BERSAMA BERIMAN DI RANAH
MAYA (2)
Pdt. Dr. Victorius A. Hamel
Gaithersburg, Maryland - USA
2016
1
Aaaahhh….Hummmm…
September 27, 2012 at 11:53am
Suatu waktu aku sempat mengunjungi salah satu museum seni namanya Freer Gallery of Art,
tepat di jantung kota Washington DC. Ada banyak koleksi seni dari berbagai negara yang
ditampilkan di sana. Sangat menarik dan menimbulkan rasa kagum akan keindahan seni dan
budaya yang beragam indahnya yang ada di dunia ini.
Ada sebuah patung yang begitu lama aku perhatikan dan lihat. Sebuah patung dalam ruang
koleksi negara Jepang, namanya Kongōrikishi atau biasa di sebut dengan Nio. Patung ini berasal
dari zaman Kamakura, di sekitar abad XIV, dengan tinggi kurang lebih 2 meter. Patung ini
dianggap sebagai the Guardians of Buddha. Itu sebabnya jika kita mengunjungi kuil-kuil umat
Buddha (khususnya di Jepang, Korea atau Cina)), kedua patung ini selalu berada di pintu masuk
kuil tersebut. Kuil tentunya dalam hal ini adalah gambaran tentang ruang suci. Ada dua patung,
satu patung ditempatkan di sebelah kiri dan satu patung di sebelah kanan. Keduanya sepintas
terlihat sama tetapi jika diperhatikan dengan seksama akan tampak berbeda. Perbedaannya
adalah pada mulutnya. Satu patung di sebelah kiri (Naraen Kongō) mulutnya tertutup dan satu
patung di sebelah kanan (Misshaku Kongō) mulutnya terbuka. Secara filosofis diterangkan
bahwa patung dengan mulut yang terbuka menyebutkan gaung “Ah” (bermakna kelahiran),
sedangkan patung dengan mulut tertutup menyebutkan gaung “hum…” (bermakna kematian).
Secara filosofis memberikan makna terhadap arti kehidupan yang sangat bermakna: Lahir dan
Mati.
Kesadaran memasuki ruang suci adalah sebuah kesadaran akan arti memiliki kehidupan dan
menuju kematian. Namun demikian dimanakah ruang suci itu? Meminjam pemahaman Hindu
Bali mengenai makrokosmos (buana agung – dunia dan alam sekitarnya) dan mikrokosmos
(buana alit – hati manusia), tampaknya pemahaman ruang suci bukanlah sekadar ruang fisik
dalam pengertian “rumah ibadah”, tetapi lebih pada arti yang lebih luas dan lebih sempit yaitu
dunia dan alam sekitarnya serta hati manusia. Jadi, memasuki ruang suci adalah memasuki ruang
buana agung dan dan buana alit (dunia dan alam sekitarnya serta hati manusia), dan bersamaan
dengan masuknya kita ke ruang suci yang demikian kita menyadari arti kehidupan (Ah…) dan
kematian (Hum…). Keduanya bukanlah sesuatu yang menakutkan karena digaungkan dalam
konteks pengawalan terhadap semesta dan hati manusia oleh Nio, Sang Pengawal ajaran
Kebenaran (Buddha). Jadi hidup dan mati adalah karya agung di “ruang suci”, yang harus selalu
diusahakan agar tidak menjadi sesuatu yang menakutkan, mencemaskan bahkan mengerikan.
Bukankah itu tugas kita semua? Dengan demikian, mengertilah aku akan perkataan Rasul
Paulus:
Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup
di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak
tahu. Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus -- itu
memang jauh lebih baik; tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu. Dan dalam
keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian
supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman, sehingga kemegahanmu dalam Kristus
Yesus makin bertambah karena aku, apabila aku kembali kepada kamu (Filipi 1:21-26).
Aaaaah….Hummmm….Selamat memasuki ruang suci.
2
Gaithersburg, Autumn 2012
Freer Gallery of Art Washington DC
3
4
Evelyne Ude Yudiarti Aku mencintai kematian sama besar spt aku mencintai kehidupan
*hening*
5
Albertus Patty Full Victor, di gambar dua itu, yang patung yang mana ya...
Huahahahaha.... Salam ya
Victor Hamel Evelyne Ude Yudiarti: hening....ningggg...ninggg...
Victor Hamel Bung Albert: huahahah....yang jelas yang pake baju biru itu Misshaku
Kongō krempeng...salam jua bung dengan semua teman2 (kapan ke DC?)
Zohal Budi Santosa marilah kita semua mengarungi buana agung dengan pemahaman
berkarya yang terbaik bagi Ah(kehidupan) hingga akhir hayat( Hum) karena karya
terbaik adalah pelayananmu yg terindah
Albertus Patty Full Tahun depan aku ada meeting di Manhattan, NY dan Boston. Aku
harap bisa mampir ke Rockyville nyari buku dan ke DC.
Sofietje Nortje Nelia Rondonuwu patung Naraen kongo, memang lbh
menyeramkan.....dingin..seperti gambaran maut, kematian.
Wir Kasut terimakasih pakVict .....
di sini ahhhh.. (sayang...) dan hummm.... (payah)
kok jadi sama artinya ya ... kekecewaan... ...
Victor Hamel Ms Zohal: thx komen nya mas, inpiratif juga...menambah gaung Ah dan
Hummmm menjadi lebih bergema...
Victor Hamel Bung Albert: siiipp...kontak2 bung, aku ajak ke pusat buku di DC.
6
Wandha Chandra sering kita menganggap kematian adalah akhir dari kehidupan, sebuah
perpisahan abadi, maka menjadi tangisan. Mungkin saja kematian adalah kehidupan yang
lain, tapi dlm bentuk yang berbeda. *mikir lama*
Victor Hamel Sofietje Nortje Nelia Rondonuwu: seraaaaammmm...grrrrr...
Victor Hamel Pak Wir: huhahaah...tafsirnya pak Wir apik tenan...
Victor Hamel Wandha Chandra: lamo tak jumpo saudari ku yg satu ini...semoga tetap
tersenyum dalam setiap memasuki ruang suci...heheh...
Yakub Setiaji Dwipa Terima kasih atas perenungannya Bang .. mengingatkanku akan
hari kematianku *hening (juga)
Victor Hamel Yakub Setiaji Dwipa: Ahhhh...Hummmm...(tak sederhana rupanya, sangat
bermakna)
Asnath Natar Dibutuhkan keberanian untuk menerima dan memaknai hum itu secara
lebih positif, krn banyak orang takut matiiiii......
Frans Sahetapy Renungan mu , kekuatan ku bro !! moleate , salam buat Lisa.
Mely Tpbolon Regar Aku tdk takut mati, tp belum siap sebab anakku masih kecil. Bah...
Ternyata hidupku masih dangkal.
Dra Wahyuni Menarik ......
7
Victor Hamel Ka Asnath Natar: hummm..kadang2 bergema dengan mistis, sehingga
menakutkan yaaa...
Victor Hamel Melina Tampubolon: heheh...demikan kita semua, terkadang masih
dangkal....Ah...hummm...
Victor Hamel Bu Dra Wahyuni: matursuksma bu...sudah mampir...
Victor Hamel Frans Sahetapy: mauliate bung...salam2 voor samua di sana jua....
Jane Moudy Inkiriwang Victor Hamel : jadi teringat istilah memento mori, .. tapi kali ini
kesannya tidak begitu menakutkan lagi , cuma kalau boleh memilih, aku pilih patung yg
berbaju biru aja aahhh... kelihatannya lebih manusiawi.... hihiiihiii...
Victor Hamel K Jane: haiaaaaa....patung biru sich tiap kale ketemuuuuu...heheheh...
Victoria Sidjabat Pak, nemu ga patung kepala Budha dari candi Borobudur di depan lift
nya? :D) Dulu pernah ke sana, memang museumnya indah. Sempat wawancara untuk
tulisan harta Belitung Indonesia yang batal dipamerkan di sana. Nanti ku cari deh linknya
buat dibaca.
Farsijana Adeney-Risakotta memasuki ruang suci dengan musim yang berbeda
memberikan perasaan yang berbeda juga ya...terutama ketika kasut harus
dilepaskan...supaya lebih suci padahal ubin terlalu dingin...gimana merefleksikan ruang
suci dengan kenyataan kemanusiaan kita?
8
Agama - Kekinian
Pada suatu hari saja punja andjing mendjilat air di dalam pantji di dekat sumur. Saja punya anak
Ratna Djuami berteriak: “Papie, papie, si Ketuk mendjilat air di dalam pantji”. Saja djawab:
“Buanglah air itu, dan tjutjilah pantji itu beberapa kali bersih-bersih dengan sabun dan kreolin”.
Ratna termenung sebentar. Kemudian ia menanja: “Tidakkah Nabi bersabda, bahwa pantji ini
mesti ditjutji tudjuh kali, antaranja satu kali dengan tanah?” Saja djawab: “Ratna, di zaman Nabi
belum ada sabun dan kreolin. Nabi waktu itu tidak bisa memerintahkan orang memakai sabun
dan kreolin”. Muka Ratna mendjadi tenang kembali. Itu malam ia tidur dengan roman muka jang
seperti bersenjum, seperti mukanja orang jang mendapat kebahagiaan besar. Maha Besarlah
Allah Ta’ala, maha mulialah Nabi jang Ia suruh!
Cerita di atas adalah tulisan pembuka dari tulisan Presiden Soekarno pada “Pandji Islam” tahun
1940 dengan judul: Masjarakat Onta dan Masjarakat Kapal-Udara. Tulisan ini dikirimnya dari
Ende, tempat pembuangannya. Seperti diketahui bahwa ada banyak surat-surat dari Ende yang
ditulis oleh Soekarno dalam tema pembaharuan Islam. Bahkan pada fase ini dapat dikatakan ke-
Islaman Soekarno semakin menyatu dengan dirinya. Hal yang menarik dari surat-surat dari Ende
dalam kaitannya dengan Islam adalah dalam tema PEMBAHARUAN. Dalam beberapa suratnya
Soekarno berusaha menjelaskan betapa Islam bukanlah suatu agama yang kolot, tertinggal, tidak
modern, dan tak aktual. Baginya Islam adalah suatu yang progress, agama yang memiliki citra
kemajuan. Dan salah satu ciri agama yang bersifat progres adalah pengajarannya mampu
menjawab tantangan zaman (kekinian dan masa depan).
Apa yang ditulis Soekarno tahun 1940 ini kiranya merupakan sebuah kritik bagi kehidupan
beragama saat ini. Seharusnya kehidupan beragama saat ini mampu memperlihatkan dirinya
secara apik, kekinian dan aktual. Munculnya gerakan-gerakan fundamenatalisme keagamaan (di
setiap agama) mencerminkan semakin dangkalnya memahami prinsip-prinsip keagamaan dalam
kaca mata kekinian. Kritik kaum fundamentalisme terhadap dunia sekitarnya biasanya
didasarkan pada tuduhan bahwa dunia telah terbawa pada arus sekularisme. Padahal secara nyata
manusia hidup dalam dunia yang sekuler. Pada sisi inilah Gogarten mengingatkan bahwa tugas
umat beragama (khususnya dalam konteks kekristenan) adalah menjaga agar sekularisasi jangan
terjebak menjadi sekularisme. Artinya, agama dan sekularisasi harus berjalan sebagai sesuatu
yang progres dan saling mengisi untuk kemajuan bersama, tanpa terjebak (pada akhirnya) ke
arah fundamentalisme dan sekularisme. Dari sisi agama, maka konsekuensinya agama harus
berani membuka diri untuk dikritik dan menyikapi perubahan dengan bijaksana dan penuh
hikmat. Problemnya adalah apakah agama saat ini berani membuka dirinya untuk dikritik demi
sebuah pembaharuan bagi kekinian dan masa depan umat beragama di dunia ini? (Mungkin ada
baiknya kita kembali merenungkan tulisan Soekarno di atas)
9
Muhammad Amin Agama ketika dia diciptakan ( atau diturunkan menurut sebagian besar
manusia) adalah ideologi progresif, lebih maju dari zamannya.
