2 Laporan Evaluasi Diri Sekolah (EDS) SMP Taruna Bangsa Tahun Ajaran 2023/2024 HALAMAN PENGESAHAN HASIL EVALUASI DIRI SMP TARUNA BANGSA Berdasarakan Analisis Rapor Mutu Tahun 2022 Disahkan penggunaannya pada: tanggal: 30 Juni 2023 di: Bogor Ketua Komite Sekolah … Kepala Sekolah F. Nano Suharno, M.Pd. Mengetahui Pengawas Pembina … …
3 Laporan Evaluasi Diri Sekolah (EDS) SMP Taruna Bangsa Tahun Ajaran 2023/2024 KATA PENGANTAR Puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmat serta karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan Penyusunan Evaluasi Diri Sekolah (EDS) dengan lancar dan tanpa hambatan yang berarti. Evaluasi Diri Sekolah kami lakukan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan Sekolah tiap standar nasional pendidikannya. EDS juga mengeluarkan rekomendasi yang harus dilakukan oleh Sekolah. Penyusunan EDS kami lakukan sesuai dengan kondisi riil di Sekolah dan harapan pemangku kepentingan Sekolah. Nantinya, EDS akan dijadikan cermin bagi Sekolah. Selanjutnya kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Sekolah, Pengurus Komite, Guru dan Peserta Didik serta pemangku kepentingan lainnya atas bantuan pemikiran, masukan dan saran yang disampaikan kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan EDS ini tepat pada waktunya. Kami sadari bahwa penyusunan EDS ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mohon maaf apabila dalam penyusunan EDS ini terdapat kekurangan dan kehilafan, dan kami terus akan mengupdate EDS ini setiap tahun, sehingga EDS ini bisa menjadi pijakan yang sesuai harapan Sekolah dan masyarakat. Mudah-mudahan Allah Swt senantiasa memberikan kemudahan di dalam kami merealisasikan dan Mencapai cita-cita Sekolah kami. Bogor, Juni 2023 Tim Penyusun
4 DAFTAR ISI HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................................................ 2 KATA PENGANTAR ............................................................................................................................ 3 DAFTAR ISI ........................................................................................................................................... 4 BAB I ...................................................................................................................................................... 5 PENDAHULUAN .................................................................................................................................. 5 A. LATAR BELAKANG .............................................................................................................. 5 B. DASAR HUKUM ..................................................................................................................... 5 C. TUJUAN ................................................................................................................................... 6 D. MANFAAT ............................................................................................................................... 6 E. KONSEP DASAR EVALUASI DIRI SEKOLAH (EDS) ..................................................... 7 F. KETERKAITAN EDS DENGAN PENJAMINAN DAN PENINGKATAN MUTU .......... 9 G. STRATEGI IMPLEMENTASI ........................................................................................... 11 H. BENTUK INSTRUMEN EDS ............................................................................................... 13 BAB II ................................................................................................................................................... 15 HASIL EVALUASI DIRI SEKOLAH (EDS) .................................................................................... 15 A. STANDAR ISI ........................................................................................................................ 15 B. STANDAR PROSES .............................................................................................................. 22 C. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN .............................................................................. 32 D. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ............................................. 39 E. STANDAR SARANA DAN PRASARANA ......................................................................... 46 F. STANDAR PENGELOLAAN ............................................................................................... 54 G. STANDAR PEMBIAYAAN .................................................................................................. 67 H. STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN ............................................................................ 77 BAB IV .................................................................................................................................................. 86 PENUTUP ........................................................................................................................................... 86 LAMPIRAN .......................................................................................................................................... 87
5 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) telah menunjukkan komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia melalui pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 63 Tahun 2009. SPMP mendefinisikan penjaminan mutu sebagai kegiatan sistemik dan terpadu oleh satuan/program pendidikan, penyelenggara satuan/program pendidikan, pemerintah daerah, Pemerintah, dan masyarakat untuk menaikkan tingkat kecerdasan kehidupan bangsa melalui pendidikan. Pada tataran operasional, penjaminan mutu dilakukan melalui serangkaian proses dan sistem yang saling terkait untuk mengumpulkan, menganalisa, dan melaporkan data mengenai kinerja dan mutu dari tenaga kependidikan, program dan lembaga. Proses penjaminan mutu mengidentifikasi bidang-bidang pencapaian dan prioritas untuk perbaikan, menyediakan data untuk pembuatan keputusan berbasis bukti dan membantu membangun budaya perbaikan yang berkelanjutan. Pencapaian mutu pendidikan dikaji berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Standar Nasional Pendidikan (SNP). Sekolah adalah pelaku utama dalam proses penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan di tingkat satuan pendidikan. Salah satu alat untuk mengkaji kemajuan peningkatan mutu sekolah.secara komprehensif yang berbasis Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah Evaluasi Diri Sekolah.(EDS). EDS sebagai salah satu komponen SPMP diharapkan dapat membangun semangat dan kultur penjaminan dan peningkatan mutu secara berkelanjutan. B. DASAR HUKUM 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2. Peraturan Perundang-undangan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 57 Tahun 2021 Tentang Standar Nasional Pendidikan 3. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 7 Tahun 2022 tentang Standar Isi pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengan 4. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 16 Tahun 2022 tentang Standar Proses pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah
6 5. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 5 Tahun 2022 tentang Standar Kompetensi Lulusan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah 6. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah 7. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2023 Standar Pembiayaan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah 8. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 22 Tahun 2023 tentang Standar Sarana dan Prasarana pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah 9. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 56 Tahun 2022 tentang Standar Pendidikan Guru 10. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 09 tahun 2022 tentang Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah terhadap Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah 11. Peraturan lain yang relevan dengan implementasi standar nasional pendidikan. C. TUJUAN Tujuan utama Evaluasi Diri Sekolah.(EDS) adalah: 1. Sekolah menilai kinerjanya berdasarkan SPM dan SNP 2. Sekolah.mengetahui tahapan pengembangan dalam pencapaian SPM dan SNP sebagai dasar peningkatan mutu pendidikan yang bermuara pada peningkatan mutu peserta didik. 3. Sekolah dapat menyusun Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) atau Rencana Kegiatan Sekolah (RKS) sesuai kebutuhan nyata menuju ketercapaian implementasi SPM dan SNP. D. MANFAAT EDS diharapkan dapat memberikan sumbangan penting bagi sekolah.sendiri dan bagi pemerintahan Kabupaten/Kota yang memiliki kewenangan mengelola pendidikan. Berikut adalah manfaat yang dapat diperoleh dari pelaksanaan EDS.
