The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Bisnis Inklusi dan Berkelanjutan

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by mia ariyana, 2023-09-08 00:19:17

Modul BKBM

Bisnis Inklusi dan Berkelanjutan

Keywords: BKBM

51 c. Diskusikan bagaimana mengoptimalkan iklan berbayar dan konten organik. d. Bahas penggunaan hashtag, cerita, dan IGTV. Sesi 3. Membangun Citra Merek Melalui Media Sosial a. Jelaskan pentingnya membangun citra merek (positioning) yang konsisten dan positif. b. Bahas bagaimana memilih warna, logo, dan estetika yang konsisten dengan merek. c. Tampilkan contoh identitas visual merek dari berbagai perusahaan. d. Sajikan contoh konten yang mencerminkan nilai dan kepribadian merek. e. Diskusikan strategi storytelling dalam konten merek. f. Ajak peserta untuk berbagi ide atau pertanyaan mengenai membangun citra merek melalui media sosial. Panduan untuk fasilitator Analisis SWOT Platform Media Sosial untuk Pengembangan Usaha Mikro Facebook Instagram WhatsApp TikTok Manfaat - Jaringan besar dan global - Konten visual menarik - Komunikasi langsung - Potensi viral dengan tren kreatif - Iklan yang terukur dan target spesifik - Keterlibatan tinggi melalui cerita - Komunikasi satu-satu dengan pelanggan - Konten pendek dan kreatif - Membangun komunitas dan brand awareness - Interaksi langsung dengan pengikut - Layanan pelanggan yang personal - Tantangan yang menarik dan viral Potensi - Mengakses banyak kalangan dan demografi - Mempromosikan produk visual - Pengiriman pesan instan dan panggilan - Mendapatkan pengikut muda - Iklan yang efektif dalam halaman dan grup - Menjangkau audiens muda - Grup bisnis dan layanan keuangan - Mendapatkan visibilitas global - Meningkatkan - Menciptakan tren - Pengiriman - Menciptakan


52 Facebook Instagram WhatsApp TikTok penjualan dan konversi dan tantangan viral berita dan informasi tren dan tantangan Peluang - Meningkatkan engagement dan interaksi - Promosi produk melalui cerita - Layanan pelanggan yang personal - Menciptakan konten kreatif - Menggunakan fitur iklan yang berkualitas - Membangun hubungan yang mendalam - Pemasaran produk melalui pesan - Menyampaikan pesan secara unik - Berbagi konten yang bermanfaat - Membangun komunitas dan penjualan - Peluang untuk layanan pelanggan - Membangun brand dalam video Tantangan - Persaingan dan saturasi pasar - Kesulitan mencapai audiens yang lebih tua - Keamanan data dan privasi - Mengikuti tren dan kekinian - Perubahan algoritma yang mempengaruhi jangkauan - Konten harus kreatif dan menarik - Keterbatasan konten visual - Membutuhkan waktu investasi organik - Pengelolaan konten yang konsisten - Tidak cocok untuk semua jenis usaha - Bersaing dengan konten kreatif Strategi - Gunakan iklan untuk target spesifik - Gunakan cerita untuk keterlibatan tinggi - Gunakan WhatsApp Business untuk bisnis - Manfaatkan tren dan tantangan - Bangun komunitas melalui grup dan halaman - Gunakan hashtag dan tren populer - Gunakan fitur status untuk promosi - Ciptakan video kreatif unik - Aktifkan interaksi dengan audiens - Kolaborasi dengan influencer - Berikan layanan pelanggan melalui chat - Gunakan musik dan efek menarik Jumlah Audiens Lebih dari 2,8 miliar pengguna aktif bulanan (2021) Lebih dari 1 miliar pengguna aktif bulanan (2021) Lebih dari 2 miliar pengguna aktif bulanan (2021) Lebih dari 1 miliar pengguna aktif bulanan (2021) Catatan:


53 • Data jumlah audiens diambil berdasarkan perkiraan pengguna aktif bulanan pada tahun 2021. Kaitan Strategi Pemasaran dengan Platform Media Sosial Dibawah ini adalah contoh kaitan antara strategi pemasaran dengan platform media sosial seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, dan TikTok. Setiap platform memiliki fitur dan keunggulan yang berbeda, sehingga strategi pemasaran yang efektif harus disesuaikan dengan karakteristik masing-masing platform dan target audiens. Facebook Instagram WhatsApp TikTok Strategi - Membuat iklan berdasarkan demografi dan minat - Menggunakan cerita untuk promosi produk - Mengirim pesan promosi kepada pelanggan - Membuat tantangan atau tren berbasis konten - Mempromosikan postingan di halaman atau grup - Kolaborasi dengan influencer untuk penjangkauan - Membuat daftar siaran pesan berisi penawaran - Membuat video pendek berisi informasi atau hiburan - Menggunakan Facebook Live untuk acara atau pengumuman - Gunakan hashtag populer untuk eksposur lebih besar - Gunakan status untuk mengumumkan promosi atau diskon - Berpartisipasi dalam tren tantangan populer - Membuat konten interaktif, kuis, atau polling - Postingan cerita tentang proses di balik layar - Membuat grup bisnis untuk pelanggan setia - Membuat kampanye hashtag unik untuk brand Contoh - Membuat iklan produk fashion untuk wanita usia 25-40 - Kolaborasi dengan influencer fashion untuk - Mengirim pesan pribadi kepada pelanggan yang - Membuat tantangan dansa yang mempromosikan tahun dengan minat fashion dan travel meningkatkan eksposur merek fashion sering berbelanja di toko Anda produk pakaian yang unik - Promosikan acara tayangan langsung tentang kesehatan - Postingan cerita tentang produk perawatan kulit - Kirim pesan pribadi yang berisi penawaran spesial - Membuat video komedi yang terkait dengan dan kebugaran organik dengan hashtag #NaturalGlow kepada pelanggan setelah pembelian produk Anda


54 Facebook Instagram WhatsApp TikTok - Membuat kuis tentang makanan favorit untuk audiens - Postingan produk dengan estetika yang cocok - Berikan pilihan produk dan diskon melalui status - Membuat video tutorial tentang cara dengan minat kuliner feed mereka berbincang dengan pelanggan menggunakan produk Anda Bagaimana Mengoptimalkan Iklan Berbayar dan Konten Organik? A. Iklan Berbayar 1. Tujuan yang Jelas: Tentukan tujuan iklan, apakah untuk peningkatan penjualan, pengikut, atau kesadaran merek. Pilih jenis iklan yang sesuai dengan tujuan. 2. Target Audiens yang Tepat: Gunakan targeting yang akurat berdasarkan demografi, minat, perilaku, dan lokasi. Hal ini akan mengarahkan iklan Anda kepada orang yang berpotensi tertarik. 3. Penggunaan Gambar dan Video yang Menarik: Gunakan gambar atau video berkualitas tinggi yang relevan dengan pesan iklan. Pastikan konten visual tersebut mencuri perhatian dan mewakili nilai bisnis Anda. 4. Teks yang Padat: Buat teks iklan yang singkat, jelas, dan menarik. Sampaikan manfaat dan tawaran Anda dengan jelas. 5. Pemantauan dan Pengoptimalan: Pantau kinerja iklan secara teratur. Jika iklan tidak memberikan hasil yang diharapkan, ubah target audiens, gambar, atau teks untuk meningkatkan konversi. B. Konten Organik 1. Konsistensi Posting: Tetapkan jadwal posting yang konsisten. Posting secara teratur akan membangun kesadaran dan engagement dengan pengikut Anda. 2. Pilih Konten Berkualitas: Pastikan konten Anda bermutu dan relevan dengan audiens Anda. Gunakan foto, video, atau infografis yang menarik. 3. Gunakan Caption yang Menarik: Tulis caption yang singkat tetapi informatif. Buat cerita atau pesan yang dapat terhubung dengan pengikut Anda. 4. Interaksi dengan Pengikut: Tanggapi komentar, pesan langsung, dan pertanyaan dari pengikut Anda. Interaksi yang aktif akan meningkatkan engagement. 5. Memanfaatkan Fitur Stories: Gunakan Stories untuk konten yang lebih santai, behind-the-scenes, atau pengumuman singkat. Gunakan stiker dan fitur interaktif untuk meningkatkan interaksi. 6. IGTV: Gunakan IGTV untuk konten video yang lebih panjang dan informatif. Berikan nilai tambah dan informasi yang bermanfaat kepada pengikut.


55 Penggunaan Hashtag: • Gunakan hashtag yang relevan dengan topik dan niche bisnis Anda. • Campurkan antara hashtag umum dan spesifik untuk meningkatkan eksposur. • Pantau hashtag yang trending dan cocok dengan konten Anda. Cerita (Stories): • Gunakan Stories untuk konten yang lebih ringan, cerita sehari-hari, dan pengumuman penting. • Gunakan stiker lokasi, pertanyaan, poling, dan tanya jawab untuk meningkatkan interaksi. • Berikan konten menarik yang hanya terlihat selama 24 jam untuk membuat pengikut kembali untuk melihat lebih. IGTV: • Gunakan IGTV untuk konten video yang lebih panjang, seperti tutorial, wawancara, atau behind-the-scenes. • Buat thumbnail yang menarik untuk video Anda agar lebih menarik perhatian. Mengoptimalkan iklan berbayar dan konten organik memerlukan pemahaman yang baik tentang audiens dan platform media sosial yang Anda gunakan. Terus eksperimen, analisis hasil, dan sesuaikan strategi Anda sesuai dengan feedback dari pengikut Anda. IGTV (Instagram TV) adalah platform video khusus di Instagram yang memungkinkan pengguna untuk mengunggah dan menonton video berdurasi lebih panjang daripada video biasa yang diunggah di feed atau Stories. IGTV dirancang untuk konten video yang lebih panjang, yang dapat mencapai hingga 60 menit untuk akun yang diverifikasi atau 10 menit untuk akun yang tidak diverifikasi. IGTV memiliki beberapa fitur dan karakteristik: a. Durasi Lebih Panjang: Anda dapat mengunggah video dengan durasi yang lebih panjang daripada konten video di feed atau Stories. b. Format Vertikal: Video IGTV umumnya dalam format vertikal, yang lebih sesuai untuk tampilan ponsel. c. Channel Pribadi: Setiap pengguna memiliki kanal IGTV sendiri, mirip dengan saluran di platform berbagi video lainnya. d. Video Preview di Feed: Video IGTV juga dapat ditemukan di feed pengikut Anda melalui preview, yang memungkinkan pengguna mengklik untuk menonton video penuh di IGTV. e. Kategori Video: Anda dapat memberikan kategori pada video Anda sehingga memudahkan pengguna menemukan konten yang mereka minati. f. Fitur Intreaktif: Pengguna dapat mengomentari, menyukai, atau mengirim video IGTV kepada teman melalui Direct Messages.


56 g. Promosi Melalui Stories: Anda dapat mempromosikan video IGTV Anda melalui Stories dengan tautan "Swipe Up" untuk membawa pengikut langsung ke video tersebut. IGTV memberikan kesempatan bagi pengguna untuk berbagi konten video yang lebih panjang dan mendalam, seperti tutorial, vlog, wawancara, webinar, dan sejenisnya. Hal ini juga memungkinkan brand dan pelaku usaha untuk berbagi informasi yang lebih komprehensif dengan audiens mereka. Pentingnya Membangun Citra Merek yang Konsisten dan Positif Membangun citra merek (brand positioning) yang konsisten dan positif memiliki beberapa manfaat signifikan: • Membedakan Diri: Citra merek yang konsisten membantu bisnis Anda berbeda dari pesaing. Ini memungkinkan konsumen untuk mengidentifikasi merek Anda dengan cepat di tengah kebisingan pasar. • Memperkuat Kesadaran Merek: Saat citra merek Anda konsisten, audiens akan lebih mudah mengingatnya. Ini membantu meningkatkan kesadaran merek dan memperkuat pengetahuan tentang produk atau layanan Anda. • Membangun Kepercayaan: Citra merek yang konsisten menciptakan kepercayaan dengan pelanggan. Ketika mereka tahu apa yang diharapkan dari merek Anda dan Anda terus memberikan, kepercayaan akan tumbuh. • Mengkomunikasikan Nilai: Citra merek yang konsisten dan positif membantu menyampaikan nilai inti dan pesan merek kepada pelanggan. Ini membantu Anda mengkomunikasikan misi, visi, dan komitmen Anda dengan lebih baik. • Peningkatan Loyalitas Pelanggan: Pelanggan cenderung lebih setia terhadap merek yang mereka kenal dan percayai. Citra merek yang konsisten membantu membangun ikatan emosional dengan pelanggan. Memilih Warna, Logo, dan Estetika yang Konsisten dengan Merek • Warna: Memilih palet warna yang konsisten dengan merek Anda penting karena warna dapat memicu emosi dan asosiasi tertentu. Pilih warna yang mencerminkan nilai dan kepribadian merek Anda. • Logo: Logo adalah wajah merek Anda. Pastikan logo Anda mencerminkan identitas dan nilai merek Anda. Simplicity seringkali efektif, dan pastikan logo dapat diukur dengan baik di berbagai media. • Estetika Visual: Pastikan elemen desain, seperti tipografi, grafis, dan gambar, konsisten di seluruh materi pemasaran. Ini membantu menciptakan pengalaman visual yang kohesif bagi konsumen. Contoh identitas visual merek dari berbagai perusahaan meliputi: • Apple: Logo apel yang sederhana dan minimalis, font clean, dan tampilan produk yang elegan.