Usaha tanpa henti merevitalisasi agama sangat diperlukan, karena klo tidak agama jg
akan musnah dimakan zaman, sebesar apapun agama itu di masa kini. Berpuluh agama besar
musnah karena tak menyesuaikan diri di masa lampau, dan pasti terjadi di masa datang..
Thx Pdt. Victor for nice note....;-))
Banq Binq Siampudan Agama dan ber-Agama... 2 hal nyang terkadang berbanding
terbalik tatkala sang umat ber-Agama berusaha menalari Agama-nya dgn nalar nyang
'insani' dan terbatas.. Kini saatnya memaknai Agama sbg hub. dgn Sang Khalik/ Sesama/
Alam semesta scr harmonis.. ;D *piss utk semua!
Ratty Supit Pada masa lalu, agama merupakan pegangan dan penuntun jalan hidup.
Dalam dunia politik, sekarang agama hanyalah merupakan wacana yang alot untuk
digunakan sebagai perisai untuk menutupi ketidak becusan dan kemunafikan. TQ
Natalia Ruth Sihandrini Acapkali agama dilihat hanya sebatas aturan2nya, bukan latar
belakang mengapa aturan itu dibuat. Atau hanya ujungnya, bukan prosesnya. Jika kita
perhatikan prosesnya, maka akan terlihat bahwa agama itu sesuatu yang luwes dan sangat
membumi. Dan jika semua umat beragama (apapun) mau melihat proses, kedamaian
antar agama pasti dapat tercipta, karena di dalam proses itulah terdapat empati dan
simpati.
Helga Worotitjan Full Saya sependapat dg bpk.muhhamad amin, krn trendnya skr adalah
org2 modern mulai beralih ke menganut kepercayaan pd Tuhan namun memilih tdk
beragama krn merasa agama tdk cukup arif mengakomodir perkembangan pemikiran
manusia. Agama dianggap ikatan yg hanya mampu mengadili salah dan benarnya seseorang
tanpa jalan keluar yg kongkrit. Jadi bila sebuah agama tdk sudi membuka simpul2 kekakuannya
thp perkembangan dan alat perang patokan kebenaran, maka jgn heran agama semakin
ditinggalkan.
Victor Hamel @ all friends: Kegelisahan atas semakin menyurutnya peran agama sebagai
agen perubahan nampaknya perlu dicermati dengan seksama. Membuka simpul2 ini tentu
tidak mudah. Mengembalikan peran agama sebagai agen perubahan nampaknya juga
menjadi sebuah persoalan pada masa kini. Pemahaman akan belajar bersama lintas agama saya
10
kira menjadi momen yang senantiasa diperjuangkan untuk kembali memampukan agama
kembali kepada 'khitah' nya sebagai agen perubahan dan bukan hanya sebagai - meminjam
istilah mba Helga - sebagai alat perang patokan kebenaran.
Mel Damayanto kritik thd kekristenan: bagaimana memahami doktrin-doktrin kristen yg
tak lagi terpahami krn masih berpijak pada pandangan kosmologi tradisional yg juga sdh
tak terpahami? bagaimana meyakini sesuatu yg ditolak oleh pikiran? bagaimana mungkin
kesalahan seseorang ditanggung oleh orang lain dan dengan itu menjadi lunas?
bagaimana gereja menjawab penemuan2 arkeologis yg berkaitan dng teks2 biblikal kita? apa
perlu kita menafsir ulang atau cukup dengan menjawab "yg penting beriman"? bagaimana
gereja menjawab penemuan2 terbaru pd bidang ilmu neuroscience, biologimolekular, fisika
quantum, dll? bagaimana? bagaimana? bagaimana????
Kus Aprianto Siapa to AGAMA itu? Apakah sebuah sistem,atau ideologi,atau nilai-nilai,
atau wahyu yang turun dari sorga yang netral dari intervensi manusia? Agama ada dalam
pikiran,kata-kata,tindakan,bahkan impian manusia. Agama bukan milik binatang atau
tumbuhan atatau malaikat, atau Tuhan. Agama adalah milik manusia. Agama berkaitan dengan
manusia. Jadi segala kritik terhadap agama, adalah kritik terhadap kita para manusia penganut
agama, penghayat atau pelaku agama itu. Telah sekian lama, penganut agama, yakni manusia
telah menjadikan agama SEBAGAI KENDARAAN DAN SENJATA PELANGGENG STATUS QUO.
Status quo terhadap anti sekularisasi yang Pdt. Victor ungkap. Namun juga status quo yang lain,
seperti kekuasaan, otoritarian, penindasan terselubung, dan lain-lain. Dan termasuk di
antaranya adalah penjaga bagi status quo dalam hal manusia mjd penganut HEDONISME,
KONSUMERISME, MATERIALISE. Coba tilik perilaku banyak org Kristen dalam
MAKAN,MINUM,NONTON,BELI,PAKAI, termasuk para pemimpinnya, pendetanya...
Sara Sunshine Imagine there's no religion (Joh Lennon), imagine there is God!
Ellyasa So kalau saya sih pada posisi bahwan nilai2 universalime agama harus bisa
ditranspormasikan dengan nilai2 yang partukularistik. Dengan demikian, tak akan ada
benturan dahsyat antara yang universal dengan partikular. Dengan demikian pula, bisa
menghindari ambisi antas nama agama atau agama itu sendiri untuk terlibat dalam rekayasa
perubahan sosial. Pelajaran penting dari sejarah gereja di Eropa yang pernah terlibat dan gagal
dalam menentukan perubahan sosial, harus menjadi pelajaran. Dalam konteks Islam pun
demikian, harus menilik pengalaman, dengan demikian menegakkan "Kerajaan Allah Di Bumi
Tak Harus Pada sosok yang banal, menerapkan dan mengimplementasikan ajaran secara
teksttual-literal"
11
Kus Aprianto ketika agama Yahudi hadir, dgn Tauratnya, syariat Taurat menjadi berkat,
menjadi pengedali dari kecenderungan manusia pada umumnya punya nafsu jahat:
sex,membunuh,mencuri,mencederai, merampas,makan dan minum apa saja, dll. Kristen
lahir kemudian. Kristianitas telah "menganulir" Taurat. Surat Efesus, Roma, sering jadi rujukan.
Dalam kekristenan yang namanya hukum/peratutan/syariat nyaris tidak ada. telah dihisap
dalam hukum kasih. Hukum baru ini semestinya yg menjadi spirit dalam perubahan untuk
kehidupan yg lebih baik dan damai. Namun yang namanya Hukum Kasih, sering menjadi jargon
yang bias. Tidak ada larangan ini dan itu, jadi boleh saja ini dan itu.kalau kegagalan para ulama
Yahudi di mata Yesus adalah legalistik yang kaku dan membelenggu dl menerapkan Taurat
kegagalan agama Kristen adalah karena banyak umatnya yang legalistik dengan jargon KASIH.
SPIRIT KASIH,sering bias. Sering mjd PENJAGA STATUS QUO dlm org Kristen bebas dlm
HEDONISME,KONSUMERISME,MATERIALIASME.
Timur Sinar Suprabana Dan salah satu ciri agama yang bersifat progres adalah
pengajarannya mampu menjawab tantangan zaman (kekinian dan masa depan).
TANPA MELIBATKAN TINDAK KEKERASAN DALAM BENTUK APAPUN DAN
KARENA APAPUN. KECUALI NYATA-NYATA TERLEBIH DAHULU DIZALIMI
DAN DIPERHINAKAN HINGGA MELAMPAUI BATAS KEPATUTAN. batas itu sendiri ditentukan
bukan oleh orang per orang, sekalipun ia adalah pemimpin umat, melainkan ditentukan oleh
ALLAH MELALUI FIRMAN-FIRMANNYA. dan, bagiku, ini berlaki tak hanya untuk atau bagi umat
atau pemeluk atau agama tertentu saja
Frans Sahetapy perenungan di atas saya ingat tulisan pak pendeta tentang kremasi di
GKPB. Saya pikir ini juga satu contoh menjawab kekinian masa depan gereja khusus
nya. Ada banyak contoh contoh lain di mana "banyak orang yang terpanggil" untuk
membicarakan dan merombak fundamentalis kehidupan bergereja dengan kekinian, namun
saya percaya pasti ada tantangan. Perenungan ini penting agar kita semakin membuka diri
dalam sebuah proses belajar melihat masa depan yang mana tiap generasi punya keunikan
tersendiri untuk menghadirkan kekinian mereka. Terimaksai untuk perenungan nya. May God
bless you !!!!!
Victor Hamel @ Mel: akhirnya menjadi tugas kita bersama brother...
@ Dildaar: Begitulah gaya Presiden kita Soekarno, selalu membuat sesuatu menjadi
heboh...surat2 Ende sangat menarik untuk dibaca
@ Sara: Semoga Allah tetap mengasihi kita umat beragama...
@ Mas Ellyasa: Memang selalu harus dengan rendah hati memaknai masa lalu, dan memberi
makna pada masa kini danmasa depan...thx mas..
12
@ mas Kus: dan yang paling menggelikan menganggungkan PROTESTANISME
@ mas Timur: Peace for all mas...thx dah mampir!
@ Pdt. Frans: Thx untuk mengingatkan bahwa setiap generasi mempunyai keunikan dala
menghadirkan kekinian...
Putu Bravo Timothy Perjalanan menuju kontekstualisasi mmg trkdng mndpat bnyk
hambatan,bukan krn hny faham fundamentalisme tp jg trkadang krn sdh mrasa nyaman
pd kondisi status quo yg ad.Dapat dlihat dr ksus di GKPB, mngkn GKPB legian slh
stunya, mnurut pnuturan orng tua sya dlu,pr bapak2 du2k trpisah dgn ibu2 bsrta anknya saat
kbktian minggu,hl ini bkn krn fundamentalisme agma tp lbh pd kenyamanan jmaat pd kndisi yg
sdh mapan, tp syukurnya hal itu kmudian sdh dpt diperbrui dan di ubah. Lain lg ktka sy mndpat
crt dr Prof.Warsito,snior sy d GMKI,mngtkan bhw dlu ayahnya prnh mndpt sanksi dr greja krn
hny mnolong seorng ank yg sush kncing dn ayah bliau mlakukan smcam pnyunatan kpd ank
itu.Alhasil ayah bliau diknai sanksi greja krn dianggap tlah meng-islam-kan ank org yg jstru
brtntngn dgn tgas org kristen yg sharusnya mengkristenkan org.
Wayan Sudira Husada tergantung bagaimana kita mau memaknai agama itu dan juga
bagaimana kita mau memaknai hidup ini.
13
AKU Anak Indonesia: Anak dari negri Nusa-Antara
Aku anak Indonesia. Akhir-akhir ini aku selalu diliputi ketakutan. Negriku diguncang bencana.
Ada gempa bumi, banjir, tanah longsor, hingar bingar politik dan lainnya. Aku bingung harus
pergi kemana. Setiap tempat seakan berbahaya. Kemana ya tempat yang aman? Sepertinya tidak
ada lagi tempat yang aman di negri ini. Di sana bencana, di sini bencana…politik aku tak
mengerti. Setiap hari aku mendengar dan membaca berita bahwa di sana ada gempa bumi, di situ
ada lumpur panas, di tempatku sedang kekeringan..dibelahan sana ada banjir dan hingar-bingar
politik yang tak aku mengerti! Duh, dimana ya aku harus berada? Dimana aku harus belajar
membaca untuk masa depanku?
Hmmm…Namun, Aku anak Indonesia. Dan sampai kapanpun aku tetap anak Indonesia. Aku
cinta negri ini. Meskipun sekarang diguncang banyak bencana, susah belajar dan sekolah.
Meskipun aku sulit mendapatkan tempat untuk belajar tapi aku harus tunjukan bahwa aku anak
Indonesia yang tidak takut dengan semua tantangan. Aku harus katakan pada dunia: “AKU
ANAK INDONESIA, ANAK DARI NEGRI NUSA-ANTARA,”.
