LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING DENGAN MEDIA
VIDEO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DARING
SISWA PADA TEMA 4 SUBTEMA 1 KELAS VI SD
MUHAMMADIYAH PK SURAKARTA TAHUN PELAJARAN
2020/2021
(Disusun untuk Melengkapi Tugas Laporan PTK PPG Dalam Jabatan Tahap 1
Tahun 2020)
Oleh
AGUS SUPARDI, S. Pd.
20036102710121
Kelas 2
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI GURU
PASCA SARJANA UNIVERSITAS PGRI SEMARANG
2020
LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING DENGAN MEDIA VIDEO
UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DARING SISWA PADA
TEMA 4 SUBTEMA 1 KELAS VI SD MUHAMMADIYAH PK SURAKARTA
TAHUN PELAJARAN 2020/2021
(Disusun untuk Melengkapi Tugas Laporan PTK PPG Dalam Jabatan Tahap 1
Tahun 2020)
Oleh
AGUS SUPARDI, S. Pd.
20036102710121
Kelas 2
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI GURU
PASCA SARJANA UNIVERSITAS PGRI SEMARANG
2020
ii
HALAMAN PENGESAHAN
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berjudul “Penerapan Model Discovery Learning
dengan Media Video Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Daring Siswa Pada Tema 4
Subtema 1 Kelas VI SD Muhammadiyah PK Surakarta Tahun Pelajaran 2020/2021”
.
Nama Oleh:
No. Peserta : Agus Supardi, S. Pd.
Kelas : 20036102710121
:2
Telah disahkan oleh Dosen Pembimbing PTK PPG SD Dalam Jabatan Tahap 1 Tahun
2020 Universitas PGRI Semarang pada :
Hari : Senin
Tanggal : 16 November 2020
Pembimbing I Pembimbing II
Arfilia Wijayanti, S. Pd., M. Pd. Estiyani, S.Pd., M.Pd
NPP. 098702224 NIP. 19710303 200212 2 007
iii
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING DENGAN MEDIA VIDEO
UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DARING SISWA PADA
TEMA 4 SUBTEMA 1 KELAS VI SD MUHAMMADIYAH PK SURAKARTA
TAHUN PELAJARAN 2020/2021
Agus Supardi, S. Pd, 20036102710121, Kelas 2
Program Studi Pendidikan Profesi Guru Pasca Sarjana Universitas PGRI Semarang 2020
Kata kunci : Hasil belajar, Tema 4 Kelas 6, model pembelajaran Discovery LearningI
ABSTRAK
Pembelajaran yang telah dilakukan selama ini melaluizom dan google meet pada
umumnya hanya setengah dari jumlah peserta didik ikut terlibat dalam proses belajar
mengajar di kelas daring. Hal tersebut dipengaruhi oleh tingkat perkembangan siswa di
kelas tinggi yang cenderung masih memiliki tingkat bermain yang tinggi.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui
penerapan model Discovery Learning dengan media video pada pembelajaran tema 4
subtema 1 kelas VI SD Muhammadiyah PK Surakarta. (2) Mengetahui aktivitas siswa dalam
melakukan penerapan model Discovery Learning dengan media video pada pembelajaran
tema 4 subtema 1 di kelas VI SD Muhammadiyah PK Surakarta. (3) Mengetahui pengelolaan
pembelajaran yang dilakukan guru dalam menerapkan model Discovery Learning dengan
media video pada pembelajaran tema 4 subtema 1 di kelas VI SD Muhammadiyah PK
Surakarta. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, metode tes, dan
dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis
interaktif yang meliputi : reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan, penarikan atau
verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar sisa pada aspek
sikap, pengetahuan dan keterampilan. Untuk aspek sikap siswa terus mengalami kenaikan
dari siklus 1 danpai 3. Pada aspek pengetahuan siklus I tingkat ketuntasan di atas KKM (75)
adalah 82,15%, 100% dan 100%. Pada aspek keterampilan rata – rata kelas capaian
pembelajarn terus meningkat. Semoga dengan adanya penelitian ini dapat menambah
semangat kita untuk melaksanakan peneliatn selanjutnya.
v
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillahi robbil’alamiin. Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT,
karena atas ijin serta limpahan rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan Laporan Penelitian
Tindakan Kelas dengan judul “PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING
DENGAN MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DARING
SISWA PADA TEMA 4 SUBTEMA 1 KELAS VI SD MUHAMMADIYAH PK
SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2020/2021
Penulis menyadari terselesaikannya penyusunan Laporan Penelitian Tindakan Kelas
ini tidak lepas dari bimbingan, arahan, petunjuk, dukungan dan saran-saran dari berbagai
pihak, maka penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Rektor Universitas PGRI Semarang Dr. Muhdi, S.H, M.Hum
2. Bapak Direktur Pascasarjana Universitas PGRI Semarang Dr. Ngasbun
Egar,S.Pd,M.Pd.
3. Ibu Kepala Program Studi PPG Universitas PGRI Semarang. Dr. Listyaning
Sumardiyani,M.Hum
4. Ibu Arfilia Wijayanti,S.Pd,M.Pd, selaku dosen pembimbing yang telah memberikan
bimbingan, dukungan dan arahan kepada peneliti.
5. Ibu Estiyani,S.Pd,M.Pd, selaku guru pamong yang telah memberikan bimbingan,
saran dan dukungan kepada peneliti.
6. Bapak Nursalam, M. Pd. selaku Kepala SD Muhamamdiyah PK Surakarta yang telah
mengijinkan peneliti melakukan penelitian di SD yang bersangkutan.
7. Keluarga besar SD Muhammadiyah PK Surakarta atas dukungan dan kerjasamanya.
8. Seluruh peserta PPG Dalam Jabatan Tahap 1 Universitas PGRI Semarang Tahun
2020.
vi
9. Keluarga besar atas dukungan yang tak terbatas untuk mendoakan dan memberikan
semangat kepada peneliti.
Penulis menyadari bahwa penulisan laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh
karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk
perbaikan penulisan dikemudian hari.
Surakarta, 16 November 2020
Penulis
vii
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL .................................................................................... i
HALAMAN JUDUL ........................................................................................ ii
LEMBAR PENGESAHAN.............................................................................. iii
HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN .................................. iv
ABSTRAK ...................................................................................................... v
KATA PENGANTAR ..................................................................................... vi
DAFTAR ISI .................................................................................................... viii
DAFTAR TABEL ............................................................................................ ix
DAFTAR GAMBAR........................................................................................ xi
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xi
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang Masalah ................................................................ 6
