ARTIKEL 295
OPINI
MG
JANUARI
2021
adalah “Mencari Pencuri modern dengan sentuhan
Anak Perawan”. Pria berdarah Melayu.
Tapanuli yang lahir pada
4 April 1904 di Bengkalis, Desain bangunan
Provinsi Riau. Nama aslinya mencerminkan sebagai
Soeman Hasibuan, yang perpustakaan modern
mengabdikan dirinya sebagai berbasis budaya Melayu
guru. dengan nuansa agamis.
Desain bangunan bercitra
Perpustakaan dengan Melayu juga terlihat pada
arsitektur menarik ini beberapa ukiran, relief, atau
berada di jalan protokol, ornamen yang mengelilingi
berdampingan dengan bangunan perpustakaan
Kantor Gubernur Riau dan Soeman Hs. Mulai relief
Bank Indonesia Cabang Riau. tentang pembangunan, seni
Sebuah lokasi yang strategis dan budaya, pendidikan,
di pusat kota Pekanbaru. simbol atau metafora dari
Berbentuk menyerupai rehal Al-Qur’an, serta sair
rehal, tempat meletakkan gurindam 12 yang terdapat di
Al-Qur’an dengan atap bagian belakang gedung ini.
melengkung dari lembaran
aluminium. Ya, berbentuk Memperkuat citra
rehal yang menyiratkan bangunan ini, di lantai tiga
kepada masyarakat untuk Perpustakaan Soeman Hs.
membaca di perpustakaan. ada ruang koleksi khusus
Dengan arsitektur khas buku-buku budaya dan sastra
Melayu-Islam berupa tiang- dari ranah Melayu. Karya-
tiang oranye yang menopang karya sastrawan dan penulis
atap bangunan yang Riau, mulai Buku Tunjuk Ajar
memberi kesan kontemporer. Melayu karya Tennas Effendy,
buku Raja Ali Haji, buku-buku
Interiornya tampak Soeman Hs., UU Hamidy, dan
modern dengan dominasi para penulis Riau ada di sini.
elemen garis dan perabot Inilah “Bilik Melayu”, sebuah
berdesain minimalis. ruangan yang berisi tentang
Dinding kaca dipilih buku-buku kemelayuan yang
mengelilingi bangunan, menjadi ciri khas tersendiri
membuat ruangan tampak dari Perpustakaan Soeman
terang. Pemustaka pun Hs.
dengan leluasa melihat
pemandangan sekitar Perpustakaan ini terus
gedung yang didesain berproses mengikuti
perkembangan zaman.
Majalah Literasi Indonesia | MG
296 ARTIKEL
OPINI
MG
JANUARI
2021
Secara fisik perpustakaan ini ditandai dengan menjadikan
memiliki beberapa fasilitas tempat ini sebagai bagian
yang dapat digunakan dari destinasi wisata literasi
para pemustaka seperti pendidikan di Provinsi Riau.
ruang diskusi, ruang Salah satu upaya untuk
bedah buku, dan aula yang menarik pengunjung
bisa digunakan untuk berwisata ke Perpustakaan
meningkatkan literasi Soeman Hs. adalah dengan
masyarakat. kegiatan mendongeng untuk
anak-anak. Hal ini dilakukan
Selain itu perpustakaan dengan orang tua atau guru
Soeman Hs. juga berfungsi yang membawa anaknya
sebagai tempat pendidikan untuk membaca ruang
sepanjang hayat. layanan anak (Children
Perpustakaan ini mempunyai Library).
fungsi rekreasi. Hal ini
Beruntunglah bagi
masyarakat yang telah diberi
karunia besar berupa sebuah
perpustakaan dengan
berbagai koleksi buku untuk
membuka cakrawala alam
semesta. Seperti kata bijak
Duta Baca Indonesia,
Najwa Shihab,
“Membaca ialah upaya
merengkuh makna,
ikhtiar untuk
memahami
alam semesta.
Itulah
mengapa
buku disebut
jendela
dunia, yang
merangsang
pikiran agar
terus terbuka.”
Semoga.n
MG | Majalah Literasi Indonesia
ARTIKEL 297
OPINI
MG
JANUARI
2021
PEMBANTAIAN
MOTIVASI
Oleh: Zainul Wasilah, S.Pd.
Guru SMAN 1 Cerme Gresik
Sering terjadi ungkapan yang buruk atau
bentuk kekerasan kekerasan psikis.
yang dilakukan
orang tua dan Kalimat-kalimat yang
pendidik terhadap sering saya dengar dalam
seorang anak. Kekerasan itu keseharian seperti, “Apa
bukan sekadar kekerasan kamu bodoh?”, “Kamu
fisik berupa pukulan, bahkan selalu merepotkan orang
beberapa merupakan tua!”, “Hanya orang bodoh
kekerasan lisan dengan yang perlu mempelajari hal
mengeluarkan kata-kata ini dua kali!”, “Dasar anak
kasar dan ungkapan- nakal!”, “Kamu tidak pernah
membantu di rumah, nilai
Majalah Literasi Indonesia | MG
298 ARTIKEL
OPINI
MG
JANUARI
2021
belajarmu pun buruk, apa kesalahan yang sangat fatal
yang bisa dibanggakan dari dan juga membahayakan
dirimu?”, dan sebagainya. bagi pertumbuhan jiwa
Kalimat-kalimat itu anak. Ketidakbecusan orang
terkadang keluar begitu saja. tua dan pendidik di sekolah
dalam memberikan tauladan
Di titik kejenuhan rutinitas, yang baik akan membawa
baik sebagai orang tua anak mengalami kegagalan
maupun pendidik di sekolah, dalam pendidikan.
kalimat itu aka mudah
muncul. Kalimat yang Kepercayaan yang
seharusnya tidak boleh dibangun oleh anak-anak,
diucapkan dan dihindari. berasal dari lingkungan
Jika sering diucapkan, anak keluarga dan dimana dirinya
akan merasa terintimidasi, mendapatkan pendidikan.
sehingga menyebabkan luka Sentuhan halus dan kasih
mendalam di hatinya. sayang akan lebih bermakna
dan menjadi embrio bagi
Perilaku dan kata- kelahiran anak-anak di
kata yang kasar akan generasi emas mendatang.
mengakibatkan sebuah Akibatnya, peranan orang
ekpresi penghancuran anak tua dan pedidikan tidak
dalam mengembangkan hanya sebagai transfer
dirinya. Akibatnya, anak pengetahuan saja, tetapi
tidak lagi berani untuk lebih pada bagaimana
mengekploitasi kemampuan anak akan mempunyai
yang terpendam. Apalagi kepercayaan diri dengan
di saat anak mengalami kekuatan dari segenap
suatu kegagalan. Harusnya, orang-orang yang ada di
orang tua dan pendidik bisa sekelilingya.
menerima anak itu sebagai
suatu keunikan. Mampu Perilaku dan ucapan
membawa anak menjadi yang diberikan oleh
yang lebih baik, bukan malah orang tua dan pendidik
menyudutkan mereka. harusnya membentuk jiwa
anak menjadi gembira,
Perilaku, kata-kata kasar, bersahabat, dan percaya
dan kebiasaan dari orang diri. Keteladanan ini akan
tua dan pendidik di sekolah, selalu diingat oleh anak dan
juga akan membentuk nantinya dapat menuntun
rekaman tersendiri di ke masa depan yang lebih
benak anak-anak. Hal baik. n
ini merupakan sebuah
MG | Majalah Literasi Indonesia
ARTIKEL 299
OPINI
MG
JANUARI
2021
PERAN GURU
TIDAK TERGANTIKAN
OLEH TEKNOLOGI
Oleh: Zulfadhliyah,S.Ag., M.A.
