Empat Hari Berteka-teki bersam Amsal: 2
September 10, 2009 at 8:08am
Engkau seperti orang di tengah ombak laut, seperti orang di atas tiang kapal. Engkau akan
berkata: "Orang memukul aku, tetapi aku tidak merasa sakit. Orang memalu aku, tetapi tidak
kurasa. Bilakah aku siuman? Aku akan mencari anggur lagi." (Amasal 23:34-35)
Di Bali beberapa waktu yang lalu beberapa anak muda tewas karena mencampur minum-
minuman mereka dengan beragam campuran zat-zat keras lainnya. Akitabnya ya tewas! Mabuk
bukan saja mengakibatkan orang tak sadar tetapi dapat mengakibatkan kematian. Jadi ada dua
hal yang sering menyebabkan kematiannya ketika orang mabuk: meminum minuman keras yang
berlebihan dan kedua mencampurnya dengan zat-zat yang lainnya.
Kalau ini adalah sebuah analogi sosial-keagamaan, agaknya dasar-dasar gerakan garis keras
keagamaan (agama apa saja) yang menyebabkan gerakan separatisme muncul dari “minuman-
minuman keras dogmatika” dan mencampurnya dengan “zat-zat kimia etnosentrisme” yang
jangan-jangan sekarang banyak di jual dalam jualan politik lokal kekuasaan. Kalau begitu
“bilakah akan siuman, atau setelah itu akan mencari anggur lagi?”
CommentShare
6 people like this.
Sara Sunshine wah, harus minum anggur dulu deh untuk mencerna yang satu ini... teka
tekinya makin berat aja nih p pdt?
September 10, 2009 at 8:32am · Like
Ratty Supit Mereka hidup dalam mimpi, karena mimpi itu bisa membuat mereka merasa
dihargai, bahkan mungkin hingga dihormati. Bagi yang belum merasa dihargai ataupun
dihormati, hampir dapat dipastikan akan membeli jualan itu. Kalau mereka berduit,
paling tidak mereka bisa bergantung dalam politik praktis. Celakanya kalau mereka tidak
berduit, hidup tersisihkan....... ambil minuman itu !!! Selamat bunuh diri !!!
September 10, 2009 at 8:58am · Like
Saverio Ratu Makanya inget lagu Bang Haji Rhoma "Minuman Keras Miras, apapun
jenismu. . ."
Hindarilah!!!
Lebih baik minum air putih dan jus yang menyehatkan!!!
Be healthy be strong
September 10, 2009 at 9:53am · Like
101
Johan Kristantoro Peringatan : Mabuk dogma akan mengakibatkan kebutaan terhadap
realitas.
September 10, 2009 at 11:30am · Like
Hamel Denny itulah ... karena ada ayat2 dalam Alkitab seolah olah ada pembenaran
untuk para pemabuk ! atau ini hanya sebuah teka teki ? hayoo ... silakan dijawab pak
Pdt ? lho ???
September 10, 2009 at 11:54am · Like
Estiana Arifin Saya ckp sulit mencari kitab amsal. Yg kmrn dan ini artinya dalem.
Mestinya ada back stories knp prstw it tjd. Itu mbuat sy memikirkan ini.
September 10, 2009 at 11:58am · Like
Yogi Hapsoro wah,,gawat, selama ini saya masih sering minum anggur beneran p
Viktor...klo dlm agama saja banyak yang bgn tidur nyari anggur lagi..apalagi sama
kekuasaan....
September 10, 2009 at 12:07pm · Like
Wir Kasut kata kunci 1) mabok, persoalan mendasarnya pengendalian diri.
kata kunci 2) yg jual mikirnya target omzet n profit, persoalan mendasarnya rasa peduli
pd sesama
wahyunya : orang yg bikin batu sandungan layak dibanduli watu ceburken ke laut.
hikmat: sama-sama buruk, Tuhan masih bedakan mana yg lemah n jadi korban
actplan : doa, doa, doa, doa ... bingung selebihnya mau apa. apalagi memfolup perspekt
masJohan...
September 10, 2009 at 12:26pm · Like
Victor Hamel @ mba Sara: hahah...Amsal2 sering nikmat tetapi juga memusingkan...
@ PAk Ratty: MEmang susah kalau orang hiudp hanya dalam mimpi...rumitnya banyak
yanghanya menjual mimpi2...
@ Save: Setuju ku teman...
@ Johan: hahaha...dogmatika yang domatism...
102
@ Bung Denny: Hayooo jawab bung...hehehe...
@ Esti: Selamat memikirkan beram mba Esti...hehehe
@ Yogi: Asal jangan mabuk dan mencampurnya dengan zat yang lain...
@ Pak Wir: Doa ku juga untuk pak Wir semoga semakin mantap menjawab setiap teka-teki
ini...heheh thx pak...
September 10, 2009 at 1:31pm · Like
Johan Kristantoro Peringatan Sang Nabi, "Celakalah mereka yang menjadi jago minum
dan juara dalam mencampur minuman keras;" (Yesaya 5:22)
September 10, 2009 at 1:33pm · Like
Frans Sahetapy terimaksih dulu hari ini pak pdt untuk share nya !!
September 10, 2009 at 4:59pm · Like
Matias Filemon Hadiputro untung aku sukanya yang murni... anggur tok, tanpa
campuran... Alkitab tok, tanpa dogma... ga terlalu parahlah maboknya... sempoyongan
tapi masih punya kesadaran... dalam keadaan limbung berusaha mencari yang hakiki...
September 10, 2009 at 6:31pm · Like
Victor Hamel @ Jo: hahahaha...aku baru taqhu teks itu....rthx brother..menguatkan
pemahaman ini...
@ Pdt Frans: Mauliate bah...
@ MAthias: Semoga kau begitu terusss....teman!
September 10, 2009 at 6:51pm · Like
Besly Messakh org bebal mabuk kuasa. Sgt menyesakkan.
September 11, 2009 at 1:02am · Like
Besly Messakh org bebal mabuk kuasa. Sgt menyesakkan.
September 11, 2009 at 1:03am · Like
103
Megauli Aritonang Ketika manusia berTuhan kembali ingat pada Sang Pencipta, maka
dia tidak akan mabuk lagi...dan ketika manusia merasakan hubungan yang akrab dengan
Tuhan dan intens mencintai Tuhan maka anggur tidak akan memabukkannya tetapi
seperti air yang melegakan tenggorokannya yang haus akan kebenaran Firman Tuhan.....
September 11, 2009 at 12:46pm · Like
104
Empat Hari Berteka-Teki Bersama Amsal: (3)
September 13, 2009 at 4:26pm
Si pemalas berkata: "Ada singa di luar, aku akan dibunuh di tengah jalan.(Amsal 22:13)
Orang malas cenderung menempatkan dirinya dalam mimpi-mimpi tentang kesuksesan. Hal ini
tentu berbeda dengan orang yang tertindas karena (misalnya) penjajahan, kekuasaan yang
otoriter, kemiskinan struktural, yang sering membuat orang-orang tersebut bermimpi akan
kebebasan. Bermimpi akan kebebasan dalam tekanan yang sangat luar biasa itu adalah sebuah
mimpi yang dapat menghasilkan sebuah gerakan revolusi menuju PERUBAHAN dan
PEMBEBASAN.
Begitu pun mimpi orang malas. Ia juga bermimpi untuk terbebaskan dari tekanan sosial yang
dialaminya. Namun bedanya adalah mimpi orang malas tak akan menjadi sebuah gerakan
revolusi ke arah perubahan dan pembebasan, tetapi justru sebuah gerakan evolusi menuju
KEMATIAN: Seperti Singa yang akan membunuhnya di tengah jalan!!!
Semoga kita tak menjadi pemimpi yang evolusioner tetapi pemimpi yang revolusioner…
(Dalam perenungan bersama para petani penggarap di Bontihing-Buleleng yang merindukan
adanya tanah sendiri untuk digarap: Sebuah mimpi yang revolusioner!)
105
13 people like this.
Bujang Rasta .
REVOLUSI
September 13, 2009 at 4:40pm · Like
Kus Aprianto persoalan dunia pertanian indonesia, sekaligus persoalan ekonomin yang
tidak merata di indonesia, adalah RAKYAT TIDAK MMILIKI TANAH. negara agraris,
tapi rakyat numpang, minjam, atau buruh di tanah orang. andai setiap petani punya
minimal 2 hektar, maka sejahteralah rakyat. jika persoalan ini tidak terselesaikan, maka sampai
kiamat barangkali, masalah sosial ekonomi dan pertanian Indonesia akan seperti sekarang terus.
September 13, 2009 at 7:47pm · Like
106
Besly Messakh ka itor : si pemalas membawa kenyataan menjadi mimpi. sang
revolusioner merubah mimpi jadi kenyataan. di situ bedanya
September 13, 2009 at 7:50pm · Like
Victor Hamel @ Bujang: Revolusi teman...
@ Kus: Petani kita memang hanya dieksploitasi untuk kesejahteraan atas nama bangsa
Indonesia yang makmur, gemah ripa loh jinawi...
@ K' Ecy: tepat sekali teman...
September 13, 2009 at 9:32pm · Like
Uli Siregar Pdt Vic; mimpi itu enak karena gratis tho dan natural ngak bisa
diciptakan..he.he;
Mimpi yang adalah cita2, semestinya di tulis dan dijadikan pedoman hngga bisa di
evaluasi...
Revolusioner atau Evolusioner menurut saya sama bagusnya..berarti tergantung lama
tidaknya pencapaiannya saja. Tapi bermimipi tanpa doing something wadoh parah bener
tuh....he.he..
September 13, 2009 at 10:14pm · Like
Ratty Supit Saya terkejut sendiri ketika membaca ini ! Saya kira gereja sekarang sama
dengan orang malas itu yang hidup dari mimpi dan menyihir anggota jemaat untuk
membenarkan mimpi itu ! Tetapi tidak berupaya untuk membebaskan diri dari
cengkeraman mimpinya sendiri.
September 13, 2009 at 10:14pm · Like
Victor Hamel @ Uli: Bermimpi untuk sebuah revolusi itu mimpi yang selalu penuh
resiko...(silahkan mengambil resiko jika ingin berevolusi)...
@ Pak Ratty: Aku harus setuju dengan pendapat ini...
September 13, 2009 at 10:23pm · Like
Uli Siregar I do...(wah ternyt teman mu termasuk pembangkang yo Pdt.Vic)...
September 13, 2009 at 10:25pm · Like
107
Victor Hamel @ Uli: Dalam dunia pekerjaan, hal2 seperti ini pasti diperlukan untuk
perusahaan agar dapat maju..GBU sist...(tak apa menjadi "pembangkang" yang
beriman...heheheh)
September 13, 2009 at 10:28pm · Like
JO Snacks House beda orang malas dan orang rajin :
orang malas mengucap 1000 alasan, orang rajin melihat 1000 peluang...
