The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Fataty Maulidiyah, 2021-01-17 07:29:53

Majalah Literasi Media Guru Indonesia

E-Book
Majalah Literasi Edisi-5

Keywords: Media Guru,Literasi,Pendidikan,Guru Penulis

ARTIKEL 245
OPINI
MG

JANUARI
2021

Yang paling menonjol adalah masuk televisi. Keren, bukan? Di
konten pornografi. Sampai sisi lain sebuah adegan ditirukan
kini pun belum ada solusi bagi oleh anak-anak kecil, remaja,
penonton ataupun pelaku. dewasa, bahkan orang tua yang
Kenapa demikian? Apakah berujung pada hal-hal yang
penyebabnya? Lemahkah tidak diinginkan. Tak sedikit yang
hukum kita? Atau perlu melanggar norma. Mereka hanya
diperketat pasal-pasalnya? Atau meniru-niru saja.
hukum tidak mempan bagi
oknum-oknumnya? Beberapa contoh video yang
sangat tidak mendidik. Video
Masalah berjalan, pembicaraan dua orang naik sepeda kemudian
dan pembahasan terus dilakukan tabrakan dan menghasilkan
dan hukum pun sudah ketat tontonan yang lucu dan seru.
diberlakukan. Hal tersebut Menimbulkan bahan tawa.
sangatlah mengganggu Video yang dianggap seru juga
kehidupan. Terutama di bidang diperlihatkan oleh seorang
pendidikan sebagai sektor wanita yang menggunakan
yang paling berpengaruh daster. Dengan spontan naik
dalam menciptakan generasi panggung hiburan dan ikut
penerus bangsa yang berkualitas menari. Penonton menjadi
dan bermartabat. Namun, di tertawa ketika sang wanita
sana-sini masih saja ditemui tersebut jatuh terjungkal
permasalahan. dan memperlihatkan bagian
privasinya, bagian yang tak boleh
Dalam pembahasan ini, terlihat.
penulis menyoroti masalah ide
pokok informasi terkini bertema Ada lagi video pengendara
viral. Apa, mengapa, dan sepeda atau sepeda motor
bagaimana viral berpengaruh yang heboh karena masuk
terhadap perkembangan jurang, menabrak kerbau, atau
pendidikan bagi generasi kita. menabrak penjual bakso. Serta
Mari kita mulai dengan beberapa banyak lagi video-video lain
ilustrasi berikut. yang bertebaran di media sosial
bahkan di televisi.
Sebagai contoh, sebuah
video tayang di IG, FB, Twiter, Yang menggelitik pikiran
Like, Tiktok, Messengger, atau saya adalah video tersebut
Telegram. Video tersebut memang tidak semua berbau
mendapatkan follow atau like pornografi atau bertentangan
yang sangat banyak. Bahkan dengan SARA. Tapi, dari
mencapai ribuan hingga jutaan. segi manfaatnya, hanya
Alhasil, pemerannya menjadi menghibur, bukan? Karena
tenar dan terkenal, bahkan hal demikian menjamurlah

Majalah Literasi Indonesia | MG

246 ARTIKEL
OPINI
MG

JANUARI
2021

sejenisnya. Semuanya tak kalah
serunya, bukan? Dan dilihat dari
visi dan misinya jelas berbeda.
Jika kita renungkan secara
dalam, keseruan oleh sesuatu
yang viral di media sosial, hanya
untuk hiburan saja. Hal ini sangat
berpengaruh kepada pendidikan.
Terutama bagi para generasi
penerus. n

kegiatan pembuatan rekaan
video. Bersaing seru-seruan
demi mendapatkan like
yang banyak. Kemudian jadi
bahan pembicaraan, bahan
perbincangan, bahkan diundang
di salah satu stasiun televisi.

Sekali lagi saya bertanya,
manfaatnya apa? Kadang hal
buruk bisa menjadi akibatnya.
Makin menggelitik jika saya
nilai dari kaca mata agama, ada
pahalanya? Lantas bagaimana
dengan para generasi penerus
yang menontonnya? Adakah
manfaatnya, tidak adakah
resikonya?

Lain halnya dengan keseruan
yang berbau pengetahuan?
Misalnya: Bolang, Mancing
Mania, Jejak si Gundul, Sang
Pawang, dan tontonan

MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 247
OPINI
MG

JANUARI
2021

BELAJAR
DARING
ANTI GARING

Oleh: Nurzaitun, S.Pd.I.

Pembelajaran dalam Information Technology (IT).
jaringan yang Jangankan mengotak-atik
disebut daring laptop, mengotak-atik HP
mulai viral di saat saja tak bisa. Karena tuntutan
pandemi covid-19. keadaan, penggunaan HP
Bukan perkara mudah sebatas bisa telepon dan sms
belajar dalam jaringan saja.
(daring). Butuh ilmu untuk
menjalankannya. Karena Dengan adanya pandemi
tidak semua guru paham covid-19 ini, para guru yang
kurang faham Information

Majalah Literasi Indonesia | MG

248 ARTIKEL
OPINI
MG

JANUARI
2021

Technology (IT), bersusah- Guru harus bisa mengambil
payah mencari guru hati para murid bahkan wali
dadakan untuk mengajari murid untuk tetap betah
dirinya berbagai macam menerima pembelajaran
ilmu tentang Information daring ini. Komunikasi yang
Technology (IT). Ha ini supaya lancar dengan wali murid,
pembelajaran dalam jaringan sangat membantu proses
(daring) nantinya berjalan pembelajaran. Akan tetapi,
lancar sesuai deadline yang kalau silaturahmi tidak
sudah ditetapkan oleh pihak dijaga dengan baik, maka
sekolah. pembelajaran daring tidak
akan maksimal.
Seperti dalam peribahasa
dikatakan,: “Ala bisa karena Usaha seorang guru untuk
biasa”. Sesuatu ituakan bisa mencerdaskan anak bangsa
dilakukan jika kita terbiasa luar biasa perjuangannya.
melakukannya. Sewaktu Terkadang, anak kandung
pembelajaran dalam jaringan sendiri lupa dikasih
(daring) dimulai, guru juga makan. Perut kosong tidak
dituntut untuk kreatif. dihiraukan lagi demi anak
Sehingga para siswa tidak pertiwi sukses di kemudian
jenuh dan bosan dengan hari.
materi dan metode itu-itu
saja. Proses kegiatan belajar
mengajar (KBM) di sekolah

MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 249
OPINI
MG

JANUARI
2021

akan lebih mudah kita lancar. Selain itu, kendala
laksanakan jika bisa yang dihadapi adalah paket
berinteraksi langsung. data habis. Belum lagi
Dengan itu, guru bisa persoalan status keluarga
melihat ekspresi siswa ketika yang tidak semuanya berasal
proses belajar-mengajar. dari keluarga yang mampu
Akan tetapi, proses belajar dari segi finansial. Banyak
daring membutuhkan energi wali murid yang mengeluh.
berlipat ganda dibandingkan Jangankan untuk beli paket
pembelajaran langsung di data, untuk makan sehari-
sekolah. Setelah memberikan hari saja tidak cukup.
materi lewat ponsel atau
laptop, guru memeriksa lagi Persoalan tersebut harus
jawabannya. Benar-benar dipertimbangkan. Masalah
membutuhkan waktu ekstra tersebut dapat disiasati
dan memeras tenaga. dengan keadaan yang ada.
Langkah pertama, tidak
Belum lagi setelah harus kejar target untuk
memeriksa tugas yang menuntaskan semua materi
dikirimkan oleh siswa lewat yang ada di dalam buku
WA. Pada hari pertama, paket. Akan tetapi, yang
ditambah lagi dengan terpenting adalah anak
dikejar deadline untuk didik paham apa yang
video atau tutorial untuk disampaikan walaupun itu
tugas besoknya. Terkadang hanya sebagian dari materi
mencapai dua puluh empat yang dituntaskan. Kedua,
jam memeriksanya. Tidur jangan membuat video
tak menentu lagi, pikiran atau tutorial yang terlalu
tak karuan. Pokoknya tugas panjang yang menyebabkan
selesai dan anak didik puas boros kuota internet. Ketiga,
serta menyenangkan belajar sampaikan materi dengan
secara daring bersama kita. singkat, padat, dan jelas
agar siswa cepat tanggap
Banyak halangan dan paham apa yang kita
dan rintangan yang sampaikan. Terakhir, buatlah
menghadang. Terkadang suasana pembelajaran yang
terkendala dengan sinyal HP hidup dan menyenangkan.n
yang tidak stabil. Kemudian
harus mencari lokasi atau
daerah yang sinyal HP-
nya bagus dan kuat agar
pembelajaran berjalan

Majalah Literasi Indonesia | MG

250 ARTIKEL
OPINI
MG

JANUARI
2021

MEMILIH

BERGERAK SENDIRI
DARIPADA DIGERAKKAN

Oleh: Pardi S. Salama
Penggiat Literasi dan Kepala Sekolah SD Inpres Lemusa,

Pargi Moutong

Pada 10 Maret 2020, sesuai dengan ketentuan
Kemendikbud yang ditetapkan. Organisasi-
meluncurkan organisasi yang lolos tersebut
program organisasi akan diberikan bantuan dana
penggerak bervariasi. Bantuan dana
yang merupakan bagian tersebut dibedakan atas tiga
dari kebijakan merdeka kategori.
belajar. Kebijakan yang
dicetuskan oleh Menteri Pertama, kategori gajah.
Nadiem Makarim ketika Akan mendapatkan
dilantik sebagai nakhoda di dukungan dana maksimal
Kemendikbud. Rp20 miliar per tahun
dengan sasaran lebih dari
Sejak awal peluncurannya, 100 sekolah jenjang PAUD,
Program Organisasi SD, dan SMP. Kedua, kategori
Penggerak (POP), menarik macan. Akan mendapatkan
perhatian banyak kalangan. dukungan dana maksimal
Khususnya bagi dunia Rp5 miliar per tahun dengan
pendidikan dan bisnis. sasaran 21-100 sekolah
Karena besarnya biaya yang jenjang PAUD, SD, dan SMP.
dihabiskan yaitu mencapai Ketiga, kategori kijang. Akan
595 miliar per tahun. mendapatkan dukungan
dana maksimal Rp1 miliar per
Untuk organisasi tahun dengan sasaran 5-21
penggerak yang lolos dan sekolah jenjang PAUD, SD,
memenuhi persyaratan serta

MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 251
OPINI
MG

JANUARI
2021

dan SMP. kucuran dana yang sangat
Organisasi penggerak tidak besar tersebut. Bahkan,
berbagai cara ditempuh
hanya untuk organisasi besar dalam rangka memenuhi
atau organisasi yang telah ketentuan yang ditetapkan
berjalan dan bergerak saja. Program Organisi Penggerak
Namun, organisasi kecil dan (POP).
baru yang memiliki ide-ide
terhadap pembelajaran Ada apa dengan Program
di sekolah juga bisa Organisasi Penggerak
berkontribusi. sehingga tiga organisasi
besar yang telah lama
Maka, organisasi-organisasi berkontribusi memajukan
yang ada berbondong- pendidikan di negeri ini
bondong mendaftarakan menyatakan mundur dan
diri sebagai peserta. Dengan memilih bergerak sendiri?
harapan akan mendapatkan

Majalah Literasi Indonesia | MG

252 ARTIKEL
OPINI
MG

JANUARI
2021

Pada awal Juli 2020, setelah digunakan untuk membuat
beberapa bulan proses program perbaikan nasib
seleksi dan penjaringan dan menyelamatkan guru-
berlangsung. Sebuah artikel guru honorer yang telah
di blog Gurusiana, yang lama menjerit dan menanti
ditulis oleh CEO MediaGuru, kepastian. Di sisi lain, masih
memuat tentang mundurnya banyak sekolah-sekolah
dua organisasi besar yang sangat membutuhkan
dari Program Organisasi perhatian khusus dari
Penggerak. Dengan pemerintah pusat.
pertimbangan, kedua Infrastuktur yang masih
organisasi ini telah lama sangat jauh dari kata layak
bergerak dan membantu di daerah-daerah tertinggal
kemajuan pendidikan dan persoalan lainnya
di Indonesia sehingga yang lebih penting dan
sangat tidak pantas jika perlu diutamakan daripada
disandingkan dengan membiayai organisasi yang
organisasi lainnya yang belum tentu akan membawa
notabene masih baru. pengaruh positif bagi
Bahkan, ada yang di luar kemajuan pendidikan di
organisasi pendidikan. Indonesia.

Kemudian disusul oleh Maka, sudah selayaknya
PGRI yang juga ikut mundur Program Organisasi
dari POP pada 24 Juli 2020. Penggerak dievaluasi
Dengan pertimbangan sehingga tidak menjadi
yang sangat masuk polemik dan tanda tanya
akal. Dana yang sangat besar bagi masyarakat.
besar yang dialokasikan Hal ini dikarenakan di
untuk program organisasi dalamnya disinyalir memiliki
penggerak akan sangat muatan bisnis dan hanya
bermanfaat jika digunakan menguntungkan sebagian
untuk membantu siswa, orang saja. Organisasi
guru honorer, dan untuk penggerak seharusnya
keperluan infrastruktur di bisa menyelamatkan dunia
daerah 3T dalam menunjang pendidikan di Indonesia
pembelajaran jarak jauh di tanpa adanya muatan bisnis.
masa pandemi saat ini. n

Memang lebih pantas dana
yang sangat besar tersebut

MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 253
OPINI
MG

JANUARI
2021

LABA RUGI
PEMBELAJARAN

JARAK JAUH

Oleh: Rian Ananta, S.T.P., M.P.
Pendidik dan Peneliti Pendidikan

Majalah Literasi Indonesia | MG

254 ARTIKEL
OPINI
MG

JANUARI
2021

Sejak berlakunya bagi sekolah lain. Yaitu
new normal di melaksanakan live streaming
Kota Padang, geliat untuk menyambut siswa
kehidupan semakin baru. Kegiatan ini diawali
kentara. Sebelumya dengan tes minat dan bakat
jalan-jalan utama bagaikan secara online, penerimaan
situasi menyambut hari siswa baru, dan diakhiri
raya. Namun, saat ini sepi. dengan sistem belajar jarak
Membuat siapa saja enggan jauh.
keluar rumah jika tidak
ada keperluan yang terlalu Sebagai pegiat pendidikan
penting. Kondisi seperti ini saya mempunyai pandangan
telah berlangsung kurang sendiri akan hal ini. Ada
lebih 3 bulan. Manusia laba dan rugi dalam setiap
yang identik dengan segala persoalan. Pertama, sistem
aktivitas dipaksa meredam belajar daring menghasilkan
kesibukan dengan berdiam efisiensi. Ya, belajar hanya
diri di rumah masing-masing. membutuhkan kondisi
guru di depan laptop.
Meski ada terlintas sedikit Menyampaikan materi
ragu, kebijakan new normal tanpa harus terlihat secara
membuka tabir rindu para keseluruhan. Otomatis biaya
pegiat pendidikan. Terutama yang diperlukan hanya untuk
anak sekolah dan guru yang terlihat saja. Cukup
agar dapat melaksanakan pakai bedak tipis dipadu
sistem pembelajaran seperti jilbab yang relevan namun
sebelumnya. Namun, bawahan masih daster.
keinginan itu harus ditekan
lagi karena wilayah Kota Tidak ada yang protes
Padang di zona oranye. Yang karena sudah memenuhi
boleh tatap muka langsung kebutuhan siswa belajar.
hanya wilayah zona hijau. Hal ini menghemat biaya
Untuk zona kuning dan rumah tangga untuk listrik,
oranye sistem belajarnya air, laundry, waktu, dan
adalah dalam jaringan tenaga. Sementara, ruginya
(daring). boros paket data. Banyak
wali murid mengeluh karena
Berdasarkan hal itu SMKN rengekan putra-putrinya
9 Padang, mengambil untuk tambahan biaya beli
kebijakan yang juga menjadi pulsa agar proses belajarnya
proyek percontohan tercapai. Sementara anak-

MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 255
OPINI
MG

JANUARI
2021

anak mereka tidak hanya situasi belajar siswa yang
satu dua orang saja. sesungguhnya. Sekaligus
dapat mengambil tindakan
Yang kedua, sistem pengayaan ataupun
belajar daring memberikan bimbingan jika diperlukan.
efektivitas. Soal-soal Hasilnya 80% mendekati
ujian tidak lagi dicetak kebenaran.
dalam jumlah besar yang
berpengaruh kepada Pendidik bisa berkaca
RAPBS. Sekolah tidak akan terhadap proses sukses
mengeluarkan uang berupa tidaknya cara mengajar
biaya penggandaan soal, yang berdampak langsung
panitia, guru pengawas, kepada kepuasan batin. Dari
persiapan sarana, dan sisi siswa, bisa membangun
prasarana ujian. kepribadian tangguh
lewat interaksi sosial yang
Siswa cukup dari memberi pengaruh positif
kamar masing-masing dalam perkembangannya.
melaksanakan ujian Hal ini menjadi modal
tesebut. Nanti jawaban akan dalam menghadapi masa
langsung terkirim beserta depan. Hidup adalah siklus
nilai. Menyoal ketepatannya, pergantian yang selalu
dinilai oleh guru bidang berulang. Sebagaimana
studi dan diteruskan ke malam selalu berganti
wali kelas. Namun, di sisi siang. Semoga keadaan
lain tingkat orisinalitas hasil ini mengantarkan kepada
ujian masih diragukan. kondisi baru yang lebih
Karena pemantauan tidak baik dari sebelumnya.
sampai sejauh itu. Siapa Kuncinya, selalu tetap
saja bisa menjawab asalkan dalam kesabaran dan
tahu token ujian tersebut. nasihat-menasihati dalam
Tentunya, bukan hal ini yang kebenaran. Amin. n
diharapkan oleh guru.

Sebagai seorang
pendidik, saya lebih
menyukai cara belajar
tatap muka. Pengukuran
terhadap keberhasilan
lebih akurat. Dengan
waktu yang lebih luas guru
bisa mendeskripsikan

Majalah Literasi Indonesia | MG

256 ARTIKEL
OPINI
MG

JANUARI
2021

MODEL DARING
YANG KOMPAK

Oleh: Rita Suryetni, S. Pd., M. Pd.