Guru di SMPN 5 Bukittinggi, Sumatera Barat
Menghadapi dan efesien. Namun,
tantangan era kecanggihan digital
revolusi industri tidak akan sanggup
4.0, pendidikan menggantikan posisi
dituntut untuk guru yang sesungguhnya
mampu memanfaatkan untuk mendidik,
teknologi digital dalam mengajar, membimbing,
proses pembelajaran. mengarahkan, melatih,
Mampu membuat proses menilai, dan mengevaluasi
pembelajaran berlangsung peserta didik.
secara kontinu tanpa ruang
dan batas waktu. KH. Dimyati Rois
mengatakan, “Jika Anda
Kecanggihan menjadi guru sekadar
teknologi digital mampu transfer pengetahuan, akan
mempermudah berbagai ada masanya Anda tidak
kegiatan secara efektif dibutuhkan lagi, karena
Majalah Literasi Indonesia | MG
300 ARTIKEL
OPINI
MG
JANUARI
2021
google lebih cerdas dan lebih Keterpurukkan akhlak para
tahu banyak hal dari Anda. pelajar saat ini kebalikan
Namun, jika Anda menjadi dari tujuan dari pendidikan,
guru yang mentransfer sangat menyedihkan.
adab, ketakwaan, dan Kepada guru, orang tua, dan
keikhlasan, maka akan selalu teman tidak sopan, bahkan
dibutuhkan karena google sering tawuran.
tak memilki semua itu.”
Melahirkan generasi yang
Pendidikan adalah proses hanya memiliki intelektual
transformasi nilai budaya tinggi itu mudah, tapi untuk
antara satu generasi ke melahirkan generasi yang
generasi berikutnya untuk memilki intelektual yang
membangun peradaban. tinggi sekaligus berakhlak
Untuk mencapai peradaban itu sulit. Butuh pengorbanan,
yang baik, maka pendidikan kesadaran, keikhlasan,
harus didukung oleh dan ketauladanan dari
teknologi yang mampu para pendidik. Mulai dari
mempermudah berbagai orang tua sebagai pendidik
kegiatan secara efektif dan pertama dan utama, guru,
efesien. Namun, peradaban serta lingkungan. n
akan terhormat bila
diwariskan oleh nilai-nilai Profil Singkat
yang terpelihara dari zaman
ke zaman lewat keteladanan Tulisan Esai yang
budi pekerti. berjudul : Peran Guru
Tak Tergantikan Oleh
Penanaman budi Teknologi : ditulis oleh
pekerti merupakan roh Zulfadhliyah, S.Ag, M.A lahir
utama pendidikan yang di Bukittinggi, 28 Oktober
tidak bisa diabaikan dan 1968, dengan pendidikan
dikesampingkan oleh para teakhir S-2. Mengajar di
pendidik. Para pendidik SMP Negeri 5 Bukittinggi.
jangan berlakon sebagai
robot yang penurut, prajurit WA:082384312533,
patuh yang siap untuk [email protected]
perang, tetapi ia sendiri
tidak tahu untuk apa ia
perang. Kejar materi untuk
tujuan nilai akhir bagus.
Namun, bagaimana dengan
akhlak siswa itu sendiri?
MG | Majalah Literasi Indonesia
ARTIKEL 301
OPINI
MG
JANUARI
2021
KEBERSAMAAN
PEMBELAJARAN
DI RUMAH
Oleh: Samsudin Simatupang, S.Pd.
Guru MTsN 16 Jakarta
Pandemi covid-19 dari konvensional di kelas
telah delapan berubah menjadi sangat
bulan melanda dinamis, terbuka, lebih
negeri kita tercinta. menantang, dan berbasis
Dampaknya online.
sangat terasa di dunia
pendidikan. Fenomena Orang tua seharusnya
yang terjadi di lapangan, hadir sepenuhnya buat
bahwa belajar dari rumah mereka, membangun
ternyata menjenuhkan kelekatan, menjalin kerja
siswa. Pembelajaran harus sama bersama anak-
dilakukan dalam jaringan anak dan sekolah. Bahu-
(daring). Hal ini disebabkan membahu membangun
sikap orang tua yang kurang kemandirian belajar di
setuju dengan pembelajaran rumah untuk menjalankan
daring dan kondisi merdeka belajar. Orang
lingkungan yang kurang tua seyogianya melakukan
mendukung.
Timbullah pemikiran
bahwa saat ini perlu
revolusi dengan digitalisasi
pendidikan. Wabah virus
korona mempercepat
revolusi pendidikan. Revolusi
pendidikan yang dimaksud
adalah perubahan proses
pendidikan. Pembelajaran
Majalah Literasi Indonesia | MG
302 ARTIKEL
OPINI
MG
JANUARI
2021
pengamatan langsung belajar di rumah.
kepada anak-anaknya Sayangnya, untuk
sehingga tergali potensi yang
dimiliki. Dapat mendesain mengarah ke sana tidak
aktivitas bersama-sama saja menantang, tapi butuh
dan mendokumentasikan kreativitas tingkat tinggi.
keunikan mereka belajar di Perlu usaha, seni, dan
rumah ke dalam portofolio. teknik tersendiri. Namun,
pentingnya succesfull
Jika orang tua dan sekolah intelegence (SI) yang justru
mampu berkolaborasi, diabaikan oleh sistem sekolah
ditambah sinergi antar
institusi di luar pendidikan
ikut terlibat, seperti
masyarakat ikut turun dan
peduli, maka inilah yang
disebut revolusi pendidikan.
Anak-anak merasakan
kebahagiaan belajar bersama
orang tua. Mereka lebih
fokus karena kelas sangat
spesial, bahkan bisa menjadi
individual program. Namun,
kebanyakan guru kurikulum
bukan guru inspiratif.
Pandemi covid-19
merupakan tantangan bagi
pendidikan kita. Apakah
mampu menyiapkan
pembelajaran yang
kolaboratif dan inspiratif.