September 13, 2009 at 10:31pm · Like
Uli Siregar Betul..Pdt Vic. ..thanks.
September 13, 2009 at 10:32pm · Like
Victor Hamel @ mba Nia: Tepat !!
@ Uli: Sami2...mba Uli.....! heheheh
September 14, 2009 at 6:04am · Like
Saverio Ratu Makanya kalau malem jangan suka mimpi. . .
Sometimes "sedikit mimpi tapi banyak aksi"jauh lebih baik,,,
September 14, 2009 at 7:50am · Like
Victor Hamel @ Save: hehehe...itu juga bagian dari revolusi...
@ Ki: Asal jangan mimpinya orang pemalas Ki..
September 14, 2009 at 11:57am · Like
Helga Worotitjan Dua Full saya sepakat dan amini......
terimakasih Bang
September 14, 2009 at 5:09pm · Like
108
Dond Widy setuju pak Vic!.. meraih impian yg revolusioner, akan bergerak dinamis
menuju perubahan, seperti para petani yang memulai impiannya sejak dr rumah hingga
ke tanah garapan mrk..sekalipun belum milik mrk, mrk tetap menjaga impian itu ada.. thx
perenungannya pak Vic.
September 14, 2009 at 5:27pm · Like
Estiana Arifin profesi petani itu luar biasa tantangannya. Tp ini profesi yg ga pnh
dianggap penting dan ga pnh naik kasta.. Sy amat sedih. Luas Indonesia msh ckp u/
bertani atau u/eksploitasi sih?
September 14, 2009 at 11:59pm · Like
Yeni Christiana Great!
===========================================
109
Empat Hari Berwarna dalam Kidung Agung: (1)
August 28, 2009 at 10:21pm
Memang hitam aku, tetapi cantik, hai puteri-puteri Yerusalem, seperti kemah orang Kedar,
seperti tirai-tirai orang Salma.(Kidung Agung 1:5)
Kata hitam dalam kajian Poskolonialisme menjadi sangat sensistif artinya karena identitas hitam
dalam konteks kolonialisme Eropa adalah sesuatu yang dicitrakan negatif. Ranajit Guha dalam
kajiannya mengenai subaltern (kelompok masyarakat bawah) di India menjelaskan bahwa
persoalan identitas subaltern bukan hanya pada status sosial tetapi mengandung makna
rasialisme. Identitas hitam adalah msyarakat kelas bawah (orang India yang hitam) berhadapan
dengan kelompok kolonialisme Eropa (Inggris) yang mengidentikan mereka (subaltern) sebagai
orang-orang bodoh, jelek, jorok, terjajah, tak punya nilai-nilai kemanusiaan dan tak potensial.
Sebaliknya para penjajah (Inggris) mengidentikan dirinya sebagai orang-orang yang pintar,
cantik, gagah, terdidik, bersih, merdeka dan sangat potensial. Dengan demikian stigma negatif
kepada kelompok subaltern ini adalah buatan penjajah yang sangat hegemonik. Dan
bayangkanlah sekarang jika stigma rasialis itu dikawinkan dengan nilai-nilai gender
(perempuan), maka subaltern adalah perempuan hitam yang bodoh, jelek, jorok, terjajah,
(dianggap) bukan manusia seutuhnya, dan tak punya nilai potensial.
Namun lihatlah, jauh di masa kehidupan Raja Salomo bersama kekasih hatinya yang hitam,
pemberontakan terhadap stigma-stigma rasialis dan genderis itu sudah dilakukan dengan
mengatakan: “Memang hitam aku, tetapi cantik, hai puteri-puteri Yerusalem, seperti kemah
orang Kedar, seperti tirai-tirai orang Salma”. Di sini identitas hitam dibongkar bukan sebagai
yang jorok, jelek, bodoh dan sebagainya itu, tetapi menjadi sebuah identitas yang indah melalui
kata cantik (Terj.Ibr. naveh) yang dapat juga berarti molek, indah, sedap dipandang. Identitas ini
bukan identitas baru tetapi sebuah identitas yang merupakan bagian dari karya cipta Allah yang
sejak semula “sungguh amat baik”.
Hal yang perlu direnungkan dan dipraktekan dalam kehidupan adalah bahwa perspektif biner
(polaritas) yang menyebabkan terbentuknya sebuah identitas rasialis, genderis, subaltern, harus
dihapuskan dari cara berpikir kita. Apalagi dalam sikap hidup beragama. Tugas umat beragama
untuk mengecek kembali, jangan-jangan dalam kehidupan agama, khususnya di gereja, terjadi
pola-pola absolutisme biner (polarisasi) yang menempatkan warga gereja dalam bingkai nilai
hitam-putih, baik-buruk, suci-tidak suci, perbedaan hak pendeta/majelis-warga gereja, jemaat
kaya-miskin, elit-subaltern, laki2-perempuan dsb.
110
Lisa and Friends in Sydney - Allan Walker College
CommentShare
5 people like this.
JO Snacks House rasanya aku jadi PD ketika baca catatan ini...
August 28, 2009 at 10:51pm · Like
Wir Kasut saya senang rambut saya abu-abu. makanya suwer belum pernah tak semir,
saya dapat banyak pencerahan di dunia maya, area abu-abu...ya di jamaah fisbukiyah
ini...., saya sawo mateng campur yang putih gak nampak hitamnya, campur yang hitam
gak nampak putihnya ... lha orang memang gak jelas...ikut sana ikut sini...., campur wong
bodho ra ketok pintere, campur wong pinter....lha ketok bodhone....
August 28, 2009 at 10:57pm · Like
111
Yakub Setiaji Dwipa secara tidak sadar memang kita sudah dibentuk dengan pola seperti
itu, tidak ada yang mengajari aku soal itu dari sejak lahir, tapi sejak aku mampu
bersosialisasi pada usia dini, pola itu aku rasakan dan membuat aku minder dalam
bergaul dengan siapapun..., apakah memang hal itu memang sudah terpola secara
genetis....?
August 29, 2009 at 5:21am · Like
Ratty Supit Pelangi itu indah.
August 29, 2009 at 5:36am · Like
Besly Messakh selama ada yg suka menjajah selalu saja ada diskriminasi. Seandainya
dulu eropa yg dijajah afrika pasti sekarang yg berkulit putih jadi paria.btw melawan
diskriminasi/rasialisme sama
dgn mghps penjajahan
August 29, 2009 at 6:26am · Like
Yakub Setiaji Dwipa ....apakah memang mungkin kita bisa melihat seseorang tanpa
melihat perbedaannya dengan kita...? sadarkah kita bhw, secara sederhana, ketika kita
secara sadar atau tidak sadar tidak menanggapi sapaan orang2 di sekitar kita, kita juga
adalah pelaku2 diskriminasi? mungkinkah itu bisa kita lakukan? jangan2 hal itu memang
sudah tertanam secara genetis, artinya, Tuhan-lah pencipta diskriminasi itu....
August 29, 2009 at 6:45am · Like
Hamel Denny whuuaaaa ... papa Tenga ku hitam lo De. anak2 nya hitam2 tp aku selalu
merasa damai sejahtera jika berada di tengah2 mereka !
August 29, 2009 at 7:13am · Like
Yakub Setiaji Dwipa ... tapi .., mungkin memang itulah yang harus kita perjuangkan, so
jangan tinggal diam, ayo kita lawan diskriminasi....
August 29, 2009 at 7:17am · Like
112
Victor Hamel @ Mba Nia: hehehe masuk golongan hitam aku tetapi cantik yaaaa...
@ Pak Wir: hehehe....pak Wir jadi penatuanya di jemaat Fesbukiyah..dan Ki Aryo dadi
pendito ne...
@ Kalau tidak salah pengakuan iman WCC :"Aku percaya kepada Allah yang buta
warna, yang menciptakan manusia yang mengetahui segala warna..."
@ PAk Ratty: pelangi (budaya) memang indah pak...!
@ K Ecy: MAsalahnya selalu sama: penjajahan yang dilakukan oleh siapapun akan menempatkan
penjajah sebagai penafsir utama..
@ Bung Denny: hahaha....kalau itu sich teks nya jadi begini: memang hitam aku tapi ganteng!...
August 29, 2009 at 7:38am · Like
Wir Kasut betul mas yakub. yang diperangi itu diskriminasi. bukan realita kepelbagaian,
ana lanang ana wedok dah dari sononya. perangi diskriminasi senjatanya cinta. kelebihan
cinta seperti tontonan the master. menembus dinding tanpa merusak. uih gayane.... tapi
kan gitu ya masVict yang sudah menjawa?
August 29, 2009 at 7:43am · Like
Victor Hamel @ Pak Wir: Menjadi Jawa belajar dari Pak Wir dan Ki Aryo...
August 29, 2009 at 10:27am · Like
Syafitri Wijaksono Hitam manis... hitam manis.. yang hitam manis.. pandang tak jemu..
pandang tak jemu... (",)
August 29, 2009 at 10:38am · Like
Wir Kasut meski hanya 3 hari jadi turis abidin, saya mengalami banyak kejutan spiritual
dan filsafat di bali. seandainya waktu itu sudah ada jamaah fisbukiyah, saya pilih nggak
pulang, nglamar jadi koster. istilah jamaah fisbukiyah itu yang punya hak paten kan mas
johan. nanti saya dikira anggota jamaah malingsiah...
August 29, 2009 at 10:40am · Like
Victor Hamel @ Ipit: Mentel!!!
@ Pak Wir: hahaha...nanti kita patenkan dulu pak Wir...nanti jadikasus seperti Malaysia
lagiii...
August 29, 2009 at 5:24pm · Like
113
Putu Bravo Timothy Bs jd metode pendobrakan yang dilakukan salomo kmudian
mrupakan nubuatan akan pendobrakan Yesus di kenudian hari.Karena kemudian
mencoba membalikkan semua pandangan umum dan kemapanan yang ada..Sayang gereja
yng mengklaim diri pengikut Yesus kemudian memelihara kemapanan yg ad, diam di zona
kenyamanan,dan acap kali menjadi agen pemelihara kondisi "diskriminatif", setidaknya seperti
apa yg dialami o/ Gandhi..Mungkinkah Gereja di Indonesia termasuk GKPB menjdi pendobrak dn
berada di garis terdepan ketika dunia mendiskriminasikan saudarnya karena perbedaan ataupun
ketidakadilan?? ( Sekedar refleksi )
August 29, 2009 at 10:49pm · Like
Fidelis R. Situmorang Di India sebutan untuk manusia yang di anggap paling rendah
(Haram untuk di sentuh) adalah Harijan. Artinya orang yang di sayang Tuhan. Walaupun
hanya sekedar penghalusan bahasa. : )
August 29, 2009 at 11:52pm · Like
114
Empat Hari Berwarna Bersama Kidung Agung: (2)
August 31, 2009 at 8:28pm
Kepalamu seperti bukit Karmel, rambut kepalamu merah lembayung; seorang raja tertawan
dalam kepang-kepangnya. (Kidung Agung 7:5)
Rambut dalam bahasan tubuh sosial tidak saja berkaitan dengan makna keberadaan rambut
sebagai salah satu bagian dari elemen biologis tubuh. Tetapi dapat diartikan dalam konteks
sosiologis-ideologis. Sejarah mencatat orang berambut model Hippy merupakan perlawanan dan
protes kelas menengah terhadap gerakan etika protestan dan etika seksual kaum Puritan di Eropa.