57 • Coca-Cola: Logo ikonik dan palet warna merah yang menonjol, mencerminkan semangat dan kenangan. • Nike: Logo "swoosh" yang dinamis dan tegas, serta desain yang modern dan energik. Contoh Konten yang Mencerminkan Nilai dan Kepribadian Merek: • Dove: Mereka sering membuat konten tentang self-love, kecantikan sejati, dan penerimaan diri, mencerminkan nilai-nilai merek yang peduli dengan self-esteem. • Red Bull: Konten ekstrem dan energik yang menampilkan aksi luar biasa mencerminkan kepribadian merek yang penuh semangat dan aksi. • Starbucks: Konten yang menampilkan kehangatan, lingkungan yang nyaman, dan kecintaan pada kopi, mencerminkan nilai kenyamanan dan kenikmatan. Memahami pentingnya konsistensi dalam citra merek, serta memilih elemen desain yang cocok dan menciptakan konten yang sesuai, adalah langkah penting dalam membangun merek yang kuat dan dikenali dengan baik oleh audiens Anda. Strategy storytelling Strategi storytelling dalam konten merek adalah pendekatan untuk menyampaikan pesan merek melalui cerita yang menarik, menggugah emosi, dan menghubungkan audiens dengan merek secara lebih mendalam. Tujuan utama strategi ini adalah untuk membangun ikatan emosional antara merek dan konsumen, sehingga menciptakan hubungan yang lebih kuat dan berkesan. Berikut adalah langkah-langkah dalam mengimplementasikan strategi storytelling dalam konten merek: a. Kenali Tujuan Cerita: Tentukan tujuan cerita Anda. Apakah Anda ingin mengilhami, menghibur, mengedukasi, atau membuat konsumen merasa terhubung dengan nilai merek Anda? Tujuan ini akan membantu membimbing narasi Anda.


58 b. Identifikasi Audiens: Pahami audiens Anda dengan baik. Siapa mereka, apa yang mereka pedulikan, dan bagaimana cara cerita Anda bisa berbicara langsung kepada mereka? c. Temukan Poin Tertinggi: Identifikasi poin puncak atau titik emosional dalam cerita Anda. Ini bisa berupa tantangan yang diatasi, perubahan yang terjadi, atau momen keputusan yang krusial. d. Ciptakan Karakter yang Berarti: Introduksikan karakter utama yang relevan dengan nilai merek Anda. Karakter ini bisa menjadi representasi dari konsumen atau mencerminkan kepribadian merek Anda. e. Bangun Tegangan dan Konflik: Setiap cerita memiliki konflik atau hambatan yang harus diatasi. Ini menjaga audiens tertarik dan terlibat. f. Sajikan Solusi atau Pembelajaran: Cerita Anda harus memberikan solusi atas konflik yang dihadapi karakter atau memberikan pembelajaran yang bermanfaat. Ini bisa berupa pelajaran, wawasan, atau pesan penting g. Gunakan Emosi: Memanfaatkan emosi membantu cerita lebih melekat pada audiens. Ciptakan momen yang membuat mereka merasa terhubung, terharu, atau bahkan tersenyum. h. Konsistensi dengan Merek: Pastikan cerita Anda mencerminkan nilai dan kepribadian merek Anda. Strategi storytelling seharusnya tidak bertentangan dengan citra merek. i. Gunakan Media yang Tepat: Cerita dapat disampaikan melalui berbagai media, seperti tulisan, gambar, video, atau kombinasi dari semuanya. Pilih media yang sesuai dengan audiens Anda. j. Beri Ruang untuk Audiens: Biarkan audiens Anda merasakan cerita dengan cara mereka sendiri. Jangan terlalu jelas dalam menyampaikan pesan, tetapi biarkan mereka menarik kesimpulan sendiri. Contoh strategi storytelling dalam konten merek: • Dove: Dove menggunakan cerita-cerita tentang perempuan yang merayakan kecantikan alami mereka, menampilkan ragam ukuran dan bentuk tubuh. Ini menciptakan pesan positif dan membangun rasa percaya diri. • Coca-Cola: Coca-Cola sering menghadirkan cerita yang berfokus pada momen kebersamaan dan kebahagiaan, menghubungkan merek dengan momen berharga dalam kehidupan. • Apple: Apple menggunakan narasi inovatif dan inspiratif dalam iklan mereka, membangun ekspektasi akan teknologi canggih yang dapat mengubah dunia. Strategi storytelling dalam konten merek adalah alat yang kuat untuk membangun ikatan emosional dengan konsumen dan membuat merek Anda lebih berarti dalam kehidupan mereka.


59 Modul IV Pembuatan Konten Digital Marketing yang Menarik I. Pengantar Pembuatan konten digital yang menarik adalah kunci untuk menarik perhatian dan terhubung dengan audiens Anda secara efektif. Dalam modul ini, Anda akan mempelajari seni storytelling dalam konten digital, jenis-jenis konten yang efektif, serta alat-alat yang dapat membantu Anda membuat konten visual yang menarik. Pembuatan konten digital marketing yang menarik adalah proses menciptakan materi atau informasi visual, teks, atau audio yang dapat memikat, memengaruhi, dan menghubungkan dengan audiens secara efektif melalui platform digital. Konten tersebut dirancang untuk mempromosikan merek, produk, atau layanan, serta berinteraksi dengan konsumen potensial atau yang sudah ada. Ada beberapa komponen kunci yang harus dipertimbangkan ketika menciptakan konten digital marketing yang menarik: a. Kesesuaian dengan Audiens: Konten harus sesuai dengan minat, kebutuhan, dan preferensi audiens target Anda. Pahami siapa mereka dan apa yang mereka cari. b. Storytelling: Memanfaatkan seni bercerita dalam konten Anda dapat membantu membangun ikatan emosional dengan audiens. Cerita yang baik dapat menghidupkan merek Anda dan membuat konten lebih menarik. c. Relevansi: Konten harus relevan dengan merek Anda dan tujuan pemasaran Anda. Jangan membuat konten yang terlalu jauh dari pesan utama atau nilai merek. d. Kreativitas: Konten yang kreatif dan unik memiliki peluang lebih besar untuk menarik perhatian. Cari cara baru untuk menyajikan informasi atau ide. e. Nilai yang Disampaikan: Pastikan konten Anda memberikan nilai kepada audiens. Ini bisa berupa informasi bermanfaat, hiburan, atau solusi atas masalah yang mereka hadapi. f. Visual Menarik: Penggunaan gambar, grafis, dan video yang menarik dapat membuat konten lebih mencolok dan mudah diingat. g. Penggunaan Kata-kata Efektif: Jika ada teks dalam konten Anda, gunakan katakata yang kuat, singkat, dan mudah dimengerti. h. Panggilan Aksi (Call to Action): Sertakan panggilan aksi yang jelas untuk mendorong audiens melakukan tindakan tertentu, seperti mengunjungi situs web Anda, mengisi formulir, atau membeli produk. i. Konsistensi Merek: Pastikan konten Anda mencerminkan nilai dan kepribadian merek Anda. Ini membantu membangun citra merek yang konsisten. j. Analisis dan Pengukuran: Selalu pantau kinerja konten Anda dan pelajari apa yang berhasil dan apa yang perlu ditingkatkan.


60 Contoh konten digital marketing yang menarik meliputi infografis informatif, gambar berita, video tutorial, cerita di media sosial, blog post yang mengedukasi, dan masih banyak lagi. Penting untuk berfokus pada kualitas, relevansi, dan interaksi dengan audiens Anda saat menciptakan konten digital marketing yang menarik. II. Tujuan: a. Memahami pentingnya storytelling dalam konten digital. b. Mengidentifikasi jenis-jenis konten efektif: teks, gambar, dan video. c. Mengenal dan menguasai alat-alat untuk desain grafis dan pembuatan video singkat. III.Durasi: setiap sesi dapat menggunakan waktu 2 jam atau disesuaikan dengan kebutuhan praktek. IV. Bahan dan Alat: Laptop atau komputer dengan akses internet, Software atau aplikasi desain grafis (seperti Canva, Adobe Spark, atau Canva Pro), Smartphone atau kamera untuk pembuatan video, Akses ke platform media sosial. V. Langkah-langkah Fasilitasi: Sesi 1. Art of Storytelling dalam Konten Digital a. Penjelasan singkat tentang pentingnya storytelling dalam konten digital marketing. b. Menjelaskan konsep storytelling, mengapa efektif dalam konten digital, dan bagaimana mengaitkan cerita dengan merek Anda. c. Diskusikan contoh-contoh promosi yang berhasil memanfaatkan storytelling dalam konten digital. Sesi 2. Jenis Konten Efektif a. Memperkenalkan jenis konten utama: teks, gambar, dan video. b. Membahas kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis konten, serta cara mengoptimalkannya. c. Menampilkan studi kasus promosi dengan konten berbeda-beda. Sesi 3. Membuat Desain Grafis Menarik a. Pengenalan tentang alat desain grafis yang dapat digunakan. b. Demonstrasi penggunaan alat desain grafis (misalnya Canva) untuk membuat grafis menarik. c. Peserta mencoba membuat grafis sederhana dengan bantuan instruktur. Sesi 4. Pembuatan Video Singkat a. Pengenalan tentang pembuatan video singkat.


61 b. Tips untuk membuat video singkat yang menarik dan efektif. c. Peserta mencoba membuat video singkat menggunakan smartphone atau kamera. Sesi 5. Membagi Konten di Media Sosial a. Pentingnya mendistribusikan konten di platform media sosial. b. Diskusi tentang cara efektif membagikan konten di berbagai platform media sosial. Panduan untuk fasilitator A. Konsep Storytelling (dapat dilihat pula pada modul III tentang konten digital) Konsep storytelling dalam Konten Digital Marketing adalah sebuah konsep pembuatan narasi yang melibatkan karakter, konflik, dan resolusi. Ini menciptakan elemen pengalaman yang mendalam dan mengundang emosi. Storytelling efektif dalam konten digital karena manusia menghabiskan banyak waktu online mencari cerita yang menghibur, mengajar, atau menginspirasi. Mengaitkan cerita dengan merek Anda, melibatkan penyatuan nilai-nilai merek, tujuan, dan pesan yang ingin Anda sampaikan melalui narasi yang kohesif. Contoh-contoh Promosi yang Memanfaatkan Storytelling dalam Konten Digital pada Brand Lokal Indonesia: 1. Gojek's "Sejahtera Bersama": Gojek membagikan cerita-cerita tentang pengemudi dan mitra usaha mereka yang berhasil mengatasi tantangan ekonomi dengan bantuan platform. Ini menyoroti dampak positif yang dibawa oleh layanan mereka kepada komunitas lokal. 2. Blibli's "Karena Cinta Harus Dihargai": Blibli menciptakan kampanye tentang pengorbanan dan cinta seorang ibu yang diperlihatkan melalui interaksi sehari-hari. Cerita ini mendukung nilai-nilai keluarga dan kasih sayang, yang relevan dengan merek Blibli sebagai platform belanja online. 3. Tokopedia's "Mulai Aja Dulu": Tokopedia menggambarkan perjuangan dan kesuksesan pengusaha lokal dengan cerita inspiratif. Ini mendukung pesan bahwa semua orang bisa memulai usaha mereka sendiri melalui platform Tokopedia. 4. Kopi Kenangan's "Mengobrol Aja Yuk": Kopi Kenangan menggunakan cerita-cerita pendek dalam iklannya yang menunjukkan momen-momen kehidupan sehari-hari yang ditingkatkan dengan minuman mereka. Ini memberikan pengalaman personal dan akrab kepada audiens. Dalam semua contoh ini, storytelling membantu merek lokal Indonesia membangun identitas unik mereka dan membentuk ikatan emosional dengan audiens lokal. Cerita-cerita ini memengaruhi persepsi dan ikatan konsumen terhadap merek serta mendorong mereka untuk berinteraksi lebih dalam dengan merek tersebut.