Kegiatan Apakah peserta didik sudah
pemberian memperoleh haknya untuk
pelayanan menerima pembelajaran
pendidikan di yang bermakna seperti yang
masa darurat diharapkan?
covid-19 masih berlangsung
hingga saat ini. Pelayanan Apa pun bentuk
pendidikan terhadap perubahan, biasanya ada
peserta didik berupa dampak yang akan dialami.
sistem pembelajaran Begitu pula dengan kondisi
dalam jaringan (daring) praktik pembelajaran
dan luar jaringan (luring). di satuan pendidikan.
Sistem ini dianggap solusi Beberapa permasalahan
memenuhi hak peserta yang dihadapi misalnya
didik agar tetap bisa belajar. keterbatasan kemampuan IT
guru, keterbatasan fasilitas

MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 257
OPINI
MG

JANUARI
2021

yang dimiliki peserta didik, pemahaman serta pelatihan
kejenuhan peserta didik, dan singkat tentang platform
kesiapan orang tua dalam pengajaran online kepada
pendampingan belajar anak gurunya.
di rumah.
Ada pun pembelajaran
Memasuki masa jarak jauh yang harus
kenormalan baru, sekolah dipraktikkan guru
diharapkan dapat adalah bagaimana guru
mempersiapkan diri dalam mampu melaksanakan
menjalani masa pandemi pembelajarannya yang
ini. Sesuai dengan kondisi bermakna. Kemudian
daerahnya masing-masing. peserta didik merasa tidak
Ada yang sudah boleh tertekan menerima pesan
tatap muka (TTM). Ada pula pembelajaran dari gurunya.
yang masih menggunakan Peserta didik merasa ikhlas
sistem belajar dari rumah dan bahagia dalam proses
(BDR). Untuk lebih mewarnai belajarnya.
pembelajaran jarak jauh
agar lebih bermakna, maka Mengawali tahun
satuan pendidikan harus pelajaran baru, beberapa
melakukan evaluasi dan hal yang dilaksanakan oleh
memiliki strategi yang lebih sekolah adalah mendampingi
baik dari sebelumnya. komite sekolah. Sosialisasi
kepada orang tua tentang
Kepala sekolah sebagai
pemimpin dalam
pembelajaran, sangat
diharapkan gerak cepatnya
dalam berkoordinasi dan
berdiskusi dengan komite
dan seluruh personel di
sekolah. Hal ini dilakukan
dalam menyikapi segala
aturan dalam menjalani
program pembelajaran.
Sebagai langkah awal, kepala
sekolah harus memberi
semangat kepada semua
guru, siswa, dan orang tua.
Kepala sekolah harusnya
juga bisa memberikan

Majalah Literasi Indonesia | MG

258 ARTIKEL
OPINI
MG

JANUARI
2021

pelaksanaan belajar dari terwujud.
rumah BDR. Tidak lupa, Sedangkan yang belajar
pembentukan grup khusus
orang tua secara berjenjang. secara luring, pihak sekolah
Tak tertinggal, pendataan menyiapkan kotak tugas
peserta didik yang memilih per jenjang kelas. Kotak
belajar daring dan luring. diletakkan di ruang guru.
Pembentukan grup- Kotak tugas ini sebagai
grup tiap kelas juga harus sarana pengumpulan
dilakukan. Pembagian kegiatan hasil belajar
jadwal belajar, peminjaman peserta didik. Ada pun pesan
buku di perpustakaan, dan pembelajaran dilakukan
penyampaian strategi belajar di saat pertemuan singkat
daring dan luring yang tak antarguru dan peserta didik.
bisa dilepaskan. Pertemuan memperhatikan
protokol kesehatan. Bagi
Praktik daring berlangsung peserta didik yang jarak
selama empat hari. Dimulai rumahnya bisa ditempuh
Senin sampai Kamis. Tiap guru, maka jemput antar
pagi sebelum pelajaran tugas dapat dilakukan guru.
dimulai wali kelas menyapa Strategi ini diharapkan
peserta didik. Mendata menjadi solusi untuk peserta
peserta didik yang salat didik yang belajar luring. n
Subuh dan membaca Al-
Qur’an. Mendata peserta
didik yang membantu orang
tua sebelum belajar dimulai.
Selanjutnya, dilanjutkan
belajar bersama guru.

Sementara Jumat dan
Sabtu adalah hari khusus
pengumpulan laporan
kegiatan belajar. Silaturahmi
melalui WAG secara
kekeluargaan antara orang
tua, guru, dan peserta didik
juga dilaksanakan pada akhir
pekan. Jika semuanya telah
dilakukan, pembelajaran
yang menyenangkan akan

MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 259
OPINI
MG

JANUARI
2021

Menelisik Dilema
Belajar Daring

Oleh: Sri Budi Handayani

Rp Rp

Sejak pandemi memahami persebaran
covid-19 melanda penularan virus ini.
negeri hingga Pemerintah belum sepenuh
detik ini belum hati memberlakukan sanksi.
menunjukkan Setelah virus ini memakan
tanda-tandanya berakhir. banyak korban baik dari
Saat itu peserta didik tim kesehatan maupun
diwajibkan belajar di masyarakat, akhirnya semua
rumah. Awalnya masih daerah membatasi gerak
banyak peserta didik yang persebaran virus ini. Alat
melanggar ketentuan transportasi dibatasi. Sarana
tersebut. Masyarakat publik yang berpotensi
sekeliling pun kurang menimbulkan kerumunan

Majalah Literasi Indonesia | MG

260 ARTIKEL
OPINI
MG

JANUARI
2021

juga ditutup. kuota para guru dan siswa.
Belajar di rumah kini Jadi, diperbolehkan dana
BOS untuk menambah
menjadi pokok pembicaraan subsidi kuota siswa,” ucap
hangat di masyarakat. Mendikbud Nadiem dalam
Belajar di rumah secara konferensi pers daring,
daring menimbulkan Kamis, 9 April 2020.
banyak masalah. Antara lain
lambatnya jaringan, sinyal Kendala lain adalah
kurang mendukung, kuota pendampingan orang tua
terbatas, tugas menumpuk, kurang maksimal. Latar
dan sebagainya. belakang dan kondisi orang
tua kurang mendukung
Agar tugas-tugas dapat terselenggaranya daring.
dikerjakan dengan baik, Orang tua yang tanggap
tugas-tugas tesebut harus dengan teknologi berbeda
dibuat sesuai dengan dengan orang tua yang
standar kurikulum yang gagap teknologi.
berlaku. Tugas disampaikan
menggunakan aplikasi Tentu saja peserta didik
online. Bisa berbentuk kuis akan terbantu jika orang
dan sebagainya. Tugas-tugas tua dapat mengambil
memang sudah terjadwal peran pendampingan
agar peserta didik punya secara bijak. Bukankah
arahan. orang tua juga bekerja dari
rumah? Ini merupakan
Bila jaringan kurang kesempatan untuk merajut
memadai. Guru atau sekolah kerja sama antara orang tua
seharusnya memilihkan dan anak. Orang tua akan
aplikasi yang bisa digunakan mengetahui bahwa selama
peserta didik agar belajar pendampingan akan terjadi
daring berlangsung dengan komunikasi secara intensif
baik. Mendikbud Nadiem tentang perkembangan
Makarim memberikan belajar anak .
keleluasaan pada sekolah.
Bila peserta didik
“Selama pandemi covid-19, menyalahgunakan belajar
pembelajaran daring di rumah untuk yang lain,
yang dilakukan sekolah kontrol dan kerja sama
bisa diambilkan dari dana baik sekolah, guru, orang
BOS. Dana BOS boleh tua, dan masyarakat harus
digunakan dan diadaptasi ditingkatkan. Seluruh
selama masa kritis ini akses yang menghambat
untuk digunakan membeli

MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 261
OPINI
MG

JANUARI
2021

belajar di rumah segera Nya. Kita akan mencari
ditangani. Apakah dengan hikmah di balik kejadian
mengerahkan petugas yang menggemparkan ini.
keamanan untuk menyisir Baik di Indonesia maupun di
tempat-tempat kerumunan seluruh pelosok dunia.
anak-anak sekolah, semisal
di mal, warung kopi, warnet, Semoga dengan cara
dan tempat lainnya. Hal ini berpikir positif dan bersatu
bertujuan untuk menghalau untuk mendukung protokol
persebaran covid-19. kesehatan, virus ini segera
dapat dilemahkan. Jika
Memang, tidak ada beberapa agenda kegiatan
manusia yang sanggup tertunda, tentu bukan hanya
memprediksi kejadian yang agenda kita, namun semua
akan datang. Karena yang yang terdampak virus ini
sama-sama kita tahu, sebagai pasti akan mengalami
hamba-Nya kita memiliki hal serupa. Untuk
kemampuan sangat terbatas. mengatasinya, semua pihak
Seperti kedatangan covid-19. harus berbenah dan siap
Ini adalah salah satu bukti menyambut masa depan
kekuasaan Allah SWT. Ini dunia pendidikan di era new
merupakan campur tangan- normal. n

Majalah Literasi Indonesia | MG

262 ARTIKEL
OPINI
MG

JANUARI
2021

JADWAL KBM

TATAP MUKA VS PANDEMI

Oleh: Sri Purnama Dewi

Menteri Berikut kendala yang
Pendidikan terangkum dari berbagai
Nadiem sumber. Masalah pertama
Makarim telah bahwa siswa merasa
menyiapkan terbebani dengan tugas-
beberapa skenario untuk tugas yang banyak dan harus
pembukaan kembali sekolah diselesaikan dalam waktu
di masa pandemi. Salah satu yang relatif bersamaaan.
skenario yang dipersiapkan Rata-rata tugas yang
adalah memperpanjang diberikan kepada siswa
sistem belajar dari rumah adalah menyalin, menulis
(BDR) hingga pertengahan esai, merangkum, dan
semester ganjil 2020-2021, mengerjakan soal-soal. 
seperti yang dilansir oleh
detiknews.com. Masalah yang kedua
adalah tidak seimbangnya
Study from home atau antara pendapatan orang
belajar dari rumah (BDR) tua  dengan kebutuhan
yang telah berlangsung biaya kuota internet siswa
sejak pertengahan Maret yang meningkat. Kegiatan
hingga Mei ini (+4 bulan) belajar online menggunakan
memerlukan evaluasi terkait berbagai aplikasi di
teknis pelaksanaannya. antaranya adalah Zoom,
Berbagai laporan masuk, Edmodo, Ruang Guru, dll.
baik ke pemerintah daerah Kebutuhan kuota internet
maupun ke pemerintah yang meningkat berbanding
pusat tentang berbagai terbalik dengan penghasilan
problematik yang dikeluhkan orang tua yang menurun
siswa selama pelaksanaan drastis, bahkan tidak ada
pembelajaran online tersebut. sama sekali sebagai dampak

MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 263
OPINI
MG

JANUARI
2021

penutupan berbagai tempat online. 
usaha dan PHK.  Guru wajib mengisi

Penyelesaian masalah jurnal online https://
yang kedua telah siadik.pdkjateng.go.id/rs/
dilakukan pemerintah jguru. Dengan mengisi jurnal
dengan mengalokasikan tersebut, sudah barang tentu
anggaran dana BOS untuk guru melaksanakan tugas
pembelian kuota internet sesuai jadwal tatap muka
bagi siswa-siswa kurang yang dibagikan sebelum
mampu. Bagaimana  dengan terjadinya wabah covid-19.
masalah yang pertama? Proses kegiatan belajar
Mengapa anak -anak mengajar berlangsung jam
mengeluh terbebani denga pertama sampai dengan
tugas-tugas guru? Salah satu kesepuluh (pukul 07.00 s/d
sumber permasalahannya 15.30).
adalah masih berlakunya
jadwal tatap muka yang Bisa dibayangkan betapa
terdiri dari sepuluh jam sehari beratnya beban siswa
diterapkan pada kegiatan jika dalam sehari ada tiga
hingga empat guru yang

Majalah Literasi Indonesia | MG

264 ARTIKEL
OPINI
MG

JANUARI
2021

merencanakan kegiatan harus dilakukan sekolah
pembelajaran online untuk melaksanakan
menggunakan aplikasi BDR selanjutnya adalah
Zoom . Jika rata-rata per memperbaiki manajemen
mata pelajaran 90 menit, sekolah dalam pelaksanaan
maka total dalam sehari kegiatan belajar mengajar.
siswa berada di depan layar Perlu adanya penataan
(2 jam dikali 45 menit per ulang jam mengajar yang
mata pelajaran) x 4 = 360 bisa diistilahkan jadwal
menit atau  6 jam. Sisanya masa pandemi. Sekolah
90 menit mengerjakan perlu menyusun skenario
tugas. Akibatnya, energi per minggu, siapa yang
siswa terkuras dan kuota pun bertugas mengajar online
tersedot. dan siapa yang memberikan
materi belajar secara
Di sisi lain ada imbauan offline.  Skenario per minggu
dari pemerintah bahwa menjadi acuan guru untuk
selama BDR diharapkan menyiapkan materi yang
guru menurunkan target sesuai dengan gilirannya
pembelajarannya. Hal (online atau offline). n
penting dan utama yang

MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 265
OPINI
MG

JANUARI
2021

DUKUNGAN LITERASI
DIGITAL DALAM

EDUKASI KELUARGA

Oleh: Uki Lestari, S.Pd.I.
Guru SDN 18 Muara Panas, Kabupaten Solok, Sumatra Barat

Literasi tidak berdasarkan Kamus Besar
melulu tentang Bahasa Indonesia (KBBI) edisi
kemampuan V, literasi dapat diartikan
membaca juga sebagai kemampuan
dan menulis. individu dalam mengolah
Literasi juga tidak sekadar informasi dan pengetahuan
pengetahuan atau untuk kecakapan hidup.
keterampilan dalam bidang
atau aktivitas tertentu Di zaman milenial ini,
(komputer). Namun, literasi tumbuh pesat.
Sarana dan prasarana

Majalah Literasi Indonesia | MG

266 ARTIKEL
OPINI
MG

JANUARI
2021

sangat mendukung demi berbicara, menghitung, dan
kemajuan dan minat memecahkan masalah pada
berliterasi itu sendiri. Tidak tingkat keahlian tertentu
saja buku, surat kabar, modul, yang diperlukan dalam
koran, dan lain sebagainya kehidupan sehari-hari.
yang dijadikan sumber Sehingga literasi tidak bisa
informasi, pengetahuan, dilepaskan dari kemampuan
dan keterampilan dalam berbahasa.
kehidupan. Namun,
kecanggihan teknologi Dalam perkembangannya,
membantu bahkan gencar defenisi literasi selalu
dalam penanaman literasi berevolusi sesuai dengan
di lingkungan mana pun. tantangan zaman. Jika
Baik di lingkungan paling dulu defenisi literasi adalah
inti yaitu keluarga, maupun kemampuan membaca
di sekolah, masyarakat, dan dan menulis. Saat ini,
negara. istilah literasi sudah mulai
digunakan dalam arti lebih
Literasi digital dalam luas. Artian literasi pun sudah
kehidupan keluarga saat ini merambah pada praktik
otomatis tertanam dengan kultural yang berkaitan
sendirinya. Anak balita zaman dengan persoalan sosial dan
sekarang begitu terampil politik.
dalam menggunakan
telepon seluler milik orang Literasi digital dan media
tuanya. Tak butuh waktu untuk saat ini menjamur
lama bagi mereka yang keberadaannya. Bukan hal
daya ingatnya masih segar. asing lagi pertumbuhan
Bahkan, jika dikenalkan literasi ini di semua
telepon pintar antara kepada kalangan dan usia. Bahkan,
balita dan lansia, maka tidak literasi digital merupakan
dapat dimungkiri, si balitalah kepentingan pokok dalam
yang lebih cepat lihai dalam mendukung edukasi dalam
mengoperasikannya. keluarga. Ditambah lagi, di
masa kritis di tengah wabah
Dalam artian lebih luas, korona yang mengharuskan
berdasarkan Wikipedia belajar dari rumah. Terlihat,
literasi adalah istilah umum begitu urgennya penguasaan
yang merujuk kepada dunia digital dan pembiasaan
seperangkat kemampuan literasi digital oleh anggota
dan keterampilan individu keluarga.
dalam membaca, menulis,
Jamak diketahui pada saat

MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 267
OPINI
MG

JANUARI
2021

pandemi ini, pembelajaran bilang “belum”. Karena,
jarak jauh (PJJ) adalah salah jika kita belum mampu
satu metode yang dianggap mengikuti perkembangan
ampuh. Metode ini dipakai zaman yang makin hari
di dunia pendidikan dalam makin canggih, betapa
strategi pembelajaran. Mau tertinggalnya kita. Ayo, bekali
atau tidak, pihak sekolah diri dan keluarga dengan
ataupun orang tua harus kesiapan ilmu, keterampilan,
mafhum dengan kebijakan mental, dan tak tertinggal
ini. Penggunaan dan kecakapan hidup bersosial. n
penguasaan literasi digital
sangat penting dalam
strategi pembelajaran ini.
Tidak saja guru, orang tua
dan peserta didik juga harus
menguasai literasi digital
demi tercipta pembelajaran
yang baik dan lancar.

Di saat kebijakan
belajar dari rumah (BDR)
digaungkan, orang tua
harus memahami faktor-
faktor yang memengaruhi
belajar anak. Kesiapan
sosial, emosional, dan
dukungan lingkungan sesuai
dengan kebutuhan harus
diperhatikan. Kecakapan
ilmu pengetahuan juga
harus disandingkan
dengan kecakapan literasi
digital. Penguasaan ilmu
teknologi (IT) juga berperan
penting demi menciptakan
pembelajaran yang
diharapkan.

Lantas, sudahkah kita
sekeluarga turut andil dalam
lingkup pendidikan saat ini
yang serbadigital? Jangan

Majalah Literasi Indonesia | MG

268 ARTIKEL
OPINI
MG

JANUARI
2021

DUKUNGAN LITERASI
DIGITAL DALAM EDUKASI
KELUARGA

Oleh: Uki Lestari, S.Pd.I.
Guru SDN 18 Muara Panas, Kabupaten Solok, Sumatra Barat

Literasi tidak kehidupan. Namun,
melulu tentang kecanggihan teknologi
kemampuan membantu bahkan gencar
membaca dalam penanaman literasi
dan menulis. di lingkungan mana pun.
Literasi juga tidak sekadar Baik di lingkungan paling
pengetahuan atau inti yaitu keluarga, maupun
keterampilan dalam bidang di sekolah, masyarakat, dan
atau aktivitas tertentu negara.
(komputer). Namun,
berdasarkan Kamus Besar Literasi digital dalam
Bahasa Indonesia (KBBI) edisi kehidupan keluarga saat ini
V, literasi dapat diartikan otomatis tertanam dengan
juga sebagai kemampuan sendirinya. Anak balita zaman
individu dalam mengolah sekarang begitu terampil
informasi dan pengetahuan dalam menggunakan
untuk kecakapan hidup. telepon seluler milik orang

Di zaman milenial ini,
literasi tumbuh pesat.
Sarana dan prasarana
sangat mendukung demi
kemajuan dan minat
berliterasi itu sendiri. Tidak
saja buku, surat kabar, modul,
koran, dan lain sebagainya
yang dijadikan sumber
informasi, pengetahuan,
dan keterampilan dalam

MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 269
OPINI
MG

JANUARI
2021

tuanya. Tak butuh waktu yang diperlukan dalam
lama bagi mereka yang kehidupan sehari-hari.
daya ingatnya masih segar. Sehingga literasi tidak bisa
Bahkan, jika dikenalkan dilepaskan dari kemampuan
telepon pintar antara kepada berbahasa.
balita dan lansia, maka tidak
dapat dimungkiri, si balitalah Dalam perkembangannya,
yang lebih cepat lihai dalam defenisi literasi selalu
mengoperasikannya. berevolusi sesuai dengan
tantangan zaman. Jika
Dalam artian lebih luas, dulu defenisi literasi adalah
berdasarkan Wikipedia kemampuan membaca
literasi adalah istilah umum dan menulis. Saat ini,
yang merujuk kepada istilah literasi sudah mulai
seperangkat kemampuan digunakan dalam arti lebih
dan keterampilan individu luas. Artian literasi pun sudah
dalam membaca, menulis, merambah pada praktik
berbicara, menghitung, dan kultural yang berkaitan
memecahkan masalah pada dengan persoalan sosial dan
tingkat keahlian tertentu politik.