Begitu juga dengan gelombang baru Rock Punk di tahun 1976 yang merupakan hasil dari
kritisisme terhadap kemapanan yang dibangun atas nama kecantikan dari rambut panjang, lurus
atau keriting/ikal. Nampaklah bahwa identitas rambut tidak sesederhana yang dibayangkan
hanya sebagai bagian dari elemen tubuh biologis.
Begitu juga dengan Salomo yang tertawan dengan kecantikan perempuan Sulam dengan rambut
merah lembayungnya. Dalam kebanyakan terjemahan Alkitab berbahasa Inggris merah
lembayung diterjemahkan dengan purple,yang mana secara semiotik kata purple dihubungkan
secara langsung dengan simbol-simbol keluhuran aristokrasi. Dengan demikian hal itu dapat
bermakna bahwa hubungan percintaan yang dibangun oleh Salomo dan perempuan Sulam
bukanlah sebuah hubungan percintaan murahan tetapi sebuah simbolisasi hubungan percintaan
yang sangat bersifat arisktokratik atau mempunyai nilai keluhuran yang tinggi. Dan
nilaikeluhuran yang tinggi itu adalah DAMAI. Hal ini mewrujuk pada banyak penafsir bingung
siapakah gadis Sulam itu? Namun menurut saya dalam kajian semiotik, baik kata Salomo dan
kata Sulam semua berasal dari unsur kata S-L-M, yang dapat dapat saja berarti Syalom: DAMAI.
Jadi, bagi Salomo hubungan percintaan adalah sebuah hubungan yang sejak awal sudah
115
mempunyai nilai-nilai keluhuruan (aristokrasi) pada dirinya sendiri yaitu kedamaian. Artinya di
dalamnya tidak mengandung unsur kekerasan terhadap satu dengan yang lainnya.
Dengan berjalannya waktu, maka hubungan pecintaan manusia masa kini disinyalir sering
diletakan pada nilai percintaan yang murahan yang justru lebih banyak mengandung unsur
kekerasan. Jika hal itu dapat dilihat juga dari perubahan warna rambut, maka lihatlah perubahan
warna rambut yang saat ini secara umum banyak disukai oleh kaum wanita yaitu berwarna merah
kepirang-pirangan. Ada anggapan sosial di Eropa dan Amerika bahwa rambut merah kepirang-
pirangan adalah warna rambut yang menyenangkan. Itulah sebabnya dalam banyak hal tercatat
bahwa bintang film wanita terkenal di Amerika hampir sebagin besar berambut merah kepirang-
pirangan: Jean Harlow, Brigitte Bardot , Doris Day, Grace Kelly, Madonna, Farrah Fawcett, dll.
Ini menujukan bahwa simbolisasi merah kepirang-pirangan adalah kecantikan,keindahan,
glamour, menyenangkan, seksi, kekayaan. Saya tidak tahu apakah ini merupakan simbolisasi
yang ada hubungannya dengan kebanyakan percintaan manusia laki-laki dan perempuan masa
kini yang hanya berada pada nilai-nilai yang menyenangkan saja (percintaan hedonistik), tanpa
menjunjung tinggi makna keluhuran dari percintaan itu sendiri (kedamaian) dan akhirnya
menghasilan anak kandungnya yaitu kekerasan dalam rumah tangga.
• Catatan: Maafkan kalau ada perempuan-perempuan yang mencat rambutnya dengan warna
merah kepirang-pirangan…tak bermaksud mengatakan bahwa cintamu murahan…hehehe….!
5 people like this.
Yakub Setiaji Dwipa kami selalu berdiskusi soal catatan2 yang anda buat..., ena
bilang semua bagus2, salut...
August 31, 2009 at 8:39pm · Like
Victor Hamel @ Dwipa: thx bro...salam ku untuk Ena....
August 31, 2009 at 8:49pm · Like
JO Snacks House rambutku tidak tebal...rupa2 warnanya, hitam putih dan coklat,
menyebar di kepala....( dinyanyikan seperti lagu balon ku ada 5 )
August 31, 2009 at 10:16pm · Like
Martua Risman Kurniadi Dulu, kalangan istana, kraton, diidentikkan sebagai kalangan
aristokrat... Meskipun banyak juga catatan sejarah yang menunjukkan betapa kekerasan
pun sering muncul atas perintah istana... Kisah Daud dan Betsyeba, misalnya. Salomo
sendiri, bukankah ia menjadikan perkawinan sebagai alat kekuasaan?!Ia mengawini putra-
116
putri raja dari berbagai kerajaan di sekitarnya untuk menjaga perdamaian... Inikah sebentuk
"soft power" (pinjam istilah Pak SBY) dengan simbolisasi rambut? Rambut, cinta dan politik,
memang bisa jadi jalinan kepang-kepang yang indah...
August 31, 2009 at 11:18pm · Like
Ratty Supit Rambut pada masa lalu memiliki simbol atas manusianya. Kita bisa lihat
sanggul2 tradisional yang memiliki cara dan aturan yang menggambarkan klas dari
manusianya. Zaman sekarang tetap aja rambut menjadi simbol keinginan (mimpi) orang
akan penampilan yang diharapkan bisa mengantar orang yang melihatnya kedalam mimpi si
pemakai. Ada yang bermimpi untuk menjadi bintang film si itu dengan mengecat dan mengatur
seperti rambutnya.Melalui rambut kita bisda membaca karakter mimpi dari manusianya.
September 1, 2009 at 6:11am · Like
Victor Hamel @ Mba Nia: jreng...jreng...jreng...(diiringi...)
@ @ Adi: Lama tak jumpa teman...setuju ku untuk itu...artinya ada juga nilai-nilai tak
luhur dalam budaya istana....
@ Ki: Panjangan rambut tuch Ki...
@ RAtty: Setuju ku Pak Ratty....
September 1, 2009 at 7:41am · Like
Estiana Arifin pak vic ini sll punya ksmpulan yg mengejutkn.tdnya di awal sy pkr akn
disuguhn ttg sulam&solomo yg dl g tuntas sy bc. Tnyt in mslh pnjatian diri lwt
pewarnaan rmbt. Hair stylist sy brkata, wrna burgundy cocok&segar u kulit wnt kt.
Kbnykn kt mwarnai rmbt krn it bkn kt bru sbg pribdi,br maksain k dia,hrs stj jgn tdk. Jd
in nampakny cnta paksaan, pak vic. He3. Tq notenya! Great!
September 1, 2009 at 10:25am · Like
Wir Kasut dengan gak pernah nyemir rambut, orang ngira saya ini orangnya jujur, bisa
menerima diri ini apa adanya, ..... padahal karena gak punya duit buat beli semir....
September 1, 2009 at 12:33pm · Like
Saverio Ratu kali ini, no comment pak, he he
September 1, 2009 at 1:25pm · Like
117
Sondang Renata untung rambutku dicat burgundy sebelum baca note ini
September 1, 2009 at 1:53pm · Like
Estiana Arifin @sondang renata : sama! Burgundy is lovely hair
September 1, 2009 at 2:18pm · Like
Yogi Hapsoro hehehehe...untungnya di Indonesia sedang musim seragam..
seragam dalam berbusana, menata rambut dan musiknya juga seragam...semoga aja kita
tidak ikut seragam dengan gaya rambut merah2...
September 1, 2009 at 2:40pm · Like
Victor Hamel @ Esti: Semoga bercinta dengan tidak terpaksa...hehehe
@ PAk Wir: hohoho...statmen di tas adalah juga kejujuran pak Wir...
@ Sondang dan Esti: Maaf aku tak ngerti jenis2 nama dan warna rambut yang sekarang
lagi ngetren....hehhe
@ Yogi: hohoho....siapa yang rambutnyamerah angkat tangan!!!
September 1, 2009 at 2:43pm · Like
Megauli Aritonang Keren habiz kak.............aplikatif banget..........
Dunia sekarang dipenuhi dengan kekerasan dan nats mengajak kita untuk menghargai
cinta itu dalam hubungan damai satu dengan yang lain...........
Bercintapun harus dalam damai supaya tidak terjadi kekerasan yang ada hanya
kebahagiaan, kepuasan dan rasa syukur karena masih bisa menikmati cinta dalam damai
dengan sesama
September 1, 2009 at 7:52pm · Like
Jaya Pramono Selalu menarik mengangkat tema rambut...saya sangat setuju dengan
catatan ini. Kenapa setuju.. karena Apa jadinya wanita jia tampa rambut?....bukankah
rambut juga sekarang sudah menjadi komoditi ekonomi dan politik selain yang telah
disebutkan di atas?
September 2, 2009 at 10:23am · Like
118
Victor Hamel @ Mega: Thx ito sudah mampir..GBU
@ Jaya: heheh Ekonomi politik rambut pak...!
September 2, 2009 at 6:52pm · Like
Kus Aprianto saya penggemar Drew Barrymore yang pirang. juga senang rambut Anggun
C. Sasmi yang hitam. Tapi dapat menyaksikan anggunnya rambut Ibu Ruth Kadatmanto
(istri Dr. Kadarmanto) yang putih. Masing-masing eksotis. Yang lucu dan aneh menurut
saya jika tidak asli. Yang Indonesia kebule-bulean, lalu dibuat blonde. Dia pikir cantik. Saya lihat
aneh. Saya yakin warna apapun yang dianugerahkan Tuhan pasti cantik. Entah warna apapun.
BTW, tentang Salomo, kata-kata hikmatnya begitu tinggi. Juga tentang Seks dan Wanita. Tapi
bagaimana dengan perilaku Seksnya kita-kira ya? Bukankah dia "petualang cinta dan Seks'? Atau
karena terlalu banyak petualangan cinta dan Seksnya, lalu bisa banyak berbicara tentang Seks
dan cinta? Entahlah...
September 2, 2009 at 7:20pm · Like
119
Empat Hari Berwarna Bersama Kidung Agung: 3
September 2, 2009 at 10:51pm
Kakinya adalah tiang-tiang marmar putih, bertumpu pada alas emas murni...(Kidung Agung
5:15)
Betapa indah langkah-langkahmu dengan sandal-sandal itu, puteri yang berwatak luhur...(Kidung
Agung 7:1)
Suatu saat saya pernah menunjungi sebuah tempat dengan pilar-pilar marmar putih yang kokoh
(lih. foto). Ketika melihatnya saya membayangkan personifikasi raja Salomo (bagian kakinya)
yang digambarkan seperti pilar/tiang-tiang yang terbuat dari marmer putih dan berdiri dengan
kokohnya. Sebuah representasi maskulinitas: kuat, gagah dan mempesona. Inilah Pujian si
perempuan Sulam…
Tetapi lihatlah pujian dari sang mempelai Laki-laki, tak dikatakannya kekokohan kaki-kaki
perempuan tetapi lebih pada langkah-langkah kaki dengan sandal-sandal. Di sana tak ada
kekokohan, tak ada sepatu keagungan yang berjejak di atas alas emas murni – hanya sandal.