62 B. Kekuatan dan kekurangan serta cara mengoptimalkan masing-masing jenis konten Jenis Konten Kelebihan Kekurangan Cara Mengoptimalkan Contoh Studi Kasus Promosi Teks - Informasi mendalam - Memerlukan waktu membaca lebih lama - Gunakan paragraf pendek dan poin-poin penting Perusahaan kesehatan membagikan artikel tentang manfaat gaya hidup sehat. - SEO-friendly - Kurang menarik visualnya - Gunakan pemformatan yang baik Gambar - Cepat menyampaikan pesan - Tidak bisa menjelaskan detail kompleks - Gunakan gambar berkualitas tinggi Merek fashion memposting gambar produk terbaru dengan tampilan menarik. - Menarik perhatian Video - Terlibat emosional - Memerlukan lebih banyak sumber daya dalam produksi - Buat video singkat dan informatif Startup teknologi membagikan video pendek yang menjelaskan cara kerja produk. - Menyampaikan informasi kompleks - Gunakan narasi yang jelas dan visual menarik Studi Kasus Promosi dengan Konten Berbeda-Beda: 1. Teks: Sebuah perusahaan makanan membagikan artikel blog tentang manfaat kesehatan dari makanan organik yang mereka tawarkan. Artikel ini memberikan informasi mendalam kepada audiens tentang keunggulan produk mereka.


63 2. Gambar: Sebuah merek fashion memposting gambar produk terbaru mereka dengan pengaturan visual yang menarik. Ini menarik perhatian dan memberikan gambaran tentang koleksi terbaru. 3. Video: Sebuah startup teknologi membagikan video pendek yang menjelaskan cara kerja produk mereka secara sederhana. Video ini membantu audiens memahami konsep kompleks dengan lebih baik. Dengan memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis konten serta cara mengoptimalkannya, Anda dapat menciptakan kombinasi konten yang efektif dan sesuai dengan tujuan pemasaran Anda. Contoh : Teks dan gambar promosi Contoh Video tentang start up: https://youtu.be/FrjVGYLDvck C. Membuat desain grafik yang menarik untuk promosi Tutorial Membuat Grafis Menarik dengan Canva


64 Canva adalah alat desain grafis online yang memungkinkan Anda membuat berbagai jenis konten visual dengan mudah. Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat grafis menarik menggunakan Canva: Langkah 1: Membuat Akun Canva 1. Buka www.canva.com 2. Klik "Sign up with email" untuk membuat akun menggunakan alamat email Anda atau pilih opsi lainnya. Langkah 2: Memilih Template 1. Setelah masuk, Anda akan melihat berbagai pilihan template yang dapat Anda gunakan. 2. Pilih kategori yang sesuai dengan jenis grafis yang ingin Anda buat (misalnya, poster, media sosial, presentasi). Langkah 3: Menyesuaikan Desain 1. Di sisi kiri, Anda akan melihat berbagai elemen yang dapat ditambahkan, seperti teks, gambar, ikon, dan latar belakang. 2. Klik elemen yang ingin Anda tambahkan, lalu seret ke area desain. Langkah 4: Menambahkan Teks 1. Klik elemen "Text" dan tambahkan teks yang ingin Anda sertakan di desain. 2. Pilih gaya huruf, ukuran, dan warna teks yang sesuai. Langkah 5: Menambahkan Gambar 1. Klik elemen "Elements" untuk menemukan gambar, ikon, atau bentuk yang ingin Anda gunakan. 2. Cari gambar yang sesuai dengan tema desain Anda dan tambahkan ke desain. Langkah 6: Mengatur Tata Letak 1. Seret elemen untuk mengatur tata letak sesuai preferensi Anda. 2. Pastikan elemen-elemen tidak terlalu padat dan menciptakan keseimbangan visual. Langkah 7: Warna dan Latar Belakang 1. Anda dapat mengubah warna latar belakang dengan memilih elemen "Background" di bagian bawah. 2. Sesuaikan warna dengan tema merek atau desain. Langkah 8: Menyimpan dan Mendownload 1. Klik tombol "Download" di pojok kanan atas. 2. Pilih format file yang Anda inginkan (PNG, PDF, JPG) dan simpan desain Anda.


65 Tutorial Membuat Grafis Menarik dengan Alat Lainnya Selain Canva, ada juga alat desain grafis lainnya seperti Adobe Spark, Piktochart, atau Figma. Langkah-langkah umum untuk membuat grafis menarik adalah: • Pilih template atau ukuran desain yang sesuai. • Tambahkan teks, gambar, ikon, atau elemen lain yang relevan. • Atur tata letak dan warna sesuai dengan estetika yang diinginkan. • Periksa kembali desain untuk memastikan semuanya berjalan lancar. • Simpan atau unduh desain sesuai format yang diperlukan. Ingatlah untuk mempertimbangkan tujuan desain Anda dan target audiens saat membuat grafis. Cobalah berbagai kombinasi elemen dan warna untuk menciptakan tampilan yang menarik dan profesional. D. Pembuatan Video Singkat: Tips dan Tutorial Pembuatan Video Singkat: Mengapa Penting? Video singkat adalah bentuk konten yang sangat populer di media sosial dan platform berbagi video. Video singkat memiliki daya tarik yang kuat karena dapat menangkap perhatian audiens dalam waktu singkat, menyampaikan pesan dengan jelas, dan memberikan pengalaman visual yang lebih interaktif. Tips untuk Membuat Video Singkat yang Menarik dan Efektif: 1. Tentukan Tujuan Video: Sebelum memulai, ketahui tujuan video Anda. Apakah Anda ingin mengedukasi, menghibur, atau mempromosikan produk/jasa? 2. Konten yang Padat: Video singkat harus langsung ke inti pesan. Hindari pengulangan atau informasi yang tidak perlu. 3. Pilih Gaya Cerita: Gunakan narasi singkat, humor, atau alur cerita yang menarik untuk mempertahankan perhatian audiens. 4. Visual yang Kuat: Gunakan gambar, animasi, atau grafis yang menarik. Pastikan tampilan visual sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan. 5. Durasi yang Tepat: Umumnya, video singkat memiliki durasi 15-60 detik. Sesuaikan durasi dengan platform yang Anda gunakan. 6. Call to Action (CTA): Pastikan video memiliki CTA yang jelas, seperti mengunjungi situs web, mengikuti akun media sosial, atau membeli produk. 7. Suara dan Musik: Gunakan musik atau suara latar yang mendukung suasana video. Pastikan suara tidak mengganggu narasi.


66 Tutorial Membuat Video Singkat Menggunakan Smartphone atau Kamera: Langkah 1: Rencanakan Konten 1. Tentukan ide dan pesan video Anda. 2. Buat rencana cerita dan skrip singkat. Langkah 2: Persiapan 1. Pilih lokasi dengan pencahayaan yang baik. 2. Gunakan tripod atau tahan tangan yang stabil untuk menghindari goyangan. Langkah 3: Pengambilan Video 1. Atur mode video pada smartphone atau kamera. 2. Mulai rekam dan ikuti skrip atau panduan cerita Anda. Langkah 4: Edit Video 1. Unggah video ke perangkat Anda. 2. Gunakan aplikasi pengeditan video seperti iMovie (iOS), FilmoraGo (Android), atau Adobe Premiere (PC/Mac). 3. Potong video sesuai durasi yang diinginkan. 4. Tambahkan efek, teks, dan transisi jika perlu. Langkah 5: Tambahkan Musik atau Suara Latar 1. Pilih musik yang sesuai dengan suasana video. 2. Pastikan musik tidak mengganggu narasi. Langkah 6: Export dan Bagikan 1. Ekspor video dalam format yang sesuai (misalnya MP4). 2. Unggah video ke platform yang diinginkan (Instagram, YouTube, Facebook, dll.). Contoh Aplikasi untuk Edit Video Singkat: • iMovie: Aplikasi pengeditan video untuk pengguna iOS. • FilmoraGo: Aplikasi pengeditan video untuk pengguna Android. • InShot: Aplikasi serbaguna untuk pengguna iOS dan Android. • Capcut: Aplikasi edit video yang populer yang dikembangkan oleh Bytedance, perusahaan yang juga mengembangkan TikTok Catatan: Pastikan video Anda sesuai dengan format dan tata letak masing-masing platform. Gunakan kreativitas Anda untuk membuat video singkat yang menarik, informatif, dan menghibur.


67 Berikut beberapa fitur dan fungsi utama dari aplikasi CapCut: 1. Pengeditan Dasar: CapCut menyediakan berbagai alat pengeditan dasar seperti pemotongan, pemangkasan, penggabungan klip, dan penambahan transisi. Ini memungkinkan pengguna untuk mengatur urutan dan timing klip video dengan mudah. 2. Efek Visual: Aplikasi ini memiliki berbagai efek visual, seperti filter, overlay, dan efek transisi, yang dapat digunakan untuk meningkatkan tampilan visual video. 3. Pembingkaian Musik: Anda dapat menambahkan musik latar atau suara tambahan ke video Anda, serta mengatur timingnya sesuai kebutuhan. 4. Teks dan Stiker: CapCut memungkinkan Anda menambahkan teks, stiker, dan elemen grafis lainnya ke video Anda. Ini membantu dalam memberikan informasi tambahan atau efek kreatif. 5. Efek Khusus: Aplikasi ini juga menawarkan berbagai efek khusus seperti efek slow motion, reverse, dan lainnya untuk memberikan dimensi tambahan pada video Anda. 6. Pengaturan Warna: Anda dapat mengatur saturasi, kontras, kecerahan, dan parameter warna lainnya untuk mengubah tampilan visual video. 7. Pemangkatan Aspek Rasio: CapCut memungkinkan Anda mengubah aspek rasio video untuk berbagai platform, seperti Instagram, TikTok, atau YouTube. 8. Kecepatan Video: Anda dapat mengatur kecepatan video, baik memperlambatnya atau mempercepatnya untuk efek dramatis atau humor. 9. Fitur Lanjutan: CapCut juga menyediakan fitur-fitur lanjutan seperti keyframe animation dan masking, yang memungkinkan pengguna untuk membuat efek-efek yang lebih kompleks. 10. Eksport Video: Setelah selesai mengedit, Anda dapat mengekspor video dalam berbagai format dan kualitas, sesuai kebutuhan Anda.


68 Silabus Topik III Literasi Keuangan I. Deskripsi: Silabus ini menyajikan kursus literasi keuangan yang mencakup pengenalan tentang literasi keuangan, peran koperasi dalam pemberdayaan ekonomi lokal, dan konsep serta manfaat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai wadah pengembangan usaha di desa. Kursus ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada peserta mengenai pengelolaan keuangan pribadi, keuangan usaha, peran koperasi, serta potensi dan strategi BUMDes dalam menggerakkan ekonomi lokal. II. Tujuan Pembelajaran: 1. Memahami konsep dan pentingnya literasi keuangan dalam pengambilan keputusan finansial. 2. Menjelaskan peran koperasi sebagai lembaga ekonomi partisipatif di desa. 3. Mengidentifikasi konsep dan manfaat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai layanan ekonomi lokal. III. Struktur Kursus: Modul 1: Pengantar Literasi Keuangan a. Mengapa literasi keuangan penting dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana pengetahuan keuangan dapat memberdayakan perempuan dan pemuda. b. Pengelolaan Pengeluaran dan Anggaran: Bagaimana membuat anggaran dan mengelola pengeluaran agar tidak melampaui pendapatan. c. Mengidentifikasi pengeluaran yang penting dan pengeluaran yang bisa dikurangi. d. Keterampilan Pengambilan Keputusan Keuangan: Bagaimana mengambil keputusan finansial yang bijak untuk mencapai tujuan pribadi. e. Pendidikan Digital Keuangan: Mengenalkan penggunaan perbankan digital, e-wallet, dan transaksi online serta Mengetahui tindakan keamanan dalam bertransaksi online. Modul 2: Pengenalan Koperasi di Desa a. Definisi koperasi dan nilai-nilai koperasi. b. Peran koperasi dalam pengembangan ekonomi lokal. c. Jenis-jenis Koperasi: Berbagai jenis koperasi dan peran masing-masing serta bagaimana koperasi berkontribusi terhadap pemberdayaan ekonomi desa.