Majalah Literasi Indonesia | MG

270 ARTIKEL
OPINI
MG

JANUARI
2021

Literasi digital dan media faktor yang memengaruhi
untuk saat ini menjamur belajar anak. Kesiapan
keberadaannya. Bukan hal sosial, emosional, dan
asing lagi pertumbuhan dukungan lingkungan sesuai
literasi ini di semua dengan kebutuhan harus
kalangan dan usia. Bahkan, diperhatikan. Kecakapan
literasi digital merupakan ilmu pengetahuan juga
kepentingan pokok dalam harus disandingkan
mendukung edukasi dalam dengan kecakapan literasi
keluarga. Ditambah lagi, di digital. Penguasaan ilmu
masa kritis di tengah wabah teknologi (IT) juga berperan
korona yang mengharuskan penting demi menciptakan
belajar dari rumah. Terlihat, pembelajaran yang
begitu urgennya penguasaan diharapkan.
dunia digital dan pembiasaan
literasi digital oleh anggota Lantas, sudahkah kita
keluarga. sekeluarga turut andil dalam
lingkup pendidikan saat ini
Jamak diketahui pada saat yang serbadigital? Jangan
pandemi ini, pembelajaran bilang “belum”. Karena,
jarak jauh (PJJ) adalah salah jika kita belum mampu
satu metode yang dianggap mengikuti perkembangan
ampuh. Metode ini dipakai zaman yang makin hari
di dunia pendidikan dalam makin canggih, betapa
strategi pembelajaran. Mau tertinggalnya kita. Ayo, bekali
atau tidak, pihak sekolah diri dan keluarga dengan
ataupun orang tua harus kesiapan ilmu, keterampilan,
mafhum dengan kebijakan mental, dan tak tertinggal
ini. Penggunaan dan kecakapan hidup bersosial.n
penguasaan literasi digital
sangat penting dalam “Literasi digital dan media
strategi pembelajaran ini.
Tidak saja guru, orang tua untuk saat ini menjamur
dan peserta didik juga harus keberadaannya. Bukan hal
menguasai literasi digital asing lagi pertumbuhan
demi tercipta pembelajaran literasi ini di semua
yang baik dan lancar. kalangan dan usia.

Di saat kebijakan
belajar dari rumah (BDR)
digaungkan, orang tua
harus memahami faktor-

MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 271
OPINI
MG

JANUARI
2021

MENINGKATKAN
KUALITAS DIRI
DENGAN LITERASI

Oleh: Yuniar Widati, M. Pd.
Guru bahasa Inggris dan

Kepala Perpustakaan MTsN 3 Magelang

Meskipun
merasa miris
dengan
hasil nilai
Programme
for International Student
Assessment (PISA)
Indonesia untuk membaca
(data pada 2018), yaitu
peringkat 72 dari 77 negara.
Tidak dapat dimungkiri
bahwa itulah potret nyata
negara kita. Betapa negara
besar yang telah merdeka
hampir 75 tahun ini masih
belum dapat melepaskan
diri dari kelemahan dalam
bidang pendidikan.

Hal tersebut dimulai
dengan tingkat literasi yang
kurang memuaskan. Tidak
perlu membandingkan
dengan negara tetangga
yang begitu melesat tingkat
pendidikannya. Ini dapat

Majalah Literasi Indonesia | MG

272 ARTIKEL
OPINI
MG

JANUARI
2021

dilihat dari nilai PISA-nya budi pekerti masyarakat
yang terus meningkat. Akan melalui pembudayaan
tetapi, kita bisa melihat usaha ekosistem literasi agar
yang dilakukan pemerintah masyarakat Indonesia
untuk meningkatkan kualitas dapat menjadi pembelajar
pendidikan di negara kita. sepanjang hayat. Pada
lingkup yang lebih kecil,
Banyak usaha yang sudah gerakan ini dikampanyekan
dilakukan. Sekitar 3-4 dalam bentuk gerakan literasi
dekade lalu, pemerintah sekolah (GLS).
gencar meningkatkan literasi
masyarakat Indonesia dari Gerakan literasi sekolah
tingkat dasar. Yaitu dengan memiliki tujuan yang
program B3B atau Bebas lebih khusus. Yaitu
Tiga Buta. Di antaranya yaitu: menumbuhkembangkan
buta aksara, buta bahasa, dan
buta ilmu pengetahuan.

Masih banyak masyarakat
Indonesia pada waktu itu
yang memang masih belum
bebas dari tiga hal tersebut.
Sedikit demi sedikit program
tersebut menunjukkan
hasil yang cukup signifikan.
Pada 2017, disebutkan
oleh Kemendikbud bahwa
Indonesia telah bebas dari
buta aksara sekitar 97%.

Pada level selanjutnya,
program pemerintah adalah
mengeluarkan program
berupa gerakan literasi
nasional (GLN). Gerakan
ini tidak hanya sekadar
menuntaskan buta aksara
saja, tetapi sudah meningkat
pada level pemahaman
sekaligus aplikasinya.

Pada level ini
tujuannya adalah untuk
menumbuhkembangkan

MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 273
OPINI
MG

JANUARI
2021

budaya literasi di sekolah, hal kecil. Gerakan ini tentu
meningkatkan kapasitas saja akan berhasil setelah
warga dan lingkungan melalui tahap-tahap tertentu.
sekolah agar literat, Bukan serta-merta lantas
menjadikan sekolah menuai hasil. Tahap-tahap
sebagai taman belajar gerakan literasi sekolah
yang menyenangkan dan dimulai dari pembiasaan.
ramah anak agar warga Pembiasaan inilah yang akan
sekolah mampu mengelola menjadikan segala sesuatu
pengetahuan, menjaga menjadi menetap dalam diri
keberlanjutan pembelajaran seseorang.
dengan menghadirkan
beragam buku bacaan, dan Dahulu ada ungkapan
mewadahi berbagai strategi yang mengatakan “Disiplin
membaca. awalnya dipaksa, lama-
lama terbiasa”. Demikian
Dari tujuan GLS yang juga dengan pembiasaan.
dipaparkan di atas, tanggung Barangkali di awal kegiatan
jawab literasi sekolah saat memang harus dipaksa,
ini tidak hanya ditimpakan ada rasa terpaksa, lama-
kepada perpustakaan lama akan menjadi suatu
sekolah saja. Akan tetapi, kebiasaan, bahkan menjadi
seluruh warga sekolah kebutuhan. Jika tahap ini
mulai dari peserta didik, sudah terlampaui maka
guru, kepala sekolah, tenaga tahap selanjutnya yaitu tahap
kependidikan, pengawas pengembangan dan tahap
sekolah, komite sekolah, pembelajaran akan lebih
orang tua/ wali murid peserta mudah dijalani.
didik, akademisi, penerbit,
media massa, masyarakat Dengan dukungan semua
(tokoh masyarakat yang pihak, upaya ini akan
bisa merepresentasikan membantu meningkatkan
keteladanan), dunia usaha, kualitas literasi anak
dan lain sebagainya, ikut Indonesia. Dengan demikian
berperan secara aktif dalam nilai literasi negara kita akan
menyukseskan gerakan ini. ikut terangkat pula. n
Itulah sebabnya gerakan
ini disebut sebagai gerakan
sosial dengan dukungan
kolaboratif berbagai elemen.

Hal-hal besar dimulai dari

Majalah Literasi Indonesia | MG

274 ARTIKEL
OPINI
MG

JANUARI
2021

DOSEN
PENGGERAK

UNTUK MERDEKA BELAJAR

Oleh: Mega Prani Ningsih, M.Pd.
Dosen dan Praktisi Pendidikan Tingkat Menengah & Tinggi

Paradigma baru Selama ini kita mengetahui
tentang merdeka bahwa tugas utama
belajar di perguruan dosen yaitu menjalankan
tinggi (kampus tridharma perguruan
merdeka) masih tinggi, yaitu pendidikan
dalam proses penyusunan dan pengajaran, penelitian
dan sosialisasi. Kebijakan dan pengembangan,
baru ini ternyata menuai dan pengabdian kepada
pro dan kontra di kalangan masyarakat. Namun, dalam
pendidikan tinggi, khususya konsep dosen penggerak,
dosen dan mahasiswa. peran dosen harus lebih dari
Kesiapan perguruan tinggi itu. Peran yang dimaksudkan
dalam hal kemampuan adalah memfasilitasi
dosen dan mahasiswa mahasiswa dalam
menjadi tantangan untuk pebelajaran, memotivasi
mengimplementasikan mereka untuk menjadi diri
kebijakan tersebut. sendiri yang memiliki nilai
tambah sebagai pembelajar.
Di sinilah pentingnya
peran dosen sebagai Dosen penggerak harus
garda terdepan dalam memiliki motivasi untuk
implementasi kebijakan terus belajar hal baru
baru tersebut. Peran dosen dalam bidang keilmuannya,
ini dapat dimaknai menjadi meningkatkan kapasitas,
penggerak dalam melakukan serta kualitas ilmu yang
pembelajaran atau dikenal dimiliki. Seorang dosen
sebagai dosen penggerak. pengerak akan lebih bangga

MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 275
OPINI
MG

JANUARI
2021

jika mahasiswanya dapat pengalaman belajar di mana
melampaui apa yang ia saja tanpa terikat ruang
bisa. Juga memberikan sehingga menciptakan
ruang belajar dengan suasana merdeka belajar.
mengajak mahasiswanya
menyelesaikan proyek-proyek Dalam Redaksi BM Media
penelitian sehingga kapasitas pada 2016, UUD 1945 pasal
dan kualitas mahasiswa 31 ayat 1 mengamanahkan
meningkat. bahwa, “Setiap warga negara
berhak mendapatkan
Mahasiswa dalam hal pendidikan.” Hal ini sesuai
ini akan ikut termotivasi dengan konsep merdeka
belajar dan menghasilkan belajar yang diusung
karya yang bermanfaat oleh pemerintah saat ini,
untuk masyarakat. Selain khususnya di pendidikan
itu, mahasiswa juga belajar tinggi. Konsep merdeka
untuk menjadi solusi dalam belajar menekankan pada
permasalahan yang terjadi kebebasan mahasiswa untuk
di masyarakat. Sehingga mempelajari kompetensi
dengan adanya kegiatan yang mereka butuhkan
ini, mahasiswa secara tidak sesuai bidang keimuannya.
langsung mendapatkan Selain itu mereka juga dapat
kesempatan belajar yang mempelajari kompetensi
lebih luas. Hal ini dikarenakan lain yang berasal dari luar
mereka mendapatkan bidangnya di perguruan