Tetapi lihtalah, kaki-kaki itu tak berdiam kokoh, ada langkah yang berjalan. Tidakah ini sebuah
simbolisme bahwa langkah-langkah adalah dinamika, kekokohan yang berdiam adalah statis.
Astaga! Tidakah ini sebuah pembongkaran mitos mengenai kekuatan laki-laki dan kelemahan
perempuan. Orang sering memutlakan mitos ini: Laki-laki kuat, perempuan lemah! Padahal
dalam kekuatan laki-laki ternyata tampak sangat kelemahamnnya (terlihat kokoh tetapi berdiam).
Dan dalam kelemahan perempuan tampak sangat kekuataannya (berjalan meskipun hanya
dengan sandal).
Mungkin baik untuk kita renungkan: Dalam sebuah kekuatan pasti ada kelemahan dan dalam
kelemahan sekalipun pasti ada kekuatan yang memancar. Jadi, tak perlu merasa kuat dari yang
lainnya, dan tak perlu merasa lemah karena pasti ada kelebihan dari yang lainnya.
120
CommentShare
Wayan Agus Wiratama and 7 others like this.
Wayan Agus Wiratama Dualisme antara yang 'kuat' dengan yang 'lemah' memang
seringkali mengaburkan pandangan kita. Selubung budaya memang sangat kuat mengikat
dan seolah-olah 'menjebak' kita dengan prasangka-prasangka yang dangkal. Sepertinya
perdebatan tentang permasalahan ini takkan ada habis-habisnya...tapi yg jadi persoalan adalah
mungkinkah kita mendobrak 'pilar-pilar' budaya yang sudah sedemikian kokohnya seperti dalam
ilustrasi tadi? Saya rasa tak ada salahnya kita mencoba...
Tengkyu pak pendeta...sungguh memberi inspirasi.... hehehehe.....GBU
September 2, 2009 at 11:16pm · Like
Matias Filemon Hadiputro aku melihatnya sebagai sebuah ironi...
laki-laki yang kokoh dan keras ternyata akan mudah ditaklukan dengan kelembutan dari
perempuan...
simson yang gagah perkasa takluk oleh kelembutan dan rayuan delila...
121
jadi teringat akan film taichi master... gerakan yang lembut justru membuat lawan
terpental jauh...
September 2, 2009 at 11:32pm · Like
Adeleide Rante Palinggi mungkin ini yg dimaksudkan dengan saling
melengkapi...kekokohan dan kelembutan berpadu menemukan titik temux di dalam
kehidupan...
September 3, 2009 at 12:06am · Like
JO Snacks House jelas kuat dong...sembilan bulan 10 hari menggendong orok dalam
perut, masih juga bekerja di kantor, di rumah masih ngurus rumah, dan yg terhebat waktu
mengejan keluarin bayi....energinya luar biasa...
September 3, 2009 at 12:16am · Like
Megauli Aritonang Kuat dan lemah tetap ada dalam diri manusia. yang penting
bagaimana caranya supaya manusia tidak memakai kelemahannya pada saat lemah tapi
memakai kekuatannya saat lemah......
Sebab dalam kelemahanlah kuasa Allah menjadi sempurna.
September 3, 2009 at 12:24am · Like
Frans Sahetapy moleate !!!! good one untuk sebuah refleksi dalam kehidupan rumah
tangga !!!
September 3, 2009 at 3:01am · Like
Ratty Supit Demikianlah kenyataannya !
September 3, 2009 at 5:44am · Like
Wir Kasut Puji Tuhan, ada kekuatan ada kelemahan, semoga kita dikaruniai seni
ketrampilan dalam menggunakan keduanya dalam ketulusan, demi semua orang
merasakan kedamaian dan kesejahteraan bersama dalam Tuhan.
September 3, 2009 at 7:34am · Like
122
Jaya Pramono Ternyata wanita yang lembut memiliki dinamika yang menghasilkan
kecantikan yang menawan, sementara laki-laki dikagumi sebagai pelindung wanita dan
dianggap perkasa dan kokoh. Kombinasi yang sempurna. Terimakasih Tuhan
September 3, 2009 at 7:37am · Like
Estiana Arifin wah,mbak nia. Itu berat ya? Palagi krn tuntutn estetika kerja kita harus pki
spatu berhak 7-11cm, brlarian dr lt 3 ktk gempa. Hebat jg kaki ini!
September 3, 2009 at 10:15am · Like
Erik Purba Jadi ingat lingkaran yin-yang.Thanks Bro..
September 4, 2009 at 10:55am · Like
Yogi Hapsoro saya rasa inilah sebuah keadilan Tuhan yang tidak bisa dimiliki kita,
manusia...
ditengah kelemahan kita kadang kita masih terlihat arogan terhadap sesama kita "yang
kita anggap lemah"..dalam setiap kelemahan ada kelebihan...
September 4, 2009 at 1:08pm · Like
Syafitri Wijaksono Itu la, kenapa wanita tahan keliling mall tanpa merasa lelah,
sementara laki2 udah ngos2an. cocok, Vic?
September 5, 2009 at 11:48am · Like
Victor Hamel @ Ki: huahahahaha.....
@ Wayan: Komentar yang cerdasa teman!!! Thx dah mampir..
@ Ku suka kata2 mu bro...
@ Amin ku sist..!
@ Pdt. Frans: Kutunggu undangan cinta dari negri jauh...supaya ada keindahan dalam sang lelaki
dan per-empu-an
@ Pak Ratty: Keseimbangan laki2 perempuan
@ PAk Wir: Matrunuwun pak, dalam banget...
September 5, 2009 at 12:55pm · Like
123
Victor Hamel @ Jaya: GBu brother...thx dah mampir...
@ Adeleide: Setuju ku selalu dengan mu...
@ Nia: heheh...dalam kenyataannya selalu begitu mba..hormat ku untuk perempuan..
@ Esti: Itulah sebabnya perempuan datang darai kata Per-Empu-an...lebih menjadi empu..
@Erik: Orang BAli bilang Rwa Bhineda..
@ Yogi: MAnusia yang sering tak adil, begitu kan teman?
@ Ipit: Aku harus cocok dengan mu, nanti pulang medan tak ditraktir lagii...hehehe...thx sist.
September 5, 2009 at 1:01pm · Like
124
Empat Hari Berwarna dalam Kidung Agung: (4)
September 5, 2009 at 6:24pm
Kidung Agung 3
3:10 Tiang-tiangnya dibuatnya dari perak, sandarannya dari emas, tempat duduknya berwarna
ungu, bagian dalamnya dihiasi dengan kayu arang....
Kemegahan…kemegahan…
Aku, Salomo…Raja Agung Israel
Dalam tandu kemuliaanku yang bersalut emas perak dan kain ungu…
Ku jumpai engkau hai Putri Yerusalem, pengantin mu datang!!
Selaksa orang mengaggumi dan bersorak: Raja besar…Raja agung….!
Tersenyum aku, Salomo, atas kemegahanku menyambut Putri Yerusalem…
Namun aku malu…
Karena lampauan tahun di depan ku,
Seorang Raja Maha Agung, datang menyambut Putri Yerusalem dengan kesederhanaan,
Tak ada kemegahan, tak ada kain ungu tanda kebesaran, tak ada emas dan perak…
Bahkan ia menangisi Putri Yerusalem yang bersorak :
Hosana…Hosana…diberkatilah Dia yang datang!!
Iringannya adalah keledai muda dan alasnya hanyalah kain berwarna kusam…
Dan akhirnya,
Jika ungu adalah alas kemegahan ku, Salomo..
Maka dalam lampauan tahun ke depan nya, ungu adalah jalan Nya menuju salib…
Dan itulah saat Dia Menjadi Raja Maha Agung…
Aku malu dan tak berarti…
125
10 people like this.
Matias Filemon Hadiputro ungu...
simbol kemegahan yang di dalamnya terkandung suatu pengharapan untuk menapaki
kesengsaraan hidup...
sengsara=berharap=bermegah
hmm,,jadi mirip dengani perkataannya Rasul Paulus...
September 5, 2009 at 7:03pm · Like
Uli Siregar setiap kali memasuki tempat ibadah; menahan air mata jatuh sangatlah berat
karena meingatkan akan keangunganNya..terima kasih sdh posted ini PdtVic.
September 5, 2009 at 10:09pm · Like
126
Ratty Supit Se hebat hebatnya manusia mendapatkan penghargaan dunia, tidaklah ada
artinya dalam jejak mengikuti Tuhan !
September 6, 2009 at 4:39am · Like
Besly Messakh Raja salomo memperjuangkan cinta dengan menarik perhatian. Yesus
justru mendapat cinta dengan menebar kasih. Very different
September 6, 2009 at 11:19am · Like
Hamel Denny Terima kasih De. Selamat hari Minggu.
September 6, 2009 at 12:31pm · Like
Sherly Hamel Piether Selamat melayani ya P Pdt bersama istri, smoga Tuhan memakai
lebih heran lagi dalam pelayanannya.
September 6, 2009 at 3:03pm · Like
Victor Hamel @ Mathias: Yap, semakin Paulus sentrikpula teman kita ini, hahaha...
@ Ki: Kurenungkan kata2 ini teman...
@ Uli: Trima kasih ku juga Uli...GBU
@ Ratty: Selalu dibutuhkan kerendahan hati yang tak mudah dilakukan..
@ K Ecy: Selalu ironis..
@ Bung Denny dan K YAnti: Selamathatri minggujuga...salam untuk Hamel's Kids...
September 6, 2009 at 3:19pm · Like
Estiana Arifin saya jd sedih membacanya pak vic. Krn kelhtn apa yg disebut kmegahan
adl pakaian dunia yg menginginkan sambutan&penghargaan;apa yg drmu pkai mjdi
nilaimu. Dlm byk hal Al masih hanya menunjukkan kbalikan dr pola ini:kerendahan hati
mengantarkn pd cinta&kmegahan,dan krendahn hati it bukti adanya kmegahan cnta dl
qolbu sso. Besly messakh tepat skali menyimpulkan. Tq pak vic,ditunggu renungan yg
lainnya! GBU.
September 6, 2009 at 3:52pm · Like
127
JO Snacks House kesederhanaan Nya mencuci habis kemegahan yang ada
September 6, 2009 at 9:59pm · Like
Rolandi H Situmorang Kesederhanaannya adalah awal dari kesejahteraan kita.
September 7, 2009 at 3:42pm · Like
Victor Hamel @ Esti: Tak mudahmenjadi rendah hati...karena sering akan menjadi
korban...