(Surat untuk para Caleg DPRD, DPD, DPR di seluruh Indonesia: dari anak2 di desa Bungkulan,
Bulian dan Bontihing – Kabupaten Buleleng – Bali)
Dr.Dharmayuwati Pane Terima kasih anak-anakku di seluruh Nusantara,terutama di
daerah2 terpencil bila bunda ini terpilih menjadi anggauta dewan dan duduk di Senayan,
bunda akan memprioritaskan perjuangan pada hak perempuan, anak dan mereka yang
terpinggirkan dalam banyak bidang, terutama Bidang Pendidikan dan Kesehatan, karena hak
dasar ini dilindungi UU dan harus dilaksanakan.Jadi tetaplah semangat, belajar dan bersekolah
dengan fasilitas minim dan kondisi yang menyedihkan, tunjukkan pada bangsa luar, bahwa
dalam kondisi apapun anak Indonesia dapat bersaing dan menang..Kita bisa menang dalam
olimpiade Fisika dan Matematika dan anank dari pedalaman Papua mengharumkan nama
Indonesia dia jang Internasional, anak tuna grahita Indonesia berasal dari areal miskin Jakarta
Timur bisa dapat medali emas minggu lalu di USA. Spa dan pijat tradisional merupakan yng
terbaik di dunia dalam ajang parawisata di Berlin jg minggu lalu dn masih banyk lg prestasi anak
bangsa yng dicapai, apalg bila semua difasilitasi negara
Victor Hamel @ Ibu Pane: Trima kasih sudah menjawab surat dari anak Nusa-Antara...
14
Dr.Dharmayuwati Pane Sama2 Bpk dn sampaikn salam manis saya bagi anak2 di Nusa -
Antara, Buleleng Bali..Merdeka!!!..
Irawan Yudhi Adik adikku di Buleleng " Banggalah jadi Anak Indonesia"
Cintailah saudaramu......
Walau dia Muslim.....
Walau dia Hindu......
Walau dia Budha....
Walau dia Kong Hu Chu....
Walau dia Ahmadiyah....
Walau dia Katolik.....
Walau apapun bentuk muka, warna kulit, kurus, gemuk.....
Karna mereka sama "Anak Indonesia"
Banggalah !!!!!!.
Victor Hamel @ Yudhi: Thx bro for your appreciate...Bangga jadi anak Indonesia...!
Max C. Supit Thank you "Aku anak Indonesia" for choosing to noted me as one of
Indonesian child. I am very proud to be an Indonesian. I will try my best to promote
perubahan nasib anak2 di pulau bali dan seluruh Indonesia yang mengalami nasib serupa
dengan adik2 kita disana. God bless us all.
Ratty Supit Kalau mau anak anak berani mengaku sebagai anak anak Nusantara, maka
pada kitalah yang tua tua ini yang harus memberi contok bagaimana melahirkan anak
anak Nusantara. Bagaimana kita bisa mengharapkan mereka bangga sebagai anak anak
Nusantara sedangkan panutannya ( kita kita ini ) memberikan contoh yang terbalik. Semoga
akan banyak anak anak yang bangga menjadi anak negeri, ketimpang kita sendiri kurang bangga
akan hal itu. Selamat berjuang. Semoga...........gbu
Victor Hamel Thanks pak Max...i hope you will come on Oct' 2009 to Bali and serve
ministring in Legian Kuta. I'll pick up you to Singaraja, share, sing, play with "Aku anak
Indonesia". See u on Octber 2009.
Victor Hamel @ Pak Ratty: Thx pak Ratty, semoga yang tua2 juga membri contoh yang
baik bagi anak2 Nusa-antara...Bless u pak!
15
Max B Surjadinata Meskipun sudah jauh dari pangkuan Ibu Pertiwi, jauh dari pohon
kelapa, kini merantau dinegeri Paman Sam; hati-batinku tetap di Nusantara...walaupun
jauh dari negeri asal, namun tetap tidak jauh dari Allah--karena dimanapun kita berada
didunia ini, seluruh bumi telah menjadi Bait Allah!
Pdt Saut Sirait apakah Bung Max memantau referendum di Timtim dulu?
Max B Surjadinata Betul....sudah hampir 10 tahun lalu....how time flies...
Pdt Saut Sirait Terima kasih, Bung Hammel, tanpa jadi caleg, tanpa terpilihpun, we are in
the same boat, dengan hati yang dipenuhi amarah pada kerusakan moral para elit politik
yang membuat negara ditusuk berdarah-darah oleh korupsi, dibonsai dengan mengangkat
saudara dan sahabatnya yang bodoh2 utk jabatan2 BUMN, Komisi2 Negara dan jabatan publik
laninnya (nepotis), memenangkan tender2 para pengusaha yang sebelumnya mendukung dana2
kampanye, yang membuat jalan2 rusak, jembatan rusak karena tidak sesuai plafon (kolusi).
Semua itu mengakibatkan kerusakan, Ayo bangkit Bpk Hambel, singsing celana panjang untuk
menerjang, lepas jubah untuk kesetaraan, maka tiada lagi ketakutan dan kemiskinan tidak lagi
menjadi burung gagak.
Ronald Siburian The difference between a politician and a statesman is: A politician
thinks of the next election, and a statesman thinks of the next generation.
JAMES F. CLARKE
Victor Hamel @ Bang Saut: Trima kasih sudah mengispirasi "mimbar tanpa
jubah"..semoga kita bisa melihat orang seperti abang di Senayan...maju trus Bang!
@ Bung Ronald: Suatu pernyataan yang luhur tentang makna menjadi
negarawan....semog akita memiliki lagi banyak orang seperti itu...
Ronald Siburian beta jo bangga jd Jong Batak.....ala lamo nian tuhh
Banq Binq Siampudan Ikuuuuuuuuuuut....
16
Dudy Oscar Beta ju sanang, deng bangga bs jadi Anak Endonesia...
satu nusa, satu bangsa, satu tanah air, satu mam bo'i.... boi Pertiwi
Ma kasih Endonesia... ma kasih mam bo'i...
Liza Surya Hayyah....ini anak2 bener apa ? setauku anak2 kan masih polos, pikirannya
maiinnn...aja..senang2...aja..kayak di film yg belum lama ini edar "the boy in the stripped
pajamas". seorang anak yg hidup di kamp perang yahudi, dia gak tau kalo itu tempat
perang, ya dia kira tempat main2 aja, wong dari lahir dia di situ... yang pasti tanggung jawab kita
para ortu memberikan tempat yg nyaman utk mereka bertumbuh, yg utama ruang di jiwa dan
pikiran mereka tetap bebas bertumbuh dan merasa bahagia......... Ada jg anak yg tubuh serba
nyaman secara fisik, tapi pikiran dan jiwanya kerdil krn tdk mendapatkan pengasuhan yg
benar.Orang tua kalo ngomong ke anak, kalimatnya yg benar....jangan ditakut2i atau dikekang
terus, mau ini jangan, mau itu jangan he..he..he.. Skill parenting orang indonesia rendah banget
lho bro...prihatin..
17
Bali!
Mengingat alam Bali yang sudah semakin kritis, maka saya mengajak teman di Bali dan di
Indonesia untuk mengkritisi Ranperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang akan
ditetapkan oleh DPRD Bali. Hal ini karena masih adanya pasal "bisnis" yang disinyalir akan
menguntungkan segelintir birokrat dan para investor tak bertanggungjawab di Bali. Pasal2 ini
pada akhirnya juga akan merusak alam Bali...!
Bali yang semakin terkikis (Foto:Bali Pos)
Farsijana Adeney-Risakotta Bali...bali...nasibmu...
semua anak manusia mau mengais rejeki di Bali
Bali...bali...nasibmu...
Gimana kami bisa menolongnya pak Pdt?
Banyak orang perlu makan di Bali...termasuk memberi makan bagi Indonesia...
Victor Hamel @ Ibu Farsijana: Yang menarik adalah banyak orang di Bali sendiri sudah
tidak peduli dengan lingkungannya. Kalau begitu siapa yang bisa peduli...oh nasib...nasib
mu Bali...
Farsijana Adeney-Risakotta Bagian mana lagi dari Bali yang mau diekploitasikan.
Kayaknya semua sudah habis dikeruk ya pak Pdt.
Natalia Ruth Sihandrini Sepertinya belum lama ini Pemda Bali sudah memutuskan untuk
mengembalikan Bali ke ranah spiritual, dan menghindarkan dari ranah materisialistis.
Tapi rupanya materi tetap tampak menarik ya..... Ironis sekali kalau suatu saat nanti kita
harus melihat Bali menjadi korban dari kapitalisme global, seperti yang terjadi pada reog
Ponorogo dan batik....hiks...
Victor Hamel @ Ibu Farsijana dan Ibu Natalia: Kalau mau jujur melihat Bali saat ini jauh
dari gambaran tulisan Covarubias dalam dan Antonio Blanco dalam lukisan2 nya.
Sebagian hutan di Barat dan Timur banyak terkikis. Sebagain pantai juga tidak lagi
seindah ceirta2'dahulu kala'. Di Denpasar, akibat kesalahan kebijakan tata kota jalan2 juga
semakin semrawut dan macet. Belum lagi gambaran bahwa Bali pulau surga, tidak ada
copet...dsb, masih terus didengungkan padahal realitanya sudah semakin parah. Saya hidup di
18
Bali, kritik seperti ini seharusnya bukan dilihat tidak mencintai Bali, tetapi justru saya malah
semakin cemas karena eksploitasi alam Bali sudah keterlaluan atas nama kapitalisme. Agama
dan budaya di Bali, habis2an mempertahankan alam supaya tidak tereksploitasi secara gegabah,
tetapi rupanya - seperti yang dikatakan ibu Natalia - sering kalah dengan kepentingan
kapitaliseme tersebut. Cape deeeehhhh!
Ratty Supit Apakah kasus rabies tidak meninggalkan sedikit pengaruh dalam kehidupan
para birokrat di Bali ?? Aaaach.....
Putu Dedi Suryana Semoga RTRW yang disahkan benar2 mampu melindungi bali
menjadi bali yg kembali hijau...Semoga semua orang juga sadar kerusakan bali bukan krn
RTRW yang uelek saja...tetapi juga lebih banyak disebabkan oleh pengawasan
pemerintah yang asal dan pilih2...f.for example : bali barat yang gundul karena pembalak dan
penjaga bali baratnya sudah kong kali kong .... ato begitu mudahnya sawah ( jalur hijau )
berubah fungsi menjadi kawasan perumahan / pemukiman kalau yang mengajukan permohonan
adalah Si Konglo.... semoga semuanya sadar... termasuk para arsitek dan pengembang juga....
bagaimana kalo kita buat new theme utk design kita... Jangan hanya Arsitektur minimalis
saja...try "GREEN BALI MINIMALIS kah ? " or other... piye PAK ETA?
Putu Bravo Timothy Semangat Neo-liberalisme ternyata sudah merasuk ke alam
pemikiran orang bali.Materi menjadi hal yang utama untuk dikejar, ,pemiskinan dan
pembodohan sedang berjalan di Bali tanpa disadari. Konsep Parahyangan,palemahan dan
pawongan hanya sekadar konsep adat yang hanya ada di tataran "bibir". Dalam hal ini mungkin
GKPB bisa menjadi pelopor dalam hal penolakan "liberalisasi" Pulau Bali,pertanyaannya yang
harus dijawab jujur oleh GKPB adalah apakah mau dan berani?atau bahkan GKPB sudah menjadi
salah satu "pemain" dalam liberalisasi Pulau Bali?GKPB mungkin harus merefleksi dari
permasalahan tanah yang di belinya di Soka pada saat Bapak Bishop yang tidak lain dulu adalah
pendeta yang membaptis adik saya di GKPB Legian menjadi Bendahara Sinode membeli tanah
yang ternyata tidak produktif dan habis "dimakan" abrasi..
Debora Murthy Pak Pdt bisa menyampaikan ide ini melalui musrenbang desa bungkulan.
ayo kita coba jalur partisipasi formal yang dibuka oleh pemeintah saat ini.