B. Identifikasi Masalah ....................................................................... 6
C. Pembatasan Masalah....................................................................... 7
D. Rumusan Masalah .......................................................................... 8
E. Tujuan Penelitian ........................................................................... 9
F. Manfaat Penelitian .........................................................................
BAB II KAJIAN PUSTAKA 11
A. Model Discovery Learning ............................................................ 14
B. Media Video ................................................................................... 17
C. Hasil Belajar ................................................................................... 17
D. Tema 4 Subtema 1 ........................................................................ 18
E. Penelitian Tindakan Kelas (PTK)................................................... 19
F. Penelitian Terdahulu....................................................................... 21
G. Kerangka Pemikiran ...................................................................... 23
H. Hipotesis ........................................................................................
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 24
A. Setting Penelitian............................................................................ 24
B. Siklus Penelitian .............................................................................
C. Metode Pengumpulan Data ............................................................ 30
D. Instrument Penelitian...................................................................... 31
E. Tekni Analisis Data........................................................................ 32
F. Indikator Kinerja............................................................................. 33
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 34
A. Deskripsi Kondisi Awal ................................................................ 41
B. Sajian Data Penelitian Tiap Siklus............................................... .. 41
1. Hasil Tindakan Kelas Siklus I .................................................. 48
2. Hasil Tindakan Kelas Siklus II.................................................. 57
3. Hasil Tindakan Kelas Siklus III ............................................... 66
C. Pembahasan Antar Siklus................................................................
BAB V PENUTUP 67
A. Kesimpulan .................................................................................... 68
B. Saran ..............................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
4.1 Hasil Analisis Data Sikap Siklus 1............ .............................................. 42
4.2 Hasil Analisis Data Aspek Pengetahuan Siklus 1 ................................... 44
4.3 Hasil Analisis Aspek Keterampilan siklus I ........................................... 54
4.4 Hasil Observasi Siswa Siklus I .............................................................. 46
4.5 Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus I ................................................ 47
4.6 Hasil Analisis Data Sikap Siklus II ........................................................ 50
4.7 Hasil Analisis Data Aspek Pengetahuan Siklus II ................................. 53
4.8 Hasil Analisis Data Aspek Keterampilan Siklus II ................................ 54
4.9 Hasil Analisis Data Keterampilan Siklus II............................................. 54
4.10 Hasil Observasi Pengelolaan Guru Siklus II ......................................... 58
4.11 Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus II............................................. 60
4.12 Hasil Analisis Aspek Sikap Siswa Siklus III......................................... 60
4.13 Hasil Analisis Hasil belajar aspek Pengetahuan Siklus III.................... 62
4.14 Hasil Analisis Hasil belajar aspek Keterampilan Siklus III .................. 63
4.15 Hasil Analisis Pengelolaan Guru Siklus III........................................... 64
4.16 Hasil Analisis Aktivitas Siswa Siklus III .............................................. 65
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
2.1 Kerangka PTK .............................................................................. 19
2.2 Kerangka Pemikiran ..................................................................... 22
3.1 Prosedur setiap siklus penelitian tindakan kelas .......................... 23
4.1 Diagram Sikap Percaya Diri Siklus I ........................................... 42
4.2 Diagram Sikap Jujur Siklus I ………........................................... 42
4.3 Diagram Nilai Pengetahun Siklus I ….......................................... 44
4.4 Diagram Nilai Keterampilan Siklus I ........................................... 45
4.5 Diagram Sikap Percaya Diri Siklus II ........................................... 51
4.6 Diagram Sikap Jujur Siklus II ………........................................... 53
4.7 Diagram Nilai Pengetahun Siklus II ….......................................... 54
4.8 Diagram Nilai Keterampilan Siklus II ........................................... 56
4.9 Diagram Sikap Percaya Diri Siklus III ........................................... 56
4.10 Diagram Sikap Jujur Siklus III ………........................................... 60
4.11 Diagram Nilai Pengetahun Siklus III ….......................................... 61
4.12 Diagram Nilai Keterampilan Siklus III ........................................... 62
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Halaman
1. Perangkat Pembelajaran Siklus I...................... .......................................... 67
2. Perangkat Pembelajaran Siklus II............................................................... 67
3. Perangkat Pembelajaran Siklus III...................... ....................................... 67
4. Daftar Nilai Aspek Sikap Siklus I ............................. ................................ 106
5. Daftar Nilai Aspek Sikap Siklus II....................................... ...................... 108
6. Daftar Nilai Aspek Sikap Siklus III............................................................ 110
7. Daftar Nilai Aspek Pengetahun Siklus I..................................................... 110
8. Daftar Nilai Aspek Pengetahun Siklus II...................................... ............. 110
9. Daftar Nilai Aspek Pengetahuan Siklus III...................................... .......... 110
10. Daftar Nilai Aspek Keterampilan Siklus I.................................................. 112
11. Daftar Nilai Aspek Keterampilan Siklus II ..... .......................................... 114
12. Daftar Nilai Aspek Keterampilan Siklus III ............................................... 115
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sangatlah penting bagi
kehidupan warga negaranya. Hal ini berguna untuk membangkitkan bangsa dan
negaranya agar lebih maju dan mampu bersaing dengan negara-negara tetangga.
Pendidikan merupakan usaha yang dilakukan untuk mengembangkan kompetensi
atau kemampuan yang ada di dalam diri sendiri, baik spiritual, kecerdasan maupun
keterampilan yang diperlukan dirinya atau masyarakat.
Pendidikan mempunyai peranan penting terhadap tuntutan perubahan zaman
sesuai dengan apa yang tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 20 tahun 2003 Tentang Pendidikan Nasional dijelaskan
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian kecerdasan akhlak mulia,
serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan
negara.
Tujuan pendidikan nasional adalah untuk menyiapkan siswa agar dapat
berperan penting dalam kehidupan di masa yang akan datang, sehingga kelak siswa
dapat memainkan perannya dalam perikehidupan sebagai pribadi, warga masyarakat
maupun warga negara.
Pendidikan Nasional yang dipandang bermutu, diukur dari kedudukan untuk
ikut mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kebudayaan nasional, yang
berhasil membentuk generasi muda yang cerdas, beriman dan bertaqwa, sehat
1
jasmani dan rohani, berakhlak mulia, cinta tanah air, bermoral, dan berkepribadian.
Hal itu dengan tegas dinyatakan dalam Undang-Undang Sisdiknas pasal 1 ayat (1)
yang menyatakan:
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pada
pasal 17 juga ditegaskan dengan bunyi: 1) Pendidikan dasar merupakan
jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah, 2)
Pendidikan dasar berbentuk Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah
(MI) atau bentuk lain yang sederajat serta Sekolah Menengah Perama (SMP)
dan Madrasah Tsanawiyah (MTS), atau bentuk lain yang sederajat.
Dari pernyataan di atas dapat peneliti nyatakan bahwa fungsi dan tujuan
pendidikan adalah untuk menjadikan peserta didik yang berpotensi dalam berbagai
hal sehingga dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Membahas
tentang peserta didik tidak terlepas dari proses belajar mengajar di kelas. Dalam
upaya menciptakan peserta didik yang berpotensi tinggi guru harus memahami betul
bagaimana membuat siswa terlibat dalam proses belajar mengajar.
Guru dituntut professional dalam mendidik peserta didik dapat mencapai apa
yang ditergetkan dalam suatu pembelajaran. Menurut Undang- Undang Nomor 14
Tahun 2005 tentang guru dan dosen:
Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar,
membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta
2
didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, Pendidikan
dasar, dan pendidikan menengah. (Pasal 1 ayat 1)
Kurikulum 2013 dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006
yang dipertahankan di tahun pelajaran 2016-2017 meskipun ada dua kurikulum yang
diterapkan di sekolah sudah terlihat pendidikan di Indonesia ingin terus maju agar
tujuan pendidikan bisa tercapai. Kurikulum mempunyai tujuan bahwa setiap individu
mempunyai potensi yang harus dikembangkan, maka proses pembelajaran yang
cocok adalah yang mengalami potensi anak untuk selalu kreatif dan berkembang.