@ Putu: Harus selalu berhati-hati dengan itu...(Senangnya menjadi pengantin
baru...selamat teman...)
@ Mba Nia: Hanya dengan kesederhanaan saja ...luar biasa!
@ Rolandi: Amin brother..
September 7, 2009 at 3:46pm · Like
128
Enam Hari Bersama Karya Roh Kudus: Hari Pertama
August 1, 2009 at 5:57pm
Pembacaan Alkitab : Yesaya 41: 8 – 14
Hamba Tuhan: Duta Perdamaian
Bagi kebanyakan orang Kristen istilah Hamba Tuhan bukanlah sesuatu yang asing. Dalam
pengajaran-pengajaran di sekolah minggu sampai kotbah-kotbah yang disampaikan setiap hari
minggu, istilah ini sering diucapkan. Tetapi tahukah kita makna yang dikandung dari istilah
Hamba Tuhan ini?
Dalam bacaan Alkitab hari ini Yesaya secara tegas mengatakan bahwa Israel adalah Hamba
Tuhan (ay.8). Allah telah memilih Israel dan tidak akan menolaknya (ay.9). Dalam situasi
semacam ini maka Israel disadarkan akan tujuan kehidupan mereka di hadapan Allah yaitu
sebagai Umat Allah. Umat yang mengerjakan misi Allah di dalam dunia ini, yaitu menghadirkan
perdamaian (bdk.ay.11-13). Bukanlah hal yang mudah untuk melakukan semuanya itu.
Menghadirkan kedamaian adalah memerangi keangkaramurkaan, perselisihan, kesombongan,
kemunafikan, keangkuhan dan ketidak adilan. Inilah tugas sang Hamba Tuhan! Menjadi Hamba
Tuhan adalah menjadi Duta Perdamaian: perdamaian bagi diri sendiri dan bagi sesama.
Mulailah dari Diri Sendiri!
Tidak dapat disangkal, melalui kematian dan kebangkitan Kristus, Sang Hamba Sejati, kita yang
percaya kepadaNya telah dipersatukan dan memperolah bagian di dalam keselamatanNya. Kita
juga adalah umatNya (I Pet.2:9-10). Jika demikian tugas sebagai umat Allah di dalam
perwujudan Hamba Tuhan yang menghadirkan perdamaian adalah menjadi tugas dan tanggung
jawab kita juga saat ini. Perdamaian bagi sesama hanya mungkin dilakukan jika hal tersebut
dimulai dari dalam diri kita sendiri. Menghadirkan perdamaian bagi diri sendiri adalah
memerangi kekerasan hati, kemunafikan, kesombongan diri, congkak, keras kepala, dan lain
sebagainya. Hanya dengan cara ini kita dapat menghadirkan kedaiaman bagi sesama.
Mungkinkah? Jika Allah Bapa telah menyatakan kuasaNya bagi kehidupan umat Israel dan
Yesus Kristus telah menyatakan kuasa keselamatanNya bagi orang percaya, maka Roh Kudus
akan memampukan kita untuk melakukan semuanya itu. Karena Roh Kudus memiliki kuasa
untuk memperbaharui kehidupan kita.
Doa
Ya Roh Kudus hadirlah dan berkarya di dalam kehidupan kami serta mampukan kami untuk
melakukan tugas dan tanggung jawab sebagai Hamba Tuhan!
CommentShare
Kadek Dwi Prayoga Aditya and 3 others like this.
129
JO Snacks House Tuhan, jangan biarkan aku mengandalkan kekuatanku....
August 1, 2009 at 7:56pm · Like
Hamel Denny Ya Tuhan, limpahkan berkatMu kepada para Hamba Tuhan di seluruh
dunia. Amin.-
August 2, 2009 at 1:01am · Like
=========================
130
Enam Hari Bersama Karya Roh Kudus: Hari Kedua
August 2, 2009 at 6:20am
Bacaan Alkitab : Lukas 12 : 8 – 12
Jangan Kuatir!
Bacaan kita hari ini mengajarkan arti pentingnya kehadiran karya Roh Kudus bagi kehidupan
orang percaya. Kebanyakan orang percaya merasa kesulitan untuk memikirkan arti kehadiran
Roh Kudus bagi kehidupannya. Seperti seorang Profesor Teologi yang menjumpai seorang
“anak” yang sedang menggali lubang di pinggir pantai dan kemudian bertanya, “ Untuk apa
engkau menggali lubang itu?” . Anak itu menjawab, “Aku akan memasukan seluruh air laut itu
ke dalam lubang ini”. Profesor itu tertawa dan mengatakan, “Mana mungkin, mustahil!”Sang
anak hanya tersenyum dan menjawab, “Sama tidak mungkinnya untuk memikirkan seluruh kuasa
Roh Kudus di dalam kapasitas otak anda yang sangat kecil!”.
Cerita ini hendaknya menyadarkan kita bahwa kuasa Roh Kudus bukanlah sesuatu yang hanya
untuk dipelajari dan dipahami di dalam kehidupan, tetapi yang terpenting adalah mampu
merasakan kehadirannya di dalam kehidupan. Yesus mengajarkan murid-muridnya bahwa Roh
Kudus memiliki kuasa di dalam kehidupan mereka. Kuasa ini memampukan mereka untuk
menghadapi tantangan-tantangan yang dialami. Hal yang terpenting adalah “jangan kuatir atas
setiap pencobaan dan tantangan yang dialami (ay.11). Banyak orang Kristen mulai untuk
memikirkan apa yang harus ia lakukan dan kerjakan di dalam persoalan-persoalan yang ia
hadapi. Dan untuk hal itu, seluruh kemampuan dan kepintarannya akan digunakan. Tetapi sering
kali yang terjadi adalah sebaliknya; persoalan semakin banyak dan semakin sulit untuk di
selasaikan. Persoalannya adalah karena kita tidak memberikan tempat yang pertama dan utama
bagi Roh Kudus di dalam kehidupan kita. Kita mulai memikirkan apa yang harus kita kerjakan
setelah gagal baru datang kepada Allah. Mulailah untuk menghadirkan karya Roh Kudus sebagai
yang pertama dan utama serta mintalah agar Ia memberikan kebijakan di dalam setiap
kemampuan akal dan pikiran kita. Yesus katakan, “…jangan kuatir karena Roh Kudus yang akan
mengajarkan kamu apa yang harus kamu katakan”. Ini bukan hanya sebuah pernyataan tetapi
juga janji yang telah digenapi.
Kita dan Pergumulan di dalam Kehidupan Bermasyarakat
Menjadi kelompok yang kecil dan suatu komunitas masyarakat bukanlah menjadi penghalang
bagi kita untuk tetap memberitakan kabar baik bagi semua orang. Tidak mudah, tetapi tentu tetap
harus dilakukan. Tidakkah kita dapat belajar dari pengalaman para pendahulu kita tentang
kesetiaan di dalam kehidupan beriman. Kekuatan dan kesetiaan mereka hanya di dasarkan pada
kuasa Roh Kudus yang memberikan mereka kemampuan untuk menghadapi tantangan yang ada.
Kuasa Roh Kudus yang mengusai hati, pikiran dan perkataan serta sikap hidup mereka. Inilah
pengalaman iman yang harus tetap diteladani: mengutamakan kekuatan Roh Kudus di dalam
kehidupan
Doa : Ya Roh Kudus kami mau membuka hati kami dan memberi tempat yang utama bagi
kehadiranMU di dalam kehidupan kami!
131
Enam Hari Bersama Karya Roh Kudus: Hari Ketiga
August 3, 2009 at 12:24am
Bacan Alkitab : Roma 8 : 26 – 30
Roh Kudus Memampukan kita untuk Berdoa
Kekuatan sebuah doa bukanlah terletak pada untaian kata-kata yang indah dan panjangnya doa
tersebut, tetapi pada ketulusan dan kemurnian hati di dalam menaikkan doa-doa tersebut. Yesus
sendiri mengajarkan doa yang sangat pendek dan sederhana serta menyentuh hubungan
kehidupan manusia dan Allah dan juga hubungan manusia dengan sesamanya (Doa Bapa Kami).
Banyak orang mengatakan bahwa “Saya tidak bisa berdoa!”. Padahal doa adalah nafas
kehidupan orang percaya. Bayangkan, tidakkah kita akan mati rohani karena kita tidak berdoa?
Kematian rohani adalah jalan kepada kehancuran kehidupan kita. Kematian rohani membawa
kita kepada berbagai persoalan kehidupan : persoalan pribadi, rumah tangga, retaknya hubungan
persahabatan dengan sesama dan lain sebagainya.
Dalam bacaan Alkitab hari ini Paulus mengajarkan arti pentingnya berdoa : Berdoa di dalam Roh
(bdk.Ef.6:18). Dikatakan, “ Roh sendirilah yang akan berdoa untuk kita…”(ay.26). Hal ini
merupakan sesuatu yang penting bagi kita untuk dipahami, karena manusia pada dasarnya adalah
manusia yang lemah (ay.26). Dalam kelemahannya sering sekali manusia jatuh di dalam
berbagai pencobaan dan pelanggaran dosa. Oleh sebab itu kita memerlukan bantuan agar doa-
doa yang kita naikkan di hadapan Allah tidak menjadi sia-sia. Dan Paulus menyatakan bahwa
Roh yang Kudus itu akan membantu kita untuk menyampaikan permohanan kita kepada Allah.
Melalui Roh itu kita dapat berseru “Ya Abba, ya Bapa” (bdk.ay.15). Ungkapan ini menunjukkan
kedekatan kita kepada Allah sebagai Bapa. Hanya melaui Roh yang Kudus kita dimampukan
untuk mengatakan Allah sebagai Bapa dan kita sebagai anak. Inilah bagian yang terindah dalam
kehidupan orang percaya karena telah diangkat menjadi anakNya dan berhak mendapatkan
warisan yaitu keselamatan yang kekal.
Kita harus Berdoa
Banyak orang merasa takut kalau diminta untuk berdoa. Aneh, sebagai orang Kristen berdoa
menjadi sesuatu yang menakutkan. Tidakkah kita sadar bahwa berdoa adalah berkomunikasi
dengan Allah yang adalah Bapa? Seorang anak kalau ia takut berbicara kepada bapaknya,
mungkin karena ia melakukan kesalahan atau pelanggaran-pelanggaran. Dan sebagai seorang
bapak biasanya akan bertanya mengapa ia (anak) tidak berani untuk berbicara kepadanya?
Allahpun akan bertanya mengapa engkau takut untuk berbicara kepada Allah di dalam doamu?
Tidakkah kita bersyukur atas pertanyaan ini karena Allah sesungguhnya memperhatikan kita
sebagai anakNya. Ketakutan dan kesalahan kita bukanlah hal yang penting bagi Allah untuk kita
tidak berdoa kepadaNya. Allah tahu setiap kesalahan dan kelemahan kita dan untuk itulah Ia mau
kita mengatakannya di dalam doa.