Namun, rasanya mustahil
semua itu terwujud jika tidak
diawali dengan paradigma
guru dan orang tua yang
senang dengan keterbukaan,
kolaboratif, kerja sama,
dan saling mencari
kebermaknaan dalam
mendampingi anak-anak
MG | Majalah Literasi Indonesia
ARTIKEL 303
OPINI
MG
JANUARI
2021
konvensional. Tantangan nasionalisme yang kuat
terbesar pendidikan sebagai pejuang pendidikan
kita adalah bagaimana sebuah bangsa yang besar.
menerjemahkan konsep SI Terlatih, kreatif, inovatif, dan
ke dalam operasional sistem selalu menebar manfaat di
pendidikan. sekolah atau di mana pun.
Jangan lupa, orang tua
Masa liburan sekolah harus meluangkan waktu
dampak korona disambut bersama anak anak untuk
gembira oleh siswa. membersihkan rumah,
Diperlukan revolusi berkebun, atau relokasi
pendidikan pada proses perpustakaan keluarga. n
kegiatan pembelajaran
kita, terutama untuk fase
fitrah belajar sampai
dengan penggalian potensi
bakat. Saat ini perubahan
yang fenomenal dalam
sejarah pendidikan bangsa
Indonesia. Kita dipaksa
untuk belajar online, secara
digital berkat wabah
Covid-19. Mungkin ini
revolusi pendidikan yang
mengarah kepada digitalisasi
pendidikan.
Guru harus memiliki
virus corona (competences,
collaboration, dan
nationalism). Pertama,
memiliki ragam kompetensi
(competences), seperti
pendekatan-pendekatan
kekinian, tema bakat, talents
coaching, dan kemampuan
beradaptasi. Kedua,
kemampuan berkolaborasi
dengan masyarakat di luar
pendidikan (collaboration).
Ketiga tetap memiliki jiwa
Majalah Literasi Indonesia | MG
304 ARTIKEL
OPINI
MG
JANUARI
2021
DANA BOS DITOLAK,
SEKOLAH MANGKRAK
Oleh: Siti Irmani Kasan, S.Pd.I.
Kepala Bagian Penjamin Mutu Tingkat SDIT-SMPIT
Al-Izhar School Pekanbaru
Banyak cara
yang dilakukan
pemerintah untuk
meningkatkan
mutu pendidikan
di Indonesia. Salah satunya
memberikan bantuan
operasional sekolah (BOS).
Pemerintah berharap
dengan adanya dana BOS
ini cukup membantu
sekolah negeri maupun
swasta dalam melaksanakan
tugas pokoknya, yaitu
mencerdaskan siswa.
Bagaimana jika keberadaan
MG | Majalah Literasi Indonesia
ARTIKEL 305
OPINI
MG
JANUARI
2021
dana BOS justru ditolak. tidak tepat waktu, tentu
Masihkah sekolah semakin saja membuat sekolah-
semarak, mangkrak, dan tak sekolah resah dan tak dapat
layak. berbenah. Kegiatan harus
tetap berjalan, dari mana
Dana bos adalah wujud akan mendapatkan bantuan.
perhatian pemerintah Alih-alih mendapatkan
terhadap pendidikan keringanan, malah harus
di Indonesia dalam berhutang untuk menutupi
mewujudkan program wajib kebutuhan yang tidak
belajar 12 tahun. Juga untuk bisa lagi ditahan, apalagi
mengurangi angka anak dihentikan. Kepala sekolah
putus sekolah sehingga menjadi pesakitan.
tingkat pendidikan cukup
memadai dan bisa bersaing Mulailah kasak-kusuk guru
dengan negara maju. yang tak juga mengerti
Pemerintah menginginkan dengan keadaan. Kepala
kepada semua pemangku sekolah harus putar haluan
pendidikan baik tingkat dan mulai mencari pinjaman,
provinsi dan kabupaten kota dengan harapan dana bos
memanfaatkan dana ini datang semua akan kembali
dengan sebaik-baiknya. aman. Tetapi kondisi seperti
ini akan sampai kapan? Hal
Pemerintah melarang ini akan menganggu proses
sekolah-sekolah untuk belajar mengajar di sekolah.
melakukan pungutan apa Jika pemerintah tidak
pun kepada siswa. Dana bos memahami kondisi sekolah,
diharapkan dapat dirasakan maka sekolah akan semakin
merata oleh semua sekolah parah. Nice performance dan
yang ada di Indonesia. service excellent tak mampu
Dalam hal ini pemerintah lagi dibangun. Hanya
memberikan arahan dan gedung-gedung bisu tanpa
acuan yang jelas. Tidak ada ruh dan tiang-tiang usang
penyelewengan dana bos yang semakin rapuh.
dan penggunaannya tepat
sasaran. Tentu saja bukti fisik Keberadaan dana bos
sangat diperlukan untuk menjadi ransum pendidikan
kelengkapan pelaporan dana di Indonesia. Beberapa
bos ini. sekolah dan lembaga
pendidikan elit yang bertaraf
Mengingat regulasi internasional menolak.
penyaluran dana bos yang
Majalah Literasi Indonesia | MG
306 ARTIKEL
OPINI
MG
JANUARI
2021
Mereka sudah cukup dengan pendidikan. Indonesia akan
dana mandiri. Sekolah yang semakin terpuruk, tertinggal
menolak bukan karena sudah jauh dibanding dengan
mampu dan mandiri, apalagi negara lainnya. Kita hanya
bertaraf internasional. Akan bisa berdoa semoga dana
tetapi karena aturan dan BOS yang ditunggu-tunggu
petunjuk teknis yang rumit oleh masyarakat Indonesia
dan menyulitkan. Jalan satu- dapat dirasakan manfaatnya.
satunya adalah menolak. Tanpa dipersulit, diperlambat,
Semoga pemerintah atau dimanipulasi untuk
semakin peka dan bijak. Ego kepentingan pribadi dan
yang harus dilebur. Sinergi kelompok yang tidak
yang harus dijalin antara bertanggung jawab. Semoga
pemerintah dan sekolah. dengan adanya dana bos,
sekolah-sekolah akan
Jika sekolah sudah semakin bergairah dan
mangkrak dan tidak layak, berkiprah mencerdaskan
maka pemerintah gagal anak bangsa. Semakin
dalam menggalakkan berbinar dan bersinar. n
dan meningkatkan mutu
MG | Majalah Literasi Indonesia
ARTIKEL 307
OPINI
MG
JANUARI
2021
PEMBELAJARAN
ONLINE VS SCREEN TIME
Oleh: Sulastri
Sejak World Health semula berinteraksi secara
Organization langsung, kini dilakukan
(WHO) menetapkan secara online. Sistem
wabah coronavirus pembelajaran dilaksanakan
desease (covid-19) melalui perangkat personal
sebagai pandemi global computer (PC), laptop,
pada 11 Maret 2020, terjadi maupun gawai yang
perubahan pada seluruh terhubung dengan koneksi
aspek kehidupan. Baik jaringan internet. Guru
sosial, ekonomi, termasuk melakukan pembelajaran
pendidikan. Sekolah dan menggunakan berbagai
kampus-kampus ditutup. aplikasi seperti grup
Pembelajaran di kelas WhatsApp (WA), Telegram,
dipindahkan ke dalam Instagram, Zoom, ataupun
jaringan (daring). media lainnya. Hal ini
dilakukan untuk memastikan
Siswa dan guru yang
Majalah Literasi Indonesia | MG
308 ARTIKEL
OPINI
MG
JANUARI
2021
kegiatan belajar mengajar Sedangkan untuk anak
tetap berjalan, meskipun berusia di atas dua tahun,
siswa berada di rumah. screen time perlu dibatasi
maksimal 2 jam per hari.