Kus Aprianto bom pernah meledak di Bali, dan itu kejam. Namun itu bisa menjadi
referensi untuk retreat, bahwa ada sisi-sisi "demonis" (axis of evil), dari kekuatan dahsyat
yang namanya globalcapitalism, yang sudah lama "mencaplok" Bali. Barangkali sisi itu
yang hendak diremukkan oleh para pengebom. Meski dengan bom, cara ini juga sarat dengan
19
kekuatan demonic. Dan kita mengutuk cara itu. Persoalannya berani tidak semua pihak melawan
kekuatan kapitalis global yang merasuk di seluruh sisi kehidupan. Dan kita mungkin sudah lama
menikmati apa yang disajikan olehnya
Victor Hamel @ Bu Deby: Thx info nya...kemarin sudah ada percakapan dengan
beberapa teman2 di kecamatan Sangsit melalaui majelis2 di GKPB Sangsit.
@ Kus: Sebuah dilema yang selalu menjadi percakapan di Bali mas Kus...antara
mempertahankan idealisme dan menikmati buah2 globalkapitalisme...
Sara Sunshine PEMERKOSAAN IBU PERTIWI!
Pak Ratty - mungkin para birokrat kita memang sudah terjangkit rabies?
Ina VTr Tobing Tantangan untuk hal ini akan sangat besar, saudaraku! Krn keuntungan
dari BAli sudah mengikat para investor dan pemda. Jadi, kita mulai dari paradigma
berpikir yang dicerahkan dimulai dari berbagai lapisan...Bali adalah Indonesia (begitu
katanya), maka prubahan di Bali akan menghasilkan pencerahan nasional.
Farsijana Adeney-Risakotta Kalau menunggu sampai pemerintah menghijaukan Bali,
saya meragukannya. Sekarang saatnya, warga masyarakat yang mengisi tugas tersebut.
Menanam di Bali. Buatlah kegiatan2 dalam jemaat yang terkait dengan penanaman
kembali tanah2 gundul di Bali. Buatlah kegiatan2 dalam jemaat yang terkait dengan
penanaman kembali tanah2 gundul di Bali. Buatlah program untuk masyarakat supaya mereka
mencinta kehidupan bersama di Bali daripada sekedar cinta uang, mengejarnya sehingga
bersedia menghancurkan Bali, termasuk kalau harus menjual untuk pembangunan atas nama
kapitalisme. Mereka inilah yang bisa membelotkan pemerintah semakin sadar ketika kehilangan
kendali melacurkan Bali.
Victor Hamel @ Sara: Kalau naik pesawat dari Jawa ke Bali siang hari, biasanya akan
lebih rendah terbangnya ketika memasuki Jembrana. Lihatlah hutan di sana yang
tengahnya sudah gundul hanya hijau dipinggir2nya...pemerkosaan hutan!
@ Vera: Saat ini di Bali sedang Bali sedang ramai perdebatan2 mengenai usaha membangun
Bali kembali dalam nuansa yang lebih santun dan berbudaya (kembali).
@ Ibu Farsijana: Setuju bahwa peran pemerintah tidak di dapat diharapkan lebih banyak untuk
alam Bali. Kelompok2 tengah seperti gereja harusnya dapat berberan dengan baik. Sayangnya
gereja2 juga banyak tidak peduli denganhal itu. GKPB baru mulai dengan hari Pentakosta (bulan
Mei) ini GKPB degan mencanagkan "Save the Erath". Semoga menjadi pemantik yang baik bagi
program2 gereja di Bali...
20
Bersama Sikap Beberapa Perempuan: Perempuan Kanaan
(Terakhir)
October 7, 2009 at 6:36pm
Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta
kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak." (Matius 15:23)
Para Murid:
Hey perempuan, jangan berteriak-teriak!
Teriakan mu adalah kebisingan!
Teriakan mu adalah keributan masa kini….
Hey, perempuan…jangan berteriak-teriak…
Cukuplah hanya berdiam…dan menunggulah!!!
Pergilah, tak ku butuhkan teriakan mu…
***
Teriakan! Itulah satu-satunya kemampuan nya...
Hanya teriakan dalam kefrustasian dan kegagalannya
Tak ada yang berpihak..
Karena teriakannya adalah rasa kegagalan dan kefrustasian
Dan murid-murid mengatakan, Pergilah!
Hmm..jadi, itulah tanda ketakberpihakan pada kegagalan dan kefrustasian
Dan akhirnya, selalu begitulah adanya..kita selalu menempatkan frustasi dan kegagalan
dalam stigma rasa malu untuk bersamanya..
Kita sering kali malu dengan kegagalan dan kefrustasian …
Dan bahkan sering tak ada yang mendukung kegagalan dan kefrutasian..
Ahhh…ironis! Jika mungkin, tidakah kita dapat belajar mendukung kegagalan dan kefrutasian..?
Karena ternyata di situlah ada penyembuhan bagi luka-luka batin…
Mungkin kita perlu belajar untuk tidak mengatakan Pergilah!
Tetapi mulailah kita belajar untuk mengatakan Marilah!
Tak mudah….
(Terima kasih perempuan Kanaan, karena teriakan mu telah mengajar untuk mengatakan:
Marilah!!)
21
Yakub Setiaji Dwipa ... hmmm menangislah aku membaca ini, karena tidak ada kata-kata
yang dapat mewakili rasa malu terhadap diri sendiri maupun orang lain terhadap diriku
karena kegagalan dan kefrustasianku di masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang.
"Marilah" adalah kata yang masih terlalu mahal untuk diucapkan ...
Victor Hamel @ Dwipa: Selalu ada kata Marilah dalam persahabatan kita saat ini
teman....!
JO Snacks House pembunuhan terhadap rasa, sehingga tangis tak lagi bergulir, dan
jadikan rasa menjadi hambar karena tak lagi mampu rasakan apakah ini kesedihan atau
bukan, adalah pembunuhan yang paling keji.
22
Uli Siregar langkah awal dari sikap "marilah" adalah "mendengarkan",
mendengarkan itu tidak mudah; ada kbr yang baik dan buruk, ada keluhan dan cur hat;
jika tdk siap yang jadi susah adlah diri sendiri.
kenapa kita ber sukoji di sini?; karena kita ingin didengar lwt tulisan kita dan mendengar dgn
membaca tulisan teman lainnya.
setidaknya ber sukoji (ha.ha on line online)...untuk tujuan positif akan membawa masing kita
mengucapkan syukur senantiasa.
Thanks Pdt. Vic...ulasan ini memberikan saya suatu peringatan untuk lebih rendahhati untuk
lebih mendengar; doakan saya juga untuk senantiasa mampu menuliskan "marilah"..
salam sejahtera. Uli.
Victor Hamel @ Mbak Nia: Pembunuhan2 seperti itulah sekarang sering ada di
mana2..sedih ku.!
Victor Hamel @ Uli: Aku yakin Kau lah teman yang selalu punya hati untuk mengatakan
Marilah...!!
Besly Messakh Sulitnya gereja tidak dirancang jadi welcoming church.
Uli Siregar ha.ha..Pdt. Vic..you are a smart marketing in His Kingdom.
Thank you.
Best wishes always for you and your wife.
Matias Filemon Hadiputro teriakan kadang mampu menenangkan jiwa yang galau
tangisan kadang menentramkan hati yang pilu
marilah...
teriaklah kepadaku supaya galaumu pergi
menangislah di depanku agar pilumu tak kembali
23
Ratty Supit Terlalu banyak teriakan disekitar kita ! Bila kita bersamaNya, janganlah ikut
ikutan berteriak, karena ada tanggungjawab untuk mendengar, dan melayani.
Estiana Arifin mengambil bagian dlm tiap keadaan org lain adalah amat berat,pak vic..
Om besly, i miss welcoming church too. Welcoming all t4 ibadah. Knp rumah ibadah itu
exlusive jika didalamnya kita bcr Tuhan smua org,yaitu Tuhan manusia ?
Helga Worotitjan Dua Full berteriak tidak melulu konteksnya negatif, krn ketika para
perempuan telah berusaha berbisik & berkata-kata dg lembut tapi tetap ditelan egoisme
patriaki, MAKA ITU SAATNYA BERTERIAK!
Fidelis R. Situmorang Ironisnya lagi yang membuat orang menjauh dari kristus adalah
orang2 yang terdekat dengan Dia.
Tannya Fantasya siapa di belakang yg nangis???
24
Bersama Sikap Beberapa Perempuan: Perempuan yang di
Tuduh Berzinah
October 1, 2009 at 9:44am
Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang
kedapatan berbuat zinah…Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun
bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa,
hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."… Lalu Yesus bangkit
berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang
yang menghukum engkau?" Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Aku pun tidak
menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang." (Yohanes
8:3,7,10,11)
Jika peristiwa perempuan pelacur yang dibawa kepada Yesus ini adalah sebuah iklan, kira-kira
iklan ini ingin menampilkan produk apa ya? Produk citra kudus yang dibawa oleh para ahli
Taurat dan Farisi? Produk pengampunan gaya Yesus? Atau produk citra buruk si perempuan
penzinah? Hal ini penting karena ada dua model penonton di dalamnya: Orang yang ada di
sekitar itu pada waktu kejadian dan kita yang membaca cerita itu saat ini – juga seperti menonton
sebuah iklan dalam televisi. Layaknya sebuah iklan, ia diharapkan akan mempengaruhi
penontonnya dan akan membeli produk itu.
Setahu saya kebanyakan penonton selama ini lebih ingin membeli produk pengampunan gaya
Yesus. Karena cara menonton kita adalah terfokus pada Yesus sebagi produk utama di dalam
iklan ini. Atau mungkin karena pesan iklan ini disampaikan melalui mimbar gereja yang
cenderung menyampaikan pesan atau mempromosikan pengampunan gaya Yesus, yang memang
menjadi peran utama utama dalam Injil. Adakah yang ingin membeli produk citra buruk si
perempuan penzinah? Fetisisme komoditi -meminjam istilah Karl Marx dalam Das Capital -
sebagai penzinah adalah produk tak laku jual. Posisinya dalam drama iklan ini hanyalah sebagi
pelengkap untuk menceritakan betapa produk pengampunan Yesus menjadi begitu berharganya.
Tapi ingatlah, citra dan makna pengampunan yang ditampailkan oleh iklan ini tak berarti tanpa
peran perempuan penzinah ini. Apalah artinya pengampunan tanpa keberdosaan? Dan
perempuan ini telah memainkan peran perzinahan supaya citra dan makna pengampunan Yesus
menjadi berarti.
Ahhhh…aku ingin mengakhiri tulisan ini dengan air mata…karena sebagai lelaki aku tak berani
mengambil peran itu – seperti lelaki yang berzinah bersama perempuan itu, kemanakah dia? Jika
boleh mengatakan, bagi ku, peran utama dalam iklan ini adalah si perempuan penzinah…apakah
kita akan membeli produk itu?
25
Uli Siregar Jika demikian mestinya produk "keselamatan" itu mestinya mendapat rating
tertingggi dalam penyiaran agama.
Sebagai umat percaya kita ini adalah penyiar pengampuan Tuhan.
Pancaran dari buah2 roh dari sikap orang yang percaya menjadi sarana Tuhan
untukmemberitakan keselamatan.
Thanks Pdt Vic...cerita ini sangat menarik.
Saya sangat berharap akan menerima lanjutannya.
Salam sejahtera. Uli
Teddy S Yao pengampunan tidak akan ada tanpa pendosaan, memang manusia itu pada
dasarnya sudah berdosa. sebetulnya cerita ini menunjukkan ketidakadilan dan
kemunafikan ahli2 taurat dan orang2 farisi karena dia tidak membawa pasangan penzinah
perempuan itu pemeran utama cerita ini menurut saya adalah yesus yang sedang diuji dan
dicobai keilahiannya. terbukti yesus telah memperlihatkan sifat2 allah yang maha pengasih dan
maha pengampun dan juga maha adil serta tidak munafik. yesus adalah allah yang
sesungguhnya, penguasa alam semesta...maha hadir dari dulu sampai sekarang di bumi, di mars,
di galaksi lain dan dimana-mana.
Sara Sunshine berat... perlu perenungan lebih lanjut...
Victor Hamel @ Uli: Thx sist...penyiar pengampunan...meskipuntak mudah...
@ Teddy: Jika demikian tetaplah kita tertarik dengan iklan pengampunan gaya Yesus,
aku pun setuju untuk itu...tetapi ada peran lain yang sering terlupakan teman...bahkan
oleh gereja, si perempuan yang dituduh berzinah...semoga tetap tak melupakannya...dia
juga pemeran utama...