7 1. Bagi sekolah a. Sekolah dapat mengidentifikasikan kelebihan serta kekurangannya sendiri dan merencanakan pengembangan ke depan. b. Sekolah.dapat memiliki data dasar yang akurat sebagai dasar untuk pengembangan dan peningkatan di masa mendatang. c. Sekolah dapat mengidentifikasikan peluang untuk meningkatkan mutu pendidikan yang disediakan, mengkaji apakah inisiatif peningkatan tersebut berjalan dengan baik dan menyesuaikan program sesuai dengan hasilnya. d. Sekolah dapat memberikan laporan formal kepada pemangku kepentingan demi meningkatkan akuntabilitas sekolah. 2. Bagi tingkatan lain dalam sistem (Pemerintah, pemerintahan kabupaten/kota dan provinsi) a. Menyediakan data dan informasi yang penting untuk perencanaan, pembuatan keputusan, dan perencanaan anggaran pendidikan pada tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan nasional. b. Mengidentifikasikan bidang prioritas untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan. c. Mengidentifikasikan jenis dukungan yang dibutuhkan oleh sekolah. d. Mengidentifikasikan pelatihan serta kebutuhan program pengembangan lainnya. e. Mengidentifikasikan keberhasilan sekolah.berdasarkan berbagai indikator pencapaian sesuai dengan SPM dan SNP. E. KONSEP DASAR EVALUASI DIRI SEKOLAH (EDS) Evaluasi diri sekolah.atau EDS adalah proses evaluasi diri sekolah.yang bersifat internal yang melibatkan pemangku kepentingan untuk melihat kinerja sekolah.berdasarkan SPM dan SNP yang hasilnya dipakai sebagai dasar Penyusunan RKS dan sebagai masukan bagi perencanaan investasi pendidikan tingkat kabupaten/kota. Proses EDS merupakan siklus, yang dimulai dengan pembentukan Tim Pengembang Sekolah (TPS), pelatihan penggunaan instrumen, pelaksanaan ED di sekolah.dan penggunaan hasilnya sebagai dasar penyusunan RPS atau RKS dan RAPBS/RKAS. Sekolah.melakukan proses EDS setiap tahun sekali.
8 EDS dilaksanakan oleh Tim Pengembang Sekolah (TPS) yang terdiri atas: kepala sekolah, wakil unsur guru, wakil komite sekolah, wakil orang tua siswa, dan pengawas. TPS mengumpulkan bukti dan informasi dari berbagai sumber untuk menilai kinerja sekolah.berdasarkan indikator-indikator yang dirumuskan dalam instrumen. Dengan menggunakan Instrumen EDS, sekolah.dapat mengukur dampak kinerjanya terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik. Sekolah.juga dapat memeriksa hasil dan tindak lanjutnya terhadap perbaikan layanan pembelajaran yang diberikan dalam memenuhi kebutuhan pembelajaran peserta didik. Kegiatan ini melibatkan semua pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah untuk memperoleh informasi dan pendapat dari seluruh pemangku kepentingan sekolah/ madrasah. Khusus untuk pengawas, keterlibatannya dalam TPS berfungsi sebagai fasilitator atau pembimbing bagi sekolah dalam melakukan EDS, terutama memastikan bahwa proses EDS dilakukan secara benar dan bukti-bukti fisik sekolah tersedia. EDS bukanlah proses yang birokratis atau mekanis, melainkan suatu proses dinamis yang melibatkan semua pemangku kepentingan dalam sekolah. EDS perlu dikaitkan dengan proses perencanaan sekolah.dan dipandang sebagai bagian yang penting dalam kinerja siklus pengembangan sekolah. Sebagai kerangka kerja untuk perubahan dan perbaikan, proses ini secara mendasar menjawab 3 (tiga) pertanyaan kunci di bawah ini: 1. Seberapa baikkah kinerja sekolahkita? Hal ini terkait dengan posisi pencapaian kinerja untuk masing-masing indikator SPM dan SNP. 2. Bagaimana kita dapat mengetahui kinerja sekolah? Hal ini terkait dengan bukti apa yang dimiliki sekolah.untuk menunjukkan pencapaiannya. 3. Bagaimana kita dapat meningkatkan kinerja? Dalam hal ini sekolah.melaporkan dan menindaklanjuti apa yang telah ditemukan melalui dua pertanyaan sebelumnya. Sekolah menjawab ketiga masalah ini setiap tahunnya dengan menggunakan seperangkat indikator kinerja untuk melakukan pengkajian yang obyektif terhadap kinerja mereka berdasarkan SPM dan SNP, dan mengumpulkan bukti mengenai kinerja peningkatan mutu pendidikan yang dilakukan. Informasi tambahan seperti tingkat ketercapaian kinerja sekolah dalam memenuhi kebutuhan semua peserta didiknya dan kapasitas sekolah untuk perbaikan serta dukungan yang dibutuhkan juga dimasukkan di sini. Data dapat juga dikaitkan dengan kebutuhan lokal dan informasi khusus terkait dengan kondisi sekolah. Informasi kuantitatif seperti tingkat penerimaan siswa baru, hasil ujian, tingkat pengulangan dan lain-lain, beserta
9 SEKOLAH (Tahunan) MONITORING SEKOLAH/MADRASA H OLEH PEMERINTAH DAERAH (MSPD) SERTIFIKASI GURU DAN PENINGKATAN KOMPETENSI PROFESIONAL SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (SPMP) MEMENUHI SPM DAN SNP PENGUMPULAN SEKOLAH/MADRASAH Sekolah informasi kualitatif seperti pendapat dan penilaian profesional dari para pemangku kepentingan di sekolah.dikumpulkan guna mendapatkan gambaran secara menyeluruh. Semua informasi ini kemudian dipergunakan sebagai dasar untuk mempersiapkan suatu rencana pengembangan sekolah.yang terpadu. Informasi hasil EDS dan Rencana Pengembangan Sekolah.ditindaklanjuti Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Kantor Kemenag sebagai informasi kinerja sekolah.terkait pencapaian SPM dan SNP dan sebagai dasar penyusunan perencanaan peningkatan mutu pendidikan pada tingkat kabupaten/kota dan provinsi, bahkan pada tingkat nasional. F. KETERKAITAN EDS DENGAN PENJAMINAN DAN PENINGKATAN MUTU EDS dikembangkan sejalan dengan sistem penjaminan mutu pendidikan, khususnya yang terkait dengan perencanaan pengembangan sekolah.dan manajemen berbasis sekolah. Pelaksanaan EDS terkait dengan praktek dan peran kelembagaan yang memang sudah berjalan, seperti manajemen berbasis sekolah, perencanaan pengembangan sekolah, akreditasi sekolah, implementasi SPM dan SNP, peran LPMP/BDK, peran pengawas, serta manajemen pendidikan yang dilakukan oleh pemerintahan provinsi dan kabupaten/kota, dan Rencana Pembangunan Nasional Bidang Pendidikan, Renstra Kemendiknas, dan Renstra Kemenag. Diagram berikut ini menggambarkan EDS sebagai salah satu komponen sumber data dalam sistem penjaminan mutu pendidikan yang mengacu pada Permendiknas Nomor 63 Tahun 2009 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan.