Pembelajaran secara Menurut penelitian, anak
daring tentu tidak selalu terlalu banyak screen
berjalan mulus. Banyak time bisa mengalami
kendala yang terjadi di gangguan pola tidur. Pola
lapangan. Misalnya jaringan tidur yang terganggu bisa
internet yang belum merata, memengaruhi tumbuh
tidak semua yang memiliki kembang anak, membuat
perangkat komunikasi, anak lebih rewel, penurunan
kemampuan guru dalam memori otak, dan kurang
penguasan IT, maupun konsentrasi. Selain itu,
keterbatasan pendampingan anak-anak yang sangat
orang tua saat anak belajar aktif di media sosial rentan
di rumah. Hal ini tentu terkena cyber bullying. Oleh
menimbulkan pro dan karena itu, perlu peran serta
kontra di tengah masyarakat. sekolah dan orang tua untuk
Apalagi dengan adanya membatasi screen time pada
wacana pembelajaran jarak anak, terutama di masa (PJJ)
jauh (PJJ) ini akan diterapkan ini.
secara permanen.
Ada beberapa upaya yang
Salah satu masalah yang bisa dilakukan sekolah dan
meresahkan orang tua orang tua untuk membatasi
adalah masalah screen time screen time pada anak.
atau banyaknya waktu yang Pertama, pembuatan
dihabiskan anak di depan jadwal yang jelas, kapan
televisi, komputer, laptop anak bisa menggunakan
atau gawai. Pembelajaran gawainya dan kapan harus
secara daring membuat anak beristirahat. Sebaiknya anak
menatap layar gawai lebih diberi jeda setiap 30 menit
lama, bahkan hingga berjam- di depan layar. Hal ini tentu
jam. Hal ini tentu tidak baik membutuhkan kerja sama
untuk perkembangan anak. antara sekolah dan orang tua
untuk membuat jadwal, agar
American Academy anak tetap bisa belajar tanpa
of Pediatric (AAP) tidak screen time berlebihan.
merekomendasikan
penggunaan gawai pada Kedua, adanya aturan
anak kurang dari 2 tahun.
MG | Majalah Literasi Indonesia
ARTIKEL 309
OPINI
MG
JANUARI
2021
yang tegas. Misalnya gawai menemani anak.
hanya boleh dipakai untuk Keempat, jauhkan anak
mengerjakan tugas, bukan
untuk bermain. Anak dari gawai terutama saat
hanya boleh menikmati malam hari. Meletakkan
screen time pada saat gawai di kamar akan
tertentu di ruang keluarga membuat anak tergoda
dengan pengawasan untuk menggunakannya
orang tua. Anak juga perlu menjelang tidur. Alihkan
memahami pengaruh buruk perhatian anak dengan
penggunaan gawai terlalu rutinitas sebelum tidur,
lama. misalnya menggosok gigi,
membacakan cerita, berdoa,
Ketiga, perbanyak dan sebagainya.
kegiatan-kegiatan fisik,
seperti membaca, berolah Sepintas, hal ini terlihat
raga, bermain bersama, mudah. Namun perlu
membantu orang tua, dan keteladanan, disiplin, dan
sebagainya. Keteladanan konsistensi dari orang
orang tua sangat diperlukan tua. Butuh tekad kuat kita
dalam hal ini. Mau tidak mau, bersama, jangan sampai
orang tua harus meluangkan pembelajaran jarak jauh
banyak waktu untuk menjadi bumerang untuk
perkembangan anak. n
Majalah Literasi Indonesia | MG
310 ARTIKEL
OPINI
MG
JANUARI
2021
PEMBELAJARAN
KONTEKSTUAL
PADA MASA PANDEMI
Oleh: Susi Suharyani
Begitu pemerintah masih belum ada kesepakatan.
mengumumkan Hari pertama saya tak
untuk belajar dari
rumah akibat melibatkan diri untuk
covid-19, maka memberi tugas seperti yang
semua guru menyiapkan dilakukan guru-guru yang
pembelajaran dalam jaringan lain. Saya hanya memantau
(daring). Masing-masing grup. Ternyata banyak sekali
sibuk menyiapkan aplikasi guru yang memberikan tugas
yang akan digunakan dalam kepada siswa di kelasnya. Saya
proses pembelajaran nanti. merasa kasihan dan berusaha
Saat itu saya juga belum tahu membuat siswa tetap belajar
aplikasi apa yang akan dipakai. daring, tetapi menyenangkan.
Bagaimana pembelajaran
daring yang akan dilaksanakan, Selama ini tidak bisa keluar
rumah membuat mereka harus
bisa beradaptasi dari kebiasaan
MG | Majalah Literasi Indonesia
ARTIKEL 311
OPINI
MG
JANUARI
2021
sebelumnya. Biasanya mereka Saat pandemi covid-19
berkumpul dan bercanda kiranya bisa menjadi pintu
dengan temannya. Hal ini bisa masuk untuk mengubah
membuat mereka stres akibat pembelajaran tekstual
tugas-tugas tersebut. Saya tak menjadi kontekstual.
ingin membuat mereka makin Pembelajaran kontekstual
stres dengan banyaknya tagihan merupakan konsep belajar
tugas. Saya mencoba membuat yang mengaitkan antara
pelajaran kimia dengan materi pelajaran dengan
pendekatan “kontekstual kehidupan sehari-hari. Siswa
learning”. diharapkan dapat menemukan
dan mengembangkan
Sebelum pandemi anak- pengetahuan dan
anak kelas XI MIA-1 belum keterampilan baru sesuai
melaksanakan praktikum kimia dengan pengetahuan yang
untuk reaksi-reaksi hidrokarbon. mereka miliki. Dengan
Waktu pembelajaran daring demikian, mereka akan
saya minta siswa melakukan lebih memahami dan lebih
praktikum sederhana dengan memaknai pengetahuannya.