@ Sara: hihihi....mari merenung...
JO Snacks House kisah yg paling aku suka..dari seluruh kisah yg ada..karena arti
penerimaan..pembelaan dan diakui ada ada dalam kisah itu. itu pula yg menberi spirit aku
unt mampu menerima org sbg pribadi dan bukan status sosial
Fidelis R. Situmorang Semakin banyak dosa, semakin banyak pengampunan. Terpujilah
Tuhan. Makasih notenya Pak Pendeta. Sungguh suatu perenungan yang amat dalam.
26
Helga Worotitjan Dua Full Apalah artinya pengampunan tanpa keberdosaan?
bagiku ini kalimat luar biasa!
tanpa byk komentar, membeli peran si perempuan pezinah adalah kehormatan besar
bukan kerendahan yg dalam.....krn dia telah menghayati utk pergi & tidak berbuat dosa
lagi
Gde Putra Astawa @kak vic : good notes
@helga : good comment, aku setuju.
Victor Hamel @ Mba Nia: Akupun belajar menerima sesama manusia...
@ Helga: sebuah kehormatan besar ada yang membeli peran siperempuan berzinah dalam
jualan kehidupan...thx sist.
@ Gde: Thx bro....GBU
Fidelis: thx juga bro...
Saverio Ratu Aku ingat bahwa Tuhan Yesus datang untuk orang berdosa bukan untuk
orang yang suci.
Tapi sangatlah tepat kata Pak Vic, bahwa peran penzinah itu di zaman sekarang sangat
jarang kelihatan atau nampak, padahal merekalah orang yang akan ditolong oleh
TuhanYesus bukan seperti kebanyakan orang "ngaku"atau bahkan tidak sadar perannya sebagai
ahli taurat demikian sempurna dimainkan....
Selamat berperan dan jgn lupa sering2 melihat skenarionya (baca: Alkitab) supaya kita g'tersesat
Tiur Angkuw I like comment from Teddy Delano, at the end, we need to HAVE and
KEEP the relationship with HIM, and praise HIM in daily live, its very challenge but we
have no choice... HE already gave HIS LIVE to us as a sinner, terpujilah DIA... , biarlah
kita dikuatkan agar supaya menjadi berkat bagi kehidupan dimana kita berada. Amen....
Sylvie Probowati Kelahiran dan keberadaan mereka ( perempuan pezinah ) ditengah2 kita
tidak lepas dari peran kita semua ( masyarakat dalam seluruh sistem sosial ) dalam
membidani kelahiran mrk dan juga memelihara membesarkannya . Mungkin kita tidak
peduli , tdk tahu atau juga tdk punya kemampuan un tuk mencegah ketika mereka sdg
berjuang menentukan pilihannya .Mungkinkah skr ketika kita mencoba untuk menerima mereka
27
,bersikap tdk menyalahkan mrk bahkan peduli dgn membuat seminar dsb hanya sekedar unt
mengobati rasa bersalah kita .
Sudahkah kita ( gereja ) mengajarkan unt memberikan kasih yg NYATA kepada mrk ,tdk hanya
sekedar hiburan2 semu yg berpotensi menjadi ekstasi bagi mrk, mrk tidak membutuhkan itu
.Mrk tdk butuh doa2 kita , dan mungkin Allah juga tdk mau mendengar doa2 kita krn Allah telah
menugaskan kita unt memberikan kabar gembira yg nyata itu , ttp kita kembalikan tugas itu kpd
Allah lagi . Oh manusia manusia .....(.Saya juga manusia jangan dijadikan sbg species yg lain lho )
Victor Hamel @ Teddy: Jika halitu adalah sebuah drama sosial kehidupan, memang
pertanyaan bung Teddy menjadi penting untuk dijawab...aku hendak memainkan peran
yang mana? Thx bro...dalam
@ Bu Tiur: Trima kasish sudah mampir memberi makna lebih dalam note ini. Salam ku
untuk jemaat di sana...
@ Sylvie: Selalu menjadi tugas kita bersama agart tak hanya melakukan ekstasi
teologis...itulah salah satu sebab mengapa note ini ada...
Victor Hamel @ Save: Amin ku teman...bagian terakhir komen mu sangat berarti....
Ratty Supit Pengampunan hanya akan berlaku sekali ! Jika berbuat lagi, maka tidak akan
ada pengampunan. Jika setiap kali mendapatkan pengampunan pada kesalahan yang
sama, namanya juga kelewatan !
Victor Hamel @ PAk RAtty: hahahah...kita ini memang kelewatan ya pak...!!! Thx dah
mampir...lama tak bersua...!
Matias Filemon Hadiputro dlm ceritanya Tuhan Yesus menulis sesuatu di tanah, kira-kira
Tuhan Yesus nulis apa ya? bisa jadi Ia menulis sesuatu yang membuat orang farisi
menjadi enggan melemparkan batu... sehingga sebenarnya orang farisi juga menyadari
perbuatan main hakimnya salah...
smua tokoh memiliki peranan masing-masing dlm menyesali perbuatan mrk... orang farisi
menyesali tindakan main hakim sendiri; perempuan itu menyadari tindakannya berzinah; Tuhan
Yesus menyesali kenapa yang laki-laki yang berzinah tdk ditangkap juga...
28
Yakub Setiaji Dwipa Baru-baru ini terjadi kasus di tengah pelayanan kami, kasusnya
mirip walaupun tidak separah kasus perempuan yang kedapatan berzinah di dalam kisah
ini. Istri saya menggunakan kisah ini sebagai referensi soal penerimaan dan
pengampunan. Tetapi salah seorang penatua bersikeras tidak mau menerima dan mengapuni
bahkan cenderung ingin menghukum seberat-beratnya anggota jemaat tersebut. Akhirnya,
terjadilah pelemparan batu bertubi-tubi dan orang itu pun terbunuh karakternya. Kami hanya
bisa dukuk tertegun, tidak mampu menghentikan pembunuhan itu.
Sylvie Probowati @ Putu Alex Albertika : Didalam banyak hal kita sering berdalih kalau
kasus yg terjadi skr tdk sesuai dgn konteks dan cotext 2000 th lalu atau sebaliknya . Yg
perlu kita tinjau ulang adalah batasan berzinah saat ini itu bgmn . Kl dulu ada istilah zinah
mata , skr mungkin sdh diabaikan .Standart moral sll bergeser dr masa ke masa . Siapa tahu saat
ini hubungan pra nikah dan selingkuh sdh bukan termasuk katagori zinah .mungkin kita sudah
ketinggalan jaman
Ingin menjadi pelopor dalam mensosialisasikan hal ini ? Proficiate bila berhasil menggeser nilai2
yg mungkin sdh usang
Estiana Arifin @YSD :saya bisa merasakan.
@pak vic : tks notenya,pak vic. Saya sedih bacanya.
juga u/ koment2 diatas yg bgt menyentuh,memahami,bijaksana..
Wir Kasut klo relasi Tuhan dan manusia itu diibaratkan relasi suami istri, siapa yang
belum pernah selingkuh bin berzinah silakan ngacung (karepe inyong tunjuk jari)? hayo
ngacung sebelum ada yang ngacung tapi sambil ngambil batu.... lumayan klo buat
nimpuk kepalanya sendiri ... klo buat nimpuk kepala orang lain wah berabeh....
29
Bersama Sikap Beberapa Perempuan: Rahab si Sundal
September 29, 2009 at 8:37pm
Tetapi perempuan itu (Rahab si Sundal) telah membawa dan menyembunyikan kedua orang itu.
Berkatalah ia: "Memang, orang-orang itu telah datang kepadaku, tetapi aku tidak tahu dari mana
mereka...Tetapi perempuan itu telah menyuruh keduanya naik ke sotoh rumah dan
menyembunyikan mereka di bawah timbunan batang rami, yang ditebarkan di atas sotoh
itu...Tetapi sebelum kedua orang itu tidur, naiklah perempuan itu mendapatkan mereka di atas
sotoh dan berkata kepada orang-orang itu: "Aku tahu, bahwa TUHAN telah memberikan negeri
ini kepada kamu dan bahwa kengerian terhadap kamu telah menghinggapi kami dan segala
penduduk negeri ini gemetar menghadapi kamu (Yosua2: 4,6,8-9)
Saya tertarik ketika mengahiri membaca buku “Membongkar Kegagalan CIA’, pengarangnya –
Tim Weiner – mengatakan bahwa : “Satu-satunya cara untuk mengetahui pikiran musuh adalah
berbicara kepadanya, dan itu adalah pekerjaan mata-m ata“. Dan tesis ini benar, ketika dua orang
pengintai memasuki Yerikho dan berbicara dengan Rahab - seorang perempuan sundal – dan
akhir cerita Israel menang.
Tetapi saya tidak melihat cerita ini semata-mata mengenai kemenangan Israel, seperti umumnya
banyak gereja membaca teks ini. Saya justru melihat cerita ini adalah cerita mengenai
kemenangan Rahab si perempaun sundal. Mengapa? Karena tanpa Rahab Israel tak akan
menang. Sayang, cerita ini berakhir dengan kemenangan Israel tanpa mencatatkan sedikitpun
bahwa kemenangan itu adalah karena adanya peran perempuan sundal seperti Rahab. Memang
nama Rahab dicatatkan dalam konteks bahwa ketika serangan ke Yerikho dilakukan, Rahab
sekeluarga di selamatkan dan hidup bersama dengan umat Israel. Tetapi tidak pernah dijelaskan
bahwa salah satu peran penting kemenangan Israel adalahkarena peran seorang perempuan
sundal seperti Rahab.
Inilah ironi politik. Bahwa politik selalu menempatkan perempuan dalam posisi marginal
meskipun keagungan politik sering disebakan oleh hadirnya peran perempuan. Bagi saya, maaf,
kemenangan ini bukan kemenagan Israel, ini kemenangan perempuan sundal, Rahab. Harusnya
gereja mencatat dia sebagai Ibu Kehidupan, Ibu bagi masa depan Gereja! Apakah karena dia
sundal, sehingga Gereja tak memberi tempat baginya dalam litani pujian, seperti Israel tak
memberi penghormatan baginya sebagai pahlawan dalam peperangan melawan Yerikho.
Rahab…Rahab...selalu karena kesundalan mu, kau tak layak dianggap suci…padahal dengan
ketaksucian mu gereja menjadi ada kini dan disepanjang masa ….
Marlina Pjt sudah ada beberapa catatan mu yg ku baca,,dan aku suka...thx..jangan
berhenti...
30
Gde Putra Astawa jangan menilai orang dari status sosialnya,karna dari keadaan yg hina
mnrt masy. Tuhan mlh memakainya utk penggenapan janjinya....
Dan mgkin sj Rahab mmg lbh suka tdk dibesar2kan jasanya...
GBU kak Vik.
Fidelis R. Situmorang Menyentuh. Thanks Pak Pendeta.
Alf Tiranda Mgkn keadaanlah yg mbuat dia mjadi seorg sundal tp pd dasarnya rahab
seorg wnta yg mpunyai ktlusan hati shingga tetap ada keinginan u mlakukan kebaikan
buat bnyk org.
Anggraini Sirait tlg dari ayat mana
Hamel Denny Tuhan telah memilih Rahab sbg 'matamata' Israel dlm ay. 9 Rahab
mengatakan :' Aku tahu ... dst.; spt nya sebelumnya ada semacam komunikasi antara
Allah dan Rahab. mungkin sejenis penglihatan atau mimpi Rahab. Tetapi kalau melihat
rujukan ayat2 ini maka jawaban yg tepat adalah di Ibr 11:31 Karena iman !!! Tx untuk
pencerahannya Pdt. Victor !
Victor Hamel @ Mar: thx sist...GBU
@ Gde: Itu kesimpulan yang bagus...jangamelihat orang dari statusnya...
@ Fidelis: Thx bro...ku tunggu tulisan2nyayang menyentuhjuga...
@ Ida: Mungkin juga...yang pasti stigma-stigma sundal, pelacur, dan seterusnya sering tak
mendapat tempat dalam wacana keagamaan...