69 d. Manfaat Berpartisipasi dalam Koperasi: Bagaimana koperasi dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Modul 3: Pengenalan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) a. Konsep Inklusi Berkelanjutan dalam konteks pengembangan BUMDes b. Peran Kelompok Perempuan dan Pemuda c. Pengembangan Ekonomi Lokal melalui BUMDES inklusi dan berkelanjutan d. Pengelolaan dan Pengembangan BUMDes Inklusi dan berkelanjutan e. Membangun Kemitraan dan Kerjasama f. Rencana Aksi BUMDes Inklusif dan Berkelanjutan Modul 4: Analisa kelayakan usaha a. Memilih usaha b. Komponen-Komponen yang dibutuhkan didalam kelayakan usaha c. Menghitung dan menentukan biaya Modul 5: Pencatatan keuangan sederhana a. Sumber-sumber pemasukan dan pengeluaran keuangan b. Mengenal pembukuan sederhana : buku catatan harian keuangan (buku kas skontro dan buku kas tabelaris), buku catatan inventaris, buku piutang dan utang, laporan keuangan sederhana IV. Harapan Peserta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang literasi keuangan, peran koperasi dalam pemberdayaan ekonomi lokal, serta potensi dan strategi BUMDes dalam mendukung ekonomi desa. Dengan pengetahuan ini, peserta diharapkan dapat mengambil keputusan finansial yang lebih cerdas, berpartisipasi dalam koperasi, dan memanfaatkan BUMDes sebagai wadah pengembangan usaha di tingkat desa. V. Penilaian Penilaian dalam kursus ini akan mencakup berbagai metode untuk mengukur pemahaman dan aplikasi peserta terhadap materi. Penilaian akan diberikan dalam bentuk persentase akumulasi, dihitung dari total skor yang dapat diperoleh dari semua aktivitas penilaian. Berikut adalah rincian penilaian dalam persentase: Tes Tertulis: 30% Tugas Individu: 20% Diskusi Kelompok: 15% Presentasi: 15% Partisipasi dan Kehadiran: 20%


70 KURIKULUM Nama kegiatan : Balai Kegiatan Belajar Masyarakat Topik III : Literasi Keuangan Modul 1: Pengantar Literasi Keuangan Sesi Materi Durasi Indikator Capaian Sesi 1 Mengapa literasi keuangan penting dalam kehidupan sehari-hari. 2 jam Peserta memahami pentingnya literasi keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Sesi 2 Pengetahuan keuangan untuk memberdayakan perempuan dan pemuda. 2 jam Peserta mampu mengidentifikasi bagaimana pengetahuan keuangan dapat memberdayakan perempuan dan pemuda. Sesi 3 Pengelolaan Pengeluaran dan Anggaran: Membuat anggaran dan mengelola pengeluaran. 2 jam Peserta mampu membuat anggaran dan mengelola pengeluaran agar sesuai dengan pendapatan. Sesi 4 Mengidentifikasi pengeluaran yang penting dan pengeluaran yang bisa dikurangi. 2 jam Peserta mampu mengidentifikasi pengeluaran yang penting dan yang bisa dikurangi. Sesi 5 Keterampilan Pengambilan Keputusan Keuangan: Mengambil keputusan finansial yang bijak. 2 jam Peserta mampu mengambil keputusan finansial yang bijak untuk mencapai tujuan pribadi. Sesi 6 Pendidikan Digital Keuangan: Mengenalkan penggunaan perbankan digital, e-wallet, dan transaksi online. 2 jam Peserta memahami penggunaan perbankan digital, e-wallet, dan tindakan keamanan dalam transaksi online. Modul 2: Pengenalan Koperasi di Desa Sesi Materi Durasi Indikator Capaian


71 Sesi Materi Durasi Indikator Capaian Sesi 1 Definisi koperasi dan nilai-nilai koperasi. 2 jam Peserta memahami definisi koperasi dan nilainilai yang mendasari koperasi. Sesi 2 Peran koperasi dalam pengembangan ekonomi lokal. 2 jam Peserta mampu menjelaskan peran koperasi dalam pengembangan ekonomi lokal. Sesi 3 Jenis-jenis Koperasi: Berbagai jenis koperasi dan peran masing-masing. 2 jam Peserta mampu mengidentifikasi berbagai jenis koperasi dan peran yang dimainkan oleh masing-masing jenis. Sesi 4 Manfaat Berpartisipasi dalam Koperasi: Meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. 2 jam Peserta memahami bagaimana koperasi dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Modul 3: Pengenalan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sesi Materi Durasi Indikator Capaian Sesi 1 Konsep Inklusi Berkelanjutan dalam konteks pengembangan BUMDes. 2 jam Peserta memahami konsep inklusi dan berkelanjutan dalam pengembangan BUMDes. Sesi 2 Peran Kelompok Perempuan dan Pemuda. 2 jam Peserta mampu menjelaskan peran kelompok perempuan dan pemuda dalam pengembangan BUMDes. Sesi 3 Pengembangan Ekonomi Lokal melalui BUMDes inklusi dan berkelanjutan. 2 jam Peserta mampu menjelaskan bagaimana BUMDes dapat berkontribusi terhadap pengembangan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan. Sesi 4 Pengelolaan dan Pengembangan BUMDes Inklusi dan berkelanjutan. 2 jam Peserta memahami langkah-langkah dalam pengelolaan dan pengembangan BUMDes yang inklusif dan berkelanjutan. Sesi 5 Membangun Kemitraan dan Kerjasama. 2 jam Peserta mampu merancang strategi untuk membangun kemitraan dan kerjasama dalam konteks BUMDes. Sesi 6 Rencana Aksi BUMDes 2 jam Peserta mampu merancang rencana aksi untuk


72 Sesi Materi Durasi Indikator Capaian Inklusif dan Berkelanjutan. BUMDes yang inklusif dan berkelanjutan. Modul 4: Analisa Kelayakan Usaha Sesi Materi Durasi Indikator Capaian Sesi 1 Memilih Usaha 2 jam Peserta mampu memilih jenis usaha yang sesuai dengan karakteristik dan potensi mereka. Sesi 2 Komponen-Komponen dalam Kelayakan Usaha 2 jam Peserta memahami komponen-komponen yang diperlukan dalam analisis kelayakan usaha. Sesi 3 Menghitung dan Menentukan Biaya 2 jam Peserta mampu menghitung dan menentukan biaya operasional dan investasi dalam usaha. Modul 5: Pencatatan Keuangan Sederhana Sesi Materi Durasi Indikator Capaian Sesi 1 Sumber-sumber Pemasukan dan Pengeluaran Keuangan. 2 jam Peserta mampu mengidentifikasi sumber-sumber pemasukan dan pengeluaran dalam keuangan. Sesi 2 Pembukuan Sederhana dan Buku Kas. 2 jam Peserta mampu menjalankan pembukuan sederhana dan membuat buku kas. Sesi 3 Laporan Keuangan Sederhana. 2 jam Peserta mampu menyusun laporan keuangan sederhana yang mencerminkan kondisi keuangan usaha. Catatan: • Durasi sesi dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta dan mendalamnya materi. • Indikator capaian akan membantu mengukur sejauh mana peserta mencapai tujuan pembelajaran dalam setiap sub-topik.


73 Modul I Pengantar Literasi Keuangan I. Pengantar Pengantar Literasi Keuangan merupakan langkah awal yang penting dalam memahami konsep dasar keuangan dan pentingnya memiliki pengetahuan keuangan yang baik. Modul ini dirancang untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya literasi keuangan dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana pengetahuan keuangan dapat memberdayakan perempuan dan pemuda dalam mengelola keuangan mereka dengan bijak. Pendidikan literasi di kalangan generasi muda memiliki beberapa poin penting, antara lain: 1. Meningkatkan pemahaman tentang pentingnya literasi dalam kehidupan seharihari. Generasi muda perlu menyadari bahwa literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga meliputi pemahaman tentang keuangan, teknologi, budaya, dan kewarganegaraan. 2. Mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan analitis. Pendidikan literasi membantu generasi muda dalam mengembangkan kemampuan untuk menganalisis informasi, mengevaluasi sumber daya, dan membuat keputusan yang cerdas 3. Mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan ekonomi. Literasi keuangan menjadi penting dalam membantu generasi muda mengelola keuangan pribadi, membuat perencanaan keuangan, dan menghindari jatuh ke dalam jerat utang yang berlebihan 4. Mendorong kreativitas dan inovasi. Pendidikan literasi memberikan generasi muda kesempatan untuk mengembangkan imajinasi, berpikir out-of-the-box, dan menciptakan solusi baru untuk masalah yang dihadapi 5. Meningkatkan partisipasi aktif dalam kehidupan sosial dan politik. Literasi budaya dan kewarganegaraan membantu generasi muda dalam memahami hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara, serta berperan aktif dalam pembangunan Masyarakat 6. Membangun kepercayaan diri dan meningkatkan kemandirian. Pendidikan literasi memberikan generasi muda pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan hidup, sehingga mereka dapat menjadi individu yang mandiri dan percaya diri 7. Mendorong akses terhadap informasi dan teknologi. Literasi digital menjadi penting dalam era digital saat ini, di mana generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk menggunakan teknologi dengan bijak.


74 Literasi keuangan adalah kemampuan individu untuk memahami dan mengelola keuangan pribadi dengan baik. Ini melibatkan pemahaman tentang konsep dasar keuangan, seperti pengelolaan pendapatan, pengeluaran, tabungan, investasi, dan pengelolaan risiko. Literasi keuangan juga melibatkan keterampilan dalam membuat keputusan keuangan yang cerdas, seperti membandingkan produk keuangan, mengelola utang, dan merencanakan keuangan jangka panjang. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), literasi keuangan juga mencakup pemahaman tentang produk dan layanan keuangan, serta kemampuan untuk menggunakan alat-alat keuangan dengan bijak. Literasi keuangan memainkan peran penting dalam membantu individu menghindari masalah keuangan, seperti utang berlebihan, kesulitan keuangan, dan ketidakstabilan finansial. Dengan memiliki literasi keuangan yang baik, individu dapat mengambil keputusan yang lebih baik dalam mengelola keuangan mereka, membangun keamanan finansial, dan mencapai tujuan keuangan jangka panjang. Dengan mengikuti Modul ini, peserta diharapkan akan memiliki pemahaman dasar tentang literasi keuangan, kemampuan membuat anggaran, keterampilan pengambilan keputusan finansial, dan pengetahuan tentang transaksi keuangan digital yang aman. Modul ini akan memberikan dasar yang kuat bagi peserta untuk mengelola keuangan mereka dengan lebih bijak dan efektif dalam kehidupan sehari-hari. II. Tujuan 1. Memahami pentingnya literasi keuangan dalam kehidupan sehari-hari. 2. Mengetahui bagaimana pengetahuan keuangan dapat memberdayakan perempuan dan pemuda. 3. Mampu membuat dan mengelola anggaran agar tidak melampaui pendapatan. 4. Mengidentifikasi pengeluaran yang penting dan yang dapat dikurangi. 5. Mengembangkan keterampilan pengambilan keputusan keuangan yang bijak. 6. Mengenal penggunaan perbankan digital, e-wallet, dan transaksi online serta tindakan keamanan dalam bertransaksi online. III. Durasi Waktu: 5 sesi (masing-masing sesi 2 jam) IV. Bahan dan alat: Bahan tulis (kertas, pena, spidol), Proyektor atau layar untuk presentasi, Bahan-bahan contoh anggaran, kasus studi, dan materi literasi keuangan, Laptop atau komputer untuk presentasi, akses internet untuk demonstrasi transaksi online V. Langkah-langkah Fasilitasi Sesi 1. Mengapa Literasi Keuangan Penting a. Pengantar ke modul dan tujuan pembelajaran. b. Diskusi tentang pentingnya literasi keuangan dalam kehidupan sehari-hari.


75 c. Presentasi tentang bagaimana pengetahuan keuangan dapat memberdayakan perempuan dan pemuda. d. Berikan tugas : Peserta diminta untuk mengidentifikasi satu contoh konkret bagaimana pengetahuan keuangan dapat mempengaruhi keputusan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Sesi 2. Pengelolaan Pengeluaran dan Anggaran a. Diskusi tentang pentingnya pengelolaan pengeluaran dan pembuatan anggaran. b. Presentasi tentang langkah-langkah dalam membuat anggaran yang realistis. c. Latihan praktis: Peserta diminta untuk membuat anggaran sederhana berdasarkan pendapatan mereka. d. Diskusi kelompok: Bagi peserta dalam kelompok kecil (3-4 orang). Peserta berbagi pengalaman dan strategi dalam mengelola pengeluaran mereka. Sesi 3. Mengidentifikasi Pengeluaran yang Penting dan Dapat Dikurangi a. Diskusi tentang bagaimana mengidentifikasi pengeluaran yang penting dan yang bisa dikurangi. b. Studi kasus: Analisis pengeluaran dari contoh kasus untuk mengidentifikasi pengeluaran yang bisa dikurangi. c. Latihan kelompok: Peserta bekerja dalam kelompok untuk mengidentifikasi pengeluaran yang bisa dikurangi dalam skenario tertentu. Sesi 4. Keterampilan Pengambilan Keputusan Keuangan a. Diskusi tentang pentingnya keterampilan pengambilan keputusan keuangan yang bijak. b. Presentasi tentang langkah-langkah dalam mengambil keputusan finansial. c. Latihan individu: Peserta melakukan latihan simulasi pengambilan keputusan finansial untuk mencapai tujuan pribadi. Sesi 5. Pendidikan Digital Keuangan a. Presentasi tentang penggunaan perbankan digital, e-wallet, dan transaksi online. b. Demonstrasi langkah-langkah melakukan transaksi online dengan aman. c. Diskusi tentang tindakan keamanan dalam bertransaksi online. d. Evaluasi dan umpan balik peserta.