Melalui perkembangan dalam dunia pendidikan yang terus majukhususnya
di masa pembelajaran daring, maka pembelajaran di sekolah harus disesuaikan
dengan tuntutan zaman dan keadaan masa pandemi sehingga akan tercapai suatu
pendidikan dengan hasil yang maksimal. Kurangnya keahlian guru dalam memilih
dan memilah metode ataupun model pembelajaran daring, dikarenakan guru kurang
begitu paham dengan keberagaman model pembelajaran daring yang beraneka
ragam sekarang ini, mereka hanya menggunakan metode yang umum saja yakni
metode WA grub dan google classroom, hal tersebut dapat membuat siswa merasa
bosan dan tidak bergairah untuk belajar.
Pada suatu proses pembelajaran tematik di Sekolah Dasar (Kelas Tinggi),
khususnya di SD Muhammadiyah PK Surakarta, guru sering kali mengalami
kesulitan dalam melibatkan siswa dalam proses belajar mengajar di kelas daring dan
meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran tematik (Kelas Tinggi),
khususnya di kelas VI (Enam) SD/Semester 1 tentang tema 4 Globalisasi subtema 1
Globalisasi di sekitarku.
Pembelajaran yang telah dilakukan selama ini melaluizom dan google meet
pada umumnya hanya setengah dari jumlah peserta didik ikut terlibat dalam proses
3
belajar mengajar di kelas daring. Hal tersebut dipengaruhi oleh tingkat
perkembangan siswa di kelas tinggi yang cenderung masih memiliki tingkat bermain
yang tinggi.
Masalah ini disebabkan karena keadaan kelas daring yang kurang menarik,
metode mengajar guru yang kurang menguasai pembelajaran sehingga peserta didik
tidak memperhatikan pembelajaran dengan baik, atau model pembelajaran yang
tidak sesuai dengan meteri ajar. Sedangkan, untuk menjelaskan materi pembelajaran
tersebut membutuhkan keahlian guru dalam menjelaskannya di depan kelas dan
media pendukung yang relevan agar siswa ikut terlibat dalam pembelajaran dan
emunculkan sikap percaya diri untuk mengemukakan pendapatnya.
Berdasarkan hasil observasi langsung pada proses pembelajaran daring
sebelumnya, berkenaan dengan proses pembelajaran di kelas daring dan hasil belajar
siswa, didapatkan data informasi menyangkut hasil belajar siswa pada pembelajaran
tematik masih ada siswa yang nilainya di bawah KKM, dimana standar ketercapaian
nilai untuk mata pelajaran tematik adalah 75. Jumlah siswa kelas VI C adalah 28
yang belum mencapai KKM yaitu 8 orang, sedangkan 12 orang lainnya sudah
mencapai standar nilai mata pelajaran tematik dan 8 orang lainnya sudah hampir
mencapai nilai sempurna.
Hasil belajar menurut penulis adalah suatu yang diperoleh siswa berdasarkan
pengalamannya pada proses belajar mengajar di kelas, tersebut dapat berupa
pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Hal tersebut sesuai dengan pendapat
Susanto (2013 : 5) yang mengatakan. “Hasil belajar adalah perubahan- perubahan
yang terjadi pada diri siswa, baik yang menyangkut aspek kognitif, afektif, dan
psikomotor sebagai hasil dari kegiatan belajar”. Pendapat tersebut diperjelas oleh
Kunandar (2014 : 62) yang menjelaskan bahwa hasil belajar adalah kompetensi atau
4
kemampuan tertentu baik kognitif, afektif, maupun psikomotor yang dicapai atau
dikuasai peserta didik setelah mengikuti proses belajar mengajar.
Berpedoman pada fakta-fakta diatas, salah satu alternatif pemecahan masalah
yang dapat diambil adalah dengan penerapan model Discoveri Learning sebagai
upaya meningkatan kegiatan pembelajaran tematik khususnya pada tema 4 subtema
1. Model Discoveri Learning adalah salah satu model pembelajaran yang
mengkondisikan peserta didik untuk terbiasa menemukan, mencari, dan
mendikusikan sesuatu yang berkaitan dengan pengajaran. Model pembelajaran ini
mengutamakan peran guru dalam menciptakan situasi belajar yang melibatkan
peserta didik belajar secara aktif dan mandiri.
Kegiatan pembelajaran menekankan agar peserta didik terlibat langsung
dalam pembelajaran sehingga peserta didik dapat mengalami dan menemukan
sendiri konsep-konsep yang harus ia kuasai. Model Discovery Learning akan
membuat pembelajaran lebih bermakna karena akan mengubah kondisi belajar yang
pasif menjadi aktif dan kreatif serta mengubah pembelajaran yang semula teacher
oriented ke student oriented Dengan demikian diharapkan peserta didik lebih
memahami materi pembelajaran yang disampaikan.
Berdasarkan latar belakang yang dipaparkan di atas, maka perlu diadakan
penelitian tindakan kelas sebagai upaya perbaikan proses pembelajaran konsep
dalam pembelajaran tematik, dengan melakukan penelitian tindakan kelas dengan
judul: “PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING DENGAN MEDIA
VIDEO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DARING SISWA PADA
TEMA 4 SUBTEMA 1 KELAS VI SD MUHAMMADIYAH PK SURAKARTA
TAHUN PELAJARAN 2020/2021”.
5
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan paparan pada latar belakang masalah dan hasil obeservasi yang
dilakukan pada pembelajaran sebelumnya dan hasil belajar sebelumnya berikut
beberapa masalah yang teridentifikasi :
1. Ketuntasan belajar siswa belum mencapai 100% terutama untuk pembelajaran
tematik terutama di muatan Bahasa Indonesai dan IPS
2. Model pembelajaran yang digunakan selama pembelajaran daring (dampak
pandemi covid – 19) cenderung kurang meningkatkan keaktivan siswa untuk
bertanya.
3. Belum adanya media pembelajaran yang meningkatkan pemahaman siswa
mengenai pembelajaran tematik berupa vidio pembelajaran.
C. Pembatasan Masalah
Agar masalah ini dapat dikaji secara mendalam, maka perlu adanya pembatasan
ruang lingkup. Adapun pembatasan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Subjek Penelitian
Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIC SD Muhammadiyah Program
Khusus Surakarta Tahun Pelajaran 2020/2021.
2. Objek Penelitian
Objek dalam penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Discovery
Learning dengan media video.
3. Materi Pokok
Materi pokok yang digunakan dalam penelitian ini adalah tema 4 Globalisasi
pada subtema 1 pembelajaran 1 sampai dengan pembelajaran 3.
6
4. Parameter
Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa
kelas VIC SD Muhammadiyah PK tahun ajaran 2020/2021 dalam aspek sikap
(afektif), pengetahuan (kognitif), dan keterampilan (psikomotorik). Ketiga aspek
tersebut sebagai berikut:
a. Hasil belajar siswa dalam aspek pengetahuan mencakup pengetahuan,
pemahaman, penerapan, analisis, dan evaluasi siswa terhadap materi yang
diberikan guru.
b. Hasil belajar siswa dalam aspek sikap mencakup sikap atau perilaku siswa dalam
hal penerimaan, merespon, dan menghargai terhadap materi dan permasalahan
yang diberikan guru.
c. Hasil belajar siswa dalam aspek keterampilan mencakup keterampilan siswa
dalam hal menyusun laporan hasil pengamatan dan keterampilan siswa dalam
menkomunikasikan hasil pengamatan.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka rumusan masalah pada
penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Bagaimanakah penerapan model Discovery Learning dengan media video untuk
meningkatkan ketuntasan belajar daring siswa pada pembelajaran tema 4
subtema 1 di kelas VI SD Muhammadiyah PK Surakarta?