@ Ibu Anggraini: Seperti yang saya kutip di atas dari Yosua2: 4,6,8-9. Lengkapnya tentu silahkan
membaca seluruhnya di Yosua psl.2.
Victor Hamel @ Bung Denny: Thx bung, menambah dalam hubungan Allah dengan
Rahab, Si Sundal...
31
Estiana Arifin Mhm. Suci dalam debu. Apa debu dalam suci ? Katanya sih, semua
perempuan jika kulihat keseluruhan(scr kolektif) biasa saja. Tp jika kulihat satu per satu
(detail/ekslusif),tak habis keterpesonaanku. Lha,lupa siapa yg ngomong ini. Byk baca
emang byk lupa. Tq pak vic!
Larena Gonna Sinuhadji Full Thx ya k'vic. Memang kalau kt lihat di Psl 6:22-25, Rahab
disinggung bukan sebagai pembawa kemenangan bg Israel, tetapi dia dan kel
diselamatkan karena janji dua pengintai kepada Rahab yg sudah menyelamtkan. Sama hal
nya yg di beritakan di Ibr 11:31. Seolah2 Alkitab kuatir/takut menyebtkan seorang
perempuan (yang selalu dikaburkan perannya) sekaligus PSK/sundal berperan besar mebawa
kemenangan bg Israel. Hdp Rahab perempuan yang berjiwa pemberani dan rela berkorban...
Sofietje Nortje Nelia Rondonuwu jadi teringat sesuatu;;;seorang PSK yg akan
memberikan persembahan syukur bg gereja dan jd pembicaraan di kalangan
gereja...apakah kt blh menerimanya????apakah uangnya akan membw berkat bg
gereja???
pdhl Rahab..seorng PSK justru dipakai Allah untuk pekerjaaNYA....bgmn ini?...apakah kt
lbh hbt dr Allah? apakah kt justru tdk jauh lbh baik dr PSK...Rahab???
Uli Siregar waktu di Yogya dulu sempat ada seminar dan pembicara undangan adalah
perempuan2 yang kurang beruntung (menurut ku)..
tidak ada kata2 yang keluar yang dharpkan untuk didengar..hanya air mata kepedihan dan
isak tangis..sungguh mengharukan sekaligus menyedihkan.
memang kita diberi kebebasan untuk memilih; tapi terkadang saat tidak ada pilihan demi
menyambung hidup; apa pun akan dijalankan, termasuk bertindak seperti Rahab.
Rahab mengambil kesempatan saat pilihan itu ada, dia cerdas dan berpikir waras.
Saya rasa itu yang patut di contoh.
Thanks Pdt.Vic..ini luar biasa bagus..Semoga berkat Tuhan melimpah untukmu dan keluargamu.
Salam. Uli
Yakub Setiaji Dwipa kesundalan si Rahab dipakai penulis kisah ini untuk melegitimasi
reduksi terhadap peran Rahab yang sebenarnya, namun demikian, tetap saja secara
tersirat penulis kisah ini tidak dapat menyembunyikan peran Rahab yang sebenarnya,
sebab bisa saja penulis sama sekali tidak mencantumkan nama Rahab dalam kisah ini
32
Victor Hamel @ Esti: Perempuan selalu mempersoan sista.....
@ Ena: Kutunggu share mu tentang perempuan dan anjing itu....
@ Sof: Itulah renungan yang selalu harus diingat, apakah kita lebih baik dari orang lain,
bahkan sundal sekalipun....
@ Uli: Doa ku juga untuk mu dankeluarga sista...
@ Dwipa: Itu ternyata kekuatan perempuan yang tak dapat dihapuskan, meskipun oleh
sejarah manusia...thx bro..
JO Snacks House apakah suci identik dgn steril? sedang di dunia medis kondisi steril
masih ada toleransi jumlah kuman yg diperbolehkan tumbuh..jadi bukan kondisi zero
bacteri. kalau yg disebut dgn suci adl kond nol thd kesalahan hanya orang matilah yg
mpy krn mereka tidak beraktifitas apa2. dan tyt alkitab yg dsb kitab suci jg tidak luput
dari kesalahan krn mpy diskriminasi thd hal2 ttt
Estiana Arifin mba nia&ki AA, buat kita menutupi 'kesundalan' kita saat kita
mengenakan kerudung kesucian kita,spt menjaga image,bgt takut dinilai tdk suci. Krn
gentar org tahu apa yg kita simpan di loteng. Setiap kt kalu mau jujur, emang 'sundal'
kok. Cuma ga pake bolong. Tiap kita punya kisah di atas loteng,pinjem istilah ki AA.
Emang hebat sih kalu sok suci. Kitab jg gt,nia. Xixixixi
Hotma Abigail Sundal jg mewakili pengkotakan jenis masy yg kerapkali dipandang sblh
mata oleh kt. Syukurnya Allah kita bkn Tuhan yg mengkotak2an manusia k dlm
klasifikasi2 spt yg dibuat mns. Bahkan melalui rahab rencana Allah digenapi, smp kpd
kelahiran Kristus, dr keturunan seorang sundal spt rahab. Trmksh utk sharing notenya
pak...
Estiana Arifin TD, ktk kuliah dulu sy ingat kata seorg dosen saya. Apa nasib buruk
padamu,tanyalah ayahmu yg menumpahkan nuftah ke rahim ibumu,tanyalah ibumu yg
mengizinkan ayahmu. Bhw kita kdg kerap memikul dosa&aib keluarga itu tdk bisa
dipungkiri. Setelah merenung ckp dlm,sy brfikir,apa ini juga trik Tuhan u/ mencegah
perempuan jgn menjual diri dulu ktk tak ada jalan lain u/ sesuap nasi. Dan kpd pria u/ tdk
gampang sembarangan menumpahkan nuftah mrk ke sesiapa mrk mampu bayar.
saya pnh survey ke bbrp lokalisasi, sampel yg kami peroleh, amat sering mrk tdk punya
keinginan keluar dr lokalisasi krn tlh anggap itu 'rumah' mrk.
buat sy mengagetkan,krn ini jd salah&beban kita bersama, ktk org nyaman di tempat yg tak
layak dr segi moral&kesehatan,mestinya sundal&bkn sundal saling menghukum 1 sama lain dlm
hdp kemanusiaan ini.
inilah 'dosa kolektif' kita, yg sundal(scr profesi) atau tdk.
33
Victor Hamel @ Alex: Setuju ku teman...selau harus belajar rendah hati, karena jangan
meniali orang dari penampilannya tetapi hatinya..
@ Mb Nia: Itulah sebanya Sang Mesias datang bukan untuk orang suci...tapi orang
berdosa...seperti aku dan kita...
Ki: aku terperanjat dan gembira dipasangkan dengan Ibu kebahagianRahab oleh mu! Dasar!
heheh...
@ Abigail: Selalu menakjubkan melihat pohon-pohon kehidupan sejarah para leluhur....tak
terbayangkan tetapi demikianlah sejarahnya..
@ Bung Teddy: Satu perenunagn yangd alam dan memaknai ceita di atas...aku terpesona oleh
komentar mu...Thx bro...
@ @ Esti: ternyata kita semua orang berdosa ...hmmm...harusnya kita kembali menghayati
panggilan keimanan kita yaa...thx sista.!..
34
Bersama Sikap Beberapa Perempuan: Ribka
Lalu kata Yakub kepada Ribka, ibunya: "Tetapi Esau, kakakku, adalah seorang yang berbulu
badannya, sedang aku ini kulitku licin. Mungkin ayahku akan meraba aku; maka nanti ia akan
menyangka bahwa aku mau memperolok-olokkan dia; dengan demikian aku akan mendatangkan
kutuk atas diriku dan bukan berkat." Tetapi ibunya berkata kepadanya: "Akulah yang
menanggung kutuk itu, anakku; dengarkan saja perkataanku, pergilah ambil kambing-kambing
itu." (Kejadian 27:11-13)
Ribka…Ribka…
Orang menuduh mu berambisi atas anak mu Yakub…
Jika kau ada sekarang, pasti akan berkata:
Tahu apa kalian tentang itu semua?
Tahu apa kalian tentang sayangku pada Yakub?
Tahu apa kalian semua tentang arti berkat?
Tahu apa kalian semua tentang pengorbanan ibu atas anak?
Ah, tuduhlah aku …si Ambisius!!
Tapi tahukan kalian bahwa aku mencintai si anak kedua ku Yakub, lebih dari segalanya?
Aku mencintainya karena Ayahnya lebih mencintai anak pertama kami, Esau, lebih dari
segalanya..
Kecintaannya pada Esau, mengalahkan cintanya pada Yakub…
Inikah keadilan orang tua?
Mungkin aku juga tak adil, karena mengasihi anak kedua ku lebih dari dia, Esau!
Tapi paling tidak ada yang mengasihi Yakub dengan cinta, pada saat orang lain – bahkan
ayahnya - tak memberi cinta
Ribka…Ribka…
Kau berkorban untuk mengasihi orang yang tak dikasihi, dan menerima tuduhan sepanjang
35
masa : Si Ambisius! Bahkan rela menerima kutuk...demi cinta kepada yang tak dicinta...!
Frans Sahetapy pak, photo yang gendong anak kok laki laki, saya berharap itu perempuan
dan bisa mewakili Ribka yang mengayomi, membela, rela berkorban, berani mengambil
resiko sebagai ibu dan perempuan.
Estiana Arifin mencintai yg tak dicintai. Setiap perempuan punya dorongan spt ini.
Nampaknya perempuan punya cara unik dlm hal memilih apa&siapa u/ dicintai. Feminin.
Victor Hamel @ Frans: Bisa saja itu Ishak, sedang menggendong Yakub...sebuah ironi
bahwa ahirnya Ishak juga bisa mencintai Yakub...semoga!
Victor Hamel @ Esti: Mungkin demikian...! (maskulin)
36
Helga Worotitjan Dua Full ambisi yang membuat mental seorang anak merasa oleh hidup
ia tak dihabisi
KEREN bang!
September 28, 2009 at 10:07pm · Like
Limantina Sihaloho Gitu-gitu, ampuh juga berkat si bapak ya? Waktu Esau meraung-
raung, bisa-bisanya si bapak nggak mau gubris sama sekali? Tak berperasaaan kali...!
Hehehe. Ada-ada saja!
September 28, 2009 at 10:13pm · Like
Marlina Pjt we both (me & my hubby) love this notes...
September 28, 2009 at 10:16pm · Like
Victor Hamel @ Helga: Salam ku untuk Vitae dan Aby, karena dicintai keduanya...
@ Limantina: hohoho...iya yaaa...!!!
@ Marlina: Hmmm...you are a lovely parent f ur children, aren't you?
September 28, 2009 at 10:24pm · Like
Besly Messakh eeeheem...e hem..
September 28, 2009 at 10:24pm · Like
Fidelis R. Situmorang Mirip dengan sikap batsyeba pada Salomo ya...
Kesuksesan seorang Pria memang karena ada wanita di dekatnya.
Makasih Notenya Pak Pendeta.
September 28, 2009 at 10:37pm · Like
Yakub Setiaji Dwipa jadi ga enak nih ... Ribka dan Yakub ... gubrakkkk xixixixixixi
September 29, 2009 at 3:02am · Like
37
Yakub Setiaji Dwipa ... apakah ps. 27:35-40 dapat dikatakan sebagai ekspresi
ketidakpedulian Ishak terhadap raungan anak yang sangat dikasihinya itu? Saya kok tidak
yakin ya ...
September 29, 2009 at 3:19am · Like
Yakub Setiaji Dwipa catatan kisah ini penting untuk kami orang tua dalam mendampingi
anak-anak kami, terima kasih Bang.
September 29, 2009 at 3:21am · Like
Hilderia Nainggolan Good...
September 29, 2009 at 5:35am · Like
Victor Hamel K Ecy, Ki dan Dwipa: hahahah....Aku tahu semua yang ada di kepala
kalain...hahahaha...sebuah konstruksi untuk membangun pemahaman masa lalu dimasa
kini, dengan lebih baik....hohoho
@ Fid: Thx juga untuk tulisan Betsyeba dan Daud yang pernah di tag, sangat inspiratif...