76 Panduan untuk Fasilitator 1. Contoh Kasus: Mengelola Pengeluaran Harian Lina adalah seorang perempuan berusia 22 tahun yang bekerja sebagai buruh harian sawit di sebuah perkebunan di desa nya. Dia mendapatkan upah harian sebesar 10.000 dan bekerja selama 6 hari dalam seminggu. Meskipun pendapatannya tidak besar, Lina ingin belajar mengelola pengeluarannya dengan bijak agar bisa mencapai tujuan finansialnya. Analisis Pengeluaran: 1. Biaya Transportasi: Lina harus mengeluarkan sekitar 3000 per hari untuk biaya transportasi ke tempat kerja. 2. Makanan dan Minuman: Lina menghabiskan sekitar 5000 per hari untuk makanan dan minuman selama bekerja. 3. Kebutuhan Sehari-hari: Pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari, seperti sabun, sampo, dan perlengkapan lainnya, sekitar 1000 per hari. 4. Biaya Kesehatan: Lina mengalokasikan sekitar 1000 per minggu untuk biaya kesehatan. 5. Simpanan Darurat: Lina ingin menyisihkan sekitar 5000 per minggu untuk tabungan darurat. Analisis Dari analisis pengeluaran Lina, terlihat bahwa pengeluaran harian untuk transportasi, makanan, dan kebutuhan sehari-hari mencapai sekitar 9000 per hari. Biaya kesehatan sekitar 1000 per minggu, dan dia berencana menyisihkan 5000 per minggu untuk tabungan darurat. Langkah yang dapat diambil: 1. Prioritaskan Kebutuhan Utama: Lina perlu memastikan bahwa pengeluarannya untuk makanan, transportasi, dan kebutuhan sehari-hari terpenuhi terlebih dahulu. 2. Cari Cara Menghemat: Lina bisa mencari cara untuk menghemat pengeluaran, seperti membawa bekal dari rumah dan memanfaatkan barang-barang yang sudah dimiliki. 3. Rencanakan Pengeluaran: Lina perlu merencanakan pengeluarannya dengan cermat, termasuk alokasi untuk biaya kesehatan dan tabungan darurat. 4. Manfaatkan Tabungan Darurat: Simpanan darurat akan membantu Lina menghadapi situasi darurat tanpa perlu terlilit utang. 5. Pertimbangkan Peningkatan Pendapatan: Lina bisa mencari peluang untuk meningkatkan pendapatannya, misalnya dengan mencari pekerjaan sampingan yang sesuai dengan jadwal kerjanya. Dengan mengambil langkah-langkah ini, Lina dapat mengelola pengeluarannya dengan bijak meskipun pendapatannya terbatas. Dia akan dapat mencapai tujuan finansialnya dan memiliki kestabilan keuangan yang lebih baik dalam jangka panjang.


77 2. Contoh Kasus: Mengelola Pengeluaran Bulanan Mira adalah seorang pemuda 23 tahun yang baru saja memulai pekerjaan pertamanya setelah lulus kuliah. Dia bekerja pada Perusahaan Lobster di desa tetangga. Dia mendapatkan gaji bulanan sebesar 2,500,000. Namun, setelah beberapa bulan bekerja, Mira merasa bahwa pengeluarannya lebih tinggi daripada pendapatannya dan seringkali dia merasa kebingungan dalam mengatur keuangan pribadinya. Mira ingin memperbaiki situasi keuangan pribadinya dan lebih bijak dalam mengelola pengeluarannya. Analisis Pengeluaran: a. Pengeluaran Tetap: • Sewa kontrakan: 500,000 • Listrik, Air, dan Internet: 150,000 • Cicilan Pinjaman beli HP baru: 200,000 • Pengeluaran Keseharian: o Makan dan Minum: 500,000 o Transportasi: 250,000 o Hiburan: 500,000 b. Pengeluaran Fleksibel: • Belanja Baju dan Aksesori: 200,000 • Makan Malam di Luar: 150,000 • Belanja Barang Kebutuhan: 150,000 c. Pengeluaran Darurat dan Investasi: • Dana Darurat: 100,000 • Investasi Saham: 100,000 Analisis Dari analisis pengeluaran Mira, terlihat bahwa pengeluaran tetap (seperti sewa, listrik, dan cicilan) mencapai 850,000 rupiah per bulan. Pengeluaran keseharian (makan, transportasi, hiburan) sekitar 1,250,000 rupiah per bulan, dan pengeluaran fleksibel (belanja, makan malam, barang kebutuhan) sekitar 500,000 per bulan. Mira juga memiliki alokasi pengeluaran darurat dan investasi sekitar 200,000 per bulan. Namun, total pengeluaran Mira mencapai 2,800,000 rupiah per bulan, melebihi pendapatan bulanannya yang hanya 2,500,000. Ini menunjukkan bahwa Mira mengalami defisit keuangan setiap bulan. Oleh karena itu, dia perlu mengambil langkah-langkah untuk mengatur ulang pengeluarannya. Langkah yang dapat diambil:


78 Buat Anggaran yang Realistis: Mira perlu membuat anggaran yang mencakup semua pengeluaran dan pendapatannya. Dia harus berusaha mengurangi pengeluaran yang tidak penting. 1. Kurangi Pengeluaran Keseharian: Mira bisa mencari cara untuk mengurangi pengeluaran harian, seperti membawa bekal dari rumah daripada makan di luar. 2. Evaluasi Pengeluaran Fleksibel: Mira perlu mempertimbangkan apakah pengeluaran fleksibel seperti belanja dan makan malam di luar benar-benar diperlukan. 3. Prioritaskan Dana Darurat dan Investasi: Mira harus terus mengalokasikan dana untuk dana darurat dan investasi, tetapi dia perlu memastikan bahwa pengeluarannya tidak melebihi pendapatannya. 4. Cari Peluang Tambahan: Mira bisa mencari peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan, seperti pekerjaan paruh waktu atau proyek sampingan. Dengan langkah-langkah ini, Mira dapat mengatur ulang pengeluarannya sehingga sesuai dengan pendapatannya. Ini akan membantunya mencapai keseimbangan keuangan dan mengelola pengeluarannya dengan lebih bijak.


79 Modul II Pengenalan Koperasi di Desa I. Pengantar Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992 tentang Koperasi mendefinisikan koperasi sebagai berikut: "Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan." Definisi ini menggambarkan koperasi sebagai entitas ekonomi yang didasarkan pada prinsip-prinsip koperasi dan memiliki sifat gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan pada nilai-nilai kekeluargaan. Prinsip-prinsip koperasi yang biasanya diakui secara internasional meliputi keanggotaan terbuka dan sukarela, kontrol demokratis oleh anggota, partisipasi ekonomi anggota, otonomi dan kemandirian, pendidikan, pelatihan, dan informasi, serta kerja sama antar koperasi. Selanjutnya, mengenai konsep koperasi sebagai ekonomi kerakyatan menurut Syahrir, ini mengacu pada pandangan Maroeto Daroesman Syahrir, seorang ekonom dan politikus Indonesia. Ia menggambarkan koperasi sebagai alternatif ekonomi yang mampu memberdayakan masyarakat luas, terutama kelompok ekonomi lemah. Konsep ini bertumpu pada pemikiran bahwa koperasi dapat membantu meningkatkan perekonomian rakyat dengan cara memberikan kesempatan partisipasi ekonomi kepada banyak orang, tidak hanya kepada segelintir orang kaya atau kelompok dominan. Koperasi sebagai ekonomi kerakyatan, menurut Syahrir, mampu mengatasi keterbatasan sumber daya individu dengan menggabungkan sumber daya bersama. Ini bisa membantu mengurangi kesenjangan ekonomi, menghindari konsentrasi kekayaan pada kelompok tertentu, dan mendistribusikan manfaat ekonomi lebih merata. Dalam konsep ini, koperasi dilihat sebagai alat untuk mewujudkan perekonomian yang lebih adil dan inklusif. Namun, penting untuk diingat bahwa pandangan dan interpretasi terhadap konsep koperasi bisa bervariasi sesuai dengan konteks budaya, sosial, dan ekonomi suatu negara. Koperasi sebagai ekonomi kerakyatan merupakan salah satu interpretasi yang bertujuan untuk menggerakkan ekonomi berbasis partisipasi dan kolaborasi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. II. Tujuan a. Memahami definisi dan nilai-nilai koperasi. b. Mengetahui peran koperasi dalam pengembangan ekonomi lokal c. Mengidentifikasi berbagai jenis koperasi dan peran masing-masing.


80 d. Memahami bagaimana koperasi berkontribusi terhadap pemberdayaan ekonomi desa. e. Mengetahui manfaat berpartisipasi dalam koperasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. III.Durasi Waktu: 4 sesi (masing-masing sesi 2 jam) IV.Bahan dan Alat: Bahan tulis (kertas, pena, spidol), Proyektor atau layar untuk presentasi, Bahan-bahan contoh koperasi, Laptop atau komputer untuk presentasi, Gambaran tentang koperasi di desa (jika tersedia) V. Langkah-langkah Fasilitasi Sesi 1. Definisi Koperasi dan Nilai-nilai Koperasi a. Pengantar ke modul dan tujuan sesi. b. Diskusi tentang definisi koperasi dan apa yang membedakan koperasi dari bentuk organisasi ekonomi lainnya. c. Presentasi tentang nilai-nilai koperasi, seperti kerjasama, demokrasi, kemandirian, dan lainnya. d. Tugas: Peserta diminta untuk mencari contoh-contoh koperasi di lingkungan sekitar mereka. Sesi 2. Peran Koperasi dalam Pengembangan Ekonomi Lokal a. Diskusi tentang peran koperasi dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pemberdayaan masyarakat. b. Studi kasus: Analisis peran koperasi dalam suatu daerah dalam mendukung usaha-usaha lokal. c. Diskusi kelompok: Peserta berbagi pandangan tentang bagaimana koperasi dapat berkontribusi dalam lingkungan mereka. Sesi 3: Jenis-jenis Koperasi dan Kontribusinya a. Presentasi tentang berbagai jenis koperasi, seperti koperasi konsumen, koperasi produsen, koperasi simpan pinjam, dan sebagainya. b. Diskusi tentang peran masing-masing jenis koperasi dalam pemberdayaan ekonomi desa. c. Latihan kelompok: Peserta diberi skenario dan diminta untuk mengidentifikasi jenis koperasi yang paling cocok dalam situasi tersebut. Sesi 4: Manfaat Berpartisipasi dalam Koperasi a. Diskusi tentang bagaimana berpartisipasi dalam koperasi dapat memberikan manfaat bagi anggota dan masyarakat desa.


81 b. Presentasi tentang berbagai manfaat, seperti akses ke modal usaha, pelatihan, pemasaran bersama, dan perlindungan sosial. c. Studi kasus: Cerita sukses dari anggota koperasi yang berhasil meningkatkan kesejahteraan mereka. d. Evaluasi modul dan umpan balik peserta. e. Penutup dan pengumuman untuk modul selanjutnya. Panduan untuk fasilitator Bermain Peran (Studi Kasus: Peran Koperasi dalam Mendukung Usaha-Ekonomi Lokal di Desa A) Latar Belakang: Desa A adalah sebuah desa yang berada di daerah subur dengan populasi yang beragam, terdiri dari pekerja kantoran, pedagang kecil, dan petani. Walaupun memiliki potensi ekonomi yang besar, sebagian usaha lokal masih menghadapi tantangan dalam hal akses ke pasar yang lebih luas dan pembiayaan yang terjangkau. Tujuan: studi kasus bertujuan untuk menganalisis peran sebuah koperasi di Desa A dalam mendukung usaha-usaha ekonomi lokal serta dampaknya terhadap perkembangan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat. Metode: studi kasus ini menggunakan pendekatan kombinasi antara wawancara dengan anggota koperasi, pengelola, dan warga desa, serta analisis data ekonomi lokal yang tersedia. Hasil Analisis: Koperasi "Sejahtera" memiliki peran kunci dalam mendukung usaha-usaha ekonomi lokal di Desa A: 1. Akses Keuangan yang Mudah: Koperasi Sejahtera menyediakan layanan pembiayaan dengan suku bunga yang lebih rendah daripada lembaga keuangan konvensional. Hal ini membantu usaha mikro kecil (UKM) di desa tersebut mendapatkan modal usaha dengan biaya yang terjangkau. 2. Pasar Bersama: Koperasi membantu menghubungkan usaha kecil dengan pasar yang lebih luas melalui program pemasaran bersama. Anggota koperasi dapat menjual produk mereka secara kolektif, memungkinkan mereka untuk mendapatkan harga lebih baik dan memperluas jangkauan pasar. 3. Pendidikan dan Pelatihan: Koperasi Sejahtera menyelenggarakan pelatihan tentang manajemen usaha, pemasaran, dan teknik produksi kepada anggotanya. Ini membantu meningkatkan kualitas produk dan efisiensi operasional. 4. Pendampingan Teknis: Koperasi memiliki staf yang berpengalaman yang memberikan pendampingan teknis kepada anggota yang membutuhkan. Pendampingan ini membantu meningkatkan kualitas produk dan inovasi dalam usaha.