2. Bagaimanakah aktivitas siswa dalam melakukan penerapan model Discovery
Learning dengan media video pada pembelajaran tema 4 subtema 1 di kelas VI
SD Muhammadiyah PK Surakarta?
7
3. Bagaimanakah pengelolaan pembelajaran yang dilakukan guru dalam
menerapkan model Discovery Learning dengan media video pada pembelajaran
tema 4 subtema 1 di kelas VI SD Muhammadiyah PK Surakarta?
E. Tujuan Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini memiliki tujuan sebagai berikut :
1. Tujuan Umum
Tujuan umum dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan hasil
belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Discovery Learning dengan
media video.
2. Tujuan Khusus
Tujuan secara khusus dari dilaksanakanya penelitian tindakan kelas ini adalah
sebagai berikut :
a. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model Discovery
Learning dengan media video pada pembelajaran tema 4 subtema 1 kelas VI
SD Muhammadiyah PK Surakarta.
b. Mengetahui aktivitas siswa dalam melakukan penerapan model Discovery
Learning dengan media video pada pembelajaran tema 4 subtema 1 di kelas
VI SD Muhammadiyah PK Surakarta.
c. Mengetahui pengelolaan pembelajaran yang dilakukan guru dalam
menerapkan model Discovery Learning dengan media video pada
pembelajaran tema 4 subtema 1 di kelas VI SD Muhammadiyah PK Surakarta.
8
F. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Manfaat teoritis
Melalui kegiatan penelitian ini diharapkan diperoleh suatu model
pembelajaran yang tepat dalam melaksanakan pembelajaran tematik sebagai
salah satu upaya meningkatkan hasil pembelajaran daring khususnya tema 4
subtema 1 yang dapat dijadikan sebagai refrensi bagi peneliti selanjutnya.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Peserta didik
1. Meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai materi tematik.
2. Mendorong peserta didik lebih aktif, kreatif, dan berani mengungkapkan
pendapat
3. Mendapatkan pengajaran yang konkrit yaitu tidak hanya sekedar konsep
melainkan proses suatu kejadian
4. Menjadikan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga peserta
didik termotivasi dan merasa antusias dalam mengikuti pembelajaran
secara daring.
b. Bagi guru
1. Meningkatnya kemampuan guru dalam mengatasi kendala pembelajaran
tematik secara daring.
2. Dapat memberikan inspirasi bagi guru untuk melakukan proses belajar
pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran yang inovatif
meskipun secara daring sehingga tercipta pembelajaran yang
menyenangkan.
9
3. Melatih keprofesionalan seorang guru dalam mengembangkan model
pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik
c. Bagi sekolah
1. Hasil penelitian dapat dijadikan acuan dalam upaya pengadaan inovasi
pembelajaran secara daring bagi para guru lain dalam mengajarkan
materi.
2. Sebagai masukan dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas
pembelajaran daring secara intensif dan menggunakan model
pembelajaran yang lebih inovatif agar kualitas pembelajaran lebih efektif
khususnya pada kualitas sekolah.
10
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Model Discovery Learning
a. Pengertian model Discovery Learning
Menurut Sund dalam http://ofiick.blogspot.com/2012/11/m0del-
pembelajaran-penemuan-terbimbing.html, model pembelajran penemuan
terbimbing (Discovery learning) adalah proses mental dimana siswa mampu
mengasimilasikan sesuatu konsep atau prinsip. Yang dimaksud dengan proses
mental antara lain ialah : mengamati, mencerna, mengerti, menggolong-
golongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan dan
sebgainya. Dalam teknik ini siswa dibiarkan untuk menemukan sendiri atau
mengalami proses mental itu sendiri, guru hanya sebagai fasilitator dan
membimbing apabila diperlukan atau apabila ada yang dipertanyakan.
Sebagaimana diungkapkan oleh Jerome Bruner, Bruner menganggap
bahwa belajar penemuan sesuai dengan pencarian pengetahuan secara aktif oleh
manusia, dan dengan sendirinya memberi hasil yang paling baik. Berusaha
sendiri untuk mencari pemecahan masalah sera pengetahuan yang menyertainya,
menghasilkan pengetahuan yang benar-benar bermakna (Ratna Wilis Dahar
(2006:79). Dari teori belajar Bruner, intinya perolehan pengetahuan merupakan
suatu proses interaksi, dan orang mengkanstruksi pengetahuannya dengan
menghubungkan informasi yang masuk dengan informasi yang disimpan atau
diperoleh sebelumnya. Belajar penemuan sesuai dengan pencarian pengetahuan
secara aktif oleh manusia dan dengan sendirinya memberikan hasil yang paling
baik.
11
Dari berbagai pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa model Discovery
adalah model pembelajaran yang mengarahkan siswa kepada data-data serta
informasi yang telah disediakan oleh guru untuk diolah sendiri oleh siswa dengan
bimbingan guru untuk kemudian siswa sendiri menemukan sebuah prinsip umum
dari data dan informasi yang disediakan tersebut.
b. Kelebihan model Discovery Learning
Dalam penggunaan model discovery learning ini guru berusaha
meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar. Maka model ini
memiliki kelebihan sebagai berikut:
1) Model ini mampu membantu siswa untuk mengembangkan, memperbanyak
kesiapan, serta penguasaan keterampilan dalam proses kognitif/pengenalan
siswa.
2) Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sangat pribadi individual
sehingga dapat kokoh/mendalam tertinggal dalam jiwa siswa tersebut.
3) Dapat membangkitkan kegairahan belajar mengajar para siswa.
4) Model ini mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang
dan maju sesuai dengankemampuannya masing-masing.
5) Mampu mengarahkan cara siswa belajar, sehingga lebih memiliki motivasi
yang kuat untuk belajar lebih giat.
6) Membantu siswa untuk memperkuat dan menambah kepercayaan pada diri
sendiri dengan proses penemuan sendiri.
Strategi itu berpusat pada siswa tidak pada guru. Guru hanya sebagai
teman belajar saja atau sebagai fasilitator, membimbing siswa dalam kegiatan
belajar mengajar.
12
c. Langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan model Discovery
Learning
Langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan model Discovery
Learning adalah sebagai berikut:
1) Stimulation (stimulasi/pemberian rangsangan). Pertama-tama pada tahap ini
pelajar dihadapkan pada sesuatu yang menimbulkan kebingungannya,
kemudian dilanjutkan untuk tidak memberi generalisasi, agar timbul
keinginan untuk menyelidiki sendiri.
2) Problem statement (pernyataan/ identifikasi masalah). Setelah dilakukan
stimulation langkah selanjutya adalah guru memberi kesempatan kepada
siswa untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin agenda-agenda masalah
yang relevan dengan bahan pelajaran, kemudian salah satunya dipilih dan
dirumuskan dalam bentuk hipotesis (jawaban sementara atas pertanyaan
masalah).