Majalah Literasi Indonesia | MG

276 ARTIKEL
OPINI
MG

JANUARI
2021

tinggi lain. kalangan terutama dosen
Kondisi tersebut sebagai eksekutor di
lapangan. Namun jika setiap
menuntut dosen untuk dosen mampu melakukan
mengembangkan apa yang menjadi gambaran
kurikulum kampus merdeka dosen penggerak, Merdeka
yang digunakan secara belajar dalam kaitannya
universal, baik untuk dengan kampus merdeka
konsumsi mahasiswa dalam optimis untuk diwujudkan. n
perguruan tinggi tempat ia
mengajar maupun untuk
mahasiswa dari kampus
lain. Di sinilah peran dosen
penggerak yang memiliki
kreativitas dan inovasi dalam
rangka mengembangkan
kurikulum tersebut dalam
rencana pembelajaran pada
masing-masing mata kuliah
yang diampunya. Kurikulum
tersebut selanjutnya
dikembangkan melalui
penyusunan dokumen
RPS, desain pembelajaran,
metode pembelajaran, bahan
ajar, sumber belajar, dan
media pembelajaran yang
nanti akan digunakan saat
eksekusi di lapangan.

Dosen penggerak
merupakan sebuah
paradigma baru terkait
dengan tanggung jawab
dosen sebagai pendidik
dan pengajar. Hal ini
tentunya akan mengalami
banyak tantangan dalam
implementasinya. Selain
itu dalam pelaksanaannya
diperlukan kerja keras dan
kerja cerdas dari semua

MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 277
OPINI
MG

JANUARI
2021

MEMANFAATKAN

INTERNET
SECARA POSITIF

Oleh: Rini Indah Winarni,S.Pd.
Guru Bahasa Jawa SMPN 5 Rembang

Dunia pendidikan
sekarang ini
sudah lebih
maju. Hal ini
juga dipengaruhi
perkembangan teknologi
yang canggih. Sekarang,
sudah era globalisasi. Untuk
mendapatkan informasi dan
berita bisa lewat internet
dengan komputer dan HP.
Anak sekolah dituntut untuk
bisa menggunakan alat
komunikasi tersebut untuk
pembelajaran.

Dulunya, internet hanya
sebagai pendukung.
Namun, pada kondisi saat ini
menjadi hal penting karena
anak-anak belajar di rumah
lewat pembelajaran daring.
Mereka mengumpulkan
tugas secara online.

Terkadang, anak-anak
memiliki kendala. Seperti
jaringan terputus karena

Majalah Literasi Indonesia | MG

278 ARTIKEL
OPINI
MG

JANUARI
2021

sinyal lemah atau karena mudah bersikap arogan,
kouta habis. Oleh karena itu, mental labil, karakter kasar,
agar dapat mengakses tugas gampang emosi, berani
online harus mempersiapkan dengan orang tua dan guru,
kuota, sehingga lebih cepat dan lainnya. Akhirnya, budi
dan lancar dalam belajar. pekerti atau tata krama
sudah diabaikan. Ini sangat
Tidak hanya di bidang memprihatinkan. Jangan
pendidikan saja yang sampai dibiarkan. Antisipasi
mengakses, tapi di segala hal yang tidak diinginkan
bidang manusia perlu skill supaya anak-anak bangsa
untuk membangun kualitas tidak merosot moralnya.
diri lewat komputer dan
HP. Oleh karena itu, anak- Untuk itu, perlu adanya
anak sekolah perlu pandai- keteladanan para guru di
pandai untuk menjaring sekolah dan orang tua murid
ilmu lewat internet. Perlu di rumah. Budi pekerti
pengawalan ketat dari orang berkaitan moral seseorang
tua untuk mengawasi agar melalui perilaku sangat
anak bisa memanfaatkan penting ditanamkan sejak
sebaik mungkin. Jangan dini. Selain di lingkungan
sampai berakibat fatal, keluarga dan di sekolahan,
mengakses hal yang tidak juga di masyarakat. Moral
ada manfaatnya. Apalagi perlu ditanamkan untuk
semua internet berhubungan pembentukan karakter agar
dengan seluruh dunia. anak menjadi baik dengan
dibekali ilmu agama yang
Oleh karena itu, perlu baik.
keseimbangan IPTEK dan
IMTAQ agar tidak mudah Bangsa Indonesia sudah
terpengaruh hal-hal negetif tinggi peradaban dan
yang nantinya akan merusak kebudayaannya. Semua
moral. Membangun mental itu harus dijaga agar
siswa tidak gampang. Semua tidak terjadi kemerosotan
melalui proses karena setiap sumber daya manusia dan
siswa mempunyai karakter tentunya ditunjang moral
berbeda-beda. Anak zaman yang baik untuk mencegah
sekarang sudah lalai, sudah perbuatan yang tercela.
tidak memperhatikan Mendidik anak berfungsi
perilakunya karena pengaruh untuk memberikan arah
buruk teknologi. Anak dan motivasi pencapaian

MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 279
OPINI
MG

JANUARI
2021

tujuan baik jangka pendek jawab.
maupun jangka panjang Teknologi canggih jangan
. Mengajar bidang studi
dengan baik dan benar serta sampai merusak tatanan
memberikan fasilitas melalui estetika dan kode etik.
pengalaman belajar yang Semoga pendidikan era baru
memadai. dengan mengakses internet
membawa dampak positif
Pendidik harus membantu untuk dunia pendidikan
dalam pengembangan saat ini membangun negeri
pribadi siswa agar dapat Indonesia. Semoga semua
menanamkan sikap yang eleman ikut andil terlibat
baik dan menerapkan bekerja sama mengarahkan
nilai-nilai yang terkandung agar tidak terjerumus oleh
dalam pancasila. Tujuannya yang tidak diinginkan.
agar siswa bisa menghadapi Hal ini merupakan tugas
perkembangan ilmu bersama. Semoga dapat
dan teknologi serta menghasilkan SDM yang
perkembangan sosial berkualitas dan berakhlak
budaya dengan tanggung mulia. n

Majalah Literasi Indonesia | MG

280 ARTIKEL
OPINI
MG

JANUARI
2021

AWAS,
GURU DIREBUT

INTERNET

Oleh: Hodaifah, S.Pd.
Kepala UPT SD Negeri 346 Gresik

Tantangan yang mengajar dari rumah melalui
dihadapi guru video conference, dokumen
sekarang ini digital, dan sarana daring
semakin berat. Di lainnya.
masa pandemi,
pembelajaran harus Kenyataan di lapangan
dilaksanakan secara daring. menunjukkan bahwa tidak
Tidak semua daerah bisa semua guru mahir dalam
terjangkau internet dan tidak teknologi. Ini merupakan
semua guru mahir internet. kendala yang sangat besar
bagi sekolah. Apalagi jika ada
Berdasarkan Surat Edaran guru yang masih gaptek dan
Kemdikbud nomor 36962/ tidak memiliki ponsel pintar.
MPK.A/HK/2020 tentang
Pembelajaran Secara Daring Kepala pusat teknologi
dan Bekerja di Rumah informasi dan Komunikasi
dalam Rangka Pencegahan Pendidikan dan Kebudayaan
Penyebaran Corona (Kapustekkom) Kemdikbud
Virus Disease (COVID-19), mengatakan bahwa hanya
memaksa pihak sekolah 40% guru nonteknologi
untuk melaksanakan informasi dan komunikasi
pembelajaran secara daring. yang siap dengan teknologi.
Hal ini juga mengharuskan Hal ini sangat terasa
guru untuk bisa menerapkan dampaknya bagi sekolah
pembelajaran secara daring. yang terletak di desa dan sulit
Pegawai, guru, atau dosen terjangkau sinyal internet.
melakukan aktivitas belajar
Pembelajaran model daring
sangat bagus jika didukung

MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 281
OPINI
MG

JANUARI
2021

oleh sarana dan prasarana datang ke sekolah dan lebih
yang memadai. Apalagi jika dekat dengan gawainya. Di
orang tua dan siswa sangat sisi lain ada dampak sangat
mendukung. Bagi sekolah besar yang tanpa mereka
yang belum memiliki semua sadari akan meracuni
itu, pembelajaran daring pikiran mereka. Hal ini harus
menjadi masalah baru yang menjadi pertimbangan
harus segera diatasi. tersendiri bagi para guru
dan orang tua. Siswa bisa
Dalam perjalanan mengetahui semua info yang
pembelajaran daring yang mereka butuhkan dengan
sudah berlangsung sekitar browsing di google. Ini suatu
3 bulan, ternyata membawa ancaman bagi para guru.
dampak tersendiri bagi siswa, Seakan-akan posisi guru saat
terutama siswa sekolah itu digantikan oleh internet.
dasar. Di satu sisi mereka Guru harus memutar
merasa senang karena tidak

Majalah Literasi Indonesia | MG

282 ARTIKEL
OPINI
MG

JANUARI
2021

“Teknologi memang

diciptakan untuk
melengkapi dan membantu
kebutuhan manusia dalam
mengerjakan tugas dan
tanggung jawabnya.

otaknya dengan keras agar bukan hanya teori tetapi juga
bisa memberikan materi praktiknya
pelajaran yang menarik
kepada siswa. Melalui tulisan ini penulis
hanya ingin menyampaikan
Teknologi memang bahwa di masa pandemi
diciptakan untuk melengkapi seperti sekarang ini jangan
dan membantu kebutuhan sampai sosok seorang guru
manusia dalam mengerjakan digantikan oleh internet.
tugas dan tanggung Guru harus mengubah cara
jawabnya. Namun, bukan pikir dan pandangannya agar
untuk menggantikannya. sosok guru tidak tergantikan
Begitu juga dengan sosok keberadaannya. Siswa yang
seorang guru. Siswa dan dihadapi saat ini adalah siswa
guru tetap membutuhkan Generasi Z, gurunya pun
pertemuan kelas secara harus paham, begitu juga
nyata karena tugas seorang dengan kepala sekolahnya. n
guru tidak hanya mengajar,
tetapi juga mendidik.
Keteladanan seorang guru
sangat dibutuhkan bagi
siswa karena keteladanan

MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 283
OPINI
MG

JANUARI
2021

KEBIJAKAN BARU PPDB:
KEMANA SISWA USIA
BERLEBIH HARUS SEKOLAH?