132
Doa : Roh Kudus pimpinlah kami untuk berani mengungkapkan isi hati kami kepada Allah di
dalam doa-doa yang kami naikkan.
CommentShare
5 people like this.
Wir Kasut saya waktu pertama dipaksa berdoa, gak keluar doanya tapi keluar
keringatnya. sekarang payu munggah mimbar. mukjizat kan ?! apa yang nyuruh yang
ngawur ?
August 3, 2009 at 8:41am · Like
Irene Sofiawati Harsono Yesuslah teladan kehidupan doa kita karena pada saat Dia mau
berkarya, mengalami pergumulan/pencobaan bahkan kesepian dan kesedihan dalam
menghadapi maut sekalipun Dia hanya datang dan minta kepada Bapanya dalam doa.
August 3, 2009 at 12:00pm · Like
Dond Widy Roh Kudus memurnikan motivasi dibalik doa-doa kita. Ameen
August 3, 2009 at 2:39pm · Like
Alf Tiranda bro...jadi ingat doa mu di zaman dulu,xixixi...tpi terbuktikan...yg penting
ketulusan hati...
August 3, 2009 at 7:03pm · Like
Isar Impact good.
August 3, 2009 at 10:57pm · Like
133
Enam Hari Bersama Karya Roh Kudus: Hari Ke Empat
August 3, 2009 at 11:42pm
Bacaan Alkitab: Yohanes 7:37 – 39
Yesus Sumber Air Kehidupan
Air adalah sumber kehidupan: ungkapan ini benar! Banyak agama menganggap air adalah sarana
kesucian. Bagi umat Islam air adalah media terpenting untuk datang kepada Allah. Kita melihat
mereka membersihkan seluruh tubuhnya dengan air (wudhu) sebelum melakukan sembahyang
(shalat) lima waktu. Umat Hindu dan Budha memiliki sumber-sumber air suci yang diambil dan
dipakai untuk menetralisir kekuatan-kekuatan jahat yang ada di sekitar upacara-upacara
keagamaan. Banyak lagi kegiatan-kegiatan ritual keagamaan yang menggunakan media air
sebagai simbol kesucian maupun kebersihan. Hal ini menunjukkan secara jelas bahwa air adalah
hal yang penting bagi kehidupan ritual orang beriman. Dan yang menarik adalah Yesus
mengatakan, “Barang siapa haus, biarlah ia datang kepadaKu dan minum (ay. 37). Hal ini
menunjukkan secara tegas bahwa Yesus adalah Sumber Kehidupan tersebut. Ia adalah Mata Air
yang memberikan kesejukan dan kelegaan bagi orang yang berdahaga. Dan siapa yang
meminumnya maka di dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup, yaitu Roh yang
Kudus itu sendiri (lih.ay.38-39). Dengan kata lain orang yang percaya kepadaNya secara
sungguh-sungguh maka di dalam kehidupannya akan mengalir mata air iman bagi kehidupan
setiap mahluk (lih. Yoh.4:14).
Mata Air Iman Mengalirkan Kebenaran
Sering sekali orang percaya diperhadapkan pada situasi yang dilematis di dalam kehidupannya.
Melakukan hal-hal yang rohani dan pada sisi lain harus melakukan hal-hal yang jasmani
(sekuler). Dalam kehidupam kita saat ini sangat nyata. Dari satu sisi kita adalah orang Kristen
dan pada sisi lain kita adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan keseharian kita (yang
sekuler). Dan kita tidak akan mungkin lari dari kenyataan ini. Persoalannya sekarang adalah
dimanakah kita harus menempatkan diri kita di dalam konteks semacam itu? Jawabannya kita
harus ada dimana-mana sebagai mata air iman yang mengalirkan kebenaran. Kebenaran jangan
diartikan sebagai sesuatu yang hanya bersifat dogmatis. Tetapi kebenaran adalah sesuatu yang
dibutuhkan oleh setiap orang. Kebenaran bersifat menyeluruh (universal). Dan sebagai orang
yang sungguh-sungguh percaya kepada Kristus sang Sumber Kebenaran, kita harus
menghadirkan kebenaran itu di dalam kehidupan kita dan menjadi contoh serta teladan bagi
kehidupan di masyarakat. Mana mungkin kita dapat menjadi contoh dan teladan kebenaran kalau
di dalam diri kita tidak memiliki aliran-aliran air hidup, yaitu Roh Kudus itu sendiri.
Doa :
Ya Roh Kudus yang adalah Aliran-aliran air kehidupan kami, mampukan kami untuk
menghadirkan kebenaran bagi sesama kami.
CommentShare
2 people like this.
134
Luvi Eko Yunanto Thanks Vic, menyegarkan kembali dan mengenang zaman pak Theo
witkamp dulu. Ternyata muridnya jauh berkembang sekarang dan teman2nya menikmati.
August 4, 2009 at 6:20am · Like
Wir Kasut Maturnuwun pakPendita, saya jadi ingat saya ini akuarius tapi malah kadang
merasa kering...
August 4, 2009 at 7:42am · Like
135
Enam Hari Bersama Karya Roh Kudus: Hari Kelima
August 4, 2009 at 10:48pm
Bacaan Alkitab : Ibrani 11 : 32 – 40
Beriman kepada Allah : Berpegang Teguh kepada Janji Allah
Dalam bahasa Ibrani kata Iman berasal dari kata kerja aman yang bertati memegang teguh. Jadi
kalau orang beriman kepada Kristus maka ia memegang teguh janji Allah bahwa di dalam
Kristus, Allah telah mendamaikan orang beriman dengan diriNya sendiri. Kehidupan kita
sebagai orang percaya adalah kehidupan beriman kepada Kristus. Artinya bahwa kita percaya
sungguh-sungguh Allah telah berdamai dengan kita melalui korban Kristus di kayu salib.
Bacaan kita hari ini mengajarkan akan arti beriman bagi kehidupan orang percaya. Penulis Kitab
Ibrani menyaksikan bahwa hanya dengan iman Hakim-Hakim dan Nabi-Nabi dapat menaklukan
kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran dan memperoleh apa yang dijanjikan (ay33). Iman
kepada Allah secara sungguh-sungguh mampu mengubah keberadaan manusia yang tadinya
buruk kepada keadaan yang baik. Meskipun bukan hal mudah untuk mencapai hal tersebut.
Beriman kepada Allah membutuhkan pengorbanan (lih. Ay.35-39). Inilah resiko jasmanis hidup
beriman. Menjadi orang beriman kepada Kristus bukan tanpa tantangan. Tetapi yakinlah bahwa
Allah di dalam Kristus dan melalui perantaraan Roh Kudus, akan menguatkan kehidupan orang
percaya. Tidak ada yang mustahil bagi Allah, jika kita beriman sungguh kepadaNya.
Tidak Ada yang Mustahil Bagi Allah
Seorang bapak pernah mengatakan bahwa dirinya seumpama batu yang keras yang setiap hujan
datang menerima tetesan-tetesan air hujan. Dan itu terjadi berhari-hari, berbulan-bulan dan
bertahun-tahun. Apa yang terjadi pada batu itu kemudian? Bagian tengah batu itu menjadi aus
dan kemudian bolong oleh tetesan-tetesan air hujan yang mengalir dari atas genting. Bapak
tersebut mengatakan bahwa tetesan air itu adalah Firman Allah yang selalu menetesi
kehidupannya. Tidak ada yang mustahil bagi Allah untuk mengubah kehidupan manusia asalkan
ia tetap berpegang teguh kepada janji-janji Allah. Batu itu menjadi bolong bukan dengan benda
yang keras tetapi hanya karena tetesan air hujan. Tidak ada yang mustahil bagi Allah, kalau kita
beriman secara sungguh dan memberi hati kita untuk diubah oleh Firman Allah.
Doa :
Roh Kudus bantulah kami untuk tetap setia beriman kepada Allah karena kami adalah orang
yang lemah
CommentShare
5 people like this.
Frans Sahetapy beriman di tengan kehidupan modernisasi adalah bukan hal mudah,
apalagi untuk menuggu waktu Allah seperti tetesan pada batu itu. Kehidupan modernisasi
menarkan segala sesuatu serba instant. kerendahan hati hal yang langkah namun sangat
136
penting untuk menjaga iman tetap hidup dalam menantang zaman. Terimaksih pak
pendeta
August 5, 2009 at 5:52am · Like
Krytlaan H. Kantohe Iman itu tumbuh karena adanya pengharapan yang tidak sia-sia,
pengharapan di dalam Yesus Kristus!
Sadar tidak sadar keputusan2 dan pilihan2 yg kita ambil dalam hidup ini berdasarkan
kualitas keteguhan iman kita. Tx untuk menguatkan!
August 5, 2009 at 7:27am · Like
Victor Hamel @ Bung Krytlaan: GBu brohter...selamat bekerja dan menjadi harum
Kristus..
August 5, 2009 at 7:29am · Like
Irene Sofiawati Harsono Harapanku.....Maz 51:13 Janganlah membuang aku dari
hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku! Amin.
August 5, 2009 at 2:11pm · Like
Dond Widy Setuju pak..Tidak ada yang mustahil bagi Allah, kalau kita beriman secara
sungguh dan memberi hati kita untuk diubah oleh Firman Allah...Ameen
August 5, 2009 at 3:31pm · Like
137
Enam Hari Bersama Karya Roh Kudus: Hari Keenam
(Terakhir)
August 6, 2009 at 5:57am
Bacaan Alkitab: I Korintus 9:24 – 27
`Berlomba` untuk Memenangkan Pertandingan
Paulus menggambarkan tujuan kehidupan manusia seumpama seorang olahragawan yang berlari
untuk memperoleh kemenangan dan menerima mahkota. Sebagai mana seorang olahragawan
maka kesiapan diri menjadi hal yang utama (ay.25). Dengan kata lain, jika seorang olahragawan
menyiapakan segala sesuatunya dengan baik (fisik dan mental) maka diharapkan dia akam
memenangkan pertandingan. Demikian juga kehidupan orang Kristen. Kehidupan orang Kristen
adalah kehidupan yang dimanis. Kehidupan yang selalu menyiapkan dirinya untuk masuk ke
dalam “gelanggang olah raga dan bertanding”. Gelanggang olah raga dan pertandingan adalah
realitas di dunia ini. Dan kita harus memenangkan pertandingan tersebut serta meraih mahkota
yang abadi.
