. Kesuksesan adalah hak setiap manusia, namun kesuksesan
hanya miliki mereka yang mau berusaha dengan tidak pantang menyerah dan tetap
berusaha walau seribu kali mengalami kegagalan, karena sejatinya itu adalah
gambaran bahwa kesuksesan telah menanti di masa depan.
https://kemahasiswaan.itb.ac.id/blog/cerita/537/kisah-inspiratif-mahasiswa-bidik-misi,-terlahir-miskin--bukan-
sebuah-kesalahan
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 180
CITA-CITA DEMI MENGGAPAI MASA DEPAN
Mendalami Cerita
Di pesantren, aku bersekolah di SMA unggulan dengan waktu pendidikan hanya 2
tahun karena aku lolos program akselerasi. Padahal aku tidak pernah ada impian
untuk mengikuti program tersebut. Namun kakakku membuat timbul niat dan tekad
yang besar di hatiku untuk memilih jalan itu. “Dik, kamu ikut saja program itu. Kamu
jalani dulu tesnya. Masalah biaya itu urusan kakak. Berapapun biayanya akan kakak
carikan meski harus merelakan uang kuliah kakak untuk kamu. Itu semua agar kamu
bisa mempercepat waktu belajarmu satu tahun dan nantinya kamu juga bisa lebih
cepat membahagiakan ibu. Ingat dik, ayah sudah tidak ada, tinggal ibu saja yang kini
harus kita bahagiakan. Betapa bangganya ayah jika nanti melihat kamu bisa lulus
lebih cepat, lalu kuliah dan juga cepat lulus dari kuliah dan bekerja demi merubah
nasib keluarga kita.”
“iya kak, aku akan memberikan yang terbaik untuk ayah dan ibu. Aku ingin seperti
B. J. Habibie yang bisa menjadi mata air bagi semua orang dan bangsanya. Aku juga
ingin kuliah dan kalau bisa melebihi kakak. Kakak kan di ITS, maka aku harus di ITB
agar nanti keluarga kita bisa lebih cerah masa depannya kak. Terimakasih untuk
semua kak, aku akan buktikan jika aku bisa buktikan impianku itu”.
Sejak saat itu aku langsung berkata jika aku akan kuliah di ITB. Janji itu yang menjadi
penyemangat ketika semangat belajarku menurun. Semua jerih payah,
pengorbanan dan doa yang istiqomah telah membawa aku di tempat ini. Beribu-
ribu ucapan “Alhamdulillah” keluar dari lisan dan hatiku ketika aku melihat hasil
pengumuman SNMPTN. Semua itu karena usaha, doa, dan kekuatan dari sebuah
mimpi. Mungkin kisahku dengan BJ Habibie tidak lah sama, namun aku punya cita-
cita yang sama besarnya, yaitu membahagiakan kedua orang tua serta merubah
nasib keluarga dan bangsa.
Dalam hidupku, menjadi mata air bagi kehidupan itu adalah niat yang mulia.
Kesuksesan adalah hak setiap manusia, namun kesuksesan hanya miliki mereka
yang mau berusaha dengan tidak pantang menyerah dan tetap berusaha walau
seribu kali mengalami kegagalan, karena sejatinya itu adalah gambaran bahwa
kesuksesan telah menanti di masa depan.
https://kemahasiswaan.itb.ac.id/blog/cerita/537/kisah-inspiratif-mahasiswa-bidik-misi,-terlahir-miskin--bukan-
sebuah-kesalahan
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 181
CITA-CITA DEMI MENGGAPAI MASA DEPAN
Video mengenai cita-cita –dengan Tarakanita Cc5
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 182
CITA-CITA DEMI MENGGAPAI MASA DEPAN
2. Menanya :
Guru menanyakan pada siswa rumusan pertanyaan sesuai dengan IPK
Materi Pertanyaan :
1. Jelaskan pengertian cita-cita !
2. Jelaskan alasan pentingnya cita-cita bagi masa depan kalian !
3. Rumuskanlah cara kalian mencapai cita-cita !
4. Temukan faktor –faktor yang mendukung keberhasilan dalam mencapai
cita-cita kalian !