Oleh: Hj. Yetradevi, S.Pd.
Guru SMP Negeri 5 Bukittinggi Sumatera Barat

Permendikbud No pendaftaran calon peserta
44 tahun 2019 didik baru sesuai dengan
menjadi dasar Permendikbud. Adapun
untuk Penerimaan petunjuk teknis pasal 6 untuk
Peserta Didik SMP usia paling tinggi per
Baru 2020-2021. Kemdikbud 1 Juli 2020 adalah 15 tahun,
selalu meminta proses memiliki ijazah SD/dokumen
PPDB secara online yang lain, dan menyelesaikan SD 6
transparan dan menentang tahun.
praktik jual beli titipan.
Setiap daerah mengeluarkan Muncul masalah baru bagi
petunjuk teknis dan sarat orang tua anaknya berusia
melebihi dari persyaratan

Majalah Literasi Indonesia | MG

284 ARTIKEL
OPINI
MG

JANUARI
2021

pertama. Timbul berbagai kematangan, pembentukan,
pertanyaan. Kemanakah minat dan bakat, serta
anaknya mau di sekolahkan? kebebasan. Kita menyadari,
Sekolah apa yang bisa perkembangan pemikiran
menerima anaknya? anak akan berbeda
Mau masuk ke sekolah setiap anak. Sebagimana
swasta terbentur dangan dikatakan pakar psikologi
biaya. Keterlambatan Jean Peaget bahwa kognitif
anak menyelesaikan SD anak akan berbeda sesuai
bukan anaknya bodoh, degan perkembangan
tetapi banyak hal yang masing-masing anak.
menghalanginya. Dari cerita Pemikiran anak akan terus
beberapa orang tua calon berkembang seiring dengan
peserta didik, keterlambatan berjalannya usia.
anaknya semasa masuk SD
lantaran sakit. Semasa kecil, Selain itu, Peaget
pertumbuhan badannya juga berpendapat,
tidak seperti anak seusianya. perkembangan kognitif
Beda pula ceritanya orang anak dipengaruhi oleh
tua calon peserta didik penyesuaian diri dengan
baru yang lain. Semasa SD, lingkungan. Anak di usia
anaknya tidak diterima di SD berbeda perkembangan
kelas sama atau tidak naik kognitifnya dan akan
kelas karena sering menuruti meningkat secara bertahap
orang tua pindah tugas. dengan beberapa konsep
Bahkan, ada anak yang mau akan dilalui. Dijelaskan oleh
sekolah setelah usia melebihi Peaget, anak-anak kelas 1
batas awal masuk SD, umur SD baru mengenal angka,
8 tahun. belajar, apa yang didengar.
Lalu, anak berumur 7-9
Dari masalah di atas, tahun akan ditandai
berbeda-beda penyebabnya. dengan kemampuan
Dikutip dari majalah menyelesaikan masalah
Kompasiana oleh Rabiatul sendiri. Usia 9-11 tahun,
Adawiyah, ada enam perkembangan otak anak
faktor yang memengaruhi sudah sempurna, sehingga
perkembangan pemikiran sudah menunjukkan
anak masa anak-anak perkembangan kognitif,
antara lain karena hereditas/ sudah dapat mengambil
keturunan, lingkungan, kesimpulan baru dapat

MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 285
OPINI
MG

JANUARI
2021

menyelesaikan tugas rumit. pengurusan surat-menyurat.
Perubahan perkembangan Setiap keputusan harus
ada solusinya. Memahami
kognitif terus terjadi sampai pepatah, tuntutlah ilmu
anak masuk SMP. Makin sampai ajal menjemput.
lama, perkembangan
otaknya bertambah dan Seharusnya, pemerintah
menyikapi arti pentingnya pusat memberikan solusi
belajar lama-kelamaan bagi calon peserta didik
akan meningkat. Tidak yang tidak diterima karena
disalahkan ada anak yang usia. Sebelum surat
perkembangan pemikiran/ keputusan keluar, terlebih
kognitifnya lambat dan ada dahulu membuat program
yang cepat. pendidikan khusus calon
peserta didik yang usianya
Keputusan oleh melampaui sarat PPDB
pemerintah dengan batas dengan membentuk ruang
usia masuk sekolah kurang belajar seperti sekolah
tepat. Sesuai keluhan orang umum. n
tua, kemana anaknya mau
disekolahkan? Sementara
anaknya ingin sekolah. Ingin
anaknya lulus dengan Ijazah
SMP, dapat digunakan untuk

Majalah Literasi Indonesia | MG

286 ARTIKEL
OPINI
MG

JANUARI
2021

PEMBELAJARAN

ATAP MUKA AMAN

Oleh: Fransisca Setyatun, S.Pd.
Guru SMP Fransiskus Tanjungkarang Bandar Lampung

Dalam buku pan- bud menjadi rambu-rambu
duan penyeleng- sempurna untuk menyela-
garaan pembela- matkan generasi emas.
jaran tahun ajaran
2020/2021, prinsip Masyarakat risau, mem-
utama pembelajaran adalah pertanyakan bagaimana
kesehatan dan keselamatan kesiapan sekolah mengha-
seluruh peserta didik, kepala dapi new normal. Menjaga
sekolah, guru, tenaga kepen- dan menjamin keselamatan
didikan, dan keluarganya. Hal tidak cukup dengan protokol
ini diartikan bahwa panduan kesehatan. Siswa di sekolah
yang dibuat oleh Kemendik- atau yang sebagian di rumah
juga harus dilayani semaksi-

MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 287
OPINI
MG

JANUARI
2021

mal mungkin. Para pendidik dan antisipasi yang efektif.
dituntut menjadi pembelajar Bagaimana protokol keseha-
sejati. Mereka tidak henti ber- tan akan dilakukan?
kreasi menemukan formula
tepat untuk menyampaikan Habit sehat adalah mem-
materi dan visi. bangun kesadaran bahwa
menjaga kesehatan dirin-
Kondisi seperti di atas ya berarti juga membantu
adalah tantangan dunia pen- kesehatan orang lain. Seperti
didikan. Bagaimana menye- yang disampaikan Aristoteles,
hatkan dan menyelamatkan “Kita adalah apa yang kita
dengan protokol kesehatan, kerjakan berulang-ulang.
serta menyikapi semua Karena itu, keunggulan bu-
perubahan masa pandemi kanlah suatu perbuatan, me-
Covid-19 dengan keterbukaan lainkan sebuah kebiasaan.”
menjadi pembelajar yang
Diskusi terkait kurikulum
“kreatif. era pandemi menghangat.
Mendikbud sudah meluncur-
Diskusi terkait kurikulum kan program merdeka bela-
era pandemi menghangat. jar yang hakikatnya memberi
Mendikbud sudah keleluasaan berinovasi ke-
meluncurkan program pada sekolah. Sekolah harus
merdeka belajar yang berani membedah kuriku-
hakikatnya memberi lum, menjawab apa yang
keleluasaan berinovasi dibutuhkan siswa. Kemudian,
kepada sekolah. merancang proyek dengan
cermat. Program ini tidak
Di sekolah, setelah terjadi hanya menjawab tuntutan
pembelajaran tatap muka era industri 4.0, tetapi juga
akan muncul banyak ragam mengembangkan enam
yang mengancam kesehatan kompetensi sekaligus, seh-
dan keselamatan. Meskipun ingga pembelajaran men-
jumlah siswa dibatasi, siapa jadi terukur, sistematis, dan
yang mampu menjamin tak menghasilkan kreativitas.
ada interaksi. Inilah gam-
baran kecil kekhawatiran. Para guru harus duduk
Untuk menanyakan kesiapan bersama, menyatukan visi.
Pembelajaran daring yang
dirancang dengan pesan
nilai-nilai karakter yang
akan terbangun. KBM yang

Majalah Literasi Indonesia | MG

288 ARTIKEL
OPINI
MG

JANUARI
2021

dirancang dengan cermat mendominasi di ruang-ru-
akan memberikan pengala- ang belajar. Itulah keseha-
man belajar di era pandemi tan dan keselamatan yang
Covid-19. Siswa dibantu sesungguhnya yaitu lahirnya
mengembangkan tunas-tu- generasi pewaris dunia yang
nas talenta yang masih akan datang. Generasi yang
tersembunyi. memiliki kreativitas ting-
gi dengan kemampuan
Dari habit hidup sehat mental dan berbagai jenis
dan habit belajar di ru- keterampilan khas manusia.
mah, sesungguhnya sudah Generasi yang dapat mela-
menuai hasil yang luar biasa hirkan pengungkapan unik,
yaitu perubahan. Perubah- orisinal, baru, indah, efisien,
an tingkah laku, perubahan tepat sasaran dan tepat
paradigma berpikir. Kalau ini guna, serta tanpa mening-
terjadi, maka pembelajaran galkan tanggung jawab
tatap muka tahun 2020/2021 sosialnya. Semoga! n
dijamin aman.