10 EDS sebagai komponen penting dalam SPMP, merupakan dasar peningkatan mutu dan penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah.(RPS). EDS juga menjadi sumber informasi kebijakan untuk penyusunan program pengembangan pendidikan kabupaten/kota. Karena itulah EDS menjadi bagian yang integral dalam penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan. EDS adalah suatu proses yang memberikan tanggung jawab kepada sekolah.untuk mengevaluasi kemajuan mereka sendiri dan mendorong sekolah untuk menetapkan prioritas peningkatan mutu sekolah. Kegiatan EDS berbasis sekolah, tetapi proses ini juga mensyaratkan adanya keterlibatan dan dukungan dari orang-orang yang bekerja dalam berbagai tingkatan yang berbeda dalam sistem ini, dan hal ini tentu saja membantu terjaminnya transparansi dan validitasi proses. EDS merupakan komponen penentu yang sangat penting dalam membangun sistem informasi pendidikan nasional terutama dalam memotret kinerja sekolah.dalam penerapan SPM dan SNP. Informasi yang terbangun menjadi dasar untuk perencanaan peningkatan mutu berkelanjutan dan pengembangan kebijakan pendidikan pada tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan nasional. Pada diagram EDS dalam Kaitannya dengan Penjaminan dan Peningkatan Mutu berikut ini, terlihat alur informasi dan urutan kegiatan yang dilakukan. EDS dalam Kaitannya dengan Penjaminan dan Peningkatan Mutu
G. STRATEGI IMPLEMENTASI Selama berjalannya proses EDS/M, diharapkan dapat dibangun adanya visi yang jelas mengenai apa yang diinginkan oleh para pemangku kepentingan terhadap sekolah/madrasah mereka. Untuk dapat membangun visi bersama mengenai mutu ini yang harus dilakukan adalah melibatkan semua pemangku kepentingan dalam proses untuk menyepakati nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang akan ditetapkan. Visi bersama ini akan membawa arah pengembangan sekolah/madrasah ke depan dengan lebih jelas. Sekolah/madrasah mengukur dampak dari berbagai kegiatan penting terkait dengan peserta didik dan kegiatan pembelajaran; setiap tahun sekolah/madrasah juga memeriksa hasil dan dampak dari kegiatan pembelajaran serta bagaimana sekolah/madrasah dapat memenuhi kebutuhan peserta didik. Hal yang sangat penting dalam proses ini adalah sekolah/madrasah harus mempergunakan evaluasi ini untuk memprioritaskan bidang yang memerlukan peningkatan dan mempersiapkan rencana pengembangan/ peningkatan sekolah/madrasah. Proses ini kemudian menjadi bagian dari siklus pengembangan dan peningkatan yang berkelanjutan. Dengan melibatkan semua pemangku kepentingan di sekolah/madrasah (kepala sekolah/madrasah, guru, peserta didik, orang tua, komite sekolah/madrasah, anggota masyarakat, dan pengawas sekolah/madrasah) diharapkan bahwa tujuan dan nilai yang diinginkan dalam proses EDS/M menjadi bagian dari etos kerja sekolah/madrasah. Penting diingat bahwa informasi yang didapatkan harus dianggap penting dan tidak lagi dianggap sebagai beban atau hanya sekedar sebagai daftar data yang perlu dikumpulkan karena diminta oleh pihak luar. Proses EDS/M harus menjadi suatu refleksi untuk mengubah dan memperbaiki tata kerja, serta akan dianggap berhasil jika dapat membawa sekolah/madrasah pada peningkatan pelayanan pendidikan dan hasilnya bagi 9
para peserta didik. Kemudian sekolah/madrasah akan menjadi pelaku utama dalam peningkatan mutu dan memberikan penjaminan terhadap pelayanan pendidikan yang bermutu. Tahapan-tahapan berikut adalah upaya yang dilaksanakan untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan EDS, yakni: 1. Persiapan Sebelum proses ini dapat dimulai, dibutuhkan pelatihan EDS secara berkelanjutan. Pelatihan ditujukan untuk mempersiapkan sekolah.melaksanakan evaluasi secara transparan, untuk menjamin validitas dan mempergunakan informasi yang dikumpulkan untuk memberikan masukan terhadap perencanaan pengembangan sekolah. Pelatihan ini dilaksanakan dengan mempergunakan sistem berikut ini: a. LPMP/BDK dilatih sebagai pelatih bagi pelatih (Trainers of Trainers/ToT). b. Kepala Seksi Kurikulum, Koordinator Pengawas, beberapa Pengawas dilatih oleh LPMP/BDK. c. Koordinator Pengawas dan pengawas sekolah.terpilih melatih Tim TPS-EDS dalam gugus sekolah. 2. Melaksanakan Proses EDS Kepala sekolah dengan dukungan pengawas sekolah.melaksanakan EDS bersama Tim TPS yang terdiri dari perwakilan guru, komite sekolah, orang tua, Pengawas dan perwakilan lain dari kelompok masyarakat yang memang dipandang layak untuk diikutsertakan. Tim ini akan mempergunakan instrumen yang disediakan untuk menetapkan profil kinerja sekolah.berdasarkan indikator pencapaian. Informasi yang didapatkan kemudian dianalisa dan dipergunakan oleh TPS untuk mengidentifikasi kelebihan dan bidang perbaikan yang dibutuhkan, serta merencanakan program tahunan sekolah. Pengawas sekolah.harus dilibatkan secara penuh untuk mendukung sekolah.dalam proses tersebut, serta dalam mengimplementasikan rencana perbaikan yang dikembangkan berdasarkan hasil dari proses ini. Keterlibatan pengawas sekolah juga akan mendorong terciptanya transparansi dan keandalan data yang dikumpulkan, serta membantu sekolah.untuk melangkah maju dalam program perbaikan berkelanjutan. Pengawas sekolah.dan kepala sekolah.akan menjadi pemain inti dalam pelibatan pemangku kepentingan untuk mendapatkan gambaran yang realistis mengenai sekolah.dalam melakukan perbaikan, dan bukan hanya sekedar mengisi