tema membuat “hand
sanitizer”. Berbahan dasar selain Pendekatan kontekstual
alkohol karena keberadaan merupakan konsep belajar
alkohol sudah mulai langka dan yang membantu guru
mahal. Sejak pemakaian hand mengaitkan antara materi
sanitizer disarankan sebagai yang diajarkan dengan
pengganti cuci tangan pakai situasi dunia nyata siswa.
sabun. Juga mendorong siswa
membuat hubungan antara
Mereka mencari bahan pengetahuan yang dimiliki
lain yang ada di sekitarnya, dengan penerapannya dalam
melalui grup WhatsApp kelas kehidupan mereka sebagai
dikumpulkan laporannya. anggota keluarga dan
Antusias mereka tampak masyarakat. Dalam konteks
dengan banyaknya pertanyaan ini siswa perlu mengerti apa
dan diskusi yang dikirimkan makna belajar, manfaatnya,
saat akan melaksanakan dalam status apa mereka, dan
praktikum dan sesudah selesai bagaimana mencapainya.
praktikum. Dengan membuat Dengan ini siswa akan
hand sanitizer sendiri, mereka menyadari bahwa apa yang
sudah bisa mengaitkan mereka pelajari berguna
materi pelajaran dengan sebagai hidupnya nanti. Belajar
kehidupan sehari-hari. Inilah daring dengan pendekatan
makna sesungguhnya dari kontekstual dapat membuat
belajar dengan menggunakan mereka lebih nyaman belajar. n
pendekatan kontekstual.
Majalah Literasi Indonesia | MG
312 ARTIKEL
OPINI
MG
JANUARI
2021
PERLUKAH PKRS
KOMPREHENSIF
BAGI REMAJA?
Oleh:Titi Safitri
Permasalahan dan berbagai kemampuan agar
perilaku remaja mendapatkan perhatian dari
saat ini adalah banyak orang.
perilaku berisiko,
di antaranya Usia remaja adalah masa
seks bebas, rokok, dan terjadinya perubahan yang
narkoba. Jiwa mereka yang sangat jelas terutama pada
masih muda dan sedang perubahan fisik. Perubahan
berkembang menghendaki di saat pubertas tidak hanya
untuk mengetahui segalanya. ditandai dengan perubahan
Bahkan ingin menguasai fisik saja. Namun hormonal
mereka juga mengalami
MG | Majalah Literasi Indonesia
ARTIKEL 313
OPINI
MG
JANUARI
2021
perubahan dan peningkatan Menjadi manusia dewasa
sehingga menimbulkan yang baik dan sehat perlu
dorongan motivasi siapkan sejak dini.
seksual. Apakah kita perlu
memberikan pendidikan Selama ini informasi
kesehatan reproduksi tentang kesehatan
dan seksual (PKRS) secara reproduksi dan seksual
komprehensif? remaja sering dianggap
tabu untuk dibicarakan,
PKRS yang komprehensif terutama dikalangan orang
sangatlah diperlukan bagi awam. Padahal informasi
remaja dalam menyiapkan inilah yang sangat mereka
diri menjadi manusia yang butuhkan. Perubahan fisik
berkualitas. Memiliki derajat dan hormonal yang terjadi
kesehatan yang tinggi, sangat terlihat jelas dan
terpenuhinya rasa aman, signifikan. Mereka kadang
tenteram, serta keadilan masih bingung bahkan
untuk mendapatkan takut akan perubahan fisik
informasi kesehatan. Ketika pertama kalinya. Kesibukan
dewasa mereka diharapkan orang tua dan anggapan
memiliki kemampuan yang tabu jika anak menanyakan
matang dan produktif. Hal masalah reproduksi dan
ini bukan untuk kepentingan seksual, menyebabkan
mereka sendiri. Namun, mereka mencari cari
menyiapkan suatu bangsa informasi sendiri. Bertanya
yang maju dan patut kita kepada teman dan media
banggakan. sosial yang kadang tidak
memberikan informasi yang
Remaja sering dianggap baik dan benar.
kelompok manusia yang
berisiko. Apa pun tindakan Informasi seputar
mereka selalu ingin kesehatan reproduksi dan
menjadi pusat perhatian. seksual yang komprehensif
Mereka kadang berperilaku sangat diperlukan. Jika
tidak memperhatikan hal ini tidak kita siapkan,
kesehatan, sering abai akan menyebabkan
dengan kesehatan yang banyak remaja yang salah
seharusnya dijaga. Kesehatan mengambil keputusan.
tubuh terutama kesehatan Perilaku mereka sangatlah
reproduksi dan seksual beresiko dikemudian harinya.
sangat perlu diperhatikan. Peningkatan hormonal yang
Majalah Literasi Indonesia | MG
314 ARTIKEL “Pendidikan kesehatan
OPINI
MG reproduksi dan seksual
mendorong ketertarikan remaja yang komprehensif
JANUARI akan seksual jika tidak perlu diberikan, baik di
2021 diarahkan menyebabkan sekolah atau di rumah.
mereka melakukan seks Untuk itu kita harus
bebas. Tindakan kesalahan meluangkan waktu dan
yang mereka lakukan peduli agar informasi yang
terkadang saling berkaitan. mereka dapatkan baik dan
Ketika mereka sudah benar.
melakukan seks bebas, akan
menimbulkan masalah baru remaja yang sehat, hal ini
bagi dirinya bahkan orang di menjadikan diri mereka
sekitar. Apabila mereka tidak sebagai remaja yang percaya
mendapatkan informasi yang diri dalam mempersiapkan
baik, bisa saja melakukan masa depan dengan baik.
hal yang lebih parah.
Seperti tindakan aborsi atau Remaja yang sering
penggunaan narkotika. dikatakan bermasalah, pada
Hal ini menyebabkan masa dasarnya akan menjadi
depan mereka semakin manusia yang bermanfaat,
terpuruk. produktif, dan menjadi
kebanggaan dimasa depan.
Pendidikan kesehatan Hal ini akan terwujud jika kita
reproduksi dan seksual mau mengerti, memahami,
remaja yang komprehensif dan memberikan informasi
perlu diberikan, baik di bagi mereka seputar
sekolah atau di rumah. Untuk kesehatan reproduksi dan
itu kita harus meluangkan seksual pada masa tumbuh
waktu dan peduli agar kembangnya. PKRS berperan
informasi yang mereka penting dalam pembentukan
dapatkan baik dan benar. kesehatan diri remaja.
Pendidikan kesehatan Mereka akan menjadi remaja
reproduksi dan seksual yang yang baik dan selalu berpikir
komprehensif bukanlah positif dalam bertindak
hal yang tabu untuk kita dan berperilaku nantinya.
diskusikan. Mereka sangat Insyaallah.n
membutuhkan dalam
menghadapi perubahan
dalam dirinya baik fisik,
hormonal, bahkan kehidupan
sosial. Ketika mereka menjadi
MG | Majalah Literasi Indonesia
ARTIKEL 315
OPINI
MG
JANUARI
2021
CBT MENJAGA
LINGKUNGAN HIDUP
Oleh: Drs. Deni Boy, M.M.