82 Dampak: Berbagai peran koperasi tersebut memberikan dampak positif pada usaha-ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat di Desa A: • Peningkatan Pendapatan: Usaha mikro kecil yang tergabung dalam koperasi mengalami peningkatan pendapatan karena akses pembiayaan yang lebih murah dan pemasaran yang lebih efektif. • Peningkatan Kualitas Usaha: Pelatihan dan pendampingan teknis dari koperasi membantu anggota meningkatkan kualitas produk dan efisiensi operasional. • Pemberdayaan Ekonomi: Koperasi memberdayakan UKM dengan memberikan akses ke pasar yang lebih besar dan layanan keuangan yang terjangkau. • Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat: Dampak positif ini mengarah pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan, termasuk peningkatan pendapatan rumah tangga dan akses terhadap barang dan jasa. Kesimpulan: Studi kasus ini menggambarkan bagaimana koperasi "Sejahtera" memiliki peran penting dalam mendukung usaha-ekonomi lokal di Desa A. Melalui akses pembiayaan, pemasaran bersama, pendidikan, dan pendampingan teknis, koperasi membantu mengatasi tantangan yang dihadapi oleh UKM lokal. Dampak positif dari peran koperasi ini terlihat dalam peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Bahan Latihan Kelompok: Skenario untuk mengidentifikasi jenis koperasi yang paling cocok dalam Daerah Perkebunan Kelapa Sawit dan Perikanan Lobster Laut Tujuan Latihan: Latihan ini bertujuan untuk membantu peserta mengidentifikasi jenis koperasi yang paling cocok dalam situasi perkebunan kelapa sawit dan perikanan lobster laut serta memahami bagaimana koperasi dapat mendukung perkembangan ekonomi lokal di kedua sektor tersebut. Instruksi: 1. Pembagian Kelompok: Peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil, tergantung pada jumlah peserta dalam latihan. 2. Penjelasan Konsep Koperasi: Fasilitator memberikan penjelasan singkat tentang konsep koperasi, termasuk prinsip-prinsip koperasi dan peran mereka dalam mendukung perkembangan ekonomi lokal. 3. Skenario: • Setiap kelompok diberikan satu skenario yang menggambarkan situasi di daerah perkebunan kelapa sawit. • Setiap kelompok diberikan satu skenario yang menggambarkan situasi di sektor perikanan lobster laut. • Peserta diminta untuk mengidentifikasi jenis koperasi yang paling sesuai untuk masing-masing skenario.


83 4. Diskusi dan Presentasi: • Setiap kelompok berdiskusi tentang skenario yang mereka terima dan mencari tahu jenis koperasi yang paling cocok. • Setelah itu, setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka kepada seluruh peserta. Contoh Skenario dan Pertanyaan: Skenario 1: Daerah Perkebunan Kelapa Sawit • Di daerah yang mayoritas penduduknya bekerja dalam sektor perkebunan kelapa sawit, petani kecil menghadapi kesulitan dalam hal akses ke pembiayaan untuk membeli bibit dan peralatan pertanian. • Jenis koperasi apa yang paling cocok untuk membantu petani kelapa sawit ini? Mengapa? Skenario 2: Sektor Perikanan Lobster Laut • Di daerah pesisir, nelayan lokal telah mengidentifikasi potensi dalam usaha perikanan lobster laut. Namun, mereka memerlukan bantuan dalam hal pembiayaan kapal dan peralatan tangkap yang mahal. • Jenis koperasi apa yang paling cocok untuk mendukung nelayan perikanan lobster laut ini? Mengapa? Diskusi dan Presentasi: Setelah diskusi kelompok selesai, setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi mereka. Peserta lain dan fasilitator dapat memberikan masukan dan berdiskusi tentang kesesuaian jenis koperasi yang diidentifikasi dengan skenario yang diberikan. Diskusi ini dapat membantu peserta memahami bagaimana koperasi dapat mendukung sektor pertanian dan perikanan dalam konteks yang berbeda.


84 Modul III Pengembangan BUMDES Inklusi dan Berkelanjutan sebagai Layanan Ekonomi Lokal di Desa I. Pengantar Pada tahun 2014, pemerintah Indonesia mengeluarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (UU Desa) yang mengatur berbagai aspek terkait pengembangan desa, termasuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Selain UU Desa, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga mengeluarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pedoman Pembentukan, Pengelolaan, dan Pengawasan Badan Usaha Milik Desa (Permendagri 20/2018) yang memberikan panduan lebih rinci mengenai BUMDes. Berikut adalah penjelasan tentang BUMDes berdasarkan UU Desa dan Permendagri 20/2018: a. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menurut UU Desa: Menurut UU Desa, BUMDes adalah suatu badan hukum yang berbentuk usaha yang dimiliki oleh desa melalui penyertaan modal desa yang mempunyai tujuan mengelola potensi dan sumber daya desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. b. Pendanaan BUMDes: UU Desa memungkinkan desa untuk menyediakan penyertaan modal pada BUMDes dalam bentuk uang, barang, atau jasa lainnya. Penyertaan modal ini bisa bersumber dari dana desa, dana alokasi desa, atau sumber-sumber lain yang sah. c. Kegiatan BUMDes: BUMDes dapat bergerak di berbagai bidang usaha seperti pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, industri kecil, pariwisata, dan lainlain. Namun, kegiatan BUMDes harus sesuai dengan rencana pembangunan desa dan mengutamakan pemberdayaan masyarakat. d. Pembentukan BUMDes: Permendagri 20/2018 mengatur prosedur pembentukan BUMDes, termasuk syarat dan proses persetujuan dari masyarakat desa dan pemerintah desa. e. Struktur Organisasi: Permendagri 20/2018 mengatur tentang struktur organisasi BUMDes, termasuk susunan pengurus dan mekanisme pengambilan keputusan. f. Pengelolaan dan Pengawasan: Permendagri 20/2018 juga menguraikan tata cara pengelolaan dan pengawasan BUMDes, termasuk dalam hal keuangan, aset, dan pelaporan. g. Kemitraan dan Kerjasama: Permendagri 20/2018 mendorong BUMDes untuk menjalin kemitraan dan kerjasama dengan berbagai pihak, seperti pemerintah, lembaga keuangan, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta. Tujuan Pembentukan BUMDes: Tujuan utama pembentukan BUMDes adalah untuk memberikan manfaat kepada masyarakat desa, menciptakan lapangan kerja,


85 meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mendukung pembangunan ekonomi desa secara berkelanjutan. Dengan mengacu pada UU Desa dan Permendagri 20/2018, BUMDes memiliki peran penting dalam mengembangkan ekonomi lokal, memberdayakan masyarakat desa, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah desa dan masyarakat desa harus mematuhi peraturan yang ada serta melakukan pengelolaan dan pengawasan yang baik agar BUMDes dapat berjalan efektif dan berkontribusi positif terhadap pembangunan desa. II. Tujuan Sesi: 1. Memahami konsep inklusi dan berkelanjutan dalam pengembangan BUMDes. 2. Mengenali peran penting kelompok perempuan dan pemuda dalam pembangunan ekonomi desa. 3. Mampu merencanakan dan melaksanakan inisiatif usaha inklusif yang berkelanjutan. 4. Mendorong partisipasi aktif kelompok perempuan dan pemuda dalam pengembangan BUMDes inklusi dan berkelanjutan. III.Durasi Waktu: Materi dibawakan dalam 6 sesi. Setiap sesi maksimal 2 jam. IV. Bahan dan Alat: Materi presentasi tentang inklusi dan berkelanjutan dalam pengembangan BUMDes, Bahan tulisan (buku panduan) tentang pengembangan BUMDes inklusif, Whiteboard dan spidol, Contoh kasus BUMDes inklusif yang sudah memasukkan anggaran untuk Perempuan dan pemuda dalam bisnis nya, Materi untuk studi kasus dan diskusi kelompok. V. Langkah-Langkah Fasilitasi: Sesi 1. Konsep Inklusi Berkelanjutan dalam konteks pengembangan BUMDes a. Definisi inklusi dan berkelanjutan dalam konteks pengembangan BUMDes. b. Manfaat inklusi dan dampaknya pada pembangunan desa. c. Curah Pendapat mengenai BUMDes Inklusi dan Berkelanjutan d. Kesimpulan bersama mengenai BUMDes Inklusi Sesi 2. Peran Kelompok Perempuan dan Pemuda a. Mempertegas peran penting kelompok perempuan dan pemuda dalam pembangunan ekonomi lokal. b. Studi kasus tentang kelompok perempuan dan pemuda yang sukses dalam usaha ekonomi. Sesi 3. Pengembangan Ekonomi Lokal melalui BUMDES inklusi dan berkelanjutan


86 a. Memahami peran BUMDES dalam mengembangkan ekonomi lokal di desa. b. Menjelaskan dampak positif pengembangan ekonomi lokal yang inklusi dan berkelanjutan terhadap masyarakat desa dan manfaatnya bagi kelompok marjinal (Perempuan, Pemuda, Difabel dan kelompok Lansia) Sesi 4. Pengelolaan dan Pengembangan BUMDes Inklusi dan berkelanjutan a. Membahas pengelolaan keuangan yang inklusif serta akses terhadap modal b. Identifikasi produk atau layanan yang dapat dikembangkan oleh kelompok perempuan dan pemuda, yang memberikan dampak bagi kesejahteraan seluruh Masyarakat desa. Sesi 5. Membangun Kemitraan dan Kerjasama a. Menggali potensi kerjasama BUMDes dengan organisasi yang fokus pada pengembangan usaha yang dikelola perempuan, pemuda, dan difabel serta kelompok lansia b. Mendiskusikan dan Membahas mengenai potensi kemitraan strategis dapat memperluas jangkauan dan akses BUMDes sebagai pusat pelayanan ekonomi lokal Sesi 6. Rencana Aksi BUMDes Inklusif dan Berkelanjutan a. Merencanakan langkah-langkah pengembangan BUMDes inklusif dan berkelanjutan di desa b. Menggabungkan aspirasi dan ide kelompok perempuan dan pemuda dalam rencana aksi. c. Dialog kebijakan tingkat desa untuk mendorong BUMDes Inklusi dan Berkelanjutan sebagai pusat layanan ekonomi lokal di desa.


87 Modul IV Memahami Analisa Kelayakan Usaha dan Komponen-Komponennya I. Pengantar Pada umumnya, pelaku usaha mikro sering merasa cepat puas, jika barang dagangannya habis terjual. Mereka beranggapan, dagangan cepat habis berarti mendapatkan keuntungan. Namun sesungguhnya, tidaklah demikian. Mereka kadangkala kurang cermat dalam menghitung komponen biaya sebagai dasar dalam menentukan harga. Bagi pelaku usaha mikro, apabila sudah mampu menutup biaya pembelian bahan, membayar upah pekerja dan menambah sedikit pendapatan, berarti dikatakan untung. Kadangkala mereka lupa untuk menghitung komponen biaya, tenaga dan waktu yang digunakan. Begitu juga dengan biaya investasi maupun biaya bunga (jika modalnya berasal dari modal pinjaman). Tindakan kurang cermat seperti diatas, akan merugikan usaha yang dijalankan oleh Perempuan dan pemuda pelaku usaha mikro. Kerugian tersebut selanjutnya berdampak pada berkurangnya modal. Komponen penting lainnya yang perlu dicermati dan dianalisa dalam usaha adalah akses dan kontrol terhadap komponen-komponen tersebut. Usaha yang iklusi dan berkelanjutan mesti memastikan bahwa usaha yang dikembangkan dan dijalankanbukan saja faktor-faktor teknis usaha seperti bahan baku, modal, produksi, ampai pemasarans saja. Namun komponen nonteknis seperti dukungan keluarga, pembagian peran dan kerja secara adil dalam rumah tangga, akses dan kontrol perempuan terhadap sumber-sumber daya penunjang, mesti turut di analisa sebagai factor penentu keberhasilan usaha. II. Tujuan a. Memahami arti dan fungsi kelayakan usaha b. Mengetahui komponen dalam kelayakan usaha c. Mengetahui pentingnya melakukan penghitungan biaya d. Mengetahui jenis-jenis biaya yang harus diperhitungkan untuk usaha e. Mampu mengelompokkan biaya dan mempraktekkannya f. Mengetahui cara menghitung kemampuan pulang pokok dalam usaha g. Mampu menghitung pulang pokok dan mempraktekkannya III.Durasi Waktu: Setiap sesi maksimal 2 jam dalam sekali pertemuan. IV.Bahan dan Alat: lembar kerja (contoh kasus), spidol, kertas flipchart, penggaris, buku catatan, pulpen, pensil. V. Langkah-langkah fasilitasi :