data yang menunjukkan pencapaian standar. Instrumen EDS didasarkan pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang memberikan dua tujuan untuk menyediakan informasi bagi rencana pengembangan sekolah, seiring dengan pemutakhiran sistem manajemen informasi pendidikan nasional. Bidang dan pertanyaan inti yang disediakan dalam instrumen tersebut merefleksikan aspek-aspek yang penting bagi sekolah.yang diperlukan untuk merencanakan perbaikan sekolah. Karena itulah maka perlu diantisipasi agar sekolah.dapat melakukan proses ini dengan benar dan tidak memandangnya sekedar sebagai kegiatan pengisian formulir. Penting untuk ditekankan disini bahwa sekolah.harus mendeskripsikan situasi nyata yang ada di sekolah.mereka dan kemudian, saat proses ini diulang, mereka harus mampu menunjukkan adanya perbaikan seiring dengan waktu yang berjalan. H. BENTUK INSTRUMEN EDS Instrumen EDS terdiri dari 8 (delapan) standar nasional pendidikan yang dijabarkan ke dalam 26 komponen dan 62 indikator. Setiap standar terdiri atas sejumlah komponen yang mengacu pada masing-masing standar nasional pendidikan sebagai dasar bagi sekolah.dalam memperoleh informasi kinerjanya yang bersifat kualitatif. Komponen yang dievaluasi melalui instrumen EDS adalah sebagai berikut. 1. Standar Isi a. Kurikulum sudah sesuai dan relevan. b. Sekolah.menyediakan kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik. 2. Standar Proses a. Silabus sudah sesuai/relevan dengan standar. b. RPP dirancang untuk mencapai pembelajaran efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. c. Sumber belajar dapat diperoleh dengan mudah dan digunakan secara tepat. d. Pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan metode yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, kreatif, menantang dan memotivasi peserta didik. e. Supervisi dan evaluasi proses pembelajaran dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan. 3. Standar Kompetensi Lulusan a. Peserta didik dapat mencapai target akademis yang diharapkan. b. Peserta didik dapat mengembangkan potensi penuh mereka sebagai anggota masyarakat.
4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan a. Pemenuhan jumlah pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai. b. Kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai. c. Kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai. 5. Standar Sarana dan Prasarana a. Sarana sekolah.sudah memadai. b. Sekolah.dalam kondisi terpelihara dan baik. 6. Standar Pengelolaan a. Kinerja pengelolaan sekolah.berdasarkan kerja tim dan kemitraan yang kuat dengan visi dan misi yang jelas dan diketahui oleh semua pihak. b. Rencana kerja sekolah.mencantumkan tujuan yang jelas untuk program peningkatan dan perbaikan berkelanjutan yang tersosialisasikan dengan baik. c. Rencana Pengembangan Sekolah atau Rencana Kerja Sekolah berdampak terhadap peningkatan hasil belajar. d. Pengumpulan dan penggunaan data yang handal dan valid. e. Pemberian dukungan dan kesempatan pengembangan profesi bagi para. pendidik dan tenaga kependidikan. f. Masyarakat mengambil bagian dalam kehidupan sekolah. 7. Standar Pembiayaan a. Sekolah.merencanakan keuangan sesuai standar. b. Upaya sekolah.untuk mendapatkan tambahan dukungan pembiayaan lainnya. c. Sekolah.menjamin kesetaraan akses. 8. Standar Penilaian Pendidikan a. Sistem penilaian disusun untuk menilai peserta didik baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. b. Penilaian berdampak pada proses belajar. c. Orangtua peserta didik terlibat dalam proses belajar anak mereka. Setiap komponen terdiri dari beberapa indikator yang memberikan gambaran lebih menyeluruh dari komponen yang dimaksudkan. 12
B HASIL EVALUASIA. STANDAR ISI Komponen 1.1. Kurikulum sudah sesuai dan relevan 1.1.11.1.21.1.31.2. Sekolah menyediakan kebutuhan pengembangan pribadipeserta didik 1.2.11.2.2
BAB II I DIRI SEKOLAH (EDS) Indikator . Pengembangan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan menggunakan panduan yang disusun BSNP. 2. Kurikulum dibuat dengan mempertimbangkan karakter daerah, kebutuhan sosial masyarakat, kondisi budaya, usia peserta didik, dan kebutuhan pembelajaran. 3. Kurikulum telah menunjukan adanya alokasi waktu, rencana program remedial, dan pengayaan bagi siswa. . Sekolah menyediakan layanan bimbingan dan konseling untuk memenuhi kebutuhanpengembangan pribadi peserta didik. 2. Sekolah menyediakan kegiatan ekstra kurikuler untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik.