5. Temukan hambatan-hambatan yang ada dalam mewujudkan cita-cita !
6. Jelaskan sikap yang harus dimiliki sebagai orang beriman dalam mewujudkan
cita-cita !
3. Mengeksplorasi :
Guru menanyakan pada siswa hal-hal apa saja yang ditemukan dari menyimak/mendalami
cerita yang bermanfaat bagi dirinya.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 183
CITA-CITA DEMI MENGGAPAI MASA DEPAN
Membaca Kitab Suci:
Orang beriman kristiani menemukan
kehendak Allah melalui Kitab Suci.
Mari membaca beberapa kutipan kitab
suci yang terkait dengan menggapai
cita-cita
Filipi 3: 14
“… dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah , yaitu panggilan
surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.
Kolose 3: 17
“… dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan ,
lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus , sambil mengucap syukur oleh
Dia kepada Allah Bapa kita.
2 Petrus 1: 10
“…karena itu saudara-sauduaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan
dan pilihanmu semakin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan
pernah tersandung
Masa depan kita memang di tangan Tuhan, tapi tugas kita berusaha untuk mencapai
cita-cita
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 184
CITA-CITA DEMI MENGGAPAI MASA DEPAN
3. Mengeksplorasi :
Guru meminta pada siswa untuk membaca dan merenungkan ayat emas terkait dengan
menggapai cita-cita.
4. Mengasosiasi :
Siswa menuliskan makna /pesan bagi dirinya.
5. Mengkomunikasikan :
Siswa diminta mengungkapkan secara lisan makna/pesan dari cerita dikaitkan dengan
ayat emas.
Guru memberikan penegasan atas apa yang telah dikomunikasikan selama proses
pembelajaran sehingga siswa menemukan makna bagi hidupnya.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 185
CITA-CITA DEMI MENGGAPAI MASA DEPAN
Penegasan :
1. Cita-cita yang dicanangkan menjadikan seseorang termotivasi untuk
mewujudkan cita-citanya dan sekaligus tetap menaruh harapan kepada Allah
sendiri yang menjadi tujuan akhir hidup manusia
1. Beberapa hal yang mendukung terwujudnya cita-cita :
a. bakat yang menunjang
b. dukungan finasial/keuangan
c. rencana yang matang
d. ketekunan
e. kedisiplinan
f. kerja keras
g. relasi dengan sesama
h. ketabahan dalam menghadapi hambatan
i. sikap positif yang harus dilakukan apabila mengalami kegagalan dalam
mencapai cita-cita
3. Santo Paulus dalam suratnya di Filipi 3: 14 , “… dan berlari-lari kepada tujuan
untuk memperoleh hadiah , yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam
Kristus Yesus” menegaskan bahwa pentingnya mewujudkan panggilan
surgawi sebagai tujuan akhir dari segala kegiatan yang kita lakukan.
Penugasan :
1. Buatlah gambaran cita-citamu melalui menggambar profesi atau menmbuat
diskripsi !
2. Tuliskanlah refleksi tertulis terkait dengan gambaran cita-cita masa depannmu
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 186
CITA-CITA DEMI MENGGAPAI MASA DEPAN
Refleksi
Setelah kalian belajar menemukan cita –cita dan bagaimana cara kalian mewujudkan
cita-cita kalian . Mari kita refleksikan proses pembelajaran hari ini.
Anak-anak yang terkasih, silahkan kalian duduk dengan rileks dan hening. Dalam
keheningan ini cobalah kalian merefleksikan kembali tentang kebaikan dan kemurahan
Allah dalam hidup kalian dengan pertanyaan refleksi sebagai berikut :
1. Apakah kalian menyadari kemampuan dan kelemahan dalam hidupmu ?
2. Bagaimana cara kalian menyikapi kemampuan dan kelemahan dalam hidupmu ?
3. Mengapa kalian harus memperjuangkan cita-cita dan menggapai masa depanmu ?
4. Apakah cita-cita yang kalian perjuangkan selaras dengan kehendak Allah ?
5. Sadarkah kalian bahwa sebagai citra Allah kalian dipanggil untuk melaksanakan tugas
dan panggilan hidup kalian secara bertanggungjawab ?