88 Sesi 1. Memilih usaha a. Membagikan cerita tentang MEMILIH USAHA yang telah disediakan dalam lembar kerja dan mendiskusikan cerita tersebut dengan dua orang teman di sebelahnya, dengan menjawab pertanyaan berikut: • Bagaimana pendapat anda tentang Ibu Mulyani? Mengapa? • Layakkah usaha yang dilakukan? • Bagaimana cara kita mengetahui bahwa usaha tersebut layak dilakukan atau tidak? • Apa sebaiknya yang harus dilakukan oleh Ibu Mulyani dalam usahanya? Mengapa? • Manfaat apa yang bisa kita ambil melalui cerita tersebut? • Kesepakatan apa yang dapat diambil oleh keluarga sehingga Ibub Mulyani mampu mengembangkan usahanya? b. Menyimpulkan hasil curah pendapat dengan peserta dan menyampaikan hal mengenai : Arti dan fungsi kelayakan usaha Sesi 2. Komponen-Komponen yang dibutuhkan didalam kelayakan usaha a. Mengajakk peserta untuk diskusi mengenai komponen-komponen yang dibutuhkan di dalam kelayakan usaha, dengan membagi peserta ke dalam 3 kelompok kecil. b. Diakhir sesi, ditegaskan bahwa komponen yang perlu diperhatikan dalam usaha bukan hanya komponen teknis usaha dan ekonomi saja namun juga termasuk akses dan kontrol terhadap komponen-komponen tersebut. Contoh lembar kerja: Memilih Usaha Mulyani ingin mempunyai penghasilan sendiri melalui usaha. Dia melihat keluarganya telah berhasil dengan pesat dalam beternak ayam potong. Dalam waktu setengah tahun ternaknya bertambah dua kali lipat. Oleh karena itu ia ingin mengikuti jejak keluarganya, berhasil dalam berusaha. Mulyani berkeinginan mengembangkan usaha ayam goreng kriu Mulyani memulai berusaha dengan bekerjasama dengan saudaranya dalam menyediakan bahan baku ayam potong. Mulyani dalam memulai usahanya tidak tanggung-tanggung, yaitu sebanyak 500 potong ayam goreng kriuk dan terjual. Ternyata semakin hari, semakin sulit mencari konsumen untuk membeli ayam dengan berat melebihi ukuran umum dan dengan harga pantas. Sementara itu ayamnya semakin lama semakin banyak yang mati, hingga dia memutuskan untuk menjual ke pelanggan semula dengan harga yang pantas, karena tak mampu lagi membeli pakan dan khawatir semakin banyak ayam yang mati.


89 Pengalaman ini membuat Mulyani jera, disamping dia rugi banyak juga diprotes tetangga karena bau kotoran ayam yang menyengat dan menimbulkan banyak lalat. Kondisi tersebut mengganggu tetangga mengingat rumah mereka sangat berdekatan. Tabel Komponen kelayakan usaha, akses dan kontrol perempuan dalam usaha Kompone n Ayah Ibu Anak laki-laki Anak perempuan Akses Kontrol Akses Kontrol Akses Kontrol Akses Kontrol Modal Laba Tempat usaha Produksi Pemasaran Sesi 3. Menghitung Biaya a. Mengajak peserta untuk membahas tujuan kegiatan dengan pertanyaan: • Apa yang diharapkan dalam menjalankan usaha? • Bagaimana mengetahui keuntungan usaha? Bagaimana mengetahui usaha mengalami untung atau rugi? b. Meminta setiap peserta menuliskan biaya-biaya yang diperlukan dalam usaha. c. Meminta 2 orang peserta mewakili dua jenis usaha yang berbeda untuk mempresentasikan hasilnya. Sedangkan peserta yang lain diminta memberikan masukan untuk melengkapi. d. Membantu peserta untuk mengelompokkan ke dalam biaya tetap dan tidak tetap Sesi 4. Diskusi kelompok a. Membagi peserta dalam kelompok kecil, tiap kelompok 3-4 orang dengan memberikan pertanyaan : • Apakah kegiatan menghitung biaya usaha pernah dilakukan? Bagaimana caranya? • Siapa yang melakukan dan mengapa? • Apa manfaat penghitungan diatas?


90 N o. Jen is Keb u tu h an N ilai ( Rp ) 1 . Makan/m inum 300.000 2 . Listrik & PAM 100.000 3 . Jajan (anak/suam i) 100.000 4 . Bayar Hutang 30.000 5 . Transport (Bensin/angkot) 70.000 Total 1 b u lan 6 0 0 .0 0 0 Biaya Hid u p 1 h ari 2 0 .0 0 0 Sesi 5. Latihan menghitung biaya-biaya, menentukan modal jualan dan harga jual a. Peserta mengidentifikasi kompone-komponenn biaya dalam usaha dan pengelompokannya b. Menghitung dan atau menentukan biaya, modal jualan dan harga jual. c. Manfaat menghitung biaya Panduan untuk fasilitator Jenis-jenis Biaya : 1. Fixed Cost atau biaya tetap adalah biaya yang dikeluarkan untuk menyewa tempat usaha, pegawai, mesin, dan lain-lain. Biaya ini merupakan biaya yang harus kita keluarkan meskipun kita tidak menjual (produksi) sama sekali 2. Variable Cost atau biaya variable (Biaya Tidak Tetap) adalah biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan kegiatan kita dalam menjalankan usaha. Biaya Variable ini jumlahnya berubah-ubah tergantung pada kegiatan yang kita lakukan. Misalnya saja kita harus membayar biaya distribusi (jika ada barang yang diproduksi), membayar tenaga kerja, biaya komunikasi kepada pelanggan, dan lain-lain Contoh : Menghitung atau menentukan biaya a. Ketahui dan catatlah kebutuhan biaya hidup per bulan keluarga kita b. Manfaat adalah mengetahui minimal keuntungan bersih yang harus di dapat c. Harga Jual = Modal Jualan + Laba yang diharapkan. d. Modal Jualan = Harga Beli + Upah Produksi + Lain-lain. e. Laba yang diharapkan= Minimal biaya hidup per hari


91 A. Modal Jualan Kain 2.5 m 1 Beli Benang 100.000 2 Upah Tenaga Kerja 100.000 B. Laba yang diharapkan (Kebutuhan Hidup) 200.000 ……….Tabungan ……….Tambahan modal C. Harga Jual 400.000 Maka pengrajin harus produksi dan jual 3 kain tenun serupa, supaya bisa terpenuhi kebutuhan hidup satu bulan (3 x Rp 200.000 Sesi 6. Analisa pulang pokok a. Membagi peserta dalam 3 kelompok sesuai jenis usahanya misalnya jenis makanan, kerajinan, olahan pangan, sayuran, ikan segar, udang, dll. b. Meminta setiap kelompok untuk menghitung biaya yang diperlukan dalam menghasilkan produk/jasa dalam satu kali putaran/periode, serta perkiraan penghasilan yang akan didapat c. Meminta perwakilan dari 3 kelompok untuk mempresentasikan hasilnya. d. Bersama peserta menganalisa hasil presentasi dengan pertanyaan: ▪ Benarkah hitungan yang dibuat? (lihat cara menghitung BEP pada panduan buat fasilitator) ▪ Apakah usaha tersebut layak dilihat dari sisi penguasaan teknologi, pasar dan ketersediaan bahan baku, pengelolaan dan dampaknya terhadap pelaku usaha? ▪ Apakah pelaku usaha bisa berkembang dengan jenis usaha tersebut? e. Mengajak peserta untuk menghitung pulang pokok BEP f. Mengakhiri dengan menyimpulkan hasil diskusi. Panduan untuk fasilitator Dalam menyusun perhitungan BEP terlebih dahulu kita tentukan 3 elemen yang ada di rumus BEP yaitu : a. Biaya tetap dan tidak tetap.


92 b. Harga penjualan, yaitu harga jual yang kita tentukan kepada pembeli. c. Kontribusi Margin Per Unit adalah jumlah keuntungan yang kita dapatkan ketika kita menjual produk kita. Sehingga rumus BEP dapat dituliskan sebagai berikut : a. BEP Uni = (Biaya Tetap) / (Harga per unit – Biaya Variable per Unit) b. BEP Rupiah = (Biaya Tetap) / (Kontribusi Margin per unit / Harga per Unit) c. Kontribusi Marjin = harga jual – biaya tidak tetap Contoh perhitungan dengan Rumus BEP per Unit : Pak Amin memiliki sebuah usaha toko sepeda dengan biaya tetap sebesar Rp.5.000.000. Biaya tidak tetap adalah sebesar Rp.200.000/unit, dengan harga jual Rp.1.500.000/unit. Dapat dihitung BEP per unitnya yaitu : a. BEP/Unit = (Biaya Tetap) / (Harga per unit – Biaya tidak tetap per Unit) = Rp.5.000.000 / (Rp.1.500.000 – Rp.200.000) = Rp.5.000.000/Rp.1.300.000 = 3.84 pembulatan ke atas menjadi 4 unit Sehingga Pak Amin dapat mengalami balik modal jika mampu menjual 4 unit sepeda dalam satu bulannya. Pada penjualan sepeda ke 5, maka Pak Amin sudah menuai keuntungan karena biaya tetap sudah tertutupi oleh penjualan 4 unit sepeda sebelumnya. Contoh perhitungan dengan Rumus BEP per Rupiah : Pak Rusli memiliki sebuah toko mebel dengan biaya tetap sebesar Rp.10.000.000. Biaya tidak tetap usahanya adalah sebesar Rp.500.000/unit, dengan harga jual Rp.2.500.000/unit . Dapat dihitung BEP Rupiahnya yaitu : BEP Rupiah = (BiayaTetap) / (Kontribusi marjin per unit/harga per unit) = Rp.10.000.00 / (harga jual – biaya tidak tetap)/harga per unit = Rp.10.000.000/(2.500.000 – 500.000) / 2.500.000 = Rp.10.000.000/0.8 = Rp.12.500.000 Sehingga Pak Rusli dapat mengalami BEP ketika angka penjualan sudah mencapai Rp.12.500.000,- setelah melewati jumlah penjualan tersebut, misalnya pada angka rupiah sebesar Rp.20.000.000 maka Pak Rusli dikatakan sudah balik modal atau BEP sehingga penjualan setelahnya Pak Rusli sudah bisa menghitung keuntungan.


93 Modul V Pencatatan Keuangan Sederhana I. Pengantar Dalam menjalankan sebuah bisnis atau usaha, pembukuan adalah salah satu hal penting yang harus dilakukan. Pembukuan adalah suatu proses yang mengacu pada kegiatan pengorganisasian serta penyimpanan dokumen keuangan, salah satunya adalah laporan keuangan. Pembukuan tidak hanya perlu dilakukan oleh perusahaan berskala besar, tapi juga perlu diterapkan pada perusahaan berskala kecil seperti UKM yang ingin berkembang. Banyak hal dilakukan untuk mengembangkan bisnis, mulai dari meningkatkan kualitas, melakukan promosi, memperbanyak kuantitas produk, dan lain sebagainya. Aktivitas yang banyak demi mencapai angka penjualan produk yang tinggi sering kali membuat pelaku usaha melupakan satu hal penting, yaitu pencatatan keuangan, padahal kegiatan ini berperan besar dalam kemajuan bisnis. Membangun bisnis yang kuat dan besar tentunya membutuhkan banyak hal penting, salah satunya adalah sistem pencatatan keuangan yang benar untuk mencatat setiap transaksi yang dilakukan. Dengan menyusun catatan keuangan yang sistematis, tentunya para pelaku usaha dapat melihat sekaligus menganalisa perputaran modal dan mengambil langkah saat terjadi penyimpangan dari rencana yang sudah dicanangkan sebelumnya. II. Tujuan sesi a. Merumuskan sistem pencatatan sederhana untuk pelaku usaha. b. Mampu melakukan pencatatan usaha III. Durasi Waktu : Setiap sesi membutuhkan waktu maksimal 2 Jam. Jika peserta belum selesai mengerjakan tugas, mereka dapat melanjutkan sebagai pekerjaan rumah. IV. Bahan dan alat : Lembar kerja, buku tulis, pulpen dan pensil, kertas flipchart, kertas HVS, kertas plano V. Langkah-langkah fasilitasi : Sesi 1. Membuka sesi dengan penjelasan singkat tentang tujuan sesi. a. Meminta peserta untuk urun pendapat tentang kegiatan apa saja yang menjadi sumber pemasukan uang, pengeluaran uang, dan dibelanjakan untuk apa saja uang tersebut. Hasil pendapat peserta dtuliskan di papan tulis atau kertas plano. b. Mengajak peserta untuk mengelompokan berdasarkan pos pemasukan dan pos pengeluaran. Selain itu juga berdasarkan kepentingan penggunaanya, apakah untuk usaha atau untuk keperluan rumahtangga.