1. ISI 1.1. Kurikulum sudah sesuai dan relevan 1.1.1. Pengembangan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan meBukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berda1. KTSP dokumen 1 2. Dokumen 2 (Silabus) 3. Notulen Rapat Sosialisasi KTSP 4. Buku Supervisi Kepala sekolah KEKUATAN : 1. Sekolah kami dalam menyus2. Struktur Kurikulum SMP Tarua. Mata Pelajaran Umum Kelotingkat dan semua kelompokb. Mata Pelajaran Umum Kelotingkat dan kelompok peminac. Mata Pelajaran Muatan Loka3. Kurikulum sekolah kami dikea. Berpusat pada potensi, b. Beragam dan terpadu c. Tanggap terhadap perked. Menyeluruh dan berkese. Belajar sepanjang hayaf. Seimbang antara kepen4. RPP disusun oleh semua gu
enggunakan panduan yang disusun BSNP. asarkan Bukti Fisik sun kurikulum menggunakan Panduan Penyusunan Kurikulum dari BNSP una Bangsa terdiri atas : ompok A merupakan mata pelajaran wajib untuk semua siswa, semua k peminatan. Kurikulumnya ditentukan oleh pusat mpok B, merupakan mata pelajaran wajib untuk semua siswa, semua atan al mbangkan berdasarkan 7 prinsip-prinsip pengembangan kurikulum: perkembangan, kebutuhan, dan kepentigan peserta didik dan lingkungan embangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni budaya inambungan t ntingan nasional dan kepentingan daerah ru mata pelajaran
5. Dokumen kurikulum disahka6. Kurikulum disekolah kami dis7. Sekolah telah memiliki tim peKELEMAHAN ; 1. Sekolah baru akan menerap2. Guru – guru belum memaha3. Sekolah perlu beradaptasi dTahapanPengembangan Tahap ke-4 √ Tahap ke-3 TRekomendasi: 1. Perlu diadakan in house training (IHT) bagi kepala sekolah d2. Sekolah mereview kurikulum lama (KTSP) dan menyesuaikan d3. Sekolah mempelajari dan menyusun KOSP 4. Sekolah memberikan pembinaan pembelajaran sesuai deng5. Sekolah memberikan pembinaan penyusunan kurikulum den
n Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu sosialisasikan kepada guru dan tenaga kependidikan. engembang Kurikulum. pkan kurikulum merdeka di tahun ajaran 2023/2024 ami seutuhnya mengeani kurikulum merdeka dan administrasinya dengan sistem kurikulum merdeka Tahap ke-2 Tahap ke-1 dan guru – guru agar lebih memahami Kurikulum merdeka dengan KOSP. gan RPP bagi guru-guru yang belum melaksanakannya ngan memperhatikan perbedaan kebutuhan siswa
1.1. Kurikulum sudah sesuai dan relevan 1.1.2. Kurikulum dibuat dengan mempertimbangkan karakter daerapembelajaran. Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikat1. KTSP Dokumen 1(muatanlokal dan program pengembangan diri) 2. KTSP Dokumen 2 3. Perangkat Pembelajaran Mulok: - Kewirausahaan - Prakarya 4. Notulen rapat penyusunan Mulok KEKUATAN : 1. Penyusunan kurikulumsekolah. 2. Kurikulum kami memupeserta didik dalam m3. Kurikulum di sekolapeserta didik yaitu budKELEMAHAN ; 1. Bahasa Sunda belum 2. Karakter dalam kurikulpelajaran 3. Pelaksanaanya baru sRekomendasi: 1. Sekolah mengajukan guru untuk muatan lokal bahasa Sunda 2. Menfasilitasi peningkatan pengembangan silabus dan RPP yangusia peserta didik )yang tertuang dalam KTSP,melalui kegiatan w
h, kebutuhan sosial masyarakat, kondisi budaya, usia peserta didik, dan kebutuhan tor Berdasarkan Bukti Fisik m muatan lokal pada sekolah kami melibatkan kepala sekolah, pendidik,komite uat muatan lokal yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan daerah daerah dan enghadapi globalisasi yaitu Robotik dan Bahasa Mandarin h kami memuat pengembangan diri yang disesuaikan dengan kebutuhan di pekerti,pembinaan moral siswa. diajarkan secara rutin karena belum dapat memenuhi tenaga pendidiknya. lum sekolah kami belum seluruhnya terintegrasi dalam silabus setiap mata sekitar 80% g mengintegrasikan berbagai karakter ( Daerah, sosial masyarakat,kondisi budaya workshop
1.1. Kurikulum sudah sesuai dan relevan 1.1.3. Kurikulum telah menunjukan adanya alokasi waktu, rencana Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berd1. Buku KTSP dok.1 KEKUATAN : 2. Jadwal pelajaran 3. Prota 4. Promes 5. Kalender pendidikan 1. Semua guru telah menuangkan 2. Struktur Kurikulum di sekolah ka- Jumlah jam pelajaran pelajar- Alokasi waktu untuk tiap mat- Jumlah Minggu efektif dalamKELEMAHAN : 1. Baru sekitar 80% guru guru kam2. Baru sekitar 20% guru guru kamsiswa TahapanPengembangan Tahap ke-4 Tahap ke-3 TRekomendasi: 1. Sekolah menfasilitasi setiap rapat dinas bulanan agar guru d2. Sekolah memfasilitasi review program remedial, dan pengay
program remedial, dan pengayaan bagi siswa. dasarkan Bukti Fisik alokasi waktu pada program pembelajaran ami sudah memuat alokasi waktu : ran perminggu : untuk kelas VII, VIII dan IX = 40 jam pelajaran ta pelajaran : 35 menit m 1 tahun adalah 38 – 42 minggu mi yang telah melaksanakan program remedial mi yang melaporkan hasil pembelajaran/pengayaan kepada orangtua Tahap ke-2 Tahap ke-1 dapat melaksanakan program perbaikan/remedial secara optimal. yaan dan melaporkan hasilnya pada orang tua siswa.