3) Data collection (pengumpulan data). Ketika eksplorasi berlangsung guru juga
memberi kesempatan kepada para siswa untuk mengumpulkan informasi
sebanyak-banyaknya yang relevan untuk membuktikan benar atau tidaknya
hipotesis. Pada tahap ini berfungsi untuk menjawab pertanyaan atau
membuktikan benar tidak hipotesis, dengan demikian anak didik diberi
kesempatan untuk mengumpulkan (collection) berbagai informasi yang
relevan, membaca literature, mengamati objek, wawancara dengan nara
sumber, melakukan uji coba sendiri dan sebagainya.
4) Data processing (pengolahan data). Data processing merupakan kegiatan
mengolah data dan informasi yang telah diperoleh para siswa baik melalui
wawancara, observasi, dan sebagainya, lalu ditafsirkan. Data processing
13
disebut juga dengan pengkodean coding/ kategorisasi yang berfungsi sebagai
pembentukan konsep dan generalisasi. Dari generalisasi tersebut siswa akan
mendapatkan penegetahuan baru tentang alternatif jawaban/ penyelesaian
yang perlu mendapat pembuktian secara logis.
5) Verification (pentahkikan/pembuktian). Bertujuan agar proses belajar akan
berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada
siswa untuk menemukan suatu konsep, teori, aturan atau pemahaman melalui
contoh-contoh yang ia jumpai dalam kehidupannya.
6) Generalization (menarik kesimpulan/generalisasi). Tahap generalitation/
menarik kesimpulan adalah proses menarik sebuah kesimpulan yang dapat
dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang
sama, dengan memperhatikan hasil verifikasi. Atau tahap dimana
berdasarkan hasil verifikasi tadi, anak didik belajar menarik kesimpulan atau
generalisasi tertentu. Akhirnya dirumuskannya dengan kata-kata prinsip-
prinsip yang mendasari generalisasi.
B. Media Video
a. Pengertian Media
Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti
tengah, perantara, atau pengantar. Dalam bahasa Arab adalah perantara atau
pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan (Azhar Arsyad, 2009:3).
Gerlach & Ely (Azhar Arsyad 2009:3) mengungkapkan bahwa media
apabila dipahami secara garis besar adalah mausia, materi, atau kejadian yang
membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan,
keterampilan, atau sikap.
14
Menurut Marshall Mcluhan (Harjanto,2006:247) media merupakan suatu
ekstensi manusia yang memungkinkannya mempengaruhi orang lain yang tidak
mengadakan kontak langsung dengan dia.
Menurut Ruminiati (2007:11) kata media berasal dari bahasa
Latin medio, dalam bahasa Latin, media dimaknai sebagai antara.
Media merupakan bentuk jamak dari medium, yang secara harfiah berarti
perantara atau pengantar. Secara khusus, kata tersebut dapat diartikan sebagai
alat komunikasi yang digunakan untuk membawa informasi dari satu sumber
kepada penerima. Dikaitkan dengan pembelajaran, media diartikan sebagai alat
komunikasi yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk membawa
informasi berupa materi ajar dari pengajar kepada siswa sehingga siswa menjadi
lebih tertarik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.
Dari pengertian di atas dapat dikatakan bahwa media merupakan sarana
penyampaian informasi belajar oleh guru kepada siswa sehingga siswa menjadi
lebih memahami dan tertarik dengan pembelajaran yang dilakukan.
b. Pengertian Media Video
Menurut Ronal Anderson (1994:99), media video adalah merupakan
rangkaian gambar elektronis yang disertai oleh unsur suara serta unsur
gambar yang diputar dengan suatu alat. Media video merupakan bagian dari
media audiovisual. Dalam media video terdapat dua unsur yaitu unsur audio
dan gambar. Media video digunakan dapat membantu siswa dalam menerima
maksud pesan yang ingin disampaikan.
Video yang digunakan dalam penelitian ini merupakan video yang
diambil dari program youtube. Video ditampilkan melalui komputer yang
dihubungkan dengan LCD.
15
c. Karakteristik media video
Media video memiliki kelebihan dan kelemahan. Menurut Ronald
Anderson (1994:103-105) kelebihan dan kekurangan media video antara lain
sebagai berikut.
1) Kelebihan media video :
a) Dapat digunakan untuk klasikal atau individual
b) Media video dapat digunakan dalam pembelajaran klasikal. Siswa
secara bersama dapat menyaksikan tayangan video yang diputarkan
oleh guru.
c) Selain secara klasikal, dapat digunakan secara individu. Siswa dapat
melihat tampilan video secara individu di komputer masing-masing.
d) Digunakan secara berulang.
e) Video dapat diputar berulang-ulang sehingga praktis untuk digunakan
dalam pembelajaran.
f) Dapat menyajikan objek yang bersifat bahaya.
g) Materi-materi pembelajaran yang bersifat dapat membahayakan
siswa, ditampilkan melalui media video.
h) Dapat menyajikan obyek secara detail.
16
C. Hasil Belajar
Setiap kegiatan pembelajaran pada hakikatnya tentu menginginkan sebuah
perubahan yang memuaskan sebagai hasil dari belajar. Pada kegiatan akhir dalam
proses pembelajaran adalah proses evaluasi yang bertujuan untuk mengetahui hasil
belajar siswa.
Nawawi dalam K. Brahim (dalam Susanto, 2013: 5) mengemukakan bahwa
hasil belajar dapat diartikan sebagai tingkat keberhasilan siswa dalam memperlajari
materi pelajaran disekolah yang dinyatakan dalam skor yang diperoleh dari hasil tes
mengenal sejumlah meteri peslajaran tertentu. Selanjutnya Sardiman (2011: 84)
menjelaskan bahwa hasil belajar akan menjadi optimal, kalau ada motivasi. Makin
tepat motivasi yang diberikan, maka akan berhasil pula pelajaran itu. Jadi, motivasi
akan senantiasa menentukan intensitas usaha belajar bagi para siswa.
Dari pendapat diatas, dapat peneliti simpulkan bahwa hasil belajar adalah
hasil yang diperoleh siswa setelah mengikuti materi pelajaran sehingga terjadi
perubahan tingkah laku. Hasil belajar akan menjadi lebih optimal apabila guru
memberikn motivasi dan pesan moral terhadap siswanya.
D. Tema 4 Globalisasi Subtema 1 Globalisasi di Sekitarku
Kata globalisasi berasal dari kata “global” dalam Kamus Umum Bahasa
Indonesia yang memiliki arti “secara keseluruhan”. Sebagaimana dikemukakan oleh
Wuryan dan Syaifullah (2009, hlm. 141) bahwa Secara etimologis globalisasi berasal
dari kata “globe” yang berarti bola dunia sedangkan akhiran sasi mengandung makna
sebuah “proses” atau keadaan yang sedang berjalan atau terjadi saat ini. Jadi secara
etimologis, globalisasi mengandung pengertian sebuah proses mendunia yang tengah
17
terjadi saat ini menyangkut berbagai bidang dan aspek kehidupan masyarakat,
bangsa, dan negara-negara di dunia.
Pada tema 4 globalisasi subtema 1 globalisasi di sekitarku, pembahasan materi
meliputi mengenal globalisasi yang ada di sekitar tempat tinggal, sikap positif
dalam keberagaman ekonomi, proses dihasilkan dan proses penyaluran energi
listrik, dan menentukan bentuk kerjasama dalam bidang sosial budaya di Asia
Tenggara.