Paulus mengatakan bahwa ia melatih tubuhnya dan menguasai seluruhnya, supaya ia dapat
memberitakan Injil kepada orang lain dan tidak ditolak (ay.27). Ini menunjukkan bahwa
kehidupan orang beriman kepada Allah tidaklah cukup tanpa pengetahuan dan pengenalan yang
baik akan Allah. Paulus mengajak kita untuk mempersiapkan diri dan mengenal Allah secara
sungguh-sungguh. Dan itu hanya bisa dilakukan kalau kita menyadari bahwa kehidupan kita di
tengah-tengah masyarakat adalah suatu kehidupan yang dinamis. Kedinamisan ini membawa kita
pada persoalan-persoalan yang begitu banyak. Dan untuk itu kita membutuhkan pengetahuan dan
pengenalan akan Allah secara sungguh untuk dapat menjawab setiap persoalan yang ada. Bacaan
hari kedua yang lalu menyadarkan kita untuk menempatkan Roh Kudus sebagai hal yang
pertama dan utama di dalam menghadapi persoalan-persoalan tersebut. Dan saat ini, setelah kita
memberikan tempat yang utama bagi karya Roh Kudus dalam hati kita, maka kita meminta Roh
Kudus untuk memberikan kemampuan di dalam pengetahuan dan pengenalan akan Allah secara
sungguh-sungguh.
Refleksi Iman Enam Hari Bersama Roh Kudus:
Renungan Enam Hari Bersama Roh Kudus yang telah kita baca bersama-sama ini merupakan
pergumulan-pergumulan untuk menghadirkan karya Roh Kudus bagi kehidupan orang percaya.
Dan kehadiran ini tidak berarti apa-apa kalau kita tidak mengundang dan memberikan tempat
bagiNya dalam kehidupan kita. Kesombongan, kemunafikan, eksklusifitas kehidupan orang
percaya di dalam masyarakat, keangkuhan, mementingkan diri sendiri, ketertutupan dan tidak
mau mengembangkan diri di dalam pengenalan dan pengetahuan akan Allah secara sungguh-
sungguh, adalah hal-hal yang menutup karya Roh Kudus bagi kehidupan kita. Mintalah Roh
Kudus hadir dalam hati kita karena Ia kuat kuasa yang mampu memperbaharui kehidupan kita!
Doa :
Terimakasih ya Roh Kudus atas pimpinan yang Engkau nyatakan bagi kehidupan kami dan di
tengah masyarakat kami, Amin!
138
CommentShare
4 people like this.
Riyadi Basuki Kalo di motto GP, 10 besar dapat point. kasian yang lain ya! gimana kalo
larinya gak harus dalam perlombaan? ya kayak lari pagi di mana kalo satu capek, bisa
ditungguin, didorong untuk tetap semangat, bahkan kalo sudah tidak kuat diajak beli
minuman dulu! Jamannya Paulus belum ada kebiasaan lari pagi kali ya??????
August 6, 2009 at 10:43am · Like
Irene Sofiawati Harsono Pak Pdt, hari ini saya ngantuk bgt jg ga ikutan PA...aku doa
mohon pimpinan Roh Kudus aja ya: "Ya Tuhan diamkanlah suara dalam hati kami
kecuali suaraMu, supaya kamu mengerti kehendak Tuhan melalui firman yang akan kami
baca. Amin
August 6, 2009 at 2:22pm · Like
139
Fadjar Kemenangan Telah Menyingsing (Renungan Jumat
Agung)
April 22, 2011 at 7:28pm
“Fadjar Kemenangan Telah Menyingsing”. Ini judul pidato presiden Soekarno pada pembukaan
Pertemuan Setiakawan Internasional Mahasiswa untuk pembebasan Irian Barat di Jakarta 15 Mei
1962. Hal yang menarik adalah mahasiswa/I Internasional berkumpul untuk membicarakan
mengenai imperialisme, khususnya Irian Barat, pada waktu itu. Dan dampak dari pertemuan ini
sangat besar khususnya bagi usaha-usaha negara yang baru merdeka pada saat itu untuk
melepaskan dirinya dari penjajahan kaum imperialis. Seruan Fajar kemenangan telah
menyingsing adalah seruan menciptakan kemerdekaan, perdamaian dan keadilan sosial.
Kematian Kristus yang diperingati setiap Jumat Agung, bukanlah semata-mata
memberikan makna terdalam mengenai keselamatan umat yang percaya kepadanya, tepi lebih
daripada itu seperti Fajar Kemenangan yang telah menyingsing, Ia juga membawa kemerdekaan,
perdamaian dan keadilan sosial di muka bumi ini. Kemerdekaan terhadap imperialisme
kemanusiaan yang menindas sesamanya melalui ketidakadilan, kerakusan penguasa,
penghancuran terhadap sendi kehidupan yang beragam. Perdamaian terhadap konflik-konflik
yang mengatasnamakan agama, suku, ras dan gerakan etnonasionalisme yang semakin menguat
akhir-akhir ini. Dan menciptakan keadilan sosial atas semakin terjadinya kesenjangan di antara
masyarakat dalam menjangkau akses terhadap kesehatan, pendidikan dan hak-hak hidup warga
negara untuk mencapai kesejahteraan.
Sayangnya, banyak kekristenan masa kini lebih menikmati “Fajar Kemenangan telah
Menyingsing” itu dalam makna yang tak lebih dari sekedar seremonial dan kenikmatan semata
dalam ruang-ruang ibadah dan suasana ekstase ritual yang berlebihan. Tidakkah kita juga harus
memancarkan sinar Fajar itu di keluar tembok-tembok gedung gereja agar kemerdekaan,
perdamaian dan keadilan sosial itu bermakna bagi Sang Nusa-Antara yang beragam ini?
Hmmm…
Jumat Agung, di “Gereja Bale Bengong”
140
CommentShare
19 people like this.
Utu Shilton yaaaaaaa....
April 22, 2011 at 7:35pm · Like
Benidictus Tambajong Dasyaaat,..pak Vic...Tembus Tembok Berlin pasti udah tak
relevan lagi karena telah runtuh,...maka yang memungkinkan adalah menembus tembok
Gereja ,.agar,..RAKYAT Papua , Lahir dan Batin,.Sejahtera seadil adilnya,..SDA,..telah
ada dan tersedia,.. meskipun pengelolaannya saat ini terkesan "pincang"...Fajar Kemenangan
telah Menyingsing"....harap jangan sampai waktunya Terbenam,..( Banyak karakter "Petrus"
perlu disimak,..) salam, selamat atas KemenanganNYA.
April 22, 2011 at 7:51pm · Like · 1
141
Julies Kurnia Wibowo kebangkitan Yesus memberi makna, jangan berlama2 dalam
kematian, karena dalam kebangkitan pertanda ada sebuah kekuatan untuk hidup
April 22, 2011 at 9:55pm · Like · 1
Zohal Budi Santosa stuju mas vic, sudah sewajarnya gereja mewartakan kemerdekaan
dari ketidak adilan, kemerdekaan dari kemiskinan moral. smoga kedamaian dan
kesejahteraan menyelimuti segala bangsa di dunia yg majemuk ini
April 22, 2011 at 10:08pm · Like · 1
Pan Bintang sepertinya tulisan ini baik bila dimuat dalam bahan renungan paskah apalagi
bila dikirim ke jemaat-jemaat secara kelembagaan... Hebat Bapak Pendeta... mudah-
mudahan jemaat-jemaat banyak yang berfikir sama dengan saya... he..he.. terimakasih
sudah men tag saya... Selamat Mengenang penderitaan Tuhan Yesus dan menyongsong
hari raya Paskah...Tuhan pastilah memberkati dan menyertai kita semua... salam...
April 22, 2011 at 10:25pm · Like · 1
Fidelis R. Situmorang kembali menggarami : )
April 22, 2011 at 11:35pm · Like · 1
Ratty Supit Manusia selalu terperangkap dengan kata MENANG !!! Kemenangan Kristus
membuat manusia terperangkap pada keangkuhan egoisme yang menghasilkan
kehilangan kewaspadaan. Salam !
April 23, 2011 at 5:09am · Like
Ki Aryo Aldaka amin...amin....Ya Robb, sungguh...kemenangan yang sesungguhnya..saat
tak lagi terpenjara dalam diri dan label-label
April 23, 2011 at 5:44am · Like
Uli Siregar terima ksih sdh berbagi kabar baik Pdt Vic. ini merupakan siraman rohani
yang sangat baik. selamat Paskah bagi semua.
142
April 24, 2011 at 2:33am · Like
Zohal Budi Santosa thankyou VM sdr.BENIDICTUS TAMBAJONG untuk angkat
jempolnya, berkah Dalem
April 24, 2011 at 10:36pm · Like
Besly Messakh Jumat agung adalah gerak dari salib ke kubur. Dari t4 korban di victimise
ke t4 korban di hargai. Semoga kita lebih manusiawi dlm bertindak
April 25, 2011 at 5:35pm · Like
143
Hanya catatan kecil.....
March 8, 2010 at 2:27pm
Sambil menunggu jemputan aku iseng2 menuliskan bagian ini. Bersama enam orang teman2
peneliti muda mencoba membuat peta masalah pluralitas khususnya di beberapa daerah di
Indonesia. Dari tukar pikiran yang ada maka dapat disimpulkan bahwa pluralitas ternyata bukan
realitas yang semakin mudah di Indonesia yang semakin berumur ini. Herannya demokrasi yang
katanya semakain menguat di Indonesia justru menghasilkan anak kandungnya yaitu penguatan
identitas lokal yang anti pluralitas. Bah!!! Hampir di semua daerah di Indonesia penguatan
identitas lokal ini semakin menjadi jadi. Rumitnya penguatan ini tidak diimbangi dengan
kesadaran untuk menghargai keragaman yang ada. Bahkan lebih parah lagi identitas lokal ini
selanjutnya terumuskan dalam perda-perda yang bernuansa agamis dan kesukuan. Mungkin ini
bukan barang baru lagi untuk dibicarakan di Indonesia, tetapi semua tersadar ternyata proses
sakitnya melahirkan demokrasi di Indonesia telah melahirkan anak kandungnya yang baru yaitu
eksklusifitas identitas lokal atas nama suku, agama, ras dan antar golongan!!! Semua tercengang!
CommentShare
5 people like this.
Yakub Setiaji Dwipa ketika pada awal didengung-dengungkannya otonomi daerah
sebenarnya kekuatiran terhadap efek samping itu sudah ada juga Bang, tapi lagi-lagi
karena arus "demokratisasi" yang terlalu deras, efek samping tersebut malah tidak lagi
menjadi perhatian, sampai akhirnya semua orang saat ini tercengang dan tidak lagi bisa
berbuat apa-apa, bahkan ada daerah tertentu yang di dalam perdanya tidak mengijinkan
pembangunan rumah ibadah agama tertentu ...
March 8, 2010 at 3:59pm · Like
Novelina Laheba Tesisku bicara banyak soal itu K' Vik, dalam kritik post kolonial di bab
2 terutama. Kayaknya lebih pas soal begitu kalo di kaji dengan Kritik post-modern deh K'
March 8, 2010 at 4:07pm · Like
Evelyne Ude Yudiarti Selalu terlambat sadar
March 8, 2010 at 10:40pm via mobile · Like
Erik Purba Demokratisasi yang dibawa bukan demokrasi yang berasal dari penghargaan
atas diri dan yang lain. Ini demokrasi "pasaran" artinya demokrasi dipakai hanya sebagai
alat pemuas konspirasi elite tertentu yang berorientasi kapitalis. Makanya Plato nggak
144
suka demokrasi. Salam
March 9, 2010 at 8:58am · Like
Victor Hamel @ Dwipa: mungkin itu yang perlu di pahami secara terus-menerus
dalambingkai menjadi negara sebagai kesatuan di Indonesia...berat teman...!