Produk karya kreatif
berbasis teknologi tampak

MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 289
OPINI
MG

JANUARI
2021

ZONASI
MERESAHKAN
MASYARAKAT

Oleh: Ruqoyyah Wardatun Jamila
Guru SMPN 1 Banyuanyar, Surakarta

Sampai kapankah Didik Baru, proses seleksi
PPDB akan kisruh? untuk jalur zonasi harus
Sungguh tidak menggunakan kriteria jarak
nyaman jika ini sebagai prioritas utama.
berkelanjutan dari Prioritas jarak rumah siswa
tahun ke tahun. Berdasarkan dengan sekolah di satu
Peraturan Menteri zona ini diatur dalam Pasal
Pendidikan dan Kebudayaan 25 Ayat 1 Peraturan Menteri
Nomor 44 Tahun 2019 Pendidikan dan Kebudayaan
tentang Penerimaan Peserta Nomor 44 Tahun 2019

Majalah Literasi Indonesia | MG

290 ARTIKEL
OPINI
MG

JANUARI
2021

tentang PPDB 2020. ekonomi menengah ke atas
PPDB sudah dilaksanakan yang mampu memberikan
fasilitas penunjang belajar
secara online selama dua anak.
tahun sejak 2019. Penerimaan
dilakukan dengan empat Mengacu kepada
jalur. Jalur zonasi (50%), penjabaran di atas, terkesan
afirmasi (15%), perpindahan kurangnya perencanaan
tugas (5%), prestasi yang matang. Tidak adanya
perlombaan (30%). manajemen risiko yang
memetakan risiko dan
Berdasarkan data CNN perencanaan mitigasi risiko
Jumat, 26 Juni 2020, ada terhadap sistem PPDB online
perbedaan antara Pemerintah yang dibangun. Kurangnya
Provinsi DKI Jakarta data-data akurat terbaru
dengan permendikbud. seperti distribusi demografi,
Surat Keputusan Dinas seberapa banyak anak yang
Pendidikan Nomor 501 lulus di suatu wilayah atau
Tahun 2020 tentang zonasi, jumlah sekolah,
Petunjuk Teknis PPDB Tahun termasuk daya tampung
2020/2021 penerimaan sekolah. Akibatnya, tingkatan
melalui jalur jalur zonasi 40%. kesiapan di wilayah untuk
Dengan dua data tersebut, distribusi dan pemerataan
penulis temukan belum standar pelayanan
adanya kesiapan pemerintah pendidikan belum maksimal.
terhadap penerimaan siswa
baru secara online. Menyikapi hal ini, perlu
diadakan rapat koordinasi
Adapun tujuan zonasi untuk mengevaluasi sekaligus
yaitu memberikan akses untuk menyosialisasikan
yang lebih setara dan ke masyarakat. Adakan
berkeadilan kepada peserta jalur komando langsung
didik tanpa melihat latar dengan dinas daerah.
belakang kemampuan Lakukan tindakan tegas dari
ataupun perbedaan status pemerintah pusat jika terjadi
sosial ekonomi. Selain itu, penyelewengan. Berikan
untuk menghapus klaim keleluasaan pemerintah
masyarakat bahwa sekolah daerah untuk membangun
unggulan hanya karena sekolah sesuai kebutuhan
menerima anak-anak di wilayahnya dengan
pandai. Selain itu, juga berkoordinasi kepada
untuk membantah bahwa pemerintah pusat. n
umumnya dari keluarga

MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 291
OPINI
MG

JANUARI
2021

GELIAT PENDIDIKAN
INFORMAL

DI ERA PANDEMI

Oleh: Neni Syarifatun Nisa
Analis Perencana Evaluasi dan Pelaporan

Direktorat GTK PAUD

Pandemi Covid-19 melek teknologi informasi.
telah menyebabkan Komunikasi dilakukan
disrupsi di berbagai secara virtual, termasuk
sektor, tidak pembelajaran melalui
terkecuali sektor daring tidak terelakkan
pendidikan. Kebijakan lagi. Inovasi dan kreativitas
belajar dan bekerja dari keluarga dalam menghadapi
rumah memaksa kita tantangan ini menjadi modal

Majalah Literasi Indonesia | MG

292 ARTIKEL
OPINI
MG

JANUARI
2021

untuk beradaptasi. website masih didominasi
Jalur pendidikan terdiri untuk pembelajaran
pendidikan formal.
atas pendidikan formal,
nonformal, dan informal yang Berdasarkan data
dapat saling melengkapi Kemendikbud 2019, ada
dan memperkaya. Kegiatan 25.815 anak usia sekolah
belajar di rumah adalah yang mengikuti program
kombinasi dari ketiganya. pendidikan masyarakat
(paket A). Mereka yang
Tri pusat sistem pendidikan memilih jalur informal ini
yang digagas Ki Hajar karena berbagai alasan
Dewantara, seolah diuji antara lain beban kurikulum
pada masa pandemik ini. yang berat dan keinginan
Pusat pendidikan, terutama mengeksplorasi karakter
untuk anak adalah di dalam dan bakat anak. Trend
rumah tangga dengan pendidikan oleh keluarga
ibu dan bapak sebagai tidak hanya menjangkau
pendidik. Saat ini, waktu keluarga menengah ke
terbanyak anak dan orang atas. Namun, masuk
tua memang dalam rumah, sampai ke akar rumput.
sehingga belajar dan Layaknya pendidikan pada
bekerja dari rumah dapat awal Islam, mereka yang
menguatkan hubungan berpengetahuan mendalam
emosional mereka. Termasuk tentang Al-Qur’an memimpin
penguatan karakter, watak kelompok-kelompok diskusi,
dan sikapnya. membaca surah-surah, dan
menjelaskan makna yang
Pendidikan oleh keluarga terkandung (Charles Michael
dan lingkungan sangatlah Stanton, 1994). Artinya,
mandiri, tidak bergantung sudah menjadi semacam
pada pemerintah. Upaya gerakan pendidikan mandiri
yang dilakukan komunitas, oleh masyarakat. Mereka
asosiasi, pelaku, dan penggiat saling berkolaborasi untuk
pendidikan dapat menjadi meningkatkan kualitas
alternatif pendidikan di masa peserta didik dalam hal
pandemi ini. Workshop, pengetahuan, sikap, karakter,
seminar, dan pelatihan dan bakatnya.
disuguhkan secara daring
dengan berbagi pilihan tema Banyak orang hebat
menarik. Sementara fasilitas yang tidak menempuh
yang disediakan pemerintah jalur formal, seperti Buya
melalui media TV dan

MG | Majalah Literasi Indonesia

ARTIKEL 293
OPINI
MG
kepribadian anak,
memotivasi anak agar JANUARI
mampu mengembangkan 2021
potensi/bakat yang dimiliki,
“Geliat pendidikan membantu anak lebih
mandiri dan mampu
informal di masa pandemi memecahkan masalah yang
setidaknya mampu dihadapinya, dan lainnya.
menginspirasi masyarakat Dengan kata lain, pendidikan
dan pemerintah akan informal yang dilakukan
peran penting keluarga di rumah secara langsung
dan masyarakat dalam mempengaruhi proses
melahirkan generasi pembelajaran seorang anak
berkualitas. sepanjang hidupnya.

Hamka. Tokoh dunia lain Geliat pendidikan informal
seperti Walt Disney, Indira di masa pandemi setidaknya
Gandhi, Henry Ford, dan mampu menginspirasi
Thomas Edison pun tidak masyarakat dan pemerintah
sepenuhnya menempuh akan peran penting
jalur pendidikan formal. keluarga dan masyarakat
Pendidikan berbasis keluarga dalam melahirkan generasi
dan masyarakat berperan berkualitas. Perlu kebijakan
memperkaya yang miskin terkait akses layanan
pendidikan, memberikan pendidikan bagi semua anak
pengharapan baru bagi usia sekolah, kemudahan
mereka yang putus sekolah. proses mutasi ke sekolah
Hal ini perlu perhatian, baik formal, serta kebijakan yang
pengakuan bagi peserta mendorong lembaga formal
didiknya maupun proses untuk menjadi mitra bagi
penyenggaraanya, sesuai keluarga atau komunitas
amanat Pasal 16 UU Nomor dalam mendidik anak-
20 Tahun 2003. anaknya. Terlalu banyak
masalah pendidikan yang
Dari dalam rumah, tidak bisa diatasi dalam jalur
orang tua membantu pendidikan formal, sehingga
meningkatkan hasil belajar perlu dilengkapi. n
anak, mengontrol dan
memotivasi anak agar
giat belajar, membantu
pertumbuhan fisik dan
mental anak, membentuk

Majalah Literasi Indonesia | MG

294 ARTIKEL
OPINI
MG

JANUARI
2021

LITERASI
PERPUSTAKAAN

SOEMAN HS.

Oleh: Kun Wardoyo
Pustakawan Perpustakaan Soeman Hs.

“Aku rela di yang menjulang tinggi,
penjara mengangkasa bagaikan
asalkan sebuah buku terbuka
bersama yang membuka cakrawala
buku karena dunia. Gedung itu adalah
dengan buku aku bebas.” Perpustakaan Soeman Hs.
Kata bijak tersebut
disampaikan salah satu Nama Soeman Hs. diambil
tokoh proklamator dari dari nama salah satu tokoh
Pulau Sumatra, Mohammad sastrawan dan pengarang
Hatta. Kalimat itu tercermin yang diakui kepeloporannya
pada sebuah gedung dalam dunia sastra Indonesia.
Karyanya yang terkenal
MG | Majalah Literasi Indonesia


Click to View FlipBook Version