1.2. Sekolah menyediakan kebutuhan pengembangan pribad1.2.1. Sekolah menyediakan layanan bimbingan dan konseling untuBukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikat1. Program BP/BK dalam KTSP 2. Jadwal Kegiatan K onseling 3. Daftar hadir kegiatan 4. Buku Catatan P elanggaran Siswa/Kasus 5. Laporan penyelenggaran BP/BK KEKUATAN 1. Sekolah kami menye2. Sekolah kami memilkKELEMAHAN ; Sekolah belum melakukan pTahapan Pengembangan Tahap ke-4 Tahap ke-3 Rekomendasi: 1. Guru BK mempelajari dan mengaplikasikan program Roots u
di peserta didik uk memenuhi kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik. tor Berdasarkan Bukti Fisik lenggarakan kegiatan Bimbingan dan Konseling bagi semua peserta didik. ki program Kegiatan Bimbingan dan Konseling rogram Roots untuk mengatasi masalah perundungan. Tahap ke-2 Tahap ke-1 untuk mengatasi perundungan
1.2. Sekolah menyediakan kebutuhan pengembangan pribad1.2.2. Sekolah menyediakan kegiatan ekstra kurikuler untuk memenBukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berda1. Program Kegiatan Ekstra 2. Daftar hadir siswa 3. Daftar hadir Pembina 4. Jadwal kegiatan 5. Program kegiatan 6. SK Pembina 7. Dokumentasi kegiatan ekstra KEKUATAN : 1. Kurikulum sekolah kami memuat 2. Sekolah kami menyelenggarkan 1. Bidang Olahraga (Futsal, Bo2. Bidang Seni (Modern Dance3. Bidang Bahasa dan Sastra (4. Bidang Sains dan teknologi (3. Sekolah kami sudah menyelengg4. Sekolah membuat laporan kegiaKELEMAHAN ; 1. Administrasi pelaksanaan ekstra2. Ada usulan untuk menambah eksTahapan Pengembangan Tahap ke-4 Tahap ke-3 Rekomendasi: 1. Sekolah menfasilitasi peningkatan kegiatan ekstra kurikuler 2. Sekolah menfasilitasi pengembangan ekstra kurikuler dengan mmodeling dan fashion desain.
di peserta didik nuhi kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik. asarkan Bukti Fisik program kegiatan ekstrakurikuler kegiatan ekstrakurikuler antara lain : ola Basket, Badminton, Panahan, e, Manga, Vocal, Gitar) (Bahasa Inggris, Public Speaking, Jurnalistik) (Kelompok Ilmiah, Robotik) garakan kegiatan ekstrakurikuler berdasarkan kebutuhan peserta didik atan ekstra kurikuler. kurikuler perlu ditingkatkan. skul modeling dan fashioin desain Tahap ke-2 Tahap ke-1 melibatkan masyarakat dengan cara mengundang ahli dibidang
B. STANDAR PROSES Komponen 2.1. Silabus sudah sesuai/relevan dengan standar 2.1.1.2.1.2.2.2. RPP dirancang untuk mencapai pembelajaran efektif dan sesuaidengan kebutuhan peserta didik 2.2.1.2.2.2.2.3. Sumber belajar dapat diperoleh dengan mudah dan digunakan secaratepat 2.3.12.4. Pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan metode yanginteraktif, inspiratif, menyenangkan, kreatif, menantang dan memotivasi peserta didik 2.4.1.2.4.2.2.5. Supervisi dan Evaluasi Proses Pembelajaran dilaksanakan secaraberkala dan berkelanjutan 2.5.1.2.5.2.
Indikator Silabus dikembangkan berdasarkan Standar Isi (SI), Standar Kompetensi Lulusan (SKL), danpanduan KTSP. Pengembangan Silabus dilakukan guru secara mandiri atau berkelompok. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) disusun berdasarkan pada prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran. RPP memperhatikan perbedaan gender, kemampuan awal, tahap intelektual, minat, bakat, motivasi belajar, potensi, kemampuan sosial, emosional, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai-nilai, dan lingkungan peserta didik. . Guru menggunakan buku panduan, buku pengayaan, buku referensi, dan sumber belajar lain selainbuku pelajaran secara tepat dalam pembelajaran untuk membantu dan memotivasi peserta didik. Para guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan yang rencana pembelajaran yang interaktif,inspiratif, menyenangkan, dan menantang mencakup kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Para peserta didik memperoleh kesempatan yang sama untuk melakukan ekplorasi dan elaborasi,serta mendapatkan konfirmasi. Supervisi dan evaluasi proses pembelajaran dilakukan pada setiap tahap meliputi perencanaan,pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran. Supervisi dan evaluasi proses pembelajaran dilakukan secara berkala dan berkelanjutan olehKepala Sekolah dan Pengawas.