94 c. Untuk memudahkan pemilahan, peserta membuat blanko pencatatan berdasarkan transaksi. Dari kegiatan ini bisa dipilah keuangan pribadi dan usaha d. Selanjutnya meminta peserta memasukan transaksi berdasarakn kasus salah satu peserta (didasarkan atas usaha yang dilakukan). e. Sebelum periksa hasil pekerjaan peserta, fasilitator masuk ke sesi ke 2 untuk Latihan kerja Sesi 2. Latihan membuat pembukuan dari studi kasus. a. Membagikan cerita kasus tentang keuangan usaha Mama Ina (lihat ceritanya dibawah). b. Setelah selesai, fasilitator membahas bersama-sama: • Berapa saldo kas? • Berapa modal yang tertanam di usaha ? • Berapa pengambilan untuk keperluan rumah tangga ? • Pengeluaran apa yang paling besar dari masing-masing pos ? c. Bersama-sama melihat kembali pencatatan keuangan yang dibuat berdasarkan usaha masing-masing (sesi 1) dan membandingkan cara pencatatan pada studi kasus (sesi 2) d. Sampaikan pada peserta bahwa, model pencatatan keuangan sederhana, ada 2 model yang biasa di pakai : • Model kas lajur pemasukan pengeluaran • Model kas Tabel Baris Sesi 3. Sampaikan kembali pentingnya pencatatan keuangan yang konsisten. a. Berikan tugas kepada semua pelaku usaha untuk membuat pencatatan keuangan dan merapikan pencatatannya bagi mereka yang telah memulai. b. Fasilitator memberikan pendampingan teknis pencatatan keuangan sampai semua pelaku usaha memiliki pencatatan keuangan sederhana yang rapi dan sesuai standart.


95 Panduan untuk fasilitator Cerita kasus Mama Ina ( Blanko Kas Tabel Baris) Keluarga Mama Ina merupakan keluarga yang pas-pasan. Suaminya buruh bangunan, sedangkan mereka mempunyai 2 orang anak sudah duduk di kelas 1 dan 4 SD. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, Mama Ina membantu suami untuk berusaha (mencari nafkah) berdagang apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat sekitar dengan persyaratan dibayar kredit. Karena pendapatannya pas-pasan, maka atas persetujuan suami dia diperkenankan untuk melakukan usaha dengan modal awal diambil dari tabungan sebesar Rp. 45.000,- Uang tersebut dibelanjakan untuk dagangan Rp. 25.000,-, untuk berobat ke puskesmas Rp 4.500,- bayar becak Rp 500,-. Hari berikutnya, pada tanggal 5 bulan itu juga ia menjual anting anaknya yang patah Rp. 5.000,- dan pada tanggal yang sama ia membeli dagangan sebesar Rp. 10.000,- untuk transport dan jajan Rp 1.500,-. Pada Tanggal 7, Suami dapat uang dan diserahkan pada Mama Ina untuk tambah modal sebesar Rp. 7.500,-. Pengeluaran yang tercatat dalam coret-coretan antara lain untuk biaya transport Rp. 1.000,- dan untuk belanja sehari-hari (masak Rp.4.000). Pada tanggal 10, Mama Ina menerima uang belanja dari suami untuk tambahan modal usahanya sebesar Rp. 25.000,- transport becak Rp. 1.500,- untuk keperluan arisan dan belanja sebesar Rp 6.000,-. Hari berikutnya pada tanggal 14 ia mengeluarkan uang untuk transportasi dan jajan Rp. 3.000, serta untuk keperluan pribadi (belanja kebutuhan sehari-hari) Rp. 6.000. Tanggal 17, Mama Ina membelikan bahan pesanan seharga Rp. 7.500,- dan pada saat itu juga ia mengeluarkan untuk keperluan keluarganya sebesar Rp. 6.000,- Karena usaha pesanannya kebanyakan konveksi (pakaian anak-anak) maka ia mau membeli mesin jahit sendiri (sudah ditawari seharga Rp. 100.000,-). Untuk memenuhinya maka ia pinjam ke koperasi sebesar Rp. 125.000,- dan dikabulkan tanggal 25. Setelah itu ia langsung membayarkan ke penjual mesin dan sekaligus ia belanja kain Rp. 10.000,- sekaligus mampir untuk membeli keperluan rumah tangganya (sabun dan sedikit jajanan untuk anaknya) sebesar Rp. 12.500,-. Pada akhir bulan ia ditanya oleh suaminya “Mace, bagaimana usahanya, Berapa modalnya sekarang ?” ia bingung tidak bisa menjawab, tetapi ia berkata “padahal saya juga sudah berupaya untuk mencatat lho Pace. Berapa saya terima dari Pace, dan untuk apa uang itu. Kalau nggak percaya ini nich catatannya !! Tahu-tahu ada tamu datang, ‘aih kebetulan, pikir Mama Ina. ‘Mace tolong saya dihitungkan berapa sich uang saya sekarang, dan kemana saja larinya? Selamat memecahkan persolan Mama Ina !! Panduan untuk fasilitator Untuk usaha mikro dalam rumah tangga, metode pencatatan keuangan sederhana dapat sangat membantu dalam melacak transaksi keuangan dan memantau kesehatan finansial bisnis. Berikut adalah contoh model pencatatan keuangan sederhana yang dapat digunakan:


96 1. Buku Kas: Buku kas merupakan catatan transaksi penerimaan dan pengeluaran uang tunai. Ini sangat penting untuk mengikuti aliran kas sehari-hari dalam bisnis yang dijalankan. Contoh: Buku kas model skontro Tanggal Keterangan Penerimaan (Rp) Pengeluaran (Rp) Saldo (Rp) 1 Agustus Saldo awal - - 500.000 5 Agustus Pembelian bahan baku - 100.000 400.000 10 Agustus Penjualan produk 300.000 - 700.000 15 Agustus Pengeluaran lainlain - 50.000 650.000 Catatan: • Tambahkan transaksi sesuai kebutuhan dengan kolom penerimaan dan pengeluaran yang sesuai. • Pada kolom Keterangan, tuliskan secara singkat jenis transaksi, misalnya "Penjualan", "Pembelian", "Biaya", dan sejenisnya. • Pada kolom Saldo, perhitungannya adalah Saldo sebelumnya + Penerimaan - Pengeluaran. Tips: • Catat setiap transaksi sesegera mungkin agar tidak terlupakan.


97 • Tetapkan waktu tetap untuk melakukan pencatatan, misalnya setiap akhir hari atau akhir minggu. • Sederhanakan keterangan agar mudah dipahami dan tidak membingungkan. • Jika mungkin, gunakan warna pensil atau tinta berbeda untuk penerimaan dan pengeluaran agar lebih mudah dibedakan. • Pada akhir periode (biasanya akhir bulan), buatlah laporan sederhana berisi penerimaan dan pengeluaran, serta saldo akhir. Penting untuk menjaga keakuratan dan ketelitian dalam pencatatan keuangan, meskipun usaha yang dijalankan super mikro. Dengan menggunakan buku kas sederhana ini, pelaku usaja dapat melacak aliran uang masuk dan keluar serta mengambil keputusan yang lebih baik untuk pertumbuhan bisnis. 2. Daftar Piutang dan Utang: Jika memiliki transaksi kredit dengan pelanggan atau pemasok, penting untuk mencatatnya. Ini membantu pelaku usaha mengingat kapan pembayaran harus dilakukan atau diterima. Contoh Daftar Piutang: Tanggal Pelanggan Jumlah (Rp) 10 Agustus Pelanggan A 150.000 12 Agustus Pelanggan B 200.000 3. Buku Catatan Inventaris: Catat setiap kali pelaku usaha menambah atau mengurangi persediaan barang. Hal Ini akan membantu mereka melacak jumlah barang yang tersedia. Contoh:


98 Tanggal Keterangan Jumlah Masuk Jumlah Keluar Jumlah Akhir 1 Agustus Saldo awal - - 100 5 Agustus Pembelian bahan baku 50 - 150 10 Agustus Produksi 50 - 200 15 Agustus Penjualan - 30 170 4. Laporan Keuangan Sederhana: Pada akhir bulan, pelaku usaha dapat menyusun laporan keuangan sederhana, seperti laporan laba rugi dan neraca, untuk melihat seberapa baik bisnis berjalan. Contoh Laporan Laba Rugi: | Pendapatan | 300.000 | | Beban | -150.000 | | Laba Bersih | 150.000 | Contoh Neraca: Aktiva Jumlah (Rp) Kewajiban Jumlah (Rp) Kas 650.000 Utang -


99 Aktiva Jumlah (Rp) Kewajiban Jumlah (Rp) Persediaan 170 Modal 500.000 Dalam model ini, pelaku usaha dapat mencatat transaksi kas, piutang, utang, dan inventaris. Ini membantu mereka mengontrol keuangan dan membuat keputusan yang lebih baik. Mereka dapat membuat format yang sesuai dengan bisnis yang dijalankan dan mencatat transaksi dengan teratur. Ingatkan untuk mencatat semua transaksi dengan teliti dan secara teratur untuk hasil pencatatan yang akurat. BUKU PENCATATAN HARIAN KEUANGAN TGL KETERANGAN JUMLAH PEMASUKAN TGL KETERANGAN JUMLAH PENGELUAR AN SALDO PENJUALAN MODAL HUTANG LAIN-LAIN BAHAN TENAGA BIAYA PRIBADI LAIN-LAIN Jumlah Penerimaan - - - - Jumlah Pengeluaran - - - - - - - PEMASUKANKAS PENGELUARANKAS Kunci Jawaban Kasus Mama Ina (Model Tabelaris) Catatan kasMama Ina TGL KETERANGAN JUMLAH PEMASUKAN TGL KETERANGAN JUMLAH PENGELUARAN SALDO PENJUALAN MODAL HUTANG LAIN-LAIN BAHAN TENAGA BIAYA PRIBADI LAIN-LAIN 4 Modal awal 45.000 45.000 4 Belanja dagangan 25.000 25.000 20.000 5 Penerimaan penjualan anting 5.000 5.000 4 Berobat ke Puskesmas 4.500 4.500 15.500 7 Terima dari suami 7.500 7.500 4 Bayar becak 500 500 15.000 10 Terima dari suami 25.000 25.000 5 Pembelian barang dagangan 10.000 10.000 10.000 25 Penerimaan pinjama dari Koperasi 125.000 125.000 5 Biaya transport dan jajan 1.500 1.500 8.500 7 Biaya transport 1.000 1.000 15.000 7 Belanja harian untuk masak 4.000 4.000 11.000 10 Transport becak 1.500 1.500 34.500 10 Pembayararan arisan dan belanja 6.000 6.000 28.500 14 Transport dan jajan 3.000 3.000 25.500 14 Belanja harian 6.000 6.000 19.500 17 Pembelian bahan pesanan 7.500 7.500 12.000 17 Biaya keperluan keluarga 6.000 6.000 6.000 25 Pembelian mesin jahit 100.000 100.000 31.000 25 Belanja kain 10.000 10.000 21.000 26 Belanja sabun dan jajan 12.500 12.500 8.500 Jumlah Penerimaan 77.500 125.000 5.000 207.500 Jumlah Pengeluaran 152.500 - - 39.000 7.500 199.000 8.500 PEMASUKANKAS PENGELUARANKAS


100 Silabus Topik IV Pengembangan Bisnis Komunitas I. Deskripsi Kursus bertujuan memberi beragam materi peserta tentang kemampuan dan ketrampilan dalam pengembangan bisnis berdasarkan limpahan asset perikehidupan, termasuk sumberdaya alam yang tersedia di sekitar desa. Diharapkan aneka sumber-sumber kehidupan menjadi bahan baku potensial bagi pengembangan bisnis. Diantara materi kursus pada topik ini adalah tata kelola sumber-sumber penghidupan di desa (UU desa), survey pasar dan 5 aset perikehidupan, Analisa SWOT untuk pengembangan usaha komunitas, STP (Segmentasi, Targeting dan Positioning), dan Pengembangan ide usaha dengan metode SMART. Materimateri diatas akan dipraktekkan dengan menggunakan perspektif keadilan gender yang sudah peserta pelajari di materi kursus sebelumnya. II. Tujuan Pembelajaran Pada akhir kursus, peserta mampu: 1. Memahami dan mempetakan tata kelola sumber-sumber penghidupan di desa berdasarkan UU Desa dan aturan turunan. 2. Memahami dan mempraktekan survey pasar serta mengindintifikasi lima asset perikehidupan di desa. 3. Memahami dan mempraktekan pemanfaatan asset sumberdaya alam desa sebagai bahan baku ekonomi dengan metode SWOT. 4. Memahami dan menerapkan, serta mempraktekan STP bagi pengembangan produk usaha peserta 5. Memahami dan membangun ide usaha dengan metode SMART III. Struktur Kursus: Modul 1: Tata kelola Sumber-sumber Penghidupan desa sesuai UU Desa a. Memahami pengelolaan sumber penghidupan desa menurut UU No.6 2014 tentang desa. b. Mampu mempetakan ruang partisipasi rakyat dalam pengelolaan ekonomi desa sesuai jadwal perencanaan pembangunan desa c. Mampu mengindentifikasi 4 Pilar Strategi Pengembangan ekonomi desa yang inklusif d. Memahami peran sentral Bumdesa (Badan usaha milik desa) dalam pengembangan ekonomi desa. Modul 2: Survey Pasar dan Pemetaan Lima Aset Perikehidupan a. Konsep dan manfaat survey pasar, serta teknik pembuatan survey pasar. b. Praltek survey pasar dengan table yang disediakan. c. Pengenalan dan pemahana liam asset perikehidupan di desa.


Click to View FlipBook Version