Sekarang, cobalah kamu hening, untuk menjawab dalam hati segala pertanyaan tersebut
dan mohonlah bimbingan Roh kudus agar dalam refleksi ini kalian menemukan
kehendak Allah dalam hidupmu.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 187
CITA-CITA DEMI MENGGAPAI MASA DEPAN
Doa Penutup
Untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran, ungkapkanlah doa berikut ini.
Allah Bapa yang penuh kemurahan, kami kembali mengucap syukur
atas penyertaanMu selama kami belajar menemukan cita-cita dan
masa depan dalam hidup kami. Engkau begitu baik kepada kami ,
karena selama kami belajar menenumukan cita-cita kami , kami juga
belajar menemukan kehendakMu dalam diri kami. Utuslah Roh
kudusMu agar berkat bimbingan Roh kudusMu kami dapat
mewujudkan cita-cita dan menggapai masa depan kami yang selaras
dengan kehendakMu.
Amin.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 188
B. SAKRAMEN PERKAWINAN
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.10 Memahami 3.10.1 Menjelaskan pengertian perkawinan
sakramen perkawinan dan 3.10.2 Menjelaskan tujuan perkawinan katolik
sakramen imamat sebagai 3.10.3 Menjelaskan ciri hakiki perkawinan katolik
panggilan hidup 3.10.4 Menjelaskan bahwa perkawinan katolik itu adalah
sakramen
3.10.5 Menemukan dasar kitab suci Efesus 5: 22-33,
terkait dengan perkawinan
3.10.6 Merumuskan gambaran keluarga kristiani yang
mencerminkan sakramen
4.10 Menuliskan 4.10.1 Melakukan aktivitas (misalnya membuat karya
gambaran cita-citanya yang berkaitan dengan perkawinan (menggambar,
sesuai dengan panggilan menyanyikan, membacakan puisi, dll)
hidupnya baik berkeluarga
atau menjadi imam 4.10.2 Membuat refleksi tertulis terkait dengan gambaran
perperkawinan sebagai sakramen
Tujuan Pembelajaran
• Melalui model pembelajaran saintifik, siswa mampu memahami sakramen perkawinan
sebagai panggilan hidupnya sesuai dengan ajaran Gereja katolik .
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas IX 189
SAKRAMEN PERKAWINAN
Pengantar 190
Gambaran hidup bersama antara suami-isteri itu
sering disebut perkawinan. Bagi orang katolik perkawinan
adalah suci , mulia dan merupakan panggilah hidup yang
luhur.
Perkawinan kristiani adalah ikatan cinta
kasih yang tidak terceraikan (sacramentum) dan rahmat
kasih Kristus yang dianugerahkan kepada suami-istri
dalam Gereja-Nya. . Di dalam Perkawinan, rahmat Tuhan
dinyatakan dengan pasangan itu sendiri. Inilah artinya
sakramen perkawinan: suami adalah tanda rahmat
kehadiran Tuhan bagi istrinya, dan istri adalah tanda
rahmat kehadiran Tuhan bagi suaminya. Tuhan
menghendaki perkawinan yang sedemikian sejak masa
penciptaan, dengan memberikan rasa ketertarikan antara
pria dan wanita, yang harus diwujudkan di dalam
kesetiaan yang terpisahkan seumur hidup; untuk
menggambarkan kesetiaan kasih Allah yang tak
terpisahkan dengan manusia, seperti ditunjukkan dengan
sempurna oleh Kristus dan Gereja-Nya sebagai
mempelaiNya.
Maka dalam sub bab ini tentang Sakramen
Perkawinan kalian akan mendalami seputar tentang
perkawinan secara katolik yang membantu kalian untuk
memiliki cara pandang yang benar tentang hakekat
perkawinan katolik dan perkawinan katolik sebagai
sakramen.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas
SAKRAMEN PERKAWINAN
Doa Pembuka
Allah Bapa yang baik, kami mengucap
syukur atas segala kebaikan dan
kemurahanMu. Hadirlah dan dampingilah
kami yang sedang mendalami materi
tentang sakramen perkawinan.