Kepala Sekolah Negeri 87 Jakarta
Pandemi Covid-19 bisa dirasakan adalah
masih berlangsung. menjaga lingkungan hidup.
Kegiatan rutin
yang selama ini Kondisi lingkungan hidup,
dilakukan secara terutama ketersediaan
tatap muka, secara perlahan hutan, dewasa ini semakin
mulai berubah menjadi mengkhawatirkan.
online. Baik di kantor, Banyaknya perambahan
maupun di sekolah. Bahkan, dan pembalakan liar ikut
restoran pun sudah mulai memperparah situasi.
merambah dunia online. Hal Hutan di Indonesia, yang
ini tentu saja mempunyai merupakan paru-paru dunia
dampak positif dan negatif. sudah mulai goyah. Kayu-
Dampak positif yang sangat kayu di hutan ditebangi
tanpa dilakukan penanaman
Majalah Literasi Indonesia | MG
316 ARTIKEL
OPINI
MG
JANUARI
2021
kembali atau reboisasi. Tentu jika itu dilakukan oleh
saja, ada yang berdalih untuk seluruh sekolah yang ada di
membuka lahan pertanian. Indonesia. Setelah ulangan
usai, kertas-kertas tersebut
Kertas yang banyak dipakai terbuang begitu saja.
di sekolah, perkantoran, atau Sebagian berakhir di tukang
di mana saja bahan bakunya gorengan untuk bungkus
dari kayu. Walaupun ada dagangannya.
aturan mengenai reboisasi
bagi pabrik kertas, tapi Ini baru membicarakan
kebutuhan kertas luar sekolah, angkanya sungguh
biasa. Penggunaan kertas fantastis. Belum lagi di
yang tidak efisien ikut andil perkantoran dan media-
dalam ketidakseimbangan media cetak. Dapat
lingkungan hidup secara dibayangkan betapa
tidak langsung. banyaknya penggunaan
kertas yang setelah itu
Banyak sekali penggunaan menjadi sia-sia. Ingat, bahan
kertas di sekolah-sekolah baku kertas tadi adalah kayu-
atau perkantoran yang kayu yang ada di hutan.
tidak efisien. Di sekolah,
buku teks tiap tahun harus Kini, penggunaan kertas
diganti, sementara yang lama mulai berkurang karena
belum rusak. Seharusnya, banyak yang memanfaatkan
buku itu masih bisa dipakai teknologi. Media cetak
oleh adik-adiknya. Kegiatan perlahan-lahan sudah
ulangan juga turut andil. merambah media online.
Kertas ulangan, baik harian, Dengan cara seperti itu,
semester, atau tahunan terus biaya produksi lebih efisien.
bertambah. Perguruan tinggi juga
sudah mulai secara perlahan
Dapat dibayangkan jumlah menggunakan paperless
pemakaian kertas untuk terutama waktu pendaftaran,
ulangan yang diadakan oleh sudah online. Kemudian,
sekolah. Misal saja ulangan sekolah-sekolah sudah
semester dikali jumlah siswa, bergerak meninggalkan
dikali jumlah mata pelajaran, penggunaan kertas,
dikali dengan jumlah lembar terutama pada ujian akhir
setiap mata pelajaran, dan tahun atau Ujian Nasional.
dikali dengan 2 semester.
Wow angka yang fantastis! Ujian Nasional sudah
Itu baru berlaku untuk mulai digerakkan secara
satu sekolah. Bayangkan online atau sering disebut
MG | Majalah Literasi Indonesia
ARTIKEL 317
OPINI
MG
JANUARI
2021
dengan Computer Based akhirnya, penggunaan kayu
Test (CBT). Beberapa sekolah sebagai bahan baku kertas
di kota-kota besar sudah semakin berkurang, alam
menerapkan ulangan harian terjaga, dan lingkungan
dan ulangan semester tidak hidup terselamatkan.
lagi berbasis kertas, tetapi
sudah berbasis komputer. Mari konsisten mengurangi
Bahkan, tugas-tugas pun pemakaian kertas yang sia-sia.
dikirim melalui surel. Sekolah-sekolah dan serta
perguruan tinggi mulailah
Sungguh suatu gerakan menerapkan CBT demi
nyata yang luar biasa. menjaga lingkungan hidup.
Dengan menggunakan CBT, Dengan kegiatan tersebut,
penggunaan kertas yang hutan Indonesia yang
sia-sia dapat dikurangi dan merupakan paru-paru dunia
biaya operasional sekolah dapat terselamatkan untuk
pun dapat ditekan. Pada anak cucu di kemudian hari.n
Majalah Literasi Indonesia | MG
318 ARTIKEL
OPINI
MG
JANUARI
2021
LITERASI,
HARGA MATI!
Oleh: Wiwik Puspitasari, M.Pd
RA Jasmine Islamic Kota Medan
“Bacalah dengan (menyebut) nama
Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah
menciptakan manusia dari segumpal
darah. Bacalah dan Tuhanmulah Yang
Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia)
dengan perantara kalam. Dia mengajarkan
kepada manusia apa yang tidak
diketahuinya.” (Qs. Al-‘Alaq 1-5)
MG | Majalah Literasi Indonesia
ARTIKEL 319
OPINI
MG
JANUARI
2021
Sebagai guru Anak usia dini masih
pendidikan anak dalam tahap perkembangan
usia dini (PAUD), pra operasional. Mereka
saya meyakini suka mendengarkan cerita,
bahwa ayat di atas membaca gambar, hingga
merupakan penghargaan akhirnya menceritakan
tertinggi bagi siapa pun kembali dengan bahasanya.
yang bergelar orang tua Dari situlah kesenangan
dan guru. Mengajak anak membaca akan muncul.
mencintai literasi sesuai Setelah cinta membaca,
minatnya adalah tujuan dia akan mulai menuliskan
utama. Allah memberikan bentuk huruf yang dilihatnya
ilmu bagi semua hamba dengan meniru. Itulah
yang dicintai-Nya. Bayangkan mengapa buku anak usia
saat kita mengajarkan satu dini selalu full colour dan
kalimat saja kepada anak tulisannya berukuran besar.
dengan benar. Bukankah Semua punya makna. Namun
itu suatu tindakan untuk sayang, gerakan literasi sejak
mendukung literasi yang dini ini kurang didukung
termaktub dalam Al- dengan lingkungan yang
Qur’an? Sungguh merinding tercipta disekitar anak.
membayangkannya.
