tamu kami. Membagikan cerita, menyediakan hidangan,
memberinya air zam‐zam dan oleh‐oleh.
Ini bukan budaya, tetapi sunnah Nabi. Bahwa dalam
sebuah hadits disampaikan salah satu ciri mabrurnya haji
seseorang adalah sifat dermawan. Di sinilah tradisi bermula.
Tak hanya menyambut tamu, memberinya hidangan dan oleh‐
oleh, tetapi juga mendoakan.
Tamu‐tamu memiliki keistimewaan. Dia bisa membawa
dosa‐dosa kita ketika mereka meninggalkan rumah kita. Saat
itu, semoga dengan beruntunnya tamu yang datang,
silaturahmi semakin erat karena pertemuan kami selalu
diakhiri doa‐doa. Seorang yang baru datang dari Tanah Suci
doanya mustajab karena masih diikuti 70 malaikat sampai 40
hari. Saya hanya bisa berharap sepenuh hati, jiwa, dan raga.
Semoga ibadah haji saya juga seluruh jemaah haji saat itu
mabrur dan bisa datang lagi ke Tanah Suci kembali untuk
menunaikan ibadah haji maupun umrah.
Allahumma’ja’ Hajjan Mabrura, wa sa’yan Masykura wabi
syafaatin Rasulullah shallahu alaihi wasallam.amin yarabbal
alamin.
Rihlah panjang, Mojokerto‐Mekkah‐Madinah‐Mojokerto.
Mojokerto, 20 Desember 2020 pukul 16.24.
Setitik Embun di Tanah Suci | 185
Daftar Pustaka
Ali Syariati. 2005. Haji. Jakarta: Pustaka.
Martin Lings (Abu Bakr Sirajd Al‐Dien). 2007. Muhammad,
Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik. Jakarta
: Serambi Ilmu Semesta.
Dr. Sami bin Abdullah Al Maghust. 2008. Atlas Perjalanan Nabi
Muhammad,Napak Tilas Jejak Perjuangan Dan Dakwah
Rasulullah. Obeykan Riyadh:Al Mahira.
Wikipedia Online , https://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia
186 | Fataty Maulidiyah
Profil Penulis
Fataty Maulidiyah, dilahirkan di
Mojokerto pada 9 Februari dari
pasangan H.M. Thohir Al‐Aly dan Hj.
Afifah. Menempuh pendidikan di MI
Nurul Huda I Miji Kotamadya
Mojokerto, SMP Islam Brawijaya
Mojokerto, dan masuk Pesantren di
Darul Ulum Rejoso Peterongan
Jombang, juga menyelesaikan SMA
di sana tepatnya di SMA Darul Ulum
I. Melanjutkan S‐1 di IAIN Sunan Ampel Surabaya Fakultas
Tarbiyah selesai pada 2001 dan pada tahun yang sama
mengajar di MAN 2 Mojokerto sampai sekarang. S‐2
ditempuhnya pada 2011‐2013 di Universitas Pesantren Tinggi
Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang (UNIPDU) dengan
Prodi Manajemen Pendidikan Islam.
Buku‐buku yang pernah terbit baik tunggal maupun
antologi antara lain Seribu Putu (2012), Allah Sandaranku
(2015), Puisi Baper (2016), Andai ini Ramadhan Terakhirku
(2016), Jihad Cinta (2016), Jalan Lain ke Surga (2016), 99
Goresan Hati (2016), Suara Hati dalam Sajak (2017), Buku Al‐
Qur’an Hadits Pendekatan Saintika (2017), Untaian Hikmah
Kehidupan (2017), Cerita‐certita dari Kranggan (2018), Melipat
Waktu (2018), Salah Ayam (2018), Story of Frienship (2019),
Setitik Embun (2019), Cergam Mistery Mimpi Bima (2020),
Setitik Embun di Tanah Suci | 187
Ketika Corona Mengubah Mindset Pembelajaran (2020),
Moderasi Agama Jilid 4 (2020), Guru Indonesia Merdeka
Berkarya (2020), dan Setitik Embun di Tanah Suci (2020).
Penulis masih aktif sebagai guru Al‐Qur’an Hadis dan Ilmu
Tafsir di Madrasah Aliyah Negeri Kabupaten Mojokerto
sampai sekarang. Untuk mengenal lebih dekat hubungi Fb:
Ummu Hasan dan email [email protected].
188 | Fataty Maulidiyah