Hilderia: Thx ito, salam ku untuk bapak HAkim....
September 29, 2009 at 6:44am · Like
Johan Kristantoro Catatan yang mencerahkan. Kita perlu kacamata yang berimbang
seperti tulisan Bang Victor ini. Makasih banyak, Bang.
September 29, 2009 at 7:11am · Like
Alf Tiranda Ki aryo: ribka identik dg ambisius ki so.....(biar diisi sndiri sma
pnulisnya,xixixi)
Thanks u pncerahannya bro dpt mjadi inspirasi mplakuk anak2 layanku yg bjmlh 70
anak...
September 29, 2009 at 8:40am · Like
38
JO Snacks House demi cinta berani ambil resiko apa saja ( nekad )..diliat dari keputusan
etis gimana bang?
September 29, 2009 at 8:51am · Like
Victor Hamel @ Johan: Pesan itu yang ingin disampaikan...thx bro
@ Ida: hahaha...hanya Tuhanyang tahu....
@ @ Mba Nia: Tentu cintanya Ribka bukan cinta biasa....itu itndakan etis yang luar biasa
juga...
September 29, 2009 at 9:04am · Like
JO Snacks House aku mesti belajar ttg tindakan yg satu itu
September 29, 2009 at 9:38am · Like
Victor Hamel @mba Nia: Semoga kita bisa belajar bersama-sama....
September 29, 2009 at 9:43am · Like
Uli Siregar Apa misteri sehingga Ribka memiliih Yakub?; apakah karena cinta yang
berlebih dari ibu terhadap anak. saya rasa tidak; cinta seorang ibu terhadap semua
anaknya sama besarnya; tetapi seorang ibu dapat melihat kemampuan dan kecakapan
serta bakat anak2nya bahkan sejak anak tersebut masih bayi.
Peran Ribka, yang menentukan garis nasib Yakub adalah sama seperti semua ibu yang berperan
menentukan garis nasib anak2nya.
Keputusan Ribka untuk memihak Ribka itu bukan masalah cinta; tetapi masalah kemampuan
seorang ibu yang dapat melihat dan memiliki naluri bahwa : lahir boleh berurutan; tetapi nasib
dan rejeki serta jalan hidup tidak lah harus berurutan, karena itu tergantung kepada
kemampuan dan kesungguhan seseorang. Salam sejahtera Pdt. Vic.
September 29, 2009 at 12:11pm · Like
Wir Kasut nah, ini baru tulisan pendeta berhati babu, bapak sekaligus ibu..., langka loh
yang begini...., duplicating duplicating ayo ayo.....
September 29, 2009 at 5:37pm · Like
39
Victor Hamel @ Uli: Kau tulis:Apa misteri sehingga Ribka memiliih Yakub? Itu sama
pertanyaannya Apa misteri Ishak memilih Esau? Entahlah semua misteri! Tapi yang pasti
bahwa ada keberpihakan...mungkin bukan karena cinta, tetapi keberpihakan tanpa cinta
itu sama dengan makanan tanpa garam...hambar.
@ PAk Wir: Asiiikkk, Pendeta Babu!!!! hihihihi...
September 29, 2009 at 6:35pm · Like
Hotma Abigail cerita ttg berkat yg akhirnya diturunkan pd yakub ini sll memancing
pertanyaan sy (regardless dr pembahasn ttg keberpihakan), knp berkat itu akhirnya
diperoleh dgn cara yg 'manipulatif'. kl berkat itu hrs melalui anak sulung, dan Allah
memilih yakub, knp Dia ga menjadikan yakub sbg anak sulung sj. peristiwa ini
menimbulkan pertanyaan dr org bodoh dan awam spt sy, kesannya Tuhan kita bisa
di'bohongi'? heheee
September 30, 2009 at 1:27pm · Like
Uli Siregar jadi rahasia Tuhan tidak akan kita ketahui jika kita tidak melihat hasilnya..apa
begitu ya?
dan kita harus memberikan suatu personnel guarantee untuk keselamatan yaitu
kepercayaan tanpa batas.
menurut saya ini lebih masuk akal daripada tidak ada pilihan.
September 30, 2009 at 1:43pm · Like
Silvanus Susanto RIBKA yang mana ya bro? wah ternyata kenangan lama terlalu sulit
utk dilupakan ya...he-he-he
October 5, 2009 at 8:42am · Like
40
Bersama Sikap Beberapa Perempuan-Perempuan: Sara
September 27, 2009 at 6:56pm
Adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan itu,
tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai
seorang anak laki-laki." Lalu Sara menyangkal, katanya: "Aku tidak tertawa," sebab ia takut;
tetapi TUHAN berfirman: "Tidak, memang engkau tertawa! (Kejadian 18:14-15)
Orang sering kali menganggap berteologi sebagai sesuatu yang harus serius dan melelahkan
dalam pemikiran. Dan memang sering demikianlah adanya. Dalam percakan-percakapan dan
diskusi teologi sering melelahkan dan cenderung membuat orang menjadi terlihat sangat serius.
Padahal Allah sendiri sering membuat lelucon-lelucon teologis yang justru tidak ditangkap oleh
manusia. Perhatikanlah teks ini. Orang sering menjadikan teks ini terlalu serius, dan isi
percakapan selalu pada masalah berkat bahwa Alla berjanji akan memberikan anak kepada
Abaraham dan Sara. Padahal sisi humor dari teks ini sangat kental. Kelucuan Allah membuat
Sara tertawa, karena Allah yang Maha Tahu tapi oleh Sara dianggap tak tahu kalau ia sudah mati
haid dan tak mungkin untuk mengandung lagi. Tidakah ini sebuah lelucon: Allah yang Maha
Tahu tapi tak tahu. Itulah sebabnya Sara tertawa. Bahkan kemudian Allah jengkel karena tertawa
Sara dianggap ngeledek kemahatahuan Allah yang dianggap tak tahu itu . Ah, Sara mengapa
engkau bisa ngeledek Allah? Sampai-sampai Allah harus mengatakan”’Tidak, memang engkau
tertawa!” Bayangkalah dialog ini dalam komunikasi verbal masa kini:
Sara : hihihiik…Ah, ada-ada aja Allah ini, aku sudah peyot koq dibilang masih bisa ngelahirin…
Allah : Eh, serius dong, jangan ketawa mulu…
Sara : Enggak koq, aku nggak ketawa…
Allah : Lha, itu cekikikan….
Membangun keimanan yang penuh humor bersama Allah memang tak mudah dalam dunia masa
kini yang cenderung menempatkan Allah sebagai sesuatu yang hanya Mulia, Agung, Tinggi, Esa,
Hikmat, Termashsyur,…dll. Padahal Allah juga ada dalam komunikasi-komunikasi verbal yang
penuh humor dan lelucon…yang sering membuat kita tertawa. Tertawa Sara memang sering
dianggap sebagai ketakberimanan seorang perempuan, tetapi tertawa Sara juga adalah bagian
dari keintimannya bersama Allah bahkan dalam sebuah keintiman yang penuh canda dan tawa.
Dan ternyata perempuanlah yang memulai hubungan yang penuh humor dalam hidup beriman
kepada Allah. Selamat tertawa bersama Allah yang penuh humor!
• Sedang tertawa melihat Wayang Cenkblong: Pentas Wayang yang serius tapi penuh Humor di
Bali…
41
Banq Binq Siampudan o'oo... Pantaslah..nyang namanya SARA-H nyang kukenal juga
tkg tertawa,oM.. =,)) slamat hr minggu,oM...
September 27, 2009 at 7:23pm · Like
Marlina Pjt suka bener dgn catatan mu...wah....aku jdi pengn kesana nih denger kau
ngomong langsung,,pasti aku bisa kwkwkwkwkwkwkw...
September 27, 2009 at 7:33pm · Like
Ratih Ambarwati Wah,,,, kak Victor. Bagus banget. Ini yang Ratih tunggu2 dari kemarin.
Kemarin kan baru Hawa. Sekarang Sara. Tokoh alkitab ini inspire me banget kak.
Soalnya ngalamin juga sih. Semuanya. Memang bener banget menurutku kalo Tuhan itu
tidak hanya Mulia, , Maha tahu dan lain2. Tapi Dia juga humoris banget. Nyeleneh bahkan.
Kalo boleh bilang begitu ya. Dan memang Dia selalu saja membuatku tertawa dalam segala hal.
Apapun itu. Seakan-akan Dia juga menantang kita dalam iman lewat kelucuan dan hal nyeleneh
yang Dia buat. Pokoke mantap abis dah.
Dan menurutku Sara juga berani banget sama Tuhan. Berani berargumen sama Tuhan. Keras
kepala banget dan tentu saja cinta banget sama Abraham.
Makasi ya kak. Sekarang Ratih jadi tambah dikuatin kalo memang bener kok Allah itu senang
membuat kita tertawa dengan segala hal yang dilakukanNya pada kita. Dan Ratih sekarang
sedang menunggu lagi hal2 apa yang akan membuat Ratih tertawa lagi dalam iman. JBU
September 27, 2009 at 7:34pm · Like
Estiana Arifin jd trsenyum2 sendiri. Pak vic ga henti2nya mengejutkan tafsiran ayatnya.
Tp dlm bnyk hal selera humor Allah cerdas&segar sekali. Pak vic pasti tau pengalaman
yg sy mksd jk sy brcerita ttg humor yg mengejutkan. Sehabis sholat istikarah sy kaget
sekali atas jawaban Allah,sy pikir: piye ki,impossible.. Tp stlh 3bln brlangsung, Allah
bikin sy senyum2 seneng. Tq,malam itu u/ fbnya pak vic. He3.
September 27, 2009 at 7:47pm · Like
Pdt Mangara Sinamo Inspiratif Banget Pak Vic!!...
September 27, 2009 at 8:38pm · Like
42
Victor Hamel @ BAnq: Oh ada, yangbernama Sara yaaa...hehehe
@ MAr: kwkwkwkwk...kutunggu lah ...
@ Ratih: Semoag tetap berlelucon ria bersama Allah yang penuh lelucon
juga...menyenangkan mempunyai hubunganyang demikian...GBU
@ Esti: Hmmm...aku pun tersenyum...
@ Pronggil: Trimakasih pak...thx dah mampir....
September 27, 2009 at 8:43pm · Like
Gde Putra Astawa Bagus sekali....
Humor itu memang mendekatkan jarak, baik antar manusia terlebih dengan Allah....
Selamat hari minggu kak Vik.
September 27, 2009 at 8:45pm · Like
Victor Hamel @ Gde: Selamat hari minggu bro....humor2 mu selalu membuat ku
tertawa...
September 27, 2009 at 8:45pm · Like
Matias Filemon Hadiputro cerita tentang Sara dan Tuhan memang penuh humor... humor
pertama, Sara meragukan kemaha-kuasaan Tuhan dengan sikap menertawai Tuhan...
humor kedua, Tuhan menegor Sara krn tertawa, eh Sara malah sempet-sempetnya
boong... mungkin Sara lupa kalo Tuhan itu maha-kuasa... hehehe...
September 27, 2009 at 8:57pm · Like
Victor Hamel @ Matias: Komen mu menambah kuatnya lelucon sang Sara dan Sang
Tuhan....thx bro...
September 27, 2009 at 8:58pm · Like
Limantina Sihaloho Haha...!
September 27, 2009 at 9:36pm · Like
43
Limantina Sihaloho Thanks for having this humorous-Sarah!
September 27, 2009 at 9:38pm · Like
Limantina Sihaloho Tanpa humor, hidup gersang!
September 27, 2009 at 9:40pm · Like
Adeleide Rante Palinggi hhhmmmm,inspiring notes ....makasih Pak Pdt.
September 27, 2009 at 9:45pm · Like
Victor Hamel @ Limantina: Gersang kali hidup ini memang kalao tanpa humorrrrrr...
@ Adeleide: Thx sist...dah mampir...! GBU
@ Ki': Lama kita tak tertawa bersama dalam kegelisahan sekalipun...
September 27, 2009 at 9:46pm · Like
Daisy Pasaribu Vic...koq "beberapa perempuan-perempuan..." bukannya -beberapa
perempuan- sudah cukup, atau ada maksud lain?...