3. STANDAR PROSES 2.1. Silabus sudah sesuai/relevan dengan standard 2.1.1. Silabus dikembangkan berdasarkan Standar Isi (SI), Standar Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berd1. KTSP dokumen 1 2. Silabus KEKUATAN : 1. Silabus di sekolah kami dikemdan panduan KTSP 2. Silabus yang dibuat mengarah3. Silabus memuat identitas mkegiatan pembelajaran, indikbelajar. 4. Di sekolah kami semua mata pKELEMAHAN : 1. Silabus di sekolah kami belum mTahapan Pengembangan Tahap ke-4 Tahap ke-3 Rekomendasi: Sekolah menfasilitasi peningkatan pengembangan silabus mela
Kompetensi Lulusan (SKL), dan panduan KTSP. dasarkan Bukti Fisik mbangkan berdasarkan pada standar isi, standar kompetensi kelulusan h pada pencapaian SKL ata pelajaran atau tema pelajaran, SK, KD, materi pembelajaran, atorpencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber pelajaran memiliki silabus mempertimbangkan situasi dan kondisi sekolah Tahap ke-2 Tahap ke-1 alui melalui kegiatan MGMP Sekolah/Sektor/Kabupaten
2.1. Silabus sudah sesuai/relevan dengan standard 2.1.2. Pengembangan Silabus dilakukan guru secara mandiri atau Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berd1. KTSP Dokumen 2 2. Lampiran Silabus KEKUATAN : 1. Di sekolah kami dalam menyusureferensi 2. Semua guru di sekolah kami me3. Semua guru mereviu silabus setKELEMAHAN ; 1. Guru belum memahami cara meTahapan Pengembangan Tahap ke-4 Tahap ke-3 Rekomendasi: Sekolah menfasilitasi in house training untuk menyusun TP, ATP Sekolah perlu membentuk komunitas belajar dan mengajak gur Penyusunan dan pengembangan TP, ATP dan Modul Ajar, deng
berkelompok. dasarkan Bukti Fisik un silabus menggunakan panduan silabus yang disusun BNSP sebagai enyusun dan mengkaji silabus secara mandiri tiap tahun. embuat ATP untuk kurikulum merdeka. Tahap ke-2 Tahap ke-1 P dan Modul Ajar. ru untuk aktif mengikuti pelatihan melalui platform merdeka mengajar. gan cara mengefektikan kegiatan MGMP Sekolah dan komunitas belajar. .
2.2. RPP dirancang untuk mencapai pembelajaran efektif dan2.2.1. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) disusun berdasarBukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berd1. Dokumen 2 2. RPP KEKUATAN : 1. Di sekolah kami dalam menyusun2. RPP dijabarkan dari silabus untuk3. Rencana Pelaksanaan Pembelakompetensi dasar, indikator pepembelajaran, kegiatan pembelaj4. RPP disusun untuk setiap KD yan5. Semua orang) guru di sekolah ka6. 60% (21 orang) guru di sekolah kKELEMAHAN : 1. Guru belum menerapkan prins2. Guru belum memahami pembeTahapan Pengembangan Tahap ke-4 Tahap ke-3 Rekomendasi: 1. Sekolah menfasilitasi perbaikan penyusunan dan pelaksanaan R2. Sekolah memfasilitasi guru – guru untuk mempelajari pembelaja3. Guru – guru diajak untuk mempelajari modul ajar berbasis pemb
n sesuai dengan kebutuhan peserta didik rkan pada prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran. dasarkan Bukti Fisik n RPP berdasarkan pada prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran k mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. ajaran (RPP) memuat : identitas mata pelajaran, standar kompetensi, encapaian, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode jaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar ng untuk satu kali pertemuan atau lebih. ami menyusun Prota, Prosem, Minggu Efektif dan Pemetaan KD kami menerapkan prinsip-prinsip PAKEM/CTL sip PAKEM elajaran berdiferesiasi Tahap ke-2 Tahap ke-1 RPP dengan mengikut sertakan guru pada diklat-diklat aran berdiferensiasi. belajaran berdiferensiasi
2.2. RPP dirancang untuk mencapai pembelajaran efektif dan2.2.2. RPP memperhatikan perbedaan gender, kemampuan awasosial, emosional, gaya belajar,kebutuhan khusus, kecepatdidik. Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berd1. Dokumen 2 2. RPP KEKUATAN : 1. Di sekolah kami dalam menygender, kemampuan awal , keb2. Guru yang mengelola kelas sesiswa untuk menumbuhkan pemKELEMAHAN ; 1. Guru di sekolah kami dalam mentahap intelektual, minat, bakat, mkebutuhan khusus, norma, nilai dTahapan Pengembangan Tahap ke-4 Tahap ke-3 Rekomendasi: Sekolah menfasilitasi perbaikan penyusunan dan pelaksanaan R
n sesuai dengan kebutuhan peserta didik l, tahap intelektual, minat, bakat, motivasi belajar, potensi, kemampuan an belajar, latar belakang budaya, norma, nilai-nilai, dan lingkungan peserta dasarkan Bukti Fisik yusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran memperhatikan perbedaan butuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya ecara efektif dan mengatur tempat duduk sesuai karakter dan kebutuhan mbelajaran yang efektif dan menyenengkan. nyusun RPP belum memperhatikan perbedaan gender, kemampuan awal, motivasi belajar, potensi, kemampuan social, emosional, gaya belajar, dan linkungan peserta didik. Tahap ke-2 Tahap ke-1 RPP dengan mengikut sertakan guru pada diklat-diklat
2.3. Sumber belajar dapat diperoleh dengan mudah dan digun2.3.1. Guru menggunakan buku panduan, buku pengayaan, buku repembelajaran untuk membantu danmemotivasi peserta didik.Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berd1. Notula Rapat penentuan bukuteks 2. Buku teks pelajaran 3. Buku referensi 4. Buku kunjungan Perpustakaan KEKUATAN : 1. Sekolah kami menentukan buku sampel buku yang ditawarkan. 2. Sekolah mengadakan rapat pene3. Sumber belajar yang tersedia di KELEMAHAN ; 1. Tidak semua guru memanfaat2. Tidak semua guru memanfaatTahapan Pengembangan Tahap ke-4 Tahap ke-3 Rekomendasi: 1. Sekolah menfasilitasi guru untuk menggunakan berbagai sumb