Ada pun yang menjadi
Literasi sejak dini, kendala akan penulis
merupakan hal penting uraikan berikut ini. Pertama,
yang harus menjadi bagian ayah dan bunda sudah
dalam dunia pendidikan jarang membacakan
bangsa ini. Mengenalkan cerita, lebih suka memberi
anak dengan berbagai bahan gawai pada anaknya.
bacaan dan mengajak anak Kedua, anak lebih sering
mencintai buku adalah diajak ke pusat permainan
keharusan. Lingkungan dan jarang ke toko buku.
memiliki peran utama untuk Ketiga, tidak adanya
bisa menumbuhkan minat contoh teladan dari orang
baca tulis bagi anak usia dini. tua yang cinta membaca
Semua dimulai dari keluarga, dan menulis, malah lebih
bekerja sama dengan akrab dengan gawainya.
lembaga PAUD yang ada. Keempat, guru yang tidak
Dengan apa? Membacakan memilki kemampuan
cerita! bercerita, sehingga anak
Majalah Literasi Indonesia | MG
320 ARTIKEL
OPINI
MG
JANUARI
2021
merasa kegiatan bercerita anak. Menjadi teladan yang
membosankan. selalu siap menjembatani
anak saat mereka
Keempat hal di atas membutuhkan jawaban
menjadikan gerakan literasi terhadap keingintahuannya.
sejak dini dilakoni bagai Niscaya, anak akan tumbuh
hidup segan mati tak mau. menjadi literat sejati.
Anak dipaksa bisa membaca,
sementara lingkungannya Literasi harga mati, jika
tidak ditata. Anak diminta kita menyadari, tak ada
mau menulis. Namun yang akan terjadi di negeri
rangsangan perkembangan ini tanpa kemampuan
ke arah itu tidak maksimal. membaca dan menuliskan
Jika ada kegiatan membaca kembali apa yang telah
di lembaga PAUD, masih kita lalui. Demikian juga
banyak yang salah kaprah. dengan memutuskan untuk
Penulis sering miris mendidik anak sejak dini
menyaksikan anak usia dini menyelami dunia literasi.
dipaksa membaca hingga Sudah saatnya orang tua
menangis berlinang air mata. kembali pada fitrahnya
Bagaimana dunia literasi sebagai teladan yang
akan terasa indah dimatanya. sesungguhnya. Tak ada yang
Jika pengalaman membaca mampu menggantikan
dan menulis sudah membuat orang tua, demikian juga
mereka terluka. tak ada yang mampu
menggantikan guru. Kini
Agar anak mencintai semua kembali pada kita.
buku, dimulai dengan Sebab tak ada yang abadi,
gerakan membacakan selain sebuah tulisan yang
cerita di rumah. Lembaga bermanfaat. Untuk mampu
PAUD mengajak orang menulis harus lebih dulu
tua untuk menciptakan mahir membaca. Saya sangat
lingkungan yang membuat yakin kita sepakat, literasi
anak mencintai kegiatan harga mati bagi siapa pun
membaca dan menulis yang ingin abadi. n
sesuai usianya. Menegakkan
kembali rambu-rambu
pembelajaran di PAUD yang
menyenangkan dan jauh dari
pelaksanaan sistem drill yang
merusak susunan syaraf otak
MG | Majalah Literasi Indonesia
ARTIKEL 321
OPINI
MG
JANUARI
2021
Pendidikan Karakter Membina
Akhlak Peserta Didik
Oleh: Irawati, S.Pd., M.M.Pd.
Kepala SDN 04 Sikabu Kabupaten Agam, Sumatra Barat
Pendidikan dan melekat erat dalam setiap
pengajaran individu. Apabila ada yang
adalah dua hal mempunyai perilaku jelek
yang tak bisa akan dicap sebagai orang
dipisahkan. Ibarat yang tidak berkarakter.
dua mata pisau yang sangat
diperlukan. Pada institusi Sebenarnya karakter itu
formal seperti sekolah pakaian masyarakat. Namun,
dasar juga melaksanakan fenomena sekarang sangat
hal tersebut. Salah satunya jauh dari yang diharapkan.
pendidikan karakter. Karakter Mungkin ini pengaruh nega-
merupakan ciri khas yang tif dari era globalisasi dan era
digital. Peserta didik sudah
Majalah Literasi Indonesia | MG
322 ARTIKEL
OPINI
MG
jarang memakai kato nan
JANUARI ampek, yaitu kato mandaki,
2021 mandata, malereang, dan
manurun.
kan semua aturan yang
Kato mandaki digunakan harus kita ikuti. Mulai dari
untuk orang yang lebih tutur kata, perilaku, dan
tua. Maksud kato manda- hubungan sesama makhluk
ki adalah tutur kata yang ciptaan-Nya. Perilaku yang
dipakai harus lemah-lembut diharapkan adalah perilaku
dan sopan. Kato mandata berkarakter yang lahir dari
digunakan kepada orang pembiasaan, kemudian jadi
yang sebaya dengan kita. kebiasaan.
Kato malereang digunakan
kepada orang yang disegani, Pemerintah Indonesia juga
seperti kepada urang memasukkan karakter ini ke
sumando. Sedang- dalam program pendidikan
kan kato manurun yang disebut dengan pen-
digunakan kepada guatan pendidikan karakter
orang yang lebih
kecil dari kita. (PPK). Melalui program
ini sedikit demi se-
Saat ini banyak dikit akan mengu-
anak yang berbic- bah karakter yang
ara kepada orang sudah melekat
tuanya seperti bicara pada peserta di-
dengan teman sebaya. dik. Setiap harin-
Bahkan yang lebih parahn- ya peserta didik
ya orang tua membiarkan diajak, dirangkul,
perilaku anaknya. Sebagian
orang tua merasa bang- dan dibiasakan hidup
ga kalau anaknya lancang. berkarakter.
Bahkan ada juga sebagian Kenyataan yang kita lihat
dari meraka menganggap pada saat ini tidak jauh dari
berkata kotor merupakan yang telah diuraikan di atas.
suatu kepintaran yang di- Masih ada peserta didik yang
tunjukkan oleh anak. Mereka bertemu dengan gurun-
lupa bahwa hidup sebagai ya seolah-olah tidak kenal.
masyarakat Minangkabau Bertutur kata dengan teman
mempunyai dua pedoman, sangat tidak enak didengar.
yaitu adat basandi syarak, Suka berkata-kata kasar,
syarak basandi kitabullah. tidak hormat kepada orang
tua, tidak jujur, suka berke-
Dalam Al-Qur’an dijelas- lahi, merusak lingkungan
sekolah, dan sering mening-
galkan salat.