E. Penelitian Tindakan Kelas
PTK merupakan suatu penelitian tindakan yang akar permasalahannya
muncul di kelas dan dirasakan langsung oleh guru yang bersangkutan sehingga sulit
dibenarkan jika ada anggapan bahwa permasalahan dalam penelitian tindakan kelas
muncul dari lamunan peneliti. Dalam PTK, peneliti atau guru dapat melihat sendiri
praktik pembelajaran atau bersama dengan guru lain dia dapat melakukan penelitian
terhadap siswa dilihat dari segi aspek interaksinya dalam proses pembelajaran.
Dalam PTK, guru secara refleksi dapat menganalisisnya, mensintesis terhadap apa
yang telah dilakukan di kelas. Dalam hal ini berarti dengan melakukan PTK,
pendidik dapat memperbaiki praktik-praktik pembelajaran sehinga menjadi lebih
efektif (Supardi, 2006 : 17).
Menurut Arikunto (2007 : 26) penelitian tindakan kelas dilakukan melalui
beberapa tahap, yaitu: 1) Perencanaan (Planning) menjelaskan tentang apa,
mengapa, kapan, dimana, oleh siapa dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan. 2)
Tindakan (Acting) pelaksanaan yang merupakan implementasi atau penerapan isi
rancangan mengenai tindakan di kelas. 3) Pengamatan (Observising) kegiatan
pengamatan yang dilakukan oleh pengamat. 4) Refleksi (Reflecting) merupakan
18
kegiatan untuk mengemukakan apa yang sudah dilakukan. Adapun modelnya
sebagai berikut :
Perencanaan
Refleksi Siklus 1 Tindakan I
Pengamatan
Perencanaan
Refleksi Tindakan II
PenSgikalmusat2an
Dilanjutkan ke siklus
Gambar 2.1. Kegiatan pada setiap siklus penelitian tindakan kelas (Arikunto, 2006
: 26)
F. Kajian Hasil Penelitian Terdahulu
Ichmarunto (2014) dengan judul “Penerapan Model Discovery Untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Tentang Perubahan Kenampakan Bulan Di Kelas
IV SDN 6 Arjawinangun Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon”. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model Model Discovery pada
pembelajaran IPA di Kelas IV SDN 6 Arjawinangun dapat dilaksanakan dengan
efektif. Hal ini ditunjukkan pada peningkatan hasil belajar peserta didik. Data hasil
penelitian menunjukan bahwa sebelum diberikan tindakan dari 25 jumlah peserta
19
didik keseluruhan di kelas IV hanya tujuh orang memenuhi KKM sebesar 70 pada
mata pelajaran IPA. Kemudian naik menjadi 10 orang pada siklus I, kemudian pada
siklus II naik lagi menjadi 18 orang, dan pada siklus III semua siswa dapat dinyatakan
tuntas berdasarkan KKM.
Purwanti (2010) dengan judul “Penerapan Guided Discovery Learning
dalam Pembelajaran IPA untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Bagian-bagian
Tumbuhan pada Siswa Kelas II SDN Pringo Kecamatan Bululawang Kabupaten
Malang”. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan hasil belajar siswa
dengan penerapan Guided Discovery Learning. Sebelum tindakan nilai rata-rata 65
dengan ketuntasan 60%. Setelah penerapan Guided Discovery Learning nilai rata-
rata siswa pada siklus I naik menjadi 79 dengan ketuntasan belajar 80%. Pada siklus
II nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 87,5 dengan ketuntasan belajar 100%.
Penerapan Guided Discovery Learning juga meningkatkan keaktifan siswa dalam
proses pembelajaran. Rata-rata skor keaktifan siswa pada siklus I 3,5 atau 75% dan
dikatakan baik, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 3,75 atau 93,75% dan
dikatakan sangat baik. Dari hasil penelitian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa
penerapan Guided Discovery Learning dapat meningkatkan penguasaan konsep
bagian-bagian tumbuhan pada siswa kelas II SDN Pringo Kecamatan Bululawang
Kabupaten Malang.
Yunari, Naviah (2012) dengan judul “Peningkatan Hasil Belajar Siswa
Melalui Penerapan Model Discovery Learning Materi Pecahan Di Kelas III SDN 1
Wonorejo Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung”. Dari hasil penelitian
yang telah dilaksanakan dengan penerapan model discovery learning, diperoleh
peningkatan hasil belajar matematika materi pecahan pada siswa di kelas III.
Peningkatan hasil belajar dari pratindakan, siklus I ke siklus II sebagai berikut. Pada
20
tahap pra tindakan rata-rata nilai kelas 53,73 dengan prosentase ketuntasan 32%.
Siklus I dari pertemuan 1 ke pertemuan 2 mengalami peningkatan rata-rata sebesar
3,16 dengan peningkatan persentase ketuntasan secara klasikal sebesar 10%. Siklus
II dari pertemuan 1 ke pertemuan 2 mengalami peningkatan rata-rata sebesar 9,22
dengan peningkatan prosentase ketuntasan secara klasikal sebesar 16 %. Berdasarkan
hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar
Matematika setelah diterapkan pembelajaran menggunakan model discovery
learning.
G. Kerangka Pemikiran
Pembelajaran aktif adalah suatu pembelajaran yang mengajak siswa untuk
belajar secara aktif. Siswa belajar aktif berarti mereka yang mendominasi aktifitas
pembelajaran. Dengan hal ini mereka secara aktif menggunakan otak, baik untuk
menemukan ide pokok dari materi belajar, memecahkan persoalan atau
mengaplikasikan apa yang baru mereka pelajari ke dalam satu persoalan yang ada
dalam kehidupan nyata. Dengan belajar aktif ini, siswa diajak untuk turut serta dalam
semua proses pembelajaran, tidak hanya mental akan tetapi juga melibatkan fisik.
Dalam proses pembelajaran Daring terdapat beberapa masalah yang harus
dibenahi baik guru maupun dari siswa. Dari guru seperti penggunaan metode, strategi
atau pendekatan pembelajaran yang kurang tepat sesuai dengan materi yang akan
diajarkan, sehingga proses pembelajaran kurang maksimal dan hasil yang diperoleh
juga kurang memuaskan. Sedangkan masalah yang berasal dari siswa seperti
kurangnya motivasi dalam mengikuti pelajaran, siswa yang kurang aktif, dan
seringkali siswa menganggap pelajaran tersebut tidak penting.
21
Ditinjau dari aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam
meningkatkan hasil belajar siswa diperlukan adanya penggunaan metode, model,
strategi, atau pendekatan pembelajaran yang tepat. Salah satu model yang digunakan
adalah Discover Learning. Pembelajaran dengan model Discovery Learning dapat
diterapkan dalam pembelajaran tematik karena dapat digunakan untuk meningkatkan
peran aktif siswa, karena model ini melibatkan siswa secara menyeluruh di dalam
kelas. Penerapan model pembelajaran Discovery Learning akan berpengaruh
terhadap hasil belajar siswa baik dari segi afektif, kognitif, maupun psikomotorik.
Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat dibuat bagan sebagai berikut:
Siswa kelas VIC SD
Muhammadiyah PK
Karakteristik Siswa Kelas VIC : Diperlukan Model dan Media Video
Pembelajaran Yang Tepat
1. Cenderung tidak merespon
penjelasan melalui zoom Pembelajaran Dengan Model
Discovery Learning
2. Tidak berani menampilkan profil
3. Konsentrasi dan pemahaman siswa Peningkatan Hasil Belajar
masih rendah.
4. Siswa jenuh dan bosan pada
pembelajaran daring.