@ Ade: Kutunggu tesis itu...pasti menarik...tinjauan poskolinialisme memang membawa
orang padakesadarnan kekinian
@ Ude: hahaha...itu bagian dari percakapan tiga pendekar gendeng dari Yogya...bukan
terlambat, hanya proyeknya yang terlambat - sdarnya isch udah dari dulu...heheh...aku ngurusin
proposalnya masa DD dan Vidhya tukang ngobrak-ngabrik...dan semua tercengang!! hahaha...
(plus 'proposal' masa lalu yang tak trerlewatkan untuk dibicarakan...hahahaa)
@ Erik: Dan itulah realita keIndonesiaan masa kini...semoga Plato juga tak terjebak dengan
otoritarinisme...
March 9, 2010 at 9:13am · Like
Jaston Siga
wlo pun ditulis secara iseng...
saya akan serius mmbacanya...
March 9, 2010 at 4:43pm · Like
Novelina Laheba AKu dah ujian tgl 8 Februari lalu K' Vik, ntar aku kirim ke K' Vik.
March 9, 2010 at 8:05pm · Like
Victor Hamel @ Cabgodh: Terima kasih sudah memberio apresiasi terhadap tulisan
sederhana ini...
@ Ade:Kirim lewat email aja dalam format PDF supaya nggak repot...thx ya...tidak sabar
untuk mebacanya dan selamat...kalau sudah sampai pada tahap itu, sebaiknya meikirkan
untuk melanjutkan lagi ke S3...semoga...
March 10, 2010 at 8:19am · Like
145
Hanya Sebuah Cerita Pendek (Cerpen) dari Ratapan (1)
August 25, 2009 at 10:39am
Jalan-jalan ke Sion diliputi dukacita, karena pengunjung-pengunjung perayaan tiada; sunyi
senyaplah segala pintu gerbangnya, berkeluh kesahlah imam-imamnya; bersedih pedih dara-
daranya; dan dia sendiri pilu hatinya.(Ratapan1:4)
Namaku Putri Sion. Tadinya aku adalah seorang perempuan jalanan yang tak mempunyai rumah
dan tempat berteduh. Nasibku ditanggung dijalan-jalan, padang-padang rumput dan pasir
disepanjang pesisir laut mati. Namun, suatu ketika Sang Khalik mengangkatku menjadi istri
kesayangNya dan menjadikan kebun aggur kesukaannya. Ia bahkan memberikan aku rumah
yaitu sebuah kemah Kekudusan dimana Ia akan hadir dan bercumbu dengan ku di di dalamnya.
Bahkan Ia kemudian memberiku sebuah kota yang indah dan diberi nama Yerusalayim: kota
yang kudus. Disinilah aku berada ‘tuk menikmati keindahan dan cumbuan bersuamikan Sang
Khalik. Ku nikmati cumbu rayunya…dalam kegairahan Ilahi yang memuncak….
Namun kenikmatan cumbuan itu kini berubah menjadi ratapanku…karena aku menelanjangi
diriku dengan kenajisan dan kubiarkan laki-lai Babel menjamah tubuhku, sang Putri Sion.
Lelaki-lelaki itu telah merayuku dengan segala keajaiban mistik yang membuatku terpesona
lunglai dalam hisapan kekaguman demonis, padahal semuanya adalah kebohongan…dan
kenajisan. Seluruh isi kotaku habis lenyap dirampas bahkan milik kekudusan sang Khalik
dihancurkan atas nama kebencian dan kerakusan. Aku tak sanggup untuk mencegahnya karena
aku telah jatuh di dalam cengkeraman sang lelaki Babel pembawa petaka. Bahkan orang-orang
yang dulu mendukung ku lari entah kemana bersama harta kekayaan kota indahku. Kemurkaan
suami tercinta ku, Sang Khalik, telah membiarkan ku tergenang dalam lautan kehancuran dan
kebinasaan menuju habis lenyap.
Ohhhh…Yerusalayim, kota Kudus ku…..aku menangisi engkau karena gerbang-gerbang indah
mu tak lagi ada. Aku mencucurkan air mata bagaikan sungai siang dan malam karena jauh
penghibur yang menyegarkan jiwaku. Ku ulurkan tanganku tapi tak ada yang menghiburku. Kini
aku miskin dan melarat, semua keagunganku sebagi Sang Putri Sion telah lenyap. Bahkan kini
aku terbaring lagi di debu-debu jalanan…tak ada emas tua yang mengalungi leher indah ku. Aku
adalah belanga tua buatan tangan-tangan tukang periuk…tak indah karena jelaga menghiasi
wajahku. Mataku kusam dengan air mata, remuk redam hatiku; hancur habis hatiku karena
penderitaan…adakah pengharapan dari Sang Khalik atas kehancuran jiwa ku? Adakah
pemulihan dari jiwa yang hancur sehingga ratapan ku berubah jadi ucapan syukur????
Ohhhhhh…
Refleksi masa kini: Selalu berhati-hatilah dengan segala kesenangan dan kemapanan yang ada
pada masa kini karena manusia sering jatuh pada saat yang sama….(Tapi selalu ada
pengaharapan dan pemulihan. Bagaimana gaya pengharapan dan pemulihan ala Kitab Ratapan?
Lha, ya ditunggu besok saja lanjutannya!!!)
146
CommentShare
4 people like this.
Syafitri Wijaksono it means besok ceritanya tentang pemulihan Putri Sion ya, Vic?
jangan kesiangan ya ngirimnya. pingin tahu lanjutannya.
August 25, 2009 at 10:47am · Like
JO Snacks House ..dan dalam malamku aku meratapi akan keindahan yang pernah
terjadi, yang aku kecap lewat bibirku yang mendampa, anggur manis pelepas dahaga
jiwa..
kini semua keindahan kuhancurkan sendiri, kekelaman menyelimutiku siang dan
malam..dan aku hanyalah perempuan sundal di mata suamiku..Sang Khalik penenun jiwa
akankah Kau menerimaku kembali Kekasihku ? sementara aku telah mencemarkan diri dengan
musuh Mu?
aku memang biadab di hadapan Mu, dan saat ini aku mengemis pengampuanan dari tangan
kasih Mu yang suci
Kekasihku..jangan tinggalkan aku..jamah dan raihlah aku kembalii dalam dekapan
Mu....kumohon....
August 25, 2009 at 10:48am · Like
Victor Hamel @ Ipit: hihihi...semoga besok mood nya nggak kesiangan...!
@ mba Nia: Inikah bagian permohonan sang Putri Sion...? Ohhh...sang Khalik!
August 25, 2009 at 10:57am · Like
JO Snacks House @bang Vict : aku lebih mudah memahami Alkitab dalam bahasa sastra
daripada bahasa teologi..pusing..
August 25, 2009 at 11:02am · Like
Winda Weny maju terus laskar kristus....JBU all
August 25, 2009 at 11:12am · Like
147
Victor Hamel @ Nia: Teologi selalu kaya sastra...bersastralah lewat teologi...
@ Winda: JBU 2...
August 25, 2009 at 11:16am · Like
Winda Weny betul pak,heeee.Sll semangt melayani TUHAN N smg sll menjdi terang bwt
orang di sekitar
August 25, 2009 at 11:26am · Like
Saverio Ratu Paradoks seringkali terjadi dalam kehidupan sekitar kita, semakin kaya, tapi
semakin miskin makna... Tapi semakin miskin fana, tak jarang kaya di dalam Tuhan...
Menurutku, kalo emang tujuannya mencari yang fana sampai kapanpun kita akan terus
haus..."never satisfied"
Tapi jika kita terus dekat dengan sang Khalik dan bersama dia belajar tentang makna
kehidupan, niscaya hidup kita akan bermanfaat...
August 25, 2009 at 12:01pm · Like
Wir Kasut mestinya ini lahir duluan ya, baru syirul azar. bener juga harusnya pak vic
lahirnya sekian ribu tahun yang lalu (bukan kesiangan lagi namanya). tapi klo gak gini
aku nggak keberkahan lihat wajah penulisnya ya. alhamdulillah. @mbaknia:skul lagi ja
ke tempatnya pakMulyatno kan deket..
August 25, 2009 at 12:44pm · Like
Ratty Supit Menggoda amat !
August 25, 2009 at 1:26pm · Like
Estiana Arifin lama amat nunggu sambungannya pak vic.. sekarang aja kenapa ya ?
August 25, 2009 at 1:31pm · Like
Alf Tiranda hai bro...jgn2 wktu nulisnya ko lgi lhat wnita sexy ya,hahaha...ku tunggu
lanjutannya yg lebih menggodaaaaa!
148
August 25, 2009 at 1:57pm · Like
Uli Siregar Benarrr sekali friend. Banyak sekali ide mu Vic. lookin forward next
note....God Bless You. Aku di Jakarta ini.
August 25, 2009 at 3:19pm · Like
Gde Putra Astawa luar biasa...pengembaraannya...ditunggu lanjutannya...
August 25, 2009 at 4:48pm · Like
Umbu Yanto ada lagi bang yang mirip dengan putri sion yaitu ibu pertiwi. hanya saja ibu
pertiwi yang menelanjangi dia (mempermalukan) yaitu anak2 nya sendiri (pemimpin
negara yang KKN).
oh iya bang terima kasih atas pemahaman teologis nya yang uda di berikan kepada saya
kemarin.
sesungguhnya dalam kelemahan ku temukan kekuatan yang sejati bersama YESUS
TUHAN.
August 25, 2009 at 4:51pm · Like
Victor Hamel @ Winda: Thx , GBU 2...
@ Saverio: Selalu mencari dan belajar makna kehiudpan bersama sang Khalik...
@ Wiratno: hahah pak Wir ada2 aja, aku yang keberkatan melihat wajah pembacanya
(Pak Wir)...hohoho..
@ Pak Ratty: Memang semakin menggoda ...
@ Esti: hehehe...kaya' sinetronaja ya pake bersambung...
@ Ida: Memag ku nikmati dia Putri Sion yang anggun dan seksi..
@ Uli: Wah, mau ketemu SBY yaaa...heheh
@ Gde: Pengembaraan iman bro...
@ Umbu: Setuju ku bro..memang ibu pertiwi telah ditelanjangi oleh anak2 anaknya
sendiri...mengerikan!! Semoga jadi berkat...
@ Bli Alex: Sekali-kali me-ratap...heheh
August 25, 2009 at 5:16pm · Like
149
Marthen Tahun thanks bung victor...wah menggoada untuk membaca ulang
Ratapan....hehe..
150