Melalui panggilan hidup berkeluarga ,
Engkau menghendaki kepada semua
orang yang memilih panggilan hidupnya
berkeluarga menjadi tanda kehadiranMu
yang menyelamatkan. Kami juga berdoa
untuk orang tua kami yang memilih
panggilan hidupnya dengan berkeluarga
semoga mereka mampu memberi teladan
hidup kristiani bagi anak-anaknya. Dan
Semoga melalui materi sakramen
perkawinan ini, kami mampu menemukan
makna hidup dan mewujudkan kehendak
Allah dalam hidup sehari-hari.
Sumber : Bisnis Tempo.co 191
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas
SAKRAMEN PERKAWINAN
Menyimak Video
1. Mengamati
Siswa aktif menemukan katekese sakramen perkawinan
dalam video https://www.youtube.com/watch?v=3kzt141-048
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas IX 192
SAKRAMEN PERKAWINAN
Membaca Kitab Suci:
Orang beriman kristiani menemukan
kehendak Allah melalui Kitab Suci.
Mari membaca Surat Santo Paulus
kepada umat di Efesus 5: 22-33
.
5:22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,
5:23 karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat.
Dialah yang menyelamatkan tubuh.
5:24 Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri
kepada suami dalam segala sesuatu.
5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan
telah menyerahkan diri-Nya baginya
5:26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya
dengan air dan firman,
5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan
cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus
dan tidak bercela.
5:28 Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri:
Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.
5:29 Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan
merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,
5:30 karena kita adalah anggota tubuh-Nya.
5:31 Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan
isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
5:32 Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan
jemaat.
5:33 Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu
seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 193
SAKRAMEN PERKAWINAN
2. Menanya :
Guru menanyakan pada siswa rumusan pertanyaan sesuai dengan IPK
Materi Pertanyaan :
1. Jelaskan pengertian perkawinan !
2 Jelaskan tujuan perkawinan katolik !
3 Jelaskan ciri hakiki perkawinan katolik !
4 Jelaskan bahwa perkawinan katolik itu adalah sakramen !
5 Temukan pesan dari kitab suci Efesus 5: 22-33, terkait dengan perkawinan !
6. Tulislah gambaran keluarga kristiani yang merupakan sakramen !
.
3. Mengeksplorasi :
Siswa menyampaikan pendapatnya terhadap video dan poster yang berkaitan dengan
perkawinan .
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 194
SAKRAMEN PERKAWINAN
3. Mengeksplorasi :
Guru meminta pada siswa untuk membaca dan merenungkan ayat emas terkait dengan
menggapai cita-cita
4. Mengasosiasi :
Siswa menuliskan makna /pesan bagi dirinya
5. Mengkomunikasikan :
Siswa diminta mengungkapkan secara lisan makna/pesan dari Surat santo Paulus
kepada umat di Efesus 5: 22-33
Guru memberikan penegasan atas apa yang telah dikomunikasikan selama proses
pembelajaran sehingga siswa menemukan makna bagi hidupnya
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 195
SAKRAMEN PERKAWINAN
Penegasan :
1. Dalam Gereja katolik dasar perkawinan adalah
cinta , diantara dua orang (laki-laki dan
perempuan) yang mengikat janji dalam sebuah
perkawinan.
2. Gereja katolik memandang dan memahami
bahwa hidup berkeluarga itu sungguh suci dan
bernilai luhur, karena keluarga merupakan “
persekutuan hidup dan kasih suami isteri yang
mesra yang diadakan oleh sang pencipta dan
dikukuhkan dengan hukum-hukumnya dan
dibangun doleh janji perkawinan atau
persetujuan pribadi yang tak dapat ditarik
kembali “
3. Perkawinan disebut sakramen karena
melambangkan hubungan antara Kristus dengan
GerejaNya (Efesus 5: 22-33).
4. Tujuan perkawinan kristiani adalah
kesehjateraan suami isteri sebagai pasangan ,
keturunan atau kelahiran anak . Pendidikan anak
dan kesehjateraan masyarakat.
5. Ciri atau sifat perkawinan kristiani yaitu tak
terceraikan (setia sampai mati) danj bersifat
monogami (hanya antara seorang pria dengan
seorang wanita dan cintanya tak terbagi.
Penugasan :
1. Buatlah gambaran cita-citamu melalui menggambar profesi atau menmbuat
diskripsi !
2. Tuliskanlah refleksi tertulis terkait dengan gambaran cita-cita masa depannmu
Yayasan Tarakanita, Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 196