nakan secara tepat eferensi, dan sumber belajar lain selain buku pelajaran secara tepat dalam dasarkan Bukti Fisik teks berdasarkan hasil analisis guru mata pelajaran terhadap sampel – entuan buku teks bersama perwakilan komite sekolah sekolah kami antara lain : buku teks, buku referensi dan sumber belajar lain. tkan perpustakaan sebagai sumber dalam proses pembelajaran tkan lingkungan sebagai sumber belajar dalam proses pembelajaran Tahap ke-2 Tahap ke-1 er dan media pembelajaran
2.4. Pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan metokreatif, menantang dan memotivasipeserta didik 2.4.1. Para guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan yang rmenantang mencakup kegiatanpendahuluan, inti, dan penutBukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berd1. Silabus KEKUATAN : 2. RPP 3. Promes 4. Prota 1. Semua guru melaksanakan pem2. Dalam proses pembelajaran gumenantang, danmemotivasi ana3. Dalam proses pembelajaran di pendahuluan,inti, dan penutup. KELEMAHAN ; Dalam proses pembelajaran bebinteraktif,inspiratif, menyenangkaTahapan Pengembangan √ Tahap ke-4 Tahap ke-3 Rekomendasi: 1. Sekolah menfasilitasi guru untuk menggunakan metode PAKEM
ode yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, rencana pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, dan up. dasarkan Bukti Fisik mbelajaran sesuai dengan rencana pembelajaran uru menggunakan metode yang interaktif,inspiratif, menyenangkan, ak didik sekolah kami guru melalui langkah-langkah pembelajaran mulai dari berapa guru belum maksmimal dalam menggunakan metode yang an, menantang,dan memotivasi anak didik Tahap ke-2 Tahap ke-1 dan CTL, melalui mengikutsertakan mereka dalam diklat
2.4. Pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan metokreatif, menantang dan memotivasipeserta didik 2.4.2. Para peserta didik memperoleh kesempatan yang sama untuBukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berd1. Silabus 2. RPP 3. Lembar kegiatan siswa KEKUATAN : 1. Di sekolah kami guru mengelolasiswa untuk melakukan eksploraKELEMAHAN ; Di sekolah kami guru belum mkepada parasiswa untuk melakuTahapan Pengembangan Tahap ke-4 Tahap ke-3 Rekomendasi: 1. Sekolah menfasilitasi guru mengelolah kelas secara efektif dan eksplorasi dan elaborasi, sertamendapatkan konfimasi, dengan
ode yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, k melakukan ekplorasi dan elaborasi, serta mendapatkan konfirmasi. dasarkan Bukti Fisik ah kelas secara efektif dan memberi kesempatan yang sama kepada para asi dan elaborasi, serta mendapatkan konfimasi mengelolah kelas secara efektif dan memberi kesempatan yang sama ukan eksplorasi dan elaborasi, serta mendapatkan konfimasi Tahap ke-2 Tahap ke-1 memberi kesempatan yang sama kepada para siswa untuk melakukan mengikutkan mereka pada diklat, pelatihan dan lainnya
2.5. Supervisi dan Evaluasi Proses Pembelajaran dilaksanak2.5.1. Supervisi dan evaluasi proses pembelajaran dilakukan pada spembelajaran. Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berd1. Program Supervisi 2. Buku supervisi KEKUATAN : 1. Di sekolah kami mempunyai pro2. Di sekolah kami Kepala sepembelajaran melalui tahap perKELEMAHAN ; 1. Di sekolah kami telah dilaksana2. Belum ada program rencana tinTahapan Pengembangan Tahap ke-4 Tahap ke-3 Rekomendasi: 1. Sekolah menfasilitasi program dan pelaksanaan supervisi da2. Perlu dibuat rencana tindak lanjut untuk guru yang telah disu3. Perlu adanya sistem penilaian (rapor) untuk kinerja guru (PK
kan secara berkala dan berkelanjutan setiap tahap meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil dasarkan Bukti Fisik ogram kerja untuk supervisi dan evaluasi proses pembelajaran ekolah bekerjasama dengan Yayasan melakukan supervisi proses rencanaan dan pelaksanaan pembelajaran akan supervisi penilaian hasil pembelajaran walaupun belum maksimal. ndak lanjut bagi guru yang sudah disupervisi Tahap ke-2 Tahap ke-1 an evaluasi pembelajaran upervisi KG)
2.5. Supervisi dan Evaluasi Proses Pembelajaran dilaksanak2.5.2. Supervisi dan evaluasi proses pembelajaran dilakukan secaraPengawas. Bukti-Bukti Fisik Ringkasan Deskripsi Indikator Berd1. Program Supervisi 2. Buku supervisi KEKUATAN : 1. Pelaksanaan supervise di sekoPengawas. KELEMAHAN ; 2. Hasil supervise dan evaluasi penghargaan bagi yang telah memenuhi standar, diberi kesem3. Hasil supervise tidak dilaporkan Tahapan Pengembangan Tahap ke-4 Tahap ke-3 Rekomendasi: 1. Sekolah menfasilitasi program tindak lanjut dari hasil supervis
kan secara berkala dan berkelanjutan a berkala dan berkelanjutan oleh Kepala Sekolah, Yaysasan dan dasarkan Bukti Fisik olah kami dilakukan secara berkala oleh kepala sekolah, yayasan dan proses pembelajaran belum ditindaklanjuti dengan penguatan dan memenuhi standar, teguran yang bersifat mendidik bagi yang belum mpatan untuk mengikuti pelatihan/penataran lebih lanjut kepada pemangku kepentingan Tahap ke-2 Tahap ke-1 si dan evaluasi melalui penguatan, penghargaan, teguran dan diklat
C. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN Komponen 3.1. Peserta didik dapat mencapai target akademis yang diharapkan 3.1.13.1.23.1.33.2. Peserta didik dapat mengembangkan potensi penuh merekasebagai anggota masyarakat 3.2.13.2.23.2.3
Indikator 1. Peserta didik memperlihatkan kemajuan yang lebih baik dalam mencapai target yangditetapkan SKL. 2. Peserta didik memperlihatkan kemajuan sebagai pembelajar yang mandiri. 3. Peserta didik memperlihatkan motivasi belajar dan rasa percaya diri yang tinggi. 1. Sekolah mengembangkan kepribadian peserta didik. 2. Sekolah mengembangkan keterampilan hidup. 3. Sekolah mengembangkan nilai-nilai agama, budaya, dan pemahaman atas sikap yangdapat diterima.