Sikap Pengetahuan Keterampilan
Gambar 2.2. Kerangka Pemikiran
22
H. Hipotesis Tindakan
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian yaitu:
1. Melalui penerapan model Discovery Learning dengan media video dapat
meningkatkan ketuntasan belajar daring siswa pada tema 4 subtema 1 di kelas VI
SD Muhammadiyah PK Surakarta?
2. Melalui penerapan model Discovery Learning dengan media video dapat
meningkatkan aktivitas siswa dalam melakukan pada pembelajaran tema 4
subtema 1 di kelas VI SD Muhammadiyah PK Surakarta?
3. Melalui penerapkan model Discovery Learning dengan media video dapat
meningkatkan pengelolaan pembelajaran yang dilakukan guru dalam pada
pembelajaran tema 4 subtema 1 di kelas VI SD Muhammadiyah PK Surakarta?
23
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Setting Penelitian
1. Subjek Penelitian
Subjek penelitian pada penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas
VIC SD Muhammadiyah Program Khusus Surakarta tahun pelajaran 2020/2021
yang memiliki jumlah siswa sebanyak 28 siswa.
2. Tempat dan Waktu Pelaksanaan
Penelitian ini dilaksanakan di SD Muhamamdiyah Program Khusus
Surakarta. Adapaun waktu pelaksanaan penelitian adalah siklus I pada tanggal
17 Oktober 2020, siklus II pada tanggal 24 Oktober 2020, dan siklus III pada
tanggal 9 November 2020.
B. Siklus Penelitian
Dalam pelaksanaannya penilitian ini dilaksankan dalam III siklus, adapun
rincian dari masing – masing siklus adalah sebagai berikut :
a). Siklus I
Penelitian siklus 1 dilaksanakan dalam mulai tanggal 14 – 20 Oktober
2020. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan pada siklus I adalah sebagai berikut:
1) Perencanaan Tindakan
Tahap perencanaan ini merupakan persiapan pembelajaran
menggunakan media video. Peneliti menyusun rencana tindakan bersama
kolaborator yaitu Ibu Siti Junaidati, S.Pd. Kolaborator merupakan teman
sejawat di SD Muhammadiyah PK Surakarta. Rencana tindakan yang akan
dilaksanakan adalah sebagai berikut.
24
a) Menentukan waktu penelitian
b) Menyiapkan materi pembelajaran
c) Menyusun RPP
d) Menyusun LKPD dan instrument soal
e) Menyusun lembar observasi
f) Menyiapkan media dan sumber belajar
2) Pelaksanaan Tindakan Siklus I
Pada siklus I dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 17 Oktober 2020.
Materi yang akan diajarkan adalah teks eksplanasi, kerjasama ASEAN, dan
proses dihasilkanya listrik. Guru memulai pembelajaran dengan salam, sapa,
dan berdoa. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
Siswa mengamati tayangan video. Kemudian dilanjutkan dengan tayangan
PPT siswa mengamatai dan mencari informasi.
Pada kegiatan selanjutnya, guru menampilkan video tentang prinsip
kerja PLTA. Siswa mengamati tayangan video dan mampu memahami
prinsip kerja PLTA melalui tayangan video dan gambar. Guru
memerintahkan siswa untuk menuliskan prinsip kerja PLTA dalam LKPD. Di
akhir pembelajaran guru memerintahkan siswa untuk menjawab pertanyaan di
googleform.
Setelah siswa melakukan evaluasi, guru bersama kolaborator
melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan siswa. Selain itu, observer
memperoleh hasil pengamatannya terhadap pengelolaan pembelajaran yang
dilakukan oleh peneliti dan aktivitas yang dilakukan oleh siswa saat
pembelajaran.
25
3) Observasi Siklus I
Observasi dilakukan selama proses pembelajaran. Observasi dilakukan
untuk mengamati kegiatan guru dan siswa pada pertemuan pembelajaran.
Dalam melakukan observasi, peneliti dibantu oleh teman sejawat. Hasil
pengamatan terhadap pengelolaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan
aktivitas siswa dalam pembelajaran dideskripsikan melalui lembar
pengamatan.
4) Refleksi
Refleksi dilakukan oleh peneliti dan observer. Dalam refleksi, peneliti
dan observer bekerjasama untuk menentukan langkah yang akan dilaksanakan
untuk pertemuan berikutnya sebagai bentuk tindak lanjut dari hasil proses
pembelajaran. Media video yang digunakan sudah benar- benar mengakomodir
tujuan yang ingin dicapai atau belum. Sebagai tolak ukur, pengelolaan
pembelajaran yang dilakukan oleh guru, hasil belajar siswa, dan aktivitas siswa
pada pembelajaran sudah memenuhi tujuan penelitian atau belum
b). Siklus II
Penelitian siklus II dilaksanakan dalam mulai tanggal 21 – 27 Oktober
2020. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan pada siklus I adalah sebagai berikut:
1) Perencanaan Tindakan
Tahap perencanaan ini merupakan persiapan pembelajaran
menggunakan media video. Peneliti menyusun rencana tindakan bersama
kolaborator yaitu Ibu Siti Junaidati, S.Pd. Kolaborator merupakan teman
sejawat di SD Muhammadiyah PK Surakarta. Rencana tindakan yang akan
dilaksanakan adalah sebagai berikut :
26
a) Menentukan waktu pelaksanaan pembelajaran penelitian
b) Menyiapkan materi pembelajaran
c) Mencermati RPP yang telah disusun
d) Mereviu LKPD dan instrument soal
e) Menyusun lembar observasi
f) Menyiapkan media dan sumber belajar
2) Pelaksanaan Tindakan Siklus II
Pada siklus II dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 24 Oktober 2020.
Materi yang akan diajarkan adalah reklame dan sikap yang perlu dikembangkan
dalam menghadapi perbedaan ekonomi. Guru memulai pembelajaran dengan
salam, sapa, dan berdoa. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai. Siswa mengamati tayangan video. Kemudian dilanjutkan dengan
tayangan PPT siswa mengamati dan mencari informasi.
Pada kegiatan selanjutnya, guru menampilkan video tentang contoh
reklame. Siswa mengamati tayangan video dan mampu memahami pengertian
serta jenis – jenis reklame melalui tayangan video dan gambar. Guru
memberikan kesempatan siswa untuk menuliskan jenis reklame dalam LKPD.
Di akhir pembelajaran guru memerintahkan siswa untuk menjawab pertanyaan
di googleform.
Setelah siswa melakukan evaluasi, guru bersama kolaborator melakukan
penilaian terhadap hasil pekerjaan siswa. Selain itu, observer memperoleh hasil
pengamatannya terhadap pengelolaan pembelajaran yang dilakukan oleh
peneliti dan aktivitas yang dilakukan oleh siswa saat pembelajaran.
27
3) Observasi Siklus II
Observasi dilakukan selama proses pembelajaran. Observasi dilakukan
untuk mengamati kegiatan guru dan siswa pada pertemuan pembelajaran. Dalam
melakukan observasi, peneliti dibantu oleh teman sejawat. Hasil pengamatan
terhadap pengelolaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan aktivitas siswa
dalam pembelajaran dideskripsikan melalui lembar pengamatan.