Untuk mengatasi masalah
tentang budi pekerti atau
MG | Majalah Literasi Indonesia
ARTIKEL 323
OPINI
MG
positif seorang anak. Keluar-
ga adalah madrasah pertama JANUARI
bagi mereka untuk mem- 2021
peroleh ilmu. Oleh sebab itu,
yang lazim disebut karakter kepala sekolah melibatkan
peserta didik, salah satun- semua unsur dalam mener-
ya dengan memasukkan apkan pendidikan karakter
penguatan pendidikan karak- ini. Mulai dari guru, pegawai,
ter pada kegiatan belajar. bahkan bekerja sama dengan
Pendidikan karakter adalah orang tua dan masyarakat.
menumbuhkembangkan
kebiasaaan dan perilaku yang Apabila sebuah keluarga
baik, serta aplikasinya dalam mempunyai karakter yang
kehidupan sehari hari. baik, langsung tertular kepa-
da anak. Sebaliknya, apabila
Menurut Zubaedi (2005: 4), sebuah keluarga memiliki
“Pendidikan karakter mer- karakter yang kurang baik,
upakan pendidikan nilai- juga akan menular kepada
nilai luhur yang berakar dari anaknya. Hal tersebut penulis
agama, adat istiadat, dan bu- ungkap berdasarkan fakta
daya dalam rangka mengem- yang penulis temui di lapan-
bangkan kepribadian peserta gan. n
didik menjadi manusia yang
baik.”
Agus (2017:194) juga me-
ngungkapkan, seseorang
dikatakan memiliki karakter
manakala ia dapat merefleksi
nilai-nilai kebajikan dalam di-
rinya dalam bertingkah laku.
Berawal dari pendidikan
agama, pendidikan karakter
juga bisa dilakukan. Melalui
budaya yang diajarkan oleh
lingkungan atau orang tua
sejak mereka kecil. Se-
bagaimana yang kita ketahui
pendidikan agama, adat
istiadat, dan budaya pertama
kali diperoleh seorang anak
adalah dari keluarga.
Zubaedi (2005: 10) menga-
takan bahwa pembiasaan
dan penanaman akhlak
mulia dari dalam keluarga
akan membentuk karakter
Majalah Literasi Indonesia | MG
KARYA 325
FOTO
MG
WASTAFELKU
SEBAGIAN DARI JANUARI
IKHTIAR SEHAT 2021
Salah satu pencegahan yang dinilai paling efektif dalam
menahan penyebaran Covid-19 adalah dengan rajin
mencuci tangan. Nah, sebagai upaya membiasakan rajin
cuci tangan dalam setiap kesempatan, peserta kelas
Majalah Literasi ke-4 mencoba mengambil berbagai
sudut pandang tempat cuci tangan di sekitar.
PRAKTIS DAN EKONOMIS: Pandemi Covid-19 memantik kreativitas warga.
Wastafel di SD Negeri 1 Wanayasa ini adalah contohnya. Wastafel yang terbuat
dengan bahan-bahan sederhana tetapi tidak mengurangi nilai manfaat dalam
memelihara kesehatan warga sekolah. Terpasang rapi, berjajar dengan jarak 1
meter di dinding pagar sekolah. Praktis dan ekonomis. (PAK OMANK)
Majalah Literasi Indonesia | MG
326 KARYA
FOTO
MG
JANUARI
2021
Bilqis Gaya Hasanah:
Menjaga Kebersihan:
Salah satu wastafel
yang terdapat di
halaman belakang
kampus 2 SD
Muhammadiyah
Metro Pusat. Wastafel
berbahan batu ini
dapat dimanfaatkan
oleh seluruh warga
sekolah.
Dewi Rochmana:
Tempat cuci tangan darurat
di halaman SMAN 1 Puncu
Kabupaten Kediri. Tempat
cuci tangan darurat ini
terbuat dari plastic, tong
sampah yang di modif
dengan air yang di tampung
corong yang di arahkan ke
selokan, agar tidak terjadi
percikan kemana-mana.
Tempat cuci tangan ini
dilengkapi dengan sabun
cair yang di pergunakan
warga sekolah ketika keluar
masuk lingkungan sekolah.
Tempat cuci tangan ini di
gunakan untuk mencegah
penyebaran virus Covid-19
yang sekarang masih
menyebar.
Foto ini di ambil pada
tanggal 17/10.2020 pada
pukul 15.50 di halaman
SMAN 1 Puncu, kediri,
dengan menggunakan HP.
MG | Majalah Literasi Indonesia
KARYA 327
FOTO
MG
JANUARI
2021
Diyah Eko Adi:
Menjaga Kebersihan dan Keindahan:
Salah satu wastafel yang ditempatkan di depan ruang guru SAMMN 1 Kramat
Kabpaten Tegal. Wastafel berbahan batu ini dilengkapi dengan sabun cair yang
bisa dimanfaatkan setiap warga atau tamu yang akan masuk ke ruang guru
SMAN 1 Kramata.
Majalah Literasi Indonesia | MG
328 KARYA
FOTO
MG
JANUARI
2021
Dra Anisah:
Merah dan putih, itulah warga wastafel hasil bidikan lensa kamera Dra Anisah.
Sangat menarik dan kontras. Wastagel ini juga dilengkapi dengan sarana
otomatisasi sehingga cukup memudahkan bagi yang ingin menggunakannya.
MG | Majalah Literasi Indonesia
KARYA 329
FOTO
MG
Dwi Arsih:
Ada beberapa tempat cuci tangan JANUARI
dibuat di SMA Negeri 1 Ulujami 2021
Pemalang, Jawa Tengah. Inilah salah
satunya.
Endah Gita:
Wastafel karya foto Endah Gita ini
diambil di lingkungan sekolah tempat
dia mengajar.
Eny Khusnul Hartati:
Salah satu wastafel yang terletak di
depan ruang guru SMAN 1 Kramat
Kab. Tegal, Jawa Tengah.
Eri Ta:
Wastafel ini terletak di dapur, terbuat
dari stainless steel, dilengkapi
dengan sabun cair cuci tangan, ini
dipergunakan untuk cuci tangan
sekeluarga, sejak masa pendemi ini
mencuci tangan menjadi rutinitas
dan kebiasaan.
Majalah Literasi Indonesia | MG
330 KARYA
FOTO
MG
JANUARI
2021
Fitria Gustina:
Foto wastafel di tepian pantai
ini cukup elok secara visual dan
kemanfaan.
Fuzidri: Halifah:
Salah satu wastafel yang terletak di Wastafel ini berada di halaman
depan rumah milik pribadi. Wastafel sekolah SDN Dukuhmencek 03
ini terbuat dari stenlis siap pakai, Jember Jawa Timur. Pengadaan
dilengkapi dengan sabun cuci tangan, Wastafel ini dari Pemerintah Daerah,
yang dapat digunakan oleh semua sebagai persiapan New Normal.
orang yang akan memasuki rumah Jumlah wastafel ada 17, diharapkan
pemiliknya. Ini merupakan salah setiap murid tidak akan terlalu lama
satu upaya mencegah virus Corona antri cuci tangan sebelum masuk
terutama bagi pemilik rumah.
kelas.
MG | Majalah Literasi Indonesia