September 28, 2009 at 1:44am · Like
Besly Messakh Perlu ansos tentang ketawa. Soalnya ada macam2 ketawa
September 28, 2009 at 5:11am · Like
Wir Kasut pakpdt, bikin buku dong 'mati ketawa cara yesus' saya nyumbang nih (klo
tafsirannya gak sesat, meski sudah sempat terlanjur saya pake)waktu di acara kematian
yesus bilang: 'orang tidur kok dibilang mati'
September 28, 2009 at 7:04am · Like
Sofietje Nortje Nelia Rondonuwu Pagi k'vic....amazing...bs menemukan sesuatu dlm
berteologia. Ahh..betapa Allah tdk hanya dihampiri dlm kemahakuaaanNya tetapi dlm
kedekatan emosional......Dalam DIA segalanya ada......
September 28, 2009 at 7:08am · Like
44
Uli Siregar Hebat; betul sekali.
Senyum dan tawa membuat suatu hubungan menjadi akrab.
Pembahasan yang serius memang perlu; dan akan lebih mudah dipahami dengan adanya
unsur tsb.
Nats di atas salah satu yang sulit saya pahami ; dan terima kasih pemaparan ini dapat saya
terima dengan baik.
My best. Uli
September 28, 2009 at 9:42am · Like
JO Snacks House masing2 individu mpy cara dan pengalaman sendiri dlm berhub dgn
SANG HYANG AGUNG..sehingga tidak dpt digeneralilasikan bentuk hub tsb..maka tak
dibenarkan jika ada yg mengklaim ~cara mu berhubungan dgn SANG GYANG AGUNG
salah..harusnya begini~ ah..hub pribadi..suatu keintiman hanya kita yg tau paling pas yg
bagaimana tak dapat disamakan
September 28, 2009 at 10:07am · Like
Victor Hamel @ Daisy: hehehe...dulu bahasa Indonesia dapat berapa yaaa? hehehe
@ K Ecy: Memang perlu membuat ansos gaya tertawa: jangan2 tertawa Sara representasi
dari model kehidapan sosial umat pada saat itu yang cenderung tak percaya pada
Allah...hoho
@ PAk Wit: Yang nulis pak Wir ajaaaa...hehehe
@ Uli: Mari tertawa bersama Li.!!!
@ Mba Nia: Setuju ku pasti!
September 28, 2009 at 10:35am · Like
Victor Hamel @ MAtias: Kelucuan mu hampir sama dengan kelucuan Nya...heheh
September 28, 2009 at 11:27am · Like
Saverio Ratu Ternyata Alkitab bisa jadi bahan humor juga yah, menarik banget pokoknya
kalau ikut jalan Tuhan,,,amin
September 28, 2009 at 1:16pm · Like
45
Wir Kasut PakVict, pemahaman/sikap orang jawa (mungkin) terhadap hukum 'sira aja
nyawiyah AsmaNe Pangeran' itu membuat sulit mengalami dan tentu memahami 'Tuhan
itu bisa nglucu', karena humor itu diidentikan dengan celelekan, tidak hormat. Bagaimana
dengan orangmBali ? Mbok bikin cabang teologi baru aja 'teologi humor' , kan sudah ada
teologi pembebasan , teologi kemakmuran, teologi lokal, teologi entah apalagi. nanti tak bikin
teologi marah-marah.
September 28, 2009 at 1:17pm · Like
Victor Hamel @ Save: Amin ku bro...
@ PAk Wir: di BAli ada namanya Bondresan (Bondres). Itu cerita2 rakyat yang
disampaikanmelalui drama dengan cara humor. Dan di beberapa daerah juga
ada...mungkin pesan2 teologi yang cenderung serius itu bisa disampaikan melalui media
yang demikian. Tentu setiap daerah punya pemahaman...hohohoho teologi humor asik
juga itu.....
September 28, 2009 at 3:24pm · Like
Fidelis R. Situmorang He he he... Makasih Pak Pendeta.
September 28, 2009 at 8:36pm · Like
JO Snacks House @mbah Wir : saya ikut....daftar no 1 nggih....
September 28, 2009 at 8:54pm · Like
Wir Kasut hayooo, siapa berikutnya ? uang pendaftaran = Rp.0,-
seleksi tahap1:hapal 10 kutipan ayat yang membenarkan marah-marah, tafsiran maksa-
maksa dikit gak apa-apa, misal menjawab 'hei turune ula bedhudhak..' pada hal ditanya
baek-baek..
seleksi tahap2: :marah-marah 5 jam tanpa alasan baik alasan sing jelas apa maning yang tidak
jelas
seleksi tahap3:tak kamplengi sak jelehku, rakena nesu mbales apa maning lapor polisi
seleksitahap4: bar maca kiye ora mesem ora mrengut ora bingung, pokoke kaya ora nana apa2
kaya kuwe
neng lulus seleksi tahap4, ora sida kuliah maring inyong bae, dadi ketua kpk bae apa dadi kapolri
September 29, 2009 at 11:52am · Like
46
Sara Sunshine gue banget! (selain aktor utama memiliki kesamaan nama dengan saya).
Saya sering mengirimkan "reminder" buat Tuhan untuk banyak hal yang "seharusnya
DIA lakukan buat saya kami, menurut deadline yang sudah saya tentukan", karena kalo
sudah lewat dari waktu yang SAYA tentukan, maka Tuhan pasti terlambat, saya sudah terlalu
tua, mati haid, sehingga tidak bisa melahirkan & memiliki sesuatu yang baru & hidup. Masihkah
Allah tertawa melihat sms, sos, reminder, surat perintah dll yang sering saya sampaikan secara
pribadi pada-Nya? Semoga
(ditulis dengan kesadaran penuh bahwa saya harus bertobat setiap saat; tapi paling tidak saya
jujur dalam hal ini hehehe...)
October 1, 2009 at 10:05am · Like
Tutin Okto Lisa Djami "....("......"
October 2, 2009 at 2:45am · Like
Victor Hamel @ Fidel: Sami2 bro...
@ Mba Nia dan Pak Wir: hanya hahahaha.....
@ Sara: Kuterima kejujuran mu Sara seperti kejujuran SARA....
October 2, 2009 at 5:07am · Like
Yeni Christiana ya mesti tidak terlalu serius, ada hal yg pastinya menggelitik di dalam
cerita2 Alkitab, tinggal menggali aja yah... tks
47
Bersama Sikap Beberapa Perempuan-Perempuan : Hawa
September 26, 2009 at 10:50pm
Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya,
lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan
dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan
suaminya pun memakannya (Kejadian 3:6).
Teks di atas hanyalah penggelan dari sebuah drama awal kehidupan manusia. Lembaga Alkitab
Indonesia (LAI) memberi judul Manusia jatuh ke dalam dosa. Tapi membaca narasi teks ini
secara keseluruhan (Kej.3:1-24) saya koq lebih senang judulnya menjadi PELANGGARAN
MANUSIA. Judul LAI memberi kesan kuat bahwa inilah cerita tentang awal manusia jatuh
dalam dosa, dan akibat yang paling parah adalah bahwa ada tuduhan bahwa dosa asal itu terjadi
melalui perempuan. Pemahaman-pemahaman seperti ini sudah seharusnya dalam kasanah
kehidupan orang beriman saat ini sudah harus disingkirkan pelan-pelan. Sebuah kesalahan besar
mengatakan bahwa dosa asal berasal dari perempuan. Menurut saya “Drama taman Eden” itu
adalah sebuah drama keterlibatan pelanggaran laki-laki dan perempuan terhadap ‘aturan main’
yang diberlakukan oleh Allah. Itu dapat dilihat ketika drama itu sampai pada dialog ular dan
hawa, sang laki-laki sebenarnya ada bersama, dan pasti disamping Hawa menemani (dikatakan
‘yang bersama-sama dengan dia’). Artinya pelanggaran itu adalah pelanggarn kolektif
(perempuan dan laki-laki), bukan sebuah pelanggaran individu yang selama ini ditujukan (hanya)
pada Hawa. Ohhh, sedihnya….mengapa akhirnya tuduhan itu jatuh pada Hawa?
Hanya saja mungkin kita perlu belajar bahwa ada sikap perempuan yang sangat emosional dan
sensitif secara psikologis, ternyata tergambar dalam drama ini. Hal ini dapat dilihat dari teks di
atas yang menyatakan bahwa ‘lagi pula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian’.
Ternyata dimensi hati lagi-lagi tak terhindarkan ketika perempuan akan mengambil keputusan.
Betapa banyak keberhasilan yang diambil oleh perempuan karena mempertimbangkan hati.
Tetapi banyak juga kegagalan karena pertimbangan hati mengalahkan rasio, seperti keputusan
yang diambil Hawa pada saat itu.
Pembelajaran hari ini: Pertama, ubahlah sikap pemahaman yang mengatakan bahwa dosa asal
berasal dari perempuan. (Sebenarnya) itu adalah sebuah pelanggran kolektif, pelanggarn yang
dilakukan oleh perempuan dan laki-laki untuk sepakat tak menaati perintah Allah secara
bersamaan. Kedua, hai perempuan dan laki-laki, mari kita belajar menggunakan hati dan rasio
secara seimbang, janganlah terlalu emosional dan sensitif dan mengabaikan rasionalitas. Tetapi
janganlah juga terlalu mengagungkan rasio karena kehilangan perasaan (hati) mengakibatkan
kehancuran dunia ini dan segala relasi kehidupan di dalamnya.
Untuk seorang sahabat perempuan di tanah Papua…
48
Drama di "Taman Eden Sydney" dalam Peace and Reconciliation Course
CommentShare
4 people like this.
Alf Tiranda Thanks u supportmu slama ini sobat shingga aq dpt blajar u mgunak rasio
skaligus hatiku. (Udah baca statusku...oma itu yg dlu kta knal dg sbutan tante aneng
lumoa,tlg dukung dlm doa ya bro, kasihan kali aq lhat oma n anak2 itu
September 26, 2009 at 11:01pm · Like
Marlina Pjt aku suka catatan mu ini,,,bagus dan mencerahkan perempuan...juga
laki2...good...goooood...
September 26, 2009 at 11:09pm · Like
49
Victor Hamel @ Ida:Thx juga...doa ku untuk mereka...
@ MAr: Makasih bu Dokterrrrr...asal aku jangan di suntik aja...
September 26, 2009 at 11:13pm · Like
Theresia N Hapsari hhmm... baru tau kalau ada yang "menuduh" bahwasannya dosa asal
dari Eve.. hahaha
pantesan aja, sering di bilang Evil itu dari kata Eve..
September 26, 2009 at 11:57pm · Like
Victor Hamel @ Theresia: Bahkan selalu ada kata Hawa Nafsu, mengapa tak pernah
dimunculkan Adam nafsu?
September 27, 2009 at 12:06am · Like
Estiana Arifin Sy kira ini lompatan pemahaman yg peka,berasio,tdk bs tdk pak vic yg
menyimpulkan Kejadian 3:6 melihat dr sudut yg berbeda dr pndpt umum sblmnya.
Bersamaan dg hal ini,akan scr otomatis pemahaman ttg 'dosa asal' yg sblmnya batal?
Mhn maaf,ini akan jd penjabaran yg luar biasa. Tq pak vic, u/ tagged esti. GBU.
September 27, 2009 at 12:09am · Like
Theresia N Hapsari hahaha kayaknya kalau yang itu cuman berlaku di Indonesia deh Pak
"Hawa Nafsu"
September 27, 2009 at 12:10am · Like
JO Snacks House kalau aku LAI judul nya akan kuubah..manusia memetik buah..rasanya
kalau baca perikop ayat tsb, ketika tjd peristiwa tanya jawab..laki2 jadi pecudang..cma
nunjuk si perempuan..hmm..
September 27, 2009 at 12:10am · Like
Theresia N Hapsari dosa asal tidak mempunyai sifat kesalahan pribadi pada keturunan
Adam (my opinion)
Manusia kehilangan kekudusan asli, namun kodrat manusiawi tidak rusak sama sekali,
tetapi hanya dilukai dalam kekuatan alaminya.
Ia takluk kepada kelemahan pikiran, kesengsaraan dan kekuasaan maut dan condong kepada
50