4) Refleksi
Refleksi dilakukan oleh peneliti dan observer. Dalam refleksi, peneliti
dan observer bekerjasama untuk menentukan langkah yang akan dilaksanakan
untuk pertemuan siklus III berdasarkan hasil yang diraih pada siklus II sebagai
bentuk tindak lanjut dari hasil proses pembelajaran. Media video yang digunakan
sudah benar- benar mengakomodir tujuan yang ingin dicapai atau belum. Sebagai
tolak ukur, pengelolaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru, hasil belajar
siswa, dan aktivitas siswa pada pembelajaran sudah memenuhi tujuan penelitian
atau belum
c). Siklus III
Penelitian siklus III dilaksanakan dalam mulai tanggal 5 – 11 November
2020. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan pada siklus III adalah sebagai berikut:
1) Perencanaan Tindakan
Tahap perencanaan ini merupakan persiapan pembelajaran siklus III
menggunakan media video. Peneliti menyusun rencana tindakan bersama
kolaborator yaitu Ibu Siti Junaidati, S.Pd. Kolaborator merupakan teman
sejawat di SD Muhammadiyah PK Surakarta. Rencana tindakan yang akan
dilaksanakan adalah sebagai berikut.
a) Menentukan waktu penelitian
28
b) Menyiapkan materi pembelajaran
c) Menyusun RPP
d) Menyusun LKPD dan instrument soal
e) Menyusun lembar observasi
f) Menyiapkan media dan sumber belajar
2) Pelaksanaan Tindakan Siklus III
Pada siklus III dilaksanakan pada hari Senin tanggal 9 November
2020. Materi yang akan diajarkan adalah teks eksplanasi tentang proses
penyaluran listrik dan skema proses penyaluran listrik dari pembangkit hingga
sampai ke rumah - rumah. Guru memulai pembelajaran dengan salam, sapa, dan
berdoa. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Siswa
mengamati tayangan video. Kemudian dilanjutkan dengan tayangan PPT siswa
mengamatai dan mencari informasi.
Pada kegiatan selanjutnya, guru menampilkan video tentang prose
penyaluran listrik. Siswa mengamati tayangan video dan mampu memahami
proses penyaluran listrik kemudian dilanjutkan dengan skema penyaluran
listrik dalam tayangan video dan gambar. Guru memerintahkan siswa untuk
menuliskan cara penyaluran listrik dalam LKPD. Di akhir pembelajaran guru
memerintahkan siswa untuk menjawab pertanyaan di googleform.
Setelah siswa melakukan evaluasi, guru bersama kolaborator
melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan siswa. Selain itu, observer
memperoleh hasil pengamatannya terhadap pengelolaan pembelajaran yang
dilakukan oleh peneliti dan aktivitas yang dilakukan oleh siswa saat
pembelajaran.
29
3) Observasi
Observasi dilakukan selama proses pembelajaran. Observasi dilakukan
untuk mengamati kegiatan guru dan siswa pada pertemuan pembelajaran.
Dalam melakukan observasi, peneliti dibantu oleh teman sejawat. Hasil
pengamatan terhadap pengelolaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan
aktivitas siswa dalam pembelajaran dideskripsikan melalui lembar pengamatan.
4) Refleksi
Refleksi dilakukan oleh peneliti dan observer. Dalam refleksi, peneliti
dan observer bekerjasama untuk menentukan langkah yang akan dilaksanakan
untuk pertemuan berikutnya sebagai bentuk tindak lanjut dari hasil proses
pembelajaran. Media video yang digunakan sudah benar- benar mengakomodir
tujuan yang ingin dicapai atau belum. Sebagai tolak ukur, pengelolaan
pembelajaran yang dilakukan oleh guru, hasil belajar siswa, dan aktivitas siswa
pada pembelajaran sudah memenuhi tujuan penelitian atau belum
C. Metode Pengumpulan Data
Suharsimi (2002: 134) menjelaskan bahwa metode pengumpulan data adalah
cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data, seperti tes,
angket, wawancara, pengamatan (observasi), ataupun dokumentasi. Dalam
penelitian ini, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan beberapa metode,
yaitu:
1. Metode Tes
Menurut Suharsismi (2002: 127) tes adalah serentetan pertanyaan atau
latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan
intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki siswa. Dalam penelitian ini jenis
30
tes yang digunakan adalah tes pemahaman. Tes dikembangkan oleh peneliti
bersama kolaborator.
2. Metode Observasi (Pengamatan)
Suharsimi (2002: 133) menjelaskan pengamatan/observasi adalah
kegiatan yang meliputi pemusatan perhatian terhadap suatu objek dengan
menggunakan alat indra. Observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah
observasi sistematis, yaitu observasi yang dilakukan dengan menggunakan
pedoman instrumen observasi. Observasi ini dilakukan oleh observer yang
mengamati kegiatan pembelajaran yang berlangsung.
3. Metode Dokumentasi
Dokumentasi yang dimaksud adalah sejumlah foto atau gambar- gambar
yang berkaitan dengan kegiatan penelitian. Dokumentasi berupa foto yang
digunakan berfungsi sebagai bukti gambaran situasi pelaksanaan kegiatan
penelitian di kelas. Dokumentasi diambil dari peristiwa tertentu yang terdapat
dalam kegiatan penelitian, khususnya pada pelaksanaan pembelajaran.
D. Instrumen Penelitian
Penelitian ini menggunakan instrumen tes dan non tes yaitu sebagai berikut:
1. Instrumen Tes
Tes merupakan suatu cara yang digunakan untuk mengetahui besarnya
tingkat kemampuan manusia secara tidak langsung, yaitu melalui respon siswa
terhadap sejumlah pertanyaan. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes
obyektif yang berupa soal pilihan ganda (soal terlampir). Sebelum membuat soal,
peneliti membuat kisi-kisi. Soal dibuat berdasarkan kisi-kisi yang telah disusun
yang disesuaikan dengan kompetensi dasar yang akan diajarkan.
31
Tes dilakukan peneliti pada akhir kegiatan siklus penelitian. Tes dalam
penelitian ini berupa soal. Pemberian tes tersebut terbagi dalam tiga tahap yakni
tahapan siklus I, siklus II, dan siklus III. Tes pada prasiklus berupa soal tanpa
menggunakan media video. Kemudian, pada siklus I, siklus II, dan siklus III
berupa soal dengan pembelajaran menggunakan media video.
Hasil yang didapatkan dari pelaksanaan tes tersebut agar memperoleh data
mengenai hasil belajar siswa pada pembelajaran tema 4 subtema 1 pembelajaran
1 sampai dengan 3.
2. Instrumen Nontes
Instrumen nontes yang digunakan adalah pengamatan Pengamatan atau
observasi sama dengan upaya untuk mengamati pelaksanaan tindakan (Kasihani,
1998:91). Tahap observasi yang dilakukan adalah: a) menyiapkan kisi-kisi dan
lembar observasi (terlampir) yang berisi butir-butir pengamatan tentang keaktifan
siswa, b) melaksanakan kegiatan observasi selama kegiatan pembelajaran, dan c).
mencatat hasil observasi dengan mengisi lembar observasi yang telah disediakan.
E. Teknik Analisis Data
Instrumen tes digunakan untuk mengetahui kemampuan pemahaman siswa.
Untuk mencari rerata secara klasikal dari sekumpulan nilai yang telah diperoleh
siswa tersebut, dapat menggunakan rumus mean (Suharsimi 2002: 240), yaitu
sebagai berikut:
− ( )= ∑
Keterangan:
X = Rata-rata (mean).
ΣX = Jumlah skor
32